<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>bakpia &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/bakpia/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "bakpia"</description>
	<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 00:57:17 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Oleh-oleh sebagai Ikon Kota]]></title>
<link>http://theangel.wordpress.com/2009/08/06/oleh-oleh-sebagai-ikon-kota/</link>
<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 13:50:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>kmelina</dc:creator>
<guid>http://theangel.wordpress.com/2009/08/06/oleh-oleh-sebagai-ikon-kota/</guid>
<description><![CDATA[Di masa lalu, industri kreatif di bidang oleh-oleh masih belum seberapa berkembang dibanding saat in]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-767" title="terasi" src="http://theangel.wordpress.com/files/2009/08/terasi.jpg?w=150" alt="terasi" width="150" height="82" />Di masa lalu, industri kreatif di bidang oleh-oleh masih belum seberapa berkembang dibanding saat ini. Contohnya, sekitar 20 tahun yang lalu, penumpang pesawat terbang dari Medan atau Makassar biasanya tampak menjinjing dua botol sirop markisa sebagai oleh-oleh. <span lang="IN"></p>
<p>Sekarang, pemandangan seperti itu sudah <em>passe</em>. Di areal <em>check in </em>bandara Polonia, Medan, kita akan melihat ratusan boks Bolu Gulung Meranti atau Bika Ambon Zulaikha (dan merk-merk lain). Di Makassar, kita juga melihat banyak penumpang membawa termos plastik besar berisi kepiting saus padang dari Restoran Surya.</span></p>
<p><span lang="IN">Hampir setiap kota Indonesia kini memiliki industri oleh-oleh – baik makanan kering maupun basah – dalam skala ekonomi yang cukup besar. Orang tidak lagi sekadar menenteng satu besek berisi sepuluh lumpia, melainkan membeli beragam oleh-oleh yang dikemas dalam dus besar dan dibawa terbang sebagai bagasi. </span></p>
<p><span lang="IN">Di kawasan Pasar Genteng, Surabaya, juga di ruas jalan utama Sidoarjo, misalnya, banyak sekali toko yang khusus menjual oleh-oleh. Mulai dari berbagai jenis <span style="color:#0000ff;"><strong><em><a href="http://tubanstore.wordpress.com/category/produk-olahan-laut/" target="_blank">krupuk, trasi, petis</a></em></strong></span>, dan jajanan lain. Di bagian lain, ada pula yang menjual bandeng asap dan lidah sapi asap. Setiap pembeli membelanjakan ratusan ribu rupiah untuk oleh-oleh yang akan dibawa pulang dan dibagikan kepada kerabat dan handai taulan.</span></p>
<p><span lang="IN">Palembang, Jambi, Pangkalpinang, dan Tanjungpandan juga merupakan kota-kota dengan industri krupuk dan kemplang yang sangat populer sebagai oleh-oleh. Keempat kota ini punya pempek dan otak-otak istimewa yang sering diincar para pembelanja oleh-oleh. Selain itu, toko-toko oleh-oleh di Pangkalpinang dan Tanjungpinang juga punya andalan lain: sambalingkung (abon dari ikan laut), trasi, dan kulat pelawan (jamur khusus yang enak dimasak kari).</span></p>
<p><span lang="IN">Bandung di masa lalu kebanyakan dikenal dengan kripik oncom dan peuyeum (tape singkong). Sekalipun peuyeum masih cukup populer hingga sekarang, tetapi kripik oncom sudah mulai terpinggirkan. Penggantinya adalah brownies kukus, pisang molen, kue sus, dan juga yoghurt. Ada beberapa toko roti di Bandung yang punya nama bagi banyak penggemarnya.</span></p>
<p><span lang="IN">Semarang punya beberapa andalan oleh-oleh. Lumpia yang diisi rebung (tunas bambu), ebi, udang, dan telur, merupakan oleh-oleh populer. Kalau mau yang lebih tahan lama, pilihannya adalah wingko babat – dibuat dari ketan dan parutan kelapa. Kota-kota Pantura di dekat Semarang juga menyumbangkan banyak <em>items </em>oleh-oleh, seperti: bandeng duri lunak dan bandeng asap dari Juwana, jenang (dodol) dari Kudus, krupuk udang dari Rembang dan Jepara.</span></p>
<p><span lang="IN">Setiap kali berkunjung ke Medan, saya selalu pulang dengan oleh-oleh khusus. Kebetulan Saffron, cucu saya, suka sekali dengan makanan yang satu ini, yaitu: lemper pulut hitam. Lempernya memang istimewa. Dibuat dari ketan hitam, dengan isi ayam yang sangat gurih. Lemper pulut hitam ini dibuat oleh sebuah toko kue yang sebetulnya lebih terkenal karena risoles-nya. Dijual dalam keadaan beku, dan sesampai di Jakarta dapat langsung dimasukkan ke <em>freezer</em> lagi. Bila akan disajikan, cukup dipanaskan di atas wajan panas berminyak.</span></p>
<p><span lang="IN">Lucunya, lemper pulut hitam yang dahsyat ini hingga sekarang bagai “mutiara terpendam”. Kebanyakan orang masih terpesona dengan bika ambon dan bolu gulung. Tentang bolu gulung ini, saya juga sering heran. Hanya ada satu merk yang disukai orang. Setiap hari orang antre di tokonya yang kecil. Padahal, di ruas jalan yang sama juga ada toko lain yang menjual bolu gulung. Anehnya lagi, pembuat bolu gulung ini tidak membuka cabang dan tidak mempunyai gerai di bandara. Akibatnya, banyak gerai di bandara Polonia yang membeli bolu gulung dalam jumlah besar, dan menjualnya lagi dengan harga premium.</span></p>
<p><span lang="IN">Sekarang sudah tidak banyak lagi penumpang pesawat dari Yogyakarta yang menenteng gudeg kendil. Dari kota ini sekarang orang kebanyakan membawa oleh-oleh yang praktis dan ekonomis, yaitu: bakpia. Padahal, di Yogya banyak sekali jajanan basah maupun kering yang pantas dibawa sebagai oleh-oleh. Jajanan basah misalnya adalah: kipo dari Kotagede, jadah dan tempe bacem dari Kaliurang. Jajanan kering yang populer adalah: rempeyek dan geplak dari Bantul. Butet Kartaredjasa memberi gagasan untuk membawa oleh-oleh berupa empal goreng yang dapat dibeli di Pasar Bringharjo. </span></p>
<p><span lang="IN">Sebetulnya, sudah sejak lama saya menyimpan “dendam” untuk menampilkan ikon oleh-oleh baru dari Yogya, yaitu jadah manten. Ini adalah jajanan basah yang dibuat dari ketan kukus, diisi suwiran ayam gurih, di-<em>topping</em> dengan sedikit santan kental, dibungkus dadar membentuk segitiga, lalu dijepit dengan bambu tipis. Penampilannya menarik, rasanya luar biasa. Jadah manten juga merupakan sebuah pusaka kuliner yang pantas untuk dipopulerkan kembali. Beberapa kali saya “memanas-manasi” orang Yogya untuk mengemas jadah manten secara lebih kreatif dan mempromosikannya sebagai oleh-oleh juara dari Yogyakarta.</span></p>
<p><span lang="IN">Senyampang sekarang Departemen Perdagangan sudah punya perhatian pada sektor kuliner, ada baiknya bila juga memerhatikan subsektor oleh-oleh ini. Menurut pendapat saya, bila digali dan dikaji secara mendalam, setiap kota besar Indonesia – khususnya yang punya bandara – harus dapat menampilkan setidaknya satu jenis oleh-oleh yang dapat dikembangkan <em>hype</em>-nya sehingga menjadi ikon kota yang bersangkutan. Semarang Kota Lumpia. Yogyakarta Kota Jadah Manten. Manado Kota Nasi Kuning. Dan sebagainya! Jakarta pun perlu punya oleh-oleh yang ikonik, supaya jangan hanya Dunkin’ Donuts atau Roti Boy yang ditenteng penumpang di Bandara Soekarno-Hatta.</span></p>
<p><span lang="IN">Bayangkan, bila setiap penumpang pesawat terbang menenteng satu kemasan oleh-oleh dari setiap bandara pemberangkatan, berapa nilai ekonomi baru yang dapat dibangkitkan? Apalagi bila dipikirkan pula sistem produksinya secara bertingkat agar menguntungkan para pelaku ekonomi golongan kecil dan menengah. Ekonomi rakyat di bidang kuliner adalah kekuatan kita sejak dulu.</span></p>
<p><span lang="IN">Yang juga sangat perlu dipertimbangkan adalah kemasan serta usia produk. Alangkah kecewanya kita bila membawa ayam panggang kalasan yang ternyata sudah basi ketika tiba di rumah. Berbagai jenis kue basah juga cukup rentan terhadap waktu, sehingga perlu ditangani secara khusus. Klappertaart dari Manado repot dibawa untuk perjalanan jauh.</span></p>
<p><span lang="IN">Industri oleh-oleh merupakan subsektor ekonomi yang sangat khas Indonesia. Di bagian dunia lainnya, jarang sekali saya melihat fenomena ini. Di Amerika Serikat, misalnya, beberapa kota besar memiliki ikon kuliner yang cukup populer. Tetapi, hampir semuanya merupakan makanan yang harus disantap di tempat. <em>Takeaway</em> hanya sebatas membawa makanan dari restoran ke rumah, bukan dari satu kota ke kota lain. Hal yang sama juga berlaku di Eropa. Bahkan di negara-negara Asia yang lain pun saya belum melihat tradisi berbelanja oleh-oleh seperti di Indonesia.</span></p>
<p><span lang="IN">Justru karena merupakan satu hal yang sangat khas, mestinya sektor bisnis oleh-oleh ini harus dipikirkan lagi secara selangkah ke depan, khususnya untuk memberi kemudahan bagi konsumen yang pada gilirannya pasti akan menggelembungkan nilai ekonominya.</span></p>
<p><span lang="IN">Contohnya saya lihat di bandara Manila. Orang Filipina suka sekali membawa oleh-oleh es krim dengan rasa mangga dan ubi. Mereka bangga sekali dengan kekhasan es krim itu, serta menganggapnya sebagai ikon Filipina. Es krim dapat dibeli di sebuah gerai di dalam bandara, setelah prosedur <em>check in</em> dan imigrasi dilalui – sepanjang waktunya masih cukup. Pembeli hanya mendapat <em>baggage tag</em> untuk mengambil es krim yang dikemas dalam <em>styrofoam box</em> dan diisi <em>dry ice</em> di <em>conveyor belt</em> di bandara tujuan. Praktis, bukan? Cara-cara seperti ini agaknya perlu dipikirkan kemungkinannya.</span></p>
<p style="text-align:right;"><span lang="IN">[<em>kompas.com</em>]<br />
</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[~ Y09Y@ w3're kam!!N99ss..~]]></title>
<link>http://harumhutan.wordpress.com/2009/04/07/y09y-w3re-kamn99ss/</link>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 06:33:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>harumhutan</dc:creator>
<guid>http://harumhutan.wordpress.com/2009/04/07/y09y-w3re-kamn99ss/</guid>
<description><![CDATA[postin9an yan9 tertunda,akhirnya tayan9 ju9a.. yupz..perJalanan ke koTa n9ayo9YakaRta kmaren ituh,ak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>postin9an yan9 tertunda,akhirnya tayan9 ju9a.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  yupz..perJalanan ke koTa n9ayo9YakaRta kmaren ituh,akhirnya setelah sekian lama jadi ju9a ke yo9ya..waaaaa&#8230;.senan9 tiada tara,kami berdua [aKu&#38; kuYa saHabatku] meLakukan perjalanan yan9 suDa lama dinanti-nanti..<!--more--></p>
<p>sebelum keberan9katan sempet was was,takutnya nda jadi la9i coz kuya sulit mendapatkan izin daRi boznya wat cuti,namun akhirnya dia berhasil meyakinkannya,3 hari menjelan9 keberan9katan demam pan99un9,waah da9 di9 du9,udah kaya apah ajah,hin99a akhirnya bis sinar jaya yan9 kami tumpan9i perlahan mulai berjalan,25 maret 2009 pukul.18.30 wib,telat seten9ah jam dari seharusnya,dua insan inih san9ad ribut didlm bis,nda peduli sekitarnya heheh,daku sendiri suda menyiapkan list tempat_tempat yan9 akan dikunjun9i len9kap den9an kulinernya,membayan9kan ituh membuat kami berdua tertawa tawa,cen9in9isan,debat kecil dan nda bisa tidur,nda sabar pen sampe diyo9Ya,9imana yo9ya ya setelah 11 tahun kami baru kembali?</p>
<p>jam menunjukkan pk.07.00 waktu indonesia ba9ian yo9ya,terminal 9iwan9an,udara yo9ya suda tercium,la9u nona dari iwan fals menyambut kedatan9an kami dari tape bus sinar jaya  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  passs ban9edd..hehe,turun dari bis men9injakkan kaki ditanah yo9ya,tesenyum lembut and said: <strong><em>&#8220;welcome to y09yaaaaaaaaaa&#8221;</em></strong> triak kami berdua,yan9 baru ada bus way sekaran9,namanya trans yo9ya,dan kami menaikinya untuk menuju malioboro tempat pertama yan9 kami tuju sekali9us mencari pen9inapan,buswayna lucu,karyawannya ramah ramah ituh yan9 daku suka,tapi harus transit berkali kali,setelah menun99u lama tiba jua di malioboro,cari pen9inapan,a9ak lama mencari pen9inapan disinih,hampir semuana penuh,liburan sualnya,akhirnya dapet ju9a, </p>
<div id="attachment_798" class="wp-caption aligncenter" style="width: 330px"><img class="size-full wp-image-798" title="imga2894" src="http://harumhutan.wordpress.com/files/2009/04/imga2894.jpg" alt="~ Jl.sosrowijayaN,teMpaT pen9inaPan kami~" width="320" height="240" /><p class="wp-caption-text">~ Jl.sosrowijayaN,teMpaT pen9inaPan kami~</p></div>
<div id="attachment_799" class="wp-caption aligncenter" style="width: 298px"><img class="size-full wp-image-799" title="imga2814" src="http://harumhutan.wordpress.com/files/2009/04/imga2814.jpg" alt="~ perti9aan malioboro dipa9i haree..~" width="288" height="216" /><p class="wp-caption-text">~ perti9aan malioboro dipa9i haree..~</p></div>
<p>setelah mandi bersih bersih,cari maem duLu,sayan9 suda kesian9an jadi nda dapet nasi 9ude9na,so makan di depan 9an9 sosrowijayan soto aYam,ternyata yo9ya sekaran9 puanaseeeeee polll,sumpe dech panas ban9ed,nda san99up n9alanjutin perjalanan,jadi istirahat,sore baru jalan la9i,dan beberapa tempat yan9 harus dikunjun9i terpaksa dicoret dari list termasuk kuliner,karna cuaca yan9 panas ban9ed membuat kami rada males keluar sian9 hare,</p>
<p><strong>26 maReT 2009,</strong>pukul.16.00 waktu yo9ya,menyusuri malioboro,deket dari pen9inapan jadi jalan kaki,coz kUya da wonta wanti kita jalan jalan,dan akan men9habiskan waktu disekitaran malioboro no others pLace..!! kyaaaa&#8230;daku diem aJah,lenyap suda an9an untuk men9elilin9i yo9ya,tapi mu 9imana la9i nurut aJah dech..**muka sebeL dan hati keseL,sore inih menjelajahi malioborocari pernak pernik,makan pastinya,dan nasi 9ude9..senen9 la9i dech,brasa kaYa turis kita bedua,jadi sepanjan9 sore hin99a malam dihabiskan di sinih,</p>
<div id="attachment_800" class="wp-caption aligncenter" style="width: 330px"><img class="size-full wp-image-800" title="imga2795" src="http://harumhutan.wordpress.com/files/2009/04/imga2795.jpg" alt="~sate sepanjan9 jLn.depan musium vredenbur9~" width="320" height="240" /><p class="wp-caption-text">~sate sepanjan9 jLn.depan musium vredenbur9~</p></div>
<p> </p>
<div id="attachment_804" class="wp-caption aligncenter" style="width: 266px"><img class="size-full wp-image-804" title="imga27961" src="http://harumhutan.wordpress.com/files/2009/04/imga27961.jpg" alt="~bni soRe hare~" width="256" height="192" /><p class="wp-caption-text">~bni soRe hare~</p></div>
<p> </p>
<div id="attachment_805" class="wp-caption aligncenter" style="width: 330px"><img class="size-full wp-image-805" title="imga27941" src="http://harumhutan.wordpress.com/files/2009/04/imga27941.jpg" alt="~makanan tiap hare peCeL~" width="320" height="240" /><p class="wp-caption-text">~makanan tiap hare peCeL~</p></div>
<p> </p>
<div id="attachment_806" class="wp-caption aligncenter" style="width: 330px"><img class="size-full wp-image-806" title="imga28511" src="http://harumhutan.wordpress.com/files/2009/04/imga28511.jpg" alt="~9ude9 lan99anan~" width="320" height="240" /><p class="wp-caption-text">~9ude9 lan99anan~</p></div>
<p> yupe selama diyo9Ya  peceL aDalah makanan wajib ju9a 9ude9,lumayan blen9er ju9a,tapi nda papalah,jadi ve9etarian,sepanjan9 jalan musium vredenbur9 adalah tempat kami men9habiskan malam,rame ban9ed dan banyak sejoli disinih,hmm..yo9ya bener bener da brubah,nemenin kuYa melampiaskan hoby moTretnya,</p>
<p><strong>27 maret 2009</strong>, pukul 09.00 waktu yo9ya,saatna kelilin9,maseh dimalioboro,dapet beberapa pernak pernik[sayan9 futuna kuran9 ba9us jadi nda bisa tampil] musium jadi sasarannya neeh..</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-807" title="imga2797" src="http://harumhutan.wordpress.com/files/2009/04/imga2797.jpg" alt="imga2797" width="288" height="216" /></p>
<div id="attachment_808" class="wp-caption aligncenter" style="width: 298px"><img class="size-full wp-image-808" title="imga2817" src="http://harumhutan.wordpress.com/files/2009/04/imga2817.jpg" alt="~haLaman musium~" width="288" height="216" /><p class="wp-caption-text">~haLaman musium~</p></div>
<p> </p>
<div id="attachment_809" class="wp-caption aligncenter" style="width: 298px"><img class="size-full wp-image-809" title="imga2820" src="http://harumhutan.wordpress.com/files/2009/04/imga2820.jpg" alt="~meriaM noT beLina~" width="288" height="216" /><p class="wp-caption-text">~meriaM noT beLina~</p></div>
<p> </p>
<div id="attachment_810" class="wp-caption aligncenter" style="width: 298px"><img class="size-full wp-image-810" title="imga2824" src="http://harumhutan.wordpress.com/files/2009/04/imga2824.jpg" alt="~sakin9 panase nda jadi foTo disini~" width="288" height="216" /><p class="wp-caption-text">~sakin9 panase nda jadi foTo disini~</p></div>
<p> bener puanase poll jadi nda lama lama dimuisum,pulan9 duYu dilanjutkan sore jalan jalane,dan men9habiskan malam di sepanjan9 jalan musium vredebru9 ituh,duduk ditamannya nemenin kuYa melampiakan hobyy jepRat jepretnya,makin malem makin rame disinih,banyak sejoli pastina,yo9ya bener bener berubah..  :</p>
<div id="attachment_824" class="wp-caption aligncenter" style="width: 298px"><img class="size-full wp-image-824" title="imga27981" src="http://harumhutan.wordpress.com/files/2009/04/imga27981.jpg" alt="~pa9eLaRan alun aLun~" width="288" height="216" /><p class="wp-caption-text">~pa9eLaRan alun aLun~</p></div>
<p> </p>
<div id="attachment_813" class="wp-caption aligncenter" style="width: 298px"><img class="size-full wp-image-813" title="imga2799" src="http://harumhutan.wordpress.com/files/2009/04/imga2799.jpg" alt="~jLn.RonTowiJayaN~" width="288" height="216" /><p class="wp-caption-text">~jLn.RonTowiJayaN~</p></div>
<div id="attachment_814" class="wp-caption aligncenter" style="width: 298px"><img class="size-full wp-image-814" title="imga2802" src="http://harumhutan.wordpress.com/files/2009/04/imga2802.jpg" alt="~nDaLeMe kRatoN~" width="288" height="216" /><p class="wp-caption-text">~nDaLeMe kRatoN~</p></div>
<p>nda jadi ke berin9in kembar coz kuYa&#8217;na nda mau jadi selebihna pulan9 duYu,jam.11 maLem ke tu9u,eduuunn euuyy..kiraiin da sepi jam se9itu tenyata malah makin ramee.pada futu futu ju9a,akhirnya n9ambil dari jau ajah dech..saYan9 na fuTu tu9una ada ma kuYa,jadi nda bisa tampilin,jm.12 malem pulan9 naek becaK,cape jalan kaki</p>
<div id="attachment_815" class="wp-caption aligncenter" style="width: 298px"><img class="size-full wp-image-815" title="imga2864" src="http://harumhutan.wordpress.com/files/2009/04/imga2864.jpg" alt="~haLte man9kubumi 1 jm.23.30~" width="288" height="216" /><p class="wp-caption-text">~haLte man9kubumi 1 jm.23.30~</p></div>
<div id="attachment_816" class="wp-caption aligncenter" style="width: 330px"><img class="size-full wp-image-816" title="imga2872" src="http://harumhutan.wordpress.com/files/2009/04/imga2872.jpg" alt="~san9 phoTo9arf aT saRkem 00.00~" width="320" height="240" /><p class="wp-caption-text">~san9 phoTo9arf aT saRkem 00.00~</p></div>
<p>sebenerna aDa kejadian neeh didepan sarkem dan perti9aan maliobor,oran9 irian brantem sama cewe yan9 la9i pen ambil futu ditulisan malioboro ituh,tapi cewena diem ajah,polisi da turun tan9an,oran9 irian malah buka baju,pas dia buka baju daku malin9in wajah tuch,tiba tiba..9errrrrrrrrrrrrr..kok pada tertawa oran9 oran9 termasuk kuYa,ternyata ceLanana ikuTan mLoroT.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  aduch ada adah ajah neeh,karna da malem pulan9 dech.. bobo .. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>28 maReT 2009,</strong>hare terakhir di y09ya ,cari bakpia,trus mampir la9i ke malioboro,dan brin9harjo liat liat ajah seeh sama jajan pecel ditempat mbah mbah ituh.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_817" class="wp-caption aligncenter" style="width: 330px"><img class="size-full wp-image-817" title="imga2855" src="http://harumhutan.wordpress.com/files/2009/04/imga2855.jpg" alt="~brin9harjo 21.00~" width="320" height="240" /><p class="wp-caption-text">~brin9harjo 21.00~</p></div>
<p> </p>
<div id="attachment_825" class="wp-caption aligncenter" style="width: 298px"><img class="size-full wp-image-825" title="imga28151" src="http://harumhutan.wordpress.com/files/2009/04/imga28151.jpg" alt="~sisi kanan nDalem pasar brin9HarJo~" width="288" height="216" /><p class="wp-caption-text">~sisi kanan nDalem pasar brin9HarJo~</p></div>
<p> </p>
<div id="attachment_826" class="wp-caption aligncenter" style="width: 330px"><img class="size-full wp-image-826" title="imga28902" src="http://harumhutan.wordpress.com/files/2009/04/imga28902.jpg" alt="~packin9an puLan9~" width="320" height="240" /><p class="wp-caption-text">~packin9an puLan9~</p></div>
<p> </p>
<div id="attachment_827" class="wp-caption aligncenter" style="width: 298px"><img class="size-full wp-image-827" title="imga28131" src="http://harumhutan.wordpress.com/files/2009/04/imga28131.jpg" alt="~stasiun tu9u puLann99999..~" width="288" height="216" /><p class="wp-caption-text">~stasiun tu9u puLann99999..~</p></div>
<p>diputuskan naik kreTa api pulan9na,coz klu n9ebis kami pisah,naH kuYa nda mau misah jadi ya daw dech naek KA,senen9 ju9a akhirnya bisa menjejakkan kaki kembali di yo9ya,pas kreta mu jalan daku bilan9 am kuya,ya&#8217; aku akan melambaikan tan9an neeh,sama oran9 oran9 yan9 ada distasiun nda peduli siapa mreka,ech si kuYa setuju,jadi pas kreta jalan dua oran9 isen9 inih beneran melambaikan tan9an pada mreka,9ilaaa eman9 kami..meski ada seba9ian yan9 ben9on9 tapi cuex ajah..so babayyyy yo9yaaaa.. entah kapan bisa kembali suale puanas seeh.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   <br />
 </p>
<div class="mceTemp mceIEcenter"> </div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hati hati dengan makanan oleh oleh pastikan ada logo halal]]></title>
<link>http://forumhalal.wordpress.com/2009/04/02/hati-hati-dengan-makanan-oleh-oleh-pastikan-ada-logo-halal/</link>
<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 13:17:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>tanty</dc:creator>
<guid>http://forumhalal.wordpress.com/2009/04/02/hati-hati-dengan-makanan-oleh-oleh-pastikan-ada-logo-halal/</guid>
<description><![CDATA[Brem Adalah brem padat, jajanan khas Jawa Timur, yang memang cenderung tak ada masalah untuk dikonsu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Brem</strong></p>
<p>Adalah brem padat, jajanan khas Jawa Timur, yang memang cenderung tak ada masalah untuk dikonsumsi umat Islam. Yang perlu diwaspadai adalah brem yang <strong>berbentuk cair</strong>. Brem jenis ini biasanya banyak terdapat di Lombok dan Bali yang dikemas dalam botol.</p>
<p>Brem cair ini dibuat melalui proses fermentasi yang memanfaatkan jamur tertentu guna mengurai karbohidrat dan glukosa menjadi ether. Bahan bakunya terdiri dari ragi tape, beras ketan hitam dan putih. Kedua beras ketan tersebut dicampurkan dan direndam semalam, kemudian ditiriskan dan dikukus menjadi nasi. Nasi ketan ini didinginkan di sebuah ruang serta diberi ragi yang telah dihaluskan, dicampur secara merata, dibungkus dengan plastik atau daun pisang. Bungkusan tersebut difermentasikan selama 3-5 hari hingga berbentuk tape yang kemudian dipres agar keluar cairannya, sedangkan ampasnya dibuang. Cairan yang dihasilkan dari<br />
tape tersebut didiamkan beberapa saat, kemudian direbus dalam suhu dibawah titik didih dalam kurun waktu tertentu. Jadilah brem minuman berkadar alkohol tinggi dan tentu saja haram hukumnya.</p>
<p><strong>Bika Ambon</strong><br />
Bika Ambon adalah kue berongga, berwarna kekuningan, empuk, agak kenyal, dan manis. Bika Ambon bisa dibuat melalui proses fermentasi dengan menggunakan arak, air tape, atau air nira.  Jadi jika membeli atau mendapatkan oleh oleh bika ambon pastikan ada logo halal MUI sebab khawatir dibuat dengan menggunakan arak. Bika Ambon yang mendapatkan logo halal biasanya menggunakan air nira pada proses fermentasi nya.</p>
<p><strong>Bakpia</strong></p>
<p><strong>Bakpia</strong> adalah <a title="Makanan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makanan">makanan</a> yang terbuat dari campuran <a title="Kacang hijau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kacang_hijau">kacang hijau</a> dengan <a title="Gula" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gula">gula</a> yang dibungkus dengan <a title="Tepung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tepung">tepung</a> lalu dipanggang. Di beberapa daerah di <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>, makanan yang terasa legit jika dimakan ini dikenal dengan nama <strong>pia</strong> atau <strong>kue pia</strong>. Isi bakpia bisa menyesuaikan dengan keinginan konsumen di antaranya <a title="Cokelat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cokelat">cokelat</a>, <a title="Keju" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Keju">keju</a>, <a class="new" title="Kumbu (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kumbu&#38;action=edit&#38;redlink=1">kumbu</a> hijau, dan <a class="new" title="Kumbu (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kumbu&#38;action=edit&#38;redlink=1">kumbu</a> hitam. Bakpia yang cukup dikenal salah satunya berasal dari daerah Pathok (Pathuk), <a class="mw-redirect" title="Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta">Yogyakarta</a>.</p>
<p>Isilah bakpia sendiri adalah berasal dari dialek Hokkian (<a class="mw-redirect" title="Hanzi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hanzi">Hanzi</a>: 肉餅), yang secara harfiah berarti roti berisikan daging. Ada banyak orang masih khawatir dengan penyebutan kata bak pada bakpia seperti halnya makanan lainnya seperti bakmi bakso bakpao dan lain lain padahal arti &#8220;bak&#8221; sendiri yg memang berasal dari cina adalah daging dan bukan babi dan bahasa cinanya babi buka &#8220;bak&#8221;.</p>
<p>Namun yg dikhawatirkan sekarang adalah kulit bakpia/bakpia pathok ada yang memakai bumbu minyak babi biar &#8216;greng&#8217;. Jadi pastikan bakpia yang didapat dari oleh oleh adalah bakpia yang sudah ada label halal MUI.</p>
<p>bersambung&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Parade Outing]]></title>
<link>http://sekolahalamjogja.wordpress.com/2009/03/14/parade-outing/</link>
<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 04:43:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>sditalam</dc:creator>
<guid>http://sekolahalamjogja.wordpress.com/2009/03/14/parade-outing/</guid>
<description><![CDATA[Mengakhiri satu tema pembelajaran di semester 2 ini, waktunya outing tiba. Kelas IV misalnya, dengan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Mengakhiri satu tema pembelajaran di semester 2 ini, waktunya outing tiba. Kelas IV misalnya, dengan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bakpia]]></title>
<link>http://rizkiabdillah.wordpress.com/2009/02/27/bapia/</link>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 01:25:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>rizkiabdillah</dc:creator>
<guid>http://rizkiabdillah.wordpress.com/2009/02/27/bapia/</guid>
<description><![CDATA[Bakpia adalah makanan khas Yogyakarta. Bakpia berasal daerah Patuk. Bakpia 25 Pemilik : Arlen Senjay]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bakpia adalah makanan khas Yogyakarta. Bakpia berasal daerah Patuk. Bakpia 25 Pemilik : Arlen Senjay]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[75 in bakpia]]></title>
<link>http://luminestar.wordpress.com/2008/10/26/75-in-bakpia/</link>
<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 11:25:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>9atha</dc:creator>
<guid>http://luminestar.wordpress.com/2008/10/26/75-in-bakpia/</guid>
<description><![CDATA[Lagi-lagi tentang 75 di makanan. Kali ini Andriany yang menemukannya. Katanya banyak banget angka 75]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Lagi-lagi tentang 75 di makanan. Kali ini Andriany yang menemukannya. Katanya banyak banget angka 75]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nokia merek Jepang? Häagen-Dazs merek Denmark?]]></title>
<link>http://uyungs.wordpress.com/2008/10/21/nokia-merek-jepang-haagen-dazs-merek-denmark/</link>
<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 15:31:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>uyungs</dc:creator>
<guid>http://uyungs.wordpress.com/2008/10/21/nokia-merek-jepang-haagen-dazs-merek-denmark/</guid>
<description><![CDATA[Sebagian nama merek membangkitkan asosiasi pada negara yang bukan lokasi produksinya. Misalnya, Noki]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sebagian nama merek membangkitkan asosiasi pada negara yang bukan lokasi produksinya. Misalnya, Noki]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[gizi vs gengsi]]></title>
<link>http://santrisolo.wordpress.com/?p=102</link>
<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 18:24:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>bang ciwir</dc:creator>
<guid>http://santrisolo.wordpress.com/?p=102</guid>
<description><![CDATA[Gizi vs Gengsi Foto diatas aku ambil saat Pekan Raya Jakarta (PRJ) tahun 2006 lalu. Saya  heran, apa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_101" class="wp-caption aligncenter" style="width: 290px"><a href="http://santrisolo.wordpress.com/files/2008/10/6734054.jpg"><img class="size-medium wp-image-101" title="6734054" src="http://santrisolo.wordpress.com/files/2008/10/6734054.jpg?w=300" alt="PRJ-2006" width="280" height="209" /></a><p class="wp-caption-text">Gizi vs Gengsi</p></div>
<p style="text-align:center;">Foto diatas aku ambil saat Pekan Raya Jakarta (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pekan_Raya_Jakarta" target="_blank">PRJ</a>) tahun 2006 lalu. Saya  heran, apa alasan yang membedakannya? Apakah lebih bergizi atau lebih bergengsi??</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Produk dan Harga Bakpia ]]></title>
<link>http://olagun.wordpress.com/2008/09/24/produk-dan-harga-bakpia/</link>
<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 07:37:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>jotahapsoro</dc:creator>
<guid>http://olagun.wordpress.com/2008/09/24/produk-dan-harga-bakpia/</guid>
<description><![CDATA[Bakpia Kering &#8220;Joss&#8221; Harga : Rp11.000/kemasan ( update tanggal 24 september 2008  ) 1 ke]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bakpia Kering &#8220;Joss&#8221; Harga : Rp11.000/kemasan ( update tanggal 24 september 2008  ) 1 ke]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Semuttttttt!!!]]></title>
<link>http://wanabe.wordpress.com/2008/06/06/semut/</link>
<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 13:48:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>Daniel</dc:creator>
<guid>http://wanabe.wordpress.com/2008/06/06/semut/</guid>
<description><![CDATA[Semutt&#8230; Jengkel banget aku sama hewan yang satu ini. Entah kenapa dari dulu ga pernah bisa aku]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Semutt&#8230;<br />
Jengkel banget <a href="http://wanabe.wordpress.com">aku</a> sama hewan yang satu ini. Entah kenapa dari dulu ga pernah bisa akur, tinggal 1 rumah sama &#8211; sama. Selalu makanan makananku diserang.</p>
<p>Ceritanya, kemarin tu, <a href="http://wanabe.wordpress.com">aku</a> bikin kopi. Biasa, sambil <span style="text-decoration:line-through;">begadang</span> kerja malem. Nah, tu kopi, belum ada <a href="http://wanabe.wordpress.com">aku</a> minum setengahnya, sudah dikerubung semut banyak banget! Siapa yang ga jengkel coba. Yang lebih buat jengkel, sebelumnya semut semut itu sudah menyerang <strong>bakpia pathuk</strong> yang kubeli jauh-jauh dari <strong>yogya</strong>. Ampunn deh ama semut..</p>
<p>Sekarang, selalu sedia semprot serangga. Tiap nongol banyak (kaya sekarang ini), HAJARRRR!!!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bakpia Glagahsari]]></title>
<link>http://yiskandar.wordpress.com/2008/04/16/bakpia-glagahsari/</link>
<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 13:55:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>madurejo</dc:creator>
<guid>http://yiskandar.wordpress.com/2008/04/16/bakpia-glagahsari/</guid>
<description><![CDATA[Jika tiba saatnya harus membeli oleh-oleh makanan khas Ngayogyokarto. Jangan lupakan bakpia. Siapa t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jika tiba saatnya harus membeli oleh-oleh makanan khas Ngayogyokarto. Jangan lupakan bakpia. Siapa tidak kenal bakpia Yogya. Makanan atau nyamikan yang terbuat dari adonan tepung terigu dan minyak kelapa lalu diisi adonan kacang hijau ini memang memiliki citarasa yang khas. <em>Wis&#8230;..</em>setuju enggak setuju, pokoknya <em>uenak.</em></p>
<p>Selama ini orang banyak mengenal nama bakpia Pathuk, karena memang penjual dan produsen bakpia banyak bertebaran di sepanjang jalan Pathuk (sekarang bernama Jl. KS. Tubun), yang berada di kawasan kecamatan Ngampilan, Yogyakarta. Jika musim liburan tiba, maka dapat dipastikan jalan sepanjang kurang dari satu kilometer, dua lajur dua arah ini akan padat dan sumpek penuh dengan kendaraan para pembeli bakpia. Tidak sulit bagi pendatang dari luar Yogya untuk menemukan lokasi ini. Siapapun orang Yogya pasti tahu kalau ditanya dimana letaknya.</p>
<p>Tidak mengherankan kalau di kawasan Pathuk ini ada lebih 100 pedagang dan produsen bakpia. Ada yang sudah bermerek dan ada yang masih industri kecil-kecilan. Di antara yang sudah punya nama, selama ini dikenal ada bakpia Pathuk 25, 35, 38, 55, 67, 75, 99, dan entah nomor berapa lagi. Angka-angka itu umumnya menunjukkan angka nomor alamat rumah.</p>
<p>Entah bagaimana asal-muasalnya sehingga mereka tanpa kesepakatan menggunakan nomor alamat rumah sebagai merek dagangnya. Barangkali karena di jaman dulu mengambil praktisnya, sehingga begitu saja mengambil nomor rumah sebagai label produknya. Saking banyaknya nomor bakpia, sehingga calon pembeli sering malah bingung mau beli yang nomor berapa. Akhirnya ya pokoknya beli bakpia, berapapun nomornya, yang penting bukan pia-pia yang lain, lunpia, nopia, apalagi sepia&#8230;.. </p>
<p>Popularitas bakpia memang luar biasa. Dapat dipastikan setiap harinya ada belasan bahkan puluhan ribu bakpia bergelindingan di Yogya, apalagi di musim liburan. Harganya rata-rata berkisar Rp 10.000,- untuk setiap dos isi 20 butir, ada yang lebih mahal dan ada yang lebih murah. Cukup murah (dibanding kalau bikin sendiri, itupun belum tentu jadi bakpia, bisa-bisa malah jadi onde-onde&#8230;..).</p>
<p>Meskipun tampaknya usaha bakpia ini maju pesat, namun jangan dikira tanpa masalah non-teknis. Persaingan tidak sehat, bahkan saling manjatuhkan, diam-diam tumbuh di kalangan sesama pedagang atau produsen bakpia. Sangat disayangkan memang. Berbeda dengan para petani salak pondoh yang berhasil berhimpun dalam Kelompok Tani, di kalangan para pedagang atau produsen bakpia ini belum memiliki paguyuban yang mampu melindungi kepentingan bersama.</p>
<p>Semakin runyamnya persaingan ini, berdampak kepada semakin runyamnya jasa calo bakpia di seputaran Pathuk. Tidak saja mengganggu calon pembeli, terlebih meresahkan para pedagang bakpia karena akan mengurangi keuntungan pedagang. Bahkan seringkali permintaan imbalan oleh para calo kepada pedagang bakpia ini dilakukan setengah memaksa.</p>
<p>Oleh karena itu jangan kaget kalau Anda pergi membeli bakpia ke Pathuk, begitu turun dari mobil atau memarkir kendaraan, Anda akan dikerubuti para calo yang menawarkan jasanya mengantar ke pedagang bakpia tertentu.</p>
<p>Atau, jika Anda malas membeli langsung ke jalan Pathuk, bisa juga membelinya di sejumlah pusat jajan dan oleh-oleh yang menyebar di jalan Mataram, yaitu jalan yang paralel di sebelah timur jalan Malioboro. Di sini pun bisa dijumpai bakpia Pathuk dengan berbagai nomornya dan juga masih baru, bukan produk kemarin.</p>
<p>***</p>
<p>Nama bakpia yang sekarang identik dengan Yogya, sebenarnya bukan makanan produk asli Ngayogyokarto. Konon dulu-dulunya berasal dari Cina, yang nama aslinya Tou Luk Pia yang berarti pia atau kue kacang hijau. Entah lidah siapa yang pertama kali &#8220;kepeleset&#8221; menyebutnya menjadi bakpia. Pada tahun 1948, keluarga Goei Gee Oe (ini pasti pendatang dari Cina) mencoba-coba membuat bakpia sebagai industri rumahan. Lalu dijajakan eceran, dari rumah ke rumah, dalam wadah besek (wadah kotak berupa anyaman dari bambu), tanpa label.</p>
<p>Semakin tahun semakin banyak peminatnya, hingga sekitar tahun 1980 mulai muncul produsen-produsen baru yang membuat bakpia. Mulai muncul kemasan baru dalam dos atau kertas karton, dan mulai menggunakan label merek dagang berbeda. Anehnya, merek dagang yang digunakan pun mudah saja dengan mengambil nomor rumah para pembuatnya.</p>
<p>Demikian pesatnya perkembangan industri per-bakpia-an di Yogya, hingga pada awal tahun 1990-an bakpia mengalami <em>booming</em> dan sampai sekarang pun nampaknya masih menjadi komoditi unggulan oleh-oleh makanan khas Yogya.</p>
<p>Namun sudah sepuluh tahunan ini saya sendiri tidak pernah lagi membeli bakpia Pathuk, berapapun nomornya. Sejak sekitar tahun 1993, saya menemukan produsen bakpia lain yang setelah saya rasa-rasakan <em>taste</em>-nya jauh lebih enak dibanding bakpia Pathuk. Saya menemukannya di sebuah warung yang merangkap jualan bakpia di jalan Glagahsari, kecamatan Umbulharjo. Bedanya dibandingkan bakpia Pathuk, bakpia Glagahsari ini lebih renyah, lebih <em>mumpur</em> dan lebih <em>kemripik</em> (<em>embuh</em>, apa bahasa Indonesianya). Pokoknya beda dan lebih <em>uenak</em>&#8230;&#8230; Penilaian ini disetujui oleh beberapa kawan warga Yogya yang pernah mencobanya.</p>
<p>Waktu itu warung ini hanya menjual bakpia kecil-kecilan, bikin sendiri, dijual sendiri, kalau enggak laku juga dimakan sendiri barangkali. Wadahnya pun seadanya. Namun kini rupanya semakin berkembang, dan sudah punya judul sendiri, yaitu bakpia &#8220;Kurnia Sari&#8221;. Tepatnya, warung ini berada di Jl. Galagahsari No. 112. Jalan Glagahsari adalah jalan yang membentang utara &#8211; selatan yang menghubungkan antara Jl. Kusumanegara dengan terminal bis Umbulharjo. Kalau dari arah Jl. Kusumanegara, warung bakpia ini berada di sisi kanan jalan, sebelum kantor Kecamatan Umbulharjo yang berada di sisi kiri jalan.</p>
<p>Seiring dengan tuntutan selera lidah masyarakat, maka bakpia &#8220;Kurnia Sari&#8221; pun memproduksi bakpia tidak hanya yang biasanya berisi kacang hijau, melainkan ada juga isi kumbu hitam, coklat dan keju. Siapa tahu kelak akan ada bakpia rasa <em>strawberry</em> atau <em>vanilla</em>&#8230;&#8230;</p>
<p>Jika ingin membeli bakpia untuk keperluan beberapa hari atau dibawa keluar kota, maka bakpia Glagahsari bisa jadi pilihan yang sesuai. Asal jangan dibungkus rapat ketika masih dalam keadaan panas, melainkan diangin-anginkan dulu. Setelah sampai di tempat tujuan, simpanlah di lemari es. Bakpia ini akan tahan hingga lebih seminggu tanpa ada perubahan rasa. Sudah seringkali saya coba untuk dibawa ke Papua, dan hingga lebih seminggu masih terasa enak, apalagi kalau malam-malam saya <em>nggayemi</em> sambil nulis cerita soal makan. Lebih nikmat lagi, kalau ada <em>microwave</em>, dihangatkan dulu barang 10-15 detik. Hmmm&#8230;&#8230;</p>
<p>Nah, jika ingin mencoba bakpia dengan rasa sebagai ukurannya, bukan label Pathuk-nya? <em>Monggo</em>&#8230;.., bakpia Glagahsari bisa dicoba sebagai pilihan. Dijamin tanpa diganggu calo dan tanpa kesulitan parkir, karena masih belum padat pembeli.</p>
<p>Yusuf Iskandar,<br />
Tembagapura, 27 Juli 2004</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sakit Hati dan Self Recovery]]></title>
<link>http://thinkthing.wordpress.com/2008/03/11/sakit-hati-dan-self-recovery/</link>
<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 12:06:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>thinkthing</dc:creator>
<guid>http://thinkthing.wordpress.com/2008/03/11/sakit-hati-dan-self-recovery/</guid>
<description><![CDATA[Hari Senin malem pas gua baru bangun tidur karena kecapekan baru pulang dari Pekanbaru si Iqbal nelf]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hari Senin malem pas gua baru bangun tidur karena kecapekan baru pulang dari Pekanbaru si Iqbal nelfon ngajak shisha,kebetulan si Rera juga minta gua ke rumahnya ngambil titipan bakpia keju&#38;coklat,jadi ya sekalian aja ke rumah Rera abis itu ke little baghdad.<br />
Pas di LB ternyata badan masih berasa nggak enak,lemes,hidung mampet,dan tenggorokan seperti mau radang.<br />
Pulang dari LB jam12,tidur jam2,bangun jam7 pagi dan gua mendapati bakpia gua udah abis!!!<br />
<b>TAIIIIII!!!!!!</b><br />
<b>GUA NGAMUK BERAT!!!!</b><br />
gua udah ngidam dari taun lalu dan tiba2 diabisin ajaaa gitu!!<br />
Padahal seumur2 di rumah sebelum makan gua pasti nanya dulu, &#8220;ini punya siapa?boleh dimakan nggak?&#8221;<br />
Dan balesannya kayak gini??<br />
<b>TAHI ANJING!!!</b> Gua ngamuk berat!!<br />
Langsung gua marah2 nelfon&#38;sms nyokap&#38;adek gua&#8230;eh gua malah dibilang kesetanan,baru bakpia aja udah nggak ikhlas,gmana ngasih organ tubuh buat keluarga&#8230;<br />
<b>TAHI ANJING!!!!</b>emang orang ngambil organ tubuh nggak bilang2 dulu???!!<br />
Emangnya gua harus ngumpetin tu bakpia biar gak dimakan??klo gua lakukan itu pasti gua dibilang pelit kan??!<br />
Gua emg bakal bagi2 bakpia itu,tapi ya mbok tau diri!!!masa&#8217; dari 2 bungkus gua,yg bawain,cuma disisain 4 biji!!!<br />
Sumpah deh gua sakit hati!!!</p>
<p>But the good news is,badan gua bisa self recovery!<br />
Ya,gara2 ngamuk itu gua tidur lagi dari jam12 setelah makan+minum habbatussauda+madu+vitamin C.<br />
Bangun2 jam5 sore dan badan gua terasa segar! Tenggorokan gua nggak berasa mau radang lagi&#8230;<br />
Apalagi pas bangun gua liat ada om gua dari kebumen bawa sate ambal!!<br />
Langsung aja gua habisin tu sate sebelum diabisin orang lagi&#8230;heuheuheu&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
