<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>beruk &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/beruk/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "beruk"</description>
	<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 20:40:49 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Beruk-beruk Pariaman]]></title>
<link>http://sekarsidan.wordpress.com/2009/12/12/beruk-beruk-pariaman/</link>
<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 17:09:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>sekarsidan</dc:creator>
<guid>http://sekarsidan.wordpress.com/2009/12/12/beruk-beruk-pariaman/</guid>
<description><![CDATA[Pada hari Sabtu, tanggal 12 Desember 2009, di sebuah stasiun televisi swasta ditayangkan sebuah acar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><a href="http://sekarsidan.wordpress.com/files/2009/12/beruk-kelapa4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-14" title="beruk kelapa4" src="http://sekarsidan.wordpress.com/files/2009/12/beruk-kelapa4.jpg?w=244" alt="" width="195" height="240" /></a></p>
<p style="text-align:left;">Pada hari Sabtu, tanggal 12 Desember 2009, di sebuah stasiun televisi swasta ditayangkan sebuah acara yang sangat menarik. Dalam acara tersebut diputar sebuah topik dokumentasi yang membuat sebuah film dokumenter meraih nominasi FFI 2009. Acara tersebut bercerita tentang sekelompok masyarakat di ranah minang (Padang Pariaman) yang mengandalkan monyet sebagai mata pencaharian mereka. Kelompok masyarakat tersebut mempekerjakan monyet berekor babi, atau dikenal dengan nama beruk sebagai pemetik buah kelapa.</p>
<p><a href="http://sekarsidan.wordpress.com/files/2009/12/bon-kalapa.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-12" title="bon kalapa" src="http://sekarsidan.wordpress.com/files/2009/12/bon-kalapa.jpg" alt="" width="250" height="178" /></a>Dikisahkan dalam film singkat itu ada seorang laki-laki tua berusia 80 tahunan bernama Mansyur. Pak Mansyur telah menekuni “bisnis eksploitasi” beruk selama 60 tahun. Dia sering mendapat order untuk memetik buah kelapa sebanyak kurang lebih 100 buah, dengan upah 500 rupiah per buahnya. Dalam artikel lain diceritakan juga seorang pria berusia 50 tahun bernama Amiruddin. Pak Amiruddin yang telah menekuni profesi ini sejak berumur enam tahun sanggup membiayai hidup dua orang istri dan 16 orang anaknya, bahkan meluluskan mereka semua hingga ke SMA.<!--more--></p>
<p><a href="http://sekarsidan.wordpress.com/files/2009/12/macaca.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-15" title="macaca" src="http://sekarsidan.wordpress.com/files/2009/12/macaca.jpg?w=300" alt="" width="300" height="286" /></a></p>
<p>Beruk merupakan primata dari golongan monyet (monkey) dunia lama. Dalam bahasa Inggris, beruk dikenal dengan nama pig-tailed macaque. Beruk-beruk Pariaman pemetik kelapa ini tergolong dalam pig-tailed macaque yang berdiam di daerah selatan (Macaca nemestrina) yang wilayah habitatnya meliputi Semenanjung Melayu, Sumatera dan Kalimantan. Beruk ini merupakan monyet yang berukuran sedang dengan ekor seperti ekor babi. Meskipun keberadaannya mulai langka, akan tetapi beruk bukan merupakan hewan yang dilindungi di Indonesia.</p>
<p>Beruk mulai dilatih untuk memetik kelapa sejak berumur satu tahun, yakni ketika gigi-giginya mulai berganti. Dalam latihannya ini beruk “balita” diinstruksikan untuk mencabut buah kelapa yang digantungkan pada sebuah pohon dengan paku secara berulang-ulang sampai buah kelapa tersebut copot dari batang kayu tersebut. Akan tetapi menurut para pelatih, beruk muda tidak boleh terlalu dipaksakan untuk berlatih. Porsi latihan cukup satu hari tiga kali latihan dengan waktu lima sampai delapan menit selama delapan bulan. Sebab kondisi fisik dan psikis beruk muda belum cukup untuk bekerja. Berbeda dengan beruk dewasa yang sudah tumbuh taringnya.</p>
<p><a href="http://sekarsidan.wordpress.com/files/2009/12/beruk-kelapa7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-16" title="beruk kelapa7" src="http://sekarsidan.wordpress.com/files/2009/12/beruk-kelapa7.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Beruk  dianggap siap bekerja jika sudah mampu memahami perintah-perintah isyarat ataupun suara dari pawang. Beruk yang sudah berumur empat tahunan mampu bekerja memetik kelapa selama seharian. Dalam perjalanan hidupnya, beruk-beruk betina tidak diperbolehkan untuk kawin. Sebab kualitas kerja beruk betina akan menurun drastis setelah beranak. Jadi pawang-pawang beruk ini tidak pernah melakukan perkawinan, akan tetapi membeli beruk-beruk tangkapan muda untuk kemudian dilatih. Harga beruk muda yang belu terlatih sekitar 600 ribu rupiah, sedangkan untuk yang terlatih sekitar 1,5 juta rupiah.</p>
<p><a href="http://sekarsidan.wordpress.com/files/2009/12/beruk-kelapa8.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-17" title="beruk kelapa8" src="http://sekarsidan.wordpress.com/files/2009/12/beruk-kelapa8.jpg" alt="" width="288" height="192" /></a></p>
<p>Untuk memelihara beruk-beruk ini diperlukan kecermatan, ketelitian serta kasih sayang. Beberapa pawang memberikan kepada beruk makanan-makanan yang sehari-hari mereka makan. Tiap minggu mereka menambahkan suplemen berupa vitamin dan susu untuk meningkatkan kualitas kinerja.</p>
<p>Ada yang berminat ?(menjadi pawang? Atau beruknya?)[sksd]</p>
<p><a href="http://sekarsidan.wordpress.com/files/2009/12/padang-pariaman3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-19" title="padang-pariaman" src="http://sekarsidan.wordpress.com/files/2009/12/padang-pariaman3.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>source :</p>
<p><a href="http://www.padangkini.com/wisata/single.php?id=3798">http://www.padangkini.com/wisata/single.php?id=3798</a></p>
<p><a href="http://www.tpi.tv/new/index.php?option=com_content&#38;task=view&#38;id=2366&#38;Itemid=123">http://www.tpi.tv/new/index.php?option=com_content&#38;task=view&#38;id=2366&#38;Itemid=123</a></p>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Southern_Pig-tailed_Macaque">http://en.wikipedia.org/wiki/Southern_Pig-tailed_Macaque</a></p>
<p>gambar :</p>
<p><a href="http://matanews.com/wp-content/uploads/padang-pariaman-1.jpg">http://matanews.com/wp-content/uploads/padang-pariaman-1.jpg</a></p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_512VEbm7xB0/SmgxZcRwpWI/AAAAAAAAf1M/fm0WQRdwfmQ/s400/6.jpg">http://4.bp.blogspot.com/_512VEbm7xB0/SmgxZcRwpWI/AAAAAAAAf1M/fm0WQRdwfmQ/s400/6.jpg</a></p>
<p><a href="http://ujung-genteng.info/images/villa/amanda_ratu_kelapa.jpg">http://ujung-genteng.info/images/villa/amanda_ratu_kelapa.jpg</a></p>
<p><a href="http://www.naturephoto-cz.eu/pic/ceteri/macaca-nemestrina-65866.jpg">http://www.naturephoto-cz.eu/pic/ceteri/macaca-nemestrina-65866.jpg</a></p>
<p>http://lh5.ggpht.com/_EE7hPoe7BYo/SjURhebqBTI/AAAAAAAABo4/7ktXR5qnCkE/s288/094+monkey.JPG</p>
<p>http://www.hot-screensaver.com/wp-myimages/monkey-picking-coconut.jpg</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rekreasi di Taman Ular dan Reptilia]]></title>
<link>http://fndrocka.wordpress.com/2009/11/30/rekreasi-di-taman-ular-dan-reptilia/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 00:00:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>fndrocka</dc:creator>
<guid>http://fndrocka.wordpress.com/2009/11/30/rekreasi-di-taman-ular-dan-reptilia/</guid>
<description><![CDATA[Rekreasi di Taman Ular dan Reptilia Tarikh : 22 Nov 09 Lokasi : Taman Ular dan Reptilia, Perlis. Pes]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Rekreasi di Taman Ular dan Reptilia</strong></p>
<p><strong>Tarikh : 22 Nov 09</strong></p>
<p><strong>Lokasi : Taman Ular dan Reptilia, Perlis.</strong></p>
<p><strong>Peserta : Fndrocka, Ros, Zana dan Siti.</strong></p>
<p><strong>Tema : Menguji Keberanian dan bermain hujan</strong></p>
<p>Destinasi kali ni adalah Taman Ular dan Reptilia. Kami nak terjah ular-ular ni. Kalau boleh nak interview sekor-sekor..bertanya khabar dan berbual mesra. Haha. Hujan pun hujanlah, kami tak lapuk dek hujan, tak lekang dek panas. Terjah tetap terjah. Semangat ni…kemain lagi aku.</p>
<div id="attachment_1148" class="wp-caption aligncenter" style="width: 478px"><a href="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00342.jpg"><img class="size-full wp-image-1148" title="DSC00342" src="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00342.jpg" alt="" width="468" height="351" /></a><p class="wp-caption-text">hujan renyai-renyai</p></div>
<p style="text-align:left;"><span style="background-color:#ffffff;">Tapi, rupa-rupanya aku sorang je yang bersemangat,Ros dan Zana masuk-masuk je terus menikus. Geli lah…bau busuk lah…macam-macam perangai. Siti ok je, comel macam biasa.(ek?) Sebentar nanti aku pamerkan foto-foto dorang. Tak lupa juga foto-foto ular pelbagai jenis.</span></p>
<div id="attachment_1149" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00360.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1149" title="DSC00360" src="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00360.jpg?w=150" alt="" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">bab bergambar dorang tak pernah tolak</p></div>
<p>&#160;</p>
<p>Harga tiket adalah RM4 untuk satu orang dewasa. Kanak-kanak aku tak ingat pulak berapa. Untuk OKU adalah percuma. Golongan veteren/otai aku tak pasti. Kalau nak bawa kamera dikenakan caj RM1, tapi kami tak bawak kamera pun, telefon genggam berkamera ada ar. Tu pun, nasib baik Siti ada bawa telefon genggam yang kameranya boleh tahan cantik,kalau nak harapkan telefon genggam kami,memang tak dapatlah.</p>
<p>Ros dengan Zana awal-awal lagi rasanya tak sedap hati nak pi taman ular ni, tapi terpaksa lah ikut gak, dah hujan kan..nak pi mana lagi.  Nasib lah korang perempuan.  Zasssss….!</p>
<div id="attachment_1151" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00266.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1151" title="DSC00266" src="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00266.jpg?w=150" alt="" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">Zana,Ros dan Siti</p></div>
<div id="attachment_1152" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00275.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1152" title="DSC00275" src="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00275.jpg?w=150" alt="" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">takut sampai tarik-tarik tangan</p></div>
<div id="attachment_1153" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00272.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1153" title="DSC00272" src="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00272.jpg?w=150" alt="" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">ek eleh..</p></div>
<p>Ok berikut adalah antara ular-ular yang sempat aku rakamkan, biodatanya tak sempat nak amik peduli. Aku namakannya sebagai ular je la. Dah cukup sedap nama tu.</p>
<p>&#160;</p>
<div id="attachment_1150" class="wp-caption aligncenter" style="width: 478px"><a href="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00285.jpg"><img class="size-full wp-image-1150" title="DSC00285" src="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00285.jpg" alt="" width="468" height="351" /></a><p class="wp-caption-text">Ular 1</p></div>
<p>&#160;</p>
<div id="attachment_1154" class="wp-caption aligncenter" style="width: 478px"><span style="background-color:#ffffff;"><br />
</span></dt>
</dl>
</div>
<p>&#160;</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc002872.jpg"><img class="size-full wp-image-1156" title="DSC00287" src="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc002872.jpg" alt="" width="468" height="351" /></a><p class="wp-caption-text">Ular 2</p></div>
<div id="attachment_1157" class="wp-caption aligncenter" style="width: 478px"><a href="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00286.jpg"><img class="size-full wp-image-1157" title="DSC00286" src="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00286.jpg" alt="" width="468" height="351" /></a><p class="wp-caption-text">Ular 3</p></div>
<p>&#160;</p>
<p><img src="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00320.jpg?w=300" alt="" /></p>
<p>Ular kat sini ada yang ditempatkan dalam akuarium..selebihnya ditempatkan di dalam sangkar. Yang stok dalam sangkar tu adalah ular-ular yang lebih besar dan lebih menakutkan. Kalau yang dalam akuarium pun dorang takut nak jelling, yang dalam sangkar ni lagilah dorang tak ingin nak tengok langsung. Aku pun tak berani sangat nak tengok sorang-sorang, apa ingat aku berani sangat ke. Tapi time ada perempuan kenalah buat-buat berani lebih sikit beb.</p>
<div id="attachment_1158" class="wp-caption aligncenter" style="width: 478px"><a href="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00293.jpg"><img class="size-full wp-image-1158" title="DSC00293" src="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00293.jpg" alt="" width="468" height="351" /></a><p class="wp-caption-text">Ros dengan gaya kupu-kupu</p></div>
<p style="text-align:center;">
<div id="attachment_1161" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00317.jpg"><img class="size-medium wp-image-1161" title="DSC00317" src="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00317.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Baca poster..</p></div>
<p>Bila dah masuk dalam taman ni, baru aku perasan rupanya ada jugak haiwan-haiwan lain seperti beruk, buaya dan tikus. Paling eksaited nak tengok sang buaya lah. Dulu masa kecik-kecik selalu pi Taman Buaya kat Melaka, pastu dah lama tak tengok. Buaya ni best, ganas. Motto hidup buaya  “Habis sepah, madu dibuang” seringkali dijadikan ikut-ikutan.</p>
<div id="attachment_1159" class="wp-caption aligncenter" style="width: 478px"><a href="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00297.jpg"><img class="size-full wp-image-1159" title="DSC00297" src="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00297.jpg" alt="" width="468" height="351" /></a><p class="wp-caption-text">ada sapa-sapa berani nak berenang?</p></div>
<div id="attachment_1160" class="wp-caption aligncenter" style="width: 478px"><a href="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00296.jpg"><img class="size-full wp-image-1160" title="DSC00296" src="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00296.jpg" alt="" width="468" height="351" /></a><p class="wp-caption-text">tengok tu..bersepah-sepah..</p></div>
<p>Ada beberapa ekor buaya sedang beristirehat..masing-masing buat hal sendiri.  Langsung tak respek kedatangan kami. Tapi diam-diam buaya berbahaya tau..jangan memain. Sedikit info pasal buaya ni, sang buaya memang terel bab terkam menerkam ni,tapi di sebalik tu sebenarnya otot rahang buaya untuk bukak mulut sangat lemah, kalau buaya tu tutup mulut, sekadar kepit mulutnya dgn tangan pun dah cukup untuk halang dia dari bukak mulut tu.</p>
<p>Lepas melawat sang buaya, aku pergi pula ke sangkar beruk. Beruk ni dari jauh lagi dah terjerit-jerit tak tentu pasal. Asal nampak orang lalu je dorang jerit,asal jerit je orang lalu. Jadi aku pun menghampiri mereka untuk menyelami hati budi mereka dengan lebih dekat.</p>
<div id="attachment_1162" class="wp-caption aligncenter" style="width: 478px"><a href="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00307.jpg"><img class="size-full wp-image-1162" title="DSC00307" src="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00307.jpg" alt="" width="468" height="351" /></a><p class="wp-caption-text">Penghulu Beruk</p></div>
<p>Bila aku datang dekat je, masing-masing terus senyap. Mentang-mentang lah aku bukan awek cun. Takpe.takpe. Aku ajukan soalan kat salah sekor beruk, consider penghulu beruk lah tu.. <em>&#8220;Lu apahal terjerit-jerit..nak makan penampau ke</em>”.</p>
<p><em>“Cis…dah dorang kurung aku, aku jeritlah..cuba kau kena kurung..kau suka</em>?”, tanya beruk tu balik kat aku. Berani dia bersuara.</p>
<p>“<em>Alaa…kau lepak sini kau boleh ushar awek..dalam hutan mana ada awek. Meh aku amik gambar kau…masuk dalam blog aku ye</em>”,pujuk aku.</p>
<p>Beruk tu posing kemain lagi. Memang nak glamer. Aku pun blah meninggalkan beruk tadi..kang tak pasal-pasal ada orang nampak aku bercakap dengan beruk.</p>
<p>Beruk-beruk lain sibuk tergaru-garu sesama sendiri.  Mesti bosan lepak kat dalam sangkar ni. Aku pun pelik, cemana beruk boleh ada kat sini, dorang bukannya reptilia pun.</p>
<div id="attachment_1163" class="wp-caption aligncenter" style="width: 478px"><a href="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00308.jpg"><img class="size-full wp-image-1163 " title="DSC00308" src="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00308.jpg" alt="" width="468" height="351" /></a><p class="wp-caption-text">yang sekor ni lak tengah khusyuk makan</p></div>
<p>Tikus kami tak mau lawat, dah selalu tengok tikus. Kalau ada yang comel macam Mickey Mouse dengan Minnie Mouse tu takpe jugak. . lagipun tikus busuk.  <em>Maaf yer tikus..jangan berkecil hat</em>i.  Hehe. Lain-lain haiwan reptilia juga terdapat di sini, korang layan lah gambar-gambar ni.</p>
<p><a href="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00327.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1164" title="DSC00327" src="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00327.jpg" alt="" width="468" height="351" /></a></p>
<p><a href="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00329.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1165" title="DSC00329" src="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00329.jpg" alt="" width="468" height="351" /></a></p>
<p><a href="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00325.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1166" title="DSC00325" src="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc00325.jpg" alt="" width="468" height="624" /></a></p>
<p>Sampai sini jerlah la laporan rekreasi aku untuk kali ni. Lepas dari melawat Taman Ular ni, kami gerak ke Bukit Ayer, sebuah tempat mandi-manda yang popular di negeri Perlis. Walaubagaimanapun kami hanya sempat melihat dari dalam kereta je sebelum bergegas mencari makan,solat dan berkaraoke.Yey!!</p>
<p>Akhir kata, jadilah seperti <em><strong>ular</strong></em> menyusur akar, tiada hilang bisanya, yang bermaksud maksudnya tidak hilang martabat orang yang mulia jika ia merendah diri.</p>
<p>p/s :<em>Kalau ada jodoh, kita jumpa lagi.</em></p>
<div id="attachment_1168" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc003771.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1168" title="DSC00377" src="http://fndrocka.wordpress.com/files/2009/11/dsc003771.jpg?w=150" alt="" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">Terima Kasih kat korang yang begitu sporting, especially Siti! Muah!!</p></div>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Senyumlah sikit !!]]></title>
<link>http://kayteeze.wordpress.com/2009/10/15/senyumlah-sikit/</link>
<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 01:34:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tie</dc:creator>
<guid>http://kayteeze.wordpress.com/2009/10/15/senyumlah-sikit/</guid>
<description><![CDATA[Adoi&#8230;..gatalnya. Jangan-jangan kes makan belacan tak ! . . Opocot mak engkau  !!  Hah ! Mama d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Adoi&#8230;..gatalnya. Jangan-jangan kes makan belacan tak ! . . Opocot mak engkau  !!  Hah ! Mama d]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Teruk seperti beruk]]></title>
<link>http://coretanpinggir.com/2009/08/25/teruk-seperti-beruk/</link>
<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 21:13:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>coretanpinggir</dc:creator>
<guid>http://coretanpinggir.com/2009/08/25/teruk-seperti-beruk/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://coretanpinggir.wordpress.com/files/2009/08/tarian-pedet-dari-bali.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter size-full wp-image-1087" title="Tarian pedet dari bali" src="http://coretanpinggir.wordpress.com/files/2009/08/tarian-pedet-dari-bali.jpg" alt="Tarian pedet dari bali" width="460" height="645" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Antara Monyet dan Beruk Jalan Tol]]></title>
<link>http://nyanyian.wordpress.com/2009/05/26/antara-monyet-dan-beruk-jalan-tol/</link>
<pubDate>Tue, 26 May 2009 03:27:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Anton Purba</dc:creator>
<guid>http://nyanyian.wordpress.com/2009/05/26/antara-monyet-dan-beruk-jalan-tol/</guid>
<description><![CDATA[Setiap pagi aku melintas di jalan Tol Serpong-Ulujami antara pukul 07.15-07.30. Sering kondisi jalan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Setiap pagi aku melintas di jalan Tol Serpong-Ulujami antara pukul 07.15-07.30. Sering kondisi jalan tol yang masih 2 jalur tidak mampu lagi menampung kenderaan yang tumpah ruah dari arah Serpong ke Jakarta. Untung pihak Jasa Marga sebagai pengelola sangat tanggap dan saat ini jalur tambahan sedang dikerjakan.  </p>
<p>Sebenarnya, kondisi 2 jalur sudah mencukupi, jika aturan-aturan yang ditetapkan oleh pengelola jalan tol di terapkan oleh kedua belah pihak, baik pengemudi dan pengelola.  Tapi apa mau dikata, uang selalu bicara disini. Dengan jelas tiap pagi atau malam aku melihat truk-truk yang kelebihan muatan dan melaju dibawah kecepatan minimum. Umumnya truk ini bermuatan pasir, yang tentu saja akan ngos-ngosan untuk diajak melaju kencang.  Truk-truk inilah yang selalu membuat antrian dibelakang. Tapi, kenapa pengemudi truk ini dengan berani masuk ke jalan tol, padahal tau benar kondisi kenderaannya tidak mampu melaju kencang? Ujung-ujungnya uang, dan para sopir sudah mempersiapkan untuk itu.  Polisi patroli jalan tol (Highway Patrol) akan menggiring mereka ke bahu jalan, dan disana perdamaian akan terjadi, dan mereka dapat melenggang dengan leluasa walapun dengan kecepatan 40km/jam.  Tentu saja Pak Polisi akan mengancam tilang dengan alasan membuat macet jalan tol!</p>
<p>Ironis sekali memang, para pengemudi truk tidak punya pilihan, karena akses dari Serpong ke Jakarta mau tidak mau lewat jalan tol. Bagi mobil pribadi, tentu ini sangat mengganggu karena dengan kondisi jalan 2 jalur dan kecepatan 40km/jam, antrian panjang akan terjadi karena jalan otomatis hanya menjadi 1 jalur (jalur kanan). Mobil pribadi yang sebelumnya memakai 2 jalur dan kecepatan 80km/jam dengan terpaksa harus antri untuk ambil jalur kanan. </p>
<p>Jangan dongkol dulu sama sopir truk, ternyata setelah aku amati, banyak juga sopir mobil-mobil pribadi yang membuat antrian ke belakang. Biasanya mereka ini adalah sopir-sopir yang ingin mencari aman dan enak sendiri. Ambil lajur kanan padahal dengan kecepatan kenderaan sangat minimum. Udah tau bikin macet ke belakang, tetapi malah asyik-asyik bertelepon ria. Sungguh bodoh dan bloon. Biasanya supir-supir jenis ini diberi julukan Beruk. </p>
<p>Dengan kondisi tersebut diatas, tidak jarang pengemudi mobil pribadi menjadi nakal dan nyelonong dari bahu jalan atau menyalip dari lajur kiri. Pengemudi-pengemudi inilah yang kerap mendapat julukan Monyet jalan tol.  Tidak jelas asal usulnya sebutan ini, tapi yang jelas mungkin supaya identik dengan ketidak disiplinan. 100% aku tidak akan menyalahkan para monyet-monyet ini, karena mereka mengejar waktu tapi malah dihalani oleh beruk-beruk bodoh dan bloon. </p>
<p>Kondisi ini tentu saja tidak hanya terjadi di Tol Serpong-Ulujami, tapi hampir 99% jalan tol di JABODETABEK tersendat karena banyaknya truk atau mungkin bus  yang tidak melaju dengan kecepatan semestinya. Diperparah lagi ulah beruk-beruk yang ambil jalur kanan seolah mau parkir. Untung selama ini aku belum pernah jadi beruk, tapi kalau untuk jadi monyet, sering kulakukan dengan terpaksa, dan diiringi umpatan-umpatan ke beruk-beruk.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Najib's blog receives tremendous response]]></title>
<link>http://shahrulpeshawar.wordpress.com/2009/03/07/najibs-blog-receives-tremendous-response/</link>
<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 18:20:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>shahrulpeshawar</dc:creator>
<guid>http://shahrulpeshawar.wordpress.com/2009/03/07/najibs-blog-receives-tremendous-response/</guid>
<description><![CDATA[6 Mar 2009 KUALA LUMPUR: Datuk Seri Najib Razak has received more than 500 comments and emails on th]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">6 Mar 2009</p>
<p style="text-align:justify;">KUALA LUMPUR: Datuk Seri Najib Razak has received more than 500 comments and emails on the second stimulus package or the mini-Budget which he will table in Parliament next Tuesday.</p>
<p style="text-align:justify;">In a Feb 26 posting on his website/blog, the deputy prime minister and finance minister said most of these covered a wide range of issues such as consumer spending, government expenditure, investment, trade and taxes.</p>
<p style="text-align:justify;">Practical suggestions included ideas on taxes and subsidies (90 suggestions), fuel and energy (35), automotive and housing (30), finance (20), unemployment (20), implementation and monitoring (10) and others (about 100).</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;I have mentioned the second stimulus package must remain realistic and relevant. I aspire to ensure that this package will be fresh, engaging and benefit all Malaysians,&#8221; he said on his website/blog.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;These suggestions provided me some guidance on the issues that matter most to you, the rakyat. As the minister of finance, this blog is one avenue through which, I am able to reach out and engage all Malaysians from various backgrounds.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8221; Najib added he had personally taken the initiative to meet 12 ministers and senior officials of the respective ministries in the run-up to the tabling of the second stimulus package.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;While all these suggestions and views are carefully reviewed, we must also consider the overall effectiveness of the measures taken to shore up our economy. It is also critical for Malaysia to ensure continued prudence in financial management,&#8221; Najib said.</p>
<p style="text-align:justify;">He stressed that the mini-Budget must generate real economic activities, especially so this year to cushion the economy from the on-going global economic crisis.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Your contributions have been invaluable in providing me with crucial insight into what must be done in finding the way forward during these uncertain times. &#8220;I thank you all for your willingness and eagerness to participate in this important process.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Your participation has certainly confirmed my thoughts that for this mini-Budget, the welfare of the people, including those who get retrenched and other vulnerable groups, will be seriously considered.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;">Shahrul Peshawar &#8211; I didnt visit the blog yet, wondering if there is any link to mongolia&#8230;</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lihat Gambar Ini...]]></title>
<link>http://keranacinta.wordpress.com/2009/02/07/lihat-gambar-ini/</link>
<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 16:42:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>ummuabbas</dc:creator>
<guid>http://keranacinta.wordpress.com/2009/02/07/lihat-gambar-ini/</guid>
<description><![CDATA[Kalau tak mahu disaman kerana tak pakai topi keledar, jadi macam kami...hu..ha..hu..ha Gambar ini ad]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kalau tak mahu disaman kerana tak pakai topi keledar, jadi macam kami...hu..ha..hu..ha Gambar ini ad]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[beruk the magnificient]]></title>
<link>http://ojieks.wordpress.com/2009/01/21/beruk-the-magnificient/</link>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 08:29:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>ojieks</dc:creator>
<guid>http://ojieks.wordpress.com/2009/01/21/beruk-the-magnificient/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;eh beruk itu apa siey?&#8221; &#8220;walah masa lu nggak tau beruk tuh anaknya jeruk&#8221; d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>&#8220;eh beruk itu apa siey?&#8221; &#8220;walah masa lu nggak tau beruk tuh anaknya jeruk&#8221; dengan polosnya gw langsung manggut-manggut tanda setuju &#8220;Oooo&#8230;&#8221; weeks! kebayang langsung ama gw jeruk lagi pake baju mayoret lengkap ama tongkatnya segala berdiri dengan gagahnya. dan gilanya lagi gw percaya pula, maklum lah khayalan anak sd khan polos-polos liar..hehehe, belakangan gw baru tau kalo beruk itu ternyata sejenis monyet&#8230;<br />
beruk lu&#8230;eh monyet luu!!</p>
<div id="attachment_29" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-29" title="beruk the magnificient" src="http://ojieks.wordpress.com/files/2009/01/beruk1.jpg?w=225" alt="beruk the magnificient" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">beruk the magnificient</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[sayong menjenguk.]]></title>
<link>http://ashleycadbury.wordpress.com/2009/01/17/sayong-menjenguk/</link>
<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 19:49:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>ashleycadbury</dc:creator>
<guid>http://ashleycadbury.wordpress.com/2009/01/17/sayong-menjenguk/</guid>
<description><![CDATA[Ok, lepas balik dari family day tb09, esoknya azril ajak ke kk. Ops bukan kota kinabalu ye, kuala ka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Ok, lepas balik dari family day tb09, esoknya azril ajak ke kk. Ops bukan kota kinabalu ye, kuala kangsar saja. Melawat mak angkat di sana. Aku serba salah, antara penat dan jumpa mereka. Ok, aku decide untuk pergi kk. Aku, zek (nani), azril dan pian. Kurang sorang. Tqah belum balik utp lagi. Maaf ye alang. Tak dapt ekot. Hehe. Kami ke sana dengan kereta angah. Nama kete angah- secondhand serenade. Hehe. Laju gila. Macam roller coster jugak. Alah, copver camera terciocir, tatau katmane, isk, careless betullah! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Ok, tengah jalan, kami beli kuih dan buah-buah untuk mak. Wah, tak sabrnya nak jumpa mak, ayah dan budak-budak tu. Sampai saja, mak tadek kat rumah. Jumpa ayah, yeop dan yong. Aku terus ke rumah yong. Mencari aina. Huhu, aina pe3luk kuat gila. Wawawa. Dah rindu balik. Oh ya, kat rumah mak waktu tu ada empat orang girls yang tengah duduk kat buaian depan tu. Aku dah tahu sebenarnya diorang dating untuk praktikal kat situ. Praktikal buat sayong. Aku jumpa diorang. Kenal-kenal. Hmm,,, pastu macam sumtin sikit, aku pun blah. Hahaha. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Pastu mak pun balik. Yeay!! Act, mak pergi sekolah along. Along tu aiman. Dia nak balik, tapi cikgu tak bagi balik. Bese lah, budak baru sekolah asrama. Omsik la tu. Haha. Kalau la dia tau kitaorang ada kat rumah, sure dia nak balik. Mak bawa balik kulit pisang dan serdak pisang goring tu, untuk bagi lembu makan. Tak sangka aku, lembu makan tepung. Huhu. Kitorang pegi tengok lemb u dan kambing kat belakang rumah. La.. kambing tu takde nama lagi ke, aku pun bagi nama dia bobo. Haha. <strong>BOBO </strong>ye. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> <img class="aligncenter size-full wp-image-389" title="p1161110" src="http://ashleycadbury.wordpress.com/files/2009/01/p1161110.jpg" alt="p1161110" width="510" height="680" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">:: nani dan pian bersama adik2 ::<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Then, mak ajak ke kuala. Cari kulit pisang lagi. Tapi tak muat keta. Aku prefer duk di rumah. Hehe, padahal sebenarnya nak naik moto. Bese la jarang jumpa moto. Bes tau bawa moto dalam kampung.  Aina dengan aisyah pun dah tak mahu ikut opah diorang. Haha. So, mak pegi dengan angah, zek and haja. Aku ngan pian bawak aisyah and aina pegi dewan tempat wawasan desa dulu tu. Lepak-lepak kat situ. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> <img class="aligncenter size-full wp-image-393" title="p11611222" src="http://ashleycadbury.wordpress.com/files/2009/01/p11611222.jpg" alt="p11611222" width="510" height="382" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><img class="aligncenter size-full wp-image-394" title="p1161120" src="http://ashleycadbury.wordpress.com/files/2009/01/p1161120.jpg" alt="p1161120" width="510" height="382" /><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Pastu, aku ajak aina pergi kedai makan laksa. Makan lagi, keja makan je kan aku ni. Tapi tade plak laksa time tu. Pastu terjumpa umi, anak tok ketua tu. Panggil dia, suruh dia panggilkan Fatimah. Tiba-tiba ayah dia lalu kat situ. Suruh anak dia balik, Fatimah lak bagitau ayah dia pasal aku. Huhu, takot aku kena marah. Rupanya ayah dia suruh aku ke rumah diorang. Ramah betul mak dia. Sebenarnya, diorang ni family angkat itah, rumet aku. Yang besnya, boleh makan kek coklat. Anak tok ketua ni buat bines tau, jual kek dan biskut. So, sape-sape nak tempah boleh la, standard kek coklat dia jual, RM 40 sebiji. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> <img class="aligncenter size-full wp-image-396" title="p11611401" src="http://ashleycadbury.wordpress.com/files/2009/01/p11611401.jpg" alt="p11611401" width="510" height="382" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">:: ini fatimah dan umi bersama beruk mereka, anak  tok ketua ni :: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Malam tu, aku tolong yong masak. Mak suruh kami makan kat situ. Bukan setakat makan, mak siap suruh kami tidur situ lagi malam tu. Tapi, kami tanak sebab tak bawa baju. Lain kali insyaallah. Wah, makan sedap. Guklai tempoyak, kangkung goring. Ayah plak buat sambal tempoyak. Dia yang buat, dia plak bebel pedas. Haha. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> <img class="aligncenter size-full wp-image-397" title="dsc04129" src="http://ashleycadbury.wordpress.com/files/2009/01/dsc04129.jpg" alt="dsc04129" width="510" height="382" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">:: ni ayah dan mak :: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><img class="aligncenter size-full wp-image-398" title="dsc04128" src="http://ashleycadbury.wordpress.com/files/2009/01/dsc04128.jpg" alt="dsc04128" width="510" height="382" />:: angah dan adeks (nmpk tembam tak , haha)::<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dah nak balik, angah sempat lagi main batu seremban dengan budak-budak tu. Kami pun minta diri dulu. Kesian mak, mesti dia nak sangat kami tidur kat rumah dia. Takpela lain kali ye mak. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Sempat lagi kami singgah kat ipoh. Tengok wayang. Azril nak tengok citer mani! Haha, bongek la. Maut la. Bukan mani. Tapi betul kalau kau tengok betul-betul poster maut tu, Nampak macam mani je. Haha. Ya allah, tak bes lansung citer maut tu. Memang la ada messenge dia, tapi tak faham la. Azril siap tido lagi. Pian pun. Huh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Pastu kami makan kat medan gopeng. Makan lagi aku. Oh ya lupa plak, mak kasi kicap tau. Haha. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Ok lah. Ok lah. Malas dah. Nanti 26haribulan ada kenduri kat rumah mak, insyaallah ke sana lagi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Sekian. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"> </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pertukaran Portfolio]]></title>
<link>http://mylocalagenda.wordpress.com/2008/09/17/pertukaran-portfolio/</link>
<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 12:48:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid>http://mylocalagenda.wordpress.com/2008/09/17/pertukaran-portfolio/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini : Pertukaran portfoli anatara Najib dan Abdullah . Abdullah memegang portfolio Kementerian ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hari ini :</p>
<p>Pertukaran portfoli anatara Najib dan Abdullah .</p>
<p>Abdullah memegang portfolio Kementerian Pertahanan manakala Najib sekarang memegang portfolio Kementerian Kewangan.</p>
<p>Maklumat TV3suku dan NST (rujuk : <strong>http://tinyurl.com/6l4zu2)</strong> :</p>
<p>Abdullah:</p>
<blockquote><p>Anwar sekarang merupakan ancaman kepada negara&#8230;</p></blockquote>
<p>Saya rephrasekan kembali , sebenarnya ..</p>
<blockquote><p>Anwar sekarang merupakan ancaman kepada kekuasaan BN&#8230;</p></blockquote>
<p>Dengan memegang portfolio K. Pertahanan , stanby apa yang Pak Lah akan buat .</p>
<p>ISA @ Akta Darurat ?</p>
<p>Apa perancangan dalaman PR untuk percaturan UMNO ini ?</p>
<p>Di samping itu, makluman bahawa Najib pun sudah mula menjadi sebahgaian dari &#8216;beruk&#8217; ( istilah UMNO untuk para blogger) dengan lamannya di  <a title="Najib" href="http://www.1malaysia.com.my/v1/index.php" target="_blank">http://www.1malaysia.com.my</a><br />
Walaupun dah agak terlambat bagi Najib , namun ucapan selamat datang kepada &#8216;beruk&#8217; baru.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Beruk di Permatang Pauh]]></title>
<link>http://raktamrittika.wordpress.com/2008/08/19/beruk-di-permatang-pauh/</link>
<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 10:27:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>Raktamrittika</dc:creator>
<guid>http://raktamrittika.wordpress.com/2008/08/19/beruk-di-permatang-pauh/</guid>
<description><![CDATA[Ore Kelate Aug 16th, 2008 at 1:30 pm SALAM. WAH!!…MERIAH SUNGGUH WAKTU PENAMAAN CALON TADI..MACAM2 J]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ore Kelate Aug 16th, 2008 at 1:30 pm SALAM. WAH!!…MERIAH SUNGGUH WAKTU PENAMAAN CALON TADI..MACAM2 J]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ustaz Azhar Idrus - Muka Beruk]]></title>
<link>http://ceramahislam.wordpress.com/2008/06/08/ustaz-azhar-idrus-muka-beruk/</link>
<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 15:36:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>hangtuah19</dc:creator>
<guid>http://ceramahislam.wordpress.com/2008/06/08/ustaz-azhar-idrus-muka-beruk/</guid>
<description><![CDATA[Part 1 Part 2 Part 3]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://www.veoh.com/videos/v14017251GADzAsN5?rank=5&#38;">Part 1</a><br />
<a href="http://www.veoh.com/videos/v14017252x8hXkSTz?rank=6&#38;">Part 2</a><br />
<a href="http://www.veoh.com/videos/v14017250Ayr7D4kZ?rank=4&#38;">Part 3</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SANG  BERUK JADI IDOLA]]></title>
<link>http://uripsantoso.wordpress.com/2008/06/04/sang-beruk-jadi-idola/</link>
<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 01:11:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>uripsantoso</dc:creator>
<guid>http://uripsantoso.wordpress.com/2008/06/04/sang-beruk-jadi-idola/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Urip Santoso             Jam 12.00 waktu istirahat bagi karyawan di suatu perguruan tinggi neg]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Oleh:</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Urip Santoso</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span lang="SV"><span>            </span></span></strong>Jam 12.00 waktu istirahat bagi karyawan di suatu perguruan tinggi negeri. Waktu yang amat ditunggu-tunggu. Istirahat, makan, sholat (Isoma). Bahkan saking semangatnya sebelum jam 12.00 mereka sudah keluar dari ruang kerja. Kemana mereka pergi? Kemana lagi kalau bukan di kantin. Biasanya mereka memesan makanan, dan menunggu dengan riuhnya di kursi-kursi yang sudah disediakan. Kantin itu tidak begitu luas. Tapi cukuplah untuk bersantai sambil ngobrol. Ya, sambil menunggu pesanan mereka ngobrol-ngobrol. Dari soal pekerjaan sampai soal pribadi. Tidak lupa juga bergunjing. Gunjing-bergunjing tampaknya sudah menjadi budaya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Seperti biasa, kami<span>  </span>dkk juga ke kantin. Sebenarnya sih belum lapar. Tapi ada hal yang mengenakkan di kantin. Kami biasa ngobrol ke utara ke selatan. Dari masalah BBM, politik, mahasiswa<span>  </span>sebagai generasi muda sampai topic-topik yang hanya popular di lingkungan yang sangat terbatas. Kali ini kami riuh bicara soal perilaku para pemimpin ketika mereka kampaye dan setelahnya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span><span lang="SV">“Ah, saya bosan dengan janji-janji politik”, kata temanku membuka dialog.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>”Lho, kenapa? Kan sudah lanzim, para kandidat ketika kampanye harus menjelaskan program-programnya. Lha, gimana bisa memilih kalau kita tidak tahu apa program-program yang akan dilaksanakan jika mereka terpilih nantinya”, sanggah Ali.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>”Iya, tapi seringkali janji itu tidak ditepati. Coba lihat, katanya BBM tidak akan naik, kok malah sekarang sudah tiga kali naik”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="SV"><span>            </span>”Benar”, dukung Warni. ”Tak usah yang nasional. </span><span lang="IT">Di tingkat kecil-kecil saja, di<span>  </span>di tempat kita kerja ini. Apa, para kandidat ketika kampanye janjinya wah-wah. Suaranya begitu lembut. Semua saran diterima. Eh, setelah jadi malah jadi ganas. Semua saran dan kritik<span>  </span>yang tidak sesuai ditolak habis-habisan. Malah dengan emosi lagi. Ya, kan?!<!--more--></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>“Contoh lagi, tambah Warok. Lihat apa yang terjadi di propinsi kita ini. Sang gubernur janji-janji akan merubah daerah ini menjadi daerah yang nomor wahid. Apa nyatanya. Mandeg dan mandeg. Tak ada perubahan. Malah program-programnya tidak konsisten, tidak jelas alias omong kosong.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>“Eh nanti dulu, bantah Sopi sang tim sukses. “Propinsi kita ini sudah maju dan berubah. Lihat saja banyak ruko bertumbuhan. Angka pertumbuhan pun fantatis, 7,5%. Kesejahteraan PNS juga meningkat. Dan masih banyak lagi. Apa anda-anda kita bisa melihatnya”, katanya berapi-api.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>“Itu kan usaha dari rakyatnya. PNS kan itu kebijakan dari pemerintah. Nyatanya pertumbuhan ekonomi yang katanya 7,5% itu kan andil Pemda dipertanyakan. Apalagi banyak kan program-program yang belum jelas. Malah tampaknya peletakkan batu pertama di sebagian proyek juga merupakan batu terakhir kan?, sanggah Ani.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>“Tidak bisa, anda bisa obyektif”, coba lihat sekali lagi dengan teliti, Sopi sedikit emosi.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IT">Kami tidak sadar bahwa makanan yang dipesan telah tersedia sejak tadi. </span><span lang="FI">Kami baru sadar untuk apa kami ke kantin ketika perut mulai bernyanyi. Sejenak obrolan terhenti. Tapi tampaknya kami masih penasaran. Oleh sebab itu, sambil makan kami teruskan diolog informal kami.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>”Tapi benar lho, banyak orang apatis. Saya yakin, di pemilu yang akan datang akan lebih banyak lagi golput”, buka saya. Soalnya, janji<span>  </span>sang kandidat hanya di bibir saja.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="FI"><span>            </span></span><span lang="SV">”Itu kan janji politik”, jelas Wulan sang ahli politik praktis. Sebuah janji politik, atau janji pada waktu kampanye tidak harus dipenuhi”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>”Tidak bisa&#8230; tidak bisa. Itu namanya munafik dan kebohongan publik”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>”Sebentar dulu, janji sewaktu kampanye kan ditujukan untuk meraih<span>  </span>suara sebanyak-banyaknya. Oleh sebab itu, janji di kampanye harus yang bombastis. Jika tidak bombastis maka sedikit yang tertarik. Nah, baru setelah terpilih sang pemimpin mulai berpikir lebih rasional, sehingga sering kali janji selama kampanye tidak rasional dan sulit untuk dipenuhi. Apalagi, jika faktor-faktor yang mempengaruhi program itu tidak mendukung sama sekali. Contohnya dalam kasus BBM.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>”Ah sudahlah, jadi janji waktu kampanye tidak bisa dipegang dong”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>”Bukan tidak bisa dipegang, tetapi dirasionalisasikan”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>”Ah, tak usahlah berputar-putar. Maksudnya kan sang pemimpin perlu mengembalikan modalnya kan? Plus bunga plus keuntungan plus&#8230;plus&#8230;”. Alias korupsi!</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="SV"><span>            </span>”Sudahlah, tahun depan kan pemilu. </span><span lang="FI">Kita-kita ini lebih baik memilih”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>”Kenapa”?</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>”Lebih baik ada pemimpin meski tidak sesuai dengan harapan. Sebab tanpa pemimpin akan lebih kacau”</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="FI"><span>            </span></span><span lang="SV">”Maksudnya, pilih yang terbaik diantara yang buruk”?</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>”Ya, begitulah”. Akan lebih baik pemimpin yang lalim daripada tidak ada pemimpin”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>”Apa nggak keliru?” Saya kok jadi ragu!</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>” Saya sih, jika nanti ada sepuluh calon, dan diantara mereka ada beruk, saya akan pilih beruk”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>”Lho????</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>”Iya, beruk kan pasti tidak mengobral janji. Juga tidak akan korupsi. Kalau pun korupsi paling banter hanya satu sisir pisang yang dibawanya. Itupun tidak akan habis”..</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>”Ha&#8230;. ha &#8230;. ha, kami terpingkal-pingkal.</span></span></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["200,000 KERA DI HUTAN Disusukan BN!!! ||| Ke... BERUK??? Ke... ORANG UTAN???"]]></title>
<link>http://epemudapas.wordpress.com/2008/03/28/200000-kera-di-hutan-disusukan-bn-ke-beruk-ke-orang-utan/</link>
<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 15:10:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>e Pemuda PAS</dc:creator>
<guid>http://epemudapas.wordpress.com/2008/03/28/200000-kera-di-hutan-disusukan-bn-ke-beruk-ke-orang-utan/</guid>
<description><![CDATA[*********************************************************************************************** “JOM]]></description>
<content:encoded><![CDATA[*********************************************************************************************** “JOM]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["PERJELASAN Isu Orang Utan (UMNO???)"]]></title>
<link>http://epemudapas.wordpress.com/2008/03/17/perjelasan-isu-orang-utan-umno/</link>
<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 05:14:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>e Pemuda PAS</dc:creator>
<guid>http://epemudapas.wordpress.com/2008/03/17/perjelasan-isu-orang-utan-umno/</guid>
<description><![CDATA[Terima Kasih kepada sahabat IH Mediacs Video kali ini menerangkan secara ringkas tentang statement y]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Terima Kasih kepada sahabat IH Mediacs Video kali ini menerangkan secara ringkas tentang statement y]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Isu Orang Hutan:Antara KEBENARAN dan PENIPUAN]]></title>
<link>http://cikgustaz.wordpress.com/2008/03/04/isu-orang-hutanantara-kebenaran-dan-penipuan/</link>
<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 08:18:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>cikgustaz</dc:creator>
<guid>http://cikgustaz.wordpress.com/2008/03/04/isu-orang-hutanantara-kebenaran-dan-penipuan/</guid>
<description><![CDATA[Mesti Tonton!! Tidak kira orng PAS,umNO, atau sebaginya.Smada orang Islam atau tidak sama2 lah hayat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Mesti Tonton!! Tidak kira orng PAS,umNO, atau sebaginya.Smada orang Islam atau tidak sama2 lah hayat]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
