<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>blawgger-indonesia &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/blawgger-indonesia/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "blawgger-indonesia"</description>
	<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 03:05:23 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Bedah Buku "Bangkit Indonesia: Menaklukkan Tantangan, Meraih Harapan" ]]></title>
<link>http://panmohamadfaiz.com/2009/04/28/bedah-buku-bangkit-indonesia-menaklukkan-tantangan-meraih-harapan/</link>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 03:23:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pan Mohamad Faiz</dc:creator>
<guid>http://panmohamadfaiz.com/2009/04/28/bedah-buku-bangkit-indonesia-menaklukkan-tantangan-meraih-harapan/</guid>
<description><![CDATA[BUAH BUKU PEMIKIRAN UNTUK KEBANGKITAN INDONESIA Karya Pan Mohamad Faiz Solusikini.com &#8211; Buku b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><span style="color:#000080;"><strong>BUAH BUKU PEMIKIRAN UNTUK KEBANGKITAN INDONESIA<br />
Karya Pan Mohamad Faiz</strong></span></p>
<p><strong><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-555" title="buku2" src="http://panmohamadfaiz.wordpress.com/files/2009/04/buku2.jpg?w=107" alt="buku2" width="107" height="150" />Solusikini.com</strong> &#8211; Buku berjudul “Bangkit Indonesia: Menaklukkan Tantangan, Meraih Harapan”, karya Pan Mohamad Faiz (PMF) dibedah di Ruang Prof. Padmo Wahyono, FHUI, Depok, Jawa Barat dengan dibuka melalui nyanyian Indonesia Raya, serta alunan biola dari dan puisi. Perjalanan konten buku ini dimulai sejak masa kuliah penulis hingga sekarang. Buku ini juga berusaha untuk menuangkan gagasan pemikiran yang terserak, dan dikumpulkan untuk membangkitkan Indonesia ditengah-tengah tantangan dan juga bagaimana untuk meraih harapan.</p>
<p>Keberadaan bedah buku Pan Muhamad Faiz ini didukung oleh tiga pembedah, <strong>Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D.</strong> yang dahulu juga merupakan pembimbing dari PMF ketika masih Mahasiswa, <strong>Riza Fadli Buditomo</strong> sebagai pribadi yang bekerja di salah satu Lawfirm terbesar di Jakrta yang dahulu juga merupakan senior penulis di FHUI, serta <strong>Manggala Putra Gonjeshenn</strong> selaku Ketua Ketus Studi Mahasiswa (KSM) Eka Prasetya periode 2009. Dari semua pembedah seluruhnya juga memaparkan kebanggan kepada penulis karena keberaniannya untuk menuliskan sebuah buku di usianya yang cukup muda. Karena pada hakikatnya, bangsa ini kita bisa memilih menjadi sel yang rapuh atau sel kokoh sebagai tulang punggung bangsa ini. Sebagai seorang pemuda yang baik, maka haruslah menuangkan pemikiran kepada bangsa ini yang salah satunya bisa dalam bentuk sebuah buku dan dengan demikian maka ia dapat digolongkan menjadi sel yang kokoh.</p>
<p><!--more-->Pengalaman langsung PMF selama menempuh pendidikan di India juga ditorehkan di dalam bukunya. Sebagaimana Indonesia yang memiliki jumlah penduduk yang sama banyaknya dengan India, seharusnya bekerjasama untuk menjadi raksasa dunia. Sedangkan dalam hal ini menurut PMF dalam bukunya, dengan melihat keadaan Indonesia ketika berada di India, ia menginginkan kesejajaran dan persamaan antara Indonesia, India dan juga China (CINDONESIA). CINDONESIA yang diikat dalam satu regional benua yang sama menjadi tempat hunian dari hampir separuh umat manusia di muka bumi, sudah seyogyanya saling bekerjasama dan belajar satu sama lainnya.</p>
<p>Buku ini ternyata juga mendapatkan respons yang baik di semua tataran masyarakat yang dapat dilihat dalam blog penulis (http://jurnalhukum.blogspot.com/). Penulis yang bekerja cukup lama di Mahkamah Konstitusi ini dalam bukunya menyertakan beberapa pendapat mengenai beliau dan bukunya yang diantaranya adalah; Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., Guru Besar Hukum Tata Negara, Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Dr. Adhyaksa Dault, M.Si., Menteri Negara Pemuda dan Olahraga RI, H.E. Mr. Biren Nanda, Duta Besar India untuk Indonesia.</p>
<p>Fenomena pelajar yang berada di Luar Indonesia, juga merupakan kejadian yang menarik yang dipaparkan di dalam buku ini. Ketika seseorang berada di luar Indonesia, acapkali terjadi permasalahan terkait dengan keinginannya untuk tetap tinggal dan tidak berkontribusi kepada Indonesia. Brain Drain, yang dialami oleh orang Indonesia dapat dilihat dengan tidak kalahnya orang Indonesia di tataran Internasional. Maka perlunya konsep refresh brain drain yakni menyadarkan orang Indonesia di luar wilayah Indonesia untuk hijrah menuangkan ilmu yang telah didapatkan di luar negri kepada Bangsa dan Negara.</p>
<p>Selamat bagi pemuda tulang punggung Negara untuk dapat menikmati buku buah karya perdana PMF.</p>
<p><strong>Sumber</strong>: http://www.solusikini.com/?m=atl&#38;no=30</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Blogger Indonesia of the Week (87): PMF ]]></title>
<link>http://panmohamadfaiz.com/2008/11/07/blogger-indonesia-of-the-week-87-pmf/</link>
<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 22:50:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pan Mohamad Faiz</dc:creator>
<guid>http://panmohamadfaiz.com/2008/11/07/blogger-indonesia-of-the-week-87-pmf/</guid>
<description><![CDATA[BLOGGER INDONESIA OF THE WEEK (87) . Beberapa waktu yang lalu saya menerima pesan elektronik mengena]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:center;"><strong><span style="color:#000099;">BLOGGER INDONESIA OF THE WEEK (87)</span></strong></div>
<div style="text-align:right;"><strong><span style="color:#ffffff;">.</span></strong></div>
<div><a href="http://2.bp.blogspot.com/_69afOHQ42c4/SRTB4JHffbI/AAAAAAAAAnc/8-GBlJsTTw4/s1600-h/HoldingAward.jpg"><img style="float:left;width:99px;cursor:hand;height:111px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_69afOHQ42c4/SRTB4JHffbI/AAAAAAAAAnc/8-GBlJsTTw4/s200/HoldingAward.jpg" border="0" alt="" /></a>Beberapa waktu yang lalu saya menerima pesan elektronik mengenai hasil review dari salah satu “Bapak Blogger” Indonesia, <a href="http://fatihsyuhud.com/2008/11/01/blogger-indonesia-of-the-week-87-pan-mohamad-faiz/" target="new">A. Fatih Syuhud</a>, terhadap Blawg saya yang berbahasa Inggris. Dalam tulisan singkatnya menyimpulkan bahwa saya berhak menyandang masuk dalam daftar lanjutan &#8220;<strong>Blogger Indonesia of the Week&#8221;</strong> yang ke-87.</div>
<div><span style="color:#ffffff;">.</span></div>
<div>Saya sendiri tidak dapat berkomentar banyak terhadap penilaian tersebut, karena saya menyadari dan menilai bahwa masih banyak rekan-rekan Blogger Indonesia yang seyogyanya lebih pantas mendapatkan apresiasi tersebut. Namun demikian, tetap wajib hukumnya bagi saya untuk mengucapkan untaian tulus rasa terima kasih kepadanya, karena secara tidak langsung Cak Fatih turut pula membangkitkan kembali ‘gairah’ menulis saya di dalam Blawg ini yang sempat surut.</div>
<div><span style="color:#ffffff;">.</span></div>
<div>Setidaknya, saya pun akhirnya menjadi tersadarkan bahwa pengunjung blog khusus hukum ini ternyata bukan hanya inklusif dari komunitas hukum saja, namun juga berasal dari berbagai latar belakang program pendidikan, baik yang memang disengaja berkunjung maupun yang kebetulan ‘mampir ‘ menjenguk blog ini.</div>
<div><span class="fullpost"><!--more-->Tentunya apresiasi yang dialamatkan kepada saya ini harus pula membawa perubahan yang berarti bagi saya, khususnya dalam “melayani” para pembaca untuk senantiasa memperoleh bahan bacaan yang lebih berisi, bermanfaat, ringan dan mudah dipahami oleh semua pihak.</span></div>
<div><span class="fullpost">.</span></div>
<div><span class="fullpost">Berikut ulasan yang disampaikan oleh A. Fatih Syuhud atas penganugerahan “Blogger of the Week (BOW)&#8221; terhadap Blawg saya. Semoga dapat juga menjadi bahan inspirasi bagi kita semua.</span></div>
<div><span class="fullpost">.</span></div>
<div><span class="fullpost">Salam Hangat dari München (Jerman),<br />
Pan Mohamad Faiz</span></div>
<div><span class="fullpost"><span style="color:#ffffff;">.</span></span></div>
<div><span class="fullpost">***</span></div>
<div><span class="fullpost"><span style="color:#ffffff;">.</span></span></div>
<div><strong>Blogger Indonesia of the Week (87): Pan Mohamad Faiz</strong></div>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span> </p>
<div><strong></strong></div>
<div><a href="http://faizlawjournal.blogspot.com/" target="_blank">Pan Mohamad Faiz</a> is a visionary blogger and a man-of-principle personality, so to speak. He knows what he wants to do. When the first time I met him in my last-year stay in India in 2007 he asked me how to make a blog.</div>
<div><span style="color:#ffffff;">.</span></div>
<div>At the same time he insisted that he wanted to have a niche blog on law, his specialty, not a personal blog. He knows that a <a href="http://afatih.wordpress.com/2008/01/02/jangan-terobsesi-komentar-blog-pakar-dan-non-pakar/" target="_blank">niche blog will not get a good traffic instantly</a> but he is sure it will create faithful readers and, thus credibility to the blogger concerned. He wants his blog to emphasize on specific quality content. I couldn’t agree more with him.</div>
<div><span style="color:#ffffff;">.</span></div>
<div>Many new bloggers just want to make a blog with instant high traffic and many comments–like old timers. The absence of which will make them discouraged and then <a href="http://fatihsyuhud.com/2008/07/04/to-blog-or-not-to-blog-2/" target="_blank">quit blogging</a>. That’s why we saw <a href="http://fatihsyuhud.com/2008/06/28/to-blog-or-not-to-blog/" target="_blank">many “drop-out” bloggers every now and then</a>.</div>
<div><span style="color:#ffffff;">.</span></div>
<div>Faiz, as I used to call him, is the kind of blogger who care less to traffic of his blog or to the amount of comments he receives. He focuses more on how to write a good content vigorously. He doesn’t expect many comments nor many visitors, though he’ll be grateful if any. These are the keys for any blogger to survive and endure a long blogging experience without which you’ll find your blogging passion dissipates in a short span of time.</div>
<div><span style="color:#ffffff;">.</span></div>
<div><em><strong>The Content</strong></em></div>
<div><strong><em><span style="color:#ffffff;">.</span></em></strong></div>
<div>To know Faiz’s blog content is simple. Read <a href="http://www.blogger.com/profile/05840162214979656291" target="_blank">his profile</a>, and you’d immediately know what it is all about:</div>
<div>
<blockquote><p>Pan Mohamad Faiz was born in Jakarta, Indonesia. After getting his Bachelor of Law (LL.B.) degree from Faculty of Law, University of Indonesia, he received a Full Scholarship from ICCR to continue his advance study at Faculty of Law, University of Delhi. On July 2008, he successfully graduated from University of Delhi (First Division Rank) with degree in Master of Comparative Laws (M.C.L.) specializing on Comparative Constitutional Law.</p>
<p>Presently he is a legal and constitutional law observer as well as an active op-ed writer in many National Newspapers and Journals. Moreover, he is appointed as a Judicial Administrative Assistance to Constitutional Justice at Constitutional Court of Indonesia. This Blawg (Law Blog) describes his strong thought about Law and other Social Sciences.</p></blockquote>
<p>So, it’s clear that Faiz’s niche blog is about law. Both Indonesia and international law. This is what he wants to achieve: whenever you want to know about law, visit his blog. And whenever you want to talk about it, talk to Faiz. This is the advantage of having a niche blog and of being a “niche” blogger. []</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Happy Eid-ul Fitr 1429 H]]></title>
<link>http://panmohamadfaiz.com/2008/10/04/happy-eid-ul-fitr-1429-h/</link>
<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 12:49:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pan Mohamad Faiz</dc:creator>
<guid>http://panmohamadfaiz.com/2008/10/04/happy-eid-ul-fitr-1429-h/</guid>
<description><![CDATA[Assalamualaikum Wr. Wb. Dear my Blawgger Colleagues, The holy and graceful Ramadan has past. On this]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/_69afOHQ42c4/SOdgd_6gORI/AAAAAAAAAmU/5AQi4KBEr6M/s1600-h/windowslivewritereidmubarak-eeb1eid-mubarak-thumb.gif"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_69afOHQ42c4/SOdgd_6gORI/AAAAAAAAAmU/5AQi4KBEr6M/s200/windowslivewritereidmubarak-eeb1eid-mubarak-thumb.gif" border="0" alt="" /></a><span style="font-style:italic;"><br />
<span style="font-weight:bold;">Assalamualaikum Wr. Wb.</span></span>
</p>
<p style="text-align:center;">Dear my Blawgger Colleagues,</p>
<p style="text-align:center;">The holy and graceful Ramadan has past.<br />
On this special occasion I would like to wish you and your family:</p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-style:italic;">&#8220;Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. </span> <span style="font-style:italic;"><br />
Kullu &#8216;amin wa antum bi khoir&#8221;</span>
</p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-weight:bold;">Happy Eid ul-Fitr 1429 H</span></p>
<p style="text-align:center;">Please forgive my intentional or intuitively mistakes in the past and<br />
may God always bless us. Amen.</p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-style:italic;"><br />
<span style="font-weight:bold;">Wassalamualaikum Wr. Wb.</span></span>
</p>
<p style="text-align:center;"><!--more-->===</p>
<p style="text-align:center;">Pan Mohamad Faiz, S.H., M.C.L.<br />
The Constitutional Court of Republic of Indonesia
</p>
<p style="text-align:center;"># http://panmohamadfaiz.com #</p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-style:italic;">“I thank God for His abundant mercy, guidance and<br />
endless favors upon humanity and justice”</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Breaking News (2)]]></title>
<link>http://panmohamadfaiz.com/2008/09/26/breaking-news-2/</link>
<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 15:54:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pan Mohamad Faiz</dc:creator>
<guid>http://panmohamadfaiz.com/2008/09/26/breaking-news-2/</guid>
<description><![CDATA[KANDIDAT PESERTA PEMILU DIHIMBAU PELAJARI BERBAGAI ASPEK HUKUM . Memasuki bulan suci Ramadhan, segen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:center;"><span style="font-weight:bold;color:#000099;">KANDIDAT PESERTA PEMILU DIHIMBAU PELAJARI<br />
BERBAGAI ASPEK HUKUM </span></div>
<div style="text-align:right;">.</div>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_69afOHQ42c4/SNz9ez_Zt2I/AAAAAAAAAcM/LbnP4NX3m4U/s1600-h/images.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:92px;height:121px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_69afOHQ42c4/SNz9ez_Zt2I/AAAAAAAAAcM/LbnP4NX3m4U/s200/images.jpg" border="0" alt="" /></a>Memasuki bulan suci Ramadhan, segenap pimpinan dan unsur Pemerintahan Daerah Kabupaten Cirebon memperoleh ‘siraman konstitusi’ dari Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H. pada hari Minggu (24/8) di Asrama Haji, Cirebon, Jawa Barat. Di hadapan para peserta dan undangan acara “Sosialisasi Mahkamah Konstitusi RI dalam Sistem Ketatanegaraan RI”, Jimly mengingatkan akan arti pentingnya UUD 1945 sebagai sistem hukum tertinggi yang harus ditaati oleh seluruh aparatur dan warga negara Indonesia.</p>
<p>“Hingga kini masih banyak terjadi pengamalan Pasal-Pasal UUD 1945 yang dituangkan dalam berbagai peraturan perundang-undangan bukan pada tataran substansi yang implementatif, namun hanya sebatas pertimbangan formalitas belaka”, ujar Jimly kepada ratusan peserta yang memadati ruang pertemuan.</p>
<p><!--more--><span class="fullpost">Sosialisasi yang berlangsung cukup interaktif tersebut dirasakan oleh banyak pihak sedikit lebih spesial dibandingkan dengan acara-acara sejenis sebelumnya. Pasalnya, pertemuan yang diadakan pada hari libur itu juga berbarengan dengan kegiatan Parade Obor Nasional yang diselenggarakan oleh Yayasan Obor Nusantara. Para pelajar SMP dan SMA dari seluruh Kabupaten Cirebon turut pula hadir untuk memperoleh ilmu dan wawasan tentang sistem ketatanegaraan kontemporer dan nilai-nilai kebangsaan. Melihat banyaknya peserta yang berasal dari kalangan pelajar, Jimly segera mengaitkan paparannya antara amanat konstitusi tentang pengalokasian 20% anggaran pendidikan dari APBN /APBD dengan kebijakan Pemkab Cirebon di bidang pendidikan.</span></p>
<p>“Pemkab Cirebon pun sekarang harus bisa mengalokasikan anggaran pendidikan 20% lebih dari APBD. Dengan begitu putra-putra terbaik daerah Cirebon bisa semakin unggul dari wilayah-wilayah lainnya,” papar Jimly yang disambut tepuk tangan meriah, baik dari Bupati Cirebon yang sedang duduk di sebelahnya maupun dari para guru dan siswa yang hadir.Saat ini, Kabupaten Cirebon yang dipimpin oleh Bupati Dedi Supardi memang menjadi salah satu Kabupaten yang masuk dalam kelompok 10% dari 483 Kabupaten di Indonesia yang telah berhasil mengalokasikan anggaran pendidikan 20% dari APBD. Salah satu program pendidikan andalan yang dilaksanakannya yaitu program dana abadi sejumlah Rp. 10 miliar yang dipergunakan untuk peningkatan kualitas pendidikan dari TK sampai dengan SMA dan pemberian beasiswa terhadap mahasiswa berprestasi dari Cirebon.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Sengeketa Pemilu semakin Rumit</span></p>
<p>Di saat yang bersamaan, materi terkait dengan Pilkada dan Pemilu Nasional juga menjadi bahan sosialisasi yang disampaikan oleh Jimly Asshiddiqie. Guru Besar Hukum Tata Negara dari Universitas Indonesia ini menjelaskan bahwa pada Pemilu 2004 yang lalu, Mahkamah Konstitusi hanya mengadili obyek sengketa Pemilu terhadap perselisihan suara yang mempengaruhi perolehan bangku.</p>
<p>Akan tetapi, lanjutnya, obyek sengketa Pemilu 2009 diperkirakan dapat semakin meluas jika tidak diantisipasi jalan keluarnya dari sekarang. Menurutnya, selain perselisihan suara yang mempengaruhi perolehan bangku, ketentuan parliamentary trashhold dan sistem perolehan suara berdasarkan nomor urut atau suara terbanyak akan menjadi isu sentral dalam obyek sengketa Pemilu 2009.</p>
<p>Terkait dengan hal tersebut, Jimly menghimbau kepada para peserta yang berniat untuk menjadi kontestan Pemilu mendatang untuk mempelajari segala aspek yang berkaitan dengan peraturan perundang-undangan Pemilu, termasuk juga mengenai tata cara berperkara di Mahkamah Konstitusi apabila diperlukan.</p>
<p>“Jangan sampai sengketa Pemilu nanti menjadi konflik antar kandidat atau antar pendukung kandidat yang justru dapat merusak sistem demokrasi yang telah terbangun baik. Para peserta Pemilu diharapkan dapat siap secara mental dan intelektual untuk menemukan jalan keluar yang sudah disediakan sesuai dengan koridor hukum dan konstitusi negara Indonesia”, ujarnya. [PMF]</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Sumber:</span> www.jimly.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Breaking News...]]></title>
<link>http://panmohamadfaiz.com/2008/09/24/breaking-news/</link>
<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 14:38:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pan Mohamad Faiz</dc:creator>
<guid>http://panmohamadfaiz.com/2008/09/24/breaking-news/</guid>
<description><![CDATA[Setelah kembali pada rutinitas keseharian di Jakarta, maka waktu yang biasanya saya miliki dengan le]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://panmohamadfaiz.wordpress.com/files/2008/09/breaking-news.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-398" title="breaking-news" src="http://panmohamadfaiz.wordpress.com/files/2008/09/breaking-news.jpg" alt="" width="105" height="105" /></a>Setelah kembali pada rutinitas keseharian di Jakarta, maka waktu yang biasanya saya miliki dengan leluasa kini tersita oleh tugas-tugas yang silih-berganti berdatangan. Oleh karenanya, tulisan artikel saya pada blog ini kini seakan menjadi berkurang frekuensi keluarannya. Salah satu hal yang menyebabkanya yaitu tersitanya waktu saya dikarenaan adanya penambahan mandat dalam melakukan &#8220;pendampingan&#8221; penuh kepada salah satu Hakim Konstitusi RI, setidaknya dapat saya katakan hingga hari ini.</p>
<p>Buat saya pribadi yang masih terlalu hijau, hal ini merupakan suatu amanah yang cukup berat. Namun, hikmah yang dapat saya ambil tentunya pendampingan ini akan membawa pelajaran dan pengalaman berharga, bukan saja di ranah hukum, tetapi juga di sistem birokrasi dan arena peradilan Indonesia.</p>
<p><!--more--><span><span class="fullpost">Untuk mengisi dan lebih memberi warna kembali pada Blog ini, maka saya akan mencoba melakukan posting ulang di antara artikel-artikel saya atas ulasan terhadap beragam aktivitas sang founder MKRI dimaksud untuk batas waktu beberapa bulan mendatang. Alasannya: (1) Apa yang akan saya lakukan ini masih dapat dikatakan berhubungan dengan basis &#8220;citizen journalism&#8221;, setidaknya sebagai ladang pembelajaran dan eksperimentasi penulisan berita; (2) Saya dapat mensharing juga berbagai pengetahuan terbaru tentang konstitusi termasuk ide-ide visioner yang seringkali digagas oleh Negarawan kampiun dimaksud kepada para pembaca sekalian.</span></span></p>
<p>Bukankah Rasulullah SAW pernah bersabda, <em>&#8220;Khairunnas anfa’uhum linnas&#8221;</em>, yang artinya sebaik-baiknya manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain (H.R. Bukhari dan Muslim). Berangkat dari hal tersebut, maka saya selalu memegang prinsip bahwa segala sesuatu dan apapun yang kita lakukan, sebaiknya pula dapat mendatangkan manfaat bagi siapapun sesuai dengan kapasitas dan jangkauan kita.</p>
<p>Untuk itu berbagai saran dan kritik terhadap berita terkait pada nantinya, amat sangat saya harapkan demi kenyamanan para pembaca yang budiman.</p>
<p>Salam Hangat,</p>
<p>PMF</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Di antara Inkonstitusionalitas dan Inkonsistensi Putusan Mahkamah]]></title>
<link>http://panmohamadfaiz.com/2008/08/27/di-antara-inkonstitusionalitas-dan-inkonsistensi-putusan-mahkamah/</link>
<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 10:27:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pan Mohamad Faiz</dc:creator>
<guid>http://panmohamadfaiz.com/2008/08/27/di-antara-inkonstitusionalitas-dan-inkonsistensi-putusan-mahkamah/</guid>
<description><![CDATA[DISKURSUS AMAR PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI  .  Pada tulisan sebelumnya, penulis telah menguraikan im]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:center;"><span style="color:#000099;"><strong>DISKURSUS AMAR PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI </strong></span></div>
<div style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;">.</span> </div>
<div><a href="http://2.bp.blogspot.com/_69afOHQ42c4/SLUagm6Uw1I/AAAAAAAAAbk/cFiKGHQPiYA/s1600-h/Putusan.jpg"><img style="float:left;cursor:hand;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_69afOHQ42c4/SLUagm6Uw1I/AAAAAAAAAbk/cFiKGHQPiYA/s200/Putusan.jpg" border="0" alt="" width="84" height="97" /></a>Pada tulisan sebelumnya, penulis telah menguraikan implikasi praktis atas Putusan Pengujian Undang-Undang tentang APBN 2008 terkait dengan konstitusionalitas 20% anggaran pendidikan. Setelah empat kali menyatakan bahwa anggaran pendidikan di bawah 20% dari APBN merupakan ketentuan yang inkonstitusional, akhirnya Pemerintah berencana untuk menganggarkan 20% anggaran APBN untuk sektor pendidikan di tahun 2009.</div>
<div><span style="color:#ffffff;">.</span></div>
<div>Dalam tulisan kali ini, penulis hendak mengajak kita semua untuk masuk dalam tataran akademis kerangka putusan secara formil, dimana terdapat perbedaan penulisan amar antara Putusan yang dibacakan dengan ketentuan yang ada di dalam Undang-Undang tentang Mahkamah Konstitusi (UUMK) dan Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK).</div>
<div><span style="color:#ffffff;">.</span></div>
<div>Untuk memudahkannya, marilah kita cermati bersama perbandingan penulisannya satu-persatu:</div>
<p><strong><!--more-->I. KUTIPAN PUTUSAN NOMOR 13/PUU-VI/2008 dibacakan pada hari Rabu, 13 Agustus 2008 </strong><span class="fullpost"><br />
</span><span class="fullpost"><strong></strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span class="fullpost"><strong>4. KONKLUSI </strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span class="fullpost">Berdasarkan seluruh pertimbangan terhadap fakta dan hukum sebagaimana diuraikan di atas, Mahkamah berkesimpulan:</span> </p>
<p>[4.1] Bahwa cara penghitungan persentase anggaran pendidikan yang diterangkan Pemerintah yaitu perbandingan anggaran fungsi pendidikan terhadap total anggaran belanja negara (yang telah dikurangi dengan anggaran untuk beban subsidi energi dan pembayaran bunga utang) bukanlah cara penghitungan yang dianut oleh UU APBN-P 2008, sehingga tidak memiliki nilai hukum sebagai alat bukti untuk mempertimbangkan konstitusionalitas anggaran pendidikan dalam UU APBN-P 2008 dan oleh karenanya harus dikesampingkan;</p>
<p>[4.2] Bahwa telah ternyata anggaran pendidikan dalam UU APBN-P 2008 hanya sebesar 15,6%, sehingga tidak memenuhi ketentuan konstitusional sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara. Dengan demikian, UU APBN-P 2008 bertentangan dengan UUD 1945, sehingga permohonan para Pemohon beralasan;</p>
<p>[4.3] Bahwa meskipun UU APBN-P 2008 bertentangan dengan UUD 1945, tetapi untuk menghindari risiko kekacauan dalam penyelenggaraan administrasi keuangan negara, UU APBN-P 2008 dinyatakan tetap berlaku sampai dengan diundangkannya Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2009.</p>
<div style="text-align:center;"><strong>5. AMAR PUTUSAN </strong></div>
<div> </div>
<div>Dengan mengingat Pasal 56 ayat (2) dan ayat (3), Pasal 57 ayat (1) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 98, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4316), maka berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.</div>
<div><strong></strong> </div>
<div style="text-align:center;"><strong>Mengadili, </strong></div>
<div> </div>
<div>Menyatakan permohonan para Pemohon <span style="text-decoration:underline;">dikabulkan</span>;</div>
<p>Menyatakan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2007 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4848) <span style="text-decoration:underline;">bertentangan</span> dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;</p>
<p>Menyatakan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2007 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4848) <span style="text-decoration:underline;">tetap berlaku</span> sampai diundangkannya Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009.</p>
<p><strong>II. PETIKAN PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR: 06/PMK/2005 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERKARA PENGUJIAN UNDANG-UNDANG MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA<br />
</strong></p>
<div style="text-align:center;"><strong><br />
Pasal 36 </strong></div>
<p>a. “Menyatakan permohonan Pemohon tidak dapat diterima”, dalam hal permohonan tidak memenuhi syarat sebagaimana dimaksud Pasal 56 ayat (1) UU Nomor 24 Tahun 2003;</p>
<div>b. “<span style="text-decoration:underline;">Mengabulkan</span> permohonan Pemohon”;</div>
<div> </div>
<div>“Menyatakan bahwa materi muatan ayat, pasal, dan/atau bagian dari UU dimaksud <span style="text-decoration:underline;">bertentangan</span> dengan UUD 1945”;</div>
<div> </div>
<div>“Menyatakan bahwa materi muatan ayat, pasal, dan/atau bagian dari UU dimaksud tidak <span style="text-decoration:underline;">mempunyai kekuatan hukum mengikat</span>”, dalam hal permohonan beralasan sebagaimana dimaksud Pasal 56 ayat (2), ayat (3) dan Pasal 57 ayat (1) UU Nomor 24 Tahun 2003;</div>
<div> </div>
<div>c. “Mengabulkan permohonan Pemohon”;</div>
<div> </div>
<div>“Menyatakan bahwa pembentukan UU dimaksud tidak memenuhi ketentuan pembentukan UU berdasarkan</div>
<div>UUD 1945”;</div>
<div> </div>
<div>“Menyatakan UU tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat“, dalam hal permohonan beralasan sebagaimana dimaksud Pasal 56 ayat (4) dan Pasal 57 ayat (2) UU Nomor 24 Tahun 2003;</div>
<div> </div>
<div>d. “Menyatakan permohonan Pemohon ditolak”, dalam hal UU yang dimohonkan pengujian tidak bertentangan dengan UUD 1945, baik mengenai pembentukan maupun materinya sebagian atau keseluruhan sebagaimana dimaksud Pasal 56 ayat (5).</div>
<p><strong>III. PETIKAN UNDANG-UNDANG NO 24 TAHUN 2003 TENTANG MAHKAMAH KONSTITUSI </strong></p>
<div style="text-align:center;"><strong>Pasal 56</strong></div>
<div> </div>
<div>(1) Dalam hal Mahkamah Konstitusi berpendapat bahwa pemohon dan/atau<br />
permohonannya tidak memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 dan Pasal 51, amar putusan menyatakan permohonan tidak dapat diterima.</div>
<p>(2) Dalam hal Mahkamah Konstitusi berpendapat bahwa permohonan beralasan, amar putusan menyatakan <span style="text-decoration:underline;">permohonan dikabulkan</span>.</p>
<p>(3) Dalam hal permohonan dikabulkan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Mahkamah Konstitusi menyatakan dengan tegas materi muatan ayat, pasal, dan/atau bagian dari undang-undang yang <span style="text-decoration:underline;">bertentangan</span> dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.</p>
<p>(4) Dalam hal pembentukan undang-undang dimaksud tidak memenuhi ketentuan pembentukan undang-undang berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, amar putusan menyatakan permohonan dikabulkan.</p>
<p>(5) Dalam hal undang-undang dimaksud tidak bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, baik mengenai pembentukan maupun materinya sebagian atau keseluruhan, amar putusan menyatakan permohonan ditolak.</p>
<div style="text-align:center;"><strong>Pasal 57 </strong></div>
<div> </div>
<div>(1) Putusan Mahkamah Konstitusi yang amar putusannya menyatakan bahwa materi muatan ayat, pasal, dan/atau bagian undang-undang <span style="text-decoration:underline;">bertentangan</span> dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, materi muatan ayat, pasal, dan/atau bagian undang-undang tersebut <span style="text-decoration:underline;">tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat</span>.</div>
<p>(2) Putusan Mahkamah Konstitusi yang amar putusannya menyatakan bahwa pembentukan undang-undang dimaksud tidak memenuhi ketentuan pembentukan undang-undang berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, undang-undang tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.</p>
<p>(3) Putusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan permohonan wajib dimuat dalam Berita Negara dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sejak putusan diucapkan.</p>
<p><strong>IV. ANALISA</strong></p>
<p> </p>
<p>Setelah kita membandingkan antara bunyi amar dengan pedoman penulisannya, seharusnya permohonan yang dikabulkan haruslah dinyatakan muatan ayat, pasal; dan/atau bagiannya bertentangan dengan UUD 1945. Oleh karena itu, muatan ayat, pasal dan/atau bagiannya tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.</p>
<p>Tetapi dalam Putusan No. 13/PUU-VI/2008, amarnya justru berbunyi: (1) mengabulkan permohonan; (2) UU bertentangan dengan UUD; namun (3) UU dinyatakan tetap berlaku dengan syarat tertentu.</p>
<p>Apakah dalam hal formil Putusan tersebut mempunyai kekuatan yang sah dan mengikat? Dapatkah amar putusan memuat isi yang berbeda dengan syarat formil pembuatan putusan? Inilah yang dapat dijadikan diskursus akademis terhadap beberapa Putusan Mahkamah yang sejenisnya.</p>
<p>Tidak jauh berbeda dengan hal tersebut, dalam Putusan terhadap Pengujian Undang-Undang APBN 2006, Mahkamah memutus dengan amar: (1) Permohonan dikabulkan; (3) syarat maksimum katup anggaran pendidikan bertentangan dengan UUD; (3) UU dinyatakan tetap berlaku.</p>
<p>Terhadap bentuk putusan tersebut, menurut saya terdapat tiga argumentasi yang berbeda dalam menyikapi putusan tersebut, yaitu:</p>
<div>1. Penulisan amar putusan sudah tepat, karena apabila UU dinyatakan tidak berlaku maka akan terjadi kekacauan penyelenggaraan negara, khususnya di bidang anggaran negara. Oleh karena itulah, sifat negarawan menjadi prasyarat mutlak untuk menjadi Hakim Konstitusi semata-mata agar Hakim dapat menemukan Putusan yang didasarkan pada kemaslahatan dan keadilan rakyat banyak.</div>
<div> </div>
<div>2. Penulisan amar putusan tidak tepat, seharusnya Mahkamah bisa memberikan putusan yang tegas, konsisten dan sesuai pedoman memutus tanpa harus memperhitungkan efektifitas atau implikasi yang akan terjadi atas putusannya itu.</div>
<div> </div>
<div>3. Amar putusan tidak tepat untuk menerima permohonan. Dikarenakan UU APBN merupakan UU yang karena pembuatan dan keberlakuannya khusus, maka tidak dapat menjadi obyek pengujian undang-undang. Jika hal ini diikuti maka tidak akan terjadi kerancuan penulisan amar, sebab putusan tentunya akan berakhir NO (<em>niet ontvankelijk verklaard</em>).</div>
<p><strong>PENUTUP<br />
</strong><br />
Palu sidang sudah diketuk. Artinya, semanis atau sepahit apapun Putusan, haruslah kita terima dengan lapang dada. Dengan tetap mengkritisi putusan yang ada, diharapkan dapat memperkaya referensi kaidah dan praktik hukum di Indonesia, khususnya yang berkenaan dengan pembaharuan hukum acara dan putusan di Mahkamah Konstitusi.</p>
<p>Satu hal yang dapat dipastikan, dalam memutuskan perkara APBN tersebut, sebagian besar hakim konstitusi telah mengambil langkah yang terbilang cukup berani, bahkan dapat dikatakan memasuki ranah <em>judicial activism</em>. Hemat penulis, hal demikian tidaklah dilarang, selama <em>judicial activism</em> ini tidak berubah menjadi <em>judicial adventure</em> yang muaranya justru mencoba mencari jalan di tengah-tengah kegelapan hukum.</p>
<p>Semoga uraian pengantar ini dapat menjadi stimulus diskusi terhadap praktik ketatanegaraan di tanah air. Bagaimana dengan pendapat anda?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Indonesia Bukan Negara Agama ataupun Negara Sekuler]]></title>
<link>http://panmohamadfaiz.com/2008/08/13/indonesia-bukan-negara-agama-ataupun-negara-sekuler/</link>
<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 11:02:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pan Mohamad Faiz</dc:creator>
<guid>http://panmohamadfaiz.com/2008/08/13/indonesia-bukan-negara-agama-ataupun-negara-sekuler/</guid>
<description><![CDATA[TAFSIR RESMI MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM PUTUSAN PENGUJIAN UU PERADILAN AGAMA . &#8220;Lalu bagaimanak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:center;"><strong><span style="color:#000099;">TAFSIR RESMI MAHKAMAH KONSTITUSI<br />
DALAM PUTUSAN PENGUJIAN UU PERADILAN AGAMA</span></strong></div>
<div style="text-align:center;"><strong></strong></div>
<p>.<br />
&#8220;<em>Lalu bagaimanakah dengan pengaturan Hukum Islam dalam bingkai Nanggroe Aceh Darussalam beserta Perda-Perda bernuansa Islam yang akhir-akhir ini bermunculan di wilayah Indonesia?</em> &#8220;</p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_69afOHQ42c4/SKK2poPtB5I/AAAAAAAAAa8/blXrrHTOG_M/s1600-h/Hukum_Islam_Dinamika_dan_Perkembangannya.jpg"><img style="float:left;width:78px;cursor:hand;height:102px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_69afOHQ42c4/SKK2poPtB5I/AAAAAAAAAa8/blXrrHTOG_M/s200/Hukum_Islam_Dinamika_dan_Perkembangannya.jpg" border="0" alt="" width="98" height="102" /></a>Putusan Mahkamah Konstitusi No.19/PUU-VI/2008 yang kurang memperoleh banyak sorotan publik pada tanggal 8 Agustus yang lalu, ternyata justru mengungkap satu hal yang sangat fundamental dan menjadi tafsir resmi UUD 1945 guna menjawab perdebatan panjang banyak pihak, yaitu hubungan antara Negara dan agama dalam kerangka NKRI.</p>
<p>Awalnya, pertimbangan Mahkamah ini berasal dari permohonan Pengujian Undang-Undang No. 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama terhadap UUD 1945 yang dimohonkan oleh Suryani, salah satu warga negara Indonesia yang berasal dari Kabupaten Serang.</p>
<p>Pemohon mendalilkan bahwa hak konstitusionalnya yang dilindungi oleh Pasal 28E ayat (1), Pasal 28I ayat (1) dan (2), serta Pasal 29 ayat (1) dan (2) guna menjadi umat beragama yang beriman sempurna dan mencapai tingkatan takwa menurut ajaran agama yaitu Islam telah “dibatasi” dengan hadirnya Pasal 49 ayat (1) UU Peradilan Agama, yang berbunyi:</p>
<p><em><!--more-->“Pengadilan agama bertugas dan berwenang memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam di bidang: a. perkawinan; b. waris; c. wasiat; d. hibah; e. wakaf;f. zakat; g. infaq; h. shadaqah; dan i. ekonomi syari&#8217;ah” </em></p>
<p>Lebih dari itu, Pemohon juga meminta penambahan wewenang agar cakupan dan lingkup komptensi peradilan agama diperluas dengan mencakup hukum Islam yang lain, termasuk hukum pidana (<em>jinayah</em>). Menurutnya, hukum Islam dengan semua cabangnya termasuk jinayah harus diberlakukan di Indonesia, karena Indonesia adalah Negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.</p>
<p><strong>Kontradiktif<br />
</strong><br />
Apabila kita menelaah secara cermat, sebenarnya kedua permohonan Pemohon menjadi kontrafiktif satu sama lainnya. Di satu sisi, Pemohon meminta agar Pasal 49 UU Peradilan Agama diputuskan inkonstitusional karena membatasi dirinya untuk menjalankan ibadahnya dengan sempurna. Akan tetapi di sisi lain, Pemohon juga meminta agar kompetensi Peradilan Agama diperluas cakupannya sesuai dengan hukum Islam dalam arti luas, termasuk Hukum Pidana (<em>jinayah</em>) di dalamnya.</p>
<p>Terhadap hal ini Mahkamah Konstitusi (selanjutnya disebut Mahkamah) memberikan pertimbangan bahwa Mahkamah tidak berwenang menambah kompetensi absolut Peradilan Agama yang telah ditentukan. Mahkamah hanya dapat bertindak sebagai negative legislator dan sama sekali tidak berwenang untuk menambah isi peraturan atau dalam kata lain menjadi positive legislator.</p>
<p><strong>Interpretasi Hubungan Negara-Agama<br />
</strong><br />
Pemohon yang mendalilkan bahwa setiap penganut agama yang sah di Indonesia dapat meminta kepada Negara untuk memberlakukan hukum agamanya masing-masing mendasarkan argumennya pada Pasal 28I UUD 1945 yang berbunyi:</p>
<p>Ayat 1: <em>“Hak beragama adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun”</em>.</p>
<p>Ayat 2: <em>“Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang diskriminatif itu”</em>.</p>
<p>Terhadap dalil tersebut di atas, Mahkamah berpendapat bahwa pemahaman yang demikian tidak sesuai dengan paham kenegaraan Indonesia mengenai hubungan antara negara dan agama.</p>
<p>Mahkamah menafsirkan bahwa Indonesia bukan Negara agama yang hanya didasarkan pada satu agama tertentu, namun Indonesia juga bukan negara sekuler yang sama sekali tidak memperhatikan agama dan menyerahkan urusan agama sepenuhnya kepada individu dan masyarakat. Sedangkan dalam falsafah Pancasila, hukum nasional harus menjamin keutuhan ideologi dan integrasi wilayah Negara, serta membangun toleransi beragama yang berkeadilan dan berkeadaban.</p>
<p>Hubungan antara negara dan agama yang demikian pernah juga Penulis utarakan dalam salah satu artikelnya yang dimuat di the Jakarta Post pada akhir tahun 2007 yang lalu dengan judul “<a href="http://www.reformasihukum.org/konten.php?nama=Pemilu&#38;op=detail_politik_pemilu&#38;id=431" target="new">Constitution or Holy Book</a>?”.</p>
<p>Oleh karena itu, Indonesia sebagai Negara yang ber-Ketuhanan YME harus melindungi setiap pemeluk agama untuk melaksanakan ajarannya masing-masing. Dengan demikian, lanjut Mahkamah, hukum nasional dapat menjadi faktor integrasi yang merupakan alat perekat dan pemersatu bangsa. Pelayanan negara kepada warga negara tidak didasarkan pada ukuran besar (mayoritas) dan kecil (minoritas) pemeluk agama, suku ataupun ras.</p>
<p><strong>‘Nasib’ Hukum Islam di Indonesia<br />
</strong><br />
Ketika Mahkamah menjelaskan bahwa hukum nasional menjadi sumber hukum yang utama dan meliputi seluruh wilayah kesatuan Indonesia, lalu bagaimanakah dengan posisi Hukum Islam itu sendiri sebagai sumber hukum?</p>
<p>Dalam hal ini, hukum Islam memang telah lama menjadi sumber hukum nasional, namun demikian hukum Islam bukanlah satu-satunya sumber hukum nasional. Sumber hukum nasional selain hukum Islam, diantaranya yaitu hukum adat, hukum barat, serta sumber tradisi hukum lainnya.</p>
<p>Mahkamah menegaskan hukum Islam dapat berperan menjadi salah satu sumber materiil sebagai bahan peraturan perundang-undangan formal yang dapat digunakan bersama-sama dengan sumber hukum lainnya untuk membentuk peraturan perundang-undangn yang berlaku sebagai hukum nasional.</p>
<p>Dari seluruh penafsiran di atas maka penulis menyimpulkan bahwa Indonesia bukanlah negara agama dan bukan juga Negara sekuler, melainkan sebagai Negara Pancasila (Pancasila State). Hukum Islam hanyalah dijadikan salah satu sumber hukum nasional dalam peraturan perundang-undangan di wilayah Indonesia.</p>
<p>Lalu bagaimanakah dengan pengaturan Hukum Islam dalam bingkai Naggroe Aceh Darussalam beserta Perda-Perda bernuansa Islam yang akhir-akhir ini bermunculan di wilayah Indonesia? Apakah peraturan-peraturan tersebut mempunyai nilai konstitusionalitas untuk diterapkan di bumi Nusantara ini? Penulis akan membahasnya melalui artikel Hukum dan Konstitusi selanjutnya di Blog Jurnal Hukum ini.</p>
<p><strong>Keterangan</strong>: Unduh Putusan lengkap Putusan MK di atas (<a href="http://panmohamadfaiz.wordpress.com/files/2008/08/putusan-mk-tentang-peradilan-agama.pdf" target="_blank">click</a>)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berita Kelulusan]]></title>
<link>http://panmohamadfaiz.com/2008/08/04/311/</link>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 16:21:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pan Mohamad Faiz</dc:creator>
<guid>http://panmohamadfaiz.com/2008/08/04/311/</guid>
<description><![CDATA[LULUS DENGAN PREDIKAT &#8220;FIRST DIVISION&#8221; Syukur Alhamdulillah, setelah melalui perjuangan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><span style="font-weight:bold;color:#000099;">LULUS DENGAN PREDIKAT &#8220;FIRST DIVISION&#8221;</span></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://bp0.blogger.com/_69afOHQ42c4/SJcrIA1HVJI/AAAAAAAAAak/eMn8PVfRl6g/s1600-h/university_of_delhi.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp0.blogger.com/_69afOHQ42c4/SJcrIA1HVJI/AAAAAAAAAak/eMn8PVfRl6g/s200/university_of_delhi.jpg" border="0" alt="" width="115" height="75" /></a>Syukur Alhamdulillah, setelah melalui perjuangan yang cukup panjang dan melelahkan akhirnya saya dapat menyelesaikan Studi S2 untuk program <span style="font-weight:bold;">Master of Comparative Laws (M.C.L.)</span> pada Faculty of Law, University of Delhi dengan tepat waktu dan berhasil memperoleh predikat <span style="font-weight:bold;">First Division </span>(Memuaskan).</p>
<p>Menembus kelulusan tepat waktu dari Sekolah Hukum di India ternyata bukanlah perkara yang mudah. Terbukti bahwa saya hanya merupakan salah satu dari 8 (delapan) mahasiswa dengan total sejumlah 42 mahasiswa untuk satu angkatan yang berhasil lulus tepat waktu untuk jangka waktu masa studi selama 2 (dua) tahun. Sedangkan untuk penulisan akhir (Thesis), saya mengambil judul “<span style="font-style:italic;">Critical Analysis on the Amendment Procedure under the Constitution of Indonesia: A Comparative Study from Selected Constitutions of the World (Japan, South Korea, India, United States and Germany)</span>”.</p>
<p><!--more-->Saya melihat bahwa tentunya kelulusan ini tidak terlepas dari doa dan dukungan seluruh rekan-rekan saya, baik yang berada di India maupun di tanah air, Indonesia. Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada para pengunjung Blawg ini, karena dapat saya katakan dengan jujur bahwa seluruh komentar dan kunjungan rekan-rekan telah menjadi suatu obor motivasi tersendiri bagi saya secara tidak langsung agar terus mengasah dan mengupdate ilmu hukum di berbagai bidang disiplin terkait dengan mata kuliah yang saya ambil selama menjalani pendidikan di India.</p>
<p>Untuk itu saya ucapkan banyak terima kasih bagi seluruh rekan-rekan. Semoga ilmu yang saya peroleh selama menempuh pendidikan di University of Delhi dapat bermanfaat bagi arah Pembangunan Nasional, khususnya di bidang pembaharuan dan penegakkan hukum di Indonesia.</p>
<p>Untuk selanjutnya, saya akan selalu mencoba untuk terus melakukan penulisan dalam Blawg ini dan melayani tanya-jawab melalui email seperti sedia kala, walaupun besar kemungkinan saya akan berada pada posisi sempitnya waktu dikarenakan padatnya aktivitas di tempat asal, yaitu Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MKRI).</p>
<p>Sekali lagi saya ucapkan Terima Kasih dan Salam Perjuangan!</p>
<p>Jakarta, 4 Agustus 2008</p>
<p>Pan Mohamad Faiz, S.H., M.C.L</p>
<p>Blawg	: http://panmohamadfaiz.com<br />
Email 	: pan.mohamad.faiz@gmail.com<br />
HP             : 0812.900.600.5</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Research Paper]]></title>
<link>http://panmohamadfaiz.com/research-paper/</link>
<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 19:14:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pan Mohamad Faiz</dc:creator>
<guid>http://panmohamadfaiz.com/research-paper/</guid>
<description><![CDATA[  Thesis (Postgraduate): &#8220;Critical Analysis on the Amendment Procedure under the Constitution ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong></strong> </p>
<p><strong><span style="font-size:x-large;font-family:Blackadder ITC;">T</span>hesis (Postgraduate):</strong></p>
<ul>
<li>&#8220;Critical Analysis on the Amendment Procedure under the Constitution of Indonesia: A Comparative Study from Selected Constitutions of the World (Japan, South Korea, India, United States and Germany)&#8221;, under the guidance from Prof. Dr. Kamala Sankaran, LL.B, LL.M., May 2008.</li>
</ul>
<p><strong><span style="font-size:x-large;font-family:Blackadder ITC;">T</span>hesis (Undergraduate):</strong></p>
<ul>
<li>&#8220;Controlling Mechanism for Indonesian Judges by Judicial Commission and Its Future Problems (Legal Review of Law Number 22 Year 2004 regarding Judicial Commission)&#8221; under the guidance from Prof. Harkristuti Harkrisnowo, S.H., M.A., Ph.D., August 2005.</li>
</ul>
<p><strong><span style="font-size:x-large;font-family:Blackadder ITC;">R</span>esearch Papers:</strong></p>
<p><strong></strong> </p>
<p><strong>2002-2004:</strong></p>
<ul>
<li>&#8220;Minorities as the Victim&#8221;, March 2002.</li>
<li>&#8220;The Role of BUMN in Indonesia&#8221;, April 2002.</li>
<li>&#8220;Violence in Personal Relationship&#8221;, December 2004. [Awarded as First Winner of Legal Research Paper Competition in 2004].</li>
</ul>
<p><strong>2005:</strong></p>
<ul>
<li>&#8220;The Law Problems in Naggro Aceh Darussalam Post Tsunami Disaster&#8221;, with the team members of Prof. Hikmahanto Juwana, Prof. Harkristuti Harkrisnowo, Gandjar L. Bonda, S.H., M.H., February 2005.</li>
<li>&#8220;Islamic Law and Ideology Competition in Parliament&#8221;, Constitutional Law, February 2005.</li>
<li>&#8220;Into an Ideal Representatives Democracy: A Critical Review to Optimally the Role of the Regional Representatives Council of the Republic of Indonesia (DPD RI), April 2005. [Elected as the Big Five Outstanding Students in 2005, Faculty of Law, University of Indonesia]. </li>
<li>&#8220;The Overview of Legal Problems on Local Government Election in 2004&#8243;, Center of Research and Studies of the Constitutional Court of the Republic of Indonesia, September 2005.</li>
<li>&#8220;Judicial Review of International Convention Act&#8221;, in cooperation between Indonesian Monitoring Court Society, Faculty of Law &#8211; University of Indonesia, and Center of Research and Studies of the Constitutional Court of the Republic of Indonesia, December 2005.</li>
</ul>
<p><strong>2006:</strong></p>
<ul>
<li>&#8220;Semi Autonomous Social Field (SASF): An Analysis of Schoking Market at Minister Residential Complex in Widya Chandra&#8221;, Anthropology Law, February 2006.</li>
<li>&#8220;Affectivity of Constitutional Court Decisions&#8221;, in cooperation between Center of Research and Studies of the Constitutional Court of the Republic of Indonesia and Konrad Adnauer Stiftung (KAS) &#8211; Germany, March 2006.</li>
<li>&#8220;Analysis on Exceptions on Copyright under the Indian Copyright Act, 1947&#8243;, Intellectual Property Rights, October 2006.</li>
<li>&#8220;Analysis on the Role of Security Council in Maintenance International Peace and Security&#8221;, International Organization and Human Rights, November 2006.</li>
<li>&#8220;Educational Neglect: Legal Perspective on Right to Education&#8221;, Law and Human Rights, November 2006.</li>
<li>&#8220;Constitutional Rights of Children: A Comparative Critical Study under the Constitution of India and Indonesia&#8221;, Law and Human Rights, December 2006.</li>
</ul>
<p><strong>2007:</strong></p>
<ul>
<li>&#8220;Legal Concept of Fair Dealing in Selected Countries: A Comparative Study under Copyrights Laws of India, United Kingdom, United States, Australia and Germany&#8221;, Intellectual Property Rights (IPRs), January 2007.</li>
<li>&#8220;Death Penalty and Right to Life: A Critical Study with Comparative Analysis in the Contemporary Debate (India, United States, European Union and Indonesia), Civil Liberties, April 2007.</li>
<li>&#8220;Gender Justice and Constitutional Safeguards in India&#8221;, Comparative Jurisprudence, April 2007.</li>
<li>&#8220;Protection of Trade Marks Rights: A Comparative Study under Indian and Indonesian Trade Marks Acts, Intellectual Property Rights (IPRs), June 2007.</li>
<li>&#8220;Protection of Women with Special Emphasize on Domestic Violence Act: A Comparative Analysis between India and Indonesia&#8221;, Law and Society, September 2007.</li>
<li>&#8220;Comparative Analysis on Promissory Estoppel from Selected Common Law Countries&#8221;, Administrative Law, December 2007.</li>
</ul>
<p><strong>2008:</strong></p>
<ul>
<li>&#8220;From Rio de Janeiro to Bali: Legal Mechanism to Protect Climate Change&#8221;, Environmental Law, January 2008.</li>
<li>&#8220;Constitutional Adjudication Systems of the United States of America, India, Germany and Indonesia: A Comparative Study&#8221;, Technique of Judicial Control, May 2008.</li>
</ul>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Publication]]></title>
<link>http://panmohamadfaiz.com/publications/</link>
<pubDate>Fri, 18 Jan 2008 16:42:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pan Mohamad Faiz</dc:creator>
<guid>http://panmohamadfaiz.com/publications/</guid>
<description><![CDATA[This Online Journal contains of Law Articles and Legal Research written by Pan Mohamad Faiz. All art]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://panmohamadfaiz.files.wordpress.com/2008/06/legal-maxim-2.jpg"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://panmohamadfaiz.wordpress.com/files/2008/06/legal-maxim-2.jpg?w=179" alt="" width="99" height="100" /></a></p>
<p><span style="font-size:22pt;font-family:'Blackadder ITC';">T</span>his Online Journal contains of Law Articles and Legal Research written by Pan Mohamad Faiz. All articles and research papers herein may be copied and redistributed for purposes of Research and Private Study, Criticism, Review, and News Reporting on the condition that the copies sufficiently attribute to the respective author.</p>
<p><span style="font-size:22pt;font-family:'Blackadder ITC';">P</span>lease see &#8220;Contact Us&#8221; page if you want to contact the author. Thanks.</p>
<p style="text-align:center;">[** UNDER CONSTRUCTION**]</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Conferences and Journals:</strong></p>
<ul>
<li>&#8220;Human Rights Protection and Constitutional Review: A Basic Foundation of Sustainable Development in Indonesia&#8221;, presented at Indonesian Students&#8217; Scientific Meeting 2008 held by ISTEC (Institute of Science and Technology) on 13-15 May 2008 in Delft, The Netherlands. <strong>[Awarded as The Best Lecturer:</strong> <strong><span style="color:#0000ff;"><a title="A Basic Foundation of Sustainable Development in Indonesia by Pan Mohamad Faiz" href="http://panmohamadfaiz.files.wordpress.com/2008/04/human-rights-protection-and-constitutional-review-by-pan-mohamad-faiz-pdf-format.pdf" target="_blank"><span style="color:#0000ff;">Download PDF</span></a></span>]</strong></li>
<li>&#8220;CINDONESIA: Membangun Kekuatan Triumvirat Asia (<em>CINDONESIA: Building a Powerful Asian Triangle</em>)&#8221;, presented at International Conference of Indonesian Students held by Indonesian Student Association in Malaysia (PPI Malaysia) on 5-7 May 2008 in Kuala Lumpur, Malaysia. <a href="http://panmohamadfaiz.wordpress.com/files/2008/01/cindonesia-membangun-kekuatan-triumvirat-asia-oleh-pan-mohamad-faiz.pdf"><strong>[<span style="color:#0000ff;">Dowload PDF</span>]</strong></a></li>
<li>&#8220;Brain Drain dan Sumber Daya Manusia Indonesia: Studi Analisa Terhadap Reversed Brain Drain di India <em>(Brain Drain and Indonesian Human Resources: An Analytical Study Towards Reversed Brain Drain in India&#8221;, </em>presented at International Conference of Indonesian Students held by Indonesian Student Association in Australia (PPI Australia) on 7-9 September 2007 in Sydney, Australia. <strong>[<a href="http://panmohamadfaiz.wordpress.com/files/2008/01/makalah-kipi-2007-australia-oleh-pan-mohamad-faiz.pdf"><span style="color:#0000ff;">Download PDF</span></a> and <a href="http://panmohamadfaiz.wordpress.com/files/2008/01/power-point-brain-drain-by-pan-mohamad-faiz.pdf"><span style="color:#0000ff;">Power Point</span></a> ]</strong></li>
</ul>
<p><strong>Focus Group Discussion:</strong></p>
<ul>
<li>&#8220;Perubahan Iklim dan Perlindungan terhadap Lingkungan: Suatu Kajian Berperspektif Hukum Konstitusi (<em>Climate Change and Envrionmental Protection: An Analysis of Constitutional Law Perspective</em>)&#8221;, paper position at Legal Expert Meeting held by ICEL (Indonesian Center for Envrionmental Law) on April, 2009 in Jakarta. <strong>[<a href="http://panmohamadfaiz.wordpress.com/files/2008/01/perubahan-iklim-dan-perlindungan-terhadap-lingkungan-suatu-tinjauan-berpersepektif-hukum-konstitusi-oleh-pan-mohamad-faiz1.pdf"><span style="color:#0000ff;">Download PDF</span></a>]</strong></li>
</ul>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Blawgosphere]]></title>
<link>http://panmohamadfaiz.com/blawgosphere/</link>
<pubDate>Fri, 18 Jan 2008 16:37:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pan Mohamad Faiz</dc:creator>
<guid>http://panmohamadfaiz.com/blawgosphere/</guid>
<description><![CDATA[Untuk membangkitkan kembali negeri Indonesia dari keterpurukanya, hukum mau tidak mau harus ditempat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://panmohamadfaiz.wordpress.com/files/2008/02/blogosphere.jpg"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://panmohamadfaiz.wordpress.com/files/2008/02/blogosphere.thumbnail.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p><span class="fullpost"><span class="fullpost"><span class="fullpost"><span style="font-size:22pt;font-family:'Blackadder ITC';">U</span></span>ntuk membangkitkan kembali negeri Indonesia dari keterpurukanya, hukum mau tidak mau harus ditempatkan pada skala prioritas dan kesadaran hukum juga harus mulai ditanamkan sejak dini di berbagai lapisan masyarakat. Bersama Blawg ini, penulis mencoba untuk memberikan formulasi hukum, mulai dari yang bersifat ringan hingga akademis-analitis, semata-mata agar hukum dapat lebih membumi di tengah-tengah masyarakat dan tidak lagi ekslusif bagi kalangan tertentu. Media ini juga dapat dimanfaatkan untuk memacu perkembangan hukum di Indonesia melalui tukar pikiran dan pendapat antara sesama peminat hukum.</span></span></p>
<p><span class="fullpost"><span class="fullpost"><span class="fullpost"><span style="font-size:22pt;font-family:'Blackadder ITC';">O</span></span>leh karena itu, penulis mengajak kepada para penggiat hukum lainnya untuk sama-sama menggalakan dan menumbuhkembangkan semangat membangun kesadaran hukum yang salah satunya dapat dilakukan melalui media Blog Hukum. Sebagai permulaan, berikut merupakan daftar Blawg yang saya rekomendasikan dan mungkin juga akan bermanfaat bagi anda:</span></span></p>
<p><span class="fullpost"><span class="fullpost"><span class="fullpost"><strong>Blawg Personal:</strong><strong></strong></span></span></span><span class="fullpost"> </span></p>
<ul>
<li>Abdul Manan: &#8220;Journalist&#8221; (<a href="http://www.abdulmanan.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Afifah Kusumadara: &#8220;Legal Research, Thesis and Dissertation&#8221; (<a href="http://karyatulishukum.wordpress.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Ahmad Zakaria: &#8220;IT and Law&#8221; (<a href="http://www.ahmadzakaria.net/blog/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Akil Muchtar: &#8220;Constitutional Justice&#8221; (<a href="http://www.bangakil.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Amrie Hakim: &#8220;Legal Journalist&#8221; (<a href="http://thehakim.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Anggara: &#8220;Advocate&#8221; (<a href="http://anggara.org/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Ari Juliano: &#8220;Intellectual Property Laws&#8221; (<a href="http://arijuliano.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Arsil: &#8220;Legal Researcher&#8221; (<a href="http://tukangsindang.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Bagus Sudrajat Jiwantoro: &#8220;UNAIR Law Student&#8221; (<a href="http://sudrajat-jiwantoro.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Bernard: &#8220;Law and Society&#8221; (<a href="http://my.opera.com/bernads/blog/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Bivitri Susanti: &#8220;Progressive Drafter&#8221; (<a href="http://perancangprogresif.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Budiman Tanuredjo: &#8220;Politics, Law and Human Rights&#8221; (<a href="http://budimantanuredjo.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Budiyana: &#8220;Legal Observer&#8221; (<a href="http://budiyana.wordpress.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>C.S. Pratiwi: &#8220;Legal Thought&#8221; (<a href="http://legal.daily-thought.info/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Desi Hanara: &#8220;International and Egyptian Law&#8221; (<a href="http://law.desihanara.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Errol Widiastama: &#8220;Law &#38; Corruption&#8221; (<a href="http://www-errol273ganteng.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Febri Diansyah: &#8220;Legal Researcher at ICW&#8221; (<a href="http://febridiansyah.wordpress.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Fia S. Aji: &#8220;Land Reform&#8221; (<a href="http://www.pertanahannasional.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Firdaus Arifin: &#8220;Constitutional Law&#8221; (<a href="http://hukumtatanegaraindonesia.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Hamdan Zoelva: &#8220;Advokat&#8221; (<a href="http://hamdanzoelva.wordpress.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Grahat Nagara: &#8220;Law and Environment&#8221; (<a href="http://guragura.wordpress.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Heru Susetyo: &#8221; Justice and Humanity&#8221; (<a href="http://herususetyo.multiply.com/journal" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Irawan Santoso: &#8220;Legal Journalist&#8221; (<a href="http://irawan-santoso.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Irma D. Purnamasari: &#8220;Notary&#8221; (<a href="http://irmadevita.com/">click</a>)</li>
<li>Jodi Santoso: &#8220;Legal Reform&#8221; (<a href="http://jodisantoso.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Listiana Lestari: &#8220;Advocate&#8221; (<a href="http://listianash.wordpress.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Mufti Makarim: &#8220;Human Rights and Securty Sector Reform&#8221; (<a href="http://makaarim.wordpress.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Muliadi Nur: &#8220;Law Corner&#8221; (<a href="http://pojokhukum.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Mumu Muhajir: &#8220;Energy Laws&#8221; (<a href="http://kataloghukum.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Mohamad Mova Al’afgani: &#8220;Nanotechnology Law&#8221; (<a href="http://nanotechlaw.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Nadirsyah Hosen: &#8220;Comparative Laws&#8221; (<a href="http://nhosen.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>NM Wahyu Kuncoro: &#8220;Advocate&#8221; (<a href="http://advokatku.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Paku Utama: &#8220;Law &#38; Corruption&#8221; (<a href="http://dunia-korupsi.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Rachmat Bagdja: &#8220;Litigation&#8221; (<a href="http://litigasi.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Reinhard Hutagaol: &#8220;Police Officer&#8221; (<a href="http://reinhardjambi.wordpress.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Rizki Argama: &#8220;Legal Researcher&#8221; (<a href="http://argama.wordpress.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Rob Baiton: &#8220;Australian Legal Observer for Indonesia&#8221; (<a href="http://therabexperience.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Rudy: &#8220;Legal Lecturer&#8221; (<a href="http://rechtboy.wordpress.com/about/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Santoso Lolowang: &#8220;Legal Observer&#8221; (<a href="http://www.santoslolowang.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Shidarta: &#8220;Philosophy of Law&#8221; (<a href="http://www.dartahukum.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Sahlul Fuad: &#8220;Legal Observer&#8221; (<a href="http://pelanggar.wordpress.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Sigit Ardianto: &#8220;Legal Scholar&#8221; (<a href="http://" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Taqyuddin Kadir: &#8220;Corporate and Business Law&#8221; (<a href="http://taqlawyer.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Tri Darma Y.P. Nababan: &#8220;International Public Law&#8221; (<a href="http://pirhot-nababan.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Wahyudi Djafar: &#8220;Legal Researcher at KRHN&#8221; (<a href="http://wahyudidjafar.wordpress.com" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Widiyanto: &#8220;Legal Analyst&#8221; (<a href="http://wiwidk.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Wisnu Wardhana: &#8220;Legal Observer&#8221; (<a href="http://blog.wisnuwardhana.net/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Yance Arizona: &#8220;Legal Activist&#8221; (<a href="http://yancearizona.wordpress.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Yusran Isnaini: &#8220;Legal Observer&#8221; (<a href="http://yusranandpartner.wordpress.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Zainal Fikri: &#8220;Shariah Law&#8221; (<a href="http://zfikri.wordpress.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>M. Ajisatria Suleiman &#38; Fika Fawzia: &#8220;UI Law Students&#8221; (<a href="http://artikelhukum.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
</ul>
<p><strong>Blawg Komunitas/Lembaga:<br />
</strong><strong></strong></p>
<ul>
<li>Aliansi Nasional Reformasi Hukum (<a href="http://www.reformasikuhp.org/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Badan Konsultasi Bantuan Hukum UMM (<a href="http://bkbhumm.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Hukum Online 3.0 (<a href="http://hukumonline.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) (<a href="http://www.ikohi.blogspot.com/" target="_blank">Click</a>)</li>
<li>Indonesian Blawgger Network (<a href="http://blawggerindonesia.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Indonesia Prisoner Association (<a href="http://napi1708.wordpress.com/" target="_blank">click</a>) atau (<a href="http://napi1708.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Koalisi Pemantau Peradilan (<a href="http://koalisipemantauperadilan.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>Lembaga Jurnalis Mahasiswa WEhH FH Unila (<a href="http://wehhfhunila.blogspot.com/" target="_blank">click</a>)</li>
<li>The Institute for ECOSOC Rights (<a href="http://ecosocrights.blogspot.com/">click</a>)</li>
</ul>
<p><em><strong>Note: </strong>Last Update on March 25th, 2009</em></p>
<p>Jika anda mempunyai Blawg yang direkomendasikan untuk patut dimasukan dalam daftar di atas, kiranya dapat memberitahukannya dalam kolom tanggapan yang telah disediakan. Jikalau anda ingin melakukan Link terhadap Blawg ini, anda dipersilahkan untuk melakukan <em>copy-paste </em>terhadap fitur di bawah ini.</p>
<p>Selamat ber-<em>BlawgWalking </em>ria &#8230;</p>
<p><strong>Salam Hangat,</strong></p>
<p><strong>Pan Mohamad Faiz</strong><br />
<strong>Blawgger Indonesia</strong></p>
<p align="center"><img src="http://panmohamadfaiz.files.wordpress.com/2008/02/blawgger-indonesia.thumbnail.png" alt="blawgger-indonesia.png" /></p>
<p align="center"> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Library]]></title>
<link>http://panmohamadfaiz.com/research-papers/</link>
<pubDate>Fri, 18 Jan 2008 16:36:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pan Mohamad Faiz</dc:creator>
<guid>http://panmohamadfaiz.com/research-papers/</guid>
<description><![CDATA[Here is the list of Law Library that I usually visit to find some materials for my research. I hope ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a title="legal-library.jpg" href="http://panmohamadfaiz.wordpress.com/files/2008/02/legal-library.jpg"></a></p>
<div style="text-align:center;"><a title="legal-library.jpg" href="http://panmohamadfaiz.wordpress.com/files/2008/02/legal-library.jpg"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://panmohamadfaiz.wordpress.com/files/2008/02/legal-library.thumbnail.jpg" border="0" alt="legal-library.jpg" width="119" height="83" /></a></div>
<p>Here is the list of Law Library that I usually visit to find some materials for my research. I hope it can be useful for you as well.</p>
<p>My Law Libraries can be found in the following list:</p>
<ul>
<li>
<div>American Society for International Law (<a href="http://www.eisil.org/?gclid=CP3fteyhrYgCFQU1TAodHAJU3w" target="_blank">click</a>)</div>
</li>
<li>
<div>Law Faculty Library ~ Univ. of Delhi (<a href="http://crl.du.ac.in/law/index.htm">click</a>)</div>
</li>
<li>
<div>Social Science Research Network (<a href="http://www.ssrn.com/">click</a>)</div>
</li>
<li>
<div>LexisNexis ~ Academic Universe (<a href="https://web.lexis-nexis.com/universe" target="_blank">click</a>)</div>
</li>
<li>
<div>Daniel S. Lev Library (Bahasa) (<a href="http://www.danlevlibrary.net/in/index.php">click</a>)</div>
</li>
<li>
<div>Hukum Online Legal Database (<a href="http://hukumonline.com/" target="_blank">click</a>)</div>
</li>
<li>
<div>WestLaw ~ Thomson &#38; West (<a href="http://web2.westlaw.com/signon/default.wl?bhcp=1&#38;fn=%5Ftop&#38;newdoor=true&#38;rs=WLW6%2E11&#38;vr=2%2E0" target="_blank">click</a>)</div>
</li>
<li>
<div>Public Library of Science (<a href="http://www.plos.org/" target="_blank">click</a>)</div>
</li>
<li>
<div>Legal Pundit Database (<a href="http://crl.du.ac.in/law/Electronic%20Resources/legalpundit.htm" target="_blank">click</a>)</div>
</li>
<li>
<div>Law Librarian Blog (<a href="http://lawprofessors.typepad.com/law_librarian_blog/">click</a>)</div>
</li>
<li>
<div>Indlaw Library (<a href="http://www.indlaw.com/guest/article.asp" target="_blank">click</a>)</div>
</li>
<li>
<div>Law Dictionary (<a href="http://dictionary.law.com/" target="_blank">click</a>)</div>
</li>
</ul>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Guest Book]]></title>
<link>http://panmohamadfaiz.com/guest-book/</link>
<pubDate>Fri, 18 Jan 2008 16:34:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pan Mohamad Faiz</dc:creator>
<guid>http://panmohamadfaiz.com/guest-book/</guid>
<description><![CDATA[Feel free to write your comment about this Blawg on my Guest Book. You can also request any paper an]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a title="guest-book.jpg" href="http://panmohamadfaiz.wordpress.com/files/2008/01/guest-book.jpg"></a></p>
<div style="text-align:center;"><a title="guest-book.jpg" href="http://panmohamadfaiz.wordpress.com/files/2008/01/guest-book.jpg"><img style="float:left;width:120px;height:92px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://panmohamadfaiz.wordpress.com/files/2008/01/guest-book.thumbnail.jpg" border="0" alt="guest-book.jpg" width="122" height="92" /></a></div>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:22pt;font-family:'Blackadder ITC';">F</span>eel free to write your comment about this Blawg on my Guest Book. You can also request any paper and article written by me through this facility. If you have any inquiry about Legal Issues, please do not hesitate to write down on my related articles. Comment or question can be asked either in English or Bahasa Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:22pt;font-family:'Blackadder ITC';">T</span>hanks for visiting my Blawg.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">Warm Regards,</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;">Pan Mohamad Faiz, S.H., M.C.L.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Manifesto Blawgger Indonesia]]></title>
<link>http://panmohamadfaiz.com/2008/01/15/manifesto-blawgger-indonesia/</link>
<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 15:40:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pan Mohamad Faiz</dc:creator>
<guid>http://panmohamadfaiz.com/2008/01/15/manifesto-blawgger-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[“KOPI DARAT” DAN RENCANA PELUNCURAN RESMI INDONESIAN BLAWGGER NETWORK (IBN) &#8220;I was confirmed i]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div align="center"><span style="color:#000099;"><strong>“KOPI DARAT” DAN RENCANA PELUNCURAN RESMI<br />
<em>INDONESIAN BLAWGGER NETWORK </em>(IBN)</strong></span></div>
<div align="center"><span style="color:#000099;"><strong></strong></span></div>
<div align="center"><span style="color:#000099;"><em><font color="#000000">&#8220;I was confirmed in my conviction that it was not impossible to practise law without compromising truth. Let reader, however, remember that even truthfulness in the practice of the profession cannot cure it of the fundamental defect that vitiates it&#8221;</font></em></span></div>
<div align="center"><span style="color:#000099;"><font color="#000000"></font></span></div>
<div align="right"><span style="color:#000099;"><font color="#000000">- Mahatma Gandhi -</font></span></div>
<p><a href="http://bp3.blogger.com/_69afOHQ42c4/R4zccEORuoI/AAAAAAAAAXA/mBp3gbFn4DM/s1600-h/Sumpah+Pemuda+3.jpg"><img border="0" width="106" src="http://bp3.blogger.com/_69afOHQ42c4/R4zccEORuoI/AAAAAAAAAXA/mBp3gbFn4DM/s200/Sumpah+Pemuda+3.jpg" height="69" style="float:left;width:106px;cursor:hand;height:76px;margin:0 10px 10px 0;" /></a><em><strong>New Delhi -</strong></em> Ditandai dengan penetapan “Hari Blogger Nasional” setiap tanggal 27 Oktober yang dicanangkan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Muhammad Nuh, dalam acara <a target="new" href="http://pestablogger.com/about/">Pesta Blogger 2007</a>, telah menjadikan fenomena <em>World Blogging</em> di Indonesia kian hari kian marak. Menurut catatan terakhir, dari 88 juta Blogger di seluruh dunia, saat ini terdapat kurang lebih 130.000 Blogger Indonesia yang turut meramaikan lalu-lintas dunia maya dari seluruh penjuru belahan dunia.</p>
<p>Perjalanan dalam mengarungi dunia perbloggingan ini pun bagi saya pribadi belumlah lama, yaitu baru akan menginjak tahun ketiga pada akhir Februari mendatang. Namun demikian, manfaat dan perkembangan informasi pengetahuan dan jaringan yang saya peroleh dapat dikatakan jauh lebih besar dibandingkan dengan waktu yang saya luangkan dalam mengelola blog ini.</p>
<p><!--more--><span class="fullpost"></span><span class="fullpost">Demi memperoleh manfaat yang lebih maksimum dan terarah, maka saya sengaja mendedikasikan blog ini khusus sebagai spesialisasi Blog Ilmu Hukum dan seputarnya. Mulai dari perkembangan Hukum Tata Negara (HTN), Hak Asasi Manusia (HAM), Hukum Internasional, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Hukum Acara, Perbandingan Hukum, Politik Hukum, Pendidikan Hukum, Info Hukum, hingga hal-hal terkait hukum yang dapat dijadikan kebanggan bangsa Indonesia atas peran dan prestasinya di level internasional, kerap kali menjadi tema sentral dalam tiap-tiap artikelnya.</span></p>
<p><span class="fullpost"></span><span class="fullpost">Oleh karena itu, penamaan Blog ini telah termodifikasi menjadi <em>Blawg</em> (<em>Law Blawg</em>) yang berarti Blog Hukum, sebagaimana digunakan oleh negara-negara maju yang telah terlebih dahulu memanfaatkan fasilitas ini sebagai sarana saling menimba dan mengail ilmu hukum melalui dunia maya. Dengan demikian, penamaan terhadap pengguna blog atau biasa disebut dengan Blogger, secara otomatis berubah menjadi istilah <em>Blawgger</em> (<em>Law Blogger</em>).</span><span class="fullpost"> </span></p>
<p><span class="fullpost"></span><span class="fullpost"><strong>Blawgger Campaign</strong></span><span class="fullpost"> </span></p>
<p><span class="fullpost"></span><span class="fullpost">Ajakan &#8211; atau mungkin lebih tepat dikatakan sebagai sebuah bentuk kampanye &#8211; untuk memanfaatkan blog sebagai sarana pendidikan dan kemajuan reformasi hukum di Indonesia terhadap mereka yang giat, tertarik dan/atau terlibat dengan bidang hukum, telah dikumandangkan pada <a target="new" href="http://jurnalhukum.blogspot.com/2007/02/satu-tahun-peringatan-blog-hukum.html">peringatan satu tahun </a>berjalannya Blawg ini. Memang awalnya terasa sangat janggal apabila kita membaca tulisan, artikel, atau penelitian tentang ilmu hukum yang justru dapat mengerutkan kening kita sendiri.</span><span class="fullpost">Namun demikian, seiring dengan berjalannya waktu dengan mencoba untuk tetap bertahan di tengah-tengah pusaran isu seputar pemahkotaan blog selebritis (<em>celebrity blog</em>), akhirnya apresiasi terpendam terhadap kehadiran blog hukum mengemuka. </span></p>
<p><span class="fullpost">Berbagai tanggapan yang cukup serius melalui email, pesan singkat, maupun <a target="new" href="http://jurnalhukum.blogspot.com/2006/12/status-anak-luar-kawin.html">diskusi <em>online</em> </a>yang mendarat di layar komputer saya terhadap berbagai topik hukum yang dihadirkan di dalam Blawg ini, menjadi bumbu insipirasi dan memupuk kepercayaan diri untuk terus mengembangkan media ini. Sebagai sebuah blog hukum yang berpakaian cukup sederhana, namun jika dilihat dari jumlah pelanggan tetap blog ini, ternyata menunjukan suatu bukti bahwa minat masyarakat Indonesia terhadap hukum terbilang cukup tinggi, khususnya datang dari kalangan mahasiswa, peneliti, dan akademisi kampus.</span></p>
<p><span class="fullpost"></span><span class="fullpost">Tumbuhnya para Blawgger Indonesia belakangan ini ibarat cendana di musim hujan. Komunikasi yang terbentuk antara saya secara personal dengan beberapa Blawgger lainnya telah menumbuhkan suatu ikatan erat dengan tumpuan minat dan bidang yang sama, yaitu hukum. Adalah <a target="new" href="http://anggara.org/">Anggara </a>yang selama ini telah menjadi rekan setia saya dalam mendiskusikan hal-hal seputar atmosfer blog hukum di Indonesia (<em>Indonesian Blawgosphere</em>). Namun disayangkan tepat pada Juni tahun lalu, ketika saya berada di Indonesia, pertemuan semi-formal dengannya terpaksa tidak dapat dilakukan mengingat keterbatasan dan padatnya waktu masing-masing.</span></p>
<p><span class="fullpost"></span><span class="fullpost">Kini, dengan tebentuknya formasi <a target="new" href="http://blawggerindonesia.blogspot.com/"><em>Indonesian Blawgger Network</em> </a>(Jaringan Blawgger Indonesia) sebagai upaya untuk mengunifikasikan para Blawgger Indonesia yang terserak, serta kehadiran dua <a target="new" href="http://jurnalhukum.blogspot.com/2007/12/pakar-hukum-indonesia-menyemarakan.html">Profesor Blawg Indonesia</a>, menjadikan komunitas Blawgger Indonesia kian berwarna. Forum diskusi terbuka melalui mailing list ”<strong><a target="new" href="http://groups.yahoo.com/group/indoblawgger/">IndoBlawgger</a></strong>” antara para Blawgger Indonesia guna membahas hal-hal seputar blog dan hukum telah pula dikembangkan. Bahkan dalam waktu dekat ini, atas inisatif dari rekan Anggara, untuk pertama kalinya para Blawgger Indonesia akan bertemu secara langsung untuk ”kopi darat” guna saling mengenal lebih jauh dan membicarakan masa depan Indonesian Blawgger Network (IBN).</span></p>
<p><span class="fullpost"></span><span class="fullpost">Pertemuaan ini direncanakan akan diselenggarakan pada tanggal 2 Februari 2008 mendatang bertempat di salah satu <em>meeting point</em> di Jakarta. Adapun hingga saat ini, sebagian besar Blawgger Indonesia sudah dipastikan akan hadir guna memenuhi pertemuan tersebut, baik mereka yang berprofesi sebagai Pengacara, Notaris, Jurnalis, maupun Mahasiswa Hukum. Jika persiapan dan kesedian para Blawgger Indonesia ini cukup besar, maka kami berencana pula untuk menghadirkan Profesor Blawg Indonesia dalam pertemuan tersebut.</span><span class="fullpost"> </span><span class="fullpost">Akankah beberapa hal di atas menjadi cikal bakal terbentuknya cita negara hukum Indonesia yang ditopang penuh oleh keberadaan para Blawgger Indonesia? Semoga saja kontribusi kecil ini dapat menjadi oase di tengah tandusnya alam hukum Indonesia di era <em>global village</em> sekarang ini.</span><span class="fullpost"><strong>Indonesian Blawg Review<br />
</strong><br />
Untuk menambah informasi keberadaan para Blawgger Indonesia bagi para penggiat hukum lainnya, maka mulai saat ini saya akan mencoba untuk meluangkan waktu guna memberikan ulasan sekaligus memperkenalkan sang Blawgger kepada khalayak ramai. Hal ini dimaksudkan semata-mata selain sebagai bentuk apresiasi khusus juga dapat dipergunakan untuk memudahkan semua pihak dalam pencarian informasi dan materi-materi seputar hukum.</span><span class="fullpost">Adapun kriteria ulasan ditujukan kepada para Blawgger yang memiliki dominan isi Blawg mengenai hal-hal yang tekait dengan hukum dan mampu memberikan pencerdasan dan pengetahuan seputar hukum kepada masyarakat Indonesia maupun masyarakat Internasional, baik itu disampaikan dalam bahasa formal maupun informal. Ulasan dapat dilakukan terhadap Blawg yang bersifat akademis murni hingga coretan ringan seputar hukum; ataupun terhadap mereka yang berprofesi sebagai Juris hingga mereka yang masih berstatus Mahasiswa hukum sekalipun.</span><span class="fullpost">Dengan demikian, diseminasi terhadap permasalahan dan materi hukum akan menjadi lebih mudah diperoleh oleh siapa pun di masa yang akan datang, khususnya bagi mereka yang sedang berada di luar Indonesia sebagaimana keluh-kesah yang menjadi pengalaman banyak pihak selama ini.</span><span class="fullpost">Menutup tulisan ini, saya menyampaikan ucapan selamat atas rencana peluncuran <em>Indonesian</em> <em>Blawgger Network</em> secara resmi pada awal Februari mendatang. Tentunya kita semua berharap agar pertemuan tersebut dapat menghasilkan sesuatu yang berarti bagi kemajuan dan perbaikan hukum di tanah air.</p>
<p><strong>Maju Terus Blogger Indonesia; Blawgger Indonesia, Bersatu!<br />
</strong><br />
<em>“Jus est norma recti; et quicquid est contra normam recti est injuria”.</em></p>
<p>Salam Hangat,</p>
<p>Pan Mohamad Faiz<br />
Blawgger Indonesia</p>
<p><em># Baca juga Artikel terkait lainnya: # </em></p>
<p>1. <a href="http://jurnalhukum.blogspot.com/2007/02/satu-tahun-peringatan-blog-hukum.html"><em>Satu Tahun Peringatan Blog Hukum</em></a><em><br />
2. </em><a href="http://jurnalhukum.blogspot.com/2007/12/pakar-hukum-indonesia-menyemarakan.html"><em>Ketika Profesor Blawg Indonesia Ikut Turun Layar</em></a></p>
<p align="center">***</p>
<p><strong>HADIRILAH: ”Kopi Darat Blawgger Indonesia”:</strong></p>
<ul>
<li>Hari/Tanggal: Sabtu, 2 Februari 2008</li>
<li>Tempat: Meeting Point di Jakarta (<em>info terbaru akan diupdate</em>)</li>
<li>Acara: Perkenalan, Ramah-Tamah, Diskusi Ringan, dsb.</li>
</ul>
<p>Bagi mereka yang membutuhkan informasi lebih lanjut, berminat hadir atau sekedar ingin memberikan dukungan, dapat menghubngi <em>Contact Person</em> berikut ini:</p>
<ol>
<li>Perwakilan Dalam Negeri: Anggara</li>
<li>Perwakilan Luar Negeri: Pan Mohamad Faiz</li>
</ol>
<p>Kegiatan ini didukung oleh para Blawgger Indonesia sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Abdul Manan (<a target="_blank" href="http://www.abdulmanan.blogspot.com/">http://www.abdulmanan.blogspot.com/</a>)</li>
<li>Ahmad Zakaria (<a target="_blank" href="http://www.ahmadzakaria.net/blog/">http://www.ahmadzakaria.net/blog/</a>)</li>
<li>Amrie Hakim (<a target="_blank" href="http://amriehakim.blogspot.com/">http:/amriehakim.blogspot.com/</a>)</li>
<li>Anggara (<a href="http://anggara.org/">http://anggara.org/</a>)</li>
<li>Ari Juliano (<a target="_blank" href="http://arijuliano.blogspot.com/">http://arijuliano.blogspot.com/</a>)</li>
<li>Firdaus Arifin (<a target="_blank" href="http://hukumtatanegaraindonesia.blogspot.com/">http://hukumtatanegaraindonesia.blogspot.com/</a>)</li>
<li>Budiyana (<a target="_blank" href="http://budiyana.wordpress.com/">http://budiyana.wordpress.com/</a>)</li>
<li>Grahat Nagara (<a target="_blank" href="http://guragura.wordpress.com/">http://guragura.wordpress.com/</a>)</li>
<li>Irawan Santoso (<a target="_blank" href="http://irawan-santoso.blogspot.com/">http://irawan-santoso.blogspot.com/</a>)</li>
<li>Irma D. Purnamasari (<a target="_blank" href="http://irmadevita.com/">http://irmadevita.com/</a>)</li>
<li>Jodi Santoso (<a target="_blank" href="http://jodisantoso.blogspot.com/">http://jodisantoso.blogspot.com/</a>)</li>
<li>M Mova Al’afgani (<a target="_blank" href="http://indolawreport.blogspot.com/">http://indolawreport.blogspot.com/</a>)</li>
<li>NM Wahyu Kuncoro (<a target="_blank" href="http://advokatku.blogspot.com/">http://advokatku.blogspot.com/</a>)</li>
<li>Pan Mohamad Faiz (<a target="_blank" href="http://jurnalhukum.blogspot.com/">http://jurnalhukum.blogspot.com/</a>)</li>
<li>Reinhard Hutagaol (<a target="_blank" href="http://reinhardjambi.wordpress.com/">http://reinhardjambi.wordpress.com/</a>)</li>
<li>Wisnu Wardhana (<a target="_blank" href="http://blog.wisnuwardhana.net/">http://blog.wisnuwardhana.net/</a>)</li>
<li>Yance Arizona (<a target="_blank" href="http://yancearizona.wordpress.com/">http://yancearizona.wordpress.com/</a>)</li>
<li>M. Ajisatria Suleiman &#38; Fika Fawzia (<a target="_blank" href="http://artikelhukum.blogspot.com/">http://artikelhukum.blogspot.com/</a>)</li>
<li>dll.</li>
</ul>
<p></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
