<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>buletin-gaul-islam &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/buletin-gaul-islam/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "buletin-gaul-islam"</description>
	<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 02:50:39 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Remaja Juga Bisa Berkorban]]></title>
<link>http://osolihin.wordpress.com/2009/11/30/remaja-juga-bisa-berkorban/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 17:33:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>osolihin</dc:creator>
<guid>http://osolihin.wordpress.com/2009/11/30/remaja-juga-bisa-berkorban/</guid>
<description><![CDATA[gaulislam edisi 110/tahun ke-3 (13 Dzulhijjah 1430 H/30 Nopember 2009) Di senin pagi ini, tanggal 30]]></description>
<content:encoded><![CDATA[gaulislam edisi 110/tahun ke-3 (13 Dzulhijjah 1430 H/30 Nopember 2009) Di senin pagi ini, tanggal 30]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[2012]]></title>
<link>http://osolihin.wordpress.com/2009/11/23/2012-2/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 10:56:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>osolihin</dc:creator>
<guid>http://osolihin.wordpress.com/2009/11/23/2012-2/</guid>
<description><![CDATA[gaulislam edisi 109/tahun ke-3 (6 Dzulhijjah 1430 H/23 Nopember 2009) Angka 2012, akhir-akhir ini se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[gaulislam edisi 109/tahun ke-3 (6 Dzulhijjah 1430 H/23 Nopember 2009) Angka 2012, akhir-akhir ini se]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Yuk, Jadi Entrepreneur!]]></title>
<link>http://keepfight.wordpress.com/2009/11/16/yuk-jadi-entrepreneur/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 03:50:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>keepfight</dc:creator>
<guid>http://keepfight.wordpress.com/2009/11/16/yuk-jadi-entrepreneur/</guid>
<description><![CDATA[gaulislam edisi 108/tahun ke-3 (28 Dzulqaidah 1430 H/16 Nopember 2009) Dalam sebuah acara reality sh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>gaulislam</strong><strong> edisi 108/tahun ke-3 (28 Dzulqaidah 1430 H/16 Nopember 2009) </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Dalam sebuah acara <em>reality show </em>di salah satu tv swasta di negeri ini, ditayangkan kisah hidup ‘orang-orang kecil’ yang nun jauh di desa. Nyaris jauh dari sebuah peradaban yang katanya modern. Lengkap ditampilkan dengan seluk beluk perjuangannya untuk bisa <em>survive </em>dalam hidup. Apa pekerjaannya? Bertani, bikin perkakas rumah tangga atau kerajinan tangan, atau malah jadi buruh kasar, sampai kerja serabutan sedapetnya. Dengan penghasilan yang nggak seberapa.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Kebetulan, tokoh yang dipilih udah sepuh alias nenek-kakek atau ibu-bapak paruh baya yang tinggal di sebuah tempat nggak layak huni.. Presenter acara ini dipilih bergantian dari anak-anak muda yang profesinya beragam: mulai mahasiswa, model, anak band, dj, sampai pengusaha. Dalam acara ini mereka kudu ikut ‘magang’ ngelakuin aktivitas si tokoh cerita sehari-hari selama beberapa waktu.</p>
<p>Bagi pemirsa yang termasuk tipe orang dengan kepribadian melankolis yang sensitif terhadap apa yang dia lihat, mungkin pada saat nonton acara ini bisa terbawa emosi dan tak terasa air matanya menitik perlahan menganak sungai (lebay banget nggak sih?). <em>Coz</em>,<em> </em>suasananya emang sengaja di-<em>setting</em> mengharu-biru, Man. Saking seringnya saya lihat adegan yang mirip tiap episodenya (hayo, ketauan sering nonton!). Kadang saya berpikir, kok kehidupan saudara-saudara kita yang kurang beruntung ini kesannya malah dieksploitasi buat kepentingan tertentu dari sudut pandang pengusaha media.</p>
<p>Ya, meski di akhir acara yang berdurasi setengah jam ini ada <em>ending </em>yang bikin mata penonton makin berair dan dada sesak penuh haru, atau minimal berkaca-kaca, tetep aja buat saya jadi malah tambah kasian plus geram segeram-geramnya. Kasian buat yang nonton, air matanya sia-sia dikeluarin, soalnya cuma bisa nonton, bukannya <em>action. </em>Terus geram sama pemerintah yang tega sampai sekarang ngebiarin mereka hidup di bawah garis kemiskinan. Arrrggghhhh!! Dasar kapitalis!</p>
<p>Sobat muda muslim, ngerasa nggak sih kalo jaman sekarang remaja tuh makin nggak mandiri? Jangan-jangan termasuk kamu yang lagi baca ini? (Heuheu, sory, piss). Kalo mau dibandingin, kontras banget kan? Ambil contoh tayangin tadi. Antara si tokoh dengan si presenter, kesehariannya aja beda. Yang keseleksi jadi host kalo pas kebetulan mahasiswa, umumnya termasuk orang-orang yang hidup di zona nyaman (<em>trapped in comfort zone</em>). Biasa hidup enak. Segalanya tinggal minta. Pokoknya hampir nggak ada yang nggak terkabul. Berbeda halnya dengan sang tokoh, yang segala sesuatunya kudu bahkan wajib untuk dimulai dengan perjuangan dan tak jarang dengan pengorbanan. Paling nggak ada satu nilai yang pengen disampein dalam acara tersebut, kemandirian sang tokoh yang layak ditiru sama pemirsa di tanah air, terutama generasi mudanya. Ayo, kamu boleh tepuk tangan… plok…plok…plok!</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong><em>No Money</em></strong><strong>, No-Dong?</strong></p>
<p>Apa jadinya negeri kita di masa depan kalo yang mudanya aja males mikir dan males usaha? Ditambah sama budaya gengsinya yang kelewat abis. Menurut Afifah Afra, seorang penulis buku-buku remaja, menuliskan bahwa sebagian besar remaja Indonesia masih menggantungkan hidupnya kepada orang tua, alias tidak mandiri secara finansial, alias miskin. Buat beli pulsa HP aja dikasih dari mamanya. Punya motor atau mobil keren perlu bensin. Untuk beli bensinya? Ya, ‘nodong’ sama papanya. Belum urusan makan dan traktir teman saat ultah. Kadang, bukan uang hasil usaha sendiri kan? Nah, ketahuan banget deh betapa nggak mandirinya remaja Indonesia secara umum.</p>
<p>Bro ens Sis, rasanya jadi barang langka tipe remaja yang mau berwirausaha supaya mandiri. Dulu, jaman saya sekolah sampai kuliah, banyak temen saya (termasuk saya sendiri) sambil sekolah bawa barang jualan. Itu pas SMA, lho. Lumayan kan, buat tambah-tambah beli buku sama jajan. Nggak ada malu, apalagi gengsi. Tapi sekarang? Wah, diacungin empat jempol kalo masih ada yang begitu. Kalo pun ada, jarang banget. Bisa diitung sama jari. Rupanya, yang jadi <em>cardo questionis</em> (inti persoalan, -latin) itu mental remaja kita yang masih senang ‘disuapi’. Saya nggak ngerti, alasan ogah wirausaha alias mandiri itu apa karena belum berani atau nggak mau capek sama sekali. Tanya kenapa?</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>Jangan kalah sama Bill Gates!</strong></p>
<p>Bill Gates adalah pendiri dan pemilik perusahaan Microsoft (bersama Paul Allen). Pernah beberapa kali tercatat sebagai orang paling kaya di dunia versi Majalah Forbes. Berapa kekayaan Bill Gates? Bos Microsoft ini pernah memiliki harta yang jumlahnya mencapai US 46,5 triliun dolar! Di bawah kendali Gates, Microsoft tumbuh sebagai raksasa <em>software</em> dunia. Mempekerjakan tak kurang dari 55.000 karyawan di 85 negara. Tahun 2004, Microsoft mampu menuai pendapatan hampir US 37 miliar dolar.</p>
<p>Bro, apa kamu nggak ngiler baca kisah hidupnya Bill Gates? Awas aja kalo kamu nyletuk, ”ah saya mah nggak ngiler sama yang begituan. Saya ngiler kalo pas tidur miring”. Pletak!</p>
<p>Sobat muda muslim, kita yang muslim harusnya malu sama doi yang nonmuslim. Sekaligus ngerasa tertantang untuk bisa nandingin. Kita ini umat terbaik, lho. Coba deh baca Surat Ali Imran ayat 110 di al-Quran. Jelas banget kan?</p>
<p>BTW, di negeri kita juga nggak kekurangan sama profil <em>young entrepreneur</em> alias pengusaha muda yang nggak kalah kerennya. Ada Aa Gym yang udah nggak asing lagi buat kita. Atau sebut aja Elang Gumilang, sang kontraktor dan pengusaha <em>property </em>(perumahan) yang sukses meski umurnya baru 24 tahun. Karir bisnis doi yang lulusan IPB dan lagi S2 di UI ini dimulai dari SMA. Dari mulai jualan donat keliling, jualan sepatu, bisnis ayam potong, lampu, minyak goreng, les bahasa Inggris, sempat jadi <em>sales marketing</em> bisnis <em>property, </em>sampai akhirnya ia jadi pengusaha <em>property </em>betulan. Bahkan doi juga sekarang udah mampu bikinin rumah sehat sederhana (RSS) yang diperuntukkan bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang harganya terjangkau. Wuih, keren!</p>
<p>Ada lagi Hendy “Baba Rafi” Setiono, ‘arsitek’ Kebab Turki dari Surabaya yang baru berusia 25 tahun. Dua tahun yang lalu, untuk kedua kalinya Hendy meraih penghargaan dari <em>Business Week</em>, setelah setahun sebelumnya juga tercatat sebagai salah satu <em>Asia’s Young Entrepreneurs</em>. Di usianya yang masih sangat muda, ia berhasil membangun dan mengembangkan bisnis <em>franchise</em> Kebab Turki “Baba Rafi” dengan cepat. Hanya dalam jangka waktu 4 tahun, ia berhasil memiliki lebih 140 cabang yang tersebar di 30 kota besar di Indonesia. Hebat nggak tuh?</p>
<p>Kedua anak muda ini layak dijadiin contoh teladan sekaligus cambukan buat kita. Mereka aja bisa mandiri, nggak ngandelin terus ortu. Bahkan udah bisa ‘balik jasa’ sama ortu. Kebayang kan di masa muda mereka udah senang? Kalo dalam bahasa latinnya udah <em>felix meritis </em>alias merasa bahagia karena punya penghasilan. Masa’ kita nggak bisa? <em>So, how do you do, Guyz?</em></p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>Islam dan wirausaha</strong></p>
<p>Empat belas abad yang lalu, Allah Swt. telah memerintahkan umat Islam untuk giat mencari nafkah. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya):<em>“Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari karunia (rizqi) dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.” </em><strong>(QS al-Israa’ [17]: 12)</strong></p>
<p>Dari ayat ini gamblang banget kita bisa nyimpulin kalo nyari rezeki atau nafkah itu ternyata kewajiban. Salah satunya dengan berwirausaha secara mandiri. Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berusaha. Apalagi yang ngerasa cowok yang bakal jadi <em>the backbone</em>-nya keluarga. Artinya, udah kudu latihan ngebiasain diri neh dari sekarang. Biar entar pas waktunya tiba, udah terbiasa nyari nafkah. Rugi kalo sampe nggak dilakuin. Kagak dapet nilai ibadah. Bekerja kan aplikasi dari berdoa. Kalo kata orang latin, <em>laborare est orare, </em>bekerja=berdo’a (hehe.. sori nih pake istilah latin melulu, soalnya nih tampang mirip Antonio Banderas jiahahah… ngibul deh gue!). Tapi tentu, kalo masih sekolah, jangan sampai ‘usahamu’ ngeganggu waktu belajar.</p>
<p>Emang sih, nggak semua orang diwajibkan jadi pengusaha. Tapi yang terpenting adalah mencari nafkah yang halal, yang digunakan untuk kepentingan yang halal juga. Dahulu, para Nabiyullah selain giat berdakwah mereka juga berbisnis. Misalnya Nabi Adam as. yang merupakan petani pertama di muka bumi. Nabi Idris as juga seorang desainer pakaian. Nabi Daud as, adalah perajin daun kurma untuk dijadikan keranjang. Nabi Zakaria as, seorang perajin kayu. Sementara nabi kita Muhammad saw. di masa mudanya terkenal sebagai pedagang yang jujur dengan istri pertamanya yang seorang <em>bussines woman.</em> Kalo di kalangan sahabat, kita pasti sudah familiar dengan sosok Abu Bakar ash-Shiddiq, Utsman bin ‘Affan, juga Abdurrahman bin ‘Auf yang sudah terkenal sebagai pengusaha yang dermawan.</p>
<p>Berkaitan dengan keutamaan mencari rezeki dengan mandiri ini, Beliau saw. bersabda (yang artinya):<em>“Tiada seorang yang makan makanan yang lebih baik, dari pada seorang yang makan dari hasil amal usaha tangannya sendiri.” </em><strong>(HR Ahmad, Bukhari)</strong></p>
<p>Dalam hadis lain, <em>”Siapa saja yang pada sore harinya merasa lelah dari amal usaha yang dilakukan dengan kedua tangannya sendiri, maka ia pada sore itu telah diampuni dosanya.” </em><strong>(HR Thabrani)</strong></p>
<p>Sobat muda muslim, perlu diingat bahwa Islam nggak pernah mengharamkan umatnya jadi kaya. Justru sebaliknya, mendorong agar umatnya kaya raya. Supaya bisa menolong orang yang membutuhkan. Jadi kalo ada yang mengharamkan harta dunia, itu sebenarnya akibat pengaruh filsafat dan agama di luar Islam. Kayak ajaran Cynis-nya Antithenes di Yunani yang mengajarkan bahwa kesenangan adalah kekejian, dan semua kebanggaan adalah tercela, termasuk kebanggaan dalam penampilan dan kebersihan. Pun dalam Hindu serta beberapa sekte Kristen yang menganggap kekayaan bisa menjauhkan diri dari Tuhan. Hmm.. sudah siap jadi kaya dan dermawan?</p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>Berani mencoba, Bro!</strong></p>
<p>Kata Cicero, Sang Pujangga Latin, <em>aegroto dum anima est, spes est </em>(selama hayat masih di kandung badan, masih ada harapan). Baca deh al-Quran surat ar-Ra’d ayat 11 (yang intinya Allah Swt. nggak bakalan ngubah kondisi suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang berusaha mengubahnya). Jadi, buat kamu-kamu yang baru tercerahkan, terus siap <em>fight</em> untuk jadi <em>a new becommer</em> di blantika wirausaha, ayo semangat! Yakinlah kalo Allah pasti akan memudahkan jalan bagi orang yang sungguh-sungguh.</p>
<p>Maka, tips buat mandiri dimulai dari niat, tentu kudu ikhlas karena Allah. Ya, <em>innamal a’maalu bin niyyaat</em>, usaha itu tergantung niat. Niatkan segala usahamu ini dalam rangka ibadah dan <em>taqarrub</em> kepada Allah. Terus tawakal. Kata<em> </em>Syaikh Ibn ‘Athaillah as-Sakandari, dalam Kitab al-Hikam, <em>“min ‘alaamatin nujhi fin nahaayaatir rujuu’u ilaallahi fil bidaayaati” </em>(di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan). Udah gitu kudu ditentuin dulu tujuan dan jenis usaha yang mau dilakonin. Di samping nyiapin modal, baik <em>finance</em> maupun <em>relationship, </em>gali dan asah juga kemampuan berbisnis kita.</p>
<p>Pokoknya jangan menyerah sebelum tetes darah penghabisan. Vergilius yang sekampung sama Cicero bilang, <em>audaes (audentes) fortuna juval</em> (siapa yang memberanikan diri mencoba-coba melakukan sesuatu, dialah yang akan memperoleh kemenangan), yang kalo kata orang Arab <em>man jadda wa jada </em>(siapa yang sungguh-sungguh, pasti berhasil). Tumbuhkan motivasi dalam diri bahwa kamu bisa menjadi apa yang kamu impikan. Jadi nggak sebatas kalimat ‘jika aku menjadi’, tapi ‘aku telah menjadi’. Boleh juga tuh kalo kamu mau nerapin semangat <em>Bushido </em>(satria Jepang) dalam ngerintis usaha ini, biarpun jatu-bangun. Inget juga kan pesan Baginda Rasul saw., <em>“khoirunnaas anfa’uhum linnaas”</em>, sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya buat orang lain” <strong>(HR Muslim)</strong></p>
<p>Itu sebabnya, bermanfaatlah untuk orang lain yang membutuhkan. Menjadi dermawan yang kuat imannya, rajin ibadah dan siap membiayai perjuangan penegakkan kembali Khilafah Islam.</p>
<p>Kamu tinggal memilih jenis usaha yang sesuai seleramu. Bisa bisnis waralaba/<em>franchise, </em>usaha jasa pengetikan/penerjemahan, penelitian (riset), penyewaan komputer, kedai makanan, <em>catering, </em>parcel dan karangan bunga, kursus/les pelajaran dan keterampilan, warung kelontong, bengkel, <em>handycraft, </em>servis elektronik, <em>fitness </em>dan <em>gym centre </em>khusus muslim<em>,</em> salon muslimah, desain multimedia dan web, dan masih banyak lagi. Insya Aallah, semuanya pasti menjanjikan selama dikelola dengan baik. Kesimpulannya, jangan tunda untuk telusuri potensi diri sekarang. Jangan ragu mencari informasi yang terkait. Jangan takut untuk memulai. Jangan lupakan dukungan orang-orang di sekitar kita, dan jangan malas untuk terus belajar. Ok?</p>
<p>Bro en Sis, negeri kita ini kaya akan potensi SDA-nya, lho. Alhasil, jangan sampai kita seperti tikus yang mati di lumbung padi, yang bahasa latinnya <em>magnas inter opes inops </em>(miskin di tengah-tengah kekayaan yang berlimpah). Salam <em>Mumtaz</em>!</p>
<p><strong>[anto apriyanto, <em>the spirit of soul</em> &#124; antoputri_1924@yahoo.com]</strong></p>
<p>&#160;</p>
<p><em>http://www.gaulislam.com/yuk-jadi-entrepreneur</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Yuk, Jadi Entrepreneur!]]></title>
<link>http://osolihin.wordpress.com/2009/11/16/yuk-jadi-entrepreneur/</link>
<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 17:43:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>osolihin</dc:creator>
<guid>http://osolihin.wordpress.com/2009/11/16/yuk-jadi-entrepreneur/</guid>
<description><![CDATA[gaulislam edisi 108/tahun ke-3 (28 Dzulqaidah 1430 H/16 Nopember 2009) Dalam sebuah acara reality sh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[gaulislam edisi 108/tahun ke-3 (28 Dzulqaidah 1430 H/16 Nopember 2009) Dalam sebuah acara reality sh]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sikat Koruptor!]]></title>
<link>http://osolihin.wordpress.com/2009/11/09/sikat-koruptor/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 17:01:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>osolihin</dc:creator>
<guid>http://osolihin.wordpress.com/2009/11/09/sikat-koruptor/</guid>
<description><![CDATA[gaulislam edisi 107/tahun ke-3 (21 Dzulqaidah 1430 H/9 Nopember 2009) Yes! Kita benci korupsi. Tentu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[gaulislam edisi 107/tahun ke-3 (21 Dzulqaidah 1430 H/9 Nopember 2009) Yes! Kita benci korupsi. Tentu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kuatkan Imanmu, Bro!]]></title>
<link>http://osolihin.wordpress.com/2009/11/02/kuatkan-imanmu-bro/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 05:13:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>osolihin</dc:creator>
<guid>http://osolihin.wordpress.com/2009/11/02/kuatkan-imanmu-bro/</guid>
<description><![CDATA[gaulislam edisi 106/tahun ke-3 (14 Dzulqaidah 1430 H/2 Nopember 2009) &nbsp; Gue bingung nih, kok di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[gaulislam edisi 106/tahun ke-3 (14 Dzulqaidah 1430 H/2 Nopember 2009) &nbsp; Gue bingung nih, kok di]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Yang Muda Yang Bertakwa]]></title>
<link>http://osolihin.wordpress.com/2009/10/26/yang-muda-yang-bertakwa/</link>
<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 12:29:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>osolihin</dc:creator>
<guid>http://osolihin.wordpress.com/2009/10/26/yang-muda-yang-bertakwa/</guid>
<description><![CDATA[gaulislam edisi 105/tahun ke-3 (7 Dzulqaidah 1430 H/26 Oktober 2009) Apa yang kamu pikirin kalo deng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[gaulislam edisi 105/tahun ke-3 (7 Dzulqaidah 1430 H/26 Oktober 2009) Apa yang kamu pikirin kalo deng]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kalo Cewek Ngeblog…]]></title>
<link>http://osolihin.wordpress.com/2009/10/19/kalo-cewek-ngeblog%e2%80%a6/</link>
<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 03:32:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>osolihin</dc:creator>
<guid>http://osolihin.wordpress.com/2009/10/19/kalo-cewek-ngeblog%e2%80%a6/</guid>
<description><![CDATA[gaulislam edisi 104/tahun ke-2 (30 Syawal 1430 H/19 Oktober 2009) Hari gini siapa yang kenal blog? B]]></description>
<content:encoded><![CDATA[gaulislam edisi 104/tahun ke-2 (30 Syawal 1430 H/19 Oktober 2009) Hari gini siapa yang kenal blog? B]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[“Take Me Out”, Biro Jodoh Kapitalis!]]></title>
<link>http://osolihin.wordpress.com/2009/10/12/%e2%80%9ctake-me-out%e2%80%9d-biro-jodoh-kapitalis/</link>
<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 02:20:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>osolihin</dc:creator>
<guid>http://osolihin.wordpress.com/2009/10/12/%e2%80%9ctake-me-out%e2%80%9d-biro-jodoh-kapitalis/</guid>
<description><![CDATA[gaulislam edisi 103/tahun ke-2 (23 Syawal 1430 H/12 Oktober 2009) Acara reality show di Indonesia di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[gaulislam edisi 103/tahun ke-2 (23 Syawal 1430 H/12 Oktober 2009) Acara reality show di Indonesia di]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gempa!]]></title>
<link>http://osolihin.wordpress.com/2009/10/05/gempa/</link>
<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 05:49:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>osolihin</dc:creator>
<guid>http://osolihin.wordpress.com/2009/10/05/gempa/</guid>
<description><![CDATA[gaulislam edisi 102/tahun ke-2 (16 Syawal 1430 H/5 Oktober 2009) Rasanya belum hilang ingatan gempa ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[gaulislam edisi 102/tahun ke-2 (16 Syawal 1430 H/5 Oktober 2009) Rasanya belum hilang ingatan gempa ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Save Our Earth!]]></title>
<link>http://keepfight.wordpress.com/2009/10/04/save-our-earth/</link>
<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 09:38:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>keepfight</dc:creator>
<guid>http://keepfight.wordpress.com/2009/10/04/save-our-earth/</guid>
<description><![CDATA[Buletin Gaul Islam edisi 009/tahun I (24 Desember 2007) Kalo kamu termasuk penggemar berita terkini,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Buletin Gaul Islam edisi 009/tahun I (24 Desember 2007)</p>
<p>Kalo kamu termasuk penggemar berita terkini, dan bukan gosip terkini apalagi sinetron terkini, pasti denger dan ngeh dong dengan hajatan KTT Bumi di Bali kemarin (3-14 Desember 2007). Ada 9.575 peserta dari 185 negara datang untuk ngebahas penyelamatan bumi dari kerusakan, khususnya mencegah meluasnya pemanasan global. Idih emangnya ada pengaruhnya buat kita-kita yang remaja dan imut-imut?</p>
<p><!--more--></p>
<p>Ada lagi. Menurut laporan para ahli, bumi kita ini udah mengalami kerusakan yang parah. Di antaranya es di kutub udah banyak yang mencair. Akibatnya permukaan air laut jadi meninggi. Nah, kalo ini terus menerus terjadi bukan nggak mungkin akan banyak pulau yang hilang terendam air dan begitu pula kawasan tepi laut pun kerendam.</p>
<p>Selain itu, pemanasan global juga bikin kekacauan iklim. Coba aja kalo kamu iseng-iseng meneliti, sering kan terjadi musim panas yang berkepanjangan, curah hujan yang kelewat deras, gelombang laut yang tinggi, sampe naiknya permukaan air laut. Contohnya nih, di Jakarta udah beberapa kali kebanjiran akibat naiknya air laut ke daratan. Malah baru-baru ini Bandara Internasional Soekarno-Hatta sampai lumpuh akibat jalan menuju bandara direndam air hujan. Banyak penerbangan yang tertunda akibatnya.</p>
<p>Kekacauan iklim juga terasa banget ama para petani dan nelayan. Petani susah menebak musim bercocok tanam yang pas. Para nelayan juga jadi ngeri melaut karena gelombang air laut terus-terusan meninggi. Nah, buat kita-kita, efek pemanasan global juga terasa dengan makin gerahnya suhu di sekitar kita. Contohnya nih di kota Bogor tempat redaksi gaulislam mangkal, udah nggak sesejuk 10-20 tahun silam. Bogor juga sekarang udah ikut-ikutan panas, man!</p>
<p><strong>Akibat ulah manusia</strong></p>
<p>Nggak mungkin ada asap kalo nggak ada api. Begitu pula pemanasan global atau yang keren dengan sebutan global warming pasti ada sebabnya. Menurut catatan <em>Wikipedia</em>, pemanasan global disebabkan karena naiknya konsentrasi gas <a title="Karbondioksida" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbondioksida">karbondioksida</a> (CO<sub>2</sub>) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO<sub>2</sub> ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran <a title="Bahan bakar minyak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahan_bakar_minyak">bahan bakar minyak</a> (BBM), <a title="Batu bara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batu_bara">batu bara</a> dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.</p>
<p>Seperti kamu tahu, tumbuh-tumbuhan kan punya kemampuan menyerap CO<sub>2</sub> dan mengubahnya menjadi O<sub>2</sub>. Nah,  karena konsentrasi gas CO<sub>2 </sub>kelewat banyak, akhirnya tumbuh-tumbuhan keok. Kagak sanggup lagi menerimanya. Keadaan ini makin diperparah dengan aktivitas penggundulan hutan. Jadi, semakin berkuranglah kemampuan alam untuk menyerap gas CO<sub>2</sub>. Menurut Walhi kerusakan hutan di Indonesia adalah 7,2 hektar permenitnya. Ancur banget.<br />
<img src="http://www.gaulislam.com/wp-content/uploads/2007/12/instrumental_temperature_record.gif" alt="Globalwarming" /></p>
<p align="center">Kenaikan suhu global dari tahun 1860-2000</p>
<p>Padahal akibat penggundulan hutan udah ketauan jelas. Kalau musim hujan menyebabkan longsor dan memudahkan terjadinya banjir. Contoh paling gampang ialah banjir di Jakarta itu disebabkan area serapan air di daerah Bogor-Puncak-Cianjur udah berubah fungsi jadi lahan perumahan, pertokoan atau industri. <em>So</em>, begitu air hujan turun ia nggak bisa lagi diserap tanah dan tanaman, tapi langsung meluncur ke sungai dan terjadilah banjir.Di Jakarta konon ada sekitar 300 danau alam, tapi kini hanya tersisa belasan saja akibat dirusak manusia untuk dijadikan lahan pemukiman, dsb. Padahal danau itu kan berfungsi untuk menampung air hujan sekaligus menjadi persediaan air. Alasannya sih pembangunan dan pengembangan wilayah.</p>
<p>Udah begitu kawasan pantai yang semula area hutan bakau (<em>mangrove</em>) dihancurkan untuk dibuat kawasan pemukiman. Yup, beberapa komplek elit dan mall megah berdiri di tepi laut setelah menghancurkan hutan bakau di sana. Padahal hutan bakau itu bermanfaat untuk mencegah terjadi abrasi pantai oleh air laut. Selain juga bermanfaat untuk menahan naiknya air pasang ke permukaan. Gara-gara dihancurkan, akhirnya ibu kota jadi sering kebanjiran, baik oleh naiknya air laut ataupun air hujan. Kalo gitu salah siapa dong?</p>
<p><em>Guyz</em>, rusaknya alam juga menyebabkan kerusakan rantai makanan. Dengan hutan yang kian gundul banyak hewan yang kehilangan tempat tinggal juga makanan mereka. Sebagian dari hewan-hewan itu hampir punah. Harimau Jawa dan Sumatera misalnya, udah kalah bersaing dengan orang Jawa dan orang Sumatera. Seremnya lagi seringkali terjadi serangan oleh hewan semisal gajah dan harimau kepada kawasan pemukiman warga. Hal itu disebabkan hewan-hewan liar itu kehabisan makanan, atau marah karena habitatnya dirusak oleh manusia. Maka benarlah Allah Swt. yang menyebutkan bahwa kerusakan alam ini karena perbuatan manusia sendiri, lho! FirmanNya:</p>
<p><em>“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” </em><strong>(QS ar-Ruum [30]: 41)</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Ajakan Islam</strong></p>
<p>Sobat muda,  Allah Swt. sudah menciptakan bumi ini dengan indah dan pastinya bermanfaat untuk manusia. Firman Allah <em>Ta’ala</em>:<em>“Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, Zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.” </em><strong>(QS ‘Abasa [80]: 25-32)</strong></p>
<p>Islam mengajak manusia untuk menjaga lingkungan, mulai dari kebersihan diri sampai larangan mengacak-acak apalagi ngerusaknya. Tentang kebersihan lingkungan Nabi saw. bersabda: <em>“Janganlah seseorang kencing di air yang diam, yang tidak mengalir, lalu ia mandi di dalamnya.” </em><strong>(HR Bukhari)</strong></p>
<p>Sayang, banyak orang Islam yang nggak ngerti soal ini. Sering kan kita lihat orang buang hajat di tempat-tempat umum – pinggir jalan, di bawah pohon rindang tempat orang berteduh, dsb. — padahal Nabi udah mengancam pelakunya. Sabda beliau:<em>“Awaslah kamu dari dua tempat-tempat kutukan orang.”</em> Ditanyakan oleh orang-orang, <em>“Apakah dua tempat yang dikutuk itu?”</em> Jawab Nabi saw. <em>“Orang yang buang hajat di jalan atau di tempat berteduh mereka.” </em><strong>(HR Muslim)</strong></p>
<p>Wah, kalo kamu udah kebelet pengen pipis atau BAB mending cari MCK aja deh yang terdekat, atau air mengalir seperti kali/sungai. Jangan malah ‘ditumpahkan’ seenaknya di sembarang tempat. Kalo nggak ada ya tahan aja sampai tiba di rumah (tahan nggak ya?)</p>
<p>Jangan coba-coba juga menyiksa dan membunuh hewan. Nabi saw. bersabda bahwa ada seorang Nabi yang ditegur Allah Swt. karena membakar sarang semut yang sudah menyengatnya. Kepadanya, Allah menurunkan wahyu, <em>“Sesungguhnya hanya seekor semut yang menyengatmu, dan engkau bakar salah satu umat yang bertasbih kepada Tuhan?”</em></p>
<p>Nabi saw. juga bercerita bahwa ada orang yang masuk neraka karena menyiksa hewan, sabda beliau: <em>“Seorang perempuan telah disiksa karena kucing yang telah dikurungnya sampai mati, maka ia masuk ke dalam neraka, karena ketika ia mengurung tidak diberinya makan dan tidak dilepaskan untuk mencari makan sendiri dari binatang-binatang bumi yang menjadi makanannya.” </em><strong>(HR Bukhari, Muslim)</strong></p>
<p>Ibnu Umar ra. berjalan dan bertemu dengan pemuda-pemuda Quraisy yang sedang meletakkan burung sebagai sasaran latihan memanah, dan tiap kali lemparan itu tidak tepat, maka anak panah kembali ke bagian tubuh burung itu. Ketika mereka melihat Ibnu Umar mereka lari berpencar. Ibnu Umar bertanya, <em>“Siapa yang berbuat ini? Allah melaknat siapa yang berbuat ini. Rasulullah saw. telah melaknat siapa yang mempergunakan binatang bernyawa untuk dijadikan sasaran.”</em> <strong>(HR Bukhari, Muslim)</strong></p>
<p>Allah Swt. dan Nabi saw. juga melarang manusia merusak hutan dan tanaman-tanaman. Bahkan dalam peperangan sekalipun pantang bagi umat Islam merusaknya. Nabi saw. mengatakan bahwa kalau ada orang fasik yang mati maka sesama manusia, alam, tumbuh-tumbuhan dan hewan merasa tenang. Ketenangan mereka karena tidak ada lagi yang merusaknya, baik karena merusak alam ataupun karena kemaksiatan pelakunya. Rasulullah saw. bersabda:<em>“Apabila seorang meninggal dunia, maka dia telah tenang (istirahat) dari kesusahan dunia. Dan bisa seorang jahat mati maka dia menyenangkan seluruh manusia, seluruh negeri dan binatang dari kejahatannya.” </em><strong>(HR Muslim)</strong></p>
<p>Selain itu, kita juga dianjurkan untuk menanam pohon dengan ganjaran pahala sedekah dari Allah Swt. Sabda Nabi saw.:<em>“Barangsiapa di antara orang Islam yang menanam tanaman maka hasil tanamannya yang dimakan akan menjadi sedekahnya, dan hasil tanaman yang dicuri akan menjadi sedekah. Dan barangsiapa yang merusak tanamannya, maka akan menjadi sedekahnya sampai hari Kiamat.” </em><strong>(HR Muslim)</strong></p>
<p>Tuh, hebat banget, menanam pohon dapet pahala, meskipun tanamannya itu kemudian dicuri oleh orang lain atau ada yang merusaknya. Tetep aja, ada pahala bagi yang menanam tanaman tersebut.</p>
<p><strong>Ulah Barat juga</strong></p>
<p>Sobat muda, ada yang ganjil neh dalam KTT Bumi kemarin. Keliatan banget negara-negara maju paling getol menekan negara-negara berkembang. Amerika Serikat misalnya, ini negara berkoar-koar terus soal pentingnya pencegahan <em>global warming</em>, tapi mereka sendiri nggak pernah mau ikut terlibat dalam setiap perjanjian. Mereka ogah menandatangani Protokol Kyoto di tahun 1997. Pada KTT Bumi di Bali kemarin, mereka juga hanya berjanji en berjanji tapi nggak keliatan mau serius terlibat menangani efek pemanasan global. Padahal, negara Paman Sam itu adalah negara dengan penduduk terboros menggunakan BBM, sekitar 6 kali lipat penduduk di negara manapun. Belum lagi pemakaian pendingin ruangan dan parfum yang melepaskan gas berbahaya pada lingkungan. Dampaknya jelas, AS menjadi penyumbang terbesar efek pemanasan global. Eh, lucunya, mereka menolak kesepakatan pengurangan emisi gas buang sebesar 25-40%. Wah itu sih namanya bermuka dua. Pengen enaknya, tapi nggak mau ngaca pada diri sendiri. Tapi begitulah Amerika emang sok jagoan, suka menekan negara lain, tapi mereka sendiri nggak mau disalahkan.</p>
<p>Kita jadi curiga, jangan-jangan KTT Bumi dan Protokol Kyoto hanya alat untuk terus menekan kaum muslimin. Orang-orang Barat seenaknya merusak alam, terus kita yang disuruh menanggung solusinya. Soal hutan, soal hewan langka, soal air, soal emisi gas buang, kita melulu yang disalahkan. Padahal kerusakan lingkungan itu akibat dieksploitasi oleh para kapitalis/pengusaha yang bekerja sama dengan para penguasa yang bejat. Dan banyak pengusaha-pengusaha itu sebenarnya berasal dari negara-negara maju.</p>
<p>Makanya, penyelesaian kerusakan lingkungan nggak cukup hanya dengan perjanjian-perjanjian internasional. Tapi kudu ada kekuatan dari kaum muslimin. Hanya dengan Islam dan syariatnya, berbagai macam masalah kehidupan bisa diselesaikan, termasuk soal lingkungan. Caranya umat Islam kudu dibuat melek dulu tentang agamanya, biar sadar kalo agama Islam itu menawarkan gaya hidup yang sehat dan indah. Terus tegakkan deh syariat Islam di muka bumi, barulah umat manusia merasakan rahmatnya.</p>
<p><em>So</em>, jangan sampe kita sendiri yang nggak kenal Islam atau malah memusuhi Islam, jangan pula ajaran Islam cuma dipahami sebagai ibadah ritual melulu. Beuuh.. sampe ada kodok berbulu pun masalah tak akan pernah usai. Percaya deh, ama Allah dan RasulNya. Yuk, jadikan Islam sebagai jalan hidup kita, untuk keselamatan di dunia dan di akhirat.Gimana? <em>Yes!</em> <strong>[iwan januar]</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Maria Ozawa, Pornografi, dan Remaja Islam]]></title>
<link>http://osolihin.wordpress.com/2009/09/28/maria-ozawa-pornografi-dan-remaja-islam/</link>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 06:52:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>osolihin</dc:creator>
<guid>http://osolihin.wordpress.com/2009/09/28/maria-ozawa-pornografi-dan-remaja-islam/</guid>
<description><![CDATA[gaulislam edisi 101/tahun ke-2 (9 Syawal 1430 H/28 September 2009) Akhir-akhir ini Miyabi alias Mari]]></description>
<content:encoded><![CDATA[gaulislam edisi 101/tahun ke-2 (9 Syawal 1430 H/28 September 2009) Akhir-akhir ini Miyabi alias Mari]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Yuk, Jadi Lebih Baik!]]></title>
<link>http://osolihin.wordpress.com/2009/09/21/yuk-jadi-lebih-baik/</link>
<pubDate>Sun, 20 Sep 2009 22:44:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>osolihin</dc:creator>
<guid>http://osolihin.wordpress.com/2009/09/21/yuk-jadi-lebih-baik/</guid>
<description><![CDATA[gaulislam edisi 100/tahun ke-2 (2 Syawal 1430 H/21 September 2009) Nggak kerasa bulan Ramadhan udah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[gaulislam edisi 100/tahun ke-2 (2 Syawal 1430 H/21 September 2009) Nggak kerasa bulan Ramadhan udah ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berharap Bertemu Ramadhan Kembali]]></title>
<link>http://osolihin.wordpress.com/2009/09/14/berharap-bertemu-ramadhan-kembali/</link>
<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 22:18:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>osolihin</dc:creator>
<guid>http://osolihin.wordpress.com/2009/09/14/berharap-bertemu-ramadhan-kembali/</guid>
<description><![CDATA[gaulislam edisi 099/tahun ke-2 (24 Ramadhan 1430 H/14 September 2009) Bro, nggak terasa ya Ramadhan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[gaulislam edisi 099/tahun ke-2 (24 Ramadhan 1430 H/14 September 2009) Bro, nggak terasa ya Ramadhan ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ramadhan Tak Istimewa di Layar Kaca]]></title>
<link>http://osolihin.wordpress.com/2009/09/07/ramadhan-tak-istimewa-di-layar-kaca/</link>
<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 01:32:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>osolihin</dc:creator>
<guid>http://osolihin.wordpress.com/2009/09/07/ramadhan-tak-istimewa-di-layar-kaca/</guid>
<description><![CDATA[gaulislam edisi 098/tahun ke-2 (17 Ramadhan 1430 H/7 September 2009) Kalo kamu di rumah punya televi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[gaulislam edisi 098/tahun ke-2 (17 Ramadhan 1430 H/7 September 2009) Kalo kamu di rumah punya televi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Battle of Songs]]></title>
<link>http://keepfight.wordpress.com/2009/08/31/battle-of-songs/</link>
<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 09:53:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>keepfight</dc:creator>
<guid>http://keepfight.wordpress.com/2009/08/31/battle-of-songs/</guid>
<description><![CDATA[gaulislam edisi 097/tahun ke-2 (10 Ramadhan 1430 H/31 Agustus 2009) Dengerin lagu? Wah, hobi ane tuh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>gaulislam<strong> </strong>edisi 097/tahun ke-2 (10 Ramadhan 1430 H/31 Agustus 2009) </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dengerin lagu? Wah, hobi ane tuh! Makanya, pas gaulislam ngasih amanah buat nulis tentang lagu-lagu, ane oke-oke aja. Walopun lumayan pusing <em>cos</em> gejala-gejala flu berat udah mulai menghajar bodi ane. Fiewh…</p>
<p style="text-align:justify;">Oya, saking hobi dengerin lagu nih–bahkan kalo musiknya ane suka, biasanya ane bela-belain untuk tahu dengan detail tentang syair lagunya. <em>So</em>, kalo suasana hati lagi <em>down</em>, bermuram durja or lagi hepi tralala, syair lagu sering mewakili suasana hati ane en dipasang buat status di <em>facebook</em>.   Hoho..segitunya? Rajin amat, Bu! Ya harus dong! Percuma kalo musiknya bagus, tapi ternyata syairnya nggak ada mutunya. Selain menghibur diri ane juga pengen menyelami filosofi dari syair lagu yang dinyanyiin (cieee…).  Jadi kalo syair lagunya cuma <em>“Juice melon, I want to buy!” </em>itu mah maksudnya lagi haus kali ya? Hehehe..</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi, sekarang kok banyak banget ya acara yang nayangin video klip lagu-lagu? Tiap stasiun tivi pasti ada. Mulai yang tampil <em>live</em> dan ngumpulin seabreg <em>fans</em> para penyanyi yang tampil sampe nayangin <em>playlist topchart</em> dari lagu-lagu beken di Indonesia. Jadi udah nggak perlu lagi nyetel MTV tuh. Belum lagi acara-acara semacem <em>‘missing lyrics’</em> gitu.  Itu tuh, acara lomba tebak sambungan dari syair-syair lagu.  Jadi nggak cuma nebak judul doang. Nah yang ane liat malah pesertanya membludak ngalahin acara pengajian. Dan mereka ho oh aja ama lagu-lagu yang dibawa’in ama penyanyi idola mereka. Kesannya nggak ada cek-ricek lebih dulu, tuh lagu layak didengerin, dinyanyiin or nggak. Bahkan semakin bangga kalo berhasil hapal banyak lagu dari taon jebot ampe yang lagi tren saat ini. Ckckck…</p>
<p style="text-align:justify;">Sempet ane ketohok banget neh waktu Mr.Xtract 1, temen maya ane asal Jepang yang demen banget bikin playlist lagu-lagu artis jebot sebangsa Aretha Franklin, Beach Boys tapi diremix ulang di imeem.com. Do’i bilang, “Emang elo ngerti arti dari syair lagu-lagu Jepang yang elo demenin? Elo tahu nggak? Bahasa Jepang kalo di-Inggris-kan malah jadi aneh en ekspresi yang sebenarnya dari tu syair malah nggak bisa tergambarkan”.  Nah, dari omongan doi yang seperti itu, akhirnya ane simpulin kudu ati-ati kalo dengerin lagu. Nggak sembarangan. <em>Coz</em>, bisa jadi musiknya asoy buat didenger  tapi syair lagunya malah ngedakwahin kita untuk ngelakuin kemaksiatan. Weew!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Nggak se-simple itu</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Lagu sebenernya adalah paduan musik yang udah diaransir sedemikian rupa, lalu ditambah syair, kemudian dinyanyiin en diperdengarkan kepada publik. Jenis musik yang genrenya macem-macem dikolaborasi dengan syair lagu yang udah ditulis sebenarnya sebagai mediator demi menyampaikan pesan yang tersirat ataupun tersurat. Pesan kegembiraan, kesedihan, kemarahan, cinta, semangat perjuangan dan lain-lain. Nah, sekarang yang jadi masalah, apakah pesan-pesan yang disampaikan dalam lagu adalah pesan kebenaran? Makanya ane bilang: nggak sesimple itu dalam urusan  lagu. Kita semua kudu cerdas kalo dengerin, nyanyiin, juga nyiptain lagu. Sebab, syair lagu disusun dan ditulis tergantung ama pemikiran penulisnya. Kalo lagu yang dinyanyiin en didengerin ternyata mengandung ‘<em>error message’</em> kan bisa berabe! Perlu bukti sejauh mana berabenya? Ayo!</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Tak gendong kemana-mana/ mantep tho ? /enak tho ?! /Tak gendong kemana-mana.. “</em> Wew, Mbah Surip gitu loh!  Nggak lama kematian <em>the king of pop</em>, Jacko, ternyata penyanyi gaek dengan lagu hitnya “Tak Gendong“  ini menyusul dipanggil ilahi. Tapi lagunya tetep dan malah tambah ngetop.   Banyak orang bilang lagu “Tak Gendong” ini unik, <em>easy listening</em> dan pada latah nyanyiin nih lagu. Dibalut dengan musik <em>reggae</em> yang asoy abis. <em>But</em> udah pasti ada pesan tertentu yang ingin disampaikan oleh sang pembuat lagu. Mbah Surip sendiri bilangnya nih lagu bermakna ‘kebersamaan’/<em>togetherness, </em>tolong-menolong, gotong-royong.  Lagu hit yang laen adalah “Bangun Tidur”.  <em>“Bangun tidur/tidur lagi/bangun lagi/tidur lagi/banguuun!!!/tidur lagi/bangun tidur terus mandi/ jangan lupa senam pagi/kalo lupa/tidur lagi”.</em> Wadoooh… kapan salat, ngaji  ama skolahnya nih, Mbah?</p>
<p style="text-align:justify;">Omong-omong soal reggae yang awalnya beken dipopulerkan oleh Bob Marley &#38; The Wailers, ternyata menurut Steven (vokalis dari Steven &#38; Coconut Tree) reggae konon mengajarkan perdamaian, keadilan dan anti kekerasan.  Tapi banyak orang salah kaprah dan justru nganggap Reggae dan Rastafari itu sama aja. Padahal Reggae itu ternyata genre musik, kalo Rastafari adalah <em>way of life</em>. Nah, menurut para musisi Reggae, nggak semua penggemar Reggae adalah Rastafari dan nggak semua Rastafari adalah penggemar Reggae. Tapi inti dari Reggae en Rastafari adalah cinta damai.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, yang bikin <em>shock</em> nih, Rastafari yang dianggap sebagai <em>way of life</em> ternyata adalah sebuah gerakan agama baru yang mengakui Haile Selassie I, bekas kaisar Ethiopia, sebagai Raja diraja, Tuan dari segala Tuan dan Singa Yehuda sebagai Yah (nama Rastafari untuk Allah, yang merupakan bentuk singkat dari Yehovah yang ditemukan dalam Mazmur 68:4 dalam Alkitab versi Raja James), dan bagian dari Tritunggal Kudus. Nama Rastafari berasal dari Ras T?f?ri, nama Haile Selassie I sebelum ia dinobatkan menjadi kaisar.</p>
<p style="text-align:justify;">Gerakan ini muncul di Jamaika di antara kaum kulit hitam kelas pekerja dan petani pada awal tahun 1930-an, yang berasal dari suatu penafsiran terhadap nubuat Alkitab, aspirasi sosial dan politik kulit hitam, dan ajaran nabi mereka, seorang penerbit dan organisator Jamaika kulit hitam, Marcus Garvey, yang visi politik dan budayanya ikut menolong menciptakan suatu pandangan dunia yang baru. Nah, di tahun 1996, gerakan Rastafari di seluruh dunia dapet status konsultatif dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).</p>
<p style="text-align:justify;">Terus, kenapa kok antara Reggae en Rastafari sering dianggap beriringan, padahal para musisi Reggae kesannya ngasih <em>statement</em> nggak ada keterkaitan antara Reggae dan Rastafari. Ternyata, lahirnya Reggae dan Rastafari sama-sama dari bangsa Afrika yang ditindas oleh rasialisme dan tumbuh pesat di Jamaika. Bob Marley &#38; The Wailers dedengkot Reggae asal Jamaika itu, juga termasuk orang-orang Rastafari yang selalu berpenampilan nyentrik plus dandanan khas: rambut gimbal, en akrab menyandang warna merah, kuning/emas, hijau-warna bendera Ethiopia/khas Jamaika.  Tapi, para penganut Rastafari ternyata nggak terima kalo Rastafari diidentikan akrab mengkonsumsi ganja, rambut gimbal dan hidup nggak teratur. Malah mereka berpedoman kalo Rastafari hidup kudu <em>clean</em>, <em>no smoking </em>and vegetarian.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang kalo diliat (tapi nggak teliti), kesannya Rastafari  bermuatan positif , tapi jangan dikira muatan negatifnya nggak ada (kayak magnet aja). Toh, tuh ajaran nggak meyakini Allah Swt., Rasulullah saw., juga al-Quran dan as-Sunnah. Jadi ya ngapain ikut-ikutan latah pengen jadi Rasta Man? Ikutan dosa malah ada tuh. Fatalnya lagi, bisa-bisa, malah kita berganti keyakinan. Islam di KTP, tapi jadi penganut Rastafari. Waduh..cepetan tobat deh! Jangan sekalipun pernah bangga deh ngaku-ngaku jadi ‘Rasta Man’.  Yah, asal tahu aja pas ane intip di <em>www.indoreggae.com</em>, musisi Reggae di Indonesia yang saat ini khusyu menekuni filosofi Rastafari adalah Ras Muhammad. Fiewh…</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Baidewei</em>, pernah denger lagu “Jika Kami Bersama”? Ah, masa nggak tahu? S.I.D tuh! Yop, <em>Superman is Dead</em>. Grup punk asal Bali. Musiknya asyik didenger, memacu adrenalin en rasa bosan pun jadi musnah (ciee..).  <em>Dan jika kami bersama/Nyalakan tanda bahaya/Musik akan menghentak/Anda akan tersentak/Dan kami tahu engkau bosan/Dijejali rasa yang sama/Kami adalah kamu/Muda beda dan berbahaya/ Lepaskan semua belenggu/Yang melingkari hidupmu/Berdiri tegak menantang di sana di garis depan/ Aku berteriak lantang untuk jiwa yang hilang/Untuk mereka yang selalu tersingkirkan. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Gimana pendapatmu setelah denger tuh lagu en mikirin filosofi dari syairnya ? Ngerasa ‘panas’? Pengen berontak? Itulah <em>punk</em>. Lagu-lagunya penuh nada menghentak plus syair lagu yang <em>full </em>kritik sosial. To the point aja yah, para punkers sebenarnya menganut pemikiran Anarkhi/Anarkis dan para penganut Anarkhi disebut Anarkho. Di <em>www.anarchoi.gudbug.com</em> secara jelas en konkrit dinyatain gimana filosofi punk plus pemikiran anarkhi yang mereka anut. Menurut situs ini, hampir semua punk percaya akan prinsip Anarkhi yaitu untuk sama sekali nggak menggunakan pemerintahan resmi atau pengatur tapi mereka menghargai kebebasan dan tanggung jawab individu. Anarkhi sendiri berarti tanpa pengatur/penguasa. Jadi, para anarkho, para punkers mereka menolak keberadaan negara. Lho, kok bisa?</p>
<p style="text-align:justify;">Yup, karena mereka kecewa akan keberadaan negara yang dengan aturannya malah bikin orang tertindas. Walaupun ajarannya mengarah ke ‘kiri’, tapi mereka nggak mengakui adanya agama tapi mereka kecewa dengan adanya negara komunis karena ketertindasannya sangat terasa. Selain ke ‘kiri’ ternyata punk juga milih ‘zigzag’. Mabok dong? Soalnya, mereka juga kecewa dengan negara kapitalis. Mereka anggap negara-negara yang ada di dunia saat ini cuma penghasil demokrasi palsu kapitalisme yang menindas rakyat. Intinya nih, mereka nggak demen ama ide-ide komunis/sosialis apalagi kapitalis. Manifestonya? Pokoknya sebebas-bebasnya deh! Yang mereka pikir nggak bikin mereka terkekang dan tertindas. Fiewwh… capek deh.. Iya, emang capek.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut ane nih, mau rastafari, mau anarkhi, yah sama aja. Ajaran mereka nggak ada yang mengakui apalagi mengimani Allah Swt., Rasulullah saw., al-Quran dan as-Sunnah. Iya kan? Kalo sekedar genre musik sih, menurut ane nggak masalah. Tapi syair lagunya nih, andilnya fatal kalo ternyata menyeret kita jadi jauh dari Islam. Nggak bener banget kan?</p>
<p style="text-align:justify;">Apalagi kalo dengerin lagunya duo <em>The Virgin</em> “Cinta Terlarang”… <em>Mengapa cinta ini terlarang/Saat ku yakini kaulah milikku/ Mengapa cinta kita tak bisa bersatu/Saat kuyakin tak ada cinta selain dirimu.</em> Kalo yang ane pahamin sih, ni lagu mo ngungkapin kegelisahan yang amat sangat. Hmmm… mencintai siapa? Cinta sesama jenis? Mencintai istri/suami orang? Mencintai sodara kandung ke arah cinta yang nggak wajar? Hehehe… Kalo nih lagu mengisyaratkan cinta sesama jenis, wah, berarti pengen ada pengertian dari Tuhan nih supaya cintanya bisa kesampean gitu? Aduwhhh… tobat atuh, Neng!</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi puyeng sendiri ane nih, yang Rastafari, yang Anarkhi, yang cinta sesama jenis. Kok pada liberal-sekuler gini yah? Syair lagu <em>mah</em> jangan dianggap enteng. Sebab, ini pengaruhnya ke pemikiran dan gaya hidup. Hmm… menurut ane sih, ini udah saatnya nih untuk ‘angkat senjata’! <em>The Battle of Songs begin !</em> Wezzz… Ha ha ha ha (Mbah Surip mode: ”on”.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bahaya lagu</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bro en Sis, kalo kita ngelakuin sesuatu udah pasti kita ngerti sesadar-sadarnya kenapa kita ngelakuin hal tersebut.  Begitu juga soal dengerin lagu <em>mah</em> udah pasti juga kudu hati-hati. Sebab, gimana pun juga syair lagu bisa mempengaruhi pemikiran. Itu sebabnya, para seniman/musisi yang udah menganut pemikiran ideologi tertentu mereka ngelakuin syiar ideologi mereka lewat kekuatan produk seni mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, yang bahaya banget kalo ideologi sang seniman/musisi ternyata ideologi kapitalis or sosialis-komunis juga sekuler. Biarpun misalnya syair lagunya <em>full</em> kritik sosial, tapi pastinya tetep nyodorin solusi dari ideologi yang mereka anut. Belum lagi lagu-lagu cinta yang ngedakwahin soal gaul bebas dan selingkuh, bener-bener bikin dunia tambah kisruh neh. Bukannya ngasih nasihat syiar lewat lagu, tentang gimana supaya nggak pacaran, gaul bebas, selingkuh dll, etc,dst.</p>
<p style="text-align:justify;">Terus gimana dong? Nah, berhubung dunia belum dinaungi Daulah Khilafah Islamiyah yang pastinya bakal bisa ngawasin dengan ketat peredaran lagu-lagu yang disiarkan ke publik, jadi solusi praktis dan jangka pendeknya adalah: ya udah, kita bikin lagu aja. Kita nulis lagu sendiri. Ajak temen yang bisa maen instrumen musik. Bikin demo musik <em>mah</em> sekarang gampang. Terus kalo mau nyiarin ke radio, bisa aja ngeaktifin link ke temen-temen penyiar. Biar aja nekat <em>request</em> duluan. Selain itu kalo pun nggak ada produser rekaman yang ngajak rekaman, bisa aja tuh pake cara D.I.Y (do it yourself).  Rekam sendiri, biaya sendiri en jual sendiri (asal jangan beli diri sendiri juga). Hehehe… . Bisa juga join bareng temen-temen lah. Iya nggak?</p>
<p style="text-align:justify;">Bikin lagu yang kayak gimana nih? Soal genre musik itu terserah, tapi syair lagu kudu diperhatiin. Sebabnya, lagu di sini bukan cuma buat hiburan tapi buat syi’ar keislaman. Masih <em>blank </em>gimana lagu yang dimaksud? Coba deh klik situs youtube or imeem di <em>browser</em> internet kamu. Cari nama-nama munsyid or rapper sebangsa Zain Bhikha, Native Deen, Blakstone, Masikah Ali, Thufail al-Ghifari, Yusuf Islam, Sami Yusuf, The Fikr terus Soldiers of Allah yang situs resminya ditutup oleh pemerintah AS dan kini beberapa personelnya telah menikmati indahnya syahid di Afganistan. Syair-syair lagunya juga keren abis. Coba deh disimak !</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Mencintai dicintai fitrah manusia/Setiap insan di dunia akan merasakannya/Indah ceria kadang merana itulah rasa cinta/Berlindunglah pada Allah dari cinta palsu/Melalaikan manusia hingga berpaling dariNya/Menipu daya dan melenakan sadarilah wahai kawan/Cinta pada Alloh cinta yang hakiki/Cinta pada Alloh cinta yang sejati/Bersihkan diri gapailah cinta Cinta Ilahi</em>.  Nah, ini lagu dari The Fikr yang judulnya Cinta. Keren mana coba ama <em>Cinta Terlarang</em>-nya The Virgin? Jauh ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Mau yang keren lagi? <em>“Terjagalah dari segala maksiat/Dari segala zina dan nafsu dunia yang sesat/Disatukan dalam karunia yang suci/Bersama jiwa-jiwa yang selalu haus akan ibadah/Dan penuh harga diri/Ini bukan cerita Cinderella/Bukan juga patah arang cinta buta Siti Nurbaya/Tak dapat diukur tapi bersama Allah semua pasti akan teratur.” </em>Nah, yang ini penggalan syair rap-nya Thufail al-Ghifari:“Catatan Terakhir”.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, kalo yang <em>more</em> keren mah ada . Ini nih, “1924 “ lagu rap dari Soldiers Of Allah (S.O.A) yang nohok banget ngasih kritik kok kaum Muslim pada cuek ama kewajiban memperjuangkan tegaknya Khilafah. <em>The truth about the state/It wasn’t always like this/Let us look back in time/History reminds us/One army/One land/One central authority/Crushing the romans/persians put in fear/The Ummah like a Lion/No need to shed a tear/When the village was attacked by the kufar/The Khalife heard /The sister cry &#38;Prepared for war/Attacking the city/Destroying it from existence/Lesson # 1/Don’t ever /Mess with Muslims/The Imam of the Ummah is a shield where he protects the Ummah and where the Ummah fights behind him /Where is this shield today to protect the Ummah?? What happen to this shield to honor and dignify the Ummah?</em></p>
<p style="text-align:justify;">Nah, para munsyid/rapper yang ngebawain lagu-lagu islami tuh pastinya gaya hidupnya nggak akan melenceng jauh dari Islam. Nggak ‘muna’ kayak para artis penyanyi lainnya yang setahun sekali bikin album religius (pas Ramadhan doang). Selain itu, lagu-lagu yang dinyanyiin para munsyid ini pastinya ngasih solusi dalam hidup. <em>So</em>, udah pasti insya Allah gaya hidup para munsyid ini <em>clean</em> en jadi teladan dalam hidup.  Nggak pengen tuh jadi kayak mereka?</p>
<p style="text-align:justify;"><em>So</em> guys, hidup cuma sekali. Gunain waktu yang kamu miliki sebaik-baiknya. Nulis lagu yang ideologis terus ngebawain tuh lagu tentunya juga bakal ngebawa kamu dalam tampilan baru. Ya, tentunya kamu tampil lebih <em>cool</em> dengan keislamanmu. Ayo,<em> </em>kamu bisa nunjukin diri, kalo manut ama Islam dalam berkreativitas pastinya bakal jadi teladan dan anti mati gaya. Semangat! <strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>[anindita: facebook.com/anindita.chandra]</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Battle of Songs]]></title>
<link>http://osolihin.wordpress.com/2009/08/31/battle-of-songs/</link>
<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 02:25:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>osolihin</dc:creator>
<guid>http://osolihin.wordpress.com/2009/08/31/battle-of-songs/</guid>
<description><![CDATA[gaulislam edisi 097/tahun ke-2 (10 Ramadhan 1430 H/31 Agustus 2009) Dengerin lagu? Wah, hobi ane tuh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[gaulislam edisi 097/tahun ke-2 (10 Ramadhan 1430 H/31 Agustus 2009) Dengerin lagu? Wah, hobi ane tuh]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Buktikan Pedulimu!]]></title>
<link>http://osolihin.wordpress.com/2009/08/24/buktikan-pedulimu/</link>
<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 01:36:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>osolihin</dc:creator>
<guid>http://osolihin.wordpress.com/2009/08/24/buktikan-pedulimu/</guid>
<description><![CDATA[gaulislam edisi 096/tahun ke-2 (3 Ramadhan 1430 H/24 Agustus 2009) Kalo perhatiin tingkah laku remaj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[gaulislam edisi 096/tahun ke-2 (3 Ramadhan 1430 H/24 Agustus 2009) Kalo perhatiin tingkah laku remaj]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[APA ITU PACARAN???]]></title>
<link>http://keepfight.wordpress.com/2009/08/17/apa-itu-pacaran/</link>
<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 03:08:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>keepfight</dc:creator>
<guid>http://keepfight.wordpress.com/2009/08/17/apa-itu-pacaran/</guid>
<description><![CDATA[Hmm.. dari judulnya aja udah pastinya seru dibahas nih, apalagi kalo udah ngomongin cinta-cintaan ng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>Hmm.. dari judulnya aja udah pastinya seru dibahas nih, apalagi kalo udah ngomongin cinta-cintaan nggak bakalan ada habisnya buat dibahas. Dari jaman baheula sampe sekarang yang namanya cinta selalu seru untuk diobrolin. Lihat deh acara-acara di tivi kebanyakan tentang percintaan. Nggak ketinggalan majalah remaja, tabloid, novel, sinetron, film layar lebar sampai reality show semua isinya percintaan. Kalo masih kurang lagu-lagu anak band sekarang tidak jauh dari lirik-lirik cinta. So, nilai jual cinta nggak bakalan turun (jiaaah, cinta kok dijual?). Termasuk tulisan ini juga akan membahas tema yang sama. Tapi sudut pandangnya Islam, karena saya seorang muslim.</div>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30240731&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=141592175199&#38;aid=-1&#38;auser=0&#38;oid=141592175199&#38;id=1238208913"><img src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs146.snc1/5411_1096966584551_1238208913_30240731_2290380_a.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<div>Bro en Sis, cinta itu anugerah. Dateng gitu aja, tiba-tiba muncul tanpa diundang (dah kayak jalangkung!). Nggak peduli tua atau muda, cantik atau jelek, ganteng atau tampan (loh? Curang nih cow) love doesn’t know difference deh. Contoh cowok kalo udah suka sama cewe, bisa lupa segalanya, mulai dari ngelamun, ketawa sendiri (cinta gila kali ya?) sampe rela ngelakuin apa aja demi ceweknya. Padahal bisa aja dimanfaatin, aji mumpung jalan kemana aja dibayarin, dari makan sampai nonton. Ini cewek matre atau sekadar numpang makan (ngirit banget lo!). Atau mungkin dia punya prinsip “seefesien mungkin”. Kalo ada yang gratisan kenapa nggak? Pletak!</p>
<p>Wadooh, yang ceweknya nggak pada empati tuh, kali aja si cowok udah mati-matian nabung sebulan penuh, sampe hutang kanan-kiri juga kali ya? (nah loh ada yang kesendir tuh ya? Hehe…) Tapi kalo sampe para cewek dituduh matre or numpang makan doang, kayaknya cewek-cewek pada nggak setuju nih. But, tenang Sis. Nggak semua cewe kayak gitu kok (Jiaaah, pembelaan ini cuma contoh takutnya gue dicakar-cakar sama cewek-cewek, peace).</p>
<p>Eh, ada yang protes nggak kalo masalah pacaran dikaitkan dengan Islam? Biasanya kalo protes itu mikirnya gini: “Yang penting kan ibadahnya? Ngapain kudu disangkut-pautkan dengan Islam. Pacaran aja selama itu nggak ganggu orang lain dan nggak sampe berzina”. Hmm…</p>
<p>Bro, Islam udah ngasih aturan yang jelas, harusnya kita bisa menerima Islam dengan sepenuhnya, bukan cuma sebatas ritualnya aja atau dijadikan formalitas aja. Aturannya menyangkut semua hal, mulai dari aturan negara sampai aturan untuk individu. Jangan sampe di antara kamu ada yang rajin ngaji, sholat juga nggak ketinggalan, tapi maksiat tetep jalan. Hadduch.. STMJ tuh mah (Sholat Terus Maksiat Jalan). Sholat sih sholat, tapi soal maming alias Malam Mingguan kamu ngerasa wajib untuk hadir ke rumah pacar kamu. Niat ngapel sambil pamit sama ortu si pacar, mau ngajak jalan-jalan cari udara segar (cari aja oksigen di rumah sakit, lagi bengek kali tuh!). Intinya supaya bisa berdua aja.</p>
<p>Oya, ada juga tuh temen kita yang beralibi alais ngasih alasan bahwa pacaran yang mereka lakukan itu islami. Mereka sepakat putus sementara kalo datang bulan Ramadahn. Nanti abis Ramadhan disambung lagi (waduuuh, ngarep banget ya buat melegalkan pacaran?). Kalo gitu ngerampok secara islami ada juga kali ya, cuma ngerampok orang kaya yang pelit en pejabat korup (dah kayak Robin Hood dong? Asal deh lo!).</p>
<p><strong>Gaul Cara Islam</strong></p>
<p>Bro en Sis, Allah Swt. udah berfirman (yang artinya):“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS al-Isra [17]: 32)</p>
<p>Tuh, bukan cuma zinanya aja yang haram, tapi mendekati zina saja sudah dilarang. Pacaran identik dengan berkumpul antara lawan jenis. Istilahnya berkhalwat dengan yang bukan mahrammnya, dalam Islam tentu diharamkan karena bisa menjerumus ke dalam kemaksiatan en yang lebih parah berzina. Kalo mau plesetin omongannya Bang Napi jaman dulu (masih pada inget kan?). Yup, Bang Samsi (eh, Bang Napi) bilang: “Inget, kemaksiatan bukan hanya karena ada niat si pelaku, tapi juga karena ada kesempatan.” Bener banget. Kalo udah berudua-duaan yang ketiganya adalah setan. Hati-hati kalo sampe satpol PP juga ikut pantau. Kegiatan kamu bakalan diintip dan didiemin dulu biar ketangkep basah (nah loh pengalaman sapa tuch?) Soalnya, kalo udah terpancing sama hawa nafsu setan, gampang banget tuh ngegodainya, istilahnya tinggal tunggu jam tayang (dah kayak nonton bioskop aja tuh).</p>
<p>Bro, sebelum sampe berdua-duaan dengan lawan jenis, di awal-awal hubungan dengan lawan jenis udah diatur dengan baik lho dalam Islam. Supaya kejadian maksiat itu bisa dicegah karena peluangnya diminimalisir. Allah Swt. udah berfirman (yang artinya): “Katakanlah kepada orang-orang mukmin laki-laki: ‘Hendaklah mereka itu menundukkan sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya ….’ Dan katakanlah kepada orang-orang mukmin perempuan: ‘Hendaknya mereka itu menundukkan sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya…’.” (QS an-Nuur [24]: 30–31)</p>
<p>So, menundukkan pandangan adalah menjaga pandangan. Nggak dilepas gitu aja tanpa kendali yang memungkinkan bakal merasakan kelezatan atas birahinya kepada lawan jenisnya yang beraksi. Pandangan bisa dibilang terpelihara jika secara tidak sengaja melihat lawan jenis kemudian menahan untuk tidak berusaha melihat mengulangi melihat lagi atau mengamat-amati kecantikannya atau kegantengannya.</p>
<p>Ath-Thabarani meriwayatkan, Nabi saw. bersabda yang artinya, “Awaslah kamu dari bersendirian dengan wanita, demi Allah yang jiwaku di tanganNya, tiada seorang lelaki yang bersendirian (bersembunyian) dengan wanita malainkan dimasuki oleh setan antara keduanya. Dan, seorang yang berdesakkan dengan babi yang berlumuran lumpur yang basi lebih baik daripada bersentuhan bahu dengan bahu wanita yang tidak halal baginya.”</p>
<p>Juga dalam hadis yang lain. Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. telah bersabda yang artinya, “Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin.” (Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibn Abbas dan Abu Hurairah).</p>
<p>Yang terendah adalah zina hati dengan bernikmat-nikmat karena getaran jiwa yang dekat dengannya, zina mata dengan merasakan sedap memandangnya dan lebih jauh terjerumus ke zina badan dengan, saling bersentuhan, berpegangan, berpelukan, berciuman, dan seterusnya hingga terjadilah persetubuhan. Ati-ati! Waspadalah!</p>
<p>Bor en Sis, dalam Islam nggak ada istilah pacaran, karena pada dasarnya aturan pergaulan dalam Islam adalah infishol alias “terpisah” dalam arti begini: cowok atau cewek hanya bergaul akrab dengan sejenisnya atau para mahram. Berhubungan dengan lawan jenis hanya masalah mu’amalah (bisnis, seperti di pasar antara penjual dan pembeli), pendidikan (seperti antara guru dengan murid atau dosen sama mahasiswanya) juga dalam masalah kesehatan (konsultasi dokter dengan pasiennya dan sejenisnya). Yang semuanya harus tetap sayr’i.</p>
<p><strong>Soal tempat khusus dan tempat umum</strong></p>
<p>Allah Swt. berfirman (yang artinya): “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. Jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, Maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. dan jika dikatakan kepadamu: “Kembali (saja)lah, Maka hendaklah kamu kembali. itu bersih bagimu dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS an-Nuur [24]: 27-28)</p>
<p>Bro en Sis, kamu perlu tahu nih tempat atau kondisi yang berkenaan dengan pergaulan antara cowok dan cewek yang bukan mahram.</p>
<p>Pertama, tempat yang kita tidak memerlukan izin pada saat masuk/melihat (contoh :lapangan, rumah sakit, Pasar, dll). Kedua, tempat khusus (tempat yang jika kita ingin masuk atau melihat maka diwajibkan untuk meminta izin, contoh: kamar mandi rumah, mobil pribadi, ruangan pribadi dan sejenisnya).</p>
<p>Terus nih, yang harus diperhatikan dalam pergaulan adalah soal istilah: Pertama, ij’tima, yakni berkumpul, tapi tidak ada interaksi. Kedua, a’laqoh, yakni interaksi, tapi nggak berkumpul (contohnya telepon, chatting online, SMS-an, kirim-kirim e-mail dan sejenisnya). Ketiga, ikhtilat, yakni berkumpul dan beriteraksi (dan yang dibolehkan bagi yang bukan mahram adalah hanya dalam masalah mu’amalat, pendidikan, dan kesehatan)</p>
<p>Oya, saya mau cerita dikit. Pernah tuh saya beda pendapat mengenai status hukum pacaran sama temen sendiri. Saya nggak setuju pacaran, bukan karena saya nggak laku buat pacaran, tapi karena banyak yang nolak sih hehe… (nggak ding, emang saya udah tahu hukumnya pacaran nggak boleh menurut ajaran Islam). Saya menolak pacaran bukan juga untuk nyuruh dia putus sama pacarnya, cuma pengen ngajak berfikir aja. Sampe pada klimaksnya dia bilang ke saya: “Kalo gaya hidup kamu kayak gitu mending nggak usah hidup di Indonesia aja!” Wadduh…. nggak nyangka temen saya ngomong begitu. sampe akhirnya gue jawab “Sory friend, aku hidup di bumi Allah Swt. Kalo kamu nggak setuju sama aturan Allah mending pergi aja dari bumi Allah”. Halah, saya spontan komen gitu. Sempet terfikir itu emosi saya yang menjawab kali ye? Tapi ya udahlah. So, saya udah mencoba untuk tegas walaupun saya masih belajar dalam mentaati semua aturan Islam.</p>
<p>Pacaran nggak cuma mereka yang masih bujangan dan gadis aja, tapi dari usia akil balig sampai kakek nenek bisa berbuat seperti yang diancam oleh hukuman Allah. Hanya saja, yang umum kelihatan melakukan pacaran adalah para remaja. Betul apa bener?</p>
<p><strong>Islam ngatur hubungan antar lawan jenis</strong></p>
<p>Oya, bukan berarti nggak ada solusi dalam Islam untuk berhubungan dengan nonmahram. Dalam Islam hubungan nonmahram ini diakomodasi dalam lembaga perkawinan melalui sistem khitbah/lamaran dan pernikahan. Rasulullah saw. bersabda (yang artinya): “Hai golongan pemuda, siapa di antara kamu yang mampu untuk menikah, maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih memelihara kemaluan. Tetapi, siapa yang tidak mampu menikah, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat mengurangi syahwat.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmizi, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan Darami)</p>
<p>Selain hal tersebut di atas, baik itu hubungan teman, pergaulan laki-laki perempuan tanpa perasaan, ataupun hubungan profesional, ataupun pacaran, ataupun pergaulan guru dan murid, bahkan pergaulan antar-tetangga yang melanggar aturan di atas adalah haram, meskipun Islam tidak mengingkari adanya rasa suka atau bahkan cinta.</p>
<p>Bro en sis, bahkan diperbolehkan suka kepada laki-laki/perempuan yang bukan mahram, tetapi kita diharamkan mengadakan hubungan terbuka dengan nonmahram tanpa mematuhi aturan di atas. Kalau masih pengen juga, kamu kudu ditemani kakak laki-laki ataupun mahram laki-laki kamu dan kamu harus menutup auart masing-masing agar memenuhi aturan yang telah ditetapkan Islam. Tapi ini bukan dalam rangka pacaran, lho. Ya, sekadar bertemu untuk pendidikan atau dakwah, muamalah dan kesehatan. Oke?</p>
<p>Percayalah, jodoh itu Allah Ta’ala yang ngatur. Nggak usah maksain sampe pacaran segala. Ada cerita nih, dari guru ngaji gue sih (minta izin ngutip ya pak.. hehe). Jadi ada cowok-cewek yang udah kepalang pacaran en cinta banget. Ketika mereka dalam pengajian, dibahas tuh masalah pacaran kayak gini. Singkat cerita mereka putus, “demi Islam kita putus aja yach…” katanya. Wah dilema banget emang ya? (cinta deritanya tiada akhir.. hwaach dasar Patkai).</p>
<p>Emang berat en nggak gampang tuh ambil keputusan habis udah cinta mati. Sampe semboyannya aja: “I love you teu eureun-eureun” (gotong royong aja kali ya biar nggak berat). Tapi kemudian mereka iklhas menerima keputusannya. Berlanjut sampe mereka dewasa. Atas ijin Allah mereka dipertemukan kembali, karena ortunya udah saling kenal juga, akhirnya mereka menikah. Wah…wah pastinya bahagia banget mereka. Gimana Bro, mau, mau mau? Kalo udah siap jangan tunggu lama-lama buat ngehindar dari maksiat en fitnah lanjutkan ke pernikahan (lebih cepat lebih baik, kita mah pro syariat Islam!).</p>
<p>BTW, tapi kan nggak segampang yang saya omongin ya? Kata Bang Thufail al-Ghifari sih “nikah itu Jihad yang aduhai” (cit..cwiw!). So, bukankah kalo pengen serius jalin hubungan, emang tujuannya menikah? (loh kok jadi ngomongin nikah? Curhatan saya nih kayaknya. Watau!)</p>
<p><strong>Bukti cinta sejati</strong></p>
<p>Bro en Sis, Rasulullah saw. pernah bersabda (yang artinya): “Bukti cinta sejati itu ada tiga, yaitu: memilih kalam kekasihnya (al-Qu’an) daripada kalam lainNya (hasil produk manusia); memilih bergaul dengan kekasihNya daripada bergaul dengan yang lain; memilih keridhaan kekasihNya daripada keridhaan yang lain.”</p>
<p>Demikian ini karena orang yang mencintai sesuatu itu, ia menjadi hambanya. Yahya bin Mu’adz berhubungan dengan pengertian ini mengatakan: “Setitik benih cinta kepada Allah lebih aku sukai daripada pahala mengerjakan ibadah tujuh puluh tahun.”</p>
<p>Nah, kalo virus merah jambu mulai meradang di hatimu, cuma ada satu solusi jitu: merit binti kawin alias nikah. Nggak apa-apa kok masih muda juga asal udah mantap mentalnya, kuat ilmunya, dan cukup materinya. Tapi kalo ngerasa belum mampu, ya wis kamu kudu rajin-rajin berpuasa untuk meredam gejolak nafsumu. Dan tentunya sambil terus belajar, mengasah kemampuan, dan mengenali Islam lebih dalam, jangan lupa perbanyak kegiatan positif: ngaji dan olahraga, misalnya. Main gim? Halah, bolehlah asal jangan kebablasan! Tapi, daripada main gim mending baca al-Quran atau nulis kayak saya nih di buletin gaulislam. Insya Allah lebih oke. Sip kan?</p>
<p>Bro en Sis, hidup di dunia yang singkat ini kita siapkan untuk memperoleh kemenangan di hari akhirat kelak. Itu sebabnya, yuk kita mulai hidup ini dengan bersungguh-sungguh dan jangan bermain-main. Kita berusaha dan berdoa mengharap pertolongan Allah Swt. agar diberi kekuatan untuk menjalankan segala perintah dan meninggalkan segala laranganNya. Moga kita sukses di dunia dan di akhirat ya. Mau? Mau doooong! Semoga Allah menolong kita, amin. Jadi, tetep mau pacaran? Nggak, Ah!</p></div>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30240734&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=141592175199&#38;aid=-1&#38;auser=0&#38;oid=141592175199&#38;id=1238208913"><img style="width:460px;" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs126.snc1/5411_1096967024562_1238208913_30240734_3248806_n.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<p><strong>gaulislam edisi 091/tahun ke-2 (27 Rajab 1430 H/20 Juli 2009)</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Merdeka yang Sesungguhnya]]></title>
<link>http://osolihin.wordpress.com/2009/08/17/merdeka-yang-sesungguhnya/</link>
<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 02:07:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>osolihin</dc:creator>
<guid>http://osolihin.wordpress.com/2009/08/17/merdeka-yang-sesungguhnya/</guid>
<description><![CDATA[gaulislam edisi 095/tahun ke-2 (26 Sya’ban 1430 H/17 Agustus 2009) Jadwal kerja gue yang padet akhir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[gaulislam edisi 095/tahun ke-2 (26 Sya’ban 1430 H/17 Agustus 2009) Jadwal kerja gue yang padet akhir]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Antara Militan dan Teroris]]></title>
<link>http://osolihin.wordpress.com/2009/08/10/antara-militan-dan-teroris/</link>
<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 12:43:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>osolihin</dc:creator>
<guid>http://osolihin.wordpress.com/2009/08/10/antara-militan-dan-teroris/</guid>
<description><![CDATA[gaulislam edisi 094/tahun ke-2 (19 Sya’ban 1430 H/10 Agustus 2009) Televisi pada tanggal 7-8 Agustus]]></description>
<content:encoded><![CDATA[gaulislam edisi 094/tahun ke-2 (19 Sya’ban 1430 H/10 Agustus 2009) Televisi pada tanggal 7-8 Agustus]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Awas, Jangan Jadi Musyrik!]]></title>
<link>http://osolihin.wordpress.com/2009/08/03/awas-jangan-jadi-musyrik/</link>
<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 01:00:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>osolihin</dc:creator>
<guid>http://osolihin.wordpress.com/2009/08/03/awas-jangan-jadi-musyrik/</guid>
<description><![CDATA[gaulislam edisi 093/tahun ke-2 (12 Sya’ban 1430 H/3 Agustus 2009) Bro and Sis, salah satu yang bisa ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[gaulislam edisi 093/tahun ke-2 (12 Sya’ban 1430 H/3 Agustus 2009) Bro and Sis, salah satu yang bisa ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kenal Islam, Sayang Islam ]]></title>
<link>http://osolihin.wordpress.com/2009/07/27/kenal-islam-sayang-islam/</link>
<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 03:07:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>osolihin</dc:creator>
<guid>http://osolihin.wordpress.com/2009/07/27/kenal-islam-sayang-islam/</guid>
<description><![CDATA[gaulislam edisi 092/tahun ke-2 (5 Sya’ban 1430 H/27 Juli 2009) Untuk mengenal sahabat kita lebih dek]]></description>
<content:encoded><![CDATA[gaulislam edisi 092/tahun ke-2 (5 Sya’ban 1430 H/27 Juli 2009) Untuk mengenal sahabat kita lebih dek]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pacaran? Nggak, Ah!]]></title>
<link>http://osolihin.wordpress.com/2009/07/20/pacaran-nggak-ah/</link>
<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 02:04:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>osolihin</dc:creator>
<guid>http://osolihin.wordpress.com/2009/07/20/pacaran-nggak-ah/</guid>
<description><![CDATA[gaulislam edisi 091/tahun ke-2 (27 Rajab 1430 H/20 Juli 2009) Hmm.. dari judulnya aja udah pastinya ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[gaulislam edisi 091/tahun ke-2 (27 Rajab 1430 H/20 Juli 2009) Hmm.. dari judulnya aja udah pastinya ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jilbab Bukan Sekadar Simbol]]></title>
<link>http://osolihin.wordpress.com/2009/07/13/jilbab-bukan-sekadar-simbol/</link>
<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 02:01:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>osolihin</dc:creator>
<guid>http://osolihin.wordpress.com/2009/07/13/jilbab-bukan-sekadar-simbol/</guid>
<description><![CDATA[gaulislam edisi 090/tahun ke-2 (20 Rajab 1430 H/13 Juli 2009) Siapa sih yang nggak tahu jilbab itu a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[gaulislam edisi 090/tahun ke-2 (20 Rajab 1430 H/13 Juli 2009) Siapa sih yang nggak tahu jilbab itu a]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
