<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>berfikir &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/berfikir/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "berfikir"</description>
	<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 03:43:35 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Bagaimana Menjadi Kreatif ?]]></title>
<link>http://pdabimanyu.wordpress.com/2009/11/25/bagaimana-menjadi-kreatif/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 05:08:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>pdabimanyu</dc:creator>
<guid>http://pdabimanyu.wordpress.com/2009/11/25/bagaimana-menjadi-kreatif/</guid>
<description><![CDATA[Setiap orang bangga jika dirinya menjadi Kreatif. Semua orang ingin menjadi kreatif. Tapi apakah kre]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-34" title="CreativeBrain" src="http://pdabimanyu.wordpress.com/files/2009/11/creativebrain.jpg?w=150" alt="" width="122" height="107" /></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN">Setiap orang bangga jika dirinya menjadi Kreatif. Semua orang ingin menjadi kreatif. Tapi apakah kreativitas itu jatuh dari langit? Adilkah bila kita menganggap seseorang lebih kreatif ketimbang orang lainnya? Menurut beberapa ahli, itu semua nonsense! Memang benar kreativitas itu bakat dan anugerah, tapi tak berarti tak bisa diasah dan dibentuk. Kita sendiri juga bisa menciptakan kreativitas. Begitu pula Anda. Tanamkan dalam diri anda, bahwa : <!--more--></span> <span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN"><span>1.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></span></span><strong><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN">Setiap orang bisa menjadi kreatif.</span></strong><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN"> Anda tak perlu menjadi orang yang sangat spesifik atau unik, apa lagi jenius untuk menjadi kreatif. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN"><span>2.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></span></span><strong><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN">Kreativitas dapat diekspresikan dalam berbagai pekerjaan </span></strong><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN">dan aspek kehidupan. Artinya, Anda bisa menciptakan suatu hukum baru, atau cara baru dalam mengisi hidup. Atau menciptakan hal-hal baru, atau alternatif baru dalam memecahkan masalah-masalah klasik. </span><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN">Bagaimana memanfaatkan energi Anda untuk menjadi kreatif. Cobalah langkah ini: </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN"> </span><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN"><span>3.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></span></span><strong><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN">Keluarkan jiwa kanak-kanak Anda Ketika kita belia</span></strong><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN">, kita dibimbing oleh intuisi dan perkiraan. Tapi, setelah dewasa, sudah lebih banyak &#8220;dos&#8221; and &#8220;dont&#8217;s&#8221;. Beri pendekatakan kekanakan pada setiap proyek, beri kebebasan dan buka pikiran. Berpikirlah secara naif dan karanglah pertanyaan-pertanyaan tolol. Dulu, ketika pesawat terbang pertama diciptakan, pasti ada pertanyaan-pertanyaan </span><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN">tolol&#8217; yang tidak mungkin yang dilontarkan penciptanya pada diri sendiri. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN"><span>4.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></span></span><strong><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN">Katakan &#8216;jangan banyak omong&#8217; </span></strong><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN">pada orang dewasa dalam diri Anda Kalau akan berkarya, bagian otak yang logis dan dewasa sering menghalangi karena adanya faktor ketidakmungkinan. Jangan dengarkan, teruslah berkarya. Soalnya, itu akan menekan ide-ide kreatif Anda. Entah itu dalam menulis, melakukan pekerjaan tangan, dan semacamnya. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN"><span>5.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></span></span><strong><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN">Izinkan diri Anda melakukan kesalahan </span></strong><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN">Ada satu langkah dalam kehidupan yang &#8216;menyuruh&#8217; orang berbuat salah. Misalnya, mencoba sesuatu yang tidak lazim, dengan tujuan menciptakan sesuatu yang baru. Itu bagus, karena Anda akan belajar dari kesalahan itu, supaya langkah selanjutkan akan lebih baik. Bayangkan seorang pelukis yang memiliki buku sketsa yang tebal. Pasti dia telah melakukan banyak kesalahan sebelum mencapai gambar yang terbaik. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN"><span>6.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></span></span><strong><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN">Isi &#8216;baterai Anda</span></strong><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN"> Pikiran kreatif membutuhkan ide segar, seperti otot membutuhkan makanan. Jadi, lihatlah sekitar Anda. Tontonlah film, datangi toko, museum, atau apa pun yang Anda sukai. Pikiran Anda akan menyerap pelbagai hal, yang mungkin bisa menjadi sumber ide. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN"><span>7.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></span></span><strong><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN">Cobalah memiliki kegiatan rutin </span></strong><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN">Kalau pikiran Anda sedang buntu, beritirahatlah sejenak dan kerjakan sesuatu yang sifatnya rutin. Misalnya, mencuci piring, mandi, bercukur, atau cuma berjalan sekeliling tempat Anda. Pekerjaan ini akan membuat pikiran pragmatis Anda sibuk, sehingga pikiran yang kekanak-kanakan itu akan muncul tiba-tiba. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN"><span>8.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></span></span><strong><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN">Tuliskan Ide bagus bisa muncul pada saat-saat tak terduga</span></strong><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN">. Kalau Anda selalu punya alat tulis, Anda bisa menuliskannya segera supaya Anda tidak lupa. Konon, Paul McCartney menciptakan lagu Yesterday yang legendaris itu ketika bangun tidur. Kalau tak kontan menuliskannya, pasti ide itu keburu lenyap. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN"><span>9.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></span></span><strong><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN">Menulislah,</span></strong><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN"> Bagi orang-orang Barat sana, yang terbiasa menulis jurnal harian, menulis bukan perkara yang sulit-sulit amat. Ada ahli yang menyarankan agar Anda menulis 3 halaman apa pun setiap pagi. Katanya, di antara yang nggak-nggak yang Anda tulis, pasti akan ketemu ide bagus. Soalnya, menulis itu bisa merangsang ide. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN"><span>10.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">   </span></span></span><strong><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN">Percaya bahwa Anda bisa melakukannya</span></strong><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN">. Jangan ragu-ragu ketika memulai sesuatu. Yang penting Anda percayai, kita semua punya kekuatan untuk menjadi kreatif, siapa pun dia adanya. Begitu pula Anda! </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:10pt;" lang="IN">(Sumber : Berbagai sumber)</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Darah dibalas dgn darah, kekanak-kanakan dibalas dgn,,hmmm bikin anak aja deh :p]]></title>
<link>http://libraris.wordpress.com/2009/11/07/darah-dibalas-dgn-darah-kekanak-kanakan-dibalas-dgnhmmm-bikin-anak-aja-deh-p/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 20:52:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>libraris</dc:creator>
<guid>http://libraris.wordpress.com/2009/11/07/darah-dibalas-dgn-darah-kekanak-kanakan-dibalas-dgnhmmm-bikin-anak-aja-deh-p/</guid>
<description><![CDATA[Hello world, it&#8217;s been a long time since the last day I write onto my blog!! Menyelesaikan pap]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hello world, it&#8217;s been a long time since the last day I write onto my blog!!<br />
Menyelesaikan paper Tugas akhir kuliah dan mempersiapkan diri untuk ujian standar profesi dikantor benar-benar merampok waktuku.</p>
<p>Banyak yang terjadi pada kehidupanku yg luar biasa ini(eits jgn protes,, klo bkn aku yg menganggap demikian siapa lagi donk <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ) tapi beberapa hari terakhir aku mengalami beberapa hal yang sebenarnya tidak penting tapi sangat menyita waktu dan pikiran. Tak perlu kujelaskan detailnya,karna sumpah masalahnya benar-benar ngga penting(hehehe, tenang pasti aku jelaskan ko&#8217;)</p>
<p>Sebelumnya akan ku jelaskan ketek nenek bengek kecilnya dunia yg kujalani yg mengakibatkan bocah ingusan ini berpikir dirinya sudah dewasa-dewisa-dewoso ato apalah itu namanya menyadur dri quote yg seringku dengar &#8220;Tua itu pasti,Dewasa itu pilihan&#8221;.</p>
<p>Bekerja dikantor kedua ini, bertemu dengan berbagai bentuk manusia dan berjuta kepribadian, sedikitnya dapat memberiku pelajaran untuk berlomba dgn hidup. Tuhan dunia ini sangat luar biasa dengan semua misterinya (hayaaahhh). That&#8217;s it. Hahahaha<br />
Ngga lah</p>
<p>Maslahnya beberapa hari ini aku menemukan, eh sengaja bertemu pd suatu kondisi yang sekali lagi melatih kemapanan berfikir dan pengendalian diri. Sebuah ketidakdewasaan yang teramat rumit kupecahkan. Okey, lebih baik aku tidur dan melanjutkan PR ini untuk besok Gnite all</p>
<p>Sent from my BarbieBerry®<br />
powered by Sinyal Kuat CINTAKU</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[khasiat kunyah permen karet ?]]></title>
<link>http://ckyiscky.wordpress.com/2009/10/27/khasiat-kunyah-permen-karet/</link>
<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 15:48:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>ckyiscky</dc:creator>
<guid>http://ckyiscky.wordpress.com/2009/10/27/khasiat-kunyah-permen-karet/</guid>
<description><![CDATA[tadi pagi cky baru aja baca salah satu tabloid, dimana isinya tuh ada satu info yg aga unik juga, te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>tadi pagi cky baru aja baca salah satu tabloid, dimana isinya tuh ada satu info yg aga unik juga, ternyata mengunyah permen karet itu dapat meningkatkan ketajaman berfikir dan ingatan, dan hal itu merupakan kesimpulan dari dua studi medik yg dilaporkan dalam jurnal Appetite di tahun 2002 dan 2004, dalam studi2 ini, dilakukan suatu percobaan yaitu orang2 yang mengunyah permen karet selama fase pembelajaran untuk test khusus bisa mengingat lebih baik dibanding yang tidak mengunyah permen karet..</p>
<p>Meskipun penyebab yang pastinya belum diketahui, namun salah satu penjelasan sederhana yaitu mengunyah itu meningkatkan denyut jantung yang lalu meningkatkan aliran darah ke otak.</p>
<p>Kendatipun hasil studi ini menjanjikan, studi2 terkini tidak menemukan kaitan antara mengunyah permen karet dan peningkatan ingatan. Tapi dapat ditegaskan bahwa studi baru ini mendukung, bahwa mengunyah meningkatkan kejernihan berfikir.</p>
<p>Jadi ? cky sekedar menyampaikan info apa yang cky baca di pagi hari tdi, selanjutnya mau mencoba ato tidak, itu terserah pembaca ? semoga menjadi info yg bermanfaat bagi anda. ^_^</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kemandirian Adalah Seuatu Yang Harus Dimiliki]]></title>
<link>http://primaducation.wordpress.com/2009/10/15/kemandirian-adalah-seuatu-yang-harus-dimiliki/</link>
<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 16:48:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>terasafit</dc:creator>
<guid>http://primaducation.wordpress.com/2009/10/15/kemandirian-adalah-seuatu-yang-harus-dimiliki/</guid>
<description><![CDATA[kemampuan untuk mengarahkan dan mengendalikan diri sendiri dalam berfikir dan bertindak serta tidak ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[kemampuan untuk mengarahkan dan mengendalikan diri sendiri dalam berfikir dan bertindak serta tidak ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Old Times Brings Memories]]></title>
<link>http://keepfight.wordpress.com/2009/10/10/old-times-brings-memories/</link>
<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 01:52:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>keepfight</dc:creator>
<guid>http://keepfight.wordpress.com/2009/10/10/old-times-brings-memories/</guid>
<description><![CDATA[aku berlari lari mengejar mobilku.. mengikuti kata hatiku.. mobilku nomor 1 sumber cahaya yang slalu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30770784&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=279186880283&#38;aid=-1&#38;auser=0&#38;oid=279186880283&#38;id=1312117588"><img src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs247.snc1/9434_1262870894519_1312117588_30770784_2387626_a.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<div></div>
<div></div>
<div></div>
<div></div>
<div><em>aku berlari lari mengejar mobilku..<br />
mengikuti kata hatiku..<br />
mobilku nomor 1<br />
sumber cahaya yang slalu kucinta&#8230;.<br />
DASH! mobilku nomor 1, mobilku tak pernah kalah!<br />
DASH DASH DASH!</em></div>
<div></div>
<div></div>
<div><em><br />
</em></div>
<div>
<p>Teringat masa kecil saya yang kurang berbahagia hehe.. Nostalgia ndeso sedikit ke masa lalu, saat saya masih kecil dulu ada film yang sering sekali diputar di TV (yang waktu itu hanya satu-satunya), DASH! Yonkuro. Film yang menceritakan kisah seorang anak dan teman-temannya dalam race mobil mini 4WD, booming banget waktu itu filmnya, dan saya termasuk salah satu korbannya hehehe..</p>
</div>
<div><!--more--></div>
<div>Segala macam merchandise laku keras, mobil-mobilan mini 4WD ibarat kacang goreng di pasaran mainan anak-anak, saya pribadi pun punya 6 mobil 4WD yang berbeda, hehehe.. Tidak hanya itu, sirkuit mini 4WD pun menjamur dimana-mana, anak-anak tidak dikatakan gaul kalau nggak punya mobil yang cepet, dinamo murahan kelaut aje, semua anak-anak punya standar yang sama yaitu mobil diukur dari kecepatan dan mahalnya spareparts, permainan berubah menjadi perlombaan dan kompetisi yang menonjolkan persaingan bukan fun dan happines.</p>
<p>Pikir-pikir, lucu juga, dulu demi menonton 4WD saya bolos dan nggak mau diajak ke gereja (waktu itu masih jahiliyyah <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ), duit rela dipake nggak makan demi beli mini 4WD dan sparepartsnya, sekolah pun dibela-belain bolos demi mainan balapan, orang-orang yang ditemui di sirkuit mini 4WD tiba-tiba menjadi teman dekat padahal awalnya belum kenal sama sekali. Lucunya, begitu trend berubah dari mini 4wD ke tamagotchi (sejenis binatang peliharaan digital), maka semuanya hilang begitu saja, berganti begitu saja.. hehehehe..</p>
<p>Sekarang banyak yang berubah, bila dulu demi mini 4WD saya mengorbankan segalanya, sekarang tidak ada yang menarik dan membuat say abergairah kecuali dakwah fil Islam, ketika masih mahasiswa, kita rela menyambangi ustadz favorit dan kajian favorit walaupun harus ganti angkot 3x, kita rela nggak makan demi beli buku kajian Islam yang baru terbit, orang-orang yang ditemui dalam medan dakwah dalam sekejap menjadi teman walaupun tidak pernah ada ikatan darah, perdangan dan ikatan kerabat, kuliah kita nomorduakan dibanding menyampaikan Islam.. hehehehe&#8230;</p>
<p>Benarlah kata ulama besar, syaikh Taqiyuddin an-Nabhani (semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya pada beliau), bahwa setiap perbuatan manusia tergantung pada pemahamannya tentang aktivitas itu. Dan pemahaman ini ditentukan oleh cara berfikir seseorang, dan cara berfikir seseorang tergantung pada informasi yang dia gunakan dan bagaimana cara mengolah informasi tersebut.</p>
<p><strong>Ini rumusnya:</strong></p>
<p><strong>Kualitas Informasi x Kuantitas Informasi + Otak + Indera + Fakta = Berfikir<br />
Berfikir + Aqidah = </strong><strong>Berfikir</strong><br />
<strong> Pemahaman + Keyakinan = Aktivitas<br />
</strong><br />
Banyak orang yang menanyakan, kenapa walaupun orang sudah mengetahui sesuatu itu salah tapi masih banyak juga yang melakukan sesuatu yang salah?, nah itulah jawabannya: there is a huge difference between knowing and understanding. Tahu dan paham adalah dua kata yang sangat jauh perbedaannya, lebih jelas lagi, pemahaman adalah pengetahuan yang diyakini kebenarannya. Dan itulah yang akan men-drive seluruh perbuatan manusia dan kecenderungannya.</p>
<p>Dan pemahaman ini ditentukan oleh cara berfikir, dan cara berfikir sangat ditentukan oleh informasi yang dimiliki sebelumnya. Karena itu, bila kita ingin mengganti aktivitas seseorang dari rendah menjadi luhur, maka mau tidak mau kita harus mengganti informasinya terlebih dahulu (mutabanat banget nih kata-katanya hehehe..)</p>
<p>Ada dua hal yang menjadikan kita bisa mengganti pemahaman seseorang, yaitu <strong><em>yang pertama</em></strong>; <strong>Kuantitas informasi</strong>, ok kita adakan percobaan, bila saya menanyakan kepada Anda &#8220;Makan apa saja minumnya?!&#8221; maka yang anda pikirkan pasti &#8220;Teh B**** S****!&#8221; hehehehe&#8230; itulah kuatnya kuantitas informasi, sesuatu yang kita dengar, lihat dan lakukan terus menerus akan membatu dan tanpa sadar menjadi kecenderungan dan cara mempengaruhi berfikir kita. Seseorang yang tinggak di Arab akan lebih mudah berbahasa arab. Bila kita memiliki teman-teman yang bandel dan rendah, tanpa sadar kita akan mengikuti cara berfikir mereka. Begitu pula ide khilafah dan syariah akan membumi dan menjadi solusi bagi manusia apabila ia terus menerus didengungkan dan dibicarakan. Salah besar pendapat yang mengatakan bahwa karena masyarakat belum siap lantas kita tidak membicarakan ide syariah dan khilafah. Justru karena masyarakat belum siaplah maka kita harus menyampaikan lebih banyak lagi tentang ide syariah dan khilafah. Lha, kalo masyarakat sudah siap, maka untuk apa kita membicarakannya?! hehehe&#8230;</p>
<p><strong><em>yang kedua</em></strong> adalah <strong>kualitas informasi</strong>, nah yang ini berkaitan dengan retorika dan dalil. contoh yang sangat nyata adalah perdebatan raja Namrud dan nabi Ibrahim:</p>
<p>Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: &#8220;Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,&#8221; orang itu berkata: &#8220;Saya dapat menghidupkan dan mematikan&#8221;. Ibrahim berkata: &#8220;Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,&#8221; lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim <strong>(TQS al-Baqarah [2]: 258)</strong>.</p>
<p>Inilah contoh kualitas dakwah yang bisa membuat raja Namrudz yang sombong terdiam. Sama dalam dakwah kita mewujudkan syariah dan khilafah, kita tidak bisa merasa cukup dengan apa yang kita punya pada saat ini, karena dunia terus berubah, maka kitapun harus terus berubah dan bertambah kualitas dakwahnya agar kita semakin mampu melaksanakan dakwah dengan maksimal, kemampuan bahasa arab, teknik komunikasi, semangat dan inspirasi, teknik retorika, manajemen dakwah, adalah suatu kemampuan yang selalu harus ditambah oleh hamilud dakwah, khususnya yang ingin mengembalikan kehidupan Islam ketengah-tengah masyarakat.</p>
<p>Nah inilah dua hal yang mempengaruhi proses berfikir, lalu menghasilkan pemahaman dan akhirnya mewujud dalam suatu aktivitas.. Jadi, selama kita bisa meneriakkan kebenaran maka jangan buang waktu dan jangan ragu, sesungguhnya kualitas dan kuantitas dakwah-lah yang akan menentukan datang tidaknya pertolongan Allah kepada kita!</p>
<p>Akhirul kalam,..</p>
<p><strong><em>Aku berlari-lari mengejar surga-Mu,<br />
mengikuti kalam al-Qur&#8217;an<br />
Allah-ku hanya satu..<br />
Sumber cahaya yang slalu kucinta&#8230;<br />
DASH! Islamku nomor satu, Islamku tak pernah kalah..<br />
DASH DASH DASH!</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
</div>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30770800&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=279186880283&#38;aid=-1&#38;auser=0&#38;oid=279186880283&#38;id=1312117588"><img style="width:460px;" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs247.snc1/9434_1262877694689_1312117588_30770800_260985_n.jpg" alt="" /></a></div>
<div>Dibawah bendera inilah kelak ummat muslim akan bersatu!</div>
</div>
<p><strong>By : Ust Felix Siauw</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Masa lalu]]></title>
<link>http://kawanlama95.wordpress.com/2009/10/03/masa-lalu/</link>
<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 17:01:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>kawanlama95</dc:creator>
<guid>http://kawanlama95.wordpress.com/2009/10/03/masa-lalu/</guid>
<description><![CDATA[Masa lalu ,Kenangan terindah sering kali menjadi sebuah harapan ulang yang ingin dibuat di masa-masa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Masa lalu ,Kenangan terindah sering kali menjadi sebuah harapan ulang yang ingin dibuat di masa-masa]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[POKER HARAM??? MARI BERFIKIR BERSAMA!!!!]]></title>
<link>http://blackisred.wordpress.com/2009/09/25/poker-haram-mari-berfikir-bersama/</link>
<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 10:58:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>mozarella</dc:creator>
<guid>http://blackisred.wordpress.com/2009/09/25/poker-haram-mari-berfikir-bersama/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa waktu terakhir saya begitu banyak mendapatkan ”Gift” dari teman2 berupa chips yang jika di ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Beberapa waktu terakhir saya begitu banyak mendapatkan ”Gift” dari teman2 berupa chips yang jika di ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pulanglah . . .]]></title>
<link>http://relaxjom.wordpress.com/2009/09/18/pulanglah/</link>
<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 08:31:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>razifembi</dc:creator>
<guid>http://relaxjom.wordpress.com/2009/09/18/pulanglah/</guid>
<description><![CDATA[Raya pun dah semakin dekat, hari ini sudah hari Jumaat, lusa atau tulat menjelanglah hari yang berba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Raya pun dah semakin dekat, hari ini sudah hari Jumaat, lusa atau tulat menjelanglah hari yang berba]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berfikir Kritis]]></title>
<link>http://fyank09.wordpress.com/2009/09/10/berfikir-kritis/</link>
<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 15:57:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>fyank09</dc:creator>
<guid>http://fyank09.wordpress.com/2009/09/10/berfikir-kritis/</guid>
<description><![CDATA[Learning without thought is labor lost Confucius Berpikir Kritis adalah &#8220;ketetapan yang hati-h]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Learning without thought is labor lost Confucius<br />
Berpikir Kritis adalah &#8220;ketetapan yang hati-hati dan tidak tergesa-gesa untuk apakah kita sebaiknya menerima, menolak atau menangguhkan penilaian terhadap suatu pernyataan, dan tingkat kepercayaan dengan mana kita menerima atau menolaknya.&#8221; dari Critical Thinking oleh Moore dan Parker.</p>
<p>Strategi Untuk Membaca Secara Kritis<br />
Tanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut pada diri anda sendiri:<br />
Apa topiknya?<br />
Kesimpulan apa yang diambil oleh pengarang tentang topik tersebut?<br />
Alasan-alasan apa yang diutarakan pengarang yang dapat dipercaya?<br />
Hati-Hati dengan alasan yang tidak obyektif (misalnya kasihan, ketakutan, penyalahguaan statistik, dll) yang dapat menipu pembaca.<br />
Apakah pengarang menggunakan fakta atau opni?<br />
Fakta dapat dibuktikan.<br />
Opini tidak dapat dibuktikan dan mungkin tidak memiliki dasar yang kuat.<br />
Apakah pengarang menggunakan kata-kata netral atau emosional?<br />
Pembaca kritis melihat di balik kata-kata untuk mengetahui apakah alasan-alasan jelas.<br />
Karakteristik Pemikir Kritis<br />
Mereka jujur terhadap diri sendiri<br />
Mereka melawan manipulasi<br />
Mereka mengatasi confusion<br />
Mereka bertanya<br />
Mereka mendasarkan penilaiannya pada bukti<br />
Mereka mencari hubungan antar topik<br />
Mereka bebas secara intelektual<br />
Diadaptasi dari Critical Thinking oleh Vincent Ryan Ruggiero</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berfikir Tentang Ujian dan Musibah]]></title>
<link>http://rydenmas.wordpress.com/2009/09/04/berfikir-tentang-ujian-dan-musibah/</link>
<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 01:24:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>rydenmas</dc:creator>
<guid>http://rydenmas.wordpress.com/2009/09/04/berfikir-tentang-ujian-dan-musibah/</guid>
<description><![CDATA[Berapalama Anda tinggal di Negeri Tercinta Indonesia ? Berapa Lama Anda merasakan kenikmatan tinggal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote>
<p style="text-align:justify;">Berapalama Anda tinggal di Negeri Tercinta Indonesia ? Berapa Lama Anda merasakan kenikmatan tinggal dengan Damai, Mulia tanpa musibah di Negeri ini ? saatnya Anda mulai berfikir sejenak&#8230;</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Heran juga. Kenapa sih bencana alam sering terjadi di negeri kita? Sementara negeri tetangga tidak. Padahal negeri tetangga itu hampir sama dengan kita. Alamnya sama. Orang-orangnya juga kurang-lebih sama.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Nah, ada baiknya kita ingat-ingat dulu <strong>kisah tentang Ka’bah</strong>. Sebenarnya, Ka’bah itu adalah salah satu simbol agama. Dulu simbol agama ini sempat mau dihancurkan seseorang. Terus, apa yang terjadi? Yang Maha Kuasa mencegahnya dengan menurunkan burung ababil dan lumpur panas.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut saya, akhir akhir ini kita sering mengabaikan nilai-nilai agama. Makanya Dia menurunkan burung ababil dan lumpur panasnya kepada kita. Zaman sekarang, burungnya berbentuk flu burung. Lumpurnya berbentuk lumpur Lapindo. Termasuk juga bencana-bencana lainnya seperti flu babi dan gempa bumi yang terjadi baru-baru ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Yap, saatnya kita memperbaiki diri. Tentu, sambil kita memperbanyak dan menyegerakan sedekah. Kata Nabi, “<span style="text-decoration:underline;">Bersegeralah bersedekah, sebab bencana<em> TIDAK PERNAH</em> mendahului sedekah.</span>” Konon, sehebat apapun gunung, sehebat apapun besi, sehebat apapun api, sehebat apapun air, sehebat apapun angin, ternyata sedekah yang ikhlas jauh lebih hebat daripada itu semua. Demikianlah penjelasan dari-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan terakhir ingatlah, setiap pagi ada dua malaikat yang berseru. Yang satu berseru, “<span style="text-decoration:underline;">Ya Tuhan, karuniakanlah ganti pada orang yang membelanjakan hartanya di jalan Allah</span>.” Yang satu lagi berseru, “<span style="text-decoration:underline;">Musnahkanlah orang yang menahan hartanya</span>.”</p>
<p style="text-align:justify;">Mumpung masih diberikan kesempatan umur, mumpung Ramadhan, ayo kita sedekah banyak-banyak dan ajak orang-orang agar bersedekah banyak-banyak. Minimal 10% dari pendapatan kotor. Dan semoga kita semua terhindar dari bencana.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau Ada solusi yang lebih baik dan lebih tepat mari kita bahas bersama.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hubungan Antara Definisi Filsafat Dasar dan Pemikiran Dasar]]></title>
<link>http://filsafatsederhana.wordpress.com/2009/09/02/hubungan-antara-definisi-filsafat-dasar-dan-pemikiran-dasar/</link>
<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 13:47:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>praptinfilsafat</dc:creator>
<guid>http://filsafatsederhana.wordpress.com/2009/09/02/hubungan-antara-definisi-filsafat-dasar-dan-pemikiran-dasar/</guid>
<description><![CDATA[istilah pemikiran dasar dan istilah filsafat dasar Filsafat telah mempunyai begitu banyak  definisi ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[istilah pemikiran dasar dan istilah filsafat dasar Filsafat telah mempunyai begitu banyak  definisi ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Shoulda Woulda Coulda]]></title>
<link>http://hanyanulis.wordpress.com/2009/08/30/shoulda-woulda-coulda/</link>
<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 09:56:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>hanyanulis</dc:creator>
<guid>http://hanyanulis.wordpress.com/2009/08/30/shoulda-woulda-coulda/</guid>
<description><![CDATA[“… Sumpah, nyesel banget gue minjemin duit ke tu orang.Ternyata dipake buat yang ga bener! Tau gitu ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://hanyanulis.wordpress.com/files/2009/08/shoulda.jpg?w=300" alt="Shoulda" title="Shoulda" width="300" height="211" class="aligncenter size-medium wp-image-120" />“… Sumpah, nyesel banget gue minjemin duit ke tu orang.Ternyata dipake buat yang ga bener! Tau gitu kan ga gue pinjemin…. Bete deh.. “<br />
Baru tadi malem di curhatin sama Danu, one guy of my solite team. There you go. Keluar juga akhirnya kalimat itu. Sebagai ‘lawan bicara’ dan ‘kawan bicara’, sering memang kita dengan sendirinya berusaha untuk menjadi pendengar yang baik, dan juga kalau bisa memberikan empati kita. “Ya udah… yang udah ya udah… Ikhlasin aja “. Standar bukan? Saking udah ga tau nya lagi mesti ngasih komentar gimana. Tapi ternyata, kalo mau dipikir2 lagi, kalimat hiburan seperti itu justru malah bikin mereka tambah bete. Hehehe. Akhirnya, daripada nyuruh dia ikhlas bla bla bla gitu, dan daripapa (lebih parahnya) malah nggak bilang apa-apa, saya cuman bisa bilang,<br />
Saya : Loe nyesel?<br />
Danu : Ya iyalah…<br />
Saya : Kenapa?<br />
Danu : Kok kenapa? Itu duit tabungan gue bertaun-taun…<br />
Saya : Nyesel karena dia bohong soal tujuan dia minjem itu?<br />
Dany : Kalo tau dia minjem buat … *sensor, mana mungkin gue pinjemin!<br />
Saya : Tapi kan loe GAK TAU kalo dia bakal ngelakuin itu…<br />
Shoulda Woulda Coulda. Itu bahasa Inggrisnya (hehehe.. nenek2 juga tau itu bahasa Inggris!). Bahasa Indonesianya kurang lebihnya adalah : “.. kalau tau gitu…. “. Bahasa Jawanya mungkin : “.. ngerti ngono..”. Taruhan deh, semua orang pasti pernah ngomong gitu, ketika mengalami kejadian kurang menyenangkan yang seharusnya (menurut kita) bisa dihindari. Paling tidak, kita tidak jadi mengalaminya. Misalnya:<br />
“… Tau gitu gue tadi bawa jas ujan… Ugh! Basah deh…”<br />
“Lho…mati lampu tho? Yaaah… tau gitu tadi gue ga usah berangkat kerja…Anjrotttttt!”<br />
“….Loe tau gak.. gebetan gue udah punya bini!! Coba dari pertama gue tau.. Sialan!”<br />
“… Anj**g! Dosen pembimbing gue ga masuk! Tau gitu kan gue ga usah begadangan semalem nyelesaiiin tugas gue…..”<br />
Ih! Benci banget deh denger orang ngomong gitu. Tau gitu…. tau gitu .. tau gitu… Masalahnya adalah : LOE KAN GAK TAU! TITIK. Kita nggak tau kalau hal2 tidak menyenangkan seperti diatas tadi misalnya, akan terjadi. So, why bother! Ngapain mesti marah? Kita kan nggak tau kalau cuaca yang tadinya panas tiba-tiba malah jadi mendung dan hujan? Gitu juga dengan listrik yang mati tiba-tiba, pacar yang akhirnya ketauan kalau udah punya orang, atau dosen yang ngilang dengan seenaknya? Again, kita nggak tau kan kalau itu akan terjadi pada kita? And there’s nothing we can do about it. Kita nggak bisa berbuat apa-apa menghadapi kenyataan-kenyataan menyebalkan seperti itu. So, dengan mengeluarkan statement “.. tau gitu ..” ini, jelas-jelas kita marah dengan orang lain, marah dengan keadaan, dan yang paling gawat : marah sama diri sendiri!<br />
Jujur aja, I used to be that kind of person. Bolak-balik dikecewakan oleh orang atau keadaan, saya bukan termasuk orang yg  hobi banget tuh buat dengan gampangnya menyalahkan. Atau dgn kata lain paling sering sih nyalahin orang lain. Agak gengsi kalo marah2in diri sendiri. Hehehe. Apalagi jika sesuatu tidak berjalan seperti yang diharapkan. Wah udah deh, sibuk bener nyari2 kesalahan orang lain. Sampai akhirnya saya membaca sebuah kutipan, yang sebenarnya sudah sering saya baca dimana-mana, tapi baru ngerti maksudnya baru-baru aja!<br />
God,<br />
Grant me serenity<br />
To accept the things I can’t change<br />
The courage to change the things I can change<br />
And the wisdom to know the difference<br />
Tuhan,<br />
Anugerahkan kepadaku,<br />
Ketulusan hati untuk menerima hal2 yang tak bisa kuubah,<br />
Nyali untuk merubah hal2 yang bisa kuubah<br />
Dan kebijaksanaanu untuk bisa membedakan..<br />
Ternyata hidup itu harus sesuai dengan porsinya. Ada pilihan-pilihan. I mean, kita bener-benar nggak tau apa yang akan terjadi pada kita kemudian. Jangankan besok. 1 menit abis ini juga kita nggak bisa tau apa yang akan terjadi. We are just human after all. Ada banyak hal-hal tidak mengenakkan yang bisa kita rubah, atau (luckily) bisa kita cegah. Tapi hal-hal tidak mengenakkan yang tidak bisa kita ubah, juga gak kalah banyaknya. Let it go. Bukan berarti terus bersikap pasrah dan nggak melakukan apa-apa sama sekali. But simply, karena merasa marah dan menyesal atas keadaan2 yang tidak bisa kita ubah, sungguh benar2 perbuatan yang nggak ada gunanya sama sekali. What a waste! Inget loh, “Regret for wasted time is more wasted time.”<br />
Sampai sekarang, saya bener-bener anti banget pake kata2, “Tau gitu” ini. Dan sampai sekrang juga, setiap kali ada orang yang ngomel2 dengan memakai kata itu, saya cuman ngelirik aja. Kalo kemudian saya peduli dan bilang, “Ya loe kan ga tau!”, pasti karena saya sedang baik hati sekali hari itu. Hehehe. Mendingan ditulis di blog. Makin banyak yang baca, siapa tau makin banyak juga yang setuju sama hal ini, dan menyebarkannya ke orang lain. Hehehehe. Apapun kejadian buruk yang saya alamin, nggak pernah sekalipun saya bilang kata-kata kramat ini. Karena buat apa?<br />
And amazingly, masalah jadi kerasa nggak begitu berat lagi. Tetap berat, tapi cukup bisa di netralisir, lah. Coba deh! Hehehe. Kaya iklan jadul aja ya…</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cara Mengembangkan Kerangka Berfikir]]></title>
<link>http://intuisibisnis.wordpress.com/2009/08/15/cara-mengembangkan-kerangkan-berfikir/</link>
<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 03:47:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>cikal</dc:creator>
<guid>http://intuisibisnis.wordpress.com/2009/08/15/cara-mengembangkan-kerangkan-berfikir/</guid>
<description><![CDATA[Secara umum manusia memiliki alur berfikir yang berbeda-beda, hal ini dapat dipengaruhi oleh beberap]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Secara umum manusia memiliki alur berfikir yang berbeda-beda, hal ini dapat dipengaruhi oleh beberap]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berfikir Dahulu Sebelum Bertindak]]></title>
<link>http://p3ju4ngkhil4f4h.wordpress.com/2009/08/12/berfikir-dahulu-sebelum-bertindak/</link>
<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 06:36:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>el-Hazmy</dc:creator>
<guid>http://p3ju4ngkhil4f4h.wordpress.com/2009/08/12/berfikir-dahulu-sebelum-bertindak/</guid>
<description><![CDATA[“Berfikir Dahulu Sebelum Bertindak” Judul di atas merupakan pepatah yang sering kita dengar dalam pe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>“Berfikir Dahulu Sebelum Bertindak”</p>
<p>Judul di atas merupakan pepatah yang sering kita dengar dalam pergaulan sehari-hari. Pepatah itu mengajak kita untuk berhati-hati dalam berbuat sesuatu; jangan bertindak ceroboh dan sembrono.<br />
Ya, saya pun sepakat dengan anjuran itu. Malahan, saking hati-hatinya saya seringkali telat dalam merespon sesuatu hal. Bagaimana dengan anda? Apakah anda termasuk orang yang ceroboh atau teliti dalam bertindak?<br />
Kita dengan berbagai aktivitas dan waktu yang tersedia juga sarana moderen yang ada memang selalu ingin segalanya serba cepat dan instant. Dan terkadang tanpa memikirkan dulu apakah jalur yang diambil halal atau haram, yang penting cepat beres dan berhasil.<br />
Kta lihat fenomena yang sering media hadirkan ketengah-tengah kita. Pejabat yang ingin cepat kaya dan naik jabatan misalnya, ia melakukan korupsi dan dan sogok sana sogok sini demi tercapai keinginannya. Padahal harta yang didapat adalah untuk menafkahi keluarganya. Na’udzubillahi min dzalik.<br />
Saya teringan tulisannya Syaikh Taqiyyudin an-Nabhany dalam kitabnya at-Tafkir ( Berfikir cepat dan mendalam), beliau menulis bahwa dalam berfikir – tentang apapun – kita melibatkan dan memerlukan empat komponen. Kalau salah satunya tidak ada atau tidak dipakai maka proses berfikirnya akan kacau dan yang lebih fatal hasilnyapun merupakan pemikiran yang rusak dan kacau seperti kaum liberalis.<br />
Keempat komponen yang dimaksud beliau adalah.<br />
1.otak yang sehat<br />
2.alat indera<br />
3.fakta yang terindera<br />
4.dan informasi-informasi terdahulu ( diperoleh melalui proses belajar atau pengalaman)</p>
<p>keempat komponen ini wajib adanya dan harus selalu dilibatkan dalam proses berfikir. Prosesnya dapat diilustrasikan begini:<br />
Dihadapan saya dihidangkan masakan daging yang sangat menggoda selera, kemudian otak dan panca indera saya meresponnya dengan keinginan untuk mencicipi daging tersebut, apalagi hampir satu minggu belum mencicipi daging. Setelah saya tanyakan daging apakah ini, rasa lapar dan keinginan untuk mencicipi dagingpun hilang seketika. Bahkan saya hampir-hampir muntah di meja makan. Karena ternyata yang dihidangkan adalah daging babi (babi haram dimakan oleh umat islam).<br />
Dari ilustrasi di atas kita tahu daging babi memang haram untuk dimakan sekalipun tampilan dan aromanya menggoda selera. Saya yakin andapun sepakat dengan saya karena berdasarkan informasi yang kita peroleh semenjak dulu terutama dari guru ngaji babi itu haram untuk dimakan.<br />
Disinilah pentingnya keempat komponen berfikir tersebut, apabila salah satunya tidak ada maka prosesnya pun akan terhambat. Namun, untuk dapat menghasilkan pemikiran yang benar dan sahih harus diperhatikan bahwa informasi terdahulu menyangkut fakta yang kita hadapi adalah benar. Sebab kalau infonya salah akan menghasilkan pemahaman yang berbeda pula meskipun fakta yang dihadapi sama. Disinilah pentingnya kita berfikir dulu sebelum melakukan sesuatu<br />
 Wallohu alam bi showab</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tips menghindari pencurian , berfikir menjadi pencuri]]></title>
<link>http://kawanlama95.wordpress.com/2009/08/12/tips-menghindari-pencurian-berfikir-menjadi-pencuri/</link>
<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 16:01:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>kawanlama95</dc:creator>
<guid>http://kawanlama95.wordpress.com/2009/08/12/tips-menghindari-pencurian-berfikir-menjadi-pencuri/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa hari lagi Romadhon akan hadir ,tentu saja di sambut dengan suka cita namun seringkali di bu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Beberapa hari lagi Romadhon akan hadir ,tentu saja di sambut dengan suka cita namun seringkali di bu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Merenung atau berfikir,  ....... Curhat jam 2 di pagi buta]]></title>
<link>http://kawanlama95.wordpress.com/2009/08/05/merenung-atau-berfikir-curhat-jam-2-di-pagi-buta/</link>
<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 19:13:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>kawanlama95</dc:creator>
<guid>http://kawanlama95.wordpress.com/2009/08/05/merenung-atau-berfikir-curhat-jam-2-di-pagi-buta/</guid>
<description><![CDATA[Malam ini semakin larut kawan, mata ini seperti hari hari sebelumnya tak mampu untuk terpejam. Bila ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Malam ini semakin larut kawan, mata ini seperti hari hari sebelumnya tak mampu untuk terpejam. Bila ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["filsafat Menegement Islam"]]></title>
<link>http://yusufamrulloh.wordpress.com/2009/08/01/filsafat-menegement-islam/</link>
<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 05:37:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>yusufamrulloh</dc:creator>
<guid>http://yusufamrulloh.wordpress.com/2009/08/01/filsafat-menegement-islam/</guid>
<description><![CDATA[www.bangsamusnah.com Banyak yang beranggapan bahwa untuk &#8220;berpikir secara mendalam&#8221;, ses]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h2 style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"></p>
<div id="attachment_139" class="wp-caption alignleft" style="width: 402px"><img class="size-full wp-image-139" title="Karya Harun Yahya" src="http://yusufamrulloh.wordpress.com/files/2009/08/karya-harun-yahya1.jpg" alt="www.bangsamusnah.com/linkler.html" width="392" height="146" /><p class="wp-caption-text">www.bangsamusnah.com</p></div>
<p></span></h2>
<p><strong><span style="color:#0000ff;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><span style="color:#000000;"><strong>Banyak yang</strong></span><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><strong> </strong></span><strong>beranggapan bahwa untuk &#8220;berpikir secara mendalam&#8221;, seseorang perlu memegang kepala dengan kedua telapak tangannya, dan menyendiri di sebuah ruangan yang sunyi, jauh dari keramaian dan segala urusan yang ada. Sungguh, mereka telah menganggap &#8220;berpikir secara mendalam&#8221; sebagai sesuatu yang memberatkan dan menyusahkan. Mereka berkesimpulan bahwa pekerjaan ini hanyalah untuk kalangan &#8220;filosof&#8221;.</strong></span></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>Sumber : HARUN YAHYA</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>&#8220;Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu, penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan (merenungkan) ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran&#8221;</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Sumber : (QS. Shaad, 38: 29).</strong></span></p>
<p>Dasar pemikiran yang ku tawarkan .Baca selengkapkan?</p>
<p><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Berfikir mendalam bukanlah hal yang gampang , situs <span style="text-decoration:underline;">harunyahya.com</span> telah menjelaskan secara gamblang, yang terpapar diatas adalah salah satunya. Setiap individu berhak menggunakan otaknya untuk apa saja, akan tetapi menelaah &#8221; QS shaad&#8221; tadi bukankah yang dimaksud ayat ayat Tuhan adalah apa apa yang  telah tercipta olehNya, benarkah kita sudah berfikir kearah sana. jawaban yang sedikit memusingkan! akan tetapi ini memang harus dijawab agar kita bisa mengetahui apa kita berfikir benar atau salah.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu cara mengoptimalkan daya fikir adalah dengan pertanyaan <strong>MENGAPA?</strong> bukanlah <strong>APA?</strong> berfikir mendalam ini memang susah susah gampang tapi bagi mereka yang memiliki pemahaman yang mendalam tentu ini bukanlah memberatkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bisa dibayangkan kalau kita dengar bahwa otak kita masih perawan dalam artian otak kita tidak dipergunakan dengan maksimal akan tetapi mengunakannya hanya sekedar Mendefinisikan dan menjawab apa yang telah diberikan pada kita, tidak ada hal baru yang kita lakukan semisal kita berbalik bertanya mengapa demikian, untuk apa dan sebagainya.! Inilah hal yang dimaksud ada upaya secara maksimal untuk mengoptimalkan segala apa saja yang membuat kita pusing.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tentang Berfikir]]></title>
<link>http://proggieman.wordpress.com/2009/07/27/tentang-berfikir/</link>
<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 16:38:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>agung</dc:creator>
<guid>http://proggieman.wordpress.com/2009/07/27/tentang-berfikir/</guid>
<description><![CDATA[Berfikir bagi sebagian orang sangatlah menyenangkan sampai2 dia beronani dengan hal itu. Bagi sebagi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Berfikir bagi sebagian orang sangatlah menyenangkan sampai2 dia beronani dengan hal itu. Bagi sebagian yang lain berfikir merupakan pekerjaan yang berat seberat mengangkat batu yang beratnya 100 kali berat dirinya. Berfikir merupakan ciri khas manusia, itu lah salah satu sifat yang dimiiliki manusia sehingga dikatakan berbeda dengan Binatang. Salah banyak nya misalnya: makan, minum, bernafas, hajatan besar/kecil, dan  sex.</p>
<p>Jika melihat sejarah peradaban manusia, bangsa Yunani mempunyai kebiasaan unik yaitu : &#8220;terobsesi mendalami pikiranya&#8221;., Orang2 Yunani pada waktu itu mempunyai keyakinan bahwa hakikat dirinya hidup bukan hanya bersenang2 dan sekedar menikmati hidup tapi ada yang lain. Banyak dari mereka yang cenderung menghabiskan waktunya &#8220;mencari&#8221; sesuatu melalui proses abstrak dalam fikirannya. Sehingga wajar kebiasaan unik ini telah menjadi tradisi kemudian melahirkan pemikir2 besar dan pada akhirnya berkontribusi bagi peradaban umat manusia sampai saat ini.</p>
<p>Namun berfikir itu sendiri ada ilmunya, susah2 gampang ternyata&#8230;ada tatacara nya ada etika nya juga. Dimasa depan pekerjaan2 yang lebih banyak mengandalkan otot akan digantikan dengan robot lalu manusianya mengerjakan perkejaan yang mengandalkan mesin dikepalanya. Kompleksitas yang dihadapi oleh manusia modern kian kompleks, sehingga diperlukan jurus berfikir yang fresh nan elegan. Terkadang sering heran melihat tingkah laku seorang sarjana S1 sampai sekaliber professor sekalipun yang tampak &#8220;tidak-maju2&#8243; dalam mencari solusi dari permasalahan tertentu. Ada kesan muter-muter, ada kesan terlalu bercabang, ada kesan tidak konsisten bahkan terlalu kreatif sampai menciptakan masalah baru pada akhirnya. Padahal orang2 itu digembleng dengan berbagai metode penyelesaian yang beragam untuk setiap bidangnya. Ada juga orang yang mencari kesenangannya ketika berfikir,mungkin  sah-sah saja untuk dilakukan. Tetapi jika ini menyangkut sebuah pekerjaan yang ada masa expired nya menyangkut kepentingan bersama ,gaya berfikir seperti itu bisa menjadi bencana. Nampaknya semakin menguatkan bukti bahwa berfikir itu tidak semudah yang dibayangkan, terlalu banyak jebakannya&#8230;</p>
<p>Selidik demi selidik ternyata ada kekuatan lain yang dimiliki manusia, kekuatan emosional dan kekuatan spiritual. Dan sayangnya 2 kekuatan itu bisa mempengaruhi &#8220;kesucian&#8221; berfikir nya. Banyak orang yang mempercayai bahwa semakin dalam orang berfikir semakin bijak ia. Namun apakah Hitler tidak berfikir secara mendalam ?  Tidak. Dan Hitler pun seorang jenius dalam merancang sebuah arsitektur rencana penguasaan dunia yang manjur. Namun ekses nya banyak merugikan orang2 yang tidak berdosa.Rupanya inisiatif berfikir ini ada &#8220;dalangnya&#8221; dan kekuatan emosional dan kekuatan spritual lah yang sering mendalangi itu semua.Beruntung dalangnya baik, jika tidak bisa jadi bencana juga.</p>
<p>Cara terbaik adalah dengan membebaskan otak berfikir  itu dari penjara 2 kekuatan  dalam kapasitas ke-dua kekuatan itu tidak relevan lagi untuk diterapkan atau bersifat destruktif.  Mungkin setiap orang punya gayanya masing2 dalam membetulkan jejak nalar berfikir di otaknya. Namun secara umum berfikir yang baik adalah berfikir yang jujur dan objektif. Bukan sebaliknya, sehingga tidak bakal dijumpai kasus2 seperti yang diceritakan sebelumnya mengenai bencana2 yang justru dihasilkan dari orang2 yang &#8220;telah berfikir&#8221;.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-125" title="the thinker" src="http://proggieman.wordpress.com/files/2009/07/the-thinker.jpg" alt="the thinker" width="278" height="350" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Inovasi &amp; Kreativiti Berfikir (2004)]]></title>
<link>http://encikbaca.wordpress.com/2009/07/17/inovasi-kreativiti-berfikir/</link>
<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 05:41:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Riduan  Khairi</dc:creator>
<guid>http://encikbaca.wordpress.com/2009/07/17/inovasi-kreativiti-berfikir/</guid>
<description><![CDATA[Bagaimana Mengembangkan Inovasi &amp; Kreativiti Berfikir ; Bagi Diri, Individu dan Masyarakat Penul]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-medium wp-image-111" title="scan0002" src="http://encikbaca.wordpress.com/files/2009/07/scan0002.jpg?w=203" alt="scan0002" width="203" height="300" /></p>
<p>Bagaimana Mengembangkan Inovasi &#38; Kreativiti Berfikir ; Bagi Diri, Individu dan Masyarakat</p>
<p>Penulis : Muhammad &#8216;Abdul Jawwad</p>
<p>Penterjemah : Ahmad Abdillah Mattinetta &#38; Nuhani Ramli</p>
<p>Penerbit : Jasmin Enterprise (2004)</p>
<p>Berfikir satu aktiviti penting. Namun selalunya yang paling penting itu yang paling terabaikan. Dalam agama yang paling asas dan penting ialah iman yakni aqidah. Dan dalam banyak bab bahagian agama, aqidah merupakan tajuk yang paling tidak popular berbanding bab-bab lain dalam agama. Kerana ia sangat asas dan terlalu penting, maka kita beranggapan ia boleh dipelajari dengan sendirinya.</p>
<p>Aqidah yang benar meluruskan cara fikir orang-orang Islam.</p>
<p>Dalam Bahasa Melayu sangat kurang buku-buku tentang berfikir ditulis. Yang ada pun mungkin beberapa judul dari Sifu Ainon Mohd. Selain beliau hampir tidak ada penulis lain yang khusus membincangkan tentang berfikir. Kehadiran naskah Inovasi dan Kreativiti Berfikir hasil terjemana mahasiswa Al-Azhar ini sedikit sebanyak mengisi ruang.</p>
<p>Berfikir berkait rapat dengan kegiatan menyoal, berbincang dan membuat keputusan. ia tidak dapat dipisahkan dari satu sama lain. Penulis membawa beberapa contoh dari kes Nabi Muhammad. Bahkan sedari awal lagi Allah melalui kalam Quran nya menyuruh umat Islam merenung dan berfikir tentang kejadian alam ciptaanNya.</p>
<p>Satu contoh berfikir Nabi ialah ketika peristiwa meletakkan batu hajarul aswad selepas pem<img class="alignright size-medium wp-image-107" title="idea_" src="http://encikbaca.wordpress.com/files/2009/07/idea_.jpg?w=289" alt="idea_" width="289" height="300" />baikan Kaabah. Nabi Muhammad cuba membuat keputusan yang terbaik untuk memuaskan hati semua pihak.</p>
<p>Kes kedua ialah ekspedisi sahabat Nabi ke perkampunya Bani Quraizah. Nabi melarang sahabat solat melainkan sudah sampai di Kampung Bani Quraizah. Sebahagian darinya mengingkari dan solat juga di pertengahan jalan. Namun ketika diadukan kepada Nabi, beliau mengakui kedua-dua tindakan itu sebagai benar. Kerana kedua-duanya dibuat berdasarkan pertimbangan perintah Nabi yang lain.</p>
<p>Beberapa contoh lain turut disertakan.</p>
<p>Naskah ini banyak membantu. Pun begitu ia masih bersifat umum. Huraiannya tampil ringkas dan perlu diperincikan lagi.</p>
<p>Saya akan beralih ke sebuah buku lain tentang berfikir, karangan ilmuan Islam Harun Yahya. Semoga Allah kurniakan ilmu yang memberi manfaat. Amin.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Empat Macam Nikmat]]></title>
<link>http://bzakat.wordpress.com/2009/07/10/empat-macam-nikmat/</link>
<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 08:42:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>bzakat</dc:creator>
<guid>http://bzakat.wordpress.com/2009/07/10/empat-macam-nikmat/</guid>
<description><![CDATA[Pertama, yang bermanfaat di dunia dan di akhirat, seperti ilmu dan akhlak. Ini adalah nikmat yang ha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Pertama,</strong> yang bermanfaat di dunia dan di akhirat, seperti ilmu dan akhlak. Ini adalah nikmat yang hakiki. <strong>Kedua,</strong> yang mudharat di dunia dan diakhirat. Ini disebut bencana yang hakiki. <strong>Ketiga,</strong> yang bermanfaat ketika itu dan mudharat di masa yang akan datang, seperti bersenang-senang dan memperturutkan hawa nafsu. Ini merupakan bencana bagi orang-orang berilmu tetapi nikmat bagi orang-orang bodoh. Dan <strong>Keempat</strong>, yang mudharat ketika itu tapi bermanfaat di kemudian hari, seperti obat yang sangat pahit tapi membantu kesembuhan. Ini merupakan nikmat bagi orang-orang yang berfikir, tapi bencana bagi orang-orang bodoh. (<em>Ibnu Qudamah dalam Minhhajul Qashidin</em>)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Terapi Berpikir Positif]]></title>
<link>http://albahar.wordpress.com/2009/06/24/terapi-berpikir-positif/</link>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 05:12:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid>http://albahar.wordpress.com/2009/06/24/terapi-berpikir-positif/</guid>
<description><![CDATA[Biarkan Mukjizat dalam Diri Anda Melesat Agar Hidup Lebih Sukses dan Lebih Bahagia Apa yang Anda ala]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Biarkan Mukjizat dalam Diri Anda Melesat Agar Hidup Lebih Sukses dan Lebih Bahagia Apa yang Anda ala]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Imajinasi krativitas]]></title>
<link>http://kawanlama95.wordpress.com/2009/06/18/186/</link>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 16:02:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>kawanlama95</dc:creator>
<guid>http://kawanlama95.wordpress.com/2009/06/18/186/</guid>
<description><![CDATA[Dorongan manusia untuk berubah,dalam arti paradigma berfikir secara konstruktif merupakan merupakan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dorongan manusia untuk berubah,dalam arti paradigma berfikir secara konstruktif merupakan merupakan ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[lelah]]></title>
<link>http://ayurosadi.wordpress.com/2009/06/09/lelah/</link>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 05:00:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>anisa ayurosadi</dc:creator>
<guid>http://ayurosadi.wordpress.com/2009/06/09/lelah/</guid>
<description><![CDATA[entahlah,,,hari ini sedang merasa begitu membosankan. bukan itu,,,, lebih ke diri aku sendiri, meras]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>entahlah,,,hari ini sedang merasa begitu membosankan.</p>
<p>bukan itu,,,, lebih ke diri aku sendiri, merasa tidak punya apa2, merasa ga berarti,berdoa semoga ga seharian ini aku merasa seperti ini, mungkin akibat dari kurang tidur juga, jadi terlalu sensi begini, berasumsi tentang sesuatu yang ga jelas membuahkan pemikiran negatif.</p>
<p>hmmmm biarlah ,,, untuk saat ini mungkin, dan semoga untuk saat ini saja, dan bersyukur juga karena dengan ini dan merasa seperti ini aku bisa lebih tau dengan apa yang harus di lakukan, &#38;belajar berfikir dewasa dengan perkembangan ini , , ,</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[i'm afraid so much...]]></title>
<link>http://hanum01.wordpress.com/2009/05/22/im-afraid-so-much/</link>
<pubDate>Fri, 22 May 2009 15:20:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>hanum01</dc:creator>
<guid>http://hanum01.wordpress.com/2009/05/22/im-afraid-so-much/</guid>
<description><![CDATA[mungkin ada banyak ketakutan yang tiba2 muncul dalam diri kita. Sebagai manusia kita hanyalah makhlu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[mungkin ada banyak ketakutan yang tiba2 muncul dalam diri kita. Sebagai manusia kita hanyalah makhlu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ANDA MAMPU - sebuah kutipan 2]]></title>
<link>http://mathundip93.wordpress.com/2009/05/19/anda-mampu-sebuah-kutipan-2/</link>
<pubDate>Tue, 19 May 2009 05:18:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>d513kopmas07</dc:creator>
<guid>http://mathundip93.wordpress.com/2009/05/19/anda-mampu-sebuah-kutipan-2/</guid>
<description><![CDATA[KISAH SEEKOR BELALANG belalangSeekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak. Suatu hari ia]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>KISAH SEEKOR BELALANG</p>
<p>belalangSeekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan ia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun ia keheranan kenapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.</p>
<p>Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya, “Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dariusiaataupun bentuk tubuh?”</p>
<p>Belalang itupun menjawabnya, “Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup dialam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan”.Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang selama ini membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.</p>
<p>cerita ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua.<br />
bahwa sebenarnya kita bisa terbang dan melompat jauh setinggi nya .<br />
tapi semua kemampuan kita u melompat di batasi oleh batasan2 yang kita bangun sendiri di alam pikiran kita.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
