<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>ahlak &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/ahlak/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "ahlak"</description>
	<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 17:26:01 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Ubudiyyah : Hari Raya di Hari Jum’at ]]></title>
<link>http://iqbal1.wordpress.com/2009/11/30/ubudiyyah-hari-raya-di-hari-jum%e2%80%99at/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 05:54:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>iqbal1</dc:creator>
<guid>http://iqbal1.wordpress.com/2009/11/30/ubudiyyah-hari-raya-di-hari-jum%e2%80%99at/</guid>
<description><![CDATA[Sebetulnya tidak ada pembahasan khusus terkait hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, yang jat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sebetulnya tidak ada pembahasan khusus terkait hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, yang jat]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Darbeciler için Hz. İsa savunması  ]]></title>
<link>http://bekirlyildirim.wordpress.com/2009/11/30/darbeciler-icin-hz-isa-savunmasi-2/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 00:59:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bekir L. Yildirim</dc:creator>
<guid>http://bekirlyildirim.wordpress.com/2009/11/30/darbeciler-icin-hz-isa-savunmasi-2/</guid>
<description><![CDATA[Andıçlar, muhtıralar, fişlemeler, telefon kayıtları, yerden fışkıran silahlar, pardon mühimmatlar, ‘]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Andıçlar, muhtıralar, fişlemeler, telefon kayıtları, yerden fışkıran silahlar, pardon mühimmatlar, ‘]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Joko Kendil]]></title>
<link>http://arlinstories.wordpress.com/2009/11/29/joko-kendil/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 02:20:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>mbakarlin</dc:creator>
<guid>http://arlinstories.wordpress.com/2009/11/29/joko-kendil/</guid>
<description><![CDATA[Karena bentuk tubuhnya yang menyerupai kendil1(guci, periuk) seorang anak dijuluki Joko Kendil oleh ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://arlinstories.wordpress.com/files/2009/11/joko-kendil1.jpg"><img src="http://arlinstories.wordpress.com/files/2009/11/joko-kendil1.jpg" alt="" title="joko-kendil" width="78" height="77" class="aligncenter size-full wp-image-17" /></a><br />
Karena bentuk tubuhnya yang menyerupai kendil1(guci, periuk) seorang anak dijuluki Joko Kendil oleh penduduk di daerah sekitar ia tinggal. ia sering diejek dan dijauhi teman-temannya karena bentuk tubuhnya. Namun ia tak pernah bersedih akan hal itu. Dia tetap rajin bekerja membantu ibunya. Banyak yang sering memandangnya dengan aneh, tapi ia tetap percaya diri saat mengangkat barang-barang belanjaannya dari pasar.<br />
Suatu hari, di kampung tempat tinggal Joko Kendil, datang sebuah keluarga baru. Keluarga sederhana yang mempunyai seorang anak lelaki kurus dan botak. Karena tak ada sehelai pun rambut tumbuh di kepalanya, ia dinamai si Gundul.<br />
Seperti yang telah terjadi pada Joko Kendil, si Gundul juga sering diejek. Si Gundul sering muram dan sedih karena ejekan teman-temannya. Joko Kendil terharu akan keadaan si Gundul, maka ia pun menghibur si Gundul. “Jangan sedih. Biarkan saja mereka menghina kita. Kita memang punya kekurangan. Tapi yang penting, kita tak menyakiti orang lain,” kata Joko Kendil kepada si Gundul.<br />
Sejak itu Joko Kendil sering bermain laying-layang bersama si Gundul. Si Gundul sangat jago bermain laying-layang. Belum ada anak kampung yang bisa bermain laying-layang sehebat itu. Joko Kendil senang bermain dengannya. Selain itu, si Gundul juga jago memanah, dia mengajarkan Joko Kendil membidikkan anak panahnya ke sasaran yang jauh dengan tepat. Persahabatan mereka makin erat, meskioun anak-anak kampung masih saja suka mengejek mereka.<br />
Pada suatu hari, Joko Kendil mendengar cerita di kampungnya bahwa seorang raja mempunyai tiga orang putri yang cantik. Joko Kendil tertarik untuk melamar putri sang raja. Mendengar Joko Kendil hendak melamar putri raja, orang-orang kampung mencemoohnya karena tak mungkin lamarannya diterima oleh seorang pemuda dengan bentuk tubuh seperti dia.<br />
Hanya si Gundul satu-satunya yang memberi semangat kepada Joko Gendil. <!--more-->“Aku percaya kepadamu, Joko Kendil. Engkau pasti punya alasan kuat untuk melamar putri raja. Kebaikan hatimu, ketulusan dan kejujuranmu jauh lebih berharga. Aku berharap sang putri melihat semua itu dalam dirimu.” Joko kendil terharu mendengarnya. Dipeluknya sahabatnya itu. Sebagai bekal perjalanan, si Gundul memberikan busur kesayangannya kepada Joko Kendil untuk menjaga diri.<br />
Berangkatlah Joko Kendil dan ibunya ke istana. Dan disampaikannya di sana, niatnya untuk mempersunting putri raja. Putri sulung dan putri kedua langsung menolaknya begitu mereka melihat bentuk tubuh Joko Kendil. Namun, sang puti bungsu menerima pinangannya. Menikahlah Joko Kendil dengan putri bungsu sang raja dengan pesta yang sangat meriah.<br />
Tak berapa lama kemudian, di istana diadakan adu ketangkasan memanah dan dimenangkan oleh seorang ksatria tampan. Putri sulung dan putri kedua tertarik kepada ksatria yang tak dikenal itu. Mereka mengejek putri bungsu yang tak mungkin mendapatka sang ksatria tampan tersebut karena telah menikah dengan Joko Kendil. Karena ejekan saudaranya, putri bungsu langsung menangis dan berlari ke kamarnya. Sesampainya di sana, dia menemukan sebuah guci yang kemudian dibanting hingga pecah berkeping-keping. Tak lama kemudian, muncullah ksatria tampan yang tadi memenangkan adu ketangkasan. ia sedang mencari-cari gucinya.<br />
“Siapa engkau? Mengapa engkau bisa berada di sini?”<br />
“Sesungguhnya, akulah suamimu, Putri. Aku Joko Kendil. Kini aku tak bisa berubah menjadi Joko Kendil yang dulu karena gucinya sudah pecah. Jadi, apakah engkau tetap mau menjadi istriku?”<br />
Putri bungsu menangis bahagia. Tak disangka, suaminya adalah seorang ksatria tampan. Mereka berdua segera melaporkan hal ini ke baginda raja yang dengan sukacita segera mengumumkannya ke seluruh kerajaan.<br />
Walaupun telah berubah wujud, Joko Kendil tetap mengingat sahabatnya, si Gundul, yang telah memberinya semangat untuk melamar sang putri. Di jemputlah si Gundul di kampungnya. Awalnya si Gundul menolaknya karena sudah tak mengenal lagi rupanya, namun setelah ditunjukkan busur yang dulu pernah ia berikan kepada Joko Kendil, barulah ia percaya.<br />
“Joko Kendil, aku mau diajak ke istana. Tapi apakah engkau tidak malu dengan keadaanku? Engkau bukanlah Joko Kendil yang dulu lagi, melainkan seorang ksatria tampan. Sedangkan aku tetap saja si Gundul yang kurus, botak, dan buruk rupa.”<br />
“Tentu saja aku tidak malu terhadap keadaanmu. Bukankah engkau tetap sahabatku yang terbaik? Keluhuran budimu jauh lebih bernilai daripada bentuk tubuhmu,” jawab Joko Kendil.<br />
Sejak itu, Joko Kendil dan si Gundul tinggal di istana. Si Gundul diangkat menjadi pelatih ketangkasan memanah prajurit kerajaan. Mereka tetap bersahabat, hidup rukun, saling menghargai dan sang menyayangi satu sama lain.</p>
<p>Dikutip dari :<br />
S. Tary, Retno W, 33 Cerita Rakyat Menakjubkan, Mizan Media Utama, 2009</p>
<p><strong>Pesan Moral :</strong><br />
Setiap manusia pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan. Tak perlu kecil hati akan kekurangan karena setelah kesulitan kita pasti akan diberi jalan kemudahan oleh Tuhan.</p>
<p>1. kendil (bhs Jawa) = guci, periuk,  tempat menyimpan nasi dari tanah liat, sekarang masih dapat dilihat pada tempat penjual gudeg asli jogja untuk menyimpan lauknya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kebiasaan Bang Raymond]]></title>
<link>http://arlinstories.wordpress.com/2009/11/29/kebiasaan-bang-raymond/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 02:14:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>mbakarlin</dc:creator>
<guid>http://arlinstories.wordpress.com/2009/11/29/kebiasaan-bang-raymond/</guid>
<description><![CDATA[Bang Raymond hanya seorang guru les untuk murid SMA. Pekerjaannya sangatlah santai dan tidak memakan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Bang Raymond hanya seorang guru les untuk murid SMA. Pekerjaannya sangatlah santai dan tidak memakan waktu lama. Dalam sehari hanya berkisar 3 &#8211; 4 jam, dan seminggu hanya 3 hari dia bekerja. Dia punya waktu ekstra bekerja lebih sering hanya saat – saat menjelang ulangan umum atau ujian masuk ke perguruan tinggi. Itupun hanya memakan waktu 6 jam sehari, walaupun full seminggu penuh dikerjakan.<br />
Tapi anehnya bang Raymond selalu terlihat sibuk dan jarang sekali terlihat santai di tempat kostnya. Biasanya saat waktunya kosong untuk mengajar dia sibuk menelpon kerabatnya – teman atau saudara – lalu tak lama setelah itu, ia langsung pergi entah kemana dengan motor kesayangannya.<br />
Awalnya teman sekostannya tidak tahu apa yang dilakukannya. Namun akhirnya mereka tahu bahwa bang Raymond selalu menjenguk kenalannya yang sakit atau yang sudah lama tak diketahui kabarnya karena sudah ganti nomor HP atau pindah rumah ataupun karena sudah berkeluarga.<br />
Sekilas, memang terlihat bahwa kebiasaan bang Raymond adalah kebiasaan baik. Tapi lama kelamaan justru menjadi hal yang aneh bagi orang di sekitarnya. Bayangkan saja, untuk mencari alamat temannya yang sudah pergi entah kemana dan ganti nomor HP, pasti makan waktu lama. Harus tanya dulu kesana kemari, makan waktu dan biaya untuk transportasi, belum lagi dengan penghasilannya yang tak seberapa. Setelah tahu alamatnya, bang Raymond langsung menghampiri tempatnya bila masih dalam satu kota – entah yang bersangkutan ada di tempat &#8211; atau tidak. Bila ternyata di luar kota, bang Raymond hanya menelponnya – tapi pulsanya langsung habis karena menelpon ke luar kota.<br />
Dan apabila ternyata misi pencarian rekannya itu buntu setelah di cari kesana kemari. Dia pulang kembali ke kostan dengan tangan hampa, dan uangnya ludes untuk beli bensin. Dan fisiknyapun terasa sangat lelah. Seperti kerja percuma saja.<!--more--><br />
Teman kostannya juga menganggap bang Raymond terlalu berlebihan bila ia menjenguk kerabatnya yang sakit. Gajinya tak seberapa, tapi ia selalu membeli makanan kesukaan orang yang di tengoknya. Dan hampir semua kerabatnya – yang sakit – pasti dijenguknya – tak peduli mereka menderita sakit apa – tak ada rasa takut ketularan. Bang Raymond sering putus dengan pacarnya, karena mereka marah bang Raymond sering membatalkan janjinya dengan alasan ia menjenguk temannya yang sakit. Para mantan pacar bang Raymond selalu merasa tersisihkan karena kebiasaan bang Raymond, ia dianggap lebih mengutamakan orang yang cacar atau herpes dibandingkan pacarnya yang cantik. </p>
<p>Suatu hari, Roy, teman kostnya bertanya ,” Sepertinya kebiasaan abang itu terlalu berlebihan. Apakah abang tidak merasa rugi waktu dan biaya?”<br />
“Roy, hanya ini yang bisa abang lakukan untuk beramal. Uang abang terbatas dan kebetulan abang punya banyak waktu luang. Abang bukan pengusaha sukses yang bisa jadi donatur bencana alam, membangun mesjid dan sebagainya. Lagipula abang mendapat kepuasan tersendiri bila bisa tahu bagaimana kabar teman-teman abang yang lama tak ketemu. Rasanya jauh lebih puas daripada jalan-jalan di mall, tapi barang yang kita cari tak ada….pasti rasanya bete dan juga capek Tapi kalau ketemu teman lama, mereka pasti juga senang atas kehadiran kita dan tanpa sadar kita jadi saling mendoakan. Jika abang tak bisa juga ketemu mereka, yah… abang hanya berdoa semoga keadaan mereka baik-baik saja. Sama sekali tak ada rasa sesal karena abang belum bisa ketemu mereka walau sudah dicari kesana-kemari. Bayangkan kalau kamu jalan-jalan ke mall, tidak ketemu barang yang kamu cari, rasanya pasti jauh lebih bete. Karena capek jalan-jalan, uangnya jadi habis untuk beli barang yang kita inginkan, bayar parkirnya mahal. Dan sudah se-bete itu tapi sama sekali tidak ada nilai sedekahnya untuk kamu.”<br />
Roy tersenyum,”Apakah ini juga yang abang rasakan bila menjenguk orang sakit?”<br />
“Ya”, sahut bang Raymond singkat.” Dan nilainya justru lebih dari itu.”<br />
“Kenapa?”<br />
“Karena doa orang sakit atau yang teraniaya itu termasuk doa orang-orang yang dikabulkan oleh Allah. Terima kasih yang mereka ucapkan ke kita pasti ikhlas. Selain itu kita juga bisa menghindar dari fitnah kita kepada yang sakit.”<br />
“Maksudnya fitnah apa,bang?”<br />
Bang Raymond diam sesaat, lalu dia menjawab dengan tenang,”Tanpa sadar kita sering bete kalau kita punya janji dengan seseorang tapi saat hari H-nya dia mendadak sakit. Sering kita berprasangka buruk kepadanya mengapa ia tidak hadir. Saat kita menelpon atau sms padanya, tapi tak ada jawaban, tanpa sadar kita semakin berprasangka buruk padanya. Kita tidak tahu persis kan keadaan dia yang sebenarnya. Apakah kondisinya buruk sehingga ia tidak sanggup mengangkat telpon? Kita tidak tahu karena kita bukan Tuhan yang Maha Tahu. Untuk menghindari fitnah itu, sebaiknya kita langsung saja menjenguknya agar kita tahu keadaan yang sebenarnya.”<br />
“Tapi, bagaimana kalau penyakitnya itu menular?”<br />
“Roy, menjenguk orang sakit juga ada adabnya. Kita jangan berprasangka dulu teman kita menderita sakit apa, jika kita bukanlah orang-orang berprofesi yang berhak memberi diagnosis penyakitnya. Tidak baik bila seseorang  berburuk sangka karena melihat gejalanya sepintas saja…seperti bertanya-tanya ‘kenapa sih tangannya sampai mengepal keras kayak orang marah?’, ‘kenapa wajahnya seperti kupu-kupu merah?’…sedangkan mereka bukan dokter yang diberi bekal ilmu untuk hal itu…atau orang yang telah diberitahu sendiri oleh yang bersangkutan.<br />
“Dan sungguh sangat tercela bila kita sampai membongkar obat-obat mereka tanpa izin karena begitu penasaran akan penyakitnya, atau menyelidiki rekam medisnya – tanpa izin atau urusan hukum. Itu semua sama saja dengan maling yang berlagak jadi polisi.<br />
“Tugas kita menjenguk orang sakit adalah memberi ketenangan atau kenyamanan pada yang sakit. Ceritakan saja padanya hal-hal yang yang dia sukai atau biarkan dia bercerita apa adanya.<br />
“Bila penyakitnya memang menular; pasti sudah ada ‘warning’ dari orang-orang yang merawatnya saat kita kesana.”<br />
Roy termenung. Lalu dia bertanya, “ Tapi bagaimana kalau kita tak punya waktu untuk menjenguk teman-teman kita?”<br />
“Tenang Roy…cukup doakan saja mereka. Kalau bisa telpon, katakan saja apa adanya, tidak perlu ngalor ngidul cari-cari alasan, atau kamu tidak bisa bersikap gentle untuk bicara to the point padanya…misalnya yang kamu telpon justru teman kost-nya dan berdalih kamu tak bisa nengok dengan seribu satu alasan… karena sibuk lah, karena sudah punya anak lah, karena banyak kerjaan lah…. Kamu tidak perlu sembunyi tangan seperti itu Santai saja…, kerabat kita yang baru pindah rumah atau sakit tidak terlalu mempermasalahkan jika mereka tidak dijenguk, karena urusan mereka sendiri juga sudah banyak.<br />
“Dan satu lagi Roy…bila kita bersilaturahmi dengan menjenguk kerabat dekat kita; otomatis orang-orang disekitar kita juga mendapat impact yang baik.”<br />
“Maksudnya?”<br />
“Coba… kalau abang pamit mau pergi jalan-jalan ke mall atau ke Lembang… apa yang biasa teman-teman kost-an sini katakan?”<br />
“Hhmm…yah pastinya sih minta  oleh-olehnya Bang”<br />
“Iya, kalian tidak peduli berapa isi dompet abang. Tapi kalau abang pamit untuk nengok teman, kalian otomatis bilang…’hati-hati di jalan’..’salam yah buat temennya… semoga dia cepat sembuh’. Tanpa sadar kalian ikut mendoakan teman abang; padahal kalian tidak kenal sama sekali. Dan mendokan orang lain nilainya sama dengan sedekah. Selama ini kalian melakukan banyak sedekah tanpa kalian sadari. Sedekah itu terus mengalir untuk kita, karena orang yang kita beri sedekah pasti mendoakan kita juga. Dan orang sakit termasuk orang-orang yang doanya di ijabah. Beda halnya bila kita jalan-jalan ke kafe atau bioskop; uang kita habis begitu saja tanpa kembali”<br />
Roy tersenyum..dia merasa sangat bangga bisa sekost-an dengan bang Raymond. Ternyata selama ini ia telah ikut bersedekah walaupun ia sibuk dengan kuliahnya,<br />
~arlene_nov’07~</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Baju Lebaran]]></title>
<link>http://arlinstories.wordpress.com/2009/11/29/11/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 02:09:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>mbakarlin</dc:creator>
<guid>http://arlinstories.wordpress.com/2009/11/29/11/</guid>
<description><![CDATA[Akhirnya jadi juga baju lebaran Rani hasil karya neneknya. Rani melengak-lengok di depan cermin, ber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Akhirnya jadi juga baju lebaran Rani hasil karya neneknya. Rani melengak-lengok di depan cermin, bergaya dengan baju baru untuk dikenakan esok harinya<br />
Saat tiba keesokan harinya, ketika gema takbir terdengar berkumandang saling bersahutan, Rani berlarian tak sabar menuju lapangan seakan berlomba dengan gema takbir. Dan pakaian baru Rani tersangkut oleh  sebuah ranting pohon mangga. Bunyi deritan kain yang sobek sangat perlahan namun tangisan Rani menyaingi suara takbir.<br />
“ Ma…. Rani ingin baju baru lagi.”<br />
“Sst, sudah tak sempat lagi sekarang.”<br />
Pulang dari shalat Ied Rani terus merengek ingin dibelikan baju baru dan dia juga memaksa neneknya menjahit baju lebaran lagi.<br />
“Rani, pakai saja baju lebaran tahun lalu. Masih bagus “ kata neneknya.<br />
“Tapi Nek…semua teman Rani pasti pakai baju baru buat lebaran.”<br />
“Rani, jangan nangis. Sudah banyak tamu. Bajumu masih banyak yang bagus.” sahut ayahnya.<br />
Ibunya mengganti baju lebaran Rani. Tapi Rani masih cemberut.<br />
“Ma, beli baju baru sekarang.”<br />
“Sudah tidak sempat. Sekarang semua toko tutup. Nenek juga sibuk karena banyak tamu.”<br />
“Tapi, ini kan lebaran Ma…, semua orang pakai baju baru.”<br />
“Apakah lebaran itu berarti pakai baju baru saja? Kamu masih beruntung bisa mengenakan pakaian bagus saat lebaran dan berkumpul sama mama, papa, kakek, nenek, makan ketupat dan kue lebaran. Masih banyak orang sendirian saja saat lebaran tanpa makanan enak dan pakaian.”<br />
“Kalau begitu, kenapa banyak yang beli baju baru untuk lebaran? Termasuk Mama sendiri?”<br />
“Karena lebaran adalah hari istimewa, hari kemenangan setelah sebulan puasa. Kita menghargainya dengan mengenakan yang terbaik, bila kita mampu, tapi bukan suatu keharusan. Bila kita tak mampu, kita cukup mengenakan pakaian yang bersih.”<br />
“Tapi bagaimana buat pengemis di jalanan yang tak punya pakaian bersih?”<br />
“Rani, Tuhan Maha Tahu….bila kita tak mampu, Tuhan pun Maha Tahu.Yang dinilai adalah amal ibadah kita. Sekarang bantu Mama ya, masih banyak tamunya, nanti kamu akan Mama beri baju lebaran.”<br />
“Asyik.” Rani pun langsung bersemangat membantu ibunya menyuguhi tamu dengan berbagai hidangan khas lebaran. Ketika sang surya telah tenggelam, sudah tak ada tamu yang berkunjung. Rani melihat ibunya sibuk membereskan pakaiannya.<br />
“Mama mau kemana?” tanya Rani.<br />
“Tidak kemana-mana. Mama hanya membereskan pakaianmu yang sudah kekecilan. Ternyata bajumu banyak sekali.”<br />
“Mama…,tadi Mama janji kan mau memberi baju lebaran untuk Rani.” Rani kembali merajuk.<br />
Ibunya tersenyum dan mengangguk. “Sebaiknya kamu mandi dulu dan bersiap-siap. Setelah itu kita pergi.”</p>
<p>“Tapi, kata Mama kalau lebaran tokonya tutup. Lagipula sekarang sudah sore.”<br />
“Ada yang buka. Sudahlah, kamu siap-siap.”<!--more--><br />
Setelah shalat Maghrib, Rani pergi bersama kedua orang tuanya. Kakek dan neneknya istirahat di rumah. Kemudian setelah satu jam perjalanan, mereka tiba di sebuah panti asuhan. Rani tertidur di mobil karena lelah seharian bermain bersama saudaranya yang mengunjunginya.<br />
“Rani, bangun,” tegur ayahnya.”Kita sudah sampai.”<br />
“Dimana sekarang?” tanya Rani. “Kita tidak jadi pergi ke toko?”<br />
“Ini tempat yang lebih hebat dari toko dimana kita bisa mendapatkan segalanya dengan beramal.”<br />
“Kenapa?”<br />
“Toko tempat orang jual beli untuk mendapatkan barang, tapi di panti asuhan kita bisa mendapatkan sesuatu yang lebih berharga dari barang tanpa mengeluarkan uang secara terpaksa. Nanti kau akan tahu sendiri. Masuklah.”<br />
Begitu masuk ke dalam panti asuhan Rani hanya terdiam saja. Sikapnya yang periang tiba-tiba berubah drastis. Rani tertegun dengan melihat meja di panti asuhan. Hari ini adalah hari lebaran dimana biasanya beragam makanan tumpah ruah di rumahnya ataupun rumah saudaranya. Di meja panti asuhan itu hanya tampak beberapa gelas air putih, dua toples kue lebaran, setoples kacang,  dan beberapa minuman kaleng – sepertinya itu sumbangan, terlihat ada kartu ucapan di bungkusan minuman itu – menu makanan lebaran yang sangat seadanya. Terlihat beberapa bungkus ketupat di sebuah piring dan ada seorang anak yang memotongnya untuk dibagikan kepada sepuluh orang temannya, opor ayamnya pun hanya berupa kuah, ditambah sepiring abon. Tapi mereka sangat menikmati hidangan ‘lebaran’ itu. Pakaian mereka pun sangat jauh berbeda dengan yang dikenakan Rani – walaupun Rani tidak mengenakan baju baru – ada yang kebesaran, ada yang kekecilan, ada yang telah pudar warnanya. Dan yang lebih menyedihkan lagi, mereka merayakan lebaran tanpa orang tua ataupun sanak saudara seperti yang dirasakan Rani. Tapi mereka sangat menikmati hari lebaran ini jauh lebih gembira dari yang dirasakan Rani dimana masih saja terus merengek untuk diberi baju lebaran.<br />
“Maaf, sepertinya kita terlambat memberinya. Seharusnya sebelum malam lebaran kemarin ya, Bu?” terdengar suara orang tua Rani sedang berbicara kepada pengurus panti asuhan.<br />
“Tidak apa-apa. Tidak pernah ada kata terlambat untuk memberi.”<br />
“Rani..,”panggil ibunya.<br />
“Ya, Ma.”<br />
“Tadi kamu ingin baju lebaran kan?”<br />
Rani hanya menunduk lalu menggelengkan kepalanya.”Tidak jadi, Ma. Baju Rani sudah banyak,” katanya perlahan.<br />
“Baguslah. Sepertinya kamu sudah mengerti.” sahut bapaknya. “Ran, ini baju-baju kamu yang sudah tidak dipakai lagi. Kamu bisa memberikannya kepada mereka. Setiap ucapan terima kasih dari mereka ibarat baju lebaran baru buatmu.”<br />
“Kenapa?”<br />
“Karena kau memberikan baju lebaran untuk mereka. Dan orang yang memberi jauh lebih mulia. Imbalan orang yang memberi jauh lebih berharga dibandingkan sebuah baju lebaran baru.”<br />
Dan Rani pun membagikan satu per satu pakaian bekasnya kepada saudara-saudaranya di panti asuhan itu. Mereka langsung menerimanya dengan senyuman hangat, ucapan terima kasih yang ikhlas, pelukan, ada pula yang menangis terharu bahkan ada yang rela memberi makanan dan mainan kesayangannya kepada Rani sebagai ucapan terima kasih. Rani pun ikut terharu dan tersenyum. Lenyap sudah segala kekesalannya di pagi hari saat bajunya sobek, rasanya lebaran kali ini ia benar-benar mendapatkan ‘baju lebaran’ terbanyak dengan jerih payahnya sendiri. Bermodal amal yang ikhlas dari hatinya tanpa meminta uang sepeser pun dari orang tuanya.</p>
<p><strong>Pesan Moral :</strong><br />
- Memberi jauh lebih baik daripada menerima. Untuk memberi tidak harus bermodalkan harta/uang, memberi yang baik adalah yang dilakukan dengan ikhlas.<br />
- Saat lebaran bukanlah berarti harus dengan baju lebaran. Lebaran harus disyukuri sebagai hari kemenangan setelah sebulan puasa, lebaran adalah hari terbaik untuk saling bermaafan dan jauh lebih bermakna bila kita dapat saling memberi dan mengasihi.</p>
<p>- arlin, 24 September 2009 ,Idul Fitri 1430H-</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bayram tebriki ve kurban derileri hususu (2009)]]></title>
<link>http://bekirlyildirim.wordpress.com/2009/11/26/bayram-tebriki-ve-kurban-derileri-hususu-2009/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 08:02:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bekir L. Yildirim</dc:creator>
<guid>http://bekirlyildirim.wordpress.com/2009/11/26/bayram-tebriki-ve-kurban-derileri-hususu-2009/</guid>
<description><![CDATA[Mübarek kurban bayramınızı tebrik eder hayırlara vesile olmasını dilerim.   Devamı]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Mübarek kurban bayramınızı tebrik eder hayırlara vesile olmasını dilerim.   Devamı]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Akıl ve vicdan "bağımsız yargı" yı mı beklemeli Kürşat Bey?]]></title>
<link>http://bekirlyildirim.wordpress.com/2009/11/25/akil-ve-vicdan-bagimsiz-yargi-yi-mi-beklemeli-kursat-bey/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 11:26:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bekir L. Yildirim</dc:creator>
<guid>http://bekirlyildirim.wordpress.com/2009/11/25/akil-ve-vicdan-bagimsiz-yargi-yi-mi-beklemeli-kursat-bey/</guid>
<description><![CDATA[Gene yapmış yapacağını bizim çakma Voltaire. Ne demek istediği yazı başlığı ve son cümlesinde: ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Gene yapmış yapacağını bizim çakma Voltaire. Ne demek istediği yazı başlığı ve son cümlesinde: ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Negeri Kita : Skandal Hukum ?]]></title>
<link>http://iqbal1.wordpress.com/2009/11/25/negeri-kita-skandal-hukum/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 04:33:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>iqbal1</dc:creator>
<guid>http://iqbal1.wordpress.com/2009/11/25/negeri-kita-skandal-hukum/</guid>
<description><![CDATA[&nbsp; Oleh : A. Mustofa Bisri Luar biasa. Ada yang mengelus dada, menahan perasaan. Astaghfirullah.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[&nbsp; Oleh : A. Mustofa Bisri Luar biasa. Ada yang mengelus dada, menahan perasaan. Astaghfirullah.]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ebu Sümeyye Hoca'dan Dersler]]></title>
<link>http://jihadinasheed.wordpress.com/2009/11/22/ebu-sumeyye-hocadan-dersler/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 14:02:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>Al Makdisi</dc:creator>
<guid>http://jihadinasheed.wordpress.com/2009/11/22/ebu-sumeyye-hocadan-dersler/</guid>
<description><![CDATA[Ebu Sümeyye Hoca&#8217;dan Dersler &nbsp; AHLAK VE MENHEC 1 11 MB AHLAK VE MENHEC 2 11 MB Ahlak ve M]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ebu Sümeyye Hoca&#8217;dan Dersler &nbsp; AHLAK VE MENHEC 1 11 MB AHLAK VE MENHEC 2 11 MB Ahlak ve M]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kafes]]></title>
<link>http://bekirlyildirim.wordpress.com/2009/11/20/kafes/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 09:34:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bekir L. Yildirim</dc:creator>
<guid>http://bekirlyildirim.wordpress.com/2009/11/20/kafes/</guid>
<description><![CDATA[Boşuna dememiş gavur &#8220;bir resim bin kelime konuşur&#8221; diye. Kerhanetim Dr. Frankenstein ve]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Boşuna dememiş gavur &#8220;bir resim bin kelime konuşur&#8221; diye. Kerhanetim Dr. Frankenstein ve]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Paylaşmak.....]]></title>
<link>http://gorelelihikmet.wordpress.com/2009/11/16/fikra-17/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 07:45:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>gorelelihikmet</dc:creator>
<guid>http://gorelelihikmet.wordpress.com/2009/11/16/fikra-17/</guid>
<description><![CDATA[Küçük Salamon, okuldan iki gözü iki çeşme dönmüştü. Babası, niye ağladığını sorunca hıçkıra hıçkıra ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Küçük Salamon, okuldan iki gözü iki çeşme dönmüştü. Babası, niye ağladığını sorunca hıçkıra hıçkıra ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Öymen gene  Atatürk'ün arkasında! Sobe!]]></title>
<link>http://bekirlyildirim.wordpress.com/2009/11/16/ataturkun-arkasina-saklanma-cok-orijinal/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 04:04:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bekir L. Yildirim</dc:creator>
<guid>http://bekirlyildirim.wordpress.com/2009/11/16/ataturkun-arkasina-saklanma-cok-orijinal/</guid>
<description><![CDATA[Biraz da başka yere saklan ama Onur; artık seni sobelemek te hiç zevk vermez oldu! Son olarak ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Biraz da başka yere saklan ama Onur; artık seni sobelemek te hiç zevk vermez oldu! Son olarak ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Yapımcının odasında ahlaksız teklif ]]></title>
<link>http://chatodalari.wordpress.com/2009/11/15/yapimcinin-odasinda-ahlaksiz-teklif/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 22:30:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jexe</dc:creator>
<guid>http://chatodalari.wordpress.com/2009/11/15/yapimcinin-odasinda-ahlaksiz-teklif/</guid>
<description><![CDATA[1 yıl önce &#8220;Yılmaz Erdoğan&#8217;ın eşi Belçim&#8217;in yerinde benim olmam lazımdı&#8217; diy]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="news_content">
<p>1 yıl önce &#8220;Yılmaz Erdoğan&#8217;ın eşi Belçim&#8217;in yerinde benim olmam lazımdı&#8217;  diyen Sevdaa Karababa yine ilginç açıklamalar yaptı</p>
<p>Şarkıcı Sevda  Karababa, &#8216;Orada Neler Oluyor&#8217;da şok bir iddia ortaya attı! Sevda Karababa  &#8220;Geçen yaz çok ünlü ve evli bir yapımcı beni Nişantaşı&#8217;ndaki ofisine çağırdı.  Senaryodaki fahişe rolünü bana vermek istediğini söyledi. Sevindim, çünkü  neredeyse başroldü. Senaryoyu uzatırken &#8216;Önce bu rolü bana bu odada oyna. Filme  sonra bakarız&#8217; dedi. Sonra üzerime gelip öpmeye çalıştı. &#8216;Allah kahretsin&#8217; deyip  odadan çıktım. Bu film yakında vizyona girecek. Benim rolümü de ünlü ve  güzel bir kıza  vermişler. Bana çok kötü günler yaşattılar. Umarım filmleri iflas eder&#8221;  dedi.</p>
<p><strong>&#8216;Yılmaz&#8217;dan ve eşinden özür  diliyorum&#8217;</strong></p>
<p>Sevda Karababa, &#8220;Yılmaz Erdoğan ve eşi Belçim&#8217;e bir  özür borcum var. Kendilerinden çok özür diliyorum. Yılmaz hakkında yaptığım o  itiraf için de çok pişmanım. Bunalımdaydım, mutsuzdum. Lütfen beni affetsinler&#8221;  dedi. Sevda Karababa 1 yıl önce &#8220;Yılmaz Erdoğan&#8217;ın eşi Belçim&#8217;in yerinde benim  olmam lazımdı. Büyük aşk yaşadık, çünkü çok sevdim. Aşkımızın şahidi Metin  Arolat&#8217;dır&#8221; demişti.</p>
<p>// </p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[iyilik üzerine]]></title>
<link>http://jimmythekane.wordpress.com/2009/11/12/iyilik-uzerine/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 12:27:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>jimmy kane</dc:creator>
<guid>http://jimmythekane.wordpress.com/2009/11/12/iyilik-uzerine/</guid>
<description><![CDATA[İyilik, algılanan iyi ve kötü olgularının dışında, yer yer her ikisini de kapsayan bir anlamsal haci]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>İyilik, algılanan<strong> iyi ve kötü</strong> olgularının dışında, yer yer her ikisini de kapsayan bir anlamsal hacime sahiptir.</p>
<p><strong>Süreçteki kötü, sonuca gelindiğinde iyiliğe dönüşebilir.</strong> Yani bir iyilik, kötülük yaparak da gerçekleştirilebilir. Yaşadığı coğrafyayı ve içinde barınan insanları savaşarak müdafaa etmek , savaşmak &#8220;kötülüğü&#8221; sayesinde, çaresiz insanları korumak gibi bir &#8220;iyilik&#8221;le sonuçlanır. Süreç kötülük, sonuç iyiliktir.</p>
<p>Aynı şekilde, her kötülük aslında iyilik için yapılır. Yani bir katil, kurbanını öldürürken, kendisine iyilik yapıyordur aynı zamanda. Ya da bir tecavüzcü, yaptığı kötülüğü, kendisine bir iyilik yapmak için yapıyordur.</p>
<p>Bu bağlamda, iyilik ve kötülük aynı düzlemde ele alınabilse de, bir üst basamak daha olmalı. Yani iyi ve kötü&#8217;den yola çıkarak varacağımız bir basamak.</p>
<ul>
<li>Kötülük aslında hem iyilik-hem kötülüktür.</li>
<li>İyilik, kötüyü de içerisinde barındırabilir.</li>
</ul>
<p>Bu durumda, savaş meydanında insan öldüren bir asker iyilik mi yapıyordur yoksa kötülük mü?</p>
<p><strong>Cevap, kötülük olmalıdır</strong>. Çünkü insan öldürmek bir başkasına yapılan kötülüktür. İyilik ise; bir askerin ülkesini savunmasıdır.</p>
<p><strong>Üst basamak &#8220;ahlak&#8221; olgusu olabilir mi?</strong> </p>
<p>Ahlak olgusu, üst basamağımız olamaz. Çünkü Ahlak iyi ve kötü&#8217;yü belirlerken kullandığımız bir filtredir. Yani İyi ve Kötü&#8217;nün <strong>alt basamağı</strong>dır.</p>
<p>Üst basamak ancak <strong>Doğru ve Yanlış</strong> olabilir.</p>
<p>Ahlak filtresinden sonra iyi ve kötü olarak &#8220;<strong>iyilik tabanında</strong>&#8221; ayrışan doneler, Doğru ve Yanlış olguları ile tamamen birbirinden ayrılabilir.</p>
<p>Doğru ve yanlış; farklı zaman ve koşullarda ve farklı platformlarda ele alınabilir.</p>
<p>Günlük yaşamda insanların vardıkları Doğru ve Yanlış yargıları, herhengi bir geçerliliğe sahip değildir. Tat, koku ve görünüm hakkındaki yargıların doğruluk ve yanlışlığı tartışılabilirken, örneğin limon&#8217;un tadının ekşi olması gibi bazı yargı ve bilgiler Doğru ve Yanlış olarak değerlendirilebilir.</p>
<p>Yani doğru ve yanlışın kesin olarak değerlendirilebildiği platform , Bilim platformudur. Bilim dışında varılan yargılarda birliktelik sağlamak mümkün değildir.</p>
<p>Bilimsel gerçeklerin ötesinde kalan yargılarda; <strong>Doğru ve Yanlış yoktur.</strong></p>
<p>Bu durumda; ilk sorumuza geri dönecek olursak..</p>
<p>Savaş meydanında insan öldürmek doğru mudur yoksa yanlış mıdır?</p>
<p><strong>Bilimsel olarak</strong> insan öldürmek, haliyle zarar vermek olduğundan, kalanlarda psikolojik tahribatlara yol açtığından, kötü bir davranıştır. Bilim buradan sonrası ile yani &#8220;eylemin neden yapıldığı&#8221; ile ilgilenmez.Yani <strong>savaş alanında insan öldürmek Kötü ve Yanlıştır.</strong></p>
<p> Bilim bir kenara bırakılırsa, savaş alanında insan öldürmek , yapılan eylem sürece göre ele alındığında <strong>kötü</strong> bir davranış, fakat  neden ve sonuca göre ele alındığında iyi bir davranış olabilir.Kesin bir yargı birlikteliği sağlamak mümkün değildir. </p>
<p>Bu durumda, savaş alanında adam öldürmek bilim ötesi platformda, Doğru ve Yanlışlığı hakkında yargı birlikteliğine varılamayan bir durumdur.</p>
<p>İyi ve Kötü&#8217;yü ayrıştıran Ahlak; ve Doğru ve Yanlışlığı ayrıştıran Mantıktır.</p>
<p><strong>Bilimsel verilerin dışında; Doğru ve Yanlış &#8211; İyi ve kötü gibi yargılar değişken; belirsiz olabilir; Fakat bu bilimsel veriler dışındaki yargıların &#8221;gerçek dışı&#8221; olduğunu göstermez.</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Öymen'in Kürtler için  "Die Endlösung" u!]]></title>
<link>http://bekirlyildirim.wordpress.com/2009/11/12/oymenin-die-endlosung-u/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 12:08:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bekir L. Yildirim</dc:creator>
<guid>http://bekirlyildirim.wordpress.com/2009/11/12/oymenin-die-endlosung-u/</guid>
<description><![CDATA[Baykal&#8217;ın sağ kolu, CHP&#8217;nin dış siyaset gurusu, eski diplomat Onur Öymen Açılım&#8217;a ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Baykal&#8217;ın sağ kolu, CHP&#8217;nin dış siyaset gurusu, eski diplomat Onur Öymen Açılım&#8217;a ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Darbeye boyun eğmemek!]]></title>
<link>http://bekirlyildirim.wordpress.com/2009/11/10/darbeye-boyun-egmemek/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 03:33:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bekir L. Yildirim</dc:creator>
<guid>http://bekirlyildirim.wordpress.com/2009/11/10/darbeye-boyun-egmemek/</guid>
<description><![CDATA[Darbeler hakkında her şey söylendi de, ona boyun eğmemek, darbeciye itaat etmemek gibi bir kavramın ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Darbeler hakkında her şey söylendi de, ona boyun eğmemek, darbeciye itaat etmemek gibi bir kavramın ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BULANIK MANTIK İLE KADER]]></title>
<link>http://ismailhakkialtuntas.com/2009/11/09/bulanik-mantik-ile-kader/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 06:48:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>ismailhakkialtuntas</dc:creator>
<guid>http://ismailhakkialtuntas.com/2009/11/09/bulanik-mantik-ile-kader/</guid>
<description><![CDATA[Geçmiş mantıkla gelecekte şu sonuçları olacak demek artık tam doğru olmuyor. Belki iki sonuç arasınd]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Geçmiş mantıkla gelecekte şu sonuçları olacak demek artık tam doğru olmuyor. Belki iki sonuç arasında gelip gidebiliyor. Bu kader faktörünün araya girmesi midir?</p>
<p>[Modern bilim, 2000 yıldan bu yana, mutlaklıklar ve kesinlikler üzerine kuruludur. Kâinattaki gerçeklikler çoğu zaman gri olsalar da, bilim, yaptığı kesin tanımlamalarıyla onları siyaha ve beyaza boyar. Aslında uç değerler arasında dereceli değerlerin var olduğu her devirde bilinen bir gerçektir. Fakat bu gerçeği kabullenmek ve ilmî saymak genellikle pek çok bilim insanı tarafından kolay olmamaktadır.</p>
<p>Aristo mantığı olarak bilinen iki değerli klasik mantık, 1920’lerden itibaren filozof ve teorik matematikçilerin ürettikleri paradoksları açıklamakta yetersiz kalmıştır. Çünkü <strong><em>Aristo mantığı gerçek dünyayı bütünüyle tasvir etmekten uzaktır.</em></strong> Tabiattaki her oluşumun bir meydana gelme derecesi vardır. Bu anlamda herhangi bir önermenin <strong><em>yalnızca doğru </em></strong><strong><em>ya da </em></strong><strong><em>yalnızca yanlış</em></strong><em> </em>olması gerekliliği, ikili mantığın gelişerek çok değerli mantığa dönüşmesine sebep olmuştur. Çok değerli mantığın en ilkel hali olan üç değerli mantık, önermelerin <strong>{0, 1}</strong> değerlerinin yanında, <strong>{0.5}</strong> değerini de almasını sağlamıştır ve böylece değer kümesi <strong>{0, 0.5, 1}</strong> olarak geliştirilmiştir. Değer kümesindeki <strong>{0}</strong> ögesi önermenin kesinlikle yanlış olduğunu, <strong>{0.5}</strong> ögesi belirsiz olduğunu ve <strong>{1}</strong> ögesi de kesinlikle doğru olduğunu ifade etmektedir.</p>
<p>1930’ların başında Polonyalı mantık bilimcisi <strong>Lukasiewicz,</strong> üç değerli mantıktan yola çıkarak mantığı bütünüyle ele almıştır ve <strong><em><span style="text-decoration:underline;">sonsuz değerli mantığı</span></em></strong> geliştirmiştir. 1965’te <strong><em>Lotfi Zadeh,</em></strong> o zaman kadar yapılan tüm mantıksal yaklaşımları toplu bir şekilde ele alarak yorumlamış ve ulaştığı bu çıkarımlarla bulanık mantığı keşfeden kişi olmuştur. Günümüzde bulanık mantık, <strong><em>Zadeh</em></strong> ile birlikte anılmaktadır. <strong><em>Bulanık mantıkta önermeler </em>[0, 1]<em> aralığında sonsuz değer alabilirler.</em></strong> Dolayısıyla ikili mantık, bulanık mantığın özel (indirgenmiş) bir halidir.</p>
<p><strong><em>Klasik mantıkta doğru veya yanlış olma durumu dışında başka herhangi bir durumun gerçekleşmesi imkansız olarak varsayılır</em></strong> <strong><em>ve genellikle böyle durumların paradoks oldukları kabul edilir.</em></strong> Hâlbuki böylesi durumlar bulanık mantık açısından son derece doğaldır. <strong><span style="text-decoration:underline;">Hatta {0, 1} dışında sadece üçüncü bir durumla yetinilmez, bunun dışında [0, 1] aralığında değer alabilecek sonsuz durum gerçekleşebilmektedir.</span></strong></p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Tarih içinde değişen ve gelişen mantık sistemleri içinde, insan zekâsını en kapsamlı olarak ele alıp analiz edebilen, yani insan beyni gibi düşünebilen en gelişmiş <strong>mantık sistemi bulanık mantıktır.</strong></span> Sonsuz değer alabilme gibi özellikleri sayesinde insani yargıları olduğu gibi kavrayarak yaklaşık düşünebilmeyi mümkün kılmaktadır. Zadeh’e göre bulanık mantık, kelimelerle hesap yapmaktır.</p>
<p> <span style="text-decoration:underline;">Kelimeler nesneleri temsil eder. </span><em><span style="text-decoration:underline;">Araba </span></em><span style="text-decoration:underline;">kelimesi pek çok arabanın yerine kullanılır ve herkes için farklı düşünceler çağrıştırır. Günlük konuşmalarımızda genellikle hepimiz aynı kelimeleri kullanmamıza rağmen aynı şeyleri düşünmeyiz.</span> Söylemlerimiz, düşündüklerimizin yansımasıdır. Fakat bu yansımalar belirsizliklerle doludur. Bulanık mantık bu belirsizlikleri ustaca ele alır. Bunu yaparken her olaya bir meydana gelme derecesi atar ve böylece önermelerin iki değerli sınırlı kalıbını kırarak, sonsuz değerli olabilmelerini sağlar. Bulanık mantık aslında tabiatta var olan, fakat ilmî olduğu, hatta olması gerektiği sonradan anlaşılan, ayrı bir öğreti gibi varlığını çağlar boyu sürdürmüştür. Kimi zaman paradokslar, kimi zaman üç değerli, kimi zaman çok değerli mantık olarak karşımıza çıkmış, nihayet Zadeh’in tanımlamalarıyla gerçek kimliğini kazanmıştır.] <a href="#_ftn1">[1]</a><strong> </strong></p>
<p>Bulanmış mantıktan söz açışımız, ateistlerin Allah Teâlâ’nın varlığı ile kötülüğün olmaması gerektiği yönünde fikirlerinden dolayıdır. Onlar diyorlar ki</p>
<p><strong><em>“eğer Allah Teâlâ varsa ve her şeye gücü yetiyorsa bu kötülük nereden geliyor.”</em></strong></p>
<p>Aristo mantığı ile bunun olmaması gerekir. İlmî gerçekler ve evrimciler; Allah Teâlâ’yı kabul etmektense her şeyi kendi başına bırakmayı daha uygun görünce, tesadüfler, rastlaşmalar ile oluşan bir hayatı kabul etmek ile geleceğin tekâmülünde ihtimaller ile seçiciliği yalnızca varlıklara bırakmayı uygun görmektedirler. Bu şekilde Allah Teâlâ’nın hükmü ve gerçeği göz ardı ediliyor.</p>
<p><strong>Aslında her olan şeyin bir tek sonucu yoktur.  </strong></p>
<p>Sonuç olarak; kader açısından bulanık mantığın geçerli olduğu görülmektedir. Her ne şekilde olursa olsun bu mantık ile hiçbir sonuç isabetsiz kalmamış olur. Bütün ihtimaller ile kötülüğün bulunması Allah Teâlâ’nın yokluğuna değil, sonsuz kudretinin varlığına işarettir.</p>
<p>Olası ihtimaller arttıkça kâinat ve düzendeki ahengin bozulmasında hızlı bir seyrin olmayışı bunun en bariz delilidir. Dengenin bozulmaya başlaması ile her geçen an ve zaman itibarıyla kat kat olması düşünülürse, kâinata müdahale eden varlığın kudret ve azameti sonsuz demektir. İlmî verilerin sonuçları çok zaman bunu çözmekte ve anlamakta zorlanmaktadır. Mesela çarpma ihtimali hesaplanmış bir yıldızın dünyaya çarpmadan gidişini nasıl açıklayacağız.</p>
<p>Güç ve kudret yalnız Allah Teâlâ’ya mahsustur.</p>
<p style="text-align:right;"><strong><em>İhramcızâde İsmail Hakkı</em></strong><strong> </strong></p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> İŞBİLEN YÜCEL, “Bulanık Regresyon: Türkiye’de 1980-2004 Döneminde Kayıt Dışı Ekonominin Bulanık Yöntemlerle Tahminine İlişkin Bir Uygulama”, İstanbul Üniversitesi Sosyal Bilimler Enstitüsü Ekonometri Anabilim Dalı Yüksek Lisans Tezi-217283; 2005; s.4-5</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KUSUR KİMDE?]]></title>
<link>http://nefsininefendisiol.wordpress.com/2009/11/05/kusur-kimde/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 10:34:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>nefsininefendisiol</dc:creator>
<guid>http://nefsininefendisiol.wordpress.com/2009/11/05/kusur-kimde/</guid>
<description><![CDATA[KUSUR KİMDE Eğer sen kardeşinde bir ayıp görüyorsan o, sende bulunan ayıbın aksinden ibarettir. Alem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>KUSUR KİMDE</p>
<p>Eğer sen kardeşinde bir ayıp görüyorsan o, sende bulunan ayıbın aksinden ibarettir. Alem de işte böyle ayna gibidir. &#8220;Mümin müminin aynasıdır.&#8221; (Hadis-i Şerif) Sen o ayıbı kendinden uzaklaştır. Çünkü ondan duyduğun üzüntü, kendinden duymuş olduğun üzüntüdür. Ondan incindiğin zaman kendinden incini&#8230;yorsun.<br />
Bir fili sulamak için, çeşmenin başına getirdiler. Fil, kendini suda görüp ürktü. Fakat başkasından ürktüğünü sanıyor ve kendinden ürktüğünü bilmiyordu. İşte kötülük, kin, kıskançlık, hırs, merhametsizlik, büyüklenme gibi bütün kötü huylar sende olduğu zaman incinmiyorsun, fakat onları başkasında görünce ürküyor ve inciniyorsun.</p>
<p>MEVLANA HZ.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TÜYAP'ı bilmek zorundamıyım ablacım?]]></title>
<link>http://bekirlyildirim.wordpress.com/2009/11/04/tuyapi-bilmek-zorundamiyim-ablacim/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 10:36:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bekir L. Yildirim</dc:creator>
<guid>http://bekirlyildirim.wordpress.com/2009/11/04/tuyapi-bilmek-zorundamiyim-ablacim/</guid>
<description><![CDATA[Gazetenin birinin muhabiri halkımızın ne kadar cahil olduğunu ispat için işe koyulmuş, sokaktaki ada]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Gazetenin birinin muhabiri halkımızın ne kadar cahil olduğunu ispat için işe koyulmuş, sokaktaki ada]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Madem ben yolun sonundayım..]]></title>
<link>http://bekirlyildirim.wordpress.com/2009/11/03/madem-ben-yolun-sonundayim/</link>
<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 08:41:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bekir L. Yildirim</dc:creator>
<guid>http://bekirlyildirim.wordpress.com/2009/11/03/madem-ben-yolun-sonundayim/</guid>
<description><![CDATA[Adı ve zamanını şu anda hatırlayamadığım bir dergide bir karikatür görmüştüm. Bir hippi gencin elind]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Adı ve zamanını şu anda hatırlayamadığım bir dergide bir karikatür görmüştüm. Bir hippi gencin elind]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ahlak : Sebarkan Salam...]]></title>
<link>http://iqbal1.wordpress.com/2009/11/02/salam/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 14:52:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>iqbal1</dc:creator>
<guid>http://iqbal1.wordpress.com/2009/11/02/salam/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Profesyonel olmak]]></title>
<link>http://esenkal.org/2009/10/30/profesyonel-olmak/</link>
<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 15:43:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>eesenkal</dc:creator>
<guid>http://esenkal.org/2009/10/30/profesyonel-olmak/</guid>
<description><![CDATA[Prof. Dr. İsmet BARUTÇUGİL Profesyonel olmak İş yaşamında profesyonellik kişisel anlamda olgunluğu, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Prof. Dr. İsmet BARUTÇUGİL</p>
<p>Profesyonel olmak</p>
<p><img class="alignnone" title="kkk" src="http://www.profesyonelblogcu.com/wp-content/uploads/2009/04/thumbnail-450-x-439-300x292.jpg" alt="" width="300" height="292" /></p>
<p>İş yaşamında profesyonellik kişisel anlamda olgunluğu, mesleki anlamda yetkinliği ifade eden bir kavramdır. Profesyonel insan, çalıştığı ortamda kişisel özellikleri ve mesleki yetenekleriyle kendisini kanıtlamıştır. Düşünce ve davranışlarıyla yerini ve görevini dolduran bir kişidir. Profesyoneller, bulundukları görevlerde kendilerinden beklenenleri karşılarlar ve kendilerine güvenenleri hayal kırıklığına uğratmazlar. Bunu sağlamak için her zaman sahiplenme ve sorumluluk duygularıyla hareket ederler.<br />
Profesyonel bir insanın işine ve mesleğine saygısı tamdır. Kendisine güvenir ve değer verir. İçsel motivasyonu yüksektir, mesleki ve kişisel anlamda sağlıklı ilişkiler kurar ve sürdürür.</p>
<p>Bir profesyonel, işinde ve özel yaşamında her zaman olumlu ve yapıcı düşünür. Olumlu bir zihinsel tutuma sahiptir. Başaracağına ve kazanacağına inanır. Kendisini, işini, çevresindeki insanları iyi ve olumlu yönleriyle görür. Onlara değer verir. Yaşam amaçlarını, kısa, orta ve uzun dönemli hedeflerini belirlemiştir. Ve onlara odaklanarak çalışır. Doğru işleri yapmakla, işlerini doğru yapmak arasındaki farkı bilmektedir. Gerçek bir profesyonel doğru işleri seçmek ve seçtiği işleri doğru yapmak konusunda yeteneklidir.</p>
<p>Profesyonelin bir diğer önemli özelliği zaman yönetimindeki başarısıdır. İşini zamanında bitirmeye, randevularına zamanında yetişmeye ve toplantılarda zamanı etkin kullanmaya büyük önem verir. Bunu kendisine, karşısındakine ve mesleğine duyduğu saygıyla yapar. Planlama ve kontrol yetenekleri gelişmiştir. Kendisini tanımaktadır ve duygularını yönetmeyi de çok iyi bilmektedir.</p>
<p>Profesyoneller mesleklerinin ahlaki değerlerine sahip çıkarlar. Kendilerini ve mesleklerini olumsuz etkileyecek her türlü davranıştan kaçınırlar. Haksız eleştirilere tepki verirler, haklı oldukları yerlerde de haklarını sonuna kadar korurlar.</p>
<p>Gerçek bir profesyonel çalıştığı ortamdaki dengeleri bilen, politik ilişkileri çözümleyebilen ve güç kaynaklarını etkili kullanabilen kişidir. Gerçek bir profesyonel kişisel ve mesleki yetkinliklerini birlikte çalıştığı ekip arkadaşlarıyla birleştirerek ve zenginleştirerek kullanabilme yeteneğine de sahiptir.</p>
<p>Gerektiğinde öncelik alabilme, kararlar verebilme ve bunların sorumluluklarını taşıyabilme cesaretine sahiptir. Gerekli olduğunda da iyi bir ekip üyesi olarak görev ve sorumlulukları paylaşabilmektedir. Kendisine, mesleğine ve organizasyonuna duyduğu saygı nedeniyle gerçek bir profesyonelin kendini geliştirme çabaları da süreklidir. Her zaman daha iyi olmak için yollar olduğunu bilir. Kişisel ve mesleki gelişimi için zaman ve para harcar.</p>
<p>Bir profesyoneli tanımlayan bu açıklamalardan sonra çevremize baktığımızda gerçek profesyonellerin son derece az olduğunu görmek üzücüdür. Ne yazık ki kendisini profesyonel olarak tanımlayan birçok kişi düşünce ve davranış olarak profesyonellikten son derece uzaktır. Kendine güveni kibirden öte değildir. İşine ve mesleğine gösterdiği ilgi çıkarcı, kurumuna bağlılığı ise, göstermelik ve fırsatçıdır.</p>
<p>Bu tür insanlar başkalarını eleştirerek ve suçlayarak kendilerini ön plana çıkarmayı, araya mesafe koyarak farklı olmayı, insanları küçümseyerek yükselmeyi profesyonellik olarak görürler. Profesyonellik adına pahalı giysilerle imaj yaratmaya çalışırlar. Saldırgan ses tonu, mesafeli beden dili ve baskıcı davranışlarla da ne kadar profesyonel olduklarını (!) gösterirler. Gerekmediği durumlarda da jargon kullanarak profesyonel oldukları izlenimini yaratmaya çalışırken iletişim beceriksizliklerini ortaya koymaktadırlar.</p>
<p>Karşısındakinin anlayamadığı teknik terimleri sıkça kullanarak ve Türkçe karşılığı olmasına karşın yabancı sözcüklerle konuşarak profesyonel yönetici imajı verdiklerini düşünürler. Çalıştıkları kuruma saygıları ve bağlılıkları gerçekte düşüktür. Çok sık iş değiştirmelerini profesyonellik olarak tanımlarlar. İş görüşmelerinde sık iş değişikliğinin nedeni sorulduğunda cevapları çoğu kez “Ben bir profesyonelim“ olmaktadır ve bu cevap da onların profesyonelliğin gerçek anlamını bilmediğini kanıtlamaktadır.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Değişim ve eşyanın tabiatı]]></title>
<link>http://bekirlyildirim.wordpress.com/2009/10/30/degisim-ve-esyanin-tabiati/</link>
<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 10:08:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bekir L. Yildirim</dc:creator>
<guid>http://bekirlyildirim.wordpress.com/2009/10/30/degisim-ve-esyanin-tabiati/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Newton&#8217;un I. Hareket Kanunu&#8221; denir fizikte. Hereket halindeki cisim hareket halin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[&#8220;Newton&#8217;un I. Hareket Kanunu&#8221; denir fizikte. Hereket halindeki cisim hareket halin]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
