<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>bahlul &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/bahlul/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "bahlul"</description>
	<pubDate>Wed, 19 Jun 2013 07:03:15 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Serangan Maut Juni 2012]]></title>
<link>http://futureputri.wordpress.com/2013/05/07/serangan-maut-juni-2012/</link>
<pubDate>Tue, 07 May 2013 10:16:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>futureputri -A girl with the tons of hopes and dreams- Be OPTIMISTIC!</dc:creator>
<guid>http://futureputri.wordpress.com/2013/05/07/serangan-maut-juni-2012/</guid>
<description><![CDATA[     Ini adalah tindak-tanduk anak-anak muda yang setelah mengalami &#8216;rempong-nya&#8217; per-wi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[     Ini adalah tindak-tanduk anak-anak muda yang setelah mengalami &#8216;rempong-nya&#8217; per-wi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bukan Surat Cinta]]></title>
<link>http://piethstop.wordpress.com/2013/01/30/bukan-surat-cinta/</link>
<pubDate>Wed, 30 Jan 2013 08:46:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>Dona Zee</dc:creator>
<guid>http://piethstop.wordpress.com/2013/01/30/bukan-surat-cinta/</guid>
<description><![CDATA[Dear Bahlul, Ini bukan surat cinta, tapi surat untuk melarangmu agar tidak mencintaiku. Aku bukan wa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dear Bahlul, Ini bukan surat cinta, tapi surat untuk melarangmu agar tidak mencintaiku. Aku bukan wa]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kisah Harun ar Rasyid dan Bahlul]]></title>
<link>http://hesadrian.wordpress.com/2013/01/04/kisah-harun-ar-rasyid-dan-bahlul/</link>
<pubDate>Fri, 04 Jan 2013 01:11:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>hesadrian</dc:creator>
<guid>http://hesadrian.wordpress.com/2013/01/04/kisah-harun-ar-rasyid-dan-bahlul/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Karena aku tahu bahwa ini (menunjuk istana Harun ar Rasyid) pastilah sirna. Sedangkan ini (me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:center;">&#8220;Karena aku tahu bahwa ini (menunjuk istana Harun ar Rasyid) pastilah sirna. Sedangkan ini (menunjuk kubur) kekal&#8221;.</p>
</blockquote>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 411px"><img class=" " alt="hauzahmaya.com" src="http://hauzahmaya.com/artikel/wp-content/uploads/2012/03/Iman-dan-Kejujuran.jpg" width="401" height="280" /><p class="wp-caption-text">hauzahmaya.com</p></div>
<p>Dikisahkan bahwa Bahlul adalah seorang laki-laki gila pada zaman pemerintahan Khalifah Bani Abbasiyah, Harun ar Rasyid. Satu dari keanehan Bahlul bahwa suatu saat Harun ar Rasyid lewat saat Bahlul duduk di atas kuburan. Harun berkata, &#8220;Hai Bahlul, kapan kamu waras?&#8221; Bahlul pun menghentakkan kakinya lalu memanjat pohon tertinggi kemudian berteriak sekeras-kerasnya. &#8220;Hai Harun, orang orang gila. Kapan kau menjadi waras?&#8221;</p>
<p>Harun datang ke bawah pohon tersebut lalu bertanya, &#8220;Aku atau kamu selalu duduk di atas kuburan yang gila?&#8221; Bahlul menjawab, &#8220;Aku yang waras.&#8221; Harun berkata, &#8220;Bagaimana bisa demikian?&#8221; Bahlul menjawab, &#8220;Karena aku tahu bahwa ini (menunjuk istana Harun ar Rasyid) pastilah sirna. Sedangkan ini (menunjuk kubur) kekal&#8221;. Bergetarlah hati ar Rasyid karena kata-kata Bahlul. Ia menangis hingga jenggotnya basah. &#8220;Demi Allah, engkau benar.&#8221;</p>
<p>Lalu dia melanjutkan perkataannya. &#8220;Apakah kamu punya kebutuhan nanti bisa kupenuhi?&#8221; Bahlul menjawab, &#8220;Ya, aku punya tiga kebutuhan jika engkau bisa memenuhinya aku ucapkan terima kasih. &#8220;Mintalah!&#8221; Kata Harun. Bahlul menjawab, &#8220;Engkau tambah umurku.&#8221; Harun menjawab, &#8220;Aku tak bisa.&#8221; Bahlul berkata, &#8220;Kau jaga aku dari malaikat maut.&#8221; Harun menjawab, &#8220;Aku tak bisa.&#8221; Bahlul berkata, &#8220;Kau masukkan aku ke dalam surga.&#8221; Harun menjawab, &#8220;Aku tak bisa.&#8221; Bahlul berkata, &#8220;Kalau demikian, ketahuilah bahwa engkau hanyalah budak, bukan raja. Aku tidak membutuhkanmu.&#8221;</p>
<p>From Ust. Muhammad Syafii Masykur Facebook page</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sengal]]></title>
<link>http://inibukanceritadongeng.wordpress.com/2012/01/03/sengal/</link>
<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 20:52:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>inibukanceritadongeng</dc:creator>
<guid>http://inibukanceritadongeng.wordpress.com/2012/01/03/sengal/</guid>
<description><![CDATA[Sengal Lalu aku melukis, Suatu pemandangan indah, Aku gapai pensel, Terlepas dari tangan, “Bodoh!” P]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sengal Lalu aku melukis, Suatu pemandangan indah, Aku gapai pensel, Terlepas dari tangan, “Bodoh!” P]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bahlul dan Syekh Junaid al Baghdadi]]></title>
<link>http://titianilahi.wordpress.com/2010/10/07/bahlul-dan-syekh-junaid-al-baghdadi/</link>
<pubDate>Thu, 07 Oct 2010 15:05:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>mas kus</dc:creator>
<guid>http://titianilahi.wordpress.com/2010/10/07/bahlul-dan-syekh-junaid-al-baghdadi/</guid>
<description><![CDATA[Syekh Junaid al Baghdadi, seorang sufi terkemuka, pergi ke luar kota Baghdad. Para muridnya juga iku]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Syekh Junaid al Baghdadi, seorang sufi terkemuka, pergi ke luar kota Baghdad. Para muridnya juga iku]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Resensi Buku : Marketing Bahlul]]></title>
<link>http://resensi66.wordpress.com/2010/02/03/resensi-buku-marketing-bahlul/</link>
<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 14:04:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>resensi66</dc:creator>
<guid>http://resensi66.wordpress.com/2010/02/03/resensi-buku-marketing-bahlul/</guid>
<description><![CDATA[Resensi Buku MARKETING BAHLUL Oleh : J. Haryadi Mungkin tak banyak orang yang tahu makna kata “Bahlu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://resensi66.files.wordpress.com/2010/02/marketing-bahlul.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-85" title="marketing bahlul" src="http://resensi66.files.wordpress.com/2010/02/marketing-bahlul.jpg?w=137&#038;h=200" alt="" width="137" height="200" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Resensi Buku<br />
MARKETING BAHLUL<br />
Oleh : J. Haryadi</p>
<p style="text-align:left;">Mungkin tak banyak orang yang tahu makna kata “Bahlul”. Terus terang saya sendiri baru mengetahuinya setelah membaca buku “Marketing Bahlul” karya Muhammad Syakir Sula ini. Rupanya penulisnya sengaja mengangkat kata tersebut agar punya nilai jual dan membuat orang penasaran ingin mengetahuinya. Tapi langkah tersebut ternyata cukup jitu. Saya pun tergoda untuk mengintip isi buku ini karena memang penasaran ingin melihatnya. Tetapi saya tidak menyesal telah membelinya karena memang buku ini sangat menarik dan cukup menggelitik bagi siapa saja yang membacanya.</p>
<p>Kata “bahlul” berasal dari bahasa Arab. Akar katanya bahlala yang artinya sesuatu yang batil atau sesat. Bahlul sendiri sebenarnya hanyalah sebuah istilah yang sering digunakan untuk menyatakan orang yang berkelakuan rada-rada aneh atau pandir (kurang kemampuan berpikirnya). Tetapi dalam pergaulan sehari-hari di dunia bisnis, pengertian “bahlul” tidaklah demikian. Umumnya orang mengartikan bahlul itu adalah orang yang berprilaku bandel, nakal, cuek, rada bego dikit dan berbagai atribut negatif lainnya. Kita-kira seperti itulah yang dimaksud bahlul di buku ini.</p>
<p>Melihat sampulnya yang sedikit jenaka, memang kelihatannya buku ini bisa disebut semi serius. Saya sebut demikian karena kalau ditela’ah dari judulnya saja sudah mau mengundang tawa, walau semula mungkin kita tak tahu apa maknanya. Sementara ilmu marketing sendiri bukanlah ilmu mainan, melainkan suatu bidang ilmu yang harus dipelajari dengan serius. Betapa tidak, ujung tombak penjualan suatu produk ada pada bagian marketing. Dengan kata lain, mati hidupnya sebuah perusahaan sangat tergantung bagus tidaknya peran manajer marketing berikut pasukan tempurnya.</p>
<p>Kalau anda bermimpi akan menemui berbagai teknik dan strategi marketing yang bisa membuat dahi anda berkerut, Anda salah besar ! Anda tidak akan menemukannya dibuku ini. Tapi kalau anda ingin belajar marketing dengan teknik yang rada “nyeleneh” dan tidak dipelajari dibangku kuliah, kayaknya pilihan anda sudah tepat, buku ini adalah jawabannya !</p>
<p><a href="http://resensi66.files.wordpress.com/2010/02/syakir-sula.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-86" title="syakir sula" src="http://resensi66.files.wordpress.com/2010/02/syakir-sula.jpg?w=81&#038;h=114" alt="" width="81" height="114" /></a>Sebagai seorang pakar marketing syariah, praktisi sekaligus pakar asuransi syariah, Syakir Sula juga dikenal luas sebagai pembicara seminar, penulis kolom dan buku yang cukup produktif. Melihat latar belakangnya tersebut rasanya agak janggal kalau buku yang dibuatnya justru mengenai marketing bahlul, bukan marketing syariah yang telah menjadi bidangnya. Kita mungkin cukup surprise atas apa yang dilakukannya ini. Tetapi rupanya justru dia ingin berbagi kepada para pembaca tentang sisi lain dari sepak terjangnya selama ini sebagai seorang marketing syariah papan atas berkelas internasional.</p>
<p>Pendiri dan mantan Ketua umum AASI (Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia) ini lebih banyak memaparkan pengalamannya yang banyak berhubungan dengan para marketing tingkat atas negeri ini, bahkan manca negara. Liku-liku hidupnya yang sering bersentuhan dengan dunia gemerlap dalam melobi kolega bisnisnya yang banyak “nyerempet” bahaya ini dia tuangkan secara apik dan santai, sehingga enak dibaca dan mudah dicerna oleh siapa saja yang membacanya.</p>
<p>Bukan Syakir namanya kalau tidak pandai bergaul. Kehidupan kaum jetset yang serba gemerlap, bertabur uang, alkohol, narkoba dan wanita ia lalui tanpa membuat dirinya terjerumus ke lembah hitam tersebut. Justru uniknya Syakir bisa tetap eksis menjadi “orang aneh” diantara para manajer marketing yang biasa senang berpesta tersebut, bahkan terkadang dia berani berdakwah dengan gaya kaum “bahlul” tanpa membuat orang yang dia dakwahi menjauhinya. Dia terkadang menjadi obor diantara gelapnya hati para bahlul yang bergelimang harta tersebut. Mantan Eksekutif di asuransi, bank dan sekuritas ini memang sangat piawai bergaul dengan berbagai kalangan. Dari mulai raja kandang (eksekutif puncak di indonesia), pengusaha top negeri Jiran sampai milyarder dari tanah Arab adalah teman gaulnya. Itulah kelebihan lelaki kelahiran Palopo, Sulawesi Selatan tersebut.</p>
<p>Beberapa tokoh penting memberikan testimoni terhadap buku “Marketing<a href="http://resensi66.files.wordpress.com/2010/02/antonio.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-88" title="Antonio" src="http://resensi66.files.wordpress.com/2010/02/antonio.jpg?w=116&#038;h=116" alt="" width="116" height="116" /></a> Bahlul” ini. Seperti pendapat Dr. Muhammad Syafi’i Antonio (Chairman Tazkia Group), “Marketing adalah seni menjual dan strategi mempengaruhi yang sangat kompleks, tak heran banyak orang ‘menghalalkan segala cara’ (bahlul way) untuk menggaet customer. Saudara Syakir menyelami serba-serbi kebahlulan tersebut dan menawarkan alternatif secara jitu dan cerdas, dengannya kita dicintai nasabah juga dicintai Allah Swt”.</p>
<p>Lain lagi pendapat KH. Ma’ruf Amin (Ketua MUI Bidang Fatwa) mengatakan, “Semula saya sempat ragu memberi komentar dalam buku ini, tapi setelah saya baca solusi syariahnya, dan saudara Syakir menceritakan sekilas tentang isinya, kesimpulan saya buku ini penting dibaca. Insya Allah bermanfaat, baik baik bagi mereka yang sudah terjerumus ke prilaku moral yang menyimpang dalam bisnis, maupun bagi yang baru mulai coba-coba. Ini bentuk lain dari da’wah bil hi’mah. Saya do’akan buku ini tidak menjadi ‘tuntunan’ untuk maksiat, tapi menjadi tuntunan menghindari maksiat !”.</p>
<p>Bagi anda yang senang dengan dunia marketing, baik pelajar, mahasiswa, praktisi bisnis maupun masyarakat umum yang ingin mengetahui ilmu marketing “edan” alias “bahlul”, buku setebal 369 halaman ini layak anda koleksi. Buku terbitan Srigunting, Jakarta ini bisa anda dapatkan di toko-toko buku kesayangan Anda.</p>
<p>Selamat membaca, semoga bermanfaat !</p>
<p style="text-align:center;">* * *</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The Sufi Master and the Madman!]]></title>
<link>http://darvish.wordpress.com/2009/10/12/the-sufi-master-and-the-madman/</link>
<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 21:47:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>darvish</dc:creator>
<guid>http://darvish.wordpress.com/2009/10/12/the-sufi-master-and-the-madman/</guid>
<description><![CDATA[Salaam and Greetings of Peace: It is related that the Sufi Master, Shaykh Junayd Abul Qasim Baghdadi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Salaam and Greetings of Peace:</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>It is related that the Sufi Master, Shaykh Junayd Abul Qasim Baghdadi, once went for a walk outside of </strong><strong>Baghdad</strong><strong>, his disciples following him. The Shaykh then asked them how Bahlul was.</strong> <strong>They answered, &#8220;He is a crazy person, what do you need from him?&#8221;</strong></p>
<p><strong>&#8220;Bring me to him because I have a need for him,&#8221;</strong> he said.</p>
<p><strong>The students searched for Bahlul, whose reputation was that of a mad mystic, and found him in the desert. They took Shaykh Junayd to him.</strong> <strong>When Shaykh Junayd went near Bahlul, he saw Bahlul lying in a state of agitation, with a brick under his head for a pillow.</strong></p>
<p><strong>The Shaykh greeted him with the salutation of peace. </strong></p>
<p><strong>Bahlul answered with peace, and asked, &#8220;Who are you?&#8221;</strong></p>
<p><strong>&#8220;I am Junayd Baghdadi.&#8221;</strong></p>
<p><strong>Bahlul asked, &#8220;Are you Abul Qasim?&#8221;</strong></p>
<p><strong>&#8220;Yes!&#8221; replied the Shaykh.</strong></p>
<p><strong>&#8220;Are you the same Shaykh Baghdadi who gives people spiritual instructions?&#8221;</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>&#8220;Yes!&#8221; </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Then Bahlul asked, &#8220;Do you even know how to eat?&#8221;</strong></p>
<p><strong>&#8220;Yes!” answered Junayd. “I say </strong><strong><em>Bismillah</em></strong><strong></strong><strong> </strong>(In the Name of Allah). I eat what is in front of me, I take small bites, put them in the right side of my mouth, and slowly chew. I don&#8217;t stare at others&#8217; bites. I remember Allah while eating. For whatever morsel I eat, I say <strong><em></em><em>Alhamdulillah</em></strong><strong> (Praise be to Allah). I wash my hands before and after eating.&#8221;</strong></p>
<p><strong>Bahul stood up and shook the dirt of his garment on the Shaykh, and said, &#8220;You want to be the spiritual teacher of the world but you don&#8217;t even know how to eat.&#8221; Saying this, he walked away.</strong></p>
<p><strong>The Shaykh&#8217;s students said, &#8220;O Shaykh! He is a crazy person. Let him be&#8221;</strong></p>
<p><strong>Junayd replied, &#8220;He is a madman who is spiritually intelligent in his words. Listen to the correct statements from him.&#8221;</strong></p>
<p><strong>Saying this he went after Bahlul, saying, &#8220;I have a need for Bahlul.&#8221;</strong></p>
<p><strong>When Bahlul reached a deserted building he sat down. Junayd came near him.</strong></p>
<p><strong>Bahlul asked, &#8220;Who are you?&#8221;</strong></p>
<p><strong>&#8220;Shaykh Baghdadi who doesn&#8217;t even know how to eat.&#8221;</strong></p>
<p><strong>&#8220;You don&#8217;t know how to eat, but do you know how to talk?&#8221;</strong></p>
<p><strong>&#8220;Yes.&#8221;</strong></p>
<p><strong>&#8220;How do you talk?&#8221;</strong></p>
<p><strong>&#8220;I talk in moderation and to the point. I don&#8217;t speak without purpose or too much. I speak so the listeners can understand. I call the world&#8217;s people towards Allah and the Prophet. I don&#8217;t talk so much that the people would get bored. I care about the deepness of inner and outer knowledge.&#8221;</strong></p>
<p><strong>Then he described whatever was connected with manners and etiquette.</strong></p>
<p><strong>Bahlul said, &#8220;Forget about eating, you don&#8217;t know how to talk either.&#8221;</strong></p>
<p><strong>He stood up, shook his garment on the Shaykh and walked away.</strong></p>
<p><strong>The students said, &#8220;O Shaykh! You saw, he is a crazy person. What do you expect from a lunatic!&#8221;</strong></p>
<p><strong>Shaykh said, &#8220;I have a need for him. You do not know.&#8221;</strong></p>
<p><strong>Again he went after Bahlul until he reached him.</strong></p>
<p><strong>Bahlul asked, &#8220;What do you want from me? You who don&#8217;t know the manners of eating and speaking; do you know how to sleep?&#8221;</strong></p>
<p><strong>&#8220;Yes, I know.&#8221;</strong></p>
<p><strong>&#8220;How do you sleep?&#8221; Bahlul asked.</strong></p>
<p><strong>&#8220;When I am finished with</strong><strong> </strong><strong><em>Solat-e-Isha&#8217;</em></strong><strong> and reciting supplications, I don my sleepwear.&#8221;</strong> <strong>Then he described the manners of sleeping which were transmitted to him by the learned people of religion.</strong></p>
<p><strong>Bahlul then said: &#8220;I understand that you do not know how to sleep either.&#8221;</strong></p>
<p><strong>He wanted to get up, but Junayd caught hold of his garment and said, &#8220;O Bahlul! I don&#8217;t know; so for the sake of Allah, teach me.&#8221;</strong></p>
<p><strong>Bahlul said &#8220;You claimed knowledge and said you knew so I was avoiding you. Now that you confessed your lack of knowledge, I will teach you.&#8221;</strong></p>
<p><strong>&#8220;Know that whatever you described is secondary,&#8221; said Bahlul.</strong><strong>&#8220;The truth behind eating meals is that you eat lawful morsels. If you eat forbidden food even with one hundred kinds of good manners, it won&#8217;t benefit you, but will be the reason for blackening the heart.&#8221;</strong></p>
<p><strong>&#8220;May Allah grant you great reward.&#8221; remarked the Shaykh.</strong></p>
<p><strong>Bahlul continued, &#8220;The heart must be pure, and have good intentions before you begin to talk. And your conversation must be to please Allah. If it is for any worldly or useless work, then however you express yourself, it will become a calamity for you. That is why silence and quietude would be best.&#8221;</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>&#8220;Whatever you said about sleeping is also of secondary importance. The truth of it is that your heart should be free of enmity, jealousy, and hate. Your heart should not be greedy for this world or its wealth, and remember Allah when going to sleep.&#8221;</strong></p>
<p><strong>Sheikh Junayd then kissed Bahlul&#8217;s hand and prayed for him.</strong> <strong>The students who saw this incident and had thought that Bahlul was crazy and nothing more, realized the error of judging by appearances and their spiritual states increased.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong></strong><strong>- This tale is posted on many websites, but all of them without naming a source. It most likely came from Attar’s <em>Memorial of the Saints.</em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Ya Haqq!</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bahlulnya orang2 Marketing (^_^)...]]></title>
<link>http://1000langkah.wordpress.com/2008/12/16/bahlulnya-orang2-marketing-_/</link>
<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 10:15:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>M. Isya</dc:creator>
<guid>http://1000langkah.wordpress.com/2008/12/16/bahlulnya-orang2-marketing-_/</guid>
<description><![CDATA[Minggu2 ini kyknya sulit banget mencari ide untuk membuat sebuah tulisan di blog saya, mungkin karen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://1000langkah.files.wordpress.com/2008/12/sales_office_home4.gif?w=300&#038;h=165" alt="sales_office_home4" title="sales_office_home4" width="300" height="165" class="alignleft size-medium wp-image-101" />Minggu2 ini kyknya sulit banget mencari ide untuk membuat sebuah tulisan di blog saya, mungkin karena terlalu lelah dengan pekerjaan kantor, ditambah jadwal kereta yang sering &#8220;ngaret&#8221;, cuaca yang kurang bersahabat, ditambah banyaknya pengeluaran yang gak jelas di bulan ini (lohhh..kok jadi curhat&#8230;!!!!).</p>
<p>Anyway saya memaksakan diri nih untuk tetap menulis, kebetulan beberapa hari yang lalu di kantor ada beberapa buku baru yang ada di perpustakaan, iseng2 saya coba lihat2 satu per satu kumpulan buku2 baru tersebut, hmmmm&#8230;rupanya ada satu judul buku yang cukup menggelitik dan menantang untuk dibaca, judulnya &#8220;Marketing Bahlul&#8221;, judulnya buat saya cukup &#8220;nyeleneh&#8221;, dan penulisnya pun cukup terkenal karena pernah menulis buku tentang marketing syariah yang juga merupakan bestseller.</p>
<p>Ok, rekans..saya akan menyebutkan beberapa istilah yang ada di buku &#8220;Marketing Bahlul&#8221; karya Muhammad Syakir Sula, beberapa diantaranya ada istilah &#8220;Golf bahlul&#8221;, &#8220;strategi buka kancing&#8221;, &#8220;spa plus2&#8243;, &#8220;karaoke syoriah&#8221;, &#8220;cantik bispak&#8221;, &#8220;apartemen include&#8221;, &#8220;bisnis bahlul&#8221;, &#8220;jurus tujuh wanita cantik&#8221;, &#8220;paket 2 in 1&#8243;, &#8220;korupsi &#38; suap berjamaah&#8221;, dan masih banyak lagi istilah lainnya yg digunakan.<br />
<!--more....KEEP READING My Friends--><br />
Lalu isi buku ini bercerita tentang apa? dari hasil pemikiran saya menelusuri buku ini (sok serius ceritanya&#8230;), buku ini menjadi semacam kisah perjalanan dan pendokumentasian Pak Sula mengenai trend bisnis yg banyak terjadi dalam kehidupan para pelaku bisnis yg dapat dibilang &#8220;high class&#8221;, semua yg diceritakan didalamnya adalah kisah nyata yg memang terjadi di Indonesia.</p>
<p>Mungkin rekan2 ingat dengan buku &#8220;Jakarta Undercover&#8221; kan? nah bisa dibilang buku ini juga berisi kisah negatif para pelaku bisnis dalam menjalankan usaha bisnisnya dengan menghalalkan berbagi macam cara.</p>
<p>Tapi&#8230;ada yg harus diingat, dalam buku &#8220;Jakarta Undercover&#8221; si penulis memang dapat dikatakan (maaf) terlibat atau menyelam langsung dalam setiap kegiatan kehidupan malam tersebut. Sedangkan Pak Sula tidak, beliau lebih menyelidiki dan mendapatkan informasi dari hasil wawancara atau mendapat info dari rekan2 se profesinya, atau beretemu langsung dengan para marketer bahlul tersebut, kemudian saling berdiskusi.</p>
<p>Dalam buku tersebut Pak Sula juga menyebutkan seperti apa sebenarnya yang disebut dengan perilaku marketing bahlul. Dapat dijelaskan sepintas bahwa seseorang yang memiliki perilaku marketing bahlul adalah mereka yang memang profesional dalam bekerja sebagai eksekutif, atau sebagai orang marketing. </p>
<p>Akan tetapi dalam menjalankan profesinya tersebut mereka tidak lepas dari sifat2 buruk seperti maksiat, minum, judi dan zina, dan hal itu selalu mereka tawarkan dalam upaya melancarkan bisnis mereka untuk memperoleh keuntungan materi, dengan cara yang haram tentunya.</p>
<p>Bagi saya buku ini cukup menarik, karena secara garis besar didalamnya berisi pengakuan dari para pelaku marketing bahlul tentang apa saja yang mereka lakukan, cara licik apa saja yang mereka perbuat, serta apa dampaknya bagi kehidupan mereka.</p>
<p>Tanpa bermaksud mendiskreditkan perempuan, tapi dalam buku ini banyak kisah tentang para wanita eksekutif yg memiliki kelebihan dari wanita lainnya, atau bisa dibilang sempurna karena cantik, pintar dan seksi justru menjalankan pekerjaannya dengan cara2 yg tidak layak. makanya dalam buku ini ada istilah2 seperti strategi buka kancing, cantik bispak, apartemen include atau juga paket 2 in 1.</p>
<p>Tapi jangan salah&#8230;ada juga kaum pria yg sama2 menjalankan praktik kotor tersebut, dengan menggunakan cara2 yg tidak halal, intinya sih masih tetap tidak lepas dari minuman, maksiat, judi dan zina.</p>
<p>Entah saya yang &#8220;kampungan&#8221; atau memang ketinggalan informasi mengenai kasus2 dalam buku ini ya? Tapi jujur buku ini mampu membuka mata bahwa ini memang nyata terjadi di Indonesia, dan banyak melibatkan orang2 yang &#8220;high class&#8221;, bahkan ada juga yang melibatkan para anggota2 DPR di sana, walaupun sayang, Pak Sula tidak menyebutkan nama anggota2 DPR yg terlibat kegiatan bahlul tersebut. Padahal kalau dibeberkan pasti lebih menarik lagi hehehe&#8230;</p>
<p>Membaca buku ini seolah kita diberikan kesadaran bahwa tiap manusia itu pada dasarnya atau fitrhanya adalah bersih dan suci, perjalanan hidup dan cara yang ditempuh dan dipilih dalam mencari materi atau menjalankan profesilah yg membuat manusia itu ada yg terjerumus ke lembah hitam, atau tetap sukses dengan cara2 yang halal.</p>
<p>Seperti yang dikatakan Pak Sula  bahwa tujuan dari pembuatan buku ini seolah menjelaskan bahwa mereka para eksekutif yang memang terjebak dalam kehidupan haram harus tetap disentuh dan disadarkan bukan dicemooh atau dihina dengan sebutan seperti kafir, ahli neraka, ahli maksiat, temennya setan, saudaranya iblis, atau hujatan lainnya yg membuat mereka justru semakin takut dan menjauhi kebenaran.</p>
<p>Oh iya sebelumnya saya minta maaf, buku ini walaupun bagus, tapi banyak memberikan penjelasan dari kacamata Islam, sehingga di dalamnya banyak memuat kandungan ayat2 Al-Quran serta hadist. Namun berhubung ilmu pengetahuan dan informasi itu sifatnya universal jadi buat rekan2 yg tetap tertarik untuk membacanya, ya silahkan saja, semoga ada pelajaran berharga yang bisa didapat dari buku ini.</p>
<p>*tiba2 jadi ingin merenung nih hehehe*</p>
<p>Have a nice job my friends&#8230;regards&#8230; </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MEMETIK HIKMAH DARI SITUS PENGHUJAT ISLAM]]></title>
<link>http://rismaka.wordpress.com/?p=931</link>
<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 11:00:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>rismaka</dc:creator>
<guid>http://rismaka.wordpress.com/?p=931</guid>
<description><![CDATA[Masih ingatkah anda tentang sebuah blog yang isinya kontroversial? Dimana dalam blog tersebut terdap]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Masih ingatkah anda tentang sebuah blog yang isinya kontroversial? Dimana dalam blog tersebut terdapat gambar kartun Nabi kita yang mulia Muhammad Shalallahu &#8216;alaihi wasallam, serta banyak pernyataan-pernyataan nyeleneh mereka yang menghina agama islam, serta berupaya agar kaum muslimin murtad dari agamanya.</p>
<p align="justify">Selama beberapa hari blog tersebut sempat heboh masyarakat Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Tak ayal pula keberadaan blog tersebut sangat mengundang amarah dari kaum muslimin. Berlomba-lomba mereka memita pihak WordPress untuk &#8220;abushing&#8221; blog tersebut. Media-media di Indonesia pun baik cetak maupun elektronik turut berandil besar dalam meminta pemerintah untuk segera memblokir blog tersebut.</p>
<p align="justify">Alhamdulillah blog tersebut kini telah diblokir oleh pihak WordPress, dan kaum muslimin pun senang&#8230;&#8230; untuk sementara waktu.</p>
<p align="justify">Kini lihatlah&#8230; Tak sengaja saya mengunjungi salah satu blog di wordpress yang menyatakan bahwa situs yang serupa &#8220;telah bangkit lagi&#8221;. Di situ disertakan alamat situs tersebut. Setelah saya cek, ternyata memang benar situs &#8220;penghujat islam&#8221; MASIH ADA, dan entah akan ada berapa situs serupa lagi yang akan muncul. Berikut saya sertakan screenshoot dari pernyataan sang pengelola situs tersebut. [Sengaja saya tak menyertakan alamat url situs tersebut, karena hal itu hanyalah sebuah kesia-sia-an belaka]</p>
<p align="center"><img src="http://rismaka.files.wordpress.com/2008/11/pernyataan6564654.jpg?w=450&#038;h=545" alt="pernyataan 6564654" width="450" height="545" /></p>
<p align="justify">Saya mau tanya pada kalian, apa yang harus kita lakukan? Mengerahkan ribuan orang kah untuk memberikan report abush pada situs tersebut? Yang dengannya mereka akan membuat situs-situs serupa, bukan hanya satu, dua, bahkan mungkin ribuan situs serupa yang akan mereka buat.</p>
<p align="justify">Ataukah kita akan berteriak-teriak:<br />
<strong>&#8220;Habisi mereka&#8230;!!!, Perangi mereka&#8230;!!!, Jihad&#8230;!!!, Hancurkan&#8230;!!! Hack&#8230;!!!, Sweeping semua orang kafir&#8230;!!!&#8221; ??? (tanda tanya besar)</strong>
</p>
<p align="justify">Apa yang akan engkau lakukan wahai muslim? Sadarlah, bahwa mengurusi mereka tak ubahnya seperti mengurusi anjing-anjing yang menyalak. Semakin kita lantang berteriak, mereka akan semakin keras menyalak. Mereka tak ubahnya seperti anjing yang menjulurkan lidahnya. Kita diam, mereka akan menjulurkan lidahnya. Kita teriakpun mereka akan tetap menjulurkan lidahnya.</p>
<p align="justify">Mereka hanyalah mencari sensasi dari keributan yang akan ditimbulkan oleh orang-orang bodoh. Apa yang mereka mau hanyalah memancing emosi kita selaku umat muslim, untuk membuat provokasi antar umat beragama sehingga kita akan saling bunuh satu sama lain. Mereka menghendaki peperangan antar umat beragama. Mereka akan tertawa lepas di genangan darah yang kita kucurkan atas umat non muslim.</p>
<p align="justify">Ingatlah bahwa musuh-musuh islam tak akan ridho hingga kalian murtad dari agama kalian. Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala berfirman: &#8220;<em>Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka&#8230;</em>&#8221; [Al Baqarah: 120]</p>
<p align="justify"><strong>Maka katakanlah kepada mereka wahai saudaraku: &#8220;<em>Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)&#8230;</em>&#8220;. [Al Baqarah: 120]</strong></p>
<p align="justify"><strong>Adapun jika engkau murtad, maka sesungguhnya Allah maha kaya dan maha berkuasa atas segala sesuatu. Allah Azza Wa Jalla tak butuh kepada hambaNya, namun seorang hamba lah yang butuh kepadaNya.</strong></p>
<p align="justify"><strong>&#8220;<em>Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu&#8217;min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.</em>&#8221; [Al Maaidah: 54]</strong></p>
<p align="justify"><strong><em>&#8220;&#8230;Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu</em>.&#8221; [Al Baqarah: 120]</strong></p>
<p align="justify">Ingatlah, bahwa apa yang mereka sampaikan berupa ayat-ayat Al Qur&#8217;an ataupun hadits tidaklah menjadikan mereka menjadi benar. Katakanlah, <strong>&#8220;Bahwa sesungguhnya sebuah pedang tak akan mempunyai faidah sedikitpun di mulut seekor anjing&#8221;</strong>. Mereka bak sekumpulan anjing yang terus menyalak dan mengganggu tidurmu, dimana jika engkau bangun dan mengejarnya mereka akan lari, dan akan kembali menyalak jika engkau kembali tidur.</p>
<p align="justify">Mereka pun melemparkan hinaan dan cacian kepada Allah dan juga rasulNya. Katakanlah kepada mereka <strong>&#8220;Bahwa bulan akan tetap bersinar sekalipun sekumpulan anjing yang hina menyalak dan terus menyalak. Katakanlah bahwa Allah akan tetap Maha besar dan berkuasa atas segala sesuatu. Katakanlah bahwa rasulullah shalallahu &#8216;alaihi wasallam akan tetap mulia sekalipun seluruh manusia mencacinya. Katakanlah Islam akan tetap jaya sekalipun seluruh agama memeranginya.&#8221;</strong></p>
<p align="justify">Ketahuilah wahai kaum muslimin, bahwasanya mereka tak ubahnya babi-babi perusak ladang, dimana mereka hanya berani keluar dari sarangnya, menggali tanah di kebun-kebun dan merusak lahan hanya saat sang petani tidur. Mereka akan kembali ke sarangnya jika para petani telah terjaga.</p>
<p align="justify">Di manakah kalian wahai kaum muslimin? Bangkitlah, Bangunkan diri-diri kalian. Jangan biarkan mereka tertawa dengan kebodohan dan ketololan kalian. Jangan biarkan mereka semakin keras tertawa karena kalian menyalak seperti mereka. Itulah yang mereka harapkan dari kalian. Bahwa mereka ingin kalianpun menyalak seperti mereka. Lihatlah anjing-anjing itu. Mereka akan semakin keras menyalak di saat anjing-anjing lainpun menyalak tak ubahnya seperti mereka.</p>
<p align="justify">Apa yang akan kalian lakukan wahai orang-orang yang mengaku muslim? Mengangkat pedangkah? Mengebom kah? Membunuhi orang-orang kafir yang tidak bersalah kah? Silahkan kalian lakukan&#8230;!!! Tapi ingatlah satu hal, bahwa mereka akan menang, dan kalianlah yang akan kalah. Itulah yang mereka harapkan dari kalian. Mereka akan menampakkan diri-diri mereka bukan sebagai anjing-anjing atau babi-babi, tapi mereka akan menampakkan diri kepada dunia bak seorang pahlawan perang, yang menyuarakan perdamaian dunia, yang menyuarakan hak asasi manusia, yang menyuarakan penghapusan teror di setiap penjuru negeri.</p>
<p align="justify">Tidakkah kalian mengetahui wahai kaum muslimin??? Bahwa mereka ingin kita termakan oleh propaganda-propaganda busuk yang mereka hembuskan. Tidakkah kalian lihat <span style="text-decoration:underline;"><strong>apa dan siapa</strong></span> yang mereka jadikan tombak untuk menyerang islam??? Kita&#8230;. Ya, sebagian dari kitalah yang bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan terhadap islam. Lihatlah bagaimana aksi teror yang dilakukan atas nama jihad di Bali, lihatlah bagaimana sebagian dari kita menyuarakan: &#8220;Bunuh kafir..!&#8221;, &#8220;Sweeping orang kafir&#8230;!&#8221;, &#8220;Bakar kafir&#8230;!&#8221;, dan teriakan-teriakan teror lain atas nama jihad. Sekali lagi <span style="text-decoration:underline;">atas nama jihad dalam agama yang diperintahkan oleh islam</span>.</p>
<p align="justify">Sadarkah kalian wahai kaum muslimin, sementara sebagian dari kita berbangga dengan &#8220;syahidnya&#8221; orang-orang yang mengebom dengan meledakkan dirinya, mereka justru melompat kegirangan karena telah mendapatkan senjata yang digunakan untuk menusuk agama kita. Sadarkah???!!!</p>
<p align="justify">Sadarkah kalian wahai kaum muslimin, bahwa apa yang mereka katakan dalam pernyataannya terasa tepat untuk kita????</p>
<p align="center"><strong><span style="color:#ff0000;">&#8220;misi kami mencari muslim2 idiot (seperti kalian) utk dicerdaskan, dicerahkan, dan diselamatkan&#8230;&#8221;</span></strong></p>
<p align="center"><img src="http://rismaka.files.wordpress.com/2008/11/pernyataan7.jpg?w=225&#038;h=163" alt="pernyataan 7" width="225" height="163" /></p>
<p align="justify">Tidakkah kalian menyadari &#8220;ke-idiotan&#8221; kalian dalam beragama? Dimana kalian sudah mengucapkan kalimat &#8220;Laa ilaaha ilallah&#8221;, tapi ternyata kalian masih menyembah kubur, kalian masih berdoa, meminta, dan beristighosah pada orang mati, baik itu kyai, wali, atau habib. Tidakkah kalian sadari ketololan kalian???, dimana kalian telah tahu bahwa hanya Allah Azza Wa Jalla lah yang mampu memberikan manfaat dan mudharat pada kalian, tapi kalian masih percaya jimat-jimat penolak bala, masih percaya ramalan atau primbon, dan masih percaya tahayul.</p>
<p align="center"><span style="color:#0000ff;">“<em>Padahal mereka tidak disuruh kecuali menyembah Alloh dengan memurnikan ketaatan kepadaNya (dalam menjalankan agamaNya dengan lurus)</em>&#8220;<br />
[Al Bayyinah: 5]</span>
</p>
<p align="justify">Apakah kata &#8220;idiot&#8221; belum cukup untuk kalian? Dimana kalian mengakui bahwa Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala sebagai pelindung kalian satu-satunya, namun kalian masih tunduk dan takut kepada setan dan jin. Kalian masih mengorbankan sembelihan untuk mereka yang tidak dapat memberikan manfaat maupun mudharat sedikitpun kepada kalian. Bukankah sangat tepat kata tersebut wahai kaum yang mengaku beriman kepada Dzat yang satu-satunya berhak untuk diibadahi??!!! Tidakkah kalian sadari ketololan kalian?, Dimana kalian sudah mengucapkan kalimat &#8220;Muhammadan abduHu warasuluHu&#8221;, tapi ternyata kalian masih berdo&#8217;a kepada beliau yang telah meninggal. Kalian masih menganggap beliau mampu memberikan pertolongan dan mengabulkan doa kalian di dunia ini.</p>
<p align="center"><span style="color:#0000ff;">&#8220;<em>Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) do&#8217;a yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi merek</em>a.&#8221;<br />
[Ar Ra'd: 14]</span>
</p>
<p align="justify">Tidakkah kata &#8220;bahlul&#8221; teramat tepat untuk kalian? Dimana kalian bersyahadat bahwasanya Rasulullah shalallahu &#8216;alaihi wasallam adalah pembawa risalahNya, akan tetapi kalian justru membuat syari&#8217;at-syari&#8217;at baru yang tidak pernah dicontohkan oleh beliau.</p>
<p align="center"><span style="color:#0000ff;">&#8220;<em>Wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah dia dengan gigi gerahammu. Dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang baru, karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu adalah bid&#8217;ah. Dan setiap bid&#8217;ah adalah sesat</em>.&#8221;<br />
[HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan ad-Darimy]</span>
</p>
<p align="justify">Bukankah cap &#8220;bego&#8221; lebih tepat untuk kalian dapatkan? Dimana kalian mengaku mencintai rasulullah, akan tetapi kalian malah melecehkan perintah beliau. Ketahuilah wahai kaum muslimin&#8230;. Bahwasanya rasulullah shalallahu &#8216;alaihi wasallam telah melarang kalian untuk menjadikan kubur beliau sebagai tempat ibadah, namun kalian justru &#8220;teramat pintar&#8221; dengan menjadikan kubur-kubur wali atau kyai atau habib sebagai tempat ibadah.</p>
<p align="justify">Sungguh tepat sekali pernyataan anjing-anjing yang menyalak itu, bahwa kalian masih gampang diprovokasi disebabkan karena ke-idiotan kalian sendiri dalam beragama.</p>
<p align="justify">Sungguh teramat tepat kata &#8220;bodoh&#8221; untuk kalian, dimana kalian ingin menegakkan syari&#8217;at islam, namun di sisi lain kalian melanggar syari&#8217;at tersebut. Kalian gembar-gemborkan kekhilafahan, namun di sisi lain kalian malah meruntuhkannya. Kalian teriak-teriak bersatu di atas sunnah, namun di sisi lain kalian berpecah belah.</p>
<p align="justify">Sungguh ironis &#8220;sepak terjang&#8221; kalian. Dimana kalian menyerukan slogan keadilan, namun kalian tidaklah berlaku adil terhadap perintah Allah dan rasulNya. Kalian mengakui suatu sistem yang notabene terlarang, namun kalian justru memasukinya.</p>
<p align="justify">Sungguh mengherankan ulah kalian. Dimana kalian menyeru kepada persatuan jama&#8217;ah, namun kalian enggan shalat berjama&#8217;ah. Kalian lebih memilih menunda shalat karena sedang berdemonstrasi, rapat, dan lain sebagainya.</p>
<p align="justify">Sungguh memilukan apa yang kalian lakukan, dimana rasulullah shalallahu &#8216;alaihi wasallam memerintahkan kalian untuk sabar terhadap kedzaliman penguasa dengan tetap mendengar dan taat (selagi tidak bertentangan dengan syari&#8217;at), kalian malah menghilangkan kewibawaan penguasa di atas mimbar, kalian mengeluarkan diri dari ketaatan pada penguasa, dan kalian memancing emosi masyarakat awam untuk tidak lagi menaati pemimpinnya.</p>
<p align="center"><span style="color:#0000ff;">“<em>Hai orang-orang yang beriman taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul dan para pemimpin kamu</em>”<br />
[An-Nisa': 59]</span></p>
<p align="center"><span style="color:#0000ff;">“<em>Aku wasiatkan kepada kalian supaya tetap bertaqwa kepada Allah, tetaplah mendengar dan taat, walaupun yang memerintah kamu adalah seorang budak Habasiyyah. (Etiopia)</em>&#8220;<br />
[HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan ad-Darimy]</span></p>
<p align="center"><span style="color:#0000ff;">&#8220;<em>Barangsiapa yang taat kepadaku berarti ia telah taat kepada Allah dan barangsiapa yang durhaka kepadaku berarti ia telah durhaka kepada Allah, barangsiapa yang taat kepada amirku (yang muslim) maka ia taat kepadaku dan barangsiapa yang maksiat kepada amirku, maka ia maksiat kepadaku</em>.”<br />
[HR. Al-Bukhari, Muslim Ibnu Majah, an-Nasa'i, dan Ahmad]</span>
</p>
<p align="justify">Tidakkah kalian sadar sekarang tentang apa yang ku tuliskan di atas wahai kaum muslimin? Bahwasanya kalian memang masih awam, bodoh, dan jahil tentang agama kalian sendiri. Sangatlah wajar bila anjing-anjing itu mengambil secara serampangan ayat-ayat dan hadits sebagai tombak untuk menusuk agama kalian, karena mereka tahu bahwa kalian tidaklah paham dengan agama kalian sendiri. Kalian hanya bisa berteriak &#8220;jihad&#8230; jihad&#8230; dan jihad&#8221; tanpa tahu apa itu syari&#8217;at jihad.</p>
<p align="justify">Kalian masihlah mengedepankan semangat membara tanpa ilmu yang cukup. Kalian dengan mudahnya menghunus pedang pada orang yang mestinya kalian lindungi. Kalian membaca minimalnya 17 kali dalam sehari:<br />
&#8220;<em>Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat</em>.&#8221; [Al Fatihah: 6-7]<br />
tapi ironisnya kalian tidak memahami maknanya.
</p>
<p align="justify">Wahai muslim&#8230; dengan apa kalian akan membela agama kalian dari anjing-anjing yang menyalak tersebut? Cukupkah dengan pedang? Namun ketahuilah, bahwa <strong>Sesungguhnya pedang tidaklah memuji orang yang membawanya</strong>.</p>
<p align="justify">Bagaimana kalian bisa merasa menang melawan mereka, sementara kalian lebih hafal lirik-lirik lagu ketimbang kitab suci kalian sendiri? Bagaimana kalian bisa merasa nyaman atas propaganda licik yang mereka hembuskan dengan membawakan ayat-ayat Al Qur&#8217;an dan hadits, sementara kalian lebih sering membaca komik dan koran? Bagaimana kalian bisa merasa cemburu melihat nabi kalian dilecehkan kemuliaannya, sementara kalian sibuk beribadah dengan hal-hal yang tidak beliau shalallahu &#8216;alaihi wasallam contohkan? Bagaimana kalian bisa melindungi istri-istri dan anak-anak kalian dari rongrongan mereka, sementara kalian memberlakukan &#8220;kebebasan&#8221; pada mereka?.</p>
<p align="justify">Yakinkah kalian akan menang melawan mereka jika kalian masih sibuk dalam urusan dunia kalian? Tidakkah kalian sadari sampai detik ini wahai kaum muslimin, kenapa mereka seakan-akan berkumpul dan bersekongkol untuk melumat kalian? Sementara jumlah kalian sangat banyak, namun justru kalian tidaklah berguna sama sekali. Tidak ada rasa takut dalam diri anjing-anjing itu. Yang ada adalah perasaan senangnya melihat kelemahan-kelemahan kalian.</p>
<p align="center"><span style="color:#0000ff;">Rasulullah shalallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: &#8220;<em>Nyaris sudah para umat-umat (selain Islam) berkumpul (bersekongkol) menghadapi kalian sebagaimana berkumpulnya orang-orang yang makan manghadapi bejana makanannya</em>&#8220;, Lalu seseorang bertanya: &#8220;Apakah kami pada saat itu sedikit ?&#8221; Beliau menjawab: &#8220;<em>Tidak, bahkan kalian pada saat itu banyak, akan tetapi kalian itu buih seperti buih banjir, dan Allah akan menghilangkan dari diri musuh-musuh kalian rasa takut terhadap kalian dan menimpakan kedalam hati-hati kalian wahn (kelemahan)</em>&#8220;, Lalu bertanya lagi: &#8220;Wahai Rasulullah apa wahn (kelemahan) itu ?&#8221;, Kata beliau: &#8220;<em>Cinta dunia takut mati</em>&#8220;<br />
[HR. Abu Daud dan Ahmad]</span>
</p>
<p align="justify">Mereka senang, dan akan terus senang jika kalian sibuk dengan perniagaan kalian, mengejar tumpukan dunia, serta melupakan inti dasar dari agama kalian. Mereka bersorak kegirangan disebabkan kalian mengikuti langkah mereka dalam beribadah, dalam berjual beli, dan dalam menyikapi dunia. Mereka senang jika kalian menjadikan wanita-wanita kalian sebagai komoditi yang bisa mereka nikmati.</p>
<p align="justify">Sadarlah wahai kaum muslimin, bangkitlah&#8230;! Kembalilah kepada ajaran agama kalian yang murni. Masuklah ke dalam islam secara keseluruhan, karena itulah yang membedakan kalian dengan mereka para anjing yang menyalak tersebut. Jika kalian mengambil islam secara setengah, dan mencampakkan yang setengahnya lagi, atau bahkan membuat-buat ajaran yang tidak pernah ada dalam islam, apa bedanya kalian dengan mereka?</p>
<p align="justify">Mereka tertawa melihat kalian sedikit demi sidikit merangkak mengikuti kemana mereka berjalan. Mereka merayakan natal, kalian pun tak mau kalah dengan merayakan &#8220;natal islami&#8221;. Mereka merayakan tahun baru masehi, kalian pun merayakan pula tahun baru islam. Mereka merayakan valentine, kalianpun tak ubahnya seperti segerombolan mereka yang merayakan hari tersebut. Dan kalianpun lebih bangga menggunakan bahasa mereka, berlomba-lomba untuk kursus bahasa mereka, namun kalian enggan untuk belajar bahasa agama kalian sendiri, bahasa kitab suci kalian, yang dengannya kalian akan lebih mudah memahami kitab suci agama kalian bukan sebagai buku biasa yang bisa dibuang, dibakar, ataupun hanya sebagai hiasan rak-rak buku kalian, namun sebagai kalam/ucapan Rabb kalian Allah Azza Wa Jalla.</p>
<p align="justify">Mereka beribadah syahdu dengan menyanyi serta menangis di tempat peribadatan mereka, kalian pun berlomba-lomba untuk tak mau kalah dengan mereka, dengan mengadakan nyanyi-nyanyian di dalam masjid, yang kalian sebut itu nasyid, dan kemudian kalian pun berlomba-lomba untuk saling menangis di dalamnya. Sungguh ironis. Itulah ulah kalian selama ini yang membuat mereka senang.</p>
<p align="justify">Sadarlah kalian wahai kaum muslimin. Kalian berteriak penuh kemarahan melihat nabi kalian dilecehkan kemuliaannya oleh mereka, namun kalian justru lebih melecehkan beliau. Para anjing tersebut wajar dalam menghina, mencaci maki, serta memerangi nabi kalian, karena memang hal tersebut telah digariskan oleh Rabb kita sebagai sesuatu ketetapan hingga datangnya hari akhir. Namun kalian??? Umat beliau sendiri, yang katanya kalian memuliakannya serta mencintainya melebihi apapun di dunia ini, namun justru kalian langgar perintah-perintahnya. Kalian malah membuat syari&#8217;at baru yang tidak beliau tetapkan.</p>
<p align="center"><span style="color:#0000ff;">&#8220;<em>Senantiasa ada dari umatku sekelompok orang yang menegakkan kebenaran tidak merugikannya orang yang menghina sampai datang hari kiamat dan mereka dalam keadaan demikian</em>&#8220;<br />
[HR. Muslim]</span>
</p>
<p align="justify">Pikirlah, pikirlah dengan kejernihan hati dan akal kalian yang telah Rabb kita karuniakan. Akankah kalian menang melawan mereka??? Sebuah PR untuk kalian jawab. Jika kalian masih sama keadaannya seperti yang sekarang, maka tunggulah kehancuran kalian. Maka tunggulah sedikit demi sedikit anjing-anjing itu menggigiti kalian, memakan wanita-wanita kalian, hingga kalian bak seonggok daging yang hidup dalam kehinaan.</p>
<p align="center"><strong><span style="color:#ff0000;">&#8220;misi kami mencari muslim2 idiot (seperti kalian) utk dicerdaskan, dicerahkan, dan diselamatkan&#8230;&#8221;</span></strong></p>
<p align="center"><img src="http://rismaka.files.wordpress.com/2008/11/pernyataan7.jpg?w=225&#038;h=163" alt="pernyataan 7" width="225" height="163" /></p>
<p align="justify">Belajarlah wahai kaum muslimin&#8230;., belajarlah tentang agama kalian, hingga kalian pun terangkat dari keidiotan kalian. Belajarlah syari&#8217;at islam yang telah dibawa oleh rasulullah shalallahu &#8216;alaihi wasallam dan yang disampaikan oleh para sahabatnya ridwanullah &#8216;alaihim ajma&#8217;in. Belajarlah, hingga kalian dapat beramal dengan amalan yang shahih, yang dengannya amalan kalian dapat diterima oleh Rabb kalian Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala. Belajarlah tentang makna ikhlas, dimana kalian bisa mendapatkan pertolongan Rabb kalian, karena kepada siapa kalian mengharapkan pertolongan selain pertolonganNya?</p>
<p align="center"><span style="color:#0000ff;">“<em>Dan barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar. Dan barangsiapa bertaqwa kepada Allah Dia akan menjadikan urusannya mudah</em>”<br />
[At-Tahrim: 3-4]</span></p>
<p align="center"><span style="color:#0000ff;">“<em>Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba–hambaMu yang mukhlis di antara mereka.</em>”<br />
[As Shad: 82–82]</span>
</p>
<p align="justify">
<p align="justify">Gembiralah dengan apa yang diturunkan oleh Rabb kalian kepada kalian. Bahwasanya islam telah sempurna, tidak perlu lagi adanya penambahan. Merasa cukuplah kalian dengan apa yang telah diajarkan oleh rasulullah shalallahu &#8216;alaihi wasallam dan para sahabatnya, janganlah kalian membuat-buat syari&#8217;at baru yang tidak pernah ada contohnya dari mereka.</p>
<p align="center"><span style="color:#0000ff;">&#8220;<em>Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni&#8217;mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu</em>.&#8221;<br />
[Al Maaidah: 3]</span></p>
<p align="center"><span style="color:#0000ff;">&#8220;<em>Wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah dia dengan gigi gerahammu. Dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang baru, karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu adalah bid&#8217;ah. Dan setiap bid&#8217;ah adalah sesat</em>.&#8221;<br />
[HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan ad-Darimy]</span>
</p>
<p align="justify">Perbaikilah akhlak-akhlak kalian, hingga kalian dapat menjadi manusia seutuhnya. Berlaku lemah-lembutlah kepada setiap orang awam yang kalian dakwahi. Tetaplah istiqamah dalam agama kalian, dalam sunnah rasul kalian, dan janganlah kalian berpecah belah yang justru akan melemahkan hati-hati kalian. Bersatulah di atas sunnah rasulullah wahai kaum muslimin. Karena tak ada yang dapat menang melawan mereka melainkan jika kalian tetap berpegang teguh dengan sunnah rasul kalian shalallahu &#8216;alaihi wasallam.</p>
<p align="center"><span style="color:#0000ff;">“<em>Dan perpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai-berai</em>.”<br />
[Ali Imran : 103]</span>
</p>
<p align="justify">Sarungkanlah pedang-pedang kalian&#8230;, tahanlah lisan-lisan kalian&#8230;, belajarlah dan beribadahlah dengan ilmu dan amal&#8230;!</p>
<p align="justify">Dan yang terakhir&#8230;, sabarlah dalam ujian dan cobaan. Sabarlah menghadapi kedzaliman pemimpin kalian dengan tetap mendengar dan taat pada mereka (selagi tidak bermaksiat pada Allah dan rasulNya). Doakanlah kebaikan untuk mereka, karena merekalah ujung tombak atas syari&#8217;at jihad yang kita idam-idamkan. Hanya merekalah yang berhak untuk menyerukan jihad akbar. Sabarlah dalam menanti seruan jihad tersebut&#8230;, janganlah kalian mati melainkan dalam jama&#8217;ah kaum muslimin. Janganlah kalian tinggalkan ketaatan pada pemimpin kalian dan kemudian kalian berjihad sendiri-sendiri hingga kalianpun mati dalam keadaan jahiliyyah. Sabarlah&#8230;, sabarlah kalian dalam menanti seruan jihad&#8230;</p>
<p align="center"><span style="color:#0000ff;">“<em>Dan bersabarlah terhadap apa-apa yang menimpamu</em>”<br />
[Luqman:17]</span></p>
<p align="center"><span style="color:#0000ff;">“<em>Wahai orang-orang yang beriman mohonlah pertolongan dengan berlaku sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar</em>”<br />
[Al-Baqarah: 153]</span>
</p>
<p align="center">&#8212;&#8212;&#8212;-0O0&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p align="center">
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><strong>&#8220;<em>Aku tinggalkan pada kamu dua perkara, kamu tidak akan tersesat selagi kamu berpegang teguh kepadanya, yaitu Kitabullah (Al-Qur&#8217;an) dan Sunnah NabiNya</em>.&#8221;<br />
[HR. Imam Malik dalam Kitab Al-Muwaththa']</strong></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><strong>&#8220;<em>Wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah dia dengan gigi gerahammu. Dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang baru, karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu adalah bid&#8217;ah. Dan setiap bid&#8217;ah adalah sesat</em>.&#8221;<br />
[HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan ad-Darimy]</strong></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><strong>&#8220;Dari Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallahu Anhu berkata: Manusia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena khawatir jangan-jangan menimpaku. Maka aku bertanya; Wahai Rasulullah, sebelumnya kita berada di zaman Jahiliyah dan keburukan, kemudian Allah mendatangkan kebaikan ini. Apakah setelah ini ada keburukan? Beliau bersabda: &#8216;<em>Ada</em>&#8216;. Aku bertanya: Apakah setelah keburukan itu akan datang kebaikan?. Beliau bersabda: <em>Ya, akan tetapi didalamnya ada dakhanun</em>. Aku bertanya: Apakah dakhanun itu?. Beliau menjawab: <em>Suatu kaum yang mensunnahkan selain sunnahku dan memberi petunjuk dengan selain petunjukku. Jika engkau menemui mereka maka ingkarilah.</em> Aku bertanya: Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan?. Beliau bersabda: <em>Ya, da&#8217;i &#8211; da&#8217;i yang mengajak ke pintu Jahannam. Barangsiapa yang mengijabahinya, maka akan dilemparkan ke dalamnya</em>. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, berikan ciri-ciri mereka kepadaku. Beliau bersabda: <em>Mereka mempunyai kulit seperti kita dan berbahasa dengan bahasa kita</em>. Aku bertanya: Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemuinya?. Beliau bersabda: <em>Berpegang teguhlah pada Jama&#8217;ah Muslimin dan imamnya</em>. Aku bertanya: Bagaimana jika tidak ada jama&#8217;ah maupun imamnya? Beliau bersabda: <em>Hindarilah semua firqah itu, walaupun dengan menggigit pokok pohon hingga maut menjemputmu sedangkan engkau dalam keadaan seperti itu</em>&#8220;.<br />
[HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, Hakim, Abu Dawud, dan Ahmad].</strong></span>
</p>
<p align="justify">================================================================</p>
<p align="justify">Bogor, 23 November 2008<br />
-Abu Hafsh Al Atsary-</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bahlul sentenced to life; forthcoming scholarship]]></title>
<link>http://jnslp.wordpress.com/2008/11/03/bahlul-sentenced-to-life-forthcoming-scholarship/</link>
<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 15:21:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Robert Chesney</dc:creator>
<guid>http://jnslp.wordpress.com/2008/11/03/bahlul-sentenced-to-life-forthcoming-scholarship/</guid>
<description><![CDATA[1.  al Bahlul sentenced to life From DoD’s press release: Detainee Sentenced To Life In Prison A mil]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1.  al Bahlul sentenced to life</strong></p>
<p>From DoD’s press release:</p>
<blockquote><p><strong>Detainee   Sentenced To Life In Prison</strong></p>
<p>A military commission sentenced today Ali Hamza Ahmad Suliman al   Bahlul of Yemen to confinement for life for conspiracy, solicitation and   providing material support to terrorism in violation of the Military   Commissions Act of 2006. Bahlul will immediately begin serving his   sentence of confinement at Naval Station Guantanamo Bay, Cuba.<!--more--></p>
<p>Bahlul&#8217;s  trail conviction is one step in the military commission   process. Now that the trial is complete his case will receive an   automatic review by the convening authority, who will evaluate the legal   sufficiency of the findings and appropriateness of the sentence. Bahlul   will still be represented by counsel and have the opportunity to submit   matters for consideration on his behalf. Then his case will receive an   automatic review by the Court of Military Commission Review. Thereafter,   he will have the opportunity to appeal to the Court of Appeals for the   District of Columbia and to the Supreme Court.</p></blockquote>
<p><strong>2. Forthcoming Scholarship</strong></p>
<p><a href="http://hq.ssrn.com/Journals/RedirectClick.cfm?url=http://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=1272951&#38;partid=119080&#38;did=34490&#38;eid=47854448" target="new"><strong>&#8220;The Extraterritorial Constitution after Boumediene v. Bush&#8221;</strong></a></p>
<p><a href="http://hq.ssrn.com/Journals/RedirectClick.cfm?url=http://papers.ssrn.com/sol3/PIP_Journal.cfm?pip_jrnl=142553&#38;partid=119080&#38;did=34490&#38;eid=47854448" target="pipInfo"><em>Southern California Law Review, Forthcoming</em></a><br />
<a href="http://hq.ssrn.com/Journals/RedirectClick.cfm?url=http://papers.ssrn.com/sol3/PIP_Journal.cfm?pip_jrnl=221448&#38;partid=119080&#38;did=34490&#38;eid=47854448" target="pipInfo"><em>Harvard Public Law Working Paper No. 08-39</em></a></p>
<p><a href="http://hq.ssrn.com/Journals/RedirectClick.cfm?url=http://papers.ssrn.com/sol3/cf_dev/AbsByAuth.cfm?per_id=914688&#38;partid=119080&#38;did=34490&#38;eid=47854448" target="new"><strong>GERALD NEUMAN</strong></a>, Harvard University &#8211; Harvard Law School<br />
Email: <a href="mailto:neuman@law.harvard.edu">neuman@law.harvard.edu</a></p>
<p>The   U.S. Supreme Court&#8217;s recent decision in Boumediene v. Bush elaborates a   &#8220;functional approach&#8221; to the selective application of   constitutional limitations to U.S. government action outside U.S. sovereign   territory. This functional approach provides the best fit, both descriptively   and normatively, to the Court&#8217;s modern case law. The decision repudiates the   stance of the plurality in United States v. Verdugo-Urquidez (1990), which   sought to deny all constitutional rights to foreign nationals involuntarily   subjected to U.S. action abroad.</p>
<p>Important ambiguities remain in the articulation of the functional approach.   One major question is whether and when foreign nationals who are not in U.S.   custody (unlike the Boumediene petitioners) are also potentially eligible for   constitutional protection. Another concerns how coarsely or finely the   categories of foreign locations are drawn when the functional analysis is   applied.</p>
<p>The confirmation of the functional approach has significant consequences for   U.S. citizens who travel abroad, and for foreign nationals who travel here,   as well as for foreign nationals who remain abroad. Although the Supreme   Court did not rely on international law in its Boumediene decision,   international human rights law may prove more helpful in the future in   determining whether limitations such as the First Amendment or the Takings   Clause can practicably be given effect in foreign countries.<strong> </strong></p>
<p><strong><a href="http://ssrn.com/abstract=1286624">Boumediene v. Bush and the Role of   the Courts in the War on Terror: The Intersection of Hyperbole, Military   Necessity, and Judicial Review</a> </strong></p>
<p><a title="View other papers by this author" href="http://papers.ssrn.com/sol3/cf_dev/AbsByAuth.cfm?per_id=557106" target="_blank"><strong>Geoffrey S. Corn </strong></a><br />
South Texas College of Law<br />
<em>New England Law Review, Forthcoming</em></p>
<p><strong>Abstract: </strong><br />
In its recent decision of Boumediene v. Bush, the Supreme Court invalidated   the collective effort of the President and Congress to limit the ability of   &#8220;enemy combatants&#8221; held by the United States to challenge the   legality of their detention in Article III courts. While the majority opinion   focused primarily on the scope of the constitutional habeas guarantee, it is   impossible to ignore the reality that the issue that lay just below the   surface was the legitimacy of subjecting individuals to   &#8220;generational&#8221; detention based on an expansively applied definition   of the term &#8220;enemy combatant.&#8221; Although the Court had four years   earlier held that preventive detention based on such a designation was   conceptually justified as a &#8220;fundamental and accepted incident of   war&#8221;, it had also suggested that should the scope of that definition   become disconnected from the customary concept of an enemy battlefield belligerent,   this justification might erode. By providing Guantanamo detainees with the   long demanded opportunity to obtain judicial review of the legality of their   detention, the Court has set in motion a process that will almost inevitably   force the government to defend the scope of the enemy combatant definition it   has relied on to justify the preventive detention of individuals who do not   fall into the traditional realm of a battlefield belligerent. In so doing,   the Court has set in motion a process that will finally bring to a head the   legitimacy of applying detention authority derived from the long established   customary law of armed conflict in a context context characterized by the   hyperbolic designation of a &#8220;Global War.&#8221; Because the government   will almost certainly now be forced to demonstrate how the scope of the enemy   combatant definition relied on by the Combatant Status Review Tribunal&#8217;s in   Guantanamo remains consistent with the law of armed conflict itself, the   Boumediene opinion is not a catastrophic blow to the government&#8217;s authority   to detain terrorists who participate in hostilities against the United   States. Instead, it has provided the opportunity and impetus for the   government to finally reconcile it&#8217;s assertion of detention authority with   the law upon which it purports to apply &#8211; the law of armed conflict.</p>
<p><a href="http://hq.ssrn.com/Journals/RedirectClick.cfm?url=http://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=1272023&#38;partid=119080&#38;did=34360&#38;eid=47632218" target="new"><strong>&#8220;Extraordinary Renditions and the State Secrets Privilege: Keeping Focus on the Task at Hand&#8221;</strong></a></p>
<p>North Carolina Journal of International Law and Commercial Regulation, Vol. 33, p. 629, 2008</p>
<p><a href="http://hq.ssrn.com/Journals/RedirectClick.cfm?url=http://papers.ssrn.com/sol3/cf_dev/AbsByAuth.cfm?per_id=607476&#38;partid=119080&#38;did=34360&#38;eid=47632218" target="new"><strong>VICTOR HANSEN</strong></a>, New England School of Law<br />
Email: <a href="mailto:vhansen@faculty.nesl.edu">vhansen@faculty.nesl.edu</a></p>
<p>In this paper I discuss the use of the state secrets privilege in the context of civil suits brought against the United States government and private contractors working for the federal government by alleged victims of extraordinary rendition. The paper focuses on how best to achieve meaningful oversight of the executive&#8217;s actions and allow the courts to fulfill their important role of providing individuals the opportunity to have their rights vindicated and protected, while at the same time securing legitimate state secrets. I hope that this focus on extraordinary rendition cases may also have broader applicability in other areas where the state secrets privilege is frequently asserted.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[al Bahlul convicted by military commission]]></title>
<link>http://jnslp.wordpress.com/2008/11/03/al-bahlul-convicted-by-military-commission/</link>
<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 12:45:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>Robert Chesney</dc:creator>
<guid>http://jnslp.wordpress.com/2008/11/03/al-bahlul-convicted-by-military-commission/</guid>
<description><![CDATA[* United States v. Al-Bahlul (Mil. Com. Nov. 3, 2008) From DoD’s press release: Detainee Convicted o]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>* United States v. Al-Bahlul (Mil. Com.   Nov. 3, 2008)</p>
<p>From DoD’s press release:</p>
<blockquote><p><strong>Detainee   Convicted of Terrorism Charge At Military Commission Trial</strong></p>
<p>A military commission today found Ali Hamza Ahmad Suliman al Bahlul of Yemen guilty of conspiracy with Usama Bin Laden and others to commit murder of protected persons, attacking civilians and other crimes. He was also found guilty of solicitation to commit murder of protected persons, to attack civilian objects, and to commit acts of terrorism.<!--more--></p>
<p>In addition, the commission found him guilty of providing material support for terrorism by supporting al Qaeda through meeting with the highest ranking members of the organization and creating al Qaeda propaganda including the widely-distributed propaganda video, &#8220;The Destruction of the American Destroyer U.S.S. Cole.&#8221; All offenses were in violation of the Military Commissions Act of 2006.</p>
<p>Now that al Bahlul has been found guilty of these offenses, the commission must conduct a separate hearing to determine an appropriate sentence. Based on the crimes for which he has been convicted he faces a maximum sentence of life in prison.</p>
<p>His conviction at trial is one step in the military commission process. After   the trial is complete his case will receive an automatic review by the   Convening Authority, who will evaluate the legal sufficiency of the findings   and appropriateness of the sentence. He will still be represented by   counsel and will have the opportunity to submit matters for consideration on   his behalf.  Then his case will receive an automatic review by the Court   of Military Commission Review.  Thereafter, he could appeal to the Court   of Appeals for the District of Columbia and the Supreme Court.</p>
<p>The purpose of trials by Military Commissions is to serve justice to those   accused of violations of the law of war, and to keep the United States, its   friends and allies safe from those determined to carry out attacks on   civilian populations and coalition forces.</p></blockquote>
<p>A link to al Bahlul&#8217;s list of charges can be viewed on the Military   Commission Web site at <a href="http://www.defenselink.mil/news/Feb2008/d20080226bahlul.pdf">http://www.defenselink.mil/news/Feb2008/d20080226bahlul.pdf</a>.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
