<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>astronomi &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/astronomi/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "astronomi"</description>
	<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 14:08:31 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Fakta Sinyal "WOW" Tidak Terpecahkan.]]></title>
<link>http://selaksadunia.wordpress.com/2009/11/24/fakta-sinyal-wow-tidak-terpecahkan/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 04:29:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>rambuanarki</dc:creator>
<guid>http://selaksadunia.wordpress.com/2009/11/24/fakta-sinyal-wow-tidak-terpecahkan/</guid>
<description><![CDATA[SINYAL Wow! adalah sinyal radio yang dideteksi oleh Dr Jerry R Ehman pada 15 Agustus 1977. Ketika it]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://wikimedia.org/wikipedia/commons/d/d3/Wow_signal.jpg" align="left" hspace="5" alt="sinyal"> SINYAL Wow! adalah sinyal radio yang dideteksi oleh Dr Jerry R Ehman pada 15 Agustus 1977. Ketika itu ia bekerja dalam proyek SETI di teleskop radio Big Ear di Ohio State University.SETI adalah singkatan dari Search for Extra-Terrestrial Intelligence, merupakan nama dari sekelompok usaha terorganisasi untuk mendeteksi kehidupan ekstraterestrial.Pendekatan umum yang dilakukan oleh proyek SETI adalah dengan menyurvei angkasa untuk mendeteksi keberadaan komunikasiinterstellardari sebuah peradaban. Sinyal Wow! berpotensi berasal dari luar tata surya.Sinyal ini berlangsung selama 72 menit, selanjutnya tidak dideteksi lagi. Sinyal ini menjadi pusat perhatian media ketika membicarakan hasil SETI.Hal yang paling mengagumkan adalah betapa dekatnya kecocokan sinyal dengan apa yang diduga sebagai tanda dari sinyalinterstellardalam antena yang digunakan.Ehman melingkari sinyal pada cetakan komputer dan menulis komentar &#8216;Wow!&#8217; di sisinya. Komentar ini kemudian dipakai sebagai nama sinyal.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pencarian Sinyal ET Luar Angkasa]]></title>
<link>http://selaksadunia.wordpress.com/2009/11/24/pencarian-sinyal-et-luar-angkasa/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 04:25:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>rambuanarki</dc:creator>
<guid>http://selaksadunia.wordpress.com/2009/11/24/pencarian-sinyal-et-luar-angkasa/</guid>
<description><![CDATA[Pencarian sinyal alien dimulai pada 1960 saat astronomer Frank Drake mengusulkan teleskop radio 26 m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://www.inilah.com/data/berita/foto/105459.jpg" align="left" hspace="5" alt="sinyal"> Pencarian sinyal alien dimulai pada 1960 saat astronomer Frank Drake mengusulkan teleskop radio 26 meter. Meskipun berhasil menangkap beberapa sinyal, hingga kini belum terjadi komunikasi kosmik. Sinyal alien diyakini bisa ditangkap 24 tahun lagi.Pencarian sinyal kosmik itu dilakukan oleh lembaga AS, SETI Institute dengan teleskop berukuran sangat besar. Saat ini AS telah membangun Green Bank Telescope berukuran 43 meter dan yang lebih hebat lagi adalah teleskop di Arecibo Observatory sepanjang 310meter.Hampir 50 tahun ilmuwan mencari kehidupan makhluk luar angkasa dengan menangkap sinyal radio. Namun komunikasi kosmik, hingga kini belum pernah berlangsung.Pencarian makhluk luar angkasa selalu sama, yaitu mengamati sinyal radio yang tidak alamiah di satu bintang. Jika tidak ditemukan, maka akan bergerak ke bintang yang lain. Kini metode itu berubah. Allen Telescope Array, yang merupakan kerjasama SETI Institute dan University of California di Berkeley membuat mengamati bintang dapat dipelajari dalam satu kesempatan sekaligus.Selama beberapa tahun ke depan, diperkirakan lebih dari jutaan bintang bisa diperiksa apakah ada tanda kehidupan. Selama berabad-abad strategi SETI terpaku pada aturan emas kosmik, yaitu mencari dengan cara komunikasi yang kita punyai. Satu generasi yang lalu, manusia mengirimkan sinyal TV analog &#8220;I Love Lucy&#8221; ke ruang angkasa. Kini Frank Drake memperkirakan alien juga telah melakukan transmisi secara digital, menggunakan laser dan bukan antena radio berukuran besar.Drake yang kini presiden SETI mengatakan, perlu alat yang lebih kuat untuk mengirimkan sinyal ke luar angkasa. Hal itu bisa dilakukan oleh NationalIgnition Facility yang bisa memfokuskan 192 laser dan membuat pulsa seterang sinar matahari.&#8221;Cahaya dari laser seperti itu bisa membuat pulsa cahaya yang bisa dilihat dari teleskop kecil di seluruh galaksi,&#8221; katanya.Seth Shostak, astronomer senior SETI Institute memiliki dua teori bagaimana ET mengirimkan transmisi ke makhluk lain di jagad raya. Pertama sinyal semacam pulsa cahaya dikirim ke berbagai planet yang mungkin berpenghuni termasuk planet bumi. Sinyal yang lain lebih kecil intensitasnya dipancarkan dua arah dan memberitahu bagaimana bisa salingberkomunikasi.Jadi dimana harus mulai mencari? Berdasarkan sejarah SETI Institute membidik planet mirip bumi yang kemungkinan ada kehidupan seperti bumi. Namun Shostak mengatakan alien mungkin mengirim sinyal intelegensia tingkat tinggi.Drake dan Shostak membantah pencarian sinyal alien selama 50 tahun tanpa menghasilkan apa-apa. Dia mengatakan dari ribuan bintang yang sudah dipelajari, hanya sebagian kecil potensi yang sudah ditelusuri. &#8220;Kami baru mencari 5-10 kombinasi yang mungkin,&#8221; imbuhnya.Shostak mengatakan ada bukti kehidupan di luar bumi akan ditemukan dalam 24 tahun ke depan. Baik itu akan dilakukan oleh SETI atau dengan menganalisa atmosfer exoplanet atau menggali di Mars.Sementara Drake lebih pesimistis. &#8220;Aku tidak yakin pada 2025 ada sesuatu kecuali kita beruntung. Mungkin butuh dua kali lipatnya, mungkin 2050,&#8221; katanya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hur mycket stjärnstoft har du i din kropp?]]></title>
<link>http://kulmedfysik.wordpress.com/2009/11/23/hur-mycket-stjarnstoft-har-du-i-din-kropp/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 21:04:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>åka</dc:creator>
<guid>http://kulmedfysik.wordpress.com/2009/11/23/hur-mycket-stjarnstoft-har-du-i-din-kropp/</guid>
<description><![CDATA[Det var väl Carl Sagan som spred tanken att vi består av atomer från döda stjärnor &#8212; av stjärn]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Det var väl Carl Sagan som spred tanken att vi består av atomer från döda stjärnor &#8212; av stjärnstoft &#8212; till de breda massorna. Han var bra på sådant, Carl Sagan. </p>
<p>Ganska nyligen nämnde jag <a href="http://kulmedfysik.wordpress.com/2009/10/27/mork-materia-big-bang-och-litiumproblemet/">litiumproblemet</a>, och hur vi trots att vi kan räkna ganska noggrannt på hur mycket väte och helium som bildades i big bang fortfarande har lite problem att förstå mängden litium. Väte, helium och litium är som bekant de lättaste grundämnena. Nästan alla atomkärnor av andra grundämnen har förstås bildats i stjärnor eller stjärnors dödsryckningar. Allt syre och allt kol vi består av, allt kisel och alla metaller som bygger upp vår rätt så fasta planet.</p>
<p>Det är en rätt svindlande tanke, en sån där som sätter saker i perspektiv. Ganska romantiskt, om man kan tänka sig att uttrycka det så.</p>
<p>Jag läste för något år sedan den trots allt rätt bra romanen <em>Dark Matter</em> av Rodman Philbrick (jag läser alla berättelser som innehåller mörk materia). Det är en deckare om astronomer. Där funkar det här stjärnstoftsperspektivet även som raggningsknep:</p>
<blockquote><p>
&#8220;You know what did it?&#8221; Fiona says. &#8220;What made me want to sleep with him? He said the stars were inside us. That most of the molecules inside our bodies come from stars.&#8221;
</p></blockquote>
<p>Jag är osäker på hur bra det här funkar i verkligheten. Om någon försökte det på mig skulle jag bara skratta, alternativt bli irriterad på att någon skulle tro att det var något nytt. Fast alla är nog inte så bekanta med tanken.</p>
<p>Idag fick jag ett antal sökträffar från folk som letar efter information om detta: &#8220;människan består av stjärnstoft&#8221;, &#8220;vi är stjärnstoft&#8221;. Någon skoluppgift eller så? Jag vet inte, men det påminde mig om <a href="http://physicsandphysicists.blogspot.com/2009/09/how-much-of-human-body-is-made-up-of.html">det här inlägget från Physics and Physicists</a>, som refererar (eller snarare citerar) <a href="http://www.physicscentral.com/poster-stardust.cfm">den här postern från American Physical Society</a>. Följ länken för att se detaljerna, men slutsatsen är i alla fall att 93 procent av en människas massa består av atomer från döda stjärnor.</p>
<p>Vi är 93% stjärnstoft.</p>
<hr />
<p>Inom en snar framtid ska jag lägga upp en liten förklaring av hur de lätta atomkärnorna bildades i big bang, och kanske också något om stjärnorna.</p>
<p>Det har väl heller inte undgått någon att <a href="http://public.web.cern.ch/public/en/LHC/LHC-en.html">LHC har stråle igen, det har ju stått i alla tidningar. Se till exempel <a href="http://blogs.uslhc.us/">US LHC Blogs</a> för detaljer. Jag har bjudit in någon som jobbar med ett CERN-experiment för att skriva ett gästinlägg här, förhoppningsvis kommer det i veckan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Firing Room@NASA]]></title>
<link>http://fridafredag.wordpress.com/2009/11/23/firing-room/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 19:22:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>Frida</dc:creator>
<guid>http://fridafredag.wordpress.com/2009/11/23/firing-room/</guid>
<description><![CDATA[Jag vill Jag vill Jag vill Jag vill Jag vill Jag vill Jag vill Jag vill. Jag hade studieplanssamtal ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://www.flickr.com/photos/nasahqphoto/3854968432/"><img class="alignnone" title="Firing Room" src="http://farm4.static.flickr.com/3495/3854968432_37afd19ce2.jpg" alt="" width="500" height="313" /></a></p>
<p><strong><em>Jag vill </em></strong><em>Jag vill </em><strong><em>Jag vill </em></strong><em>Jag vill </em><strong><em>Jag vill </em></strong><em>Jag vill </em><strong><em>Jag vill </em></strong><em>Jag vill.</em></p>
<p>Jag hade studieplanssamtal med min SYO idag. Åh, <strong>jag har hela livet framför mig! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Leoniderna]]></title>
<link>http://fridafredag.wordpress.com/2009/11/22/leoniderna/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 18:09:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>Frida</dc:creator>
<guid>http://fridafredag.wordpress.com/2009/11/22/leoniderna/</guid>
<description><![CDATA[bildkälla. Varenda kväll denna helgen har det varit klart vid solnedgången, men sedan molnat igen he]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://farm3.static.flickr.com/2653/4113431801_beba8cd1c8.jpg"><img class="alignnone" title="Leoniderna" src="http://farm3.static.flickr.com/2653/4113431801_beba8cd1c8.jpg" alt="" width="500" height="336" /></a></p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/gregness/4113431801/" target="_blank">bildkälla.</a></p>
<p>Varenda kväll denna helgen har det varit klart vid solnedgången, men sedan molnat igen helt framåt natten.</p>
<p>suck.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Asal-Muasal Isu Kiamat 2012]]></title>
<link>http://racheedus.wordpress.com/2009/11/23/asal-muasal-isu-kiamat-2012/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 17:30:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>racheedus</dc:creator>
<guid>http://racheedus.wordpress.com/2009/11/23/asal-muasal-isu-kiamat-2012/</guid>
<description><![CDATA[Saat ini merebak luas kontroversi tentang film 2012 yang berisi tentang peristiwa kiamat pada tahun ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Saat ini merebak luas kontroversi tentang film <em>2012</em> yang berisi tentang peristiwa kiamat pada tahun 2012. Film yang kini laris manis di seluruh dunia itu bisa dilihat versi <em><a href="http://www.youtube.com/watch?v=lKbEI8pDz0A">thriller</a></em>-nya di <a href="http://www.youtube.com">Youtube</a>. Dibesut oleh sutradara asal Jerman, Roland Emmerich, film itu mendasarkan klaim kiamatnya pada perhitungan kalender Long Count yang digunakan Suku Maya. Sebagian orang akhirnya percaya bahwa tanggal itu akan terjadi kiamat yang mengakhiri kehidupan di dunia, lantas dimulai kehidupan yang baru. </p>
<p>Suku Maya sendiri memang dikenal memiliki pengetahuan astronomi kuno. Suku ini tinggal di semenanjung Yucatan, Amerika Tengah yang berbatasan dengan Samudera Pasifik di sebelah barat, dan Laut Karibia di sebelah timur. Pada zaman batu (250 M hingga 925 M), suku Maya mencapai kejayaan di bidang teknologi seperti teknik bangunan (Chichen Itza), pertanian (kanal drainase), tanaman jagung dan latex, sumur yang disebut &#8220;cenotes&#8221;. Pada saat itu, mereka juga sudah melek huruf dan memiliki sistem penulisan sendiri. <!--more--> </p>
<p>Spekulasi tentang peristiwa kiamat tersebut bisa ditelusuri pada edisi pertama buku berjudul <em>The Maya</em> (1966) karya Michael D. Coe. Menurut Coe, pada tanggal 24 Desember 2011, dipercaya oleh suku Maya akan terjadi Armageddon yang memusnahkan manusia dan menghancurkan seluruh alam semesta. Tanggal ini menjadi tema pembahasan oleh Frank Waters dalam karyanya <em>Mexico Mystique: The Coming Sixth World of Consciousness</em> (1975). Waters bahkan mempersembahkan dua bab tentang interpretasi hal tersebut. Ia juga menguraikan suatu bagan astrologis yang menjelaskan perihal tanggal tersebut serta kaitannya dengan ramalan Suku Indian Hopi, salah satu suku asli Amerika yang tinggal di timur laut Arizona.   </p>
<p>Meski tidak dikemukakan tanggal pastinya, petunjuk bahwa terjadi “kiamat” pada tahun 2012 disebutkan pula oleh Jose Arguelles dalam <em>The Transformative Vision: Reflections on the Nature and History of Human Expression</em> (1975). Meski tidak mendasarkan pada referensi dari literatur kuno bangsa Maya, Terence McKenna dan Dennis McKenna juga mengemukakan “kiamat” pada tahun 2012 dalam karya mereka, <em>The Invisible Landscape: Mind, Hallucinogens, and the I Ching</em> (1975).</p>
<p>Buku Waters di atas juga mengilhami spekulasi lebih lanjut tentang hal ini pada pertengahan tahun 1980-an. McKennas, Arguelles, dan John Major Jenkins kemudian merevisi tahun kiamat pada tahun 2011 yang diutarakan oleh Waters. Ketiga ilmuwan tersebut menghubungkan peristiwa “kiamat” dengan peristiwa <em>solstice</em> di musim dingin yang diperkirakan terjadi pada tahun 2012. <em>Solstice</em> sendiri adalah peristiwa astronomis yang terjadi dua kali setiap tahun, ketika kemiringan sumbu bumi sangat dekat ke arah atau menjauh dari matahari, yang menyebabkan posisi matahari jelas terlihat di langit.</p>
<p>Penjelasan tentang tahun 2012 sebagai tahun “kiamat” menjadi tema spekulasi lebih lanjut yang diutarakan oleh Jose Arguelles dalam bukunya <em>The Mayan Factor: Path Beyond Technology</em> (1987) yang dipromosikan pada acara Harmonic Connvergence (1987). Tema ini kemudian dielaborasi dengan teori Novelty oleh Terence McKenna. Teori tersebut merupakan hasil interpretasi McKenna terhadap urutan (sequence) yang dirumuskan oleh Raja Wen dalam kitab kuno China, <em>I Ching</em>. </p>
<p>Sesuai interpretasinya tersebut, McKenna membuat grafik tentang terjadinya periode besar pembaruan alam semesta sesuai dengan pergeseran besar dalam evolusi manusia, baik secara biologis maupun budaya. Ia percaya, suatu peristiwa besar tertentu akan berulang kembali dan berkaitan dengan peristiwa serupa yang terjadi di waktu yang lain. McKenna merujuk kepada peristiwa bom atom Hiroshima sebagai dasar untuk meramalkan peristiwa “kiamat” yang bakal terjadi pada bulan November 2012.    </p>
<p>Dalam karyanya <em>Maya Cosmogenesis 2012: The True Meaning of the Maya Calendar End-Date</em> (1998) dan <em>Galactic Alignment:The Transformation of Consciousness According to Mayan, Egyptian, and Vedic Traditions</em> (2002), Jenkins juga menyebutkan ramalan tentang terjadinya <em>astronomical conjuction</em> yang menimpa lubang hitam <em>(black hole</em>) di tengah galaksi bimasakti. Peristiwa itu juga diiringi dengan fenomena <em>solstice</em> di musim dingin tanggal 21 Desember 2012. <em>Astronomial conjuction</em> sendiri adalah peristiwa di mana dua benda langit muncul saling berdekatan satu sama lain dan tampak terlihat di angkasa dari suatu tempat, biasa di bumi. Fenomena juga terkadang disebut <em>appulse</em>. </p>
<p>Peristiwa ini sebenarnya sudah diprediksi para ahli astronomi kuno dari Suku Maya dan beberapa bangsa lain. Jenkins sendiri menyatakan bahwa pengetahuan astronomi Suku Maya tersebut berdasarkan hasil observasi terhadap “celah gelap” <em>(dark rift)</em> di bimasakti sebagaimana yang bisa terlihat dari bumi. Sebagian ilmuwan dari Suku Maya percaya bahwa celah gelap itu merupakan pintu masuk menuju <em>Xibalba</em>. Dalam mitologi bangsa Maya, <em>Xibalba</em> dipercaya sebagai sebuah tempat di bawah dunia yang dihuni oleh para dewa kematian dan para pengikutnya. Sebagian ilmuwan Maya lain percaya bahwa hal tersebut merupakan bukti bahwa pengetahuan mereka diperoleh melalui kontak gaib dengan kecerdasan ekstraterestrial.  </p>
<p>Berdasarkan penelitian modern tentang “celah gelap” <em>(dark rift)</em> yang dihubungkan dengan kepercayaan Amerika Kuno dan masyarakat tradisional Maya, hal itu masih menuai perdebatan yang sengit. Para arkeolog menolak semua teori tentang kontak ekstraterestrial tersebut. Namun yang jelas, kepercayaan bangsa Maya secara tidak langsung dipromosikan melalui kontroversi kiamat 2012 ini. Pada gilirannya, hal ini juga menimbulkan adanya evolusi dalam kepercayaan sinkretis di tengah masyarakat Maya kontemporer. </p>
<p><strong>Bantahan terhadap Isu Kiamat 2012</strong></p>
<p>Sebagian ilmuwan membantah peristiwa kiamat pada tahun 2012 yang dikaitkan dengan ramalan suku Maya. Sebagian besar para ilmuwan yang khusus meneliti tentang peradaban Maya juga berpendapat bahwa wacana Long Count kalender Suku Maya yang berakhir pada tahun 2012 merupakan suatu gambaran yang salah tentang sejarah Maya. Di masyarakat modern Maya sendiri, wacana kiamat 2012 sendiri sudah tidak lagi relevan. Literatur-literatur klasik Maya yang membahas masalah ini juga juga sangat langka dan saling bertentangan. Hal ini menunjukkan bahwa kecil kemungkinan adanya kesepakatan yang umum dipercayai oleh Suku Maya tentang hal tersebut. </p>
<p>Sesepuh suku Maya, Apolinario Chili Pixtun, dan arkeolog Mexico, Guillermo Bernal, menyatakan bahwa “kiamat” hanya memiliki sedikit keterkaitan bahkan tidak ada keterkaitan sama sekali dengan keyakinan suku Maya. Bernal percaya bahwa ide-ide tentang kiamat tersebut telah disisipkan oleh orang Barat pada keyakinan orang Maya. Hal itu karena di kalangan orang Barat sendiri, konsep kiamat sudah banyak yang tidak mempercayainya</p>
<p>Menurut Maya Linda Schele dan David Freidel, bangsa Maya sendiri tidak menganggap bahwa pada tahun 2012 itu merupakan akhir penciptaan seperti yang sering diungkapkan. Di masyarakat Maya saat ini pun, ramalan di tahun 2012 tidaklah dianggap sesuatu yang penting. Meski di beberapa suku Maya yang tinggal di dataran tinggi Guatemala, kalender Long Count masih dipergunakan. Jose Huchm, arkeolog yang meneliti suku Maya, juga menyatakan, “Saat aku pergi ke beberapa masyarakat berbahasa Maya dan bertanya tentang tanggapan mereka terhadap apa yang terjadi pada tahun 2012, mereka sendiri justru tidak tahu. Apakah dunia akan berakhir pada tahun itu? Mereka sendiri tidak percaya.” </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cassini's Big Sky: The View from the Center of Our Solar System]]></title>
<link>http://dedekusn.wordpress.com/2009/11/22/cassinis-big-sky-the-view-from-the-center-of-our-solar-system/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 14:12:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>dedekusn</dc:creator>
<guid>http://dedekusn.wordpress.com/2009/11/22/cassinis-big-sky-the-view-from-the-center-of-our-solar-system/</guid>
<description><![CDATA[When NASA&#8217;s Cassini spacecraft began orbiting Saturn five years ago, a dozen highly-tuned scie]]></description>
<content:encoded><![CDATA[When NASA&#8217;s Cassini spacecraft began orbiting Saturn five years ago, a dozen highly-tuned scie]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mars' røde farve skyldes erosion og ikke vand.]]></title>
<link>http://mortenremar.wordpress.com/2009/11/22/mars-r%c3%b8de-farve-skyldes-erosion-og-ikke-vand/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 10:45:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>Morten Remar</dc:creator>
<guid>http://mortenremar.wordpress.com/2009/11/22/mars-r%c3%b8de-farve-skyldes-erosion-og-ikke-vand/</guid>
<description><![CDATA[dr.dk/P1/Videnskabens verden - Hør udsendelsen (54:00) Mars bliver ved med at overraske. Senest har ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[dr.dk/P1/Videnskabens verden - Hør udsendelsen (54:00) Mars bliver ved med at overraske. Senest har ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kiamat 2012 Benarkah ?]]></title>
<link>http://auliakornelia.wordpress.com/2009/11/21/kiamat-2012-benarkah/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 16:42:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>aulia</dc:creator>
<guid>http://auliakornelia.wordpress.com/2009/11/21/kiamat-2012-benarkah/</guid>
<description><![CDATA[Menurut kepecayaan suku Maya, berakhirnya periode kalender mereka biasanya akan diikuti oleh terjadi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Menurut kepecayaan suku Maya, berakhirnya periode kalender mereka biasanya akan diikuti oleh terjadinya bencana besar. Hal ini  diperkuat dengan isu  akan melintasnya  planet Nibiru di orbit bumi yang akan menyebabkan kekacauan di bumi. Selain itu terjadinya flare besar di matahari akan menghancurkan bumi menambah menghangatnya isu kiamat 2012 Benarkah ?</p>
<p>Kajian ilmiah Planet X atau Nibiru akan kembali mengunjungi bumi dan membalikkan arah medan magnet bumi atau geomagnet. Tentu saja , pembalikkan geomagnet sangat berbahaya bagi bumi. Sampai saat ini belum ada satupun pengamat langit yang dapat membuktikan kebenaran planet ini.</p>
<p>Jika benar planet ini akan melintasi orbit bumi pada tahun 2012, seharusnya planet itu sudah teramati dari sekarang.<span style="color:#ff0000;"> Flare </span>Besar Matahari  diperkirakan akan mencapai puncak aktivitasnya antara akhir tahun 2012 hingga 2013. Saat puncak aktivitasnya, flare atau ledakan di matahari akan  sering terjadi . Tidak hanya flare, matahari juga akan lebih sering melontarkan partikel bermuatan dan berenergi tinggi atau sering disebut lontaran massa korona ( corona mass ejection /CME).</p>
<p>Terkait isu kiamat benarkah demikian ? Jika ada flare atau CME yang mengarah ke bumi, bumi cukup terlindungi  dari bahaya partikel energy tinggi yang dilontarkan oleh flare dan CME. Ini karena adanya lapisan medan magnet bumi  yang disebut<strong><span style="color:#808000;"> magnetosfer.</span></strong></p>
<p>Lapisan ini berperan layaknya tameng bumi, meskipun masih ada juga partikel  yang dapat menerobos dan mengakibatkan ganguan pada medan magnet dan ionosfer bumi. Partikel  dan radisai dari CME dan flare yang dapat mencapai bumi bukan berarti dapat memusnahkan kehidupan di bumi akan tetapi , <strong><span style="color:#ff6600;">Geomagnet Jaringan listrik Jaringan telepon Serta komunikasi radio satelit Akan terganggu.</span></strong></p>
<p>Satu hal yang patut diwaspadai ketika terjadinya flare dan CME adalah  kematian bagi satelit dan astronot yang sedang berada di luar angkasa . <strong><span style="color:#ff6600;">Semua peralatan yang bergantung pada satelit dapat mengalami kesalahan fatal .</span> </strong><span style="color:#ff6600;"><strong>Inilah dampak sebenarnya yang terjadi ketika flare dan CME besar mengarah ke bumi, bukan kiamat yang akan menghancurkan bumi.</strong> <span style="color:#000000;">Itulah kajian ilmiahnya</span> </span> (Ringkasan Sains antarikasa berdasrkan bulletin komrad oleh Clara Y .Yatini-matsa)</p>
<p>Sedangkan berdasarkan Al Qur’ an surat Al Araff ayat 187</p>
<blockquote><p><strong><span style="color:#808000;">Mereka menanyakan kepadamu tantang kiamat : Bilakah terjadinya ?  Katakanlah “ Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu ada pada sisi Rabbku, tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat  ( huru-haranya bagi makhluk ) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. “Katakanlah sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”</span></strong></p>
<p>Yang  jelas ingatlah kematian yang digolongkan sebagai  kiamat kecil itulah yang akan mendatangi kita,  enthari ini, besok  atau beberapa tahun lagi .Apa sajakah yang sudah kita siapkan untuk kematian tersebut ?</p></blockquote>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ledakan Besar Bigbang]]></title>
<link>http://mochii90.wordpress.com/2009/11/19/ledakan-besar-bigbang/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 12:51:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>mochii90</dc:creator>
<guid>http://mochii90.wordpress.com/2009/11/19/ledakan-besar-bigbang/</guid>
<description><![CDATA[Melalui dua proyek besar pemetaan galaksi yang dilakukan hingga kini, para ilmuwan telah membuat pen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Melalui dua proyek besar pemetaan galaksi yang dilakukan hingga kini, para ilmuwan telah membuat penemuan yang memberikan dukungan sangat penting bagi teori  <em>&#8220;Big Bang&#8221;</em>. Hasil penelitian tersebut disampaikan pada pertemuan musim dingin <em>American Astronomical Society</em>.</p>
<p>Luasnya penyebaran galaksi-galaksi dinilai oleh para astrofisikawan sebagai salah satu warisan terpenting dari tahap-tahap awal alam semesta yang masih ada hingga saat ini. Oleh karenanya, adalah mungkin untuk mengacu pada informasi tentang penyebaran dan letak galaksi-galaksi sebagai &#8220;sebuah jendela yang membuka pengetahuan tentang sejarah alam semesta.&#8221;</p>
<p><!--more--></p>
<p>Dalam penelitian mereka yang berlangsung beberapa tahun, dua kelompok peneliti yang berbeda, yang terdiri dari ilmuwan Inggris, Australia dan Amerika, berhasil membuat peta tiga dimensi dari sekitar 266.000 galaksi. Para ilmuwan tersebut membandingkan data tentang penyebaran galaksi yang mereka kumpulkan dengan data dari <em>Cosmic Background Radiation</em> [Radiasi Latar Alam Semesta] yang dipancarkan ke segenap penjuru alam semesta, dan membuat penemuan penting berkenaan dengan asal usul galaksi-galaksi. Para peneliti yang mengkaji data tersebut menyimpulkan bahwa galaksi-galaksi terbentuk pada materi yang terbentuk 350.000 tahun setelah peristiwa <em>Big Bang</em>, di mana materi ini saling bertemu dan mengumpul, dan kemudian mendapatkan bentuknya akibat pengaruh gaya gravitasi.</p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="10" width="30%" align="left">
<tbody>
<tr>
<td>
<div><img src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/big_bang.jpg" alt="" width="198" height="198" /><br />
Menurut teori <em>Big Bang</em>, segala sesuatu berawal dari ledakan satu titik tunggal berkerapatan tak terhingga dan bervolume nol. Seiring dengan berjalannya waktu, ruang angkasa mengembang dan ruang yang memisahkan antara benda-benda langit pun mengembang.</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Penemuan tersebut membenarkan teori <em>Big Bang</em>, yang menyatakan bahwa jagat raya berawal dari ledakan satu titik tunggal bervolume nol dan berkerapatan tak terhingga yang terjadi sekitar 14 miliar tahun lalu. Teori ini terus-menerus dibuktikan kebenarannya melalui sejumlah pengkajian yang terdiri dari puluhan tahun pengamatan astronomi, dan berdiri tegar tak terkalahkan di atas pijakan yang teramat kokoh. <em>Big Bang </em>diterima oleh sebagian besar astrofisikawan masa kini, dan menjadi bukti ilmiah yang membenarkan kenyataan bahwa Allah telah menciptakan alam semesta dari ketiadaan.</p>
<p>Dalam penelitiannya selama sepuluh tahun, Observatorium Anglo-Australia di negara bagian New South Wales, Australia, menentukan letak 221.000 galaksi di jagat raya dengan menggunakan teknik pemetaan tiga dimensi. Pemetaan ini, yang dilakukan dengan bantuan teleskop bergaris tengah 3,9 meter pada menara observatorium itu, hampir sepuluh kali lebih besar dari penelitian serupa sebelumnya.<a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/073.htm#notes">(1)</a> Di bawah pimpinan Dr. Matthew Colless, kepala observatorium tersebut, kelompok ilmuwan ini pertama-tama menentukan letak dan jarak antar-galaksi. Lalu mereka membuat model penyebaran galaksi-galaksi dan mempelajari variasi-variasi teramat kecil dalam model ini secara amat rinci. Para ilmuwan tersebut mengajukan hasil penelitian mereka untuk diterbitkan dalam jurnal <em>Monthly Notices of the Royal Astronomical Society </em>[Warta Bulanan Masyarakat Astronomi Kerajaan]<em>.</em></p>
<p>Dalam pengkajian serupa yang dilakukan oleh Observatorium Apache Point di New Mexico, Amerika Serikat, letak dari sekitar 46.000 galaksi di wilayah lain dari jagat raya juga dipetakan dengan cara serupa dan penyebarannya diteliti. Penelitian ini, yang menggunakan teleskop Sloan bergaris tengah 2,5 meter, diketuai oleh Daniel Eisenstein dari Universitas Arizona, dan akan diterbitkan dalam <em>Astrophysical Journal </em>[Jurnal Astrofisika]<em>. <a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/073.htm#notes">(2)</a></em></p>
<p>Hasil yang dicapai oleh dua kelompok peneliti ini diumumkan dalam pertemuan musim dingin <em>American Astronomical Society</em> [Masyarakat Astronomi Amerika] di San Diego, California, Amerika Serikat pada tanggal 11 Januari 2005.</p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="10" width="30%" align="right">
<tbody>
<tr>
<td>
<div><img src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/cobe.jpg" alt="" width="200" height="100" /><br />
Data yang diperoleh dari satelit COBE pada tahun 1992 mengungkap adanya fluktuasi sangat kecil pada pancaran Radiasi Latar Alam Semesta.</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Bukti Penting Yang Semakin Mengukuhkan <em>Big Bang</em></p>
<p>Data yang diperoleh dari hasil kerja panjang dan teliti membenarkan sejumlah perkiraan yang dibuat puluhan tahun silam di bidang astronomi tentang asal usul galaksi. Di tahun 1960-an, para perumus teori memperkirakan bahwa galaksi-galaksi mungkin mulai terbentuk di wilayah-wilayah di mana materi berkumpul dengan kerapatan yang sedikit lebih besar segera setelah peristiwa <em>Big Bang</em>. Jika perkiraan ini benar, maka cikal bakal galaksi-galaksi itu seharusnya dapat teramati dalam bentuk fluktuasi sangat kecil pada tingkat panas di sisa-sisa radiasi dari <em>Big Bang</em> dan dikenal sebagai Radiasi Latar Alam Semesta.</p>
<p>Radiasi Latar Alam Semesta adalah radiasi panas yang baru mulai dipancarkan 350.000 tahun setelah peristiwa <em>Big Bang</em>. Radiasi ini, yang dipancarkan ke segenap penjuru di alam semesta, menampilkan potret sekilas dari jagat raya berusia 350.000 tahun, dan dapat dipandang sebagai fosil [sisa-sisa peninggalannya] di masa kini. Radiasi ini, yang pertama kali ditemukan pada tahun 1965, diakui sebagai bukti mutlak bagi <em>Big Bang</em> yang disertai berbagai pengkajian dan pengamatan, dan diteliti secara sangat mendalam. Data yang diperoleh dari satelit COBE (<em>Cosmic Background Explorer</em> [Penjelajah Latar Alam Semesta]) pada tahun 1992 membenarkan perkiraan yang dibuat di tahun 1960-an dan mengungkap bahwa  terdapat gelombang-gelombang kecil pada Radiasi Latar Alam Semesta.<a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/073.htm#notes">(3)</a> Meskipun ketika itu sebagian keterkaitan antara gelombang kecil tersebut dengan pembentukan galaksi telah ditentukan, hubungan ini saat itu belum dapat diperlihatkan secara pasti hingga baru-baru ini.</p>
<p>Namun, kaitan penting itu telah berhasil dirangkai dalam sejumlah pengkajian terakhir. Kelompok Colless dan kelompok Eisenstein telah menemukan kesesuaian antara gelombang-gelombang kecil yang terlihat pada Radiasi Latar Alam Semesta dan yang teramati pada jarak antar-galaksi. Dengan demikian telah dibuktikan secara pasti bahwa cikal bakal galaksi terbentuk di tempat-tempat di mana materi yang muncul 350.000 tahun menyusul peristiwa <em>Big Bang</em> saling berkumpul dengan kerapatan yang sedikit lebih besar.</p>
<p>Dalam jumpa pers mengenai pokok bahasan tersebut, Dr. Eisenstein mengatakan bahwa pola tersebarnya galaksi-galaksi di segenap penjuru langit bersesuaian dengan gelombang suara yang memunculkan pola penyebaran itu. Para peneliti berpendapat bahwa gravitasi mempengaruhi gelombang dan mengarahkan bentuk galaksi. Eisenstein membuat pernyataan berikut:</p>
<blockquote><p>&#8220;Kami menganggap hal ini sebagai bukti kuat bahwa gravitasi telah memainkan peran utama dalam membentuk cikal bakal [galaksi] di dalam latar gelombang mikro (yang tersisa dari peristiwa <em>Big Bang</em>) menjadi galaksi-galaksi dan kelompok-kelompok galaksi yang kita saksikan di sekeliling kita.&#8221; <a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/073.htm#notes">(4)</a></p></blockquote>
<p>Dalam sebuah pernyataan kepada lembaga pemberitaan AAP, Russell Cannon, dari kelompok peneliti yang lainnya, mengatakan bahwa penemuan-penemuan tersebut memiliki nilai teramat penting, dan merangkum hasil penting penelitian itu dalam uraian berikut:</p>
<blockquote><p>&#8220;Apa yang telah kami lakukan memperlihatkan pola galaksi-galaksi, penyebaran galaksi-galaksi yang kita saksikan di sini dan saat ini, sepenuhnya cocok dengan pola lain yang terlihat pada sisa-sisa peninggalan peristiwa <em>Big Bang</em>…&#8221; <a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/073.htm#notes">(5)</a></p></blockquote>
<p>Sejumlah penemuan juga diperoleh dari pengkajian tentang kadar materi dan energi yang membentuk alam semesta, serta bentuk geometris alam semesta. Menurut data ini, alam semesta terdiri dari 4% materi biasa, 25% materi gelap (yakni materi yang tidak dapat diamati tapi ada secara perhitungan), dan sisanya energi gelap (yakni energi misterius [yang tidak diketahui keberadaannya] yang menyebabkan alam semesta mengembang dengan kecepatan lebih besar dari yang diperkirakan). Sedangkan bentuk geometris alam semesta adalah datar.</p>
<p>Dukungan bagi <em>Big Bang</em></p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="10" width="11%" align="left">
<tbody>
<tr>
<td>
<div><img src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/martin_rees.jpg" alt="" width="121" height="161" /><br />
Sir Martin Rees</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sejumlah penemuan yang dicapai dalam pengkajian ini telah semakin memperkokoh teori <em>Big Bang</em>. Dr. Cannon mengatakan bahwa penelitian tersebut menambah bukti yang sangat kuat bagi teori <em>Big Bang</em> tentang asal usul alam semesta dan menegaskan dukungan itu dalam perkataan berikut ini:</p>
<blockquote><p>&#8220;Kita telah mengetahui sejak lama bahwa teori terbaik bagi [asal usul] alam semesta adalah <em>Big Bang </em>&#8211; bahwa alam semesta terbentuk melalui suatu ledakan raksasa pada satu ruang teramat kecil dan sejak itu mengembang secara terus-menerus.&#8221; <a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/073.htm#notes">(6)</a></p></blockquote>
<p>Dalam sebuah ulasan tentang penelitian tersebut, Sir Martin Rees, ahli astronomi terkenal dari Universitas Cambridge, mengatakan bahwa meskipun menggunakan teknik-teknik statistik dan pengamatan yang berbeda, kelompok-kelompok tersebut telah sampai pada satu kesimpulan yang sama, dan ia menganggap hal ini sebagai sebuah petunjuk akan kebenaran hasilnya. <a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/073.htm#notes">(7)</a></p>
<p>Physicsweb.org, salah satu situs ilmu-ilmu fisika terpenting di Internet, memberi tanggapan bahwa pengkajian-pengkajian tersebut &#8220;memberikan bukti lebih lanjut bagi teori dasar <em>Big Bang</em> dengan tambahan model pengembangan alam semesta.&#8221; <a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/073.htm#notes">(8)</a></p>
<p>Berkat ilmu pengetahuan modern yang memungkinkan pengamatan radiasi latar alam semesta dan benda-benda langit, para ilmuwan memperoleh pemahaman bahwa alam semesta memiliki suatu permulaan (<em>Big Bang</em>) dan kemudian mengalami perluasan (Pengembangan). Akan tetapi, pengetahuan mendasar ini sama sekali bukanlah hal baru bagi umat manusia. Di dalam Al Qur&#8217;an semenjak 1.400 tahun terakhir umat manusia telah mengetahui dua fakta ini, yang hanya mampu diketahui para ilmuwan di dalam mahaluasnya ruang angkasa di abad ke-20.</p>
<p>Dua Informasi Penting mengenai Model Baku Pembentukan Alam Semesta disebutkan di dalam Al Qur&#8217;an</p>
<p>Di dalam Al Qur&#8217;an, dan di dalam Taurat dan Injil yang isinya telah mengalami perubahan setelah diwahyukannya, Allah telah mewahyukan bahwa alam semesta dan seluruh materi diciptakan dari ketiadaan; di dalam Al Qur&#8217;an, satu-satunya naskah yang belum mengalami perubahan, Dia memfirmankan satu rahasia menakjubkan yang lain: alam semesta tengah mengalami pengembangan.</p>
<p>Pembentukan alam semesta menjadi &#8220;ada&#8221; dari &#8220;ketiadaan&#8221; diberitakan di dalam Al Qur&#8217;an sebagaimana berikut:</p>
<p>Dia Pencipta langit dan bumi. (QS. Al An&#8217;aam, 6:101)</p>
<p>Mengembangnya alam semesta, salah satu di antara bidang-bidang utama penelitian ilmu pengetahuan modern, diwahyukan dalam ayat ini:</p>
<p>Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. (QS. Adz Dzaariyaat, 51:47)</p>
<p>Sebagaimana telah kita pahami, dua bagian penting dari penjelasan yang menjadi rujukan tentang asal usul alam semesta, yakni <em>Big Bang</em> dan Mengembangnya alam semesta, diberitakan dalam Al Qur&#8217;an di masa ketika sarana pengamatan astronomi masih sangat terbatas. Hal ini memperlihatkan bukti nyata bahwa Al Qur&#8217;an telah diwahyukan oleh Allah. Penemuan-penemuan ilmu pengetahuan terkini sepenuhnya cocok dengan apa yang diberitakan di dalam Al Qur&#8217;an, dan pengkajian-pengkajian terakhir ini sekali lagi mengarahkan perhatian kepada kesesuaian yang erat ini.</p>
<hr /><a id="notes" name="notes"></a>1- &#8220;Galaxy patterns reveal missing link to Big Bang,&#8221; January 12, 2005, online at: http://info.anu.edu.au/mac/Media/Media_Releases/_2005/_January/_120105redshift.asp<br />
2- &#8220;Detection of the Baryon Acoustic Peak in the Large-Scale Correlation Function of SDSS Luminous Red Galaxies&#8221;, submitted to Astrophysical Journal on December 31st, 2004. See. Sloan Digital Sky Survey, &#8220;THE COSMIC YARDSTICK&#8211;Sloan Digital Sky Survey astronomers measure role of dark matter, dark energy and gravity in the distribution of galaxies,&#8221; January 11, 2005, online at: http://www.sdss.org/news/releases/20050111.yardstick.html<br />
3- &#8220;Galaxy patterns reveal missing link to Big Bang&#8221;, January 12, 2005<br />
4- Deborah Zabarenko, &#8220;&#8216;Cosmological ruler&#8217; helps measure the universe,&#8221; January 11, 2005, online at: http://www.reuters.com/newsArticle.jhtml?type=scienceNews&#38;storyID=7297222<br />
5- &#8220;Scientists Score Galaxy Breakthrough,&#8221; AAP, January 13, 2005, online at: http://www.macnewsworld.com/story/Scientists-Score-Galaxy-Breakthrough-39646.html<br />
6- &#8220;Scientists Score Galaxy Breakthrough&#8221;, AAP.<br />
7- Maggie McKee, &#8220;Big bang sound waves explain galaxy clustering,&#8221; NewScientist.com News Service, January 12, 2005, online at: http://www.newscientist.com/article.ns?id=dn6871; Mark Peplow, &#8220;Echoes of Big Bang found in galaxies,&#8221; News@nature.com, January 12, 2005, online at: http://www.nature.com/news/2005/050110/full/050110-8.html<br />
8- &#8220;Galaxy surveys put cosmology on sound footing,&#8221; January 12, 2005, online at: http://physicsweb.org/articles/news/9/1/7/1</p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Forskare är vanliga människor! (Intervju med astronom)]]></title>
<link>http://kulmedfysik.wordpress.com/2009/11/19/forskare-ar-vanliga-manniskor-intervju-med-astronom/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 06:04:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>åka</dc:creator>
<guid>http://kulmedfysik.wordpress.com/2009/11/19/forskare-ar-vanliga-manniskor-intervju-med-astronom/</guid>
<description><![CDATA[Via Populär astronomi hittade jag den här intervjun med astronomen Carina Persson. Det är en väldigt]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://www.popast.nu/2009/11/rymd-carina.html">Via Populär astronomi</a> hittade jag <a href="http://www.gp.se/jobbstudier/1.250572-ingen-astronomisk-svarighet">den här intervjun med astronomen Carina Persson</a>. Det är en väldigt bra text, som handlar en del om hur det är att forska och hur man blir forskare. Det handlar också om en lite annorlunda karriär, för Carina hade redan fyra barn när hon började läsa fysik på universitetet. Det går, men jag kan tänka mig att det var jobbigt. Väldigt motiverande att läsa om sånt, jag blir inspirerad att anstränga mig själv lite mer för att syssla med fysik och inte glömma bort allting nu under mammaledigheten. (Barnen går först just nu, men jag vill ju ha mina intressen kvar!)</p>
<p>Det var särskilt några citat jag fastnade för.</p>
<blockquote><p>Jag hade aldrig träffat en forskare. Jag trodde att forskare var genier och inte vanligt folk som jag, säger Carina Persson.
</p></blockquote>
<p>Jo, där ser man! Det står också att hon tyckte att fysiken var obegriplig på högstadiet, och därför valde hon inte att läsa mer sånt. Det är inte första gången jag har hört att folk tycker hemskt illa om ett skolämne men sedan blir intresserade på egen hand. Är det så att just fysik är särskilt hårt drabbat av detta? Eller är det bara att somliga har otur med sina lärare? Jag undrar alltså ifall det är ämnet i sig som är svårt att lära ut i skolan, eller om det bara handlar om olyckliga omständigheter. Förmodligen är det en kombination.</p>
<p>För så här säger Carina längre fram i intervjun, om hur det var när hon börjat läsa för att bli lärare:</p>
<blockquote><p>
Jag insåg att jag både kunde förstå och klara av fysik, och att det faktiskt var spännande.
</p></blockquote>
<p>Jo! </p>
<p>Hennes beskrivining av forskning är också bra:</p>
<blockquote><p>Att forska är mer spännande än jag någonsin hade kunnat föreställa mig. Det är både jättekul och jättejobbigt. Periodvis känns det som om man sitter fast, men sen förstår man plötsligt något nytt och då blir det fantastiskt roligt igen.
</p></blockquote>
<p>Det är skönt att hon faktiskt säger att det kan vara jobbigt. Ofta hör man forskare tala om hur de älskar det de gör och de säger ingenting om att det inte är lika kul varje dag. </p>
<p>Fast det är ändå ganska milt, inget om hur ångestskapande de där stillastående perioderna kan vara, och hur deppig en doktorand kan känna sig. Alla har det förstås inte så heller, för en del verkar det vara en mer slät och jämn färd till doktorsexamen &#8212; men jag tror att doktorander mycket oftare mår dåligt än man hör talas om. </p>
<p>Men så är det ju också sant det där med att det är jättekul och väldigt spännande. Tillräckligt för att det ska vara värt att ta sig igenom de där mindre skojiga bitarna.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Meteorit Bone]]></title>
<link>http://seputarbencana.wordpress.com/2009/11/19/meteorit-bone/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 03:35:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>ypramudya</dc:creator>
<guid>http://seputarbencana.wordpress.com/2009/11/19/meteorit-bone/</guid>
<description><![CDATA[After a three-week investigation, astronomers at the National Aeronautics and Space Agency (Lapan) c]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>After a three-week investigation, astronomers at the National Aeronautics and Space Agency (Lapan) concluded that an air explosion that hit Bone waters in South Sulawesi on Oct. 8 was a result of a falling meteorite.</p>
<p>Lapan expert Thomas Djamaluddin said the meteorite struck the atmosphere at a speed of 20.3 kilometers per second, causing a major blast that equaled an explosion of 50 kilotons of TNT (trinitrotoluene).</p>
<p>The meteorite was part of a 10-meter diameter asteroid, Thomas told kompas.com.</p>
<p>He said falling asteroids rarely caused damage on earth, except for those with diameters of 25 meters or longer.</p>
<p>The blast sparked rumors of a plane crash as it occurred at the same time that Indonesian Air Force’s Sukhoi jets and choppers were carrying out routine sorties.</p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/TMUgRHiGI-I&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/TMUgRHiGI-I&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p>sumber : http://www.thejakartapost.com/news/2009/10/27/blast-bone-a-result-falling-meteorite-experts.html</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Meteor Leonid]]></title>
<link>http://wong168.wordpress.com/2009/11/19/meteor-leonid/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 22:15:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>wong168</dc:creator>
<guid>http://wong168.wordpress.com/2009/11/19/meteor-leonid/</guid>
<description><![CDATA[Hujan meteor Leonid yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang akhirnya terlihat jelas. 5 meteor sempat ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hujan meteor Leonid yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang akhirnya terlihat jelas. 5 meteor sempat menampakkan diri menghiasi langit di Lembang, Bandung, Jawa Barat. “Sempat terlihat 5 meteor sejak pukul 12.30.” ujar karyawan Observatorium Boscha, Muhammad Irfan kepada detikcom, Rabu (17/11/2009).</p>
<p>Menurut Irfan, peristiwa yang indah itu hanya terlihat sesaat karena langit sedang mendung. Lima meteor itu terlihat ditengah bongkahan awan. “Kalau cerah terlihat lebih banyak,” imbuhnya. Irfan mengimbau agar masyarakat keluar rumah dan segera melihat langit di lingkungannya untuk melihat keindahan hujan meteor tersebut. “Bisa dilihat hingga matahari terbit nanti. Sekitar pukul 06.00 WIB pagi masih ada,” kata Irfan.</p>
<p>Pantauan detikcom mulai dari pukul 03.00 hingga pukul 04.30 WIB langit di Jakarta terlihat mendung. Langit Jakarta yang berwarna merah itu tidak menampakkan satupun meteor, selain rintik hujan yang turun. Sebelumnya, Peneliti Utama Astronomi-Astrofisika LAPAN Bandung Thomas Djamaluddin mengatakan, hujan meteor Leonid terjadi karena Bumi melalui sisa-sisa debu komet tumpele-tuttle. Hujan meteor Leonid ini akan terulang setiap setahun sekali.</p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/fJdI9kvuItg&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/fJdI9kvuItg&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/-JUmiTELgjM&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/-JUmiTELgjM&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p>Sumber: KangBoed</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Teropong Matahari Boscha Setara Fasilitas Luar Angkasa]]></title>
<link>http://supermilan.wordpress.com/2009/11/19/1697/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 21:50:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Widya Wicaksana</dc:creator>
<guid>http://supermilan.wordpress.com/2009/11/19/1697/</guid>
<description><![CDATA[Teropong matahari yang baru selesai dibangun di Observatorium Boscha di Lembang disebut-sebut setara]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Teropong matahari yang baru selesai dibangun di Observatorium Boscha di Lembang disebut-sebut setara]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ASTRONOMİNİN KISA TARİHİ]]></title>
<link>http://cevdetcoskun.wordpress.com/2009/11/18/astronominin-kisa-tarihi/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 14:43:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>ccoskun</dc:creator>
<guid>http://cevdetcoskun.wordpress.com/2009/11/18/astronominin-kisa-tarihi/</guid>
<description><![CDATA[ASTRONOMİNİN kısa tarihi-FBE]]></description>
<content:encoded><![CDATA[ASTRONOMİNİN kısa tarihi-FBE]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kenapa blog ini bernama Formalhaut?]]></title>
<link>http://andriformalhaut.wordpress.com/2009/11/18/kenapa-blog-ini-bernama-formalhaut/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 08:14:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>andri</dc:creator>
<guid>http://andriformalhaut.wordpress.com/2009/11/18/kenapa-blog-ini-bernama-formalhaut/</guid>
<description><![CDATA[image by estatevaults.com Begitu banyak teman &#8211; teman yang menanyakan kenapa pakai nama Formal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[image by estatevaults.com Begitu banyak teman &#8211; teman yang menanyakan kenapa pakai nama Formal]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Alhamdulillah, Meteor Leonid Terlihat]]></title>
<link>http://danangwirawan.wordpress.com/2009/11/18/beberapa-meteor-leonid-terlihat/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 23:26:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>dan</dc:creator>
<guid>http://danangwirawan.wordpress.com/2009/11/18/beberapa-meteor-leonid-terlihat/</guid>
<description><![CDATA[kurang lebih seperti ini Beberapa Meteor  Leonid Terlihat Tegal-18.11.09- sekitar jam setengah empat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[kurang lebih seperti ini Beberapa Meteor  Leonid Terlihat Tegal-18.11.09- sekitar jam setengah empat]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Planet Ni Biru]]></title>
<link>http://iifz.wordpress.com/2009/11/17/115/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 08:51:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Queen SouL Of Light</dc:creator>
<guid>http://iifz.wordpress.com/2009/11/17/115/</guid>
<description><![CDATA[Bagian luar Tata Surya masih memiliki banyak planet-planet minor yang belum ditemukan. Sejak pencari]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://4.bp.blogspot.com/_ddZ8utCu6EE/SXmn5X2XBrI/AAAAAAAAAC8/1oW-F9MiK1Y/s320/nibiru_and_the_anunnaki2.bmp" alt="http://4.bp.blogspot.com/_ddZ8utCu6EE/SXmn5X2XBrI/AAAAAAAAAC8/1oW-F9MiK1Y/s320/nibiru_and_the_anunnaki2.bmp" /></p>
<p>Bagian luar Tata Surya masih memiliki banyak planet-planet minor yang belum ditemukan. Sejak pencarian Planet X dimulai pada awal abad ke 20, kemungkinan akan adanya planet hipotetis yang mengorbit Matahari di balik Sabuk Kuiper telah membakar teori-teori Kiamat dan spekulasi bahwa Planet X sebenarnya merupakan saudara Matahari kita yang telah lama “hilang”. Tetapi, mengapa kita harus cemas duluan akan Planet X/Teori Kiamat ini? Planet X kan tidak lain hanya merupakan obyek hipotetis yang tidak diketahui?</p>
<p>Teori-teori ini didorong pula dengan adanya ramalan suku Maya akan kiamat dunia pada tahun 2012 (<em>Mayan Prophecy</em>) dan cerita mistis Bangsa Sumeria tentang Planet Nibiru, dan akhirnya kini memanas sebagai “ramalan kiamat” 21 Desember 2012. Namun, bukti-bukti astronomis yang digunakan untuk teori-teori ini benar-benar melenceng.</p>
<p>Pada 18 Juni kemarin, peneliti-peneliti Jepang mengumumkan berita bahwa pencarian teoretis mereka untuk sebuah massa besar di luar Tata Surya kita telah membuahkan hasil. Dari perhitungan mereka, mungkin saja terdapat sebuah planet yang sedikit lebih besar daripada sebuah objek Plutoid atau planet kerdil, tetapi tentu lebih kecil dari Bumi, yang mengorbit Matahari dengan jarak lebih dari 100 SA. Tetapi, sebelum kita terhanyut pada penemuan ini, planet ini bukan Nibiru, dan bukan pula bukti akan berakhirnya dunia ini pada 2012. Penemuan ini adalah penemuan baru dan merupakan perkembangan yang sangat menarik dalam pencarian planet-planet minor di balik Sabuk Kuiper.</p>
<p>Dalam simulasi teoretis, dua orang peneliti Jepang telah menyimpulkan bahwa bagian paling luar dari Tata Surya kita mungkin mengandung planet yang belum ditemukan. Patryk Lykawa dan Tadashi Mukai dari Universitas Kobe telah mempublikasikan paper mereka dalam Astrophysical Journal. Paper mereka menjelaskan tentang planet minor yang mereka yakini berinteraksi dengan Sabuk Kuiper yang misterius itu.</p>
<p>Sabuk Kuiper menempati wilayah yang sangat luas di Tata Surya kita, kira-kira 30-50 SA dari Matahari, dan mengandung sejumlah besar objek-objek batuan dan metalik. Objek terbesar yang diketahui adalah planet kerdil (Plutoid) Eris. Telah lama diketahui, Sabuk Kuiper memiliki karakteristik yang aneh, yang mungkin menandakan keberadaan sebuah benda (planet) besar yang mengorbit Matahari dibalik Sabuk Kuiper. Salah satu karakterikstik tersebut adalah yang disebut dengan “Kuiper Cliff” atau Jurang Kuiper yang terdapat pada jarak 50 SA. Ini merupakan akhir dari Sabuk Kuiper yang tiba-tiba, dan sangat sedikit objek Sabuk Kuiper yang telah dapat diamati di balik titik ini. Jurang ini tidak dapat dihubungkan terhadap resonansi orbital dengan planet-planet masif seperti Neptunus, dan tampaknya tidak terjadi kesalahan (error) pengamatan. Banyak ahli astronomi percaya bahwa akhir yang tiba-tiba dalam populasi Sabuk Kuiper tersebut dapat disebabkan oleh planet yang belum ditemukan, yang mungkin sebesar Bumi. Objek inilah yang diyakini Lykawka dan Mukai, dan telah mereka perhitungkan keberadaannya.</p>
<p>Para peneliti Jepang ini memprediksikan sebuah objek besar, yang massanya 30-70 % massa Bumi, mengorbit Matahari pada jarak 100-200 SA. Objek ini mungkin juga dapat membantu menjelaskan mengapa sebagian objek Sabuk Kuiper dan objek Trans-Neptunian (TNO) memiliki beberapa karakteristik orbital yang aneh, contohnya Sedna.</p>
<p><img src="http://www.disclose.tv/files/photos/51d92be1c60d1dbL.jpg" alt="http://www.disclose.tv/files/photos/51d92be1c60d1dbL.jpg" /></p>
<p>Sejak ditemukannya Pluto pada tahun 1930, para astronom telah mencari objek lain yang lebih masif, yang dapat menjelaskan gangguan orbital yang diamati pada orbit Neptunus dan Uranus. Pencarian ini dikenal sebagai “Pencarian Planet X”, yang diartikan secara harfiah sebagai “pencarian planet yang belum teridentifikasi”. Pada tahun 1980an gangguan orbital ini dianggap sebagai kesalahan (error) pengamatan. Oleh karena itu, pencarian ilmiah akan Planet X dewasa ini adalah pencarian untuk objek Sabuk Kuiper yang besar, atau pencarian planet minor. Meskipun Planet X mungkin tidak akan sebesar massa Bumi, para peneliti masih akan tetap tertarik untuk mencari objek-objek Kuiper lain, yang mungkin seukuran Plutoid, mungkin juga sedikit lebih besar, tetapi tidak terlalu besar.</p>
<p><em> “The interesting thing for me is the suggestion of the kinds of very interesting objects that may yet await discovery in the outer solar system. We are still scratching the edges of that region of the solar system, and I expect many surprises await us with the future deeper surveys.”</em> – Mark Sykes, Direktur Planetary Science Institute (PSI) di Arizona.</p>
<p><strong>Planet X Tidaklah Menakutkan</strong><br />
Jadi, dari mana Nibiru ini berasal? Pada tahun 1976, sebuah buku kontroversial berjudul <strong><em>The Twelfth Planet </em></strong>atau <strong><em>Planet Kedua belas</em></strong> ditulis oleh Zecharian Sitchin. Sitchin telah menerjemahkan tulisan-tulisan kuno Sumeria yang berbentuk baji (bentuk tulisan yang diketahui paling kuno). Tulisan berumur 6.000 tahun ini mengungkapkan bahwa ras alien yang dikenal sebagai Anunnaki dari planet yang disebut Nibiru, mendarat di Bumi. Ringkas cerita, Anunnaki memodifikasi gen primata di Bumi untuk menciptakan homo sapiens sebagai budak mereka.</p>
<p>Ketika Anunnaki meninggalkan Bumi, mereka membiarkan kita memerintah Bumi ini hingga saatnya mereka kembali nanti. Semua ini mungkin tampak sedikit fantastis, dan mungkin juga sedikit terlalu detail jika mengingat semua ini merupakan terjemahan harfiah dari suatu tulisan kuno berusia 6.000 tahun. Pekerjaan Sitchin ini telah diabaikan oleh komunitas ilmiah sebagaimana metode interpretasinya dianggap imajinatif. Meskipun demikian, banyak juga yang mendengar Sitchin, dan meyakini bahwa Nibiru (dengan orbitnya yang sangat eksentrik dalam mengelilingi Matahari) akan kembali, mungkin pada tahun 2012 untuk menyebabkan semua kehancuran dan terror-teror di Bumi ini. Dari “penemuan” astronomis yang meragukan inilah hipotesis Kiamat 2012 Planet X didasarkan. Lalu, bagaimanakah Planet X dianggap sebagai perwujudan dari Nibiru?</p>
<p>Kemudian terdapat juga “penemuan katai coklat di luar Tata Surya kita” dari IRAS pada tahun 1984 dan “pengumuman NASA akan planet bermassa 4-8 massa Bumi yang sedang menuju Bumi” pada tahun 1933. Para pendukung hipotesis kiamat ini bergantung pada penemuan astronomis tersebut, sebagai bukti bahwa Nibiru sebenarnya adalah Planet X yang telah lama dicari para astronom selama abad ini. Tidak hanya itu, dengan memanipulasi fakta-fakta tentang penelitian-penelitian ilmiah, mereka “membuktikan” bahwa Nibiru sedang menuju kita (Bumi), dan pada tahun 2012, benda masif ini akan memasuki bagian dalam Tata Surya kita, menyebabkan gangguan gravitasi.</p>
<p>Dalam pendefinisian yang paling murni, Planet X adalah planet yang belum diketahui, yang mungkin secara teoretis mengorbit Matahari jauh di balik Sabuk Kuiper. Jika penemuan beberapa hari lalu memang akhirnya mengarah pada pengamatan sebuah planet atau Plutoid, maka hal ini akan menjadi penemuan luar biasa yang membantu kita memahami evolusi dan karakteristik misterius bagian luar Tata Surya kita.</p>
<p>Sumber : Universe Today</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hujan Meteor Leonid]]></title>
<link>http://danangwirawan.wordpress.com/2009/11/17/hujan-meteor/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 06:32:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>dan</dc:creator>
<guid>http://danangwirawan.wordpress.com/2009/11/17/hujan-meteor/</guid>
<description><![CDATA[Seorang teman kuliah dulu di FB memberitakan ini bahwa akan ada hujan meteor sebelum fajar besok (Ra]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Seorang teman kuliah dulu di FB memberitakan ini bahwa akan ada hujan meteor sebelum fajar besok (Ra]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Meluruskan Kiblat Al-Muttaqun Prambanan]]></title>
<link>http://pakarfisika.wordpress.com/2009/11/17/meluruskan-kiblat-al-muttaqun-prambanan/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 23:30:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>pakarfisika</dc:creator>
<guid>http://pakarfisika.wordpress.com/2009/11/17/meluruskan-kiblat-al-muttaqun-prambanan/</guid>
<description><![CDATA[Cek Kiblat Al-Muttaqun Ahad, 15 Nopember 2009 sekitar jam 09:00 WIB saya tiba di Masjid Raya Al-Mutt]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_2184" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://pakarfisika.wordpress.com/files/2009/11/arah_kiblat_al-muttaqun_kompas_pakarfisika.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-2184" title="arah_kiblat_al-muttaqun_kompas_pakarfisika" src="http://pakarfisika.wordpress.com/files/2009/11/arah_kiblat_al-muttaqun_kompas_pakarfisika.jpg?w=150" alt="Cek Kiblat Al-Muttaqun" width="150" height="104" /></a><p class="wp-caption-text">Cek Kiblat Al-Muttaqun</p></div>
<p>Ahad, 15 Nopember 2009 sekitar jam 09:00 WIB saya tiba di Masjid Raya Al-Muttaqun Prambanan. Masjid yang sangat megah, dan terletak di pinggir jalan raya Yogya &#8211; Solo. Masjid ini menjadi sentral kegiatan keagamaan masyarakat Prambanan dan juga wisatawan yang mengunjungi Candi Prambanan untuk sekedar singgah dan sholat. Agenda utama pagi itu adalah melihat ulang akurasi arah kiblat masjid senilai hampir 12 milyar ini. Hasilnya&#8230;</p>
<p><!--more-->Masjid Al-Muttaqun yang lama, alias sebelum direhab, arah kiblatnya masih kurang ke utara sekitar 11 derajat. Bagaimana setelah direhab dan menelan dana cukup besar&#8230;? Inilah yang menjadi agenda utama saya diundang oleh pihak Takmir. Panitia juga menghadirkan tokoh falak dari PP Muhammadiyah yang juga anggota BHR Pusat Depag RI, Drs. H. Oman Fatchurrohman, M.Ag.</p>
<p>Masjid yang telah direhab dan dibangun dengan dana Rp 12 miliar ini diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Mardiyanto didampingi Ketua MPR RI Dr. H. Hidayat Nurwahid, MA., pada Jumat (13/3) lalu.</p>
<p>Masjid megah ini dibangun dengan bantuan dari negara Qatar sebesar Rp 9,5 miliar, Rp 1 miliar dari kepresidenan RI, dan sisanya swadaya masyarakat sekitar masjid. Bangunannya unik, yaitu perpaduan arsitektur Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Masjid di Cordova, Masjid Keraton Yogyakarta, dan Surakarta.</p>
<p>Bangunan dua lantai tersebut berdiri di atas tanah seluas 1.700 m2 dan dilengkapi sarana Islamic Center &#8220;Asy-Syaikh Jazim bin Muhammad Aly Tsani&#8221;. Nama tersebut diambil dari nama pendiri negara Qatar.</p>
<p>Dr. Hidayat Nur Wahid, menyebut masjid tersebut dengan masjid Bandung Bondowoso yang dalam legenda adalah pembuat Candi Prambanan. Sebenarnya, Bandung adalah kota asal arsitek masjid dan Bondowoso adalah kontraktor yang membangun masjid tersebut.</p>
<p><strong>SOSIALISASI SERTIKASI ARAH KIBLAT:</strong></p>
<p>Acara pada Ahad, 15 Nop 2009 pagi hingga siang adalah Sosialisasi Sertikasi Arah kiblat dan Pelatihan Roshdul Qiblah, kerjasama KUA Prambanan dan Takmir Masjid Raya Al-Muttaqun Prambanan, yang diikuti sekitar 150 peserta dari seluruh takmir Masjid dan Musholla se &#8211; kecamatan Prambanan dan kecamatan &#8211; Bayat, kabupaten Klaten.</p>
<p>Dalam sambutannya, ketua Takmir Masjid Al-Muttaqun, Drs. H. Ahyadi menyatakan:<br />
1. Dengan adanya acara ini,  kita ingin mengetahui ilmu menentukan arah kiblat yang  selama ini kita kurang peduli.<br />
2. Ide acara ini adalah instruksi kakandepag kab. Klaten,  dan merupakan Program Sertifikasi Arah Kiblat. Dan kita mengawalinya dari masjid ini.<br />
3. Keputusan dan Amanah Takmir setelah rapat kerja seluruh pengurus Takmir di  Kaliurang, dimana saat itu muncul dua pendapat; arah kiblat masjid ini sudah pas, dan ada yang berpendapat belum pas.<br />
4. Acara ini merupakan kerjasama antara Takmir Masjid Al-Muttaqun dan KUA kec. Prambanan.</p>
<p>Acara diikuti sekitar 96 peserta mewakili takmir yg diundang, Penyuluh Agama dan Team Sertifikasi Arah Kiblat kec. Prambanan dan kec. Bayat kab. Klaten.</p>
<p>Hadir dan memberikan sambutan, dari wakil Camat Prambanan dan kepala KUA kec. Prambanan. Dalam sambutannya, kepala KUA menyatakan bersyukur dapat bersilaturrahmi dan mendapat ilmu tentang kiblat dan arah kiblat, dimana kajian serupa juga pernah digelar di rumah ustadz Hidayat, (<a title="Kajian Falak di Prambanan" href="http://pakarfisika.wordpress.com/2009/03/19/kajian-falak-di-prambanan/" target="_blank">kebetulan juga, saya pematerinya</a>).</p>
<p>Pihak KUA juga menjelaskan bahwa Team Sertifikasi Arah Kiblat kecamatan Prambanan sudah dibentuk. Fungsi dari Team ini adalah agar Takmir Masjid yg saat ini ikut Sosilisasi dan Pelatihan, supaya Masjid masing2 dan lapangan yg dipakai sholat bila belum tepat arah kiblatnya, bisa berhubungan dengan Team Sertifikasi.</p>
<p><strong>KIBLAT AL-MUTTAQUN:</strong></p>
<p>Dari acara ini, setelah menyimak dengan seksama penjelasan tentang Kiblat dan Arah Kiblat oleh Drs. H. Oman Fatchurrohman, M.Ag., dan saya lengkapi paparan visual; akhirnya dilakukanlah pengecekan ulang arah kiblat Masjid Raya Al-Muttaqun.</p>
<p>Saya jelaskan, bahwa untuk memastikan arah kiblat; maka ada banyak cara yang bisa kita lakukan, dan saya menyarankan minimal ada tiga cara:</p>
<ol>
<li>Satelit (data dari peta Google Earth, kondisi masjid lama), <em>hasilnya Kiblat kurang ke utara sekitar 11 derajat</em>. <a title="Kiblat Masjid UNS kurang sekitar 9 derajat" href="../2009/10/03/kiblat-masjid-uns-error-9%c2%b0/" target="_blank">(Hampir serupa dengan kondisi Masjid UNS.</a>)</li>
<li>Theodolit (ini tidak dilakukan karena alat belum disiapkan)</li>
<li>Bayangan matahari pada Jam Kiblat (karena mendung, akan dilakukan hari berikutnya)</li>
<li>Kompas (saya lakukan dengan Kompas RHI dan Kompas Muterpas-Pak Sriyatin), <em>hasilnya Kiblat kurang sekitar 10 derajat.</em></li>
</ol>
<p>Dari beberapa cara ini, nantinya pihak Takmir akan bermusyawarah dan akan segera mengambil keputusan yang terbaik berdasarkan syar&#8217;i. Dan semoga beda pendapat yang sempat muncul seputar arah Kiblat masjid Raya Al-Muttaqun segera menemukan titik temu dan jamaah menjadi mantap dan yakin dalam menjalankan sholat di salah satu masjid Raya kebanggan Ummat Islam ini.</p>
<p><strong>DOWNLOAD MATERI PELATIHAN:</strong></p>
<p><a title="Hisab dan Rukyah Arah Kiblat Al-Muttaqun" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/7411798/HisabRukyahArahKiblatMasjidAl-MuttaquunPrambanan.pps" target="_blank">Materi Presentasi Selengkapnya</a></p>
<p><a title="Jadwal Sholat dan Tabel Jam kiblat" href="http://www.ziddu.com/download/6640915/jadwal_waktu_sholat_pakarfisika.xls.html" target="_blank">Jadwal Sholat dan Tabel Jam Kiblat</a></p>
<p><strong>DOKUMENTASI:</strong></p>
<p>Galery yg bisa saya abadikan: (Selengkapnya di Panitia dalam bentuk foto dan video)</p>

<p>sebagian Video acara Sosialisasi dan Pelatihan sampai Pengukuran:</p>
<p style="text-align:center;"><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/fhFibMPjs14&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/fhFibMPjs14&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Meteor Leonid Terhalang Hujan]]></title>
<link>http://dedekusn.wordpress.com/2009/11/16/meteor-leonid-terhalang-hujan/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 22:25:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>dedekusn</dc:creator>
<guid>http://dedekusn.wordpress.com/2009/11/16/meteor-leonid-terhalang-hujan/</guid>
<description><![CDATA[Seharusnya dini hari (17/11/2009) adalah puncak terjadinya hujan meteor Leonid, dengan fase bulan ba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Seharusnya dini hari (17/11/2009) adalah puncak terjadinya hujan meteor Leonid, dengan fase bulan ba]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[25 Galon air muncrat dari permukaan bulan]]></title>
<link>http://krishnabalagita.wordpress.com/2009/11/16/25-galon-air-muncrat-dari-permukaan-bulan/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 01:59:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>krishnabalagita</dc:creator>
<guid>http://krishnabalagita.wordpress.com/2009/11/16/25-galon-air-muncrat-dari-permukaan-bulan/</guid>
<description><![CDATA[Sungguh mengejutkan hasil eksperimen penembakan proyektil yang dilakukan badan antariksa AS (NASA) k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://krishnabalagita.wordpress.com/files/2009/11/bln.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4123" title="bln" src="http://krishnabalagita.wordpress.com/files/2009/11/bln.jpg" alt="bln" width="298" height="225" /></a>Sungguh mengejutkan hasil eksperimen penembakan proyektil yang dilakukan badan antariksa AS (NASA) ke permukaan bulan belum lama ini. Betapa tidak, meski hanya menghasilkan lubang kecil, tembakan tersebut menyebabkan sekitar 25 galon atau hampir 100 liter air muncrat dari permukaan Bulan dalam bentuk es dan uap air.<!--more--></p>
<p>&#8220;Kami menemukan air. Dan kami tidak hanya menemukan dalam jumlah sedikit. Kami menemukan kandungan yang signifikan,&#8221; ujar Anthony Colaprete, ilmuwan NASA saat mengumumkan hal tersebut Jumat (13/11). Temuan ini semakin meyakinkan para ilmuwan bahwa bulan makin cocok dijadikan tempat tinggal alternatif bagi manusia.</p>
<p>Kandungan air yang cukup besar akan memudahkan pembangunan fasilitas penelitian di bulan seperti yang dicita-citakan selama ini. Selain untuk memenuhi kebutuhan air minum, air juga penting dalam pembuatan bahan bakar roket.</p>
<p>Untuk memperoleh bukti adanya air, NASA harus mengorbankan satelit LCROSS (Lunar Crater Observation and Sensing Satellite) yang diluncurkan bersama dengan misi LRO (Lunar Reconnaissance Orbiter) pada 18 Juni 2009. LRO menempatkan diri di orbit Bulan sementara LCROSS memisahkan diri dan melenting beberapa kali ke orbit Bulan dan Bumi untuk meningkatkan kecepatannya hingga melesat seperti peluru sebelum menumbuk Bulan.</p>
<p>Setelah melakukan perjalanan selama 113 hari dengan menempuh jarak 9 juta kilometer, LCROSS kemudian menghunjam ke permukaan Bulan. Sebelum menabrakkan diri, sebuah roket bernama Centaur lebih dulu dilepaskan untuk menghasilkan efek tabrakan ganda berselang empat menit. Tabrakan yang diarahkan ke sebuah kawah Cabeus dekat kutub selatan bulan itu menghasilkan muncratan setinggi hampir dua kilometer.</p>
<p>Ini memang bukan kabar pertama penemuan air di Bulan. Pada misi-misi sebelumnya pernah terungkap adanya kemungkinan kandungan hidrogen yang merupakan unsur penting pembentuk air di kawah-kawah Bulan dekat kutubnya dalam bentuk padat. Pada September 2009, sebuah kajian ilmiah juga menyimpulkan bahwa tanah Bulan mengandung elemen air. <em>sumber : kompas.com</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LCROSS Impact Finds Water on the Moon]]></title>
<link>http://dedekusn.wordpress.com/2009/11/15/lcross-impact-finds-water-on-the-moon/</link>
<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 10:45:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>dedekusn</dc:creator>
<guid>http://dedekusn.wordpress.com/2009/11/15/lcross-impact-finds-water-on-the-moon/</guid>
<description><![CDATA[The argument that the moon is a dry, desolate place no longer holds water. Secrets the moon has been]]></description>
<content:encoded><![CDATA[The argument that the moon is a dry, desolate place no longer holds water. Secrets the moon has been]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ayo!! 17 Nopember Nanti Menerawang Langit Lihat Indahnya Meteor Leonid]]></title>
<link>http://thecompact.wordpress.com/2009/11/15/ayo-17-nopember-nanti-menerawang-langit-lihat-indahnya-meteor-leonid/</link>
<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 07:02:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>thecompact</dc:creator>
<guid>http://thecompact.wordpress.com/2009/11/15/ayo-17-nopember-nanti-menerawang-langit-lihat-indahnya-meteor-leonid/</guid>
<description><![CDATA[&nbsp; Wilayah yang berwarna merah akan bisa melihat pemandangan indah Meteor Leonid 17 November nan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[&nbsp; Wilayah yang berwarna merah akan bisa melihat pemandangan indah Meteor Leonid 17 November nan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[2012, Matahari, dan Bosscha]]></title>
<link>http://bintangkita.wordpress.com/2009/11/11/2012-matahari-dan-bosscha/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 05:46:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>Nurhamdani Al Basyari</dc:creator>
<guid>http://bintangkita.wordpress.com/2009/11/11/2012-matahari-dan-bosscha/</guid>
<description><![CDATA[Kalau menyimak wacana tentang Kiamat 2012 yang disebut berdasarkan sistem kalender Maya, argumen pen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><a href="http://bintangkita.wordpress.com/files/2009/11/0922145p.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-25" src="http://bintangkita.wordpress.com/files/2009/11/0922145p.jpg" alt="" width="298" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Kalau menyimak wacana tentang Kiamat 2012 yang disebut berdasarkan sistem kalender Maya, argumen pentingnya ada di sekitar Matahari. Antara lain disebutkan, pada tahun 2012 aktivitas Matahari, yang sudah dimulai sejak tahun 2003, akan mencapai puncaknya. Selain itu, Matahari dan Bumi akan berada segaris dengan lorong gelap di pusat Galaksi Bima Sakti.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more-->Tentu, Matahari amat sentral bagi Tata Surya, khususnya Bumi dan kehidupan yang ada di biosfernya. Jika ada peningkatan aktivitas di sana, Bumi pasti akan kena pengaruh. Namun, Matahari sudah rutin menjalani siklus aktivitasnya—yang berperiode 11 tahun itu—selama lebih dari empat miliar tahun dan sejauh ini baik-baik saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini, seiring dengan merebaknya buku tentang Kiamat 2012, juga film-film Hollywood tentang tema yang sama, juga muncul bantahan, tidak saja dari pimpinan suku Maya, tetapi juga dari kalangan astronomi. Mudah dimengerti kalau kalangan astronomi lalu bersuara. Ini karena penyebar kabar Kiamat 2012 banyak menyebut benda langit, seolah hal itu dapat menguatkan skenario yang mereka usung.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal, dasar skenario itu sendiri, yakni kalender Maya, tidak berbeda jauh dengan kalender modern. Kalau kalender Maya punya berbagai macam siklus dengan panjang berlain-lainan, kita juga punya hal serupa. Jadi, kalau kalender Maya akan berakhir tanggal 21 Desember 2012, itu untuk kita bisa terjadi misalnya pada tanggal 31 Desember 1999. Esok hari setelah tanggal itu, yakni 1 Januari 2000, akan dimulai siklus baru, apakah itu yang berdasarkan hari, tahun, puluhan tahun, abad, atau milenium.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti sudah kita saksikan, berakhirnya siklus macam-macam pada tanggal 31 Desember 1999 tidak disertai dengan kiamat bukan?</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana dengan perjajaran antara Bumi, Matahari, dan pusat Galaksi Bima Sakti? Penyebar kiamat menyebutkan, saat perjajaran akan menimbulkan gaya pasang yang akan memicu gempa bumi yang menghancurkan untuk menamatkan riwayat dunia. Gaya pasang yang sama juga akan memicu badai matahari yang akan menghancurkan Bumi. Bahkan, untuk menambah efek, planet-planet juga disebut akan berjajar pada tanggal 21 Desember 2012.</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata, setelah diperiksa dengan saksama, Matahari tidak akan menutupi (menggerhanai) pusat galaksi. Bahkan, kalaupun Matahari bisa menutupi pusat galaksi, efek pasang dapat diabaikan, tulis Paul A Heckert yang dikutip pada awal tulisan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan penjelasan itu, skenario Kiamat 2012 tidak perlu dianggap serius.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan teori evolusi (lahir dan matinya) bintang, di mana Matahari adalah salah satunya, Matahari memang sekitar lima miliar tahun lagi akan mengembang menjadi bintang raksasa merah yang akan memanggang Bumi. Namun, bukankah lima miliar tahun masih jangka waktu yang amat, amat lama untuk ukuran manusia?</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, demi tujuan-tujuan lebih praktis, misalnya untuk mengetahui hubungan aktivitas Matahari dan gangguan komunikasi, atau untuk mengetahui lebih dalam tentang sifat-sifat Matahari, studi tentang Matahari tetaplah hal penting. Dan inilah rupanya yang diperlihatkan oleh Observatorium Bosscha di Lembang, Jawa Barat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Penelitian Bosscha</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Selama ini, Observatorium Bosscha lebih dikenal dengan penelitiannya di bidang struktur galaksi dan bintang ganda. Penelitian Matahari secara intensif dan ekstensif dilakukan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, Sabtu 31 Oktober lalu, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diwakili oleh Dekan FMIPA Akhmaloka meresmikan teleskop matahari tayang langsung (real time). Sistem pengamatan Matahari yang terdiri dari tiga teleskop yang bekerja pada tiga panjang gelombang berlain-lainan ini dibuat dengan bantuan dari Belanda dan rancang bangunnya banyak dikerjakan oleh peneliti dan insinyur ITB sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Sistem teleskop yang dilihat dari sosoknya jauh lebih kecil dari umumnya teleskop yang ada di Bosscha ini terdiri dari teleskop yang bekerja pada gelombang visual, di mana untuk mendapatkan citra Matahari, sinarnya dilemahkan dulu sebesar 100.000 kali. Untuk pemantauan, citra Matahari diproyeksikan pada satu permukaan yang dapat dilihat dengan aman. Ini diperlukan karena selain untuk penelitian, fasilitas ini juga digunakan untuk pendidikan masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Dua teleskop lainnya masing-masing satu untuk penelitian kromosfer rendah dan satu lagi untuk penelitian kromosfer tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Menambah semarak peresmian, hadir pula ahli fisika matahari dari Belanda, Rob Rutten, yang pagi itu menguraikan tentang kemajuan penelitian fisika matahari dan tantangan yang dihadapi.</p>
<p style="text-align:justify;">Membandingkan materi paparannya, yang dilengkapi dengan citra hidup Matahari berdasarkan pemotretan menggunakan teleskop matahari canggih, tentu saja apa yang diperoleh oleh teleskop di Bosscha bukan bandingannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kontribusi Indonesia</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Direktur Observatorium Bosscha Taufiq Hidayat dalam sambutan pengantarnya menyebutkan, lembaga yang dipimpinnya beruntung masih dapat terus menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga di luar negeri untuk mendukung aktivitas ilmiahnya. Sementara peneliti Matahari di Bosscha, Dhani Herdiwijaya, selain menguraikan berbagai aspek riset tentang fisika matahari juga menyampaikan harapannya untuk mendapatkan hasil penelitian detail tentang Matahari.</p>
<p style="text-align:justify;">Peresmian teleskop surya di Bosscha tampak sebagai momentum bagi bangkitnya minat terhadap riset Matahari.</p>
<p style="text-align:justify;">Seiring dengan peringatan Tahun Astronomi Internasional 2009, berlangsung pula peringatan 400 tahun pengamatan bintik matahari. Dalam konteks ini, masih banyak tugas manusia untuk mendalami lebih jauh serba hal tentang Matahari, bintang yang menjadi sumber kehidupan di Bumi. Alam seperti yang ada sekarang ini, menurut skenario Ilahi, masih akan terbentang lima miliar tahun lagi, bukan sampai tahun 2012.[<a href="http://sains.kompas.com/read/xml/2009/11/11/05015341/2012.matahari.dan.bosscha" target="_blank">via</a>]</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
