<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>bagasi &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/bagasi/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "bagasi"</description>
	<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 17:20:51 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Kelengkapan Kit Sepeda Listrik]]></title>
<link>http://spedalistrik.wordpress.com/2009/12/05/kelengkapan-kit-sepeda-listrik/</link>
<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 17:06:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>spedalistrik</dc:creator>
<guid>http://spedalistrik.wordpress.com/2009/12/05/kelengkapan-kit-sepeda-listrik/</guid>
<description><![CDATA[Kelengkapan standar paket kit sepeda listrik 350 W/36 V adalah 1. dinamo brushless + ban ukuran 24]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kelengkapan standar paket kit sepeda listrik 350 W/36 V adalah<br />
1. dinamo brushless + ban ukuran 24&#8243; (diameter 61 cm)<br />
2. intelligent unit kontrol<br />
3. kunci kontak (2 anak kunci)<br />
4. grip gas (model trendi, warna hitam)<br />
5. tuas rem (sepasang)<br />
6. sensor pedal (pedal assistant system/pas)<br />
7. batre 36 V / 10 Ah (dalam kotak ada pegangan, sekring, dan colokan charger)<br />
8. charger 36 V<br />
9. lampu indikator batre + lampu depan (headlamp)<br />
Bonus (bisa bervariasi):<br />
1. tali pengikat batre<br />
2. bagasi (lebih kokoh)<br />
3. pengunci batre NEW<br />
4. pengikat kabel (cable ties)<br />
5. buku manual pemasangan + CD manual </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menhub: Tingkatkan Pelayanan Angkutan Haji ]]></title>
<link>http://azeezaazhar.wordpress.com/2009/10/28/himbauan-menhub-untuk-tingkatkan-mutu-pelayanan-angkutan-haji/</link>
<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 02:45:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>azeezaazhar</dc:creator>
<guid>http://azeezaazhar.wordpress.com/2009/10/28/himbauan-menhub-untuk-tingkatkan-mutu-pelayanan-angkutan-haji/</guid>
<description><![CDATA[Dalam kunjungannya ke Terminal Haji Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa lalu, Menteri Perhubun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dalam kunjungannya ke Terminal Haji Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa lalu, Menteri Perhubun]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Spesifikasi teknis kit sepeda listrik]]></title>
<link>http://spedalistrik.wordpress.com/2009/10/13/spesifikasi-teknis-kit-sepeda-listrik/</link>
<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 11:35:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>spedalistrik</dc:creator>
<guid>http://spedalistrik.wordpress.com/2009/10/13/spesifikasi-teknis-kit-sepeda-listrik/</guid>
<description><![CDATA[Spesifikasi kit roda depan 1. Kecepatan 20-25 km/jam 2. Jarak tempuh : 20-25 km 3. Kekuatan beban : ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Spesifikasi kit roda depan<br />
1. Kecepatan 20-25 km/jam<br />
2. Jarak tempuh : 20-25 km<br />
3. Kekuatan beban :  75 kg<br />
4. Batre : 2 @ 12 V / 10 Ah<br />
5. Umur batre : +/-350 kali pengisian (charge)<br />
6. Dinamo : brushless, gearless (250 W/24V)<br />
7. Kecepatan : 220 rpm<br />
8. Torsi : 11 N.m<br />
9. Torsi max : 20 N.m<br />
10. Waktu pengisian : 8 jam (awal); 3-4 jam (selanjutnya)<br />
11. Charger : 110 / 220 volts tiga stage intelligent<br />
12. indikator daya batre pada lampu depan<br />
Kit penggerak roda depan terdiri dari teromol dinamo brushless (24v/ 250 w), unit controller, putaran gas, tuas rem, tas batre, bagasi, lampu depan, indikator batre, berikut kabel dan mur/baud.</p>
<p>
<a href="http://www.glitteryourway.com" target="_blank">Get a scroller sign at http://www.glitteryourway.com!</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Agar bagasi aman sampai tujuan]]></title>
<link>http://bundadontworry.wordpress.com/2009/09/04/agar-bagasi-aman-sampai-tujuan/</link>
<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 14:10:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>bundadontworry</dc:creator>
<guid>http://bundadontworry.wordpress.com/2009/09/04/agar-bagasi-aman-sampai-tujuan/</guid>
<description><![CDATA[Tidak seorang pun ingin kehilangan atau kerusakan bagasi saat bepergian. Berikut ini sejumlah tips y]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tidak seorang pun ingin kehilangan atau kerusakan bagasi saat bepergian. Berikut ini sejumlah tips y]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DETEKSI DINI BAHAN RADIOAKTIF]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/07/30/deteksi-dini-bahan-radioaktif/</link>
<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 03:59:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/07/30/deteksi-dini-bahan-radioaktif/</guid>
<description><![CDATA[Terjadinya ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton hampir dua minggu lalu merupakan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1723" title="radioaktif" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/07/radioaktif1.jpg?w=150" alt="radioaktif" width="150" height="131" />Terjadinya ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton hampir dua minggu lalu merupakan indikasi lemahnya sistem pengamanan hotel tersebut. Sistem yang ada tidak mampu mendeteksi lalu lintas benda-benda berbahaya, termasuk bom.</p>
<p>Akibat yang ditimbulkan bukan hanya korban jiwa. Lebih dari itu, citra Kota Jakarta pada khususnya dan Indonesia pada umumnya adalah tidak aman. Akibat langsungnya adalah batalnya tim Manchester United (MU) ke Jakarta. Akibat lain, mungkin memengaruhi para investor dan turis yang tadinya ingin datang ke Indonesia. Bisa dibayangkan betapa besar kerugian ekonomi yang ditimbulkan.</p>
<p>Menghadapi situasi di atas, biasanya kita cenderung reaktif. Dimana-mana dianjurkan mengaktifkan dan meningkatkan sistem keamanan. Petugas keamanan secara teliti memeriksa setiap orang yang masuk ke fasilitas-fasilitas publik, pos-pos siskamling diaktifkan dan lain sebagainya.</p>
<p>Biasanya itu bersifat hanya sesaat. Setelah beberapa waktu berselang akan kendur lagi. Begitu seterusnya. Pola ini tentu diamati pelaku teror sehingga dia tahu kapan harus bertindak dan kapan harus bersembunyi.</p>
<p><strong><!--more-->Terus-menerus<br />
</strong><br />
Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem yang mampu mendeteksi dini terhadap lalu lintas benda-benda berbahaya secara terus-menerus. Sistem yang mampu bekerja secara maksimal tanpa harus banyak bergantung pada orang (penjaga).</p>
<p>Contoh paling mudah adalah penggunaan Sinar-X bagasi pada bandara. Demi alasan keamanan bersama, setiap benda yang akan masuk ke fasilitas penting (hotel) harus melewati pemeriksaan dengan alat tersebut. Tanpa terkecuali.</p>
<p>Cara ini merupakan sistem deteksi yang mampu melihat secara jelas benda-benda yang melewati tanpa harus membongkarnya (non-destructive test). Sistem ini diyakini mampu mencegah benda-benda berbahaya masuk dan sekaligus menjaga privacy pelanggan (tidak harus membongkar isi koper).</p>
<p>Bom yang meledak di beberapa tempat di Indonesia selama ini adalah jenis bom konvensional. Artinya, bom yang menggunakan bahan peledak konvensional dicampur benda-benda yang mampu menghasilkan efek lebih saat meledak (seperti baut). Selain bom konvensional, belakangan juga dikenal bom kotor (dirty bomb), atau yang lebih dikenal dengan radioactive dispersal devices (RDD).</p>
<p>Bom kotor merupakan salah satu jenis bom yang mengombinasikan bahan peledak konvensional (dinamit) dan bahan radioaktif. Tingkat keparahan akibat bom tergantung dari jenis dan aktifitas (kekuatan) bahan radioaktif yang digunakan. Target utamanya adalah untuk menimbulkan kepanikan luar biasa ketika orang tahu bom yang meledak memancarkan radioaktif.</p>
<p>Kepanikan luar biasa ini akan mengakibatkan efek berantai, seperti kecelakaan di jalan raya karena orang berusaha secepatnya menjauh dari lokasi ledakan. Pada akhirnya juga menimbulkan banyak korban. Akibat lain dari ledakan bom kotor adalah terjadinya kontaminasi radioaktif di lokasi ledakan sehingga lokasi tersebut memancarkan radiasi dalam rentang waktu yang lama.</p>
<p>Sebagai contoh, apabila bahan radioaktif yang digunakan adalah Cesium-137, lokasi itu akan memancarkan radiasi hingga ratusan tahun mengingat waktu paro bahan radioaktif tersebut adalah 30 tahun. Jika itu yang terjadi, perlu usaha luar biasa untuk mengembalikan ke kondisi semula (dekontaminasi).</p>
<p>Sebagai ilustrasi, adalah bom kotor dengan sumber radioaktif Cesium-137 dengan aktifitas 100 Ci &#8211; satuan aktifitas pemecahan diri sebuah unsur radioaktif. Sumber ini biasa dipergunakan dalam kegiatan non-destructive test (NDT) untuk menguji sambungan pipa pada industri pertambangan minyak dan gas atau pengukuran ketinggian fluida (gauging).</p>
<p>Dari segi dimensi, ukuran sumber radiasi ini sangat kecil (sebesar kancing baju), tetapi mampu menghasilkan pancaran radiasi gamma sekitar 40 microsievert per jam dalam radius 100 meter. Nilai ini signifikan tinggi ditinjau dari ukuran keselamatan. Radiasi jenis ini mampu menembus beton sehingga untuk mengurangi intensitas pancaran radiasi sampai setengahnya, diperlukan beton setebal 4,8 cm.</p>
<p><strong>Perdagangan gelap</strong></p>
<p>Menurut data Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), sari tahun 1993 sampai dengan 31 Desember 2007 telah terjadi 1.340 peristiwa perdagangan gelap yang melibatkan bahan nuklir dan radioaktif. Peristiwa itu bisa merupakan jalan singkat penyebaran persenjataan bom kotor dan terorisme. Di Indonesia penggunaan bahan radioaktif berkembang sangat pesat untuk berbagai tujuan positif.</p>
<p>Misalnya, penggunaan bahan radiokatif Iridium-192 dan Cobalt-60 untuk memeriksa sambungan pipa-pipa pertambangan (NDT), Cesium-137, Americium-241, Stronsium-90 untuk merekam sifat-sifat hidrokarbon pada industri pertambangan, bahan-bahan radioaktif yang dipakai mengukur level cairan dalam suatu tangki/kaleng (gauging) dan masih banyak lagi.</p>
<p>Melihat kondisi tersebut, diperlukan suatu sistem pengawasan yang lebih terintegrasi terhadap bahan-bahan radioaktif. Sistem yang mampu mendeteksi secara dini lalu lintas bahan radioaktif.</p>
<p>Hal tersebut bisa dilakukan, misalnya dengan pemasangan alat surveymeter atau monitor radiasi secara permanen (fixed monitor) di lokasi strategis (jalan protokol, pelabuhan, pintu masuk hotel berbintang, dan lain-lain). Alat ini mampumendeteksi secara dini benda-benda yang mengandung bahan radioaktif.</p>
<p>Prinsip kerja peralatan tersebut hampir sama dengan prinsip pengukuran ketinggian fluida (cairan) di dalam kaleng. Ketika ada pancaran radiasi dari bahan radioaktif yang melewati detektor, muncul respons dalam bentuk audio atau bahkan audiovisual.</p>
<p>Sistem ini mampu bekerja penuh 24 jam sehingga benar-benar efektif untuk mendeteksi benda-benda mengandung bahan radioaktif. Agar responsif, detektor ini dapat diatur di skala paling ekcil (paling sensitif).</p>
<p>Sistem ini dapat dibangun dengan menggiatkan kerja sama antara pihak Badan Pengawas Tenaga Nuktir, Kepolisian, Departemen Perhubungan, dan instansi terkait yang lain. Semoga dengan cara ini, meletusnya bom oleh tangan-tangan tidak bertanggung jawab tidak perlu terulang lagi. Apalagi sampai melibatkan bom kotor, bom radioaktif. Semoga.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Deteksi Dini Bahan Radioaktif – Aris Sanyoto, Kompas, 28.07.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cengkareng to Incheon (CGK-ICN)]]></title>
<link>http://triyanifajriutami.wordpress.com/2009/07/19/cengkareng-to-incheon-cgk-icn/</link>
<pubDate>Sun, 19 Jul 2009 01:29:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>yani</dc:creator>
<guid>http://triyanifajriutami.wordpress.com/2009/07/19/cengkareng-to-incheon-cgk-icn/</guid>
<description><![CDATA[Baru sempat niy, melanjutkan tulisanku tentang Urutan Kegiatan di Bandara, yang mudah-mudahan berman]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-193" title="kegiatan-di-bandara" src="http://triyanifajriutami.wordpress.com/files/2009/04/kegiatan-di-bandara-crop.jpg?w=150" alt="kegiatan-di-bandara" width="150" height="145" />Baru sempat niy, melanjutkan tulisanku tentang <a href="http://triyanifajriutami.wordpress.com/2009/01/07/urutan-kegiatan-bandara/" target="_blank">Urutan Kegiatan di Bandara</a><strong>,</strong> yang mudah-mudahan bermanfaat untuk anda yang akan  bepergian ke luar negeri, khususnya yang berangkat dari Indonesia dan tujuan ke  Korea Selatan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Berdasar pengalaman pribadi dan informasi dari web, berikut ku rangkum urutan atau tata cara di bandara Soekarno-Hatta (Indonesia) dan bandara Incheon (Korea Selatan). <em>Sorry</em> kalo ada yang kelewat detail infonya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <!--more--></p>
<h3 style="text-align:justify;"><strong>1. Cengkareng (<a href="http://www.jakartasoekarnohattaairport.com" target="_blank">Bandara Internasional Soekarno-Hatta</a>)</strong></h3>
<p style="text-align:justify;">Peta Bandara Soekarno-Hatta bisa dilihat di gambar berikut, biar ngga muter-muter khususnya buat yang bawa kendaraan pribadi:</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1488" title="peta bandara Soekarno-Hatta" src="http://triyanifajriutami.wordpress.com/files/2009/07/peta-bandara.jpg" alt="peta bandara Soekarno-Hatta" width="655" height="484" /></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk penerbangan internasional, anda harus menuju ke Terminal 2. Terminal 2 terbagi atas tiga sub terminal yaitu Sub Terminal 2D, Sub Terminal 2E dan Sub Terminal 2F. Terminal 2D dan 2E adalah sub terminal khusus untuk penerbangan international, sedangkan Sub Terminal 2F di gunakan untuk penerbangan domestik Garuda dan Merpati. Nah, untuk menentukan anda harus ke Terminal 2D atau 2E, lihat maskapai penerbangan yang akan anda naiki. Lihat pula petunjuk papan warna kuning di bandara untuk menuju Keberangkatan Luar Negeri. <img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1493" title="Keberangkatan" src="http://triyanifajriutami.wordpress.com/files/2009/07/keberangkatan.jpg?w=150" alt="Keberangkatan" width="150" height="17" /></p>
<p style="text-align:justify;">Terminal 2D melayani penerbangan internasional dari maskapai penerbangan:</p>
<ul>
<li>Quantast Airways</li>
<li>Qatar Airways</li>
<li>Air Asia</li>
<li>Value Air</li>
<li>Phillipine Airlines</li>
<li>Singapore Airlines</li>
<li>Thai Airlines</li>
<li>China Airlines</li>
<li>Cathay Airlines</li>
<li>Malaysia Airlines</li>
<li>Kuwait Airlines</li>
<li>Japan Airlines</li>
<li>Yemen Airlines</li>
<li>Saudi Arabia Airlines</li>
<li>Emirates Airlines</li>
<li>China Southern Airlines</li>
<li>Lufthansa Airlines</li>
<li>Air India</li>
<li>Eva Air</li>
</ul>
<p>Terminal 2E melayani penerbangan internasional dari maskapai:</p>
<ul>
<li>Garuda Indonesia</li>
<li>Lion Airlines</li>
<li>Korean Air</li>
<li>KLM Royal Dutch Airlines</li>
<li>Gulf Air</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1495" title="televisi bandara" src="http://triyanifajriutami.wordpress.com/files/2009/07/televisi-bandara.jpg" alt="televisi bandara" width="127" height="98" />Setelah sudah berada di Terminal 2D atau 2E, perhatikan televisi layar datar besar (kalo ngga salah merk Samsung <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ) yang banyak dipajang. Televisi ini memberikan petunjuk maskapai penerbangan, tujuan penerbangan, jam keberangkatan, dan lain-lain. Jadi kalau ada perubahan jadwal, anda bisa segera tahu, misalnya diundur jam keberangkatan. <em>Check-in</em> biasanya dibuka dua jam sebelum pesawat terbang, namun biasanya juga lebih awal.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Check In:</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">a. Setelah pintu masuk menuju agen tiket dibuka (biasanya ada satu petugas bandara di pintu tersebut), siapkan paspor, tiket dan segala macam koper yang akan anda bawa <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Keluarga yang mengantar sudah tidak bisa mendampingi anda lagi setelah melewati pintu ini. Petugas akan memeriksa paspor dan tiket anda.</p>
<p style="text-align:justify;">b. Letakkan semua koper dan tas anda dalam ban berjalan yang melewati mesin X-ray yang tentu saja ada beberapa petugas di situ. Kemudian anda melewati metal detektor dan ambil kembali koper atau tas tadi. Hmm..aku yang dulu sendirian agak repot nih, karena tas koperku berat dan harus angkat sendiri <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">c. Setelah melewati pemeriksaan X-ray ini, ada petugas <em>Secure Baggage Wrapping </em>atau jasa pembungkusan plastik bagasi (maksudnya koper atau barang-barang anda yang nantinya di taruh bagasi pesawat). Biayanya sekitar Rp 30.000. Layanan ini mengurangi resiko pencurian, penyelundupan barang terlarang (contoh: narkoba) dan membantu melindungi bagasi dari kerusakan kecil, terbaret,  tumpahan cairan, juga mengurangi bagasi dengan bau yang tajam atau menyeruak. Koper benar-benar dibungkus rapat oleh plastik. <em>I like it! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  </em>Tapi ini ngga wajib lho, untuk tambahan keamanan saja kok.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1499" class="wp-caption alignleft" style="width: 225px"><img class="size-medium wp-image-1499 " title="boarding pass" src="http://triyanifajriutami.wordpress.com/files/2009/07/boarding-pass.jpg?w=215" alt="contoh boarding pass" width="215" height="300" /><p class="wp-caption-text">contoh boarding pass</p></div>
<p style="text-align:justify;">d. Kemudian bawa semua barang bawaan menuju <em>ticket counter</em> maskapai penerbangan yang akan anda naiki (bisa dilihat nomornya di monitor televisi yang ada di ruangan tersebut), di <em>ticket counter </em>tersebut dilakukan penimbangan koper yang nantinya masuk bagasi (masing-masing maskapai punya batas maksimal berat bagasi, kalau lebih dikenakan biaya). Pembayaran pajak bandara juga dilakukan di <em>ticket counter </em>ini, Rp 100.000 untuk bandara Soekarno Hatta. Serahkan tiket dan paspor untuk diperiksa, kemudian petugas tiket tersebut akan memberikan <em>boarding pass,</em> potongan <em>sticker</em> bagasi, dan kartu keberangkatan/kedatangan untuk urusan imigrasi. Isi form tersebut di tempat duduk yang banyak disediakan di sana.</p>
<p style="text-align:justify;">e. Setelah selesai mengisi formulir, langsung menuju ke loket imigrasi (untuk pemegang paspor dinas/paspor biru). Namun, jika anda pemegang paspor hijau, ada prosedur tambahan sebelumnya, yaitu menuju loket fiskal luar negeri. Lebih baik punya NPWP supaya bebas fiskal, karena kalo wajib fiskal itu biayanya lumayan mahal, Rp 2.500.000. Prosedur bebas fiskal di bandara bisa dilihat di tulisanku  <a href="../2009/06/15/bebas-fiskal-luar-negeri/" target="_blank">Bebas Fiskal Luar Negeri</a>. Prosedur fiskal luar negeri tersebut berlaku mulai 1 Januari 2009 sampai dengan 31 Desember 2010. Mulai 1 Januari 2011, fiskal luar negeri akan dihapuskan.</p>
<div id="attachment_1497" class="wp-caption alignleft" style="width: 196px"><img class="size-medium wp-image-1497 " title="kartu kedatangan" src="http://triyanifajriutami.wordpress.com/files/2009/07/kartu-kedatangan.jpg?w=186" alt="kartu kedatangan" width="186" height="300" /><p class="wp-caption-text">contoh kartu keberangkatan/kedatangan</p></div>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;">f. Kemudian di loket imigrasi, petugas akan men-cap paspor anda kemudian anda menyerahkan formulir yang sudah diisi. Kartu kedatangan anda simpan dan jangan hilang, karena nantinya akan dikembalikan ke pihak bandara Soekarno-Hatta saat anda kembali ke Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">g. Setelah fiskal luar negeri dan imigrasi beres, tinggal menuju gate pesawat (yang bisa dilihat di monitor sebelumnya) atau tanya saja ke petugas imigrasi jika anda bingung.</p>
<p style="text-align:justify;">h. Sebelum masuk ke ruang tunggu, anda akan melewati pemeriksaan X-ray lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">i. Duduk manis di ruang tunggu sambil pasang telinga jika ada pemberitahuan pesawat telah tiba. Setelah ada panggilan, tinggal ikuti petunjuk tugas untuk anda masuk ke pesawat.</p>
<p style="text-align:justify;">j. Cari tempat duduk anda, taruh tas atau jaket di kabin, yang terletak di atas kursi anda. Nah, ingin lihat bagian dalam pesawat? Lihat tulisanku <a href="http://triyanifajriutami.wordpress.com/2009/01/08/serba-serbi-di-dalam-pesawat-terbang/" target="_blank">Serba-serbi di Dalam Pesawat Terbang</a>. Selamat menikmati perjalanan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<h3 style="text-align:justify;"><strong>2. Incheon <a href="http://www.airport.kr/eng/airport/index.jsp" target="_blank">(Incheon International Airport)</a></strong></h3>
<p style="text-align:justify;">Incheon terpilih menjadi bandara terbaik di dunia pada tahun 2009 dalam hasil survei &#8220;World Airport Awards&#8221;. Survei dilakukan di lebih dari 190 bandara dan 8,6 juta kuisioner bagi para penumpang dari tahun 2008 hingga 2009 (<a href="http://berita.liputan6.com/luarnegeri/200906/232890/Incheon.Bandara.Terbaik.di.Dunia" target="_blank">Berita Liputan 6</a>).</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut peta <em>Arrival Floor</em> (Lantai 1) di Incheon <em>Airport</em>. Untuk peta lengkapnya, bisa diunduh di <a href="http://www.mediafire.com/?kltzzj4w2zy" target="_blank"><strong>Incheon Airport Map</strong></a>.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-large wp-image-1513" title="Arrival Floor" src="http://triyanifajriutami.wordpress.com/files/2009/07/arrival-floor.jpg?w=1024" alt="Arrival Floor" width="614" height="257" /></p>
<p style="text-align:justify;">a. Di dalam pesawat menuju Incheon, biasanya anda akan diberikan formulir lagi untuk diisi. Jadi jangan jauh-jauh menyimpan dokumen penting, misalnya  paspor <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Dokumen yang harus diisi adalah <em>Arrival Card</em>, <em>Custom Declaration by Traveller</em>, dan <em>Quarantine Questionnaire</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1502" class="wp-caption aligncenter" style="width: 513px"><img class="size-full wp-image-1502 " title="Arrival Card" src="http://triyanifajriutami.wordpress.com/files/2009/07/arrival-card.jpg" alt="Arrival Card (bagian kiri)" width="503" height="377" /><p class="wp-caption-text">Arrival Card (bagian kiri)</p></div>
<div id="attachment_1503" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-1503 " title="Customs Declaration" src="http://triyanifajriutami.wordpress.com/files/2009/07/customs-declaration.jpg" alt="Customs Declaration" width="500" height="620" /><p class="wp-caption-text">Customs Declaration</p></div>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1504" title="immigration" src="http://triyanifajriutami.wordpress.com/files/2009/07/immigration.jpg?w=150" alt="immigration" width="150" height="101" />b. Setelah sampai di bandara Incheon, aku mengumpulkan  <em>Quarantine Questionnaire </em>dan <em>Customs Declaration</em>. Kemudian menuju  bagian <em>Immigration</em>. Pasti banyak antrian di sana, ngga akan bingung nemu tempatnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Di sini paspor dan <em>Arrival Card </em>dicek.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">c. Setelah melewati <em>Immigration</em>, menuju ke <em>Baggage Claim</em>. Lihat layar elektronik besar yang berisi nama maskapai penerbangan dan letak bagasi. Jadi perhatikan nama maskapai penerbangan yang anda naiki sehingga tidak nyasar ambil bagasi anda <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  Turun melalui eskalator ke lantai pertama, kemudian tunggu di dekat bagasi putar yang dimaksud dalam layar elektronik sebelumnya. Tunggu di situ sampai koper anda muncul. Ingat, perhatikan stiker bagasi anda, jangan sampai tertukar dengan penumpang lain <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1505" class="wp-caption aligncenter" style="width: 159px"><img class="size-full wp-image-1505 " title="bagasi (1)" src="http://triyanifajriutami.wordpress.com/files/2009/07/bagasi-1.jpg" alt="(1) Lihat bagasi tujuan di layar elektronik" width="149" height="101" /><p class="wp-caption-text">(1) Lihat bagasi tujuan di layar elektronik</p></div>
<div id="attachment_1506" class="wp-caption aligncenter" style="width: 159px"><img class="size-full wp-image-1506" title="bagasi (2)" src="http://triyanifajriutami.wordpress.com/files/2009/07/bagasi-2.jpg" alt="(2) Turun ke lantai 1 via elevator" width="149" height="101" /><p class="wp-caption-text">(2) Turun ke lantai 1 via elevator</p></div>
<div id="attachment_1507" class="wp-caption aligncenter" style="width: 159px"><img class="size-full wp-image-1507" title="bagasi (3)" src="http://triyanifajriutami.wordpress.com/files/2009/07/bagasi-3.jpg" alt="(3) Tunggu di bagasi putar" width="149" height="101" /><p class="wp-caption-text">(3) Tunggu di bagasi putar</p></div>
<div id="attachment_1508" class="wp-caption aligncenter" style="width: 159px"><img class="size-full wp-image-1508" title="bagasi (4)" src="http://triyanifajriutami.wordpress.com/files/2009/07/bagasi-4.jpg" alt="(4) Ambil koper/bagasi anda" width="149" height="101" /><p class="wp-caption-text">(4) Ambil koper/bagasi anda</p></div>
<p style="text-align:justify;">d. Kalau mau naik bis untuk menuju kota-kota tertentu di Korea Selatan, keluar di Exit 4 atau 9. Beli tiket bis yang dituju. Bisa lihat selengkapnya di <a href="http://www.airport.kr/airport/traffic/bus/busList.iia?flag=E" target="_blank">Incheon International Airport-Bus Routes</a></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Welcome to South Korea!</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Timbangan Bagasi Pesawat]]></title>
<link>http://disanasini.wordpress.com/2009/07/13/timbangan-bagasi-pesawat/</link>
<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 12:43:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>guladig</dc:creator>
<guid>http://disanasini.wordpress.com/2009/07/13/timbangan-bagasi-pesawat/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, saya dan istri saya melakukan perjalanan menggunakan pesawat jurusan balik]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft" style="border-width:0;" title="timbangan1" src="http://hidupkudetikini.wordpress.com/files/2009/07/timbangan1.jpg?w=300" alt="timbangan1" width="180" height="151" />Beberapa waktu yang lalu, saya dan istri saya melakukan perjalanan menggunakan pesawat jurusan balikpapan &#8211; jogjakarta. Biasanya kami menggunakan pesawat mandala, yang tibanya di jogja sore hari. Tapi kali ini kami menggunakan Batavia Air. Karena istri saya phobia naik pesawat. Saking phobia nya, dia punya beberapa syarat untuk terbang :<br />
1. Tidak terbang sore/malam hari. Karena biasanya hujan terjadi sore hari. Kalau malam, tidak bisa melihat cuaca diluar.<br />
2. Tidak terbang hari selasa dan kamis. Yang ini saya tidak tahu alasannya.<br />
3. Terbang harus ditemani, suami atau saudara.<br />
4. Tidak menggunakan maskapai Merpati dan Adam air (dalam hati, Merpati memang tidak terbang Bppn-Jogja, dan Adam Air sudah bangkrut, hmmmppfffhh)</p>
<p>Bisa dibayangkan, betapa sulitnya mengatur apapun hanya untuk terbang 1 flight. Belum jadwalnya (kadang full), belum harganya, belum syarat-syarat diatas&#8230;</p>
<p><!--more--></p>
<p>Oke kembali ke cerita awal. Di tiket tertulis bahwa bagasi maksimal adalah 20kg/tiket. Artinya kami mendapat jatah 40kg. Nah ini yang mau saya ceritakan. Ukuran 20kg ini seringkali rancu. Ibaratnya, kalau kita beli jeruk atau mangga di pasar lah.. kan perlu ditanya tuh ke sipenjual&#8230; &#8220;ini timbangan sorga atau neraka??&#8221;&#8230;. begitu juga di check in. Penerbangan-penerbangan sebelumnya, saya sering over load di berat bagasi. Saya mengakui memang overload. Tapi jumlah overloadnya itu yang saya tidak habis pikir, pernah hingga 20kg!!! bayangkan, seharga satu tiket.</p>
<p>Perlu juga bagasi kita di timbang sendiri dirumah, saya menggunakan timbangan badan. Bila teman-teman sekalian membawa 2 atau 3 koli barang (2 atau 3 tiket). Sebaiknya ditimbang dulu sebelum check in. Kalau satu koli nya pas 20kg. Kemungkinan saat check-in akan lebih 2 atau 3kg. nah kalau 3 koli dan masing masing lebih 3 kg, berarti overload 6kg. Nah, dengan entengnya, si petugas check-in pasti minta &#8220;tambah&#8221;.</p>
<p>Sekali lagi, timbangan check-in pun perlu dipertanyakan. Jadi, saat petugas check-in &#8220;menuduh&#8221; bagasi kita overload, kita sudah siap &#8220;senjata&#8221; kan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Tapi (tapi lagi nih), pada akhirnya mereka pun pasti tidak mau tahu dan tetap meminta biaya overload. Jadi posisi kita sebagai raja..eh konsumen, tetap kalah. Kecuali kalau ada teman-teman yang &#8220;gigih&#8221; memperjuangkan haknya. Hmmm&#8230; mungkin dengan pasang tampang galak, atau memanggil sang manager, atau mungkin membawa timbangan sendiri yang sudah dikalibrasi badan meteorologi. Silahkan pilih.</p>
<p>Ada 2 hal yang bisa dilihat dari masalah ini. Pertama adalah hak kita sebagai konsumen. Tentu, alat ukur seperti timbangan perlu dikalibrasi secara berkala. Apalagi timbagan di check-in hampir pasti digunakan setiap harinya. Tapi, karena timbangan (alat ukur) tersebut tidak untuk alat transaksi, seringkali periode kalibrasi ini diabaikan. Ujung-ujungnya kita juga yang dirugikan.<br />
Yang kedua adalah dari sisi maskapainya nya. Atau tepatnya sisi safetynya. Pilot/copilot akan menghitung beban total yang masuk ke pesawat. Mulai dari jumlah orang yang menggunakan rerata berat manusia umumnya hingga bagasi. Nah perhitungan beban ini akan menentukan apakah pesawat laik terbang atau tidak. Jangan tanya apa dan bagaimana mereka menghitung, yang pilot tolong dibantu. Kalau maskapai &#8220;korupsi&#8221; berat bagasi, katakanlah, 2kg/kolinya. Dan misalnya ada 50koli. Berarti maskapai akan ada &#8220;space&#8221; berat 100kg. Yang bisa digunakan untuk error perhitungan berat manusianya, serta error-error lain yang tidak terduga. Dan perhitungan njelimet tadi jadi cepat karena &#8220;margin&#8221; 100kg tadi. Dan ujung-ujungnya, kita lebih cepat berangkat.</p>
<p>Yah, syukurlah kalau memang begitu adanya, tapi siapa yang menjamin, kalau &#8220;space/margin&#8221; tadi digunakan secara bijak, kalau didetik-detik terakhir sebelum take-off mereka menyadari punya &#8220;peluang&#8221; 100kg terus akan kontek via radio &#8220;Halo-halo bagian bagasi, silahkan motor Tiger dan Supra Fitnya dimasukkan, masih cukup nih!!&#8221; hehehehe&#8230;.</p>
<p>Pada penerbangan saya yang terakhir, saya sudah mempersiapkan diri dengan menimbang dahulu bagasi saya. Ada 3 koli, 16kg, 14kg dan 3kg. Jadi berat total 33kg, dan memang saat check-in petugasnya tidak mempermasalahkan soal berat bagasi. Dan sebagai informasi, kami datang terlambat, jadi setibanya di bandara petugas check-in sudah teriak-teriak untuk segera check-in dan masuk keruang tunggu, berselang 3 menit kemudian langsung naik pesawat(boarding)..hehehe&#8230;. Terbang di hari jum&#8217;at, cuacu cerah, pendaratan mulus, dan saya bisa tidur tenang dipesawat.</p>
<p>Well, terlepas dari itu semua, saya yakin, dengan berbagai kecelakaan pesawat yang terjadi belakang ini, kebijakan keselamatan maskapai saat ini menjadi lebih ketat. Tapi saya harap dengan ketatnya kebijakan safety, tidak dilakukan dengan mengorbankan hak-hak konsumen.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Musim Libur Merpati Layani Penerbangan ke Timur Dengan Penerbangan Langsung Via Makasar]]></title>
<link>http://merpatijogja.wordpress.com/2009/07/10/musim-libur-merpati-layani-penerbangan-ke-timur-dengan-penerbangan-langsung-via-makasar/</link>
<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 10:07:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>merpatijogja</dc:creator>
<guid>http://merpatijogja.wordpress.com/2009/07/10/musim-libur-merpati-layani-penerbangan-ke-timur-dengan-penerbangan-langsung-via-makasar/</guid>
<description><![CDATA[Pada musim libur ini Merpati memanjakan penumpang dari Yogyakarta dengan penerbangan langsung ke Mak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pada musim libur ini Merpati memanjakan penumpang dari Yogyakarta dengan penerbangan langsung ke Mak]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lebaran 2008 dan Tugas LN (2)]]></title>
<link>http://ketoprakbetawi.wordpress.com/2008/10/05/lebaran-2008-di-kaltim-dan-tugas-ke-ln-2/</link>
<pubDate>Sun, 05 Oct 2008 17:26:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>ketoprakbetawi</dc:creator>
<guid>http://ketoprakbetawi.wordpress.com/2008/10/05/lebaran-2008-di-kaltim-dan-tugas-ke-ln-2/</guid>
<description><![CDATA[H-2, Samarinda-Balikpapan-Jakarta, Sabtu 4 Oktober 2008. Untung aje masih kebangun subuhan en supir ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[H-2, Samarinda-Balikpapan-Jakarta, Sabtu 4 Oktober 2008. Untung aje masih kebangun subuhan en supir ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lebaran 2008 dan Tugas LN (1)]]></title>
<link>http://ketoprakbetawi.wordpress.com/2008/10/04/lebaran-2008-di-kaltim-dan-tugas-ke-ln-1/</link>
<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 17:18:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>ketoprakbetawi</dc:creator>
<guid>http://ketoprakbetawi.wordpress.com/2008/10/04/lebaran-2008-di-kaltim-dan-tugas-ke-ln-1/</guid>
<description><![CDATA[Irfansyah, warga Kampung Melayu Besar Tebet, nyang gawe di developer Tanggerang, nyeritain pengalama]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Irfansyah, warga Kampung Melayu Besar Tebet, nyang gawe di developer Tanggerang, nyeritain pengalama]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[timika (and on and on...)]]></title>
<link>http://fachrudindatu.wordpress.com/2008/09/07/timika-and-on-and-on/</link>
<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 12:13:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fachri</dc:creator>
<guid>http://fachrudindatu.wordpress.com/2008/09/07/timika-and-on-and-on/</guid>
<description><![CDATA[mendaratlah aku di Bandar Udara Mozes Kilangin yang baru kamis siang. Diluar hujan&#8230; deras]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>mendaratlah aku di Bandar Udara Mozes Kilangin yang baru kamis siang.</p>
<p>Diluar hujan&#8230;</p>
<p>deras&#8230;</p>
<p>Aku bersama beberapa orang: seorang laki-laki kira-kira 2 tahun lebih tua dariku, seorang ibu muda dan anak yang kuperkirakan berumur 4 tahun, seorang lagi gentlemen khas dandanan orang staff freeport, 2 orang petugas bandara yang sedang ngobrol dengan logat jawa yang tak malu-malu, beberapa penumpang yang masih di ruang tunggu bagasi walaupun semua barang sudah berada di kereta dorong yang mereka pegangi, lalu seorang bapak berjanggut lebat, bertopi  rajutan warna merah, kuning dan hijau selang-seling.</p>
<p>Aku masih menunggu bagasiku. bagasiku ada 2. sebuah kotak kardus bekas bungkus kertas A4 Sinar Dunia yang kuisikan gift dan qnaire master untuk job di sini, dan sebuah koper berisi pakaian ( polo sport biru ukuran kecil), istriku tidak tidur tadi malam demi memenuhi koper ini dengan daftar pakaian yang kutulis di secarik kertas kemarin siang. Dos A4 Sinar Dunia sejak 15 menit yang lalu telah berada dikereta barangku bahkan ketika ruang tunggu bagasi ini masih di penuhi manusia yang antri tadi. tapi koper itu, koper Polo Sport biru ukuran kecilku, tak kunjung tiba.</p>
<p>Aku menunggu dengan cemas, teringat peristiwa desember tahun lalu ketika maskapai penerbangan yang sama teledor mengantarkan bagasiku yang berisi pakaian dan final qnaire ke jayapura ketika aku berangkat dari sorong  ke fak-fak, bukannya segera menyusulku ke fak-fak seperti yang mereka janjikan padaku saat mendarat di fak-fak,mereka justru menambah tolol keadaan dengan mengirimkan tas bututku itu ke sorong saat aku terbang menuju kaimana, makin gila ketika aku ke monokwari dan dijanjikan akan menerima tas itu dibandara monokwari, justru pesawat yang membawa bagasi itu delay 28 jam secara bertahap dan membatalkan penerbanganku dari makassar ke manado yang kurencanakan conect hari itu juga. yang terjadi adalah aku berlebaran idul Adha di monokwari dan menikmati malam takbiran di jalanan monokwari yang asing untuk kemudian mendengar berita buruk bahwa bagasiku belum bisa diangkut hari ini. belum cukup sampai disitu maskapai yang menguasai hampir semua penerbangan di daerah timur indonesia itu menyiksaku, mereka bahkan tak mengganti biaya hotelku dan entah berapa puluh penumpang lain selama di Monokwari.</p>
<p>tapi apa daya kami, tak ada maskapai yang benar-benar menguasai daerah timur selain mereka (tentu garuda tak kumasukkan hitungan mengingat target pasar Garuda tentu bukanlah orang yang bekerja diperusahaan yang mengedepankan efisiensi biaya seperti perusahaan tempatku bekerja). maka perjalanan ke makassar benar-benar menjadi perjalanan orang  yang kalah perang.</p>
<p>niat untuk memperbesar masalah ini di makassar (kantor pusat maskapai ini) kupupuk bagai api di dada dan benar-benar siap meledak ketika pesawat mendarat di Hassanudin Airport. bagaimana tak kesal 4 hari aku terpaksa memakai celana yang sama, beli baju setiap hari di 3 kota berbeda, dan terdampar di makassar tanpa Qnaire yang untuk mengisinya aku berkeliling Papua. aku memang mengajukan komplain ke MERPATI soal ini -ups, maksudku&#8230; aku mengajukan komplain ke maskapai itu mengenai ini, tapi bukan itu yang ingin kuceritakan&#8230;</p>
<p>mengingat kejadian itu membuatku makin cemas dengan bagasiku, walaupun sejak kejadian desember tahun lalu itu aku selalu menyisipkan baju barang 3 potong ke ransel yang kujinjing ke atas pesawat, tetap saja aku cemas. karena aku ingat istriku, yang merapikan&#8230; ah sudahlah.</p>
<p>dengan berupaya menunjukkan wajah tergarang yang kubisa, kupecah percakapan petugas bandara yang sedang berbincang ria tak jauh dari tempatku berdiri.</p>
<p>&#8220;pak, bagasi saya kok belum ada ya?&#8221;</p>
<p>kuajukan pertanyaan dan wajah garang itu kepada petugas yang kuanggap paling (merasa) berwibawa diantara mereka.</p>
<p>Sukses.percakapan terhenti. semua tatapan berhasil kuhisap ke arahku.</p>
<p>&#8220;maaf, bisa lihat nomer bagasinya pak&#8221; logat jawa menolongnya untuk terlihat ramah</p>
<p>&#8220;nih,&#8230; saya sudah dua kali lho seperti ini&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;iya maaf pak, saya cek dulu ya&#8221;</p>
<p>kemudian petugas itu mengambil jarak dan mengeluarkan walkytalkynya seraya mencoba tersenyum minta pengertian kearahku. wajah garang belum kukendorkan sedikitpun.</p>
<p>Sejurus kemudian, ibu muda dengan anak sekitar 4 tahun mengeluhkan hal yang sama, wajah garangku makin menjadi. aku bahkan berani menggerutu dalam volume keras menantang&#8230;</p>
<p>&#8221; bagaimana sih kerja Merpati, katanya mau memperbaiki citra, kalo b<em>agini depe cirita dapalia</em> malahan <em>lebe besae no</em>&#8230;&#8221;</p>
<p>bahasa manado adalah kata sandi kekerasan dalam kata-kata di sini. aku tahu itu. orang-orang akan menambahkan sekitar 50% perhatian kepadamu ketika kau bicara dengan logat manado di timika. semua tahu itu. dan rata-rata orang manado di sini jauh dari sikap ramah. (kurasa) sesuai dengan wajahku saat ini.</p>
<p>setelah menunggu kira-kira 2 menit, petugas itu kembali menghampiriku&#8230;</p>
<p>&#8220;maaf pak, bagasinya terbawa ke Sorong, tapi saya pastikan sebentar sore sudah bisa diambil pak&#8221;</p>
<p>&#8220;maksudnya??? <em>sabentar</em> <em>kita musti bale ulang ka sini for mo ambe kita pe tas yang ngoni dapa</em> kirim <em>ka</em> sorong itu&#8230;?&#8221;</p>
<p>&#8221; ah, <em>kalo pa boleh kase alamat nanti tong antar ka bapak pung</em> rumah <em>to</em>&#8230;&#8221;</p>
<p>petugas yang lain menimpali dengan mencoba lebih ramah. Orang asli Timika.</p>
<p>&#8220;Oke, <em>kita di muka</em> Diana&#8221;</p>
<p>&#8220;bisa <em>katong minta bapa pung</em> nomor telpon <em>ka</em>?&#8221;</p>
<p>singkat cerita, aku mendapatkan beberapa keuntungan dari kejadian itu. beberapa kuterima hari itu juga, dan beberapa akan kuceritakan nanti. hari itu aku mendapat keuntungan berupa:</p>
<p>1. seorang pria yang kira-kira 2-3 tahun lebih tua dariku yang sedari tadi memperhatikan kejadian itu menawari aku tumpangan ke kota hanya untuk mengatakan bahwa dia juga pernah mengalami kejadian yang sama dengan maskapai yang sama ketika tahun lalu berkunjung ke meraoke.</p>
<p>2. begitu sampai di tempat yang rencananya akan kusewa ternyata sudah ada yang punya. dan aku, diantar oleh seorang interviewer disini terpaksa keliling mencari penginapan lain dengan mengendarai motor, menguntungkan karena tak banyak yang harus kubawa dalam perjalanan naik turun motor dan penginapan itu.</p>
<p>3. Sore  ketika petugas yang aku komplain tadi membawakan bagasiku, ia menawari menu buka puasa gratis di sebuah restoran kelas menengah keatas demi sebuah permohonan maaf.</p>
<p>hehehehe, ternyata orang-orang begitu baik ketika meminta maaf&#8230;.</p>
<p>begitulah hari pertamaku di timika.</p>
<p>Kota Emas yang sedang bersolek&#8230;.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[1000-KM Luggages]]></title>
<link>http://ryan13aditya.wordpress.com/2008/08/07/1000-km-luggages/</link>
<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 02:29:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ryan Aditya</dc:creator>
<guid>http://ryan13aditya.wordpress.com/2008/08/07/1000-km-luggages/</guid>
<description><![CDATA[Ini kisah saya pas berangkat ke Bandung beberapa bulan yang lalu. Saya lupa tanggal pastinya, yang j]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Ini kisah saya pas berangkat ke Bandung beberapa bulan yang lalu. Saya lupa tanggal pastinya, yang jelas terjadi sekitar bulan Agustus 2007. Sudah cukup lama memang. Tapi cukup worthwhile buat di-share.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more-->Waktu itu saya merencanakan berangkat dengan penerbangan ke Jakarta dan disambung perjalanan darat menuju Bandung seperti biasa. Tiket AirAsia sudah di tangan, dan saya pun siap berangkat. Pagi itu, saya agak telat bangun. Sebenernya bukan telat sih, tapi memang tidak bisa dikatakan tepat pada waktunya. Pesawat take-off jam 8.30 pagi, dan saya baru bangun jam 6.00. Untuk mandi dan berkemas saya membutuhkan waktu sekitar 1 jam, jadi saya berangkat sekitar jam 7.00. Saya nyantai aja waktu itu, karena saya pikir jam segitu bukan rush hour, dan saya menargetkan jam 7.20 sampai bandara.</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata ada sedikit kemacetan dan antrian di gerbang masuk bandara, dan saya baru berhasil menjejakkan kaki di bandara jam 7.30. Yang saya lihat waktu itu, selain keramaian, adalah wajah 4 teman saya yang cemberut karena kelamaan nunggu (sebenarnya, teman saya hanya 2, dan 2 lainnya itu adalah teman dari 2 teman saya itu. Bingung?).. Ya, kami akan berangkat bareng ke jakarta naik pesawat yang sama. Jangan heran kenapa mereka begitu setia nungguin saya di depan pintu masuk. Tiket AirAsia, yang hanya 1 lembar print-out untuk rame-rame, saya yang pegang. Jadi, mau nggak mau, mereka harus nungguin saya. Kejam ya? Tapi waktu itu lamanya kedatangan saya gak dibuat-buat. Berani sumpah kebanjiran duit semua itu di luar perkiraan.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah teman-teman saya itu menghabiskan omelannya terhadap saya, kami pun masuk untuk melakukan check-in. Pas lagi ngurusin masalah check-in sama mbak-mbak yang ada di situ, tiba-tiba datang seorang cowok <span style="text-decoration:line-through;">gendut</span> membawa HT. Kayaknya dia pegawai AirAsia juga. Dia bilang ke rombongan kami bahwa bagasi pesawat sudah ditutup, dan mereka hanya menerima penumpang untuk dinaikkan ke pesawat, tapi tidak untuk bagasi. Kami jadi bingung, masa&#8217; kami berangkat tapi bagasi ditinggal? Si cowok tadi menyarankan untuk menitipkan bagasi kami di counter AirAsia bandara, dan akan diberangkatkan bersama pesawat sore. Waduh, pertama kali saya terbang dengan bagasi &#8216;menyusul&#8217;. Sebenernya waktu itu saya hanya membawa 2 tas: 1 koper dan 1 sport bag. Hal ini memungkinkan saya untuk tidak memasukkannya sebagai bagasi dan membawanya ke kabin. Tapi, selesai check-in teman-teman saya keburu nyelonong ke counter AirAsia terdekat untuk menitipkan bagasi mereka itu. Setelah berbicara sebentar dengan petugas di sana, dan yakin bahwa bagasi kami akan nyampai jakarta sore nanti, mereka pun (termasuk saya) meletakkan bagasi di counter dan langsung naik ke ruang tunggu. Ketika masuk ke ruang tunggu, ternyata penumpang AirAsia langsung dipanggil untuk boarding. Saya ingat sekali, waktu itu jam di hape saya menunjukkan pukul 8.00. Ya ampun, setengah jam sebelum take-off sudah boarding? Biasanya AirAsia telat, kenapa sekarang jadi cepet gini. Akhirnya, ya sudah lah, dengan berbekal 1 sport bag di tangan, saya ikut teman-teman boarding ke atas pesawat. Tampang mereka masih cemberut, mungkin gak kuat menerima kenyataan berangkat &#8216;lebih dahulu&#8217; daripada bagasinya. Dan ternyata feeling saya benar, kami memang tidak menunggu di ruang tunggu, tapi menunggu di atas kabin. Saya merasa lama sekali waktu berjalan antara saya masuk pesawat dan pesawat tersebut take-off. Dan sayangnya saya gak liat jam waktu itu, jadi saya gak bisa mengklaim waktu take-off yang sebenarnya..</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah 1,5 jam lebih penerbangan tanpa masalah, kami pun tiba di cengkareng. Turun pesawat, kami langsung ke counter yang menangani pengurusan bagasi. Saya gak terlalu tau detail masalah ini, yang jelas menurut salah satu temen saya, kami bisa ngambil bagasi itu pas kedatangan AirAsia jam 5 sore. Waktu itu jam menunjukkan pukul 10 pagi lewat dikit. Gak kebayang apa yang bakal kami lakukan di bandara selama 7 jam menunggu bagasi kami yang ketinggalan sejauh hampir 1000 kilometer.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalo saya gak salah ingat, yang pertama kami lakukan ketika keluar dari ruang klaim bagasi adalah  membeli tiket bis primajasa tujuan bandung. Kemudian kami mencari restoran untuk mengisi perut. Kami di restoran itu kurang lebih 3 jam, sekedar duduk-duduk ngobrol menghabiskan waktu. Kemudian kami berpindah ke emperan (jelek amat kata yang dipake) bandara, lagi-lagi untuk ngobrol dan duduk-duduk. Menjelang sore, kami masuk lagi ke restoran itu karena lapar dan berniat menghabiskan waktu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekitar jam 5 sore kami melihat layar monitor tempat biasa menampilkan jadwal kedatangan. Namun kami belum melihat keterangan AirAsia dari pekanbaru. Jangankan jadwal kedatangan, secuil keterangan pun gak ada. Kami pun mengutus beberapa di antara kami untuk masuk ke ruang klaim bagasi untuk menunggu di sana. Sekian lama pesawat itu belum nyampai juga. Dan akhirnya sekitar setengah 7 malam bagasi baru kami dapatkan. Kami pun harus berlari-lari ke tempat bis primajasa itu karena tiket kami adalah tiket jam 7. Perasaan lega, capek, dan kesal bercampur jadi 1 ketika kami akhirnya berhasil duduk di bangku bis tersebut. Saya masih berpikir, ini semua kesalahan saya yang datang &#8216;tidak terlalu cepat&#8217;, atau mas-mas tukang bagasi yang terlalu perfeksionis sehingga kami gak boleh memasukkan bagasi kami karena &#8216;tidak tepat waktu&#8217;, atau pesawat kami yang berangkatnya kepagian, atau pesawat sore yang nyampenya kesorean.. Atau tiga hal itu punya andil dalam kejadian ini.. I&#8217;m sorry guys..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengalaman Pertama]]></title>
<link>http://yiskandar.wordpress.com/2008/05/04/pengalaman-pertama/</link>
<pubDate>Sun, 04 May 2008 04:43:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>madurejo</dc:creator>
<guid>http://yiskandar.wordpress.com/2008/05/04/pengalaman-pertama/</guid>
<description><![CDATA[Selalu ada yang menarik dengan yang namanya pengalaman pertama. Misalnya bekerja dan gaji pertama, m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Selalu ada yang menarik dengan yang namanya pengalaman pertama. Misalnya bekerja dan gaji pertama, mengemudi dengan SIM pertama, mendaki gunung pertama kali, termasuk malam pertama (di tempat baru, misalnya). Begitu juga pengalaman pertama saya naik pesawat Sriwijaya Air yang lagi narik trayek Surabaya &#8211; Semarang, beberapa hari yll.</p>
<p>Ketika maskapai murah-meriah-resah yang lain sudah <em>ogah</em> repot-repot <em>ngurusi</em> konsumsi penumpang pesawat, alias cukup air putih saja, Sriwijaya Air masih berbaik hati membagi konsumsi. Cuma konsumsinya tidak disajikan ketika di atas pesawat, melainkan dibagikan satu-satu ketika penumpang sedang <em>boarding</em> siap menuju ke pesawat.</p>
<p>Sebungkus kue plus akua gelas (apapaun merek air putihnya, sebut saja akua) sudah disiapkan di dalam kantong plastik berkualitas lumayan bagus (setidaknya bukan tas kresek hitam-tipis). Maka ketika tiba waktunya penumpang menaiki tangga pesawat, terlihat serombongan orang-orang yang masing-masing menenteng kantong ransum konsumsi cap Sriwijaya Air. Ada yang tampak santai menentengnya, tapi ada juga yang terlihat kerepotan karena bawaan tas kabinnya sudah cukup banyak.</p>
<p>Rupanya pesawat Boeing 737 seri 200 yang sore itu saya tumpangi, memiliki ukuran tempat bagasi kabin yang tidak terlalu besar. Terpaksa sebagian tas kabin penumpang ada yang harus diminta keikhlasannya untuk dibagasikan alias dipindah ke bagasi di luar kabin. Tentu saja ada yang ikhlas dan ada pula yang tidak.</p>
<p>Seorang <em>bule</em> yang fasih berbahaa Indonesia rupanya keberatan dan bertahan salah satu tasnya yang berukuran agak besar tidak mau dipindah untuk dibagasikan. Setelah adu argumentasi dengan seorang awak kabin yang jamaknya berparas ayu (ya ada juga yang tidak jamak&#8230;), si <em>bule</em> tampak kesal. Lalu tangan kirinya menyampakkan tentengan ransum kantong kue begitu saja sekenanya, sambil tangan kanan mendorongkan salah satu tas kabinnya untuk dibagasikan. Kok ya kebetulan ransum kue itu mengenai dua awak kabin lainnya yang sedang sibuk dengan daftar manifest. Kedua awak itu pun melongo terkejut dengan apa yang barusan menimpanya.</p>
<p>Melihat perilaku si <em>bule</em> yang kurang sopan itu, sempat juga hati ini ikut meradang. Dalam hati saya mendukung kebijakan mbak pramugari yang sepertinya adalah pimpinan awak kabin, mengingat keterbatasan tempat bagasi di dalam kabin. Perihal pindah-memindah barang bawaan kabin penumpang semacam ini sebenarnya sudah lumrah terjadi dan umumnya berlangsung tanpa masalah, nyaris bisa saling memahami.</p>
<p>Namun ketika saya sudah duduk di bangku pesawat, tiba-tiba saya dikejutkan dengan adu argumentasi antara mbak pramugari yang tadi dengan seorang penumpang di depan saya. Pokok soalnya hal yang sama yaitu masalah pembagasian. Saat itu juga saya cabut dan batalkan dukungan saya tadi kepada mbak pramugari, demi melihat cara mbak pramugari berdialog dengan penumpang di depan saya untuk menyelesaikan masalah bagasi-membagasi.</p>
<p>Cara bicara mbak pimpinan awak kabin itu sama sekali tidak mencerminkan seorang yang seharusnya menjaga citra merek dagang maskapai yang sedang diembannya. Bukannya berdialog dengan ramah dan menyejukkan, melainkan malah <em>ngelok-ke</em> (mencela) penumpang di depan saya sambil memamerkan paras ketus dan bersungut-sungut (ekspresi wajah yang sulit saya lukiskan). Kata-kata dan nada suaranya sama sekali tidak seindah dan semesra ketika dia mendesah : &#8220;have a nice flight&#8230;.&#8221;.</p>
<p>Untungnya penumpang yang menjadi korban perilaku tidak simpatik dari mbak pimpinan awak kabin itu tergolong jenis mahluk yang sabar, sehingga tidak memilih untuk membalas dengan cara <em>pethenthengan</em> (marah), melainkan tenang dan santai saja. Padahal saya sendiri dalam hati justru <em>gethem-gethem</em>&#8230;.., berempati turut merasa jengkel.</p>
<p>Saya yakin penumpang itu adalah seorang yang suka menjaga hati ala Aa&#8217; Gym. Ee&#8230;, barangkali saja mbak pramugari yang mengenakan <em>blazer</em> merah hati cerah tadi barusan diputus sama pacarnya. Atau, waktu berangkat kerja tadi sepatunya menginjak <em>tembelek lencung</em> (tahi ayam kental berwarna kuning kecoklatan yang aromanya tidak satu pun parfum Perancis mampu menyamainya). Atau, sakit giginya kambuh lalu kesenggol pintu.</p>
<p>Apapun alasannya, apa yang saya saksikan itu sama sekali tidak pantas dilakukan oleh seorang pramugari terhadap penumpangnya. Pengalaman pertama saya naik pesawat berlambang benang ruwet dan berwarna <em>body</em> putih-merah-biru-putih telah memberikan pelajaran berharga tentang artinya pelayanan kepada pelanggan, yang oleh oknum awak Sriwijaya Air berhasil didemonstrasikan dengan sangat mengecewakan.</p>
<p>Entah mata pelajaran tentang pelayanan seperti apa yang pernah diajarkan kepada mbak pimpinan awak kabin itu sehingga tidak bisa membedakan antara pelanggan adalah raja dan pelanggan adalah obyek penderita (meskipun ada juga raja yang menderita&#8230;..).</p>
<p>Semarang, 30 April 2008<br />
Yusuf Iskandar</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengalaman Pertama]]></title>
<link>http://madurejo.wordpress.com/2008/05/02/pengalaman-pertama/</link>
<pubDate>Fri, 02 May 2008 04:11:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>madurejo</dc:creator>
<guid>http://madurejo.wordpress.com/2008/05/02/pengalaman-pertama/</guid>
<description><![CDATA[Selalu ada yang menarik dengan yang namanya pengalaman pertama. Misalnya bekerja dan gaji pertama, m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Selalu ada yang menarik dengan yang namanya pengalaman pertama. Misalnya bekerja dan gaji pertama, m]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Label Alamat ~ tag]]></title>
<link>http://tipetua.wordpress.com/2008/03/04/label-alamat-tag/</link>
<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 09:12:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>nursemolina</dc:creator>
<guid>http://tipetua.wordpress.com/2008/03/04/label-alamat-tag/</guid>
<description><![CDATA[Tag beg anda Label alamat bukan sahaja untuk dilekatkan di atas sampul surat tetapi berguna tatkala ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:0;"><span>Tag beg anda</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left:0;"><span>Label alamat bukan sahaja untuk dilekatkan di atas sampul surat tetapi berguna tatkala mendapatkan barang anda yang hilang supaya pulang ke tangan anda. </span>Letakkan label alamat yang telah dilitupi dengan pelekat tanpa warna (supaya tidak mudah koyak) ke dalam contohnya – beg laptop anda, beg kertas, kotak cermin mata, beg sukan dan pastinya kesemua beg bagasi anda.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dari New Orleans Ke Kendal]]></title>
<link>http://yiskandar.wordpress.com/2008/02/04/dari-new-orleans-ke-kendal-2/</link>
<pubDate>Mon, 04 Feb 2008 12:44:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>madurejo</dc:creator>
<guid>http://yiskandar.wordpress.com/2008/02/04/dari-new-orleans-ke-kendal-2/</guid>
<description><![CDATA[(11).   Jika Check-In Di Cengkareng Pada Saat-saat Terakhir Saya merasa bersyukur karena akhirnya ti]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h2>(11).   Jika Check-In Di Cengkareng Pada Saat-saat Terakhir</h2>
<p>Saya merasa bersyukur karena akhirnya tiba di Jakarta masih cukup pagi, sekitar jam 09:30 WIB, Selasa, 15 Pebruari 2000. Ini berarti, kekhawatiran saya akan kemalaman di Jakarta, hingga perlu meng-<i>email</i> juragan milisi Upnvy pada Sabtu malam sebelumnya, tidak terjadi. Keluar dari Terminal E Cengkareng, langsung berjalan terburu-buru menuju Terminal F, setelah melalui pemeriksaan imigrasi tentunya.</p>
<p>Beberapa tawaran taksi liar saya jawab dengan kata-kata : &#8220;<i>mboten</i>&#8221; (tidak), dengan senyum kemenangan. Saya tidak perduli apakah mereka ngerti bahasa Jawa atau tidak. Eh<i>, lha kok</i> malah kemudian ada sopir taksi yang nyahut : &#8220;<i>Monggo, kalih kulo mawon, Pak</i>&#8221; (Mari sama saya saja, Pak). Ya tetap &#8220;<i>mboten</i>&#8221; jawaban saya.</p>
<p>Tiba di terminal F, saya langsung cari tiket penerbangan tercepat menuju Semarang. &#8220;Sudah <i>full booked&#8221;</i>, kata gadis di balik kaca loket penjualan tiket. &#8220;Cadangan&#8221;, jawab saya singkat. Dalam hati saya berkata, jika perlu akan saya mainkan lagi lakon <i>emergency</i> untuk kesekian kalinya.</p>
<p>Penumpang cadangan biasanya baru akan dilayani 30 menit menjelang jam keberangkatan pesawat. Saya tahu itu, tapi saya tidak ingin kehilangan momentum. Saya <i>tongkrongin</i> di depan <i>counter</i> cadangan (biasanya kalau tidak meja no. 24, ya no. 25, saya hapal karena saking seringnya menjadi penumpang cadangan Garuda atau Merpati, sekian tahun yang lalu).</p>
<p>Ternyata saya tidak perlu menunggu hingga 30 menit menjelang jam keberangkatan, saya sudah dipanggil oleh petugas tiket cadangan. Entah karena memang ada kursi kosong, atau barangkali mbak petugasnya <i>risih</i> karena saya <i>tongkrongin </i>di depan mejanya sambil bolak-balik pura-pura tanya tentang status <i>seat</i> saya.</p>
<p>Saat <i>check-in</i> itu, saya tanyakan bagaimana mengenai barang bawaan saya, apakah tidak terlambat kalau tas saya dibagasikan. Dengan sangat meyakinkan saya dipersilahkan untuk membagasikannya. Terus terang, sebenarnya dalam hati saya ragu-ragu dengan jawabannya. Apakah tidak sebaiknya saya tenteng ke dalam kabin saja, pikir saya. Tapi sudahlah, toh pengalaman di Tokyo dan di Singapura sebelumnya tidak ada masalah. Maka saya pun kemudian dapat terbang ke Semarang dengan penerbangan pertama Garuda.</p>
<p>Sekitar jam 11 pagi, saya sudah menginjakkan kaki di bandara Ahmad Yani Semarang. Selangkah lagi saya akan tiba di kampung saya di Kendal. Saya menunggu untuk ambil bagasi. Satu-satu penumpang mulai keluar bandara sambil membawa bagasinya masing-masing. Hingga orang terakhir pergi, <i>lha</i> tas saya <i>mannnnnaaa&#8230;&#8230;?</i> Saya datangi petugas yang ngurus bagasi, lalu dihalo-halo dengan <i>handy-talky</i>-nya ke pesawat. Ya memang bagasi sudah habis.</p>
<p>Ternyata rasa khawatir saya terhadap jawaban petugas <i>check-in</i> Garuda saat di Cengkareng sebenarnya beralasan. Ironisnya, entah kenapa justru terhadap ucapan bangsa saya sendiri saya merasa tidak yakin. Pertanyaan ini sulit saya jawab. Faktanya memang demikian.</p>
<p>Apa mau dikata, saya terima selembar kertas sebagai tanda bukti bahwa bagasi saya belum saya terima. Dijanjikan bagasi tersebut akan dibawa oleh penerbangan Garuna sore harinya, karena memang masih tertinggal (atau ditinggal?) di Jakarta. Masih ada tapinya, kalau tidak ya dengan pesawat Garuda esoknya, dan saya diminta untuk cek-cek via tilpun ke bandara Semarang. Wah<i>, &#8220;puuuancen&#8221;</i> (memang)&#8230;&#8230;</p>
<p>Perjalanan menuju Kendal sekitar 45 menit saya lanjutkan dengan taksi. Baru esok harinya terpaksa saya mampir lagi ke bandara Ahmad Yani Semarang untuk mengambil bagasi saya. Masih untung, tas saya utuh tidak tampak ada tanda-tanda bekas dijahilin.- (Bersambung).</p>
<p>Yusuf Iskandar</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Umi Azlim]]></title>
<link>http://hidupseorangaku.wordpress.com/2007/12/08/umi-azlim/</link>
<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 17:25:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>hidupseorangaku</dc:creator>
<guid>http://hidupseorangaku.wordpress.com/2007/12/08/umi-azlim/</guid>
<description><![CDATA[ Sungguh kasihan pada adik yang seorang ini.Semasa mula-mula mendengar berita ini dalam radio 24(93.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p> Sungguh kasihan pada adik yang seorang ini.Semasa mula-mula mendengar berita ini dalam radio 24(93.9 fm), terasa sebak pula.Memandangkan dia senegeri dan seolah-olah dia teraniaya pula. Kes yang sama dengan Raja Munirah- ditangkap oleh pihak berkuasa negara asing. Jauh dari sesiapa.Pergi pula dengan alasan kerja.Modus operandi pun sama.Pihak berkuasa menjumpai dadah dalam bagasi dan sweater masing-masing. Mujurlah PAS, kerajaan negeri kelantan bersedia menanggung segala perbelanjaan kedua ibu bapa dan seorang yang arif dengan selok belok negara China.Yang kelakarnya dalam radio terlibat tidak pula menyebut nama kerajaan negeri tersebut.Sebaliknya sumbangan wang sebanyak RM2000 dari pihak pembangkang negeri tersebut disebut jelas dalam radio tersebut.</p>
<p><span class="story_header"><a href="http://thestar.com.my/news/story.asp?file=/2007/12/4/nation/19656165&#38;sec=nation">Malaysian gets death for drugs in China.</a></span></p>
<p><span class="story_header"><font size="2"><a href="http://www.nst.com.my/Current_News/NST/Wednesday/NewsBreak/20071205180619/Article/index_html">PAS is willing to pay for the expenses.</a></font></span></p>
<p><span class="story_header">Sama-samalah kita doakan dia diberi peluang membela diri andai benar dia dianiaya.</span></p>
<p><span class="story_header"> Pada adik-adik atau sesiapa sahaja di luar sana. Berhati-hatilah. Teringat kata-kata (tak ingat Raja Munirah atau orang lain yang juga sama kes dengannya-Harian Metro).</span></p>
<p><span class="story_header">&#8220;Ingatlah,tiada siapa yang akan terlalu murah hati membayar kita sejumlah wang yang besar untuk kerja-kerja yang agak senang.&#8221;- lebih kura</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
