<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>batam-pos &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/batam-pos/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "batam-pos"</description>
	<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 08:44:36 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Ali Saga Pembuat Kaki dan Tangan Palsu]]></title>
<link>http://alisaga.wordpress.com/2009/11/03/14/</link>
<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 16:29:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>alisaga</dc:creator>
<guid>http://alisaga.wordpress.com/2009/11/03/14/</guid>
<description><![CDATA[Ali Saga, Mantan Penderita Kusta yang Jadi Pengrajin Kaki Palsu (Wawancara dengan Lilis Lishatini, w]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><strong>Ali Saga, Mantan Penderita Kusta yang Jadi Pengrajin Kaki Palsu</strong></p>
<p style="text-align:center;">(<em>Wawancara dengan Lilis Lishatini, wartawan Batam Pos</em>)</p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Pengukuran Kaki Palsu di Masjid Raya Batam Center</strong></em></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><em><strong><img class="alignnone size-full wp-image-16" title="Pemberian Sovenir dari Ali Saga Kepada Ketua LAZ Masjid Raya Batam" src="http://alisaga.wordpress.com/files/2009/11/foto-5.jpg" alt="Pemberian Sovenir dari Ali Saga Kepada Ketua LAZ Masjid Raya Batam" width="448" height="336" /><br />
</strong></em></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Ukur Kaki Pakai Kondom dan Stocking</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Penyandang cacat kaki itu seolah pasrah duduk di kursi. Kakinya yang tinggal separuh dibiarkan diukur, dibungkusnya dengan stocking, dilapisi kondom dan kemudian digambari oleh lelaki bertopi bundar di depannya. Tak lama kemudian, lelaki bertopi itu membungkusnya dengan gipsum. hingga mengering untuk selanjutnya diangkatnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignnone size-full wp-image-18" title="Penyerahan Kaki Palsu" src="http://alisaga.wordpress.com/files/2009/11/100_01532.jpg" alt="100_01532" width="448" height="336" /></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Lilis Lishatini, Batam</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Lelaki bertopi itu adalah Ali Saga (40), yang kini dikenal sebagai pengrajin kaki palsu asal Tanggerang. ‘’ Tanda-tanda ini merupakan tanda bagian sensitif yang biasa dikeluhkan pengguna kaki palsu,” ujar Ali Saga kepada Batam Pos saat pengukuran kaki terhadap 10 orang penyandang cacat kaki untuk dibuatkan kaki palsu, kemarin Jumat (19/12) di Masjid Raya Center. Pembuatan kaki palsu ini merupakan kegiatan sosial yang diselenggarakan LAZ Masjid Raya Batam Center dan Batam Pos sebagai media partner.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignnone size-full wp-image-31" title="Pengukuran kaki " src="http://alisaga.wordpress.com/files/2009/11/dscn9650-new.jpg" alt="Pengukuran kaki " width="448" height="336" /></p>
<p style="text-align:justify;">Karena sensitif itulah, Ali Saga sangat berhati-hati dalam mengukur pembuatan kaki palsu tersebut dengan memberikan tanda-tanda tertentu.  Hasil pengukuran kaki tersebut akan dibawa ke rumahnya di Tanggerang sebagai bengkel pembuatan kaki palsu.  ‘’ Bengkelnya di rumah saya. Saya manfaatkan ruangan di rumah saya untuk  pembuatan kaki palsu secara sederhana,” papar Ali Saga tentang rumahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bengkelnya yang terletak di kawasan perumahan Serbaguna di kawasan Tangerang berdekatan dengan dengan RS Sintanala, rumah sakit khusus penderita kusta. Tempat tinggalnya ini tidak terlepas dari sejarah hidupnya yang sempat menderita kusta ketika umur 10 tahun.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignnone size-full wp-image-23" title="Pembuatan Kaki Palsu (proses awal)" src="http://alisaga.wordpress.com/files/2009/11/sdc10165.jpg" alt="SDC10165" width="448" height="336" /></p>
<p style="text-align:justify;">Bagi Ali Saga menjadi seorang pengrajin bukanlah cita-citanya. Namun nasibnya membawanya menjadi seorang pengrajin kaki palsu. Kegiatan ini sudah digelutinya selama lebih 2 tahun. ”Ya, sudah lebih 200 kaki palsu yang saya buat,” kata Ali.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut dia, menjadi pengrajin kaki palsu diawali ketika dirinya mengalami kecelakaan hingga harus terbaring di Rumah Sakit tahun 2006. Dia  harus menjalani operasi reparatomi. Perutnya harus dibedah. Saat di rumah sakit itulah, dia bertemu seorang ibu bernama Cumi yang nampak sedih mengetahui keluarganya yang begitu saja meninggalkannya setelah dirinya diamputasi. Ibu tersebut sangat berharap punya kaki palsu agar dirinya bisa pulang ke rumah.</p>
<p style="text-align:justify;">Hati Ali Saga merenung, ”Oh, berarti kaki palsu yang dia butuhkan. Kalau aku bisa membuat kaki palsu, mungkin aku bisa menolong ibu itu!” pikirnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pikiran dan hati Ali Saga yang saat itu bekerja sebagai seniman di sebuah perusahaan advertsing ini seolah tak berhenti memikirkan nasib ibu malang tersebut. Dia merasakan harus ada sesuatu yang diperbuatnya. Pikirannya meyakinkan jika dirinya bisa membuat kaki palsu. Sebab dia terbiasa membuat patung sebagai hasil seninya. Dia pun memiliki peralatan yang cukup lengkap untuk itu. ”Saya yakin saya bisa!,” tegas Ali.</p>
<p style="text-align:justify;">”Kalau aku bisa melakukannya, ibu itulah yang pertama kali aku bantu,” tekad Ali dalam hati saat itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itulah, meski dia tidak mendapat pendidikan khusus untuk membuat kaki palsu, dia berusaha mencobanya sendiri setelah keluar dari rumah sakit. Hari-hari Ali  Saga mencoba-coba untuk mendapatkan kaki palsu. Ternyata usahanya tidak sia-sia. Upayanya membuahkan hasil. Sebuah kaki palsu berhasil dibuatnya. Untuk mengetahui hasil karyanya itu terpakai atau tidak, Ali mengundang penyandang cacat kaki untuk diberikan kaki palsunya secara gratis.</p>
<p style="text-align:justify;">Sayang, keinginan Ali Saga untuk memberikan kaki palsu kepada Ibu Cumi yang menjadi inspirasinya belum diberikan lantaran kehilangan jejak. Dirinya tidak mengetahui keberadaan ibu tersebut. ”Kaki palsu buatan saya rapi dan enak dipakai,” katanya menirukan ucapan salah seorang pengguna kaki palsu buatannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Berhasil membuat kaki palsu pertama, Ali pun mengundang sepuluh orang penyandang cacat kaki yang lain untuk diberikan kaki palsu lagi secara gratis. Tentu Ali pun harus mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk membeli bahan dan peralatan-peralatan lainnya. Ini membuat uang dapur keluarganya sempat keteteran. ”Untuk membeli bahan-bahan saat itu habis Rp 8 juta,” kata Ali.</p>
<p style="text-align:justify;">Beruntunglah, istrinya cukup kebal dengan situasi seperti ini hingga tak membuat istrinya ngambek. ‘’Istri saya sudah kebal,” katanya tersenyum. ” Saya yakinkan pada istri saya bahwa jika uji coba membuat kaki palsu ini berhasil, maka ini akan menjadi pekerjaannya,” kata Ali lagi meyakinkan istrinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Upaya laki-laki kelahiran Agustus 1968 ini ternyata mulai dilirik sebuah lembaga sosial. Dia bertemu Direktur LAZ Al Azhar, Anwar Sani yang saat itu mengunjungi komplek pemukiman Sitanala Tangerang, tempat tinggalnya, tertarik dengan kreasi Ali Saga. Dia memesan 10 kaki palsu. ” Saat itu saya gratiskan. Saya tidak minta bayaran. Saya minta beli bahan-bahannya saja,” kata Ali. Ternyata hasil karyanya dipercaya. Buktinya lembaga sosial tersebut memintanya untuk dibuatkan kaki palsu lagi. Tidak tanggung-tanggung jumlahnya 200 unit.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Perlu Bakat</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Ali, untuk membuat kaki palsu, membutuhkan bakat. Langkah pertama untuk membuat kaki palsu yaitu dengan mengukur kaki penyandang cacat kaki di bagian yang diamputasi. Kemudian dibandingkan dengan kaki sebelahnya. Dalam pengukuran Ali Saga memanfaatkan bahan-bahan yang ada seperti stocking, kondom, gipsum dan kertas untuk menggambar. ”Saat itu saya bingung, pakai apa menggambarnya. Kalau langsung digambar akan terasa sakit. Ternyata kondom ada manfaatnya,” tutur Ali Saga tersenyum</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah sisa kaki yang diamputasi tersebut dibungkus dengan stocking, Ali membungkus kembali dengan kondom. Di kondom itulah, Ali Saga menggambarkan bagian-bagian yang biasa dikeluhkan penyandang cacat kaki dan dilapisi gipsum hingga kering. Sedangkan sebelah kaki lainnya, digambar sesuai ukuran kaki penyandang cacat tersebut. Setelah kering gipsum untuk cetakan bahan kaki dari fiber</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber :</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://batampos.co.id/">http://batampos.co.id</a></p>
<p style="text-align:justify;">Link :</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://batampos.co.id/index.php?Itemid=58&#38;id=6829&#38;option=com_content&#38;task=view">http://batampos.co.id/index.php?Itemid=58&#38;id=6829&#38;option=com_content&#38;task=view</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dua Pekan Kemudian]]></title>
<link>http://loushevaon7.wordpress.com/2009/10/06/dua-pekan-kemudian/</link>
<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 05:55:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>Luhur Satya Pambudi</dc:creator>
<guid>http://loushevaon7.wordpress.com/2009/10/06/dua-pekan-kemudian/</guid>
<description><![CDATA[Tampil di acara berita kriminal televisi, menjadi orang yang kena gerebek aparat, sungguh ini sesuat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Tampil di acara berita kriminal televisi, menjadi orang yang kena gerebek aparat, sungguh ini sesuatu yang di luar bayangan Jojo sama sekali.  Dadanya terasa sesak dan mungkin sudah sepucat air susu warna raut mukanya, saat sejumlah sorot lampu kamera televisi mengarah kepadanya, yang bersama para wanita serta beberapa pria lainnya digelandang ke atas truk, lantas dibawa ke kantor polisi. Entah apa kata  keluarga dan teman-teman kuliahnya melihatnya begini. Padahal Jojo mahasiswa yang lumayan kondang karena kecerdasannya. Belum lagi kalau Netta, tunangannya yang tinggal berbeda kota dengannya juga melihat acara tersebut, meski yang dia tahu kekasihnya itu jarang sekali nonton televisi. Dia hanya bisa mengutuk diri sekeras-kerasnya dalam hati. Jika saja tabrakan dua pekan lalu tidak terjadi, pasti mustahil dia keluar dalam acara seperti itu. Barangkali mendingan tampil di televisi dikerjain Deddy Corbuzier atau Rommy Rafael, ketimbang jadi pesakitan yang sudah divonis bersalah sebagai pria bermoral bejat oleh publik seperti ini. Alternatif lainnya, jika pun dia ditangkap polisi, tapi sebagai tersangka kasus korupsi, mungkin Jojo santai dan tak semalu ini, karena para koruptor biasanya sudah kehilangan rasa malunya.</p>
<p>***</p>
<p>Berawal dari sebuah Jumat sore dua pekan lalu, Jojo mesti menjemput ibunya yang arisan di sebuah kompleks perumahan di pinggir kota.  Menjelang mobilnya keluar dari jalan kompleks, tiba-tiba saja dari arah kanan sebuah sepeda motor melaju dengan kecepatan sangat tinggi. Si pengendara motor mencoba menyetop laju kendaraannya, tapi telat. Motornya malah zigzag dan gubrak&#8230;. motor pun menghantam mobil Jojo, sementara si pengendara motor terlempar beberapa meter dari motornya. Jojo mencoba tetap tenang, meski tentu saja cemas sekali hatinya. Diparkirnya mobil ke pinggir jalan, sementara dari arah belakang ada beberapa orang berlarian dan mendobrak-dobrak mobilnya. Keluar dari mobil, Jojo langsung menghampiri si pengendara motor yang sudah dirubung orang-orang. 	Seorang polisi -dari pos jaga terdekat- mendatangi Jojo, lantas meminta SIM dan STNK-nya. Sesaat kemudian Jojo telah membawa si pengendara motor ke rumah sakit dengan pengawalan polisi tadi. Si polisi meminta Jojo datang ke pos jaga tempatnya bertugas malam harinya. Rencananya, keluarga si pengendara motor akan diundang pula untuk menyelesaikan masalah yang timbul akibat tabrakan itu.   	Malamnya Jojo mengajak Ridwan, kakak iparnya untuk menemaninya dan menjadi juru bicaranya dalam pertemuan dengan keluarga pengendara motor yang menabrak mobilnya. Pertemuan di pos jaga jadi terlaksana, keluarga pengendara motor diwakili Pak Jarno, pria berusia 50-an berkumis tebal berpenampilan sangar, dan seorang wanita cantik yang entah siapanya pria itu. Si wanita tampak akrab dengan beberapa polisi yang sedang berjaga, termasuk yang mengurus kasus tabrakan itu. Pihak Jojo meminta masing-masing pihak yang terlibat dalam tabrakan menanggung kerugiannya sendiri. Tapi mereka ingin Jojo membantu biaya rumah sakit si pengendara motor. Malam itu belum tercapai kesepakatan, karena mereka ingin tahu dulu kondisi terakhir si pengendara motor, setelah semalam menginap di rumah sakit. Malam berikutnya Jojo dan Ridwan kembali ke pos jaga, ternyata Pak Jarno dan polisi yang mengurus kasus tabrakan tak hadir. Malah mereka diminta datang ke sebuah salon oleh Pak Jarno yang menghubungi Ridwan via telepon.</p>
<p>***</p>
<p>Maka pada Minggu pagi, sekitar jam sepuluh Jojo dan Ridwan telah menyusuri sepanjang jalan tempat salon yang ditunjuk berada. Letaknya masih di seputar lokasi tabrakan. Mesti berputar-putar beberapa kali, hingga sejam kemudian baru ketemulah salon itu. Tidak terlalu terbuka, kesannya tempat itu sangat sempit dari luar. Ada beberapa wanita berpenampilan mencolok mata di ruang depan salon. Jojo dan Ridwan saling memandang sejenak, mereka bisa menduga tempat itu bukan salon biasa.  Ternyata Pak Jarno tak ada di situ, yang ada wanita cantik berusia 30-an yang mendampinginya malam itu. Rupanya dialah sang pemilik salon. Ternyata wanita bernama April itu tidak tahu masalah sesungguhnya. Dia tahunya cuma dititipi Pak Jarno STNK dan SIM Jojo dengan kuitansi biaya perawatan rumah sakit saudaranya, yaitu si pengendara motor yang menabrak mobil Jojo. April menyerahkan kuitansi dari rumah sakit pada Ridwan. Dia lalu mencoba menghubungi Pak Jarno lewat ponselnya. Ketika terhubung, mereka berdua malah terdengar berdebat. Sementara itu  Jojo dan Ridwan duduk saja menunggunya.</p>
<p>“Sambil nunggu kalo mau creambath boleh lho, Mas,” kata wanita yang mengenakan tanktop  pink dengan rada mendesah pada mereka.</p>
<p>“Atau sama yang lain juga silakan,” bisik temannya yang tanktop-nya bermotif kembang-kembang sambil tertawa kecil. Mereka lagi digoda rupanya.</p>
<p>“Nggak Mbak, makasih,” sahut Jojo sambil menoleh pada Ridwan yang hanya tersenyum.  Ketika April keluar dari dalam, matanya terlihat agak sembab. Sepertinya ada perdebatan serius yang telah terjadi antara dia dengan Pak Jarno. Sambil membuka laci, dikeluarkannya STNK dan SIM Jojo.</p>
<p>“Pak Jarno minta surat-suratnya Mas dikembalikan. Terus biaya rumah sakitnya gimana?” tanya April.</p>
<p>“Kami hanya bisa bantu separo biayanya saja, Mbak. Ini ya,” sahut Ridwan sambil menyerahkan uang di dalam amplop. STNK dan SIM Jojo balas diserahkan oleh April. Semua pihak telah sepakat, Jojo dan Ridwan pun beranjak pergi dari tempat itu.</p>
<p>***</p>
<p>Dua pekan kemudian Jojo kembali ke salon itu. Setelah merasa suntuk berat di kampus karena ada kuliah sampai sore, dia ingin mendapatkan sesuatu yang mampu menyegarkan dirinya kembali. Entah kenapa, tiba-tiba saja terpikir olehnya tempat yang pernah dikunjunginya bersama Ridwan tempo hari. Dia penasaran ingin mencoba pengalaman baru. Sampai di salon, Jojo dipersilakan duduk di sebuah kursi.</p>
<p>“Selain potong rambut dan creambath, di salon ini bisa apa saja?” tanya Jojo.</p>
<p>“Masih banyak lainnya, Mas. Tapi kalau mau lainnya, ntar ndak di sini lho, tapi di  kamar itu. Kamu mau apa, Mas?” goda wanita yang melayaninya. Berdebar-debar hati Jojo. Dia minta dipotong rambutnya dan ingin mencoba lainnya sehabis itu. Sementara itu, di samping Jojo ada seorang pria yang sedang dipotong rambutnya. Sekejab dia menoleh, eh&#8230; pria itu balas menatapnya! Mereka berdua sama-sama terkejut dan merasa pernah bertemu.</p>
<p>“Lho, kamu? Kayaknya saya pernah lihat kamu!” seru pria itu sambil menunjuknya. Pria itu lalu berdiri menghampiri Jojo yang setengah bergidik dan takut, karena badannya besar juga. Ternyata dialah pengendara motor yang menabrak mobilnya dua pekan lalu.</p>
<p>“Kamu yang mobilnya saya tabrak kan?” lanjut pria itu.</p>
<p>“Eh, apa ya? Tabrakan apa ya, Mas?” tanya Jojo keder.</p>
<p>“Anu Mas, saya cuma mau minta maaf kok. Dasar saya yang ngawur naik motornya waktu itu. Saya juga mau bilang terima kasih, karena waktu itu langsung dibawa ke rumah sakit. Mas nggak minta diganti apa-apa, eh&#8230; malah bantuin biaya rumah sakit saya. Terus mobilmu gimana, udah dibetulin? Pasti mahal ya?” ujarnya.</p>
<p>“Sudah kok, Mas. Ya, mungkin sama dengan biaya rumah sakit Anda. Oya, Mas itu apanya Pak Jarno dan Mbak April sih?” tanya Jojo.</p>
<p>“Aku sebetulnya ya langganan salon Mbak April ini. Tapi kebetulan Pak Jarno itu sering minta tolong sama aku, jadi seperti sudah dianggap saudara.” Di sela-sela pembicaraan mereka, seorang pria keluar dari  kamar. Ternyata dia dikenal oleh Jojo dan pria tadi.</p>
<p>“Lho, pak polisi? Anda juga sering ke sini to?” sapa Jojo.</p>
<p>“Eh, halo Mas. Iya, saya memang langganan di sini. Teman-teman saya juga kok. Sama dengan yang nabrak mobil Mas itu. Sudah damai beneran ini?” ujar si polisi.  Tak lama kemudian polisi itu pergi meninggalkan mereka. Pria di samping Jojo lebih dulu masuk kamar. Lantas dia dan wanita yang melayaninya masuk pula ke salah satu kamar yang tersedia. Jojo sempat ragu untuk melakukan itu. Sejenak dia ingat Netta, tunangannya yang bekerja di Jakarta. Tapi segera dilupakannya wajah wanita cantik yang sangat dicintainya itu. Ada perasaan takut berdosa juga di dalam hatinya. Dia pikir, apa yang akan dilakukannya toh sekadar bersenang-senang, tanpa melibatkan perasaan apa pun. Jojo mencoba santai ketika menjamah tubuh molek wanita itu. Sedang mulai berasyik masyuk kedua insan, tiba-tiba terdengar suara gaduh sejumlah orang. Pintu kamar tempat Jojo berada pun digedor keras. Ternyata ada razia untuk tempat-tempat maksiat berkedok salon malam itu.</p>
<p>“Ayo keluar! Ini ada razia dari POLDA!” seru seorang petugas. Jojo dan wanita itu segera keluar dari kamar dengan muka pucat. Yang terjadi selanjutnya adalah apa yang menjadi awal cerita ini.</p>
<p>***</p>
<p>Untunglah, malam itu Jojo tidak perlu menginap di kantor polisi. Dia hanya sempat diinterogasi untuk dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan. Ada kemungkinan dia akan diajukan ke pengadilan dan mendapat dakwaan melakukan tindak pidana ringan, yaitu melanggar pasal kesusilaan. Ridwan yang menjemputnya dari kantor polisi.</p>
<p>“Kamu sudah siap kalau mesti diadili? Mungkin hukumannya cuma denda kok,” ujar Ridwan.</p>
<p>“Iya, kalau itu aku siap, Mas. Denda sih nggak berat buatku, tapi malunya itu lho. Mas Ridwan tahu kan, tadi pas digerebek ada banyak kamera? Pasti tampangku bakal nongol di  berita kriminal! Tapi ada yang bikin aku heran banget. Di salon itu kan ada polisi yang jadi pelanggan setia, dan pemilik salon itu juga dekat sama mereka, tapi kok bisa kena razia juga ya?” tanya Jojo retorik, karena Ridwan mustahil tahu jawabannya.  Ternyata hal itu tak lepas dari renggangnya hubungan April dengan Pak Jarno kekasihnya. Selama ini keberadaan Pak Jarno membuat salon plus itu lolos dari razia karena hubungan baiknya dengan polisi setempat. Ketika petugas POLDA akan melakukan penggerebekan, ada seorang polisi kenalan Pak Jarno yang sempat mengabarinya. Karena dia masih marahan dengan kekasih gelapnya, maka justru dipersilakannya polisi menggerebek tempat yang sempat sering dikunjunginya itu.  Dasar sial nasib Jojo, yang baru pertama kalinya menjadi konsumen dan akan menjalani sebuah pengalaman sensasional dalam hidupnya, kena dia ikut digerebek. Lebih sial lagi karena Netta ternyata mendapat info dari orang tuanya yang melihat Jojo tampil dalam acara berita kriminal. Tak ayal lagi wanita itu langsung meminta pertunangan mereka dibatalkan dan pupuslah asa Jojo menikahi kekasihnya.</p>
<p>TAMAT</p>
<p># Cerpen ini pernah dimuat di Batam Pos Minggu, 4 Oktober 2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mencari Istri Keempat]]></title>
<link>http://loushevaon7.wordpress.com/2009/09/10/mencari-istri-keempat/</link>
<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 08:38:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>Luhur Satya Pambudi</dc:creator>
<guid>http://loushevaon7.wordpress.com/2009/09/10/mencari-istri-keempat/</guid>
<description><![CDATA[Semua orang memanggilnya Pak Mus. Konon nama panjangnya adalah Mustajab bin Mujarab. Mungkin ia ketu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Semua orang memanggilnya Pak Mus. Konon nama panjangnya adalah Mustajab bin Mujarab. Mungkin ia keturunan tukang obat atau dukun, sehingga namanya seperti itu. Tiada orang yang tahu persis berapa usianya sebenarnya, mungkin sekitar tujuh puluh tahun. Entah mengapa ia selalu merahasiakannya, padahal untuk orang seusianya, Pak Mus masih terbilang gagah.   Belum lama sejak istri ketiganya meninggal, Pak Mus sudah sibuk berburu wanita lagi. Orang tua satu ini memang tipe pria yang tak bisa hidup tanpa wanita. Meski usianya tak lagi muda, meski anak cucunya sudah seabrek banyaknya, tapi untuk menikmati kesenangan duniawi, hasratnya masih sangat besar. Maka langsung saja lirik kiri kanan, tanya ke sana kemari, ada tidak kiranya wanita yang mau dijadikan istrinya.</p>
<p>“Pokoknya yang penting usianya di bawah 50 tahun, gadis atau janda ndak masalah buatku,” tegas Pak Mus.</p>
<p>Gaya sekali, maunya punya istri baru yang jauh lebih muda ketimbang dirinya.</p>
<p>Sebulan setelah menduda, Pak Mus kerap berkunjung ke sebuah tempat hiburan  terkemuka di kotanya, menyaksikan pertunjukan musik dangdut yang menyajikan penyanyi-penyanyi muda yang cantik lagi seksi. Pak Mus selalu mengajak Pak Andre sahabatnya. Setelah beberapa episode menyaksikan hal-hal yang menyegarkan di tempat  tersebut, ada dua penyanyi yang membuat Pak Mus bernafsu. Meski sudah ingin menuntaskan hasrat birahinya lagi, tapi ia paling tak mau melakukannya di luar nikah.</p>
<p>“Aku tahu diri, aku itu sudah tua. Kalau bisa menghindari dosa, ya mending kuhindari. Pokoknya kalau aku mau begituan lagi, ya mesti sama istriku. Jadi aku mesti nikah lagi dulu, baru ehem-ehem. Heheheh&#8230;” sahut Pak Mus terkekeh, ketika Pak Andre menawarinya untuk menyewa saja wanita yang siap menjadi pemuas hasrat pria.</p>
<p>“Lebih baik orang tahu aku menikah lagi. Aku malah bangga, orang pasti akan memuji kehebatanku, lha wong sudah tua gini kok masih laku juga,”  lanjutnya.</p>
<p>Pak Andre tersenyum simpul mendengar seloroh sahabat tuanya itu. Dalam hatinya ia memuji sekaligus bersumpah serapah terhadap sahabatnya itu,</p>
<p>“Sialan Pak Mus, memang hebat kamu kalau sampai bisa menikah lagi, padahal usiamu sudah uzur, ganteng juga tidak kamu itu!”</p>
<p>Untuk menindaklanjuti ketertarikannya, pada suatu malam saat jeda pertunjukan, Pak Mus meminta tolong pengelola orkes supaya ia bisa dipertemukan dengan dua penyanyi yang telah menggoda imannya. Pengelola orkes membawa kedua penyanyinya ke kafe tempat Pak Mus biasa menyaksikan pertunjukan. Salah satu penyanyi itu mendekati meja tempat Pak Mus dan Pak Andre duduk. Seorang wanita berusia 20-an yang berwajah ayu, berambut sebahu, berkulit sawo matang, tubuhnya yang sintal terbalut baju ketat, membuat kedua pria itu menelan ludah menatapnya.</p>
<p>Pak Andre pun membuka pembicaraan,</p>
<p>“Selamat malam, Mbak Elsa. Nama saya Andre dan ini teman saya, namanya Pak Mus. Beliau ini penggemar Mbak Elsa dan ingin kenal lebih dekat. Tentu saja kalau Mbak tidak keberatan, lho.”</p>
<p>Penyanyi bernama panggung Elsa Rodrigo itu pun mengulurkan tangannya.</p>
<p>“Selamat malam juga, Pak. Saya senang bisa ketemu dengan penggemar saya seperti Bapak. Tapi kenal lebih dekat itu piye maksudnya?” tanya Elsa dengan logat Jawanya yang medok sambil mengernyitkan dahi.</p>
<p>Pak Mus pun angkat bicara, “Langsung saja ya jeng Elsa, saya ini sudah jatuh cinta pada sampeyan&#8230;”</p>
<p>Tanpa tedeng aling-aling Pak Mus spontan mengungkapkan perasaannya. Elsa terhenyak mendengarnya dan langsung memotong kata-kata pak tua itu,</p>
<p>“Nuwun sewu ya, Pak. Saya ini sudah menikah dan punya anak. Saya jelas akan menolak mentah-mentah kalau Bapak mau menjadikan saya sebagai istri. Sebagai istri resmi pun saya emoh, apalagi kalau saya jadi istri simpanan!”</p>
<p>Elsa yang selalu kemayu di atas panggung itu sekejab berubah menjadi wanita yang garang, nada bicaranya tegas dan agak tinggi.</p>
<p>“Begini-begini saya ini setia lho, Pak!” lanjut Elsa setengah berteriak.</p>
<p>Untuk menetralisasi suasana, Pak Andre pun kembali menjalankan perannya sebagai moderator pertemuan,</p>
<p>“Waduh, maaf sekali ya Mbak Elsa. Kami tidak tahu kalau Anda sudah berkeluarga. Mohon maafkan kesalahan teman saya yang sudah kesusu mengungkapkan perasaannya ini.”</p>
<p>Elsa pun segera bangkit dari kursinya, sementara Pak Mus terlihat salah tingkah. Ia tak mengira bahwa salah satu penyanyi favoritnya itu bisa bersikap sedemikian rupa. Pengelola orkes tampaknya melihat gelagat yang kurang baik. Ia pun menghampiri Pak Mus sambil mengajak Helda Angela, penyanyi lain kesukaan Pak Mus.</p>
<p>“Saya mohon maaf kalau penyanyi saya tadi tak sopan kepada bapak-bapak. Kalau saya tahu Bapak itu jatuh cinta sama Elsa, saya bisa kasih tahu dulu bahwa dia itu sudah berkeluarga. Jadi, yang seperti tadi tak akan terjadi. Nah, ini Helda minta saya menemaninya menghadap bapak-bapak. Helda ini baru kelas 2 SMA, Pak. Jadi terus terang saja belum kepikiran kalau harus segera jadi manten. Mungkin itu yang bisa saya katakan pada Anda berdua,” jelas pengelola orkes.  Sejak peristiwa itu, Pak Mus tak pernah datang lagi ke tempat hiburan tersebut.</p>
<p>***</p>
<p>Pak Mus pernah tiga kali menikah. Pernikahan pertama menghasilkan dua anak perempuan. Dengan dalih ingin memiliki anak lelaki dan karena memang ia telah kembali jatuh cinta, Pak Mus berniat menikah lagi. Maksud hatinya mau berpoligami, tapi apa daya sang istri pertama tak mau dimadu. Akhirnya mereka pun bercerai dan Pak Mus pun menikah lagi tak lama setelahnya. Pernikahan keduanya adalah hari-hari terindah dalam hidupnya. Anak laki-laki yang didambakannya, akhirnya dimilikinya jua. Setelah lebih 30 tahun menikah untuk kedua kalinya, Pak Mus mesti kehilangan istri tercintanya yang meninggal karena sakit. Tapi dalam waktu kurang dari setahun kemudian, ia sudah menikah lagi untuk ketiga kalinya. Kali ini dinikahinya seorang janda beranak dua. Namun tak lebih dari empat tahun saja usia pernikahan ketiga Pak Mus, istrinya lagi-lagi pergi mendahuluinya menghadap Ilahi.</p>
<p>***</p>
<p>Pada sebuah Minggu pagi Pak Mus menghadiri pernikahan anak salah satu temannya. Ternyata ada seorang wanita yang menarik perhatiannya. Wajahnya tak terlalu ayu, tapi penampilannya cukup mengkilap dengan gaun yang memperlihatkan lengan dan betisnya yang mulus. Pak Mus berpikir untuk melakukan pendekatan dan saat makan adalah saat yang paling tepat. Kebetulan sekali, kursi di samping wanita itu kosong. Pak Mus pun bergegas mendudukinya.</p>
<p>Sembari menyantap makanannya, ia membuka pembicaraan,</p>
<p>“Anda hubungannya apa dengan yang jadi manten? Kalau saya  teman bapaknya manten perempuan.” Pak Mus lebih berhati-hati dan tak mau terburu-buru mengungkapkan rasa sukanya.</p>
<p>“Saya sepupu jauhnya manten perempuan,” jawab si wanita singkat.</p>
<p>Perbincangan Pak Mus dan kenalan barunya pun berlangsung asyik. Wanita bernama Intan itu  tinggal sendiri di Jogja, sementara keluarganya tinggal di Palu. Ia baru saja lulus dari sebuah universitas dan sedang mencari pekerjaan. Pak Mus menyodorkan kartu namanya, sembari menawarkan pekerjaan di kantornya.</p>
<p>“Kantor saya itu administrasinya sedang kacau. Nah, mumpung sekarang kamu lagi cari kerja, kamu datang saja besok ke tempat saya. Ndak usah pake tes, kamu bisa langsung kerja.”</p>
<p>Gayung pun bersambut, Intan setuju dengan tawaran itu. Ia yakin Pak Mus orang baik, setidaknya ia tahu bahwa pak tua itu adalah teman pamannya.</p>
<p>Esoknya Intan datang ke kantor Pak Mus dan langsung  bekerja. Ia senang bisa bekerja sesuai dengan ilmu yang dipelajarinya saat kuliah. Pak Mus malah lebih senang  bisa bertemu dengan orang yang disukainya dan bercengkrama lebih lama lagi. Untuk merebut hati Intan, ia mengajak gadis itu makan siang di restoran. Hal itu hampir dilakukannya tiap hari.</p>
<p>Dua minggu kemudian, Pak Mus merasa sudah saatnya ia mengungkapkan perasaannya. Ia pun mengajak Intan ke sebuah restoran masakan Cina. Setelah mereka berdua menghabiskan hidangan, Pak Mus  mulai serius bicaranya.</p>
<p>“Kamu kan pernah cerita soal tipe laki-laki yang jadi idaman kamu. Nah, misalnya ndak ketemu-ketemu terus piye, Nduk?” tanya Pak Mus.</p>
<p>“Ya, kalo nggak ketemu juga ya nggak apa-apa. Semoga saja dia nggak jauh dari tipe idaman saya,” sahut Intan, seolah menjawab pertanyaan seorang ayah.</p>
<p>“Gini lho, Bapak ini kan duda. Meski sudah tua, Bapak masih pengen nikah lagi. Yah, mungkin karena selama ini selalu ada istri yang melayani dan mendampingi Bapak  tiap hari. Jadi rasanya ada bagian hidup Bapak yang hilang ketika istri Bapak ndak ada.”</p>
<p>“Lalu kersanipun Bapak apa?”</p>
<p>“Kamu mau ndak jadi istri Bapak?” bisik Pak Mus sambil memajukan kepalanya.</p>
<p>Intan begitu kaget, tak dikiranya sama sekali ada kata-kata tersebut siang hari itu. Gadis itu hanya diam, bingung, dan matanya berkaca-kaca. Wajahnya tertunduk sejenak, sambil mengatur nafasnya, ia mendongakkan kepalanya.</p>
<p>Dengan agak terbata Intan mencoba menjawab,</p>
<p>“Maaf, terus terang saya kaget sekali Bapak berkata seperti itu pada saya. Sebelumnya sama sekali nggak kepikiran, saya diterima kerja karena ada maksud tertentu dari Bapak. Mungkin saya terlalu lugu, makanya saya nggak tahu. Saya jelas nggak bisa menerima permintaan Bapak. Saya belum siap menikah sekarang! Dan saya ingin nanti menikah dengan orang yang benar-benar saya cintai.”</p>
<p>Intan mencoba berhati-hati menata rangkaian kata yang keluar dari mulutnya. Ia tak ingin melukai hati orang tua itu. Ia sadar Pak Mus sudah berbaik hati kepadanya, meski tentu saja tiada rasa cinta Intan sedikit pun kepadanya. Pak Mus hanya manggut-manggut sambil bertopang dagu. “Yo wis, ndak apa-apa. Sebetulnya Bapak sudah ngira kamu bakal ndak mau. Kamu malu to kalo jadi istri Bapak? Ya wajarlah, mungkin bapakmu saja umurnya lebih muda dari Bapak.  Tapi kamu masih mau kerja di tempat Bapak, to?”</p>
<p>“Maaf, dengan peristiwa barusan, saya memutuskan untuk keluar sekarang juga. Terima kasih, Bapak sudah memberi saya pekerjaan, walau cuma sebentar. Semoga Bapak segera mendapat istri lagi. Permisi Pak, saya pergi,” tutup Intan yang lantas bangkit dari kursi, lalu beranjak pergi, meninggalkan Pak Mus yang kecewa lagi.</p>
<p>***</p>
<p>Keterangan untuk beberapa kata dalam bahasa Jawa :</p>
<p>- mending = lebih baik</p>
<p>- wong = orang</p>
<p>- piye = bagaimana</p>
<p>- medok = kental (khusus untuk logat)</p>
<p>- sampeyan = anda</p>
<p>- tedeng aling-aling = basa-basi</p>
<p>- nuwun sewu = mohon maaf</p>
<p>- emoh = enggan</p>
<p>- kemayu = genit</p>
<p>- kesusu = tergesa-gesa</p>
<p>- nduk/genduk = panggilan sayang untuk anak perempuan</p>
<p>- kersanipun = kehendaknya, maunya</p>
<p>- yo wis = ya sudah</p>
<p># Cerpen ini pernah dimuat di Batam Pos Minggu, 6 September 2009.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Janji Dono]]></title>
<link>http://loushevaon7.wordpress.com/2009/09/03/janji-dono/</link>
<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 14:01:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>Luhur Satya Pambudi</dc:creator>
<guid>http://loushevaon7.wordpress.com/2009/09/03/janji-dono/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Sekiranya pada saatnya nanti bapakku tiada, aku janji tak akan meneteskan air mata. Aku bakal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>
<div>&#8220;Sekiranya pada saatnya nanti bapakku tiada, aku janji tak akan meneteskan air mata. Aku bakal sudah puas karena telah kutebus dosa-dosa dan salahku pada Bapak,” ucap Dono pada Wima sahabatnya.</p>
<p>“Kamu mesti bersyukur masih diberi waktu untuk bertobat dan memperbaiki kesalahan pada bapakmu.”</p>
<p>“Iya, kamu betul, Ma. Aku beruntung masih bisa melakukannya.”</p>
<p>Dono menerawang hubungan masa silamnya dengan bapaknya. Entah berapa kali saja, tak terhitung banyaknya saking kerapnya, ia melawan perintah bapaknya. Bahkan pernah juga ia menantang berkelahi bapaknya, kendati ia dalam kondisi mabuk berat saat itu. Sekiranya pernah sekali saja bapaknya meladeni dirinya, mungkin ia sudah mati di tangan bapaknya atau masih tinggal di penjara karena membunuh bapaknya.</p>
<p>Untunglah, masih begitu sabar bapak maupun ibunya menghadapi kenakalannya yang terlalu selama ini. Wima tahu persis sejarah kelam Dono yang merupakan tetangga sekaligus teman karib sejak masa kecilnya. Sejak dahulu Wima sering menasihati Dono untuk mengubah kelakuannya, tapi tak kunjung berhasil. Dono akhirnya mulai sadar menjelang ia menikah hingga memiliki seorang anak, sementara bapaknya mulai sakit-sakitan.</p>
<p>Untuk menyenangkan hati bapaknya, Dono mengajak Wima membelikan seekor perkutut yang mahal harganya. Bagi Dono tiada yang lebih berharga baginya selain membuat bapaknya bahagia. Ia sadar sepenuhnya bahwa kedua orang tuanya sudah kenyang makan hati menghadapi kegilaan masa lalunya.</p>
<p>“Aku dapat informasi, ada perkutut bagus di beberapa tempat. Kamu mau kan mengantarku ke mana saja?” tanya Dono.</p>
<p>“Demi temanku yang mau berbakti pada bapaknya, tentu aku tidak keberatan. Ya, asal waktuku senggang saja,” sahut Wima yang disambut senyuman Dono yang merasa lega.</p>
<p>Mereka berdua memburu perkutut itu ke beberapa alamat yang dimiliki Dono sekaligus. Nyaris seharian Dono dan Wima menempuh puluhan kilometer, namun tak kunjung dapat apa yang menjadi harapan Dono. Akhirnya ia justru mendapatkan yang terbaik dengan harga yang cukup mahal, justru di sebuah tempat yang letaknya hanya sekitar dua kilometer dari tempat tinggalnya.</p>
<p>“Don, jangan kecewa kita mendapatkannya justru di sini, padahal kita sudah sampai ke mana-mana tadi,” ujar Wima yang melihat Dono sempat sewot.</p>
<p>“Ya, aku tahu. Kuanggap ini seperti liku-liku mendapatkan jodoh saja kok. Lagipula, yang terpenting aku bisa membuat senang Bapak lagi. Oh ya, jika saja bapakku menanyaimu berapa harga perkutut ini, tolong jangan sebut harga sebenarnya ya… Bapak mungkin tak akan marah, tapi beliau pasti eman-eman jika tahu harga sebenarnya semahal itu,” kata Dono yang kian bijaksana dalam bersikap. Wima menyanggupi keinginan sahabatnya dan merasa bangga melihat perubahan sikap Dono.</p>
<p>Sudah malam ketika sampai di rumah, Wima langsung menuntun bapaknya dari dalam kamar, menuju ke depan dan melihat perkutut yang baru saja dibelinya.</p>
<p>“Pokoknya Bapak pasti bakal remen mendengar suara perkutut ini. Karena inilah yang terbaik dari yang kami temui sehari ini, Pak,” ucap Dono pada bapaknya.</p>
<p>“Wah, sampai seharian kamu pergi baru dapat ini. Pasti harganya mahal banget ya? Apa ndak eman-eman ini kamu buat nyenengin Bapak?”</p>
<p>“Bapak tak usah khawatir soal harganya. Harganya standar kok, Pak. Bapak boleh tanya ke Wima, dia kan ahlinya masalah perburungan,” sahut Dono sambil meminta persetujuan Wima yang mengangguk mengiyakan.</p>
<p>Dono menjentikkan dua jari tangannya hingga sang perkutut manggung. Memang suaranya merdu dan Bapak tampak senang mendengarkannya. Dono merasa lega dan bangga dapat melakukan sesuatu yang bermakna bagi orang yang sering disakitinya di masa silam itu. Sejenak matanya sempat berkaca-kaca.</p>
<p>Di balik jendela, ibu Dono melihat anak dan suaminya dengan meneteskan air mata. Rasanya sama sekali tidak sia-sia kesabarannya menghadapi Dono selama bertahun-tahun dahulu. Ia begitu bersyukur bahwa anak lelakinya itu akhirnya bisa juga berubah.</p>
<p>***</p>
<p>Dalam masa kegilaannya Dono pernah menjadi pemabuk, pencandu dan pengedar narkoba, penjudi, suka pula main perempuan. Barangkali hampir semua bentuk penyakit masyarakat pernah dilakukannya. Pernah suatu ketika ia nyaris saja tertangkap polisi sebagai seorang pengedar narkoba. Namun ia bisa lolos karena upaya bapaknya untuk melindunginya berhasil. Polisi gagal menemukan barang bukti miliknya di rumah dan dalam tes urine pun hasilnya negatif.</p>
<p>“Bahkan bapakku rela melanggar hukum demi melindungiku dulu. Jika aku sempat masuk penjara, bisa saja aku malah jadi residivis dan entah bagaimana nasibku kini,” kenang Dono.</p>
<p>“Bisa saja kamu sudah mati ditembak polisi,” canda Wima yang disambut senyum Dono.</p>
<p>Dono memutuskan berhenti menjadi pengedar narkoba setelah nyaris ditangkap polisi. Tapi ia baru berhenti mengonsumsi narkoba menjelang ia menikah. Suatu ketika seseorang mengajaknya ke lembaga pemasyarakatan di kotanya. Ternyata begitu banyak orang-orang yang dikenal Dono di dalam penjara. Ia sungguh tak ingin senasib dengan teman-temannya.</p>
<p>“Aku harus berhenti secepatnya, Ma. Apalagi sebentar lagi aku mau menikah,” tekad Dono di depan Wima.</p>
<p>“Memang yang paling penting niat dan tekadmu sendiri. Syukurlah jika kamu sudah menyadarinya sekarang,” kata Wima yang sebenarnya sejak lama telah meminta sahabatnya berhenti menjadi pencandu narkoba.</p>
<p>Dengan dibantu kedua orang tuanya, Wima, dan juga calon istrinya, Dono berjuang keras menghentikan kebiasaan buruknya selama ini. Akhirnya lepas juga ia dari jeratan narkoba. Lantas, sejak menikah dan dikaruniai seorang anak laki-laki, Dono kian berubah menjadi sosok yang berbeda. Virna, perempuan yang dinikahinya menjadi salah satu sosok penting terjadinya perubahan dalam hidupnya.</p>
<p>Dono berjanji untuk memperbaiki segenap kesalahannya pada kedua orang tuanya, terutama kepada bapaknya. Kendati begitu sering menyusahkan, Dono tidak berani melawan ibunya, senekad ia bersikap buruk pada bapaknya.</p>
<p>“Semoga saja anakku nanti tidak mengikuti jejakku yang demikian kelam di masa lalu,” harap Dono di depan Virna.</p>
<p>“Ya, itulah tantangan kita sebagai orang tua Erry, Mas. Memang tak bakal mudah membesarkan anak kita supaya jadi anak yang baik. Apalagi kita tahu bagaimana sikapmu di masa lalu terhadap bapak dan ibumu. Mas Dono masih ingat kalimat bijak di buku itu kan?” ujar Virna.</p>
<p>“Ya, aku selalu mengingatnya, Jeng. ‘Ketika seseorang telah mencapai usia yang menjadikannya sadar akan kebenaran nasihat-nasihat bapaknya, ketika itu juga ia telah memiliki anak yang tidak menerima nasihat-nasihatnya.&#8217; Kuharap itu tak terjadi padaku dan Erry.” Virna mengamini apa kata suaminya.</p>
<p>Kalimat bijak yang Dono temukan dalam buku milik Virna itu menjadi salah satu hal yang memotivasi dirinya untuk terus berubah. Dono menangis sesenggukan ketika bapaknya pertama kali masuk rumah sakit terkena stroke.</p>
<p>Ia merasa bersalah dan berperan besar membuat bapaknya bernasib seperti itu. Sejak saat itulah ia berjanji untuk senantiasa membuat Bapak merasakan kebahagiaan, sesuatu yang tak pernah mampu diberikannya dalam kurun waktu sekian tahun masa kelamnya. Ternyata niat baiknya mendapatkan jalan yang lapang dari Ilahi. Sejak keinsyafannya, Dono berkali-kali membuat kedua orang tuanya menangis terharu karena bahagia dan bangga pada perubahan anak mereka.</p>
<p>***</p>
<p>Untuk ketiga kalinya bapak Dono mengalami stroke dan harus dibawa ke rumah sakit. Namun kali ini nyawanya tak mampu diselamatkan. Dono mesti merelakan kepergian selamanya seseorang yang di sisa hidupnya ingin selalu dibuatnya bersukacita. Di depan matanya Bapak menghembuskan nafas terakhirnya. Dono berusaha sungguh agar air matanya tak sampai tumpah. Dadanya terasa begitu sesak menahannya.</p>
<p>Namun Dono ingin bersikap ksatria, menepati janjinya untuk tak meneteskan air mata ketika jatah hidup bapaknya telah berakhir di dunia fana.</p>
<p>Sementara itu, di sekitarnya ada Ibu, Virna istrinya, kakak dan ipar perempuannya, yang semua menangis sesenggukan. Sementara petugas paramedis membersihkan tubuh bapaknya dari berbagai perlengkapan rumah sakit, Dono keluar dari kamar. Sejenak teringat masa lalunya yang telah berkali-kali menyakiti hati Bapak. Lantas terbayang pula bahwa tak bakal ada lagi hal apa pun yang bisa dilakukannya untuk menebus kesalahannya. Seketika itu tak mampu tertahan lagi rasa sesak di dadanya.</p>
<p>Sejenak Dono lupa pada janjinya sendiri. Air matanya tumpah sudah. Tak lama berselang datanglah Wima mendekatinya, yang memang tengah menuju ke rumah sakit ketika dikabari Dono bahwa bapaknya telah kritis.</p>
<p>“Sudahlah, Don. Kamu masih ingat janjimu kan?”</p>
<p>“Iya, di depan Bapak aku sudah bisa menahannya. Tapi setelah kepikiran macam-macam, aku jadi sedih, Ma. Apa pun yang kulakukan untuk menebus salahku pada Bapak, rasanya sama sekali belum cukup,” tutur Dono sendu sambil mengusap air matanya.</p>
<p>“Kamu tak perlu khawatir, Don. Tuhan tak pernah terlelap. Pasti malaikat-Nya sudah mencatat segala usahamu menebus dosa-dosamu pada bapakmu.”</p>
<p>“Amin, semoga saja benar apa yang kaukatakan.”</p>
<p>***</p>
<p>Keterangan :<br />
-eman-eman = sayang (bahasa Jawa)<br />
-remen = senang (bahasa Jawa krama inggil/halus)</p>
<p>#<br />
Cerpen ini pernah dimuat di Batam Pos edisi Minggu, 30 Agustus 2009 dan merupakan karya pertamaku yang dimuat di koran.</p></div>
</div>
<p><span> </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lahir Normal versus Operasi]]></title>
<link>http://solarsedayu.wordpress.com/2009/08/23/lahir-normal-versus-operasi/</link>
<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 00:15:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>solarsedayu</dc:creator>
<guid>http://solarsedayu.wordpress.com/2009/08/23/lahir-normal-versus-operasi/</guid>
<description><![CDATA[Jumat, 21 Agustus 2009| Batam Pos Rasa sakit menjelang persalinan merupakan keluhan yang banyak diun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Jumat, 21 Agustus 2009| Batam Pos Rasa sakit menjelang persalinan merupakan keluhan yang banyak diun]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Batam Dog Show 2009]]></title>
<link>http://koebu.wordpress.com/2009/03/29/batam-dog-show-2009/</link>
<pubDate>Sun, 29 Mar 2009 01:09:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>Adi</dc:creator>
<guid>http://koebu.wordpress.com/2009/03/29/batam-dog-show-2009/</guid>
<description><![CDATA[Kemarin baca berita di Batam Pos, bahwa hari ini akan diselenggarakan pameran anjing oleh Perkin di ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kemarin baca berita di Batam Pos, bahwa hari ini akan diselenggarakan pameran anjing oleh Perkin di Batam Centre. Sebagai penghobi dan sekaligus karna terkait juga dengan salah satu bidang tugas, maka pagi ini Koebu beserta Agung (pawang anjing) berangkat menuju Batam menggunakan kapal Baruna dari tanjungpinang. </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Stiker Ketua PKB Batam Dirobek]]></title>
<link>http://rindrakari.wordpress.com/2009/01/13/71/</link>
<pubDate>Tue, 13 Jan 2009 14:05:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>ricky04</dc:creator>
<guid>http://rindrakari.wordpress.com/2009/01/13/71/</guid>
<description><![CDATA[Selasa, 13 Januari 2009 BATAM (BP) &#8211; Aksi pengrobekan stiker milik Ketua PKB Kota Batam Rudi d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Selasa, 13 Januari 2009</p>
<p>BATAM (BP) &#8211; Aksi pengrobekan stiker milik Ketua PKB Kota Batam Rudi diduga dilakukan oleh oknum tim PKS di perumahan Lagenda Malaka, Blok H3 Nomor 14, Batam Ahad (11/1) sekitar pukul 11.00 WIB.<!--more--></p>
<p>Menurut saksi mata di lapangan Usman Khaliq aksi pengrobekan stiker Ketua PKB Kota Batam yang ditempel di rumah  Rizal warga perumahan Lagenda Malaka dilakukan oleh oknum dari PKS yang ketika itu juga memasang stiker di rumah tersebut.</p>
<p>’’Kebetulan tim dari PKS yang saya lupa namanya merobek stiker Pak Rudi yang ditempel di rumah Blok H3 Nomor 14. Saya sempat menanyakan kepada mereka tetapi mereka sudah minta maaf. Tetapi hal ini tidak dibenarkan karena sudah melanggar,” jelas Usman.</p>
<p>Usman yang kebetulan juga kader PKB Kota Batam menambahkan, hal ini sudah dilaporkan ke Ketua PKB Kota Batam Rudi. Waktu pengrobekan stiker tersebut juga disaksikan oleh Boby Handono. ”Kalau memang dibutuhkan menjadi saksi, saya siap untuk hal ini. Karena pada waktu sosialisasi di perumahan itu ada tiga anggota PKS yang memasang stiker,” jelas Usman, kemarin.</p>
<p>Ketua PKS Kota Batam Ricky Indrakari ketika dikonfirmasi membantah hal tersebut. ”Saya tidak yakin kader PKS melakukan perbuatan tidak beretika tersebut. Sebaiknya identitas orang yang diduga merobek tanda gambar tersebut laporkan ke kami. Dan juga silakan melapor ke Panwas dan Kepolisian dengan saksi dan barang bukti yang jelas,” jelas Riky. (kom) </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nyawa Dari Tuhan Adalah Nyawa Yang Berharga]]></title>
<link>http://ayuwrotes.wordpress.com/2009/01/11/nyawa-dari-tuhan-adalah-nyawa-yang-berharga/</link>
<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 03:07:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>fortherose</dc:creator>
<guid>http://ayuwrotes.wordpress.com/2009/01/11/nyawa-dari-tuhan-adalah-nyawa-yang-berharga/</guid>
<description><![CDATA[Batam Pos ¦ Minggu, 29 April 2007 Judul                  : Aku Terlahir 500 gr Dan Buta (Ikitemasu, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Batam Pos ¦ Minggu, 29 April 2007</strong></p>
<p>Judul                  : Aku Terlahir 500 gr Dan Buta (<em>Ikitemasu, 15-sai</em>)<br />
Penulis               : Miyuki Inoue<br />
Penerjemah     : Tiwuk Ikhtiari<br />
Penerbit             : Elex Media Komputindo<br />
Jumlah hal.       : xiv + 183 hal<br />
Genre                  : Non-fiksi</p>
<p><!--more--></p>
<p>Bagaimana rasanya hidup tanpa mampu menikmati seluruh pemandangan di dunia yang penuh warna ini? Bagaimana rasanya hidup tapi selalu terancam oleh kematian yang dapat menjemput kapan saja? Hanya mengandaikannya saja mungkin kita tidak mampu, sudah takut lebih dahulu. Tapi bagi seorang Miyuki Inoue, hal itu harus ia hadapi dalam setiap detik napasnya.</p>
<p>Ayah Miyuki meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Hal itu menyebabkan ibu Miyuki, Michiyo, yang sedang hamil dirinya menjadi shock berat. Terlebih lagi keluarga ayah Miyuki tidak menyukai Michiyo sehingga ia harus menanggung kesedihan seorang diri. Akibatnya tubuhnya menjadi rentan, padahal kandungannya sudah mencapai 6 bulan.</p>
<p>Akibat rentetan kejadian tersebut, Michiyo harus melahirkan saat itu juga. Maka lahirlah Miyuki dengan berat hanya 500 gram, seperenam dari berat bayi pada umumnya. Begitu kecilnya Miyuki hingga dapat digenggam dengan satu tangan.</p>
<p>Dokter terus mengatakan agar Michiyo menguatkan hatinya karena hidup Miyuki hanyalah tinggal beberapa hari saja. Tapi Michiyo melakukan yang sebaliknya, ia terus memohon pada Tuhan agar Miyuki dibiarkan hidup. Michiyo terus menemani bayi mungilnya yang berada dalam inkubator. Hingga suatu hari Miyuki membuka matanya dan jari-jari mungilnya mengenggam jari Michiyo.</p>
<p>Miyuki memang selamat dari kematian yang telah divoniskan oleh dokter, tapi dengan resiko berbagai penyakit dalam tubuhnya yang bisa berakibat fatal bila keadaan tubuhnya memburuk. Dan ia pun harus rela hidup dalam gelap karena terkena ROP – Retinophaty of Prematurity, suatu penyakit yang mudah membuat mata bayi prematur mengalami kebutaan akibat terlalu banyak menghirup oksigen dalam inkubator.</p>
<p>Miyuki hidup hanya berdua dengan ibunya. Beliau bisa dibilang keras dalam mendidiknya, hingga terkadang membuat Miyuki tertekan dan merasa benci padanya. Bahkan pernah sekali ia ingin bunuh diri. Tapi semua itu karena ibunya ingin orang-orang tidak menganggap Miyuki berbeda. Perlahan Miyuki mulai mengerti sikap keras sang ibu, walau terkadang mereka masih sering bertengkar.</p>
<p>Michiyo, sang ibu, dengan setia terus mendampingi setiap kehidupan Miyuki. Hingga Miyuki bertekad kalau suatu hari nanti ibunya menangis, itu adalah tangisan bahagia. Bukan lagi tangisan karena kesedihan dan rasa lelah yang selama ini dialaminya.</p>
<p>Autobiografi Miyuki ini ditulis dan diterbitkan pada tahun 2000, saat ia berumur 16 tahun. Sebelumnya Miyuki pernah memenangkan lomba mengarang tingkat nasional Jepang untuk karyanya yang berjudul Air Mata Ibu dan cerpen berjudul Diriku Dalam Genggaman. Miyuki juga menerima penghargaan pendidikan Fukuoka atas karyanya. Kita juga dapat melihat kehidupan Miyuki dalam foto-fotonya yang terlampir dalam buku ini.</p>
<p>Miyuki mengajarkan pada kita bahwa sebuah keinginan yang disertai usaha keras dapat membuahkan hasil. Dan cacat fisik bukanlah suatu halangan baginya, justru menjadikan dirinya lebih terpacu dalam menggapai mimpi-mimpinya. Seperti yang dirinya katakan “Karena aku cacat, aku harus berusaha lebih keras dari pada orang lain”.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tentang Pelonggaran Kebijakan Kredit]]></title>
<link>http://nuryazidi.wordpress.com/2008/07/25/tentang-pelonggaran-kebijakan-kredit/</link>
<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 07:55:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>nuryazidi</dc:creator>
<guid>http://nuryazidi.wordpress.com/2008/07/25/tentang-pelonggaran-kebijakan-kredit/</guid>
<description><![CDATA[Menanggapi tulisan Ryan Kiryanto di harian pagi Batam Pos, edisi Selasa 10 April 2007 tentang pelong]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menanggapi tulisan Ryan Kiryanto di harian pagi Batam Pos, edisi Selasa 10 April 2007 tentang pelong]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kubur Empat Mayat di Kebun]]></title>
<link>http://reflectiononlife.wordpress.com/2008/07/22/kubur-empat-mayat-di-kebun/</link>
<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 05:09:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>forthesakeofneverendinglove</dc:creator>
<guid>http://reflectiononlife.wordpress.com/2008/07/22/kubur-empat-mayat-di-kebun/</guid>
<description><![CDATA[  Selasa, 22 Juli 2008|09:55:39WIB Pembunuhan Berantai Ryan di Jombang JOMBANG (BP) – Penyidikan kas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p> </p>
<div>
<table style="border-collapse:collapse;" border="0">
<col span="1"></col>
<tbody>
<tr>
<td style="padding:1px;"><span style="font-size:7pt;color:#999999;font-family:Arial;">Selasa, 22 Juli 2008&#124;09:55:39WIB </span></td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:1px;"><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;">Pembunuhan Berantai Ryan di Jombang<br />
JOMBANG (BP) – Penyidikan kasus pembunuhan mutilasi terhadap Heri Santoso, yang ditemukan terpotong tujuh bagian di Ragunan, Jakarta Selatan, 12 Juli lalu, melebar ke Jombang, Jatim. Sebab, tersangka Feriansyah alias Ryan kepada petugas mengaku pernah membunuh di kampung halamannya itu.<br />
Kemarin Direktorat Reserse Kriminal Polda Metro Jaya bersama jajaran Polres Jombang menggali kebun belakang rumah Ryan di Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang. Petugas gabungan itu menelusuri setiap jengkal kebun di belakang rumah Ryan. Sebab, menurut tersangka, dirinya sempat mengubur salah seorang korban beserta harta bendanya di kebun tersebut.<br />
</span><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Hasil pengembangan kasus yang dipantau langsung Direskrim Polda Metro Jaya Kombespol Carlo Brix Tewu itu cukup mengejutkan. Sebab, setelah menggali lebih dari 5 jam, petugas menemukan empat jasad korban.<br />
Keempat jasad itu dikubur di dua lubang berbeda. Di antara kedua lubang berjarak sekitar 4 meter. Lubang yang pertama berada di belakang kamar mandi, lebar 3 meter persegi dan kedalaman 4 meter.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Di lubang tersebut ditemukan tiga jasad. Posisi ketiga jasad membentuk huruf U dan saling tindih. Satu di antara ketiga jasad di lubang pertama diduga berjenis kelamin perempuan. Sedangkan satu jasad berada di lubang kedua, di selatan lubang pertama. Kondisi keempat jasad yang terbungkus plastik tersebut sudah mulai rusak. Saat mayat terlihat, tercium bau busuk sangat menyengat.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Ditemukannya empat jasad itu mengejutkan warga sekitar. Sebab, warga tidak pernah menyangka bahwa di belakang rumah itu terkubur empat korban pembunuhan. Tetangga Ryan juga mengatakan tidak pernah mencium bau busuk dari kebun itu. Bahkan, Ryan awalnya mengaku hanya mengubur satu orang. (jpnn)</span><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;"><br />
</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p><a href="http://batampos.co.id/Nasional/Kubur_Empat_Mayat_di_Kebun" target="_blank">Batam Pos</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tentara India Dihantam Bom, Sembilan Tewas]]></title>
<link>http://reflectiononlife.wordpress.com/2008/07/22/tentara-india-dihantam-bom-sembilan-tewas/</link>
<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 04:34:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>forthesakeofneverendinglove</dc:creator>
<guid>http://reflectiononlife.wordpress.com/2008/07/22/tentara-india-dihantam-bom-sembilan-tewas/</guid>
<description><![CDATA[  Senin, 21 Juli 2008|06:22:15WIB SRINAGAR (BP) &#8211; Sembilan tentara India tewas dan 16 yang lai]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p> </p>
<div>
<table style="border-collapse:collapse;" border="0">
<col span="1"></col>
<tbody>
<tr>
<td style="padding:1px;"><span style="font-size:7pt;color:#999999;font-family:Arial;">Senin, 21 Juli 2008&#124;06:22:15WIB </span></td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:1px;"><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;">SRINAGAR (BP) &#8211; Sembilan tentara India tewas dan 16 yang lain luka-luka ketika bis mereka dihantam oleh sebuah bom rakitan di wilayah Himalaya Kashmir yang diperselisihkan, Sabtu (19/7).<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Serangan itu adalah serangan paling mematikan kedua terhadap pasukan bersenjata India di negara bagian yang terbagi tersebut sejak India dan Pakistan memulai proses perdamaian Januari 2004.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
&#8221;Kami menderita sembilan korban tewas,&#8221; kata jurubicara militer India Neha Goel, yang menambahkan bahwa 12 lebih tentara yang lain terluka dalam ledakan di Narabal di pinggiran ibu kota musim panas Kashmir India Srinagar itu.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Seorang pejabat polisi menyatakan sembilan orang tewas dan 16 orang yang lain terluka ketika bis mereka melindas ranjau itu.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
&#8221;Teroris telah memasang sebuah IED (bom rakitan) di bawah tanah di sebuah jalan yang telah diperbaiki,&#8221; kata Goel, yang menambahkan bom itu meledak ketika sebuah bis, bagian dari konvoi besar militer, melindasnya.<br />
Kelompok gerilyawan pro-Pakistan Hizbul Mujahidin mengaku bertanggungjawab atas serangan itu melalui panggilan telpon pada Curent News Service setempat.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
&#8221;Kami telah melakukan peledakan itu dan menewaskan lebih dari 20 tentara,&#8221; seorang jurubicara Hizbul Mujahidin menyatakan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Para tentara itu sedang melakukan perjalanan dari Uri, yang berbatasan dengan Kashmir yang diperintah-Pakistan, ke markasbesar militer India di Srinagar.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Ledakan itu menghantam bis militer, membalikkannya ke samping dan memecahkan jendela enam kendaraan lainnya, kata sejumlah saksi. Korban tewas dan terluka telah dibawa ke rumah sakit penting militer India di Srinagar.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Goel mengatakan beberapa dari yang terluka dalam keadaan kritis.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Tentara dan polisi kemudian menutup tempat itu dan melancarkan pencarian untuk menindak keras militan.<br />
Ledakan itu terjadi di sebuah jalan raya dan rute pasokan militer yang menghubungkan Srinagar dengan distrik Baramulla dan Kupwara di Kashmir utara dan keduanya berbatasan dengan Kashmir yang dikuasai-Pakistan.<br />
Saingan bersenjata nuklir India dan Pakistan menguasai wilayah indah itu sebagian tapi mengklaimnya secara keseluruhan, dan telah melancarkan dua dari tiga perang mereka mengenai wilayah itu.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Pakistan membantah tuduhan India bahwa negara itu berada di balik pemberontakan Muslim yang diatur terhadap pemerintah New Delhi yang meletus pada 1989.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Meskipun kekerasan telah berkurang sejak proses perdamaian dilancarkan, insiden meningkat dalam beberapa bulan belakangan, termasuk yang militer India katakan merupakan peningkatan dalam penyusupan militan dari Pakistan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Awal bulan ini enam tentara India dan 12 gerilyawan tewas dalam bakutembak lama dan meletihkan di sepanjang Garis Kontrol, perbatasan bergung-gunung dan sangat dimiliterkan yang membagi Kashmir.<br />
Ledakan Sabtu terjadi satu hari setelah 32 orang, termasuk beberapa anak dan pejabat polisi, terluka dalam ledakan di sebuah stasiun bis yang sibuk di Banihal, di selatan Srinagar.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Gelombang kekerasan itu juga tiba satu hari setelah Kashmir India ditempatkan di bawah pemerintah federal menyusul ambruknya pemerintah negara bagian, yang dipicu oleh unjuk rasa besar-besaran karena setuju untuk memberikan tanah pada sebuah perwalian peziarah Hindu.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;">Ksshmir India direncanakan akan mengadakan pemilihan baru sebelum November tahun ini, dan pemilihan sebelumnya telah diganggu oleh meningkatnya kekerasan militan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Serangan itu adalah yang paling mematikan sejak Mei 2004, ketika 28 polisi negara India dan keluarga mereka tewas dalam ledakan yang sama yang dilakukan oleh kelompok militan Hizbul di Kashmir selatan. (ant) </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p><a href="http://batampos.co.id/Internasional/Tentara_India_Dihantam_Bom_Sembilan_Tewas_" target="_blank">Batam Pos</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Satpam Tewas, ABK Kritis]]></title>
<link>http://reflectiononlife.wordpress.com/2008/07/19/satpam-tewas-abk-kritis/</link>
<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 08:16:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>forthesakeofneverendinglove</dc:creator>
<guid>http://reflectiononlife.wordpress.com/2008/07/19/satpam-tewas-abk-kritis/</guid>
<description><![CDATA[  Sabtu, 19 Juli 2008|06:04:11WIB TANJUNGPINANG (BP) &#8211; Petugas Satuan Pengamanan kantor Pemeri]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p> </p>
<div>
<table style="border-collapse:collapse;" border="0">
<col span="1"></col>
<tbody>
<tr>
<td style="padding:1px;"><span style="font-size:7pt;color:#999999;font-family:Arial;">Sabtu, 19 Juli 2008&#124;06:04:11WIB </span></td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:1px;"><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;">TANJUNGPINANG (BP) &#8211; Petugas Satuan Pengamanan kantor Pemerintahan Kota (Pemko) Tanjungpinang di Senggarang, Tedy Irawan ditemukan tewas bersimbah darah di lapangan Pamedan A Yani, Jumat (19/7) sekitar pukul 03.00 WIB. Sedangkan rekannya, Amin &#8211; ABK tugboat, kritis dan menjalani perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Tanjungpinang.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Tedy diduga tewas di tempat akibat dipukul sebatang kayu broti di bagian belakang kepalanya. Sedangkan Amin masih mampu bertahan , meski kepala bagian depan mendapat hantaman broti yang kini menjadi barang bukti (BB) pihak kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, polisi belum berhasil mengetahui identitas pelaku.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Polisi pertama kali mengetahui kejadian ini setelah menerima laporan dari warga bernama Wawan yang subuh itu, melintasi jalan Pamedan. Saat itu, Wawan melihat orang berkerumun menyaksikan korban yang sudah tergeletak namun tak ada yang mau lapor polisi. &#8220;Saya merasa tidak tega, kemudian saya melapor ke <span style="font-family:Times New Roman;font-size:14pt;">Polsek Bukit Bestari,&#8221; ujar Wawan. Subuh itu juga pihak kepolisian menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengadakan olah TKP dan membawa kedua korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungpinang. Di TKP polisi menemukan satu batang kayu broti yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban, motor merk Yamaha Vega R, botol minuman, sebuah dompet milik Tedy serta ponsel milik korban Amin.</p>
<p></span></span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Kapolsek Bukit Bestari, AKP Arifin Efendi mengaku pihaknya belum dapat memastikan motif di balik pembunuhan tersebut. &#8220;Kita belum bisa memastikan motifnya,&#8221; ujar AKP Arifin kepada wartawan di RSUD.<br />
Meskipun saat olah TKP, pihak kepolisian menemukan dua buah botol minuman keras, namun pihaknya belum berani menyimpulkan apakah miras tersebut milik korban atau bukan. &#8220;Dua botol miras itu belum belum tau pasti, apakah kepunyaan korban atau bukan,&#8221; timpal AKP Arifin.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Pagi harinya, jenazah Tedy disemayamkan di rumah duka jalan H Agus Salim, Teluk Keriting, Tanjungpinang. Banyak rekan-rekan korban yang hadir baik dari tetangga korban maupun rekannya dari Satpol PP Tanjungpinang. Bahkan Wali Kota Tanjungpinang , Hj Suryatati A Manan ikut melayat ke rumah korban.<span style="font-family:Times New Roman;font-size:14pt;"><strong>Ditelepon Cewek </strong></p>
<p></span></span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Menurut keluarga dan teman-temannya, Tedy Irawan merupakan orang yang baik, pendiam, dan tidak pernah ada masalah. Korban yang baru bertugas selama 8 bulan tersebut meninggalkan dua adik dan ibu serta ayahnya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Menurut adik korban, Ria Fitriani (28), korban saat itu sedang tak kerja atau off. Korban awalnya menerima telepon dari seorang cewek yang mengajak ketemu di tempat biasa. Setelah mendapat telepon itu, abangnya tersebut langsung pamit dan menyuruh Fitri (panggilan Fitriani) untuk mengunci pintu. &#8220;Abang pergi dulu mau ngantar Amin ke Pelantar KUD, nanti semua pintu jangan lupa dikunci,&#8221; ujar Fitri menirukan kata-kata terakhir abangnya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Fitri menambahkan, sebetulnya sudah ada tanda atau firasat sebelumnya. Sekitar dua hari lalu, korban sedang bercanda bersama ibunya mengenai kapan dia akan menikah. Korban membalasnya dengan jawaban, &#8220;Kalau menikah nanti, saya akan pergi jauh dan meninggalkan keluarga di rumah,&#8221; jawab korban kepada ibunya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Sedangkan firasat kedua dialami Fitri sendiri. &#8220;Biasanya saya tidak pernah makan pada malam hari, tapi nggak tahu kenapa kok tiba-tiba terbangun jam 1 pagi dan perut terasa lapar,&#8221; tambah Fitri. Menurutnya, sudah beberapa minggu ini korban jarang sekali keluar rumah pada waktu malam, kalaupun ada pasti sekitar pukul 5 pagi sudah pulang.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Tapi setelah keluarga menunggu sampai pukul 5 pagi, korban belum juga datang. Keluarga baru tahu kondisi korban ketika pihak kepolisian mendatangi rumah mereka pada pukul 6 pagi  dan memberi tahu bahwa korban sudah tidak bernyawa lagi, dan berada di kamar mayat RSUD Tanjungpinang. (cr6)</span><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;"><br />
</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p> </p>
<p><a href="http://batampos.co.id/Utama/Satpam_Tewas_ABK_Kritis" target="_blank">Batam Pos </a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tewas Tercebur Sumur]]></title>
<link>http://reflectiononlife.wordpress.com/2008/07/19/tewas-tercebur-sumur/</link>
<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 08:13:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>forthesakeofneverendinglove</dc:creator>
<guid>http://reflectiononlife.wordpress.com/2008/07/19/tewas-tercebur-sumur/</guid>
<description><![CDATA[  Sabtu, 19 Juli 2008|11:07:12WIB SURABAYA &#8211; Miseri, laki-laki berusia 49 tahun asal Desa Prin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p> </p>
<div>
<table style="border-collapse:collapse;" border="0">
<col span="1"></col>
<tbody>
<tr>
<td style="padding:1px;"><span style="font-size:7pt;color:#999999;font-family:Arial;">Sabtu, 19 Juli 2008&#124;11:07:12WIB </span></td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:1px;"><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><span style="color:#c0c0c0;">SURABAYA &#8211; Miseri, laki-laki berusia 49 tahun asal Desa Pringu RT RW 06, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, tewas setelah tercebur ke dalam sumur di belakang SPBU Jl Genteng Kali , Kamis (17/7) sekitar pukul 20.30.&#8221;Kejadiannya dilaporkan Satimin, warga Jl Bendul Merisi, yang kebetulan berada di sekitar TKP (Tempat Kejadian Perkara),&#8221; ungkap Kanitreskrim Polsek Genteng Iptu Ludie, kemarin (18/7).</span><span style="color:#c0c0c0;">Dia melanjutkan, berdasar hasil visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad korban. Diduga, korban meninggal dunia akibat kecelakaan biasa. &#8220;Kemungkinan, dia (korban, red) terpeleset, kemudian tercebur, dan akhirnya meninggal dunia,&#8221; tutur Ludie.</span></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;">Saksi yang lain, Ridwan, warga Jl Ketabang Kali, mengatakan bahwa Miseri terlihat sedang mengambil air di sumur itu beberapa saat sebelum kejadian. Mendadak, terdengar suara air yang kejatuhan benda berat. &#8220;Tahu-tahu, dia (korban, red) sudah ada di dalam sumur,&#8221; ujarnya.</span></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;">Mengetahui ada orang tercebur sumur, warga yang berada di sekitar TKP pun segera berdatangan untuk memberikan pertolongan. Mereka berhasil mengangkat tubuh Miseri dari dalam sumur, dan segera melarikannya ke RS Adi Husada.</span></p>
<div><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><span style="color:#c0c0c0;">Namun, Miseri mengembuskan napas terakhirnya, saat dalam perjalanan menuju RS Adi Husada. &#8220;Pihak rumah sakit, nggak mau menerima jenazah korban,&#8221; kata Ridwan. Akhirnya, setelah dilaporkan ke Polsek Genteng, jasad Miseri dikirim ke RSU dr Soetomo. <strong>(sat/fat)</strong></span></span></div>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"> </p>
<p></span></span> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p><a href="http://batampos.co.id/TERKINI/Tewas_Tercebur_Sumur_" target="_blank">Batam Pos</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Karyawan Lobam Tewas Ditabrak Lori]]></title>
<link>http://reflectiononlife.wordpress.com/2008/07/17/karyawan-lobam-tewas-ditabrak-lori/</link>
<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 02:08:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>forthesakeofneverendinglove</dc:creator>
<guid>http://reflectiononlife.wordpress.com/2008/07/17/karyawan-lobam-tewas-ditabrak-lori/</guid>
<description><![CDATA[  Kamis, 17 Juli 2008|06:11:34WIB Korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang merenggut nyawa ka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p> </p>
<div>
<table style="border-collapse:collapse;" border="0">
<col span="1"></col>
<tbody>
<tr>
<td style="padding:1px;"><span style="font-size:7pt;color:#999999;font-family:Arial;">Kamis, 17 Juli 2008&#124;06:11:34WIB </span></td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:1px;"><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;">Korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang merenggut nyawa karayawan Lobam kembali terulang. Sariani Sianipar yang akrab dipanggil Ani (23), karyawan PT German Plastic (GP) Lobam, Rabu (16/7) pukul 9.30 wib tewas akibat mengalami lakalantas di Jalan Lobam, tepatnya di depan PLTD Tanjunguban.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Korban tewas mengenaskan dengan kepala hancur akibat tergilas lori yang BM 8142 yang dikenadarai sopir bernama Anom. Terkait kecelakaan tersebut, lori dan sopir masih diamankan jajaran Polres Bintan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Informasi yang dihimpun di lapangan menjelaskan, korban yang tinggal di belakang Masjid Raya Tanjunguban baru saja pulang kerja malam. Menurut sejumlah saksi mata, korban mengendarai sepeda motor Yamaha Mio dengan kecepatan tinggi.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Diduga korban ingin cepat-cepat sampai di rumah untuk istirahat setelah semalaman bekerja. Kecelakaannya sendiri bermula korban ingin menghindari bus pengantar karyawan yang tengah berhenti di depannya.<br />
Saat menghindari bus karyawan tadi, korban tak menyangka kalau di depan kendaraan tadi ada bus karyawan lainnya. Ani yang dikabarkan belum lama bisa mengendarai sepeda motor tak dapat mengendalikan sepeda motornya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Bus karyawan yang di depannya langsung tersenggol, hingga korban dan sepeda motornya terbanting ke tengah jalan. Naasnya, dari arah berlawanan, juga tengah melaju mobil lori langsung menghantam korban dan sepeda motor tadi.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Tak ayal, tubuh korban pun terseret lori hingga menyebabkan kepalanya hancur. Korban pun meninggal di tempat kejadian. Beberapa saat kemudian, jenazah korban langsung dilarikan ke Puskesmas Tanjunguban.<br />
Berita tewasnya Ani mengundang tangis rekan-rekan yang satu perusahaan dengan korban. Bahkan, terlihat juga pacar korban yang akan menikahinya terlihat pingsan. Dia tak kuasa menahan kesedihan melihat tubuh pacaranya tergolek tak bernyawa. Jenazah korban oleh keluarganya diminta untuk dipulangkan ke kampung halaman di Siantar, Medan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Sebelum di pulangkan ke Medan, jenazah korban sementara waktu di semayamkan di Sekretariat DPC Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Bintan di Pasar baru Tanjunguban. Di Sekretariat DPC PPRN Bintan, jenazah korban diberikan formalin sambil menunggu diberangkatkan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
Berkenaan dengan ini, ketua DPC PPRN Bintan, Bambang Royadi menerangkan ada permintaan dari keluarga korban untuk meminjam sekretariatnya. Selain mempersilahkan menggunakan secretariat, DPD PPRN Bintan dan DPW PPRN Kepri menyediakan ambulan untuk pemulangan jenazah. &#8220;Kita sangat prihatin dengan musibah ini,&#8221; ucap Bambang yang saat itu turut melepas pemulangan jenazah.</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p> </p>
<p><a href="http://batampos.co.id/Kepri/Karyawan_Lobam_Tewas_Ditabrak_Lori_" target="_blank">Batam Pos</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[’’Blogger’’ Tertua Meninggal Dunia]]></title>
<link>http://reflectiononlife.wordpress.com/2008/07/15/%e2%80%99%e2%80%99blogger%e2%80%99%e2%80%99-tertua-meninggal-dunia/</link>
<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 02:17:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>forthesakeofneverendinglove</dc:creator>
<guid>http://reflectiononlife.wordpress.com/2008/07/15/%e2%80%99%e2%80%99blogger%e2%80%99%e2%80%99-tertua-meninggal-dunia/</guid>
<description><![CDATA[    Selasa, 15 Juli 2008|08:10:04WIB SYDNEY (BP) – Komunitas blogger dunia berduka. Olive Riley, blo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>
<table style="border-collapse:collapse;" border="0">
<col span="1"></col>
<tbody>
<tr>
<td style="padding:1px;" valign="middle"> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p> </p>
<div>
<table style="border-collapse:collapse;" border="0">
<col span="1"></col>
<tbody>
<tr>
<td style="padding:1px;"><span style="font-size:7pt;color:#999999;font-family:Arial;"><em>Selasa, 15 Juli 2008&#124;08:10:04WIB </em></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:1px;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"><br />
</span><span style="font-size:14pt;color:#c0c0c0;font-family:Times New Roman;">SYDNEY (BP) – Komunitas blogger dunia berduka. Olive Riley, blogger tertua dalam komunitas dunia maya tersebut tutup usia akhir pekan lalu. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, perempuan Australia tersebut masih sempat mem-posting tulisan tentang a happy song (lagu bahagia).<br />
</span></span></p>
<div></div>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
<span style="color:#c0c0c0;">&#8220;Olive Riley meninggal dunia dengan tenang pada 12 Juli dan akan dirindukan ribuan rekan di dunia internet dan ratusan keturunan serta kerabat,&#8221; bunyi pengumuman yang dipasang di situs Riley kemarin (14/7). Dalam tulisan terakhir yang dia posting 26 Juni, nenek 108 tahun tersebut menggambarkan kebahagiaannya ketika menyanyikan sebuah lagu bahagia di panti jompo New South Wales.<br />
</span></span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
<span style="color:#c0c0c0;">Di masa hidupnya, blogger kelahiran Broken Hill tersebut sempat mengalami dua kali Perang Dunia. Sedikitnya 70 tulisan sudah dia bagikan lewat blog pribadi yang diciptakannya pada Februari tahun lalu.<br />
</span></span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
<span style="color:#c0c0c0;">Pengalaman hidupnya sepanjang abad 20 serta pemikirannya tentang zaman modern mendominasi tulisan yang bisa dibaca di www.allaboutolive.com.au atau http://worldsoldestblogger.blogspot.com.<br />
</span></span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
<span style="color:#c0c0c0;">Perempuan kelahiran 20 Oktober 1899 itu sempat mencicipi beragam jenis pekerjaan demi membesarkan tiga anaknya. Mulai dari menjadi koki hingga pelayan bar. &#8220;Hobi menulis blog itu memberikan warna tersendiri dalam kehidupannya,&#8221; ujar Darren Stone, salah seorang cucu Riley. Apalagi, lewat hobinya itu, Riley bisa berkomunikasi dengan teman-teman mayanya yang tinggal di Rusia dan Amerika secara berkala.<br />
</span></span></p>
<div><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
<span style="color:#c0c0c0;">Dalam tulisan terakhirnya, nenek melek teknologi itu menggambarkan kondisi kesehatan dia sejak tinggal di panti jompo. &#8220;Saya tidak percaya sudah lebih dari satu pekan berada di sini. Hari-hari berlalu begitu cepat, meskipun saya hanya berbaring di tempat tidur. Saya masih merasa lemah dan belum sembuh dari batuk yang sangat mengganggu itu,&#8221; papar perempuan yang terpaksa pindah ke panti jompo karena penyakitnya itu. </span><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><span style="color:#c0c0c0;">Di ujung tulisannya, Riley mengisahkan kunjungan anak perempuan teman sekamarnya, Penny. &#8220;Pekan ini, Penny dikunjungi anaknya yang berprofesi sebagai penyanyi. Tebak apa yang terjadi. Saya dan dia menyanyikan sebuah lagu bahagia, seperti yang saya lakukan setiap hari. Tidak lama kemudian, para perawat bergabung dan kami menyanyi bersama. Sungguh konser yang luar biasa,&#8221; ungkapnya. </span>(afp/jpnn)</span></span></div>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"> </p>
<p></span></span> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p> </p>
<address><a href="http://batampos.co.id/Internasional/''Blogger''_Tertua_Meninggal_Dunia_" target="_blank">Batam Pos</a></address>
<address><a href="http://reflectiononlife.wordpress.com/obituary-daftar-kematian-orang/">Obituary Page</a></address>
<address><a title="Words Of Death (Tentang Kematian)" href="http://reflectiononlife.wordpress.com">Front Page</a></address>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[10 Prajurit Nato Tewas]]></title>
<link>http://reflectiononlife.wordpress.com/2008/07/15/10-prajurit-nato-tewas/</link>
<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 02:15:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>forthesakeofneverendinglove</dc:creator>
<guid>http://reflectiononlife.wordpress.com/2008/07/15/10-prajurit-nato-tewas/</guid>
<description><![CDATA[    Selasa, 15 Juli 2008|08:09:38WIB KABUL (BP) &#8211; Sepuluh prajurit NATO tewas tertembak dan se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>
<table style="border-collapse:collapse;" border="0">
<col span="1"></col>
<tbody>
<tr>
<td style="padding:1px;" valign="middle"> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p> </p>
<div>
<table style="border-collapse:collapse;" border="0">
<col span="1"></col>
<tbody>
<tr>
<td style="padding:1px;"><span style="font-size:7pt;color:#999999;font-family:Arial;"><em>Selasa, 15 Juli 2008&#124;08:09:38WIB </em></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:1px;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"><br />
</span><span style="font-size:14pt;color:#c0c0c0;font-family:Times New Roman;">KABUL (BP) &#8211; Sepuluh prajurit NATO tewas tertembak dan sedikitnya dua puluh orang warga setempat juga meninggal dunia dalam peristiwa serangan terhebat di Afghanistan, Ahad (13/7).  Sejumlah pejabat Afghanistan mengatakan, hari itu merupakan hari jatuhnya korban terbanyak di pihak pasukan internasional yang ditempatkan di negeri itu.<br />
</span></span></p>
<div></div>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
<span style="color:#c0c0c0;">Sedikitnya 40 orang gerilyawan juga tewas tertembak selama dua hari pertempuran berurut-turut di wilayah provinsi selatan Helmand, demikian dikatakan oleh wakil pasukan Internasional, ISAF yang dipimpin AS.<br />
Peristiwa itu merupakan petempuran yang paling hebat yang dihadapi pasukan asing di Afghanistan semenjak pasukan NATO tiba di akhir tahun 2001 yang menggulingkan pemerintah yang ketika itu dipimpin kelompok Taliban, yang kini menentang keberadaan pasukan asing di negerinya.<br />
</span></span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
<span style="color:#c0c0c0;">Sembilan tentara NATO yang tewas dan 15 lainnya yang cedera dalam pertempuran beberapa jam dengan kelompok militan di Afghanistan timurlaut adalah berkebangsaan Amerika Serikat, kata seorang diplomat Barat kepada AFP, Senin (14/7).<br />
</span></span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
<span style="color:#c0c0c0;">ISAF dan militer AS di Afghanistan tidak mengeluarkan pernyataan mengenai kebangsaan para korban, karena informasi ini datang dari pemerintah negara di mana para korban berasal.<br />
</span></span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
<span style="color:#c0c0c0;">Seorang diplomat Barat membenarkan hal itu kepada AFP, dengan syarat namanya tidak disebutkan, bahwa mereka adalah tentara Amerika.<br />
</span></span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
<span style="color:#c0c0c0;">Ini adalah salah satu korban pertempuran terbanyak yang melibatkan tentara asing yang tiba di Afghanistan pada akhir 2001, untuk menggulingkan pemerintah Taliban.<br />
</span></span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
<span style="color:#c0c0c0;">Bentrokan senjata itu terjadi dini hari antara pihak gerilyawan dengan pasukan NATO di wilayah yang baru diduduki oleh pasukan asing.<br />
</span></span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
<span style="color:#c0c0c0;">Pihak gerilyawan terpukul mundur beberapa jam kemudian diperkirakan menderita jatuhnya banyak korban di pihak mereka dari pertempuran di Helmand.<br />
</span></span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
<span style="color:#c0c0c0;">Di bagian selatan pesawat pasukan internasional telah membom wilayah tersebut selama pertempuran tersebut.<br />
</span></span></p>
<p><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
<span style="color:#c0c0c0;">Seorang pelaku bom bunuh diri menabrakkan motor yang di kendarainya ke kendaraan polisi yang berada di bazaar yang sibukdi daearah Uruzgan, sehingga menyebabkan 24 orang tewas. Sebanyak 30- orang terluka dan dibawa langsung ke rumah sakit terdekat .<br />
</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-size:14pt;font-family:Times New Roman;"><br />
<span style="color:#c0c0c0;">Namun pihak gerilyawan menyangkal telah melakukan serangan bom terhadap kedutaan besar India.pada 7 Juli lalu yang menyebabkan 41 orang kehilangan nyawa dalam peristiwa tersebut . </span>(ant)</span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"><br />
</span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p> </p>
<p> </p>
<address><a href="http://batampos.co.id/Internasional/10_Prajurit_Nato_Tewas" target="_blank">Batam Pos</a></address>
<address><a href="http://reflectiononlife.wordpress.com/news-berita-berita/">News Page</a></address>
<address><a title="Words Of Death (Tentang Kematian)" href="http://reflectiononlife.wordpress.com">Front Page</a></address>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[20 Wisma Terbakar, 4 Tewas]]></title>
<link>http://reflectiononlife.wordpress.com/2008/07/14/20-wisma-terbakar-4-tewas/</link>
<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 03:07:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>forthesakeofneverendinglove</dc:creator>
<guid>http://reflectiononlife.wordpress.com/2008/07/14/20-wisma-terbakar-4-tewas/</guid>
<description><![CDATA[  Senin, 14 Juli 2008|05:36:58WIB Sembilan Kios dan Rumah Kos di Pelita Ikut Ludes Kebakaran besar k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p> </p>
<div>
<table style="border-collapse:collapse;" border="0">
<col span="1"></col>
<tbody>
<tr>
<td style="padding:1px;"><span style="font-size:7pt;color:#999999;font-family:Arial;">Senin, 14 Juli 2008&#124;05:36:58WIB </span></td>
</tr>
<tr>
<td style="padding:1px;"><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;">Sembilan Kios dan Rumah Kos di Pelita Ikut Ludes<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;">Kebakaran besar kembali melanda Batam. Setelah kebakaran di Barata Mall, Batam Centre, musibah sama juga menimpa kawasan Pelita. Sebanyak 29 bangunan, terdiri dari 20 unit wisma atau penginapan, dua kios, dan tujuh rumah kos-kosan di Komplek Pribumi RT 01 RW 01, Jalan Teuku Umar, Pelita ludes terbakar, Ahad (13/7) sekitar pukul 05.30 WIB.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Dalam kejadian ini, empat korban ditemukan tewas dengan kondisi hangus terpanggang. Dua di antara korban tewas tersebut, merupakan kakak beradik, yakni Hulman Tobing (24) dan Edy Tobing (22). Sedangkan dua korban tewas lainnya, satu wanita dan satu pria yang ditemukan dalam posisi saling menempel, hingga kemarin, belum berhasil diidentifikasi.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Satu orang korban lagi bernama Yanti (29), yang ditemukan terluka dan sekarat langsung dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB), Seraya. Sekujur tubuh Yanti penuh luka bakar. Saat api berkobar, ia diketahui terjun dari lantai dua Wisma Anugerah, salah satu penginapan di sana.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Sejumlah penginapan yang hangus dilalap api hingga rata dengan tanah itu, di antaranya Kota Sima, Minang Jaya, Enggal Jaya, Purnama, Mutiara, Idaman, Budiman I, Budiman II, Panda Lima, Sawerigading I, Sawerigading II, Anugerah, Anda, Dagadu, Pelita Jaya, Mitra, Emes Jaya, Srikandi, Theresia, Kusuma Jaya, dan dua unit kios.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Informasi yang dihimpun Batam Pos dari sejumlah saksi dan pihak kepolisian, api diduga kuat berasal dari kamar 06 lantai dua Wisma  Idaman milik Intang. Ada beberapa versi penyebab kebakaran yang dipaparkan warga.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Pemilik Wisma Mutiara dan kedai di kawasan itu, Malika menduga akibat rokok atau obat nyamuk yang menyala. Sementara Fani, karyawan Wisma Koto Lima menduga akibat kompor.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
&#8220;Apinya dari Idaman,&#8221; kata Ricky, salah seorang saksi mata yang menginap di Wisma Pelita Jaya, yang ditemui di lokasi kejadian, kemarin.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Menurut Ricky api begitu cepat membesar dan menjalar ke penginapan lainnya yang sebagian besar terbuat dari papan kayu.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Keterangan Ricky sama dengan Syamsuddin, pria yang bertugas menjaga Penginapan Idaman. &#8220;Saat hitung uang, tiba-tiba dengar suara teriakan. Setelah itu saya berusaha padamkan api, tapi tak berhasil. Api terus menjalar ke penginapan lainnya,&#8221; katanya saat memberikan keterangan di Unit I Sat Reskrim Poltabes Barelang, kemarin.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Kobaran api ini membuat seluruh penghuni penginapan, kios, dan rumah kos-kosan yang kebanyakan baru terlelap tidur terbangun dan berhamburan keluar menyelamatkan diri.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
&#8220;Dengar teriakan kebakaran, saya langsung keluar kamar,&#8221; kata Nina, salah seorang penghuni rumah kos-kosan yang letaknya ada di ketinggian, di atas penginapan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Nina mengatakan, saat mendengar teriakan itu, rumah kos-kosan yang dihuninya belum terbakar. Api, kata dia, terlebih dahulu membakar penginapan lalu menjalar ke atas, tempat kos-kosannya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Sementara Fanny yang berada di Wisma Koto Lima menuturkan ia pagi itu baru saja bangun dan hendak mandi. Ia kemudian mendengar suara kletek-kletek dan genteng yang jatuh.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
&#8220;Saya keluar dan melihat orang berlompatan dari atap menyelamatkan diri,&#8221; kata wanita yang hanya menyelamatkan beberapa potong baju ini.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Aldi lain lagi. Saat kejadian ia tertidur sehingga tidak bisa menyelamatkan barang. Pemuda yang indekos di kawasan itu memilih menyelamatkan seorang bayi dan penghuni kos lainnya yang masih tidur. Ia membangunkan dan menyelamatkan penghuni lain meski api sudah berkobar. Akibatnya ia sempat juga terbakar pada bagian pundak.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
&#8220;Saya kira masih ada orang lain di dalam jadi saya masuk lagi. Pas di dalam api mengepung saya. Dari pada saya mati terpanggang saya nekad terobos keluar,&#8221; katanya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Cepatnya kobaran api membuat para penghuni penginapan dan kos-kosan panik dan tak sempat menyelamatkan harta bendanya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Menurut warga sekitar, korban yang hangus dilalap api, yakni kakak beradik Hulman Tobing dan Edy Tobing ditemukan di Penginapan Emes Jaya. Sedangkan dua korban lagi yang tewas berpelukan ditemukan di Penginapan Anugerah.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Kebakaran itu menjadi tontonan warga. Mereka menyemut di jalan Teuku Umar sehingga menutup akses jalan tersebut. Polisi yang datang lokasi kejadian terpaksa menutup jalan Teuku Umar dan mengalihkan kendaraan ke jalan lainnya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.30 WIB. Ini setelah Petugas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) Otorita Batam (OB) tiba di lokasi dan langsung mengendalikan situasi. Sedikitnya lima unit mobil PBK dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api. Petugas PBK ini, masih terlihat di lokasi sampai siang hari.<span style="color:black;font-family:Times New Roman;font-size:14pt;"><strong>Kerugian Belum Diketahui</strong></p>
<p></span></span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Kerugian akibat kebakaran yang terjadi mulai sekitar pukul 06.30 WIB itu belum bisa dipastikan. Baik pemilik atau pengelola wisma, polisi, maupun aparat RT dan Kecamatan belum bisa menghitungnya. Namun beberapa pengelola wisma menaksir mencapai ratusan juta hingga miliaran.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
&#8220;Kerugian belum bisa dipastikan. Barang-barang satu pun tidak bisa saya selamatkan, yang penting diri sendiri dulu yang diselamatkan, &#8221; ujar Ginding, pengelola Wisma Pelita Jaya yang turut terbakar di lokasi kejadian, kemarin.<br />
Namun Ginding mengatakan ia menyewa wisma itu dari pemiliknya Rp21 juta per tahun.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Malika yang mengelola tiga wisma sekaligus rumah kos juga belum bisa menghitung jumlah kerugian yang diderita. Namun ia menaksir kerugiannya yang ditanggungnya puluhan juta.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
&#8220;Jualan di kedai saja sudah sepuluhan juta. Lalu penginapan dan kos tiga,&#8221; ungkap wanita ini yang tampak masih syok dengan kejadian itu.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Sedangkan Andi Ibrahim, pemilik tiga penginapan dan dua kios di sana mengaku menderita kerugian puluhan juta rupiah. Penginapan tersebut, yakni Anda, Idaman, dan Sawerigading I dan II. &#8220;Itu saya bangun tahun 1981 dulu,&#8221; katanya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Hingga kemarin, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran. &#8220;Penyebab kebakaran masih diselidiki melalui Puslabfor,&#8221; kata Kapoltabes Barelang Kombes Slamet Riyanto di Mapoltabes Barelang, kemarin.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Ia mengatakan, untuk memastikan penyebab kebakaran, pihaknya juga akan mendatangkan tim Forensik dari Mabes Polri. &#8220;Menurut saksi, api bersumber dari Penginapan Idaman lantai dua,&#8221; kata Slamet Riyanto yang mengaku belum bisa memastikan jumlah kerugian akibat kebakaran tersebut.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Kasat Reskrim Poltabes Barelang Kompol Herry Heryawan menambahkan, akibat kebakaran tersebut ada 20 penginapan yang hangus, dua kios dan tujuh rumah kos-kosan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, lanjut Herry, api diduga kuat berasal dari kamar 06 lantai dua di Penginapan Idaman. &#8220;Kita tunggu Labfor,&#8221; katanya. ***<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;">Kakak Beradik Susah Dikenali<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Empat korban kebakaran di Pelita yang tewas terpanggang dibawa ke Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB) untuk divisum, kemarin. Sayang, anggota keluarga yang datang tak bisa mengenali korban.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Nelpi Tobing, ayah dua korban yang tewas terpanggang, Hulman dan Edy langsung menangis saat turun dari metrotrans yang disambut sejumlah keluarganya di depan kamar jenazah RSOB, Sekupang. Ia dibawa ke kamar jenazah, tapi belum diizinkan masuk karena dokter sedang melakukan visum.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
&#8220;Edy sudah saya bilang jangan tidur di sana. Tapi ia tidur juga di tempat kakaknya. Beginilah jadinya,&#8221; ujar Nelpi yang ditenangkan dua orang saudaranya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Hulman, anaknya yang besar bekerja di tempat biliar. Ia belum menikah. Sedangkan, Edy datang ke tempat kakaknya bekerja untuk jalan-jalan karena diajak Hulman. Nyatanya, hidup Edy harus berakhir dengan cara tragis terpanggang api bersama kakaknya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Begitu dr Novi dari Poltabes Barelang selesai melakukan visum, Nelpi Tobing diajak masuk melihat dua korban yang terpanggang. Nelpi diminta mengenali apakah kedua tubuh yang sudah gosong itu anaknya atau bukan. Novi memperlihatkan gigi korban. &#8220;Susah dikenali. Gigi anak saya masih utuh,&#8221; ujarnya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Anggota Identifikasi Poltabes Barelang kemudian menunjukkan jam tangan dan handphone yang sudah rusak akibat terbakar. Nelpi membantah jam dan handphone itu milik anaknya. Novi dan Tim Indentifikasi pun yakin dua korban ini bukan Hulman dan Edy. Kemungkinan dua korban lain yang kondisinya lebih parah yang merupakan anak korban.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Tim Identifikasi kemudian meminta Nelpi Tobing dan anggota keluarga lain agar ikut lagi ke tempat kejadian perkara. Tujuannya agar orang tua korban bisa menunjukkan dimana biasanya Hulman tidur.<span style="color:black;font-family:Times New Roman;font-size:14pt;"><strong>&#8220;Yang Sabar Pak Ya. Ini Cobaan&#8221;</strong></p>
<p></span></span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Sore harinya, Wali Kota Ahmad Dahlan dan isterinya Mariana Dahlan mengunjungi lokasi dan korban kebakaran. Di sana, Dahlan sempat berbincang-bincang dengan para korban di lokasi kebakaran dan di posko yang didirikan di Kampung Utama, tak jauh dari lokasi kebakaran.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Menurut Dahlan, selama tiga hari Pemko akan menjamin makan dan minum serta tempat tinggal sementara para korban kebakaran itu. Seragam sekolah anak-anak korban kebakaran juga akan diganti Pemko Batam. &#8220;Makan minum kita tanggung. Untuk sementara selama tiga hari dulu, nanti kita lihat seperti apa perkembangannya,&#8221; katanya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Untuk surat-surat para korban yang hangus terbakar, seperti KTP, akte kelahiran dan surat-surat lain yang dikeluarkan Pemko, Dahlan juga memberi jaminan. &#8220;Selama ada bukti atau saksi bahwa ia benar warga Batam, kita ganti,&#8221; tuturnya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Saat menengok puing-puing penginapan di Pelita itu, Dahlan didatangi Nelpi Tobing, orang tua korban tewas Hulman dan Edi Tobing. Nelpi menangis di depan Dahlan. &#8220;Yang Sabar Pak ya. Ini cobaan,&#8221; kata Dahlan.<br />
Dari lokasi kebakaran, Dahlan mengunjungi posko. Di sana, Pemko dan Departemen Sosial membuat penampungan sementara. Korban kebakaran ditempatkan di bawah sebuah rumah toko yang di sisi-sisinya terbuka. Ada sejumlah tempat tidur dan kamar mandi di sana.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Ada sejumlah ibu-ibu yang tidur-tiduran di Posko. Salah satunya adalah Nurmailis (60-an), nenek dari Padang yang di Batam bekerja sebagai peminta-minta, namun sudah tiga bulan ini indekos di salah satu penginapan di Pelita. Ia menjadi korban kebakaran karena kamarnya ludes terbakar.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Dalam kunjungannya itu, Dahlan menemukan banyaknya pendatang yang menginap atau indekos bertahun-tahun di penginapan-penginapan Pelita, tapi tak pernah mendaftarkan diri mereka di RT/RW. &#8220;Karena itu, saya berharap bagi pendatang yang sudah 2 kali 24 jam di Batam melapor ke RT/RW-nya, untuk memudahkan pendataan,&#8221; katanya.<br />
Dari catatan tim Posko Kebakaran Pelita, untuk sementara ada 86 keluarga atau 150 jiwa yang menjadi korban. Sementara penginapan yang melaporkan diri sebagai korban ada sebelas penginapan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Selain dari Pemko Batam, kemarin, bantuan untuk korban kebakaran terus mengalir. Sampai sore kemarin, bantuan yang masuk berupa uang sebanyak Rp1.670.000 dan 100 Ringgit Malaysia. Lalu, ada bantuan berupa baju layak pakai dan lainnya. <span style="color:black;font-family:Times New Roman;font-size:14pt;"><strong>Tak Sempat Selamatkan Harta</strong></p>
<p></span></span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Pantauan Batam Pos di posko penampungan, terlihat sejumlah korban duduk lesu. Mereka banyak yang tak bisa menyelamatkan hartanya. &#8220;Yang selamat cuma baju yang saya pakai,&#8221; kata Nina, penghuni rumah kos-kosan yang ikut hangus dilalap si jago merah.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Kemarin, karyawati Sat Nusa Persada ini beberapa kali melihat-lihat beberapa lembar uang miliknya dalam pecahan Rp50 ribu, Rp20 ribu, dan Rp10 ribu yang berhasil ia selamatkan. Namun, setengah lembaran uang tersebut sudah dilalap api.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;color:#000000;font-family:Times New Roman;"><br />
Sementara itu, menurut petugas di posko penampungan, hingga siang kemarin, tercatat sedikitnya 60 kepala keluarga dengan jumlah sekitar 120 orang yang mengungsi di sana. Beberapa di antaranya berusia balita, bahkan ada yang masih bayi. Mereka adalah, Adi (4), Daihan (2,8), Jangga (3), Risin (2 bulan), Pungki (4), Juwita (5), Faris (3 bulan), Andi Malasari (3), Daira (2,5). &#8220;Syukurlah, mereka lolos dari maut,&#8221; kata beberapa warga di penampungan. Hingga sore kemarin, sejumlah warga berdatangan mengulurkan bantuannya. (med/why/uma)</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<address></address>
<address></address>
<address></address>
<address><a href="http://batampos.co.id/Utama/20_Wisma_Terbakar_4_Tewas_" target="_blank">Batam Pos</a></address>
<address><a href="http://reflectiononlife.wordpress.com/news-berita-berita/">News Page</a></address>
<address><a title="Words Of Death (Tentang Kematian)" href="http://reflectiononlife.wordpress.com">Front Page</a></address>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ Parpol Andalkan Sumbangan ]]></title>
<link>http://rindrakari.wordpress.com/2008/05/12/parpol-andalkan-sumbangan/</link>
<pubDate>Mon, 12 May 2008 07:31:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>ricky04</dc:creator>
<guid>http://rindrakari.wordpress.com/2008/05/12/parpol-andalkan-sumbangan/</guid>
<description><![CDATA[Senin, 12 Mei 2008 BATAM (BP) Meski parpol-parpol yang memiliki kursi di DPRD Batam mendapatkan bant]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Senin, 12 Mei 2008<br />
BATAM (BP) Meski parpol-parpol yang memiliki kursi di DPRD Batam mendapatkan bantuan dari pemerintah, satu kursi Rp20 juta per tahun, dana bantuan itu belumlah mencukupi dana operasional sebuah parpol. Selain bantuan pemerintah, mereka mengandalkan sumbangan dari anggotanya dan pihak lain.<!--more-->Partai Golkar misalnya, menurut Ketua DPD Partai Golkar Batam Zainal Abidin, dana Rp100 juta per tahun yang didapatkan Golkar karena memiliki lima kursi di Dewan, belum cukup untuk menghidupkan roda organisasi partai. Karena itu, katanya, Golkar juga mengandalkan sumbangan dari para kadernya.</p>
<p>”Di Golkar ada sumbangan dari para kader. Dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti bakti sosial dan kegiatan spontan lainnya, sumbangan juga berasal dari berbagai kalangan yang tak mengikat. Kalau hanya mengandalkan bantuan pemerintah saja, tak cukup,” katanya.</p>
<p>Di PKS, malah kewajiban kader untuk menyumbang dana ke partai diatur lebih jelas lagi. Ada sumbangan dari pengurus di struktural partai, ada sumbangan dari kader dan sumbangan dari para anggota Dewan. ”Selama ini, para caleg dibiayai partai. Kalau jadi, anggota Dewan diberikan kesempatan menyalurkan haknya berinfak,” tuturnya.</p>
<p>Tentang dana bantuan dari pemerintah Rp120 juta yang didapat PKS, kata Ricky, akan didistribusikan ke DPC-DPC PKS. DPC itulah yang nantinya akan membagi dana itu ke masyarakat melalui program bakti sosial yang berkesinambungan.</p>
<p>Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan Batam Irwansyah juga mengatakan, PPP tak cukup mengandalkan dana bantuan pemerintah Rp80 juta per tahun. ”Kalau hanya untuk menyewa sekretariat mungkin cukup. Kalau untuk membiayai sosialisasi dan program ke masyarakat, jelas tak cukup,” katanya.</p>
<p>Lalu, dari mana PPP membiayai partainya agar bisa eksis? ”Dari sumbangan kader dan pihak lain yang tidak mengikat,” ujarnya. (med)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ Parpol Akomodir 30 Persen Perempuan ]]></title>
<link>http://rindrakari.wordpress.com/2008/05/09/parpol-akomodir-30-persen-perempuan/</link>
<pubDate>Fri, 09 May 2008 07:28:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>ricky04</dc:creator>
<guid>http://rindrakari.wordpress.com/2008/05/09/parpol-akomodir-30-persen-perempuan/</guid>
<description><![CDATA[Jumat, 09 Mei 2008 BATAM (BP) &#8211; Kewajiban memasang 30 persen caleg perempuan di Pemilu 2009 me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jumat, 09 Mei 2008<br />
BATAM (BP) &#8211; Kewajiban memasang 30 persen caleg perempuan di Pemilu 2009 mendatang, diantisipasi partai-partai dengan menyiapkan kader perempuan yang memiliki nilai jual.<!--more--> Partai Keadilan Sejahtera (PKS) misalnya, bahkan bakal memasang tiga caleg perempuan di nomor urut satu di tiga daerah pemilihan (dapil) di Batam.”Satu bulan ini, kami akan melakukan finalisasi daftar nama-nama caleg. Tiga caleg perempuan akan kami pasang di nomor urut satu, atau kalau ada perubahan, dua nomor urut satu, satu nomor urut dua,” kata Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Batam Ricky Indrakari, kemarin.</p>
<p>Caleg perempuan yang diusung PKS, menurut Ricky tak hanya berdasarkan pada kewajiban memasang 30 persen caleg perempuan di Pemilu 2009. Tapi, berdasarkan kompetensi caleg-caleg perempuan yang dimiliki PKS.</p>
<p>Dari catatan Batam Pos, dalam Pemilu 2004 lalu, dari 27 caleg PKS di Batam, sembilan di antaranya adalah perempuan. Jumlah itu, melebihi dari 30 persen keterwakilan perempuan. Namun, tak satu pun yang terpilih masuk Gedung Dewan.</p>
<p>Partai Golkar, juga siap memasang calon perempuannya. Menurut Ketua DPD Partai Golkar Batam, Zainal Abidin, Golkar punya kader perempuan yang cukup banyak untuk dijadikan caleg. Hanya saja, berbeda dengan PKS, Zainal tak menjamin para caleg perempuan dari Golkar bisa duduk di nomor urut satu.</p>
<p>”Patokan kami, caleg Golkar itu harus punya nilai jual. Begitu juga dengan caleg perempuan, tentu kami akan melihat potensinya dulu sebelum dipasang,” katanya.</p>
<p>Dalam Pemilu 2004 lalu, dari 47 caleg Golkar di Batam, hanya delapan yang merupakan caleg perempuan atau di bawah 20 persen. Dari delapan caleg perempuan itu, tak ada satu pun yang lolos karena rata-rata berada di nomor urut empat ke atas.</p>
<p>Sementara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengaku kader perempuan yang mereka miliki tak begitu banyak.. Menurut Ketua DPC PPP Batam, Irwansyah, dalam menyusun caleg, termasuk caleg perempuan, pihaknya masih menunggu instruksi DPP PPP. ”Kader perempuan PPP, stoknya agak tipis. Tapi, karena kewajiban, pasti kita penuhi,” katanya.</p>
<p>Penyusunan caleg di PPP, aku Irwansyah cukup gampang. Penentuan kriteria caleg tak begitu rumit, begitu juga dengan caleg perempuannya. ”Nilai jual akan jadi tolok ukur. Kader perempuan PPP ada yang dokter, ada yang ibu rumah tangga,” ujarnya.</p>
<p>Dalam Pemilu 2004 lalu, dari 37 caleg PPP di Batam, hanya tujuh yang merupakan caleg perempuan. Namun, PPP menempatkan satu perempuan di nomor urut satu untuk dapil Batam I, yakni Suhaeni. Suhaeni akhirnya menjadi anggota Dewan Batam. (med)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Milad, PKS Tanam 1.000 Pohon]]></title>
<link>http://rindrakari.wordpress.com/2008/04/21/milad-pks-tanam-1000-pohon/</link>
<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 16:15:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>ricky04</dc:creator>
<guid>http://rindrakari.wordpress.com/2008/04/21/milad-pks-tanam-1000-pohon/</guid>
<description><![CDATA[Monday, 21 April 2008 BATAM (BP) &#8211; Milad ( hari lahir) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke-10 d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Monday, 21 April 2008</p>
<p>BATAM (BP) &#8211; Milad ( hari lahir) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke-10 di Batam dimeriahkan dengan berbagai acara. Salah satunya penanaman 1000 pohon di  kawasan Perumahan Marchelia, Batam Center, Ahad (20/4).<br />
Ketua panitia Milad PKS ke-10, Riza H Yopi mengatakan, penanaman 1.000 pohon di kawasan Marchelia, Batam Center akan menandai dimulainya rangkaian acara mengisi hari lahir PKS ke-10 di Batam.<!--more--></p>
<p>Pohon yang akan ditanam sebagian besar pohon produktif. Sebanyak 200 pohon peneduh dan 800 pohon buah seperti manggis, mangga dan rambutan. &#8220;Wakil Wali Kota (Wawako) Batam, Ria Saptarika, Ketua OB dan Ketua DPD PKS Batam Ricky Indrakari dijadwalkan hadir,&#8221; kata Yopi.<br />
Dipilihnya Marchelia, Batam Center sebagai lokasi penanaman pohon, karena tempat tersebut sangat bersejarah bagi PKS Batam dan Kepri. Kawasan itu memiliki memori yang manis bagi PKS, karena di sanalah awal mula Sekretariat PKS Batam. &#8220;Kami mulai dari tempat yang banyak kenangannya. Nanti akan dilanjutkan ke kecamatan lain,&#8221; ujarnya.<br />
Selain penanaman pohon, dalam Milad PKS Ke-10 juga ada acara jalan santai bagi masyarakat Batam, panggung rakyat dan pameran. Acara puncak milad tanggal 1 Mei 2008. Masih rangkaian milad ke-10, Ahad (27/4) mendatang PKS menggelar lomba berhitung tingkat SD dan SMP, lomba pidato Bahasa Inggris tingkat SMU, dan lomba foto aktivitas PKS.<br />
Hadiah utama pemenang lomba berhitung dan pidato Bahasa Inggris, masing-masing mendatap komputer PC pentium 4. Sedangkan lomba foto aktivitas PKS, terbuka bagi pengurus PKS dan umum. &#8220;Hadiah utama lomba foto ini adalah kamera,&#8221; ujar Bendahara DPD PKS Batam, Sofyan Tambunan.<br />
Acara puncak milad ke-10 PKS, dilaksanakan Kamis (1/5) mendatang. Acara yang digelar seperti jalan santai dan panggung rakyat, pagelaran seni, bazar, pameran foto PKS, door prize, dan penyerahan hadiah lomba. &#8220;Target peserta 5.000 orang. Kenapa segitu, karena ini akan menjadi test case untuk pemanasan Pemilu 2009,&#8221; jelas Yopie. (dea/ash)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Partai Besar Setuju Banyak Dapil]]></title>
<link>http://rindrakari.wordpress.com/2008/04/19/partai-besar-setuju-banyak-dapi/</link>
<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 07:11:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>ricky04</dc:creator>
<guid>http://rindrakari.wordpress.com/2008/04/19/partai-besar-setuju-banyak-dapi/</guid>
<description><![CDATA[Sabtu, 19 April 2008 BATAM (BP) &#8211; Partai-partai besar di Batam lebih memilih sistem dengan ban]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sabtu, 19 April 2008<br />
BATAM (BP) &#8211; Partai-partai besar di Batam lebih memilih sistem dengan banyak daerah pemilihan (dapil) di Pemilu 2009, dibandingkan dengan hanya empat dapil seperti Pemilu 2004, silam.<!--more--> Alasan mereka, dengan banyak dapil, keterwakilan kader di setiap kecamatan bisa terwadahi.Ketua DPC PDI Perjuangan Batam Ruslan Kasbulatov mengatakan, dengan banyak dapil, keterwakilan di tingkat kecamatan betul-betul terpenuhi. Dan juga Pemilu bisa lebih transparan.<br />
Ketua DPD PKS Batam, Ricky Indrakari mengungkapkan hal senada. ”Prinsipnya, berapapun nanti jumlah dapil yang diterapkan, PKS siap. Namun, saya setuju dengan banyak dapil agar ada keterwakilan kader-kader di kecamatan,” tuturnya.</p>
<p>Terpisah, Ketua DPD PAN Batam AA Sany juga setuju dengan sistem banyak dapil alias lebih dari empat dapil. ”Saat ini, pertumbuhan penduduk Batam pesat dan ada pemekaran kecamatan. Saya setuju dapil dimekarkan. Itu juga lebih bagus buat partai-partai baru,” katanya.<br />
Ketua DPC PPP Batam Irwansyah juga setuju. Menurutnya, selama ini ada keluhan dari masyarakat karena wakil mereka tak terpilih di Pemilu dengan sistem empat dapil. Dengan penambahan dapil, ada peluang kader partai di kecamatan bisa terpilih jadi anggota Dewan.<br />
”Saya setuju dengan penambahan dapil, baik enam maupun delapan dapil,” tukasnya.</p>
<p>Akomodir ”Hinterland”<br />
Meski dalam UU Nomor 10 Tahun 2008 dikatakan jumlah dapil mengikut pada pemilu 2004, namun terbuka mengusulkan dapil baru.<br />
Apalagi, berdasarkan kajian KPUD Batam, ada kepentingan hinterland yang juga harus mendapat perhatian. Ditambah lagi, Batam sudah mengalami pemekaran dari 8 kecamatan menjadi 12 kecamatan.<br />
Anggota KPUD Kota Batam, Erison mengatakan, pada pemilu lalu, yakni dengan empat dapil, kepentingan hinterland sedikit terkerdilkan. Misalnya, dapil Sekupang dan Belakangpadang disatukan. Ternyata saat pemilihan, lebih banyak terakomodir suara dari Sekupang. Begitu pula dengan dapil Seibeduk yang digabung dengan Bulang dan Galang. ”Yang naik lebih banyak dari Seibeduk,” ujar Erison.<br />
KPUD membuat kajian sebaiknya dibentuk dapil khusus hinterland. Misalnya Bulang, Galang dan Belakangpadang dijadikan satu dapil. ”Supaya ada wakil hinterland yang naik,” katanya.<br />
Sebelumnya, Ketua KPUD Kota Batam Tibrani menjelaskan, enam dapil yang diusulkan tersebut adalah Batam I (Dapil Belakangpadang, Bulang dan Galang) dan dapil lainnya. (med/ary)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Parpol Mulai Pasang Kuda-kuda]]></title>
<link>http://rindrakari.wordpress.com/2008/02/20/parpol-mulai-pasang-kuda-kuda/</link>
<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 16:22:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>ricky04</dc:creator>
<guid>http://rindrakari.wordpress.com/2008/02/20/parpol-mulai-pasang-kuda-kuda/</guid>
<description><![CDATA[Wednesday, 20 February 2008 BATAM (BP) &#8211; Bak persiapan sebuah perang besar, sejumlah partai po]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Wednesday, 20 February 2008<br />
BATAM (BP) &#8211; Bak persiapan sebuah perang besar, sejumlah partai politik (parpol) mulai menggalang kekuatan menuju pemilu 2009. Masih setahun lagi memang, tapi di Batam, gongnya mulai ditabuh.<!--more--></p>
<p>Parpol-parpol itu, terutama parpol besar yang tak tergerus electoral threshold (ET) sudah pasang kuda-kuda. Musyawarah kerja digelar, konsolidasi dikokohkan, masyarakat didekati. Targetnya satu, menang pemilu 2009.<br />
Target menang pemilu itu sudah digaungkan di ajang musyawarah kerja. Seperti saat DPC PPP Batam menggelar mukercab di Asrama Haji, beberapa waktu lalu, target perolehan kursi 15 persen di DPRD Batam dipasang partai berlambang ka&#8217;bah itu.<br />
PKS Batam punya target lebih besar lagi, 20 persen suara. Meraih 20 persen suara, pernah dicapai Partai Islam di tahun 1955, Masyumi. Sehingga, menurut Ketua DPD PKS Batam Ricky Indrakari, PKS ingin melampaui angka psikologis itu.<br />
PDI Perjuangan jauh lebih tinggi lagi targetnya. Menurut Ketua DPC PDI Perjuangan Batam, Ruslan Kasbulatov, partainya ingin meraih 15 kursi di DPRD Batam atau 33 persen suara.<br />
Untuk mewujudkan mimpi menang di Pemilu 2009 itu, sejumlah langkah sudah disiapkan.</p>
<p>Bahkan, kata Ketua DPC PPP Batam Irwansyah, partainya sudah mulai bergerak sejak setahun yang lalu. Kepengurusan PPP dari tingkat DPC hingga anak ranting di komplek-komplek perumahan sudah dibentuk. Pendaftaran caleg di tingkat internal partai juga sudah dilakukan PPP.<br />
Sebagai partai Islam, kata Irwansyah, PPP menggandeng para ulama, majelis taklim dan masyarakat di mana basis-basis pemilih tradisional itu tinggal. &#8220;Sebagai partai Islam, kami menonjolkan ke-Islam-an, kami,&#8221; katanya.<br />
PDI Perjuangan juga tak mau kalah. Ruslan mengklaim punya pengurus di tingkat RT dan RW. Konsolidasi internal, katanya, sudah dilaksanakan. PDI Perjuangan tinggal melakukan aksi di lapangan. &#8220;Pengurus partai PDI Perjuangan harus dikenal warganya, sampai di tingkat RT,&#8221; tukasnya.<br />
PKS juga melaksanakan langkah yang sama dengan dua pesaingnya itu. Hari-hari mendatang, kata Ricky, PKS menggelar program PKS Mendengar. Batam juga akan jadi tuan rumah safari dakwah PKS pusat.<br />
&#8220;PKS Mendengar adalah upaya menjaring aspirasi masyarakat. Tak hanya di tingkat partai, fraksi PKS juga akan terjun ke masyarakat dan media untuk mendengar apa yang dimaui masyarakat dari PKS,&#8221; kata Ricky.<br />
Tiga partai tadi hanyalah contoh, bagaimana parpol di Batam menyiapkan langkah menuju Pemilu 2009. Partai-partai lainnya juga mulai bergerak.<br />
Di Badan Kesbang Linmas Kota Batam, tercatat ada 46 parpol yang terdaftar. Dari jumlah itu, 22 di antaranya merupakan parpol baru atau parpol lama yang berganti nama. Mereka mengikuti tahap verifikasi administrasi, untuk menatap Pemilu 2009. Sehingga, tak aneh jika di simpang-simpang jalan bendera parpol banyak berkibar. Parpol-parpol itu juga rajin muncul mengucapkan selamat di momen-momen hari besar. (med)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Partai Pendukung Nilai Wajar]]></title>
<link>http://rindrakari.wordpress.com/2008/02/18/partai-pendukung-nilai-wajar/</link>
<pubDate>Mon, 18 Feb 2008 16:24:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>ricky04</dc:creator>
<guid>http://rindrakari.wordpress.com/2008/02/18/partai-pendukung-nilai-wajar/</guid>
<description><![CDATA[Senin, 18 February 2008 Isu Renggangnya Dahlan-Ria BATAM (BP) &#8211; DUA partai pengusung Ahmad Dah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Senin, 18 February 2008<br />
Isu Renggangnya Dahlan-Ria<br />
BATAM (BP) &#8211; DUA partai pengusung Ahmad Dahlan-Ria Saptarika, menganggap isu renggangnya hubungan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam itu belum masuk ke tataran yang mengkhawatirkan. Mereka menganggap, perbedaan pandangan di antara mereka cukup wajar.<!--more--></p>
<p>&#8220;Belum nampak ke arah keretakan seperti itu. Saya kira perbedaan itu, wajar-wajar saja,&#8221; kata Ketua DPD Partai Golkar Batam, Zainal Abidin, kemarin.<br />
Apalagi, kata Zainal, Dahlan dan Ria berasal dari partai berbeda. Dahlan diusung Partai Golkar dan Ria diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sehingga ada warna-warni dalam pendapat mereka.<br />
&#8220;Kalau karena ada perbedaan terus publik melihat ada perpecahan di antara mereka, ya wajar juga. Kamilah partai pendukungnya yang akan mengingatkan untuk mengawal pembangunan Batam. Tapi, sejauh ini belum ke arah sana,&#8221; tukas Zainal.<br />
Dihubungi terpisah, Ketua DPD PKS Batam, Ricky Indrakari juga menganggap tak mengkhawatirkan isu kerenggangan hubungan Dahlan-Ria. Dalam pandangannya, katanya, hubungan mereka sangat baik.<br />
Seperti saat PKS menggelar Silatnas kepala daerah di Batam, beberapa waktu lalu, katanya, Dahlan intensif mengikutinya. Saat Dahlan pindah ke rumah dinasnya di Tanjungpinggir, Ria juga hadir di sana.<br />
&#8220;Kami tak khawatir dengan isu itu. Hubungan mereka bagus,&#8221; kata Ricky. Jika publik menganggap jarangnya Dahlan-Ria menghadiri acara bersama sebagai indikator kerenggangan, katanya, itu juga tidak pas. Karena Dahlan Ria, sudah berbagi tugas.<br />
Soal perbedaan pandangan misalnya, soal Segayang, lanjutnya, apa yang diungkapkan Ria karena ia pernah meninjau Segayang. Begitu juga soal BUMD, itu juga terlontar setelah Ria mendengar banyak masukan dari berbagai kalangan.<br />
PKS sendiri, kata Ricky, meski sebagai pendukung Dahlan-Ria, akan tetap mengkritisi kepemimpinan mereka sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam.<br />
&#8220;DPD akan mengkritisi dua tahun kepemimpinan mereka. Begitu juga teman-teman di fraksi DPRD, sudah menyiapkan kritikannya,&#8221; ujarnya.<br />
Seperti diberitakan, Dahlan-Ria diisukan renggang hubungannya setelah kerap kali berbeda pandangan. Mereka juga diisukan jarang bertemu, kecuali acara-acara formal. (med)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Terpenting Menangkan Harapan Masyarakat]]></title>
<link>http://rindrakari.wordpress.com/2008/05/11/terpenting-menangkan-harapan-masyarakat/</link>
<pubDate>Sun, 11 May 2008 15:19:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>ricky04</dc:creator>
<guid>http://rindrakari.wordpress.com/2008/05/11/terpenting-menangkan-harapan-masyarakat/</guid>
<description><![CDATA[Minggu, 11 Mei 2008 BATAM (BP). Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat ini banyak dibincangkan para pe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="margin-bottom:0;line-height:100%;">Minggu, 11 Mei 2008</p>
<p><a href="http://rindrakari.wordpress.com/files/2008/05/ricky.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-12" src="http://rindrakari.wordpress.com/files/2008/05/ricky.jpg?w=200" alt="Ketua DPD PKS Kota Batam" width="77" height="116" /></a><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>BATAM (BP)</strong>. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat ini banyak dibincangkan para pengamat politik di pusat hingga di daerah. Ini tidak terlepas dari kemenangan mereka di sejumlah Pilkada di Tanah Air, misalnya Pilkada Jawa Barat dan Sumatera Utara, belum lama ini. Lalu bagaimanakah langkah partai ini di Batam, apakah mereka mampu mengulang sukses menjelang Pemilu 2009 nanti? Simak perbincangan Wartawan <em>Batam Pos</em> Jamil Qasim dengan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Batam Ricky Indrakari.<!--more--> </span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify">”<span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Mari </strong>masuk, kita ngobrolnya di dalam saja,” ungkap Ricky sambil  menuntut wartawan koran ini masuk ke kamar di samping kanan lobi hotel Pusat Informasi Haji (PIH), Batam Centre. Ricky Indrakari, Jumat (9/5) malam itu ditemani seorang rekannya.</span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Setelah ber­bincang seje­nak, <em>Batam Pos</em> mulai men­gajukan pertanyaan seputar langkah-langkah PKS ke depan, khususnya di Kota Batam. Pria yang sesekali melempar senyum mulai bercerita tentang PKS ke depan.</span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Menurutnya, di dalam PKS semua kadernya dipersiapkan menjadi pelayan masyarakat sebagaimana tugas seorang supir. Jadi siapapun bisa jadi supir hanya saja tidak boleh menunjuk diri sendiri untuk jadi supir.</span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify">
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Bagaimana tanggapan masyarakat tentang PKS?</strong></span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Soal pandangan masyarakat tentang PKS sendiri, bapak empat ini melihatnya bahwa di tengah masyarakat sudah bosan hidup dalam sesuatu kondisi yang tidak pasti. Ini salah satu tanda kemenangan Pilkada di se­jumlah daerah, k­a­rena mas­ya­ra­kat menilai di partai dakwah (PKS, <em>red</em>) ini, ada harapan pe­­rubahan. Kembali juga kepada kita bagaimana per­soalan-persoalan kemas­ya­rakatan itu mampu diselesaikan.</span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">PKS dilahirkan untuk menjadi solusi bagi permasalahan bangsa. Dan platform ini sudah menjadi kewajiban sebagaimana yang telah dibangun oleh Hidayat Nur Wahid sejak menjadi Presiden PKS.</span></span><span style="font-size:8pt;font-family:verdana;color:#333333;"> </span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Politik yang dipahami PKS adalah membawa kondisi masyarakat dari keadaan yang kurang baik menjadi yang lebih baik lagi melalui proses proses yang juga berkah. </span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>***</strong></span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Selanjutnya, mengenai persiapan menyongsong Pemilu 2009, lanjut Ricky yang pertama harus dilakukan tentu invetarisir &#38; mengkosolidasikan semua potensi dukungan bagi pemenangan pemilu serta melakukan survei elektabilitas. Dari situ nantinya, PKS tahu di mana saja basis-basis utama dukungan ke PKS untuk kemudian diperkuat. ”Sehingga lebih terukur dalam perencanaan program kedepan dalam membangun basis kemasyarakatan sesuai kultur budaya setempat,” ungkapnya.</span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Salah satu programnya adalah bakti sosial, gotong royong dan pengembangan usaha-usaha mandiri di kalangan kader,  simpatisan &#38; masyarakat. Disamping itu PKS berharap pemerintah juga bisa melakukan program-program yang bersifat <em>best practice </em>untuk membuat masyarakat bangkit. Dalam artian, pemerintah diharapkan bisa lebih fokus dalam memprogram &#38; mengesekusi rancangan pembangunan jangka menengah (RPJM), dimana segenap kader &#38; simpatisan PKS akan siap mendukung program pemerintah yang positip tersebut di masyarakat. ”Kita juga sudah mempersiapkan saran-saran kepada orang yang kita usung itu mulai melakukan <em>best practice</em> dengan belajar dari daerah lain,” ungkapnya. </span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Batam menuju Bandar Dunia yang Madani, dan Batam sebagai lokomotif perekonomian nasional. Inikan perlu diterjemahkan, lokomotif perekonomian nasional itu seperti apa itu? Baik dari sumber daya manusia dan lapangan pekerjaan yang tersedia. Konsep masyarakat Madani itu juga harus tercukupi kebutuhan fisik minimunnya. </span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify">”<span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Inikan persoalan dari tahun ke tahun yang selalu dihadapi masyarakat kota Batam, belum lagi persoalan UMK (Upah Minimun Kota) dan sebagainya. Jadi diharapkan ada semacam  retrospeksi-lah dari pemerintah bersama-sama dengan unsur politik, baik di dewan maupun partai politik, agar tidak hanya sekedar menang dalam Pemilu 2009, namun yang lebih penting adalah bagaiman memenangkan harapan masyarakat,” harapnya.</span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify">
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Berapa target kursi di pemilu 2009?</strong></span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Kalau berbicara target, pasti ada target kualitas dan kwantitas. Target kualitas adalah bagaimana mempersiapkan calon legislatif yang sesuai dengan tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) agar bisa memberikan peran aspirasi masyarakat secara efektif di Kota Batam ini. Mulai produk perundang-undangannya, <em>bugjet </em>yang pro-rakyatnya dan juga fungsi kontrolnya. Dari sisi kwantitas, tentu menjadi harapan besar bagi kita untuk mengantarkan orang-orang terbaik di masyarakat yang akan duduk di dewan nanti adalah yang benar-benar mampun memperjuangkan aspirasi mas­yarakat.</span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Target kwantitas di dewan sesuai dengan amanah Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) belum lama ini yakni sebanyak 15 kursi. Angka itu bagi kita cukup untuk mengamankan agenda-agenda politik PKS ke depan.</span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>***</strong></span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Kemudian, perbincangan pun berlanjut kepada  persiapan kader partainya, menyusul pemekaran daerah pemilihan (dapil) di Pemilu 2009. Menurutnya,<strong> </strong>yang pertama PKS sangat respek dengan pemekaran dapil (daerah pemilihan) ini. ”Karena dengan begitu kader-kader kita di masing-masing DPC (Dewan Pimpinan Cabang) akan bersemangat meningkatkan kegiatan-kegiatannya. Dengan pemekaran dapil ini, dengan sendirinya para kader juga akan menyebar,” ungkapnya.</span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Dalam enam bulan terakhir ini PKS  sudah melakukan komunikasi publik dengan kelompok kesenian, kemudian PKS juga melakukan komunikasi dengan komunitas lainnya. </span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify">”<span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Sebenarnya <em>sih </em>saya termasuk dalam komunitas olahraga yang hobi sepeda. Misalnya, belum lama ini, ada kegiatan <em>Sepeda Jelajah Bintan</em>. Dan memang komunitas olahraga cukup tumbuh di Batam, dan itu menjadi target kami juga. Jadi kita tidak hanya di komunitas masjid dan industri  atau buruh saja se­karang, tapi sudah ekspansi ke semua kemunitas,” jelasnya.</span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify">
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Bagaimana tanggapan Anda, bahwa PKS sebagai partai eksklusif?</strong></span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Jadi ekslusif itu lebih kepada menyiapkan kader pemimpin, sebab PKS sangat selektif dalam soal kepemimpinan &#38; kepengurusan. Tetapi secara komunikasi publik kami tampil terbuka, dan itu sudah kita lakukan di komunitas-komunitas yang ada di Kota Batam. Bahkan sampai saat kami merasa bagian dari kelompok orang tempatan Melayu. Belum lama ini, kita bertemu dengan beberapa tokoh-tokoh Melayu dalam satu kegiatan, ada dari Ketua LAM, Ketua KKBM, dan mereka juga masih menganggap bahwa PKS merupakan representatif unsur Melayu. Dan mereka mengharapkan ada orang tempatan yang bisa secara tradisi masuk ke gedung dewan melalui PKS. Kita sudah mulai sejak tahun 1999 dengan munculnya Amri Beddu, terus pada Pemilu 2004 ada Said Hasyim. </span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Kita berharap di Pemilu 2009 tetap ada tradisi seperti itu. Kita inginkan nanti ada keterwakilan unsur masyarakat, itu yang bisa membuat suasana kondusif, tapi bukan sekadar orang tempatan. Namun mereka harus berkualitas, dan itu sudah kita persiapkan. Dalam masa setahun ini kita meng-<em>aggregate </em>semua bakal calon legislatif dari PKS.</span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify">
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Bagaimana teknis 30 persen perempun di Dewan versi Anda?</strong></span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Yang tertulis di koran sudah jelas ya (<em>Batam Pos</em>, edisi Jumat (9/5) . Di mana PKS bakal memasang tiga caleg perempuan di nomor urut satu di dua atau tiga daerah pemilihan (dapil) di Batam. Sempat <em>sih </em>dikritisi teman-teman, tapi saya jawab jangan hanya bermain diretorika 30 persen. Tapi bagaimana 30 persen itu yang masuk di dewan. Karena permasalahan Batam ini, kebanyakan masyarakat urban yang sedang berkembang. Misalnya, kita lajang yang menikah di Batam belum banyak tahu banyak ba­gaimana cara membina keluarga. Jadi dengan keterwakilan mereka di dewan kita harapkan produk undang-undangnya bisa tahu apa kebutuhan kaumnya. Artinya,.bagaimana membentuk ketahanan keluarga dan sebagainya.</span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Bagi kami sebagai partai dakwah bisa melahirkan generasi anak-anak saleh dan mandiri. Ini juga satu kewajiban bagi semua umat, bukan hanya terfokus pada karier semata. Memang kami akui, kader PKS itu secara kominiti sedikit lebih besar kaum perempuan dari laki-laki. Kita punya sekitar 3.000 kader di Batam. </span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Yang paling utama keterwakilan perempuan selain dijamin oleh Undang-undang, perempuan juga perlu diberi porsi untuk menjaga kaumnya dengan produk-produk legislatif yang khas.</span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">PKS melihat masalah ini dengan perempuan kebanyakan di negara-negar berkembang lainnya seperti di Bangladesh juga terdapat ibu-ibu  menjelang tahun ajaran baru, yang gamang memikirkan ba­gaimana cara menyekolahkan anak, apalagi rencana pemerintah akan menaikkan harga BBM, bakal memicu harga-harga kebutuhan pokok naik tinggi.</span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify">
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Sikap PKS melihat persoalan sosial di Batam?</strong></span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">(Sambil menarik napas, sesekali mengarah ke kamera fotografer yang siap menjepretnya)</span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Persoalan sosial ada tiga hal. Saya melihat di era Ahmad Dahlan-Ria sekarang sudah cukup kondusif untuk memulai persoalan tiga hal dimaksud. Pertama, perlu ada komunikasi baik secara horinzontal maupun vertikal untuk memikirkan bagaimana membawa Batam ini ke depan.  Karena persoalan Batam ini kan tidak  bisa dipikirkan oleh pemerintah saja. Kita di sini berkumpul orang-orang cerdas, sumbang sarannya sangat berguna untuk mewujudkan Batam sebagai Bandar Dunia yang Ma­dani. Di majalah <em>SWA</em> Desember 2007 lalu, dilaporan <em>Human Development Index </em>di Batam terbaik di suluruh Indonesia, kemudian disusul Kota Surabaya. Dengan kondisi demikian, bagaimana pemerintah dan dewan bisa menyerap dan mengembangkan potensi-petensi yang ada di masyarakat. Juga program stimulan yg bersifat bottom-up dari masyarakat Kota Batam. Misalnya, upaya mempertahankan kawasan hijau sebagai kantong-kantong Oksigen dan paru-paru kota sekaligus upaya bersama dalam menghadapi kekurangan serapan air bersih, misalnya kita di PKS telah meresmikan sebuah pemukiman di tengah kota sebagai &#8216;Kampung Teduh&#8217;. Kita berharap ini bisa dijadikan proyek percontohan oleh pemerintah, misalnya untuk membuat kampung teduh yang lain dengan kriteria tersendiri untuk dilombakan dan nantinya bisa mendapat penghargaan kalpataru dari pemerintah pusat.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Kedua adalah administrasi pemerintahan. Saya melihat pemerintah kita ini perlu lebih efesien <em>lah</em>. Sampai tahun anggaran lalu belanja aparat itu masih lebih tinggi dibandingkan belanja untuk publik. Sementara sebagian masyarakat masih hidup dalam keterbatasannya. Diharapkan dengan adanya <em>database kependudukan </em><span style="font-style:normal;">nanti,</span><em> </em>program-program pemerintah akan lebih tepat guna, tepat sasaran dan lebih terukur, dimana masyarakat yang kurang beruntung tadi bisa diberikan prioritas untuk pengembangan potensinya. Dan yang ketiga, bagaimana pemerintah mampu mengikat potensi-potensi yang ada di masyarakat untuk mempersembahkan hasil karyanya kelak untuk kesejahteraan masyarakat Kota Batam. <strong>***</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:.44in;widows:2;orphans:2;" lang="en-US"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times,serif;"><span style="font-size:x-large;"><strong>Urang Awak yang Dipanggil Ucok</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:.14in;widows:2;orphans:2;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Ricky Indrakari</strong>, Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah kelahiran Teluk Kuantan, Riau, 4 Februari 1966. Meski berdarah Minang, ia terlahir dan besar di rantau, mulai dari Pekanbaru, Medan, Jakarta hingga di Batam. </span></span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;widows:2;orphans:2;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Dalam dirinya yang paling membekas hingga saat ini adalah di lingkungan keluarga selalu dipanggil Ucok padahal dia bukan orang Batak. Semua orang tahu nama Ucok itu panggilan orang di lingkungan keluarga Batak.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;widows:2;orphans:2;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Rupanya ia dipanggil Ucok oleh keluarganya ada sejarahnya tersendiri. Dulu, bapaknya sempat ikut wajib militer di masa PRRI. Ia punya komandan bermarga Pardede. Namun anak pertama orang tua waktu itu perempuan. Jadi kamandannya bilang kalau nanti anaknya laki-laki namakan saja Ucok. ”Tapi nama asli di Akte tetap yang sekarang (Ricky  Indrakari),” terangnya.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;widows:2;orphans:2;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Bapak empat anak mengaku saat kecil kehidupannya hampir sama dengan kehidupan anak-anak seusianya di masa lalu. Namun yang pasti dibandingkan anak-anak sekarang dirinya mengaku termasuk anak yang beruntung. Kenapa? Karena di saat kita kecil hampir seluruh permainan dilakukan atau dibuat sendiri, sekarang anak-anak semuanya serba beli. Dulu kebersamaan anak-anak lebih tinggi, sekarang lebih kepada individualis, apalagi dengan teknologi yang semakin canggih. ”Inilah yang mungkin membuat kita bisa eksis sampai sekarang,” ungkapnya.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;widows:2;orphans:2;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Di saat duduk di bangku sekolah dasar (SD) Santa Maria Pekanbaru ada kebiasan yang tidak bisa ditinggalkan, yakni sepulang sekolah  ia bersama teman-temannya mandi di pinggir Sungai Siak. ”Ini kami lakukan dulu hampir tiap hari,” katanya.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;widows:2;orphans:2;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Meski ia tinggal di dalam komplek di Pekanbaru, namun ia lebih senang bermain dengan teman-temamnya di luar komplek. </span></span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;widows:2;orphans:2;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Bahkan untuk menambah biaya pendidikannya di SD, ibunya dulu menjual es. ”Saat SD saya juga pernah menjual es keliling,” ungkapnya. Semasa SMP, ia juga pernah melakoni apa yang dilakukan orang-orang untuk mencari uang tambahan dengan menjadi kuli angkut. </span></span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;widows:2;orphans:2;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Pendidikan SD hingga SMP ditamatkan di sekolah Katolik Santa Maria di Pekanbaru. Kebetulan pada waktu itu, ibunya juga sempat mengajar TK di sekolah tersebut. ”Kami berenam kakak beradik semuanya sekolah di Santa Maria. Mungkin karena orang tua melihat faktor kualitas dan faktor disiplin, sehingga kami di sekolahkan di tempat itu,” katanya.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;widows:2;orphans:2;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Setamat SMP, ia ditantang oleh orang tuanya untuk menuntut ilmu di luar daerah. Waktu itu, dirinya diberi dua pilihan sekolah, yakni sekolah di Bogor atau di Medan. ”Dari tempat itu saya berpikir kalau mau sekolah benaran atau tidak benaran sekalian di Medan, akhirnya saya pilih sekolah di Medan,” jelasnya.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;widows:2;orphans:2;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Meski tubuhnya kecil, saat SMA di Medan dia aktif di olahraga sepak bola, karena di sekolah tersebut siswanya diberi kebebasan untuk aktif di olahraga sepak bola. ”Bahkan sampai saat ini SMA 14 tempat saya sekolah dulu terkenal dengan nama SMA sepak bola,” ungkapnya.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;widows:2;orphans:2;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Setamat SMA, ia melanjutkan perguruan tinggi di  Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Jakarta. Di saat di bangku kuliah dia mulai aktif di pengajian-pengajian yang merupakan cikal bakal berdirinya Partai Keadilan. </span></span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;widows:2;orphans:2;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;">”<span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Jadi partai ini lahir dari pertarungan nilai. Tetapi ketika bicara pertarungan nilai Islam bukan berarti tidak mengetahui dan mengakui agama lain.  Islam adalah bagian dari komunitas masyarakat,” terangnya.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;widows:2;orphans:2;" lang="en-US" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Karena jauh sebelum reformasi bergulir, sebelum organisasi yang bersifat pergerakan semuanya dihambat oleh pemegang kekuasaan, padahal  justru tumbuhnya makin besar. Pada saat reformasi bergulir jaringan itu melakukan musyawarah untuk menentukan terjun langsung ke politik atau menunggu waktu yang tepat, sedang kader yang ada di daerah dipoling. Ternyata mayoritas kader meminta terjun langsung ke politik dengan menggunakan  asas Islam. Asas Islam dipakai karena Islam inilah bisa mengatasi kemajemukan suku bangsa yang ada di Indonesia. <strong>(jaq)</strong></span></span></span></p>
<p style="text-indent:.08in;margin-bottom:0;line-height:.14in;widows:2;orphans:2;" lang="en-US" align="justify">
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
