<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>anti-marketing &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/anti-marketing/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "anti-marketing"</description>
	<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 00:47:37 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Jual CD Video Audio Motivasi : Hermawan Kartajaya (edisi II)]]></title>
<link>http://tokocd.wordpress.com/2009/10/27/jual-cd-video-audio-motivasi-hermawan-kartajaya-edisi-ii/</link>
<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 06:25:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>Toko CD Online</dc:creator>
<guid>http://tokocd.wordpress.com/2009/10/27/jual-cd-video-audio-motivasi-hermawan-kartajaya-edisi-ii/</guid>
<description><![CDATA[DVD HERMAWAN KARTAJAYA &#8211; Edisi II DAFTAR PAKET Hermawan Kartajaya : 1. MARKETING-ORIENTED SELL]]></description>
<content:encoded><![CDATA[DVD HERMAWAN KARTAJAYA &#8211; Edisi II DAFTAR PAKET Hermawan Kartajaya : 1. MARKETING-ORIENTED SELL]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Joger, Sukses Berakrobat dalam Pemasaran ]]></title>
<link>http://bisniskunto.wordpress.com/2009/03/04/joger-sukses-berakrobat-dalam-pemasaran/</link>
<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 02:58:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>aakuntoa</dc:creator>
<guid>http://bisniskunto.wordpress.com/2009/03/04/joger-sukses-berakrobat-dalam-pemasaran/</guid>
<description><![CDATA[Oleh banyak kalangan, Mr Joger dikenal karena strategi pemasarannya yang paradoksal. Ia menciptakan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://www.beranda.net/images/joger.jpg"><img class="alignleft" src="http://www.beranda.net/images/joger.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Oleh banyak kalangan, Mr Joger dikenal karena strategi pemasarannya yang paradoksal. Ia menciptakan produk bagus, tetapi justru menyatakan bahwa produknya jelek. Ia menjual produk, tetapi sekaligus melarang orang membeli produknya melebihi batas yang ia tentukan. Ia ingin pasarnya luas, tapi justru mengurangi 3 gerainya menjadi hanya 1 saja. Tetapi jangan salah, justru pendulum-pendulum yang berayun dari kiri ke kanan secara konsisten itulah yang meroketkan namanya.</p>
<p>Waktu menunjukkan pukul 09.00 WITA ketika saya meninggalkan penginapan di kawasan Tuka menuju Jalan Raya Kuta, satu-satunya outlet cenderamata khas Bali “Joger” pimpinan Mr Joger. Perjalanan sekitar 45 menit. Biasanya, pabrik kata-kata itu selalu buka pukul 10.00 WIJo (Waktu Indonesia bagian Joger). Namun, berdasarkan pengalaman pula, pintu outlet itu jarang buka tepat waktu. Bisa kurang, sering pula lebih.</p>
<p>Dan benar. Pagi itu, sebuah papan pengumuman menandakan bahwa kesabaran menunggu kembali diuji. Papan kecil itu bertuliskan, “Menurut kesepakatan kami, hari ini pukul 10.00 adalah pukul 10.50.” Sorenya, pukul 18.00 yang menandakan waktu tutup pun akan dikenakan perlakuan yang sama.  Itulah gaya Joger yang sangat terkenal berkat permainan kata-katanya. Karena identitas ini pula, orang tidak akan bersungut-sungut ketika menjumpai pintu outlet masih terkunci rapat pada waktu “seharusnya” ia buka. Justru sebaliknya, geli menertawakan diri sendiri karena merasa “dikibuli”.</p>
<p>Mengapa begitu? Karena Joger adalah bisnis kreativitas. Dalam bisnis seperti ini, diferensiasi dan inovasi adalah keniscayaan. Selalu tampil unik, dan demikian selalu diingat orang. Keunikan ini pulalah yang mengikat loyalitas konsumen pada produk-produknya. Maka tak heran, setiap pergi ke Bali, selalu saja ada orang yang titip untuk dibelikan produk Joger, entah kaus, gantungan kunci, mug, dan masih banyak lagi. Ini wajar, mengingat setiap hari Joger menelurkan minimal satu desain. Jadi, setiap hari selalu ada yang baru. Misalnya, angka “151204” menunjukkan tanggal suatu produk dihasilkan.  Bukan hanya pada produknya saja Joger unik.</p>
<p>Pada keseluruhan strategi yang dicetuskannya, Joger boleh dibilang melepaskan diri dari pakem pemasaran pada umumnya. Beberapa contoh bisa disebutkan. Pertama, sejak 1987, dua outlet “Toko Seni dan Batik Joger” di Denpasar ditutup, padahal keduanya untung. Beberapa “cabang”, yang dikelola kolega-kolega bisnisnya di berbagai kota pun ditarik. “…75% potential buyers kami adalah orang-orang Jakarta. Bayangkan saja bagaimana sibuknya kami kalau mau buka cabang di Jakarta yang penuh orang kaya itu? Dan yang lebih runyam lagi, kalau kami benar-benar buka cabang di Jakarta, tentunya orang-orang Jakarta yang biasanya ke Bali untuk mencari Joger tidak akan merasa perlu lagi buang waktu dan energi jauh-jauh ke Bali. Ini tentu akan mengurangi masuknya ‘devisa’ untuk Bali, hehehe…,” tulis Mr Joger dalam koran Joger Post Desa yang diterbitkannya secara sesuka hati.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://photos-241.friendster.com/e1/photos/14/27/12607241/177952041l.jpg" alt="" width="201" height="150" />Ya, sesuka hati, karena sejak edisi pertama yang diluncurkan 10 Juni 1998 itu, edisi keduanya baru keluar 10 Oktober 1999.  Sejak 1986, satu-satunya outlet yang dikelolanya hanyalah yang terletak di Jalan Raya Kuta dengan nama “Joger Handicraft Centre”. “Agar saya fokus pada bisnis ini,” ujar pemilik nama asli Joseph Theodorus Wuliandi ini. Dan sejak 1990 ia getol memperkenalkan nama baru “Pabrik Kata-Kata Joger”.  Kedua, sejalan dengan strategi itu, promosi yang digaungkannya pun justru bernuansa dispromosi, yakni justru tidak menonjolkan keunggulannya. Lihat tagline-nya “Bali Bagus. Joger Jelek”.</p>
<p>Anehnya, justru keberaniannya menjelek-jelekkan diri inilah yang menjadikan Joger sangat terkenal, sebab orang yakin bahwa produk yang dihasilkannya tidak jelek.  Ketiga, keunikan dalam strategi penjualan. Umumnya pedagang akan berusaha mengejar omzet atau nilai penjualan yang tinggi untuk mencapai keuntungan. Namun, tidak bagi Joger. Prinsip yang dianutnya bukan profit oriented, tapi happines oriented. Sampai dengan Desember tahun lalu, Joger mengenakan pembatasan pembelian item kepada setiap konsumennya tanpa kecuali. Maksimal 10 potong setiap transaksi. Sedangkan sejak Januari tahun ini, jumlah maksimal itu dinaikkan sedikit menjadi 12 piece. Strategi ini sangat berkaitan erat dengan filosofi dasar yang diimaninya, “Lebih baik sedikit tapi cukup daripada banyak tapi kurang,” katanya seraya menambahkan, “Saya berharap orang beli kepuasan, kebahagiaan, bukan beli barang.”</p>
<p>Meski begitu, kepada saya, Mr. Joger tidak mengelak untuk menjawab berapa keuntungan yang diperolehnya dari berjualan sekitar 10.000 item produk berbagai bentuk itu. Harga jual yang ditetapkannya berkisar 1,5 kali biaya produksi. Dari hasil akhir penghitungan itu, Mr Joger mengambil keuntungan 5,8%. “Saya tidak mau mengejar omzet. Saya mau mengontrol omzet,” cetusnya tanpa memerinci dari mana angka 5,8% itu diperoleh. Ia hanya menyebut istilah rentabilitet, perkalian tetap.</p>
<p>Salam Agung,</p>
<p><strong>AA Kunto A</strong></p>
<p>[artikel ini pernah dimuat di Majalah <em>Marketing</em> dan <em>Kompas.com</em>)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Is there beauty in function over form? Ugly sites vs. pretty sites.]]></title>
<link>http://bcadgroup.wordpress.com/2008/11/26/ugly-vs-pretty/</link>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 03:15:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>bcadgroup</dc:creator>
<guid>http://bcadgroup.wordpress.com/2008/11/26/ugly-vs-pretty/</guid>
<description><![CDATA[Recently, I read an article on Scobleizer about the virtues of “ugly” sites. Comments such as “more ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Recently, I read an article on <a href="http://scobleizer.com/2006/03/04/the-role-of-anti-marketing-design/" target="_blank">Scobleizer</a> about the virtues of <strong>“ugly”</strong> sites. Comments such as <strong>“more sticky”</strong> and <strong>“generally more fun to participate in”</strong> were mentioned to justify the revenue driving power of <strong>“anti-marketing design”.</strong> That, and the notion there’s more street-cred (so to speak) in sites that look like my 5 year-old put them together. Why? Because they don’t look like blatant marketing ploys (just thinly disguised ones, in my opinion).<br />
<!--more--><br />
However, I believe that <strong>ugly</strong> is in the eye of the beholder and is often confused with <strong>utilitarian</strong>. Take Youtube, for instance. Sure—it’s not going to win any design awards but it’s clean and simple—exactly what it needs to be. The content is King (or Queen), so why distract people with a <strong>cool-for-the-sake-of-cool</strong> look? The point of Youtube is to make it possible for anyone to upload their video art/diatribe/commentary/rant and share it. Nothing more, nothing less. (Of course, marketers have taken advantage of this &#8216;everyman&#8217; forum, but that’s another story.)</p>
<p>Fact is, a site needs to be well designed in all aspects. It needs to have a look and feel that ensures your audience can <strong>and will</strong> be able to use it. And that all depends upon what you want to accomplish and who you’re appealing to—from tween terrors to conservative CEOs.</p>
<p>That also means you have to take your audience’s level of online sophistication into consideration. Remember, just because you can use lots of gorgeous bandwidth hogging graphics and implement lots of cutting-edge social media, doesn’t mean you should (we all saw what happened in <em>Jurassic Park</em>, right?). Forums, blogs, reviews, etc., etc., are great. But if these features are just going to sit and gather cyber dust, what’s the point? Beware: a discussion board that hasn’t been touched since the Clinton era can speak far louder than your silent audience. Not to mention if it takes ten minutes for anyone to even see it!</p>
<p>And as for navigation&#8230;it doesn’t have to be your standard under the header, down the side (or both) affair. But it still has to make some kind of sense! If I need an instruction manual to figure out how to get to your <strong>home page</strong>, forget it! I can do without the built-in learning curve.</p>
<p>Don’t get me wrong. I’m a relatively patient person who doesn’t mind a site that makes me think a bit by utilizing a <a href="http://www.javierferrervidal.com/">&#8216;different&#8217; navigational approach</a>. But if your site makes me feel stupid or like “I’m not worthy”, then why should I bother? Perhaps, that’s the brilliance of sites like this. It’s some weird way of keeping out the <strong>undesirables</strong>. But if the majority of the population is made up of <strong>undesirables, </strong>who are you actually talking to? The Stephen Hawking’s of the world who managed to get past the intro page? Well, then good luck! Because unfortunately, most of the &#8216;chosen few&#8217; are probably too busy creating black holes in science labs to visit your site. Either that, or the content better be freaking phenomal if I’m going to take the time to figure out the secret navigational handshake.</p>
<p>Ultimately, at the end (or beginning) of the day, you have to understand what your site is trying to do, how it helps to tell your story and whether it gives your audience appropriate opportunities to let you know if they’re getting it.</p>
<p>So if that turns into an <strong>ugly vs. pretty</strong> debate, please remember: <strong>&#8220;ugly&#8221;</strong> can be beautiful. There is<strong> </strong>beauty in simplicity—in just sticking to the nuts and bolts. And for the majority of sites, that’s all you really need. That, and great content worth hanging around for.</p>
<p>If you’d like to see more about the ugly sites debate, <a href="http://plentyoffish.wordpress.com/2006/06/04/are-designers-clued-in/?referer=sphere_related_content/" target="_blank"><span style="text-decoration:none;">check out the following link.</span></a></p>
<p>Bye for now!</p>
<p>Margaret.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DVD - Hermawan Kartajaya (edisi II)]]></title>
<link>http://ebisnisindo.wordpress.com/2008/11/13/dvd-hermawan-kartajaya-edisi-ii/</link>
<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 14:20:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>e Bisnis Indonesia</dc:creator>
<guid>http://ebisnisindo.wordpress.com/2008/11/13/dvd-hermawan-kartajaya-edisi-ii/</guid>
<description><![CDATA[DVD HERMAWAN KARTAJAYA &#8211; Edisi II DAFTAR PAKET Hermawan Kartajaya : 1. MARKETING-ORIENTED SELL]]></description>
<content:encoded><![CDATA[DVD HERMAWAN KARTAJAYA &#8211; Edisi II DAFTAR PAKET Hermawan Kartajaya : 1. MARKETING-ORIENTED SELL]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DVD - Hermawan Kartajaya (edisi II)]]></title>
<link>http://lowongankerjaindonesiablog.wordpress.com/2008/11/13/dvd-hermawan-kartajaya-edisi-ii/</link>
<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 14:20:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>Lowongan Kerja Indonesia</dc:creator>
<guid>http://lowongankerjaindonesiablog.wordpress.com/2008/11/13/dvd-hermawan-kartajaya-edisi-ii/</guid>
<description><![CDATA[DVD HERMAWAN KARTAJAYA &#8211; Edisi II DAFTAR PAKET Hermawan Kartajaya : 1. MARKETING-ORIENTED SELL]]></description>
<content:encoded><![CDATA[DVD HERMAWAN KARTAJAYA &#8211; Edisi II DAFTAR PAKET Hermawan Kartajaya : 1. MARKETING-ORIENTED SELL]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DVD - Hermawan Kartajaya (edisi II)]]></title>
<link>http://peluangusahaindonesiablog.wordpress.com/2008/11/13/dvd-hermawan-kartajaya-edisi-ii/</link>
<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 14:20:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>Peluang Usaha Indonesia</dc:creator>
<guid>http://peluangusahaindonesiablog.wordpress.com/2008/11/13/dvd-hermawan-kartajaya-edisi-ii/</guid>
<description><![CDATA[DVD HERMAWAN KARTAJAYA &#8211; Edisi II DAFTAR PAKET Hermawan Kartajaya : 1. MARKETING-ORIENTED SELL]]></description>
<content:encoded><![CDATA[DVD HERMAWAN KARTAJAYA &#8211; Edisi II DAFTAR PAKET Hermawan Kartajaya : 1. MARKETING-ORIENTED SELL]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DVD - Hermawan Kartajaya (edisi II)]]></title>
<link>http://peluangbisnisindonesiablog.wordpress.com/2008/11/13/dvd-hermawan-kartajaya-edisi-ii/</link>
<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 14:20:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>Peluang Bisnis Indonesia</dc:creator>
<guid>http://peluangbisnisindonesiablog.wordpress.com/2008/11/13/dvd-hermawan-kartajaya-edisi-ii/</guid>
<description><![CDATA[DVD HERMAWAN KARTAJAYA &#8211; Edisi II DAFTAR PAKET Hermawan Kartajaya : 1. MARKETING-ORIENTED SELL]]></description>
<content:encoded><![CDATA[DVD HERMAWAN KARTAJAYA &#8211; Edisi II DAFTAR PAKET Hermawan Kartajaya : 1. MARKETING-ORIENTED SELL]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[A New Low For Business?...]]></title>
<link>http://bradwest.wordpress.com/2008/10/18/a-new-low-for-business/</link>
<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 07:16:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>bradwest</dc:creator>
<guid>http://bradwest.wordpress.com/2008/10/18/a-new-low-for-business/</guid>
<description><![CDATA[MATT TAIBBI of the Rolling Stone has an excellent article on the resurgence of slime-monger Karl Rov]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span class="upper">MATT TAIBBI of the <a title="The Return of Rove at Rolling Stone" href="http://www.rollingstone.com/politics/story/23482821/the_return_of_rove" target="_blank">Rolling Stone </a>has an excellent article on the resurgence of slime-monger Karl Rove. He brings up an interesting point: </span></p>
<p><span class="upper">&#8220;The reason Rove continues to survive is the same reason that Johnnie Cochran was called a genius for keeping a double-murderer on the golf course — because this generation of Americans has become so steeped in greed and social Darwinism that it can no longer distinguish between cheating and achieving, between enterprise and crime, and can&#8217;t bring itself to criticize winners any more than it knows how to be nice to losers. He survives because an increasing number of Americans secretly agree with Rove&#8217;s vision of rules, laws and &#8220;the truth&#8221; as quaint, faintly embarrassing rituals that only a sucker would let hold him back.&#8221;</span></p>
<p><span class="upper"><span class="upper">Rove&#8217;s scummy tactics can work in business as well as politics. He uses many elements of marketing, or &#8220;anti-marketing&#8221; of an opponent. </span></p>
<p>So, in these difficult times for businesses, both large and small, are there still any  boundries left? If your business&#8217; financial survival depends on it, will you smear your competition in any way possible?</p>
<p></span></p>
<p>Let me know if the moral compass has really fallen so low in society that businesses have to do this to achieve a &#8220;win&#8221; at any cost.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Despre Gillette Series şi bărbieritul cu gel]]></title>
<link>http://reverii.wordpress.com/2008/08/21/despre-gillette-series-si-barbieritul-cu-gel/</link>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 14:35:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>reverii</dc:creator>
<guid>http://reverii.wordpress.com/2008/08/21/despre-gillette-series-si-barbieritul-cu-gel/</guid>
<description><![CDATA[Cel mai recent spot Gillette pe care l-am vizionat este acesta, pentru gelul de bărbierit. Nimic ext]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Cel mai recent spot Gillette pe care l-am vizionat este acesta, pentru gelul de bărbierit. Nimic ext]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Você finge que engana. Eu finjo que acredito. Não é verdade?]]></title>
<link>http://briefingcomfritas.wordpress.com/2008/08/07/voce-finge-que-engana-eu-finjo-que-acredito-nao-e-verdade/</link>
<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 19:31:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>alvinhorodrigues</dc:creator>
<guid>http://briefingcomfritas.wordpress.com/2008/08/07/voce-finge-que-engana-eu-finjo-que-acredito-nao-e-verdade/</guid>
<description><![CDATA[Eu confesso já ter ouvido de tudo nessa vida (profissional). Eu me refiro às desculpas (profissionai]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Eu confesso já ter ouvido de tudo nessa vida (profissional). Eu me refiro às desculpas (profissionais) para justificar um atraso ou uma falta ao trabalho. Normal. Eu mesmo já dei as minhas. Todas super bem intencionadas. Nem sempre a verdade &#8211; eu disse nem sempre &#8211; é a melhor opção para ser dita ao chefe.</p>
<p><em>&#8220;Onde você estava? Por que faltou ontem?&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Porque eu acordei, vi o puta sol que estava fazendo, e decidi ir à praia.&#8221;</em></p>
<p>Não, não é legal. Nesses casos, mate a avó pela quinta vez. Fure o oitavo pneu do seu carro zero. Faça a extração do seu vigésimo ciso. Mas praia, definitivamente, não é legal.</p>
<p>Dia desses, eu ouvi uma das melhores. Se mentira tivesse ranking, ela estaria entre as <em>top</em> 5. Fácil.</p>
<p><em>&#8220;Desculpe aí. Eu não vim ontem porque achei que as minhas férias tinham começado.&#8221;</em></p>
<p>O conjunto originalidade-canastrice-cara-de-pau é imbatível.</p>
<p>E você? Qual foi a sua melhor mentira para faltar ao trabalho? Avós, pneus e dentes não serão computados.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[O renascimento do emburrecimento. ]]></title>
<link>http://briefingcomfritas.wordpress.com/2008/07/18/o-renascimento-do-emburrecimento/</link>
<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 22:45:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>alvinhorodrigues</dc:creator>
<guid>http://briefingcomfritas.wordpress.com/2008/07/18/o-renascimento-do-emburrecimento/</guid>
<description><![CDATA[Leis são criadas para serem seguidas. Verdade inquestionável. Questionável mesmo é a arbitrariedade ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Leis são criadas para serem seguidas. Verdade inquestionável.</p>
<p>Questionável mesmo é a arbitrariedade com que algumas dessas leis são aprovadas. Mais questionável ainda é a funcionalidade dessas leis. A que deu origem a esse post indignado é uma delas.</p>
<p>A Comissão de Defesa do Consumidor aprovou, na semana passada, um projeto de lei que proíbe qualquer tipo de publicidade voltada para a criança. Independente do horário ou da mídia. Independente se a mesma tenha sido criada para ofertar produtos ou oferecer serviços ao público infantil, adolescente ou adulto. Resumindo: a publicidade de qualquer produto ou serviço deverá sempre ser dirigida ao público adulto.</p>
<p>Mais que isso, na verdade: crianças também estarão proibidas de fazer comerciais.</p>
<p>Esse projeto segue para a Comissão de Constituição e Justiça e de Cidadania.</p>
<p>A pergunta que fica é: para onde vai a publicidade? Para onde vão os publicitários? Para onde vai a liberdade de expressão?</p>
<p>Eu não sei se você amigo-leitor do Briefing Com Fritas sabe, mas é através dos anunciantes (e de suas agências de publicidade) que veículos como jornais, revistas, TVs, conseguem viabilizar o seu acesso à informação. É através dos anúncios que os preços praticados por esses veículos são mais acessíveis ao seu bolso (sic). É também através dos anúncios que os mesmos conseguem pagar os salários dos grandes profissionais que fazem esses veículos&#8230;grandes.</p>
<p>Será que o caminho é mesmo a censura? Será que o governo não poderia usar o talento da publicidade brasileira, reconhecidamente uma das melhores do mundo, para criar campanhas educacionais?</p>
<p>Eu estava aqui, me lembrando dos quadros renascentistas, enquanto escrevia esse post. Neles, as crianças eram retratadas como pequenos adultos. Será que caminharemos para isso?</p>
<p>Peço desculpas aos meus amigos-leitores do Briefing Com Fritas pelo texto sem graça. O tema é que é uma piada.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[D day]]></title>
<link>http://culturespynet.wordpress.com/2008/07/18/d-day/</link>
<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 15:53:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>kspider58</dc:creator>
<guid>http://culturespynet.wordpress.com/2008/07/18/d-day/</guid>
<description><![CDATA[I have finally completed my anti-marketing poster. I photoshopped various logos behind an unkown man]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://culturespynet.files.wordpress.com/2008/07/logo-poster2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-325" src="http://culturespynet.wordpress.com/files/2008/07/logo-poster2.jpg?w=231" alt="" width="231" height="300" />I have finally completed my anti-marketing poster. I photoshopped various logos behind an unkown man on a target to represent how marketers spy on our behavior and customs to sell their products. The man represents a souless stereotype of a specific target audience. I feel that there should not be the need to spy and give subliminal messages to anyone.<br />
</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Capitão Boeing]]></title>
<link>http://briefingcomfritas.wordpress.com/2008/07/10/capitao-boeing/</link>
<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 19:20:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>alvinhorodrigues</dc:creator>
<guid>http://briefingcomfritas.wordpress.com/2008/07/10/capitao-boeing/</guid>
<description><![CDATA[Fila do check in no aeroporto. Homem, na fila, com o seu e-ticket, fala com o atendente da companhia]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Fila do <em>check in</em> no aeroporto.</p>
<p>Homem, na fila, com o seu <em>e-ticket, </em>fala com o atendente da companhia aérea.</p>
<p>Passageiro: <em>&#8220;Bom-dia, eu tenho um bilhete para São Paulo.&#8221;</em></p>
<p>Atendente: <em>&#8220;Pois, não. Posso ver o número da sua reserva, senhor?&#8221;</em></p>
<p>Passageiro: <em>&#8220;Aqui&#8230;&#8221;</em></p>
<p>Atendente: <em>&#8220;Ok&#8230;hmnn&#8230;posso ver um documento do senhor?&#8221;</em></p>
<p>O passageiro entrega a sua carteira de habilitação.</p>
<p>O atendente olha para o documento, confere as informações e diz para o passageiro:</p>
<p><em>&#8220;Senhor, eu estou vendo aqui que a sua carteira de habilitação está vencida&#8230;&#8221;</em></p>
<p>O passageiro responde sem alterar o tom de voz:</p>
<p><em>&#8220;Mas eu não pretendo pilotar o avião.&#8221;</em></p>
<p>É&#8230;.ahhh&#8230;hmnnn&#8230;.boa viagem.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Com cerveja.]]></title>
<link>http://briefingcomfritas.wordpress.com/2008/07/09/com-cerveja/</link>
<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 20:30:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>alvinhorodrigues</dc:creator>
<guid>http://briefingcomfritas.wordpress.com/2008/07/09/com-cerveja/</guid>
<description><![CDATA[Um estudante de publicidade consegue marcar uma hora na agenda do diretor de criação de uma grande a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Um estudante de publicidade consegue marcar uma hora na agenda do diretor de criação de uma grande agência.</p>
<p>Tudo o que o estudante queria era ter um contato mais próximo com esse profissional que ele tanto admirava. Ele, o estudante, não deixaria uma oportunidade daquelas passar em branco. Não, ele. Por isso, o estudante separou seus trabalhos de faculdade e montou o seu primeiro portfólio.</p>
<p>O grande dia havia chegado. O estudante chegou bem cedo. Primeira impressão é tudo.</p>
<p>A secretária leva o jovem até uma das salas de reunião da agência. Oferece café e água, que foram devidamente recusados. Vai que ele derrama sobre o portfólio. Pior: vai que ele derrama sobre o diretor de criação. Não. Nunca. Jamais. Boca seca.</p>
<p>O diretor de criação entra na sala.</p>
<p>Publicitário: <em>&#8220;Oi, muito prazer. Tudo bem? O que te traz aqui, na minha agência?&#8221; </em></p>
<p>Vai garoto. Essa é a sua deixa. Mostre que você é criativo e garanta o seu lugar no mundo do glamour e do brilho da publicidade.</p>
<p>Estudante: <em>&#8220;Eu? Eu sempre quis trabalhar com uns caras assim&#8230;&#8217;black-belt&#8217;, tipo faixa-preta que nem você, saca?&#8221;</em></p>
<p>Publicitário: <em>&#8220;Como?&#8221;</em></p>
<p>Estudante: <em>&#8220;É, bro. Eu curto muito esse lance de dropar as ondas da criatividade&#8230;e, aqui, com um faixa-preta que nem você, eu vou fazer isso. Com cerveja&#8230;&#8221;</em></p>
<p>Sem mais no momento, despeço-me.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[A mínima do dia.]]></title>
<link>http://briefingcomfritas.wordpress.com/2008/07/01/a-minima-do-dia-2/</link>
<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 22:19:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>alvinhorodrigues</dc:creator>
<guid>http://briefingcomfritas.wordpress.com/2008/07/01/a-minima-do-dia-2/</guid>
<description><![CDATA[Eis a mínima do dia. Essa verdadeira pérola da nossa literatura foi proferida por um profissional (s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Eis a mínima do dia. Essa verdadeira pérola da nossa literatura foi proferida por um profissional (sic) após ver a alteração feita em um projeto de concorrência.</p>
<p><em>&#8220;Isso vai dar um plus a mais, que só vem para somar e acrescentar ao trabalho da nossa companhia.&#8221; </em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nossa, os dedinhos dos seus pés são tão, são tão cheios de joanetes. ]]></title>
<link>http://briefingcomfritas.wordpress.com/2008/06/28/nossa-os-dedinhos-dos-seus-pes-sao-tao-sao-tao-cheios-de-joanetes/</link>
<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 03:17:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>alvinhorodrigues</dc:creator>
<guid>http://briefingcomfritas.wordpress.com/2008/06/28/nossa-os-dedinhos-dos-seus-pes-sao-tao-sao-tao-cheios-de-joanetes/</guid>
<description><![CDATA[Casal jovem de namorados caminha pelas ruas de um aprazível bairro do Rio de Janeiro. Lindos, feitos]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Casal jovem de namorados caminha pelas ruas de um aprazível bairro do Rio de Janeiro. Lindos, feitos um para o outro, o casal de namorados flana de mãos dadas após um jantar despretensioso perto da casa deles.</p>
<p>A namorada, entre uma passada e outra, se vira para o namorado e pergunta romanticamente:<br />
<em>&#8220;Como é que nasce um joanete?&#8221;</em></p>
<p>O namorado chega a engasgar com o jantar que nem havia começado o seu processo de digestão.</p>
<p>Ela repete:<br />
<em>&#8220;Amor, como é que nasce um joanete?&#8221;</em></p>
<p>O namorado responde ou, pelo menos, tenta, uma vez que joanete não era bem a sua especialidade.</p>
<p>A namorada não satisfeita em saber como nasce um joanete, parte para a segunda pergunta:<br />
<em>&#8220;Joanete pode operar?&#8221;</em></p>
<p>O namorado, longe de ser um <em>joanetólogo</em> diz que sim.</p>
<p>A namorada suspira e declama:<br />
<em>&#8220;Que bom&#8230;porque eu acho que vou ter joanetes.&#8221; </em></p>
<p>O amor é lindo. E calejado.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Um novo conceito de novo...]]></title>
<link>http://exvertebrum.wordpress.com/2008/04/14/um-novo-conceito-de-novo/</link>
<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 02:38:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rafael Rez Oliveira</dc:creator>
<guid>http://exvertebrum.wordpress.com/2008/04/14/um-novo-conceito-de-novo/</guid>
<description><![CDATA[É por conta destas aberrações que os profissionais de marketing são chamados pejorativamente de “mar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[É por conta destas aberrações que os profissionais de marketing são chamados pejorativamente de “mar]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[70 N0 L0n63r 74lk 1n Numb3r5?]]></title>
<link>http://f15h.wordpress.com/2008/04/10/70-n0-l0n63r-74lk-1n-numb3r5/</link>
<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 22:09:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>f15h</dc:creator>
<guid>http://f15h.wordpress.com/2008/04/10/70-n0-l0n63r-74lk-1n-numb3r5/</guid>
<description><![CDATA[I seem to have been caught between Scylla and Charybdis. A flurry of little-considered tracking-back]]></description>
<content:encoded><![CDATA[I seem to have been caught between Scylla and Charybdis. A flurry of little-considered tracking-back]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Think different. ]]></title>
<link>http://briefingcomfritas.wordpress.com/2008/04/03/think-different/</link>
<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 19:10:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>alvinhorodrigues</dc:creator>
<guid>http://briefingcomfritas.wordpress.com/2008/04/03/think-different/</guid>
<description><![CDATA[Ser criativo é buscar o novo. Essa é a velha máxima da publicidade. Agora, tão importante quanto bus]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ser criativo é buscar o novo. Essa é a velha máxima da publicidade. Agora, tão importante quanto buscar o novo, é saber onde buscá-lo. Isso é o que eu chamo de pensar <i>out of the box. Way out of the box. </i></p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/9Ro0iaEW1Rc&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/9Ro0iaEW1Rc&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Patifesserie.]]></title>
<link>http://briefingcomfritas.wordpress.com/2008/03/25/patifesserie/</link>
<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 16:48:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>alvinhorodrigues</dc:creator>
<guid>http://briefingcomfritas.wordpress.com/2008/03/25/patifesserie/</guid>
<description><![CDATA[Homem chega numa padaria, doido para comer um doce, e olha para os pães, pães-doces, folheados, sonh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Homem chega numa padaria, doido para comer um doce, e olha para os pães, pães-doces, folheados, sonhos, bombas e demais guloseimas expostas lindamente no balcão.</p>
<p>O homem chama o atendente e pergunta: <i>&#8220;Amigo, esses doces são de hoje?&#8221;</i></p>
<p>&#8220;Qual o sentido da vida?&#8221;, &#8220;Existe vida após a morte?&#8221;ou &#8220;Esses doces são de hoje?&#8221; são perguntas difíceis demais para o pobre coitado. Por isso, ele olha para os pães e doces com um olhar enigmático. Ele parecia estar prestes a descobrir a fórmula da transformação de chumbo em ouro.</p>
<p>Homem: <i>&#8220;E aí? São de hoje?&#8221; </i></p>
<p>O atendente começa a apertar todos os pães. Todos. E em alguns deles, o sujeito se valia do dedo para ter a resposta precisa. Sim, ele enfiava o dedo em um sonho para ter certeza de que o creme estava&#8230;cremoso.</p>
<p>Atendente: <i>&#8220;Sim, é tudo de hoje. Tá tudo fresquinho. Vai?&#8221;</i></p>
<p>Vou. Embora.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Farewell, Harriet.]]></title>
<link>http://briefingcomfritas.wordpress.com/2008/03/24/farewell-harriet/</link>
<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 16:10:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>alvinhorodrigues</dc:creator>
<guid>http://briefingcomfritas.wordpress.com/2008/03/24/farewell-harriet/</guid>
<description><![CDATA[A exposição &#8220;Darwin: Descubra o Homem e a Teoria Revolucionária que Mudou o Mundo&#8221;, atua]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p> <img src="http://briefingcomfritas.wordpress.com/files/2008/03/harriet_fg1.thumbnail.jpg" alt="harriet_fg1.jpg" /></p>
<p>A exposição &#8220;Darwin: Descubra o Homem e a Teoria Revolucionária que Mudou o Mundo&#8221;, atualmente no Museu Histórico Nacional, me fez escrever esse blog. Na verdade, a minha lembrança de Harriet, a tartaruga que teria ajudado Charles Darwin a formular sua teoria da evolução das espécies.</p>
<p>Harriet foi encontrada pelo britânico em Galápagos e ganhou notoriedade. Talvez Harriet seja a tartaruga mais famosa do mundo. Talvez ela perca para as Tartarugas Ninja se a pesquisa for feita entre os mais novos. Mas isso não importa nesse momento.</p>
<p>O fato é que Harriet se foi. Ela morreu de parada cardíaca aos 175 anos. Sim, aos 175 anos. Calma, você não precisa ficar desse jeito. Isso aconteceu há quase dois anos. Mais cedo ou mais tarde &#8211; no caso dela, muito mais tarde &#8211; isso vai acontecer com todo mundo.</p>
<p>Harriet era uma tartaruga gigante, bonita, portadora de uma senhora carcaça. Esquisito, não? Ainda mais se pensarmos que as tartarugas ou quelônios não são répteis reconhecidos pelos seus, digamos, dons atléticos.</p>
<p>Será que esse é o segredo da longevidade? Não fazer absolutamente nada? Ficar ali, na areia da praia, refestelado, aproveitando o sol e comendo alface?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Isso é que é comer com os olhos.]]></title>
<link>http://briefingcomfritas.wordpress.com/2008/02/27/isso-e-que-e-comer-com-os-olhos/</link>
<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 15:41:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>alvinhorodrigues</dc:creator>
<guid>http://briefingcomfritas.wordpress.com/2008/02/27/isso-e-que-e-comer-com-os-olhos/</guid>
<description><![CDATA[Eu prefiro ser co-autor de uma boa história a autor-solo de um lixo. Por isso, devo o crédito ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Eu prefiro ser co-autor de uma boa história a autor-solo de um lixo. Por isso, devo o crédito &#8211; pela lembrança do acontecido &#8211; ao meu amigo Amendoeira, bom sujeito que, mais cedo ou mais tarde, também terá uma de suas brilhantes passagens contadas no Briefing Com Fritas.</p>
<p>Pois bem. Amendoeira e eu temos um amigo em comum. Esse post é sobre ele.</p>
<p>Era a primeira vez que ele ia naquele restaurante sofisticado. Na verdade, era a primeira vez em que ele ia em um restaurante sofisticado na vida. Nosso amigo em comum é de Maricá. E Maricá nunca foi conhecida nacionalmente pela sua excelência gastronômica.</p>
<p>Era a primeira vez dele naquele restaurante. Assim como era a primeira vez em que ele saía com ela. Ela, para vocês leitores, era a sua mais nova conquista.</p>
<p>Ele queria impressionar, demonstrar elegância. Por isso, não iria pedir uma feijoada, uma rabada ou algo similar. Não ele. Um homem fino como ele seria incapaz de ordenar um prato desses. E, como eu disse antes, ele estava realmente decidido a impressionar a garota.</p>
<p>Por isso, ele havia decidido comer algo leve. Sim, algo leve que demonstre não só que ele é um sujeito elegante mas, também, saudável.</p>
<p>Um homem decidido e seguro como ele não precisa de cardápio. Um homem decidido e seguro faz com que a sua escolha esteja no cardápio.</p>
<p>Ele chama o garçom e faz o seu pedido:</p>
<p><i>&#8220;Boa noite&#8230;nós queremos pedir&#8230;sim, ela vai querer um filé com fritas&#8230;.e eu&#8230;</i>(ele finge pensar no prato)<i>&#8230;eu vou querer uma coisa mais leve&#8230;já sei&#8230;.uma salada com um quisto.&#8221;</i></p>
<p>Garçom:</p>
<p><i>&#8220;Quisto?&#8221;</i></p>
<p>Ele:</p>
<p><i>&#8220;É&#8230;um quisto. Tem quisto de quê? De cebola? De queijo?&#8221;</i></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Briefing Com Fritas de volta.]]></title>
<link>http://briefingcomfritas.wordpress.com/2008/02/21/briefing-com-fritas-de-volta/</link>
<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 16:00:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>alvinhorodrigues</dc:creator>
<guid>http://briefingcomfritas.wordpress.com/2008/02/21/briefing-com-fritas-de-volta/</guid>
<description><![CDATA[Após um longo e tenebroso inverno, eu estou de volta. Na verdade, não foi longo, nem tenebroso e nem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Após um longo e tenebroso inverno, eu estou de volta. Na verdade, não foi longo, nem tenebroso e nem inverno. É que eu sempre quis começar um texto assim. Agora que eu já realizei esse desejo, gostaria de pedir desculpas aos amigos e leitores do meu blog pela falta de novas histórias. Um <i>pout-pourri</i> de cansaço, falta de tempo, de inspiração e uma boa dose de problemas impediu a atualização do Briefing Com Fritas. Impediu, momentaneamente, quero deixar claro. <i>I&#8217;m back in business</i>. E, junto comigo, as histórias surreais.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Flagrantes do dia-a-dia]]></title>
<link>http://exvertebrum.wordpress.com/2008/02/14/flagrantes-do-dia-a-dia/</link>
<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 16:18:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rafael Rez Oliveira</dc:creator>
<guid>http://exvertebrum.wordpress.com/2008/02/14/flagrantes-do-dia-a-dia/</guid>
<description><![CDATA[Flagrantes do dia-a-dia com uma câmera de celular. Onde foi parar a prática de revisar os textos? Fi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Flagrantes do dia-a-dia com uma câmera de celular. Onde foi parar a prática de revisar os textos? Fi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Caju amigo.]]></title>
<link>http://briefingcomfritas.wordpress.com/2008/01/27/pede-pode-pedir/</link>
<pubDate>Sun, 27 Jan 2008 23:16:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>alvinhorodrigues</dc:creator>
<guid>http://briefingcomfritas.wordpress.com/2008/01/27/pede-pode-pedir/</guid>
<description><![CDATA[Garçom atento é assim: não apenas presta o serviço da melhor maneira possível. Ele quer que o client]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Garçom atento é assim: não apenas presta o serviço da melhor maneira possível. Ele quer que o cliente tenha a melhor experiência da sua vida enquanto estiver naquele estabelecimento, sob o seu atendimento. Só assim, o garçom terá a certeza de que o cliente voltará. Voltará e trará novos clientes. E novas gorjetas. Foi assim, com esse pensamento, que eu aprendi uma nova expressão na língua portuguesa. Uma expressão que eu divido com vocês, leitores do Briefing Com Fritas.</p>
<p>Gosto de uma boa caipivodka. Gosto das ruins também, mas não peço outra, pelo mesmo motivo.</p>
<p>Voltando: gosto de uma boa caipivodka. O garçom que me atendia percebeu os meus olhinhos brilhando quando encontrei o portfólio de caipirinhas no cardápio.</p>
<p>Garçom:</p>
<p><i>&#8220;Vejo que o senhor gosta de caipirinhas. A especialidade da casa é uma caipiroska de caju preparada com Absolut. É a mais pedida. Se o senhor quiser, eu preparo uma, de cortesia&#8230;açúcar ou adoçante?&#8221;<br />
</i></p>
<p>Agradeço a gentileza e aceito. A idéia me parecia boa e eu ainda não havia experimentado tal elixir.</p>
<p>O garçom traz o drink. Eu experimento. A caipivodka, super-mega-ultracarregada no caju, estava ácida demais. Minha boca fica mais seca que o sertão nordestino e mais ardida que queimadura de terceiro grau.</p>
<p>O garçom olha para a minha &#8220;expressão de contentamento pós-caipivodka de caju&#8221; e diz com um sorriso no rosto:</p>
<p><i>&#8220;É assim mesmo, patrão. Depois que você bebe, ela fica&#8230;&#8217;pedindo saliva&#8217;&#8230;não tá &#8216;pedindo saliva&#8217;? Hein? Hein?&#8221;</i></p>
<p>Eu não conseguia falar.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
