<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>bepergian &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/bepergian/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "bepergian"</description>
	<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 08:44:20 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Bolehkah Wanita Pergi Dengan Pesawat Bila Keadaan Aman Baginya]]></title>
<link>http://ummuabdirrahman.wordpress.com/2009/11/22/bolehkah-wanita-pergi-dengan-pesawat-bila-keadaan-aman-baginya/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 04:11:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ummu Abdirrahman</dc:creator>
<guid>http://ummuabdirrahman.wordpress.com/2009/11/22/bolehkah-wanita-pergi-dengan-pesawat-bila-keadaan-aman-baginya/</guid>
<description><![CDATA[Bolehkah Wanita Pergi Dengan Pesawat Bila Keadaan Aman Baginya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bolehkah Wanita Pergi Dengan Pesawat Bila Keadaan Aman Baginya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sumber Ide    ]]></title>
<link>http://ecerita.wordpress.com/2009/11/13/sumber-ide/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 04:41:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>ecerita</dc:creator>
<guid>http://ecerita.wordpress.com/2009/11/13/sumber-ide/</guid>
<description><![CDATA[Ditulis Oleh Didik Wijaya Selasa, 20 Februari 2007 Situasi paling mengerikan yang dialami oleh penul]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>                  Ditulis Oleh Didik Wijaya<br />
                  Selasa, 20 Februari 2007 </p>
<p>                  Situasi paling mengerikan yang dialami oleh penulis adalah<br />
                  saat kepalanya kosong, blank, tidak memiliki ide tentang apa<br />
                  yang hendak ditulis. Mata nanar menatap halaman kertas atau<br />
                  layar komputer yang putih polos. Ide yang diharapkan tidak<br />
                  pernah mampir. Padahal sebenarnya ada banyak sumber-sumber ide<br />
                  yang tersedia di sekeliling Anda. Mungkin Anda hanya tidak<br />
                  menyadarinya dan melewatinya. Nah, di dalam tulisan ini ada<br />
                  beberapa sumber-sumber tempat mencari ide untuk tulisan Anda.</p>
<p>                  1. Buku, majalah dan media cetak lainnya<br />
                  Buka perpustakaan pribadi Anda, cari buku yang menarik<br />
                  perhatian Anda dan baca. Ambil majalah, perhatikan setiap<br />
                  artikel. Pikirkan apa yang bisa Anda buat dari materi yang<br />
                  Anda baca itu. Cerita, puisi, artikel yang ada di sana bisa<br />
                  menginspirasi Anda</p>
<p>                  2. Obrolan<br />
                  Rumpian, obrolan ringan atau kumpul-kumpul sesama teman arisan<br />
                  atau saudara bisa menjadi sumber ide yang dahsyat. Cuma jangan<br />
                  terlalu terbawa suasana, saking asyiknya ngerumpi, akhirnya<br />
                  Anda malah lupa tujuan semula</p>
<p>                  3. Bepergian<br />
                  Keluarlah dari rumah Anda sementara waktu. Tidak perlu<br />
                  jauh-jauh. Kalau Anda punya uang dan bisa bepergian ke<br />
                  berbagai tempat yang eksotis itu lebih baik. Kalaupun tidak<br />
                  bisa cukup di dalam kota Anda. Cuma sekarang, gunakan cara<br />
                  bepergian yang lain. Kalau biasanya Anda naik mobil pribadi,<br />
                  kali ini cobalah naik angkutan umum. Sebisa mungkin jangan<br />
                  pergi ke mal, pergilah ke pasar seni, galeri, museum, dll.<br />
                  Perhatikan keunikan orang-orang di sekitar Anda. Anda akan<br />
                  menemukan ide tersebar di mana-mana.</p>
<p>                  4. Komunitas<br />
                  Jika Anda ingin menulis di satu bidang tertentu, cara terbaik<br />
                  adalah bergabung dengan komunitas yang menekuni bidang<br />
                  tersebut. Dari diskusi antar sesama anggota komunitas akan<br />
                  terungkap problem, permasalahan dan solusi yang ingin dicapai.<br />
                  Hal tersebut bisa diangkat menjadi ide.</p>
<p>                  5. Mimpi<br />
                  Tidak semua orang bermimpi waktu tidur. Tetapi bila Anda<br />
                  bermimpi apapun, kemungkinan isi mimpi itu bisa menjadi ide<br />
                  cerita Anda ketimbang Anda repot ke dukun mencari tafsirnya.</p>
<p>                  6. Diari atau jurnal<br />
                  Bersyukurlah kalau dulu Anda rajin menulis diari atau jurnal.<br />
                  Buka kembali lembaran diari tersebut, baca kembali dan cari<br />
                  hal yang bisa menjadi ide tulisan.</p>
<p>                  7. Film<br />
                  Beli atau pinjam film di rental. Cari film yang unik yang<br />
                  biasanya jarang Anda tonton. Pertimbangkan untuk menonton film<br />
                  yang menang di berbagai kompetisi. Tonton berkali-kali dan<br />
                  pikirkan apa yang bisa Anda buat dari film yang Anda tonton<br />
                  itu.</p>
<p>                  8. Televisi<br />
                  Yang dimaksud televisi di sini, bukan tayangan televisi swasta<br />
                  di Indonesia yang amburadul, yang sinetronnya kalau nggak<br />
                  melotot dan teriak-teriak nggak puas. Tapi berbahagialah kalau<br />
                  televisi kabel masuk ke rumah Anda (bukan promosi), tapi di<br />
                  sana Anda bisa menonton Discovery Channel, atau National<br />
                  Geographic Channel. Mereka bisa menjadi sumber informasi bagi<br />
                  Anda.</p>
<p>                  9. Musik<br />
                  Buka sampul kaset atau CD punya Anda, baca liriknya, resapi<br />
                  sambil mendengarkan lagunya. Lirik suatu lagu bisa menjadi<br />
                  inspirasi sebuah cerita</p>
<p>                  10. Internet<br />
                  Internet adalah sumber informasi yang tidak ada habisnya.<br />
                  Luangkan waktu untuk mencari berbagai informasi di internet,<br />
                  usahakan saja supaya tidak tersesat.</p>
<p>                  Sebenarnya ide ada dimana-mana. Ide yang muncul saat Anda<br />
                  termenung, atau jongkok di kamar mandi (kok bisa ya:)<br />
                  sebenarnya muncul dari bawah sadar Anda, yang muncul dari<br />
                  akumulasi dari apa saja yang Anda lihat, rasakan sehari-hari.<br />
                  Buat kebanyakan orang, ide tidak datang dari langit. Maka dari<br />
                  itu, mendekatlah kepada sumber-sumber ide yang sudah<br />
                  disebutkan di atas. </p>
<p>                  oleh Didik Wijaya<br />
	     (http://www.escaeva.com )</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Doa Ketika Berpisah (Hendak Safar)]]></title>
<link>http://mutiaradoa.wordpress.com/2009/11/05/doa-ketika-berpisah-hendak-safar/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 04:18:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Hanif</dc:creator>
<guid>http://mutiaradoa.wordpress.com/2009/11/05/doa-ketika-berpisah-hendak-safar/</guid>
<description><![CDATA[عَنْ قَزَعَةَ قَالَ قَالَ لِى ابْنُ عُمَرَ هَلُمَّ أُوَدِّعْكَ كَمَا وَدَّعَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>عَنْ قَزَعَةَ قَالَ قَالَ لِى ابْنُ عُمَرَ هَلُمَّ أُوَدِّعْكَ كَمَا وَدَّعَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ</p>
<p>Dari Qoza’ah, dia berkata: Ibnu Umar -<em>radhiyallahu’anhu</em>ma- berkata kepadaku, “Kemarilah, akan kulepas kepergianmu sebagaimana ketika Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>melepas kepergianku (yaitu dengan doa), ‘<strong><em>Astaudi’ullaha diinaka wa amaanataka wa khawaatima ‘amalik</em></strong>‘ (Aku titipkan kepada Allah pemeliharaan agamamu, amanatmu, dan akhir penutup amalmu).”</p>
<p>(HR. Abu Dawud, Syaikh al-Albani berkata: Hadits ini sahih dengan banyak jalannya, sebagiannya disahihkan oleh at-Tirmidzi, Ibnu Hibban, al-Hakim, dan adz-Dzahabi. Lihat <em>Shahih Sunan Abu Dawud</em> [7/353] software Maktabah asy-Syamilah)</p>
<p>sumber: <a href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/bekal-safar-kutitipkan-mereka-kepada-mu-ya-allah.html">http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/bekal-safar-kutitipkan-mereka-kepada-mu-ya-allah.html</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[]]></title>
<link>http://akhmadsirojudin.wordpress.com/2009/04/19/76/</link>
<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 15:03:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>Akhmad Sirojudin</dc:creator>
<guid>http://akhmadsirojudin.wordpress.com/2009/04/19/76/</guid>
<description><![CDATA[MEMBAWA BEPERGIAN BAYI Secara realistis, Anda mungkin tidak ingin pergi ke mana pun dengan bayi Anda]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><span><br />
</span></strong><span><strong>MEMBAWA BEPERGIAN BAYI</strong></span></p>
<p>Secara realistis, Anda mungkin tidak ingin pergi ke mana pun dengan bayi Anda yang baru lahir kecuali di rumah. Ia membutuhkan perhatian dan makanan yang hampir tiada henti, selain itu Anda mungkin juga begitu kelelahan! Tetapi di usia 3 bulan ke atas, bayi dapat bepergian dengan nyaman. Mereka tidak serapuh yang disangka para orang tua dan bayi Anda kurang menganggap bepergian sebagai gangguan dibandingkan jika mereka lebih besar kelak.</p>
<p><strong>Tips kesehatan dan keselamatan:</strong></p>
<p>Jika Anda menggunakan pesawat terbang, beri makan/susui bayi Anda saat tinggal landas dan saat hendak mendarat untuk mengurangi sakit telinganya.<br />
<!--more--><br />
Bawa krim untuk ruam popok, tas untuk popok kotor, popok bersih yang cukup untuk sepanjang perjalanan, dan parasetamol khusus untuk bayi untuk mengurangi nyeri dan demam. Anda mungkin perlu juga membawa pencegah kolik, tetes hidung dan jel tumbuh gigi jika bayi Anda sedang dalam masa tumbuh gigi.</p>
<p>Bawa topi dan krem pelindung matahari (dengan sun protection factor 20 atau lebih tinggi) untuk bayi Anda. Bayi usia di bawah 6 bulan seharusnya terhindar dari sinar matahari, dan bayi di usia antara 6 bulan – 1 tahun seharusnya tidak langsung tertimpa sinar matahari yang terik, terutama di antara jam 11 – 3 siang di hari yang panas.</p>
<p>Bawa pelindung kaca jendela yang bisa dilepas-pasang untuk melindungi kulit dan mata bayi Anda dari matahari.</p>
<p>Jika bepergian menggunakan mobil, bayi harus menggunakan car seat yang diletakkan di kursi belakang kemudi dan menghadap belakang. Jangan pernah menempatkan car seat bayi di bagian depan yang ada kantung udaranya. Pastikan bahwa car seat bayi Anda terpasang sempurna dan tali pengaman pun terpasang dengan benar. Dan membuat bayi Anda berada di dalamnya dengan nyaman dan pas.</p>
<p><strong>Makanan dan kenyamanan<br />
</strong></p>
<p>Jika Anda bukan ibu menyusui, jangan lupa membawa susu formula dan botol berisi air matang yang didinginkan. Anda dapat menaruh susu formula bubuk di kontainer khusus yang bisa dibeli di hampir semua apotik. Anda dapat juga membawa makanan bayi lainnya, tetapi kecuali tempat tujuan Anda begitu eksotik, makanan bayi seharusnya tersedia pula di hampir semua tempat liburan.</p>
<p>Bawa juga celemek makan plastik untuk bayi Anda. Jenis celemek ini menguntungkan untuk makanan yang meninggalkan noda dan mencegah Anda mengganti celemek makan beberapa kali dalam sehari.</p>
<p>Bawa selimut bayi supaya Anda dapat berhenti dan memarkir mobil dan memberi kesempatan bayi Anda untuk beristirahat atau tidur sejenak.</p>
<p>Jika memang di tempat tujuan Anda tidak disediakan khusus tempat tidur bayi atau Anda kehabisan peralatan ini saat Anda tiba, sebagai alternatif bawa saja tempat tidur bayi Anda sendiri.</p>
<p><strong><br />
Bermain dengan bayi Anda</strong></p>
<p>Bawalah tas khusus yang berisi semua mainan favorit bayi Anda juga beberapa mainan yang baru, seperti benda-benda yang bersinar, cermin, mainan yang mengeluarkan musik,<br />
boneka binatang, kunci-kunci plastik atau mainan untuk anak yang sedang tumbuh gigi.</p>
<p><strong><br />
Perlengkapan lain</strong></p>
<p>Alat untuk menggendong bayi Anda diperlukan untuk memperlancar perjalanan Anda. Sebagai pengganti kereta dorong bayi yang besar, sebaiknya gunakan buggy ringan yang<br />
dapat dilipat dan disimpan dengan efisien, khusus untuk bayi yang sudah dapat duduk.<br />
Untuk bayi yang lebih kecil ransel gendongan mungkin berguna. Topi lebar bayi juga<br />
harus dibawa jika Anda bepergian ke tempat yang panas cuacanya.</p>
<p><strong>PERLENGKAPAN BAYI</strong></p>
<p>Bayi cenderung dapat menghabiskan waktunya dengan tidur di sepanjang perjalanan. Walaupun demikian, mereka butuh sejumlah perlengkapan untuk menolong mereka tetap<br />
nyaman dan gembira. Beberapa item yang harus dibawa serta, antara lain:</p>
<p>- Popok</p>
<p>- Satu untuk setiap jam saat Anda transit, dan popok tambahan untuk keadaan<br />
darurat atau tertundanya keberangkatan.</p>
<p>- Selimut bayi</p>
<p>- Minimal bawa 1 buah pelindung, penghangat, dan menyamankan</p>
<p>- Tas Plastik</p>
<p>- Bawa beberapa buah ukuran medium untuk menaruh popok kotor dan untuk<br />
pakaian atau celemek makan yang kotor</p>
<p>- Krim untuk ruam popok</p>
<p>- Tissue bayi</p>
<p>- Perlengkapan mandi dan minyak wangi bayi</p>
<p>- Tissue kering</p>
<p>- Dot</p>
<p>- Pakaian</p>
<p>- Satu atau dua pasang perhari. Bawa juga alas dari bahan katun</p>
<p>- Celemek makan yang dapat dicuci</p>
<p>- Botol-botol susu</p>
<p>- Topi lebar dan krim pelindung matahari (yang mengandung sun protection<br />
factor 20)</p>
<p>- Makanan, susu formula, air dan/atau jus</p>
<p>- Bawa lebih banyak untuk persediaan, Anda tidak pernah tahu dengan adanya<br />
keterlambatan di perjalanan. Jangan lupa pula mangkuk bubur/biskuit</p>
<p>- Pompa susu</p>
<p>- Untuk memompa ASI, jika harus</p>
<p>- Alas pengganti popok</p>
<p>- Gendongan bayi</p>
<p>- Studi menunjukkan bahwa bayi yang digendong menggunakan gendongan atau di<br />
dalam pelukan orang tuanya lebih jarang menangis dibanding bayi yang tidak digendong.</p>
<p>- Tempat tidur bayi</p>
<p>- Kecuali jika ada alat ini di tempat tujuan Anda atau bayi tidur bersama<br />
Anda.</p>
<p>- Car seat untuk keamanan bepergian menggunakan mobil, pesawat terbang,<br />
kereta atau bis.</p>
<p>- Buggy yang bisa dilipat untuk bayi usia 6 bulan ke atas.</p>
<p><strong>TIPS:</strong></p>
<p>· Mulai dengan menyiapkan perlengkapan beberapa minggu sebelum Anda bepergian.<br />
Gunakan daftar barang yang harus dibawa, atau taruh benda-benda yang akan dibawa di<br />
atas laci atau meja saat Anda teringat akan benda tsb.</p>
<p>· Gunakan tas bayi yang tahan air dan menggunakan tali di bahu.</p>
<p>· Bawa kaus atau atasan ekstra untuk Anda jika ketumpahan makanan dll.</p>
<p>· Cegah kebocoran sebaik mungkin saat membungkus obat-obatan atau<br />
perlengkapan mandi dalam tas plastik yang bisa ditutup rapat</p>
<p>· Bawa alas ganti popok</p>
<p>· Bawa makanan ringan pemberi energi untuk Anda sendiri</p>
<p>· Bawa kamera dan banyak persediaan film</p>
<p>· Bawa penerangan khusus yang jika sedang Anda gunakan tidak mengganggu bayi<br />
Anda</p>
<p><strong>PERLENGKAPAN FIRST AID</strong></p>
<p>Item Esensial:</p>
<p>- Obat sesuai resep dokter</p>
<p>Jika anak Anda harus makan obat teratur sesuai resep dokter, jangan lupa untuk membeli<br />
persediaan jika Anda akan liburan. Jika Anda menggunakan pesawat terbang, taruhlah<br />
obat-obatan ini dalam tas yang Anda bawa ke dalam pesawat.</p>
<p>- Termometer</p>
<p>Bawalah termometer digital yang hasil pengukurannya jauh lebih akurat</p>
<p>- Parasetamol untuk bayi</p>
<p>Untuk menurunkan demam dan menghilangkan nyeri. Bawa juga jarum suntik yang didapat<br />
dari apotik jika perlu.</p>
<p>- Minyak atau cairan antiseptik dan plester</p>
<p>Untuk pertolongan pertama bagi kulit teriris agar tidak terinfeksi</p>
<p>- Penjepit atau pinset</p>
<p>Untuk mengeluarkan serpihan kaca</p>
<p>- Minyak telon</p>
<p>Untuk mengobati sakit akibat gigitan serangga</p>
<p>- Bubuk Rehidrasi</p>
<p>Vital untuk mencegah dehidrasi akibat diare dan/atau muntah</p>
<p>Item Pilihan:</p>
<p>- Kantung kompres dingin</p>
<p>Untuk mengurangi bengkak akibat terbentur, gigiran serangga atau luka bakar ringan</p>
<p>- Petunjuk First Aid khusus untuk anak-anak</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[sesaat sebelom memutuskan untuk belajar :p]]></title>
<link>http://sikard.wordpress.com/2009/03/08/sesaat-sebelom-memutuskan-untuk-belajar-p/</link>
<pubDate>Sun, 08 Mar 2009 09:42:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>diaz</dc:creator>
<guid>http://sikard.wordpress.com/2009/03/08/sesaat-sebelom-memutuskan-untuk-belajar-p/</guid>
<description><![CDATA[Yes yes, i know. Udah lama banget gue ga nulis blog. Gue sadar. Dan gue berkeinginan untuk nulis dar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Yes yes, i know. Udah lama banget gue ga nulis blog. Gue sadar. Dan gue berkeinginan untuk nulis dari 2 minggu yang lalu. Tapi apa daya, kemaren-kemaren gue sibuk.</p>
<p>Sibuk maen :p<br />
Berikut kronologisnya:</p>
<blockquote><p><strong>20 Februari</strong></p>
<p>Gue sampai di Melben jam 10 pagi lalu pulang naek taksi ke rumah. Abis itu tidur dengan ga tau diri dari jam 12 sampe jam 6 sore. Jam 7an gue pergi ke rumah si Teteh, dilanjutkan dengan pergi ke rumah Pupi sampe akhirnya malemnya dianterin pulang sama Pupi.</p>
<p><strong>21 Februari</strong></p>
<p>Jam 6 sore ketemuan temen-temen di Melben Central, abis itu naek tram ke St. Kilda untuk makan seafood yang ASTAGHFIRULLAH enak bangeeeettt&#8230; Walaupun gue tetep merindukan kepiting saos padang yang definitely ga ada di sini :p</p>
<p><strong>22 Februari</strong></p>
<p>Gue cuma belanja groceries ke Coles doang, karena masih harus beres-beres koper (yap, 2 hari pertama baju gue masih rapi dalem koper :p) dan bersih-bersih rumah yang udah 3 bulan ditinggal.</p>
<p><strong>23 Februari</strong></p>
<p>Si Sheila yang mau kuliah di Brisbane lagi dateng ke Melben. Jadi gue, Teteh dan Sandra jalan-jalan seharian sama dia. Dari Bourke St, Kanpai di Chapel, Crown, Greco, sampe ke Villa Romana di Lygon.</p>
<p><strong>25 Februari</strong></p>
<p>Berhubung belom setor muka ke rumah kakak gue yang dulu (mulai saat ini disebut &#8220;Woody&#8221;), gue akhirnya nginep di sana. Penghuninya belom lengkap sih, masih ada 2 yang di Jakarta. Yang berarti gue masih perlu setor muka lagi ke sana untuk ketemu 2 orang sisanya hehe.</p>
<p>Hari ini gue mengalami sleepless night karena harus nemenin sahabat gue. Oh well, shits happen.</p>
<p><strong>26 Februari</strong></p>
<p>Dari Woody, gue jalan-jalan ke Chapel St sama Andhini dan Iim untuk ngeliat sale Gorman yang ternyata masih mahal <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  abis dari situ, gue pulang. Tapi sorenya gue ke rumah Teteh karena si Pupi mau masak buat kita. And it was GREAT!! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Great food, great place, great friends, great conversations = GREAT TIMES!</p>
<p><strong>27 Februari</strong></p>
<p>Bersama dengan orang-orang yang sama di hari sebelomnya, malemnya gue pergi lagi sama mereka ke Timeout, yang definitely tempat favorit kalo lagi pergi sama mereka. Dan seperti sebelom-sebelomnya, acara sama mereka selalu dipenuhi dengan games yang kita (terpaksa) maenin karena Rena selalu pengen maen games. Dari mulai ABC Pancasila sampe kuis Piramida pernah kita maenin haha. Dan kalo sama mereka, conversationsnya, yang walaupun sangat dodol, selalu membuat terbahak-bahak <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>28 Februari</strong></p>
<p>Masih dengan orang-orang yang sama, siang ini gue pergi lagi. Diawali dengan makan di Tokio, terus jalan-jalan di City dan akhirnya beli Sing Star untuk kita maenin di rumah Rena dan Putse. And hell, it was great! Tapi masih kurang lagu-lagu Hello band, ST12, dkk. Hahaha. Jadi kangen karokean di Jakarta.</p>
<p><strong>1 Maret</strong></p>
<p>Sahabat gue dateng dari Jakarta, cuma untuk berkunjung selama seminggu ke depan. Hari ini kita jalan-jalan ke Melben Uni terus muter-muter di City sampe bego.</p>
<p><strong>2 Maret</strong></p>
<p>Kebetulan cuacanya lagi enak banget, panas-panas dingin gituh. Jadilah kita pergi ke St. Kilda beach cuma sekedar untuk duduk-duduk di pinggir pantai. Sumpah enak banget cuacanya. Malemnya kita makan di Kanpai.</p>
<p><strong>3 Maret</strong></p>
<p>Gue dan sahabat gue ini pergi ke Sydney untuk jalan-jalan. Hari itu ke Opera House, Darling Harbour, dan sedikit di City. Malemnya ikut anak-anak di Sydney untuk ke Pancake on the Rocks.</p>
<p><strong>4 Maret</strong></p>
<p>Makan di Chat Thai, enak bangeeeettt.. Terus muter-muter di City seharian sampe capek dan toko-toko tutup. Malemnya nonton American Idol di rumah temen gue. Ada satu yang gue suka banget, tapi ntar gue cari dulu deh, abis itu gue post di sini.</p>
<p><strong>5 Maret</strong></p>
<p>Pagi-pagi kita balik ke Melben terus duduk-duduk di Max Brenner sampe sore. Terus makan malem di Es Teler 77 sama Teteh, Asti, Antya, dan Aliqa. Dari sana kita pergi ke Rod Laver Arena untuk nonton konser. Dan ini akan gue bahas di post yang laen (biar banyak postnya ahahaha)</p>
<p><strong>6 Maret</strong></p>
<p>Siangnya gue nemenin si sahabat gue ini ke Victoria Market, terus makan di Blok M. Abis dari sana sempet pulang bentar untuk naro belanjaan, abis itu kita jalan-jalan di City terus makan di Menya sama Teteh. Malemnya ke rumah Sandra sama Teteh dan Priska cuma untuk ngegangguin dia dan adeknya doang hehe piss San! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>7 Maret</strong></p>
<p>Siangnya gue nempel-nempelin poster acara gue di City, abis itu makan di Es Teler 77 (lagi!). Malemnya ke Moomba Festival sama temen-temen gue. Itu carnival gituh, macem pasar malem lah yaa. Jadi ada rides sama games gitu. Terus ditutup dengan fireworks. Fireworksnya sih oke, tapi musiknya merusak! Ahahaha ga jelas gituh. Mana speakernya sember lagi! :p</p>
<p><strong>8 Maret</strong></p>
<p>Si sahabat gue itu pulang ke Jakarta tadi pagi. Gue sempet nganter ke airport, abis itu pulang, tidur lagi, mandi, makan, dan merasa jobless. Makanya jadi nulis blog :p</p></blockquote>
<p>Inti dari 2 minggu pertama gue di Melben: maen dan BOKEK. Hahahaha. Ini berarti, mulai saat ini (baca: setelah gue selesai mempublish post-post yang mau gue tulis sekarang) gue harus belajaaaaaaaaaarrrr!!! Oooooowwww meeeeeeennn!!</p>
<p>*buat orang-orang yang mengenal gue dengan cukup baik, pasti heran kenapa gue masih inget kegiatan-kegiatan gue selama 2 minggu terakhir. Well, to be honest, gue ga inget kok. Cuma tiap hari gue nulis pengeluaran gue. Jadi gue cuma menjabarkan kegiatan gue berdasarkan pengeluaran ahaha</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[9 hari menuju Melbourne]]></title>
<link>http://sikard.wordpress.com/2009/02/10/9-hari-menuju-melbourne/</link>
<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 07:57:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>diaz</dc:creator>
<guid>http://sikard.wordpress.com/2009/02/10/9-hari-menuju-melbourne/</guid>
<description><![CDATA[Gilaa ga kerasa banget liburan gue udah mau abis, dan sebentar lagi gue balik ke Melben. Belom packi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Gilaa ga kerasa banget liburan gue udah mau abis, dan sebentar lagi gue balik ke Melben. Belom packing, tapi terlalu males untuk mulai packing. Padahal ada banyak banget bawaan yang harus disiapin dan waktu terus berjalan.</p>
<p>Well anyway, hari Minggu kemaren gue ketemu temen-temen SMP gue. Isinya tentu saja cuma pemain tetap, yaitu gue, Tya, Rendi, dan Kaisar. Seperti pergi-pergi laen bersama mereka, pergi kali ini juga dipenuhi dengan makan, makan, makan, dan makan. Kemaren itu kita ke Senayan City karena Tya mau beli tiket Java Jazz di Axis center. Abis itu nyeberang ke Plaza Senayan untuk nonton Vicky Cristina Barcelona yang plotnya cukup ga jelas. Sebelom nonton of kors perut harus diisi dulu. Jadilah kita makan di food court. Selesai nonton, kita menagih traktiran dari Kaisar yang ulang taun tanggal 30 Januari kemaren. Alhasil, kita pun makan di Sushi Tei atas traktiran Kaisar, yang mungkin <strong>terpaksa</strong> nraktir :p. Lalu, kita pun beranjak dari sana dan menuju PIM (iya, 3 mall dalam 1 hari). Sayangnya, Rendi dan Kaisar cuma ngedrop gue dan Tya doang di PIM karena mereka harus ke Bandung malem itu juga. Tapi, itu tidak menghalangi niatan gue dan Tya untuk ke Cinnzeo dan makan cinnamon roll. Hahaha gila babi abis makannya.</p>
<p>Hari Senennya, gue pergi sama kakak-kakak gue. Diawali dengan ke Carrefour sebentar, dan ternyata ketemu Kara dan mamanya di sana. Abis itu kita ke PIM untuk nonton The Curios Case of Benjamin Button. Berhubung filmnya jam 4.15 dan kita sampe sana jam 2an, kita mencari kegiatan sambil nunggu film itu. Dan yang kita lakukan adalah: <strong>maen di timezone</strong>. Kayaknya tiket yang kita dapet lumayan deh ahaha. Terus kita maen satu permaenan yang mengharuskan kita ngelempar bola ke musuh yang ada di layar gitu. Asli, gara-gara maen itu, sampe sekarang tangan gue masih pegel. Kayak abis maen tennis di Wii tau ga.</p>
<p>Hmm. Bingung mau nulis apa lagi ahaha. Oh besok kalo jadi mau ke rumah Ketzia bareng Mira dan Sheila. Mereka itu temen satu grup gue selama semester 4 di UI. Dulu, hampir tiap hari kita ke rumah Ketzia untuk ngerjain tugas. Jadi berhubung Ketzia baru pulang dari Brisben, and for old time&#8217;s sake, besok mungkin kita mau ke sana lagi. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>*terima kasih banyak untuk Rendi dan Kaisar yang udah bela-belain pulang dari Bandung. Big hugs. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tips mendapatkan Sumber Ide, sangat berguna!]]></title>
<link>http://dartomd.wordpress.com/2009/02/09/tips-mendapatkan-sumber-ide-sangat-berguna/</link>
<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 23:58:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>dartomd</dc:creator>
<guid>http://dartomd.wordpress.com/2009/02/09/tips-mendapatkan-sumber-ide-sangat-berguna/</guid>
<description><![CDATA[ilustrasi Situasi paling mengerikan yang dialami oleh penulis adalah saat kepalanya kosong, blank, t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_219" class="wp-caption alignleft" style="width: 91px"><img class="size-thumbnail wp-image-219" src="http://dartomd.wordpress.com/files/2009/02/mimpi.jpg?w=81" alt="" width="81" height="96" /><p class="wp-caption-text">ilustrasi</p></div>
<p style="text-align:justify;">Situasi paling mengerikan yang dialami oleh penulis adalah saat kepalanya kosong, blank, tidak memiliki ide tentang apa yang hendak ditulis. Mata nanar menatap halaman kertas atau layar komputer yang putih polos. Ide yang diharapkan tidak pernah mampir. Padahal sebenarnya ada banyak sumber-sumber ide yang tersedia di sekeliling Anda. Mungkin Anda hanya tidak menyadarinya dan melewatinya. Nah, di dalam tulisan ini ada beberapa sumber-sumber tempat mencari ide untuk tulisan Anda.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">1. Buku, majalah dan media cetak lainnya<br />
Buka perpustakaan pribadi Anda, cari buku yang menarik perhatian Anda dan baca. Ambil majalah, perhatikan setiap artikel. Pikirkan apa yang bisa Anda buat dari materi yang Anda baca itu. Cerita, puisi, artikel yang ada di sana bisa menginspirasi Anda</p>
<p style="text-align:justify;">2. Obrolan<br />
Rumpian, obrolan ringan atau kumpul-kumpul sesama teman arisan atau saudara bisa menjadi sumber ide yang dahsyat. Cuma jangan terlalu terbawa suasana, saking asyiknya ngerumpi, akhirnya Anda malah lupa tujuan semula</p>
<p style="text-align:justify;">3. Bepergian<br />
Keluarlah dari rumah Anda sementara waktu. Tidak perlu jauh-jauh. Kalau Anda punya uang dan bisa bepergian ke berbagai tempat yang eksotis itu lebih baik. Kalaupun tidak bisa cukup di dalam kota Anda. Cuma sekarang, gunakan cara bepergian yang lain. Kalau biasanya Anda naik mobil pribadi, kali ini cobalah naik angkutan umum. Sebisa mungkin jangan pergi ke mal, pergilah ke pasar seni, galeri, museum, dll. Perhatikan keunikan orang-orang di sekitar Anda. Anda akan menemukan ide tersebar di mana-mana.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Komunitas<br />
Jika Anda ingin menulis di satu bidang tertentu, cara terbaik adalah bergabung dengan komunitas yang menekuni bidang tersebut. Dari diskusi antar sesama anggota komunitas akan terungkap problem, permasalahan dan solusi yang ingin dicapai. Hal tersebut bisa diangkat menjadi ide.</p>
<p style="text-align:justify;">5. Mimpi<br />
Tidak semua orang bermimpi waktu tidur. Tetapi bila Anda bermimpi apapun, kemungkinan isi mimpi itu bisa menjadi ide cerita Anda ketimbang Anda repot ke dukun mencari tafsirnya.</p>
<p style="text-align:justify;">6. Diari atau jurnal<br />
Bersyukurlah kalau dulu Anda rajin menulis diari atau jurnal. Buka kembali lembaran diari tersebut, baca kembali dan cari hal yang bisa menjadi ide tulisan.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-223" src="http://dartomd.wordpress.com/files/2009/02/film-doa.jpg?w=67" alt="" width="67" height="96" />7. Film<br />
Beli atau pinjam film di rental. Cari film yang unik yang biasanya jarang Anda tonton. Pertimbangkan untuk menonton film yang menang di berbagai kompetisi. Tonton berkali-kali dan pikirkan apa yang bisa Anda buat dari film yang Anda tonton itu.</p>
<p style="text-align:justify;">8. Televisi<br />
Yang dimaksud televisi di sini, bukan tayangan televisi swasta di Indonesia yang amburadul, yang sinetronnya kalau nggak melotot dan teriak-teriak nggak puas. Tapi berbahagialah kalau televisi kabel masuk ke rumah Anda (bukan promosi), tapi di sana Anda bisa menonton Discovery Channel, atau National Geographic Channel. Mereka bisa menjadi sumber informasi bagi Anda.</p>
<p style="text-align:justify;">9. Musik<br />
Buka sampul kaset atau CD punya Anda, baca liriknya, resapi sambil mendengarkan lagunya. Lirik suatu lagu bisa menjadi inspirasi sebuah cerita</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-222" src="http://dartomd.wordpress.com/files/2009/02/internet-picture1.png?w=96" alt="" width="96" height="96" />10. Internet<br />
Internet adalah sumber informasi yang tidak ada habisnya. Luangkan waktu untuk mencari berbagai informasi di internet, usahakan saja supaya tidak tersesat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya ide ada dimana-mana. Ide yang muncul saat Anda termenung, atau jongkok di kamar mandi (kok bisa ya sebenarnya muncul dari bawah sadar Anda, yang muncul dari akumulasi dari apa saja yang Anda lihat, rasakan sehari-hari. Buat kebanyakan orang, ide tidak datang dari langit. Maka dari itu, mendekatlah kepada sumber-sumber ide yang sudah disebutkan di atas.</p>
<p style="text-align:justify;">sumber : Didik Wijaya &#8211; Penerbit Escaeva</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[kena, deeehh]]></title>
<link>http://sikard.wordpress.com/2009/02/03/kena-deeehh/</link>
<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 16:12:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>diaz</dc:creator>
<guid>http://sikard.wordpress.com/2009/02/03/kena-deeehh/</guid>
<description><![CDATA[Seperti yang udah pernah gue mentioned sebelomnya, gue bener-bener buta jalan. Gue juga ga tau perat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Seperti yang udah pernah gue mentioned sebelomnya, gue bener-bener buta jalan. Gue juga ga tau peraturan-peraturan yang ada di jalanan. Aseli, buta parah. Gue bisa nyasar untuk ke Kemang doang. Iya, separah itu. Hahaha.</p>
<p>Terus tadi siang, gue ke rumah Tya. Tya ini salah satu temen gue yang sama butanya sama gue dalam masalah jalanan. Eh ga deng, parahan dia :p. Well anyway, tadinya mau ke PIM. Terus setelah ada Sasha dan Kika, kita mutusin untuk ke Plaza Indonesia karena pengen liat di Zara situ masih ada coat apa ga. Soalnya di PIM udah ga ada. Akhirnya kita jalan-jalan di Plaza Indonesia, yang of kors kayak turis, karena kita buta arah gara-gara jembatan menuju eX lagi direnovasi, plus emang dasarnya kita ga familiar aja sama mall itu.</p>
<p>Pulangnya, kita berencana untuk makan seafood di Radio Dalam. Pas mau ke luar dari Plaza Indonesia, Sasha (yang jaaaaauuuh lebih bisa diandelin dalam masalah jalanan ibukota) ngarahin kita ke Thamrin, which was a wrong decision. Harusnya kita ke arah Kebon Kacang aja, karena kalo di Thamrin kan muternya jauh. Terus berhubung gue buta jalan, gue bener-bener mengandalkan Sasha untuk nunjukin jalan. Secara gue ga tau muternya di mana ya boookk.</p>
<p>Pas ngeliat bunderan yang ada aer mancurnya, semua orang menganggap itu puteran. Akhirnya kita mau muter di situ. Gue udah nanya dulu: ini beneran boleh muter? Jawaban semua orang: Boleh. Yaudah dong, gue kan mengandalkan semua orang di mobil gue, kecuali Tya :p. Jadilah gue muter.</p>
<p>Tiba-tiba disamperin pak polisi. Mampus. Mampus banget asli. Udah tegang dong kita. Abis gitu si bapak nyuruh kita minggir. Terus terjadilah percakapan berikut:</p>
<blockquote><p>pak polisi (PP): udah pernah ditilang belom, mbak?</p>
<p>gue: belom, paaakk *dengan tampang melas dan cengengesan ga jelas</p>
<p>PP: boleh liat surat-suratnya, mbak?</p>
<p>gue: ya bolehlah, paaakk (sambil ngasih SIM dan STNK)</p>
<p>PP: (pergi sebentar, meriksa SIM dan STNK gue, terus balik lagi) di sini ga boleh muter, mbak, kalo sebelom jam 7 malem. Muternya di RRI sana, mbak.</p>
<p>gue: ooooh, gitu ya pak? Maaf yaa paaaaakk..</p>
<p>PP: iyaa, kalo abis jam 7, mau muter 100 kali juga boleh deh.</p>
<p>gue: pusing dong, pak *masih sambil cengengesan.</p>
<p>PP: ini peraturannya udah ada sekitar 5 taun loh, mbak.</p>
<p>gue: yaaah paaak, abisan saya kuliah di Australiii, jadi ga ngeh sama peraturan di sini paaakk.. Maaf ya paaaakkk *mulai ngeles. padahal kuliah di Melben baru 1 semester ahaha (di kursi belakang, Sasha mulai nelpon Gembong-temen gue yang anak petinggi polisi haha)</p>
<p>PP: ooh gitu. Emangnya semuanya kuliah di Australi juga?</p>
<p>gue: (mulai panik) Rrrrrr.. Yang satu kuliah di Malaysia pak! *ngasal abis, ga ada yang kuliah di Malaysia hahaha.</p>
<p>PP: oooh pantes. Terus gimana nih, kalo ditilang gapapa? (sambil megang surat tilang)</p>
<p>gue: emang ga bisa ya pak, kalo ga ditilang? *masih cengengesan.</p>
<p>PP: yaah ga bisa dong, mbak.</p>
<p>gue: ooohh gitu yaa paaak. Yaudah deh, pak, gapapa. Ditilang aja deh, pak.</p>
<p>PP: yaudah deh kalo gitu (sambil ngebalikin SIM dan STNK gue), laen kali ati-ati ya mbak.</p>
<p>gue: oh iya? Waaaahh makasih yaa paaaaakk *senyum lebar banget dengan tampang amazed.</p></blockquote>
<p>Ya ampun, ternyata lolos! Bahkan ga bayar! WOW.</p>
<p>Pelajaran hari ini: jangan bawa mobil ke daerah yang banyak polisinya kalo belom tau peraturannya. Hahahaha.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Izin bepergian]]></title>
<link>http://ucasucus.wordpress.com/2009/01/30/izin-bepergian/</link>
<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 04:13:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>ucasucus</dc:creator>
<guid>http://ucasucus.wordpress.com/2009/01/30/izin-bepergian/</guid>
<description><![CDATA[Rasulullah SAW. bersabda, &#8220;Jika seseorang dari kalian hendak bepergian jauh, hendaklah minta i]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Rasulullah SAW. bersabda, <em>&#8220;Jika seseorang dari kalian hendak bepergian jauh, hendaklah minta izin kepada saudara-saudaranya. Sesungguhnya Allah Ta&#8217;ala menjadikan kebaikan dalam doa mereka.&#8221;</em><strong>(HR Ahmad)<br />
</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Butuh Kendaraan di Surabaya??]]></title>
<link>http://subtransrentcar.wordpress.com/2009/01/29/butuh-kendaraan-di-surabaya/</link>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 00:30:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>subtransrentcar</dc:creator>
<guid>http://subtransrentcar.wordpress.com/2009/01/29/butuh-kendaraan-di-surabaya/</guid>
<description><![CDATA[Anda ingin berlibur di daerah Jawa Timur dan Sekitarnya?? Mengunjungi Kota Malang,atau ke Bromo? kam]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Anda ingin berlibur di daerah Jawa Timur dan Sekitarnya??<br />
Mengunjungi Kota Malang,atau ke Bromo?</p>
<p>kami Menyediakan Transportasi yg sesuai dg Kebutuhan anda<br />
-Alphard,Camry, N.Eyes<br />
-Innova,Avanza<br />
-L300, Elf<br />
-Bis Pariwisata</p>
<p>Hub Kami dan dptkan penawaran menarik<br />
03171305599<br />
08113415992<br />
085851111799</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[holiday, so far]]></title>
<link>http://sikard.wordpress.com/2009/01/12/holiday-so-far/</link>
<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 15:52:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>diaz</dc:creator>
<guid>http://sikard.wordpress.com/2009/01/12/holiday-so-far/</guid>
<description><![CDATA[Liburan yang super ga jelas ini udah gue isi dengan berbagai kegiatan ga jelas juga. Hmm lets seee..]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Liburan yang super ga jelas ini udah gue isi dengan berbagai kegiatan ga jelas juga. Hmm lets seee.. Begitu kelar ujian, gue langsung ke Brighton beach sama anak-anak Melbourne. 3 hari kemudian gue ke Jakarta. Setelah sampai Jakarta yang udah gue lakukan adalah:</p>
<blockquote><p>Bolak-balik ke Bogor untuk ke salon mobil gue, <a href="http://www.autotic-carcare.com/" target="_blank">auto&#8217;tic</a>.</p>
<p>Date sama Tya yang membuat kita mundur satu dekade ke jaman boyband merajalela.</p>
<p>Date sama Kara yang ga jelas maksud dan intinya apa, tapi selalu dan selalu dinikmati.</p>
<p>Date sama Nia untuk nyari kado untuk temen deket dia dan gue. Dan gue ended up dengan kekecewaan. Belom dapet nih kadonya. Beli apa dooooonnngg??</p>
<p>Bepergian sama temen SMP gue beberapa kali sampe kena tragedi late night di Kemang barengan Tya, Ariana, dan Kaisar.</p>
<p>Bepergian sama temen SMA gue dan ketawa-ketawa semaleman karena jokes yang berbahaya untuk dipublish hehe.</p>
<p>Bepergian sama <a href="http://sikard.wordpress.com/2008/06/01/my-girlfriends/" target="_blank">temen-temen kuliah gue</a> yang alhamdulillah bisa full team (minus Ketzia sama Uci yang emang lagi ga di Jakarta).</p>
<p>Beberapa kali ke PIM sendirian tanpa tujuan dan arah, cuma karena pengen aja.</p>
<p>Beberapa kali juga ke Poins Square sendirian cuma untuk beli DVD terus muter-muter ga penting. Oh, dan ini akan gue lakukan lagi besok.</p>
<p>Nganter anjing gue ke dokter hewan di daerah Radio Dalem. Kalo lo liat plang drh. Sj. Sikar di tikungan Nokia yang dulu, itu kakek gue. Dan ke situ lah gue membawa seluruh hewan-hewan gue hehe.</p>
<p>Ke Bandung sama keluarga gue untuk menghadiri pernikahan sodara gue.</p>
<p>Lebaran haji di rumah nenek gue di Bogor dengan jumlah cucu yang lengkap. Ini sangat jarang terjadi karena sebelom-sebelomnya, either gue atau kakak-kakak gue ada di Melbourne.</p></blockquote>
<p>Hmmm kayaknya baru segitu doang deh liburan gue. Duh sungguh ga penting. Daaan masih ada 1,5 bulan lagi yang bisa gue isi dengan kegiatan ga penting lainnya. Ampuuuunn lama banget dah liburnyaaa&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tips Bepergian dengan Bayi (2)]]></title>
<link>http://martadewa.wordpress.com/2008/12/24/tips-bepergian-dengan-bayi-2/</link>
<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 06:23:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>bunda alf</dc:creator>
<guid>http://martadewa.wordpress.com/2008/12/24/tips-bepergian-dengan-bayi-2/</guid>
<description><![CDATA[Belajar dari pengalaman kemaren bawa Alfis (3 bulan) ke rumah eyang buyutnya, ada beberapa hal yang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Belajar dari pengalaman kemaren bawa Alfis (3 bulan) ke rumah eyang buyutnya, ada beberapa hal yang ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perjalanan Jauh Perdana Alfis]]></title>
<link>http://martadewa.wordpress.com/2008/12/24/perjalanan-jauh-perdana-alfis/</link>
<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 06:21:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>bunda alf</dc:creator>
<guid>http://martadewa.wordpress.com/2008/12/24/perjalanan-jauh-perdana-alfis/</guid>
<description><![CDATA[Hari Rabu kemarin, Alfis jalan-jalan ke rumah eyang buyutnya di Banjarnegara, Jawa Tengah. Berangkat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hari Rabu kemarin, Alfis jalan-jalan ke rumah eyang buyutnya di Banjarnegara, Jawa Tengah. Berangkat]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[finally, real holiday]]></title>
<link>http://sikard.wordpress.com/2008/12/24/finally-real-holiday/</link>
<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 19:43:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>diaz</dc:creator>
<guid>http://sikard.wordpress.com/2008/12/24/finally-real-holiday/</guid>
<description><![CDATA[Setelah 3 minggu ga punya temen karena orang-orang pada UAS, gue akhirnya bisa bepergian dan bertemu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Setelah 3 minggu ga punya temen karena orang-orang pada UAS, gue akhirnya bisa bepergian dan bertemu orang-orang. I spent around 12 hours with my junior high friends, and it was so DAMN good.</p>
<p>Biasanya, kalo pergi sama temen SMP, palingan cuma berempat atau lima orang. Tadi, akhirnya pergi bertujuh. WAW. Dan selama bepergian itu, gue bertemu:</p>
<p>1.Tya, Kaisar, Rendi, Sasha, Sausan, Denny</p>
<p>Terima kasih kamu semuaaa.. Really had a great time with you guys! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Special thanks buat Kaisar yang udah bersedia nganter-jemput gue hehehe.</p>
<p>2. Mobil-yang-sangat-bermasalah</p>
<p>AC nyala tapi kadang panas kadang dingin, jendela bisa turun tapi susah banget naek, pintu harus dikunci manual, channel radio ga bisa kebaca, danlainlain. Ga tau lagi deh gue. Juara banget tuh mobil.</p>
<p>3. Aliansi supir yang sangat kuat</p>
<p>Pas jemput si Sasha di kantornya, kita menemukan aliansi supir di kantor itu yang saling bahu-membahu dan saling membantu saat suka dan duka. LOH? Intinya, mereka bener-bener bersatu deh! Cooooll..</p>
<p>4. Salju di Pacific Place</p>
<p>Ada white christmas di Pacific Place. Sayangnya, saljunya kurang gede-gede. Jadinya ga keliatan pas di foto.</p>
<p>5. Mas-mas parkiran yang super gaul</p>
<p>Ini nih, juara dari semua hal yang gue temuin hari ini. Si mas ini bener-bener gaul banget, terbukti dengan gaya isyarat yang dia pakai untuk ngasih tau kita kalo kita ga bisa parkir di situ. Super deh tuh orang. Asli. Ga tau lagi gue. Gayanya COOL BERAT! Pengen kenalan deh, mas! :p</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[liburan bermanfaat]]></title>
<link>http://sikard.wordpress.com/2008/12/16/liburan-bermanfaat/</link>
<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 17:02:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>diaz</dc:creator>
<guid>http://sikard.wordpress.com/2008/12/16/liburan-bermanfaat/</guid>
<description><![CDATA[Kapan terakhir kali lo ke TMII?? Jujur aja, seinget gue sih terakhir gue ke sana itu pas gue masih T]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kapan terakhir kali lo ke TMII?? Jujur aja, seinget gue sih terakhir gue ke sana itu pas gue masih TK dan harus perform something gitu di sana. Jadi kalo ditanya TMII itu kayak apa, gue totally blank. Gue cuma tau ada Keong Mas, kereta gantung, dan anjungan-anjungan dari semua propinsi di Indonesia. (Eh tapi mungkin itu masih 27 propinsi kali yak).</p>
<p>Anyhoo, hari Minggu kemaren itu ada adek sepupu gue si Muthia yang mau lomba saman di anjungan Aceh di TMII, dan dia minta gue sama Ayu untuk nonton. Kata Muthia, dia bakalan nari jam 10an. Alhasil, gue sama Ayu berangkat dari rumah gue jam 9an. Berbekal ketidaktauan akan jalan dan isi dari TMII itu sendiri, kita cuma nebak-nebak. Alhamdulillah sampe  juga di sana. Ternyata si Muthia baru perform jam 11.30an gitu. Kelar nonton dia tanding, gue sama Ayu muter-muter di TMII dan dengan noraknya terkagum-kagum dengan isinya.</p>
<blockquote><p>Wooowww.. Ada museum MIGAS!</p>
<p>Eh ada museum listrik juga!</p>
<p>Eh itu ada pesawat Garuda! Cool abis&#8230; Ooohh itu museum transportasii&#8230;</p>
<p>Eh isi istana itu apa sih?</p>
<p>Kalo nonton di Keong Mas berapaan sih? Mendingan mana sama nonton 21?</p>
<p>Eh sumpah di anjungan Sumatera Barat ada yang jual Sate Padang!</p></blockquote>
<p>Daaaann lain-lain. Intinya sih kita norak.</p>
<p>Udah capek muter-muter, kita pengen liat harga tiket naek Skylift / kereta gantung. Tadinya kita pikir macem 50rebuan gitu. Ga taunya satu orang itu 25rebu. Lumayan laaahh. Yaudahlah kita naek itu berduaan. Dan sungguh, kita makin norak di situ. Kita baru tau kalo ternyata danau buatan di TMII itu berbentuk peta Indonesia. Jadi ada pulau-pulaunya gituh. Dan yang lebih cool nya lagi, kalo di daerah aslinya ada gunung, di pulau buatan itu juga dikasih batu berbentuk gunung gitu. Cooooolll&#8230;</p>
<p>Sebenernya ada videonya siih pasti kita naek Skylift itu, cuma gue malu ngasih liatnya. Abisan ketawan banget noraknya. PLUS, ketawan banget kalo gue takut ketinggian. Secara tiap keretanya goyang, gue tereak ahahaha.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tips Bepergian dengan Bayi]]></title>
<link>http://martadewa.wordpress.com/2008/12/13/tips-bepergian-dengan-bayi/</link>
<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 08:40:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>bunda alf</dc:creator>
<guid>http://martadewa.wordpress.com/2008/12/13/tips-bepergian-dengan-bayi/</guid>
<description><![CDATA[Ini link-link yang bisa dibuka kalo mau bepergian. Karena Insya Allah besok Maret, Alfis mau ke Pale]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ini link-link yang bisa dibuka kalo mau bepergian. Karena Insya Allah besok Maret, Alfis mau ke Pale]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Iedul Adha sama si Seli]]></title>
<link>http://sepedalutfi.wordpress.com/2008/12/09/iedul-adha-sama-si-seli/</link>
<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 10:02:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>sepedalutfi</dc:creator>
<guid>http://sepedalutfi.wordpress.com/2008/12/09/iedul-adha-sama-si-seli/</guid>
<description><![CDATA[Menikmati hari raya Iedul Adha 1429 H kemarin, rasanya kurang lengkap kalo gak pake sepeda lipat (se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Menikmati hari raya Iedul Adha 1429 H kemarin, rasanya kurang lengkap kalo gak pake sepeda lipat (seli) untuk ikutan sholat Ied ke Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK) Menteng.</p>
<p>Pagi itu, langsung ngacir deh saya dan seli. Perlengkapan tempur sudah siap. Baju sholat, peci, hp, dompet, dll sudah masuk ke dalam tas semua. Helmet langsung pake. Kebetulan juga istri dan anak sholat di dekat rumah. Aha!!! asik banget gowes kalo gitu. Nggak sampai 20 menit sudah sampai di MASK. Sudah banyak jama&#8217;ah yang ingin sholat. Langsung cari tempat parkiran. Alhamdulillah, tempat parkiran sepeda saya yang pas Iedul Fitri lalu, masih kosong. Pas banget. Mana sebelahan sama kelas kambing yang siap disembelih hehehe&#8230;</p>
<p>Ceklek!!! sip, sepeda sudah terkunci. Buka tas, baju sholat dan peci dikeluarkan. Rapi-rapi sebentar, langsung deh menuju ke halaman rumput yang hijau subur di taman MASK nya. Memang bagus banget nih masjid. Sangat asri dan <em>greeny</em> pokoknya. Cuma hampir aja saya nginjek, seonggok kotoran kucing yang masih baru (masih anget kayaknya!) dan tanpa ijin sudah nangkring diatas rumput nan hijau ini. Pyuuuh&#8230;.untung pandangan saya liat ke bawah, coba liat keatas atau lurus aja, pasti kaki mendarat mulus ke onggokan itu hahaha&#8230;</p>
<p>Sholat Ied selesai, seli sudah siap menanti tuannya. Dari sekian banyak jama&#8217;ah yang sholat, saya nggak lihat satupun yang pakai sepeda nih. Jalanan sudah penuh dengan jama&#8217;ah yang bawa kendaraan bermotor. Macet total temaaanss!!!. </p>
<p>Alhamdulillah, pergi pulang lancar. Nggak kena macet sedikitpun. Kecuali sedikit keringetan aja hahaha&#8230;</p>
<p>Selamat Iedul Adha 1429 H bagi teman-teman yang merayakan:)</p>
<p>salam,<br />
lutfi</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mall yang Bike Friendly]]></title>
<link>http://sepedalutfi.wordpress.com/2008/11/20/mall-yang-bike-friendly/</link>
<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 04:02:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>sepedalutfi</dc:creator>
<guid>http://sepedalutfi.wordpress.com/2008/11/20/mall-yang-bike-friendly/</guid>
<description><![CDATA[Sering saya membaca keluhan beberapa teman pengguna sepeda yang ingin berkunjung ke mall begitu kesu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sering saya membaca keluhan beberapa teman pengguna sepeda yang ingin berkunjung ke mall begitu kesulitan untuk memarkir sepedanya di area perparkiran. Bukannya apa-apa, mereka (termasuk saya) tidak menemukan tempat parkir sepeda yang layak. Pernah suatu kali saya berkunjung ke salah satu mall di Jakarta Selatan, dan saat itu memang saya ingin menggunakan sepeda. Sesampainya di sana, saya kesulitan sekali untuk menitipkan sepeda saya untuk parkir. Meskipun saya akhirnya memarkir sepeda di area parkir motor yang dikelilingi pagar pembatas, tapi lagi-lagi saya merasa bahwa mall tersebut tidak merespons pengguna sepeda yang ingin berkunjung ke mall tersebut. Karena yang berkunjung ke mall kan bermacam-macam. Ada yang berjalan kaki, naik angkot, dengan motor atau mobil, dan sepeda. Nah, sayangnya, sepeda belum termasuk hitungan untuk penyediaan sarananya.</p>
<p>Kalau saya lihat mall-mall yang ada sekarang, dilihat dari space parkir yang ada, untuk sebuah penyediaan area parkir sepeda seharusnya tidaklah sulit. Karena dimensi luasan kendaraan sepeda tidak berbeda jauh dengan dimensi kendaraan motor. Pihak pengelola parkir bisa saja menerapkan sistem parkir untuk sepeda. Caranya?</p>
<p><strong>1. Berbayar dan bernomor</strong><br />
Berbayar disini tentunya bisa lebih murah ketimbang kendaraan bermotor. Mengapa musti lebih murah? anggap saja ini sebuah keringanan bagi para pengguna sepeda yang sudah turut serta mengurangi masalah lingkungan dan transportasi perkotaan. Artinya, mall tersebut turut serta merespons isu-isu seputar pro lingkungan yang sedang gencar digaungkan. </p>
<p>Bernomor maksudnya untuk memberi nomor bagi tiap sepeda yang terparkir. Cara ini pernah saya lihat di sebuah mini market yang menerapkan nomor ganda bagi kendaraan dan si pemiliknya. Jadi, meski sepeda belum ada nomor platnya seperti kendaraan bermotor, hal tersebut masih bisa dilakukan sebagai pengamanan bagi sepeda tersebut.</p>
<p><strong>2. Gratis dan bernomor</strong><br />
Gratis??? hehehe&#8230;pernah lo saya parkir di sebuah mall malah dikasih gratis..tis..tis.. Padahal saat itu saya sudah siap bayar seharga parkir untuk motor. Tapi malah ditolak dengan baik-baik, katanya si petugas parkir &#8220;nggak usah bayar pak, gratis untuk sepeda!&#8221;. Wah, surprise aja. Niat baik malah diberi kemudahan tuh kan hahaha..</p>
<p>Tapi, rasanya kurang sreg juga ya. Biar pake sepeda, bukan berarti nggak sanggup bayar dong ah. Yang penting kan sepeda kita aman dari tangan-tangan jahiliyah. Nah, kalo urusan digratisin terus tetap diberi nomor sepedanya, ya nggak masalah juga. Artinya, keuntungan ganda untuk para pengguna sepeda. Sudah gratis, sepeda aman. Gimana nggak enak coba, ya kan! makanya pake sepeda hahaha&#8230;*kompor mode on*</p>
<p>Jadi, saya sih berharap semoga yang para pengelola mall-mall yang megah-megah mau memberikan secuil ruang untuk para pengguna sepeda. Gimana caranya?</p>
<p><strong>1. Tersedia rak sepeda &#38; rambu pelengkap<br />
</strong>Fungsi rak ini yang utama adalah untuk mengikatkan sepeda ke rak. Biar nggak digondol tangan-tangan jahiliyah. Dari sisi kerapihan dalam penataan, juga terlihat lebih rapi dan enak dipandang. Akan lebih bagus lagi jika disertai kelengkapan rambu- rambu petunjuk sejak dari masuk area mall yang memudahkan para pengguna sepeda mengidentifikasi keberadaan lokasi parkir tersebut.</p>
<p><strong>2. Aman</strong><br />
Karena sepeda termasuk benda yang mudah dicuri, jadi harus disatukan dengan sistem pengamanan parkir yang berlaku di tempat tersebut. Kalau perlu diberi pembatas untuk membedakan antara parkir sepeda dengan parkir motor/mobil.</p>
<p><strong>3. Nyaman</strong><br />
Setiap pengguna sepeda pasti ingin nyaman juga. Nyaman untuk dicapai parkirannya. Mudah gitu lho. Kebayang kan, kalo parkir sepeda harus bermanuver turun/nanjak ke area perparkiran mall yang begitu luas, bertingkat-tingkat, berkelok-kelok, dan melingker-linger ramp nya. Maklum, namanya pake mesin dengkul, jadi pasti akan menyulitkan dan melelahkan para pengguna sepeda untuk manuvernya. Apalagi kalo yang bawa ibu-ibu bersepeda. Maunya sih, parkir sepeda dekat entrance/lobby biar langsung masuk ke mall hehehe&#8230;.*ngarep ngarep mode on*</p>
<p>Jika seluruh mall yang tersebar di Jakarta saja menyediakan fasilitas perparkiran sepeda yang nyaman dan aman, tentu ini bisa punya citra positif juga kan untuk si mall nya. Anggap saja itu adalah bagian dari strategi marketing, program CSR (Corporate Social Responsibility) nya dan fasilitas tambahan yang disediakan oleh pengelola mall tersebut. Selain itu, biasanya mall kan punya agenda promo rutin ya. Bukan nggak mungkin kan kalo dalam promo mereka akan terselip info seperti ini: &#8220;TELAH HADIR! Fasilitas perparkiran sepeda yang nyaman dan aman bagi para pengunjung mall ini!&#8221;.  </p>
<p>So, kita tunggu saja kehadiran mall-mall yang <em>Bike Friendly</em>.</p>
<p>salam,<br />
lutfi</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mudik 2008]]></title>
<link>http://arga.wordpress.com/2008/10/08/mudik-2008/</link>
<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 16:15:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>gardine</dc:creator>
<guid>http://arga.wordpress.com/2008/10/08/mudik-2008/</guid>
<description><![CDATA[Sejak Mbah gw dari sisi bokap maupun nyokap sudah meninggal semua, gw nggak pernah lagi mudik for th]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sejak Mbah gw dari sisi bokap maupun nyokap sudah meninggal semua, gw nggak pernah lagi mudik <em>for the sole purpose of </em>mudik. Jadi terakhir gw secara resmi disebut mudik kira-kira adalah pas gw kuliah tahun pertama, kalo nggak salah. Mudiknya naik mobil via pantura dengan dihiasi insiden kecil di daerah Batang &#8211; <em>but that&#8217;s a whole different story</em>. Baru kemarin nih akhirnya gw bisa dibilang mudik juga.</p>
<p>Tanggal 5 Oktober kemarin ada sepupu gw dari sisi bokap yang nikah di Wonosari. Berhubung piala bergilir &#8211; tradisi aneh keluarga bokap gw &#8211; pernikahan ada di gw, jadilah gw terpaksa harus hadir. Kurang lebih tiga minggu sebelum hari-H, gw udah pontang-panting nyari tiket buat gw dan istri. Berburu tiket pesawat secara <em>online </em>dan <em>offline </em>hanya membuahkan tiket satu arah CGK-JOG pada harga yang lumayan murah @ IDR 450.000. Setelah minta tolong sama sepupu lain yang tinggal di Jogjakarta, Alhamdulillah, akhirnya dapet juga tiket baliknya @ IDR 425.000 &#8211; alternatif yang jauh lebih murah ketimbang tiket pesawat yang sempet gw lirik: @ IDR 950.000.</p>
<p>Tanggal 30, gw dapet kabar gembira kalo istri mengandung, jadi sekarang tinggal gw yang berangkat ke Wonosari. Tiket berangkat udah nggak mungkin di-<em>refund</em>. Harga murahnya harus ditebus dengan seperangkat kata &#8220;NON&#8221;: <em>non-refundable</em>, <em>non-reroutable</em>, <em>non-endorsable</em>. Tiket kereta balik masih ada ditangan sepupu gw dan pada hari keberangkatan (04/10) masih berstatus &#8220;diusahakan untuk dijual kembali&#8221;.</p>
<p>Berangkatnya Alhamdulillah lancar banget. Gw naik Mandala <em>flight</em> yang paling pagi, <em>and it was a good flight all the way to Jogja</em>.</p>
<p>Sampai di Adi Sucipto, gw nggak dijemput, jadi memutuskan untuk ke rumah Bulik gw naik taksi umum aja. &#8220;Taksi Bandara itu mahal,&#8221; gw inget dulu Paklik gw pernah bilang. Ternyata keputusan itu salah juga. &#8220;Lebih baik sekarang naik TransJogja aja. Busway ala Jogja. Cuma naik dari depan bandara, berhenti di halte ketiga, itu udah di depan kompleks rumahku,&#8221; katanya. OK, lain kali ya, Paklik!</p>
<p>Di Jogja gw juga nggak ke mana-mana yang istimewa. Gw cuma sempet makan di <a href="http://wahyuaw.multiply.com/reviews/item/11" target="_blank">Bebek Goreng Pak Slamet</a> &#8211; resto baru di Jalah Gejayan, <a href="http://denmasrul.com/2008/08/26/gudeg-lagi-gudeg-lagi/" target="_blank">Gudeg Sagan</a> di sebelah Utara perempatan Mal Galeria, lihat-lihat <a href="http://www.dowabag.com" target="_blank">tas Dowa</a> yang cantik tapi mahal di <a href="http://www.novotel.com/gb/hotel-0777-novotel-yogyakarta/index.shtml" target="_blank">Novotel</a>. Kunjungan yang singkat plus tidak datang dengan <em>garwa</em>, membuat sedikit malas ke mana-mana.</p>
<p>Hari Minggu (05/10) pagi , kami berangkat ke Wonosari. Baru pertama kali ke sana, ternyata jalannya cukup berkelak-kelok juga. Padahal sudah ada beberapa hidung Petruk yang dibikin pesek lho. <em>Anyway</em>, acara berjalan lancar. Piala bergilir sudah disampaikan &#8211; biar pengantin baru yang bingung ngurusi pialanya, tempat namanya sudah habis dengan bertambahnya nama mereka di situ.</p>
<p>Hari Senin (06/10) siang, gw pulang naik Argolawu Lebaran yang jam 10.45. Keretanya muncul telat -seperti sudah dapat diduga &#8211; dan sampai ke Jakarta pun telat. Seharusnya tiba di Gambir 18.10, ternyata baru sampai sekitar 19.05. Gw pulang naik taksi lagi dan akhirnya mengakhir perjalanan mudik maksa tahun 2008 ini.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Queensland part 3: end of journey]]></title>
<link>http://sikard.wordpress.com/2008/09/27/queensland-part-3-end-of-journey/</link>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 13:56:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>diaz</dc:creator>
<guid>http://sikard.wordpress.com/2008/09/27/queensland-part-3-end-of-journey/</guid>
<description><![CDATA[Hari Rabu tanggal 24, rombongan Melbourne berkunjung ke kampus anak-anak di University of Queensland]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hari Rabu tanggal 24, rombongan Melbourne berkunjung ke kampus anak-anak di University of Queensland, St Lucia. Kampusnya lebih gede daripada kampus gue terus pake ada danaunya segala. Macem di UI aja hahaha. Tapi arsitektur gedung-gedungnya ga sebagus di Melbourne Uni, walaupun kalo udah malem di Melbourne Uni itu serem mampus.</p>
<p>Pulang dari kampus, kita ke balik ke apartment terus nonton DVD di kamar Dinda-Amira rame-rame. Ga tau kenapa, pas lagi nonton itu kita semua ketiduran, kecuali si Andrew sama Ikhsan. Bangun-bangun udah mau jam buka puasa, terus kita siap-siap dan langsung pergi ke Laksa Hut.</p>
<p>Di Laksa Hut, gue mesen Laksa Bebek dan itu enak bangeeett&#8230; Gue bukan penggemar laksa, tapi gue suka laksa di situ. Terus di situ gue ketemuan sama Tiza sama Faris juga, kakak-kakak kelas gue di Labschool Kebayoran dulu.</p>
<p>Malemnya, gue di kamar Nia sambil nunggu jam 12 karena mau surprise-in Dhira yang ulang taun. Jam 12.30an, kita ke kamar Dhira rame-rame. Surprise bla bla bla, abis itu si Godit, pacarnya Dhira ternyata ngirim hadiah ulang taun gitu buat Dhira. Salah 1 nya video gitu. Terus diputer deh tuh video dan ditonton semua orang. Sumpaaaahh sedih banget videonyaaa.. Gue aja sampe nangiis hahahaha cupu banget sih guee&#8230;</p>
<p>Malem itu gue sama Ketzia nginep rumah Dhira. Bangun-bangun udah siang banget, terus cuma packing dan mandi, abis itu rombongan Melbourne pulang deehh.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Liburan singkat tapi menyenangkan! Walaupun di Brisbane super bikin genduuuutttt! Hahahaha. Ayo anak Brisbane, ditunggu kunjungan balasannyaa <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Visit Queensland part 2: Dreamworld et al]]></title>
<link>http://sikard.wordpress.com/2008/09/23/visit-queensland-part-2-dreamworld-et-al/</link>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 07:08:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>diaz</dc:creator>
<guid>http://sikard.wordpress.com/2008/09/23/visit-queensland-part-2-dreamworld-et-al/</guid>
<description><![CDATA[Hari ke 4 di Queensland, tanggal 22 kemaren, gue dan 7 orang laennya pergi ke Goldcoast. Berhubung m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hari ke 4 di Queensland, tanggal 22 kemaren, gue dan 7 orang laennya pergi ke Goldcoast. Berhubung most of us udah pernah ke Movieworld, kita memutuskan untuk ke <a href="http://www.dreamworld.com.au/content/drw_2008_home.asp?" target="_blank">Dreamworld</a>. Berangkat dari train station deket rumah, Taringa Station, jam 9.36 dan nyampe di Roma Street Station jam 9.50. Harusnya dari situ kita naek train lagi yang jam 9.57 ke Goldcoast, tapi trainnya baru nyampe jam 10.06. Nyampe Coomera Station jam 11.00, kita langsung naek bus ke Dreamworldnya. Nyampe sana, gue dan phobia tinggi gue ga naek rides yang tinggi-tinggi, tapi sempet naek kalo ga salah 3 dari Thrill Ridesnya.</p>
<p>Rencananya, kita pulang dari sana jam 4an biar bisa buka puasa di rumah. Tapi ternyata udah telat dan kita tiba-tiba memutuskan untuk pergi ke Surfer Paradise dan buka puasa di sana. Pas nyampe sana, kita bener-bener kayak orang bego karena kita ga tau daerah itu sama sekali dan ga tau ada apa aja di sana. Kita cuma ngikutin jalan terus tiba-tiba nemu restoran Asia. Berhubung udah deket waktu buka, kita langsung masuk aja untuk makan.</p>
<p>Kelar makan, kita jalan-jalan seenak jidat, berhubung kita ga tau arah. Akhirnya sampe ke satu area pertokoan dan restoran di deket pantai gitu. Iseng-iseng, kita jalan-jalan aja di pantainya sebentar. Terus foto-foto (of kors!). Cuma sebentar di pantai, kita lanjut makan es krim di BaskinRobbins. Kita mesen Banana Split dan Mudcake Ice Cream rame-rame. Abis itu jalan-jalan bentar, terus kita nyari bus stop terdeket.</p>
<p>Menurut jadwal, bus kita harusnya dateng jam 8.39 dan saat itu baru jam 8.00. Berhubung udah capek, akhirnya kita nunggu aja di bus stopnya. Ada yang nyanyi-nyanyi pake iPod, ada yang pake handphone, ada juga yang maen Nintendo DS. Tapi bus yang kita tunggu tak kunjung datang sampe akhirnya udah 15 menit-an telat baru deh kita berhasil naek bus menuju Helensvale Train Station. Nyampe di station, kita ngeliat jadwal train untuk balik ke Roma Street. Ternyata jam berikutnya adalah jam 9.39. Uurrrrrghhhh nunggu lagi deh kita. Dan tiba-tiba aja sesuata hal terjadi:</p>
<blockquote><p>Salah satu temen gue kebelet pipis!</p></blockquote>
<p>Dan sepertinya saat itu keberuntungan ga berpihak ke dia karena toilet di station udah tutup dan keretanya (lagi-lagi) telat. Gila kasian banget. Akhirnya gue, dia, dan 1 orang lagi ke luar dari station dengan harapan Coles atau Kmart di depan masih buka. Tapi pas sampe luar, ternyata lampu-lampunya udah pada mati. Sampe akhirnya, si temen gue ini membuat keputusan yang akan merubah hidupnya:</p>
<p>Dia mau pipis di antara pohon dan semak-semak!</p>
<p>Akhirnya berbekal gue dan temen gue 1 lagi beserta pohon dan semak sebagai penghalang untuk menutupi, dia akhirnya melepaskan bebannya.</p>
<p>Setelah itu kita balik ke station dan ga lama kemudian trainnya dateng, setelah telat 30 menitan. Ternyata oh ternyata, di train itu ada WCnya dan cukup memadai. Haahahaha too late now. </p>
<p>Sejam kemudian kita sampe di Roma Street dan sedihnya, train untuk pulang ke Taringa station baru ada jam 12.08 sedangkan busnya baru ada jam 12.22. Jadilah kita nunggu lagi di station sambil minum hot chocolate rame-rame. </p>
<p>Gillaaaaaaa&#8230; hari itu super capek! Capek maen, capek di jalan, capek nunggu, capek jalan kaki, tapi seru!! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Visit Queensland part 1: the first three days]]></title>
<link>http://sikard.wordpress.com/2008/09/22/visit-queensland-part-1-the-first-three-days/</link>
<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 15:28:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>diaz</dc:creator>
<guid>http://sikard.wordpress.com/2008/09/22/visit-queensland-part-1-the-first-three-days/</guid>
<description><![CDATA[Gue punya libur spring break selama dua minggu yang gue manfaatin untuk ke Brisbane, Queensland bare]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Gue punya libur spring break selama dua minggu yang gue manfaatin untuk ke Brisbane, Queensland bareng temen-temen gue. Tanggal 19, hari Jumat kemaren, rombongan Melbourne berangkat dari bandara Avalon. Ada 7 orang yang ikut: gue, Teteh, Inda, Sandra, Priska, Bago, dan Antya. </p>
<p>Mendarat di Bribane jam 23.00an dan langsung disambut sama Manda dan Dhira di airport. Mereka ke sana untuk jemput si Bago naek mobilnya manda. Sisanya ke apartment tempat kita nginep, di apartment temen-temen gue yang anak UI juga, naek maxicab. Berhubung nyampenya udah malem, kita cuma ngobrol-ngobrol di kamar masing-masing dan langsung tidur abis saur. Gue dan Priska di kamar Ketzia, Sandra dan Inda di kamar Nia, Teteh dan Antya di kamar Dinda dan Amira.</p>
<p>Hari Sabtu nya kita ke city dan ketemu sama Andrew. Terus jalan-jalan di South Bank dan foto-foto selayaknya turis. Abis itu kita makan di Ginga, restoran Jepang gitu. Terus dilanjutkan dengan makan cake di Three Monkeys. Pulang dari sana, kita nyiapin surprise buat Ketzia karena dia ulang taun. Jam 12 malem, gue sama Priska udah di kamar Ketzia dan pura-pura bego. Jam 12.30an, anak-anak pada dateng sambil bawa kado. </p>
<blockquote><p>Maafkan aku yang telat 12 menit ini Ketziaaa&#8230; Selamat ulang tahuuuunnn!!! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<p>Hari Minggu adalah DVD day. Jadi dari siang kita cuma sempet belanja ke Coles bentar, abis itu gue, Priska, Sandra, Inda, dan Nia nonton DVD di tempat Nia sementara anak-anak yang laen plus cowok-cowoknya pada di kamar Dinda untuk nyiapin surprise kedua buat Ketzia. Abis itu kita buka puasa makan roti di tempat Nia. Ga lama, Dinda minta kita ke kamarnya. Nyampe sana, anak-anak udah bawa kue dan ada 12 box Domino&#8217;s untuk 19 orang. Abis itu gue stay di kamar Dinda untuk bantuin Dinda ngerjain tugasnya sampe jam 4an pagi gitu. Aaaaaannnnddd&#8230;.. so far so good! I love my holiday <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[weekend!]]></title>
<link>http://sikard.wordpress.com/2008/08/10/weekend/</link>
<pubDate>Sun, 10 Aug 2008 15:08:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>diaz</dc:creator>
<guid>http://sikard.wordpress.com/2008/08/10/weekend/</guid>
<description><![CDATA[Weekend ini beda mood tiap harinya. Aneh banget. Jumat kemaren gue kuliah dari jam 11 sampe jam 2.30]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Weekend ini beda mood tiap harinya. Aneh banget.</p>
<p>Jumat kemaren gue kuliah dari jam 11 sampe jam 2.30. Harusnya sih gue beres kuliah jam 3.15, tapi entah kenapa tutornya kayak ga punya bahan omongan. Jadilah cepet keluar. Abis itu gue mampir dulu di Laguna, Asian groceries, untuk re-stock Indomie dan Teh Kotak gue. Hahahahhaa. Pulang dari situ, gue naek train dan pulang.</p>
<p>Di rumah, gue leha-leha bentar, terus nyiapin bawaan untuk nginep di rumah kakak gue. Jam 6an gitu gue naek train lagi ke rumah kakak gue. Enaknya rumah kakak gue adalah disitu (hampir) selalu rame. Penghuninya sendiri sebenernya ada 4 orang. 3 laki-laki dan 1 perempuan. Semuanya orang Indonesia. Tapi terus pacar-pacar mereka suka berkunjung ke situ juga. Jadi di situ sering rame, beda banget sama apartment gue. Sebenernya ga penting sih, di sana juga gue ga ngapa-ngapain. Tapi at least ada temen ngobrol aja gitu. Jadi hari Jumat ini santaaiii banget, beda sama hari besoknya yang padet.<!--more--></p>
<p>Hari Sabtu sebelom jam 12 gue udah di lapangan bola, nungguin kakak gue dan tim bolanya yang mau tanding di Liga Indonesia gitu. Sampe jam 2, kakak gue masih belom beranjak. Jadi gue dan 2 cewek laennya, Epoth dan Pia, memutuskan untuk naek train ke city dan makan sushi di situ. Hehehehe. Sekitar jam 4.30an gue dijemput kakak gue dan dianterin pulang ke rumah gue. Baru di rumah 30menitan, si Teteh udah nelpon gue, nyuruh gue ke tempat dia trus pergi sama anak-anak.</p>
<p>Akhirnya, jam 6an gitu gue berangkat nyusulin anak-anak. Kita ke Crown terus foto-foto berasa turis hahaha. Akhirnya jam 8an gitu gue sama teteh pisah dari anak-anak, dan nyusulin roommate gue yang mau nraktir dalam rangka ulang taun dia. Kita ke Docklands terus makan-makan di sana. Pas pulangnya, subhanallah dinginnya menusuk! Udah dingin, gerimis, terus angin lagi! Anginnya ini loh yang paling parah! Beeeuuhhh&#8230; Gue sama Teteh sama Kiki sampe jalan bertiga dempet-dempetan biar anget hahaha. Untungnya si Bago manggil taksi.</p>
<p>Kita naek taksi ke Crown lagi, terus numpang bentar di apartment Kiki sambil ngobrol-ngobrol. Jam 12an gue sama Teteh cabut duluan. Akhirnya gue pulang sendiri naek tram, trus sampe di rumah udah hampir jam 1. Online bentar, terus gue ketiduran! Ahhaha. Anyway, hari itu capek banget karena jalan-jalan terus, tapi seneng dan dapet banyak foto bagus! Hihihi.</p>
<p>Hari Minggu gue bangun udah jam 12 hahaha. Ga lama abis gue bangun, roommate gue pergi untuk group meeting. Abis itu gue makan, terus beres-beres rumah dan bersihin dapur. Sorean gitu gue mandi, terus nonton dvd. Abis itu online, dan makan malem. Intinya hari ini bener-bener me-time dan membosankan. Kontras banget sama kemaren yang selalu rame dan menyenangkan. Hehehe.</p>
<p>Dan besookk&#8230; udah harus kuliah lagi. Ooooww mmeeennn!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[1st day in melben]]></title>
<link>http://sikard.wordpress.com/2008/07/14/1st-day-in-melben/</link>
<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 15:07:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>diaz</dc:creator>
<guid>http://sikard.wordpress.com/2008/07/14/1st-day-in-melben/</guid>
<description><![CDATA[Jam 9 kemaren malem, gue take off dari Jakarta, headed to Sydney. Di pesawat, gue duduk di sebelah K]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jam  9  kemaren malem, gue take off dari Jakarta, headed to Sydney.  Di  pesawat,  gue duduk di sebelah Ketzia. Lumayan lah, jadi ada temen ngobrol. Walopun sebagian besar waktu kita abisin untuk tidur. Sekitar jam 4an pagi waktu Jakarta, gue nyampe di Sydney. Jam 5.45 kita berangkat lagi ke Melbourne dan mendarat sekitar jam 7.20 waktu Jakarta. Setelah nunggu bagasi sekian lama, ada 2 koper gue yang ga nongol-nongol. Usut punya usut, ternyata koper gue ketinggalan di Sydney. Pihak Qantas janji mau nganterin ke tempat kita maleman.</p>
<p>Dari airport, gue dijemput kakak gue-si Ijal. Dari situ kita makan siang di Chadstone, terus langsung beli sim card baru disini. Pulang dari Chadstone, gue sempet maen-maen komputer bentar, terus tewas di tempat tidur sampe saatnya makan malem. Iya emang, babi banget gue.</p>
<p>Abis siap-siap mau pergi, koper gue pun dateng. Dengan bahagia, kita langsung cao makan di City, di Supper Inn. Dari situ, kita langsung pulang. Pas jalan pulang, ternyata ada petunjuk yang bilang kalo suhu sekarang 9 derajat. Paannttesss dingin beeenngg!!</p>
<p>Sekarang gue udah dengan kostum siap tidur. So yeah, I&#8217;m about to sleep now. Dan doakan gue cepet dapet tempat tinggal, oke?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[2 days to go]]></title>
<link>http://sikard.wordpress.com/2008/07/12/2-days-to-go/</link>
<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 18:34:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>diaz</dc:creator>
<guid>http://sikard.wordpress.com/2008/07/12/2-days-to-go/</guid>
<description><![CDATA[Hari Jumat ini gue habiskan bareng temen-temen SMP dan SMA gue. Lumayan lucu juga sih ini hari. Dan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hari Jumat ini gue habiskan bareng temen-temen SMP dan SMA gue. Lumayan lucu juga sih ini hari. Dan itu semua diawali dengan kalimat:</p>
<blockquote><p>Jangan merangsang orang di hari Jumat deh, Kak!<!--more--></p></blockquote>
<p>Kata-kata itu dilontarkan oleh ibunya Tya, sebelom gue berangkat pergi sama Tya dari rumahnya, gara-gara Tya pake baju terusan yang (menurut ibunya) kependekan.</p>
<p>Keluar dari rumah Tya di Pondok Indah, dengan Jazz andalan gue, kita belom nentuin pilihan tempat tujuan. Bener-bener cuma modal kata hati. Dan kayaknya hati kita berdua mengarahkan kita ke Kemang. Permasalahannya cuma satu: gue dan Tya <strong>TOTALLY </strong>buta jalan. Istilahnya, dari Pondok Indah ke Senayan aja kita ga tau lewat mana. Tadi pun kita ga tau harus belok kiri atau kanan kalo mau ke Kemang dari rumah Tya. Tapi seperti yang telah terpatri di benak gue sejak kecil, <strong>kanan </strong>selalu lebih baik dari kiri. Akhirnya kita mulai dengan belok kanan dan mulai menyusuri jalan.</p>
<p>Selaen kata hati, satu hal yang lumayan membantu adalah papan penunjuk jalan. Tapi sialnya, papan itu lumayan brengsek juga. Jadi, kita udah sampe di Antasari dan totally lupa belokan ke Kemang. (Iya, iya, gue tau itu bego banget. But, hey, we know lots of things too kok!) Terus gue cuma ngikutin papan yang tulisannya Kemang. Begitu sampe sebelom puteran, papan itu <strong>ga </strong>ngomongin apa pun tentang Kemang. Ilang aja gitu si Kemang. Sinting. Dipikir gue udah tau apa, Kemang ada di mana? Untunglah abis itu kata hati mengambil alih dan nyuruh kita muter balik. Alhamdulillah, abis itu ada tanda &#8216;Welcome to Kemang&#8217; di depan mata kita.</p>
<p>Udah gitu, kita berniat mencari tempat yang bernama Sushi Underground walaupun kita sama sekali blank tempat itu ada di mana. Berbekal niat yang kuat, akhirnya kita pun menemukan gambar Oshin lagi nonggeng di depan gedung Oktroi Plaza. Ternyata di situ tempatnya. Masuk ke sana, kita pesen makan. Gue dan Tya <strong>sangat yakin </strong>kalo kita pesen sushi yang namanya Playboy. Tapi entah kenapa yang keluar malah Phyton. Dan kita baru sadar bahwa itu bukan pesenan kita <strong>setelah </strong>makanan kita ludes. Barbuk pun hilang sudah. Apa daya, nasi sudah menjadi dubur. Yang penting makan.</p>
<p>Pas lagi makan, sempet ada cowok yang masuk gedung. Gayanya biasa aja. Jeans, kaos, sendal, jam tangan, dan berjambang. Tampangnya oke lah. Sebagai wanita-wanita single, gue dan Tya pun mulai berbisik dan melirik ke cowok tersebut. Cowok itu sempet pergi, lewat lagi ke arah parkiran, dan masuk lagi dari parkiran sambil bawa buku ukuran novel gitu, dan naek lift. Berapa lama kemudian, dia dateng lagi, ke arah restoran dan mesen sesuatu, terus duduk di meja <strong>tepat sebelah </strong>meja kita. Kita makan mulai ga konsen, cerita mulai ngawur, jantung pun berdebar lebih cepat.</p>
<p>Belom lama cowok itu duduk, tiba-tiba aja terdengar suatu panggilan: TYA! Tya pun nengok ke arah suara panggilan, diem sejenak, dan tiba-tiba aja dia sadar bahwa cowok itu seseorang yang dia kenal. Mereka sempet berbincang sejenak, sebelom akhirnya gue juga sadar kalo gue juga pernah kenalan sama cowok itu! Ternyata, dia adalah adeknya temen gue. Sempet jadi adek kelasnya Tya selama <strong>dua taun</strong> dan pacaran sama <strong>sahabat gue </strong>waktu SD.</p>
<p>Najis. Sumpah gue sama Tya malu abis rasanya. Gondok. Bok, plis deh. Kita kenal gitu loh sama dia. KENAPA GA SADAR DARI TADI?? Malu abis. Mampus. Walopun gue berani bersumpah kalo dulu, sebelom dia kuliah di US, dia ga seganteng itu. Hahaha.</p>
<p>Kenyang dengan sushi yang salah dan <span style="text-decoration:line-through;">kemaluan</span> rasa malu yang besar, gue sama Tya pun memutuskan untuk cao dari situ. Ke mana? Kita pun belom tau. Hati pun kemudian mengarahkan kita ke rumah ke dua kita: PIM. Nah, sekali lagi, kita hanya mengandalkan penunjuk jalan untuk sampai ke Pondok Indah. Masalahnya, pas mau masuk fatmawati, kita ngeliat jalur ke arah Blok M macet <strong>banget. </strong>Jadi, instead of lewat Haji Nawi, gue dan Tya memutuskan lewat Terogong aja. Tapi, kepandaian kita berdua membuat kita sama sekali ga tau di manakah belokan ke Terogong itu berada. Sekali lagi, kata hati menunjukan, dan kemudian di tuntun lagi oleh penunjuk jalan.</p>
<p>Sampe di PIM, kita liat-liat henpon, makan Cinnzeo bareng Rendi dan Kaisar, terus pulang. (Btw, makasih banget ya Ren, Sar, untuk mengusahakan kedatangan kalian. Gonna miss uuu!) Gue melanjutkan perjalanan ke RSPI untuk cek dokter dan memastikan ga ada apa-apa setelah gue sakit kemaren.</p>
<p>Dari RSPI, gue ke rumah Dhira untuk farewellnya, sekalian pamit sama temen-temen SMA gue. Pulang dari rumah Dhira udah jam 10.30an, dan si Kara ikut ke rumah gue untuk nginep.</p>
<p>Sekarang, Kara udah tewas di tempat tidur dengan posisi tidur yang super aneh hahahaha.</p>
<p>Intinya, walopun super capek nyetir, gue juga capek ketawa. So its been a <strong>great </strong>day. Akan sangat merindukan temen-temen gue dan seluruh hidup gue di sini. *Sobs.</p>
<p>Oh, dan hikmah untuk hari ini:</p>
<blockquote><p>Di mana ada <span style="text-decoration:line-through;">kemaluan</span> kemauan, di situ ada jalan.</p></blockquote>
<p>Ya ga, Ty? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
