<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>beranda &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/beranda/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "beranda"</description>
	<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 21:35:29 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Kebabtallrik (Kebab piring) ala Kviberg di awal 2010]]></title>
<link>http://palaganjogja.wordpress.com/2010/01/03/kebabtallrik-kebab-piring-ala-kviberg-di-awal-2010/</link>
<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 21:25:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>palaganjogja</dc:creator>
<guid>http://palaganjogja.wordpress.com/2010/01/03/kebabtallrik-kebab-piring-ala-kviberg-di-awal-2010/</guid>
<description><![CDATA[Hejsan temen-temen semua, Tak terasa sudah dua tahun lebih saya tinggal di salah satu negara terding]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://palaganjogja.wordpress.com/files/2010/01/kebab-talrik1.jpg"><img src="http://palaganjogja.wordpress.com/files/2010/01/kebab-talrik1.jpg?w=225" alt="" title="Kebab talrik" width="225" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-75" /></a><br />
Hejsan temen-temen semua,<br />
Tak terasa sudah dua tahun lebih saya tinggal di salah satu negara terdingin di dunia, Swedia. Seperti biasanya, suasana pergantian tahun , kali ini 2009 ke 2010, selalu diliputi cuaca yang dingin sekali. Gak tanggung-tanggung, suhu diluar yang sering menembus -10oC sudah menjadi makanan sehari-hari ditambah lagi salju yang cukup tebal menghujani kotaku belakangan ini, Gothenburg.<br />
Di tengah-tengah suasan winter seperti ini, selalu ada moment yang berbahagia bagi saya pribadi dan keluarga kecil kami, yaitu ulang tahun sang pemilik rumah ini. Ulang tahun selalu bermakna dalam bagi saya pribadi untuk refleksi diri dan posisi hari lahir yang mepet dengan akhir tahun juga menjadi momen yang pas untuk menyambut hari yang baru dengan penuh gairah.<br />
Teman-teman yang budiman,<br />
Tahun ini, saya memutuskan untuk membuat syukuran kecil2an di apartemen kami di Kviberg dengan temen-temen Indonesia yang belajar di sini. Jumlah kami gak terlalu banyak tapi jangan ditanya tentang hubungan kami, kami semua merasa sudah seperti bagian dari keluarga mahasiswa Indonesia di Gothenburg ini. Untuk lebih menghangatkan suasana, saya putuskan memasak kebabtalrik (kebab piring) dengan tandem saya Ricky sebagai hidangan utama untuk acara kumpul2 malam minggu ini. Mengapa kebabtalrik, ini sebagai sebuah konsekuensi tinggal di daerah dekat dengan saudara2 kita dari timur tengah yang membuat daerah kami cukup terkenal sebagai tempat jualan kebab. Jenis kebabtarlik ini jenis yang populer di Swedia. Dan menurut pertimbangan kami, kami berdua cukup mampu untuk bereksperimen dengan gaya bebas masak (free-style cooking). </p>
<p>Bahan utama:<br />
1.Sebagai daging kebab, kami mutuskan untuk menggunakan cevapcici yaitu daging kebab khas Bosnia yang bisa dibeli di toko.<br />
2.French fries yang siap goreng<br />
3.Daun selada<br />
4.Bawang Bombay putih dan merah<br />
5.Tomat<br />
6.Timun<br />
7.Cabai Paprika yang segar<br />
8.Saus kebab, sambal ABC dan saus bawang (vitloksos) sebagai variasi dressing.</p>
<p>Cara masak:<br />
1. Sebenarnya sederhana saja, cevapcici di tata di dalam oven sekitar 15 menit. Warna daging kebab ini berubah menjadi kecoklatan dan cukup banyak lemak yang menetes menandakan daging ini sudah masak. Ada sedikit masalah saat membakar ini di oven kami, yaitu asap. Kamar kami dilengkapi dengan alarm api yang sangat sensitive dengan asap. Karena ini pengalaman pertama kami masak dengan oven, saat pertama kali mbuka oven asap langsung mengepul dan sempat membuat kamar kami berasap. Tanpa ampun, alarm berbunyi dan untungnya saja ini tidak berbuntut panjang sampai pemadam kebakaran dateng ke tempat kami. dengan sigap kami berdua membuka jendela kamar besar2 dan asap segera keluar perlahan. Lumayanlah, buat  pengalaman.<br />
2. Goreng french friese ini dengan deep frying. Saya kemarin menggunakan panci agar cepat memasaknya (maklum anak kost yang serba terbatas alat2 masaknya).<br />
3. Potong semua sayuran salad, tomat, timun, daun selada dan bawang.<br />
4. Untuk cabai paprika, saya rebus dalam air kaldu ayam setelah dipakai untuk merebus ayam. Hasilnya, air kaldu akan meresap kedalam cabai paprika dan memberi rasa gurih pada cabai paprika. Maklum saja, temen2 Indonesia ini semua pecinta masakan pedas.<br />
<a href="http://palaganjogja.wordpress.com/files/2010/01/kebab-talrik-21.jpg"><img src="http://palaganjogja.wordpress.com/files/2010/01/kebab-talrik-21.jpg?w=300" alt="" title="kebab talrik 2" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-76" /></a><br />
Setelah selesai semua, hidangan kebab dapat disajikan dengan mengatur kebab, french fries dan berbagai salad di atas seperti gambar dibawah ini kalau dijual di toko-toko.<br />
<a href="http://palaganjogja.wordpress.com/files/2010/01/kebabtalrik-31.jpg"><img src="http://palaganjogja.wordpress.com/files/2010/01/kebabtalrik-31.jpg" alt="" title="kebabtalrik 3" width="140" height="95" class="alignnone size-full wp-image-78" /></a></p>
<p>Acara malam minggu kemarin berlangsung meriah dan diliputi suasana yang hangat. Teman2 mahasiswa dan beberapa warga berjumlah 20 orang datang ke common room di apartemen kami (untung saja tidak di kamar kami) juga diramaikan satu tamu PhD student Indonesia dari Groningen, Belanda yang sedang lab visit ke Gothenburg. Pak Lurah kami disini Mas Ibra, ketua PPI Swedia Gothenburg, tak ketinggalan memberi sedikit refleksi buat kita semua dan melempar joke2 yang semakin menambah hangat suasana. Di akhir acara, kami nonton bareng film Merah Putih seri pertama (katanya mau ada 4 seri). Saya dan tandem saya, Ricky akhirya bisa bernapas lega setelah semua acara berlangsung lancar. Alhamdulillah. Semoga temen2 gak bosan mampir lagi ke apartemen saya.  </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SEPTI “JARITMATIKA” PENI ]]></title>
<link>http://3senyuman.wordpress.com/2009/12/16/septi-%e2%80%9cjaritmatika%e2%80%9d-peni/</link>
<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 23:44:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>3senyuman</dc:creator>
<guid>http://3senyuman.wordpress.com/2009/12/16/septi-%e2%80%9cjaritmatika%e2%80%9d-peni/</guid>
<description><![CDATA[Pengetahuan. Dengan itu sebagai sayap lah kita terbang tinggi membelah angkasa. (William Shakespeare]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://3senyuman.wordpress.com/files/2009/08/nestor-edit.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-21" title="Nestor " src="http://3senyuman.wordpress.com/files/2009/08/nestor-edit.jpg" alt="" width="148" height="148" /></a>Pengetahuan. Dengan itu sebagai sayap lah kita terbang tinggi membelah angkasa.<br />
(William Shakespeare, sastrawan Inggris)</p>
<p style="text-align:justify;">Anda harus percaya, wanita-wanita Indonesia tak kalah dengan perempuan dari belahan bumi lain. Peni salah salah satu buktinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Peni, lengkapnya Septi Peni Wulandari, pada awalnya merasa bukan siapa-siapa. Ia sarjana gizi lulusan Fak. Kesehatan Masyararkat  Univ. Diponegoro. Ia sempat kerja sebagai PNS di Depkes, di Semarang. Tapi kemudian ia melepas status itu  karena harus mengikuti sang suami, Dodik Maryanto, bekerja di Jakarta. Sejak itu, ibu 3 anak, kelahiran Salatiga, 1974, ini hanya menjadi ibu rumah tangga.</p>
<p><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi, tiba-tiba Peni menyentak dunia dengan “Jaritmatika”nya, sebuah metode berhitung matematika dengan menggunakan jari. Imajinasinya tiba-tiba membuat orang  di Asia, Amerika, Timur Tengah, dan Eropah terpana.</p>
<p style="text-align:justify;">Awalnya, Peni tertegun melihat putri pertamanya kesulitan berhitung dengan menggunakan jari-jari. Ia lantas terpikir menciptakan metode yang mudah untuk berhitung. Ia mencoba memadukan permainan jari dengan konsep simpoa, alat berhitung tradisional khas Cina, untuk melakukan penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Selama tiga tahun, dari 2000 sampai 2003, Peni terus mengutak-utik dan mengembangkan  metode itu, hingga mencapai hitungan ratusan dan ribuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata sang putri sangat menyukai dan menjadi pintar karena metode itu. Peni mencoba memperkenalkan metode itu kepada ibu-ibu lain di lingkungannya. Ternyata banyak yang tertarik dan minta diajari. Ia pun membuka kursus Jaritmatika. Ternyata kurus itu berkembang pesat. Sebagai panduan ia menulis dua buku: Jaritmatika, Teknik Berhitung Mudah dan Menyenangkan (2003), dan Jaritmatika, Perkalian dan Pembagian (2004). Seperti kursusnya, kedua buku itu meledak di pasaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Beratus ibu dilatihnya belajar berhitung. Sebagian peserta pelatihan kemudian tertarik membuka kursus. Berdirilah PT Jaritmatika Indonesia, sebagai waralaba jaringan kursus Jaritmatika. Akhirnya, Jaritmatika bukan hanya membuat anak-anak tidak takut belajar matematika, tapi juga mengubah jalan hidup banyak wanita. Banyak ibu rumah tangga yang tiba-tiba memiliki penghasilan karena membuka kursus Jaritmatika. Ada manajer perusahaan multinasional dan beberapa perempuan dengan jabatan bagus memutuskan mengundurkan diri dari kantor. Selain bisa mendampingi dan mendidik anak, mereka tetap mandiri secara finansial dari membuka kursus Jaritmatika.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk melengkapi ciptaannya, tahun 2005 ia menerbitkan buku Abacabaca, sebuah metode praktis pelajaran membaca. Dengan metode Abacabaca ini, anak usia 3 tahun bisa  mahir membaca. Buku ini pun mendapat sambutan hangat.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun 2005, Peni terpaksa pindah ke Solo karena mertuanya sakit. Tapi bukan berarti kiprahnya berhenti. Ia mengendalikan jaringan kursus Jaritmatika-nya dari sana. Kini tak kurang dari 170 kursus waralaba Jarimatika yang tersebar di hampir 100 kota di Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Papua. Bahkan, beberapa cabang berada di luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Timur Tengah. Dari semua tempat kursus itu Peni berhak 40 persen dari pendapatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun 2007, atas prakarsa Ashoka Foundation, Peni diundang ke beberapa kota di Amerika Serikat untuk mengajarkan Jarimatika kepada ibu rumah tangga di sana. Mereka terpana atas orisionalitas kreasi dan imajinasi Peni. Ia juga kemudian melanglang ke berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, bahkan sampai Swedia dan Timur Tengah untuk mendemonstrasikan metode ciptaannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena ciptaannya, tahun 2006 Peni menerima penghargaan Danamon Award untuk kriteria pengembangan sumber daya masyarakat. Tapi Penih tidak berhenti sampai di situ. Dari markasnya di Margo Sari, Solo, ia mendirikan Institur Ibu Profesional,   sebuah jaringan para ibu rumah tangga. Ini semacam sekolah untuk menjadi ibu professional. Selain mendidik anak, mereka belajar bersama, merancang seminar, workshop, dan berbagai kegiatan produktif lain. Jaringan sosial para ibu rumah tangga professional ini kini beranggotakan 1.000 orang.</p>
<p style="text-align:justify;">Peni agaknya tak akan pernah berhenti berkreasi, belakangan ia memperkenalkan metode belajar membaca dan memahami Alquran secara praktis. Dan seperti kreasi sebelumnya, metode ini rasanya akan mendapat sambutan antusias. Peni sungguh  menunjukkan, wanita Indonesia tak kalah dengan perempuan dari belahan dunia yang lain. Lebih dari itu ia sudah membuktikan ucapan William Shakespiere, bahwa kita akan bisa terbang tinggi dengan pengetahuan sebagai sayap.</p>
<p style="text-align:right;"><strong>Nestor Rico Tambunan</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[maka kenapa...]]></title>
<link>http://cenbe.wordpress.com/2009/12/16/maka-kenapa/</link>
<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 02:46:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>dioren</dc:creator>
<guid>http://cenbe.wordpress.com/2009/12/16/maka-kenapa/</guid>
<description><![CDATA[dua jalan menyimpang di tengah hidupku, aku mendengar orang bijak berkata: aku mengambil jalan yang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>dua jalan menyimpang di tengah hidupku, aku mendengar orang bijak berkata: aku mengambil jalan yang tidak banyak dilewati, dan itu membuat perbedaan setiap malam dan setiap hari. -<em>larry norman -william p young(the shack)</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Skein, Fungsi Hash Kandidat SHA-3]]></title>
<link>http://ilmukripto.wordpress.com/2009/12/13/skein-fungsi-hash-kandidat-sha-3/</link>
<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 02:08:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ricky aji</dc:creator>
<guid>http://ilmukripto.wordpress.com/2009/12/13/skein-fungsi-hash-kandidat-sha-3/</guid>
<description><![CDATA[Fungsi hash merupakan bagian dari algoritma kriptografi selain algoritma simetrik dan asimetrik. Saa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } -->Fungsi hash merupakan bagian dari algoritma kriptografi selain algoritma simetrik dan asimetrik. Saat ini algoritma fungsi hash banyak sekali penggunaannya selain sebagai tanda tangan digital yaitu untuk mengamankan informasi – informasi penting seperti <em>password login, secure web connection, </em>manajemen kunci enkripsi, <em>virus </em>dan <em>malware scanning, </em>dan pada protocol – protocol kriptografi. Salah satu algoritma fungsi hash yaitu <em>Skein</em>. <em>Skein </em>merupakan salah satu peserta dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh NIST untuk dijadikan sebagai SHA-3. <em>Skein </em>didesainoleh sekelompok tim yang beranggotakan para ahli kriptografi yaitu Niels Ferguson, Stefan Lucks, Bruce Scheneier, Doug Whiting, Mihir Bellare, Tadayoshi Kohno, Jon Callas, dan Jesse Walker.</p>
<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } -->Selama ini, algoritma fungsi hash yang banyak digunakan adalah SHA-<em>family</em> yang berbasis pada algoritma MD4 dan MD5 yang dikembangkan oleh <em>National Institute for Standard and Technology </em>(NIST). Akan tetapi teknik-teknik kriptanalisis terhadap algoritma fungsi hash ini telah berhasil menemukan kelemahan-kelemahan yang cukup serius. Salah satu contohnya yaitu <em>collisison </em>yang terjadi pada MD4, MD5, dan SHA-0. Melihat kondisi di atas, maka NIST mengadakan suatu kompetisi yang bertujuan untuk menemukan penerus Dan salah satu algoritma fungsi hash yang telah di-<em>approve</em> yaitu <em>Skein</em>. <em>Skein </em>merupakan suatu kelompok fungsi hash yang memiliki ukuran state yang berbeda-beda yaitu 256, 512 dan 1024 bit. Namun yang diajukan sebagai proposal pada kompetisi SHA-3 adalah <em>Skein-512</em>.</p>
<p>(untuk lebih jelasnya silahkan <a href="http://www.4shared.com/file/171604516/c0a4942b/Algoritma_Hash_Function_Skein.html">DOWNLOAD</a> pdf-nya)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Uji Statistik Algoritma Block Cipher]]></title>
<link>http://ilmukripto.wordpress.com/2009/12/11/uji-statistik-algoritma-block-cipher/</link>
<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 04:43:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ricky aji</dc:creator>
<guid>http://ilmukripto.wordpress.com/2009/12/11/uji-statistik-algoritma-block-cipher/</guid>
<description><![CDATA[Pada tulisan ini dibahas mengenai kriteria-kriteria dalam pengujian keacakan algoritma block cipher ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } -->Pada tulisan ini dibahas mengenai kriteria-kriteria dalam pengujian keacakan algoritma block cipher khususnya algoritma block cipher yang menjadi finalis kandidat AES diantaranya yaitu RC6, Twofish, Rijndaell, Mars, dan Serpent. Kriteria-kriteria pengujian ini pertama kali diajukan oleh Juan Soto dalam papernya yang berjudul “Randomness Testing of The AES candidates Algorithm” pada tahun 1999. Dimana ukuran kunci yang digunakan dalam pengujian ini yaitu 128 bit.</p>
<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } -->Dalam pengujian AES, salah satu kriterianya yaitu kecocokannya sebagai suatu <em>random number generator</em> dimana penilaian terhadap outputnya tidak harus melihatnya dari segi komputasi untuk membedakannya dari sumber-sumber <em>trully random</em>. Dalam papernya, Juan Soto mengajukan beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh suatu algoritma <em>block cipher</em> dalam hal keacakannya. Sedangkan jumlah data yang dianalisis yaitu 135 buah himpunan data yang berbeda. Dimana total seluruhnya yaitu ada 226.106.880 blok yang tiap bloknya ada 128 bit, sehingga jumlah total bit yang dianalisis yaitu 28.941.680.640 bit.</p>
<p>(untuk lebih jelasnya silahkan <a href="http://www.4shared.com/file/170277849/b8c7d4f0/uji_keacakan_block_cipher-Juan.html">DOWNLOAD</a> pdf-nya)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[New intel...]]></title>
<link>http://go4blogs.wordpress.com/2009/11/29/new-intel/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 14:34:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>kiki seiki</dc:creator>
<guid>http://go4blogs.wordpress.com/2009/11/29/new-intel/</guid>
<description><![CDATA[Processor ini merupakan generasi penerus dari processor sebelumnya dengan tetap menggunakan nama Cor]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img alt="" src="http://go4blogs.wordpress.com/files/2009/11/corei7_450.jpg" class="alignnone" width="400" height="242" /><br />
Processor ini merupakan generasi penerus dari processor sebelumnya dengan tetap menggunakan nama Core , walaupun secara microarsitektur sudah berbeda dengan Core 2 dan Core. Sebelumnya kebanyakan orang menduga bahwa Intel akan memberikan nama processor terbarunya ini dengan nama Core 3, tetapi kenyataannya pada beberapa bulan yang lalu Intel secara resmi menamakannya Core i7 .</p>
<p>Processor ini juga bisa disebut atau mempunyai code name Nehalem . Kita sebagai konsumen di Indonesia akan lebih sulit menyebut nama baru processor ini tentunya, tidak seperti legenda Pentium, hampir semua orang jika ingin membeli komputer pasti akan bertanya, “Pentium apa bukan?” Proses pengenalan nama Core kemudian Core 2 diawal peluncuran processor tersebut saja sudah cukup susah, sekarang berganti dengan Core i7 tentu saja akan lebih susah lagi, tapi justru inilah yang menjadi rahasia dari Intel dalam melakukan branding produknya.<br />
Apa saja yang istimewa dari Processor Core i7 ini? Apa saja teknologi yang diusungnya? Secara garis besar dapat disebutkan spesifikasi processor Core i7 yang berbeda dengan processor – processor Intel sebelumnya, diantaranya :<br />
- Memiliki performa lebih tinggi dan lebih efisien dalam penggunaan energi dibandingkan dengan prosessor generasi sebelumnya.<br />
- FSB ( Front Side Bus) digantikan dengan QuickPath Interface. Sementara ini hanya chipset yang mendukung QuickPath Interface saja yang bisa menggunakan processor ini, misal chipset Intel X58.<br />
- Memory Controller ada dalam processor, tidak seperti yang sebelumnya terpisah dalam chip tersendiri. Dengan teknologi ini memori akan langsung terhubung dengan processor. Rupanya Intel cukup terkesan dengan pesaingnya –AMD yang sudah sejak lama menggunakan teknologi ini<br />
Selain hal-hal baru diatas, ternyata justru didalam processor Core i7 ini menggunakan kembali teknologi lama Intel Pentium yang sudah tidak diaplikasikan didalam generasi Intel Core, yaitu Hyper-Threading . Dengan adanya teknologi Hyper-Threading ini dalam sistem operasi  ( Windows,Linux, dll) seolah – olah inti processor akan menjadi 2 kali lipatnya, misalnya : dalam sistem operasi processor Core i7 4 core akan terdeteksi menjadi 8 core.<br />
Jenis-jenis processor Core i7 yang sudah dirilis adalah jenis Extreem Edition dan yang biasa, beberapa diantaranya adalah :<br />
-    Core i7 965 Extrem Edition , dengan Clock 3,2 Ghz, 8 MB L3 Cache , 45 nm, Socket LGA 1366<br />
-    Core i7 940, dengan Clock 2,93 Ghz, 8 MB L3 cache, 45 nm, Socket LGA 1366<br />
-    Core i7 920, dengan Clock 2,66 Ghz ,8 MB L3 Cache, 45 nm, Socket LGA 1366<br />
Semua processor diatas mempunyai 4 core ( 4 inti processor) atau lebih sering disebut dengan Quad Processor. Untuk versi yang lebih rendah misalnya Dual Core sementara ini Intel belum memberikan data secara resmi.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Microsoft Windows 7 ULTIMATE x86 Integrated October 2009 OEM DVD PROPER-BIE ( Activated &amp; Working 100 % ) ]]></title>
<link>http://go4blogs.wordpress.com/2009/11/29/microsoft-windows-7-ultimate-x86-integrated-october-2009-oem-dvd-proper-bie-activated-working-100/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 14:23:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>kiki seiki</dc:creator>
<guid>http://go4blogs.wordpress.com/2009/11/29/microsoft-windows-7-ultimate-x86-integrated-october-2009-oem-dvd-proper-bie-activated-working-100/</guid>
<description><![CDATA[ini adalah Windows 7 ULTIMATE x86 diaktifkan dan tidak memerlukan Loader, Serial atau apa, hanya ins]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img alt="" src="http://cs1.astatalk.com/r35792/1_51AaES2zHY.jpg" class="alignnone" width="400" height="525" /></p>
<p>ini adalah Windows 7 ULTIMATE x86 diaktifkan dan tidak memerlukan Loader, Serial atau apa, hanya instal dan klik next ketika ditanya untuk serial selama proses instalasi dan menikmati 100% bekerja Windows 7 dengan bekerja pembaruan untuk sistem X86.  </p>
<h2>No Serial and no Activation needed!</h2>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/7544274/win7link.7z.html">Download Di sini </a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[tupoksi dan struktur organisasi]]></title>
<link>http://bappedakonawe.wordpress.com/2009/11/29/tupoksi-dan-struktur-organisasi/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 07:20:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>bappedakonawe</dc:creator>
<guid>http://bappedakonawe.wordpress.com/2009/11/29/tupoksi-dan-struktur-organisasi/</guid>
<description><![CDATA[Bappeda dan Penanaman Modal Daerah (BP3MD) Kabupaten Konawe mempunyai tugas pokok / Tupoksi yaitu : ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://bappedakonawe.wordpress.com/files/2009/11/tupoksi.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-66" title="Tupoksi" src="http://bappedakonawe.wordpress.com/files/2009/11/tupoksi.jpg" alt="Koordinasi Program PERMATA" width="236" height="183" /></a></p>
<p>Bappeda dan Penanaman Modal Daerah  (BP3MD) Kabupaten Konawe mempunyai tugas pokok / Tupoksi yaitu :<br />
a. merumuskan kebijakan teknis di bidang perencanaan pembangunan daerah statistik, penelitian dan pengembangan;<br />
b. mengkoordinasikan penyusunan perencanaan pembangunan daerah ,statistik, penelitian dan pengembangan;<br />
c. melakukan pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan daerah dan statistik serta penelitian dan pengembangan,pengendalian dan evaluasi;<br />
d. melaksanakan pelayanan kesekretariatan Badan<br />
e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas fungsinya.</p>
<p>Struktur Organisasi Bappeda dan P. Modal Daerah Kabupaten Konawe :</p>
<ol>
<li>Kepala Badan &#8211; H. Irawan Laliasa, SE.M.Si / Pembina Utama Muda, IV/c</li>
<li>Sekretaris &#8211; Drs. Syahrir Arief</li>
<li>Fisik dan Prasarana &#8211; Ujung Lasandara, SE.M.Si</li>
<li>Rencana Strategis &#8211; Yusuf Useng, SKM.M.Kes</li>
<li>Ekonomi &#8211; Rosnawati, SE.M.Si</li>
<li>Sosial Budaya &#8211; Drs. Dharma, M.Si</li>
<li>Penanaman Modal &#8211; Drs. Miradwan<!--more--></li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[permata]]></title>
<link>http://bappedakonawe.wordpress.com/2009/11/29/permata/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 06:32:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>bappedakonawe</dc:creator>
<guid>http://bappedakonawe.wordpress.com/2009/11/29/permata/</guid>
<description><![CDATA[Secara hakiki aktivitas pembangunan ditujukan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik, lebih seja]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Secara hakiki aktivitas pembangunan ditujukan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik, lebih sejahtera, lebih bahagia, lebih makmur dan merata bagi seluruh rakyat. Mengelola kehidupan menuju yang lebih berkualitas, senantiasa berhadapan dengan lingkungan yang dinamis yang bergerak ke masa depan, sedangkan potensi sumberdaya alam dan kemampuan masyarakat ternyata sangat terbatas (infinit).<br />
Proses pembangunan yang terus berkembang, menyebabkan muncul suatu kenyataan bahwa kualitas maupun kuantitas sumber daya alam tidak bertambah mengikuti pertambahan penduduk, bahkan proses pembangunan yang tidak memperhatikan kelestarian alam menyebabkan volume hayati mengalami penurunan. Potensi penduduk semakin bertambah, aneka ragam kepentingan, adanya perbedaan cara pandang membawa persoalan tersendiri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Berbagai konsep pembangunan telah diimplementasikan, utamanya di negara-negara sedang berkembang akan tetapi belum mampu menciptakan kesejahteraan rakyat secara optimal. Kenyataan ini memberi pengetahuan bahwa perencanaan pembangunan yang bersifat partial tidak mampu memberi solusi yang terbaik, sehingga dibutuhkan perubahan paradigma pembangunan yang lebih mampu mengkonsolidasikan potensi yang dimiliki dengan perkembangan yang ada.</p>
<p>Pembangunan Rakyat Makmur Merata (PERMATA) merupakan sebuah konsep pembangunan yang berporos pada kesejahteraan rakyat, berbasis pada potensi dan kebutuhan rakyat. Potensi pembangunan meliputi sumberdaya manusia, sumberdaya alam, dan sumberdaya kebudayaan, yang dipadukan untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Tingkat kesejahteraan yang dicita-citakan bukan saja terpenuhinya barang dan jasa, akan tetapi kokohnya kehidupan rohani dan semangat kebersamaan dalam masyarakat.</p>
<p>Nilai-nilai religius dijadikan landasan pokok dalam membangun, hal ini sesuai dengan dasar negara pada sila pertama ; Ketuhanan Yang Maha Esa. Harus disadari bahwa apapun yang dilakukan di bumi ini, sesungguhnya akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan tidak ada sesuatu kejadian tanpa kehendak dan Kuasa-Nya. Dalam pembangunan tidak ada pemisah antara kepentingan membangun dan ketundukan kepada Tuhan Yang Maha Esa.</p>
<p>Setiap upaya untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat merupakan pengabdian kepada rakyat, bangsa dan negara. Bukan mencari popularitas dan kepentingan pribadi. Pengabdian dalam membangun rakyat merupakan tugas utama manusia untuk memakmurkan bumi.</p>
<p>Pembangunan hanya dapat berjalan dengan baik apabila seluruh rakyat ikut berpartisipasi, yang dilandasi semangat kebersamaan dan penuh tanggungjawab. Nilai-nilai lokal yang menjadi milik rakyat dapat dijadikan sebagai potensi perekat, karena telah tumbuh sejak dahulu, dijunjung, dihormati, serta diterima sebagai satu standar nilai.</p>
<p>Upaya bersama yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan akan melahirkan sebuah prestasi pembangunan. Salah satu wujud keberhasilan pembangunan adalah terciptanya harmonisasi kehidupan yang merupakan dambaan seluruh masyarakat untuk hidup penuh ketenangan, kedamaian, kerukunan dan persaudaraan.</p>
<p>Domain pembangunan dalam konsep PERMATA akan dibagi kedalam empat unsur yaitu :  Merata, Tumbuh, Stabil (Harmonisasi), dan Makmur. Upaya mewujudkan keempat unsur tersebut akan dilakukan secara simultan, karena merupakan unsur-unsur yang saling mendukung, saling melengkapi, dan saling mengikat.</p>
<p>Evaluasi keberhasilan pembangunan dalam konsep PERMATA akan diklarifikasikan kedalam berbagai indikator   yaitu :</p>
<p>1. Kuadran pertama yaitu <strong>Merata</strong></p>
<ul>
<li>Penurunan angka melek huruf</li>
<li>Penurunan angka kemiskinan</li>
<li>Terbangunnya pusat-pusat pelayanan kesehatan di seluruh kawasan</li>
<li>Berkurangnya kasus penyakit menular</li>
<li>Terbangunnya sarana dan prasarana fisik di seluruh kawasan</li>
</ul>
<p>2. Kuadran kedua yaitu <strong>Tumbuh</strong></p>
<ul>
<li>Peningkatan pendapatan per kapita</li>
<li>Peningkatan PDRB</li>
<li>Peningkatan produksi pertanian.</li>
<li>Peningkatan lapangan kerja/penurunan angka pengangguran</li>
</ul>
<ol>
<li>Kuadran ketiga yaitu <strong>Stabil</strong> <strong>(Harmonisasi)</strong></li>
</ol>
<ul>
<li>Tidak adanya konflik SARA (semakin mantapnya kerukunan hidup warga)</li>
<li>Peningkatan daya beli masyarakat</li>
<li>Terjaminnya pemasaran hasil komoditi usaha tani masyarakat.</li>
</ul>
<ol>
<li>Kuadran keempat yaitu <strong>Makmur</strong></li>
</ol>
<ul>
<li>Semakin mantapnya suasana dalam menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masyarakat.</li>
<li>Ketersediaan pangan</li>
<li>Ketersediaan sandang</li>
<li>Ketersediaan papan</li>
<li>Tingkat pendidikan masyarakat semakin baik</li>
<li>Tingkat kesehatan masyarakat semakin kondusif</li>
</ul>
<p>Berikut ini gambar konsep Pembangunan Masyarakat Makmur Merata ( PERMATA ) :</p>
<p>Keterangan :</p>
<p>-          Lingkaran I         : Program Konawe Cerdas dan Beriman</p>
<p>-        Lingkaran II         : Program Konawe Sehat</p>
<p>-        Lingkaran III       : Program Konawe Hijau dan Mandiri                               Pangan</p>
<p>-        Lingkaran IV        : Program Konawe Produktif</p>
<p>-        Lingkaran V         : Program Konawe Indah dan Tertib</p>
<p>-        Kuadran I           : Pertumbuhan ekonomi rakyat dan                                   daerah</p>
<p>-        Kuadran II          : Pemerataan seluruh wilayah</p>
<p>-        Kuadran III         : Stabilitas (Harmonisasi)</p>
<p>-        Kuadran IV          : Makmur</p>
<p>-        Garis Vertikal       : Mengintegrasi nilai-nilai keagamaan                              sebagai nilai spirit pembangunan</p>
<p>-        Garis Horisontal    : Mengintegrasi semangat kebersamaan                          dalam pembangunan</p>
<p>-        Lingkaran Tengah   : Poros Kesejahteraan Masyarakat</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>BAB III</p>
<p>VISI, MISI DAN  STRATEGI</p>
<p>Dalam mengarahkan proses pembangunan ditetapkan, visi, dan misi dengan mempertimbangkan potensial dan perubahan lingkungan yang senantiasa dihadapi daerah<strong>.</strong></p>
<ol>
<li><strong>a. </strong><strong>Visi</strong></li>
</ol>
<p>Kemana daerah ini akan dibawah kemasa depan akan tergambar dari kondisi ideal dalam rumusan visi, sebagai berikut :</p>
<p><strong><em>“</em></strong><strong><em>TERWUJUDNYA MASYARAKAT KONAWE </em></strong></p>
<p><strong><em>YANG MAKMUR DAN SEJAHTERA TAHUN 2013”</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Rumusan ini dapat diartikan sebagai berikut : <strong>Pembangunan</strong> merupakan upaya bersama untuk mencapai suatu kondisi yang lebih baik dari sebelumnya. <strong>Makmur</strong> berarti tersedianya kebutuhan rakyat secara berkecukupan, sedangkan <strong>Merata</strong> dapat diartikan tersebar ke seluruh penjuru atau meliputi semua bagian. Tercapainya kondisi makmur dan merata merupakan syarat untuk mencapai <strong>Kesejahteraan </strong>berupa kondisi dimana rakyat terlepas dari segala macam gangguan (goncangan).</p>
<ol>
<li><strong>b. </strong><strong>Misi</strong></li>
</ol>
<p>Untuk mencapai visi dimaksud, maka terdapat rumusan misi sebagai bentuk pernyataan apa yang akan dilakukan atau dikerjakan, rumusannya sebagai berikut :</p>
<p>ü     Meningkatkan kualitas Iman dan Taqwa</p>
<p>ü     Meningkatkan, meingintegrasikan dan mendorong semangat kebersamaan.</p>
<p>ü     Mendorong pengembangan kehidupan masyarakat yang beriman, sehat dan cerdas</p>
<p>ü     Mengentaskan kemiskinan dan keterbelakangan.</p>
<p>ü     Memperkokoh ketahanan ekonomi rakyat.</p>
<p>ü     Menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) dan dipercaya masyarakat.</p>
<p>ü     Membangun sarana dan prasarana publik, fisik, dan ekonomi secara merata di seluruh wilayah</p>
<p>ü     Menata dan membangun Kota Unaaha.</p>
<p>ü     Mendorong kemandirian pangan</p>
<ol>
<li><strong>c. </strong><strong>Strategi Pembangunan</strong></li>
</ol>
<p>ü    Pengintegrasian nilai-nilai religius dalam pembangunan (disebut Integrasi Vertikal)</p>
<p>ü    Pengintegrasian semangat kebersamaan dan kearifan lokal dalam pembangunan (disebut Integrasi Horisontal)</p>
<p>ü   Pembangunan berporos kesejahteraan rakyat</p>
<p>ü    Komoditi berdaya saing produk</p>
<p>ü    Pemerataan aset dan faktor produksi.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>GAMBARAN UMUM POTENSI DAERAH</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>a. </strong><strong>Potensi Sumberdaya Alam sebagai Modal Pembangunan Ekonomi</strong></p>
<ol></ol>
<p><strong> </strong></p>
<p>Ditinjau dari struktur perekonomian Kabupaten Konawe, dominasi sektor pertanian masih sangat besar. Sebagian besar mata pencaharian rakyat menurut lapangan usaha adalah sektor pertanian yaitu sekitar 70% penduduk yang bermata pencaharian sebagai petani, sehingga sektor ini merupakan sektor unggulan. Besarnya kontribusi sektor pertanian dalam arti luas (tanaman pangan, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan) terhadap PDRB kabupaten Konawe pada Tahun 2007 mencapai 48,67% (PDRB atas harga konstan Tahun 2000).</p>
<p>Dari total konstribusi sektor pertanian terhadap PDRB Tahun 2005 atas harga konstan Tahun 2000, distribusi per sub sektor berikut ini ; tanaman pangan sekitar 14,76%, sub sektor perkebunan sekitar 9,61%, sub sektor peternakan dan hasilnya sekitar 9,37%, sub sektor kehutanan berkisar 2,33%, dan sub sektor perikanan berkisar 12,61%.</p>
<p>Berikut ini keadaan masing-masing sub sektor sampai pada Tahun 2007 yaitu :</p>
<p>Tabel  1 : <em>Luas Tanam dan Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Konawe  Tahun 2007</em></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="29" valign="top"><strong>NO</strong></td>
<td width="203" valign="top"><strong>Jenis Komoditi</strong></td>
<td width="166" valign="top"><strong>Luas Tanah </strong>
<p>&#160;</p>
<p><strong>(Ha)</strong></td>
<td width="157" valign="top"><strong>Produksi</strong>
<p>&#160;</p>
<p><strong>(Ton)</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="29" valign="top">1.</td>
<td width="203" valign="top">Padi Sawah</td>
<td width="166" valign="top">39.382</td>
<td width="157" valign="top">133.732</td>
</tr>
<tr>
<td width="29" valign="top">2.</td>
<td width="203" valign="top">Padi Gogih/Ladang</td>
<td width="166" valign="top">667</td>
<td width="157" valign="top">3.423</td>
</tr>
<tr>
<td width="29" valign="top">3.</td>
<td width="203" valign="top">Jagung</td>
<td width="166" valign="top">1.807</td>
<td width="157" valign="top">3.297</td>
</tr>
<tr>
<td width="29" valign="top">4.</td>
<td width="203" valign="top">Kedele</td>
<td width="166" valign="top">445</td>
<td width="157" valign="top">863</td>
</tr>
<tr>
<td width="29" valign="top">5.</td>
<td width="203" valign="top">Kacang Hijau</td>
<td width="166" valign="top">397</td>
<td width="157" valign="top">776</td>
</tr>
<tr>
<td width="29" valign="top">6.</td>
<td width="203" valign="top">Ubi Kayu</td>
<td width="166" valign="top">702</td>
<td width="157" valign="top">26.806</td>
</tr>
<tr>
<td width="29" valign="top">7.</td>
<td width="203" valign="top">Ubi Jalar</td>
<td width="166" valign="top">319</td>
<td width="157" valign="top">5.369</td>
</tr>
<tr>
<td width="29" valign="top">8.</td>
<td width="203" valign="top">Kacang Tanah</td>
<td width="166" valign="top">432</td>
<td width="157" valign="top">1.000</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Jenis komoditi pangan tersebut akan mendapatkan perhatian, karena selain untuk menciptakan ketahanan pangan daerah juga sebagai mata pencaharian rakyat.</p>
<p>Tabel  2 : <em>Hasil Produksi Perkebunan di Kabupaten Konawe Tahun 2007</em></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>NO</strong></td>
<td width="200" valign="top"><strong>Jenis Komoditi</strong></td>
<td width="164" valign="top"><strong>Luas Tanah </strong>
<p>&#160;</p>
<p><strong>(Ha)</strong></td>
<td width="155" valign="top"><strong>Produksi</strong>
<p>&#160;</p>
<p><strong>(Ton)</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">1.</td>
<td width="200" valign="top">Jambu Mete</td>
<td width="164" valign="top">12.252,6</td>
<td width="155" valign="top">585,1</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">2.</td>
<td width="200" valign="top">Kelapa Dalam</td>
<td width="164" valign="top">6.835,6</td>
<td width="155" valign="top">2.955,1</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">3.</td>
<td width="200" valign="top">Kakao</td>
<td width="164" valign="top">15.883,1</td>
<td width="155" valign="top">5.769,4</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">4.</td>
<td width="200" valign="top">Kopi</td>
<td width="164" valign="top">1.723</td>
<td width="155" valign="top">400,4</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">5.</td>
<td width="200" valign="top">Lada</td>
<td width="164" valign="top">3.625,5</td>
<td width="155" valign="top">1.179,5</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">6.</td>
<td width="200" valign="top">Cengkeh</td>
<td width="164" valign="top">778,0</td>
<td width="155" valign="top">131,2</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">7.</td>
<td width="200" valign="top">Kelapa Hibrida</td>
<td width="164" valign="top">278,3</td>
<td width="155" valign="top">112,4</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Usaha tani pada bidang ini telah berkontribusi terhadap pendapatan masyarakat daerah. Komoditi-komoditi yang dihasilkan telah memasuki pasar luar daerah seperti Makassar dan Surabaya.</p>
<p>Tabel  3 : <em>Produksi Perikanan di Kabupaten Konawe Tahun                    2007</em></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="51" valign="top"><strong>NO</strong></td>
<td width="280" valign="top"><strong>Jenis Produksi</strong></td>
<td width="180" valign="top"><strong>Volume Produksi</strong>
<p>&#160;</p>
<p><strong>(Ton)</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="51" valign="top">1.</td>
<td width="280" valign="top">Perikanan Laut</td>
<td width="180" valign="top">15,114</td>
</tr>
<tr>
<td width="51" valign="top">2.</td>
<td width="280" valign="top">Budi Daya Tambak</td>
<td width="180" valign="top">485,6</td>
</tr>
<tr>
<td width="51" valign="top">3.</td>
<td width="280" valign="top">Budi Daya Kolam</td>
<td width="180" valign="top">224</td>
</tr>
<tr>
<td width="51" valign="top">4.</td>
<td width="280" valign="top">Perairan Umum</td>
<td width="180" valign="top">2,967</td>
</tr>
<tr>
<td width="51" valign="top">5.</td>
<td width="280" valign="top">Budi Daya Laut</td>
<td width="180" valign="top">214,62</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sub sektor perikanan baik perikanan tangkap maupun perikanan umum sangat potensial untuk dikembangkan, karena terdapatnya berbagai faktor pendukung seperti luas wilayah perairan, sumber air, dan potensi sumberdaya nelayan.</p>
<p>Tabel  4 : <em>Potensi Budidaya Perikanan di Kabupaten Konawe Tahun 2007</em></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="43" valign="top"><strong>NO</strong></td>
<td width="184" valign="top"><strong>Jenis Produksi</strong></td>
<td width="104" valign="top"><strong>Potensi</strong>
<p>&#160;</p>
<p><strong>(Ha)</strong></td>
<td width="100" valign="top"><strong>Terolah</strong>
<p>&#160;</p>
<p><strong>(Ha)</strong></td>
<td width="117" valign="top"><strong>Belum Terolah</strong>
<p>&#160;</p>
<p><strong>(Ha)</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">1.</td>
<td width="184" valign="top">Tambak</td>
<td width="104" valign="top">5.262</td>
<td width="100" valign="top">3.021</td>
<td width="117" valign="top">2.241</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">2.</td>
<td width="184" valign="top">Budidaya Laut</td>
<td width="104" valign="top">747</td>
<td width="100" valign="top">147</td>
<td width="117" valign="top">600</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">3.</td>
<td width="184" valign="top">Kolam</td>
<td width="104" valign="top">2.545</td>
<td width="100" valign="top">254,6</td>
<td width="117" valign="top">2.291,4</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Pada potensi sub sektor kehutanan, dapat dijelaskan bahwa sebagian besar telah dimanfaatkan oleh masyarakat baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun untuk kebutuhan usaha atau komersial. Potensi usaha pada sektor ini sangat menjanjikan sehingga diminati, hal ini telah mendorong adanya eksploitasi terhadap berbagi macam jenis kayu-kayuan yang ada didalam kawasan hutan. Beberapa jenis hasil hutan yang ada di Kabupaten Konawe lain seperti ; kayu jati, kayu rimba, dan hasil-hasil hutan yang meliputi ; rotan, damar, kulit kayu, dan kayu bakar.</p>
<p>Sub sektor pertambangan dan energi juga mempunyai potensi yang sangat besar. Komoditi pertambangan di wilayah Kabupaten Konawe terdiri dari : a) Tambang Nikel di Kecamatan Routa, Wawonii dan Puriala, b) Tambang Besi/Pasir besi di Kecamatan Routa, c) Tambang Emas di Kecamatan Latoma dan Wawonii, d) Tambang Kronit di Puriala dan Pondidaha, e) Tambang Batu Bara di Pulau Wawonii, Sampara, dan Soropia, f) Pasir Kuarsa di Wawonii, g) Batu Gamping, h) Sirtu di Unaaha, Latoma dan Lambuya.</p>
<p>Terdapat pula potensi pada sub sektor pariwisata yang harus mendapat perhatian yaitu :</p>
<ul>
<li>Wisata Alam seperti : Kolam air panas, Pantai Batu Gong, Pantai Toronipa dan Watunggarandu serta Pulau Bokori.</li>
<li>Wisata Budaya (kesenian) seperti Tarian Lulo dll.</li>
</ul>
<p><strong>b. </strong><strong>Kondisi Sosial Kemasyarakatan dan Budaya</strong></p>
<ol></ol>
<p>Berdasarkan data yang ada pada Tahun 2005/2006 banyaknya sekolah, Guru dan Murid menurut tingkat sekolah sebagai berikut :</p>
<p>Tabel 5 : <em>Keadaan Sekolah, Guru dan Murid di Kab. Konawe Tahun 2006</em></p>
<p><em> </em></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="44" valign="top"><strong>No</strong></td>
<td width="79" valign="top"><strong>Tingkat </strong>
<p>&#160;</p>
<p><strong>Sekolah</strong></td>
<td width="76" valign="top"><strong>Sekolah</strong></td>
<td width="57" valign="top"><strong>Guru</strong></td>
<td width="66" valign="top"><strong>Murid</strong></td>
<td width="85" valign="top"><strong>Guru per   sekolah</strong></td>
<td width="94" valign="top"><strong>Murid   per </strong>
<p>&#160;</p>
<p><strong>Sekolah </strong></td>
<td width="95" valign="top"><strong>Murid   per Guru</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="44" valign="top">1.</td>
<td width="79" valign="top">TK</td>
<td width="76" valign="top">134</td>
<td width="57" valign="top">187</td>
<td width="66" valign="top">3.898</td>
<td width="85" valign="top">1,4</td>
<td width="94" valign="top">29,1</td>
<td width="95" valign="top">20,8</td>
</tr>
<tr>
<td width="44" valign="top">2.</td>
<td width="79" valign="top">SD</td>
<td width="76" valign="top">385</td>
<td width="57" valign="top">4.519</td>
<td width="66" valign="top">45.024</td>
<td width="85" valign="top">11,7</td>
<td width="94" valign="top">116,9</td>
<td width="95" valign="top">10</td>
</tr>
<tr>
<td width="44" valign="top">3.</td>
<td width="79" valign="top">SLTP</td>
<td width="76" valign="top">71</td>
<td width="57" valign="top">1.210</td>
<td width="66" valign="top">16.645</td>
<td width="85" valign="top">17,0</td>
<td width="94" valign="top">206,3</td>
<td width="95" valign="top">12,1</td>
</tr>
<tr>
<td width="44" valign="top">4.</td>
<td width="79" valign="top">SLTA</td>
<td width="76" valign="top">32</td>
<td width="57" valign="top">458</td>
<td width="66" valign="top">7.589</td>
<td width="85" valign="top">14,3</td>
<td width="94" valign="top">237,2</td>
<td width="95" valign="top">16,6</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sumber : Konawe dalam Angka Tahun 2005/2006</p>
<p>Rasio-rasio tersebut, baik rasio guru terhadap sekolah, rasio murid terhadap sekolah, maupun rasio murid terhadap guru, akan terus ditingkatkan dengan penambahan tenaga pengajar (guru), perbaikan atau rehabilitasi fasilitas sekolah, serta meningkatkan biaya operasional sekolah.</p>
<p>Selain itu, pendidikan non formal juga akan dilaksanakan, hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya jumlah warga belajar miskin/putus sekolah yang sudah dibina melalui kursus maupun kelompok-kelompok belajar. Program tambahan lainnya, adalah pembinaan kepemudaan yang akan diarahkan pada peningkatan keterampilan pemuda, meningkatkan semangat kewirausahaan di kalangan pemuda, penyuluhan masalah-masalah sosial. Sedangkan pembangunan olah raga diarahkan untuk meningkatkan minat dan keinginan masyarakat untuk melakukan kegiatan olah raga.</p>
<p>Upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui peningkatan sarana dan prasarana kesehatan. Berikut ini keadaan fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Konawe Tahun 2006 sebagai berikut :</p>
<p>Tabel 5 : <em>Sarana dan Prasaran Kesehatan  di Kab. Konawe Tahun 2006</em></p>
<p><em> </em></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="59" valign="top"><strong>No</strong></td>
<td width="253" valign="top"><strong>Uraian</strong></td>
<td width="217" valign="top"><strong>Jumlah</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="59" valign="top">1.</td>
<td width="253" valign="top">Puskesmas</td>
<td width="217" valign="top">20 Unit</td>
</tr>
<tr>
<td width="59" valign="top">2.</td>
<td width="253" valign="top">Puskesmas Pembantu</td>
<td width="217" valign="top">72 Unit</td>
</tr>
<tr>
<td width="59" valign="top">3.</td>
<td width="253" valign="top">Posyandu</td>
<td width="217" valign="top">370 Unit</td>
</tr>
<tr>
<td width="59" valign="top">4.</td>
<td width="253" valign="top">Dokter Umum</td>
<td width="217" valign="top">25 Orang</td>
</tr>
<tr>
<td width="59" valign="top">5.</td>
<td width="253" valign="top">Dokter Gigi</td>
<td width="217" valign="top">3       Orang</td>
</tr>
<tr>
<td width="59" valign="top">6.</td>
<td width="253" valign="top">Bidan</td>
<td width="217" valign="top">86 Orang</td>
</tr>
<tr>
<td width="59" valign="top">7.</td>
<td width="253" valign="top">Perawat</td>
<td width="217" valign="top">101 Orang</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sumber : Konawe dalam Angka Tahun 2005/2006</p>
<p>Kesadaran masyarakat akan hidup sehat merupakan pondasi dasar dalam meningkatkan kualitas hidup sehat. Walaupun demikian, fasilitas kesehatan juga akan terus dikembangkan, sehingga pelayanan kesehatan akan lebih merata ke seluruh pelosok daerah.</p>
<p>Pembangunan keluarga berencana di Kabupaten Konawe sampai saat ini cukup berhasil. Hal ini dilihat antara lain dari semakin banyaknya Pasangan Usia Subur (PUS), dan akseptor KB. Metode kontrasepsi yang digunakan oleh masyarakat Kabupaten Konawe sampai Tahun 2006 adalah sebagai berikut : IUD, Pil, Kondom, dan lainnya. Namun demikian bidang ini masih menghadapi permasalahan bagaimana mengentaskan keluarga yang masih berada dalam kategori miskin.</p>
<p>Potensi sosial budaya dapat dijadikan sebagai kekuatan pendorong dalam pembangunan. Upaya yang terpenting untuk dilakukan adalah bagaimana masyarakat lebih memberi penghargaan terhadap nilai-nilai budaya lokal masyarakat dalam memperkokoh harmonisasi dalam kehidupan bermasyarakat.</p>
<p>Ditinjau dari aspek sejarah, pada abad 17 pernah berjaya sebuah kerajaan di wilayah Kabupaten Konawe yaitu Kerajaan Konawe. Ketika Raja Tebawo berkuasa, ia membagi kekuasaannya kedalam empat wilayah, yang dikonsepsikan sebagai SIWOLE MBATOHUU (Talang Ayaman Bersegi Empat) yaitu :</p>
<ol>
<li>Tambo I’ Losoano Oleo</li>
<li>Tambo I’ Tepuliano Oleo</li>
<li>Bharata I’ Hana</li>
<li>Bharata I’ Moeri</li>
</ol>
<p>Pembagian ini dalam rangka menerapkan strategi pemerintahan pertahanan, dan pengembangan kerajaan.</p>
<p>Dalam struktur wilayah pemerintahan kerajaan, disusun tiga tingkatan kekuasaan pemerintahan kerajaan yaitu :</p>
<ol>
<li>Wonua ( Wilayah Kerajaan ) dikepalai oleh Mokole (Raja)</li>
<li>Tobu ( Daerah ) dikepalai oleh Puutobu</li>
<li>Napo (Desa) dikepalai oleh Toono Motuo</li>
</ol>
<p>Tingkatan dan struktur pemerintahan memiliki ciri otonomi dengan sistem desentralisasi dan dekonsentrasi, dimana masing-masing daerah bertanggungjawab pada wilayah kekuasaannya dengan tetap melakukan koordinasi kepada raja atau Mokole di Unaaha.</p>
<p>Untuk mendukung jalannya roda pemerintahan maka pemerintah pusat di Unaaha membentuk suatu dewan kerajaan yang terdiri dari :</p>
<ol>
<li>Mokole selaku kepala negara</li>
<li>Sulemandara selaku perdana menteri</li>
<li>Tuoy selaku sekretaris negara</li>
<li>Tutuwi Motaha selaku panglima kerajaan</li>
<li>Inea Sinumo selaku putra mahkota.</li>
</ol>
<p>Selain itu dikenal pula struktur pemerintahan <strong>Pitu Dula Watu</strong> (Tujuh Wadah Makanan yang Terbuat dari Batu) yang berarti terdapat tujuh jabatan yaitu :</p>
<ol>
<li>Tambo Ilosoano Oleo, yang berarti Gerbang Timur di Ranomeeto</li>
<li>Tambo Itepuliano Oleo yang berarti Gerbang Barat di Latoma</li>
<li>Barata Ihana, yang berarti Bintara Kanan di Tongauna</li>
<li>Barata Iwoeri, yang berarti Bintara Kiri di Asaki</li>
<li>Kapita Anamolepo ( Panglima Darat) di Uepay</li>
<li>Kapita Lau ( Panglima Laut ) di Sambara</li>
<li>Sulemandara di Puosu</li>
</ol>
<p>Dalam konsepsi Pitu Dula Watu terdapat pula versi lain, yaitu :</p>
<ol>
<li>Sapati berkedudukan di Ranomeeto</li>
<li>Sabandara berkedudukan di Wawolatoma</li>
<li>Ponggawa berkedudukan di Tongauna</li>
<li>Inowa berkedudukan di Asaki</li>
<li>Tusa Wuta berkedudukan di Kasupute</li>
<li>Kapita Anamolepo berkedudukan di Uepay</li>
<li>Kapita Lau di Sambara</li>
</ol>
<p>Perbedaan ini bukan untuk memunculkan konflik akan tetapi dapat menjadi bahan berarti bagi penelusuran sejarah dan penelitian ilmiah dimasa-masa mendatang. Bila ditelaah lebih jauh, maka perbedaan ini  sebanarnya hanya persoalan penekanan yaitu versi pertama lebih menekankan aspek wilayah kekuasaan dan mekanisme kerja sedangkan versi kedua lebih menekankan pada aspek jabatan yang diemban.</p>
<p>Dalam kehidupan sosial khususnya pada suku bangsa Tolaki, terdapat perangkat benda yang disebut  <em>KALO SARA</em>. Yang merupakan daya perekat yang sangat kuat untuk memperkokoh kehidupan sosial kemasyarakatan. Keberadaan “<em>KALO SARA</em>” sebagai kebudayaan Tolaki merupakan cermin cipta, rasa dan karsa yang bertujuan menciptakan haumonisai kehidupan masyarakat. Tujuan mulia Kalo Sara dalam mengatur tata kehidupan sosial kemasyarakatan bukan saja pada etnik Tolaki, akan tetapi kelompok etnik lainnya yang di wilayah Kabupaten Konawe.</p>
<p>Hal ini membuktikan bahwa kalo sara merupakan budaya yang terbuka, dapat dipadukan dengan budaya dari kelompok etnik lainnya seperti nampak dalam kegiatan perkawinan antar dua etnik yang berbeda, penyelesaian perselisihan, dan lain sebagainya.</p>
<p>Potensi ini merupakan modal dasar dalam masyarakat makmur merata. Khasanah kehidupan masyarakat di Kabupaten Konawe bukan hanya dipengaruhi oleh nilai-nilai luhur suku bangsa Tolaki tetapi juga oleh masyarakat suku lainnya yang kesemuanya menjadi daya perekat dalam kehidupan bermasyarakat di daerah ini.</p>
<p>Dalam kandungan budaya Tolaki, terdapat nilai-nilai luhur lainnya yang merupakan filosofi kehidupan yang dianut oleh masyarakat secara turun temurun yang tertuang daalaam ragam bahasa :</p>
<p><em>“INAE KONA SARA IE PINESARA,</em></p>
<p><em>“INAE LIA SARA IE PINEKASARA”</em></p>
<p><em>(artinya : Barang siapa yang pandai menghargai adat berarti dia akan dihargai dan bagi siapa yang tidak menghargai adat dia akan terlantar);</em></p>
<p>Terdapat filosopi yang menggambarkan suatu kondisi kesejahteraan selalu dicita-citakan oleh masyarakat yaitu :</p>
<p><em>“MORONI MBU’MBUNDI MONAPA MBU’NDAWARO”</em></p>
<p><em>(artinya : Sedingin pohon pisang sesejuk pohon sagu).</em></p>
<p>Dalam kehidupan sehari-hari terdapat prinsip-prinsip moralitas baik dalam kedudukannya sebagai pemimpin maupun rakyat, yaitu :</p>
<p>Û  Kona sara yaitu seorang yang beradat (mempunyai sifat-sifat terpuji)</p>
<p>Û  Pinarasaea yaitu orang yang bisa dipercaya (kredibilitas)</p>
<p>Û  Mondono Motuo yaitu bersifat ke-bapak-an yang mengayomi, melindungi, teladan, dan panutan.</p>
<p>Û  Telenga yaitu transparan dalam mengemukakan pendapat</p>
<p>Û  Meloo Penao yaitu kesabaran dalam menghadapi kehidupan</p>
<p>Û  Mepori yaitu prinsip kehati-hatian dalam bertindak</p>
<p>Û  Samaturu yaitu gotong-royong, saling bantu membantu dengan sesama masyarakat tanpa memandang asalnya.</p>
<p>Û  Mepokoasa yaitu bersatu dengan siapapun tanpa memandang perbedaan kelompok.</p>
<p><strong>c. </strong><strong>Potensi Penduduk</strong></p>
<ol></ol>
<p><strong> </strong>Jumlah penduduk Kabupaten Konawe Tahun 2006 berjumlah 221,401 jiwa, berarti mengalami pertumbuhan sekitar 1,33%. Sebelum pemekaran Tahun 2007 jumlah penduduk sebesar 265.464  jiwa, setelah pemekaran Bulan Juli Tahun 2007  jumlah penduduk 221.401 jiwa dan diperkirakan pada tahun 2008 berkisar 225.829.02 dengan asumsi laju pertumbuhan penduduk 2% pertahun. Pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh tingkat fertilitas dan mortalitas serta perpindahan penduduk baik yang masuk maupun yang keluar daerah Kabupaten Konawe. Dengan tingkat penyebaran yang tidak merata antara wilayah desa dan pusat-pusat kecamatan. Jumlah ini akan terus bertambah baik karena adanya pertambahan kelahiran, juga disebabkan karena terjadinya arus masuk penduduk dari luar daerah.</p>
<p>Keadaan ketenagakerjaan meliputi penduduk usia kerja yang didefenisikan sebagai penduduk berumur 15 tahun sampai 60 tahun, yang terdiri dari angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Dari jumlah penduduk 221.401 jiwa pada Tahun 2007, sekitar 50% adalah persentase penduduk diatas 10 tahun. Distribusi angkatan kerja (bekerja 90,63% dan mencari pekerjaan  9,37%), sedangkan distribusi bukan angkatan kerja (sekolah 51,41%, mengurus RT 35,10%, dan lainnya 13,50%).</p>
<p>Dilihat dari aspek komposisi penduduk, Kabupaten Konawe juga merupakan salah satu daerah penerima transmigrasi terbesar di Provinsi Sulawesi Tenggara. Penyelenggaraan transmigrasi di Kabupaten Konawe didasarkan atas kebutuhan pembangunan daerah, terutama kebutuhan akan sumberdaya manusia (tenaga kerja produktif) guna pengembangan kawasan. Daerah asal transmigrasi yang ada di Kabupaten Konawe adalah dari Jawa Barat, Bali, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Lombok, dan DKI Jakarta. Terdapat pula penduduk yang melakukan perpindahan secara mandiri yang umumnya berasal dari Sulawesi Selatan maupun dari daerah lainnya.</p>
<p>Dengan demikian penduduk di daerah ini mempunyai kebhinekaan kelompok etnis masyarakat, yang telah berbaur antara satu dengan yang lainnya. Identitas etnis dapat dilihat dari bahasa, sistem religi dan kepercayaan serta sistem sosial lainnya, kadang-kadang berbeda akan tetapi mereka hidup rukun. Konflik-konflik yang berbau sara diantara penduduk yang berlainan etnis hampir tidak pernah ada, karena sikap etnosentrisme tidak pernah ditonjolkan. Potensi masyarakat ini berakar dari potensi lokal sebagai modal pembangunan yang sangat menentukan.</p>
<p>Ruang demokrasi yang semakin terbuka untuk masyarakat di satu sisi semakin memantapkan kehidupan demokrasi di tengah masyarakat, akan tetapi bila kematangan demokrasi masih sangat rendah tidak menutup kemungkinan munculnya konflik-konflik horisontal di tengah masyarakat dengan mengatasnamakan demokrasi. Merupakan tugas pemerintah daerah untuk terus melakukan pembinaan tentang kehidupan demokrasi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Konawe harus berupaya melakukan pembinaan terhadap masyarakat, untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, wawasan dan hakekat demokrasi.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>BAB V</p>
<p>PROGRAM  PEMBANGUNAN</p>
<p>Bertitik tolak dari Visi, Misi saya, dalam rangka untuk mencapai tujuan pembangunan daerah yaitu mensejahterakan masyarakat secara merata, dikembangkan program-program pembangunan yang akan dioperasionalkan secara sistematik, terfokus, terintegrasi, terarah dan periodik kedalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara berkesinambungan setiap tahunnya. Program-program pembangunan  dalam konsep PERMATA yang akan dilaksanakan meliputi :</p>
<p><strong>1. </strong><strong>Program Konawe Cerdas  dan Beriman</strong></p>
<ol></ol>
<p><strong> </strong></p>
<p>Program disektor pendidikan akan diarahkan untuk membuka akses pendidikan secara merata kepada seluruh rakyat atau pendidikan untuk semua. Upaya yang akan dilakukan adalah  menambah dana atau anggaran pendidikan untuk operasional penyelenggaraan proses belajar mengajar, membangun gedung sekolah pada wilayah yang benar-benar kekurangan fasilitas sekolah, serta menciptakan iklim sadar pendidikan.</p>
<p>Selain itu, akan diupayakan  penambahan tenaga pengajar mulai dari tingkat TK, SD, SLTP, dan SLTA dengan kulifikasi pendidikan sarjana. Akan diupayakan pula agar di setiap kecamatan terdapat sejumlah SLTP dan SLTA secara memadai.</p>
<p>Berkaitan dengan belum terjangkaunya biaya pendidikan bagi sebagian masyarakat miskin, dibutuhkan komitmen untuk membebaskan biaya pendidikan pada hal-hal yang dianggap berat oleh orang tua murid, terutama bagi masyarakat kategori miskin.</p>
<p>Kesadaran keagamaan merupakan suatu aspek penting  yang akan menuntun masyarakat lebih beradab. Kerukunan umat beragama merupakan salah satu aspek yang akan mendapatkan perhatian pemerintah. Dalam operasional program akan dilakukan peningkatan sarana dan prasarana ibadah, penyuluhan keagamaan, pendidikan keagamaan pada berbagai jenjang pendidikan formal dan informal.</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Program Konawe Sehat</strong></p>
<ol></ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong>Kesehatan masyarakat merupakan salah satu pilar pembangunan daerah. Melalui program dibidang kesehatan akan dikembangkan dan dibangun Pusat-pusat Kesehatan Masyarakat, Puskemas Pembantu dan  Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang akan memungkinkan masyarakat memperoleh pelayanan terjangkau, bermutu, mudah dan cepat. Selain itu akan dilakukan pula pengadaan tenaga kesehatan seperti dokter, bidan, dan perawat, serta tenaga kesehatan lainnya.</p>
<p>Sedangkan keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah, akan terus ditingkatkan baik peningkatan jumlah dokter spesialis  maupun peningkatan kualitas pelayanan dan peningkatan anggaran di sektor kesehatan, serta menambah daya jumlah tempat tidur rumah sakit.</p>
<p>Beberapa program lain yang akan dilaksanakan, adalah memperkuat program subsidi pembiayaan kesehatan untuk warga yang termasuk keluarga miskin dengan memberikan pembebasan biaya berobat bagi penduduk miskin. Walaupun selama ini program tersebut sudah dilaksanakan, akan tetapi perlu terus dioptimalkan.</p>
<p>Salah satu alat yang sering digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan penduduk adalah Indeks Kualitas Hidup Fisik Masyarakat atau yang lebih dikenal dengan “Indeks Pembangunan Manusia”, dengan melihat dua aspek atau indikator yaitu :</p>
<ul>
<li>Usia harapan hidup</li>
<li>Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI &#38; AKB)</li>
</ul>
<p>Diharapkan dalam lima tahun kedepan Kabupaten Konawe akan mampu meningkatkan usia harapan hidup, menurunkan angka kematian bayi dan Angka Kematian Ibu.</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Program Konawe Hijau dan Mandiri Pangan</strong></p>
<ol></ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong>Peran sektor pertanian dalam perekonomian daerah sangat dominan sehingga sebagian masyarakat menggantungkan ekonomi keluarga pada sektor ini, selain itu juga merupakan penyumbang terbesar bagi pendapatan daerah.</p>
<p>Dilihat dari potensial sektor pertanian maka yang akan menjadi andalan di daerah ini meliputi : sub sektor pertanian tanaman pangan, sub sektor perkebunan, sub sektor peternakan, sub sektor kehutanan dan sub sektor perikanan.</p>
<p>Dalam mengembangkan sektor pertanian ditempuh beberapa program yang meliputi : peningkatan produktivitas hasil pertanian, efesiensi usaha, konversi lahan pertanian, penyediaan sarana dan prasarana pertanian, dan pemberian kredit lunak kepada petani.</p>
<p>Dilihat dari sumbangan sektor pertanian (dalam arti luas) terhadap Product Domestic Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Konawe, maka Tahun 2006 (PDRB Atas Dasar Harga Konstant Tahun 2000) adalah sebesar 4,39%, sedangkan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku sebesar 40.19%. Pengembangan sektor pertanian rakyat sangat strategis dalam mempertahankan lapangan kerja dan pendapatan daerah. Dalam program pengembangan pertanian rakyat akan diarahkan pada pertanian rakyat yang mandiri dan kuat. Petani harus benar-benar dilibatkan untuk lebih aktif memanfaatkan ilmu dan pengetahuan bagi perbaikan produksinya.</p>
<p>Program pada sub sektor tanaman pangan dan perkebunan akan ditekankan pada :</p>
<ul>
<li>Ketersediaan sarana dan prasarana produksi yang memadai</li>
<li>Pemanfaatan teknologi tepat guna</li>
<li>Penanganan Pasca panen</li>
<li>Pemasaran hasil panen</li>
<li>Dan penguatan institusi petani (Koperasi dan Perkreditan)</li>
<li>Pembangunan jalan usaha tani.</li>
</ul>
<p>Dalam program pengembangan kawasan perikanan laut akan difokuskan pada beberapa kecamatan yaitu Wawonii Barat, Wawonii Selatan, Wawonii Timur, Wawonii Utara, Soropia dan Kapoiala. Produksi jenis-jenis komoditas yang mempunyai nilai ekonomi tinggi seperti : ikan kerapu, teripang, rumput laut dan kerang-kerangan diharapkan dapat lebih berkembang melalui pemberdayaan nelayan dengan pembentukan kelompok usaha bersama. Selain itu terdapat komoditas lain yang akan dikembangkan yaitu ; ikan olahan yang meliputi pengeringan dan penggaraman, pengasapan, terasi, dan lain-lain. Program akan diarahkan pada :</p>
<ul>
<li>Pembangunan pelabuhan atau tambatan perahu</li>
<li>Pembanguan TPI di beberapa titik</li>
<li>Pemberdayaan masyarakat pesisir melalui kelompok usaha bersama</li>
<li>Bantuan alat tangkap dan peralatan pendukung lainnya.</li>
</ul>
<p>Pada sub sektor peternakan terdapat ternak yang dapat diusahakan masyarakat Kabupaten Konawe meliputi ; sapi, Kerbau, kambing, babi, ayam buras, ayam ras, dan itik. Program akan diarahkan pada :</p>
<ul>
<li>Bantuan bibit</li>
<li>Pembinaan keterampilan beternak</li>
<li>Bantuan pemberantasan penyakit ternak</li>
<li>Bantuan modal usaha.</li>
</ul>
<p>Pengembangan sub sektor kehutanan melibatkan swasta, masyarakat dan pemerintah daerah. Untuk meningkatkan nilai tambah sektor tersebut, maka dikembangkan sentra-sentra industri yang mengolah berbagai hasil pertanian rakyat pada titik-titik pertumbuhan ekonomi di pedesaan, dengan demikian diharapkan kasus-kasus pengrusakan hutan (illegal logging) semakin berkurang.</p>
<p>Untuk menjamin pembangunan berkelanjutan (sutainable develompment), maka kelestarian lingkungan tidak boleh diabaikan. Pembangunan yang dianggap berhasil ternyata belum tentu memiliki daya kelestarian lingkungan yang memadai. Akibatnya pembangunan ini tidak bisa berkelanjutan atau tidak sustainable. Oleh sebab itu, Kabupaten Konawe harus konsisten terhadap pembangunan berwawasan lingkungan, program-program pembangunan akan selalu disemangati upaya melestarikan lingkungan.</p>
<p>Pada sub sektor pariwisata akan terus dikembangkan obyek-obyek wisata yang potensial, seperti :</p>
<ul>
<li>Wisata alam seperti : Kolam air panas, Pantai Batu Gong, Pantai Toronipa dan Watunggarandu serta Pulau Bokori.</li>
<li>Wisata budaya (kesenian) seperti Tarian Lulo dll.</li>
</ul>
<p>Potensi sub sektor pertambangan yang ada di wilayah Kabupaten Konawe terdiri dari : a) Tambang nikel di Kecamatan Routa, Pondidaha, Wawonii dan Puriala, b) Tambang Besi/Pasir besi di Kecamatan Routa, Wawonii dan Puriala, c) Tambang emas di Kecamatan Latoma dan Wawonii, d) Tambang Kronit di Puriala dan Pondidaha, e) Tambang batu bara di Pulau Wawonii, Sanpara, dan Soropia, f) Pasir Kuarsa di Wawonii, f) Batu gamping, h) Sirtu di Unaaha, Latoma dan Lambuya.</p>
<p>Program pada sub sektor pertambangan akan diarahkan pada upaya mendorong kesadaran masyarakat agar dalam mengembangkan usaha pertambangan tidak mengabaikan prinsip-prinsip kelestarian lingkungan, selain itu akan dikembangkan pula kelompok-kelompok usaha tambang yang berbasis pada masyarakat dengan memberi penguatan modal.</p>
<p><strong>4. </strong><strong>Program Konawe Produktif </strong></p>
<ol></ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong>Pengembangan usaha ekonomi produktif sangat penting, karena selama ini telah menjadi salah satu mata pencaharian rakyat, utamanya industri-industri kecil dan menengah. Melalui program pembentukan kelompok usaha bersama yang beranggotakan masyarakat, pemerintah daerah akan memberikan sumbangan atau bantuan dana untuk modal kerja serta penguatan institusi melalui pelatihan, magang dan lain sebagainya.</p>
<p>Usaha produktif masyarakat utamanya kategori industri kecil dan rumah tangga, umumnya tersebar di wilayah-wilayah pedesaan sebagai basis ekonomi rakyat, karena pada hakekatnya usaha ini, mengelola sumber daya lokal, menggunakan tenaga kerja lokal dan melayani pasar lokal. Bagi usaha-usaha yang sudah berjalan akan diberikan kesempatan memperoleh kredit ringan dengan bunga ringan tanpa agunan. Selain itu akan diupayakan pula adanya pusat informasi pasar yang memadai, untuk menjamin pemasaran yang menguntungkan petani.</p>
<p>Selain itu dikembangkan pula jaringan pasar. Dengan berkembangnya jaringan pasar  akan dilakukan upaya membuka pasar potensial baik melalui kegiatan promosi atau expo, maupun kerjasama dengan para pembeli yang ada diluar Kabupaten Konawe.</p>
<ol>
<li><strong>5. </strong><strong>Program Konawe Indah dan Tertib</strong></li>
</ol>
<p>Pada program ini akan diarahkan untuk percepatan pembangunan kota sebagai Ibukota Kabupaten Konawe yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan, perniagaan, serta pendidikan dan pelayanan kesehatan juga merupakan cerminan dari dinamika masyarakat perlu mendapat perhatian. Program pembangunan akan ditekankan pada pembangunan utilitas kota, penataan pemukiman (tata ruang), penataan estetika (keindahan) kota, dan peningkatan kebersihan kota, revitalisasi fasilitas pasar kota sebagai pusat perdagangan, pengaturan jalan transportasi, dan pengembangan taman-taman hiburan maupun olah raga, sehingga dapat tercipta fungsi kota sebagai tempat tinggal, tempat kerja, lalu lintas transportasi dan tempat rekreasi.</p>
<p>Adapun kawasan pembangunan Ibukota Kab. Konawe kami istilahkan “<strong>WUTA KONAWE” </strong>yang meliputi 5 (lima) kecamatan yaitu :</p>
<p><strong>W</strong> =  <strong>W</strong>awotobi,  <strong>U</strong> =<strong>U</strong>naaha, <strong>U</strong>epai <strong>T </strong>= <strong>T</strong>ongauna, <strong>A </strong>= <strong>A</strong>nggaberi, <strong>K</strong>onawe = <strong>Konawe</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[profil kabupaten konawe]]></title>
<link>http://bappedakonawe.wordpress.com/2009/11/29/profil-kabupaten-konawe/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 06:20:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>bappedakonawe</dc:creator>
<guid>http://bappedakonawe.wordpress.com/2009/11/29/profil-kabupaten-konawe/</guid>
<description><![CDATA[Kondisi Geografis Kabupaten Konawe secara geografis terletak pada bagian selatan khatulistiwa dengan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Kondisi Geografis<br />
</strong>Kabupaten  Konawe  secara  geografis  terletak  pada bagian selatan khatulistiwa  dengan posisi koordinat sekitar 02o 45” dan 4 o 15” Lintang Selatan  dan 121 o 15” hingga 123 o   30” Bujur Timur. Kabupten Konawe dengan ibukota Unaaha yang berjarak 73 km dari Kota Kendari.<br />
Luas wilayah daratan Kabupaten Konawe  sekitar 6.666,522 km atau 24,24 persen  dari luas wilayah daratan  Sulawesi Tenggara. Selain wilayah daratan  terdapat pulau-pulau kecil yaitu pulau Wawonii, pulau Karama, pulau Bokori pulau Saponda Laut, pulau Campada, pulau Bawulu, pulau Saponda Barat dan pulau Hari.<br />
Batas wilayah  Kabupaten Konawe meliputi ;  sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Konawe Utara , sebalah Timur berbatasan dengan Propinsi Maluku  (Laut Banda), sebelah selatan berbatasan dengan  Kabupaten Buton dan Kabupaten Muna (Selat Tiworo) sedangkan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Kolaka.<br />
Wilayah Kabupaten Konawe meliputi  30 Wilayah Kecamatan  yang terdiri dari  20 Kecamatan Wilayah daratan dan 10 Kecamatan wilayah Pesisir  dan Laut yang mempunyai jumlah  desa  sebanyak 306  dan 54 kelurahan.<br />
Adapun karakteristik wilayah Kabupaten Konawe  yang bergunung dan berbukit dan diapit oleh  daratan rendah  yang sangat potensial untuk pengembangan  sektor pertanian. Sungai yang terbesar yang terdapat di Kabupaten Konawe  adalah Sungai Konaweeha  yang memiliki  debit air kurang lebih 200 m3 dan telah dibangun bendungan  Wawotobi yang dimanfaatkan untuk mengairi  kurang lebih 18.000 hektar sawah dan selain sungai besar tersebut terdapat pula rawa Aopa  yang sangat potensial untuk pengembangan  Perikanan darat. Selain itu Kabupaten Konawe juga memiliki wilayah perairan yang sangat luas dan memiliki kekayaan hasil laut melimpah serta pemandangan yang indah  sehingga wilayah  pesisir dan laut sangat cocok untuk pengembangan  usaha perikanan laut dan pengembangan Wisata Bahari.<br />
Pada umumnya keadaan iklim di Kabupaten Konawe  yaitu beriklim tropis  dengan suhu kurang lebih 27o – 32oC yang ditandai dengan  bulan kering dua musim  yaitu musim hujan dan musim kemarau.  Musim hujan setiap tahun berlangsung  rata-rata  5 bulan  yaitu pada bulan Nopember sampai dengan bulan Maret ,  musim kemarau  terjadi pada bulan  April sampai dengan  bulan Oktober.<br />
Sedangkan kondisi geologis menurut peta eksploitasi Sulawesi Tenggara  maka jenis tanah yang ada di Kabupaten Konawe terdiri dari  tanah Alluvial yang tersebar  dibagian selatan, tanah Kambisol  yang tersebar diseluruh kecamatan, tanah Mediteran  juga tersebar dibeberapa kecatan  dan tanah Litosol terdapat  dibagian barat terutama di Kecamatan Asinua dan Soropia serta masih terdapat beberapa jenis tanah lainnya seperti gleisol, organosol,  pedsolik dan regosol.<!--more--></p>
<p>-         Potensi Unggulan Daerah</p>
<p>Kabupaten Konawe sesuai dengan kondisi alamnya   memiliki berbagai jenis komoditas unggulan seperti pertanian dan perikanan, industri/perdagangan, koperasi/UKM,  pertambangan dan energi dan pariwisata.</p>
<ol>
<li>Pertanian,</li>
</ol>
<p>Program pertanian dalam arti yang luas  merupakan  sektor unggulan  daerah  yang tetap mendapatkan perhatian pemerintah yaitu  penggunaan teknologi tepat guna  peningkatan SDM dan peningkatan  informasi pasar dan permodalan. Pembangunan disektor ini meliputi penggunaan tanah, tanaman pangan tanaman hortikultura, tanaman perkebunan, peternakan  perikanan laut dan darat dan kehutanan. Untuk sektor pertanian ini mempunyai potensi  seluas 44.151,00 Ha, perkebunan seluas 41.376,10 Ha, dgn produksi komoditas utama : Padi 1137.155 ton, Kakao 5.769,4 ton, Kelapa 2.955,1 ton, Lada 1.179,5 ton kopi 400,4 ton jambu mete 585,1 ton. Sedangkan potensi perikanan dengan produski ikan  sebesar 188.790,60 ton yang terdiri dari produksi ikan laut sebesar 15.114 ton  dan ikan darat sebesar 3.676,60 ton budidaya laut sebesar 214,62 ton.</p>
<p>Tabel 1</p>
<p>Potensi produksi Perikanan</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="43" valign="top">No</td>
<td width="114" valign="top">Jenis Produksi</td>
<td width="114" valign="top">Potensi
<p>&#160;</p>
<p>(Ha)</td>
<td width="114" valign="top">Terolah
<p>&#160;</p>
<p>(Ha)</td>
<td width="132" valign="top">Belum Terolah(Ha)</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">1.</td>
<td width="114" valign="top">Tambak</td>
<td width="114" valign="top">5.262</td>
<td width="114" valign="top">3.021</td>
<td width="132" valign="top">2.241</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">2.</td>
<td width="114" valign="top">Budidaya Laut</td>
<td width="114" valign="top">747</td>
<td width="114" valign="top">147</td>
<td width="132" valign="top">600</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">3.</td>
<td width="114" valign="top">Kolam</td>
<td width="114" valign="top">222.545</td>
<td width="114" valign="top">254,6</td>
<td width="132" valign="top">2.291,4</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="157" valign="top">Jumlah</td>
<td width="114" valign="top">8.554</td>
<td width="114" valign="top">3.422,6</td>
<td width="132" valign="top">5.131,4</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Untuk sub sektor kehutanan  antara lain berupa Kayu jati, Kayu rimba, Rotan, damar, kulit kayu dan kayu bakar,  sebagian besar  telah dimanfaatkan oleh masyarakat  untuk kebutuhan rumah Tangga  dan untuk komersial.</p>
<ol>
<li>Pertambangan dan Energi</li>
</ol>
<p>Sektor Pertambangan merupakan  sektor andalan  yang dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya  baik untuk pengendalian lingkungan  ataupun untuk kesejahteraan  masyarakat, dan arah kebijakan yang ditempuh  oleh Pemerintah Kabupaten Konawe  adalah mendorong dan memberikan  kemudahan pada  investor  untuk pengembangan potensi pertambangan,  dalam upaya mendukung  pembangunan pabrik nikel yang ada  saat ini. Potensi  pertambangan yang dimanfaatkan  yaitu Tambang Nikel di Kecamatan Routa, Wonii dan Puriala; Tambang emas di  Kecaamatan Latomadan Kecamatan Wawonii; Tambang Besi/Pasir Besi di Kecamatan Routa; Tambang Kronit di Puriala dan Pondidaha,: Tambang Batu Bara di Pulau Wowonii, Sampara dan Soropia; Tambang Pasir Kuarsa di Wawonii;  dan Batu Gamping serta sirtu di Unaaha, Latoma dan Lambuya.</p>
<ol>
<li>Industri dan Perdagangan</li>
</ol>
<p>Industri dan perdagangan mampu untuk mendorong peningkatan ekonomi  daerah  yang dapat menciptakan kesempatan kerja  dengan memanfaatkan sumber daya yang telah ada. Potensi Industri yang ada  sebesar 839  Unit yang dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 5.634 orang tenaga keja dan menghasilkan produksi sebesar  Rp. 41.382,74  juta rupiah, dan 785 unit  industri besar/sedang, dengan 5.335 orang tenaga kerja menghasilkan produksi Rp.39.401,34 juta rupiah   dan 54 unit   industri kecil formal dengan 299 orang tenaga kerja dengan produksi sebesar Rp.1.981,40 juta rupiah,  sedangkan potensi  usaha  perdagangan  sebanyak  dua komoditi  utama ekspor  dan 17 komoditi perdagangan antar pulau.</p>
<p>Sedangkan jenis komoditi yang diperdagangkan  dari Kabupaten Konawe   merupakan hasil produksi sektor  pertanian antara lain  bersumber dari  tanaman bahan makanan, perkebunan, peternakan perikanan dan kehutanan.</p>
<p>Untuk  jenis komoditi perikanan yang banyak dihasilkan  adalah ikan Tuna  dengan nilai  ekspor 153.216 US$  (87,34persen) dan untuk komoditi Biji Mutiara  sebesar 22.200,55 US$ (12,66 persen) dengan negara tujuan Hongkong,  dan untuk  jenis komoditi  andalan perkebunan  adalah Kakao  yaitu sekitar 42,56 persen  sedangkan komoditas andalan lainnya  seperti  merica, jambu mente, masing-masing sebesar 42,09 dan 5,38 persen.</p>
<ol>
<li style="text-align:left;">Koperasi Usaha Kecil dan Menengah</li>
</ol>
<p>Koperasi merupakan Salah satu wadah yang dapat mempercepat pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Konawe, yang mana  pada tahun 2007 Kabupaten Konawe  memiliki Koperasi sebanyak 238 unit, 56 unit  diantaranya adalah KUD dan 182 unit lainnya  adalah non KUD, sedanghkan jumlah anggota Koperasi sebanyak 24.554 orang  yang terdiri dari 8.842 orang  anggota KUD dan 15.712 orang anggota non KUD. Jumlah  simpanan, volume usaha, SHU  daan modal usaha masing-masing Rp. 5.741,5 juta, Rp.16.159,8 juta , Rp. 1.948 juta, Rp. 24.736 juta  disajikan pada tabel 2.</p>
<p>Tabel 2.</p>
<p>Jumlah Koperasi  Non KUD2003 Kab. Konawe 2003 – 2007</p>
<p>( Juta)</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="55" valign="top">Tahun</td>
<td width="48" valign="top">Koperasi</td>
<td width="60" valign="top">Ang-
<p>&#160;</p>
<p>gota</td>
<td width="72" valign="top">Modal Sendiri</td>
<td width="72" valign="top">Modal Luar</td>
<td width="72" valign="top">Volume
<p>&#160;</p>
<p>(Rp)</td>
<td width="72" valign="top">SHU
<p>&#160;</p>
<p>(Rp)</td>
<td width="84" valign="top">Total Modal</td>
</tr>
<tr>
<td width="55" valign="top">2003</td>
<td width="48" valign="top">134</td>
<td width="60" valign="top">7.323</td>
<td width="72" valign="top">1.124,0</td>
<td width="72" valign="top">-</td>
<td width="72" valign="top">3.314,0</td>
<td width="72" valign="top">228,0</td>
<td width="84" valign="top">3.338,0</td>
</tr>
<tr>
<td width="55" valign="top">2004</td>
<td width="48" valign="top">154</td>
<td width="60" valign="top">12.497</td>
<td width="72" valign="top">3.167,7</td>
<td width="72" valign="top">6.747,8</td>
<td width="72" valign="top">8.160,3</td>
<td width="72" valign="top">633,3</td>
<td width="84" valign="top">12.651,0</td>
</tr>
<tr>
<td width="55" valign="top">2005</td>
<td width="48" valign="top">169</td>
<td width="60" valign="top">17.478</td>
<td width="72" valign="top">3.365,4</td>
<td width="72" valign="top">6.892,4</td>
<td width="72" valign="top">5.606,0</td>
<td width="72" valign="top">449,0</td>
<td width="84" valign="top">10.257,8</td>
</tr>
<tr>
<td width="55" valign="top">2006</td>
<td width="48" valign="top">210</td>
<td width="60" valign="top">18.130</td>
<td width="72" valign="top">4.187,0</td>
<td width="72" valign="top">7.902,4</td>
<td width="72" valign="top">11.007,</td>
<td width="72" valign="top">1.421,0</td>
<td width="84" valign="top">12.089,4</td>
</tr>
<tr>
<td width="55" valign="top">2007</td>
<td width="48" valign="top">182</td>
<td width="60" valign="top">15.712</td>
<td width="72" valign="top">3.628,7</td>
<td width="72" valign="top">6.848,0</td>
<td width="72" valign="top">9.539,0</td>
<td width="72" valign="top">1.231,0</td>
<td width="84" valign="top">15.894,0</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>-   <strong>Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)</strong></p>
<p>Salah satu tolak ukur yang digunakan untuk mengukur kinerja suatu daerah  dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat  pada suatu priode tertentu yaitu Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).</p>
<p>Perkembangan ekonomi Kabupaten Konawe  dapat dideskripsikan  dengan mengamati perkembangan PDRB, Struktur Perekonomian, Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Perkapita dan Peranan sektoral dalam pembentukan PDRB yang dapat  dihitung berdasarkan harga berlaku dan harga konstan, dimana PDRB atas harga berlaku digunakan untuk mengetahui  perkembangan  struktur ekonomi, sedangkan PDRB atas harga konstan  digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun.  Nilai PDRB  berdasarkan  harga berlaku Kabupaten Konawe  dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2007,  yaitu  PDRB Tahun 2003 Rp. 1.168.266,89 juta, Tahun 2004 Rp. 1.361.067,87 juta, Tahun 2005 Rp. 1.665.581,08 juta, Tahun 2006 Rp. 1.929.370,87 juta, Tahun 2007  Rp. 1.582.051,12 juta.</p>
<p>Menurunnya nilai PDRB atas dasar harga berlaku  tahun 2007 dibanding tahun 2006  ini disebabkan adanya pemisahan  Kabupaten Konawe menjadi  dua Kabuapten yaitu Kabupaten Konawe Utara pada tahun 2007. PDRB atas harga berlaku tahun 2003 sampai tahun 2007  disajikan dalam tabel 3.</p>
<p>Tabel 3.</p>
<p>Distribusi % PDRB Kab. Konawe Atas Dasar Harga Berlaku</p>
<p>Tahun 2003 &#8211; 2007</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" width="179" valign="top"><strong>Lapangan   Usaha</strong></td>
<td colspan="5" width="356" valign="top"><strong>Tahun</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="73" valign="top"><strong>2003</strong></td>
<td width="72" valign="top"><strong>2004</strong></td>
<td width="70" valign="top"><strong>2005</strong></td>
<td width="70" valign="top"><strong>2006</strong></td>
<td width="70" valign="top"><strong>2007</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="179" valign="top"><strong>SEKTOR   PRIMER</strong></td>
<td width="73" valign="top"></td>
<td width="72" valign="top"></td>
<td width="70" valign="top"></td>
<td width="70" valign="top"></td>
<td width="70" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="179" valign="top">1.Pertanian</td>
<td width="73" valign="top">48,29</td>
<td width="72" valign="top">50,07</td>
<td width="70" valign="top">49,81</td>
<td width="70" valign="top">49,27</td>
<td width="70" valign="top">39,28</td>
</tr>
<tr>
<td width="179" valign="top">2.Pertambangan daan Penggalian</td>
<td width="73" valign="top">1,78</td>
<td width="72" valign="top">1,90</td>
<td width="70" valign="top">2,05</td>
<td width="70" valign="top">2,03</td>
<td width="70" valign="top">2,40</td>
</tr>
<tr>
<td width="179" valign="top"><strong>SEK.   SEKUNDER</strong></td>
<td width="73" valign="top"></td>
<td width="72" valign="top"></td>
<td width="70" valign="top"></td>
<td width="70" valign="top"></td>
<td width="70" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="179" valign="top">3.Industri  Pengolahan</td>
<td width="73" valign="top">1,94</td>
<td width="72" valign="top">1,86</td>
<td width="70" valign="top">2,00</td>
<td width="70" valign="top">1,80</td>
<td width="70" valign="top">2,16</td>
</tr>
<tr>
<td width="179" valign="top">4.Listrik,Gas &#38;AirBersih</td>
<td width="73" valign="top">0,68</td>
<td width="72" valign="top">0,79</td>
<td width="70" valign="top">0,76</td>
<td width="70" valign="top">0,72</td>
<td width="70" valign="top">0,85</td>
</tr>
<tr>
<td width="179" valign="top">5. Konstruksi</td>
<td width="73" valign="top">12,15</td>
<td width="72" valign="top">11,62</td>
<td width="70" valign="top">11,34</td>
<td width="70" valign="top">11,23</td>
<td width="70" valign="top">11,67</td>
</tr>
<tr>
<td width="179" valign="top"><strong>SEKTOR   TERSIER</strong></td>
<td width="73" valign="top"></td>
<td width="72" valign="top"></td>
<td width="70" valign="top"></td>
<td width="70" valign="top"></td>
<td width="70" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="179" valign="top">6.Perdagangan,Hotel   dan Restoran</td>
<td width="73" valign="top">12,06</td>
<td width="72" valign="top">11,63</td>
<td width="70" valign="top">11,05</td>
<td width="70" valign="top">11,18</td>
<td width="70" valign="top">14,02</td>
</tr>
<tr>
<td width="179" valign="top">7.Pengangkutaan dan   Komunikasi</td>
<td width="73" valign="top">1,6</td>
<td width="72" valign="top">1,6</td>
<td width="70" valign="top">1,85</td>
<td width="70" valign="top">1,95</td>
<td width="70" valign="top">2,76</td>
</tr>
<tr>
<td width="179" valign="top">8.Keuangan,Persewaan   &#38; Jasa Perusahaan</td>
<td width="73" valign="top">3,21</td>
<td width="72" valign="top">3,05</td>
<td width="70" valign="top">3,46</td>
<td width="70" valign="top">3,74</td>
<td width="70" valign="top">4,56</td>
</tr>
<tr>
<td width="179" valign="top">9.Jasa-Jasa</td>
<td width="73" valign="top">18,29</td>
<td width="72" valign="top">17,48</td>
<td width="70" valign="top">17,68</td>
<td width="70" valign="top">18,06</td>
<td width="70" valign="top">22,28</td>
</tr>
<tr>
<td width="179" valign="top">PDRB</td>
<td width="73" valign="top">100,00</td>
<td width="72" valign="top">100,00</td>
<td width="70" valign="top">100,00</td>
<td width="70" valign="top">100,00</td>
<td width="70" valign="top">100,00</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sumber : RPIJM Kab. Konaw</p>
<p>-   Pertumbuhan Ekonomi</p>
<p>Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Konawe dapat  dilihat dari  pertumbuhan nilai produk domestik  regional bruto (PDRB)  atas dasar harga konstan  2000,  dimana pada tahun 2003 sebesar 6,57 %, tahun 2004 sebesar 6,69 %, tahun 2005 sebesar 6,58 % , tahun 2006 sebesar 5,31 % dan tahun 2007 6,64 %. Pada tahun 2007 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Konawe  didukung oleh pertumbuhan sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan, Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan, Perdagangan Hotel dan Restoran, jasa-jasa, yang secara keseluruhan mengalami pertumbuhan positif  jika dibandingkan tahun sebelumnya  terkecuali sektor listrik, gas danair bersih, konstruksi/bangunan, pengangkutan dan telekomunikasi dan keuangan, persewaan dan jasa perusahaan yang mengalami penurunan dibandingkan dengan sebelumnya.</p>
<p>Tabel 5</p>
<p>Pertumbuhan Ekonomi Sektoral Kab. Konawe 2004-2007 (%)</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="528">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" width="276" valign="top">SEKTOR</td>
<td colspan="4" width="252" valign="top">Tahun</td>
</tr>
<tr>
<td width="72" valign="top">2004</td>
<td width="60" valign="top">2005</td>
<td width="60" valign="top">2006</td>
<td width="60" valign="top">2007</td>
</tr>
<tr>
<td width="276" valign="top">1. Pertanian,Peternakan,Kehutanan dan   Perikanan</td>
<td width="72" valign="top">7,45</td>
<td width="60" valign="top">5,50</td>
<td width="60" valign="top">4,39</td>
<td width="60" valign="top">7,17</td>
</tr>
<tr>
<td width="276" valign="top">2.   Pertambangan dan Penggalian</td>
<td width="72" valign="top">9,46</td>
<td width="60" valign="top">11,,70</td>
<td width="60" valign="top">7,56</td>
<td width="60" valign="top">8,49</td>
</tr>
<tr>
<td width="276" valign="top">3.   Industri Pengolahan</td>
<td width="72" valign="top">7,02</td>
<td width="60" valign="top">9,85</td>
<td width="60" valign="top">1,32</td>
<td width="60" valign="top">8,08</td>
</tr>
<tr>
<td width="276" valign="top">4.   Listrik, Gas dan Air Bersih</td>
<td width="72" valign="top">13,91</td>
<td width="60" valign="top">16,62</td>
<td width="60" valign="top">5,23</td>
<td width="60" valign="top">5,06</td>
</tr>
<tr>
<td width="276" valign="top">5.   Konstruksi Bangunan</td>
<td width="72" valign="top">6,66</td>
<td width="60" valign="top">4,48</td>
<td width="60" valign="top">7,18</td>
<td width="60" valign="top">5,41</td>
</tr>
<tr>
<td width="276" valign="top">6.   Perdagangan,Hotel dan Restoran</td>
<td width="72" valign="top">5,59</td>
<td width="60" valign="top">9,28</td>
<td width="60" valign="top">3,15</td>
<td width="60" valign="top">7,24</td>
</tr>
<tr>
<td width="276" valign="top">7. Pengangkutaan dan Komunikasi</td>
<td width="72" valign="top">9,15</td>
<td width="60" valign="top">11,73</td>
<td width="60" valign="top">10,17</td>
<td width="60" valign="top">5,90</td>
</tr>
<tr>
<td width="276" valign="top">8. Keuangan Persewaan &#38; Jasa   Persh.</td>
<td width="72" valign="top">6,84</td>
<td width="60" valign="top">14,42</td>
<td width="60" valign="top">12,19</td>
<td width="60" valign="top">3,77</td>
</tr>
<tr>
<td width="276" valign="top">9.Jasa-Jasa</td>
<td width="72" valign="top">3,90</td>
<td width="60" valign="top">5,86</td>
<td width="60" valign="top">5,85</td>
<td width="60" valign="top">6,64</td>
</tr>
<tr>
<td width="276" valign="top">Jumlah</td>
<td width="72" valign="top">6,69</td>
<td width="60" valign="top">6,58</td>
<td width="60" valign="top">5,31</td>
<td width="60" valign="top">6,64</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>-   Pendapatan Perkapita</p>
<p>Untuk mengetahui tingkat kemakmuran  suatu daerah  dapat dilihat dari besarnya PDRB perkapita. Berdasarkan  harga berlaku  PDRB  perkapita penduduk Kabupaten Konawe  selama kurun waktu  2003 sampai 2005  memperlihatkan peningkatan namun  pada tahun 2006 mengalami penurunan  karena terpisahnya Kabupaten Konawe Utara dari Kabupaten Konawe, tetapi pada tahun 2007  kembali meningkat  yaitu PDRB perkapita  mencapai Rp. 7.051.867,04.  Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya  maka PDRB perkapita  Kabupaten Konawe mengalami peningkatan  sebesar 13,01 persen.</p>
<p>Tabel 3</p>
<p>PDRB Per Kapita Kab. Konawe Tahun 2003-2007</p>
<p>(Rupiah)</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="528">
<tbody>
<tr>
<td width="120" valign="top">Tahun</td>
<td width="204" valign="top">ADH Berlaku</td>
<td width="204" valign="top">ADH Konstan 2000</td>
</tr>
<tr>
<td width="120" valign="top">2003</p>
<p>2004</p>
<p>2005</p>
<p>2006</p>
<p>2007</td>
<td width="204" valign="top">4.649.411,35</p>
<p>5.405,481,73</p>
<p>6.522.329,05</p>
<p>6.240.310,16</p>
<p>7.051.867,04</td>
<td width="204" valign="top">3.138.605,59</p>
<p>3.341617,29</p>
<p>3.511.792,23</p>
<p>3.087.289,94</p>
<p>3.249.131,56</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Penduduk Kabupaten Konawe berdasarkan  harga konstan 2000 PDRB perkapita  dalam  kurun waktu 2003 sampai 2005  juga mengalami trend  yang meningkat, namun pada tahun 2006  trendnya menurun dan pada tahun 2007 meningkat kembali, hanya pada tahun 2006 nilainya Rp. 3.087.2289,94  terjadi penurunan sebesar 12,09 persen dibandingkan  pada tahun 2005  sebesar 3.511.792,23 sedangkan  pada tahun 2007  nilainya sebesar 3.2249.131,56  atau terjadi peningkatan  5,24 persen  dibandingkan tahun 2006.</p>
<p>-   Tingkat Inflasi</p>
<p>Laju inflasi  Kabupaten Konawe pada tahun 2006 berdsarkan perhitungan  tahun terhadap tahun (y.o.y) sebesar 9,77 % atau 15,83 %  berdasarkan PDRB deflator,  jauh lebih rendah dibandingkan dengan angka inflasi pada tahun 2005 yang mencapai 19,42 %.  Namun lebih tinggi dibanding dengan  tingkat inflasi nasional yang mencapai 6,60 % (y.o.y)  lebih rendah tingkat inflasi pada tahun  2006  dibanding tahun 2005  diduga karena dampak kenaikan bahan bakar minyak  (BBM) pada tanggal 1 Oktober 2005  yang mendorong kenaikan  harga-harga di Kabupaten Konawe berangsur-angsur stabil.  Indikasi ini  dengan jelas terlihat  dimana berdasarkan  bulan ke bulan (m.t.m),  tingkat inflasi Kabupaten Konawe di bawaaah satu digit.  Inflasi tertinggi terjadi pada kuartal  pertama tahun 2006 (2006.I) yaitu sebesar 3,3%  dan inflasi terendah terjadi pada kuartal ketiga (2006.III) yaitu sebesar 1,7% berdasarkan perhitungan  kuartal ke kuartal (q.t.q).<em> </em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cara Promosi Blog Melalui Facebook]]></title>
<link>http://oslo3.wordpress.com/2009/11/29/cara-promosi-blog-melalui-facebook/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 01:22:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>oslo3</dc:creator>
<guid>http://oslo3.wordpress.com/2009/11/29/cara-promosi-blog-melalui-facebook/</guid>
<description><![CDATA[Cara promosi blog melalui facebook adalah cara yang paling ampuh saat ini, karena facebook adalah so]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Cara promosi blog melalui facebook adalah cara yang paling ampuh saat ini, karena facebook adalah social media terbesar dan teramai saat ini. Cara promosi blog melalui facebook bisa dilakukan dengan menambahkan link tulisan postingan di blog kita seperti contoh gambar disamping.<a href="http://oslo3.wordpress.com/files/2009/11/cara-promosi-blog-melalui-facebook-300x136.gif"><img src="http://oslo3.wordpress.com/files/2009/11/cara-promosi-blog-melalui-facebook-300x136.gif" alt="" title="cara-promosi-blog-melalui-facebook-300x136" width="300" height="136" class="alignleft size-full wp-image-352" /></a></p>
<p>Namun cara promosi blog di facebook dengan langkah tersebut cukup merepotkan karena kita harus selalu menambahkan link di facebook setelah membuat postingan. Cara promosi blog di facebook yang lebih mudah adalah dengan memasukkan feed blog kita di bagian note. Dengan begitu, setiap selesai posting tulisan, facebook secara otomatis akan mengambil tulisan di blog kita berdasarkan feed yang mereka terima. Berikut adalah langkah-langkah cara promosi blog di facebook:<br />
Langkah 1 cara promosi blog di facebook:</p>
<p>   1. Klik bagian “Note” di facebook sehingga muncul tampilan seperti dibawah.<!--more--><br />
   2. Klik “Edit Notes Privacy” untuk mengatur siapa saja yang bisa melihat note yang berisi postingan di blog kita.<br />
   3. Klik bagian “import a blog”.<br />
<a href="http://oslo3.wordpress.com/files/2009/11/cara-promosi-blog-melalui-facebook-2-208x300.gif"><img src="http://oslo3.wordpress.com/files/2009/11/cara-promosi-blog-melalui-facebook-2-208x300.gif" alt="" title="cara-promosi-blog-melalui-facebook-2-208x300" width="208" height="300" class="alignleft size-full wp-image-351" /></a><br />
Langkah 2 cara promosi blog di facebook:<br />
   1. Masukkan feed blog kita. Contohnya: http://www.bloggerpemula.info/feed/ atau http://feeds.feedburner.com/MakeMoneyBlogging3 bila sudah dikonversi ke feedburner.<br />
   2. Klik “start importing”<br />
<a href="http://oslo3.wordpress.com/files/2009/11/cara-promosi-blog-melalui-facebook-3-300x170.gif"><img src="http://oslo3.wordpress.com/files/2009/11/cara-promosi-blog-melalui-facebook-3-300x170.gif" alt="" title="cara-promosi-blog-melalui-facebook-3-300x170" width="300" height="170" class="alignleft size-full wp-image-350" /></a><br />
Langkah 3 cara promosi blog di facebook:</p>
<p>   1. Pastikan hasil import blog sudah benar sesuai dengan blog kita.<br />
   2. Klik “confirm import”<br />
<a href="http://oslo3.wordpress.com/files/2009/11/cara-promosi-blog-melalui-facebook-4-300x44.gif"><img src="http://oslo3.wordpress.com/files/2009/11/cara-promosi-blog-melalui-facebook-4-300x44.gif" alt="" title="cara-promosi-blog-melalui-facebook-4-300x44" width="300" height="44" class="alignleft size-full wp-image-349" /></a><br />
Tips tambahan cara promosi blog di facebook:</p>
<p>Facebook hanya menerima satu blog saja yang bisa kita import, karena itu sebaiknya pilih blog terbaik anda untuk dipromosikan melalui facebook. Namun facebook memperbolehkan kita jmengganti feed blog tersebut dengan feed blog yang lain.<br />
blogger pemula @ cara promosi blog di facebook</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tips Mendapatkan $100/hari dari Google Adsense]]></title>
<link>http://oslo3.wordpress.com/2009/11/29/tips-mendapatkan-100hari-dari-google-adsense/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 00:56:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>oslo3</dc:creator>
<guid>http://oslo3.wordpress.com/2009/11/29/tips-mendapatkan-100hari-dari-google-adsense/</guid>
<description><![CDATA[Ternyata sangat mudah untuk mendapatkan penghasilan$100 setiap hari dari Google Adsense. Bahkan dala]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://oslo3.wordpress.com/files/2009/11/100-ga.jpg"><img src="http://oslo3.wordpress.com/files/2009/11/100-ga.jpg" alt="" title="100-ga" width="300" height="132" class="alignleft size-full wp-image-346" /></a>Ternyata sangat mudah untuk mendapatkan penghasilan$100 setiap hari dari Google Adsense. Bahkan dalam hitungan detik kita bisa mendapatkan $$$ berapapun dengan jumlah yang tak terbatas. Gak percaya?<!--more--></p>
<p>Silahkan coba kunjugi saja website ini dan sobat masukkan berapa penghasilan yang sobat inginkan, $100 mungkin, kalau masih kurang tinggal masukkan nilainya sesuka hati. Setelah itu klik Generate Cash <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  dan tara… Sobat mendapatkan screenshoot hasil earning hari ini dan kemarin sebesar $100 dari Google Adsense.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Casio EX-G1, Kamera Slim Tahan Banting]]></title>
<link>http://oslo3.wordpress.com/2009/11/29/casio-ex-g1-kamera-slim-tahan-banting/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 00:49:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>oslo3</dc:creator>
<guid>http://oslo3.wordpress.com/2009/11/29/casio-ex-g1-kamera-slim-tahan-banting/</guid>
<description><![CDATA[Inilah pencapaian yang mengagumkan dari Casio dengan merilis sebuah kamera digital tahan banting yan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://oslo3.wordpress.com/files/2009/11/casio.jpg"><img src="http://oslo3.wordpress.com/files/2009/11/casio.jpg?w=300" alt="" title="casio" width="300" height="237" class="alignleft size-medium wp-image-342" /></a>Inilah pencapaian yang mengagumkan dari Casio dengan merilis sebuah kamera digital tahan banting yang kompak dan sangat slim. Ya, Casio EX-91 diperkenalkan ke publik sebagai kamera tahan banting yang tertipis saat ini.<!--more--></p>
<p>Kamera ini mengesankan gaya dan berkualitas untuk seorang petualang alam yang tak perlu takut kehilangan momen-momen dahsyat di daerah yang berbahaya sekalipun.</p>
<p>Hebatnya kamera ini tetap bisa digunakan meski jatuh dari ketinggian sampai tujuh kaki (2.3 meter), atau jatuh ke dalam air dengan kedalaman hingga tiga meter.</p>
<p>Casio EX-91 memiliki ketebalan hanya 19.9mm, dengan sensor 12.1 megapiksel, perbesaran optik 3x, dan layar LCD berukuran 2.5 inci. Selain itu, baterai di dalamnya cukup tahan digunakan untuk memotret hingga mencapai 300 gambar, sebelum diisi ulang kembali.</p>
<p>Sayang, memori internal yang disematkan pada kamera ini hanya sebesar 35.7 MB saja. Namun dengan kartu microSD, memori masih bisa diekspansi. Menurut rencana, Casio EX-91 akan rilis akhir bulan ini. Tersedia dalam warna merah dan hitam, dan dijual seharga  £279 (sekitar 4,1 juta rupiah).</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Formasi Dokter Spesialis Tak Ada Pelamar]]></title>
<link>http://oslo3.wordpress.com/2009/11/27/formasi-dokter-spesialis-tak-ada-pelamar/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 02:35:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>oslo3</dc:creator>
<guid>http://oslo3.wordpress.com/2009/11/27/formasi-dokter-spesialis-tak-ada-pelamar/</guid>
<description><![CDATA[Pekalongan, CyberNews. Delapan dari dua puluh lima formasi tenaga kesehatan yang dibutuhkan pada pen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pekalongan, CyberNews. Delapan dari dua puluh lima formasi tenaga kesehatan yang dibutuhkan pada pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Kota Pekalongan tidak ada pelamarnya.</p>
<p>Semuanya adalah pada kebutuhan 8 dokter spesialis, masing-masing anastesi, THT, radiologi, paru, kulit dan kelamin, rehabilitasi medik dan bedah syaraf.<!--more--></p>
<p>Menurut Kepala Kantor Kepegawaian drg Agust Marhaendayana, delapan kebutuhan dokter spesialis pada formasi tenaga kesehatan tersebut sampai siang kemarin sama sekali tidak ada pelamarnya.</p>
<p>Kendati demikian, pihaknya masih berharap hari terakhir penerimaan berkas yakni Kamis ini (12/11) ada pelamar untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan dokter spesialis tersebut. &#8220;Sampai siang ini semua formasi tenaga kesehatan pada bagian dokter spesialis belum ada pelamarnya. Padahal, Rabu ini (11/11) kami masih menerima berkas lamaran<br />
sampai besok (hari ini-red).&#8221;</p>
<p>Penerimaan berkas lamaran itu sesuai dengan ketentuan adalah surat-surat yang memenuhi perysaratan tanggal 9 November 2009 cap pos atau dimasukkan ke kantor pos pada tanggal tersebut sampai pukul 00.00.</p>
<p>&#8220;Kebanyakan surat yang datang setelah tanggal cap pos berasal dari luar daerah, untuk di dalam daerah langsung dikirim oleh kantor pos kepada panitia pengadaan CPNSD Kota Pekalongan,&#8221; tandas dia.</p>
<p>Disebutkan, pada hari terakhir penerimaan berkas lamaran, diharapkan semua formasi tenaga kesehatan ada pelamarnya. &#8220;Semua formasi pelamarnya banyak, hanya pada tenaga kesehatan dokter spesialis saja yang kosong tanpa pelamar,&#8221; jelas Agust.</p>
<p>Pihaknya menduga hal itu terjadi karena kebanyakan dokter spesialis berasal dari dokter umum, kemudian sudah mempunyai pangsa pasar cukup bagus atau dibutuhkan di daerah masing-masing, sehingga tidak melamar.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Formasi Bedah Mayat di Garut Sepi Peminat]]></title>
<link>http://oslo3.wordpress.com/2009/11/27/formasi-bedah-mayat-di-garut-sepi-peminat/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 02:33:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>oslo3</dc:creator>
<guid>http://oslo3.wordpress.com/2009/11/27/formasi-bedah-mayat-di-garut-sepi-peminat/</guid>
<description><![CDATA[Garut, Cybernews. Panitia penerimaan dan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Garu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Garut, Cybernews. Panitia penerimaan dan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, belum mendapatkan seorang pun pelamar untuk formasi sarjana (S1) therafi wicara dan dokter spesialis bedah mayat.<!--more--></p>
<p>Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Garut, H.Muhdin, Jumat mengatakan sedangkan untuk formasi sarjana geodesi yang semula sepi pelamar, sudah diterima tujuh berkas lamaran.</p>
<p>Sarjana therafi wicara dan dokter spesialis bedah mayat, merupakan jurusan yang tergolong langka dan kurang diminati kalangan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi penyelenggara.</p>
<p>Sementara itu, dari 17.368 berkas lamaran yang telah diterima masih didominasi peminat tenaga guru, yang keseluruhan nya telah dilaksanakan pengiriman balasan 4.783 berkas lamaran yang memenuhi syarat administrasi, serta untuk sementara terdapat 976 berkas dinyatakan tak memenuhi syarat.</p>
<p>Dipastikan masih terdapat penambahan para pelamar, terutama yang berasal dari luar kabupaten Garut namun tetap diproses sepanjang tanggal pengirimannya sesuai cap pos yang tertera paling lambat 11 Nopember 2009.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[47 Jatah Formasi CPNS Manado Kosong]]></title>
<link>http://oslo3.wordpress.com/2009/11/27/47-jatah-formasi-cpns-manado-kosong/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 02:31:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>oslo3</dc:creator>
<guid>http://oslo3.wordpress.com/2009/11/27/47-jatah-formasi-cpns-manado-kosong/</guid>
<description><![CDATA[Manado, CyberNews. Sebanyak 47 jatah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Manado tak terisi, karen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Manado, CyberNews. Sebanyak 47 jatah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Manado tak terisi, karena tidak ada pelamar yang berminat mengisinya.<!--more--></p>
<p>&#8220;Dari jatah 472 untuk CPNS jalur umum hanya 425 yang terisi karena 47 lainnya pelamarnya tidak mencapai kuota bahkan ada yang tak punya pelamar sama sekali,&#8221; kata Sekretaris Daerah Kota Manado Vicky Lumentut di Manado, Kamis (26/11).</p>
<p>Lumentut menjelaskan 47 jatah yang kosong tersebut tak bisa diisi karena formasinya sudah ditetapkan dan tak boleh digantikan dengan apapun, sebab akan bertentangan dengan aturan yang ditetapkan Kantor Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara.   </p>
<p>Jatah yang tak terisi dalam penerimaan CPNS tahun 2009 itu antara lain, guru geografi untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), guru untuk Sekolah Dasar (SD), dokter gigi dan beberapa tenaga teknis lainnya.</p>
<p>Vicky Lumentut menegaskan dalam pemeriksaan Lembar Jawaban Kerja (LJK) yang dilakukan panitia pelaksana sudah mengikuti semua prosedur yang dtetapkan, dan serba transparan tidak ada yang ditutupi.</p>
<p>Lumentut menyesalkan lowongnya sejumlah formasi karena mereka sangat dibutuhkan pemerintah untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat seperti guru dan tenaga dokter, ia berharap dalam penerimaan CPNS tahun depan, akan banyak peminat yang melamarnya.</p>
<p>Sementara itu, di halaman kantor Pemkot Manado papan pegumuman masih diserbu para pelamar yang ingin mengetahui nasib mereka, apakah lulus dalam tes tertulis atau tidak. &#8220;Rupanya saya belum bernasib baik tahun 2009, karena tidak lulus dalam ujian mudah-mudahan tahun depan, saya bisa berhasil jika ikut lagi,&#8221; kata seorang pelamar bernama Mario di halaman kantor wali kota Manado. </p>
<p>( Ant / CN13 )</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aku Mulai Lelah Mencintainya...]]></title>
<link>http://oslo3.wordpress.com/2009/11/27/aku-mulai-lelah-mencintainya/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 02:29:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>oslo3</dc:creator>
<guid>http://oslo3.wordpress.com/2009/11/27/aku-mulai-lelah-mencintainya/</guid>
<description><![CDATA[Aku begitu mencintainya. Tak pernah ada orang lain ketika kami berpacaran, juga setelah menikah. Dun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Aku begitu mencintainya. Tak pernah ada orang lain ketika kami berpacaran, juga setelah menikah. Duniaku adalah dirinya saja. Tapi kini, aku merasa telah lelah.</p>
<p>Telah 4 tahun aku menikah. Anak satu, 2 tahun. Aku bekerja, suami juga. Kami sama-sama berkantor. Pulangku jam  4 sore, dan dia lebih malam, selepas atau sebelum maghrib. Tapi hal itu tetap membuat kami selalu dapat berkomunikasi, aku tak mengabaikannya, dia tak mengabaikanku. Masalahku cuma satu, kadang aku merasa lelah.<!--more--></p>
<p>Mengapa lelah? Bukankah di rumah telah ada pembantu, yang juga menjaga dan merawat anakku? Ya. Yang kumaksud lelah di sini adalah aku merasa di rumah tangga ini sendirian. Suamiku terlalu mandiri. Dia tak pernah merasakan kesulitan apa pun.</p>
<p>Jika pulang, dia akan bermain sebentar dengan anakku, berbincang atau makan malam, lalu suntuk di ruang kerja. Sampai pagi. Dan selalu aku sendirian, menonton teve, berbicara dengan pembantu. Lalu tidur. Kadang aku ingatkan dia untuk tidur, tapi dia sibuk dengan meja gambarnya.</p>
<p>Tanpa terasa, sudah 4 tahun begitu. Empat tahun nyaris kami tak pernah berangkat tidur bersama. Juga bangun bersama. Aku membangunkannya ketika akan berangkat, karena aku masuk pukul 7 pagi, dia bisa pukul 8. Begitu terus. Terjadwal. Kadang, malam aku dia bangunkan, karena dia ingin &#8220;bermesraan&#8221;. Dan kemudian aku tertidur lagi.</p>
<p>Aku merasa hal itu mulanya biasa. Tapi, ketika bergaul dengan teman-teman, dan mendengar cerita mereka yang lengkap tentang suami dan keluarga, aku mulai merasa ada yang salah.</p>
<p>Aku jadi sadar, betapa aku bergerak sendiri, suami bertidan sendiri. Soal air, listrik, bayaran pembantu, biaya rumah tangga, suami tidak pernah tahu. Benar dia selalu memberikan uang belanja yang cukup. Maksud aku, dia tidak pernah tahu berapa jumlah kesemua itu. Dia tak pernah tahu apakah telepon telah dibayar, listrik telah jatuh tempo, pembantu dapat bonus atau tidak. Semua urusanku. Dia tidak tahu harga susu anakku, mainan-mainannya, juga harga pakaian-pakaianku. Seperti aku juga, yang ternyata tidak tahu berapa harga handphonenya, komputer di ruang kerja, juga laptopnya. Aku juga tidak tahu harga sepatunya, bagaimana kredit mobil, kredit rumah, dan lainnya. Semua diurus suami.</p>
<p>Aku merasa ini aneh. Merasa aneh setelah aku tahu, bahwa tidak harus begitu menjalankan rumahtangga. Harus ada satu nahkoda, agar arah tetap jelas.</p>
<p>Aku jadi ingat, bahwa aku tidak pernah meminta bermesraan duluan. Dan kutahu kini, itu tidak wajar. Aku selalu menunggu, kadang sembari terkantuk-kantuk, sampai dia membangunkanku, untuk bercinta. Aku tak pernah menjadi subjek dalam hubungan suami istri kami, tapi objek. Jika suami butuh aku harus siap.</p>
<p>Kusadari kini, aku juga tidak pernah lagi orgasme setelah melahirkan. Dan aku tahu itu juga tidak benar. Selama ini aku menerima hal itu, sebagai bagian dari fungsiku sebagai istri. Asal suami puas, meregang-regang di atas tbuhku, aku pun merasa senang dan puas. Aku lega bisa membuat dia begitu. Itulah caraku untuk terus mencintanya. Terkata, dari teman-temanku, itu salah. Aku harus juga mendapatkan hal yang sama. Suamiku juga harus memberikan hal itu, sebagai tugas cintanya.</p>
<p>Selama ini, dia tak pernah tahu gajiku, dan aku tak memberitahunya. Kuanggap itu tak penting. Tapi kini aku tahu, suamiku seharusnya bertanya dan menghargai gajiku. Kuingat, selama ini dia memang tak pernah memujiku. Tak pernah memujiku. Ini gila. Aku berdandan, memakai baju baru, sepatu, bahkan membelikan baju untuk anakku, iya iya, benar, dia tak pernah memuji. Hanya melihat saja. </p>
<p>Aku jadi sadar, bahwa suamiku sesungguhnya tidak pernah masuk dalam kehidupanku. Tidak pernah terikut, terkait, bersama. Urusanku itu urusanku sendiri. Ajaib. Ya ya, dia bahkan tak pernah tahu kalau keponakanku telah bertambah, dan kaget ketika menyadari. Dia tak protes ketika pembantu kuganti. Dia tak merasa aneh dengan perabotan rumah yang susunan berganti. Suamiku seperti tak menyadarinya. Atau dia tak menganggap penting semua perubahan-perubahan itu. </p>
<p>Ya, iya, kini kudasari, kedamaian kami itu bukan hal yang wajar. Sangat amat tidak wajar. Bukan kelengangan yang asyik. Kami tak pernah bertengkar bukan karena saling memahami. Justru karena kami tak pernah bersama. Kami tak bertengkar karena kepentingan kami tak pernah bergesekan. Dia dalam dunianya, aku dalam duniaku. Gila, ini sungguh gila. Ini rumah tangga semacam apa? Ini bukan cara mencinta seperti yang aku inginkan!</p>
<p>Aku berusaha mendekatkan dunia kami. Sia-sia. Suamiku memang tak dapat terlibat atau dilibatkan. Dia milik dunianya, aku milik duniaku. Aku ingat, tak pernah sekalipun dia bertanya SMS yang kuterima, teleponm yang kudapatkan. Kukira itu karena dia percaya. Tapi tidak, aku sadar kini, itu bukan percaya. Itu tanda dia tak peduli. Aku mendapat telepon tengah malam pun, dia tak terganggu. Ya, itu tanda bahwa dia memang tak peduli.</p>
<p>Ya Tuhan, sesungguhnya dari apa rumah tanggaku ini dibangun? Di atas pondasi seperti apa? Mengapa aku tak menyadarinya, dan merasa semua aman, damai, sentosa? Mengapa kini aku terbuka, dan merasa betapa hidupku ini begitu datar, lelah, dan membosankan? Mengapa aku merasa lelah untuk menjadi istrinya?</p>
<p>Apakah aku meminta terlalu banyak? Rasanya tidak? Aku hanya ingin kami terlibat satu-sama lain, dia ada di duniaku, aku pun ada di dunianya. Aku hanya ingin menjadkan kami sebagai tim, yang bisa saling memberi dan berbagi, bukan dengan pembagian yang semacam kami jalani ini. Apakah aku salah berharap dapat berangkat tidur bersama, dipeluk, dan bangun lalu makan bersama? Apakah itu tuntutan yang mengada-ada?</p>
<p>Tuhan, bantulah aku mengatasi kelelahan ini, biar aku tetap dapat menjadi istri dalam kondisi apa pun, biar aku dapat terus menyelamatkan rumah tangga ini.</p>
<p>(Sebagaimana email Irma Ramadiani)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Trik Bercinta a la Geisha]]></title>
<link>http://oslo3.wordpress.com/2009/11/27/trik-bercinta-a-la-geisha/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 02:26:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>oslo3</dc:creator>
<guid>http://oslo3.wordpress.com/2009/11/27/trik-bercinta-a-la-geisha/</guid>
<description><![CDATA[Tak diragukan, untuk urusan rayu merayu dan menaklukkan pria di ranjang, para Geisha Jepang memiliki]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Tak diragukan, untuk urusan rayu merayu dan menaklukkan pria di ranjang, para Geisha Jepang memiliki banyak trik jitu. Mereka berdandan sempurna, memiliki sikap yang begitu perhatian, cerdas, penuh humor dan sangat elegan.<!--more--></p>
<p>Satu rahasia lagi yang terpenting sehingga para Geisha sangat disukai adalah karena mereka mampu membuat seorang pria merasa menjadi raja dan memperlakukannya begitu istimewa.</p>
<p>Jika kegiatan intim Anda dan pasangan sudah teramat jenuh, cobalah meniru aksi para Geisha ini. Taklukkan pasangan Anda seperti para Geisha itu menaklukkan banyak pria. Berikut beberapa langkah yang harus dilakukan.</p>
<p>Tahap Persiapan</p>
<p>1. Biasanya para Geisha menyukai lingerie berbahan satin atau sutera, memunculkan tampilan yang femini dan juga seksi.</p>
<p>2. Para Geisha cenderung berani menghadirkan riasan wajah yang berani, seperti mengoleskan lipstik berwarna merah menyala.</p>
<p>3. Jika rambut Anda tergerai panjang, cobalah menggelungnya ke atas sehingga bagian tengkuk Anda yang ditumbuhi rambut halus itu terlihat jelas. Seksi pasti!</p>
<p>4. Semprotkan wewangian beraroma menggoda di bagian leher, di antara payudara, belakang telinga dan juga pergelangan tangan.</p>
<p>5. Pilih tempat di bagian rumah Anda yang sangat nyaman untuk Anda dan pasangan memadu kasih. Letakkan beberapa aromaterapi yang menenangkan dan lilin di sekitar ruangan tersebut, jangan lupa juga memasang musik yang lembut.</p>
<p>6. Siapkan bathtub berisi air hangat yang dicampur dengan minyak beraroma Lavender atau melati ke dalamnya.</p>
<p>7. Ajak pasangan untuk berendam bersama sebelum menuju ke tahap berikutnya.</p>
<p>Tahap Foreplay</p>
<p>1. Setelah melakukan ritual berendam bersama dan membersihkan diri, godalah dia untuk memancing gairahnya.</p>
<p>2. Lakukan pijatan lembut menggunakan lotion beraroma eksotik seperti lavender, vanilla, atau cocoa butter.</p>
<p>3. Buatlah dia merasa tersanjung atas pujian yang Anda lontarkan tentang tubuhnya yang perkasa. Tatap juga wajahnya dengan penuh cinta dan penghargaan, lakukan itu sambil melakukan pijatan lembut di pundak serta lehernya.</p>
<p>4. Sambil masih memijatnya, Anda bisa menyelipkan beberapa cerita erotis.</p>
<p>5. Masukkan fantasi dan imajinasi Anda dalam setiap cerita yang digulirkan. Sampaikan pula hasrat terpendam Anda pada pasangan.</p>
<p>Tahap Penyerahan Diri</p>
<p>1. Berikanlah dia sebuah kecupan lembut, sambil menggenggam tangannnya dan menatap wajahnya dengan penuh kasih.</p>
<p>2. Ajaklah dia berbaring di atas tempat tidur. Dengan cara yang menggoda, tanggalkan satu persatu baju yang melekat pada tubuh Anda dan pasangan.</p>
<p>3. Ketika saatnya telah tiba masuk pada inti permainan, serahkan diri Anda sepenuhnya padanya.</p>
<p>4. Saat memadu kasih, buang jauh-jauh semua pikiran yang menyesakkan otak. Fokuslah pada setiap sensasi yang panca indera Anda rasakan.</p>
<p>5. Jangan pernah memberikan komentar negatif selama menjalani kegiatan intim bersamanya. Berikan selalu pujian dan kalimat positif pada pasangan Anda. Tunjukkan bahwa Anda terpuaskan bersamanya.<br />
(inlh/maya) </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[FRIED RICE STICKS with Shrimp (Pad Thai Goong Sod)]]></title>
<link>http://oslo3.wordpress.com/2009/11/27/fried-rice-sticks-with-shrimp-pad-thai-goong-sod/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 02:23:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>oslo3</dc:creator>
<guid>http://oslo3.wordpress.com/2009/11/27/fried-rice-sticks-with-shrimp-pad-thai-goong-sod/</guid>
<description><![CDATA[Bahan: 5 sendok makan minyak 1 tahu, potong dadu 5 siung bawang putih, cincang 5 bawang merah, cinca]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://oslo3.wordpress.com/files/2009/11/rorrorr.jpg"><img src="http://oslo3.wordpress.com/files/2009/11/rorrorr.jpg?w=300" alt="" title="rorrorr" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-326" /></a>Bahan:<!--more--><br />
5 sendok makan minyak<br />
1 tahu, potong dadu<br />
5 siung bawang putih, cincang<br />
5 bawang merah, cincang<br />
1 sendok makan ebi atau udang, rendam hingga 5 menit ke dalam air hangat dan blender hingga halus.<br />
1 sendok makan acar sayuran<br />
1 sendok makan soon, rendam dalam air hangat hingga lembut dan tiriskan.<br />
1 sendok teh abe kering<br />
3 telur<br />
2 cangkir taoge, bersihkan<br />
1/4 cangkir daun bawang, iris dengan panjang kurang lebih 1 cm<br />
2 sendok makan kacang tumbuk<br />
150 g udang segar kupas dan sisakan ekornya, panggang<br />
Saus:<br />
3 sendok makan gula kelapa parut<br />
3 sendok makan saus ikan<br />
3 sendok makan asam Jawa yang direndam ke dalam<br />
1/2 cangkir air, kemudian saring dan pisahkan biji dan seratnya.</p>
<p>Cara Memasak:<br />
1. Tempatkan semua bahan saus dalam sebuah piring saus dan direbus. Kurangi panas dan biarkan selama 3-5 menit. Angkat dan sisihkan.<br />
2. Panaskan 3 sendok makan minyak dalam sebuah wajan besar dan goreng tahu hingga berwarna kecokelatan, kira-kira 5 menit. Tiriskan dan sisihkan.<br />
3. Goreng bawang putih dan bawang merah dengan temperatur tinggi hingga 2 menit. Tambahkan ebi dan acar sayuran lalu goreng sekitar 3 menit. Tambahkan mie dan tahu, lalu tumis hingga tercampur, kemudian tambahkan saus dan cabe kering. Lanjutkan menumis dengan panas sedang.<br />
4. Tekan mie pada satu sisi. Tambahkan 2 sendok makan minyak, pecahkan telur ke dalam wajan dan orak-arik hingga masak, kemudian campur telur dan mie bersama-sama.<br />
5. Tambahkan setengah taoge dan daun bawang. Campur bersama hingga merata dan pindahkan<br />
6. Sajikan taburan dengan taoge dan daun bawang yang tersisa, kacang tumbuk dan udang kupas, jika digunakan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hadir, Nokia 5330 Mobile TV Edition ]]></title>
<link>http://oslo3.wordpress.com/2009/11/27/hadir-nokia-5330-mobile-tv-edition/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 02:04:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>oslo3</dc:creator>
<guid>http://oslo3.wordpress.com/2009/11/27/hadir-nokia-5330-mobile-tv-edition/</guid>
<description><![CDATA[Nokia hadirkan Nokia 5330 Mobile TV Edition, sebuah perangkat hiburan yang meng-combine siaran TV mo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://oslo3.wordpress.com/files/2009/11/nokia.jpg"><img src="http://oslo3.wordpress.com/files/2009/11/nokia.jpg" alt="" title="nokia" width="117" height="296" class="alignleft size-full wp-image-323" /></a>Nokia hadirkan Nokia 5330 Mobile TV Edition, sebuah perangkat hiburan yang meng-combine siaran TV mobile (DVB-H), jejaring sosial, musik, dan permainan dalam satu perangkat 3G yang kompak.<!--more--></p>
<p>&#8220;Peluncuran Nokia 5330 Mobil TV Edition ini merupakan jawaban atas kemunculan jaringan TV mobile DVB,&#8221; ungkap wakil presiden Nokia.</p>
<p>Ponsel ini dilengkapi layar QVGA 2.4 inci dan colokan 3.5mm. Baterainya diklaim mampu bertahan 6 jam untuk menonton TV, dan dijual dengan harga 155 Euro sebelum pajak.</p>
<p>Tak hanya itu, Nokia 5330 Mobile TV Edition dilengkapi dengan aplikasi jejaring sosial melalui Ovi Contacts, Facebook, MySpace dan YouTube. Ada juga program IM seperti Windows Live(TM) Messenger, Google Talk, Yahoo! Messenger, ICQ, AOL dan lainnya.</p>
<p>Pada ponsel ini disematkan kamera 3.2 megapiksel dengan 4x digital zoom dan LED flash untuk memudahkan user men-upload foto ke situs kesukaan atau mengirimkannya via email.</p>
<p>Sebelum ini, Nokia telah lebih dulu meluncurkan ponsel dengan DVB-H, mulai dari Nokia N92, Nokia N77, dan Nokia N96. Pun, Nokia menyediakan juga Nokia Mobile TV Receiver SU-33V yang disematkan ke Nokia N97, Nokia N97 mini, Nokia N86 8MP, Nokia E75, Nokia 5800 XpressMusic dan Nokia X6.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bagaimana nasib UN 2010?]]></title>
<link>http://sman1bebandem.wordpress.com/2009/11/26/bagaimana-nasib-un-2010/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 15:38:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid>http://sman1bebandem.wordpress.com/2009/11/26/bagaimana-nasib-un-2010/</guid>
<description><![CDATA[Ujian Nasional tahun 2010, sesuai dengan Permendiknas No.75 Tahun 2009, akan berlangsung dua kali ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ujian Nasional tahun 2010, sesuai dengan Permendiknas No.75 Tahun 2009, akan berlangsung dua kali ya]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Save my marriage]]></title>
<link>http://kayartikel.wordpress.com/2009/11/26/save-my-marriage/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 10:18:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>kaylajg</dc:creator>
<guid>http://kayartikel.wordpress.com/2009/11/26/save-my-marriage/</guid>
<description><![CDATA[Is your current marriage in trouble? many couples both partners had just married and been married lo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Is your current marriage in trouble? many couples both partners had just married and been married long still experiencing problems, the marriage can be a variety of problems you encountered, but all have solutions, divorce is not the solution &#8230;. if you want to save your marriage, you&#8217;ve been in the right place to save your marriage to find her answers here! http://e4b86ff6vnlo8y6eejlekpt9dl.hop.clickbank.net/?tid=SAVEMYMARRIAGE</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ujian her susulan]]></title>
<link>http://annajma09.wordpress.com/2009/11/25/ujian-her-susulan/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 12:30:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>annajma09</dc:creator>
<guid>http://annajma09.wordpress.com/2009/11/25/ujian-her-susulan/</guid>
<description><![CDATA[Salam Sejahtera disampaikan&#8230;&#8230;. bagi teman-teman Annajma yang kemarin belum sempat mengik]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Salam Sejahtera disampaikan&#8230;&#8230;. bagi teman-teman Annajma yang kemarin belum sempat mengik]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Akkarena Beach, Makassar]]></title>
<link>http://kayartikel.wordpress.com/2009/11/25/akkarena-beach-makassar-2/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 09:19:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>kaylajg</dc:creator>
<guid>http://kayartikel.wordpress.com/2009/11/25/akkarena-beach-makassar-2/</guid>
<description><![CDATA[One more charm of relaxed coastal city of Makassar was introduced to Indonesia and the international]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://kayartikel.wordpress.com/files/2009/11/akkarena-beach.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-87" title="akkarena beach" src="http://kayartikel.wordpress.com/files/2009/11/akkarena-beach.jpg?w=199" alt="" width="199" height="300" /></a>One more charm of relaxed coastal city of Makassar was introduced to Indonesia and the international public. Akkarena beach is located along Jalan Metro, District Tamalate, about 3 km from the center of Makassar.<br />
The total coastal area of Tanjung  Bunga Beach developed as a family tour this Akkarena reached 10 Ha. With the beach and beautiful panorama sunset, Akkarena  Beach offers a variety of means to relax, play and exercise for the whole family.<br />
Previously known as Akkarena beautiful beaches that are often abused by young people. Since June 1998, a dish garden area of 450 m2 Akkarena Coast Mediterranean-style buildings. Akkarena dish garden on the coast and serving local and international drinks and features live entertainment in the form of music and an open stage.<br />
Along with the loss of a negative predicate Akkarena, this beach turned into an alternative tourist destination for families in Makassar. Each end of the Sunday school or vacation, beach Akkarena always packed with families who bring children and relatives as well as for leisure.<br />
Seeing this progress, the local government saw the possibility to develop a beach resort Akkarena as national, even international. The first step to realize this is interesting as a business levy to raise funds for the development of further Akkarena area. Currently, each visitor registration fee Rp. 4000, 00 for a ticket and Rp. 2000, 00 to park a car or Rp1000, 00 for motorcycles.<br />
The result, Beach Akkarena currently developing as the most beautiful<a href="http://kayartikel.wordpress.com/files/2009/11/akkarena-beach-21.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-88" title="akkarena beach 2" src="http://kayartikel.wordpress.com/files/2009/11/akkarena-beach-21.jpg?w=300" alt="" width="300" height="224" /></a> beaches in the city of Makassar with existing facilities. The official name was changed Beach Akkarena as Akkarena Family Recreation  Center.<br />
One facility that provides the beauty is the presence of an ocean pier which is now a landmark Akkarena  Coast. Management has built a long pier and a quarter wide by 150 meters in length and 5 meters wide. In addition to enjoying the beauty of the sunset in the waters of Makassar Strait, the pier is also used for the landing ships small tour &#38; being.<br />
In addition to the pier, there are also various recreational facilities for the shore, fishing tours to the islands around the coast,  dressing room and shower room as well as child&#8217;s play. Some games and recreational facilities provided on the beach among other Akkarena Jetski, banana boat, speed boat, a small boat.<br />
Dish around the park, available facilities for outbound activities and meetings. Manager provides a place of activities, both inside and outside the park area cuisine and supporting facilities such as sound system and catering with a delicious variety of menus. Favorite foods Akkarena area visitors are fried banana and fried sweet potatoes mixed with hot coffee.<br />
Some of the facilities and infrastructure provided along the shore of the oval plaza, water tower, play ground the children, restaurants, bath center, meeting room, polyclinic, and the field for beach volleyball.<br />
Coast Akkarena opened between 7 am sampai10 night on weekdays and between 6 o&#8217;clock in the morning until 12 at night. This allows you to enjoy the romantic atmosphere and the sea breeze Akkarena  Beach at night. To avoid the things that are not desirable, visitors are asked to not spend the night at this beach.</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
