Tags » Antologi

IT'S TIME TO (REALLY) MOVE ON FROM KAI & EGAR

Okay, first thing first, I have to say that I’m so relieved. Why? Because finally, EGAR, KAIRA and KAI, are belong to public again. After BEST MAN was published, I felt like I had to turn EGAR, KAI and also KAIRA into a novel. 1,060 more words

Story

Cermin

Aku sedang berkaca bagaimanakah aku, melalui dirimu.

Melalui matamu.
Melalui bibirmu.
Melalui wajahmu.

Oh Lihat, kamu menarik bibir dengan otot-otot di pipi kanan dan kiri, hingga bulat sabitlah yang muncul… tenang. 183 more words

Balistik

Kebebasan Adalah Nafas Yang Tergesa

Bahwa nilai kehidupan tidak bisa dinilai. Tidak bisa dinilai oleh seorang manusia hidup, karena dia adalah pihak yang berada dalam permasalahan, bahkan merupakan obyeknya, dan tidak bisa menjadi penilainnya — Nietzsche… 383 more words

Balistik

MEMBACA PUISI: MENGINGAT PANAI (Epilog Terhadap Buku Antologi Puisi - Sajak Langit Panai)*

Membuat puisi bukanlah suatu perkara yang mudah. Karena diperlukan kepekaan hati dalam merespon intuisi, kedalaman pikiran menggali imaji, untuk merangkai kata per kata, diksi demi diksi. 731 more words

Labuhanbilik

Si Pria dan Wanita Itu

“Kita memiliki beberapa kemiripan sifat. Mungkin kita berjodoh,” kata Si Pria kepada Wanita Itu.

“Oh ya? Kukira jodoh itu yang sifatnya saling melengkapi, tidak harus yang sesifat,” kata Wanita Itu kepada Si Pria. 24 more words

Balistik

Daftar Peserta Lomba Puisi Poetry Prairie (update: 26 Maret 2014)

A. Rewo Batari Wanti (1 judul)
Abdul Ghofar (5 judul)
Achmad Aditya Avery (2 judul)
Adela Rizka Yunas (5 judul)
Agistia Heryana (1 judul)
Ahmad Kamal (5 judul) 439 more words

Lomba Puisi

Untuk yang Dikasihi

Untuk yang terkasih,

Bila sekarang tulisan ini kau buka dan kau baca, kuharap hening ada di sampingmu. Biarkan bibirmu tak bergerak bahkan sedikitpun. Dengarkan aku membisik di kedua telingamu bagai hujan yang merintik saat kau diam di kamarmu di bulan Desember. 473 more words

Balistik