<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>artikel-keluarga &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/artikel-keluarga/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "artikel-keluarga"</description>
	<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 20:14:45 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta]]></title>
<link>http://ummuazhar.wordpress.com/2009/12/20/ungkapan-sederhana-untuk-istri-tercinta/</link>
<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 13:08:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>ummuazhar</dc:creator>
<guid>http://ummuazhar.wordpress.com/2009/12/20/ungkapan-sederhana-untuk-istri-tercinta/</guid>
<description><![CDATA[oleh : Ustd. M.Fauzil Adhim di copy dari notes seorang teman. Bila malam sudah beranjak mendapati su]]></description>
<content:encoded><![CDATA[oleh : Ustd. M.Fauzil Adhim di copy dari notes seorang teman. Bila malam sudah beranjak mendapati su]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kiat-Kiat Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga]]></title>
<link>http://ummuazhar.wordpress.com/2009/12/07/kiat-kiat-menjaga-keharmonisan-rumah-tangga/</link>
<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 13:03:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>ummuazhar</dc:creator>
<guid>http://ummuazhar.wordpress.com/2009/12/07/kiat-kiat-menjaga-keharmonisan-rumah-tangga/</guid>
<description><![CDATA[Siapa pun yang telah melangsungkan pernikahan, tentunya menginginkan terbentuknya rumah tangga yang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Siapa pun yang telah melangsungkan pernikahan, tentunya menginginkan terbentuknya rumah tangga yang ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perilaku Berbohong Anak]]></title>
<link>http://vinadanvani.wordpress.com/2009/11/16/perilaku-berbohong-anak/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 12:43:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>vinadanvani</dc:creator>
<guid>http://vinadanvani.wordpress.com/2009/11/16/perilaku-berbohong-anak/</guid>
<description><![CDATA[Tujuh tahun yang menentukan perkembangan perilaku berbohong pada anak usia 0-7 tahun: Usia 2-3 tahun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Tujuh tahun yang menentukan perkembangan perilaku berbohong pada anak usia 0-7 tahun:<img src="http://vinadanvani.wordpress.com/files/2009/11/bohong.jpg" alt="bohong" title="bohong" width="115" height="115" class="alignleft size-full wp-image-387" /><br />
<strong>Usia 2-3 tahun: berbohong tanpa sadar</strong><br />
Anak berbohong tanpa tahu bahwa perilakunya salah, bahkan tidak sadar bahwa orang tahu ia berbohong. Sama sekali tidak perlu dikhawatirkan, tetapi jika merasa terancam anak bisa berbohong &#8220;sungguhan&#8217; untuk pertama kalinya.<br />
<strong>Usia 4-5 tahun: bohong khayalan</strong><br />
Anak berbohong karena suka berkhayal.Tidak perlu khawatir. Jika merasa terancam, anak mulai bereksperimen dengan kebohongannya,( semakin imajinatif) untuk menghindari konsekuensi yang tidak enak.<br />
<strong>Usia 6-7 tahun : Bohong Bertujuan</strong><br />
Anak berbohong untuk macam-macam tujuan, menghindari hukuman, meningkatkan power dan sense of control di mata teman-teman (termasuk membual dan bebuat curang untuk menang) mengatasi frustasi atau mencari perhatian, juga untuk menyakiti perasaan orang atau melindungi orang ( kebohongan proposial) Kebohongan semacam ini yang perlu dikurangi sedikit demi sedikit agar tidak menjadi kebiasaan.(kutipan PG)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Artikel Keluarga - Tuhan adalah Kasih - Deus Caritas Est]]></title>
<link>http://todaycat.wordpress.com/2009/11/11/artikel-keluarga-tuhan-adalah-kasih-deus-caritas-est/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 02:13:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>Today's Catholic</dc:creator>
<guid>http://todaycat.wordpress.com/2009/11/11/artikel-keluarga-tuhan-adalah-kasih-deus-caritas-est/</guid>
<description><![CDATA[Visi kasih Kristian ini termasuk keghairahan sebagai usaha yang berterusan untuk membebaskan diri da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Visi kasih Kristian ini termasuk keghairahan sebagai usaha yang berterusan untuk membebaskan diri da]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Baiti Jannati]]></title>
<link>http://abiqoulan.wordpress.com/2009/11/10/baiti-jannati/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 06:35:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>abuqoulan</dc:creator>
<guid>http://abiqoulan.wordpress.com/2009/11/10/baiti-jannati/</guid>
<description><![CDATA[Rumahku surgaku.&#8221; Indah nian harapan yang disiratkannya. Harapan, karena banyak juga ungkapan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Rumahku surgaku.&#8221; Indah nian harapan yang disiratkannya. Harapan, karena banyak juga ungkapan lain yang bernada pesimis, bahkan putus asa. Dimana salahnya bila ada orang bersungut menggerutui nasib: &#8220;Gagasan tumbuh di jalan, berkembang di kantor dan mati di rumah,&#8221; desahnya.</p>
<p>Sebagai ungkapan sambil lalu, tentu saja banyak hal mengundangnya. Kalimat ringkih itu boleh jadi lahir dari kegagalan menata rumah tangga dan karir. Mungkin dari pengalaman pahit dan realita yang dialami oleh mereka yang sangat alim dan sukses dalam suatu bidang, tetapi mendapat cobaan internal, keluarga yang ‘telmi‘ atau ‘tilulit‘. Untuk hal terakhir ini ada ungkapan, &#8220;Orang yang paling zuhud terhadap ulama adalah keluarga dan tetangganya.&#8221;</p>
<p>Tetapi bagi sebahagian yang lain justeru &#8220;rumah adalah mata air gagasan yang tak pernah kering&#8221;. Hanya sedikit keluarga yang dapat memposisikan seorang anggota keluarga mereka sebagai imam, ulama, profesional, tokoh atau pemimpin masyarakat di suatu saat dan kapan mereka memperlakukannya sebagai ayah, ibu, anak atau saudara.</p>
<p>Itulah sebabnya kita mendengar ungkapan para isteri Kanjeng Nabi SAW memanggilnya dengan sebutan Rasulullah. Sesekali saja ungkapan terkait dengan peran kekeluargaan. &#8220;Sungguh aku hafal benar kebiasaanmu hai Aisyah. Bila engkau sedang gembira, engkau sebut, ‘Demi Tuhan Muhammad ; dan bila engkau sedang marah engkau sebut, &#8220;Demi Tuhan Ibrahim,&#8221;’ begitu kata Rasulullah.</p>
<p>Mereka yang kurang beruntung, boleh melantunkan senandung duka bersama Abu’l ala’ Alma-’arri, penyair skeptis satiris itu:</p>
<p>Orang-orang mulia</p>
<p>perantau di negeri mereka</p>
<p>diasingkan dan dijauhi kerabat keluarga</p>
<p>Ainal Khalal? Dimana Celah Salahnya?</p>
<p>Dimana celah salahnya? Ketika seseorang tak lagi merasakan nyaman melakoni perannya, di situ soal bermula. Alangkah malang perempuan yang kaumnya telah melimpahkan kontribusi besar bagi peradaban, dengan melahirkan dan membesarkan ikon-ikon maksiat di berbagai bidang kehidupan, lalu menggerutu tak pernah kebagian peran. Hari-hari ini (sebagian) mereka menggerutu dizalimi oleh sistem langit, tanpa mampu membuktikan, betulkah kezaliman lahir dari tradisi ataukah dari sistem pesan-pesan yang diturunkanNya, atau mungkin saja lahir dari kecenderungan negatif yang diperturutkan?</p>
<p>Mereka gagal menyeret Aminah ibunda Rasulullah, Fathimah ibunda Hasan dan Husain, ibu-ibu Imam Malik, Imam Syafiie, Sayyid Quthb, Al-Banna dan ibu Socrates untuk bersama-sama memberi kesaksian bahwa agama menjadi biang keladi kezaliman. Akhirnya mereka menuduh tafsir-tafsir itu telah bias. Ini tuduhan khas dari kalangan yang belum berani menuduh Al-Qur’an sebagai produk budaya. Yang paling berani akan langsung menuduh Al-Qur’an dan Assunnah, tanpa keberanian mendeklarasikan diri keluar dari Islam. Kesempatan telah diberikan dan perempuan-perempuan pengukir sejarah telah mengambil peran mereka dengan baik, tanpa mendengki atau didengki laki-laki.</p>
<p>Khaulah memang kecewa oleh kelakuan suaminya. Hindun juga sempit hati karena belanja yang diberikan suaminya kurang selalu, padahal kekayaannya melimpah. Tetapi mereka tidak mempolarisasikan kekecewaan menjadi kutub perseteruan terhadap laki-laki, bahkan sampai tingkat rekayasa besar untuk menjadikan laki-laki (harus) bisa hamil.</p>
<p>Sejarah tak mungkin lupa, bagaimana mula pertama kanjeng Nabi Muhammad SAW menyampaikan pesan-pesan Islam, pendukung pertama datang dari kalangan perempuan dan budak-budak. Selain Khadijah, Fathimah, Aisyah dan Asma, yang menemukan pembenaran samawi atas keagungan peri lakunya yang fitri, para budak, kaum miskin dan kelompok tak berbangsa, menemukan nilai-nilai kemerdekaan dan kehormatan disana. Al-Qur’an telah mengabadikan perlakuan terbaik Islam kepada perempuan ketika complainnya didengar dan hukum berpihak kepadanya. Hanya lelaki dungu yang mau melecehkan mereka dan hanya perempuan (dan laki-laki) pandir yang percaya bahwa risalah langit ini berpihak kepada laki-laki saja.</p>
<p>Dengarlah suara Khaulah, &#8220;Ya Rasul Allah, ia telah makan hartaku, habiskan kemudaanku dan kutaburkan untuknya (anak-anak) dari perutku, tetapi ketika menua usiaku dan berpencaran anak-anakku, tiba-tiba ia menziharku.&#8221; Dan turunlah ayat membelanya pada surat Al-Mujadilah. (Qs.58)</p>
<p>Betapa keras komentar Rasul tentang perilaku kekerasan dalam keluarga, &#8220;Lelaki macam apa yang tak tahu malu, memukul isterinya di pagi hari lalu menggaulinya di petang hari.&#8221;</p>
<p>Kembali ke Jatidiri</p>
<p>Sesudah jaminan yang tak menyisakan dusta ini apa lagi yang diragukan? &#8220;Sebaik-baik zaman, ialah zamanku, kemudian yang sesudahnya, kemudian yang sesudahnya.&#8221; (HR. Bukhari, Muslim). Ya, zaman baik bagi pemikiran yang waras, bagi pertumbuhan generasi, bagi kehidupan berumah tangga dan bermasyarakat.</p>
<p>Anak-anak berbakti kepada ibu-bapaknya. Yang tua menyayangi yang muda dan yang muda menghormati yang tua. Ini hal yang tak menyenangkan bagi penganut wacana konflik dalam novel, nuansa darah dalam politik, nuansa hedonik dalam selera, atau nuasa erotik dalam seni.</p>
<p>Ketika pasangan-pasangan di usia produktif, hal utama yang mengemuka adalah tuntutan yang besar pada masing-masing pribadi terhadap pasangannya, ajaran kearifan yang dibimbing Rasulullah bagi ummatnya, adalah bagaimana selalu pada posisi memberi.</p>
<p>Tantangan Masa Depan</p>
<p>Ada kecenderungan di akhir zaman, di antara agen-agen pemikiran seberang. Selalu membandingkan kegagalan aplikasi sistem Islam sebagai kelemahan sistem dan mengabaikan kelemahan faktor manusia pelaksana. Inilah sikap fenomenologis yang kerap tak malu-malu menjadikan nilai-nilai abadi sebagai tertuduh. Kedepan ada pertanyaan besar yang menantang untuk dijawab. Mampukah tradisi, karakter dan moralitas umat yang dibangun di atas manhaj yang kokoh ini menjawab tantangan masa depan? Ketika bangsa ini meratifikasi komitmen HAM dengan catatan ia harus berlandaskan nilai-nilai ketuhanan dan keagamaan, mereka tetap saja menjadikannya sebagai harga mati, untuk apapun tujuannya.</p>
<p>Sebuah iklan layanan mengajukan sejumlah pernyataan atau perlawanan. &#8220;Siapa ingin diperkosa, silakan berpakaian seperti ini.&#8221; Para penari erotis dapat terus bekerja dengan penuh gairah dengan naungan payung HAM. Ketika orang di seberang sana merindukan kedamaian keluarga Islami, disini orang sedang gandrung-gandrungnya meniru segala yang berbau sana. Kelambanan berfikir telah mendorong mereka untuk sekadar mengagumi kulit-kulit keindahan. Target-target pencapaian prestasi selalu berbau uang.</p>
<p>Maryarakat modem perlu becermin pada sikap Asiah binti Muzahim, isteri Fir’aun. Ia telah menjadikan seluruh tuntutannya bersifat ukhrawi, di tengah segala kemilau dunia yang melingkupinya. Ia menyindir pemuja dunia yang yakin mampu membangun rumah tangga bahagia hanya melalui benda. &#8220;Dan Allah telah memberikan perumpamaan bagi orang-orang yang beriman (pada) peempuan Fira’un, ketika ia berkata, ‘ya Allah, bangunkanlah untukku sebuah rumah di surga. Selamatkan daku dari Fir’aun dan amalnya dan selamatkan daku dari kaum yang zalim.&#8221;’ (QS. At-Tahrim: 11).</p>
<p>Namun selalu saja fatamorgana kehidupan datang menipu. Kelezatan yang menyimpan ancaman, banyak tak disadari. Seperti kata Rasul, &#8220;Perumpaan aku dan kamu, seperti seseorang yang menyalakan api. Mulailah serangga dan kupu-kupu berjatuhan kesana, sedang orang itu menghalau mereka dari api sementara aku memegangi pinggang-pinggang kamu, tetapi kamu berlepasan dari tanganku”. Wallahu’alam</p>
<p>Sumber:<br />
<a rel="nofollow" href="http://beranda.blogsome.com/2008/07/20/baiti-jannati/" target="_blank">http://beranda.blogsome.com/2008/07/20/baiti-jannati/</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Artikel Keluarga - Tuhan adalah Kasih - Deus Caritas Est II]]></title>
<link>http://todaycat.wordpress.com/2009/11/09/artikel-keluarga-tuhan-adalah-kasih-deus-caritas-est-ii/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 14:11:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Today's Catholic</dc:creator>
<guid>http://todaycat.wordpress.com/2009/11/09/artikel-keluarga-tuhan-adalah-kasih-deus-caritas-est-ii/</guid>
<description><![CDATA[Ensiklikal Pertama Pope Benedict XVI “Tuhan adalah kasih, dan dia yang tinggal di dalam kasih tingga]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ensiklikal Pertama Pope Benedict XVI “Tuhan adalah kasih, dan dia yang tinggal di dalam kasih tingga]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Istri Umar bin Khatab yang Cerewet?]]></title>
<link>http://ummuazhar.wordpress.com/2009/10/21/istri-umar-bin-khatab-yang-cerewet/</link>
<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 08:07:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>ummuazhar</dc:creator>
<guid>http://ummuazhar.wordpress.com/2009/10/21/istri-umar-bin-khatab-yang-cerewet/</guid>
<description><![CDATA[Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ajari Kreatif, Sebelum Dijejali Macam-macam...]]></title>
<link>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/03/ajari-kreatif-sebelum-dijejali-macam-macam/</link>
<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 03:38:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<guid>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/03/ajari-kreatif-sebelum-dijejali-macam-macam/</guid>
<description><![CDATA[JAUH sebelum anak dijejali dengan target-target tertentu seperti nilai yang bagus, mengerjakan PR, i]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><img class="alignright size-full wp-image-294" title="1225036p" src="http://personaltutorial.wordpress.com/files/2009/10/1225036p.jpg" alt="1225036p" width="298" height="225" />JAUH</strong> sebelum anak dijejali dengan target-target tertentu seperti nilai yang bagus, mengerjakan PR, ikut les ini dan itu, Anda harus bersiap diri menjadi orang yang kreatif untuk membuka ruang-ruang kreatifitas mereka.</p>
<p>Belum semua anak saat ini memperoleh tanah yang subur untuk dapat mengembangkan kreatifitasnya. Tak hanya di sekolah formal, melainkan juga di dalam lingkungan keluarga, anak kian tenggelam dibenamkan oleh ambisi para pendidik, dan bahkan orang tuanya sendiri. <!--more-->Keduanya bukan hanya tidak mengembangkan, namun kadang justeru cenderung mematikan potensi kreatifitas anak-anak.</p>
<p>Untuk itulah, dalam makalahnya &#8216;Mendorong Anak Berpikir Kreatif&#8217;, pemerhari anak dan juga Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi merasakan, para orang tua perlu memiliki keseriusan yang tinggi untuk memberikan tanah yang subur bagi tumbuh dan berkembangnya kreatifitas anak-anak mereka. Menurutnya, secara sederhana kreatifitas dapat diartikan dalam beberapa definisi berikut, yaitu:</p>
<p>- Kemampuan mencipta sesuatu yang baru</p>
<p>- Kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data, informasi atau unsur-unsur lain yang ada</p>
<p>- Kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan atau fleksibilitas, orisinalitas dalam berpikir dan mengelaborasi suatu gagasan</p>
<p><strong>Kreatif Mengembangkan Kreatifitas</strong></p>
<p>Lalu, bagaimana kita dapat mengembangkan kreatifitas mereka? Seto punya beberapa kiat sederhananya di sini, antara lain:</p>
<p>- Cintai mereka setulus hati</p>
<p>Dengan mencintai mereka setulus hati, kita tentu mau menerima mereka apa adanya. Kita pun akan menghargai keunikan mereka tanpa harus memaksanya menjadi orang-orang yang kita inginkan.</p>
<p>Kalau mereka pandai menggambar, berikan acungan jempol sebagai tanda bangga. Kalau memang kurang pandai bernyanyi, jangan paksa ia menyanyi dengan bagus agar bisa masuk TV.</p>
<p>- Beri kesempatan mengekspresikan ide-idenya yang cemerlang</p>
<p>Membuat roda mobil bersegi empat atau menggambar air laut berwarna jingga, semuanya bisa terjadi. Maka, apapun karya yang dihasilkan dari idenya, biarkan anak Anda merasa bebas dan aman mengekspresikan ide-idenya yang unik dan orisinil itu.</p>
<p>Secara psikologis, memberikan tempat untuk mengekspresikan ide-idenya itu akan merangsang potensi kreatif anak untuk berkembang secara optimal. Jangan terlalu banyak dilarang atau disalahkan. Mereka hanya butuh batas-batas yang jelas dan tegas dari Anda, namun hal itu harus tetap fleksibel dan tidak kaku.</p>
<p>- Ajak mereka memperkaya wawasan di bidang yang diminatinya itu.</p>
<p>Menonton konser musik, menonton pergelaran tari, melihat pameran lukisan, pertandingan olahraga, dan sebagainya, yang selama ini menarik minatnya. Dengan begitu, si anak akan punya banyak pengalaman, sehingga gudang gagasan di dalam otaknya pun akan lebih penuh untuk mengembangkan kreatifitasnya sendiri.</p>
<p>(<em>Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/09/08/12275260/ajari.kreatif.sebelum.dijejali.macam-macam&#8230;</em>)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sentuhan Berbeda Pengasuhan Ayah dan Ibu]]></title>
<link>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/03/sentuhan-berbeda-pengasuhan-ayah-dan-ibu/</link>
<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 02:50:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<guid>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/03/sentuhan-berbeda-pengasuhan-ayah-dan-ibu/</guid>
<description><![CDATA[ROSLINA Verauli, M.Psi. dari RS Pondok Indah, Jakarta, menuturkan, baik ayah maupun ibu berperan bes]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><img class="alignright size-full wp-image-280" title="1107459p" src="http://personaltutorial.wordpress.com/files/2009/10/1107459p.jpg" alt="1107459p" width="298" height="225" />ROSLINA</strong> Verauli, M.Psi. dari RS Pondok Indah, Jakarta, menuturkan, baik ayah maupun ibu berperan besar dalam kehidupan anak. Masing-masing dengan keutamaannya memberikan pengaruh positif dalam menjadikan anak sebagai individu yang mandiri dan kompeten. Setiap orangtua membawa sejumlah kualitas pribadi dan berbagai kebutuhan yang kompleks dalam peranannya sebagai orangtua.<!--more--></p>
<p>Sama halnya seperti anak, orangtua juga memiliki jenis kelamin dan temperamen yang berbeda sehingga turut memberikan cara-cara yang berbeda dalam pengasuhan. Bahkan lebih jauh, orangtua membawa serta pengalaman masa lalu dan sejumlah nilai budaya yang membentuk apa yang mereka lakukan saat ini.</p>
<p>Meski secara umum ayah dan ibu sama berperannya dalam perkembangan anak, namun &#8220;sentuhannya&#8217; yang membuat sedikit perbedaan.</p>
<p><strong>Peran Ayah:</strong></p>
<ol>
<li>Menumbuhkan perasaan percaya diri dan kompetensi pada anak melalui kegiatan bermain yang lebih &#8220;kasar&#8221; dan melibatkan aktivitas fisik, baik di dalam maupun di luar ruang.<br />
Kegiatan yang bermanfaat: berbagai macam aktivitas fisik, seperti olahraga bersama, bermain kejar-kejaran, mengayun-ayun anak, dan sebagainya.</li>
<li>Menumbuhkan hasrat akan prestasi pada anak melalui kegiatan pengenalan berbagai jenis pekerjaan dan kisah tentang cita-cita.<br />
Kegiatan yang bermanfaat: mengajak anak ke kantor, melihat bagaimana ayahnya bekerja, berdiskusi tentang tokoh-tokoh idola/yang berhasil, dan sebagainya.</li>
<li>Mengajarkan tentang peran jenis kelamin laki-laki, bagaimana harus bertindak sebagai laki-laki, dan apa yang diharapkan oleh lingkungan sosial dari laki-laki.<br />
Kegiatan yang bermanfaat: melibatkan anak dalam aktivitas ayah di rumah, seperti membersihkan halaman, membetulkan perabot rusak, memberikan perlindungan pada seisi rumah, dan sebagainya.</li>
</ol>
<p>Peran ayah seperti tersebut di atas sedikit banyak mendorong anak untuk membuka pintu kesuksesannya. Ayah mendorong anak untuk tumbuh mandiri, percaya diri, berprestasi, bercita-cita tinggi dan seterusnya. (Papalia, Diane., Olds, Sally W, Feldman, Ruth D., Human Development, 11th Ed. USA: McGraw-Hill, 2008)</p>
<p>Tak ada perbedaan yang spesifik pada pengaruh peran ayah terhadap anak laki-laki maupun anak perempuan. Keduanya akan menyerap semua hal yang dilakukan ayah seperti tersebut di atas. Mereka belajar, bermain, menyerap semangat ayah sehingga hal-hal positif yang diharapkan dalam pertumbuhannya dapat terwujud.</p>
<p><strong>Peran Ibu:</strong></p>
<ol>
<li>Menumbuhkan perasaan mencintai dan mengasihi pada anak melalui interaksi yang jauh lebih melibatkan sentuhan fisik dan kasih sayang.<br />
Kegiatan yang bermanfaat: memberikan belaian, pelukan, dan ciuman sayang pada momen-momen kebersamaan dengan anak.</li>
<li>Menumbuhkan kemampuan berbahasa pada anak melalui kegiatan-kegiatan bercerita dan mendongeng, serta melalui kegiatan yang lebih intim, yakni berbicara pada anak.<br />
Kegiatan yang bermanfaat: mengajak anak ngobrol, curhat, membacakan dongeng sebelum tidur, dan sebagainya.</li>
<li>Mengajarkan peran jenis kelamin perempuan, tentang bagaimana harus bertindak sebagai perempuan, dan apa yang diharapkan oleh lingkungan sosial dari seorang perempuan.<br />
Kegiatan yang bermanfaat: melibatkan anak dalam aktivitas ibu di rumah, membantu belanja, memasak, mengurus adik, dan seterusnya.</li>
</ol>
<p>Sama dengan ayah, tidak ada perbedaan spesifik peran ibu terhadap anak laki-laki atau perempuan. Semua perasaan cinta dan kasih sayang ibu akan diserap oleh anak. Mereka akan belajar bagaimana menjadi perempuan, melihat/memperlakukan perempuan, berbagi cinta dan kasih sayang.</p>
<p><strong>Keteladanan</strong><br />
Baik ayah maupun ibu, keduanya berperan vital dalam tumbuh kembang anak yang optimal. Keduanya harus bekerja sama dan saling melengkapi. Boleh jadi ayah memiliki waktu terbatas, namun itu bukan alasan untuk tidak memberikan perhatian kepada anak.</p>
<p>Nah, agar peran ayah berhasil, maka keteladanan menjadi hal utama. Lewat keteladananlah, anak bisa menjadikan ayahnya sebagai model identifikasi. Tanpa keteladanan, nilai apa pun yang ingin ditanamkan hanya akan sia-sia. <em>I love you, Dad</em>.</p>
<p>(<em>Sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/10/02/11075758/sentuhan.berbeda.pengasuhan.ayah.dan.ibu</em>)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Memberi Upah agar Anak Rajin Bekerja, Bolehkah?]]></title>
<link>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/03/memberi-upah-agar-anak-rajin-bekerja-bolehkah/</link>
<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 01:52:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<guid>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/03/memberi-upah-agar-anak-rajin-bekerja-bolehkah/</guid>
<description><![CDATA[SEORANG kawan bercerita, supaya anaknya senang mengerjakan tugas-tugas rumah tangga, semua ada hitun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><img class="alignright size-full wp-image-276" title="1025058p" src="http://personaltutorial.wordpress.com/files/2009/10/1025058p.jpg" alt="1025058p" width="298" height="225" />SEORANG</strong> kawan bercerita, supaya anaknya senang mengerjakan tugas-tugas rumah tangga, semua ada hitung-hitungannya. Misalnya satu piring yang dicuci bersih dihargai Rp 200. Jadi, sekali waktu mencuci piring, tinggal kalikan saja berapa uang yang didapat. Kawan lain bercerita, ibunya memberi &#8220;upah&#8221; untuk sang cucu bila berhasil mengerjakan soal matematika.</p>
<p>Benarkah &#8220;bekerja&#8221; dengan &#8220;upah&#8221; seperti cerita di atas sah-sah saja untuk usia anak-anak?<!--more--></p>
<p>&#8220;Boleh-boleh saja kok, selama anak tidak jadi komersil dan ada tujuan lain di balik pemberian &#8216;upah&#8217; itu,&#8221; jawab Lavina Budiyanto, Psi. Nah, supaya hasilnya sesuai harapan, berikut aturan mainnya.</p>
<p><strong>- Ada filosofinya</strong><br />
Jadi, tak sekadar uang dikasih, lalu selesai. Harus ada tujuan di balik pemberian itu, yakni mendidik anak supama mau berusaha untuk mendapatkan sesuatu.</p>
<p><strong>- Bikin rencana besar</strong><br />
Supaya &#8220;upah&#8221; tidak habis begitu saja untuk kebutuhan yang tidak penting, orangtua bisa membuatkan rencana besar. Misal, anak ingin membeli iPod, sepeda, atau barang barharga lainnya.</p>
<p><strong>- Batasi waktu &#8220;kerjanya&#8221;</strong><br />
Bisa saja karena anak sangat ingin membeli sepeda, maka semua tawaran &#8220;pekerjaan&#8221; disabetnya. Yang seperti ini tentu tidak boleh. Bagaimanapun tujuan anak &#8220;bekerja&#8221; tidak semata-mata untuk mengumpulkan uang, melainkan sarana untuk belajar.</p>
<p>Mungkin ada orangtua yang khawatir, jangan-jangan setelah diberlakukan aturan ini anak jadi mata duitan. Tidak mau membantu orangtua kalau tak ada bayarannya. Supaya hal itu tidak terjadi, sejak awal orangtua harus menekankan, pemberian &#8220;upah&#8221; ini tidak semata-mata untuk memberinya uang, tapi orangtua ingin anak belajar, untuk mendapatkan sesuatu harus ada perjuangannya.</p>
<p>Selain itu, karena sebagian besar &#8220;upahnya&#8221; ditabung, anak juga tidak merasakan keleluasaan karena mendapat uang jajan lebih. Ini akan menghindarkan anak dari kemungkinan menjadi mata duitan. Apalagi kalau orangtua sejak awal membuat kesepakatan dengan anak, uang hasil kerjanya memang untuk membeli benda yang ia inginkan.</p>
<p>Tapi orangtua juga jangan &#8220;memanfaatkan&#8221; anak untuk membereskan semua hal, mentang-mentang anak mau, atau emrasa sudah memberi imbalan yang pantas. Sekali lagi, pemberian &#8220;upah&#8221; ini semata-mata untuk kepentingan pengajaran pada anak, bukan untuk tujuan lainnya.</p>
<p>(<em>Sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/30/10251839/memberi.upah.agar.anak.rajin.bekerja.bolehkah</em>)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sering Tampar Anak Bikin IQ Jongkok]]></title>
<link>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/03/sering-tampar-anak-bikin-iq-jongkok/</link>
<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 01:45:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<guid>http://personaltutorial.wordpress.com/2009/10/03/sering-tampar-anak-bikin-iq-jongkok/</guid>
<description><![CDATA[MENAMPAR atau memukul kadang dilakukan orangtua untuk membuat anak patuh dan disiplin dalam sekejap.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><img class="alignright size-full wp-image-272" title="2100225p" src="http://personaltutorial.wordpress.com/files/2009/10/2100225p.jpg" alt="2100225p" width="298" height="225" />MENAMPAR</strong> atau memukul kadang dilakukan orangtua untuk membuat anak patuh dan disiplin dalam sekejap. Tapi, tahukah Anda pola asuh yang keras bisa menimbulkan dampak buruk bagi perkembangan otak anak?</p>
<p>Studi terkini menyebutkan, orangtua yang bereaksi terlalu keras untuk mengoreksi kesalahan anak, misalnya dengan cara menampar atau memukul, tidak hanya menyebabkan anak stres tapi juga membuat tingkat kecerdasan (IQ) anak lebih rendah. <!--more--></p>
<p>Studi yang dilakukan peneliti terhadap ribuan anak di Amerika Serikat menunjukkan, anak yang kerap ditampar orangtuanya memiliki nilai IQ (intelligence quotients) yang lebih rendah dibanding anak yang tidak pernah ditampar.</p>
<p>&#8220;Setiap orangtua ingin punya anak yang pintar. Dengan menghindari kekerasan pada anak dan melakukan cara lain untuk mengoreksi kesalahan anak, hal itu bisa dicapai,&#8221; kata Murray Straus, sosiolog dari Universitas New Hampshire, AS.</p>
<p>Dalam risetnya, Strauss dan timnya melakukan studi nasional terhadap dua kelompok sampel anak, yakni 806 anak berusia 2-4 tahun, dan 704 anak berusia 5-9 tahun. Pada saat dimulainya studi anak-anak tersebut mengikuti tes IQ dan tes berikutnya di akhir studi, empat tahun kemudian.</p>
<p>Anak-anak dari dua kelompok itu menunjukkan tingkat kecerdasan yang meningkat setelah empat tahun. Tetapi dari kelompok anak berusia 2-4 tahun yang kerap ditampar orangtunya, menunjukkan skor IQ 5 poin lebih rendah dibanding anak yang tidak pernah ditampar. Untuk anak 5-9 tahun yang pernah ditampar, skor IQ-nya rata-rata lebih rendah 2,8 poin dibanding rekannya yang tidak ditampar.</p>
<p>&#8220;Pemukulan atau tindakan kekerasan yang dilakukan orangtua merupakan pengalaman yang traumatik bagi anak. Berbagai penelitian telah menunjukkan kejadian yang traumatik berakibat buruk bagi otak. Selain itu, trauma juga membuat anak memiliki respon stres pada kejadian sulit yang dihadapi. Hal ini tentu berdampak pada perkembangan kognitifnya,&#8221; papar Straus.</p>
<p>Tak sedikit orangtua yang menjadikan pukulan, tamparan, atau jeweran sebagai senjata untuk mendidik anak. Anak pun memilih untuk menurut daripada mendapat hukuman. &#8220;Akibatnya anak tidak bisa berpikir secara independen,&#8221; kata Elizabeth Gershoff pakar dibidang perkembangan anak dari Universitas Texas, Austin, AS.</p>
<p>Setiap anak memang perlu diajarkan disiplin. Selain agar patuh pada aturan, disiplin juga akan membuat anak belajar menghargai orang lain dan mengontrol dorongan dalam dirinya. Namun, orangtua hendaknya juga perlu membuat batasan-batasan yang dilandasi cinta agar anak merasa aman.</p>
<p>Alih-alih menghukum anak dengan pukulan, beri tekanan lebih pada sisi positif anak, misalnya dengan memberi hadiah atau pujian bila anak berlaku positif. Bila terpaksa memberi hukuman, sesuaikan dengan usia si kecil dan situasi yang berlaku.</p>
<p>(<em>Sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/28/11551868/sering.tampar.anak.bikin.iq.jongkok</em>)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menumbuhkan Cinta Kasih Suami Istri]]></title>
<link>http://ummuazhar.wordpress.com/2009/06/10/menumbuhkan-cinta-kasih-suami-istri/</link>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 06:54:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>ummuazhar</dc:creator>
<guid>http://ummuazhar.wordpress.com/2009/06/10/menumbuhkan-cinta-kasih-suami-istri/</guid>
<description><![CDATA[Ketenteraman, ketenangan dan kasih sayang kepada pasangan merupakan target yang diupayakan untuk ter]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ketenteraman, ketenangan dan kasih sayang kepada pasangan merupakan target yang diupayakan untuk ter]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Surat untuk Suami]]></title>
<link>http://ummuazhar.wordpress.com/2009/06/08/surat-untuk-suami/</link>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 13:30:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>ummuazhar</dc:creator>
<guid>http://ummuazhar.wordpress.com/2009/06/08/surat-untuk-suami/</guid>
<description><![CDATA[Wahai sang suami …. Apakah membebanimu wahai hamba Allah, untuk tersenyum di hadapan istrimu dikala ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Wahai sang suami …. Apakah membebanimu wahai hamba Allah, untuk tersenyum di hadapan istrimu dikala ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kata-Kata Kasar]]></title>
<link>http://ummuazhar.wordpress.com/2009/06/06/kata-kata-kasar/</link>
<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 04:40:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>ummuazhar</dc:creator>
<guid>http://ummuazhar.wordpress.com/2009/06/06/kata-kata-kasar/</guid>
<description><![CDATA[Saya bersenggolan dengan seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. &#8220;Oh, maafkan saya&#8221; ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Saya bersenggolan dengan seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. &#8220;Oh, maafkan saya&#8221; ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hidup Damai]]></title>
<link>http://ummuazhar.wordpress.com/2009/05/14/hidup-damai/</link>
<pubDate>Thu, 14 May 2009 04:42:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>ummuazhar</dc:creator>
<guid>http://ummuazhar.wordpress.com/2009/05/14/hidup-damai/</guid>
<description><![CDATA[Didalam kehidupan sehari-hari saya seringkali diberikan nasehat oleh ibu. ibu buat saya bagaikan rem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Didalam kehidupan sehari-hari saya seringkali diberikan nasehat oleh ibu. ibu buat saya bagaikan rem]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pelajaran Berhikmah di Ahad Pagi]]></title>
<link>http://ummuazhar.wordpress.com/2009/05/13/pelajaran-berhikmah-di-ahad-pagi/</link>
<pubDate>Wed, 13 May 2009 04:36:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>ummuazhar</dc:creator>
<guid>http://ummuazhar.wordpress.com/2009/05/13/pelajaran-berhikmah-di-ahad-pagi/</guid>
<description><![CDATA[Ahad pagi saya sudah bergegas menyelesaikan tugas saya sebagai ibu rumah tangga. Karena jarum jam pe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ahad pagi saya sudah bergegas menyelesaikan tugas saya sebagai ibu rumah tangga. Karena jarum jam pe]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Membina Komunikasi Suami Istri]]></title>
<link>http://ummuazhar.wordpress.com/2009/04/20/membina-komunikasi-suami-istri/</link>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 01:20:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>ummuazhar</dc:creator>
<guid>http://ummuazhar.wordpress.com/2009/04/20/membina-komunikasi-suami-istri/</guid>
<description><![CDATA[Setelah berkeluarga bukan berarti membina komunikasi yang baik tidak diperlukan lagi. Apalagi setela]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Setelah berkeluarga bukan berarti membina komunikasi yang baik tidak diperlukan lagi. Apalagi setela]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tips Komunikasi Suami Istri]]></title>
<link>http://ummuazhar.wordpress.com/2009/04/20/sinar-di-mata-mbah/</link>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 00:18:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>ummuazhar</dc:creator>
<guid>http://ummuazhar.wordpress.com/2009/04/20/sinar-di-mata-mbah/</guid>
<description><![CDATA[Kata-kata yang kita ucapkan memiliki kekuatan besar. Oleh karena itu, gunakan komunikasi yang penuh ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kata-kata yang kita ucapkan memiliki kekuatan besar. Oleh karena itu, gunakan komunikasi yang penuh ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[NASEHAT YANG PENTING DALAM MENDIDIK ANAK]]></title>
<link>http://vinadanvani.wordpress.com/2009/03/26/nasehat-yang-penting-dalam-mendidik-anak/</link>
<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 04:34:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>vinadanvani</dc:creator>
<guid>http://vinadanvani.wordpress.com/2009/03/26/nasehat-yang-penting-dalam-mendidik-anak/</guid>
<description><![CDATA[Anak merupakan amanat di pundak kedua orang tuanya , belahan hatinya yang suci, mutiara paling berha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;   &#60;![endif]--><!--[if !mso]&#62;-->Anak merupakan amanat di pundak kedua orang tuanya , belahan hatinya yang suci, mutiara paling berharga yang masih netral dan belum berbentuk.Oleh karena itu dia siap untuk dibentuk dan dibawa kemanapun dia akan dibawa. Jika dia dibiasakan dan diajari hal-hal yang baik, maka InsyaAllah dia akan tumbuh dengan baik dan tentu akan menjadi orang yang bahagia di dunia dan akhirat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="SV">Allah berfirman :</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&#34;color:blue;" lang="SV">“ Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka “ ( At – Tahrim : 6 )</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Wahai Orang Tua ! Berikut beberapa nasehat yang penting dalam mendidik anak, mudah-mudahan bisa mengantarkan anak-anak kita menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">1.Curahkanlah usahamu dalam mendidik anak yang tertua, agar dia bisa menjadi panutan bagi adik-adiknya. Sesekali waktu berilah dia kesempatan untuk mengawasi keluarga, dengan harapan dia merasa memiliki tanggung jawab dan sekaligus untuk membinanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">2.Janganlah engkau membiarkan anak-anakmu saling memasang jarak, sehingga membuatmu kesulitan untuk mengetahui pemikiran dan akhlak mereka. Dengan kedudukanmu sebagai bapak dan pendidik mereka yang pertama, engkau harus mengetahui segala sesuatu yang ada pada diri mereka, sehingga engkau bisa memberikan solusi yang tepat dari kesulitan yang dihadapi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">3. Jika anak-anakmu meminta sesuatu yang belum bisa dipenuhi, maka perintahkanlah agar dia bersabar<span> </span>dan sampaikan pula manfaat sabar, agar dia terbiasa sabar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">4. Biasakanlah anak-anakmu menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang muda, mencintai orang-orang miskin, menyeru kepada kebaikan, buatlah mereka lebih memprioritaskan <em>amar ma’ruf nahi munkar</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">5. Jika engkau memberikan sesuatu yang menggembirakan anak-anakmu, maka mintalah agar mereka mendoakan surga dan keselamatan dari neraka, agar mereka mengerti bahwa di sana surga yang diminta dan neraka yang harus dijauhi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">6. Buatlah dirimu dan anak-anakmu agar memberikan perhatian yang besar terhadap Al-Qur’an, karena Al-Qur’an adalah Kalam Allah yang yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW bagi semua manusia agar kita membaca, mempelajari, mengajarkan, mengagungkan, memuliakan dan mengamalkannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">7. Jauhkanlah anak-anakmu dari pemborosan dan biasakanlah mereka hidup ekonomis. Dengan kata lain, ekonomis adalah jalan tengah antara kikir dan boros. Allah telah memerintahkan bersikap ekonomis dan melarang pemborosan serta kikir.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>FirmanNya:</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&#34;color:blue;" lang="SV">“ Dan, janganlah kalian jadikan tangan kalian terbelenggu pada leher kalian dan janganlah kalian terlalu mengulurkannya karena itu kalian menjadi tercela dan menyesal “ ( Al-Isra : 29)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:blue;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">8. Janganlah engkau membuat anak-anakmu menyukai perhiasan, kecuali sebatas yang disyariatkan dan tidak<span> </span>menjurus kepada gaya hidup mewah, yang akhirnya hanya akan membuang-buang waktu untuk itu setelah dia dewasa. Sebab siapa yang berlatih dengan sesuatu, maka dia akan tumbuh terbiasa dengan sesuatu itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">9. Janganlah engkau berdoa bagi anak-anakmu kecuali berupa kebaikan dan petunjuk. Sebab doa orang tua bagi<span> </span>anaknya dikabulkan, dan katakanlah seperti yang dikatakan bapak kita Ibrahim AS :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&#34;color:blue;" lang="SV">“ Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat “ </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&#34;color:blue;" lang="SV">( Ibrahim : 39 )</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">10. Jangan meremehkan sikap anak-anakmu jika mereka membangkang perintahmu, kecuali mereka mengajukan alasan. Jika anakmu masih kecil janganlah memaksakan alasannya. Setelah itu tegaskan agar mereka tidak mengulanginya lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">11. Janganlah terlalu bersikap keras terhadap anak-anakmu, kecuali jika ada pelanggaran terhadap hukum-hukum Allah . Janganlah terlalu sering memukul karena dengan tindakanmu itu berarti engkau mendidik mereka seperti itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">12. Jika anak menghindarimu karena takut kepadamu, janganlah engkau lalai untuk tetap melindunginya.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">13. Janganlah engkau banyak mengumpat dan melaknat mereka, sehingga merekapun juga terbiasa, dan akhirnya mereka menjadi rusak. Dan<span> </span>engkau harus memberi penjelasan secara halus tetapi tegas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">14. Janganlah engkau memberikan uang dalam jumlah yang banyak, sebab hal itu jauh lebih membahayakan dirinya daripada memberinya manfaat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">15. Anak suka menonjolkan diri diantara teman-temannya, maka engkau harus menjadikan penonjolan itu dalam urusan agama dan akhlak. Usahakan agar engkau selalu shalat berjama’ah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">16. Tunjukkan rasa kasih sayang, cinta dan perhatian terhadap urusannya, buatlah dia merasa bisa melepaskan diri dari kebodohan menuju kepintaran, dari kekanak-kanakan menuju kedewasaan, dan berikan pujian atas akhlak dan kebaikan yang dilakukannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">17. Jangan bosan memerintah anak-anakmu kepada kebaikan dan melarang dari keburukan, berusahalah dan lakukanlah terus menerus, jangan putus asa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Akhirnya , carilah makanan yang baik bagimu dan bagi anak-anakmu serta keluargamu, mohonlah pertolongan kepada Allah, carilah keridhaan-Nya tatkala engkau bekerja, berbaik sangkalah kepada-Nya dan berjihadlah di jalan-Nya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="SV">Firman Allah :</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-family:&#34;color:blue;" lang="SV">“Dan, orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan Kami. Dan, sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik “ (Al-Ankabut : 69 ) </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;">aaaaaaaaaaa </span><span style="font-family:Arial;">semoga bermanfaat</span><span style="font-family:&#34;"> aaaaaaaaa</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sulap Anak Bak Komputer]]></title>
<link>http://sugengkece.wordpress.com/2009/03/21/sulap-anak-bak-komputer/</link>
<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 00:19:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>sugengkece</dc:creator>
<guid>http://sugengkece.wordpress.com/2009/03/21/sulap-anak-bak-komputer/</guid>
<description><![CDATA[JAKARTA (SuaraMedia) &#8220;Luar biasa sekali!&#8221; Komentar itu dilontarkan ustad terkemuka Aa Gy]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>JAKARTA (SuaraMedia) &#8220;Luar biasa sekali!&#8221; Komentar itu dilontarkan ustad terkemuka Aa Gym dan Yusuf Mansyur saat menyaksikan 4 anak dari Jombang, Jawa Timur, menghafal Alquran 30 juz dan pelajaran sekolah dengan metode Hanifida. Kejeniusan Ahmad Azmi Amiq (12), Rofi&#8217;ul Majid (14), Kamila Niami Permatasari (5,5), dan Putri Fitriani (9) mendorong Ustad Yusuf Mansyur ini untuk mengundang mereka.<br />
Produser film Kun Fa Yakun meminta empat anak ini untuk menularkan kepiawaian mereka menghafal Asmaul Husna, Alquran 30 juz dan artinya serta pelajaran lainnya kepada para santrinya di Sekolah Daarul Quran Internasional (SDQI), Jalan Ketapang, Cipondoh, Banten. &#8220;Kita menginap di sana sejak 11 hingga 18 Februari untuk mengajarkan metode Hanifida. Alhamdulillah pada 18 Februari malam, Aa Gym juga menyaksikan praktek menghafal ini,&#8221; ujar manajer Hanifida, Pito Sujatmiko, kepada detikcom, Jumat (20/2/2009).</p>
<p>Apa komentarnya? &#8220;Luar biasa sekali,&#8221; ujar Pito menirukan ucapan Aa Gym dan Yusuf Mansyur. &#8220;Beliau mendukung dan beri apresiasi dan sosialisasi,&#8221; katanya. Empat anak ini juga laris diundang oleh ibu-ibu pengajian. Pito menegaskan tidak memasang tarif untuk menyosialisasikan metode menghafal cepat mutakhir ini. &#8220;Seikhlasnya, minimal untuk transportasi dan akomodasi. Ada 4 buku paket yang harus dibeli seharga Rp 120 ribu,&#8221; ujar Pito.</p>
<p>Pito mengatakan, empat anak itu akan beraksi lagi di Jakarta pada 16 Maret 2009. &#8220;Rencananya pada 28 dan 29 Maret, kita akan diundang lagi oleh Ustad Yusuf Mansyur yang kelima kalinya,&#8221; kata dia. Ke depan, lanjut Pito, metode Hanifida menghafal Alquran dan aplikasi pelajaran sekolah dikembangkan melalui DVD dan VCD. &#8220;Metode ini punya kuda-kuda dan jurusnya, tidak monoton, enjoy dan tidak perlu mengernyitkan dada,&#8221; promosi Pito.<br />
Hanifida Sulap Anak Bak Komputer<br />
Metode Hanifida mengajarkan teknik menghafal cepat. Anak mampu menghafal Asmaul Husna, Alquran dan pelajaran di sekolah dalam waktu singkat. Metode inovatif ini dikembangkan oleh pasangan Hanifuddin Mahadun dan Kheirotul Idawati.<br />
&#8220;Anak dapat menghafal apa pun dalam waktu cepat dan dapat menjawab setiap pertanyaan mengenai apa yang telah dihafalkan seperti komputer saja,&#8221; kata Hanif kepada detikcom di Klub Guru Jabodetabek, Jalan Jatipadang Nomor 23, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.<br />
&#8220;Dengan mempelajari metode ini, selain anak pandai menghafal Alquran, jago berhitung dan pintar di sekolah. Apalagi anak usia produktif kelas 3 sampai kelas 6 SD paling cepat mempelajari metode ini,&#8221; lanjut dia. Dijelaskan dia, metode Hanifida mengoptimalkan kerja otak kiri sehingga ada keseimbangan otak kiri dan otak kanan. Akurasinya hingga 85 persen.<br />
&#8220;Kami mengajarkan ini kepada anak-anak kami, Kamila (6), dan Ahmad (12),&#8221; ujarnya. Menurut dia, tidak butuh waktu lama untuk bisa menguasai metode tersebut. &#8220;Kalau sudah menguasai metodenya maka dapat menghafal saat itu juga.<br />
Kalau masalah biaya, hanya mengganti buku modul untuk menghafal Alquran dan Asmaul Husna. Harga 3 buku Rp 125 ribu. Kalau biaya mengajarkan seikhlasnya hanya infak saja,&#8221; beber dia. Jika Anda tertarik, modul ini bisa Anda peroleh di Klub Guru Jabodetabek.<br />
Anak Jombang Jadi Jenius Berkat Hanifida<br />
4 Anak dari Jombang, Jawa Timur, mengundang decak kagum. Mereka mampu menghafal Alquran 30 juz dan artinya. Bahkan mereka menghafal deretan angka secara acak dalam tempo 2 menit. Keempat anak itu adalah Ahmad Azmi Amiq (12), Rofi&#8217;ul Majid (14), Kamila Niami Permatasari (5,5), dan Putri Fitriani (9).<br />
Kejeniusan mereka tidak datang sendiri. Melainkan berkat metode menghafal Hanifida. Butuh waktu 1 bulan untuk menjadi jenius berkat metode belajar inovatif ini.Metode Hanifida ini dikembangkan oleh pasutri Hanif dan Ida yang terilhami pemegang Rekor Pertama Daya Ingat MURI Irwan Widiatmoko. Hanif dan Ida lantas mengembangkannya ke dalam ke dalam dunia religi yaitu menghafal cepat Asmaul Husna dan Alquran.<br />
&#8220;Metode Hanifida dengan model file komputer ini melatih daya ingat permanen seperti menghafal Asmaul Husna dan Alquran 30 juz selama 1 bulan lebih,&#8221; kata manajer Hanifida, Pito Sujatmiko, kepada detikcom, Jumat (20/2/2009). Menurut dia, berkat belajar dengan teknik Hanifida, empat anak asal Jombang itu mampu menyebut surat-surat Alquran, ayat-ayatnya dan artinya.<br />
&#8220;Misalnya, surat Al Ikhlas ayat 3. Azmi dapat menyebutkan lafal dan artinya. Kalau mengingat secara manual kan kadang menyebut dari awal surat, tetapi ini langsung disebutkan,&#8221; ujar Pito. Selain menghafal Alquran, lanjut Pito, keempat anak itu mampu menyebut deretan angka hingga 100 dan menghafal materi pelajaran di sekolah.<br />
&#8220;Caranya misalnya, kita menulis angka acak masing-masing 10 angka dan dibuat 10 baris. Lalu tulisan itu kita serahkan kepada si anak untuk menghafalnya selama 2 menit. Setelah itu tulisan angka kita ambil lagi. Kemudian kita meminta si anak menyebut angka pada kolom atau baris tertentu yang kita inginkan. Si anak mampu menjawab dengan benar,&#8221; beber Pito.<br />
Menurut dia, keempat anak itu mampu menghafal angka mundur dari belakang hingga ke depan, dari kolom atas hingga bawah secara acak. Pembaca detikcom, Habe Arifin, mengaku telah menyaksikan presentasi 4 bocah itu. &#8220;Mengagumkan banget, mereka jenius karena belajar tidak datang mendadak seperti Ponari,&#8221; komentarnya.<br />
Bocah TK Hafal Asmaul Husna dan Surat Pendek<br />
Dalam gendongan sang bunda, Kamila Permatasari (6) bergelayut manja. Meski agak malu-malu, dia menjawab setiap pertanyaan yang diajukan untuk menguji metode Hanifida yang diajarkan ibunya. Dengan cepat, dia menjawab urutan Asmaul Husna dan surat pendek Alquran beserta artinya saat ditanya secara acak.<br />
&#8220;Sebutkan Asmaul Husna yang ke-50,&#8221; tanya sang bunda, Khairotul Idawati. &#8220;Asy Syahidu artinya yang Maha Menyaksikan,&#8221; sahut Kamila. &#8220;Asmaul Husna ke-10,&#8221; tanya Idawati. &#8220;Al Mutakabbir artinya yang memiliki kebesaran,&#8221; jawab bocah perempuan yang mengenakan baju warna kuning ini.<br />
&#8220;Asmaul Husna yang terakhir,&#8221; tanya Idawati lagi. &#8220;Asy Shaburu artinya yang maha penyabar,&#8221; jawab Kamila. Tidak hanya Asmaul Husna, Kamila pintar menghafal sebagian besar ayat-ayat dalam surat pendek Alquran beserta artinya. &#8220;Saya ngajari Kamila metode Hanifida dengan buku-buku ini sepulang sekolah. Kamila pemalu, kadang kalau ditanya orang nggak mau menjawab,&#8221; tutur Idawati. </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[10 Prinsip Membangun Rumah Tangga]]></title>
<link>http://sugengkece.wordpress.com/2009/03/20/10-prinsip-membangun-rumah-tangga/</link>
<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 21:58:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>sugengkece</dc:creator>
<guid>http://sugengkece.wordpress.com/2009/03/20/10-prinsip-membangun-rumah-tangga/</guid>
<description><![CDATA[Ada minimal sepuluh prinsip yang perlu dipegang guna menata kebahagiaan keluarga, yaitu : Prinsip pe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ada minimal <strong>sepuluh prinsi</strong>p yang perlu dipegang guna menata kebahagiaan keluarga, yaitu :</p>
<p><strong>Prinsip pertama</strong>, tumbuhkan komitmen. Jika kebahagiaan kita pahami sebagai sebuah pilihan, maka modal pertama untuk mendapatkannya tentulah kemauan untuk bahagia. <em>Tanpa komitmen, kesulitan dan persoalan mudah sekali menghancurkan keluarga.</em></p>
<p><strong>Prinsip kedua,</strong> memberi apresiasi. Setelah membangun komitmen bersama ke arah kebahagiaan, modal berikutnya adalah kemampuan untuk menyatukan kekuatan dari masing-masing pihak. Untuk itu mulailah melihat sisi positif masing-masing pihak. Tanpa kesediaan melihat hal-hal positif pada pasangan kita, maka tidak ada sinergi yang tulus kearah kebahagiaan. Sikap positif pada pasangan dapat ditunjukkan dan ditumbuhkan sehari-hari. Mulai kebiasaan memberikan pujian dan apresiasi yang tulus pada pasangan.</p>
<p><strong>Prinsip ketiga, </strong>pelihara kebersamaan. Setelah komitmen dan sikap positif pada pasangan, pondasi selanjutnya adalah kebersamaan. Luangkan waktu untuk bersama. Bermain bersama, bekerja bersama, berlibur bersama. Kebersamaan adalah momen saling membagi. Ia akan menumbuhkan perasaan saling membutuhkan dan saling melengkapi. Sebuah hubungan yang didasarkan pada perasaa saling membutuhkan secara positif akan menjadi awal yang baik bagi sebuah kebahagiaan bersama.</p>
<p><strong>Prinsip keempat,</strong> berkomunikasi. Komunikasi adalah sebuah proses pertukaran makna guna melahirkan pengertian bersama. Komunikasi aka melahirkan pertautan perasaan atau emosi yang kuat antara mereka yang terlibat. Karena itu, guna meraih kebahagiaan keluarga, sebaiknya komunikasikanberbagai peristiwa penting yang dialami agar masing-masing pihak semakin mengenal dunia masing-masing dan merasa dilibatkan dalam dunia satu sama lain.</p>
<p><strong>Prinsip kelima, </strong>agama atau falsafah hidup. Meyakini falsafah hidup yang sama semakin memperkuat tali batin keluarga. Menjalani bersama ritual agama membuat harmoni keluarga terjalin lebih hangat dan dalam. Misalnya saja melaksananakan sholat berjamaah. Dengan kegiatan seperti itu akan membantu menyadari hal-hal yang lebih mendasar dalam hidup. Sebuah kecerdasan spiritual yang jelas sangat berpengaruh pada kesanggupan orang untuk bahagia.</p>
<p><strong>Prinsip keenam,</strong> bermain dan humor. Bermain adalah ciri khas manusia. Sediakan waktu untuk bermain, bersantai, rileks dan humor. Melalui permainan kita membagi perasaan yang kita miliki dengan sesama anggota keluaraga. Permainan melahirkan tawa canda, hal sederhana namun teramat penting untuk kebahagiaan.</p>
<p><strong>Prinsip ketujuh, </strong>berbagi tanggungjawab. Fleksibel dalam berbagi peran dan tanggungjawab. kadang suami yang menemani anak, kadang istri yang sibuk diluar. berbagi peran dan tanggungjawab membuat masing-masing pihak semakin merasa sebagai satu kesatuan. banyak masalah dalam keluarga timbul hanya karena enggan berbagi tugas. Suami merasa tidak perlu menangani pekerjaan dapur dan anak, sementara beban sang istri begitu banyak.</p>
<p><strong>Prinsip kedelapan,</strong> miliki kepentingan dan kegemaran bersama. Untuk memperkuat fondasi bagi kebersamaan keluarga, sebaiknya carilah kegemaran dan kepentingan yang sama antar setiap anggota keluarga. Lalu rencanakan untuk menjalani kegemaran bersama itu. merencanakan, menjalankan, dan mengevaluasi kegiatan itu secara bersama semakin menguatkan kesatuan keluarga.</p>
<p><strong>Prinsip kesembilan,</strong> melayani orang lain. Secara bersama melayani dan menolong orang lain yang kurang mampu atau tertimpa bencana akan membri pengaruh positif. pengalaman itu akan membantu masing-masing pihak semakin bersyukur berada dalam kondisi yang lebih baik. Secara bersama menolong orang lain, membuat kebersamaan itu semakin bermakna.</p>
<p><strong>Prinsip kesepuluh, </strong>tahan dengan problem. Tidak ada satu pun keluarga yang terbebas dari problem. Jika kesulitan itu datang, dan anda merasa tidak mampu mengatasinya sendiri, jangan ragu meminta bantuan dari pihak yang lebih ahli. Kekuatan dan kemampuan anda menghadapi hidup tidak akan dikurangi sedikittpun kalau anda meminta bantuan pihak lain.</p>
<p>Sumber : Beberapa kutipan dari buku “Membangun keluarga bahagia”</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ternyata berbuat baik itu mudah ya...]]></title>
<link>http://nuraniqta.wordpress.com/2009/02/18/ternyata-berbuat-baik-itu-mudah-ya/</link>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 01:50:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>nuraniqta</dc:creator>
<guid>http://nuraniqta.wordpress.com/2009/02/18/ternyata-berbuat-baik-itu-mudah-ya/</guid>
<description><![CDATA[judul di atas mungkin terdengar klise. tapi begitulah adanya. berbuat baik itu sebenarnya mudah. jus]]></description>
<content:encoded><![CDATA[judul di atas mungkin terdengar klise. tapi begitulah adanya. berbuat baik itu sebenarnya mudah. jus]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perempuan Yg Dicintai Suamiku]]></title>
<link>http://abinaraihan.wordpress.com/2009/02/16/perempuan-yg-dicintai-suamiku/</link>
<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 07:08:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abi Raihan</dc:creator>
<guid>http://abinaraihan.wordpress.com/2009/02/16/perempuan-yg-dicintai-suamiku/</guid>
<description><![CDATA[&#8212;&#8211; Original Message &#8212;&#8211; From: Widarti PEREMPUAN YG DICINTAI SUAMIKU Kehidupan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[&#8212;&#8211; Original Message &#8212;&#8211; From: Widarti PEREMPUAN YG DICINTAI SUAMIKU Kehidupan]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
