<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>alquran &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/alquran/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "alquran"</description>
	<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 17:14:41 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[al qur'an]]></title>
<link>http://falah2000.wordpress.com/2009/11/27/al-quran/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 02:13:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>falah2000</dc:creator>
<guid>http://falah2000.wordpress.com/2009/11/27/al-quran/</guid>
<description><![CDATA[Definisi Al-Qur’an • Secara bahasa berarti “bacaan”. • Secara istilah berarti “Kalam Allah SWT yang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Definisi Al-Qur’an • Secara bahasa berarti “bacaan”. • Secara istilah berarti “Kalam Allah SWT yang ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Konsep Pendidikan Islam Menurut Al-Qur'an]]></title>
<link>http://alauddinalbughury.wordpress.com/2009/11/25/3/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 05:11:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>alauddinalbughury</dc:creator>
<guid>http://alauddinalbughury.wordpress.com/2009/11/25/3/</guid>
<description><![CDATA[Konsep Pendidikan Islam Menurut Al-Qur’an oleh : Abu Naufal Alauddin Al-Bughury Pengertian Pendidika]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Konsep Pendidikan Islam Menurut Al-Qur’an</strong></p>
<p><strong>oleh : Abu Naufal Alauddin Al-Bughury<br />
</strong></p>
<p><strong>Pengertian Pendidikan Islam</strong></p>
<p>Dr. Yusuf Qardawi memberi pengertian pendidikan Islam yaitu <strong>pendidikan manusia seutuhnya, akal dan hatinya, rohani dan jasmaninya, akhlak dan keterampilannya</strong>. Ahmad Tafsir menyatakan bahwa <strong>pendidikan dalam Islam merupakan sebuah rangkaian proses pemberdayaan manusia menuju kedewasaan, baik secara akal, mental maupun moral, untuk menjalankan fungsi kemanusiaan yang diemban sebagai seorang hamba di hadapan Khaliq-nya dan sebagai &#8216;pemelihara&#8217; (khalifah) pada semesta</strong>. Endang Saefuddin Anshari memberi pengertian secara lebih tehnis, <strong>pendidikan Islam sebagai proses bimbingan (pimpinan, tuntunan dan usulan) oleh subyek didik terhadap perkembangan jiwa (pikiran, perasaan, kemauan, intuisi), dan raga obyek didik dengan bahan-bahan materi tertentu, pada jangka waktu tertentu, dengan metode tertentu dan dengan alat perlengkapan yang ada ke arah terciptanya pribadi tertentu disertai evaluasi sesuai ajaran Islam</strong>.</p>
<p>Azyumardi Azra menggariskan, <strong>pendidikan Islam adalah suatu proses pembentukan individu berdasarkan ajaran-ajaran Islam yang diwahyukan Allah SWT kepada Muhammad SAW.</strong> Sedangkan menurut hasil rumusan Seminar Pendidikan Islam se-Indonesia tahun 1960, memberikan pengertian pendidikan Islam sebagai: <strong>“bimbingan terhadap pertumbuhan rohani dan jasmani menurut ajaran Islam dengan hikmah mengarahkan, mengajarkan, melatih, mengasuh dan mengawasi berlakunya semua ajaran Islam.”</strong></p>
<p>Berdasarkan beberapa pengertian di atas, ada penekanan yang begitu strategis pada nilai-nilai yang dipindahkan (diajarkan) dalam pendidikan islam. Dalam pendidikan Islam, nilai-nilai yang dipindahkan berasal dari sumber-sumber nilai Islam yakni Al-Qur’an, Sunah dan Ijtihad. Jadi, pendidikan Islam merupakan proses bimbingan baik jasmani dan rohani berdasarkan ajaran-ajaran agama Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian muslim.</p>
<p><strong>Pendidikan dalam Sejarah Islam</strong></p>
<p>Penyelenggaraan pendidikan dalam lintasan sejarah Islam telah dimulai oleh Rasulullah saw dan para Khulafa ar-Rasyidin. Rasulullah saw telah menjadikan mengajar baca-tulis bagi 10 orang penduduk Madinah sebagai syarat pembebasan bagi setiap tawanan perang Badar. Pada masa itu nabi Muhammad senantiasa menanamkan kesadaran pada sahabat dan pengikutnya  akan urgensi ilmu dan selalu mendorong umat untuk senantiasa mencari ilmu. Hal ini dapat kita buktikan dengan adanya banyak hadis yang menjelaskan tentang urgensi dan keutamaan (hikmah) ilmu dan orang yang memiliki pengetahuan. Khalifah Umar bin Khattab, secara khusus, mengirimkan &#8216;petugas khusus&#8217; ke berbagai wilayah baru Islam untuk menjadi guru pengajar bagi masyarakat Islam di wilayah-wilayah tersebut.</p>
<p>A-Ma&#8217;mun, salah satu khalifah Daulat Bani Abbasiyah, mendirikan Bait al-Hikmah di Baghdad pada tahun 815 M, di dalamnya terdapat ruang-ruang kajian, perpustakaan dan observatorium (laboratorium). Meskipun demikian, Bait al-Hikmah belum dapat dikatakan sebagai sebuah institusi pendidikan yang &#8216;cukup sempurna&#8217;, karena sistem pendidikan masih sekedarnya dalam majlis-majlis kajian dan belum terdapat &#8216;kurikulum pendidikan&#8217; yang diberlakukan di dalamnya.</p>
<p>Institusi pendidikan Islam yang mulai menggunakan sistem pendidikan &#8216;modern&#8217; baru muncul dengan berdirinya Perguruan al-Azhar oleh Daulat Bani Fatimiyyah di Kairo pada tahun 972 M. Pada al-Azhar, selain dilengkapi dengan perpustakaan dan laboratorium, mulai diberlakukan sebuah kurikulum pengajaran. Pada kurikulum al-Azhar diajarkan disiplin-disiplin ilmu agama dan juga disiplin-disiplin ilmu &#8216;umum&#8217; (aqliyyah). Ilmu agama yang ada dalam kurikulum al-Azhar antara lain tafsir, hadits, fiqh, qira&#8217;ah, teologi (kalam), sedang ilmu akal yang ada dalam kurikulum al-Azhar antara lain filsafat, logika, kedokteran, matematika, sejarah dan geografi.</p>
<p><strong>Urgensi Pendidikan dalam Islam</strong></p>
<p>Tugas manusia yang pertama adalah menjadi <em>hamba </em>Allah yang taat, sebagaimana firman Allah dalam Al Quran Surat Adz-Dzariyat 56, yang artinya: <strong>”<em>Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mengabdi (ibadah) kepada-Ku.“</em></strong><em> </em>Manusia diperintah untuk beribadah hanya kepada Allah, karena tidak ada tuhan selain Dia. <strong>“<em>Sembahlah Allah, sekali-kali tak ada tuhan bagimu selain-Nya”</em></strong><em> </em>(Q.S. Al-A’raaf: 59).</p>
<p>Dalam rangka menjalani tugasnya tersebut, Allah telah membekali adalah dengan ilmu pengetahuan, sebagaimana dalam firman-Nya <strong>“</strong><strong>Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya…”</strong> (Al-Baqarah: 31). Inilah cikal bakal ilmu pengetahuan yang diajarkan kepada manusia pertama dari Sang Pemilik Ilmu. Selain kepada nabi Adam AS., Allah SWT juga memberikan hikmah (kenabian, kesempurnaan ilmu dan ketelitian amal perbuatan) kepada para nabi dan rasulnya. Kepada sebagian rasul pula, Allah menurunkan kitab suci sebagai sumber ilmu pengetahuan. Firman Allah: “<strong>Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui”</strong> (QS. 2:151). Dalam beberapa ayat-Nya pula, Allah memberi tempat yang istimewa kepada muslim yang memiliki ilmu.</p>
<p>Sebagai Sang Pemilik, ilmu Allah sangat luas, mencakup bumi dan langit. Sebagian ilmu-Nya diwahyukan melalui para rasulnya dalam bentuk ayat-ayat qauliyyah (mis.: Al Qur’an, Hadits). Sebagian lainnya, Allah menggambarkannya dalam bentuk ayat-ayat kauniyyah (mis.: kejadian alam, penyebab bencana, asal kehidupan manusia, dll). Ibn Taimiyyah menyatakan bahwa <strong>ilmu itu adalah yang bersandar pada dalil, dan yang bermanfaat darinya adalah apa yang dibawa oleh Rasul.</strong> Maka sesuatu yang bisa kita katakan ilmu itu adalah penukilan yang benar dan penelitian yang akurat. Dengan definisi ini, Ibn Taimiyyah mengakui dua jenis keilmuan; ilmu keagamaan dan keduniaan. Ilmu yang pertama mutlak harus bersandar pada apa yang dibawa oleh Rasul, sedangkan yang kedua tidak harus selalu dirujukkan pada Rasul.</p>
<p>Pada dasarnya, sistem pendidikan Islam didasarkan pada sebuah kesadaran bahwa setiap Muslim wajib menuntut ilmu dan tidak boleh mengabaikannya. Banyak nash al-Qur&#8217;an maupun hadits Nabi yang menyebutkan juga keutamaan mencari ilmu dan orang-orang yang berilmu.  Sesungguhnya motivasi seorang Muslim untuk mencari ilmu adalah dorongan ruhiyah, bukan untuk mengejar faktor duniawi semata. Seorang Muslim yang giat belajar karena terdorong oleh keimanannya, bahwa Allah Swt sangat cinta dan memuliakan orang-orang yang mencari ilmu dan berilmu di dunia dan di akhirat.</p>
<p>Betapa pentingnya pendidikan, karena hanya dengan proses pendidikanlah manusia dapat mempertahankan eksistensinya sebagai manusia yang mulia, melalui pemberdayaan potensi dasar dan karunia yang telah diberikan Allah. Apabila semua itu dilupakan dengan mengabaikan pendidikan, manusia akan kehilangan jatidirinya.</p>
<p>Konsep pendidikan Islam tidak hanya menekankan kepada pengajaran yang berorientasi kepada intelektualitas penalaran, melainkan lebih menekankan pada pembentukan keribadian yang utuh dan bulat. Pendidikan Islam menghendaki kesempurnaan kehidupan yang tuntas sesuai dengan firman Allah pada surat Al Baqarah ayat 208, yang artinya <strong>:”<em>Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu</em>”.</strong></p>
<p>Bagi manusia pendidikan penting sebagai upaya menanamkan dan mengaktualisasikan nilai-nilai Islam pada kehidupan nyata melalui pribadi-pribadi muslim yang beriman dan bertakwa, sesuai dengan harkat dan derajat kemanusiaan sebagai <em>khalifah </em>di atas bumi<em>. </em>Penghargaan Allah terhadap orang-orang yang berilmu dan berpendidikan dilukiskan pada ayat berikut. “<em>Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi pengetahuan derajat (yang banyak)” (QS. Al Mujadalah 11)</em>. “Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai ilmu pengetahuan jika kamu tidak mengetahui” (QS, An-Nahl 43). “<em>Katakanlah :”Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui</em>” (QS.Az.Zumar:9).</p>
<p>Pentingnya pendidikan telah dicontohkan oleh Allah pada wahyu pertama, yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5 yang banyak mengandung isyarat-isyarat pendidikan dan pengajaran dengan makna luas dan mendalam. Perilaku Nabi Muhammad saw sendiri, selama hayatnya sarat dengan nilai-nilai pendidikan yang tinggi, seperti firman Allah “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS. 33:21).</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Konsep Pendidikan Islam Menurut Al-Qur’an</strong></p>
<p>Merujuk kepada informasi al-Qur’an pendidikan mencakup segala aspek jagat raya ini, bukan hanya terbatas pada manusia semata, yakni dengan menempatkan Allah sebagai Pendidik Yang Maha Agung. Secara garis besar, konsepsi pendidikan dalam Islam adalah mempertemukan pengaruh dasar dengan pengaruh ajar. Pengaruh pembawaan dan pengaruh pendidikan diharapkan akan menjadi satu kekuatan yang terpadu yang berproses ke arah pembentukan kepribadian yang sempurna. Oleh karena itu, pendidikan dalam Islam tidak hanya menekankan kepada pengajaran yang berorientasi kepada intelektualitas penalaran, melainkan lebih menekankan kepada pendidikan yang mengarah kepada pembentukan keribadian yang utuh dan bulat.</p>
<p>Konsep pendidikan islam yang mengacu kepada ajaran Al-Qur’an, sangat jelas terurai dalam kisah Luqman. Dr. M. Sayyid Ahmad Al-Musayyar menukil beberapa ayat Al-Qur’an dalam Surat Luqman. Beliau mengatakan, ada tiga kaedah asasi pendidikan dalam Islam menurut Al-Qur’an yang dijalankan oleh Luqman kepada anaknya. Seperti diketahui, Luqman diberikan keutamaan Allah berupa Hikmah, yaitu ketepatan bicara, ketajaman nalar dan kemurnian fitrah. Dengan keistimewaannya tersebut, Luqman ingin mengajari anaknya hikmah dan membesarkannya dengan metode hikmah itu pula.</p>
<p>Kaidah pendidikan yang pertama adalah peletakan pondasi dasar, yaitu penanaman keesaan Allah, kelurusan aqidah, beserta keagungan dan kesempurnaan-Nya. Kalimat tauhid adalah focus utama pendidikannya. Tidak ada pendidikan tanpa iman. Tak ada pula akhlak, interaksi social, dan etika tanpa iman. Apabila iman lurus, maka lurus pulalah aspek kehidupannya. Mengapa? Sebab iman selalu diikuti oleh perasaan introspeksi diri dan takut terhadap Allah. Dari sinilah Luqman menegaskan hal itu kepada puteranya dengan berkata, “&#8221;Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. 31:16). Seorang mukmin mesti berkeyakinan bahwa tak ada satu pun yang bias disembunyikan dari Allah. Allah Maha Mengetahui apa yang ada dalam lipatan hati manusia. Dari sinilah ia akan melakukan seluruh amal dan aktivitasnya semata untuk mencari ridha Allah tanpa sikap riya atau munafik, dan tanpa menyebut-nyebutnya ataupun menyakiti orang lain.</p>
<p>Kaidah kedua dalam pendidikan menurut Luqman adalah pilar-pilar pendidikan. Ia memerintahkan anaknya untuk shalat, memikul tanggung jawab amar ma’ruf nahi munkar, serta menanamkan sifat sabar. Shalat adalah cahaya yang menerangi kehidupan seorang muslim. Ini adalah kewajiban harian seorang muslim yang tidak boleh ditinggalkan selama masih berakal baik.</p>
<p>Amar ma’ruf nahi munkar merupakan istilah untuk kritik konstruktif, rasa cinta dan perasaan bersaudara yang besar kepada sesame, bukan ditujukan untuk mencari-cari kesalahan dan ghibah. Ummat islam telah diistimewakan dengan tugas amar ma’ruf nahi munkar ini melalui firman-Nya, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. “ (QS: 3.110).</p>
<p>Sabar itu bermacam-macam. Ada sabar atas ketaatan hingga ketaatan itu ditunaikan, ada sabar atas kemaksiatan hingga kemaksiatan itu dihindari, dan ada pula sabar atas kesulitan hidup hingga diterima dengan perasaan ridha dan tenang. Seorang beriman berada di posisi antara syukur dan sabar. Dalam kemuddahan yang diterimanya, ia pandai bersyukur. Sedang dalam setiap kesulitan yag dihadapinya, ia mesti bersabar dan introspeksi diri.</p>
<p>Kaidah ketiga adalah etika social. Metode pendidikan Luqman menumbuhkan buah adab yang luhur serta keutamaan-keutamaan adiluhung. Luqman menggambarkan hal itu untuk putranya dengan larangan melakukan kemungkaran dan tak tahu terima kasih, serta perintah untuk tidak terlalu cepat  dan tidak pula terlalu lambat dalam berjalan, dan merendahkan suara. Seorang muslim perlu diingatkan untuk tidak boleh menghina dan angkuh. Sebab, semua manusia berasal dari nutfah yang hina dan akan berakhir menjadi bangkai busuk. Dan ketika hidup pun, ia kesakitan jika tertusuk duri dan berkeringat jika kepanasan.</p>
<p>Sebenarnya, pendidikan dapat diartikan secara sederhana sebagai upaya menjaga anak keturunan agar memiliki kualitas iman prima, amal sempurna dan akhlak paripurna.   Karena itu, tanpa banyak diketahui, di dalam islam, langkah awal pendidikan untuk mendapatkan kualitas keturunan yang demikian sudah ditanamkan sejak anak bahkan belum terlahir. Apa buktinya? Manhaj islam menggariskan bahwa sebaik-baik kriteria dalam memilih pasangan hidup adalah factor agama, bukan karena paras muka dan kekayaannya.  Sebab, diyakini, calon orang tua yang memiliki keyakinan beragama yang baik tentu akan melahirkan anak-anak yang juga baik.</p>
<p>Di dalam ajaran islam, orang tua bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anaknya. Keduanya berkewajiban mendidik anak-anaknya untuk mempertemukan potensi dasar dengan pendidikan, sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw yang menyatakan bahwa : “<em>Setiap anak dilahirkan di atas fitrahnya, maka kedua orangtuanya yang menjadikan dirinya beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi</em>” (HR Bukhari). Kewajiban ini juga ditegaskan dalam firman-Nya: Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa”. (QS. 20:132). Dalam ayal lain, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. 66:6)</p>
<p>Dalam Islam, pentingnya pendidikan tidak semata-mata mementingkan individu, melainkan erat kaitannya dengan kehidupan sosial kemasyarakatan. Konsep belajar/pendidikan dalam Islam berkaitan erat dengan lingkungan dan kepentingan umat. Oleh karena itu, dalam proses pendidikan senantiasa dikorelasikan dengan kebutuhan lingkungan, dan lingkungan dijadikan sebagai sumber belajar. Seorang peserta didik yang diberi kesempatan untuk belajar yang berwawasan lingkungan akan menumbuhkembangkan potensi manusia sebagai pemimpin. Firman Allah (QS Al Baqarah 30) menyatakan :”<em>Sesungguhnya Aku jadikan manusia sebagai pemimpin (khalifah) di atas bumi</em>”.  Kaitan dengan pentingnya pendidikan bagi umat, Allah berfirman: ”<em>Hendaklah ada di antara kamu suatu ummat yang mengajak kepada kebajikan dan memerintahkan yang ma’ruf dan melarang yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung</em>” (QS. 3:104).</p>
<p>Konsep pendidikan dalam Islam menawarkan suatu sistem pendidikan yang holistik dan memposisikan agama dan sains sebagai suatu hal yang seharusnya saling menguatkan satu sama lain, yang secara umum ditunjukkan dalam doa Rasulullah : <em>“Ya Allah, ajarilah aku apa yang membawa manfaat bagiku, serta karuniakanlah padaku ilmu yang bermanfaat”</em>. Dari doa tersebut terungkap bahwa kualitas ilmu yang didambakan dalam Islam adalah kemanfaatan dari ilmu itu. Hal ini terlihat dari hadits Rasulullah : <em>“Iman itu bagaikan badan yang masih polos, pakaiannya adalah taqwa, hiasannya adalah rasa malu dan buahnya adalah ilmu.”</em><em> </em></p>
<p>Pemisahan dan pengotakan antara agama dan sains jelas akan menimbulkan kepincangan dalam proses pendidikan, agama jika tanpa dukungan sains akan menjadi tidak mengakar pada realitas dan penalaran, sedangkan sains yang tidak dilandasi oleh asas-asas agama dan akhlaq atau etika yang baik akan berkembang menjadi liar dan menimbulkan dampak yang merusak. Murtadha Mutahhari seorang ulama, filosof dan ilmuwan Islam menjelaskan bahwa iman dan sains merupakan karakteristik khas insani, di mana manusia mempunyai kecenderungan untuk menuju ke arah kebenaran dan wujud-wujud suci dan tidak dapat hidup tanpa menyucikan dan memuja sesuatu. Ini adalah kecenderungan iman yang merupakan fitrah manusia. Tetapi di lain pihak manusia pun memiliki kecenderungan untuk selalu ingin mengetahui dan memahami semesta alam, serta memiliki kemampuan untuk memandang masa lalu, sekarang dan masa mendatang (yang merupakan ciri khas sains).</p>
<p>Al-Qur’an berkali-kali meminta manusia membaca tanda-tanda alam, menantang akal manusia untuk melihat ke-MahaKuasa-an Allah pada makhluk lain, rahasia penciptaan tumbuhan, hewan, serangga, pertumbuhan manusia, kejadian alam dan penciptaan langit bumi. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang berisikan tentang kejadian-kejadian di sekitar kita yang menuntut pemahaman dengan sains/akal manusia. Karena itu, seorang muslim juga diwajibkan untuk mempelajari sains, karena sains hanyalah salah satu pembuktian kekuasaan Allah, di samping ayat-ayat qauliyah. Karenanya, konsep pendidikan dalam islam menurut Al-Qur’an pun tidak hanya berisi materi-materi pendidikan keagamaan saja.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Al-Qur’an menawarkan konseptualisasi pendidikan, yang berintikan ilmu naqliyah yang melandasi semua ilmu aqliyah, sehingga diharapkan dapat mengintegrasikan antara akal dan wahyu, ilmu-ilmu syar’iyyah dan ilmu-ilmu ghairu syar’iyyah dalam proses pendidikan. Sehingga, melalui upaya tersebut dapat merealisasikan proses memanusiakan manusia sebagai tujuan pendidikan, yaitu mengajarkan, mengasuh, melatih, mengarahkan, membina dan mengembangkan seluruh potensi peserta didik dalam rangka menyiapkan mereka merealisasikan fungsi dan risalah kemanusiaannya di hadapan Allah SWT, yaitu mengabdi sepenuhnya kepada Allah SWT dan menjalankan misi kekhalifahan di muka bumi, sebagai makhluk yang berupaya mengiplementasikan nilai-nilai ilahiyah dengan memakmurkan kehidupan dalam tatanan hidup bersama dengan aman, damai dan sejahtera.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Naskah Quranic SANA'A (Bagian 2)]]></title>
<link>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/11/24/naskah-quranic-sanaa-bagian-2/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 11:07:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>siapmurtad</dc:creator>
<guid>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/11/24/naskah-quranic-sanaa-bagian-2/</guid>
<description><![CDATA[Di tahun 1972, saat perombakan mesjid besar di Sana&#8217;a, ibukota Yaman, para kuli menemukan kump]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kesalahanquran.wordpress.com/files/2009/11/1b1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-633" title="1b" src="http://kesalahanquran.wordpress.com/files/2009/11/1b1.jpg" alt="" width="510" height="415" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kesalahanquran.wordpress.com/files/2009/11/2b.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-634" title="2b" src="http://kesalahanquran.wordpress.com/files/2009/11/2b.jpg" alt="" width="510" height="293" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Di tahun 1972, saat perombakan mesjid besar di Sana&#8217;a, ibukota Yaman, para kuli menemukan kumpulan naskah dalam jumlah yang sangat besar di ruang atas dekat atap. Seluruh tumpukan naskah ini berada diantara tumpukan karung kentang. Tumpukan naskah itu tetap akan tidak diketahui jika saja Dr. Gerard Puin tidak datang ke tempat itu 7 tahun kemudian. Dr. Gerard Puin adalan ilmuwan Jerman yang ahli Qur’an.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kesalahanquran.wordpress.com/files/2009/11/3b.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-635" title="3b" src="http://kesalahanquran.wordpress.com/files/2009/11/3b.jpg" alt="" width="510" height="412" /></a><br />
Di tahun 1972, saat perombakan mesjid besar di Sana&#8217;a, ibukota Yaman, para kuli menemukan kumpulan naskah dalam jumlah yang sangat besar di ruang atas dekat atap. Seluruh tumpukan naskah ini berada diantara tumpukan karung kentang. Tumpukan naskah itu tetap akan tidak diketahui jika saja Dr. Gerard Puin tidak datang ke tempat itu 7 tahun kemudian. Dr. Gerard Puin andalan ilmuwan Jerman yang ahli Qur’an.</p>
<p style="text-align:justify;">
<strong>Naskah dibukukan</strong>.<br />
Puin seketika menyadari pentingnya penemuan itu. Bekerja sama dengan ahli Qur’an lokal, dia menyusun dengan hati² naskah² tersebut dan membuat ribuan foto.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kesalahanquran.wordpress.com/files/2009/11/4b.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-637" title="4b" src="http://kesalahanquran.wordpress.com/files/2009/11/4b.jpg" alt="" width="510" height="250" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kesalahanquran.wordpress.com/files/2009/11/5b.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-638" title="5b" src="http://kesalahanquran.wordpress.com/files/2009/11/5b.jpg" alt="" width="510" height="265" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Pecahan naskah Qur&#8217;an dan gambar mesjid.<br />
Empat pecahan naskah menangkap perhatian Puin seketika, karena berisi bagian Sura terakhir Qur’an. Dan tidak seperti<br />
Qur’an² yang ada sekarang, naskah itu mencantumkan gambar mesjid. Hal ini merupakan bukti penting keaslian naskah<br />
tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kesalahanquran.wordpress.com/files/2009/11/6b.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-639" title="6b" src="http://kesalahanquran.wordpress.com/files/2009/11/6b.jpg" alt="" width="510" height="416" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Dr. Gerard Puin:<br />
Karena gambar ini dan pesan historisnya, kita bisa menentukan waktu sangat tepat bahwa Qur’an ini dibuat di jaman Al Walid, yakni tahun 705 &#8211; 715 M.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kesalahanquran.wordpress.com/files/2009/11/7b.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-640" title="7b" src="http://kesalahanquran.wordpress.com/files/2009/11/7b.jpg" alt="" width="509" height="214" /></a><br />
Arab gundul.<br />
Dengan begitu kumpulan naskah ini merupakan Qur’an tertua di dunia, yang dibuat 70 tahun setelah Muhammad mati. Dari kumpulan naskah diantara karung² kentang, Puin juga menemukan naskah-naskah dari hampir 1000 Qur’an yang<br />
berbeda. Perbedaan jenis tulisan di naskah-naskah Qur’an ini dengan tulisan di Qur’an modern sangatlah mencengangkan.<br />
Tulisan di naskah tanpa tanda baca koma atau titik sama sekali (Arab gundul). Hal ini berarti satu huruf bisa mengandung sampai 30 arti yang berbeda.<br />
Dr. Gerard Puin:<br />
Banyaknya kemungkinan cara membaca Qur’an ini menunjukkan bahwa Qur’an ini tidak ditulis melalui pengimlaan per kata. Qur’an ini tidak bermakna sejelas seperti Qur’an versi Kairo.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kesalahanquran.wordpress.com/files/2009/11/9b.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-641" title="9b" src="http://kesalahanquran.wordpress.com/files/2009/11/9b.jpg" alt="" width="510" height="258" /></a><br />
Hasil forensik menunjukkan tulisan-tulisan lain yang ditindihi<br />
tulisan baru.<br />
Juga terdapat penemuan lain yang peting. Teknik forensik sederhana menunjukkan bahwa tulisan lain yang telah dihapus dan ditindihi dengan tulisan lain di atasnya. Meskipun tulisan yang tersembunyi itu menunjukkan makna yang tidak bertentangan dengan tulisan di atasnya, tapi kata-kata telah diubah, dan ayat-ayat dan seluruh Sura disusun ulang kembali.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kesalahanquran.wordpress.com/files/2009/11/10b.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-642" title="10b" src="http://kesalahanquran.wordpress.com/files/2009/11/10b.jpg" alt="" width="489" height="358" /></a><br />
Dr. Patrick Sookhdeo:<br />
Jika penelitian ini benar, terutama tentang tahunnya, maka ini berarti, berdasarkan fakta, Qur’an tidak tersusun sebagai satu rangkuman dan satu keseluruhan di tahun 650M, tapi dikembangkan lama setelah itu, berdasarkan tumpukan<br />
tulisan di atas naskah tersebut. Berkenaan dengan Qur&#8217;an Sana&#8217;a ini, berikut adalah tambahan komentar Gerard Puin, kafirun Jerman yang ahli text Qur&#8217;an: http://www.theatlantic.com/past/issues/99jan/koran.htm&#8221;<br />
In a 1999 Atlantic Monthly article, Gerd Puin is saying:<br />
“My idea is that the Koran is a kind of cocktail of texts that were not all understood even at the time of Muhammad. Many of them may even be a hundred years older than Islam itself. Even within the Islamic traditions there is a huge body of contradictory information, including a significant Christian substrate; one can derive a whole Islamic anti-history from them if one wants. The Qur’an claims for itself that it is ‘mubeen,’ or clear, but if you look at it, you will notice that every fifth sentence or so simply doesn’t make sense. Many Muslims will tell you otherwise, of course, but the fact is that a fifth of the Qur’anic text is just incomprehensible. This is what has caused the traditional anxiety regarding translation. If the Qur’an is not comprehensible, if it can’t even be understood in Arabic, then it’s not translatable into any language. That is why Muslims are afraid. Since the Qur’an claims repeatedly to be clear but is not—there is an obvious and serious contradiction. Something else must be going on.”<br />
terjemahan:<br />
Pendapatku adalah Qur&#8217;an itu bagaikan campur aduk berbagai tulisan yang tidak sepenuhnya dimengerti bahkan di jaman Muhammad. Banyak dari tulisan ini yang bahkan berusia ratusan tahun lebih tua daripada Islam itu sendiri. Bahkan dalam tradisi Islam sendiri terdapat keterangan yang bertentangan dalam jumlah yang sangat besar, termasuk bahasa Kristiani yang penting. Jika ingin, orang bisa mendapatkan seluruh keterangan sejarah yang bertolak belakang dengan Islam. Qur&#8217;an sendiri mengaku sebagai &#8216;mubein&#8217; atau jelas, tapi jika kau mencoba membacanya, kau akan menyadari bahwa ada seperlima kalimat-kalimat dalam Qur’an yang tidak bisa dimengerti. Tentu saja banyak Muslim yang tidak akan mengakui hal ini, tetapi pada kenyataannya seperlima dari ayat-ayat Qur&#8217;an memang tidak bisa dimengerti. Hal ini menyebabkan adanya usaha penolakan terhadap usaha penerjemahan. Jika Qur&#8217;an sendiri tidak bisa dimengerti, bahkan tidak juga dalam bahasa Arab, maka tentunya Qur&#8217;an tidak bisa diterjemahkan dalam bahasa lain apapun.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah sebabnya mengapa Muslim ketakutan. Karena Qur&#8217;an mengaku sebagai tulisan yang jelas padahal tidak, maka terdapat kontradiksi yang jelas dan serius. Tentunya ada maksud terselubung di belakangnya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Koleksi File Islam Terlengkap Untuk Setiap Muslim]]></title>
<link>http://aldrino.wordpress.com/2009/11/24/koleksi-file-islam-terlengkap-untuk-setiap-muslim/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 19:59:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>aldohas</dc:creator>
<guid>http://aldrino.wordpress.com/2009/11/24/koleksi-file-islam-terlengkap-untuk-setiap-muslim/</guid>
<description><![CDATA[Telah Hadir&#8230; DVD Kompilasi Islami Digital (DKID) Solusi Termudah, Terlengkap dan Termurah Untu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Telah Hadir&#8230; DVD Kompilasi Islami Digital (DKID) Solusi Termudah, Terlengkap dan Termurah Untu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Proses Penciptaan Manusia di Dalam Al-Qur'an]]></title>
<link>http://boedaxbandung88.wordpress.com/2009/11/23/9/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 07:11:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>boedaxbandung88</dc:creator>
<guid>http://boedaxbandung88.wordpress.com/2009/11/23/9/</guid>
<description><![CDATA[Proses Penciptaan Manusia di Dalam Al-Qur&#8217;an Allah SWT telah menceritakan proses penciptaan ma]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Proses Penciptaan Manusia di Dalam Al-Qur&#8217;an</p>
<p>Allah SWT telah menceritakan proses penciptaan manusia di dalam Al-Qur&#8217;an secara terperinci, Allah berfirman dalam surat Al-Mu&#8217;minun, &#8220;Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.&#8221; (QS. Al-Mu&#8217;minun : 12-14).</p>
<p>Dokter ahli kandungan nomor satu di dunia menyebutkan, bahwa semua yang disebutkan di dalam Al-Qur&#8217;an dan hadits-hadits Rasulullah SAW tentang proses penciptaan manusia adalah sesuai dengan yang ditemukan pada ilmu pengetahuan modern.<br />
<!--more--><br />
Inilah doktor ahli kandungan nomor satu di dunia, doktor berkebangsaan Kanada, Keith Moore. Dia memiliki sebuah buku yang diterjemahkan ke dalam delapan bahasa; dipelajari di sebagian besar universitas-universitas di dunia. Dia menyampaikan pidato dengan tema &#8220;Keselarasan Ilmu Kandungan dengan Apa yang Terdapat dalam Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah&#8221; di Universitas Al-Malik Faishal. Dia berkata, &#8220;Sungguh ilmu pengetahuan ini, yang terdapat dalam Al-Qur&#8217;an, membuktikan kepada saya bahwa Al-Qur&#8217;an yang dibawa oleh Muhammad datang dari sisi Allah, sebagaimana juga membuktikan bahwa Muhammad adalah seorang rasul yang diutus oleh Allah.&#8221;</p>
<p>Dia juga berkata dalam pidatonya, &#8220;Manusia ketika pertama kali diciptakan dalam perut ibunya berbentuk segumpal darah. Kemudian setelah itu ciptaannya meningkat menjadi segumpal daging. Kemudian berubah menjadi tulang-belulang. Dan kemudian dibungkus dengan daging.&#8221; Dan katanya, &#8220;Semua yang kami dapatkan dalam penelitian-penelitian kami, kami mendapatkannya tertera dalam Al-Qur&#8217;an.&#8221;</p>
<p>Seorang doktor lain berkebangsaan Amerika, profesor dalam bidang ilmu kandungan, berkata pada muktamar yang diselenggarakan oleh Kerajaan Saudi Arabia di Riyadh, &#8220;Nash-nash Al-Qur&#8217;an memaparkan rincian yang lengkap tentang proses pertumbuhan manusia, dimulai dari tahap tetesan mani sampai pada tahap pertumbuhan menjadi tulang dan tubuh.&#8221; Dan katanya, &#8220;Belum ada dalam sejarah manusia, ditemukan paparan tentang peroses pertumbuhan manusia yang gamblang seperti ini.&#8221;</p>
<p>Proses Penciptaan Manusia</p>
<p>Penciptaan manusia dan aspek-aspeknya yang luar biasa itu ditegaskan dalam banyak ayat. Beberapa informasi di dalam ayat-ayat ini sedemikian rinci sehingga mustahil bagi orang yang hidup di abad ke-7 untuk mengetahuinya. Beberapa di antaranya sebagai berikut:</p>
<p>Manusia tidak diciptakan dari mani yang lengkap, tetapi dari sebagian kecilnya<br />
(spermazoa)<br />
Sel kelamin laki-lakilah yang menentukan jenis kelamin bayi.<br />
Janin manusia melekat pada rahim sang ibu bagaikan lintah.<br />
Manusia berkembang di tiga kawasan yang gelap di dalam rahim.<br />
Setetes Mani<br />
Selama persetubuhan seksual, 250 juta sperma terpancar dari si laki-laki pada satu waktu. Sperma-sperma melakukan perjalanan 5-menit yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur. Hanya seribu dari 250 juta sperma yang berhasil mencapai sel telur. Sel telur, yang berukuran setengah dari sebutir garam, hanya akan membolehkan masuk satu sperma. Artinya, bahan manusia bukan mani seluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil darinya. Ini dijelaskan dalam Al-Qur&#8217;an :</p>
<p>&#8220;Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?&#8221; (QS Al Qiyamah:36-37)</p>
<p>Seperti yang telah kita amati, Al-Qur&#8217;an memberi tahu kita bahwa manusia tidak terbuat dari mani selengkapnya, tetapi hanya bagian kecil darinya. Bahwa tekanan khusus dalam pernyataan ini mengumumkan suatu fakta yang baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern itu merupakan bukti bahwa pernyataan tersebut berasal dari Ilahi.</p>
<p>Segumpal Darah Yang Melekat di Rahim</p>
<p>Ketika sperma dari laki-laki bergabung dengan sel telur wanita, intisari bayi yang akan lahir terbentuk. Sel tunggal yang dikenal sebagai &#8220;zigot&#8221; dalam ilmu biologi ini akan segera berkembang biak dengan membelah diri hingga akhirnya menjadi &#8220;segumpal daging&#8221;. Tentu saja hal ini hanya dapat dilihat oleh manusia dengan bantuan mikroskop.</p>
<p>Namun, zigot tersebut tidak melewatkan tahap pertumbuhannya begitu saja. Ia melekat pada dinding rahim seperti akar yang kokoh menancap di bumi dengan carangnya. Melalui hubungan semacam ini, zigot mampu mendapatkan zat-zat penting dari tubuh sang ibu bagi pertumbuhannya. (Moore, Keith L., E. Marshall Johnson, T. V. N. Persaud, Gerald C. Goeringer, Abdul-Majeed A. Zindani, and Mustafa A. Ahmed, 1992, Human Development as Described in the Qur&#8217;an and Sunnah, Makkah, Commission on Scientific Signs of the Qur&#8217;an and Sunnah, s. 36)</p>
<p>Di sini, pada bagian ini, satu keajaiban penting dari Al Qur&#8217;an terungkap. Saat merujuk pada zigot yang sedang tumbuh dalam rahim ibu, Allah menggunakan kata &#8220;&#8216;alaq&#8221; dalam Al Qur&#8217;an:</p>
<p>&#8220;Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari &#8216;alaq (segumpal darah). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.&#8221; (QS Al &#8216;Alaq:1-3)</p>
<p>Arti kata &#8220;&#8216;alaq&#8221; dalam bahasa Arab adalah &#8220;sesuatu yang menempel pada suatu tempat&#8221;. Kata ini secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah.</p>
<p>Pembungkusan Tulang oleh Otot</p>
<p>Sisi penting lain tentang informasi yang disebutkan dalam ayat-ayat Al Qur&#8217;an adalah tahap-tahap pembentukan manusia dalam rahim ibu. Disebutkan dalam ayat tersebut bahwa dalam rahim ibu, mulanya tulang-tulang terbentuk, dan selanjutnya terbentuklah otot yang membungkus tulang-tulang ini.</p>
<p>&#8220;Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik&#8221; (QS Al Mu&#8217;minun:14)</p>
<p>Embriologi adalah cabang ilmu yang mempelajari perkembangan embrio dalam rahim ibu. Hingga akhir-akhir ini, para ahli embriologi beranggapan bahwa tulang dan otot dalam embrio terbentuk secara bersamaan. Karenanya, sejak lama banyak orang yang menyatakan bahwa ayat ini bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Namun, penelitian canggih dengan mikroskop yang dilakukan dengan menggunakan perkembangan teknologi baru telah mengungkap bahwa pernyataan Al Qur&#8217;an adalah benar kata demi katanya.</p>
<p>Penelitian di tingkat mikroskopis ini menunjukkan bahwa perkembangan dalam rahim ibu terjadi dengan cara persis seperti yang digambarkan dalam ayat tersebut. Pertama, jaringan tulang rawan embrio mulai mengeras. Kemudian sel-sel otot yang terpilih dari jaringan di sekitar tulang-tulang bergabung dan membungkus tulang-tulang ini.</p>
<p>Peristiwa ini digambarkan dalam sebuah terbitan ilmiah dengan kalimat berikut:</p>
<p>Dalam minggu ketujuh, rangka mulai tersebar ke seluruh tubuh dan tulang-tulang mencapai bentuknya yang kita kenal. Pada akhir minggu ketujuh dan selama minggu kedelapan, otot-otot menempati posisinya di sekeliling bentukan tulang. (Moore, Developing Human, 6. edition,1998.)</p>
<p>Tiga Tahapan Bayi Dalam Rahim</p>
<p>Dalam Al Qur&#8217;an dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya.</p>
<p>&#8220;&#8230; Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?&#8221; (Al Qur&#8217;an, 39:6)</p>
<p>Sebagaimana yang akan dipahami, dalam ayat ini ditunjukkan bahwa seorang manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan yang berbeda. Sungguh, biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang berbeda dalam rahim ibu. Sekarang, di semua buku pelajaran embriologi yang dipakai di berbagai fakultas kedokteran, hal ini dijadikan sebagai pengetahuan dasar. Misalnya, dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut:</p>
<p>&#8220;Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah minggu pertama, embrionik; sampai akhir minggu ke delapan, dan janin; dari minggu ke delapan sampai kelahiran.&#8221; (Williams P., Basic Human Embryology, 3. edition, 1984, s. 64.)</p>
<p>Fase-fase ini mengacu pada tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan seorang bayi. Ringkasnya, ciri-ciri tahap perkembangan bayi dalam rahim adalah sebagaimana berikut:</p>
<p>- Tahap Pre-embrionik</p>
<p>Pada tahap pertama, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin membesar, sel-sel penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna membentuk tiga lapisan.</p>
<p>- Tahap Embrionik</p>
<p>Tahap kedua ini berlangsung selama lima setengah minggu. Pada masa ini bayi disebut sebagai &#8220;embrio&#8221;. Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan- lapisan sel tersebut.</p>
<p>- Tahap fetus</p>
<p>Dimulai dari tahap ini dan seterusnya, bayi disebut sebagai &#8220;fetus&#8221;. Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya. Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya telah nampak. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu, dan perkembangan berlanjut hingga minggu kelahiran.</p>
<p>Yang Menentukan Jenis Kelamin Bay</p>
<p>&#8220;Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.&#8221; (QS An Najm:45-46)</p>
<p>Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Al Qur&#8217;an ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini.</p>
<p>Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut &#8220;XY&#8221; pada pria, dan &#8220;XX&#8221; pada wanita. Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.</p>
<p>Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang pada pria dan wanita ada dalam keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X. Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sel telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin pria.</p>
<p>Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita.</p>
<p>…..</p>
<p>Saripati Tanah dalam Campuran Air Mani</p>
<p>Cairan yang disebut mani tidak mengandung sperma saja. Cairan ini justru tersusun dari campuran berbagai cairan yang berlainan. Cairan-cairan ini mempunyai fungsi-fungsi semisal mengandung gula yang diperlukan untuk menyediakan energi bagi sperma, menetralkan asam di pintu masuk rahim, dan melicinkan lingkungan agar memudahkan pergerakan sperma.</p>
<p>Yang cukup menarik, ketika mani disinggung di Al-Qur&#8217;an, fakta ini, yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern, juga menunjukkan bahwa mani itu ditetapkan sebagai cairan campuran:</p>
<p>&#8220;Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, lalu Kami beri dia (anugerah) pendengaran dan penglihatan.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 76:2)</p>
<p>Di ayat lain, mani lagi-lagi disebut sebagai campuran dan ditekankan bahwa manusia diciptakan dari &#8220;bahan campuran&#8221; ini:</p>
<p>&#8220;Dialah Yang menciptakan segalanya dengan sebaik-baiknya, Dia mulai menciptakan manusia dari tanah liat. Kemudian Ia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 32:7-8)</p>
<p>Kata Arab &#8220;sulala&#8221;, yang diterjemahkan sebagai &#8220;sari&#8221;, berarti bagian yang mendasar atau terbaik dari sesuatu. Dengan kata lain, ini berarti &#8220;bagian dari suatu kesatuan&#8221;. Ini menunjukkan bahwa Al Qur&#8217;an merupakan firman dari Yang Berkehendak Yang mengetahui penciptaan manusia hingga serinci-rincinya. Yang Berkehendak ini ialah Pencipta manusia</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Proses Penciptaan Manusia di Dalam Al-Qur'an]]></title>
<link>http://boedaxbandung88.wordpress.com/2009/11/23/proses-penciptaan-manusia-di-dalam-al-quran/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 06:16:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>boedaxbandung88</dc:creator>
<guid>http://boedaxbandung88.wordpress.com/2009/11/23/proses-penciptaan-manusia-di-dalam-al-quran/</guid>
<description><![CDATA[Proses Penciptaan Manusia di Dalam Al-Qur'an Allah SWT telah menceritakan proses penciptaan manusia ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><pre><strong>Proses Penciptaan Manusia di Dalam Al-Qur'an</strong></pre>
<pre><strong>
 </strong>Allah SWT telah menceritakan proses penciptaan manusia di dalam Al-Qur'an secara terperinci, Allah berfirman dalam surat Al-Mu'minun, "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik." (QS. Al-Mu'minun : 12-14).</pre>
<pre>Dokter ahli kandungan nomor satu di dunia menyebutkan, bahwa semua yang disebutkan di dalam Al-Qur'an dan hadits-hadits Rasulullah SAW tentang proses penciptaan manusia adalah sesuai dengan yang ditemukan pada ilmu pengetahuan modern.
<!--more-->
</pre>
<pre>Inilah doktor ahli kandungan nomor satu di dunia, doktor berkebangsaan Kanada, Keith Moore. Dia memiliki sebuah buku yang diterjemahkan ke dalam delapan bahasa; dipelajari di sebagian besar universitas-universitas di dunia. Dia menyampaikan pidato dengan tema "Keselarasan Ilmu Kandungan dengan Apa yang Terdapat dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah" di Universitas Al-Malik Faishal. Dia berkata, "Sungguh ilmu pengetahuan ini, yang terdapat dalam Al-Qur'an, membuktikan kepada saya bahwa Al-Qur'an yang dibawa oleh Muhammad datang dari sisi Allah, sebagaimana juga membuktikan bahwa Muhammad adalah seorang rasul yang diutus oleh Allah."</pre>
<pre>Dia juga berkata dalam pidatonya, "Manusia ketika pertama kali diciptakan dalam perut ibunya berbentuk segumpal darah. Kemudian setelah itu ciptaannya meningkat menjadi segumpal daging. Kemudian berubah menjadi tulang-belulang. Dan kemudian dibungkus dengan daging." Dan katanya, "Semua yang kami dapatkan dalam penelitian-penelitian kami, kami mendapatkannya tertera dalam Al-Qur'an."</pre>
<pre>Seorang doktor lain berkebangsaan Amerika, profesor dalam bidang ilmu kandungan, berkata pada muktamar yang diselenggarakan oleh Kerajaan Saudi Arabia di Riyadh, "Nash-nash Al-Qur'an memaparkan rincian yang lengkap tentang proses pertumbuhan manusia, dimulai dari tahap tetesan mani sampai pada tahap pertumbuhan menjadi tulang dan tubuh." Dan katanya, "Belum ada dalam sejarah manusia, ditemukan paparan tentang peroses pertumbuhan manusia yang gamblang seperti ini."<em></em></pre>
<pre><strong>Proses Penciptaan Manusia</strong></pre>
<pre>Penciptaan manusia dan aspek-aspeknya yang luar biasa itu ditegaskan dalam banyak ayat. Beberapa informasi di dalam ayat-ayat ini sedemikian rinci sehingga mustahil bagi orang yang hidup di abad ke-7 untuk mengetahuinya. Beberapa di antaranya sebagai berikut:</pre>
<ol>
<li>
<pre> Manusia tidak diciptakan dari mani yang lengkap, tetapi dari sebagian kecilnya</pre>
</li>
<li>
<pre> (spermazoa).</pre>
</li>
<li>
<pre>Sel kelamin laki-lakilah yang menentukan jenis kelamin bayi.</pre>
</li>
<li>
<pre>Janin manusia melekat pada rahim sang ibu bagaikan lintah.</pre>
</li>
<li>
<pre>Manusia berkembang di tiga kawasan yang gelap di dalam rahim.</pre>
</li>
</ol>
<pre><strong>Setetes Mani</strong>
Selama persetubuhan seksual, 250 juta sperma terpancar dari si laki-laki pada satu waktu. Sperma-sperma melakukan perjalanan 5-menit yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur. Hanya seribu dari 250 juta sperma yang berhasil mencapai sel telur. Sel telur, yang berukuran setengah dari sebutir garam, hanya akan membolehkan masuk satu sperma. Artinya, bahan manusia bukan mani seluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil darinya. Ini dijelaskan dalam Al-Qur'an :</pre>
<pre>"Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?" (QS Al Qiyamah:36-37)</pre>
<pre>Seperti yang telah kita amati, Al-Qur'an memberi tahu kita bahwa manusia tidak terbuat dari mani selengkapnya, tetapi hanya bagian kecil darinya. Bahwa tekanan khusus dalam pernyataan ini mengumumkan suatu fakta yang baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern itu merupakan bukti bahwa pernyataan tersebut berasal dari Ilahi.
<strong>
</strong><strong>Segumpal Darah Yang Melekat di Rahim</strong></pre>
<pre>Ketika sperma dari laki-laki bergabung dengan sel telur wanita, intisari bayi yang akan lahir terbentuk. Sel tunggal yang dikenal sebagai "zigot" dalam ilmu biologi ini akan segera berkembang biak dengan membelah diri hingga akhirnya menjadi "segumpal daging". Tentu saja hal ini hanya dapat dilihat oleh manusia dengan bantuan mikroskop.</pre>
<pre>Namun, zigot tersebut tidak melewatkan tahap pertumbuhannya begitu saja. Ia melekat pada dinding rahim seperti akar yang kokoh menancap di bumi dengan carangnya. Melalui hubungan semacam ini, zigot mampu mendapatkan zat-zat penting dari tubuh sang ibu bagi pertumbuhannya. (Moore, Keith L., E. Marshall Johnson, T. V. N. Persaud, Gerald C. Goeringer, Abdul-Majeed A. Zindani, and Mustafa A. Ahmed, 1992, Human Development as Described in the Qur'an and Sunnah, Makkah, Commission on Scientific Signs of the Qur'an and Sunnah, s. 36)</pre>
<pre>Di sini, pada bagian ini, satu keajaiban penting dari Al Qur'an terungkap. Saat merujuk pada zigot yang sedang tumbuh dalam rahim ibu, Allah menggunakan kata "'alaq" dalam Al Qur'an:</pre>
<pre>"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari 'alaq (segumpal darah). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah." (QS Al 'Alaq:1-3)</pre>
<pre>Arti kata "'alaq" dalam bahasa Arab adalah "sesuatu yang menempel pada suatu tempat". Kata ini secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah.
<strong>
</strong><strong>Pembungkusan Tulang oleh Otot</strong></pre>
<pre>Sisi penting lain tentang informasi yang disebutkan dalam ayat-ayat Al Qur'an adalah tahap-tahap pembentukan manusia dalam rahim ibu. Disebutkan dalam ayat tersebut bahwa dalam rahim ibu, mulanya tulang-tulang terbentuk, dan selanjutnya terbentuklah otot yang membungkus tulang-tulang ini.</pre>
<pre>"Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik" (QS Al Mu'minun:14)</pre>
<pre>Embriologi adalah cabang ilmu yang mempelajari perkembangan embrio dalam rahim ibu. Hingga akhir-akhir ini, para ahli embriologi beranggapan bahwa tulang dan otot dalam embrio terbentuk secara bersamaan. Karenanya, sejak lama banyak orang yang menyatakan bahwa ayat ini bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Namun, penelitian canggih dengan mikroskop yang dilakukan dengan menggunakan perkembangan teknologi baru telah mengungkap bahwa pernyataan Al Qur'an adalah benar kata demi katanya.</pre>
<pre>Penelitian di tingkat mikroskopis ini menunjukkan bahwa perkembangan dalam rahim ibu terjadi dengan cara persis seperti yang digambarkan dalam ayat tersebut. Pertama, jaringan tulang rawan embrio mulai mengeras. Kemudian sel-sel otot yang terpilih dari jaringan di sekitar tulang-tulang bergabung dan membungkus tulang-tulang ini.</pre>
<pre>Peristiwa ini digambarkan dalam sebuah terbitan ilmiah dengan kalimat berikut:</pre>
<pre>Dalam minggu ketujuh, rangka mulai tersebar ke seluruh tubuh dan tulang-tulang mencapai bentuknya yang kita kenal. Pada akhir minggu ketujuh dan selama minggu kedelapan, otot-otot menempati posisinya di sekeliling bentukan tulang. (Moore, Developing Human, 6. edition,1998.)</pre>
<pre><strong>Tiga Tahapan Bayi Dalam Rahim</strong></pre>
<pre>Dalam Al Qur'an dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya.</pre>
<pre>"... Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?" (Al Qur'an, 39:6)</pre>
<pre>Sebagaimana yang akan dipahami, dalam ayat ini ditunjukkan bahwa seorang manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan yang berbeda. Sungguh, biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang berbeda dalam rahim ibu. Sekarang, di semua buku pelajaran embriologi yang dipakai di berbagai fakultas kedokteran, hal ini dijadikan sebagai pengetahuan dasar. Misalnya, dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut:</pre>
<pre>"Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah minggu pertama, embrionik; sampai akhir minggu ke delapan, dan janin; dari minggu ke delapan sampai kelahiran." (Williams P., Basic Human Embryology, 3. edition, 1984, s. 64.)</pre>
<pre>Fase-fase ini mengacu pada tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan seorang bayi. Ringkasnya, ciri-ciri tahap perkembangan bayi dalam rahim adalah sebagaimana berikut:</pre>
<pre>- Tahap Pre-embrionik</pre>
<pre>Pada tahap pertama, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin membesar, sel-sel penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna membentuk tiga lapisan.</pre>
<pre>- Tahap Embrionik</pre>
<pre>Tahap kedua ini berlangsung selama lima setengah minggu. Pada masa ini bayi disebut sebagai "embrio". Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan- lapisan sel tersebut.</pre>
<pre>- Tahap fetus</pre>
<pre>Dimulai dari tahap ini dan seterusnya, bayi disebut sebagai "fetus". Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya. Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya telah nampak. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu, dan perkembangan berlanjut hingga minggu kelahiran.</pre>
<pre><strong>
</strong><strong>Yang Menentukan Jenis Kelamin Bayi</strong> <strong>
</strong>
"Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan." (QS An Najm:45-46)</pre>
<pre>Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Al Qur'an ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini.</pre>
<pre>Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut "XY" pada pria, dan "XX" pada wanita. Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.</pre>
<pre>Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang pada pria dan wanita ada dalam keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X. Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sel telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin pria.</pre>
<pre>Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita.</pre>
<pre>…..</pre>
<pre>Saripati Tanah dalam Campuran Air Mani</pre>
<pre>Cairan yang disebut mani tidak mengandung sperma saja. Cairan ini justru tersusun dari campuran berbagai cairan yang berlainan. Cairan-cairan ini mempunyai fungsi-fungsi semisal mengandung gula yang diperlukan untuk menyediakan energi bagi sperma, menetralkan asam di pintu masuk rahim, dan melicinkan lingkungan agar memudahkan pergerakan sperma.</pre>
<pre>Yang cukup menarik, ketika mani disinggung di Al-Qur'an, fakta ini, yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern, juga menunjukkan bahwa mani itu ditetapkan sebagai cairan campuran:</pre>
<pre>"Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, lalu Kami beri dia (anugerah) pendengaran dan penglihatan." (Al Qur'an, 76:2)</pre>
<pre>Di ayat lain, mani lagi-lagi disebut sebagai campuran dan ditekankan bahwa manusia diciptakan dari "bahan campuran" ini:</pre>
<pre>"Dialah Yang menciptakan segalanya dengan sebaik-baiknya, Dia mulai menciptakan manusia dari tanah liat. Kemudian Ia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina." (Al Qur'an, 32:7-8)</pre>
<pre>Kata Arab "sulala", yang diterjemahkan sebagai "sari", berarti bagian yang mendasar atau terbaik dari sesuatu. Dengan kata lain, ini berarti "bagian dari suatu kesatuan". Ini menunjukkan bahwa Al Qur'an merupakan firman dari Yang Berkehendak Yang mengetahui penciptaan manusia hingga serinci-rincinya. Yang Berkehendak ini ialah Pencipta manusia</pre>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Khatam Al Qur'an Dalam Seminggu, MAU...?]]></title>
<link>http://setyawaan.wordpress.com/2009/11/22/khatam-al-quran-dalam-seminggu-mau/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 15:31:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>setyawan</dc:creator>
<guid>http://setyawaan.wordpress.com/2009/11/22/khatam-al-quran-dalam-seminggu-mau/</guid>
<description><![CDATA[Sudah seharusnya bagi seorang Muslim untuk berpegang teguh kepada ajaran-ajaran Islam yang benar, da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sudah seharusnya bagi seorang Muslim untuk berpegang teguh kepada ajaran-ajaran Islam yang benar, da]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[HANCURNYA SIFAT KEILAHIAN QUR’AN]]></title>
<link>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/11/22/hancurnya-sifat-keilahian-qur%e2%80%99an/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 14:29:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>siapmurtad</dc:creator>
<guid>http://kesalahanquran.wordpress.com/2009/11/22/hancurnya-sifat-keilahian-qur%e2%80%99an/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Sujit Das “Menghormati iman orang-orang percaya yang tulus seharusnya tidak menyebabkan invest]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 		A:link { color: #0000ff } --><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Oleh</span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">: </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Sujit Das</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;">“<span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><strong>Menghormati iman orang-orang percaya yang tulus seharusnya tidak menyebabkan investigasi yang dilakukan para ahli sejarah dilarang atau dibelokkan&#8230;.Seseorang harus mempertahankan hak-hak metodologi dasar sejarah.”</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">- Maxime Rodhinson, 1981; p. 57</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">(Photo Source: Wikipedia, 2009)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kesalahanquran.wordpress.com/files/2009/11/1a2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-628" title="1a" src="http://kesalahanquran.wordpress.com/files/2009/11/1a2.jpg" alt="" width="355" height="275" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em><strong>Foto salah satu perkamen Sana’a Qur’an dari Gerd R Puin’s, memperlihatkan lapisan revisi yang dilakukan terhadap Quran</strong></em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Seringkali orang-orang Muslim mengatakan bahwa baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru telah dikorupsi dan diubah secara serius. Mereka katakan, supaya sebuah Kitab Suci bisa dikatakan sebagai otoritatif, maka ia harus dipelihara tetap tanpa perubahan sama sekali, dan menunjuk pada Qur’an mereka sebagai kitab suci yang diwahyukan kata demi kata dan surat demi surat kepada Muhamamad oleh Allah. Quran mengklaim, “Tidak boleh ada perubahan dalam firman-firman Allah” (10:64), dan ”Tidak ada yang bisa merubah kata-kata (dan peraturan) Allah” (6:34).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Tetapi betapa anehnya ‘doktrin pembatalan’ ini, dimana wahyu-wahyu yang datang kemudian membatalkan wahyu-wahyu terdahulu, sebagaimana Quran (2:106) menegaskan, ”Wahyu-wahyu&#8230;..Kami membatalkan/mencabut atau menyebabkan untuk dilupakan.” Juga, sebuah Hadis (6:558) dari Sahih Bukhari menegaskan bahwa Muhammad melupakan banyak ayat. Disamping itu, </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Sunaan ibn Majah </em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">(3: 1944) </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">mencatat bahwa setelah kematian Muhammad, sejumlah wahyu dimakan oleh seekor kambing. Bagaimana kata-kata Ilahi bisa dimakan, diubah, dibatalkan atau dihapuskan, meskipun ada klaim dari Allah dalam Sura 10:64 dan 6:43?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Tidakkah semua klaim-klaim dari Allah ini berkontradiksi dengan diriNya sendiri? Tetapi ajaibnya; kenyataan ini sama sekali tidak mengganggu pemikiran orang-orang Muslim. Barangkali, jika kita bisa menghadirkan Quran lain yang “otentik”, dan yang berbeda dengan bentuk standar Quran yang ada saat ini, maka Muslim akan mulai menggunakan logika mereka.<!--more--></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Kebenaran yang sangat menghancurkan adalah bahwa sejumlah besar naskah-naskah kuno, berasal dari abad pertama Hijrah ditemukan di Mesjid Agung di Sana’a (Yaman), yang secara signifikan berbeda dengan Quran standar yang ada sekarang. Sistem penanggalan dengan menggunakan Carbon meyakini bahwa naskah-naskah Quran ini tidak dibuat oleh lawan-lawan keagamaan. Disamping itu, naskah-naskah Quran ini ditemukan oleh orang-orang Muslim sendiri, bukan oleh orang-orang kafir.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Barangkali inilah peristiwa yang paling memalukan dalam sejarah Islam yang sudah berlangsung selama 14 Abad.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Mesjid Agung Sana’a adalah salah satu Mesjid tertua dalam sejarah Islam. Gedung ini dibangun pada tahun 6 Hijrah ketika Muhammad mempercayakan salah seorang dari teman-temannya untuk membangun sebuah Mesjid di Yaman, yang diperluas dan diperbesar oleh para pemimpin Islam dari masa ke masa.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Pada tahun 1972, ketika berlangsung restorasi Mesjid Agung ini (hujan deras menyebabkan dinding bagian Barat Mesjid ini rubuh), para tukang yang bekerja dalam sebuah ruangan mahkota diantara struktur bagian dalam dan atap bagian luar, menemukan sebuah kuburan yang menakjubkan, yang pada saat itu, karena ketidaktahuan mereka, mereka tidak menyadari apa yang ada di situ. Biasanya mesjid tidak mengakomodasi kuburan, dan situs ini juga tidak berisi batu nisan, tidak ada sisa-sisa tubuh/tulang manusia dan juga tidak ada barang-barang peninggalan dari pemakaman. Tak ada benda lain di dalamnya kecuali perkamen tua dan dokumen-dokumen surat yang jumlahnya sangat banyak. Juga di dalamnya ditemukan buku-buku yang sudah rusak dan halaman-halaman teks individual dalam bahasa Arab, yang sudah lebur menjadi satu oleh karena hujan dan kelembaban selama lebih dari seribu tahun.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">(Sumber foto: Dreibholz, 1999, p. 23)</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><a href="http://kesalahanquran.wordpress.com/files/2009/11/2aa1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-627" title="2aa" src="http://kesalahanquran.wordpress.com/files/2009/11/2aa1.jpg" alt="" width="510" height="333" /></a><br />
</span><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><strong>Sejumlah fragmen-fragmen perkamen Qur’anik dalam                                                                   kondisi ketika mereka ditemukan</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Para tukang yang tidak mengerti itu kemudian mengumpulkan naskah-naskah tersebut, memasukkannya dengan sembrono ke dalam 20 karung kentang, dan meletakkannya pada tangga di salah satu menara Mesjid, dimana naskah-naskah itu pun kemudian dikunci di situ. Naskah-naskah itu akan kembali dilupakan, jika bukan karena Qadhi Isma’il al-Akwa, Presiden Otoritas Barang-Barang Antik Yaman, yang di kemudian hari menyadari pentingnya penemuan itu. Al-Akwa mencari pertolongan dari dunia Internasional untuk menguji dan mengawetkan fragmen-fragmen itu, sebab tidak ada seorang pun sarjana di negaranya yang sanggup mengerjakan penemuan yang sangat kaya seperti ini. Pada tahun 1997, ia menerima kunjungan dari seorang sarjana Jerman non-Muslim. Orang ini lalu membujuk pemerintah Jerman untuk mengorganisir dan menjalankan sebuah proyek restorasi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Segera setelah proyek itu dimulai, menjadi jelaslah bahwa “kuburan kertas” itu adalah sebuah tempat untuk menyimpan puluhan ribu fragmen-fragmen dari hampir seribu naskah-naskah kuno Quran, kitab suci Muslim. Otoritas Muslim pada masa-masa awal Islam menganjurkan agar kopian-kopian Quran yang telah rusak disingkirkan dari peredaran dan hanya mengijinkan edisi-edisi kitab suci yang masih baik untuk dipakai. Juga tempat yang aman seperti itu dibutuhkan untuk melindungi kitab-kitab itu dari kebakaran atau kehancuran jika para penyerang datang, dan di sinilah kemudian muncul ide untuk menyimpannya di sebuah ‘kuburan’ dalam Mesjid Agung di Sana’a, yang pada waktu itu merupakan tempat untuk mempelajari Quran. Hal ini sudah berlangsung sejak abad pertama Hijrah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Restorasi naskah-naskah itu diorganisir dan diawasi oleh Gerd R. Puin dari Saarland University, di Jerman. Puin adalah seorang spesialis terkemuka dalam bidang kaligrafi Arabik (studi mengenai tulisan tangan indah dan artistik), dan merupakan seorang paleografi (studi mengenai dokumen-dokumen dan tulisan kuno) Qur’anik. Selama sepuluh tahun ia secara ekstensif menguji fragmen-fragmen perkamen yang berharga itu. Tahun 1985, rekannya H. C. Graf V. Bothmer bergabung dengannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Tes-tes Carbon-14 menunjukkan bahwa sejumlah perkamen itu berasal dari tahun 645-690 AD. Tahun pembuatan mereka yang sebenarnya bisa jadi lebih dini lagi, karena C-14 memperkirakan tahun kematian dari sebuah organisme (perkamen adalah kulit binatang), dan proses itu hingga penulisan akhir pada perkamen mencakup waktu yang tidak bisa diketahui. Tanggal penulisan kaligrafi menunjukkan tahun 710-715 AD. Beberapa perkamen kelihatannya berasal dari abad ke tujuh dan ke sembilan, dan karena itu bisa disebut sebagai Qur’an tertua yang ada saat ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Pada tahun 1984, Rumah Naskah (Dar al Makhtutat) didirikan di dekat Mesjid Agung, sebagai bagian dari proyek kerjasama antara otoritas Yaman dan Jerman. Sebuah usaha keras yang sangat besar dimulai untuk merestorasi fragmen-fragmen Qur’anik. Antara tahun 1983 dan 1996, kira-kira 15.000 dari 40.000 halaman telah selesai direstorasi, khususnya 12.000 fragmen-fragmen pada perkamen dan naskah-naskah yang berasal dari abad ke tujuh dan sembilan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">(Sumber Foto: Dreibholz, 1999. p. 22)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><a href="http://kesalahanquran.wordpress.com/files/2009/11/3aa.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-629" title="3aa" src="http://kesalahanquran.wordpress.com/files/2009/11/3aa.jpg" alt="" width="510" height="335" /></a><br />
</span><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em><strong>Perpustakaan Dar al-Makhtutat dimana disimpan                                                       Naskah-Naskah dan katalog yang baru ditemukan</strong></em></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Hingga saat ini, hanya ada tiga kopian kuno Qur’an yang ditemukan. Yang pertama disimpan di Perpustakaan Inggris di London, berasal dari akhir abad ke tujuh dan dianggap sebagai yang paling tua. Tetapi naskah-naskah Sana’a bahkan usianya lebih tua. Lebih dari itu, naskah-naskah ini ditulis dengan huruf yang aslinya berasal dari Hijaz – wilayah Arabia dimana Nabi Muhammad hidup, yang membuatnya tidak hanya sebagai naskah tertua yang berhasil selamat, tetapi kopian otentik Qur’an yang paling tua. Arabik Hijazi adalah tulisan (Mekkah atau Medinah), dan Qur’an mula-mula ditulis dengan huruf ini. Meskipun potongan-potongan ini berasal dari Qur’an paling awal yang pernah ada, mereka juga merupakan palimpsests (naskah-naskah dengan tulisan asli yang telah dipakai ulang).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Gaya tulisan tangan yang indah dan artistik dan jarang dipakai menjadi hal yang menarik perhatian Puin dan temannya Bothmer, tetapi hal yang lebih mengejutkan lagi menanti mereka. Ketika naskah Qur’an ini diperbandingkan dengan naskah Qur’an standard yang ada saat ini, kedua orang ini menjadi terheran-heran. Teks-teks kuno yang ditemukan ini sangat berbeda dengan naskah yang ada sekarang, dan hal ini benar-benar mengganggu. Di sini terdapat ayat-ayat yang disusun secara tidak konvensional, variasi-variasi tekstual yang sedikit namun signifikan, ortografi (pengejaan) yang berbeda dan perbedaan pada pembubuhan (dekorasi) artistik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Hal ini benar-benar menghantam keyakinan orang-orang Muslim ortodoks bahwa Qur’an yang ada hari ini dapat dikatakan sebagai Firman Allah yang “sempurna, kekal sepanjang masa dan tidak berubah.” Dengan penemuan naskah ini berarti Qur’an telah didistorsi, dinodai, direvisi, dimodifikasi dan dikoreksi, dan perubahan tekstual secara murni telah terjadi selama bertahun-tahun oleh tangan-tangan manusia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Aura kesakralan disekeliling Kitab Suci Islam ini, yang masih utuh selama lebih dari 14 abad lamanya, menjadi hilang dengan penemuan yang mencengangkan ini, dan keyakinan inti dari semilyar lebih orang-orang Muslim yang meyakini bahwa Qur’an itu kekal, firman Allah yang tidak bisa berubah sekarang tampak jelas hanya sebagai sebuah kebohongan besar. Bukan hanya itu; klaim Qur’anik bahwa tak ada orang yang bisa merubah firman-firman Allah juga merupakan sebuah kepalsuan. Qur’an seharusnya merupakan sebuah, jika kita meminjam kata-kata dari Guillaume (1978, p. 74), yang paling suci dari semua yang suci. Ia tidak boleh ada di bawah kitab yang lain, tetapi selalu berada di atasnya, orang tak boleh minum atau merokok ketika kitab ini dibacakan dengan keras, dan ia harus didengarkan di dalam keheningan. Ini adalah Kitab yang merupakan jimat melawan penyakit dan bencana.” Orang-orang Muslim menyebut Quran sebagai “Ibu dari semua Kitab” dan meyakini tak ada kitab atau wahyu lainnya yang bisa diperbandingkan dengan Qur’an (Caner &#38; Caner, 2002. p.84). Tetapi sekarang, dengan penemuan ini, semua keyakinan itu menjadi lenyap. Hasil akhir dari seluruh perjuangan Islam selama empat belas abad sekarang menjadi nol besar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Tidak hanya itu, banyak naskah memperlihatkan tanda-tanda dimana naskah-naskah itu menggunakan tulisan asli yang telah dipakai ulang. Misalnya, ayat-ayat yang sangat jelas ditulis di atas ayat-ayat lain yang sudah dihapus. Tentu saja ayat-ayat yang ada di bawah tulisan yang ada sekarang sulit untuk dibaca secara visual, tetapi peralatan-peralatan modern seperti fotografi ultraviolet dapat memperlihatkan dengan jelas tulisan-tulisan itu. Dipercaya bahwa naskah-naskah Sana’a bukan hanya satu-satunya varian, tetapi sebelum itu, teks Qur’anik telah dimodifikasikan dan ditulis ulang pada kertas yang sama. Hal ini berarti, klaim Allah (Sura 56: 77-78; 85:21-22) bahwa teks asli telah disimpan di surga pada lembaran-lembaran emas, yang tak bisa disentuh oleh siapa pun kecuali para malaikat, hanyalah sebuah cerita dongeng.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Setelah mempelajari dengan seksama naskah-naskah ini, Puin sampai pada kesimpulan bahwa teks ini sesungguhnya sebuah teks yang telah dikembangkan, dan bukannya firman Allah sebagaimana yang diwahyukan secara menyeluruh kepada Muhammad (Warraq, 2002, p. 109). Dengan perasaan tergetar ia berkata, ”</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Begitu banyak Muslim yang memiliki keyakinan ini, bahwa segala sesuatu diantara kedua penutup Qur’an adalah firman Allah yang tak bisa dirubah. Mereka senang mengutip karya tekstual yang memperlihatkan bahwa Alkitab memiliki sebuah sejarah dan bukan sesuatu yang diturunkan langsung dari langit, bahwa hingga saat ini Qur’an berada di luar perdebatan. Satu-satunya cara untuk meruntuhkan dinding ini adalah dengan membuktikan bahwa Qur’an pun memiliki catatan sejarah. Fragmen-fragmen Sana’a akan membantu kita melakukan hal ini</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Puin bahkan menyimpulkan (mengutip Taher, 2000), ”</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Tak ada satu pun karya tunggal yang tetap tanpa perubahan selama berabad-abad. Termasuk kisah-kisah yang ditulis sebelum nabi Muhammad memulai pelayanannya dan yang kemudian setelah itu ditulis ulang</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Selama melakukan riset mereka, sebagaimana yang dikatakan oleh Puin (Lester, 1999), ”</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Mereka (otoritas Yaman ingin agar hal ini tidak digembar-gemborkan, sebagaimana yang juga kami lakukan, meski dengan alasan yang berbeda. Mereka tak ingin menarik perhatian pada kenyataan bahwa ada orang-orang Jerman dan lainnya yang melakukan studi terhadap Qur’an. Mereka tidak mau mengumumkannya kepada publik, bahwa ada pekerjaan seperti ini yang sedang dilakukan, oleh karena posisi Islam adalah bahwa semua hal yang perlu dikatakan mengenai sejarah Qur’an telah dikatakan seribu tahun lalu</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Pada kenyataannya, Puin dan rekannya Bothmer mengetahui untuk beberapa saat ketika mereka melakukan studi mereka, bahwa Qur’an sendiri adalah sebuah teks yang terus berkembang, namun dengan bijaksana mereka memahami implikasi yang mungkin dari penemuan-penemuan mereka dan karena itu mereka tetap berdiam diri. Jika otoritas Yaman mengetahui penemuan ini, sangat besar kemungkinan mereka akan menolak kedua orang ini untuk memperoleh akses lebih jauh. Inilah yang dimaksudkan oleh Puin sebagai “</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>alasan-alasan lain.</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">” Karena itu keduanya tetap diam, dan kedua sarjana ini dapat tetap meneruskan riset mereka.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Penemuan Puin juga mengkonfirmasi asumsi Wansbrough mengenai teks Qur’anik. Pada tahun 1970an, Wansbrough menyimpulkan bahwa Qur’an berkembang secara bertahap pada abad ketujuh dan kedelapan, setelah periode panjang dari transmisi oral, dan sekte-sekte yang berbeda biasanya berdebat dengan keras satu sama lain mengenai wahyu-wahyu mana yang asli. Alasan bahwa tidak ada sumber materi dari permulaan Islam yang pernah selamat adalah karena ia memang tidak pernah ada. Pada kenyataannya, Puin mengakui bahwa ia ‘membaca ulang karya </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Wansbrough</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> ketika ia menganalisa fragmen-fragmen Yaman itu </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">(Warraq, 2002. p. 122).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Teori Puin lainnya yang radikal adalah bahwa sumber-sumber pra-Islamik telah memasuki Qur’an. Argumentasinya adalah bahwa ada dua suku yang disebut, As-Sahab-ar-Rass (Para sahabat dari Sumur) dan As-Sahab-al-Aiqa (Para Sahabat dari Semak-semak Berduri) yang bukan merupakan bagian dari tradisi Arab, dan orang-orang pada masa Muhammad tentu saja tidak mengenal mereka. Ia juga tidak setuju pandangan yang mengatakan bahwa Qur’an ditulis dalam bahasa Arab yang paling murni. Kata “Qur’an” itu sendiri aslinya berasal dari luar Arab. Kontras dengan keyakinan populer Muslim, ia mengatakan bahwa arti dari “Qur’an” bukanlah pembacaan atau pengajian. Sebenarnya kata “Qur’an” menurutnya berasal dari bahasa Aramaik, “Qariyun”, artinya sebuah leksionari bagian-bagian kitab suci yang ditetapkan untuk dibaca dalam ibadah ilahi. Qur’an kebanyakan berisi cerita-cerita Alkitab tetapi dalam bentuk yang lebih pendek dan merupakan “sebuah ringkasan dari Alkitab untuk dibaca dalam ibadah.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Bothmer secara seksama telah mengambil lebih dari tiga puluh lima ribu gambar-gambar mikro film dari fragmen-fragmen itu pada tahun 1997 dan membawa gambar-gambar itu ke Jerman (Warraq, 2002, p.109). Artinya bahwa saat ini Bothmer, Puin dan para sarjana lainnya pada akhirnya akan memiliki sebuah kesempatan untuk meneliti kembali dengan lebih cermat teks-teks itu dan mempublikasikan penemuan-penemuan mereka dengan bebas.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Puin tertarik untuk menulis sebuah buku mengenai hal ini pada masa depan, tetapi ia telah menulis beberapa tulisan-tulisan pendek mengenai penemuan mereka di berbagai macam majalah ilmiah, dimana ia memperlihatkan beberapa penyimpangan antara Qur’an kuno dan Qur’an standar sebagaimana yang ada saat ini (Mengutip Warraq, 2002, p.739-44)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Ketika membuktikan bahwa Qur’an sama sekali bukan kitab yang bisa dianggap suci, Puin menulis, ”Pendapat saya adalah bahwa Qur’an sejenis teks-teks gado-gado dimana tidak semuanya dimengerti pada masa Muhammad. Banyak dari teks-teks ini bahkan usianya seratus tahun lebih tua daripada Islam itu sendiri. Klaim-klaim Qur’an untuk dirinya sendiri adalah bahwa ia merupakan sesuatu yang jelas (mubeen). Tetapi (kontras dengan keyakinan populer) jika anda mengamatinya, anda akan menemukan bahwa seperlima dari kalimatnya sama sekali tidak mempunyai makna&#8230;faktanya adalah seperlima dari teks Qur’anik sama sekali tidak bersifat komprehensif. Jika Qur’an itu tidak komprehensif, bahkan jika ia sendiri tidak bisa dimengerti dalam bahasa Arab, maka ia juga tak bisa diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun. Itulah sebabnya mengapa Muslim merasa takut. Meskipun berulang-ulang Qur’an mengklaim bahwa ia adalah sesuatu yang jelas, tetapi nyatanya di situ terdapat banyak sekali kontradiksi yang sangat serius. Sesuatu pasti telah terjadi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Penemuan yang luar biasa dari Puin sangat menarik perhatian Andrew Rippin, seorang Profesor bidang studi agama dan seorang ahli terkemuka dalam bidang studi Qur’an. Rippin (dikutip dari Warraq, 2002, p.110) menyimpulkan</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>, ”Pengaruh dari naskah-naskah Yaman masih bisa dirasakan. Pembacaan-pembacaan mereka yang bervariasi dan susunan ayat-ayat semuanya sangat signifikan. Semua orang setuju dengan hal ini. Naskah-naskah ini memperlihatkan bahwa sejarah awal teks Qur’anik lebih dari sekedar sebuah pertanyaan terbuka sebagaimana yang diduga banyak orang. Teks itu kurang stabil dan karena itu otoritasnya sedikit, daripada yang selalu diklaim.”</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Observasi Rippin benar-benar luar biasa. Selama periode Kalifah mula-mula, Islam bertumbuh sebagai gerakan politik dan bukan sebagai sebuah gerakan keagamaan. Sebuah buku seperti Qur’an dibutuhkan untuk menjaga agar orang-orang Muslim tetap bersatu. Qur’an seperti sebuah ‘simbol status’ dari Islam, yang jika bukan karena buku ini maka Islam akan mati bahkan pada masa Muhammad. Qur’an itu murni buatan manusia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Beberapa hal yang bersifat ilahi dilekatkan pada Qur’an supaya ia bisa memberikan perintah yang bisa dihormati, sebab ia tidak memiliki kuasa dari dirinya sendiri. Inilah caranya, bagaimana ketika mengakui klaim-klaim dari Qur’an sebagai ungkapan langsung dari Yang Ilahi, para manipulator mula-mula telah menyingkirkan semua kritik, yang kemungkinan akan mengeksposnya. Dalam Sura 5:101 dan 5:102 Qur’an sendiri melarang kritik. Kita tidak tahu saat kebutaan religius secara perlahan muncul, tetapi tanpa ragu, Muslim mula-mula setelah Muhammad sebenarnya lebih liberal dibandingkan dengan generasi yang kita lihat saat ini. Otentisitas dari banyak ayat telah dipertanyakan sendiri oleh orang-orang Muslim mula-mula. Banyak Kharijit, yang merupakan pengikut-pengikut Ali dalam sejarah Islam mula-mula, menemukan Sura yang menceritakan cerita yang tidak sopan mengenai Yusuf, sebuah kisah erotis yang tidak mungkin merupakan bagian dari Qur’an (dikutip dari Warraq, 1998, p.17)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Warraq (1998, p. 14) memiliki pandangan yang sama dengan Rippin, ”Para sarjana Muslim pada tahun-tahun awal Islam jauh lebih fleksibel dengan posisi mereka, menyadari bahwa bagian-bagian Qur’an telah hilang, diselewengkan dan bahwa ada ribuan perbedaan yang menyebabkan tidak mungkin bisa berbicara mengenai Qur’an.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Ada bukti lainnya bahwa pesan-pesan Qur’anik telah diubah pada masa-masa awal Islam dan tidak ada lagi yang eksis yang disebut “Qur’an”. Tulisan dari beberapa ayat Qur’anik menghiasi Mesjid Dome of Rock di Yerusalem, yang barangkali merupakan monumen Islamik pertama dam merupakan sebuah pencapaian artistik mayor, dibangun tahun 691 AD (Whelan, 1998, pp 1-14). Tulisan-tulisan ini secara signifikan berbeda dari teks standar yang ada saat ini (Warraq, 2000, p. 34)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Mingana (mengutip Warraq, 1998. p.80) mengeluhkan, ”</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Pertanyaan paling penting dalam mempelajari Qur’an adalah otoritasnya yang tidak boleh ditantang</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">.” Inilah satu-satunya alasan; investigasi kritikal mengenai teks Qur’an adalah sebuah studi yang masih belum dewasa. Sebagaimana dikatakan oleh Rippin (1991, p. ix) yang mengeluhkan, ”</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Seringkali saya menemukan individu-individu yang mempelajari Islam dengan latar belakang studi sejarah Alkitab Ibrani atau Kekristenan mula-mula, dan yang mengekspresikan keterkejutan pada kurangnya pemikiran kritis yang muncul dalam teksbook-teksbook pendahuluan Islam. Gagasan bahwa “Islam dilahirkan dalam terang sejarah yang jelas” kelihatannya masih merupakan anggapan dari banyak penulis besar mengenai teks-teks seperti itu.”</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> Cook dan Crone (1977, p. 18) menyimpulkan</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>,”[Qur’an] sangat kurang dalam keseluruhan struktur, seringkali tidak jelas dan tidak merupakan sebuah rangkaian; sementara isinya asal-asalan dan materi-materi yang dibahas berbeda, serta melakukan pengulangan-pengulangan di seluruh pasal dengan versi yang berbeda-beda. Dengan dasar ini, bisa diperdebatkan bahwa kitab ini adalah produk dari sebuah keterlambatan dan pengeditan materi yang tidak sempurna dari sebuah tradisi-tradisi yang bersifat plural.”</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> Crone (mengutip Warraq, 1998, p. 33) juga menuliskan</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>, ”Qur’an telah menurunkan banyak sekali informasi palsu.”</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Tetapi dalam kaitan dengan Alkitab, kita menemukan perbedaan, sebagaimana yang diobservasi oleh Rodinson (1980, p. viii</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>),”[Untuk Alkitab] sikap ilmiah dimulai dengan keputusan untuk menerima sesuatu sebagai fakta hanya jika sumber itu telah dibuktikan sebagai sesuatu yang dapat dipercaya</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">.” Orang-orang Muslim secara salah mengintepretasikan kejujuran orang-orang Kristen yang memperlihatkan sejumlah pembacaan Alkitab yang bervariasi sebagai kelemahan (Ali &#38; Spencer; 2003. p. 76-9).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Orang-orang Kristen, seperti halnya orang-orang Hindu, ingin melihat Kitab Suci mereka melalui sudut pandang ilmiah dan sejarah. Ketika naskah-naskah tua Alkitab, perkamen-perkamen atau naskah-naskah Hindu ditemukan, para sarjana Kristen dan Hindu hampir-hampir saling memanjat bahu masing-masing agar bisa terlebih dahulu mendapatkan akses kepada teks-teks itu. Penemuan-penemuan seperti ini membuat mereka merasa sangat tertarik. Tetapi sayangnya, tidak ada hasrat seperti itu dalam Islam. Kristen dan Hindu sangat berkeinginan untuk melihat lebih banyak lagi hal-hal yang bisa disingkapkan mengenai kitab suci mereka, sementara Muslim menolaknya, bahkan seringkali dengan determinasi yang kuat. Kontras ini benar-benar sebuah pukulan. Sementara baik iman Hindu dan Kristen secara kuat didukung oleh bukti-bukti arkeologis dan historis, sejauh ini tidak ada satu pun eksplorasi arkeologis yang diijinkan untuk dilakukan di Mekkah dan Medinah, dan tidak ada kemungkinan untuk melakukannya di masa yang akan datang (Peters, 1986. p. 72-4).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Kritikan Muslim terhadap Qur’an sangat jarang dan hampir-hampir tidak pernah ada sebagaimana yang dikeluhkan oleh Sina (2008, p. 6</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>), ”Orang-orang Muslim pada dasarnya tidak punya kapabilitas untuk mempertanyakan Islam.”</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> Baru-baru ini saja website-website para mantan Muslim yang melakukan sejumlah karya yang luar biasa mengenai hal ini. Tentu saja, orang-orang yang telah mengalami pencerahan seperti mereka akan berhasil membebaskan saudara-saudari Muslim mereka dari penjara Islamik. Jika tidak, apa pun kritikan yang dilakukan terhadap Qur’an, semuanya akan dilakukan oleh para sarjana Kristen. Tetapi orang-orang Muslim seharusnya tidak menganggap kritik dari orang Kristen sebagai sebuah tanda oposisi religius. Para sarjana Kristen telah melakukan lebih banyak lagi kritikan terhadap agama mereka sendiri daripada terhadap Islam (Sproul &#38; Saleeb, 2003. p. 17; Spencer, 2007, p. 1).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Tetapi sekali penemuan-penemuan Sana’a dipublikasikan secara detil, Islam tidak akan pernah sama lagi sebagaimana ia ada selama empat belas abad ini. Islam pasti akan mengambil sebuah posisi yang asing. Banyak Muslim akan menunjukkan keraguan terhadap kesakralan Qur’anik dan konsep yang sangat “romantis” dari Qur’an secara perlahan akan lenyap dan sebuah perkembangan yang sangat menarik akan bisa diobservasi. Pertanyaan pertama yang akan muncul di pikiran mereka adalah – versi yang mana yang paling superior. Tetapi kemudian, tidak mungkin memilih sebuah versi Qur’an dan menolak versi yang lain berdasarkan pilihan. Sebab keyakinan Muslim juga menegaskan bahwa siapa saja yang menolak bahkan satu ayat pun dari Qur’an, sebenarnya mereka telah menolak seluruh pewahyuan. Ini adalah sebuah kemustahilan logis dan karena riset ilmiah telah meneriakkan kebenaran; banyak Muslim akan mencari jalan keluar dari hal yang tidak masuk akal ini dan akan mencoba membebaskan diri mereka dari penindasan tirani yang hidup di sebuah agama yang palsu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Ketika mendiskusikan apatisme Muslim terhadap sains, hukum logika dan hukum alam, Jaki (mengutip Spencer, 2002, p. 127) menulis, </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>”Apa yang terjadi dalam dunia Muslim hari ini adalah sebuah konfrontasi, bukan antara Tuhan dan Iblis&#8230;tetapi antara satu Tuhan yang sangat spesifik dan ilmu pengetahuan yang merupakan sebuah antagonis yang sangat spesifik dari Tuhan itu, yaitu Allah dari Qur’an, yang merupakan oknum yang sepenuhnya mendominasi intelektual.” </em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Penemuan Sana’a hanya akan menambahkan bahan bakar untuk api itu. Hari ini dunia Muslim dikelilingi dengan frustasi. Islam seharusnya menjadi wahyu terakhir dan orang-orang Muslim seharusnya menjadi “Manusia terbaik”, tetapi kenyataannya benar-benar bertentangan. Bangsa-bangsa Muslim adalah bangsa-bangsa yang paling miskin di dunia (Ohmyrus, 2006, p. 128). Saatnya akan tiba ketika otoritas keagamaan akan ditanya oleh orang-orang Muslim kebanyakan, dan mereka akan dituntut untuk menyangkali kritikan-kritikan secara logis, ilmiah dan masuk akal, bukan dengan kekuatan brutal atau melalui Fatwa. Sebagaimana yang ditulis oleh Parvez Manzoor, ”</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Cepat atau lambat [kami orang-orang Muslim] harus mendekati Qur’an dari asumsi-asumsi metodologikal dan parameter-parameter yang secara radikal merupakan hal yang asing dengan hal-hal yang telah disucikan oleh tradisi kami</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">” (Warraq, 2002, p. 123).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Tetapi naskah-naskah Sana’a juga akan memprovokasi pertanyaan lainnya. Jika Qur’an adalah sebuah kebohongan, bagaimana kebohongan ini bisa bertahan selama berabad-abad? Alasannya adalah bahwa Keilahian yang ditempelkan pada Qur’an bukan hanya sebuah “Kebohongan Yang Kecil”, tetapi “Sebuah Kebohongan Yang Besar.” Kebohongan-kebohongan yang besar adalah sesuatu yang sangat ampuh, dan ia selalu memiliki sebuah efek psikologis terhadap para pendengar. Semakin besar kebohongan, semakin ia bisa dipercayai. Adolf Hitler menulis dalam Mein Kamph (1925), ”</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Massa yang besar dari sebuah bangsa akan menjadi korban oleh sebuah kebohongan besar daripada oleh sebuah kebohongan kecil</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">.” Kebohongan besar sangat meyakinkan karena ia akan menutupi pikiran sehat pendengar, sebagaimana yang dijelaskan oleh Sina (2008, p. 179), orang-orang biasa tidak akan berani untuk menceritakan sebuah kebohongan besar sebab ia berpikir bahwa hal itu tidak akan dipercayai dan ia akan menjadi bahan olok-olok. Karena tidak ada seorang pun yang pernah menceritakan sebuah kebohongan dalam hidupnya, kebohongan-kebohongan kecil seringkali cepat atau lambat akan bisa dideteksi. Tetapi kebohongan-kebohongan besar benar-benar aneh karena ia seringkali membuat para pendengar menjadi kehilangan akal. Ketika kebohongan itu sangat besar (seumpama raksasa), orang-orang kebanyakan akan bertanya-tanya bagaimana seseorang memiliki keberanian, yaitu dengan lancang mengatakan hal seperti itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Kebohongan besar selalu mengejakan keajaiban dalam politik. George Orwill (mengutip Sina, 2008, p. 179) berkata, ”</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Bahasa politik&#8230;.didisain untuk membuat kebohongan terdengar sebagai sesuatu yang jujur dan pembunuhan dapat dihargai dan membuat angin terlihat sebagai sesuatu yang padat</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">.” Hari ini, ketika sifat keilahian Qur’an disebarkan oleh naskah-naskah Sana’a, maka natur spiritual Islam juga diekspos. Islam tak lebih dari sebuah gerakan politik Arab. Sifat keilahian ditempelkan pada Qur’an, ketika orang-orang Arab mulai menduduki bangsa-bangsa di sekeliling mereka dan Islam dipaksakan oleh mereka dengan kekerasan. Orang-orang Arab tidak hanya memaksakan Islam pada bangsa-bangsa lain tetapi juga memaksakan keyakinan irasional dari keilahian Qur’anik ini kepada pemikiran-pemikiran para korban mereka, sehingga ketika orang-orang Arab telah pergi, orang-orang yang telah ditaklukkan tidak bisa keluar dari mental perbudakan ini dan kembali kepada iman mereka yang asli. Ini adalah sebuah keahlian politik yang langka. Banyak sahabat-sahabat Muhammad dengan jelas mengetahui bahwa Qur’an adalah sebuah kepalsuan, tetapi mereka tetap tinggal bersama dengan nabi mereka untuk bisa memperoleh barang rampasan dan menikmati para wanita. Kita semua tahu, setelah kematian Muhammad, beberapa suku Arab kembali kepada keyakinan mereka sebelumnya dan penyembahan berhala pun kembali mekar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Menyebabkan banyak Muslim menjadi syok; studi modern dalam bidang Psikologi telah memperlihatkan kebenaran bahwa Muhammad adalah seorang yang suka memaksa, seorang pria gila yang menderita Kelainan Personalitas Narsisistik (Narcissistic Personality Disorder). Narsisistik adalah orang-orang yang diserap oleh dirinya sendiri dan secara patologis merupakan para pembohong. Artinya, apakah mereka tidak menyadari kebohongan mereka atau merasa sepenuhnya benar dan merasa mudah berbohong pada orang lain. Kondisi mental mereka sedemikian rupa sehingga jarang ada orang yang bahkan memiliki kapasitas untuk mempercayai kebohongan mereka sendiri (Vaknin, 1999, p. 24).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Dan ya, Adolf Hitler, yang mengetahui kekuatan dari sebuah kebohongan besar dan telah menyesatkan jutaan orang Jerman, juga dikenal sebagai seorang Narsisis. Hari ini Hitler adalah figur sejarah yang paling dibenci di Jerman. Seperti sebuah ilmu matematika, pastilah Muhammad juga akan memperoleh nasib yang sama. Tetapi kita benar-benar tidak tahu, berapa juta orang akan mati sebelum kita bisa menaruh Muhammad di keranjang sampah dengan Allahnya, Quran dan Islam bersama-sama. Bagi Hitler, ini adalah Sosialisme Nasionalis (nama lain untuk Naziisme), dan bagi Muhammad ini adalah Islam. Tetapi pada dasarnya, keduanya adalah dua sisi koin yang sama-seorang manipulator yang sukses.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Sina (2008, p. iv, 260) memberikan komentar, ”</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Islam seumpama sebuah rumah kartu, dipelihara oleh kebohongan-kebohongan. Yang diperlukan adalah menghancurkannya dengan memberikan tantangan kepada salah satu dari kebohongan-kebohongan yang membuatnya tetap berdiri seperti sekarang. Islam adalah sebuah bangunan yang tinggi, didirikan di atas pasir; satu kali saja anda mengekspos pondasinya, maka pasir itu akan tergerus dan gedung besar ini akan jatuh karena berat yang ditanggungnya</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">” dan lagi ”</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Islam berdiri di atas tanah yang rapuh. Ia hanya berisi kebohongan. Kita hanya perlu mengekspos kebohongan-kebohongan dan bangunan raksasa dari teror dan penipuan ini untuk meruntuhkannya</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Mari kita lihat, sekali aura kesakralan Qur’an lenyap, kebohongan-kebohongan lain apa yang akan diekspos?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Pertama; jika ada dua atau lebih dari dua versi Qur’an, maka akan ada jumlah Allah yang sama. Jadi, jika hanya ada dua Qur’an yang otentik, apakah Islam masih bisa dianggap sebagai agama monoteisme? Bagaimana memastikannya, Allah mana yang memberikan sebuah versi Qur’an? Jika hanya ada satu Allah, maka Qur’an mana yang otentik?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Kedua; jika kita masih percaya bahwa sebuah Qur’an adalah otentik, maka bagaimana Allah mengijinkan Qur’an lainnya tetap ada?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Ketiga, apakah masih bisa dianggap benar bahwa Qur’an (Sura 10:64) yang berkata bahwa firman-firman Allah tidak akan berubah-ini benar-benar pencapaian yang sangat hebat? Jika ya, sekarang apa lagi yang akan dilakukan oleh lebih dari sebuah Qur’an? Jika tidak, bagaimana wahyu palsu seperti ini dicatat dalam Qur’an? Apakah Setan yang menaruhnya?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Terakhir, Bukhari (4.52.233) mencatat ”Orang-orang tidak beriman tidak akan pernah memahami tanda-tanda dan wahyu-wahyu kami.” Tetapi kita bisa saksikan, untuk memahami Qur’an Sana’a, otoritas Yaman mengundang para sarjana Jerman karena tak ada seorang pun di Yaman yang sanggup mengungkapkan penemuan besar seperti ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Tidak heran jika Sina (2008) menyimpulkan, ”</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Tak peduli bagaimana anda memandang Islam, ia tetap akan terlihat sebagai sebuah agama kebodohan</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Orang-orang Muslim telah menjual jiwa mereka kepada Muhammad, tetapi bisakah mereka secara logis membersihkan keraguan-keraguan di atas? Episode Sana’a telah menempatkan mereka pada sebuah posisi yang canggung, bahwa bahkan alasan yang berputar-putar atau absurditas logika tak akan bisa menolong mereka. Bukankah inilah saatnya bagi orang-orang Muslim yang bijaksana untuk memikirkan ulang iman mereka? Daripada berusaha keras untuk memberikan alasan terhadap keraguan-keraguan di atas, bukankah lebih bijaksana untuk setuju bahwa satu milyar lebih orang-orang Muslim telah dibodohi oleh seorang pemaksa vulgar yang bernama Nabi Muhammad? Bukankah ini saatnya bagi orang-orang Muslim untuk mencari kebenaran? Sebagaimana penulis puisi Thomas Gray (dikutip dari Sagan, 1997, p. 12) menulis,”&#8230;.kapankah ketidaktahuan merupakan sebuah kebahagiaan, yaitu ketika kebodohan dianggap sebagai hikmat.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Untuk melindungi Qur’an dari penghinaan lebih jauh, otoritas Yaman telah menghalangi Puin dan Bothmer mengkaji lebih jauh naskah-naskah itu. Kenyataannya, saat ini mereka tidak mengijinkan siapa pun melihat naskah-naskah itu kecuali fragmen-fragmen non-Qur’anik yang dengan sangat hati-hati telah diseleksi terlebih dahulu, yang bisa dilihat di lantai dasar Perpustakaan Dar al-Makhtutat. Tetapi hal ini sia-sia. Burung sudah keluar dari sangkarnya dan tak ada gunanya menutup pintu sekarang. Lebih dari 35.000 mikrofilm saat ini sudah ada di luar Yaman sebelum otoritas Yaman mengetahuinya dan beberapa duplikat juga sudah dibuat. Pihak otoritas Yaman yakin bahwa saat ini, di beberapa lokasi yang tidak diketahui di Jerman, sekelompok ahli tanpa henti meneliti mikrofilm-mikrofilm itu, dan Puin membakar cukup minyak untuk penerangan malam dalam usaha menyelesaikan bukunya, yang, sekali dipublikasikan, akan memalu paku lainnya pada peti jenazah Islam. Islam hari ini benar-benar dalam bahaya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Tentu saja, dengan menyadari runtuhnya keilahian di depan mata mereka, banyak orang-orang Muslim merasa terganggu dan merasa diserang. Para fundamentalis tidak akan menerima karya Puin dan Bothmer yang sebenarnya mereka kerjakan dengan obyektifitas akademik, tetapi mereka akan melihatnya sebagai sebuah serangan yang disengaja terhadap integritas teks Qur’anik (Taher, 2000). Secara natural, kedua sarjana Jerman ini akan berada di garis depan menghadapi kemarahan mereka. Puin takut dengan kekerasan yang akan dilakukan oleh orang-orang Muslim ortodoks karena teorinya yang mereka anggap sebagai “hujatan”, yang ia katakan bahwa hal itu tidak bisa ia anggap sebagai hal yang enteng. Dengan mengingat apa yang terjadi pada Salman Rushdie, ia menulis, ”</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Kesimpulan-kesimpulan saya telah menyebabkan reaksi kemarahan dari orang-orang Muslim ortodoks. Mereka katakan bahwa saya bukan sarjana yang bisa membuat sebuah pernyataan mengenai naskah-naskah ini.</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">” Jika pandangan Puin diambil dan diserukan melalui media, dan jika tidak banyak Muslim yang menanggapinya secara rasional, maka semua neraka akan terlepas. Akan ada sejumlah respon permusuhan dan kerusuhan dan akan menyebabkan banyak kematian dan kehancuran, mungkin akan ada fatwa lainnya dari Khomeini dan tentu saja sejumlah ancaman dari Bin Laden kita yang sangat suka dengan kamera, serta dari saudara-saudara ideologisnya. Tetapi bisakah mereka menghentikan tersebarnya kebenaran?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">UNESCO telah menunjukkan ketertarikan yang murni terhadap naskah-naskah Sana’a sejak program the Memory of the World dimulai. Pada tahun 1995, Organisasi ini juga memproduksi sebuah CD-ROM dalam bahasa Arabik, Inggris dan Perancis yang mengilustrasikan sejarah dari pengoleksian materi Qur’anik dan non-Qur’anik. CD-ROM berisi 651 gambar dari 302 fragmen-fragmen Qur’anik, indeks dengan tulisan, bingkai, dan sebagainya, juga sebuah introduksi umum untuk koleksi-koleksi naskah-naskah Yaman dan sebuah deskripsi singkat mengenai perkembangan kaligrafi Arabik (Abid,</span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><strong> </strong></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">1997).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Ursula Dreibholz, seorang ahli pemeliharaan (pengawetan) yang bekerja untuk proyek Sana’a selama delapan tahun sebagai kepala konservator merasa sangat frustasi melihat kekurang perdulian otoritas Yaman untuk melindungi naskah-naskah itu dengan menggunakan teknologi modern (1983, pp. 30-8). Apakah perlengkapan keamanan sudah benar, dan apakah perhatian yang diberikan terhadap naskah-naskah itu sudah memadai untuk mencegah kerusakan lebih jauh (1996, pp 131-45). Kenyataannya, Dreibholz (1999, pp 21-5) mengatakan, bahwa ia sangat peduli untuk menciptakan sebuah sistem penyimpanan permanen yang aman dan dapat dipercaya untuk menyimpan naskah-naskah ini. Juga, penyimpanan yang buruk akan sulit melindungi naskah-naskah itu dari serangga dan air. Yang paling penting lagi, masalah utama adalah kurangnya pencegahan dari kebakaran atau sistem deteksi, dengan mengingat bahwa dalam sejarah banyak perpustakaan-perpustakaan penting yang hancur oleh karena kebakaran. Otoritas Yaman mengatakan bahwa mereka tidak memiliki uang untuk memasang sistem perlindungan dari kebakaran. Ia benar-benar tidak mengerti alasan sebenarnya dibelakang sikap apatis otoritas Yaman.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Di sini, para fundamentalis Muslim bisa melihat sebuah tali perak di awan-awan. Tak seorang pun tahu kapan sebuah kebakaran yang menghancurkan akan terjadi secara ‘insidentil’ dan menghancurkan semua naskah-naskah Qur’anik itu, yang akan menyebabkan naskah-naskah itu terbakar. Di balik semuanya, untuk menyelamatkan Islam, Qur’an harus diselamatkan, dan untuk itu orang-orang Muslim akan melangkah lebih jauh lagi. Jika perlu, mereka sendiri akan membakar Qur’an untuk menyelamatkannya dari analisa-analisa logis. Kesetiaan mereka kepada kebodohan sedemikian tinggi. Barangkali, otoritas Yaman tidak mau memasang sistem pencegah kebakaran adalah sebuah persiapan awal untuk sebuah tindakan seperti itu di masa depan. Jangan pernah menganggap remeh kapasitas destruktif dari orang-orang fanatik tak berotak.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><strong> Referensi</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><strong> Jurnal:</strong></span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Abid, 	Abdelaziz (1997); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>“Memory 	of the World”: Preserving Our Documentary Heritage.</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> Museum International, Vol. 49, No. 1, January 1997 issue. Blackwell 	Publishers, Oxford.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Dreibholz, 	Ursula (1983); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>A treasure 	of early Islamic manuscripts on parchment. Significance of the find 	and its conservation treatment</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	AIC Preprints of papers presented at the 11th annual meeting in 	Baltimore, Maryland, 25-29 May 1983. Washington, DC.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Dreibholz, 	Ursula (1996); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>The 	Treatment of Early Islamic Manuscript Fragments on Parchment</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> in </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>The Conservation and 	Preservation of Islamic Manuscripts</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">, 	Al-Furqan Islamic Heritage Foundation, London</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Dreibholz, 	Ursula (1999); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Preserving 	a treasure: the Sana’a manuscripts</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Museum International. Islamic collections. Vol. LI, No. 3, July 1999 	issue. Blackwell Publishers. Oxford.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Whelan, 	Estelle (1998); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Forgotten 	Witness</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">: </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Evidence 	for the Early Codification of the Qur’an</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Published in The Journal of America Oriental Society. January to 	March Issue, 1998. University of Michigan. USA.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><strong> Bibliografi:</strong></span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Ali, 	Daniel &#38; Spencer, Robert (2003); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Inside 	Islam: A guide for Catholics</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Ascension Press. Pennsylvania.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Caner 	E. M; Caner E.F (2002); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Unveiling 	Islam</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. Kregel 	Publications. Grand Rapids. U.S.A</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Cook, 	Michael; Crone, Patricia (1977); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Hagarism: 	The making of the Islamic world</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Cambridge.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">(Dr) 	Vaknin, Sam (1999); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Malignant 	Self Love: Narcissism Revisited</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Narcissus Publications, Skopje. Czech Republic.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">(Ed.) 	Warraq, Ibn (1998); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>The 	origins of the Koran: Classic Essays on Islam’s holy book</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Prometheus Books. NY.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">(Ed.) 	Warraq, Ibn (2000); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>The 	Quest for Historical Muhammad</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Prometheus books. NY.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">(Ed.) 	Warraq, Ibn (2002); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>What 	the Koran really says – Language, Text and Commentary</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Prometheus books. NY.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Guillaume, 	Alfred (1978); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Islam</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Harmondsworth.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Mein 	Kampf; a 1939 English translation by Houghton Mifflin and edited of 	verbosity. Reynal &#38; Hitchcock</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Ohmyrus 	(2006); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>The Left and 	Islam: Tweedledum and Tweedledee</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> in </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Beyond Jihad: Critical 	voices from the inside </em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">by 	Shienbaum, Kim and Hasan, Jamal. Academia Press, LLC, Bethesda.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Peters, 	F.E (1986); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Jerusalem and 	Mecca: The topology of the Holy City in the near east</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	NY</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Rippin, 	Andrew (1991): </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Muslims: 	their religious beliefs and practices. </em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">London.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Rodhinson, 	Maxime (1980); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Muhammad</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> (Original in French, translated to English by Anne Carter). The New 	Press. NY</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Rodhinson, 	Maxime (1981); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>A Critical 	Survey of Modern Studies on Muhammad</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> in </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Studies on Islam</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> ed. M. Swartz. Oxford University Press, USA</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Sagan, 	Karl (1997); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>The 	Demon-Haunted World. Science as a Candle in the Dark</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Ballantine Books. The Random House Publishing group. NY.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Sina, 	Ali (2008); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Understanding 	Muhammad, A Psychobiography</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Felibri.com</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Spencer, 	Robert (2002); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Islam 	Unveiled: Disturbing questions about the world’s fastest growing 	faith</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. Encounter Books. 	San Francisco.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Spencer, 	Robert (2007); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Religion 	of Peace? Why Christianity is and Islam isn’t</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Regnery Publishing, Inc. Washington DC.</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Sproul 	R. C &#38; Saleeb, Abdul (2003); </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>The 	dark side of Islam</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. 	Crossway Books (a division of Good News Publishers). Wheaton. 	Illinois.</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><strong>Sumber Internet:</strong></span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Taher, 	Abul (2000): Querying the Koran. The Guardian. Guardian News and 	Media Limited. Published on 8</span><sup><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">th</span></sup><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> August, 2000. URL: </span><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://www.guardian.co.uk/Archive/Article/0,4273,4048586,00.html" target="_top"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">http://www.guardian.co.uk/Archive/Article/0,4273,4048586,00.html</span></a></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> (Last accessed 3</span><sup><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">rd</span></sup><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> June / 2009)</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Sina, 	Ali (2008): </span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><em>Probing 	Islam</em></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">. An internet based 	debate between J. A Ghamidi, K. Zaheer and Ali Sina, FFI. URL: </span><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://www.news.faithfreedom.org/downloads/probing-islam.pdf" target="_top"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">http://www.news.faithfreedom.org/downloads/probing-islam.pdf</span></a></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> (Last accessed 7th February / 2008).</span></li>
<li><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Lester, 	Toby (1999); What Is the Koran? Atlantic Monthly January 1999 issue. 	URL: </span><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://www.theatlantic.com/doc/199901/koran" target="_top"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">http://www.theatlantic.com/doc/199901/koran</span></a></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> (Last accessed 3</span><sup><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">rd</span></sup><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> June / 2009).</span></li>
<li style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Wikipedia 	(2009); Gerd R. Puin, URL: </span><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Special:Cite&#38;page=Gerd_R._Puin&#38;id=287605376" target="_top"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Special:Cite&#38;page=Gerd_R._Puin&#38;id=287605376</span></a></span></span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belajar Ngaji di Johor Baru]]></title>
<link>http://anitafrahmat.wordpress.com/2009/11/22/belajar-ngaji-di-johor-baru/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 07:55:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>anitafrahmat</dc:creator>
<guid>http://anitafrahmat.wordpress.com/2009/11/22/belajar-ngaji-di-johor-baru/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini seharusnya saya pergi tahsin jam 08.00 di johor baru IV. Namun, berhubung jadwalnya bentrok]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hari ini seharusnya saya pergi tahsin jam 08.00 di johor baru IV. Namun, berhubung jadwalnya bentrok dengan piket bulanan di kantor, jadilah saya bolos lagi. Ini kali ketiga saya gak masuk tahsin, secara berturut-turut malah. Kali pertama karena menghadiri pernikahan seorang <a href="http://dwipujiastuti.wordpress.com/">sahabat</a> di Bandung, berikutnya karena bentrok dengan acara family gathering dari tempat kerja. Lumayan jg ikut family gathering kali ini, walau gak dapet momen senengnya main air di <a href="http://www.waterbom-jakarta.com/">waterboom</a> tapi tetep senang krn  dapet LCD LG 22&#8242; (sampai sekarang masih bingung mau diapain nich tipi, orang rumah pada gak berminat krn  ukurannya yg kurang gede dan di kosan jg gak boleh bawa tipi -sudah disediakan sama ibu kos di ruang utama. Mau dilelang gak ada yang menarik penawarannya, ya sudah ditampung dulu lah tipinya- siapa tahu suatu hari diperlukan atau ada yang mau menukarnya dg barang yg lebih menarik <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ). eh, kok jadi ngobrolin tipi.</p>
<p>Ok, back to main topic. Belajar ngaji di Johor Baru.<br />
Saya baru ikut semester ini, belajar mulai Oktober minggu ke-4. (Minggu ke-3 placement test dan registrasi saja). Awalnya berniat ikut tahfidz, melanjutkan program yang pernah diikuti jaman kuliah dulu di masjid kampus gajah. Apadaya pas placement test dpt penempatannya di Tahsin II (ini pun sebenarnya lumayan, seorang temen kos asal kampus Gajahmada yg cukup bagus bacaannya malah ditempatkan di Pra-Tahsin). Sebelum bahas lebih lanjut, pasti pada penasaran kan placement test nya seperti apa? Nich saya kasi bocorannya :<br />
1. Mengisi biodata (nama, ttl, alamat, tlp, banyaknya hafalan, pernah/tdk belajar tahsin, dsb)<br />
2. Baca surat pilihan yang sudah ditentukan panitia ( waktu itu dpt nya surat Al-Haqqah)<br />
3. Wawancara materi (bagi pendaftar yg mendapat nilai &#62; 7 di tahapan ke-2)</p>
<p>After placement test, panitia mengumumkan kita masuk kelas mana di hari itu juga. Pada hari yang sama juga dibagikan buku baru (ulumul quran, juz amma bertanda khusus, buku muhasabah tilawah dan LTQ) dg total nominal  Rp. 53.500,-. Tahukah Anda, biaya bulanannya pun sangat murah bin terjangkau. Hanya Rp.25.000 / bulan. Wow, ajip kan. so pasti orang2 yang sudah bekerja hanya butuh niat dan kemauan yang kuat saja untuk memulai aktivitas ini (semoga tidak hanya dimulai tapi jg istiqomah sampai lulus, Amiiin), karena biaya belajar baca alquran sesuai hak dan hukumnya ternyata lebih murah dari biaya aerobik di sanggar fitness manapun (berlebihan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p><strong>Levelling<br />
</strong>Menulis kata level kok jadi inget Game y. Intinya kita mau bahas tentang tingkatan2 di majelis ini. pembahasannya singkat aja. Disini ada 7 tingkatan dg rincian sebagai berikut :<br />
1. Abatatsa I (belajar iqra) dg kewajiban tilawah 2 halaman/hari.<br />
2. Abatatsa II (belajar iqra tahap advance) dg kewajiban tilawah 3 halaman /hari.<br />
3. Pra Tahsin (pengantar menuju tahsin, mengulang iqra keseluruhan) dg kewajiban tilawah 4 halaman/hari.<br />
4. Tahsin I dg kewajiban tilawah 10halaman/hari<br />
5. Tahsin II dg kewajiban tilawah 15halaman/hari<br />
6. Takhossus (pengantar menuju tahfidz yaitu membahas ayat2 pilihan) dg kewajiban tilawah 20halaman/hari.<br />
7. Tahfidz (menghafal alquran) dengan kewajiban tilawah 20halaman/hari plus tasmi(mengulang hafalan) sebanyak x kali setiap hari (mohon maaf saya lupa nilai x nya)</p>
<p>Levelisasi ini menjadi topik yang menarik utk ditulis, karena based on experience, tahapnnya berbeda dg kegiatan yang pernah diikuti di Bandung. Mungkin kurikulum dan pengelolaan di Jkt disusun demikian untuk menjaga kualitas plus menguji keistiqomah peserta y. (Soalnya di awal saya sempat ngedumel, masa sih untuk menghafal alquran aja kudu ditunda 1 thn nunggu lulus tahsin 2 dan takhossus, itu pun kalo tiap semester langsung lulus. Konon, kebanyakan gak lulus en malah turun kelas, haduhh. tp setelah diendapkan, gak ada salahnya juga masuk Tahsin 2, wong bacaan saya jg memang belum sempurna. Besides masih bisa kok menghafal alquran itu, gak harus di kelas/forum jg bisa di rumah kan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Yes, u are right Nit <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Ok deh, readers. Tulisannya dicukupkan sekian dulu.<br />
Mudah2an kesempatan berikutnya bisa menulis lagi disini.</p>
<p>keep move on reading the holy quran y. Jangan lupa baca terjemahnya(sikit2 jg gpp) agar Bacaan qta tak hanya sebatas di tenggorokan tetapi merasuk ke sanubari.</p>
<p>Wassalam, (kok jadi kayak email ada salam nya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  )</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jadikan Al-Quran Sahabat Terbaik Kita]]></title>
<link>http://nikenpuspitasari.wordpress.com/2009/11/22/jadikan-al-quran-sahabat-terbaik-kita/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 02:15:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>annisa1</dc:creator>
<guid>http://nikenpuspitasari.wordpress.com/2009/11/22/jadikan-al-quran-sahabat-terbaik-kita/</guid>
<description><![CDATA[“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang zalim menggigit dua tangannya seraya berkata : ‘Aduhai kiran]]></description>
<content:encoded><![CDATA[“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang zalim menggigit dua tangannya seraya berkata : ‘Aduhai kiran]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cerita Bersama Teman Terbaik]]></title>
<link>http://nikenpuspitasari.wordpress.com/2009/11/22/cerita-bersama-teman-terbaik/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 02:09:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>annisa1</dc:creator>
<guid>http://nikenpuspitasari.wordpress.com/2009/11/22/cerita-bersama-teman-terbaik/</guid>
<description><![CDATA[TEMAN TERBAIK &nbsp; Kawan, ingin aku bercerita tentang teman terbaik yang pernah kumiliki. Ayah men]]></description>
<content:encoded><![CDATA[TEMAN TERBAIK &nbsp; Kawan, ingin aku bercerita tentang teman terbaik yang pernah kumiliki. Ayah men]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kiamat Sudah Dekat?????]]></title>
<link>http://ariezty.wordpress.com/2009/11/18/kiamat-sudah-dekat/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 15:46:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>ariezty</dc:creator>
<guid>http://ariezty.wordpress.com/2009/11/18/kiamat-sudah-dekat/</guid>
<description><![CDATA[Sejak zaman Nabi Muhammad saw masih hidup, Al-Qur’an mengatakan bahwa kiamat sudah dekat dan akan te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30344525&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=186887607704&#38;aid=-1&#38;auser=0&#38;oid=186887607704&#38;id=1413855454"><img src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs075.snc3/14245_1146512869032_1413855454_30344525_3961714_a.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<div>Sejak zaman Nabi Muhammad saw masih hidup, Al-Qur’an mengatakan bahwa kiamat sudah dekat dan akan terjadi sewaktu-waktu. Namun, kini sudah berjalan hampir 1500 tahun, kiamat belum juga terjadi. Apakah kita keliru dalam memahami makna informasi tersebut ?</p>
<p>Kita sebagai orang Islam, pasti tidak akan meragukan sedikitpun kebenaran Al Qur&#8217;an sebagai firman Allah. Dan berbagai cara pendekatan dalam memahami Al Qur&#8217;an juga menunjukkan bahwa tidak ada kekeliruan sedikitpun di dalam informasi Al Qur&#8217;an. Jadi kesimpulannya, agaknya kita harus cermat dalam menginterpretasikan informasi dari kitab suci kita itu.</p>
<p>Di dalam Al Qur’an banyak sekali informasi tentang kejadian kiamat. Termasuk waktu terjadinya. Untuk itu, kita sebaiknya tidak membuat penafsiran secara sepotong-sepotong. Yang baik adalah kita kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya, lantas kita pahami secara komprehensif. Di antaranya adalah beberapa ayat di bawah ini, yang bisa kita kelompokkan kedalam 3 bagian, yaitu tentang ‘Kepastian Terjadinya Kiamat’, ‘Terjadi secara Rahasia dan Tiba-Tiba’. Serta ‘Waktunya Sudah Dekat’</p>
<p>QS. Al Mu’min (40) : 59 “Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman (mempercayainya).”</p>
<p>QS. Thaahaa (20) : 15 “Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan agar supaya setiap diri dibalas dengan apa yang telah dia usahakan.”</p>
<p>QS. Al Hijr (15) : 85 “Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan Bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, . . .”</p>
<p>QS. Muhammad (47): 18 “Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda tandanya&#8230;”</p>
<p>QS. An Najm (53) : 57 &#8211; 58 “Telah dekat terjadinya kiamat. Tidak ada yang menyatakan terjadinya hari itu kecuali Allah.”</p>
<p>QS. An Nahl (16): 77 “Dan kepunyaan Allah-lah segala apa yang tersembunyi di langit dan di bumi. Tidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”</p>
<p><strong><em>QS. Al A’raaf (7): 187 “Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: &#8220;Bilakah terjadinya?&#8221; Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya pengetahuanku tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba&#8221;. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”</em></strong><em> </em></p>
<p>Dan masih banyak lagi ayat-ayat tentang kiamat yang bisa kita jumpai di dalam Al-Qur&#8217;an. Dari beberapa ayat tersebut marilah kita diskusikan beberapa pemahaman berikut ini.</p>
<p><strong><big>Kiamat Pasti Datang</big></strong><big> </big><br />
Secara ilmiah maupun informasi Al-Qur&#8217;an kita mendapatkan kepastian bahwa Kiamat memang bakal terjadi. Tidak ada peluang untuk tidak mempercayai tentang terjadinya Kiamat. Akan tetapi, kita tentu harus paham dulu tentang definisi Kiamat. Secara umum., Kiamat adalah kehancuran dunia kita.</p>
<p>Dalam konteks ilmiah, dunia kita akan mengalami kiamat dua. kali : yaitu kehancuran planet Bumi dan kehancuran Alam Semesta. Ternyata , agama kita pun mengenal dua macam kiamat, yaitu Kiamat Sughra (Kiamat Kecil) dan Kiamat Kubra (Kiamat Besar). Maka, kedua pemahaman itu sebenarnya sudah berjalan seiring. Sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa kiamat kecil adalah hancurnya Bumi. Sedangkan Kiamat besar adalah hancurnya alam semesta.</p>
<p>Secara ilmiah, Bumi kita memang diperkirakan akan mengalami kehancurannya. Setidak-tidaknya ada 2 mekanisme yang bisa menyebabkan hancurnya Bumi. Yang pertama. adalah padamnya Matahari dan yang kedua adalah terjadinya tabrakan antara Bumi dengan batu-batu angkasa. Secara ilmiah hal tersebut bisa diperhitungkan dan bisa dijelaskan.</p>
<p>Akan tetapi secara umum, Bumi ini memang dipastikan bakal mengalami kehancuran secara alamiah. Maka jika Bumi mengalami kehancuran yang dahsyat, seluruh kehidupan di permukaannya pun akan ikut punah.</p>
<p>Demikian pula, secara Qur&#8217;ani. Allah berkali-kali mengatakan bahwa kiamat pasti akan datang. Tidak perlu ada keraguan tentang datangnya kiamat itu. Bumi akan mengalami kehancuran yang sangat dahsyat dan fatal. Allah masih merahasiakan peristiwa itu, tetapi pasti ia datang!</p>
<p><strong><big>Rahasia dan Tiba Tiba</big></strong><big> </big><br />
Meskipun Allah mengatakan bahwa kiamat bakal terjadi, tetapi menurut Allah terjadinya secara tiba tiba. Sehingga, Dia katakan bahwa kiamat itu menjadi rahasia Allah. Di ayat berbeda Allah menyampaikan bahwa pengetahuan tentang kiamat adalah di sisi Allah.</p>
<p>Tetapi, kalau kita cermati, kalimat itu bukan berarti Allah tidak memberikan pengetahuan tentang Kiamat kepada manusia. Di QS. Al A&#8217;raaf : 187 Allah mengatakan bahwa &#8216;kebanyakan&#8217; manusia memang tidak mengetahui. Berarti, sebenarnya ada &#8217;sedikit&#8217; manusia yang diberitahu oleh Allah tentang informasi kiamat tersebut. Di antaranya para rasul. Hal itu difirmankan Allah di dalam Al Qur&#8217;an.</p>
<p>QS. Zukhruf (43) : 61 “Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberitahukan pengetahuan tentang hari Kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang Kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.”</p>
<p>Maka, dari berbagai ayat tersebut kita mendapatkan pemahaman bahwa pengetahuan tentang Kiamat itu memang berasal dari Allah saja. Tidak ada seorang pun yang tahu secara persis, kecuali orang-orang yang dekat denganNya. Akan tetapi, secara umum Allah berkenan menunjukkan tanda-tandanya kepada umat manusia.</p>
<p>Dan secara ilmiah, manusia lantas menangkap &#8216;tanda-tanda&#8217; itu untuk diformulasikan sebagai pengetahuan empirik tentang kiamat. Maka, manusia boleh saja melakukan rekonstruksi terhadap peristiwa kiamat itu. Tetapi, semua kebenarannya tetap, berada di Genggaman Allah semata.</p>
<p>Pertanyaannya sekarang:<br />
<strong><big><big>APAKAH KITA SUDAH SIAP UNTUK MENGAHADAPI HARI KIAMAT ITU???</big></big><br />
<em>wallahualam bishawab</em></p>
<p>Sumber: firliana putri [firlianaputri@yahoo.com]  <a title="http://www.jkmhal.com/main.php?sec=content&#38;cat=2&#38;id=1736" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=186887607704&#38;h=6ba80b945d05b68c189a7621dbc58726&#38;url=http%3A%2F%2Fwww.jkmhal.com%2Fmain.php%3Fsec%3Dcontent%26cat%3D2%26id%3D1736" target="_blank">www.jkmhal.com/main.php?sec=content&#38;cat=2&#38;id=1736</a><br />
Kunjungi Juga : <a title="http://arioputra.co.cc" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=186887607704&#38;h=d61baffd64149871f0b0070169970cdc&#38;url=http%3A%2F%2Farioputra.co.cc" target="_blank">arioputra.co.cc</a></strong></div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pembinaan Alquran di Banten, Quo Vadis?]]></title>
<link>http://ahmadtholabi.wordpress.com/2009/11/17/pembinaan-alquran-di-banten-quo-vadis/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 11:28:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ahmad Tholabi Kharlie</dc:creator>
<guid>http://ahmadtholabi.wordpress.com/2009/11/17/pembinaan-alquran-di-banten-quo-vadis/</guid>
<description><![CDATA[Cita Banten sebagai sentra pembinaan skill dan pengembangan studi Alquran harus segera diwujudkan. M]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Cita Banten sebagai sentra pembinaan skill dan pengembangan studi Alquran harus segera diwujudkan. M]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kedepankan Keimanan Sikapi Film 2012]]></title>
<link>http://andriagungshop.wordpress.com/2009/11/17/kedepankan-keimanan-sikapi-film-2012/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 23:16:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>andriagungshop</dc:creator>
<guid>http://andriagungshop.wordpress.com/2009/11/17/kedepankan-keimanan-sikapi-film-2012/</guid>
<description><![CDATA[BANDUNG &#8212; Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI), KH Athian Ali Da&#8217;i, MA, mengatakan, u]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://andriagungshop.wordpress.com/files/2009/11/2012.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-723" title="2012" src="http://andriagungshop.wordpress.com/files/2009/11/2012.jpg?w=300" alt="" width="300" height="193" /></a>BANDUNG &#8212; Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI), KH Athian Ali Da&#8217;i, MA, mengatakan, umat Islam wajib tidak mempercayai isi film 2012 yang bercerita tentang bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 2012. Jika umat Islam mempercayai isi film tersebut akan mengancam keimanan dan ketaqwaan. Oleh karena itu, umat Islam diimbau untuk tetap mengedepankan keimanan jika menonton film tersebut. ‘’Untuk sebuah peringatan dan hiburan saja,’’kata dia kepada Republika, Senin (16/11).<!--more--></p>
<p>Menurut Athian, sebelum film tersebut diputar di bioskop-bioskop, banyak umat Islam yang meminta penjelasan soal film tersebut dari sisi agama Islam. Pertanyaan tersebut, kata dia, datang dari berbagai kalangan baik per orangan maupun dalam kegiatan pengajian. Bahkan, imbuh dia, banyak kalangan mahasiswa yang meminta penjelasan mengenai film. Atas pertanyaan tersebut, kata dia, umat Islam harus tetap berpegang pada ajaran Allah SWT. Dalam Alquran, lanjut dia, disebutkan bahwa tak ada seorang pun, baik itu manusia maupun rasul yang bisa mengetahui kapan kiamat akan datang. ‘’Jangankan soal kiamat, soal besok akan terjadi apapun manusia tidak ada yang mengetahui,’’ujar dia.</p>
<p>Masalah kiamat, sambung Athian, juga pernah dipertanyakan oleh manusia saat zaman Rosul. Ketika itu, umat Rosul bertanya tentang kapan kiamat akan tiba. Menjawab tentang hal itu, Rasul menyatakan bahwa tak ada seorang pun yang bisa memprediksinya. Masalah kapan kiamat akan datang hanya Allah SWT yang mengetahuinya. ‘’Tak ada yang mengetahui kapan kiamat akan datang, baik itu para nabi, malaikat, manusia maupun jin. Kapan hari kiamat hanya Allah SWT yang mengetahuinya,’’tutur dia.</p>
<p>Dalam Alquran, sambung Athian, hanya disebutkan tanda-tanda akan datangnya hari kiamat. Diantara tanda-tanda tersebut, imbuh dia, yaitu tidak adanya lagi rasa malu manusia. Manusia, imbuh dia, tidak memiliki rasa malu untuk melakukan apa saja yang dilarang oleh agma. Tanda-tanda lainnya, yaitu laki-laki berperilaku seperti perempuan dan sebaliknya, dan matahari terbit dari barat yang berarti budaya barat sudah begitu kuat di kalangan umat islam. ‘’Dan tanda-tanda yang paling kuat yaitu sudah berkurangnya orang yang beriman di muka bumi. Itu tanda-tanda, dan soal waktunya tak ada yang tahu,’’kata dia.</p>
<p>Kiamat seperti yang diceritakan dalam Alquran, imbuh Athian, kondisinya jauh berbeda dengan yang digambarkan dalam film 2012. Dalam Alquran, saat kiamat tiba seluruh isi bumi akan keluar dan langit akan runtuh. Tak hanya itu, seluruh mahluk penghuni bumi akan musnah dan tak tersisa. ‘’Tak hanya manusia, hewan, binatang, dan jin pun akan musnah untuk kemudian dihidupkan kembali oleh Allah SWT. ‘’Gambaran yang disampaikan dalam film 2012 tak ada apa-apanya dibanding kiamat milik Allah,’’imbuh dia.</p>
<p>Sementara itu, dari hasil pantauan Republika di sejumlah bioskop mengungkapkan, minat masyarakat menonton film tersebut ternyata cukup tinggi. Mereka tak hanya kalangan umat Islam saja, umat lain pun terlihat antre untuk menyaksikan film tersebut. Salah seorang penonton, Cecep Alisahbana, mengatakan, ia tertarik menonton film tersebut hanya sebagai hiburan semata. ‘’Sisi teknologi special efeknya yang saya kagumi. Kalau soal kiamat akan datang pada tahun 2012 saya sangat tidak mempercayainya,’’kata dia usai menonton film tersebut.   jok/ahi</p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KEADILAN ISLAM]]></title>
<link>http://arrosyiid.wordpress.com/2009/11/16/keadilan-islam/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 06:42:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>arrosyiid</dc:creator>
<guid>http://arrosyiid.wordpress.com/2009/11/16/keadilan-islam/</guid>
<description><![CDATA[﻿ Sejak menjabat gubernur, Amr bin Ash tidak lagi pergi ke medan tempur. Dia lebih sering tinggal di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>﻿</p>
<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Sejak menjabat gubernur, Amr bin Ash tidak lagi pergi ke medan tempur. Dia lebih sering tinggal di istana. Di depan istananya yang mewah itu ada sebidang tanah yang luas dan sebuah gubuk reyot milik seorang Yahudi tua.<br />
&#8220;Alangkah indahnya bila di atas tanah itu berdiri sebuah mesjid,&#8221; gumam sang gubernur.</p>
<p>Singkat kata, Yahudi tua itu pun dipanggil menghadap sang gubernur untuk bernegosiasi. Amr bin Ash sangat kesal karena si kakek itu menolak untuk menjual tanah dan gubuknya meskipun telah ditawar lima belas kali lipat dari harga pasaran.</p>
<p>&#8220;Baiklah bila itu keputusanmu. Saya harap Anda tidak menyesal!&#8221; ancam sang gubernur.</p>
<p>Sepeninggal Yahudi tua itu, Amr bin Ash memerintahkan bawahannya untuk menyiapkan surat pembongkaran.Sementara si kakek tidak bisa berbuat apa-apa selain menangis. Dalam keputusannya terbetiklah niat untuk mengadukan kesewenang- wenangan gubernur Mesir itu pada Khalifah Umar bin Khattab.</p>
<p>&#8220;Ada perlu apa kakek, jauh-jauh dari Mesir datang ke sini?&#8221; tanya Umar bin Khattab. Setelah mengatur detak jantungnya karena berhadapan dengan seorang khalifah yang tinggi besar dan full wibawa, si kakek itu mengadukan kasusnya. Padahal penampilan khalifah Umar amat sederhana untuk ukuran pemimpin yang memiliki kekuasaan begitu luas. Dia ceritakan pula bagaimana perjuangannya untuk memiliki rumah itu.</p>
<p>Merah padam wajah Umar begitu mendengar penuturan orang tua itu.<br />
&#8220;Masya Allah, kurang ajar sekali Amr!&#8221; kecam Umar.<br />
&#8220;Sungguh Tuan, saya tidak mengada-ada,&#8221; si kakek itu semakin gemetar dan kebingungan. Dan ia semakin bingung ketika Umar memintanya mengambil sepotong tulang, lalu menggores tulang itu dengan pedangnya.</p>
<p>&#8220;Berikan tulang ini pada gubernurku, saudara Amr bin Ash di Mesir,&#8221; kata sang Khalifah, Al Faruq, Umar bin Khattab.</p>
<p>Si Yahudi itu semakin kebingungan, &#8220;Tuan, apakah Tuan tidak sedang mempermainkan saya!&#8221; ujar Yahudi itu pelan.</p>
<p>Dia cemas dan mulai berpikir yang tidak-tidak.Jangan-jangan khalifah dan gubernur setali tiga uang, pikirnya. Di manapun, mereka yang mayoritas dan memegang kendali pasti akan menindas kelompok minoritas, begitu pikir si kakek. Bisa jadi dirinya malah akan ditangkap dan dituduh subversif.</p>
<p>Yahudi itu semakin tidak mengerti ketika bertemu kembali dengan Gubernur Amr bin Ash. &#8220;Bongkar masjid itu!&#8221; teriak Amr bin Ash gemetar. Wajahnya pucat dilanda ketakutan yang amat sangat. Yahudi itu berlari keluar menuju gubuk reyotnya untuk membuktikan sesungguhan perintah gubernur. Benar saja, sejumlah orang sudah bersiap-siap menghancurkan masjid megah yang sudah hampir jadi itu.</p>
<p>&#8220;Tunggu!&#8221; teriak sang kakek. &#8220;Maaf, Tuan Gubernur, tolong jelaskan perkara pelik ini. Berasal dari apakah tulang itu? Apa keistimewaan tulang itu sampai-sampai Tuan berani memutuskan untuk membongkar begitu saja bangunan yang amat mahal ini. Sungguh saya tidak mengerti!&#8221; Amr bin Ash memegang pundak si kakek, &#8220;Wahai kakek, tulang itu hanyalah tulang biasa, baunya pun busuk.&#8221;<br />
&#8220;Tapi&#8230;..&#8221; sela si kakek.</p>
<p>&#8220;Karena berisi perintah khalifah, tulang itu menjadi sangat berarti.<br />
Ketahuilah, tulang nan busuk itu adalah peringatan bahwa berapa pun tingginya kekuasaan seseorang, ia akan menjadi tulang yang busuk. Sedangkah huruf alif yang digores, itu artinya kita harus adil baik ke atas maupun ke bawah. Lurus seperti huruf alif. Dan bila saya tidak mampu menegakkan keadilan, khalifah tidak segan-segan memenggal kepala saya!&#8221; jelas sang gubernur.</p>
<p>&#8220;Sungguh agung ajaran agama Tuan. Sungguh, saya rela menyerahkan tanah dan gubuk itu. Dan bimbinglah saya dalam memahami ajaran Islam!&#8221; tutur si kakek itu dengan mata berkaca-kaca.</span></span></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Download gratis : Murottal Al Mathrud]]></title>
<link>http://skalisoli.wordpress.com/2009/11/13/download-gratis-murottal-al-mathrud/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 04:32:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>skalisoli</dc:creator>
<guid>http://skalisoli.wordpress.com/2009/11/13/download-gratis-murottal-al-mathrud/</guid>
<description><![CDATA[Downlad gratis murottal syaikh Al Mathrud ini merupakan postinganku yang kedua, setelah sebelumnya s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Downlad gratis murottal syaikh Al Mathrud ini<br />
merupakan postinganku yang kedua, setelah<br />
sebelumnya syaikh Hany.<br />
Bagi yang suka sama suara Al Mathrud berikut ini<br />
beberapa surat yang baru tersedia. Silahkan saja<br />
didownload untuk dijadikan koleksi.</p>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296538/annas.mp3.html" target="_blank">An Nas</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296200/alfalaq.mp3.html" target="_blank">Al Falaq</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296199/alIkhlas.mp3.html" target="_blank">Al Ikhlas</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296393/allahab.mp3.html" target="_blank">Al Lahab</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296534/annashr.mp3.html" target="_blank">An Nasr</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296392/alkafirun.mp3.html" target="_blank">Al Kafirun</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296395/alkautsar.mp3.html" target="_blank">Al Kautsar</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296398/almaun.mp3.html" target="_blank">Al Ma&#8217;un</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296507/alqurays.mp3.html" target="_blank">Anl Quraisy</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296195/alfiil.mp3.html" target="_blank">Al Fiil</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296201/alhumzah.mp3.html" target="_blank">Al Humazah</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296124/alasr.mp3.html" target="_blank">Al &#8216;Asr</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296539/attakasur.mp3.html" target="_blank">At Takatsur</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296503/alqoriah.mp3.html" target="_blank">Al Qori&#8217;ah</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296499/alzalzalah.mp3.html" target="_blank">Al Zalzalah</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296122/albayinah.mp3.html" target="_blank">Al Bayinah</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296502/alqodr.mp3.html" target="_blank">Al Qodr</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296125/alalaq.mp3.html" target="_blank">Al &#8216;Alaq</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296532/attiin.mp3.html" target="_blank">At Tiin</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296394/alinsyiroh.mp3.html" target="_blank">Al Insyirah</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296397/allail.mp3.html" target="_blank">Al Lail</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296536/asysyamsi.mp3.html" target="_blank">Asy Symsi</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296126/albalad.mp3.html" target="_blank">Al Balad</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296197/alghosyiyah.mp3.html" target="_blank">Al Ghosyiyah</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296127/alala.mp3.html" target="_blank">Al A&#8217;la</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296537/attoriq.mp3.html" target="_blank">Ath Thoriq</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296123/alburuj.mp3.html" target="_blank">Al Buruj</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296203/alinsiqoq.mp3.html" target="_blank">Al Insyiqoq</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296506/almuthofifin.mp3.html" target="_blank">Al Muthofifin</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296194/alinfitor.mp3.html" target="_blank">Al Infitor</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296535/attakwir.mp3.html" target="_blank">At Taqwir</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296128/abasa.mp3.html" target="_blank">&#8216;Abasa</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296540/annaziat.mp3.html" target="_blank">An Nazi&#8217;at</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296508/annaba.mp3.html" target="_blank">An Naba</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296505/almursalat.mp3.html" target="_blank">Al Mursalat</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296202/alinsan.mp3.html" target="_blank">Al Insan</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296500/alqiyamah.mp3.html" target="_blank">Al Qiyamah</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296401/almudatsir.mp3.html" target="_blank">Al Mudatsir</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296501/almuzammil.mp3.html" target="_blank">Al Muzammil </a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296400/aljin.mp3.html" target="_blank">Al Jin</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296533/nuh.mp3.html" target="_blank">Nuh</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296399/almaarij.mp3.html" target="_blank">Al Ma&#8217;arij</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296198/alhaqah.mp3.html" target="_blank">Al Haaqah</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296504/alqalam.mp3.html" target="_blank">Al Qalam</a></li>
<li><a href="http://www.ziddu.com/download/7296396/almulk.mp3.html" target="_blank">Al Mulk</a></li>
<p>Bersambung&#8230;</p>
<p>Salam hangat dari blogger</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Download Murottal Al-Qur’an Juz 28, 29, 30 (Al-Ustadz Abu Hazim Muhsin) [Bagus]]]></title>
<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/12/download-murottal-al-qur%e2%80%99an-juz-28-29-30-al-ustadz-abu-hazim-muhsin-bagus/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 05:10:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
<guid>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/12/download-murottal-al-qur%e2%80%99an-juz-28-29-30-al-ustadz-abu-hazim-muhsin-bagus/</guid>
<description><![CDATA[“…dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil”. (Q.S. Al-Muzzammil:4) “Sebaik-baik orang diantara kalian]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignright" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn%3Ab3ZHUWm1uHP44M%3Ahttp%3A%2F%2Faagung2009.files.wordpress.com%2F2009%2F08%2Fmurottal.jpg&#038;w=189&#038;h=177" alt="" width="189" height="177" />“<em>…dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil</em>”. (Q.S. Al-Muzzammil:4)</p>
<p>“<em>Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya</em>.” (HR.Bukhari)</p>
<p>“<em>Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an) maka baginya satu kebaikan, dan kebaikan itu akan dilipatkan sepuluh kali pahala. Tidaklah aku katakan bahwa alif lam mim itu satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, mim satu huruf</em>”. (HR.At-Tirmidzi)</p>
<p>Berikut ini adalah kumpulan file rekaman murottal Al-Qur’an juz 28, 29, dan 30, oleh al-Ustadz Abu Hazim Muhsin bin Muhammad Bashory.</p>
<p>Beliau adalah lulusan dari ma’had Darul Hadits Dammaj Yaman, pernah menjadi imam masjid ma’had Darul Hadits. Beliau belajar kurang lebih selama 12 tahun di hadapan asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’iy rahimahullah, Syaikh Yahya bin Ali al-Hajury dan para masyayikh lainnya, hafidzhahumullah. Salah satu kelebihan yang Allah berikan kepada beliau adalah dalam mendalami ilmu qiro’atul Qur’an. <!--more-->Saat ini beliau mengasuh Ma’had Ittibaus Sunnah dengan alamat Jl Syuhada 02, Dusun Sampung Sidorejo Kecamatan Plaosan Magetan Tlp. 0351 888958.</p>
<p>Rekaman pelajaran beliau yang banyak tersebar adalah pelajaran-pelajaran dalam ilmu tajwid. Di antaranya, anda dapat mengikuti pelajaran kitab Iqro’ Qiro’aty yang disiarkan di <a href="http://syiarsunnah.com/" target="_blank">Radio Syiar Sunnah</a> setiap hari jam 19.00-19.30 WIB, insya Allah.</p>
<p style="text-align:left;">File ini kami copy dari salah satu CD tasjilat Darul Atsar Ma’ahd Ittiba’ussunnah Magetan, boleh didownload bebas dan silahkan disebarluaskan dengan mencantumkan sumber (dilarang dikomersilkan!). Silahkan didownload, semoga bermanfaat!</p>
<table style="text-align:left;" border="0" cellspacing="4" cellpadding="4" width="600">
<tbody>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#006699">File</td>
<td style="text-align:center;" width="70" bgcolor="#006699">Size</td>
<td width="120" bgcolor="#006699">Date uploaded</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/058%20Al%20Mujadilah.mp3">058 Al Mujadilah.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">9.65 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/059%20Al%20Hasr.mp3">059 Al Hasr.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">8.89 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/060%20Al%20Mumtahanah.mp3">060 Al Mumtahanah.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">7.33 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/061%20Ash%20Shof.mp3">061 Ash Shof.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">4.36 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/062%20Al%20Jum%27ah.mp3">062 Al Jum’ah.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">3.34 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/063%20Al%20Munafiqun.mp3">063 Al Munafiqun.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">3.70 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/064%20At%20Thoghobun.mp3">064 At Thoghobun.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">4.85 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/065%20At%20Tholaq.mp3">065 At Tholaq.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">5.54 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/066%20At%20Tahrim.mp3">066 At Tahrim.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">5.23 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/067%20al%20mulk.mp3">067 al mulk.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">7.16 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/068%20nuun.mp3">068 nuun.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">6.62 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/069%20Al%20Haaqqoh.mp3">069 Al Haaqqoh.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">5.74 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/070%20Al%20Ma%27arij.mp3">070 Al Ma’arij.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">4.75 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/071%20Nuh.mp3">071 Nuh.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">4.61 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/072%20Al%20Jin.mp3">072 Al Jin.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">5.38 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/073%20Al%20Muzammil.mp3">073 Al Muzammil.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">4.06 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/074%20Al%20Mudatsir.mp3">074 Al Mudatsir.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">5.13 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/075%20Al%20Qiyamah.mp3">075 Al Qiyamah.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">3.37 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/076%20Al%20Insan.mp3">076 Al Insan.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">5.22 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/077%20Al%20Mursalat.mp3">077 Al Mursalat.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">4.15 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/078%20an%20naba%27.mp3">078 an naba’.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">3.71 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/079%20an%20naziat.mp3">079 an naziat.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">3.41 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/080%20abasa.mp3">080 abasa.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">2.94 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/081%20at%20takwir.mp3">081 at takwir.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">2.08 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/082%20al%20infitor.mp3">082 al infitor.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">1.74 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/083%20al%20muthofifin.mp3">083 al muthofifin.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">3.92 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/084%20al%20insyiqoq.mp3">084 al insyiqoq.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">2.01 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/085%20al%20buruj.mp3">085 al buruj.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">2.39 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/086%20ath%20thoriq.mp3">086 ath thoriq.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">1.36 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/087%20al%20a%27la.mp3">087 al a’la.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">1.49 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/088%20al%20ghosiyah.mp3">088 al ghosiyah.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">1.93 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/089%20al%20fajr.mp3">089 al fajr.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">2.88 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/090%20al%20balad.mp3">090 al balad.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">1.62 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/091%20ash%20shams.mp3">091 ash shams.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">1.20 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/092%20al%20lail.mp3">092 al lail.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">1.54 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/093%20ad%20duha.mp3">093 ad duha.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">864.9 KB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/094%20an%20Syarh.mp3">094 an Syarh.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">534.7 KB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/095%20at%20tiin.mp3">095 at tiin.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">752.2 KB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/096%20al%20alaq.mp3">096 al alaq.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">1.32 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/097%20al%20qodr.mp3">097 al qodr.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">640.8 KB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/098%20al%20bayinah.mp3">098 al bayinah.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">1.97 MB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/099%20al%20zalzalah.mp3">099 al zalzalah.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">793.9 KB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/100%20al%20%27adiyat.mp3">100 al ‘adiyat.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">826.5 KB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/101%20al%20qori%27ah.mp3">101 al qori’ah.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">826.1 KB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/102%20at%20takatsur.mp3">102 at takatsur.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">652.7 KB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/103%20al%20%27ashr.mp3">103 al ‘ashr.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">338.0 KB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/104%20al%20humazah.mp3">104 al humazah.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">702.0 KB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/105%20al%20fiil.mp3">105 al fiil.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">522.4 KB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/106%20al%20quraish.mp3">106 al quraish.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">479.6 KB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/107%20al%20ma%27un.mp3">107 al ma’un.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">600.8 KB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/108%20al%20kautsar.mp3">108 al kautsar.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">280.8 KB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/109%20al%20kafirun.mp3">109 al kafirun.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">606.1 KB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/110%20an%20nasr.mp3">110 an nasr.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">446.1 KB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/111%20al%20masad.mp3">111 al masad.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">492.7 KB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/112%20al%20ikhlas.mp3">112 al ikhlas.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">263.7 KB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#b9e9ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/113%20al%20falaq.mp3">113 al falaq.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#b9e9ff">422.9 KB</td>
<td width="120" bgcolor="#b9e9ff">03 May 2009</td>
</tr>
<tr>
<td width="370" bgcolor="#e8f8ff"><a href="http://download.darussunnah.com/filesdl/AL-QURAN/Murottal_ust_Muhsin/114%20an%20naas.mp3">114 an naas.mp3</a></td>
<td width="70" bgcolor="#e8f8ff">537.1 KB</td>
<td width="120" bgcolor="#e8f8ff">03 May 2009</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">sumber: akhwat.web.id</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Holy Quran V.8]]></title>
<link>http://shafro.wordpress.com/2009/11/09/holy-quran-v-8/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 04:11:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>Shafro</dc:creator>
<guid>http://shafro.wordpress.com/2009/11/09/holy-quran-v-8/</guid>
<description><![CDATA[Kemajuan teknologi saat ini telah memberikan kemudahan yang luar biasa bagi ummat manusia. Dengan mu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kemajuan teknologi saat ini telah memberikan kemudahan yang luar biasa bagi ummat manusia. Dengan munculnya software-software Islami sangat memudahkan kaum Muslim untuk belajar dengan biaya yang teramat sangat mudah dan murah.  Dapat Anda bayangkan kalau Anda harus membeli sejumlah Tafsir Al Quran berapa duit yang harus keluar. Dengan munculnya software <em>Holy Quran</em>, Anda dapat memiliki Kitab Quran dengan tarjamah lebih dari tujuh bahasa dan beberapa Tafsir Al Quran.  Semuanya hanya terkumpul  dalam dua keping CD yang apabila diinstall ke dalam komputer bahkan Anda tidak perlu menggunakan CD lagi.<!--more--></p>
<p>Kemudahan lainnya adalah kita dapat mencari bermacam tema hanya dengan memasukkan <em>keyword</em> tertentu maka software akan mencari akar kata tersebut dalam keseluruhan kitab tafsir yang ada. Dapat kita bayangkan berapa lamanya kalau secara manual kita harus mencari kata <em>ramadhan</em>. Dengan menggunakan <em>Holy Quran</em> dalam beberapa menit saja maka seluruh kata <em>ramadhan</em> (tentunya dalam bahasa Arab) beserta akar kata dan imbuhannya akan ditampilkan semua.  Tinggal pilih saja mana yang paling sesuai dengan yang kita inginkan.</p>
<p>Tak kalah menariknya tentunya karena semua kitab tadi bisa kita kemas jadi satu dalam sebuah laptop beserta dokumen lain yang kita miliki, sehingga kita yang mungkin memakan ruang satu rak ini akan mudah kita bawa ke mana-mana.  Lantas di mana Anda bisa mendapatkannya.  Tentunya di tempat penyedian software-software Islami, salah satunya mungkin Anda bisa menghubungi <a href="http://www.pernikmuslim.com/Program-Kitab-Suci-Al-Qur%27an---THE-HOLY-QURAN----Ver-7.0%7Ed%7E366.html" target="blank">www.pernikmuslim.com</a> atau bagi Anda yang memiliki<em> bandwith</em> lebih bisa mendowlod dari link di bawah ini</p>
<p><a href="http://media.syariah.or.id/QRN800_SETUP.iso">Holy Quran V 8 CD-1</a></p>
<p><a href="http://media.syariah.or.id/QRN800_SND1.iso">Holy Quran V-8 CD-2 </a></p>
<p>&#160;</p>
<p>Sumber : <a href="http://lspi-banjarbaru.co.cc/2008/11/01/holy-quran/" target="_blank">http://lspi-banjarbaru.co.cc/</a></p>
<p><img style="border:medium none;position:absolute;z-index:2147483647;opacity:0.6;display:none;" src="image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAABgAAAAYCAYAAADgdz34AAADsElEQVR4nK2VTW9VVRSGn33OPgWpYLARbKWhQlCHTogoSkjEkQwclEQcNJEwlfgD/AM6NBo1xjhx5LyJ0cYEDHGkJqhtBGKUpm3SFii3vb2956wPB/t+9raEgSs52fuus89613rftdcNH8/c9q9++oe/Vzb5P+3McyNcfm2CcPj9af9w6gwjTwzvethx3Bx3x8xwd1wNM8dMcTNUHTfFLPnX6nVmZpeIYwf3cWD/PhbrvlPkblAzVFurKS6GmmGqqComaS+qmBoTI0Ncu3mXuGvWnrJ+ZSxweDgnkHf8ndVTdbiT3M7cQp2Z31dRTecHAfqydp4ejhwazh6Zezfnu98E1WIQwB3crEuJ2Y45PBTAQUVR9X4At66AppoEVO1Q8sgAOKJJjw6Am6OquDmvHskZ3R87gW+vlHz98zpmiqphkkRVbQtsfPTOC30lJKFbFTgp83bWh7Zx/uX1B6w3hI3NkkZTqEpBRDBRzG2AQHcwcYwEkOGkTERREbLQ/8HxJwuW7zdYrzfZ2iopy4qqEspKaDYravVm33k1R91Q69FA1VBRzFIVvXbx5AgXT44A8MWP81yfu0utIR2aVK3vfCnGrcUNxp8a7gKYKiLCvY2SUvo/aNtnM3e49ucK9S3p0aDdaT0UAVsKi2tVi6IWwNL9JvdqTdihaz79/l+u/rHMxmaJVMLkS2OoKKLWacdeE3IsSxctc2D5Qcl6vUlVVgNt+fkPPcFFmTw1xruvT7SCd7nuVhDQvECzJH90h0azRKoKFRkAmP5lKTWAGRdefoZL554FQNUxB92WvYeA5UN4PtSqwB2phKqsqMpBgAunRhFR3j49zuU3jnX8k6fHEQKXzh1jbmGDuYU6s4t1rt6socUeLLZHhYO2AHSHmzt19ihTZ48O8Hzl/AmunD/BjTvrvPfNX3hWsNpwJCvwYm+ngug4UilSCSq6k8YPtxDwfA+WRawIWFbgscDiULcCEaWqBFOlrLazurupOSHLqGnEKJAY8TwBEHumqUirAjNm52vEPPRV4p01XXMPAQhUBjcWm9QZwijwokgAeYHlHYA06KR1cT6ZvoV56pDUJQEjw0KeaMgj1hPEY4vz2A4eW0/e1qA7KtQdsxTYAG0H3iG4xyK1Y+xm7XmEPOJZDiENzLi2WZHngeOjj2Pe+sMg4GRYyLAsx7ME4FnsyTD9pr0PEc8zPGRAwKXBkYOPEd96cZRvf11g9MDe7e3R4Z4Q+vyEnn3P4t0XzK/W+ODN5/kPfRLewAJVEQ0AAAAASUVORK5CYII%3D" alt="" width="24" height="24" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[NASIHAT IBRAHIM]]></title>
<link>http://arrosyiid.wordpress.com/2009/11/08/nasihat-ibrahim/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 15:08:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>arrosyiid</dc:creator>
<guid>http://arrosyiid.wordpress.com/2009/11/08/nasihat-ibrahim/</guid>
<description><![CDATA[Suatu ketika Ibrahim bin Adham, seorang alim yang terkenal zuhud dan wara&#8217;nya, melewati pasar ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Suatu ketika Ibrahim bin Adham, seorang alim yang terkenal zuhud dan wara&#8217;nya, melewati pasar yang ramai. Selang beberapa saat beliau pun dikerumuni banyak orang yang ingin minta nasehat. </span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">&#8212;&#8212;&#8212;-</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><br />
Sabili No.1 Th.IX</p>
<p>Suatu ketika Ibrahim bin Adham, seorang alim yang terkenal zuhud dan wara&#8217;nya, melewati pasar yang ramai. Selang beberapa saat beliau pun dikerumuni banyak orang yang ingin minta nasehat. Salah seorang di antara mereka bertanya, &#8220;Wahai Guru! Allah telah berjanji dalam kitab-Nya bahwa Dia akan mengabulkan doa hamba-Nya. Kami telah berdoa setiap hari, siang dan malam, tapi mengapa sampai saat ini doa kami tidak dikabulkan?&#8221;</p>
<p>Ibrahim bin Adham diam sejenak lalu berkata, &#8220;Saudara sekalian. Ada sepuluh hal yang menyebabkan doa kalian tidak dijawab oleh Allah. Pertama, kalian mengenal Allah, namun tidak menunaikan hak-hak-Nya. Kedua, kalian membaca Al-Quran, tapi kalian tidak mau mengamalkan isinya. Ketiga, kalian mengakui bahwa iblis adalah musuh yang sangat nyata, namun dengan suka hati kalian mengikuti jejak dan perintahnya. Keempat, kalian mengaku mencintai Rasulullah, tetapi kalian suka meninggalkan ajaran dan sunnahnya. Kelima, kalian sangat menginginkan surga, tapi kalian tak pernah melakukan amalan ahli surga. Keenam, kalian takut dimasukkan ke dalam neraka, namun kalian dengan senangnya sibuk dengan perbuatan ahli neraka. Ketujuh, kalian mengaku bahwa kematian pasti datang, namun tidak pernah mempersiapkan bekal untuk menghadapinya. Kedelapan, kalian sibuk mencari aib orang lain dan melupakan cacat dan kekurangan kalian sendiri. Kesembilan, kalian setiap hari memakan rezeki Allah, tapi kalian lupa mensyukuri nikmat-Nya. Kesepuluh, kalian sering mengantar jenazah ke kubur, tapi tidak pernah menyadari bahwa kalian akan mengalami hal yang serupa.&#8221;</p>
<p>Setelah mendengar nasehat itu, orang-orang itu menangis.</p>
<p>Dalam kesempatan lain Ibrahim kelihatan murung lalu menangis, padahal tidak terjadi apa-apa. Seseorang bertanya kepadanya. Ibrahim menjawab, &#8220;Saya melihat kubur yang akan saya tempati kelak sangat mengerikan, sedangkan saya belum mendapatkan penangkalnya. Saya melihat perjalanan di akhirat yang begitu jauh, sementara saya belum punya bekal apa-apa. Serta saya melihat Allah mengadili semua makhluk di Padang Mahsyar, sementara saya belum mempunyai alasan yang kuat untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan saya selama hidup di dunia.&#8221;</span></span></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kedudukan Al Qur’an di Hati Para Sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam]]></title>
<link>http://hasmijaksel.wordpress.com/2009/11/06/kedudukan-al-quran-di-hati-para-sahabat-rasulullah/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 04:11:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>hasmijaksel</dc:creator>
<guid>http://hasmijaksel.wordpress.com/2009/11/06/kedudukan-al-quran-di-hati-para-sahabat-rasulullah/</guid>
<description><![CDATA[Pertama : Para sahabat memandang kebesaran Al Quran dari kebesaran yang menurunkannya, kesempurnaann]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><em> Pertama :</em></strong> Para sahabat memandang kebesaran Al Quran dari kebesaran yang menurunkannya, kesempurnaannya dari kesempurnaan yang menurunkannya, mereka memandang bahwa Al Qur’an turun dari Raja, Pemelihara, Sesembahan yang Maha Perkasa, Maha Mengetaui, Maha Kasih Sayang, sebagaimana ditekankan oleh Alloh dalam berbagai permulaan surat :</p>
<h2 style="text-align:right;">(تنـزيل الكتاب من الله العزيز الحكيم (سورة الزمر، الجاثية، الأحقاف</h2>
<h2 style="text-align:right;">(تنـزيل الكتاب من الله العزيز العليم ( سورة  المؤمن</h2>
<h2 style="text-align:right;">(تنـزيل من الرحمن الرحيم (سورة فصلت</h2>
<h2 style="text-align:right;">(كذلك يوحي إليك وإلى الذين من قبلك الله العزيز الحكيم، له ما في السماوات وما في الأرض وهو العلي العظيم(  سورة الشورى</h2>
<p>Dari pandangan ini mereka menerima Al Qur’an dengan perasaan bahagia bercampur perasaan hormat, siap melaksanakan perintah, perasaan cemas dan harapan, serta perasaan kerinduan yang amat dalam. Bagaimana tidak ? karena orang yang membaca Al Qur’an berarti seakan mendapat kehormatan bermunajat dengan Alloh sekaligus seperti seorang prajurit menerima perintah dari atasan dan seorang yang mencari pembimbing mendapat pengarahan dari Dzat yang maha mengetahui. Dan perasaan inilah yang digambarkan oleh Alloh dalam Firmannya :</p>
<h2 style="text-align:right;">إن الذين أوتوا العلم من قبله إذا يتلى عليهم يخرون للأذقان سجداً ويقولون سبحان ربنا إن كان وعد ربنا لمفعولاً ويخرون للأذقان ويزيدهم خشوعاً</h2>
<blockquote><p><em>&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang diberi ilmu sebelumnya jika dibacakan atas mereka (ayat-ayat Alloh) mereka tersungkur dengan dagu-dagu mereka dalam kondisi sujud, mereka berkata maha suci Robb kami sungguh janji Robb kami pasti terlaksana mereka tersungkur dengan dagu-dagu mereka dalam kondisi menangis dan menambahi mereka kekhkusu’an</em>” (QS Al Isra&#8217;: 107-109).</p></blockquote>
<p>Perasaan di ataslah yang menyebabkan Umu Aiman menangis ketika teringat akan wafatnya Rasululloh Shallallahu&#8217;alaihi wassalam. Suatu saat Abu Bakar dan Umar berkunjung kepada ibu asuh Rasulalloh itu dan ketika mereka duduk, menagislah Ummu Aiman karena teringat wafatnya RasulallohRasululloh Shallallahu&#8217;alaihi wassalam, maka berkatalah Abu Bakar  dan  Umar, “Kenapa anda menangis sementara Rasululloh mendapatkan tempat yang mulia” ? Ummu Aiman menjawab, &#8220;Saya menangis bukan karena meninggalnya beliau melainkan karena  terputusnya wahyu Alloh yang datang kepada beliau pada pagi dan petang hari&#8221;, maka saat itu pula meledaklah tangisan mereka bertiga .</p>
<p>Perasaan di ataslah yang menyebabkan para sahabat membaca dan menerima Al Qur’an untuk dilaksanakan secara spontan tanpa menunggu-nunggu dan tanpa sedikit protes walaupun hal itu bertentangan dengan kebiasaan mereka, tapi mereka bisa menundukkan perasaan mereka dengan cinta mereka kepada Alloh.</p>
<p>Ketika turun perintah untuk memakai jilbab pada surat Al Ahzab : 59, malam hari Rasulalloh Shallallahu&#8217;alaihi wassalam menyampaikan ayat itu kepada para sahabat, pagi harinya para istri sahabat sudah memakai jilbab semuanya, bahkan `Aisyah mengatakan, &#8220;Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshor mereka diperintah pakai hijab pada malam hari sementara pada  paginya mereka sudah memakainya bahkan ada yang merobek gordeng / kelambu mereka untuk dipakai jilbab&#8221;.</p>
<p>Ketika diharamkannya khomer dan ayat itu sampai kepada mereka, saat itu juga langsung mereka membuang simpanan khomernya dan menuang apa yang masih di tangannya.</p>
<p>Salah satu rahasia keajaiban para sahabat dalam berinteraksi dengan Al Qur’an adalah keimanan mereka kepada Alloh, surga dan neraka-Nya, kepada janji-Nya sehingga mereka melakukan sesuatu yang apabila dilihat oleh orang yang tak memahami latar belakang ini akan sulit menafsirkannya.</p>
<p>Seperti ketika mereka membaca tentang janji Allah untuk orang-orang yang berjihad karena cinta kepada  Allah, seorang sahabat yang bernama Umair bin Hamam yang sedang memakan kurma bertanya: wahai Rasululloh, “Dimana saya kalau saya mati dalam perang ini ? Rasululloh menjawab <strong>&#8220;Di sorga&#8221;,</strong> berkatalah Umair : &#8220;Sungguh menunggu waktu masuk surga sampai  menghabiskan makan kurma tujuh biji ini adalah sangat lama”, dan ahirnya dibuanglah sisa kurma yang belum dimakan dan langsung maju perang sampai menemui syahidnya.</p>
<p>Kondisi keimanan yang tinggi ini menjadikan episode kehidupan mereka menjadi bagian dari yang diceritakan oleh Allah dalam Al Qur’an, hal itu seperti perhatian orang-orang Anshor terhadap orang-orang muhajirin atau perhatian mereka terhadap orang-orang yang lemah, seperti yang Allah ceritakan dalam surat al Hasyr di mana Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wassalam kedatangan tamu dan beliau tidak memiliki sesuatu untuk menjamunya, akhirnya beliau tawarkan hal itu kepada sahabatnya siapa yang bersedia membawa tamu beliau, dengan sepontan salah satu sahabat bersedia, tetapi ketika sampai rumah ternyata istrinya mengatakan bahwa tidak ada persediaan makanan kecuali makan malam anaknya, maka sahabat tadi memerintahkan istrinya untuk mengeluarkan makanan tadi untuk tamunya dan mengeluarkan dua piring dan segera mematikan lampu ketika tamunya sedang makan, tamunya makan dan tuan rumah menampakkan seakan-akan makan agar dia bisa makan dengan enak,  ketika sampai pagi hari sahabat tadi bertemu dengan rasul dan Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wassalam mengatakan kalau Allah takjub dengan apa dia lakukan maka turunlah firman Alloh surat al Hasyr ayat:9.</p>
<p><strong>Kedua :</strong> RasulullohShallallahu&#8217;alaihi wassalam dan para sahabat memandang Al Qur’an sebagai obat bagi segala penyakit hati dan ketika mereka membaca Al Quran yang berbicara tentang segala kelemahan hati, penyakit hati, mereka tidaklah merasa tersinggung bahkan mereka berusaha mengoreksi hati mereka dan membersihkan segala sifat yang dicela oleh Al Qur’an dan berusaha bertaubat dari apa yang dikatakan buruk oleh Al Qur’an .</p>
<p>Maka sudah pantaslah ketika Al Qur’an banyak menceritakan sifat-sifat munafiqin mulai dari malas sholat, sedikit berdzikir, pengecut, mengambil orang kafir sebagai pemimpin dan lain-lainnya, para sahabat segera mengoreksi hati mereka dan mencari obatnya walaupun mereka tidak dihinggapi penyakit itu, berkatalah Abdulloh ibnu Mulaikah :</p>
<h2 style="text-align:right;">أدركت سبعين من أصحاب محمد كلهم يخافون من النفاق</h2>
<blockquote><p><em>“Aku mendapatkan tujuh puluh dari sahabat nabi, mereka semua takut kalau terkena penyakit nifaq”.</em></p></blockquote>
<p>Ketika sahabat Handholah merasa adanya fluktuasi imannya segeralah ia datang kepada Rasulalloh Shallallahu&#8217;alaihi wassalam dengan mengatakan “Ya Rasulalloh Handholah telah munafik”, Rasululullah bertanya : Kenapa ? Handlolah menjawab:  “Wahai Rasululloh, kalau saya di samping engkau dan engkau ingatkan kami dengan sorga dan neraka, jadilah sorga dan neraka seakan-akan jelas dimata kami, tapi jika kami pulang dan bergaul dengan anak istri serta sibuk dengan harta kami, kami banyak lupa, maka Rasulalloh bersabda, “Wahai Handholah kalau kalian berada dalam kondisi seperti itu  (seakan melihat sorga dan neraka) terus menerus pastilah para malaikat menyalami kalian di jalan-jalan kalian”.</p>
<p>Dari sensitifitas perasaan Handholah dalam berinteraksi dengan Al Qur’an, ia bisa mengalahkan perasaan ingin dekat dengan istrinya pada malam pertama dan ditinggalkannya untuk berjihad sampai syahid padahal ia belum sempat mandi junub, sehingga Rasululloh bersabda bahwa ia dimandikan oleh para malaikat.</p>
<p><strong><em> Ketiga :</em></strong> Para sahabat memandang bahwa Al Qur’an adalah nasehat dari Dzat yang amat sayang kepada  mereka yang sangat perlu didengar yang berarti mereka sangat menyadari kalau mereka bisa salah, tapi akan segera kembali kepada kebenaran manakala ada teguran dari Al Qur’an.</p>
<p>Ma’qil bin Yasar pernah menikahkan adik perempuannya dengan salah seorang sahabat, tapi kemudian dicerainya sampai habis masa iddahnya, kemudian bekas suami tadi melamar lagi dan karena Ma’qil sedang marah beliau tolak  lamarannya dan bertekat tidak akan mengawinkannya, padahal adiknya juga masih cinta dengan bekas suaminya serta ingin kembali kepadanya. Dengan kejadian ini Allah menurunkan ayat :</p>
<h2 style="text-align:right;">وَإِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلا تَعْضُلُوهُنَّ أَنْ يَنْكِحْنَ أَزْوَاجَهُنَّ إِذَا تَرَاضَوْا بَيْنَهُمْ بِالْمَعْرُوفِ ذَلِكَ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ مِنْكُمْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ ذَلِكُمْ أَزْكَى لَكُمْ وَأَطْهَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ (البقرة:232</h2>
<blockquote><p>Artinya :&#8221; apabila kamu manthalak isteri-isterimu lalu habis iddahnya ,maka janganlah kamu ( para wali ) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya ,apabila telah terdapat kerelaan dintara mereka dengan cara yang ma&#8217;ruf ,itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman diantara kamu kepada Alloh dan hari kemudian. Itu lebih baik bagimu dan lebih suci. Alloh mengetahui sedang kamu tidak mengetahui &#8220;.</p></blockquote>
<p>Setelah turun ayat ini Ma’qil langsung menikahkan adiknya lagi dengan sahabat mantan suamiya.</p>
<p>Sahabat hidup dengan misi, “<em>Risalah menyelamatkan seluruh manusia dari perbudakan manusia untuk manusia menuju penghambaan Allah yang Esa dan mengeluarkan mereka dari kedhaliman sistim manusia menuju keadilan Islam dari kesempitan dunia menuju keluasan dunia dan akherat</em>”, dan pastilah kaum yang membawa misi demikian ada pendukung dan musuhnya, maka mereka menjadikan Al Qur’an sebagai pembimbing untuk mengetahui musuh-musuh Alloh, dan musuh mereka, siapa wali-wali mereka dan wali-wali Alloh dan mereka memperlakukan manusia sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Alloh, mereka cinta terhadap ayah, anak,  istri, serta kerabat mereka. Tetapi jika yang dicintai itu memusuhi Alloh dan Rasul-Nya serta membenci Islam, maka mereka segera merubah sikapnya dengan hanya memihak Alloh dan mencabut perasaan cintanya kepada selain Allah, Allah berfirman :</p>
<blockquote><p><em> “Engkau tidak akan  mendapatkan kaum yang beriman kepada Alloh dan hari akhir mencintai orang-orang yang membangkang kepada Alloh dan rasul-Nya, walaupun mereka itu ayah-ayah mereka atau anak-anak mereka atau saudara–saudara mereka atau kerabat-kerabat mereka, mereka itulah orang yang Alloh tetapkan dihati mereka keimanan”.(al Mujadalah:22)</em></p></blockquote>
<p>Ayat ini turun berkenaan dengan Abu Ubaidah bin Jaroh ketika membunuh ayahnya di perang Badar karena ayahnya bersama pasukan kuffar Quraisy .</p>
<p><strong><em> Keempat :</em></strong><em> </em>Para sahabat memandang bahwa seluruh alam semesta dan diri mereka adalah ciptaan Alloh dan tidak mungkin membudidayakan alam semesta serta mengatur mereka kecuali Dzat yang menciptakannya sehingga mereka meyakini bahwa keimanannya menuntut untuk menjadikan Al Qur’an sebagai satu kesatuan yang utuh yang tidak dipisahkan antara satu sama lainnya,  mereka menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup mereka dan mereka sangat sensitif terhadap usaha-usaha yang akan memisahkan satu bagian sistim Islam dengan bagian yang lainnya.</p>
<p>Pantaslah kalau Kholifah Abu Bakar berpidato ketika banyak orang yang murtad dan tidak mau membayar zakat, dengan mengatakan :</p>
<h2 style="text-align:right;">أينقص الدين وأنا حي !! والله لو منعوني عقالاً كانوا يؤدونه إلى رسول الله  لقاتلتهم على منعه رواه مسلم</h2>
<blockquote><p><em>“Apakah agama ini akan dikurangi padahal saya masih hidup, demi Alloh kalau mereka menghalangi tali yang dulu mereka serahkan kepada Rasulalloh pastilah aku perangi mereka atas keengganannya”. Diriwayatkan oleh Muslim</em></p></blockquote>
<p>Keuniversalan dan keintegralan Al Qur’an ini digambarkan oleh sahabat Ali bin Abi Tholib dalam ucapannya :</p>
<h2 style="text-align:right;">هو كتاب الله فيه نبأ من قبلكم ،وخبر ما بعدكم وحكم ما بينكم هو الفصل ليس بالهزل من تركه من جبار قصمه الله ومن ابتغى الهدى في غيره أضله الله وهو حبل الله المتين وهو الذكر الحكيم وهو الصراط المستقيم وهو الذي لا تزيغ به الأهواء، ولا تلتبس به الألسنة ولا يشبع منه العلماء ولا يخلق عن كثرة الردّ ولا تنقضي عجائبه وهو الذي لم تنته الجن إذا سمعته حتى قالوا (إنا سمعنا قرآناً عجباً،  يهدى إلى الرشد فآمنا به )  من قال به صدق ومن عمل به أجر ومن حكم به عدل ومن دعا إليه هدي إلى صراط مستقيم</h2>
<blockquote><p><em>“Dia adalah Kitabulloh yang di dalamnya ada berita orang sebelum kalian, berita apa yang akan terjadi setelah kalian, hukum diantara kalian, dia adalah keputusan yang serius bukan main-main, barang siapa meninggalkannya dengan kesombongan pasti dihancurkan oleh Alloh , barang siapa mencari petunjuk dengan selainnya pasti disesatkan oleh Alloh, dialah tali Alloh yang kokoh, dialah peringatan yang bijaksana, dialah jalan yang lurus, dialah yang dengannya hawa nafsu tidak menyeleweng, dan tidak akan rancu dengannya lisan, dan tidak para ulama tidak pernah kenyang dari (membacanya, mempelajarinya), tak akan usang karena diulang-ulang, dan tidak habis keajaibannya, dan dialah yang jin tak henti-hentinya untuk mendengarnya sehingga dia mengatakan; “Sungguh kami mendengar Al- Qur’an yang penuh keajaiban, menunjukkan ke jalan lurus, maka kami beriman dengannya”. Barang siapa yang berkata dengannya pasti benar, barang siapa beramal dengannya pasti diberi pahala, barang siapa menghukumi dengannya pastilah adil, barang siapa mengajak kepadanya pasti ditunjuki kejalan yang lurus. </em></p></blockquote>
<p><strong> <em>Kelima :</em></strong><em> </em>Para sahabat memandang bahwa Al Qur`an adalah kasih sayang dari Alloh, maka mereka melihat bahwa seluruh isi Al Quran baik aqidahnya, hukumnya, perintahnya, larangannya, berita–beritanya adalah untuk kebaikan manusia.</p>
<p>Oleh karena itu, mereka menerimanya dengan senang hati, adapun yang menolak hukum Islam pada dasarnya adalah lebih memihak para pemeras orang lemah dari pada memihak orang yang diperas, lebih sayang dengan para pembunuh dari pada yang dibunuh atau lebih memihak para penggarong dan pemerkosa dari pada yang di garong dan diperkosa, lebih memihak musuh Alloh dari pada memihak Alloh, dan  secara implisit menuduh Alloh keras dan dholim, orang yang semacam ini perlu intropeksi akan hakekat keimanannya.﻿</p>
<p>(bimbinganislam.blogspot.com &#8211; Ust. Udan)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kenali Bumi Tempat Anda Hidup!]]></title>
<link>http://ejajufri.wordpress.com/2009/11/04/kenali-bumi-tempat-anda-hidup/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 13:30:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>ejajufri</dc:creator>
<guid>http://ejajufri.wordpress.com/2009/11/04/kenali-bumi-tempat-anda-hidup/</guid>
<description><![CDATA[Kenapa Bumi Diciptakan? Dalam surah Thâha ayat 53, Alquran menyebutkan: &#8220;(Dia) yang telah menj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kenapa Bumi Diciptakan? Dalam surah Thâha ayat 53, Alquran menyebutkan: &#8220;(Dia) yang telah menj]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pimpinan Perguruan Santriloka Mengakui Menyimpang dan Bertobat]]></title>
<link>http://kangboed.wordpress.com/2009/11/03/pimpinan-perguruan-santriloka-mengakui-menyimpang-dan-bertobat/</link>
<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 01:23:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>KangBoed</dc:creator>
<guid>http://kangboed.wordpress.com/2009/11/03/pimpinan-perguruan-santriloka-mengakui-menyimpang-dan-bertobat/</guid>
<description><![CDATA[Pimpinan Perguruan Santriloka Mengakui Menyimpang dan Bertobat.. Pimpinan Perguruan Santriloka Menga]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pimpinan Perguruan Santriloka Mengakui Menyimpang dan Bertobat.. Pimpinan Perguruan Santriloka Menga]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[I'rab Qur'an]]></title>
<link>http://shafro.wordpress.com/2009/11/02/irab-quran/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 12:51:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Shafro</dc:creator>
<guid>http://shafro.wordpress.com/2009/11/02/irab-quran/</guid>
<description><![CDATA[AlQur&#8217;an adalah kitab suci yang sangat sempurna. Mungkin bagi orang indonesia belum mengerti a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>AlQur&#8217;an adalah kitab suci yang sangat sempurna. Mungkin bagi orang indonesia belum mengerti apa maksud kata-kata diatas. Tapi, bagi orang yang sudah belajar bahasa Arab pasti mengerti mengapa AlQur&#8217;an tak bisa ditandingi bahkan dari susunan katanya(klo dalam b.inggris: Grammar).</p>
<p>Untuk menudahkan mempelajari I&#8217;rab (Grammar) kita bisa menggunakan software I&#8217;rab Qur&#8217;an.</p>
<p>Untuk mengunduhnya silahkan klik link di bawah ini :</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#60;under construction&#62;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[]]></title>
<link>http://pusatcd.wordpress.com/2009/10/31/75/</link>
<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 16:11:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>pusatcd</dc:creator>
<guid>http://pusatcd.wordpress.com/2009/10/31/75/</guid>
<description><![CDATA[No. 16 : VCD / Komputer / HP Harga : Rp. 50.000,- MATERI 16.Suara Alunan Alquran 30juz KODE 16 : BER]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-74" title="16" src="http://pusatcd.wordpress.com/files/2009/10/16.jpg" alt="16" width="203" height="288" /><strong><span style="color:#0000ff;">No. 16 : VCD / Komputer / HP</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ff0000;">Harga : Rp. 50.000,-</span></strong></p>
<p><strong>MATERI 16.Suara Alunan Alquran 30juz KODE 16 :</strong></p>
<p>BERISI: Surat (Al Fatihah s/d An Naas) di sertai<br />
artinya</p>
<p>Caranya yaitu : di putar di VCD &#8211; COMP &#8211; HP</p>
<p style="text-align:center;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Etika para Penghafal Al Quran (1)]]></title>
<link>http://nikenpuspitasari.wordpress.com/2009/10/31/etika-para-penghafal-al-quran-1/</link>
<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 12:14:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>annisa1</dc:creator>
<guid>http://nikenpuspitasari.wordpress.com/2009/10/31/etika-para-penghafal-al-quran-1/</guid>
<description><![CDATA[Para penghapal Al Quran mempunyai etika-etika yang harus diperhatikannya. Dan mereka mempunyai tugas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Para penghapal Al Quran mempunyai etika-etika yang harus diperhatikannya. Dan mereka mempunyai tugas]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
