<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>akshobya &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/akshobya/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "akshobya"</description>
	<pubDate>Sat, 18 May 2013 15:14:42 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Arca Dhayani Budha yang terletak di Borobudur]]></title>
<link>http://ruangkumemajangkarya.wordpress.com/2011/12/05/arca-dhayani-budha-yang-terletak-di-borobudur/</link>
<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 14:07:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>penanggungjawabruangku</dc:creator>
<guid>http://ruangkumemajangkarya.wordpress.com/2011/12/05/arca-dhayani-budha-yang-terletak-di-borobudur/</guid>
<description><![CDATA[Patung Dhayani Budha yang berada di Borobudur berjumlah total 504 (pada permulaan-nya), tetapi sekar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Patung Dhayani Budha yang berada di Borobudur berjumlah total 504 (pada permulaan-nya), tetapi sekarang 300 lebih dalam keadaan rusak (rata – rata kepalanya hilang) sedang 43 yang lain hilang sama sekali.</p>
<p><a href="http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2011/12/03-jina-budha.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-196" title="jina budha" src="http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2011/12/03-jina-budha.png?w=300&#038;h=243" alt="" width="300" height="243" /></a></p>
<p>Nama &#8211; nama Budha Vairocana, Amitabha, Amoghasiddhi, Ratnasambhava dan Akshobya dikenal di dalam tradisi Vajrayana (Mahayana) dengan sebutan Panca Dhayani Buddha (Lima Buddha Tinggi).<br />
Masing &#8211; masing Dhayani Buddha mempunyai Dhayani Bodhisatva.<br />
1. Dhayani Buddha Akshobya &#8212;&#8212;- Dhayani Bodhisatva Vajrapani<br />
2. Dhayani Buddha Ratnasambhava &#8212; Dhayani Bodhisatva Ratnapani<br />
3. Dhayani Buddha Amitabha &#8212;&#8212;- Dhayani Bodhisatva Avalokitesvara<br />
4. Dhayani Buddha Amoghasiddhi &#8212; Dhayani Buddha Visvapani<br />
5. Dhayani Buddha Vairocana &#8212;&#8212; Dhayani Bodhisatva Samanthabadhra</p>
<p><a href="http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2011/12/aksobhya.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-190" title="aksobhya" src="http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2011/12/aksobhya.jpg?w=157&#038;h=216" alt="" width="157" height="216" /></a>Arah mata angin            : Timur, Wetan, East<br />
Nama patung budha     : Dhayani Budha Aksobhya (Yang Tak Terganggu)<br />
Nama mudra                  : Bhumisprasa-mudra</p>
<p>Bentuk Mudra :<br />
Tangan kiri mengenadah di atas pangkuan, sedang tangan kanan menempel pada lutut kanan dengan (telapak menengadah kebawah/menelungkup) jari menunjuk kebawah.</p>
<p>~ Sikap tangan ini dilakukan Sang Buddha sewaktu menghadapi ancaman dan godaan Mara (Raja kegelapan). Sang Buddha terpaksa memanggil Pretiwi (Bunda Kehidupan Bumi) untuk memberikan kesaksian siapakah diantara Buddha atau Mara yang berhak untuk berada diatas bumi dan menempati tempat meditasinya.</p>
<p><a href="http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2011/12/ratnasambhawa.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-191" title="ratnasambhawa" src="http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2011/12/ratnasambhawa.jpg?w=157&#038;h=207" alt="" width="157" height="207" /></a>Arah mata angin            : Selatan, Kidul, South<br />
Nama patung Budha     : Dhayani Budha Ratnasambhawa (Yang Terlahir Sebagai Mustika Bumi)<br />
Nama mudra                  : Wara-mudra</p>
<p>Bentuk Mudra :<br />
Tangan kiri terbuka dan menengadah dipangkuan, sedang tangan kanan menempel pada lutut kanan menengadah kearah atas, jari – jari menunjuk kearah atas.</p>
<p>~Sikap tangan ini dipakai jika Sang Buddha melakukan suatu pemberkatan atau pemberian.</p>
<p><a href="http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2011/12/amithaba.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-192" title="amithaba" src="http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2011/12/amithaba.jpg?w=157&#038;h=212" alt="" width="157" height="212" /></a><br />
Arah mata Angin           : Barat, Kulon, West<br />
Nama patung budha     : Dhayani Budha Amithaba (Cahaya Tanpa Batas)<br />
Nama mudra                  : Dhayana-mudra</p>
<p>Bentuk Mudra :<br />
Kedua tangan kanan diletakkan dipangkuan, yang kanan diatas yang kiri, dengan telapak  kanan menengadah dan kedua jempolnya saling bertemu.</p>
<p>~ Sikap tangan ini dipakai manakala Sang Buddha bersemedi.</p>
<p><a href="http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2011/12/amoghasidhi.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-193" title="amoghasidhi" src="http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2011/12/amoghasidhi.jpg?w=157&#038;h=222" alt="" width="157" height="222" /></a>Arah mata angin            : Utara, Lor, North<br />
Nama patung budha     : Dhayani Budha Amoghasiddhi (Yang Tak Pernah Gagal)<br />
Nama mudra                  : Abhaya-mudra.</p>
<p>Bentuk mudra :<br />
Tangan kiri terbuka dan  menengadah dipangkuan, sedang tangan kanan diangkat sedikit diatas lutut sebelah kanan dengan telapak menghadap kemuka.</p>
<p>~ Sikap tangan ini dipakai manakala Sang Buddha menolak bahaya</p>
<p><a href="http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2011/12/wairochana.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-194" title="wairochana" src="http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2011/12/wairochana.jpg?w=157&#038;h=204" alt="" width="157" height="204" /></a>Arah mata angin       : Pusat/central/tengah<br />
Nama patung budha     : Dhayani Budha Wairocana (Yang Cemerlang)<br />
Nama mudra            : Witarka-mudra</p>
<p>Bentuk Mudra :<br />
tangan kiri terbuka di atas pangkuan dan tangan kanan sedikit terangkat di atas lutut kanan dengan telapak menghadap ke muka dan jari telunjuknya menyentuh ibu jari.</p>
<p>~ Sikap tangan ini dipakai manakala Sang Buddha sedang mengajarkan sesuatu</p>
<p>*Keterangan tambahan<br />
~ Di tempat lain kadang Dhayani Budha Wairocana digambarkan dengan mudra  Dharmachakra-mudra.<br />
~ Pintu masuk Borobudur ada di sebelah timur dan memutarnya melalui cara pradaksina (berputar searah jarum jam, timur &#8211; selatan &#8211; barat &#8211; timur)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Akshobya Puja]]></title>
<link>http://monlam.wordpress.com/2011/11/19/akshobya-puja/</link>
<pubDate>Sat, 19 Nov 2011 11:11:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>goosebumps4all</dc:creator>
<guid>http://monlam.wordpress.com/2011/11/19/akshobya-puja/</guid>
<description><![CDATA[Click here for more information on this puja.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Click here for more information on this puja.]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Akshobhya Buddha and the Kagyu Lineage]]></title>
<link>http://monlam.wordpress.com/2009/01/11/akshobya-buddha-and-the-kagyu-lineage/</link>
<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 16:10:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>Naomi Levine</dc:creator>
<guid>http://monlam.wordpress.com/2009/01/11/akshobya-buddha-and-the-kagyu-lineage/</guid>
<description><![CDATA[Whoever hears it (the mantra), whether people or animals, will be liberated from samsara and all its]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Whoever hears it (the mantra), whether people or animals, will be liberated from samsara and all its]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
