<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>achmad-deni-danuri &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/achmad-deni-danuri/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "achmad-deni-danuri"</description>
	<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 17:01:04 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Jin Beringin Kopidangdut]]></title>
<link>http://kopidangdut.wordpress.com/2008/04/17/jin-beringin/</link>
<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 11:26:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mas Kopdang</dc:creator>
<guid>http://kopidangdut.wordpress.com/2008/04/17/jin-beringin/</guid>
<description><![CDATA[Dalam momen hening,&#8230; suasana meditatif,&#8230; djroning alam palimunan ing pasaban saben sepi,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;">Dalam momen hening,&#8230; suasana meditatif,&#8230; <em>djroning alam palimunan ing pasaban saben sepi</em>,&#8230; Goenawan Mohamad bertutur bahwa dalam suasana <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Solitude" target="_blank">solitude</a></em> itulah Ratu Kidul menghampiri sang pertapa, Panembahan Senapati. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;">Karena, dalam keadaan itu empati berbicara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;">Begitu pun mungkin yang sedang dialami seorang <span style="text-decoration:line-through;">Sri Baginda</span> <a href="http://semprulsontoloyo.com/2008/04/16/burhan/" target="_blank">Burhanuddin Abdullah </a>beberapa hari ini di tahanan Mabes Polri. Jika perlu sembari <a href="http://rusdimathari.wordpress.com/2008/04/11/burhanuddin-abdullah-lima-tahun-lalu/" target="_blank">menyalakan cerutu</a>, dirinya bertatap wicara dengan sang Khalik : </span></p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;">“Apalagi gerangan yang Engkau anugerahkan kepada hambaMu ini?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;">***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;">Seorang Achmad <a href="http://www.hukmas.depkeu.go.id/kliping/NS.asp?kdx=x&#38;kdns=DDN&#38;nmns=Deni%20Danuri"><span style="color:#800080;">Deni Danuri</span></a>, President Director Center for Banking Crisis, hari ini menunjukkan sesuatu kepada kita, lewat <a href="http://mediaindonesia.com/">Media Indonesia</a>:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;">“Ketika pertama kali kabinet SBY dibentuk, maka <em>clash</em> antara Bank Indonesia dan Departemen Keuangan untuk pertama kalinya mencuat secara nyata. Pada saat itu, Menteri Keuangan bersama rombongannya mendatangi dan memberikan pelajaran tentang moneter kepada Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;">Lanjutnya: “Menarik mencermati pertemuan itu karena pada akhirnya justru Burhanuddin-lah yang lebih tepat dalam memproyeksikan inflasi yang bakal terjadi dengan mengajari kepada Menteri Keuangan dan rombongannya tentang realitas moneter yang ada di Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;">“Jelas bahwa kejadian itu bukan kejadian yang pertama dan bukan juga kejadian yang tidak penting karena terbukti doktor lulusan ekonomi Amerika Serikat ternyata belum tentu paham </span><span style="font-family:Arial;">dengan fenomena ekonomi Indonesia.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;">***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;">Entahlah, apakah Gedung Koperasi Kopidangdut, yang memang semenjak dulu berdekatan dengan dan dinaungi pohon beringin tua yang lebat, mulai kembali diusili setan penunggu pohon itu? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;">Semenjak pohon itu, – konon katanya&#8211; banyak ditunggui arwah gentayangan dan jin dari<span>  </span>Tanah Sulawesi, telepon di Koperasi sering berdering sendiri. Ketika diangkat tak ada suara terdengar, yang ada hanya keluar asap putih membungbung ke udara dan membentuk tanda panah: ke atas atau ke bawah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;">Bila tidak dituruti dengan kenaikkan atau penurunan bunga pinjaman koperasi sesuai tanda yang digambarkan asap, Jin made in <span> </span>Sulawesi itu akan merasuki salah satu pegawai koperasi &#8212; hingga kejang-kejang dan kesurupan &#8211; lalu berteriak dengan lantang:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-family:Arial;">“ GRUP KAMI MAU EKSPORRRRR, TURUNIN DONK NILAI RUPIAHNYA&#8230;..!” </span></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
