<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>ajaran &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/ajaran/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "ajaran"</description>
	<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 13:26:32 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Tahun Baru, Dosa Baru]]></title>
<link>http://laylaysugoi.wordpress.com/2009/12/28/tahun-baru-dosa-baru/</link>
<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 04:51:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>laylay</dc:creator>
<guid>http://laylaysugoi.wordpress.com/2009/12/28/tahun-baru-dosa-baru/</guid>
<description><![CDATA[Tidak terasa perjalanan hidup kita di pergantian tahun 2009 ini tinggal menghitung detik saja. Perga]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote><p>Tidak terasa perjalanan hidup kita di pergantian tahun 2009 ini tinggal menghitung detik saja. Pergantian tahun biasanya disambut dengan berbagai perayaan. Perayaan tahun baru identik dengan anak muda, meskipun sebenarnya juga ada beberapa orang tua atau bahkan kyai yang juga ikut-ikutan merayakan tahun baru ini, dengan cara yang berbeda tentunya. Ada banyak jenis acara yang digunakan orang untuk menyambut datangnya tahun baru, dari yang berbau anak kecil, anak muda, anak tua (orang tua maksudnya), para preman, anak jalanan, atau juga para pengemban ilmu dan juru dakwah. Saking banyaknya jenis, macam, model, atau juga species acara itu, banyak juga yang lebih mengarah pada kesalahan atau kekeliruan-kekeliruan dan pastinya berakibat dosa tentunya. Apa sajakah itu?</p></blockquote>
<h2>1. Menjadikan Awal Tahun Baru sebagai Hari Perayaan, Hari Besar, atau Hari Raya.</h2>
<p>Ikhwah sekaliah tahu ga? Kalau merayakan tahun baru Masehi sebenarnya bukan merupakan tradisi dari ajaran Islam. Meskipun jutaan atau miliaran umat Islam sedunia sekarang merayakan tahun baru Masehi dengan sukacita dan lupa diri larut dalam gemerlap pesta kembang api, dll.. bukan berarti bahwa merayakannya adalah sesuatu yang halal karena kebanyakan kaum muslimin merayakannya.</p>
<p>Na&#8217;am, sekadar tahu saja ya.. tahun baru Masehi itu sebenarnya berhubungan dengan keyakinan agama Nasrani. Orang yang pertama membuat penanggalan kalender adalah seorang kaisar Romawi yaitu Gaisus Julius Caesar. Pada perkembangannya, ada seorang pendeta Nasrani yang bernama Dionisius yang kemudian &#8216;memanfaatkan&#8217; penemuan kalender ini sebagai penanggalan yang didasarkan pada tahun kelahiran Yesus Kristus. Itu sebabnya, penanggalan tahun setelah kelahiran Yesus Kristus diberi Masehi. Sementara untuk sebelum zaman prasejarahnya SM (Sebelum Masehi).</p>
<p>Di zaman Romawi, pesta tahun baru ini adalah untuk menghormati Dewa Janus Bangsa Roma. Mereka berharap dengan dimulainya tahun yang baru, kesalahan-kesalahan di masa lalu dapat dimaafkan. Sebagai penebus dosa, tahun baru juga ditandai dengan tukar hadiah. Lama kelamaan akhirnya perayaan ini diwajibkan oleh pemimpin gereja sebagai satu perayaan &#8220;suci&#8221; sepaket dengan Natal. Itulah sebabnya mengapa kalo ucapan Natal dan Tahun Baru dijadikan satu : <em>&#8220;Merry Christmas and Happy New Year</em>&#8220;.</p>
<p>Nah, jadi sangat jelas bukan, bahwa apa yang ada saat ini, merayakan tahun baru Masehi bukan berasal dari budaya kita, kaum Muslimin. Tapi sangat erat dengan keyakinan dan ibadah kaum Nasrani. Jangankan yang sudah jelas perayaan keagamaan seperti Natal, yang masih bagian ritual mereka seperti tahun baru Masehi dan ada hubungannya serta dianggap suci aja, sudah hukumnya haram dilakukan seorang muslim. Why? Di antara ayat yang menyebutkan secara khusus larangan menyerupai hari-hari besar mereka adalah firman Allah Subhanahu wa Ta&#8217;alla:</p>
<p><em>&#8220;Dan orang-orang yang tidak menyaksikan az-zuura&#8221;</em> <strong>(QS. Al Furqaan [25]:72)</strong></p>
<p>Ayat ini berkaitan dengan salah satu sifat para hamba Allah yang beriman. Ulama-ulama salaf seperti Ibnu Sirin, Mujahid, dan ar-Rabi&#8217; bin Anas menafsirkan kata <em>&#8220;az-Zuura&#8221;</em> (dalam ayat di atas) sebagai hari-hari besar orang kafir. Jadi seorang yang beriman tidak boleh merayakan hari-hari besar agama orang kafir karena Islam udah punya hari raya sendiri, sebagaimana dalam hadits shahih dari Anas bin Malik ra, beliau berkata, saat Rasulullahu Shalallahu &#8216;Alaihi wassalam datang ke Madinah, mereka memiliki dua hari besar (&#8216;Ied) untuk bermain-main. Lalu beliau bertanya, <em>&#8220;Dua hari untuk apa ini?&#8221;</em> Mereka menjawab, <em>&#8220;Dua hari di mana kami sering bermain-main di masa Jahilliyah&#8221;.</em> Lantas beliaw saw bersabda, <em>&#8220;Sesungguhnya Allah telah menggantikan bagi kalian untuk keduanya hari yang lebih baik dari keduanya : Iedul Adha dan Iedhul Fithri&#8221;</em> <strong>(Dikeluarkan oleh Imam Ahmad di dalam Musnadnya, No.11595, 13058, 13210)</strong></p>
<p>Apakah boleh kita merayakan tahun baru kalau niatnya bukan menghormati kelahiran Yesus Kristus dalam keyakinan agama Nasrani? Ya sekedar senang-senang saja gitu, sekedar refreshing. Untuk itu, ada baiknya kita simak ucapan Umar Ibn Khaththab ini :</p>
<p><em>&#8220;Janganlah kalian mengunjungi kaum musyrikin di gereja-gereja (rumah-rumah ibadah) mereka pada hari besar mereka karena sesungguhnya kemurkaan Allah akan turun atas mereka&#8221;</em> <strong>(Dikeluarkan oleh Imam al-Baihaqy No.18640)</strong>.</p>
<p>Umar ra. berkata lagi, <em>&#8220;Hindarilah musuh-musuh Allah pada momentum hari besar mereka&#8221;</em> <strong>(ibid, No 186461)</strong>.</p>
<p>Dalam keterangan lain, seperti dari Abdullah bin Amr bin al-Ash ra., dia berkata, <em>&#8220;Barangsiapa yang berdiam di negeri-negeri orang asing, lalu membuat tahun baru dan festival seperti mereka serta menyerupai mereka hingga dia mati dalam kondisi demikian, maka kelak dia akan dikumpulkan pada hari kiamat bersama mereka&#8221;</em><strong><em> </em>(&#8216;Aun al-Ma&#8217;bud Syarh Sunan Abi Daud, Syarh hadits no.3512).</strong></p>
<p>Nah, berkaitan dengan larangan menyerupai suatu kaum (baik ibadahnya, adat-istiadatnya, juga gaya hidupnya), Rasulullah Shalallahu &#8216;Alaihi wassalam bersabda, <em>&#8220;Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka</em>&#8220;<strong> (HR. Imam Ahmad dalam Musnadnya jilid II, hlm.50)</strong>.</p>
<p><em>At-Tasyabbuh</em> secara bahasa diambil dari kata <em>al-musyabahah</em> yang berarti meniru, mencontoh, menjalin atau mengaitkan diri, dan mengikuti. <em>At-Tasybih</em> berarti peniruan. Dan mutasyabihah berarti <em>mutamtsilat</em> (serupa). Dikatakan artinya serupa dengannya, meniru, dan mengikutinya. <em>Tasyabbuh</em> yang dilarang dalam al-Qur&#8217;an dan as-Sunnah secara syar&#8217;i adalah menyerupai orang-orang kafir dalam segala bentuk dan sifatnya, baik dalam aqidah, peribadatan, kebuadayaan, atau dalam pola tingkah laku yang menunjukkan ciri khas mereka.</p>
<h2>2. Praktik Tabdzir atau Pemborosan</h2>
<p>Praktik tabdzir atau pemborosan membuang uang biasanya dilakukan dengan membeli berbagai jenis kembang api yang harganya pasti sangat mahal. Jika saja uang pembeli kembang api dikumpulkan dan disantunkan kepada anak yatim, tentunya akan lebih bermanfaat untuk menyambung hidup mereka minimal untuk esok hari.</p>
<p>Ikhwani fidien.. berhura-hura itu tidak baik lho. Akan lebih baik jika dihindari dan ditinggalkan. Allah telah mengingatkan dengan gamblangnya dalam QS Al Isra&#8217; ayat 26-27 : <em>&#8220;&#8230;, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros itu adalah saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya&#8221; </em></p>
<p>Itu sebabnya, Rasulullah Shalallahu &#8216;Alaihi wassalam mewanti-wanti tentang dua hal yang bikin manusia lupa diri. Sabda beliau Shalallahu &#8216;Alaihi wassalam :</p>
<p><em>&#8220;Ada dua ni&#8217;mat, dimana manusia banyak tertipu di dalamnya; kesehatan dan kesempatan&#8221;</em> <strong>(HR.Bukhari)</strong></p>
<h2><strong>3. Menyuburkan Kemaksiatan</strong></h2>
<p>Perayaan tahun baru sangat potensial menyuburkan praktik kemaksiatan. Lihatlah di jalan raya, betapa banyak pasangan remaja yang mayoritas bukan mahram berpelukan di atas roda dua berkeliling kota dengan sangat gembira, berpacaran, arak-arakan di jalan raya. Baik jalan kaki maupun berkendara, tiup terompet, dan pesta kembang api udah biasa digelar. Di malam itu, yang ada hanyalah kesenangan. Bahkan mungkin tidak hanya di jalan, seperti pesta lain yang dilakukan di tempat gelap atau malah berpesta di kamar hotel. Kalau ini ni namanya tahun baru, dosa baru. Tapi kenyataannya, ternyata banyak di antara kita malah merayakan tahun baru Masehi dengan melakukan aktivitas maksiat.</p>
<h2><strong>4. Mengamalkan Do&#8217;a Awal dan Akhir Tahun</strong></h2>
<p>Amalan ini secara sekilas memang terlihat baik dan islami sekali. Biasanya orang berpendapat, &#8220;tujuannya kan baik, ketimbang merayakan dengan hura-hura, pesta-pesta, tiup terompet dll&#8230; kan lebih baik ini&#8221;, akan tetapi ya akhy, ya ukhty.. saudaraku yang aku sayangi, kita perlu mengetahui  syari&#8217;at Islam ini bukan semata-mata diamalkan berdasarkan tujuan yang baik. Agama ini tegak berdasarkan syari&#8217;at, tuntunan Allah dan RasulNya.</p>
<p>Amalan seperti ini sebenarnya tidak ada tuntunannya sama sekali. Amalan ini tidak pernah dilakukan oleh Nabi Shalallahu &#8216;Alaihi wassalam, para sahabat, tabi&#8217;in dan ulama-ulama besar lainnya. Amalan ini juga tidak kita temui pada kitab-kitab hadits atau musnad. Bahkan do&#8217;a tersebut tidak disebutkan baik dalam kitab musnad maupun kumpulan hadits mauhu&#8217; sekalipun.</p>
<h2><strong>5. Puasa Awal dan Akhir Tahun</strong></h2>
<p>Amalan puasa ini juga tidak ada tuntunannya sama sekali lho! Bahkan hadits yang menjelaskan fadhilah keutamaan amalan ini adalah hadits dari para pendusta dan pemalsu hadits., sebagaimana dikatakan oleh Imam al-Fatani dalam Tadzkiratul Maudhu&#8217;at. Jadi amalan ini tidak perlu diamalkan karena tidak ada tuntunan.</p>
<h2>6. Kesyirikan Merajalela</h2>
<p>Di antara bebeapa kesalahan yang ditulis di atas, ada yang paling parah yaitu perilaku syirik atau percaya kepada ramalan semisal astrologi dan sejenisnya. Di dunia selebriti misalnya, paranormal langsung digunakan untuk meramal nasib atau hoki mereka di 2010 nanti. Sehingga pihak yang ikutan heboh kalau menyambut tahun baru begini adalah para dukun dan tukang ramal. Jampi dan mantera mereka dipercaya sebagian besar masyarakat amput untuk bekal kesuksesan  dan keberhasilan di tahun depan.</p>
<p>Celakanya, banyak yang percaya dengan bualannya sang paranormal. Padahal Rasulullah Shalallahu &#8216;Alaihi wassalam bersabda, melalui jalan sahabat Abu Hurairah :</p>
<p><em>&#8220;Barang siapa yang mendatangi dukun dan ia mempercayai apa yang dikatakannya, maka sesungguhnya ia telah kafir (ingkar) dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad.</em>&#8221; <strong>(HR. Abu Dawud)</strong></p>
<p><strong><span style="font-weight:normal;">-disadur dari Buletin Husnul Khotimah Tahun V/Edisi 89-</span></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ada Apa Dibalik Pernikahan ? ]]></title>
<link>http://sofiansukentes.wordpress.com/2009/11/24/ada-apa-dibalik-pernikahan/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 08:24:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>sofiansukentes</dc:creator>
<guid>http://sofiansukentes.wordpress.com/2009/11/24/ada-apa-dibalik-pernikahan/</guid>
<description><![CDATA[Nikah. Untuk satu kata ini, banyak pandangan sekaligus komentar yang berkaitan dengannya. Bahkan seh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Nikah. Untuk satu kata ini, banyak pandangan sekaligus komentar yang berkaitan dengannya. Bahkan sehari-hari pun, sedikit atau banyak, tentu pembicaraan kita akan bersinggungan dengan hal yang satu ini. Tak terlalu banyak beda, apakah di majelisnya para lelaki, pun di majelisnya wanita. Sedikit diantara komentar yang bisa kita dengar dari suara-suara di sekitar, diantaranya ada yang agak sinis, yang lain merasa keberatan, menyepelekan, atau cuek-cuek saja.</p>
<p>Mereka yang menyepelekan nikah, bilang &#8220;Apa tidak ada alternatif yang lain selain nikah ?&#8221;, atau &#8220;Apa untungnya nikah?&#8221;.</p>
<p>Bagi yang merasa berat pun berkomentar &#8220;Kalau sudah nikah, kita akan terikat alias tidak bebas&#8221;, semakna dengan itu &#8220;Nikah ! Jelasnya bikin repot, apalagi kalau sudah punya anak&#8221;.</p>
<p>Yang lumayan banyak &#8216;penggemarnya&#8217; adalah yang mengatakan &#8220;Saya pingin meniti karier terlebih dahulu, nikah bagi saya itu gampang kok&#8221;.</p>
<p>Terakhir, para orang tua pun turut memberi nasihat untuk anak-anaknya &#8220;Kamu nggak usah buru-buru menikah, cari duit dulu yang banyak&#8221;.</p>
<p>Ironisnya bersamaan dengan banyak orang yang &#8216;enggan&#8217; nikah, ternyata angka perzinaan atau &#8216;kecelakaan&#8221; semakin meninggi ! Itu beberapa pandangan orang tentang pernikahan. Tentu saja tidak semua orang berpandangan seperti itu. Sebagai seorang muslim tentu kita akan berupaya menimbang segalanya sesuai dengan kaca mata islam. Apa yang dikatakan baik oleh syariat kita, pastinya baik bagi kita. Sebaliknya, bila islam bilang sesuatu itu jelek pasti jelek bagi kita. Karena pembuat syariat, yaitu Allah adalah yang menciptakan kita, yang tentu saja lebih tahu mana yang baik dan mana yang buruk bagi kita.</p>
<p>Persoalan yang mungkin muncul di tengah masyarakat kita sehingga timbul berbagai komentar seperti di atas, tak lepas dari kesalahpahaman atau ketidaktahuan seseorang tentang tujuan nikah itu sendiri.</p>
<p>Nikah di dalam pandangan islam, memiliki kedudukan yang begitu agung. Ia bahkan merupakan sunnah (ajaran) para nabi dan rasul, seperti firman Allah :</p>
<p>&#8220;dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan&#8221; (QS Ar-ra&#8217;d : 38)</p>
<p>Sedikit memberikan gambaran kepada kita, nikah di dalam ajaran islam memiliki beberapa tujuan yang mulia, diantaranya :</p>
<ul>
<li>Nikah dimaksudkan      untuk menjaga keturunan, mempertahankan kelangsungan generasi manusia. Tak      hanya untuk memperbanyak generasi saja, namun tujuan dari adanya      kelangsungan generasi tersebut adalah tetap tegaknya generasi yang akan      membela syariat Allah, meninggikan dienul islam , memakmurkan alam dan      memperbaiki bumi.</li>
<li>Memelihara      kehormatan diri, menghindarkan diri dari hal-hal yang diharamkan,      sekaligus menjaga kesucian diri.</li>
<li>Mewujudkan maksud pernikahan      yang lain, seperti menciptakann ketenangan, ketenteraman. Kita bisa      menyaksikan begitu harmoninya perpaduan antara kekuatan laki-laki dan      kelembutan seorang wanita yang diikat dengan tali pernikahan, sungguh      merupakan perpaduan yang begitu sempurna.</li>
</ul>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BILA AGAKNYA MELAYU AKAN SEDAR MEREKA DITIPU]]></title>
<link>http://papanputih.wordpress.com/2009/11/22/bila-agaknya-melayu-akan-sedar-mereka-ditipu/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 04:23:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>Papan Putih</dc:creator>
<guid>http://papanputih.wordpress.com/2009/11/22/bila-agaknya-melayu-akan-sedar-mereka-ditipu/</guid>
<description><![CDATA[PROJEK PEMBODOHAN ORANG MELAYU . United Malays National Organisation berkhayal bahawa gerombolan mer]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h4><span style="color:rgb(51,51,51);">PROJEK PEMBODOHAN ORANG MELAYU</span></h4>
<p><span style="color:rgb(51,51,51);"><span style="color:rgb(255,255,255);">.</span><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">United Malays National Organisation berkhayal bahawa gerombolan mereka sahaja yang mewakili Orang Melayu. Ini sebenarnya satu dongeng. Kesah dongeng ini sengaja disebarkan untuk membodohkan fikrah orang Melayu.</p>
<p style="text-align:justify;">Projek pembodohan Melayu ini adalah sebahagian dari strateji politik United Malays National Organisation. Selama lebih dari 50 tahun proses pembodohkan ini telah dilakukan. United Malays National Organisation amat amat sedar tanpa projek pembodohan ini mereka akan hilang kuasa untuk memerintah.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignright" title="Mengadap Duli" src="http://www.kosmo.com.my/kosmo/pix/2009/1027/Kosmo/Negara/ne_07.1.jpg" alt="" height="202" width="263">Kalau di zaman feudal dahulu – orang-orang Melayu dibodohkan dengan pelbagai dongeng tentang daulat raja, tentang hikmat raja, tentang kehebatan raja, tentang ilmu raja atau tentang raja yang mewakili tuhan di bumi ini. Ini semuanya dongeng. Semua ini adalah sebahagian dari projek membodohkan Melayu.</p>
<p style="text-align:justify;">United Malays National Organisation tidak mahu orang Melayu memiliki fikrah dan berkeupayaan untuk berfikir secara bebas. Susuk yang memiliki fikrah dan berkeupayaan berfikir secara bebas pasti akan menjauhkan diri dari gerombolan ini. Manusia yang berfikir akan berkeupayaan untuk melihat tipu belit yang sedang dijalankan oleh gerombolan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Projek pembodohan ini ada yang dijalankan dengan licik sehingga tidak dapat dilihat. Ada pula projek ini yang amat jelas dapat dilihat. Projek pembodohkan yang licik dan yang terang berjalan serentak untuk membonsaikan akal fikrah manusia Melayu.</p>
<p style="text-align:justify;"><b>Cara Pertama</b>:</p>
<p style="text-align:justify;">Menakut-nakutkan Melayu tentang bahaya orang asing. Orang asing yang dimaksudkan oleh gerombolan ini tidak lain dan tidak bukan ialah orang China. Orang-orang China akan dijadikan ‘hantu’ untuk terus menakut-nakutkan orang Melayu.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan ditimbulkan pelbagai cerita untuk membuktikan bahawa ekonomi negara ini dimiliki oleh orang China. Racun bencikan China ini telah memandulkan fikrah orang Melayu untuk melihat dengan jelas bahawa wujud persekongkolan yang maha intim antara kroni gerombolan United Malays National Organisation dengan para cukong China.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignright" title="Money" src="http://3.bp.blogspot.com/_5hd7oe3kKow/Sh7CWGzm_bI/AAAAAAAAA30/r8AixemmQ_I/s400/make-money-sign.jpg" alt="" height="186" width="252">Para cukong China yang membuat harta kekayaan sebenarnya bekerjasama dengan gerombolan United Malays National Organisation. Kerjasama mereka seperti Abang dengan Adik.</p>
<p style="text-align:justify;">Cuba kita kembali kepada kes Bank Bumiputera yang lingkup pada tahun 80’an dahulu. Nama seperti Hashim Shamsuddin dan Lorraine Osman akan muncul. Ini akan diikuti dengan nama George Tan. Siapakah Loraine Osman ini? Maloan ini tidak lain dan tidak bukan ialah bendahari gerombolan sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini hanyalah satu contoh dari bejuta juta contoh yang lain. Ini belum lagi diambil kira kes PKFZ, Bakun, Pewaja, Formula 1, Moonson Cup, KLCC – dimana wujud kerjasama antara gerombolan dengan ‘orang asing’ untuk menjarah negara.</p>
<p style="text-align:justify;"><b>Cara ke dua</b>:</p>
<p style="text-align:justify;">Menyebar berita dongeng bahawa sesiapa yang menentang United Malays National Organisation bererti menentang raja dan monarki. Ini bukan sahaja dongeng tetapi cerita lawak.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang-orang Melayu sengaja dibodohkan dan tidak diarifkan untuk memahami bahawa melawan/menentang/mengkrtitik sistem monarki ini bukan sesuatu yang pelik atau menghairankan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam sejarah negara Arab banyak raja-raja dalam telah dichampakkan ke dalam tong sampah sejarah. Raja Feisal dari Iraq, Raja Farouk dari Mesir, Raja Idris dari Libya, Raja dari Segala Raja Ahmad Reza Pahlevi dari Iran – semuanya dihumbankan. Justeru – menentang monarki bukan sesuatu yang asing dalam sejarah tamadun manusia. Malah menentang monarki adalah tindakan progresif dan maju.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi orang Melayu sengaja dibodohkan agar terus terperangkap untuk tunduk melutut tanpa berfikir. Orang Melayu tidak diberi kefahaman yang jelas bahawa : menjunjung ke bawah duli itu ertinya menjunjung tapak kaki. Orang Melayu tidak diberitahu bahawa : pacal itu ertinya anak anjing.</p>
<p style="text-align:justify;">Patek pacal yang hina menyembah duli tuanku bermakna : saya ini anak anjing yang hina menjunjung tapak kaki kamu. Bukan kah ini kerja bodoh dan memperbodohkan diri sendiri. Kenapa orang Melayu dibodohkan sebagini. Kenapa orang Melayu mahu menjadi bodoh dan terus dibodohkan.</p>
<p style="text-align:justify;"><b>Cara ketiga</b>:</p>
<p style="text-align:justify;">Sesiapa yang menentang United Malays National Organistion di katakan menentang Islam. Ini juga adalah projek membodohkan orang Melayu. Bagaimana menentang gerombolan ini disangkut pautkan dengan agama tidak pula dilakar dengan jelas.</p>
<p style="text-align:justify;">Islam ialah agama kepercayaan. Manakala United Malays National Organistion adalah satu gerombolan politik. Islam telah wujud 1500 tahun dahulu. Gerombolan yang beroperasi hari ini hanya wujud semenjak tahun 1988 dahulu. Manusia Melayu telah menganut Islam 500 tahun dahulu dan tidak ada sangkut paut dengan United Malauys National Organisation.</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia Melayu menganut Islam bukan kerana United Malays National Organisation. Mereka menganut Islam kerana satu kepercayaan agama.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi orang Melayu di Malaysia ini terus ditakut-takutkan seolah-olah gerombolan ini adalah wakil tuhan di atas bumi ini. Ini karut. Tidak ada sesiapa yang mewakili tuhan diatas bumi ini. Menentang United Malays National Organisation bukan menentang agama, bukan menentang Islam dan bukan menentang Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang Maha Esa tidak pernah melantik United Malays National Organistion untuk menjadi wakil. Malah Yang Maha Esa tidak juga melantik Pope, Sami, Dalai, Ayahtollah, Padri, Rabbai – untuk menjadi wakil.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang terjadi ialah para agamawan ini adalah orang-orang yang beramal dan beribadat. Mereka mengikut selurus dan setepat mungkin ajaran-ajaran dari kitab-kitab suci. Semua mereka adalah manusia yang sama seperti Mak Cik dan Pak Cik di Felda Sungai Rokan – bezanya mereka boleh befikir dan berilmu.</p>
<p style="text-align:justify;"><b>Ahkirnya</b>:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://papanputih.wordpress.com/files/2009/11/projek-bn11.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-228" title="Projek BN" src="http://papanputih.wordpress.com/files/2009/11/projek-bn11.jpg?w=300" alt="" height="134" width="362"></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Projek pembodohan Melayu ini telah dibudayakan. Ini bererti ianya telah menjadi sebahagian dari proses budaya pemikiran Melayu. Lembaga-lembaga daulah yang wujud telah diarahkan untuk terus menjalankan projek pembodohan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Kaedah pembelajaran dan media adalah dua lembaga yang digunakan untuk projek membodohkan Melayu. Media Melayu jika dibandingkan dengan media yang bukan Melayu amat ketara bezanya. Tahap laporan berita, tahap tulisan rencana, tahap soal jawab agama dalam media Melayu – semuanya memiliki nilai bodoh yang amat tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagitu kaedah permbelajaran dan keilmuan. Anak-anak muda Melayu terus diperbodohkan dalam sistem pembelajaran yang sedia wujud. Justeru kerana itu ibu bapa dalam masyarakat China tidak mahu anak anak mereka masuk ke sekolah aliran Melayu. Mereka tidak mahu anak anak mereka jadi bodoh. Dalam masa yang sama , makin ramai ibu bapa Melayu telah mula menghantar anak-anak mereka ke sekolah aliran China. Di sekolah aliran bukan Melayu masih ada peluang untuk anak-anak sekolah ini diajar untuk berfikir bukan diajar untuk menjadi bodoh.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemelut politik hari ini adalah hasil dari projek pembodohan orang Melayu. Masih ramai lagi orang Melayu yang bodoh sehingga mereka gagal untuk membezakan apa yang betul dan apa yang salah. Apa yang hak dan apa yang batil. Projek bodoh ini telah juga memesongkan nilai budaya orang Melayu.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang Melayu yang telah dibodohkan gagal melihat bahaya rasuah malah mereka dengan bangga akan mengangkat pemimpin pengamal rasuah. Orang Melayu yang telah berjaya dibodohkan gagal melihat bagaimana sistem kehakiman dan keadilan dalam negara ini boleh dijual beli. Mereka ini terus ingin menjadi bodoh.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang Melayu yang ingin terus menjadi bodoh ini gagal melihat pembunuh, pencolek, pengambil rasuah – bukan satu pekerjaan salah. Budaya songsang lagi bodoh ini melihat kejahatan itu baik dan suci kerana ianya dilakukan oleh manusia Melayu beragama Islam yang memiliki kad gerombolan United Malays National Organisation.<b>(TT)</b></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kunci Kunci Kemenangan]]></title>
<link>http://uungsupra.wordpress.com/2009/11/20/kunci-kunci-kemenangan/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 03:43:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>uungsupra</dc:creator>
<guid>http://uungsupra.wordpress.com/2009/11/20/kunci-kunci-kemenangan/</guid>
<description><![CDATA[Sejarawan Inggris, Sir William Muir, melalui bukunya yang termasyur, Rise, Decline and Fall of the C]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://uungsupra.wordpress.com/files/2009/11/kuncii-kunci-kemenangan.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-777" title="kuncii-kunci kemenangan" src="http://uungsupra.wordpress.com/files/2009/11/kuncii-kunci-kemenangan.jpg" alt="" width="420" height="137" /></a></p>
<p>Sejarawan Inggris, Sir William Muir, melalui bukunya yang termasyur, <strong><em>Rise, Decline and Fall of the Caliphate,</em></strong> mencatat bahwa setelah penaklukan Mesopotamia, seorang jenderal Arab bernama Zaid memohon izin Khalifah Umar bin Khatab untuk mengejar tentara Persia yang melarikan diri ke Khurasan. Keinginan jenderalnya itu ditolak Umar dengan berkata, &#8221; <strong><em>Dataran Irak sudah memenuhi keinginan kita. Saya lebih menyukai keselamatan bangsaku</em></strong> dari pada ribuan barang rampasan dan melebarkan wilayah penaklukkan. Muir mengomentarinya demikian: &#8221; <strong><em>Pemikiran melakukan misi yang meliputi seluruh dunia masih merupakan suatu embrio, kewajiban untuk memaksakan agama Islam melalui peperangan <!--more-->belum lagi timbul dalam pikiran orang Muslimin.&#8221; </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong><strong><em>Islam sempat dituduh menyebarluaskan dirinya melalui ujung pedang. Tapi riset sejarah modern yang dilakukan kemudian membuktikan bahwa perang yang dilakukan orang Muslim selama kekhalifahan Khulafaurrosyidin adalah untuk mempertahankan diri. </em></strong></p>
<p> Pada tahun 634 M, pernah terjadi pertempuran dahsyat antara pasukan Islam dan Romawi di dataran Yarmuk. <em>Pihak Romawi mengerahkan 300.000 tentaranya, sedangkan tentara Muslimin hanya 46.000 orang. Walaupun tidak terlatih dan berperlengkapan buruk, pasukan Muslimin yang bertempur dengan gagah berani akhirnya berhasil mengalahkan tentara Romawi.</em> Sekitar 100.000 orang serdadu Romawi tewas sedangkan di pihak Muslimin tidak lebih dari 3000 orang yang tewas dalam pertempuran itu. <em>Ketika Caesar diberitakan dengan kekalahan di pihaknya, dengan sedih ia berteriak: &#8220;Selamat tinggal Syria,&#8221; dan dia mundur ke Konstantinopel. </em></p>
<p> Beberapa prajurit yang melarikan diri dari medan pertempuran Yarmuk, mencari perlindungan di antara dinding-dinding benteng kota Yerusalem. Kota dijaga oleh garnisun tentara yang kuat dan mereka mampu bertahan cukup lama. <strong><em>Akhirnya uskup agung Yerusalem mengajak berdamai, tapi menolak menyerah kecuali langsung kepada Khalifah sendiri. Umar mengabulkan permohonan itu, menempuh perjalanan di Jabia tanpa pengawalan dan arak-arakan kebesaran, kecuali ditemani seorang pembantunya.</em></strong> Ketika Umar tiba di hadapan uskup agung dan para pembantunya, Khalifah menuntun untanya yang ditunggangi pembantunya. Para pendeta Kristen lalu sangat kagum dengan sikap rendah hati Khalifah Islam dan penghargaannya pada persamaan martabat antara sesama manusia. <strong><em>Uskup agung dalam kesempatan itu menyerahkan kunci kota suci kepada Khalifah dan kemudian mereka bersama-sama memasuki kota.</em></strong> Ketika ditawari bersembahyang di gereja Kebaktian, Umar menolaknya dengan mengatakan: &#8220;Kalau saya berbuat demikian, kaum Muslimin di masa depan akan melanggar perjanjian ini dengan alasan mengikuti contoh saya.&#8221; Syarat-syarat perdamaian yang adil ditawarkan kepada orang Kristen. Sedangkan kepada orang-orang Yahudi, yang membantu orang Muslimin, hak milik mereka dikembalikan tanpa harus membayar pajak apa pun.</p>
<p> Penaklukan Syria sudah selesai. Seorang sejarawan terkenal mengatakan: <strong><em>&#8220;Syria telah tunduk pada tongkat kekuasaan Khalifah, 700 tahun setelah Pompey menurunkan tahta raja terakhir Macedonia.</em></strong> Setelah kekalahannya yang terakhir, orang Romawi mengaku takluk, walaupun mereka masih terus menyerang daerah-daerah Muslimin. Orang Romawi membangun sebuah rintangan yang tidak bisa dilalui, antara daerahnya dan daerah orang Muslim. Mereka juga mengubah sisa tanah luas miliknya di perbatasan Asia menjadi sebuah padang pasir. Semua kota di jalur itu dihancurkan, benteng-benteng dibongkar, dan penduduk dipaksa pindah ke wilayah yang lebih utara. Demikianlah keadaannya apa yang dianggap sebagai perbuatan orang Arab Muslim yang biadab sesungguhnya hasil kebiadaban Byzantium. <strong><em>Namun kebijaksanaan bumi hangus yang sembrono itu ternyata tidak dapat menghalangi gelombang maju pasukan Muslimin. Dipimpin Ayaz yang menjadi panglima, tentara Muslim melewati Tarsus, dan maju sampai ke pantai Laut Hitam.</em></strong></p>
<p> Menurut sejarawan terkenal, Baladhuri, tentara Islam seharusnya telah mencapai Dataran Debal di Sind. Tapi, kata Thabari, Khalifah menghalangi tentaranya maju lebih ke timur dari Mekran.</p>
<p> Suatu penelitian pernah dilakukan untuk menunjukkan faktor-faktor yang menentukan kemenangan besar operasai militer Muslimin yang diraih dalam waktu yang begitu singkat. Kita ketahui, selama pemerintahan khalifah yang kedua, orang Islam memerintah daerah yang sangat luas. Termasuk di dalamnya Syria, Mesir, Irak, Parsi, Khuzistan, Armenia, Azerbaijan, Kirman, Khurasan, Mekran, dan sebagian Baluchistan. Pernah sekelompok orang Arab yang bersenjata tidak lengkap dan tidak terlatih berhasil menggulingkan dua kerajaan yang paling kuat di dunia. <strong><em>Apa yang memotivasikan mereka? Ternyata, ajaran Nabi SAW. telah menanamkan semangat baru kepada pengikut agama baru itu. Mereka merasa berjuang hanya demi Allah semata.</em></strong> Kebijaksanaan khalifah Islam kedua dalam memilih para jenderalnya dan syarat-syarat yang lunak yang ditawarkan kepada bangsa-bangsa yang ditaklukan telah membantu terciptanya serangkaian kemenangan bagi kaum Muslimin yang dicapai dalam waktu sangat singkat.</p>
<p> Berbeda dengan tindakan penindasan dan kebuasan yang dilakukan Alexander, Caesar, Atilla, Ghengiz Khan, dan Hulagu. Penaklukan model Umar bersifat badani dan rohani.</p>
<p>Ketika Alexander menaklukan Sur, sebuah kota di Syria, dia memerintahkan para jenderalnya melakukan pembunuhan massal, dan menggantung seribu warga negara terhormat pada dinding kota. Demikian pula ketika dia menaklukan Astakher, sebuah kota di Parsi, dia memerintahkan memenggal kepala semua laki-laki. Raja lalim seperti Ghengiz Khan, Atilla dan Hulagu bahkan lebih ganas lagi. Tetapi imperium mereka yang luas itu hancur berkeping-keping begitu sang raja meninggal. <strong><em>Sedangkan penaklukan oleh khalifah Islam kedua berbeda sifatnya. Kebijaksanaannya yang arif, dan administrasi yang efisien, membantu mengonsolidasikan kerajaannya sedemikian rupa. Sehingga sampai masa kini pun, setelah melewati lebih dari 1.400 tahun, negara-negara yang ditaklukannya masih berada di tangan orang Muslim. Umar al-Faruk sesungguhnya penakluk terbesar yang pernah dihasilkan sejarah. </em></strong></p>
<p> Umar hidup seperti orang biasa dan setiap orang bebas menanyakan tindakan-tindakannya. Suatu ketika ia berkata: &#8220;Aku tidak berkuasa apa pun terhadap Baitul Mal (harta umum) selain sebagai petugas penjaga milik yatim piatu. Jika aku kaya, aku mengambil uang sedikit sebagai pemenuh kebutuhan sehari-hari. Saudara-saudaraku sekalian! <strong><em>Aku abdi kalian, kalian harus mengawasi dan menanyakan segala tindakanku. Salah satu hal yang harus diingat, uang rakyat tidak boleh dihambur-hamburkan. Aku harus bekerja di atas prinsip kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.</em></strong>&#8220;</p>
<p> <em>Sejarawan Perancis mencatat: &#8220;Kebijaksanaan liberal orang Arab dalam menentukan pajak dan mengadakan land reform sangat banyak pengaruhnya terhadap berbagai kemenangan mereka di bidang kemiliteran.&#8221; </em></p>
<p> Selama masa pemerintahan Umar diadakan pemisahan antara kekuasaan pengadilan dan kekuasaan eksekutif. Von Hamer mengatakan, &#8220;Dahulu hakim diangkat dan sekarang pun masih diangkat. Hakim ush-Shara ialah penguasa yang ditetapkan berdasarkan undang-undang, karena undang-undang menguasai seluruh keputusan pengadilan, dan para gubernur dikuasakan menjalankan keputusan itu. <strong><em>Dengan demikian dengan usianya yang masih sangat muda, Islam telah mengumandangkan dalam kata dan perbuatan, pemisahan antara kekuasaan pengadilan dan kekuasaan eksekutif.&#8221; Pemisahan seperti itu belum lagi dicapai oleh negara-negara paling maju, sekalipun di zaman modern ini.</em></strong></p>
<p>dari Kisah-kisah Islam Help file, oleh heksa@bigfoot.com, download di http://sujud.cjb.net</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[NASIHAT BAIK]]></title>
<link>http://atmakusumah.wordpress.com/2009/11/18/nasihat-baik/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 19:52:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>atmakusumah</dc:creator>
<guid>http://atmakusumah.wordpress.com/2009/11/18/nasihat-baik/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Siapa yang memberi nasihat dengan memandang dirinya baik, maka dia akan berdiam diri apabila ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[&#8220;Siapa yang memberi nasihat dengan memandang dirinya baik, maka dia akan berdiam diri apabila ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sakti Alexander Sihite: "Anda dapat Menemui dan Membaiat Saya"]]></title>
<link>http://ejajufri.wordpress.com/2009/11/17/sakti-sihite-anda-dapat-menemui-dan-membaiat-saya/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 03:33:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>ejajufri</dc:creator>
<guid>http://ejajufri.wordpress.com/2009/11/17/sakti-sihite-anda-dapat-menemui-dan-membaiat-saya/</guid>
<description><![CDATA[Ada begitu banyak cara instan untuk menjadi terkenal, salah satu cara yang ekstrem adalah mengaku me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ada begitu banyak cara instan untuk menjadi terkenal, salah satu cara yang ekstrem adalah mengaku me]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ahlussunnah Wal Jama'ah]]></title>
<link>http://bedjobanged.wordpress.com/2009/11/16/ahlussunnah-wal-jamaah/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 13:56:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>bedjobanged</dc:creator>
<guid>http://bedjobanged.wordpress.com/2009/11/16/ahlussunnah-wal-jamaah/</guid>
<description><![CDATA[بسم الله الرّحمن الرّحيم الحمد لله ربّ العا لمين والصّلاة والسّلام على اشرف الانبياء والمرسلين امّا ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[بسم الله الرّحمن الرّحيم الحمد لله ربّ العا لمين والصّلاة والسّلام على اشرف الانبياء والمرسلين امّا ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bunuh Diri]]></title>
<link>http://uungsupra.wordpress.com/2009/11/16/bunuh-diri/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 08:44:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>uungsupra</dc:creator>
<guid>http://uungsupra.wordpress.com/2009/11/16/bunuh-diri/</guid>
<description><![CDATA[Bunuh diri dengan alasan apapun adalah tindakan bodoh dan sangat tidak benar, mari kita lihat komik ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-full wp-image-761" title="Lisa bunuh diri" src="http://uungsupra.wordpress.com/files/2009/11/lisa-bunuh-diri.jpg" alt="Lisa bunuh diri" width="238" height="132" /> <strong>Bunuh diri dengan alasan apapun adalah tindakan bodoh dan sangat tidak benar, mari kita lihat komik si Lisa bunuh diri ini.</strong></p>
<p><!--more--></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-770" title="bunuh diri 1" src="http://uungsupra.wordpress.com/files/2009/11/bunuh-diri-11.jpg" alt="bunuh diri 1" width="419" height="888" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-768" title="bunuh diri 2a" src="http://uungsupra.wordpress.com/files/2009/11/bunuh-diri-2a.jpg" alt="bunuh diri 2a" width="418" height="840" /></p>
<p><em><strong><img class="alignnone size-full wp-image-771" title="bunuh diri 2b" src="http://uungsupra.wordpress.com/files/2009/11/bunuh-diri-2b1.jpg" alt="bunuh diri 2b" width="418" height="596" /></strong></em></p>
<p><em><strong>Sebelum aku melompat dari puncak gedung itu aku pikir aku orang yang paling malang. Tapi sekarang aku sadar bahwa setiap orang mempunyai problim hidup sendiri-sendiri, dan sebenarnya aku tidak seburuk problim orang-orang di apartemen itu.</strong></em><br />
<img class="alignnone size-full wp-image-764" title="bunuh diri 3" src="http://uungsupra.wordpress.com/files/2009/11/bunuh-diri-3.jpg" alt="bunuh diri 3" width="285" height="813" /></p>
<p>Aku pikir setelah mereka melihat diriku sekarang ini, mereka pasti berpikir bahwa mereka ternyata tidak seburuk nasib si Lisa yang bodoh ini.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hidayah Chatting]]></title>
<link>http://uungsupra.wordpress.com/2009/11/16/hidayah-chatting/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 06:30:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>uungsupra</dc:creator>
<guid>http://uungsupra.wordpress.com/2009/11/16/hidayah-chatting/</guid>
<description><![CDATA[Berikut ini adalah suatu diskusi dunia maya anak-anak muda di kota yang paling modern di dunia dan s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignnone size-full wp-image-757" title="cahaya hidayah chatting" src="http://uungsupra.wordpress.com/files/2009/11/cahaya-hidayah-chatting.jpg" alt="cahaya hidayah chatting" width="413" height="144" /></p>
<p><em>Berikut ini adalah suatu diskusi dunia maya anak-anak muda di kota yang paling modern di dunia dan semoga kita bisa menangkap hikmahnya.</em></p>
<p> <strong>Da’wah Chatting oleh M. Syamsi Ali</strong></p>
<p><strong><em>Franklin baru bersyahadat sebulan yang lalu</em></strong>. <strong><em>Dia sekarang mengaji dengan saya.</em></strong> <strong><em>Subhanallah, pekan pertama dia menjadi Muslim, pemuda hispanic (keturunan Amerika Selatan) ini sudah membawa 2 orang temannya ikut bersyahadat. Satu orang gadis hispanic, satu orang lagi pemuda Yahudi. </em></strong></p>
<p>Dalam hati saya bertanya-tanya, apa saja yang dia bicarakan kepada teman-temannya itu, sampai mereka tertarik ikut bersyahadat. <!--more-->Pertanyaan saya itu kemudian terjawab. Beberapa hari lalu, saya dikiriminya <strong><em>transkrip percakapan internet(chatting)nya dengan seorang pemuda lain di New York upstate.</em></strong> Dilakukan jam 1 dini hari! Kegigihannya dalam meyakinkan orang, bahwa Islam itu cool  (keren) bikin saya tersipu-sipu. Gayanya funky khas anak muda. Atas izin Franklin dan kawan-kawannya, saya sajikan kepada Anda ini terjemahan chatting mereka. <strong><em>FishermenComics  (F) adalah Franklin, sedangkan SHOCKWAVE886 (S) adalah kenalan barunya.</em></strong> Ada bagian-bagian yang saya hapus (***********) karena alasan kebaikan. </p>
<p>F [1:12 AM]:  Hei, apa kabar Teman</p>
<p>S [1:12 AM]:  Siapa ini? </p>
<p>F [1:12 AM]:  Saya, Franklin Taveras yang Agung</p>
<p>S [1:12 AM]:  Siapa? </p>
<p>F [1:12 AM]:  Kita belum pernah kenalan</p>
<p>F [1:13 AM]:  Kamu tinggal di New York &#8216;kan?</p>
<p>F [1:14 AM]:  Kamu percaya Tuhan?</p>
<p>S [1:15 AM]:  Yeah saya percaya</p>
<p>F [1:15 AM]:  Keren . . . .</p>
<p>S [1:15 AM]:  Kok kamu bisa tahu tentang saya? </p>
<p>F [1:15 AM]:  Kalau begitu kita saudara</p>
<p>F [1:15 AM]:  Kenapa aku tahu, karena tampangmu kayak angsa bodoh</p>
<p>S [1:15 AM]:  Angsa bodoh? </p>
<p>F [1:15 AM]:  HAHA&#8230;</p>
<p>F [1:15 AM]:  Kerja apa?</p>
<p>S [1:16 AM]:  Aku sedang tidak bekerja tapi sungguh-sungguh sedang berpikir untuk jadi pastor, pendeta, atau mungkin penginjil, belum tahu..</p>
<p>F [1:17 AM]:  AH YANG BENEEERRRR</p>
<p>F [1:17 AM]:  Saya dulu hampir jadi pastor</p>
<p>F [1:17 AM]:  Tapi saya berhenti pada detik terakhir</p>
<p>F [1:17 AM]:  Apa agamamu?</p>
<p>S [1:17 AM]:  Katolik Roma</p>
<p>F [1:17 AM]:  Saya dulu Katolik</p>
<p>F [1:17 AM]:  Sekarang saya Muslim</p>
<p>S [1:18 AM]:  Kamu pernah masuk penjara? </p>
<p>F [1:18 AM]:  Nggak</p>
<p>F [1:18 AM]:  Hehehehehehehehe</p>
<p>F [1:18 AM]:  Saudaraku</p>
<p>F [1:18 AM]:  Saya tahu kita baru ketemu</p>
<p>F [1:18 AM]:  Tapi biarkan aku mengatakan sesuatu</p>
<p>F [1:18 AM]:  Pernahkah kamu meragukan Tuhan?</p>
<p>F [1:18 AM]:  Jujur ya?</p>
<p>S [1:18 AM]:  Enggak</p>
<p>F [1:19 AM]:  Bagus</p>
<p>F [1:19 AM]:  Tapi dengar nih ya</p>
<p>F [1:19 AM]:  Tahukah kamu apa 3 agama yang paling cepat berkembang?</p>
<p>S [1:19 AM]:  Nggak</p>
<p>F [1:20 AM]:  Islam berkembang 9 kali lebih cepat daripada Kristen, kemudian Budha, kemudian Kristen lagi</p>
<p>F [1:20 AM]:  Saya dulu seorang pembuat film-film Kristen</p>
<p>F [1:20 AM]:  Saya seorang penyebar bible</p>
<p>F [1:20 AM]:  Saya tahu kita baru ketemu tapi kamu sebaiknya ke gereja ikut saya</p>
<p>F [1:21 AM]:  Untuk menemui beberapa orang yang kukenal</p>
<p>S [1:21 AM]:  Aku nggak tahu tentang itu semua, tapi asyik juga ngobrol sama kamu</p>
<p>S [1:21 AM]:  Ada ceweknya nggak? </p>
<p>F [1:21 AM]:  Kamu kepingin jadi pastor tapi masih ngomongin cewek ?</p>
<p>S [1:21 AM]:  Selalu</p>
<p>F [1:22 AM]:  Pasti kamu bakal jadi pastor yang ***********</p>
<p>F [1:22 AM]:  Tuhan bilang kita semua harus menikah</p>
<p>S [1:22 AM]:  Hahahaha bukan gituuuu</p>
<p>S [1:22 AM]:  Aku mah gak bakalan gitu</p>
<p>F [1:22 AM]:  Saya heran kenapa pastor nggak menikah</p>
<p>F [1:23 AM]:  Ngomong-ngomong, apa yang kamu tahu tentang Islam?</p>
<p>S [1:23 AM]:  Aku tahu banyak orang masuk penjara terus masuk Islam untuk perlindungan, jadi aku pikir mereka dihormati (setelah masuk Islam)</p>
<p>F [1:24 AM]:  Salah, hehehe, hampir setiap hari lebih dari 30 orang di New York saja masuk Islam</p>
<p>F [1:24 AM]:  Soalnya (Islam) itu adalah kebenaran, Bro</p>
<p>F [1:24 AM]:  Saya bisa menunjukkan kepadamu</p>
<p>F [1:24 AM]:  Hanya ada satu Tuhan</p>
<p>S [1:24 AM]:  Aku nggak mau pindah agama</p>
<p>F [1:25 AM]:  Saya nggak nyuruh kamu pindah agama, tugas muslim hanya menyampaikan pesan</p>
<p>F [1:25 AM]:  Dan selebihnya urusan Tuhan</p>
<p>F [1:25 AM]:  Seorang muslim dilarang memindahkan agama orang lain</p>
<p>F [1:25 AM]:  Haram, dosa</p>
<p>F [1:26 AM]:  Muslim mengimani hal-hal yang diimani orang Kristen dan Yahudi</p>
<p>F [1:26 AM]:  Islam satu-satunya agama yang mengikuti SEMUA perintah Musa, dan nabi-nabi lainnya</p>
<p>F [1:26 AM]:  Semoga kedamaian atas mereka semua</p>
<p>F [1:26 AM]:  Kami beriman kepada Jesus Christ</p>
<p>F [1:27 AM]:  Dia akan datang lagi</p>
<p>F [1:27 AM]:  Dialah Al-Masih</p>
<p>S [1:27 AM]:  Aku tahu</p>
<p>F [1:27 AM]:  Dan dalam Islam</p>
<p>F [1:27 AM]:  Kitab suci kami luar biasa</p>
<p>F [1:27 AM]:  Di dalamnya banyak sekali mukjizat</p>
<p>S [1:27 AM]:  Di kitab suciku juga banyak</p>
<p>F [1:27 AM]:  Dan kitab suci kami tidak pernah berubah</p>
<p>F [1:27 AM]:  Muslim mengimani Injil juga</p>
<p>F [1:28 AM]:  Kami mempelajarinya</p>
<p>F [1:28 AM]:  Tapi Injil sudah diubah-ubah oleh manusia</p>
<p>F [1:28 AM]:  Benar atau salah</p>
<p>F [1:28 AM]:  ?</p>
<p>F [1:28 AM]:  Tidak ada Injil yang asli, karena itu kamu nggak bisa memastikan apakah ia asli dari Tuhan</p>
<p>S [1:28 AM]:  Yea </p>
<p>F [1:30 AM]:  Kalau ada yang mau ditanyakan, Bro, ikut aku ke masjid di kota. Setiap orang di sana pindahan dari Kristen/Yahudi/ dan bahkan Ateisme&#8230;. Sekarang coba kutanya, agama apa yang bisa meyakinkan seorang ateis bahwa Tuhan itu ada?</p>
<p>S [1:30 AM]:  Aku nggak tahu, Man</p>
<p>F [1:30 AM]:  Hehehehehe</p>
<p>F [1:31 AM]:  Saya baru memeluk Islam sebulan yang lalu</p>
<p>S [1:31 AM]:  Aku nggak bisa begitu</p>
<p>F [1:31 AM]:  Okay begini deh</p>
<p>S [1:31 AM]:  Tapi aku suka denger omongan kamu</p>
<p>F [1:32 AM]:  Gimana kalau, Tuhan yang Maha Kuasa bisa bicara langsung dengan kamu lewat sebuah kitab</p>
<p>F [1:32 AM]:  Dan menjawab semua pertanyaan kamu</p>
<p>S [1:32 AM]:  Dia memang bicara kepadaku</p>
<p>F [1:32 AM]:  Dan sains-nya masuk akal</p>
<p>F [1:32 AM]:  Bukan maksud saya benar-benar bicara kepadamu</p>
<p>S [1:32 AM]:  Yea aku tahu</p>
<p>F [1:32 AM]:  Misalnya saya tahu bagaimana Tuhan memberikan tanda-tanda</p>
<p>F [1:33 AM]:  Gimana dia bicara dengan kamu?</p>
<p>S [1:33 AM]:  Susah menjelaskannya, tapi aku banyak berdoa</p>
<p>F [1:33 AM]:  Itu bagus</p>
<p>F [1:33 AM]:  Kamu percaya sama teori evolusi</p>
<p>F [1:33 AM]:  Atau aliens?</p>
<p>S [1:33 AM]:  Kamu dibayar ya untuk obrolan ini?</p>
<p>F [1:33 AM]:  Hahahahahahahaha</p>
<p>S [1:34 AM]:  Evolusi aku percaya</p>
<p>S [1:34 AM]:  Aliens nggak, kecuali kalau yang kamu maksud alien itu orang Mexico</p>
<p>F [1:34 AM]:  Di dalam Islam (artinya, kepasrahan kepada Tuhan) semua Muslim meyakini hal-hal yang sama</p>
<p>F [1:34 AM]:  Evolusi itu nggak benar, Bro</p>
<p>S [1:35 AM]:  Nggak juga</p>
<p>F [1:35 AM]:  Aliens memang benar ada, di dalam Quran, Tuhan berfirman jangan mengira kita sendirian di alam semesta ini, jadi Dia memberi kita tanda-tanda</p>
<p>S [1:35 AM]:  Kamu punya aim? </p>
<p>F [1:35 AM]:  Ini yang kumaksud tadi, tak ada dua orang Kristen yang meyakini satu hal yang sama.</p>
<p>F [1:36 AM]:  Apa aim?</p>
<p>S [1:36 AM]:  Aol instant messanger </p>
<p>F [1:36 AM]:  Ooh</p>
<p>F [1:36 AM]:  Yeah</p>
<p>F [1:36 AM]:  Bro, ayo kita ketemu</p>
<p>F [1:36 AM]:  Dengan izin Tuhan</p>
<p>F [1:37 AM]:  Saya lihat kamu sangat mencintai Tuhan</p>
<p>F [1:37 AM]:  Jadi kita sama dalam hal itu</p>
<p>F [1:38 AM]:  Izinkan saya memberimu Quran</p>
<p>F [1:38 AM]:  Supaya kamu bisa baca sendiri isinya</p>
<p>S [1:38 AM]:  Ok </p>
<p>F [1:38 AM]:  Tuhan akan membimbing kamu, dan kalau dia tidak membimbingmu, maka Islam agama yang salah</p>
<p>F [1:39 AM]:  Kamu tinggal di dekat stasiun kereta</p>
<p>S [1:39 AM]:  Kira-kira begitu</p>
<p>F [1:39 AM]:  Tempat yang saya datangi ini, sebuah kelompok kecil, dan iya ada wanita-wanita cantik di sana</p>
<p>F [1:39 AM]:  Mereka semua pindah ke Islam</p>
<p>F [1:39 AM]:  Dari Kristen</p>
<p>F [1:40 AM]:  Saya bersumpah ini akan jadi pengalaman berharga untuk kamu</p>
<p>F [1:40 AM]:  Kalau kamu nggak suka</p>
<p>F [1:40 AM]:  Kamu nggak perlu datang lagi</p>
<p>F [1:40 AM]:  Dan kamu boleh bilang &#8220;F*** off &#8221; kepadaku</p>
<p>S [1:40 AM]:  Nggak laah, nggak akan aku bilang gitu</p>
<p>S [1:40 AM]:  Tapi aku nggak mau pindah agama, itu aja soalnya</p>
<p>F [1:40 AM]:  Di dalam Islam</p>
<p>F [1:40 AM]:  Kamu bukan pindah agama</p>
<p>F [1:41 AM]:  Kamu kembali ke Islam, karena Islam adalah agama yang asli, kamu cuma akan belajar saja</p>
<p>F [1:41 AM]:  Itu saja</p>
<p>F [1:41 AM]:  Tidak akan ada seorangpun yang akan bilang begini</p>
<p>F [1:41 AM]:  Hei, dengar nih, pindah agama sekarang, kalau nggak saya bom kamu</p>
<p>F [1:42 AM]:  Lihat juga foto-foto saya nih, saya bukan pemerkosa atau sejenisnya</p>
<p>F [1:42 AM]:  Jadi jangan takut</p>
<p>S [1:42 AM]:  Jadi aku tetap Katolik Roma dan hanya belajar tentang Islam?</p>
<p>F [1:42 AM]:  YES</p>
<p>F [1:42 AM]:  Dulu saya juga begitu</p>
<p>F [1:42 AM]:  Saya cuma belajar</p>
<p>F [1:42 AM]:  Sumpah pasti menyenangkan</p>
<p>F [1:42 AM]:  Kalau nggak</p>
<p>F [1:42 AM]:  Kamu boleh tembak aku</p>
<p>S [1:42 AM]:  Nggak laah, Maan</p>
<p>F [1:42 AM]:  Hehehehehe</p>
<p>S [1:43 AM]:  Saya benar-benar lagi mikir nih</p>
<p>F [1:43 AM]:  Alasan kenapa saya kepingin kamu datang</p>
<p>F [1:43 AM]:  Adalah karena saya merasa</p>
<p>F [1:43 AM]:  Sangat bahagia di dalamnya</p>
<p>F [1:43 AM]:  Luar biasa rasanya begitu dekat dengan Tuhan</p>
<p>F [1:43 AM]:  Saya nggak pernah merasakan ini di Kristen,  padahal waktu itu saya sangat taat beragama</p>
<p>S [1:44 AM]:  Sialan, Man, aku jadi bingung nih</p>
<p>S [1:44 AM]: Beneran nih</p>
<p>S [1:44 AM]: Payah nih aku</p>
<p>F [1:44 AM]:  Hehe</p>
<p>F [1:44 AM]:  Dengerin nih</p>
<p>F [1:44 AM]:  Mau ngomong di telepon aja?</p>
<p>F [1:45 AM]:  Saya bosen ngetik terus nih</p>
<p>F [1:45 AM]:  Saya mau bicara panjang lebar</p>
<p>F [1:45 AM]:  Saya cuma mau cerita gimana saya sampai pindah agama</p>
<p>F [1:45 AM]:  Dan kenapa saya melakukannya</p>
<p>F [1:45 AM]:  Maksud saya kembali ke Islam</p>
<p>S [1:45 AM]:  Well, aku nggak bisa ngasih nomor telepon soalnya temanku mau ikut dengar juga nih</p>
<p>F [1:45 AM]:  Oke</p>
<p>F [1:46 AM]:  Suruh dia buka chatting juga</p>
<p>F [1:46 AM]:  Kita bertiga</p>
<p>S [1:46 AM]:  Dia duduk di sini</p>
<p>F [1:46 AM]:  Oh</p>
<p>F [1:46 AM]:  Ya udah ajak aja dia</p>
<p>F [1:46 AM]:  Hehe</p>
<p>S [1:46 AM]:  O yea ngomong-ngomong ini teman Paul</p>
<p>F [1:46 AM]:  Oke</p>
<p>F [1:47 AM]:  Kamu baca apa yang dari tadi aku bilang, Bro?</p>
<p>S [1:47 AM]:  Dari tadi memang aku terus</p>
<p>F [1:47 AM]:  Kau dan Paul kita ketemu aja, di kota</p>
<p>S [1:47 AM]:  Paul orang Yahudi</p>
<p>F [1:47 AM]:  Oh</p>
<p>F [1:47 AM]:  Kamu sendiri?</p>
<p>S [1:47 AM]:  Katolik Roma</p>
<p>F [1:47 AM]:  Oh</p>
<p>F [1:48 AM]:  Kadi siapa namamu?</p>
<p>S [1:48 AM]:  Mike</p>
<p>F [1:49 AM]:  Kau ikut aja</p>
<p>S [1:49 AM]:  Paul bilang kamu bisa telepon ke rumahnya</p>
<p>F [1:49 AM]:  Oke</p>
<p>F [1:49 AM]:  Begini</p>
<p>F [1:49 AM]:  Saya nggak mau memaksa</p>
<p>F [1:49 AM]:  Tapi saya BERSUMPAH segala hal dalam agama ini masuk akal semua</p>
<p>F [1:50 AM]:  Saya tidak disuruh siapa-siapa untuk melakukan ini</p>
<p>S [1:50 AM]:  Aku percaya, tapi jangan berpikir bahwa saya akan berubah keyakinan</p>
<p>F [1:50 AM]:  Okay</p>
<p>F [1:50 AM]:  Tapi</p>
<p>F [1:51 AM]:  Tuhan akan membuka hatimu jika ini kebenaran</p>
<p>F [1:51 AM]:  Jika Islam salah</p>
<p>F [1:51 AM]:  Dia tidak akan membuka hatimu</p>
<p>F [1:51 AM]:  Dan jika Tuhan tidak memberikan tanda-tanda bahwa Islam adalah kebenaran, maka ini agama yang salah</p>
<p>S [1:52 AM]:  Muslim percaya kepada jesus kristus dan injil? </p>
<p>F [1:52 AM]:  YES</p>
<p>F [1:52 AM]:  DIA adalah Al-Masih</p>
<p>F [1:52 AM]:  Dan dia akan datang lagi</p>
<p>F [1:52 AM]:  Ini yang banyak orang tidak memahami tentang Islam</p>
<p>F [1:53 AM]:  Mereka tahunya kami menyembah manusia yang bernama mohammed</p>
<p>F [1:53 AM]:  Padahal nggak</p>
<p>S [1:53 AM]:  Kalau Allah? </p>
<p>F [1:53 AM]:  Allah adalah Tuhan yang sebenarnya</p>
<p>F [1:54 AM]:  Kata Tuhan adalah sebuah kata yang baru</p>
<p>S [1:54 AM]:  Jadi kamu menyembah siapa? </p>
<p>F [1:54 AM]:  Kami menyembah apa yang disembah para nabi</p>
<p>F [1:54 AM]:  Dan melakukan apa yang mereka sejak dahulu</p>
<p>S [1:54 AM]:  Bagaimana caranya? </p>
<p>F [1:54 AM]:  Sujud kepada Tuhan</p>
<p>F [1:55 AM]:  Kami beribadah sebagaimana yang dilakukan Jesus</p>
<p>F [1:55 AM]:  Di dalam Injil</p>
<p>F [1:55 AM]:  Sujud kepada Tuhan</p>
<p>F [1:55 AM]:  This is the way to pray</p>
<p>S [1:55 AM]:  Saya akan tetap mengikuti Bible dan menyembah Jesus bahkan jika saya pindah agama sekalipun, kamu ngerti? </p>
<p>F [1:55 AM]:  yeah</p>
<p>F [1:55 AM]:  Tapi kenapa menyembah anaknya bukan bapaknya?</p>
<p>S [1:55 AM]:  Saya menyembah keduanya</p>
<p>F [1:56 AM]:  Kan Tuhan lebih Agung daripada Jesus?</p>
<p>S [1:56 AM]:  Tuhan adalah sebuah roh</p>
<p>F [1:56 AM]:  ??????</p>
<p>F [1:56 AM]:  Tuhan adalah segala hal, dia bukan roh</p>
<p>S [1:56 AM]:  Aku tahu</p>
<p>F [1:57 AM]:  Muslim meyakini benar bahwa Tuhan menciptakan 3 jenis makhluk</p>
<p>F [1:57 AM]:  Para Malaikat</p>
<p>F [1:57 AM]:  Manusia</p>
<p>F [1:57 AM]:  Dan roh-roh</p>
<p>F [1:58 AM]:  Bro, kita ngomong di telepon aja deh, saya bukan pembunuh atau apa gitu</p>
<p>S [1:59 AM]:  Gimana yah</p>
<p>F [1:59 AM]:  Ada bible nggak di dekat kamu?</p>
<p>S [2:00 AM]:  Nggak, tapi di rumahku ada, kenapa? </p>
<p>F [2:00 AM]:  Okay</p>
<p>F [2:00 AM]:  Di Matius 5: 17</p>
<p>F [2:00 AM]:  Jesus Kristus bilang</p>
<p>F [2:01 AM]:  Bahwa alasan kenapa ia dulu datang adalah untuk memperbarui perintah-perintah Tuhan (the commandments), dan untuk memastikan bahwa perintah-perintah itu tidak akan pernah dilanggar lagi, TIDAK PERNAH, &#8220;..dan mereka yang melanggarnya, telah jatuh dalam kesesatan..&#8221;</p>
<p>F [2:01 AM]:  Okay, sekarang coba katakan kepadaku</p>
<p>F [2:01 AM]:  Agama apa yang mentaati, tidak 1 atau 2, tapi SELURUH perintah Tuhan kepada Musa, dan Tuhan?</p>
<p>F [2:02 AM]:  Bro kamu masih di situ?</p>
<p>S [2:02 AM]:  Ya</p>
<p>F [2:02 AM]:  Ok</p>
<p>F [2:02 AM]:  Hehehe</p>
<p>S [2:02 AM]:  Saya sedang berpikir</p>
<p>F [2:03 AM]:  Okay</p>
<p>F [2:03 AM]:  Islam lah satu-satunya agama yang begitu</p>
<p>F [2:05 AM]:  Orang Yahudi tidak mentaati seluruh perintah, tapi mereka mentaatinya  lebih banyak daripada orang Kristen, dan karena alasan tertentu orang Kristen tidak mentaati hukum-hukum Tuhan bahkan ketika Jesus melarang untuk menyembah dirinya, tapi supaya menyembah bapak KITA dan apa yang dikatakannya di Matius 5: 17</p>
<p>F [2:05 AM]:  Ngerti maksudku?</p>
<p>S [2:05 AM]:  Ya</p>
<p>S [2:05 AM]:  Kapan dan dimana seminarnya? </p>
<p>F [2:06 AM]:  Maksudnya?</p>
<p>S [2:06 AM]:  Di mana</p>
<p>F [2:07 AM]:  Oh tempatnya</p>
<p>F [2:07 AM]:  Kalau kamu ambil kereta 1239 ke 72st street di kota</p>
<p>F [2:07 AM]:  Di situlah tempatnya</p>
<p>S [2:08 AM]:  Di Manhattan?</p>
<p>F [2:08 AM]:  Yes</p>
<p>F [2:08 AM]:  Gampang kok ke sana</p>
<p>S [2:08 AM]:  Kapan</p>
<p>F [2:09 AM]:  Sabtu</p>
<p>F [2:09 AM]:  Jam 2.30 siang</p>
<p>F [2:09 AM]:  Begini kalau kamu mau saya bisa menemani, kalau kamu nggak merasa nyaman, kita bisa ketemu dan ngobrol dulu terus kita kesana bersama</p>
<p>S [2:10 AM]:  Hey kalau kamu mau nelpon sekarang ke sini ini nomornya  (1845) 469-5*** </p>
<p>F [2:11 AM]:  Ok</p>
<p>F [2:11 AM]:  Ini di NY?</p>
<p>S [2:11 AM]:  Ya tapi aku tinggal di upstate sekitar 1 jam dari the bronx dan 25 menit dari rockland atau new jersey</p>
<p>F [2:12 AM]:  Oh</p>
<p>F [2:12 AM]:  Okay</p>
<p>F [2:13 AM]:  Tuhan akan membuka hatimu</p>
<p>F [2:13 AM]:  Bersiaplah untuk mukjizat-mukjizat</p>
<p>F [2:13 AM]:  Kamu akan lihat</p>
<p>F [2:13 AM]:  Itulah yang Dia lakukan kepadaku</p>
<p>F [2:13 AM]:  Saya akan telepon sekarang</p>
<p>S [2:13 AM]:  Ok </p>
<p><strong><em>Pembicaraan mereka di Internet berhenti setelah berlangsung tepat 1 jam. Lalu Franklin menelpon Mike dan Paul. Keduanya kini peserta aktif diskusi di Islamic Center of New York.</em></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Panglima Romawi Bertobat]]></title>
<link>http://uungsupra.wordpress.com/2009/11/10/panglima-romawi-bertobat/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 02:43:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>uungsupra</dc:creator>
<guid>http://uungsupra.wordpress.com/2009/11/10/panglima-romawi-bertobat/</guid>
<description><![CDATA[Dalam kegemparan terjadinya peperangan Yarmuk, salah seorang panglima Romawi yang bermana George mem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://uungsupra.wordpress.com/files/2009/11/mesjid-malam1.jpg" alt="Mesjid malam1" title="Mesjid malam1" width="200" height="200" class="alignleft size-full wp-image-737" />  Dalam kegemparan terjadinya peperangan Yarmuk, salah seorang <strong>panglima Romawi yang bermana George memanggil Khalid bin Walid</strong>. Kedua orang panglima itu saling mendekat sampai kedua kepala kuda mereka saling bertemu. Kepada Khalid, George bertanya: &#8220;<em><strong>Wahai Khalid, aku meminta kamu berbicara dengan jujur dan jangan berdusta sedikitpun, kerana Tuhan Yang Maha Mulia tidak pernah berdusta, dan jangan pula kamu menipuku, karana sesungguhnya orang yang beriman itu tidak akan berdusta di sisi Allah</strong></em>.&#8221; <!--more--></p>
<p>&#8220;Tanyalah apa yang ingin engkau tanyakan,&#8221; kata Khalid.<br />
&#8220;Apakah Allah menurunkan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW sebuah pedang dari langit kemudian diberikannya kepadamu sehingga jika kamu pakai pedang itu untuk berperang, pasti kamu akan menang?&#8221;<br />
&#8220;Tidak!&#8221; Jawab Khalid.<br />
&#8220;Apakah sebabnya kamu digelar dengan Saifullah (Pedang Allah)?&#8221; Tanya George.<br />
Khalid menjawab: &#8220;Ketika Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW, seluruh kaumnya sangat memusuhinya termasuk juga aku, aku adalah orang yang paling membencinya. Setelah Allah SWT memberikan hidayah-Nya kepadaku, maka aku pun masuk Islam. Ketika aku masuk Islam Rasulullah SAW menerimaku dan memberi gelaran kepadaku  &#8220;Saifullah&#8221; (pedang Allah).&#8221; </p>
<p>&#8220;Jadi tujuan kamu berperang ini untuk apa?&#8221; Tanya George. &#8220;Kami ingin mengajak kamu supaya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad itu adalah utusan Allah dan kami juga ingin mengajak kamu untuk mempercayai bahwa segala apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW itu adalah benar.&#8221; Jawab Khalid.<br />
George bertanya: &#8220;Apakah hukumannya bila orang itu tidak mahu menerimanya?&#8221; Jawab Khalid: &#8220;Hukumannya adalah harus membayar jizyah, maka kami tidak akan memeranginya.&#8221; </p>
<p>&#8220;Bagaimana kalau mereka tidak mahu membayar?&#8221; Tanya George.<br />
&#8220;Kami akan mengumumkan perang kepadanya,&#8221; kata Khalid bin Walid.<br />
George bertanya: &#8220;Bagaimanakah kedudukannya jika orang masuk Islam pada hari ini?&#8221;<br />
Khalid menjawab: &#8220;Di hadapan Allah SWT, kita akan sama semuanya, baik dia orang yang kuat, orang yang lemah, yang dahulu maupun yang kemudian masuk Islam.&#8221;<br />
&#8220;Apakah orang dahulu masuk Islam kedudukannya akan sama dengan orang yang baru masuk?&#8221; Tanya George.<br />
Khalid menjawab: &#8220;Orang yang datang kemudian akan lebih tinggi kedudukannya dari orang yang terdahulu, sebab kami yang terlebih dahulu masuk Islam, menerima Islam itu ketika Rasulullah SAW masih hidup dan kami dapat menyaksikan turunnya wahyu kepada baginda. Sedangkan orang yang masuk Islam kemudian tidak menyaksikan apa yang telah kami saksikan. Oleh kerana itu siapa saja yang masuk Islam yang datang terakhir maka dia akan lebih mulia kedudukannya, sebab dia masuk Islam tanpa menyaksikan bukti-bukti yang lebih meyakinkannya terlebih dahulu.&#8221; </p>
<p>George bertanya: &#8220;Apakah yang kamu katakan itu benar?&#8221; &#8220;Demi Allah, sesungguhnya apa yang aku katakan itu adalah benar,&#8221;jawab Khalid.<br />
George berkata: &#8220;Kalau begitu aku akan percaya kepada apa yang kamu katakan itu, mulai saat ini aku bertaubat untuk tidak lagi memusuhi Islam dan aku menyatakan diri masuk ke dalam agama Islam, wahai Khalid tolonglah ajarkan aku tentang Islam.&#8221;     </p>
<p>Lalu Khalid bin Walid membawa George ke dalam khemahnya, kemudian menuangkan air ke dalam timba untuk menyuruh George bersuci dan<br />
mengerjakan solat dua rakaat.     </p>
<p>Ketika Khalid bersama dengan George masuk ke dalam khemah, maka tentara Romawi mengadakan serangan besar-besaran terhadap pertahanan umat Islam.     Setelah selesai mengerjakan solat, maka Khalid bin Walid bersama dengan George dan kaum Muslimin lainnya meneruskan peperangan sampai matahari terbenam dan di saat itu kaum Muslimin mengerjakan solat Zohor dan Asar dengan isyarat saja.     </p>
<p>Dalam pertempuran itu, George yang telah bergabung dengan barisan kaum Muslimin itu terbunuh, dan dia hanya baru mengerjakan solat dua rakaat bersama dengan Khalid bin Walid. Walaupun demikian, ia telah menyatakan keIslamannya dan berjanji untuk tidak akan kembali lagi kepada agama lamanya. Semoga Allah menempatkan George ke dalam golongan orang-orang yang mati syahid. Amin.</p>
<p>dari Kisah-kisah Islam help file oleh heksa@bigfoot.com<br />
download artikel Islam di http://sujud.cjb.net</p>
<p>lignleft size-full wp-image-737&#8243; /&#62;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pernah Ikut Ajaran Spiritual Lain]]></title>
<link>http://spiritualkundalinibali.wordpress.com/2009/11/09/pernah-ikut-ajaran-spiritual-lain/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 16:34:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>spiritualkundalini</dc:creator>
<guid>http://spiritualkundalinibali.wordpress.com/2009/11/09/pernah-ikut-ajaran-spiritual-lain/</guid>
<description><![CDATA[Sebelumnya Pernah Ikut Ajaran Spiritual Lain Saya sangat tertarik dengan ajaran Spiritual Kundalini,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Sebelumnya Pernah Ikut Ajaran Spiritual Lain</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sangat tertarik dengan ajaran Spiritual Kundalini, tetapi saya tidak tahu bagaimana tahap awal dari ajaran ini, disamping itu ada satu hal yang ingin saya sampaikan, saya pernah ikut ajaran spiritual lain, kalau saya bergabung ke dalam ajaran spiritual kundalini yang Bapak asuh, apakah bisa dibenarkan ? dan apakah tidak terjadi pertentangan dalam ajaran tersebut ?.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya ingin melepas ajaran yang sebelumnya saya ikuti tapi bagaimana caranya ? hanya itu dulu pertanyaan saya, sekiranya Bapak mau memberikan jalan keluar, sebab saya masih bingung, tetapi saya sangat yakin dengan ajaran Bapak. Entah karena apa, saya sendiri heran bahkan saya pernah memimpikan Bapak datang kerumah saya padahal Bapak tidak pernah datang dan tahu rumah saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah awal dari keyakinan saya untuk ikut ajaran Bapak. <!--more-->Maaf saya tidak mau menyebut ajaran apa yang pernah saya tekuni, yang jelas ajaran tersebut mengajarkan saya bagaimana menjadi seseorang yang beragama dalam artian bisa menjadi umat beragama yang baik dan benar sesuai agamanya masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekian dan Terima kasih</p>
<p style="text-align:justify;">Putu Ayu</p>
<p style="text-align:justify;">Dencarik, Singaraja</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jawab :</p>
<p style="text-align:justify;">Kepada Ayu yang sedang bimbang, terima kasih atas partisipasinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bapak yakinkan tidak ada masalah, apalagi ajaran yang Ayu tekuni bukanlah ajaran sesat. Ajaran yang Bapak asuh mempunyai misi sama dengan ajaran lain, hanya saja masing-masing Guru mempunyai cara tersendiri sesuai dengan ajaran yang telah diterimanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengenai ajaran yang dulu pernah Ayu ikuti kalau itu memang baik buat Ayu, sah-sah saja selama keyakinan dan kepercayaan itu ada pada diri Ayu. Sekarang kalau Ayu hendak ikut dan mau menjadi murid Bapak, Bapak ucapkan terima kasih. Menjadi murid lebih dari satu ajaran tidak masalah, asal jangan ikut ajaran yang membikin masalah bagi diri sendiri atau orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Ikut ajaran lain selain ajaran Spiritual Kundalini akan saling meneguhkan, artinya kalau ajaran itu bersifat tidak baik apalagi ada ilmu hitamnya, maka Kundalini akan mengatasi ajaran ilmu hitam tersebut. Ajaran Kundalini akan bekerja dengan otomatis. Nah kalau ikut ikut ajaran lain namun tujuannya mulia, penuh kasih sayang maka tidak usah kuatir malah Kundalini akan memperkuat ajaran yang sudah pernah Ayu ikuti. Jangan takut yang penting Ayu yakin dan selalu diberi tuntunan untuk hidup sehat dan suci secara lahir dan bathin.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengenai mimpi Bapak ke rumah Ayu, ini suatu pertanda, Ayu diberikan tuntunan, jalan menuju pada ajaran yang baik dan suci. Itu dulu penjelasan Bapak semoga ada manfaatnya. Kalau ingin bergabung silahkan, mohon tuntunan pada leluhur di rumah agar diberikan restu.</p>
<p style="text-align:justify;">Terima kasih</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[POLISI SIAP BUBARKAN PERGURUAN SANTRILOKA]]></title>
<link>http://newschannel00.wordpress.com/2009/10/29/polisi-siap-bubarkan-perguruan-santriloka/</link>
<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 08:22:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>didjakarta</dc:creator>
<guid>http://newschannel00.wordpress.com/2009/10/29/polisi-siap-bubarkan-perguruan-santriloka/</guid>
<description><![CDATA[Mojokerto &#8211; Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mojokerto siap membubarkan aliran Perguruan Ilmu ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://santriloka.net"><img src="http://newschannel00.wordpress.com/files/2009/10/santriloka.jpg" alt="santriloka" title="santriloka" width="250" height="195" class="alignleft size-full wp-image-70" /></a>Mojokerto &#8211; Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mojokerto siap membubarkan aliran <strong><a href="http://santriloka.net">Perguruan Ilmu Kalam Santriloka</a></strong> yang diduga sebagai aliran sesat di Kabupaten Mojokerto.</p>
<p>Kepala Polresta Mojokerto, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sulistiandriatmoko, Rabu (28/10), mengatakan, pihak kepolisian sudah mengetahui kegiatan Santriloka di Kota Mojokerto. Menurutnya, pihak kepolisian siap membubarkan jika sudah ada koordinasi dengan Pemerintah Kota Mojokerto dan Departemen Agama.</p>
<p>&#8220;Kepolisian tidak memiliki wewenang untuk menentukan apakah <strong><a href="http://santriloka.net">aliran Santriloka</a></strong> ini adalah aliran sesat atau bukan. Yang memiliki wewenang adalah Departemen Agama,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut dia, ada beberapa aktivitas yang dilakukan <strong><a href="http://santriloka.net">Santriloka</a></strong> yang berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat dan bahkan menimbulkan konflik antarumat Islam.</p>
<p>&#8220;Sebelum meresahkan, kami segera memberi surat kepada Pemkot Mojokerto,&#8221; ujarnya tanpa menjelaskan kegiatan apa saja yang berpotensi meresahkan masyarakat.</p>
<p>Sementara itu, Jamiyyah Ahlit-Thariqah Al-Mu&#8217;tabarah An-Nahdliyyah Mojokerto, menganggap <strong><a href="http://santriloka.net">Perguruan Ilmu Kalam Santriloka</a></strong> telah jauh melenceng dari ajaran Islam. Pemerintahpun seharusnya segera menutup pengajian tersebut.</p>
<p>&#8220;Jelas sekali kalau melihat dari VCD yang ada, pengajian <strong><a href="http://santriloka.net">Santriloka</a> </strong>jauh melenceng dari ajaran Islam dan sudah sesat,&#8221; ungkap Ketua Umum Jamiyyah Ahlit-Thariqah Al-Mu&#8217;tabarah An-Nahdliyyah Mojokerto, KH Fakih Utsman.</p>
<p>Jamiyyah yang membawahi tarekat dan pesantren ini meminta pemerintah segera bertindak. Sebab dikhawatirkan ajaran ini semakin berkembang. &#8220;Dikhawatirkan ada tindakan anarkis dari umat,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Menurut Fakih, sejumlah komunitas tarekat dan pesantren di Mojokerto, sudah mengetahui dan mempelajari ajaran Ilmu Kalam Santriloka lewat tiga keping VCD yang beredar. &#8220;Banyak kiai yang sudah tahu dan semuanya mufakat itu sesat,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, ajaran Ilmu Kalam Santriloka, dianggap sesat karena tidak mewajibkan salat, puasa, dan haji, yang dianggap sebagai tipu daya bangsa Arab. Bahkan komunitas ini, menganggap sebagian isi Kitab Alquran sesat dan membahayakan persatuan dan kesatuan ummat. </p>
<p><a href="http://inilah.com">[*/mut]</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Otak Awet Muda]]></title>
<link>http://uungsupra.wordpress.com/2009/10/27/otak-awet-muda/</link>
<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 07:28:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>uungsupra</dc:creator>
<guid>http://uungsupra.wordpress.com/2009/10/27/otak-awet-muda/</guid>
<description><![CDATA[Byron menulis &#8220;Tahun-tahun berlalu merampas api dari pikiran, sebagaimana tenaga dari anggota ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://uungsupra.wordpress.com/files/2009/10/aerobik-untuk-otak.jpg" alt="aerobik untuk otak" title="aerobik untuk otak" width="145" height="219" class="alignleft size-full wp-image-714" />Byron menulis &#8220;Tahun-tahun berlalu merampas api dari pikiran, sebagaimana tenaga dari anggota tubuh.&#8221; Energi akan menyusut dan ingatan berkurang, karena terjadi proses penuaan pada otak. Tetapi itu ternyata bukan suatu yang tak terelakan. Ashley Montagu, seorang antropolog dari Inggris, menyimpulkan bahwa proses penuaan pada otak sebenarnya bergantung pada pilihan, dengan menyarankan bahwa &#8220;tujuan hidup adalah untuk bertahan muda selama mungkin.&#8221;</p>
<p>Para ilmuwan menemukan bahwa dengan minat intelektual yang aktif dan luas dan gaya hidup yang penuh semangat, tubuh, pikiran dan semangat kita dapat menguak potensi yang tersimpan dan besar <!--more-->kemungkinan, kita bisa tetap berpikiran cemerlang atau lebih cemerlang pada usia 70, 80, dan bahkan 90 sebagaimana kita pada usia 20 tahun. Kita dirancang untuk hidup 120 tahun.  Walaupun pada kenyataannya kita meninggal di akhir paruh baya pada usia 60-70an. Setiap waktu dalam kehidupan kita tumbuh atau sekarat dan sebagian besar hal itu adalah pilihan kita, bukan hanya menyerah kepada takdir. Sepanjang siklus kehidupan kita, setiap sel dari sekian triliun di dalam tubuh kita didorong untuk tumbuh dan memperbaiki kemampuannya untuk<br />
memanfaatkan lebih banyak kapasitas aslinya yang masih tersimpan. Peneliti Biologi pemenang hadiah Nobel dua kali, Albert Szent Gyoergyi, menyebut hal ini SYNTHROPY, yaitu dorongan asal dalam kehidupan untuk menyempurnakan dirinya sendiri, ini yang memutar balikkan pemikiran konvensional. </p>
<p>Sebagaimana sel hidup tidak akan tetap sama, atau misalnya bila kita bertahan di posisi tengah-tengah mempertahankan status quo, maka yang sebenarnya adalah kita sedang mati, bukannya tumbuh. Dan tujuan sepanjang hidup adalah terus melanjutkan pertumbuhan, bukan hanya menuju kedewasaan. Kita menjadi lebih mampu, lebih cerdas, dan lebih penuh energi dalam menggeluti kehidupan. Kuncinya adalah menemukan cara-cara sederhana dan biasa untuk menantang otak dan indra guna meluaskan prestasi dan memperlambat atau mencegah penuaan pada otak.</p>
<p><img src="http://uungsupra.wordpress.com/files/2009/10/otak-awet-muda.jpg" alt="otak awet muda" title="otak awet muda" width="204" height="500" class="alignleft size-full wp-image-715" />Sebagai contoh Imam Ahmad bin Hambali melaksanakan shalat sunat 300 rakaat dalam satu hari, pernah dihukum cambuk oleh Khalifah Makmun yang zalim, menurut algojonya cambukan itu bisa mematikan seekor unta. Konon sanggup menghapal sejuta hadits dan menurut para ulama otak beliau adalah ibarat lautan ilmu, kitabnya Al Musnad adalah kitab musnad yang terbesar di dunia. Maka ini bukti bahwa kekuatan otak seseorang didukung juga oleh kondisi fisiknya yang sehat dan kuat. Mungkin kebiasaan shalat  dan kehidupannya yang keras di zaman itu efeknya lebih dari aerobik.</p>
<p>Dalam seminar Kiat Menjaga Otak Tetap Sehat, yang diselenggarakan Klinik Memori Bagian Ilmu Penyakit Syaraf RS Dr Sardjito/FK UGM, Pernodjo berbicara tentang jurus yang bisa dilakukan untuk menjaga otak tetap sehat :<br />
* Biasakan berperilaku hidup sehat. Hindari rokok, alkohol, dan stres fisik/mental.<br />
* Asupan gizi cukup dan berimbang,<br />
* Latihan meningkatkan kemampuan memori dengan selalu mengulang-ulang informasi baru untuk disimpan dalam ingatan.<br />
* Melatih memusatkan perhatian/konsentrasi dan memberikan perhatian pada hal-hal baru.<br />
* Berperan aktif dalam pekerjaan dan fungsi sosial.<br />
* Berekreasi dengan anak dan cucu.<br />
* Membuat catatan atau biografi. Ini merupakan aktivitas lansia yang paling baik dan sangat berharga.<br />
* Aktifkan otak dengan selalu belajar sampai akhir hayat. </p>
<p>Menurut penelitian yang dilakukan di Universitas Oxford, Inggris mengatakan bahwa Vitamin B12 dapat melindungi otak agar tetap gembung, tidak menyusut, dan volumenya tetap utuh. Volume otak yang utuh adalah sekitar 1,7 liter. Para ilmuwan ini meneliti sekitar 107 orang berusia 61 hingga 87 tahun yang terlihat awet muda. Para ilmuwan ini mengumpulkan sampel darah untuk mengecek kadar vitamin B12, nutrisi yang bisa kita peroleh dari daging, ikan, dan susu. Para partisipan ini menjalani pemindaian otak setiap tahun menggunakan MRI (magnetic resonance imaging), tes memori, dan uji fisik. Tak satu pun dari subyek ini menderita kekurangan vitamin B12. Banyak faktor yang memengaruhi kesehatan otak. Penelitian hanya sekadar memberitahu bahwa konsumsi tambahan vitamin B12 dengan makan ikan, daging, sereal yang difortifikasi atau susu mungkin dapat mencegah kemunduran daya ingat dan melindungi memori kita.</p>
<p>Menurut Tri Sumasti Rahayuningsih SGiz, ahli gizi dari RS Dr Sardjito/FK UGM, ada beberapa langkah sehat dan tepat untuk mencegah demensia, yaitu: menerapkan pola makan sehat seimbang, olahraga teratur, dan tidur cukup. Jauhkan diri dari rokok dan pencemaran udara. Kurangi paparan sinar matahari. Dalam kaitan dengan pola makan sehat, Tri menyarankan untuk mengurangi lemak, gula, dan garam. Sebaliknya, perbanyak konsumi buah dan sayuran segar. &#8221;Jangan lupa konsumsi antioksidan secara teratur,&#8221; saran Tri. </p>
<p>Antioksidan adalah unsur-unsur penting untuk menangkal radikal bebas, penyebab penuaan, dan timbulnya penyakit di usia tua. Antioksidan bisa kita dapatkan ada sejumlah vitamin (A, C, dan E) dan mineral (zink, selenium). * Sumber vitamin A: Hati, kuning telur, susu, mentega, sayuran berwarna hijau (daun singkong, kangkung, bayam, kacang panjang, buncis), wortel, tomat, pepaya, dan mangga.<br />
* Sumber vitamin E: Minyak tumbuh-tumbuhan, daging, unggas, ikan, dan kacang-kacangan. * Sumber vitamin C: Hanya terdapat pada bahan pangan nabati yaitu sayuran dan buah-buahan seperti: kol, jeruk, nanas, rambutan, pepaya, tomat.<br />
* Sumber zink: Protein hewani, daging, hati, kerang, telur, serealia tumbuk, dan kacang-kacangan.<br />
* Sumber selenium: Makanan laut, hati, ginjal, dan daging. </p>
<p>sumber tulisan :<br />
Unleash your other 90%, Robert Cooper<br />
Menjaga Otak Tetap Sehat, Republika Minggu, 15 April 2007</p>
<p>http://www.pustakanilna.com/iptek/memori.html/</p>
<p>http://rumahartikel.blogspot.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sekte Berkiblat Israel Menghantui Tulungagung]]></title>
<link>http://scbsradiolombok.wordpress.com/2009/10/26/sekte-berkiblat-israel-menghantui-tulungagung/</link>
<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 20:25:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>Hana</dc:creator>
<guid>http://scbsradiolombok.wordpress.com/2009/10/26/sekte-berkiblat-israel-menghantui-tulungagung/</guid>
<description><![CDATA[TULUNGAGUNG &ndash; Lagi lagi sekte beraliran sesat muncul di bumi pertiwi Indonesia. Jamaah Sekte y]]></description>
<content:encoded><![CDATA[TULUNGAGUNG &ndash; Lagi lagi sekte beraliran sesat muncul di bumi pertiwi Indonesia. Jamaah Sekte y]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wahidiyah Masuk Sepuluh Kriteria Ajaran Sesat?]]></title>
<link>http://christianpost.wordpress.com/2009/10/16/wahidiyah-masuk-sepuluh-kriteria-ajaran-sesat/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 03:11:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://christianpost.wordpress.com/2009/10/16/wahidiyah-masuk-sepuluh-kriteria-ajaran-sesat/</guid>
<description><![CDATA[Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur akan mempelajari kasus pengajian Jemaah Wahidiyah yang dige]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;">         </div>
<div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;text-align:justify;padding:2px;"><img src="http://reformata.com/media882716/uploads/Wahidiyah%20Masuk%20Sepuluh%20Kriteria%20Ajaran%20Sesat.gif" alt="Wahidiyah Masuk Sepuluh Kriteria Ajaran Sesat.gif" title=" Wahidiyah Masuk Sepuluh Kriteria Ajaran Sesat?" border="0" /></div>
<div style="text-align:justify;">    </div>
<div style="list-style-type:disc;list-style-image:none;list-style-position:inside;text-align:justify;"> Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur akan mempelajari kasus pengajian Jemaah Wahidiyah yang digelar di Dusun Sumber Wangi Satu, Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Minggu (11/10) lalu. &#8220;Kami perlu mempelajari kasus itu sebelum menentukan sesat atau tidaknya ajaran tersebut,&#8221; kata Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Bukhori di Surabaya, Kamis.</div>
<div style="text-align:justify;">          Ia menjelaskan ada sepuluh kriteria yang dijadikan petunjuk oleh MUI dalam menentukan apakah sebuah ajaran agama sesat atau tidak.</p>
<p>Kesepuluh kriteria yang dianggap melenceng tersebut di antaranya mengakui ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad SAW, mengafirkan orang muslim, ada wahyu lagi selain wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah, dan menganggap Al Quran sebagi budaya.</p>
<p>   &#8220;Apabila sebuah ajaran memenuhi sepuluh kriteria tersebut, maka dapat dianggap sebagai ajaran yang menyesatkan,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebelumnya masyarakat membongkar paksa tempat pengajian para pengikut ajaran Wahidiyah di Desa Bandaran yang menghadirkan KH Abdul Latif RA selaku pengasuh Pondok Pesantren (PP) Almunadharah, Kedunglo, Kota Kediri, Minggu (11/10) malam. <a href="http://reformata.com/02915--wahidiyah-masuk-sepuluh-kriteria-ajaran-sesat.html">baca selengkapnya,..</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wahidiyah Masuk Sepuluh Kriteria Ajaran Sesat?]]></title>
<link>http://newschristian.wordpress.com/2009/10/16/wahidiyah-masuk-sepuluh-kriteria-ajaran-sesat/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 03:11:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://newschristian.wordpress.com/2009/10/16/wahidiyah-masuk-sepuluh-kriteria-ajaran-sesat/</guid>
<description><![CDATA[Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur akan mempelajari kasus pengajian Jemaah Wahidiyah yang dige]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;">         </div>
<div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;text-align:justify;padding:2px;"><img src="http://reformata.com/media882716/uploads/Wahidiyah%20Masuk%20Sepuluh%20Kriteria%20Ajaran%20Sesat.gif" alt="Wahidiyah Masuk Sepuluh Kriteria Ajaran Sesat.gif" title=" Wahidiyah Masuk Sepuluh Kriteria Ajaran Sesat?" border="0" /></div>
<div style="text-align:justify;">    </div>
<div style="list-style-type:disc;list-style-image:none;list-style-position:inside;text-align:justify;"> Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur akan mempelajari kasus pengajian Jemaah Wahidiyah yang digelar di Dusun Sumber Wangi Satu, Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Minggu (11/10) lalu. &#8220;Kami perlu mempelajari kasus itu sebelum menentukan sesat atau tidaknya ajaran tersebut,&#8221; kata Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Bukhori di Surabaya, Kamis.</div>
<div style="text-align:justify;">          Ia menjelaskan ada sepuluh kriteria yang dijadikan petunjuk oleh MUI dalam menentukan apakah sebuah ajaran agama sesat atau tidak.</p>
<p>Kesepuluh kriteria yang dianggap melenceng tersebut di antaranya mengakui ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad SAW, mengafirkan orang muslim, ada wahyu lagi selain wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah, dan menganggap Al Quran sebagi budaya.</p>
<p>   &#8220;Apabila sebuah ajaran memenuhi sepuluh kriteria tersebut, maka dapat dianggap sebagai ajaran yang menyesatkan,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebelumnya masyarakat membongkar paksa tempat pengajian para pengikut ajaran Wahidiyah di Desa Bandaran yang menghadirkan KH Abdul Latif RA selaku pengasuh Pondok Pesantren (PP) Almunadharah, Kedunglo, Kota Kediri, Minggu (11/10) malam. <a href="http://reformata.com/02915--wahidiyah-masuk-sepuluh-kriteria-ajaran-sesat.html">baca selengkapnya,..</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wahidiyah Masuk Sepuluh Kriteria Ajaran Sesat?]]></title>
<link>http://kedung.wordpress.com/2009/10/16/wahidiyah-masuk-sepuluh-kriteria-ajaran-sesat/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 03:11:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung</dc:creator>
<guid>http://kedung.wordpress.com/2009/10/16/wahidiyah-masuk-sepuluh-kriteria-ajaran-sesat/</guid>
<description><![CDATA[Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur akan mempelajari kasus pengajian Jemaah Wahidiyah yang dige]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;">         </div>
<div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;text-align:justify;padding:2px;"><img src="http://reformata.com/media882716/uploads/Wahidiyah%20Masuk%20Sepuluh%20Kriteria%20Ajaran%20Sesat.gif" alt="Wahidiyah Masuk Sepuluh Kriteria Ajaran Sesat.gif" title=" Wahidiyah Masuk Sepuluh Kriteria Ajaran Sesat?" border="0" /></div>
<div style="text-align:justify;">    </div>
<div style="list-style-type:disc;list-style-image:none;list-style-position:inside;text-align:justify;"> Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur akan mempelajari kasus pengajian Jemaah Wahidiyah yang digelar di Dusun Sumber Wangi Satu, Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Minggu (11/10) lalu. &#8220;Kami perlu mempelajari kasus itu sebelum menentukan sesat atau tidaknya ajaran tersebut,&#8221; kata Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Bukhori di Surabaya, Kamis.</div>
<div style="text-align:justify;">          Ia menjelaskan ada sepuluh kriteria yang dijadikan petunjuk oleh MUI dalam menentukan apakah sebuah ajaran agama sesat atau tidak.</p>
<p>Kesepuluh kriteria yang dianggap melenceng tersebut di antaranya mengakui ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad SAW, mengafirkan orang muslim, ada wahyu lagi selain wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah, dan menganggap Al Quran sebagi budaya.</p>
<p>   &#8220;Apabila sebuah ajaran memenuhi sepuluh kriteria tersebut, maka dapat dianggap sebagai ajaran yang menyesatkan,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebelumnya masyarakat membongkar paksa tempat pengajian para pengikut ajaran Wahidiyah di Desa Bandaran yang menghadirkan KH Abdul Latif RA selaku pengasuh Pondok Pesantren (PP) Almunadharah, Kedunglo, Kota Kediri, Minggu (11/10) malam. <a href="http://reformata.com/02915--wahidiyah-masuk-sepuluh-kriteria-ajaran-sesat.html">baca selengkapnya,..</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wahidiyah Masuk Sepuluh Kriteria Ajaran Sesat?]]></title>
<link>http://antiokhia.wordpress.com/2009/10/16/wahidiyah-masuk-sepuluh-kriteria-ajaran-sesat/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 03:11:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung</dc:creator>
<guid>http://antiokhia.wordpress.com/2009/10/16/wahidiyah-masuk-sepuluh-kriteria-ajaran-sesat/</guid>
<description><![CDATA[Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur akan mempelajari kasus pengajian Jemaah Wahidiyah yang dige]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;">         </div>
<div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;text-align:justify;padding:2px;"><img src="http://reformata.com/media882716/uploads/Wahidiyah%20Masuk%20Sepuluh%20Kriteria%20Ajaran%20Sesat.gif" alt="Wahidiyah Masuk Sepuluh Kriteria Ajaran Sesat.gif" title=" Wahidiyah Masuk Sepuluh Kriteria Ajaran Sesat?" border="0" /></div>
<div style="text-align:justify;">    </div>
<div style="list-style-type:disc;list-style-image:none;list-style-position:inside;text-align:justify;"> Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur akan mempelajari kasus pengajian Jemaah Wahidiyah yang digelar di Dusun Sumber Wangi Satu, Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Minggu (11/10) lalu. &#8220;Kami perlu mempelajari kasus itu sebelum menentukan sesat atau tidaknya ajaran tersebut,&#8221; kata Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Bukhori di Surabaya, Kamis.</div>
<div style="text-align:justify;">          Ia menjelaskan ada sepuluh kriteria yang dijadikan petunjuk oleh MUI dalam menentukan apakah sebuah ajaran agama sesat atau tidak.</p>
<p>Kesepuluh kriteria yang dianggap melenceng tersebut di antaranya mengakui ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad SAW, mengafirkan orang muslim, ada wahyu lagi selain wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah, dan menganggap Al Quran sebagi budaya.</p>
<p>   &#8220;Apabila sebuah ajaran memenuhi sepuluh kriteria tersebut, maka dapat dianggap sebagai ajaran yang menyesatkan,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebelumnya masyarakat membongkar paksa tempat pengajian para pengikut ajaran Wahidiyah di Desa Bandaran yang menghadirkan KH Abdul Latif RA selaku pengasuh Pondok Pesantren (PP) Almunadharah, Kedunglo, Kota Kediri, Minggu (11/10) malam. <a href="http://reformata.com/02915--wahidiyah-masuk-sepuluh-kriteria-ajaran-sesat.html">baca selengkapnya,..</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Madi Dan Pembakaran Rumah Di Salena: Stiqmatisasi Dan Propaganda Media]]></title>
<link>http://harlimuin.wordpress.com/2009/10/13/madi-dan-pembakaran-rumah-di-salena-stiqmatisasi-dan-propaganda-media/</link>
<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 10:59:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>harlimuin</dc:creator>
<guid>http://harlimuin.wordpress.com/2009/10/13/madi-dan-pembakaran-rumah-di-salena-stiqmatisasi-dan-propaganda-media/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Harli Abdul Muin PENDAHULUAN : Benarkah Madi dan pengikutnya penganut ajaran sesat? Perdebatan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Oleh: Harli Abdul Muin</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>PENDAHULUAN :</strong></li>
</ol>
<p>Benarkah Madi dan pengikutnya penganut ajaran sesat? Perdebatan mengenai pengikut Madi ini—yang dianggap penyebar ajaran sesat oleh pejabat publik. Kemudian wacana ajaran sesat— telah  menjadi wacana nasional belakangan ini. Dusun Salena Bolonggimna, Kelurahan Buluri, Kota Palu yang sebelumnya sama sekali tidak dikenal dalam perbicangan politisi, pemerintah dan public lain selama akhir Oktober dan awal November 2005—mendadak menjadi terkenal. Dan akhirnya ritual adat itu-berakhir dengan pengadilan Polisi Resort Donggala yang ditafsirkan sebagai ajaran sesat. Karena padangan sesat oleh Polres Donggala—Pimpinan Dente-10, Madi perlu ditangkap dengan meminta keterangan.<!--more--></p>
<p>Tetapi jauh sebelum kekerasan di Salena, kejadian serupa sudah berulang kali terjadi. Kekerasan antar komunitas, acapa kali tumbuh—yang bercampur baur dengan aga di tanah Kaili. Misalnya konflik antara Orang sub-etnis kaili Tado dan orang Mandar berada di Sulawesi Barat. Kejadian ini terjadi tahun 1999. Kemduian, amukkan satu orang berasal Salena Bolonggima di Pasar Inpres Manonda Kecamatan Palu Barat 20 tahun silam. Dua tahun silam juga terjadi kericuhan antara orang yang berasal dari pemukiman di penggunungan Kamalisi dengan orang Bugis di Pasar Inpres Manonda, dua tahun lalu.</p>
<p>Karena itu, kekerasan di Salena yang terjadi 25 Oktober 2005, bukan hal baru. Ia merupakan kejadian yang ber-ulang, yang bisa saja terjadi diwilayah geografi Kamalisi yang lain. Hal ini bisa dilihat dari, penyedian sarana keadilan, baik ekonomi maupun kebutuhan sosial lainnya. Sarana yang menyediakan keadilan di desa, di dusun Salena I dan Salena II, Kelurahan Buluri, Kota Palu—pembangunan sarana umum, seperti pelayanan kesehatan (Pukesmas), gedung sekolah, dokter, bidan dan guru, sama sekali tidak ada disana. Sehingga masayrakat dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang  pahit dalam melakukan alterntif pengobatan.</p>
<p>Bila dibandingkan sub-etnis Kaili —yang peisir dan perkotaan, seperti sub-etnis Kaili rai, sub-etnis Kaili tara, sub-etnis Kaili ledo, sub-etnis Kaili ado, sub-etnis doi dan lainnya, maka komunitas  tinggal di penggunungan Kamalisi—yang dihuni sub-etnis sub-etnis Kaili da’a, sub-etnis Kaili inde, sub-etnis Kaili tado, sub-etnis Kaili unde, jauh tertinggal. Tidak heran bila kemudian, Etnis Kailis sub-etnis di dataran rendah tumbuh menjadi penguasaan ekonomi baru, politik. Bahkan komunitas penggunungan, acapkali dipresseikan sebagai ”Tolare” dan lainnya.</p>
<p>Secara garis besar, laporan ini menyediakan informasi mengenai kekerasan di Salena I dan Salena, sehingga laporan mengenai kekerasan di wilayah penggunungan bagian barat Kota Palu itu dapat dijadikan publik sebagai pembanding informasi terhadap pendapat resmi maupun pendapat umum tentang kasus Salena. Laporan ini, dapat dijadikan sebagai acuan untuk menjadi pertimbangan  kebijakan pemerintah dalam membangun masyarakat Salena khususnya dan Kamalisi pada umunya ke depan. Bagi lembaga—yang berhubungan dengan penyedia sarana keadilan bagi rakyat, seperti Komnas HAM, bahan ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk mengambil keputusan mengenai langkah awal menuju digelarnya pengadilan HAM untuk kasus Madi dan kelompoknya, rumah dibakar, orang hilang dalam operasi pengejaran Madi di Gunung Gawalise.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>2. PENGENALAN SALENA</strong></p>
<p>Salena merupakan Dusun dari Kelurahan Buluri, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu. Salena terdiri dari dua bagian, yakni Salena dan Salena Bolonggima. Dalam administrasi pemerintahan Kota Palu, Salena dikenal sebagai Salena I dan Salena Bolonggima dikenal sebagai Salena II.Tapi orang tinggal di kedua wilayah itu—lebih kental dilidah mereka menyebut Salena dan Bolonggima. Kedua pemukiman itu dihuni oleh 324 jiwa dan 91 Kepala Keluarga atau 39  kepala keluarga di Salena (Salena I) atau 177 jiwa dan 52 Kepala Keluarga di Bolonggima (salena II) atau 147 jiwa.</p>
<p>Tofografi wilayahnya hampir 98% adalah gunung dan terletak di kemiringan (lereng gunung). Wilayah Salena dan Salena Bolonggima, terletak dibagian barat lembah Palu atau di bagian Utara Timur laut Wilayah Kamalisi, tepatnya di Kaki Gunung Gawalise—yang merupakan jajaran pe-gunungan—kamalisi—memanjang ke barat—wilayah Donggala di bagian barat dan berbatasan dengan Sulawesi Barat.</p>
<p>Meski demikian antara Salena Bolonggima dan Salen, keduanya letaknya berdekatan, namun letak Salena Bolonggima berada dipuncak jajaran gunung Gawalise, sedangkan Salena berada di bawah. Jarak Salena ke Bolonggim, membutuhkan waktu tidak kurang dari satu jam. Karena letak wilayahnya, di puncak gunung—yang kemiriangnayya rata-rata diatas 40 derajat kemiringan, dan hanya bisa di tempuh dengan jalan Kaki. Berbeda dengan Salena, meski terletak di lereng gunung Gawalise, tetapi masih bisa di tempuh dengan kenderaan roda empat atau dua, waktu tempuhnya sekitar 15 menit dari pusat kota Palu untuk sampai ke Salena (salena dusun I).</p>
<p>Kedua wilayah itu, dihuni oleh suku Kaili Sub-etnis Inde. Mereka tianggal wilayah itu—sudah berlasung lama. Berbeda dengan sub-etnis Kaili Da’a,Tado,Sub-etnis Inde mayoritas pemeluk agama islam. Mereka menjalankan agama islam—yang disebarkan oleh Mangge Rante. Mangge Rante, dikenal sebagai salah satu Tokoh penyebar islam paling di hormati dan dikenla di Tanah Kaili—hingga saat ini. Maka tidak heran legenda tokoh adat ini—masih menjadi tokoh penting di tanah Kaili, meski sudah lama meninggal dunia. Bagi mereka pemeluk kristen bernaung dibawa organisasi Bala Keselamatan, maka islam diwilayah penggunungan itu, lebih banyak bernaung dibawah organisasi Al-chairaat. Satu oragnisasi islam besar dengan massa 1 juta orang, diakui di Indonesia, dan berpusat di Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.</p>
<p>Meskipun sebagai pemuluk Islam, sub etnis inde—juga masih kental dengan cara hidup sebagai masayrakat adat. Dengan kata lain, agama dijalankan bersamaan dengan adat—yang dipraktekkan sejak lama, bahkan praktek adat sudah terlebihdahulu dijalankan—baru kemudian masuknya agama. Sampai saat ini, menurut laporan Invetigasi Yayasan Pendidikan Rakyat (2003) upacara adat yanng kerapkali di rayakan di Salena dan Salena Bolonggima ada sebelas jenis, antara lain:</p>
<p>1) Polama, adalah upacara adat  dimaksudkan untuk memohon kepada  tuhan agar diberikan keselamatan  dan kesehatan kepada  anak mereka yang masih berada dalam kandungan ibu; 2)  Mounju, upacara adat memohon dan mensyukuri nikmat Tuhan agar diberikan kesuburan pada tanaman mereka dan diberikan hasil yang baik; 3) Nobau, upacara adat syukuran karena telah diberikan kesehatan  dan keturunan kepada mereka. Dengan catatan, upacara ini dilakukan bagi orang yang sudah mempunyai anak lebih dari satu orang atau bay yang lahir kedua. Kerapkali acara ini dirayakanbersamaan dengan upacara gunting rambut, yang dikenal dalam agam islam ketika bay lahir. Walau dalam islam, tidak mengenal jumlah kelahiran bay wajib merayakannya; 4)  Nikeso, upacara adat memohon keselamatan kepada anak   perempuan.Upacara ini khusus mendoakan anak   perempuan; 5) Nompepoyu, upacara adat ketika akan melakukan pembukaan ladang   atau kebun; 6)  Nompakoni, pacara adat ketika akan memaras kebun dan agar  diberikan kesuburan kepada tanah; 7) Nompadokaya, upacara adat bagi keselamatan kayu yang habis ditebang; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> Balia, upacara adat syukuran dan penyembuhan orang sakit (Pengobatan); 9) Nombarea, upacara adat mensyukuri hasil padi ladang yang akan    baru dipanen. Acara ini dilakukan tiga hari sebelum panen; 10) Nompaliu, pacara adat mensyukuri hasil padi ladang yang telah dipanen; 11)  Movunja, upacara adat memohon berkah kepada Tuhan</p>
<p>Seperti juga bahasa Kaili<a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_edn1">[1]</a> pada umunya, komunitas adat di Salena dan Bolonggima menggunakan Bahasa Kaili dengan penuturan Inde atau rumpun bahasa kaili. Bahasa mereka—merupakan bahasa umum bagi orang Kaili pada umumnya yang tinggal di Lembah Palu, Parigi, Palolo,Donggala atau di Sulawesi Tengah.</p>
<p>Bebeda dengan, sub Kaili lain—yang tinggal di perkotaan, sub-etnis Kaili Inde, Tado, Da’a dan unde jauh tertinggal disegala bidang dengan etni kaili yang tinggal di pesisir dan di perkotaan.Ketertinggalan itu, baik dari segi pendidikan, kesehatan, politik dan tingkat kesejahteraan. Dengan kata lain, umunya mereka yang tinggal di wilayah pe-gunungan, secara ekonomi dan pembanguna jauh ditertinggal dibading tetangga sub-etnis mereka yang tinggal di pesisir. Sehingga tidak heran, masih ada diantar sub-etnis ini sama sekali tidak mengenal bahasa Indonesia dan melek huruf, Bahkan banyak diantaranya tidak menimati bangku pendidikan. Tidak heran kemudian acapkali di presepsikan  dan kental dilidah sub-etnis Kaili yang hidup di Kota,sebagai Orang Gunung, Orang To-lare.</p>
<p>Rumpun Kaili Sub-etnis hidup di Pesisir dan Perkotaan umunya memegang kendali ekonomi pemerintahan, kekuasaan dan lainnya, sehingga tidak ada lagi yang tak mengenal bahasa Indonesia (Melayu). Bahkan tumbuh jadi kelas menengah dan mengusai pemerintahan dan nadi perekonomian di Tanah Kaili. Maka tidak heran bila di Salena dan Salena Bolonggima, belum ada fasilitas sekolah dan Puskesmas disana. Meskipun ada, baru sebatas tulisan Posyandu dalam papan pengumuman. Tetapi Posyadunya belum pernah dibangun hingga kini.</p>
<p>Orang tinggal di Salena umunya adalah petani peladang berpindah, seperti peladang pada umumnya masyarakat adat di Indonesia. Di laang(kebun) mereka tanami dengan komoditi Jagung, Pisang, umbi-umbian, durian, nagka –yang ditanam di punggung gunung gawalise dengan kemiringan diatas 40 derajat. Diatara lereng gunung—mengalir air deras, di pinggir sungai itu, mereka tanami denga pohon Kakao dan Cengkeh (<em>YPR, 2003).</em></p>
<p>Selain itu, mereka juga punya pendapatan tambahan dari beternak, kambing, ayam, dan lainn. Dari non kayu, mereka juga mempunyai pendapatan tambahan seperti, merotan, menanan bambu, mencari kayu bakar, mencari anggrek dan lainnya<em>(YPR, 2003</em>).</p>
<p>Masih berkaitan dengan adat, dalam mengolahn dan memanfaatkan dan menguasai sumber daya alam. Orang Salena, Bolonggima dan Nggolo, penguasaan dan pemilikan sumber daya alam,  tidak mengenal  sertifikat. Melainkan dikusai oleh Tuhan (Pue). Karena itu penggunaanya dan pengaturannya,  meminta izin dari orang yang dianggap Tokoh (Totua Ngata). Sesudah diizin, kemudian dilakukan upacara adat guna mendapatkan restu dari Pue(Tuhan).Pemanfaatan tanah kebun, khusunya di Ngata (Kampung) Ngolo, dapat dilakukan bersama-sama dengan sistem bagi hasil, juga dapat dimanfaatkan oleh kepala keluarga. Bagi orang yang bukan berasal dari wilayah itu, mereka tidak di bolehkan mengambil, menguasai bahkan mengelolah tanah yang berada di wilayah Nggolo,  kecuali ada izin Totua Ngata dan deitahui Ntodea (publik). Dan tanah hampir semua tanah tidak menjadi hak milik, melainkan hanya dikusai. Karena itu, tanah tak boleh diperjual belikan ke orang lain, maupun sesama rumpun sub-etnis Inde(<em>YPR, 2003).</em></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">3. PROGRAM PEMBANGUNAN DI SALENA DAN KAMALISI</span></strong></p>
<p>Bila dibadingkan dengan pesatnya pembangunan, maka masayrakat yang tinggal di Kota dan pesisir wilayah Kota Palu dan Donggala,lebih banyak menjadi sasaran pembangunan, dibadingkan dengan mereka yang tinggal di penggunungan, terutama di Wilayah Kamalisi<a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_edn2">[2]</a>. Sebaliknya, masyarakat penggunungan lebih kecil—menjadi sasaran pembangunan—sehingga lebih terbelakang.</p>
<p>Pada zaman orde baru—pembangunan wilayah hanya diarahkan pada exploitasi suber daya alam. Dengan kata lain, pembangunan yang berdasarkan pada keuntungan ekonomi, ketimbang pembangunan sosial masayrakat, yang tinggal di pe-gunungan, terutama wilayah Kamalisi.</p>
<p>Melihat kejadian di Salena Bolonggima dan Salena, ada baiknya melihat lebih jauh pendekatan tentang proses marjinalisai dan pemiskinan selama periode  pemerintahan orde lama dan Orde baru. Komunitas adat di wilayah Kamalisi mengalami proses de-humanisasi dapat dilihat dalam berbagai aspek pembangunan yang sudah dilaksanakan di pemerintah disana—yang lebih mengutama proyek-proyek yang base profit oriented. Ketimbang proyek—yang berbasis social sevice sebagai kebutuhan dasar masyarakat di wilayah Kamalisi.</p>
<p>Proyek yang selama ini di kembangkan wilayah Kamalis. Pertam, proyek yang berorientasi keutungan itu, bisa disebtukan selama tahun 1960 hingga 1990, tercatat perusahaan konsesi hutan-yang beroperasi wilayah Kamalis adalah PT Rimba Sari, di bagian selatan barat daya Kamalisi, tetapnya batas Sulawesi Timur dan Sulawesi Tengah. PT Lawiberoeprasi di wilayah Timur Kamalisi, PT Rate Mario, beroperasi bagian barat Kamalisi,PT Sinar Kaili (Kayu hitam), milik almahum Welem Sakung (Shaleh, 2003, Walhi Sulteng, 2003).  Kemudian perusahan perkebunan, antara lain UD Madju melalui PT Sapta Unggul di Desa Watatu (Mbuvu) sejak tahun 1980-an,bergerak dibidang kelapa hidbrida, PT Asra Argo Lestari,1989  PT Mamuang(Yammi, 2004, Shaleh, 2003)</p>
<p>Kedua, proyek social, baik yang bersumber dari pemerintah,maupun yang  bersumber dari organasi non pemerintah. Proyek ini dikucurkan atas nama kemiskinan orang di Wilayah Kamalisi. Seperti proyek reboisasi dari pemerintah, Ipres Desa Tertinggal (IDT), Hutan Kemasyarkatan (HKM), Sulawesi Agriculture Area Development Project (SAADP. Selain itu, projek sosial, Pemukiman Masyarakat Terasing (PKMT)..</p>
<p>Khusus mengenai Proyek PKMT, Pemerintah memindahkan masyarakat Kamilis ke dataran rendah melalui pemaksaan dengan menggunakan tentara dari kesatuan 711.<a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_edn3">[3]</a> Tercatat, sejak tahun 1972 hingga tahun 1983, pemerintah melalui proyek ini memindahkan masyarakat dari Vaugaga, Soi, Lumbulama, Ungulero ke Pemati Dalika (1972). Menyusul masyarakat dari Bolonggima, Lekatu, Kalora, Kanuna, Denggune, Doda di bagian Utara Kamalisi dipidahkan ke Maranatha, di Lembah Palu (Wilayah Kecamatan: Dolo, Sidondo dan Biromaru). Berikutnya, masayrakat Vayu, Dombu, Ongulero, Tainpagabe, Wiyapore, Panasibaja, Bolobia, Matantimali ke Lembah Palolo, bagian Timur Taman Nasional Lore Lindu tahun 1975. Terakhir, dari Kanuna, Viapore, Bolobia, Doda ke Lembah Palolo, Doda, Kanuna ke Lembah Palolo sejak tahun 1983.</p>
<p>Komunitas—yang dipidahkan ke pemukiman baru itu—belakngan ini, hampir semua menuai masalah, mulai dari soal kkrisis tanah, konflik antara warga tetangga, karena beda agama, tidak tersedinya saran umum. Itulah sebabnya, banyak diantara mereka kembali ketempat semula. Misalnya orang Bolonggima ditransmigrasikan di Maranatha—kembali ke Bolonggima dan sebagian menetap di Salena sekarang dua tahun setelah tinggal di pemukiman baru. Kemudian diikuti oeang Lekatu di Maranatha, kembali ke Lekatu, hampir bersamaan dengan orang Bolonggima. Sementara sebagian memilih menetap di Maranatha dan berkonflik dengan orang Dolo, mulai soal agraria, issu perbedaan agama dan lainnya. Kemudian di Lembah Palolo, sebagian diantaranya masuk ke Dongidongi, wilayah Taman Nasional Lore Lindu sejak tahun 2001. Sebagian lagi kembali ke kampung halaman semula.</p>
<p>Ketiga, proyek infrastutur pemerintah, Proyek pembukaan jalan poros Palu-Dombu, di Kamalisi baru dimulai sejak awal tahun 1990. ).  Jalan Poros, Donggala- Kecamatan Rio Pakava serta poros jalan Rio Pakava-Provinsi Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan baru terbuka sejak tahun 1995. Proyek pembangunan jalan—yang menghubungkan Kota Palu-Salena baru di mulai sejak tahun 2000. Proyek jalan Palu-Dombu, baru dimulai sejak tahun 1993.  Terkecuali, Poros  Palu-Donggala (1930-an</p>
<p>Selain itu, fasilitas umum, seperti sarana dan prasarana kesehatan (Puskemas, Pukestu, Polides), sarana pendidikan, seperti sekolah, meski sudah sebagian dibangun oleh pemerintah sejak tahun 1980-an, tetapi tidak merata ke wilayah kampung yang lain di Kamalisi. Pemerataan fasilitas umum ini dianggap penting, mengingat geografi wilayah itu—sulit dijangkau, karena letak kemiringannya dan lainnya. Pembanguna sarana umum itu, tidak dikuti oleh pra-sarana lainnya, seperti tenaga medis (Puskemas), guru (sekolah)</p>
<p>Meski disisi lain proyek itu,  belakangan ini terbukanya poros disebutkan diatas, dimana mereka sudah dapat memasarkan hasil bumi mereka—yang umumnya dilakukan di Pasar Inpres Manonda, Kecamatan Palu Barat. Hasil pemasaran ini sudah memberi kontribusi bagi pendapatan ekonomi Kota Palu, melalui restribusi pasar, keamanan, pajak dan lainnya dari hasil penjulan hasil bumi dari Wilayah Kamalisi.</p>
<p>Semua projek yang disebutkan diatas, hinggar kini project dana APBN maupun bersumber dari utang luar negeri itu, tidak jelas kontribusinya bagi peningkatan taraf hidup masayrakat atau meningkatnya nilai pendapatan komunitas local, yang tinggal di di Salena dan Kamalisi pada umunya atau masyarakat—yang tinggal di wilayah pe-gunungan.</p>
<p>Tetap, pertama, kontribusi itu tidak diikuti keseimbangan pembangunan di wilayah Kamalisi pada saat yang sama. Pembangunan sarana dan prasarana umum di wilayah itu, juga tidak menampakkan hasil yang menopang kesejahteraan masyarakatnya. Pembangunan yang di Motori Pemerintah Kota Palu, Pemerintah Donggala, masih mempersoalkan batas wilayah administrasi, dimana bila wilayah itu menjadi wilayah adminitrasi Kota Palu, maka pemerintah Donggala tak mau membangunnya, meski berdekatan, Demikian pula sebaliknya, bila wilayah administrasi itu menjadi bagian dari Pemerintah Donggala, makapemerintah Kota Palu, tak mau membangunnya. Sebagai Contoh, di Salena Padandjese, jalan yang dibangun oleh pemerintah Kota Palu—kwalitasnya begitu baik, dengan aspal dan dapat dijangkau oleh kederaan roda empat dan dua, sedangkan kampung tetangga, yang hanya berjarak tidak lebih dari satu kilometer dari Salena Padandjese tidak memiliki jalan yang dapat dijangkau oleh kenderaan roda empat dan dua. Padahal geografi, kampung yang terletak di Kaki Gunung Kamalisi ini—lebih dekat ke Palu dibdingkan ke Ibu Kota Kabupaten Donggala. Tentu lebih sulit di jangkau dari Kabupaten Donggala—ketimbang Kota Palu.</p>
<p>Kedua, malah—proyek-proyek social itu, memacu tingkat ekalasi modal skala besar dan memacu penghilangan hak adat (ulayat)  orang Da’a, Inde, Tado dan Unde atas sumber daya alam. Masuknya migrant Etnis Bugis, Mandar,  pengusaha etnis Tionhoa dan Saudagar dari Kota dengan motif membeli tanah di wilayah Kamalisi untuk), kebun Kakao,Vanili.  Bila migrant Bugis beli tanah untuk Kakao, Vanili, maka etnis Tionghoa pelaku  illegal logging, dan mencari tanah untuk tempat per-istrahatan. Lokasi untuk tempat peristrahatan (Vila) nampaknya juga diikuiti oleh pejabat negara dari Palu, turut memiliki tanah untuk Vila di wilayah itu.  Masalah ini&#8211; merupakan masalah dan tantangan baru bagi orang yang  bermukim di wilayah Kamalisi</p>
<p>Selain itu—kepentingan itu—bukan hanya mengambil keutungan dari hasil bumi, tetapi lebih dari itu-juga dapat menggusur identitas masyarakat adat Kamalisi—yang mempunyai kearifan terhadap hutan, tanah, dan hubungan social lainnya. Ini bisa dilihat, selaian pengubahan nama ngata menjadi desa, juga tumbuhnya konflik antara Negara dengan komunitas Kamalisi, antara komunitas dalam wilayah Kamalisi sendiri dan antara Komunitas Kamalisi dengan pelaku bisnis. Inilah penyebab pudarnya kepatuhan Adat mulai memudar.</p>
<p>Seperti masalah di Kamalisi umunya, maka protes—pun berkembang. Misalnya pembangunan Bak Penampuang air bersih Kabuapten Donggala yang diprakarsai Perusahaan Air Minum Daerah Kabupaten Donggala sejak tahun 1996, menyebabkan masyarakat resah,sudah dianggap menganggu wilayah adat. Selain itu, tidak memberikan kontribusi bagi pembangunan wilayah Orang Salena dan Salena Bolonggima.</p>
<p>Sebagaiwujud protes pada tanggal 12 Februari 2001, warga Salena dan Bolonggima mendatangi Kantor DPRD Kota Palu, karena sejak tahun 2001, wilayah Salena dan Bolonggima resmi menjadi wilayah administrasi Kota Palu, Kecamatan Palu Barat, Kelurahan Buluri.Warga menuntut: 1) Keuntungan yang didapatkan oleh PDAM disisihkan sebanyak  10% dari keuntungan. Tetapi apabila tuntutan   ini tidak diperhatikan masyarakat merencanakan akan  melakukan penutupan terhadap saluran air PAM yang ada; 2) Masyarakat menginginkan kembali pemerintahan adat ditegakkan kembali dengan cara akan mendeklarasikan   Salena-Bolonggima menjadi Ngata Nggolo; 3) Meminta penghentian pengambilan material berupa batu dan krikil dari kaki gunung Salena dan Bolonggima, karean merusak tebing/lereng gunung—yang kemiringannya—hampir semua diatas 40 derajat kemiringan. Karena sudah terbukti, merusak hutan yang ada bagian di atas gunung. Karena, itu penggalian batu pasir dan krikil segera(YPR, 2003).</p>
<p>Pada bulan Oktober  2004,  warga Dusun Salena I (Salena) dan Dusun Salena II (Bolonggima) Kelurahan Buluri Kecamatan Palu Barat, lagi  mendatangi Kantor DPRD Kota Palu. Mereka protes atas pembangunan bak air PDAM dan menagih janji pengadaan fasilitas dan perbaikan sejumlah sarana maupun prasarana di dusun itu kepada sejumlah anggota legislatif (DPRD Kota Palu) yang terpilih kembali(<em>Radar Sulteng, 8 Oktober 2004).</em></p>
<p><strong>4. DESKRIPSI KEKERASAN SALENA.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Kekerasan antara Madi dari perguruan Silat Dente-10 dan Kepolisian, yang tediri dari Kapolsek Palu Barat, Kanit Intelkam, Polres Kota Palu terjadi  di Salena dan Salena Bolonggima, terjadi 25 Oktober 2005.</p>
<p>Dalam kasus ini, sebagian besar pihak, pejabat publik di daerah ini menempatkan Madi, Ketua Perguruan Dente-10, dianggap sebagai pelaku utama dibalik kekerasan berdarah itu—yang menyebabkan tiga orang polisi Polres Kota Palu dan satu orang warga sipil</p>
<p>Madi, sebutan nama khas orang Kaili Inde, Ia dilahirkan di Salena 32 tahun silam. Lahir dari keluarga miskin—asli sub-etnis Kaili Ide. Bapaknya, meninggal dunia karena gantung diri, kemudian saudar lelakinya (kakak) meninggal karena gila. Dan ibunya meninggal karena sakit.</p>
<p>Ditengah keluarga—yang menganut adat begitu kuat, Madi tumbuh menjadi dewasa ditengah kesulitas ekonomi orang tuanya. Meski demikian ia masih sempat mengenyam pendidikan Madrasah Tsyawiyah Al-chairat (setingkat Sekolah Menegah Pertam-SMP) meskipun pada akhirnya, sekolahnya hanya sampai kelas dua di Madrasyah itu (<strong><em>Mercusuar Oktober, 2005</em></strong>). Dengan modal sekolah dasar, ia sempat menjadi tenaga honorer kebersihan Kota Palu, dengan gaji bulanan—beberapa tahun kemudian berhenti menjadi tenaga honorer.</p>
<p>Setelah tidak lagi bekerja sebagai tenaga honorer di kebersihan Kota Palu, ia kembali berkebun berladang di Salena dengan komoditi Jagung dan Umbi—sembari berprofesi sebagai pencar anggrek untuk menambah penghasilan keluarga. Ia menikah pada usia 27 tahun dan dikarunia satu  orang anak laki dari perkawinanya dengan Marni (<em>Radar Sulteng Oktober, 28, 2005</em>). Sebelum ia menikah, Madi sudah menjalankan profesi sebagai dukun—ia sangat dihormati dan di hargai dikalangan Kaili sub-etnis Ide, karena kemampuannya menyebuhkan orang. Beberapa orang di Salena dan kampung tetang sudah disebuhkannya, sebagai bukti kesaktian Madi.</p>
<p>Pada tahun 2000, sebelum bertemu dengan Madi,  Intje Rase Hi Muda, yang kemudian medklarasikan diri sebagai, Datu Bulu Perindu alias Nurdin. Orang di kota dan pesisir Parigi mengenalnya dan memanggilnya sebagi “Intje”. Datu Bulu perindu, salah satu diantara tokoh pendiri dan pemimpin Lembaga Seni Budaya Adat Kaili”.  Pimpinan lembaga ini  dikenal dengan simbol  Adata Kaili, yang di pimpin seorang  Pompalino(Ketua). Berbagai sumber menyebutkan, Intje, lahir di Pelawa, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, dari ibu suku Kaili Sub-etnis Rai, sedangkan ayahnya adalah bugis. Intje sendiri belum begitu kental berbahasa Kaili dari semua sub-etnis Kaili yang ada di Tanah Kaili.</p>
<p>Sejak pertemuanya itu, Madi diangkat sebagai pengawal Datu Bulu Perindu dan menjadi anggota Lembaga Seni  Budaya Adat Kaili. Selanjutnya oleh Datu Bulu Perindu,  Madi di tugaskan untuk mengurusi komunitas adat yang bermukim di Salena dan Bolonggima. Pada tahun 2001, Intje melantik Madi sebagai Ketua Perguruan Dente-10—sembari menjalankan aktifitas profesionalisme Madi—sebagai dukun. Dari berbagai sumber menyebutkan, Madi dikenal sebagai orang yang mengajarkan seni bela diri silat. Kawan-kawanya—yang diantara mereka menyebutnya perguruan Silat Dente-10. Mereka memberikan identitas yang nampak memakai pakai baju putih, celana panjang warna Hitam, selempangan kuning dan ikat kepala warna hitam. Dente-10 sendiri, merupakan bagian dari Lembaga Seni Budaya Adat Kaili.</p>
<p>Meski demikian, tetapi kelahiran “Lembaga Seni Budaya Adat Kaili” ini, juga tidak lepas dari restu Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah. Hubunngan datu Bulu Perindu Alias Intje Rase Hi Muda, cukup dekat dengan bebera pejabat kepolisian di Sulawesi Tengah, Mantan Kapolda Sulawesi Tengah, Arianto Sutadi(mantan Kapolda Sulteng), Norman (anggota Polres Donggala) dan Lainnya. Selain kedekatan itu—dukuangan pemerintah Provinsi Sulawesi tengah terhadap Lembaga Seni Budaya Adat Kaili, juga cukup kuat. Terbukti beberapa kali pertemuan lembaga ini mendapat kucuran dana dari pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam beberapa kali pertemuan di ruang Polibu dan Pogombo Kantor Gubernur Sulawesi Tengah tampak kehadiran Intje Rase H Mudah. Makanya, karena dukungan pemerintah, maka organisasi ini—berkembang begitu pesat dan cepat di Sulawesi Tengah.</p>
<p>Endi, Ketua RT Salena I menyebtukan, bahwa lembaga adat ini seni budaya adat Kaili, memungut biaya Kartu anggota Rp.10.000/anggota. Lalu kemudian baju seragam rompi pasukan warna hitam lengkap dipungut biaya RP.390.000, layaknya Pakian yang digunakan Banser-NU, SatgasPDIP dan dan lainnya. Photo Jenggo atau Mangge Janggo, alias Intje, diperjual belikan Rp.10.000/lembar. Penggunaan kartu,adat pernah disampaikan Jenggo,bagi mereka yang memegangnya, tidak akan ditangkap polisi,demikian pula mereka yang memakai baju seragam adat.</p>
<p><em> </em></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">a. Desas-desus tentang saling serang antar warga Salena dengan lekatu dan desa lainnya sebelum peristiwa 25 Oktober</span></strong>.</p>
<p>Sebelum terjadi kekerasan di Salena  dan Salena Bolonggima, desas desus mengenai penyerangan Madi dan kelompoknya ke Lekatu sudah berkembang begitu kuat menjadi opini di kedua komunitas itu, antara masayrakat Dusun Lekatu, Kelurahan Tipo dan Salena I  dan Salena I (Salena Bolonggma).  Menurut Endi(32), issu penyerangan Lekatu, betul adanya. Karena dia sendiri, sempat dihadang oleh Manta dan Se’i, masyarakat Lekatu pada Juma’at (10/10/2005).  Di Pasar Manonda, juga berkembang issu—serupa, dimana kelompok Madi dari Salena dan Salena Bolonggima akan menyerang Pasar Inpres Manonda, Kelurahan Balaroa(<em>Antara News, Oktober, 25, 2005</em>,). Karena seriusnya, bahkan issu ini dibahas dalam pertemuan antara wakil dari Salena dan Lekatu di Salena(22 Oktober, 2005). Pada hal kondisi masayrakat di Salena dan Bologgima kata Endi, aman saja.</p>
<p>Kemudian,diminggu yang sama (10, Oktober, 2005), Issu yang sama, juga tersebar, ditempat yang berbeda, diama penyerangan orang Kanuna ke ke Kabonena, Kelurahan Silae,  yang terletak di Kaki Gunung Gawalise. Issu penyerangan semakin rumit, orang Salena di khabarkanakan menyerang Ibu Kota, Kelurahan Buluri.</p>
<p>Kedua, issu, yang berhubungan dengan penangkapan Madi dan Mangge Jenggo, menyusul keduanya divonis ajaran sesat. Issu ini sebelum kejadian sudah beredar issu, bahwa Madi mengajarkan masyarakat ajaran sesat. Pertemuan di Balai Kelurahan Tipo, orang Lekatu meminta Madi dan Mangge Jenggo di Tangkap, karena menyebarkan ajaran sesat. Karena Madi dianggap melarang orang Shalat, puasa, dan  baca-baca(mantra) <a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_edn4">[4]</a>. Issu ini sempat dibantah oleh, Madi, ketika pertemuan di Bantaya 22 Oktober 2005. Madi negatakan dalam penjelasanya di depan Polisi, ia tidak pernah melarang orang Shlat dan Puasa, terkecuali dalam keadaan tidak suci.Bila ingin shalat dan puasa tambahnya, sebaiknya suci dulu.</p>
<p>Ke-tiga, pengungsian besar-besaran satu hari sebelum kejadia Kamis (24/10/2005) terjadi di Kabonena atas atau bagian bawah Kabonena, di Rumah Kediaman Habib Shaleh. Habib Saleh adalah ketua Perkumpulan Zhikir, Al-chairaat, Palu. Sebelumnya tinggal di Palu, Habib Shaleh adalah Imam mesjid di Kayamanya, dan orang dikenal Sakti—yang membunuh Lateka, salah satu Panglima Perang di kenal dari Kelompok Kristen pada tahun 2000. Dirumahnya,tidak kurang 500 orang—mengunsi yang berasal dari Kanuna, Denggune dan lainnya.</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">b. Negosiasi Aparat Keamanan  Dengan Madi</span></strong></p>
<p>Intervensi aprat kepolisan kedalam kasus Madi berawal pertemuan sauadara Amiruddin, bertemua di Pesta dengan anggota Kepolisian Sektor Palu Barat. Ia melaporkan, bila Madi telah  telah melarang orang shalat  shalat, puasa, dan membaca-baca (mantra). Kemudian menyusul laporan tiga warga masayrakat lain, dengan alasan yang sama kepada Kapolsek Palu Barat.Kejadian ini berlasung tanggal 2 Oktober 2005 atau dua sebelum puasa di mulai.<strong> </strong></p>
<p>Polsek Palu barat, pengaduan masyaraka itu dijadikan alasan untuk meminta keterangan kepada Madi. Namun sayang sekali—pemanggilan terhadap Madi tidak dilakukan melalui surat pemanggilan—yang sah berdasarkan KUHAP. Terbukti, surat pemanggilan Madi—sama sekali tidak diterima Madi samapai terjadinya kekerasan di Salena dan Bolonggima</p>
<p>Dua minggu sebelum kejadian,  desas-desus mengenai penyerangan Madi dan kelompoknya ke sejumlah desa tetanggal, maka aparat pemerintah kelurahan dan prakarsa masyarakat dan polisi melakukan berbagai pertemuan untuk menogosiasikan penangkapan Madi. Tercatat,negosiasi dilakukan atas prakarsa berbagai pihak, mulai tanggal 22 hingga 25 Oktober 2005, antara lain:</p>
<p><strong>Sabtu, 22 Oktober 2005</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Sekitar siang, Polisi dari Polsek Palu Barat datang bersama dengan Pue Janggo dan memanggil Madi yang kemudian diikuti teman-tamannya (muridnya dari perguruan kantau). Pertemuan Madi,  Polisi, Pue Jenggo, aparat kelurahan, Arifin, Ketua RT I Dusun Salena dan  juga dihadiri oleh sebagian besar masyarakat Dusun Salena, waratawan dan anggota Dente-10. Pertemuan dilakukan di Bantaya (sebutan rumah untuk umum bagi orang Kaili) ini bertujuan untuk memperoleh penjelasan mengenai kegiatan Madi. Karena itu yang di hadir puluhan orang dan berlangsung dalam suasana tenang dan bersahabat.</p>
<p>Hasil diskusi itu, Madi menjelaskan bahwa dia tidak melakukan kegaiatan yang telah diisukan di luar, seperti yang disanyilir orang-orang di kampung tetangga dan Kota Palu, misalnya melarang orang sholat, melarang orang ke gereja dan lainnya. Oleh karena itu, ia menggap perguruannya bukan ajaran sesat dan mengklarifkasi issu yang behubungan dengan penyerangan, dianggap tidak pernah bersumber darinya.</p>
<p>Diluar itu, pada tanggal yang sama,  berkembang issu penangkapan Madi dan issu, mengganggap bahwa Madi mengembangkan ajaran sesat. Ini beredar di Lekaktu, Rukun Tetangga dari Kelurahan Tipo. Issu yang serupa, juga menyebar di Kelurahan Tipo, Kelurahan Buluri dan Kelurahan Watu Sampu, terutama kampung yang berdekatan dengan Salena, dimana Madi tinggal.</p>
<p>Bersamaan dengan isu itu, Intel Polisi dari Kapolsek Palu Barat, Bernama Rusli, mengumpulkan sejumlah pakaian seragam kelopok Madi, antara lain Jaket Rompi warna hitam,  pakaian adat baju warnah putih, celana panjang warna hitam terbuatd ari kain katun dan selendang warna kuning, yang menjadi ciri khas pakaian orang di tempat latihan Dente-10.</p>
<p><strong>Minggu, 23 Oktober 2005</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Sore sekitar pukul 17.00 datang lagi Polisi, bertemu dengan Masuna Ketua RT II untuk diajak mengikuti pertemuan di Balai Kelurahan Tipo. Meski issu penyerangan oleh Madi—sudah dijelaskan dalam pertemuan di Bantaya (22 Oktober 2005), tetapi issu penyerangan di berbagai kampung Madi, seperti di Pasar Inpres Manonda, Tipo, Buluri dan Lekatu—masih terus berlangsung. Dalam pertemuan itu, terutama membicarakan isu rencana penyerangan masyarakat Salena ke Desa Lekatu<a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_edn5">[5]</a>. Meskipun dalam forum pertemuan, orang Lekatu meminta, Mangge Jenggo dan Madi ditangkap, karena Madi dan Jenngo dianggap sebagai pelaku ancaman kekerasan kampung tetangga. Madi sendiri sudah didatangi polisi beberapa kali.<a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_edn6">[6]</a> Tidak jelas tindak lanjut dari permintaan ini. Namun Hasilnya, pertemuan itu—menipis semua issu—yang berkaitan dengan penyerangan Orang Salena. Pertemuan ini Berlangusng di Balai Kelurahan Tipo pada Minggu sore hari .</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Senin, 24 Oktober 2005 </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Siang sekitar jam 12.00 Intje (Om Janggo) dengan dua orang Polisi datang kembali ke Salena dengan membacakan hasil pertemuan di Balai kelurahan Tipo bahwa antara masyarakat Salena (Kelurahan Buluri) dan masyarakat Lakatu (Kelurahan Tipo) tidak ada masalah lagi tapi Polisi tetap mau bertemu dengan Madi. Endi (Ketua RT I Dusun Salena) mengatakan bersedia naik ke gunung Pompa Nova (Tempat perguruan Kantau/Silat Madi) hari selasa untuk mengundang Madi bertemu dengan Polisi<a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_edn7">[7]</a>.</p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>KONTAK FISIK POLISI DAN MADI  25 OKTOBER 2005</strong></li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Selasa, 25 Oktober 2005 </strong></p>
<p>Pukul 07.00 Patroli Polsek Palu Barat sudah berada di Salena I dan Salena II,  berkumpul di Bantaya Salena I.</p>
<p>Pukul 09.00 kira-kira 40 orang Brimob berada di dua mobil truk Polisi mengangkut ke Gunung Salena I dan Salena II, dimana  Madi berada dan mengajarkan perguruannya. Sementara patroli tetap berjaga di Bantaya (dusun Salena I)<a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_edn8">[8]</a>.</p>
<p>Pukul, 10.00, di Kelurahan Tipo, Polisi mengorganizir masayrakat sipil, dengan tujuan membantu penangkapan Madi. Tidak kurang dari 40 orang berkupul di Tipo—yang sudah siap.</p>
<p>Pukul 12.00 – 14.00, kedua mobil itu siaga dibantaya, sementara sebagian rombongan menuju Salena Bolonggima. Awal kedatangnya, Briptu Sugeng (Nasar Pariwa) datang menemui Madi untuk negosiasi agar Madi mau diajaka ke Polsek Palu Barat, dimintai keterangan. Namun,Madi berikeras, ia tak mau pergi ke Polsek Palu Barat mengikuti ajakan polisi itu. Malah, Madi menjawab seperti yang dicertakan saksi mata langsung, “saya minta jangan jangan masuk wilayah saya, bila wilayah tempat, berarti mati.” Mendengar jawaban itu, AKP Fuadi Chalis memberikan aba-aba penangkapan paksa terhadap Madi. Perintah penangkapan itu, diikuti oleh beberapa anggota polisi lain, kemudian dibalas Madi dengan menyerang  balik Polisi, kemudian diikuti serempak oleh pengikutnya, yang kebetulan berada di lokasi kejadian. Kejar mengejar pun terjadi.</p>
<p>Pukul 15.00. Dalam serang menyerang pertama kalinya (Chaos), salah seorang anggota Polisi melarikan diri ke jurang, kemudian diiringi bunyi letusan senjata—terus berentetan, bagaikan sedang terjadi perang di gunung Novavumva di Dusun Salena II (Salena Bolonggima), dimana Madi dan kelompoknya lagi melakukan upacara ritual melindungi kampung (Novala-ngata) mendengar bunyi letusan senapan organik itu dari atau tempat perguruan Madi bermarkas. Letusan ini, berlasung sepuluh menit lalu kemudian redah—dan meledak lagi—sesekali.</p>
<p>Medengar letusan senjata yang berentetan ini, maka  masyarakat ketakutan dan lari menyebar menyelamatkan diri<a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_edn9">[9]</a>. Ada mereka yang lari ke gunung dan lari menyelamatkan diri tunggal langgang.</p>
<p>Pukul 16.40, Dari kejadian ini diberitakan tiga orang Polisi tewas dan satu orang warga meninggal dunia. Polis meninggal dunia, antara lain: Ajun Komisaris Polisi (AKP) Fuadi Chalis (Kasat Samapta Polresta Palu),  dan AKP Imam Dwi Herianto (Kasat Intelkam Polresta Palu), Briptu Arwansyah, Hatu (40) Warga Salena dan korban tiga aparat Kepolisan Pores Kota Palu dan Bayu Wijanarko,  Polsek Palu Barat, Aiptu Naco Parajaman, Bripka Sugeng, dan Briptu Rizal.</p>
<p><strong>5. Operasi pengejaran madi</strong></p>
<ol>
<li><strong>a. </strong><strong>Pengerahan pasukan</strong></li>
</ol>
<p><strong>Rabu, 26 Oktober 2005</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Sekitar jam 18.00 aparat kepolisian gabungan antara Polres Kota Palu dan Polda ditarik. Namun sekitar dua truk masyarakat dari kelurahan Buluri dan masyarakat dusun Lekatu Kelurahan Tipo—yang sudah di organiser di Tipo sebelumnya, berangkan menuju lokasi bersama aparat keamanan, selain itu mereka juga menakut-nakuti masyarakat Salena yang tersisa di Lokasi kejadian. Mereka berteriak dihadapan Orang Salena dengan mengatakan masyarakat yang tersisa harus minyingkir karena pasukan TNI dari kesatuan 711 akan datang dan menyisir masyarakat yang tersisa<a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_edn10">[10]</a>. Karena ketakutan masyarakat Salena yang tersisa kemudian menyingkir dan menyelamatkan diri tapi belum 100 meter mereka menyingkir rumah mereka dijarah dan dirusak oleh kelompok masyarakat ini. Aparat hanya membiarkan aksi masyarakat Kelurahan Buluri dan Masyarakat kelurahan Tipo yang melakukan penjarahan.</p>
<p>Sekitar Jam 11.00 aparat keamanan terdiri dari Polda Sulawesi Tengah, Poloairud Sulteng, Brimoda Sulteng berjumlah 300 personel. Ditambah bantuan TNI dari Kodim 1306 Donggala, Batalion 711 dan Danrem 132 Tadulako. Jumlah aparat TN tidak kurang dari dua satuan setingkat kompi(SSK-300 personil) didatangkan sejumlah dua truk(Radar Sulteng Oktober, 27, 2005). Kemudian mereka mulai menyisir punggung gunung Gawalise dari berbagai arah. Pasukan bergerak dari Timur ke barat, (Lokasi kejadian). Sebaliknya satu tim lagi bergerak dari barat, tepatnya dari Desa Pewelua,Kecamtan Banawa ke Timur. Kemudian dari bagian Selatan di Dombu ke Utara di Gunung Gawalise (Radar <em>Sulteng Oktober, 27 2005),</em> Nuasa Poso Oktober, 27 2005)</p>
<ol>
<li><strong>b. </strong><strong>Pembakaran rumah dan penjarahan </strong></li>
</ol>
<p>Di Salena Bolonggima dan Ngolo tidak kurang dari 30 unit rumah dibakar dan 9 unit rumah dibakar di Salena. Disalena, termusik rumah proyek pemerintah kota yang dibangun untuk orang Salena—juga turut di Bakar. Pembakaran ini—mengikuti jalur operasi aparat keamanan gabungan—yang pimpon Polda Sulawesi Tengah, yang dipimpin oleh Guntur Widodod, Kapolres Kota Palu(Radar <em>Sulteng, 27 Oktober 2005</em>). Saksi mata menyebutkan, mereka melihat ada orang memakai seragam polisi membakar rumah—yang dibatu oleh masyarakat yang sudah di organiser sebelumnya oleh Polisi di Tipo dan Lekatu.</p>
<p>Untuk lebih jelas, pada tabel 1 memperlihatkan rumah dibakar dan pemiliknya, adalah sebagai berikut:</p>
<p>Bersamaan dengan gelombang pembumi hangusan rumah, penjarahan harta benda berupa uang kopensai BBM raib Rp. Sepuluh juta rupia (Rp.10.000.000), dua unit motor, perabot rumah, seperti piring, seng, harta benda yang berharga lainnya turut di jarah. Anehnya, penjarahan yang dilakukan masyarakat sipil ini—hanya dibiarkan oleh apara kepolisian—yang pada saat yang sama berada di lkasi kejadian. Bahkan aparat keamanan menyaksikan secara langsung penjarahan dari jarak dua sampai 10 meter.</p>
<ol>
<li>Gelombang pengungsian</li>
</ol>
<p>Gelombang pengungsian besar-besaran 342 jiwa orang Salena Bolonggima (Dusun II) dan Salena (Dusun 1) (26/10/2005). bergerak kearah selatan di Powelua, Babarimi, Uwemanje, Maranatha, dan Pakava, sebagian lagi melarikan diri ke kampung tetanggga. Mereka terpaksa mengnusi untuk menhidari amukan massa, yang berasal dari dusun tetangga (Lekatu, Tipo, dan Buluri) -yang bergerak ke lokasi kejadian berdarah (Salena dan Bolonggima) dengan membawa senjata tajam. Orang ini, adalah orang yang diorganisir aparat keamanan sebelum menuju Salena, di pagi hari tanggal 26 oktober 2005. Selain itu, gelombang pengusi ini, dipicu oleh pembakaran rumah tinggal mereka di dusun Salena Bolonggima dan Salena.</p>
<p>Di Powelua,27 Oktober 2005 sekitar 149 orang pengunsi Salena  dijemput paksa oleh aparat keamanan, setelah mereka turun dari penggunungan menuju kampung untuk mencari makan—karena banyak diantara mereka kelaparan. Hasilnya, para pengungsi diperlakukan sebagai orang&#8211; terlibat dalam kerusuhan Madi. Itulah sebabnya, ia diperlakuak sebagai tahanan dibawah ke Polda Sulawesi Tengah. Disana mereka dinterogasi oleh Polisi<em>(Nuansa Pos Oktobe, 29 2005, Radar Sulteng,  Oktobe, 29 2005 ).  Kemudian tanggal, 29 Oktober </em><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong>sebanyak  26 orang, dijemput paksa oleh aprat keamanan dari Powelua, Bambarimi diantar ke Polda Sulawesi Tengah(<em>Nuansa Poso, 30 oktober, 2005</em>).  Kemudian tanggal 30 Oktober &#8211; 1 November 2005evakuasi—dilakukan oleh pemerintah Kota Palu&#8212;yang di Wakili Dinasi Sosial, Drs.Amiruddin Syam Syahib, Msi dan Arifin Sunusi, SH, Wakil Ketua, DPRD Kota Palu. Sejak tanggal 29 November 2005, mereka ditempatkan di Aula Kimpraswil, namun bagi mereka yang terlibat dalam pembunuhan- masih tetap ditahan di Polda Sulawsi Tengah. Hingga 7  November, 2005 Jumlah pengunsi Salena di penampungan Aula Kimpraswil Kota Palu sebanyak 270 jiwa dari 312 jiwaa pengunsi. Sisanya berada di Polda Sulteng, sudah 18 orang sebagai tersangka.</p>
<p>Sekurangnya akibat <strong><em>amuk massa</em></strong> ini, ada sebelas orang dinyatakan hilang. Untuk lebih jelasnya, lihat tabel dua, adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="508">
<tbody>
<tr>
<td colspan="6" width="508" valign="top"><strong>Tabel   2. Daftar orang hilang korban kekerasan aparat Polisi tanggal 25 Oktober 2005<a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_edn11"><strong>[11]</strong></a></strong></p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top"><strong>No </strong></td>
<td width="60" valign="top"><strong>Nama </strong></td>
<td width="72" valign="top"><strong>Umur </strong></td>
<td width="72" valign="top"><strong>Pekerjaan </strong></td>
<td width="93" valign="top"><strong>Jenis kelamin </strong></td>
<td width="168" valign="top"><strong>Alamat </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">1.</td>
<td width="60" valign="top">Musta</td>
<td width="72" valign="top">45   tahun</td>
<td width="72" valign="top">Petani</td>
<td width="93" valign="top">Laki-laki</td>
<td width="168" valign="top">Dusun   Salena Kelurahan Buluri</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">2.</td>
<td width="60" valign="top">Pino</td>
<td width="72" valign="top">35   tahun</td>
<td width="72" valign="top">Petani</td>
<td width="93" valign="top">Perempuan</td>
<td width="168" valign="top">Dusun   Salena Kelurahan Buluri</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">3.</td>
<td width="60" valign="top">Midu</td>
<td width="72" valign="top">7   tahun</td>
<td width="72" valign="top">-</td>
<td width="93" valign="top">Laki-laki</td>
<td width="168" valign="top">Dusun   Salena Kelurahan Buluri</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">4.</td>
<td width="60" valign="top">Nurmainah</td>
<td width="72" valign="top">5   tahun</td>
<td width="72" valign="top">-</td>
<td width="93" valign="top">perempuan</td>
<td width="168" valign="top">Dusun   Salena Kelurahan Buluri</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">5.</td>
<td width="60" valign="top">Api</td>
<td width="72" valign="top">3   tahun</td>
<td width="72" valign="top">-</td>
<td width="93" valign="top">Laki-laki</td>
<td width="168" valign="top">Dusun   Salena Kelurahan Buluri</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">6.</td>
<td width="60" valign="top">Ince   Ni</td>
<td width="72" valign="top">1   tahun</td>
<td width="72" valign="top">-</td>
<td width="93" valign="top">perempuan</td>
<td width="168" valign="top">Dusun   Salena Kelurahan Buluri</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">7.</td>
<td width="60" valign="top">Tera</td>
<td width="72" valign="top">60   tahun</td>
<td width="72" valign="top">Petani</td>
<td width="93" valign="top">perempuan</td>
<td width="168" valign="top">Dusun   Salena Kelurahan Buluri</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">8.</td>
<td width="60" valign="top">Daisar</td>
<td width="72" valign="top">30   tahun</td>
<td width="72" valign="top">Petani</td>
<td width="93" valign="top">Laki-laki</td>
<td width="168" valign="top">Dusun   Salena Kelurahan Buluri</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">9.</td>
<td width="60" valign="top">Sulina</td>
<td width="72" valign="top">25   tahun</td>
<td width="72" valign="top">Petani</td>
<td width="93" valign="top">perempuan</td>
<td width="168" valign="top">Dusun   Salena Kelurahan Buluri</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">10.</td>
<td width="60" valign="top">Lare</td>
<td width="72" valign="top">3   tahun</td>
<td width="72" valign="top">-</td>
<td width="93" valign="top">Laki-laki</td>
<td width="168" valign="top">Dusun   Salena Kelurahan Buluri</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">11.</td>
<td width="60" valign="top">Boke</td>
<td width="72" valign="top">16   tahun</td>
<td width="72" valign="top">Petani</td>
<td width="93" valign="top">Laki-laki</td>
<td width="168" valign="top">Dusun   Salena Kelurahan Buluri</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">12.</td>
<td width="60" valign="top">Pitu</td>
<td width="72" valign="top">5   tahun</td>
<td width="72" valign="top">-</td>
<td width="93" valign="top">perempuan</td>
<td width="168" valign="top">Dusun   Salena Kelurahan Buluri</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">13.</td>
<td width="60" valign="top">Yulu</td>
<td width="72" valign="top">50   tahun</td>
<td width="72" valign="top">Petani</td>
<td width="93" valign="top">Laiki-laki</td>
<td width="168" valign="top">Dusun   Salena Kelurahan Buluri</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">14..</td>
<td width="60" valign="top">Dena</td>
<td width="72" valign="top">45   tahun</td>
<td width="72" valign="top">petani</td>
<td width="93" valign="top">perempuan</td>
<td width="168" valign="top">Dusun   Salena Kelurahan Buluri</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">11.</td>
<td width="60" valign="top">Senti</td>
<td width="72" valign="top">20   tahun</td>
<td width="72" valign="top">Petani</td>
<td width="93" valign="top">Laki-laki</td>
<td width="168" valign="top">Dusun   Salena Kelurahan Buluri</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p><strong>c. Penahanan dan penyiksaan</strong></p>
<p>Sejak ditangkap tanggal 27 oktober 2005, sampai dengan tanggal 28 oktober ada 312 jiwa saat ini masih ditahan di Polda Sulawesi Tengah. Diantaranya Laki-laki&#8211;Dewasa  84 Jiwa, Perempuan/ibu-ibu/dewasa = 107 Jiwa, Anak-anak (laki-laki)  58 Jiwa, Anak-anak (Perempuan)  63 Jiwa. Jadi laporan kesluruhan adalah  <span style="text-decoration:underline;"> 312 Jiwa</span></p>
<p>Hingga tanggal 5 Oktober 2005, sudah ada 15 orang dijadikan sebagai tersangkan dalam kasus Madi di Salena. .Mereka disangka melakukan tindak pidana antara lain:, pembunuhan berencana penganiayaan—yang mengakibatkan kematian;; Pengrusakan secara bersama dan membawa senjata tajam.<a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_edn12">[12]</a></p>
<p>Sama sekali para tersangka itu, tidak dijerat dengan hukum—yang berhubungan penyebar ajaran sesat—seperti yang dituduhkan Polisi selama ini—yang merupakan dasar  melakukan pemanggilan terhadap Madi. Nama dan identitas warga—yang sudah tersangka dalam kasus Salena berdasarkan Laporan Sharul, SH, Husiman Brant, SH dari Serikat Pengacara Indonesia (SPI), adalah sebagai berikut: 1) Kasmi, 25 Tahun, Islam, Dusun 1 Salena Kelurahan Buluri – Palu; 2)  Hayadi,    25 Tahun, Islam,     Dusun I Salena Kelurahan Buluri – Palu, 3)  Irwan,  19 Tahun,  Islam,  Dusun I Salena Kelurahan Buluri – Palu; 4) Mile ,  20 Tahun,  Islam,  Dusun I Salena Kelurahan Buluri – Palu, : Jenti ,  24 Tahun,  Islam,  Dusun I Salena Kelurahan Buluri – Palu. Daftar nama tersangka dan pasal sangkaan dapat dilihat dalam <strong>(lampiran -1)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>5. Stigmatisasi dan Kriminalisasi terhadap Madi dan Warga Salena.</strong></p>
<ol>
<li><strong>Penyesatan  pejabat publik (pejabat negara)</strong></li>
</ol>
<p>Pernyataan para pejabat negara, baik setingkat meteri maupun ulama dan pejabat polisi cendrung mengadili Madi dengan berbagai tanggapan dan dinamika yang berbeda- beda. Sekurangnya  komentar berbagai sumber itu—mewakili  kepentingan, antara lain: pemerintah baik lokal maupun nasiona, tokoh agama,tokoh masayrakat,</p>
<p>Sekurangnya, pernyataan itu, dapat dikategorikan.  <strong>Pertama</strong>, komentar yang menganggap, bahwa Madi adalah Penyebar Ajaran Sesat atau sangat sesat, di Dusun Salena, yang menyimpang dari nilai agama yang sesungguhnya. Karena melarang orang pergi ke Masjid bagi yang muslim, melarang orang Kristen pergi ke gereja <em>(detik.com, Radar Sulteng 26, Oktober 2005). </em>Pendukung komentar ini adalah Menteri Agama (Menag) M Maftuh Basyuni menegaskan bahwa ajaran yang disebarkan oleh Madi sangat sesat, karena ajaran itu menganggap Islam tidak perlu puasa dan shalat sehingga menyimpang dari ajaran Islam yang sesungguhnya. Kemdian Wakil Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Sunarko Danu Ardanto membenarkan komentar Menteri Agama, Maftuh Basyuni itu. Ia menyatakan Madi pimpinan dan pengikutnya adalah aliran sesat <em>(Media Indonesia Online, 26, 27  Oktober 2005, Kopas Cyber Media, </em>Oktober 26, 2005, Tempointeraktif Oktober, 26, 2005, <a href="http://www.depag.go.id/Ber_menag_ajaran_mahdi">http://www.depag.go.id/Ber_menag_ajaran_mahdi</a> Oktober 26, 2005).</p>
<p>Suardin Suebo, Wakil Wali Kota Palu membenarkan Menteri Agama. Suardin menyatakan  tentang “ajaran sesat”  dalam dialog di Metro TV tanggal 26 oktober. Hal serupa juga ia ungkap pada  Waspada online, yang diberitakant  Oktober, 26, 2005.</p>
<p>Kemudian, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Din Syamsudin menyatakan Madi Sesat kepada wartawan di Jakarta. Bahkan ia menyebutnya sebagai animisme, dan menjauhkan orang dari kebenaran(<em>Mercusuar 28 Oktober 2005</em>). Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, KH Hi Ma’ruf Amin senada apa yang diebutkan ketiga para komentator diatas. Makruf menjelaskan ini ketika ditemui Wartawan di Surabaya 26 Oktober 2005. Bahkan KH Zainuddin Djajuli, ajaran Madi di Palu sudah boleh disebtukan sesat tanpa harus menunggu vonis pengadilan agama atau lembaga peradilan lain (<em>Suarapembaruan, Oktober 2005</em>). Pernyataan serupa juga dibenarkan Ketua Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Tengah, Drs. Zainal Abidi M.Ag, di Palu tanggal 28 Oktober 2005. Pernyataan ini ia ungkap kepada wartawan (Mercusuar, 25 Oktober 2005).</p>
<p>Komentar para pejabat publik menyatakan ajaran sesat diatas, mereka cendnrung melihat sesat, karena—menganggap bahwa Madi dan pengikutya melarang orang shalat dan puasa (<em>Media Indonesia Online, Oktober, 26, 2005, News detic.com 22 Oktober 2005</em>).</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em>Kedua</em></strong>, ajaran dan aliran Madi, komentar- menggap Madi mengembangkan ajaran—agama yang dinilai menyipang dari ajaran agama islam yang seungguhnya. Karena dianggap bukan aliran agama atau sekte  dalam sebuah agama resmi di Tanah Air</p>
<p>Pendukung komentar ini adalah Oegroseno, Kapolda Sulawesi Tengah kepada wartawan di Palu 25 Oktober 2005. Ia menilai pola pikir pengikut aliran ini sudah di luar batas kewajaran . (<em>Republika online, 26 Oktober 2005, Media Onlne 26 Oktober 2005)</em></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong>Ke-tiga,</strong> pikiran sesat, komentar ini, diucapkan oleh RUsdi Mastura, Wali Kota Palu tanggal 2 November 2005, saat Team Salenan Center—melakukan audice dengannya. Ia menggap apa—yang dilakukan Madi dengan melakukan kekerasan terhadap anggota Kepolisian Resort Palu, sudah masuk dalam wilayah pikiran sesat. Bahkan kekerasan ini, menyebabkan jatuh-nya korban jiwa, baik anggota Polisi maupun anggota Madi. Komentar mengenai aliran sesat ini, bukan pertama kali diucapkan oleh Wali Kota Palu—sebelumnya, juga sudah disampaikan di tempat penampungan para pengungsi—dari Salena di Kota Palu.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Ke-empat,</strong> agama dan adat&#8212;komentar ini, diwakili Kepala Kanwil Departemen Agama Sulteng Drs. H.Mohammad Godal M.Si. Ia mengatakan, bahwa Madi mengembangkan imajinasi-yang dikembangkan sekelompok orang masyarakat adat dan seraya berlidung dibalik kewajiban adat di Dusun Salena I dan Salena II <em>(Pikiran Rakyat, Oktober, 26, 2005, Antara-News, Oktober, 26,2005)</em>. Oleh Karen itu, apa yang dikembangkan Madi itu bukan agama, kalaupun  agama, bukan  resmi di tanah air.  Menurut Godal, seseorang yang menjadi pengikut ajaran ini terlebih dahulu menjalani Baiat (pengucapan sumpah setia, tak mengenal apakah dia islam atau kristen (<em>Pikiran Rakyat Oktober, 26, 2005, Oktober, 26, 2005, Republika Online Oktober, 26, 2005).</em> <em> </em>Bila demikian, agama yang dikembangkan Madi—tidak diakkui negara ini. Pendapat Kankawil Depag Sulteng itu, disetujui Kabareskrim   Mabes Polri Komjen Polisi Makbul Padmanegara. Ia menyebut Madi  penyebar ajaran agam-adat (Waspadan Online, 1 Nov 2005)</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Pernyataan ini menujukkan, adanya agama yang resmi, ada agama tidak resmi. Di sinilah letak kesalahan penting yang dilakukan oleh negara, memformalkan sebuah agama dan meniadakan yang lainnya. Sebuah bentuk intervesi negara kedalam kebebsana dasar atau kedalam wilayah hak sipil politik tiap individu. Boleh disebutkan sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia.</p>
<p><em> </em></p>
<p>Kemudian perlakuan pejabat Negara dalam prespektfi Hak Asasi Manusia, khususnya International Convetion on civil and political rigts<a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_edn13">[13]</a> (konvensi tentang hak sipil politik) yang sudah di ratifikasi oleh Pemerintah Indonesai tahun 2005 sudah termasuk intervensi negara  kedalam kehidupan hak politik Orang Salena dalam memilih kebebasan beragama dan menjalankan adat istiadat mereka. Pasal ini diantu dalam pasal 18<a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_edn14">[14]</a>. Secara garis besar dalam pasal ini, menyatakan, bahwa setiap orang mempunyai kebebasan berpikir, berkeyakinan, beragama dan kepercayaan. Kebebasan untuk menjalankan agama hanya dapat dibatasi oleh ketentuan hukum—yang diperlukan untuk melindungi keamanan, ketertiban, kesehatan, moral masyarakat atau hak dasar dan kebebsana orang lain.</p>
<p>Didalan UU No.31 Tahun 1999 tetang Hak Asasi Manusia, pasal 22 ayat 1, disebutkan, setiap orang bebas memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaanya itu. Kemudian dalam pasal 22 ayat 2 disebutkan, bahwa Negara menjamin kemerdekaan setiap orang memeluk agamnya masing-masing dan untuk beribadah menurut kepercayaanya itu. Pengertian Negara disini,  adalah pemerintah ini bisa dilihat dalam pasal 8 UU No.39 Tahun 1999 tentang HAM.<a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_edn15">[15]</a></p>
<p>Bila melihat, aparat Negara dalam kasus, Madi,melalui berbagai komentar dan stigmatisasi, maka posisi Negara yang diwakili pemerintah dalam kasus Madi di Salena merupakan satu bentuk pealnggaran hak asasi manusia. Pertimbangan lain, adalah kronologi kejadian, dimana Madi dan pengikutnya, dalam kasus ini penangkapan dan penahan oleh Polada Sulawesi saat ini (15 orang tersangka), bukan disangka dengan penyebaran ajaran sesat—yang selama ini menjadi latar belakang pecahnya konflik antara Madi dan Polisi. Karena Madi dan kelompoknya, sedang melaksanakan kebutuhan beribadah menurut keyakinan adat mereka. Apalagi dalam kenyataan Madi—sendiri dalam melaksanakan keyakinannya—belum ada penetapan pengadilan, apakah ia benar menyebarkan ajaran yang menyimpang sesuai dengan ajaran agama—yang diakui di Indonesia. Di negeri ini sendiri—dinyatakan,tiada orang yang bisa dianggap bersalah kecuali ada putusan/vonis pengadilan yang sah.</p>
<p>Nah, komentar pajabat Negara itu—dapat  disebutkan  Stigmatisasi Ajaran, aliran, lainnya, yang mengarah pada image yang negative. Pada dasarnya, menunjukan penghukuman sistemik yang dilakukan oleh media dan pejabat public. Terhadap orang Salena dan Madi.Karena menunjukkan proses penyesatan opini dan pembentukan keresahan di masyarakat<em> sekitar Salena sebelum kejadian bentrok).</em> Penjelsan lebih jauh mengenai hal ini(dapat dilihat pada bagain akses dari kekerasan Salena.<em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<ol>
<li><strong>Propaganda media</strong></li>
</ol>
<p>Bila seandainya tak ada media, komentar para pejabat itu—hanya berefek pada skala local. Tapi karena diliput oleh berbagai media, maka dampak komentar itu—jauh lebih kuat menghacurkan orang Kaili Inde Etnik Minoritas—yang tinggal di dusun Salena itu. Boleh disebutkan, bahwa media telah membawa efek negative dan posotif dari kasus Madi.</p>
<p>Pembentukan opini dan efek pemberitaan pada publik.Pada bagian ini hanya dilihat dari dampak negatif bagi orang yang tinggal di Salena. Sedangkan dampak posotifnya—tidak menjadi bagian dari focus ini—tujuan utama media dianggap—selalu mendahulukan hal yang posotif bagi kepentingan publik.</p>
<p>Dalam berbagi pemberitaan itu, ada tiga pola Pemberitaan media harian—yang dominan di sampaikan kepada audiece di Kota Palu.</p>
<p><strong>Pertama,</strong> media harian lokal, media ini—dalam liputan pemberitaan mengenai Madi dan kelompoknya diberitakan mengajarkan  aliran sesat, ajaran sesat, ajaran Madi, pengikut Madi dan lainnya. Stimatisasi macam ini—terus ditujukkan media melalui pemberitaanya. Kata, itu masih menggambarkan Madi sebagai orang yang bersalah kepada publik.</p>
<p>Frekwensi pemberitaan Media lokal—sejak tanggal 22 Oktober hingga 4 November belum mengalami pergeseran, masih menganggap perguruan Madi, menyebarkan aliran sesat.</p>
<p>Media ini, SKH Nuansa Pos, Radar Sulteng, Mercusuar—ayng dianggap mewakili media publik di Sulawesi Tengah. Misalnya, SKH Radar Sulteng, Pemberitaan-nya mengenai Madi, sejak tanggal 22 Oktober hingga tanggal 4 November masih terus menuliskan ajaran sesat, aliran sesat dan pengikut Madi. Kemudian SKH Nuansa Pos sejak tanggal terhitung 25 Oktober- sampai dengan 10 November 2005, pemberitaannya, masih menganggap Madi dan pengikutnya sebagai penyebar aliran sesat.</p>
<p>Media local—juga masih belum mengubah penulisannya, mengenai Madi. Acapkali dituliskan, “Madi”. Seolah-olah yang dimaksud adalah Imam Mahdi. Bagi ummat Islam Madi, dipercaya sebagai pemimpim ummat terakhir di dunia.</p>
<p>Sedangkan <strong>ke-dua,</strong> media Nasional. SKH –yang berbasis di Jakarta, seperti SKH Tempo, SKM Tempo, The Jakarta Pos, Kompas, Suara Pembaruan, Mediaonline lebih cendrung memberitakan Madi sebagai dalam tiga gambaran. Madi dan pengikutnya dianggap sebagai pengikut ajaran sesat dan aliran sesat.</p>
<p>Pemberitaan SKM Kompas misalnya, Rabu, 26 Oktober 2005, Menyebut Madi sebagai kelopok aliran sesat. ALiran sesat ditonjolakn akan menyerang Pasar Inpres Manonda. Kemudian pemberitaan, 29, Kompas melihat Madi sebagai penganut ajaran sesat.</p>
<p>TEMPO <em>Interaktif</em> Selasa, 25 Oktober 2005 misalnya, memberitakan Madi Pengikut Aliran Sesat di Palu Sandera Belasan Polisi, masih menempatkan madi</p>
<p><em>Suara Merdeka Cyber Media, dalam beritanya tanggal Oktober, 27, 2005</em>.  Media onilne ini, Madi dianggap sebagai penyebar aliaran kepercayaan, seperti lazimnya sejumlah kepercayaan di Indonesia. Apa lagi—di Indonesia aliran kepercayaan bukan hal baru—dimana sudah berkembang sejak lama, bahkan jauh sebelum kerajaan Majapahit</p>
<p>Salah satu media online, yak tak mengubah image mengenai Madi adalah Detic.com, Pemberitaan mengenai Madi bila dilihat dari rentang waktu 22 Oktober hingga 4 November 2005.,  masih menempatkan Madi sebagai pembawa ajaran sesat, meskipun dengan fariasi kutipan pemberitaan yang berbeda. Mislanya</p>
<p>Misalnya Detik. Com tanggal 22 Oktober 2005 menuliskan  Pengikut Ajaran Aneh di Palu Bentrok dengan Polisi.  Menyusul pemebritaan  Detic.com, tanggal  25 Oktober 2005, menulsikan aliran sesat pimpinan Mahdi</p>
<p><strong>Ke-tiga,</strong> media—yang berbasis eletronik, seperti TV dan media Online, pemberitaannya bervariasi. Boleh disebutkan sebagai perpaduan antara keduanya. Pengecualian Pikiran Rakyat Online , memberitakan Madi dan pengikutnya—bukan agama—melainkan Adat dan campuran agama.</p>
<p>Media elektorink (TV) dan online, warna pemberitaanya, bervariasi-seperti yang disebutkan pada bagian terdahulu dalam tulisan ini<em>(Lihat: Madi dan Reaksi Publik) </em></p>
<p>Terlepas dari soal warna penghukuman Media terhadap Madi, media  Maisntream—yang berbasis agama—tidak seradikal media umum (Harian Umum), mereka masih melihat bahwa pemberitaan—sebagai sosok pelaku pembunuhan.</p>
<p>Kelemahan Media liputan dapat dalam berbagai pemberitaan dapat dilihat. Pertama,, Cover bothside (perimbangan),  Liputan media dari sumber utama, hanya terforkus pada komentar dari salah satu pihak. Dengan kata lain, pemberitaan media acapkali tidak diikuti oleh perimbangan (cover boothside) atau pemberitaan press relase.Tentu saja, efek macam ini memberikan hukum bagi kelompok yang menjadi objek pemberintaan. Apa lagi komentar di publik, baik mewakili pemerintah, tokoh masyarakat bersifat  meng-exekusi, bahwa Madi dan kelompoknya telah menyebarkan ajaran sesat di Salena, sehingga sajian media mengenai Madi—lebih dominan menonjol adalah hukum terhadap Madi.</p>
<p>Kedua, kesalahan—yang tak perlu, misalnya hampir semua media menyebutkan “Mahd”i. Apalagi media cetak—merata menuliskan objek pemberitaan sebagai Mahdi, sehingga seolah menujukkan pada Aliran Al-Mahdi, suatu imam(pmimpin), yang dipercaya oleh ummast muslim akan mucul dikemudian hari setelah Imam Syafii, Hambali, Hanafi dan Maliki. Padahal nama—yang seungguhnya adalah “Madi”</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>5. PENUTUP</strong></p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Sebagai kesimpulan dalam laporan ini—dapat disebutkan. PerTama, bahwa-sekurangnya  pejabat publik, yang mewakili berbagai kepentingan terhadap Madi,  ada tujuh kategori, antara lain, ajaran sesat, aliran sesat, pikiran sesat, bukan agama, mengembakan aliran adat, komunis. Komentar itu—memiliki krakter dan alasan dan cara pandang yang berbeda dan latar belakang yang berbeda. Namum, umunya, kecendrungan mereka mengnggap Madi penyebaran aliran sesat lebih dominant tumbuh dari komentator itu.</p>
<p>Kedua, bila dilihat dalam pendekatan Hak Asasi Manusia, maka komentar berbagai pejabat Negara itu, sudah masuh dalam pelanggaran Hak Sipil Politik, khusunyapasal 18 ayat 1 dan 2. Lebih rinci lagi UU No.39 Tentang Hak Asasi Manusia, khusunya pasal 22 ayat 1 dan pasal 8. Vonis terhadap Madi—sudah dijatuhkan lebih awal, sebelum ada putusan hukum—yang berkekuatan tetap. Sementara, ancaman Madi terhadap orang lain,hanya merupakan issu—yang dikembangkan oleh sebagian orang di dususn tetangga Salena.</p>
<p>Ketiga,  ulasan media tetantang Madi, dilakukan  beragam, umumnya media yang mewakili media lokal, Nuasa Pos, Radar Sulteng, Mercusuar, masih menganggap penganut ajaran sesat dalam kacamata agama Islam. Dan pemebritaan sama sekali tidak berubah hingga kini. Sedangkan media nasional meberitakan tentang Madi, cenderung berubah-ubah dari ajaran sesat kealiran sesat (SKH Tempo, Kompas dan lainnya.</p>
<p><em>Secara umum, media juga tidak mengembangkan pemberitaan, yang di bolehkan oleh UU Pokok Pers No.41 tahun 1999. Dimana pers dalam pemberitaanya, mempertimbangkan aspek perimbangan. Media lebih dominant memilih sumber pemerintahan ketimbang masyarakat korban.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Ke-empat,  sesungguhnya, orang yang tinggal di Kamalisi merupakan sub-etnis dari Suku Kaili, Da’a, Inde, Unde, Tado. Sub-etnis Da’a mayoritas beragama Kristen Protestan dan Advent, sedangkan Inde, Unde dan Tado, mayoritas beragama islam, dibawa organisasi Al-chairaat.</p>
<p>Meski dikenal sebagai masyarakat adat. Mereka mempraktek kan ritual agama dan adat sejalan dan selama ini tumbuh bersamaan didalam kehidupan mereka. Hal ini bukanlah hal yang baru.</p>
<p>Kelima, akibat pengejaran terhadap Madi dan pengikutnya, menyebabkan orang Salena yang tak berdosa ikut diadili oleh massa—dengan cara mebakar dan menjarah harta benda mereka. Anehnya, polisi sebagai aparat penegak hukum membiarkan kejadian criminal terjadi didepan matanya. Selain itu, karena ketakutan tidak kurang dari 250 jiwa orang Salena mengungsi—karena ketakuatan dan sebagian kehilangan rumah tinggal di kampung halamnya.</p>
<p>Ke-enam, akibat kerusuhan ini—sudah libelas orang ditetapkan sebagai tersangkah. Tetapi mereka—disangkan melakukan tindak pidana dengan pembunuhan berencana. Tidak disangkan dengan tuduhan awal, terjadinya masalah, dimana latar belakang pemanggilan Madi dan pengikutnya, bersumber dari ajaran sesat—menuruh padangan Islam.</p>
<p>Ke-tujuh, pembangunan Lembaga Adat Kaili—sesungguhnya diketahui oleh aparat Polda Sulawesi Tengah dan didukung oleh Pemerintah Sulawesi Tengah. Intje Rase Haji Muda sendiri memilik kedekatan dengan para pejabat Negara itu.</p>
<p>Ke-delapan, komentar—yang menganggap Madi, bukan ajaran sesat, melainkan ritual—yang sudah dikembangkan oleh masyarakat Kaili sejak dulu. Bila itu Madi dan pengikutnya dianggap ajaran sesat—perlu penjelasan—yang lebih rincih dari segi hukum maupun akademis. Sejauh ini—praktek masyarakat masih dalam kerangka ritual orang Kaili. Bila dikaitkan dengan  peristiwa kekerasan itu. Tidak satupun bisa disalahkan, terkecuali, pembunuhan adalah urusan hukum.<span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Rekomendasi</span></strong></p>
<p>Rekomendasi dalam tulisan ini, adalah sebagai berikut:</p>
<p>Pertama, perlu menyelidiki lebih jauh tindak kekerasan yang berkaitan dengan pembumi hangusan dan kekerasan Madi dan pengikutnya di Dusun Salenea dalam kontek Hak sipil Politik. Laporan ini disampaikan kepada Komnas HAM—sebagai laporan. Atau mengudang KOMNAS HAM untuk melakukan penyelidikan ada dan tidak pelanggaran HAM dalam kejadian di Salena.</p>
<p>KeDua, perlu disampaikan kepada pejabat public dan media, efek pemeberitaan mereka—sudah memasuki wilayah, apa yang disebut pengadilan terhadap orang Salena. Padahal tidak semua orang Salena bersalah. Hanya orang yang bersalah bisa diadili.</p>
<p>KeTiga, Walikota Palu, yang menjadi wilayah Adminitrasinya, mendorong pembangunan pra-sarana dan sarana bagi semua orang yang tinggal di pinggir Gunung Gawalise, dimana orang Kamalisi berada. Ini bisa disebut sebagai sasaran jangka panjang. Sasara jangka pendek, merahabilitasi pemukiman di Salena yang hancur, dan sesegera meungkin mengembalikan para pengungsi—yang saat masih tinggal di tempat-tempat penampungan di Palu ke Salena.</p>
<p>Sembari melakukan rehabilitasi dan pemulangan, perlu juga membangun rekosiliasi orang-orang yang tinggal di desa tetangga Salena, seperti Tippo, Lekatu, Watu Sampu, Buluri dan lainnya. Tujuannya untuk mencegah dan mebangun perdamaian di Kota Palu.</p>
<p>Tugas pemerintah Kota Palu selanjutnya, dalam jangak pendek ini—menyampaikan ke para ulama dan tokoh agama—mengenai kejadian di Salena yang sesungguhnya, sehingga komentar mereka tidak cendrung mengadili orang Salena sebelum ada putusan pengadilan berkekuatan tetap<strong>.</strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Referensi:</span></strong></p>
<p><strong>Saleh Ridha, 2003, </strong><strong>Dari Insidentil ke Perlawanan Teroganizir, Rain Forest Foundation, YPR dan Walhi, Jakarta.</strong></p>
<p><strong>Sangadji Arianto, 2005, Melihat Madi Secara Objective, Opini, Jakarta, Kompas, 29 Oktober, 2003</strong></p>
<p><strong>YPR, 2003, Profile Ngata Salena Bolonggima, Palu, tidak terpublikasikan</strong><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Dokumen:</strong></p>
<p><strong>International Covenant on civil and Political Rigths </strong></p>
<p><strong>UU No.39.Tahun 1999 Tetntang Hak Asasi Manusia</strong></p>
<p><strong>UU No.41 tahun 1999 Tentang Pokok Pers</strong></p>
<hr size="1" /><a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_ednref1"></a> [1] Bahasa Kaili, terdiri dari sub-etnis Ledo (Kota Palu, BiroMaru), Rai (Tavaeli, Parigi, Lero, Masaengi umunya wilayah pesisir—pantai barat), Inde, Unde (di bagian barat lembah Palu, kaki penggungan Kamalisi, Powelua dan lainnya—umunya di bagian barat Kota Palu dan bagia selatan Kota Donggala),  Tara (Lasoani, Poboya,  Kota Palu Bagi Timur, Kaki gunug Poboya)   dan mayoritas beragam islam . Sedangkan bahasa Kaili Da’a, Tado beragam Kristen dan umunya tinggal di penggunungan wilayah Kamalisi, bagian barat Kota Palu dan Selatan, dan Perbatasan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.</p>
<p><a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_ednref2">[2]</a> Wilayah kamalisi terletak di Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah</p>
<p><a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_ednref3">[3]</a> Wawancara dengan Kuasa Ratalemba, korban pemindahan PKMT, ketua Forum Petani Merdeka, di Palu, Oktober, 5, 2002.</p>
<p><a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_ednref4">[4]</a> Wawancara Kimung,Tim Investigasi Salena Center dan Amiruddin, yang juga Saksi Pelapor  di Tipo, Oktober 26 Oktober 2005.</p>
<p><a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_ednref5">[5]</a> Lihat, Wawancara Dedi Irawan, Team Invetigasi Salena Center dan Jori, Masyarakat Salena, yang juga pengurus Alinasi Masyarakat Kamalisi, Oktober, 26, 2005. Lihat juga Wawancara&#8212;&#8212;anggota Team Investigas Salena Center dengan saksi pelapor, Drs. Arkhan Nurdin, Amiruddin, Oktober, 27, 2005.</p>
<p><a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_ednref6">[6]</a> Wawancara, antara Kimung, Team Investigasi Salena Center dan Endi di Palu, Balai Penampungan Orang Salena dan Bologgima, Kimpraswil Sulteng, 29 Oktober 2005.</p>
<p><a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_ednref7">[7]</a> Bagian ini dikutif seluruhnya dari Hasil Invetigasi Dedi Irawan, anggota Team Salena Center, Oktober, 26, 2005.</p>
<p><a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_ednref8">[8]</a> Bagian ini dikutif seluruhnya dari Hasil Invetigasi Dedi Irawan, anggota Team Salena Center, Oktober, 26, 2005.</p>
<p><a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_ednref9">[9]</a> Bagian ini dikutif  dari Hasil Invetigasi Dedi Irawan, anggota Team Salena Center, Oktober, 26, 2005 dan pengakuan korban di Kantor Polda Sulawesi Tengah, Oktober, 29, 2005.</p>
<p><a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_ednref10">[10]</a> Wawancara Saksis Mata Antara Dedy Irawan, Anggota Team Salena Center  dan Jori Masyarakat Salena, 26 Oktober 2005.</p>
<p><a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_ednref11">[11]</a> Erwin Laudjeng, Team Invetigasi Salena Center, Laporan Investigasi,  4 Novmber, 2005</p>
<p><a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_ednref12">[12]</a> <strong>Lihat pasar 340,351 ayat 3, 170 KUH Pidana; Lihat juga UU Darurat No.12 1951</strong></p>
<p><a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_ednref13">[13]</a> Konvesi ini telah di ratfikasi oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 2005.</p>
<p><a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_ednref14">[14]</a> Pasal 18: ayat 1, setiap orang mempunyai hak atas kebebasan berpikir, berkeyakinan dan bergama. Hak ini mencakup kebebasan untuk menganut atau menetapkan agama atau kepercayaan atas pilihannya sendiri dan kebebasan, baik secara individu maupun bersama-sama dengan orang lain, baik di tempat umum atau tertutup, untuk menjalankan agama atau kepercayaan dalam kegiatan ibadah, ketaatan, pengalaman dan pengajaran. Ayat 2, Tidak seorangpun dapat dipaksa sehingga mengurangi kebebasan untuk menganut atau menetapkan agama atau kepercayaannya sesuai dengan pilihanya.Ayat 3, kebebsan untuk menjalankan agama atau kepercayaan seseorang hanya dapat dibatasi oleh ketentuan hokum, yang diperlukan untuk melindungi keamanan, ketertiban, kesehatan atau moral masyarakat atau hak mendasar dan kebebasan orang lain.</p>
<p><a href="/Documents%20and%20Settings/Administrator/My%20Documents/Opinion_Huges/WordPresss/Paper%20Salena.docx#_ednref15">[15]</a> Perlidungan dan pemajuan, penegakkan, dan pemenuhan hak asasi manusia terutama menjadi tanggung jawab pemerintah</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
