<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>bangga &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/bangga/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "bangga"</description>
	<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 03:28:14 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[IQ TINGGI, ORANGTUA BANGGA !!!]]></title>
<link>http://hirzithariqi.wordpress.com/2009/12/07/iq-tinggi-orangtua-bangga/</link>
<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 11:09:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>hirzithariqi</dc:creator>
<guid>http://hirzithariqi.wordpress.com/2009/12/07/iq-tinggi-orangtua-bangga/</guid>
<description><![CDATA[Anak Cerdas di Sekolah Kita bangga bahkan sangat bangga ketika mengetahui anak kita memiliki IQ (Int]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_295" class="wp-caption alignnone" style="width: 248px"><a href="http://hirzithariqi.wordpress.com/files/2009/12/anak-cerdas.gif"><img class="size-full wp-image-295" title="Anak Cerdas" src="http://hirzithariqi.wordpress.com/files/2009/12/anak-cerdas.gif" alt="" width="238" height="296" /></a><p class="wp-caption-text">Anak Cerdas di Sekolah</p></div>
<p>Kita bangga bahkan sangat bangga ketika mengetahui anak kita memiliki IQ (Intelligence Quotient) yang tinggi atau (sangat) cerdas, katakan 130, 135 bahkan di atas 140. Apakah kebanggaan kita ini beralasan&#8230; mungkin benar karena sebagian besar anak-anak lain yang memiliki IQ berkisar antara skor 90 sampai 110 (Taraf IQ Rata-Rata). Mungkin kita patut bersyukur (bukan berbangga) karena anak kita dianugerahi tingkat kecerdasan yang tinggi (kalau psikolognya tidak salah hitung &#8211; fatal jadinya). Akan tetapi lalu kita bertanya, apakah dengan IQ yang tinggi tersebut akan menjamin masa depannya lebih baik atau setidaknya memiliki prestasi sekolah yang menonjol dibanding anak lain yang memiliki taraf IQ rata-rata sebagaimana kebanyakan anak lain? Kita mulai ragu karena cukup banyak orangtua yang menemui kenyataan bahwa anak mereka yang memiliki IQ tinggi ternyata prestasinya biasa-biasa saja bahkan sebaliknya malah prestasinya &#8216;parah&#8217;. Jadi bagaimana sebenarnya hubungan antara IQ dengan prestasi belajar di sekolah anak?</p>
<p>Menurut para ahli psikologi, prestasi belajar siswa di sekolah tidak secara dominan dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan yang dimiliki siswa, akan tetapi juga banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor kemauan/motivasi atau komitmen belajar siswa, lingkungan sosial di sekolah maupun di rumah, dan lingkungan atau kondisi fisik yang berkaitan dengan prestasi belajar anak.</p>
<p>Anak kita bisa saja (sangat) cerdas, tetapi ia akan sulit berprestasi belajar bagus kalau dia tidak/kurang memiliki kemauan/motivasi atau komitmen belajar. Anak kita boleh saja (sangat) cerdas, tetapi ia akan sulit menunjukkan prestasi belajar yang baik di sekolah apabila tidak ditunjang oleh lingkungan sosial yang baik, seperti guru-guru yang kompeten, teman-teman yang berorientasi pada pelajaran (bukan main-main) dan begitu pula dengan bagaimana orientasi belajar dari orangtua, saudara-saudaranya, bahkan teman-teman di lingkungan tetangga tempat tinggalnya.</p>
<p>Demikian pula halnya dengan prestasi belajar yang akan sulit diperoleh oleh anak-anak (sangat) cerdas yang meskipun memiliki komitmen belajar baik, lingkungan sosial yang mendukung baik di sekolah maupun di rumah, namun tidak didukung oleh lingkungan fisik yang memadai. Jarang sekali kita temui anak-anak memiliki prestasi belajar baik muncul dari kondisi bangunan sekolah yang rusak dan lokal kelas yang terbatas sehingga menyebabkan waktu belajar mereka terganggu; sarana dan fasilitas belajar-mengajar (buku, alat tulis, alat peraga, dan lainnya) yang terbatas sehingga kecepatan belajar sangat lambat; anak yang harus berjalan kaki sekian jauh dan lama karena jarak rumah mereka jauh dari sekolah.</p>
<p>Dengan demikian, IQ yang tinggi baru akan menjamin prestasi belajar anak kita di sekolah atau menjamin masa depan yang baik apabila juga didukung oleh kemauan/motivasi atau komitmen belajar yang baik serta lingkungan sosial dan lingkungan fisik yang baik di sekolah maupun di rumah.</p>
<p>Semakin tinggi taraf IQ seorang anak maka akan semakin cepat dan mudah untuk mencapai prestasi belajarnya di sekolah. Sebaliknya, semakin rendah taraf IQ seorang anak maka akan semakin sulit dan lama untuk mempelajari dan memahami sesuatu hal termasuk dalam pelajaran sekolahnya.</p>
<p>Namun bagi orangtua yang kebetulan memiliki anak dengan IQ tidak tinggi (tidak cerdas) janganlah berkecil hati, karena para pakar ilmu psikologi mengatakan bahwa IQ (kecerdasan <em>logical-mathematical</em>) hanyalah salah satu dari sekian banyak jenis kecerdasan (<em>Multiple Intelligence</em>). Memang anak kita memiliki IQ yang tidak tinggi, tetapi mungkin ia memiliki jenis kecerdasan lain yang tinggi, misalnya: kecerdasan emosi/intra-intra personal (<em>emotional intelligence</em>), kecerdasan <em>bodily-kinesthetic </em>(bidang olahraga), kecerdasan <em>linguistic</em> (bahasa), kecerdasan <em>musical</em> (musik), kecerdasan <em>spatial</em> (melukis), kecerdasan <em>naturalist</em>, bahkan kecerdasan universal (<em>universal intelligence</em>). Buktinya, ada Rudy Hartono (olahragawan), Rudy Rudy Hadisuwarno (Penata Rambut), Rudy Chaerudin (Jago Masak), Rudy Wowor (Bintang Film/Sinetron), yang kesemuanya pasti belum tentu memiliki IQ yang tinggi.</p>
<p>Selain itu, dari hasil penelitian terhadap para pengusaha sukses di Amerika Serikat ternyata tidak semua dari mereka memiliki IQ yang tinggi. Namun ada aspek-aspek yang selalu tinggi/menonjol dari mereka yaitu kematangan emosi, kemampuan interpersonal, kemampuan empati, dan lainnya yang berkaitan dengan kecerdasan emosi (<em>emotional intelligence</em>).</p>
<p>Oleh karena itu bapak dan ibu, janganlah berbangga berlebihan apabila anak kita memiliki anak ber-IQ tinggi dan sebaliknya janganlah bersedih atau berkecil hati memiliki anak ber-IQ tidak tinggi. Semuanya lebih bergantung pada bagaimana kita menemukan bakat/potensinya dan bagaimana kita menyiapkan lahan yang subur agar dapat teraktualisasi menjadi prestasi yang membanggakan orangtua &#8211; yaitu perasaan bangga yang pantas diterima orangtuanya bukan perasaan bangga yang semu sebagaimana yang dialami orangtua kebanyakan selama ini&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[pemira dan cinta :)]]></title>
<link>http://achiisurachii.wordpress.com/2009/11/28/pemira-dan-cinta/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 16:09:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>achiisurachii</dc:creator>
<guid>http://achiisurachii.wordpress.com/2009/11/28/pemira-dan-cinta/</guid>
<description><![CDATA[Pemira. Sebuah event yang lagi hot-hot-nya di kampus gue. Pemira itu pemilihan raya untuk presiden B]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Pemira.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah event yang lagi hot-hot-nya di kampus gue. Pemira itu pemilihan raya untuk presiden BEM KEMA kampus gue. Dooohhh… Rame yha ternyata! Gue pikir, kampus gue tercinta ini bakal sepi kalo ada yang beginian. Ternyata. Banyak hal yang tak terduga dan membuat gue mengernyitkan dahi. Ah lucu lah. Politik mah di mana aja selalu ada ceritanya. Dari yang asem sampe yang seger. Eniwei, sebenernya gue termasuk orang yang sudah cukup ilfil sama yang namanya politik lho. Hoek deh. Gatau kenapa. Males aja. Orang-orangnya agresif semua, dan unpredictable, walaupun sebenernya no surprise juga sii… hahhh..</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, boleh dikatakan, gue itu orangnya cukup plegmatis dalam hal beginian. Wohoy! Jadi, jangan salah… gak cuma anak yang koleris aja yang bisa betah di arena yang namanya organisasi beserta tete bengeknya ini yang bau ketek, orang plegmatis kayak gue pun cukup mengambil peran lhooow.</p>
<p style="text-align:justify;">Oke, peduli lah yha sama yang namanya pemira. It’s just a piece of cake in my life. Itu cuma salah satu variasi kegiatan dalam cerita hidup gue, yang yhaaa bisa dikatakan asem-asem seger. Asem karena harus bergesek dan berbentur dengan segala macam opini. Yahaaa, that’s life, dan seger karena dari event ini gue belajar banyak, banyak banget! Seneng lha pokoknya mah. Saya mah gak ngoyo masalah yang begini mah. Usaha tetap tapi hasil serahkan sama Yang Maha Mengatur. Posisi bukan poin utama untuk terus berkontribusi, bukan? Jadi, cita-cita saya panjang untuk organisasi ini. Kemenangan sebenernya adalah ketika kita tetap mau berjuang dan mengabdi untuk kepentingan bersama dan kesuksesan bersama. Mari kita tambahkan quotes di dalam note gue, bukan kesuksesan namanya kalo cuma dirasakan oleh satu orang saja. Success is for everybody!</p>
<p style="text-align:justify;">Selama gue masih punya ruang untuk menularkan semangat sama temen-temen untuk tetap berkarya, gue akan selalu happy J dan emang gue akan selalu happy J Life is wonderful deh!</p>
<p style="text-align:justify;">Selain pemira, I have another big plan! Yeheeeyyy! Senang sekali ketika tau kalo hidup gue gak hanya tersekat di kubik organisasi, gak juga di kubik akademis, tidak pula di kubik menulis dan cita-cita gue lainnya di bidang kaderisasi, tapiiii…. I’ll grow up! Gue akan menjadi wanita yang akan semakin ditantang manajemen waktu, manajemen emosi, dan menajemen pikirannya dalam hal yang gak cuma itu-itu aja. Weaaaw, bingung? Sama gue juga bingung mendeskripsikannya. Apapun itu, yang jelas… gue akan menjadi wanita yang gak cuma punya satu ruang ekspresi. I do love study hard with my amazing mind mapping. I do love organization with my great friends. I do love writing with my incredible life. And of course, I do love him with his gorgeous dream J 2010, I’m comin!!!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Seberapa banggakah anda menjadi pharmacist...?]]></title>
<link>http://yorijuly14.wordpress.com/2009/11/27/seberapa-banggakah-anda-menjadi-pharmacist/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 08:14:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>yoriyuliandra</dc:creator>
<guid>http://yorijuly14.wordpress.com/2009/11/27/seberapa-banggakah-anda-menjadi-pharmacist/</guid>
<description><![CDATA[Seberapa banggakah anda menjadi pharmacist&#8230;? Hmmm.. (baru mulai nulis aja udah hmm&#8230; *mik]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote><p><em>Seberapa banggakah anda menjadi pharmacist&#8230;? Hmmm.. (baru mulai nulis aja udah hmm&#8230; *mikir). Sebenarnya ini bukan masalah bangga menjadi A atau bangga menjadi B, pun juga bukan perihal bangga karena menjadi apa dan siapa, dan juga bukan masalah malu karena menjadi C ataupun D. Tapi ini adalah masalah bagaimana meyikapi keadaan dan mengatasi persoalan. </em></p></blockquote>
<p>Menarik memang kalau kita sesekali mencoba melihat ke dalam (katanya: ”take a closer look deep inside ur self”) dan menyadari siapa diri kita sebenarnya plus dengan fungsi dan tanggung jawab kita. Saya sangat tertarik sekali (kalau tau guru bahasa Indonesia, berang nyo mah: alah ado ‘sangat’ pakai lo ‘sakali’, mubazir..) dan merasa tertantang dengan catatan @Fathelvi Mudaris tentang “Aku malu menjadi pharmacist”. Mudah-mudahan kalaupun memang malu, semoga saja malunya masih terkategorikan malu yang menjadi bagian dari iman, sebab malu atas dasar keimanan biasanya melahirkan serentetan konsekuensi dan tanggung jawab. Tulisan Fathel tersebut tidak berlebihan mungkin (walaupun agak lebay&#8230; *berlebihan≠lebay&#8230; hehe.. piiis ^_^V) bahwa memang apa yang diuraikan adalah kenyataan di lapangan atau mungkin juga pengalaman pribadi sebagian di antara kita.</p>
<p><!--more-->Got a question&#8230;. kira-kira, dimana ya letak permasalahannya sehingga kondisi dunia kefarmasian tidak/ belum sepenuhnya membahagiakan (sebagaimana yang diceritakan Fathel&#8230;)? Nah, let me jez tell u all that TIDAK ADA SATU PUN PROFESI YANG KETIKA MUNCUL LALU LANGSUNG DALAM KEADAAN MAPAN DAN MEMBAHAGIAKAN. Artinya, semua profesi harus melalui tahap-tahap (kalo bahasa arabnya: ‘marhalah’) yang tidak mungkin untuk tidak dilewati. Mungkin kita perlu baca lagi bagaimana perkembangan era kefarmasian dari awalnya&#8230; mulai dari era tradisional, masuk ke era transisional, dan sampai era sekarang (era pharmaceutical care). Nah, saya ingin katakan bahwa saat ini, di era pharmaceutical care ini, profesi farmasi masihlah merupakan PROFESI YANG SEDANG BERKEMBANG (developing profession), dan sama sekali tidak tepat kalau dikatakan bahwa farmasi merupakan PROFESI YANG SUDAH MAPAN (developed profession). Jadi dalam batas kewajaran tertentu, ketidakpuasan-ketidakpuasa</p>
<div>n kita terhadap peran dan fungsi profesi ini sepertinya masih dapat sedikit kita toleransi, karena (sekali lagi) profesi farmasi masih merupakan profesi yang sedang berkembang (mudah-mudahan penjelasan ini menghibur&#8230;).</p>
<p>Melalui perspektif dan pemikirian saya yang sederhana, sepertinya ada beberapa hal yang mungkin perlu kita lirik dan telisik. Meskipun mungkin ‘menuduh’ beberapa hal ini tidak menyelesaikan masalah, paling tidak dapat meng-asses masalah tersebut walaupun tidak secara keseluruhannya.</p>
<p>+++++Perspektif saya sebagai seorang (mantan) mahasiswa +++++ +++++ +++++ +++++ +++++<br />
When i was in my college time, i was thinking about why pharmacy students should learn interdisciplinary to master the pharmacy. Begini, kurikulum farmasi ketika kita kuliah (ketika saya kuliah, dulu, kalo sekarang dunno exactly&#8230;) mengarahkan kita untuk menjadi sarjana farmasi/ apoteker yang mempunyai beberapa kemampuan, sekaligus. Mahasiswa dirancang menjadi orang yang ahli dalam menciptakan dan menemukan obat (mulai dari masuk keluar rimba sampai mengisolasi senyawa kimia), ahli dalam pengujian khasiat dan kemanan obat, ahli dalam memformula obat menjadi bentuk sediaan yang tepat, serta ahli dalam mengidentifikasi, memecahkan, dan mencegah DRP (Drug Related Problem). Ini adalah fakta yang tak terbantahkan bahwa masing-masing mahasiswa farmasi harus menjadi ‘sepintar’ itu, buktinya bisa terlihat dari kurikulum kita. Atau lihat saja dari susunan mata kuliah dari semester ke semester, dan coba kita analisa dan tebak dan lemparkan satu pertanyaan “Saya mau dijadikan apa ya&#8230;?”</p>
<p>Mungkin sangat wajar ketika mahasiswa S1 farmasi atau juga bahkan yang baru tamat dari S1 tidak tahu banyak tentang obat (sebagaimana contoh kasus dari Fathel). Nah, saya ingin mengatakan bahwa: pengalaman kita di lapangan akan mengajarkan banyak hal (bahkan cenderung lebih dari apa yang kita bahas di kelas). Maksudnya, pengetahuan kita tentang farmasi dan praktek kefarmasian insyaAllah akan meningkat drastis setelah kita menjalani praktek kerja profesi (lagi-lagi menghibur, *tapi suer koq&#8230;). Meskipun demikian, kita memang tidak boleh menutup mata bahwa perkuliahan kita di kelas juga sebenarnya memang harus diupdate (atau lebih spesifiknya: disesuaikan dengan kenyataan dan perkembangan di lapangan). Mengupdate perkuliahan boleh jadi dalam bentuk mengupdate material perkuliahan atau juga dengan mengupdate/ upgrade dosen. Kan kita jadi gak ngeh kalo ternyata obat-obat yang sudah tidak lagi digunakan (misalnya karena sudah terbukti tidak aman atau sudah ada penggantinya yang lebih baik) ternyata masih kita bahas d kelas. Btw, mahasiswanya perlu diupgrade g ya&#8230;?</p>
<p>Melihat kemampuan kita (baca: mahasiswa) yang sangat terbatas, menjadi sangat pintar seperti itu mungkin one in million (baca: sulit) meskipun tidak mustahil. Kata “pintar” sebenarnya merupakan adjective, “pintar” adalah suatu kata sifat, bukan suatu “verb” kata kerja. Mungkin kata “rajin” akan lebih bermakna dari kata “pintar”, karena rajin adalah suatu “verb”. Rajin adalah suatu perbuatan, suatu amal, bukan suatu atribut. Jadi, mahasiswa yang rajin secara maknawiyah akan lebih bernilai daripada mahasiswa yang pintar tapi kurang ‘beramal’. So, yuk mari kita jadi orang yang rajin.</p>
<p>+++++Perspektif saya sebagai seorang pharmacist (lulusan Unand saya&#8230; hehe) +++++ +++++ +++++ +++++ +++++<br />
Peran dan tanggung jawab pharmacist juga semakin luas dari masa ke masa. Kalo kita dengar, katanya dulu tanggung jawab pharmacist itu adalah MULAI DARI OBAT TIDAK ADA SAMPAI OBAT TERSEBUT ADA DAN SIAP UNTUK DIBERIKAN KEPADA PASIEN. Jadi, dahulu kala pharmacistnya bertanggung jawab sebatas mempersiapkan obat (sampai pada tahap compounding and dispensing). Artinya, seandainya obat untuk suatu penyakit X tidak ada, maka farmasinya boleh ‘disalahkan’ karena tidak berhasil menemukan suatu obat, karena g mungkin kan dokter yang mencari obat baru, masuk rimba keluar rimba untuk ‘mengoleksi daun’ dan mengujinya di lab. Artinya lagi, profesi lain g mau tau deh, pokoknya obat X ini harus sudah ada di rumah sakit dan siap untuk diberikan pada pasien. Dengan demikian, farmasi bertanggung jawab untuk serangkaian kerja berikut: menemukan tanaman yang berpotensi untuk jadi obat, ‘memperbagaikannya’ di lab sehingga diperoleh suatu senyawa tunggal, uji potensi farmakologisnya, disain bentuk sediaan, uji preklinik dan klinik, sampai akhirnya diperoleh suatu bentuk obat yang efektif dan aman untuk digunakan dalam pelayanan kesehatan yang kemudian akan diresepkan oleh dokter dan akan diadministrasikan oleh nurse (Remember&#8230; doctor prescribes, and nurse administers&#8230; *ini kalimat ‘maut’ saya kalo lagi ngajar, haha)</p>
<p>Itu dulu&#8230; Nah sekarang, peran dan tanggung jawab dunia kefarmasian lebih dari sekedar menemukan obat sampai obat tersebut bisa diberikan kepada pasien dalam jenis, bentuk, dan jumlah yang pas. Peran farmasi saat ini adalah MULAI DARI OBAT TIDAK ADA, SAMPAI OBAT TERSEBUT DIKELUARKAN DARI TUBUH PASIEN. Makanya ketika ada segala sesuatu hal dan masalah yang berkaitan dengan obat, farmasinya boleh dijadikan tersangka. “Kok obat untuk penyakit AIDS belum ada”? Itu si farmasi tuh yang belum juga nemuin obatnya. “Kok obat ini rasanya pahit sekali&#8230;”? Itu tuh, si farmasi bikin formulanya g enak. “Kok obat ini bikin keracunan gini ya, padahal saya minumnya gak over dosis kok&#8230;?” Itu tuh, si farmasi nggak menyesuaikan dosisnya, kan kamu ada gangguan ginjal. Dan kooooompleks sekali permasalahan yang berpotensi ada di dalam kefarmasian, karena (sekali lagi) peran dan fungsi kita semakin lama semakin complicated.</p>
<p>Dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit, ada suatu istilah populer “Medication Error”, yaitu kesalahan-kesalahan dalam hal pengobatan (berkaitan dengan obat). Like this, doctor prescribes the drugs, pharmacist dispenses the drugs, and nurse administers the drugs. Dalam hal ini, pharmacist boleh sedikit ‘mengongas’ (baca: maongeh), pasalnya pharmacist mempunyai persentase paling kecil dalam hal kesalahan pengobatan dibandingkan dengan saudaranya yang lain. Tapi, jangan-jangan hal ini terjadi karena memang pharmacistnya di RS gak berbuat banyak, sehingga peluang salahnya juga lebih kecil. Nah lho&#8230;?</p>
<p>+++++Perspektif saya sebagai seseorang yang dipanggil “Pak Yori” +++++ +++++ +++++ +++++ +++++<br />
Berkesempatan untuk bersinggungan dengan profesi kesehatan lain dalam atmosfir akademik membuat ‘pangana’ saya sedikit terbuka tentang peran dan fungsi masing-masing healthcare provider dalam mensukseskan pelayanan kesehatan, khususnya peran yang harus ditanamkan dan dipahamkan ketika profesional tersebut masih sekolah/ kuliah. Karenanya saya sedikit dapat gambaran tentang bagaimana sinergisitas praktisi kesehatan dalam pelayanan tersebut, khususnya berkaitan dengan farmakologi (we know that pharmacology –the study of drugs- is a core course for students of pharmacy, medic, and nurse as well). Begini&#8230; terlalu mengandalkan pengetahuan yang berbasis kelas dan mengesampingkan sumber lain mungkin boleh jadi salah satu penyebab miskinnya pengetahuan kita tentang sesuatu subjek, misalnya obat, terkhusus lagi obat-obat baru.</p>
<p>Perkuliahan di kelas yang hanya memberikan kita kesempatan 1-2 jam untuk ‘mendengarkan ceramah dosen’ sepertinya sama sekali tidak sufficient. Metode dan style perkuliahan yang tidak sesuai dengan ‘maunya mahasiswa’ juga bisa dituding. Atau bahkan terkadang pembahasan yang terlalu dipadatkan dengan berbagai penyebab (biasanya masalah waktu) sehingga banyak poin-poin penting yang tidak terfahamkan. Its difficult to make people understand. Emang, ternyata mbikin orang ngerti itu susah juga ya, kalo sekedar menyampaikan materi perkuliahan keknya g rumit-rumit amir tuh&#8230; (Ada pertanyaan lagi neh: “sebenarnya tanggung jawab dosen itu untuk menyampaikan materi perkuliahan atau untuk membuat mahasiswa paham tentang materi perkuliahan&#8230;?” Ini pertanyaan serius lho&#8230;)</p>
<p>+++++Perspektif saya sebagai seorang pemerhati dunia kesehatan (ceileee&#8230;) +++++ +++++ +++++ +++++ +++++<br />
Dalam berbagai sudut pandang, mungkin ada beberapa hal dalam kefarmasian yang menarik untuk dilirik. For instance, I have long been wondering why drugs labelled “on medical prescription only” are easily available without prescription. Begini, kita semua tahu bahwa yang dimaksud dengan obat keras adalah (hayo&#8230; apa coba&#8230;?)&#8230; adalah obat-obat yang untuk memperolehnya harus melalui resep dokter. Gak bisa enggak (kecuali OWA). Artinya kita tidak akan dapat memperoleh antibiotik (semisal amoksisilin) di toko obat biasa (bukan apotek), artinya lagi kita hanya bisa memperoleh obat tersebut di apotek dan melalui resep dokter, tidak melalui cara lain. Itu diatur undang-undang lho&#8230; Tapi kenapa kenyataan di lapangan ternyata mencibirkan undang-undang yang sama-sama kita junjung? Seolah-olah UU tersebut sudah tidak bergigi lagi (dunno why&#8230; *geleng-geleng). Makanya jadi malas bikin apotek (*padahal modal yang g ada, hahay&#8230;.)</p>
<p>Kampanye dan pencerdasan kefarmasian kepada masyarakat juga sangat minim, minim sekali. Our society should be introduced that there is a professional named ‘pharmacist’ that is responsible for everything about drugs. Kita (atau siapa ya? ISFI kali ya&#8230;?) harus melakukan suatu usaha pencerdasan publik bahwa pharmacist juga merupakan orang yang penting untuk terciptanya pelayanan kesehatan yang paripurna, sebagaimana halnya dokter (dan juga nurse kalo di RS). Dan usaha ini tidak hanya bisa dilakukan oleh yang sudah apoteker, usaha ini akan lebih efektif kalo dicoba untuk digalang selagi kita masih mahasiswa. Coba dech&#8230; (*lagi ngomporin mahasiswa&#8230;)</p>
<p>Cerita pengalaman neh&#8230; Saya pernah ikut acara bakti sosial pemeriksaan kesehatan yang diselenggarakan suatu lembaga sosial bidang kesehatan di suatu daerah di Padang Pariaman. Saat itu saya diminta jadi apotekernya mendampingi 3 orang dokter muda, dan beberapa orang mahasiswa kedokteran (beberapa di antaranya masih mahasiswa tahun 2). Sempat bertanya-tanya dalam hati juga, “Nantinya mahasiswa ini membantu di bagian mana ya..”? Akhirnya, ternyata mereka ditempatkan di bagian apoteknya. Dan usut punya usut, ternyata mereka memang sudah biasa ditempatkan di bagian tersebut seandainya penyelenggara tidak berhasil mendapatkan pharmacistnya untuk turun ke lapangan. Merekalah biasanya yang menyerahkan obat kepada pasien, menggeruskan tablet dan membungkusnya menjadi puyer, memberkan informasi obat, dll pekerjaan yang seyogyanya dikerjakan oleh orang farmasi. Nah lho&#8230;? Sepertinya ada yang salah dech.. Artinya, harus ada pihak yang bertanggung jawab untuk membesarkan fungsi farmasi yang saat ini sepertinya sudah terkerdilkan (atau mungkin dikerdilkan), padahal kita sama-sama faham dan sadar bahwa kegagalan dalam pengobatan sering terjadi akibat tidak berhasilnya ‘pengejawantahan’ hal-hal yang berkaitan dengan obat kepada pasien yang seharusnya dilakukan oleh fungsi farmasi.</p>
<p>+++ +++ Finally&#8230;&#8230;&#8230; +++ +++<br />
Terakhir, tentang sikap bangga&#8230; Kalaulah bangga dapat memunculkan kesadaran akan peran dan tanggung jawab, sepertinya sah-sah saja kalo kita merasa bangga dan berbesar hati untuk menjadi apa atau siapa. Seandainya mempunyai rasa bangga adalah prasyarat awal untuk memunculkan sense of belonging dan menghadirkan semangat untuk memikul tanggung jawab, sepertinya bangga adalah (mungkin) menjadi hal yang wajib. Maka banggalah menjadi diri anda, banggalah untuk menjadi pharmacist, dan teriakkan dengan keras “SAYA BANGGA MENJADI PHARMACIST&#8230;”</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SELAMAT HARI GURU &amp; PGRI]]></title>
<link>http://marsani.wordpress.com/2009/11/25/selamat-hari-guru-pgri/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 03:12:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>marsani</dc:creator>
<guid>http://marsani.wordpress.com/2009/11/25/selamat-hari-guru-pgri/</guid>
<description><![CDATA[Semoga pengabdian tulusmu selalu mendapat petunjuk dan bimbingan dari Allah SWT. Amin. =============]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Semoga pengabdian tulusmu selalu mendapat petunjuk dan bimbingan dari Allah SWT. Amin.</p>
<p>=========================</p>
<p>Berikut lirik lagu Himne Guru, untukmu guruku :</p>
<p><strong>“Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” </strong></p>
<p>Cipt: Sartono:</p>
<p><em>Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru<br />
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku<br />
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku<br />
Sebagai prasasti terima kasihku<br />
Tuk pengabdianmu</em></p>
<p><em>Engkau sabagai pelita dalam kegelapan<br />
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan<br />
Engkau patriot pahlawan bangsa<br />
Tanpa tanda jasa</em></p>
<p><em><strong>Sebuah Kenangan</strong><br />
</em></p>
<p><em>Waktu memperoleh kesempatan menempuh studi lanjut Pasca Sarjana, Salah satu dosen saya mengatakan :&#8221;Bahwa ada 3 telpon yg wajib diangkat ketika kita sedang mengajar&#8221;. Beliau berkata begitu, ketika meminta ijin kepada kami, mahasiswa beliau yang sedang diajarkan.</em></p>
<p><em>Tiga Jenis telpon tsb :</em></p>
<p><em>1. Pertama adalah dari Orangtua,</em></p>
<p><em>2. Kedua dari Istri, dan</em></p>
<p><em>3. Ketiga dari Dosen dan Guru.</em></p>
<p><em>Saya lihat, betatapun Dosen saya ini menjadi prof. dibidangnya dan mengajar kami calon2 doktor dan magister.. beliau tetap meletakkan rasa hormat yang tinggi pada dedikasi dan pengabdian guru. Hal ini jelas menjadi inspirasi tersendiri bagi saya.</em></p>
<p><em><!--more--></em></p>
<p><em><strong>Bangga dengan Guru-guruKu</strong></em></p>
<p><em>Saya begitu bangga ketika ada yang bertanya dan ingin mendengar cerita saya tentang guru-guru saya. Dari jenjang terendah sampai jenjang tertinggi di jalur pendidikan sampai dengan saat ini. Semuanya begitu membekas sangat dalam dan memberikan begitu semangat yang menyala bagi siswa-siswanya ketika ingin maju.</em></p>
<p><em>Kami.. tinggal dipulau yang sebenarnya sangat kaya akan tambang mineral. Timah namanya,, tambang mineral yang sangat dominan dan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian pulau kami saat itu. Hampir sebagian besar warga masyarakat dipulau tersebut menjadi tenaga kerja tetap maupun tidak tetap di areal pertambangannya.</em></p>
<p><em>Apakah pendidikannya Oke&#8230; karena adanya daerah tambang tersebut..? tidaklah 100% benar itu.</em></p>
<p><em>Masih ingat saya, ketika Guru SMP kami mengatakan semangat membaranya dengan menghentakkan penggaris Kayu 100 cm an ke meja dengan ancaman kepada siswa-siswanya yang malas belajar.</em></p>
<p><em>&#8221; Kalian ini &#8230; tau tidak..selisih pendidikan dipulau kaya ini dengan pendidikan di P. Jawa Saya 30 tahun&#8230; kalau kalian tidak belajar dengan baik..tekun, dan menjadi orang yang pintar..dan bercita-cita sekolah di P Jawa..</em></p>
<p><em>&#8221; berapa lama kalian akan mengejar &#8230; mereka.. cobalah belajar dengan tekun.. habis SMP ini&#8230; jadikan SMA negeri jadi tujuan.. jadikanlah SMA Negeri kesempatan untuk membahagiakan orang tua kalian..&#8221; </em></p>
<p><em>Mukjizat benar perkataan beliau tsb.. karena kami hampir satu kelas diterima bersamaan di SMA Negeri yang waktu itu hanya satu2nya SMA Negeri favorit yang menjadi tujuan semua anak2 pintar senantero kabupaten di Pulau kaya tambang timah.</em></p>
<p><em>Coba denger cerita saya satu ini tentang matapelajaran sulit saat SMP.. dan sering menjadi momok sampai dengan saat ini. Ya .. mata pelajaran Matematika .. tidak banyak yang menguasai dan menjadikannya favorit. Dan mungkin sekalian gurunya dijadikan guru favorit. Tapi di sini di SMP Saya tercinta.. semua itu menjadi kenyataan.. Mata pelajaran sulit itu dapat kami jadikan favorit serta begitu membekas sampai dengan saat ini. Tidak tanggung-tanggung, kami jadikan juga gurunya sebagai Guru favorit kami.. Gileee bener..</em></p>
<p><em>Mengajar dengan kekerasan .. itu lah motonya.. Dibawah lima tangan siap dirotan atau penggaris 100 cm an dijadikan senjata. Saya mengalami beberapa kali karena kecerobohan dalam belajar&#8230; tapi itulah belajar.. Hasilnya lihat .. hampir 80 % mata pelajaran matematika tersebut pada saat ujian akhir EBTANAS waktu itu&#8230; nilainya diatas 7.00. Dapat nyaris 10 hampir diperoleh beberapa teman.</em></p>
<p><em>Hebatnya&#8230;. waktu SMA mata pelajaran tsb tetap menjadi favorit teman2 dari SMP yang sama.. malahan mereka sekarang mendedikasikannya kuliah, dan bekerja dibidang yang sesuai dengan matematika.. Hebat&#8230;</em></p>
<p><em>salam&#8211;Renungan dan Kenangan untuk hari Guru&#8230;.<br />
</em></p>
<p><em>(c) Sani<br />
</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bangga Menjadi Ibu Rumah Tangga]]></title>
<link>http://muhamadilyas.wordpress.com/2009/11/25/bangga-menjadi-ibu-rumah-tangga/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 01:13:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>ilyas</dc:creator>
<guid>http://muhamadilyas.wordpress.com/2009/11/25/bangga-menjadi-ibu-rumah-tangga/</guid>
<description><![CDATA[Penulis: Ummu Ayyub Muroja&#8217;ah: Ust Abu Ahmad Hebat rasanya ketika mendengar ada seorang wanita]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Penulis: Ummu Ayyub<br />
Muroja&#8217;ah: Ust Abu Ahmad</p>
<p>Hebat rasanya ketika mendengar ada seorang wanita lulusan sebuah universitas ternama telah bekerja di sebuah perusahaan bonafit dengan gaji jutaan rupiah per bulan. Belum lagi perusahaan sering menugaskan wanita tersebut terbang ke luar negri untuk menyelesaikan urusan perusahaan. Tergambar seolah kesuksesan telah dia raih. Benar seperti itukah?</p>
<p>Kebanyakan orang akan beranggapan demikian. Sesuatu dikatakan sukses lebih dinilai dari segi materi sehingga jika ada sesuatu yang tidak memberi nilai materi akan dianggap remeh. Cara pandang yang demikian membuat banyak dari wanita muslimah bergeser dari fitrohnya. Berpandangan bahwa sekarang sudah saatnya wanita tidak hanya tinggal di rumah menjadi ibu, tapi sekarang saatnya wanita `menunjukkan eksistensi diri&#8217; di luar. Menggambarkan seolah-olah tinggal di rumah menjadi seorang ibu adalah hal yang rendah.</p>
<p>Kita bisa dapati ketika seorang ibu rumah tangga ditanya teman lama &#8220;Sekarang kerja dimana?&#8221; rasanya terasa berat untuk menjawab, berusaha mengalihkan pembicaraan atau menjawab dengan suara lirih sambil tertunduk &#8220;Saya adalah ibu rumah tangga&#8221;. Rasanya malu! Apalagi jika teman lama yang menanyakan itu &#8220;sukses&#8221; berkarir di sebuah perusahaan besar. Atau kita bisa dapati ketika ada seorang muslimah lulusan universitas ternama dengan prestasi bagus atau bahkan berpredikat cumlaude hendak berkhidmat di rumah menjadi seorang istri dan ibu bagi anak-anak, dia harus berhadapan dengan &#8220;nasehat&#8221; dari bapak tercintanya: &#8220;Putriku! Kamu kan sudah sarjana, cumlaude lagi! Sayang kalau cuma di rumah saja ngurus suami dan anak.&#8221; Padahal, putri tercintanya hendak berkhidmat dengan sesuatu yang mulia, yaitu sesuatu yang memang menjadi tanggung jawabnya. Disana ia ingin mencari surga.</p>
<p>Ibu Sebagai Seorang Pendidik</p>
<p>Syaikh Muhammad bin Shalih al `Utsaimin rahimahullah mengatakan bahwa perbaikan masyarakat bisa dilakukan dengan dua cara: Pertama, perbaikan secara lahiriah, yaitu perbaikan yang berlangsung di pasar, masjid, dan berbagai urusan lahiriah lainnya. Hal ini banyak didominasi kaum lelaki, karena merekalah yang sering nampak dan keluar rumah. Kedua, perbaikan masyarakat di balik layar, yaitu perbaikan yang dilakukan di dalam rumah. Sebagian besar peran ini diserahkan pada kaum wanita sebab wanita merupakan pengurus rumah. Hal ini sebagaimana difirmankan Allah subhanahu wa ta&#8217;ala yang artinya:</p>
<p>&#8220;Dan hendaklah kalian tetap di rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa kalian, hai Ahlul Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. &#8221; (QS. Al-Ahzab: 33)</p>
<p>Pertumbuhan generasi suatu bangsa adalah pertama kali berada di buaian para ibu. Ini berarti seorang ibu telah mengambil jatah yang besar dalam pembentukan pribadi sebuah generasi. Ini adalah tugas yang besar! Mengajari mereka kalimat Laa Ilaaha Illallah, menancapkan tauhid ke dada-dada mereka, menanamkan kecintaan pada Al Quran dan As Sunah sebagai pedoman hidup, kecintaan pada ilmu, kecintaan pada Al Haq, mengajari mereka bagaimana beribadah pada Allah yang telah menciptakan mereka, mengajari mereka akhlak-akhlak mulia, mengajari mereka bagaimana menjadi pemberani tapi tidak sombong, mengajari mereka untuk bersyukur, mengajari bersabar, mengajari mereka arti disiplin, tanggung jawab, mengajari mereka rasa empati, menghargai orang lain, memaafkan, dan masih banyak lagi. Termasuk di dalamnya hal yang menurut banyak orang dianggap sebagai sesuatu yang kecil dan remeh, seperti mengajarkan pada anak adab ke kamar mandi. Bukan hanya sekedar supaya anak tau bahwa masuk kamar mandi itu dengan kaki kiri, tapi bagaimana supaya hal semacam itu bisa menjadi kebiasaan yang lekat padanya. Butuh ketelatenan dan kesabaran untuk membiasakannya.</p>
<p>Sebuah Tanggung Jawab</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman, yang artinya:</p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan- Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. &#8221; (QS. At Tahrim: 6)</p>
<p>Firman Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala yang artinya: &#8220;Peliharalah dirimu dan keluargamu!&#8221; di atas menggunakan Fi&#8217;il Amr (kata kerja perintah) yang menunjukkan bahwa hukumnya wajib. Oleh karena itu semua kaum muslimin yang mempunyai keluarga wajib menyelamatkan diri dan keluarga dari bahaya api neraka.</p>
<p>Tentang Surat At Tahrim ayat ke-6 ini, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu `anhu berkata, &#8220;Ajarkan kebaikan kepada dirimu dan keluargamu.&#8221; (Diriwayatkan oleh Al Hakim dalam Mustadrak-nya (IV/494), dan ia mengatakan hadist ini shahih berdasarkan syarat Bukhari dan Muslim, sekalipun keduanya tidak mengeluarkannya)</p>
<p>Muqatil mengatakan bahwa maksud ayat tersebut adalah, setiap muslim harus mendidik diri dan keluarganya dengan cara memerintahkan mereka untuk mengerjakan kebaikan dan melarang mereka dari perbuatan maksiat.</p>
<p>Ibnu Qoyyim menjelaskan bahwa beberapa ulama mengatakan bahwa Allah subhanahu wa ta&#8217;ala akan meminta pertanggungjawaban setiap orang tua tentang anaknya pada hari kiamat sebelum si anak sendiri meminta pertanggungjawaban orang tuanya. Sebagaimana seorang ayah itu mempunyai hak atas anaknya, maka anak pun mempunyai hak atas ayahnya. Jika Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman, &#8220;Kami wajibkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya.&#8221; (QS. Al Ankabut: 7), maka disamping itu Allah juga berfirman, &#8220;Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang berbahan bakar manusia dan batu.&#8221; (QS. At Tahrim: 6)</p>
<p>Ibnu Qoyyim selanjutnya menjelaskan bahwa barang siapa yang mengabaikan pendidikan anaknya dalam hal-hal yang bermanfaat baginya, lalu ia membiarkan begitu saja, berarti telah melakukan kesalahan besar. Mayoritas penyebab kerusakan anak adalah akibat orang tua yang acuh tak acuh terhadap anak mereka, tidak mau mengajarkan kewajiban dan sunnah agama. Mereka menyia-nyiakan anak ketika masih kecil sehingga mereka tidak bisa mengambil keuntungan dari anak mereka ketika dewasa, sang anak pun tidak bisa menjadi anak yang bermanfaat bagi ayahnya.</p>
<p>Adapun dalil yang lain diantaranya adalah firman Allah subhanahu wa ta&#8217;ala yang artinya:</p>
<p>&#8220;dan berilah peringatan kepada kerabatmu yang dekat.&#8221; (QS asy Syu&#8217;ara&#8217;: 214)</p>
<p>Abdullah bin Umar radhiyallahu `anhuma mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu `alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), &#8220;Kaum lelaki adalah pemimpin bagi keluarganya di rumah, dia bertanggung jawab atas keluarganya. Wanita pun pemimpin yang mengurusi rumah suami dan anak-anaknya. Dia pun bertanggung jawab atas diri mereka. Budak seorang pria pun jadi pemimpin mengurusi harta tuannya, dia pun bertanggung jawab atas kepengurusannya. Kalian semua adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. &#8221; (HR. Bukhari 2/91)</p>
<p>Dari keterangan di atas, nampak jelas bahwa setiap insan yang ada hubungan keluarga dan kerabat hendaknya saling bekerja sama, saling menasehati dan turut mendidik keluarga. Utamanya orang tua kepada anak, karena mereka sangat membutuhkan bimbingannya. Orang tua hendaknya memelihara fitrah anak agar tidak kena noda syirik dan dosa-dosa lainnya. Ini adalah tanggung jawab yang besar yang kita akan dimintai pertanggungjawaban tentangnya.</p>
<p>Siapa Menanam, Dia akan Menuai Benih</p>
<p>Bagaimana hati seorang ibu melihat anak-anaknya tumbuh? Ketika tabungan anak kita yang usia 5 tahun mulai menumpuk, &#8220;Mau untuk apa nak, tabungannya? &#8221; Mata rasanya haru ketika seketika anak menjawab &#8220;Mau buat beli CD murotal, Mi!&#8221; padahal anak-anak lain kebanyakan akan menjawab &#8220;Mau buat beli PS!&#8221; Atau ketika ditanya tentang cita-cita, &#8220;Adek pengen jadi ulama!&#8221; Haru! mendengar jawaban ini dari seorang anak tatkala ana-anak seusianya bermimpi &#8220;pengen jadi Superman!&#8221;</p>
<p>Jiwa seperti ini bagaimana membentuknya? Butuh seorang pendidik yang ulet dan telaten. Bersungguh-sungguh, dengan tekad yang kuat. Seorang yang sabar untuk setiap hari menempa dengan dibekali ilmu yang kuat. Penuh dengan tawakal dan bergantung pada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Lalu… jika seperti ini, bisakah kita begitu saja menitipkannya pada pembantu atau membiarkan anak tumbuh begitu saja?? Kita sama-sama tau lingkungan kita bagaimana (TV, media, masyarakat,…) Siapa lagi kalau bukan kita, wahai para ibu -atau calon ibu-?</p>
<p>Setelah kita memahami besarnya peran dan tanggung jawab seorang ibu sebagai seorang pendidik, melihat realita yang ada sekarang sepertinya keadaannya menyedihkan! Tidak semua memang, tapi banyak dari para ibu yang mereka sibuk bekerja dan tidak memperhatikan bagaimana pendidikan anak mereka. Tidak memperhatikan bagaimana aqidah mereka, apakah terkotori dengan syirik atau tidak. Bagaimana ibadah mereka, apakah sholat mereka telah benar atau tidak, atau bahkan malah tidak mengerjakannya… Bagaimana mungkin pekerjaan menancapkan tauhid di dada-dada generasi muslim bisa dibandingkan dengan gaji jutaan rupiah di perusahaan bonafit? Sungguh! sangat jauh perbandingannya.</p>
<p>Anehnya lagi, banyak ibu-ibu yang sebenarnya tinggal di rumah namun tidak juga mereka memperhatikan pendidikan anaknya, bagaimana kepribadian anak mereka dibentuk. Penulis sempat sebentar tinggal di daerah yang sebagian besar ibu-ibu nya menetap di rumah tapi sangat acuh dengan pendidikan anak-anak mereka. Membesarkan anak seolah hanya sekedar memberinya makan. Sedih!</p>
<p>Padahal anak adalah investasi bagi orang tua di dunia dan akhirat! Setiap upaya yang kita lakukan demi mendidiknya dengan ikhlas adalah suatu kebajikan. Setiap kebajikan akan mendapat balasan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Tidak inginkah hari kita terisi dengannya? Atau memang yang kita inginkan adalah kesuksesan karir anak kita, meraih hidup yang berkecukupan, cukup untuk membeli rumah mewah, cukup untuk membeli mobil mentereng, cukup untuk membayar 10 pembantu, mempunyai keluarga yang bahagia, berakhir pekan di villa. Tanpa memperhatikan bagaimana aqidah, bagaimana ibadah, asal tidak bertengkar dan bisa senyum dan tertawa ria di rumah, disebutlah itu dengan bahagia.</p>
<p>Ketika usia senja, mata mulai rabun, tulang mulai rapuh, atau bahkan tubuh ini hanya mampu berbaring dan tak bisa bangkit dari ranjang untuk sekedar berjalan. Siapa yang mau mengurus kita kalau kita tidak pernah mendidik anak-anak kita? Bukankah mereka sedang sibuk dengan karir mereka yang dulu pernah kita banggakan, atau mungkin sedang asik dengan istri dan anak-anak mereka?</p>
<p>Ketika malaikat maut telah datang, ketika jasad telah dimasukkan ke kubur, ketika diri sangat membutuhkan doa padahal pada hari itu diri ini sudah tidak mampu berbuat banyak karena pintu amal telah ditutup, siapakah yang mendoakan kita kalau kita tidak pernah mengajari anak-anak kita?</p>
<p>Lalu…</p>
<p>Masihkah kita mengatakan jabatan ibu rumah tangga dengan kata `cuma&#8217;? dengan tertunduk dan suara lirih karena malu?</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam</p>
<p>Maroji&#8217;:</p>
<p>1. Dapatkan Hak-Hakmu, Wahai Muslimah oleh Ummu Salamah as Salafiyyah. Judul asli: Al-Intishaar li Huquuqil Mu&#8217;minaat<br />
2. Mendidik Anak bersama Nabi oleh Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid. Judul Asli: Manhaj At-Tarbiyyah An-Nabawiyyah lit-Thifl<br />
3. Majalah Al Furqon Edisi: 8 Tahun V/Rabi&#8217;ul Awwal 1427/April 2006</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KENAPA SIH BANGSA KITA MASIH 'SILAU' DENGAN HAL-HAL YANG BER'BAU' ASING?]]></title>
<link>http://hirzithariqi.wordpress.com/2009/11/22/kenapa-bangsa-kita-masih-silau-dengan-yang-berbau-asing/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 09:00:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>hirzithariqi</dc:creator>
<guid>http://hirzithariqi.wordpress.com/2009/11/22/kenapa-bangsa-kita-masih-silau-dengan-yang-berbau-asing/</guid>
<description><![CDATA[Kenali dan Cintai Indonesia Kita Beberapa gejala mengenai hal tersebut yang seringkali kita temukan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_194" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://hirzithariqi.wordpress.com/files/2009/11/kenali-cintai-indonesia.jpg"><img class="size-medium wp-image-194" title="Kenali Cintai Indonesia" src="http://hirzithariqi.wordpress.com/files/2009/11/kenali-cintai-indonesia.jpg?w=300" alt="" width="300" height="243" /></a><p class="wp-caption-text">Kenali dan Cintai Indonesia Kita</p></div>
<p>Beberapa gejala mengenai hal tersebut yang seringkali kita temukan dalam kehidupan sehari-hari :</p>
<ul>
<li>Pimpinan perusahaan-perusahaan kita masih lebih percaya dengan tenaga ahli orang asing dibandingkan dengan tenaga ahli dari negara sendiri, padahal kemampuan mereka belum tentu lebih tinggi.</li>
<li>Pimpinan perusahaan-perusahaan kita rela membayar orang asing jauh lebih mahal berlipat kali dibandingkan dengan orang Indonesia sendiri (selain juga karena ada ketentuan upah minimal TKA).</li>
<li>Banyak anggota DPR kita rela meninggalkan rapat penting hanya sekedar untuk mendengarkan konsultan asing (yang sudah memiliki &#8216;record&#8217; jelek di departemen) memaparkan &#8216;dagangan&#8217;nya yang belum tentu cocok dengan kebutuhan DPR dan negara kita.</li>
<li>Orangtua kita lebih senang dan bangga menyekolahkan anaknya ke luar negeri (meskipun kualitas sekolah/universitasnya tidak jelas &#8216;jelek&#8217;) dibanding di Indonesia meskipun telah diterima di Universitas terbaik (UI, ITB, Unpad atau UGM.</li>
<li>Ibu-ibu kita lebih menyukai dan &#8216;pede&#8217; memakai produk (pakaian, sepatu, tas, dll) asing dibanding memakai produk lokal (sepatu Cibaduyut, tas Tajur, pakaian Tanah Abang, dll). Padahal kualitas produk-produk kita tersebut tidak kalah bagus bahkan banyak digemari oleh pengusaha-pengusaha/pedagang dari luar negeri .</li>
<li>Orang-orang kaya kita lebih percaya dengan dokter-dokter dari Singapura, Malaysia, Australia atau Jerman, padahal sudah banyak dokter-dokter dan rumah sakit di Indonesia yang sudah bagus dan disegani kolega-koleganya dari negara-negara lain.</li>
<li>Anak-anak kita lebih senang membaca buku, main video game dan menonton film Spiderman, Sincan, Naruto, Benten, dan lainnya, dibanding membaca buku-buku dan menonton film-film Anak-Anak Indonesia (memang sekarang ada, kalau dulu sih: Godam, Gundala, dll).</li>
<li>Bahkan PRT-PRT (juga Ibu-Ibu RT-nya) kita pada waktu lalu sempat sangat menggemari telenovela Maria Mercedes, Marimar, dan lainnya. Namun syukurlah saat ini mereka sudah menggemari sinetron lokal (Cinta Fitri, Cinta dan Anugrah) meskipun kita masih sulit menyensornya untuk kepentingan perkembangan anak-anak kita.</li>
<li>Penggemar sepakbola kita lebih suka menonton tayangan Liga Primer Inggris, LA Liga Spanyol, Liga Italia, Bundes Liga Jerman atau Eresdivisi Liga Belanda, dibandingkan menyaksikan tayangan Liga Indonesia (yang memang penampilan dan prestasinya jelek, selain &#8216;prestasi&#8217; berkelahi atau mengejar-ngejar wasit).</li>
</ul>
<p>Kita masih seringkali TIDAK MENYADARI atau LUPA bahwa :</p>
<ul>
<li>Negeri ini pernah memiliki seorang GAJAHMADA pemersatu Nusantara nan luas; melahirkan seorang SUKARNO seorang pemberani penentang Amerika negara adikuasa di jamannya; me&#8217;nyumbang&#8217;kan seorang SUDJATMOKO sebagai Rektor PBB; me&#8217;mamer&#8217;kan seorang HABIBIE sebagai ahli pesawat terbang di Jerman; bahkan telah menempa pluralitas dan universalitas seorang BARACK OBAMA, presiden Amerika yang diidolakan hampir seluruh masyarakat dunia saat ini.</li>
<li>Negeri ini sekarang telah banyak mencetak JUARA-JUARA OLIMPIADE melalui tangan emas PROF JOHANNES SURYA (bagaimana dengan peran Pemerintah kita).</li>
</ul>
<p>Kok ternyata kita BISA kalau kita MAU&#8230;</p>
<p>AYO&#8230; sudah saatnya kita BANGGA dengan INDONESIA&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ILMU KIMIA BERKEMBANG 10 ABAD LEBIH DULU DI DUNIA ISLAM SEBELUM EROPA]]></title>
<link>http://allkimia.wordpress.com/2009/11/16/ilmu-kimia-berkembang-10-abad-lebih-dulu-di-dunia-islam-sebelum-eropa/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 17:04:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>kokoyayan</dc:creator>
<guid>http://allkimia.wordpress.com/2009/11/16/ilmu-kimia-berkembang-10-abad-lebih-dulu-di-dunia-islam-sebelum-eropa/</guid>
<description><![CDATA[GOLDEN AGE Peradaban Islam di era keemasan menguasai beragam ilmu pengetahuan, salah satunya adalah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h1 style="text-align:center;"><span style="color:#ffcc00;">GOLDEN AGE</span></h1>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-158" title="kimi" src="http://allkimia.wordpress.com/files/2009/11/kimi.jpg" alt="kimi" width="319" height="211" /></p>
<p>Peradaban Islam di era keemasan menguasai beragam ilmu pengetahuan, salah satunya adalah kimia. Para sejarawan sains mengakui bahwa ilmu kimia merupakan anak kandung dari peradaban Islam.</p>
<p>&#8221;Ahli kimia Muslim adalah pendiri ilmu kimia,&#8221; tutur Will Durant dalam The Story of Civilization IV: The Age of Faith.  Ilmuwan berkebangsaan Jerman di abad ke-18 M itu mengakui bahwa ilmu kimia hampir sepenuhnya diciptakan peradaban Islam.</p>
<p><em>&#8220;Dalam bidang ini (kimia), peradaban Yunani (seperti kita ketahui) hanya sebatas melahirkan hipotesis yang samar-samar,&#8221; ungkap Durant.</em><br />
Para kimiawan Muslim di era kekhalifahan telah meletakan dasar-dasar kimia modern yang sangat bermanfaat bagi kehidupan umat manusia. Betapa tidak, para kimiawan Muslim telah berhasil menemukan sederet zat atau senyawa kimia yang sangat penting, sepertil asam klorida, asam nitrat, asam sitrat, asam asetat, alkohol, larutan aqua regia (dengan menggabungkan asam klorida dan asam nitrat) untuk melarutkan emas.</p>
<p>Selain itu, para ahli kimia Muslim juga telah memperkenalkan proses dasar sublimasi, penguapan, pencairan, kristalisasi, pembuatan kapur, penyulingan, pencelupan, pemurnian, sematan (fixation), amalgamasi, dan oksidasi-reduksi. Semua penemuan itu tentunya didukung dengan peralatan<br />
laboratorium yang canggih, pada zamannya.<br />
Para ahli kimia Muslim pada golden age juga telah mewariskan sederet peralatan laboratorium yang hingga kini masih tetap digunakan. Saintis Muslim seperti; Jabir Ibnu Hayyan alias Geber, al-Khazini, al-Biruni, Ibnu Sina, dan Muhammad ibnu Zakariya al-Razi telah menciptakan beragam<br />
peralatan laboratorium yang sangat penting bagi pengembangan ilmu kimia.<br />
Sejumlah peralatan laboratorium yang diwariskan para ilmuwan Muslim itu antara lain, alembic, conical measure, hidrostatic balanca, teelyard, laboratory flask, pycnometer, refrigerated coil, refrigerated tubing, termometer, air termometer, peralatan untuk mengolah obat-obatan dan<br />
peralatan untuk melelehkan zat-zat atau bahan-bahan kimia.</p>
<p><span style="color:#ff6600;">Alembic</span><br />
Merupakan alat penyulingan yang terdiri dari dua tabung yang terhubung. Tabung kimia ini pertama kali ditemukan Jabir Ibnu Hayyan (721 M &#8211; 815 M). Sejarawan sains memperkirakan, Jabir menemukan alat iitu pada abad ke-8 M. &#8220;Ini merupakan alat penyulingan pertama,&#8221; papar Durant. Ensiklopedia Hutchinson, menyebut alembic sebagai alat penyulingan pertama yang<br />
digunakan untuk memurnikan seluruh zat kimia.</p>
<p><span style="color:#ff6600;">Conical Measure (Tabung Ukur)</span><br />
Marshall Clagett dalam karyanya The Science of Mechanics in the Middle Ages, mengatakan, conical measure merupakan peralatan laboratorium yang ditemukan Abu Raihan al-Biruni ( 973 M- 1048 M) pada abad ke- 11 M.</p>
<p>M Rozhanskaya and IS Levinova dalam tulisannya bertajuk Statics juga menyatakan bahwa conical measure pertama kali ditemukan al-Biruni.<br />
Dalam Wikipedia dijelaskan bahwa conical measure adalah salah satu peralatan laboratorium yang terbuat dari bahan kaca berupa sebuah cangkir berbentuk kerucut dengan torehan di atasnya yang  berfungsi untuk memudahkan penuangan cairan. Di bagian samping terdapat tanda-tanda ukuran untuk mengukur isi cairan.</p>
<p><span style="color:#ff6600;">Hydrostatic Balance dan Steelyard</span><br />
Robert E Hall dalam karyanya berjudul Al-Khazini: Dictionary of Scientific Biography, mengungkapkan, bahwa hydrostatic balance (keseimbangan hidrostatis) dan Steelyard (timbangan gantung) ditemukan Al-Khazini yang memiliki nama lengkap Abd al-Rahman al-Khazini (1115 M –<br />
1130 M) pada 1121 M.</p>
<p><span style="color:#ff6600;">Laboratory Flask</span><br />
Menurut Robert E Hall Laboratory Flask atau Botol Laboratorium pertama kali diperkenalkan al-Biruni. Botol atau termos laboratorium itu biasanya terbuat dari kaca bening. Botol itu digunakan untuk menampung cairan yang akan digunakan atau diuji di laboratorium. Selain itu, alat ini juga digunakan untuk mengukur isi bahan kimia, mencampur, memanaskan, mendinginkan,<br />
menghancurkan, mengendapkan, serta mendidihkan (dalam penyulingan) zat-zat kimia.<br />
<span style="color:#ff6600;">Pycnometer</span><br />
Pycnometer merupakan peralatan laboratorium yang digunakan untuk mengukur berat jenis atau volume caiaran secara akurat. Alat ini juga ditemukan al-Biruni. Hingga kini, peralatan laboratorium yang diwariskan peradaban Islam itu masih digunakan.<br />
<span style="color:#ff6600;">Refrigerated coil and Refrigerated Tubing</span><br />
Menurut Vicki Pitman dalam karyanya bertajuk Aromatherapy: A Practical Approach, Nelson Thornes, pada abad ke-11 M, Ibnu Sina telah menemukan refrigerated coil atau lingkaran pendingin yang berfungsi untuk, yang memadatkan uap wangi. Richard Myers, dalam bukunya The<br />
Basics of Chemistry, Greenwood Publishing Group juga mengakui bahwa lingkaran atau tabung pendingin itu pertama kali diperkenalkan Ibnu Sina .<br />
&#8220;Ini merupakan sebuah terobosan dalam teknologi penyulingan dan Ibnu Sina menggunakannya dalam proses penyulingan dengan uap air panas, yang membutuhkan tabung pendingin untuk memproduksi minyak esensial,&#8221; papar Marlene Ericksen dalam karyanya Healing with  Aromatherapy.</p>
<p><span style="color:#ff6600;">Termometer</span><br />
Robert Briffault dalam bukunya The Making of Humanity, menjelaskan bahwa termometer ditemukan oleh Ibn Sina (980 M &#8211; 1037 M) pada abad ke-11 M.. Termometer adalah sebuah alat untuk mengukur temperatur/suhu dengan berbagai jenis prinsip yang berbeda.<br />
<span style="color:#ff6600;">Peralatan untuk Pengolahan Obat-obatan</span><br />
Georges C Anawati, dalam karyanya Arabic alchemy, mengungkapkan, al-Razi) merupakan penemu pertama peralatan untuk pengolahan obat-obatan. &#8220;Muhammad ibnu Zakariya Razi (Rhazes) adalah orang pertama yang menjelaskan peralatan untuk pengolahan obat-obatan,&#8221; tuturnya.</p>
<p><span style="color:#ff6600;">Peralatan untuk Melelehkan Bahan</span><br />
Al-Razi dalam Secretum secretorumnya, menjelaskan beberapa peralatan yang dibuatnya untuk melelehkan zat kimia (li-tadhwib). Itulah beberapa peralatan laboratorium yang diwariskan para ilmuwan Muslim bagi pengembangan sains modern. Kontribusi ilmuwan Muslim sungguh begitu<br />
besar bagi kemajuan peradaban manusia. Karya-karya yang mereka ciptakan mampu mengubah dunia. Tanpa kontribusi dan jasa mereka, barangkali dunia tak akan maju seperti sekarang ini. Berkat peralatan laboratorium itu, peradaban manusia mampu melakukan revolusi di bidang kimia, fisika dan farmasi.</p>
<p><span style="color:#ff6600;">Sang Penemu Peralatan Laboratorium</span><br />
<span style="color:#ff6600;">* Jabir Ibnu Hayyan</span><br />
Jabir Ibnu Hayyan ditabalkan sebagai &#8221;Bapak Kimia Modern&#8221;. Dalam bidang kimia, prestasi dan pencapaiannya terekam dengan baik lewat buku-buku yang ditulisnya. Tak kurang dari 200 buku berhasil ditulisnya.<br />
Sebanyak 80 judul buku di antaranya mengupas hasil-hasil eksperimen kimia yang dilakukannya. Buku-buku itu sungguh amat berpengaruh hingga sekarang. Secara khusus, ia mendedikasikan sekitar 112 buku lainnya bagi Barmakid, sang guru, yang juga pembantu atau wazir Khalifah Harun<br />
ar-Rasyid.<br />
Buku-buku itu ditulis dalam bahasa Arab. Pada abad pertengahan, orang-orang Barat mulai menerjemahkan karya-karya Jabir itu ke dalam bahasa Latin, sehingga menjadi rujukan para ahli kimia di Eropa. Tak kurang dari 70 buku karya Jabir telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Latin<br />
pada abad pertengahan.<br />
Salah satu yang terkenal adalah Kitab al-Zuhra yang diterjemakan menjadi Book of Venus, serta Kitab al-Ahjar yang dialihbahasakan menjadi Book of Stones.</p>
<p><span style="color:#ff6600;"><br />
* Al-Razi</span><br />
Terlahir di Rayy, Provinsi Khurasan dekat Teheran tahun 864 M, al-Razi dikenal sebagai seorang dokter dan ahli kimia yang hebat. Sejatinya, ilmuwan Muslim yang dikenal Barat sebagai Rhazes itu bernama lengkap Abu Bakar Muhammad ibnu Zakariya. Al-Razi muda yang dikenal amat gemar<br />
memainkan harpa sudah mulai jatuh hati pada ilmu kimia.<br />
Ia menimba ilmu dari Ali ibnu Rabban al-Tabari (808 M) — seorang dokter sekaligus filosof. Sang gurulah yang telah melecut minat Rhazes untuk menekuni dua bidang ilmu yakni kedokteran dan filsafat. Hingga kelak, dia menjadi seorang filosof, dokter dan ahli kimia yang amat populer di<br />
zamannya.<br />
Al-Razi merupakan ilmuwan yang sangat produktif. Tak kurang dari 200 buku berhasil dituliskannya. Kitabnya yang paling terkenal dan fenomenal adalah Kitab Al Mansur, Kitab Al Hawi, Kitab Al Asrar atau ‘Kitab Rahasia’.</p>
<p>Setelah Abad 21 ini mampukah Ilmuwan-Ilmuwan kita bangkit? jawabannya ada pada kita dengan cara memegang ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai solusi setiap permasalahan yang ada di Dunia ini,  Mampukah ilmuwan muslim menjawab tantangan lokal dan global seperti global warming dan krisis energy? Mari kita sama-sama kembangkan ilmu kita&#8230;.untuk kemajuan Agama dan Bangsa Ini! Amin&#8230;..!</p>
<p>Oleh : Noviyanto ST. (Dosen STKIP PGRI Sumenep)</p>
<p>Sumber : KHAZANAH Republika</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Julia Perez Koleksi Ratusan Kondom]]></title>
<link>http://aespee.wordpress.com/2009/11/13/julia-perez-koleksi-ratusan-kondom/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 02:05:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>aespee</dc:creator>
<guid>http://aespee.wordpress.com/2009/11/13/julia-perez-koleksi-ratusan-kondom/</guid>
<description><![CDATA[Model dan pedangdut Julia Perez ternyata seorang kolektor. Uniknya,  barang-barang yang dia kumpulka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Model dan pedangdut Julia Perez ternyata seorang kolektor. Uniknya,  barang-barang yang dia kumpulka]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PahlawanKu..Pahlawan Anda..Pahlawan Kita Semua]]></title>
<link>http://marsani.wordpress.com/2009/11/11/pahlawanku-pahlawan-anda-pahlawan-kita-semua/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 05:47:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>marsani</dc:creator>
<guid>http://marsani.wordpress.com/2009/11/11/pahlawanku-pahlawan-anda-pahlawan-kita-semua/</guid>
<description><![CDATA[10 Nov 09 kemarin seperti biasa merupakan peringatan hari pahlawan secara nasional. Untuk skala temp]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>10 Nov 09 kemarin seperti biasa merupakan peringatan hari pahlawan secara nasional.<br />
Untuk skala tempat saya bekerja tidak ada kegiatan dan seremonial apapun menyambut<br />
hari itu. Dan itu seperti biasanya.. kantor yang selalu &#8216;not responding&#8217; akan<br />
semua hal. Biarlah sistemnya sudah dari sana seperti itu. Dan jikapun akan diubah total<br />
butuh banyak resiko yang mesti terdampakkan oleh akibatnya.</p>
<p>Untuk tingkat nasional Upacara bendera tetaplah selalu menjadi kegiatan rutin tahunan.<br />
Dan tahun ini penganugrahan pahlawan nasional serta pemberian tanda kepahlawan juga<br />
dilakukan oleh bapak presiden. Salah satu pahlawan nasional yang ditetapkan di hari<br />
pahlawan ini adalah mantan Rektor UGM kedua (kalo nggak salah)..<br />
Pahlawan yang mengajari,membuat Bom pada saat Kemerdekaan Indonesia. Beberapa pengangkatan<br />
pahlawan nasional juga sy baca sekilas di Koran Online juga ada.<br />
<!--more--><br />
Apakah anda punya pahlawan favorit Anda(diluar. keluarga. red)?<br />
Saya juga punya.. dulu Saya memfavoritkan sekali &#8220;Imam Bonjol&#8221;. Laki-laki bersorban..<br />
Kemudian.. ketika kenal dan baca buku 70 Tahun Buya Hamka.. baru terpikir.. inilah<br />
pahlawan kebanggan saya..</p>
<p>Dan karena waktu SMA mendapatkan tanda-tangan piagam Habibie dan saya menyukai teknologi<br />
akhirnya.. pak Habibie jadi fav. dan sampai saat ini tentunya..<br />
Menguasai Ilmu pengetahuan yang tinggi cenderung membuat kita menjadi dapat berfikir<br />
logis atas semuanya.Dengan dasar dan landasan keimanan yang baik juga menjadikan<br />
fikiran logis tersebut tidak cenderung menjadi &#8216;liar&#8217; dan &#8216;tidak berarah&#8217;.</p>
<p>Bagaimana Anda? apakah sudah menetapkan pilihan pada pahlawan fav.?<br />
<strong><br />
Meluasnya makna pahlawan</strong><br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Jaman sekarang kata pahlawan sudah meluas, tidak lagi mengacu pada pahlawan-pahlawan yang<br />
merebut dan mempertahankan Indonesia.Tapi perluasan kata pahlawan ini sudah mencakup hampir<br />
semua bidang. Pahlawan Reformasi, istilah baru yang muncul saat reformasi beberapa puluh<br />
tahun belakang.Pahlawan Ekonomi, orang-orang yang berhasil mempertahankan tingkat makro<br />
Indonesia sehingga tidak terkena dampak krisis dunia yang bertubi-tubi. Pahlawan lingkungan,<br />
Orang-orang yang memiliki semangat tinggi untuk mendedikasikan hidupnya agar lingkungan tetap<br />
terjaga dan terpelihara dengan sebaik-baiknya.Banyak lagilah kalau kita mau hitung menghitung.<br />
<strong><br />
Pahlawan Olahraga.</strong><br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Beberapa minggu ini saya agak senewen dengan sepakbola nasional.Informasi pertandingan untuk<br />
level tim nasional tidaklah membahagiakan dan menyejukkan hati benar. Tim Nasional Senior di<br />
bekap Singapura 3-1. TimNas U-19 tahunnya yang secara pribadi sangat saya banggakan dengan<br />
bintangnya Alan Martha dan Syamsir Alam.. justru ikut dibekap Singapura 1-0 dan akhirnya<br />
terbenam habis oleh Jepang 7-0. Gilaaaaa&#8230;&#8230;</p>
<p>Apalagi ketika saat bersamaan dengan Timnas U-19 dibekap Jepang, Timnas U-23 yg digadang-gadang<br />
dapat emas di Sea-Games&#8230; malahan dipermalukan si &#8216;pencuri kebudayaan&#8217; Malaysia 3-1.Pake acara<br />
berkelahi lagi.ahh&#8230; nggak ada banget semangatnya&#8230;..Jadi kebayang mau kemana nantinya Sepakbola kita..<br />
Tapi itulah perjuangan dan hidup. Dan di setiap kehidupan dan tahapannya pastilah akan<br />
melahirkan para pahlawannya sendiri.<br />
Mereka dilahirkan dalam perjuangannya ..<br />
mereka adalah pahlawanKu, Pahlawan Anda.. dan Mungkin juga Pahlawan Kita semua..</p>
<p>selamat Hari Pahlawan.. selamat memaknainya dengan &#8216;Makna&#8217; yang sesungguhnya.<br />
..tetap semangat.</p>
<p>(c)2009- Renungan hari Pahlawan</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Koe Bangga Dengan Padang ]]></title>
<link>http://testiani170885.wordpress.com/2009/11/06/koe-bangga-dengan-padang/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 08:35:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>testiani makmur</dc:creator>
<guid>http://testiani170885.wordpress.com/2009/11/06/koe-bangga-dengan-padang/</guid>
<description><![CDATA[Indonesia memiliki kerbermacam ragaman bahasa daerah dari sabang sampai merauke bahasa daerah pasti ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Indonesia memiliki kerbermacam ragaman bahasa daerah dari sabang sampai merauke bahasa daerah pasti ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Indonesia Bangga Pencak Silat Masuk di AMAG 2009]]></title>
<link>http://lukman88.wordpress.com/2009/11/06/indonesia-bangga-pencak-silat-masuk-di-amag-2009/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 03:58:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>lukman88</dc:creator>
<guid>http://lukman88.wordpress.com/2009/11/06/indonesia-bangga-pencak-silat-masuk-di-amag-2009/</guid>
<description><![CDATA[Indonesia Bangga Pencak Silat Masuk di AMAG 2009 Wednesday, 05 August 2009 06:57 Indonesia bangga de]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://www.rri.co.id/index.php?option=com_content&#38;view=article&#38;id=2671:indonesia-bangga-pencak-silat-masuk-di-amag-2009&#38;catid=13:olahraga&#38;Itemid=210">Indonesia Bangga Pencak Silat Masuk di AMAG 2009</a></p>
<div>
<table>
<tbody>
<tr>
<td valign="top">Wednesday, 05 August 2009 06:57</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><a title="default_thumb.jpg - 2.12 Kb" rel="lightbox" href="http://www.rri.co.id/images/stories/default_thumb.jpg" target="_blank"> <img src="/berita%20olahraga/pencak%20silat_files/60x60-images-stories-default_thumb.jpg" border="0" alt="default_thumb.jpg - 2.12 Kb" width="60" height="60" /></a></p>
<p>Indonesia bangga dengan hadirnya pencak silat yang dipertandingkan dalam AMAG (Asian Martial Arts Games/Kejuaraan Bela Diri Asia) 2009 di Bangkok, Thailand, karena cerminan bahwa Indonesia memiliki seni bela diri yang diakui dunia.  Terlepas masalah prestasi, namun kita sebagai bangsa Indonesia merasa bangga melihat tulisan-tulisan `Pencak Silat` di sudut-sudut Kota Bangkok, yang mencerminkan pengakuan dunia bahwa Indonesia memiliki seni bela diri khas,&#8221; kata Wakil Ketua Kontingen Indonesia pada AMAG 2009, Achmad Amins di Bangkok, Selasa.  Amins seperti dilansir Antara menjelaskan bahwa pada event tersebut hadir 45 negara di kawasan Asia termasuk negara-negara pecahan Uni Sovyat/Rusia sehingga kian memperkenalkan seni bela diri tersebut serta nama Indonesia di mancanegara.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Tengok saja Thailand semua hal yang berbau negara ini mampu mereka kemas dan jual untuk mendukung sektor kepariwisataan, mengapa kita tidak melakukan hal yang sama, ingat pencak silat ingat Indonesia,&#8221; kata Achmad Amins yang juga walikota Samarinda itu.  Hal itu disampaikannya sesuai menyerahkan penghargaan sejumlah uang kepada Eka Sahara, atlet kelas berat putri dan Rizal Syamsir, atlet kelas putra taekwondo yang masing-masing berhasil meraih perunggu dan perak. Eka Sahara adalah atlet Pelatnas berasal dari Kaltim yang sempat memperkuat tim taekwondo provinsi itu pada PON XVII-2008 Kaltim, sedangkan Rizal berasal dari Ambon.  Mengenai prestasi atlet Indonesia pada AMAG, ia mengakui bahwa cukup membanggakan karena semula memang tidak mematok target muluk-muluk, seperti keberhasilan atlet judo dan taekwondo yang meraih mendali pada event tersebut.</p>
<p>Kita menyadari bahwa negara yang melahirkan seni bela diri seperti judo dan taekwondo juga hadir dalam AMAG, namun kita bisa mencuri medali, sudah tentu hal ini membanggakan,&#8221; katanya.  Mengenai pelaksaan AMAG, ia mengakui bahwa kalah &#8220;pamor&#8221; dengan SEA Games atau Asia Games karena cabang olahraga yang dipertandingkan terbatas. &#8220;Justru itu ada wacana bahwa event ini menjadi yang pertama dan terakhir karena berdekatan dengan SEA Games dan Asian Games sehingga menjadi beban keuangan bagi negara peserta,&#8221; imbuh dia.  Namun, bukan berarti tertutup samasekali untuk menggelar event itu, ia menilai bahwa Kaltim siap mempelopori agar event tersebut bisa dilaksanakan dengan bentuk kemasan berbeda, misalnya hanya tingkat Asean karena negara-negaranya berdekatan tentu biaya akan lebih murah. &#8220;Setelah melihat venues untuk mempertandingan sejumlah cabang olaharag bela diri ini di Thailand, maka sebenarnya Kaltim memiliki venues yang lengkap dan mewah, ujar dia.  <strong> rri.co.id/dd</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tim UAV PN berhasil menjadi juara di negeri Panda]]></title>
<link>http://kisahsiregar.wordpress.com/2009/11/05/tim-uav-pn-berhasil-menjadi-juara-di-negeri-panda/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 23:28:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>aeroboy07</dc:creator>
<guid>http://kisahsiregar.wordpress.com/2009/11/05/tim-uav-pn-berhasil-menjadi-juara-di-negeri-panda/</guid>
<description><![CDATA[March 31, 2008 Tim PN mendapat piala di Taiwan Tim PN mendapatkan 2 piala dalam Kompetisi UAV di Tai]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h2>March 31, 2008</h2>
<h3 id="post-78"><a title="Permanent Link: Tim PN mendapat piala di Taiwan" rel="bookmark" href="http://khairulu.blogsome.com/2008/03/31/tim-pn-mendapat-piala-di-taiwan/">Tim PN mendapat piala di Taiwan</a></h3>
<p><img class="alignnone" title="hehe" src="http://cyborg.namedecoder.com/webimages/edox-SIREYGARD.png" alt="" width="240" height="180" /></p>
<div>
<p><em>Tim PN mendapatkan 2 piala dalam Kompetisi UAV di Taiwan</em></p>
<p><em>Rekan ysh, Berita baik untuk mengawali pekan ini.</em></p>
<p><em>Selamat untuk Tim UAV PN yang berhasil mendapatkan dua penghargaan dalam  Kompetisi UAV di Taiwan tanggal 29-30 Maret kemarin ini untuk  kategori ‘Advanced Design’. Pesawat yang dipertandingkan memiliki konfigurasi  Tandem Wing dan span sayap hampir 2 meter dengan berat kosong lk 4 kg.</em></p>
<p><em>Kedua Penghargaan tersebut adalah : &#8211; Best Fuel Consumption &#8211; Best Presentation</em></p>
<p><em>Mudah2an dengan semangat ini, mahasiswa PN dapat lebih berkarya dan  berprestasi.</em></p>
<p><em>Salam,</em></p>
<p>Demikian email yang saya baca hari ini. Dan saya tanggapi :</p>
<p><em>HEBAAT!!</em></p>
<p><em><!--more--><br />
</em></p>
<p><em>saya termasuk yg meragukan tim PN, sebab tdk pernah terdengar berita mereka merancang UAV. kirain cuman pengamat saja. </em></p>
<p><em><!--more--><br />
</em></p>
<p><em>alhamdulillah mengukir prestasi.</em></p>
<p><em>SELAMAT!!!</em></p>
<p><em>berikutnya, mengembangkan auto navigasinya</em></p>
<p>======</p>
<p>Seringkali kita sendiri tak sadar, <strong>bahwa anak-anak kita, juga adik-adik kita demikian hebatnya</strong>.</p>
<p>Keraguan saya di awal tentang tim yang berangkat ke Taiwan ini (yang susah payah nyari dana sponsor) lebih dikarenakan refleksi diri bahwa ’saya sih tidak mampu bikin pesawat kayak gitu, masak sih kamu bisa?’. Mungkin demikianlah adanya, kalau mau jujur, kita sering merefleksikan ketidak mampuan kita ke diri orang lain.</p>
<p>Jadinya kita meragukan. Jadinya kita kurang menghargai.</p>
<p>Jadi malu sendiri. Saatnya untuk angkat topi. Adik-adik, kamu hebat! Acung empat jempol.</p>
<ul>
<li>Catatan :</li>
</ul>
<p>Tim PN : Tim Mahasiswa Teknik Penerbangan ITB (kode : PN) Acara di Taiwan : kompetisi desain pesawat terbang tanpa awak. Tim PN ITB  ini BARU PERTAMA KALI IKUT, dan langsung dapat penghargaan. Luar biasa.</p>
<p>Sponsor kali ini :</p>
<ol>
<li>PT Dirgantara Indonesia (sponsor utama)</li>
<li>Chevron</li>
<li>Telematina</li>
<li>ITB (Prodi Teknik Penerbangan, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, Wakil Rektor Senior bidang Akademik, Lembaga Kemahasiswaan)</li>
<li>Sumbangan pribadi (Pak Hisar &#8211; dalam bentuk makan siang, hehe)</li>
</ol>
<p>Special thanks buat Taiwan :</p>
<ul>
<li>Prof. Lai dan National Cheng Kung University (NCKU) yang menyediakan akomodasi selama di Taiwan</li>
</ul>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[THERE’S NO ABSOLUTE LAW IN LIFE]]></title>
<link>http://achiisurachii.wordpress.com/2009/11/03/179/</link>
<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 23:07:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>achiisurachii</dc:creator>
<guid>http://achiisurachii.wordpress.com/2009/11/03/179/</guid>
<description><![CDATA[Ini adalah hari Senin. Ya, I’m ready to rock this week again. Semangatnya numpuk banget nih gara-gar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Ini adalah hari Senin. Ya, I’m ready to rock this week again. Semangatnya numpuk banget nih gara-gara kemarin jalan-jalan sama si Tomat. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><em>Makasii yha Tomaaaat </em> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Gue sedang dalam ruang kuliah. Mendengarkan drg. Belly memperkenalkan blok baru di semester ini, DSP 6! *dan gak kerasa tinggal 4 blok lagi yeaaay!*</p>
<p style="text-align:justify;">Overall sih yang namanya DSP mah gitu-gitu aja yhaaa.. Bikin makalah, presentasi, diskusi, ujian, dan selesai. Gitu-gitu aja. Tapi kita masih aja merasa berat *sekarang, insya Allah gue sudah <strong>tidak termasuk</strong> <strong><em>kita</em></strong> di sini, YEAH!*.  Waktu gue masuk kuliah di pagi ini, dan ketika melhat drg. Belly di depan sedang talking talking, what a waaaw! *Klik di <a href="http://achiisurachii.wordpress.com/2009/10/01/what-a-waaawww/">sini</a> karena sebelumnya gue pernah nulis tentang dokter ini* dan semakinlah gue semangat gitu yhaaa.</p>
<p style="text-align:justify;">But everybody, like I said in this title, there’s no absolute law in life.  Betapa gue mengagumi dokter ini tapi ternyata di kuliah pagi ini, tepat di sebelah gue, dan di belakang gue, ada lho yang sama sekali gak interest sama dia. Hihi, kog bisa yha (-_-)7</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi inget obrolan gue sama si Tomat waktu weekend kemarin.</p>
<p style="text-align:justify;">“Be, di dunia ini gak ada yang mutlak. Contoh aja yha, kalo kamu punya temen, kerudungan semua, yhaa anggaplah komunitas para shaleha, kamu bisa jamin semuanya akhlaknya baik? Jalan hidupnya penuh berkah? Gak bisa, Be. Kita gak bisa jamin. Karena semua itu gak ada yang mutlak.”</p>
<p style="text-align:justify;">Iya, pas banget sama kejadian pagi ini. Gue pikir sebelumnya yang namanya dokter Belly, everybody will love him. Tapi ternyata engga, there’s two side of coin, eh? Tapi, itu kan namanya hidup. There’s no absolute law. Tapi apapun itu, teruslah bergerak. Teruslah berkarya. Orang yang gak suka cara dan sikap kita itu ada, tapi bukan berarti kita harus selalu fokus sama hal-hal kayak gitu. Introspeksi itu perlu, tapi terlalu menyalahkan diri sendiri dan keadaan itu bukan jalan keluar.</p>
<p style="text-align:justify;">Selalu ada orang yang gak suka kita sukses, tapi teruslah sukses. Selalu ada orang yang gak suka kita bahagia, tapi teruslah berbahagia.. Karena kita hidup bukan untuk mereka, kita hidup untuk Allah. Jadi, tetaplah bersemangat!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aku bangga dengan Diriku..]]></title>
<link>http://onnayokheng.wordpress.com/2009/10/31/aku-bangga-dengan-diriku/</link>
<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 15:12:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Onnay Okheng</dc:creator>
<guid>http://onnayokheng.wordpress.com/2009/10/31/aku-bangga-dengan-diriku/</guid>
<description><![CDATA[Mungkin aku yang sekarang tak seperti kebanyakan orang pada umumnya.. Mungkin aku yang sekarang tak ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Mungkin aku yang sekarang tak seperti kebanyakan orang pada umumnya.. Mungkin aku yang sekarang tak ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Iam Very Proud of my Beloved Kids .......]]></title>
<link>http://teroponghati.wordpress.com/2009/10/31/iam-very-proud-of-my-beloved-kids/</link>
<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 02:18:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sarah J</dc:creator>
<guid>http://teroponghati.wordpress.com/2009/10/31/iam-very-proud-of-my-beloved-kids/</guid>
<description><![CDATA[Kids Anak anak memang harta yang tak ternilai bagi siapapun Anak anak adalah investasi masa depan ba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="wp-caption alignright" style="width: 102px"><img title="Kids" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:tHq05NOnU8yB9M:http://www.theleaf.org/images/Press/Oct08/KidsViolinCB.JPG" alt="Kids" width="92" height="142" /><p class="wp-caption-text">Kids</p></div>
<p>Anak anak memang harta yang tak ternilai bagi siapapun<br />
Anak anak adalah investasi masa depan bagi semua orang tua<br />
Demikian juga bagiku &#8230;..<br />
Anak anak bagiku merupakan suatu kebahagiaan yang tak pernah padam<br />
Aku mendapatkan mereka benar benar dengan pertaruhan nyawa<br />
Tuhan memberikan mereka dengan suatu janji masa depan yang sangat indah<br />
Tuhan sudah mempercayakan mereka, anak anak yang luar biasa padaku, tentu dengan suatu maksud<br />
Bahwa aku boleh berbangga hati<br />
Bahwa aku dipercaya untuk membawa mereka pada suatu misi Tuhan<br />
Membuat seluruh dunia mengerti kasih Tuhan Membuat seluruh dunia menyadari adanya cinta yang Tuhan berikan melalui anak anakku &#8230;&#8230;..</p>
<p>Mereka datang melalui suatu usaha yang panjang dan berliku<br />
Mereka datang dengan melalui doa yang terus tiada henti<br />
Mereka datang dengan bantuan banyak ahli terapi yang bekerja dalam nama Tuhan<br />
Aku membawa mereka ke dunia dalam kondisiku yang sangat mengkhawatirkan<br />
Aku melahirkan mereka dengan pertaruhan nyawa<br />
Aaahhhhh&#8230;&#8230;.<br />
Dan aku mendapatkan harta yang tak ternilai pada akhirnya &#8230;&#8230;..<!--more--></p>
<p>Anak anakku kini telah mulai tumbuh dan berkembang<br />
Mereka telah mulai mengerti atas cinta Tuhan<br />
Mereka telah mulai mengerti akan tujuan masa depan<br />
Dan mereka telah membuatku demikian bangga &#8230;&#8230;.<br />
Sejak kecil, sejak mereka belum mengetahui talenta yang mereka miliki<br />
Mereka telah membuat aku bangga dengan prestasi mereka masing masing<br />
Mereka mengukir banyak kebanggan buat kami yang mencintai mereka &#8230;&#8230;<br />
Prestasi demi prestasi mereka raih<br />
Tuhan menurunkan bakat seni pada mereka<br />
Menggambar &#8230;&#8230;..<br />
Melukis &#8230;&#8230;..<br />
Menyanyi &#8230;&#8230;..<br />
Musik &#8230;&#8230;..<br />
Teknologi &#8230;&#8230;.<br />
Semua prestasi dari semua talenta yang mereka punya &#8230;&#8230;</p>
<p>Talenta mereka juga dipakai dalam memuliakan nama Tuhan<br />
Mereka bernyanyi untuk Tuhan<br />
Mereka bermain musik untuk Tuhan<br />
Mereka melayani Tuhan dengan petikan gitar, biola dan dentingan piano<br />
Mereka mempersembahkan suara mereka yang bening untuk mengelu elukan kebesaran Tuhan &#8230;..<br />
Mereka bersaksi pada lingkungan bahwa kasih Tuhan senantiasa selalu beserta mereka &#8230;..</p>
<p>Bila mereka mempersembahkan suara malaikat mereka,<br />
Dunia seakan seperti di surga yang penuh dengan puji pujian<br />
Dunia terasa begitu indah &#8230;&#8230;<br />
Dunia terasa begitu damai &#8230;&#8230;<br />
Dunia terasa begitu penuh suka cita &#8230;&#8230;.<br />
Bila mereka mepersembahkan permainan musik mereka,<br />
Mereka serasa mengajak kita semua ikut bersenandung<br />
Mereka serasa mengajak kita semua mengikuti alunan melodi dan bernyanyi bersama<br />
Mereka serasa mengajak kita untuk ikut bersaksi memuliakan nama Tuhan &#8230;..<br />
Bila mereka mempersembahkan kemahiran mereka menggoreskan pena,<br />
Aku melihat suatu keajaiban<br />
Aku melihat suatu harapan buat mereka yang terbentang luas &#8230;&#8230;.<br />
Bila mereka mempersembahkan kemampuan mereka bermain teknologi,<br />
Aku melihat dunia ada dalam genggaman tangan mereka &#8230;&#8230;..</p>
<p>Mereka memang anak anak yang luar biasa<br />
Mereka memang anak anak Tuhan<br />
Mereka membuat aku terus mengupayakan yang terbaik untuk mereka &#8230;..<br />
Masa depan penuh harapan ada dalam genggaman tangan mereka<br />
Aku harus terus mengasah iman mereka<br />
Untuk tetap selalu tunduk pada rencana Tuhan<br />
Meski semua ada dalam genggaman tangan, mereka tidak boleh lupa, bahwa semua harus berjalan dalam koridor Tuhan &#8230;..<br />
Mereka harus mengerti<br />
Dari mana talenta itu mereka dapatkan<br />
Dan mereka harus terus mengucap syukur<br />
Atas semua yang Tuhan sudah berikan pada mereka &#8230;&#8230;</p>
<p>Tetapi mereka memang anak anak yang penuh dengan kasih Tuhan<br />
Tuhan sudah membekali mereka dengan berkat yang besar &#8230;&#8230;<br />
Terima kasih pada Tuhan selalu kuucapkan<br />
Telah memberikan anak anak yang luar biasa</p>
<p>Tugasku masih banyak<br />
Membimbing mereka melalui semua rintangan hidup<br />
Untuk mengikuti jalan Tuhan<br />
Dan meraih masa depan mereka<br />
Semua jalan terbentang luas<br />
Itu tanggung jawabku<br />
Mengawal mereka supaya terus berjalan dalam koridor Tuhan<br />
Tapi aku percaya, Tuhan selalu ada untukku<br />
Membantuku membimbing mereka dengan penuh cinta &#8230;&#8230;</p>
<p>Really,<br />
I&#8217;m very proud of them &#8230;&#8230;.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[anda bangga Indonesia?]]></title>
<link>http://puisiumipoet.wordpress.com/2009/10/30/anda-bangga-indonesia/</link>
<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 03:18:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>puisiumipoet</dc:creator>
<guid>http://puisiumipoet.wordpress.com/2009/10/30/anda-bangga-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Anda Bangga Indonesia? Seberapa bangga? Berapa barang Made in Indonesia yang setiap hari anda pakai?]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal">Anda Bangga Indonesia?</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Seberapa bangga?                                                                                                              Berapa barang Made in Indonesia yang setiap hari anda pakai?                                                                                                                                      Seberapa sering anda pergi ke pertunjukan tradisional asli Indonesia?</p>
<p class="MsoNormal">Seberapa besar jumlah uang yang anda sumbangkan untuk orang Indonesia yang berusaha dalam kesenian Indonesia?</p>
<p class="MsoNormal">Pernahkah anda pergi menonton pertunjukan:                                                        Wayang Jawa, Wayang Sunda, Wayang Sumatera, Wayang Kalimantan, Wayang Betawi, Wayang NTB?</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Pernahkah anda mengunjungi Museum:                                                         Nasional atau Museum Gajah?                                                                              Museum Tekstil di Jakarta                                                                                          Museum Keramik di Jakarta                                                                                  Museum sejarah kota anda                                                                                            Museum Bahari di Jakarta                                                                                          Museum Wayang di Jakarta</p>
<p class="MsoNormal">Pernahkah anda mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah dan mampir lama di tempat asal usul suku ayah ibu nenek moyang?</p>
<p class="MsoNormal">Ke Anjungan Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Bali, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Papua, Papua Barat?</p>
<p class="MsoNormal">Tahukah anda Indonesia negeri yang bersuku-suku berbudaya berkesenian tinggi memiliki instrumen musik yang beragam.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Apakah anda pernah lihat alat musik ini dimainkan? :</p>
<p class="MsoNormal">Angklung, Sasando, Rebab, Gamelan, Kulintang, Saluang, Aromba, Doli-doli, Kendang, Cungklik, Aluso, Keso-keso&#8230;</p>
<p class="MsoNormal">Pastinya beberapa sudah dilihat,                                                                          banyak bahkan sudah dipertunjukkan di layar tv</p>
<p class="MsoNormal">Tapi pernahkah anda melihat sungguh-sungguh acara tv tentang budaya Indonesia?</p>
<p class="MsoNormal">Lalu jika boleh tanya                                                                                                           Lagu daerah apa yang hapal diluar kepala?                                                          Yang berani anda nyanyikan di hadapan orang-orang asing non WNI?</p>
<p class="MsoNormal">hah, jawabnya &#8230;.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[katanya :: Hari Blogger Nasional]]></title>
<link>http://achiisurachii.wordpress.com/2009/10/27/katanya-hari-blogger-nasional/</link>
<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 03:54:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>achiisurachii</dc:creator>
<guid>http://achiisurachii.wordpress.com/2009/10/27/katanya-hari-blogger-nasional/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini gue gak kuliah karena kesiangan. Anak rajin. Alternatif lain selain kuliah adalah ONLINE. T]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Hari ini gue gak kuliah karena kesiangan. Anak rajin.</p>
<p style="text-align:justify;">Alternatif lain selain kuliah adalah ONLINE. Tetep dapet ilmu dan tetep dapet info. Anak cerdas.</p>
<p style="text-align:justify;">Okeii, katanya hari ini hari blogger nasional yhaa? Wow! Selamet yeeee.. Semoga para blogger semakin berjaya, cerdas, tangkas, dan cadas! Gue adalah blogger yang aktif sejak zaman SMA (2006), which is itu sekitar 3 tahun lalu lah. Mulai dari blog di friendster, nyoba bikin di blogspot, di wordpress, dan yha sekarang gue punya 3 blog yang harus gue kasi makan secara berkala. Blog tukang lotek, <a href="http://www.tomatdancabe.wordpress.com">tomatdancabe</a>, dan <a href="http://www.overhearingjatinangordipatiukur.wordpress.com">ceplasceplos mahasiswa</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Gue sangat cinta blogging, CINTA BANGET! Blogging, blogwalking, everything about blog deh! Kegiatan ini bikin gue lupa sama semua hal. Sama bete, karena dengan nulis via blog gue bisa ngumpat sesuka hati gue. Sama kangen, karena dengan nulis via blog gue bisa mengungkapkan kangen yang entah harus diapakan kalo lagi dateng.  Kegiatan blog juga bisa nambah temen, ilmu, dan pengalaman. Dulu waktu awal gue blogging, yang baca cuma temen doang, itu juga cuma satu, si <a href="http://www.rumahriisu.blogspot.com">Neng Risma</a>. Sekarang? Banyak! Mmmh, ga bisa dibilang banyak sih.. Tapi dari data statistik yang terekam secara otomatis di wordpress ini, seharinya blog gue bisa dikunjungi oleh 41 pembaca. WOW! Lumayan kaaan. Yha walaupun gak semua leaving footstep tapi it doesn&#8217;t matter. Gue nulis cuma buat nyampah doang. Syukur2 sampah gue di dunia maya ini bisa dijadikan inspirasi buat semua.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalo Raditya Dika punya niat ingin menghibur pembaca ketika mereka  baca tulisan dia, gue pengen setiap pembaca yang baca postingan gue, abis baca mereka jadi tambah semangat. Even tulisan gue isinya cuma umpatan doang, hehehe..  Everything I do, I do it for BLOG deh!</p>
<p style="text-align:justify;">Nah. coba kita tengok blog zaman purba gue dulu, boleh dibaca deh posting perdana gue <a href="http://shineorange.blog.friendster.com/2006/04/bismillah/">di sini</a>. Haha.. sangat gadis lugu. Gue tuh dulu waktu zaman SMA, akhwat shaleha deh. Gak ngerti kenapa sekarang jadi begini ^^ Dulu gue lebih suka nulis puisi daripada sebuah narasi. Mau liat contoh puisi jadul gue? Klik aja <a href="http://shineorange.blog.friendster.com/2006/09/kisah-dua-dokter-muda/">ini</a>. Sebentar, puisinya lucu juga. I said <strong><em>purnama</em></strong> in this poem but the story about a doctor, hmmm&#8230; atau mungkin yang<a href="http://shineorange.blog.friendster.com/2008/11/tik-tok-tik-tok-tik-tok/"> ini,</a> di saat gue baru putus dari si mantan, hahaha.. so jadul.</p>
<p style="text-align:justify;">Wah jadi asik nostalgia ginih ^^ Ada juga<a href="http://shineorange.blog.friendster.com/2007/10/mencintai-dentistry/"> posting-an gue zaman jadi mahasiwa baru di fkg</a>. Dan masih banyak lagi postingan zama purba yang bikin gue geli sendiri bacanya, bocah banget. Hehehe..</p>
<p style="text-align:justify;">However&#8230; gue gakan pernah berhenti ngeBLOG, big promise =)</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga aja menjadi blogger bisa dijadikan karir yang menggenapkan kesuksesan gue sebagai dokter gigi. Amiin. Be a blogger is a little step to be an author and keynote speaker *My big dreams*</p>
<p style="text-align:justify;">Selamat datang untuk para blogger muda, dan para blogwalker muda.. Welcome to these amazing world! Jamin deh gakan bosen! For the last, SELAMAT HARI BLOGGER NASIONAL! Keep JAYA!</p>
<p style="text-align:justify;">-tukang lotek-</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menteri oh menteri]]></title>
<link>http://veocta.wordpress.com/2009/10/24/mentri-oh-mentri/</link>
<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 00:46:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>vee</dc:creator>
<guid>http://veocta.wordpress.com/2009/10/24/mentri-oh-mentri/</guid>
<description><![CDATA[Sedang ramai dibicarakan pengangkatan dan keputusan presiden atas terpilihnya mentri kabinet bersatu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://veocta.wordpress.com/files/2009/10/chairs.jpg?w=150" alt="chairs" title="chairs" width="150" height="140" class="alignleft size-thumbnail wp-image-365" />Sedang ramai dibicarakan pengangkatan dan keputusan presiden atas terpilihnya mentri kabinet bersatu jilid 2, banyak sekali komentar, dukungan maupun celaan, bukti bahwa bangsa ini sangat mengharapkan pemerintahan yang bersih, tapi disaat yang sama sebagian orang dengan terang menyampaikan keberatanya, yang katanya pemerintahan sby ini masih banyak minusnya buktinya pemilihan mentri yang dilakukan dengan model transparan ini masih ada cacatnya, kasus ibu nila misalnya, bukan bagian sy untuk berkomentar soal ini tapi sebagai warga bangsa boleh dong ikut berharap pada mentri yang terpilih kali ini akan benar-benar bisa bekerja maksimal demi kepentingan republik ini, bpk susilo bambang yudhoyono sudah melakukan tugasnya demi r akyat, dengan melantik mentri yang jaraknya sehari setelah pelantikan beliau merupakan salah satu hasil komitmen yang patut dibanggakan, selamat deh buat para mentri, selamat bekerja membangun bangsa biar kita bisa bersaing dengan negara maju lainya, tapi tak lupa juga kita harus tetap mengedepankan syariat biar bangsa ini selalu mendapatkan perlindungan-Nya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hebat "Mahasiswa Bisa Bikin Satelit"]]></title>
<link>http://citromduro.wordpress.com/2009/10/23/hebat-mahasiswa-bisa-bikin-satelit/</link>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 13:53:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>citromduro</dc:creator>
<guid>http://citromduro.wordpress.com/2009/10/23/hebat-mahasiswa-bisa-bikin-satelit/</guid>
<description><![CDATA[Satelit mini atau nano-satelit buatan mahasiswa Indonesia akan diluncurkan pada tahun 2012, karena p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Satelit mini atau nano-satelit buatan mahasiswa Indonesia akan diluncurkan pada tahun 2012, karena pembahasan antarmahasiswa UGM, ITB, ITS, UI, dan PENS ITS serta mahasiswa Indonesia di luar negeri sudah dimulai.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mulai tahun ini (2009), kami melakukan serangkaian pertemuan dengan mahasiswa dari berbagai kampus,&#8221; kata peneliti asal Indonesia di TU Delft Belanda, Dedy H.B. Wicaksono, PhD., di Surabaya, Senin.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sela-sela Lokakarya INSPIRE (Indonesian Nano Satellite Platform Initiative for Research &#38; Education) di PENS ITS, ia mengatakan pertemuan akan berlanjut dengan penelitian secara intensif di Belanda atau di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more-->&#8220;INSPIRE merupakan forum pertemuan antarmahasiswa dengan berbagai stakeholder dari pemerintah dan lembaga riset untuk mendorong penguasaan teknologi satelit sejak kalangan mahasiswa,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Alumnus Teknik Fisika ITB Bandung (S1) pada tahun 1934-1998 itu menyatakan Indonesia sangat membutuhkan satelit untuk peta hutan, perikanan, bencana alam, kepulauan, kriminalitas laut, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kita sudah memiliki Satelit Palapa dan usianya sudah 30 tahunan. Teknologinya dibuat di luar negeri, sehingga devisa negara akan tersedot keluar dan kita akhirnya tidak memiliki kemandirian,&#8221; kata alumnus Tokyo University of Technology (S2) itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut alumnus TU Delft Belanda (S3) itu, satelit yang besar itu membutuhkan dana yang mahal hingga ratusan miliar atau bahkan triliunan, namun nano-satelit hanya berkisar Rp5 miliar dan satelit mini akan bertahan selama kurun tiga tahunan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tidak hanya murah, tapi nano-satelit itu sebenarnya dapat kita kuasai dengan mudah, apalagi di dalamnya sudah ada unsur pendidikan, aspek aplikasi teknologi, dan penelitian lintas keilmuan seperti telekomunikasi, elektronika, energi surya, dan sebagainya,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, kata penggagas INSPIRE itu, para dosen dapat mendorong mahasiswa telekomunikasi yang selama ini merumuskan tugas akhir (TA) tentang alat-alat telekomunikasi seperti handphone (HP), namun kini dapat mengarahkan TA pada bidang satelit.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Jadi, pembahasan dapat dilakukan pada tahun 2009, lalu tahun 2010 dengan penelitian intensif, bahkan TU Delft sangat senang bila penelitian dapat dilakukan di Belanda, kemudian tahun 2011 dilakukan persiapan dan tahun 2012 ada peluncuran,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Senada dengan itu, Sekretaris Menkominfo, Dr Eng. Son Kuswadi, menyatakan dana pembuatan nano-satelit hanya Rp5 miliar dan bila dimulai dengan pertemuan, penelitian, hingga akhirnya peluncuran nano-satelit, maka akan dibutuhkan dana sekitar Rp10 miliar.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Pembahasan lewat workshop yang melibatkan puluhan mahasiswa dari berbagai universitas itu akan kita lakukan dua kali selama tahun 2009, termasuk pembahasan dengan LAPAN, BPPT, IPTN, Departemen Kelautan dan Perikanan,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah itu, kata dosen robotik PENS ITS Surabaya itu, pembahasan intensif untuk aplikasi akan dilakukan di TU Delft Belanda dan di Indonesia hingga tahun 2011.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tahun 2012 akan kita lakukan peluncuran, apakah peluncuran akan memanfaatkan lembaga sejenis LAPAN di Indonesia yang sudah memiliki lokasi peluncuran roket atau mungkin LAPAN juga sudah siap pada tahun itu,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ia menambahkan pemanfaatan nano-satelit itu akan diaplikasikan untuk fungsi telekomunikasi di saat bencana alam dan pencegahan pencurian ikan. &#8220;Nantinya, bisa juga untuk sensor cuaca,&#8221; katanya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ikan kecil dan ikan hiu junior]]></title>
<link>http://achiisurachii.wordpress.com/2009/10/19/ikan-kecil-dan-ikan-hiu-junior/</link>
<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 20:59:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>achiisurachii</dc:creator>
<guid>http://achiisurachii.wordpress.com/2009/10/19/ikan-kecil-dan-ikan-hiu-junior/</guid>
<description><![CDATA[Hay loteks! Pernah gak sih kalian bête sama seseorang? Atau mungkin sama keadaan di mana membuat kal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Hay loteks!</p>
<p style="text-align:justify;">Pernah gak sih kalian bête sama seseorang? Atau mungkin sama keadaan di mana membuat kalian merasa ga nyaman dan pengen mempercepat waktu untuk melewatinya? Nah.. There’s a story to solve it nih =)</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah anekdot, atau kisah nyata yha? Saya lupa.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Jadi ceritanya ada seorang nelayan mengangkut hasil tangkapannya ke darat. Perjalanannya itu memakan waktu sekitar 2 hari untuk sampai ke daratan, setibanya di daratan, ikan hasil tangkapan nelayan itu yang bertahan hidup hanya sebagian kecil, sekitar 20%. 80% nya mati karena kedinginan di jalan. Dengan berbagai cara nelayan itu mencoba untuk mepertahankan kehidupan ikan hasil tangkapannya. Gile looo udah seharian berlayar masa nyampe darat cuma tinggal mayat doang. ^^</p>
<p style="text-align:justify;">Nah akhirnya dia menemukan cara terbaik, yaitu memasukkan anak hiu di dalam kantong ikan tersebut. HAHAHA…</p>
<p style="text-align:justify;">Hasilnya adalah… ikan hasil tangkapan pak ayan *Nickname of Pak Nelayan* mencapai prosentase 80% yang hidup. YEAY! Mmhh.. kok bisa yha? Mari kita analisis.. Jadi, ketika anak hiu itu dimasukkan ke dalam kantong ikan, ikan-ikan tak berdosa itu berlarian untuk mepertahankan hidup. Karena lari-lari, badan ikan kecil itu jadi panas, gak kedinginan. Yang mati ya yang kemakan dan berakhir tragis di perutnya anak ikan hiu itu…</p>
<p style="text-align:justify;">Hikmah yang bisa diambil adalah:</p>
<p style="text-align:justify;">Kadang keadaan yang tidak mengenakkanlah yang membuat kita bertahan dan menjadi lebih baik, disadari atau tidak. Hayo coba diingat lagi, saat-saat di mana kalian merasa gak nyaman dan pengen murka dengan keadaan atau orang yang menjengkelkan… tanpa sadar kita dituntun untuk menjadi lebih baik dan bernilai, selama kita menjalani kesulitan itu dengan baik tentunya. Jadi, yang namanya ngeluh itu sebenernya gak menyelesaikan masalah. Malah membuat kita mundur dan menjauh dan teruuuuuuuuuus aja ketemu dengan masalah yang sama. Karena apa? Karena kita gak berani dan gak berusaha ‘nabrak’ masalah itu dan meruntuhkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengalaman pribadi deh… inget gak betapa saya BENCI sama yang namanya kawat ortho? Nah, sekarang udah ENGGA! HOREEE! Gara-gara Mas Jaja gak sempet bikinin kawat buat saya, saya jadi harus mengerjakannya sendiri. Awalnya sih bête… kecewa gitu deh dia gak bisa bantu tapi pas Tomat bilang, kamu teh harusnya bilang makasih tau ama Jaja, coba kalo kamu dibikinin terus, ga mungkin kamu jadi bisa kayak gini..</p>
<p style="text-align:justify;">Iyasii… kadang keadaan terdesak selalu membuat kita menjadi orang yang hebat dan bisa melakukan apa aja.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu lagi… saya punya beberapa temen yang study oriented, di mana saya tidak study oriented sama sekali. Sempet risih sih dengan sindiran atau apapun itu namanya yang mengomentari keadaan akademis saya. Tapi dari sindiran itu saya jadi gregetan untuk ngebuktiin sama mereka kalau saya gak semales itu kaliiii… Dan saya bisa! HORAAY!</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak deh pokoknya. Banyak banget. Semakin terasa sempit hidup kita, yakin deh kalo itu adalah lubang kecil yang mengantarkan kita ke jalan setapak yang lebar banget!</p>
<p style="text-align:justify;">Keadaan gak nyaman adalah jalan untuk menjadi lebih baik. Menjadi lebih mawas dan gak berhenti bergerak. Jadi, teruslah bergerak! Karena diam itu mematikan!</p>
<p style="text-align:justify;">Postingan ini adalah hasil obrolan dengan <a href="http://bebemignone.wordpress.com">Mignone</a> tempo hari lalu. Kita punya kesimpulan, salah satu indikasi kedewasaan, semakin dewasa semakin sedikit mengeluh dengan keadaan atau kelemahan. Hmmm.. gimana? Ditunggu masukan dan sharing dari yang lain yhaa!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tentang Kebanggaan]]></title>
<link>http://creativege.wordpress.com/2009/10/18/tentang-kebanggaan/</link>
<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 11:51:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>creativege</dc:creator>
<guid>http://creativege.wordpress.com/2009/10/18/tentang-kebanggaan/</guid>
<description><![CDATA[Kebanggaan seorang Kristen adalah kerendahan hati menjawab panggilan-Nya sebagai ungkapan syukur dar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote><p>Kebanggaan seorang Kristen<br />
adalah kerendahan hati menjawab panggilan-Nya<br />
sebagai ungkapan syukur dari hati yang terdalam<br />
Semoga hari ini kita masih diberi kesempatan<br />
memberikan syukur kita</p></blockquote>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kisah Lima Jari ]]></title>
<link>http://nachrell.wordpress.com/2009/10/14/kisah-lima-jari/</link>
<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 10:34:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Nachelle</dc:creator>
<guid>http://nachrell.wordpress.com/2009/10/14/kisah-lima-jari/</guid>
<description><![CDATA[Kelima jari terdiri dari Jempol, Telunjuk, Jari Tengah, Jari Manis, dan Kelingking. Si Jempol berban]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kelima jari terdiri dari Jempol, Telunjuk, Jari Tengah, Jari Manis, dan Kelingking. Si Jempol berban]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Yayasan Iman Indonesia Bekerja Tanpa Imbalan, Malah Bangga]]></title>
<link>http://kristenpost.wordpress.com/2009/10/14/yayasan-iman-indonesia-bekerja-tanpa-imbalan-malah-bangga/</link>
<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 03:19:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://kristenpost.wordpress.com/2009/10/14/yayasan-iman-indonesia-bekerja-tanpa-imbalan-malah-bangga/</guid>
<description><![CDATA[REFORMATA &#8211; DENGAN visi satu, satu dan satu terpikirlah sebuah gagasan satu desa, satu hamba T]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;">         </div>
<div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;text-align:justify;padding:2px;"><img src="http://reformata.com/media882716/uploads/117Germas2.jpg" alt="117Germas2.jpg" title="Yayasan Iman Indonesia Bekerja Tanpa Imbalan, Malah Bangga" border="0" /></div>
<div style="text-align:justify;">    </div>
<div style="list-style-type:disc;list-style-image:none;list-style-position:inside;text-align:justify;"> REFORMATA &#8211; DENGAN visi satu, satu dan satu terpikirlah sebuah gagasan satu desa, satu hamba Tuhan, satu gereja. Berdiri-lah banyak sekolah teologi di Indo-nesia. Berpusat di Yogyakarta dipimpin oleh Pdt. Chris Marantika, Yayasan Iman Indonesia mendiri-kan banyak sekolah teologi di ber-bagai daerah dengan topangan masing-masing pengurus yayasan yang berdiri sendiri namun tetap memiliki keterikatan antar masing-masing pengurus yayasan di ber-bagai daerah. Di Jakarta sendiri Yayasan Iman Indonesia berdiri pada 2002 dengan mengontrak sebuah tempat di Ciputat, Jakarta Selatan. Dengan tempat kecil se-derhana tersebut kegiatan pendi-dikan teologi dijalankan, namun karena tempat tersebut sering banjir para pengurus sekolah pin-dah dan mengontrak sebuah ruko di Kebun Jeruk.</div>
<div style="text-align:justify;">          Uniknya, Yayasan Iman Indonesia terbentuk setelah adanya Sekolah Tinggi Theologia Injili Indonesia terlebih dahulu. Namun tak bisa dipungkiri bahwa dengan adanya para pengurus yayasanlah kinerja dan aktivitas belajar meng-ajar di sekolah ini dapat terus ber-langsung. Menurut Yonatan, sekretaris Yayasan Iman Indonesia, sekaligus pengajar di Sekolah Tinggi Theologia Injili Indonesia, yayasanlah yang bertanggung jawab penuh atas segala mobilitas yang ada pada sekolah tersebut. Ia pun tidak memungkiri bahwa pihak luar bisa saja memberikan kontribusi. Yayasan Iman Indonesia Jakarta yang dipimpin oleh Junifer Girsang ini awal berdirinya memiliki fokus untuk mengem-bangkan sekolah teologi tersebut, dalam bentuk pembiayaan dan pemeliharaan agar nantinya seko-lah tersebut dapat terus berjalan dengan baik. <a href="http://reformata.com/02859-yayasan-iman-indonesia-bekerja-tanpa-imbalan-malah-bangga.html">baca selenngkapnya,..</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Yayasan Iman Indonesia Bekerja Tanpa Imbalan, Malah Bangga]]></title>
<link>http://kabargereja.wordpress.com/2009/10/14/yayasan-iman-indonesia-bekerja-tanpa-imbalan-malah-bangga/</link>
<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 03:19:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://kabargereja.wordpress.com/2009/10/14/yayasan-iman-indonesia-bekerja-tanpa-imbalan-malah-bangga/</guid>
<description><![CDATA[REFORMATA &#8211; DENGAN visi satu, satu dan satu terpikirlah sebuah gagasan satu desa, satu hamba T]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:justify;">         </div>
<div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;text-align:justify;padding:2px;"><img src="http://reformata.com/media882716/uploads/117Germas2.jpg" alt="117Germas2.jpg" title="Yayasan Iman Indonesia Bekerja Tanpa Imbalan, Malah Bangga" border="0" /></div>
<div style="text-align:justify;">    </div>
<div style="list-style-type:disc;list-style-image:none;list-style-position:inside;text-align:justify;"> REFORMATA &#8211; DENGAN visi satu, satu dan satu terpikirlah sebuah gagasan satu desa, satu hamba Tuhan, satu gereja. Berdiri-lah banyak sekolah teologi di Indo-nesia. Berpusat di Yogyakarta dipimpin oleh Pdt. Chris Marantika, Yayasan Iman Indonesia mendiri-kan banyak sekolah teologi di ber-bagai daerah dengan topangan masing-masing pengurus yayasan yang berdiri sendiri namun tetap memiliki keterikatan antar masing-masing pengurus yayasan di ber-bagai daerah. Di Jakarta sendiri Yayasan Iman Indonesia berdiri pada 2002 dengan mengontrak sebuah tempat di Ciputat, Jakarta Selatan. Dengan tempat kecil se-derhana tersebut kegiatan pendi-dikan teologi dijalankan, namun karena tempat tersebut sering banjir para pengurus sekolah pin-dah dan mengontrak sebuah ruko di Kebun Jeruk.</div>
<div style="text-align:justify;">          Uniknya, Yayasan Iman Indonesia terbentuk setelah adanya Sekolah Tinggi Theologia Injili Indonesia terlebih dahulu. Namun tak bisa dipungkiri bahwa dengan adanya para pengurus yayasanlah kinerja dan aktivitas belajar meng-ajar di sekolah ini dapat terus ber-langsung. Menurut Yonatan, sekretaris Yayasan Iman Indonesia, sekaligus pengajar di Sekolah Tinggi Theologia Injili Indonesia, yayasanlah yang bertanggung jawab penuh atas segala mobilitas yang ada pada sekolah tersebut. Ia pun tidak memungkiri bahwa pihak luar bisa saja memberikan kontribusi. Yayasan Iman Indonesia Jakarta yang dipimpin oleh Junifer Girsang ini awal berdirinya memiliki fokus untuk mengem-bangkan sekolah teologi tersebut, dalam bentuk pembiayaan dan pemeliharaan agar nantinya seko-lah tersebut dapat terus berjalan dengan baik. <a href="http://reformata.com/02859-yayasan-iman-indonesia-bekerja-tanpa-imbalan-malah-bangga.html">baca selenngkapnya,..</a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
