<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>bahasa &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/bahasa/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "bahasa"</description>
	<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 05:57:42 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[[Share]Kamus Kecil Bahasa Kaskus]]></title>
<link>http://meishka.wordpress.com/2009/11/29/sharekamus-kecil-bahasa-kaskus/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 14:14:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>cimboel</dc:creator>
<guid>http://meishka.wordpress.com/2009/11/29/sharekamus-kecil-bahasa-kaskus/</guid>
<description><![CDATA[Kamus Kecil Bahasa Kaskus ini hanya fiktif belaka dan hanya terjadi di dunia kaskus dan bukan merupa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kamus Kecil Bahasa Kaskus ini hanya fiktif belaka dan hanya terjadi di dunia kaskus dan bukan merupakan opini publik namun opini penulis semata. Adanya kesamaan nama, tempat, kejadian, pendapat hanya kebonengan semata dan bukan secara sengaja. Adanya ketidaksamaan pikiran dan pendapat serta kata-kata/jargon khas kaskus yang tidak dimuat dalam kamus kecil ini dimohon untuk disalurkan melalui tanggapan/reply-an Juragan. Penulis menerima sumbangan pikiran, kritik, saran yang mengarah kepada perbaikan dan penyempurnaan isi kamus. Penulis berharap tidak menerima bata, tanggapan nge-junk atau bahkan cendol ijo sekalipun. Silahkan Juragan menilai dengan jujur bukan dengan hati nurani ! Akhirnya semoga kamus kecil ini bisa bemanfaat khususnya bagi penulis sendiri dan bagi Nubi-nubi yang menggemaskan sekaligus mencemaskan dan mengkhawatirkan. He He He .. [Ane Bikin disclaimer kayak bikin kata pengantar Tugas Akhir ya ?</p>
<p>1.<strong>Boneng</strong> = benar = Ah yang  Boneng ? = Ah Yang benar ?<br />
2.<strong>Kamsudnya </strong>= maksudnya<br />
3.<strong>Trit</strong> = thread = postingan<br />
4.<strong>TS </strong>= Ts = Pencetus / Pembuat trit<br />
5.<strong>Nubi</strong> = Newbie = pendatang baru = kaskuser baru = status otomatis kaskus untuk para anggota baru yang mendaftar namun Newbie juga berlaku untuk anggota lama yang tidak terlalu aktif dalam membuat postingan, menanggapi postingan, atau kaskuser pasif yang hobinya cuma nonton/ngamatin/diem-diem nyumpahin/ngetawain postingan di kaskus.<br />
6.Nubitol = Nubi tolol = ledekan / hinaan / hujatan / kritikan terhadap Nubi yang membuat trit yang ngasal sekaligus ngeselin yang tidak jelas kamsud dan tujuannya.<br />
7.<strong>Agan </strong>= Juragan = kaskuser = sapaan resmi sesama anggota kaskus. Sapaan tidak resmi termasuk Lo,  Loe, Ente, kau, kamu<br />
8.<strong>LanjutGan</strong> ! = plesetan dari Lanjutkan Juragan ! = Lanjutkan Gan !<br />
9.<strong>Nais inpo</strong> = nais inpoh = nice info = info yang bagus<br />
10.<strong>Mimin</strong> = sebutan untuk moderator cewek<br />
11.<strong>Momod</strong> = sebutan untuk moderator cowok<br />
12.<strong>Alay</strong> =<a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2524035"> http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2524035</a><br />
13.<strong>Komen</strong> = komentar = Reply-an = tanggapan = jawaban terhadap trit<br />
14.<strong>Mangstab</strong> = mantap = hebat = Tanggapan Pujian terhadap trit yang mengilhami, memberi informasi baru, membuka wawasan baru sekaligus membuat wacana baru bagi kaskuser yang membacanya.<br />
15.<strong>Sotosop</strong> = sotoysop = photoshop = foto yang dibuat-buat = foto hasil suntingan [edited photo] yang nyaris priceless karena saking banyaknya di kaskus.<br />
16.<strong>Nyimeng</strong> = Nyimenk = nyimak = menyimak : nyimeng dulu = menyimak dulu :  ijin nyimeng = ijin menyimak = ijin membaca trit<br />
17.<strong>Sundul – sundul</strong> = bantu bikin trit terkenal  dengan menggunakan ikon khusus sundul &#8211; sundul<br />
18.<strong>Ngejunk</strong> = nyampah = bikin posting trit dan juga tanggapan/jawaban [reply] trit pake gambar/photo yang gede/panjang = bikin trit tidak jelas kamsud/arah/tujuan-nya = trit sara = trit ngajak berantem, trit fitnah, trit provokasi dll.<br />
19.<strong>Autobanned </strong>= Status kaskuser yang bermasalah<br />
20.<strong>Pertamax </strong>= pertama x = pertama kali = Ekspresi/istilah/sebutan untuk jawaban/tanggapan [reply] yang paling pertama terhadap trit baru = sering diikuti oleh kata-kata keduax, ketigax, ke 4 dst tidak/belum terdaftar. Pertamax biasanya diikuti oleh gambar-gambar, photo-photo nan lucu, heboh, unik dan menggelitik, kadang membuat muak/iri/jeles kaskuser lain yang susahnya minta ampun untuk bisa pertamax.<br />
21.<strong>Page One</strong> = halaman pertama = Putus asa tidak dapat mejeng di pertamax ? Harus cukup puas mejeng di halaman pertama bersama dengan postingan dan tanggapan kaskuser lain. Biasanya halaman pertama ini selain menampilkan trit postingan juga sekitar 20 tanggapan akan mejeng di halaman pertama, tergantung besar tidaknya trit dan tanggapan.<br />
22.<strong>Repsol </strong>= Repost = Memposting/mengulang secara tidak sengaja atau malah disengaja, trit yang judul, tema, foto, gambar, berita, gossip, humor, lawakan yang sebonengnya sudah pernah di posting kaskuser lain sebelumnya [Biasanya dilakukan oleh Kaskuser pendatang baru / Nubi yang terlalu bersemangat untuk berbagi tanpa mengadakan riset terlebih dahulu dengan melakukan pencarian di fasilitas pencarian kaskus].<br />
23.<strong>Bata </strong>= alat resmi (primitif) selain “ikon tahi diatas kepala” yang terdaftar di kaskus untuk yang digunakan para kaskuser untuk saling timpuk, tawuran, candaan yang menjurus pada tindakan kekerasan virtual atau lebih dikenal dengan KDRK [Kekerasan Di Ruang Kaskus]. Bata ini bisa dalam wacana tulis maupun gambar / ikon. Bata bisa pula mempengaruhi reputasi kaskuser. Bisa membuat cendol merah untuk yang mendapatkannya. Bata bisa didapat dengan gratis dan bisa disalahgunakan dengan semena-mena untuk menimpuk dan membuat buruk reputasi kaskuser lain yang tidak disukai karane tulisannya, tingkahnya ataupun barangkali ada yang lempar bata salah sasaran kemudian sembunyikan tangan (lihat cendol). Mudah-mudahan di masa depan kaskus akan menyediakan alat lain yang lebih manusiawi [bukan benda tajam] buat nimpuk kaskuser rese nan ngeselin atau kaskuser yang minta dibata dengan sukarela, semisal tv, kulkas, mesin cuci, printer, meja, kursi, sepeda, motor, mobil, cobek, vocer game, vocer belanja dll, amin ……. ( jaman gene nimpuk pake bata ?!)<br />
24.<strong>Iso</strong> = Status kaskuser berwarna ijo = diidentikkan dengan cendol -lihat cendol-.<br />
25.<strong>Cendo</strong>l = Reputasi kaskuser = Cendol ini merupakan semacam alat/makanan/minuman pelepas dahaga semu [virtual] resmi satu-satunya di kaskus bisa merepresentasikan sebagai reputasi identitas/kepangkatan/kepatutan/kelayakan/kasta dalam dunia kaskus. Cendol abu-abu = identik dengan kaskuser baru, cendol hijau = identik dengan kaskuser yang sudah lama dan banyak berpartisipasi atau kaskuser baru yang mendapat cendol ijo dari yang sudah nyendol ijo, cendol merah = identik dengan kaskuser yang bermasalah kemudian dibata oleh kaskuser lain, Cendol Ijo bisa digunakan sebagai bentuk apresiasi/hadiah/award/anugerah baik antar sesama kaskuser maupun award otomatis yang diberikan karena keaktifan kaskuser dalam mosting [membuat trit] maupun menjawab [reply] trit kaskuser lain, biasanya diberikan setelah postingan mencapai Rp 2000. Apabila pemberian cendol antar sesama kaskuser tidak terkendali (ngasih cendol asal-asalan, karena murah hati, kasihan dll) maka dimasa depan, cendol ijo bisa dijadikan alat tukar atau bahkan mata uang virtual tak resmi kaskus alias illegal cendolling.<br />
26.Roy Sukro = Royani Suryo = Plesetan dari nama ahli telematika terkenal berinisial RS = bahan guyonan/candaan/ledekan/hujatan khas kaskus, lebih banyak divisualisasikan dalam bentuk gambar/photo RS yang telah mengalami suntingan/editan habis-habisan, paling banyak digambarkan/dibuat foto sotosopnya sebagai cewek/cewek jadi-jadian. Gambar/photo khas RS banyak dipakai untuk tanggapan terhadap trit-trit terutama tanggapan pertamax dan page one bahkan untuk nge-junk.<br />
27.Honocoroco = tengok id : honocoroco = Selebritis dadakan kaskus = Kaskus’s Celebrity of The Year 2009. Untuk yang belum mengenal seleb kita ini silahkan gunakan fasilitas pencarian kaskus untuk lebih mengenal honocoroco.<br />
28.<strong>Maho</strong> = Istilah/sebutan/singkatan “sopan” yang menjurus pada hujatan halus. Sering diidentikkan dengan singkatan MAnusia HOmo / Gay / Waria / Banci / Bencong / Kaskuser yang status kelaminnya ga jelas [Maaf bukan niat untuk offensif=Pen]. Maho dalam bahasa tulis banyak digunakan sebagai bahan trit-trit guyonan, candaan, bahkan tanggapan / reply ledekan untuk trit-trit yang menjurus kearah permahoan, dll. Maho juga dapat direpresentasikan dengan ikon khusus “Maho”, gambar manusia ijo yang lucu nan cantik dengan bibir yang tebal/dower dengan bulu mata lentik dan mata yang berkedip-kedip. Berbagai macam ikon Maho bahkan telah dibuat secara independen oleh kaskuser yang amit-amit kreatifnya namun usahanya patut diacungi jempol. Belum ada penyelidikan/sensus resmi secara nyata dan resmi yang mendata orientasi seksual alternative para kaskuser diluar pria dan wanita, karena mungkin masih dianggap tabu untuk dibicarakan atau bahkan bukan gagasan yang cemerlang. Namun kenyataan banyaknya trit / postingan abu-abu, mengindikasikan bahwa mereka ada dan telah menjadi bagian dari warna-warni pelangi kaskus.<br />
29. <strong>TKP</strong> = TeKaPe = Tempat Kejadian Pekara = Tautan/link yang dibuat pembuat trit / penanggap trit yang berhubungan dengan trit/tanggapan yang dibuat. Biasanya TKP ini merupakan sumber langsung dari trit yang di kopas [copy-paste] murni ke kaskus atau kemudian isinya dikurangi, ditambah, dipoles, digosok supaya semakin sip.<br />
30.<strong>Reserved </strong>= Sudah dipesan = sudah diboking = tulisan yang merupakan tanggapan/reply terhadap trit. Bisa dibuat oleh si pembuat Trit sebagai ruang untuk menambah / mengupdate trit nya apabila tulisan tritnya melebihi kuota yang diijinkan [10.000 kata untuk 1 trit]. Atau dibuat oleh penanggap trit yang kebelet pengen pertamax, belum melihat isi, maksud dan tujuan trit, yang penting hajar komen pertamax, simak kemudian.<br />
31. <strong>Hoax </strong>: Berita aspal,<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hoax"> http://en.wikipedia.org/wiki/Hoax</a></p>
<p><a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2632586">http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2632586</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[I call u BEBI tapi kamu IDIOT]]></title>
<link>http://luvaholic9itz.wordpress.com/2009/11/29/i-call-u-bebi-tapi-kamu-idiot/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 13:30:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>luvaholic9itz</dc:creator>
<guid>http://luvaholic9itz.wordpress.com/2009/11/29/i-call-u-bebi-tapi-kamu-idiot/</guid>
<description><![CDATA[Katanya People talk in different language more over man and woman, dan seringnya mereka ehh maksudny]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Katanya People talk in different language more over man and woman, dan seringnya mereka ehh maksudnya perempuan en laki jadi miskomunikasi karena gegayaan pake telepati. Roaming gilak..!!! kagak ngerti lha, mana bisa baca pikiran situ, situ kira sini dukun apa..!!</p>
<p>Pernah terjadi kah antara dirimu dan si dia <em>*dia sapa..?? ntah lah*</em> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  soal bertelepati ria, padahal mending teletubbies bisa berpelukan wkwkwkwk <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> <!--more--></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://luvaholic9itz.wordpress.com/files/2009/11/cartoon-baby-girl.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-970" title="cartoon-baby-girl" src="http://luvaholic9itz.wordpress.com/files/2009/11/cartoon-baby-girl.jpg" alt="" width="345" height="221" /></a></p>
<p>Menurut pengamatan diriku <em>*kalu g setuju ya g maksa*</em> Seringnya yang demen bertelepati ini kaum wanita, berharap bisa dibaca enggak taunya yang dharepin idiot luar biasa.</p>
<p>Sialnya it happens especially for me it happens a lot malah, diriku terbiasa bicara embulet ndak jelas. Pake bahasa wanita yang mau B bilang A mau C bilang B dan seringnya ehh ralat selalu yang jadi lawan maennya <em>*ampun dah lawan maen, aahahhaha <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> *</em> adalah mereka yang ra mutu bahasa wanita blassss.</p>
<p>Ini penyakit ato kutukan, mbohhh juga enggak ngerti. Rasanya aneh en enggak enak buangke kalu ngomong langsung mak-jleb tepat sasaran. Kuq ya enggak indah, tapi seringnya gara2 penyakit embulet ini diriku sering jadi misuh misuh sendiri sama pasangan <em>*kalu lagi punya*</em> lantaran yang diajak telepati selalu dudul tingkat tinggi.</p>
<p>Diriku udah berusaha mengurangi kutukan ini, tapi karena belom mandi kembang tengah malam. Ni kutukan belom sepenuhnya ilang, so when i call u bebi try a little bit harder to understand me. <em>*mauk enak sendiri.. ahahha <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> *</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bahasa Malaysia yang Konyol¿]]></title>
<link>http://oeqie.wordpress.com/2009/11/29/bahasa-malaysia-yang-konyol%c2%bf/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 04:41:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>oeqie</dc:creator>
<guid>http://oeqie.wordpress.com/2009/11/29/bahasa-malaysia-yang-konyol%c2%bf/</guid>
<description><![CDATA[Indonesia : menteri hukum dan ham Malaysia : menteri tuduh menuduh Indonesia : menteri agama Malaysi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Indonesia : menteri hukum dan ham<br />
Malaysia : menteri tuduh menuduh<br />
Indonesia : menteri agama<br />
Malaysia : menteri tak berdosa (oh..please!)<br />
Indonesia : angkatan darat<br />
Malaysia : laskar hentak-hentak bumi<br />
Indonesia : &#8220;pasukaaan bubaar jalan!&#8221;<br />
Malaysia : &#8220;pasukan cerai berai! (oh my goosshh!)<br />
Indonesia : merayap<br />
Malaysia : bersetubuh dengan bumi (jangan gila dwoonk)<br />
Indonesia : rumah sakit bersalin<br />
Malaysia : hospital korban lelaki (bener juga sih..hahaha)<br />
Indonesia : departemen pertanian<br />
Malaysia : departemen cucuk tanam (yuuk mari!)<br />
Indonesia : satpam/security<br />
Malaysia : penunggu maling (wkekeke..maling doank yang ditungguin)<br />
Indonesia : imut-imut<br />
Malaysia : comel benar (beeh gak jelas!?)<br />
Indonesia : joystick<br />
Malaysia : batang senang (wkakakak..dari dolo ini yang bikin paling ngakak)<br />
Indonesia : tidur siang<br />
Malaysia : petang telentang<br />
(telentang? gak ada tengkurep2nya po?)<br />
Indonesia : chatting<br />
Malaysia : bilik berbual (wkekekek..bener juga ya! tempat para pembual)<br />
Indonesia : dokter ahli jiwa<br />
Malaysia : dokter gila (jadi yang sebenernya gila sapa to? hehehe..)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bahasamu Bahasaku]]></title>
<link>http://wahyuatcmanado.wordpress.com/2009/11/29/83/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 00:01:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Wahyu</dc:creator>
<guid>http://wahyuatcmanado.wordpress.com/2009/11/29/83/</guid>
<description><![CDATA[Teman-teman sekalian, sesuai judul, Bahasamu Bahasaku, kali ini saya akan memberikan tips bagaimana ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Teman-teman sekalian, sesuai judul, <strong>Bahasamu Bahasaku</strong>, kali ini saya akan memberikan tips bagaimana kita bisa mengetahui dan menggunakan bahasa asing dari beberapa negara di belahan dunia yang fana ini <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Ya, lagi-lagi tidak ada hubungannya dengan penerbangan, tapi silahkan dihubungkan sendiri deh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Saya yakin saat ini sudah banyak yang mengetahui tips ini, namun saya yakin juga masih banyak yang belum tahu, termasuk beberapa teman ATC saya. Tips ini seringkali saya gunakan ketika saya berkumpul di suatu <em>chat room</em> yang isinya orang-orang dari berbagai negara, salah satunya adalah ketika bermain <a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Special%3ASearch&#38;search=zynga+poker&#38;go=Go" target="_blank">zynga poker</a> di <a href="http://facebook.com" target="_blank">facebook</a>. Suatu ketika saya bermain dengan salah satunya adalah orang Belanda hingga dia mengatakan &#8220;<em>lui spelen weer geen geluk</em>&#8220;. Saya lihat chip-nya habis (chip adalah koin yang digunakan dalam poker), tetapi apa yang dia katakan? Jangan-jangan berkata jelek terhadap saya. Lantas bagaimana cara saya mengetahui si bule tadi ngomong apa?? Simak tips berikut..</p>
<p style="text-align:center;">
<div id="attachment_82" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://wahyuatcmanado.wordpress.com/files/2009/11/translate.jpg"><img class="wp-image-82    " title="translate" src="http://wahyuatcmanado.wordpress.com/files/2009/11/translate.jpg?w=300" alt="" width="300" height="98" /></a><p class="wp-caption-text">Google Translate</p></div>
<ol>
<li>Buka kamus sesuai orang tersebut berbicara dengan bahasa apa. Tips ini berlaku jika Anda punya kamus dari seluruh dunia dan yang lebih penting Anda mau bercapek-capek mencari di kamus <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</li>
<li>Bagi Anda yang tdak punya kamus seperti nomor 1, atau jika Anda masuk dalam kategori orang di nomor 1 yang sudah frustasi dengan kamus Anda <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> , kabar baik untuk Anda, biarlah google yang melakukan penerjemahan untuk Anda. Buka google translate melalui <a href="http://translate.google.com" target="_blank">link ini</a>.</li>
<li>Anda akan dihadapkan sebuah halaman translate. Dari sini sebenarnya saya yakin Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan. Tapi demi formalitas <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , saya akan lanjutkan menulis. Sekarang copy apa yang diucapkan si bule dan paste di kotak kosong tempat mengisi teks.</li>
<li>Pilih arah terjemahan dari bahasa yang digunakan si bule, dalam hal ini saya tahu dia bule dari Belanda maka saya pilih Dutch menuju bahasa Indonesia tercinta, diikuti [enter] atau klik translate. Dan <em>voila!!</em> saya dapatkan artinya bahwa si bule sudah tidak mau bermain lagi karena sedang tidak beruntung.</li>
<li>Namun bagaimana jika Anda tidak tahu bule tersebut menggunakan bahasa apa? Tenang, pada arah translate masukkan Detect language di kolom sebelah kiri, dan bahasa Anda di sebelah kanan.</li>
<li>Untuk menjawab, Anda tidak perlu beberapa klik untuk membalikkan arah terjemahan dari Indonesian ke Dutch. Cukup 1 kali klik di tulisan swap, arah terjemahan akan otomatis bertukar tempat.</li>
<li>Selanjutnya saya tuliskan, &#8220;jangan menyerah, habiskan semua chip anda&#8221;, klik translate dan <em>voila!!</em> saya dapatkan kalimat yang pas untuk menjawab si bule.</li>
<li>Copy hasil translate dan paste di chat box, dan si bule pun tersenyum.</li>
</ol>
<div id="attachment_88" class="wp-caption alignleft" style="width: 229px"><a href="http://wahyuatcmanado.wordpress.com/files/2009/11/orutan.jpg"><img class="size-full wp-image-88" title="orutan" src="http://wahyuatcmanado.wordpress.com/files/2009/11/orutan.jpg" alt="" width="219" height="144" /></a><p class="wp-caption-text">No comment <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p>Tips ini juga bisa Anda gunakan untuk menterjemahkan suatu web ke bahasa Anda, atau untuk menterjemahkan dokumen yang Anda miliki ke bahasa Anda asalkan bahasa Anda termasuk bahasa yang diakomodasi oleh google translate. Impelemntasinya bisa dilihat di kanan atas halaman ini, Anda melihat beberapa lambang bendera untuk menterjemahkan halaman ini sesuai bahasa yang Anda pilih. Bisa juga untuk bergaya mengisi status Anda di facebook dan membuat teman Anda bingung <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . (Namun jangan tanya saya apakah bahasa Banyuwangi (bahasa osing) atau Jawa bisa diterjemahkan atau tidak, yang jelas sejauh ini google translate belum mengakomodasi bahasa-bahasa tersebut <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ). Semoga bermanfaat!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[JURNALISME SASTRAWI – ANTOLOGI LIPUTAN MENDALAM DAN MEMIKAT]]></title>
<link>http://xavierbook.wordpress.com/2009/11/28/jurnalisme-sastrawi-%e2%80%93-antologi-liputan-mendalam-dan-memikat/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 22:12:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>charlesroring</dc:creator>
<guid>http://xavierbook.wordpress.com/2009/11/28/jurnalisme-sastrawi-%e2%80%93-antologi-liputan-mendalam-dan-memikat/</guid>
<description><![CDATA[Penyunting : Andreas Harsono dan Budi Setiyono Harga : Rp 64.000,- Pesan Buku ini Tebal : 324 halama]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Penyunting : Andreas Harsono dan Budi Setiyono Harga : Rp 64.000,- Pesan Buku ini Tebal : 324 halama]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Status]]></title>
<link>http://ashreew.wordpress.com/2009/11/26/status/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 05:13:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ashree W.</dc:creator>
<guid>http://ashreew.wordpress.com/2009/11/26/status/</guid>
<description><![CDATA[Menjamurnya situs social networking kini menjadi sebuah fad. Maaf, saya belum bisa menjamin hal ini ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menjamurnya situs social networking kini menjadi sebuah fad. Maaf, saya belum bisa menjamin hal ini ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bakeri Holan dan Toko Niuselan]]></title>
<link>http://spektrumku.wordpress.com/2009/11/26/bakeri-holan-dan-niuselan/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 00:05:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>Yari NK</dc:creator>
<guid>http://spektrumku.wordpress.com/2009/11/26/bakeri-holan-dan-niuselan/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, saya melihat salah satu judul berita olahraga di salah satu media surat kab]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://spektrumku.wordpress.com/files/2009/11/foreign_language.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1580" title="foreign_language" src="http://spektrumku.wordpress.com/files/2009/11/foreign_language.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a>Beberapa hari yang lalu, saya melihat salah satu judul berita olahraga di salah satu media surat kabar, di situ dikatakan&#8221;Speedy Tour d&#8217;Indonesia sudah dimulai&#8221;. Setelah membaca judul berita itu saya sempat bingung sendiri, ini &#8220;T<em>our d&#8217;Indonesia</em>&#8221; ini bahasa apa ya?? Kalau mau Bahasa Perancis seharusnya &#8220;<em>Tour d&#8217;Indonésie</em>&#8221; seperti halnya &#8220;<em>Tour de France</em>&#8220;, lomba balap sepeda di Perancis yang paling bergengsi di dunia itu.  Kalau Bahasa Inggris seharusnya adalah &#8220;<em>Tour of Indonesia</em>&#8220;, kalau Bahasa Indonesia seharusnya adalah &#8220;Tur Indonesia&#8221;. Hmm&#8230; benar-benar nggak jelas, seperti biasa orang Indonesia memang paling jago kalau mencampurbaurkan bahasa, masa bodoh deh kalau tata bahasa dan perbendaharaan katanya salah, yang penting kelihatan gaya dulu!</p>
<p>Tetapi ada lagi yang lebih menggelikan lagi! Sekitar satu setengah dasawarsa lalu, ketika itu pemda DKI Jakarta (kalau nggak salah itu peraturan pemda DKI deh&#8230;) mengharuskan segala nama toko ataupun usaha-usaha lainnya terutama usaha-usaha kecil,yang kebanyakan tidak menggunakan merk yang terdaftar, dilarang menggunakan nama asing untuk nama bisnisnya. Jadinya, jadilah nama-nama yang menggelikan dan nanggung abis! Holland Bakery dipaksa berubah menjadi Bakeri Holan sementara toko New Zealand yang dulu berada di dekat rumah saya berubah menjadi toko Niuselan. Kenapa nggak sekalian aja diubah menjadi &#8220;Toko Kue atau Toko Roti Belanda&#8221; atau toko &#8220;Selandia Baru&#8221; sekalian! Kan lebih Indonesia lagi kan?? Tapi anehnya, ada juga toko  yang menggunakan nama asing tapi selamat dan tidak perlu mengubah nama tokonya, salah satunya adalah Mon Ami Bakery yang dulu kalau nggak salah tokonya ada di sekitar daerah Melawai deh. Mon Ami Bakery hanya berubah sedikit menjadi Bakeri Mon Ami. Padahal, Mon Ami itu juga bahasa asing, yaitu Bahasa Perancis yang artinya (dalam Bahasa Inggris) adalah &#8220;My Friend&#8221;. &#8220;Mon Ami&#8221; ini dibacanya adalah &#8220;Mong Nami&#8221; (<strong>catatan:</strong> bunyi sengau Perancis pada kata &#8220;mon&#8221; sebenarnya berbeda dengan &#8220;mong&#8221;, tetapi kalau di-Indonesia-kan, ya kurang lebih seperti itulah!). Jadi seharusnya Mon Ami Bakery kalau konsisten harus di-Indonesia-kan, maka seharusnya adalah menjadi &#8220;Bakeri Mong Nami&#8221;. Sungguh tebang pilih yang menyedihkan. Atau para aparat pemda itu tidak mengetahui bahwa &#8220;Mon Ami&#8221; itu juga bahasa asing?? Atau ada kriteria tersendiri bahasa asing yang bagaimana yang harus di-Indonesia-kan pada waktu itu??</p>
<p>Apapun alasannya, meng-Indonesia-kan semua nama bisnis yang berbau asing dengan dalih untuk lebih mencintai bahasa Indonesia dan juga agar kita lebih dapat berbahasa Indonesia yang baik dan benar adalah sesuatu yang menggelikan! Ibaratnya agar kita dapat lebih lancar dan mahir dan lebih mencintai sepakbola kita dilarang atau dibatasi untuk bermain tenis! Apa hubungannya??????? Kalau kita ingin lebih mencintai dan lebih mahir dalam bermain sepakbola ya tentu kita harus terus berlatih sepakbola! Begitu juga untuk agar kita lebih mencintai Bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan baik dan benar tentu kita harus lebih melatih menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan bukan dengan membatasi penggunaan bahasa asing!! Nah, jadi kesimpulannya mudah-mudahan aparatur-aparatur pemerintahan kita di masa mendatang, kalau mau membuat aturan pelarangan ini itu, dalam bentuk apapun, sebaiknya buatlah peraturan pelarangan yang benar-benar jitu tapi tetap produktif, j<span style="text-decoration:line-through;">angan seperti MUI sekarang, yang bukannya mengeluarkan fatwa buat para markus pengadilan malah buat fatwa tentang film &#8220;2012&#8243; yang halaaah dampaknya pada rakyat kita nggak signifikan itu</span>!! Eh, kalimat terakhir yang dicoret itu nggak ada hubungannya ya?? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nasib baik]]></title>
<link>http://ashbello.wordpress.com/2009/11/25/nasib-baik/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 12:57:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>leeashroe</dc:creator>
<guid>http://ashbello.wordpress.com/2009/11/25/nasib-baik/</guid>
<description><![CDATA[Ayah aku jenis sabar orangnya. Tak kira berapa ramai orang nak lingkupkan kedai ayah aku yang bukanl]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ayah aku jenis sabar orangnya. Tak kira berapa ramai orang nak lingkupkan kedai ayah aku yang bukanlah seempayar mana pun, nak jatuhkan ayah aku, nak porakkan hidup ayah aku, nak jadikan ayah aku sakit, nak guna bomoh hebat untuk gulingkan ayah aku.</p>
<p>Ayah tetap jawab, &#8221; Biar Tuhan saja balas.&#8221;</p>
<p>Nasib baik, aku anak ayah.<br />
Nasib baik, dalam ake &#8216;nerd&#8217; macam ayah aku, dalam aku degil macam ayah aku, dalam aku kampung macam ayah aku, dalam aku ego macam ayah aku, aku juga baik hati macam ayah aku.</p>
<p>Kau tahu apa paling aku menyampah?</p>
<p>Orang larikan diri daripada tanggungjawab. Kau hempuk kerja kau dekat Daus, kau susah kan Daus, aku susah hati. Daus, walau tak pernah treat aku macam kawan, aku treat dia macam kawan. Kau, in the first place memang sekadar nak nama, nak glamour, sekarang kau hempuk tugas dekat orang. Aku tahu Daus marah, marah kau. Aku rasa dia marah aku jugak, sebab aku biarkan engkau buat dia macam ni. Aku paling sedih kalau kawan aku sendiri marah dekat aku.</p>
<p>I have tried again and again to make things work between us, but now I can&#8217;t stand anymore.</p>
<p>We seriously have no chemistry.</p>
<p>Aku yang baik hati dah malas nak jadi naive dan pretend kau dengan aku boleh duduk side by side. Aku tak pernah marah kau, sebab aku macam Ayah. Aku tak nak Tuhan balas kau ke apa, mana boleh doakan keburukan orang lain kan. Aku faham kau ada masalah, tapi kau fikir orang lain tak ada? Kau fikir aku, Daus dan all the rest duduk rumah goyang kepala saja? Learn to deal with your issues. Again, I have no right to judge you. I just hope, you and your family are fine and that you guys will be able to get through anything that is bothering you guys. I just hope &#8211; no I pray for you guys, for you especially, that God will help you out, to be a better person.</p>
<p>So, next time, aku tak tegur kau harap kau faham la aku memang malas nak jadi &#8216;kawan&#8217; kepada orang yang aku tak suka. Aku dah penat jadi kawan untuk semua orang.</p>
<p>Leave me alone. with my small group of friends. Sombong? Kiss my yellow arse.</p>
<p>As for now,</p>
<p>Detachment&#8230;Eliminating away, the hatred.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Fakta tentang Bahasa Inggris]]></title>
<link>http://faktamorgana.wordpress.com/2009/11/25/fakta-tentang-bahasa-inggris/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 08:19:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>faktamorgana</dc:creator>
<guid>http://faktamorgana.wordpress.com/2009/11/25/fakta-tentang-bahasa-inggris/</guid>
<description><![CDATA[Apakah Anda berpikir Anda tahu banyak mengenai bahasa Inggris? Simaklah sejumlah fakta menarik menge]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Apakah Anda berpikir Anda tahu banyak mengenai bahasa Inggris? Simaklah sejumlah fakta menarik mengenai bahasa Inggris berikut:</p>
<p>1.  ‘Stewardesses’ adalah kata terpanjang yang dapat diketik di keyboard hanya dengan menggunakan tangan kiri Anda. Sedangkan untuk tangan kanan, ‘lollipop’ adalah yang terpanjang.</p>
<p>2. Tidak ada kata dalam bahasa Inggris yang bersajak/berima dengan ‘month’, ‘orange’, ‘silver’, ‘purple’, ‘angst’ and ‘scalp’.</p>
<p>3.  ‘Dreamt’ adalah satu-satunya kata bahasa Inggris yang berakhir dengan huruf ‘mt’.</p>
<p>4. Kalimat ‘The quick brown fox jumps over the lazy dog’ menggunakan setiap huruf yang ada dalam abjad.</p>
<p>5. Kata ‘racecar’, ‘kayak’ dan ‘level’ dapat dibaca bolak-balik dari kiri ke kanan ataupun dari kanan ke kiri.</p>
<p>6. Hanya ada empat kata dalam bahasa Inggris yang berakhir dengan suku kata ‘dous’, yaitu: ‘tremendous’, ‘horrendous’, ‘stupendous’ dan ‘hazardous’</p>
<p>7. Ada dua kata dalam bahasa Inggris yang menggunakan kelima huruf hidup secara berurutan (a, e, i, o, u), yaitu: ‘abstemious’ dan ‘facetious’.</p>
<p>8.  ‘Typewriter’ adalah kata terpanjang yang dapat diketik menggunakan huruf-huruf yang terdapat pada satu baris tombol keyboard (baris QWERTY).</p>
<p>9. Huruf yang paling sering dipakai dalam bahasa Inggris adalah huruf ‘e’. Ini merupakan fakta baik dalam penggunaan bahasa Inggris secara umum, dalam karya fiksi dan non-fiksi, jurnalisme, kitab suci dan bahkan kode Morse</p>
<p>10. Untuk huruf konsonan, huruf yang paling sering dipakai adalah huruf ‘t’.</p>
<p>11. Huruf yang paling sedikit digunakan dalam bahasa Inggris adalah ‘q’ – bukan ‘z’.</p>
<p>12. Lima huruf yang paling sering muncul sebagai huruf pertama dalam kata bahasa Inggris – secara berurutan – adalah ‘t’, ‘o’, ‘a’, ‘w’ dan ‘b’.</p>
<p>13. Hampir setengah dari seluruh kata bahasa Inggris diakhiri oleh huruf ‘e’, ‘t’, ‘d’ dan ‘s’.</p>
<p>14. ‘The’ adalah kata yang paling sering digunakan dalam bahasa Inggris. Bila Anda tidak percaya, cobalah berbicara dalam bahasa Inggris standar yang benar selama 5 menit tanpa menggunakan kata ‘the’.</p>
<p>Oleh : <strong>Immanuel Antonius</strong> dan <strong>Wijaya Bayu Al Huda</strong><br />
Sumber : bahasainggris.net</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Idea is Butterfly in Your Mind]]></title>
<link>http://akusukamenulis.wordpress.com/2009/11/25/idea-is-butterfly-in-your-mind/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 05:18:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>akusukamenulis</dc:creator>
<guid>http://akusukamenulis.wordpress.com/2009/11/25/idea-is-butterfly-in-your-mind/</guid>
<description><![CDATA[    Ketika sebuah ide datang, maka ia ibarat kupu-kupu yang hinggap di otak kita. Kita harus cepat-c]]></description>
<content:encoded><![CDATA[    Ketika sebuah ide datang, maka ia ibarat kupu-kupu yang hinggap di otak kita. Kita harus cepat-c]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Yang Aku Tulis, Yang Engkau Baca]]></title>
<link>http://khayalkhayal.wordpress.com/2009/11/24/short-cut/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 04:45:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Najwa Aiman</dc:creator>
<guid>http://khayalkhayal.wordpress.com/2009/11/24/short-cut/</guid>
<description><![CDATA[Masih ada lagi orang marah dengan &#8220;A&#8217;KUM&#8221; ek? Adoi laaa&#8230; Pernah gak membebel]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><img class="alignright" src="http://lh5.ggpht.com/_58AHIvJGD4A/RcHlNikJU4I/AAAAAAAAABY/glQa0ZC8OZE/s400/07.JPG" alt="" width="278" height="320" />Masih ada lagi orang marah dengan <em><strong>&#8220;A&#8217;KUM&#8221;</strong></em> ek? Adoi laaa&#8230; Pernah gak membebel panjang lebar pasal ni dalam blog KháYáL lama yang dah ghaib tu. Malas nak tulis balik. Anyways, ringkas tu kekadang bagus, kan? Kekadang laaa&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Apa-apa hal pun, saja nak sentuh semula. Sentuh je&#8230; tak pegang pun&#8230; alahai&#8230; Kalau kita baca ayat <em>&#8220;&#8230;ikan, sayur, dll&#8230;&#8221;</em> maka bunyi baca kita macam mana ek? Gini kut? <em>&#8220;&#8230;ikan, sayur, <strong>delllllellll</strong>&#8230;&#8221;</em>. Tak percaya? Tanya dia orang yang marah sangat pasal <em>&#8216;a&#8217;kum&#8217;</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau baca ayat <em>&#8220;&#8230;ribut taufan dsb&#8230;&#8221;</em> maka bunyi baca dia orang <em>&#8220;&#8230; ribut taufan <strong>dessssseb</strong>&#8230;&#8221; </em>kan? Kan? Bukan ke? Kalau baca ayat <em>&#8220;&#8230; mati krn mabuk di jln raya&#8230;&#8221;</em> maka dia orang akan baca <em>&#8220;&#8230; mati <strong>krrrrrrnnn</strong> mabuk di <strong>jellllnnnnenn</strong> raya&#8230;&#8221;</em> Bukan juga? Kalau <em>&#8220;&#8230;smpekn slm kat dia&#8230;&#8221;</em> bunyi baca dia orang bukan ke <em>&#8220;&#8230;<strong>smmmm-peik-nnn sellll-mmm</strong> kat dia&#8230;&#8221;</em>? Bukan ek?</p>
<p style="text-align:justify;">Setengah orang memang dilahirkan dengan kecacatan BNF. Bukan&#8230; bunyinya bukan <em><strong>&#8220;be-nnn-fff&#8221;</strong></em> laaa&#8230; BNF tu ialah &#8216;Brain-Not-Functioning&#8217;. Ya! Memang aku baru aja reka istilah ni! Merujuk kepada mereka yang tak tahu bezakan antara tulisan dan bacaan. Simptom penyakitnya ialah bila membaca pakai tangan dan menulis pakai mulut, dan kedua-dua perbuatan tu depa tak pernah pakai otak. Kalau penyakit ni tak wujud, maka eloklah sekarang ni diwujudkan. Tak percaya? Tanya dia orang yang marah sangat pasal <em>&#8216;<strong>a&#8217;kum</strong></em><em>&#8216;</em> tu&#8230; eheks&#8230; Sanggup tu pergi cari isitilah Yahudi tentang &#8216;<strong>AKUM</strong>&#8216;. Tapi kurang tepat&#8230; adoi laaa&#8230; Tak nak try komen pasal <a href="http://www.theapplicationhome.com/" target="_blank">TAHI</a> pula? By the way, the next time kau orang nampak perkataan <em><strong>&#8220;dewa&#8221;</strong></em>, jangan sebut! Kau orang tahu tak apa maknanya tu??? Ekekekeke&#8230; eheks&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[twitter problemo!]]></title>
<link>http://blueskyblue.wordpress.com/2009/11/24/twitter-problemo/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 04:10:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>Allison Nakamura</dc:creator>
<guid>http://blueskyblue.wordpress.com/2009/11/24/twitter-problemo/</guid>
<description><![CDATA[it&#8217;s in Bahasa Indonesia. yang gak ngerti skip aja. kan jmu&#8217;at kemaren itu gue ganti pas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>it&#8217;s in Bahasa Indonesia. yang gak ngerti skip aja.</p>
<p>kan jmu&#8217;at kemaren itu gue ganti password di <a href="http://twitter.com/watanukiholic/">twitter saya</a> yang abis di hack. nah parahnya saya lupa reg ulang di <a href="http://www.three.co.id/twitter/">twitpaketri</a>.<br />
jadinya apdetan saya sampai kemaren gak masuk. hiks.</p>
<p>trus saya nyoba reg ulang dengan password baru. eh tetep ga masuk juga.<br />
padahal udah delivered statusnya.</p>
<p>jadi saya mau ganti lagi nih. kjalo gak. yaaa terpaksa bikin baru.</p>
<p>*mau nangis*</p>
<p>wish me luck ya :&#8217;(</p>
<p><strong>[ EDIT ]</strong><br />
udah bener *guling2*<br />
ternyata gak boleh ganti password hahaha<br />
parah pisan tri euy XD</p>
<p>yo uwis lah. yang penting udah bener. Alhamdulillaaah <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Orang Yang Selalu Menempati Ucapannya]]></title>
<link>http://intansafitria.wordpress.com/2009/11/24/orang-yang-selalu-menempati-ucapannya/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 04:03:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>intansafitria</dc:creator>
<guid>http://intansafitria.wordpress.com/2009/11/24/orang-yang-selalu-menempati-ucapannya/</guid>
<description><![CDATA[Begitu indahnya hamparan bumi. Udara yang terus memberi oksigin kehidupan. Tak pernah terbatas bagi ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Begitu indahnya hamparan bumi. Udara yang terus memberi oksigin kehidupan. Tak pernah terbatas bagi manusia. Angin bertiup setiap pagi dengan sejuk, menciptakan kelembutan dalam kehidupan. Burung-burung berkicau, dan binatang lainnya, berkerjaran dan semuanya menandakan adanya kehidupan.</p>
<p><a href="http://intansafitria.wordpress.com/files/2009/11/janji.jpeg"><img class="aligncenter size-full wp-image-155" title="janji" src="http://intansafitria.wordpress.com/files/2009/11/janji.jpeg" alt="" width="225" height="168" /></a></p>
<p>“Siapa yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa (jasad mereka yang sudah hancur itu)? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui”. (Al-Qur’an, Yaasin : 81).<!--more--></p>
<p>Subhanallah. Alangkah besar kekuasaan Allah Azza Wa Jalla. Umar Ibn Khattab r.a. berkata , “Demi Allah, sekiranya tidak ada hari Kiamat,niscaya keadaan seperti yang kalian saksikan”. Maksdunya, apa yang dikatakan Umar Ibn Khattab r.a. itu, seandainya tidak ada hari kebangkitan, tentu yang kuat akan memangsa yang lemah, orang-orang zalim akan merajalela, dan para tiran akan berubat angkara murka. Mereka akan terus melakukan kerusakan di muka bumi, tanpa henti-hentinya. Karena, mereka mengira bahwa segala perbuatan mereka, tanpa mendapatkan ganjaran. Tapi, kelak sesudah hari kebangkitan di akhirat, tidak ada manusia yang tidak mendapatkan balasan. Semuanya, mendapatkan balasan, sesuai dengan amal yang telah mereka kerjakan selama di bumi ini. Tak terlepas para tiran yang durjana dan orang-orang zalim, mereka tak akan terlepas dari hukuman dari Allah Azza Wa Jalla.</p>
<p>Hai orang yang lupa daratan, bayangkan dirimu berdiri<br />
di hari kiamat, sementara langit berguncang dahsyat,<br />
jika dikatakan Nuruddin datang sebagai muslim,<br />
waspadalah jika kamu datang tanpa punya cahaya,<br />
kamu jauhi  c awan arak, enggan mereguknya,<br />
tapi ‘cawan-cawan haram’ yang lain tetap beredar sekelilingmu.</p>
<p>Kapan engkau akan menghisab dirimu, yang sudah penuh dengan lumuran dosa, dan pengadilan (hisab) dari Allah Rabbul alamin, pasti akan tiba. Tidak ada satupun manusia di alam raya ini, nanti dapat selamat dari pengadilan dan janji Allah Rabbul Aziz ini.</p>
<p>Nabi Ibrahim suatu hari melihat bangkai seekor hewan yang mati di tepi pantai dan dimakan binatang buas. Ia memperhatikannya dengan penuh keheranan. “Bagaimana Allah akan mengembalikan bentuknya pada hari kiamat , kalau dia sudah dimakan binatang buas dan burung liar?”.<br />
“Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata, “Ya Tuhanku, perhatikanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati’. Allah berfirman, Belum percayakah engkau?’ Dia (Ibrahim) menjawab, Aku percaya, tetap agar hatiku (tenang) mantap”. Al-Baqarah, 260)</p>
<p>Hai orang yang ragu akan kekuasaan Allah. Hai oran yang meragukan kebangkitan. Tunggu saja saatnya Allah membangkitkan seluruh manusia dari pertama hingga terakhir, ketika Dia menyeru untuk menghadapi hari yang tidak diragukan. “Pada hari itu mereka mengikuti (panggilan) penyeru (malaikat) tanpa berbelok-belok (membantah)”. (Thaha : 108)</p>
<p>Sungguh! Tidak ada gunanya kekayaan<br />
Ketika napas tersengal di dada.</p>
<p>Itulah bait dari karya Hatim ath-Tha’i, dermawan Arab yang kerdermawanannya tidak berguna bagi dirinya, sebab ketika hidup ia tidak melakukan persiapan-persiapan guna menghadapi saat menjelang datangnya kematian. Adi bin Hatim bertanya kepada Rasulullah shallahu alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah. Ayahku dahulu senantiasa memuliakan para tamu, meringankan beban orang lain, dan membantu menegakkan kebenaran. Lalu, jawab Rasulullah, “Tidak! Ayahmu dulu mengharapkan sesuatu dan ia telah mendapatkannya”, ucap Rasulullah.</p>
<p>Maksud bait syair Hatim diatas adalah , demi Allah, tidak berguna kekayaan, kedudukan, ataupun pangkat, apabila dada sudah sesak, dan nyawa sudah didekat kerongkongan, dan sakaratul mau telah menjemput. Semuanya pupus.</p>
<p>Umar jujur dalam do’anya. Sesampainya di Madinah, sebagian shahabat berkata, “Wahai Amirul Mukminin, anda berharap mati syahid di Madinah?! Orang yang menginginkan mati syahid mestinya pergi medan pertempuran”, ucap seorang shahabat. “Begitulah aku bermohon. Semoga Allah mengabulkan permohonanku itu, jawab Umar.</p>
<p>Pada suatu malam, Umar bermimpi seakan seekor ayam kalkum mamatuknya tiga kali. Beliau lantas menanyakan mimpi itu kepda orang-orang yang ahli menakwil mimpi. Mereka memeritahunya, “Anda akan dibunuh oleh seorang lelaki non-Arab”.</p>
<p>Kemudian, Umar menitipkan diri kepada Allah, dan pergi melaksanakan shalat shubuh, dan saat itulah Umar ditikam di mihrab dan mati syahid, di tempat yang paling bagus, dan sedang melaksakan kewajiban yang paling mulia. Orang-orang pun menggotongnya. Umar bertanya, “Sudah selesaikah aku shalat shubuh?”. “Belum’, jawab mereka. Lalu, Umar pingsan. Tatkala pipinya diletkkan diatas bantal, Umar berkata, “Angkatlah bantal ini dari bawah kepalaku! Letakkan kepalaku diatas tanah. Semoga Allah merahmatiku”, ucapnya lirih.</p>
<p>Ibnu Mas’ud r.a, berkata, “Masuknya engkau ke dalam Islam adalah kemenangan, hijrahmu adalah penaklukan, da pemerintahanmu adalah rahmat”, ucapnya. “Engkau telah berindak sebagai orang yang shadiq”, tambah Ibnu Mas’ud. Wallahu’alam.</p>
<p>sumber : link:</p>
<p>http://eramuslim.com/syariah/bercermin-salaf/orang-yang-selalu-menempati-ucapannya.htm</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Proses Memperbaiki Bahasa Blog]]></title>
<link>http://ejajufri.wordpress.com/2009/11/23/proses-memperbaiki-bahasa-blog/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 00:46:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>ejajufri</dc:creator>
<guid>http://ejajufri.wordpress.com/2009/11/23/proses-memperbaiki-bahasa-blog/</guid>
<description><![CDATA[Sudah lama saya tidak update tulisan di blog ini. Banyak alasannya, mulai dari (sok) sibuk hingga su]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sudah lama saya tidak update tulisan di blog ini. Banyak alasannya, mulai dari (sok) sibuk hingga su]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LOGIKA DAN BAHASA]]></title>
<link>http://kuliahfilsafat.wordpress.com/2009/11/22/logika-dan-bahasa/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 09:46:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>kuliahfilsafat</dc:creator>
<guid>http://kuliahfilsafat.wordpress.com/2009/11/22/logika-dan-bahasa/</guid>
<description><![CDATA[Sudah kita lihat bab terdahulu bahwa pemikiran atau penalaran itu mengandung dua aspek, yaitu aspek ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sudah kita lihat bab terdahulu bahwa pemikiran atau penalaran itu mengandung dua aspek, yaitu <em>aspek kegiatan mental dan aspek ekpresi verbal</em>. Aspek kegiatan mental menyiratkan bahwa pemikiran atau penalaran berlangsung di dalam “batin”. Tetapi bila pemikiran itu hendak saya beritahukan kepada orang lain, maka pemikiran itu harus saya nyatakan atau saya ungkapkan dengan tanda-tanda, isyarat-isyarat, atau dengan kata-kata. <em>Bahasa – baik lisan atau tertulis – adalah alat untuk menyatakan isi pemikiran</em>. Pikiran berfungsi lewat dan di dalam bahasa. Hanya sejauh dibahasakan sesuatu dapat ditangkap dan dimengerti.</p>
<p>Memang, harus diakui, isi pemikiran tidak selalu dapat diungkapkan dengan sempurna dalam bentuk bahasa. Tetapi bagaimana pun juga, untuk mengetahui pemikiran seseorang mau tak mau kita harus berpijak pada ekspresi verbal pemikiran itu, yaitu bahasa yang digunakannya. Hal itu berlaku juga apabila orang lain mau mengerti pemikiran kita. Maka tepatlah dikatakan bahwa <em>bahasa berfungsi sebagai alat untuk mengungkapkan pikiran sekaligus tempat terjadinya penilaian terhadap suatu pemikiran</em>. Apakah sahih? Manakah syarat-syarat yang harus ditaati agar dapat menalar dengan tepat, lurus, dan teratur?</p>
<p>Di sini menjadi jelas bahwa ada hubungan yang erat antara pemikiran dan bahasa. Maka benar pula bahwa berpikir dengan jelas dan tepat menuntut pemakaian bahasa yang tepat. Kekacauan dalam penggunaan bahasa sering menunjukkan kekacauan dalam pemikiran. Sebaliknya, pemakaian bahasa yang tepat dan sangat menolong kita untuk berpikir dengan “lurus”.</p>
<p>Dengan berpegang pada kesadaran akan hal tersebut, maka adalah relevan sekali kacau pada akhir bab I kami mengatakan bahwa meskipun diktat ini sesungguhnya bermaksud untuk memusatkan perhatian pada logika deduktif formal, kami toh merasa perlu juga untuk terlebih dahulu membicarakan kaitan antara logika dan bahasa.</p>
<p>Untuk maksud itu, pendekatan yang kami gunakan adalah pendekatan secara negatif, yaitu dengan menunjukkan beberapa contoh kesalahan logis yang sering terjadi dalam penggunaan bahasa, khususnya bahasa tulisan.</p>
<p><strong>1.    Mencampuradukan Dua Kalimat yang Sudah Benar</strong></p>
<p>Pertama-tama marilah kita menyimak contoh berikut ini, yang dikutip dari kupasan seorang ahli bahasa Indonesia yang terkenal (J. S. Badudu, <em>Inilah Bahasa Indonesia yang Benar</em>, Jakarta: PT Gramedia, 1983, hlm. 12-13):</p>
<p>(1)   Di Wimbledon, antara Connors dan Borg sudah berhadapan tiga kali.</p>
<p>Kalimat di atas itu mau memberitahu kita bahwa “Connors dan Borg sudah pernah berhadapan tiga kali.” Jika ditanya, “Siapa yang sudah berhadapan tiga kali?” maka jawabannya tidak mungkin “antara Connors dan Borg”. Di sini nyata bahwa kata depan “antara”  yang terletak di depan Connors dan Borg tidak perlu dipakai. Secara tata bahasa kita katakan bahwa “Connors dan Borg” adalah subjek kalimat dan “sudah berhadapan tiga kali” adalah predikatnya.</p>
<p>Kesalahan yang kita lihat dalam kalimat di atas terjadi karena di depan subjek kalimat diletakkan kata-depan atau preposisi. Kalimat yang kita bicarakan itu rancu susunannya karena penutur mengacaukan dua buah kalimat yang betul strukturnya menjadi sebuah kalimat yang kacau. Kalimat yang kacau susunannya (kalimat kutipan dari koran) itu dapat kita kembalikan kepada dua buah kalimat asal yang betul strukturnya, yaitu:</p>
<p>(1a)  Connors dan Borg sudah berhadapan tiga kali Di Wimbledon.</p>
<p>(1b) Tiga kali pertandingan sudah pernah terjadi antara Connors dan Borg di Wimbledon.</p>
<p>Pada kalimat (1b) kita lihat bahwa subyek kalimat itu bukan Connors dan Borg, melainkan tiga kali pertandingan. Predikatnya ialah sudah pernah terjadi, dan antara Connors dan Borg merupakan keterangan predikat.</p>
<p><strong>2.    Bentuk Tidak Sejajar </strong></p>
<p>Kesalahan logis lain yang kerap kita jumpai dalam berbahasa ialah bentuk yang tidak sejajar. Kesalahan ini terjadi apabila gagasan-gagasan yang mempunyai fungsi yang sama dalam suatu kalimat ditempatkan dalam struktur kata yang berbeda. Kenyataan ini sesungguhnya menunjukkan kekacauan pikiran pada si penutur. Yang seharusnya ialah apabila salah satu dari gagasan itu ditempatkan dalam struktur kata benda, maka kata-kata atau kelompok-kelompok kata yang lain yang menduduki fungsi yang sama harus juga ditempatkan dalam struktur kata benda; apabila yang satunya ditempatkan dalam struktur kata kerja, maka yang lain-lainnya juga harus ditempatkan dalam struktur kata kerja. Kesejajaran bentuk atau paralisme ini membantu memberi kejelasan dalam unsur gramatikal dengan mempertahankan bagian-bagian yang sederajat dalam struktur yang sama.</p>
<p>Perhatikan contoh berikut ini:</p>
<p>(2)   Tugas pegawai baru itu adalah mencatat jumlah jam lembur para pegawai, mengetik surat dan pembukuan.</p>
<p>Bila kita perhatikan contoh diatas, maka tampak bahwa mencatat jumlah jam lembur para pegawai, mengetik surat dan pembukuan adalah gagasan-gagasan mempunyai fungsi yang sama dalam kalimat tersebut, tetapi ditempatkan dalam struktur kata yang berbeda. Dua yang pertama ditempatkan dalam struktur kata kerja, sedangkan yang terakhir ditempatkan dalam struktur kata benda. Ketidaksejajaran bentuk ini menyiratkan adanya kekacauan pikiran pada si penutur dalam mengemukakan gagasan-gagasan tersebut. Apabila gagasan-gagasan tersebut ditempatkan dalam struktur yang sejajar, ketiganya dapat dihubungkan secara mesra serta akan memunculkan tekanan yang lebih jelas. Dengan demikian kalimat tersebut seharusnya berbunyi:</p>
<p>(2a) Tugas pegawai baru itu adalah mencatat jumlah jam lembur para pegawai, mengetik surat, dan menyusun pembukuan.</p>
<p>Atau:</p>
<p>(2b)Tugas pegawai baru itu adalah pencatatan jumlah jam lembur para pegawai, pengetikan surat, dan pembukuan.</p>
<p>Ketidaksejajaran bentuk ini juga sering terjadi pada kalimat-kalimat yang mengandung pemerian (enumerasi) dalam bentuk butir-butir. Kita perhatikan contoh berikut ini:</p>
<p>(3)   Syarat-syarat untuk mengikuti acara tersebut adalah:</p>
<p>(a)   Mengisi formulir pendaftaran.</p>
<p>(b)   Membayar uang pendaftaran.</p>
<p>(c)   Mengikuti pengarahan yang waktunya akan ditentukan kemudian.</p>
<p>(d)   Indeks prestasi kumulatif minimal 2,75%.</p>
<p>Dalam keseluruhan kalimat (3) di atas gagasan-gagasan yang terdapat pada butir-butir (a), (b), (c), dan (d) mempunyai fungsi yang sama. Namun, kita lihat bahwa struktur-struktur kata pada butir (a), (b), dan (c) berbeda dengan strutkur kata pada butir (d). Tiga butir yang pertama berstruktur kata kerja, sedangkan butir yang terakhir berstruktur kata benda. Ketidaksejajaran bentuk ini tidak hanya mencerminkan kekacauan pikiran, tetapi juga mengaburkan gagasan yang akan disampaikan.</p>
<p>Konsekuensi lebih lanjut dari ketidaksejajaran bentuk pada pemerian di atas ialah bahwa sebagai satu kesatuan kalimat, kita mendapatkan adanya bagian yang tidak “nyambung”. Apabila gagasan-gagasan yang terdapat pada masing-masing butir itu kita satukan dengan gagasan utamanya (syarat-syarat untuk mengikuti acara tersebut adalah <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  , maka  nampak bahwa penyatuan masing-masing gagasan yang terdapat pada butir (a), (b), dan (c) dengan gagasan utama tersebut akan melahirkan penalaran yang “nyambung”. Sedangkan penyatuan gagasan yang terdapat pada butir (d) dengan gagasan utama tersebut akan melahirkan penalaran yang tidak “nyambung”. Dengan demikian kalimat yang benar seharusnya berbunyi:</p>
<p>(3a) Syarat-syarat untuk mengikuti acara tersebut adalah:</p>
<p>(a)   mengisi formulir pendaftaran.</p>
<p>(b)   Membayar uang pendaftaran.</p>
<p>(c)   Mengikuti pengarahan yang waktunya akan ditentukan.</p>
<p>(d)   Memiliki indeks prestasi kumulatif minimal 2,75%</p>
<p>Pada contoh (3) ini, gagasan-gagasan yang terdapat pada masing-masing butir tidak akan kita ubah strukturnya menjadi kata benda. Karena kalau masing-masing butir itu berstruktur kata benda maka pada saat kita satukan dengan gagasan utamanya akan terjadi penalaran yang tidak “nyambung”.</p>
<p><strong>Catatan:</strong></p>
<p>Apabila kita bandingkan kalimat (3) dengan (3a), maka segi penggunaan huruf kapital dan penggunaan tanda baca terdapat perbedaan. Pada kaliamt (3), masing-masing butir diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda baca titik (.); sedangkan pada kalimat (3a) masing-masing butir diawali dengan huruf kecil dan diakhiri dengan tanda baca koma (,). Yang manakah yang benar? Kami berpendapat bahwa karena ia merupakan satu kesatuan kalimat, maka tidak ada alasan untuk menggunakan huruf kapital dan tanda baca titik pada masing-masing butir tersebut, sebab masing-masing butir tersebut bukanlah kalimat baru. Lain halnya kalau pembaca diminta hanya memilih salah satu dari butir-butir tersebut, seperti yang biasa terjadi pada soal-soal “pilihan berganda”. Sebagai contoh:</p>
<p>Nama lain logika simbolis ialah:</p>
<ol>
<li>logika klasik,</li>
</ol>
<p>0logika tradisional,</p>
<ol>
<li>logika modern,</li>
<li>logika Aristoteles.</li>
</ol>
<p>Pada contoh ini, tanda baca titik memang harus digunakan, karena hanya satu saja dari butir-butir itu yang boleh disatukan dengan gagasan utamanya; dan dengan penyatuan salah satu butir tersebut kalimat telah selesai. Tetapi, karena butir-butir tersebut bukan merupakan suatu kalimat baru, maka tak perlu juga butir-butir tersebut diawali dengan huruf kapital, kecuali kalau memang kata yang bersangkutan pada dirinya sendiri memang harus diawali dengan huruf kapital (misalnya nama orang, kota, dll).</p>
<p><strong>3.    Ungkapan yang keliru </strong></p>
<p>Apabila logika seseorang tidak berjalan dengan baik, maka dalam berbahasa tidak mustahil orang tersebut menggunakan ungkapan yang keliru atau kata yang tidak tepat, sehingga menimbulkan ketidaklogisan alur pikiran. Berikut ini kita lihat contoh yang mewakili hal tersebut.</p>
<p>(4) Target yang berusaha dicapai itu tak seluruhnya harus kamu penuhi.</p>
<p>Bagian awal kalimat itu (subyek kalimat) berbunyi “target yang dicapai itu”. Kita bertanya, “Adakah target dapat berusaha?” Yang berusaha itu bukan target, tetapi orang. Di sini kita lihat bahwa logika si penyusun kalimat itu tidak jalan. Kata “berusaha” pada kalimat itu tidak tepat dan membuat kalimat itu menjadi tidak logis. Kalimat di atas menjadi benar dan logis jika kata berusaha diubah menjadi diusahakan.</p>
<p>(4a) Target yang diusahakan dicapai itu tak seluruhnya harus kamu penuhi.</p>
<p>Kita teruskan dengan contoh berikut ini:</p>
<p>(5) Peningkatan mutu universitas kami sungguh-sungguh kami beri prioritas untuk ditingkatkan.</p>
<p>Pada kalimat (5) kita dapat mengajukan pertanyaan, “Apa yang diberi prioritas untuk ditingkatkan?” Jawaban yang tepat ialah “mutu univrsitas kami”, tetapi jawaban itu ternyata tidak terdapat dalam kalimat tersebut. Yang ada hanyalah “peningkatan mutu universitas kami”. Di sini terlihat adanya kekeliruan atau ketidaktepatan penggunaan ungkapan atau kata, sehingga alur pihak menjadi tidak logis. Hal ini menunjukkan kacaunya pikiran si penutur.</p>
<p>Seharunya ialah:</p>
<p>(5a) Peningkatan mutu universitas kami sungguh-sungguh kami beri prioritas untuk dilaksanakan. Atau</p>
<p>(5b) Mutu universitas kami sungguh-sungguh kami beri prioritas untuk ditingkatkan.</p>
<p><strong>4.    Ungkapan yang Ambigu </strong></p>
<p>Dalam penggunaan bahasa, khususnya bahasa tulisan, selain dituntut ketepatan ungkapan juga dituntut ketunggalan arti. Hal ini perlu diperhartikan supaya orang yang membacanya dapat menangkap dengan tepat pengertian yang mau disampaikan. Karena itu, dalam bahasa tulisan sangat dituntut pertimbangan yang seksama terhadap penggunaan kata, frase, dan kalimat agar tidak terjadinya ungkapan yang ambigu. Dalam contoh berikut ini kita temukan ambiguitas itu, karena keterangan yang lincah bisa menerangkan sitri perwira atau hanya perwira.</p>
<p>(6) Istri perwira yang lincah itu sedang membaca koran. Kalau yang lincah dalam kalimat di atas dimaksudkan sebagai keterangan dari istri perwira, demi mencegah ambiguitas kita dapat menggunakan tanda penghubung antara istri dan perwira untuk menunjukkan adanya kesatuan yang mesra antara kedua kata tersebut, sehingga jelas bahwa yang lincah bukan menerangkan perwira saja. Jadi kalimatnya tertulis sebagai berikut:</p>
<p>(6a) Isteri-perwira yang lincah itu sedang membaca koran. Sedangkan kalau yang lincah tersebut dimaksudkan sebagai keterangan dari perwira saja, maka kita dapat menggunakan tanda penghubung antara perwira dan yang dan lincah atau juga kita dapat menggunakan kata dari antara istri dan perwira untuk menunjukkan mesranya hubungan perwira dengan yang lincah dan secara bersama-sama (perwira yang lincah) menerangkan istri. Jadi kalimat tertulis sebagai berikut:</p>
<p>(6b) Istri perwira-yang-lincah itu sedang membaca koran. Atau</p>
<p>Contoh lain ialah:</p>
<p>(7) Yang diperbolehkan ikut dalam proyek penelitian itu adalah mahasiswa fakultas ekonomi dan mahasiswa fakultas kedokteran angkata ’88.</p>
<p>Pada contoh (7) di atas kita menemukan ambiguitas, karena keterangan angkatan ’88 bisa menerangkan hanya mahasiswa fakultas kedokteran atau mahasiswa fakultas kedokteran. Kalau angkatan ’88 itu dimaksudkan untuk menerangkan mahasiswa fakultas kedokteran saja, maka kalimat berikut ini akan lebih jelas:</p>
<p>(7a) Yang diperbolehkan ikut dalam penelitian itu adalah mahasiswa fakultas kedokteran angkatan ’88 dan mahasiswa fakultas ekonomi.</p>
<p>Sedangkan kalau angkatan ’88 itu dimaksudkan untuk merangkan baik mahasiswa fakultas ekonomi maupun mahasiswa fakultas kedokteran, maka kalimat berikut ini akan lebih jelas:</p>
<p>(7b) Yang diperbolehkan ikut dalam proyek penelitian itu adalah mahasiswa angkatan ’88, khusus dari fakultas ekonomi dan dari fakultas kedokteran.</p>
<p>Demi menghindari ambiguitas ini, kerap kali peranan tanda baca menjadi amat penting. Kita mungkin tidak menyadari hal ini sehingga pengertian yang ingin kita sampaikan menjadi kabur atau ambigu. Perhatikanlah kalimat-kalimat berikut:</p>
<p>(8) Pacar saya yang tinggal di Bandung sangat romantis. Karena anak kalimat yang tinggal di Bandung pada kalimat (8) membatasi pengertian pacar saya, maka implikasinya ialah bahwa saya mempunyai lebih dari satu pacar dan salah satu di antara mereka tinggal di Bandung. Marilah kita bandingkan kalimat (8) itu dengan kalimat (8a) berikut ini:</p>
<p>(8a) Pacar saya, yang tinggal di Bandung, sangat romantis. Pada kalimat (8a) ini, anak kalimat yang tinggal di Bandung, yang ditulis di antara dua tanda koma, hanyalah merupakan keterangan tambahan dan tidak membatasi frase pacar saya. Implikasi kalimat (8a) ini ialah bahwa saya hanya mempunyai seorang pacar dan pacar saya itu tinggal di Bandung. Karena itu, supaya apa yang ingin kita sampaikan dapat ditangkap dengan tepat oleh orang lain, peranan tanda baca perlu pula kita sadari.</p>
<p><strong>5.    Subjek yang Tidak Sesuai dengan Frase Partisipial</strong></p>
<p>Yang kami maksud dengan “frase partisipal” ialah frase yang mendahului subyek kalimat dan memberi keterangan tentang subyek tersebut. Dengan kata lain, frase ini adalah frase yang ditempatkan sebelum subyek kalimat dan menunjuk langsung pada subyek tersebut. Sehubungan dengan penggunaan frase partisipal ini, orang sering tidak menyadari hubungan antara frase partisipal dan subyek, sehingga kalimat yang mengandung frase partisipal yang dilontarkannya sesungguhnya tidak mewakili apa yang mau disampaikannya. Perhatikanlah contoh-contoh berikut ini:</p>
<p>(9) Petinju terguncang oleh pukulan yang keras, penonton menyoraki petinju itu.</p>
<p>(10) Karena tidak membuat pekerjaan rumah, guru menghukum murid itu.</p>
<p>Pada kalimat (9), subyeknya adalah penonton. Karena frase partisipial dalam suatu kalimat majemuk langsung pada subyek kalimat tersebut, maka dalam kalimat (9) di atas “terguncang oleh pukulan yang keras” menerangkan atau menunjuk langsung pada penonton. Kalau si penutur kalimat tersebut bermaksud untuk mengatakan bahwa yang terguncang oleh pukulan yang keras adalah petinju itu, maka kalimat yang benar berbunyi:</p>
<p>(9a) Terguncang oleh pukulan yang keras, petinju itu disoraki penonton.</p>
<p>Kalau kita bandingkan kalimat-kalimat sesudah koma pada (9) dan (9a) sesungguhnya keduanya mempunyai arti yang sama. Akan tetapi, dalam kaitannya dengan frase di muka koma, maka yang terguncang pada masing-masing kalimat itu berbeda.</p>
<p>Berdasarkan uraian tersebut, kita tentu mengerti mengapa kalimat (10) itu agaknya bukanlah kalimat yang mewakili maksud si penutur yang sesungguhnya. Sebab, kalau kalimatnya seperti itu, yang tidak membuat pekerjaan rumah bukanlah murid itu melainkan guru. Kalau betul yang dimaksudkan sebagai yang tidak membuat pekerjaan rumah adalah murid itu, maka kalimat yang benar berbunyi:</p>
<p>(10a) Karena tidak membuat pekerjaan rumah, murid itu dihukum guru.</p>
<p><strong>6.      Perbandingan yang Tidak Setara </strong></p>
<p>Dalam membuat kalimat-kalimat yang mengandung perbandingan kesalahan logis yang bisa terjadi ialah bahwa hal-hal yang kita perbandingkan tidaklah setara. Perhatikanlah contoh-contoh berikut ini:</p>
<p>(11)     Kualifikasinya jauh lebih baik daripada calon-calon lain.</p>
<p>(12)     Bentuk ruangan-ruangan kelas di universitas ini berbeda dengan universitas-universitas lain.</p>
<p>Pada kalimat (11) perbandingan yang terjadi sesungguhnya antara kualifikasinya dengan calon-calon lain. Tentu saja apa yang diperbandingkan ini tidaklah setara. Kalau maksud si penutup adalah memperbandingkan antara kualifikasinya dengan kualifikasi calon-calon lain, maka kalimat itu seharusnya berbunyi:</p>
<p>(11a) Kualifikasinya jauh lebih baik dari pada kualifikasi calon-calon lain.</p>
<p>Begitu juga halnya dengan kalimat (12). Perbandingan yang terjadi pada kalimat itu tidaklah setara, karena yang diperbandingkan adalah bentuk ruangan-ruangan kelas di universitas ini dan universitas-universitas lain. kalau maksud di penutur adalah memperbandingkan antara bentuk ruangan-ruangan kelas universitas ini dengan bentuk ruangan-ruangan kelas di universitas lain, maka kalimat itu seharusnya berbunyi:</p>
<p>(12a) Bentuk ruangan-ruangan kelas di universitas ini berbeda dengan bentuk ruangan-ruangan kelas di universitas lain.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>LATIHAN</strong></p>
<ol>
<li>Tentukan manakah kalimat yang rancu, kemudian kembalikan ke dalam dua kalimat yang berstruktur logis!</li>
</ol>
<p>a.   Dari puluhan pelamar mendapat imbalan Rp. 100.000,00.</p>
<p>b.   Di nomor itu peluang kita paling besar untuk meraih medali emas.</p>
<p>c.   Di teluk Oman, antara pemimpin militer Amerika Serikat dan Arab Saudi terjadi pertikaian pekan lalu.</p>
<p>d.   Dengan adanya perubahan sistem mengakibatkan program-program organisasi bisa berjalan dengan baik.</p>
<p>e.  Di masyarakat Jawa sejak dahulu sudah mengenal gotong-royong.</p>
<p>f.    Bapak Gubernur kami persilahkan naik ke atas pentas.</p>
<ol>
<li>Kebanyakan orang mengira bahwa kalau orang berbicara tentang hukum berarti orang secara implisit berbicara tentang keadilan.</li>
<li>Dengan acara gila-gilaan seperti itu bisa menimbulkan kecil hati para penonton.</li>
<li>Di sekolah murid-murid dilarang tidak boleh merokok.</li>
<li>Suasana saat itu benar-benar terasa sangat mencekam.</li>
<li>Serbuk gergaji, potongan kayu, dan kayu gelondongan kelihatan banyak mengambang menghalangi lalulintas di sungai itu.</li>
<li>Malam harinya, antara Sanyiwo dan Kasim mulai menunjukkan tanda-tanda tak bersahabat.</li>
<li>Dalam perkelahian di antara sesama saudara kandung di Arab ada “aturan mainnya”.</li>
<li>Dalam membangun jembatan itu, antara ABRI dan rakyat telah bekerja sama dengan baik.</li>
<li>Dengan surat ini menerangkan bahwa hari ini dia berhalangan hadir karena sakit.</li>
<li>Pada tahun-tahun kritis, ada petani yang terpaksa mengobral barang-barang mewah yang dibelinya saat emas dan coklat berjaya.</li>
<li>Dari isi suratnya menyatakan bahwa ia sedang kekurangan duit.</li>
<li>Tentukanlah manakah kalimat yang bentuknya tidak sejajar dan kemudian perbaiki kalimat tersebut!
<ol>
<li>Dibutuhkan segera seorang tenaga sekretaris eksekutif dengan syarat:</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>-         Sarjana dengan latar belakang pendidikan ekonomi.</p>
<p>-         Menguasai bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan.</p>
<p>-         Pengalaman kerja minimal lima tahun di bidang administrasi.</p>
<p>-         Mampu bekerja sendiri.</p>
<p>-         Pria/wanita.</p>
<ol>
<li>Acara pertama setelah bangun tidur dan selepas shalat subuh adalah membaca koran, merapihkan ruangan, dan perhatiannya diarahkan pada kelengkapan kantor.</li>
<li>Dalam setiap kehidupan pastilah terjadi gesekan-gesekan, percobaan-percobaan, dan benturan-benturan.</li>
<li>Tahun ini ekspor kita ke Eropa bertambah dengan 25%, sedangkan ekspor kita ke Amerika hanya naik 10% saja.</li>
<li>Bahasa Indonesia mengalami kekacauan, baik dalam penggunaan istilah maupun dalam pemakaiannya sehari-hari sebab kita kekurangan sarana bacaan, buku-buku, dan ditambah pula dengan adanya metode mengajar yang kurang baik, serta adanya kemalasan berpikir.</li>
<li>Tiga pasang suami-isteri; A+a, B+b, C+c pergi bertamasya.</li>
<li>Ada anak: M, N, O, P, Q, R, S dan T. masing-masing mempunyai dua dari sifat-sifat berikut: kuat, sportif, cerdas, besar, ketenangan, dan ketangkasan.</li>
<li>Lala, Mama, dan Nana dilahirkan  di negeri Lili, Mimi, dan Nini, sekarang tinggal di kota Lolo, Momo, dan Nono.</li>
<li>Untuk mempersiapkan sebuah pidato yang baik perlu diperhatikan langkah-langkah berikut:
<ol>
<li>meneliti masalah;</li>
<li>mempersiapkan bahan.</li>
<li>Penyajian.</li>
</ol>
</li>
<li>Keuntungan layanan Unicash ialah:
<ol>
<li>Pengambilan uang tunai 24 jam setiap hari termasuk hari libur.</li>
<li>Dapat mengikuti perkembangan saldo rekening tiap saat.</li>
<li>Tidak perlu antri dan menunggu berbagai proses pengesekan.</li>
<li>Layanan Unicash akan terus menyebar di berbagai lokasi strategis.</li>
<li>Penggunaan yang mudah dan cepat.</li>
</ol>
</li>
<li>Ny. Pramono mengatakan bahwa pendidikan seks itu tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, sehingga tidak mungkin diberikan di depan umum, baik terhadap anak maupun orang dewasa, karena sifat, pembawaan, daya tangkap, adat-istiadat, agama, dan lain-lainnya berbeda-beda.</li>
<li>Guru sangat cocok bagi wanita sebab mereka hanya bekerja setengah hari.</li>
<li>Keputusan itu disetujui oleh 12 orang anggota dan sisanya abstein.</li>
<li>Buku ini diterbitkan dengan tujuan meningkatkan pengajaran bahasa Indonesia terutama mengenai/tentang wawasan bahasa Indonesia.</li>
<li>Saya memilih Atma Jaya, karena Universitas ini memiliki disiplin yang ketat, pohon-pohon yang rimbun, udara yang sejuk, dan letaknya yang tidak jauh dari rumah saya.</li>
<li>(a) setelah tamat dari SLA, (b) saya melanjutkan ke perguruan tinggi (c) karena saya ingin memperdalam pengetahuan saya (d) dan kebetulan orang tua saya masih mampu membiayai (e) dan memberi dorongan.</li>
<li>Untuk mobil diakui proteksi berlebihan, tetapi dengan kebijaksanaan berupa produksi komponen diharapkan akan teratasi masalah produksi itu sendiri.</li>
<li>Tentukan manakah dari kalimat-kalimat di bawah merupakan ungkapan yang keliru, kemudian perbaikilah kalimat tersebut sehingga mudah dipahami.
<ol>
<li>Asian Games adalah arena Pekan Olah raga untuk pengukuran sampai batas mana prestasi cabang-cabang olah raga Indonesia.</li>
<li>Pengamalan Pancasila secara murni dan konsekuen masih harus ditingkatkan.</li>
<li>Kemenangan itu sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai pelari puteri tercepat tahun ini.</li>
<li>Penekanan angka-angka kelahiran yang diusahakan dilakukan dalam pelaksanaan program KB mulai menampakkan hasil.</li>
<li>Peninjauan Surat Keputusan itu sudah selayaknya ditinjau.</li>
<li>Penanganan krisis teluk merupakan problem utama PBB yang harus ditangani.</li>
<li>Pelaksanaan jalan tembus di kecamatan Semplak Kabupaten Bogor harus segera dilaksanakan.</li>
<li>Akhirnya Serda Pol.  Agus Suryana tewas dikeroyok massa ketika akan menangkap tersangka pelaku kejahatan bersama tiga rekannya dari Polresta Cirebon.</li>
<li>Mutu padi tahun ini sungguh-sungguh kami beri prioritas untuk ditingkatkan.</li>
<li>Pak Ujo berani menyatakan tidak setuju dengan kebijaksanaan pemerintah dalam hal penempatan industri di daerah ini.</li>
<li>Penjahat kawakan itu berhasil dibekuk polisi di jalan Garnizun Dalam.</li>
<li>Kalimat-kalimat di bawah ini manakah yang mengandung ungkapan yang ambigu dan bagaimana memperbaikinya?
<ol>
<li>Pria dan wanita yang muda harus ikut serta.</li>
<li>Adik saya, yang kuliah di Universitas Indonesia, sangat gemar membaca buku dan majalah ilmiah.</li>
<li>Keluarga direktur yang muda itu dikurung penjahat.</li>
<li>Setidak-tidaknya tayangan nada dan irama baru itu lebih memberi harapan.</li>
<li>Orang tua dan bayi yang hilang ingin naik banding.</li>
<li>Jelaskan arti dari kalimat-kalimat di bawah ini.
<ol>
<li>- Pria dan wanita yang muda harus ikut serta.</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>- Wanita yang muda dan pria harus ikut serta.</p>
<ol>
<li>- Petani di Aceh sedang menebang hutan.</li>
</ol>
<p>- Petani sedang menebang hutan di Aceh</p>
<ol>
<li>- Terpana oleh keindahan, bunga itu langsung menjadi obyek kameranya.</li>
</ol>
<p>-         Terpana oleh keindahan bunga tersebut, ia langsung menjadikan bunga tersebut obyek kameranya.</p>
<ol>
<li>- Karena teriakan histeris, dokter itu memberi pasiennya obat penenang.</li>
</ol>
<p>-         Karena teriakan histeris, pasian itu diberi dokternya obat penenang.</p>
<ol>
<li>-    Harga saham dan emas merosot sedangkan minyak menguat.</li>
</ol>
<p>-         Harga saham dan emas merosot sedangkan harga minyak menguat.</p>
<ol>
<li>-     Permainan Graf jauh lebih mundur bila dibandingkan tahun lalu.</li>
</ol>
<p>-         Permainan Graf jauh lebih mundur bila dibandingkan dengan permainannya tahun lalu.</p>
<ol>
<li>Termasuk kesalahan logis yang mana masing-masing kalimat di bawah ini? Bagaimana memperbaikinya?
<ol>
<li>Dipajang di Hotel Indonesia gaun raksasa ini melampaui Miraldi dan jelas kedodoran bila dipakai nona Liberty karena panjangnya 40 meter.</li>
<li>Lagu dan album mereka yang dikemasi dalam kaset produksi BASF ternyata paling laris dibandingkan dengan lainnya.</li>
<li>Bagi mahasiswa yang gagal diharap menghubungi dekan.</li>
<li>Sapardi mengatakan, bahwa puisi adalah cerminan hati.</li>
<li>Yang dimaksud dengan terjemahan setengah bebas, ialah terjemahan yang tujuannya …</li>
<li>Dengan prestasi yang masih mengagunkan, promotor berusaha mengajak Hagler untuk tanding ulang dengan Sugar Ray Leonard.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[kosakata bahasa inggris 1 ]]></title>
<link>http://belajarbahasainggrisonline.wordpress.com/2009/11/21/kosakata-bahasa-inggris-1/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 10:55:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>tentangbahasainggris</dc:creator>
<guid>http://belajarbahasainggrisonline.wordpress.com/2009/11/21/kosakata-bahasa-inggris-1/</guid>
<description><![CDATA[kosakata bahasa inggris 1 salary gaji reader pembaca golden keemas-emasan wages upah touch menyentuh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>kosakata bahasa inggris 1</p>
<p>salary	gaji</p>
<p>reader	pembaca</p>
<p>golden	keemas-emasan</p>
<p>wages	upah</p>
<p>touch	menyentuh</p>
<p>gun	senapan</p>
<p>exist	ada</p>
<p>joy	kegembiraan</p>
<p>act	perbuatan</p>
<p>organic	organik</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Matematika : Sejauh mana logika mampu menuntun manusia pada kebenaran?]]></title>
<link>http://darmadewi.wordpress.com/2009/11/20/matematika-sejauh-mana-logika-mampu-menuntun-manusia-pada-kebenaran-sejati/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 16:21:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>darmadewi</dc:creator>
<guid>http://darmadewi.wordpress.com/2009/11/20/matematika-sejauh-mana-logika-mampu-menuntun-manusia-pada-kebenaran-sejati/</guid>
<description><![CDATA[Oxford Murders poster Bagaimanakah realita dari sudut pandang seorang mahasiswa jurusan matematika y]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_322" class="wp-caption alignleft" style="width: 215px"><a href="http://darmadewi.wordpress.com/files/2009/11/oxford_murders_ver2.jpg"><img class="size-medium wp-image-322" title="oxford_murders_ver2" src="http://darmadewi.wordpress.com/files/2009/11/oxford_murders_ver2.jpg?w=205" alt="" width="205" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Oxford Murders poster</p></div>
<p style="text-align:justify;">Bagaimanakah realita dari sudut pandang seorang mahasiswa jurusan matematika yang percaya bahwa tidak ada satu pun fenomena yang terjadi secara kebetulan? Bahwa segala sesuatu terjadi berdasarkan sebuah model, sebuah skema yang mengikuti teori logika matematika? Seorang mahasiswa yang percaya bahwa esensi dari alam raya bersifat matematika, bahwa ada arti yang tersembunyi dibalik sebuah realita? Ia percaya bahwa untuk memahami rahasia dibalik realita sehari-hari, manusia perlu mengerti rahasia dibalik angka.</p>
<p style="text-align:justify;">Deskripsi di atas adalah isi dari  interupsi mahasiswa tersebut pada sebuah kuliah umum seorang profesor matematika bernama Arthur Seldom di universitas Oxford pada tahun 1993. Kuliah umum dibuka dengan sebuah film yang menggambarkan bagaimana di tengah desingan peluru Ludwig Wittgenstein menemukan ide yang tertulis dalam bukunya Tractacus Logico-Philosophicus. Sebuah buku yang mencoba mencari tahu, mungkinkah manusia mengetahui kebenaran? Wittgenstein kemudian menyimpulkan bahwa tidak ada satu kebenaran pun di luar matematika, lebih tepatnya logika matematika yang mampu memberikan kepastian yang menihilkan perasaan manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Profesor Seldom sebaliknya mempertanyakan keampuhan matematika untuk mengerti segala hal karena akan selalu ada batas tertentu yang tidak bisa ditembus, yang dalam bahasa fisikawan Heisenberg menjadi teori ketidakpastian. Betul bahwa manusia mencoba mengerti fenomena jatuhnya salju, bagaimana pertumbuhan salju mengikuti hukum alam atau bagaimana memahami keindahan dan harmoni dalam pola gerak kupu-kupu; tapi mampukan manusia memprediksi sebuah hurricane? Mampukah manusia memahami keindahan dan harmoni dalam sebuah sel kanker yang membelah diri sedemikian cepat untuk menghancurkan tubuh yang sehat? Haruskah hidup selalu memiliki arti? Bisakah segala sesuatu terjadi hanya karena kebetulan? Dalam usaha mencari arti hidup itu&#8230;. kebenarankah yang dicari ataukah ini adalah manifestasi dari ketakutan terdalam manusia? Adakah hukum alam yang mengatur keberadaan empat orang yang di masa datang akan saling berkaitan di sebuah jalan di Oxford hampir pada saat yang bersamaan?</p>
<p style="text-align:justify;">Percakapan antara profesor dan mahasiswa tadi mengisi perdebatan yang mengasikan sepanjang film berjudul Oxford Murders yang dibintangi oleh Elijah Wood dan John Hurt. Mereka berdua ditantang untuk mengungkapan rangkaian pembunuhan yang terjadi di Oxford : mengikuti logika matematikah atau sekedar sebuah kebetulan belaka?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya menyukai dan suatu waktu dulu pernah terpesona pada matematika. Tapi saya sampai pada poin bahwa tidak segala sesuatu perlu dijelaskan dengan model pembuktian matematika yang ketat. Seringkali saya merasa bahwa dalam beberapa kasus matematika telah digunakan tidak pada tempatnya. Sejak dulu saya tidak percaya dan tidak mengerti (bukan karena hasil tes IQ yang berkisar pada angka 90) pada model tes IQ yang memberikan angka pada kemampuan intelejensia seseorang. Saya juga tidak percaya (tanpa bukti matematis) pada kecenderungan untuk melogiskan perilaku konsumen karena bagi saya dibalik interdependensi manusia dengan lingkungannya, masih tetap ada ego, ada sesuatu yang unik pada setiap individu yang tidak bisa diintervensi. Bukankah setidaknya ada dua kemungkinan untuk mengisi angka berikutnya dalam deret 2, 4, 8,&#8230;.: bisa 16 atau 10? Kalau matematika pun memberikan kemungkinan yang berbeda, bukankah manusia adalah mahluk yang lebih kompleks untuk bisa dimengerti, untuk bisa diatur polanya? Pemodelan apa pun yang berkaitan dengan manusia menurut saya hanyalah sebuah usaha penyederhanaan, pencarian mayoritas yang tidak mengindahkan adanya minoritas. Kalau dalam matematika ada aksioma, yang bisa menerima kebenaran tanpa pembuktian, bisakah itu terjadi dalam hidup manusia sehari-hari?</p>
<p style="text-align:justify;">Mengetahui sampai batas mana matematika diperlukan untuk menuntun pada kebenaran tidaklah mudah. Matematika selalu mencoba menerangkan segala sesuatu dalam sebuah fungsi, dengan angka. Dalam matematika, keberhasilan diukur dari kemampuan untuk memodelkan sebuah permasalahan secara logis; dalam hemat saya (yang bisa saja salah karena saya tidak mendalami matematika secara kusus) bahkan matematika mencoba mematematiskan hal yang tidak (atau belum?) terjangkau pemikiran dengan sebuah fungsi acak (random). Hal yang akhir-akhir ini malah membuat saya muak dan ingin berteriak : mengapa manusia tidak bisa menerima keadaan bahwa ada hal yang tidak bisa, tidak perlu atau pun tidak mungkin untuk dijelaskan dengan angka? Melenceng sedikit dari tema tentang matematika, bahasa jerman sebenarnya memberikan peluang untuk hal-hal yang tak perlu/tak ingin dijelaskan ini. Ketika saya bertanya mengapa <em>“warum”,</em> ada jawaban <em>“darum”</em> yang bisa diterjemahkan bebas sebagi “hanya karena”. Herannya, saya sering kehabisan kata-kata dan menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal karena pada umumnya orang Jerman selalu bertanya “mengapa” bahkan untuk sesuatu yang saya tujukan untuk bercanda.</p>
<p style="text-align:justify;">Bercermin pada diri sendiri, sepertinya akan sulit bagi orang yang terbiasa dengan metode matematis untuk menerima keadaan ‘beginilah adanya’ dalam kehidupan sehari-hari. Meski pun saya dapat menerima konsep bahwa ada hal-hal yang tidak perlu/tidak mungkin diketahui sebab-akibatnya, dalam kehidupan sehari-hari saya harus mengakui bahwa itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Saya baru menyadari bahwa keterpesonaan saya pada matematika telah mempengaruhi cara saya berpikir, cara saya bertindak dalam relasi personal saya dengan sekitar. Kadang ketika dihadapkan pada sebuah keputusan, saya secara tidak sadar telah membuat model ‘seandainya’. Bagaimana bila&#8230;., bila&#8230;,konsekuensinya&#8230;dan lain-lain. Saya selalu menuntut penjelasan sampai ke intinya, yang pada beberapa kasus mungkin tidak bisa dicapai karena begitu banyak faktor yang mempengaruhi suatu kejadian. Seperti ada adrenalin untuk terus..terus..menyingkap apa yang menurut saya sebagai kebenaran. Persis seperti karakter ilmu pengetahuan : Manusia tidak puas untuk mengerti tentang atom dan terus bergerak untuk mengetahui apa yang membentuk atom dan pada akhirnya mencoba mengungkap rahasia alam semesta. Ada suatu keasikan tersendiri dalam proses penelitian ilmu pengetahuan alam yang bisa membawa si peneliti begitu terhanyut dalam penelitian dan membuka kemungkinan untuk lupa pada konteks penelitian itu dengan kondisi sosialnya. Mungkin juga, ketika menyadari kondisi sosialnya, dia dihadapkan kepada sebuah ketidakberdayaan yang membuat frustasi. Di tempat saya bekerja, kami harus membayar 1 juta EURO per tahun hanya untuk membayar listrik. Berulangkali saya bertanya pada diri sendiri, apakah uang sebesar ini memang harga yang pantas untuk sebuah ilmu pengetahuan sementara di belahan dunia yang lain, masih ada kelaparan? Saya tidak bisa menjawabnya, mungkin karena periuk nasi saya ada di sini. Ini adalah salah satu contoh sederhana bahwa segala hal tentang manusia selalu ada bagian yang subjektif, tergantung kondisi personal dan sosial seseorang.</p>
<p style="text-align:justify;">Kembali ke film di atas, di akhir cerita digambarkan bagaimana si mahasiswa hanya bisa menerawang ketika tanpa disadarinya justru kata-kata yang ke luar dari mulutnyalah yang memulai rangkaian peristiwa sepanjang film tersebut. Mungkin ini hanyalah ilustrasi dalam sebuah film, tapi bukankah ini benar : ketika kata-kata diucapkan, ketika kata-kata dituliskan dan kemudian didengar dan dibaca orang lain, kita tidak pernah tahu, tidak pernah bisa mengukur secara pasti bagaimana kata-kata ini akan mempengaruhi si pendengar, si pembaca? Dalam hal ini saya sangat yakin, bahwa matematika tidak perlu digunakan untuk mencari tahu, tetapi nikmati saja kejutan-kejutan yang mungkin terjadi. Saya berhayal, pada saat menjelang ajal-lah kebenaran tentang hidup baru bisa dipahami secara utuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Karlsruhe, ditulis tanggal 12 Juli 2009</p>
<p style="text-align:justify;">(saat saya menulis artikel ini, saya sedang berperang dengan diri sendiri untuk berhenti bertanya tentang sesuatu dalam relasi personal saya dengan seseorang)</p>
<p style="text-align:justify;">Selamat Akhir Pekan!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bagaimana Pengajaran Preposisi Bahasa Arab]]></title>
<link>http://datastudi.wordpress.com/2009/11/20/bagaimana-pengajaran-preposisi-bahasa-arab/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 12:13:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>datastudi</dc:creator>
<guid>http://datastudi.wordpress.com/2009/11/20/bagaimana-pengajaran-preposisi-bahasa-arab/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: AGUS Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa mayor di dunia yang dituturkan oleh lebih dari 20]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh: AGUS Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa mayor di dunia yang dituturkan oleh lebih dari 20]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Iyaaaaaaa,, Simakasih Yuph, Akyuw Terharuw..  Huhuhu_  T.T]]></title>
<link>http://akusukamenulis.wordpress.com/2009/11/20/iyaaaaaaa-simakasih-yuph-akyuw-terharuw-huhuhu_-t-t/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 05:41:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>akusukamenulis</dc:creator>
<guid>http://akusukamenulis.wordpress.com/2009/11/20/iyaaaaaaa-simakasih-yuph-akyuw-terharuw-huhuhu_-t-t/</guid>
<description><![CDATA[  Gaya bahasa tulis seperti judul di atas, hampir setiap hari saya gunakan. Baik dalam bermesej/SMS,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[  Gaya bahasa tulis seperti judul di atas, hampir setiap hari saya gunakan. Baik dalam bermesej/SMS,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PANTUN JENAKA (Ikan dan Raja Kail)]]></title>
<link>http://gudangsains.wordpress.com/2009/11/20/pantun-jenaka/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 01:38:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>La Ode Amir Jaya, S.Si</dc:creator>
<guid>http://gudangsains.wordpress.com/2009/11/20/pantun-jenaka/</guid>
<description><![CDATA[Kalau ke pasar memberi ikanTidak lupa membeli asamSaat Ikan memeluk SenapanSemua kail bermuka masam ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kalau ke pasar memberi ikanTidak lupa membeli asamSaat Ikan memeluk SenapanSemua kail bermuka masam ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA]]></title>
<link>http://gudangsains.wordpress.com/2009/11/20/kedudukan-bahasa-indonesia/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 01:06:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>La Ode Amir Jaya, S.Si</dc:creator>
<guid>http://gudangsains.wordpress.com/2009/11/20/kedudukan-bahasa-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yaitu sebagai Bahasa Nasional dan sebagai Bahasa Negara. Keduduk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yaitu sebagai Bahasa Nasional dan sebagai Bahasa Negara. Keduduk]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Spanduk Berkah, Pengurus Berkah]]></title>
<link>http://fadhlijauhari.wordpress.com/2009/11/19/spanduk-berkah-pengurus-berkah/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 07:22:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fadhli</dc:creator>
<guid>http://fadhlijauhari.wordpress.com/2009/11/19/spanduk-berkah-pengurus-berkah/</guid>
<description><![CDATA[Hari Selasa (17/11), siang jam 11, saya sudah dalam bis, di perjalanan menuju kampung halaman. Tiba-]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hari Selasa (17/11), siang jam 11, saya sudah dalam bis, di perjalanan menuju kampung halaman. Tiba-]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Legalisir VS Legalisasi]]></title>
<link>http://akusukamenulis.wordpress.com/2009/11/19/legalisir-vs-legalisasi/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 05:12:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>akusukamenulis</dc:creator>
<guid>http://akusukamenulis.wordpress.com/2009/11/19/legalisir-vs-legalisasi/</guid>
<description><![CDATA[- WP : “Mbak, yang benar itu minta legalisir atau legalisasi?” Saya : (berpikir sejenak) “Legalisasi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[- WP : “Mbak, yang benar itu minta legalisir atau legalisasi?” Saya : (berpikir sejenak) “Legalisasi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></title>
<link>http://kuliahqita.wordpress.com/2009/11/19/bahasa-indonesia/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 04:16:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Hendra  Wijaya</dc:creator>
<guid>http://kuliahqita.wordpress.com/2009/11/19/bahasa-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Pendahuluan Bahasa Melayu Kuna itu tidak hanya dipakai  pada zaman Sriwijaya karena di Jawa Tengah (]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pendahuluan Bahasa Melayu Kuna itu tidak hanya dipakai  pada zaman Sriwijaya karena di Jawa Tengah (]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mesyuarat Jabatan Pelajaran Negeri dan Pejabat Pelajaran Daerah 2009 at Holiday Villa, Subang]]></title>
<link>http://majorseven.wordpress.com/2009/08/19/mesyuarat-jabatan-pelajaran-negeri-pejabat-pelajaran-daerah-2009-at-holiday-villa-subang/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 09:19:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>majorseven</dc:creator>
<guid>http://majorseven.wordpress.com/2009/08/19/mesyuarat-jabatan-pelajaran-negeri-pejabat-pelajaran-daerah-2009-at-holiday-villa-subang/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignnone size-medium wp-image-674" title="DSC02171" src="http://majorseven.wordpress.com/files/2009/11/dsc02171.jpg?w=300" alt="" width="500" height="375" /></p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-679" title="DSC02176" src="http://majorseven.wordpress.com/files/2009/11/dsc02176.jpg?w=300" alt="" width="500" height="374" /></p>
<p><a href="http://majorseven.wordpress.com/files/2009/11/dsc02174.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-680" title="DSC02174" src="http://majorseven.wordpress.com/files/2009/11/dsc02174.jpg?w=300" alt="" width="500" height="374" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
