<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>buku &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/buku/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "buku"</description>
	<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 06:39:04 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Arti Pulsa dan Buku Bagi Saya]]></title>
<link>http://suaidi2007.wordpress.com/2009/12/04/arti-pulsa-dan-buku-bagi-saya/</link>
<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 05:00:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mbah Jiwo</dc:creator>
<guid>http://suaidi2007.wordpress.com/2009/12/04/arti-pulsa-dan-buku-bagi-saya/</guid>
<description><![CDATA[[Malang, 4 November 2009] Kalau suatu saat saya ditanya, &#8220;kamu mau hadiah apa dari saya?]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[Malang, 4 November 2009] Kalau suatu saat saya ditanya, &#8220;kamu mau hadiah apa dari saya?]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Coaching Menulis #005: Look Around]]></title>
<link>http://billykoesoemadinata.wordpress.com/2009/12/04/coaching-menulis-005-look-around/</link>
<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 17:07:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>Billy Koesoemadinata</dc:creator>
<guid>http://billykoesoemadinata.wordpress.com/2009/12/04/coaching-menulis-005-look-around/</guid>
<description><![CDATA[Mari kita rehat sejenak dari hal-hal teknis yang berkaitan dengan tulis-menulis. Saya mengajak untuk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Mari kita rehat sejenak dari hal-hal teknis yang berkaitan dengan tulis-menulis. Saya mengajak untuk]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kumpulan Buku Sekolah Elektronik]]></title>
<link>http://rockybalaibansaik.wordpress.com/2009/12/03/kumpulan-buku-sekolah-elektronik/</link>
<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 04:43:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>rocky</dc:creator>
<guid>http://rockybalaibansaik.wordpress.com/2009/12/03/kumpulan-buku-sekolah-elektronik/</guid>
<description><![CDATA[Buku sekolah merupakan hal yang sangat membantu siswa dalam proses belajar, sekarang tak harus lagi ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Buku sekolah merupakan hal yang sangat membantu siswa dalam proses belajar, sekarang tak harus lagi ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Diary of A Mad Bride by Laura Wolf]]></title>
<link>http://storitie.wordpress.com/2009/12/03/diary-of-a-mad-bride-by-laura-wolf/</link>
<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 19:15:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>storitie</dc:creator>
<guid>http://storitie.wordpress.com/2009/12/03/diary-of-a-mad-bride-by-laura-wolf/</guid>
<description><![CDATA[novel tentang seorang cewe yang sebel setengah mati ngadepin sahabatnya yang mau nikah,,yang dalam s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://storitie.wordpress.com/files/2009/12/diary-of-a-mad-bride.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1604" title="diary of a mad bride" src="http://storitie.wordpress.com/files/2009/12/diary-of-a-mad-bride.jpg" alt="" width="170" height="271" /></a></p>
<p>novel tentang seorang cewe yang sebel setengah mati ngadepin sahabatnya yang mau nikah,,yang dalam sehari bisa nelfon berpuluh2 kali karena kecemasan yang berlebihan,,dan taunyaaa pacarnya melamar, dan dia pun bakalan jd bride,,dimulailah kehidupan mempersiapkan pernikahan,,mulei dr budget yang mepet,,undangan,,cetak kartu,,nyari gaun pengantin di loak an,,sampe kue pengantin yang bikin alergi,,</p>
<blockquote><p>ada begitu banyak momen emosional sebelum pernikahan. ada yang sangat menyenangkan, ada yang sangat membuat putus asa. puncak an lembah. sama seperti hidup pada umumnya. tapi <!--more-->tanpa ragu kukatakan semua itu pantas dilalui. tentu saja, kupikir aku bisa melalui histeria itu dan mengatur pernikahan tanpa ribut-ribut. tapi aku gagal. total. tapi meskipun aku gagal bukan berarti aku kalah. malah, aku menang- aku menikah dengan seseorang yang benar-benar kucintai</p></blockquote>
<p>buku ini ditulis dalam bentuk diary,,awal2 sih emang aga susah nyari feel nya waktu baca novel ini,,tapi lama2 lumayan ok juga ko,,mungkin cocok buat yang mau nikah, biar terbiasa dengan segala kesemrawutan tetek bengek pernikahan hehe,,</p>
<blockquote><p>meskipun kami menghabiskan begitu banyak energi dan kepentingan bagi hari pernikahan kami, hari itu bukanlah hari terbesar ddalam hidup kami. hari terbesar dalam hidupmu adalah setiap hari setelahnya. karena bukan sumpah setia untuk mencintai seseorang yang penting, tapi tindakan untuk memenuhi sumpah setia itulah yang paling penting</p></blockquote>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[intelektual, budaya dan sebuah ruang terbiar]]></title>
<link>http://jelir.wordpress.com/2009/12/02/intelektual-budaya-dan-sebuah-ruang-terbiar/</link>
<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 09:21:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jelir</dc:creator>
<guid>http://jelir.wordpress.com/2009/12/02/intelektual-budaya-dan-sebuah-ruang-terbiar/</guid>
<description><![CDATA[Representations of the Intellectual: The Reith Lectures Edward W. Said 1994 Vintage Intelektualisme ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://jelir.wordpress.com/files/2009/12/said-intellectual-kosmo1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-653" title="Said-Intellectual-Kosmo" src="http://jelir.wordpress.com/files/2009/12/said-intellectual-kosmo1.jpg" alt="" width="242" height="373" /></a></p>
<p><strong>Representations of the Intellectual:<br />
The Reith Lectures<br />
Edward W. Said<br />
1994<br />
Vintage</strong></p>
<p>Intelektualisme dalam senyap merupakan satu bentuk kesedaran yang perlahan-lahan meresap untuk difahami, tetapi dalam waktu yang sama tetap terbiar. Apa lagi jika merujuk kepada konteks budaya Malaysia. ‘Intelektualisme’ itu sendiri merupakan suatu kata, atau mungkin tabu yang tidak tersentuh pengertiannya dengan dalam dan tenang.</p>
<p>Melalui media cetak dan elektronik di sini – seperti yang tergambar oleh golongan yang menunggang intelektualisme – yang kerap ditonjolkan hanyalah kepura-puraan di ruang intelektualisme tersebut. Oleh mereka yang mendapat gelar rasmi cerdik pandai, itu belum bermakna mereka hadir dengan penuh kesedaran sebagai seorang intelek dan memainkan peranan sepatutnya ditengah-tengah masyarakat. Di akhir nanti, dari kelompok sebegini, intelektualisme hanya menjadi beban yang menyusahkan kepada masyarakat umumnya.</p>
<p>Ada beberapa buku dan teks penting yang membincangkan tentang perihal intelektual dan peranan mereka. Oleh pemikir tempatan, seperti yang kita sudah pernah mendengar berkali-kali sebelum ini, Profesor Syed Hussein Alatas pernah menulis dengan suara sinis yang menyindir dan pemikiran jernih tentang golongan intelektual ini di dalam bukunya <em>Intelektual Masyarakat Membangun</em>. Buku ini menyuluh kesamaran pemahaman kita yang masih berjalan takut-takut dalam proses mengenali istilah berkenaan dan sering kali tertipu dengan apa yang pernah kita ketahui. Ia akan membuka dimensi baru dengan pemahaman yang lebih jelas, selepas realiti yang menakutkan semakin menunjukkan wajah sebenar. Kita wajar berasa malu sebagai bangsa Malaysia sekiranya belum pernah membaca teks ini.</p>
<p>Kemudian, untuk memahami peranan dan maksud kata intelektualisme itu dalam ruang yang lebih luas dan universal, Edward W. Said, seorang pemikir besar terutama isu-isu Palestine merupakan individu yang penting untuk ditelaah kerja-kerjanya.</p>
<p><em>Representations Of The Intellectual</em> merupakan sebuah buku nipis dengan fokus tentang subjek sama – intelektualisme. Ia sebenarnya lahir daripada siri syarahan khas, Reith Lectures yang ke udara di siaran BBC pada tahun 1993. Sebanyak enam siri semuanya, dengan batas masa 30 minit setiap satu menjadi pentas kepada beliau untuk merencana syarahan berkenaan. Di dalam kata pengantar, Edward Said menceritakan dengan padat bagaimana reaksi sesetangah media British waktu itu, yang masih melihat beliau sebagai  seorang asal Timur Tengah yang bias.</p>
<p>Tajuk pertama, <em>Representations of the Intellectual</em> membawa pembaca melihat kembali isu pokok, membandingkan definisi dan mengungkapkan semula kata inteletualisme menurut pemerhatiannya yang tajam disamping merujuk kepada pelbagai sumber individu dan pemikir sebelumnya yang pernah membincangkan tradisi yang sama. Said menjernihkan pemahaman kita tentang pemahaman terhadap kelompok ini serta fungsinya di dalam kelompok masyarakat setempat masing-masing.</p>
<p>Di dalam <em>Holding Nations and Traditions at Bay</em>, Said menyorot keberadaan golongan yang dikatakan intelektual ini. Menurut beliau, seperti apa yang tergambar pada petikan rujukan yang digunakannya, beliau menggambarkan mana-mana individu intelektual ini sentiasa wujud di dalam ruang yang tersendiri, tidak selalu tertakluk kepada semangat kebangsaan dan tradisi latar belakangnya ketika mengutarakan sesuatu isu permasalahan. Dalam erti kata lain, seorang intelektual menurut Said selalu berada pada keadaan matang, objektif dan rasional walau berdepan dengan <em>fanaticisme</em> kelompok tradisinya.</p>
<p>Kemudian,<em> Intellectual Exile: Expatriates and Marginals</em> melihat kembali sejarah kelahiran pemikir besar dari bahagian dunia yang berbeza dan membincangkan pertalian perkembangan itu dengan mereka yang mula lahir sebagai sebuah suara yang dominan ketika dalam buangan atau berada di dalam kelompok yang dipinggirkan daripada gerakan ‘establisment’. Ia merenung sejarah dan cuba melukis pemahaman sendiri yang mahu dikongsi.</p>
<p><em>Professionals and Amateurs</em>, siri keempat syarahan ini dibuka dengan pengamatan kepada teks pemikir Perancis, Regis Debray melalui bukunya <em>Teachers, Writers, Celebrities: The Intellectual of Modern France</em>. Beliau membincangkan trend penyertaan kelompok intelektual ini di Perancis. Awalnya, Sorbonne dilihat sebagai payung yang paling berkesan menjadi tempat bernaung bagi intelektual generasi awal di Perancis. Tetapi, sejak tahun-tahun 60an, dengan tokoh seperti Sarte, Camus, Mauriac, Gide dan Malraux, mereka memulakan tradisi baru intelektualisme; mereka menjadi individu yang bersuara secara independen dan tidak lagi membawa nama mana-mana institusi rasmi akademik seperti kebiasaannya.</p>
<p><em>Speaking Truth to Power</em>, seperti yang dicadangkan oleh siri kelima syarahan ini merangkum realiti yang paling getir dan sepatutnya ditanggapi oleh golongan intelektual – bercakap benar di depan kekuasaan. Dan, disebabkan fungsi yang satu ini, intelektual dari mana ceruk pun biasanya akan berada dibawah tekanan dan kebiasaannya akan dipaksa untuk menurut kata.</p>
<p><em>Gods That Always Fail</em> sebagai meminjam istilah dan perlambangan agama menutup siri syarahan berkenaan. Said mengutarakan permasalahan golongan intelektual yang ekstrimis di dalam kelompok agama, yang kebanyakan insiden berakhir dengan perang, terutamanya dalam konteks di Timur Tengah.</p>
<p>Edward Said menulis hal-hal besar ini dalam lenggok sastra yang cukup mengiurkan. Beliau merupakan seorang intelektual yang sentiasa setia kepada prinsip diri sendiri dan kerap tidak akan memenuhi kepentingan orang lain yang mahukan pengesahan daripada dirinya. Buku ini akan mencerahkan kesamaran kita untuk melihat susuk peribadi mereka yang dipanggil intelektual dunia. Dan, dengan kesedaran itu, kita akan dapat menilai sendiri tahap budaya intelektualisme yang ada di Malaysia, yang sebenarnya ruang berkenaan kerap dibiarkan kosong. Yang ada hanya manipulasi terhadap masyarakat, yang tidak memahami potret budaya intelek itu sendiri – dan tak juga gemar untuk ambil peduli.</p>
<p>.</p>
<p><strong>-Hafiz Hamzah, 29 November 2009<br />
Sitiawan, Perak.</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Desember Ceria]]></title>
<link>http://bijakfajar.wordpress.com/2009/12/02/desember-ceria/</link>
<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 02:54:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>bijakfajar</dc:creator>
<guid>http://bijakfajar.wordpress.com/2009/12/02/desember-ceria/</guid>
<description><![CDATA[Setiap orang pasti selalu ingin akhir yang baik. Atau istilah kerennya &#8216;husnul khatimah&#8217;]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Setiap orang pasti selalu ingin akhir yang baik. Atau istilah kerennya &#8216;husnul khatimah&#8217;]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Buku Prof. Dr WERTHEIM, Indonesianis Kenamaan  ]]></title>
<link>http://jurnaltoddoppuli.wordpress.com/2009/12/01/buku-prof-dr-wertheim-indonesianis-kenamaan/</link>
<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 09:03:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>sangkusni</dc:creator>
<guid>http://jurnaltoddoppuli.wordpress.com/2009/12/01/buku-prof-dr-wertheim-indonesianis-kenamaan/</guid>
<description><![CDATA[Kolom IBRAHIM ISA (**) Kemis, 05 November 2009 &#8212;&#8212;&#8212;&#8212; &#8212;&#8212;&#8212; ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kolom IBRAHIM ISA (**)</p>
<p>Kemis, 05 November 2009</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; &#8212;&#8212;&#8212; &#8212;&#8212;&#8212; &#8212;-</p>
<p>Bulan Agustus tahun 2009 ini, Stichting Wertheim, Amsterdam, menerima berita gembira dari Ahmad Nashih LUTFHI, Lingkar Belajar Reformasi Agraria &#60;LIBRA&#62;. TELAH terbit edisi Indonesia, buku Prof Dr W.F. Wertheim – ELITE Vs MASSA. Terjemahan dalam bahasa Indonesia buku ELITE Vs MASSA karya Wertheim, merupakan sumbangan yang tak ternilai terhadap khazanah literatur ilmiah progresif Indonesia.</p>
<p>LIBRA mengungkapkan bahwa W.F. Wertheim dikenal sebagai seorang ilmuwan yang telah lama bergelut dengan pedesaan, perubahan sosial dan revolusi Indonesia. Ia juga dikenal sebagai orang yang mencurahkan tenaga dan fikiran untuk mengekspos rezim Suharto sebagai suatu rezim penindas yang tak berperikemanusiaan.</p>
<p>Lewat buku ini, Wertheim menguak proses bagaimaan elit baik yang datang dari kalangan ilmuwan, pejabat, peneliti maupun pemimpin informal di Indonesia dengan sadar atau tak sadar mengabaikan dan menyingkirkan keberadaan massa rakyat. Oleh kaum elit ini, rakyat biasa dan kaum yang paling miskin dianggap sebagai &#8216;orang biasa yang tak perlu dianggap penting&#8217; dan &#8216; massa rakyat yang bodoh dan tak tahu apa-apa&#8217;. Proses ini oleh Wertheim dianggap sebagai sosiologi ketidaktahuan (sociology of ignorance). Karena melupakan dan meremehkan massa rakyat, maka konsekwensinya para ilmuwan, pejabat dan peneliti ini cenderung mengabaikan, membiarkan, meminggirkan atau bahkan menindas rakyat sendiri.</p>
<p>&#8216;Dengan sangat sistimatis, Wertheim mengingatkan pentingnya untuk mengkaji dan memahami massa rakyat dengan cara yang empatik, partisipasitoris, dan berpihak. Dengan mengingatkan para ilmuwan sosial di Indonesia untuk mengkaji &#8216;kelompok yang paling miskin dan yang miskin, Wertheim sebenarnya mengingatkan kita akan pentingnya analisa kelas dan teori-teori sosial Marxis!!. Demikian LIBRA. Suatu resensi yang obyektif dan baik mengenai buku Wertheim MASSA Vs ELITE.</p>
<p>Ketika meyambut terbitnya buku Wertheim tsb, Stichting Wertheim, menulis bahwa &#8216;Sudah sepantasnya Penerbit LIBRA dan Resist Book mendapat penghargaan atas usahanya itu.&#8217; Selanjutnya dijelaskan bahwa, WERTHEIM STICHTING adalah sebuah Yayasan Belanda yang didirikan pada 04 Oktober 1988 melalui suatu akte notaris dan sejak itu menjadikan emansipasi bangsa Indonesia sebagai usahanya dengan memberikan Wertheim Award bagi karya emansipatoris teladan bagi orang-orang Indonesia yang masih hidup.</p>
<p>&#8216;Orang-orang Indonesia yang sudah menerima Wertheim Award adalah penyair Rendra dan Widji Thukul, penulis Pramudya Ananta Toer, penerbit Joesoef Isak, jurnalis Goenawan Mohammad dan penulis Benny G. Setiono.&#8217; Dengan emansipasi yang kami maksudkan ialah proses sejarah kemerdekaan negeri-negeri oleh warganegara mereka, dan ketidaksetaraan, keterbelakangan pendidikan dan penindasan dari partisipasi yang tak mencukupi di bidang pengadaan hukum dan dalam pengambilan keputusan. &#8216;</p>
<p>* * *</p>
<p>Ahmad Nashih LUTFHI dari LIBRA mengemukakan bahwa, buku Prof Wertheim telah didiskusikan di Eltira FM secara on air pada tanggal 12 Oktober yang lalu. Banyak yang merespon dengan macam-macam pertanyaannya. Antara lain ada yang menukik menyoroti teori sosiologi, ada yang bertanya bagaimana caranya agar elit dengan massa tidak berkonflik. Ada yang bertanya berapa harga buku itu (Rp.25.000).</p>
<p>LIBRA selanjutnya menjelaskan a.l. bahwa &#8216;buku Wertheim memberikan sajian tentang sofistikasi teori yang berpijak pada suatu perspektif yang emansipatoris. Juga ditekankan tentang pentingnya &#8216;analisa kelas&#8217; dalam melihat sejarah masyarakat<br />
(pedesaan) kita, suatu masyarakat yang terdiferensiasi berdasarkan kepemilikan tanah<br />
dan penguasaan akan sumber-sumber agraria.</p>
<p>Tepat sekali perhatian LIBRA bahwa Peristiwa 1965 tidak hanya mengakibatkan &#8216;terbantainya&#8217; mamusia-manusia tanpa dosa yang dikorbankan demi melegitimasi naiknya sebuah rezim baru yang otoriter, namun yang telah &#8216;membunuh&#8217; satu perspektif dalam ilmu sosial yang pernah hidup dan menjadi pisau analisa yang cukup tajam. Dilupakannya satu perspektif itu menjadikan perkembangan ilmu sosial di Indonesia berjalan secara &#8216;timpang&#8217;, lebih fokus pada persoalan &#8216;mental&#8217; daripada &#8217;struktural&#8217; . Terlebih keterkaitan antara persoalan kultural dengan kecocokannya (compatibility) pada &#8216;pembangunan&#8217; .</p>
<p>Selanjutnya benar sekali penekanan LIBRA, bahwa dalam karyanya itu Wertheim menunjuk pada &#8216;orang-orang yang dilupakan di Jawa&#8217;, baik sejak masa kolonial oleh elit-elitnya, oleh pemerintah Indonesia saat ini, dan bahkan oleh beberapa ilmuwan sosiolog dan sejarawan di Indonesia, mengingatkan pada tuduhan serupa, &#8216;history without people&#8217; atau &#8216;people wihout history&#8217;. Mengapa pelupaan dan ignoransi itu bisa terjadi, Prof. Wertheim menunjukkan dengan cerdas dalam buku ini.</p>
<p>* * *</p>
<p>Juga adalah penting sekali yang dikemukakan Prof. Dr Sediono M.P. Tjondronegoro, bahwa: Penerbitan buku W.F. Wertheim dalam bahasa Indonesia di tahun pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat R.I. dan Presiden R.I. 2009 ini dapat dikatakan tepat saat karena karena boleh dikatakan bangsa Indonesia memilih elite politiknya menjelang dasawarsa kedua abad ke-21.</p>
<p>Dengan alasan dan analisa Prof. Wertheim sebagai ahli/pakar sosiologi yang selama hidup<br />
beliau &#60;18 November 1907 &#8211; 03 November 1998&#62; mempunyai ikatan batin erat dengan penduduk Indonesia, mudah-mudahan banyak cendekiawan Indonesia dapat juga menghayati pemikiran kaum elit tentang massa rakyat setelah merdeka 64 tahun dan berusaha mengembangkan tatanan demokrasi yang sesuai dengan budaya bangsa.</p>
<p>Namun, sebelum pembaca menekuni analisa cerdik dalam buku ini ada baiknya mengetahui<br />
siapa sebenarnya Prof.Wertheim itu dan perhatian khusus beliau mengenai Indonesia<br />
beserta penduduknya juga sejak zaman pebnjajahan Belanda sampai menjadi negara berdaulat R.I. melalui suatu Revolusi Nasional.</p>
<p>Pada akhirnya Prof Sediono Tjondronegoro menekankan bahwa dalam perkembangan sejarah di abad ke-20 juga di benua Asia terjadi revolusi yang kecuali menggusur kolonialisme juga menumbuhkan pelapisan sosial baru.</p>
<p>Pesan jelas Prof. Wertheim melalui buku ini agar bukan saja para sosiolog tetapi juga cendekiawan yang berperan di ranah politik praktis memerangi &#8216;Sosiologi Ketidaktahuan&#8217; . Elite, kecuali membuka mata untuk kebutuhan massa, penuhilah hak hidup dan perkembangan mereka.</p>
<p>Demikianlah akhir kata Prof Tjondronegoro dalam buku Prof. Wertheim, &#8216;Elite vs Massa&#8217;.<br />
(Bogor, 20 Mei 2009) yang amat berharga itu.</p>
<p>* * *</p>
<p>Sebagai tambahan informasi mengenai penulis buku ELITE Vs MASSA, Prof Dr Wertheim, baik dikemukakan di sini, bahwa di antara murid dan atau yang pernah dapat bimbingan, dan/atau bekerjasama dengan beliau, a.l. adalah Prof, Dr Sayogo, Prof. Dr. Sediono M.P. Tjndronegoro, Prof. Dr Sartono Kartodirdjo, Prof. Dr Djokosutono, Prof Dr Bachtiar Rifai, dan Prof. Dr. Harsja W. Bachtiar, Drs. Sukmono Martokusumo, Drs The Siauw Giap, Drs Basuki Goenawan dan lain-lain.</p>
<p>Prof. Dr Wertheim adalah ilmuwan yang disegani tidak hanya di Indonesia dan Belanda, namun juga di kalangan ilmuwan dunia.</p>
<p>Beberapa karyanya yang telah dikenal oleh publik Indonesia diantaranya adalah buku klasiknya &#8212; &#8216;INDONESIAN SOCIETY IN TRANSITION, A Study of Social Change (1957) &#8212; &#8216;, &#8216;Evolution and Revolution. The RisingWaves of Emancipa&#8217; (1974), dan &#8216;Third World Whence and Whither? Perspective State versus Aggressive Market&#8217; (1997).</p>
<p>Ketiga buku tsb telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, menyusul buku ELITE Vs MASSA. (A.N.Lutfhi)* * *</p>
<p>**) – Ibrahim Isa, – Sekretaris Wertheim Stichting, Amsterdam.</p>
<p>– Publisis</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[buku kumpulan soal usm stan 2010]]></title>
<link>http://enormouscollege.wordpress.com/2009/11/30/buku-kumpulan-soal-usm-stan-2010/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 12:12:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>enormouscollege</dc:creator>
<guid>http://enormouscollege.wordpress.com/2009/11/30/buku-kumpulan-soal-usm-stan-2010/</guid>
<description><![CDATA[miliki segera buku kumpulan soal menuju usm stan 2010 kini hanya Rp 37,000.- selama masa proma dan j]]></description>
<content:encoded><![CDATA[miliki segera buku kumpulan soal menuju usm stan 2010 kini hanya Rp 37,000.- selama masa proma dan j]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Java SE 6 Platform]]></title>
<link>http://fathilearnjava.wordpress.com/2009/11/30/java-se-6-platform/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 10:52:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>fathi</dc:creator>
<guid>http://fathilearnjava.wordpress.com/2009/11/30/java-se-6-platform/</guid>
<description><![CDATA[download di sini.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://rapidshare.com/files/75769873/Beginning_Java_SE_6_Platform_-_Apress.rar" target="_self"><img class="alignleft size-full wp-image-28" title="Java SE" src="http://fathilearnjava.wordpress.com/files/2009/11/java-se.jpg" alt="" width="108" height="140" /></a></p>
<p><a href="http://rapidshare.com/files/75769873/Beginning_Java_SE_6_Platform_-_Apress.rar" target="_self">download di sini. </a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Membaca...]]></title>
<link>http://mesrarakyat.wordpress.com/2009/11/30/membaca-2/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 00:10:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>mesrarakyat</dc:creator>
<guid>http://mesrarakyat.wordpress.com/2009/11/30/membaca-2/</guid>
<description><![CDATA[Masa cuti eloklah diisi dengan pembacaan buku motivasi. Ini akan menjadikan diri kita lebih bertenag]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Masa cuti eloklah diisi dengan pembacaan buku motivasi. Ini akan menjadikan diri kita lebih bertenag]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Membuat Kreasi Antaran Pengantin untuk Pemula]]></title>
<link>http://n3ngqql.wordpress.com/2009/11/29/membuat-kreasi-antaran-pengantin-untuk-pemula/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 15:01:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kiky</dc:creator>
<guid>http://n3ngqql.wordpress.com/2009/11/29/membuat-kreasi-antaran-pengantin-untuk-pemula/</guid>
<description><![CDATA[Jadiiii, ceritanya Nyokap bersedia buat menghias itu yang namanya Hantar-hantaran untuk Marbot di me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Jadiiii, ceritanya Nyokap bersedia buat menghias itu yang namanya Hantar-hantaran untuk Marbot di me]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Beginning Programming with Java for Dummies]]></title>
<link>http://fathilearnjava.wordpress.com/2009/11/29/beginning-programming-with-java-for-dummies/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 11:57:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>fathi</dc:creator>
<guid>http://fathilearnjava.wordpress.com/2009/11/29/beginning-programming-with-java-for-dummies/</guid>
<description><![CDATA[&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Download buku ini.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://rapidshare.com/files/58322393/Beginning_Programming_with_Java.rar" target="_self"><img class="alignleft size-full wp-image-23" title="JavaForDummies" src="http://fathilearnjava.wordpress.com/files/2009/11/javafordummies1.jpg" alt="" width="115" height="115" /></a></p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p><a href="http://rapidshare.com/files/58322393/Beginning_Programming_with_Java.rar" target="_self">Download buku ini.</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lebih Banyak Merokok Daripada Membaca]]></title>
<link>http://dodimawardi.wordpress.com/2009/11/29/lebih-banyak-merokok-daripada-membaca/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 03:49:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>dodimawardi</dc:creator>
<guid>http://dodimawardi.wordpress.com/2009/11/29/lebih-banyak-merokok-daripada-membaca/</guid>
<description><![CDATA[Oleh Dodi Mawardi Sekolah Menulis Kreatif Indonesia Suatu sore (14/10/09), saya ngobrol dengan seora]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Oleh Dodi Mawardi</p>
<p>Sekolah Menulis Kreatif Indonesia</p>
<p><a href="http://dodimawardi.wordpress.com/files/2009/11/ist2_669672-boy-writting-letter.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-296" title="ist2_669672-boy-writting-letter" src="http://dodimawardi.wordpress.com/files/2009/11/ist2_669672-boy-writting-letter.jpg?w=213" alt="" width="213" height="300" /></a></p>
<p>Suatu sore (14/10/09), saya ngobrol dengan seorang mahasiswa peserta perkuliahan yang saya asuh. Seperti biasa, saya memang sering sharing berbagai masalah di luar mata kuliah. Dan tampaknya mahasiswa senang karena mendapat materi lain dan berbeda. Pada pertemuan pertama pekan lalu, saya bagi-bagi pengalaman tentang dunia penulisan, motivasi dan modal untuk hidup.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Nah hari ini, saya tanya seorang mahasiswa berumur sekitar 19 tahun. “Kamu merokok?” tanya saya serius. “Ya…” jawabnya santai. “Berapa banyak dalam sehari?” lanjut saya. Dia terdiam sejenak, seperti sungguh-sungguh menghitung. “Ya kira-kira habis sebungkus…”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Saya kaget. Ya kaget. Anak semuda itu sudah menghabiskan rokok sebungkus dalam sehari. Dari sisi manapun, konsumsi rokok sebanyak itu sangat merugikan. Yang untung hanyalah buruh pabrik rokok, pedagang rokok, distributor, pemerintah lewat cukai dan terutama pemilik perusahaan rokok. Bukankah para pemilik pabrik rokok itu berulangkali menjadi manusia terkaya di Indonesia? Hasil dari asap rokok yang dikepulkan oleh mahasiswa ini.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Kalau dirupiahkan berapa tuh?” saya berusaha tenang dan terus bertanya.</p>
<p>“Ya 10 ribuan lah sehari,” jawabnya enteng sambil melanjutkan menulis tugas yang saya berikan. “Berarti dalam sebulan kamu menghabiskan Rp 300 ribu untuk rokok?” saya berusaha meyakinkan.</p>
<p>“Ya…” tukasnya cepat tanpa menghitung lagi.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Dik,” ujar saya,”Andai uang itu kamu belikan buku, kira-kira kamu bisa mendapatkan 10 buku,” dia bengong. “Dan kalau kamu dalam sebulan membaca 10 buku, maka kamu akan menjadi manusia yang berbeda, yang lebih berkualitas dibanding sekarang.”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Dia tertegun.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Sebelumnya saya memang bertanya, “Berapa buku yang kamu baca dalam sebulan?”</p>
<p>Jawaban mahasiswa kebanyakan adalah TIDAK, atau satu, dua buku saja. Itupun buku wajib!</p>
<p>&#160;</p>
<p>Dari obrolan itu saya mengambil kesimpulan. Bangsa ini bukan berdaya beli rendah terhadap buku, melainkan memang belum sadar betapa bermanfaatnya buku untuk mengubah hidup. Saya teringat ucapan seorang bijak,”Kamu tidak akan pernah berubah kecuali karena dua hal, orang yang kamu temui dan buku yang kamu baca.” Benar sekali, kita baru akan bisa berubah menjadi lebih baik jika kita menemui orang baru yang lebih pintar, lebih bijak dan lebih lebih lainnya, atau setelah membaca buku.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Sayangnya, kebanyakan kita tidak menyadari hal tersebut. Daya beli kita justru diperbesar untuk hal-hal yang manfaatnya minim. Hasil beberapa survey yang saya gabungkan dalam fakta dibawah ini bisa menjadi cermin betapa kelirunya bangsa ini dalam membelanjakan uangnya. Biaya makan sehari-hari lebih dari 10% dari penghasilan, biaya transportasi sekitar 10%, biaya beli rokok sekitar 3 &#8211; 4 %, biaya beli buku 0,1%, kebutuhan sehari-hari termasuk yang konsumtif lebih dari 50%.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Jadi, wajar kalau bangsa ini tetap jauh tertinggal dibanding negara lain bukan?</p>
<p>&#160;</p>
<p>Buat pemerintah, jika melihat fakta ini seharusnya mampu membuat kebijakan yang bisa mengubah budaya membaca. Salah satunya dengan menurunkan berbagai pemberat buat industri penerbitan buku, agar harga buku menjadi lebih murah dan terjangkau, kalau perlu gratis. Selain itu, menggalakkan budaya membaca sejak dini. Seperti yang dilakukan Jepang pada 1945 lalu. Setelah dibom atom, mereka bangkit dalam waktu hanya 15 tahun. Salah satunya dengan gerakan membaca, menulis dan mencari ilmu sebanyak-banyaknya ke negara yang lebih pintar. Seharusnya kita bisa mencontek.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Ah masih ngimpi kayaknya…</p>
<p>Tapi paling tidak saya sudah berani bermimpi ya!</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lomba Nulis Buku Berhadiah Rp 1 Milyar]]></title>
<link>http://pakarfisika.wordpress.com/2009/11/29/lomba-nulis-buku-berhadiah-rp-1-milyar/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 00:22:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>pakarfisika</dc:creator>
<guid>http://pakarfisika.wordpress.com/2009/11/29/lomba-nulis-buku-berhadiah-rp-1-milyar/</guid>
<description><![CDATA[Nulis Aah... Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional (Pusbuk Depdiknas) menggelar sayembara p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>
<p><strong></p>
<div id="attachment_2230" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><strong><a href="http://pakarfisika.wordpress.com/files/2009/11/buku_pakarfisika.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-2230" title="buku_pakarfisika" src="http://pakarfisika.wordpress.com/files/2009/11/buku_pakarfisika.jpg?w=150" alt="Nulis Aah..." width="150" height="112" /></a></strong><p class="wp-caption-text">Nulis Aah...</p></div>
<p></strong>Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional (Pusbuk Depdiknas) menggelar sayembara penulisan naskah buku pengayaan 2010. Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan motivasi menulis di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan. Sayembara yang terbuka bagi para pendidik dan tenaga kependidikan baik formal maupun nonformal ini berhadiah total Rp1.080.000. 000,00.</p>
<p><!--more--><br />
Tema penulisan adalah Membangun Manusia Indonesia yang Religius, Cerdas, Bermartabat, Mandiri, dan Kompetitif di Era Global. Naskah yang disayembarakan adalah buku pengayaan yang memuat materi yang dapat memperkaya dan meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan keterampilan, serta membentuk kepribadian peserta didik. Peruntukan pembaca adalah untuk jenjang pendidikan SD/MI (kelas 4,5, dan 6), SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK/MAK.</p>
<p>Kepala Bidang Pengembangan Naskah dan Pengendalian Mutu Buku Pusbuk Depdiknas, Wahyu Trihartati, mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya Pusbuk Depdiknas untuk membantu meningkatkan baik mutu maupun jumlah penulis dan naskah buku pengayaan. &#8220;Sayembara ini khusus untuk pendidik karena Pusbuk berkeyakinan kalau guru &#8211; guru yang menulis karena dia yang mengetahui kebutuhan siswa, dia yang bergaul dengan siswa sehari-hari, dia yang bisa menulis,&#8221; katanya pada kegiatan Sosialisasi Standar/Instrumen Penilaian Buku Teks Pelajaran di Hotel Mega Anggrek, Jakarta, Sabtu (21/11/2009).</p>
<p>Wahyu mengatakan, hasil naskah para pemenang akan ditawarkan kepada para penerbit. &#8220;Hak cipta ada di penulis, Pusbuk hanya membantu memfasilitasi dengan menawarkan kepada para penerbit yang berminat. Kita minta untuk menetapkan royalti dan terus kita pantau penerbitannya,&#8221; katanya.</p>
<p>Jenis naskah yang disayembarakan masing &#8211; masing enam naskah untuk tiap jenjang pendidikan. Untuk SD/MI (kelas 4,5, dan 6) meliputi, pengayaan pengetahuan alam dan matematika, pengayaan pengetahuan sosial dan humaniora, pengayaan keterampilan vokasional (kewirausahaan), cerita anak, kumpulan pantun, dan kumpulan puisi; untuk SMP/MTs meliputi pengayaan pengetahuan alam dan matematika, pengayaan pengetahuan sosial dan humaniora, pengayaan keterampilan vokasional (kewirausahaan), novel, kumpulan cerpen, dan kumpulan puisi; dan untuk SMA/MA/SMK/MAK meliputi pengayaan pengetahuan alam dan matematika, pengayaan pengetahuan sosial dan humaniora, pengayaan keterampilan vokasional (kewirausahaan), novel, drama, dan biografi.</p>
<p>Persyaratan sayembara antara lain meliputi naskah yang diajukan adalah karya asli, tidak berseri, belum pernah menjadi pemenang sebagian ataupun seluruhnya dalam sayembara manapun, tidak sedang diikutsertakan pada sayembara lain, dan belum pernah diterbitkan. Naskah diketik komputer diatas kertas A4 minimal 60 halaman, 2 spasi, ukuran font 12. Jika menggunakan gambar, ukurannya harus proporsional dan mendukung materi.</p>
<p>Naskah dikirimkan paling lambat pada 1 Maret 2010 (stempel pos) kepada Panitia Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Tahun 2010 Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Jalan Gunung Sahari Raya No.4 Jakarta 10002. Hadiah per jenis naskah untuk 54 naskah bagi pemenang I Rp 21.000.000,00, pemenang II Rp 20.000.000, dan pemenang III Rp 19.000.000,00. Informasi lebih lanjut tentang sayembara dapat menghubungi Pusat Perbukuan Depdiknas telepon (021) 3804248, pes 275, fax (021) 3458151, 3806229, email <a href="mailto:pusbuk@sibi.or.id" target="_blank">pusbuk@sibi.or.id</a> atau <a href="mailto:bangnas_pusbuk@yahoo.com" target="_blank">bangnas_pusbuk@yahoo.com</a>, atau melalui laman <a href="http://www.sibi.or.%20id./" target="_blank">www.sibi.or. id.</a></p>
</div>
<p><em><br />
Sumber: <a title="Lomba Nulis Buku" href="http://www.depdiknas.go.id/" target="_blank">Pers Depdiknas</a></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TEORI KOMUNIKASI MASSA]]></title>
<link>http://xavierbook.wordpress.com/2009/11/28/teori-komunikasi-massa/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 22:19:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>charlesroring</dc:creator>
<guid>http://xavierbook.wordpress.com/2009/11/28/teori-komunikasi-massa/</guid>
<description><![CDATA[Penulis : John Vivian Harga : Rp 250.000,- Pesan Buku ini Tebal : 658 halaman Ukuran : 19 x 25 cm Ce]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Penulis : John Vivian Harga : Rp 250.000,- Pesan Buku ini Tebal : 658 halaman Ukuran : 19 x 25 cm Ce]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[AGAR JATUH CINTA TAK JADI BENCANA]]></title>
<link>http://bocahbancar.wordpress.com/2009/11/28/agar-jatuh-cinta-tak-jadi-bencana/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 13:54:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>bocahbancar</dc:creator>
<guid>http://bocahbancar.wordpress.com/2009/11/28/agar-jatuh-cinta-tak-jadi-bencana/</guid>
<description><![CDATA[Bismillah Hmm&#8230;.Lagi lagi masalah Cinta. Cinta memang luar biasa, setiap zaman, setiap waktu, t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bismillah Hmm&#8230;.Lagi lagi masalah Cinta. Cinta memang luar biasa, setiap zaman, setiap waktu, t]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[AURA PERSONALITI WARNA]]></title>
<link>http://abunuha.wordpress.com/2009/11/28/aura-personaliti-warna/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 13:40:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Nuha</dc:creator>
<guid>http://abunuha.wordpress.com/2009/11/28/aura-personaliti-warna/</guid>
<description><![CDATA[Buku yang sudah dibaca : &#8220;Tidakkah kamu  melihat Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Buku yang sudah dibaca : &#8220;Tidakkah kamu  melihat Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Fear Street]]></title>
<link>http://bungaperdu.wordpress.com/2009/11/28/fear-street/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 12:23:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>perdu</dc:creator>
<guid>http://bungaperdu.wordpress.com/2009/11/28/fear-street/</guid>
<description><![CDATA[Buku spesialis thiller yang selalu berlatar belakang Shadyside dengan fear streetnya diceritakan seb]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://bungaperdu.wordpress.com/files/2009/11/sdhgfdsh.jpg"><img src="http://bungaperdu.wordpress.com/files/2009/11/sdhgfdsh.jpg?w=300" alt="" title="Fear Street" width="300" height="237" class="aligncenter size-medium wp-image-171" /></a><br />
<em>Buku spesialis thiller yang selalu berlatar belakang Shadyside dengan fear streetnya diceritakan sebagai sebuah kota kecil yang tidak pernah luput dari tragedi-tragedi mengerikan&#8230;</em><br />
<!--more--></p>
<p>Fear Street, rasanya sudah lama sekali aku tidak pernah bertemu dengan buku ini sejak membacanya pertama kali di perpustakaan SMA. Buku spesialis thiller yang selalu berlatar belakang Shadyside dengan fear streetnya diceritakan sebagai sebuah kota kecil yang tidak pernah luput dari tragedi-tragedi mengerikan. Uniknya, R.L. Stine selalu membuat tokoh baru yang tidak berhubungan dengan tokoh-tokoh dalam edisi sebelumnya walaupun setting tempatnya sama, hal ini membuat masing-masing buku merupakan sebuah cerita tersendiri yang terlepas dari buku sebelumnya.</p>
<p>Aku menemukan buku ini secara tidak sengaja saat meminjam komik di rental Donal Bebek (nama rental sesuai yang tercetak di stempel dalam buku). Fear Street ada di rak depan kasir diantara buku-buku lama yang rata-rata lembarannya sudah menguning, berdebu, dan lusuh. Ada juga serial Holmes, Sidney Sheldon, Jessica Steele, Daniele Steele, Agatha Christie, dan beberapa pengarang terkenal lainnya. Sementara itu dari golongan pengarang lokal, aku menemukan buku-buku lama karya Mira W, V Lestari, dan banyak teenlit lainnya. </p>
<p>Sejujurnya penemuan ini mengagetkanku, ternyata ada banyak kumpulan buku lama yang bisa dijadikan alternative selain komik. Apalagi aku bukanlah orang yang terjebak pada penampilan luar buku, sekalipun lembarannya sudah menguning (sebenarnya lebih tepat kalau kecoklatan), tapi tidak merubah niat untuk membacanya, yang penting kan isinya bukan covernya tow. Tentu saja aku harus mengingat-ingat untuk tidak lupa mencuci tangan setelah membaca, karena lembarannya yang lusuh seringkali membuat telapak tangan dan jari-jariku menghitam karena banyaknya debu dan kotoran yang menempel.</p>
<p>Sejak malam penemuan itu, akupun selalu menyempatkan diri untuk meminjam buku-buku di sana setiap setidaknya seminggu sekali. Karena aku sedang ingin nostalgia dengan Fear Street terlebih dahulu maka liburan Idul Adha ini aku bahkan meminjam enam buah buku Fear Street sekaligus untuk mengisi waktu kosong selama ditinggal anak-anak pulang kampung. Kalau sudah selesai terbaca semuanya mungkin  akan beralih ke Agatha Cristhie dan lainnya.</p>
<p>Well, setelah membaca buku ini ada keinginan untuk mempostingkan resumenya di blog, tapi tidak akan kubuat sekaligus, nanti akan kuselang-seling dengan postingan lainnya. But now, lets read it first!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aidil Adha 1430H Samarinda Yang Sepi]]></title>
<link>http://arizaldi.wordpress.com/2009/11/28/aidil-adha-1430h-samarinda-yang-sepi-2/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 05:17:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>arizaldi</dc:creator>
<guid>http://arizaldi.wordpress.com/2009/11/28/aidil-adha-1430h-samarinda-yang-sepi-2/</guid>
<description><![CDATA[Aidil Adha 1430H. Hari Raya Qurban pertamaku di Samarinda, Kalimantan Timur. Dirayakan sendiri, jauh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Aidil Adha 1430H. Hari Raya Qurban pertamaku di Samarinda, Kalimantan Timur. Dirayakan sendiri, jauh dari keluarga. Bukan perayaan namanya kalau begitu. Makanya terasa biasa saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah shalat Eid di masjid At Taqwa depan perumahan elit Villa Tamara, praktis tidak ada kegiatan yang dapat kulakukan. Menyaksikan pemotongan hewan qurban di 2 masjid terdekat tidak bisa karena pemotongan hewan baru akan dilaksanakan hari Sabtu. Hendak jalan ke pusat keramaian tidak ada kendaraan di rumah, sementara angkutan kota tidak nampak beroperasi (pada hari biasa saja sangat jarang lewat, interval menunggu bisa lebih dari 15 menit). Silaturahmi ke rumah tetangga sekitar juga tidak karena tidak begitu kenal atau akrab dengan mereka (kapan bersosialisasinya? berangkat kerja pagi-pagi, pulangnya udah malam, ngga&#8217; sempat ketemu tetangga).</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itu sampai siang aku hanya tidur-tiduran nonton TV hingga akhirnya ketiduran beneran. Terbangun persis setengah 12, saat yang tepat untuk berangkat shalat Jum&#8217;at. Makan siang? Nah, ini yang susah! Sepanjang jalan AW Syahranie tak ada satu pun warung yang buka. Berbelok ke arah Vorvoo, sama saja, tidak ada penjual makanan yang kujumpai. Daripada makan di KFC atau food court di Lembuswana Mall yang tidak sesuai dengan seleraku, aku memilih untuk menahan lapar dahulu dan masuk ke Gramedia.</p>
<p style="text-align:justify;">Keluar dari sana, 2 buku ini kubawa pulang:</p>
<p style="text-align:justify;">1. 5 cm karya Donny Dhirgantoro, terbitan Grasindo 2007</p>
<p style="text-align:justify;">2. The Lost Boy karya Dave Pelzer, terbitan Gramedia 2001 (sudah pernah dibaca sebelumnya, dibeli sebagai pelengkap koleksi)</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://arizaldi.wordpress.com/files/2009/11/5-cm.jpg"><img title="5 cm" src="http://arizaldi.wordpress.com/files/2009/11/5-cm.jpg?w=197" alt="" width="158" height="240" /></a> <a href="http://arizaldi.wordpress.com/files/2009/11/the-lost-boy.jpg"><img title="The Lost Boy" src="http://arizaldi.wordpress.com/files/2009/11/the-lost-boy.jpg" alt="" width="164" height="240" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Pencarian makan siang berlanjut. Aku naik angkutan kota menelusuri jalan Juanda, berharap bisa makan nasi Padang atau apa saja yang akan kutemukan di jalan yang biasanya selalu penuh dengan gerobak makanan, warung, resto, atau cafe-cafe. Tapi nihil, sepanjang Juanda, semuanya tutup! Belok ke jalan Antasari mataku celingukan ke kiri dan kanan jalan mencari penjual makanan. Nasib baik, dekat pertigaan ke jalan baru, ada sebuah warung ayam goreng yang buka. Alhamdulillah, makan siangku akhirnya terlaksana jam 14.30 WITA!</p>
<p style="text-align:justify;">Pulang ke rumah langsung ngebut baca 5 cm. Menarik sekali novel ini! Mungkin nanti kalau sempat akan aku buatkan resensinya. Membacanya sampai malam, diselingi makan nasi goreng ikan asin plus lauk ayam bakar yang diantarkan seorang teman yang berbaik hati. Barangkali karena dia tahu, Samarinda sepi dan sulit menemukan penjual makanan pada saat hari besar keagamaan seperti ini.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[tentang buku dan pembakarnya]]></title>
<link>http://kronikinsomnia.wordpress.com/2009/11/28/tentang-buku-dan-pembakarnya/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 03:57:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>dusone</dc:creator>
<guid>http://kronikinsomnia.wordpress.com/2009/11/28/tentang-buku-dan-pembakarnya/</guid>
<description><![CDATA[apakah mereka bahagia; tinggal dalam sebuah buku; berdebar menunggu datang rayap; menahan dingin dal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>apakah mereka bahagia; tinggal dalam sebuah buku; berdebar menunggu datang rayap; menahan dingin dalam lembab; terganggu dengan jamur yang tumbuh; sesak napas karena bau apak; dan sekarang, hangus terbakar oleh api.</p>
<p>apakah mereka bahagia; merobek dan membakar buku; tak sepaham dengan isi bahkan sampulnya, saja; mungkin telah buta hati mereka; hingga menjadi pendek akalnya; atau membakarnya hanya, karena; mereka tak bisa membaca!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Buku...Riwayatmu Dulu, Kini, (dan Nanti…)]]></title>
<link>http://bincangmedia.wordpress.com/2009/11/27/buku-riwayatmu-dulu-kini-dan-nanti%e2%80%a6/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 15:01:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Iwan Awaluddin Yusuf</dc:creator>
<guid>http://bincangmedia.wordpress.com/2009/11/27/buku-riwayatmu-dulu-kini-dan-nanti%e2%80%a6/</guid>
<description><![CDATA[Iwan Awaluddin Yusuf[1] Orang boleh berkoar-koar apa saja tentang kehebatan new media dengan segala ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Iwan Awaluddin Yusuf[1] Orang boleh berkoar-koar apa saja tentang kehebatan new media dengan segala ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nice story about marketing (Dari Komunikasi Cinta nya Djito Kasilo)]]></title>
<link>http://firmanegotistic.wordpress.com/2009/11/27/nice-story-about-marketing-dari-komunikasi-cinta-nya-djito-kasilo/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 13:59:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>Firman</dc:creator>
<guid>http://firmanegotistic.wordpress.com/2009/11/27/nice-story-about-marketing-dari-komunikasi-cinta-nya-djito-kasilo/</guid>
<description><![CDATA[Some Kind of Marketing Strategy You see a gorgeous girl at a party. You go up to her and say, “I’m f]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Some Kind of Marketing Strategy You see a gorgeous girl at a party. You go up to her and say, “I’m f]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ayo Membaca]]></title>
<link>http://dermawanwibisono.wordpress.com/2009/11/27/ayo-membaca/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 03:10:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>dermawanwibisono</dc:creator>
<guid>http://dermawanwibisono.wordpress.com/2009/11/27/ayo-membaca/</guid>
<description><![CDATA[1. Buku Akademis   Riset Bisnis Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2003) Pengarang: Dr. Dermawan Wibi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[1. Buku Akademis   Riset Bisnis Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2003) Pengarang: Dr. Dermawan Wibi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bartimaeus Trilogi : Amulet Samarkand]]></title>
<link>http://manshurzikri.wordpress.com/2009/11/26/bartimaeus-trilogi-amulet-samarkand/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 17:13:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>manshurzikri</dc:creator>
<guid>http://manshurzikri.wordpress.com/2009/11/26/bartimaeus-trilogi-amulet-samarkand/</guid>
<description><![CDATA[Judul Buku : The Bartimaeus Trilogy: The Amulet of Samarkand Pengarang : Jonathan Stroud Penerjemah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Judul Buku : The Bartimaeus Trilogy: The Amulet of Samarkand Pengarang : Jonathan Stroud Penerjemah ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cara Cepat Belajar Adsense, dengan Adsense Blackhat Edition]]></title>
<link>http://dotexe.unnes.ac.id/2009/11/26/cara-cepat-belajar-adsense-dengan-adsense-blackhat-edition/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 16:17:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>dotexe</dc:creator>
<guid>http://dotexe.unnes.ac.id/2009/11/26/cara-cepat-belajar-adsense-dengan-adsense-blackhat-edition/</guid>
<description><![CDATA[Kami coba bagi sebuah ebook menarik tentang Adsense, kali ini adsense akan dipelajari dengan cara ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kami coba bagi sebuah ebook menarik tentang Adsense, kali ini adsense akan dipelajari dengan cara yang sedikit &#8216;nakal&#8217;. Yups, judulnya saja <strong>Adsense, Blackhat Edition</strong></p>
<p>Plus bonus belajar Adwords, Google Search dan Virus komputer. Download via Hotfile di:<br />
<a href="http://hotfile.com/dl/18704208/fb12650/Adsense-blackhat-editions__Intipadi.com.zip.html">http://hotfile.com/dl/18704208/fb12650/Adsense-blackhat-editions__Intipadi.com.zip.html</a></p>
<hr />
Dapatkan voucher diskon premium untuk pembelian akun Hotfile, <a href="http://hotfile.com/register.html?reff=561674">klik disini</a>.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
