<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>bahagia &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/bahagia/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "bahagia"</description>
	<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 08:16:08 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Ikut Akal Atau Perasaan?]]></title>
<link>http://raredour.wordpress.com/2009/12/28/ikut-akal-atau-perasaan/</link>
<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 15:43:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>raredour</dc:creator>
<guid>http://raredour.wordpress.com/2009/12/28/ikut-akal-atau-perasaan/</guid>
<description><![CDATA[        Kalau Ikut Akal Akal yang waras tahu apa yang empunya akal perlu buat untuk berjaya,dunia ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><img class="aligncenter" title="Kampung Boys" src="http://farm4.static.flickr.com/3551/3774738419_62e0b49091_b.jpg" alt="Budak Kampung" width="390" height="465" /></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kalau Ikut Akal</strong></p>
<p>Akal yang waras tahu apa yang empunya akal perlu buat untuk berjaya,dunia &#38; akhirat<br />
Akal yang waras tahu apa yang empunya akal perlu buat untuk sihat ,rohani &#38; jasmani</p>
<p>Akal yang waras &#38; dipandu ilmu yang bermanfaat<br />
Selalunya akan membawa empunya akal ke jalan yang lurus..<br />
Tak akan membiarkan empunya akal ke lembah kehinaan &#38; kerugiaan<br />
Tak membiarkan sesaat pun berlalu begitu sahaja<br />
Pendek cerita,akal yang waras selalunya akan membawa kepada kejayaan &#38; kebahagiaan</p>
<p><strong>Kalau Ikut Perasaan</strong></p>
<p>Perasaan pada kebiasaannya adalah kurang &#8220;bijak&#8221; kalau nak dibandingkan dengan akal<br />
Perasaan tidak tahu membezakan yang mana baik &#38; yang mana buruk<br />
Orang yang terlalu mengikut perasaan &#38; melulu<br />
Selalunya adalah orang yang jahil &#38; lemah,tidak berfikir panjang.</p>
<p>Terlalu mengikut-ikut perasaan akan membawa kebinasaan diri sendiri<br />
Kehinaan.<br />
Kekacauan jiwa.<br />
Pendeknya akal.<br />
Banyaknya tidur dek tak jelas tujuan hidup<br />
Malasnya beribadah dek nafsu jahat yang selalu mengajak kepada menjauhi Allah<br />
Mesti syaitan suka orang yang macam ini.</p>
<p><strong>Solusi</strong></p>
<p>Ikutlah kehendak akal bukan tuntutan perasaan yang keterlaluan<br />
Kerana ,akal selalunya mengarahkan diri kepada BAHAGIA &#38; KEJAYAAN</p>
<p>Terlalu mengikut perasaan tanpa tapisan akal yang waras<br />
Selalunya akan membawa kepada KEHINAAN,KEBINASAAN<br />
DIRI,KEBODOHAN,KEGAGALAN.Bak kata orang-orang tua<br />
Ikut hati. Mati .So,apa yang ditunggu lagi?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bulan penuh kebahagiaan buat Arlette Archita]]></title>
<link>http://agr38ipb.wordpress.com/2009/12/27/bulan-penuh-kebahagiaan-buat-arlette-archita/</link>
<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 01:12:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>mohyiyi</dc:creator>
<guid>http://agr38ipb.wordpress.com/2009/12/27/bulan-penuh-kebahagiaan-buat-arlette-archita/</guid>
<description><![CDATA[Selain ultah tanggal 10 Desember lalu (lihat Agenda Desember ), bulan ini menjadi Bulan penuh kebaha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Selain ultah tanggal 10 Desember lalu (lihat <a title="agenda Des 09" href="http://agr38ipb.wordpress.com/2009/12/16/agenda-desember/">Agenda Desember</a> ), bulan ini menjadi Bulan penuh kebahagiaan buat Arlette Archita, soalnya seperti yang dilansir di status <a title="Facebook.com" href="http://www.facebook.com">Facebook</a>-nya tanggal 18 Desember lalu telah lahir putra pertama mereka, <strong>Marchel</strong>:</p>
<blockquote>
<h3>Dear all family and friends, thank you for all wishes to Marchel. He&#8217;s born on Dec 18th 09, with 3,38 Kg and 52 cm length. Wish the best for him</h3>
<h3>-<a title="Arlette Archita's Facebook" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000381436839">Fransisca Arlette</a>, 20 Desember 2009, Status Facebook</h3>
</blockquote>
<p>Selain itu tepat hari ini (27 Desember) merupakan ulang tahun pertama pernikahan (1st Wedd Anniversary) <a title="Arlette Archita's Facebook" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000381436839">Arlette Architta</a>-<a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000284693184">Astrawan Surya Budiman</a>. Semoga langgeng, makin bahagia n sehat slalu.</p>
<p>Lengkap sudah&#8230;.it&#8217;s your December!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Alhamdulillah, Ranking Satu ( Lagi )]]></title>
<link>http://abisabila.wordpress.com/2009/12/22/alhamdulillah-ranking-satu-lagi/</link>
<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 06:37:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>abisabila</dc:creator>
<guid>http://abisabila.wordpress.com/2009/12/22/alhamdulillah-ranking-satu-lagi/</guid>
<description><![CDATA[Aku tak menyangkau kalau istri dan anakku sudah bersekongkol untuk membuat kejutan padaku melalu tel]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="separator" style="border-bottom:medium none;border-left:medium none;border-right:medium none;border-top:medium none;clear:both;text-align:justify;"><a href="http://abisabila.wordpress.com/files/2009/12/1259936733737702.jpg" style="clear:left;float:left;margin-bottom:1em;margin-right:1em;"><img border="0" src="http://abisabila.wordpress.com/files/2009/12/1259936733737702.jpg?w=300" /></a>Aku tak menyangkau kalau istri dan anakku sudah <em>bersekongkol</em> untuk membuat kejutan padaku melalu telephon beberapa saat yang lalu. Samar memang kudengar suara putri semata wayangku, <a href="http://evisabila.blogspot.com/">Evi Sabila</a>&#160;menangis saat aku berbicara dengan umminya. Juga suara istriku, tak ada semangat ketika menceritakan hasil dari dia mengambil raport di sekolah. Aku memang tak pernah memaksa anakku untuk selalu menjadi nomor satu, tapi orang tua manapun pasti lebih senang dan bangga apabila anakknya mendapatkan ranking, menjadi juara dalam kelasnya, termasuk aku.</div>
<div style="border-bottom:medium none;border-left:medium none;border-right:medium none;border-top:medium none;text-align:justify;"></div>
<div style="border-bottom:medium none;border-left:medium none;border-right:medium none;border-top:medium none;text-align:justify;">Aku tak dapat menyembunyikan suara kecewaku, meski tak akan pernah kumarahi anakku apabila semester ini dia gagal meraih kembai ranking satu. Aku tahu, sejak kemarin kulihat putriku selalu gelisah. Semalam, sebelum tidur dia memintaku untuk mendo&#8217;akannya agar mendapat ranking satu, do&#8217;a yang tanpa harus diminta sudah pasti kupanjatkan. Dan tadi pagi, dia bangun lebih awal dibanding hari-hari sebelumnya,&#160;dia gelisah melewati malam. Meski berkali-kali kukatakan, janganlah menjadi beban, yang terpenting belajarlah secara maksimal, dapat ranking atau tidak bagiku bukan hal utama.</div>
<div style="border-bottom:medium none;border-left:medium none;border-right:medium none;border-top:medium none;text-align:justify;"><a name='more'></a></div>
<div style="border-bottom:medium none;border-left:medium none;border-right:medium none;border-top:medium none;text-align:justify;">Aku hampir menutup telephone, ketika akhirnya istriku mengaku bahwa tangisan Sabila hanyalah ledekan semata, juga kata-kata tak &#8216;bernyawa&#8217;nya hanyalah gurauan belaka karena kenyataan sebenarnya adalah anakku kembali meraih ranking satu. <em>Alhmadulillah&#8230;&#8230;..</em></div>
<div style="border-bottom:medium none;border-left:medium none;border-right:medium none;border-top:medium none;text-align:justify;"></div>
<div style="border-bottom:medium none;border-left:medium none;border-right:medium none;border-top:medium none;text-align:justify;">Belajar dari pengalaman, itulah yang kemudian memacu semangat belajar putri tunggalku. Pengalaman pahit ketika semester ganjil di kelas 3. Dia gagal mempertahankan ranking satu, bahkan harus menelan pil pahit dengan peringkat 4. Ingat betul saat itu, aku dan juga istriku butuh sehari penuh untuk meyakinkan putriku, namun sulit bagi dia menerima kepahitan ini, akupun menyadari. Beberapa wali murid sempat memberitahukan bahwa ada &#8216;kecurangan&#8217; dalam tes evaluasi semester itu, namun kami tak mau mempermasalahkannya. Bagi kami, mengembalikan semangat dan kepercayaan diri anak kami adalah jauh lebih penting. Dan Alhamdulillah, perlahan semangat itu kembali muncul dalam diri putri kami, bahkan melebihi sebelumnya. Alhamdulillah, sampai saat ini sudah tujuh semester dia lalui, 6 diantaranya dia meraih ranking pertama.</div>
<div style="border-bottom:medium none;border-left:medium none;border-right:medium none;border-top:medium none;text-align:justify;"></div>
<div style="border-bottom:medium none;border-left:medium none;border-right:medium none;border-top:medium none;text-align:justify;">*** <em>Adalah perasaan bangga dan bahagia bagi orang tua ketika anaknya menunjukan prestasi dalam belajarnya. Semoga kebahagiaan ini bukan jelmaan perasaan ujub yang sebenarnya, melainkan sebuah ekpresi syukur yang tak terkira.***</em></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Peraturan Untuk Hidup Bahagia...]]></title>
<link>http://ricisan.wordpress.com/2009/12/22/peraturan-untuk-hidup-bahagia/</link>
<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 06:20:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>ricisan</dc:creator>
<guid>http://ricisan.wordpress.com/2009/12/22/peraturan-untuk-hidup-bahagia/</guid>
<description><![CDATA[Lima peraturan sederhana untuk hidup bahagia. 1. Bebaskan dirimu dari kebencian 2. Bebaskan pikiranm]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Lima peraturan sederhana untuk hidup bahagia. 1. Bebaskan dirimu dari kebencian 2. Bebaskan pikiranm]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kondisi kehamilanku di minggu 34]]></title>
<link>http://chamoet.wordpress.com/2009/12/22/kondisi-kehamilanku-di-minggu-34/</link>
<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 02:48:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>chamoet</dc:creator>
<guid>http://chamoet.wordpress.com/2009/12/22/kondisi-kehamilanku-di-minggu-34/</guid>
<description><![CDATA[Subhanallah&#8230;sungguh kekuatan seorang ibu amat sangat luar biasa, setelah duka yang kualami den]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Subhanallah&#8230;sungguh kekuatan seorang ibu amat sangat luar biasa, setelah duka yang kualami dengan meninggalnya anakku yg pertama saat masih usia 7 bulan sekarang tlah aku rasakan gimana kondisi seorang ibu hamil 8 bulan, makhluk bernyawa yang ada dalam rahimku semakin pesat pertumbuhan dan perkembangannya, segala keluhan telah aku rasakan, mulai dari susah tidur sampai kaki kesemutan. Ya Allah&#8230;ampunilah dosa2 yg telah ku perbuat kepada ibuku baik yang sengaja maupun yang tak disengaja.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini usia kandunganku sudah 34 minggu, itu artinya tinggal sebulan lg aku bakal ketemu ma anakku, Ya Allah berilah kami kemudahan, kekuatan, umur panjang  dan kesehatan.  Si baby sudah terasa banget gerakannya, semakin aktif aja tiap hari, my hubby ga bosen2nya ngelus perutku sambil ngobrol ma baby yg gi bersemayam dalam rahimku, sekali-kali omongannya si hubby dpt respon gerakan yang sungguh ga bisa ditandingi perasaan bahagia kami <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Kemarin saat diperiksa kondisi si baby sehat, posisinya dah menghadap ke bawah, jantungnya normal dan beratnya sudah 2, 23 kg, semuanya sangat memuaskan aku dan my hubby, cuma dokter nyaranin aku untuk lbh banyak beristirahat karena plasenta aku sudah ga normal lg, plasenta kata dokter dah berada di tengah-tengah / sejajar baby, untung belum menutupi jalan lahir sehingga aku masih bisa melahirkan normal.  Ya&#8230;Allah berilah yang terbaik buat kami, berilah kelancaran dalam persalinan aku nanti, amien&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Rinduku ketemu anakku&#8230;..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hijrah ]]></title>
<link>http://engkaudanaku.wordpress.com/2009/12/21/hijrah/</link>
<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 04:07:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>engkaudanaku</dc:creator>
<guid>http://engkaudanaku.wordpress.com/2009/12/21/hijrah/</guid>
<description><![CDATA[Hijrah untuk sebuah perubahan.&nbsp; Hidup dinamis (selalu dalam pergerakan), dan terus berbuat untu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hijrah untuk sebuah perubahan.&nbsp; Hidup dinamis (selalu dalam pergerakan), dan terus berbuat untu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Semangat Quote 02]]></title>
<link>http://1001enterprise.wordpress.com/2009/12/20/semangat-quote-02/</link>
<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 13:11:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rasi Bintang Enterprise</dc:creator>
<guid>http://1001enterprise.wordpress.com/2009/12/20/semangat-quote-02/</guid>
<description><![CDATA[Saya adalah yang saya pikirkan. Saya adalah yang saya rasakan. Bukan mau sukses ,tapi  INGIN SUKSES.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Saya adalah yang saya pikirkan. Saya adalah yang saya rasakan. <!--more-->Bukan mau sukses ,tapi  INGIN SUKSES. Untuk itu saya pikirkan seperti apa itu sukses, saya rasakan seperti apa itu sukses. Saya bayangkan, saya lakukan, makin dekat, makin dekat..Ya, saya adalah orang sukses. Bagaimana dengan Anda??? Ubah pikiran dan perasaan Anda, itu yang akan mendekat dan menjadi nyata.</p>
<p>Say: Saya adalah orang BAHAGIA yang SUKSES, SELAMAT, dan MANFAAT!!! How about you???</p>
<p><em><span style="color:#0000ff;"><strong>Salam Bintangterang!!!</strong></span></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ragu-ragu dalam abu-abu ituuh.. plinplan]]></title>
<link>http://viavibercerita.wordpress.com/2009/12/19/ragu-ragu-dalam-abu-abu-ituuh-plinplan/</link>
<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 23:37:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>viavibercerita</dc:creator>
<guid>http://viavibercerita.wordpress.com/2009/12/19/ragu-ragu-dalam-abu-abu-ituuh-plinplan/</guid>
<description><![CDATA[plin plan, ibarat kamu berada pada persimpangan jalan, tak tahu jalan menuju, kedua jalan mengarahka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><a href="http://farm4.static.flickr.com/3073/2848889265_87c2dfe2cf.jpg?v=0"><img class="aligncenter" src="http://farm4.static.flickr.com/3073/2848889265_87c2dfe2cf.jpg?v=0" alt="" width="421" height="280" /></a></p>
<p>plin plan, ibarat kamu berada pada persimpangan jalan, tak tahu jalan menuju, kedua jalan mengarahkan mu ketempat berbeda, kamu pun bingung. melangkah kemana, kamu putuskan untuk jalan ke tempat yang pertama, tapi tidak lama hati mu risau, kamu pun beralih. memutar balik kan badanmu 180&#8242; dan kembali berjalan berlawanan arah. berharap kali ini keputusan mu benar.</p>
<p>plin plan itu bingungin. bingungin alias membingungkan. membingungkan diri mu sendiri. membuyarkan arah dan tujuan mu. meragukan niat baik mu yang telah kamu tekadkan sebelumnya. semua menjadi kabur dan seakan berujung kepada ketakutan mu akan salah arahnya tujuan ini. maka setelah berpikir pikir, berulang ulang, maka kamu pun berbalik, membalikkan badanmu, membalikkan keputusanmu, membalikkan arah arahmu. semua citra berubah. sikap mu berubah, pandangan dan orientasi mu berubah, pemandangan yang tadi tidak kamu lihat lagi, karena arah mu kini telah berbeda, pemandangan baru. arah baru dan tujuan baru.</p>
<p><!--more-->plin plan, itu membingunkan lingkungan mu. seakan sekarang kamu bergerak dengan dukungan alam, manusia manusia menjadi saksi atas sikapmu. tapi ketika kamu berubah, keluar dari jalur dan berbalik arah, maka , setidaknya salah satu atau salah dua, dan parahnya jika semuanya bertabrakan. saya kamu dan mereka telah bergerak pada jalur kita masing masing, saling menyesuaikan dan menyeimbangkan, dan ketika kamu berbalik, jalur jalur tadi seakan berubah dan butuh penyesuaian kembali.</p>
<p>plin plan. saya mungkin termasuk plin plan. begitu banyak nya variabel yang ingin saya masukkan dan membuat sebuah keputusan, berbuat terbaik kepada banyak orang, menerangi mereka, membantu maka seringkali keputusan itu terlihat berubah ubah. plin plan. yang saya tahu cuma satu, saya ingin melakukan yang terbaik, bukan cuma buat satu orang jika saya bisa buat untuk banyak orang. bukan untuk individu tertentu jika saya bisa mengubah satu masyarakat, membangun dan membahagiakan mereka.</p>
<p>plin plan berada dalam daerah abu abu. abu abu yang harus kamu putuskan, mau hitamkah atau putihkan. dua duanya mempunyai kebaikan dan keburukan sendiri. maka pilihlah, bukan menurut pendapat orang orang, ikuti hatimu. hati akan berbicara ketika ia menginginkan sebuah zona aman, zona bahagia, bukan dipilih berdarsarkan warnanya , hitamkah atau putihnya.</p>
<p>plin plan, mungkin ini sifat yang jelek. menurut saya begitu. pengalaman saya juga dalam memimpin teman teman, banyak yang bingung akan keputusan saya. arah yang berubah meragukan orang orang disekitarmu. walaupun kamu sendiri tidak ingin begitu.</p>
<p>maka saya akan memutuskan. baiknya bagaimana, bukan berada pada abu abu. mungkin beberapa keputusan akan mengorbankan sesuatu, tapi tidak selamanya mengorbankan itu merugikan dan menyakitkan. langkah harus selalu di ambil, harus ada tanah yang berkorban untuk kamu pijak, jika kamu ingin berjalan.</p>
<p>maka putuskanlah. sikapmu kini. tingkah laku mu. tutur katamu. laku gerakmu. kemana kamu akan menuju. bukan atas dasar warna yang kamu suka, bukan atas dasar terang tidaknya jalanmu. tapi dimana hatimu akan nyaman, tenang dan bahagia. disitulah seharusnya kamu berada. saya berada.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kenangan lama.]]></title>
<link>http://mellsky7.wordpress.com/2009/12/18/kenangan-lama/</link>
<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 15:12:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>mellsky</dc:creator>
<guid>http://mellsky7.wordpress.com/2009/12/18/kenangan-lama/</guid>
<description><![CDATA[Assalamualaikum. Hari ini hari jumaat. (ye la. takkan tetiba hari rabu pula). Aku suka hari jumaat. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Assalamualaikum.</p>
<p>Hari ini hari jumaat. (ye la. takkan tetiba hari rabu pula).</p>
<p>Aku suka hari jumaat. Kenapa?</p>
<p>Sebab ianya hari cuti. Bila hari cuti, aku tidak perlu menggelabah bangun dari katil untuk bersiap2 ke kuliah.</p>
<p>Bila tidak perlu menggelabah, maka aku akan jadi tenang.</p>
<p>Bila hati tenang, secara tidak langsung aku akan berasa bahagia.</p>
<p>Ditambah pula dengan ahli bait yang suka memasak pada hari jumaat,</p>
<p>aku bertambah bahagia, dan perutku tersenyum gembira.</p>
<p>Kesimpulannya, cuti itu membahagiakan. =)</p>
<p>(Ok ok. Dah. Gi baca buku tu. Ahad ni exam osce.)</p>
<p>Eh, baru perasan, entri ni xde kaitan langsung dengan tajuk.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Apa sih Kebahagiaan?]]></title>
<link>http://ummualiyyah.wordpress.com/2009/12/18/apa-sih-kebahagiaan/</link>
<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 22:51:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ummu 'Aliyyah</dc:creator>
<guid>http://ummualiyyah.wordpress.com/2009/12/18/apa-sih-kebahagiaan/</guid>
<description><![CDATA[Semua makhluk hidup pasti ingin bahagia. Tapi apa sih sebenarnya makna dari kebahagiaan itu? Apakah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Semua makhluk hidup pasti ingin bahagia. Tapi apa sih sebenarnya makna dari kebahagiaan itu? Apakah ketika kita memiliki banyak harta benda yang tak habis-habis dipakai bisa menjamin kita bahagia? Apakah ketika kita memiliki banyak anak dan sahabat bisa membuat kita bahagia sepenuhnya? Atau apakah bila kita memiliki suami yang tampan atau istri yang cantik bisa menghentikan kesedihan dan masalah-masalah yang melanda? Betapa banyak kita menyaksikan orang-orang yang terlihat begitu gembira dan tertawa terbahak-bahak karena &#8220;katanya&#8221; mereka merasa bahagia. Tapi ketika mereka menyendiri, dan jauh dari komunitas mereka, tiba-tiba ada relung hampa dan kosong jauh di lubuk hati mereka yang menjadi indikator bahwa mereka &#8220;belum&#8221; merasa bahagia&#8230;</p>
<p>Aih.. memang sulit mendefinisikan, menjelaskan dengan gamblang dan empiris tentang makna kebahagiaan. Karena kebahagiaan bukanlah benda yang bisa dilihat, dihitung atau pun dipindah tangankan. Kebahagiaan itu adalah permasalahan hati, dan kita sama-sama tahu, benda yang dimiliki manusia yang paling sulit difahami itu adalah hati.</p>
<p>Hmmm, terus kenapa saya terus berbicara mengenai kebahagiaan? Engga tau juga, mungkin karena begitu banyak orang-orang di sekeliling saya berlomba-lomba untuk mendapatkan kebahagiaan itu, dan mereka juga bingung cara meraihnya. Karena kebingungan itu mereka jadi merasa tertekan dan stress berat. Apa pasal? karena bila mereka tidak mendapat kebahagiaan, otomatis mereka akan terjun ke jurang kesedihan. Tak akan ada abu-abu. Hanya hitam dan putih. Dan disitulah letak mengapa begitu banyak orang yang berambisi mencari kebahagiaan&#8230; *begitu juga saya.</p>
<p>Apakah ada yang bertanya apa saya sendiri sudah merasa bahagia? Mungkin tidak ada yang akan bertanya seperti itu selain diri kita sendiri, terus terang.. semua manusia itu egosentris, cenderung lebih memilih untuk membahagiakan dirinya sendiri dulu ketimbang sibuk dengan kebahagiaan orang lain. Betul begitu? huhuhuhu&#8230; ngaku aja deh, karena saya juga kadang merasa seperti itu.</p>
<p>Banyak hal yang saya pelajari tentang perjalanan saya mencari kebahagiaan. Ketika saya terpuruk dan begitu merasa putus asa (baca: merasa tidak bahagia) adalah hanya karena saya kurang mensyukuri apa yang saya miliki selama ini. Kesibukan-kesibukan saya memperhatikan kebahagiaan orang lain (yang mungkin saja hanya di permukaan), membuat saya kurang menghargai kebahagiaan saya sendiri. It means&#8230; kalau kita memang ingin bahagia, maka hitunglah nikmat-nikmat dari Allah yang telah kita dapatkan, lalu bersyukurlah kepada Allah karenanya. Karena apa, karena kita tidak akan pernah bisa menghitung nikmat-nikmat itu dikarenakan begitu banyaknya! Subhanallah&#8230;. apalagi yang menghalangi manusia untuk bisa hidup bahagia selain mensyukuri apa yang telah dia miliki.</p>
<p>Bila kita bersyukur, maka kebahagiaan itu akan terus meluap-luap&#8230; saking meluapnya, kadang-kadang ingin kita bagi kepada banyak orang di sekeliling kita. Maka disitulah timbul pertanyaan balik, bukan lagi kita bertanya &#8220;Apakah kita telah merasa bahagia?&#8221; tapi pertanyaan yang muncul adalah &#8220;Apakah orang lain bahagia hidup bersama kita?/ Apakah kita sudah mampu membahagiakan orang lain?&#8221; karena kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan kita juga.  Yaa kalau mau lebih dalam lagi pembahasannya, sebenarnya kebahagiaan hakiki adalah di akhirat sana. Karena dunia ini hanyalah tempat sementara, yang ketika rasa bahagia dan kesedihan itu ibarat kedipan mata yang tak ada nilainya.</p>
<p>Jadi, marilah kita berlomba-lomba untuk mencari kebahagiaan sejati&#8230; seperti postingan status saya terakhir di fesbuk : &#8220;<em>KEBAHAGIAAN adalah ketika kelak kita bertemu Allah dengan wajah berseri-seri karena beratnya timbangan amal kebaikan kita dan mengetahui bahwa Allah telah mengampuni semua dosa-dosa kita. Dan seandainya kita tahu besarnya urusan pada saat itu, niscaya kita akan sedikit tertawa dan banyak menangis..&#8221;</em></p>
<p>Sekian&#8230;</p>
<p>*Iseng-iseng di pagi hari yang penuh kicauan burung @ bekasi</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jangan Tunda Untuk Bahagia]]></title>
<link>http://gramediamatraman.wordpress.com/2009/12/17/jangan-tunda-untuk-bahagia/</link>
<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 10:38:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>gramediamatraman</dc:creator>
<guid>http://gramediamatraman.wordpress.com/2009/12/17/jangan-tunda-untuk-bahagia/</guid>
<description><![CDATA[Bahagia itu pilihan. Kita semua bisa memilihnya. Begitu pula derita. Keduanya bersumber dari diri ki]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://gramediamatraman.wordpress.com/files/2009/12/buku_jangan-tunda-untuk-bahagia.jpg"><img src="http://gramediamatraman.wordpress.com/files/2009/12/buku_jangan-tunda-untuk-bahagia.jpg" alt="Jangan Tunda Untuk Bahagia" title="buku_Jangan-Tunda-untuk-Bahagia" width="160" height="245" class="aligncenter size-full wp-image-1012" /></a></p>
<p>Bahagia itu pilihan. Kita semua bisa memilihnya. Begitu pula derita. Keduanya bersumber dari diri kita sendiri, bukan dari siapa pun atau apa pun di luar diri kita. Kekayaan, kekuasaan, dan ketenaran bisa menjadi sumber bahagia. Pun bisa menjadi biang derita. Musibah dan bencana bisa menumbuhkan kearifan, bisa pula melahirkan keputusasaan. Semua tergantung pada cara kita <em>memandang</em> dan <em>menghadapi</em> kenyataan hidup.</p>
<p>Bersama buku praktis ini, Azim Jamal hadir menemani Anda memilih kebahagiaan dan memulai untuk merasa bahagia sekarang juga. Bahagia tidak berada jauh di sana, tetapi di sini dan saat ini. Begitu kita berpikir bahwa kita bahagia maka kita bahagia. Dengan cara itu, kita akan mampu menghadapi segala tantangan hidup disertai rasa percaya diri yang tinggi dan sikap yang optimis. Dan, yang terpenting, kebahagiaan Anda tak lagi bergantung pada keadaan, tetapi pada bagaimana Anda mengubah keadaan itu.</p>
<p>Namun, kita kerap terjebak pada kebahagiaan sesaat dan terbatas. Untungnya, buku ini mengungkap tujuh langkah meraih kebahagiaan yang langgeng. Kebahagiaan abadi tumbuh bila kita betul-betul menghargai dan memaknai setiap momen, hidup jujur dan ramah, berupaya mencapai puncak potensi kita, dan membuat perbedaan dalam hidup. Kebahagiaan tanpa batas hanya bisa dicapai jika kita kerahkan seluruh pengetahuan, kekayaan batin, dan potensi spiritual untuk menciptakan dan menjalin hubungan yang sehat dan bermanfaat. Tapi tidak mudah, bukan? Tak ada yang sulit bila Anda tahu caranya.</p>
<p>Selamat memilih bahagia supaya hidup lebih sehat! Selamat memilih bahagia supaya cerdas dan baik. Dan hanya orang bahagia yang bisa hidup produktif dan sukses sejati.</p>
<p>Judul:<br />
<strong>Jangan Tunda Untuk Bahagia</strong><br />
Penulis:<br />
<strong>Azim Jamal</strong><br />
Penerbit:<br />
<strong>Zaman</strong><br />
Harga:<br />
<strong>Rp 54.000,-</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bersama Cinta]]></title>
<link>http://upzhenksakti.wordpress.com/2009/12/17/bersama-cinta/</link>
<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 07:30:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>Naja Raya</dc:creator>
<guid>http://upzhenksakti.wordpress.com/2009/12/17/bersama-cinta/</guid>
<description><![CDATA[Aku izinkan dirimu untuk mencintaiku dengan lebih baik Karena aku mengizinkan diriku untuk mencintai]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Aku izinkan dirimu untuk mencintaiku dengan lebih baik Karena aku mengizinkan diriku untuk mencintai]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Agenda Desember]]></title>
<link>http://agr38ipb.wordpress.com/2009/12/16/agenda-desember/</link>
<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 08:53:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>mohyiyi</dc:creator>
<guid>http://agr38ipb.wordpress.com/2009/12/16/agenda-desember/</guid>
<description><![CDATA[Agenda di bulan Desember: Ulang tahun; 10 Desember, Arlette A 14 Desember, Engkos Koswara 31 Desembe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Agenda di bulan <strong>Desember</strong>:</p>
<p><strong>Ulang tahun</strong>;<br />
10 Desember, Arlette A<br />
14 Desember, Engkos Koswara<br />
31 Desember, Siska Dwi Anggarani</p>
<p><strong>Menikah</strong>;<br />
12 Desember, Aprillia FM dengan Fajar<br />
13 Desember, <a title="luqman-eva wedd" href="http://www.evaluqman.wordpress.com" target="_blank">M Luqman Hakim dengan Eva Kusumawati</a></p>
<p><strong>Wedding Anniversary</strong>;<br />
16 Desember, Yayat Ruhiyat (2008)<br />
20 Desember, Vidya A dengan Herry F (2008)<br />
23 Desember, Supi Ardini (2007)<br />
27 Desember, Arlette A (2008)<br />
30 Desember, Jippi Andalusia (2007)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Agenda November]]></title>
<link>http://agr38ipb.wordpress.com/2009/12/16/agenda-november/</link>
<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 08:45:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>mohyiyi</dc:creator>
<guid>http://agr38ipb.wordpress.com/2009/12/16/agenda-november/</guid>
<description><![CDATA[Agenda utama anak-anak Agronomi 38 yang ada di bulan November: Ulang tahun; 11 November, Alpaseno 20]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Agenda utama anak-anak Agronomi 38 yang ada di bulan <strong>November</strong>:</p>
<p><strong>Ulang tahun</strong>;<br />
11 November, Alpaseno<br />
20 november, Ara, Putri dari Siska A</p>
<p><strong>Wedding Anniversary</strong>;<br />
8 November, Alpaseno<br />
9 November, Evi Irmayanthi</p>
<p>Selamat untuk semua, semoga berkah</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dimana Letak Bahagia Anda?]]></title>
<link>http://deddyzhu.wordpress.com/2009/12/16/dimana-letak-bahagia-anda/</link>
<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 08:45:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>Deddy Zhu</dc:creator>
<guid>http://deddyzhu.wordpress.com/2009/12/16/dimana-letak-bahagia-anda/</guid>
<description><![CDATA[Sumber : Anne Ahira &#8220;Tempat untuk berbahagia itu ada di sini. Waktu untuk berbahagia itu kini.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Sumber : Anne Ahira</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Tempat untuk berbahagia itu ada di sini. Waktu untuk berbahagia itu kini. Cara untuk berbahagia ialah dengan membuat orang lain berbahagia&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Robert G. Ingersoll</strong><br />
Kamu, apakah saat ini merasa bahagia?<br />
Di mana letak kebahagiaan Kamu sesungguhnya? Apakah pada moleknya tubuh? ..Jelitanya rupa? Tumpukan harta?<br />
&#8230;.atau barangkali punya mobil mewah &#38; tingginya jabatan?</p>
<p>Jika itu semua sudah Kamu dapatkan, apakah Kamu bisa memastikan bahwa Kamu *akan* bahagia?</p>
<p>Hari ini saya akan mengajak Kamu untuk melihat, kalau limpahan harta tidak selalu mengantarkan pada kebahagiaan</p>
<p style="text-align:justify;">Dan ini kisah nyata&#8230;</p>
<p>Ada delapan orang miliuner yang memiliki nasib kurang menyenangkan di akhir hidupnya. Tahun 1923, para miliuner berkumpul di Hotel Edge Water Beach di Chicago, Amerika Serikat. Saat itu, mereka adalah kumpulan orang-orang yang sangat sukses di zamannya.</p>
<p>Namun, tengoklah nasib tragis mereka 25 tahun sesudahnya! Saya akan menyebutnya satu persatu :</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Charles Schwab</strong>,<br />
CEO Bethlehem Steel, perusahaan besi baja ternama waktu itu. Dia mengalami kebangkrutan total, hingga harus berhutang untuk membiayai 5 tahun hidupnya cebelum meninggal.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Richard Whitney</strong><br />
President New York Stock Exchange. Pria ini harus menghabiskan sisa hidupnya dipenjara Sing Sing.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Jesse Livermore </strong>(raja saham &#8220;The Great Bear&#8221; di Wall Street),<em><br />
<strong>Ivar Krueger</strong></em> (CEO perusahaan hak cipta), <strong><em><br />
Leon Fraser</em></strong> (Chairman of Bank of International Settlement), ketiganya memilih mati bunuh diri.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Howard Hupson</strong><br />
CEO perusahaan gas terbesar di Amerika Utara. Hupson sakit jiwa dan meninggal di rumah sakit jiwa.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Arthur Cutton</strong><br />
Pemilik pabrik tepung terbesar di dunia, meninggal di  negeri orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Albert Fall</strong><br />
Anggota kabinet presiden Amerika Serikat, meninggal di rumahnya ketika baru saja keluar dari penjara.</p>
<p style="text-align:justify;">
Kisah di atas merupakan bukti, bahwa kekayaan yang melimpah bukan jaminan akhir kehidupan yang bahagia!</p>
<p style="text-align:justify;">
Kebahagiaan memang menjadi faktor yang begitu didambakan bagi semua orang.</p>
<p style="text-align:justify;">
Hampir segala tujuan muaranya ada pada <strong>kebahagiaan</strong>. Kebanyakan orang baru bias merasakan *hidup* jika sudah menemukan kebahagiaan.</p>
<p style="text-align:justify;">
Pertanyaannya, di mana kita bisa mencari kebahagiaan?</p>
<p style="text-align:justify;">
Apakah di pusat pertokoan? Salon kecantikan yg mahal? Restoran mewah? Di Hawaii? di Paris? atau di mana?</p>
<p style="text-align:justify;">
Sesungguhnya, kebahagiaan itu tdk perlu dicari kemana-mana&#8230; karena ia ada <strong>di hati setiap manusia.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>Carilah kebahagiaan dalam hatimu!</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Telusuri &#8216;rasa&#8217; itu dalam kalbumu!</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Percayalah, ia tak akan lari kemana-mana&#8230;</em></p>
<p style="text-align:justify;">
Hari ini saya akan berbagi tips bagaimana kita sesungguhnya bisa mendapatkan kebahagiaan <strong>*setiap hari*</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">
Berikut adalah tips yang bisa Kamu lakukan:</p>
<p style="text-align:justify;">1. <strong>Mulailah Berbagi!</strong><br />
Ciptakan suasana bahagia dengan cara berbagi dengan orang lain. Dengan cara berbagi akan menjadikan hidup kita terasa lebih berarti.</p>
<p style="text-align:justify;">2. <strong>Bebaskan hati dari rasa benci</strong>,<br />
Bebaskan pikiran dari segala kekhawatiran. Menyimpan rasa benci, marah atau dengki hanya akan membuat hati merasa tidak nyaman dan tersiksa.</p>
<p style="text-align:justify;">3. <strong>Murahlah dalam memaafkan!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jika ada orang yang menyakiti, jangan balik memaki-maki. Mendingan berteriak <em>&#8220;Hey! Kamu sudah saya maafkan!!&#8221;.</em><br />
Dengan memiliki sikap demikian, hati kita akan menjadi lebih tenang, dan amarah kita bisa hilang. Tidak percaya? Coba saja! Saya sering melakukannya. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">4. <strong>Lakukan sesuatu yang bermakna</strong>.<br />
Hidup di dunia ini hanya sementara. Lebih baik Kamu gunakan setiap waktu dan kesempatan yang ada untuk melakukan hal-hal yang bermakna, untuk diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Dengan cara seperti ini maka kebahagiaan Kamu akan bertambah dan  terus bertambah.</p>
<p style="text-align:justify;">5. Dan yang terakhir, Kamu <strong>jangan terlalu banyak berharap pada orang lain</strong>, nanti Kamu akan kecewa!</p>
<p style="text-align:justify;">
Ingat, kebahagiaan merupakan tanggung jawab masing-masing, bukan tanggung jawab teman, keluarga, kekasih, atau orang lain. Lebih baik kita perbanyak harap hanya kepada Yang Maha Kasih dan Kaya.</p>
<p style="text-align:justify;">
Karena Dia-lah yang menciptakan kita, dan Dia-lah yang menciptakan segala &#8216;rasa&#8217;, termasuk rasa bahagia yang selalu Kamu inginkan. ^_^&#8217;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cinta Yang Sempurna]]></title>
<link>http://armeira.wordpress.com/2009/12/14/cinta-yang-sempurna/</link>
<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 15:10:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>armeira</dc:creator>
<guid>http://armeira.wordpress.com/2009/12/14/cinta-yang-sempurna/</guid>
<description><![CDATA[Ya Allah &#8230; Aku berdoa untuk seseorang yang menjadi bagian dari hidupku Seseorang yang dapat me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ya Allah &#8230;<br />
Aku berdoa untuk seseorang yang menjadi bagian dari hidupku<br />
Seseorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu<br />
Seseorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya<br />
Seseorang yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya</p>
<p>Ya Allah &#8230;<br />
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna,<br />
Melainkan berikan aku seseorang yang sungguh mencintai-Mu<br />
lebih dari segala sesuatu yang membuat cintaku kepada-Mu tetap utuh<br />
Bahkan membuatku lebih mengagumi-Mu<br />
Sehingga aku dapat mencintainya dengan cinta-Mu<br />
Bukan mencintainya dengan hanya sekedar cintaku</p>
<p>Ya Allah &#8230;<br />
Berikan aku kemampuan untuk selalu dapat berdoa untuknya<br />
Berikan aku kemampuan untuk selalu dapat melengkapi kebahagiaannya<br />
Sehingga aku dapat menyempurnakan hidup dan ibadahnya,, amiin &#8230;</p>
<p>Sumber : unknown</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rahasia Hati]]></title>
<link>http://hariharisetelahkemarin.wordpress.com/2009/12/14/rahasia-hati/</link>
<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 09:27:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>-dN5</dc:creator>
<guid>http://hariharisetelahkemarin.wordpress.com/2009/12/14/rahasia-hati/</guid>
<description><![CDATA[By Susy Ayu Aku terus membacanya, menyimaknya, berlama-lama, berulang-ulang, berharap kata-kata itu ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em>By Susy Ayu</em></p>
<p><a href="http://hariharisetelahkemarin.wordpress.com/files/2009/12/duka1.jpg"><img src="http://hariharisetelahkemarin.wordpress.com/files/2009/12/duka1.jpg?w=236" alt="" title="duka1" width="236" height="290" class="alignright size-medium wp-image-1889" /></a>Aku terus membacanya, menyimaknya, berlama-lama, berulang-ulang, berharap kata-kata itu akan kehilangan maknanya, tetapi ternyata tidak demikian. Rasa <strong>pedih</strong> dan luka yang tertoreh rangkaian huruf itu tidak pernah menjadi hilang. Terus menyatakan secara tegas, kekuatan maknanya.</p>
<p><em>Date : 10 Maret 2009 16:15:24 –0000<br />
From : “Hardyantito”<br />
To : Sweetest-june@hotmail.com<br />
Subject: (none)</em></p>
<p>Aku berada di sebuah cafe sesorean dan semalaman tadi, dihadapanku, secangkir kopi amat pahit; sejumlah gadis melintas, <em>slender</em>, wangi, mengkilat seperti porselen yang rapuh, jelita seperti boneka. Gerimis di luar, kupikir aku <strong>kesepian</strong>. Aku merasa seperti seekor laron, memburu hangat dan cahaya, lalu menbentur-bentur dinding kaca untuk kemudian mati dalam bahagia.</p>
<p>Ketika kunyalakan rokok, kau melintas di antara ujung rokok dan korekku yang menyala. Dimanakah kau? Setelah hembusan pertama, kusadari ketololanku, kau ratusan kilometer dariku, dalam sebuah rumah, dimana kutinggalkan kau dengan sederetan tanya yang panjang. Aku pergi darimu, meninggalkanmu. Dan membiarkanmu dalam keterlukaan, tenggelam dalam harapan-harapan.</p>
<p>Kau menghantuiku, tiap kali aku memalingkan wajah, tiap kali aku menoleh, aku melihatmu, diam dalam wajah cemasmu, aku melihat matamu basah oleh <strong>air mata</strong>, aku mendengar isakmu, aku mendengar kau memanggilku, kau sungguh menghantuiku.</p>
<p><!--more--><br />
Aku sering merasa kangen sekali, seberapapun aku baik-baik saja, aku merasa ada yang selalu hampa sejak saat itu. Aku sangat kuat dulu, nyaris mencukupi untuk diriku sendiri. Bertahan dalam kesendirianku, baik-baik saja, dan berbagi dengan orang lain tanpa harus membebaninya dengan sejumlah <strong>janji</strong>. Tapi tidak lagi setelah kutemukan engkau, dan kemudian diri kita saling berjanji, tubuh kita saling berjanji. Namun aku juga yang mengingkari sejumlah janji-janji itu, lukaimu, sakitimu. Dalam sekian lama kealpaan ini, maukah kau bukakan kembali pintu jalan pulang ke <strong>hatimu</strong>?</p>
<p>Aku bertahan dari detik ke detik, aku menyentuh urat nadiku selama berpuluh-puluh menit, bertanya-tanya, kenapa ia bisa bertahan dari detak ke detak? Aku menarik nafasku dalam-dalam, mencoba membaca desir darah yang mengalir dalam tubuhku. Aku akan bersumpah, aku akan menemukan cara dan tak ada orang lain yang bisa menghentikan <strong>cintaku</strong> padamu, tidak juga kau.</p>
<p>Hujan masih turun, Primadhesty, menggerimis di luar jendela, aku merasa amat nelangsa. Aku telah berdoa untuk kita, juga untuk diriku sendiri, agar selamat dari kebencian dan rasa sakit dari manapun datangnya.</p>
<p>Aku lelah bercakap sendirian, aku menginginkanmu, aku sekarat tak habis-habis. Bukakan aku jalan pulang kepadamu, Primadhesty. Aku berharap kau menerimaku kembali, untuk saling berbagi lagi, dan menjadikanku laki-laki yang tidak bicara pada dirinya sendiri. Maafkan aku.</p>
<p>Aku mencintaimu, sepenuh hati dan pikiranku.<br />
Hardyantito</p>
<p>Cemas ini bangkit lagi, menggelembung memenuhi ruangku, penuh, padat dan siap meledak. Aku merasa saat inilah kita menyelesaikan kisah yang mengambang ini, Tito. Kehadiranmu kembali (setelah berbulan pergi) melalui <em>email</em> tadi memberi ruang pada hatiku untuk merasakan sakit dan kerinduan sekaligus, terselip satu sama lain. Sementara jasadku cuma bisa terdiam di sini, merenungi hari-hari kemarin hidupku.</p>
<p>Aku begitu mengingatnya dulu, ketika kau akan menyampaikan kejutan termanis (begitu manis, kau bilang) untukku. Masih kurasakan suasana hatiku saat itu, berbahagia atau sesungguhnya kecemasan yang seharusnya ada? Kedua hal itu silih berganti menghantui, yang terus hidup bertahun-tahun di dalam diriku, membangun rumahnya sendiri dan selalu saling berlomba memperebutkan singgasana terbesarnya. Aku menggeliat, letih.</p>
<p>Ketika itu kau akan menghamparkan permadani terindah lalu memintaku untuk menapakinya bersama, menuju istanamu, yang selalu kudamba sekaligus kutakuti. Hatiku tergetar.</p>
<p>Kumohon dalam hati agar jangan memintaku kala itu, karena aku masih seorang pengecut. Mengaku menjadi perempuan yang membutuhkan pasangan hidup, sekaligus bersembunyi ketika jemarimu datang bersambut. Aku tahu hal itu adalah kesempatan untuk diriku sendiri, betapa ingin tak ada lagi kekalahan sebelum bertanding. Mempersiapkan segala perisai untuk menepis tebasan pedang dari arah manapun dalam arena pertempuran ini. Namun mesti dari apa ia terbuat, agar hatiku tak mudah berdarah?<br />
Aku mengingatnya dengan sangat baik, setiap detilnya, bagaimana kau <strong>mencumbuiku</strong> ketika itu, dan merelakan kurelakan pagutan bibirmu yang panas dalam kekecewaan yang berusaha kau tutupi di sebalik wajahmu. Namun matamu memerah, menahan gejolak yang kuyakin itu luar biasa. Aku memahaminya, kau laki-laki normal.</p>
<p>Kugenggam jemarimu yang masih tersembunyi di lekukan dadaku, berlamalah disana, dan kau akan tahu aku adalah perempuan yang menjadi matang dalam kepasrahan. Namun kemudian aku cuma mengusap rambutmu, meremasnya, untuk meredakan jeritan perempuanku. Seketika ku memberikan jarak pada lautan hasrat yang tumpah, jangan dekat-dekat padaku&#8230; aku takut hanyut!</p>
<p>Kemudian kau memelukku, dan kau bilang betapa bangganya kau padaku karena sanggup bertahan menjaga <strong>keperawanan</strong>. Ah&#8230;! Tenggorokanku tercekat. Ya Tuhan, harus dari mana kumulai untuk menumpahkan beban berat yang tersimpan bertahun-tahuhun ini? Sangguplah jika kubagi denganmu, Tito? Mampukah kau menanggungkannya kemudian? Saat itulah pangkal segala kekhawatiranku dimulai, resahku bertahun, galauku yang berkepanjangan.</p>
<p>Dan sore itu dengan wajah secemerlang bulan dan dengan cinta yang pecah di matamu hingga binar-binarnya begitu bercahaya, kau menggenggam jemariku erat-erat. Dan sampai jugalah pada ketakutanku yang pekat, kau memintaku untuk bersedia menikah denganmu beberapa bulan ke depan, dan menanti jawabku.</p>
<p>Aku terbentur-bentur oleh gemuruh itu, seharusnya aku bersandar di pelukmu, dan kita akan menjadi sangat hangat, namun kali itu aku sibuk menentramkan <strong>perasaanku</strong>. Tahulah kini aku harus bertempur dengan apa. Ketegangan lain mulai merambah perlahan ke seluruh sel-sel tubuhku. Aku mengejang. Aku bagaikan patung yang bernyawa.</p>
<p>Betapa ingin kau menangkap anggukan kepalaku mengiyakan, tapi ketika itu aku cuma bisa termangu. Aku demikian takut, sebentar aku akan kehilanganmu. Maka bersiaplah, Tito, gelegar petir ini akan menghanguskan kita berdua.</p>
<p>Tapi masih saja aku menyelinap ke dalam pupil matamu, berharap menemukan ketidaksungguhan di sana. Karena aku yakin sebesar kesungguhan itu sendiri, bahwa kau tidak sedang melontarkan guyonan segar di sore hari seperti yang biasa kita lakukan. Ah, Tito, aku akan kehilangan kemesraan itu. Aku tahu. Maka aku bertambah siap.</p>
<p>“<em>Tito&#8230;</em>” hanya itu yang pertama kali kuucapkan. Kau menatapku lekat, seakan kau tahu aku meragukan sesuatu. Melihat geletar matamu, kau menyampaikan pesan untuk membuatku berani bicara. Untuk berani kehilanganmu juga?</p>
<p>“<em>Aku&#8230;sudah nggak lagi perawan&#8230;.seseorang di masa lalu&#8230;..</em>” mengambang suara ini. Tidak ada serak di situ, bening jernih , sejelas maknanya. Hanya berubah menjadi pedang yang berkilat-kilat, berkelabat di antara aku dan kau, siap menebas kita, berdarah.</p>
<p>Jemariku masih dalam genggamanmu, tapi ia terkulai di sana. Seakan tidak bernyawa, tak ada sel dan otot yang hidup di situ, ia mati sebelum segalanya terjawab, sebelum pencabut jiwa itu beranjak sambil mencengkeram hati yang telah menjadi kepingan dalam telapak tangan. Mulai dari jemari ini, aku melepasmu, Tito.</p>
<p>Aku merasakan lunglai lengan ini dijatuhkan perlahan. Kau enggan menyentuhku, pun hanya pucuk jemari ini. Seperti dugaanku, tepat sama dengan skenario yang ada dalam benakku, tokoh lelakinya tidak akan menerima ketidakperawanan perempuannya. Tapi tidak seperih ini, sekeji tatapan yang begitu dingin. Maki aku saja, Tito. Atau tunjuk-tunjuk mukaku, sekalian umpatan kau keluarkan saja. Aku mungkin tak layak kau perlakukan seharum bunga, maka maki aku saja, aku pun tidak ingin menjadi bunga seharum apapun.</p>
<p>Aku adalah seorang perempuan yang juga dari kumpulan <em>organ</em> tubuh, kulit, daging yang selalu membuat kalian laki-laki bisa berubah menjadi seekor binatang tanpa bantuan tongkat penyihir. Tapi seperti apapun tubuh ini bisa membuatmu menjadi apa saja, aku tetap seseorang yang punya jiwa, punya nurani. Jika bagimu aku hanya semata kenikmatan berbalut kulit maka pergilah ke neraka! Oh tidak! Tapi aku sendiri kini yang tengah meniti jalanku menuju jurang yang siap melumatkan seluruh tubuh yang memendam amarahku ini. Aku marah karena dugaanku selalu saja benar. Kenapa kau tidak bertanya kepadaku, bagaimana hal itu terjadi, seperti apa, siapa yang melakukannya, apa saja, lalu kau korek-korek saja luka lamaku ini, toh sudah kubuka pembalutnya yang mengusang, kuperlihatkan lubangnya yang menganga.</p>
<p>Kemana sekarang Tito yang kukenal, yang selalu mengutamakan kejujuran dan keterusterangan sebagai dasar hubungan ini? Maka jangan memandangku dengan dingin, kau malah menjadi bukan manusia dengan mata seperti itu ) Oh, bukankah aku bisa menjadikanmu apa saja?). Ambil luka ini, buatlah melebar, lalu pergilah tanpa pernah mengganti pembalutnya. Tapi jangan diam. Atau beginikah caramu memaknai luka? Menatapnya tanpa ampun?</p>
<p>Aku yakin takkan lagi kudengar suaramu, yang selalu membasahi kering hatiku. Sebesar keyakinanku bahwa kau pun akan pergi menjauh, menghilang seakan kau punya tempat yang jauh di bawah bumi, tak terjangkau. Bolehkah kita bertukar tempat? Ijinkan aku saja yang tinggal di sana. Hingga tak lagi kurasakan langit di atasku bisa runtuh sewaktu-waktu, juga tak bisa kutaburkan bintang karena aku tak punya tempat untuk menggantungkannya, agar aku tak lagi punya harapan yang tidak mungkin.</p>
<p>Kau benar–benar pergi. Ingin kau tunjukkan lukamu padaku bahwa kau tersakiti lebih dalam dibanding aku? Maka aku akan membiarkanmu terluka pula, tak ada yang harus aku balut. Tidak dengan berlari mengejarmu dan memohon untuk kau tetap tinggal di sisiku, memohon cintamu, menyodor- nyodorkan seribu satu kebaikanku sebagai seorang <strong>perempuan</strong>, kelebihanku sebagai istrimu kelak, lebih dari sekedar <strong>selaput dara</strong> yang terkoyak di malam pertama. Aku akan mengikuti caramu memperlakukan luka kita, dengan diam tak bergeming. Maka pergilah. Aku sudah menyiapkan tiap jengkal tubuhku untuk memperlebar lukanya jauh sebelum bertemu denganmu, lama sebelum kau melukai aku. Aku kuat Tito. Kadang rasa marah membuat seseorang menjadi kuat. Aku tidak pernah merasa sekuat ini sebelumnya.</p>
<p>Kehilangan demi kehilangan adalah sebuah garis panjang yang melilit hidupku dan peristiwa Edwin adalah kegagalanku yang kesekian di masa lalu, aku tidak ingin menambah panjang daftar ini lagi. Kau pun mungkin akan pergi seperti dia, Tito. Setelah sekian lama cinta ini dipersembahakan kemudian dia akan lenyap begitu saja tak bersisa, pun hanya sekedar menorehkan namaku.</p>
<p>Edwin, adalah laki-laki yang megetuk pintu hatiku, ketika kerontang sedang memenuhi relung-relungku. Dan disitulah segalanya tumbuh, kepercayaan diriku sebagai seorang perempuan yang berharga dan berarti, berakar dan menguat untuk kemudian menjadi begitu rindang. Tapi segala apa yang telah menjadi besar ternyata belumlah cukup, ia masih bisa begitu saja meninggalkan aku ketika kucoba menceritakan sebuah kebenaran atas masa laluku. Namun aku tidak menyalahkan yang menjadi keputusannya. Siapapun takkan semudah itu sanggup menerima kenyataan, bahwaa aku, calon istrinya, yang akan dinikahinya dengan begitu pasti adalah seorang perempuan yang tidak lagi memiliki kesempurnaan sebagai seorang perempuan. Aku tidak lagi <strong>perawan</strong>.</p>
<p>Edwin pergi seketika dan aku hanya bisa limbung, tanah tempat pohon rindangku longsor sebagian, aku kembali penuh diliputi <strong>kecemasan, ketakutan, keputusasaan</strong>&#8230; masih berhargakah aku sebagai seorang perempuan?</p>
<p><a href="http://hariharisetelahkemarin.wordpress.com/files/2009/12/perempuan.jpg"><img src="http://hariharisetelahkemarin.wordpress.com/files/2009/12/perempuan.jpg?w=300" alt="" title="perempuan" width="300" height="215" class="alignleft size-medium wp-image-1933" /></a>Ketika aku sampai pada titik ini, dimana segalanya mengabur dan aku hanya seorang yang tersesat di ujung jalan gelap dan buntu, maka aku hanya bisa menyanyikan lagu yang penuh dengan kutukan dan makian. Dan dendang itu selalu aku persembahkan kepada seorang laki-laki lain yang tak habis-habis menggulung ingatanku, dengan semacam pedih yang membuntutiku seperti bayang-bayang.<br />
Revan, laki-laki lain itu, sembilan tahun yang lalu, ia tikamkan belati itu, dalam-dalam di antara dua kakiku. Dan dari sana bukan cuma darah yang pecah tetapi juga keutuhanku.</p>
<p>Ia menciumku malam itu, <strong>ciuman</strong> yang bukan pertama, tapi toh aku perempuan dan ia laki-laki. Aku mendengar debur di dadanya, juga debur dalam dadaku, tempat dimana telapak tangannya menyusur perlahan dengan hausnya yang makin memuncak. Ada geletar panas, yang menjadi begitu mengerikan menjalar dari jemarinya merambah ke dalam tubuhku.</p>
<p>Aku tersentak akan cengkeramannya di setiap bagian tubuhku yang tergenggam, memberikan aku kesadaran bahwa gelombang hasrat ini harus segera dihentikan. Perlawananku kemudian adalah suatu kesia-siaan. Jemarinya menelusup paksa dan merenggut kelopak mahkotaku, meraih teratai merah yang tersimpan di dalamnya. Tangkainya patah dan darah mengalir dari sana, membanjiri separuh hatiku yang mati seketika, sementara ia terus menikam-nikam membunuh tiap bagian diriku berulang kali sebelum kemudian ia meledak, dan jiwaku berkeping-keping.</p>
<p>Setajam apapun luka yang diberikan pada <strong>masa laluku</strong>, aku berusaha keras mendandani hatiku. Agar kelak ada hal lebih baik yang bisa kutawarkan pada diriku sendiri. Aku melihat waktu akan terbentang teramat panjang di depanku, kau memaksaku untuk bertaruh atas keberadaanku sebagai manusia, ketika kau tempatkan aku pada posisi ini. Apakah keikhlasan yang akan menang atau kebencian, aku cuma ingin salah satu dari dua kemungkinan itu saja. Namun aku tidak ingin melupakannya, semua yang telah kita tempuhi bersama, sakit dan bahagia itu. Akupun juga ingin utuh dan bulat, aku tidak ingin mati tanpa makna, sudah terlambat untuk surut.</p>
<p>Maka Tito akan kujawab <em><strong>e-mailmu</strong></em>.</p>
<p><em>Compose</em>. Klik!</p>
<p>Ternyata aku punya <strong>harga diri</strong> lebih dari penghargaanku kepada diriku sendiri. Yang sekian tahun tidak pernah aku rasakan. Sekian tahun aku didera oleh kehinaan atas diriku, lalu mencoba meletakkan diriku setinggi-tingginya di pucuk menara orang lain. Tapi tidak di menara milikku yang seharusnya kubangun dari kekuatanku diri.</p>
<p>Bartahun aku mengobati <strong>lukaku</strong> dengan mencoba untuk tidak pernah marah, tetapi menerima dengan penuh kebaikan atas luka- luka yang lain begitu saja. Aku tidak membalut lukaku dengan erat, memberinya obat yang menimbulkan perih sekalian yang kemudian akan mengering. Tapi kubiarkan kuusap dengan penuh <strong>kelembutan</strong> dan <strong>kasih sayang</strong>, seakan kupelihara luka itu dengan sangat baik untuk terus hidup dan tumbuh bersamaku.</p>
<p>Seseungguhnya kau melakukan banyak hal dalam diammu, Tito. Kau menampar-nampar mukaku untuk membuatku terbangun dari cengkeram ini. Kau membuatku punya rasa marah dan menghentakkan bahwa aku harus tidak terima atas penghinaan dari manapun. Kau tahu bagaimana rasanya menjadi berarti? Walau tanpa siapapun yang menegaskan keartian adaku? Inilah artinya, Tito. Aku terus tumbuh dan hidup tanpa <strong>air mata penyesalan</strong> (meski kau tak ada). Aku tak lagi punya ketakutan, tak lagi merasa terbelah, aku merasakan keutuhan ku dan aku <strong>bahagia</strong>.</p>
<p>Jauh di atas pencapaian kebahagiaan itu adalah kesadaranku bahwa kau yang menemukanku. Maka melalui <em>e-mail</em> ini aku ingin mengucapkan terimakasih kepadamu, untuk berbuat hal ini padaku. Kau bisa membayangkan apa jadinya bila kau tidak membuatku marah ketika itu? (Aku menyembunyikan marahku padamu, kau tak tahu, aku lebih marah daripada engkau). Maka aku akan menjadi perempuan yang paling nelangsa, menghabiskan waktuku dengan berurai air mata selama berbulan-bulan tanpa engkau, bahkan mungkin akan memotong nadiku dan berubah menjadi hantu atau mungkin kunikmati saja sekalian ketidakutuhanku dengan bercinta bersama siapapun. Kutunjukkan pada laki-laki&#8230;aku masih saja bisa nikmat meski tidak lagi perawan!</p>
<p>Tapi Tito, bagaimanapun juga aku ingin menjadi baik, walau aku orang yang sangat punya alasan untuk menjadi sebaliknya.</p>
<p>Banyak hal yang membuatku mesti berterimakasih padamu. Juga tentang pertahananmu agar kita saling bercinta. Jangan salah paham akan hal ini, Tito. Aku tidak ingin memanipulasi penilaianmu kepadaku ketika itu, bahwa aku seorang perempuan yang suci. Tapi aku lebih mengkhawatirkan hal yang lain, yaitu kenikmatan yang akan kita rasakan bisa membuatmu lupa untuk sungguh-sungguh memperhitungkan ketidakperawanan ini. Kau terbuai oleh kenikmatan ini. Namun ketika tiba saatnya kita membangun rumah tangga, barulah kau tersadar betapa kau menginginkan hal yang tidak ada padaku itu. Lalu akan timbul sejumlah penyesalan, kenapa dulu kau tidak memperistri seorang yang masih perawan saja? Bisa saja kemudian kau mulai gampang memakiku setiap kali aku punya kekurangan dan kekhilafan sebagai seorang istri, setitik salahku akan begitu cacat di matamu.</p>
<p>Kau melakukan hal yang benar, Tito. Meninggalkan aku saja sekalian dari pada menghiburku dengan kata-kata manis yang sebenarnya untuk dirimu sendiri. Kau bisa memanipulasi cintamu yang sesungguhnya. Kau bersikap sangat sempurna, tinggalkan aku, itu pilihan yang terbaik.</p>
<p>Setidaknya, sampai saat ini kita melakukan banyak hal kebaikan untuk hidup kita kelak, bahwa kita tak pernah memanipulasi sedikitpun yang ada pada hati kita. Inilah makna kejujuran yang paling hakiki, jujur pada diri sendiri. Dan aku yakin, kau akan menemukan jalan pulang, tidak padaku, namun di tempat yang lain.</p>
<p>Atas seluruh hatiku<br />
<em>Primadhesty Chandrasekar</em><br />
<strong>PS.</strong> Aku tidak ingin tidak memaafkanmu. Aku tidak ingin perasaan lembut ini hilang, yang selalu membuatku begitu bahagia. Lukaku akan sembuh, Tito, untukku, untuk kita, apapun ‘kita’.</p>
<p><em>Send</em>. Klik!</p>
<p>6 Agustus 2009<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p><strong>Susy Ayu.</strong> Tinggal di Bekasi. Penulis dan penyair. Karyanya yang kita baca di atas, juga dimuat di majalah <strong>KARTINI</strong> No 2448, Juli 2009.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[lagu perjalanan]]></title>
<link>http://cantingcandrakirana.wordpress.com/2009/12/13/lagu-perjalanan/</link>
<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 14:40:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>cantingcandrakirana</dc:creator>
<guid>http://cantingcandrakirana.wordpress.com/2009/12/13/lagu-perjalanan/</guid>
<description><![CDATA[hujan mengalir, mengisi retak bejana hati dunia berputar, mendendangkan lagu untuk semesta cinta men]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>hujan mengalir, mengisi retak bejana hati<br />
dunia berputar, mendendangkan lagu untuk semesta<br />
cinta menjawab, Tuhan memanggil<br />
laku menghirup sukma, tersurat di udara yang menangis</p>
<p>kemudian manusia berdoa, malaikat berjaga<br />
menunggu janji bahagia di padang surgawi</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bertemu Rangga dalam Nyata]]></title>
<link>http://inayahagustin.wordpress.com/2009/12/13/bertemu-rangga-dalam-nyata/</link>
<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 04:11:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Inayah Agustin</dc:creator>
<guid>http://inayahagustin.wordpress.com/2009/12/13/bertemu-rangga-dalam-nyata/</guid>
<description><![CDATA[Ada satu kisah istimewa yang gue alamin kemarin, persis pas closing acara Jiffest (again!, Jiffest l]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ada satu kisah istimewa yang gue alamin kemarin, persis pas closing acara Jiffest (again!, Jiffest l]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[It's Jiffest Invasion (Part 2)]]></title>
<link>http://inayahagustin.wordpress.com/2009/12/13/its-jiffest-invasion-part-2/</link>
<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 02:19:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>Inayah Agustin</dc:creator>
<guid>http://inayahagustin.wordpress.com/2009/12/13/its-jiffest-invasion-part-2/</guid>
<description><![CDATA[Sambungan dari postingan sebelumnya, perjalanan gue di Jiffest 2009 masih berlanjut. Pas weekdays, g]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sambungan dari postingan sebelumnya, perjalanan gue di Jiffest 2009 masih berlanjut. Pas weekdays, g]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kerja Keras Adalah Energi Kita]]></title>
<link>http://sangpeniru1.wordpress.com/2009/12/12/kerjakerasadalahenergikita/</link>
<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 06:40:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>sangpeniru</dc:creator>
<guid>http://sangpeniru1.wordpress.com/2009/12/12/kerjakerasadalahenergikita/</guid>
<description><![CDATA[Sang Peniru 1 ikut serta menyukseskan saja dengan Shared on &#8230;/12/2009&gt;&gt;&gt; Silahkan Bac]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a title="Kerja Keras Adalah Energi Kita" href="http://sangpeniru1.wordpress.com/">Sang Peniru 1</a> ikut serta menyukseskan saja dengan Shared on &#8230;/12/2009&#62;&#62;&#62; Silahkan Baca Artikel Lomba Yang Berjudul</p>
<div><strong><em><a href="http://4t0s.blogspot.com/search/label/Pertamina%20Peduli%20Lingkungan">Pertamina Peduli Lingkungan</a></em></strong> <a href="http://4t0s.blogspot.com/2009/10/kerja-keras-adalah-energi-kita.html">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a> <a href="http://4t0s.blogspot.com/">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a> <a href="http://4t0s.blogspot.com/search/label/Kerja%20Keras%20Adalah%20Energi%20Kita">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a> <a href="http://4t0s.blogspot.com/search/label/Shared">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a> <a href="http://4t0s.blogspot.com/feeds/posts/default">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a> <a href="http://4t0s.blogspot.com/feeds/2322598639260341171/comments/default">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a><a href="http://4t0s.blogspot.com/2009_10_01_archive.html">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a> <a href="http://4t0s.blogspot.com/2009_11_01_archive.html">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a> <a href="http://4t0s.blogspot.com/2009_12_01_archive.html">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a> <a href="http://4t0s.blogspot.com/2010_01_01_archive.html">Kerja Keras Adalah Energi Kita</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sebuah Pengharapan]]></title>
<link>http://upzhenksakti.wordpress.com/2009/12/11/sebuah-pengharapan/</link>
<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 13:44:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>Naja Raya</dc:creator>
<guid>http://upzhenksakti.wordpress.com/2009/12/11/sebuah-pengharapan/</guid>
<description><![CDATA[Andai aku tidak menuliskan namanya di atas pasir, mungkin nama itu tidak akan hilang terhapus ombak.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Andai aku tidak menuliskan namanya di atas pasir, mungkin nama itu tidak akan hilang terhapus ombak.]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kata-kata Mutiara]]></title>
<link>http://plethukpunyadhani.wordpress.com/2009/12/11/kata-kata-mutiara/</link>
<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 10:14:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>plethukpunyadhani</dc:creator>
<guid>http://plethukpunyadhani.wordpress.com/2009/12/11/kata-kata-mutiara/</guid>
<description><![CDATA[MUTIARA KATA &#8220;&#8230;pabila cinta memanggilmu&#8230; ikutilah dia walau jalannya berliku-liku]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>MUTIARA KATA</p>
<p>&#8220;&#8230;pabila cinta memanggilmu&#8230; ikutilah dia walau jalannya berliku-liku&#8230; Dan, pabila sayapnya merangkummu&#8230; pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu&#8230;&#8221; (Kahlil Gibran)</p>
<p>&#8220;&#8230;kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang&#8221; (Kahlil Gibran)</p>
<p>&#8220;Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta&#8230; terus hidup&#8230; sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan&#8230;&#8221; (Kahlil Gibran)</p>
<p>&#8220;Jangan menangis, Kekasihku&#8230; Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah&#8230; kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan&#8221; (Kahlil Gibran)</p>
<p>&#8220;Aku ingin mencintaimu dengan sederhana&#8230; seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu&#8230; Aku ingin mencintaimu dengan sederhana&#8230; seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada&#8230;&#8221; (Kahlil Gibran)</p>
<p>&#8220;Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini&#8230; pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang&#8221; (Kahlil Gibran)</p>
<p>&#8220;Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai&#8230; Dan, apa yang kucintai kini&#8230; akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai&#8230; dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya&#8221; (Kahlil Gibran)</p>
<p>&#8220;Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku&#8230; sebengis kematian&#8230; Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara&#8230;, di dalam pikiran malam. Hari ini&#8230; aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan&#8230; sekecup ciuman&#8221; (Kahlil Gibran)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lihatlah Dunia dari Sisi yang BERBEDA ]]></title>
<link>http://maricurhat.wordpress.com/2009/12/09/lihatlah-dunia-dari-sisi-yang-berbeda/</link>
<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 12:17:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>maricurhat</dc:creator>
<guid>http://maricurhat.wordpress.com/2009/12/09/lihatlah-dunia-dari-sisi-yang-berbeda/</guid>
<description><![CDATA[Banyak banget orang yang bilang masa remaja itu masa paling SULIT. haha . 100% betul !!! Masa di man]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Banyak banget orang yang bilang masa remaja itu masa paling SULIT. haha . 100% betul !!! Masa di mana kita sering bertempur dengan diri sendiri , perang batin, sering sekali terjadi di mana hati , pikiran dan tindakan itu tidak sejalan. Masa ini masa di mana kita harus menentukan pilihan. Diri ini mau di bawa ke mana , mau jadi apa. Dan di masa ini juga penuh dengan ketakutan,kekhawatiran,kecemasan. Ingin sekali mempunyai impian , tapi takut tidak bisa meraih nya. Woahhh . so COMPLICATED . Belum lagi urusan cinta . Yeah . Tak bisa di pungkiri, masa remaja adalah masa berkenalan dengan yang nama nya CINTA. Semakin menyesak kan dada. haha.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk para orangtua yang memiliki anak remaja atau pun seorang kakak yang memiliki adik remaja, lebih sering lah kalian bertukar pikiran dengan anak-anak atau adik-adik kalian karena kami (para remaja)  benar-benar membutuhkan pengarah, penasihat dan juga pelindung.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami (remaja) , sering merasakan hidup di dunia ini hanya sendiri (menyedihkan). Seolah-olah beban kehidupan ini hanya ditanggung oleh seorang diri.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://maricurhat.wordpress.com/files/2009/12/2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-657" title="Selviana Saefulloh" src="http://maricurhat.wordpress.com/files/2009/12/2.jpg" alt="" width="358" height="478" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Hei para remaja, mulai sekarang tidak perlu lagi merasa seorang diri (ada Selvi) haha.  Dunia itu begitu ramai, mengapa kamu masih merasa sendiri dan kesepian ?Itu karena kita tidak mencoba melihat dunia atau pun diri kita dari sisi yang berbeda. Jika kita menanamkan kerangka berpikir bahwa masa remaja itu adalah masa paling sulit , maka dunia pun akan menciptakan kesulitan-kesulitan yang lain nya untuk kita. Kita harus menjadi pemeran utama dalam kehidupan kita sendiri. Janganlah membiarkan orang lain yang menjadi pengendali dan penguasa diri kita. Tetapi kita lah yang harus menjadi pengontrol dan juga pengatur diri kita. Kita harus menjadi bintang paling bersinar dalam kehidupan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">November kemarin , banyak sekali kejadian-kejadian yang membuahkan pelajaran yang begitu berharga. Salah satu nya adalah &#8230;.</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;">LIHATLAH DUNIA DARI SISI YANG BERBEDA !!!</span></p>
<p style="text-align:justify;">Kehilangan impian (pangeran) itu sangat menyakitkan,  tetapi dari situ aku dapat memahami sesuatu. Tuhan tidak akan memberikan apa yang kita inginkan, tetapi Tuhan akan memberikan akan apa yang kita butuhkan. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Setelah memahami itu, aku mencoba untuk melihat dunia dari sisi yang berbeda dan memahami lagi sesuatu yang sangat penting. Ternyata kebahagiaan itu begitu dekat, kebahagiaan itu ada di dalam diri kita. Kunci nya adalah bersyukur dan ikhlas. Oke mulai sekarang tidak akan ada lagi alasan untuk bersedih. Mulailah belajar untuk menyukai hal yang paling kita tidak suka (matematika) haha .</p>
<p style="text-align:center;">Ayo kita bersama-sama&#8230;</p>
<p style="text-align:center;">Mengubah ke<span style="color:#ff00ff;">sedih</span>an menjadi ke<span style="color:#ff00ff;">bahagia</span>an !!!</p>
<p style="text-align:center;">Mengubah ke<span style="color:#ff0000;">benci</span>an menjadi ke<span style="color:#ff0000;">cinta</span>an .</p>
<p style="text-align:center;">♥♥♥</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
