<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>bakornas &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/bakornas/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "bakornas"</description>
	<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 19:09:34 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Kepala BNPB melantik Para Pejabat Eselon II [bakornaspb]]]></title>
<link>http://indoalert.wordpress.com/2008/06/17/kepala-bnpb-melantik-para-pejabat-eselon-ii-bakornaspb/</link>
<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 15:11:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>indoalert</dc:creator>
<guid>http://indoalert.wordpress.com/2008/06/17/kepala-bnpb-melantik-para-pejabat-eselon-ii-bakornaspb/</guid>
<description><![CDATA[Pada hari ini, Selasa, 17 Juni 2008, pukul 10.00 WIB telah dilakukan pelantikan para pejabat Eselon ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pada hari ini, Selasa, 17 Juni 2008, pukul 10.00 WIB telah dilakukan pelantikan para pejabat Eselon II di lingkungan BNPB. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan oleh Kepala BNPB, Dr. Syamsul Ma&#8217;arif, SIP, M.Si bertempat di kantor BNPB Jl. Ir. H. Juanda 36 Jakarta Pusat.</p>
<p><a rel="nofollow" href="http://indoalert.wordpress.com/" target="_blank"><img src="http://indoalert.googlepages.com/indoalert_icon_blue.png" alt="INDOALERT!" /></a> baca selengkapnya di <a title="BAKORNASPB" href="http://www.bakornaspb.go.id/website/index.php?option=com_content&#38;task=view&#38;id=1812" target="_blank">bakornaspb</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KOMISI V DPR IZINKAN BNPB GUNAKAN ANGGARAN DALAM KONDISI MENDESAK]]></title>
<link>http://indoalert.wordpress.com/2008/05/29/komisi-v-dpr-izinkan-bnpb-gunakan-anggaran-dalam-kondisi-mendesak/</link>
<pubDate>Thu, 29 May 2008 15:08:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>indoalert</dc:creator>
<guid>http://indoalert.wordpress.com/2008/05/29/komisi-v-dpr-izinkan-bnpb-gunakan-anggaran-dalam-kondisi-mendesak/</guid>
<description><![CDATA[KOMISI V DPR IZINKAN BNPB GUNAKAN ANGGARAN DALAM KONDISI MENDESAK Komisi V DPR-RI mengizinkan Badan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> <span style="font-family:Arial;">KOMISI V DPR IZINKAN BNPB GUNAKAN ANGGARAN  DALAM KONDISI MENDESAK</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"> <img src="http://www.pu.go.id/Humas/news2003/ppw290508war4.jpg" border="0" alt="" width="200" height="232" align="right" />Komisi V DPR-RI mengizinkan Badan Nasional  Penanggulangan Bencana (BNPB) menggunakan anggarannya tanpa terlebih dulu  meminta pertimbangan badan Legislatif. Izin itu diberikan dengan catatan bila  dalam kondisi mendesak. Namun demikian badan ini tetap harus melaporkan hasilnya  seusai pelaksanaan tugas (pasca bencana). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">“Tidak ada salahnya anggaran bencana digunakan  bila kondisinya mengharuskan demikian. Saya menilai korban bencana memang sudah  sewajarnya mendapatkan pertolongan segera,” ungkap Enggartias Lukita (F-PG)  dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Kamis (29/5) di Jakarta.</span></p>
<p><a rel="nofollow" href="http://indoalert.wordpress.com/" target="_blank"><img src="http://indoalert.googlepages.com/indoalert_icon_blue.png" alt="INDOALERT!" /></a> baca selengkapnya di <a title="PU.go.id " href="http://www.pu.go.id/index.asp?link=Humas/news2003/ppw290508Sony.htm" target="_blank">departemen pekerjaan umum</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SEKILAS LKMI HMI SOLO]]></title>
<link>http://hmibecak.wordpress.com/2008/05/18/sekilas-lkmi-hmi-solo/</link>
<pubDate>Sun, 18 May 2008 07:05:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>hmibecak</dc:creator>
<guid>http://hmibecak.wordpress.com/2008/05/18/sekilas-lkmi-hmi-solo/</guid>
<description><![CDATA[Tepat hari sabtu, 26 April 2008 s/d minggu, 27 April 2008 saya mengadakan perjalanan ke LKMI HMI Sol]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tepat hari sabtu, 26 April 2008 s/d minggu, 27 April 2008 saya mengadakan perjalanan ke LKMI HMI Sol]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menko Kesra melantik Kepala BNPB dan Pejabat Eselon I [bakornaspb]]]></title>
<link>http://indoalert.wordpress.com/2008/05/07/menko-kesra-melantik-kepala-bnpb-dan-pejabat-eselon-i-bakornaspb/</link>
<pubDate>Wed, 07 May 2008 15:34:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>indoalert</dc:creator>
<guid>http://indoalert.wordpress.com/2008/05/07/menko-kesra-melantik-kepala-bnpb-dan-pejabat-eselon-i-bakornaspb/</guid>
<description><![CDATA[Dengan telah disahkannya Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana pada tanggal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dengan telah disahkannya Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana pada tanggal 26 April 2007, maka pemerintah telah membentuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang selanjutnya disebut BNPB, yaitu suatu Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang dipimpin oleh seorang pejabat setingkat menteri.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut dari amanat Undang-Undang tersebut, pemerintah telah mengeluarkan pula Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tepatnya pada tanggal 26 Januari 2008. Dengan demikian, BNPB ini menggantikan fungsi kelembagaan Pelaksana Harian Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Bakornas PB) sebelumnya.</p>
<p>Selanjutnya pada hari Selasa 6 Mei 2008, pukul 14.00 WIB telah dilakukan pelantikan dan pengambilan sumpah para pejabat BNPB yang terdiri dari :</p>
<p>1. Dr. Syamsul Ma’arif, S.IP, M.Si sebagai Kepala BNPB<br />
2. Drs. Purnomo Sidik sebagai Sekretaris Utama<br />
3. Ir. Sugeng Triutomo, DESS sebagai Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan<br />
4. Ir. Soetrisno, M.Eng sebagai Deputi Bidang Penanganan Darurat<br />
5. Ir. Bakri Beck, M.MA sebagai Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi<br />
6. Samidjan sebagai Deputi Bidang Logistik dan Peralatan</p>
<p>Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan oleh Menko Kesra, bertempat di kantor BNPB, lantai II, Jl. Ir. H. Juanda No. 36 Jakarta Pusat.</p>
<p>Hadir dalam acara pelantikan ini para pejabat dari departemen/instansi terkait, perwakilan PBB, lembaga internasional, lembaga masyarakat dan mitra kerja serta undangan lainnya.</p>
<p>Humas BNPB</p>
<p>Sumber: <a title="Bakornas PB" href="http://www.bakornaspbp.go.id/website/index.php?option=com_content&#38;task=view&#38;id=1735">bakornaspb</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perkembangan Akibat Letusan Gunung Egon [bakornaspb]]]></title>
<link>http://indoalert.wordpress.com/2008/04/21/perkembangan-akibat-letusan-gunung-egon-bakornaspb/</link>
<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 03:26:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesiaga</dc:creator>
<guid>http://indoalert.wordpress.com/2008/04/21/perkembangan-akibat-letusan-gunung-egon-bakornaspb/</guid>
<description><![CDATA[Sampai dengan hari Minggu, 20 April 2008, jumlah penduduk yang terkena dampak letusan Gunung Egon me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sampai dengan hari Minggu, 20 April 2008, jumlah penduduk yang terkena dampak letusan Gunung Egon meliputi lima desa yang terletak&#8230;
<p><a href="http://indoalert.wordpress.com/"><img src="http://indoalert.googlepages.com/indoalert_icon_orange.png" border="0" alt="indoalert pub #5" /></a>baca selengkapnya di <a href="http://www.bakornaspb.go.id/website/index.php?option=com_content&#38;task=view&#38;id=1707&#38;Itemid=60">bakornaspb</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Waigete-Egon Gahar Terputus Akibat Lumpur [kompas] ]]></title>
<link>http://indoalert.wordpress.com/2008/04/17/waigete-egon-gahar-terputus-akibat-lumpur-kompas/</link>
<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 15:35:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>indoalert</dc:creator>
<guid>http://indoalert.wordpress.com/2008/04/17/waigete-egon-gahar-terputus-akibat-lumpur-kompas/</guid>
<description><![CDATA[Letusan Gunung Egon di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, tak hanya memuntahkan abu, tapi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Letusan Gunung Egon di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, tak hanya memuntahkan abu, tapi juga mengganggu aktivitas warga Desa Egon Gahar. Jembatan Wairaat yang menghubungkan Desa Egon (Kecamatan Waigete) dengan Desa Egon Gahar (Kecamatan Map
<p><a href="http://indoalert.wordpress.com/"><img src="http://indoalert.googlepages.com/indoalert_icon_orange.png" border="0" alt="indoalert pub #6" /></a>baca selengkapnya di <a href="http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/17/21320017/waigete-egon.gahar.terputus.akibat.lumpur..">kompas</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gunung Egon Meletus [bakornaspb]]]></title>
<link>http://indoalert.wordpress.com/2008/04/17/gunung-egon-meletus-bakornaspb-3/</link>
<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 05:39:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>indoalert</dc:creator>
<guid>http://indoalert.wordpress.com/2008/04/17/gunung-egon-meletus-bakornaspb-3/</guid>
<description><![CDATA[Sampai dengan hari Rabu, 16 April 2008 pukul 10.00 WIB, sebanyak 600 orang pengungsi yang berasal da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sampai dengan hari Rabu, 16 April 2008 pukul 10.00 WIB, sebanyak 600 orang pengungsi yang berasal dari Dusun Baokrenget, Desa Egon Gahar, Kecamatan Mapitara yang berada di lereng Gunung Egon, telah berangsur kembali ke rumah masing-masing pada siang harinya.</p>
<p>Gunung Egon di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur meletus pada hari Selasa, 15 April 2008 sekitar pukul 21.00 WIB. Gunung setinggi 1.703 meter dari pemukaan laut itu mengeluarkan asap dan abu yang cukup banyak. Tinggi letusan mencapai ± 4.000 meter dari kawah Gunung Egon. Sebaran abunya tampak condong ke arah Barat laut dan telah mencapai Kota Maumere yang berjarak ± 20 km dari Gunung Egon.</p>
<p>Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan status kegiatan Gunung Egon dinaikkan menjadi &#8220;SIAGA&#8221; (level III) sejak tanggal 15 April 2008 pukul 23.00 WIB.</p>
<p>Sehubungan dengan hal tersebut, disarankan masyarakat di sekitar Gunung Egon tetap tetang, tidak terpancing isu-isu, dan senantiasa mengikuti arahan dari Satlak PB Kab. Sikka dan Satkorlak PB Prov. NTT.</p>
<p>Desa Egon Gahar berjarak sekitar 1,8 Km dan berhadapan dengan bukaan Kawah Gunung Egon. Karena sistem Gunung Egon telah terbuka dan sering meletus, maka desa tersebut akan selalu beresiko terancam letusan Gunung Egon, sehingga penduduknya perlu direlokasi ke tempat yang lebih aman.</p>
<p>Letusan Gunung Egon menghasilkan abu vulkanik yang tersebar ke arah Barat &#8211; Baratlaut hingga Kota Maumere. Oleh karena itu penduduk yang beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker penutup hidung, mulut dan mata.</p>
<p>Karena ketinggian asap letusan Gunung Egon mencapai ± 4.000 meter, maka aktivitas bandara Waioti, Maumere, harus waspada terhadap keselamatan jalur penerbangan sekitar Gunung Egon.</p>
<p>Lakhar Bakornas PB akan mengirimkan tim kajian cepat untuk memantau perkembangan di lokasi bencana, dengan membawa bantuan masker sebanyak 50 dus (600 buah).</p>
<p><a href="http://indoalert.wordpress.com/"><img src="http://indoalert.googlepages.com/indoalert_icon_orange.png" border="0" alt="indoalert pub #5" /></a>baca selengkapnya di <a href="http://www.bakornaspb.go.id/website/index.php?option=com_content&#38;task=view&#38;id=1695&#38;Itemid=60">bakornaspb</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[512 KK Warga Kabupaten Lima Puluh Kota Masih Terisolasi [bakornaspb]]]></title>
<link>http://indoalert.wordpress.com/2008/04/17/512-kk-warga-kabupaten-lima-puluh-kota-masih-terisolasi-bakornaspb/</link>
<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 05:39:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>indoalert</dc:creator>
<guid>http://indoalert.wordpress.com/2008/04/17/512-kk-warga-kabupaten-lima-puluh-kota-masih-terisolasi-bakornaspb/</guid>
<description><![CDATA[Sekitar 512 kepala keluarga (KK) atau 1.500 jiwa warga di Nagari (desa) Pandam Gadang, Kecamatan Gun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sekitar 512 kepala keluarga (KK) atau 1.500 jiwa warga di Nagari (desa) Pandam Gadang, Kecamatan Gunung Ameh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar, yang masih terisolasi akibat rubuhnya sejumlah jembatan dihantam banjir bandang, Selasa (15/4), kini semakin cemas, seiring mulai turun hujan cukup deras pada Rabu petang (16/4).<br />
<!--more--><br />
&#8220;Warga yang daerahnya masih terisolasi itu, kini merasa cemas seiring mulai turun hujan deras dan khawatir bencana serupa kembali terulang,&#8221; kata Kepala Kantor Kesbangpol Kab. Lima Puluh Kota, Idarussalam.</p>
<p>Sejumlah anggota tim masih berada dan menyatu dengan warga di nagari-nagari yang masih terisolir, katanya dan menambahkan, petugas diminta untuk terus memberikan semangat warga agar tidak larut dalam kecemasan.</p>
<p>&#8220;Kita mengajak warga tetap tenang dan terus siaga, bila memang ada indikasi air mau naik segera mengungsi ke lokasi lebih tinggi,&#8221; katanya dan menambahkan, khusus saat banjir bandang terjadi Selasa pagi, hingga kini belum ada laporan korban jiwa.</p>
<p>Banjir bandang Selasa pagi, diawali tingginya curah hujan pada malam harinya, hingga kini air masih menggenangi lahan persawahan setinggi 0,5 hingga 1 meter mencapai 635 hektare. Khusus pada lahan rumah rakyat air sudah surut.</p>
<p>&#8220;Namun dengan kembali turun hujan pada Rabu sore ini, warga merasa khawatir akan kembali terulang bencana serupa,&#8221; katanya.</p>
<p>Guna mengatasi, agar warga tidak terlalu lama berada dalam kondisi terisolir, ia menyatakan, dalam waktu dekat dibangun jembatan darurat terbuat dari kayu. Rata-rata lebar sungai yang akan dibuat jembatan itu maksimal sepanjang 12 meter.</p>
<p>Terkait bantuan, dalam jumlah besar sudah disalurkan kepada warga yang hingga kini masih terus berlangsung. &#8220;Kita upaya bantuan bisa merata dan cepat sampai kepada warga yang menjadi korban bencana alam itu,&#8221; katanya dengan nada optimistis.</p>
<p><a href="http://indoalert.wordpress.com/"><img src="http://indoalert.googlepages.com/indoalert_icon_orange.png" border="0" alt="indoalert pub #5" /></a>baca selengkapnya di <a href="http://www.bakornaspb.go.id/website/index.php?option=com_content&#38;task=view&#38;id=1699&#38;Itemid=120">bakornaspb</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Agar Tak Jadi Macan Ompong [inilah.com]]]></title>
<link>http://indoalert.wordpress.com/2008/02/27/agar-tak-jadi-macan-ompong-inilahcom/</link>
<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 13:24:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>indoalert</dc:creator>
<guid>http://indoalert.wordpress.com/2008/02/27/agar-tak-jadi-macan-ompong-inilahcom/</guid>
<description><![CDATA[Untuk melaksanakan tugas penanggulangan bencana di daerah, baik di provinsi dan kabupaten, pemda mem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="1" align="left">
<tbody>
<tr>
<td><img src="http://www.inilah.com/data/berita/foto/14559.jpg" border="0" alt="" width="250" /></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td class="bgfoto">Untuk melaksanakan tugas penanggulangan bencana di daerah, baik di provinsi dan kabupaten, pemda membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang ditetapkan dengan peraturan daerah.<br />
(<em>Istimewa</em>)</td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>INILAH.COM, Jakarta – Peraturan Presiden (Perpres) No. 8/2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melegakan masyarakat. Agar penanganan bencana tidak dilakukan badan macan ompong? </strong></p>
<p>Meski belakangan bencana makin sering menghantam negeri ini, upaya penangaanannya bukan semakin maju. Sebaliknya, sistem penanganannya justru makin parah. Porak porandanya sistem terlihat dalam tiga tahun terakhir, ketika bangsa ini dilanda bencana bertubi-tubi.</p>
<p>Penanganan tsunami di Aceh, gempa Yogyakarta, banjir bandang Bengawan Solo sampai pantai utara Jawa, diwarnai kesemrawutan dan menyisakan masalah. Kesemrawutan ternyata dimulai ketika negara ini memasuki masa reformasi.</p>
<p><a rel="nofollow" href="http://indoalert.wordpress.com/" target="_blank"><img src="http://indoalert.googlepages.com/indoalert_icon_blue.png" alt="INDOALERT!" /></a> baca selengkapnya di <a title="INILAH.COM " href="http://www.inilah.com/berita.php?id=14559" target="_blank">inilah.com</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
