<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>arkeologi &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/arkeologi/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "arkeologi"</description>
	<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 23:57:53 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[ARKEOLOGI]]></title>
<link>http://galarindu.wordpress.com/2009/11/27/arkeologi/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 19:27:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bobby Meidianto</dc:creator>
<guid>http://galarindu.wordpress.com/2009/11/27/arkeologi/</guid>
<description><![CDATA[SEKALI LAGI DISINI KAMI ULANG SELENGKAPNYA, INFO ASLI INI, KEPADA MASYARAKAT INDONESIA. 1. KISAH MEU]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h2><strong>SEKALI LAGI DISINI KAMI ULANG SELENGKAPNYA, INFO ASLI INI, KEPADA MASYARAKAT INDONESIA.</strong></h2>
<p><strong><br />
</strong></p>
<h2><strong><span style="color:#000080;">1. KISAH MEUTYA HAFID-LETKOL BOBBY MEIDIANTO.</span></strong></h2>
<h2><strong>Ini adalah ulangan info ttg Kisah Cinta Meutya Hafid &#38; Letkol Bobby Meidianto, dg segala permasalahannya yg membuat kami [Komando Payung Rasul Indonesia] menuliskan hal2 negatif kepada banyak Pejabat RI saat ini &#38; saat lalu, baik di weblog kami sendiri maupun di weblog ini [Milik Letkol. Inf. Purn. Bobby Meidianto/Hasan Madinah/Rm. Panji Soeryonagoro/Jaguar].</strong></h2>
<p><strong> </strong><strong>Dibawah ini foto terbaru 2009, Letkol Bobby Meidianto.<br />
</strong></p>
<p><strong><a href="http://www.friendster.com/photos/57764679/2/389243672"><img title="bobbymeidianto" src="http://bobbymeidianto.files.wordpress.com/2009/11/bobbymeidianto3.jpg?w=300&#038;h=225#38;h=225" alt="bobbymeidianto" width="300" height="225" /></a> Sekali lagi kami tulis dalam weblog ini kisah Cinta sebenarnya Letkol <span style="color:#0000ff;">BOBBY MEIDIANTO</span> [pemilik Weblog ini baca: </strong><strong><a href="http://bobbymeidianto.wordpress.com/2-bobby-meidianto-penjelasan-singkat/contact-address-bobby-meidianto-terbaru-11-oktober-2009-revisi/">Contact Address Letkol: Bobby Meidianto.</a></strong><strong>], [Panularan RT 01 RW 07 Laweyan Solo Belakang jamu Akar Sari] [Mantan Anggota Detasemen Khusus Anti Teror &#38; Inteligent "Harimau Indonesia] [Berjuluk "Jaguar"],  dg Hajjah <span style="color:#0000ff;">MEUTYA VIADA HAFID</span> Putri Kedua Haji Anwar Hafid, Lebak Bulus Jakarta Selatan, Mantan/masih Reporter/presenter Metro TV [Foto di bawah].</strong></p>
<p><strong> </strong><strong><a href="http://www.friendster.com/photos/57764679/1/891093071#pic=7390817021917299648"><img title="Meutya01" src="http://bobbymeidianto.files.wordpress.com/2009/11/meutya011.jpg?w=232&#038;h=300#38;h=300" alt="Meutya01" width="232" height="300" /><br />
</a> </strong></p>
<p><strong>KILAS CERITA:</strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Februari, Th. 2005</span>,  Secara singkat kami tulis disini, adalah saat sulit bagi Reporter Cewe ini, yang mendapatkan musibah di Irak dengan Menjadi sandera Mujahidin di sana.   Singkat kata Reporter ini mendapatkan pertolongan Tuhan, melalui “tangan Nya” [kami pakai istilah Kristiani] yg kebetulan adalah seorang gembel pengamen di kota Solo. Aneh kan? Siapa Gembel itu?  yah tiada lain dan tiada bukan adalah Letkol Bobby Meidianto diatas yg sejak tahun 1996 sudah pensiun, dan sejak tahun 2003 menjalani profesi sebagai Pengamen dan juga sekaligus sudah hidup sebagai Gelandangan [tidak pernah pulang lagi]  sejak perceraiannya dengan Istri Pertamanya: <span style="color:#0000ff;">SRI ANDRIARSI</span> pada tahun 2002. Untuk lengkapnya anda perlu baca langsung bagaimana Operasi pembebasan Meutya Hafid yg sebenarnya di : <a href="http://jaguardenharinagent.wordpress.com/5jaguar-adventures-2000-2008/operations-ninja-7-came-back-my-love-tya/">Missions Impossible Operations Ninja 07</a>. Dan semua itu  di ketahui oleh banyak Pejabat Tinggi Negara ini saat itu, yg sebagian kami kirimi surat2 &#38; Fax pemberitahuan sebagaimana halnya urusan penangkapan Teroris Imam Samodra Cs. Siapa saja mereka itu? [ <a href="http://bobbymeidianto.wordpress.com/all-about-meutya-hafid-bobby-meidianto-love-story-fact-reality/daftar-tersangkatertuduh-kasus-gagalnya-pernikahan-letkol-bobby-meidianto-meutya-hafid-terbaru-23102009/">lihat dalam daftar tersangka/klik di sini!]</a>.  Dan perlu anda tahu bahwa Letkol Bobby Meidianto<a href="http://bobbymeidianto.wordpress.com/all-about-meutya-hafid-bobby-meidianto-love-story-fact-reality/daftar-tersangkatertuduh-kasus-gagalnya-pernikahan-letkol-bobby-meidianto-meutya-hafid-terbaru-23102009/"> </a>tidak sendirian saat itu, &#38; bahkan dalam hal ini juga menggunakan kemampuan supranatural segala, dan bahkan Letkol Bobby Mengetahui Posisi Meutya Hafid dg kontak batin /telepati mengobrol dg Meutya saat itu.<br />
</strong></p>
<p><strong> </strong><strong><a href="http://www.friendster.com/photos/57764679/1/891093071#pic=7390817021677052844"> <img title="Meutya02" src="http://bobbymeidianto.files.wordpress.com/2009/11/meutya02.jpg?w=293&#038;h=300#38;h=300" alt="Meutya02" width="293" height="300" /> </a>[Meutya Hafid saat di sandera di Irak, jelek, bad, ugly, mirip nenek sihir, maklum 7 hari ga mandi kan? idiiiiih sekarang congkaknyaaaaa!!!!!!!! udah jadi terkenal, ama suami sendiri lupa]. </strong></p>
<p><strong>Namun apa yg terjadi setelah itu saudara2?   Tidak serupiahpun dan sedikitpun jasa2 Letkol Bobby Meidianto yg saat itu sebelumnya [ 2000-2004 ] hanyalah mengaku sebagai seorang Militan yg pernah di rekruit oleh Jendral LB. Moerdhani namun juga akhirnya mengatakan bahwa dirinya adalah Mantan Anggota Detasemen Khusus Anti Teror. Namun yg membuat kami lebih sedih lagi adalah:  Saran2 kami kepada mereka agar memberitahu Meutya Hafid tidak mereka Gubris, dan sampai 2007 Meutya Hafid tidak menemui Letkol Bobby Meidianto untuk sekadar Mengucapkan kata terima kasih.   Sementara itu, tak bisa di tolak lagi , Bahwa Letkol Bobby Meidianto pun sejak saat 2005 itu sebenarnya sudah jatuh hati pada Meutya Hafid, namun karena statusnya yg kere &#38; duda, ia merasa malu dan akhirnya berusaha memupus perasaannya dan tidak pedulikan lagi Meutya Hafid menemuinya ataukah tidak.</strong></p>
<p><strong>Tapi, entah mungkin saat itu Meutya Hafid ada yg beritahu ataukah memang ia itu tahu dari internet, sebab telah kami muat semua itu di banyak web waktu itu, termasuk di berbagai member Yahoo groups tentang Operations Ninja 07 itu, tahu2 pada tahun 2006 pertengahan Meutya Hafid memberikan bisikan [semacam kontak telepati] kepada Letkol Bobby Meidianto [cara ini sebenarnya adalah cara yg diajarkan oleh Letkol bobby itu saat Meutya Hafid disandera di Irak].  Meutya Hafid beritahu bahwa ia akan menerbitkan Buku tentang pengalamannya disandera di Irak.  Tapi hal itu akhirnya dianggap angin lalu oleh Letkol Bobby karena tidak berlanjut pada pertemuan .</strong></p>
<p><strong>Th. 2007 [Ramadhan], saat Letkol Bobby Meidianto Ke Jakarta, ia yg semula karena putus asa, oleh situasi hidupnya, lalu berniat melamar Dua orang kekasihnya dari Den Harin, namun batal, karena yg ia inginkan adalah Meutya Hafid sebenarnya, dan akhirnya coba2 beritahu  dg sebuah buku berisi catatan rancangan website [geocities.com/signalizer2001] yg diantaranya berisi beberapa kisah lucu &#38; Operations Ninja 07 yg ia titipkan kepada satpam bernama IRFAN? di Metro TV, namun Meutya Hafid di tunggunya sampai 2 Minggu sehabis Idul Fitri 2007 tidak juga memberikan jawaban/respon untuk menemuinya. Hingga akhirnya Letkol Bobby Meidianto pulang ke Solo dg Tangan Hampa.</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>Tapi anehnya saat perjalanan pulang itulah Meutya Hafid kembali memakai kontak batin dan menemaninya sampai di Solo [mengajaknya ngobrol dan menghiburnya selama dalam perjalanan, bahkan duet nyanyi] setelah Letkol Bobby sampai di Bandung &#38; kirimkan sebuah faxs:</strong><strong>Baca: </strong><strong><a href="http://lovesword.wordpress.com/">Sekali Peluk Ku Cium Mesra.</a> [Juga duel Gaib antara Meutya Hafid vs Letkol Bobby yg di bilang oleh Meutya, sok Macho, belagak cueq padahal jatuh hati pada Meutya, n Meutya Inginkan Letkol Bobby akui Rasa cintanya itu, Ini kisah Letkol Bobby di Granat oleh Meutya n Lose &#60;kalah&#62;=mau akui kalau ia cintai Meutya Hafid].   Namun saat itu sudah mulai teror gaib juga dg cara yg sama dari kawan2 Meutya di Metro TV. Bahkan juga serangan gaib dari Presiden SBY yg membuat Bobby Meidianto heran, dan baru dpt ia ceritakan kepada rekan2 setelah sampai di SOLO, hal itu membuat Letkol Bobby curiga, bahwa sebenarnya SBY &#38; Meutya Hafid selingkuh.</strong></p>
<p><strong>Tapi ada satu hal yg Letkol Bobby sembunyikan dan baru kami ketahui setelah Letkol Bobby Meidianto sembuh dari luka &#38; sakitnya akibat usaha bunuh dirinya dg Harakiri, dan ia ditengok oleh Cynthia &#38; Anita, yaitu: bahwa Letkol Bobby Meidianto sebenarnya telah menjumpai sungguh2 Meutya Hafid dg cara gaib sejak perjalanannya pulang ke Solo saat itu dan memadu kasih dg Meutya Hafid, bahkan hingga melakukan hubungan sex berulangkali [OLEH SEBAB KHILAF] dan Meutya Hafid mendesak Letkol Bobby Meidianto untuk segera melamarnya, segera, namun karena Saat itu Letkol Bobby hanya jumpai Meutya Hafid dalam keadaan berujud badan semu [menjadi dua] Letkol Bobby bilang, bahwa ia [badan jasadnya] sedang dalam perjalanan ke Solo dan baru akan Ke Jakarta Lagi untuk itu [melamar] Meutya Hafid bulan Januari. Dan bulan Januari 2008 Letkol Bobby Meidianto benar2 pergi lagi ke Jakarta sesuai dengan Janjinya.</strong></p>
<p><strong>Tapi sejak sampai di Solo sebelumnya, bulan Desember 2007 itu [seminggu sebelum Mantan Presiden Soeharto Opname] Letkol Bobby dapat teror gaib, dua kali di serang secara gaib, satu diantaranya dipukul kepalanya dari jarak jauh  oleh Budianto pakai sebuah tongkat pusaka [galih asem?] hingga sampai mimisan dan hampir pingsan [gegar otak mungkin]  [ini adalah kali kedua Letkol Bobby kena serangan gaib dg cara itu, kali pertama, ia juga di kemplang kepalanya juga bahkan pakai gada wesi kuning oleh Kanjeng Ratu Segara Kidul, tahun 1986, hingga hampir pingsan karena menolak di nikahkan dg Nawangsih Putri Kanjeng Ratu Segara Kidul &#60;<a href="http://lovesword.wordpress.com">Love story Bobby Meidianto - Nawangsih</a>&#62;] .</strong></p>
<p><strong>Hal ini [Ulah si Haji Sundal itu] bikin Letkol Bobby &#38; kami dari Komando Payung Rasul Indonesia menjadi berang</strong>. <strong>Namun belum lagi hal itu menjadi jelas persoalannya, masih ada lagi teror  dari beberapa orang bernama Agus [termasuk Agus Harimurti],  Termasuk juga kemungkinan besar dari  webmaster SCTV juga sebab saat itu demi memberitahukan kepada Meutya Hafid sekali lagi kami kirimkan copy surat2  kami juga kepada / melalui semua Presenter SCTV &#38; Web SCTV juga.</strong> <strong>Termasuk pemberitahuan soal Noordin Top kpd CIA &#38; Kapolri Jendral  Sutanto melalui e-mail masing2 yg kebetulan di situ kami ceritakan juga mengenai hubungan nya dg Meutya Hafid yg akan menikah dg Letkol Bobby Meidianto.</strong></p>
<p><strong>Hal itu bikin Letkol Bobby heran &#38; penasaran &#38; akhirnya mencoba cari tahu apakah Meutya Hafid sudah punya pacar/orang dekat sbelum itu.  Sebab, Selama Letkol Bobby pacaran dg cara gaib itu belum pernah sekalipun tanyakan hal itu, sedangkan sejak saat sesudah sampai di Solo, ia tidak berani lagi gunakan kemampuan gaibnya menjadi dua, untuk menemui Meutya Hafid sebab, situasinya di SOLO lebih gawat khususnya berkenaan dg urusan Noordin Top, selain ia juga di marahi oleh Leluhurnya yg memberinya ilmu tsb. Dan tahulah ia tentang: <span style="color:#800000;">Kapten.Inf. Agus Isrok Mikroj Si Pengedar Narkoba, anak Mantan KSAD Subagyo HS yg juga terkenal sebagai Koruptor yg sebenarnya terbukti bersalah namun kebal hukum, yg tertulis di beberapa website, telah menjadi pacar Meutya Hafid, bahkan ditulis berjasa atas terbebasnya Meutya Hafid.<br />
</span></strong></p>
<p><strong>Akhirnya setelah terhalang sebentar oleh meninggalnya Mantan Presiden Soeharto, Letkol Bobby Jadi juga berangkat lagi ke Jakarta untuk melamar Meutya Hafid itu. Satu hal yg bikin kami, &#38; </strong><strong>juga Letkol Bobby </strong><strong>ruwet saat itu, adalah surat2 Palsu dari kawan2  Meutya Hafid melalui akun email &#38; Friendster yg sama  [Letkol Bobby sudah berikan e-mail addressnya di buku yg di berikan di Metro TV &#38; dlm beberapa faxsnya, &#38; Bulan Desember 2007  akhir itu, Letkol Bobby membuat account Friendsternya untuk lebih menjelaskan kepada Meutya Hafid sekaligus menemukan Account Meutya Hafid di Friendster itu juga].</strong></p>
<p><strong>Berulangkali Cynthia [Den Harin] &#38; Kawan2 Kopral Indonesia pengurus YBPBIKM Solo, mencoba menghubungi &#38;  mendapatkan jawaban dari Meutya, isinya agar Meutya tidak mempermainkan Letkol Bobby, kalau cinta&#8230;ya&#8230; yg serius, kalau tidak cinta seharusnyalah Meutya Katakan terus terang TIDAK, agar Letkol Bobby yg sedang sakit sebenarnya [gara2 di serang kepalanya oleh Budianto itu] batal berangkat ke Jakarta [[kami masih belum tahu bahwa Letkol Bobby sudah menjalin cinta kilatnya dg Meutya Hafid, sebab masih dirahasiakan , juga sebab teror surat2 palsu Meutya Hafid dari kawan2 Meutya di Metro TV, Istana Negara &#38; Wiranto [Hanura], &#38; Blogger2 lainnya]].</strong></p>
<p><strong>Tapi sampai di Jakarta [rumah Meutya Hafid], Letkol Bobby kecelik karena Pembantu2 Meutya, mengatakan Meutya Pergi Ke Malaysia, dan baru pulang sehari lagi, dan masih begitu lagi besoknya, padahal Letkol Bobby sudah dapat info dari Rekan2 bahwa Meutya Ada di Metro TV saat itu.</strong></p>
<p><strong>Malah saat yg ke 3 kalinya amat sangat menyakitkan hati sebab saat itu, Letkol Bobby, di mintai KTP &#38; sebelumnya sudah meninggalkan Kartu Pemilih Pemilu Nya [sebagai ganti KTP untuk agar Meutya Hafid yakin itu dirinya bukan Komplotan Noordin Top, Meutya sudah tahu dua kartu Pengenalnya tsb sebelumnya]. Maklum, soalnya Januari sebelum berangkat ke Jakarta itu mendadak Dulmatin mendatangi dirinya &#38; hampir membunuhnya kalau ia tidak dalam keadaan siaga penuh &#38; membaui hawa membunuh si Dulmatin sebelumnya.</strong></p>
<p><strong>Koq, tahu2 ia di suruh pergi gitu aja dan Meutya tidak mau menemuinya? bahkan beralasan [si pembantu laki2nya itu] kalau “Suaminya Meutya Hafid” tidak memperbolehkan Meutya bertemu Letkol Bobby? kami tahu Meutya Belum Menikah dg siapapun koq saat itu!</strong></p>
<p><strong>Bahkan saat baru datang hingga dua kali kedatangannya ke rumah Meutya Hafid, Letkol Bobby mendapat masalah di serang beberapa orang di sekitar kampung Meutya Hafid &#38; terpaksa berkelahi.<br />
</strong></p>
<p><strong>Kami tahu dan melihat sendiri diantara kami bahwa Meutya Hafid benar2 menemui Letkol Bobby Meidianto di Dekat Ramayana Ciputat beberapa hari kemudian [22-24 Januari 2008] dan saat itulah kami tahu ia [mereka berdua] Melangsugkan NIKAH SIRRI Mereka dengan cara NIKAH BATIN ALA TAREKAT seperti yg banyak di lakukan d NTB. Klik: </strong><a href="http://lovesword.wordpress.com/"><strong>[http://lovesword.wordpress.com]</strong></a>.</p>
<p><strong> </strong><strong>Dan kami tahu juga bahwa Pagi harinya setelah malam itu, Letkol Bobby Meidianto, antara pukul  6 pagi sudah berada di Jl. Lebak Bulus II, di depan pintu pagar Rumah Meutya Hafid dan duduk di situ hingga akhirnya sekitar jam sembilan pagi itu ia di temui  [bertengkar dengan wanita yg Mirip Meutya Hafid namun lebih tua dan kalau itu ibunya koq lebih kurusan dan lebih tinggi? kata Letkol Bobby, dan kalau itu kakak Meutya Hafid kan kata orang SCTV dulu, di tulis di Internet kakak Meutya Hafid Meninggal sudah?]</strong>.</p>
<p><strong>Karena setelah itu Letkol Bobby kehilangan kontak dg Meutya Hafid &#38; ia juga sebenarnya berulangkali sudah ke Metro TV, tetap tidak ketemu [dg ilmu gaib, menghilang dari pandangan orang/ aji Halimunan]</strong>,<strong> maka ia Letkol Bobby memutuskan pulang ke Solo dg tangan hampa.</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>28  Februari 2008, Letkol Bobby, tahu2 di ketemukan hampir tewas, di Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo Solo [50 m Selatan Tugu Lilin Penumping ], dengan bersimbah darah dan luka menganga di perut beserta sebilah pisau masih tertancap di situ. Ternyata dari pengakuannya sendiri ia memang melakukan HARAKIRI/SEPPUKU.</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>Setelah opname 3 kali dalam waktu sekitar 12 hari , ia sembuh total. lalu rekan2 Komando Payung Rasul Indonesia yg saat itu menggantikan tugasnya mengawasi akun e-mailnya, mendapati banyak hal yg di luar dugaan kami, yaitu surat2 teror, ancaman dll., yg ternyata berasal dari IP Address para TERSANGKA [Ini asli, misalnya: IP Address Istana Negara &#38; Atau Kominfo, &#38; HANURA], termasuk di sini foto2 bugil &#38; adegan Sex SBY-Meutya Hafid dll termasuk Anisah Pohan dg Agus Harimurti.</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>Dari situ kami tahu yg terpenting kami tulis di sini:</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>-Surat Dari seseorang yg mengaku juga sebagai anggota Komando Payung Rasul Indonesia   [beberapa dg alamat e-mail berbeda, berisi: Skandal Sex Meutya Hafid bahkan dg tokoh2 Politik &#38; Pemerintahan Malaysia&#62;Datok Abdullah&#60;] [copynya kami kirimkan juga ke SCTV &#38; Presenter2nya].<br />
</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>-Surat dari Jendral Wiranto yg  bilang bahwa ia akan mengirimi uang Letkol Bobby 15 juta dengan catatan: Meutya Hafid akan ia kawinkan dg seorang diantara anak laki2nya.</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>-Surat Hinaan Dari Presiden SBY.</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>Sementara itu : CATATAN   Perang/ serangan  gaib kpd Letkol Bobby,  saat Mantan Presiden Soeharto Opname juga ada [ Serangan gaib dari Taufik Kiemas, dari SBY, Dari &#60;baru di ketahui beberapa bulan kemudian&#62; seseorang bernama AVIAN TUMENGKOL dkk &#60;bersama Budianto&#62;, Ferry Yuliantono Komite Bangkit Indonesia &#60;yg akhirnya tertangkap setelah demo &#38; menusuk anggota Polisi&#62;.</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>Akhirnya bersamaan dg membuat &#60; memperbarui website lama: www.geocities.com/ cruseq91, &#38; geocities.com/signalizer2001&#62;, kami buat weblog ini &#38; blogscafe.wordpress.com, serta kawan2 ikut nimbrung dg beberapa weblog anak dari weblog yg dua ini maupun bikin sendiri sekitar Maret 2008.</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>Hampir bersamaan dg kejadian Korban Wanita di Gunung Merbabu yg di terkam Macan dan Pembunuhan Wanita di Kopeng, Letkol Bobby kembali di racuni orang di Wedangan depan Dr. Cipto Solo. Dan  mulai mendapat teror dari Komunitas Wedangan di situ yg tahu ttg weblog Letkol Bobby, saat Letkol Bobby membuka pendaftaran siswa baru untuk Padepokan Kuncara Manik Tunjung Seta nya.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Lalu tiba2 Letkol Bobby di beritakan di  SUARA MERDEKA telah menteror Meutya Hafid, dan orang stress, namun tidak dimasukkan di SUARA MERDEKA ONLINE, hanya di Waspada online, inilah.com, &#38; Detikinet.com.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Dari berita di internet yg bisa kami tahu hanyalah, Meutya Hafid jadi kandidat Golkar di Medan, dan tahu2 dikabarkan menikah dg AVIAN TUMENGKOL.<br />
</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>[sebagai perbandingan kisah ini DAPAT ANDA BACA DI <a href="http://bobbymeidianto.wordpress.com/all-about-meut%E2%80%A6y-fact-reality/">http://bobbymeidianto.wordpress.com/all-about-meut…y-fact-reality/</a></strong><strong>] .<br />
</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000<br />
</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>PERKAWINAN HARAM MEUTYA HAFID -ALVIAN TUMENGKOL</strong>.</p>
<p><strong>Kira2 bulan July 2009, Letkol Bobby, membuka pendaftaran Padepokan Kuncara Manik lagi, dan Meutya entah dimana. Semua upaya untuk menghubungi Meutya Nihil, dan saat itu terjadi Pembunuhan Wanita di Kopeng Salatiga, itu setelah Letkol Bobby di jenguk Oleh Cynthia &#38; Anita &#38; sering berada di wedangan depan DR. Cipto Penumping Solo.</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>Tahu2 setelah itu Letkol Bobby dapat Info Meutya Hafid mencalonkan diri sebagai kandidat Golkar &#38; yg paling mengejutkan adalah: berita tentang pernikahan Meutya Hafid -Alvian Tumengkol, Desember 2008.</strong></p>
<p><strong>DI BAWAH INI ADALAH FOTO MEREKA BERDUA ITU DAN DENGAN FOTO PERKAWINAN HARAM MEREKA: HAJJAH PENZINA &#38; PELACUR&#62;  MEUTYA HAFID &#38; SI ANAK HARAM, PECUNDANG &#38; PENZINA&#62; AVIAN TUMENGKOL..  Entah Benar atau tidak PERNIKAHAN MEREKA, namun yg jelas mereka berusaha untuk menutupi aktifitas Meutya Hafid sebagai Lontenya SBY, Wiranto, Surya Paloh Dll [para tersangka]. Kedua foto di bawah sepertinya berbeda orang, dan Letkol Bobby tahu wajah Avian di sebelah kiri memang mirip Ozy Hasan, ayah kawan Panji Ardhanarespati Putranya yg pernah membeli Lukisan miliknya, dan namun yg sebelah kanan entah [LETKOL Adigdo Korem 074 Solo apa Suhaebi?], tapi itu siapa Letkol Bobby &#38; Kami tidak Pedulikan itu. Siapapun mereka akan kami libas, juga tuduhan kami thdp SBY, Wiranto dll, tidak akan pernah kami cabut. [DAN PADA HARI INI KAMI BARU TAHU BAHWA, LETKOL BOBBY BARU INGAT BAHWA, WAJAH ALVIAN SATUNYA YG PAKAI PAKAIAN PENGANTIN MIRIP SEKALI DG HENDRO PRIYONO, MANTAN KEPALA BIN]<br />
</strong></p>
<p><strong> </strong><strong><a href="http://www.friendster.com/photos/57764679/1/960356428"><img title="penzina" src="http://bobbymeidianto.files.wordpress.com/2009/11/penzina.jpg?w=131&#038;h=88#38;h=88" alt="penzina" width="131" height="88" /></a></strong></p>
<p><strong> </strong><strong><a href="http://i48.photobucket.com/albums/f224/j4we/mut1.jpg"><img title="mut1" src="http://bobbymeidianto.files.wordpress.com/2009/11/mut1.jpg?w=300&#038;h=204#38;h=204" alt="mut1" width="300" height="204" /> </a></strong></p>
<p><strong> </strong><strong>JANUARI 2009 LETKOL BOBBY HAMPIR SAJA MEMBUNUH LEBIH DARI 15 JUTA PENDUDUK DKI JAKARTA &#38; SEKITARNYA DG MELEDAKKAN NUKLIR DI SERPONG, TAPI UNTUNGLAH MENGALIHKAN SASARAN SERANGAN GAIBNYA DG PEDANG ASMARA MILIKNYA ITU, KE DEPO PERTAMINA, METRO TV &#38; MEDIA INDONESIA SERTA RUMAH WIRANTO, KANTOR HANURA, RUMAH MEGAWATI, &#38; ISTANA NEGARA.</strong></p>
<p><strong></strong><strong>SERANGAN KE DEPO PERTAMINA ITU ADALAH YG KEDUA KALINYA JUGA DALAM MINGGU ITU.</strong></p>
<p><strong></strong><strong>NAMUN HAL ITU YG JUGA TELAH KAMI BERITAHUKAN KEPADA PARA TERSANGKA MASIH SAJA DIANGGGAP REMEH &#38; MEUTYA HAFID MASIH JUGA TIDAK MEREKA BERITAHU ATAU MASIH MEREKA SANDERA.</strong></p>
<p><strong></strong><strong>JUGA AKHIRNYA BERBUNTUT PADA: PERANG GAIB SBY-PRAMONO VS LETKOL BOBBY [BADAI DI KOTA SOLO &#38; AVIAN CS VS LETKOL BOBBY TIGA HARI KEMUDIAN [JEBOLNYA BENDUNGAN SITUGINTUNG OLEH LETKOL BOBBY MEIDIANTO], BANJIR SUNGAI CIKEAS, PEMERKOSAAN PUAN MAHARANI, ANISAH POHAN, ROSITA BARRACK [ISTRI SURYA PALOH], ADIK PEREMPUAN WIMAR WITOELAR, ISTRI SITUMORANG, LESTARI ISTRI BUDIANTO  &#38; BEBERAPA LAINNYA OLEH ANGGOTA PADEPOKAN KLAMPIS IRENG, [BANJIR DENPASAR BALI, GEMPA TASIK MALAYA, GEMPA SUMBAR/PADANG, GEMPA DKI]  SEBAB SBY, PRAMONO, ALVIAN TUMENGKOL &#38; KAWAN2 MEUTYA HAFID LAINNYA PARA TUKANG SANTET ITU TARUNG VS LETKOL BOBBY &#38; KOMANDO PAYUNG RASUL INDONESIA].</strong></p>
<p><strong></strong><strong>MASIH BELUM CUKUP?<br />
</strong></p>
<p><strong></strong><strong>Hal2 diatas inilah yg membuat kami berperang melawan para pejabat2 yg kami sebut sebagai para tersangka dan bajingan sundal dlm weblog ini, dan sekaligus memuat nama2 para tersangka itu yg sebelumnya [bahkan sudah sejak th. 2000] mereka kami kirimi pemberitaan2 tentang Aktifitas Letkol Bobby Meidianto, namun koq malah menutupi dan ternyata mau menguntungkan diri mereka sendiri dan merugikan bagi Letkol Bobby Meidianto .</strong></p>
<h2><strong><span style="color:#000080;">2. DAFTAR TERSANGKA.</span></strong></h2>
<p><span style="color:#800000;"><strong>*[PRESIDEN HAJI SBY], [AGUS HARIMURTI], [EDHIE BASKORO], [HAJI WIRANTO], [AGUNG WIRANTO], [HAJI JUSUF KALLA], [HAJI TAUFIK KIEMAS], [SURYA PALOH], [JENDRAL ERWIN + ANAK2NYA], [JENDRAL PRAMONO + ANAK2NYA], [SUBAGYO HS], [AGUS ISROK MIKROJ], [HENDRO PRIYONO], [DENNY JA], [WIDODO AS], [SYAMSIR SIREGAR], [SUADI MARASABESSY], [SUTIYOSO], [FAUZI BOWO], [ AULIA POHAN], [MEGAWATI], [GURUH SOEKARNO], [GUNTUR SOEKARNO], [ANTASARI], [SIGIT WIRANTO], [SYAMSURIZAL ASSEGAF INDOSIAR], [ZAINAL BAKRIE], [ABU RIZAL BAKRIE], [HAJI QURAISY SHIHAB], [HAJI ALWY SHIHAB], [FERRY YULIANTONO], [BOY NOVA], [ANDRE SIAHAAN], [LEONARD SAMOSIR], [AM FATWA], [RIKY SI HOMOSEK], [WIMAR WITOELAR], [C. SITUMORANG&#62;MANTAN TIM SUKSES SBY 2004], [MENLU HASAN WIRAJUDA], [INDRAJAYA PILIANG][INDRA JAYA RADJA GUKGUK], [OC. KALIGIS CS], [DA’I BACHTIAR], [KPH. ROESDIHARJO], [JENDRAL SUTANTO], [KETUA DPRD SUMUT [UDAH DEATH]], [MARKUS [PASPAMPRES]], [MIZAN PEMILIK MIZAN PUBLISHING], [ILHAM AKBAR], [TAREK KEMAL], [BOBBY SANDORA MUKSIN ALATAS BESERTA BAPAK DAN IBUNYA SERTA ADIKNYA], [AVIAN TUMENGKOL BESERTA KELUARGANYA], [BUDIANTO KAMERAMEN METRO TV], [BUDI PUTRA], [SAMUEL GINTING], [DIAN KHRISNA], [SRI BINTANG PAMUNGKAS] , [GI. JOE COMBATAN [dalam friendster.com]], [ARIFIN M. NOOR], [CAK NUN [MH. AINUN NAJIB]], [KUBURAN BAND GROUP],[AA GYM], [THUKUL ARWANA], [AGUM GUMELAR], [AGUNG LAKSONO], [GENDENG PAMUNGKAS], [TEBO CS], [KEPONAKAN/SEPUPU LAKI2 MEUTYA HAFID], [NY. METTY HAFID IBU DARI MEUTYA HAFID BESERTA ADIK DAN KAKAKNYA/KELUARGA PAMAN DAN BIBI MEUTYA HAFID DAN ADIK-ADIK SERTA KAKAK MEUTYA HAFID SEKALIAN PEMBANTU RUMAH DAN SOPIR SERTA TUKANG KEBUN MEUTYA HAFID], [PERMADI SH], [PIMPINAN DAN STAFF/KARYAWAN DPP HANURA], [DPP PDI PERJUANGAN], [DPC HANURA SOLO], [DPC PDI PERJUANGAN SOLO], [DPP GOLKAR], [DPD GOLKAR SUMUT], [DPC GOLKAR MEDAN], [REDAKSI KOMPAS], [ SUARA MERDEKA], [MEDIA INDONESIA], [LAMPUNG POS], [WASPADA.COM], [WASPADA ONLINE.COM], [FORUM.DETIK.COM], [INDOSIAR], [METRO TV], [DETIK], [PIKIRAN RAKYAT], [SOLO POS], [ANDI MALARANGGENG], [ARIS MUNANDAR HANURA], [GROUP MUSIK KUBURAN], [BENCONG2 &#38; HOMOSEK2 SOLO DAN DKI JAKARTA], [WEBMASTER &#38; ADMINISTRATOR MABES POLRI], [SUMDAMAN PERS [EKO PRASETYO CS]], [KOMBES LUTFIANTO], [HAJI JOKOWI &#38; RUDYATMO [Solo]], [PARA MAGICIAN &#38; PARANORMAL YG DI PAKAI OLEH METRO TV, INDOSIAR &#38; AN TV [DIANTARANYA MASUK DALAM SIARAN DARI AN TV, YG DI LIPUT SAAT BERADA DI BANYUWANGI], JUGA [DIREKTUR, MANAJER &#38; STAFF &#38; KARYAWAN, KRUW &#38; KAMERAMEN AN TV, METRO TV, SCTV, INDOSIAR, TERMASUK SATPAM2 METRO TV], [ASIH SUBAGYO [YAKUB PAJANG PEDAGANG HIK DEPAN GEDUNG MAWAR PASAR KEMBANG KEMLAYAN, JL.DR.RAJIMAN SOLO] DAN KAWAN-KAWANNYA], [SEMUA DIREKTUR , STAFF DAN KARYAWAN KOMITE BANGKIT INDONESIA [KAWAN-KAWAN FERRY YULIANTONO]]*.</strong></span></p>
<h2><strong><span style="color:#000080;">3. DAFTAR KESALAHAN [DOSA-DOSA] PARA TERSANGKA.</span></strong></h2>
<p><strong><span style="color:#000080;">a. Melakukan Aksi Teror &#38; Usaha Pembunuhan terhadap Letkol Bobby Meidianto sejak th. 1996 s.d. 2009 ini. Tercatat: ratusan kali dengan meracuni, puluhan kali tabrakan yg diatur [termasuk kejadian di Pulo Gadung 2007, Kejadian di Pondok Indah Permai 2008, Kejadian di Dekat Wisma Kawuryan Solo, 2007], Pengeroyokan &#38; penyerangan [termasuk bersenjata &#38; menggunakan air keras (2005)  &#38; air mendidih (2007) DAN  Penembakan Letkol Bobby Meidianto di rumah Wiranto di Bambu Apus TMII Jaktim (2007) ].<br />
</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#000080;">b. Berulangkali menghacker Situs2 Website, weblog, email address &#38; Friendster profiles Bobby Meidianto, &#38; merubah sebagian isinya &#38; kami tahu yg di hapus adalah: Sebagian Data &#38; keterangan Keberadaan Detasemen Harimau Indonesia [Den Harin] &#38; Letkol Bobby Meidianto &#8220;Jaguar&#8221;, serta keterlibatan Letkol Bobby Meidianto &#38; Den Harin dalam BIN 1995-1997, &#38; Badan Anti Korupsi Independentnya Presiden Soeharto 1993-1995, &#38; Beberapa Operasi Khusus &#38; Kegiatan Den Harin [Termasuk Pelatihan &#38; kegiatan Inteligent di tahun 1990-1996]<br />
</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#000080;">c. Mengaburkan &#38; Menutupi  fakta atas jasa2 Letkol Bobby Meidianto, mulai th 1999-2009 [termasuk: Memulihkan Ekonomi Indonesia 2000-2006, Penumpasan GAM 2000-2004, Penumpasan Terorisme 2000-2009, Penyelamatan 4 orang TKW Indonesia &#38; Meutya Hafid di Irak, 2004 &#38; 2005]<br />
</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#000080;">d. Menghalangi bertemunya Letkol Bobby Meidianto &#38; Meutya Hafid setelah Meutya Hafid bebas 2005-2007, Menghalangi Meutya Hafid menikah resmi dg Letkol Bobby setelah Pernikahan Sirri mereka berdua bulan Januari 200, Menikahkan Meutya Hafid dg Avian Tumengkol, MENZINAI Meutya Hafid [disini sebagai contoh: SBY di temukan menginap sendirian di rumah Meutya HAfid Januari 2008 itu, Surya Paloh berulangkali mencemooh Letkol Boby &#38; mengatakan ia perlukan Meutya Hafid untuk ia KARYAKAN untuk mendekati &#38; mengalahkan Lawan2 Politiknya, AULIA POHAN menuduh Letkol Bobby akan melakukan MAKAR karena nekat akan menikahi Meutya Hafid, Januari 2008 itu pula ancaman penembakan kedua kalinya oleh Sigit Wiranto, juga hinaan dari Keluarga Wiranto &#38; Wiranto Pribadi, kiriman foto2 Bugil dg IP Address &#38; e-mail Address Mereka].<br />
</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#000080;"><br />
</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#000080;"><br />
</span></strong></p>
<h2><strong><span style="color:#000080;">4. PEMBALASAN KEPADA PARA TERSANGKA.</span></strong></h2>
<p><strong><span style="color:#000080;">a. Yg sudah terjadi: </span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#000080;">*Peledakan Depo Gas Pertamina Jakut &#38; Bekasi oleh Letkol Bobby Meidianto dari jarak jauh [SOLO] sebagai ganti peledakan NUKLIR SERPONG.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#000080;">* Pemerkosaan beberapa orang dibawah ini oleh orang2 Padepokan Klampis Ireng antara lain: <span style="color:#800080;">Anisah Pohan menantu SBY, Puan Maharani putri Megawati, Lestari  istri Kameramen Metro TV Budianto, Rosita Barrack istri Surya Paloh,  Adik Perempuan Wimar Witoelar, istri Situmorang, Istri Kaligis, saudara perempuan Avian Tumengkol.</span><br />
</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#000080;">*Pemuatan &#38; penempelan Berita2 ttg hal ini semua di weblog &#38; selebaran kepada Masyarakat, oleh Letkol Bobby Meidianto &#38; Komando Payung Rasul Indonesia, termasuk foto2 bugil &#38; adegan sex SBY-Meutya Hafid, saat Pemilu 2009 lalu &#38; sekarang &#8220;DARAH-KAN SEGERA MENGALIR&#8217; juga telah tersebar luas.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#000080;">Rencana Pembalasan Selanjutnya:</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#000080;">* Pemerkosaan ulang &#38; Penambahannya oleh Klampis Ireng bila tuntutan Kami tidak di hiraukan, &#38; Meutya Hafid Masih tetap di zinai oleh Mereka para tersangka &#38; Tidak/belum mendatangi Letkol Bobby Meidianto.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#000080;">* Upaya Penurunan &#38; Mempermalukan SBY dll Para Terrsangka akan tetap terus dilakukan sampai berhasil, oleh Letkol Bobby Meidianto, Den Harin, Komando Payung Rasul Indonesia, Klampis Ireng &#38; Bantuan dari group lain2nya, <span style="color:#0000ff;">sekalipun Letkol Bobby Meidianto &#38; Meutya Hafid terbunuh sekalipun</span>.<br />
</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#000080;"><br />
</span></strong></p>
<h2><strong><span style="color:#000080;">5. HAL2 YG TELAH TERJADI ATAS DOSA PARA TERSANGKA.</span></strong></h2>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Selain hal2 diatas, yg atas usaha fisik manusia,</span> juga banyak hal2 yg terjadi akibat pertarungan gaib para tersangka vs Den Harin, Letkol Bobby Meidianto &#38; Komando Payung Rasul Indonesia. antara lain:</strong></p>
<ul>
<li><strong>BANJIR  BLITAR 2003.</strong></li>
<li><strong>HUJAN DI KOTA MEKKAH 2002-2003.<br />
</strong></li>
<li><strong>BANJIR DKI BERULANGKALI 2006, TERMASUK PERISTIWA ISTANA NEGARA KEBANJIRAN MENDADAK. </strong></li>
<li><strong>PERANG GAIB SBY-PRAMONO VS LETKOL BOBBY karena BADAI DI KOTA SOLO akibat ulah SBY &#38; Pramono.</strong></li>
<li><strong>AVIAN CS VS LETKOL BOBBY TIGA HARI KEMUDIAN yg AKIBATKAN DI-JEBOLNYA BENDUNGAN SITUGINTUNG OLEH LETKOL BOBBY MEIDIANTO,</strong></li>
<li><strong> BANJIR SUNGAI CIKEAS, </strong></li>
<li><strong>PEMERKOSAAN PUAN MAHARANI, ANISAH POHAN, ROSITA BARRACK [ISTRI SURYA PALOH], ADIK PEREMPUAN WIMAR WITOELAR, ISTRI SITUMORANG, LESTARI ISTRI BUDIANTO  &#38; BEBERAPA LAINNYA OLEH ANGGOTA PADEPOKAN KLAMPIS IRENG, </strong></li>
<li><strong>BANJIR DENPASAR BALI, GEMPA TASIK MALAYA, GEMPA SUMBAR/PADANG, GEMPA DKI  SEBAB SBY, PRAMONO, ALVIAN TUMENGKOL &#38; KAWAN2 MEUTYA HAFID LAINNYA PARA TUKANG SANTET ITU TARUNG GAIB VS LETKOL BOBBY &#38; KOMANDO PAYUNG RASUL INDONESIA.</strong></li>
<li><strong>&#38; KALI INI, TAMBAHANNYA 23 NOP 2009, LETKOL BOBBY MENGAMUK &#38; MEMBABI BUTA HENTAKKAN TAMENG GAIBNYA MEMBALIKKAN SERANGAN LAWAN KE ARAH DKI JAKARTA, BLITAR, SUMUT, &#38; SURABAYA, &#38; BALI LAGI, YG KEMUNGKINAN AKIBATKAN GEMPA &#38; TANAH LONGSOR [saat berita tambahan ini dimuat, belum kami cek di situs2 lain].<br />
</strong></li>
</ul>
<p><strong><span style="color:#000080;"><br />
</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#000080;"><br />
</span></strong></p>
<h2><strong><span style="color:#000080;">6. TUNTUTAN KEPADA MEUTYA HAFID &#38; PARA TERSANGKA.</span></strong></h2>
<div>
<div>
<p><strong>UNTUK PARA TERDAKWA DI BAWAH INI, KAMI INGATKAN SEKALI LAGI, KHUSUSNYA KEPADA MEUTYA HAFID, SEKALIPUN MUNGKIN SUDAH TERLAMBAT NANTINYA.</strong></p>
<p><strong>MEUTYA HAFID!,</strong></p>
<p><strong>KEMBALILAH SEGERA KEPADA SUAMIMU YG SEBENARNYA YAITU: LETKOL.INF. BOBBY MEIDIANTO HASAN MADINAH “JAGUAR” [PANULARAN SOLO] YG KAMI TULIS DALAM WEBLOG MILIKNYA INI DAN DI BEBERAPA WEBLOG MILIKNYA DAN MILIK KAWAN2 KAMI DARI KOMANDO PAYUNG RASUL INDONESIA!.</strong></p>
<p><strong>PERGI KE SOLO SEGERA DAN CARI SERTA DATANGI DIRINYA DAN  RESMIKAN SEGERA PERNIKAHAN KALIAN YANG BARU NIKAH SIRRI ITU SEGERA!</strong></p>
<p><strong>PERGILAH DENGAN IBU DAN ADIKMU PEREMPUAN [TANPA SEORANGPUN KAWANMU LAKI2 SEKALIPUN IA SUDAH KAU BILANG MENIKAHIMU! BILA IA ITU BUKAN LETKOL.INF. BOBBY MEIDIANTO SENDIRI!] DAN AJAK SEORANG DUA POLWAN BILA KAU TAKUT KENA TIPU, KAMI MASIH BERI KELONGGARAN BILA KAU ITU BENAR2 AMNESIA, ATAU KENA ILMU HITAM KAWAN2 KAU!</strong></p>
<p><strong>DAN KALIAN ANJING2 PECUNDANG, PENZINA SERTA HAJI2 BAJINGAN, KORUPTOR, PENJUAL VAGINA, &#38; PENGEDAR NARKOBA! yg nama kalian kami sebut dibawah ini!:</strong></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>*[PRESIDEN HAJI SBY], [AGUS HARIMURTI], [EDHIE BASKORO], [HAJI WIRANTO], [AGUNG WIRANTO], [HAJI JUSUF KALLA], [HAJI TAUFIK KIEMAS], [SURYA PALOH], [JENDRAL ERWIN + ANAK2NYA], [JENDRAL PRAMONO + ANAK2NYA], [SUBAGYO HS], [AGUS ISROK MIKROJ], [HENDRO PRIYONO], [DENNY JA], [WIDODO AS], [SYAMSIR SIREGAR], [SUADI MARASABESSY], [SUTIYOSO], [FAUZI BOWO], [ AULIA POHAN], [MEGAWATI], [GURUH SOEKARNO], [GUNTUR SOEKARNO], [ANTASARI], [SIGIT WIRANTO], [SYAMSURIZAL ASSEGAF INDOSIAR], [ZAINAL BAKRIE], [ABU RIZAL BAKRIE], [HAJI QURAISY SHIHAB], [HAJI ALWY SHIHAB], [FERRY YULIANTONO], [BOY NOVA], [ANDRE SIAHAAN], [LEONARD SAMOSIR], [AM FATWA], [RIKY SI HOMOSEK], [WIMAR WITOELAR], [C. SITUMORANG&#62;MANTAN TIM SUKSES SBY 2004], [MENLU HASAN WIRAJUDA], [INDRAJAYA PILIANG][INDRA JAYA RADJA GUKGUK], [OC. KALIGIS CS], [DA’I BACHTIAR], [KPH. ROESDIHARJO], [JENDRAL SUTANTO], [KETUA DPRD SUMUT [UDAH DEATH]], [MARKUS [PASPAMPRES]], [MIZAN PEMILIK MIZAN PUBLISHING], [ILHAM AKBAR], [TAREK KEMAL], [BOBBY SANDORA MUKSIN ALATAS BESERTA BAPAK DAN IBUNYA SERTA ADIKNYA], [AVIAN TUMENGKOL BESERTA KELUARGANYA], [BUDIANTO KAMERAMEN METRO TV], [BUDI PUTRA], [SAMUEL GINTING], [DIAN KHRISNA], [SRI BINTANG PAMUNGKAS] , [GI. JOE COMBATAN [dalam friendster.com]], [ARIFIN M. NOOR], [CAK NUN [MH. AINUN NAJIB]], [KUBURAN BAND GROUP],[AA GYM], [THUKUL ARWANA], [AGUM GUMELAR], [AGUNG LAKSONO], [GENDENG PAMUNGKAS], [TEBO CS], [KEPONAKAN/SEPUPU LAKI2 MEUTYA HAFID], [NY. METTY HAFID IBU DARI MEUTYA HAFID BESERTA ADIK DAN KAKAKNYA/KELUARGA PAMAN DAN BIBI MEUTYA HAFID DAN ADIK-ADIK SERTA KAKAK MEUTYA HAFID SEKALIAN PEMBANTU RUMAH DAN SOPIR SERTA TUKANG KEBUN MEUTYA HAFID], [PERMADI SH], [PIMPINAN DAN STAFF/KARYAWAN DPP HANURA], [DPP PDI PERJUANGAN], [DPC HANURA SOLO], [DPC PDI PERJUANGAN SOLO], [DPP GOLKAR], [DPD GOLKAR SUMUT], [DPC GOLKAR MEDAN], [REDAKSI KOMPAS], [ SUARA MERDEKA], [MEDIA INDONESIA], [LAMPUNG POS], [WASPADA.COM], [WASPADA ONLINE.COM], [FORUM.DETIK.COM], [INDOSIAR], [METRO TV], [DETIK], [PIKIRAN RAKYAT], [SOLO POS], [ANDI MALARANGGENG], [ARIS MUNANDAR HANURA], [GROUP MUSIK KUBURAN], [BENCONG2 &#38; HOMOSEK2 SOLO DAN DKI JAKARTA], [WEBMASTER &#38; ADMINISTRATOR MABES POLRI], [SUMDAMAN PERS [EKO PRASETYO CS]], [KOMBES LUTFIANTO], [HAJI JOKOWI &#38; RUDYATMO [Solo]], [PARA MAGICIAN &#38; PARANORMAL YG DI PAKAI OLEH METRO TV, INDOSIAR &#38; AN TV [DIANTARANYA MASUK DALAM SIARAN DARI AN TV, YG DI LIPUT SAAT BERADA DI BANYUWANGI], JUGA [DIREKTUR, MANAJER &#38; STAFF &#38; KARYAWAN, KRUW &#38; KAMERAMEN AN TV, METRO TV, SCTV, INDOSIAR, TERMASUK SATPAM2 METRO TV], [ASIH SUBAGYO [YAKUB PAJANG PEDAGANG HIK DEPAN GEDUNG MAWAR PASAR KEMBANG KEMLAYAN, JL.DR.RAJIMAN SOLO] DAN KAWAN-KAWANNYA], [SEMUA DIREKTUR , STAFF DAN KARYAWAN KOMITE BANGKIT INDONESIA [KAWAN-KAWAN FERRY YULIANTONO]]*.</strong></span></p>
<p><strong>DITAMBAH ANTEK2 MEREKA Yaitu : PEMUDA2 ASAL: PANULARAN LAWEYAN SOLO, GREMET MANAHAN SOLO, TURISARI SOLO, MANGKUBUMEN SOLO, PAJANG MAKAM HAJI SOLO, SUMBER SOLO, PENUMPING LAWEYAN SOLO, yang bekerja di Wilayah DKI JAKARTA, MEDAN, &#38; SUMUT.</strong></p>
<p><strong>BIARKAN MEUTYA HAFID KEMBALI KEPADA LETKOL.INF. BOBBY MEIDIANTO DALAM KEADAAN UTUH AMAN DAN SEHAT SERTA SELAMAT! DAN JANGAN GANGGU LAGI MEREKA BERDUA SETELAHNYA!</strong></p>
<p><strong>KALIAN MEMANG ANJING SEMUA! MATA WEDHOKEN, PENZINA! GAK MIKIR PAKAI OTAK TAPI PAKAI DUBUR! KAFIR-KAFIR PKI SEBENARNYA KALIAN ITU! KALIAN SERING SINDIR LETKOL BOBBY UNTUK MANDI [ADUS] ITU TIAP KALI IA CERITA SOAL KEBUSUKAN KALIAN ATAU KALIAN DENGAR/ TAHU IA MARAH2 KEPADA MEGAWATI ITU UNTUK BILANG KALAU YANG IA PERBUAT KEPADA KALIAN ITU DOSA KAN? TAPI KALIAN ANGGAP YANG KALIAN PERBUAT ITU HALAL DAN BOLEH DAN TAK BERDOSA DALAM AGAMA DAN HUKUM NEGARA? HALAL ITU MENZINAI ISTRI LETKOL IN. BOBBY MEIDIANTO? HALAL BAGI KALIAN MERUSAK RUMAH TANGGANYA DAN BERULANGKALI MAU MEMBUNUHNYA? TIDAK BERDOSA ITU? SAMA TIDAK BERDOSANYA BAGI KALIAN ITU MELAKUKAN KORUPSI, PENGEDARAN NARKOBA, DAN PELACURAN SERTA MALING, JAMBRET, NGRAMPOG DLSB-NYA KAN? SEHEBAT APAPUN KALIAN PAMERKAN KEBAIKAN KALIAN DIMATA UMUM, KAMI TAHU SEMUA TENTANG KALIAN! KALAUPUN KALIAN SHOLAT HANYA PAS DI DEPAN UMUM, TAPI DI RUMAH SAAT JAMNYA HOLATPUN SAMPAI HABIS WAKTU ISYA BAHKAN SAMPAI SUBUH LAGI TIDAK PERNAH KALIAN ITU LAKUKAN SHOLAT!, JUGA PADA SAAT SHOLAT JUM’AT, NAMUN SERINGKALI KALIAN BILANG KALIAN SHOLAT DI TEMPAT LAIN, PADAHAL KALIAN CUMA MENIPU ORANG LAIN ! KALIAN ITU TIDAK BISA SEPERTI LETKOL. INF.BOBBY MEIDIANTO HASAN MADINAH YG BISA MELAKUKAN SHOLAT DILAIN TEMPAT BERSAMAAN IA MENGOBROL DENGAN KALIAN DALAM WAKTU YG SAMA!</strong></p>
<p><strong>ITULAH BUKTINYA KALIAN ITU PECUNDANG!</strong></p>
<p><strong>SUKURIN, DIANTARA KALIAN ADA YANG ISTRI DAN ADIK/ANAK/MENANTU PEREMPUAN KALIAN GANTI DI PERKOSA OLEH ORANG2 KLAMPIS IRENG SETELAH DI HIPNOTIS DULUAN, DAN MUNGKIN BAHKAN SAMPAI SEKARANG MASIH BELUM INGAT, ATAUKAH MEREKA SUDAH CERITA NAMUN KALIAN MASIH PENDAM DAN MASIH KALIAN SEMBUNYIKAN DARI KHALAYAK RAMAI?</strong></p>
<p><strong>ITULAH HUKUM KARMA, ITULAH HUKUM SEBAB AKIBAT! KECONGKAKAN DAN KESOMBONGAN KALIAN DAN KEBIASAAN KALIAN MELEMPAR BATU SEMBUNYI TANGAN, SERTA MERUGIKAN ORANG LAIN AKHIRNYA BENAR2 JUGA KALIAN MENERIMA HASIL DAN BUAH DARI PERBUATAN KALIAN ITU KAN? HA HA HA HA HA HA…… !!!!!!</strong></p>
<p><strong>KALAUPUN KALIAN BUNUH LETKOL BOBBY MEIDIANTO HASAN MADINAH [KALAU BISA] DAN JUGA MEUTYA HAFID SEKALIPUN TAKKAN BISA MELEPASKAN BERITA INI DARI DUNIA, DAN JUSTRU MAKIN MEMBUAT KALIAN TERBONGKAR KEBUSUKAN KALIAN!</strong></p>
<p><strong>APA KATA DUNIA????? HA HA HA HA HA…..!!!!!</strong></p>
<p><strong>HAI MEUTYA HAFID! BERAPA SUAMI KAMU? SEMUA PAKAI SURAT NIKAH RESMI KAN? ATAUKAH SEMUA PAKAI SURAT NIKAH PALSU? AVIAN TUMENGKOL, KUBURAN BAND, AGUS ISROK MIKROJ, SIGIT WIRANTO &#38; ADIKNYA SI AGUNG WIRANTO, WIRANTO SENDIRI, MIZAN PUBLISHING???</strong></p>
<p><strong>SUNDAL LONTHE, PELACUR LUH!</strong></p>
<p><strong>BISA APA SEKARANG KAMI BERITAKAN INI KE SELURUH DUNIA???!!! BISA APA KAWAN2 KAMU???!!! BISA APA SBY, WIRANTO &#38; SUAMI2 KAMU YG LAINNYA ITU???!!! </strong></p>
<p><strong>WHY HANYA LAWAN SUAMI KAMU YG BERNAMA LETKOL BOBBY MEIDIANTO HASAN MADINAH YG GEMBEL HINA DINA INI SAJA KALIAN SEMUA TAK BISA BERBUAT APA2???!!!</strong></p>
<p><strong>BALAS DONK!!! PERANG SEKALIAN KALAU KALIAN TAK BISA MENGALAHKANNYA LEWAT HUKUM!!! UDAH DITANTANG CAROK JUGA &#38; PESANNYA DISAMPAIKAN VIA VIDEO2 MESSAGES LETKOL BOBBY MEIDIANTO DI: <span style="color:#0000ff;">&#8220;WWW.YOUTUBE.COM/BOBBYMEIDIANTO&#8221;</span> TUUUHHHH!!!<br />
</strong></p>
</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#000080;"><br />
</span></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mono or stereo?]]></title>
<link>http://inventerare.wordpress.com/2009/11/25/mono-or-stereo/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 17:26:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>Magnus Reuterdahl</dc:creator>
<guid>http://inventerare.wordpress.com/2009/11/25/mono-or-stereo/</guid>
<description><![CDATA[Yet another dissertation on the Middle Neolithic’s in Scandinavia is on the way, this time it’s Kim ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/4Gv3ITYBbzg&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/4Gv3ITYBbzg&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p>Yet another dissertation on the Middle Neolithic’s in Scandinavia is on the way, this time it’s Kim von Hackwitz who puts foward <em>Längs med Hjälmarens stränder och förbi &#8211; relationen mellan den gropkeramiska kulturen och båtyxekulturen</em> aka. <em>Along the shores of Lake Hjälmaren and beyond – the relationship between the Pitted Ware Culture and the Boat Axe Culture</em>. Stockholm Studies in Archaeology 51. Stockholm. Written in Swedish with an English summary.</p>
<p>The abstract as well as the thesis is available at <a href="http://su-se.academia.edu/KimvonHackwitz/Books" target="_blank">academia.edu</a></p>
<p>Kim will hold her defense December 19<sup>th</sup> at Stockholm University, I wish her the best of luck (I&#8217;ll be attending). I’ve only glanced through the pages but it seems an interesting read on the now century old but ever pressing issue on whether the Pitted Ware Culture and the Boat Axe Culture are two material cultures that express two different ethnical groups or whether as Kim proposes different expressions in culture that express a dynamic and active society that manifests itself through a variety of different places, which were maintained for specific purposes.</p>
<p>Magnus Reuterdahl</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sumur Zaman Mataram Kuno Ditemukan]]></title>
<link>http://bintangkita.wordpress.com/2009/11/21/sumur-zaman-mataram-kuno-ditemukan/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 12:11:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Nurhamdani Al Basyari</dc:creator>
<guid>http://bintangkita.wordpress.com/2009/11/21/sumur-zaman-mataram-kuno-ditemukan/</guid>
<description><![CDATA[SLEMAN, Sebuah sumur yang diduga berasal dari zaman kerajaan Mataram Kuno, ditemukan warga di areal ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><a href="http://bintangkita.wordpress.com/files/2009/11/1419016p.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-55" src="http://bintangkita.wordpress.com/files/2009/11/1419016p.jpg" alt="" width="298" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>SLEMAN, </strong>Sebuah sumur yang diduga berasal dari zaman kerajaan Mataram Kuno, ditemukan warga di areal persawahan, Dusun Cibuk Kidul, Margoluwih, Seyegan, Sleman, DI Yogyakarta. Sumur itu diduga bagian dari pemukiman masyarakat kuno Mataram pada abad ke 7-8 Masehi.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more-->Sumur itu terkubur sekitar satu meter di dalam tanah. Seorang warga bernama Parman, yang pertama kali menemukannya secara tidak sengaja saat menggali tanah liat untuk usaha batu batanya di lokasi tersebut, sekitar dua minggu lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Namun, dia tidak memberitahukan kepada siapapun soal penemuan itu, sampai kemarin,&#8221; kata Ny Karsinah (58), pemilik lahan yang menyewakan tanahnya kepada Parman, ketika ditemui di lokasi, Jumat (20/11).</p>
<p style="text-align:justify;">Sumur itu berdiameter sekitar 50 cm dengan kedalaman sekitar satu meter. Tak seperti sumur biasanya, pinggiran sumur itu berlapiskan gerabah, bahan yang biasa digunakan untuk membuat kendi. Di sekitar sumur juga ditemukan puluhan batu bata merah yang berukuran tiga kali lebih besar dari bata biasa dan dua arca kepala Nandi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kepala Seksi Pelestarian dan Pemanfaatan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta Tri Hartono mengatakan dari dugaan sementara, kemungkinan besar sumur itu berasal dari masa klasik abad 7-8 Masehi, atau periode Kerajaan Mataram Kuno. Sumur itu diperkirakan bagian dari perkampungan masyarakat zaman tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Dugaan ini, lanjut Tri, diperkuat dengan banyaknya temuan arkeologis lain di sekitar Kecamatan Seyegan. &#8220;Namun, hal itu masih dugaan, hasil pastinya masih harus menunggu penelitian. Salah satunya yakni mencocokkan sumur itu dengan temuan-temuan arkeologis sebelumnya di sekitar lokasi,&#8221; ujar Tri.[<a href="http://sains.kompas.com/read/xml/2009/11/20/20141599/sumur.zaman.mataram.kuno.ditemukan" target="_blank">via</a>]</p>
<p><strong>HOT INFO</strong></p>
<ul>
<li>Baca yang lainya <strong><a href="http://bintangkita.wordpress.com/daftar-isi/" target="_blank"><span style="text-decoration:underline;">disini</span></a></strong></li>
<li>Jika anda ingin menerima informasi setiap ada update dari blog ini masukkan e-mail anda <span style="text-decoration:underline;"><strong><a href="http://feedburner.google.com/fb/a/mailverify?uri=wordpress/bintang-kita&#38;amp;loc=en_US" target="_blank">disini</a></strong></span></li>
</ul>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Seekor anakan ikan purba terekam kamera]]></title>
<link>http://krishnabalagita.wordpress.com/2009/11/20/seekor-anakan-ikan-purba-terekam-kamera/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 02:57:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>krishnabalagita</dc:creator>
<guid>http://krishnabalagita.wordpress.com/2009/11/20/seekor-anakan-ikan-purba-terekam-kamera/</guid>
<description><![CDATA[Kehidupan Coelacanth, yang sering disebut ikan purba karena diduga punah sejak zaman prasejarah, kem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://krishnabalagita.wordpress.com/files/2009/11/ikan-purba.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4270" title="ikan purba" src="http://krishnabalagita.wordpress.com/files/2009/11/ikan-purba.jpg" alt="" width="298" height="225" /></a><iframe src='http://digg.com/api/diggthis.php?u=http%3A%2F%2Fdigg.com%2Fenvironment%2FSeekor_anakan_ikan_purba_terekam_kamera' height='82' width='55' frameborder='0' scrolling='no' style='float: right; margin-left: 10px; margin-bottom: 5px; padding: 4px 0 2px 4px; background: #fff;'></iframe>Kehidupan <em>Coelacanth, </em>yang sering disebut ikan purba karena diduga punah sejak zaman prasejarah, kembali terekam kamera di perairan Teluk Manado, Sulawesi Utara. <!--more-->Rekaman kali ini sangat unik karena yang terlihat adalah sosok anakan ikan tersebut.</p>
<p>Sosok ikan <em>Coelacanth </em>yang terekam itu diperkirakan memiliki panjang 31,5 cm dengan warna sisik biru dan bercak-bercak putih. Anakan ikan purba tersebut tengah berenang dengan lambat di dekat dinding batu di dasar laut.</p>
<p>Video berdurasi 20 menit itu dibuat para peneliti Jepang yang tengah melakukan penelitian bersama para peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Universitas Sam Ratulangi Manado menggunakan robot bawah air. Rekaman tersebut dibuat pada 6 Oktober 2009 pada kedalaman 161 meter.</p>
<p>&#8220;Sejauh yang kami tahu, ini merupakan video pertama yang merekam anakan <em>Coelacanth</em>, makhluk yang masih misterius,&#8221; ujar Masamitsu Iwata, seorang peneliti dari Aquamarine Fukushima di Iwaki, Jepang, saat mengumumkannya Selasa (17/11), seperti dilansir <em>AFP</em>.</p>
<p>Penemuan anakan ini menunjukkan bahwa ikan purba masih berkembang dengan baik di perairan Sulawesi. Namun, para ilmuwan juga berharap temuan ini memberi gambaran baru dan kepedulian semua pihak agar habitat ikan tersebut dijaga dari kerusakan.</p>
<p>Anakan ikan purba sebelumnya pernah ditemukan dalam perut ikan purba betina yang tertangkap di daerah tersebut. Diyakini, ikan purba mengandung telurnya sampai siap menetas untuk dilahirkan.</p>
<p>Kehidupan ikan <em>Coelacanth </em>sampai saat ini memang masih menyimpan banyak misteri. Para ilmuwan sebelumnya menganggap ikan ini telah punah sejak jutaan tahun silam dari bukti fosil yang ditemukan. Namun, pada tahun 1938, spesies yang sama ditemukan dalam keadaan hidup di perairan barat Afrika Selatan dan menyusul penemuan lainnya di Manado pada 1999. Oleh karena itu, ikan <em>Coelacanth </em>sering disebut fosil hidup.</p>
<p><em>sumber : kompas.com</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[En vecka i fält]]></title>
<link>http://vinotinto.wordpress.com/2009/11/19/en-vecka-i-falt/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 20:56:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>reuterdahl</dc:creator>
<guid>http://vinotinto.wordpress.com/2009/11/19/en-vecka-i-falt/</guid>
<description><![CDATA[Det är inte så illa att militären börjat kalla in till repmöten utan jag jobbar med en arkeologisk u]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Det är inte så illa att militären börjat kalla in till repmöten utan jag jobbar med en arkeologisk utredning några mil norr om Östersund. Det är tidiga morgnar, så det blir inte mycket vin eller bloggande, och kvällar som gäller. Lite värmande glögg blir det dock när man kommer hem på kvällen. </p>
<p>Återkommer till helgen!</p>
<p>Magnus Reuterdahl</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Spesies baru Dinosaurus ditemukan lagi di Afrika]]></title>
<link>http://krishnabalagita.wordpress.com/2009/11/14/spesies-baru-dinosaurus-ditemukan-lagi-di-afrika/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 00:38:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>krishnabalagita</dc:creator>
<guid>http://krishnabalagita.wordpress.com/2009/11/14/spesies-baru-dinosaurus-ditemukan-lagi-di-afrika/</guid>
<description><![CDATA[Spesies dinosaurus yang hidup sekitar 200 juta tahun lalu ditemukan di Afrika Selatan. Jenis yang ba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://krishnabalagita.wordpress.com/files/2009/11/dino.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4016" title="dino" src="http://krishnabalagita.wordpress.com/files/2009/11/dino.jpg" alt="dino" width="298" height="225" /></a></p>
<p>Spesies dinosaurus yang hidup sekitar 200 juta tahun lalu ditemukan di Afrika Selatan. Jenis yang baru diketahui ini diharapkan bisa membantu menjelaskan bagaimana hewan-hewan tersebut berevolusi menjadi hewan terbesar di darat.<!--more--></p>
<p>Spesies bernama <em>Aardonyx celestae</em> ini panjangnya 7 meter. Ia adalah hewan pemakan tumbuhan berkepala kecil, tetapi memiliki rongga dada besar. Hewan ini berjalan menggunakan kaki belakangnya, tetapi bisa juga memanfaatkan keempat kaki untuk bergerak. Menurut para peneliti, hewan ini bisa dianggap sebagai bagian yang hilang dalam jalur evolusi.</p>
<p>&#8220;Hewan ini belum pernah ditemukan sebelumnya dan ia memiliki posisi penting dalam pohon keluarga dinosaurus,&#8221; ujar paleontolog Australia, Adam Yates.</p>
<p>Spesies <em>Aardonyx celestae</em> ini hidup di awal periode Jurrasic. Menurut Yates, hewan yang ditemukan di Afrika Selatan ini tingginya sekitar 1,7 meter saat berdiri, dan beratnya mencapai 500 kilogram. Ia berumur sekitar 10 tahun saat mati, dan diduga ia mati karena habitatnya mengalami kekeringan.</p>
<p>Yang menarik, hewan ini memiliki beberapa karakteristik serupa dengan pemakan tumbuhan lain yang berjalan menggunakan kaki belakang. Namun, ia juga memiliki kemiripan dengan dinosaurus—yang dikenal dengan sebutan sauropoda—seperti <em>brontosaurus</em>, yang bisa tumbuh sangat besar, berjalan dengan empat kaki, berleher panjang, dan memiliki ekor seperti cemeti.</p>
<p>&#8220;Keberadaan <em>Aardonyx</em> membantu mengisi ruang yang kosong dalam evolusi sauropoda, di mana hewan yang berjalan dengan dua kaki mulai mengadopsi cara berjalan menggunakan empat kakinya,&#8221; ujar Paul Barrett, paleontolog di Museum Sejarah Alam Inggris yang ikut dalam penggalian fosil itu.</p>
<p>Bagaimana dan mengapa dinosaurus tumbuh menjadi makhluk sangat besar adalah pertanyaan yang sejak lama ingin dijawab oleh para peneliti. Yang jelas, berjalan menggunakan empat kaki memungkinkan seekor hewan mendukung tubuhnya yang besar. Selain itu, ukuran besar sering kali menjadi pertahanan mereka menghadapi pemangsa bergigi tajam.</p>
<p>Penemuan ini dipublikasikan pada Rabu (11/11) dalam <em>Proceedings of The Royal Society B</em>, jurnal ilmiah yang berbasis di London. <em>sumber : kompas.com</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Utmerket bevart sverd fra bronsealderen funnet]]></title>
<link>http://altermedianorge.wordpress.com/2009/11/12/utmerket-bevart-sverd-fra-bronsealderen-funnet/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 17:29:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>altermedianorge</dc:creator>
<guid>http://altermedianorge.wordpress.com/2009/11/12/utmerket-bevart-sverd-fra-bronsealderen-funnet/</guid>
<description><![CDATA[Aftenposten: Ernst Skofteland trodde arkeologene skrønte da de fortalte hva han hadde funnet i en gr]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em><img class="alignright size-large wp-image-6547" title="bronzeage" src="http://no.altermedia.info/images/bronzeage-597x335.jpg" alt="bronzeage" width="597" height="335" />Aftenposten</em>: Ernst Skofteland trodde arkeologene skrønte da de fortalte hva han hadde funnet i en grøft for fire år siden.</p>
<p>Sverdet skal være det første fra bronsealderen som er funnet i denne delen av Agder. I Vest-Agder er det bare funnet tre bronsesverd tidligere, alle på Lista. Fra landet som helhet kjennes et tyvetalls sverd, skriver Vest-Agder fylkeskommune.</p>
<p>Funnet ble gjort av Ernst Skofteland ved en skogsvei på Vallehei øst for Vigeland for fire år siden. Skofteland sier han ikke tenkte noe særlig over funnet, og har siden oppbevart det hjemme.</p>
<p>- Jeg tok det med bort til arkeologene som driver en utgraving borte på Ugland for å høre med dem hva det kunne være. Da jeg fikk vite hvor gammelt det var trodde jeg de skrønte med meg, sier Skofteland til fvn.no.</p>
<p>Sverdet fra Lindesnes er om lag 57 centimeter langt og 4,3 centimeter bredt på det bredeste. Sverdet er et såkalt grepspissverd, trolig fra bronsealder periode IV, 1100–900 f.Kr.</p>
<p>Sverdet er nå blitt overlevert til antikvariske myndigheter.</p>
<p><a href="http://www.aftenposten.no/nyheter/iriks/article3370554.ece" target="_blank">Aftenposten</a></p>
<p>Mer informasjon <a href="http://www.khm.uio.no/utstillinger2/nye_funn/sverdfunn.html" target="_blank">Kulturhistorisk museum</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Misteri hilangnya 50 ribu tentara Persia terungkap...]]></title>
<link>http://carisajayah.wordpress.com/2009/11/12/misteri-hilangnya-50-ribu-tentara-persia-terungkap/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 22:54:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>Zeed</dc:creator>
<guid>http://carisajayah.wordpress.com/2009/11/12/misteri-hilangnya-50-ribu-tentara-persia-terungkap/</guid>
<description><![CDATA[Misteri hilangnya 50 ribu serdadu anggota pasukan Raja Cambyses II dari Persia pada 525 Sebelum Mase]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><a href="http://carisajayah.wordpress.com/files/2009/11/persia.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1552" title="Persia" src="http://carisajayah.wordpress.com/files/2009/11/persia.jpg?w=300" alt="Persia" width="300" height="211" /></a>Misteri hilangnya 50 ribu serdadu anggota pasukan Raja Cambyses II dari Persia pada 525 Sebelum Masehi diungkap oleh dua ilmuwan bersaudara asal Italia, Angelo dan Alfredo Castiglioni. Mereka menemukan ratusan tengkorak, tulang belulang, senjata perang, dan beberapa perhiasan di Gurun Sahara di wilayah barat Mesir dengan alat pendeteksi logam.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8221;Kami telah menemukan bukti arkeologi pertama dari laporan sejarah sejarawan Yunani Herodotus,&#8221; papar Dario Del Bufalo, anggota ekshibisi dari Universitas Lecce, Italia, kepada <em>Discovery News</em> seperti dikutip <em>Daily Mail</em> kemarin (10/11).</p>
<p style="text-align:justify;">Keberhasilan tersebut diraih berkat kerja keras selama 13 tahun yang dibagi ke dalam lima periode. Penggalian pertama dilakukan pada 1996. Dua ilmuwan yang merupakan saudara kembar itu menemukan sumber mata air yang telah mengering serta sumber mata air buatan dari ratusan pot air. <em>Arcaheology News</em> melaporkan, perhiasan yang mereka temukan terdiri atas kalung perak dan anting-anting. Mereka juga menemukan senjata perunggu berupa pisau belati.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut catatan sejarawan Herodotus, 50 ribu serdadu itu dikirim oleh Raja Cambyses II, putra Cyrus The Great. Mereka bertugas menyerang Oasis Siwa, sebuah oasis di dekat perbatasan Libya-Mesir, dan sekaligus menghancurkan Oracle (semacam pendeta agung) di Kuil Amun yang terletak di tempat tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Keputusan itu diambil karena para pendeta Kuil Amun menolak mengakui kekuasaan Persia. Alasan lain pengiriman pasukan dalam jumlah besar tersebut adalah karena sang raja khawatir terhadap ramalan Oracle mengenai kematiannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Rakyat Mesir kuno memercayai Oracle sebagai salah satu Tuhan yang mampu melihat masa depan. Mereka sering berkonsultasi kepada Oracle sebelum membuat keputusan besar. Pasukan sampai di Oasis setelah berjalan selama tujuh hari di gurun. Tempat tersebut dipercaya para ilmuwan sebagai El-Kharga. Namun, mereka tak terlihat lagi setelah itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Pasukan Raja Cambyses II tersebut diperkirakan menghadapi badai pasir raksasa sebelum mencapai tujuan pada 525 Sebelum Masehi. Sejak saat itu, mereka tak pernah kembali dan tak terlihat lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8221;Angin muncul dari selatan, kuat dan mematikan, berputar menyelimuti pasukan hingga mengakibatkan mereka hilang (terkubur pasir),&#8221; bunyi salah satu bagian tulisan Herodotus.</p>
<p style="text-align:justify;">Dua bersaudara penemu kota emas Mesir 20 tahun silam yang dikenal sebagai Berenike Panchrysos itu menggali sepanjang 35 meter dengan tinggi 1,8 meter dan kedalaman 3 meter. Dari situlah mereka menemukan sebuah tempat seperti batu beserta temuan lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka menduga, tempat itu digunakan pasukan Raja Cambyses untuk berlindung dari badai pasir. &#8221;Ukuran dan bentuk Kuil Amun membuatnya sempurna untuk berlindung dari badai pasir,&#8221; ungkap Alfredo Castiglioni kepada <em>Discovery News</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Baru-baru ini, mereka membuat film yang mengisahkan penemuan mereka itu untuk festival film arkeologi Rovereto.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[9 dari 14 Aspek Pengujian DNA Tan Malaka Dipastikan Positif]]></title>
<link>http://imamsamroni.wordpress.com/2009/11/10/9-dari-14-aspek-pengujian-dna-tan-malaka-dipastikan-positif/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 04:18:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>imam samroni</dc:creator>
<guid>http://imamsamroni.wordpress.com/2009/11/10/9-dari-14-aspek-pengujian-dna-tan-malaka-dipastikan-positif/</guid>
<description><![CDATA[Samsul Hadi &#8211; detikSurabaya Selasa, 10/11/2009 09:17 WIB http://surabaya.detik.com/read/2009/1]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Samsul Hadi &#8211; detikSurabaya<br />
Selasa, 10/11/2009 09:17 WIB</p>
<p><a href="http://surabaya.detik.com/image/logodetiksurabaya.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-2658" title="detiksurabaya" src="http://imamsamroni.wordpress.com/files/2009/11/detiksurabaya.gif" alt="detiksurabaya" width="160" height="42" /></a></p>
<p><a href="http://surabaya.detik.com/read/2009/11/10/091724/1238643/475/9-dari-14-aspek-pengujian-dna-tan-malaka-dipastikan-positif">http://surabaya.detik.com/read/2009/11/10/091724/1238643/475/9-dari-14-aspek-pengujian-dna-tan-malaka-dipastikan-positif</a></p>
<p>Kediri &#8211; Sempat tertunda beberapa waktu, pengujian DNA terhadap sampel tulang yang diyakini sebagai jasad Tan Malaka mulai menunjukkan hasil menggembirakan. 9 aspek penilaian dari 14 yang direncanakan dipastikan positif.</p>
<p>Hal ini diungkapkan kemenakan Tan Malaka, Zoelfikar Kamaroedin, saat dikonfirmasi detiksurabaya.com melalui telepon selulernya, Selasa (10/11/2009). Menurutnya, kepastian disampaikan tim dokter dari Departement of Forensik Medicine &#38; Medicalegal Faculty of Medicine University of Indonesia, sebagai pihak yang melakukan pengujian.<br />
<!--more--><br />
&#8220;Semalam itu anggota tim dokter yang langsung menyampaikan kepada saya lewat telepon, kalau hasilnya sementara belum bisa disampaikan secara total. Tapi ada kabar gembiranya, dari 14 yang direncakan akan diuji, 9 diantaranya sudah selesai dan belum ada yang negatif,&#8221; jelas Zoelfikar.</p>
<p>Untuk 5 aspek lainnya, diakui oleh Zoelfikar jika tim dokter meminta waktu tambahan. Pihak keluarga belum dapat memastikan kapan hasil dari pengujian terhadap 5 aspek tersisa tersebut dapat diketahui.</p>
<p>&#8220;Ada istilah kedokterannya, tapi apa saya tidak hafal. Tapi simpelnya dikatakan, dari 5 aspek tersisa tersebut diperlukan pembiakan, karena memang sampel tulang yang akan diuji kondisinya sudah hancur,&#8221; imbuh Zoelfikar.</p>
<p>Belum bisa diketahuinya hasil pengujian DNA Tan Malaka secara total, merupakan kemoloran untuk kesekian kalinya.</p>
<p>Sejak dilakukan pembongkaran sebuah makam di Desa Selopanggung, Kecamaatan Semen, Kabupaten Kediri, pada tanggal 12 September 2009 yang lalu, 30 hari kemudian hasilnya dijanjikan dapat diketahui.</p>
<p>&#8220;Tim dokter semalam juga meminta maaf, karena pengujiannya terkesan lama. Mereka meminta saya menyampaikan ke semua pihak yang berkepentingan untuk bersabar, karena memang kondisinya tidak bisa dipaksakan untuk secepatnya hasil pengujian diketahui,&#8221; papar Zoelfikar.</p>
<p>Sebelumnya, pembongkaran makam yang dilakukan pihak keluarga dimaksudkan untuk membuktikan jika jasad yang terpendam pada sebuah makam di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen merupakan Tan Malaka.</p>
<p>Datuk Tan Malaka yang bernama asli Ibrahim merupakan pejuang kemerdekaan yang misterius. Hingga saat ini, tidak diketahui secara persis di mana dia dimakamkan. Proses kematiannya juga misterius, meski banyak tulisan bahwa dia meninggal setelah ditembak aparat militer. Sejarah Tan Malaka dihitamkan, karena dia dituding terlibat komunis.</p>
<p>(fat/fat)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kudus berusaha melacak keberadaan tengkorak Homo Erectus]]></title>
<link>http://krishnabalagita.wordpress.com/2009/11/10/kudus-berusaha-melacak-keberadaan-tengkorak-homo-erectus/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 01:40:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>krishnabalagita</dc:creator>
<guid>http://krishnabalagita.wordpress.com/2009/11/10/kudus-berusaha-melacak-keberadaan-tengkorak-homo-erectus/</guid>
<description><![CDATA[Forum Komunikasi Pelestari Situs Patiayam (FKPSP) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berupaya mendapatkan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://krishnabalagita.wordpress.com/files/2009/11/he.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-3843" title="he" src="http://krishnabalagita.wordpress.com/files/2009/11/he.jpg?w=300" alt="he" width="300" height="208" /></a>Forum Komunikasi Pelestari Situs Patiayam (FKPSP) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berupaya mendapatkan kembali tengkorak kepala <em>Homo erectus</em>, manusia purba yang pernah ditemukan di tempat itu.<!--more--></p>
<p>&#8220;Fosil tengkorak <em>Homo erectus</em> tersebut ditemukan oleh Dr. Yahdi Yaim, peneliti geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1979,&#8221; kata Ketua FKPSP, Suprapto, di Kudus, Minggu (8/11).</p>
<p>Ia mengatakan, hasil temuan fosil tengkorak manusia purba tersebut berupa sebuah gigi pra-geraham bawah dan tujuh pecahan tengkorak manusia.</p>
<p>&#8220;Keberadaan fosil manusia purba tersebut memang belum bisa dipastikan, mengingat di Museum Geologi tidak ada. Tetapi kami akan berupaya melacak dengan mencari informasi melalui penemunya,&#8221; katanya.</p>
<p>FKPSP bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Kudus mencoba mendapatkan informasi keberadaan tengkorak kepala itu di Museum Geologi Bandung itu.</p>
<p>&#8220;Ternyata, saat ini sudah tidak ada di museum, meskipun sebuah gigi pra-geraham bawah dan tujuh pecahan tengkorak manusia purba tersebut telah direkonstruksi dan menjadi tengkorak kepala manusia purba,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengatakan, akan berupaya melacak dan mengumpulkan sejumlah informasi keberadaan tengkorak Homo Erectus tersebut agar bisa disimpan di Kudus karena temuan tersebut dapat mengangkat nama Situs Patiayam.</p>
<p>Selain itu, katanya, kehadiran fosil Homo Erectus tersebut juga menambah koleksi temuan fosil hewan dan manusia purba lainnya. Sebelumnya, katanya, telah ditemukan 1.238 fosil purba yang terdiri atas 12 jenis.</p>
<p>&#8220;Untuk mendapatkan fosil dalam bentuk aslinya memang sulit, tetapi kami akan berupaya meskipun nantinya mendapatkan dalam bentuk replika,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Meskipun sedang berupaya untuk membawa fosil purba itu kembali ke Kudus, namun ia mengakui bahwa Pemkab belum memiliki tempat khusus untuk menyimpan temuan berbagai benda purbakala tersebut.</p>
<p>Kepala Seksi Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Kudus, Sancaka Dwi Supani, mengatakan, hingga sekarang memang Pemkab belum memiliki tempat penyimpanan berbagai benda purbakala secara representatif.</p>
<p>&#8220;Seharusnya upaya mendapatkan tempat penyimpanan benda-benda purbakala lebih diprioritaskan dibandingkan harus mengupayakan keberadaan benda purbakala yang belum diketahui,&#8221; katanya.</p>
<p>Tanpa tempat yang representatif terlebih dahulu, katanya, keberadaan benda-benda purbakala itu dikhawatirkan mudah rusak karena tidak tahan terhadap suhu udara yang tidak teratur.</p>
<p>&#8220;Perawatan benda-benda purbakala tidak mudah. Selain dibutuhkan tempat khusus juga dibutuhkan temperatur udara yang teratur,&#8221; katanya.</p>
<p>Temuan lainnya di Situs Patiayam yakni sejumlah tulang belulang binatang purba seperti <em>Stegodon trigono chepalus</em> dan <em>Elephas sp</em> (sejenis gajah purba), <em>Cervus zwaani</em> dan <em>Cervus lydekkeri martin</em> (sejenis rusa),<em> Rhinoceros sondaicus</em> (badak), <em>Sus brachygnatus dubris</em> (babi), <em>Felis sp</em> (macan), <em>Bos bubalus palaeoharabau</em> (kerbau), <em>Bos paleosondicus</em> (banteng), dan <em>Crocodilus sp </em>(buaya). <em>sumber : kompas.com</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The fall of the Berlin Wall]]></title>
<link>http://imamsamroni.wordpress.com/2009/11/09/the-fall-of-the-berlin-wall/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 11:53:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>imam samroni</dc:creator>
<guid>http://imamsamroni.wordpress.com/2009/11/09/the-fall-of-the-berlin-wall/</guid>
<description><![CDATA[9 November 2009 http://wsws.org/articles/2009/nov2009/pers-n09.shtml November 9 marks the twentieth ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>9 November 2009</p>
<p><a href="http://www.wsws.org/images/title.png"><img class="alignnone size-full wp-image-2646" title="WSWS" src="http://imamsamroni.wordpress.com/files/2009/11/wsws3.png" alt="WSWS" width="160" height="12" /></a></p>
<p><a href="http://wsws.org/articles/2009/nov2009/pers-n09.shtml">http://wsws.org/articles/2009/nov2009/pers-n09.shtml</a></p>
<p>November 9 marks the twentieth anniversary of the fall of the Berlin Wall. Since 1989, pictures of rejoicing people, hugging each other and dancing on top of the Wall after the opening of the border crossing, have been used as symbols for the collapse of the GDR (German Democratic Republic) and the other Stalinist regimes that had come to power in Eastern Europe after the end of the Second World War.</p>
<p>Numerous celebrations are being held in Germany to mark the event. Thousands of visitors from throughout the country and abroad are expected to attend a “Festival of Freedom” around the Brandenburg Gate in Berlin. Amongst others, French President Nicolas Sarkozy, Russian President Dimitri Medvedev, British Prime Minister Gordon Brown and US Secretary of State Hillary Clinton will take part in the ceremony.<br />
<!--more--><br />
Popular enthusiasm for the event, however, is limited. According to a recent opinion poll, some 23 percent of eastern Germans consider themselves as losers in German unification. Another 30 percent see improvements in travel, housing and freedom, but consider developments in the area of income, health, social security and social justice to be negative. Only 32 percent assess their economic situation as “good”, compared to 47 percent in 1999.</p>
<p>The contradiction between official enthusiasm and public discontent speaks volumes about the real significance of the events of November 1989. The efforts of the media to glorify them as the beginning of a new epoch of democracy, freedom and peace grow all the louder the more obvious it becomes that they were nothing of the kind. There are few events in recent history that have been as thoroughly mystified as the end of the GDR.</p>
<p>The fall of the Wall initiated the end of a dictatorial regime that oppressed any sign of opposition, particularly from workers, employing a host of secret service agents. However, it was replaced not by democracy, but by another dictatorship—the dictatorship of capital. Following the fall of the Wall, the lives of East Germans changed dramatically—without any consultation or democratic participation of the people.</p>
<p>A total of 14,000 state-owned enterprises were sold, broken up or liquidated by the Treuhandanstalt (Trust Agency), whose leading figures consisted of representatives from western German big business. Some 95 percent of the privatized companies were acquired by owners from outside eastern Germany. Within three years, 71 percent of all employees had either lost or changed their jobs. By 1991, 1.3 million jobs were destroyed and another million disappeared in the following years. The number of workers in productive industries today amounts to a quarter of the number in 1989.</p>
<p>Large sections of the eastern German population soon lost hope in the future. The declining birth rate is a telling indicator of the social significance of this process. It sank from 199,000 newborn children in 1989 to 79,000 in 1994.</p>
<p>The consequences of this industrial and social devastation persist to this day. The total population of the new federal states amounts to 13 million, significantly less than the 14.5 million in the GDR. Twenty years after the fall of the Wall, an average of 140 eastern Germans still move across to western Germany each day.</p>
<p>For years, the unemployment rate hovered around 20 percent. Only in the last five years has it dropped to the current 12 percent. However, this reduction stems not from the creation of new regular jobs, but from the spread of low-wage and part-time jobs. Every second employee in eastern Germany works under the low-wage threshold of €9.20 per hour. The average gross wage is €13.50 per hour, far below the western German level of €17.20.</p>
<p>The demand for “open elections”—at the heart of the demonstrations against the GDR regime in the autumn of 1989—has given way to disappointment about bourgeois democracy. During the last federal elections, just over 60 percent went to the polls in eastern Germany. In state and municipal ballots, the turnout was even lower.</p>
<p>Another myth about the autumn of 1989 is that the people overthrew the regime of the SED (the Stalinist Socialist Unity Party of the former GDR) in a “peaceful revolution”.</p>
<p>The mass demonstrations that spread through the whole country in the two months prior to the fall of the Wall did contribute to the rapid collapse of the GDR. But the decisive impulse came from elsewhere. The demonstrators were knocking down an open door. As the first of the “Monday demonstrations” moved through Leipzig on September 4, the end of the GDR had already been sealed.</p>
<p>The decision was taken in Moscow, where Mikhail Gorbachev had risen to head the Soviet Union in 1985. As part of “Perestroika”, he had set the course for the restoration of capitalism. He was looking for the support of the Western powers, and severed ties with the eastern European “brother” nations by giving absolute priority to Soviet economic interests and demanding world market prices for Soviet exports.</p>
<p>This drove the GDR—critically reliant on energy supplies from the Soviet Union—to the brink of bankruptcy. Under the pressure of financial problems on the one hand and a disaffected population on the other, the SED turned to the West German government, on whose financial loans it had long relied.</p>
<p>Günter Mittag, responsible for the GDR economy for many years, later admitted to Spiegel magazine that he knew as early as 1987 that “the game was up”. And Hans Modrow, the last SED prime minister of the GDR from November 1989 to March 1990, later wrote in his memoirs that he had considered “the course towards a unified Germany to be irreversibly necessary” and “had decisively taken that course”.</p>
<p>Contrary to official mythology, the initiative to introduce capitalism into the Soviet Union, Eastern Europe and the GDR came from the ruling Soviet bureaucracy itself. This privileged caste had usurped power in the Soviet Union in the 1920s by displacing, suppressing and finally physically exterminating the Marxist opposition.</p>
<p>After the Second World War, this bureaucracy extended its rule into Eastern Europe, with the acquiescence of Moscow’s Western allies. It suppressed every independent movement of the working class—as on June 17, 1953, when it crushed the workers’ revolt in the GDR.</p>
<p>The Stalinist bureaucracy based its rule on the property relations established by the October Revolution in 1917. But it did so like a parasite that drains and finally destroys its host. By suppressing all forms of workers’ democracy, it strangled the creative potential of social ownership. On an international level, it and the Communist parties under its sway stifled every revolutionary movement. After the Second World War, it became a crucial pillar of the status quo, stabilising capitalist rule on a global scale.</p>
<p>This condition could not last forever. Leon Trotsky, leader of the Left Opposition against Stalinism, had already in 1938 posed the alternative futures of the Soviet Union. In the founding program of the Fourth International, he wrote, “Either the bureaucracy, becoming ever more the organ of the world bourgeoisie in the workers’ state, will overthrow the new forms of property and plunge the country back into capitalism, or the working class will crush the bureaucracy and open the way to socialism”.</p>
<p>Fundamental changes in the world economy, appearing in the early 1980s, sharpened the contradictions in the Stalinist countries to the breaking point. The globalisation of production, together with the introduction of computers and new communications technologies, left the nationally based economies of these countries far behind.</p>
<p>Signs of imminent social rebellion increased, especially with the rise of the Solidarity movement in Poland. As Trotsky had predicted, the bureaucracy reacted by overturning the new forms of property relations and throwing the country back into capitalism. This is the significance of Gorbachev’s rise to power. It also sealed the fate of the Stalinist regimes in Eastern Europe that owed their power exclusively to Moscow.</p>
<p>The demonstrators, marching through the towns and cities of the GDR in late 1989, were unaware of this context. They were venting their pent-up rage towards the ruling bureaucracy and a feeling of economic and political impasse. The movement originally began as a flight to the West. It was socially heterogeneous and politically confused, and had neither a clearly defined aim, nor an understanding of the social forces it was confronting. It thus lent itself easily to manipulation and exploitation.</p>
<p>The spokesmen of the protests came from the citizens’ rights movement. They were priests, lawyers and artists whose demands were limited to a reform of, and dialogue with, the existing regime. As soon as the regime made a few initial concessions—replacing Erich Honecker with Egon Krenz and Hans Modrow—they worked closely together with the SED in order to bring the protest movement under control and hand over the initiative to the West German government of Helmut Kohl. First they participated in the &#8220;Round Table&#8221; talks with the government of Modrow, and then they joined it.</p>
<p>With its agreement to a monetary union with West Germany in the spring of 1989 the Modrow government sealed the end of the GDR. The introduction of the D Mark was a poisoned chalice. It created access to sorely desired West German consumer goods, but at the same time led to the complete collapse of the East German industrial base. Priced in D-marks, East German products were no longer affordable in Eastern Europe and the Soviet Union, with which the East German economy was closely intertwined, while, due to the lower level of productivity, Eastern products were not competitive in the West.</p>
<p>There were many workers taking part in the demonstrations in the autumn of 1989, but they lacked any perspective of their own to defend their social gains, which were intrinsically bound up with socialised property in the GDR. They had been cut off completely from the tradition of Marxism and only knew—and despised—its Stalinist perversion.</p>
<p>Their lack of perspective was itself a product of the decades-long domination of Stalinism, whose greatest crime was the systematic obliteration of the socialist traditions of the working class. Long before the founding of the GDR, Stalin had organised the liquidation of an entire generation of revolutionary Marxists in order to secure his regime.</p>
<p>Victims of the &#8220;Great Terror&#8221; of the years 1937/38 were not only the leaders of the October Revolution, but also most of the German communists who had fled to the Soviet Union in order to escape the Nazis. Those who survived were servile bootlickers who had betrayed their own comrades to the Stalinist hangmen. They later constituted the leadership of the SED.</p>
<p>Only the Trotskyist movement fought against Stalinism from a Marxist standpoint. While the Western media and politicians had access to the people of the GDR, the Trotskyists remained banned and were regarded as public enemy number one until its very end.</p>
<p>The International Committee of the Fourth International (ICFI) not only fought against Stalinism but also against all those who adapted to it, such as the United Secretariat led by Ernest Mandel, which regarded the emergence of the Stalinist regimes in Eastern Europe as proof of the capacity of Stalinism to play a progressive role. Under the most difficult political conditions, the ICFI defended for decades Trotsky’s standpoint that Stalinism could not be reformed but had to be overthrown by a political revolution.</p>
<p>In the autumn of 1989 the German section of the ICFI intervened in the GDR in order to provide the mass movement against the SED regime a revolutionary orientation. The Socialist Labour League (Bund Sozialistischer Arbeiter), predecessor organisation to the Socialist Equality Party (Partei für Soziale Gleichheit), was the only organisation to warn of the disastrous results of a restoration of capitalism, without making the slightest concessions to the SED.</p>
<p>In an appeal distributed on November 4 at a mass demonstration in Berlin, the BSA explained, &#8220;Political freedom and democratic rights can be won only through a political revolution in which the working class overthrows the ruling bureaucracy, drives it out of all its posts and establishes independent organs of proletarian power and democracy, workers’ councils, elected by the workers in the factories and neighbourhoods, accountable to them and based solely on their strength and mobilisation.&#8221;</p>
<p>At the time, Ernest Mandel travelled personally to East Berlin in order to defend the SED against the critique raised by the Trotskyists of the BSA. His German co-thinkers took part in the Round Table and later in the government led by Hans Modrow. In this way, they played a vital role in cutting off the working class from the tradition of Marxism and setting course for the restoration of capitalism.</p>
<p>The end of the GDR, the Eastern European regimes and the Soviet Union unleashed a wave of triumphalism within the capitalist class, which it is now trying to revive with the current anniversary celebrations. However, such efforts cannot disguise the fact that capitalism all over the world finds itself in a profound crisis.</p>
<p>The contradictions between world economy and nation state—between the global character of production that has welded together millions of workers all over the globe in one socially unified process of production, and the division of the world into rival nation states—broke the back of the Stalinist regimes two decades ago. These contradictions, however, also lie behind the growing conflicts between imperialist powers, the escalating wars in Iraq and Afghanistan, the unceasing attacks on the social gains of the working class and the arrogance and greed of the financial elite.</p>
<p>These contradictions will inevitably lead to the eruption of fierce social conflicts and revolutionary struggles. Workers must prepare politically by drawing the lessons from 1989 and adopting the international socialist program defended by the ICFI against Stalinism.</p>
<p>Peter Schwarz</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Om øvstepresten sin familie]]></title>
<link>http://arneberge.wordpress.com/2009/11/08/om-%c3%b8vstepresten-sin-familie/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 21:55:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Arne</dc:creator>
<guid>http://arneberge.wordpress.com/2009/11/08/om-%c3%b8vstepresten-sin-familie/</guid>
<description><![CDATA[Denne veka blir det opna ei ny utstilling i Jerusalem Archaeological Garden like sør for tempelplass]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Denne veka blir det opna ei ny utstilling i Jerusalem Archaeological Garden like sør for tempelplassen. Her blir det vist fram gjenstandar som ikkje tidlegare har vore vist fram for publikum, blant anna eit sarkofaglokk som kan knytast til øvstepresten sin familie i det første hundreåret.</p>
<p>Jerusalem Post skriv:</p>
<blockquote><p>The Israel Antiquities Authority is presenting a new exhibition which includes ancient coins uncovered at the Temple Mount and a 2,000-year-old sarcophagus lid. The new display will open on November 11 at the Davidson Center and in the Jerusalem Archaeological Garden, just south of the Temple Mount. Many of the artifacts have not previously been shown to the public.</p>
<p>(&#8230;)</p>
<p>According to a report released by the Israeli Antiquities Authority, the sarcophagus lid was found just north of Jerusalem. The lid is &#8220;engraved with an inscription in square script that is characteristic of the Second Temple period.&#8221;</p>
<p>The inscription &#8220;Son of the High Priest&#8221; most likely refers to a High Priest who officiated at the Temple between 30 and 70 CE.</p>
<p>&#8220;This is the first time that we have been able to locate a manor house of the high priest of Judea during the first century, during the time of the Jewish rebellion,&#8221; Har-Even told <em>The Jerusalem Post</em> on Thursday. &#8220;We found a huge settlement from the Second Temple Period, in which there are a lot of burial caves that were probably used by the family of the High Priest.&#8221; (<a href="http://www.jpost.com/servlet/Satellite?cid=1257455195072&#38;pagename=JPost%2FJPArticle%2FShowFull">Les meir</a>)</p></blockquote>
<p>(via <a href="http://paleojudaica.blogspot.com/2009_11_01_archive.html#1309860743834991759">PaleoJudaica</a>)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Diketemukan jejak kaki Dinosaurus berusia 70 juta tahun]]></title>
<link>http://krishnabalagita.wordpress.com/2009/11/08/diketemukan-jejak-kaki-dinosaurus-berusia-70-juta-tahun/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 02:57:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>krishnabalagita</dc:creator>
<guid>http://krishnabalagita.wordpress.com/2009/11/08/diketemukan-jejak-kaki-dinosaurus-berusia-70-juta-tahun/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa ilmuwan yakin bahwa mereka telah menemukan jejak kaki dinosaurus yang berusia 70 juta tahun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://krishnabalagita.wordpress.com/files/2009/11/jejak-dino.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3803" title="jejak dino" src="http://krishnabalagita.wordpress.com/files/2009/11/jejak-dino.jpg" alt="jejak dino" width="298" height="225" /></a>Beberapa ilmuwan yakin bahwa mereka telah menemukan jejak kaki dinosaurus yang berusia 70 juta tahun dan pertama kali ditemukan di Selandia Baru. <!--more--></p>
<p>Jejak tersebut tersebar di enam tempat di sebelah barat-laut Nelson di South Island, dengan sebanyak 20 jejak pada satu tempat, demikian laporan Radio New Zealand, Sabtu.</p>
<p>Ahli sains sedimentologi GNS Greg Browne telah mempelajari jejak kaki itu selama bertahun-tahun dan percaya semua jejak tersebut dibuat sauropod, dinosaurus pemangsa tanaman dengan leher panjang dan ekor, panjang tubuh 6 meter dan berat beberapa ton.</p>
<p>Ia mengatakan jejak kaki tersebut ditemukan di pasir pantai. Jejak kaki itu diduga segera tertutup lumpur.</p>
<p>&#8220;Hanya kebetulan saja bahwa semua jejak tersebut ditemukan di sana, hampir selalu jejak itu rusak. Di lingkungan yang ada angin, gelombang dan ombaknya sebenarnya sangat tak mungkin ada jejak kaki yang terpelihara di pantai,&#8221; kata Browne sebagaimana dikutip Radio New Zealand.</p>
<p>Jejak kaki itu juga memberi tanda pertama, bahwa dinosaurus pernah berkeliaran di daerah South Island.</p>
<p>Ahli paleontologi Selandia Baru Joan Wiffen menemukan bukti pertama bahwa dinosaurus pernah hidup di Selandia Baru setelah menemukan tulang fosil di Hawke Bay di North Island.</p>
<p>Namun, tak ada tulang yang pernah ditemukan di South Island. Pada 1975, wanita ilmuwan tersebut menemukan satu tulang fosil yang terbukti adalah bagian dari hewan bertulang belakang itu.</p>
<p>Hewan yang pertama dikenal sebagai dinosaurus Bumi dari Selandia Baru, atau theropod, hewan pemakan daging yang memiliki panjang 7 meter dan tinggi 2 meter dan berjalan dengan dua kaki.</p>
<p>Browne telah membuat cetakan silikon beberapa jejak kaki itu dan laporannya yang menggambarkan temuan tersebut direncanakan disiarkan di New Zealand Journal of Geology and Geophysics pekan ini.</p>
<p><em>sumber : kompas.com</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Demokrasi ala Warung HIK]]></title>
<link>http://imamsamroni.wordpress.com/2009/11/07/demokrasi-ala-warung-hik/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 09:31:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>imam samroni</dc:creator>
<guid>http://imamsamroni.wordpress.com/2009/11/07/demokrasi-ala-warung-hik/</guid>
<description><![CDATA[KEINDONESIAAN JAWA TENGAH/DI YOGYAKARTA (5-HABIS) Sabtu, 7 November 2009 | 04:41 WIB Oleh Susana Rit]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>KEINDONESIAAN JAWA TENGAH/DI YOGYAKARTA (5-HABIS)</strong><br />
Sabtu, 7 November 2009 &#124; 04:41 WIB<br />
Oleh Susana Rita/Sonya Hellen Sinombor</p>
<p><a href="http://www.kompas.com/data/css/newcetak/images/logo_kompas_white.png"><img class="alignnone size-full wp-image-2640" title="kompas_white" src="http://imamsamroni.wordpress.com/files/2009/11/kompas_white6.png" alt="kompas_white" width="160" height="30" /></a></p>
<p><a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/07/04414377/demokrasi.ala.warung.hik">http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/07/04414377/demokrasi.ala.warung.hik</a></p>
<p>Winarso menyeruput pelan wedang jahe hangatnya. Jahe wangi orisinal buatan tangan Karso, salah satu pemilik warung HIK di salah satu jalan utama Solo. ”Seger. Bikin sendiri to, Mas?” tanya Winarso.</p>
<p>Karso, warga biasa sepertinya halnya Winarso, pun mengiyakan dan menjelaskan caranya. Namun, ia masih sibuk merampungkan pesanan jadah (uli) bakar bagi tamunya yang lain. Tangan Karso membolak-balik jadah (makanan dari beras ketan yang dicampur santan) yang diletakkan di atas bara arang hitam.<br />
<!--more--><br />
Winarso kembali mengisap rokok yang tinggal separuh. Sesekali keningnya berkerut ketika bercerita tentang munculnya gejala perilaku primordial yang dirasanya mengental di masyarakat tempat tinggalnya.</p>
<p>Malam itu, Jumat (22/10) wage, ia menghabiskan waktu bersama dua teman perempuannya di salah satu warung hidangan istimewa kampung (HIK). Warung itu menyajikan beragam camilan, seperti jadah bakar, beragam gorengan, cakar (kaki ayam), tahu, tempe, sate telur puyuh, dan sebungkus nasi dengan dua pilihan lauk (salah satunya adalah ikan teri).</p>
<p>Pembeli tinggal meminta piring, lalu mengambil camilan yang diinginkan. Duduk lesehan di tikar yang disediakan. Kalau tak ingin jauh dari lauk-lauk itu, pembeli bisa duduk di bangku yang sekaligus difungsikan meja untuk menggelar dagangan.</p>
<p>Di Solo atau Yogyakarta, warung HIK semacam ini bertebaran. Bahkan, di Solo hampir di setiap ruas jalan ditemui warung HIK. Pembeli tinggal memilih, ingin yang remang-remang dengan cahaya dari teplok (lampu tradisional dengan bahan minyak tanah) yang menjadi ciri atau memilih warung HIK yang sudah dikelola dengan agak modern, dengan tambahan hiburan penyanyi jalanan yang memang stand by di warung itu. Pemusik menyambut tiap tamu dengan dua-tiga lagu kenangan.</p>
<p>Warung HIK, misalnya, terdapat di seputaran kampus Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta, seputar RRI Surakarta, dan GOR Manahan Solo. Tiap-tiap warung menjadi favorit bagi kelompok masyarakat tertentu. Misalnya, di seputar kampus STSI, banyak mahasiswa datang ke warung HIK untuk ngobrol atau mengerjakan sesuatu. Tidak heran, tampak di sana-sini mahasiswa berlaptop.</p>
<p>Warung HIK memang menjadi alternatif tempat bertemu dari berbagai kalangan. Tak cuma orang Jawa, berbagai etnis, seperti Tionghoa dan Arab, yang tinggal juga menyempatkan diri untuk makan dan berbincang di warung itu. Tidak cuma pejalan kaki, pengguna sepeda motor ataupun pengendara mobil pun menyukai warung tersebut.</p>
<p><strong>Tradisi demokrasi</strong></p>
<p>Pengamat budaya MT Arifin menjelaskan, warung HIK berasal dari Klaten, kawasan pertengahan antara Solo dan Yogyakarta, yang lalu menyebar ke berbagai kota. Semula hidangan itu dijajakan berkeliling keluar masuk kampung dengan cara dipanggul. Lampu teplok menjadi ciri yang paling khas. Demikian pula suara pedagang memanggil pembelinya.</p>
<p>Bentuk asli warung HIK, model keranjang pikulan, masih dapat dijumpai di seputaran RRI Solo atau di Nggilingan, Solo. Menurut Arifin, tradisi warung HIK merupakan tradisi demokrasi masyarakat bawah.</p>
<p>Karakter masyarakat Solo yang terbiasa kritis dan berpikir bebas membutuhkan tempat penyaluran. Warung HIK menjadi tempat orang berbicara segala isu, seperti politik nasional atau lokal, persoalan kampung, atau sosial kemasyarakatan lainnya.</p>
<p>Keberadaan warung itu, kata Arifin, efektif mewadahi cara berpikir masyarakat yang antistruktur. Antistruktur karena masyarakat Surakarta cenderung melihat segala persoalan dalam terang kebebasan dan keterbukaan. Masyarakat cenderung tak bersedia menuruti kata-kata pemerintah begitu saja, tanpa mengkritisinya.</p>
<p>Oleh karena itu, posisi pemerintah tak dipandang lebih tinggi oleh warga Solo. Masyarakat merasa memiliki kekuatan yang seimbang dengan pemerintah sehingga jika pemerintah membuat kebijakan yang tidak pas akan menuai protes.</p>
<p>Winarso, yang juga aktivis Lembaga Pengabdian Hukum (LBH) Yaphi, membenarkan pandangan Arifin. Setidaknya, hal itu dialaminya sendiri ketika melakukan rapat dengan sejawatnya dari sesama LSM. ”Kami bisa merencanakan aksi di warung HIK. Kami akan mengevaluasinya di HIK juga,” katanya.</p>
<p>Menurut dia, fungsi warung HIK sebagai sarana berdemokrasi masih relevan. Meski sudah terdapat berbagai peranti teknologi, seperti telepon seluler atau situs jejaring sosial, kebutuhan untuk berkumpul dengan sesama aktivis tetap memerlukan pemenuhan.</p>
<p>Namun, kata Winarso, tradisi kebudayaan itu mendapatkan ancaman yang serius pascakeluarnya Peraturan Daerah (Perda) Kota Surakarta Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pedagang Kaki Lima (PKL). Pasal 15 perda itu mengatur, orang tidak boleh bertransaksi dengan PKL di tempat yang dilarang pemerintah kota. Jika transaksi dilakukan, diancam denda Rp 5 juta.</p>
<p>Selain itu, tambahnya, ada ketentuan yang mewajibkan pedagang untuk berkartu tanda penduduk (KTP) Solo. Padahal, pedagang itu kebanyakan berasal dari luar wilayah Solo.</p>
<p>Winarso mengatakan, pihaknya sedang mengadvokasi pedagang itu. Keberadaan warung yang adalah warisan layak dipertahankan. Sebagai sarana berkumpul dan berdemokrasi, warung HIK masih menjanjikan.</p>
<p><strong>Romantisme</strong></p>
<p>Selain itu, keberadaan warung HIK juga menjadi daya tarik romantis bagi orang yang berasal dari luar kota atau mereka yang pernah tinggal di Solo atau Yogyakarta. Weli asal Sumatera, misalnya, mengaku kadang rindu dengan suasana warung HIK. Ia yang sempat tinggal di Solo selama lima tahun dan di Yogyakarta sekitar 10 tahun mengaku sering ke warung HIK untuk makan dan bertukar ide dengan teman-temannya.</p>
<p>Meskipun kini tak lagi bisa ke warung HIK karena menetap di Sumatera, ia mengaku punya gantinya. Situs jejaring sosial mampu menggantikan keberadaan warung tradisional itu.</p>
<p>”Sekadar untuk romantisme, warung HIK cukup berharga untuk dikenang,” ujar Wili. Warung HIK menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Batu Usia Ribuan Tahun Ini Mirip Gong, Bentuk dan Bunyinya]]></title>
<link>http://komiocy.wordpress.com/2009/11/07/batu-usia-ribuan-tahun-ini-mirip-gong-bentuk-dan-bunyinya/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 05:12:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>komiocy</dc:creator>
<guid>http://komiocy.wordpress.com/2009/11/07/batu-usia-ribuan-tahun-ini-mirip-gong-bentuk-dan-bunyinya/</guid>
<description><![CDATA[sumber : KOMPAS.com , 6 November 2009 | 18:35 WIB PAGARALAM, Batu megalit berbetuk gong ditemukan di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[sumber : KOMPAS.com , 6 November 2009 | 18:35 WIB PAGARALAM, Batu megalit berbetuk gong ditemukan di]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Diketemukan batu berusia ribuan tahun berbentuk gong]]></title>
<link>http://krishnabalagita.wordpress.com/2009/11/07/diketemukan-batu-berusia-ribuan-tahun-berbentuk-gong/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 01:21:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>krishnabalagita</dc:creator>
<guid>http://krishnabalagita.wordpress.com/2009/11/07/diketemukan-batu-berusia-ribuan-tahun-berbentuk-gong/</guid>
<description><![CDATA[Batu megalit berbetuk gong ditemukan di areal perkebunan Dusun Atungbungsu, Kecamatan Dempo Selatan,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://krishnabalagita.wordpress.com/files/2009/11/batu.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3763" title="batu" src="http://krishnabalagita.wordpress.com/files/2009/11/batu.jpg" alt="batu" width="298" height="225" /></a>Batu megalit berbetuk gong ditemukan di areal perkebunan Dusun Atungbungsu, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (6/11).</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Kota Pagaralam Syafrudin mengatakan akan melakukan pembebasan lahan di sekitar lokasi penemuan batu megalit tersebut, setelah itu baru dilakukan pemagaran. <!--more--></p>
<p>Menurut dia, banyak batu megalit yang ditemukan di Pagaralam, bahkan sebagian sudah dilakukan pelestarian dengan memagar keliling.</p>
<p>Pemkot Pagaralam belum memiliki lembaga khusus untuk melakukan pendataan atau menyelusuri berbagai benda bersejarah, seperti megalit dan arca.</p>
<p>&#8220;Namun, di lokasi ditemukannya gong batu ini akan dibangun daerah wisata kebun buah terbesar di Kota Pagaralam dengan lahan sekitar 100 hektar. Nantinya kami akan melibatkan penduduk setempat untuk mencari dan membantu memelihara, jika ditemukan lagi benda bersejarah di daerah lain,&#8221; katanya.</p>
<p>Warga Kecamatan Dempo Selatan Amrullah mengatakan, batu megalit berbentuk gong berukuran lima kali drum minyak isi 100 liter itu ditemukan lima kilometer dari Dusun Atungbungsu, satu kilometer dari lokasi pembangunan lapangan terbang.</p>
<p>Megalit yang bila dipukul akan mengeluarkan suara seperti gong itu berbentuk bundar lonjong dengan tinggi satu meter, lebar dua meter dan panjang lima meter ditemukan di kebun kopi milik warga setempat.</p>
<p>&#8220;Diperkirakan batu megalit itu sudah berumur ribuan tahun, dengan kondisinya masih utuh, namun posisinya sudah bergeser ada indikasi akan dipindahkan ke tempat lain,&#8221; katanya.</p>
<p>Daerah tempat penemuan batu megalit itu dulu merupakan belukar, tetapi oleh pemiliknya dibersihkan lalu dibuat kebun kopi.</p>
<p>Karena kurang memahami, batu tersebut mengandung nilai sejarah tinggi, batu itu dibiarkan telantar. Setelah pihak Pemkot Pagaralam datang, baru diketahui batu itu ternyata megalit.</p>
<p>&#8220;Memang di Pagaralam terdapat cukup banyak megalit peninggalan zaman dulu, namun pemeliharaannya masih belum dilakukan secara baik,&#8221; kata dia lagi.</p>
<p><em>sumber : kompas.com</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tyskland - den største utstillingen noen gang om germanske vandaler]]></title>
<link>http://altermedianorge.wordpress.com/2009/11/06/tyskland-den-st%c3%b8rste-utstillingen-noen-gang-om-germanske-vandaler/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 04:00:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>altermedianorge</dc:creator>
<guid>http://altermedianorge.wordpress.com/2009/11/06/tyskland-den-st%c3%b8rste-utstillingen-noen-gang-om-germanske-vandaler/</guid>
<description><![CDATA[The Local: Being billed as the most comprehensive exhibition about the Vandal civilisation ever, a n]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignright size-full wp-image-6400" title="vandal" src="http://no.altermedia.info/images/vandal.jpg" alt="vandal" width="333" height="250" /><em>The Local</em>: Being billed as the most comprehensive exhibition about the Vandal civilisation ever, a new show about the notorious Germanic tribe opens on Friday at Baden&#8217;s state museum in Karlsruhe.</p>
<p>The word “vandal” these days is associated with acts of senseless violence and destruction. However, this new exhibition explores the history behind the actual Vandals, a Germanic civilisation that stretched across Eastern Europe to North Africa in the 5th century. &#8220;The Vandal Kingdom&#8221; hopes to offer visitors a new perspective on this unfamiliar culture and infamous word.</p>
<p>Curator Astrid Wenzel said the show in Karlsruhe is the first of its kind. “Throughout the world, there has never been such an exhibition about the Vandals,” said Wenzel, who is an archaeologist. The museum employed a ten-strong team to prepare the unique items sent from Tunisia, Algeria, Italy, Spain and the United States.</p>
<p>Les mer <a href="http://www.thelocal.de/society/20091023-22779.html" target="_blank">thelocal.de</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[We've made the news]]></title>
<link>http://inventerare.wordpress.com/2009/11/04/weve-made-the-news/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 16:16:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>Magnus Reuterdahl</dc:creator>
<guid>http://inventerare.wordpress.com/2009/11/04/weve-made-the-news/</guid>
<description><![CDATA[Today we were part of the headlines in Norrtelje Tidning (article in Swedish). It&#8217;s me holding]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Today we were part of the headlines in <a href="http://www.norrteljetidning.se/nyheter/artiklar/id/11910" target="_blank">Norrtelje Tidning</a> (article in Swedish). It&#8217;s me holding the Rover.</p>
<p>Magnus Reuterdahl</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ternyata 700 Juta Manusia di Dunia Ingin Pindah Negara]]></title>
<link>http://imamsamroni.wordpress.com/2009/11/04/ternyata-700-juta-manusia-di-dunia-ingin-pindah-negara/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 08:14:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>imam samroni</dc:creator>
<guid>http://imamsamroni.wordpress.com/2009/11/04/ternyata-700-juta-manusia-di-dunia-ingin-pindah-negara/</guid>
<description><![CDATA[Rabu, 4 November 2009 | 09:57 WIB http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/11/04/09570640/Terny]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Rabu, 4 November 2009 &#124; 09:57 WIB</p>
<p><a href="http://www.kompas.com/data/images/logo.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2616" title="kompas on" src="http://imamsamroni.wordpress.com/files/2009/11/kompas-on.jpg" alt="kompas on" width="160" height="36" /></a></p>
<p><a href="http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/11/04/09570640/Ternyata.700.Juta.Manusia.di.Dunia.Ingin.Pindah.Negara">http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/11/04/09570640/Ternyata.700.Juta.Manusia.di.Dunia.Ingin.Pindah.Negara</a></p>
<p>WASHINGTON, KOMPAS.com — Sekitar 700 juta orang di seluruh dunia ternyata memiliki pola pikir yang sama, yaitu ingin pindah ke negara lain secara tetap, demikian hasil jajak pendapat yang dihimpun Gallup dan dipublikasikan pada Selasa (3/11).</p>
<p>&#8220;Warga di negara sub-Sahara Afrika adalah yang paling mungkin ingin pindah ke luar negeri untuk selama-lamanya,&#8221; demikian hasil jajak pedapat yang dilakukan di 135 negara, antara tahun 2007 dan 2009 oleh Gallup.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Rata-rata, 38 persen dari penduduk dewasa di sub-Sahara Afrika, atau sekitar 165 juta orang, mengatakan, mereka mau bertaruh dan menuju ke negara lain jika mereka memiliki kesempatan.</p>
<p>Tujuan yang paling terkenal adalah AS, tempat hampir seperempat dari 700 juta orang—sekitar 165 juta orang—menyatakan mereka ingin menetap.</p>
<p>Di tempat kedua gabungan adalah Inggris, Kanada, dan Prancis, masing-masing disebut sebagai tujuan yang lebih disukai oleh sebanyak 45 juta orang.</p>
<p>Tiga puluh lima juta orang mengatakan, mereka ingin pergi ke Spanyol, 30 juta ke Arab Saudi, serta 25 juta orang masing-masing ke Australia dan Jerman.</p>
<p>Kemungkinan tersedikit orang ingin berimigrasi adalah orang Asia. Hanya satu dari 10 orang dewasa Asia menegaskan mereka ingin pindah ke negara lain.</p>
<p>Hampir 260.000 orang yang berusia 15 tahun dan lebih tua telah disurvei, baik melalui telepon maupun bertatap muka untuk jajak pendapat itu, yang memiliki margin kesalahan sekitar 5 persen.</p>
<p>BNJ</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sedulur Sikep Memandang Negara dan Penegakan Hukum]]></title>
<link>http://imamsamroni.wordpress.com/2009/11/03/sedulur-sikep-memandang-negara-dan-penegakan-hukum/</link>
<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 07:57:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>imam samroni</dc:creator>
<guid>http://imamsamroni.wordpress.com/2009/11/03/sedulur-sikep-memandang-negara-dan-penegakan-hukum/</guid>
<description><![CDATA[KEINDONESIAAN JAWA TENGAH/DI YOGYAKARTA (1) Selasa, 3 November 2009 | 03:22 WIB Oleh Susana Rita htt]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>KEINDONESIAAN JAWA TENGAH/DI YOGYAKARTA (1)</p>
<p>Selasa, 3 November 2009 &#124; 03:22 WIB<br />
Oleh Susana Rita</p>
<p><a href="http://www.kompas.com/data/css/newcetak/images/logo_kompas_white.png"><img class="alignleft size-full wp-image-2599" title="kompas_white" src="http://imamsamroni.wordpress.com/files/2009/11/kompas_white2.png" alt="kompas_white" width="160" height="30" /></a></p>
<p><a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/03/03221139/sedulur.sikep.memandang.negara.dan.penegakan.hukum">http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/03/03221139/sedulur.sikep.memandang.negara.dan.penegakan.hukum</a></p>
<p>Batas desa sudah tampak. ”Anda memasuki Desa Sukolilo”. Demikian sambutan pertama yang tertera pada dua tembok putih yang mengapit jalan aspal yang sudah tak rata. Setelah berkendaraan selama lebih kurang 40 menit ke arah selatan ibu kota Kabupaten Pati, Jawa Tengah, akhirnya saya dan dua teman sampai juga di tanah para Sedulur Sikep.</p>
<p>Di sini, sekitar 200 kepala keluarga komunitas Sikep atau lebih dikenal dengan masyarakat Samin tinggal. Mereka adalah pengikut Samin Surosentiko alias Raden Kohar (1859-1914), pencetus gerakan sosial melawan Belanda dengan cara menentang segala aturan dan kewajiban yang dibuat pemerintah kolonial kala itu, di antaranya menolak membayar pajak.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Beberapa ciri/identitas perlawanan digunakan sejak zaman Belanda, seperti tidak bersekolah, tidak memakai peci, tetapi memakai ikat kepala (mirip orang Jawa zaman dahulu), tak memakai celana panjang (tetapi memilih celana selutut), tidak berpoligami, tidak berdagang, dan menolak kapitalisme.</p>
<p>Hingga akhir Oktober lalu, atau lebih dari 100 tahun kemudian, ciri-ciri itu masih bertahan. Bocah-bocah Sikep tak mengikuti pendidikan formal meski bukan berarti mereka tak terdidik. Celana selutut dan ikat kepala pun masih terlihat. Prinsip siji kanggo salawase atau satu untuk selamanya masih diucapkan setiap anggota Komunitas Sikep ketika ditanya mengenai perkawinan.</p>
<p>Mereka pun tetap tidak berdagang, konsisten hidup sebagai petani. Maka, tak heran saat beberapa waktu lalu mereka meradang saat sebagian lahannya di lereng Pegunungan Kendeng bakal ditambang dan dijadikan lahan pabrik semen oleh PT Semen Gresik. Mereka hidup berdampingan dan harmonis dengan alam dan sesama. Kejujuran dan kebenaran adalah nilai utama dan ajaran tata laku keseharian yang turun-temurun diwariskan leluhur.</p>
<p>Seorang tokoh muda Sedulur Sikep, Gunretno, mengungkapkan, ada lima prinsip dasar (adeg-adeg) yang ditanamkan sejak kecil, yakni jangan memiliki perasaan drengki srei, panasten, dakwen, kemeren. Selain itu, mereka juga selalu diajarkan untuk tidak bertindak bedog colong, pethil jumput, dan nemu.</p>
<p>Orang Sikep tidak boleh memiliki rasa dengki, iri, selalu curiga.</p>
<p>Orang Sikep tidak boleh mencuri (bedhog colong), mengambil sesuatu yang bukan haknya (methil), dan bahkan menemukan sesuatu yang bukan miliknya (nemu).</p>
<p>Menurut Gunretno, ajaran itu masih dipegang teguh Sedulur Sikep. Ini setidaknya tergambar ketika beberapa waktu lalu seorang Sedulur Sikep menemukan kalung emas di tengah jalan. Kalung itu tidak diambil, tetapi malah ditutupi dengan batu agar tidak dilihat orang yang bukan pemiliknya. Sedulur Sikep itu kemudian mencari tahu pemilik perhiasan, lalu memberitahukan lokasi kalung itu.</p>
<p>Suasana aman sangat kentara di lingkungan mereka. Rumah kosong ditinggal begitu saja dengan pintu terbuka. Tamu tidak akan kehilangan barang meskipun tertinggal. Pemilik rumah akan menyimpannya, kemudian dikembalikan ketika yang bersangkutan datang kembali.</p>
<p>Gunretno juga menegaskan, tak pernah ada pencurian di komunitasnya. Ia pun bahkan belum pernah mendengar ada warga Sikep yang didapati berbuat kriminal, baik dalam lingkungannya maupun ketika mereka keluar dari komunitasnya. Orang disebut telah keluar dari Sedulur Sikep ketika memutuskan untuk sekolah, berdagang, dan melakukan hal-hal yang dilarang leluhur.</p>
<p>”Setahu saya, baru dua kali ada Sedulur Sikep yang berurusan polisi. Yang pertama, dulu ketika Mbah Samin ditangkap Belanda karena menolak membayar pajak dan tahun lalu ketika beberapa warga ditangkap polisi saat aksi menolak pembangunan pabrik semen,” ujar Gunretno.</p>
<p>Tahun lalu polisi menangkap sembilan warga yang diduga terlibat aksi penyanderaan kendaraan roda empat dalam aksi penolakan pabrik semen di Pati. Penangkapan itu membuat penolakan kian mengental sampai akhirnya PT Semen Gresik membatalkan peletakan batu pertama pembangunan pabrik dan merelokasinya ke Tuban, Jawa Timur.</p>
<p>Bagaimana jika ada yang melanggar adeg-adeg itu? Menurut Gunretno, masyarakat Sikep tak akan menjatuhkan sanksi apa pun. Namun, rata-rata pelanggar adeg-adeg akan malu sendiri. ”Orang mungkin hanya menjadi tidak percaya lagi,” ujarnya.</p>
<p>Begitu kentalnya ajaran itu melekat di kaum Sikep. Karjo (23) dan Agus Purwanto (20), misalnya, tak pernah berpikir untuk berbuat di luar apa yang diajarkan orangtuanya. Pilihan profesi tetap petani. Sikap hidup yang diupayakan sejauh mungkin menghindari drengki srei, dakwen panasten, dan methil jumput serta nemu.</p>
<p>Karjo bahkan sangat menyadari pilihan profesinya sebagai petani tidak menjanjikan kekayaan duniawi (sugih bondho). ”Kami ini disuruh sugih eling (selalu ingat/waspada),” ujar Karjo lagi.</p>
<p>Bagi Karjo, belajar dari kenyataan dan kehidupan adalah sekolah yang sebenarnya. Belajar nrimo, berupaya mencapai keinginan yang terukur, dijalaninya beberapa tahun belakangan. Ia menceritakan upayanya saat ingin memiliki telepon genggam dan sepeda motor. Saat itu ia menebar 200 pancing di sungai selama 16 hari untuk membeli telepon genggam.</p>
<p>”Saya juga pernah merantau ke Kalimantan selama 2,5 bulan. Terkumpul uang Rp 5,5 juta. Saat sudah mendapat hasil yang cukup untuk membeli sepeda motor, saya pulang,” kata Karjo, yang pernah bekerja sebagai pencari emas. Ia menambahkan, ”Sekarang saya lagi kosong, tak punya keinginan apa-apa.”</p>
<p><strong>Kritis dan paham hukum</strong></p>
<p>Meski setiap hari bergulat dengan lumpur dan tanah, tidak berarti membuat Sedulur Sikep tak mengikuti perkembangan politik dan hukum di negeri ini. Sedulur Sikep tak ketinggalan isu, bahkan ketika bicara penegakan hukum, perilaku pejabat, dan pemilu.</p>
<p>Bincang-bincang kritis rasanya sangat biasa dijumpai di Sukolilo. Warga sadar akan persoalan demokrasi, negara, dan kesejahteraan. Tak cuma di rumah Gunretno, ungkapan kritis juga bergaung di Omah Kendeng. Rumah berbentuk limas yang didirikan sebagai pusat kegiatan bagi warga lereng Pegunungan Kendeng di Dukuh Ledok, Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Pati. Rumah pusat perlawanan masyarakat Sikep dan warga sekitarnya.</p>
<p>Seperti terjadi pada Sabtu (24/10), lima pemuda Sikep tengah duduk melingkar di atas anyaman bambu yang digelar di lantai batu Omah Kendeng. Mereka duduk persis di bawah rangka utama rumah, di bawah tiang kayu jati yang berdiri menyangga bangunan seluas lebih dari 100 meter itu. Tidak lupa, sebotol kendi hitam (tempat air minum) menemani obrolan itu.</p>
<p>Silih berganti warga yang datang dan pergi. Kian malam obrolan kian seru, terutama ketika Slamet, warga setempat bukan Sikep, turut bergabung di Omah Kendeng. Slamet mempertanyakan gagasan kesejahteraan versi pejabat negara. Ia mengkritik pejabat pemerintah yang seolah tahu bagaimana menyejahterakan rakyat.</p>
<p>”Rerasan” semakin gayeng (meriah) ketika bicara kemerdekaan. Slamet dan yang lain merasa belum merdeka, terutama ketika mereka merasa hanya menjadi buruh di negeri sendiri dan terusik di tanah sendiri. Rencana pembangunan pabrik semen di lahan mereka dirasa mengusik hak atas kepemilikan tanah mereka.</p>
<p>Icuk, salah satu anak tokoh Sikep Mbah Tarno (almarhum), mengkritik pejabat yang memaknai merdeka sebagai merdhil koyone. Artinya, seorang ketika menjadi pejabat bukannya memikirkan warganya, tetapi mencari keuntungan untuk menutup modal yang sudah dikeluarkan.</p>
<p>Banyak nilai leluhur yang dilupakan, terutama oleh orang-orang politik yang dinilainya tega ”memolitiki” bangsa sendiri. ”Kamardikan kuwi kudu iso naati perikemanusiaan. La, wong karo bangsane dhewe dho tegel-tegelan kok dikon nindakake perikemanusiaan (Merdeka itu seharusnya bisa menaati perikemanusiaan. Akan tetapi, bagaimana, dengan bangsa sendiri saja tega kok disuruh berperikemanusiaan),” kata Icuk.</p>
<p>Dalam hal penegakan hukum, Icuk bahkan memuji pemerintah kolonial Belanda. ”Zaman Belanda kuwi ono wong mek godhong jati wae ditahan. Nek saiki, pencurian, ojo kok godhonge, dangkelane wae entek,” kata dia.</p>
<p>Artinya, pada zaman Belanda orang yang mencuri daun jati saja ditahan. Beda dengan sekarang, apalagi cuma daunnya, bahkan pencurian hingga ke akar-akar jati (dangkelane) pun tidak ditahan. Bagi Icuk, dalam hal penegakan hukum, Belanda jauh lebih tegas.</p>
<p>Saat ini, tambahnya, pembuat undang-undang (UU) justru menjadi pelanggar UU. Pembuat UU justru mengajari orang yang tak mengerti UU untuk melanggarnya.</p>
<p>Apa yang dapat dipelajari dari Sedulur Sikep? Mengapa masyarakat Sikep relatif patuh pada ajaran leluhur meski tak pernah menjadi hukum tertulis. Ojo bedhog colong, methil, bahkan nemu. Ojo drengki srei, panasten, dakwen, dan kemeren.</p>
<p>Membayangkan masyarakat mengadopsi nilai-nilai Samin barangkali merupakan hal yang mustahil. Yang menarik dan dapat diambil hikmahnya adalah ketika setiap individu memahami hukum tak tertulis itu dan berupaya menerapkannya.</p>
<p>Asep Rahmat Fajar, peneliti Indonesia Legal Roundtable yang sedang menempuh studi di International Institute for Sociology Law di Spanyol, menjelaskan, gap antara aturan tertulis dan pelaksanaannya seperti yang ada saat ini lebih disebabkan oleh adanya kegagalan dalam pembangunan subyek hukum (manusia). Padahal, penerapan hukum membutuhkan budaya hukum yang terpatri di dalam masyarakat.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[20 TAHUN TEMBOK BERLIN: Anekdot Era Komunis Tetap Hidup]]></title>
<link>http://imamsamroni.wordpress.com/2009/11/03/20-tahun-tembok-berlin-anekdot-era-komunis-tetap-hidup/</link>
<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 06:53:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>imam samroni</dc:creator>
<guid>http://imamsamroni.wordpress.com/2009/11/03/20-tahun-tembok-berlin-anekdot-era-komunis-tetap-hidup/</guid>
<description><![CDATA[Selasa, 3 November 2009 | 04:01 WIB http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/03/04010641/anekdot..er]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Selasa, 3 November 2009 &#124; 04:01 WIB</p>
<p><a href="http://www.kompas.com/data/css/newcetak/images/logo_kompas_white.png"><img class="alignleft size-full wp-image-2592" title="kompas_white" src="http://imamsamroni.wordpress.com/files/2009/11/kompas_white.png" alt="kompas_white" width="160" height="30" /></a></p>
<p><a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/03/04010641/anekdot..era.komunis..tetap.hidup">http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/03/04010641/anekdot..era.komunis..tetap.hidup</a></p>
<p>Moskwa, Senin &#8211; Runtuhnya komunisme seiring dengan dirobohkannya Tembok Berlin, 9 November 1989, tidak secara otomatis menghapuskan semua hal yang terkait dengan komunisme.</p>
<p>Humor-humor yang hidup semasa komunisme masih berjaya di Jerman Timur dan Uni Soviet ketika itu terus bertahan hingga saat ini. Bahkan, kerinduan akan humor-humor yang dulu dianggap subversif itu kini malahan mencuat kembali. Humor-humor itulah yang dulu menjadi pemersatu sekaligus penyemangat warga untuk tetap memperjuangkan runtuhnya komunisme di negeri mereka.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Humor-humor eks era komunisme itu kini menjadi pemersatu warga mulai dari Berlin hingga Moskwa. Mereka pun kini bisa menikmatinya sambil tertawa bebas.</p>
<p>Misalnya, ”Mengapa Uni Soviet memutuskan tidak mengirim manusia ke Bulan? Mereka takut orang-orang itu akan meminta suaka politik”.</p>
<p>Anekdot lain yang tak kalah lucu berhubungan dengan pemimpin terakhir Jerman Timur, Erich Honecker, yang memerintahkan seorang menterinya untuk merobohkan Tembok Berlin. Menteri yang digambarkan bodoh itu bertanya, mengapa? ”Saya tidak ingin sendirian,” jawab Honecker.</p>
<p>Humor-humor politik yang di Rusia disebut anekdoti itu tidak hanya berhubungan dengan para pemimpin politik saat itu, tetapi juga partai komunis yang sangat ditabukan pada masanya.</p>
<p>Salah satu anekdot, misalnya teka-teki ini. ”Apa yang memiliki 70 gigi dan empat kaki? Seekor buaya. Apa yang memiliki empat gigi dan 70 kaki? Komite Sentral Partai Komunis.”</p>
<p>Di Jerman Timur atau dulu disebut Republik Demokratik Jerman, anekdot-anekdot seperti itu disebut ”Witze”, yang kemudian lebih populer lagi dengan sebutan ”3-7 Witze”. Sebutan itu diambil dari hukuman penjara tiga tahun untuk mereka yang tertangkap mendengarkan humor subversif itu dan hukuman tujuh tahun untuk mereka yang menyebarkan humor tersebut.</p>
<p><strong>Tidak hilang</strong></p>
<p>Meski demikian, humor-humor sinis seperti itu tidak pernah hilang dari masyarakat. Bahkan, hukuman atas penyebarluasan anekdot politik ini juga dijadikan anekdot oleh sejumlah orang.</p>
<p>”Tahun ini mereka menyelenggarakan lagi Festival Humor-humor Politik. Hadiah pertama, 10 tahun liburan musim dingin di Siberia”.</p>
<p>Anekdot itu menyasar hukuman penjara di Siberia yang dikenal karena suhu dinginnya yang menyengat.</p>
<p>Dogma komunisme pun tidak luput jadi bahan banyolan. ”Kapitalisme adalah eksploitasi manusia oleh manusia. Komunisme adalah persis sebaliknya”.</p>
<p>Anekdot-anekdot lain juga merekam iklim ketakutan yang dialami rakyat di negara-negara blok komunis.</p>
<p>Salah satunya digambarkan dalam anekdot mengenai percakapan antara tiga teman di sebuah kamp pekerja Soviet.</p>
<p>”Saya terlambat bekerja lima menit dan didakwa dengan sabotase,” kata orang pertama.</p>
<p>”Saya lima menit lebih awal dan dihukum dengan dakwaan spionase,” kata orang kedua.</p>
<p>”Saya datang tepat waktu dan saya dituduh menyelundupkan jam tangan buatan Barat,” kata orang ketiga.</p>
<p>Bahkan, perang Soviet di Afganistan pada 1980-an pun tak luput jadi bahan ketawaan ketika orang-orang mempertanyakan, apa yang diperoleh Moskwa dari mengirimkan pasukan ke sana.</p>
<p>”Pasti ada sebuah strategi untuk menyebarluaskan surga komunis ke dunia. Uni Soviet memprosesnya secara abjad”.</p>
<p>Anekdot sinis berbau politik, nyatalah tak kenal takut dan hidup pada berbagai peristiwa.</p>
<p>Pada peringatan 65 tahun Revolusi Bolshevik (1917), yang diperingati meriah di Uni Soviet, banyak pembangkang membuat humor bahwa Uni Soviet akhirnya mencapai usia pensiun.</p>
<p>”Mana yang lebih baik, sebuah neraka komunis atau sebuah neraka kapitalis? Tentu saja jawabannya neraka komunis! Selalu terjadi kelangkaan korek api dan bahan bakar, pemanas selalu rusak, dan para iblis serta makhluk-makhluknya selalu sibuk dengan pertemuan-pertemuan partai,” demikian sebuah anekdot pada masa itu. (AFP/OKI)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Final week at Mellingeholm]]></title>
<link>http://inventerare.wordpress.com/2009/11/02/final-week-at-mellingeholm/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 05:00:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Magnus Reuterdahl</dc:creator>
<guid>http://inventerare.wordpress.com/2009/11/02/final-week-at-mellingeholm/</guid>
<description><![CDATA[This week will be a GIS kind of week for me, a lot o f measuring with the rover and the total statio]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>This week will be a GIS kind of week for me, a lot o f measuring with the rover and the total station and processing the data and in between helping out in the search pits. As winter’s approaching the days are getting shorter, the weather in itself posses small or no problem but the light does, as the time with sufficient working light becomes shorter. It also means that we start early, I getting up at 05.30 which is not my preferred time to get up; I just seem to want to curl up under bed sheets and sleep for just a little longer.</p>
<p>Well off we go</p>
<p>Magnus Reuterdahl</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Halloween-pumpa]]></title>
<link>http://arkland.wordpress.com/2009/10/31/halloween-pumpa/</link>
<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 11:46:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>arkland</dc:creator>
<guid>http://arkland.wordpress.com/2009/10/31/halloween-pumpa/</guid>
<description><![CDATA[Här på Gotland finns en lokal Halloween-tradition. Ett par dagar innan Allahelgonadagen tar någon i ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://arkland.wordpress.com/files/2009/10/halloween2009_dsc_37271.jpg" alt="" /></p>
<p>Här på Gotland finns en lokal Halloween-tradition. Ett par dagar innan Allahelgonadagen tar någon i hushållet fram en kniv och en pumpa. Sen skär man till som på bilden och ställer ut den på sin farstutrapp eller på annan väl synlig plats, till båtnad för hushållsmedlemmarna, grannar och förbipasserande. Traditionen lär vara uråldrig. Det finns indikationer på att redan bronsålderns rösebyggare hängav sig åt Halloween-firande. På den tiden använde man dock kokosnötter istället för pumpor. Pumpor uppfanns nämligen först under den förromerska järnålderns senare del.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mukjizat Nabi Musa]]></title>
<link>http://oghex.wordpress.com/2009/10/31/mukjizat-nabi-musa/</link>
<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 19:22:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>oghex</dc:creator>
<guid>http://oghex.wordpress.com/2009/10/31/mukjizat-nabi-musa/</guid>
<description><![CDATA[Mukjizat Nabi Musa Masih ingatkah teman-teman dengan kisah mukjizat Nabi Musa yang membelah laut mer]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Mukjizat Nabi Musa Masih ingatkah teman-teman dengan kisah mukjizat Nabi Musa yang membelah laut mer]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sigurdsristningen]]></title>
<link>http://virvelviking.wordpress.com/2009/10/28/sigurdsristningen/</link>
<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 06:57:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>virvelviking</dc:creator>
<guid>http://virvelviking.wordpress.com/2009/10/28/sigurdsristningen/</guid>
<description><![CDATA[FORNGUIDE: SIGURDSRISTNINGEN Plats: Ramsundsberget, Eskilstuna, Södermanland Det här är vår allra st]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://www.fornguiden.se/bilder/sigurdsristningen_3D.jpg" border="0" width="120" align="right" /></p>
<p><i> <b>FORNGUIDE: SIGURDSRISTNINGEN</p>
<p>Plats: Ramsundsberget, Eskilstuna, Södermanland</p>
<p>Det här är vår allra största runristning. <br />
Den visar bilder från en av de blodigaste vikingatida sagorna: hur Sigurd dödar draken Fafne.<br />
<br /> <br />
I den här kompakta resguiden får du både karta, färdbeskrivning samt en historik och en guide till ristningens viktigaste bilder. </p>
<p></i></b></p>
<p><a href="http://www.fornguiden.se/download/sigurdsristningen.pdf">Klicka här för att ladda ner fornguiden.</a></p>
<p><!--more--></p>
<p><a href="http://www.virvelvind-forlag.se"><img src="http://www.e-boksbiblioteket.se/bilder/banner_virvel_1.jpg" border="0" width="468" align="center"><br /></a></p>
<p>Den stora Sigurdsristningen, eller Ramsundsristningen, är hela fem meter bred och två meter hög vilket gör den till den största runristningen.<br />
<br />
Här kan du följa hur hjälten Sigurd får sitt tillnamn Fafnesbane när han dödar draken Fafne.  </p>
<p><img src="http://www.fornguiden.se/bilder/sigurdsristningen_3D.jpg" border="0" width="200" alt="" align="left" /><br />
<br />
<b><i>Fakta</b></i><br />
<b>Fornminne:</b> SIGURDSRISTNINGEN <br />
<b>Vad är det:</b> Runsten.<br />
<b>Ligger:</b> Eskilstuna, Sverige.<br />
<b>Uppdaterad:</b> 21 juli 2009.<br />
<b>Skribent:</b> Mikael Jägerbrand.<br />
<b>Omfång:</b> 2 sidor.<br />
<b>Storlek:</b> A4 (210 mm x 297 mm).<br />
<b>Upplösning:</b> 300 dpi.<br />
<b>Filstorlek:</b> 4 Mb.<br />
<b>Filformat:</b> PDF</p>
<p><a href="http://www.fornguiden.se/download/sigurdsristningen.pdf">Klicka här för att ladda ner e-boken.</a></p>
<p>
Alla våra fornguider är skrivna av professionella arkeologer. Guiderna är lättlästa och innehåller alla viktiga fakta om fornminnet. Du får också en aktuell färdbeskrivning och kartor.<br />
Fornguiden är publicerad i pdf-format som fungerar på både PC och MAC (och de flesta andra system). Du kan komma att behöva gratisprogrammet Acrobat Reader för att kunna läsa filen.<br />
<br />
<b>OBSERVERA</b> att alla våra fornguider är högupplösta (300 dpi) &#8211; det är alltså en STOR FIL du kommer att behöva ladda ner. <b>FILEN ÄR PÅ *** 7 MB ***</b></p>
<p><a href="http://www.virvelvind-forlag.se/product_info.php?cPath=21&#38;products_id=28"><img src="http://www.e-boksbiblioteket.se/bilder/banner_virvel_2.jpg" border="0" width="468"></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
