<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>asi &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/asi/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "asi"</description>
	<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 13:39:04 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Halo Dunia]]></title>
<link>http://wealthbeauty.wordpress.com/2009/12/23/halo-dunia/</link>
<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 03:37:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>Novie</dc:creator>
<guid>http://wealthbeauty.wordpress.com/2009/12/23/halo-dunia/</guid>
<description><![CDATA[Aku warga baru di dunia maya, mencoba untuk ikut nulis-nulis blog, berbagi pendapat dan sedikit peng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Aku warga baru di dunia maya, mencoba untuk ikut nulis-nulis blog, berbagi pendapat dan sedikit pengetahuan untuk sesama warga dunia maya dan mungkin juga ada yang berminat untuk &#8216;menjadi yang lebih&#8217; setelah membaca blog ini. Aku kira harapan ini gak berlebihan, karena tiap pengalaman positif yang dishare seseorang bisa dipakai sebagai acuan bagi orang lain juga.</p>
<p>Aku sendiri, Novie, perempuan, udah jadi ibu, ibu yang bekerja di luar rumah, punya latar pendidikan farmasi. Hobi baca dan cooking, tapi udah hampir setengah tahun ini gak ditekuni karena kesibukan dengan bayi baru dan fokus dengan usaha untuk ngasih ASI eksklusif, sampai-sampai di kantor pun lebih konsentrasi untuk merah dan mompa ASI daripada ngurusin kerjaan kantor (moga-moga gak ada yang ngebocorin fakta &#8216;gak konsen di kantor&#8217;).</p>
<p>Punya anak ke-2 belum menjamin aku udah jadi ibu yang pinter, yang ngerti tata cara memberi yang terbaik buat anak-anak. <!--more-->Saat si bayi dinyatakan kuning pada umur 4 hari dengan angka bilirubin 13 dan harus diinapkan di rumah sakit untuk terapi sinar dengan blue light, timbul rasa sesal, kok kejadian lagi sih anak bayi harus diinapkan di rumah sakit, karena kakak perempuannya juga begitu. Mana rasa sakit dan letih pasca melahirkan belum hilang, terbayang lagi rasa sedih sewaktu nunggu selama rawat inap. Kalau bisa gak rawat inap deh. Untung saat itu kamar bayi gak ada tempat buat pasien rawat inap baru dan dengan alasan mencari second opinion aku minta kembali ke rumah dan diskusi dengan suami.</p>
<p>Saat itu, dari buku yang aku baca, The Baby Handbook tulisan Dr. William Sears, aku tahu kalo kuning yang muncul pada saat usia bayi 3 hari dikategorikan kuning fisiologis, normal alias jamak terjadi pada bayi, dan akan hilang saat umur bayi 14 hari atau 2 minggu. Tapi di buku ini gak ada informasi jelas patokan angka bilirubin yang membutuhkan terapi blue light. Dari dokter yang meriksa, angka bilirubin di atas 10 sudah dikategorikan berbahaya, dikhawatirkan bilirubin dapat menembus sampai ke otak dan mengganggu perkembangan otak dan juga perkembangan anak di masa depan.</p>
<p>Akhirnya, setelah ada masukan dari teman lama yang menguatkan untuk gak gampang merawatinapkan bayi kita dan meyakinkan kalo kuning di bayiku termasuk kategori fisiologis, aku gak kembali ke rumah sakit untuk menginapkan si bayi Ravee. Aku intensifkan menjemur bayi antara jam 7 sampai setengah 9 pagi (di kemudian hari aku tau kalo ini gak menyembuhkan kuning) kalo cuaca lagi gak mendung, tapi kok kuningnya gak ilang juga, tapi tetep merasa PD aja sambil terus menyusui. Selain itu aku mulai intensif browsing di internet untuk cari tahu tentang kuning pada bayi dan juga artikel lain terkait perawatan bayi dan ASI.</p>
<p>Setelah umur Ravee 21 hari dan kubawa untuk imunisasi BCG yang tertunda, dokter ngelihat kalo bayi masih kuning dan menyarankan untuk cek bilirubin lagi, hasilnya angka bilirubinnya 12,8, sangat dianjurkan untuk diterapi blue light dan imunisasi ditunda. Saat itu, dengan berpatokan pada &#8216;kuning hilang setelah umur 14 hari&#8217; aku setuju untuk terapi blue light dengan perjanjian gak boleh ada obat apapun yang diberikan ke bayi karena biasanya rumah sakit banyak yang memberi Questran untuk mempercepat hilangnya kuning dan stop ASI sementara karena dokter curiga kuningnya ini disebabkan kandungan ASI. Untuk tambahan info, aku yakin kuningnya Ravee bukan karena kurang ASI karena dari indikator berat badan dalam waktu 21 hari ini beratnya udah bertambah 1,1 kg. Akhirnya jadilah bayi kecil itu diinapkan di rumah sakit selama sehari, dua hari barulah angka bilirubinnya di bawah 1o seperti harapan si dokter dan memang jadinya Ravee gak terlihat hitam lagi, jadi lebih terang dan matanya menjadi putih dan jernih hehe <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selama si bayi kecil nginep di rumah sakit, kumanfaatkan untuk lebih intensif browsing tentang perawatan bayi, pemberian ASI dan juga ketemu bisnis online <a title="dBC Network" href="http://www.dbc-network.com/?id=novieretno">dBC Network</a>. Sebelumnya dari bukunya Dr. Sears aku udah dapet info bahwa ibu bekerja pun masih bisa kasih ASI eksklusif dan disitu ada tata cara gimana merah-nya, nyimpennya, cara pemberiannya, jenis breastpump yang disarankan (beserta kisaran harga dalam USD di thn awal 90an) tapi gak ada contoh nyata yang bisa kutiru dan gak ada yg benar-benar menjelaskan manfaat ASI yang tak tergantikan oleh susu formula apapun dan semahal apapun. Di bukunya, Dr. Sears berusaha untuk berada di tengah bahwa ASI dan formula saling menggantikan. Untunglah saat itu ada kado breastpump (BP) dari temen-temen suami yang ngasih kadonya berdasarkan bocoran dari beliau bahwa aku pengen punya breastpump untuk bisa ngasih ASI eksklusif walaupun aku kerja di luar rumah (thanks for this very usefull gift). Selama Ravee nginep di rumah sakit aku mulai belajar merah pake BP, panenan pertama 70 mL dengan upaya selama setengah jam, itupun udah bikin seneng banget dan asisten RT takjub karena di usianya yang 40-an ini belum pernah tau ada yang merah ASI untuk disimpan. OK, prestasi kecil pertama.</p>
<p>Dari hasil browsing aku mulai kenal <a title="AIMI" href="http://aimi-asi.org">AIMI</a> lewat web-nya dan barulah disitu aku dapet motivator dengan kategori sangat oke untuk menguatkan tekadku kalo &#8216;gak salah kok kalo aku pengen banget ngasih ASI eksklusif&#8217; karena artikel-artikel disitu mengupas tuntas A, B, C, D sampai Z masalah per ASI-an, tentang <strong>keunggulan ASI yang tak tergantikan oleh apapun</strong>, tentang mitos-mitos yang menyusahkan mengenai pemberian ASI dan ASInya sendiri, pokoknya benar-benar tercerahkan. Aku harus bisa, tekadku, mengingat kegagalan ASI eksklusif anak pertama karena kurangnya informasi dan pengetahuan sehingga dengan mudahnya menitipkan Raeesya ke kakek-neneknya karena saat itu mau fokus mengurus ayahnya yang harus kemoterapi pasca operasi ca colon saat usianya genap 3 bulan.</p>
<p>Dari Facebook, ada teman yang menjadi pengurus AIMI meng-up date statusnya dengan ajakan untuk menghadiri kelas &#8216;Breastfeeding Tips for Working Moms&#8217; aha.. ini yang kubutuhkan, contoh nyata penerapan pemberian ASI eksklusif buat ibu bekerja. Setelah ikut kelas pelatihan-nya AIMI yang kebetulan aku ikut yg di Bogor, semakin komplitlah pengetahuanku dan menemukan banyak motivator untuk sama-sama berjuang demi ASI. Ditambah lagi sejak di-approve jadi member milis ASI for baby (yg sempet ditolak buat jadi member) banyak sharing pengalaman dan perjuangan dari ibu-ibu yang lain, dan mengakui pemberian ASI eksklusif adalah perjuangan karena godaan susu formula yang datang dari semua arah dan juga lingkungan yang kurang memberi dukungan untuk pemberian ASI. Mungkin yang belum mengalami akan berkomentar &#8216;lebay, ngasih ASI aja dibilang perjuangan, itu kan alami&#8217;, hmmm&#8230; masak iya sih? Coba berapa banyak ibu-ibu yang bilang ASI gak keluar dan buru-buru lari ke formula dan berapa banyak ibu yang tetap memilih untuk memberi ASI walaupun ASI belum keluar?</p>
<p>Pesat 10 dari milis Sehat dan Yayasan Orang Tua Peduli adalah satu lagi dunia baru yang ketemu dalam 4 bulan ini. Mau jadi orang tua yang pintar dan rasional? Ikuti Pesat yang rutin diadakan oleh YOP tersebut, mungkin Pesat periode berikutnya ya, karena yang ini sudah mau selesai. Dari sesi-sesi yang sudah kuikuti, banyak pencerahan untuk mengoreksi kesalahan dan juga mitos-mitos dalam perawatan bayi dan anak, seperti yang sudah aku tulis di postingan sebelumnya. Salah satunya adalah bisa lebih berhemat dalam belanja kesehatan karena gak gampang lari ke dokter saat anak atau bayi menunjukkan suatu gejala seperti batuk-pilek-demam-diare-muntah karena di Pesat sudah diajarkan untuk melakukan penilaian dini suatu gejala dan menilai kegawat daruratan suatu keadaan. Buat yang merasa gak masalah dengan pengeluaran belanja kesehatan, coba direnungkan seberapa perlunyakah obat-obatan untuk makhluk-makhluk kecil tersebut? Karena ada efek samping yang timbul seketika atau jangka panjang yang akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak.</p>
<p>Alhasil jadilah sampai hari ini aku lebih konsen mompa dan merah ASI selama di kantor dibanding ngurusin kerjaan kantor. Walopun informasi lengkap baru kukumpulkan 5 bulan yang lalu, untunglah tidak terlambat untuk memulai sesuatu yang besar dan bersifat jangka panjang. Beberapa hari lagi selesai masa ASI eksklusif 6 bulannya Ravee, dan berdebar-debar menanti saat pemberian MPASI pertamnya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Staff Writer ASI  - Trevose, PA]]></title>
<link>http://promogigs.wordpress.com/2009/12/22/staff-writer-asi-trevose-pa/</link>
<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 21:36:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>PromoGigs</dc:creator>
<guid>http://promogigs.wordpress.com/2009/12/22/staff-writer-asi-trevose-pa/</guid>
<description><![CDATA[Join Advertising Specialty Institute (ASI), winner of consecutive &#8220;Best Places To Work&#8221; ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Join Advertising Specialty Institute (ASI), winner of consecutive &#8220;Best Places To Work&#8221; ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sr. Conservation Assistant Position at ASI]]></title>
<link>http://indiangovernmentjobs.wordpress.com/2009/12/22/sr-conservation-assistant-position-at-asi/</link>
<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 13:01:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>coolnalert</dc:creator>
<guid>http://indiangovernmentjobs.wordpress.com/2009/12/22/sr-conservation-assistant-position-at-asi/</guid>
<description><![CDATA[About Archaeological Survey of India: The  Archaeological Survey of India (ASI), under the Ministry ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><strong>About Archaeological Survey of India:</strong><br />
The  Archaeological Survey of India (ASI), under the Ministry of Culture, is the premier organization for the archaeological researches and protection of the cultural heritage of the nation. Maintenance of ancient monuments and archaeological sites and remains of national importance is the prime concern of the ASI. Besides it regulate all archaeological activities in the country as per the provisions of the Ancient Monuments and Archaeological Sites and Remains Act, 1958. It also regulates Antiquities and Art Treasure Act, 1972.</p>
<p>For the maintenance of ancient monuments and archaeological sites and remains of national importance the entire country is divided into 24 Circles. The organization has a large work force of trained archaeologists, conservators, epigraphist, architects and scientists for conducting archaeological research projects through its Circles, Museums, Excavation Branches, Prehistory Branch, Epigraphy Branches, Science Branch, Horticulture Branch, Building Survey Project, Temple Survey Projects and Underwater Archaeology Wing.</p>
<p><strong>Designation:</strong> Senior Conservation Assistant<!--more--></p>
<p><strong>Desired: </strong><br />
Matriculation or equivalent (ii) Diploma in Civil Engineering from a recognised institution</p>
<p><strong>Age Limit :</strong> 18-25 years, Probation period 2 years</p>
<p style="text-align:justify;">for more details, <a title="Sr. Conservation Asst. Jobs" href="http://www.babujobs.com/archaeological-survey-of-india-asi-senior-conservation-assistant-recruitment/" target="_blank">Sr. Conservation Asst. Jobs</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Memeras Asi]]></title>
<link>http://velaris.wordpress.com/2009/12/22/memeras-asi/</link>
<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 06:11:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>bucek007</dc:creator>
<guid>http://velaris.wordpress.com/2009/12/22/memeras-asi/</guid>
<description><![CDATA[POMPA PISTON Namun sebelum kita memberikan ASI peras pada si kecil, ada beberapa “aturan” yang penti]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="font-family:Arial;color:#0000ff;">POMPA PISTON</p>
<p>Namun sebelum kita memberikan  ASI peras pada si kecil, ada beberapa “aturan” yang penting diperhatikan.  Pertama, sebelum si kecil berusia 4 bulan, sebaiknya ASI peras/perah yang  diberikan jangan menggunakan dot dulu karena si kecil akan “bingung puting.”  Maksudnya, ia akan susah untuk kembali menyusu dengan benar pada payudara ibu.  Kedua, bila sudah berada satu atap lagi dengan si kecil, hendaknya ASI peras  yang masih ada jangan diberikan lagi, tapi bayi harus menyusu langsung pada ibu.  Bukankah tindakan menyusui adalah rotan? Jadi, bila ada rotan, mengapa harus  menggunakan akar?</p>
<p>Adapun cara “menabung” ASI peras, yang paling baik dan  efektif dengan menggunakan alat pompa ASI elektrik. Hanya saja, harganya relatif  mahal. Lagi pula, masih ada cara lain yang lebih terjangkau bila punya dana  lebih, yaitu piston atau pompa berbentuk suntikan. Prinsip kerja alat ini memang  seperti suntikan, hingga memiliki keunggulan, yaitu setiap jaringan pompa mudah  sekali dibersihkan dan tekanannya bisa diatur.</p>
<p>Ironisnya, pompa-pompa  yang ada di Indonesia jarang sekali berbentuk suntikan, lebih banyak berbentuk  squeeze and bulb. Padahal, harga kedua pompa tersebut relatif sama. Namun bentuk  squeeze and bulb tak pernah dianjurkan banyak ahli ASI. Soalnya, pompa seperti  ini sulit dibersihkan bagian bulb-nya (bagian belakang yang bentuknya menyerupai  bohlam) karena terbuat dari karet hingga tak bisa disterilisasi. Selain itu,  tekanannya tak bisa diatur, hingga tak bisa sama/rata.</p>
<p>MEMERAH DENGAN  JARI</p>
<p>Tentu saja ada yang lebih murah ketimbang pompa-pompa ASI tadi,  yaitu memerah dengan jari. Cara back to nature ini amat sederhana dan tak perlu  biaya. Namun agar hasil perahannya memuaskan, kita perlu mengenal sedikit  anatomi payudara.</p>
<p>Seperti dijelaskan Utami, payudara terdiri tiga  komponen yang prinsipil, yaitu “pabrik” (di daerah berwarna putih), saluran, dan  “gudang” (di daerah warna cokelat atau areola) ASI. Ketiganya seperti bejana  berhubungan. “ASI diproduksi di ‘pabrik’nya yang berbentuk seperti kumpulan buah  anggur. Setiap ‘pabrik’ ASI dilalui otot-otot. Bila otot-otot ini mengkerut, ia  akan memompa ASI ke salurannya menuju ‘gudang’. Nah, agar pabrik memproduksi ASI  lagi, syarat utamanya ASI di ‘gudang’ harus habis lebih dulu. Bila ‘gudang’  kosong, barulah ‘pabrik’ akan mengisinya kembali, begitu seterusnya,” papar  Utami.</p>
<p>Jadi, pada prinsipnya kita harus bisa mengeluarkan ASI yang ada  di “gudang”. Caranya, tempatkan tangan kita di salah satu payudara, tepatnya di  tepi areola. Posisi ibu jari terletak berlawanan dengan jari telunjuk. Tekan  tangan ke arah dada, lalu dengan lembut tekan ibu jari dan telunjuk bersamaan.  Pertahankan agar jari tetap di tepi areola, jangan sampai menggeser ke puting.  Ulangi secara teratur untuk memulai aliran susu. Putar perlahan jari di  sekeliling payudara agar seluruh saluran susu dapat tertekan. Ulangi pada sisi  payudara lain, dan jika diperlukan, pijat payudara di antara waktu-waktu  pemerasan. Ulangi pada payudara pertama, kemudian lakukan lagi pada payudara  kedua. Letakan cangkir bermulut lebar yang sudah disterilkan di bawah payudara  yang diperas.</p>
<p>CARA MENYIMPAN</p>
<p>Sebenarnya, tutur Utami, memerah ASI  hampir sama dengan mengeluarkan pasta gigi. Bila kita hanya menekan ujung pasta  gigi, tentu pastanya tak akan keluar. Jadi, kita harus menekan agak ke belakang.  “Bila tak keluar banyak, kemungkinan teknik ibu salah. Mungkin cara memerah  susunya seperti melakukan massage payudara. Ini tak akan mengeluarkan ASI,  karena yang ditekan pada massage payudara adalah ‘pabrik’ ASI bukan ‘gudang’nya.  Kan, kita tak bisa langsung mengeluarkan ASI dari ‘pabrik’ tapi harus melalui  ‘gudang’ dulu.” Jadi, bila tekniknya sudah benar, lama-kelamaan memerah ASI akan  menjadi pekerjaan biasa. Waktu yang dibutuhkan pun tak sampai setengah jam, tapi  susu yang terkumpul bisa mencapi 500 cc, lo.</p>
<p>Setelah diperah, ASI harus  di simpan dengan baik agar dapat bertahan lama. Menurut Utami, di udara terbuka,  ASI perah bisa tahan 6-8 jam, tapi bila ditaruh di kantong plastik lalu  dimasukan termos dan diberi es batu, akan tahan kira-kira 1X 24 jam. Lain lagi  bila ASI perah dimasukan di lemari es, bisa tahan 2X24 jam. Sedangkan bila  dimasukkan dalam freezer, bisa tahan 3 bulan.</p>
<p>Namun dari semua cara  penyimpanan tadi, lebih dianjurkan untuk memasukkan ASI ke dalam termos dan  lemari es. “Sudah dibuktikan, lo, ASI perah yang dimasukkan ke termos dan lemari  es tak mengalami perubahan komposisi gizi sama sekali. Hanya mungkin warna dan  bentuknya saja yang berubah.” Tak demikian halnya jika dimasukkan dalam freezer,  “ASI akan mengalami perubahan dalam hal jumlah imunoglobulin, yaitu protein  molekul yang berfungsi sebagai daya tahan tubuh, karena ada yang mati akibat  kedinginan.”</p>
<p></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Memperbanyak Asi]]></title>
<link>http://velaris.wordpress.com/2009/12/22/memperbanyak-asi/</link>
<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 06:10:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>bucek007</dc:creator>
<guid>http://velaris.wordpress.com/2009/12/22/memperbanyak-asi/</guid>
<description><![CDATA[Agar ASI Berlimpah Singkirkan keinginan memperkenalkan pengganti ASI sedini mungkin. Idealnya, seten]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="font-family:Arial;color:#0000ff;">Agar ASI Berlimpah</span></p>
<p>Singkirkan keinginan  memperkenalkan pengganti ASI sedini mungkin. Idealnya, setengah jam setelah  lahir, segera susui bayi. Kalaupun belum keluar, tak perlu berkecil hati atau  malah putus asa. Paling tidak si bayi belajar mengisap dan ibu pun belajar  menyiapkan dirinya untuk memproduksi ASI. Toh, hingga 2&#215;24 jam pertama, tak  makan apa pun, bayi bisa bertahan hidup. Pemberian pengganti ASI menggunakan  botol hanya akan menyebabkan bayi bingung puting. Karena saat menggunakan dot,  tanpa diisap pun susu akan menetes dengan sendirinya. Sementara mengisap ASI  butuh kerja ekstra.</p>
<p>Cukupi kebutuhan gizi ibu dengan makanan 4 sehat 5  sempurna yang terjamin kualitasnya untuk menunjang produk ASI. Jadi, bukan cuma  makan asal enak dan kenyang, semisal bakso dan kerupuk. Perhatikan pula pola  makan yang benar. Semisal jangan makan hanya menunggu datangnya lapar. Selain  anjuran banyak minum air putih ataupun jus/sari buah.</p>
<p>Istirahat cukup  dan kondisi psikogis yang nyaman akan sangat menunjang kecukupan produksi ASI.  Meski yang tak kalah penting, banyak tidaknya produksi ASI sebetulnya amat  dipengaruhi oleh ketulusan sikap ibu. Artinya, meski bahan baku untuk  memproduksi ASI cukup, tapi bila si ibu bersikap ogah-ogahan, maka lambat laun  produksi ASI akan terus berkurang. Soalnya, setiap kali menyusui akan terkirim  sinyal ke otak yang mengeluarkan hormon produksi susu. Hingga makin sering  menyusui, makin banyak pula hormon tersebut diproduksi yang akan meningkatkan  jumlah ASI.</p>
<p>1. Tingkatkan frekuensi menyusui/memompa/memeras ASI.</p>
<p>Jika anak belum mau menyusu krn masih kenyang, perahlah / pompalah ASI.  Ingat ! produksi ASI prinsipnya based on demand sama spt prinsip pabrik. Jika  makin sering diminta(disusui/diperas/dipompa) maka makin banyak yg ASI yg  diproduksi.</p>
<p>2. Kosongkan payudara setelah anak selesai  menyusui.</p>
<p>Bahasan ini masih terkait dg point di atas. Makin sering  dikosongkan, maka produksi ASI juga makin lancar.</p>
<p>3. Yg tidak kalah  pentingnya : ibu harus dalam keadaan RELAKS. KONDISI PSIKOLOGIS ibu menyusui  sangat menentukan keberhasilan ASI eksklusif. Menurut hasil penelitian, &#62; 80%  lebih kegagalan ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif adalah faktor  psikologis ibu menyusui. Ingat : 1 pikiran “duh ASI peras saya cukup gak ya?”  maka pada saat bersamaan ratusan sensor pada otak akan memerintahkan hormon  oksitosin (produksi ASI) utk bekerja lambat. Dan akhirnya produksi ASI  menurun.</p>
<p>Relaks saja ya bu. Disini sebetulnya peran besar sang ayah. Jika  ayah mendukung maka ASI akan lancar.Mendukung bisa dg berbagai cara mulai dari  menyemangati istri hingga hal2 lain spt menyendawakan bayi setelah menyusu,  menggendong bayi utk disusukan ke ibunya, dsbnya.</p>
<p>4. Hindari pemberian  susu formula.</p>
<p>Terkadang karena banyak orangtua merasa bahwa ASInya masih  sedikit atautakut anak gak kenyang, banyak yg segera memberikan susu formula.  Padahal</p>
<p>pemberian susu formula itu justru akan menyebabkan ASI semakin  tidak lancar. Anak relatif malas menyusu atau malah bingung puting terutama  pemberian susu formula dg dot. Begitu bayi diberikan susu formula, maka saat ia  menyusu pada ibunya akan kekenyangan. Sehingga volume ASI makin berkurang. Makin  sering susu formula diberikan makin sedikit ASI yg diproduksi.</p>
<p>5. Hindari  penggunaan DOT, empeng, dkknya</p>
<p>Jika ibu ingin memberikan ASI peras/pompa  (ataupun memilih susu formula) berikan ke bayi dg menggunakan sendok, bukan dot  ! Saat ibu memberikan dg dot, maka anak dapat mengalami BINGUNG PUTING (nipple  confusion). Kondisi dimana bayi hanya menyusu di ujung puting seperti ketika  menyusu dot. Padahal, cara menyusu yang benar adalah seluruh areola (bag. gelap  di sekitar puting payudara) ibu masuk ke mulut bayi. Akhirnya, si kecil jadi  ogah menyusu langsung dari payudara lantaran ia merasa betapa sulitnya  mengeluarkan ASI. Sementara kalau menyusu dari botol, hanya dengan menekan  sedikit saja dotnya, susu langsung keluar. Karena itu hindari penggunaan dot  dsbnya.</p>
<p>6. Datangi klinik laktasi. Jangan ragu untuk menghubungi atau  konsultasi dg klinik laktasi. Disana ibu dan ayah mendapatkan masukan secara  teknis agar ASI tetap optima.</p>
<p>7. Ibu menyusui mengkonsumsi makanan  bergizi.</p>
<p>8. Lakukan perawatan payudara : Massage / pemijatan payudara dan  kompres air hangat &#38; air dingin bergantian</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[How can promo products turn the economy around?]]></title>
<link>http://shoewallet.wordpress.com/2009/12/22/how-can-promo-products-turn-the-economy-around/</link>
<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 05:34:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>shoewallet</dc:creator>
<guid>http://shoewallet.wordpress.com/2009/12/22/how-can-promo-products-turn-the-economy-around/</guid>
<description><![CDATA[Recent studies show that in challenging economic times, it is vital to continue marketing your brand]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Recent studies show that in challenging economic times, it is vital to continue marketing your brand.  Economic cycles are just that, cyclical.  Similar to the Wall Street phrase, &#8220;buy when other&#8217;s are selling and sell when other&#8217;s are buying,&#8221; the same can hold true in the marketing arena.  Many studies do show though that companies often cut their marketing budgets first and assume a defensive posture.  This is great&#8230;For your competitors.</p>
<p>View this recent piece from the New Yorker that compares the strategies of Kellogg&#8217;s &#38; Post during the Great Depression.  Can you see some parallels with right now?</p>
<p><a href="http://www.shoewalletpromogear.com/kelloggvspost" target="_blank">www.shoewalletpromogear.com/kelloggvspost</a></p>
<p>Watch for our upcoming piece that ranks the most cost effective media marketing tools available.  This one will surprise you (it surprised us &#38; we&#8217;re in the business).</p>
<p><a href="http://shoewalletpromogear.com" target="_blank"><img class="alignnone size-full wp-image-4" title="shoewalletmainlogopng" src="http://shoewallet.wordpress.com/files/2009/12/shoewalletmainlogopng.png" alt="" width="285" height="68" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sales Professional - Trevose, PA]]></title>
<link>http://promogigs.wordpress.com/2009/12/21/sales-professional-trevose-pa/</link>
<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 14:00:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>PromoGigs</dc:creator>
<guid>http://promogigs.wordpress.com/2009/12/21/sales-professional-trevose-pa/</guid>
<description><![CDATA[ASI is the information hub of the promotional products industry. We produce catalogs, directories, n]]></description>
<content:encoded><![CDATA[ASI is the information hub of the promotional products industry. We produce catalogs, directories, n]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Senior Conservation Assistant]]></title>
<link>http://govjobs.wordpress.com/2009/12/20/senior-conservation-assistant/</link>
<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 10:44:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>The Editor</dc:creator>
<guid>http://govjobs.wordpress.com/2009/12/20/senior-conservation-assistant/</guid>
<description><![CDATA[Archaeological Survey of India (ASI) Janpath, New Delhi &#8211; 110011 Applications are invited for ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Archaeological Survey of India (ASI) Janpath, New Delhi &#8211; 110011 Applications are invited for ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Foreman]]></title>
<link>http://govjobs.wordpress.com/2009/12/19/foreman/</link>
<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 09:05:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>The Editor</dc:creator>
<guid>http://govjobs.wordpress.com/2009/12/19/foreman/</guid>
<description><![CDATA[Archaeological Survey of India (ASI) Applications are invited for the following posts : Foreman (Wor]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Archaeological Survey of India (ASI) Applications are invited for the following posts : Foreman (Wor]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Masih Menyusui, Eh Hamil Lagi....Lanjut?? Enggak?? (Tandem Nursing)]]></title>
<link>http://drsuryobawono.wordpress.com/2009/12/18/masih-menyusui-eh-hamil-lagi-lanjut-enggak-tandem-nursing/</link>
<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 15:46:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Dr. Suryo Bawono, SpOG</dc:creator>
<guid>http://drsuryobawono.wordpress.com/2009/12/18/masih-menyusui-eh-hamil-lagi-lanjut-enggak-tandem-nursing/</guid>
<description><![CDATA[&#8230;&#8230;. Pertanyaan ini seriing banget saya dengar dari pasien-pasien, `Dok, saya udah isi la]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>&#8230;&#8230;.<a href="http://drsuryobawono.wordpress.com/files/2009/12/pregnant-w-baby.jpg"><img src="http://drsuryobawono.wordpress.com/files/2009/12/pregnant-w-baby.jpg?w=300" alt="" title="gs297080" width="300" height="199" class="aligncenter size-medium wp-image-234" /></a><br />
Pertanyaan ini seriing banget saya dengar dari pasien-pasien, `Dok, saya udah isi lagi&#8230;gimana yah menyusuinya?? Lanjut or stop??`</p>
<p>Hal ini bukan hal yang sepele lho&#8230;Karena lingkungan sekitar mulai dari ortu ibu, tetangga, teman, dan sebagainya pasti sibuk kasih komen dan kasih masukan yang malah bikin simpang siur. Banyak yang bilang kalo hamil lagi sedangkan masih menyusui akan menyebabkan keguguran, cacat dan segala macam kemungkinan buruk lainnya. Apakah hal ini benar atau tidak??</p>
<p>Secara medis bila menyusui maka akan memicu produksi hormon yang menyebabkan kontraksi rahim. Ternyata hal tersebut hanyalah teori, karena tidak ditemukan bukti bahwa menyusui selama kehamilan akan menyebabkan gangguan janin, prematuritas, atau keguguran. Jadi bila anda mengalami hal tersebut, maka lanjiutkanlah menyusui dan kehamilannya juga. Hal ini disebut sebagai Tandem Nursing.</p>
<p>Selama ini saya selalu memberikan penjelasan kepada pasien bahwa Tuhan adalah Maha Adil, dan tidak akan Tuhan memutuskan ikatan ibu dan sang kakak saat kehadiran sang adik dalam perut ibu. </p>
<p>Semoga bermanfaat<br />
 <!-- AddThis Button BEGIN --> <a class="addthis_button" href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&#38;pub=xa-4b0e3406003c77b9"><img src="http://s7.addthis.com/static/btn/v2/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share"></a> <!-- AddThis Button END --><br />
&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The Princess and the Fob (part deux)]]></title>
<link>http://tooarab.com/2009/12/16/the-princess-and-the-fob-part-deux/</link>
<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 01:01:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>lsergie</dc:creator>
<guid>http://tooarab.com/2009/12/16/the-princess-and-the-fob-part-deux/</guid>
<description><![CDATA[A guy I know told me that trying to meet your future partner at a wedding is like expecting to meet ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://tooarab.wordpress.com/files/2009/12/dsc02019.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-237" title="magic kingdom" src="http://tooarab.wordpress.com/files/2009/12/dsc02019.jpg?w=300" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://tooarab.wordpress.com/files/2009/12/dsc02019.jpg"></a>A guy I know told me that trying to meet your future partner at a wedding is like expecting to meet your soul mate at the local bar. You know, where everyone knows your name (and the names of your family, neighbors, grandparents, at least three generations of cousins). It seems like a good idea in theory, but rarely works in reality. Yet as we know, all the single ladies (and gentlemen) line up at these events with dreamy hopes of meeting <em>the one</em>. Like Obama, the parties suffer from high-expectation syndrome. Their rosy hopes are colored by a few tales that have become urban Arab myths. We hear these stories over and over (and even know a couple of these couples ourselves). Do I have to remind you that Leila met Antar at the Hamwi wedding in &#8216;98 and now they are married with three kids in Cleveland? No, because your mother most certainly will. The real truth about the big-party set-up is that it&#8217;s often awkward but unavoidable as long as your great-aunt has a say.</p>
<p style="text-align:justify;">So what does the future hold for our beloved princess and her handsome FOB?</p>
<p style="text-align:justify;">She looks at him shyly. He says &#8220;hi&#8221; and pulls the empty chair for her. She sits, he smiles. He seems normal, not like the others that she has met over the years. Like the guy who sent his mother over for tea, armed with an 8&#215;10 framed head-shot of her precious son, in hopes she will fall in love with him. Or the guy who talked to her for an hour in her family&#8217;s living room without looking at her directly (out of respect). Or the cheesy guy who asks her to dip her finger in the coffee to sweeten it. Or the guy whose ultra-hip, botoxed mother, in a twist of tradition, asked if her hair was real or extensions.</p>
<p style="text-align:justify;">No this FOB was soft-spoken, well-dressed, and seemed genuinely interested about her thoughts on politics, Project Runway and <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Asi_(film)" target="_blank">Asi</a>. He asks about her education and she asks about his family. Analyzing the family is a big part of arranged marriage 2.0. You really need to know every detail (how many siblings, single or married and where they live) to understand the full scope of what you are getting into. He was from a small, well-educated family. And yes, since you must ask, he was a doctor. By the time he takes her hand as the <em>debkeh </em>starts, she feels that this may be &#8220;the real thing&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">If you are a PAAP reading this, put on some jeans, wipe off at least half your make-up, and ditch the designer bag. If you are looking for a normal guy, he is looking for a low-maintenance girl. All of your &#8220;extra features&#8221; will intimidate some great guys. This is unfair and reeks of double standards, but unlike your girlfriends who will admire your high-end taste, potential husbands can only think of the $$$$ on all your stuff and how they are going to pay for it. LV can wait until after the wedding!</p>
<p style="text-align:justify;">At the end of each party, emails and phone numbers are exchanged. Doting parents watch with pride and hold their breath, almost giddy at the possibility of one more generation of untainted genes. Everyone else watches carefully to see if a true bond is made, if Facebook statuses are updated with the envy-inducing, red heart that marks the newly-engaged. If nothing happens, don&#8217;t worry you have five weddings next summer to look forward to; good luck.</p>
<p style="text-align:justify;">But in our happily-ever-after, the princess marries the FOB. They are from two separate worlds, but they will &#8220;make it work&#8221;. As west meets east, she will teach him to like sushi and Jay-Z; he will teach her to cook his favorite dishes. She will make him cool; he will make her money. She will teach him American slang; he will speak Arabic to the kids. He gets a green card; she wins her parents&#8217; blessing and society&#8217;s admiration. It&#8217;s a win/win situation, no?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Free the Belgrade Six!]]></title>
<link>http://chtodelat.wordpress.com/2009/12/15/free-the-belgrade-six/</link>
<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 22:58:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>hecksinductionhour</dc:creator>
<guid>http://chtodelat.wordpress.com/2009/12/15/free-the-belgrade-six/</guid>
<description><![CDATA[About the Case On Saturday, September 4, 2009,  five* political activists were arrested in Belgrade ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://asi.zsp.net.pl/" target="_blank"><em></em></a><a href="http://chtodelat.wordpress.com/files/2009/12/belgradesix.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-1615" title="belgradesix" src="http://chtodelat.wordpress.com/files/2009/12/belgradesix.png" alt="" width="252" height="308" /></a></p>
<blockquote><p>
<a href="http://asi.zsp.net.pl/" target="_blank">About the Case</a></p>
<p style="text-align:justify;"><em>On Saturday, September 4, 2009,  five* political activists were arrested in Belgrade on trumped up charges. The five, Tadej Kurepa, Ivan Vulović, Sanja Dojkić, Ratibor Trivunac, and Nikola Mitrović, are activists in or associates of the Anarcho-Syndicalist Initiative, the Serbian section of the International Workers’ Association (IWA). (*The sixth person sought by police, Ivan Savić, was also arrested some days later.)</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>The arrests are allegedly related to a direct action which took place at the Greek Embassy on August 25. Negligible damage was done: a crack in one window, a tiny burn mark on the facade and a circled A graffiti on the embassy as a act of symbolic solidarity with Thodoros Iliopoulos. The prosecutor however imagines this as an act of “international terrorism” and would like to charge our comrades with such. If the state allows such charges to be pressed, they could be facing 3-15 years in prison.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">For more information on the ASI and the case, read <a href="http://madrid.cnt.es/noticia.php?id=244" target="_blank">this interview</a> with a Slovenian anarchist. Here is an excerpt:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>- What influence does the ASI have in Serbia?</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>As we all know, this is a small organization, yet it has a great influence on society. They have been gaining influence in public opinion, among workers and have been shown to be the only alternative to other unions. They were very effective and persistent with anarchist propaganda, with its principles, tactics and aims, not only among the working class, also among students, teachers, etc.. We firmly believe that this is the main reason for the arrest and we assume that the Serbian intelligence service is behind the entire process.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>In addition I would add that the ASI not only has an influence in Serbia, but in many Balkan countries. As these countries do not have anarcho-syndicalist organizations (with exception in Croatia) for the moment, they are the reference. The ASI has put much effort in recent years in the need for a anarchosyndicalist organization.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>- What has been the reaction of the Serbian people?</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Many kindred organizations have expressed solidarity with the comrades and also public figures (film directors, journalists, writers, etc.).. Also university professors and some leftist groups. As said, the ASI is far more influential than the rest of Europe thinks.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>- What is the current status of other anti-order groups in Serbia?</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>As I said before, the Serbian state has very repressive policies. One of the most active struggles today is anti-fascism and one of the few where all organizations are quite united. This is so because fascism is very strong in Serbia, including in the parliament.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> Notably, the fascist movement tends to focus its campaign against the anarcho-syndicalism. For example, just a couple weeks ago when they made a strong campaign against the ASI. I would dare to say that Serb fascism does not focus their struggle against liberal anti-fascism. Its real enemy is anarcho-syndicalism, demonstrating, and I never get tired of repeating it, the great work he has done by the ASI.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> In fact, ASI was the catalyst in the BAFI (Belgrade Antifascist Initiative).</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">You can also keep updated on the case <a href="http://libcom.org/tags/belgrade-6" target="_blank">here</a>.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>What you can do</strong></p>
<p style="text-align:justify;">The <a href="http://asi.zsp.net.pl/" target="_blank">ASI/Free the Belgrade Six solidarity website</a> has an easy-to-use form for emailing a protest letter to high Serbian officials, including the president and prime minister. You can access it <a href="http://asi.zsp.net.pl/free-the-anarchists/emailpage/" target="_blank">here</a>. You can write your own message in the form or send the following prepared text:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>We are writing to demand the immediate release of Tadej Kurep, Ivan Vulović, Sanja Dojkić, Ratibor Trivunac and Nikola Mitrović, arrested Sept. 4 in Belgrade on absurd grounds.  The prosecutor&#8217;s assertations are clearly ridiculous. It seems perfectly clear that this case has been politicized and a show case is being made out of a minor incident.  In the meanwhile, the state continues to deflect attention away from the institutionalized violence inflicted daily through war, policing and exploitation, which is the real terror of daily life for millions around the globe.   We will not stand by idly as people who fight for social justice are repressed based on their history of political activism. We will campaign for the release of these activists and for the end of state repression.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="font-style:normal;">The Serbian original of the following open letter can be accessed <a href="http://www.b92.net/info/misljenja/index.php?nav_id=397457" target="_blank">here</a>; thanks to Comrade A. for sending us the English translation.</span></em></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Open letter from a group of intellectuals concerning the court trial against six anarchists</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>The Indictment of Anarchists for Terrorism Is a Political Trial<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>The alleged throwing of two burning beer bottles at the Greek embassy was qualified as an extremely serious crime by the public prosecutor’s office on November 3, 2009. Six proven anti-fascists are thus accused of no more and no less than international terrorism! A group for monitoring the trial against the six anarchists has initiated a petition, collecting signatures under an open letter that aims to bring to public attention the fact that what we are faced with is in fact a political trial. The text of the letter has been endorsed by numerous intellectuals.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>The group for monitoring the trial against six anarchists</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>On September 3 and 4, 2009, Ivan Vulović (24), Sanja Dojkić (19), Ivan Savić (25), Ratibor Trivunac (28), Tadej Kurepa (24), and Nikola Mitrović (29) were arrested by the police. They were arrested under suspicion that they perpetrated the criminal act of causing general danger by throwing “Molotov cocktails” at the Greek embassy building. 24 hours later the state prosecutor’s office changed its qualification of the alleged act from “causing general danger” to “criminal act of international terrorism”. We fear that this was an arbitrary interpretation of the Criminal Code and a case of its instrumentalization for quotidian political purposes.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> It is necessary to state the social context in which all this is happening. Historical revisionism is becoming more and more normalized, and legal rehabilitations of Nazi collaborators from World War II are on the agenda. The equation of leftist and far-right political ideas is a consequence. In the year 2009 alone we have witnessed the escalation of violence: as a consequence, one foreign citizen was killed, and numerous threats of violence have been made by the fascist groups. All of this has met with a mild reaction on the part of state prosecutors and the police. To name just one example: in the days leading up to the gay pride parade, the threats of physical liquidation of the gay population were termed mere “polemical tones” by the state’s representative.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>The state has been brought to a situation where a confrontation with the violent right-wing groups that it initially nurtured (but which have long since metastasized) seems unavoidable, if only just an illusionary confrontation. And yet the state finds its scapegoat on the left, penalizing it with draconian measures to establish a quasi-balance and thus present itself as “just” (as “restrained”) by opposing wo equally dangerous extremes.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>We live in a state where there is no guarantee that a person will be prosecuted for his or her incitement of racial, religious, and ethnic hatred. In all these years, members of the clerico-fascist organization Obraz (which has been operating without interference since 1993) and the Serbian national movement 1389 (which presents itself as “patriotic” while maintaining close contacts with Russian fascist organizations) have not been held criminally liable for their acts, which have included threats against the LGBT community and  numerous attacks and beatings of its members. Goran Davidović (aka “Fuehrer”), leader of the neo-Nazi organization Nacionalni stroj, was allowed to openly mock the legal system of the Republic of Serbia when he successfully appealed the guilty verdict in his case, basing his challenge on the fact that trial documents were written in the Latin alphabet.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>We also need to remind ourselves of the fact that in the Criminal Code of the Republic of Serbia the act of international terrorism is equated with genocide, crimes against humanity, war crimes against the civilian population, organization and incitement of genocide, war crimes, and aggressive war. We live in a country that for decades now has been dominated by the national-chauvinist discourse and where even today it is debated whether there was a genocide in Srebrenica or not, or whether mass war crimes in Kosovo even happened.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> The willingess of the prosecutor’s office to qualify two thrown beer bottles in the same way as the most horrific crimes known to humanity represents a devaluation of these crimes and is a symptom of the deeply degenerated value system that made such an accusation possible.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> On the night of October 23-24, R.K. (17), N.H. (18), and I.F. (19) were arrested in Vršac. The reason for their arrest was that they had been pasting up posters with the slogan “Freedom for arrested anarchists” written on them. A criminal case was initiated against these young people: they are accused of “obstruction of justice” (Article 336b of the Criminal Code). They are threatened with three years in prison if found guilty. Despite the fact that the original stated intention of including this paragraph in the Criminal Code was to combat right-wing extremism, what we see again is a crackdown on the left.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>We think that the reason that a political indictment of this kind could even be produced lies in the influence the political parties have on the representative and judicial branches of the government  (one example is the fact that judges are re-elected by the High Council for Legal Affairs, whose members are nominated by the parliament). The Venice Commission in the Council of Europe and the European Commision have both already pointed to this arrangement as controversial.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> Taking into account Article 10 of the European Declaration of Human Rights, we do not hesitate to openly state that all the circumstances of this case clearly lead us to conclude that in its essence the trial against the six young people is a political trial. That is why we demand the withdrawal of this senseless indictment.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>10 December 2009</em></p>
<table style="text-align:justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody></tbody>
</table>
<p><span style="font-size:x-small;"><strong><em>Signed by:</em></strong><em></em></span></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Aleksej Kišjuhas, Borka Pavićević, Dragomir Olujić, Goran Despotović, Jovo Bakić, Ljubiša Rajić, Ljubomir Živkov, Pavel Domonji, Sonja Biserko, Sonja Drljević, Srbijanka Turajlić, Staša Zajović, Svetlana Lukić, Svetlana Vuković, Todor Kuljić, Nebojša Spaić, Vera Marković, Vesna Rakić Vodinelić, Vladimir Ilić, Zagorka Golubović, Zoran Petakov, Želimir Žilnik </em></p>
</blockquote>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Semalam Dita Tidur Tanpa Bunda]]></title>
<link>http://alumongga.wordpress.com/2009/12/15/semalam-bunda-tidur-tanpa-dita/</link>
<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 14:46:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bundanya Dita</dc:creator>
<guid>http://alumongga.wordpress.com/2009/12/15/semalam-bunda-tidur-tanpa-dita/</guid>
<description><![CDATA[Semenjak mempunyai anak, setiap menjelang akhir tahun, Bunda deg-deg an. Kenapa? Karena secara rutin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Semenjak mempunyai anak, setiap menjelang akhir tahun, Bunda deg-deg an. Kenapa? Karena secara rutin kantor Bunda mengadakan RaKer (Rapat Kerja) setiap akhir tahun. Tahun lalu, karena sesuatu hal, RaKer ditiadakan. Dan rasanya baru sekali ya akhir tahun 2008 itu raker gak ada. Yang jelas Bunda seneeng banget, karena saat itu Dita masih berusia kurang dari 6 bulan. Rasanya gak tega banget ninggalinnya.</p>
<p>Untuk akhir th 2009 ini, sebenarnya Bunda berharap gak ada lagi hihihi. Ternyata ada euy. Awalnya terdengar selentingan tempatnya di Bandung. Ternyata<em> last minutes</em> diputuskan ke Puncak. Dan yang bikin seneng RaKernya cuma 2 hari 1 malam. Padahal raker sebelumnya selalu 3 hari 2 malam.</p>
<p>Jujur, sebulan sebelumnya Bunda sangat resah untuk meninggalkan Dita walau hanya semalam. Seperti Bunda pernah ceritakan sebelumnya, Dita itu tidak bisa tidur tanpa ngedot ASIP. Dan saat itu stock ASIP tinggal 3 botol berisi @60-80ml. Duuuh gimana nih. Makanya Bunda mulai memikirkan beberapa alternatif jalan keluarnya.</p>
<p><!--more[BaCa SeLeNGKaPNYa...]--></p>
<p><em><strong>Alternatif 1</strong></em>. Bunda sempat terpikir untuk memberikan sufor. Setiap kali ke Supermarket Bunda memberanikan diri bertandang ke rak yang mendisplay berbagai jenis sufor, sebelumnya tidak pernah sekalipun Bunda kesana. Melihat-lihat sekilas merk-merk sufor. Tercenung. Bingung. Teringat beberapa tulisan di beberapa blog yang menceritakan kalau sufor merk A membuat pup anak keras. Merk B menyebabkan pup anak sangat encer alias diare. Merk C begini. Merk D begitu. Bunda makin bingung. Ragu. Gamang. Dan sampai 3 x mampir kesana pun selalu menyisakan perasaan yang sama. <em>*Maafkan saya ya ibu-ibu, ini hanya curahan hati, tidak bermaksud menyinggung perasaan ibu-ibu pengguna sufor untuk buah hatinya. Bisa jadi sikap saya yang terlalu berlebihan*</em></p>
<p><strong><em>Alternatif 2</em>.</strong> Mengajak Dita dan teh Dela ke tempat RaKer. Cihuy, <em>that sounds interesting</em> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  . Masalahnya boleh gak ya? Setelah ngobrol sama bos dan manager HRD nya, ternyata boleh-boleh saja, asal tidak mengganggu keikutsertaan Bunda di RaKer aja. Duuuh Bunda sudah seneng banget. Kebayang sekalian berlibur di hotel hehehe. Lagian Ayahnya Dita juga memberi lampu hijau. Otomatis gugurlah Alternatif 1, alhamdulillah <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em><strong>Alternatif 3</strong></em>. Saat Bunda menceritakan keinginan Bunda ke teh Dela, tampak teh Dela kurang berminat. Saat ditanya alasannya, teh Dela menjelaskan kalau dia enggan ikut karena takut mabuk saat perjalanan dan di tempat tujuan malah sakit. Waduh..Bunda malah lupa kalau teh Dela emang<em> mabukan</em> kalau naik mobil. Bunda bilang, kalau gak ada pilihan lain karena stock ASIP gak mencukupi kalau Dita gak ikut. Lantas teh Dela memberi jawaban yang cukup mengejutkan &#8220;Saya rasa adik bisa kok tidur tanpa ngedot ASIP, kadang kalau siang pas Bapak Ibu di kantor, dan adik sudah ngantuk banget, saya elus-elus pelan punggungnya langsung bisa tertidur&#8221; .</p>
<p>Menindaklanjuti alternatif 3, Bunda dan teh Dela mencoba membiasakan Dita untuk tidak tergantung dot ASIP saat mau tidur. Setiap hari Bunda mendapat ASIP 2 botol @60-80ml hasil memerah di kantor. Dan 2 botol ini untuk 2 kali konsumsi ASIP Dita saat menjelang tidur pagi dan siang. Nah, untuk membiasakannya, teh Dela hanya memberikan 1 botol dalam sehari, kalau gak pas tidur pagi ya pas tidur siang. Menurut teh Dela, kalau Dita sudah kenyang dan ngantuk berat, tanpa ngedot ASIP pun, Dita bisa tertidur pulas dengan cepat. Awalnya Bunda agak kasihan juga mengurangi konsumsi ASIP untuk Dita ini. Namun Bunda pikir, selama makannya Dita banyak dan bergizi, tidak masalah lah. Apalagi selama ini Dita juga mengkonsumsi susu UHT. Lagian sekalian pelan-pelan membiasakan Dita untuk lepas dari dot.</p>
<p>Dan, Alhamdulillah langkah ini berhasil. Walau kadang-kadang Dita tetap diberikan lebih dari 1 botol ASIP kalau keadaan mengharuskannya. Seperti saat Dita sedang batuk pilek, karena agak rewel ya diberikanlah ASIP yang lebih banyak. Dan hasilnya, menjelang keberangkatan Bunda ke Puncak, tersedia stock 5 botol ASIP @60-80ml. Bismilahirahmanirrahiim, semoga cukup ya nak <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Seminggu sebelum berangkat, Bunda dikasih tahu Ayahnya Dita kalau Ayah juga ada gathering dari kantornya ke Garut. Dan waktunya, sehari setelah keberangkatan Bunda. Awalnya Ayahnya Dita mau gak berangkat karena kasihan Dita tapi Bunda bilang gak masalah. Karena malam pas Bunda menginap kan Ayahnya Dita masih di rumah, baru paginya berangkat. Teh Dela pun juga bilang gak masalah. Malah teh Dela sempat nyeletuk &#8220;Kalau gak ada Bapak dan Ibu, adik malah anteng kok..&#8221; Waks.. hehehehe <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  .</p>
<p>Akhirnya, Jumat (11/12/2009) pagi Bunda berangkat raker. Sebelum berangkat Bunda bilang ke Dita &#8220;Sayang, Bunda pergi kerja ya. Pulangnya besok. Adik nanti malam tidur sama teh Dela ya, gak boleh rewel&#8221;. Bismillah, Bunda berangkat. Ngumpulnya sih di kantor, soalnya bareng2 naik bis. Karena Bapak2 harus sholat Jum&#8217;at, kami mampir ke Wisata Agro Kebun Gunung Mas. Kongkow-kongkow, minum teh, makan tahu goreng dan pisang goreng, makan bakso. Hmm.. nikmat. Untuk sejenak kok ya lupa sama anak hehehehe <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Maafin Bunda ya sayang&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sekitar jam 1 siang sampai ke tempat tujuan, di Hotel Yasmin, Puncak. Check in. Bunda sekamar sendiri, maklum kaum hawanya cuma 3 orang termasuk Bunda. Setelah sampai kamar, yang pertama kali Bunda cek, kulkas, berfungsi dengan baik apa gak. Ternyata perlu T connector untuk nyalain kulkasnya, jadi Bunda memintanya kepada pihak hotel. Meeting dimulai jam 2, makanya Bunda menyempatkan merah ASI dulu, dan dimasukkan ke kulkas kecil. Sekalian turun makan siang dan ke tempat meeting, Bunda menitipkan blue ice di dapur hotel. Sebenarnya ada freezer kecil di dalam kulkas kecil dalam kamar, cuma lebih mantap di titipkan di dapur hotel dalam freezer yang gede.</p>
<p>Malamnya setelah <em>dinner</em>, Bunda merah ASI lagi di kamar. Setelahnya sempat <em>chatting</em> sama Ayahnya Dita menanyakan kabar Dita. Ayahnya Dita tidur di kamar atas. Sedangkan Dita bersama teh Dela di bawah, di depan tv, soalnya tempat tidur teh Dela pakai kasur single, jadi gak cukuplah buat berdua. Bunda lebih prefer Dita tidur sama teh Dela dibanding Ayahnya, soalnya supaya kalau Dita mau minum ASIP lebih gampang manasinnya di dapur bawah. Lagian Ayahnya Dita gak pernah tuh manasin ASIP buat Dita hehehe. Kata Ayah sih, semalaman Dita tidur pules, gak rewel. Bunda jadi lega banget mendengarnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ah..malam itu serasa lebih panjang dari biasanya tanpa ada Dita di sisi Bunda. Meski diawali guling sana-guling sini karena susah tidur, akhirnya Bunda terlelap juga sampai subuh.</p>
<p>Paginya, Bunda merah ASIP lagi sebelum meeting. Selesai meeting jam 11-an Bunda gak sempat merah lagi karena buru-buru rombongan bis harus segera bertolak ke Cimahi untuk menghadiri pernikahan salah satu rekan kantor. Jadi langsung Check Out. Tak lupa Bunda mengambil blue ice dari dapur hotel untuk dimasukkan dalam cooler bag yang akan menjaga suhu hasil perahan ASI selama di hotel sebanyak 3 botol total &#8220;cuma&#8221; 200ml.</p>
<p>Sampai Cimahi hampir jam 2 siang, untung masih bisa ketemu sang pengantin yang harus turun pelaminan jam 2 siang. Di sana makan, ngobrol dan foto bersama. Perjalanan pulangpun jadi lebih lancar karena langsung lewat tol, dibandingkan kalau pulang dari Puncak pasti kendaraan berjalan merayap. Sempat mampir ke Cikampek untuk makan bakso dan beli oleh-oleh. Dan sampai rumah sekitar jam 6 sore. Bunda sudah kangeeeen banget sama Dita. Karena dari pagi tidak sempat merah ASI, sesampai di rumah Dita langsung nenen Bunda dengan puas. Dita happy, Bunda pun lega <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p>Dari Garut, Ayahnya Dita gantian sms menanyakan kabar Dita. Alhamdulillah, selama ditinggal Bunda, Dita gak rewel. Stock ASIP yang hanya 5 botol, ludes. 1 botol untuk Jum&#8217;at siang. 3 botol untuk malamnya. 1 botol lagi untuk Sabtu siang. Pas! Atau dipas-pas-in sama teh Dela, entahlah. Yang penting, waktu tidur malam Dita gak rewel. Gantinya, oleh-oleh ASIP dari Puncak yang Bunda jadikan 3 botol <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://alumongga.wordpress.com/files/2009/12/asip-before-after-raker.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1371" title="ASIP-Before-After-Raker" src="http://alumongga.wordpress.com/files/2009/12/asip-before-after-raker.jpg" alt="" width="499" height="187" /></a></p>
<p>Dan tentu saja, kurang afdol kalau pergi, pulangnya tanpa tentengan. Bunda membawa oleh-oleh dari Puncak untuk Dita dan Ayah. Besok sorenya, Minggu (13/12/2009) Ayahnya Dita pun pulang dari Garut membawa oleh-oleh buat Dita dan Bunda. Gak khusus sih buat Bunda tapi tetep aja Bunda merasa seneng dibawain oleh-oleh. Yang jelas oleh-oleh ini tidak sekedar buah tangan, tapi bentuk perhatian sesama anggota keluarga kecil kami yang saling menyayangi (suit&#8230;suittttt <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ) .Ini dia oleh-oleh nya :</p>
<p>Oleh-Oleh dari Bunda :</p>
<p><a href="http://alumongga.wordpress.com/files/2009/12/oleh-oleh-bunda.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1370" title="oleh-oleh-Bunda" src="http://alumongga.wordpress.com/files/2009/12/oleh-oleh-bunda.jpg" alt="" width="371" height="182" /></a></p>
<p>Oleh-oleh dari Ayah :</p>
<p><a href="http://alumongga.wordpress.com/files/2009/12/oleh-oleh-ayah2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1375" title="Oleh-oleh-Ayah" src="http://alumongga.wordpress.com/files/2009/12/oleh-oleh-ayah2.jpg" alt="" width="389" height="165" /></a></p>
<p>Trus teh Dela kebagian apa dong?. Selain uang saku dari Bunda karena sudah bersedia ngelonin Dita semalam, yaa&#8230;oleh-oleh makanannya untuk teh Dela juga. Kemudian selain yang di foto, Bunda pun sempat membeli Peuyeum Keju Bollen Kartikasari, belut goreng dan kerupuk kulit. Sedang Ayahnya Dita pun masih menambah oleh-oleh dengan keripik tempe dan sale pisang. Ada yang mau? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ASI Di Mata Bisa Jadi Solusi]]></title>
<link>http://drsuryobawono.wordpress.com/2009/12/15/asi-di-mata-bisa-jadi-solusi/</link>
<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 07:38:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>Dr. Suryo Bawono, SpOG</dc:creator>
<guid>http://drsuryobawono.wordpress.com/2009/12/15/asi-di-mata-bisa-jadi-solusi/</guid>
<description><![CDATA[&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
Kalau baca judulnya kok kayaknya aneh ya. Tapi saya juga baru tau hal itu lho. </p>
<p><a href="http://drsuryobawono.wordpress.com/files/2009/12/breastfeeding.jpg"><img src="http://drsuryobawono.wordpress.com/files/2009/12/breastfeeding.jpg" alt="" title="breastfeeding" width="150" height="145" class="alignleft size-full wp-image-204" /></a><br />
Begini ceritanya, suatu saat ada pasien saya yang habis melahirkan datang periksa ke tempat praktek saya.<br />
Sang ibu bercerita kalau sebelumnya si baby menderita sakit mata, dengan keluhan matanya berair dan banyak tahi matanya. Kemudian, kata orang tuanya, sakit mata tersebut bisa diobati dengan mengoleskan asi ke mata baby. Nah, ga berapa lama kemudian sembuh tuh sakit mata si baby.</p>
<p>Tinjauan secara medis memang hal tsb memungkinkan, karena asi sendiri banyak mengandung antibodi alias kekuatan untuk melawan penyakit.<br />
Sejauh ini sih belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan hal tsb.</p>
<p>O, ya&#8230;gimana ya kalo yang sakit mata se-kelurahan???<br />
Repot juga ya ibu menyusui jadinya<br />
 <!-- AddThis Button BEGIN --> <a class="addthis_button" href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&#38;pub=xa-4b0e3406003c77b9"><img src="http://s7.addthis.com/static/btn/v2/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share"></a> <!-- AddThis Button END --><br />
&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>*mohon kalau sudah ada yang mencoba dan punya pengalaman, isi komen dibawah ini ya</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KISAH NYATA : Bayi Usia 2 Hari Disuapi Pisang,dirawat di RS dan akhirnya meninggal]]></title>
<link>http://sarisyafaat2110.wordpress.com/2009/12/15/kisah-nyata-bayi-usia-2-hari-disuapi-pisangdirawat-di-rs-dan-akhirnya-meninggal/</link>
<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 03:11:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>sarisyafaat2110</dc:creator>
<guid>http://sarisyafaat2110.wordpress.com/2009/12/15/kisah-nyata-bayi-usia-2-hari-disuapi-pisangdirawat-di-rs-dan-akhirnya-meninggal/</guid>
<description><![CDATA[Dear All Friends, Sebuah pembelajaran lagi untuk kita&#8230;.sebagai ibu, agar dapat lebih rasiional]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dear All Friends, Sebuah pembelajaran lagi untuk kita&#8230;.sebagai ibu, agar dapat lebih rasiional]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ASI, 20 kali Lebih Hebat]]></title>
<link>http://wealthbeauty.wordpress.com/2009/12/14/asi-20-kali-lebih-hebat/</link>
<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 16:06:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>Novie</dc:creator>
<guid>http://wealthbeauty.wordpress.com/2009/12/14/asi-20-kali-lebih-hebat/</guid>
<description><![CDATA[ASI, apa yang terpikir kalo ada orang yang nyebut kata-kata ini? Aku sendiri saat ini sedang berjuan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>ASI, apa yang terpikir kalo ada orang yang nyebut kata-kata ini? Aku sendiri saat ini sedang berjuang untuk ngasih ASI eksklusif 6 bulan buat Ravee dan bercita-cita untuk bisa terus ngasih ASI sampai umur Ravee 2 tahun. Semoga berhasil, cayo.</p>
<p>Berikut ini ada artikel bagus banget yang ditulis oleh Dr. Utami Rusli yang dimuat di Kompas.com yang bisa jadi tambahan info buat yang mau berjuang untuk ASI karena ASI adalah yang terbaik yang dibuat oleh Allah untuk anak-anak kita.</p>
<p>==============================================</p>
<p><strong>ASI, 20 kali Lebih Hebat</strong><br />
Pemberian ASI secara eksklusif dan optimal akan membuat bayi tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Bagaimana tidak? ASI mengandung 200 zat gizi dan memberikan kekebalan buat bayi 20 kali lipat.</p>
<p>Menurut Dr. Utami Rusli, Sp.A. MBA IBCLC, spesialis anak di RS St. Carolus Jakarta, di dalam ASI terkandung lebih dari 200 unsur zat<!--more--> yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan bayi. Zat-zat itu antara lain putih telur, lemak, protein, karbohidrat, vitamin, mineral, hormon pertumbuhan, berbagai enzim, zat kekebalan, dan lain-lain.</p>
<p>Sayang sekali masih banyak orang yang tidak paham betul bahwa ASI memiliki nilai yang tiada tandingannya dibandingkan dengan susu formula atau makanan tambahan lain. Kenyataan ini mesti disosialisasikan secara lebih gencar dan terus-menerus.</p>
<p>Kelebihan ASI pertama-tama terletak pada kekhususannya. Susu kuda sangat cocok untuk bayi kuda, susu jerapah bagi bayi jerapah. Bayi manusia juga akan jauh lebih baik jika diberi susu yang paling cocok, yakni ASI, bukan susu hewan.</p>
<p>Karena itu, ASI sering kita kenal dengan sebutan ASI eksklusif (<em>exclusive breast feeding</em>). Selain khusus karena berasal dari spesies yang sama, yakni manusia, kandungan ASI bisa menyesuaikan kebutuhan bayi dengan perkembangan usianya.</p>
<p>ASI yang keluar saat kelahiran sampai hari ke-4 atau ke-7 disebut kolostrum. ASI yang keluar di hari ke-7 sampai ke-10 atau ke-14 setelah kelahiran disebut ASI transisi. ASI yang keluar sesudah hari ke-14 kelahiran disebut ASI matang. Komposisi gizi ketiga jenis ASI tersebut masing-masing berbeda.</p>
<p>“Bahkan terdapat perbedaan komposisi ASI dari menit ke menit,” tutur Ketua Pemasyarakatan Pemberian ASI Eksklusif RS St. Carolus Jakarta ini. Misalnya saja kandungan lemak pada ASI saat bayi berumur 3-5 hari adalah 1,85 g/dl. Pada saat usia bayi 15-18 hari, kandungan lemak itu menjadi 3,06 g/dl.</p>
<p><strong>30 Menit Setelah Lahir </strong><br />
Pada hari pertama setelah melahirkan, kandungan gizi ASI sangat tinggi. Dr. Utami pun selalu menganjurkan agar selambatnya 30 menit atau setengah jam setelah lahir, bayi harus segera disusui ibunya. Pada saat itu susu ibu menghasilkan kolostrum, susu jolong, atau susu awal yang warnanya kekuningan dan encer.</p>
<p>Kolostrum ini kaya zat gizi dan antibodi yang berfungsi untuk melindungi bayi dari infeksi. Kolostrum akan muncul lagi 30 jam kemudian. Itu artinya kalau bayi tidak segera mendapat kolostrum pertama, dia kehilangan zat bergizi tinggi dari ibunya.</p>
<p>Walaupun bayi masih punya kesempatan untuk mendapatkannya, produksi kolostrum selanjutnya hanya 30 mililiter sehari. Itu artinya, kolostrum diproduksi hanya satu mililiter dalam satu jam.</p>
<p>Tentu saja ini sangat kurang. Padahal, kolostrum mengandung protein, mineral, serta vitamin A, E, dan B12. Bahkan kolostrum mengandung lebih sedikit lemak dan gula dibandingkan dengan ASI yang diproduksi pada hari-hari berikutnya.</p>
<p>Secara fungsional, kolostrum berperan membersihkan air empedu dan mucus (meconium) pada saluran pencernaan bayi. Ini sangat penting karena pada masa sesudah kelahiran, bayi sangat rentan terhadap infeksi dan lingkungan yang sangat baru baginya. Kolostrum juga akan menghilangkan rasa lapar pada bayi baru lahir tanpa harus disertai asupan gula atau susu formula.</p>
<p>Menurut Dr. Utami, ASI yang keluar pada lima menit pertama dinamakan <em>foremilk</em>. Komposisinya berbeda dengan ASI yang keluar kemudian atau <em>hindmilk</em>. <em>Foremilk </em>lebih encer, mengandung protein tinggi dan karbohidrat rendah.</p>
<p>Sementara <em>hindmilk </em>mengandung karbohidrat tinggi, protein rendah, dan kandungan lemaknya 4-5 kali lebih banyak dibandingkan dengan <em>foremilk</em>. <em>Hindmil</em>k inilah yang mengenyangkan bayi.</p>
<p><strong>Warisan Zat Kebal</strong><br />
Selain mengenyangkan, kolostrum mengandung zat immunoglobulin atau kekebalan. Jenis protein yang bertugas memerangi infeksi dalam tubuh itu tidak dimiliki oleh susu hewan. Kandungan zat ini dalam kolostrum sekitar 10 hingga17 kali lebih banyak daripada di dalam ASI matang. Itu sebabkan bayi yang mendapat ASI secara optimal memiliki kekebalan tubuh 15 sampai 20 kali lebih baik.</p>
<p>Sebenarnya tubuh bayi sudah mulai membuat antibodi sendiri segera setelah dilahirkan. Namun, antibodi itu baru akan mencapai puncak kekuatannya pada usia bayi sembilan sampai 12 bulan.</p>
<p>Karena itu, ASI merupakan antibodi bantuan yang paling kuat bagi pertumbuhan awal si bayi. Terlebih lagi karena ASI ternyata mengandung berjuta-juta sel darah putih yang bermanfaat untuk membunuh kuman jahat dalam usus bayi.</p>
<p>Kandungan zat kekebalan ini benar-benar menakjubkan. Kekebalan tubuh ibu-ibu terhadap berbagai penyakit akan diturunkan pada bayinya lewat ASI. Seandainya ada seorang ibu mempunyai zat kekebalan terhadap lima penyakit, bayinya juga akan memperoleh warisan yang sama.</p>
<p>Efektivitas pemanfaatan ASI akan terasa sekali bila yang menyusui bayi itu adalah ibunya sendiri. Bila dua orang ibu melahirkan dan bayinya tertukar, ASI yang diberikan oleh keduanya tidak akan cocok walaupun tak memiliki efek samping pada bayi.</p>
<p><strong>Enam Bulan Pertama </strong><br />
Mengingat ASI adalah makanan yang paling cocok bagi bayi, WHO menganjurkan agar selama usia 0 sampai enam bulan bayi hanya diberi ASI sebagai menu utama dan satu-satunya. Anjuran ini sangat beralasan karena selain setipe dan memiliki zat kekebalan, kandungan ASI juga bisa mencerdaskan bayi.</p>
<p>Di dalam ASI terdapat taurine yang sangat penting dalam proses pembentukan sel-sel otak, sel-sel saraf, dan retina. Taurine adalah asam amino yang digunakan untuk membantu penyerapan lemak dan vitamin yang larut dalam lemak. Taurine juga membantu mengatur detakan jantung, menstabilkan membran sel, dan memelihara kelangsungan sel-sel otak.</p>
<p>Selain itu, taurine juga mengandung lemak rantai panjang. Lemak inilah cikal bakal pembentuk Arachidonic Acid (ARA) atau asam linoleat (omega-6) dan Docosa Hexaenoic Acid (DHA) atau asam alfa-linolenat (omega-3). Kedua bahan ini diketahui amat berguna dalam perkembangan sistem saraf otak dan indra penglihatan. Dr. Utami menegaskan bahwa DHA dan ARA ini tidak terdapat dalam susu sapi atau susu hewan lain.</p>
<p>Walaupun dalam susu formula (susu sapi yang dibuat dengan tambahan bahan lain) dikatakan dilengkapi DHA dan ARA, penyerapan pencernaan bayi tidak akan optimal, hanya sekitar 20 persen. Padahal, DHA dan ARA yang terdapat dalam ASI bisa diserap oleh pencernaan bayi sebanyak 100 persen dengan bantuan enzim lipase.</p>
<p>Optimalnya penyerapan DHA dan ARA itu membuat perkembangan otak bayi semakin maksimal. Kecerdasannya akan terus meningkat, apalagi bila sampai usia 12 bulan ia masih diberi ASI, selain makanan tambahan lain yang bemanfaat.</p>
<p><strong>Sehat Jiwa Raga</strong><br />
Manfaat ASI tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik. Efek pada kesehatan jiwa juga ada. Dr. Utami menyatakan bahwa pemberian ASI eksklusif merupakan bagian dari pendidikan anak. ASI tidak hanya mencerdaskan anak dari segi otak, tetapi juga hati dan spiritualitas.<br />
Walaupun masih perlu penelitian lanjut terhadap kesimpulan itu, uraian sementara ini bisa membantu menjelaskan konsep tersebut. Saat berada dalam kandungan, bayi seolah berada dalam surga yang sungguh menyejukkan dan menenteramkan.</p>
<p>Air ketuban yang silih berganti karena selalu mengalami siklus bagaikan usapan lembut, rahim tempat bayi tidur melindunginya dari bahaya, detak jantung ibu bagaikan senandung merdu yang meninabobokan dia, dan napas ibu seolah ayunan yang menimangnya. Suasana ini benar-benar nyaman dan tiada duanya bagi bayi.</p>
<p>Sewaktu lahir, bayi benar-benar merasa terkejut dengan dunia yang lain sama sekali dengan yang ia rasakan sebelumnya. Banyak hal asing harus dihadapinya. Satu-satunya yang bisa dipercaya adalah sang ibu. Karena itu, menyusui menjadi terapi yang sangat tepat untuk mengembalikan suasana yang dirasakan bayi selama ada dalam kandungan.</p>
<p>Dekapan dan elusan lembut sang ibu saat menyusui membuat bayi merasa aman dan tenteram. Ketenteraman itu ikut mendukung pertumbuhan sang bayi dengan lebih baik.</p>
<p>“Apalagi bila sang ibu membacakan kata-kata bijak seperti dari kitab suci. Bayi akan semakin bertumbuh sesuai harapan sang ibu, menjadi anak baik dan saleh,” tutur Dr. Utami.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengalaman menyapih alias weaning Fabian]]></title>
<link>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/12/14/pengalaman-menyapih-alias-weaning-fabian/</link>
<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 10:38:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>hen</dc:creator>
<guid>http://fabianyafa.wordpress.com/2009/12/14/pengalaman-menyapih-alias-weaning-fabian/</guid>
<description><![CDATA[Menyusui sudah seperti kegiatan rutin saya dan Fabian khususnya di malam hari. Tidak terbayang sebel]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Menyusui sudah seperti kegiatan rutin saya dan Fabian khususnya di malam hari. Tidak terbayang sebelumnya bagaimana caranya saya bisa melepas keakraban dan intimasi yang kita bangun selama menyusui ini. Di satu sisi, dia sudah berumur 30 bulan, alias 2.5 tahun. Sepertinya peran ASI pun tidak lagi terlalu penting bagi perkembangannya, baik dari hal nutrisi maupun kenyamanan (secure feeling). </p>
<p>Pertama saya dan suami memutuskan untuk menyapihnya pada saat dia berumur 2 tahun persis. Tapi entah kenapa setelah ulang tahunnya berlalu, saya masih&#160; belum merasa siap. Sampai akhirnya ditetapkan di tanggal 19 Nov 2009, menjadi tanggal penyapihan bagi Fabian. </p>
<p><!--more-->
</p>
<p>Tanggal tersebut, saya mengikuti corporate gathering di Bali selama 3 hari 2 malam. Sepertinya memang ini adalah momentum yang tepat untuk memulai usaha menyapih saya. Sebelumnya dia tidak pernah terpisah dengan saya pada malam hari. Terus terang saya pun sebenarnya tidak dapat menikmati perjalanan ke Bali tersebut, sepertinya ada yang kurang dalam diri saya karena untuk pertama kalinya tidur dimalam hari tanpa Fabian.</p>
<p>Kebetulan saya bekerja, jadi pada saat saya pergi, dia tidak ada masalah, karena sudah terbiasa berdua dengan susternya di rumah. Tapi ketika malam hari, biasanya dia selalu tertidur ketika sedang disusui. Nah, di hari pertama kepergian saya, dia tidur kira-kira jam setengah satu. Itupun dengan beberapa tangisan dan rengekan ingin menyusu. Tapi dari waktu tersebut, dia dapat tertidur lelap sampai pagi hari. Di malam kedua, dia pun tertidur dengan babysitter saya di kurang lebih jam 12 malam. </p>
<p>Nah setelah saya pulang, di malam harinya dia dengan semangat meminta &#8216;nenen&#8217;. Sebelumnya saya sudah bilang,.. &#8220;kok minta nenen fab, kan sudah besar. Nenen mama sudah pahit.&#8221; Lalu sesaat sebelum dia menyusu, saya mengoleskan minyak kayu putih terlebih dahulu. Saya ingat sekali raut mukanya yang kebingungan sambil menjilat-jilat bibirnya. Saya bilang &#8220;tuh kan pahit ya?&#8221; Fabian berkata &#8220;iya, pahit&#8221;. </p>
<p>Dari sejak itu, dia tidak pernah memaksa lagi untuk meminta ASI. Tapi memang di awal-awal, dia agak linglung pada saat mau bobo. Di minggu pertama, dia minta di pangku, sampai pada akhirnya dia tertidur lelap. Di minggu selanjutnya, saya hanya menemaninya tiduran di kasur sambil mengobrol, sampai pada akhirnya dia tertidur sendiri.</p>
<p>Saya merasa lega sekali, ternyata menyapih tidak seseram yang saya bayangkan. Fabian masih dapat beraktifitas dengan normal, dia tidak memberikan protest yang ekstrim dan tetap bisa bobo di malam hari. </p>
<p>Menyapih bukanlah hal yang mudah bagi saya. Terus terang, beberapa kali saya merasa ragu dan ingin mengurungkan niat saya untuk menyapih. Tapi semua ada waktunya. Begitu pula dengan menyusui. Inginnya sih anaknya sendiri yang secara sadar tidak mau nenen lagi. Tapi sepertinya hal ini tidak bisa terjadi antara saya dan Fabian, karena kita berdua sangat menikmati saat-saat tersebut.</p>
<p>Berikut beberapa hal yang saya bisa bagi utk ibu/mama diluar sana yang sedang memikirkan untuk menyapih anaknya.</p>
<p>Hal pertama yang harus dikuatkan adalah keyakinan mama. Kalau sudah sekali memutuskan untuk menyapih, tidak boleh berbalik lagi, dan mulai memberikan pada saat-saat anak merengek. Tekad mama harus sudah bulat (biasanya perasaaan ibu akan mengatakan bahwa dia sudah siap atau belum). Bila tidak konsisten, maka anak akan bingung dan mengira bahwa ada saat mamanya tidak mau kasih, tapi ada saat mamanya mau kasih..</p>
<p>Hal lainnya yang sangat penting dilakukan adalah memberi pengertian kepada Fabian bahwa dia sudah besar, dan tidak perlu lagi minum ASI seperti pada dede baby. Dari dia berumur 2 tahun, saya suka mengatakan kepadanya pada saat menyusuinya, &#8220;mama sayang Fabian. Walaupun nanti Fabian sudah tidak nenen lagi, mama tetap sayang Fabian. Kalau fabian mau dipeluk seperti sekarang, Fabian bisa bilang sama mama.&#8221;</p>
<p> Lalu saya dan suami juga secara konsisten mengatakan bahwa, bila Fabian sudah tidak nenen lagi, akan dibelikan sepeda seperti punya koko yang dia lihat di dekat rumah. Sepertinya keinginannya untuk memiliki sepeda cukup besar, sehingga dapat mengalahkan keinginannya untuk kembali mendapatkan kenyamanan pada saat disusui.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[••••••&gt; Safety and Security ]]></title>
<link>http://allhasardsgroup.wordpress.com/2009/12/14/%e2%80%a2%e2%80%a2%e2%80%a2%e2%80%a2%e2%80%a2%e2%80%a2-safety-and-security/</link>
<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 09:31:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>lousie12</dc:creator>
<guid>http://allhasardsgroup.wordpress.com/2009/12/14/%e2%80%a2%e2%80%a2%e2%80%a2%e2%80%a2%e2%80%a2%e2%80%a2-safety-and-security/</guid>
<description><![CDATA[Safety and Security: Safety is the state of being &#8220;safe&#8221;, the condition of being protect]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Safety and Security:</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><a href="http://allhazardsgroup.com/" target="_blank"><em>Safety</em></a><em> </em>is the state of being &#8220;safe&#8221;, the condition of being protected against physical, social, spiritual, financial, political, emotional, occupational, psychological, educational or other types or consequences of failure, damage, error, accidents, harm or any other event which could be considered non-desirable.</p>
<p><em>Security</em> is the degree of protection against danger, loss, and criminals.</p>
<p>Security as a national condition was defined in a United Nations study as a state at which countries think that there is no danger of military attack, political pressure, or economic coercion, so that they can develop and progress freely.</p>
<ul>
<li>With respect to classified matter, the condition that prevents      unauthorized persons from having access to official information that is      safeguarded in the interests of national security.</li>
<li>Measures taken by a military unit, an activity or installation to      protect itself against all acts designed to, or which may, impair its      effectiveness.</li>
</ul>
<p><strong>Types of Threats:</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>There are two types of threats: Conventional and Unconventional</p>
<p>Conventional threats require conventional methods.</p>
<p><a href="http://asi-nyc.com/home.html">Unconventional threats</a> require unconventional methods of planning, preparation, interdiction, response and mitigation.</p>
<p><strong>Safety and Security Requirements:</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>We require security and safety against threats, either conventional or unconventional: warfare, natural disasters, accidents, or other means.</p>
<p>We require security and safety for the following:</p>
<ul>
<li>Weapons      of Mass Destruction</li>
<li>Multiple      Simultaneous Terrorist Attacks</li>
<li>Natural      Disasters</li>
<li>Hazardous      Material Incidents</li>
<li>Anthrax      Attacks</li>
<li>Cyber      Events</li>
<li>Civil      Disturbances</li>
<li>Major      Power Outages<strong> </strong></li>
<li>Major      Transportation Incidents</li>
<li>Mass      Casualties</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p>We should have site-specific Emergency-Action Plans, including relocation or evacuation plans, for the following situations:</p>
<p><strong>• </strong>Chemical Attack • Biological Attack • Radiological Incidents including Dirty Bombs • Nuclear Attack • Hazardous Material Accidents • Pre-notification of attacks (threats) • Suspicious Packages • Mailroom Incidents • Explosions • Civil Disturbances • Power Outages • Natural Disasters: Earthquakes, Hurricanes, Floods, Severe Heat/Cold, Tornados • Major Medical</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Principles for Safety and Security:</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>These four principles are the cornerstone of our Emergency Planning and Preparedness:</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>• Prevention • Preparation • Response • Recovery</p>
<p><strong>Standards Organizations:</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>A number of standards organizations exist that promulgate safety and security standards. These may be voluntary organizations or government agencies.</p>
<h3><em>American National Standards Institute</em></h3>
<p>A major American standards organization is the American National Standards Institute (ANSI). Usually, members of a particular industry will voluntarily form a committee to study safety issues and propose standards. Those standards are then recommended to ANSI, which reviews and adopts them. Many government regulations require that products sold or used must comply with a particular ANSI standard.</p>
<h3><em>Testing laboratories</em></h3>
<p>Product safety testing, for the United States, is largely controlled by the Consumer Product Safety Commission. In addition, workplace related products come under the jurisdiction of the Occupational Safety &#38; Health Administration (OSHA), which certifies independent testing companies as Nationally Recognized Testing Laboratories (NRTL).</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menyusui Kurangi Resiko Terkena Penyakit Multiple Sclerosis	 ]]></title>
<link>http://4lifes.wordpress.com/2009/12/14/menyusui-kurangi-resiko-terkena-penyakit-multiple-sclerosis/</link>
<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 00:00:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>4lifeblogs</dc:creator>
<guid>http://4lifes.wordpress.com/2009/12/14/menyusui-kurangi-resiko-terkena-penyakit-multiple-sclerosis/</guid>
<description><![CDATA[Menyusui Kurangi Resiko Terkena Penyakit Multiple Sclerosis Washington, Ada kabar baik bagi kaum ibu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#ff00ff;">Menyusui Kurangi Resiko Terkena Penyakit Multiple Sclerosis</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><strong><a href="http://4lifes.wordpress.com/files/2009/12/multiple-sclerosis3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-581" title="multiple sclerosis3" src="http://4lifes.wordpress.com/files/2009/12/multiple-sclerosis3.jpg" alt="" width="116" height="106" /></a>Washington</strong></span>, Ada kabar baik bagi kaum ibu yang aktif menyusui. Sebuah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan, aktivitas menyusui dapat membantu wanita menghindari kambuhnya penyakit Sklerosis Ganda (<em>Multiple Sclerosis</em>) atau disingkat MS. Para peneliti menemukan bahwa wanita pengidap penyakit saraf kronis MS, tergolong jarang mengalami serangan penyakit tersebut bila memberi ASI eksklusif setidaknya selama dua bulan.<!--more--></p>
<p>Kaum wanita juga disarankan untuk tidak mengonsumsi obat penyakit <em>Multiple Sclerosis</em> selama hamil atau menyusui. Jika penderita tetap mengonsumsi obat penyakit MS, terutama bagi penderita yang baru melahirkan, maka kemudian penderita harus memilih untuk menyusui atau terus melanjutkan pengobatan.</p>
<p>Akademi Pediatrik Amerika Serikat menganjurkan agar penderita MS memberi ASI eksklusif selama enam bulan pertama yang dilanjutkan dengan menyusui paling tidak selama setahun.</p>
<p>Penelitian ini dilakukan oleh tim yang diketuai Annette Langer-Gould, lulusan dari Sekolah Kedokteran Universitas Stanford, California, AS. Hasilnya menunjukkan 87 persen wanita pengidap MS yang tidak menyusui lebih sering terserang MS. Sebaliknya, 36 persen wanita yang menyusui setidaknya dua bulan, jarang terserang MS. Pasalnya, dengan menyusui ASI ekslusif, wanita akan mengalami penundaan siklus menstruasi normalnya yang ternyata menghilangkan gejala MS.</p>
<p>Seperti ditulis kantor berita <em>Reuters</em> belum lama ini, Sklerosis Ganda atau <em>Multiple Sclerosis </em>muncul saat sistem kekebalan tubuh secara tak sengaja menyerang lemak <em>myelin</em> pelindung sel saraf. Penyakit ini mempengaruhi sistem saraf pusat yang dapat mengakibatkan kelumpuhan, meski pada sebagian kasus penderitanya masih bisa hidup seperti biasa. Gejala penyakit ini antara lain rasa kaku, lemah pada tungkai, kehilangan daya penglihatan, dan berjalan tak seimbang.</p>
<p><span style="color:#ff00ff;">Solusi untuk pencegahan &#38; perawatan penyakit multiple sclerosis [ penyakit autoimun ]</span></p>
<p><a href="http://4lifes.wordpress.com/files/2009/12/transferfactor_advance3.gif"><img class="alignleft" title="TransferFactor_advance" src="http://4lifes.wordpress.com/files/2009/12/transferfactor_advance3.gif" alt="" width="128" height="192" /></a></p>
<p>4Life Transfer Factor Advance Tri Factor Formula mampu meningkatkan kesehatan sistem imun anda, terutama yang memiliki keluhan penyakit autoimun seperti multiple sclerosis, TF Advance mampu menenangkan sistem imun yang bekerja terlalu aktif yang akhirnya menyerang sel-sel sehat tubuh kita sendiri.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Qutb Sunday!]]></title>
<link>http://rajidrc.wordpress.com/2009/12/13/qutb-sunday/</link>
<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 09:16:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>rajidrc</dc:creator>
<guid>http://rajidrc.wordpress.com/2009/12/13/qutb-sunday/</guid>
<description><![CDATA[Dec the 13th, 2009 : It starts today! Whats &#8220;It&#8220;? A purposeless mission taken up by an e]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dec the 13th, 2009 : It starts today! Whats &#8220;It&#8220;? A purposeless mission taken up by an e]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ASI dari Pompa Tidak Aman untuk Bayi?]]></title>
<link>http://n3ki.wordpress.com/2009/12/10/asi-dari-pompa-tidak-aman-untuk-bayi/</link>
<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 02:19:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>n3ki</dc:creator>
<guid>http://n3ki.wordpress.com/2009/12/10/asi-dari-pompa-tidak-aman-untuk-bayi/</guid>
<description><![CDATA[ASI yang diperah dengan pompa sebenarnya tak direkomendasikan atau tak dianjurkan diberikan kepada b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://n3ki.wordpress.com/files/2009/12/pompa-asi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-166" title="pompa asi" src="http://n3ki.wordpress.com/files/2009/12/pompa-asi.jpg" alt="" width="147" height="111" /></a>ASI yang diperah dengan pompa sebenarnya tak direkomendasikan atau tak dianjurkan diberikan kepada <strong>bayi</strong>. Kenapa? Karena banyak pompa ASI di pasaran yang tak memenuhi standar. Bahan karet yang terdapat di bagian belakang pompa yang berbentuk seperti bohlam ternyata tak bisa disterilkan. Bahkan bisa menjadi media yang menyalurkan <strong>mikroba</strong>.</p>
<p>Lantaran itu, <strong>ASI</strong> hasil pompa dianjurkan hanya sebatas untuk mengatasi pembengkakan payudara.  Memang, ada pula <strong>pompa ASI</strong> yang memenuhi standar, seperti pompa elektrik dan pompa berbentuk piston. Namun harganya relatif mahal. Jadi, yang dianjurkan tetaplah teknik memerah dengan tangan.</p>
<p>Selain mudah, tak merepotkan serta tak perlu mengeluarkan uang untuk membelikan peralatan itu. Modalnya cuma satu, yaitu ketrampilan Anda memerah ASI dengan tepat yang dapat dipelajari dan dipraktekkan lebih sering. Semakin Anda terampil, diharapkan semakin banyak ASI yang keluar.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bayi Kuning vs ASI]]></title>
<link>http://wealthbeauty.wordpress.com/2009/10/20/bayi-kuning-vs-asi/</link>
<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 15:05:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>Novie</dc:creator>
<guid>http://wealthbeauty.wordpress.com/2009/10/20/bayi-kuning-vs-asi/</guid>
<description><![CDATA[Bayi kuning, atau jaundice seringkali dihubungkan dengan kurangnya jumlah ASI yang diproduksi oleh i]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Bayi kuning, atau jaundice seringkali dihubungkan dengan kurangnya jumlah ASI yang diproduksi oleh ibu sehingga berpengaruh pada kurangnya asupan makanan yang diterima bayi. Hal ini ada benarnya, tapi jika kondisi ini kita alami apakah harus panik dan kemudian menyelesaikan masalah dengan mengalihkan ASI ke susu formula? Jangan sampai itu terjadi!</p>
<p>Kaitan antara jaundice dan ASI ada dua macam yaitu :<!--more--></p>
<ol>
<li>Breasfeeding jaundice : berkaitan dengan proses menyusu dan menyusui misalnya jumlah susu tidak cukup. Kasus seperti ini terjadi pada 5-10% bayi baru lahir yang terjadi pada minggu pertama kelahiran dan bayi tidak memperoleh cukup ASI. Penanganan yang benar adalah berikan ASI minimal 8-12 kali sehari tapi JANGAN berikan air putih apalagi air gula.</li>
<li>Breastmilk jaundice : berkaitan dengan kondisi ASI misalnya ada kandungan lemak tertentu yang menimbulkan jaundice. Kasus seperti ini terjadi pada 1% bayi baru lahir yang terjadi dalam 4-7 hari setelah kelahiran karena terdapat satu zat dalam ASI yang menghambat pengolahan bilirubin di organ hati. Jaundice akan menghilang seiring dengan makin matangnya fungsi organ hati bayi pada usia 3-10 minggu. Dengan kondisi inipun JANGAN stop ASI, tetap berikan ASI karena max 10 minggu jaundice pun akan hilang dengan sendirinya.</li>
</ol>
<p>Memang adakalanya saat DSA memilihkan fototerapi, pemberian ASI dihentikan SEMENTARA untuk memaksimalkan efek fototerapi, tapi moms.. setelah fototerapi selesai lanjutkan pemberian ASI ke bayi karena ASI adalah yang terbaik.</p>
<p>Satu lagi penyebab jaundice namun jarang ditemui adalah karena kelainan hati (Cholestatic jaundice) dengan ciri-ciri urin gelap yang menandakan ditemukannya bilirubin pada air kencing bayi, warna tinja pucat dan jaundice menetap selama 3 minggu. Penyebab cholestatic jaundice adalah adanya infeksi virus/bakteri atau adanya kelainan pada hati atau sistem empedu yang menyebabkan terganggunya proses pembuangan semua bahan yang toksik yang seharusnya dibuang oleh hati dan saluran empedu ke tinja, sehingga zat sampah tertumpuk di hati dan menyebabkan kerusakan sel-sel hati (SIROSIS).</p>
<p>Beberapa hal yang selama ini berlaku di sekitar kita mengenai penanganan jaundice, namun tidak benar (kelirumologi) :</p>
<ul>
<li>menjemur bayi : tidak ada hubungannya malah bayi bisa terkena sunburn. Penjemuran hanya bermanfaat untuk aktivasi pembentukan vitamin D</li>
<li>fototerapi saat bilirubin 10 mg/dl : sudah kita ketahui dari tulisan sebelumnya bahwa fototerapi dilakukan dengan beberapa kriteria angka minimal fototerapi adalah 15 mg/dl dgn kondisi yang mengikutinya</li>
<li>cek bilirubin saat bayi pulang</li>
<li>bolak balik kontrol dan tes darah : boros kaan&#8230;</li>
<li>hati-hati jika DSA meresepkan obat-obatan seperti luminal, questran, antibiotik dan albumin. Obat-obatan tsb di atas tidak ada yang diindikasikan untuk mengatasi jaundice DAN sebaiknya bayi kecil semaksimal mungkin dihindarkan dari konsumsi obat yang tidak perlu agar perkembangan sistem pertahan tubuhnya dapat berlangsung dengan sempurna</li>
</ul>
<p>Help&#8230;. bayi saya kuning, kapan saya bisa menghubungi dokter?<br />
Kita dapat menghubungi dokter jika kondisi sesuai berikut ini :</p>
<ul>
<li>kuning dalam 24 jam pertama</li>
<li>bayi kuning dan menunjukkan gelagat tidak sehat</li>
<li>urin berwarna coklat tua, menunjukkan kelainan hati</li>
<li>kuning sudah berlangsung selama lebih dari 2 minggu</li>
<li>berat badan bayi tidak ada peningkatan</li>
<li>ada masalah dalam menyusui (perlekatan yang kurang sempurna)</li>
</ul>
<p>Dari dua postingan ini ada beberapa kunci yang harus kita, para orang tua, pahami dan terapkan, yaitu :</p>
<ul>
<li>jaundice &#62; 24 jam umumnya normal dan menghilang dalam waktu 2 minggu</li>
<li>bilirubin diperiksa sesuai indikasi dan setelah dilakukan penilaian resiko</li>
<li>beri ASI minimal 8-12 kali perhari, jangan beri air putih ataupun air gula</li>
<li>monitor kecukupan ASI dengan melihat frekuensi BAB/BAK</li>
<li>tidak perlu menjemur bayi</li>
<li>sebagian besar jaundice tidak perlu obat</li>
<li>tetap berikan ASI meskipun terjadi breastfeeding dan breastmilk jaundice</li>
</ul>
<p><span style="font-size:xx-small;">Materi diambil dari makalah Pesat 10 tgl 10/10/09</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
