<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>az-zahra &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/az-zahra/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "az-zahra"</description>
	<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 07:46:21 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Nasehat Rasul Untuk Fatimah]]></title>
<link>http://deltapapa.wordpress.com/2009/10/28/nasehat-rasul-untuk-fatimah/</link>
<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 09:44:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>deltapapa</dc:creator>
<guid>http://deltapapa.wordpress.com/2009/10/28/nasehat-rasul-untuk-fatimah/</guid>
<description><![CDATA[Suatu hari Rasulullah S.A.W menyempatkan diri berkunjung kerumah Fatimah az-zahra. Setiba dikediaman]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Suatu hari Rasulullah S.A.W menyempatkan diri berkunjung kerumah Fatimah az-zahra. Setiba dikediaman]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tasbih Sayyidah Fatimah Az Zahra Shahih Muslim No. 4906]]></title>
<link>http://hadissahih.wordpress.com/2009/09/09/tasbih-sayyidah-fatimah-az-zahra-shahih-muslim-no-4906/</link>
<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 19:21:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>hadissahih</dc:creator>
<guid>http://hadissahih.wordpress.com/2009/09/09/tasbih-sayyidah-fatimah-az-zahra-shahih-muslim-no-4906/</guid>
<description><![CDATA[Hadis riwayat Ali bin Abu Thalib ra.: Bahwa Fatimah mengeluhkan tangannya (yang terluka) akibat alat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><strong></strong>Hadis riwayat Ali bin</span><a id="صحابي" name="Ali bin Abu Thalib ra29702"><span style="color:#000000;"> Abu Thalib<strong></strong> ra.</span>: </a><br />
Bahwa   	<a id="امرأة" name="Fatimah26564"> Fatimah </a> mengeluhkan tangannya (yang terluka) akibat alat penumbuk biji-bijian. Dan Nabi saw. mendapatkan seorang tawanan (untuk dijadikan pelayan), maka berangkatlah Fatimah menemui Nabi saw. namun ia tidak menjumpai beliau tetapi ia bertemu dengan  	<a id="امرأة" name="Aisyah10420"> Aisyah, </a> lalu diceritakanlah maksud kedatangannya kepada Aisyah. Ketika Nabi saw. datang,   	<a id="امرأة" name="Aisyah13209"> Aisyah </a> menceritakan kepada beliau tentang kedatangan   	<a id="امرأة" name="Fatimah6461"> Fatimah. </a> Nabi saw. segera menemui kami pada saat kami telah berbaring di tempat tidur, kemudian kami pun beranjak bangun ingin menghampiri beliau tetapi Nabi saw. berkata: Tetaplah di tempat kalian! Lalu beliau duduk di antara kami berdua sehingga aku dapat merasakan di dadaku dinginnya telapak kaki beliau. Kemudian beliau bersabda: Maukah kamu berdua aku ajarkan sesuatu yang lebih baik daripada apa yang kamu berdua minta yaitu ketika kalian hendak berbaring ke tempat tidur, bacalah takbir sebanyak tiga puluh empat kali, tasbih sebanyak tiga puluh tiga kali serta tahmid sebanyak tiga puluh tiga kali karena hal itu lebih baik bagi kamu berdua daripada seorang pelayan </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dokumen Rahasia Alam Kubur]]></title>
<link>http://griyabukuislam.wordpress.com/2009/07/30/dokumen-rahasia-alam-kubur/</link>
<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 11:14:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>bukubarokah</dc:creator>
<guid>http://griyabukuislam.wordpress.com/2009/07/30/dokumen-rahasia-alam-kubur/</guid>
<description><![CDATA[Harga: Rp 30.000,- Pengarang: Abdurrahman al-Wasithy Penerbit: AZ-ZAHRA Deskripsi: (Allah) Yang menj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignnone size-full wp-image-300" title="Dokumen Rahasia Alam Kubur" src="http://griyabukuislam.wordpress.com/files/2009/07/dokumen-rahasia-alam-kubur.jpg" alt="Dokumen Rahasia Alam Kubur" width="147" height="206" /></p>
<p>Harga: <strong>Rp 30.000,-</strong><br />
Pengarang: <strong>Abdurrahman al-Wasithy</strong><br />
Penerbit: AZ-ZAHRA</p>
<p><strong>Deskripsi:</strong><br />
(Allah) Yang menjadikan kematian dan kehidupan, supaya Dia menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampunâ€¦ (QS. Al-Mulk [67]: 2). Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Entah kapan, di mana, dan bagaimana caranya kematian menjemput. Itu semua bukanlah persoalan. Yang menjadi soal adalah apa yang telah kita persiapkan untuk menghadapi kehidupan setelah datangnya kematian. Sebab, hakekat hidup dan mati adalah ujian untuk menentukan siapa yang paling baik amal dan bekalnya untuk menghadap Allah. Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam saja pingsan beberapa kali dan harus dikompres dengan kain basah, saat mengalami sakaratul maut, padahal beliau adalah hamba dan utusan Allah yang paling dicintai, diridhai dan telah diampuni seluruh dosanya oleh Allah. Jika Saad bin Muadz yang mati syahid dan kematiannya menggoncangkan Arsy Allah saja, sempat mengalami himpitan alam kubur yang meremuk redamkan seluruh anggota badan. Masihkah kita terbuai oleh kenikmatan hidup duniawi, dan lalai dari mempersiapkan bekal sebaik-baiknya untuk menghadapi kehidupan alam barzakh yang berat tersebut? Rasulullah bersabda: ”Sesungguhnya alam kubur merupakan tempat menetap pertama dari tempat-tempat menetap di akhirat. Jika seorang hamba selamat dari siksaan alam kubur, niscaya selanjutnya (akhirat) lebih mudah baginya. Sebaliknya barangsiapa tidak selamat darinya, niscaya yang selanjutnya lebih sulit baginya.”(HR. At-Tirmidzi) Buku ini membahas secara tuntas seluk-beluk dan rahasia kehidupan alam barzakh. Mulai dari detik-detik saat sakaratul maut, peristiwa-peristiwa setelah keluarnya ruh, tempat ruh setelah berpisah dengan jasad, suasana pertanyaan malaikat kubur, sebab-sebab siksa kubur, sebab-sebab selamat dari siksa kubur, jenis-jenis nikmat kubur, bentuk-bentuk siksa kubur, hingga kontroversi kiriman amalan orang hidup untuk orang yang telah mati. Dengan pemaparan yang lengkap, bahasa yang mudah dipahami, dan berdasar Al-Quran dan hadits-hadits yang shahih, buku ini menjadi rujukan yang tepat untuk memahami dan mempersiapkan diri secara lebih baik, untuk mencapai keselamatan dan kebahagian hidup setelah mati.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pro-Kontra Tidak Mungkin Orang Kerasukan Setan]]></title>
<link>http://griyabukuislam.wordpress.com/2009/07/29/pro-kontra-tidak-mungkin-orang-kerasukan-setan/</link>
<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 12:39:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>bukubarokah</dc:creator>
<guid>http://griyabukuislam.wordpress.com/2009/07/29/pro-kontra-tidak-mungkin-orang-kerasukan-setan/</guid>
<description><![CDATA[Harga: Rp 30.000,- Pengarang: Perdana Akhmad, Spsi. Penerbit: AZ-ZAHRA Deskripsi: Beberapa stasiun T]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h3><img class="alignnone size-full wp-image-112" title="Pro-Kontra Tidak Mungkin Orang Kerasukan Setan!" src="http://griyabukuislam.wordpress.com/files/2009/07/pro-kontra-tidak-mungkin-orang-kerasukan-setan.jpg" alt="Pro-Kontra Tidak Mungkin Orang Kerasukan Setan!" width="147" height="206" /></h3>
<p>Harga: <strong>Rp 30.000,-</strong><br />
Pengarang: <strong>Perdana Akhmad, Spsi.</strong><br />
Penerbit: AZ-ZAHRA</p>
<p><strong>Deskripsi:</strong><br />
Beberapa stasiun TV swasta dan koran belakangan ini gencar mengekspos peristiwa kerasukan jin massal yang melanda ratusan siswa di beberapa SMP dan SMA di tanah air. Pro-kontra pun segera merebak. Sebagian orang mengingkari adanya kesurupan akibat gangguan jin. Menurut mereka, kesurupan tidak lain hanyalah gangguan epiiepsi atau gangguan emosional akibat adanya stress. Sebagian mereka bahkan memfatwakan kesurupan jin adalah tahayul dan siapa meyakini adanya kesurupan jin adalah musyrik! Sementara itu, mayoritas umat Islam meyakini adanya kesurupan jin berdasar dalil dari Al-Qur’an, As-sunnah Ash-shahihah, ijma’ ulama, dan bukti dari ilmu kedokteran dan realita di masyarakat sejak zaman sahabat hingga hari ini. Pendapat manakah yang lebih benar?Jika memang kesurupan jin benar adanya, kapan ia terjadi? Apa saja penyebabnya? Bagaimana prosesnya? Apa saja gejalanya? Bagaimana antisipasi agar tidak terkena? Bila terlanjur kena, bagaimana terapinya yang benar menurut tuntunan syariat? Buku ini mencoba untuk membedah pro-kontra seputar kerasukan jin, dan menjawab berbagai pertanyaan yang berkaitan dengannya. Disajikan berdasar dalil-dalil yang kokoh dari Al-Qur’an, As-sunnah Ash-shahihah, dan ijma ulama, didukung oleh penelitian ilmu kedokteran dan realita di masyarakat, disertai pengalaman langsung para pelaku terapi, dan dilengkapi dengan fatwa-fatwa para ulama salaf dan kontemporer. Selamat menikmati!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Keistimewaan Berpuasa Pada Bulan Rajab]]></title>
<link>http://deltapapa.wordpress.com/2009/06/30/keistimewaan-berpuasa-pada-bulan-rajab/</link>
<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 07:04:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>deltapapa</dc:creator>
<guid>http://deltapapa.wordpress.com/2009/06/30/keistimewaan-berpuasa-pada-bulan-rajab/</guid>
<description><![CDATA[Gak terasa sebentar lagi bulan Ramadhan tiba. Duh senengnya, saya masih diberi umur panjang untuk da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Gak terasa sebentar lagi bulan Ramadhan tiba. Duh senengnya, saya masih diberi umur panjang untuk da]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perjuangan Fathimah Menjelang Wafatnya]]></title>
<link>http://laskarmahdi.wordpress.com/2009/06/10/perjuangan-fathimah-menjelang-wafatnya/</link>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 04:04:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>yanma86</dc:creator>
<guid>http://laskarmahdi.wordpress.com/2009/06/10/perjuangan-fathimah-menjelang-wafatnya/</guid>
<description><![CDATA[“Fathimah az-Zahra bukan wanita biasa, tetapi wanita yang penuh dengan aspek spiritual yang tinggi. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="12882_444" src="http://laskarmahdi.wordpress.com/files/2009/06/12882_444.jpg" alt="12882_444" width="240" height="162" /></p>
<p align="right">
<p align="right"><em>“Fathimah az-Zahra bukan wanita biasa, tetapi wanita yang penuh dengan aspek spiritual yang tinggi. Dia adalah wanita malaikat; dia adalah manusia dengan pengertian kemanusiaan yang seutuhnya; dia adalah potret manusia sempurna; dia wanita yang benar-benar sempurna. Dia bukanlah wanita biasa, tapi makhluk malakuti yang memanifestasi di alam wujud dalam bentuk manusia, bahkan ia adalah makhluk ilahi jabaruti yang muncul dalam bentuk wanita” </em>(Imam Khomeni q.s.)</p>
<p align="center">***</p>
<p>SAAT itu tahun 11 H, Rasulullah selesai mendirikan sholat Subuh beliau yang terakhir, itulah saat terakhir para sahabatnya melihat cahaya ilahiah menyinari mereka. Saat matahari dunia mencapai puncak langit, mentari Nabi telah terbenam untuk kali yang terakhir. Pada tengah hari beliau terbaring wafat diantara para kerabatnya, mereka tak dapat berbuat apa-apa kecuali menumpahkan air mata dukacita atas musibah terbesar di dalam sejarah.</p>
<p>Rumah Nabi dipenuhi orang-orang yang menangis; namun isakan Fatimah-lah yang terkeras. Ia telah kehilangan ayah yang agung, dan bersama beliau telah pergi pula kegembiraan dan keriangannya; bersama dengan kematian beliau datanglah kesedihan dan kepedihan. Setelah wafat ayahandanya dan sebelum kewafatannya sendiri, Fatimah az-Zahra pernah melantunkan bait-bait syair ini :</p>
<p>Katakan pada manusia yang tinggal di tanah ini</p>
<p>Andai kudengar seruan perih hatiku</p>
<p>Ragam petaka tlah menimpaku</p>
<p>Kalau saja itu menimpa siang</p>
<p>Ia akan berubah menjadi malam…</p>
<p>Kujadikan duka sebagai pelipur laraku</p>
<p>Dan tangis untukmu sebagai perhiasanku</p>
<p>Patutkah bagi orang yang pernah mencium pusara Ahmad</p>
<p>Takkan lagi mereguk aroma semerbak wangi ?</p>
<p>Fidhdhah, pelayan Fatimah, berbicara tentang kesedihan Fathimah; ia berkata, “Saat itu hari kedelapan sesudah wafatnya Nabi ketika Fathimah mengungkapkan betapa dalamnya kesedihan dan kegamangannya menanggung hidup tanpa ayahnya. Ia datang ke masjid dan sambil menangis berkata, ‘Oh, ayah; oh, sahabatku, yang tulus ! Siapakah yang akan kami miliki untuk Ka’bah dan masjidnya ? Siapakah yang dimiliki putrimu yang bersedih dan berduka?’”.</p>
<p>Derita perpisahan dengan ayahnya, berada pada satu sisi. Dan di sisi lainnya, derita lantaran menyaksikan penganiayaan terhadap hak Amirul Mukminun Ali bin abi Tholib, serta rencana-rencana jahat musuh-musuh Islam (selalu mengusiknya). Pada saat kedukaan yang begitu dalam yang dialami oleh Sayyidah Fathimah, dan ditengah kesibukan Imam Ali mengurus jenazah Rasulullah, tiba-tiba datang kabar bahwa sekelompok kaum Muslim telah berkumpul di Saqifah Bani Sa’idah untuk memilih pengganti Rasulullah. Belum lewat satu ja, datang lagi kabar berikutnya bahwa mereka telah memilih Abu Bakar sebagai khalifah kaum Muslim. Kabar itu sangat mengoncangkan Fathimah dan Ali. Padahal, saat itu mereka sedang berada dalam suasana duka yang dalam akibat wafatnya Rasulullah.</p>
<p>Bukankah khalifah itu seharusnya Ali bin Abi Tholib sesuai dengan pernyataan Rasulullah ? Betapa sering beliau mewasiatkan hal itu sejak hari pertama ia berdakwah kepada keluarganya sampai saat wafatnya ! Bukankah beliau telah mengangkat Ali sebagai khalifah bagi kaum Muslim di Ghadir Khum hanya beberapa bulan setelah wafatnya?. Ya Allah, apakah mereka tidak tahu bahwa Ali adalah didikan wahyu dan dan kenabian yang terjaga, yang mengambil Islam langsung dari Rasulullah SAWW. Ya, mungkin pikiran-pikiran itulah yang menguasai hati Fathimah, yang melekat dalam pikirannya, dan yang dapat menghilangkan kesabaran dari dirinya.</p>
<p>Imam Ali tidak mau membai’at Abu Bakar dan menyatakan ketidaksenangannya kepada pemerintah yang berkuasa agar menjadi jelas bahwa pemerintah yang ditolak oleh laki-laki pertama yang masuk Islam setelah Rasulullah ini tidak sesuai dengan khalifah Islamiah. Demikian juga yang dilakukan oleh Fathimah, agar orang-orang tahu bahwa putri Nabi mereka tidak senang kekhalifahan ini.</p>
<p>Imam Ali memulai perjuangannya menentang orang-orang yang mengambil haknya itu. Umar pun berkata kepada Abu Bakar, “Sesungguhnya orang-orang telah membaiatmu kecuali Ali dan keluarganya. Maka kirimlah utusan kepadanya”. Abu Bakar pun mengutus Qanfadz berkali-kali, namun Ali tetap tidak mau datang. Umar pun bergegas pergi dan marah. Ia memanggil Khalid bin Walid dan Qanfadz dan menyuruh mereka berdua untuk membawa kayu bakar dan api. Sampailah Umar di depan pintu rumah Ali dan Fathimah. Saat itu, Fathimah sedang duduk di belakang pintu. Kepalanya dibalut, dan badannya kini mengurus. Umar maju. Sambil memukul pintu, ia menyeru, “Wahai putra Abu Tholib, buka pintu !”. Fathimah menjawab, “Wahai Umar. Tidak ada urusan antara kami dan kamu. Apakah kamu tidak takut kepada Allah ?. Kamu masuk ke rumahku dan menyerang tempat tinggalku”. Umar tidak mau berpaling. Ia kemudian meminta api. Saat itu, pintu terbuka. Umar pun, hendak masuk kedalam rumah. Tapi, tiba-tiba Fathimah menghadangnya berdiri di hadapannya dengan berani sambil berteriak, “Wahai Ayah, Wahai Rasulullah !” Dengan teriakan ini, mungkin ia bermaksud menyentuh perasaan orang-orang dan membangkitkan ingatan mereka. Namun, orang-orang bodoh yang hadir pada saat itu tidak mempedulikannya. Hati mereka bagaikan batu, bahkan lebih keras lagi. Pedang yang masih disarungnya diangkat, lalu dihantamkan ke rusuk Fathimah, sehingga ia berteriak. Setelah itu, cambuk diangkat, lalu dilecutkan ke lengan Fathimah sehingga jadi menghitam. Kemudian mereka masuk ke tempat Ali dan menciduknya. Tapi, sekali lagi Qanfadz memukulnya dengan cambuk, kemudian mendorong dan menyandarkannya ke tiang rumahnya, lalu memukul rusuknya, sehingga gugurlah janin yang berada di perutnya.</p>
<p>Mereka membawa Ali ke masjid. Fathimah segera bangkit untuk menolong kebenaran dan membela suaminya. Ia pergi menyusulnya dengan tulang rusuk yang patah, tubuhnya yang kurus, dan wajahnya yang pucat. Ketika sampai ke makam Nabi ia berkata, “Biarkan suamiku. Demi Allah yang mengutus Muhammad dengan agama yang hak, jika kalian tidak membiarkannya maka aku akan membuka rambutku, aku akan meletakkan gamis Rasulullah diatas kepalaku, dan aku akan berteriak kepada Allah. Hampir saja Fathimah menumbangkan pemerintah berkuasa dengan doanya dan permohonannya. Ketika Ali merasa adanya bahaya itu, ia memanggil Salman dan berkata kepadanya, “Temui putri Rasulullah dan palingkan ia dari doanya”. Salman menemui Fathimah dan mengatakan, “Junjunganku, sesungguhnya Ali menyuruhku untuk memalingkanmu dari doamu,”. “Jika Ali memang menyuruhku demikian maka aku akan mendengar dan menaatinya. Aku akan bersabar”, Fathimah menjawab.</p>
<p align="center">***</p>
<p>SAYYIDAH Fathimah sangat menghakhawatirkan masa depan kaum muslimin dan penjagaan atas warisan al-Qur’an. Karenanya, Sayyidah Fathimah sering berkunjung ke makam suci Rasulullah SAAW. Fidhdhah, pelayannya yang baik, menambahkan, “Fathimah lalu melangkah ke arah makam Nabi; sukar baginya berjalan karena air mata menutupi matanya. Ketika melihat Mizanih, ia tak sadarkan diri; maka, para perempuan bergegas menolongnya; setelah membasuhkan air ke wajahnya, ia mulai meraih kembali kesadarannya. Fathimah lalu berkata, “Kekuatanku telah dimusnahkan, ketabahanku telah mengkhianatiku. Musuh-musuhku telah bergembira atas kemalanganku, dan dukacitaku akan membunuhku. Wahai Ayah ! Aku masih bingung dan kesepian, nanar dan terasing. Suaraku serak, punggungku retak, hidupku rusak. Tak kutemukan seorangpun wahai ayah, setelah dirimu, untuk melipur kesepianku. Atau menyusutkan air mataku, atau mendukungku disaat aku lemah. Sungguh, wahyu-wahyu yang tepat, tempat turunnya Jibril dan Mikail berada telah lenyap bersamamu. Wahai Ayah, niat (orang-orang lain) telah berubah, dan gerbang-gerbang ditutup didepan wajahku. Maka, aku jijik terhadap dunia ini setelah engkau. Dan air mataku akan tumpah kepadamu selama nafas terus ada di dalam diriku. Rinduku kepadamu tak akan surut. Kesedihanku karena (dipisahkan dari) engkau tak akan sirna.’</p>
<p>Fathimah lalu memekik keras, ‘Wahai Ayah ! Bersamamu pergi pula cahaya dunia. Bunga-bunganya melayu setelah berkembang di kehadiranmu. Wahai Ayah ! Aku akan terus berduka bagimu hingga kita dipersatukan kembali. Wahai Ayah ! Kelelapan telah meninggalkanku sejak kita dipisahkan. Betapa kesepiannya Abul Husain (Imam Ali bin Abi Thalib), orang yang terpercaya ! Ayah kedua putramu, Al Hasan dan Al Husain; orang yang engkau kasihi. Ia yang engkau besarkan sebagai pemuda, dan (ia yang) sebagai laki-laki engkau jadikan saudaramu. Yang engkau paling kasihi diantara para sahabatmu. Abul Hasan, yang pertama berhijrah dan membantumu. Kesedihan melingkupi kami; tangis akan membunuh kami, dan kecemasan akan selalu menemani kami.’.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Pada masa hidup Rasulullah, tanah Fadak berada di tangan Fathimah. Dari tanah itu, Fathimah mengambil keperluan makan mereka dan menginfakkan sisanya untuk orang fakir, orang miskin, dan untuk perjuangan di jalan Allah. Ketika Abu Bakar diangkat menjadi khalifah, ia mengutus wakilnya ke Fadak untuk mengeluarkan wakil Fathimah dari sana dan mengangkatpara pekerja dari pihaknya.</p>
<p>Ketika samapai kabar kepada Fathimah bahwa para pekernya diusir dari Fadak, ia menjadi sedih. Dengan itu juga, ia menghadapi kesulitan baru. Karena, baginya dan suaminya latar belakang dan factor-faktor dibalik tidakan-tindakan pemerintah yang berkuasa telah jelas. Fathimah pun membela haknya, karena kalau ia berdiam diri dari  kebenaran dan tidak membelanya, niscaya orang-orang akan menyangka bahwa diam dari kebenaran serta menerima kezaliman dan pelanggaran adalah suatu hal yang baik.</p>
<p>Ketika Abu Bakar dan Umar telah bersepakat untuk mencegah Fathimah dari Fadak dan kabar itu sampai kepadanya. Fathimah segera melilitkan kudung di kepalanya dan memakai jilbabnya, lalu pergi bersama pelayannya dan wanita-wanita kaumnya. Ketika berjalan, ia menginjak ujung pakainannya (karena pakainnya yang panjang yang melewati mata kakinya). Cara berjalannya sama dengan cara berjalan Rasulullah. Ia masuk ke tempat Abu Bakar yang sedang berkumpul dengan orang-orang Muhajirin, Anshor, dan lain-lainnya. Kemudian Fathimah duduk. Ia kemudian merintih dengan rintihan yang membuat orang-orang hendak menagis, sehingga majelis itu menjadi gaduh. Kemudian ia diam sejenak sampai tenang suara mereka. Ia membuka perkataannya dengan memuji Allah dan bersalawat kepada Rasulnya. Orang-orangpun kembali menangis. Ketika mereka telah diam, ia berbicara lagi, dan mengatakan,</p>
<p>“Wahai kaum Muslim, apakah aku dikalahkan dalam warisanku sendiri ?, Wahai putra Abu Quhafah, apakah dalam kitab Allah ada ketentuan bahwa engkau mewarisi ayahmu dan aku tidak mewarisi ayahku ?, Apakah kalian sengaja meninggalkan kitab Allah dan melemparkannya ke belakang punggung kalian ?. Padahal ia telah mengatakan dalam Al Qur’an, <em>“Dan Sulaiman telah mewarisi Daud ?” </em>(Q.s An-Naml : 16). Allah juga mengatakan ketika menceritakan Yahya bin Zakaria, <em>“Maka anugerahilah aku dari sisi-Mu seorang putera yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub” </em>(Q.S Maryam : 6). Allah juga mengatakan, <em>“Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu, sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah”</em>(QS Al-Anfal : 75). Selain itu, ia juga mengatakan, <em>“Allah mensyariatkan bagimu tentang [pembagian pusaka untuk] anak-anakmu, yaitu bagian seorang anak laki-laki sama dengan dua orang anak perempuan” </em>(Q.S An-Nisa : 11).</p>
<p>Majelis itu menjadi rusuh. Orang-orang berpencar dan timbul kegaduhan. Pidato Az-Zahra menjadi pembicaraan saat itu. Abu Bakar pun terpaksa memberikan peringatan saat itu. Kota Madinah menjadi kacau. Orang-orang tergugah perasaannya, dan hiruk pikuk terdengar.</p>
<p align="center">***</p>
<p>AZ-ZAHRA terus melanjutkan perjuangannya. Kali ini memilih untuk tidak berbicara dengan Abu Bakar. Ia mengumumkan itu secara resmi di hadapan sekelompok orang. Ia mengatakan, “Demi allah, aku tidak akan berbicara dengan mu satu kalimat pun selama hidupku.”. Ya, ia pun tidak berbicara kepada Abu Bakar sampai ia wafat. Ketika Fathimah sakit, Abu Bakar dan Umar berkali-kali meminta izin untuk menjenguknya, namun ia tidak mengizinkannya. Demikianlah sampai sakitnya menjadi berat. Setiap hari yang lewat disambutnya dengan harapan kematiannya. Satu-satunya cara yang dapat dipikulnya untuk terus hidup ialah apabila ia dapat mencari perlindungan pada ayahnya dan ditarik disisinya ketika iman dan rohanunya melimpah dengan keluhan dan kepedihan.</p>
<p>Apa perlunya akan perlindungan semacam itu, kedamaian seperti itu ?. Tetapi waktu berlalu perlahan-lahan. Sembilan puluh lima hari telah berlalu sejak ayahnya menjanjikan kematiannya dan ajalnya belum juga datang. Ia datang. Hari itu, Senin, 3 Jumadil Akhir tahun 11 Hijriah, tahun wafat ayahnya. Ia mencium setia orang anaknya. Hasan berusia 7 tahun. Husein 6 tahun, Zaenab 5 tahun, dan Ummu Kultsum 3 tahun. Dan sekarang saatnya untuk mengucapkan selamat berpisah kepada Ali. Betapa sukarnya itu ! Dan Ali harus tinggal sendirian di dunia selama tiga puluh tahun lagi. Ia menyuruh memanggilkan Ummu Rafi’. Dia yang telah mengatur pemakaman Nabi.</p>
<p>Ia berkata, “Wahai hamba Allah, tumpahkan air kepada saya supaya saya dapat mandi sendiri.” Dengan sabar dan damai, ia berwudlu. Kemudian ia memakai pakaian yang tidak pernah dipakainya sejak wafatnya nabi dan telah disisihkannya. Seakan-akan ia telah menyisihkan kenangan kepada perkabungannya dan sekarang sedang hendak menemui seorang sahabat kesayangannya.</p>
<p>Ia berkata kepada Ummu Rafi’, “Letakkan ranjang saya ditengah ruangan.” Dengan lembut dan tenang ia melangkah ke ranjang itu. Ia menghadap ke Ka’bah lalu menanti. Sesaat berlalu. Tiba-tiba terdengar tangisan di dalam rumah itu, ia menutup kelopak matanya lalu membuka matanya ke orang-orang yang dicintainya yang sedang menunggunya. Sebatang lilin api dan kesedihan padam di rumah Ali. Dan Ali tinggal sendirian, bersama anak-anaknya.</p>
<p>Fathimah telah meminta Ali untuk menguburkannya di malam hari sehingga tidaka akan ada orang yang akan mengenal kuburnya dan supaya dua orang sesepuh itu (Abu Bakar dan Umar) tidak akan mengiringi mayatnya ke kuburan. Ali melakukan apa yang diminta keapadanya. Tetapi tak seorang pun tahu bagaiamana. Dan mereka masih tak tahu dimana. Di rumahnya ? Atau di Baqi’ ? Tak jelas. Yang jelas ialah kepedihan ali, malam itu, disisi makam Fathimah.</p>
<p>Madinah diam di malam hari. Seluruh Muslim tertidur. Malam itu hanya dipecahkan oleh bisikan-bisikan tenang Ali. Ali benar-benar sendirian di dalam kota maupun di dalam rumahnya, tanpa Nabi tanpa Fathimah. Seperti gunung kepedihan, ia duduk diatas tanah di tepi makam Fathimah. Saat-saat berlalu. Malam, tenang, dan diam.”Inna lillahi wa innna ilaihi raji’un, Ya Allah telah engkau minta kembali titipan-Mu, telah engkau ambil milik-Mu, dan telah engkau bawa az-Zahra. Salam untukmu, Wahai Rasulullah, salam perpisahan yang bukan karena jemu. Jika aku pergi, buka karena bosan; jika aku berdiri, bukan karena bersangka buruk terhadap janji Allah kepada orang-orang yang sabar, karena sabar lebih baik dan indah”.***</p>
<p>(dikutip dari berbagai sumber)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Fathimah Azzahra : Mutiara dalam Rumah Wahyu]]></title>
<link>http://laskarmahdi.wordpress.com/2009/06/09/fathimah-azzahra-mutiara-dalam-rumah-wahyu/</link>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 03:36:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>yanma86</dc:creator>
<guid>http://laskarmahdi.wordpress.com/2009/06/09/fathimah-azzahra-mutiara-dalam-rumah-wahyu/</guid>
<description><![CDATA[Tanggal 20 Jumadil Tsani, di hari Jumat yang suci, dua tahun setelah bi’tsah Rasul saaw, Sayyidah Kh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-full wp-image-33" title="Fatimah_azzahra-00" src="http://laskarmahdi.wordpress.com/files/2009/06/fatimah_azzahra-001.jpg" alt="Fatimah_azzahra-00" width="150" height="180" />Tanggal 20 Jumadil Tsani, di hari Jumat yang suci, dua tahun setelah bi’tsah Rasul saaw, Sayyidah Khodijah melahirkan seorang putri yang telah dipersiapkan untuk mengemban tugas yang teramat berat. Pada usia yang masih sangat belia Fathimah Azzahra harus berpisah dengan ibundanya yang tercinta. Sepeninggal Khodijah as perhatian Fathimah kepada ayahnya semakin bertambah. Peran ibundanya sekejap ia letakkan diatas pundaknya. Fathimah berupaya menghibur ayahnya atas kepergian sang istri tercinta.</p>
<p>Ketika Nabi di Thaif, sekelompok anak anak kecil dan juga orang dewasa berlomba menimpuki Nabi dengan batu dan kotoran unta, Fathimah yang masih sangat belia tampil dengan perangai seorang ibu yang cemas dengan putranya. Dibersihkan kotoran dan darah yang berada pada pada wajah ayahnya. Air mata nabi tak mampu beliau sembunyikan ketika melihat putri tercintanya. Seorang anak yang sepatutnya sedang asyik bermain dengan teman seusianya sekarang justru berada dipangkuan ayahnya, menghalangi siapapun yang akan melukai rasulnya. Fathimahpun menangis melihat keaadan ayahnya, dengan suara bergetar penuh keharuan nabi meyeka tiap butiran air mata yang mengalir dipipi mungil putrinya sambil berkata, &#8216; <em>habibati Fathimah la tabki&#8217;</em>,&#8217; belahan jiwaku Fathimah janganlah engkau menangis&#8217;. Begitulah ucapan Nabi ketika tangan suci putrinya menyeka darah yang mengalir dikeningnya. Ummu Abiha, ibu dari ayahnya adalah gelar yang Rasulullah peruntukkan kepada putrinya. Satu satunya gelar yang belum pernah ada dalam sejarah kecuali untuk Fathimah Azzahra as.</p>
<p>Duka dan kesedihan selalu mengiringi kehidupan keluarga nabi, akan tetapi Fathimah senantiasa menyembunyikan kedukaannya selama sang ayah berada disampingnya. Kecintaan ssayyidah Fathimah begitu tinggi terhadap ayahnya dan begitu pula Rasul saaw kepada putrinya hingga beliau bersabda, “<em>Fathimah adalah belahan jiwaku, siapapun yang mencintai Fathimah berarti dia mencintaiku.</em>”</p>
<p>Fathimah bagaikan mutiara di dalam rumah wahyu Rasulullah dan dia mengenal ma’rifat Ilahi yang tertinggi di dalam rumah itu. Kecintaan yang mendalam dari Rasulullah terhadap Fathimah menunjukkan nilai dan posisi perempuan dalam pandangan Islam. Fathimah dengan potensi maknawiah yang dimilikinya mengejawantahkan ayat-ayat Ilahi mengenai kedudukan perempuan dalam individu, dalam keluarga, dan dalam masyarakat dengan sempurna dan penuh cahaya.</p>
<p>****</p>
<p>Dalam pandangan Islam, pembicaraan mengenai penyempurnaan jiwa dan maknawi tidak membeda-bedakan antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki potensi untuk menerima ajaran samawi Al-Quran. Allah SWT dalam Al-Quran memberikan contoh perempuan-perempuan yang patut dijadikan teladan umat manusia, yaitu Sayyidah Maryam dan Asiah, istri Firaun. Dalam surat An-Nahal ayat 97 Allah berfirman, “Siapapun yang melakukan kebaikan, baik laki-laki maupun perempuan, dan ia beriman, Kami pasti akan memberinya kehidupan yang menyenangkan dan Kami akan memberi mereka pahala sebaik-baiknya sesuai dengan yang mereka kerjakan.”</p>
<p>Laki-laki dan perempuan tidak memiliki perbedaan dalam kemampuan akal dan kebijaksanaan, dalam menentukan dan memilih jalan hidup yang benar, serta dalam menemukan hakikat kebenaran. Kaum perempuan, sebagaimana laki-laki, memiliki potensi untuk mencapai posisi ruhani yang tinggi. Allah SWT juga menegaskan bahwa orang terbaik di antara umat manusia adalah mereka yang bertakwa, baik itu laki-laki maupun perempuan.</p>
<p>Fathimah Az-Zahra s.a. dalam usianya yang singkat telah mampu mencapai derajat ruhani dan maknawi yang amat tinggi, sehingga Rasulullah pernah bersabda, “Allah marah ketika Fathimah marah dan senang ketika Fathimah merasa senang.” Artinya, segala perilaku Az-Zahra sedemikan sesuainya dengan perintah Allah, sehingga segala sesuatu yang dilakukan Az-Zahra pasti berdasarkan aturan Allah dan segala sesuatu yang tidak disukai Fathimah pastilah sesuatu yang tidak disukai Allah pula.</p>
<p>Fathimah Az-Zahra adalah seorang hamba yang menyembah Tuhannya dengan penuh kecintaan. Suatu hari Rasulullah bertanya kepada putrinya, “Wahai Fathimah, apakah yang kau inginkan sekarang? Saat ini di sampingku ada malaikat penyampai wahyu dan membawa pesan dari Allah bahwa apapun yang kau minta akan dikabulkan Allah.”</p>
<p>Fathimah menjawab, “Kenikmatan ketika menyembah Allah telah membuatku tidak menginginkan apa-apa lagi selain keinginan agar aku bisa melihat keindahan Allah.”</p>
<p>***</p>
<p>Tidak dapat disangkal lagi, penciptaan laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan-perbedaan yang akan membawa kepada perbedaan dan hak masing-masing pihak dalam kehidupan sosial dan keluarga. Namun, perbedaan itu merupakan pelengkap satu sama lain. Laki-laki dan perempuan merupakan bagian dari sebuah kesatuan yang jika saling berdampingan, kesatuan itu menjadi sempurna dan seimbang. Setiap pihak dalam kesatuan ini memiliki perannya sendiri-sendiri yang saling melengkapi. Tidak ada satupun perbedaan di antara laki-laki dan perempuan  yang membuat satu pihak lebih baik daripada pihak yang lain.</p>
<p>Seluruh catatan sejarah telah membuktikan bahwa Fathimah Az-Zahra s.a. telah melaksanakan seluruh kewajibannya sebagai seorang perempuan, baik sebagai individu, dalam keluarga, maupun dalam masyarakat. Semua itu membuktikan derajat beliau sebagai seorang manusia yang sempurna di sisi Allah SWT dan menjadi teladan bagi seluruh umat manusia, terutama kaum perempuan.</p>
<p>Fathimah Az-Zahra mengajarkan keapda kita bahwa manusia adalah makhluk yang mulia. Cinta, keimanan, usaha, serta makrifat menjadi hiasan bagi kemuliaannya itu.  Dengan melakukan kebaikan-kebaikan, manusia akan pergi meninggalkan dunia materi dan mencapai puncak kesempurnaan maknawi. Az-Zahra juga mengajarkan kepada manusia agar saling mencintai, saling bersahabat satu sama lain, saling berkorban, menempa diri agar menajadi pembela kebenaran, dan menjauhkan diri dari kerendahan dan ketaklidan yang membabi-buta. Sedemikian mulianya Az-Zahra, sampai-sampai Rasulullah mendeskripsikan putrinya itu dengan kalimat sebagai berikut. “Seandainya kebaikan dan keindahan menjelma menjadi manusia, manusia itu adalah Fathimah Az-Zahra.”</p>
<p>Dewasa ini, dunia hanya membicarakan masalah hak-hak kaum perempuan. Namun, dalam pandangan Fathimah Az-zahra s.a., hak-hak perempuan berkaitan erat dengan akhlak dan keimanan. Sebagaimana pengorbanan, ketakwaan, rendah hati, dan kekuatan jiwa yang dianggap sebagai akhlak yang suci, pengenalan dan pembelaan terhadap hak-hak perempuan juga merupakan hal yang suci. Oleh karena itu, Az-Zahra selain mengejawantahkan nilai-nilai iman, ikhlas, kejujuran, kehormatan dan kepemaafan, juga berjuang dalam menegakkan hak-hak kaumnya.</p>
<p>Dalam pandangan Az-Zahra as., kehadiran perempuan di rumah dan perannya dalam keluarga sama sekali tidak menghalangi perempuan dari masyarakat dan perkembangan sosial. Bahkan, justru perempuanlah yang bertugas untuk membangun pondasi masyarakat dan membangun masa depan masyarakat yang lebih baik. Oleh karena itu, Az-Zahra menekankan agar kaum perempuan mengembangkan potensinya sebaik mungkin sehingga bisa hadir dalam masyarakat sebagai manusia yang sempurna. Perempuan yang sempurna selalu melihat jatidirinya sebagai makhluk Sang Pencipta yang merupakan sumber cahaya dan keindahan. Dengan cahaya Ilahi itu, dia berkhidmat kepada masyarakat dan kemanusiaan serta mendidik manusia-manusia yang saleh dan berkemampuan tinggi.***</p>
<p>(Dikutip dari berbagai sumber….)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rejeki Itu Dari Allah]]></title>
<link>http://deltapapa.wordpress.com/2009/05/29/rejeki-itu-dari-allah/</link>
<pubDate>Fri, 29 May 2009 09:35:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>deltapapa</dc:creator>
<guid>http://deltapapa.wordpress.com/2009/05/29/rejeki-itu-dari-allah/</guid>
<description><![CDATA[Jangan ngoyo mencari rejeki. Rejeki itu datangnya dari Allah Yang Maha Memberi Rejeki. Jika saat ini]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Jangan ngoyo mencari rejeki. Rejeki itu datangnya dari Allah Yang Maha Memberi Rejeki. Jika saat ini]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Siapakah Kita]]></title>
<link>http://deltapapa.wordpress.com/2009/05/12/siapakah-kita/</link>
<pubDate>Tue, 12 May 2009 06:26:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>deltapapa</dc:creator>
<guid>http://deltapapa.wordpress.com/2009/05/12/siapakah-kita/</guid>
<description><![CDATA[Siapakah orang yang sombong? Orang yang sombong adalah orang yang di beri penghidupan tapi tidak mau]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Siapakah orang yang sombong? Orang yang sombong adalah orang yang di beri penghidupan tapi tidak mau]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hujan]]></title>
<link>http://deltapapa.wordpress.com/2009/04/07/hujan/</link>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 07:56:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>deltapapa</dc:creator>
<guid>http://deltapapa.wordpress.com/2009/04/07/hujan/</guid>
<description><![CDATA[Saya kembali termotivasi setelah membaca hikmah tafakur di bawah ini. Hati yang gundah akibat bayang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Saya kembali termotivasi setelah membaca hikmah tafakur di bawah ini. Hati yang gundah akibat bayang]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hijab]]></title>
<link>http://deltapapa.wordpress.com/2009/04/07/hijab/</link>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 07:40:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>deltapapa</dc:creator>
<guid>http://deltapapa.wordpress.com/2009/04/07/hijab/</guid>
<description><![CDATA[Tidak mudak mengajak seorang wanita untuk berhijab (memakai Jilbab). Selalu saja ada alasan untuk me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tidak mudak mengajak seorang wanita untuk berhijab (memakai Jilbab). Selalu saja ada alasan untuk me]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menjemput Hidayah]]></title>
<link>http://deltapapa.wordpress.com/2009/04/06/menjemput-hidayah/</link>
<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 20:48:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>deltapapa</dc:creator>
<guid>http://deltapapa.wordpress.com/2009/04/06/menjemput-hidayah/</guid>
<description><![CDATA[Saya suka posting ini, dari seorang perembuan di kebun hikmah. Agar Saya selalu mengingat tulisannya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Saya suka posting ini, dari seorang perembuan di kebun hikmah. Agar Saya selalu mengingat tulisannya]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Untuk Anakku]]></title>
<link>http://deltapapa.wordpress.com/2009/03/13/untuk-anakku/</link>
<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 08:17:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>deltapapa</dc:creator>
<guid>http://deltapapa.wordpress.com/2009/03/13/untuk-anakku/</guid>
<description><![CDATA[Ananda, ayah tidak berpesan banyak kepadamu nak, hanya renungkanlah Nasehat Luqman untuk Anaknya sep]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ananda, ayah tidak berpesan banyak kepadamu nak, hanya renungkanlah Nasehat Luqman untuk Anaknya sep]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tebarkan Salam]]></title>
<link>http://deltapapa.wordpress.com/2009/03/10/tebarkan-salam/</link>
<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 06:24:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>deltapapa</dc:creator>
<guid>http://deltapapa.wordpress.com/2009/03/10/tebarkan-salam/</guid>
<description><![CDATA[Syariat Islam yang sempurna mengajarkan kaum muslimin untuk selalu meningkatkan kecintaan terhadap s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Syariat Islam yang sempurna mengajarkan kaum muslimin untuk selalu meningkatkan kecintaan terhadap s]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jadilah Seorang Tauladan]]></title>
<link>http://deltapapa.wordpress.com/2009/03/03/jadilah-seorang-tauladan/</link>
<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 07:13:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>deltapapa</dc:creator>
<guid>http://deltapapa.wordpress.com/2009/03/03/jadilah-seorang-tauladan/</guid>
<description><![CDATA[Sejak kami mendapatkan buah hati kami yang ditakdirkan sebagai seorang putri, saya sibuk mencari-car]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sejak kami mendapatkan buah hati kami yang ditakdirkan sebagai seorang putri, saya sibuk mencari-car]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hiasan Dunia]]></title>
<link>http://deltapapa.wordpress.com/2009/03/02/hiasan-dunia/</link>
<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 10:18:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>deltapapa</dc:creator>
<guid>http://deltapapa.wordpress.com/2009/03/02/hiasan-dunia/</guid>
<description><![CDATA[Dunia adalah perhiasan, sebaik-baik perhiasan dunia adalah Wanita sholehah. Menjadi seorang istri ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dunia adalah perhiasan, sebaik-baik perhiasan dunia adalah Wanita sholehah. Menjadi seorang istri ya]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rumah Tangga Islami]]></title>
<link>http://deltapapa.wordpress.com/2009/03/02/rumah-tangga-islami/</link>
<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 10:03:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>deltapapa</dc:creator>
<guid>http://deltapapa.wordpress.com/2009/03/02/rumah-tangga-islami/</guid>
<description><![CDATA[Entah kenapa, semakin &#8220;usia kesana&#8221; semakin sering saya ingin tahu hal-hal yang berkaita]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Entah kenapa, semakin &#8220;usia kesana&#8221; semakin sering saya ingin tahu hal-hal yang berkaita]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sikap Suami Yang Disukai Istri]]></title>
<link>http://deltapapa.wordpress.com/2009/03/02/sikap-suami-yang-disukai-istri/</link>
<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 09:43:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>deltapapa</dc:creator>
<guid>http://deltapapa.wordpress.com/2009/03/02/sikap-suami-yang-disukai-istri/</guid>
<description><![CDATA[Bila Anda ingin menjadi seorang suami yang disukai oleh istri, Anda perlu mengetahui sikap apa saja ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bila Anda ingin menjadi seorang suami yang disukai oleh istri, Anda perlu mengetahui sikap apa saja ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Majlis Makan Malam Pusat Rawatan Islam Az Zahrah]]></title>
<link>http://hayazee.wordpress.com/2009/02/19/majlis-makan-malam-pusat-rawatan-islam-az-zahrah/</link>
<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 03:28:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>hayazee</dc:creator>
<guid>http://hayazee.wordpress.com/2009/02/19/majlis-makan-malam-pusat-rawatan-islam-az-zahrah/</guid>
<description><![CDATA[Menemani Khairil untuk majlis yang berlangsung di Hotel Palm Garden ,IOI Resort Putrajaya.Terima kas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Menemani Khairil untuk majlis yang berlangsung di Hotel Palm Garden ,IOI Resort Putrajaya.Terima kasih buat semua warga AZIM atas layanan baik yang diberikan sepanjang majlis tersebut.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-249" title="_mg_0817-2-22" src="http://hayazee.wordpress.com/files/2009/02/_mg_0817-2-22.jpg" alt="_mg_0817-2-22" width="655" height="436" /></p>
<p> </p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-250" title="_mg_0269-2-22" src="http://hayazee.wordpress.com/files/2009/02/_mg_0269-2-22.jpg" alt="_mg_0269-2-22" width="655" height="436" /></p>
<p> </p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-251" title="_mg_1000-22" src="http://hayazee.wordpress.com/files/2009/02/_mg_1000-22.jpg" alt="_mg_1000-22" width="655" height="436" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Makna Kurban]]></title>
<link>http://deltapapa.wordpress.com/2008/12/09/makna-kurban/</link>
<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 10:49:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>deltapapa</dc:creator>
<guid>http://deltapapa.wordpress.com/2008/12/09/makna-kurban/</guid>
<description><![CDATA[Setiap apa yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala pastilah mengandung makna, bukan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Setiap apa yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala pastilah mengandung makna, bukan ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Indahnya Cahaya-Mu]]></title>
<link>http://deltapapa.wordpress.com/2008/11/24/indahnya-cahaya-mu/</link>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 09:34:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>deltapapa</dc:creator>
<guid>http://deltapapa.wordpress.com/2008/11/24/indahnya-cahaya-mu/</guid>
<description><![CDATA[Sahabat, apa yang terlintas ketika berbicara seputar wanita? banyak hal bukan?, meskipun identiknya ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sahabat, apa yang terlintas ketika berbicara seputar wanita? banyak hal bukan?, meskipun identiknya ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perubahan]]></title>
<link>http://deltapapa.wordpress.com/2008/11/24/perubahan/</link>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 08:58:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>deltapapa</dc:creator>
<guid>http://deltapapa.wordpress.com/2008/11/24/perubahan/</guid>
<description><![CDATA[Di sebuah pulau kecil, tinggallah CINTA, KEKAYAAN, KESOMBONGN, KESEDIHAN KEGEMBIRAAN, dsb. Awalnya m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Di sebuah pulau kecil, tinggallah CINTA, KEKAYAAN, KESOMBONGN, KESEDIHAN KEGEMBIRAAN, dsb. Awalnya m]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ma residensi ke RS Az-Zahra!!]]></title>
<link>http://mabanget.wordpress.com/2008/11/18/ma-residensi-ke-rs-az-zahra/</link>
<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 16:42:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rizma Adlia</dc:creator>
<guid>http://mabanget.wordpress.com/2008/11/18/ma-residensi-ke-rs-az-zahra/</guid>
<description><![CDATA[Iyeeey! Akhirnya Ma mulai residensi juga, alhamdulillah,, Emang tempatnya di Palembang sih, jadi Ma ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Iyeeey! Akhirnya Ma mulai residensi juga, alhamdulillah,, Emang tempatnya di Palembang sih, jadi Ma ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hikmah Idul Fitri]]></title>
<link>http://deltapapa.wordpress.com/2008/10/05/hikmah-idul-fitri/</link>
<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 17:56:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>deltapapa</dc:creator>
<guid>http://deltapapa.wordpress.com/2008/10/05/hikmah-idul-fitri/</guid>
<description><![CDATA[Qod aflaha man tazakka Sungguh beruntung orang yang menyucikan hatinya Idul Fitri sudah berlalu, tap]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Qod aflaha man tazakka Sungguh beruntung orang yang menyucikan hatinya Idul Fitri sudah berlalu, tap]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
