<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>acara-keluarga &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/acara-keluarga/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "acara-keluarga"</description>
	<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 17:42:32 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Saya dan Istri]]></title>
<link>http://cniku.wordpress.com/2009/11/07/saya-dan-istri/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 03:03:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>ANDY SUBANDONO</dc:creator>
<guid>http://cniku.wordpress.com/2009/11/07/saya-dan-istri/</guid>
<description><![CDATA[MEWASPADAI EMPAT POS PENGELUARAN (bagian 1) Akhir tahun kemarin kebetulan merupakan hari yang agak s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h3 style="text-align:left;"><span style="color:#ff0000;">MEWASPADAI EMPAT POS PENGELUARAN (bagian 1)</span></h3>
<p style="text-align:justify;">Akhir tahun kemarin kebetulan merupakan hari yang agak sibuk bagi saya dan istri karena kami disibukkan dengan sejumlah acara keluarga di Yogya. Menariknya, ketika baru saja masuk di hari pertama 2003, saya sudah mendapatkan telepon dari sebuah radio di Jakarta. Mereka ingin membahas soal kenaikan harga yang katanya merupakan &#8220;kado&#8221; tahun baru dari pemerintah.</p>
<div class="mceTemp" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-medium wp-image-903" title="7-MEWASPADAI EMPAT POS PENGELUARAN (bagian 1)" src="http://cniku.wordpress.com/files/2009/10/7-mewaspadai-empat-pos-pengeluaran-bagian-1.jpg?w=300" alt="Awas... keuangan membengkak..." width="300" height="200" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Awas&#8230; keuangan membengkak&#8230;</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri belum begitu &#8220;ngeh&#8221; tentang apa yang dia maksud, karena saya pikir tiap tahun toh pasti terjadi kenaikan harga. Tapi dalam dua hari saya baru sadar bahwa pemerintah kita ternyata baru saja menaikkan harga tiga komponen yang menyangkut hajat hidup orang banyak, yaitu telepon, listrik dan BBM. Ketika tulisan ini dibuat, di koran-koran, teve, dan radio banyak sekali berita tentang protes dan demo yang terjadi di berbagai kota di Indonesia tentang kenaikan harga tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya mengerti bahwa masyarakat &#8211; termasuk saya &#8211; tidak suka terhadap kenaikan harga ini. Kita protes, kita mengeluh, bahkan beberapa mungkin ada yang marah. Dalam salah satu acara talkshow interaktik di teve pagi hari saya dengar ada seorang ibu menangis karena tidak kuat menahan beban hidup yang selama ini dirasa makin berat.</p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan saya di sini tentu bukan untuk mengajak Anda ikut marah dan berdemo. Saya hanya ingin mengatakan bahwa yang namanya kenaikan harga cepat atau lambat pasti akan terjadi. Kalau tidak sekarang, mungkin bulan depan. Kalau tidak bulan depan, mungkin bulan satunya lagi. Atau enam bulan berikutnya. Atau bahkan tahun berikutnya. Meski memang, kenaikan kali ini dilakukan serentak untuk beberapa pos sekaligus.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu, apa yang harus kita lakukan? Berdemo? Tidak ada larangan. Tapi apa yang saya sarankan adalah kenapa kita tidak mulai duduk tenang, berpikir rasional, dan menghadapi kenyataan? Biarlah demo-demo di luar sana tetap berjalan &#8212; semoga pemerintah mendengar aspirasi rakyat. Tapi dari sisi keluarga, Anda juga bisa berbuat sesuatu. Di antaranya meningkatkan kewaspadaan kita pada empat pos pengeluaran keluarga yang punya kecenderungan membengkak. Sebagian di antaranya mungkin sudah pernah kita bahas. Meski demikian, tidak ada salahnya kita ingat kembali dalam menghadapi masa yang sulit ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Keempat pos pengeluaran itu adalah: Telepon, Listrik dan Air Hadiah &#38; Sumbangan Busana &#38; Aksesori Barang Elektronik</p>
<p style="text-align:justify;">Mari kita bahas keempat hal tersebut satu-per satu.</p>
<p style="text-align:justify;">POS I: TELEPON, LISTRIK, AIR</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kita teliti lebih jauh, Telepon, listrik dan air adalah pos-pos pengeluaran yang punya kecenderungan untuk jadi besar kalau Anda tidak hati-hati. Kenapa demikian? Selain karena ketiganya adalah fasilitas yang akan menunjang keberlangsungan hidup di rumah Anda, alasan lainnya adalah karena pembayaran ketiga pos tersebut dilakukan belakangan, bukan di muka seperti kalau Anda membeli pulsa HP dengan voucher prabayar. Segala sesuatu yang pembayarannya dilakukan belakangan, biasanya akan terasa berat ketika Anda harus membayarnya di akhir.</p>
<p style="text-align:justify;">Telepon</p>
<p style="text-align:justify;">Kita mulai dari telepon dulu. Ada dua komponen yang biasanya Anda bayar pada rekening telepon, pertama adalah biaya langganan, dan yang kedua adalah pulsa. Kalau bicara tentang biaya langganan, mungkin hal itu agak sulit Anda ubah karena jumlahnya memang sudah tetap tiap bulannya. Tapi pembayaran pulsa biasanya ditagih berdasarkan jumlah pemakaian Anda. Nah, bagaimana tipsnya?</p>
<p style="text-align:justify;">1. Stop ngobrol ngalor-ngidul di telepon,</p>
<p style="text-align:justify;">Berbincang dengan teman di telepon memang menyenangkan. Tapi coba perhatikan, apa yang sebetulnya Anda obrolkan ketika berada di telepon: apakah itu sesuatu yang penting sekali, atau apakah Anda menelpon teman hanya agar mereka bisa mendengar suara Anda? Harga pulsa telepon makin mahal. Karenanya, bila apa yang Anda obrolkan tidak penting-penting amat, gunakan telepon seperlunya saja. Karena kalau tidak, jangan kaget bila tagihan telepon membengkak.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Kurangi pemakaian internet</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau Anda suka berinternet, maka sudah saatnya Anda mengurangi pemakaiannya. Bukan apa-apa, internet sangat mungkin menjadi salah satu sumber membengkaknya rekening telepon Anda. Ini karena dengan internet, Anda punya kemungkinan terjebak dalam pemakaian yang sangat lama. Coba hitung sendiri kalau pemakaian internet Anda mencapai beberapa jam sehari, berapa coba jumlah rekening telepon Anda di akhir bulan. Kalaupun Anda memakai internet, pakai saja untuk e-mail. Kalau Anda harus browsing atau chatting, datang saja ke warnet. Pengeluaran di sana lebih terkendali.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Kunci pesawat telepon Anda bila dirasa perlu.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, kalau memang dirasa perlu, kunci saja pesawat telepon Anda. Apalagi kalau jumlah anggota keluarga di rumah cukup banyak. Jangan takut dikatakan pelit. Kalau Anda tidak menguncinya, sementara jumlah anggota keluarga cukup banyak, bisa-bisa Anda harus membayar biaya telepon yang cukup besar karena tingginya frekuensi pemakaian telepon di rumah. Anda pilih mana, tidak dikatai &#8220;pelit&#8221; tapi harus membayar rekening yang jumlahnya tidak terkendali, atau dikatai pelit karena mengunci telepon tapi jumlah rekening telepon Anda tiap bulannya terkendali. ListrikSekarang kita bicara tentang listrik. Di bawah ini adalah sejumlah tips yang bisa Anda jalankan untuk menghemat biaya listrik Anda:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Hindari pemakaian listrik secara serentak di malam hari</p>
<p style="text-align:justify;">Anda suka menyeterika di malam hari ketika semua lampu sedang menyala, bapak sedang nonton sinetron, dan anak-anak sedang mendengarkan radio? Sekarang, kalau Anda juga berada di rumah pada pagi atau siang hari, kenapa Anda tidak menyeterika di pagi atau siang hari? Ini karena kalau semua barang elektronik (yang membutuhkan listrik) digunakan bersama-sama pada malam hari, beban listrik yang harus Anda tanggung akan sangat besar. Mulai sekarang, hindari pemakaian bersama pada malam hari. Sebarlah waktu pemakaian listrik Anda.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Ganti AC Anda dengan Kipas Angin atau Exhaust.</p>
<p style="text-align:justify;">AC menyedot beban listrik yang sangat banyak. Kalau Anda tidak ingin beban listrik Anda jadi besar hanya gara-gara AC, kenapa Anda tidak menggantinya dengan kipas angin atau exhaust fan? Keduanya jauh lebih murah daripada AC yang sangat menyedot beban listrik. Kalau Anda tidak terbiasa, cobalah dulu. Dalam dua bulan Anda pasti bisa menyesuaikan diri.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Kurangi jumlah pesawat teve Anda</p>
<p style="text-align:justify;">Anda punya banyak teve di rumah? Mungkin satu di ruang tamu, dan satu di setiap kamar? Mulai sekarang, kurangi jumlah teve Anda. Kalau perlu, cukup miliki satu pesawat teve saja di rumah. Taruh di ruang keluarga hingga bisa ditonton ramai-ramai. Selain lebih hemat, hubungan Anda dengan para anggota keluarga pun akan lebih erat karena sering berkumpul bersama.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Ganti bohlam dengan lampu neon</p>
<p style="text-align:justify;">Harga lampu neon mungkin jauh lebih mahal dibanding kalau Anda membeli bohlam. Tapi pada prakteknya, listrik yang harus Anda bayar kemudian bisa jadi jauh lebih murah karena energi yang diperlukan lebih hemat. Jadi ibaratnya, dengan lampu neon, Anda kalah dalam membeli, tapi menang dalam memakai. Sudah begitu, lebih terang lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">5. Matikan lampu atau barang elektronik bila sedang tidak digunakan</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin sudah Anda tahu, ya. Tapi pada prakteknya kita sering lupa atau mengabaikannya. Teve, misalnya, bila memang tidak ada yang menonton, kenapa dibiarkan tetap nyala? Begitu pula dengan radio, kipas angin, dan tentu saja penerangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Air</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang kita bicara tentang air. Dibanding telepon dan listrik, mungkin penggunaan air Anda paling bisa dikendalikan karena boros tidaknya pemakaian air mudah dipantau. Tapi tidak ada salahnya Anda mengetahui sejumlah tips yang bisa Anda lakukan dalam menghemat pemakaian air:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Gunakan Pancuran Air</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau Anda biasa menggunakan air dengan memakai gayung, cobalah untuk mulai membiasakan diri menggunakan pancuran air (istilah kerennya: shower). Dengan pancuran, air yang Anda pakai akan jauh lebih sedikit, tetapi tersebarnya air tersebut tidak kalah dengan kalau Anda memakai gayung. Bahkan Anda mungkin akan merasakan tekanan air yang lebih besar dan terus menerus. Saya sudah bertahun-tahun memakai pancuran ketika saya mandi, dan rasanya jauh lebih segar dibanding kalau saya memakai gayung.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Hindari melubernya air ketika mengisi bak</p>
<p style="text-align:justify;">Anda suka menyalakan keran untuk mengisi bak mandi? Bila ya, kapan Anda mematikan keran itu? Ketika penuh kan? Dan apa yang Anda lakukan sementara keran air tersebut sedang mengisi bak? Jawabannya jelas, Anda pasti melakukan hal lain. Dan sayangnya, ketika Anda kembali ke kamar mandi, bukan sekali dua kali Anda pasti menemukan air yang Anda isi ke dalam bak meluber keluar bak karena kepenuhan. Ini berarti, Anda membayar untuk air yang tidak Anda gunakan. Sayang kan?</p>
<p style="text-align:justify;">Sedikit-sedikit tidak apa-apa, begitu mungkin Anda berpendapat. Tapi kalau ini terjadi tiap hari? Wuuhh&#8230;bisa sangat besar pemakaian air Anda yang sia-sia itu. Mulai sekarang, jangan tunggu sampai bak penuh baru Anda mematikan keran. Matikan saja keran ketika air di bak sudah terisi 3/4, dan biasakan melakukannya tiap kali Anda mengisi bak. Risiko air luber pun bisa dihindari.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, para pembaca, pada edisi yang berikutnya, kita akan membahas tentang pos kedua yang bisa membuat pengeluaran Anda membengkak kalau tidak hati-hati, yaitu hadiah &#38; sumbangan. Sampai minggu depan.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh: Safir Senduk</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Ayo&#8230; ikut memasarkan Produk CNI yang bisa membantu meningkatkan ekonomi keluarga yaitu:</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">•    CNI Sun Chlorella<br />
•    CNI Ester-C Plus<br />
•    CNI Marine Organic Calcium<br />
•    Nutrimoist (cream ajaib serba guna)<br />
•    CNI HealthPack 3 in One<br />
•    Organik Dietary Fiber Powder<br />
•    Vitasigi-F<br />
•    CNI Gold Soya<br />
•    CNI Ginseng Tea<br />
•    Vitasigi-F Junior<br />
•    CNI Sun Eleuthero<br />
•    CNI Lyophilized Royal Jelly<br />
•    Phyto Lite<br />
•    Phyto Gold<br />
•    Bio Plus<br />
•    Narish<br />
•    Chlorella New Gold<br />
•    Progene<br />
•    CNI Omega-3 with Ester-E<br />
•    DMG (ditaruh dibawah lidah)<br />
•    LIBILON<br />
•    CNI Ester-C Active<br />
•    Ericoma Ginseng Coffee<br />
•    Ginseng Coffee Original<br />
•    Hifiber Pudding<br />
•    Water Treatment<br />
•    Super Sc88 MPC<br />
•    Super Sc88 Laundry Compound<br />
•    Plant Catalyst 2006<br />
•    Plankton Catalyst 2006<br />
•    Pasta Gigi Winz<br />
•    Ires Cosmetic<br />
•    Fire Sens<br />
•    Mie Sehati Special<br />
•    Sun O-Vit<br />
•    Ginseng Coffee Sugar Free<br />
•    Up Cafe</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><em>Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”</em></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Syawalan: Mengudap Ketupat Opor Ayam ]]></title>
<link>http://sulastama.wordpress.com/2009/10/03/syawalan-mengudap-ketupat-opor-ayam/</link>
<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 10:24:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>sulastama</dc:creator>
<guid>http://sulastama.wordpress.com/2009/10/03/syawalan-mengudap-ketupat-opor-ayam/</guid>
<description><![CDATA[Mengudap Ketupat Opor Ayam Minggu, 27 September 2009, saya berlebaran ketupat di rumah Klaten. Renca]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Mengudap Ketupat Opor Ayam Minggu, 27 September 2009, saya berlebaran ketupat di rumah Klaten. Renca]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Napak Tilas Pak Harto di Bakmi Geno]]></title>
<link>http://sulastama.wordpress.com/2009/09/29/napak-tilas-pak-harto-di-bakmi-geno/</link>
<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 14:18:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>sulastama</dc:creator>
<guid>http://sulastama.wordpress.com/2009/09/29/napak-tilas-pak-harto-di-bakmi-geno/</guid>
<description><![CDATA[Napak Tilas Pak Harto di Bakmi Geno Bakmi Jawa Pak Geno, Jl. Parangtritis, Pasar Prawirotaman, Yogya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Napak Tilas Pak Harto di Bakmi Geno Bakmi Jawa Pak Geno, Jl. Parangtritis, Pasar Prawirotaman, Yogya]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengudap nYamlengnya Sate Karang Pak Prapto]]></title>
<link>http://sulastama.wordpress.com/2009/09/29/mengudap-nyamlengnya-sate-karang-pak-prapto/</link>
<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 14:01:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>sulastama</dc:creator>
<guid>http://sulastama.wordpress.com/2009/09/29/mengudap-nyamlengnya-sate-karang-pak-prapto/</guid>
<description><![CDATA[Mengudap nYamlengnya Sate Karang Pak Prapto Sate Karang Pak Prapto, Jl. Nyi Pembayun, Lapangan Karan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Mengudap nYamlengnya Sate Karang Pak Prapto Sate Karang Pak Prapto, Jl. Nyi Pembayun, Lapangan Karan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Day By Day (DBD)]]></title>
<link>http://syabanismvictim.wordpress.com/2009/09/29/day-by-day-dbd/</link>
<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 05:53:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>MS</dc:creator>
<guid>http://syabanismvictim.wordpress.com/2009/09/29/day-by-day-dbd/</guid>
<description><![CDATA[Taqobbalallahu minna wa minkum, saya mohon maaf lahir batin atas segala ucapan, pikiran, perasaan se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Taqobbalallahu minna wa minkum, saya mohon maaf lahir batin atas segala ucapan, pikiran, perasaan se]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menikmati Aneka Masakan Jamur di Jejamuran]]></title>
<link>http://sulastama.wordpress.com/2009/09/28/menikmati-aneka-masakan-jamur-di-jejamuran/</link>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 15:37:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>sulastama</dc:creator>
<guid>http://sulastama.wordpress.com/2009/09/28/menikmati-aneka-masakan-jamur-di-jejamuran/</guid>
<description><![CDATA[Menikmati Aneka Masakan Jamur di Jejamuran Jejamuran, Niron, Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta, 55512]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menikmati Aneka Masakan Jamur di Jejamuran Jejamuran, Niron, Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta, 55512]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Buka Bersama Bekasap Meter]]></title>
<link>http://sulastama.wordpress.com/2009/09/10/buka-bersama-bekasap-meter/</link>
<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 15:54:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>sulastama</dc:creator>
<guid>http://sulastama.wordpress.com/2009/09/10/buka-bersama-bekasap-meter/</guid>
<description><![CDATA[Buka Bersama Bekasap Meter Selasa, 2 September 2009, saya berangkat dari rumah jam 17.50 menuju Libr]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Buka Bersama Bekasap Meter Selasa, 2 September 2009, saya berangkat dari rumah jam 17.50 menuju Libr]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tour de Tambi:  Jalan-jalan di Perkebunan Teh Tambi]]></title>
<link>http://sulastama.wordpress.com/2009/09/10/tour-de-tambi-di-tahun-baru/</link>
<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 15:09:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>sulastama</dc:creator>
<guid>http://sulastama.wordpress.com/2009/09/10/tour-de-tambi-di-tahun-baru/</guid>
<description><![CDATA[Tour de Tambi: Jalan-jalan di Perkebunan Teh Tambi PT. PERKEBUNAN TEH TAMBI, Alamat : Jl. Jogonegoro]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tour de Tambi: Jalan-jalan di Perkebunan Teh Tambi PT. PERKEBUNAN TEH TAMBI, Alamat : Jl. Jogonegoro]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[5 Tahun Pernikahan: Dari Lamaran sampai Lahirnya Anak Pertama]]></title>
<link>http://sulastama.wordpress.com/2009/09/02/5-tahun-pernikahan-dari-lamaran-sampai-lahirnya-anak-pertama/</link>
<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 14:38:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>sulastama</dc:creator>
<guid>http://sulastama.wordpress.com/2009/09/02/5-tahun-pernikahan-dari-lamaran-sampai-lahirnya-anak-pertama/</guid>
<description><![CDATA[5 Tahun Pernikahan: Dari Lamaran sampai Lahirnya Anak Pertama Hari ini, 2 September 2009, tepat5  ta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[5 Tahun Pernikahan: Dari Lamaran sampai Lahirnya Anak Pertama Hari ini, 2 September 2009, tepat5  ta]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hari Pertama Afa Masuk TK Budi Mulia Dua Pandean Sari]]></title>
<link>http://sulastama.wordpress.com/2009/08/16/hari-pertama-afa-masuk-tk-budi-mulia-dua/</link>
<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 16:41:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>sulastama</dc:creator>
<guid>http://sulastama.wordpress.com/2009/08/16/hari-pertama-afa-masuk-tk-budi-mulia-dua/</guid>
<description><![CDATA[Hari Pertama Afa Masuk TK Budi Mulia Dua &#8220;Anak adalah personifikasi kehendak yang belum berpij]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hari Pertama Afa Masuk TK Budi Mulia Dua &#8220;Anak adalah personifikasi kehendak yang belum berpij]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mimbar Keluarga yang Hilang]]></title>
<link>http://taitaiberacun.wordpress.com/2009/06/06/mimbar-keluarga-yang-hilang/</link>
<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 16:40:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sekapur sirih</dc:creator>
<guid>http://taitaiberacun.wordpress.com/2009/06/06/mimbar-keluarga-yang-hilang/</guid>
<description><![CDATA[”Lihat sepuluh besar American Idol, David, Carly, hingga Syesha. Baju dan tampilannya bersahaja, bah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>”Lihat sepuluh besar American Idol, David, Carly, hingga Syesha. Baju dan tampilannya bersahaja, bahkan pembawa acaranya tidak seronok dan mewah, namun kualitas profesionalnya luar biasa. Mereka paham, siapa yang bintang, siapa pemandu, dan bagaimana menjuri secara efektif serta berkarakter.” Demikian komentar seorang guru dalam sebuah diskusi tentang televisi.<!--more--></p>
<p>Lalu dengar yang ini, ujar seorang produser televisi: ”Rating ditanggapi secara instan, melahirkan kompetisi bisnis tidak sehat, memaksa pekerja televisi bekerja lebih banyak, lebih cepat, namun merendahkan profesionalisme. Program televisi tergelincir berlomba menarik perhatian tiap detik tanpa memerhatikan kode etik. Saya menyuruh anak saya untuk tidak menonton televisi.”</p>
<p>Komentar-komentar di atas hanyalah beberapa komentar dari deretan gugatan kepada televisi, khususnya berkait dengan keluarga. Jajak pendapat Kompas awal tahun 2008 menunjukkan, menonton televisi adalah kegiatan yang lebih bersifat kekeluargaan daripada individual. Tercatat hanya 4,9 persen responden yang menonton televisi tidak dengan anggota keluarga. Artinya, menonton televisi adalah sebuah perilaku komunal, di mana 47,1 persen tercatat, penguasa remote control adalah sang anak.</p>
<p>Di Eropa-Amerika, semua siaran televisi terencana dan terprogram, hingga mampu memilah waktu bagi anak-anak dan dewasa. Oleh karena itu, sangatlah perlu memberi catatan khusus terhadap televisi dalam perspektif ruang keluarga. Bagaimana sebagai sebuah medium, televisi dapat berperan juga meneguhkan nilai dasar untuk sebuah bangsa dalam bertindak, berpikir, mengadopsi, atau bereaksi terhadap berbagai hal di sekitarnya.</p>
<p><strong>Sejarah ruang keluarga</strong></p>
<p>Sejarah televisi diyakini sebagai penemuan teknologi yang mampu mengumpulkan anggota keluarga di ruang keluarga. Haruslah dicatat, industri televisi bertumbuh pasca-Perang Dunia II, ketika orang-orang tua di Amerika dan Eropa lewat televisi melihat wajah perang dunia dan menunggu anak mereka pulang dari perang.</p>
<p>Oleh karena itu, sejak awalnya televisi lalu menjadi mimbar dunia yang dikonsumsi oleh keluarga. Persaingan Obama dan Hillary Clinton juga memanfaatkan media televisi. Demikian juga, presiden-presiden Indonesia dikenal lewat televisi dan bukan lewat buku-buku. Juga lihat, munculnya ”kiai televisi”, yakni para pemimpin agama yang terkenal lewat televisi, bukan lewat pelayanan umat secara langsung.</p>
<p>Televisi menjadi buku bergambar dan bersuara terpopuler, refleksi orientasi budaya lisan, ketika budaya baca belum begitu berakar kuat.</p>
<p>Televisi juga menjadi bagian dari sejarah barang-barang konsumsi yang masuk ke ruang keluarga.</p>
<p>Catatan di atas menyimpulkan, abad ini adalah abad generasi televisi. Ketika televisi menjadi mimbar terbesar urbanisasi nilai-nilai. Sebuah kebudayaan massa yang digerakkan dengan kultur teknokapitalis, yang tiap detik programnya dibiayai untuk mendapatkan pameran perhatian dari anggota-anggota keluarga di depan televisi. Televisi sesungguhnya mimbar pameran perhatian terbesar abad ini.</p>
<p><strong>Genius vs etika</strong></p>
<p>Sejak kelahirannya, televisi dipenuhi sebutan yang berbeda. Sebutlah, jendela dunia, tabung kekerasan, padang pasir kebodohan, hingga sahabat keluarga. Hal terakhir membuat televisi tidak bisa dilepaskan dari etika komunikasi, juga etika jurnalistik, etika perlindungan anak, etika perlindungan konsumen, etika periklanan, etika bercerita, hingga etika bincang-bincang.</p>
<p>Tetapi, tuntutan-tuntutan itu senantiasa dihadapkan dengan pertanyaan umum dalam berbagai diskusi televisi: ”Bagaimana bisa menjadi industri kreatif yang menguntungkan kalau sedikit-sedikit bicara etika?” Di sementara lain, sejarah memperlihatkan bagaimana program televisi mampu tumbuh menjadi bisnis dunia, justru karena gabungan kegeniusan industri kreatif dengan etika komunikasi. Dengan modal tersebut, program televisi pun menjadi mimbar yang dibutuhkan seluruh keluarga. Bukan sebaliknya: digelisahkan dan dihujat keluarga.</p>
<p>Yang harus dicatat, beberapa program popular cenderung semakin vulgar dan seronok alias kecerdasan kreatifnya menipis. Lihat, misalnya, program penuh olok-olok dengan laki-laki berpakaian wanita yang seronok.</p>
<p>Simak berbagai berita penuh kekerasan. Banyak yang ditampilkan jauh dari nilai jurnalisme damai, bahkan tak peduli dampaknya pada anak-anak.</p>
<p><strong>Wajah paradoks</strong></p>
<p>Industri kreatif televisi kini telanjur berada dalam kompetisi yang tidak sehat. Pertama, karena industri yang tumbuh karbitan dengan nilai investasi yang besar—setahun saja sebuah stasiun mengeluarkan dua-tiga ratus miliar untuk belanja program—melahirkan etos kerja ”modal cepat balik”.</p>
<p>Kedua, jumlah stasiun televisi berskala nasional yang belasan jumlahnya, melebihi kebutuhan masyarakat. Ketiga, jumlah sumber daya yang terampil sangatlah sedikit.</p>
<p>Keempat, tekanan rating ditanggapi dengan jalan pintas, yakni menjual kemasan bersifat fisik, vulgar, dangkal, kekerasan, dan materialistik. Akibatnya, kesuksesan industri televisi bukan lagi berdasar penghormatan pada profesionalisme.</p>
<p>Akibat lebih jauh, kemewahan televisi berbanding terbalik dengan realitas masyarakatnya.</p>
<p>Pada galibnya, televisi sesungguhnya menjadi cermin bagi bangsa dan wajah keluarga yang ada di dalamnya. Namun, yang ada kini adalah wajah yang paradoks. Di satu sisi ia penuh simbol religius, di sisi lain ia mewah, vulgar, materialistik, dan penuh kekerasan. Di satu sisi terbuka dan demokratis, namun di sisi lain kehilangan etika bahkan esensi demokrasi itu sendiri. Di satu sisi memiliki lompatan kemajuan yang cerdas, tetapi isinya banyak yang dangkal.</p>
<p>Bila paradoks dan kompetisi tidak sehat di atas terus berlanjut, televisi tampaknya akan kehilangan peran terbesarnya sebagai mimbar keluarga. Pada akhirnya, televisi pun kehilangan perannya sebagai agen pembentukan karakter bangsa, yang antara lain kosmopolit sebagaimana karakter wahana itu sendiri. Tentu hal ini tidak kita inginkan.</p>
<p>Garin Nugroho Direktur Yayasan Sains Estetika Teknologi; Sutradara; dan Pengamat Komunikasi Budaya</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pagilaran: Menemani Ibunya Afa Pengabdian Masyarakat]]></title>
<link>http://sulastama.wordpress.com/2009/05/25/pagilaran-menemani-ibunya-afa-pengabdian-masyarakat/</link>
<pubDate>Mon, 25 May 2009 06:08:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>sulastama</dc:creator>
<guid>http://sulastama.wordpress.com/2009/05/25/pagilaran-menemani-ibunya-afa-pengabdian-masyarakat/</guid>
<description><![CDATA[Pagilaran: Menemani Ibunya Afa Pengabdian Masyarakat Jum&#8217;at 22 Mei 2009, saya, Afa, ibunya Afa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pagilaran: Menemani Ibunya Afa Pengabdian Masyarakat Jum&#8217;at 22 Mei 2009, saya, Afa, ibunya Afa]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Anak-anak dan Kegiatan Alam Bebas]]></title>
<link>http://sulastama.wordpress.com/2008/11/26/anak-anak-dan-kegiatan-alam-bebas/</link>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 14:12:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>sulastama</dc:creator>
<guid>http://sulastama.wordpress.com/2008/11/26/anak-anak-dan-kegiatan-alam-bebas/</guid>
<description><![CDATA[Anak-anak dan Kegiatan Alam Bebas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Anak-anak dan Kegiatan Alam Bebas]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menyaksikan Pesta Kembang Api di Malam Takbiran]]></title>
<link>http://rumahkeboncengkeh.wordpress.com/2008/10/28/menyaksikan-pesta-kembang-api-di-malam-takbiran/</link>
<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 18:52:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>rumahkeboncengkeh</dc:creator>
<guid>http://rumahkeboncengkeh.wordpress.com/2008/10/28/menyaksikan-pesta-kembang-api-di-malam-takbiran/</guid>
<description><![CDATA[RKC: walau tersembunyi, tetap bisa menikmati keriaan di sekitarnya.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>!!!<!--Slide.com error: provide id, w, h--></p>
<p>RKC: walau tersembunyi, tetap bisa menikmati keriaan di sekitarnya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tangkuban Perahu: Wisata Keluarga [Mantan] Pendaki]]></title>
<link>http://sulastama.wordpress.com/2008/09/03/tangkuan-perahu-wisata-keluarga-mantan-pendaki/</link>
<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 14:48:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>sulastama</dc:creator>
<guid>http://sulastama.wordpress.com/2008/09/03/tangkuan-perahu-wisata-keluarga-mantan-pendaki/</guid>
<description><![CDATA[Tangkuban Perahu: Wisata Keluarga [Mantan] Pendaki Banyak orang datang ke gunung, dengan banyak alas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tangkuban Perahu: Wisata Keluarga [Mantan] Pendaki Banyak orang datang ke gunung, dengan banyak alas]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menikmati Sup Gurami di Bumbu Desa Laswi]]></title>
<link>http://sulastama.wordpress.com/2008/09/02/menikmati-sup-gurami-di-bumbu-desa-laswi/</link>
<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 16:01:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>sulastama</dc:creator>
<guid>http://sulastama.wordpress.com/2008/09/02/menikmati-sup-gurami-di-bumbu-desa-laswi/</guid>
<description><![CDATA[Menikmati Sup Gurami di Bumbu Desa Laswi Tanggal 28 Agustus kami beruntung menikmati makan malam di ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menikmati Sup Gurami di Bumbu Desa Laswi Tanggal 28 Agustus kami beruntung menikmati makan malam di ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kerjaan Afa]]></title>
<link>http://sulastama.wordpress.com/2008/07/31/kerjaan-afa/</link>
<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 08:18:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>sulastama</dc:creator>
<guid>http://sulastama.wordpress.com/2008/07/31/kerjaan-afa/</guid>
<description><![CDATA[Kerjaan Afa Barusan aku dapat email dari istriku, judulnya kerjaan Afa, isinya sbb: From: rini puspi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kerjaan Afa Barusan aku dapat email dari istriku, judulnya kerjaan Afa, isinya sbb: From: rini puspi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Afa sekolah di playgroup Budi Mulia]]></title>
<link>http://sulastama.wordpress.com/2008/07/22/afa-sekolah-di-playgroup-budi-mulia/</link>
<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 13:45:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>sulastama</dc:creator>
<guid>http://sulastama.wordpress.com/2008/07/22/afa-sekolah-di-playgroup-budi-mulia/</guid>
<description><![CDATA[Afa sekolah di playgroup Budi Mulia Afa, anakku yang baru saja berulangtahun ke 3 bulan Juni lalu, s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Afa sekolah di playgroup Budi Mulia Afa, anakku yang baru saja berulangtahun ke 3 bulan Juni lalu, s]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menikmati Ikan Segar di Pantai Depok - Parangtritis]]></title>
<link>http://sulastama.wordpress.com/2008/07/21/menikmati-ikan-segar-di-pantai-depok-parangtritis/</link>
<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 15:04:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>sulastama</dc:creator>
<guid>http://sulastama.wordpress.com/2008/07/21/menikmati-ikan-segar-di-pantai-depok-parangtritis/</guid>
<description><![CDATA[Menikmati Ikan Segar di Pantai Depok &#8211; Parangtritis Pantai depok, terletak di pantai selatan B]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menikmati Ikan Segar di Pantai Depok &#8211; Parangtritis Pantai depok, terletak di pantai selatan B]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Happy Birthday MyLovely Son]]></title>
<link>http://sulastama.wordpress.com/2008/06/21/happy-birthday-mylovely-son/</link>
<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 16:07:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>sulastama</dc:creator>
<guid>http://sulastama.wordpress.com/2008/06/21/happy-birthday-mylovely-son/</guid>
<description><![CDATA[Happy Birthday MyLovely Son Tak terasa waktu begitu cepat berjalan, dan ujuk-ujuk saya dihadapkan pa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Happy Birthday MyLovely Son Tak terasa waktu begitu cepat berjalan, dan ujuk-ujuk saya dihadapkan pa]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pendhak Pisan]]></title>
<link>http://sulastama.wordpress.com/2008/06/21/pendhak-pisan/</link>
<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 16:06:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>sulastama</dc:creator>
<guid>http://sulastama.wordpress.com/2008/06/21/pendhak-pisan/</guid>
<description><![CDATA[Pendhak Pisan Sabtu, 7 Juni 2008, jam 19.15 wib. Pesawat Garuda yang kutumpangi dari Jakarta mendara]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pendhak Pisan Sabtu, 7 Juni 2008, jam 19.15 wib. Pesawat Garuda yang kutumpangi dari Jakarta mendara]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pesta kebun dan kegiatan outdoor di RKC]]></title>
<link>http://rumahkeboncengkeh.wordpress.com/2008/05/23/pesta-kebun-dan-kegiatan-outdoor-di-rkc/</link>
<pubDate>Thu, 22 May 2008 17:30:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>rumahkeboncengkeh</dc:creator>
<guid>http://rumahkeboncengkeh.wordpress.com/2008/05/23/pesta-kebun-dan-kegiatan-outdoor-di-rkc/</guid>
<description><![CDATA[RKC memiliki sarana baru di halamannya: gazebo bergaya joglo dan rumah pohon. Sangat cocok untuk pes]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>RKC memiliki sarana baru di halamannya: <a title="Joglo dan Rumah Pohon di RKC" href="http://rumahkeboncengkeh.wordpress.com/5-sarana-lain/joglo-dan-rumah-pohon/" target="_blank">gazebo bergaya joglo dan rumah pohon</a>. Sangat cocok untuk pesta kebun, pesta BBQ, acara keluarga, atau kegiatan outdoor lainnya. Halaman dan tamannya juga terus disempurnakan dan <a title="Sarana Sanitasi di RKC" href="http://rumahkeboncengkeh.wordpress.com/5-sarana-lain/sanitasi/">sarana sanitasi</a> senantiasa ditambah. Cek <a title="Joglo dan Rumah Pohon di RKC" href="http://rumahkeboncengkeh.wordpress.com/5-sarana-lain/joglo-dan-rumah-pohon/" target="_self">halaman ini</a>.<br />
<a href="http://rumahkeboncengkeh.files.wordpress.com/2008/05/dsc00514.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-49" style="border:5px solid black;margin-left:5px;margin-right:5px;" src="http://rumahkeboncengkeh.wordpress.com/files/2008/05/dsc00514.jpg?w=300" alt="Joglo RKC" width="300" height="225" /></a><a href="http://rumahkeboncengkeh.files.wordpress.com/2008/06/duduk-duduk.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-58" style="border:5px solid black;margin:5px;" src="http://rumahkeboncengkeh.wordpress.com/files/2008/06/duduk-duduk.jpg?w=300" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
