<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>al-ikhlas &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/al-ikhlas/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "al-ikhlas"</description>
	<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 00:47:08 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Amalan agar rumah selamat semasa bercuti]]></title>
<link>http://nmjnh.wordpress.com/2009/09/18/amalan-agar-rumah-selamat-semasa-bercuti/</link>
<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 04:18:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>nikmj</dc:creator>
<guid>http://nmjnh.wordpress.com/2009/09/18/amalan-agar-rumah-selamat-semasa-bercuti/</guid>
<description><![CDATA[Sempena cuti Hari Raya Aidilfitri, ramai dikalangan kita yang pasti akan balik kampung atau berkemba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sempena cuti Hari Raya Aidilfitri, ramai dikalangan kita yang pasti akan balik kampung atau berkemba]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Memetik Keagungan Surat Al Ikhlas]]></title>
<link>http://firarif.wordpress.com/2009/09/16/memetik-keagungan-surat-al-ikhlas/</link>
<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 21:24:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>arif aja deh</dc:creator>
<guid>http://firarif.wordpress.com/2009/09/16/memetik-keagungan-surat-al-ikhlas/</guid>
<description><![CDATA[Surat Al Ikhlash termasuk diantara surat-surat pendek dalam Al Qur’an. Surat ini sering kali dibaca ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Surat Al Ikhlash termasuk diantara surat-surat pendek dalam Al Qur’an. Surat ini sering kali dibaca ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Akzeptanz der Taten]]></title>
<link>http://zanjabiel.wordpress.com/2009/09/02/akzeptanz-der-taten/</link>
<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 08:50:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>zanjabiel</dc:creator>
<guid>http://zanjabiel.wordpress.com/2009/09/02/akzeptanz-der-taten/</guid>
<description><![CDATA[Al-Fudayl b. ‘Ayyâd sagte: „Allah ´azza wa jalla akzeptiert nur solche Taten, welche beides sind, ko]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><strong>Al-Fudayl b. ‘Ayyâd sagte:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">„<span style="color:#339966;">Allah ´azza wa jalla akzeptiert nur solche Taten, welche beides sind, korrekt und aufrichtig. Wenn die Tat korrekt ausgeführt wurde aber nicht aufrichtig, wird es nicht akzeptiert werden. Und wenn es aufrichtig aber nicht korrekt ist, wird es nicht akzeptiert werden</span>.“</p>
<p style="text-align:justify;">Er wurde gefragt: „<strong>A</strong>bu Ali! Was ist die aufrichtige und korrekte Tat? Er antwortete: „<span style="color:#008080;"><span style="color:#339966;">Die aufrichtige Tat ist eine die nur für Allah azza wa jall gemacht wurde. Und die korrekte Tat ist eine, die gemäß der Sunnah getan wurde</span>.</span>“<em> </em></p>
<p style="text-align:left;"><em>[Abû Nu’aym, Hilyah Al-Awliyâ` Vol.8 S.95]</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sepuluh Langkah menyambut Ramadhan]]></title>
<link>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2009/08/06/sepuluh-langkah-menyambut-ramadhan/</link>
<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 07:55:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pengurus</dc:creator>
<guid>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2009/08/06/sepuluh-langkah-menyambut-ramadhan/</guid>
<description><![CDATA[1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-249" title="padang info" src="http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/files/2009/08/ramadhan1.jpg" alt="padang info" width="180" height="240" />1.</strong> Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)  Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.</p>
<p><strong>2.</strong> Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.</p>
<p><strong>3.</strong> Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).  Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.</p>
<p><strong>4.</strong> Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.</p>
<p><strong>5</strong>. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]</p>
<p><strong>6.</strong> Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.</p>
<p><strong>7.</strong> Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]</p>
<p><strong>8.</strong> Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.</p>
<p><strong>9.</strong> Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:  · buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.  · membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.</p>
<p><strong>10.</strong> Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. <em> (Oleh: Mochamad Bugi-dakwatuna.com)</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[IKHLAS]]></title>
<link>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2009/08/03/ikhlas/</link>
<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 04:20:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pengurus</dc:creator>
<guid>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2009/08/03/ikhlas/</guid>
<description><![CDATA[Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Musa Al Asy&#8217;ari disebutkan bahwa Rasulullah saw perna]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignright size-medium wp-image-229" title="ikhlas" src="http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/files/2009/08/ikhlas.jpg?w=300" alt="ikhlas" width="270" height="189" />Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Musa Al Asy&#8217;ari disebutkan bahwa Rasulullah saw pernah ditanya tentang seseorang yang berperang karena keberaniannya, karena fanatisme, karena riyak, mana di antaranya yang berada di jalan Allah? Rasulullah menjawab, &#8221;Barangsiapa yang berperang agar Kalimatullah itulah yang tertinggi, maka ia berada di jalan Allah.&#8221; Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda, &#8221;Sesungguhnya Allah tidak melihat tubuh dan penampilanmu, tetapi Allah melihat hatimu.&#8221;</p>
<p>Ikhas adalah sebuah kata yang sangat mudah diucapkan, tapi sulit dilaksanakan. Mulut kita setiap saat boleh jadi mengatakan, &#8221;Saya ikhlas kok.&#8221; Tetapi, karena keikhlasan bukanlah aktivitas mulut, maka sebanyak apa pun kita mengatakan kita ikhlas kalau hati tidak ikhlas maka itu tidak akan mempunyai arti setikit pun di hadapan Allah. Para ahli sufi mengatakan, &#8221;Amal itu bersifat fisik, sedangkan ruhnya adalah ikhlas.&#8221; Oleh karenanya, setiap amal yang tidak dibangun di atas landasan keikhlasan adalah amalan mati yang tertolak dan tidak diberkahi.</p>
<p>Untuk mewujudkan perasaan ikhlas, setiap Muslim harus senantiasa meluruskan niatannya dalam setiap amal yang dilakukannya, meneliti setiap motivasi yang menggerakkannya untuk beramal. Setelah itu tidak ada waktu bagi seorang mukmin untuk diam tidak beramal karena takut tidak ikhlas, saatnya untuk segera beramal dengan penuh semangat dan kesungguhan seakan-akan Allah melihat sekecil apa pun kesalahan yang dia perbuat dalam setiap amal atau kerja yang dilakukan.</p>
<p>Ada berbagai dorongan kejiwaan yang dapat menyelewengkan kita dari keikhlasan, di antaranya: kekayaan, penampilan, ketenaran, pangkat, dan kepentingan. Setiap kita hendaknya meneliti hati dan jiwa kita, adakah salah satu dari hal tersebut di atas menjadi motivasi atau niat dalam kita beramal. Jikalau ternyata benar, jangan serta merta amalan itu kita tinggalkan, tetapi hendaklah kita luruskan niat semata-mata karena Allah, kemudian kita lanjutkan amal dan kerja dengan niat yang ikhlas.</p>
<p>Ketika keikhlasan sudah bersemayam di dalam setiap orang Muslim, maka ketika ada pekerjaan yang harus ditunaikan tentulah akan berdesak-desakan orang datang untuk mengerjakannya, menghilang ketika ada keuntungan, saling mengalah dalam urusan dunia, dan saling berlomba dalam urusan akhirat. Namun, ketika rasa ikhlas itu jauh dari hati orang mukmin tentu yang terjadi adalah sebaliknya, sepi ketika ada pekerjaan yang harus diselesaikan, berdesak-desakan ketika ada keuntungan, dan saling tidak mau kalah dalam urusan dunia, dan saling mengalah bahkan malas dalam urusan akhirat. Keikhlasan akan menimbulkan kedamaian dan persaudaraan, sedangkan ketidakikhlasan akan menimbulkan kekacauan dan pecahnya persaudaraan.</p>
<p>Ada sebuah kata-kata bijak yang dapat kita ambil hikmahnya: hendaklah Anda berbuat amalan-amalan yang mendatangkan pujian, kemudian Anda lari dari mendengar pujian-pujian itu. Allah juga telah mengingatkan kita dalam sebuah ayat untuk bekerja, beramal, beribadah semata-mata karena Allah. &#8221;Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku adalah karena Allah Tuhan semesta alam, tidak ada sekutu baginya dan dengan itulah aku diperintahkan (Al An&#8217;am: 162-163)&#8221;. Wallahu a&#8217;lam.  By Sumaryatin</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Amalan bulan Sya'ban]]></title>
<link>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2009/07/31/amalan-bulan-syaban/</link>
<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 07:50:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pengurus</dc:creator>
<guid>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2009/07/31/amalan-bulan-syaban/</guid>
<description><![CDATA[Saudara-saudara seiman !!! Mari kita sambut bulan Ramadhan yang penuh berkah mulai bulan Sya&#8217;b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Saudara-saudara seiman !!! Mari kita sambut bulan Ramadhan yang penuh berkah mulai bulan Sya&#8217;ban ini. Kita persiapkan diri kita baik fisik dan rohani untuk bulan yang penuh karunia tersebut.</p>
<p>Mempersiapkan rohani kita adalah dengan mulai mempelajari hal-hal penting yang perlu kita amalkan selama bulan tersebut. Kita buka kembali pelajaran fiqhus-syiyam kita, yaitu  fikih berpuasa yang benar dan sesuai ajaran. Kita sadarkan diri dan kesadaran kita akan pentingnya bulan tersebut bagi agama dan keimanan kita.</p>
<p>Secara fisik, kita juga harus mempersiapkan diri di bulan ini dengan melatih diri memperbanyak ibadah dan khususnya puasa. Itulah salah satu hikmah kita dianjurkan memperbanyak puasa pada bulan Sya&#8217;ban ini. Dan di bulan Sya&#8217;ban ini juga ada malam nisfu sya&#8217;ban, yaitu malam pertengahan bulan Sya&#8217;ban. Lepas dari kuat tidaknya dalil mengenai amalam pada malam tersebut, namun malam itu bisa kita jadikan waktu pengingat kembali akan persiapan-persiapan kita dalam menyambut bulan Ramadhan yang penuh maghfirah. Berikut ini hadist-hadist seputar keutamaan bulan Sys&#8217;ban semoga bisa kita baca dan amalkan:</p>
<p>Dari Aisyah r.a. beliau berkata:&#8221;Rasulullah s.a.w. berpuasa hingga kita mengatakan tidak pernah tidak puasa, dan beliau berbuka (tidak puasa) hingga kita mengatakan tidak puasa, tapi aku tidak pernah melihat beliau menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau memperbanyak puasa selain bulan Ramadhan kecuali pada bulan Sya&#8217;ban&#8221;. (h.r. Bukhari). Beliau juga bersabda:&#8221;Kerjakanlah ibadah apa yang engkau mampu, sesungguhnya Allah tidak pernah bosan hingga kalian bosan&#8221;.</p>
<p>Usamah bin Zaid bertanya kepada Rasulullah s.a.w.:&#8217;Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu memperbanyak berpuasa  (selain Ramadhan) kecuali pada bulan Sya&#8217;ban? Rasulullah s.a.w. menjawab:&#8221;Itu bulan dimana manusia banyak melupakannya antara Rajab dan Ramadhan, di bulan itu perbuatan dan amal baik diangkat ke Tuhan semesta alam, maka aku ingin ketika amalku diangkat, aku dalam keadaan puasa&#8221;. (h.r. Abu Dawud dan Nasa&#8217;i).</p>
<p>Dari A&#8217;isyah: &#8220;Suatu malam rasulullah salat, kemudian beliau bersujud panjang, sehingga aku menyangka bahwa Rasulullah telah diambil, karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Rasulullah usai salat beliau berkata: &#8220;Hai A&#8217;isyah engkau tidak dapat bagian?&#8221;. Lalu aku menjawab: &#8220;Tidak ya Rasulullah, aku hanya berfikiran yang tidak-tidak (menyangka Rasulullah telah tiada) karena engkau bersujud begitu lama&#8221;. Lalu beliau bertanya: &#8220;Tahukah engkau, malam apa sekarang ini&#8221;. &#8220;Rasulullah yang lebih tahu&#8221;, jawabku. &#8220;Malam ini adalah malam nisfu Sya&#8217;ban, Allah mengawasi hambanya pada malam ini, maka Ia memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki&#8221; (H.R. Baihaqi) Menurut perawinya hadis ini mursal (ada rawi yang tidak sambung ke Sahabat), namun cukup kuat.</p>
<p>Dalam hadis Ali, Rasulullah bersabda: &#8220;Malam nisfu Sya&#8217;ban, maka hidupkanlah dengan salat dan puasalah pada siang harinya, sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam itu, lalu Allah bersabda: &#8220;Orang yang meminta ampunan akan Aku ampuni, orang yang meminta rizqi akan Aku beri dia rizqi, orang-orang yang mendapatkan cobaan maka aku bebaskan, hingga fajar menyingsing.&#8221; (H.R. Ibnu Majah dengan sanad lemah).</p>
<p>Ulama berpendapat bahwa hadis lemah dapat digunakan untuk Fadlail A&#8217;mal (keutamaan amal). Walaupun hadis-hadis tersebut tidak sahih, namun melihat dari hadis-hadis lain yang menunjukkan kautamaan bulan Sya&#8217;ban, dapat diambil kesimpulan bahwa malam Nisfu Sya&#8217;ban jelas mempunyai keuatamana dibandingkan dengan malam-malam lainnya.</p>
<p>Bagaimana merayakan malam Nisfu Sya&#8217;ban? Adalah dengan memperbanyak ibadah dan salat malam dan dengan puasa. Adapun meramaikan malam Nisfu Sya&#8217;ban dengan berlebih-lebihan seperti dengan salat malam berjamaah, Rasulullah tidak pernah melakukannya. Sebagian umat Islam juga mengenang malam ini sebagai malam diubahnya kiblat dari masjidil Aqsa ke arah Ka&#8217;bah.</p>
<p>Jadi sangat dianjurkan untuk meramaikan malam Nisfu Sya&#8217;ban dengan cara memperbanyak ibadah, salat, zikir membaca al-Qur&#8217;an, berdo&#8217;a dan amal-amal salih lainnya. Wallahu a&#8217;lam <strong><em>(Pesantrenvirtual)</em></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KEKAYAAN]]></title>
<link>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2009/07/29/kekayaan/</link>
<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 09:43:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pengurus</dc:creator>
<guid>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2009/07/29/kekayaan/</guid>
<description><![CDATA[Suatu hari, Nabi Muhammad saw ditanya oleh seorang sahabat tentang harta kekayaan. Beliau menjelaska]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>
<div> <!-- AddThis Button END --></div>
</div>
<p><!-- reporter end--> <!-- contents lainnya start--> <!-- lainnya dalem start--></p>
<div><img class="alignright" src="http://www.republika.co.id/images/news/2009/07/20090729090426.jpg" alt="KEKAYAAN " width="247" height="176" /><span> </span>Suatu hari, Nabi Muhammad saw ditanya oleh seorang sahabat tentang harta kekayaan. Beliau menjelaskan, &#8221;Barangsiapa menumpuk harta melebihi kebutuhannya berarti dia telah mengambil kematiannya sendiri tanpa disadari.&#8221; Hadis Rasulullah di atas mengingatkan agar kita selalu hati-hati terhadap harta yang kita miliki. Islam memang menganjurkan kepada kita untuk memperbanyak harta kekayaan, namun dengan syarat harus digunakan untuk jalan yang benar dan baik. Misalnya untuk kesejahteraan keluarga, untuk membantu saudara-saudara kita yang kekurangan, dan seterusnya.</div>
<p>Khalid Muhammad Khalid, dalam bukunya Ahlullah, menyebutkan bahwa Maimun bin Mahran pernah berkata, &#8221;Harta itu mempunyai tiga tuntutan. Jika seseorang selamat dari yang pertama, masih dikhawatirkan dari yang kedua. Jika selamat dari yang kedua, dikhawatirkan pula dari yang ketiga. Pertama, hendaknya harta itu bersih (halal dan tidak pula tercampur yang syubhat). Kedua, hendaknya hak Allah (zakat) dipenuhi (dikeluarkan). Ketiga, hendaknya dibelanjakan secara wajar (tidak dihambur-hamburkan dan tidak pula kikir dalam pengeluaran).&#8221;</p>
<p>Dalam kehidupan sehari-hari, tak jarang kita melihat sekelompok orang berfoya-foya dan membelanjakan harta melebihi yang dibutuhkan. Mereka tidak lagi mempedulikan nasib orang-orang di sekitarnya yang serba kekurangan. Padahal jauh hari Allah sudah mengingatkan, &#8221;Sesungguhnya harta dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu)&#8230;&#8221; (QS 64:15), &#8221;Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah.&#8221; (QS 63:9), dan &#8221;Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur&#8221; (QS 102:1).</p>
<p>Dalam buku Teosofia Alquran, Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa menumpuk harta melebihi kebutuhan dapat membinasakan diri sendiri. Itu, katanya, kalau ditinjau dari tiga hal. Pertama, menumpuk harta cenderung menyeret kita ke tebing maksiat dan kezaliman. Ujian atau cobaan dengan kemewahan jauh lebih berat ketimbang kesengsaraan. Dalam keadaan kaya, kita biasanya sulit untuk bersikap sabar. Kedua, menumpuk harta cenderung mendorong kita untuk hidup melebihi yang kita butuhkan. Nabi saw mengingatkan, &#8221;Cinta dunia itu pangkal segala kesalahan.&#8221; Ketiga, menumpuk harta cenderung alpa berzikir kepada Allah. Padahal, kata Al-Ghazali, mengingat Allah adalah asas kebahagiaan di dunia dan akhirat.</p>
<p>Mengejar dan memperbanyak harta kekayaan sering merisaukan hati dan pikiran, sehingga kita lalai mengingat Allah. Nabi saw menegaskan, &#8221;Suka dunia itu menyebabkan susah dan risau, dan zuhud terhadap dunia menenangkan hati pikiran dan badan. Bukan kemiskinan yang aku khawatirkan, tapi kekayaan. Jika dunia terbuka luas bagimu sebagaimana terbuka luas bagi umat sebelumnya, maka kamu berebut sebagaimana mereka berebut. Dan, itu membinasakan kamu, sebagaimana membinasakan mereka.&#8221; Hidup akan sia-sia dan rugi, bila kita masuk ke golongan orang yang menumpuk harta dan lupa kepada Allah. Mudah-mudahan, harta yang kita kejar setiap hari di jalan Allah melapangkan kita masuk pintu surga.<em> <strong>(</strong>By Idris Thaha)</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Khasiat Surat Al-Ikhlas]]></title>
<link>http://mtstribakti.wordpress.com/2009/07/14/khasiat-surat-al-ikhlas/</link>
<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 14:53:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>mts tribakti</dc:creator>
<guid>http://mtstribakti.wordpress.com/2009/07/14/khasiat-surat-al-ikhlas/</guid>
<description><![CDATA[1.Abu Sa&#8217;id Al-Khanafi menerangkan:Surah ini dinamakan Surah Al-Ikhlas,artinya bersih atau pas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[1.Abu Sa&#8217;id Al-Khanafi menerangkan:Surah ini dinamakan Surah Al-Ikhlas,artinya bersih atau pas]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pemimpin Itu Pelayan]]></title>
<link>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2009/07/10/pemimpin-itu-pelayan/</link>
<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 06:41:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pengurus</dc:creator>
<guid>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2009/07/10/pemimpin-itu-pelayan/</guid>
<description><![CDATA[CORBIS/ILUSTRASI Menjadi pemimpin tidak hanya menerima amanat rakyat, tapi juga menerima amanat Alla]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>
<h1></h1>
</div>
<p><!-- reporter start--></p>
<div>
<div> <!-- AddThis Button END --></div>
</div>
<p><!-- reporter end--> <!-- contents lainnya start--> <!-- lainnya dalem start--></p>
<div><img style="width:325px;" src="http://www.republika.co.id/images/news/2009/07/20090708194918.jpg" alt="Pemimpin Itu Pelayan" /><span>CORBIS/ILUSTRASI</span></div>
<p>Menjadi pemimpin tidak hanya menerima amanat rakyat, tapi juga menerima amanat Allah. Dengan begitu, para pemimpin itu pada hakikatnya adalah mereka yang berperan sebagai pelayan rakyat sesuai dengan iradah Allah swt. Pemimpin yang mengkhianati dan menodai hak rakyatnya, berarti menghujat dan mengabaikan amanat Allah.</p>
<p>Khalifah Umar bin Abdul Azis seringkali bekerja di malam hari menyelesaikan tugas-tugas kenegaraan yang tidak sempat diselesaikannya di siang hari. Suatu ketika, putra beliau memasuki kamar kerjanya seraya berkata, &#8221;Saya ingin membicarakan masalah pribadi dan keluarga yang sangat penting dengan Ayah.&#8221;</p>
<p>Mendengar ucapan putranya itu, Umar bin Abdul Azis lalu mematikan lampu minyak yang menerangi kamar kerjanya sehingga menjadi gelap gulita. Kemudian ia berkata kepada putranya, &#8221;Anakku, engkau pasti heran kenapa aku matikan lampu ini. Ketahuilah, engkau datang untuk membicarakan urusan pribadi, sedangkan lampu minyak itu milik rakyat. Betapa kita harus mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah kelak, ada pemimpin rakyat membicarakan masalah pribadi keluarganya sambil memakai fasilitas rakyat.&#8221;</p>
<p>Apa yang dilakukan Umar bin Abdul Azis adalah sikap adil seorang pemimpin yang membuktikan tanggung jawabnya sebagai pelayan umat dan sekaligus melaksanakan amanat dan kecintaan Allah yang telah memilihnya sebagai khalifah. Untuk tipikal pemimpin seperti itu, Rasulullah bersabda, &#8221;Orang-orang yang berlaku adil, kelak di sisi Allah berada di atas mimbar cahaya. Mereka itu adalah orang-orang yang berlaku adil dalam memberikan hukum kepada keluarganya dan kepada rakyatnya.&#8221; (Bukhari Muslim) Alangkah indahnya hidup yang dibayangi oleh keteduhan Alquran dan Sunnah Rasulullah. Misi kepemimpinannya bukan untuk menampakkan raut wajah seorang &#8216;penguasa&#8217; tetapi dia tampakkan hati nuraninya yang paling bening dan menyejukkan. Karena bagi dirinya: pemimpin itu adalah pelayan umat.</p>
<p>Menjadi pemimpin bukan mencari kekayaan, tetapi pengabdian. Menjadi pemimpin berarti melaksanakan ibadah yang paling berat untuk mengemban amanat rakyat dan Allah. Dia selalu membersihkan batinnya, karena dia sadar bahwa niat yang tidak lurus bisa menjadikan kekuasaan sebagai komoditas yang murah, dan bukan tidak mungkin tergoda untuk menipu atau membohongi rakyat demi kepentingan dirinya. Dalam hal yang terakhir ini, Rasulullah saw bersabda, &#8221;Tiada seorang hamba yang diberi amanat Allah untuk memimpin rakyat kemudian menipu mereka, melainkan Allah mengharamkan sorga baginya.&#8221; (Bukhari Muslim).</p>
<p>Apabila keadaan masyarakat sudah sangat materialistis dan kemuliaan seseorang hanya diukur oleh berapa banyak harta yang dimilikinya, maka godaan yang paling besar bagi para pemimpin, birokrat, dan mereka yang diberi percikan kekuasaan tidak lain adalah godaan harta. Para pemimpin atau wakil rakyat yang lemah imannya, niscaya akan mudah terperangkap dalam penjara hawa nafsu yang dibungkus dengan kata-kata indah, yaitu mumpungisme, korupsi, dan kolusi. Penguasa dan pengusaha bersekongkol untuk mencari pembenaran (justifikasi) atas perbuatannya. Karena bagi dirinya, kebenarann itu adalah kebohongan yang disepakati. Na&#8217;udzubillahi min dzaalik! <strong> ahi</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hakikat Cinta]]></title>
<link>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2009/06/19/hakikat-cinta-2/</link>
<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 07:06:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pengurus</dc:creator>
<guid>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2009/06/19/hakikat-cinta-2/</guid>
<description><![CDATA[By Syaefudin Simon &#8221;Pernahkah Anda melihat orang yang berbuat jahat terhadap orang yang amat d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>
<h1></h1>
</div>
<p><!-- reporter start--></p>
<div>
<div>By Syaefudin Simon</div>
<div> <!-- AddThis Button END --></div>
</div>
<p><!-- reporter end--> <!-- contents lainnya start--> <!-- lainnya dalem start--></p>
<div><img style="width:325px;" src="http://www.republika.co.id/images/news/2009/06/20090602175444.jpg" alt="Hakikat Cinta " /></div>
<p>&#8221;Pernahkah Anda melihat orang yang berbuat jahat terhadap orang yang amat dicintainya?&#8221; seseorang bertanya pada Abu Dzar al-Ghiffari, sahabat Rasulullah SAW. &#8221;Pernah, bahkan sering,&#8221; jawab Abu Dzar. &#8221;Dirimu sendiri itu adalah orang yang paling kamu cintai. Dan kamu berbuat jahat terhadap dirimu bila durhaka kepada Allah,&#8221; jelasnya. Dengan mengacu pada pendapat Abu Dzar tadi, sebenarnya banyak di antara kita yang tega berbuat jahat terhadap &#8216;orang&#8217; yang amat dicintainya. Tapi anehnya, kita &#8212; yang gemar berbuat dosa &#8212; lupa bahwa apa yang kita lakukan sesungguhnya merupakan perwujudan kebencian terhadap diri sendiri. Cinta adalah fitrah yang diberikan Allah untuk semua makhluk guna mempertahankan eksistensinya. Manusia berkembang biak karena cinta.</p>
<p>Kelestarian lingkungan menjadi kepedulian manusia karena cinta. Dan yang lebih penting, cinta &#8212; ini yang perlu kita sadari &#8212; merupakan refleksi keberadaan alam malakuti yang abadi. Itulah sebabnya, bila dua sejoli sedang dimabuk cinta, maka apa yang terbayangkan dan diangankannya, cinta mereka akan abadi. Tapi sayang, keabadian cinta yang diangankannya hanya terbatas pada hal-hal yang bersifat duniawi, yang justru menghambat cinta malakuti.</p>
<p>Salah satu unsur penting yang menghambat perjalanan cinta malakuti adalah cinta dunia (hubb al-dunya). Cinta dunia, dilukiskan oleh Sayyidina Ali, sebagai biang dari segala bencana. Bila hati manusia sudah terperosok dalam cinta dunia, maka logika-logika aneh pun muncul dari pikirannya.</p>
<p>Salah satu logika anehnya, kata Abu Dzar, ia amat berharap rahmat dan ampunan dari Allah, padahal dalam hidup sehari-harinya, ia amat jauh denganNya. &#8221;Rahmat dan ampunan Allah,&#8221; tegas Abu Dzar, &#8221;tak dihambur-hamburkan begitu saja hingga setiap orang akan mendapatkannya.&#8221; Kata Abu Dzar, setan punya senjata pamungkas, berupa godaan pada manusia untuk mengharap rahmat Allah, sementara ia terus berusaha menjauhkannya dari ibadah dan amal saleh. Korban senjata pamungkas ini paling suka memaafkan dirinya sendiri. &#8221;Rahmat Allah Mahaluas. Dosaku pasti dimaafkanNya,&#8221; kata korban. Padahal ia tetap saja tak mau bertobat.</p>
<p>Orang yang berbuat dosa, tulis Imam Ghazali dalam Ihya Ulum al-Din, bukan hanya mencelakakan dirinya, tapi juga menghina Allah, karena ia menyelewengkan amanah yang telah diberikan kepadanya. Lidah dan tangan yang Allah berikan kepada manusia untuk dipakai berzikir serta beramal saleh, misalnya, ia diselewengkan untuk mengumpat dan mengambil hak orang lain. Meski demikian, bila kita segera bertobat dengan sungguh-sungguh, Allah masih membuka pintu maafNya. Tapi perlu diingat pula, menunda-nunda tobat termasuk sikap yang menghina Allah juga. Naudzubillah mindzalik! -<strong> ahi</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Die Aufrichtigkeit]]></title>
<link>http://muslima4jannah.wordpress.com/2009/05/28/die-aufrichtigkeit/</link>
<pubDate>Thu, 28 May 2009 17:08:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ukhtii</dc:creator>
<guid>http://muslima4jannah.wordpress.com/2009/05/28/die-aufrichtigkeit/</guid>
<description><![CDATA[Ibn al-Qayyim sagte: „Aufrichtigkeit ist die Vereinigung des eigenen Wunsches und der Absicht.“ Er s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;"><strong>Ibn al-Qayyim </strong>sagte:</span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#3366ff;">„Aufrichtigkeit ist die Vereinigung des eigenen Wunsches und der Absicht.“</span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;">Er sagte ebenso:</span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#3366ff;">&#8220;Taten ohne Aufrichtigkeit sind wie ein Reisender, der in seinem Wasserbehälter Staub trägt. Das Tragen belastet ihn und es bringt keinen Nutzen.&#8221;</span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;"><strong>Einige der Salaf</strong> sagten:</span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#0000ff;">„Wer auch immer in seinem Leben einen einzigen Fall hatte, der rein und aufrichtig für das Wohlgefallen Allāhs &#8211; dem Erhabenen &#8211; gewidmet war, wird gerettet sein, und das aufgrund des Ausmaßes der Aufrichtigkeit.“</span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;"><strong>Abu Sulaymān ad-Dārīnī </strong>sagte:</span></p>
<blockquote><p><strong><span style="color:#00bfff;">„Frohe Botschaft für denjenigen, der einen einzelnen Schritt setzte, dabei nichts wünschend als das Antlitz Allāhs.“</span></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;"><strong>Sah bin ‘Abdullāh</strong> sagte:</span></p>
<blockquote><p><strong><span style="color:#33cccc;">„Es gibt nichts, das für die Seele härter ist als Aufrichtigkeit zu erreichen. Wie oft habe ich versucht die Neigung des zur Schau Stellens aus meinem Herzen zu beseitigen außer dass sie in einer anderen Farbe wieder auswuchs.“</span></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;"><strong>Ibn Mas’ūd</strong> sagte:</span></p>
<blockquote><p><strong><span style="color:#1e90ff;">„Lernt kein Wissen aus drei Gründen: um den Narren zu erstaunen und zu irritieren, um mit dem Gebildeten zu argumentieren und der Leute Blicke zu sich zu wenden. Vielmehr strebt nach dem, das bei Allāh ist mit euren Herzen und euren Handlungen, da nur das bestehen bleiben wird und alles überdies wird vergehen.“</span></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;"><strong>Ibrāhīm bin Adham</strong> sagte:</span></p>
<blockquote><p><span style="color:#00ced1;"><strong>„Derjenige der den Ruhm (bzw. Bekanntheit) liebt, der ist nicht treu gegenüber Allāh.“</strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;"><strong>‘Alī</strong> sagte:</span></p>
<blockquote><p><span style="color:#4169e1;"><strong>„Derjenige der sich zur Schau stellt (d.h. prahlt) hat drei Charaktereigenschaften: Er ist faul wenn er alleine ist, er ist lebhaft und energisch wenn er mit anderen ist und er steigert sich in seinen Handlungen wenn er gelobt wird und vermindert sie wenn er kritisiert wird.“</strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;">Einer der Gelehrten sagte:</span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#00bfff;"><strong>„Wer auch immer Aufrichtigkeit in seiner (eigenen) Aufrichtigkeit sieht, dessen Aufrichtigkeit selbst bedarf einer Aufrichtigkeit. Die Vernichtung jeder aufrichtigen Person liegt in seiner Aufrichtigkeit zu dem Maß, dass er in sich selbst die Aufrichtigkeit sieht. Wenn er aufgibt, in sich selbst Aufrichtigkeit zu sehen, wird er aufrichtig und gereinigt sein.“</strong></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-804" title="2060597623_2ae70a87dd_o" src="http://muslima4jannah.wordpress.com/files/2009/05/2060597623_2ae70a87dd_o.jpg" alt="2060597623_2ae70a87dd_o" width="375" height="500" /></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ar-Riyyah (Augendienerei) vs. Al-Ikhlas (Aufrichtigeit)]]></title>
<link>http://muslima4jannah.wordpress.com/2009/05/26/ar-riyyah-augendienerei-vs-al-ikhlas-aufrichtigeit/</link>
<pubDate>Tue, 26 May 2009 14:10:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ukhtii</dc:creator>
<guid>http://muslima4jannah.wordpress.com/2009/05/26/ar-riyyah-augendienerei-vs-al-ikhlas-aufrichtigeit/</guid>
<description><![CDATA[‘Adiyy ibn Hātim* (radhiyallahu &#8216;anhu)  sagte: „Die Leute, die für das Feuer bestimmt wurden, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;">‘Adiyy ibn Hātim* (radhiyallahu &#8216;anhu)  sagte:</span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#00ced1;"><strong>„Die Leute, die für das Feuer bestimmt wurden, werden vor das Paradies gestellt bis sie dessen Duft riechen, dessen Plätze und das, was Allāh darin für die Gläubigen vorbereitet hat, sehen. Dann wird ausgerufen, sie davon wegzubringen. Es wird für sie keinen Teil darin geben. Sie werden genauso wie die vor ihnen im Verlust und Ruin umkehren. </strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#00ced1;"><strong>Dann werden sie sagen:</strong></span></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><span style="color:#00cc99;"><em><strong>„Oh unser Herr! Wenn Du uns in das Feuer brächtest bevor Du uns von Deinem Lohn und dem was Du für Deine Freunde und Verbündeten vorbereitet hast, zeigtest, es würde uns einfacher fallen.“ </strong></em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#00ced1;"><strong>Dann wird der Erhabene sagen: </strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008080;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#008080;">„Das ist, was Ich für euch bestimmt habe. </span><span style="color:#008080;">Wenn ihr alleine wart, habt ihr Mich bekriegt (oder entgegnetet Mir mit Hochmut) mit Todsünden und wenn ihr Leute antraft, begegnetet ihr ihnen mit Bescheidenheit (bzw. Demut).</span> <span style="color:#008080;"><em><span style="text-decoration:underline;">Ihr zeigtet den Leuten anderes als das, was ihr Mir von euren Herzen gab</span></em><span style="color:#008080;"><em><span style="text-decoration:underline;">t.</span></em> </span></span><span style="color:#008080;">Ihr habt die Leute gefürchtet aber nicht Mich. Ihr habt die Leute geehrt aber nicht Mich. Ihr habt für die Leute auf Dinge verzichtet aber nicht für Mich. Heute werde Ich euch die schmerzhafte Strafe kosten lassen, genauso wie Ich euch davon abhalte die Belohnung zu erhalten.“</span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><span style="color:#48d1cc;"><em>* ‘Adiyy ibn Hātim war ein Gefährte (Sahaba) von Muhammad (sallallahu &#8216;aleihim wa sallam) und</em></span><span style="color:#48d1cc;"><em> der Anführer des arabischen Stamm der Tayy. Er ist der Sohn eines Dichters, der für seine Ritterlichkeit und Großzügigkeit unter den Arabern bekannt war. Er war, bevor er im 9. Jahr der Hijra zum Islam konvertiert, ein Christ. </em></span></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><span style="color:#48d1cc;"><em> </em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#48d1cc;"><em><img class="aligncenter size-full wp-image-783" title="3056580846_87f8959012" src="http://muslima4jannah.wordpress.com/files/2009/05/3056580846_87f8959012.jpg" alt="3056580846_87f8959012" width="428" height="500" /></em></span></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;"><em><strong>Quelle:</strong><br />
</em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;"><em>Mukhtasar Minhāj ul-Qāsidīn&#8221; von <strong>Ibn Qudāmah</strong> und &#8220;az-Zuhd&#8221; von<strong> &#8216;Abdullāh Ibn al-Mubārak</strong></em></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KEHEBATAN SURAH AL-IKHLAS]]></title>
<link>http://nuepoel.wordpress.com/2009/05/19/kehebatan-surah-al-ikhlas/</link>
<pubDate>Mon, 18 May 2009 17:22:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Saeful Kamal</dc:creator>
<guid>http://nuepoel.wordpress.com/2009/05/19/kehebatan-surah-al-ikhlas/</guid>
<description><![CDATA[KEHEBATAN SURAH AL-IKHLAS Au zubillah himinashsyaitan nirrajim&#8230;bismillahirrahmannirrahim Tafsi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h1><strong>KEHEBATAN SURAH AL-IKHLAS</strong></h1>
<p>Au zubillah himinashsyaitan nirrajim&#8230;bismillahirrahmannirrahim</p>
<p>Tafsirannya : Aku berlindung dengan Allah daripada syaitan yang&#62; direjam Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Sebelum anda masuk rumah, bacalah ayat di atas,  kemudian bacalah surah Al-Ikhlas <br />
Qulhuwallahu ahad. </p>
<p>Allahussamad. Lamyalid walam yu-lad. <br />
Walam yakul lahu kufuwan ahad.</p>
<p>sebanyak 3 kali.</p>
<p>Masuklah rumah dengan kaki kanan dan dengan membaca bismillah. </p>
<p>Berilah salam kepada anggota rumah dan  sekiranya tiada orang di rumah, berilah salam karena malaikat rumah akan menyahut.</p>
<p> </p>
<p>Amalkanlah bersolat  karena salam pertama <br />
(ianya wajib) yang diucapkan pada akhir solat akan  membantu kita menjawab persoalan kubur.  </p>
<p> </p>
<p>Apabila malaikat memberi salam, seorang yang jarang bersolat akan sukar  menjawab salam tersebut.</p>
<p>Tetapi bagi mereka yang kerap bersolat, amalan daripada salam yang diucap di akhir <br />
solat akan menolongnya menjawab salam malaikat itu.</p>
<p> </p>
<p>Diriwayatkan oleh Iman Bukhari sabda Nabi Muhammad s.a.w:</p>
<p> </p>
<p>Kusaksikan bahwa sifulan itu telah menjadi pemerdekaan Allah sesungguhnya ia adalah pemerdekaan dari sisi Allah, Sesungguhnya ia adalah pemerdekaan dari neraka.</p>
<p> </p>
<p>Inilah yang dinamakan membaca Qulhua&#8221;llah ahad <br />
satu hatam yaitu 100,000 kali dengan diwiridkan seberapa ribu kesanggupan kita sehari.</p>
<p> </p>
<p>Sabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud:</p>
<p>Barangsiapa membaca surah Al-Ikhlas sewaktu sakit sehingga dia <br />
meninggal dunia, maka dia tidak akan membusuk di dalam kuburnya, akan<br />
selamat dia dari kesempitan kuburnya dan para malaikat akan membawanya <br />
dengan sayap mereka melintasi titian siratul mustaqim lalu menuju ke <br />
syurga.</p>
<p>(Demikian diterangkan dalam&#62; Tadzikaratul &#62; &#62; Qurthuby).<br />
Rasulullah SAW pernah bertanya sebuah teka-teki kepada umatnya.</p>
<p>Siapakah antara Kamu yang dapat khatam Qur&#8217;an dalam jangkamasa dua-tiga menit? <br />
Tiada seorang dari sahabatnya yang menjawab.</p>
<p>Malah Saiyidina Ummar telah mengatakan bahawa ianya mustahil untuk mengatam Qur&#8217;an dalam begitu cepat.</p>
<p>Kemudiannya Saiyyidina Ali mengangkat tangannya.</p>
<p>Saiyidina Ummar bersuara kepada Saiyidina Ali bahwa Saiyidina Ali (yang sedang kecil pada waktu itu) tidak tahu apa yang dikatakannya  itu.</p>
<p>Lantas Saiyidina Ali membaca surah Al-Ikhlas tiga kali.</p>
<p>Rasulullah SAW menjawab dengan mengatakan bahawa Saiyidina Ali betul.</p>
<p> </p>
<p><strong>Membaca surah Al-Ikhlas sekali ganjarannya sama dengan membaca 10 jus kitab Al-Quran.</strong></p>
<p> </p>
<p><strong>Membaca surah Al-Ikhlas sebanyak tiga kali qatamlah</strong><strong> </strong><strong></strong><strong>Quran</strong><strong> </strong><strong>karena ianya sama dengan membaca 30 jus Al-Quran.</strong></p>
<p> </p>
<p>Berkata Ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:</p>
<p>Ketika saya (Rasulullah SAW) israk ke langit, maka saya telah melihat Arasy diatas 360,000 sendi dan jarak jauh antara satu sendi ke satu sendi ialah 300,000 tahun perjalanan.<br />
Pada tiap-tiap sendi itu terdapat padang sahara sebanyak 12,000 dan <br />
luasnya setiap satu padang sahara itu seluas dari timur hingga ke barat.</p>
<p>Pada setiap   padang sahara itu terdapat  80,000 malaikat yang mana kesemuanya membaca surah Al-Ikhlas.</p>
<p> </p>
<p>Setelah mereka selesai membaca surah tersebut maka berkata mereka:</p>
<p>Wahai Tuhan kami, sesungguhnya pahala dari bacaan kami ini kami berikan kepada orang yang membaca surah  Al-Ikhlas baik ianya lelaki mahupun perempuan.</p>
<p> </p>
<p><strong>Sabda Rasulullah SAW</strong> <br />
Demi Allah yang jiwaku ditanganNya, sesungguhnya</p>
<p><em><strong>Qul Huwallahu Ahadu</strong></em> itu tertulis di sayap malaikat Jibrail a.s,</p>
<p><em><strong>Allahhus Somad</strong></em> itu tertulis di sayap malaikat Mikail a.s, </p>
<p><em><strong>Lamyalid walam yuulad</strong></em> tertulis pada sayap malaikat Izrail a.s,</p>
<p><em><strong>Walam yakullahu kufuwan ahadu</strong></em> tertulis pada sayap malaikat Israfil a.s. </p>
<p> </p>
<p><strong> Siapa membaca surah Fatihah, al-ikhlas, al-falaq, dan an-annas</strong> setiap satu sebanyak 7 kali  selepas solat jumaat, niscaya terpelihara dari&#62; perkara keji dan segala bala hinggalah ke jumaat yang berikutnya.</p>
<p> </p>
<p>Jika dibaca 3 surah ini <strong>al-ikhlas, al-falaq and an-nass</strong> pagi dan petang niscaya tidak <br />
mengalami apa-apa kesusahan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Membiasakan Melindungi Anak dari Syaithon]]></title>
<link>http://ummfulanah.wordpress.com/2009/05/08/membiasakan-melindungi-anak-dari-syaithon/</link>
<pubDate>Fri, 08 May 2009 07:21:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>ummu salamah</dc:creator>
<guid>http://ummfulanah.wordpress.com/2009/05/08/membiasakan-melindungi-anak-dari-syaithon/</guid>
<description><![CDATA[Sangat dianjurkan dan disunnahkan melindungi anak dari gangguan setan baik pada waktu pagi maupun so]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sangat dianjurkan dan disunnahkan melindungi anak dari gangguan setan baik pada waktu pagi maupun so]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Who ALLAH is?]]></title>
<link>http://navedz.wordpress.com/2009/03/26/who-allah-is/</link>
<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 05:41:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>navedz</dc:creator>
<guid>http://navedz.wordpress.com/2009/03/26/who-allah-is/</guid>
<description><![CDATA[One of the central aspects of Islam is Tawheed, the belief in Divine Unity, or the Oneness of God. I]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#000080;"><strong>One of the central aspects of Islam is Tawheed, the belief in Divine Unity, or the Oneness of God. </strong>In answer to the question as to who God is, Allah revealed <strong>Surah Al-Ikhlas</strong> (The Purity Of Faith). In answer to who Allah is, Allah says:</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:28pt;"><span style="color:#3366ff;">قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:28pt;"><span style="color:#3366ff;">اللَّهُ الصَّمَدُ</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:28pt;"><span style="color:#3366ff;">لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:28pt;"><span style="color:#3366ff;">وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًاأَحَدٌ</span></span></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><span style="color:#3366ff;"><span style="font-size:14pt;"><em>&#8220;Say! He is God, the One!<br />
The Eternally Besought of all!<br />
He does not beget, nor is He begotten.<br />
And there is nothing comparable to Him.&#8221;</em></span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#3366ff;">(Quran, Al-Ikhlas 112:1-4)</span></p>
<p><span style="color:#000080;"><strong>Surah Ikhlas is a very important Surah from the Holy Quran because it proclaims the Oneness (Tawheed) and Absolute nature of Divine Essence. This concept is presented in the first ayat. The second ayat declares that Allah is Eternal, i.e., He is beyond the bounds of time and space. The third ayat describes that Allah does not give birth nor is He is given birth and the last ayat declares that Allah is beyond comparison.</strong> Surah Ikhlas directly supports the first declaration (shahadah) of Islam: <strong><span style="color:#3366ff;">&#8220;There is no god but Allah&#8221;.</span></strong> In this context, Islam is based on belief in one God (monotheism). From authentic hadiths, it is proven that this surah is equal to one third of the of the Quran.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Tafseer</strong></span></p>
<p><span style="color:#000080;"><a href="http://navedz.wordpress.com/files/2009/03/all_the_best_names_belongs_to_allah.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-2646" title="All_the_best_names_belongs_to_Allah" src="http://navedz.wordpress.com/files/2009/03/all_the_best_names_belongs_to_allah.jpg?w=300" alt="All_the_best_names_belongs_to_Allah" width="300" height="228" /></a>The answer to the question that how does this surah contain comprehensively the knowledge of Tawheed and its principles which form the essence of the belief in Almighty God. God&#8217;s command <span style="color:#3366ff;"><strong>&#8220;He is God, the One&#8221;</strong></span> negates partnership with Him in every sense, whether it concerns His Self, Attributes or His Deeds. It also demonstrates the distinctiveness of God in His perfection, magnificence and majesty. The word Ahad is not used in affirmation for anyone besides God, since Ahad is more emphatic than Wahid.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">The Tafseer (commentary, exegis) of Ibn &#8216;Abbaas for the verse <span style="color:#3366ff;"><strong>&#8220;God! al-Samad (i.e. the Eternally Besought of all).&#8221; </strong></span>: The Chief who is best in His Nobility. The Great one who is best in His greatness. The Tolerant One who is best in His toleration. The Omnipotent who is the best in His omnipotence, the All Knowing who is best in His knowledge. The Self which is perfect in all types of nobility and greatness &#8211; that Self is only God &#8211; the Most Revered and the Most Powerful. He alone has these qualities for they do not apply to anyone save Him. No one is equal to Him and no one is like Him.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">The Tafseer is also as follows: The Self who has no fear, around whom all creatures turn and Whom they seek after for all their needs and actions.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Affirmation in the Oneness negates all forms of polytheism and similitude. Affirmation of all the meanings of al-Samad includes all the noble Names and the most exalted Attributes. This is the Tawheed of Affirmation.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">The Tawheed of Purity is in the statement: <span style="color:#3366ff;"><strong>&#8220;He does not beget not nor is He begotten. And there is none comparable to Him&#8221;</strong></span>. This statement can also be understood from the general statement: <strong><span style="color:#3366ff;">&#8220;Say! He is God! The One&#8221;.</span> </strong>Nothing came out of Him nor did He come out of anything. He has no equal, no likeness and no similarity.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Domination of of the concept of Tawheed in this surah. The affirmation of Oneness for the Lord in total and absolute contradiction to all forms of Polytheism. His character of being <strong><span style="color:#3366ff;">&#8220;Eternally Besought of all&#8221;,</span> </strong>which proves all His Attributes, that He cannot suffer from any defect, negation of father and son which is an implication of Him being in no need and that all is in need of Him. All is characterised in the statement of His being besought and His Oneness. Negation of an equal which includes negation of similarity, resemblances and likeness. <strong>This surah includes all of these matters and is therefore rightly deserving of being called equal to a third of the Quran.</strong></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Al Ikhlas 1]]></title>
<link>http://rumahsenisurya.wordpress.com/2009/03/15/al-ikhlas-1/</link>
<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 06:53:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>eyyank</dc:creator>
<guid>http://rumahsenisurya.wordpress.com/2009/03/15/al-ikhlas-1/</guid>
<description><![CDATA[&lt;!&#8211; @page { margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } &#8211;&gt; klik 2x pada gambar un]]></description>
<content:encoded><![CDATA[&lt;!&#8211; @page { margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } &#8211;&gt; klik 2x pada gambar un]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[:: Surat Al Ihlas]]></title>
<link>http://kaligrafiislam.wordpress.com/2009/02/16/surat-al-ihlas/</link>
<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 02:13:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>:: Rumah Kaligrafi Bunayya</dc:creator>
<guid>http://kaligrafiislam.wordpress.com/2009/02/16/surat-al-ihlas/</guid>
<description><![CDATA[Surat Al ihlas Bahan : Kayu jati Ukuran : 95 x 95 x 41/2 cm Finishing : Melamin Harga :  Rp 3.800.00]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><strong>Surat Al ihlas</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><img class="aligncenter size-medium wp-image-83" title="ihlas1" src="http://kaligrafiislam.wordpress.com/files/2009/02/ihlas1.jpg?w=300" alt="ihlas1" width="300" height="294" /></strong></p>
<p style="text-align:center;">Bahan : Kayu jati</p>
<p style="text-align:center;">Ukuran : 95 x 95 x 41/2 cm</p>
<p style="text-align:center;">Finishing : Melamin</p>
<p style="text-align:center;">Harga :  Rp 3.800.000<strong> </strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selamat Datang di Blog BMT AL IKHLAS]]></title>
<link>http://bmtalikhlas.wordpress.com/2009/02/02/selamat-datang-di-blog-bmt-al-ikhlas/</link>
<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 09:24:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>bmtalikhlas</dc:creator>
<guid>http://bmtalikhlas.wordpress.com/2009/02/02/selamat-datang-di-blog-bmt-al-ikhlas/</guid>
<description><![CDATA[Assalamu &#8216;alaikum wr wb Para pembaca yang budiman, kami ucapkan selamat datang, sugeng rawuh d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Assalamu &#8216;alaikum wr wb Para pembaca yang budiman, kami ucapkan selamat datang, sugeng rawuh d]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jihad Kita Untuk Palestina]]></title>
<link>http://djunaedird.wordpress.com/2009/01/04/jihad-kita-untuk-palestina/</link>
<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 21:01:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>djunaedird</dc:creator>
<guid>http://djunaedird.wordpress.com/2009/01/04/jihad-kita-untuk-palestina/</guid>
<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum warohmatullohi wabarokatuh. Tadi sore saya menerima SMS yang berbunyi (antara]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum warohmatullohi wabarokatuh. Tadi sore saya menerima SMS yang berbunyi (antara]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pahala]]></title>
<link>http://elisasyahril.wordpress.com/2008/12/23/pahala/</link>
<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 18:17:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>guszie</dc:creator>
<guid>http://elisasyahril.wordpress.com/2008/12/23/pahala/</guid>
<description><![CDATA[Recite 3x:  Surah Al-Ikhlas (Qul Huwallah Hu Ahad&#8230;) Pahala saperti membaca 1 AlQuran .        ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Recite 3x:  Surah Al-Ikhlas (Qul Huwallah Hu Ahad&#8230;) Pahala saperti membaca 1 AlQuran .        ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[RESEP PASCA TERAPI]]></title>
<link>http://konsultasiruqyah.wordpress.com/2008/12/22/resep-pasca-terapi/</link>
<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 05:22:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>ruqyah123</dc:creator>
<guid>http://konsultasiruqyah.wordpress.com/2008/12/22/resep-pasca-terapi/</guid>
<description><![CDATA[RESEP PASCA TERAPI   Menjelang, pada sa’at atau pasca diruqyah, sedapatnya lakukan hal-hal berikut i]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" dir="ltr" align="center"><strong><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">RESEP PASCA TERAPI</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" dir="ltr" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;" dir="ltr"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Menjelang, pada sa’at atau pasca diruqyah, sedapatnya lakukan hal-hal berikut ini :</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Menghentikan/hilangkan/musnahkan segala bentuk kesiyrikan, <em>bid’ah</em> (amal-amal/wirid-dzikir yang tidak diajarkan oleh Nabi SAW), khurofat, takhayul, benda pusaka, gambar-gambar bernyawa, patung dan segala hal yang dapat ‘mengundang’ hadirnya gangguan atau para Jin utusan Syaithan tsb. Hentikan olah tenaga dalam, kanuragan dsb.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;" dir="ltr"><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">CARA</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;" dir="ltr"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN"><span> </span>Jika</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN"> yang akan dimusnahkan adalah benda<sup>2</sup><sub> </sub>: Dekatkan benda tsb ke mulut, bacakan AYAT KURSI atau (Al Falaq &#38; An Naas), ludahi beberapa kali (sebagai <em>tadzlil</em>/penghinaan) lalu dibakar &#38; dirusak lalu dibuang ke tempat yang tidak dijangkau oleh manusia. <!--more--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.85pt;text-align:justify;margin:0 0 0 35.7pt;" dir="ltr"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN"><span>2.<span style="font:7pt &#34;">      </span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Senantiasa menutup aurat dengan sebaik-baiknya. Usahakan selalu mengikuti pengkajian tentang Islam secara rutin. Sebaik-baik ‘Ruqyah’ adalah mempelajari Islam dengan baik, meyakininya dan mengamalkannya.</span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Usahakan selalu dalam keadaan berwudhu’ dan sholat berjama’ah di masjid (terutama laki-laki).</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Wiridkan setiap hari minimal 100 x : </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .25in;" dir="ltr"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:center;margin:0;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:13pt;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ<span>  </span>لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلى كُلِّّ شَيْئٍ قَديْرٌ</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;" dir="ltr"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">LAA ILAAHA ILLA<strong>LLOOH</strong> WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU, LAHU L-MULKU WA LAHU L-HAMDU WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;" dir="ltr"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">“Tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali hanya ALLAH Yang Esa Tidak ada sekutu terhadapNya, bagiNyalah segala Kekuasaan dan bagiNyalah segala Pujian dan Dia Maha Mampu berbuat segala sesuatu”<span>  </span>(minimal. 100 x) – HR. Bukhori &#38; Muslim..</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;" dir="ltr"><em><span style="font-size:15pt;font-family:Verdana;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:center;margin:0 .15pt 0 0;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:14pt;" lang="AR-SA"><span style="font-family:Times New Roman;">أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِيْ لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَ أَتُوْبُ إِلَيْهِ</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;" dir="ltr"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">ASTAGHFIRU<strong>LLOOHA </strong>L-LADZII LAA ILAAHA ILLA HUWA L-hAYYU L-QOYYUUMU WA ATUUBU ILAIH</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;" dir="ltr"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">“Aku memohon ampun kepada ALLAH yang Tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali hanya Dia semata Yang Maha Hidup dan Berdiri sendiri, dan aku bertaubat kepadaNya”.<span>  </span>(min. 100 x) – HR. Muslim..</span></em></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Lakukan hal<sup>2</sup> lainnya yang dicintai ALLAH swt</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN"> <span>dan tidak disukai syaithan dan melemahkannya :</span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 1in;" dir="ltr"><span style="font-size:10pt;" lang="IN"><span><span style="font-family:Times New Roman;">-<span style="font:7pt &#34;">          </span></span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Menahan marah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 1in;" dir="ltr"><span style="font-size:10pt;" lang="IN"><span><span style="font-family:Times New Roman;">-<span style="font:7pt &#34;">          </span></span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Menekan / menghilangkan kesombongan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 1in;" dir="ltr"><span style="font-size:10pt;" lang="IN"><span><span style="font-family:Times New Roman;">-<span style="font:7pt &#34;">          </span></span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Memperbanyak do’a di dalam sujud ketika sholat (sholat sunnah). </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 1in;" dir="ltr"><span style="font-size:10pt;"><span><span style="font-family:Times New Roman;">-<span style="font:7pt &#34;">          </span></span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Berupaya sujud syukur ketika mendapatkan ‘ni’mah” dari ALLAH swt.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 1in;" dir="ltr"><span style="font-size:10pt;" lang="IN"><span><span style="font-family:Times New Roman;">-<span style="font:7pt &#34;">          </span></span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Berinfaq/bershodaqoh.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 1in;" dir="ltr"><span style="font-size:10pt;" lang="IN"><span><span style="font-family:Times New Roman;">-<span style="font:7pt &#34;">          </span></span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Mengevaluasi terus terhadap niat kita (jaga keikhlasan) setiap perbuatan.</span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Segera beristighfar dari setiap kesalahan. Selalu makan – minum dengan <em>basmalah</em>, menggunakan tangan kanan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Berdo’a menjelang tidur / bangun tidur serta do’a<sup>2</sup> harian lainnya (seperti : do’a masuk-keluar rumah, kamar mandi/wc, naik kendaraan, pasar, ke tempat-tempat wisata dsb)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Baca dan atau dengarkan bacaan Al-Quran sesering mungkin.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Lakukan hubungan “suami-isteri” dengan menjaga adab-adabnya : do’a perlindungan sebelum berhubungan, langsung bersuci sesudahnya (min. berwudhu’), bersyukur atas anugerah ni’mah yang baru saja diberikanNya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Menjaga “indera” (utamanya : Penglihatan &#38; Pendengaran) dari hal-hal kemaksiatan yang dilarang oleh ALLAH. Segala kemaksiatan tersebut adalah hal-hal yang disenangi Syaithan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Do’a minta dilapangkan kesabaran karena memohon pertolongan kepada ALLAH harus dengan kesabaran</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;" dir="ltr"><span style="font-size:15pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:center;margin:0 .15pt 0 0;" dir="rtl" align="center"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:13pt;" lang="AR-SA">رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَبْناَ صَبْرًا وَ ثَبِّتْ أَقْدَامَناَ وَ انْصُرْنَا عَلَى الْْقَوْمِ الْكاَفِرِيْنَ</span><strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;" dir="ltr"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">ALLOOHUMMA AFRIGH ‘ALAINAA SHOBRON WA TSABBIT AQDAAMANAA WA N-SHURNAA ‘ALA L-QOUMI L-KAAFIRIIN</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;" dir="ltr"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">“Ya ALLAH lapangkanlah bagi kami kesabaran, teguhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami dalam menghadapi kaum yang kafir”.</span></em></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN"><span> </span>Perbanyak do’a : <strong></strong></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:center;margin:0 -5.85pt 0 0;" dir="rtl" align="center"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:13pt;" lang="AR-SA">اللّهُمَّ أَعِنَّا عَلى ذِكْرِكَ وَ شُكْرِكَ وَ حُسْنِ عِبَادَتِكَ</span><strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:3pt;text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;" dir="ltr"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">ALLOHUMMA </span></em></strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">A-‘INNAA ‘ALAA DZIKRI<strong>KA</strong> WA SYUK-RI<strong>KA</strong> WA HUSNI ‘IBAADATI<strong>KA</strong></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 .5in;" dir="ltr"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">“Ya ALLAH bantulah kami dalam mengingatMu, bersyukur kepadaMu dan beribadah sebaik-baiknya kepadaMu”.</span></em></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Upayakan selalu membantu atau mendo’akan kebaikan untuk saudara muslim lainnya sekalipun terhadap orang yang tidak menyenangi kita.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;" dir="ltr"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Catt : </span></em></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Hal-hal di atas<span>  </span>adalah sebagian TUNTUNAN ajaran<span>  </span>ISLAM.</span></em></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Tetap menjaga niat dengan benar sehingga<span>  </span>melaksanakannya tidak karena berhubungan dengan RUQYAH semata-mata.</span></em></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Resep di atas juga dapat berfungsi sebagai pembentengan diri. </span></em></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;" dir="ltr"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN"> </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ARKANUL BAIAT]]></title>
<link>http://sasitechno.wordpress.com/2008/12/06/arkanul-baiat/</link>
<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 01:46:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>sasitechno</dc:creator>
<guid>http://sasitechno.wordpress.com/2008/12/06/arkanul-baiat/</guid>
<description><![CDATA[Ihilah makna sebuah sinergisitas dalam dakwah, komponen komponen harus terikat satu dan yang lainnya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ihilah makna sebuah sinergisitas dalam dakwah, komponen komponen harus terikat satu dan yang lainnya, makna keimanan dan ketaqwaan yang terdefinisi jika ingin menjadi muslim yang kaffah.<!--moreSelanjutnya--></p>
<p>1.	Al Fahmu ( Paham dengan ilmu )</p>
<p>fikrah terbentuk karena kita paham tentang sesuatu, dan bagaimana kita melakuakan sesuatu ataupun mengerjakan sesuatu terletak pada kepahaman kita pada sesuatu, fikrah yang islami untuk mendapatkannya kita harus paham tentang islam , ketika nanti kita berucap dan bertngkah  laku juga ucapan dan tingkah laku islam, fikrah ini jika mengakar dan mengakar seiring dengan ilmu yang bertambah.</p>
<p>2.	Al Ikhlas  ( Allah Ghoyatuna)</p>
<p>ketika sudah mempunyai kepahaman dan fikroh kita berarti punya tujuan, dan tujuan yang utama adalah  Allah ( Allah Ghoyyatuna), Tujuan  akan sangat dan sangat berpengaruh pada diri dan ilam ini pada umumnya. Sekali dan sekecil tujuan kiat sudah meleset maka kedepannya akan semakin betambah dan bertambah, ikhlas ini akan menumbuhkan ghiroh yang luar biasa sebagai NOSnya mobil balap, di tengah halangan dan rintangan.Buah akan terasa masam apabila tidak ada keihlasan dalam pelaksanaanya seperti yang difirmankan Allah SWT dalam Al quran:<br />
“katakanlah: “sesungguhnya shalatku, ibadahku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”(QS. Al-an’am:162)</p>
<p>3.	Al Amal  ( Aplikasi Hasil Dari Ilmu Dan Ikhlas, Aplikasi )</p>
<p>Nah inilah pelaksanaan atau aplikasi , kita sudah punya ilmu dan keikhlasan dala dakwah ini,  dakwah yang akan megantar kita diatas puncak kejayaan islam, khilafah islam hukumnya wajib, kerja dakwah ini  tidak “ menggugurkan Rukun dan bersifat segera dan secepatnya” dakwah ini berkelanjutan agar khilafah ini tidak seumur jagung sekali berbuah mati, pohon dakwah ini akan terus berbuah, amal dalam dakwah ii harus senntiasa penuh pwerhitungan dan strategi sekaligus bertahap, apa jadinya jika dakwah ini melompat lompat tanpa ada marhaliyahnya , satu kata REMUK. Maka salah satu prinsip dakwah ini, bangunan dakwah akan terus terbangun, mulai dari pemilihan lahan, analisis, dan selanjutnya, yang itu tidak akan menghasilkan bangunan yang kokoh tanpa kemantaban, satu demi satu kiat kerjakan sebaik baikny, kettika sudah baik kita melangkah ke bagian selanjutnya dan seterusnya. Dan amal tidak hanya mengawali kita sekedar memmbangun tetapi juga kita harus mengawal, menjaga, memperindahnya. Yang dimaksud dengan al ‘amal adalah buah dari ilmu dan ikhlas, seperti yang disebutkan dalam Al Qur’anul karim: “dan katakanlah: “beramalah kalian, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukin akan melihat amal kalian itu, dan kalian akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kalian apa yang telah kalian amalkan.”(QS. AtTaubah : 105)<br />
Adapun urut-urutan amalnya adalah:<br />
1.	mengoreksi dan memperbaiki diri<br />
2.	membentuk dan membina keluaga muslim<br />
3.	memberi petunjuk dan membimbing masyarakat dengan dakwah<br />
4.	membebaskan tanah air dari penguasa asing<br />
5.	memperbaiki pemerintahan<br />
6.	mengembalikan kepemimpinan dunia kepada umat islam<br />
7.	menjadi soko guru dunia dengan menyebarkan dakwahislamiyah ke seluruh penjuru dunia</p>
<p>4.	Al Jihad ( Perjuangan)</p>
<p>Perjuangan, hidup adalah perjuangan , apa yang kita miliki adalah titipan, kita memnag kudu berjuang, kita tidak bias berleha leha dalam dakwah ini , banyak yang harus kita selesaikan denanga batasan waktu kita, dan inagt jihad janga dikonotasikan denga kiat harus pegang senjata, pegang spidol dalam syuro pun dianggap jihad jika itu diniatkan untuk membangun dakwah ini, apalagi di masa saat ini banyak ladang jihad yang terbuka lebar dan itu adalah peluang kita untuk masuk kedalam nya dan menumbukan ibenih islam didalamnya, ibarat tanah kosong perjuangan kita untuk menumbuhkan biji di lahan itu dengan elemen elemen yang tertulis di atas, itu adalah jihad , dan kita siqohkan hasilnya pada Allah, kalau bukan kita siapa lagi!, Firman Allah Ta’ala: “dan berjihadah di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad” (QS. Al-Hajj:78)</p>
<p>5.	At Taddhiyah ( Pengorbanan )</p>
<p>pengorbanan , inilah yang menjadi suatu factor yang menurut saya berpengaruh jika ditinggalkan makaruntuhlah dakwah yang terbangun ini apabila dikerjakan efeknya adalah semakin kokohnya dakwah ini, dan inidi kembalikan pada tujuan kita, memng pengorbanan ini menyakitkan, tapi itu adalah satu dari sekian strategi yang ampuh untuk mendapatkan sesuatu yang besar, Karena Allah Ta’ala telah menegaskan hal itu dalam banyak ayat Al-Quran. Dengan memahami ini maka anda akan memahami doktrin “mati di jalan Allah adalah cita-cita kami tertinggi”<br />
ingatlah Rasulullah Muhammad Saat perang Dzatur Riqo!!</p>
<p>6.	at Taat ( patuh )</p>
<p>pengorbanan tanpa kepatuhan adalah sia sia, kepatuhan , adalh bentuk penghormatan dan kepercayaan kita, mustahil bagi gerbong kreta api akan sampai tujuan dengan selamat kalau tidak patuh pada  lokomotifnya, kita memang berjalan di atas rel yang benar, tapi ketika kita punya komandan tidak mematuhinya apa jadinya, dan satu yang ini yang paling besar dan perlu mendapat perhatian yang terbesar, jika kita tidak patuh  pada Allah apa yang akan terjadi, bias dibayangkan, silakan bayangkan sendiri ya!!!</p>
<p>7.	Ats Tsabat (Teguh)</p>
<p>disaat kita akn mengerjakan sesuatu sudah kita pikirkan dan kita analisis ternyata masih ada beberapa pilihan yang sama sama berpegaru, inilah satnya keteguhan kita bermain, ini bukan perjudian, tapi keteguhan kita aka sangat memegang kendali permainan yang selnjutnya, lihatlah kokohnya gunung yang diterpa badai, inginkah antum wa antuna menjadi the real rijjalul haq, pejuang kebenaran sesungguhnya, yang tegar, kokoh, tegu, tak mudah loyo, ditengah cobaan dan rintangan yamg menghadang, Firman Allah SWT:<br />
“diantara orang-orang mukmi itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka diantara mereka ada yang gugur. Dan diantara mereka ada pula yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak mengubah janjinya”(QS. Al-Ahzab:23).<br />
ketika mencari keteguhan  yang sesungguhya, mengapa antum wa antuna masih menjadikan allah sebagai tujuan antum wa antuna?.</p>
<p>8.	At Tajjarud (Totalitas)</p>
<p>semua energi yang terkonsentrasi pada satu tujuan atau titik , dakwah ini memrlukan totlitas yang ini membutuhkan elemen diatas amupun di bawahnya , senantiasa berusaha optimal demi kelangsungan dakwah ini, Firman Allah:<br />
“celupan Allah, dan siapakah yang paling baik celupannya dari Allah?”(QS. Al Baqarah:138)</p>
<p>9.	Al Ukhuwah ( Persaudaraan)</p>
<p>persaudaran, bukan hanya menjalin ikatan yang sesederhana seperti yang kita bayangkan, al ukhuwah adalah persaudaraaan  yang mengakar sampai kedalam hati, saling mengerti. Ikatan ini menjadikan sinergisitas elemn elemen lain untuk menebarkan dakwah ini, mustahil dakwah ini akan tegak jika kita berjalan sendiri sendiri tanpa ada ikatan persaudaraan maupun ikatan koordinasi, “dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung”(QS. Al Hasyr:9)</p>
<p>10.	Ats Tsiqoh ( Kepercayaan )</p>
<p>ketika kader dakwah telah menjalankan semua elemen yang ada, kepercayaan akan menjadi modal yang penting hal ini dalam rangka, atau sebagai bentuk penghargaan, kekeuatan kepercayaan dalam dakwah akan meningkatkan moral para pengusung dakwah dalam menjalankan amanahnya, perlu digaris bawahi kesiqohan ini perlu melihat elemen elemen lainnya dan perlu dipertimbangkan matang matang, jangan hamya percaya pada seseorang tanpa melihat kapasitasnya. Firman Allah:<br />
“maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikanmu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan terhadap apa yang kamu putuskan, dan mereka menerimanya dengan sepenuh hati” (QS. An Nisa’:65)</p>
<p>Buku ini setelah di baca memberikan ispirasi bahwa dalam dakwah ini kita juga memerlukan prinsip atau  elemen dan kesemua elemen diatas  saling mempunyai hubungan, berhasilnya kita menguasai satu elemen belum tentu berhasil dakwah kita, kemampuan mensinergisitaskan elemen elemen tersebut memegang kunci penting, dan setelah membaca ini, semoga tidak hanya terucap dalam kata tetapi langkah nyata. Dan dakwah ini senantiasa bertahap dan berkelanjutan untuk membentuk kader yang kaffah,  kader yanginsan kamil, masyarakat yang khoiru ummah, dan tentunya tegaknya khilafah di muka bumi ini, Allahuakbar</p>
<p>Created By: Ahmad Faizal FKIP<br />
Sekretariat BRAHMAHARDHIKA<br />
10 Agustus 2007, 10.45-13.30</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[112. Sura Al-Ikhlas (Tyrumas)]]></title>
<link>http://koranas.wordpress.com/2008/11/21/112-sura-al-ikhlas-tyrumas/</link>
<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 09:43:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>gr8virtue</dc:creator>
<guid>http://koranas.wordpress.com/2008/11/21/112-sura-al-ikhlas-tyrumas/</guid>
<description><![CDATA[Vardan Dievo, Gailestingojo, Maloningojo 1. Sakyk: Jis Dievas, vienintelis; 2. Dievas &#8211; Amžina]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/lqyGttXlg1Q&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/lqyGttXlg1Q&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p>Vardan Dievo, Gailestingojo, Maloningojo<br />
1. Sakyk: Jis Dievas, vienintelis;<br />
2. Dievas &#8211; Amžinas, Absoliutus;<br />
3. Jis negimdo ir Jis nebuvo pagimdytas;<br />
4. Ir į Jį panašaus nėra nė vieno.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
