<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>berhitung &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/berhitung/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "berhitung"</description>
	<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 09:29:58 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Belajar Berhitung]]></title>
<link>http://syifasayang.wordpress.com/2009/11/14/belajar-berhitung/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 08:58:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Syifa Jauza</dc:creator>
<guid>http://syifasayang.wordpress.com/2009/11/14/belajar-berhitung/</guid>
<description><![CDATA[Pada saat usia 19 bulan, aku mulai bisa berhitung dari satu sampai sepuluh, walaupun beberapa angka ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pada saat usia 19 bulan, aku mulai bisa berhitung dari satu sampai sepuluh, walaupun beberapa angka ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pipis Sambil Berhitung]]></title>
<link>http://fucha.wordpress.com/2009/11/04/pipis-sambil-berhitung/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 13:09:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fucha</dc:creator>
<guid>http://fucha.wordpress.com/2009/11/04/pipis-sambil-berhitung/</guid>
<description><![CDATA[Ada-ada saja perilaku yang lucu dari anak-anak. Sejak kelahiran adiknya, Kirana&#8230;saya mulai men]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ada-ada saja perilaku yang lucu dari anak-anak. Sejak kelahiran adiknya, Kirana&#8230;saya mulai menanamkan agar Azmi sang kakak bisa pipis di kamar mandi dengan mandiri. Dulu dia selalu minta bantuan untuk menyiram pipisnya, sekarang alhamdulillah dia sudah bisa sendiri.</p>
<p>Tapi ada yang lucu, setiap saat dia pipis..selalu terdengar suara &#8220;satu(setelah dia menyiram satu gayung), dua..sampai sepuluh&#8221;. Karena saya awalnya bilang &#8220;yang banyak ya nak nyiramnya, biar nggak bau..&#8221; nggak taunya dia nyiram sampai sepuluh gayung&#8230;hehehe. Akhirnya saya kasih tahu lagi, &#8220;jangan banyak-banyak nyiramnya, empat aja&#8230;yang penting disiram semua&#8230;&#8221;. Ternyata kebiasaan menghitung setiap gayung yang dia siram, begitu tertanam dalam pikirannya. Mungkin karena dia takut salah, jadi setiap pipis&#8230;hitungan tiap gayung satu sampai empat itupun selalu terdengar. Saya dan papanya tertawa diam-diam setiap kali mendengarnya. Yah&#8230;apa boleh buat, kadang menanamkan kebiasaan yang baik dan kedisiplinan harus jelas supaya anak tidak salah memahaminya. Ada baiknya juga dia sambil berhitung, kemampuan numeriknya semakin terlatih. Kak Azmi piter ya sayang&#8230;hehehe&#8230;mama papa bangga karena sekarang kakak lebih mandiri sejak adik Kirana lahir.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Matematika Itu Gampang]]></title>
<link>http://weekendgame.wordpress.com/2009/10/19/matematika-itu-gampang/</link>
<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 03:04:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>nengbiker</dc:creator>
<guid>http://weekendgame.wordpress.com/2009/10/19/matematika-itu-gampang/</guid>
<description><![CDATA[Selama ini mata pelajaran matematika selalu menjadi momok. Semestinya belajar matematika itu bisa me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="aligncenter" src="http://www.kapanlagi.com/game/i/img/mancala.jpg" alt="" width="175" height="95" /></p>
<p>Selama ini mata pelajaran matematika selalu menjadi momok. Semestinya belajar matematika itu bisa menjadi pelajaran yang mudah dan menyenangkan. Media pembelajarannya pun tidak hanya dengan buku.</p>
<p>Permainan congklak atau dakon dirasa cocok untuk pelajaran Matematika kelas I yang masih transisi dari TK ke SD. Selain mengenalkan permainan tradisional ini kepada anak-anak kota besar, pelajaran Matematika dan filosofi permainan dakon bisa disampaikan. Tidak hanya belajar berhitung, anak-anak belajar menghargai teman untuk bergantian mengisi lubang congklak. Mereka juga dilatih sabar mengisikan congklak dengan hati-hati, satu per satu.</p>
<p>Namun di balik belajar menghargai teman untuk bergiliran main, permainan congklak sendiri memiliki filosofi yang indah dari nilai kebudayaan bangsa Indonesia. Biji congklak yang kita kumpulkan dari lubang-lubang kecil ke lubang yang paling besar adalah simbolisasi dari padi atau hasil tanam penduduk desa. Kemudian dipanen dan disimpan ke dalam lumbung untuk persediaan bahan pangan penduduk. Oleh karena itu pemenang dari permainan congklak sebenarnya adalah pemain yang paling cepat mengosongkan lumbungnya karena berarti dia tidak menyianyiakan hasil tanamnnya. Buat apa padi yang melimpah dan sudah matang itu dibiarkan begitu saja. Konon, kalau satu desa kekurangan bahan pangan utamanya, mereka bisa lo minta bantuan ke desa lain yang lebih makmur.</p>
<p>Pelestarian budaya bangsa dapat dilakukan dengan permainan yang sederhana. Congklak juga dapat dimainkan di internet. Coba saja di <a href="http://www.kapanlagi.com/game/qplaygames_mancala.html">Mancala</a> dari <a href="http://kapanlagi.com/game">Game KapanLagi.com</a>. Panen dan hitung hasil panenmu dengan matematika sederhana memakai game <a href="http://www.kapanlagi.com/game/qplaygames_mancala.html">Mancala</a>.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jumlah Jari]]></title>
<link>http://jalmiburung.wordpress.com/2009/10/01/jumlah-jari/</link>
<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 20:03:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>jalmiburung</dc:creator>
<guid>http://jalmiburung.wordpress.com/2009/10/01/jumlah-jari/</guid>
<description><![CDATA[Ibu : &#8220;Kalau berhitung, tak usah gunakan jari. Bayangkan saja. Kan sulit kalau menjumlahkan an]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ibu : &#8220;Kalau berhitung, tak usah gunakan jari. Bayangkan saja. Kan sulit kalau menjumlahkan angka puluhan. Jumlah jari kan hanya sepuluh&#8221;<br />
Fauzan : (Diam sejenak sambil berpikir) &#8220;Bukan sepuluh, Bu&#8221;<br />
Ibu : &#8220;Sepuluh, ah&#8221;.<br />
Fauzan : &#8220;Bukan!&#8221; (agak ngotot, sambil mengangkat tangan dan kakinya) &#8220;Tuh Bu, dua puluh!&#8221;<br />
Ibu : &#8220;Hihihi&#8230; Benar juga ya&#8221; </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jago berhitung=Jago Matematika??]]></title>
<link>http://ariaturns.wordpress.com/2009/09/25/jago-berhitungjago-matematika/</link>
<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 01:11:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>Aria Turns</dc:creator>
<guid>http://ariaturns.wordpress.com/2009/09/25/jago-berhitungjago-matematika/</guid>
<description><![CDATA[Suatu hari saya pernah ngobrol dengan seorang Ibu. Dia bercerita mengenai anaknya yang ikut kursus m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Suatu hari saya pernah ngobrol dengan seorang Ibu. Dia bercerita mengenai anaknya yang ikut kursus mental aritmatika. Dia ingin anaknya menjadi jago matematika karena disana diajarkan berhitung cepat tanpa kalkulator.</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata masih banyak orang yang salah kaprah yang beranggapan bahwa namanya jago matematika itu berarti mampu menghitung dengan cepat, bahwa yang namanya matematikawan mampu menghitung 4586524×8987432983 tanpa menggunakan kalkulator.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya..memang berhitung merupakan bagian dari Matematika, bahkan bagian tersebut (berhitung) teramat kecil dari matematika yang luas. Inti dari matematika adalah <a href="2009/04/10/pembuktian/">pembuktian</a>, sayang hal ini tidak dipelajari di tingkat sekolah. Matematika adalah ilmu yang mempelajari objek-objek  abstrak yang hanya ada di kepala kita. Tugas seorang matematikawan adalah mengamati objek tersebut sehingga diperoleh suatu hipotesis. Selanjutnya sang Matematikawan harus melakukan hal yang terpenting membuktikan hipotesis tersebut. Jika dia mampu maka hipotesis tersebut dinamakan teorema jika dia tidak mampu maka hipotesis tersebut dinamakan konjektur (dugaan).  Orang yang jago dalam pembuktian lah yang baru bisa disebut sebagai Jago matematika.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepertinya saya harus maklum karena di tingkat sekolah, Matematika hanya diajarkan hanya sampai pada taraf berhitung. Jadi timbul persepsi banyak orang, jago matematika itu berarti jago berhitung padahal berhitung sama-sekali tidak menyentuh esesensi dari Matematika.</p>
<p style="text-align:justify;">**Ingin mendapatkan kaos unik bertema matematika silahkan kunjungi <a href="http://kaos.ariaturns.com/">kaos.ariaturns.com</a>**</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pandai Berhitung Berkat Cokelat]]></title>
<link>http://dadanghusori.wordpress.com/2009/08/14/pandai-berhitung-berkat-cokelat/</link>
<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 11:21:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>dihusori</dc:creator>
<guid>http://dadanghusori.wordpress.com/2009/08/14/pandai-berhitung-berkat-cokelat/</guid>
<description><![CDATA[Pening memecahkan soal matematika atau hitung-hitungan? Coba jeda sejenak sambil mengkonsumsi cokela]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pening memecahkan soal matematika atau hitung-hitungan? Coba jeda sejenak sambil mengkonsumsi cokela]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[1 Jam Bisa Ngetik Komputer 10 Jari Tanpa Melihat Keyboard]]></title>
<link>http://mrkfood.wordpress.com/2009/08/13/membagi-1-digit-bilangan-dengan-7-di-luar-kepala/</link>
<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 16:18:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>www.metodekanang.co.cc</dc:creator>
<guid>http://mrkfood.wordpress.com/2009/08/13/membagi-1-digit-bilangan-dengan-7-di-luar-kepala/</guid>
<description><![CDATA[Penemuan Baru di bidang Pengetikan telah ditemukan, yakni Belajar Mengetik (typing) di komputer meng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Penemuan Baru di bidang Pengetikan telah ditemukan, yakni Belajar Mengetik (typing) di komputer menggunakan 10 jari tanpa melihat keyboard praktis hanya dalam waktu 1 jam, bisa diklik  <a title="Penemuan Baru Metode Ngetik 1Jam Bisa tanpa lihat Keyboard" href="http://surabaya.detik.com/read/2008/01/07/104044/875675/475/cukup-1-jam-bisa-mengetik-tanpa-melihat-keyboard" target="_blank">www.detiksuraaya.com</a> <a title="detikinet.com" href="http://www.detikinet.com/read/2008/01/07/121054/875735/398/guru-bojonegoro-kembangkan-metode-ketik-cepat" target="_self">www.detikinet.com</a> <a title="klub guru" href="http://klubguru.com/2-view.php?subaction=showfull&#38;id=1200038349&#38;archive=&#38;start_from=&#38;ucat=1&#38;do=berita" target="_self">klubguru</a>.</p>
<p>Metode ini bukan seperti metode2 yang lain yang sudah ada. Metode ini hanya perlu waktu 1 jam untuk mempelajarinya, bukan 3 bulan seperti metode -metode konvensional lainnya.</p>
<p>Ibarat mendidik anak untuk menjadi pembalap sepeda, langkah yang harus ditempuh sebenarnya ada beberapa tahapan. Langkah <strong>pertama</strong> sebenarnya adalah memastikan bahwa anak itu <strong>bisa naik sepeda</strong> kayuh sendirian tanpa jatuh. Setelah itu langkah <strong>kedua</strong> adalah <strong>membiasakan</strong> naik sepeda, langkah <strong>ketig</strong>a  melatih <strong>kekuatan</strong>, langkah <strong>keempat</strong> baru melatih  <strong>kecepatan</strong>.</p>
<p>Metode-metode mengetik yang kita kenal kebanyakan menggunakan langkah kedua (pembiasaan) sebagai permulaan langkahnya. Metode ini mengharuskan anak untuk berlatih &#8220;membiasakan&#8221; diri untuk menekan tombol (tuts) keyboard. semakin sering anak menekan tuts keyboard semakin &#8220;biasa&#8221; maka anak akan bisa dipastikan hafal letak2 tuts keyboard.</p>
<p>Setelah anak berlatih &#8220;pembiasaan&#8221; selama waktu tertentu secara intens (biasanya 3 bulan berlatih) maka anak baru bisa dipastikan &#8220;hafal&#8221; letak tuts tuts keyboard. Waktu tiga bulan membuat anak harus fokus dan membutuhkan ketekunan yang luar biasa.</p>
<p>Tak sedikit dari anak-anak yang belajar mengetik tidak tahan dengan program latihan, banyak diantara mereka yang berhenti, mulai malas, hingga kehilangan fokus dalam latihannya. Itulah yang membuat banyak anak/orang gagal dalam latihan sebelum tercapai tujuannya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belajar Berhitung]]></title>
<link>http://51887favorites.wordpress.com/2009/06/26/belajar-berhitung/</link>
<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 05:08:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>faizaah</dc:creator>
<guid>http://51887favorites.wordpress.com/2009/06/26/belajar-berhitung/</guid>
<description><![CDATA[Kartu Penunjuk Angka Berapa umurku? Tanyakan pada anak Anda berapa umurnya? Bantu mereka menemukan h]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h1>Kartu Penunjuk Angka</h1>
<h3>Berapa umurku?</h3>
<p>Tanyakan pada anak Anda berapa umurnya? Bantu mereka menemukan huruf yang menunjukkan umurnya. Anda bisa menanyakan pertanyaan-pertanyaan seperti – Berapa umurnya setelah ulang tahunnya, ketika masuk taman kanak-kanak, ketika masuk sekolah, berapa umur kakak dan adik, dll….</p>
<h3>Menghitung Seru</h3>
<p>Kegiatan ini sangat mudah sekali untuk kita para orang dewasa tapi hal ini akan menjadi suatu dunia baru untuk anak-anak yang masih kecil. Pilih kartu satu per satu. Sebutkan angkanya dan sebutkan katanya juga. Hitung jumlah semua objek dalam kartu. Latihlah menghitung jumlah barang-barang di dalam rumah juga.</p>
<h3>Pilih Warna</h3>
<p>Ketika anak Anda memiliki gambar berwarna dalam kartu angka, minta anak Anda untuk melihat semua kartu dan pilih kartu yang memiliki warna tertentu. Setelah selesai hitunglah berapa kartu yang mereka pilih. Lakukan hal ini lagi dengan warna yang berbeda dan hitung jumlah kartunya. Anda bisa mulai melatih konsep ‘lebih dan kurang’ dengan permainan ini.</p>
<h3>Memori</h3>
<p>Bariskan 3 atau 4 kartu. Lihat kartunya satu per satu dengan anak Anda dan bicarakan tentang angka dan gambarnya. Minta anak Anda untuk menutup matanya lalu ambil satu kartu. Lihatlah apakah mereka bisa memilih kartu apa yang hilang, lalu kemudian giliran Anda.</p>
<h3>Tambah dan Kurang Sederhana</h3>
<p>Cari 3 buah kertas dan tulislah simboil tambah, kurang, dan sama dengan. Gunakan kertas ini dan angka pada kartu untuk menciptakan penambahan senderhana, contoh 1 + 2 = 3. Anak yang sudah lebih besar bisa menggunakan angka yang lebih besar. Hilangkan salah satu angka dari penambahan diatas dan bantu anak Anda untuk menemukan angka yang tepat.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Satu, dua, tiga, ...]]></title>
<link>http://wandisukoharjo.wordpress.com/2009/06/12/satu-dua-tiga/</link>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 19:29:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pak Wandi</dc:creator>
<guid>http://wandisukoharjo.wordpress.com/2009/06/12/satu-dua-tiga/</guid>
<description><![CDATA[  Angka satu, Pertamax Angka 1 (satu) itu memang hebat yah. Di dunia ini banyak orang yang kepengin ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[  Angka satu, Pertamax Angka 1 (satu) itu memang hebat yah. Di dunia ini banyak orang yang kepengin ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cerdas Logis Matematis, Mengapa Perlu ? ]]></title>
<link>http://layyinakita.wordpress.com/2009/05/14/cerdas-logis-matematis-mengapa-perlu/</link>
<pubDate>Thu, 14 May 2009 06:07:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Media Surviva</dc:creator>
<guid>http://layyinakita.wordpress.com/2009/05/14/cerdas-logis-matematis-mengapa-perlu/</guid>
<description><![CDATA[Satu-satu, aku sayang ibu. Dua-dua, juga sayang ayah. Tiga-tiga, sayang adik kakak. Satu dua tiga sa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Satu-satu, aku sayang ibu. Dua-dua, juga sayang ayah. Tiga-tiga, sayang adik kakak. Satu dua tiga sa]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bayi Burung Ternyata Dapat Berhitung]]></title>
<link>http://rioardi.wordpress.com/2009/04/03/bayi-burung-ternyata-dapat-berhitung/</link>
<pubDate>Fri, 03 Apr 2009 09:21:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>rioardi</dc:creator>
<guid>http://rioardi.wordpress.com/2009/04/03/bayi-burung-ternyata-dapat-berhitung/</guid>
<description><![CDATA[Bukan manusia saja yang pandai berhitung, percaya atau tidak burung kecil pun memiliki kemampuan ber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Bukan manusia saja yang pandai berhitung, percaya atau tidak burung kecil pun memiliki kemampuan berhitung aritmatika dasar.</p>
<p>Peneliti dari Universities of Padova dan Trento, menemukan bahwa burung kecil memperlihatkan kemampuan menambah dan mengurangi suatu objek ketika digerakkan dibalik dua buah layar.</p>
<p>Dalam studi ini, ilmuwan menyimpulkan bayi hewan dapat membedakan antara dua dan tiga dalam percobaan konsisten dengan gambar yang lebih tinggi.<!--more--></p>
<p>Menurut mereka, kemampuan ini merupakan pembawaan sejak lahir. Ketika bayi hewan berumur tiga atau empat hari mereka sudah bisa berhitung tanpa ada yang mengajari. Dalam uji coba yang dilakukan, burung kecil mengumpulkan suatu benda kedalam kelompok-kelompok menjadi dua atau tiga.</p>
<p>&#8220;Peneliti menggunakan wadah plastik kecil berisi bola-bola. Kemudian kami membuatnya seolah &#8216;lenyap&#8217; dengan menggerakan mereka di belakang layar sesekali,&#8221; ujar Professor Regolin yang dilansir BBC News, Jumat (3/4/2009).</p>
<p>Dalam tes matematika sederhana, burung kecil melihat kotak bening di hadapannya sementara salah satu peneliti menggerakan bola-bola tersebut secara perlahan di belakang layar, masing-masing tiga bola di sisi layar pertama dan dua bola pada sisi layar lainnya.</p>
<p>Ketika pintu kotak terbuka, burung memasuki area yang lebih kecil sehingga mereka dapat memilih layar untuk melihat ke belakang.</p>
<p>Ternyata, mereka memilih dengan tepat dan menambahkan angka berdasarkan kelompok benda yang tidak dapat mereka lihat pada saat itu.</p>
<p>Burung itu mendekati objek yang lebih besar meskipun mereka mengandalkan ingatan dengan berlatih dengan layar yang mereka pilih.</p>
<p>&#8220;Dalam penelitian lebih lanjut, sesekali kami menyembunyikan bola-bola dibelakang setiap cermin, kemudian memindahkannya dari sisi satu ke sisi lainya. Terlihat bahwa burung dapat menghitung bola-bola yang digerakkan dimana layar menyembunyikan the larger set pada akhir perpindahan,&#8221; ujar Regolin.</p>
<p>&#8220;Mereka masih memilih dengan benar, menambah dan mengurangi berdasarkan kelompok benda yang tidak terlihat oleh mereka saat itu,&#8221; tambahnya</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Update!]]></title>
<link>http://anisarahmanti.wordpress.com/2009/04/01/update/</link>
<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 14:33:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>bune radya</dc:creator>
<guid>http://anisarahmanti.wordpress.com/2009/04/01/update/</guid>
<description><![CDATA[Huh..lama juga ya nggak nyoret2 blog ini. Sekedar cek BOTD ma komen saya sih tiap hari. Tapi untuk m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:left;">Huh..lama juga ya nggak nyoret2 blog ini. Sekedar cek BOTD ma komen saya sih tiap hari. Tapi untuk menulis, ternyata butuh energi ekstra. Di pagi hari saya harus keluar mengerjakan tugas dan membantu menjalankan rutinitas sebuah pusat TIK, atau singkatnya kerja. Dan menitipkan Radya ke penitipan anak, yang membuat saya berkomitmen, sepulang kerja waktu full buat Radya. Maem? beli, nyuci baju? pas Radya bobo. Mosting blog? hmm..cukup sulit menyisakan waktu untuk itu. Padahal bagi saya ngeblog cukup penting untuk sedikit menetralkan beban pikiran. Sebenarnya saat-saat ada sesuatu yang menarik, saya berusaha mencatat di otak ntar saya posting di blog tentang hal ini. Mungkin waktu luang di kantor bisa dimanfaatkan nulis. Tapi begitu waktu luang itu ada, ternyata memori itu hilang entah kemana. Munculnya pasti pas ga sempat nulis. Nah ini Radya sudah bobo, padahal masih waktu shalat maghrib, manfaatin deh buat nulis.<!--more--></p>
<p style="text-align:left;">Yang pingin saya ceritakan pertama tentu si anak cakep Radya-ku. Dulu awal dia di penitipan, hati saya sering berkecamuk. Takut dia ga mendapat perhatian seperti perhatian ibunya. Tapi akhir-akhir ini, Radya menunjukkan sikap ternyata dia menikmati waktu-waktu sekolah bersama teman-temannya. Terlihat dari waktu bangun tidur, kemudian bilang &#8220;oyah&#8221;, artinya &#8220;sekolah&#8221;. Mandi dan pakai baju pun ga rewel. Sepulang sekolah pun bisa bercerita. Seperti saat Radya muntah di sekolah, saya mencuci baju kotor Radya, terjadi dialog seperti ini:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:left;">Ibu	: Dik Radya bajune kok kotor?</p>
<p style="text-align:left;">Radya	: ntah (muntah)</p>
<p style="text-align:left;">Ibu	: Muntah wonten pundi? (muntah dimana?)</p>
<p style="text-align:left;">Radya	: oyah (sekolah)</p>
<p style="text-align:left;">Ibu	: Sing ngganti baju sinten? (yang ganti baju siapa?)</p>
<p style="text-align:left;">Radya	: huyu (bu guru)</p>
</blockquote>
<p style="text-align:left;">Hihihi..geli mendengar penuturan kata-kata Radya itu. Belum lagi ekspresinya yang makin kelihatan saat menyanyi. Dulu, kalo nyetel vcd nyanyi atau bernyanyi dengan ibunya, sikap Radya serius, spaneng. Sekarang bisa senyum-senyum, manggut-manggut,kadang goyang angkat kaki. Kalau ada syair yang dihapalnya, pasti langsung nyaut. Seperti &#8220;datang seekor nyamuk&#8230;&#8221; Radya langsung bilang &#8220;hak!&#8221; Hehe..maksudnya tuh hap, bukan minta maem. Berhitung pun sudah sampai lima. Hmm..diajarin apalagi ya biar Radya makin pinter?</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-255" title="photo-0005" src="http://anisarahmanti.wordpress.com/files/2009/04/photo-0005.jpg?w=300" alt="photo-0005" width="300" height="225" />Radya dan mbak Reni di <em>oyah</em></p>
<p style="text-align:left;">Kedua, tentang virus open source yang saya tularkan pada temen2 di ICT. Saya geram bercampur heran juga. Kadang juga capek harus pasang aksi was-was pada virus tiap kali transfer file. Padahal saya mengajar di jurusan TKJ, jaringan! Yang setahu saya lebih nyaman memakai Linux sebagai OS utama. Saya akui, memakai Linux memang baru setelah nikah. Dipaksa oleh suami saya. Tapi 3 tahun menikah sudah cukup bagi saya untuk tahu betapa nyamannya memakai open source. Baru 2 bulan saya kerja di ICT, haduh&#8230;uring2an terus rasanya. Seperti kemarin,saya harus ngirim file kompres via email. Berkali-kali,sampai 2 jam-an, kirim pakai komputer lab dengan OS Win**** ditolak sama gmail karena katutan virus. Geram, langsung saya copy folder tersebut, saya kompres dan kirim dengan komputer meja saya yang pakai Ubuntu.Ga sampai lima menit sudah saya dapat status &#8220;sent&#8221;. Tadi pagi seru ngobrol dengan Ka Lab dan para teknisi, dan diputuskan liburan ini semua komputer diformat dan di DeepFreeze. Memang masih dual-boot, tapi yang penting OS utama bukan Win****. Obrolan pagi tadi menafikan Ka Jur yang masih pro Win. Ah ntar lama-lama juga tahu kalo maksud kami baik. Biar PC lab awet, ga instal ulang sampai puluhan kali hanya dalam waktu 1 semester.</p>
<p style="text-align:left;">Ketiga, nasib boneka horta kami. Dulu,suami saya seneng banget punya peliharaan si horta itu. Sebelum tumbuh, disirami setiap hari. Begitu &#8220;rambutnya&#8221; mulai tumbuh, jadi rajin mengganti model rambutnya. Entah kenapa, suatu pagi suami saya menjemur si horta. Mungkin maksudnya biar sekali-kali kena sinar matahari. Tetapi, beliau lupa memasukkan kembali ke dalam rumah.Padahal siangnya kami ke Sumber, ke rumah simbahe Radya. Sekarang&#8230;dilirik pun tidak. Pertumbuhan rambutnya terhenti. Kadang saya yang ngalahi nyirami, tapi itu pun kalo ingat saja. Duh,kasihannya. Akankah seperti itu nanti sikapmu cayank saat aku tak berkembang lagi? Nauzubillah ya!</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-256" title="photo-0085" src="http://anisarahmanti.wordpress.com/files/2009/04/photo-0085.jpg?w=300" alt="photo-0085" width="300" height="225" /><em>before</em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-257" title="photo-0121" src="http://anisarahmanti.wordpress.com/files/2009/04/photo-0121.jpg?w=300" alt="photo-0121" width="300" height="225" /><em>after </em>(lihat rambutnnya)</p>
<p style="text-align:left;">Keempat, disaster at the wedding! Biasanya, untuk menentukan kostum apa yang akan saya pakai di sebuah kondangan, saya melihat karakter sang penganten, atau kalo ga begitu kenal,lihat warna undangannya. Kenapa? Ya malu lah kalo pake baju yang kembar dengan penganten. Kemarin Ahad, dapet undangan dari mas Beny, langganan suami saya kalo butuh spanduk atau buat kartu nama. Dari warna kebangsaan Art Print (nama tempat mas Beny) yang selalu hijau, bahkan undangannya pun warna hijau muda, saya menyimpulkan sang penganten nanti akan memakai baju hijau muda. Jadi saya pilih pakai kebaya biru muda. Sampai di tempat hajatan, saya agak was-was dengan para penjaga kado. Kok pake warna biru ya, agak tuaan sih warnanya, jangan-jangan&#8230; Taddaaa&#8230;jadi malu rasanya saat menuju pelaminan. Bener-bener ga ada gradasi satu tingkatpun warna baju penganten dengan kebaya saya. Kok jadi biru muda sih? Persis plek! Biasanya saya dan suami narsis minta foto bareng dengan pengantin, tapi untuk kali ini&#8230;tidak lah.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-258" title="photo-0112" src="http://anisarahmanti.wordpress.com/files/2009/04/photo-0112.jpg?w=300" alt="photo-0112" width="300" height="225" /><em>barakallaah ya mas Beny</em></p>
<p style="text-align:left;">Kelima, mungkin bulan ini, suami saya akan memakai kostum baru untuk seragamnya. Beliau akan pindah ke kantor baru di Dinas PKI..hehe..Dinas Perhubungan, Komunikasi,dan Informatika. Karena &#8220;perhubungan&#8221; maka sekarang harus pakai seragam biru muda plus full atribut di baju. Kemarin beli bahan buat kemeja 50 ribu, beli atribut malah habis 70 ribu. Itu baru dapat topi pet dan atribut yang dipasang di kemeja. Belum sabuknya, belum ongkos jahit. Yah..bismillah deh. Moga ini juga sebuah wujud dari &#8220;kenaikan tingkat&#8221; suami saya.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-259" title="photo-0123" src="http://anisarahmanti.wordpress.com/files/2009/04/photo-0123.jpg?w=300" alt="photo-0123" width="300" height="225" /><em>atribut + topi pet</em> = <em>70 ribu!</em></p>
<p style="text-align:left;">Terkait yang kelima, saya jadi pingin beli sepeda listrik. Karena Dishub ada di timur kota, SMK 1 di barat, dan kontrakan kami di tengah kota. Kebayang repotnya suami bolak-balik antar jemput saya. Mengapa sepeda listrik? Biar ga genjot! Dan karena berusaha konsisten,kalopun beli kendaraan BBM lagi, harus nambah rodanya dan hybrid he..he..:p Saya sudah punya sepeda mini. Soal pengalaman bersepeda juga sudah mumpuni. Dari SMP sampai kuliah saya setia bersepeda. Ga mulai dari SD, karena waktu SD kan jalan kaki. Tapi kerja bawa sepeda mini? Kata Bapak, jatuh gengsi kamu Nis!:D Buat saya sih, terlalu jauh kalo harus genjot, juga fasilitas MCK di tempat kerja masih kurang memadai,kalo saya harus dandan lagi menghilangkan bekas keringat sebelum kerja. Doakan saja, segera bisa menentukan pilihan sepeda mana yang akan dibeli, sekaligus dapat rizqi untuk membelinya. Siapa tahu saya bisa jadi pelopor B2W tingkat Rembang :p.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-260" title="photo-0120" src="http://anisarahmanti.wordpress.com/files/2009/04/photo-0120.jpg?w=300" alt="photo-0120" width="300" height="225" /><em>mobilnya radya :p</em></p>
<p style="text-align:left;">Terakhir, makin kuat niat saya untuk say no to Facebook. Bukan karena latar belakang sang pembuat, tapi karena saya anggap facebook tuh seperti narkoba,dan saya calon pengguna adiktif. Jadi ya, sebelum kesana, ya say no to drug eh facebook dulu! Saya cukup intip2 facebook lewat account suami saya. Ga takut dibilang ga eksis? Oh sama sekali ga! Kalo ada yang niat mencari saya, tulis nama saya di Google, blog ini pun akan terindeks di lima besar. Sekedar jejaring sosial, saya masih mengaktifkan friendster saya. Suami saya bilang di umur saya, ga pantes FSan. Ya biarin, wong saya juga punya siswa2 ABG. Buktinya akhir-akhir ini saya approve siswa2 saya. Hayo&#8230;masih laku kan di kalangan ABG? Satu lagi, kadang pengguna FB ga sadar tidak mengeset profilnya agar publik bisa melihat, tanpa harus minta add as a friend. Kalo FS malah sebaliknya, harus ngeset private dulu kalo ga mau dilihat profilnya. Jadi saya kadang males intip2 FB, harus add dulu. Padahal niatnya intip2 aja. Buat apa add kalo ga kenal? Makanya saya kadang ngejek suami saya &#8220;kadang konang&#8221;, ngaku2 temen dari orang2 terkenal :p.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-261" title="kunang" src="http://anisarahmanti.wordpress.com/files/2009/04/kunang.jpeg" alt="kunang" width="118" height="118" /><em>gambar diambil dari <a href="http://elzenz.blogspot.com">sini</a></em></p>
<p style="text-align:left;">Cukup sekian update kali ini. Sebuah pelajaran juga bagi saya agar bisa lebih menata waktu, biar sempat update blog!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Antara Membaca,Menulis, dan Berhitung]]></title>
<link>http://grahita.wordpress.com/2009/03/03/antara-membacamenulis-dan-berhitung/</link>
<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 02:53:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>grahita</dc:creator>
<guid>http://grahita.wordpress.com/2009/03/03/antara-membacamenulis-dan-berhitung/</guid>
<description><![CDATA[Dengan menggunakan kemudahan-kemudahan yang tersedia, saat ini pendidikan menjadi semakin membaik. D]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"><em>Dengan menggunakan kemudahan-kemudahan yang tersedia, saat ini pendidikan menjadi semakin membaik. Dalam konteks ini manusia menjadi semakin mudah untuk membuka mata dan mempelajari apa saja yang memang diinginkannya.</em> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-7" title="biga-lemas" src="http://grahita.wordpress.com/files/2009/03/biga-lemas.jpg?w=150" alt="biga-lemas" width="150" height="112" />Pertukaran budaya,kebiasaan maupun pola hidup tidak lagi bisa dihindari. Kemampuan calistung (membaca menulis dan berhitung) memang kemampuan yang sangat membantu manusia untuk berinteraksi social, berinteraksi ilmiah, dan memungkinkan manusia yang memilikinya untuk dapat berkembang selama hidupnya. Tidak heran bila semua manusia didunia menginginkan kemampuan ini. Dalam kehidupan sehari-hari, sebenarnya manusia tidak akan pernah terlepas dari kegiatan calistung. Dari sejak manusia bangun melihat jam, membaca waktu, membaca Koran, menulis surat mencatat hasil-hasil dalam kalkulasi hitungan dan lain sebagainya. Di Indonesia hampir mencapai 70% masyarakatnya memiliki kemampuan calistung,namun hampir 80% populasi Indonesia mampu menghitung,namun memang tidak selalu yang mampu menghitung juga bisa membaca,namun hampir semua yag bisa mambaca juga bisa menghitung,namun yang mampu membaca dan menghitung tidak selalu bisa menulis. Roney Dessire (1997) dalam penelitiannya telah menemukan bahwa tingkat kesulitan pekerjaan menulis jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pekerjaan menghitung maupun membaca dalam tingkat yang paling sederhana. Sementara pada tingkat advance, pekerjaan menghitung memiliki tingkat kesulitan yang paling tinggi diantara beberapa pekerjaan lainnya. Hasil penelitian ini sangat menentukan tentang bagaimana manusia biswa secara efektif menetapkan standar keberhasilan pada setiap proses pembelajaran berkaitan dengan pekerjaan membaca,menulis maupun menghitung. Dalam setiap proses pembelajaran,manusia akan terus dihadapkan pada tingkat kesulitan materi,kesulitan dalam memilih metode yang pas, namun yang lebih utama pada setiap pembelajaran<span>  </span>calistung adalah bagaimana proses kerja neurologis pada kondisi pembelajarannya bisa dimanipulir dalam konteks penyederhanaan persepsi sehingga memudahkan manusia yang belajar untuk tetap mampu mengikuti proses-proses pembelajarannya, tanpa mengorbankan stabilitas perkembangan psikologis maupun fisiologis pada tingkat fase-fase yang dilaluinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Munshov (2003) dalam penelitiannya menemukan bahwa keterlambatan perkembangan pada setiap fase pada individu yang bersangkutan lebih sering disebabkan karena proses pembelajaran calistung yang tidak tepat (Unmethodical learning). Bila pengajaran calistung yang tidak tepat bisa menyebabkan keterlambatan perkembangan psikologis bagi yang individu yang belajar, lalu bagaimana dengan anak-anak balita yang oleh orang tuanya mulai dipaksa untuk belajar calistung? Pada akhirnya sangat perlu bagi para praktisi pengajar untuk benar-benar memikirkan secara seksama terutama berkaitan dengan metose pengajaran yang akan dipersiapkan dalam proses pengajaran dan pembelajarannya.</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[kata]]></title>
<link>http://defal.wordpress.com/2009/02/17/kata/</link>
<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 08:21:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>snydez</dc:creator>
<guid>http://defal.wordpress.com/2009/02/17/kata/</guid>
<description><![CDATA[denny sekarang sudah &#8216;pak turut&#8217; banget, gitu kata bundanya. soalnya hampir semua kata y]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>denny </strong>sekarang sudah &#8216;pak turut&#8217; banget, gitu kata <strong>bunda</strong>nya. soalnya hampir semua kata yang kita ucap, atau ajak obrol, pasti kata terakhirnya diucap balik sama <strong>denny</strong>.<br />
trus juga <strong>denny </strong>sudah bisa berhitung satu sampai sepuluh dengan cara, di pancing penggalan kata awal, lalu <strong>denny </strong>yang menyambung penggalan kata akhir.</p>
<p>&#8220;sa..?&#8221;<br />
&#8220;&#8230;tu,&#8221; kata denny.<br />
&#8220;du&#8230;?&#8221;<br />
&#8220;..wa,&#8221; kata denny.</p>
<p>waktu kemarin diajak ke <strong>indomaret</strong>, ketika melihat kopi sachet, <strong>denny </strong>dengan lantas nyebut, &#8220;..pi!&#8221;. wah kaget, koq bisa tahu.</p>
<p>dan kalo kita tanya, &#8220;ini apa?&#8221; tapi denny ga tau, trus dia balik tanya &#8220;..apa?&#8221;.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hitungan Ajaib... (Buat Iseng-Iseng Aje)]]></title>
<link>http://johanku.wordpress.com/2009/02/13/hitungan-ajaib-buat-iseng-iseng-aje/</link>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 18:27:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>Johan</dc:creator>
<guid>http://johanku.wordpress.com/2009/02/13/hitungan-ajaib-buat-iseng-iseng-aje/</guid>
<description><![CDATA[Yuuk&#8230; kita main hitung-hitungan ini, lumayan buat ngilangin stress&#8230; 1. Sebutin Tanggal l]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Yuuk&#8230; kita main hitung-hitungan ini, lumayan buat ngilangin stress&#8230; 1. Sebutin Tanggal l]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tips dan Trik Pintar menghitung WAKTU dan UANG ]]></title>
<link>http://azwirdafrist.wordpress.com/2008/12/14/tips-dan-trik-pintar-menghitung-waktu-dan-uang/</link>
<pubDate>Sun, 14 Dec 2008 09:22:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>azwirdafrist</dc:creator>
<guid>http://azwirdafrist.wordpress.com/2008/12/14/tips-dan-trik-pintar-menghitung-waktu-dan-uang/</guid>
<description><![CDATA[Bayangkan ada sebuah bank yang memberi kamu uang sejumlah Rp 86.400,- setiap paginya. Semua uang itu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">Bayangkan ada sebuah bank yang memberi kamu uang sejumlah Rp 86.400,- setiap paginya. Semua uang itu harus kamu gunakan. Pada malam hari, bank itu akan menghapus sisa uang yang tidak kamu gunakan selama sehari. Coba tebak apa yang akan kamu lakukan? Tentu saja menghabiskan semua uang itu selama sehari bukan !!!</p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="sv-SE">Tau nggak sich. Sebenarnya kita semua memiliki ”bank” semacam itu. Bank itu bernama </span><span lang="sv-SE"><em>”WAKTU”.</em></span><span lang="sv-SE"> Setiap pagi, ia akan memberi kita 86.400 detik. Pada malam harinya, ia akan menghapus semua sisa waktu yang tidak kita gunakan untuk tujuan baik dalam sehari itu. Ia juga tidak akan memberikan waktu tambahan. Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru untuk kamu. Setiap malam ia akan menghanguskan yang tersisa. Jika kamu tidak menggunakannya, maka kerugian akan menimpa kamu. Kamu tidak bisa menariknya kembali. </span><span lang="fi-FI">Juga, kamu tidak bisa meminta ”uang muka” untuk keesokan harinya. Kita harus hidup di dalam simpanan sehari itu. Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan kamu.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="fi-FI">Jam terus berdetak. Gunakanlah waktu sebaik-baiknya.</p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="fi-FI">Agar tahu pentingnya waktu </span><span lang="fi-FI"><em>SETAHUN</em></span><span lang="fi-FI">, tanyakan pada murid yang gagal naik kelas. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="sv-SE">Agar tahu pentingnya waktu </span><span lang="sv-SE"><em>SEBULAN</em></span><span lang="sv-SE">, tanyakan pada ibu yang melahirkan prematur.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="sv-SE">Agar tahu pentingnya waktu </span><span lang="sv-SE"><em>SEMINGGU</em></span><span lang="sv-SE">, tanyakan pada editor majalah mingguan.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="sv-SE">Agar tahu pentingnya waktu </span><span lang="sv-SE"><em>SEJAM</em></span><span lang="sv-SE">, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="sv-SE">Agar tahu pentingnya waktu </span><span lang="sv-SE"><em>SEMENIT</em></span><span lang="sv-SE">, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="sv-SE">Agar tahu pentingnya waktu </span><span lang="sv-SE"><em>SEDETIK</em></span><span lang="sv-SE">, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span lang="sv-SE">Agar tahu pentingnya waktu </span><span lang="sv-SE"><em>SEMILIDETIK</em></span><span lang="sv-SE">, tanyakan pada peraih medali Perak Olimpiade Matematika Internasional. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[7 ASPEK PENTING PENDIDIKAN ANAK PADA USIA DINI ]]></title>
<link>http://keluargadharmawan.wordpress.com/2008/11/29/7-aspek-penting-pendidikan-anak-pada-usia-dini/</link>
<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 14:53:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>keluargadharmawan</dc:creator>
<guid>http://keluargadharmawan.wordpress.com/2008/11/29/7-aspek-penting-pendidikan-anak-pada-usia-dini/</guid>
<description><![CDATA[Written by: AdminTOP 7/19/2008 3:47 PM “Golden period” anak Anda hanya terjadi SEKALI dalam seumur h]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#ff6600;"><strong><span style="color:#ff6600;">Written by: <a href="http://www.tiraoptima.com/Home/tabid/36/Default.aspx" target="_blank">AdminTOP</a> </span></strong></span><span style="color:#ff6600;"><strong><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></strong></span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"><strong><span style="color:#ff6600;"> </span></strong></span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"><strong><span style="color:#ff6600;">7/19/2008 3:47 PM</span></strong><em><strong></strong></em></span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;"> <em><span style="color:#800000;">“Golden period” anak Anda hanya terjadi SEKALI dalam seumur hidupnya dan TIDAK akan pernah datang kedua kalinya.</span></em></span><span style="color:#ff6600;"> </span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;">Pada masa ini, otak anak ibarat busa basah yang sangat MUDAH menyerap segala informasi dari lingkungannya. Karenanya, pastikan Anda memanfaatkan masa 7 tahun pertama kehidupan bayi Anda dengan sebaik-baiknya dengan memberikannya berbagai keterampilan dan aspek pendidikan dasar yang sangat penting bagi masa depan buah hati Anda tercinta. </span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;"><em><span style="color:#800000;"><strong>Karena bila tidak dilakukan sedini mungkin, setelah masa ini, kemampuan otak anak akan mengalami penurunan dalam pembangunan kecerdasannya.</strong></span></em></span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;">Ada 7 keterampilan dan aspek pendidikan PENTING yang perlu Anda ajarkan pada bayi Anda sedini mungkin.</span><span style="color:#ff6600;">Ketujuh keterampilan tersebut adalah:</span><span style="color:#ff6600;"> </span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#800000;">1. Bahasa</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;">Kemampuan berbahasa adalah aspek terpenting dalam kehidupan manusia. Tanpa adanya kemampuan bahasa, seseorang tidak akan bisa berkomunikasi dengan lingkungan sosialnya. Kemampuan bahasa seorang anak juga berkaitan erat dengan kemampuan membacanya. </span><span style="color:#ff6600;"> </span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;">Faktanya, dalam 7 tahun pertama kehidupan seorang anak, dia memiliki kemampuan fenomenal dalam mempelajari bahasa. Bahkan seorang balita dapat mempelajari beberapa bahasa sekaligus secara bersamaan. </span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span><span style="color:#ff6600;">Oleh karena itu, sangat tidak bijak bagi orang tua jika tidak memanfaatkan kesempatan yang sangat luar biasa yang hanya datang SEKALI dalam seumur hidup ini dan hanya memiliki jangka waktu yang sangat pendek ini.</span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;">Untuk melatih kemampuan bahasa pada balita, orang tua harus berbicara sesering dan sebanyak mungkin. PENTING juga bagi orang tua untuk membacakan buku cerita pada balitanya. </span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;">Sebuah cerita yang sama tersebut harus dibacakan secara BERULANG-ULANG setiap hari selama beberapa bulan, sebelum Anda mulai membacakan cerita baru untuknya.</span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;">Cerita baru ini juga harus dibacakan berulang-ulang selama beberapa bulan lamanya. Karena kemampuan berbahasa balita tergantung pada kemampuannya mengulang kata-kata, kalimat dan struktur bahasa yang sama yang diajarkan kepadanya. </span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span><span style="color:#ff6600;"><span style="color:#800000;">2. Konsentrasi</span></span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;">Konsentrasi seseorang timbul dari kemauannya untuk berkonsentrasi dan melalui suatu keterampilan khusus. Konsentrasi ini sangat berguna sebagai persiapan anak untuk belajar di sekolah dan ketika bekerja kelak. </span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span><span style="color:#ff6600;">Oleh sebab itu, penting sekali bagi orang tua melatih keterampilan berkonsentrasi pada balitanya sekurangnya selama 20 menit. </span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span><span style="color:#ff6600;">Caranya, sejak umur 2 tahun, Anda bisa membacakan cerita kepada balita Anda sambil memintanya untuk duduk diam dan mendengarkan cerita tersebut dengan seksama. Jangan biarkan ia untuk berlarian kesana kemari atau memainkan mainannya ketika sedang mendengarkan cerita yang Anda bacakan. </span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span><span style="color:#ff6600;">Untuk melatihnya, mulailah dengan membacakan cerita pendek yang durasinya sekitar 5 menit. Lalu secara bertahap tambahkan durasinya pada cerita-cerita berikutnya.</span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span><span style="color:#800000;">3. Perilaku Belajar &#38; Bekerja</span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span><span style="color:#ff6600;">Ide mempersiapkan anak untuk belajar di sekolah adalah konsep yang secara universal dapat diterima. Begitu juga dengan konsep kesiapan mental anak untuk bekerja, ternyata juga sama pentingnya dengan kesiapan belajar di sekolah, karena kesiapan ini berpengaruh besar pada masa depannya kelak.</span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span><span style="color:#ff6600;">Dalam beberapa dekade terakhir, para ahli pendidikan telah mencoba menerapkan konsep belajar yang menyenangkan pada anak-anak. </span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span><span style="color:#ff6600;">Karena salah satu penyebab kegagalan anak di sekolah adalah karena adanya anggapan dalam dirinya bila belajar itu tidak menyenangkan dan tidak bisa dinikmati.</span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span><span style="color:#ff6600;">Padahal, belajar dan juga bekerja bisa menjadi menyenangkan, jika orang tua dan guru bisa mengajarkannya dengan cara yang asyik dan bisa dinikmati anak-anak. </span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span><span style="color:#ff6600;">Jadi penting sekali untuk orang tua mengajarkan konsep bahwa pekerjaan itu adalah sesuatu yang harus diselesaikan dengan sebaik mungkin. Caranya, bisa dengan memberikan balita Anda ‘project’ menyusun balok atau puzzle yang menjadi kesukaannya. Dan jangan pernah memarahinya, bila ia menemui kesulitan dalam menyusunnya. Motivasi balita Anda untuk menyelesaikannya dengan baik dan berikan pujian jika ia sudah berhasil menyelesaikannya. </span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> <span style="color:#800000;">4. Koordinasi</span></span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span><span style="color:#ff6600;">Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa gejala anak yang memiliki kesulitan belajar dan membaca, dikarenakan lemahnya kontraksi otot mereka dan ketidakmampuan merangkak. </span><span style="color:#ff6600;"> </span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;">Namun sebenarnya, masalah ini dapat dicegah dengan cara yang SEDERHANA dan mudah. </span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> o</span><span style="color:#ff6600;">tot-otot balita bisa melemah jika tidak pernah dilatih. Untuk mencegahnya, Anda bisa mulai melatih otot tulang belakang bayi Anda ketika berusia 1 atau 2 bulan. Caranya dengan menelungkupkannya, agar ia bisa berlatih mengangkat kepalanya dan membangun kekuatan otot tulang belakang. </span><span style="color:#ff6600;"> </span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;">Ketika bayi Anda sudah besar, Anda bisa mulai melatihnya koordinasi mata dan tangan dengan cara bermain melempar dan menangkap bola karet atau kantung biji-bijian. Sedangkan untuk kendali gerak yang baik, agar anak Anda bisa menulis, latihlah ia untuk meremas kertas –misalnya dengan memberinya buku direktori telepon yang sudah lama- menjadi bola kertas dengan satu tangannya. </span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> <span style="color:#800000;">5. Mengenalkan Bagian Tubuh</span></span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;">Tubuh kita memiliki sisi kiri dan kanan. Dua sisi ini penting sekali dikenalkan kepada balita agar ia kelak mengenali bahaya yang datang dari kedua sisi tersebut –misalnya ketika sedang menyebrang jalan- dan bahkan mengenali perbedaan huruf ‘b’ dan ‘d’.</span><span style="color:#ff6600;"> </span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;">Caranya sederhana saja, ketika balita Anda mandi jangan hanya memegang kakinya dan membasuhnya. Tetapi katakanlah, “Give me your right foot” dan tunggulah balita Anda meletakan kaki kanannya pada tangan Anda, lalu basuhkan sabun hanya pada kaki tersebut. Ulangi latihan ini untuk bagian tubuh lainnya yang memiliki sisi kiri dan kanan. Mudah ‘kan?</span><span style="color:#ff6600;"> </span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"><span style="color:#800000;">6. Berhitung</span></span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;">Berhitung bisa dikatakan adalah bahasanya matematika. Keterampilan dasar ini sangat berguna ketika bayi Anda telah dewasa, karena itu penting sekali mengajarkan balita berhitung sejak dini. Cara paling mudah mengajarkan anak berhitung adalah dengan mengenalkan angka dengan jari-jarinya. Mulai berhitung dengan satu tangan, sampai kemudian berhitung dengan dua tangan. </span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span><span style="color:#ff6600;">Dan seperti latihan lainnya, lakukan cara ini dengan berulang-ulang agar balita Anda dapat mengingatnya.</span><span style="color:#ff6600;"> </span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> <span style="color:#800000;">7. Mengenalkan Warna</span></span><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff6600;">Warna adalah hal paling dasar dan penting yang harus diajarkan kepada balita sejak dini. Kenalkan ia pada warna-warna dasar terlebih dahulu, seperti warna putih, hitam, merah, hijau, biru dan kuning. Misalnya dengan memberinya permainan balok berwarna. Mintalah balita Anda –misalnya- untuk memasukan balok kuning ke dalam kotak warna hijau. Sekali lagi, lakukan latihan ini secara berulang-ulang untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Selamat mencoba!</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berhitung aja masih ngaco tapi mau bikin reaktor nuklir]]></title>
<link>http://ariaturns.wordpress.com/2008/11/10/berhitung-aja-masih-ngaco-tapi-mau-bikin-reaktor-nuklir/</link>
<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 02:32:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>Aria Turns</dc:creator>
<guid>http://ariaturns.wordpress.com/2008/11/10/berhitung-aja-masih-ngaco-tapi-mau-bikin-reaktor-nuklir/</guid>
<description><![CDATA[Baru aja baca berita disitus quardian.co.uk, berjudul Mini nuclear plants to power 20,000 homes. ses]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Baru aja baca berita disitus <a href="http://www.guardian.co.uk/">quardian.co.uk</a>, berjudul <a href="http://www.guardian.co.uk/environment/2008/nov/09/miniature-nuclear-reactors-los-alamos">Mini nuclear plants to power 20,000 homes</a>. sesuai dengan judulnya berita tersebut mengenai rencana pemerintah AS untuk membangun PLTN mini untuk menerangi 20.000 rumah.</p>
<p>Tapi ada hal yang lucu yaitu</p>
<blockquote><p>The US government has licensed the technology to Hyperion, a New Mexico-based company which said last week that it has taken its first firm orders and plans to start mass production within five years. &#8216;Our goal is to generate electricity for 10 cents a watt anywhere in the world,&#8217; said John Deal, chief executive of Hyperion. &#8216;They will cost approximately <strong>$25m [£13m] each. For a community with 10,000 households, that is a very affordable $250 per home</strong>.</p></blockquote>
<p>$25m itu kan 25 juta dollar dibagi 10.000 hasilnya 2500 bukan 250, jadi tiap rumah membayar $2500 <strong>bukan </strong>$250. Jadi kalo di masa depan terjadi kebocoran rektor nuklir di Amrik, kita tahu apa penyebabnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<div dir="ltr">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</div>
<div dir="ltr">**Ingin mendapatkan kaos unik bertema matematika silahkan kunjungi <a href="http://kaos.ariaturns.com/">kaos.ariaturns.com</a>**</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[IM-0102001 Activity House ]]></title>
<link>http://istanamainanku.wordpress.com/2008/09/20/im-0102001-activity-house/</link>
<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 23:06:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>renatayuli</dc:creator>
<guid>http://istanamainanku.wordpress.com/2008/09/20/im-0102001-activity-house/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menara Angka]]></title>
<link>http://mainanbocah.wordpress.com/2008/09/10/mainan-anak-menara-angka-2/</link>
<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 04:15:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>vizon</dc:creator>
<guid>http://mainanbocah.wordpress.com/2008/09/10/mainan-anak-menara-angka-2/</guid>
<description><![CDATA[Menara Angka, tersedia dalam 2 ukuran; Besar: Rp. 28.000,- Kecil: Rp. 26.000,- Berguna untuk: Pengen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a title="menara-angka-besar1a.jpg" rel="attachment wp-att-15" href="http://mainanbocah.wordpress.com/2008/03/17/mainan-anak-menara-angka/attachment/15/"><img class="alignright" style="float:right;" src="http://mainanbocah.wordpress.com/files/2008/03/menara-angka-besar1a.jpg" alt="menara-angka-besar1a.jpg" width="159" height="124" /></a></p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Menara Angka</span></strong>, tersedia dalam 2 ukuran;</p>
<ul>
<li>
<div><span style="color:#ff0000;"><strong>Besar: Rp. 28.000,-</strong></span></div>
</li>
<li>
<div><span style="color:#ff0000;"><strong>Kecil: Rp. 26.000,-</strong></span></div>
</li>
</ul>
<p>Berguna untuk:</p>
<ul>
<li>
<div>Pengenalan angka</div>
</li>
<li>
<div>Pengenalan bentuk</div>
</li>
<li>
<div>Pengenalan urutan warna</div>
</li>
</ul>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mari Menghitung Amal Perbuatan]]></title>
<link>http://draguscn.wordpress.com/2008/09/05/muhasabah/</link>
<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 14:00:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>draguscn</dc:creator>
<guid>http://draguscn.wordpress.com/2008/09/05/muhasabah/</guid>
<description><![CDATA[Setiap ramadhan saya punya kebiasaan menghitung-hitung amal perbuatan melebihi bulan-bulan lainnya..]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="justify">Setiap ramadhan saya punya kebiasaan menghitung-hitung amal perbuatan melebihi bulan-bulan lainnya.. misalnya gini .. udah berapa hari shalat tarawih, udah berapa juzz ngajinya .. yang ngga pada bulan-bulan lain saya lakukan.</p>
<p><!--more--></p>
<p align="justify">Entah benar entah salah .. konsep di dalam kepala saya begini .. mungkin sebaiknya kita menghitungnya dengan lebih mendekati pencatatan seperti layaknya pencatatan stok barang. Misalkan begini ..</p>
<p align="justify"><img style="border-right:0;border-top:0;border-left:0;border-bottom:0;" src="http://draguscn.files.wordpress.com/2008/09/menghitung.jpg?w=425&#038;h=223" border="0" alt="menghitung" width="425" height="223" /></p>
<p align="justify">Itu sekedar contoh .. tapi dengan begini mungkin bisa dihitung score kita sehari-hari .. bukankah kita diminta untuk berbuat hari ini lebih baik dari hari kemaren dan hari esok lebih baik dari hari ini ..</p>
<h3>Tentang Scoring</h3>
<p align="justify">Sebenernya itu sih bisa-bisa saya aja menentukan poin masing-masing ibadah dengan satuannya sendiri .. kita bisa aja bikin misalnya :</p>
<ol>
<li>
<div>satu kali sholat wajib dapat poin 10, sehingga kita dapat jumlah 50 poin seharinya. suka-suka aja .. yang penting ngga terbebani urusan skoring justru pada saat ibadah .. Ingat, Allah itu cemburuan banget .. tiada tuhan lain yang boleh ada disisiNya .. meskipun bentuknya scoring</div>
</li>
<li>
<div>kurang seru? bisa ditambah gini misalnya :<br />
no 1. shalat wajib dapat score 1,<br />
no 2. shalat wajib tepat waktu dapat score 3,<br />
no 3. shalat wajib dikerjakan berjamaah dapat score 3</div>
</li>
<li>
<div>masih mempertentangkan hitungan jumlah shalat tarawih ? silahkan aja .. toh ini programnya untuk diri sendiri .. kalaupun merasa rugi dengan cuma mengerjakan 11 rakaat sementara ada yang 23 rakaat bikin aja tiap rakaat shalatnya 3 poin lhaa kan udah jadi 33.</div>
</li>
<li>
<div>Tadarus juga ngga harus juzz .. bisa aja ayat .. haaa kan lebih banyak ..</div>
</li>
<li>
<div>Sebaiknya jangan berurusan sama yang ngga bisa dinilai .. misalnya .. kalau belum mendapatkan yang namanya malam lailatul qadar .. ya lebih baik ngga usah dicantumin dalam daftar .. mungkin lebih baik jumlah ibadahnya aja. Kalau sudah pernah, ah mungkin anda ngga perlu baca tulisan ini dari tadi ..</div>
</li>
<li>
<div>Saya menulisnya memang dari shalat mungkin karena saya merasa shalat dulu yang paling penting .. malah dalam contoh itu ngga terlihat puasa karena ada dibawah lagi &#8230; seperti saya bilang tadi kriteria bisa anda susun sendiri. Anda kok yang akan menilai diri anda sendiri .. saya cuma mau memudahkan anda menghitung-hitung ..</div>
</li>
</ol>
<h3>Tentang Interpretasi Hasil</h3>
<p align="justify">Intinya ini untuk kepentingan diri sendiri kok ..</p>
<ol>
<li>
<div>Saya berandai-andai jumlah score anda sekarang adalah 326 *asal!* trus besoknya anda karena sibuk menurun jadi 293 *lebih asal!* besoknya ngga ada kesibukan angka anda jadi 270 .. wah ya harusnya anda bertanya-tanya apanya ya yang nda dikerjakan .. nah kalo anda punya rincian anda bisa menelusuri angka apa yang belum masuk.</div>
</li>
<li>
<div>Saya berandai-andai lagi anda memasukkan shalat rawatib tiap shalat wajib. Makin banyak kan makin baik .. tapi kalo kita bertemu dengan angka seperti ini ..<br />
4-2-0-0-2-0-0-0-0-2-0-2-2-0-0-0-0<br />
sebaiknya kita melihat lagi apa udah konsisten kita dengan ibadah-ibadah sunnah tadi .. bukankah lebih baik sedikit tapi dikerjakan rutin.</div>
</li>
<li>
<div>Angka score bulanan juga bisa anda bandingkan. Bahkan kalo anda rajin terus menulis kegiatan anda bisa anda bandingkan tahun demi tahun ..</div>
</li>
</ol>
<p align="justify">Mungkin masih banyak yang bisa kita dapatkan .. bagaimanapun itu hanya permukaan. Jumlah saja tidak akan berarti apa-apa bila kekhusyuan dan keihlasan anda dalam menjalankan ibadah yang semata-mata karena Allah tidak mewujud dalam setiap ibadah.</p>
<p align="justify"><em>Disclaimer</em></p>
<p style="border-right:green 2px solid;border-top:green 2px solid;border-left:green 2px solid;border-bottom:green 2px solid;background-color:#c4e7c2;margin:1ex;padding:2ex 5ex;" align="justify">Ini sekedar sharing, semoga Allah menjauhkan saya dari sifat riya&#8217; dan semoga ini ada gunanya buat yang membaca.<br />
Jangan menjadikan hitungan sebagai Tuhan, tapi jadikanlah <em>muhasabah </em>sebagai sarana kita menuju ALLAH.</p>
<p>Related Posts :</p>
<ul>
<li><a href="http://draguscn.wordpress.com/2008/10/04/apa-bisa-meraih-kemenangan/">Apa bisa meraih KEMENANGAN?</a> </li>
<li><a href="http://draguscn.wordpress.com/2008/10/04/puasa-ramadhan-itu-latihannya/">Puasa Ramadhan itu latihannya ..</a> </li>
<li><a href="http://draguscn.wordpress.com/2008/07/15/apakah-doa-kita-sudah-dikabulkan/">Apakah doa kita sudah dikabulkan?</a> </li>
</ul>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lebih Banyak Lagi Power Point Matematika Kreatif APIQ yang Siap Anda Manfaatkan (2)]]></title>
<link>http://apiqquantum.wordpress.com/2008/08/21/lebih-banyak-lagi-power-point-matematika-kreatif-apiq-yang-siap-anda-manfaatkan-2/</link>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 23:24:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>apiqquantum</dc:creator>
<guid>http://apiqquantum.wordpress.com/2008/08/21/lebih-banyak-lagi-power-point-matematika-kreatif-apiq-yang-siap-anda-manfaatkan-2/</guid>
<description><![CDATA[Berikut ini lanjutan power point Matematika Kreatif APIQ yang siap Anda gunakan bersama anak dan sis]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Berikut ini lanjutan power point Matematika Kreatif APIQ yang siap Anda gunakan bersama anak dan sis]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
