<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>agus-setiawan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/agus-setiawan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "agus-setiawan"</description>
	<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 07:49:42 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Penunda Sejati]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/12/25/penunda-sejati/</link>
<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 06:44:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/12/25/penunda-sejati/</guid>
<description><![CDATA[“jika saya tidak mulai melakukannya, saya tidak akan pernah melakukannya” Apakah Anda sering menunda]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;">“<em>jika saya tidak mulai melakukannya, saya tidak akan pernah melakukannya</em>”</p>
<p>Apakah Anda sering menunda-nunda pekerjaan anda? Pekerjaan yang saya maksud di sini bukanlah profesi, namun pekerjaan seperti tugas, jobdesc, atau mengejar <em>goals (baca: impian)</em>. Pada artikel ini, saya mengkhususkan pembahasan saya pada pencapaian <em>goals</em>.<a href="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2009/12/move-on.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-256" title="cb054564" src="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2009/12/move-on.jpg?w=147" alt="" width="147" height="150" /></a></p>
<p>Dalam perjalanan menggapai <em>goals</em>, banyak hal yang perlu kita kerjakan dan langkah-langkah yang perlu kita lalui. Sebagai contohnya, seorang penulis buku, Ia perlu menyelesaikan setahap demi setahap bab-bab pada bukunya hingga akhirnya buku tersebut sampai di tangan kita. Bayangkan, apakah penulis tersebut bisa menyelesaikan keseluruhan bukunya jika Ia tidak pernah mulai menulis?</p>
<p>Mengenai impian atau goals, ada beberapa orang yang mengatakan kepada saya, Ia ingin mendapatkan IPS tinggi (3,8), ingin belajar menulis, ingin menjadi entrepreneur dan lain sebagainya. Namun mereka sering mengalami kesulitan untuk memulai langkah pertama.</p>
<p>Ada rasa malas dan berat untuk memulainya. Karena terus menunda-nunda untuk memulai, akhirnya mereka berhenti pada suatu titik dan tidak mencapai <em>goals</em> mereka. Anehnya kasus-kasus seperti ini sudah beberapa kali saya temui.</p>
<p>Alasan seperti ini sudah sering lalu lalang di telinga saya, “kalau sudah waktunya saya akan melakukannya”, “saya sedang menunggu waktu yang tepat”, “saya belum ada <em>mood</em> untuk mengerjakannya”, dan lain sebagainya. Komentar klasik ini juga yang sering membuat orang-orang menjadi tidak maju dan berkembang.</p>
<p>Saya mulai mencari tahu<!--more--> apa penyebab  dari orang-orang yang suka menunda pekerjaannya. Dari workshop yang pernah saya ikuti, berbagai literatur yang saya baca dan pengalaman pribadi. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang menjadi “Penunda Sejati”.</p>
<p>Yang pertama adalah ada dua atau lebih dari bagian diri seseorang yang tidak bekerja sama. Ada bagian diri yang mau dan ada bagian diri lain yang tidak. Penjelasan ini saya dapat dari para praktisi hipnoterapi.</p>
<p>Oh ya, Anda mungkin sedikit asing dengan istilah “bagian diri”. Setiap manusia memiliki banyak “bagian diri” dalam dirinya.Contoh paling mudah untuk mengenal “bagian diri” adalah ketika kita hendak bangun tidur di pagi hari.</p>
<p>Ada semacam dialog internal diri kita. Seperti dua makhluk yang sedang berbicara. Ada satu “bagian” yang menjelmah menjadi malaikat mengatakan, <em>“ayo bangun, sudah jam berapa nih? Sudah waktunya kamu kuliah”</em>. “Bagian” lain yang menjelmah menjadi setan mengatakan, <em>”telat sedikit ga apa-apa kok, tadi malam kamu tidurnya malam banget lho, kamu masih kurang tidur”</em>. Nah, akhirnya kita juga yang memutuskan untuk bangun atau tarik selimut tidur kembali.</p>
<p>Apakah Anda sering mengalami dialog seperti itu? Tenang, Anda tidak sendiri, saya juga sering seperti itu. Hal ini sangat wajar, karena di dalam diri manusia terdiri dari banyak diri lagi, bingung? Tenang, agar Anda lebih tahu mengenai “bagian diri ” yang istilah lainnya adalah Part, Anda bisa mengunjungi artikel berikut “<a title="Kita Punya Banyak Diri" href="http://www.adiwgunawan.com/awg.php?co=p5&#38;mode=detil&#38;ID=90" target="_blank">Kita Punya Banyak Diri</a>”</p>
<p>Kembali ke kebiasaan menunda, ketika kita menunda suatu pekerjaan, ada tanda-tanda bahwa salah satu bagian diri kita <em>mendukung</em> apa yang kita kerjakan dan satu bagian lagi <em>tidak mendukung</em> apa yang kita kerjakan. Oleh karena itu, kita menjadi ragu, malas atau berat untuk mulai mengambil langkah-langkah menggapai <em>goals</em>.</p>
<p>Solusinya kita perlu mencari tahu bagian yang konflik tersebut, apa alasan di balik bagian diri yang tidak mendukung pencapaian <em>goals</em> kita, kemudian berkompromi dengan bagian diri itu dan mendapatkan <em>win-win solution</em>. Bagaimana kita berkompromi dengan “bagian diri” atau “part” itu? Bisa Anda baca pada artikel berikut, “<a title="Cara Mudah Berbicara Dengan  Part atau Bagian Diri" href="http://www.adiwgunawan.com/awg.php?co=p5&#38;mode=detil&#38;ID=218" target="_blank">Cara Mudah Berbicara Dengan Part atau Bagian Diri</a>”</p>
<p>Yang kedua adalah berhubungan dengan konsep diri. Seseorang yang memiliki konsep diri yang kurang bagus (jelek) sering menjadi ragu untuk memulai langkah mereka terutama dalam mengejar <em>goals</em> mereka. Orang seperti ini, melihat diri sendiri secara negatif dan merasa jauh dari diri ideal mereka.</p>
<p><em>Goals</em> kita sangat erat kaitannya dengan diri ideal, orang yang merasa jauh dari <em>goals</em> mereka, sama dengan jauh dari diri ideal mereka. Faktanya, bagaimana pun kita selau bergerak menuju diri ideal kita.</p>
<p>Gambaran diri negatif bisa seperti, merasa dirinya tidak mampu, tidak bisa, bahkan tidak pantas meraih <em>goals</em>. Nah, ketika Ia mulai melangkah menuju <em>goals</em>, Ia menjadi ragu dengan kemampuannya.</p>
<p>Perasaan ragu ini yang membuat kita menjadi menunda-nunda. Ada kalimat-kalimat yang berdebat di pikiran kita, “apakah saya bisa?”, “apakah ini mungkin?” dan lain sebagainya.</p>
<p>Solusinya, kita perlu memperbaiki gambaran diri kita terlebih dahulu. Pandanglah diri kita secara positif, yakin dengan kemampuan kita dan yang paling penting adalah merasa diri kita pantas mendapatkan <em>goals</em> kita. Jika kita sudah yakin dengan kemampuan kita, kita tidak akan bertanya-tanya lagi, <em>“apakah saya bisa?”</em> atau <em>“apakah ini mungkin?”</em>.</p>
<p>Yang ketiga merupakan refleksi dari pemikiran saya. Menurut saya, kita menjadi menunda untuk memulai mengejar <em>goals</em> kita, karena kita tidak serius dengan <em>goals</em> kita.</p>
<p>Mungkin mulut bisa berdusta, tetapi tindakan tidak bisa berbohong. Bisa jadi kita hanya ikut-ikutan orang lain atau <em>goals</em> yang kita kejar merupakan impian atau harapan orang lain.</p>
<p><em>Goals</em> kita perlu personal dan bermakna, dengan demikian kita pun menjadi semangat dengannya. Jika seseorang sudah benar-benar serius dengan <em>goals</em>-nya, Ia sudah berkomitmen untuk melakukan yang terbaik untuk mencapai <em>goals</em>-nya. Ia akan mencari segala cara untuk mencapai <em>goals</em>-nya. Jangan salah mengartikan segala caranya ya. Heehee…  ^^</p>
<p>Well, saya yakin setiap orang memiliki impian, tujuan atau goals masing-masing. <em>Goals</em> tersebut rasanya masih kurang sempurna jika hanya ada di dalam benak kita saja.</p>
<p>Mengapa kita tidak bertindak untuk mewujudkannya? Bagi yang berhenti di tengah jalan, mengapa tidak melanjutkan perjalanan Anda?</p>
<p>Sebelum mengakhiri artikel ini, saya memiliki sedikit cerita. Beberapa waktu lalu ada seorang senior saya yang mengatakan kepada saya, Ia ingin menulis di blog. Berhubung saya sudah lama <em>blogging</em>, jadi Ia bertanya-tanya seputar <em>blogging</em> kepada saya.</p>
<p>Sambil ngobrol, saya bertanya, <em>“jadi kapan mau mulai nulis?”</em>. Ia pun menjawab, <em>“belum tahu juga, malas juga mau memulainya”</em>.</p>
<p>Ya, kadang kala memang rasanya sangat berat untuk memulai sesuatu yang baru. Hal itu sangat manusiawi. Saya juga sering mengalami rasa malas, berat untuk memulai dan suka menunda seperti itu.</p>
<p>Tetapi saya sudah mendapatkan solusi kecil yang cukup membantu saya.Ketika saya merasa, saya menunda-nunda hal yang harus saya kerjakan, seperti menulis artikel atau meng-edit buku saya,  saya cukup berpegang pada sebuah kalimat, <em>“jika saya tidak mulai menulis, saya tidak akan pernah menulis”</em>.</p>
<p>“<em>jika saya tidak mulai melakukannya, saya tidak akan pernah melakukannya</em>”</p>
<p>Anda bisa mencobanya untuk diri Anda jika Anda mau. Diakhir 2009 ini, saya ingin mengucapkan “Happy Christmas dan Happy New Year 2010”.</p>
<p>Semoga di tahun 2010, Anda bisa mencapai goals-goals Anda. Hidup bahagia dan sukses selalu. Jangan jadi penunda lagi yah… hehehe… <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PERALATAN PENGUJIAN SIFAT SIFAT BAHAN SECARA FISIK ( Alat Ukur )]]></title>
<link>http://piranhamas.wordpress.com/2009/11/18/peralatan-pengujian-sifat-sifat-bahan-secara-fisik/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 01:57:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pembicara INTERNET MARKETING</dc:creator>
<guid>http://piranhamas.wordpress.com/2009/11/18/peralatan-pengujian-sifat-sifat-bahan-secara-fisik/</guid>
<description><![CDATA[1. Safety At Work (Kecelakaan Kerja, Potensi Kecelakaan, Akibat Kecelakaan Kerja) KLIK : http://pira]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'>
<p>1. Safety At Work (Kecelakaan Kerja, Potensi Kecelakaan, Akibat Kecelakaan Kerja)<br />
KLIK : </p>
<p>http://piranhamas.wordpress.com/2009/11/18/safety-at-work-kecelakaan-kerja-potensi-kecelakaan-akibat-kecelak</p>
<p>aan-kerja/</p>
<p>2. PERALATAN PENGUJIAN SIFAT SIFAT BAHAN SECARA FISIK ( Alat Ukur )<br />
KLIK : http://piranhamas.wordpress.com/2009/11/18/peralatan-pengujian-sifat-sifat-bahan-secara-fisik/</p>
<p>3. Peralatan Pengamanan Dalam Bekerja (APD Alat Pelindung Diri)<br />
KLIK : </p>
<p>http://piranhamas.wordpress.com/2009/11/18/peralatan-pengamanan-dalam-bekerja-apd-alat-pelindung-diri/</p>
<p>4. APD Alat Pelindung Diri (Foto – Foto K3 Keselamatan dan Kesehatan Kerja)<br />
KLIK : http://piranhamas.wordpress.com/2009/11/04/apd-alat-pelindung-diri-foto-foto-k3-keselamatan-dan-kesehatan-kerja/<br />
<a href="//www.socialmarker.com/?link='+encodeURIComponent (location.href)+'&#38;title='+encodeURIComponent( document.title);"><img src="http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" alt="share" /></a><a href="http://www.socialmarker.com">Social Bookmarking</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Peralatan Pengamanan Dalam Bekerja (APD Alat Pelindung Diri)]]></title>
<link>http://piranhamas.wordpress.com/2009/11/18/peralatan-pengamanan-dalam-bekerja-apd-alat-pelindung-diri/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 01:40:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pembicara INTERNET MARKETING</dc:creator>
<guid>http://piranhamas.wordpress.com/2009/11/18/peralatan-pengamanan-dalam-bekerja-apd-alat-pelindung-diri/</guid>
<description><![CDATA[1. Safety At Work (Kecelakaan Kerja, Potensi Kecelakaan, Akibat Kecelakaan Kerja) KLIK : http://pira]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'>
<p>1. Safety At Work (Kecelakaan Kerja, Potensi Kecelakaan, Akibat Kecelakaan Kerja)<br />
KLIK : </p>
<p>http://piranhamas.wordpress.com/2009/11/18/safety-at-work-kecelakaan-kerja-potensi-kecelakaan-akibat-kecelak</p>
<p>aan-kerja/</p>
<p>2. PERALATAN PENGUJIAN SIFAT SIFAT BAHAN SECARA FISIK<br />
KLIK : http://piranhamas.wordpress.com/2009/11/18/peralatan-pengujian-sifat-sifat-bahan-secara-fisik/</p>
<p>3. Peralatan Pengamanan Dalam Bekerja (APD Alat Pelindung Diri)<br />
KLIK : </p>
<p>http://piranhamas.wordpress.com/2009/11/18/peralatan-pengamanan-dalam-bekerja-apd-alat-pelindung-diri/</p>
<p>4. APD Alat Pelindung Diri (Foto – Foto K3 Keselamatan dan Kesehatan Kerja)<br />
KLIK : http://piranhamas.wordpress.com/2009/11/04/apd-alat-pelindung-diri-foto-foto-k3-keselamatan-dan-kesehatan-kerja/<br />
<a href="//www.socialmarker.com/?link='+encodeURIComponent (location.href)+'&#38;title='+encodeURIComponent( document.title);"><img src="http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" alt="share" /></a><a href="http://www.socialmarker.com">Social Bookmarking</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Apakah Mungkin Membaca buku 1 halaman 1 detik?]]></title>
<link>http://aguscen.wordpress.com/2009/11/13/apakah-mungkin-membaca-buku-1-halaman-1-detik/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 17:46:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>aguscen</dc:creator>
<guid>http://aguscen.wordpress.com/2009/11/13/apakah-mungkin-membaca-buku-1-halaman-1-detik/</guid>
<description><![CDATA[Mungkin ini adalah pertanyaan Anda. Termasuk saya dulu, saya juga selalau mempertanyakan teknik ini.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Mungkin ini adalah pertanyaan Anda. Termasuk saya dulu, saya juga selalau mempertanyakan teknik ini. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi, membaca buku dengan kecepatan satu halaman per detik. Jauh lebih cepat dari speed reading atau bacakilat.</p>
<p>Mungkin saja Anda juga skeptis menilai ini. Saya juga memulainya dengan kondisi yang sama. Saya sangat tertarik dengan pengetahuan perkembangan diri. Kekuatan pikiran sampai bagaimana dengan memanfaatkan kekuatan pikiran, kita bisa membantu orang lain sembuh dari masalahnya.</p>
<p>Saya selalu ingin menemukan cara yang mudah dan cepat untuk meningkatkan diri saya, membantu orang lain mencapai potensi yang maksimal dari dirinya, pencarian ini membawa saya menemukan sebuauh teknik membaca yang membuat saya terperangah, dan juga skeptis seperti Anda saat ini.</p>
<p>Maka saya melakukan riset, banyak orang di dunia ini yang berhasil menguasai teknik ini dengan nama yang berbeda-beda. Mereka dengan mudah menyedot informasi dari buku dan tiba-tiba saja sudah berada dalam pikiran mereka. Ini sungguh sebuah teknik yang sangat gila menurut saya.</p>
<p>Apa yang ada dalam diri manusia sampai seseorang bisa menguasai teknik membaca ini. Bukan seseorang saja, bahkan sangat banyak orang yang bisa menggunakannya. Termasuk Anthony Robbins<!--more--> dan Brian Tracy menggunakan teknik ini untuk meningkatkan diri mereka dari membaca.</p>
<p>Bukti bahwa teknik ini bisa berhasil sudah saya dapatkan, namun saya juga masih belum puas. Saya mencari lagi literatur yang menjelaskan bagaimana kita bisa menguasai teknik ini. Karena menurut saya, jika kita semua bisa menguasai teknik ini, maka perkembangan diri kita akan menjadi sangat luar biasa. Maka, pada akhirnya, bangsa Indonesia menjadi jauh lebih baik lagi. Karena sumber daya manusia meningkat. Mengingat minat membaca bangsa kita masih belum begitu tinggi, mudah-mudahan teknik ini bisa meningkatkan minat membaca kita semua. Karena umumnya kita terpentok masalah waktu, benar begitu?</p>
<p>Akhirnya sedikit demi sedikit saya mulai menemukan mengapa jika kita tahu caranya, kita juga bisa melakukannya. Membaca dengan kecepatan 1 halaman 1 detik. Ternyata semua kemampuan kita sudah ada dalam diri kita. Sudah ada dalam fisik kita, sudah ada dalam pikiran kita. Hanya saja selama ini kita belum menyadarinya. Karena belum menyadarinya, maka kita belum bisa menggunakannya.</p>
<p>Membaca 1 halaman per detik ini layaknya memotret apa pun yang kita pandang dan memasukkannya ke dalam pikiran kita, lebih tepatnya pikiran bawah sadar. Angka yang sangat mengejutkan, ternyata mata kita, dalam waktu 1 detik bisa menangkap 100 juta bit informasi. Jika kita melihat 1 bentuk bola, itu adalah 1 bit, warna bola masing-masing 1 bit. Jadi dalam sekali pandang, mata manusia bisa menangkap semua informasi yang ada.</p>
<p>Indera pendengaran kita menangkap 30.000 bit informasi per detik. Sedangkan indera peraba dari seluruh tubuh kita digabungkan menangkap 100 juta bit informasi per detik juga.</p>
<p>Ternyata kemampuan indera kita ini tidak dibarengin dengan kekuatan pikiran sadar. Karena pikiran sadar kita hanya bisa menangkap 15-50 bit informasi per detiknya. Memang demikian kerja pikiran sadar kita. Jika pikiran sadar kita juga bisa menerima semua informasi ini, maka mungkin rumah sakit jiwa sudah penuh sejak dulu kali ya. Inilah Luar Biasanya Tuhan. Tuhan menciptakan kita dengan sistem yang begitu canggih.</p>
<p>Ke mana semua informasi yang ditangkap semua indera kita tadi? Semuanya tersimpan dalam pikiran bawah sadar kita. Dan pikiran bawah sadar kita akan berkomunikasi dengan kita jika kita berhadapan dengan sesuatu. Mungkin Anda perlu mengingat sebuah informasi dan tiba-tiba saja, AHA, Anda ingat semua yang Anda butuhkan. Ini adalah salah satu bentuk dari intuisi.</p>
<p>Pikiran bawah sadar berkomunikasi dengan cara memberitahu kita dengan intuisi kita.</p>
<p>Bacakilat memanfaatkan kekuatan indera kita dan juga kekuatan pikiran bawah sadar kita untuk membuat teknik ini bisa berhasil. Bagaimana prosesnya, akan saya jelaskan dalam buku bacakilat. Segera terbit nanti. Tunggu ya tanggal mainnya. Namun, dalam workshop bacakilat, saya akan membimbing setiap peserta untuk bisa mengaktifkan semua kemampuan kita ini untuk bisa membacakilat, membaca dengan kecepatan 1 halaman satu detik.</p>
<p>Buat Anda yang ingin cepat menguasainya, silakan ikut workshop, jika Anda ingin belajr sendiri juga bisa, namun memang membutuhkan waktu yang agak lama dibanding workshop. Salah satau hal penting dalam workshop adalah menghilangkan program dalam diri kita yang menghambat kita untuk berkembang dan meningkatkan diri. Misalnya rasa malas, kurang konsentrasi, merasa tidak percaya diri dan lain-lain.</p>
<p>Juga setiap peserta bisa masuk ke dalam kondisi yang ideal untuk belajar. Di mana kondisi ini kita semua berada dalam kondisi reseptif dan intuitif. Kondisi yang bisa membuat kita meningkatkan IQ kita. Menyeimbangkan otak kanan dan kiri. Meningkatkan kualitas diri kita dari dalam.</p>
<p>Sampai akhirnya, setiap peserta bisa menguasai bacakilat dan bisa membaca dengan kecepatan 1 halaman 1 detik, dan tetap menikmati proses membaca, tanpa fiksasi mata yang melelahkan sepanjang kita membaca. Dan, kita mendapatkan pengertian yang tinggi dari proses kita membaca. Memabca jauh lebih singkat waktunya, pengertian yang tinggi untuk perkembangan diri kita. Termasuk meningkatkan nilai.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hipnosis Menyebabkan Gangguan Keseimbangan Bawah Sadar?]]></title>
<link>http://aguscen.wordpress.com/2009/10/11/hipnosis-menyebabkan-gangguan-keseimbangan-bawah-sadar/</link>
<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 15:38:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>aguscen</dc:creator>
<guid>http://aguscen.wordpress.com/2009/10/11/hipnosis-menyebabkan-gangguan-keseimbangan-bawah-sadar/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa orang klien menanyakan kepada saya bahwa ada yang mengatakan kepada mereka bahwa hipnosis b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-full wp-image-145" title="Hipnosis" src="http://aguscen.wordpress.com/files/2009/10/hipnosis.jpg" alt="Hipnosis" width="218" height="288" />Beberapa orang klien menanyakan kepada saya bahwa ada yang mengatakan kepada mereka bahwa hipnosis bisa menyebabkan gangguan keseimbangan di pikiran bawah sadar. Apakah ini benar? Mari kita lihat hebatnya pikiran bawah sadar kita.</p>
<p>Pertama kita lihat dulu bagaimana kondisi hipnosis sebenarnya. Banyak sekali pengertian yang diberikan di dunia tentang hipnosis, definisi hipnosis yang paling banyak diterima adalah berasal dari US Department of Education, Human Services Division yang mana terjemahannya adalah &#8220;Ditembusnya faktor kritis dari pikiran dan diterimanya sugesti tertentu&#8221;.</p>
<p>Dalam definisi itu tidak ada yang namanya relaksasi fisik. Dan penembusan faktor kritis ini bisa menggunakan banyak cara, lebih tepatnya ada lima cara untuk menembus faktor kritis ini dan membuat suatu hal atau informasi diterima oleh orang:</p>
<p><strong>1. Figur otoritas</strong>, jika sebuah informasi disampaikan oleh seorang yang dianggap orang yang penting, punya pengetahuan (menurut Anda), dan Anda menganggap ini adalah orang yang hebat, dengan latar belakangnya yang luar biasa, maka orang ini akan dengan sangat mudah menghipnosis Anda. Anda akan menerima apa yang dikatakan oleh orang ini tanpa menganalisa. Anda akan lebih cenderung menerima informasi yang disampaikan oleh orang ini, Hipnosis bisa juga disebut sebagai proses mempelajari atau menghilangkan pelajaran (belief) yang selama ini kita miliki.</p>
<p><strong>2. Repetisi</strong>, atau pengulangan, ini adalah sebuah cara yang sangat umum dipakai kebanyakan orang, dengan menanamkan sebuah informasi terus menerus ke dalam diri kita, membuat faktor kritis kita tidak tahan dan akhirnya jebol dan diterima oleh pikiran bawah sadar kita. Misalnya ada iklan yang diputar berulang-ulang sekali jalan, ini juga adalah bentuk dari komunikasi yang menghipnosis. Atau dalam dunia pengembangan diri ini disebut sebagai afirmasi.</p>
<p><strong>3. Identifikasi kelompok</strong>, Jika Anda tertarik, memiliki banyak kesamaan atau Anda mengidolakan <img title="More..." src="http://agus-setiawan.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" />seseorang, maka Anda akan cenderung untuk menggunakan cara berpikir orang yang Anda idolakan tersebut, dari sisi positif, menjadikan orang yang sukses, atau sekelompok orang sukses sebagai<!--more--> role model. Atau sebaliknya menjadikan sebuah kelompok sebagai role model yang negatif. Bisa juga dijelaskan sebagai berikut, untuk bisa diterima oleh kelompok tertentu, maka seseorang akan menjalankan &#8220;budaya&#8221; yang ada dalam kelompok itu dan menjadikan itu bagian dari dirinya. Ini bisa sangat positif bisa juga negatif.</p>
<p><strong>4. Emosi yang tinggi</strong>, Sebuah kejadian yang mengandung emosi tinggi akan kita ingat sepanjang masa. Sebagai contoh, ada seorang teman saya yang menganggap bahwa pintar itu enak, hidup pasti enak dan makmur, karena dia melihat ayahnya sangat pintar dan sangat sukses dalam pekerjaannya, namun suatu hari, Ayahnya dipecat dari pekerjaan, ini mengakibatkan sebuah guncangan emosi yang besar dalam dirinya, saat itu dia memasukkan sebuah pengertian dalam diri (pikiran)-nya bahwa bekerja dengan orang lain itu sangat berbahaya. Sampai saat ini dia telah menjadi pebisnis yang sangat sukses. Ini adalah sebuah contoh kejadian yang mengandung emosi tinggi, yang akhirnya menghipnosis (memprogram) teman saya ini menjadi sukses sekarang.</p>
<p><strong>5. Kondisi hipnosis</strong>. Ini adalah kondisi di mana gelombang otak kita yang tadinya dominan di Beta, turun dan beralih ke dominan alfa dan teta. Dengan menggunakan komunikasi yang tepat seorang hipnotis atau hipnoterapis yang andal akan membawa klien ke dalam kondisi relaksasi pikiran, sehingga faktor kritis bisa dilewati dan kita masuk ke dalam pikiran bawah sadar klien.</p>
<p>Nah, dengan masuknya seseorang ke dalam pikiran bawah sadar kita, apakah akan mengakibatkan gangguan keseimbangan dalam pikiran bawah sadar kita? Tidak. Sama sekali tidak.</p>
<p>Walaupun faktor kritis telah ditembus, sehingga kita sangat tidak mungkin untuk melakukan analisa, namun Tuhan Maha Adil, pikiran bawah sadar kita masih memiliki 4 filter yang sangat kuat yang selalu melindungi kita dari hal yang akan memberikan akibat jelek pada diri kita, yaitu:</p>
<p>1. Filter Survival, pikiran akan bertanya, apakah ini akan membahayakan hidup saya, jika tidak maka filter ini akan lolos.</p>
<p>2. Filter moral agama, apakah apa yang disampaikan oleh hipnotis atau hipnoterapis ini melanggar moral agama yang saya yakini? Apakah ini bertentangan dengan ajaran moral agama saya? Jika bertentangan maka kita otomatis akan menolak sugesti atau arahan dari sang operator atau hipnotis dan hipnoterapis ini.</p>
<p>3. Filter Kebenaran, apakah informasi yang masuk benar? Contoh, jika seoarang hipnoterapis mengatakan bahwa rokok itu baunya seperti ikan busuk dan Anda akan meninggalkan rokok, dan lain sebagainya, ini mungkin akan diterima sementara, namun, kebenaran valid tidak akan berubah, maka Anda akan menolak, mana ada rokok yang bauna seperti ikan busuk? Kecuali, Anda menemukan rokok yang telah tertindih oleh ikan busuk, lagipula itu sudah pasti basah dan tidak akan bisa dihisap. Jenis terapi seperti ini disebut sebagai aversion therapy, dan terapi ini telah dilarang di Amerika, jika dilakukan, terapis itu akan masuk penjara.</p>
<p>4. Filter Logika, kita memiliki database yang kuat akan logika dan budaya tidak tertulis yang ada dalam lingkungan kita, jika tidak selaras dengan ini, apapun yang dikatakan terapis Anda kepada Anda, tidak akan Anda terima.</p>
<p>Oke, sekarang kita telah mengetahui bahwa pikiran kita begitu luar biasa tersusun dengan sangat rapih.</p>
<p>Oh iya, satu hal lagi, hipnoterapis yang kompeten adalah hipnoterapis yang disebut sebagai &#8220;Client Centered Hypnotherapist&#8221; di mana terapis tidak menggunakan belief dan keyakinannya untuk melakukan terapi, tetapi memberdayakan semua yang ada dalam diri klien untuk berubah dan sembuh dari masalah yang dihadapi dalam hidupnya.</p>
<p>Bisa jadi, Anda juga menemukan malpraktik, di mana ada yang &#8220;rusak&#8221; setelah diterapi dengan hipnosis. Tapi apakah itu menyebabkan disiplin ilmu hipnoterapi jadi rusak semua? Dan jika hipnoterapi memang akan mengganggu keseimbangan bawah sadar, maka tidak mungkin  Hipnoterapi diterima sebagai alat terapeutik yang sah di:</p>
<p>1. BMA (British Medical Association) pada tahun 1955</p>
<p>2. AMA (American Medical Association) pada tahun 1958</p>
<p>3. Agama Katolik telah menerima hipnoterapi sebagai cara terapi yang benar pada tahun 1958</p>
<p>4. APA (American Psychology Association) pada tahun 1960.</p>
<p>Pastikan Anda mendapatkan informasi yang tepat. Kunjungi website-website hipnosis dan hipnoterapi di seluruh dunia untuk melakukan validasi. Bisa juga Anda mengunjungi www.quantum-hypnosis.com untuk mencari informasi, di mana website ini memiliki informasi yang valid dan menjelaskan hubungan hipnoterapi secara scientific.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pakai jasa pengiriman PT Buana Express Logistic]]></title>
<link>http://grosirbantalguling.wordpress.com/2009/10/08/kirim-pt-buana-express-logistic/</link>
<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 08:41:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>Grosir Bantal Guling</dc:creator>
<guid>http://grosirbantalguling.wordpress.com/2009/10/08/kirim-pt-buana-express-logistic/</guid>
<description><![CDATA[PT.BuanaExpressLogistic-piranhamasgroup@gmail.com]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_409" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://PT.BuanaExpressLogistic-piranhamasgroup@gmail.com"><img class="size-medium wp-image-409" title="PT.BuanaExpressLogistic-piranhamasgroup@gmail.com" src="http://grosirbantalguling.wordpress.com/files/2009/10/pt-buanaexpresslogistic-piranhamasgroupgmail-com.jpg?w=300" alt="PT.BuanaExpressLogistic-piranhamasgroup@gmail.com" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">PT.BuanaExpressLogistic-piranhamasgroup@gmail.com</p></div>
<p><a href="//www.socialmarker.com/?link='+encodeURIComponent (location.href)+'&#38;title='+encodeURIComponent( document.title);"><img src="http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" alt="share" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Web saya - agus-setiawan.com]]></title>
<link>http://aguscen.wordpress.com/2009/09/03/web-saya-agus-setiawan-com/</link>
<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 17:19:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>aguscen</dc:creator>
<guid>http://aguscen.wordpress.com/2009/09/03/web-saya-agus-setiawan-com/</guid>
<description><![CDATA[Halo teman-teman, terima kasih atas kunjungannya selama ini. Saat ini saya sedang mengembangkan webl]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Halo teman-teman, terima kasih atas kunjungannya selama ini.</p>
<p>Saat ini saya sedang mengembangkan weblog saya dengan alamat www.agus-setiawan.com</p>
<p>Silakan mengunjungi weblog saya, akan ada artikel menarik dan produk seputar hipnosis dan manfaatnya yang Anda butuhkan untuk membantu Anda mencapai impian dengan lebih mudah dan cepat.</p>
<p>Saya tunggu Anda semua di <a href="http://agus-setiawan.com">sana</a>.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tiga Dimensi Perilaku Manusia]]></title>
<link>http://aguscen.wordpress.com/2009/04/24/tiga-dimensi-perilaku-manusia/</link>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 15:33:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>aguscen</dc:creator>
<guid>http://aguscen.wordpress.com/2009/04/24/tiga-dimensi-perilaku-manusia/</guid>
<description><![CDATA[Tiga Dimensi dari Perilaku Manusia Ada bagian mendasar dalam diri kita yang selama kehidupan ini men]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h1><strong>Tiga Dimensi dari Perilaku Manusia</strong></h1>
<p>Ada bagian mendasar dalam diri kita yang selama kehidupan ini mengembangkan keyakinan yang tidak kita sadari tentang:</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Siapa Anda</li>
<li> Apa yang mampu Anda capai</li>
<li> Level penghargaan hidup yang layak kita terima</li>
</ul>
<p>Pemrograman internal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Diantaranya orangtua, pengasuh, cinta yang Anda alami atau tidak nikmati.</p>
<p><strong>Anda dibentuk dari 3 bagian</strong></p>
<p>1.       Intelektual, (SADAR), adalah bagian logika, bagian analisa yang mempelajari informasi, membuat keputusan, pilihan, sikap atau tindakan. Bagian ini memutuskan untuk belajar, namun kurang kekuatan untuk menjalankan keputusan ini.</p>
<p>2.       Emosi, (apa yang dirasakan), ini adalah bagian yang merasakan perasaan dan emosi. Tanpa alasan, Anda mungkin merasa tidak nyaman hari ini, padahal kemaren Anda merasakan sangat senang. Dari mana semua perasaan ini muncul? Apa yang memicu mereka? Mengapa Anda tidak bisa secara sadar mengendalikan atau merubahnya?</p>
<p>3.       Pikiran bawah sadar, ini adalah bagian yang mengisi semua program dan menentukan bagaimana keputusan yang dibuat pikiran sadar.</p>
<p><strong>Interaksi antara Sadar, Emosi, dan Pikiran Bawah Sadar</strong></p>
<p>Selama membuka mata, bagian sadar selalu berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar. Setiap interaksi ini akan memunculkan perasaan yang Anda alami. Emosi Anda begitu kuat, sehingga mereka menghilangkan semua logika yang ada dipikiran sadar.</p>
<p>Pikiran sadar Anda bisa menyadari bahwa Anda harus belajar, atau Anda membuat goal, tetapi jika pikiran bawah sadar Anda berteriak, &#8220;Anda tiba mampu melakukan itu&#8221;. Maka keraguan dan kecemasan akan muncul dalam perasaan Anda. Konflik ini akan membuat seseorang tidak bisa melakukan apa yang sebenarnya bisa dilakukan atau bisa dicapai.</p>
<p>Kesimpulannya, ketika pilihan, keputusan atau komitmen yang Anda buat dipikiran sadar konsisten dengan keyakinan, nilai, gambaran diri dalam pikiran bawah sadar Anda, sebuah kongruensi akan terjadi dan mempercepat semuanya terjadi.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Apakah Memaafkan Sama Dengan Melupakan?]]></title>
<link>http://aguscen.wordpress.com/2009/04/15/apakah-memaafkan-sama-dengan-melupakan/</link>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 03:31:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>aguscen</dc:creator>
<guid>http://aguscen.wordpress.com/2009/04/15/apakah-memaafkan-sama-dengan-melupakan/</guid>
<description><![CDATA[Artikel ini diambil tanpa edit dari QLTI.com (Adi W. Gunawan) Di milis Money Magnet baru-baru ini ra]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Artikel ini diambil tanpa edit dari <a href="http://www.qlti.com">QLTI.com</a> (<a href="http://www.adiwgunawan.com">Adi W. Gunawan</a>)</p>
<p>Di milis Money Magnet baru-baru ini ramai dibahas mengenai memaafkan dan melupakan. Ada yang mengalami suatu pengalaman yang menyakitkan dan merasa sulit untuk memaafkan. Ada yang merasa sudah memaafkan namun kok nggak bisa melupakan. Apakah memaafkan sama dengan melupakan?</p>
<p>Saya menjelaskan mengenai efek dan khasiat memaafkan di artikel <a href="http://aguscen.wordpress.com/2009/01/22/forgiveness-is-the-true-healer/"><strong>Forgiveness is The True Healer</strong></a>. Ini adalah artikel yang saya posting di web saya beberapa waktu lalu.</p>
<p>Bagaimana sih kok kita ini sampai bisa punya masalah, khususnya yang berhubungan dengan emosi negatif?</p>
<p>Sebenarnya semua emosi itu positif. Namun untuk memudahkan penjelasan maka saya &#8220;mengkategorikan&#8221; emosi seperti marah, kecewa, dendam, benci, terluka, sakit hati, perasaan bersalah, takut, cemas, khawatir, dan kawan-kawannya sebagai emosi negatif. Emosi negatif adalah emosi yang bila kita rasakan atau alami akan sangat mengganggu kita.</p>
<p>Pertanyaannya sekarang adalah, &#8220;Dari manakah sebenarnya emosi ini?&#8221;</p>
<p>Emosi muncul <!--more-->sebagai hasil dari suatu pemaknaan. Setiap kejadian adalah netral. Tidak ada kejadian yang baik atau jelek. Semua bergantung pada diri kita sendiri. Kita memberikan makna pada kejadian itu berdasarkan persepsi kita. Persepsi dipengaruhi oleh belief system kita. Jadi, ujung-ujungnya sebenarnya bicara soal belief system atau sistem kepercayaan.</p>
<p>Nah, begitu kita memberikan makna pada suatu kejadian atau peristiwa maka emosi yang muncul bisa berupa emosi positif, emosi negatif, atau netral.</p>
<p>Lalu, bagaimana kita bisa melupakan dan memaafkan, atau memaafkan dan melupakan?</p>
<p>Pertama, yang perlu diluruskan adalah kita bisa memaafkan namun kita tidak akan bisa melupakan. Semua yang pernah kita alami tersimpan di memori di pikiran bawah sadar kita. Yang kita lakukan, khususnya hipnoterapis, adalah menetralisir emosi negatif dengan teknik terapi tertentu. Selama emosi negatif ini tidak berhasil dinetralisir maka kita akan selalu diganggu oleh memori tersebut. Memori ini kadang muncul, kadang hilang. Nanti muncul lagi, lalu hilang lagi. Demikian seterusnya.</p>
<p>Sebelum saya teruskan, ada yang perlu saya jelaskan mengenai memori. Memori adalah data yang disimpan di pikiran bawah sadar kita. Data ini berisi beberapa hal yang berhubungan dengan suatu kejadian atau peristiwa, antara lain:</p>
<p>1.Waktu terjadinya<br />
2.Lokasi kejadian<br />
3.Siapa saja yang terlibat<br />
4.Gambar/image<br />
5.Suara<br />
6.Bau<br />
7.Rasa<br />
8.Sensasi perabaan<br />
9.EMOSI.</p>
<p>Yang membuat masalah sebenarnya bukan komponen 1 sampai 8, tapi yang no 9, emosi. Komponen emosi muncul sebagai hasil dari pemaknaan.</p>
<p>Nah, untuk memaafkan maka kita harus bisa menetralisir emosi ini. Selama emosi tidak berhasil dinetralisir maka kekuatan penolakan, untuk tidak memaafkan, akan sangat kuat. <a href="http://aguscen.wordpress.com/2008/09/09/jadikan-pikiran-bawah-sadar-asisten-anda/">Re-edukasi pikiran bawah sadar</a>, misalnya memberikan pemaknaan baru terhadap kejadian yang tadinya dirasa menyakitkan, baru bisa berjalan efektif, mudah, dan permanen saat emosi ini telah kita bereskan. Untuk lebih jelas mengenai hal ini bisa membaca <strong><a href="http://aguscen.wordpress.com/2009/01/22/teori-tungku-mental/">Teori Tungku Mental</a>.</strong></p>
<p>Setelah emosi dibereskan maka kita tetap bisa mengingat semua kejadian atau pengalaman namun sudah tidak lagi terpengaruh. Kita mengingat pengalaman itu hanya sebagai suatu kenangan dengan intensitas emosi yang netral.</p>
<p>Saat emosi berhasil dibereskan, saat inilah kita dinyatakan sembuh. Jadi yang menjadi sumber masalah selama ini adalah emosi (negatif).</p>
<p>Apakah membereskan emosi harus dengan menggunakan hipnoterapi?</p>
<p>Wah ya nggak lah. Ada banyak teknik untuk bisa membereskan emosi ini. Di <strong>Quantum Hypnosis Indonesia</strong> saya mengajarkan banyak teknik terapi dan variasinya. Cara yang umumnya digunakan orang adalah dengan berusaha mengikis emosi ini sedikit demi sedikit seiring dengan perjalanan waktu. Mereka berkata, &#8220;<em>Time will heal the wound</em>&#8221; atau &#8220;Waktu yang akan menyembuhkan luka ini&#8221;. Ada lagi yang mencoba dengan memberikan pemaknaan ulang, secara sadar. Ada yang menggunakan pendekatan spiritual, dengan doa. Ada lagi yang curhat, atau menggunakan teknik konseling. Dan masih banyak lagi deh.</p>
<p>Nah, dari pengalaman saya, yang paling mudah, sederhana, tapi sangat cepat adalah dengan menggunakan EFT. Ini yang paling mudah. Apalagi kalau menggunakan <strong>Hypno-EFT</strong>. Dijamin lebih cespleng. Bisa juga pake NLP. Dan kalo semua nggak bisa, terpaksa pake jurus pamungkas, memaafkan dengan bantuan hipnoterapi.</p>
<p>Apa beda masing-masing teknik terapi ini?</p>
<p>Jika menggunakan NLP maka kita tidak akan mengotak-atik konten. Kita tidak perlu tahu apa yang terjadi. Pertanyaan yang diajukan tidak pernah, &#8220;Mengapa ini terjadi?&#8221; tapi &#8220;Bagaimana anda membuat emosi ini muncul?&#8221; Di sini yang dicari adalah strategi yang mengakibatkan suatu emosi muncul. Terapi dilakukan dengan mengubah strategi sehingga tidak bisa memunculkan emosi itu lagi.</p>
<p>Dengan menggunakan <strong>Hypno-EFT</strong> maka kita memotivasi klien untuk berubah dan melepaskan emosi negatifnya. Ini adalah pendekatan waking hypnosis. Selanjutnya kita mengotak-atik jalur meridien tubuh, dengan melakukan ketukan pada titik-titik di tubuh dan dengan urutan tertentu. Hasilnya? Sangat efektif. Saya bahkan sering menerapi klien jarak jauh dengan menggunakan <strong>Hypno-EFT</strong>. Yang sering saya demonstrasikan adalah bagaimana dengan cepat menyembuhkan phobia ular. Biasanya hanya butuh waktu sekitar 2 menit.</p>
<p>Kalau dengan hipnoterapi caranya berbeda lagi. Kita akan menggunakan teknik tertentu untuk menemukan akar masalah dan melepaskan emosi negatif yang selama ini mengganggu hidup klien. Selanjutnya pikiran klien anda direedukasi, memberikan pemaknaan baru, dan melakukan forgiveness.</p>
<p>Emosi yang saya maksudkan di sini tentunya emosi negatif yang menggangu hidup kita. Namun, apakah emosi positif juga bisa dinetralisir atau dihilangkan? Bisa.</p>
<p>Ada teknik yang bisa dengan sangat cepat menetralisir baik emosi positif maupun negatif. Bahkan perasaan cinta juga bisa kita hilangkan dengan sangat cepat. Semua bergantung kebutuhan, situasi, dan kondisi.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[I can Make You Rich]]></title>
<link>http://aguscen.wordpress.com/2009/03/18/i-can-make-you-rich/</link>
<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 11:58:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>aguscen</dc:creator>
<guid>http://aguscen.wordpress.com/2009/03/18/i-can-make-you-rich/</guid>
<description><![CDATA[Wow, lama juga saya sudah tidak melakukan postingan Baru-baru ini saya membeli buku Paul Mckenna, de]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Wow, lama juga saya sudah tidak melakukan postingan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Baru-baru ini saya membeli buku Paul Mckenna, dengan judul I Can Make You Rich, bisa di lihat ada di amazon, atau Gramedia di Jakarta, pertama kali saya lihat di Matraman, ga jadi beli, terus ke Gramedia Puri mumpung ada diskon 30% eh, bukunya udah keburu abis. Jadinya beli di Gading <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Buku ini sangat menarik sekali, dengan menggunakan pendekatan NLP dan Hypnosis serta ada cara untuk menghilangkan semua masalah emosi yang berhubungan dengan uang. Buku ini merupakan buku yang sangat mudah untuk dicerna menurut saya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Satu hal yang menarik, (kalau bisa saya akan sharing beberapa hal menarik lagi dari buku ini) maklum masih belum selesai bacanya hehehe.</p>
<p>Satu latihan yang menarik di sini adalah, momen anda merasa <!--more-->kaya. Coba Anda ingat-ingat kapan terakhir Anda merasa diri Anda kaya, dan momen-momen ini bukan berarti Anda harus menghabiskan uang banyak untuk menikmatinya.</p>
<p>Oke, sekarang ambil waktu sebentar, bayangkan dan ingat-ingat, kapan terakhir anda merasakan saat-saat yang membuat Anda merasa kaya. Silahkan ambil waktu secukupnya.</p>
<p>Great, Anda telah kembali, bagaimana perasaan Anda?</p>
<p>Oke, kalau saya, momen-moen saya merasaha kaya adalah saya menikmati waktu saya, bangun tidur siang hari, berenang dan menikmati waktu. Terus makan di restoran dan memanggil menu tanpa melihat harganya. Mengunjungi tempat gunting rambut yang prestisius, menikmati pijatan kursinya saat di shampooin. Salah satunya beli buku I can Make You Rich ini dengan perasaan enak sekali, sampai kasirnya bingung kirain harganya salah hehehe. Asyik sekali booo.</p>
<p>So, bagaimana dengan momen kaya Anda?</p>
<p>Lain kali saya sharing lagi ya&#8230;</p>
<p>Sampai jumpa di artikel lain.</p>
<p>Oh ya mungkin Anda juga tertarik untuk membaca artikel mengenai <a href="http://aguscen.wordpress.com/2008/09/09/jadikan-pikiran-bawah-sadar-asisten-anda/">Menjadikan Pikiran Bawah Sadar  Asisten Anda</a>. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Figur Otoritas (lanjutan)]]></title>
<link>http://aguscen.wordpress.com/2009/01/23/figur-otoritas-lanjutan/</link>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 06:19:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>aguscen</dc:creator>
<guid>http://aguscen.wordpress.com/2009/01/23/figur-otoritas-lanjutan/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;A teacher affects eternity; he can never tell where his influence STOP&#8221; - Henry B. Adam]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>&#8220;A teacher affects eternity; he can never tell where his influence STOP&#8221;<br />
- Henry B. Adams</p>
<p>Guru memiliki kesan begitu mendalam dalam diri kita semua. Seorang guru, sebaik atau seburuk apapun adalah figur otoritas. Jika sang guru begitu bajik dan bijaksana, karena dia telah bisa bijaksini dulu <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  maka murid akan selalu mengenang dan termotivasi dengan apa yang dikatakan guru tersebut kepadanya. Akan tetapi jika guru yang buruk, maka dia akan meninggalkan luka-luka yang tidak baik untuk anak didiknya.</p>
<p>Dalam artikel sebelumnya saya juga sempat membahas sedikit tentang figur otoritas, silahkan <a href="http://aguscen.wordpress.com/2008/09/06/jalur-self-hypnosis-ke-dua/" target="_blank">dibaca di sini.</a></p>
<p>Saya pernah mengunjungi sebuah sekolah yang masih sangat baru, sekolah ini baru saja dibentuk. Saya sempat berdiskusi dengan guru-guru di sekolah ini, saya cukup kaget dengan apa yang mereka lakukan terhadap siswa.<!--more--></p>
<p>Mereka memiliki pendapat bahwa, mereka harus keras dan &#8220;tegas&#8221; (baca killer) dalam mengajar. Sehingga siswa takut dan &#8220;tunduk&#8221; pada diri mereka. Mendengar hal seperti ini saja membuat saya membayangkan bagaimana cara mereka berkomunikasi dengan siswanya. Dalam bayangan saya, mereka akan bertindak dengan 2 acuan, pertama, guru selalu benar dan yang kedua, jika guru salah, maka silahkan lihat aturan nomor satu. Seperti penjualan saja ya&#8230;</p>
<p>Mungkin ini hanya terjadi dalam pikiran saya saja, saya sangat berharap demikian. Karena jika apa yang saya pikirkan terjadi, saya tidak bisa membayangkan, seperti apa masa depan siswa sekolah ini, bagaimana masa depan generasi bangsa kita selanjutnya.</p>
<p>Apa sih yang saya bayangkan?</p>
<p>Begini, seperti yang Anda baca di atas, saya memikirkan apa saja yang dikatakan guru itu kepada siswanya. Ada banyak klien hipnoterapi yang datang ke saya, mereka mengalami kesulitan dalam belajar. Mereka telah belajar dengan begitu keras, namun hasil yang didapat tidak bagus. Atau malah mereka tidak bisa mengerti apa yang telah mereka pelajari.</p>
<p>Apa penyebabnya?</p>
<p>Gurunya mengatakan bahwa mereka itu bodoh. Ada sebuah kasus, seorang guru mengatakan, &#8220;Gila, kamu mau belajar Kimia? Jangan harap dah kamu bisa ngerti. Kamu tuh lambat dalam berpikir.&#8221; Karena sebuah kalimat yang keluar dari gurunya ini, klien yang datang menemui saya meminta bantuan ini menganggap bahwa dirinya memang lambat dan bodoh. Dan dia tidak bisa mengerti pelajaran dengan baik, terutama pelajaran Kimia, dia selalu mendapatkan nilai 4 atau 3, usaha seperti apapun yang diberikannya untuk berusaha memahami pelajaran ini. Jika kita biarkan terus seperti ini bagaimana nasib anak ini?</p>
<p>Yang lebih penting adalah bagaimana kualitas guru kita menjadi lebih baik setiap hari. Karena peran guru adalah membangun bangsa, saya tidak bermaksud untuk menggurui, saya sangat respek kepada guru-guru saya.  Baik guru formal maupun guru yang saya temui dalam sekolah kehidupan saya.</p>
<p>Perkataan seorang guru bisa menjadi sebuah modal yang bisa membangun harga diri murid jika guru ini bisa memberikan kata-kata yang tepat dan contoh yang tepat pula. Dan perkataan seorang guru dapat melumpuhkan seorang murid jika dia melakukan seperti contoh ini.</p>
<p>Tentu dengan mengalirnya informasi yang begitu derasnya, saya yakin performa guru-guru di Indonesia akan semakin hari semakin baik. Jika tidak bagaimana nasib bangsa kita selanjutnya?</p>
<p>Nah, tidak hanya guru, yang punya peran lebih besar adalah orangtua. Bagaimana orangtua bersikap dan berkata-kata kepada anaknya akan memberikan pengaruh besar bagi kehidupannya. Bisa dibilang, orangtua adalah figur otoritas tertinggi, setelah Tuhan tentunya. Dan kita selama ini selalu belajar untuk meraih profesi yang kita inginkan dalam kehidupan, namun untuk menjadi orangtua, profesi yang paling mulia di dunia ini, kita tidak pernah belajar dengan baik. Untuk informasi tentang sekolahorangtua silahkan <a href="http://www.sekolahorangtua.com" target="_blank">klik disini</a>.</p>
<p><a href="http://aguscen.wordpress.com/hypnosis/" target="_blank">Hipnoterapi</a> dapat membantu Anda yang mengalami hal seperti ini dengan melakukan relearning dan peningkatan kesadaran. Dengan proses yang tepat, Anda bisa bebas dari masalah belajar maupun yang telah mempengaruhi Anda dalam kehidupan sehari-hari.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sketsa, buah ke isengan]]></title>
<link>http://goestoge.wordpress.com/2008/11/17/sketsa-buah-ke-isengan/</link>
<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 03:56:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>goestoge</dc:creator>
<guid>http://goestoge.wordpress.com/2008/11/17/sketsa-buah-ke-isengan/</guid>
<description><![CDATA[Bosan, Jenuh, dan Lelah. Itulah perasaan yang akhir-akhir ini nempl dan melekat erat. Lelah dengan P]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Bosan, Jenuh, dan Lelah.</p>
<p>Itulah perasaan yang akhir-akhir ini nempl dan melekat erat.</p>
<p>Lelah dengan Pekerjaan yang melebihi kemampuan waktu. Bosan dengan keseharian dan lingkungan yang terlalu datar, ga bisa membuat gw berlatih untuk menyerang, bukan hanya terus bertahan. Dan jenuh karena hanya bisa bermimpi.</p>
<p>Namun, dan kadang semua rasa itu samar dalam satu hari. Minggu, adalah hari dimana semua rasa itu ku lipat dan kutindih buku-buku tebal. Dan mulailah ke isengan dan kejahilan imajinasi ku menggerakkan tiap saraf untuk bergerak sesukanya. Saat itu aku pergi dari alam sadar dan tersesat di belantara fantasi, tenggelam di samudra ilusi dan terbang di angkasa imajinasi.</p>
<p><!--moreDan ini lah buah dari ke isengan itu...-->Dan ini lah buah dari ke isengan itu;</p>
<p><a href="http://goestoge.wordpress.com/files/2008/11/ear_goes.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-378" title="ear_goes" src="http://goestoge.wordpress.com/files/2008/11/ear_goes.jpg?w=300" alt="ear_goes" width="300" height="219" /></a></p>
<p><a href="http://goestoge.wordpress.com/files/2008/11/hand_goes.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-379" title="hand_goes" src="http://goestoge.wordpress.com/files/2008/11/hand_goes.jpg?w=300" alt="hand_goes" width="300" height="283" /></a></p>
<p><a href="http://goestoge.wordpress.com/files/2008/11/eye_goes.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-380" title="eye_goes" src="http://goestoge.wordpress.com/files/2008/11/eye_goes.jpg?w=261" alt="eye_goes" width="261" height="300" /></a></p>
<p>gW ga bermaksud merendah atau menyombong, semenjak gw masuk kuliah, kemampuan ilustrasi gw meningkat. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yang suka maupun yang ngga, silahkan berkomen <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Spikologis Warna dengan Sifat]]></title>
<link>http://goestoge.wordpress.com/2008/11/15/spikologis-warna-dan-orang/</link>
<pubDate>Sat, 15 Nov 2008 08:19:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>goestoge</dc:creator>
<guid>http://goestoge.wordpress.com/2008/11/15/spikologis-warna-dan-orang/</guid>
<description><![CDATA[Warna merupakan unsur penting dalam obyek desain. Dalam perwarnaan hendaknya disesuaikan dengan desa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="font-family:&#34;">Warna merupakan unsur penting dalam obyek desain. Dalam perwarnaan hendaknya disesuaikan dengan desain yang akan kita buat. Karena dengan warna orang bisa menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau membedakan sifat dari bentuk-bentuk bentuk visual secara jelas. Dalam prakteknya warna dibedakan menjadi dua: yaitu warna yang ditimbulkan karena sinar (Additive color) yang biasanya digunakan pada warna lampu, monitor, TV dan sebagainya, dan warna yang dibuat dengan unsur-unsur tinta atau cat (Substractive color) yang biasanya digunakan dalam proses pencetakan gambar ke permukaan benda padat seperti kertas, logam, kain atau plastik.</span></p>
<p><span style="font-family:&#34;">Berikut </span>korelasi     umum secara psikologis antara warna dan sifat.</p>
<p><!--more--></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="5" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top"><strong>ARNA</strong></td>
<td valign="top"><strong>Respon Psikologi</strong></td>
<td valign="top"><strong>Catatan</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>Merah</strong></span></td>
<td valign="top">Power, energi, kehangatan,         cinta, nafsu, agresi, bahaya</td>
<td valign="top">Warna Merah kadang berubah         arti jika dikombinasikan dengan warna lain.Merah jika dikombinasikan denga Putih, akan mempunyai arti &#8216;bahagia&#8217; di budaya Oriental.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#0000ff;"><strong>Biru</strong></span></td>
<td valign="top">Kepercayaan, Konservatif,         Keamanan, Tehnologi, Kebersihan, Keteraturan</td>
<td valign="top">Banyak digunakan sebagai         warna pada logo Bank di Amerika Serikat untuk memberikan kesan &#8216;kepercayaan&#8217;.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#339966;"><strong>Hijau</strong></span></td>
<td valign="top">Alami, Sehat,         Keberuntungan, Pembaharuan</td>
<td valign="top">Warna Hijau tidak terlalu &#8217;sukses&#8217; untuk ukuran Global. Di Cina dan Perancis, kemasan dengan warna Hijau tidak begitu mendapat sambutan.<br />
Tetapi di Timur Tengah, warna Hijau sangat disukai.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ffff00;"><strong>Yellow</strong></span></td>
<td valign="top">Optimis, Harapan, Filosofi,         Ketidak jujuran, Pengecut (untuk budaya Barat), pengkhianatan.</td>
<td valign="top">Kuning adalah warna keramat         dalam agama Hindu.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff00ff;"><strong>Ungu/Jingga</strong></span></td>
<td valign="top">Spiritual, Misteri,         Kebangsawanan, Transformasi, Kekasaran, Keangkuhan</td>
<td valign="top">Warna Ungu sangat jarang         ditemui di alam.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff9900;"><strong>Oranye</strong></span></td>
<td valign="top">Energy, Keseimbangan,         Kehangantan</td>
<td valign="top">Menekankan sebuah produk         yang tidak mahal.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#cc7a00;"><strong>Coklat</strong></span></td>
<td valign="top">Tanah/Bumi, Reliability,         Comfort, Daya Tahan.</td>
<td valign="top">Kemasan makanan di Amerika sering memakai warna Coklat dan sangat sukses, tetapi di Kolumbia, warna Coklat untuk kemasan kurang begitu membawa hasil.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#999999;"><strong>Abu         Abu</strong></span></td>
<td valign="top">Intelek, Masa Depan (kayak         warna Milenium), Kesederhanaan, Kesedihan</td>
<td valign="top">Warna Abu abu adalah warna         yang paling gampang/mudah dilihat oleh mata.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ffffff;"><strong><span style="color:#333333;">Putih </span></strong></span><span style="color:#ffffff;"><strong><span style="color:#000000;">Anda pasti tau warnanya&#8230;</span></strong><strong><br />
</strong></span></td>
<td valign="top">Kesucian, Kebersihan,         Ketepatan, Ketidak bersalahan, Setril, Kematian</td>
<td valign="top">Di Amerika, Putih melambangkan perkawinan (gaun pengantin berwarna putih), tapi di banyak budaya Timur (terutama India dan Cina), warna Putih melambangkan kematian.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><strong>Hitam</strong></td>
<td valign="top">Power, Seksualitas,         Kecanggihan, Kematian, Misteri, Ketakutan, Kesedihan, Keanggunan</td>
<td valign="top">Melambangkan kematian dan         kesedihan di budaya Barat.<br />
Sebagai warna Kemasan, Hitam melambangakan Keanggunan (Elegance), Kemakmuran (Wealth) dan Kecanggihan (Sopiscated)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wallpaper Halloween - Photoshop]]></title>
<link>http://goestoge.wordpress.com/2008/11/04/wallpaper-halloween/</link>
<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 01:00:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>goestoge</dc:creator>
<guid>http://goestoge.wordpress.com/2008/11/04/wallpaper-halloween/</guid>
<description><![CDATA[Create a new file (File&gt;New) that would have 1024&#215;768 px and 72 dpi. Select now the Paint Bu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Create a new file (<strong>File&#62;New</strong>) that would have <strong>1024&#215;768 px</strong> and <strong>72 dpi</strong>. Select now the <strong>Paint Bucket Tool (G)</strong> to paint the file in black color.</p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/1.jpg" alt="image 1" width="350" height="263" /></p>
<p>Choose next step the <strong>Ellipse Tool (U)</strong> to represent the primary layer reserved for the Halloween pumpkin.</p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/2.jpg" alt="image 2" width="260" height="234" /></p>
<p>The layer&#8217;s parameters (make a mouse&#8217;s click on the layer on the layers&#8217; panel).</p>
<p><strong>Fill 0% </strong></p>
<p><strong>Blending Options&#62;Inner Glow </strong></p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/3.jpg" alt="image 3" width="237" height="351" /></p>
<p><strong><!--more--></strong><strong>Blending Options&#62;Gradient Overlay</strong></p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/4.jpg" alt="image 4" width="254" height="187" /></p>
<p><strong>Gradient&#8217;s parameters:</strong></p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/5.jpg" alt="image 5" width="350" height="401" /></p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/6.jpg" alt="image 6" width="374" height="365" /></p>
<p>Make a copy of the new made layer and select the <strong>Free Transform</strong> option to narrow the copy, placing it the way it is shown below.</p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/7.jpg" alt="image 7" width="264" height="263" /></p>
<p>Make another copy of the layer and choose again the <strong>Free Transform</strong> option to narrow the copy too.</p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/8.jpg" alt="image 8" width="246" height="239" /></p>
<p>Using the same instrument, <strong>Ellipse Tool (U)</strong>, it&#8217;s possible to create on the middle part of the pumpkin a highlight.</p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/9.jpg" alt="image 9" width="242" height="224" /></p>
<p>The layer&#8217;s parameters:</p>
<p><strong>Fill 0% </strong></p>
<p><strong> Blending Options&#62;Gradient Overlay</strong></p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/10.jpg" alt="image 10" width="253" height="187" /></p>
<p><strong>Gradient&#8217;s parameters:</strong></p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/11.jpg" alt="image 11" width="350" height="406" /></p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/12.jpg" alt="image 12" width="400" height="356" /></p>
<p>Select after that the <strong>Custom Shape Tool (U)</strong> to represent the pumpkin eyes of black color. Represent the first one and then press <strong>SHIFT</strong> button to make another one.</p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/13.jpg" alt="image 13" width="400" height="147" /></p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/14.jpg" alt="image 14" width="400" height="359" /></p>
<p>The layer&#8217;s parameters: <strong>Blending Options&#62;Drop Shadow </strong></p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/15.jpg" alt="image 15" width="260" height="304" /></p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/16.jpg" alt="image 16" width="400" height="363" /></p>
<p>Use the same method, the same instrument and the same layer&#8217;s parameters to represent next the pumpkin&#8217;s nose.</p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/17.jpg" alt="image 17" width="400" height="358" /></p>
<p>It&#8217;s time to represent now the pumpkin&#8217;s mouse and its teeth. Use firstly the <strong>Ellipse Tool (U)</strong> to make an ellipse of black color and then press <strong>Alt</strong> button while using the same <strong>Ellipse Tool (U)</strong> to erase the element&#8217;s top part. Pres one more time<strong> Alt</strong> button and use the <strong>Rectangle Tool (U)</strong> to represent the teeth. Apply the same parameters used when representing the eyes and the nose.</p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/18.jpg" alt="image 18" width="400" height="355" /></p>
<p>Select now the<strong> Ellipse Tool (U)</strong> to represent several parts belonging to the pumpkin&#8217;s stalk.</p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/19.jpg" alt="image 19" width="400" height="365" /></p>
<p>The layer&#8217;s parameters: <strong>Blending Options&#62;Drop Shadow</strong></p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/20.jpg" alt="image 20" width="258" height="300" /></p>
<p><strong>Blending Options&#62;Gradient Overlay</strong></p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/21.jpg" alt="image 21" width="261" height="189" /></p>
<p><strong>Gradient&#8217;s parameters:</strong></p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/22.jpg" alt="image 22" width="350" height="402" /></p>
<p><strong>Blending Options&#62;Stroke</strong></p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/23.jpg" alt="image 23" width="253" height="266" /></p>
<p><strong>Gradient&#8217;s parameters:</strong></p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/24.jpg" alt="image 24" width="350" height="400" /></p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/25.jpg" alt="image 25" width="400" height="331" /></p>
<p>We have to use now the <strong>Rectangle Tool (U)</strong> to represent the next part of the stalk which shape may be corrected with the <strong>Convert Point Tool</strong>.</p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/26.jpg" alt="image 26" width="355" height="255" /></p>
<p>The layer&#8217;s parameters: <strong>Blending Options&#62;Gradient Overlay</strong></p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/27.jpg" alt="image 27" width="253" height="189" /></p>
<p><strong>Gradient&#8217;s parameters:</strong></p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/28.jpg" alt="image 28" width="350" height="402" /></p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/29.jpg" alt="image 29" width="266" height="192" /></p>
<p>Choose once again the <strong>Ellipse Tool (U)</strong> to represent the upper part of the pumpkin&#8217;s stalk.</p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/30.jpg" alt="image 30" width="329" height="241" /></p>
<p>The layer&#8217;s parameters: <strong>Blending Options&#62;Gradient Overlay</strong></p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/31.jpg" alt="image 31" width="257" height="188" /></p>
<p><strong>Gradient&#8217;s parameters: </strong></p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/32.jpg" alt="image 32" width="350" height="401" /></p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/33.jpg" alt="image 33" width="267" height="198" /></p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/34.jpg" alt="image 34" width="347" height="359" /></p>
<p>Now we have to Combine in a group all the layers composing the pumpkin (press <strong>Ctrl</strong> button and mark out the necessary layers and make a click on the left mouse&#8217;s button to take down the marked layers on <strong>Create a new group </strong>selection). Make a copy of the last group and press <strong>CTRL+E</strong> buttons to merge down all layers from the group in one layer. Choose the <strong>Free Transform</strong> option to turn over the copy, placing it the way it is shown below:</p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/35.jpg" alt="image 35" width="400" height="433" /></p>
<p>Click on the same layer on the layers&#8217; panel on<strong> Add a Mask</strong> option and select the <strong>Brush Tool (B)</strong> of black color to erase a part of the pumpkin&#8217;s reflection.</p>
<p><img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/36.jpg" alt="image 36" width="257" height="276" /></p>
<div style="width:400px;"><a> <img class="f12" src="http://www.webdesign.org/img_articles/14370/37.jpg" alt="Final Result (Click to enlarge)" width="400" height="403" /> </a></p>
<div class="f10">Click to enlarge</div>
</div>
<p>Representing the Halloween pumpkin in finished</p>
<p><a href="http://www.webdesign.org/" target="_blank">Sumber tutorial</a> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[A clean river is a fun river]]></title>
<link>http://goestoge.wordpress.com/2008/10/28/a-clean-river-is-a-fun-river/</link>
<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 07:47:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>goestoge</dc:creator>
<guid>http://goestoge.wordpress.com/2008/10/28/a-clean-river-is-a-fun-river/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;A clean river is a fun river&#8221; Advertising Agency: STIR Milwaukee, USA Creative Director]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="aligncenter" title="A clean river is a fun river" src="http://adsoftheworld.com/files/images/cleanriver.preview.jpg" alt="" width="460" height="386" /></p>
<p><strong><em>&#8220;A clean river is a fun river&#8221;</em></strong></p>
<p>Advertising Agency: STIR Milwaukee, USA<br />
Creative Director: Steve Koeneke<br />
Art Directors: Sarah McAfee, Brian Steinseifer<br />
Copywriters: Scott Shalles, Jim Jodie<br />
Photographer: Scott Ritenour<br />
Published: September 2008</p>
<p>Sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan dalam iklan ini &#8220;jika sungai bersih maka sungai itu menyenangkan&#8221;. Dengan ide dan ilustrasi yang briliant, iklan ini sudah mampu menggambarkan kondisi sungai disekeliling kita saat ini.</p>
<p><strong>My Message :</strong> &#8220;mulailah dari diri sendiri untuk tidak membuat sampah ke sungai, kali, atau tempat mengalirnya air. mudah bukan&#8230;.!!!&#8221;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Resensi Komunikasi Cinta - Djito Kasilo]]></title>
<link>http://goestoge.wordpress.com/2008/10/22/resensi-komukasi-cinta-djito-kasilo/</link>
<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 05:59:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>goestoge</dc:creator>
<guid>http://goestoge.wordpress.com/2008/10/22/resensi-komukasi-cinta-djito-kasilo/</guid>
<description><![CDATA[Buku karangan Djito Kasilo ini banyak menginspirasi kita khususnya kaum pencinta iklan, mahasiswa da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!--[if gte mso 9]&#62; Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4 &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62; &#60;![endif]--><!--  --><!--[if gte mso 10]&#62; &#60;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif";} --> <!--[endif]--></p>
<p><img class="alignleft" style="margin:2px 5px;" title="buku komunikasi cinta" src="http://www.bukukita.com/babacms/displaybuku/7931.jpg" alt="" width="112" height="158" />Buku karangan Djito Kasilo ini banyak menginspirasi kita khususnya kaum pencinta iklan, mahasiswa dan profesional untuk mengenal lebih jauh lagi komunikasi khususnya dengan target audience. Buku ini ditulis dengan bahasa yang ringan dengan tahapan agar pesan yang kita sampaikan mampu menembus G-Spot target audience dengan unsur cinta yang sinergis.</p>
<p>Ini memang persoalan peletakan moral. Benar yang membayar kita adalah klien atau produsen. Justru karena itu kita harus mengabdi pada konsumen dengan argumentasi: demi sukses pemasaran produsen, tapi produsen melempar ongkosnya juga kepada konsumen. Jadi konsumen-lah yang membayar kita. Jadi, kita dan produsen harus mengabdi kepada konsumen dengan tulus dan penuh cinta.</p>
<p>Problem yang harus kita bedah dalam harmonisasi hubungan produk dengan konsumen adalah bukan pradigma pada tingkat penjualan yang sebenarnya adalah problem klien karena, dengan masuknya kita keproblem klien justru kita terpancing untuk mengacak-acak kebijakan harga, produk atau srategi distribusi. Problem komunikasi, mendamaikan produk/ merk dengan calon konsumen di saat tidak harmonis.</p>
<p>Batasan kelompok masyarakat yang disebut target market dan target audiens:</p>
<ul type="disc">
<li>Data demografis dan geografis: umur, pendidikan,      pekerjaan, status sosial ekonomi.</li>
<li>Data psikografis: selera, kebiasaan, sikap,      impian.</li>
<li>Aspiratif: aspirasi target audience kepada TM</li>
<li>Memahami orang lain: Menjadi siapapun di setiap      saat.</li>
</ul>
<p>Menariknya dunia komunikasi pemasaran adalah karena justru kita harus tahu batasan kelompok diatas setiap saat.</p>
<p><!--more-->Metode tahapan kebutuhan menurut Maslow</p>
<ul type="disc">
<li>Tahap kebutuhan fisik</li>
<li>Tahap kebutuhan bersama</li>
<li>Tahap kebutuhan sosial</li>
<li>Tahap kebutuhan aktualisasi diri</li>
</ul>
<p>Merk dan Brand merupakan hal yang berbeda kalau produk di ibaratkan sebagai badan maka merk itu adalah nama. Sedangkan brand adalah badan nama dan jiwa. Intisari sari dari sebuah produk atau merk disebut brand essence, adapun komponen-komponen yang dipakai untuk meramu brand essence antara lain manfaat, makna, faktor pembeda alasan untuk percaya kepribadian. Setelah komponen terbentuk kita cermati dan renungkan dengan penuh cinta pada TA, tuliskan dalam satu kalimat pendek itulah brand essence.</p>
<p>BRAND ESSENCE</p>
<p>Contoh komponen: manfaat, makna, faktor pembeda, alasan untuk percaya, kepribadian.</p>
<p>Saat Klien ada problem marketing kita jangan langsung menembakan pesan klien pada TA tapi sebisa mungkin pesan tersebut kita ramu ( what to say) dan kita sampaikan (</p>
<p>How to say) dengan cara yang kena di hati TA. Semua produsen baik klien kita maupun komputiter memiliki pesan marketing generic yang sama. Jadi kita harus bias mengubah pesan marketing tersebut menjadi pesan komunikasi yang punya makna bagi TA.</p>
<p>Komponen penyampaian pesan sangat tergantung pada kekuatan ide. Ide terbagi menjadi 3 ide kreatif, ide media dan ide aktivasi. Tiga kekuatan ide ini harus mendukung secara sinergis karena dalam brainstorming yang digali adalah ide-ide.</p>
<p>Tone &#38; manner adalah satu gaya pendekatan dalam komunikasi. Ini erat hubungannya dengan kepribadian brand serta memiliki fungsi memperkuat expresi ide. Dalam dunia iklan, masalah konstitusi / konstruktif bukanlah hal asing. Sejak mencerna insight, sudah harus dilakukan pemilah-milahan konstitusi dan konstruksi benak/ hati TA.</p>
<p>Pada bagian terakhir Penulis menceritakan beberapa kasus yang sebenarnya kita anggap sepele namun sangat inspiratif. Ternyata Cinta tidak hanya dimiliki oleh dua insan yang memadu kasih namun sama halnya dengan komunikasi yang perlu kita pahami dengan cinta.</p>
<blockquote><p>Ini menurut <strong>One-D</strong> <em>(Temen sekelas)</em> yang telah membaca buku tersebut. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<p><!--[if gte mso 9]&#62; Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4 &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62; &#60;![endif]--><!--  --><!--[if gte mso 10]&#62; &#60;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif";} --> <!--[endif]--></p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8212;&#8212;-#####&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Judul Buku       : Komunikasi Cinta</p>
<p>Penulis             : Djito Kasilo</p>
<p>Penerbit          : Kepustakaan Populer Gramedia ( KPG )</p>
<p>Tahun Terbit   : 2008</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lomba Iklan Mahasiswa]]></title>
<link>http://goestoge.wordpress.com/2008/10/22/lomba-iklan-mahasiswa/</link>
<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 05:22:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>goestoge</dc:creator>
<guid>http://goestoge.wordpress.com/2008/10/22/lomba-iklan-mahasiswa/</guid>
<description><![CDATA[Woy&#8230;.!!!! Ada Lomba Iklan untuk mahasiswa&#8230;..!!! Meski kabarnya mepet, tapi masih belom t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;font-family:trebuchet ms;">Woy&#8230;.!!!!</p>
<p style="text-align:justify;font-family:trebuchet ms;">Ada Lomba Iklan untuk mahasiswa&#8230;..!!! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_eek.gif' alt=':shock:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;font-family:trebuchet ms;">Meski kabarnya mepet, tapi masih belom telat&#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;font-family:trebuchet ms;">Ehm, Awal mula gw lagi seaching resume buku Komukasi Cinta &#8211; Djito Kasilo di sela-sela waktu kerja. trus gw nyasar ke salah satu Blog yang dalam isinya Dia dapet email dari Ayah Djito Kasilo tentang lomba iklan ini. Berikut isi emailnya:</p>
<p style="text-align:justify;font-family:trebuchet ms;">LOMBA IKLAN MAHASISWA</p>
<p style="text-align:justify;font-family:trebuchet ms;">&#8220;ASAH BIJI&#8221;</p>
<p><span style="font-family:trebuchet ms;"><br />
Sebentar lagi Citra Pariwara (CP) 2008 lho! 12 &#8211; 16 November. Seperti biasanya, dalam CP ada BG Awards. Bagi yang belum tahu, BG (baca: Biji) adalah kategori lomba untuk mahasiswa. Kalian siap mengikutinya dong…? Pemenangnya bakal ke AdFest di Pattaya lho! Nah, buat pemanasan, aku buatkan kalian sebuah lomba iklan buat mengasah biji2 kreativitas kalian.</span></p>
<p style="text-align:justify;font-family:trebuchet ms;">Tadinya aku gak akan kasih hadiah apa2, karena esensi lomba ini gak berorientasi pada hadiah.<span> </span>Tapi kupikir2, hadiah tetap penting. Kebetulan, sebagai pembicara di CD Cloning Workshop, aku dapat uang transport Rp 600.000. Biar bulat, hadiah dariku Rp 1juta.</p>
<p style="text-align:justify;font-family:trebuchet ms;">Ketika gagasan lomba ini kulontarkan saat rapat perdana CP 2008, Ricky Pesik (Ketua Panitia CP 2008) bilang bahwa panitia CP 2008 menambahkan hadiah Rp 2juta.</p>
<p style="text-align:justify;font-family:trebuchet ms;"><span style="color:black;">Terus waktu ketemu Triawan Munaf dan Daniel Rembeth, mereka mau nambahin hadiah. Kebetulan Triawan barusan dapat honor sebagai juri British Council Rp 2,5juta, dan Daniel dapat Rp 1juta waktu bantuin sosialisasi lomba iklan Unicef di Yogya.</span></p>
<p style="text-align:justify;font-family:trebuchet ms;"><!--more--><span style="color:black;">Nah, sekarang berarti terkumpul duit Rp 6,5juta. Yang Rp 500ribu mau kupakai buat penjurian (administrasi, konsumsi, dll). Jadi tersedia hadiah Rp 6juta dengan pembagian :</span></p>
<p><span style="font-family:trebuchet ms;color:black;"><br />
Juara 1 : Rp 2.500.000</span></p>
<p style="text-align:justify;font-family:trebuchet ms;"><span style="color:black;">Juara 2 : Rp 2.000.000</span></p>
<p style="text-align:justify;font-family:trebuchet ms;"><span style="color:black;">Juara 3 : Rp 1.500.000</span></p>
<p style="text-align:justify;font-family:trebuchet ms;">O iya, semuanya plus bonus masing2 sebuah buku &#8220;Komunikasi Cinta&#8221; lengkap dengan tandatangan dan cap jempolku. Di samping itu juga dapat sertifikat yang akan dilegalisir oleh P3I (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia). Lumayan buat dilampirkan saat kalian melamar kerja kelak.</p>
<p style="text-align:justify;font-family:trebuchet ms;">Eh, masih ada bonus tiket gratis mengikuti seminar2 CP 2008. Pembicaranya dahsyat2 lho. Kalian bisa bertemu dengan tokoh2 periklanan internasional, yang selama ini hanya kalian lihat di majalah2 atau internet.</p>
<p style="text-align:justify;font-family:trebuchet ms;">
<p style="text-align:justify;font-family:trebuchet ms;"><span lang="FR">Cara mengikuti lomba &#8220;ASAH BIJI&#8221; ini, ada di attachment. </span>Begitu juga briefnya. Perlu kalian ketahui, brief ini sama persis dengan brief yang kuberikan pada finalis BG Awards CP 2007. Waktu itu pemenangnya adalah Reza &#38; Atmanto dari ITB. Bulan Maret kemarin keduanya kutemani ke AdFest di Pattaya. Sebelum pulang sempet jalan2 ke Bangkok. Hmmm… Jelas seru dong….</p>
<p style="text-align:justify;font-family:trebuchet ms;">
<p style="text-align:justify;font-family:trebuchet ms;"><span lang="FR">Jangan cuman ngiler! Asah dulu biji2 kreativitasmu lewat lomba ini. Abis itu siap2 ikutin BG Awards Citra Pariwara 2008.</span></p>
<p style="text-align:center;font-family:trebuchet ms;">
<p style="text-align:center;font-family:trebuchet ms;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-#######&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align:center;font-family:trebuchet ms;">
<p style="text-align:justify;font-family:trebuchet ms;"><span style="font-family:trebuchet ms;">Yang kedua, dapet info dari salah satu milis kreatif periklanan, begini isinya:</span></p>
<p><span style="font-family:trebuchet ms;">Salam,</span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;"> Mengingat ini posting saya pertama dalam milis ini, dan mencoba </span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;"> tunduk pada peraturan milis ini, ijinkan saya memperkenalkan diri. </span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;"> Saya Thrio Haryanto, dari Harian Bisnis Indonesia. Kebetulan, saya </span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;"> yang menangani lomba iklan Bisnis Indonesia Gagas Awards.</span></p>
<p><span style="font-family:trebuchet ms;"> Nah, berkaitan dengan Gagas Awards, kami sangat harus (bukan sekadar </span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;"> patut) untuk mengucapkan terimakasih kepada Om Budiman Hakim yang </span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;"> telah membantu memposting dan bahkan meladeni pertanyaan seputar </span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;"> lomba iklan ini.</span></p>
<p><span style="font-family:trebuchet ms;"> Menyambung informasi yang sudah diposting oleh om Bud, Panitia Bisnis </span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;"> Indonesia Gagas Awards 2008 sangat menanti karya-karya iklan Anda. </span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;"> Panitia tidak membatasi jumlah karya yang boleh dikirim dan siapa </span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;"> saja yang boleh mengirim.</span></p>
<p><span style="font-family:trebuchet ms;"> Adapun tentang ketentuan lomba selengkapnya (termasuk info lainnya) </span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;"> silahkan kunjungi </span><a href="http://www.gagasawards.blogspot.com/" target="_blank">www.gagasawards.blogspot.com</a></p>
<p><span style="font-family:trebuchet ms;"> Demikian, kami tunggu karya atau sekadar komen tentang acara ini.</span></p>
<p><span style="font-family:trebuchet ms;"> Salam Gagas!</span></p>
<p style="text-align:justify;font-family:trebuchet ms;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;font-family:trebuchet ms;">Woy, arek-arek advertising BSI. Kita ikutan Yuk&#8230;&#8230;.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
</blockquote>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Komik Naruto - 257]]></title>
<link>http://goestoge.wordpress.com/2008/10/21/komik-naruto-257/</link>
<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 06:16:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>goestoge</dc:creator>
<guid>http://goestoge.wordpress.com/2008/10/21/komik-naruto-257/</guid>
<description><![CDATA[Sekedar mo review episode naruto minggu depan yang ditayangin indosiar, minggu 26 Oktber jam 10 pagi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!--[if gte mso 9]&#62; Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                     MicrosoftInternetExplorer4 &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62; &#60;![endif]--><!--  --><!--[if gte mso 10]&#62; &#60;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --> <!--[endif]--></p>
<p>Sekedar mo review episode naruto minggu depan yang ditayangin indosiar, <strong>minggu 26 Oktber</strong> jam 10 pagi. Setelah naruto dan grup menuju tempat akatsuki, seorang anggota akatsuki menghadang. Orang itu adalah Uchiha Itachi, kaka dari sasuke.</p>
<p>Naruto, kakashi, sakura dan nenek cyo, terpaksa berhadapan dengan Itachi. Sementara di bagian lain, Rocklie dan grup berhadapan dengan anggota akatsuki yang lain. Pertemuran hebat pun terjadi di dua tempat berbeda.</p>
<p>Dari pada gw nyerocos terus, mending lo download review komik versi inggris aja.</p>
<p><strong><a href="http://www.4shared.com/file/67747792/1de3d75d/naruto_257.html">Download di sini</a></strong>.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ost. Naruto - Shooting Star]]></title>
<link>http://goestoge.wordpress.com/2008/10/20/ost-naruto-shooting-star/</link>
<pubDate>Mon, 20 Oct 2008 05:43:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>goestoge</dc:creator>
<guid>http://goestoge.wordpress.com/2008/10/20/ost-naruto-shooting-star/</guid>
<description><![CDATA[Ini lagu ending Ost.Naruto Shippuden yang sekarang. Penyanyinya Nagareboshi n judul lagunya Shooting]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ini lagu ending Ost.Naruto Shippuden yang sekarang.</p>
<p>Penyanyinya Nagareboshi n judul lagunya Shooting Star.</p>
<p>Lo bisa download lagunya di halaman paling bawah.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://img.verycd.com/posts/0703/post-151805-1173327878.jpg"><img title="nagareboshi" src="http://img.verycd.com/posts/0703/post-151805-1173327878.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Cover Album</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 250px"><a href="http://www.nautiljon.com/images/ost/naruto_shippuden_original_soundtrack.jpg"><img title="naruto &#38; sasuke" src="http://www.nautiljon.com/images/ost/naruto_shippuden_original_soundtrack.jpg" alt="naruto &#38; sasuke" width="240" height="214" /></a><p class="wp-caption-text">naruto &#38; sasuke</p></div>
<p style="text-align:center;"><!--moreLihat Liriknya--></p>
<p><strong>Nagareboshi &#8211; Shooting Star</strong></p>
<p>Sora wo mi agereba<br />
Hoshitachi ga hora matataiteru<br />
Kono hoshi no hitotachi mitai ni<br />
Samazama na hikari wo hanatte</p>
<p>Sono naka de boku mo<br />
Hitoki wa kagayaiteitainda<br />
Me wo tojite kokoro ni chikau<br />
Nagareboshi ni yume wo takushite</p>
<p>Koko wa itsumo no kouen<br />
Yakei ga mieru suberidai no ue<br />
Mukashi kara boku no tokutouseki<br />
Nayami ga areba koko ni kurun desu</p>
<p>Ano koro no mama yume no tochuu de<br />
Imada kanaerarezu ni irun desu<br />
Moshikashite koko ga mou shuuten<br />
Nante yowane wo haite<br />
Shimaisou na hi mo aru</p>
<p>Demo sono tanbi ni omoi dasu<br />
Nagareboshi wo sagashite ano hoshizora<br />
Chiisana koro no negaigoto wa ima<br />
Mukashi mo kawaranai mama</p>
<p>Sora wo mi agereba<br />
Hoshitachi ga hora matataiteru<br />
Kono hoshi no hitotachi mitai ni<br />
Samazama na hikari wo hanatte</p>
<p>Sono naka de boku mo<br />
Hitoki wa kagayaiteitainda<br />
Me wo tojite kokoro ni chikau<br />
Nagareboshi ni yume wo takushite</p>
<p>Yoru no kousha nakama to shinobi komi<br />
Koe wo hisome kanaami yojinobori<br />
Hiruma to chigau kao no GURAUNDO wo sei ni<br />
Mezashi ta basho wa “PUURU” to iu na no umi</p>
<p>Mizugi nante mon wa nai kara minna suppadaka<br />
Dareka ga kisei wo hasshite tobikonda<br />
Yoru no tobari ni hibiku mizushibuki<br />
Ato ni tsuzuke to bakari ni mina issei ni haite</p>
<p>Sora miage pukapuka ukanda<br />
meno mae ni aru hoshi wo nagame<br />
Ooku no yume katari atte<br />
Sagashita ne ano nagareboshi</p>
<p>Sora wo mi agereba<br />
Hoshitachi ga hora matataiteru<br />
Kono hoshi no hitotachi mitai ni<br />
Samazama na hikari wo hanatte</p>
<p>Sono naka de boku mo<br />
Hitoki wa kagayaiteitainda<br />
Me wo tojite kokoro ni chikau<br />
Nagareboshi ni yume wo takushite*</p>
<p>Sora wo mi agereba<br />
Hoshitachi ga hora matataiteru<br />
Kono hoshi no hitotachi mitai ni<br />
Samazama na hikari wo hanatte</p>
<p>Sono naka de boku mo<br />
Hitoki wa kagayaiteitainda<br />
Me wo tojite kokoro ni chikau<br />
Nagareboshi ni yume wo takushite*</p>
<p>Miageta sora ni musou no hoshi<br />
Ima mo mukashi mo kawaranaishi<br />
Yume wa hateshinaku kuruoshikute<br />
Ano hoshi no you ni sugoku mabushii</p>
<p>Miageta sora ni musou no hoshi<br />
Ima mo mukashi mo kawaranaishi<br />
Yume wa hateshinaku kuruoshikute<br />
Ano hoshi no you ni sugoku mabushii</p>
<p>HEY! sonna ni utsumuite bakari icha<br />
Mieru MONO mo mienaku naru kara<br />
Sora miagete KEEP YOUR HEAD UP!!<br />
HEY! “miageta sora ni ima, nani wo omou?”<br />
Itsuka kirameku ano hoshi no youni …<br />
I WANNA SHINE</p>
<p>Sora wo mi agereba<br />
Hoshitachi ga hora matataiteru<br />
Kono hoshi no hitotachi mitai ni<br />
Samazama na hikari wo hanatte</p>
<p>Sono naka de boku mo<br />
Hitoki wa kagayaiteitainda<br />
Me wo tojite kokoro ni chikau<br />
Nagareboshi ni yume wo takushite*</p>
<p>Sora wo mi agereba<br />
Hoshitachi ga hora matataiteru<br />
Kono hoshi no hitotachi mitai ni<br />
Samazama na hikari wo hanatte</p>
<p>Sono naka de boku mo<br />
Hitoki wa kagayaiteitainda<br />
Me wo tojite kokoro ni chikau<br />
Nagareboshi ni yume wo takushite.</p>
<a name="pd_a_1024903"></a><div class="PDS_Poll" id="PDI_container1024903" style="display:inline-block;"></div><script type="text/javascript" language="javascript" charset="utf-8" src="http://static.polldaddy.com/p/1024903.js"></script>
		<noscript>
		<a href="http://answers.polldaddy.com/poll/1024903/">View This Poll</a><br/><span style="font-size:10px;"><a href="http://www.polldaddy.com">online surveys</a></span>
		</noscript>
<p><img src="/DOCUME~1/user/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /><img src="/DOCUME~1/user/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /></p>
<p><a href="http://www.4shared.com/file/32208571/fe1b79e1/Naruto_Shippuden_Shooting_Star__Ending_1__-_Full_Size.html"><img class="alignleft" title="download" src="http://i344.photobucket.com/albums/p326/islandscript/featurevideo/blossom-copy-3.gif" alt="" width="167" height="42" /></a></p>
<p><a href="http://www.4shared.com/file/32208571/fe1b79e1/Naruto_Shippuden_Shooting_Star__Ending_1__-_Full_Size.html" target="_blank"><strong></strong><strong><br />
</strong></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Old fan]]></title>
<link>http://goestoge.wordpress.com/2008/10/15/old-fan/</link>
<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 09:05:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>goestoge</dc:creator>
<guid>http://goestoge.wordpress.com/2008/10/15/old-fan/</guid>
<description><![CDATA[Suara itu parau, mengeluh, &#8220;engeeeng&#8230;..ngeeng&#8230;ngengeng&#8230;&#8230;.&#8221; berul]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Suara itu parau, mengeluh, &#8220;engeeeng&#8230;..ngeeng&#8230;ngengeng&#8230;&#8230;.&#8221; berulang-ulang hingga beberapa kali. Namun suara itu membuat mulut ku tersenyum paksa, miris, menahan tawa yang hampir meledak.</p>
<p>Dada ku sesak seperti berada di kursi belakang saat naik wahana Kora-kora. Namun lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum miris.</p>
<p>Suara keluhan yang muncul dari benda yang cantik nan putih berputar. Membuat hembusan angin sepoy yang meredakan sedikit rasa terbakar di tubuh.</p>
<p>Memang sudah beberapa hari ini sang surya seperti menapakkan ekor sinarnya sangat pekat hingga menghasilkan kontras gelap pekat disetiap benda apapun yang menghalangi keanggungannya kebumi.</p>
<p>Meski kau pergi dengan seragam bersih, wangi nan nyaman. Niscaya kau rela menanggalkannya di pinggir-pinggir kursi hingga secarik kolor dan kaos kutang yang tak sampai rela kau membukanya karena ini di Timur.</p>
<p>Suara menggelikan itu berangsur menghilang berdampingan dengan hembusan angin sepoy nan menyejukkan raga dan jiwa.</p>
<blockquote><p>&#8220;Oh jiwa yang hampa, ngantuk dan juga BT, terbalangkah kau dan pergi ngibrit sambit menenteng sendal, ngacir dan lenyap masuk ke jurang. Karena ku tau, teriknya sang surya yang membakar dan membumi hanguskan dahaga ini percaya. Setelah kau tertidur dalam taat mu pada Sang Maha kuasa, Aku akan merindukan Mu dibelahan bumi yang lain hingga Kau hadir dengan sinar yang lebih lembut menyapa ku di esok pagi&#8221;.</p></blockquote>
<p>Kau yang tua nun putih berputar-putar. Bahagianya dirimu yang bisa memberikan manfaat dari nikmat-Nya yang yang sering terlupakan. Namun keluh mu tak di hiraukannya. Karena mimpi dan gelisah nya yang bercinta.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["PERSEPSI"]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2008/09/08/persepsi/</link>
<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 15:31:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2008/09/08/persepsi/</guid>
<description><![CDATA[Hallo Pembaca.. Sedikit curhat nih.. haahaa&#8230;  Tepat tanggal 8 september 2008, hari pertama kul]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hallo Pembaca..</p>
<p>Sedikit curhat nih..</p>
<p>haahaa&#8230;  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tepat tanggal 8 september 2008, hari pertama kuliahku di mulai. Saya sangat senang dan semangat, karena hari yang kutunggu-tunggu telah tiba. Mata kuliah <strong>&#8220;Psikologi Umum&#8221;</strong> merupakan mata kuliah pertama, yang di bimbing oleh seorang Dosen muda cantik <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  pintar, ramah, ini , itu, dan sebagainya, pokoknya keren abis deh.. haaha..</p>
<p>Lho, terus apa hubungannya cerita ini sama <strong>persepsi </strong>yang akan dibahas ini?<!--more--></p>
<p>Sabar ya, begini ceritanya. Sang Dosen mulai mengajar dan tiba pada satu topik yang mungkin biasa-biasa saja tapi bagi saya itu cukup penting. Topik nya yaitu tentang &#8220;Konsep Diri&#8221;. Nah, ada apa sih dengan konsep diri itu??</p>
<p>Konsep diri itu sama dengan bagaimana kita memandang diri kita. Bagaimana kita menilai diri kita sendiri. Apakah yang positif atau negatif? Ya gitu deh..</p>
<p>Kembali ke cerita sang dosen. Sang Dosen yang cantik nan imut bertanya , bagaimana jika seseorang menanggap diri nya <strong>bodoh</strong>? Jawab anak-anak dikelas dia akan &#8220;minder&#8221;, &#8220;tidak percaya diri&#8221;, yang lebih keren lagi ada yang menjawab &#8220;mempengaruhi temannnya ikut bodoh&#8221; haahaa&#8230; Gokil banget tu orang.</p>
<p>Jadi kata-kata &#8220;minder&#8221;, &#8220;tidak percaya diri&#8221;, &#8220;mempengaruhi teman ikut bodoh&#8221; dan lain sebagainya itu merupakan <strong>persepsi yang timbul dari individu</strong>. Dan biasanya persepsi itu berbeda-beda, tergantung <strong>pengalaman</strong> yang di dapatkan oleh tiap individu.</p>
<p>Terus Sang Dosen bertanya lagi, &#8220;sekarang kalo seseorang menganggap dirinya pintar?&#8221; ada sekelompok orang yang jawab <strong>&#8220;sombong&#8221;</strong>, ada juga yang jawab &#8220;percaya diri&#8221;, ada juga yang jawab &#8220;berbagi dengan teman&#8221;, dan lain-lain.</p>
<p>Terus kalau orang mempunyai <strong>persepsi</strong> bahwa <strong>orang pintar itu &#8220;sombong&#8221;</strong>, kira-kira apa yang akan terjadi? bisa pinter gak dia? Ada beberapa kemungkinan, salah satunya dia tidak akan jadi pintar atau menganggap dirinya tidak pintar, karena dia tidak mau dianggap &#8220;sombong&#8221; (kan pada dasarnya manusia itu baik hati). Salah duanya dia bisa pintar tapi dia akan menganggap dirinya itu &#8220;sombong&#8221; dan lain sebagainya.</p>
<p>Pembaca yang kusayangi, tanpa disadari <strong>persepsi-persepsi</strong> yang ada pada diri kita, itu akan mempengaruhi kehidupan, karir, hubungan/relasi kita dengan orang lain, dan juga banyak aspek di kehidupan kita. Persepsi itu tidak ada yang <strong>benar atau salah</strong>. Semuanya itu bersifat relatif. Hanya saja akibat atau efek yang di timbulkan akan berbeda. Tu, jadi hati-hati dengan<strong> persepsi kamu. </strong>Heehee..</p>
<p>Kembali lagi, bagaimana kalau seseorang memiliki persepsi &#8220;<strong>orang pinter itu = baik hati&#8221;</strong>. Tentu akibat yang akan ditimbulkan akan berbeda bukan? Saya yakin kamu sudah tau apa yang akan terjadi nantinya di kehidupan orang tersebut.</p>
<p>Ingat, semua persepsi ini terjadi dari pengalaman yang kita dapat sebelumnya. Tidak ada yang benar atau salah, hanya saja akibat yang di timbulkan akan berbeda, as long as you happy dan feel good dengan persepsi yang kamu pegang itu why not? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Haahaa&#8230; Tapi kalau tidak feel good atau tidak nyaman dengan persepsi itu ubahlah segera dengan persepsi yang baru.</p>
<p>Sekarang coba, apa yang akan muncul di pikiran kamu kalau saya tanya tentang:</p>
<p>-kebahagiaan?</p>
<p>-uang?</p>
<p>-matematika?</p>
<p>-matkul faal? (buat jurusan psikologi) <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Coba deh, kamu cek kembali <strong>persepsi </strong>kamu tentang beberapa hal yang diatas. Sekali lagi tidak ada yang benar atau salah hanya saja akibat yang ditimbulkan akan berbeda, terus kalau kamu tidak nyaman dan feel good dengan efek dari persepsi itu, ubahlah! Buatlah persepsi baru yang benar-benar membuat kamu bahagia. Yang paling penting kamu merasa nyaman dan bahagia dengan <strong>&#8220;persepsi itu&#8221;</strong>.<strong> </strong> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selamat mencoba..</p>
<p>good luck&#8230;</p>
<p>Salam Sukses..</p>
<p>by: Anton J</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Psikosklerosis : The Greatest Power in Human Behaviour (2) ]]></title>
<link>http://secretofchange.wordpress.com/2008/08/30/psikosklerosis-the-greatest-power-in-human-behaviour-2/</link>
<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 16:47:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>aguscen</dc:creator>
<guid>http://secretofchange.wordpress.com/2008/08/30/psikosklerosis-the-greatest-power-in-human-behaviour-2/</guid>
<description><![CDATA[Masih ingat artikel sebelumnya? Homeostasis : The Greatest Power in Human Behaviour? Yaaa, itu adala]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span class="txtcontent"><span class="txtcontent">Masih ingat artikel sebelumnya? Homeostasis : The Greatest Power in Human Behaviour? Yaaa, itu adalah mekanisme alamiah untuk menjaga agar kita tetap konsisten dengan diri sendiri. Terutama dengan cara kita bertindak dan berpikir di masa lalu. Dari artikel sebelumnya kita menyadari bahwa mekanisme homeostasis ini juga banyak manfaatnya.</span></span></p>
<p>Namun jika berbicara mengenai perubahan positif dan pengembangan diri maka mau tidak mau kita akan mendapat tantangan dari mekanisme ini. Mengapa begitu? Karena semua pertumbuhan dan pengembangan diri memerlukan upaya untuk keluar dari zona kenyamanan menuju sesuatu yang lebih besar dan lebih baik. Sebelum kita berbicara bagaimana mengatasinya maka kita akan tinjau dulu satu mekanisme lain yang tak kalah pentingnya.</p>
<p>Hambatan kedua terbesar dalam proses perubahan, setelah homeostasis, <!--more-->adalah apa yang disebut : Psikosklerosis. “Hah?? apaan lagi nih! Susah banget bacanya!”</p>
<p>Marilah kita petik pelajaran dari seorang pasangan suami istri yang datang pada saya untuk minta nasihat bagaimana menghadapi anak perempuannya,  yang berusia 7 tahun dan punya kebiasaan menggigit kuku dan mengompol.</p>
<p>“Begini Bu, dari pengamatan saya anak Ibu ini mengalami kecemasan cukup tinggi dan Ibu perlu ……”, belum selesai saya berbicara tiba-tiba si Ibu memotong pembicaraan dengan  suara kerasnya.</p>
<p>“Lho saya ini kurang perhatian apa Pak. Tidak mungkin dia cemas. Karena semua kebutuhannya kami penuhi dengan baik. Lagi pula saya selalu menemaninya dalam belajar. Seminggu sekali dia kami ajak jalan-jalan bersama kakak-kakaknya. Saya ini kurang apa lagi?”, demikian si Ibu mengemukakan pendapatnya.</p>
<p>“Kecemasan itu bukan hanya berasal dari hal-hal yang Ibu sebutkan tadi. Bisa juga berasal dari tekanan yang Ibu berikan padanya ketika mengajarkan sesuatu”, kata saya.</p>
<p>“Loh saya ini mengajarkan hal yang sama juga kok pada kakak-kakaknya. Mereka semua saya perlakukan dengan sama. Tapi kakak-kakaknya tidak ada masalah sedangkan dia kenapa jadi begini? Saya merasa tidak ada yang salah. Dan kalau saya tidak merasa bersalah apa yang harus saya perbaiki?”, demikian katanya membela diri.</p>
<p>“Sebentar Ibu, memang Ibu berhak untuk tidak merasa bersalah dan ……. “</p>
<p>“Nah benar kan saya tidak bersalah. Berarti anak ini yang memang bermasalah, bukankah begitu?” kata si Ibu kembali memotong pembicaraan.</p>
<p>Itulah yang disebut psikosklerosis! Ya ……. bahasa sederhananya adalah : Pengerasan sikap. Hal ini berakar pada rasa takut dikarenakan kurangnya harga diri. Psikosklerosi adalah kecenderungan alami untuk jatuh cinta pada gagasan kita sendiri dan kemudian dengan gigih memeprtahankannya terhadap apa saja yang baru.</p>
<p>Lawan dari psikosklerosis adalah kelenturan, kemauan untuk mempertimbangkan segi pandangan lain, gagasan  lain walau dengan kemungkinan menghadapi kenyataan bahwa kita bisa  saja salah.</p>
<p>Kelenturan mental adalah pertanda kesehatan harga diri. Menunda sebuah komentar  atau penilaian dan mempertimbangkan semua gagasan terlebih dahulu dalam sebuah situasi memungkinkan kita untuk melihat lebih banyak pilihan dari yang kita bisa bayangkan sebelumnya. Pendekatan seperti  ini sangat penting dalam pemrograman mental untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik.</p>
<p>Satu alasan utama mengapa orang gagal dalam hidupnya adalah karena mereka terlalu kaku  dan tidak lentur dalam gagasan mereka. Terutama gagasan tentang diri sendiri dan apa yang mungkin bagi mereka. Mereka mempertimbangkan dan mencari-cari alasan mengapa sesuatu tidak berjalan bagi mereka, bukannya mengapa sesuatu itu akan berjalan bagi mereka.</p>
<p>Dengan memahami hal ini diharapkan kesadaran diri kita akan tumbuh ketika menghadapi kenyataan yang mengharuskan kita berubah. Pada artikel berikutnya saya akan membahas bagaimana cara menyiasati kedua hambatan utama dalam proses perubahan ini.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The Secret Of Super Parenting]]></title>
<link>http://aguscen.wordpress.com/2008/08/26/the-secret-of-super-parenting/</link>
<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 05:17:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>aguscen</dc:creator>
<guid>http://aguscen.wordpress.com/2008/08/26/the-secret-of-super-parenting/</guid>
<description><![CDATA[Tanggal 23-24 Agustus di hotel Santika Jakarta yang lalu, 32 orangtua mengalami dua hari yang luar b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="justify"><span style="font-size:12px;font-family:Trebuchet MS;">Tanggal 23-24 Agustus di hotel Santika Jakarta yang lalu, 32 orangtua mengalami dua hari yang luar biasa.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:12px;font-family:Trebuchet MS;">Pada tanggal ini diselenggarakan workshop The Secret of Super Parenting. Yang memberikan kita dasar-dasar berpikir yang dibutuhkan setiap orangtua. Materi yang sebelumnya dibawakan oleh pak Ariesandi Setyono dari sekolahorangtua.com dengan judul My Parents My Hero, kali ini dibawakan dengan lebih mendalam. Setiap peserta mendapatkan manfaat yang jelas dan mendasar untuk modal yang sangat kuat dalam mendidik anaknya.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:12px;font-family:Trebuchet MS;">&#8220;Saya hanya menginginkan yang terbaik untuk anak saya&#8221;, begitu kata setiap orangtua. Dalam mendidik anak begitu banyak hal yang tidak kita ketahui sebagai orangtua. Apakah kita telah melakukan hal yang &#8220;benar&#8221; dalam mendidik anak kita?</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:12px;font-family:Trebuchet MS;">Setiap manusia dilahirkan tanpa buku manual. Apa yang harus dilakukan ketika <!--more-->anak bermasalah? Apa yang harus dilakukan jika anak tidak menurut? Bagaimana ini bisa terjadi? Semua pertanyaan ini muncul karena kita sendiri sebagai orangtua juga pertama kali berperan sebagai orangtua dalam hidup kita. Akhirnya kita hanya menggunakan pengalaman kita saat kita dibesarkan orangtua kita dulu. Begitulah pola mendidik anak dalam dunia ini terbentuk.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:12px;font-family:Trebuchet MS;">Karena kita tidak memiliki buku manual, maka cara terbaik yang kita ketahui adalah cara yang pernah kita ketahui. Yaitu dari orangtua kita itu tadi. Pertanyaannya adalah, &#8220;Apakah cara yang diterapkan orangtua kita kepada kita sudah tepat?&#8221;</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:12px;font-family:Trebuchet MS;">Jika sudah tepat, maka tidak akan terjadi masalah dalam keluarga.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:12px;font-family:Trebuchet MS;">Dalam workshop ini juga didasari dari pengalaman dari pembicara dalam membantu klien-kliennya. Sebagai seorang Family &#38; Parenting Hypnotherapist, beliau sering sekali mendapatkan klien-klien dengan berbagai jenis masalah dalam keluarganya. Namun seringkali semua masalah ini ditimbulkan karena beberapa hal mendasar yang tidak disadari orangtua yang akhirnya menyebabkan anak bermasalah baik di dalam keluarga maupun lingkungannya.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:12px;font-family:Trebuchet MS;">Hari pertama setiap peserta mengenal gayanya dalam mendidik anak. Dimana ada 4 type mendidik dalam setiap orangtua. Mana yang terbaik, mana yang harus ditinggalkan untuk menjadi orangtua yang terbaik. Dari setiap type orangtua dalam mendidik anak ini terbentuklah berbagai macam perilaku anak.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:12px;font-family:Trebuchet MS;">Ada type yang membuat anak merasa perasaan yang dimilikinya kurang baik dan bermasalah, dan ada yang salah dalam diri mereka dalam menghadapi masalah. Ada juga type orangtua yang akhirnya membentuk anaknya (dengan tidak sengaja) menjadi sulit berkonsentrasi dan bergaul.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:12px;font-family:Trebuchet MS;">Kemudian setiap peserta diberikan 5 tips praktis yang bisa membuat kita, orangtua, menjadi pahlawan bagi anak-anak kita. Bagaimana memperbaiki persepsi kita kepada anak, sampai cara-cara yang paling mudah untuk mendisiplinkan anak. Tanpa pusing lagi. Tanpa harus berteriak marah ke anak lagi.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:12px;font-family:Trebuchet MS;">Masalah anak juga bisa muncul karena anak tidak mengalami siklus yang seharusnya dilalui dengan sempurna. Jika tidak sempurna maka bisa ekstrim kiri dan ekstrim kanan. Salah satu contoh adalah anak menjadi susah diatur dan menentang, bisa juga menjadi terlalu percaya pada semua orang. Semuanya disampaikan dengan sangat jelas sehingga kita bisa memberikan yang terbaik untuk anak kita.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:12px;font-family:Trebuchet MS;">Hari kedua kita mulai mengenali kepribadian anak dan diri kita sendiri. Bagaimana menyesuaikan diri dengan pasangan kita. Dan bagaimana mengerti dan menyesuaikan diri dengan anak kita.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:12px;font-family:Trebuchet MS;">Setiap anak unik, kita tidak bisa memotivasi anak kita dengan cara kita termotivasi. Bisa jadi anak malah menjadi sangat down.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:12px;font-family:Trebuchet MS;">Bahkan kita semua diajarkan lagi bagaimana membuat kita dan pasangan kita sendiri (bukan pasangan orang lain) menjadi seperti pacaran lagi&#8230; Asyik sekali&#8230;</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:12px;font-family:Trebuchet MS;">Terus pak Aries juga membahas mitos dalam mendidik anak pria. Ternyata apa yang terjadi dalam lingkungan kita ini banyak yang salah. &#8220;Beruntung saya mengikuti workshop ini&#8221; kata seorang peserta pada saya.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:12px;font-family:Trebuchet MS;">Semua ini adalah teknik-teknik yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. Sangat mudah diaplikasikan dan membawa hasil yang luar biasa. Salah satu cara yang diberikan pak Aries saja bisa membuat peserta meneteskan air mata haru.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:12px;font-family:Trebuchet MS;">Sebelum acara selesai, kita dibantu untuk melepaskan emosi negatif kita dalam mendidik anak. Tidak ada artinya kita telah mempelajari semua cara kerja pikiran dan bagaimana mendidik dan membesarkan anak menjadi orang yang punya harga diri tinggi dan percaya diri jika kita tidak bisa mengendalikan emosi dalam diri kita. Saat kita tidak bisa megendalikan emosi, segala sesuatu yang perlu kita lakukan akan hilang semua, dan bayangkan akibatnya saat kita kehilangan kendali dalam berkomunikasi dengan anak kita.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:12px;font-family:Trebuchet MS;">Jika Anda mencintai anak Anda, Anda perlu mengetahui dan menerapkan ini semua.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:12px;font-family:Trebuchet MS;">Tunggu workshop selanjutnya.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:12px;font-family:Trebuchet MS;">Sukses untuk Anda, para orangtua.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:12px;font-family:Trebuchet MS;"> </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:12px;font-family:Trebuchet MS;">Agus Setiawan, C.Ht</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:12px;font-family:Trebuchet MS;">Subconscious Coach</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Homeostasis: The Greatest Power in Human Behaviour (1)]]></title>
<link>http://secretofchange.wordpress.com/2008/08/21/homeostasis-the-greatest-power-in-human-behaviour-1/</link>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 08:28:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>aguscen</dc:creator>
<guid>http://secretofchange.wordpress.com/2008/08/21/homeostasis-the-greatest-power-in-human-behaviour-1/</guid>
<description><![CDATA[Sepasang suami istri duduk di ruangan saya dengan raut wajah yang tegang. Mereka telah menikah selam]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span class="txtcontent"><span class="txtcontent">Sepasang suami istri duduk di ruangan saya dengan raut wajah yang tegang. Mereka telah menikah selama sembilan tahun dan hendak memutuskan untuk melakukan perceraian. Namun masih ada setetes embun di hati mereka yang membuat mereka menemui saya. &#8220;Jika tak mengingat dua anak yang menjadi tanggung jawab saya maka saya akan langsung putuskan untuk meninggalkan suami saya&#8221; demikian istrinya berkata pada saya.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya adakah hal positif yang ada pada diri suami Anda?&#8221; tanya saya pada sang istri.</p>
<p>&#8220;Hmmm &#8230;.. ya sebenarnya dia itu sabar dan baik. Dia mengurus banyak hal tanpa pernah mengeluh. Satu-satunya hal yang sering dia keluhkan adalah kecerewetan saya. Namun dia seringkali menyinggung perasaan saya. Saya adalah tulang punggung ekonomi keluarga. Saya sih tidak masalah dengan hal itu. Marilah kita sama-sama berbagi tugas sembari menunggu usahanya maju. Namun tindakannya yang menyinggung perasaan saya seringkali membuat saya muak dan benar-benar tak tahan. Dia tak pernah menghargai apa yang telah saya lakukan. Membanting tulang memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.</p>
<p>Bagaimanapun saya juga seorang wanita yang ingin merawat <!--more-->diri saya sendiri, ingin jalan-jalan ke mall dengan santai walaupun tak berbelanja, ataupun ingin bermanja-manja dengannya. Namun setelah semua pekerjaan yang telah saya lakukan saya tak pernah mendapatkan hal yang saya dambakan itu. Say benci tdak bisa menjadi diri saya sendiri. Setiap kali dia meminta maaf maka saya akan memaafkannya. Namun kata-kata maaf itu seakan menjadi kata kunci untuk kesalahannya. Dia terus mengulanginya lagi. Sampai kapan saya tak tahu. Saya jenuh menunggu perubahan yang ia janjikan. Perubahan dirinya maupun perubahan kondisi finansial kami. Saya bosan dengan janji-janjinya! Lebih baik kami berpisah saja!&#8221;, demikian semua kalimat itu meluncur deras tanpa bisa dibendung.</p>
<p>&#8220;Oke saya mengerti perasaan Anda. Bagaimana dengan anak-anak?&#8221; tanya saya.</p>
<p>&#8220;Itulah satu hal yang memberatkan saya. Saya tidak ingin anak saya mengalami kejadian yang tak menyenangkan. Saya tak ingin anak-anak saya memiliki orangtua yang bercerai. Tapi saya sudah tak kuat lagi!&#8221;, katanya sambil menguraikan air mata.</p>
<p>Beberapa saat setelah ia mulai bisa menenangkan diri maka saya berbicara dengan suaminya.</p>
<p>&#8220;Apa yang bisa saya bantu?&#8221; tanya saya pada suaminya.</p>
<p>&#8220;Ya itulah saya ini bingung. Saya selama ini tidak melakukan hal-hal yang aneh. Saya tidak main perempuan, saya tidak berjudi, saya tidak pernah keluar dengan teman-teman saya, bahkan merokok saja pun saya tidak suka. Sehari-hari saya hanya mengurus anak-anak. Dari mulai memandikan, memberi makan, mengantarnya sekolah, menjemputnya, mengajaknya main, dan menemani belajar. Namun setelah itu semua saya lakukan yang saya dapatkan adalah sikap uring-uringan dari istri tanpa sebab yang jelas. Saya pun tak ingin menjalani kondisi finansial seperti ini. Namun apa mau dikata semua usaha yang saya lakukan belum membuahkan hasil seperti yang kami harapkan&#8221;, demikian kata suaminya dengan wajah memelas.</p>
<p>&#8220;Menurut Bapak apakah tuduhan istri Anda yang mengatakan bahwa ia sering tersinggung dengan sikap Bapak itu benar?&#8221;, tanya saya berusaha mengklarifikasi data yang ada.</p>
<p>&#8220;Sejujurnya saya terkadang tak pernah merasa menyinggung perasaannya. Tapi jika meminta maaf bisa meredakan ha itu maka saya akan lakukan. Saya harus bagaimana lagi?&#8221;, sambungnya dengan nada masih memelas.</p>
<p>&#8220;Tapi sikapmu itu memang sering menyinggung perasaanku!&#8221;, tiba-tiba istrinya memotong dengan sikap sinis.</p>
<p>&#8220;Sebentar Ibu sabar dulu&#8221;, demikian saya berusaha menengahi mereka.</p>
<p>&#8220;Saya sudah sabar bertahun-tahun tanpa hasil. Sikapnya yang merasa tak bersalah inilah yang sering memicu saya untuk marah! Kondisi keuangan kami sudah memprihatinkan namun ia tak pernah melakukan usaha lebih keras demi kemajuan. Setelah mengantar anak sekolah ia pulang ke rumah dan tidur sampai siang!&#8221;, kata istrinya benar-benar seperti air bah yang tak bisa dibendung.</p>
<p>&#8220;Lalu saya harus melakukan apa. Semuanya kan tergantung pelanggan saya. Saya tak bisa memaksa mereka untuk melakukan pesanan jika mereka memang tak membutuhkannya, kan?&#8221;, kata suaminya berusaha membela diri.</p>
<p>&#8220;Baiklah mulai sekarang Anda hanya boleh bicara jika saya tanya, oke?&#8221;, kata saya mengambil kendali situasi yang tak menentu tersebut.</p>
<p>Setelah melakukan wawancara dengan keduanya saya pun mulai mendapatkan gambaran tentang apa yang bisa saya lakukan untuk membantu keduanya. Singkat cerita saya membantu mereka sebanyak tiga sesi terapi setelah menemukan akar masalahnya.</p>
<p>Permasalahan mereka sebenarnya adalah muatan emosi masa lalu yang terus dibawa-bawa. Muatan emosi negatif itu terpicu ketika seseorang melakukan hal yang mirip dengan pertama kali muatan emosi itu muncul dari sebuah pemaknaan.</p>
<p>Sang istri mudah sekali merasa tersinggung jika idenya ditolak. Bahkan untuk ide keluar makan malam yang ditolak pun ia bisa merasa tersinggung berat. Ia merasa harga dirinya direndahkan. Ia tahu bahwa marah tak menyelesaikan masalah. Namun setiap kali ia berusaha menahan rasa marahnya maka ia semakin ingin meledak. Dan akhirnya &#8230;&#8230;.. meledak juga!</p>
<p>Hal ini bermula dari kejadian ketika sang istri, yang waktu itu masih seorang anak 5 tahun, disalahkan dan dimarahi oleh kakaknya. Rasa jengkel dan marah itu masih mengganjal dan dibawa terus sampai dewasa. Akibatnya ia mudah sekali merasa tersinggung. Jika dengan orang lain maka ia bisa menahan emosi negatif tersebut. Namun ketika sampai di rumah dan suami atau anak-anak . melakukan satu hal kecil saja yang bisa memicu memori tersebut maka tumpukan emosi negatif yang sudah menggunung tersebut akan langsung meledak tanpa ampun.</p>
<p>Ia tahu bahwa harusnya ia tak boleh seperti itu. Hal itu bisa merugikan perkembangan anak-anaknya. Namun keinginannya untuk berubah tak pernah kunjung kesamapaian. Baginya perubahan itu terasa sangat sulit dan memakan waktu cukup lama.</p>
<p>Masalah yang dialami pasangan di atas adalah salah satu dari sekian banyak masalah yang bisa kita jumpai sehari-hari. Muatan emosi negatif yang tak terselesaikan di masa kecil menjadi beban yang terus dibawa sampai di kehidupan dewasa.</p>
<p>Efek dari muatan emosi negatif tersebut bisa dirasakan di semua aspek kehidupan. Pada aspek relasi dengan pasangan, relasi dengan anak, kondisi finansial dan bahkan kesehatan.</p>
<p>Di samping itu ada sebuah daya lain yang tak kalah kuatnya yang menyebabkan perubahan perilaku susah dilakukan. Daya ini adalah &#8220;homeostasis&#8221;. Homeostasis adalah suatu daya yang berusaha mengembalikan kita pada kondisi semula. Jika kita bicara perilaku manusia maka daya ini adalah musuh nomor satu dari perubahan. Setiap orang yang ingin berubah dan setiap terapis yang membantu kliennya untuk berubah harus bisa menghadapi homeostasis.</p>
<p>Ini seperti anda menarik sebuah karet gelang. Ada sebuah daya yang kasat mata yang menahan gerakan anda untuk meregangkan karet gelang tersebut. Itulah perubahan. Setiap kali kita ingin berubah maka kita merasa tak nyaman. Kita ingin kembali ke kondisi semula.</p>
<p>Pernahkah anda menemui seseorang yang mengeluhkan rekan kantornya yang brengsek, sistem manajemen kantor yang tidak bagus dan atasan yang semena-mena? Namun ia tetap bekerja di sana sampai bertahun-tahun kemudian. Ia tak berani keluar dari zona tersebut. Baginya walaupun merasa tak nyaman namun satu hal yang sudah pasti : ketidaknyamanan tersebut sudah bisa diukurnya. Daripada menghadapi resiko ketidaknyamanan yang lebih parah di tempat baru maka lebih baik di tempat lama.</p>
<p>Itulah homeostasis. Daya ini sangat luar biasa. Bekerja di pikiran bawah sadar. Setiap keinginan sadar kita untuk berubah mendapat tantangan yang besar. Bagaimanapun juga ada satu alasan positif yang didapat jika kita tidak berubah. Karena alasan inilah maka homeostasis ada. Hanya saja ini tidak sinkron dengan keinginan sadar kita.</p>
<p>Tantangan setiap terapis adalah membantu kliennya menyinkronkan program pikiran bawah sadar dan pikiran sadar. Jika ini bisa dilakukan maka perubahan adalah hal yang sangat mudah.</p>
<p>Satu hal yang perlu diingat adalah homeostasis ada di setiap level pencapaian kita. Ketika kita keluar dari sebuah habit lama dan masuk ke habit baru maka segera setelah itu kita masuk dalam sebuah zona kenyamanan yang baru. Zona ini menjadi tantangan lagi bagi perbaikan lebih lanjut.</p>
<p>Kita akan membahas bagaimana mengatasi homeostasis ini pada artikel berikutnya.</p>
<p>www.ariesandi.com</p>
<p>posted by: Agus Setiawam, C.Ht. &#8211; Subconscious Coach</p>
<p></span></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Siapa seh dia??]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2008/07/16/siapa-seh-dia/</link>
<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 15:16:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2008/07/16/siapa-seh-dia/</guid>
<description><![CDATA[Hippocrates Orang Pertama Hai,,, Kamu tau nggak siapa orang pertama di dunia ini yang membahas tenta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h2 style="text-align:center;"><strong>Hippocrates Orang Pertama</strong></h2>
<p>Hai,,, Kamu tau nggak siapa orang pertama di dunia ini yang membahas tentang <strong>kepribadian?</strong></p>
<p>yah, bener sekali <strong>Hippocrates</strong> adalah orang pertama yang membahas tentang masalah ini. Dia adalah seorang dokter yang<!--more--> hidup pada zaman Yunani kuno 440 tahun sebelum masehi. Hippocrates menemukan sifat yang disebut &#8220;Humor&#8221; meski pun dia tidak mengerti bagaimana sifat itu dikendalikan oleh otak, tetapi dia lah orang yang pertama kali menemukan apa yang kita kenal sekarang sebagai keperibadian manusia yaitu <strong>Humoris.</strong> Teori-teori Hippocrates mendominasi lapangan kedokteran selama hampir 2000 tahun.</p>
<p>review dari buku The Personality Code</p>
<p>by: Anton J</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
