<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>analisa &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/analisa/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "analisa"</description>
	<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 14:05:25 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Diklorometana]]></title>
<link>http://rgmaisyah.wordpress.com/2009/11/26/diklorometana/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 06:29:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>rgmaisyah</dc:creator>
<guid>http://rgmaisyah.wordpress.com/2009/11/26/diklorometana/</guid>
<description><![CDATA[Dichloromethane (DCM or methylene chloride) is the organic compound with the formula CH2Cl2. This co]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Dichloromethane</strong> (DCM or methylene chloride) is the <a title="Organic compound" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organic_compound">organic compound</a> with the <a title="Chemical formula" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chemical_formula">formula</a> <a title="Carbon" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Carbon">C</a><a title="Hydrogen" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hydrogen">H</a><sub>2</sub><a title="Chlorine" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chlorine">Cl</a><sub>2</sub>. This colorless, volatile liquid with a moderately sweet aroma is widely used as a <a title="Solvent" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Solvent">solvent</a>. More than 500,000 tons were produced in 1991. Although it is not <a title="Miscible" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Miscible">miscible</a> with water, it is miscible with many organic <a title="Solvent" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Solvent">solvents</a>.<sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dichloromethane#cite_note-Ullmann-0">[1]</a></sup> It was first prepared in 1840 by the <a title="France" href="http://en.wikipedia.org/wiki/France">French</a> <a title="Chemist" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chemist">chemist</a> <a title="Henri Victor Regnault" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Henri_Victor_Regnault">Henri Victor Regnault</a>, who isolated it from a mixture of <a title="Chloromethane" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chloromethane">chloromethane</a> and <a title="Chlorine" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chlorine">chlorine</a> that had been exposed to <a title="Sunlight" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sunlight">sunlight</a>.</p>
<p>http://en.wikipedia.org/wiki/Dichloromethane</p>
<p>http://ntp.niehs.nih.gov/ntp/roc/eleventh/profiles/s066dich.pdf</p>
<p>http://www.jtbaker.com/msds/englishhtml/D2895.htm</p>
<p>http://msds.chem.ox.ac.uk/DI/dichloromethane.html</p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Analisa Terhadap Klaim Syi’ah Atas Hadits Ghadir Khum bagian-3]]></title>
<link>http://alfanarku.wordpress.com/2009/11/23/analisa-hadits-ghadir-khum-bagian-3/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 16:52:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>alfanarku</dc:creator>
<guid>http://alfanarku.wordpress.com/2009/11/23/analisa-hadits-ghadir-khum-bagian-3/</guid>
<description><![CDATA[Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya yaitu : Analisa Terhadap Klaim Syi’ah Atas Had]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya yaitu : <span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://alfanarku.wordpress.com/2009/11/21/analisa-hadits-ghadir-khum-bagian-2/"><span style="color:#3366ff;">Analisa Terhadap Klaim Syi’ah Atas Hadits Ghadir Khum bagian-2</span></a></span></span> di mana dalam artikel ini diungkap kelemahan hujjah Syi’ah dalam usaha mereka menghubungkan ayat Al-Maidah : 67 dan Al-Maidah : 3 dengan peristiwa Ghadir Khum.<!--more--></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Mereka suka Bermain dengan ayat-ayat Al-Qur’an</strong></p>
<blockquote><p>Al-Islam.org (situs Syi’ah) berkata:</p>
<p><em>Di tempat ini, ayat Al-Qur’an berikut ini diturunkan :</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia… (Qur’an 5:67)</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Kalimat terakhir pada ayat di atas mengindikasikan bahwa Nabi (s) begitu perhatian dengan reaksi dari umatnya ketika beliau menyampaikan risalah, tetapi Allah memberitahukan kepada beliau untuk tidak khawatir karena Allah akan melindungi beliau dari gangguan manusia.</em></p></blockquote>
<p>Ini adalah klaim yang sering diulang oleh Syi’ah, yaitu bahwa ayat 5:67 diturunkan sehubungan dengan penunjukkan Ali ra sebagai Khalifah; dengan kata lain, Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam seharusnya tidak khawatir tentang reaksi buruk dari sahabat terhadap deklarasi mengenai Imamah ataupun Khilafah Ali ra.</p>
<p>Seperti kasus yang biasa terjadi, para da’i Syi’ah tidak mempunyai keberatan bermain-main dengan Al-Qur’an dan menggunakan Al-Qur’an sesuai kehendak mereka. Pada kenyataannya, ayat 5:67 tidak mungkin diturunkan dalam hubungannya dengan penunjukkan Ali ra, yaitu karena ayat tersebut ditujukan kepada Ahlul Kitab ( Yahudi dan Nashrani). Syi’ah mengambil ayat tersebut di luar konteksnya, tanpa mempertimbangkan ayat-ayat yang berada tepat sebelum dan sesudahnya. Mari kita lihat :</p>
<blockquote><p>66. Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Diantara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.</p>
<p>67. Hai Rasul, sampaikanlah <strong><em><span style="text-decoration:underline;">apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu</span></em></strong>. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.</p>
<p>68. Katakanlah: &#8220;Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.&#8221; Sesungguhnya <strong><em><span style="text-decoration:underline;">apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu</span></em></strong> akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.</p></blockquote>
<p>Jadi kita lihat bahwa ayat sebelum dan sesudahnya berbicara mengenai Ahlul Kitab, dan dalam konteks ini ayat 5:67 diturunkan, untuk meyakinkan kembali Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau seharusnya tidak takut terhadap kaum Yahudi ataupun Nashrani dan bahwa beliau seharusnya menyampaikan dengan jelas Risalah Islam dimana akan dibuat tertinggi di atas kaum Yahudi dan Nashrani. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam diceritakan dalam ayat 5:67 bahwa beliau tidak seharusnya takut gangguan atau niat buruk dari orang-orang ini, dan dalam ayat selanjutnya 5:68 Allah berfirman bahwa apa yang diturunkan kepada beliau hanya akan “menambah kedurhakaan dan kekafiran pada kebanyakan dari mereka”. Ini adalah sangat jelas bahwa kita sedang membicarakan kelompok manusia yang sama, yaitu orang kafir diantara ahlul kitab yang membuat gangguan dan yang menjadi keras kepala dalam kedurhakaan dan kekafiran. Kita akan melihat dengan semakin jelas hubungan kedua ayat tersebut dengan memperhatikan kata kunci (key words) korelasi antara ayat 67 dan 68, yaitu terletak pada <strong>مَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَ</strong> “<strong><em>apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu” </em></strong>. silahkan dilihat tulisan yang kami cetak tebal dan digaris bawahi di dua ayat tersebut.</p>
<p>Pada kenyataannya, seluruh bagian dari ayat-ayat tersebut membicarakan tentang Ahlul Kitab. Dimulai dari ayat 5:59 dan terus berlanjut sampai 5:86, mari kita perhatikan :</p>
<p><em><span style="color:#008000;">59. Katakanlah: &#8220;Hai Ahli Kitab, apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik ?</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">60. Katakanlah: &#8220;Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?.&#8221; Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">61. Dan apabila orang-orang (Yahudi atau munafik) datang kepadamu, mereka mengatakan: &#8220;Kami telah beriman&#8221;, padahal mereka datang kepadamu dengan kekafirannya dan mereka pergi (daripada kamu) dengan kekafirannya (pula); dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">62. Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu.</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">63. Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu.</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">64. Orang-orang Yahudi berkata: &#8220;Tangan Allah terbelenggu&#8221;, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dila&#8217;nat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">65. Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertakwa, tentulah Kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka kedalam surga-surga yang penuh kenikmatan.</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">66. Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Diantara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.</span></em></p>
<p><strong><em><span style="color:#008000;">67. Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.</span></em></strong></p>
<p><em><span style="color:#008000;">68. Katakanlah: &#8220;Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.&#8221; Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">69. Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">70. Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh.</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">71. Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencanapun (terhadap mereka dengan membunuh nabi-nabi itu), maka (karena itu) mereka menjadi buta dan pekak, kemudian Allah menerima taubat mereka, kemudian kebanyakan dari mereka buta dan tuli (lagi). Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">72. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: &#8220;Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam&#8221;, padahal Al Masih (sendiri) berkata: &#8220;Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.&#8221; Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">73. Sesungguhnya kafirlah orang0orang yang mengatakan: &#8220;Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga&#8221;, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">74. Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya ?. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">75. Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">76. Katakanlah: &#8220;Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?&#8221; Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">77. Katakanlah: &#8220;Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.&#8221;</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">78. Telah dila&#8217;nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">79. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">80. Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">81. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">82. Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: &#8220;Sesungguhnya kami ini orang Nasrani.&#8221; Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri.</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">83. Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: &#8220;Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s.a.w.).</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">84. Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh ?.&#8221;</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">85. Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya).</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">86. Dan orang-orang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka.</span></em></p>
<p>Sangat jelas sekali bahwa semua ayat-ayat di atas berbicara mengenai kaum Yahudi dan Nashrani, dan sungguh tidak masuk akal, kaum Syi’ah bisa “<em>Cut &#38; Paste</em>” ayat Al-Qur’an sesuai dengan keinginan mereka. Ini adalah bentuk manipulasi terhadap firman Allah dan sebuah dosa yang besar yang akan membawa mereka kepada kekufuran. Namun juga, anda akan masih temui kaum Syi’ah secara umum mengklaim bahwa ayat tersebut diturunkan berkaitan dengan Pidato di Ghadir Khum dan penunjukkan Ali ra. Jadi ini adalah tujuan akhir dari da’i Syi’ah dengan memutar balikkan Al-Qur’an dan hadits untuk menciptakan dongeng imajinasi bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menunjuk Ali ra sebagai khalifah.</p>
<blockquote><p>Al-Islam.org berkata:</p>
<p><em>Di tempat ini, ayat Al-Qur’an berikut ini diturunkan :</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia… (Qur’an 5:67)</em></p>
<p>Beberapa referensi Sunni mengkonfirmasi bahwa turunnya ayat di atas terjadi tepat sebelum pidato Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam di Ghadir Khum:</p>
<p>(12)     Dan banyak lagi seperti Ibnu Mardawaih dan lain-lain.</p>
<p>(1)         Tafsir al-Kabir, oleh Fakhr al-Razi, komentar untuk ayat 5:67, jilid 12, hal 49-50, diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Al-Bara’ bin Azib, dan Muhammad bin Ali.</p>
<p>(2)         Asbabun al-Nuzul, oleh Al-Wahidi, hal 150, diriwayatkan dari Athiyah dari Abu Sa’id Al-Khudri.</p>
<p>(3)         Nuzul al-Qur’an, oleh al-Hafidz Abu Nu’aim diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri.</p>
<p>(4)         Al-Fushul al-Muhimmah, oleh Ibnu Sabagh al-Maliki al-Makki, hal 24</p>
<p>(5)         Durr al-Mantsur, oleh al-Hafidz As-Suyuthi, komentar terhadap ayat 5:67</p>
<p>(6)         Fathul Qadir, oleh as-Syaukani, komentar terhadap ayat 5:67</p>
<p>(7)         Fathul Bayan, oleh Hasan Khan, komentar terhadap ayat 5:67</p>
<p>(8)         Syaikh Muhi al-Din al-Nawawi, komentar terhadap ayat 5:67</p>
<p>(9)         Al-Sirah al-Halabiyah, oleh Nur al-Din al-Halabi, jil 3 , hal 301</p>
<p>(10)     Umdatul Qari fi Syarah Shahih Bukhari, oleh al-Ayni</p>
<p>(11)     Tafsir al-Nisaburi, jil 6, hal 194</p></blockquote>
<p>Para da’i Syi’ah telah berdusta, tidak ada cara lain untuk menggambarkan tentang mereka itu, mereka menjadi terkenal kejahatannya karena kutipan sepotong-sepotong mereka. Di atas, Syi’ah memberikan dua belas sumber, Kita tampilkan saja sumber yang pertama, sedangkan sumber-sumber yang lain pada dasarnya setelah diteliti sanadnya lemah dan tidak bisa dipakai sebagai hujjah. Dasar pertama yang mereka pakai adalah Tafsir Al-Kabir Imam ar-Razi, Syi’ah mencoba membodohi Sunni dengan membuat seakan-akan Imam ar-Razi percaya bahwa ayat 5:67 ini turun di Ghadir Khum. Pada kenyataannya, Imam Razi mengatakan hal yang sungguh berlawanan dengan apa yang ada dalam kitabnya.</p>
<p>Imam Razi menyebutkan berbagai macam pendapat orang mengenai turunnya ayat tersebut. Beliau mendaftar 10 kemungkinan ketika ayat tersebut turun. Hal yang sudah diketahui dengan baik bahwa kebiasaan para ulama mendaftar adalah pandangan atau pendapat yang paling penting ditempatkan pada urutan yang pertama sedangkan yang paling tidak penting ditempatkan pada urutan yang terakhir. Ini seharusnya menarik para pendusta Syi’ah untuk mengetahui bahwa Imam Razi menyebutkan Ghadir Khum tetapi beliau tempatkan di urutan yang paling akhir, artinya dalam pandangan beliau hal tersebut adalah pendapat yang paling lemah yang mungkin terjadi.</p>
<p>Kita akan menampilkan komentar dari Imam Razi satu demi satu :</p>
<blockquote><p><em>Para ulama tafsir menyebutkan banyak sebab turunnya wahyu tersebut :</em></p>
<p><em> </em></p>
<ol>
<li><em>Ayat ini diturunkan sebagai contoh untuk Rajam dan Pembalasan sebagaimana yang disebutkan sebelumnya dalam kisah mengenai kaum Yahudi.</em></li>
<li><em>Sebab ayat ini diturunkan karena celaan dan olok-olok terhadap agama oleh kaum Yahudi, dan Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam hanya diam terhadap mereka, hingga ayat ini turun.</em></li>
<li><em>Ketika ayat berupa pilihan diturunkan, dimana bunyinya “wahai Nabi, katakan pada istri-istrimu” (QS 33:28), Nabi tidak menyampaikan ayat tersebut kepada mereka karena khawatir mereka akan memilih dunia, dan hingga ayat ini (5:67) turun.</em></li>
<li><em>Ayat ini diturunkan berkenaan dengan Zaid dan Zainab binti Jahsiy ra, Aisyah ra berkata : barang siapa menganggap Rasulullah menyembunyikan sebagian dari apa yang diturunkan kepadanya, maka dia telah melakukan kebohongan yang besar terhadap Allah, Allah telah berfirman : “Wahai rasul sampaikanlah..” dan apakah Rasulullah menyembunyikan sebagian dari apa yang diturunkan kepadanya, beliau akan menyembunyikan juga firman-Nya :”Dan kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya” (33:37).</em></li>
<li><em>Ini diturunkan berkaitan dengan jihad, kaum munafik membencinya, sedangkan beliau selalu menahan diri untuk mendesak mereka untuk berjihad.</em></li>
<li><em>Ketika firman Allah sedang turun :”</em><em> </em><em>Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan” (6:108), Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menahan dari mencaci sesembahan mereka, hingga ayat ini turun, dan Dia (Allah) berfirman : “Sampaikan.. “ kesalahan/kecaman tentang tuhan-tuhan mereka dan jangan sembunyikan, dan Allah akan melindungimu dari mereka.</em></li>
<li><em>Ayat ini diturunkan sehubungan dengan orang-orang Muslim yang benar, karena pada haji terakhir sesudah beliau mendeklarasikan aturan-aturan dan ritual haji, beliau berkata “ Sudahkan saya menyampaikan (nya kepadamu)? Mereka menjawab : Ya. Beliau berkata : Ya Allah saksikanlah.</em></li>
<li><em>Telah diriwayatkan beliau istirahat di bawah sebuah pohon dalam salah satu perjalanan beliau dan menggantungkan pedang beliau di pohon, ketika seorang Badui datang saat beliau sedang tidur dan menyambar pedang sambil berkata: “ Ya Muhammad, siapa yang akan melindungimu dari ku?” beliau berkata “Allah”, kemudian tangan Badui tersebut gemetar, pedang tersebut jatuh dari tangannya, dan dia membenturkan kepalanya ke pohon sampai otaknya terburai, kemudian Allah menurunkan ayat ini dan menjelaskan bahwa Dia akan melindungi beliau dari manusia.</em></li>
<li><em>Beliau selalu takut dengan Quraisy, kaum Yahudi dan Nashrani, maka Allah menghilangkan ketakutan ini dari hati beliau dengan ayat ini.</em></li>
<li><em>Ayat ini turun untuk menekankan keunggulan Ali ra, dan ketika ayat ini turun, Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam memegang tangan Ali dan berkata: “Siapa yang menganggap aku Maula, Ali adalah Maula-nya juga, Ya Allah jadikan teman orang-orang yang menjadikannya teman, jadikan musuh orang-orang yang memusuhinya. Tak lama kemudian, Umar menemuinya (Ali) dan berkata : “Ya Ibnu Abi Thalib! Selamat, sekarang anda adalah Maula-ku dan Maula setiap laki-laki dan wanita beriman.” Ini diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Bara’ bin Azib dan Muhammad bin Ali.</em></li>
</ol>
<p><em> </em></p>
<p><em>Anda seharusnya mengetahui kejadian dengan riwayat-riwayat ini banyak jumlahnya, ini lebih banyak sesuai untuk menjelaskan ayat tersebut Allah meyakinkan beliau perlindungan terhadap persekongkolan yang licik dari kaum Yahudi dan Nashrani dan memerintahkan beliau untuk mengumumkan pernyataan tanpa ada rasa takut kepada mereka. Hal ini karena konteks sebelum dan sesudah ayat ini menunjuk kaum Yahudi dan Nashrani; suatu hal yang tidak mungkin melemparkan sebuah ayat di tengah (dari ayat-ayat lain) sehingga asing terhadap apa yang ada sebelum dan sesudahnya.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>(Tafsir Al-Kabir, Fakhr al-Razi, di bawah komentar terhadap QS 5:67, jld 12, hal 49-50)</em></p></blockquote>
<p>Dengan kata lain, Imam ar-Razi menyebutkan 10 kemungkinan tetapi beliau menyatakan bahwa hanya satu pendapat yang kuat bahwa ayat tersebut turun tentang kaum Yahudi dan Nashrani dan karena inilah mengapa beliau menyebutkan kemungkinan tersebut di urutan yang pertama.</p>
<p>Sungguh ajaib, ensiklopedia Syi’ah penipu tidak menyebutkan bahwa Imam ar-Razi menyebutkan 10 kemungkinan dan menyatakan bahwa yang paling beralasan adalah pendapat pada urutan yang pertama? Alih-alih Syi’ah bertumpu pada kutipan sepotong, sungguh, mereka adalah orang-orang yang mencintai Taqiyah dan penipuan. Kami mengingatkan kepada kaum Sunni awwam untuk tidak terkesan oleh daftar referensi mereka yang panjang.</p>
<p>Sedangkan riwayat-riwayat yang lain yang disebutkan di atas, ternyata setelah diteliti sanadnya adalah bermasalah dan lemah. Tidak bisa dipakai sebagai hujjah, dan tampaknya kurang perlu jika dipaparkan di sini karena akan banyak memakan tempat.</p>
<p>Intinya, tidak satupun sumber Sunni yang terpercaya mengatakan bahwa ayat 5:67 turun di Ghadir Khum.</p>
<p>Sebagaimana yang kita ketahui dengan baik, peristiwa Ghadir Khum terjadi dekat dengan wafatnya Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, ketika seluruh jazirah Arab telah ditundukkan oleh kaum Muslimin dibawah bimbingan Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, termasuk di dalamnya Nashrani di Najran dan kaum Yahudi di Yaman. Lalu apa sebenarnya yang ditakutkan Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam untuk menyampaikan sesuatu ketika para pengikutnya telah bertambah banyak seratus kali lipat? Tidaklah masuk akal ayat ini diturunkan pada saat Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam berada pada puncak kekuasaannya. Tetapi lebih masuk akal, ayat ini diturunkan jauh pada awal-awal masa kenabian beliau ketika Islam masih sedang berjuang untuk bertahan, dengan menghadapi banyak musuh disekitarnya.</p>
<blockquote><p>Al-Islam.org berkata:</p>
<p><em>Segera setelah Nabi (s) selesai menyampaikan hal itu, ayat Al-Qur’an berikut ini turun :</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni&#8217;mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (Qur’an 5:3)</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Ayat di atas mengindikasikan dengan jelas Islam tanpa menjelaskan kepemimpinan sesudah Nabi (s) tidaklah sempurna, dan penyempurnaan dari agama adalah pengumuman dengan segera mengenai pengganti beliau.</em></p></blockquote>
<p>Ini adalah bikinan Syi’ah yang lain, Al-Qur’an 5:3 diturunkan pada akhir pidato perpisahan di atas bukit Arafah, hal ini tercatat dalam shahih Bukhari, shahih Muslim, al-Sunan dan lain-lain :</p>
<blockquote><p><strong><em>“ini (ayat : </em><em>“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu…”) turun pada hari Jum’at, pada hari Arafah…”</em></strong></p></blockquote>
<p>Ayat ini turun di Arafah tanggal 9 Dzulhijjah pada haji Wada` ketika beliau berdiri di Arafah. Dan saat itu adalah merupakan moment yang sangat tepat bagi penutupan risalah agama.</p>
<p>Adapun Ghadir Khum terjadi sepulang beliau dari haji Wada’ menuju Madinah, berarti jarak dengan turunnya ayat ke-3 ini adalah 9 hari. Lantas bagaimana mungkin ayat 67 di atas baru turun setelah Al-Maidah ayat 3 yang merupakan ayat Al-Qur’an yang terakhir/penutup yang turun kepada Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam?!.</p>
<p>Mengapa Al-Qur’an diam seribu bahasa sehubungan dengan penunjukkan Ali ra?, pasti, Allah akan telah menyebutkannya dalam Al-Qur’an jika hal tersebut sebuah perintah yang jelas, Mengapa Allah diduga menurunkan ayat 5:67 dan 5:3 seluruhnya untuk Ali ra dan keimamahannya, tetapi Allah tidak memilih dengan cara yang sederhana dengan memasukkan nama Ali dalam ayat-ayat tersebut dan membuat nya jelas bagi kaum muslimin bahwa Ali ra adalah pemimpin kaum muslimin selanjutnya yang ditunjuk dengan jelas? Dan yang lebih membingungkan, ayat-ayat tersebut sama sekali tidak berbicara soal khalifah maupun imamah. Sungguh hal yang menakjubkan bagaimana Syi’ah selalu mengatakan bahwa ayat-ayat ini berbicara mengenai keimamahan Imam Ali ra sedangkan Allah tidak pernah menyinggungnya sama sekali.</p>
<p>Satu lagi syubhat Syi’ah adalah bahwa setelah Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan hadits ghadir khum di atas, Umar ra dengan serta merta memberi selamat kepada Ali ra, menurut Syi’ah hal itu menunjukkan bahwa Umar ra mengakui Ali ra sebagai pemimpin. Benarkah demikian?</p>
<p><em>Tak lama kemudian, Umar menemuinya (Ali) dan berkata : “Ya Ibnu Abi Thalib! Selamat, sekarang anda adalah Maula-ku dan Maula setiap laki-laki dan wanita beriman.” </em></p>
<p>Umar ra memberi selamat kepada Ali ra di sini tetap dengan tidak bergeser dari makna Maula yaitu sebagai teman yang dicintai, jika Maula di sini diartikan Pemimpin atau Khalifah, jelas hal ini tidak mungkin karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam masih hidup di tengah-tengah mereka saat itu, tidak ada 2 khalifah dalam saat yang sama dan wilayah yang sama. Apalagi jelas Umar ra mengatakan “<em>sekarang anda adalah Maula-ku dan Maula setiap laki-laki dan wanita beriman”</em> dan Umar ra tidak mengatakan misalnya “<em>Nanti (waktu yang akan datang) anda adalah Maula-ku dan Maula setiap laki-laki dan wanita beriman”</em> .</p>
<p>Sehingga terjemahan yang tepat adalah : “<em>sekarang anda adalah teman yang aku cintai dan teman yang dicintai oleh setiap laki-laki dan wanita beriman”. </em>Gambaran situasi saat itu adalah orang-orang sedang mengkritik dan menyakiti Ali ra, dan setelah Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda seperti di atas, Umar ra langsung memberi hadiah kepada Ali ra mendahului orang-orang yang lain untuk menghiburnya dengan kata-kata yang baik yaitu berupa ucapan selamat, hal ini menunjukkan bahwa Umar ra sangat baik dalam memuji Ali ra, yang hal ini sangat bertolak belakang dengan klaim Syi’ah yang menggambarkan permusuhan antara Umar ra dan Ali ra. Menggambarkan Umar ra sebagai penindas Ali ra. Apakah kata-kata di atas pantas diucapkan oleh seorang yang membenci Ali ra sebagaimana yang diklaim oleh Syi’ah?.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Pujian yang serupa kepada Sahabat yang Lain</strong></p>
<p>Pada kenyataannya Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menyebut Ali ra sebagai Maula tidak dapat digunakan sebagai bukti untuk penunjukkan Ali ra sebagai khalifah. Banyak sahabat yang lain yang dipuji dengan gaya yang serupa, dan tidak ada seorangpun memahaminya bahwa sahabat tersebut ditunjuk dengan jelas sebagai imam-imam yang maksum. Mari kita lihat contoh, kita ambil hadits yang berhubungan dengan Umar bin Khattab ra.</p>
<blockquote>
<p dir="rtl">3686 &#8211; حدثنا سلمة بن شبيب حدثنا المقرئ عن حيوة بن شريح عن بكر بن عمرو عن مشرح بن هاعان عن عقبة بن عامر قال Y قال رسول الله صلى الله عليه و سلم لو كان بعدي نبي لكان عمر بن الخطاب<br />
قال هذا حديث حسن غريب لا نعرفه إلا من حديث مشرح بن هاعان K حسن <em></em></p>
<p dir="rtl"><em>(5/619)</em></p>
<p>Imam Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits dari ‘Uqbah bin ‘Aamir, bahwasanya Rasulullah shalallahu ’alaihi wasallam bersabda “<strong><em>Jika ada Nabi sesudahku, tentu yang akan menjadi Nabi adalah Umar bin Khaththab</em></strong><em>.”</em>[HR. Tirmidzi, 5/619 No. 3686]</p></blockquote>
<p>Apakah kemudian kaum muslimin ahlus sunnah yang dulu sampai sekarang memahami hadits di atas sebagai bentuk penunjukkan kepada Umar ra sebagai pengganti Rasulullah shalallahu ’alaihi wasallam? Padahal pujian Nabi shalallahu ’alaihi wasallam tersebut sudah cukup layak sekali untuk mengatakan bahwa Umar ra pantas sebagai khalifah sepeninggal beliau, Coba anda bandingkan dengan hadits Maula dalam hadits Ghadir khum di atas.</p>
<p>Demikian juga hadits di bawah ini</p>
<blockquote><p>3689 &#8211; حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ قَزَعَةَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَدْ كَانَ فِيمَا قَبْلَكُمْ مِنْ الْأُمَمِ مُحَدَّثُونَ فَإِنْ يَكُ فِي أُمَّتِي أَحَدٌ فَإِنَّهُ عُمَرُ</p>
<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu &#8216;anh</em><em>u</em>, dari Nabi <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>, beliau bersabda, “<strong><em>Pada umat-umat terdahulu ada beberapa orang </em></strong><strong><em>Muhadatsun (Orang yang menerima ilham)</em></strong><strong><em>. Dan jika ada satu</em></strong><strong><em> pada </em></strong><strong><em>umatku yang seperti itu</em></strong><strong><em>, maka <a title="sohabat:umar-khattab" href="http://www.sohabat.org/doku.php?id=sohabat:umar-khattab">Umar</a></em></strong><strong><em> adalah orangnya.</em></strong>” <strong>(</strong>Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari (3689) dan Muslim(<em>Fadha&#8217;ilish-Shahabah/23</em>) pada bab ”<em>min fadha&#8217;ili </em><em><a title="sohabat:umar-khattab" href="http://www.sohabat.org/doku.php?id=sohabat:umar-khattab">Umar</a></em><em> radhiyallahu &#8216;anhu</em> (keutamaan Umar <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em>”. Diriwayatkan juga oleh Tirmidzi 5/622 No. 3693)<strong>)</strong>.</p></blockquote>
<p>Coba lihat juga hadits tentang Abu Bakar ra.</p>
<blockquote><p>وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا خَلِيلاً لاَتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ خَلِيلاً وَلَكِنْ أُخُوَّةُ اْْلإِ سْلاَمِ</p>
<p><strong><em>Kalau aku mengambil seorang kekasih, niscaya aku akan mengambil Abu Bakar sebagai khalil (kekasih), tetapi persaudaraan Islam lebih baik</em></strong>. (HR. Bukhari dengan Fathul Bary, juz 7, hal. 359, hadits 3654; Muslim dengan Syarh Nawawi, juz 15 hal. 146, hadits 6120)</p></blockquote>
<p><strong><em>Al-Khullah</em></strong> adalah kecintaan yang paling tinggi. Para ulama menyatakan bahwa derajat <strong><em>khullah</em></strong><em> </em>lebih tinggi dari tingkatan <strong><em>mahabbah</em></strong>. Oleh karena itu seorang yang disebut sebagai <strong><em>khalil</em></strong>, lebih tinggi kedudukannya daripada <strong><em>habib</em></strong>. Di antara dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah bahwa Allah hanya mengambil dua orang manusia sebagai <strong><em>khalil</em></strong><em>,</em> yaitu nabi Ibrahim dan Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Sedangkan masalah <strong><em>mahabbah</em></strong> Allah sering menyebutkan dalam al-Qur’an, Allah mencintai orang-orang yang beriman, sabar, berjihad di jalan-Nya dan lain-lain.</p>
<p>Oleh karena itu, berdasarkan hadits-hadits ini dan banyak hadits serupa lainnya berbicara tentang sahabat yang lain, kita lihat bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menyebut Ali ra sebagai Maula (teman yang dicintai) bukanlah merupakan penunjukkan nabawiah untuk menjadikannya khalifah karena ada banyak hadits-hadits pujian serupa yang ditujukan kepada sahabat selain Ali ra. Syi’ah menolak semua hadits yang berkaitan dengan apa yang mereka tidak sukai dan menerima hanya hadits-hadits yang berhubungan dengan Ali ra. Maka tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa Syi’ah akan menerima riwayat hadits dari “Mickey Mouse” yang isinya pujian terhadap Ali ra dan menolak hadits-hadits pujian terhadap Abu Bakar ra ataupun Umar ra dan sahabat lainnya walaupun hadits–hadits tersebut diriwayatkan oleh imam Ali ra sendiri.</p>
<p>O iya satu lagi, mari kita lihat tambahan ke dua dari hadits Ghadir khum :</p>
<blockquote><p><strong><em>&#8220;Ya Allah, jadikan teman, orang-orang yang menjadi temannya, dan jadikan musuh orang-orang yang memusuhinya”</em></strong></p></blockquote>
<p>Bandingkan dengan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam berikut ini mengenai Abu Bakar ra.</p>
<blockquote><p><strong><em>“…</em></strong><strong><em>Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mengutusku kepada kalian semua (sebelum mereka masuk Islam)</em></strong><strong><em>. Namun kalian malah berkata, ‘Kamu adalah pendusta’. Berbeda dengan Abu Bakar yang membenarkan (ajaranku). Dia telah membantuku dengan jiwa dan harta bendanya. Apakah kalian akan meninggalkan aku (dengan meninggalkan) sahabatku?” Rasulullah mengucapkan kalimat itu sebanyak dua kali. Sejak itulah Abu Bakar tidak pernah disakiti (oleh seorang pun dari kaum Muslimin. (HR. Bukhari)</em></strong><strong><em></em></strong></p></blockquote>
<p>Demikianlah, cara Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dalam membela sahabat-sahabat beliau yang memang mereka berhak untuk beliau bela pada kondisi yang memang memerlukan pembelaan beliau, baik itu Ali ra, Abu Bakar ra ataupun sahabat yang lainnya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kesimpulan :</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Al-Qur’an surat Al-Maidah : 67 dan Al-Maidah : 3 turun tidak ada hubungannya dengan peristiwa Ghadir Khum dan tidak ada hubungannya dengan penunjukkan terhadap Ali radhiyallahu ‘anhu. Dan hadits-hadits mengenai keutamaan sahabat semacam Ghadir Khum juga banyak Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam ucapkan kepada sahabat-sahabat yang lain, dan tidak ada di kalangan kaum muslimin ahlus sunnah menganggap hadits-hadits keutamaan semacam itu sebagai penunjukkan khusus kepada sahabat sebagai khalifah pengganti Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam.  Wallahu A’lam biShowab.</strong></p>
<p>Artikel di atas ditulis dengan banyak mengambil faedah dan disadur secara bebas dari artikel <strong>Ibn al-Hashimi, <a href="http://www.ahlelbayt.com/">www.ahlelbayt.com</a> </strong>dan dari beberapa sumber yang lain.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Resume Bacaan : 1]]></title>
<link>http://rgmaisyah.wordpress.com/2009/11/23/resume-bacaan-1/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 05:35:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>rgmaisyah</dc:creator>
<guid>http://rgmaisyah.wordpress.com/2009/11/23/resume-bacaan-1/</guid>
<description><![CDATA[Resume Bacaan ANALISIS FARMASI DAHULU dan SEKARANG Fak. Farmasi UGM 1987 Achmad Mustofa Fatah Pemisa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Resume Bacaan</p>
<p style="text-align:center;"><strong>ANALISIS FARMASI DAHULU dan SEKARANG</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Fak. Farmasi UGM 1987</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Achmad Mustofa Fatah</strong></p>
<p style="text-align:left;">Pemisahan.</p>
<p>Tata cara ekstraksi (hal 22-25) :</p>
<ul>
<li>Ekstraksi padat-cair</li>
</ul>
<p>Ekstraksi yang terjadi antara fase padatan dan cairan. Ekstraksi ini umumnya berdasarkan adsorpsi, dan yang baik digunakan adalah resin, silica gel, arang, alumina dan aluminium silikat. Ekstraksi ini umumnya cocok untuk senyawa-senyawa polar, yang lebih suka tinggal untuk fase air. Metode ini juga berguna untuk senyawa amfoter yang tidak mudah diekstraksi dari pelarut air.</p>
<ul>
<li>Ekstraksi cair-cair</li>
</ul>
<p>Pada proses ekstraksi  ini, harga pH optimal ekstraksi biasanya berdasar harga pKa dari senyawa organic yang bersangkutan, dimana pada pH tersebut 50% senyawa itu tidak terionisasi. Secara umum, pH optimal untuk senyawa basis adalah 1-2 satuan pH diatas harga pKa, sedangkan untuk senyawa asam 1-2 satuan dibawah harga pKa seenyawa tersebut. Sudah menjadi aturan umum bahwa senyawa basis diekstraksi pada pH alkalis dan senyawa asam diekstraksi pada pH asam sedangkan untuk senyawa netral diekstraksi sekitar pH 7,0 (meskipun senyawa netral dapat diekstraksi pada  setiap pH).</p>
<p>Aturan ini tidak berlaku untuk senyawa ionic yang tinggi polaritasnya seperti amin kwartener yang bersifat amfoter dan cenderung membentuk zwitter ion.</p>
<p>Syarat-syarat pemilihan pelarut menurut jones (1976) :</p>
<ol>
<li>Murah dan mudah dimurnikan.</li>
<li>Tidak toksis dan tidak mudah terbakar</li>
<li>Tidak campur dengan air</li>
<li>Berbobot jenis yang sesuai</li>
<li>Volatilitas yang bagus</li>
<li>Stabilitas kimiawi tinggi dan inert</li>
<li>Transparent untuk UV dan tidak mengganggu sintilasi</li>
<li>Tidak mudah membentuk emulsi</li>
<li>Melarutkan senyawa-senyawa yang tidak terion dan tidak melarutkan senyawa-senyawa yang terion.</li>
<li>Ekstraksi pasangan ion.</li>
</ol>
<p>Senyawa dengan polaritas tinggi atau bersifat amfoter sukar dipisahkan dengan ekstraksi cair-cair, maka dilakukan dengan membuat spesies yang lebih lipofilik dengan cara membentuk ion kompleks yang larut dalam pelarut organic. Kedua ion akan membentuk kompleks asosiasi dalam fase organic ini biasanya disebur pasangan ion. Keberhasilan ekstraksi dipengaruhi oleh sifat-sifat pelarut organic, zat-zat pembentuk pasangan ion dan sifat/bentuk kompleksnya.</p>
<ul>
<li>Kromatografi</li>
</ul>
<p>Secara sederhana teknik kromatografi dapat dikatakan sebagai teknik pemisahan yang didasarkan atas perbedaan afinitas campuran solute diantara dua fase atau lebih. Afinitas atau interaksi dapat diklarifikasikan dalam adsorbs dan partisi atau dapat pula karena berdasarkan ukuran molekul yang dapat masuk kedalam zat porous yang disebut eksklusi.</p>
<ol>
<li>Jika fase diam berupa padatan yang sangat polar sehingga solute diadsorbsi dengan berbagai tingkat, maka metode ini dinamakan kromatografi adsorpsi.</li>
<li>Kombinasi fase diam padatan dan fase gerak gas atau cairan menghasilkan proses adsorpsi. Jika fase diamnya cairan yang didukung oleh padatan inert, metode ini dinamakan kromatografi partisi.</li>
<li>Penggunaan fase diam zat /bahan yang berporous dengan fase gerak adalah cairan merupakan dasar pemisahan berdasarkan ukuran molekul, maka proses ini dinamakan kromatografi eksklusi atau permeasi-gel.</li>
<li>Sedangkan metode yang dinamakan kromatografi penukar ion adalah hasil interaksi antara dua fase diam ionic dan fase gerak yang mengandung solute ionic.</li>
</ol>
<p>Persyarata titrasi (hal.27-28) :</p>
<ol>
<li>Reaksinya harus stokhiometrik, artinya reaksi antara analit dan titran harus diketahui dan pasti</li>
<li>Reaksi harus berjalan dengan cepat</li>
<li>Tidak terjadi reaksi sampingan dan reaksi harus spesifik</li>
<li>Terjadi perubahan yang jelas pada beberapa larutan jika reaksi telah berjalan sempurna. Ini dapat dilihat dari perubahan warna, perubahan sifat listrik atau fisika lainnya.</li>
<li>Titik pada saat jumlah titran setara atau stokhiometrik disebut titik ekuivalen; titik dimana reaksi terlihat sempurna disebut titik akhir titrasi, yaitu pada saat terjadi perubahan sifat larutan. Titik ekuivalen dan titik akhir harus jaraknya berimpit atau jaraknya reprodusibel.</li>
<li>Reaksi harus kuantitatif; yaitu kesetimbangan reaksi harus jauh ke kanan.</li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jangan Robohkan Lagi Masjid-Masjid Kami]]></title>
<link>http://majalahislamonline.wordpress.com/2009/11/23/jangan-robohkan-lagi-masjid-masjid-kami/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 04:09:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid>http://majalahislamonline.wordpress.com/2009/11/23/jangan-robohkan-lagi-masjid-masjid-kami/</guid>
<description><![CDATA[Masjid adalah tempat beribadah serta merupakan symbol peradaban kaum muslimin yang Allah SWT memberi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Masjid adalah tempat beribadah serta merupakan symbol peradaban kaum muslimin yang Allah SWT memberi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menjauhi Ghibah]]></title>
<link>http://ahmadfarisi.wordpress.com/2009/11/22/menjauhi-ghibah/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 21:22:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ahmad Farisi</dc:creator>
<guid>http://ahmadfarisi.wordpress.com/2009/11/22/menjauhi-ghibah/</guid>
<description><![CDATA[Makna Ghibah: Apa itu ghibah? Ghibah atau menggunjing adalah membicarakan orang lain yang tidak ada ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Makna Ghibah: Apa itu ghibah? Ghibah atau menggunjing adalah membicarakan orang lain yang tidak ada ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MEMILIH JADI DEWASA]]></title>
<link>http://youbie.wordpress.com/2009/11/22/memilih-jadi-dewasa/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 16:37:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>windmill165</dc:creator>
<guid>http://youbie.wordpress.com/2009/11/22/memilih-jadi-dewasa/</guid>
<description><![CDATA[Dulu itu yach&#8230;.. ada sebuah iklan rokok berbunyi &#8220;Menjadi Tua Itu Pasti Tapi Menjadi Dew]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://youbie.wordpress.com/files/2009/11/18a_high.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-32" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="18a_high" src="http://youbie.wordpress.com/files/2009/11/18a_high.gif?w=300" alt="" width="270" height="125" /></a>Dulu itu yach&#8230;.. ada sebuah iklan rokok berbunyi &#8220;Menjadi Tua Itu Pasti Tapi Menjadi Dewasa Adalah Pilihan&#8221;. Sepintas iklan itu sama kayak petuah biasa yang sering disampaikan oleh Nenek kita (kalo ngga Nenek ya Kakek kita ato Orang Tua kita dech&#8230;. klo belum pernah denger sich kebangetan banget).</p>
<p><!--more--></p>
<p>Kalau kita cermati lebih dalam tentang kalimat itu, maka akan didapati bahwa kalimat itu terdiri dari 9 kata dan setiap katanya terdiri dari antara 5 sampe 7 kata. ya&#8230;. Sebenarnya sich ngga penting banget ngitungin jumlah huruf-hurufnya&#8230; tapi beneran loh&#8230; kalimat ini punya makna yang dalem banget. Jujur sich hingga saat ini belum pernah ada penelitian yang meneliti berapa meter kedalaman kalimat ini.</p>
<p>Percaya ngga &#8230;&#8230;.. secara tidak langsung kita sering melihat orang yang kayaknya udah tua tapi kelakuannya kayak anak kecil (masa bahagia kurang kecil), dan kadang-kadang kita melihat juga ada anak yang secara fisik masih kecil tapi punya cara berfikir kayak orang tua (kasian dech tuch anak&#8230; cepet tua).</p>
<p>Secara fisik sich setiap manusia pasti mengalami pertumbuhan badan (baik keatas maupun kesamping), hal ini disebabkan oleh adanya proses metabolisme tubuh yang secara detail&#8230;. udah lupa teorinya (maklum itu pelajaran SD, SMP dan SMA yang ternyata ngga ada aplikasinya di dunia kerja). Proses ini terjadi pada setiap manusia&#8230; hanya saja ngga semua manusia bisa menerima pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya dengan apa adanya&#8230; terbukti banyak orang yang melakukan proses Diet, Sedot Lemak, atau pun sengaja Olahraga teratur supaya bentuk badan-nya bisa diatur (padahal kalo dia sadar bahwa bagian yang pertama dilihat oleh rata-rata orang lain adalah wajah&#8230; jadi biar badan sebagus apapun tapi kalo wajah dipenuhi jerawat dan bisul ya&#8230; ngga bakal dilirik orang <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p>Secara mental &#8230; manusia dibentuk oleh 2 faktor yaitu keluarga dan lingkungan. Kalo Mbah bilang &#8220;Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya&#8221;. Ya emang ngga salah juga sich pepatah itu&#8230; soalnya pohon juga ngga bisa jalan kemana-mana, jadi kalaupun menjatuhkan buah ngga bakal jauh-jauh. Tapi fakta itu justru jadi semacam hukum alam yang berlaku umum, karena kebayang khan betapa repotnya para petani ngejagain tanamannya  yang berlarian kesana-kemari (belum lagi kalo buahnya dicuri maling).</p>
<p>Pertanyaannya adalah seberapa besar mental ini mempengaruhi kedewasaan seseorang?. Memang sich.. ketika kita bicara mental itu ngga sama dengan berbicara tentang suatu music cadas yang personel bandnya memiliki dandanan yang sangat ekstrim (Musik Metal). Padahal cuma dengan selisih 1 huruf (huruf n) saja sudah memiliki perbedaan yang sangat drastis (jadi takut salah ngomong nich).</p>
<p>Mental seseorang biasanya &#8220;ter&#8221;bentuk seiring dengan pengalaman orang tersebut menjalani hidup. Kata &#8220;ter&#8221; sengaja Aku tandai, soalnya supaya diingat bahwa kata guru bahasa Indonesia Aku dulu (udah lupa sich tahun berapa ngasih taunya) bahwa imbuhan &#8220;ter&#8221; merupakan bentuk pasif, dan itu artinya Mental terbentuk secara tidak sengaja melalui sebuah proses pengalaman hidup. Loe pasti bingung&#8230;. nich Aku contoin &#8230; kalo ada 2 orang yang punya umur sama maka bisa di pastikan mereka punya pengalaman hidup yang belum tentu sama, hal inilah yang nantinya bakal ngebentuk tingkatan/lepel (maklum kalo orang sunda ngga bisa ngebut V) kedewasaan seseorang&#8230; jadi&#8230;. dewasa itu ngga cuma klo dia udah mimpi basah, soalnya Aku juga sering mimpi basah (berhubung kamar panas banget &#8230;. jadi kalo tidur suka keringetan apalagi kalo pas lagi mimpi buruk).</p>
<p>Fenomena yang banyak terjadi di belahan dunia mana pun (serem amat yach kalo dunia dibelah), sering kali manusia ngga mau jadi dewasa&#8230; soalnya ketika dia masuk menjadi ke pintu ke-dewasa-an maka dia bakal dikenai beban tanggung jawab, tapi karena kepepet oleh perubahan fisik ato keadaannya maka manusia itu kepaksa belajar jadi dewasa. Dan karena ngga semua orang suka dipaksa atau suka dalam keadaan terpaksa&#8230; maka jadi dewasa adalah sebuah pilihan yang semua manusia punya hak yang sama buat memilih.</p>
<p>Jadi sekarang terserah dech Loe mau jadi dewasa apa ngga&#8230; yang jelas jangan pernah ikut-ikutan penasaran ama Miyabi kalo belum mau dianggap dewasa. Hehe&#8230;.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika umat dilanda fitnah (2)]]></title>
<link>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/21/ketika-umat-dilanda-fitnah-2/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 15:53:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Hudzaifah Al Atsary</dc:creator>
<guid>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/21/ketika-umat-dilanda-fitnah-2/</guid>
<description><![CDATA[Dalam sepak terjangnya, Tanzhim Al Qaedah telah banyak melakukan operasi militer dengan dalih menyer]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dalam sepak terjangnya, Tanzhim Al Qaedah telah banyak melakukan operasi militer dengan dalih menyer]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Analisa Terhadap Klaim Syi’ah Atas Hadits Ghadir Khum bagian-2]]></title>
<link>http://alfanarku.wordpress.com/2009/11/21/analisa-hadits-ghadir-khum-bagian-2/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 11:55:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>alfanarku</dc:creator>
<guid>http://alfanarku.wordpress.com/2009/11/21/analisa-hadits-ghadir-khum-bagian-2/</guid>
<description><![CDATA[Artikel ini adalah tulisan ke dua yang merupakan sambungan dari artikel sebelumnya di blog ini yaitu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Artikel ini adalah tulisan ke dua yang merupakan sambungan dari artikel sebelumnya di blog ini yaitu  <a href="http://alfanarku.wordpress.com/2009/10/12/analisa-hadits-ghadir-khum-bagian-1/"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#3366ff;">Analisa Terhadap Klaim Syi’ah Atas Hadits Ghadir Khum bagian-1</span></span></strong></a> , pada tulisan bagian ke dua ini akan banyak dibicarakan mengenai definisi dari kata <strong>Maula</strong> dan apa makna yang tepat untuk kata Maula yang terdapat pada hadits Ghadir Khum.<!--more--></p>
<p><strong></strong> </p>
<p><strong>Siapa saja yang marah kepada Ali radhiyallahu &#8216;anhu pada saat itu?</strong></p>
<p>Kaum Syi’ah mengklaim bahwa hanya Khalid ra dan Buraidah ra yang marah kepada Ali ra.</p>
<blockquote><p><em>Taair-al-Quds, Admin of ShiaOfAhlAlBayt mengatakan :</em></p>
<p><em>Tak ada hadits yang menyebutkan pihak ketiga selain Khalid bin Walid dan Buraidah (atau Bara di riwayat tirmidzi) sebagai pengkomplain atau orang yang memulai mengkampanyekan kebencian kepada Imam Ali (as) sebagaimana dilaporkan dalam kejadian ini.</em></p></blockquote>
<p>Ini adalah kebohongan lain yang nyata dari Taair-al-Quds, kenyataannya, semua (atau paling tidak sebagian besar) pasukan Ali ra marah pada beliau. Bukan hanya satu atau dua orang dari pasukan saja. Syaikh Mufit menulis :</p>
<blockquote><p><em>Amirul mukminin as mengambil kembali baju besi tersebut dari orang-orang dan menaruhnya kembali ke karung-karung. Mereka (pasukan Ali as) merasa tidak puas kepada Ali karena hal itu. Ketika mereka datang ke Mekah, mereka komplain kepada Amirul Mukminin as berkali-kali. Rasulullah (s) berseru diantara orang-orang : “Hentikan lisanmu terhadap Alibin Abi Thalib, dia adalah seorang yang tajam untuk kepentingan Allah Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi, bukan orang yang menipu dalam agamanya…</em></p>
<p>(Kitab Al-Irsyad, oleh Syaikh Mufit, hal 121-122)</p></blockquote>
<p>Yang melakukan komplain terhadap Ali ra adalah sejumlah besar dan itu adalah kumpulan orang-orang yang merasa kecewa (bukan satu atau dua orang saja), dan Nabi shalallahu alaihi wassalam menyeru kepada orang-orang secara umum. Itu jelas mayoritas dari pasukan Ali ra yang kecewa terhadap dia karena dia menolak untuk mengijinkan mereka untuk memakai baju besi dari harta khumus. Oleh karena itu, adalah hal yang tidak benar, menyalahkan satu atau dua orang individu saja, tetapi yang benar dari kejadian tersebut bahwa Ali ra telah membuat marah seluruh pasukannya. Dan kita berlindung kepada Allah dari menyalahkan seseorang khususnya setelah Nabi shalallahu alaihi wassalam sendiri telah memaafkan Buraidah ra dan yang lainnya. Poin yang perlu digarisbawahi, bagaimanapun juga, banyak orang yang marah kepada Ali ra dan ini adalah alasan mengapa Nabi shalallahu alaihi wassalam harus membuat suatu deklarasi/pernyataan di Ghadir Khum untuk membebaskan Ali ra dari segala tuduhan dan bukan untuk menunjuk Ali ra sebagai pengganti beliau.</p>
<p><strong></strong> </p>
<p><strong>Tambahan-tambahan Palsu</strong></p>
<p>Taktik yang biasa digunakan Syi’ah untuk membodohi kaum Sunni yang awwam adalah dengan menyatakan yang pertama kali bahwa hadits Ghadir Khum adalah tercantum dalam Bukhari dan sebagian besar kitab-kitab Sunni terpercaya (seringkali dengan cara membuat kaum Sunni terkesan dengan menyebutkan banyak referensi), dan kemudian mereka mulai menukil dari versi-versi yang berbeda dari sumber-sumber yang samar dan tidak dipercaya yang menggambarkan Ghadir Khum dengan kejadian yang sangat berbeda dibandingkan dengan yang sesungguhnya dinyatakan dalam kitab-kitab yang shahih. Taktik membodohi orang ini disebut “acceptance by association”.</p>
<p>Kenyataanya, hanya ada dua tambahan pada hadits tersebut yang dipertimbangkan shahih dan itupun hanya oleh beberapa ulama saja. Untuk tujuan berdialog, bagaimanapun kami akan menerimanya sebagai shahih. Sekali lagi, dua tambahan tersebut tidak ada dalam shahihain tetapi tambahan-tambahan tersebut ada pada riwayat-riwayat yang berbeda dalam kitab-kitab yang lain. Sebagaimana para pelajar jurusan hadits mengetahuinya, bahwa hadits mempunyai berbagai macam tingkatan. Untuk hadits Ghadir Khum, yang tershahih adalah apa yang tercantum dalam shahih Bukhari :</p>
<blockquote>
<p dir="rtl">4350 &#8211; حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ سُوَيْدِ بْنِ مَنْجُوفٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ بَعَثَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلِيًّا إِلَى خَالِدٍ لِيَقْبِضَ الْخُمُسَ وَكُنْتُ أُبْغِضُ عَلِيًّا وَقَدْ اغْتَسَلَ فَقُلْتُ لِخَالِدٍ أَلَا تَرَى إِلَى هَذَا فَلَمَّا قَدِمْنَا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ يَا بُرَيْدَةُ أَتُبْغِضُ عَلِيًّا فَقُلْتُ نَعَمْ قَالَ لَا تُبْغِضْهُ فَإِنَّ لَهُ فِي الْخُمُسِ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ<em></em></p>
<p dir="rtl"><em>(5/163)</em></p>
<p><em>Diriwayatkan oleh Buraidah ra :</em></p>
<p><em>Nabi shalallahu alaihi wassalam mengirimkan Ali kepada Khalid untuk membawa harta Khumus (dari harta rampasan perang) dan saya membenci Ali, dan Ali selesai mandi junub (sesudah mencampuri seorang budak wanita yang merupakan bagian dari khumus). Saya katakan kepada Khalid “Tidak kah kamu melihat ini (Ali)?” ketika kami menjumpai Nabi shalallahu alihi wassalam, saya menyebutkan hal itu kepada beliau. Beliau (Nabi shalallahu alaihi wassalam) berkata, “Ya Buraidah! Apakah kamu membenci Ali?” Saya menjawab, “Ya” Beliau berkata, “Apakah kamu membencinya, untuk dia berhak lebih dari itu mengambil dari Khumus.”      </em></p>
<p><em>(Shahih Bukhari, Kitab Al-Maghazi, 5/163 No. 4350)</em></p></blockquote>
<p>Hadits di atas adalah versi Ghadir Khum yang diriwayatkan dalam shahihain, tanpa menyebutkan sama sekali kata “Maula”, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : untuk perkataan beliau shalallahu &#8216;alaihi wasallam “siapa yang menganggap aku Maula nya, Ali adalah Maula nya”, ini tidak terdapat dalam kitab Shahih (Bukhari dan Muslim), tetapi ini adalah satu dari kabar-kabar yang diriwayatkan oleh para ulama dan mengenai keshahihannya orang masih memperdebatkannya.”     </p>
<p>dua tambahan tersebut adalah :</p>
<p><strong>1)      </strong><strong>Tambahan pertama : “Man Kuntu Mawla fa’ Ali Mawla.”</strong></p>
<p><strong>2)</strong>     <strong>Tambahan kedua : “Allahummu wali man waalah wa ‘adi man ‘adaah.”</strong></p>
<p>Tambahan yang pertama secara umum diterima, dan yang kedua lebih lemah tetapi beberapa ulama berpendapat bahwa tambahan itu shahih. Sejauh yang diketahui, tambahan-tambahan yang lain tidak terdapat di kitab-kitab shahih bahkan maudu’ atau palsu. Umumnya, Syi’ah mengisi dasar argumentasi mereka atas dua tambahan ini, tetapi tidak diragukan setelah itu semua dibantah, mereka akan seringkali kemudian berlindung dengan menggunakan sumber-sumber yang tidak jelas untuk membuat tambahan-tambahan lebih lanjut seperti Nabi shalallahu alaihi wassalam mengatakan Ali ra adalah Washi, khalifah, Imam dan lain-lain. Itu semua adalah palsu, dan sejarah telah menjadi saksi kaum Syi’ah telah biasa membuat hadits-hadits palsu. Syi’ah dapat membuat daftar referensi tidak jelas yang begitu panjang tentang Ghadir Khum karena mereka sendirilah yang bertanggung jawab terhadap begitu banyaknya riwayat-riwayat palsu sehubungan dengan Ghadir Khum.</p>
<p>Kita telah melihat di atas versi Ghadir Khum dalam shahih bukhari dan dalam hadits tersebut sama sekali tidak tercantum tambahan kata “Maula”. Sedangkan tambahan kata “Maula” baru dapat ditemukan dalam variasi hadits dalam kitab-kitab yang lain seperti berikut ini :</p>
<blockquote>
<p dir="rtl">22995 &#8211; حدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا الفضل بن دكين ثنا بن أبي عيينة عن الحسن عن سعيد بن جبير عن بن عباس عن بريدة قال Y غزوت مع علي اليمن فرأيت منه جفوة فلما قدمت على رسول الله صلى الله عليه و سلم ذكرت عليا فتنقصته فرأيت وجه رسول الله صلى الله عليه و سلم يتغير فقال يا بريدة ألست أولى بالمؤمنين من أنفسهم قلت بلى يا رسول الله قال من كنت مولاه فعلي مولاه K إسناده صحيح على شرط الشيخين <em></em></p>
<p><em>Buraidah ra meriwayatkan: “Saya menyerang Yaman dengan Ali dan saya melihat kekerasan hati dari dirinya, lalu ketika saya kembali menghadap Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan menyebut tentang Ali dan mengkritiknya, saya melihat wajah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berubah dan beliau berkata : “Ya Buraidah, Bukankah saya lebih dekat/lebih berhak atas orang-orang beriman daripada diri mereka sendiri?” Saya jawab “Benar ya Rasulullah”, beliau berkata “Siapa yang menganggap aku Maula-nya maka Ali adalah Maula-nya juga”</em></p>
<p><em>(Musnad Ahmad 5/347 No. 22995) Syaikh Al-Arnauut mengatakan sanad hadits ini shahih sesuai dengan syarat Syaikhain, (An-Nasaa’i dalam Sunan al-Kubra 5/45 No. 8145), (Al-Hakim dalam al-Mustadrak 3/119 No. 4578), Abu Nu’aim, Ibnu Jarir dan yang lainnya.</em></p></blockquote>
<p>Dalam versi lain yang sedikit berbeda :</p>
<blockquote><p><em>Buraidah ra menceritakan : “Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam mengirimku ke Yaman bersama Ali dan saya melihat kekerasan hati dari dirinya, ketika saya kembali dan saya komplain tentangnya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, beliau mengangkat kepalanya kepadaku dan bersabda : “Ya Buraidah! Siapa yang menganggap aku Mawla-nya maka Ali adalah Mawla-nya juga”</em></p>
<p> (Sunan al-Kubra 5/130 No. 8466, riwayat yang serupa dapat ditemukan dalam Mushannaf Ibnu Abi Syaibah)</p></blockquote>
<p>Dalam riwayat-riwayat yang lain, Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Allahummu wali man waalah wa ‘adi man ‘adaah” diterjemahkan “<strong><em>Ya Allah, jadikan teman, orang-orang yang menjadi temannya, dan jadikan musuh orang-orang yang memusuhinya” </em></strong>beberapa ulama telah meragukan keshahihan pernyataan ini, tetapi di sini kami akan menerima tambahan kedua ini sebagai shahih.</p>
<p>Hanya ada dua tambahan tersebut di atas pada hadits Ghadir Khum yang dapat dipertimbangkan shahih, dan oleh karena itu kami hanya akan berhubungan dengan dua tambahan tersebut saja.</p>
<p><strong></strong> </p>
<p><strong>Definisi Maula</strong></p>
<p>Syi’ah mengklaim bahwa kata “Maula” di sini adalah berarti “Pemimpin”. Ini adalah penterjemahan yang keliru dari kata tersebut yang mereka mengklaim bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam telah menunjuk Ali ra sebagai pengganti beliau. Pada kenyataannya, kata “Maula” – seperti kata dalam bahasa Arab yang lainnya- mempunyai banyak makna. Orang syi’ah yang awwam mungkin akan terkejut jika mereka mengetahui bahwa sesungguhnya definisi yang paling banyak digunakan untuk kata Maula adalah “pelayan” bukan “pemimpin”. Seorang mantan budak yang menjadi pelayan dan tidak mempunyai hubungan suku disebut sebagai seorang “Maula”, seperti Salim yang dipanggil Salim Maula Abu Hudzaifah karena dia adalah pelayan Abu Hudzaifah.</p>
<p>Hanya diperlukan membuka sebuah kamus bahasa Arab untuk menjumpai berbagai macam definisi dari kata “Maula”. Ibnu Al-Atsir mengatakan bahwa kata “Maula” dapat digunakan untuk mengartikan diantaranya : Tuan, Pemilik, Penolong, Pembebas, Yang membantu, Kekasih, Pendukung, Budak, Pelayan, Saudara Ipar, Saudara Sepupu, Teman dan lain-lain.</p>
<p>Sekarang mari kita uji lagi hadits tersebut :</p>
<p><strong><em>“Siapa yang menanggap aku sebagai maula-nya, maka Ali sebagai maula-nya, Ya Allah jadikan teman siapa saja yang jadi temannya dan jadikan musuh siapa saja yang memusuhinya”</em></strong></p>
<p>Kata “Maula” di sini tidak dapat diartikan dengan “pemimpin”, tetapi terjemahan terbaik untuk kata “Maula” adalah “seorang teman yang dicintai”. Ini jelas bahwa “Maula” di sini merujuk pada cinta atau hubungan yang dekat, bukan khalifah dan imamah. Muwalat (Cinta) adalah lawan dari Mu’adat (kebencian/rasa permusuhan). Definisi kata “Maula” tersebut adalah yang paling masuk akal sehubungan dengan konteksnya, karena kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dengan tiba-tiba berkata <strong><em>“Ya Allah jadikan teman siapa saja yang jadi temannya dan jadikan musuh siapa saja yang memusuhinya”</em></strong>.</p>
<p>Syi’ah mungkin menolak untuk percaya bahwa Maula di sini maksudnya adalah “teman yang dicintai atau sahabat” dan kenyataannya adalah kata ini tidak bisa diterjemahkan dengan cara yang lain karena tambahan kalimat yang kedua dari riwayat di atas adalah tentang pertemanan dengan-nya (Ali ra), bukan tentang dibawah aturan-nya (Ali ra) atau hal-hal yang seperti itu. Sungguh hal yang susah dipercaya, Syi’ah bisa menterjemahkannya dengan Khalifah atau Imam yang konteksnya tidak ada hubungannya dengan hal itu.          </p>
<blockquote><p>Al-Jazari berkata dalam al-Nihayah :</p>
<p><em>Kata Maula sering disebutkan di dalam hadits, dan ini adalah sebuah nama yang diterapkan pada banyak hal. Ini bisa merujuk pada seorang tuan, seorang pemilik, seorang pemimpin, seorang penolong, seorang budak yang merdeka, seorang pendukung, seorang yang mencintai sesama, seorang pengikut, seorang tetangga, saudara sepupu, seorang pendukung, saudara ipar, seorang budak, seorang yang telah berbuat baik. Sebagian besar makna-makna ini disebutkan dalam berbagai macam hadits, sehingga akan bisa dimengerti dalam aturan yang sedang diterapkan oleh konteks hadits dimana kata itu disebutkan.</em></p></blockquote>
<p>Imam Syafi’i berkata dalam hubungannya dengan kata Maula dalam hadits khusus Ghadir Khum ini:</p>
<blockquote><p><em>“Apa yang dimaksud dengan itu adalah ikatan (persahabatan, persaudaraan dan cinta) dalam Islam”.</em></p></blockquote>
<p>Allah berfirman dalam Al-Qur’an :</p>
<blockquote><p><strong><em>“Maka pada hari ini tidak diterima tebusan dari kamu dan tidak pula dari orang-orang kafir, tempat kamu ialah neraka, dialah tempat berlindungmu (Maula). Dan dia adalah sejahat-jahat tempat kembali.” (QS 57:15)</em></strong></p></blockquote>
<p>Tidak ada penterjemah di bumi ini yang pernah menterjemahkannya dengan “Imam” atau “Khalifah”, yang akan menjadikan ayat tersebut menjadi tidak berarti. Neraka di atas disebut sebagai Maula untuk orang-orang kafir karena sangat dekatnya mereka dengannya, dan ini adalah definisi untuk kata Maula yang disebutkan dalam hadits Ghadir Khum (kedekatan yang sangat antara Nabi shalalalahu ‘alaihi wasallam, Ali dan kaum mukminin). Sesungguhnya, kata Maula berasal dari kata “Wilayah” bukan “Walayah”. Wilayah merujuk kepada cinta dan pertolongan, dan tidak dibingungkan dengan Walayah yang merujuk pada kepemimpinan.</p>
<p>Allah berfirman dalam Al-Qur’an :</p>
<blockquote><p><strong><em>Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai pelindung. (QS 47:11)</em></strong></p></blockquote>
<p>Ayat tersebut tidak merujuk pada makna Khalifah atau Imamah, tetapi lebih merujuk pada sebuah perlindungan dari Teman yang dekat, selain daripada itu, ayat ini akan menjadi tidak masuk akal. Para komentator Syi’ah tampaknya mengabaikan bagian kedua dari ayat ini dimana Allah berfirman : “Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai Maula”. Apakah kalimat ini bisa diartikan bahwa orang-orang kafir tidak mempunyai pemimpin? Tentu saja orang-orang kafir juga punya pemimpin, seperti misalnya orang-orang kafir di Amerika dipimpin oleh George Bush sebagai pemimpin mereka. Al-Qur’an sendiri telah menyebutkan bahwa orang-orang kafir mempunyai pemimpin:</p>
<blockquote><p><strong><em>maka perangilah pemimpin-pemimpin (Imam) orang-orang kafir itu (QS 9:12)</em></strong></p>
<p><strong><em>Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin (Imam) yang menyeru (manusia) ke neraka (QS 28:41)</em></strong></p></blockquote>
<p>Sehingga ketika Allah berfirman “Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai Maula”, ini merujuk kepada makna sebuah perlindungan yang sangat dekat, bukan bermakna mereka tidak mempunyai pemimpin. Ayat ini tidak menggunakan Maula dalam pengertian Imam atau Khalifah sama sekali, tetapi lebih merujuk kepada makna sebuah perlindungan yang dekat.</p>
<p>Hadits Ghadir Khum dimaksudkan dalam hal yang sama. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menasehati orang-orang agar mencintai Ali ra dan dekat dengannya. Dan ini adalah apa yang sesungguhnya Abu Bakar ra, Umar ra dan Utsman ra lakukan (mereka menjadi sahabat Ali ra). Pada kenyataannya Umar begitu disayangi Ali ra yang dia telah menikahkan putrinya dengan Umar ra. Ali menjadi wazir dan orang kepercayaan ketiga khalifah tersebut, saling menyayangi dan mengagumi terjadi diantara tiga khalifah ra dan Ali ra. Dengan kata lain, hadits Ghadir khum tidak ada hubungannya dengan Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menunjuk Ali ra sebagai pengganti beliau, tetapi untuk menghentikan kritikan orang-orang kepada Ali ra dan himbauan agar mencintainya.      </p>
<p>Allah berfirman dalam Al-Qur’an,</p>
<blockquote><p><strong><em>Sesungguhnya penolong (sahabat, teman yang dicintai) kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya (sahabat, teman yang dicintai), maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang. (QS 5:55-56).</em></strong></p></blockquote>
<p>Dalam ayat ini Allah menunjuk semua orang-orang yang beriman sebagai Maula. Bagaimana bisa Syi’ah mengklaim bahwa kata Maula tersebut merujuk kepada khalifah atau imamah, konsekuensinya, berarti semua orang-orang beriman adalah imam atau khalifah?? (untuk ayat ini, Syi’ah membuat klaim dengan keterlaluan bahwa ayat ini merujuk kepada Ali ra saja, meskipun kenyataannya ayat tersebut mengacu kepada orang-orang yang beriman dalam bentuk plural atau jamak. Tidak diragukan, Ali ra sebagaimana orang-orang yang beriman lainnya termasuk yang dimaksud orang-orang yang beriman dalam ayat ini, tetapi tidak bisa ini ditujukan hanya kepadanya saja karena sangat jelas bentuknya adalah plural). Sesungguhnya, kata Maula di sini mengacu kepada cinta, kedekatan yang sangat, dan menolong. Pada kenyataannya, tidak ada satu ayat pun dalam Al-Qur’an dimana kata Maula digunakan untuk mengacu kepada Imamah atau Khalifah.</p>
<p>Pada ayat yang lain Allah berfirman :</p>
<blockquote><p><strong><em>yaitu hari yang seorang karib (Maula) tidak dapat memberi manfaat kepada karibnya (Maulanya) sedikitpun.. (QS 44:41)</em></strong></p></blockquote>
<p>Apakah kata Maula dalam ayat tersebut dapat diterjemahkan seperti ini : “yaitu hari yang pemimpin tidak dapat memberi manfaat kepada pemimpinnya sedikitpun..” ? sungguh ini tidak masuk akal. Kita lihat pada ayat ini, Allah sedang berbicara mengenai dua orang dan keduanya disebut sebagai “Maula”, jika Maula diartikan sebagai pemimpin, hanya satu diantara mereka yang dapat disebut pemimpin dari yang lain. Tetapi jika Maula di sini diartikan sahabat atau karib, maka sungguh mereka dapat saling menjadi Maula diantara mereka dan secara bahasa adalah benar memaksudkan keduanya adalah sebagai Maula sebagaimana Allah sebutkan dalam Al-Qur’an.</p>
<p>Kata Maula yang digunakan dalam hadits tersebut berarti sahabat atau karib; Dalam shahih Bukhari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :</p>
<blockquote><p><em>“Suku Quraisy, Al-Anshar, Juhaina, Aslam, Ghifar dan Asyja’ adalah para penolong terdekatku (Mawali), dan mereka tidak ada pelindung bagi mereka kecuali Allah dan Rasul-Nya”  </em></p></blockquote>
<p>Apakah kata “Maula” di sini berarti Khalifah atau Imamah? Apakah berbagai suku Arab  tersebut sebagai khalifah atau Imam atas Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam? Tentu saja tidak. Yang lebih masuk akal adalah mereka sangat dekat dan mencintai Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dan dengan begitu mereka sebagai Mawali (jamak dari maula).</p>
<p><strong>Kesimpulan :</strong></p>
<p><strong>Kata Maula mempunyai banyak makna, untuk mengetahui makna yang tepat dari kata tersebut harus diperhatikan konteks saat kata tersebut diucapkan. Berdasarkan konteks yang ada, kata Maula yang disebutkan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam di Ghadir Khum berarti “Sahabat dekat” atau “teman yang dicintai” atau “Karib” dan bukan Khalifah ataupun Imamah.</strong></p>
<p>Bersambung Insya Allah.</p>
<p>Wallahu a’lam</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kontroversi Film 2012: Antara Fakta dan Mitos (1)]]></title>
<link>http://majalahislamonline.wordpress.com/2009/11/20/kontroversi-film-2012-antara-fakta-dan-mitos-1/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 16:40:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>ruswanditea</dc:creator>
<guid>http://majalahislamonline.wordpress.com/2009/11/20/kontroversi-film-2012-antara-fakta-dan-mitos-1/</guid>
<description><![CDATA[Jarum jam baru menunjuk angka 11 kurang sedikit. Mega Bekasi XXI, gedung bioskop dengan tujuh ruang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Jarum jam baru menunjuk angka 11 kurang sedikit. Mega Bekasi XXI, gedung bioskop dengan tujuh ruang ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dance of the Devils!]]></title>
<link>http://musadiqmarhaban.wordpress.com/2009/11/20/dance-of-the-devils/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 22:53:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Musadiq Marhaban</dc:creator>
<guid>http://musadiqmarhaban.wordpress.com/2009/11/20/dance-of-the-devils/</guid>
<description><![CDATA[Menari halal atau haram? Arab Saudi merupakan salah satu negara di Dunia Islam yang cukup strategis,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menari halal atau haram? Arab Saudi merupakan salah satu negara di Dunia Islam yang cukup strategis,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ANTARA CICAK LAWAN BUAYA, DAN ANOA]]></title>
<link>http://youbie.wordpress.com/2009/11/19/antara-cicak-lawan-buaya-dan-anoa/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 10:54:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>windmill165</dc:creator>
<guid>http://youbie.wordpress.com/2009/11/19/antara-cicak-lawan-buaya-dan-anoa/</guid>
<description><![CDATA[Belakangan ini orang-orang lagi rame ngomongin tentang permasalahan antara beberapa instansi penegak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft" style="margin:10px;" src="http://yusranpare.files.wordpress.com/2009/11/cicak-vs-buaya.jpg?w=247&#038;h=184" alt="" width="247" height="184" />Belakangan ini orang-orang lagi rame ngomongin tentang permasalahan antara beberapa instansi penegak hukum yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melawan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI ) dan Kejaksaan Agung (Kejagung), atau biasa disebut &#8220;Cicak Lawan Buaya&#8221;. Entah karena ini kejadian baru yang dialami oleh bangsa ini atau Aku-nya aja yang kegatelan buat ikut nimbrung ngomongin, tapi yang jelas kayaknya sich bagus juga buat dijadikan bahan obrolan di blog ini (lumayan sich buat naikin rating&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p><!--more--></p>
<p>Aku mulai berfikir&#8230;.. kenapa mesti pake binatang Cicak dan Buaya sich&#8230;. padahal masih banyak lagi binatang lain yang masih memungkinkan buat dijadikan representatif dari instansi-instansi tersebut seperti : Kucing Vs Macan, Cacing Vs Ular, Ayam Vs Burung Unta, dll. Jawaban yang paling sederhana dan mungkin masuk akal atas pertanyaan ini adalah karena Buaya lebih familiar di telinga masyarakat indonesia yang sebagian penduduknya adalah Laki-laki dan akrab dipanggil Buaya Darat.</p>
<p>Fenomena Cicak lawan Buaya ini cukup menghebohkan&#8230; dan kehebohan ini bukan karena Buaya adalah Maskot kota Surabaya dan kebetulan Anggoro-Anggodo adalah orang Surabaya (dan kita semua tau klo di Indonesia ngga ada kota yang pake Cicak sebagai maskot), lantas apa yang membuat kedua binatang ini menjadi buah bibir dari hampir semua mulut masyarakat Indonesia?.</p>
<p>Sebenarnya jika dirunut dari silsilah kekeluargaan, antara Cicak dan Buaya sama sekali tidak ada hubungan&#8230; baik sebagai adik-kakak apalagi sebagai suami istri. Dan jika dilakukan penelitian lebih dalam mengenai dua binatang ini maka akan ditemukan bahwa tempat tinggal mereka pun sangat berjauhan (Cicak tinggal di tembok dan Buaya tinggal di rawa) jadi mengapa mereka harus berselisih faham atau berbenturan kepentingan (secara makanan mereka aja beda). Memang pada akhirnya dua jenis mahluk tak berdosa ini hanya jadi obyek penderita dari pertengkaran instansi-instansi besar di Indonesia.</p>
<p>Lantas apa hubungan kedua mahluk tersebut dengan Anoa? sebenarnya sich ngga ada hubungan apa-apa&#8230; hanya karena nama Anoa terlanjur masuk jadi judul, maka Aku coba aja buat dihubung-hubungkan. Ya&#8230; harapannya sich Anoa bakal jadi lebih terkenal lagi di Indonesia.</p>
<p>Aku berfikir bahwa Anoa sebagai salah satu binatang yang dilindungi perlu dilestarikan baik secara fisik maupun namanya (jangan sampai di <em>claim </em>lagi sebagai mahluk khas negara tetangga). Pelestarian secara fisik mahluk tersebut memang sangat berat apalagi saat ini populasi mahluk tersebut semakit tertekan, oleh karena itu pelestarian namaAnoa perlu dilakukan agar masyarakat semakin sadar bahwa &#8220;ADA&#8221; mahluk yang bernama Anoa di Indonesia dan kelak anak cucu kita dapat mengenang Anoa meski sudah tak ada Anoa lagi di indonesia.</p>
<p>Cara termudah untuk melestarikan nama Anoa adalah dengan menggunakan metoda kasus. Belajar dari pengalaman kasus antara KPK lawan POLRI dan Kejagung&#8230; maka kelak jika ada kasus besar serupa, maka kita perlu menggunakan nama mahluk langka Indonesia yang salah satunya adalah Anoa. Metode ini sering kali digunakan pula oleh para Artis dan Selebritis di tanah air untuk meningkatkan popularitasnya,  jadi secara teori&#8230;.. semakin sering nama disebut-sebut secara masal maka semakin banyak orang akan mengingatnya.</p>
<p>Pada prinsipnya&#8230; penggunaan nama Cicak ataupun Buaya sebagai representatif dari nama instansi tidak melanggar peraturan dan perundang-undangan, selama nama binatang itu bukanlah nama binatang yang jorok dan menjijikan dan tidak pula diterapkan pada manusianya (kecuali penggunaan nama &#8220;Atang&#8221; pada nama&#8221;Bin Atang&#8221;).</p>
<p>Semoga sebagai sesama mahluk Tuhan baik itu Manusia ataupun Binatang kita semua dapat hidup secara harmonis dan selaras walaupun Manusia sering menggunakan Binatang sebagai representatif. Beruntunglah Manusia&#8230; karena Binatang tidak pernah mempermasalahkannya baik secara perdata ataupun main hakim sendiri</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Maroko-Iran putus hub diplomasi]]></title>
<link>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/18/maroko-iran-putus-hub-diplomasi/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 03:59:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Hudzaifah Al Atsary</dc:creator>
<guid>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/18/maroko-iran-putus-hub-diplomasi/</guid>
<description><![CDATA[INILAH.COM, Rabat � Maroko, Jumat (6/3), memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Hal ini dilakuk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[INILAH.COM, Rabat � Maroko, Jumat (6/3), memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Hal ini dilakuk]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nah loe...Ketangkep lagi!]]></title>
<link>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/18/nah-loe-ketangkep-lagi/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 03:52:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Hudzaifah Al Atsary</dc:creator>
<guid>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/18/nah-loe-ketangkep-lagi/</guid>
<description><![CDATA[INILAH.COM, Jakarta &#8211; Direktorat IV Narkoba Bareskrim Mabes Polri menggagalkan peredaran sabu ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[INILAH.COM, Jakarta &#8211; Direktorat IV Narkoba Bareskrim Mabes Polri menggagalkan peredaran sabu ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[IRAN: Gudang pecandu narkoba!!!]]></title>
<link>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/18/iran-gudang-pecandu-narkoba/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 03:38:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Hudzaifah Al Atsary</dc:creator>
<guid>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/18/iran-gudang-pecandu-narkoba/</guid>
<description><![CDATA[INILAH.COM, Teheran – Meski negara Islam, bukan berarti Iran tak punya masalah dengan pecandu narkob]]></description>
<content:encoded><![CDATA[INILAH.COM, Teheran – Meski negara Islam, bukan berarti Iran tak punya masalah dengan pecandu narkob]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[10 WN Iran selundupkan Sabu2 senilai Rp 184 Miliar]]></title>
<link>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/18/10-wn-iran-selundupkan-sabu2-senilai-rp-184-miliar/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 03:30:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Hudzaifah Al Atsary</dc:creator>
<guid>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/18/10-wn-iran-selundupkan-sabu2-senilai-rp-184-miliar/</guid>
<description><![CDATA[INILAH.COM, Jakarta &#8211; Petugas pengawasan dan pelayanan bea cukai di tipe madya Bandara Soekarn]]></description>
<content:encoded><![CDATA[INILAH.COM, Jakarta &#8211; Petugas pengawasan dan pelayanan bea cukai di tipe madya Bandara Soekarn]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Umat dilanda Fitnah... (1)]]></title>
<link>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/16/ketika-umat-dilanda-fitnah-1/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 08:25:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Hudzaifah Al Atsary</dc:creator>
<guid>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/16/ketika-umat-dilanda-fitnah-1/</guid>
<description><![CDATA[Akhir-akhir ini kaum muslimin di seluruh dunia sedang dilanda fitnah besar. Fitnah tersebut dihembus]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Akhir-akhir ini kaum muslimin di seluruh dunia sedang dilanda fitnah besar. Fitnah tersebut dihembus]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Analisa Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Produksi Industri Sedang di Kecamatan Adiwerna Tahun 2008]]></title>
<link>http://yusmarmn.wordpress.com/2009/11/14/analisa-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-produksi-industri-sedang-di-kecamatan-adiwerna-tahun-2008/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 04:29:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>yusmarmn</dc:creator>
<guid>http://yusmarmn.wordpress.com/2009/11/14/analisa-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-produksi-industri-sedang-di-kecamatan-adiwerna-tahun-2008/</guid>
<description><![CDATA[BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Ketika perusahaan dituntut untuk meningkatkan profitab]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">BAB 1<br />
PENDAHULUAN<br />
1.1. Latar Belakang Masalah<br />
Ketika perusahaan dituntut untuk meningkatkan profitabilitasnya, perusahaan selalu berusaha untuk mempertahankan efisiensi biaya, yaitu dengan mengeluarkan biaya yang seminimal mungkin untuk menghasilkan profit yang optimal dengan selalu memproduksi produk yang berkualitas, karena dengan peningkatan kualitas dapat memperbaiki keuangan perusahaan dan posisi persaingan.<br />
Menurut buku Statistik Industri Besar dan Sedang, Indonesia 2000 Badan Pusat Statistik dikatakan bahwa Perusahaan industri pengolahan terbagi dalam 4 (empat) golongan dengan melihat banyaknya tenaga kerja yang digunakan. Untuk perusahaan industri besar tenaga kerja nya berjumlah 100 orang atau lebih, perusahaan sedang menggunakan 20 orang – 99 orang, perusahaan kecil menggunakan 5 – 19 orang dan rumah tangga 1 – 4 orang.<br />
Penggolongan perusahaan industri pengolahan ini semata-mata hanya didasarkan kepada banyaknya tenaga kerja yang bekerja di perusahaan industri tersebut, tanpa memperhatikan apakah  perusahaan itu menggunakan tenaga mesin atau tidak, serta tanpa memperhatikan besarnya modal perusahaan itu.<br />
Berdasarkan penelitian diketahui bahwa penghematan dalam pengeluaran biaya-biaya dapat berdampak terhadap profitabilitas perusahaan, karena pengeluaran biaya-biaya yang diperhatikan atau diutamakan maka penghematan biaya dapat dilakukan. Ini berarti dengan biaya produksi yang hemat maka profit yang diperoleh akan bertambah.<br />
Tenaga kerja sebagai salah satu faktor produksi merupakan bagian yang sangat penting dalam proses produksi. Dalam ilmu ekonomi Tenaga Kerja (man power) menurut Soemitro Djojohadikusumo didefinisikan adalah bagian dari angkatan kerja yang berfungsi dan ikut serta dalam proses produksi serta menghasilkan barang atau jasa.<br />
Tujuan didirikannya perusahaan adalah untuk mencari laba. Namun laba tidak menjamin keberlangsungan suatu usaha sehingga tujuan perusahaan yang nyata adalah survival. Muchdarsyah Sinungan (2000:45-46) menyatakan bahwa “untuk dapat survive maka perusahaan harus memiliki kompas. Untuk memiliki kompas tersebut poerusahaan harus memiliki productivity objective yang diperlukan untuk pengukuran produktivitas”<br />
Berkaitan hal itu, kami mencoba menuat makalah seminar dengan tujuan menganalisis perusahaan industri sedang, yaitu perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 20 orang hingga 99 orang yang berada di kecamatan Adiwena. Masalah yang dianalisis adalah faktor-faktor yang mempengaruhi produksi pada perusahaan industri sedang pada tahun 2008.  Untuk itu penulisan ini memilih judul makalah :</p>
<p style="text-align:justify;">“FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADA PERUSAHAAN INDUSTRI SEDANG DI KECAMATAN ADIWERNA PADA TAHUN 2008”</p>
<p style="text-align:justify;">1.2.	Perumusan Masalah<br />
Dari penjelasan di atas, masalah yang akan dianalisis pada penelitian ini adalah:<br />
1.	Faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi produksi perusahaan industri sedang di Kecamatan Adiwerna tahun 2008.<br />
2.	Bagaimana pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap produksi perusahaan industri sedang di kecamatan Adiwerna tahun 2008.</p>
<p style="text-align:justify;">1.3.	Pembatasan Masalah<br />
Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi produksi perusahaan industri sedang di kecamatan Adiwerna, oleh karena itu makalah ini hanya membatasi pada variable yang dinilai dapat mempengaruhi produksi perusahaan industri sedang di kecamatan Adiwerna yaitu   Tenaga Kerja (x1), Upah Kerja (x2), BBM(X3), Bahan Baku (X4), Jasa Industri (X5) dan Listrik (X6). Data yang digunakan bersumber dari data sekunder dari hasil pencacahan Survei Perusahaan Industri Besar/Sedang tahun 2008  di kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah.</p>
<p style="text-align:justify;">1.4.	Tujuan Penelitian<br />
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk:<br />
1.	Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi produksi  perusahaan industri sedang di kecamatan Adiwerna pada tahun 2008.<br />
2.	Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap produksi perusahaan industri sedang di kecamatan Adiwerna Tahun 2008.<br />
1.5.	Tujuan dan Kegunaan Penelitian</p>
<p style="text-align:justify;">Tujuan dan penelitian ini adalah :<br />
Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi  perusahaan industri sedang di kecamatan Adiwerna tahun 2008.</p>
<p style="text-align:justify;">Kegunaan Penelitian<br />
Hasil yang diharapkan dari penelitian ini mempunyai kegunaan antara lain:<br />
1.	Untuk  tim penulis, merupakan tambahan pengetahuan dalam memahami tentang faktor-faktor yang mempengaruhi produksi perusahaan industri sedang di kecamatan Adiwerna.<br />
2.	Untuk perusahaan, diharapkan dapat memberikan masukan untuk bisa meningkatkan produksi dan kesejahteraan pekerjanya.<br />
3.	Untuk umum, diharapkan dapat memberikan tambahan informasi dan masukan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.</p>
<p style="text-align:justify;">BAB 2<br />
TINJAUAN PUSTAKA</p>
<p style="text-align:justify;">2.1.  Pengertian variabel<br />
Dalam penelitian, kami mengunakan data sekunder tahunan perusahaan industri sedang yang dikumpulkan secara rutin tiap tahun di kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Yang menjadi perhatian adalah faktor-faktor yang mempengaruhi produksi perusahaan industri sedang di kecamatan Adiwerna selama tahun 2008.<br />
Agar penelitian lebih terarah, maka kami perlu mengemukakan definisi operasional variabel sebagai berikut:<br />
2.1.1. Jumlah Tenaga kerja/pekerja (X1)<br />
adalah orang yang terlibat langsung dalam pekerjaan / kegiatan diperusahaan /usaha. Pekerja terdiri dari :<br />
1.	Pekerja Tetap : Pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha yang menerima upah/gaji secara tetap, tidak tergantung pada absensi/kehadiran pekerja tersebut.<br />
2.	Pekerja Tidak Tetap: Pekerja yang bekerja pada Perusahaan/usaha yang menerima upah/gaji secara tidak tetap, tergantung pada absensi/kehadiran pekerja tersebut.<br />
3.	Pekerja Kontrak : Pekerja yang bekerja dengan perjanjian tertentu.<br />
4.	Pekerja dibayar : Pekerja yang sistem pengupahannya sudah ditentukan oleh peraturan perusahaan (termasuk pekerja yang dibayar berdasarkan borongan.<br />
5.	Pekerja  tak dibayar : Pekerja yang tidak mendapatkan upah/gaji dari perusahaan . Pekerja yang tidak dibayar biasanya termasuk pekerja pemilik atau pekerja keluarga.<br />
6.	Pekerja Produksi adalah pekerja yang langsung bekerja di dalam proses produksi atau yang berhubungan dengan itu, dari mulai bahan-bahan masuk ke pabrik sampai dengan hasil produksinya keluar pabrik.</p>
<p style="text-align:justify;">2.1.2. Upah Kerja (X2)<br />
merupakan hak yang harus diperoleh karena nilai sumbangsihnya dalam proses produksi menciptakan nilai tambah. Upah harus mencerminkan nilai jabatan yang dipangku seseorang di suatu organisasi perusahaan dan organisasi-organisasi pada umumnya dalam suatu industri. Nilai jabatan yang lebih tinggi akan memberikan besaran upah yang lebih tinggi.<br />
Besarnya upah yang diterima seseorang atau perbedaan nilai jabatan harus mencerminkan rasa keadilan dalam organisasi itu (equity) dan nilai jabatan yang ada di pasar (kompetitif). Tidak ada kenaikan upah tanpa kenaikan nilai jabatan kecuali bagi perusahaan yang mampu dapat melakukan penyesuaian atau pemberian insentif untuk mempertahankan karyawan yang baik.<br />
Mekanisme penyesuaian diatur dalam ketentuan perusahaan dengan mempertimbangkan prestasi kerja yang telah dicapai Perusahaan didirikan untuk menciptakan nilai tambah. Nilai tambah ini akan didistribusikan untuk pemilik modal dan alat produksi, tenaga kerja serta untuk publik dalam bentuk pembayaran pajak ke pemerintah. Tanpa nilai tambah tidak ada perusahaan karena tidak ada pihak yang berminat untuk mambangun dan terlibat dalam proses perusahaan. Tanpa pertumbuhan nilai tambah tidak ada pembagian keuntungan (deviden) dan tidak ada pula peningkatan upah.<br />
Peningkatan upah bukan merupakan sesuatu yang berdiri sendiri (given) tetapi merupakan hasil akhir dari rangkaian proses bisnis. Membangun kemampuan perusahaan untuk membayar upah berarti bagaimana membangun kemampuan perusahaan untuk tumbuh.<br />
Sistim pengupahan merupakan kerangka bagaimana upah diatur dan diterapkan. Sistim pengupahan di Indonesia pada umumnya berdasarkan pada tiga fungsi upah yaitu:<br />
1.	Menjamin kehidupan yang layak bagi pekerja dan keluarganya<br />
2.	Mencerminkan imbalan atas hasil kerja sekarang<br />
3.	Menyediakan insentif untuk mendorong meningkatkan produktifitas kerja<br />
Biaya tenaga kerja adalah suatu biaya yang mengikat tanpa memandang performa perusahaan. Menjaga kemampuan perusahaan untuk membayar upah, deviden dan cadangan internal,perlu penerapan prinsip standar produktivitas; yaitu kenaikan upah harus diimbangi dengan perbaikan produktivitas. Prinsip standar produktivitas adalah suatu konsep, bila pangsa relatif karyawan dipelihara konstan, kenaikan upah nominal dibatasi dalam tingkat produktivitas nasional atau kenaikan biaya tenaga kerja hendaknya dijaga dalam batas pertumbuhan nilai tambah per karyawan. secara individu.<br />
2.1.3.  Bahan bakar minyak (X3)<br />
Ada beberapa jenis BBM yang dikenal di Indonesia, di antaranya adalah:<br />
a.	Minyak tanah rumah tangga;<br />
b.	Minyak tanah industri;<br />
c.	Pertamax;<br />
d.	Pertamax plus;<br />
e.	Premium;<br />
f.	Bio Premiun.<br />
g.	Bio Solar.<br />
h.	Pertamina DEX<br />
i.	Solar transportasi<br />
j.	Solar industri<br />
k.	Minyak diesel<br />
•	Minyak Tanah (bahasa Inggris: kerosene atau paraffin) adalah cairan hidrokarbon yang tak berwarna dan mudah terbakar. Dia diperoleh dengan cara distilasi fraksional dari petroleum pada 150°C and 275°C (rantai karbon dari C12 sampai C15). Pada suatu waktu dia banyak digunakan dalam lampu minyak.<br />
•	Petrol (biasa disebut gasoline di Amerika Serikat dan Kanada; di Indonesia biasa disebut bensin) adalah cairan campuran yang berasal dari minyak bumi dan sebagian besar tersusun dari hidrokarbon serta digunakan sebagai bahan bakar dalam mesin pembakaran dalam. Istilah gasoline banyak digunakan dalam industri minyak, bahkan dalam perusahaan bukan Amerika. Kadangkala istilah mogas (kependekan dari motor gasoline, digunakan mobil) digunakan untuk membedakannya dengan avgas, gasoline yang digunakan oleh pesawat terbang ringan. Karena merupakan campuran berbagai bahan, daya bakar bensin berbeda-beda menurut komposisinya.</p>
<p style="text-align:justify;">2.1.4.  Bahan Baku (X4)<br />
Bahan Baku adalah bahan dasar yang digunakan dalam proses produksi yang mempunyai nilai ekonomi rendah. Dalam proses produksi bahan baku akan diubah menjadi bahan setengah jadi maupun menjadi bahan jadi yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi.<br />
2.1.5. Listrik  (X5)<br />
Listrik adalah satuan daya yang dihasilkan oleh tenaga air, diesel , panas bumi, besarnya tenaga listrik dihitung dalam daya (Watt). Listrik sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia yang digunakan untuk bahan penerangan, proses produksi, aktifitas kerja perkantoran serta peralatang yang menggunakan listrik. Listrik didistribusikan ke seluruh pelanggan melalui saluran transmisi.<br />
2.1.6.  Jasa Industri (X6)<br />
Jasa industri adalah kegiatan industri yang melayani keperluan pihak lain. Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh perusahaan lain sedangkan pihak pengolah hanya melakukan pengolahannya dengan mendapat imbalan sejumlah uang sebagai balas jasa (upah makloon)<br />
Perusahaan jasa industri atau usaha industri adalah suatu unit usaha yang melakukan kegiatan ekonomi, bertujuan menghasilkan barang atau jasa, terletak pada suatu bangunan atau lokasi tertentu dan mempunyai catatan administrasi tersendiri mengenai hasil produksi dan struktur biaya serta ada seorang atau lebih yang bertanggung jawab atas usaha tersebut.<br />
2.1.7.  Industri<br />
Pengertian Industri menurut perpustakaan.online suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa.<br />
Jenis-jenis / macam industri berdasarkan klasifikasi atau penjenisannya berdasarkan SK Menteri Perindustrian No.19/M/I/1986<br />
1.	 Industri kimia dasar contohnya seperti industri semen, obat-obatan, kertas, pupuk dsb.<br />
2.	Industri mesin dan logam dasar misalnya seperti industry pesawat terbang, kendaraan bermotor, tekstil dll;<br />
3.	Aneka Industri seperti industri pakaian, industri makanan dan minuman dll.</p>
<p style="text-align:justify;">Jenis-jenis / macam industri berdasarkan jumlah tenaga kerja<br />
1.	 Industri rumah tangga<br />
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 1-4 orang.<br />
2.  Industri kecil<br />
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 5-19 orang.<br />
3.  Industri sedang atau industri menengah<br />
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 20-99 orang.<br />
4.	Industri besar<br />
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 100 orang atau lebih.<br />
2.1.8. Produksi (Y)<br />
Industri pengolahan adalah suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah suatu barang dasar secara mekanis, kimia atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi atau setengah jadi dan atau barang yang kurang nilainya menjadi menjadi barang yang lebih tinggi nilainya, dan sifatnya lebih dekat kepada pemakai akhir. Termasuk dalam kegiatan ini adalah kegiatan jasa industri pangan, konveksi dan perakitan.</p>
<p style="text-align:justify;">2.2. Kerangka Berfikir</p>
<p style="text-align:justify;">Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah:<br />
2.2.1.  pengaruh dari variabel Jumlah Tenaga kerja/pekerja (X1)<br />
2.2.2.  pengaruh dari variabel Upah Kerja (X2)<br />
2.2.3.  pengaruh dari variabel Bahan bakar minyak (X3)<br />
2.2.4.  pengaruh dari variabel Bahan Baku (X4)<br />
2.2.5.  pengaruh dari variabel Listrik  (X5)<br />
2.2.6.  pengaruh dari variabel Jasa Industri  (X6)<br />
2.2.7.  dalam mempengaruhi produksi perusahaan industri sedang di kecamatan Adiwerna tahun 2008.<br />
Model yang digunakan untuk menjelaskan dengan persamaan fungsi                       Y = f (X1, X2,X3,X4,X5 X6)<br />
Pengaruh dari masing-masing variabel bebas adalah positif. Lebih jelasnya dari tiap-tiap variabel bebas memiliki pengaruh terhadap variabel terikat sebagai berikut<br />
a.	Apabila tenaga kerja besar (X1) maka produksi (Y) akan meningkat;<br />
b.	Apabila upah tenaga kerja besar (X2) maka produksi (Y) akan meningkat;<br />
c.	Apabila biaya bahan bakar tinggi (X3) maka produksi (Y) akan meningkat;<br />
d.	Apabila bahan baku tinggi (X4) maka produksi (Y) akan meningkat;<br />
e.	Apabila biaya listril tinggi (X5) maka produksi (Y) akan meningkat.<br />
f.	Apabila biaya jasa industri (X6) maka produksi (Y) akan meningkat.</p>
<p style="text-align:justify;">2.3. Perumusan Hipotesa<br />
Hipotesis adalah penjelasan sementara yang harus diuji kebenarannya mengenai masalah yang sedang dipelajari. Hipotesis merupakan sarana penelitian yang penting dan tidak dapat ditinggalkan karena merupakan instrument kerja dari teori. Satuan hipotesis selalu dirumuskan dalam bentuk kalimat pertanyaan yang menghubungkan antara dua variabel atau lebih. Hipotesis dimaksud adalah suatu proporsi, kondisi atau prinsip yang untuk sementara waktu dianggap benar dan mungkin tanpa keyakinan agar bias ditarik suatu konsekuensi yang logis, dengan cara ini kemudian diadakan pengujian tentang kebenaran dengan menggunakan data empiris dari hasil penelitian.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan tujuan di atas, maka dalam penelitian ini dapat dihipotesiskan sebagai berikut<br />
Diduga variabel jumlah tenaga kerja, upah kerja, BBM, bahan baku, listrik dan jasa industri secara bersama-sama (simultan) mempengaruhi produksi perusahaan industri sedang di kecamatan Adiwerna tahun 2008.</p>
<p style="text-align:justify;">BAB 3<br />
METODOLOGI PENELITIAN</p>
<p style="text-align:justify;">3.1.  Waktu Dan Tempat Penelitian<br />
3.1.1. Waktu Penelitian<br />
Waktu yang digunakan untuk penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi Produksi Pada Perusahaan Industri sedang di Kecamatan Adiwerna tahun 2008 yaitu pada tanggal 1 – 12 Nopember 2009<br />
3.1.2. Tempat Penelitian<br />
Tempat penelitian dilaksanakan di BPS Kabupaten tegal, Jl. Ade Irma Suryani no.1 Slawi dengan menggunakan sumber data sekunder dari Perusahaan Industri Sedang tahunan, yang dikumpulkan secara rutin tiap tahun di Kecamatan Adiwerna  Kabupaten Tegal , Provinsi Jawa Tengah.<br />
3.2. Populasi dan Sampel<br />
Populasi atau kerangka sampel pada penelitian ini adalah Industri Sedang yang ada di Kecamatan Adiwerna yang di survei pada tahun 2008 sejumlah 39 perusahaan. Sedangkan sampel di ambil dengan metode penarikan sampel dengan metode sistematik sebanyak 80% dan kemudian terpilih 31 perusahaan Industi Sedang.</p>
<p style="text-align:justify;">3.3. Jenis Penelitian<br />
Jenis penelitian merupakan suatu model penelitian yang  mampu memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai tujuan  penelitian ingin  dicapai .  Penelitian ini menggunakan Metode Deskritif dan inferensial .<br />
3.4. Pengumpulan Data<br />
Pengumpulan sekunder dari hasil pencacahan survei Industri  Besar/sedang tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Tegal Propinsi Jawa Tengah tahun 2008.</p>
<p style="text-align:justify;">3.5.  Metode Analisis Data<br />
3.5.1. Metode Analisis Regresi Linier Berganda<br />
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis regresi linier berganda yaitu  sebuah pendekatan yang digunakan untuk mendefinisikan hubungan matematis  antara variable dependen (Y) dengan satu atau beberapa variable input/indenpenden (Xn).  Hubungan matematis digunakan sebagai suatu model regresi yang digunakan untuk meramalkan atau memprediksi nilai output (y) berdasarkan nilai input (x) tertentu. Dengan analisis  regresi akan diketahui variable indenpenden yang benar-benar signifikan mempengaruhi variable dependen dan dengan variable indenpenden yang signifikan tadi dapat digunakan untuk memprediksi nilai variable dependen.<br />
Asumsi mendasar dalam analisis regresi adalah :<br />
1)	Residu mengikuti fungsi distribusi normal:<br />
2)	Varians residu konstan untuk setiap data pengamatan (homoskedastisitas);<br />
3)	Tidak terdapat autokorelasi antara residu untuk setiap data pengamatan dan<br />
4)	Tidak terdapat problem multikolinieritas antara variable independen.<br />
Residu didefinisikan sebagai sisa atau perbedaan hasil antara nilai data pengamatan  variable dependen terhadap nilai variable dependen hasil prediksi.<br />
3.5.2.	Metode Pengujian Statistik<br />
Pengujian hipotesis ini disebut juga dengan pengujian signifikansi yang bertujuan untuk melihat pengaruh variabel independen dengan variabel dependen, dengan cara melakukan analisis regresi linier berganda kuadrat terkecil (least square method). Pengujian hipotesis ini dilakukan dengan menggunakan tahap-tahap sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">3.5.2.1.	Pengujian t (t-test)<br />
Pengujian ini  dimaksudkan untuk menguji apakah suatu varibabel bebas berpengaruh atau tidak secara nyata (signifikan ) terhadap variabel tidak bebas.</p>
<p>Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai-nilai t-hitung yang didapat dari tabel coefficient dengan tingkat kesalahan sebesar 5% (α=0,05) dan derajat kebebasan atau degree of freedom (df) sebesar (n-k) dengan ketentuan pengambilan keputusan sebagai berikut :<br />
•	Jika t-hitung &#60; t-tabel maka H0 diterima dan H1 ditolak (tidak signifikan). •	Jika t-hitung &#62; t-tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima.(signifikan).<br />
3.5.2.2.	Pengujian F (F-test)<br />
Yaitu pengujian signifikansi terhadap model secara simultan (bersama-sama) dimaksudkan untuk melihat kemampuan seluruh variabel bebas mampu menjelskan keragaman variabel tidak bebas (Y) pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai F-hitung dengan F-tabel.</p>
<p style="text-align:justify;">Nilai F-hitung yang dihasilkan dari perhitungan tersebut di atas (berdasarkan tabel ANOVA) dengan tingkat kesalahan sebesar 5 persen dan derajat kebebasan atau degree of freedom (df) sebesar (n-k), (k-1); df1 = (k-1), df2 =(n-k) dengan ketentuan pengambilan keputusan sebagai berikut :<br />
•	Jika F-hitung &#60; F-tabel maka hipotesa nol (H0) diterima dan hipotesa alternatif (H1) ditolak berarti variabel bebas tidak mempunyai pengaruh atau tidak signifikan terhadap variabel terikat. •	Jika F-hitung &#62; F-tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti variabel bebas mempunyai pengaruh dan signifikan terhadap variabel terikat.<br />
3.5.2.3.	Pengujian R2</p>
<p style="text-align:justify;">Pengujian R2 atau koefisien determinasi berguna untuk melihat seberapa besar proporsi sumbangan seluruh variabel bebas terhadap naik turunnya nilai variabel tidak bebas. Hasil pengujian koefisien determinasi mencerminkan pengukuran :<br />
1.	Merupakan ketetapan suatu garis regresi yang ditetapkan terhadap sekelompok data hasil observasi, dimana makin besar nilai R2 makin baik hasil suatu garis regresi, dan sebaliknya makin kecil nilai R2 makin buruk hasil garis regresi. Nilai R2 adalah 0 &#60; R2 &#60;1. jika R2 = 0 atau mendekati nol, maka antara variabel bebas dengan variabel tidak bebas tidak saling berhubungan, dan sebaliknya apabila R2 = 1 atau mendekati satu, maka variabel bebas dan variabel tidak bebasnya berhubungan sempurna.<br />
2.	Merupakan pengukuran besarnya proporsi (persentase) dari jumlah variasi dari variabel tidak bebas yang diterangkan oleh model regresi atau mengukur besarnya sumbangan dari variabel bebas terhadap naik turunnya variabel tidak bebas tersebut. Oleh karena, dalam penelitian ini jumlah variabel independen lebih dari dua, maka digunakan Adjusted R2 .<br />
3.5.3.	Uji Asumsi Regresi<br />
Persamaan yang diperoleh dari sebuah estimasi dapat dioperasikan secara statistik jika memenuhi asumsi klasik, yaitu memenuhi asumsi bebas multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi.<br />
3.5.3.1.	Uji Multikolinearitas<br />
Multikolinearitas untuk mengetahui apakah hubungan linier yang disyaratkan model dipenuhi oleh data, dibuat plot antara nilai-nilai dari sisaan (ei) dengan nilai-nilai Xi, jika pencaran titik-titik dari data amatan tersebar secara acak di sekitar nilai e sama dengan 0. Maka asumsi linearitas terpenuhi, tapi jika pencaran datanya membentuk suatu pola tertentu maka asumsi linearitas tidak terpenuhi oleh data amatan. Untuk mendeteksi adanya masalah ini dapat dilihat :<br />
1.	Besaran VIF (Variance Inflation Factor) dan Tolerance.<br />
Pedoman suatu model regresi yang bebas multikolinearitas adalah:<br />
a.	Mempunyai nilai VIF di sekitar angka 1 atau diatas 0,1.<br />
b.	Mempunyai angka tolerance mendekati 1 atau dibawah 10.<br />
2.	Besaran korelasi antar variabel independen.<br />
Pedoman suatu model regresi yang bebas multikolinearitas adalah: Koefisien korelasi antar variabel independen haruslah lemah (di bawah 0,5). Jika korelasi kuat maka terjadi problem multikolinearitas.<br />
3.5.3.2.	 Uji Heteroskedastisitas<br />
Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah kesalahan pengganggu merupakan varians yang sama atau tidak. Untuk mendeteksi adanya Heteroskedastisitas, yaitu dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik Scatterplot, di mana sumbu X adalah Y yang terprediksi, dan sumbu Y adalah residual (Y prediksi – Y sesungguhnya).<br />
Dasar pengambilan keputusan:<br />
1.	Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik (point-point) yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka telah terjadi Heteroskedastisitas.<br />
2.	Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi Heteroskedastisitas.<br />
3.5.3.3.	 Uji Autokorelasi<br />
Autokorelasi adalah korelasi antara anggota–anggota serangkaian observasi yang diurutkan berdasarkan waktu dan ruang.  Konsekuensi adanya autokorelasi diantaranya adalah selang keyakinan menjadi lebar serta variasi dan standar error ditaksir terlalu rendah.<br />
Nilai uji statistik Durbin-Watson berkisar antara 0 – 4, bila nilai uji Durbin-Watson ≤ 1 atau ≥ 3 maka residual atau error tidak bersifat independen.<br />
3.5.3.4.	  Uji Normalitas regresi<br />
Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi, variabel dependen, variabel independen atau keduanya mempunyai distribusi normal ataukah tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal. Untuk mendeteksi adanya Normalitas adalah dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik Normal Probability Plot.<br />
Dasar pengambilan keputusan :<br />
1.	Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi Normalitas.<br />
2.	Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan/atau tidak mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi Normalitas.</p>
<p style="text-align:justify;">BAB 4<br />
ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN</p>
<p style="text-align:justify;">4.1.	Objek Penelitian<br />
Profil Perusahaan Industri Sedang Di Kecamatan Adiwerna<br />
Industri Sedang di Kecamatan Adiwerna berkembang sejak tahun 1980-an. Perusahaan-perusahaan ini pada hakekatnya adalah usaha kecil menengah (UKM ) yang kemudian bertahan dan berkembang.  Usaha sejenis dengan jumlah tenaga kerja lebih sedikit di kecamatan Adiwerna sebenarnya merupakan identitas kecamatan Adiwerna yang merupakan kecamatan kota dengan mayoritas penduduknya bergelut dalam sektor home industry. Data Sensus Ekonomi di Kabupaten Tegal menyebutkan bahwa kegiatan industri pengolahan di Kecamatan Adiwerna terdapat 6.548 unit usaha atau 28,23 % dari seluruh kegiatan industri di Kabupaten Tegal, seperti pada tabel berikut</p>
<p>Sementara itu jumlah industri dengan klasifikasi Industri Besar Sedang di Kecamatan Adiwerna adalah 40 unit atau 32 % dari jumlah se-Kabupaten Tegal.<br />
Satu diantara sejumlah 40 IBS itu adalah Industri Besar dan 39 lainnya adalah Industri sedang. Jenis Usaha Industri sedang yang ada di Adiwerna adalah industri pakaian jadi sebanyak 22 unit, industri kerupuk mie 10 unit, industri logam 6 unit dan industri tahu 1 unit.<br />
Sebaran wilayah desa yang menjadi lokasi industri sedang ini ada di 11 desa dari sejumlah 21 desa yang ada di kecamatan Adiwerna.<br />
Tenaga Kerja yang terdapat pada industri sedang adalah tenaga kerja informal. Mereka sebagian besar dibayar dengan system borongan dan dengan upah rata-rata Rp.499.134,- per bulan atau masih di bawah upah minimum Kabupaten Tegal yang ditetapkan Rp.620.000,- pada tahun 2008.<br />
Sarana Produksi yang dimiliki oleh perusahaan Industri Sedang ini bervariasi menurut jenis usaha. Industri kerupuk mie masih menggunakan alat tradisional yang dibuat dari bambu. Sedangkan pengusaha  industri pakaian jadi telah meningkatkan alat mesin jahit mereka dari mesin jahit biasa menjadi mesin jahit speed. Sementara untuk industri logam juga memulai transisi tekhnologi mesin yang digunakan.<br />
Tujuan pemasaran untuk industri kerupuk mie adalah kota-kota di pulau jawa, beberapa perusahaan sedang mengembangkan juga lokasi pemasaran di Sumatra. Sementara itu pakaian jadi Produksi Industri sedang di Kecamatan Adiwerna telah merambah kota-kota besar di Jawa, Bali dan Sumatra, bahkan Kalimantan. Sedangkan usaha logam umumnya memasarkan produknya dengan system order yang didapat dari perusahaan besar di Jakarta dan Bandung.<br />
Kendala utama yang umumnya dihadapi para pengusaha tersebut adalah masalah bahan baku. Fluktuasi harga bahan baku menjadi penyebab utama perusahaan-perusahaan tersebut kesulitan untuk berkembang. Beberapa tahun yang lalu terjadi fluktuasi harga besi yang membuat pengusaha industri logam menjadi limbung. Beberapa diantara mereka bahkan menghentikan usahanya untuk sementara. Sedangkan kendala fluktuasi harga bahan baku berupa tepung tapioka bagi industri kerupuk mie juga merupakan faktor dominan yang sering mereka keluhkan.</p>
<p style="text-align:justify;">
4.2.	Analisis Penelitian</p>
<p style="text-align:justify;">Analisa terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi produksi Industri Sedang di Kecamatan Adiwerna Tahun 2008  menggunakan software SPSS 17 sbb :</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Deskriptives Statistik   menunjukan nilai rata-rata dan standar deviasi dan variable  dependen dan indenpenden.</p>
<p style="text-align:justify;">a)	Rata-rata  produksi  yang terjual adalah  Rp.3.509 juta dalam tahun 2008 dengan standar deviasi sebesar Rp.1,825 juta .<br />
b)	Rata-rata jumlah tenaga kerja 30,48 orang pada tahun 2008 dengan standar deviasi sebesar 7,848 orang.<br />
c)	Rata – rata upah tenaga kerja adalah Rp.199,97 juta rupiah pada tahun 2008 dengan standar deviasi sebesar Rp.137,83 juta rupiah.<br />
d)	Rata – rata biaya BBM  adalah Rp 51,77 juta rupiah pada tahun 2008 dengan standar deviasi sebesar Rp.40,14 juta rupiah.<br />
e)	Rata – rata biaya bahan baku  adalah Rp.2.761,23 juta rupiah pada tahun 2008 dengan standar deviasi sebesar Rp.1.514,57 juta rupiah.<br />
f)	Rata – rata biaya untuk jasa industri adalah Rp.224,84 juta rupiah pada tahun 2008 dengan standar deviasi sebesar 277.421 juta rupiah.<br />
g)	Rata – rata biaya listrik   adalah Rp.3,23 juta rupiah pada tahun 2008 dengan standar deviasi sebesar Rp.1,65 juta rupiah.</p>
<p style="text-align:justify;">4.2.2.	  Analisis Inferent.<br />
Analisa yang digunakan untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi Produksi adalah Analisa Regresi Berganda.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam analisa regresi berganda dilakukan langkah-langkah sbb :<br />
4.2.2.1	Uji Kenormalan Variable Dependent.<br />
Hipotesis<br />
Ho : Data produksi mengikuti fungsi distribusi normal<br />
H1 :  Data produksi tidak mengikuti fungsi distribusi normal<br />
Kreteria uji Ho tolak jika p-value &#60; dari α (0,05)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dari table Test of Normality di atas menunjukan bahwa normalitas data dengan uji Kolmogorov-Smirnov di atas diperoleh p-value adalah 0,098 lebih besar α maka Ho diterima dengan kesimpulan bahwa data produksi pada Industri Sedang di Kecamatan Adiwerna Tahun 2008 berdistribusi normal.<br />
Kenormalan distribusi data produksi juga dapat digambarkan dengan grafik Normal Q-Q plot di bawah ini yang menunjukan sebaran data yang mengikuti dan memusat disekitar garis regresi.</p>
<p style="text-align:justify;">4.2.2.2.	Korelasi antar varibel</p>
<p>Uji korelasi antar variable ditujukan untuk melihat seberapa besar hubungan arah dan keeratan antar varibel yang diamati, namun bukan merupakan hubungan sebab-akibat (causal)</p>
<p style="text-align:justify;">Dari table Correlations hubungan dengan metode Pearson Correlations menunjukan bahwa variable produksi (Y) dengan ke-enam varibel independent (Xn) yaitu masing-masing  jumlah tenaga kerja 0,794, upah tenaga kerja 0,924, biaya BBM 0,513, biaya bahan baku 0,987, jasa industri 0,458 dan biaya listrik 0,744. Dengan angka kriteria tersebut disimpulkan bahwa hubungan produksi dengan jumlah tenaga kerja memiliki hubungan yang kuat dengan arah positif, begitu juga dengan hubungan produksi dengan upah tenaga kerja, biaya bahan baku dan dan biaya listrik. Sedangkan hubungan produksi dengan biaya BBM dan jasa industri memiliki hubungan yang lemah karena kurang dari  (r&#60;0,5 )</p>
<p style="text-align:justify;">4.2.2.3	Penyusunan Model Regresi Linier<br />
Penyusunan model regresi linier dilakukan untuk melihat apakah variable independent yang diamati memiliki hubungan linier (secara simultan maupun parsial) yang signifikan terhadap variable dependent pada tingkat kepercayaan yang ditetapkan, yaitu 95 %.<br />
4.2.2.3.1	Uji Signifikansi secara Simultan (Over All F test )<br />
Pengujian signifiknasi terhadap model secara simultan ( bersama-sama) dimaksudkan untuk melihat kemampuan seluruh variable bebas mampu menjelaskan keragaman variable dependent, yaitu variable jumlah produksi.<br />
Hipotesis<br />
Ho     :  Tidak ada hubungan linier dari variable independent terhadap produksi<br />
H1           :     Secara bersama-sama atau minimal ada satu variabel independent yang<br />
mempunyai  hubungan linier terhadap produksi<br />
Kriteria uji F, Ho tolak jika p-value &#60; dari α (0,05)</p>
<p>Hasil Pengolahan SPSS 17 menunjukan output Uji F pada Tabel ANOVA di atas menghasilkan bahwa p-value 0,000 &#60; 0,05 maka tolak Ho kesimpulan secara simultan variable independent, yaitu jumlah tenaga kerja, upah tenaga kerja, biaya BBM, bahan baku, biaya listrik dan jasa industry mempunyai hubungan linier dengan produksi Industri Sedang di Kecamatan Adiwerna Tahun 2008.</p>
<p style="text-align:justify;">4.2.2.3.2.	Uji Signifikansi secara Parsial ( Individual t test )<br />
Hipotesis<br />
Ho : Tidak ada hubungan linier secara parsial variabel independent terhadap produksi<br />
H1 :  Ada hubungan linier secara parsial variabel independent terhadap produksi<br />
Kriteria uji t, Ho tolak jika p-value &#60; dari α (0,05) Pengujian menggunakan analisa regresi dengan methode enter menghasilkan output table coefficients Uji t sbb :  Tabel.4.2.5 Coefficientsa Model	Unstandardized Coefficients</p>
<p style="text-align:justify;">Dari table pengujian unjukan bahwa</p>
<p style="text-align:justify;">1.	Variable jumlah tenaga kerja p-value = 0,110 &#62; 0,05 maka terima Ho, dengan kesimpulan tidak cukup bukti bahwa variable jumlah tenaga kerja memiliki hubungan linier  dengan produksi secara signifikan pada tingkat kepercayaan 95 %<br />
2.	Variable upah tenaga kerja p-value  0,022 &#60; 0,05 maka tolak Ho, kesimpulan variable upah tenaga kerja mempunyai hubungan linier dengan produksi secara signifikan pada tingkat kepercayaan 95 % 3.	Variable biaya BBM p-value  0,300 &#62; 0,05 maka terima Ho, dengan kesimpulan tidak cukup bukti bahwa variable biaya BBM memiliki hubungan linier  dengan produksi secara signifikan pada tingkat kepercayaan 95 %<br />
4.	Variable biaya bahan baku p-value  0,000 &#60; 0,05 maka tolak Ho, kesimpulan variable upah tenaga kerja mempunyai hubungan linier dengan produksi secara signifikan pada tingkat kepercayaan 95 %<br />
5.	Variable biaya jasa industri p-value  0,000 &#60; 0,05 maka tolak Ho, kesimpulan variable upah tenaga kerja mempunyai hubungan linier dengan produksi secara signifikan pada tingkat kepercayaan 95 % 6.	Variable biaya listrik p-value  0,954 &#62; 0,05 maka terima Ho, dengan kesimpulan tidak cukup bukti bahwa variable biaya listrik memiliki hubungan linier  dengan produksi secara signifikan pada tingkat kepercayaan 95 %<br />
4.2.2.3.3.	Koefisien Determinasi ( Uji R2  )<br />
Dari Tabel  Model Summary maka diperoleh output Adjusted R Square senilai 0.998 yang mencerminkan bahwa variable independent masing-masing yaitu biaya upah tenaga kerja biaya bahan baku dan biaya jasa industri  dalam persamaan regresi linier memiliki kemampuan mempengaruhi variable dependent dalam hal ini nilai produksi sebesar 99,8 %</p>
<p style="text-align:justify;">4.2.3	Uji Asumsi Regresi Linier<br />
4.2.3.1  Uji Normalitas Residu<br />
Uji normalitas menggunakan grafik P-P Plot of regression Standardized Residual, dan dari output grafik di bawah ini terlihat bahwa sebaran data yang mengikuti dan memusat disekitar garis regresi, sehingga asumsi kenormalan dapat dipenuhi</p>
<p style="text-align:justify;">4.2.3.2  Uji Auto Korelasi<br />
Uji autokorelasi didapat dengan Test Durbin Watson dengan output sbb :<br />
Hipotesisis<br />
Ho : ρ= 0 , tidak ada korelasi positif atau negatif.<br />
Ho  : ρ≠0 , ada autokorelasi positif dan negative<br />
Kriteria Keputusan : Tolak hipotesis nol bila nilai Durbin –Watson  d&#60;4-du.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengujian ada tidaknya problem autokorelasi pada residual dapat dilihat dari nilai statistic Durbin-Watson (Pada Tabel Model Summary di atas) dimana nilai Durbin Watson menunjukkan nilai  2.061 lebih besar dari nilai nilai table Durbin-Watson dengan n = 31 dan k =6, dimana k = banyaknya variable prediktor sehingga disimpulkan  tidak ada problem  autokorelasi pada residual yang  di tunjukkan oleh nilai Durbin –Watson . Dari model summary, diketahui nilai Durbin-Watson d = 2,061 dan nilai batas atas Durbin-Watsontabel sebesar 1,92. Nilai 1,92 dapat dilihat dari tabel Durbin-Watson dengan  n = 31 dan k = 6 dimana k adalah banyaknya variable predictor.Oleh karena nilai 2,061) &#62; 1,92 atau 1,92 &#60; 2,061 &#60; (4-1,92), maka hipotesis nol diterima artinya tidak ada autokorelasi positip dan negative .</p>
<p style="text-align:justify;">
4.2.3.3. Uji Multikolinieritas<br />
Uji multikolinieritas dilakukan dengan menggunakan nilai VIF (Variance Inflation Factory). Menurut Hair, et.al ( 1998 : 45 ) oleh Agus Purwoto, Panduan Laboratorium Statistik Inferensial ( 2007 : 97 ), jika nilai VIF kurang dari 10, multikolinieritas tidak terjadi. Dari Tabel 4.5. Coefficeint di atas menunjukan bahwa VIF semua variable independen kurang dari 10 sehingga Asumsi terdapat problem multikolinieritas tidak terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">4.2.3.4. Uji Homoskedastisitas<br />
Uji Homoskedastisitas atau tidak terdapat problem heteroskedastisit yaitu menggunakan grafik Scatter Plot.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari grafik scatter plot tersebut tampak bahwa pencaran data tidak menunjukan suatu pola tertentu. Pencaran data menyebar secara acak, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada problem heteroskodastisitas.<br />
4.2.4. Pemilihan Model Regresi<br />
Setelah dilakukan semua uji Asumsi, maka untuk kita kembali untuk menyusun model regresi linier yang dapat menjawab faktor yang mempengaruhi produksi. Pada proses penyusunan model dengan analisis regresi metode enter, sebelumnya ditemukan terdapat variable independent yang tidak cukup bukti memiliki hubungan linier dengan variable dependent, yaitu variable jumlah tenaga kerja, variable biaya BBM dan variable biaya listrik, maka langkah selanjutnya adalah perlu diperbaiki model regresi.<br />
Analasi regresi linier menggunakan pengolahan SPSS 17 dengan methode enter sebagai depedent variable adalah produksi dan independent variable masing-masing yaitu upah tenaga kerja, biaya bahan baku dan biaya jasa industry, menghasilkan output sbb. :</p>
<p>Dari output tersebut didapat p-value untuk Uji t masing-masing variable independent lebih kecil dari 0,05 atau tolak Ho sehingga kesimpulannya bahwa variable-variebel independent memiliki hubungan linier dengan jumlah produksi yang di hasilkan Industri Sedang di Kecamatan Adiwerna tahun 2008.<br />
Dengan menggunakan table Coefficient di atas maka Model Regresi Linier untuk Faktor-faktor yang berpengaruh pada Produksi adalah</p>
<p style="text-align:justify;">Y = 182,927 + 0,842 X1 + 1,059 X2 + 1,033 X3</p>
<p style="text-align:justify;">dimana 	    Y   = nilai produksi<br />
X1 = biaya upah tenaga kerja<br />
X2 = biaya bahan baku<br />
X3 = biaya jasa industri</p>
<p style="text-align:justify;">BAB 5<br />
PENUTUP</p>
<p style="text-align:justify;">5.1.  Kesimpulan<br />
Dari hasil analisis yang kami lakukan, dapat disimpulakan  sebagai berikut:<br />
1.	Dari Analisa regresi linier berganda menunjukan bahwa nilai Produksi Industri Sedang di Kecamatan Adiwerna di pengaruhi secara simultan oleh faktor-faktor biaya upah tenaga kerja dan biaya bahan baku serta  biaya jasa industri secara signifikan dengan tingkat kepercayaan 95 %.<br />
2.	Model regresi linier di atas menunjukan bahwa nilai Produksi Industri Sedang di Kecamatan Adiwerna di pengaruhi secara simultan oleh faktor-faktor biaya upah tenaga kerja sebesar 0,842 satuan, dan biaya bahan baku sebesar 1,059 satuan serta  jasa industri sebesar 1,033 satuan secara signifikan dengan tingkat kepercayaan 95 %. Sementara apabila diasumsikan ketiga faktor di atas tidak ada atau sama dengan nol maka faktor lainnya mempengaruhi nilai produksi sebesar 182,927 satuan.<br />
Dengan memasukkan suatu bilangan tertentu ke dalam model persamaan regresi tersebut maka dapat diprediksikan nilai Produksi Industri Sedang di Kecamatan Adiwerna Tahun 2008.<br />
Sedangkan variable-variabel independent yang diamati lainnya yaitu : jumlah tenaga kerja, biaya BBM dan biaya listrik menunjukan belum cukup bukti untuk dapat mempengaruhi nilai produksi dengan penjelasan sebagai berikut :<br />
a.	Tenaga kerja pada Industri Sedang di Adiwerna adalah tenaga kerja informal yang dibayar dibawah standar upah minimum kabupaten. Tenega kerja umumnya dibayar borongan sehingga tidak memungkinkan terjadinya kenaikan produksi dengan ditambahnya jumlah tenaga kerja, karena bertambahnya jumlah pekerja berarti bertambah pula biaya lainnya seperti biaya peralatan dan perawatannya dan biaya konsumsi pekerja yang di tanggung perusahaan. Sementara penambahan sarana produksi juga menjadi kendala bagi Industri Sedang karena faktor Modal yang relative terbatas.<br />
b.	Biaya BBM yang terjadi pada proses produksi sangat minim. Biaya BBM yang diamati lebih banyak digunakan sebagai bahan bakar untuk kendaraan operasional dibandingkan dengan biaya BBM untuk alat produksi. Hal tersebut tergambar pula dari nilai biaya yang sangat bervariasi, dimana bagi perusahaan Industri Sedang yang tidak memiliki armada sendiri tercatat mengeluarkan biaya BBM yang kecil.<br />
c.	   Biaya listrik tidak signifikan mempengaruhi nilai produksi karena energi listrik yang digunakan dalam proses produksi relative kecil. Hal ini dikarenakan komsumsi energy mesin produksi sebagian besar Industri Sedang tersebut relative sedikit, bahkan di Industri Kerupuk Mie masih menggunakan alat manual tradisional.</p>
<p style="text-align:justify;">5.2.  Saran<br />
Kendati makalah ini masih jauh dari sempurna, jika berikut adalah saran dari penulisan sebagai berikut:<br />
a.	Karena potensi industri sedang di kecamatan Adiwerna dapat berkembang untuk menyerap tenaga kerja yang lebih banyak maka kemajuan industri sedang merupakan salah satu jalan untuk menyerap tenaga kerja yang ada di kecamatan Adiwerna, khususnya dan kabupaten Tegal pada umumnya.<br />
b.	Upah kerja secara signifikan berpengaruh terhadap nilai produksi oleh karena itu kenaikan upah kerja diproyeksikan dapat meningkatkan nilai produksi.<br />
c.	  Kestabilan harga bahan baku merupakan salah satu faktor yang didambakan oleh para pengusaha agar dapat merencanakan usaha yang lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;">DAFTAR PUSTAKA<br />
BPS, Perusahaan Menengah dan Besar, Jakarta , 2006<br />
BPS, Analisis  Propil Perusahaan/usaha Indonesia, Jakarta, 2008<br />
BPS, Keadaan Angkatan Kerja Di Indonesia (Berbagai Publikasi) Jakarta.<br />
BPS, Analisis Ketenaga kerjaan (Kondisi Sosial Ekonomi Pekerja), Jakarta, 2006<br />
BPS, Statistik Industri Besar dan Sedang , Jakarta, 2000<br />
Agus Purwanto, 2007 , Panduan LAboratorium Statistik Inferensial,Jakarta, Grasindo<br />
Sopyan Yamin ,2008, SPSS Complete, Jakarta.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SAYA INGIN SEPERTI AYAH ]]></title>
<link>http://rizalirw.wordpress.com/2009/11/12/saya-ingin-seperti-ayah-semoga-menjadi-hikmah-buat-kita-semua/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 02:14:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>rizalirw</dc:creator>
<guid>http://rizalirw.wordpress.com/2009/11/12/saya-ingin-seperti-ayah-semoga-menjadi-hikmah-buat-kita-semua/</guid>
<description><![CDATA[SAYA INGIN SEPERTI AYAH Suatu hari suami saya rapat dengan beberapa rekan bisnisnya yang kebetulan m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>SAYA INGIN SEPERTI AYAH</div>
<div>Suatu hari suami saya rapat dengan beberapa  rekan bisnisnya yang kebetulan mereka sudah mendekati usia 60 tahun dan  dikaruniai beberapa orang cucu. Di sela-sela pembicaraan serius tentang bisnis,  para kakek yang masih aktif itu sempat juga berbagi pengalaman tentang kehidupan  keluarga di masa senja usia. Suami saya yang kebetulan paling muda dan masih  mempunyai anak balita, mendapatkan pelajaran yang sangat berharga, dan untuk itu  saya merasa berterima kasih kepada rekan-rekan bisnisnya tersebut. Mengapa?  Inilah kira-kira kisah mereka&#8230;&#8230;</div>
<div>
<p>Salah satu dari mereka kebetulan  akan ke Bali untuk urusan bisnis, dan minta tolong diatur tiket kepulangannya  melalui Surabaya karena akan singgah ke rumah anaknya yang bekerja di sana . Di  situlah awal pembicaraan &#8216;menyimpang&#8217; dimulai. Ia mengeluh, &#8221; Susah anak saya  ini, masak sih untuk bertemu bapaknya saja sulitnya bukan main.&#8221; &#8220;Kalau saya  telepon dulu, pasti nanti dia akan berkata jangan datang sekarang karena masih  banyak urusan. Lebih baik datang saja tiba-tiba, yang penting saya bisa lihat  cucu.&#8221;</p>
<p>Kemudian itu ditimpali oleh rekan yang lain. &#8220;Kalau Anda jarang  bertemu dengan anak karena beda kota , itu masih dapat dimengerti,&#8221; katanya.  &#8220;Anak saya yang tinggal satu kota saja, harus pakai perjanjian segala kalau  ingin bertemu.&#8221; &#8220;Saya dan istri kadang-kadang merasa begitu kesepian, karena  kedua anak saya jarang berkunjung, paling-paling hanya telepon.&#8221;</p>
<p>Ada  lagi yang berbagi kesedihannya, ketika ia dan istrinya menengok anak  laki-lakinya, yang istrinya baru melahirkan di salah satu kota di Amerika.  Ketika sampai dan baru saja memasuki rumah anaknya, sang anak sudah bertanya,  &#8220;Kapan Ayah dan Ibu kembali ke Indonesia ?&#8221; &#8220;Bayangkan! Kami menempuh perjalanan  hampir dua hari, belum sempat istirahat sudah ditanya kapan pulang.&#8221; Apa yang  digambarkan suami saya tentang mereka, adalah rasa kegetiran dan kesepian yang  tengah melanda mereka di hari tua.</p>
<p>Padahal mereka adalah para profesional  yang begitu berhasil dalam kariernya. Suami saya bertanya, &#8220;Apakah suatu saat  kita juga akan mengalami hidup seperti mereka?&#8221; Untuk menjawab itu, saya  sodorkan kepada suami saya sebuah syair lagu berjudul Cat&#8217;s In the Cradle karya  Harry Chapin. Beberapa cuplikan syair tersebut saya terjemahkan secara bebas ke  dalam bahasa Indonesia agar relevan untuk konteks Indonesia .</p>
<p>Serasa kemarin ketika anakku lahir dengan penuh berkah.Aku harus  siap untuknya, sehingga sibuk aku mencari nafkah sampai &#8216;tak ingat kapan pertama  kali ia belajar melangkah. Pun kapan ia belajar bicara dan mulai lucu bertingkah  Namun aku tahu betul ia pernah berkata, &#8220;Aku akan menjadi seperti Ayah kelak&#8221;  &#8220;Ya betul aku ingin seperti Ayah kelak&#8221; &#8220;Ayah, jam berapa nanti pulang?&#8221; &#8220;Aku  tak tahu &#8216;Nak, tetapi kita akan punya waktu bersama nanti, dan tentu saja kita  akan mempunyai waktu indah bersama&#8221; Ketika saat anakku ulang tahun yang  kesepuluh; Ia berkata, &#8220;Terima kasih atas hadiah bolanya Ayah, wah &#8230; kita bisa  main bola bersama. Ajari aku bagaimana cara melempar bola&#8221; &#8220;Tentu saja &#8216;Nak,  tetapi jangan sekarang, Ayah banyak pekerjaan sekarang&#8221; Ia hanya berkata, &#8220;Oh  &#8230;.&#8221; Ia melangkah pergi, tetapi senyumnya tidak hilang, seraya berkata, &#8220;Aku  akan seperti ayahku&#8221;. &#8220;Ya, betul aku akan sepertinya&#8221; &#8220;Ayah, jam berapa nanti  pulang?&#8221; &#8220;Aku tak tahu &#8216;Nak, tetapi kita akan punya waktu bersama nanti, dan  tentu saja kita akan mempunyai waktu indah bersama&#8221; Suatu saat anakku pulang ke  rumah dari kuliah; Begitu gagahnya ia, dan aku memanggilnya, &#8220;Nak, aku bangga  sekali denganmu, duduklah sebentar dengan Ayah&#8221; Dia menengok sebentar sambil  tersenyum, &#8220;Ayah, yang aku perlu sekarang adalah meminjam mobil, mana kuncinya?&#8221;  &#8220;Sampai bertemu nanti Ayah, aku ada janji dengan kawan&#8221; &#8220;Nak, jam berapa nanti  pulang?&#8221; &#8220;Aku tak tahu &#8216;Yah, tetapi kita akan punya waktu bersama nanti dan  tentu saja kita akan mempunyai waktu indah bersama&#8221; Aku sudah lama pensiun dan  anakku sudah lama pergi dari rumah; Suatu saat aku meneleponnya. &#8220;Aku ingin  bertemu denganmu, Nak&#8221; Ia bilang, &#8220;Tentu saja aku senang bertemu Ayah, tetapi  sekarang aku tidak ada waktu. Ayah tahu, pekerjaanku begitu menyita waktu, dan  anak-anak sekarang sedang flu. Tetapi senang bisa berbicara dengan Ayah, betul  aku senang mendengar suara Ayah&#8221;<br />
Ketika ia menutup teleponnya, aku sekarang  menyadari; Dia tumbuh besar persis seperti aku; Ya betul, ternyata anakku persis  seperti aku. Rupanya prinsip investasi berlaku pula pada<br />
keluarga dan anak.  Seorang investor yang berhasil mendapatkan return yang tinggi, adalah yang  selalu peduli dan menjaga apa yang diinvestasikannya.</p>
<p>Saya sering  melantunkan cuplikan syair tersebut dalam bahasa aslinya,</p>
<p>&#8220;I&#8217;m gonna be  like you, Dad, you know I&#8217;m gonna be like you&#8221;,</p>
<p>kapan saja ketika suami  saya sudah mulai melampaui batas kesibukannya. Ternyata cukup manjur. &#8220;Lutfi &#8230;  ayo kita kasih makan kelinci,&#8221; katanya kepada anak kami yang berusia 3  tahun.</p>
<p>Prinsip diatas dapat kita terapkan dalam kehidupan kita sehari  hari maupun dalam tugas kerja kita mengembangkan manusia yang menjadi tanggung  jawab kita ataupun bawahan kita.<br />
Apabila kita mempunyai bawahan dengan  kwalitas kerja yang kurang atau dibawah standard maka&#8230;&#8230; sadarlah bahwa  kejadian ini mungkin merupakan refleksi atau bentukan dari diri kita sendiri  jadi jangan salahkan mereka&#8230;. jangan mem-&#8221;vonis&#8221; mereka tapi coba cari titik  awal timbulnya masalah, dan coba introspeksi.</p>
<p>SEMOGA INI BERMANFAAT UNTUK  KITA SEMUA.</p>
</div>
<div>(from FB temen [DP] )</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Legenda Mazhab Wahabi dan Pengharaman Lukisan]]></title>
<link>http://musadiqmarhaban.wordpress.com/2009/11/12/mazhab-wahabi-dan-pengharaman-lukisan/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 23:54:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>Musadiq Marhaban</dc:creator>
<guid>http://musadiqmarhaban.wordpress.com/2009/11/12/mazhab-wahabi-dan-pengharaman-lukisan/</guid>
<description><![CDATA[Pertanyaan: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Dengan segala hormat saya memohon penje]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pertanyaan: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Dengan segala hormat saya memohon penje]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sahabat Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam Akan Diusir dari Telaga Haudh ?]]></title>
<link>http://alfanarku.wordpress.com/2009/11/07/sahabat-nabi-akan-diusir-dari-telaga-haudh/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 16:05:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>alfanarku</dc:creator>
<guid>http://alfanarku.wordpress.com/2009/11/07/sahabat-nabi-akan-diusir-dari-telaga-haudh/</guid>
<description><![CDATA[Diantara syubhat-syubhat yang dilancarkan oleh kaum Syi’ah dalam rangka mendiskreditkan generasi awa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Diantara syubhat-syubhat yang dilancarkan oleh kaum Syi’ah dalam rangka mendiskreditkan generasi awal Islam adalah dengan menampilkan hadits-hadits dari literatur Ahlus Sunnah yang matannya menurut pemahaman mereka tertuju kepada para “sahabat sejati” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Diantara hadits-hadits yang seringkali mereka tampilkan adalah hadits-hadits mengenai dihalaunya sekumpulan orang Islam dari telaga Haudh-nya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pada hari akhir kelak, yang beliau menyebut sekumpulan orang tersebut dengan sebutan “Sahabat” beliau. Hadits-hadits mengenai hal ini telah tercatat di shahih Bukhari dan Muslim dan juga kitab hadits yang lainnya, diantaranya adalah seperti berikut ini:<!--more--></p>
<p dir="rtl"><strong>7049 &#8211; حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ مُغِيرَةَ عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ لَيُرْفَعَنَّ إِلَيَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ حَتَّى إِذَا أَهْوَيْتُ لِأُنَاوِلَهُمْ اخْتُلِجُوا دُونِي فَأَقُولُ أَيْ رَبِّ أَصْحَابِي يَقُولُ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ<em></em></strong></p>
<p dir="rtl"><em>(9/46)</em></p>
<p><em>Telah menceritakan kepada kami Musa bin Ismail telah menceritakan kepada kami Abu Awanah dari Mughirah dari Abi Wail yang berkata Abdullah berkata Nabi SAW bersabda “Aku akan mendahului kalian sampai di Al Haudh dan akan dihadapkan kepadaku </em><em>beberapa</em><em> orang dari kalian. kemudian ketika aku memberi minum mereka, mereka terhalau dariku maka Aku bertanya “Wahai Rabb</em><em>k</em><em>u mereka itu sahabat-sahabat</em><em>k</em><em>u</em><em>.</em><em> Dia menjawab “</em><em>e</em><em>ngkau tidak tahu apa yang mereka perbuat sepeninggalmu”. [Shahih Bukhari 9/46 no 7049]</em><em> diriwayatkan juga dalam Shahih Muslim 4/1796 no 2297.</em></p>
<p dir="rtl"><strong>6593 &#8211; حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ عَنْ نَافِعِ بْنِ عُمَرَ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَتْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي عَلَى الْحَوْضِ حَتَّى أَنْظُرَ مَنْ يَرِدُ عَلَيَّ مِنْكُمْ وَسَيُؤْخَذُ نَاسٌ دُونِي فَأَقُولُ يَا رَبِّ مِنِّي وَمِنْ أُمَّتِي فَيُقَالُ هَلْ شَعَرْتَ مَا عَمِلُوا بَعْدَكَ وَاللَّهِ مَا بَرِحُوا يَرْجِعُونَ عَلَى أَعْقَابِهِمْ فَكَانَ ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ أَنْ نَرْجِعَ عَلَى أَعْقَابِنَا أَوْ نُفْتَنَ عَنْ دِينِنَا { أَعْقَابِكُمْ تَنْكِصُونَ } تَرْجِعُونَ عَلَى الْعَقِبِ<em></em></strong></p>
<p dir="rtl"><em>(8/121)</em></p>
<p><em>Diriwayatkan oleh Asma’ binti Abu Bakar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Saya akan berdiri di atas telaga Haudh kemudian saya akan melihat beberapa orang akan datang kepadaku diantara kalian, dan beberapa manusia dihalau dariku, dan aku akan berkata, “Ya Rabb, mereka dariku, dari ummatku” Kemudian akan dikatakan “Apakah kamu mengetahui apa yang mereka perbuat sepeninggalmu? Demi Allah, mereka telah berbalik ke belakang (murtad). (Shahih Bukhari 8/121 No. 6593, Shahih Muslim 4/1794 No. 2293)    </em></p>
<p>Dan beberapa riwayat lagi yang maknanya senada dengan hadits-hadits di atas. Yaitu bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam akan datang mendahului umatnya sampai di telaga Haudh, dan kemudian akan ada sekelompok orang yang beliau mengenal mereka sebagai umatnya datang mendekati telaga beliau untuk ikut minum air dari telaga beliau tersebut, tetapi tiba-tiba mereka dihalau oleh Malaikat, dan beliau akan berusaha membela mereka dengan mengatakan bahwa mereka adalah “sahabat” beliau, dalam riwayat lain “mereka dariku, dari golongan umatku” maka akan dikatakan kepada beliau bahwa “beliau tidak mengetahui apa yang mereka perbuat atau ada-adakan sepeninggal beliau”, dalam riwayat lain “sekelompok orang tersebut telah berbalik ke belakang (murtad) sepeninggal beliau”, “merubah ajaran agama sepeninggal beliau”. Kemudian beliau akan berkata kepada mereka : “menjauhlah”. Demikian ringkasan matan dari hadits-hadits tersebut.</p>
<p>Sebagaimana telah dijelaskan di atas, kaum Syi’ah menjadikan hadits-hadits tersebut (khususnya yang mengandung kata sahabat) sebagai alat untuk menyerang keadilan Para Sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, mereka mengklaim bahwa yang dimaksud hadits-hadits di atas adalah para sahabat sejati Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam yang telah menemani dan berjuang bersama beliau, sehingga menurut mereka sepeninggal beliau sebagian besar sahabat telah murtad dari agamanya dan mengada-adakan hal-hal baru dalam agama kecuali hanya segelintir sahabat yang bisa dihitung dengan jari saja yang tidak demikian, sehingga di akhirat nanti mereka akan diusir dari telaga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, dan salah satu yang menyebabkan hal itu adalah karena mereka telah menolak walayah Ali bin Abi Thalib ra. Benarkah demikian?</p>
<p>Di sini penulis akan mengkritisi pemahaman kaum Syi’ah terhadap hadits-hadits di atas, yang jika diteliti lebih dalam, sebenarnya pemahaman mereka adalah keliru.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Definisi Sahabat menurut Ahlus Sunnah</strong></p>
<p>Kita mesti ingatkan terlebih dahulu kepada mereka mengenai definisi sahabat menurut Ahlus Sunnah yang masyhur:</p>
<p>Ibnu Hajar al-Asqalani asy-Syafi&#8217;i pernah berkata:</p>
<p><em>&#8220;Ash-Shabi (sahabat) ialah orang yang bertemu dengan Rasulullah SAW, beriman kepada beliau dan meninggal dalam keadaan Islam&#8221;</em><em>  </em></p>
<p>Maka, orang yang meninggal dalam keadaan tidak Islam atau murtad bukanlah dikategorikan sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Sehingga para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang banyak dipuji oleh Allah dan Rasul-Nya bukanlah yang dimaksud oleh hadits tersebut.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Karakteristik Sahabat Menurut Al-Qur’an</strong></p>
<p>As-Suddi telah berkata dalam keterangannya tentang firman Allah Azza wa Jalla QS Ali-Imran : 110<br />
 </p>
<p> <strong>كُنتُمۡ خَيۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنڪَرِ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ‌ۗ وَلَوۡ ءَامَنَ أَهۡلُ ٱلۡڪِتَـٰبِ لَكَانَ خَيۡرً۬ا لَّهُم‌ۚ مِّنۡهُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَأَڪۡثَرُهُمُ ٱلۡفَـٰسِقُونَ (﻿١١٠﻿)</strong></p>
<p><em><span style="color:#008000;">110. Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.</span></em></p>
<p>As-Suddi mengatakan  bahwa Umar bin Khattab r.a. telah berkata (mengenai penafsiran ayat ini), &#8220;Apabila Allah Swt. menghendaki, niscaya dia akan mengatakan <em><strong>antum</strong></em><strong> </strong>maka<strong> </strong>(akan tercakup dalam pengertian kata ini) adalah kita seluruhnya. Akan tetapi Allah Swt. mengatakan-Nya dengan kata <strong><em>kuntum</em></strong> yang berarti ditujukan khusus kepada para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. dan orang-orang yang melakukan pekerjaan seperti yang dilakukan para sahabat. Mereka itulah &#8220;khairu ummat (sebaik-baik ummat) yang dikeluarkan untuk seluruh manusia.&#8221; Imam Ibnu Jarir juga telah meriwayatkannya dari Qatadah r.a. yang mana ia berkata, &#8220;Telah diceritakan bahwa Umar telah membaca ayat ini (Ali Imran ayat 101) kemudian dia berkata, &#8220;Wahai manusia, barangsiapa yang ingin digolongkan dalam ayat ini, maka hendaklah dia menunaikan syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. dalam ayat tersebut. (Syarat tersebut adalah <em>Amar ma’ruf nahi munkar</em>. Pent)(HR. Ibnu Jarir  dan Ibnu Abi Hatim, seperti yang disebutkan dalam kitab <em>Kanzul ‘Ummaal</em> jilid I halaman 238)</p>
<p>Maka, sebagian besar para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang telah dipuji oleh Allah sebagai khairu ummah bukanlah yang dimaksud oleh hadits tersebut.</p>
<p>Firman Allah QS At-Taubah : 100</p>
<p><strong>وَٱلسَّـٰبِقُونَ ٱلۡأَوَّلُونَ مِنَ ٱلۡمُهَـٰجِرِينَ وَٱلۡأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحۡسَـٰنٍ۬ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنۡہُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُ وَأَعَدَّ لَهُمۡ جَنَّـٰتٍ۬ تَجۡرِى تَحۡتَهَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيہَآ أَبَدً۬ا‌ۚ ذَٲلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ (١٠٠﻿</strong></p>
<p><em><span style="color:#008000;">100. Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.</span></em></p>
<p>Maka, Assabiqunal Awwalun dari kalangan Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik bukanlah yang dimaksud hadits di atas.</p>
<p>Firman Allah QS Al-Fath : 18</p>
<p><strong>لَّقَدۡ رَضِىَ ٱللَّهُ عَنِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ إِذۡ يُبَايِعُونَكَ تَحۡتَ ٱلشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِى قُلُوبِہِمۡ فَأَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ عَلَيۡہِمۡ وَأَثَـٰبَهُمۡ فَتۡحً۬ا قَرِيبً۬ا (﻿١٨﻿</strong></p>
<p><em><span style="color:#008000;">18. Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).</span></em></p>
<p>Hal ini dikuatkan dengan hadits :</p>
<p><em>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tidak akan masuk neraka seorang-pun dari orang-orang yg berba’iat di bawah pohon (di Hudaibiyyah)”. [Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan Muslim].</em></p>
<p>Maka, Para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang ikut berjanji setia di bawah pohon yang berjumlah sekitar 1,500 orang bukanlah termasuk yang dihalau dari telaga Haudh.</p>
<p>Firman Allah QS Al-Fath : 29</p>
<p><strong>مُّحَمَّدٌ۬ رَّسُولُ ٱللَّهِ‌ۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُ ۥۤ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلۡكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيۡنَہُمۡ‌ۖ تَرَٮٰهُمۡ رُكَّعً۬ا سُجَّدً۬ا يَبۡتَغُونَ فَضۡلاً۬ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٲنً۬ا‌ۖ سِيمَاهُمۡ فِى وُجُوهِهِم مِّنۡ أَثَرِ ٱلسُّجُودِ‌ۚ ذَٲلِكَ مَثَلُهُمۡ فِى ٱلتَّوۡرَٮٰةِ‌ۚ وَمَثَلُهُمۡ فِى ٱلۡإِنجِيلِ كَزَرۡعٍ أَخۡرَجَ شَطۡـَٔهُ ۥ فَـَٔازَرَهُ ۥ فَٱسۡتَغۡلَظَ فَٱسۡتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ يُعۡجِبُ ٱلزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِہِمُ ٱلۡكُفَّارَ‌ۗ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ مِنۡہُم مَّغۡفِرَةً۬ وَأَجۡرًا عَظِيمَۢا (﻿٢٩﻿</strong></p>
<p><em><span style="color:#008000;">29. Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku&#8217; dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.</span></em></p>
<p>Maka, para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dengan sifat-sifat di atas jelas-jelas mereka bukanlah yang dimaksud hadits tersebut.</p>
<p>Firman Allah dalam QS Al-Hasyr : 8</p>
<p><strong>لِلۡفُقَرَآءِ ٱلۡمُهَـٰجِرِينَ ٱلَّذِينَ أُخۡرِجُواْ مِن دِيَـٰرِهِمۡ وَأَمۡوَٲلِهِمۡ يَبۡتَغُونَ فَضۡلاً۬ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٲنً۬ا وَيَنصُرُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُ ۥۤ‌ۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلصَّـٰدِقُونَ (﻿٨﻿</strong></p>
<p><em><strong>8</strong><span style="color:#008000;">. (Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan RasulNya. Mereka itulah orang-orang yang benar.</span></em></p>
<p>Maka kaum Muhajirin adalah bukan yang dimaksud hadits tersebut.</p>
<p>Firman Allah dalam QS Al-Hasyr : 9</p>
<p><strong>وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلۡإِيمَـٰنَ مِن قَبۡلِهِمۡ يُحِبُّونَ مَنۡ هَاجَرَ إِلَيۡہِمۡ وَلَا يَجِدُونَ فِى صُدُورِهِمۡ حَاجَةً۬ مِّمَّآ أُوتُواْ وَيُؤۡثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِہِمۡ وَلَوۡ كَانَ بِہِمۡ خَصَاصَةٌ۬‌ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفۡسِهِۦ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ (﻿٩﻿</strong></p>
<p><em><span style="color:#008000;">Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) &#8216;mencintai&#8217; orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.</span></em></p>
<p>Maka Kaum Anshar bukanlah yang dimaksud hadits tersebut.</p>
<p>Firman Allah dalam QS Al-Anfal : 74</p>
<p><strong>وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَهَاجَرُواْ وَجَـٰهَدُواْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلَّذِينَ ءَاوَواْ وَّنَصَرُوٓاْ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ حَقًّ۬ا‌ۚ لَّهُم مَّغۡفِرَةٌ۬ وَرِزۡقٌ۬ كَرِيمٌ۬ (﻿٧٤﻿</strong></p>
<p><em><span style="color:#008000;">74. Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia.</span></em></p>
<p>Jelas sekali, berdasarkan ayat di atas Kaum Muhajirin dan Anshar bukanlah yang dihalau dari telaga Haudh.</p>
<p>Firman Allah dalam QS Al-Hujuraat : 7-8</p>
<p><strong>وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ فِيكُمۡ رَسُولَ ٱللَّهِ‌ۚ لَوۡ يُطِيعُكُمۡ فِى كَثِيرٍ۬ مِّنَ ٱلۡأَمۡرِ لَعَنِتُّمۡ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ حَبَّبَ إِلَيۡكُمُ ٱلۡإِيمَـٰنَ وَزَيَّنَهُ ۥ فِى قُلُوبِكُمۡ وَكَرَّهَ إِلَيۡكُمُ ٱلۡكُفۡرَ وَٱلۡفُسُوقَ وَٱلۡعِصۡيَانَ‌ۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلرَّٲشِدُونَ (﻿٧﻿) فَضۡلاً۬ مِّنَ ٱللَّهِ وَنِعۡمَةً۬‌ۚ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ۬ (﻿٨﻿</strong></p>
<p><em><span style="color:#008000;">7. Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu &#8216;cinta&#8217; kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,</span></em></p>
<p><em><span style="color:#008000;">8. sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.</span></em></p>
<p>Tidak mungkin mereka yang dimaksud oleh ayat tersebut yang dihalau dari telaga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.</p>
<p>Dan masih banyak lagi sifat-sifat mengenai sahabat sejati Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang telah diabadikan oleh Allah Azza wa Jalla dalam Al-Qur’anul karim dan disebutkan melalui lisan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, dimana jelas mereka yang disebutkan dalam ayat-ayat tersebut tidak mungkin sebagai orang-orang yang akan dihalau dari telaga Haudh.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Bagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengenali umat beliau di hari Kiamat ?</strong></p>
<p>Kalau bukan mereka lalu siapakah orang-orang yang disebut oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dengan “sahabat-sahabatku” tetapi ternyata mereka dihalau dari telaga beliau? Mari kita cermati hadits-hadits lain yang berkaitan dengan hadits telaga haudh di atas, yang ternyata riwayat-riwayat tersebut saling menjelaskan dan melengkapi.</p>
<p>Rasulullah mengenal umatnya di hari kiamat melalui tanda-tanda putih cemerlang pada anggota badan bekas wudhu mereka yaitu wajah, tangan dan kaki mereka, hal ini menunjukkan bahwa hadits-hadits tersebut berkenaan dengan umat Islam secara keseluruhan (umat Islam generasi pertama sampai terakhir) bukan hanya umat Islam pada masa sahabat saja.</p>
<p dir="rtl"><strong>بَاب فَضْلِ الْوُضُوءِ وَالْغُرُّ الْمُحَجَّلُونَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ<br />
136 &#8211; حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ خَالِدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِلَالٍ عَنْ نُعَيْمٍ الْمُجْمِرِ قَالَ رَقِيتُ مَعَ أَبِي هُرَيْرَةَ عَلَى ظَهْرِ الْمَسْجِدِ فَتَوَضَّأَ فَقَالَ إِنِّي سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أُمَّتِي يُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ فَمَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ<em></em></strong></p>
<p dir="rtl"><em>(1/39)</em></p>
<p><em>Nu&#8217;aim al-Mujmir r.a. berkata, &#8220;Saya naik bersama Abu Hurairah ke atas masjid. Ia berwudhu lalu berkata, &#8216;Sesungguhnya aku pernah mendengar Nabi bersabda, &#8216;Sesungguhnya pada hari kiamat nanti umatku akan dipanggil dalam keadaan putih cemerlang dari bekas wudhu. Barangsiapa yang mampu untuk memperlebar putihnya, maka kerjakanlah hal itu.” (Shahih Bukhari 1/39 No. 136).</em></p>
<p><strong>36 &#8211; ( 247 ) حدثنا سويد بن سعيد وابن أبي عمر جميعا عن مروان الفزاري قال ابن أبي عمر حدثنا مروان عن أبي مالك الأشجعي سعد بن طارق عن أبي حازم عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال<br />
Y إن حوضي أبعد من أيلة من عدن لهو أشد بياضا من الثلج وأحلى من العسل باللبن ولآنيته أكثر من عدد النجوم وإني لأصد الناس عنه كما يصد الرجل إبل الناس عن حوضه قالوا يا رسول الله أتعرفنا يومئذ ؟ قال نعم لكم سيما ليست لأحد من الأمم تردون علي غرا محجلين من أثر الوضوء</strong></p>
<p dir="rtl"><em>(1/217)</em></p>
<p>Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“(Panjang sisi) telagaku lebih jauh jaraknya antara Ailah dan ‘Adn (keduanya adalah nama tempat), lebih putih dari salju, lebih manis daripada madu yang dicampur susu, bejana-bejananya lebih banyak dari jumlah bintang-bintang, dan aku benar-benar akan menghalangi manusia darinya sebagaimana seorang yang menghalangi unta milik orang lain dari telaganya. Para shahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah engkau mengenali kami waktu itu?” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya, kalian memiliki tanda yang tidak dimiliki oleh umat-umat yang lain. Kalian datang kepadaku dengan anggota wudhu yang putih bersinar dari bekas wudhu”. (Shahih Muslim 1/217 No. 36)</em></p>
<p><strong>39 &#8211; ( 249 ) حدثنا يحيى بن أيوب وسريج بن يونس وقتيبة بن سعيد وعلي بن حجر جميعا عن إسماعيل بن جعفر قال ابن أيوب حدثنا إسماعيل أخبرني العلاء عن أبيه عن أبي هريرة<br />
Y أن رسول الله صلى الله عليه و سلم أتى المقبرة فقال السلام عليكم دار قوم مؤمنين وإنا إن شاء الله بكم لاحقون وددت أنا قد رأينا إخواننا قالوا أولسنا إخوانك يا رسول الله ؟ قال أنتم أصحابي وإخواننا الذين لم يأتوا بعد فقالوا كيف تعرف من لم يأت بعد من أمتك يا رسول الله ؟ فقال أرأيت لو أن رجلا له خيل غر محجلة بين ظهري خيل دهم بهم ألا يعرف خيله ؟ قالوا بلى يا رسول الله قال فإنهم يأتون غرا محجلين من الوضوء وأنا فرطهم على الحوض ألا ليذادن رجال عن حوضي كما يذاد البعير الضال أناديهم ألا هلم فيقال إنهم قد بدلوا بعدك فأقول سحقا سحقا</strong></p>
<p dir="rtl"><em>(1/218)</em></p>
<p><em>Hadis riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menziarahi kuburan. Beliau berdoa: &#8220;Semoga keselamatan tetap dilimpahkan kepadamu, hai kaum yang mukmin dan kami, insya Allah akan menyusulmu&#8221;. Aku senang apabila aku dapat bertemu dengan saudara-saudaraku. Para sahabat bertanya: Bukankah kami saudara-saudaramu, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Engkau adalah sahabat-sahabatku, sedang saudaraku adalah orang-orang yang belum datang setelahku. <strong>Mereka bertanya lagi: Bagaimana engkau dapat mengenal umatmu yang belum datang di masa ini? Beliau bersabda: Tahukah engkau, seandainya ada seorang lelaki memiliki kuda yang bersinar muka, kaki dan tangannya kemudian kuda itu berada di antara kuda-kuda hitam legam, dapatkah ia mengenali kudanya? Mereka menjawab: Tentu saja dapat, wahai Rasulullah. Beliau bersabda: Sesungguhnya umatku akan datang dengan wajah, kaki dan tangan yang bersinar, bekas wudhu. Aku mendahului mereka datang ke telaga. Ingat! Beberapa orang akan dihalang-halangi mendatangi telagaku, sebagaimana unta hilang yang dihalang-halangi. Aku berseru kepada mereka: Kemarilah! Lalu dikatakan: Sesungguhnya mereka telah mengganti (ajaranmu) sesudahmu. Aku berkata: Semoga Allah menjauhkan mereka.</strong> (Shahih Muslim 1/218 No. 39).</em></p>
<p><strong>2443 &#8211; حدثنا أحمد بن محمد بن علي بن نيزك البغدادي حدثنا محمد بن بكار الدمشقي حدثنا سعيد بن بشير عن قتادة عن الحسن عن سمرة قال Y قال رسول الله صلى الله عليه و سلم إن لكل نبي حوضا وإنهم يتباهون أيهم أكثر واردة وإني أرجو أن أكون أكثرهم واردة</strong></p>
<p><em>“Sesungguhnya setiap Nabi memiliki haudh, mereka membanggakan diri, siapa diantara mereka yang paling banyak peminumnya (pengikutnya), dan aku berharap akulah yang paling banyak pengikutnya” (HR. At Tirmidzi no. 2443, dari sahabat Samurah radhiyallaHu ‘anHu, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahiih Sunan at Tirmidzi no. 1988)</em></p>
<p>Perhatikanlah hadits-hadits di atas, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam akan dapat mengenali umatnya di hari kiamat dari tanda putih cemerlang pada anggota badan bekas wudhu yang ada pada mereka.</p>
<p>Perhatikan juga pada hadits Muslim No. 39 dan hadits Tirmidzi No. 2443 di atas, beliau sedang membicarakan umat yang akan datang sesudah masa sahabat, sehingga jelaslah bahwa orang-orang yang akan dihalau dari telaga Haudh itu adalah sebagian umat Nabi shalallahu &#8216;alaihi wasallam secara umum, tidak bisa dikatakan hanya tertuju pada umat Islam masa sahabat saja, tetapi juga umat Islam sesudah jaman sahabat sampai hari kiamat yang melakukan perbuatan seperti itu (bid’ah dan murtad). Padahal kita juga tahu bahwa umat Islam sesudah generasi sahabat adalah juga termasuk umat sepeninggal Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam.</p>
<p>Keterangan mengenai bagaimana Nabi shalallahu &#8216;alaihi wasallam mengenal umat-nya dalam hadits Muslim di atas juga mengindikasikan bahwa &#8220;pengenalan beliau terhadap umatnya&#8221; di sini bukanlah berarti beliau mengenal mereka atau pernah bertemu mereka saat di dunia, tetapi Rasul shalallahu &#8216;alaihi wasallam mengenal mereka sebagai umat beliau adalah dari tanda-tanda bekas wudhu mereka di dunia yang begitu tampak jelas dan beliau sangat mengetahuinya bahwa tanda-tanda tersebut hanya ada ada pada umat beliau, dan itulah jawaban beliau terhadap pertanyaan sahabat tentang bagaimana beliau akan mengenali umatnya di hari kiamat. Sedangkan pembelaan beliau kepada sekelompok orang tersebut dengan perkataan &#8220;mereka adalah sahabat-sahabatku&#8221; adalah dalam rangka membela mereka karena beliau merasa mereka adalah bagian dari umat beliau dan di saat beliau masih hidup di dunia beliau menganggap umat Islam disekitar beliau adalah sahabat-sahabat beliau. Allahu A&#8217;lam.</p>
<p>Seandainyapun dikatakan bahwa mereka yang dihalau dari telaga Haudh adalah orang-orang pada masa Sahabat, maka Sahabat dalam pengertian Syar’i tidaklah termasuk sahabat yang diusir dari telaga Haudh berdasarkan tanzih dari ayat-ayat Al-Qur’an maupun As-Sunnah yang telah dijelaskan di atas, tetapi, kita telah mengetahui dari sirah dan sejarah yang shahih bahwa sebagian orang-orang Arab yang telah masuk Islam ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam masih hidup (yang Rasulullah mengenal sebagian dari mereka dan mereka-pun mengenal Rasulullah) telah menjadi murtad dan sebagian dari mereka tidak mau membayar zakat selang tidak lama setelah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam wafat. Maka mereka-lah yang lebih layak dihalau dari telaga Haudh pada hari kiamat nanti dan justru para sahabat sejati Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dibawah komando khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu lah yang telah memerangi kaum murtad tersebut sampai ke akar-akarnya dan mengembalikan kejayaan Islam saat itu.</p>
<p>Sebutan “sahabatku” oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam terhadap mereka bisa dipahami dalam pengertian sebagai sahabat beliau dalam agama, menunjukkan kasih sayang beliau terhadap umatnya dan antusias beliau di hari kiamat dalam membela umatnya. Dan hal tersebut juga menunjukkan bahwa kedudukan sebagai sahabat Nabi adalah kedudukan yang mulia oleh karenanya beliau menggunakan sebutan &#8220;sahabat&#8221; untuk membela umatnya. Sedangkan para &#8220;sahabat sejati&#8221; Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bukanlah orang-orang yang diusir dari telaga Haudh berdasarkan penjelasan dari Al-Qur’an dan As-Sunnah dan justru mereka-lah yang telah berjasa dalam mengembalikan kejayaan Islam dan menyelamatkan umat dari kemurtadan.</p>
<p><strong></strong> </p>
<p><strong>Kesimpulan :   </strong></p>
<p>Berdasarkan hadits-hadits di atas, orang-orang yang dihalau dari telaga Haudh, mereka adalah beberapa orang dari umat (mantan umat jika mereka telah murtad) Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam yang berbuat seperti yang disifatkan oleh hadits tersebut (berbuat bid’ah atau Murtad sepeninggal beliau) sampai hari kiamat, jadi tidak dikhususkan tertuju pada umat di masa Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam saja.</p>
<p>Mereka dikenal oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berdasarkan tanda-tanda dari bekas wudhu mereka sewaktu di dunia yang membedakan dengan umat-umat lainnya, sehingga beliau pada saat itu mengira mereka adalah umat beliau dan menyebut mereka dengan “sahabatku”, “dari-ku (golonganku)”, “dari ummatku” dalam rangka membela mereka, tetapi ternyata mereka adalah umat Islam yang mengada-adakan sesuatu yang baru (bid’ah) sepeninggal beliau atau mereka yang telah berbalik ke belakang (murtad dari agama Islam) sepeninggal beliau, sehingga mereka dihalau dari mendekati telaga Haudh.</p>
<p>Terjadinya kemurtadan sepeninggal beliau yang kemudian berhasil dipadamkan oleh sahabat-sahabat sejati beliau di bawah pimpinan khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu &#8216;anhu.</p>
<p>Para sahabat sejati yang Allah dan Rasul-Nya telah menjadi saksi atas keutamaan mereka bukanlah orang-orang yang dihalau dari telaga Haudh.</p>
<p>Maka syubhat kaum Syi’ah bahwa orang-orang yang akan dihalau dari telaga Haudh adalah para sahabat sejati Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam jelas sekali tidak benar.</p>
<p>Akhirnya, semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan kita sebagai bagian dari Umat nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam yang diterima di telaga Haudh dan termasuk orang-orang yang mendapatkan syafa’at dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Amin Ya Rabbal ‘alamin.</p>
<p>Wallahu A&#8217;lam bishawab.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ANALISA USAHA BUDIDAYA PATIN]]></title>
<link>http://terangagung.wordpress.com/2009/11/07/analisa-usaha-budidaya-patin/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 12:40:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>ardi</dc:creator>
<guid>http://terangagung.wordpress.com/2009/11/07/analisa-usaha-budidaya-patin/</guid>
<description><![CDATA[ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis usaha ikan patin pada tahun 199]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA </strong></p>
<ol>
<li> Analisis Usaha Budidaya<br />
Perkiraan analisis usaha ikan patin pada tahun 1999 di daerah                  Jawa Barat adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li> Biaya produksi
<ol>
<li> Kolam pemijahan 2 x 2 m Rp. 200.000,-</li>
<li> Bibit /benih
<ul>
<li> 2 ekor induk @ Rp. 150.000,- Rp. 300.000,-</li>
<li>Ikan donor 5 Kg @ Rp. 10.000,- Rp. 50.000,-</li>
</ul>
</li>
<li>Pakan/makanan (Artemia Salina) Rp. 80.000,-</li>
<li>Obat
<ul>
<li> Alat suntik 0,5 cc (2 buah) @ Rp. 4000,- Rp. 8.000,-</li>
<li>Pregnil Rp. 50.000,-</li>
</ul>
</li>
<li>Alat
<ul>
<li> Bangunan dan sumur Rp. 2.000.000,-</li>
<li>Genzet Rp. 2.500.000,-</li>
<li>Aerator Rp. 500.000,-</li>
<li>Selang aquarium 50 m @ Rp 1000,- Rp. 50.000,-</li>
<li>Kompor (4 unit) @ Rp. 25.000,- Rp. 100.000,-</li>
<li>100 unit aquarium: 40&#215;80 cm @ Rp 35.000,- Rp. 3.500.000,-</li>
</ul>
</li>
<li>Tenaga kerja
<ul>
<li> Tenaga kerja tetap 14 hari, 2 orang @ Rp.20.000,-                              Rp. 560.000,-</li>
</ul>
</li>
<li>Biaya tak terduga 10% Rp. 989.800,-<br />
Jumlah biaya produksi Rp. 10.887.800,-</li>
</ol>
</li>
<li>Biaya investasi rata-rata/aquarium Rp. 98.000,-</li>
<li>Presentase output terhadap investasi/aquarium 3,15 %</li>
<li> Analisis usaha untuk menutup investasi
<ol>
<li> Periode 1: 2 Minggu pertama Benih @ Aquarium:100 ekor=100&#215;100xRp.125,-                          Rp. 1.250.000,-</li>
<li>Periode II : Pengeluaran Tetap/2 mingguan Rp. 480.000,-</li>
</ol>
<blockquote><p>Dari perhitungan di atas pada periode ke 14 atau sekitar                          7 bulan, telah dapat menutup investasi, Pada Produksi                          ke 15 ke atas sudah dapat memetik keuntungan</p></blockquote>
</li>
</ol>
</li>
<li> Gambaran Peluang Agribisnis<br />
Dengan adanya luas perairan umum di Indonesia yang terdiri dari                  sungai, rawa, danau alam dan buatan seluas hampir mendekati 13                  juta ha merupakan potensi alam yang sangat baik bagi pengembangan                  usaha perikanan di Indonesia. Disamping itu banyak potensi pendukung                  lainnya yang dilaksanakan oleh pemerintah dan swasta dalam hal                  permodalan, program penelitian dalam hal pembenihan, penanganan                  penyakit dan hama dan penanganan pasca panen, penanganan budidaya                  serta adanya kemudahan dalam hal periizinan import. Walaupun permintaan                  di tingkal pasaran lokal akan ikan patin dan ikan air tawar lainnya                  selalu mengalami pasang surut, namun dilihat dari jumlah hasil                  penjualan secara rata-rata selalu mengalami kenaikan dari tahun                  ke tahun. Apabila pasaran lokal ikan patin mengalami kelesuan,                  maka akan sangat berpengaruh terhadap harga jual baik di tingkat                  petani maupun di tingkat grosir di pasar ikan. Selain itu penjualan                  benih ikan patin boleh dikatakan hampir tak ada masalah, prospeknya                  cukup baik. Selain adanya potensi pendukung dan faktor permintaan                  komoditi perikanan untuk pasaran lokal, maka sektor perikanan                  merupakan salah satu peluang usaha bisnis yang cerah.</li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Analisis Usaha Budidaya Nila Gift]]></title>
<link>http://terangagung.wordpress.com/2009/11/07/analisis-usaha-budidaya-nila-gift/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 01:49:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>ardi</dc:creator>
<guid>http://terangagung.wordpress.com/2009/11/07/analisis-usaha-budidaya-nila-gift/</guid>
<description><![CDATA[Investasi berupa pembelian induk ikan, pembuatan kolam, hapa, dan peralatan perikanan lainnya Rp 120]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td colspan="3" width="100%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="72%">Investasi berupa pembelian induk ikan, pembuatan             kolam, hapa, dan peralatan perikanan lainnya</td>
<td width="8%">Rp</td>
<td width="20%" align="right">120.080.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="72%">Biaya Produksi berupa :</td>
<td width="8%"></td>
<td width="20%" align="right"></td>
</tr>
<tr>
<td width="72%">Biaya tetap</td>
<td width="8%" align="center">Rp</td>
<td width="20%" align="right">6.000.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="72%">Biaya variabel</td>
<td width="8%" align="center">Rp</td>
<td width="20%" align="right">21.716.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="72%">Pakan komersial</td>
<td width="8%" align="center">Rp</td>
<td width="20%" align="right">13.400.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="72%">Pengolahan kolam</td>
<td width="8%" align="center">Rp</td>
<td width="20%" align="right">1.130.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="72%">Obat-obatan</td>
<td width="8%" align="center">Rp</td>
<td width="20%" align="right">500.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="72%">Biaya operasional</td>
<td width="8%" align="center">Rp</td>
<td width="20%" align="right">4.500.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="72%">Biaya panen</td>
<td width="8%" align="center">Rp</td>
<td width="20%" align="right">2.016.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="72%">Total Biaya Produksi</td>
<td width="8%" align="center">Rp</td>
<td width="20%" align="right">49.262.000</td>
</tr>
<tr>
<td width="72%">Hasil penjualan benih (harga jual benih ukuran 3 &#8211; 5             cm Rp 55 / ekor, hasil produksi 1.080 ekor / bulan</td>
<td width="8%" align="center">Rp</td>
<td width="20%" align="right">55.445.555</td>
</tr>
<tr>
<td width="72%">Laba
<p>&#160;</p>
</td>
<td width="8%">Rp
<p>&#160;</p>
</td>
<td width="20%" align="right">28.399.555</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[CARI ARTIKEL]]></title>
<link>http://terangagung.wordpress.com/2009/11/06/cari-artikel/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 17:23:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>ardi</dc:creator>
<guid>http://terangagung.wordpress.com/2009/11/06/cari-artikel/</guid>
<description><![CDATA[Untuk mempermudah artikel apa saja yang ada, klik link yg tersedia LELE 1.  MENGENAL LELE 2. LELE “S]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Untuk mempermudah artikel apa saja yang ada, klik link yg tersedia</p>
<p style="text-align:center;"><strong>LELE</strong></p>
<p><strong>1.  <a title="MENGENAL LELE" rel="bookmark" href="http://terangagung.wordpress.com/2009/11/06/mengenal-lele/" target="_blank">MENGENAL LELE</a></strong></p>
<p><strong>2. <a title="LELE &#34;SANGKURIANG&#34;" rel="bookmark" href="http://terangagung.wordpress.com/2009/11/06/lele-sangkuriang-2/" target="_blank">LELE “SANGKURIANG”</a></strong></p>
<p><strong>3. <a title="BUDIDAYA LELE" href="http://terangagung.wordpress.com/2009/11/06/budidaya-lele-sangkuriang/" target="_blank">BUDIDAYA LELE SANGKURIANG</a></strong></p>
<p><strong>4.</strong><a rel="bookmark" href="../2009/11/06/analisa-pembesaran-lele-di-bak-plastik/"> </a><a title="ANALISA PEMBESARAN LELE" href="http://terangagung.wordpress.com/2009/11/06/analisa-pembesaran-lele-di-bak-plastik/" target="_blank"><strong>ANALISA PEMBESARAN LELE </strong></a></p>
<p><strong>5. </strong> <a title="PEMASARAN LELE DALAM NEGERI" href="http://terangagung.wordpress.com/2009/11/07/pemasaran-lele-dalam-negeri/" target="_blank"><strong>PEMASARAN LELE DALAM NEGERI</strong></a></p>
<p><strong>6. </strong> <a title="BUDIDAYA dan EKSPOR LELE" href="http://terangagung.wordpress.com/2009/11/07/budidaya-dan-pasar-ekspor-lele/" target="_blank"><strong>BUDIDAYA dan EKSPOR LELE</strong></a></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>IKAN NILA</strong></p>
<p><strong>1.  <a title="MENGENAL IKAN NILA" href="http://terangagung.wordpress.com/2009/11/07/mengenal-nila/" target="_blank">MENGENAL NILA</a></strong></p>
<p><strong>2. <a title="NILA NIRWANA" href="http://terangagung.wordpress.com/category/nila/" target="_blank">NILA NIRWANA</a></strong></p>
<p><strong>3. <a title="BUDIDAYA NILA" href="http://terangagung.wordpress.com/2009/11/07/budidaya-nila-gift/" target="_blank">BUDIDAYA NILA</a></strong></p>
<p><strong>4. <a title="ANALISA BUDIDAYA NILA" href="http://terangagung.wordpress.com/2009/11/07/analisis-usaha-budidaya-nila-gift/" target="_blank">ANALISA BUDIDAYA IKAN NILA</a><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>PATIN</strong></p>
<p><strong>1.  <a title="MENGENAL PATIN" href="http://terangagung.wordpress.com/2009/11/07/mengenal-patin/" target="_blank">MENGENAL PATIN</a></strong></p>
<p><strong>2. <a title="BUDIDAYA PATIN" href="http://terangagung.wordpress.com/2009/11/07/budidaya-patin/" target="_blank">BUDIDAYA PATIN</a></strong></p>
<p><strong>3. <a title="PANEN dan PASCA PANEN" href="http://terangagung.wordpress.com/2009/11/07/panen-dan-pasca-panen/" target="_blank">PANEN dan PASCA PANEN</a></strong></p>
<p><strong>4. <a title="HAMA dan PENYAKIT" href="http://terangagung.wordpress.com/2009/11/07/hama-dan-penyakit-patin/" target="_blank">HAMA dan PENYAKIT</a></strong></p>
<p><strong>5. <a title="ANALISA BUDIDAYA PATIN" href="http://terangagung.wordpress.com/2009/11/07/analisa-usaha-budidaya-patin/" target="_blank">ANALISA BUDIDAYA PATIN</a><br />
</strong></p>
<p><!-- close boren head--> <!-- close boren head--> <!-- close boren head--> <!-- close boren head--></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ANALISA PEMBESARAN LELE ]]></title>
<link>http://terangagung.wordpress.com/2009/11/06/analisa-pembesaran-lele-di-bak-plastik/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 16:59:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>ardi</dc:creator>
<guid>http://terangagung.wordpress.com/2009/11/06/analisa-pembesaran-lele-di-bak-plastik/</guid>
<description><![CDATA[ANALISA USAHA Pembesaran lele Sangkuriang 1. Investasi a. Sewa lahan 1 tahun @ Rp 1.000.000,- = Rp 1]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>ANALISA USAHA<br />
Pembesaran lele Sangkuriang<br />
</strong></p>
<table border="1" cellspacing="3" cellpadding="2" width="76%">
<tbody>
<tr>
<td width="6%"><strong>1.</strong></td>
<td colspan="7" width="94%"><strong>Investasi</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"></td>
<td width="6%">a.</td>
<td colspan="3" width="46%">Sewa 				lahan 1 tahun @ Rp 1.000.000,-</td>
<td width="5%">=</td>
<td width="7%">Rp</td>
<td width="29%">1.000.000,-</td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"></td>
<td width="6%">b.</td>
<td colspan="3" width="46%">Bak 				kayu lapis plastik 3 unit @ Rp 500.000,-</td>
<td width="5%">=</td>
<td width="7%">Rp</td>
<td width="29%">1.500.000,-</td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"></td>
<td width="6%">c.</td>
<td colspan="3" width="46%">Drum 				plastik 5 buah @ Rp 150.000,-</td>
<td width="5%">=</td>
<td width="7%">Rp</td>
<td width="29%">750.000,-</td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"></td>
<td width="6%"></td>
<td colspan="3" width="46%"></td>
<td width="5%"></td>
<td width="7%"><strong>Rp</strong></td>
<td width="29%"><strong>3.250.000,-</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"><strong>2.</strong></td>
<td colspan="7" width="94%"><strong>Biaya 				Tetap</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"></td>
<td width="6%">a.</td>
<td colspan="3" width="46%">Penyusutan 				lahan Rp 1.000.000,-/1 thn</td>
<td width="5%">=</td>
<td width="7%">Rp</td>
<td width="29%">1.000.000,-</td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"></td>
<td width="6%">b.</td>
<td colspan="3" width="46%">Penyusutan 				bak kayu lapis plastik Rp 1.500.000,-/2 thn</td>
<td width="5%">=</td>
<td width="7%">Rp</td>
<td width="29%">750.000,-</td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"></td>
<td width="6%">c.</td>
<td colspan="3" width="46%">Penyusutan 				drum plastik Rp 750.000,-/5 thn</td>
<td width="5%">=</td>
<td width="7%">Rp</td>
<td width="29%">150.000,-</td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"></td>
<td width="6%"></td>
<td colspan="3" width="46%"></td>
<td width="5%"></td>
<td width="7%"><strong>Rp</strong></td>
<td width="29%"><strong>1.900.000,-</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"><strong>3.</strong></td>
<td colspan="4" width="52%"><strong>Biaya 				Variabel</strong></td>
<td width="5%"></td>
<td width="7%"></td>
<td width="29%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"></td>
<td width="6%">a.</td>
<td colspan="3" width="46%">Pakan 				4800 kg @ Rp 3700</td>
<td width="5%">=</td>
<td width="7%">Rp</td>
<td width="29%">17.760.000,-</td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"></td>
<td width="6%">b.</td>
<td colspan="3" width="46%">Benih 				ukuran 5-8 cm sebanyak 25.263 ekor @ Rp 80,-</td>
<td width="5%">=</td>
<td width="7%">Rp</td>
<td width="29%">2.021.052,63</td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"></td>
<td width="6%">c.</td>
<td colspan="3" width="46%">Obat-obatan 				6 unit @ Rp 50.000,-</td>
<td width="5%">=</td>
<td width="7%">Rp</td>
<td width="29%">300.000,-</td>
</tr>
<tr>
<td width="6%"></td>
<td width="6%">d.</td>
<td colspan="3" width="46%">Alat 				perikanan 2 paket @ Rp 100.000,-</td>
<td width="5%">=</td>
<td width="7%">Rp</td>
<td width="29%">200.000,-</td>
</tr>
<tr>
<td width="6%" height="23"></td>
<td width="6%">e.</td>
<td colspan="3" width="46%">Tenaga 				kerja tetap 12 OB @ Rp 250.000,-</td>
<td width="5%">=</td>
<td width="7%">Rp</td>
<td width="29%">3.000.000,-</td>
</tr>
<tr>
<td width="6%" height="23"></td>
<td width="6%">f.</td>
<td colspan="3" width="46%">Lain-lain 				12 bin @ Rp 100.000,-</td>
<td width="5%">=</td>
<td width="7%">Rp</td>
<td width="29%">1.200.000,-</td>
</tr>
<tr>
<td width="6%" height="23"></td>
<td width="6%"></td>
<td colspan="3" width="46%"></td>
<td width="5%"></td>
<td width="7%"><strong>Rp</strong></td>
<td width="29%"><strong>24.281.052,63</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%" height="23"><strong>4. </strong></td>
<td colspan="4" width="52%"><strong>Total 				Biaya</strong></td>
<td width="5%"></td>
<td width="7%"></td>
<td width="29%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%" height="23"></td>
<td colspan="4" width="52%">Biaya 				Tetap + Biaya Variabel</td>
<td width="5%"></td>
<td width="7%"></td>
<td width="29%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%" height="23"></td>
<td width="6%">=</td>
<td colspan="3" width="46%">Rp 				1.900.000,- + Rp 24.281.052,63</td>
<td width="5%"></td>
<td width="7%"></td>
<td width="29%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%" height="23"></td>
<td width="6%">=</td>
<td colspan="3" width="46%">Rp 				26.181.052,63</td>
<td width="5%"></td>
<td width="7%"></td>
<td width="29%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%" height="23"><strong>5.</strong></td>
<td colspan="7" width="94%"><strong>Produksi 				lele</strong> konsumsi 4800 kg x Rp 6000/kg -Rp 28.800.000,</td>
</tr>
<tr>
<td width="6%" height="23"><strong>6. </strong></td>
<td colspan="4" width="52%"><strong>Pendapatan</strong></td>
<td width="5%"></td>
<td width="7%"></td>
<td width="29%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%" height="23"></td>
<td colspan="4" width="52%">Produksi 				- (Biaya tetap + Biaya Variabel)</td>
<td width="5%"></td>
<td width="7%"></td>
<td width="29%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%" height="23"></td>
<td width="6%">=</td>
<td colspan="6" width="88%">Rp 				28.800.000,- – ( Rp 1.900.000,- + Rp 24.281.052,63)</td>
</tr>
<tr>
<td width="6%" height="23"></td>
<td width="6%">=</td>
<td colspan="3" width="46%">Rp 				2.418.947,37</td>
<td width="5%"></td>
<td width="7%"></td>
<td width="29%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%" height="23"><strong>7.</strong></td>
<td colspan="4" width="52%"><strong>Break 				Event Point (BEP)</strong></td>
<td width="5%"></td>
<td width="7%"></td>
<td width="29%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="6%" height="23"></td>
<td colspan="2" width="31%">Volume 				produksi</td>
<td width="12%">=</td>
<td colspan="4" width="51%">4.396,84 				kg</td>
</tr>
<tr>
<td width="6%" height="23"></td>
<td colspan="2" width="31%">Harga 				produksi</td>
<td width="12%">=</td>
<td colspan="4" width="51%">Rp 				5.496,05</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><em>Sumber :Buku Budidaya Lele Sangkuriang, Dit. Pembudidayaan, Ditjen Perikanan Budidaya</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wah... lagi-lagi antek Khomeini?!]]></title>
<link>http://basweidan.wordpress.com/?p=436</link>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Hudzaifah Al Atsary</dc:creator>
<guid>http://basweidan.wordpress.com/?p=436</guid>
<description><![CDATA[INILAH.COM, Tangerang – Untuk ketiga kalinya, sindikat narkoba internasional asal Iran mencoba menye]]></description>
<content:encoded><![CDATA[INILAH.COM, Tangerang – Untuk ketiga kalinya, sindikat narkoba internasional asal Iran mencoba menye]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
