<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>bekerja-cepat &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/bekerja-cepat/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "bekerja-cepat"</description>
	<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 09:39:58 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[ DeadLine : Mengasyikkan atau Menyebalkan?]]></title>
<link>http://hildaw.wordpress.com/2009/03/09/date-line-mengasyikkan-atau-menyebalkan/</link>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 08:55:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>hilda widyastuti</dc:creator>
<guid>http://hildaw.wordpress.com/2009/03/09/date-line-mengasyikkan-atau-menyebalkan/</guid>
<description><![CDATA[Pada saat kuliah atau bekerja, kita sering menemui istilah deadline. Apakah deadline itu? Deadline a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pada saat kuliah atau bekerja, kita sering menemui istilah deadline. Apakah deadline itu? Deadline adalah batas terakhir mengumpulkan/mengerjakan tugas atau pekerjaan. Mengapa kita senang mengumpulkan tugas di deadline? Sebenarnya sih bukan senang, tapi sering melakukan hal-hal seperti itu. Penyebabnya adalah tidak ada perencanaan, ada perencanaan tapi tidak ditepati, ada kesulitan dalam mengerjakan tugas dan memerlukan banyak usaha untuk menyelesaikannya, dan pekerjaan belum selesai juga hingga menjelang detik-detik terakhir.</p>
<p>Deadline disebut menyenangkan karena memberikan batas terakhir, memaksa kita untuk mengerjakan tugas dalam periode tertentu, sehingga pekerjaan cepat selesai, tidak berlarut-larut mengerjakannya.</p>
<p>Deadline menyebalkan, karena memacu adrenalin, membuat otak tidak bisa fokus dalam berpikir.Yang ada di otak adalah deadline-deadline, dengan segala konsekuensinya. Menghantui dan membuat tidur tidak nyenyak. Apalagi kalau kita sadar kesalahan berada di pihak kita.Kita telah melakukan kesalahan fatal, yaitu menunda pekerjaan, sehingga deadline tinggal menunggu hari atau jam saja.</p>
<p>Terkadang di saat terdesak seperti ini, otak kita menjadi lebih kreatif. Kita telah memaksa otak kita untuk bekerja atau bertindak lebih banyak dari sebelumnya, sehingga lebih kreatif dan lebih cepat hasilnya.</p>
<p>Kalau saya disuruh memilih, sebenarnya memilih mengerjakan tugas secara teratur dan tidak menunggu deadline, karena alaan-alasan yang membuat deadline menyebalkan seperti paparan di atas</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
