<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>bang-ben &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/bang-ben/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "bang-ben"</description>
	<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 08:57:51 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[alm. Benyamin Sueb (1939-1995)]]></title>
<link>http://harisahmad.wordpress.com/2009/02/18/benyamin-sueb-1939-1995/</link>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 05:22:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>gonggoitem</dc:creator>
<guid>http://harisahmad.wordpress.com/2009/02/18/benyamin-sueb-1939-1995/</guid>
<description><![CDATA[BENYAMIN SUEB (1939-1995) Nama: Benyamin Sueb Lahir: Jakarta, 5 Maret 1939 Meninggal: Jakarta, 5 Sep]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;">
<h1 style="text-align:center;"><strong><span style="color:#0000ff;">BENYAMIN SUEB</span></strong></h1>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#0000ff;">(1939-1995)</span></strong></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Nama:<br />
</span>Benyamin Sueb</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Lahir:<br />
</span>Jakarta, 5 Maret 1939</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Meninggal:<br />
</span>Jakarta, 5 September 1995</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Isteri:<br />
</span>Noni (Menikah tahun 1959)</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Pendidikan:<br />
</span>- Kursus Lembaga Pembinaan Perusahaan &#38; Ketatalaksanaan, Jakarta  		(1960)<br />
- Akademi Bank Jakarta, Jakarta (tidak tamat)<br />
- SMA Taman Madya, Jakarta (1958)<br />
- SMPN Menteng, Jakarta (1955)</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p>Ia menjadi figur yang melegenda di kalangan masyarakat Betawi khususnya  		karena berhasil menjadikan budaya Betawi dikenal luas hingga ke  		mancanegara. Celetukan ‘muke lu jauh’ atau ‘kingkong lu lawan’ pasti  		mengingatkan masyarakat pada Benyamin Sueb, seniman Betawi serba bisa  		yang sudah menghasilkan kurang lebih 75 album musik, 53 judul film serta  		menyabet dua Piala Citra ini.<!--more--></p>
<p>Sejak kecil, Benyamin Sueb sudah merasakan getirnya kehidupan. Bungsu  		delapan bersaudara pasangan Suaeb-Aisyah kehilangan bapaknya sejak umur  		dua tahun. Karena kondisi ekonomi keluarga yang tak menentu, si kocak  		Ben sejak umur tiga tahun diijinkan ngamen keliling kampung dan hasilnya  		buat biaya sekolah kakak-kakaknya.</p>
<p>Benyamin sering mengamen ke tetangga menyanyikan lagu Sunda Ujang-Ujang  		Nur sambil bergoyang badan. Orang yang melihat aksinya menjadi tertawa  		lalu memberikannya recehan 5 sen dan sepotong kue sebagai ‘imbalan&#8217;.</p>
<p>Penampilan Benyamin kecil memang sudah beda, sifatnya yang jahil namun  		humoris membuat Benyamin disenangi teman-temannya. Seniman yang lahir di  		Kemayoran, 5 Maret 1939 ini sudah terlihat bakatnya sejak anak-anak.</p>
<p>Bakat seninya tak lepas dari pengaruh sang kakek, dua engkong Benyamin  		yaitu Saiti, peniup klarinet dan Haji Ung, pemain Dulmuluk, sebuah  		teater rakyat &#8211; menurunkan darah seni itu dan Haji Ung (Jiung) yang juga  		pemain teater rakyat di zaman kolonial Belanda. Sewaktu kecil, bersama 7  		kakak-kakaknya, Benyamin sempat membuat orkes kaleng.</p>
<p>Benyamin bersama saudara-saudaranya membuat alat-alat musik dari barang  		bekas. Rebab dari kotak obat, stem basnya dari kaleng drum minyak besi,  		keroncongnya dari kaleng biskuit. Dengan ‘alat musik’ itu mereka sering  		membawakan lagu-lagu Belanda tempo dulu.</p>
<p>Kelompok musik kaleng rombeng yang dibentuk Benyamin saat berusia 6  		tahun menjadi cikal bakal kiprah Benyamin di dunia seni. Dari tujuh  		saudara kandungnya, Rohani (kakak pertama), Moh Noer (kedua), Otto  		Suprapto (ketiga), Siti Rohaya (keempat), Moenadji (kelima), Ruslan  		(keenam), dan Saidi (ketujuh), tercatat hanya Benyamin yang memiliki  		nama besar sebagai seniman Betawi.</p>
<p>Benyamin memulai Sekolah Dasar (dulu disebut Sekolah Rakyat) Bendungan  		Jago sejak umur 7 tahun. Sifatnya yang periang, pemberani, kocak, pintar  		dan disiplin, ditambah suaranya yang bagus dan banyak teman, menjadikan  		Ben sering ditraktir teman-teman sekolahnya.</p>
<p>SD kelas 5-6 pindah ke SD Santo Yusuf Bandung. SMP di Jakarta lagi,  		masuk Taman Madya Cikini. Satu sekolahan dengan pelawak Ateng. Di  		sekolah Taman Madya, ia tergolong nakal. Pernah melabrak gurunya ketika  		akan kenaikan kelas, ia mengancam, “Kalau gue kagak naik lantaran  		aljabar, awas!” Lulus SMP ia melanjutkan SMA di Taman Siswa Kemayoran.  		Sempat setahun kuliah di Akademi Bank Jakarta, tapi tidak tamat.</p>
<p>Benyamin mengaku tidak punya cita-cita yang pasti. “Tergantung kondisi,”  		kata penyanyi dan pemain film yang suka membanyol ini. Benyamin pernah  		mencoba mendaftar untuk jadi pilot, tetapi urung gara-gara dilarang  		ibunya.</p>
<p>Ia akhirnya menjadi pedagang roti dorong. Pada 1959, ia ditawari bekerja  		di perusahaan bis PPD, langsung diterima . “Tidak ada pilihan lain,”  		katanya. Pangkatnya cuma kenek, dengan trayek Lapangan Banteng &#8211; Pasar  		Rumput. Itu pun tidak lama. “Habis, gaji tetap belum terima, dapat sopir  		ngajarin korupsi melulu,” tuturnya. Korupsi yang dimaksud ialah, ongkos  		penumpang ditarik, tetapi karcis tidak diberikan.</p>
<p>Ia sendiri mula-mula takut korupsi, tetapi sang sopir memaksa. Sialnya,  		tertangkap basah ketika ada razia. Benyamin tidak berani lagi muncul ke  		pool bis PPD. Kabur, daripada diusut.</p>
<p>Baru setelah menikah dengan Noni pada 1959 (mereka bercerai 7 Juli 1979,  		tetapi rujuk kembali pada tahun itu juga), Benyamin kembali menekuni  		musik. Bersama teman-teman sekampung di Kemayoran, mereka membentuk  		Melodyan Boy. Benyamin nyanyi sambil memainkan bongo. Bersama bandnya  		ini pula, dua lagu Benyamin terkenang sampai sekarang, Si Jampang dan  		Nonton Bioskop.</p>
<p>Sebenarnya selain menekuni dunia seni, Benyamin juga sempat menimba ilmu  		dan bekerja di lahan yang ‘serius’ diantaranya mengikuti Kursus Lembaga  		Pembinaan Perusahaan dan Pembinaan Ketatalaksanaan (1960), Latihan Dasar  		Kemiliteran Kodam V Jaya (1960), Kursus Administrasi Negara (1964),  		bekerja di Bagian Amunisi Peralatan AD (1959-1960), Bagian Musik Kodam V  		Jaya (1957-1969), dan Kepala Bagian Perusahaan Daerah Kriya Jaya  		(1960-1969).</p>
<p>Dari berkesenian, hidup Benyamin (dan keluarganya) berbalik tak lagi  		getir. Debutnya Si Jampang, mengalir setelah itu Kompor Mleduk  		belakangan dinyanyikan ulang oleh Harapan Jaya, Begini Begitu (duet Ida  		Royani), Nonton Bioskop (dibawakan Bing Slamet) dan puluhan lagu karya  		Benyamin yang lain.</p>
<p>Tidak puas dengan hanya menyanyi, Benyamin lalu main film. Diawali Honey  		Money and Jakarta Fair (1970) lalu mengucur deras puluhan film lainnya.  		Seniman yang suka ‘mengomel’ bila melawak ini menjadi salah satu pemain  		yang namanya sering digunakan menjadi judul film. Selain Benyamin  		tercatat diantaranya Bing Slamet,Ateng, dan Bagio.</p>
<p>Judulnya, antara lain Benyamin Biang Kerok (Nawi Ismail, 1972), Benyamin  		Brengsek (Nawi Ismail, 1973), Benyamin Jatuh Cinta (Syamsul Fuad, 1976),  		Benyamin Raja Lenong (Syamsul Fuad, 1975), Benyamin Si Abunawas (Fritz  		Schadt, 1974), Benyamin Spion 025 (Tjut Jalil, 1974), Traktor Benyamin  		(Lilik Sudjio, 1975), Jimat Benyamin (Bay Isbahi, 1973), dan Benyamin  		Tukang Ngibul (Nawi Ismail,1975).</p>
<p>Dia juga main di film seperti Ratu Amplop (Nawi Ismail, 1974), Cukong  		Blo&#8217;on (Hardy, Chaidir Djafar, 1973),Tarsan Kota (Lilik Sudjio, 1974),  		Samson Betawi (Nawi Ismail, 1975), Tiga Janggo (Nawi Ismail, 1976),  		Tarsan Pensiunan (Lilik Sudjio, 1976), Zorro Kemayoran (Lilik Sudjoi,  		1976). Sementara Intan Berduri (Turino Djunaidi, 1972) membuat dirinya,  		dan Rima Melati, meraih Piala Citra 1973.</p>
<p>Benyamin juga membuat perusahaan sendiri bernama Jiung Film &#8211; diantara  		produksinya Benyamin Koboi Ngungsi (Nawi Ismail, 1975) &#8211; bahkan  		menyutradarai Musuh Bebuyutan (1974) dan Hippies Lokal (1976). Sayang,  		usahanya mengalami kemunduran, dan PT Jiung Film dibekukan tahun 1979.</p>
<p>Benyamin tidak selalu menjadi bintang utama di setiap filmnya. Seperti  		layaknya semua orang, ada proses dimana Benyamin &#8220;hanya&#8221; menjadi figuran  		atau paling mentok menjadi aktor pembantu. Dalam hal ini, paling tidak  		ada dua nama yang patut disebut, yaitu Bing Slamet dan Sjuman Djaya.  		Walau sudah merintis karir sebagai &#8220;bintang film&#8221; lewat film perdananya,  		Banteng Betawi (Nawi Ismail,1971) yang merupakan lanjutan dari Si Pitung  		(Nawi Ismail, 1970), tetapi kedua nama besar itulah yang mempertajam  		kemampuan akting Benyamin.</p>
<p>Dalam &#8220;berguru&#8221; dengan Bing Slamet, Benyamin tidak saja bekerja sama  		dalam hal musik &#8211; seperti dalam lagu Nonton Bioskop dan Brang Breng  		Brong. Tapi dalam hal film pun dilakoninya. Terlihat dengan jelas, di  		film Ambisi (Nya Abbas Acup, 1973) -sebuah &#8220;komidi musikal&#8221; yang diotaki  		oleh Bing Slamet &#8211; Benyamin menjadi teman sang aktor utama, Bing Slamet  		menjadi penyiar Undur-Undur Broadcasting.</p>
<p>Di film ini, sudah terlihat gaya &#8220;asal goblek&#8221; Benyamin yang penuh  		improvisasi dan memancing tawa. Di sini, dia berduet dengan Bing Slamet  		lewat lagu Tukang Sayur. Tetapi, sebenarnya, setahun sebelumnya,  		Benyamin juga diajak ikutan main Bing Slamet Setan Djalanan (Hasmanan,  		1972). Karena itulah, saat sahabatnya itu wafat pada 17 Desember 1974,  		Benyamin tak dapat menahan tangisnya.</p>
<p>Dengan Sjuman Djaya, Benyamin diajak main Si Doel Anak Betawi (Sjuman  		Djaya, 1973). Dirinya menjadi ayah si Doel, yang diperankan oleh Rano  		Karno kecil. Perannya serius tapi, seperti stereotipe orang Betawi,  		kocak dan tetap &#8220;asal goblek&#8221;.</p>
<p>Adegan terdasyat film ini adalah saat pertemuan antara abang-adik yang  		diperankan oleh Benyamin dan Sjuman Djaya sendiri, terlihat ketegangan  		dan kepiawaian akting keduanya yang mampu mengaduk-aduk emosi penonton.  		Talenta itu direkam oleh ayah dari Djenar Maesa Ayu dan Aksan Syuman,  		dan dua tahun kemudian Benyamin pun main film sekuelnya, Si Doel Anak  		Modern (Sjuman Djaya, 1975). Kali ini Benyamin menjadi bintang utamanya,  		dan meraih Piala Citra.</p>
<p>Yang menarik, lebih dari dua puluh tahun kemudian Rano Karno membuat  		versi sinetronnya. Castingnya nyaris sama: Rano sebagai Si Doel,  		Benyamin sebagai ayahnya &#8211; selain theme song-nya dan settingnya yang  		hanya diubah sedikit saja. Lagi-lagi Benyamin menjadi aktor pendukung,  		tapi kehadirannya sungguh bermakna.</p>
<p>Sebenarnya ada satu lagi film yang dirinya bukan aktor utama, tetapi  		sangat dominan bahkan namanya dijadikan subjudul atawa tagline: Benyamin  		vs Drakula. Film itu adalah Drakula Mantu, karya si Raja Komedi Nyak  		Abbas Akub tahun 1974. Film bergenre komedi horor itu &#8220;memaksa&#8221; Benyamin  		beradu akting dengan Tan Tjeng Bok, si aktor tiga zaman. Begitulah,  		meski beberapa kali pernah tidak &#8220;menjabat&#8221; sebagai aktor utama, tetapi  		kehadirannya mencuri perhatian penonton saat itu.</p>
<p><strong>Penyanyi Beneran</strong><br />
Tahun 1992, saat sibuk main sinetron dan film televisi (Mat Beken dan Si  		Doel Anak Sekolahan) Benyamin mengutarakan keinginannya pada Harry  		Sabar, &#8220;Gue mau dong rekaman kayak penyanyi beneran.&#8221;</p>
<p>Maka, bersama Harry Sabar, Keenan Nasution, Odink Nasution, dan Aditya,  		jadilah band Gambang Kromong Al-Haj dengan album Biang Kerok. Lagu  		seperti Biang Kerok serta Dingin-dingin menjadi andalan album tersebut.  		Inilah band dan album terakhir Benyamin.</p>
<p>&#8220;Di lagu itu, entah kenapa, Ben menyanyi seperti berdoa, khusuk. Coba  		saja dengar Ampunan,&#8221; jelas Harry, sang music director. &#8220;Mungkin sudah  		tahu kalau hidupnya tinggal sebentar,&#8221; imbuhnya. Memang betul, setelah  		album itu keluar, Benyamin sakit keras, dan rencana promosi ditunda dan  		tak pernah lagi terwujud kecuali beberapa pentas.</p>
<p>Di album ini, Benyamin menyanyi dengan &#8220;serius&#8221;. Tetapi, lagi-lagi,  		seserius apa pun, tetap saja orang-orang yang terlibat tertawa  		terpingkal-pingkal saat Benyamin rekaman lagu I’m a Teacher dan Kisah  		Kucing Tua dengan penuh improvisasi. Sementara lagu Dingin Dingin  		Dimandiin dan Biang Kerok bernuansa cadas. Dan Ampunanmu kental dengan  		progressive rock, diantaranya nuansa Watcher of the Sky dari Genesis era  		Peter Gabriel.</p>
<p>Yang menarik, masih menurut Harry, saat Benyamin menonton Earth, Wind,  		and Fire di Amerika &#8211; saat menjenguk anaknya yang kuliah di sana &#8211; dia  		langsung komentar, &#8220;Nyanyi yang kayak gitu, asyik kali ye?&#8221;, dan nuansa  		itu pun hadir di beberapa lagu di album itu, salah satunya dengan  		sedikit sentuhan Lady Madonna dari The Beatles.</p>
<p>Benyamin yang sudah tiga kali menunaikan ibadah haji ini meninggal dunia  		seusai main sepakbola pada tanggal 5 September 1995, akibat serangan  		jantung. Ia bukan lagi sekadar sebagai tokoh masyarakat Betawi,  		melainkan legenda seniman terbesar yang pernah ada. Karena itu banyak  		orang merasa kehilangan saat dirinya dipanggil Yang Maha Kuasa.</p>
<p>Dari pelawak yang pernah tampil dalam variety show Benjamin Show sambil  		tour dari kota ke kota sampai Malaysia dan Singapura ini muncul banyak  		idiom atau celetukan yang sampai kini masih melekat di telinga  		masyarakat, khususnya warga Jakarta. Sebut saja, aje gile, ma&#8217;di kepe,  		atau ma&#8217;di rodok, yang semuanya lahir dari lidah Benyamin.</p>
<p>sumber : <a href="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/b/benyamin-sueb/index.shtml">TokohIndonesiaDotCom</a><br />
<strong> </strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[bang ben on the movie]]></title>
<link>http://harisahmad.wordpress.com/2009/02/17/bang-ben-on-the-movie/</link>
<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 05:39:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>gonggoitem</dc:creator>
<guid>http://harisahmad.wordpress.com/2009/02/17/bang-ben-on-the-movie/</guid>
<description><![CDATA[Seniman asli Betawi kelahiran Kemayoran, 5 Maret 1939 ini main film dengan judul yang menjual namany]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="aligncenter size-full wp-image-27" title="janggo1" src="http://harisahmad.wordpress.com/files/2009/02/janggo1.jpg" alt="janggo1" width="120" height="200" /></p>
<p>Seniman asli Betawi kelahiran Kemayoran, 5 Maret 1939 ini main film dengan judul yang menjual namanya&#8211;sedikit sekali film di Indonesia yang menjual nama bintangnya, tercatat diantaranya Benyamin, Bing Slamet, Ateng, dan Bagyo. Judulnya, antara lain</p>
<ul>
<li><span style="color:#0000ff;">Benyamin Biang Kerok (Nawi Ismail, 1972),</span></li>
<li><span style="color:#0000ff;">Benyamin Brengsek (Nawi Ismail, 1973),</span></li>
<li><span style="color:#0000ff;">Benyamin Jatuh Cinta (Syamsul Fuad, 1976),</span></li>
<li><span style="color:#0000ff;">Benyamin Raja Lenong (Syamsul Fuad, 1975),</span></li>
<li><span style="color:#0000ff;">Benyamin Si Abunawas (Fritz Schadt, 1974),</span></li>
<li><span style="color:#0000ff;">Benyamin Spion 025 (Tjut Jalil, 1974),</span></li>
<li><span style="color:#0000ff;">Traktor Benyamin (Lilik Sudjio, 1975),</span></li>
<li><span style="color:#0000ff;">Jimat Benyamin (Bay Isbahi, 1973), dan</span></li>
<li><span style="color:#0000ff;">Benyamin Tukang Ngibul (Nawi Ismail,1975)</span>.</li>
</ul>
<p>Dia juga main di film seperti<!--more--></p>
<ul>
<li><span style="color:#0000ff;">Ratu Amplop (Nawi Ismail, 1974),</span></li>
<li><span style="color:#0000ff;">Cukong Blo&#8217;on (Hardy, Chaidir Djafar, 1973),</span></li>
<li><span style="color:#0000ff;">Tarsan Kota (Lilik Sudjio, 1974),</span></li>
<li><span style="color:#0000ff;">Samson Betawi (Nawi Ismail, 1975),</span></li>
<li><span style="color:#0000ff;">Tiga Janggo (Nawi Ismail, 1976)&#8211;,</span></li>
<li><span style="color:#0000ff;">Tarsan Pensiunan (Lilik Sudjio, 1976),</span></li>
<li><span style="color:#0000ff;">Zorro Kemayoran (Lilik Sudjoi, 1976).</span></li>
</ul>
<p>Sementara Intan Berduri (Turino Djunaidi, 1972) membuat dirinya, dan Rima Melati, meraih Piala Citra 1973, selain karena Si Doel Anak Modern yang digarap Sjuman DJaya.</p>
<p>Benyamin juga membuat perusahaan sendiri bernama Jiung Film&#8211;diantara produksinya Benyamin Koboi Ngungsi (Nawi Ismail, 1975)&#8211;bahkan menyutradarai Musuh Bebuyutan (1974) dan Hippies Lokal (1976).</p>
<p>Tidak selamanya kegiatan Encing Ben ada di dunia seni budaya. Encing Ben selepas dari SMA Taman Madya Jakarta (1958), melanjutkan ke Akademi Bank Jakarta, tapi tidak tamat. Anak bungsu yang pernah bercita-cita menjadi pilot-tapi dilarang ibunya-itu pernah juga Krusus Lembaga Pembinaan Perusahaan dan Pembinaan Ketatalaksanaan (1960), Latihan Dasar Kemiliteran Kodam V Jaya (1960), Kursus Administrasi Negra (1964).</p>
<p>Pernah juga jadi pedagang roti dorong, Kondektur Bus trayek Lapangan Banteng-Pasar Rumput (1959), Bagian Amunisi Peralatan AD (1959-1960), Bagian Musk Kodam V Jaya (1957-1969), dan Kepala Bagian Perusahaan Daerah Kriya Jaya (1960-1969). Encing Benyamin wafat 5 September 1995 setelah bermain sepak bola.</p>
<p><a href="http://profiles.friendster.com/15074665">http://profiles.friendster.com/15074665</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kreatif: Kere dan Aktif..?]]></title>
<link>http://kopidangdut.wordpress.com/2008/06/20/creativeindustry/</link>
<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 17:32:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mas Kopdang</dc:creator>
<guid>http://kopidangdut.wordpress.com/2008/06/20/creativeindustry/</guid>
<description><![CDATA[Creative Economy Binatang Apakah Itu..? “Agar industri kreatif berkembang, diperlukan 3T: teknologi,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><address><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Creative Economy</span></strong></address>
<address><strong></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Binatang Apakah Itu..?</span></address>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">“<em>Agar industri kreatif berkembang, diperlukan 3T: teknologi, talenta, dan toleransi.”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"><strong>-Richard Florida-</strong>Profesor<span> </span>Ekonomi Pembangunan pada Carnegie Mellon University </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Mas-mas..sepertinya Mas Kopdang itu gak ngerti deh sama topik industri kreatif dan industri berbasis pengetahuan…! Hayoo, ngaku…!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Enak ajah..! Ngapain kita bisa <a href="http://google.co.id/"><em>googling</em></a> dan punya jejaring yang handal..!?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Lha, buktinya di tulisan Mas<a href="http://kopidangdut.wordpress.com/2008/06/19/industri-irrasional-nusantara/"> terdahulu</a>, malah bersikap skeptis. Bahkan Indonesia dianggapnya masih gurem dan belum mengandalkan “pengetahuan” sebagai sumber utama roda penggerak penghasilan, ekonomi kerakyatan sekaligus memicu kekayaan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Ah, ente ketipu..! Ane’ kan cuma bercermin dan coba bertukar pendapat. Lha, aslinya Indonesia itu penduduknya hebat-hebat…jagoan semuah, termasuk dalam industri kreatif ini. Mereka jagoan dan pemberani..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="padding-left:30px;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Kayak FPI donk..?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Duh, jangan ngomongin mereka lagi ah..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Jadi enaknya kita gosip apaan nih, Mas..? <a href="http://apiqquantum.wordpress.com/2008/06/17/geng-nero-pati-brutal-kejam-ngawur-preman-pelajar/">Geng Nero</a>? Atau kekerasan <a href="http://deatta.wordpress.com/2008/06/17/setelah-stpdn-sekarang-stip/">STPDN yang menular ke STIP..?</a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Kita gosipin mereka aja deh: <a href="http://www.britishcouncil.org/indonesia-arts-iycey-fashion-award.htm">Deli Makmur </a>Rahman, <a href="http://www.picnicnetwork.org/person/11534">Gustaff Iskandar</a>, <a href="http://hellomotion.blogspot.com/2007/11/wahyu-aditya-cv.html">Wahyu Aditya</a>, <a href="http://www.creativeconomy.org.uk/iymey/finalist_3.asp">Leo Rustandi</a>, <a href="http://www.urbane.co.id/">Ridwan Kamil</a>, dan <a href="http://yoris72sebastian.wordpress.com/about/">Yoris Sebastian</a>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Mereka itu siapa Mas..? Calon Presiden saat Pemilu 2009..?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><!--more--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Hahahaha…Siapa tahu..Bisa juga tuh?! Tapi yang jelas, Deli itu promotor fashion, Gustaff itu pentolan komunitas kreatif, Wahyu itu animator dan pendiri helo:motion, Leo adalah seorang promotor musik, Ridwan jago bikin desain rancang bangun alias arsitek, dan Yoris itu pengusaha yang berhubungan dengan industri musik di tanah air.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Ah, pasti Mas masih nulis masalah industri kreatif lagi ya..? Bosen Mas..! Gak level…! Mereka itu kan pria-pria yang membawa nama Indonesia dalam ajang <strong><em>International Young Creative Entrepreuner</em></strong> (IYCE) Award kan..? </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Betul…</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Dan acara itu emang diselenggarakan oleh British Council. Tahun ini juga udah dibuka tuh per 16 Juni kemaren. Lumayan loh dapet dana bantuan £7,500. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Gak tertarik ah… Mending<span> </span>ngomongin yang laen aja deh..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Eittts, nanti dulu…kalo ente ngerti, bakalan tertarik banget..! Suwer deh.. Ente mau gak kerja gak mesti pake seragam,<span> </span>bidang yang ente sukai, hobby sekaligus pekerjaan, dan bergelimang uang…mau? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">HAH…!? Serius..? Cihuy banget tuh..!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_eek.gif' alt=':shock:' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Makanya..kalau ada istilah baru..ada wawasan baru otak jangan dikunci. Yah, minimal kita lumayan ngerti, bisa untuk bahan obrolan ama temen..syukur-syukur malah kita yang terjun ke sono. Asyik gak Cuy…? </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Iya deh…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">INDUSTRI KREATIF DI INDONESIA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Brur, ente ngarti kagak sama Kris Biantoro, Koes Hendratmo, Jojon, Benyamin Sueb..?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Ya ngerti lah..itu pan paporit nyak-babeh ane’ jaman TVRI masih pemain tunggal..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Nah, mereka itu adalah pemain dalam industri kreatif di bidang entertainment, yah khususnya urusan ngemsi, ngelawak dan penyanyi, pemain film sekaligus penghibur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Eitss, ntar..ntar.. ane malah jadi bingung..katanya kita bicarain industri kreatif. Kok malah ngomongin ortu jadoel sih..? Industri kreatif itu apaan jadi..? bingung nih… </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Yah, yang jelas mah industri kreatif itu ditentukan oleh <strong>karya dan</strong> <strong>kreativitas individual yang kemudian dimassalkan.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Maksudnya..?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Lha, bukannya dibalik panggung maupun di balik punggung Om Koes, Om Kris, Om Jojon, Bang Ben itu ada produser, ada tenaga lighting, dekorator, penata rias, sutradara dan banyak orang lainnya..nah sekumpulan orang ini pan cari makan dari bidang profesi yang sebetulnya berkaitan dan butuh ketrampilan serta keahlian khusus yang memadai, nah itu bisa digolongkan dalam ranah industri kreatif.</span></p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://kopidangdut.files.wordpress.com/2008/06/benyamin-sueb.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-618" src="http://kopidangdut.wordpress.com/files/2008/06/benyamin-sueb.jpg" alt="legenda pelakon film Indonesia" width="82" height="82" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Lha, berarti dari dulu kita itu udah punya pemain-pemain besar donk..?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Ya iya lah.. masak ya iya donk..!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Dalam skala lebih besar, bisnis di bidang industri kreatif itu ya contohnya bidang profesi seperti yang dijalani oleh Mas Deli Makmur Rahman, Gustaff Iskandar, Wahyu Aditya, Leo Rustandi, Ridwan Kamil, dan Yoris Sebastian tadi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Selain itu ada lagi..? bidang apalagi..? </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"><a href="http://blogombal.org/2007/11/30/mari-bung-tularkan-kreativitas/">Dunia iklan</a> termasuk promosi, desain produk dan kemasan, software, game online, penerbitan buku dan majalah, media elektronik kaya rumah produksi sinetron, j</span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">uga TV, radio..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Kalau rumah produksi film porno termasuk juga…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Ah, ente ngawur….hmmm, emang kreatif? Perasaan itu mah main naluriah tanpa keahlian macem-macem deh..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Tapi kan kalo di luar negeri mungkin termasuk, Mas..?!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Ah, gak tau deh.. yang jelas yang namanya Walt Disney, Hollywood maupun kembarannya Bollywood merupakan contoh cabang dari industri kreatif di luar negeri. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Di Inggris, sumbangan industri kreatif itu sangat gede lho: 8,2%, itu melampaui pendapatan negara dari sektor industri manufaktur seperti minyak dan gas. Bahkan pertumbuhannya rata-rata 9% per tahun, mengalahkan rata-rata pertumbuhan ekonomi negara itu yang berkisar antara 2%-3% per tahun. (sumber majalah SWA November 2007).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Wah..keren ya Mas…!</span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Ah, sekarang ajah ente bilang keren..tadi bilangnya gak tertarik..?!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Suwer, Mas..! Saya malah jadi pengen tau lebih jauh nih masalah industri kreatif ini…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Gak perlu banyak gerogotin hutan, ngebor minyak-sana sini dan ternyata<span> </span>malah <a href="http://hotmudflow.wordpress.com/2008/06/18/kapolda-kasus-lapindo-tidak-dilanjutkan/">keluarnya lumpur</a>.. Wah pasti emang kudu berawal dari orang-orang yang paham teknologi, talenta dan toleransi..persis apa yang dibilang Pak Florida itu ya..?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Kalau emang tertarik, besok lusa, pas kita sama-sama ngeronda, ente bawa icang oleng sama kupi kentel ya…syukur-syukur djiesamsoe sebungkus..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Buat apa Mas..??</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Bayaran ente untuk cerita lanjutan ane’ ntar lusa di Poskamling..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<blockquote><address><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Sip lah…! Ane tunggu lanjutannya….</span></address>
<address><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </span></address>
<address><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Jangan lupa cari jawabannya ya Mas: <a href="http://kampungartis.wordpress.com/2008/06/17/green-porno-film-porno-yang-unik/">Film porno itu</a> termasuk industri kreatif bukan..</span></address>
<address><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </span></address>
<address><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </span></address>
</blockquote>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">HAH…!?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_eek.gif' alt=':shock:' class='wp-smiley' /> </span></p>
<div style="border-color:0 0 windowtext;border-style:none none solid;border-width:medium medium 1pt;padding:0 0 1pt;">
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;padding:0;"> </p>
</div>
<p class="MsoNormal"> </p>
<address><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Tulisan ini sebagian bersumber dari:</span></address>
<address><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[+] Majalah <a href="http://swa.co.id/">SWA</a> </span></address>
<address><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[+] Majalah <a href="http://businessweek.com/">BusinessWeek</a> edisi Indonesia.</span></address>
<address><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[+] teknik mengarang tingkat tinggi.</span></address>
<p class="MsoNormal"> </p>
<address><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Tulisan terkait ane’ sebelumnya:</span></address>
<address><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[+] Industri <a href="../2008/06/19/industri-irrasional-nusantara/">dukun</a></span></address>
<address><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">[+] <a href="../2007/11/08/sekolah-desain-sekolah-masa-depan/">Sekolah desain</a>, sekolah masa depan</span></address>
<address></address>
<address><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Gambar dicomot dari <a href="http://benyamin.multiply.com/">sini</a><span> </span></span></address>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Benyamin Sueb]]></title>
<link>http://sazutsu.wordpress.com/2008/02/18/benyamin-sueb/</link>
<pubDate>Mon, 18 Feb 2008 06:54:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>sazutsu</dc:creator>
<guid>http://sazutsu.wordpress.com/2008/02/18/benyamin-sueb/</guid>
<description><![CDATA[Dikenal sebagai seniman serba bisa, sebagia aktor, biduan dan penghibur.Sejak kecil, Benyamin memang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dikenal sebagai seniman serba bisa, sebagia aktor, biduan dan penghibur.Sejak kecil, Benyamin memang sudah tampil beda. Sifatnya yang jahil namun humoris membuat Benyamin disenangi teman-temannya. Seniman yang lahir di <font color="#0000ff"><b>Kemayoran</b></font>, 5 Maret 1939 ini sudah terlihat bakatnya sejak anak-anak. Sejak usia 6 tahun, Benyamin kerap menyanyi untuk menghibur tamu di setiap hajatan. Bakat seninya tak lepas dari pengaruh sang kakek, <font color="#0000ff"><b>Haji Ung (Jiung)</b></font> yang juga pemain teater rakyat di zaman kolonial Belanda. Sewaktu kecil, bersama 7 kakak-kakaknya, Benyamin sempat membuat orkes kaleng.</p>
<p>Mengaku tidak punya cita-cita yang pasti. &#8221;Tergantung kondisi,&#8221; kata penyanyi dan pemain film yang suka membanyol ini. Benyamin pernah mencoba mendaftar untuk jadi pilot, tetapi urung gara-gara dilarang ibunya.</p>
<p>Akhirnya jadi pedagang roti dorong. Ditawari bekerja di perusahaan bis PPD, langsung diterima. &#8221;Tidak ada pilihan lain,&#8221; katanya. Pangkatnya cuma kenek, dengan trayek Lapangan BantengwPasar Rumput. Itu pun tidak lama. &#8221;Habis, gaji tetap belum terima, dapat sopir ngajarin korupsi melulu,&#8221; tuturnya. Korupsi yang dimaksud ialah, ongkos penumpang ditarik, tetapi karcis tidak diberikan. Ia sendiri mula-mula takut korupsi, tetapi sang sopir memaksa. Sialnya, tertangkap basah ketika ada razia. Benyamin tidak berani lagi muncul ke pool bis PPD. Kabur, daripada diusut.</p>
<p>Setelah Lilis Suryani sukses dengan lagu-lagunya yang diiringi orkes gambang dan musik elektronik, Benyamin pun menyusul. Ternyata, ia lebih sukses. Ketika ia berpasangan dengan Ida Royani, namanya makin menanjak.</p>
<p>Yang menonjol pada diri Ben, begitu nama panggilannya, ia punya humor yang selalu siap keluar dari mulutnya: humor khas Betawi. Dalam menyanyi, Ben sering menyelingi dengan berbagai ucapan, kadang seperti mengomel, dan tentu maksudnya melucu. Itulah cirinya. Repotnya kalau muncul di televisi, mulutnya tidak pas dengan improvisasi humornya. &#8221;Maklum, lagunya sudah direkam sebelum pengambilan gambar,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Tidak puas dengan hanya menyanyi, Ben lalu main film. Tahun 1973 sempat meraih Piala Citra sebagai Pemeran Utama Terbaik dalam film Intan Berduri. Ia masuk deretan artis yang laris antara tahun 1972 dan 1976.</p>
<p>Tidak lama kemudian, ia pun jadi produser, dengan mendirikan PT Jiung Film. Bahkan, ia merangkap sebagai sutradara sekaligus pemain. Ben memang tidak pernah merasa puas. &#8221;Kepuasan adalah suatu kemunduran,&#8221; katanya. Sayang, usahanya mengalami kemunduran, dan PT Jiung Film dibekukan tahun 1979. Sebagai anak bungsu, Ben ternyata tidak manja. Malah lebih suka bertualang. Ketika kecil tidak pernah main di kampungnya sendiri di <font color="#0000ff"><b>Gang Haji Ung, Kemayoran</b></font>. Di sekolah, Taman Madya, ia tergolong nakal. Pernah melabrak gurunya ketika akan kenaikan kelas, ia mengancam: &#8221;Kalau gue kagak naik lantaran aljabar, awas!&#8221;</p>
<p>Pernikahannya dengan Noni, 1959, mengalami pasang surut. Mereka bercerai 7 Juli 1979, tetapi rujuk kembali pada tahun itu juga. Ben sudah tiga kali menunaikan ibadat haji</p>
<p>Beliau berpulang pada 5 September 1995.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
