<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>aktivitas &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/aktivitas/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "aktivitas"</description>
	<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 02:08:30 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[YANG KIAN ENGGAN MEMAMAH CO2 ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/02/yang-kian-enggan-memamah-co2/</link>
<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 04:12:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/02/yang-kian-enggan-memamah-co2/</guid>
<description><![CDATA[Direktur Lembaga Kajian Biosfer Universitas Yale, AS, Jefrey Park, dalam laporan ilmiah yang dituang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/laut-mkn-pelan-menyerap-karbondioksida.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3483" title="laut mkn pelan menyerap karbondioksida" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/laut-mkn-pelan-menyerap-karbondioksida.jpg?w=115" alt="" width="115" height="150" /></a>Direktur Lembaga Kajian Biosfer Universitas Yale, AS, Jefrey Park, dalam laporan ilmiah yang dituangkan dalam Geophysical Research Letters baru-baru ini mengemukakan kondisi lautan mampu menyerap sekitar 40 persen karbon dioksida dari aktivitas manusia.</p>
<p>Profesor geologi dan geofisika ini menyimpulkan hasil penelitiannya setelah melakukan kajian mendalam dengan memanfaatkan data-data dari stasiun pengamatan di Hawai, Alaska, dan Antartika.</p>
<p>Tidak tanggung-tanggung, data itu dikumpulkan dari stasiun pengamatan selama 50 tahun terakhir. Dari hasil pengamatan juga terungkap, temperatur laut secara perlahan terus naik. Naiknya temperatur laut secara global juga ternyata menyebabkan makin berkurangnya kemampuan laut dalam menyerap karbon dioksida yang dihasilkan dari aktivitas manusia.</p>
<p>“Peningkatan temperatur laut itu juga dipengaruhi oleh makin banyaknya kandungan karbon dioksida. Bayangkan, jika laut tidak mampu lagi menyerap karbon dioksida, lautan akan menjadi seperti soda,” kata Jeffrey Park.</p>
<p>Sumber   :</p>
<p>Laut Makin Pelan Menyerap Karbon Dioksida &#124; Kompas, 30.11.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PRIHAL KARBONDIOKSIDA (CO2) ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/prihal-karbondioksida-co2/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 05:12:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/prihal-karbondioksida-co2/</guid>
<description><![CDATA[Pengukuran jangka panjang tentang konsentrasi CO2 di atmosfer dimulai pada akhr tahun 1950-an dengan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/bbrp-fakta-ttg-co2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3462" title="bbrp fakta ttg co2" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/bbrp-fakta-ttg-co2.jpg?w=130" alt="" width="130" height="150" /></a>Pengukuran jangka panjang tentang konsentrasi CO2 di atmosfer dimulai pada akhr tahun 1950-an dengan melibatkan pengukuran harian di daerah-daerah terpencil, seperti di Mauna Loa (Hawaii) dan Cape Grim di Pulau Tasmania, Australia.</p>
<p>Sejak tahun 1970-an, banyak pengukuran konsentrasi CO2 dilakukan di berbagai lokasi di seluruh dunia, termasuk di Koto Tabang, Sumatera Barat, Indonesia. Pengukuran dilakukan, baik di darat, dari atas kapal laut, maupun pesawat.</p>
<p>Udara di suatu tempat ditangkap, dimasukan ke dalam botol laboratorium lalu diukur dengan penyerap sinar inframerah untuk mengukur konsentrasi CO2. Proses ini butuh waktu sekitar 30 menit atau kurang.</p>
<p>Proses pengukuran lebih kompleks bagi kandungan CO2 pada radiokarbon untuk mengukur emisi dari bahan bakar fosil yang memberi kontribusi pada variasi konsentrasi CO2 di atmosfer.</p>
<p>Bahan bakar fosil, seperti batu bara dan minyak bumi, tidak memiliki unsur carbon-14, istop yang amat jarang. Penelitian atas perbandingan yang variatif dari berbagai tipe karbon akan membantu untuk membedakan antara CO2 yang alamiah dan yang berasal dari aktvitas manusia.</p>
<p>Beberapa peralatan baru sedang dikembangkan untuk melakukan penghitungan CO2 agar lebih cepat dan lebih murah.</p>
<p><strong><!--more-->Yang Mengukur CO2</strong></p>
<p>Berbagai lembaga melakukan pengukuran konsentrasi CO2 dan gas-gas rumah kaca lainnya. Beberapa, di antaranya adalah</p>
<p>1.    Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat – Earth System Research Laboratory dari The National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).</p>
<p>2.    Divisi Pemantauan Global menerima contoh-contoh udara dari berbagai pelosok dunia untuk mengukur konsentrasi berbagai jenis gas, termasuk CO2, metana (CH4), hidrofluorokarbon (HFCs), dan gas-gas rumah kaca lainnya.</p>
<p>3.    Program CO2 Scripps dari The Scripps Instutution of Oceanography, California, AS. Penelitian dilakukan sejak 1956. Pengukuran dilakukan pada contoh yang diambil dari stasiun-stasiun penelitian di Arktik (Kutub Utara) hingga Antartika (Kutub Selatan).</p>
<p>4.    Pengawasan Atmosfer Global dari Badan Meteorologi Dunia (World Meteorological Agency’s Global Atmosphere Watch).</p>
<p>5.    Ribuan data pengukuran udara dikumpulkan oleh Pusat Data Dunia untuk Gas Rumah Kaca di Badan Meterologi Jepang (Japan Meteorological Agency).</p>
<p>6.    CSIRO Marine dan Divisi Penelitian Atmosfer (Atmospheric Research Division) di Australia.</p>
<p>7.    Pusat Penelitian Atmosfer Nasional (National Center for Atmospheric Research) di Boulder, Colorado, AS. Bagian Laboratorium Pengamatan Bumi (Erath Observing Laboratory) NCAR memiliki program khusus menggunakan pesawat jet swasta yang dikonversi untuk terbang berkali-kali dari kutub ke kutub untuk mencontohkan konsentrasi dari variasi gas rumah kaca pada ketinggian yang berlainan di atmosger.</p>
<p>8.    Pusat Analisis Informasi Karbon Dioksida (Carbon Dioxide Information Analysis Center) dari Departemen Energi, AS, yang merupakan pusat data utama untuk konsentrasi gas rumah kaca dunia.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Beberapa Fakta Tentang Karbondioksida (CO2) &#124; Kompas, 17.11.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[My note(4): My tanoshikata weekend...]]></title>
<link>http://zulliesikawati.wordpress.com/2009/11/29/my-note4-my-tanoshikata-weekend/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 14:43:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>Zullies ikawati</dc:creator>
<guid>http://zulliesikawati.wordpress.com/2009/11/29/my-note4-my-tanoshikata-weekend/</guid>
<description><![CDATA[Dear kawan, Alhamdulillah, tak lepas rasa syukur dan terimakasihku pada Sang Maha Sutradara yang mas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dear kawan, Alhamdulillah, tak lepas rasa syukur dan terimakasihku pada Sang Maha Sutradara yang mas]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sipirok]]></title>
<link>http://anduring.wordpress.com/2009/11/29/sipirok/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 13:48:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>Elita Sari Lubis</dc:creator>
<guid>http://anduring.wordpress.com/2009/11/29/sipirok/</guid>
<description><![CDATA[Last night we went to Sipirok, it&#8217;s about an hours car/bus-trip from Sidimpuan (small town whe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Last night we went to Sipirok, it&#8217;s about an hours car/bus-trip from Sidimpuan (small town where I lived for a while now) to Sipirok. I, my mom, my father, and Etek Minah left Sidimpuan at 06.00 pm last night. My father drove the car, and I took some photos with my family, it&#8217;s maybe called &#8216;narcist&#8217;, but lol cause I&#8217;ll leave my family on January 2010 (Insha Allah) far away to continue my study. Well, here&#8217;s one photo  (I uploaded on warnet/internet cafe), so I just can upload this one:</p>
<p><a href="http://anduring.wordpress.com/files/2009/11/sany0644.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-505" title="SANY0644" src="http://anduring.wordpress.com/files/2009/11/sany0644.jpg?w=225" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>Yeah, after we arrived at Pargarutan (a name of village), my father stopped the car and we went to mosque to do Maghrib prayer.  This mosque was very clean, therefore it won Tapanuli Selatan achievement for category &#8220;the cleanest mosque&#8221;. The architectur also was very amazing, simple but artistic. I liked this mosque so much. It&#8217;s better if all of mosques at Indonesia make &#8216;this mosque&#8217; as an example. I took some photos inside and outside of mosque.<br />
Well, after we finished our Maghrib prayer, I bought some snacks on small shop which was very near with the mosque. I bought french fries snack, &#8216;kerupuk rabak&#8217;, etc. Along the trips, I ate them. My father drove, I ate. Haha, I couldn&#8217;t stop eating. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Then, we arrived at Sipirok on 08.00 pm  o&#8217;clock (it&#8217;s because we stopped in mosque). After that, I run to Aek Milas (mountain warm water bathing place) of Sipirok. Yup, our journey to Sipirok was only to bath on this warm water place.<br />
I took a photo inside of woman&#8217;s warm water bathing place, after that I heard some voices: &#8220;Who&#8217;s take our picture?&#8221; I runaway and then met my mom and Etek Minah. I opened my hijab and entered woman&#8217;s bathing place slowly, cool, and without afraid feeling, because I&#8217;d opened my hijab, so they wouldn&#8217;t recognized me as the person who had taken their picture. Haha, a gread idea, rite? lol</p>
<p>Then, we joined them (Sipirok&#8217;s woman) entered warm water pool. The water was too hot for me, because it&#8217;s the beginning. I entered my leg slowly, then aww&#8230; too hot. But I never gived up, I entered again, and 10 minutes later, my legs could felt comfortable with the water. I did this technique consicutively, and finally my body could survive with the warm water temperature. We entered warm water&#8217;s pool slowly and felt our body was blowed by natural warm water. I thought all of viruses in our body erased by warm water&#8217;s temperature. Haha&#8230; But I acknowledged that it&#8217;s terriby hot if we entered for the first time. Huh&#8230;</p>
<p>After we felt very very very relax and our body strenght was felt lacking (effect of temperature was so hot), we finished our bathing and left the pool. We worn our clothes back, and left &#8216;Aek Milas&#8217;. I took the pic of this bathing place, but cause it&#8217;s too night, cam couldn&#8217;t give a good pic. Huh&#8230; just like a glow. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Then, I, my mom &#38; my father, also Etek Minah went back to car and we ate inside of car. Haha&#8230; We ate &#8216;gulai&#8217; qurban meat. After that, I went to buy &#8216;pop mie&#8217; and ate in in car. My father drove again the car and we left Sipirok. Bye Sipirok&#8230; someday we&#8217;ll meet later. Btw, Sipirok was the victim of my growth. When I was a primary student, we often took bath in aek milas and visit Plus High School of Sipirok; which located in a very high hill. So we could see the view of Sipirok from that High School. Uh, I was really missing that moment: When my cousins, my aunties, my brother, mother and dad, also other members of my big families viewed Sipirok from up of hill, and also from Tor Sibohi Nauli; a popular villa in Sipirok. I missed my kid&#8217;s memory in Sipirok. Huhu <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Finally we left Sipirok and along the road, my father told us to talk with him; cause he worried he would be sleep if we shutted up along the road. Yup, after took bath on that warm water bathing place, we felt so sleepy. Haha&#8230; So, we chit-chatted with my father along the road. And finally, I got sleepy&#8230; Haha&#8230; We arrived in Sidimpuan back on 10.00 pm. I went to bad and took sleep on the bed. My mom and Etek Minah brought our clothes from car, I didn&#8217;t feel anything that time, except &#8217;sleepy&#8217;. Haha, so next time you&#8217;ve to try taking bath on warm water in Sipirok. That&#8217;s natural and you&#8217;ll feel relax after bathing. Try and enjoy it, soon!! I recommend it&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  See ya&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Download nyaman dengan Opera]]></title>
<link>http://kangdarma.wordpress.com/2009/11/29/download-nyaman-dengan-opera/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 00:35:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Kang darma</dc:creator>
<guid>http://kangdarma.wordpress.com/2009/11/29/download-nyaman-dengan-opera/</guid>
<description><![CDATA[Apa yang menyenangkan dalam berselancar dalam dunia maya ? jawabannya untuk saat ini adalah bermain ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Apa yang menyenangkan dalam berselancar dalam dunia maya ? jawabannya untuk saat ini adalah bermain ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[mencampur warna 2]]></title>
<link>http://tarbiyatulabna.wordpress.com/2009/11/28/210/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 23:23:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>tarbiyatulabna</dc:creator>
<guid>http://tarbiyatulabna.wordpress.com/2009/11/28/210/</guid>
<description><![CDATA[Abbas dan Yasmin bermain sambil belajar mencampur warna. Kami belajar bahwa dari ketiga warna dasar ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Abbas dan Yasmin bermain sambil belajar mencampur warna. Kami belajar bahwa dari ketiga warna dasar merah, kuning dan biru bisa banyak tercipta banyak warna2 lainnya, Dari warna2 yang sudah dicampur itu tercipta juga warna lainnya. Asyik sekali&#8230;^^Sebelumnya kami bertiga memulainya dengan membaca buku &#8220;Belgeduel si Cemerlang&#8221;, buku yang bagus sekali hasil barteran saya dengan Mbak Maya, Thx Mbak ^^</p>
<p><a href="http://tarbiyatulabna.wordpress.com/files/2009/11/dsci000349.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-211" title="lingkaran warna" src="http://tarbiyatulabna.wordpress.com/files/2009/11/dsci000349.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[My note(3): Hari H alias D day....]]></title>
<link>http://zulliesikawati.wordpress.com/2009/11/27/my-note3-hari-h-alias-d-day/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 15:45:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>Zullies ikawati</dc:creator>
<guid>http://zulliesikawati.wordpress.com/2009/11/27/my-note3-hari-h-alias-d-day/</guid>
<description><![CDATA[Dear kawan, Jadual presentasiku bersama 2 profesor baru Jepang di buku panduan Hari ini adalah Hari ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dear kawan, Jadual presentasiku bersama 2 profesor baru Jepang di buku panduan Hari ini adalah Hari ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[My Note(2): Nostalgia on Japan life-style....]]></title>
<link>http://zulliesikawati.wordpress.com/2009/11/26/my-note2-nostalgia-on-japan-life-style/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 13:55:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Zullies ikawati</dc:creator>
<guid>http://zulliesikawati.wordpress.com/2009/11/26/my-note2-nostalgia-on-japan-life-style/</guid>
<description><![CDATA[Dear kawan, Maaf, aku baru menulis lagi sejak catatan perjalanan pertamaku. Yah, &#8230;habis belum ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dear kawan, Maaf, aku baru menulis lagi sejak catatan perjalanan pertamaku. Yah, &#8230;habis belum ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selamat hari Raya Idul Adha 1430H...]]></title>
<link>http://pasierajaku.wordpress.com/2009/11/26/selamat-hari-raya-idul-adha-1430h/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 12:19:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>pasierajaku</dc:creator>
<guid>http://pasierajaku.wordpress.com/2009/11/26/selamat-hari-raya-idul-adha-1430h/</guid>
<description><![CDATA[Selamat Hari Raya Idul Adha 1430 H, Mohon maap lahir dan bathin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><a href="http://pasierajaku.wordpress.com/files/2009/11/hari-raya232.jpg"><img class="size-medium wp-image-174 aligncenter" title="hari raya232" src="http://pasierajaku.wordpress.com/files/2009/11/hari-raya232.jpg?w=184" alt="" width="184" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Selamat Hari Raya Idul Adha 1430 H, Mohon maap lahir dan bathin</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[obrolan 1]]></title>
<link>http://tarbiyatulabna.wordpress.com/2009/11/26/200/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 00:24:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>tarbiyatulabna</dc:creator>
<guid>http://tarbiyatulabna.wordpress.com/2009/11/26/200/</guid>
<description><![CDATA[Obrolan I Ayah   : &#8220;Ada 2 kelinci, terus yang satu pergi. Tinggal berapa kelincinya De?&#8221;]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Obrolan I<br />
Ayah   : &#8220;Ada 2 kelinci, terus yang satu pergi. Tinggal berapa kelincinya De?&#8221;<br />
Yasmin : &#8220;Kok kelincinya pergi?&#8221;<br />
Ayah   : &#8220;Iya kelincinya mau jalan-jalan. Ayo kelincinya sekarang tinggal berapa?&#8221;<br />
Yasmin : &#8220;Kok jalan-jalan?&#8221;<br />
Ayah   : Grrrr&#8230;.</p>
<p>Obrolan II<br />
Abbas  : &#8220;Mi, tangan abbas punya tulang nggak?&#8221;<br />
Ummi   : &#8220;Punya dunk.&#8221;<br />
Abbas  : &#8220;Tapi kok bisa begini&#8230;&#8221; sambil menunjukkan tangannya yang bisa dilipat/digerakkan keatas dan kebawah. &#8220;Juga bisa begini.&#8221; sambil menunjukkan cara bergeraknya ular. &#8220;Harusnya khan begini (kalau punya tulang)&#8230;&#8221; sambil menunjukkan tangannya yg lurus saja.<br />
Ummi   : &#8220;Memang kalau begini seperti apa?&#8221; tanya ummu Abbas, sambil menirukan gerakan ular yang dibuatnya tadi.<br />
Abbas  : &#8220;hhhh&#8230;Ular&#8230; belalai gajah. Itu khan tidak punya tulang! &#8220;<br />
Ummi   : &#8220;OOoo..<br />
itu karena tulang Abbas punya sendi2 tulang. Nah, tangan yang bisa dilipat ditempat yang punya sendi saja. Coba kalau disini (sambil menunjukkan bagian tangan yang tidak bersendi), bisa nggak Abbas lipat?&#8221;<br />
Abbas  : &#8220;Nggak&#8230;&#8221;<br />
Dan kemudian Abbas asyik dengan fakta baru mengenai anggota tubuhnya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menu &amp; Gaya Makan Alfis (14 bulan)]]></title>
<link>http://martadewa.wordpress.com/2009/11/25/menu-gaya-makan-alfis-14-bulan/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 16:25:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>bunda alf</dc:creator>
<guid>http://martadewa.wordpress.com/2009/11/25/menu-gaya-makan-alfis-14-bulan/</guid>
<description><![CDATA[Tulisan ini adalah sebagai pengingat tentang menu makanan dan gaya makan Alfis. Sekaligus sharing te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tulisan ini adalah sebagai pengingat tentang menu makanan dan gaya makan Alfis. Sekaligus sharing te]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Masuk Koran]]></title>
<link>http://yumnibiz.wordpress.com/2009/11/23/masuk-koran/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 07:49:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ipung</dc:creator>
<guid>http://yumnibiz.wordpress.com/2009/11/23/masuk-koran/</guid>
<description><![CDATA[Sumber : Berita kota Terbit Nov.22&#8242;2009  klik disini aja : http://www.beritakota.co.id cari di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sumber : Berita kota Terbit Nov.22&#8242;2009 </p>
<p>klik disini aja : <a href="http://www.beritakota.co.id">http://www.beritakota.co.id</a></p>
<p>cari di rubrik : Komunitas</p>
<div id="attachment_416" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://yumnibiz.wordpress.com/files/2009/11/posko1.jpg"><img class="size-medium wp-image-416" title="posko1" src="http://yumnibiz.wordpress.com/files/2009/11/posko1.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Salah satu Kegiatan sosial peduli Gempa SUMBAR</p></div>
<p>Komunitas Insan Mandiri Minggu, 22 November 2009 02:35 Bangkitkan Semangat Baru BK/ISKANDAR Berawal dari sekadar ‘kongkow-kongkow’ di milis Cikarang Baru, muncullah sebuah gagasan ingin membangkitkan semangat berwirausaha di lingkungan warga Cikarang Baru, Jawa Barat. Gagasan itu kemudian ditindaklanjuti dengan pertemuan 14 orang di sebuah Saung Teras pada awal Februari 2009. WAKTU itu kami sepakat membentuk kelompok yang dinamakan Komunitas Insan Mandiri. Misinya ingin menciptakan semangat berwirausaha dari berbagai kalangan profesional di lingkungan Cikarang Baru,” ujar Eko Sutrisno HP, pendiri Komunitas Insan Mandiri. Dari berbagai ide pemikiran yang terus bergulir, dibentuklah susunan pengurus yang beranggotakan 14 orang. Namun, hari demi hari jumlah anggota komunitas terus bertambah. Mereka sangat heterogen, mulai dari pekerja pabrik, pegawai negeri, swasta, hingga kalangan pengusaha. Dengan sukarela mereka menanamkan sahamnya antara Rp1 juta hingga maksimal Rp4 juta. Kemudian mereka mencari alternatif usaha guna memanfaatkan modal tersebut. Pilihannya adalah melakukan usaha penyediaan kebutuhan sembako secara murah. “Untuk mencapainya memang tidak mudah. Apalagi sudah bertebaran minimarket yang menyediakan kebutuhan itu. Jadi, harganya pun harus bersaing dengan mereka,” ungkap Eko yang juga alumni Fakultas Teknik Sipil, UGM Yogyakarta ini. Guna memenuhi kebutuhan itu, pengurus kemudian melakukan survei ke sejumlah desa di Cikarang hingga Karawang, daerah yang memang dikenal sebagai lumbung penghasil beras. Sedangkan untuk menyediakan kebutuhan sembako lain, komunitas ini juga menjalin kerjasama dengan sejumlah distributor dari berbagai kota. Sehingga mereka pun bisa menyediakan kebutuhan barang dengan kualitas prima dan harga yang sempurna. Bahkan saking larisnya usaha sembako yang dikelola melalui wadah Cimart, muncul slogan baru dari komunitas tersebut. “Slogan kami adalah Solusi Belanja Hemat,” ujar pria beranak tiga ini. Menurut dia, kepopuleran slogan wirausaha yang muncul dari Komunitas Insan Mandiri, karena begitu banyaknya jumlah anggota yang sekaligus sebagai tenaga pemasar. Aktifitas pengurus komunitas yang terkadang ekstra luar biasa menjadikan tiada hari tanpa kegiatan. Di saat libur pun semua anggota Cimart, sebutan yang lebih dikenal dibanding nama Komunitas Insan Mandiri, sering memanfaatkannya untuk bertemu. Misalnya dengan bersepeda bareng, start di rumah salah satu pengurus dan finish di salah satu tempat kegiatan usaha anggota Cimart. “Bahkan kita juga pernah ramai-ramai ‘ngamen’ untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah gempa di Sumatera Barat. Ini merupakan kegiatan yang ringan dan mampu membuat kekerabatan di komunitas semakin terjaga,” tutur Eko, yang juga Manajer SDM di perusahaan BUMN Waskita Karya. Seiring waktu, para anggota mulai mengembangkan ‘sayapnya’ dengan menyewa lokasi di salah satu jalan utama yang berhadapan langsung dengan toko yang lain. Sebuah keputusan yang cukup berat diambil, karena sebagian anggota masih takut untuk berhadapan langsung dengan pesaing yang terlihat begitu besar. Maju sekarang atau langsung mati, begitulah kira-kira yang ada dalam benak para KomunitasInsan Mandiri. Karena selama ini bisnis usaha bersama Cimart lebih banyak memanfaatkan pembelian dari anggota, sementara dari non anggota masih sangat minim. Sehingga perlu suatu upaya agar mulai ada pembelian dari nonanggota Cimart. ”Meskipun belum bisa menandingi, tapi keberadaan kami sudah diperhitungkan. Buktinya, sebagian warga mulai melirik untuk mencari kebutuhannya,” aku Eko.</p>
<p>Dituturkan, banyaknya anggota yang sering beraktivitas melalui internet lebih memermudah komunitas ini untuk saling berkomunikasi. Bahkan beberapa kegiatan yang berhubungan dengan internet turut dilakukan. Seperti menjalin kerja sama dengan Kompasiana untuk mengadakan blogshop yang sangat diminati oleh masyarakat Cikarang dan sekitarnya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Program Afiliasi]]></title>
<link>http://trondolojadul.wordpress.com/2009/11/22/program-afiliasi/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 14:31:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>nielsec</dc:creator>
<guid>http://trondolojadul.wordpress.com/2009/11/22/program-afiliasi/</guid>
<description><![CDATA[Menjadi seorang affiliater berarti anda akan bejera memasarkan suatu produk orang lain. untuk mempro]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menjadi seorang affiliater berarti anda akan bejera memasarkan suatu produk orang lain. untuk mempro]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[My note (1): Japan, I'm coming (again)....]]></title>
<link>http://zulliesikawati.wordpress.com/2009/11/22/my-note-1-japan-im-coming-again/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 13:41:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>Zullies ikawati</dc:creator>
<guid>http://zulliesikawati.wordpress.com/2009/11/22/my-note-1-japan-im-coming-again/</guid>
<description><![CDATA[Dear kawan, Tulisan &quot;Matsuyama&quot; dalam huruf kanji di Stasiun Jepang bukan negara yang terl]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dear kawan, Tulisan &quot;Matsuyama&quot; dalam huruf kanji di Stasiun Jepang bukan negara yang terl]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Basketball isn’t Easy as I Thought Before ]]></title>
<link>http://anduring.wordpress.com/2009/11/21/basketball-isn%e2%80%99t-easy-as-i-thought-before/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 13:55:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>Elita Sari Lubis</dc:creator>
<guid>http://anduring.wordpress.com/2009/11/21/basketball-isn%e2%80%99t-easy-as-i-thought-before/</guid>
<description><![CDATA[Shit, basketball isn’t easy as I thought before. Huh! It’s hard. After I bought the full-of-complain]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Shit, basketball isn’t easy as I thought before. Huh! It’s hard. After I bought the full-of-complains ball of basketball (without basket) yesterday, today I played it. Because the price of basket is up to Rp. 100.000,00 I denied buying it. Why? Beside it’s expensive, I also will be resented by mom if she come next week to Sidimpuan. Fiuh! How’s sad! But, as the banner of young entrepreneurs in this country: “younger who has creation”, I tried to apply it. How? Yup, a good question.There’re noone who supported me to put basketball in Uak’s house: include Etek Nova &#38; Etek Minah. On the other hand, my parent is in my hometown rite now, so they don’t know this case. If next week they’ll visit me to Sidimpuan, I’ll be ‘dead’. Yeah, ‘dead’. They’ll resent me, certainly. But , dun care. I’ll show them that I’m focus with this sport. Let’s see next week!</p>
<p>Because of that, I’ve to think geniously (creatively, in exact), when my aunties tried to sleep last night, I went to garage and searched for some tools which maybe could be use in making basket for alone basketball game. Yes! I found ‘cetakan kembang loyang’, but shi* its size tighter than the ball. Ow, ow, what’s next? Yup, finally I found ‘saringan beras’ which used in wedding party preparation in Mandailingnese (my ethnic). It made from plastic, so I need to take a hammer and a screwdriver. I put ‘pantat’ of ‘saringan beras’ under the screwdriver. Then, I pulled hammer down into the screwdriver. Because ‘saringan beras’ was plastic, so I needed to pull it strongly and it finished slowly. Then, my brain gave reaction (with lamp sight sign) haha, YESS! I remebered knife with the brand IKEA. Yup, the first brand of household tools in the world, and the builder of IKEA is the top 5 richest man in the world now. This knives seen still bright, ‘cause it almost never been used, yeah for Mandailingnese; tranditional knife is more better than other knives. Haha. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Ups, fyi we bought this knives in Kuala Lumpur last year. And as I knew, IKEA has no official dealer in Indonesia till today. So, if you wanna buy a knife like ours, you must be fly to Singapore or Kuala Lumpur to get the original ones. *Chuckling (peace). Next, I cut the edges of ‘saringan beras’ strongly, and it’s more and more easily than ‘screwdriver and hammer’ certainly. Yup, I successed! Hurray… Hurray… <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  For the strange tools, I bet it’ll tickling you. Hahahaha… ~Don’t laugh, okay</p>
<div id="attachment_484" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://anduring.wordpress.com/files/2009/11/image027.jpg"><img class="size-medium wp-image-484" title="Image027" src="http://anduring.wordpress.com/files/2009/11/image027.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">basket... <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p></div>
<p style="text-align:center;"><a href="http://anduring.wordpress.com/files/2009/11/image0022copy.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-483" title="Image0022copy" src="http://anduring.wordpress.com/files/2009/11/image0022copy.jpg?w=274" alt="" width="274" height="300" /></a>failure in dribbling</p>
<div id="attachment_482" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://anduring.wordpress.com/files/2009/11/image002-copy.jpg"><img class="size-medium wp-image-482" title="Image002 copy" src="http://anduring.wordpress.com/files/2009/11/image002-copy.jpg?w=225" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">look at the strange basket &#39;made in Elita&#39; lol</p></div>
<p>Last night, after I finished making basket made in Elita secrecy, I continued in reading other people hompage in my laptop. Lately, I have a new hobby, ‘reading other people hompages’, it’s exciting to know how is the life and the mind of others. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Altough I didn’t leave comment on their blog, I like to read them. Haha. Inspiration to read my private life in English at this homepage also influenced by other blogs I read. Most of blogs I read using English and it’s important to improve my writing. *I am not good writing in English. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Suddenly, I surprised by knocking of door. Look! Uncle (the husband of Etek Nova) came to Uak’s house at weekend as usual. So, Etek Nova asked me if I liked eating nasi goreng or not. I answered ‘yes’, cause I hadn’t dinner last night yet. After came back from pasar, I went to warnet and arrived at home 21.00pm and decided to leave dinner remembering Issue (or fact) said that if we dinner-ing at 19.00pm above, the fat will gather in our body. Haha, but the time isn’t right. Because I’m hungry and hearing ‘nasi goreng’ made in neighbour’s house which popular with delicious taste, I said yes. After the menu had come, Etek Nova, Apak Nanda (Etek Nova’s husband) and me ate it together on dining-room. Actually it’s not delicious as usual, because it bought at another ‘nasi goreng’ seller, -not our neighbour-, but it’s okay  cause I got many ‘cabe rawit’, I liked to eat rice with hot chili so the taste will be more spicy. Then, we ate Rambutan brought by Apak Nanda from Kotanopan (my hometown). After took a dinner, I came back again to my bedroom and continuing reading blog of others. Haha, another cool night. I sleep peacefully because of the blow of wind. When I woke up this morning, I found some mosquito’s bite at my hand, hoho I didn’t feel anything when I slept actually, maybe because I was very tired in keeping Uak’s textile shop a day before.</p>
<p>Back to the topic, I never ever touched basketball alone before. In my previous school: SMKN 1 Percut S. Tuan in Medan, we played basketball w/my classmates in sport subject. Actually, the boys usually played it, and we (the 4 girls) just be a supporters and audiences. So, I just played basketball once a month (without exception), and as the result I played it without a good technique. Sorry for Mr. Simon (sport teacher at SMKN 1), cause I couldn’t apply the technique of basketball that you’d taught a year before. ;(</p>
<p>One… two… three… I dribbled the ball and dribbled, then throwed the ball to the basket. After 20 minutes (or less), I felt so dizzy, ‘nafas tersengal-sengal’, and blur view from my eyes. Yuck! I’ve been leaving sport for a long time. Hoho, that’s maybe which make my weight is increasing. Nopeeeee!!!! Well, playing basketball (without real basket) for a while have been made me felt so tired. Payah b.g.t. yak! But, I don’t give up soon, I tried again dribbling, shooting, and shooting, although I just made ‘goal’ 10 times for an hour. What a pity! I must be forget. My little cousin: Nabila (3rd), watched me to do that ‘gak jelas) technique in basketball, haha. But, she didn’t care in my playing of course, she just say: “Gimme ball, Kak Lita… Gimme…” So, sometimes I gave ball for her, and it’s too heavy for her certainly. Well, I felt lots of sweats popped out in a whole of my body. Wkwkw… How the smell is? (guest it urself) Maybe the fats were burned inside. I hoped so! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Btw, the ball is lack of gas inside, tomorrow I’ll fill it in pasar, maybe. Today I don’t go to pasar, because I won’t. Haha *kidding. Since today I couldn’t find the trick to shoot ball into the basket, I lost it moslty. Day by day maybe I can express this one. Anyway, today in Sidimpuan winds blow faster than usual, so the weather is very cool. I like it!</p>
<p>I terribly felt like run for 10 kilometres (never do it so far, lol), it’s tiring. Terribly tirring! So, I played basketball alone for 1,5 hours. This evening I’ll do it again, and tomorrow too, I’ll play it intensively. *Sigh. And the last but not least, I said my compliment for all athletes in the whole the world; especially Indonesian ones. You guys have strong power and strong will, also the strong body. I felt like shot in heart only after spent a hour to play basketball alone, you’ll can survive training intensively year by year, and more than 4 hours every day.</p>
<p>p.s. Matius Arihta Sebayang (my x-classmate who is the basketball player): I can’t apply your technique in shooting, cause I have no fulcrum board now. Hope you can see this post, and don’t laugh at basket made of Elita. Huahuahua…</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Activity]]></title>
<link>http://anduring.wordpress.com/2009/11/19/macca-embarkation/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 13:49:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Elita Sari Lubis</dc:creator>
<guid>http://anduring.wordpress.com/2009/11/19/macca-embarkation/</guid>
<description><![CDATA[I just wanna shout sumtin: today I&#8217;m still at Pasar to keep my Uak&#8217;s textile shop with E]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>I just wanna shout sumtin: today I&#8217;m still at Pasar to keep my Uak&#8217;s textile shop with Etek Minah. Not too interesting, but full with stunts for me personally. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[U004]]></title>
<link>http://ivanjoy.wordpress.com/2009/11/19/u004/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 02:47:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>ivanjoy</dc:creator>
<guid>http://ivanjoy.wordpress.com/2009/11/19/u004/</guid>
<description><![CDATA[&nbsp; Dilahirkan pada tanggal 4 April 1961 dari pasangan Bapak Saimun dan Ibu Paijem ini, masa keci]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/1ffRGT91vkA&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/1ffRGT91vkA&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p>&#160;</p>
<p>Dilahirkan pada tanggal 4 April 1961 dari pasangan Bapak Saimun dan Ibu Paijem ini, masa kecil Abdul Rahman Tukiman bisa dibilang dilalui dengan cukup berat. Pasalnya, meski orang tuanya memiliki sawah ladang yang cukup luas namun sejak usia 9 tahun ia sudah menjadi anak yatim. Otomatis, sawah ladang yang luas itu pun menjadi semakin seperti tidak bertuan karena tidak ada yang mengelola. Sementara, kakak, adik dan ibunya masih tetap harus makan dan bertumpu pada hasil sawah ladang tersebut. Tidak ada jalan lain, akhirnya untuk menyambung hidup terpaksa petak demi petak sawah telah habis digadaikan. Akibatnya, kehidupan keluarga ini menjadi tidak menentu dan semakin terpuruk dari waktu ke waktu.</p>
<p>Namun kegetiran tersebut tidak lantas terus diratapi olah Cak Man begitu sapaan akrab Abdul Rahman Tukiman. Justru menjadi cambuk. Seiring usianya beranjak ramaja, berbekal tekad yang kuat anak ke 5 dari 8 bersaudara ini kemudian terlecut hatinya untuk keluar dari kemiskinan dengan meninggalkan desa tercinta untuk mengadu nasib di kota.</p>
<p>Waktu itu ia belum tahu mau pergi ke kota mana, apalagi uang saku yang dikumpulkan juga kurang. Dalam kondisi yang hampir putus asa, nasib baik pun datang. Tiba-tiba ada seorang pengusaha Bakso bernama Bapak Sumaji tengah mencari pemuda desa untuk diajak bekerja di Malang. Mendengar itu Cak Man tanpa pikir panjang pekerjaannya lantas menyambut tawaran tersebut.</p>
<p><strong>Berdagang Bakso</strong><br />
Meski terasa berat meninggalkan Ibu dan keluarganya, langkah Cak Man tetap mantap untuk bekerja di Kota. Pertama menginjakkan kaki di Malang, semua pekerjaan dilakoninya. Mulai dari membantu memasak bakso, mencuci peralatan masak sampai menyiapkan bakso di rombong/gerobak-bakso yang akan dibawa juragannya berjualan keliling.</p>
<p>Lama-lama pekerjaan itu membosankannya, akhirnya ia pun berniat untuk ikut jualan Bakso keliling juga. “Pertama kali jualan tahun 1980 ketika masih berusia 19 tahun senang banget rasanya,” kisahnya. Tidak diduga, hasil jualan baksonya ternyata laris manis. Alhasil, sejak saat itu berjualan bakso, menjadi hari-hari yang terasa indah baginya karena pendapatannya melebihi apa yang didapatkan ketika masih membantu mencari kayu di desa.</p>
<p>Setelah melewati masa-masa susah dan senang berjualan bakso ditambah pengalaman ikut bersama 3 juragan, terpikir dalam hati Cak Man untuk berjualan sendiri. Karena setelah dihitung-hitung ternyata berjualan sendiri bakso sangat menguntungkan. Namun sekali lagi, semua terbentur modal. Waktu itu Cak Man tidak memiliki uang sama sekali untuk modal usaha. Baru pada 1984, bermodalkan hasil tabungannya selama 2 tahun sebesar Rp 77 ribu, Cak Man memberanikan diri membuka warung bakso. “Mulailah tahun itu saya berjualan bakso sendiri,” ujarnya.</p>
<p>Prinsipnya pada waktu itu sederhana, “Seperti orang belajar silat,” katanya. Berbekal pengalaman bekerja pada 3 juragan bakso yang masing-masing memiliki jurus andalan, tentunya ia juga bisa uga memiliki jurus ampuh yang merupakan penggabungan dari ketiga jurus andalan 3 pendekar tersebut. “Dengan mengkombinasikan kelebihan dari 3 juragan tersebut, saya yakin bahwa bakso buatannya menjadi jauh lebih unggul dan digemari masyarakat,” imbuhnya lagi.</p>
<p>Seperti halnya usaha-usaha lainnya, pada hari-hari pertama diwarnai ketidak-menentuan, hari ini ramai, hari berikutnya sepi. Menghadapi kondisi seperti ini, bukan malah menyurutkan hati Cak Man untuk berhenti berjualan tetapi makin menambah semangatnya untuk bagaimana membuat baksonya enak dimata pelanggan.</p>
<p><strong>Sukses pun diraih</strong><br />
Kerja keras dan keuletannya membuahkan hasil. Warung baksonya setiap hari dibanjiri pelanggan. Cabang-cabang lain pun kemudian didirikannya. Kesuksesan lambat laun diraihnya Cak Man. Sampai akhirnya ia memfranchisekan usahanya dan pada Februari 2007 mendirikan PT Kota Jaya, untuk mengurusi manajemen usaha baksonya agar lebih modern. Hebatnya lagi, kini setelah 23 tahun usaha baksonya berjalan, ia telah memiliki 57 buah gerai dan mampu menyerap ratusan tenaga kerja. Dengan asumsi setiap gerai mempekerjakan 16 karyawan (di luar pemilik gerai), maka dengan 60 gerai yang ada saat ini, <em>wong ndeso </em>Cak Man mampu menampung jumlah tenaga kerja sebanyak : 57 x 16 = 960 orang.</p>
<p>Tidak hanya itu, kemana-mana ia kini sudah tidak lagi jalan kaki atau naik sepeda onthel. Ia sudah bisa naik mobil mewah lengkap dengan driver yang selalu siap mengantar kemana ia pergi. Rumahnya pun sangat besar terdiri dari dua lantai seluas 1000 m2. Istrinya adalah Hj. Mariyah Maryatun. Anak pertamanya, Andik Purwanto sedang menyelesaikan kuliahnya di FIA, Universitas Brawijaya, Malang. Anak kedua, Yuli Nur Avianti yang masih duduk di bangku SLTA, dan anak ketika Cantika Putri Rahmadani masih balita. Meski semua telah diraih, Cak Man tak lantas lupa dengan asal muasalnya yang wong ndeso dan katro. Ia masih rendah hati dan santun terhadap siapapun.</p>
<p>Cak Man mengakui, selama merintis usaha banyak hal berkesan yang pernah dialaminya, terutama pada tahun 1990 – 2000. Contohnya, pada 1993 ia dari hasil jualan bakso ia berhasil membeli mobil bekas buatan tahun 1986. Namun karena rumahnya masih di dalam gang kecil, maka setiap malam ia terpaksa tidur di dalam mobil sambil menunggu mobilnya yang diparkir di tepi jalan.</p>
<p>Disamping itu, ia juga berhasil membuka gerai baru di Jl. Ciliwung, Jl. Mayjen Wiyono dan di beberapa tempat lain di kotamadya Malang. Dari sinilah akhirnya mendudukkan Cak Man dengan Bakso Kotanya sebagai pedagang bakso-malang papan atas yang memiliki gerai terbanyak. Tidak hanya itu, Cak Man kemudian juga mampu membeli rumah di Jl. Kedawung II/11. Rumah baru tersebut disamping sebagai tempat tinggal juga sebagai tempat memasak dan penampungan para karyawannya.</p>
<p>Meski berasal dari desa di lereng gunung, Cak Man memiliki visi kedepan yang sangat kuat. Cak Man berkeyakinan bahwa setiap orang harus punya cita-cita dan untuk menggapainya perlu usaha yang sungguh-sungguh dibarengi dengan kemauan belajar kepada siapapun.</p>
<p>“Kunci saya membangun usaha hingga sebesar adalah senantiasa meningkatkan mutu dan layanan, membuat inovasi baru (semula hanya 6 varian saat ini sudah 22 varian), sering mengikuti kegiatan pelatihan, mematenkan merek dagang dan menerapkan manajemen modern,” ujarnya.</p>
<p>Lebih dari itu yang tak kalah penting dan selalu dipegang teguh Cak Man adalah selalu berpikir untuk jangka panjang. “Dahulu kalau hanya berjualan bakso tradisional, saya tidak perlu melakukan macam-macam. Sekarang, tidak bisa diam begitu saja.</p>
<p>Sekarang, Bakso Kota Cak Man sudah memposisikan diri sebagai salah satu resto cepat saji asli Indonesia yang berjuang untuk dapat bersaing dengan resto cepat saji mancanegara seperti KFC, McDonald, Hoka-hoka Bento dan lain sebagainya. Jadi, saya harus berbenah diri untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan,” terangnya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[aktivitas]]></title>
<link>http://zziizz.wordpress.com/2009/11/19/aktivitas/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 02:40:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>zziizz</dc:creator>
<guid>http://zziizz.wordpress.com/2009/11/19/aktivitas/</guid>
<description><![CDATA[Dimulai pagi hari. Setiap pagi saya terbangunbiasanya pada jam 4 lebih. Bangun langsung ambil air wu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dimulai pagi hari. Setiap pagi saya terbangunbiasanya pada jam 4 lebih. Bangun langsung ambil air wudlu bakal solat subuuh. Habis itu, saya jalan ke masjid dekat rumah. Solat<br />
Setelah itu nengokin hp yang semalem discharge. Maen hp.<br />
Jam limaan kurang, beresin kamar. Jam 5 nyetel radio RB fm. Kalo ada pr ya belajar,,,<br />
Menjelang sarapan sambil maen hp. Bantu enyak nyuci piring. Trus makan. Nah, bis tu perang di wc, , , end mandi. Prepare buat skul. Jam 6.15an berangkat. Gila-gilaan di skul sampai jam 2 kurang. Jam 2an nyampe rumah, makan, tidur,,,,,<br />
Jam 4an bangun solat nonton tipi,,,, sampe sore. Mandi,,,,solat magrib, nyalain hp,,, sms anak orang. Tinggal isya dah dapet balesan, nah, jempol memenas,. Perang sampaik kriting. Lko ada ilham lah belajarnya,,,, pol belajar paling 1 apa 2 jam. Jam 10an nyalain tipi. Klo bagus ya maksain begadang. Liat batre hp ngos2an, di charge dah tu hp. Dah gak ada yang sms…. Tidur.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[003 dd]]></title>
<link>http://ivanjoy.wordpress.com/2009/11/19/003-dd/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 02:25:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>ivanjoy</dc:creator>
<guid>http://ivanjoy.wordpress.com/2009/11/19/003-dd/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/WjLFp8CaASo&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/WjLFp8CaASo&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[002 lobster]]></title>
<link>http://ivanjoy.wordpress.com/2009/11/19/002-lobster/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 02:22:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>ivanjoy</dc:creator>
<guid>http://ivanjoy.wordpress.com/2009/11/19/002-lobster/</guid>
<description><![CDATA[Nah… Kebetulan sekitar sebulan atau dua bulan yang lalu (lupa waktu pastinya kapan), aku secara tida]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Nah… Kebetulan sekitar sebulan atau dua bulan yang lalu (lupa waktu pastinya kapan), aku secara tidak sengaja berkunjung atau bahasa kerennya nyasar ke <a title="Bisnis Lobster" href="http://www.bisnislobster.co.cc/" target="_blank"><strong>blognya om Desmanto</strong></a>. Beliau merupakan <strong>salah seorang pengusaha sukses dalam usaha budidaya Lobster Air Tawar</strong> atau biasa disingkat dengan sebutan<strong> LAT</strong> dan dalam bahasa inggris biasa disebut dengan <strong>crayfish</strong>.</p>
<p>Selain <strong>sukses dengan budidaya Lobster Air Tawar</strong>, <strong>om Desmanto</strong> juga <strong>sangat inspiratif dan peduli </strong>dengan para pengunjung blognya yang ingin <strong>mengikuti jejak sukes beliau</strong>. Pada <strong>blognya yang sederhana dalam tampilan namun padat dalam isi dan penyajian informasi</strong>, nampak bagaimana <strong>keseriusan om Desmanto mengelola usahanya</strong> dan akhirnya <strong>mampu memberikan inspirasi bagi banyak orang</strong>. Terus terang <strong>aku sendiri juga  sangat terinspirasi dan ingin mengikuti jejak om Desmanto</strong> untuk menggeluti usaha ini. Namun untuk sementara waktu karena keterbatasan dalam beberapa hal, niat ini belum bisa kurealisasikan. Mungkin kedepannya aku akan mencobanya dengan niat dan langkah pasti <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img title="concrete ponds pada farm lobsterku cryfish farm" src="http://4.bp.blogspot.com/_hk6GZ5SwvHY/SWxvxsGXiWI/AAAAAAAAAcc/Rc51IvpNM0E/s400/PICT0049_resize.JPG" alt="" width="240" height="180" />Melalui blognya, <strong>om Desmanto</strong> juga menyediakan <strong>ebook gratis tentang Lobster Air Tawar (LAT) atau Crayfish</strong> yang bisa kita gunakan sebagai <strong>referensi untuk mengetahui banyak hal tentang Lobster Air Tawar, mulai dari teknik dan metode pembudidayaan, persiapan alat dan bahan, analisis usaha dan potensi pasar serta bagaimana cara pemasarannya</strong>. Selain itu banyak juga informasi lainnya yang kita perlukan untuk terjun dalam <strong>usaha budidaya Lobster Air Tawar</strong> didalam ebook tersebut.</p>
<p>Satu hal yang juga pasti adalah <strong>om Desmanto</strong> ternyata orang yang ramah, bisa diganggu dan tidak pelit ilmu. Tidak seperti sebagian pengusaha yang agak pelit ilmu dan sulit untuk diganggu, <strong>om Desmanto</strong> justru sebaliknya. Lihat saja <strong>betapa terbukanya om Desmanto menampilkan informasi no kontak dan alamat emailnya sehingga kita bisa berkomunikasi langsung dengan beliau</strong>. So, nggak usah segan-segan jika kita memiliki sesuatu yang mengganjal dan ingin bertanya untuk mendapatkan kepastian. Dijamin <strong>om Desmanto</strong> bakalan merespon dan menjawab apa yang ingin kita ketahui <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah satu lagi yang semakin membuat <strong>om Desmanto dan blognya layak dijadikan referensi</strong> jika kita-kita memiliki niat untuk melakukan suatu usaha dalam hal <strong>budidaya Lobster Air Tawar</strong> adalah keberhasilan beliau dengan bendera <a title="Bisnis Lobster" href="http://bisnislobsterku.blogspot.com/" target="_blank"><strong>LOBSTERKU CRAYFISH FARM</strong></a> yang <a href="http://bisnislobsterku.blogspot.com/2009/01/ready-to-export-your-crayfish-4.html" target="_blank"><strong>baru-baru ini mendapatkan kontrak dari negara Togo untuk mensuplai Lobster sebanyak 100Kg/bulan selama 2 tahun</strong></a>. Walaupun pada gambar yang disajikan di blognya tidak ditampilkan nominal transaksi, namun dari hasil chatting di gmail <strong>om Desmanto mengatakan bahwa kontrak tersebut senilai 36,000 USD atau sekitar 400 juta rupiah</strong> (mohon maaf kalo nominalnya disebutkan di postingan ini ya om <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Wah… Sampe menganga mulut ini setelah chatting dengan <strong>om Desmanto</strong>. Hehehe… <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Trus… Trus… Trus apa lagi ya??? Hm… Kayaknya itu aja deh guys… Pokoknya <strong>kamu-kamu harus segera berkunjung ke blognya om Desmanto untuk mengetahui lebih banyak informasi tentang peluang bisnis Lobster Air Tawar</strong>. Karena nggak mungkin aja dong kalo aku ceritakan semuanya di postingan ini.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Textile Shopkeeper]]></title>
<link>http://anduring.wordpress.com/2009/11/18/textile-shopkeeper/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 13:28:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>Elita Sari Lubis</dc:creator>
<guid>http://anduring.wordpress.com/2009/11/18/textile-shopkeeper/</guid>
<description><![CDATA[Today is my busiest day too. I am a textile shop keeper today.  Sounds amazing, rite? But it isn’t a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Today is my busiest day too. I am a textile shop keeper today.  Sounds amazing, rite? But it isn’t at all.  Why did I do it? Because I am still in holiday time (before interview session of the scholarship will be held on December 27<sup>th</sup>), so I thought that the best way to spend my holiday is to keep up Uak’s textile shop. I went to Uak’s textile shop and sold all cloth materials that offered. It’s because both of Uak (my mom’s sister and her husband) went to Macca yesterday. So, their textile shop is kept by me, Etek Minah and Rahmat (a member of private university at Sidimpuan who take part time job as Uak’s textile shop keeper from 08.00am till 13.30am everyday ).  When Rahmat went out to his college, I changed him as the shopkeeper. Wow! That’s amazing and full with tired works. It’s really tired. Absolutely bored, but I tried to be patient. Why did I say it’s so bored? Yup, I had to sat down on chair in front of all cloth materials, and waited for customer came to buy sarong/renda/sajadah/telekung/sajadah/rubia/katun, etc. Haha, I’d memoried few of the name of cloth materials so far. It’s just a little bit of my experience today. Sitting on the chair-without-prop for 5 hours (except if the customer comes) and say: “What do u wanna buy, sir/madam/sis/bro (in Mandailing language certainly)”. Service with smile and need to be patient more and more. Then, this morning after I woke up and took Subuh prayer, we (I, Etek/auntie Minah and Rahmat) opened Uak’s textile shop; prepared and placed every cloth material to the best position. We lift 5-12 kilograms cloth material with on our hand (it’s heavy), and placed it right. After it all, the shop was ready to opened.</p>
<div id="attachment_488" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://anduring.wordpress.com/files/2009/11/image002.jpg"><img class="size-medium wp-image-488" title="Image002" src="http://anduring.wordpress.com/files/2009/11/image002.jpg?w=225" alt="" width="225" height="300" /></a>with Etek Minah, a great woman</dt>
</dl>
</div>
<p style="text-align:center;"><a href="http://anduring.wordpress.com/files/2009/11/image0211.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-447" title="Image021" src="http://anduring.wordpress.com/files/2009/11/image0211.jpg?w=225" alt="Etek Minah inside of Uak's textile shop" width="225" height="300" /></a>this is the textile shop (Etek Minah backs the cam)</p>
<p style="text-align:center;">
<div class="mceTemp mceIEcenter">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://anduring.wordpress.com/files/2009/11/image024.jpg"><img class="size-medium wp-image-448" title="Image024" src="http://anduring.wordpress.com/files/2009/11/image024.jpg?w=225" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">and.. me inside of Uak&#39;s textile shop, lol</p></div>
<p style="text-align:center;"><a href="http://anduring.wordpress.com/files/2009/11/image022.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-449" title="Image022" src="http://anduring.wordpress.com/files/2009/11/image022.jpg?w=300" alt="the shop... Rahmat sits on the floor" width="300" height="225" /></a>Rahmat sits on the floor</p>
<p>Well, after I helped Etek Minah &#38; Rahmat to open shop, my dad, Nabila (my 3<sup>rd</sup> lil cousin) and me went to mie sop court at the edge of road. We ate mie sop and kolding together in that place. Its taste was delicious, and guess! We just needed to pay 4000 for 2 bowl of mie sop and 2 bowl of kolding (Rp. 1000/portion). What a cheapest food price! Then, my dad brought us (Nabila and me) took a look around  Sidimpuan. As long as I saw from car, I remembered how surprise I was to see Sidimpuan some years ago (when I lived at Singengu village). As a villager, I saw all of Sidimpuan side was interesting and excited with large pasar (market), schools, and shops. But now, after took education for 3 years at Medan, I thought that Sidimpuan was nothing if compared with Medan. So, I just wanna say thanks to Allah who gave me lots of experiences in my life so far. Tomorrow I’ll keep Uak’s textile shop too; until the end of November or more (as long as interview for my scholarship is begun).</p>
<p>My mom and I bought vegetables and bananas cause the price of it is cheaper in Sidimpuan than in Kotanopan. After we’d finished to buy vegetables &#38; bananas, my mom asked me what food I wanted to eat. I chose ‘Sate Si Panjang’. Yeah, when I was a primary student, the delicious taste of ‘Sate Si Panjang’ is popular in Sidimpuan (till today). I ate Sate with my mom, and I felt delicious isn’t too delicious, maybe it’s because I’d felt so many delicious foods after my primary school. Then, we went to jewelry shop to repair my earring; the most popular jewelry shop in Sidimpuan (Toko Emas Haji Jabbar). Most of my earrings were bought here, since I was a primary student till today, and Haji Jabbar (the founder and the owner of this jewelry shop) also gave piercings to me when I was 4 years old. I still remember how loud I cried after my piercings were finished.Look! My earring couldn’t be repaired by them, and they suggested if we brought to diamond’s shop. The daughter-in-law of Haji Jabbar fix ‘usip’ in my earrings, so it’ll hold earring tightly. My mom said next week we’ll go too diamond’s shop, because her and my dad will come home to Singengu Jae (my homevillage) an hour later.</p>
<p>I learnt one thing today: “TO BE A SHOPKEEPER NEEDS PATIENCE, PERSEVERANCE, AND REMEMBRANCE).</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ponang Menabung]]></title>
<link>http://siponang.wordpress.com/2009/11/18/ponang-menabung/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 02:17:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>siponang</dc:creator>
<guid>http://siponang.wordpress.com/2009/11/18/ponang-menabung/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://siponang.wordpress.com/files/2009/11/img_0431.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-96" title="IMG_0431" src="http://siponang.wordpress.com/files/2009/11/img_0431.jpg" alt="" width="325" height="243" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tetap Melawan]]></title>
<link>http://dodogalery.wordpress.com/2009/11/18/tetap-melawan/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 02:17:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>ppijkt</dc:creator>
<guid>http://dodogalery.wordpress.com/2009/11/18/tetap-melawan/</guid>
<description><![CDATA[* ditampilkan juga di http://fotografer.net &nbsp;]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://dodogalery.wordpress.com/files/2009/11/walau-uzur-tetap-melawan.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-59" title="tetap-melawan" src="http://dodogalery.wordpress.com/files/2009/11/walau-uzur-tetap-melawan.jpg" alt="" width="315" height="420" /></a></p>
<p>* ditampilkan juga di <a href="http://www.fotografer.net/isi/galeri/lihat.php?id=1044084" target="_blank">http://fotografer.net</a></p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[modjokerto surabaia]]></title>
<link>http://gspots.wordpress.com/2009/11/17/modjokerto-surabaia/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 05:26:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>gspots</dc:creator>
<guid>http://gspots.wordpress.com/2009/11/17/modjokerto-surabaia/</guid>
<description><![CDATA[perjalanan pertama G-spots ke luar propinsi, mengikuti acara kirab kolosal mojokerto surabaya yang b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>perjalanan pertama G-spots ke luar propinsi, mengikuti acara kirab kolosal mojokerto surabaya yang berjarak sekitar 60 km yang di tempuh selama 4,5 jam. mulai jam 4 sore dari tugu adipura mojokerto berakhir jam 20.30 di tugu pahlawan surabaya kami banyak belajar dari acara ini berharap akan lebih dewasa dan bersahabat.meskipun berdua tapi semangat kami selalu utuh.</p>
<p><a href="http://gspots.wordpress.com/files/2009/11/nungguin-start.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-69" title="nungguin start" src="http://gspots.wordpress.com/files/2009/11/nungguin-start.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>ga sabar buat segera bersepeda</p>
<p><a href="http://gspots.wordpress.com/files/2009/11/peserta.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-70" title="peserta" src="http://gspots.wordpress.com/files/2009/11/peserta.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>bendera yang akan selalu berkibar&#8230;</p>
<p><a href="http://gspots.wordpress.com/files/2009/11/merah-putih.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-71" title="merah putih" src="http://gspots.wordpress.com/files/2009/11/merah-putih.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>merah putih&#8230;.</p>
<p><a href="http://gspots.wordpress.com/files/2009/11/d-legend.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-72" title="d legend" src="http://gspots.wordpress.com/files/2009/11/d-legend.jpg?w=225" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>ini dia teman sepanjang perjalanan, keren dan sangat nyaman.</p>
<p><a href="http://gspots.wordpress.com/files/2009/11/dikawal-polisi.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-73" title="dikawal polisi" src="http://gspots.wordpress.com/files/2009/11/dikawal-polisi.jpg?w=225" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>sempat merasakan dikawal polisi</p>
<p><a href="http://gspots.wordpress.com/files/2009/11/tepi-jalan.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-74" title="tepi jalan" src="http://gspots.wordpress.com/files/2009/11/tepi-jalan.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>masuk kota surabaya,padat!</p>
<div id="attachment_75" class="wp-caption alignnone" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-75" title="garis akhir tugu pahlawan" src="http://gspots.wordpress.com/files/2009/11/garis-akhir-tugu-pahlawan.jpg?w=225" alt="" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">the end</p></div>
<p>akhirnya nyampai juga garis akhir di tandai dengan beberapa letusan kembang api akhirnya kami mengakhiri prjalanan..</p>
<p>Terima kasih buat semua pihak yang telah membantu teman2 Gspots,keluarga,semua rekan yang telah terlibatdan yang terakhir Viva Fongers!!!</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[14 Bulan]]></title>
<link>http://martadewa.wordpress.com/2009/11/17/14-bulan/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 03:15:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>bunda alf</dc:creator>
<guid>http://martadewa.wordpress.com/2009/11/17/14-bulan/</guid>
<description><![CDATA[Baru sekarang nulis lagi. Kemaren-kemaren di rumah eyang-nya Alfis. Lupa nulis. Alfis sekarang ulang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Baru sekarang nulis lagi. Kemaren-kemaren di rumah eyang-nya Alfis. Lupa nulis. Alfis sekarang ulang]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
