<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>anekdot &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/anekdot/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "anekdot"</description>
	<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 11:33:46 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Gus Dur, Rest in Peace]]></title>
<link>http://revampfuture.com/2010/01/04/gus-dur-rest-in-peace/</link>
<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 15:30:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rizky</dc:creator>
<guid>http://revampfuture.com/2010/01/04/gus-dur-rest-in-peace/</guid>
<description><![CDATA[31 December 2009, Indonesia mourned over the decease of Abdurrahman Wahid, commonly known as Gus Dur]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>31 December 2009, Indonesia mourned over the decease of Abdurrahman Wahid, commonly known as Gus Dur, the fourth President of Republic of Indonesia.</p>
<p>I may not regards you as a great President and I do have different view on the current issues however I respect you and I look high on you.</p>
<p>Rest in peace, Gus Dur and bless you. AMIN.</p>
<p>BTW, here are some humor regarding Abdurrahman Wahid, without discrediting the subject.</p>
<h3><strong>Gus Dur tentang Krisis Ekonomi</strong></h3>
<p>Ketika Gus Dur menjadi Presiden RI, beliau mengirim tim ekonominya ke AS untuk bertemu dan meminta pandangan Presiden Bill Clinton tentang Ekonomi Indonesia yang saat itu sedang didera krisis.</p>
<p>Sesampainya di AS, tim ekonomi disambut di Gedung Putih namun dengan nada yang sangat pesimis.“Kami di AS punya Johny CASH (aktor di Las Vegas), Stevie WONDER (penyanyi kondang), dan Bob HOPE (pelawak tenar)” demikian sambut Clinton. “Anda di Indonesia, tidak punya CASH (uang tunai), tidak ada WONDER (keajaiban), jadi tidak ada HOPE (harapan) …. CASHLESS, WONDERLESS, dan HOPELESS!” Tegas Bill.</p>
<p>Tim ekonomi Indonesia pun pulang dengan wajah tertunduk lesu.Sesampainya di Istana Merdeka, Tim ekonomi melapor kepada Presiden Gus Dur.“Gimana hasil kunjungan ke AS?” Sapa Gus Dur.Ketua Tim ekonomi pun berkeluh kesah:“Wah, payah Gus! Menurut Clinton Indonesia tidak punya Johny CASH, Stevie WONDER, dan Bob HOPE. Jadi kita CASHLESS, WONDERLESS, dan HOPELESS! Pendeknya susah deh, Gus!”Sambil senyum-senyum, Gus Dur menjawab dengan jenaka dan cerdik:”Gitu aja kok repot!!! Kita memang tidak punya Johny CASH, Stevie WONDER, dan Bob HOPE…. Tapi kita punya banyak SLAMET, HARTO dan UNTUNG!”</p>
<p>He he he .. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Gus Dur memang muantab</p>
<h3><strong>Obrolan Presiden</strong></h3>
<p>Saking udah bosannya keliling dunia, Gus Dur coba cari suasana di pesawat RI-01. Kali ini dia mengundang Presiden AS dan Perancis terbang bersama Gus Dur buat keliling dunia. Boleh dong, emangnya AS dan Perancis aja yg punya pesawat kepresidenan. Seperti biasa, setiap presiden selalu ingin memamerkan apa yang menjadi kebanggaan negerinya.</p>
<p>Tidak lama presiden Amerika, Clinton mengeluarkan tangannya dan sesaat kemudian dia berkata: &#8220;Wah kita sedang berada di atas New York!&#8221;</p>
<p>Presiden Indonesia (Gus Dur): &#8220;Lho kok bisa tau sih?&#8221;</p>
<p>&#8220;Itu.. patung Liberty kepegang!&#8221;, jawab Clinton dengan bangganya.</p>
<p>Ngga mau kalah presiden Perancis, Jacques Chirac, ikut menjulurkan tangannya keluar. &#8220;Tau nggak&#8230; kita sedang berada di atas kota Paris!&#8221;, katanya dengan sombongnya.</p>
<p>Presiden Indonesia: &#8220;Wah&#8230; kok bisa tau juga?&#8221;</p>
<p>&#8220;Itu&#8230; menara Eiffel kepegang!&#8221;, sahut presiden Perancis tersebut.</p>
<p>Karena disombongin sama Clinton dan Chirac, giliran Gus Dur yang menjulurkan tangannya keluar pesawat&#8230;<br />
&#8220;Wah&#8230; kita sedang berada di atas Tanah Abang!&#8221;, teriak Gus Dur.</p>
<p>&#8220;Lho kok bisa tau sih?&#8221; tanya Clinton dan Chirac heran karena tahu Gus Dur itu kan nggak bisa ngeliat.</p>
<p>&#8220;Ini&#8230; jam tangan saya ilang&#8230;&#8221;, jawab Gus Dur kalem.</p>
<h3><strong>Menebak usia mumi</strong></h3>
<p>Ini cerita Gus Dur beberapa tahun yang lalu, sewaktu jaman orde baru. Cerita tentang sayembara menebak usia mumi di Giza, Mesir. Puluhan negara diundang oleh pemerintah Mesir, untuk mengirimkan tim ahli paleoantropologinya yang terbaik. Tapi, pemerintah Indonesia lain dari yang lain, namanya juga jaman orde baru yang waktu itu masih bergaya represif misal banyaknya penculikan para aktivis. Makanya pemerintah mengirimkan seorang aparat yang komandan intel.</p>
<p>Tim Perancis tampil pertama kali, membawa peralatan mutakhir, ukur sana ukur sini, catat ini dan itu, kemudian menyerah tidak sanggup. Pakar Amerika perlu waktu yang lama, tapi taksirannya keliru . Tim Jerman menyatakan usia mumi itu tiga ribu dua ratus tahun lebih sedikit, juga salah. Tim Jepang juga menyebut di seputar angka tersebut, juga salah.</p>
<p>Giliran peserta dari Indonesia maju, Pak Komandan ini bertanya pada panitia, bolehkah dia memeriksa mumi itu di ruangan tertutup.</p>
<p>&#8220;Boleh, silahkan,&#8221; Jawab panitia.</p>
<p>Lima belas menit kemudian, dengan tubuh berkeringat pak komandan itu keluar dan mengumumkan temuannya kepada tim juri.</p>
<p>&#8220;Usia mumi ini lima ribu seratus dua puluh empat tahun tiga bulan tujuh hari,&#8221; Katanya dengan lancar, tanpa keraguan sedikit pun.</p>
<p>Ketua dan seluruh anggota tim juri terbelalak dan saling berpandangan, heran dan kagum. Jawaban itu tepat sekali!</p>
<p>Bagaimana mungkin pakar dari Indonesia ini mampu menebak dengan tepat dalam waktu sesingkat itu? hadiah pun diberikan. Ucapan selamat mengalir dari para peserta, pemerintah Mesir, perwakilan negara-negara asing dan sebagainya dan sebagainya. Pemerintah pun bangga bukan kepalang.</p>
<p>Menjelang kembali ke Indonesia, Pak komandan dikerumuni wartawan dalam dan luar negeri di lobby hotel.</p>
<p>&#8220;Anda luar biasa&#8221;, kata mereka.&#8221;Bagaimana cara anda tahu dengan persis usia mumi itu?&#8221;</p>
<p>Pak komandan dengan enteng menjawab,&#8221;saya gebuki, ngaku dia.</p>
<p><strong>DISCLAIMER.</strong><em>I obtain these humors from mailing list and there is no intention to discredit the subject and the humor is well mannered on the storyline. Please treat this as one of our way to remember the gentleman, Abdurrahman Wahid. </em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[kesimpulan dunia 'hiburan' sekarang 1]]></title>
<link>http://rawkcarpark.wordpress.com/2009/12/30/kesimpulan-dunia-hiburan-sekarang-1/</link>
<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 04:16:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>rawkcarpark</dc:creator>
<guid>http://rawkcarpark.wordpress.com/2009/12/30/kesimpulan-dunia-hiburan-sekarang-1/</guid>
<description><![CDATA[Dah lama aku tak tulis di sini. Tajuk di atas cuba dicipta ringkas, padat dan kompak konklusinya. KE]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dah lama aku tak tulis di sini. Tajuk di atas cuba dicipta ringkas, padat dan kompak konklusinya.</p>
<p>KESIMPULAN 1:</p>
<p><strong>DUNIA ARTIS-MARTIS MALAYSIA = SKIM CEPAT KAYA</strong></p>
<p>SEIR</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Anekdot]]></title>
<link>http://fussybubu.wordpress.com/2009/12/13/anekdot/</link>
<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 02:43:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>fussybubu</dc:creator>
<guid>http://fussybubu.wordpress.com/2009/12/13/anekdot/</guid>
<description><![CDATA[Mempunyai keturunan adalah hal yang paling membahagiakan. Apalagi mengikuti tumbuh kembang mereka da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Mempunyai keturunan adalah hal yang paling membahagiakan. Apalagi mengikuti tumbuh kembang mereka dari bayi, merangkak, berjalan, berbicara dan menjadi besar.</p>
<p>Beberapa cerita tentang anak2ku yang berkesan.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span style="color:#ff0000;"><span style="text-decoration:underline;">Diz</span></span> ~ pd umur 4 tahun. Sambil menonton channel <em>Playhouse Disney</em>, mukanya mengkerut *seperti lg memikirkan sesuatu*</p>
<p>Boo : Knp K? kok mukanya begitu&#8230;?</p>
<p>Diz   : Enngggaaakkk.. itu&#8230; (sambil menunjuk ke Tivi) aneh!</p>
<p>Boo : Apanya yg aneh?? (bingung krn cuma ngeliat Kartun di TV)</p>
<p>Diz   : Itu salah kan ya Boo.. Tapi knp dibilangnya Roket!? (tetap mnunjuk ke TV yg ada gbr Roket dinaiki oleh karakter Disney yg terkenal itu)</p>
<p>Boo : Lho.. itu kan memang Roket Ka.. emangnya itu apa??</p>
<p>Diz  : Iiih salah, itu pesawat! Kalo Roket kan terbangnya ke atas bukan maju ke depan!</p>
<p>Boo : &#8230;. speechless &#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  xiixiiiixiiixi *logis bgt kyk Pop-nya*</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;">Tar</span></span> ~ 16 Desember 2009 jam 20.00</p>
<p>Tar  : Boo.. anaknya <em>Bad Dino</em> yg di <em>Ice Age</em> ada 5 yah?</p>
<p>Boo : Lho&#8230; Tiga Dee</p>
<p>Tar  : O iya, 3 ya Boo.. (5 jari mengacung)</p>
<p>Boo : Itu 5 bukan 3, coba itung jarinya&#8230;</p>
<p>Tar : 1, 2 , 3, 4, 5.. o iya.. yg ini(kelingking) sama ini (jari manis) digunting aja ya Boo!</p>
<p>Boo : Lha!? hahahahahahha</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Russian humour]]></title>
<link>http://futureofrussian.wordpress.com/2009/12/05/russian-humour/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 22:36:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>ingunnl</dc:creator>
<guid>http://futureofrussian.wordpress.com/2009/12/05/russian-humour/</guid>
<description><![CDATA[With our F2 conference on “Play” coming up in January a general update on Russian humour — outside o]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>With our F2 conference on “Play” coming up in January a general update on Russian humour — outside of its new technology context — could be useful. Two recent books for this (and other) purpose(s): the edited volume: <a href="http://www.language.iastate.edu/main/people/listpeople.cfm?facid=16">Olga Mesropova</a> &#38; Seth Graham, eds. <a href="http://www.amazon.com/Uncensored-Reinventing-Satire-Post-Soviet-Russia/dp/0893573507"><em>Uncensored?: Reinventing Humor and Satire in Post-Soviet Russia</em></a>, Slavica 2008 and <a href="http://www.ssees.ucl.ac.uk/prospect/graham.htm">Seth Graham</a>’s monograph on the Russian <em>anekdot: </em><em><a href="http://www.nupress.northwestern.edu/Title/tabid/68/ISBN/0-8101-2623-0/Default.aspx">Resonant Dissonance: The Russian Joke in Cultural Context</a>,</em> (Studies in Russian Literature and Theory), NUP 2009.</p>
<p>The edited volume offers contributions on Russian humor and satire in post-Soviet literature, jokes, film and TV, music and stand-up comedy. With a constant view to the role of humour, satire, jokes and irony in the Soviet society, the analysis of post-Soviet humor and satire, in the words of the editors “contributes to the ongoing scholarly discussion both of how Russians have negotiated the effects of the post-Soviet transition and how today’s popular culture playfully “re-appropriates” Soviet history. (8)”</p>
<p>Graham’s book explores the Russian <em>anekdot</em> in its cultural context(s), with chapters on the genealogy of the word and the genre, its main functions, thematic clusters, the genre’s reflexivity (meta-jokes) and post-Soviet afterlife. The book makes delightful reading, not only because of all the funny examples (unfortunately, only in English translation). Happy reading!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PESAN AYAH DALAM MENCARI GURU]]></title>
<link>http://albakaky.wordpress.com/2009/11/29/pesan-ayah-dalam-mencari-guru/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 06:29:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>rumaizi</dc:creator>
<guid>http://albakaky.wordpress.com/2009/11/29/pesan-ayah-dalam-mencari-guru/</guid>
<description><![CDATA[Suatu hari seorang anak bersiap-siap untuk mengembara mencari ilmu. Sang ayah seperti biasa sebelum ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Suatu hari seorang anak bersiap-siap untuk mengembara mencari ilmu. Sang ayah seperti biasa sebelum melepaskan anaknya pergi memberi pesan dan amanat kepada anaknya.<br />
” Anakku,” kata ayah sambil memberikan sekantung wang emas kepada anaknya sebagai bekal. ” Carilah sesiapa pun ulama untuk menuntut ilmu agama tetapi jauhkan  jenis yang ini, Ulama Sufi, Ulama Salafi, Ulama Ahbashi dan Ulama Syi’i, kecuali semuanya. ” sambung si ayah dengan wajah serius. Jelas sebelum anaknya bertanya lanjut dalam terpinga-pinga, si ayah yang seolah sudajh mengerti langsung menjawab,” Kalau engkau berguru dengan ulama sufi, nescaya akan menjadi wajib semua amalanmu dan ini tentu amat memberatkan dikau untuk melakukannya. Kalau engkau berguru dengan ulama Salafi nescaya segalanya akan menjadi bid’ah padamu, menyebabkan sempit ruang hidupmu untuk beramal. Kalau engkau berguru dengan ulama Ahbashi, semuanya akan menjadi kafir hatta bapamu sendiri. Kalau engkau berguru dengan ulama Syi’i, maka kamu akan lihat Islam ini hanya milik Ali dan keluarganya sahaja sedangkan para sahabat dan isteri-isteri nabi tidak benar belaka. Kalau engkau berguru dengan semuanya, nescaya engkau akan dapati betapa indahnya Islam ini, penuh dengan warna-warni.” Si anak mengangguk-angguk tanda puas dengan penjelasan si ayah. </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[cerita aneh yang bikin anda frustasi...]]></title>
<link>http://fraxis.wordpress.com/2009/11/27/cerita-aneh-yang-bikin-anda-frustasi/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 14:14:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>fraxis</dc:creator>
<guid>http://fraxis.wordpress.com/2009/11/27/cerita-aneh-yang-bikin-anda-frustasi/</guid>
<description><![CDATA[heem..nemu trit aneh lagi di kaskus&#8230;cekidot Disebuah panti asuhan tahun terdapat anak perempua]]></description>
<content:encoded><![CDATA[heem..nemu trit aneh lagi di kaskus&#8230;cekidot Disebuah panti asuhan tahun terdapat anak perempua]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Eşşəyin bilmədiyi]]></title>
<link>http://emajidli.wordpress.com/2009/11/26/donkey/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 06:15:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>emajidli</dc:creator>
<guid>http://emajidli.wordpress.com/2009/11/26/donkey/</guid>
<description><![CDATA[və ya Eşek hoşaftan ne anlar İstər yazılı, istərsə şifahi xalq ədəbiyyatında eşşək obrazının nə vaxt]]></description>
<content:encoded><![CDATA[və ya Eşek hoşaftan ne anlar İstər yazılı, istərsə şifahi xalq ədəbiyyatında eşşək obrazının nə vaxt]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Humor : Airport Abdurrahman Wahid]]></title>
<link>http://cyberlampung.wordpress.com/2009/11/25/airport-abdurrahman-wahid/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 11:41:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>Cyberl@mpung</dc:creator>
<guid>http://cyberlampung.wordpress.com/2009/11/25/airport-abdurrahman-wahid/</guid>
<description><![CDATA[Pada akhir April 2000, Gus Dur sempat ke Malang, dan mendarat di Bandara Abdurrahman Saleh. Ini meng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pada akhir April 2000, Gus Dur sempat ke Malang, dan mendarat di Bandara Abdurrahman Saleh. Ini meng]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Invanda mönster.]]></title>
<link>http://mariaflem.wordpress.com/2009/11/21/invanda-monster/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 21:42:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>mariaflem</dc:creator>
<guid>http://mariaflem.wordpress.com/2009/11/21/invanda-monster/</guid>
<description><![CDATA[I eftermiddags sydde vi lustiga scenkläder till höstens händelse, &#8220;En spelad konsert&#8221; me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>I eftermiddags sydde vi lustiga scenkläder till höstens händelse, &#8220;En spelad konsert&#8221; med Kårsdraget, 5/12. (Kom och titta då, det blir kul!) När syjuntan var avslutad släpade jag min symaskin hem igen, genom stan. Jag var hungrig.</p>
<p>Efter några lönlösa försök att få tag på middagssällkap, kom jag fram till att en upphämtad pizza på vägen hem var så mycket middag som jag skulle orka fixa idag. När jag hoppat av tåget steg jag in på den lokala pizzerian, beställde, och såg mig om, trött och hungrig, efter någonstans att sitta och vänta. Naturligtvis satt det en person vid varje bord. Alla satt så de tittade åt samma håll, för att slippa få ögonkontakt med varandra. Ingenstans skulle jag kunna sätta mig utan att inkräkta på någon annans territorium. Förutom. En man i ett hörn, mötte min blick och vinkade åt mig att sätta mig bredvid honom.</p>
<p>Tacksamt. Jag minns inte nu vad han hette, men det var något med många H i. Han var från Egypten, och kom till Sverige för tre år sedan. Flyttade till mitt område för några månader sedan, och känner ingen. Han hade käkat en pizza, tog en öl och funderade på att åka in till stan. Men vart? Och varför? Jag föreslog (såklart!) att han skulle lära sig att dansa. Om han kunde det så skulle han kunna hänga på Lindy hop-danskvällen som jag skulle varit på om jag inte varit dödligt hungrig, trött, och haft en symaskin att släpa på. Han berättade att han gärna dansade salsa, men inte riktigt vågade gå ut och dansa eftersom hans svenska var så dålig. Det var den inte, den var bra. Men han tyckte det var jobbigt, att inte kunna kommunicera så bra som han ville.</p>
<p>Sedan var min pizza klar. Han frågade om jag skulle gå hem och äta den eller äta den där. Jag skulle gå hem. Det hade jag ju planerat redan från början. Vi sa hejdå, och vi kanske ses på tåget eller nåt. Så traskade jag hemåt i mörkret med min symaskin och min pizza, som skulle vara ljummen lagom tills jag kom innanför dörren.</p>
<p>Jag ångrade mig redan efter några meter.</p>
<p>Jag vände inte tillbaka.</p>
<p>Hur kommer det sig att jag hellre går hem och äter min halvkalla pizza i ensamheten i min lägenhet, än sitter och har sällskap på en pizzeria? Vi hade en riktigt intressant diskussion, på den lilla stunden lärde jag mig nog mer av honom än jag gjort av någon annan hittills idag. Är det av gammal vana, man ändrar inte beslutet att ta hem pizzan om man väl har planerat det? Eller är det för att inte råka utlova någon närmare vänskap, som jag ändå inte, faktiskt, kommer att erbjuda? Är det för att jag är svensk, och trist och asocial av naturen?</p>
<p>Jag försöker, då och då, att bryta sådana invanda mönster, som att så självklart säga nej till att sitta kvar och äta med honom. Det tog inte många steg den här gången innan jag insåg att jag valt fel. Kanske kommer jag kunna inse det redan från början nästa gång, och faktiskt få en mycket trevligare måltidsupplevelse än den här gången.</p>
<p>Skulle du sagt nej och gått hem lika reflexmässigt som jag?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kisah Paku di Tiang]]></title>
<link>http://eddysetia.wordpress.com/2009/11/19/kisah-paku-di-tiang/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 17:28:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>eddysetia</dc:creator>
<guid>http://eddysetia.wordpress.com/2009/11/19/kisah-paku-di-tiang/</guid>
<description><![CDATA[Pada suatu ketika, ada seorang bapak yang mempunyai anak laki-laki bernama Mat. Mat besar menjadi se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pada suatu ketika, ada seorang bapak yang mempunyai anak laki-laki bernama Mat. Mat besar menjadi seorang yang lalai menjalankan perintah agama. Meskipun telah berbuih nasehat, suruhan dan perintah dari ayahnya agar Mat <strong>shalat, puasa</strong> dan melaksanakan amal kebaikan lainnya, dia tetap meninggalkannya. Malahan kejahatan yang menjadi kebiasaannya. </p>
<p>Berjudi, mabuk-mabukan, dan seribu macam jenis kemaksiatan menjadi kebanggaan dan kebiasaannya. Suatu hari bapak tadi memanggil anaknya dan berkata, &#8220;Mat, kau benar-benar telah lalai dan berbuat banyak kemungkaran. Mulai hari ini aku akan tancapkan satu paku tiang di tengah halaman rumah kita, setiap kali kau berbuat satu kejahatan,maka aku akan benamkan satu paku ke tiang ini. Dan setiap kali kau berbuat satu kebaikan, sebatang paku akan kucabut keluar dari tiang ini.&#8221;<br />
<!--more--><br />
Bapaknya melakukan seperti apa yang dia janjikan, dan setiap hari dia akan memukul beberapa batang paku ke tiang tersebut. Kadang-kadang sampai berpuluh paku dalam satu hari. Jarang sekali dia mencabut paku dari tiang.</p>
<p>Hari berganti, beberapa bulan berlalu, dari musim hujan berganti kemarau panjang. Tahun demi tahun belalu.Tiang yang berdiri megah di halaman kini telah hampir dipenuhi dengan tusukan paku dari bawah sampai ke atas. Hampir setiap permukaan tiang itu dipenuhi dengan paku. Ada yang berkarat karena hujan dan panas. Setelah melihat keadaan tiang yang bersusun dengan paku-paku yang merusak pandangan mata, timbullah rasa malu. Maka dia pun berjanji untuk memperbaiki dirinya. Mulai detik itu, Mat mulai <strong>shalat</strong>. Hari itu saja lima batang paku dicabut ayahnya dari tiang. Besoknya shalat lagi ditambah dengan sunat-sunatnya. Lebih banyak lagi paku tercabut. Hari berikutnya Mat tinggalkan <strong>sisa-sisa maksiat</strong> yang melekat. Maka semakin banyaklah tercabut paku-paku tadi. Hari demi hari, semakin banyak kebaikan yang Mat lakukan dan semakin banyak maksiat yang ditinggal, hingga akhirnya hanya tinggal sebatang paku yang tinggal melekat di tiang.</p>
<p>Maka ayahnyapun memanggil anaknya dan berkata: &#8220;Lihatlah anakku, ini paku terakhir, dan akan aku cabut sekarang. Tidakkah kamu gembira?&#8221; Mat merenung pada tiang tersebut, tapi dibalik rasa gembira sebagai yang diduga oleh ayahnya, dia mula menangis teresak-esak. &#8220;Kenapa anakku?&#8221; tanya ayahnya, &#8220;ku sangka engkau gembira karena semua paku-paku telah tiada.&#8221;Dalam nada yang sayu Mat mengeluh, &#8220;Wahai ayahku, sungguh benar kata bapak, paku-paku itu sudah tidak ada, tapi aku sedih sebab bekas-bekas lubang dari paku itu tetap ada di tiang, bersama dengan karatnya.&#8221;</p>
<p>Sahabat, Dengan dosa-dosa dan kemungkaran yang berulang kali dilakukan hingga menjadi suatu kebiasaan, kita mungkin bisa mengatasinya, atau secara beransur-ansur menghapuskannya, tapi ingatlah bahawa bekas-bekasnya akan abadi. Dari itu, hendaklah kita menyadari diri ini untuk melakukan suatu kemungkaran, ataupun ketika kita berhasrat melakukan dan kemaksiatan, maka bersegeralah untuk membatalkannya.  Sebab setiap kali kita bergelimang dalam kemungkaran, maka kita telah menanamkan sebatang paku lagi yang akan meninggalkan bekas pada jiwa kita, meskipun paku itu kita cabut kemudiannya. Apalagi kalau kita biarkan paku berkarat dalam diri ini lambat untuk mencabutnya. Lebih parah lagi kalau dibiarkan berkarat dan tak dicabut. Wassalam.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ANJING PINTAR]]></title>
<link>http://nhachanlight.wordpress.com/2009/11/17/anjing-pintar/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 10:40:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>nhachanlight</dc:creator>
<guid>http://nhachanlight.wordpress.com/2009/11/17/anjing-pintar/</guid>
<description><![CDATA[Dua orang perempuan sedang meributkan anjing-anjing mereka. Keduanya saling menyombongkan kepintaran]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dua orang perempuan sedang meributkan anjing-anjing mereka. Keduanya saling menyombongkan kepintaran piaraan mereka itu.</p>
<p>Perempuan 1: “Anjing gua hebat banget, deh. Tiap pagi ia nungguin tukang koran, dan begitu loper itu datang, anjing gua langsung ngambil korannya dan membawanya<br />
ke tempat gua sarapan.”</p>
<p>Perempuan 2: “Ya, gua tahu itu.”</p>
<p>Perempuan 1: (kaget) “Darimana lu tahu?”</p>
<p>Perempuan 2: “Anjing gua yang cerita.”</p>
<p>(Wkwkwwkwwwkwk… good one! <img src="http://katroboy.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" /> )</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tukang daging]]></title>
<link>http://nhachanlight.wordpress.com/2009/11/17/tukang-daging/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 10:39:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>nhachanlight</dc:creator>
<guid>http://nhachanlight.wordpress.com/2009/11/17/tukang-daging/</guid>
<description><![CDATA[Tukang Daging dan Ibu-ibu Sakit Gigi Suatu pagi lewatlah seorang penjual daging. “Dageeeng! Dageeeee]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong></strong>Tukang Daging dan Ibu-ibu Sakit Gigi</p>
<p>Suatu pagi lewatlah seorang penjual daging.</p>
<p>“Dageeeng! Dageeeeennngg! !!” teriaknya.</p>
<p>Seorang ibu rumah tangga yang sedang sakit gigi sewot banget mendengar teriakan si tukang daging.</p>
<p>Ibu: “Hei tukang daging! Lu kagak punya otak ya….!!!??? ”</p>
<p>Tukang daging : “Wah kebetulan gak punya, Bu. Hari ini daging semua…”</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Absen Kelas]]></title>
<link>http://nhachanlight.wordpress.com/2009/11/17/absen-kelas/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 10:38:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>nhachanlight</dc:creator>
<guid>http://nhachanlight.wordpress.com/2009/11/17/absen-kelas/</guid>
<description><![CDATA[Di kelas 1 sebuah Sekolah Dasar sedang ada absen kelas… Guru: “Nana Yuliani!” Nana: “Saya, Bu!” Guru]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Di kelas 1 sebuah Sekolah Dasar sedang ada absen kelas…</p>
<p>Guru: “Nana Yuliani!”</p>
<p>Nana: “Saya, Bu!”</p>
<p>Guru: “David Hutagalung!”</p>
<p>David: “Saya, Bu!”</p>
<p>Guru: “Tono Surtono M!”</p>
<p>Tono: “Saya, Bu!”</p>
<p>Guru: “Tono, tolong sini sebentar…”</p>
<p>Tono: “Kenapa, Bu Guru?”</p>
<p>Guru: “Ibu agak nggak suka sama nama kamu. Kalo udah Tono, jangan pake Surtono lagi. Jadinya aneh. Bilangin itu ke bapak kamu, ya!?”</p>
<p>Tono: “Iya, Bu!”</p>
<p>Guru: “Ngomong-ngomong, M-nya itu singkatan dari apa?”</p>
<p>Tono: “Martono, Bu!”</p>
<p>Guru: &#38;$#^$*^@*#$*!(&#38;**@##@</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bunuh Diri dengan Sehat]]></title>
<link>http://nhachanlight.wordpress.com/2009/11/17/bunuh-diri-dengan-sehat/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 10:37:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>nhachanlight</dc:creator>
<guid>http://nhachanlight.wordpress.com/2009/11/17/bunuh-diri-dengan-sehat/</guid>
<description><![CDATA[Seorang nenek terlihat mau bunuh diri di atas jembatan sambil membawa sabun Lifebuoy. Polisi: “Nenek]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Seorang nenek terlihat mau bunuh diri di atas jembatan sambil membawa sabun Lifebuoy.</p>
<p>Polisi: “Nenek mau bunuh diri ya?”</p>
<p>Nenek: “Memang nggak bisa liat apa?”</p>
<p>Polisi: “Tapi kok bawa sabun segala, Nek?”</p>
<p>Nenek: “Cara sehat untuk mati!”</p>
<p>Polisi: ???????</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Smary Saklitinov]]></title>
<link>http://nhachanlight.wordpress.com/2009/11/17/smary-saklitinov/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 10:35:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>nhachanlight</dc:creator>
<guid>http://nhachanlight.wordpress.com/2009/11/17/smary-saklitinov/</guid>
<description><![CDATA[Seorang guru baru tengah mengabsen murid-muridnya. Sang guru tertarik dengan sebuah nama, dan dengan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Seorang guru baru tengah mengabsen murid-muridnya.</p>
<p>Sang guru tertarik dengan sebuah nama, dan dengan penasaran si guru lalu memanggil muridnya.</p>
<p>Guru: “Smary Saklitinov, coba kemari!”</p>
<p>Murid: “Ya bu, saya.”</p>
<p>Guru: “Sini kamu nak, kamu keturunan Yugoslavia yach?”</p>
<p>Murid: “Nggak bu!”</p>
<p>Guru: “Lalu kenapa nama kamu Smary Saklitinov?”</p>
<p>Murid: “Oo…itu, Smary itu singkatan dari nama bapak saya (S)urtono dan ibu saya (Mary)anti.</p>
<p>Guru: “Mmmm…lalu Saklitinov?”</p>
<p>Murid: “Sabtu Kliwon Tiga November.”</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Humor : Buto Cakil Pembayar Demonstran?]]></title>
<link>http://cyberlampung.wordpress.com/2009/11/11/humor-buto-cakil-pembayar-demonstran/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 07:55:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Cyberl@mpung</dc:creator>
<guid>http://cyberlampung.wordpress.com/2009/11/11/humor-buto-cakil-pembayar-demonstran/</guid>
<description><![CDATA[Punakawan selalu digambarkan sebagai kstaria. Musuhnya jelek-jelek semua, misalnya Buto Cakil. Punak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Punakawan selalu digambarkan sebagai kstaria. Musuhnya jelek-jelek semua, misalnya Buto Cakil. Punak]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Flygfarkostskaj?]]></title>
<link>http://mariaflem.wordpress.com/2009/11/04/flygfarkostskaj/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 20:29:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>mariaflem</dc:creator>
<guid>http://mariaflem.wordpress.com/2009/11/04/flygfarkostskaj/</guid>
<description><![CDATA[Ett nätverk som heter Språkförsvaret har JO-anmält luftfartsverket för deras val att använda engelsk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ett nätverk som heter Språkförsvaret har <a href="http://www2.unt.se/pages/1,1826,MC=75-AV_ID=977793,00.html" target="_blank">JO-anmält luftfartsverket</a> för deras val att använda engelska före svenska i flygplatsnamnen. Stockholm Arlanda Airport borde alltså istället heta Stockholm Arlanda Flygplats, för att värna om det svenska språket. Huruvida detta är en betydelsefull fråga eller inte kan man diskutera, men personen på Upptåget, som jag numera åker varje dag, hade tagit frågan till sitt hjärta.</p>
<p>I dagens utrop berättade han istället att &#8220;Nästa station är Arlanda Internationella Lufthamn. Vi ber alla passagerare att behålla sina biljetter, eftersom dessa kontrolleras på vägen in till terminalen i lufthamnen.&#8221;</p>
<p>Tyvärr stötte han på ett problem när han, som brukligt, skulle dra informationen på engelska.</p>
<p>&#8220;Next stop is Arlanda International&#8230;&#8221; Den lilla pausen som följde var full av förvirring och obeslutsamhet. Till slut var han tvungen att fylla i &#8220;Airport&#8221;, när han kom på sig själv med att han faktiskt pratade i en högtalare.</p>
<p>Man kan tänka att han ville göra ett ställningstagande för en fråga han tyckte var viktig. Men jag tyckte nog jag kände en svag men omisskännlig doft av ironi i luften ändå.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cut cut cut]]></title>
<link>http://dianaindriati.wordpress.com/2009/11/04/cut-cut-cut/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 05:14:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Diana</dc:creator>
<guid>http://dianaindriati.wordpress.com/2009/11/04/cut-cut-cut/</guid>
<description><![CDATA[trnyta loe toe mnafik ya .. gue g nyangka … gue blang sma loe ya .. g usah blagu de … jgn sok baek m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[trnyta loe toe mnafik ya .. gue g nyangka … gue blang sma loe ya .. g usah blagu de … jgn sok baek m]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Humor : Humanis?]]></title>
<link>http://auwoo.wordpress.com/2009/11/04/humor-humanis/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 02:20:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>auwoo</dc:creator>
<guid>http://auwoo.wordpress.com/2009/11/04/humor-humanis/</guid>
<description><![CDATA[Polisi: &#8220;Bapak melanggar lampu merah!&#8221; Pengemudi: &#8220;Iya, Pak&#8230;&#8221; Polisi: ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Polisi: &#8220;Bapak melanggar lampu merah!&#8221;<br />
Pengemudi: &#8220;Iya, Pak&#8230;&#8221;<br />
Polisi: &#8220;SIM dan STNK-nya!&#8221;<br />
Sesaat kemudian,<br />
Polisi: saya ini humanis, hukum tapi manis. Bapak salah dan Bapak menyadari jadi saya hukum&#8230; tapi manis<a href="http://scholarship.kerjas.com">.</a>&#8220;<br />
Pengemudi: &#8220;&#8230;&#8221; (sambil mengeluarkan dompet)</p>
<p><em>by Nguping Jakarta</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kenapa Negeri Ini Belum Maju Juga?]]></title>
<link>http://estonhasiant.wordpress.com/2009/10/31/kenapa-negeri-ini-belum-maju-juga/</link>
<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 04:36:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>estonhasiant</dc:creator>
<guid>http://estonhasiant.wordpress.com/2009/10/31/kenapa-negeri-ini-belum-maju-juga/</guid>
<description><![CDATA[KENAPA NEGERI INI TIDAK MAJU-MAJU JUGA? Orang selalu mempermasalahkan negara kita yang sudah 64 tahu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[KENAPA NEGERI INI TIDAK MAJU-MAJU JUGA? Orang selalu mempermasalahkan negara kita yang sudah 64 tahu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kartun dan Anekdot Kritik Penguasa makin marak beredar di Facebook]]></title>
<link>http://ahmadzainul.wordpress.com/2009/10/29/kartun-dan-anekdot-kritik-penguasa-makin-marak-beredar-di-facebook/</link>
<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 02:50:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>ahmad zainul ihsan arif</dc:creator>
<guid>http://ahmadzainul.wordpress.com/2009/10/29/kartun-dan-anekdot-kritik-penguasa-makin-marak-beredar-di-facebook/</guid>
<description><![CDATA[Kartun dan anekdot sering muncul atas kekesalan terhadap ulah penguasa Negara ini yang tak pernah be]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kartun dan anekdot sering muncul atas kekesalan terhadap ulah  penguasa Negara ini yang tak pernah berhenti membuat keonaran-keonaran. Belum selesai keonaran masalah BLBI, muncul keonaran Bank Century yang kini Berubah Jadi Bank Permata muncul lagi keonaran kriminalisasi KPK, dan keonaran-keonaran yang lain yang tak kalah serunya. Praktik-praktik korupsi, politikus hitam, pejabat korup, pejabat korup terliat semakin merajala rela di mata jama’ah fesbukiyah.</p>
<p><a title="FOTO_PROKLAMATOR_DIEDIT by ahmadzainul, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/37948864@N03/4054747472/"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2631/4054747472_486096c005.jpg" alt="FOTO_PROKLAMATOR_DIEDIT" width="500" height="319" /></a></p>
<p><!--more-->Salah satu facebooker rela menghabiskan waktu beberapa jam untuk mengedit sebuah foto  peristiwa ketika soekarno-hatta membacakan teks proklamasi. Foto pembacaan proklamasi yang khidmad berubah suasana menjadi foto soekarno-hatta menjadi anak band. Entah dari mana asal foto editan ini. Foto editan tersebut diberi teks berikut, Mungkin kayak gini ya, potret momentum bersejarah detik2 Proklamasi RI yang muncul di benak para teroris, pejabat korup, politikus hitam dan perampok BLBI&#8230;he he..</p>
<p>Tak hanya itu, kartun yang mengkritik makin bobroknya mental penguasa pun jumlahnya tak sedikit. Ratusan bahkan jumlahnya mulai mengalir deras beredar di jamaah fesbukiyah. kartun-kartun mulai berhamburan pertanda penguasa negeri ini kudu segera intropeksi diri bila tak mau nantinya kartun-kartun, atau anekdot itu menjungkalkan kekuasaannya.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 316px"><a title="9028_1135719236897_1344818241_30356497_6254680_n by ahmadzainul, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/37948864@N03/4054747462/"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2656/4054747462_1c3e60315d.jpg" alt="9028_1135719236897_1344818241_30356497_6254680_n" width="306" height="284" /></a><p class="wp-caption-text">kartun dari cakripin beredar di fasbuk</p></div>
<p>Ingat kartun dan anekdot, saya teringat jaman 10 tahun terakhir rezim soeharto dan jaman penjajahan jepang. Kartun dan anekdot menyebar deras dari tangan ke tangan, mulut ke mulut yang mengkomunikasikan kesengsaraan rakyat dalam satu langit. Kartun dan anekdot sering digunakan disaat komunikasi rakyat dan penguasa terdengar suara nada tulalit tulalit, di saat penguasa menjadi tirani.</p>
<p>Salah satu anekdot yang berkembang pada masa orde lama, yang sempat dibukukan oleh james danandjaya:</p>
<p>Pada masa perang kemerdekaan ada seorang pemuda pejuang yang sudah dalam keadaan sekarat karena lukanya yang berat. Dia sedang dirawat di RSU sekitar jalan diponegoro jakarta. Yang merawat pemuda pejuang tersebut kebetulan adalah suster muda belia nan cantik. ”Dik, tiba-tiba pemuda berkata dengan suara lemah. Dapatkah adik untuk terakhir kalinya mendapatkan selembar potret sang dwitunggal kita?” ”Tentu Kak!” Jawab gadis itu tanpa ragu-ragu karena tak mau mengecewakan pemuda pejuang yang sedang sekarat.</p>
<p>Tugas sang suster dari pemuda tersebut tidaklah ringan.  Pekerjaan mendapatkan selembar foto dwitunggal  yang harus dilalui dengan pengawasan tentara NICA yang ketat. Untuk menyelundupkan foto dwi tunggal harus melalui penjagaan ketat serdadu musuh. Si suster cantik tak habis akal. Di tempelkannya foto presiden di paha kanan bagian atas sedangkan foto wapres di paha kiri bagian atas pula.</p>
<p>Setiba di samping ranjang pemuda pejuang, secara perlahan suster menyingkap roknya. Muka sang pemuda yang pucat pasi segera terang. Dengan penuh terima kasih, sang pemuda berkata, terima kasih banyak dik, adik telah membawakan foto para pemimpin, pejuang kita. Adik demikian baik. Bukan saja membawakan foto dwitunggal saja, namun juga foto jenderal X yang brewokan itu.</p>
<p>Setelah mengucapkan kata-kata terima kasih sang pemuda pejuang memejamkan mata untuk selamanya.</p>
<p>maszen</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[20 fakta keliru tentang frxs]]></title>
<link>http://fraxis.wordpress.com/2009/10/26/20-fakta-keliru-tentang-frxs/</link>
<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 14:03:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>fraxis</dc:creator>
<guid>http://fraxis.wordpress.com/2009/10/26/20-fakta-keliru-tentang-frxs/</guid>
<description><![CDATA[Hehe, gara-gara master piko ngepost tentang fakta dan angga juga ngepost tentang “20 fakta yang buka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hehe, gara-gara master piko ngepost tentang fakta dan angga juga ngepost tentang “20 fakta yang buka]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kerja Kecil Tapi Besar]]></title>
<link>http://jabalnurr.wordpress.com/2009/10/26/kerja-kecil-tapi-besar/</link>
<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 02:50:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>jabalnurr</dc:creator>
<guid>http://jabalnurr.wordpress.com/2009/10/26/kerja-kecil-tapi-besar/</guid>
<description><![CDATA[Suatu ketika, semasa kerusi pengantin masih lagi panas daripada diduduk, saya dan isteri telah dihan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Suatu ketika, semasa kerusi pengantin masih lagi panas daripada diduduk, saya dan isteri telah dihan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Revisi Jumlah Abjad Dalam Bahasa Indonesia]]></title>
<link>http://katroboy.wordpress.com/2009/10/24/revisi-jumlah-abjad-dalam-bahasa-indonesia/</link>
<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 16:44:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>katroboy</dc:creator>
<guid>http://katroboy.wordpress.com/2009/10/24/revisi-jumlah-abjad-dalam-bahasa-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Abjad Jakarta, Kompos &#8211; Belakangan ini timbul desas-desus akan dibuatkannya aturan-aturan baru]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Abjad Jakarta, Kompos &#8211; Belakangan ini timbul desas-desus akan dibuatkannya aturan-aturan baru]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Api - Anekdot Sufi Nasrudin Hoja]]></title>
<link>http://safrie.wordpress.com/2009/10/20/api-anekdot-sufi-nasrudin-hoja/</link>
<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 00:44:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>safrie</dc:creator>
<guid>http://safrie.wordpress.com/2009/10/20/api-anekdot-sufi-nasrudin-hoja/</guid>
<description><![CDATA[Kembali ke DAFTAR ISI &nbsp; Potensi tambang uang dari Internet Home sweet home (Baity Jannaty) Stra]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kembali ke DAFTAR ISI &nbsp; Potensi tambang uang dari Internet Home sweet home (Baity Jannaty) Stra]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
