<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>bulutangkis &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/bulutangkis/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "bulutangkis"</description>
	<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 18:45:08 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Maria Febe K. : Pemain Putri Berprestasi]]></title>
<link>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2010/01/02/maria-febe-k-pemain-putri-berprestasi/</link>
<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 17:01:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>valsus</dc:creator>
<guid>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2010/01/02/maria-febe-k-pemain-putri-berprestasi/</guid>
<description><![CDATA[Maria Febe Kusumastuti menjadi salah satu pemain tunggal putri Indonesia paling berprestasi sepanjan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Maria Febe Kusumastuti menjadi salah satu pemain tunggal putri Indonesia paling berprestasi sepanjang tahun 2009 ini. Prestasinya tergolong stabil ditengah krisis prestasi pemain tunggal putri Indonesia. Febe merupakan satu-satunya pemain tunggal putri Indonesia yang bertahan hingga babak perempat final Djarum Indonesia Open Super Series 2009. &#8220;Ya.. saya senang sekali sekaligus saya juga bisa membalas dengan kemenangan melawan Pi Hongyan,&#8221; tutur Febe yang tahun sebelumnya kalah dari Pi Hongyan pada turnamen yang sama lewat pertarungan ketat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Keberhasilan prestasi Febe tahun ini ditandai dengan raihan gelar juara Australia Open Grand Prix, Juli 2009 setelah mengalahkan unggulan utama Yip Pui Yin (Hongkong) di babak finaldengan skor 21-18 dan 21-19. Seminggu kemudian Febe kembali masuk final turnamen New Zealand Open kendati hanya meraih posisi runner-up setelah kalah dari unggulan tiga Sayaka Sato (Jepang). Penghujung tahun ini, Febe menembus semifinal India Open GP meskipun kemudian gagal ke final setelah ditaklukkan pemain tuan rumah, Aditi Mutatkar. Sekarang Febe berada di peringkat 27 dunia per 27 Desember 2009 atau kedua terbaik Indonesia setelah Adriyanti Firdasari yang berada di peringkat 16.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Febe kelahiran Boyolali, 30 September 1989 ini mengaku kenal bulutangkis dari orang tuanya. &#8220;Saya sering berganti-ganti klub, mulai dari klub di Boyolali lalu pindah ke Solo. Saya sering mengikuti pertandingan-pertandingan kecil dan sirkuit dengan prestasi lumayan. Dari pertandingan-pertandingan tersebut, saya dipantau klub Djarum dan kemudian ditawari bergabung ,&#8221; Kenang Febe ihwal perjalanan karirnya. Di klub yang banyak melahirkan bintang bulutangkis dunia ini, kemampuan pemain yang gemar musik ini semakin mengkilap.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pemain yang mengidolakan Taufik Hidayat ini, memfokuskan diri sepenuhnya di sektor tunggal walaupun pernah berprestasi baik di nomor ganda. &#8220;Dulu pernah main ganda saat pemula B karena waktu itu prestasi di ganda lebih menonjol bahkan pernah mendapat peringkat satu nasional kelompok pemula. Sedangkan di tunggal hanya peringkat 5 besar. Waktu itu mau pindah ke ganda tetapi dilarang sama papa karena prestasi tunggal masih termasuk bagus.&#8221; Ternyata pilihan itu tidak salah karena sinar Febe di tunggal putri semakin cemerlang.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kini Febe memiliki peluang untuk bergabung di Pelatnas. Tentunya akan memiliki kesempatan untuk membela negara di ajang-ajang bergengsi seperti Piala Uber dan Piala Sudirman. Febe mengaku tidak khawatir akan jarang diturunkan kalau bergabung di Pelatnas dibandingkan dengan di klub Djarum. &#8220;Ya, itu merupakan resiko yang harus ditanggung. Tetapi kalau prestasi kita stabil dan matang pasti sering diberangkatkan seperti Maria Kristin dan Adriyanti Firdasari.&#8221; Dengan segala tekad dan semangat kuat yang dimilikinya, mudah-mudahan prestasi Febe menjadi lebih baik tahun depan. (HK/ YEW)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dionysius Hayom Rumbaka : Masa Depan Tunggal Putra Indonesia]]></title>
<link>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2010/01/02/dionysius-hayom-rumbaka-masa-depan-tunggal-putra-indonesia/</link>
<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 17:01:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>valsus</dc:creator>
<guid>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2010/01/02/dionysius-hayom-rumbaka-masa-depan-tunggal-putra-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Berbicara sektor tunggal putra, Indonesia pernah memiliki stok pemain yang berkualitas yang melimpah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Berbicara sektor tunggal putra, Indonesia pernah memiliki stok pemain yang berkualitas yang melimpah. Sebagai contoh era 90-an Indonesia memiliki tujuh pendekar hebat yaitu Alan Budi Kusuma, Ardy. B. Wiranata, Joko Suprianto, Hermawan Susanto, Fung Permadi, Bambang Suprianto dan Hariyanto Arbi. Namun dalam beberapa tahun belakangan ini, Indonesia hanya tertumpu pada Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, dan Simon Santoso. Indonesia bak kesulitan mencari pelapis mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Di tengah kegamangan tersebut, muncullah Dionysius Hayom Rumbaka. Pemain muda berusia 21 tahun dengan postur 182 cm ini bermain secara ofensif (menyerang) dan memiliki senjata andalan smes keras dan permainan net yang baik. Gaya permainannya Hayom tersebut mengingatkan kita kepada pemilik julukan &#8220;Smash 100 watt&#8221; Hariyanto Arbi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pemain klub PB Djarum ini, mulai mengumpulkan prestasi internasional tahun 2009 ini. Gelar pertamanya di Banuinvest International Series, Romania Maret silam ia akui sebagai pengalaman paling berkesan karena itulah gelar juara pertama internasional pertamanya. Dua gelar juara pertama lainnya ia capai setelahnya, di Australia Open Grand Prix dan Indonesia Challenge.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hayom yang berperingkat 30 dunia per rilis BWF 24 Desember 2009 ini, terlihat mumpuni saat bertanding di tiga turnamen secara beurutan dalam tiga minggu bulan Juli sampai Agustus lalu. Di mulai dari turnamen sekelas Australia Open Grand Prix. Di babak semifinal, Hayom berhasil mengandaskan pemain nomor satu Hongkong sekaligus unggulan utama, Chan Yan Kit dengan skor 16-21, 21-13 dan 21-18, lalu mengalahkan mantan pemain Pelatnas, Alamsyah Yunus, di final dengan dua set langsung, 21-17 dan 21-18.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Meskipun sedikit terseok di New Zealand Open -ia tumbang di babak kedua, namun Hayom kembali menunjukkan prestasi di depan publiknya sendiri dengan menjuarai Indonesia Challenge yang berlangsung di stadion Tenis Indoor Senayan, Jakarta. &#8220;Ikut tiga turnamen berturut-turut merupakan ujian fisik bagi saya,&#8221;ungkap Hayom seusai menjuarai Indonesia Challange.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Melihat perkembangan prestasinya, Hayom dicoba ikut turnamen yang level Superseries dan Grand Prix Gold. Ketika turun di Hongkong Open Superseries, Hayom membuat prestasi gemilang dengan keberhasilan masuk babak perempat final. Walaupun tenaganya sudah terkuras karena harus bermain dua kali dibabak kualifikasi tetapi Hayom membuat kejutan dibabak utama dengan menumbangkan unggulan delapan, Bonsaak Ponsana 22-20, 21-19. Kemudian dibabak kedua mengalahkan pemain nomor satu Taipei yang peringkatnya diatas Hayom, Yu Hsin Hsieh 21-13 dan 21-9. Sayang kiprahnya terhenti oleh pemain bintang China, Bao Chunlai. Prestasi teranyar dipenghujung 2009, Hayom berhasil menmpati runner-up India Open GP. Peluang untuk juara terhenti oleh unggulan utama asal India, Chetan Anand.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pemain kelahiran Kulon Progo, 22 Oktober 1988 ini mulai bermain bulutangkis di sekitar rumahnya dengan teman-temannya. Melihat bakat Hayom, seorang kerabat memasukkan Hayom ke klub kecil di Sleman. Ketika duduk di kelas 6 SD, Hayom kecil pindah ke Tasikmalaya sebelum akhirnya kembali ke Yogyakarta dua tahun kemudian dan berlatih di Kota Gudeg ini.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Talenta Hayom pun akhirnya terpantau oleh klub Djarum saat Hayom duduk di kelas 1 SMU, dan pada 1 April 2005, tekad Hayom untuk meniti karir diperkukuh dengan bergabungnya ia ke dalam klub yang telah melahirkan banyak jagoan bulutangkis Indonesia tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kini Hayom berharap masuk Pelatnas dengan harapan dapat turut serta di turnamen besar seperti Thomas Cup. Ketika ditanya mengenai kemungkinan kesempatan bertanding akan lebih sedikit dibanding yang didapatnya saat ini di klub Djarum, Hayom mengatakan, &#8220;Kalau kita punya standar permainan dan rangking yang baik mungkin kita sering dikirim. Ini tergantung hasil latihan dan pertandingan dari kita juga.&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Penggemar opor ayam dan pecel lele ini menargetkan untuk berprestasi di turnamen sekelas Grand Prix.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Saya berharap terus dapat menambah pengalaman bermain di Grand Prix Gold dan superseries serta mengalahkan pemain-pemain kelas dunia&#8221;, ungkap Hayom tentang harapannya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ia juga mengaku harus meningkatkan fisiknya lebih baik lagi karena pemain dengan tipe penyerang seperti Hayom memang membutuhkan stamina dan tenaga lebih.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Saya juga harus lebih menguatkan kaki agar lebih tahan dan kuat di lapangan,&#8221;, tukasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Untunglah Hayom tidak memiliki kendala cedera sampai saat ini. Semua latihan ia lahap dengan tekad bisa berprestasi tingkat dunia seperti idolanya, Taufik Hidayat dan Bao Chunlai. (HK/YEW)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KILAS BALIK BULUTANGKIS TANAH AIR 2009]]></title>
<link>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2010/01/01/kilas-balik-bulutangkis-tanah-air-2009/</link>
<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 20:30:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>valsus</dc:creator>
<guid>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2010/01/01/kilas-balik-bulutangkis-tanah-air-2009/</guid>
<description><![CDATA[Mengakhiri tahun 2009, dunia perbulutangkisan Indonesia kembali terkesima dengan rencana pengunduran]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Mengakhiri  tahun 2009, dunia perbulutangkisan Indonesia kembali terkesima dengan rencana pengunduran diri pemain Ganda Putra terkuat Indonesia sekaligus peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 Markis Kido dan Hendra Setiawan. Surat telah dilayangkan ke PBSI namun belum ada tanggapan serius atas Surat pengunduran diri pemain terbaik yang dimiliki pelatnas saat ini.  Markis Kido beralasan pengunduran dirinya adalah agar ia dapat bermain secara professional, sedangkan alas an Hendra setiawan, pengunduran dirinya dari pelatnas adalah karena ia masih ingin berpasangan dengan Markis Kido yang memang sudah dipasangkan sejak lama. Keduanya merasa cocok, dan Hendra merasa kesulitan untuk mencari pendamping baru dan belum tentu cocok.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tentu saja bagi Hendra akan kesulitan untuk berdampingan dengan Markis Kido jika masih berada di pelatnas, sementara patnernya berada di luar pelatnas. Keputusan Markis Kido/Hendra Setiawan untuk mengundurkan diri dari pelatnas patut di apresiasi meskipun prestasi mereka masih yang terbaik saat ini bagi Indonesia. Apalagi keduanya juga berencana untuk tetap menggunakan nama Indonesia setiap kali bertanding dan siap apabila sewaktu-waktu di butuhkan untuk membela Negara.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya keputusan untuk bermain secara professional merupakan keputusan yang terbaik, karena dengan demikian mereka akan lebih termotivasi untuk dapat meraih kejuaraan. Hal ini juga telah dilakukan oleh pendahulunya Taufik Hidayat yang memilih bermain secara professional dan tidak menghuni pelatnas. Toh selama ini Taufik juga masih menggunakan bendera Indonesia dalam setiap pertandingan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Memang benar, patut disayangkan apabila pemain Indonesia tersebut mengundurkan diri dari pelatnas, karena dengan demikian kedudukan pemain Indonesia akan timpang dan kekuatannya menurun. Apalagi pelapis dari Markis/Hendra juga belum menunjukkan hasil yang bagus . Namun demikian, seharusnya ini menjadi cambuk bagi PBSI untuk lebih memacu prestasi pemain sehingga tidak kalah dari para pemain-pemain Negara lain seperti China dan Korea Selatan. Sudah seharusnya PBSI mampu mendongkrak kembali bulutangkis Indonesia yang dulu pernah ditakuti oleh Negara-negara lain.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jika menilik prestasi-prestasi pemain-pemain bulutangkis Indonesia selama 2009 masih belum sesuai harapan public. Di beberapa ajang super series bahkan Indonesia tidak mampu menempatkan wakilnya di final.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Mengawali tahun 2009 Nova Widianto/Lilyana Natsir berhasil meraih juara di Malaysia Super Series setelah mengalahkan unggulan kedua asal Korea Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung dengan 21-14 dan 21-19. Sementara itu ganda putra Indonesia hanya berpuas diri untuk menjadi runner up melalui Alvent Yulianto/Hendra A Gunawan yang bermain secara professional.  Korea menjadi Negara terbanyak yang menempatkan wakilnya di final.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Selain Malaysia Super Series, Indonesia hanya meraih gelar super series di Jepang Super Series bulan September melalui ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan yang mengalahkan rekan senegaranya Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan dengan 21-19 dan 24-22.  Sementara itu Taufik Hidayat yang melaju hingga ke final gagal meraih gelar setelah takluk dari Bao Chun Lai (CHN) dengan 15-21 dan 12-21. Bulan Berikutnya Indonesia meraih gelar di Denmark Super Series melalui tunggal putra Simon Santoso yang berhasil meraih gelar setelah menaklukkan Marc Zwiebler (GER) dengan 21-14 dan 21-6. Marc  melangkah ke final setelah mengalahkan tunggal putra Indonesia Sony Dwi Kuncoro di semifinal.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Prestasi juga diraih pemain Indonesia melalui ajang Prancis Super Series melalui pasangan ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir setelah mengalahkan Hendra A Gunawan/Vita Marissa dengan 21-7 dan 21-7, serta ganda putra Markis Kido/Hendra setiawan yang menekuk musuh bebuyutannya Koo Kien Kit/Tan Boen Heong (MAS) dengan 15-21, 21-15 dan 21-14. Peluang lainnya gagal ditorehkan Taufik Hidayat setelah takluk dari Lin Dan (CHN) dengan skor telak 6-21 dan 15-21. Selanjutnya Indonesia tidak meraih gelar di ajang super series lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bahkan ketika menjadi tuan rumah Djarum Indonesia Super Series, Indonesia kembali tidak meraih gelar satupun seperti tahun 2007 silam. Ini kali kedua Indonesia tidak meraih gelar di negerinya sendiri sejak pertama kali kejuaraan Indonesia open di gelar.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Prestasi-prestasi pemain Indonesia di ajang dunia kian terpuruk seiring meratanya kekuatan pemain lawan, sehingga bukan tidak mungkin dengan mundurnya Markis Kido/Hendra Setiawan dan juga Nova Widianto yang tidak akan dipasangkan dengan Lilyana Natsir, prestasi Indonesia di tahun 2010 akan semakin buruk.  Di nomor tunggal putri, masih belum ada yang bisa menjadi harapan untuk bisa berbicara di ajang internasional.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tahun 2010 ada even besar yang harus diikuti terutama perebutan piala Thomas dan Uber yang akan berlangsung di Thailand. Di nomor beregu putra, perolehan buruk ditorehkan di Jakarta tahun 2008 silam setelah ditekuk Korea, dan China masih sebagai pemegang Piala tersebut. Sementara itu di nomor beregu putrid, Indonesia meraih prestasi gemilang setelah Maria Kristin dkk mampu menembus final sebelum takluk dari China dengan 0-3. Akankah 2010 prestasi Indonesia akan membaik?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Harapan pecinta bulutangkis tanah air tentu saja prestasi Indonesia akan lebih baik di tahun 2010, tentu saja tetap waspada dengan kekuatan Negara lain yang lebih menggeliat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : http://jejakandromeda.wordpress.com/</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Coach Kim Her will return to join BAM]]></title>
<link>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2010/01/01/coach-kim-her-will-return-to-join-bam/</link>
<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 20:27:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>valsus</dc:creator>
<guid>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2010/01/01/coach-kim-her-will-return-to-join-bam/</guid>
<description><![CDATA[SHAH ALAM : Five years after leaving Malaysian shores, badminton coach Tan Kim Her will return home ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><a href="http://sejahterabadminton.wordpress.com/files/2010/01/kim-her.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-6680" title="Kim Her" src="http://sejahterabadminton.wordpress.com/files/2010/01/kim-her.jpg" alt="" width="194" height="250" /></a>SHAH ALAM : Five years after leaving Malaysian shores, badminton coach Tan Kim Her will return home to join the Badminton Association of Malaysia (BAM).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kim Her is currently in charge of the England national doubles players. And he is expected to start work with the BAM before the first major assignment of the year – the Thomas and Uber Cup Finals, which Malaysia will host in Kuala Lumpur in May.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kim Her, who was an Olympic semi-finalist in the men’s doubles with Soo Beng Kiang in Atlanta in 1996, has had the experience of handling the South Korean national doubles players too and is certainly an asset in a coaching set-up of any serious badminton-playing nation.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">He was the coach of the Malaysian back-up doubles shuttlers for six years before venturing overseas in 2005 to take up the task in South Korea to groom world-beating men’s doubles pairs following the retirement of Ha Tae-kwon-Kim Dong-moon and Lee Dong-soo-Yoo-Yong-sung after the 2004 Athens Olympics.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">It was during his tenure that the newcomers, among them Jae Jung-sung, Lee Jae-jin, Hwang Ji-man and the now very accomplished doubles player, Lee Yong-dae, got themselves noticed on the international stage.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">The BAM secretary, Gangga Rao, said that they had always been talking with Kim Her on the possibility of returning to Malaysia and it was only recently that he agreed to do so.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“I think he agreed to come back as he wants his children to settle down here. We have signed him on a two-year contract with an option for two more,” he said.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">“Kim Her is expected to start work by February or March. He has the experience of coaching the South Korean players before and we hope he can complement our coaching set-up. It is for the coaching and training committee to decide on where he fits in.”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Indonesian Rexy Mainaky is currently the chief coach for the national doubles shuttlers and he is assisted by Rosman Razak, Pang Cheh Chang, Jeremy Gan and Chang Kim Wai.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Former national chief coach Yap Kim Hock is in charge of the juniors based at the Bukit Jalil Sports School together with Koay Kar Lin.</p>
<p style="text-align:justify;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[JEPANG DOMINASI FINAL SINGARAJA TERBUKA ]]></title>
<link>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2010/01/01/jepang-dominasi-final-singaraja-terbuka/</link>
<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 20:17:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>valsus</dc:creator>
<guid>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2010/01/01/jepang-dominasi-final-singaraja-terbuka/</guid>
<description><![CDATA[Singaraja, 31/12 (Antara/FINROLL News) &#8211; Pebulutangkis putri dari Jepang mendominasi babak fin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Singaraja, 31/12 (Antara/FINROLL News) &#8211; Pebulutangkis putri dari Jepang mendominasi babak final Kejuaraan Bulutangkis Singaraja Terbuka I yang digelar di Gedung PBSI Buleleng, Bali di Singaraja.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pada kejuaraan yang berlangsung sejak Senin (28/12) itu, hingga babak final, Kamis, tunggal putri Jepang, Kinoshita, dijadwalkan berhadapan dengan andalan Jatim, Adriani.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pada ganda putri, pasangan tangguh dari Jepang Kimosita/Yamamoto, di final juga ditantang pemain unggulan Jatim pasangan Maya Rosita/Adriani.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sementara ganda campuran tuan rumah Buleleng, Pande Gede Yamendra/Dwi Saptuari, akan berhadapan dengan Ricky/Adriani (Jatim), yang berhasil lolos ke babak akhir setelah di semi final Rabu (30/12), menumbangkan lawan-lawannya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pande Gede Yamendra/Dwi Saptuari, di babak semi final berhasil memetik kemenangan atas rekan sedaerahnya dari Buleleng pasangan Sarjana/Rusmiati dengan skor 15-21, 21-16, 21-13.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sedangkan pasangan Ricky/Adriani (Jatim), mampu menundukkan Agus Yudi/Purwaningsih (Buleleng) dengan dua set (21-20, 21-17).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Duel ganda campuran diperkirakan berlangung menegangkan, sebab Pande Yamendra/Dwi Saptuari kini merupakan ganda campuran terbaik di Bali, sedangkan Ricky/Adriani pasangan tangguh Jatim.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pada final ganda putra, pemain unggulan Buleleng, Pande Gede Yamendra/Sarjana akan dihadang pasangan dari Jatim K.Sandy/Ricky, setelah di semi final mengalahkan ganda Arif/Rahman Jonatan (Buleleng/Denpasar) dengan skor 21-8, 21-11.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sedangkan Pande Yamendra/Sarjana melaju ke final setelah sebelumnya menang atas rekannya Chandra Berata/Agus Budi dengan skor 23-21, 21-17.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Partai yang paling bergengsi akan tampil pemain &#8220;all Buleleng Final&#8221;, yakni pemain senior Bali, Chandra Berata dengan Agus Budi. Kendati sama-sama asal Buleleng, kedua pemain berjanji bermain maksimal sehingga tidak mengecewakan penonton.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Chandra Berata yang sempat melatih di Negeri Sakura Jepang, pada semi final mengalahkan Ngakan Gery (Denpasar) dengan skor 21-11, 21-15, sedangkan Agus Budi menundukkan rekan sedaerahnya Arif Rahman dengan angka 13-21, 21-9 dan 21-18.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hariyanto Arbi Tak Pernah Jauh dari Bulu Tangkis ]]></title>
<link>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2010/01/01/hariyanto-arbi-tak-pernah-jauh-dari-bulu-tangkis/</link>
<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 20:16:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>valsus</dc:creator>
<guid>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2010/01/01/hariyanto-arbi-tak-pernah-jauh-dari-bulu-tangkis/</guid>
<description><![CDATA[Sudah hampir 10 tahun Hariyanto Arbi gantung raket. Namun, dia tetap tidak pernah jauh dari lapangan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Sudah hampir 10 tahun Hariyanto Arbi gantung raket. Namun, dia tetap tidak pernah jauh dari lapangan bulu tangkis. Bukan lagi menjadi atlet, tentunya. Juga bukan pelatih. Dia telah memilih menjadi pengusaha peralatan dan perlengkapan olahraga serta bulu tangkis.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8212;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">KERINGAT jatuh dari wajahnya. Rasa lelah juga tampak tergurat di wajahnya. Namun, pria tersebut belum juga beristirahat. Dia tetap saja mondar-mandir menemui para koleganya. Berbincang dengan salah seorang rekan, setelah itu bergeser untuk berbicara dengan teman yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Begitulah Hariyanto Arbi, pria itu, Jumat malam pekan lalu di GOR Bulu Tangkis Asia Afrika, Senayan, Jakarta. Kebetulan, malam itu di tempat tersebut dilangsungkan turnamen bulu tangkis yang melibatkan dirinya sebagai ketua panitia pertandingan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8221;Inilah salah satu kegiataan saya saat ini setelah gantung raket. Tapi, saya tidak merasa lelah. Apalagi, kegiatan ini merupakan bagian dari wahana promosi usaha saya,&#8221; tutur Hari, sapaan karib Hariyanto Arbi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dia merupakan salah seorang pebulu tangkis terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Dia lahir di Kudus, Jawa Tengah, 21 Januari 1972. Hari bertarung di pentas bulu tangkis internasional mulai 1990 hingga 2000. Beragam gelar telah direngkuh.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hari dua kali meraih gelar juara All England pada 1993 dan 1994. Pada 1994 dan 1995, dia menahbiskan diri sebagai juara dunia. Putra pasangan (alm) Arbi-Hastuti tersebut juga turun menjadi bagian sukses Indonesia dalam Piala Thomas pada 1994, 1996, 1998, serta 2000.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Setelah Piala Thomas 2000, Hari memutuskan gantung sepatu. Setelah meninggalkan gelanggang, dia bergelut di jalur bisnis. Dia membuka usaha. &#8221;Usahanya juga tidak jauh dari dunia yang saya geluti, yakni bulu tangkis,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bersama beberapa rekannya, dia mendirikan perusahaan bernama Flypower. Perusahan tersebut didirikan pada 2003. Sebagaimana dikatakan Hari, perusahaannya memang bergerak tidak jauh dari bulu tangkis. Yakni, menyediakan peralatan dan perlengkapan olahraga, khususnya bulu tangkis. Misalnya, sepatu, raket, kaus, bahkan karpet lapangan bulu tangkis.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8221;Saya memilih berbisnis karena sudah banyak rekan yang menjadi pelatih. Selain itu, ini didorong rasa kecewa atas penghargaan pemerintah kepada mantan atlet,&#8221; ungkapnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Setelah berpikir panjang dan berdiskusi dengan beberapa temannya, dia memutuskan berbisnis dengan mengusung bendera Flypower. &#8221;Produk pertama kami adalah sepatu. Itu menjadi andalah kami. Kenapa sepatu? Saya dan teman-teman memilih sepatu karena ini awalnya didasari oleh ketidakadaan sepatu bulu tangkis pada masa itu,&#8221; paparnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dia menceritakan, pada masa dirinya bermain, belum ada sepatu khusus bulu tangkis. Yang sering dipakai para pebulu tangkis pada masanya dan era sebelumnya adalah sepatu indoor. Fakta itu disebut Hari cukup ironis. Sebab, sudah bermunculan jago-jago bulu tangkis, tapi tidak ada sepatu khusus untuk pebulu tangkis.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Karena itu, Hari pun tergerak untuk memproduksi sepatu khusus bulu tangkis. &#8221;Saya juga tertarik dengan filosofi letak sepatu yang di bawah. Itu dengan status saya saat itu. Saya memulai usaha ini semua dari bawah, dari nol,&#8221; tegasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hari memang memulai usahanya dari bawah. Benar-benar dari nol. Dia hanya berbekal keyakinan serta modal uang hasil tabungan saat masih aktif menjadi pemain. Hari menyebut dirinya tidak memiliki ilmu dari bangku sekolah yang cukup tentang manajemen dan pemasaran.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8221;Saya belajar sambil menjalankan usaha ini. Awalnya cukup berat. Tapi, saya yakin dengan apa yang saya yakini. Tuhan pasti akan melihat setiap usaha keras umatnya,&#8221; urainya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dia mengakui, keyakinan itu pula yang menjadi kunci suksesnya di arena pertandingan. Sebagai atlet, Hari memang sempat divonis mentok pada awal karirnya di pelatnas. Tapi, dengan kepercayaan bahwa Tuhan pasti akan melihat usaha keras umatnya tersebut, Hari mampu bangkit dan berhasil meraih banyak gelar.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8221;Hal itu pula yang menjadi pegangan saya dalam menekuni bisnis ini,&#8221; ungkapnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hasilnya, Hari menuturkan, dari usahanya tersebut, dirinya bisa hidup cukup bersama keluarganya. Kini, usahanya juga berkembang pesat. Produknya kini tak hanya beredar di Indonesia, tapi juga telah ada di Malaysia, Filipina, serta Singapura. Bahkan, beredar pula di Jerman, Prancis, dan Guatemala. (miftakhul faham syah/diq)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">BIODATA:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Nama asli : Harijanto Arbi</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Nama familier : Hariyanto Arbi</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Julukan : Smes 100 Watt</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Lahir : Kudus, 21 Januari 1972</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Orang Tua : (alm) Arbi-Hastuti</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Istri : Wiwiek Wiral (32)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Anak : Jordan Hariyanto Arbi (8) dan Justin Hariyanto Arbi (7)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">PRESTASI</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Juara All England 1993 dan 1994</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Juara Taiwan Master 1993 dan 1994</p>
<p style="text-align:justify;">
<p>Juara Jepang Terbuka 1993 dan 1995</p>
<p>Juara Hongkong Terbuka 1994 dan 1995</p>
<p>Juara Dunia 1994 dan 1995</p>
<p>Juara Asian Games 1994</p>
<p>Juara Asian Games 1994 (beregu)</p>
<p>Juara Piala Thomas 1994, 1996, 1998</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[HENDRAWAN : GUS DUR PRESIDEN YANG HUMORIS ]]></title>
<link>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2010/01/01/hendrawan-gus-dur-presiden-yang-humoris/</link>
<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 20:15:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>valsus</dc:creator>
<guid>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2010/01/01/hendrawan-gus-dur-presiden-yang-humoris/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta, 30/12 (Antara/FINROLL News) &#8211; Juara dunia bulu tangkis 2001 Hendrawan mengenal Presid]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Jakarta, 30/12 (Antara/FINROLL News) &#8211; Juara dunia bulu tangkis 2001 Hendrawan mengenal Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, yang Rabu sore wafat, sebagai sosok humoris dan jauh dari kesan angker.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sewaktu memenangi Piala Thomas 2000, kami diundang ke Istana. Biasanya kalau di istana pada jaman Presiden Soeharto dan Habibie kesannya angker karena presidennya serius, tetapi pada masa Gus Dur kesan itu hilang,&#8221; kata mantan pemain nasional itu saat dihubungi, Rabu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ia mengatakan, karena terbiasa dengan suasana khidmat, para atlet yang diundang tidak banyak bicara, &#8220;tapi Gus Dur malah cerita-cerita yang lucu, jadinya kami malah tertawa semua,&#8221; kata peraih medali perak Olimpiade Sydney 2000 tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hendrawan yang juga pernah diundang ke ruang kerja Presiden yang menjabat pada 1999-2001 itu usai meraih gelar juara dunia bersama ganda putra Tony Gunawan/Halim Haryanto, mengaku berterima kasih dengan ditetapkannya Tahun Baru Imlek sebagai hari libur nasional.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kami mengucapkan terima kasih kepada beliau karena berkat kebijakan Gus Dur ada Imlek, bahasa, tulisan, dan sekolah mandarin. Paling tidak beliau berani memulai,&#8221; kata Hendrawan yang sekarang menjalani karirnya sebagai pelatih di Malaysia.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ Dapat Ganti Medali Emas Olimpiade]]></title>
<link>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2010/01/01/dapat-ganti-medali-emas-olimpiade/</link>
<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 20:15:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>valsus</dc:creator>
<guid>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2010/01/01/dapat-ganti-medali-emas-olimpiade/</guid>
<description><![CDATA[PERTENGAHAN 2000 Hariyanto Arbi memutuskan gantung raket. Hari -sapaan karib Hariyanto Arbi- mengakh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">PERTENGAHAN 2000 Hariyanto Arbi memutuskan gantung raket. Hari -sapaan karib Hariyanto Arbi- mengakhiri kibasan raketnya setelah sepuluh tahun bertarung di pentas dunia. Dunia bulu tangkis mencatat bahwa Hari mundur setelah berhasil meraih setumpuk prestasi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Torehan pebulu tangkis asal Kudus tersebut memang cukup komplet. Dia berhasil meraih dua gelar bergengsi di sektor tunggal pria, yakni kejuaraan dunia dan All England. Bahkan, tidak hanya sekali dia merebutnya. Tapi, dua kali.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hari membukukan diri sebagai juara dunia pada 1994 dan 1995. Di arena All England, salah seorang lulusan terbaik PB Djarum Kudus tersebut menahbiskan diri sebagai juara pada 1993 dan 1994. Untuk negara, Hari juga memberikan kontribusi positif dari Piala Thomas. Dia turut membawa Indonesia berjaya di Piala Thomas pada edisi 1994, 1996, 1998, dan 2002.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Prestasi yang benar-benar mengilap. &#8220;Namun, ada yang kurang, yakni medali emas Olimpiade. Jadi, waktu itu saya meninggalkan gelanggang dengan perasaan yang agak gamang,&#8221; kata Hari.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hari bukannya tidak bersyukur dengan apa yang sudah direngkuh. Dia mengungkapkan bahwa dirinya sangat bangga dan bersyukur dengan apa yang didapatkannya. Namun, Hari tetap merasa prestasinya kurang komplet tanpa medali emas Olimpiade.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sebab, bulu tangkis masuk Olimpiade justru di masa keemasannya. Tapi, Hari justru tidak mendapatkan prestasi di multieven olahraga terbesar di dunia tersebut. Sebagaimana diketahui, bulu tangkis secara resmi dipertandingkan di Olimpiade pada 1992 di Barcelona, Spanyol. Nah, dia tampil di Olimpiade 1996. Namun, waktu itu dia gagal mengulang sukses Alan Budikusuma yang meraih medali emas di Olimpiade 1992.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Semua pasti ingin menjadi juara di Olimpiade. Saya pun sama. Tapi, sekarang saya sudah agak lega. Sebab, saya sudah mendapatkan gantinya,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hari menyebut pengganti medali emas Olimpiade tersebut adalah medali emas World Masters Games 2009 yang dihelat Oktober lalu di Sydney, Australia. World Masters Games merupakan multieven olahraga semacam Olimpiade. Namun, even tersebut diperuntukkan bagi atlet-atlet kelas dunia yang sudah pensiun.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bisa dikatakan, World Masters Games adalah Olimpiade-nya mantan atlet. Meski begitu, saya sangat bangga. Apalagi, saya mendapatkan dua medali emas sekaligus,&#8221; ungkap Hari.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dua medali emas itu berasal dari tunggal dan ganda pria. Di tunggal, Hari menjadi kampiun setelah mengalahkan pebulu tangkis Jepang Shinya Aoki 15-12, 15-10. Di ganda, Hari yang berpasangan dengan Herman Laksono Lioe menang atas ganda Selandia Baru Dean Galt/Kerrin Harrison 15-8, 15-9.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ini gelar pengganti yang sangat melegakan saya,&#8221; ungkap dia.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Salam Akhir Tahun dari Taufik Hidayat]]></title>
<link>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2010/01/01/salam-akhir-tahun-dari-taufik-hidayat/</link>
<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 20:14:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>valsus</dc:creator>
<guid>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2010/01/01/salam-akhir-tahun-dari-taufik-hidayat/</guid>
<description><![CDATA[Bulutangkis.com &#8211; Waktu berjalan begitu cepat dan tidak terasa bahwa kita sekarang sudah berad]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Bulutangkis.com &#8211; Waktu berjalan begitu cepat dan tidak terasa bahwa kita sekarang sudah berada pada penghujung tahun 2009. Selama beberapa minggu terakhir ini pula, saya sering berpikir dan mengingat kembali apa yang telah terjadi selama setahun ini.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Siapa yang bisa memprediksi bahwa saat ini saya pemain terbaik ke 3 didunia, sedangkan pada periode yang sama di tahun 2008, saya bahkan tidak berada di urutan 10 pemain teratas menurut BWF.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Selama tahun 2009, saya pun senantiasa untuk selalu memperbaiki permainan, menguatkan stamina serta fitness dalam setiap turnamen yang saya ikuti; hasilnya pun sudah sesuai harapan, meskipun hasil positif tersebut tetap menjadi dorongan untuk menjadi lebih baik dan mencapai target serta gol yang lebih tinggi pada tahun baru nanti.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tahun ini merupakan tahun yang penuh dengan “kejutan” bagi saya pribadi, diawali dengan keputusan saya untuk berdikari serta mengundurkan diri dari PBSI pada akhir Januari lalu, kesuksesan kerjasama saya dengan Yonex yang menghasilkan “Taufik Hidayat Line” (THL), menjadi salah satu ikon “Pendekar Anak” UNICEF, secara pasti menemukan tempat dalam dunia profesional bulutangkis dengan mendirikan manajemen olahraga, THForce Management; serta pada akhirnya sedikit demi sedikit dapat merealisasikan ambisi serta keinginan yang telah saya impikan setelah hampir 2 dekade berkarir menjadi seorang pemain bulutangkis, untuk menemukan kembali kecintaan saya terhadap olahraga ini.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tahun 2010 turut menyimpan banyak target serta kemungkinan-kemungkinan baru bagi saya; diawali dengan rencana pembangunan Taufik Hidayat Arena (TH Arena) yang dijadwalkan akan dimulai pada akhir Maret 2010.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Melanjutkan kesuksesan kerjasama dengan Yonex melalui THL, yang telah menghasilkan penjualan positif pada tahun 2009 selama Indonesia Open, World Championships di India dan Hong Kong Open. Adapun kerjasama dengan Yonex berupa THL ini, bermaksud untuk mengembangkan produk yang akan disediakan, membawa desain THL kepada tingkat kreatifitas yang lebih tinggi dari sebelumnya serta dengan membuka pasar yang lebih luas pada tahun 2010.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Saat-saat bahagia maupun mengecewakan; baik di lapangan maupun di luar lapangan membuat saya merasa 2009 sebagai tahun yang penuh berkah, besar harapan saya bahwa tahun 2010 akan memberikan banyak kesuksesan serta kebahagiaan bagi kita semua.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Selamat Tahun Baru 2010!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jakarta, 30 Desember 2009,</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hormat saya,</p>
<p style="text-align:justify;">Taufik Hidayat</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ Nikmati Nama yang Salah]]></title>
<link>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2010/01/01/nikmati-nama-yang-salah/</link>
<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 20:14:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>valsus</dc:creator>
<guid>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2010/01/01/nikmati-nama-yang-salah/</guid>
<description><![CDATA[HARIYANTO Arbi. Nama itu cukup familier di telinga masyarakat Indonesia. Lebih-lebih di telinga penc]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">HARIYANTO Arbi. Nama itu cukup familier di telinga masyarakat Indonesia. Lebih-lebih di telinga pencinta bulu tangkis. Baik itu pencinta bulu tangkis Indonesia maupun dunia. Wajar memang kalau nama Hariyanto Arbi cukup dikenal.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pria kelahiran Kudus, Jawa Tengah, tersebut memiliki segudang prestasi menawan di dunia bulu tangkis. Prestasi itu, antara lain, gelar juara dunia pada 1994 dan 1995. Juga, juara All England pada 1993 dan 1994.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tapi, tahukah Anda bahwa nama Hariyanto Arbi tersebut bukanlah nama asli? &#8221;Nama saya sebenarnya adalah Harijanto Arbi. Itulah nama yang diberikan orang tua saya dan saya tidak pernah mengubahnya sampai sekarang, termasuk di kartu identitas,&#8221; ungkapnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hari, sapaan karib dia, menyebut nama depannya berubah pada awal 1990-an. Tepatnya ketika dirinya bergabung di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PB PBSI. &#8221;Pengurus PBSI salah dalam mendaftarkan nama saya di badan bulu tangkis dunia. Saya didaftarkan dengan nama Hariyanto Arbi,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Di badan bulu tangkis dunia (BWF, dulu IBF), setiap nama yang terdaftar saat kali pertama akan digunakan seterusnya di berbagai even BWF. Nah, itulah yang terjadi pada Hari. Karena pertama didaftarkan dengan nama Hariyanto Arbi, di setiap kejuaraan bulu tangkis, nama yang tertera ya Hariyanto Arbi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hanya sekali namanya tercantum dengan identitas asli. Yakni, ketika mengikuti World Masters Games 2009 di Sydney, Oktober lalu. Panitia mencantumkan nama aslinya karena Arbi sendiri yang mendaftar di World Masters Games 2009.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8221;Meski nama itu salah, saya tetap menikmati. Sebab, publik telanjur mengenal saya dengan nama tersebut. Yang penting buat saya, tetap ada Arbi-nya,&#8221; tuturnya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TULISAN AKHIR TAHUN - LAMPU KUNING BULU TANGKIS INDONESIA ]]></title>
<link>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/31/tulisan-akhir-tahun-lampu-kuning-bulu-tangkis-indonesia/</link>
<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 18:42:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>valsus</dc:creator>
<guid>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/31/tulisan-akhir-tahun-lampu-kuning-bulu-tangkis-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[OLEH FITRI SUPRATIWI Jakarta, 29/12 (Antara/FINROLL News) &#8211; Hasil SEA Games di Laos yang berla]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">OLEH FITRI SUPRATIWI</p>
<p style="text-align:justify;">Jakarta, 29/12 (Antara/FINROLL News) &#8211; Hasil SEA Games di Laos yang berlangsung pertengahan Desember mencerminkan posisi bulu tangkis Indonesia saat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Meski tetap meraih gelar juara umum dengan empat medali emas, dua perak dan dua perunggu, hasil tersebut tidak sebanding dengan raihan dua tahun lalu di Thailand saat Merah Putih meraup ketujuh medali emas yang diperebutkan pada cabang bulu tangkis.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Mengandalkan materi pemain yang relatif sama, masih dengan pemain-pemain senior, terbukti tidak lagi menjadi jaminan untuk meraih sukses meraup medali.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Itu dalam ruang lingkup Asia Tenggara, tempat pesaing-pesaing kuat seperti Korea, Jepang, China, dan Denmark tidak masuk dalam hitungan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Di tingkat dunia, gagalnya Indonesia meraih satu gelar pun pada Kejuaraan Dunia 2009 di India, Agustus, setelah pada 2007 membawa pulang dua gelar melalui pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan dan Nova Widianto/Liliyana Natsir, juga memberi bukti nyata bahwa bulu tangkis Indonesia harus segera dibenahi. Pada 2008, kejuaran iu tidak digelar karena ada Olimpiade.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Perginya beberapa pemain berpengalaman meninggalkan pelatnas, sedikit banyak juga berpengaruh dalam ajang beregu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dalam kejuaraan dunia beregu campuran Piala Sudirman yang digelar Mei di Guangzhou, China, tim Indonesia yang menurunkan gabungan pemain berpengalaman dan yang belum berpengalaman hanya mencapai semifinal.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hasil tersebut lebih buruk dari dari dua tahun lalu di Glasgow, Skotlandia, ketika tim Merah Putih masih bisa lolos ke final meskipun akhirnya dibabat 0-3 oleh juara bertahan China.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pada ajang Super Series yang merupakan 12 rangkaian turnamen sepanjang tahun, Indonesia tercatat hanya meraih lima gelar dari total 60 gelar. Tahun sebelumnya Indonesia masih mampu mengumpulkan 10 gelar Super Series.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dengan semua kenyataan tersebut, bisa dibilang 2009 adalah tahun minim prestasi bagi bulu tangkis nasional di ajang internasional.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Pada prinsipnya prestasi tahun ini menurun dibanding tahun lalu, itu dapat dilihat dari perolehan gelar,&#8221; kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Lius Pongoh mengakui kondisi tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Padatnya jadwal turnamen, menurut Ketua Sub Bidang Pelatnas PB PBSI Christian Hadinata, turut mempengaruhi performa atlet dalam bertanding karena ketika masih melakukan pemulihan, mereka sudah harus bertanding lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dalam setahun, selain Super Series, turnamen reguler yang banyak diikuti pebulu tangkis nasional adalah grand prix dan grand prix gold, di samping kejuaraan Dunia dan beregu (Thomas-Uber atau Sudirman) yang setiap tahun juga diselenggarakan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Perlu keberanian untuk mengurangi jadwal bertanding terutama bagi atlet-atlet senior dan papan atas, agar mereka bisa menjaga penampilan tetap prima,&#8221; kata Christian.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bagi atlet-atlet papan atas seperti pasangan Kido/Hendra dan Nova/Liliyana, lebih penting menjaga kondisi, bukan bertanding sebanyak-banyaknya karena sudah tidak membutuhkan pengalaman bertanding lagi,&#8221; kata arsitek sejumlah ganda putra terkemuka itu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Selain rawan cedera, kelelahan karena terlalu banyak bertanding yang mengakibatkan buruknya penampilan membuat pemain sekaliber mereka kehilangan rasa percaya diri.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Karenanya lebih baik jika mengikuti beberapa turnamen saja, tetapi selalu tampil menjadi juara daripada ambil bagian dalam setiap turnamen tetapi prestasinya naik-turun,&#8221; kata Christian seraya mencontohkan juara Olimpiade asal China Lin Dan yang hanya mengikuti beberapa turnamen dalam setahun tetapi hampir selalu menjadi juara ketika ia tampil.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Masih berlanjut</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Minimnya prestasi bulu tangkis Indonesia diakui Lius masih akan berlanjut pada tahun depan dengan keterbatasan pemain yang mumpuni setelah sejumlah pemain senior meninggalkan pelatnas.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Terakhir pasangan juara Olimpiade Markis Kido/Hendra Setiawan mengajukan surat pengunduran diri dari tim nasional usai memperkuat tim SEA Games dan berhasil menyumbang medali emas.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tahun depan prestasi bulu tangkis mungkin tidak berbeda jauh dari sekarang, tidak mungkin pemain-pemain yang tadinya belum apa-apa tiba-tiba melejit,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jika pengunduran diri mereka diterima, Kido/Hendra akan menyusul sejumlah pendahulunya seperti Taufik Hidayat, Vita Marissa, Alvent Yulianto dan Hendra Aprida Gunawan, menjadi pemain profesional.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Beratnya program latihan di Pelatnas diakui Kido sudah tidak dapat ia ikuti karena sakit yang ia derita menuntutnya untuk tidak melakukan aktifitas fisik yang terlalu berat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bukan hanya atlet yang keluar pelatnas tahun ini. Pada pertengahan tahun, pecinta olah raga bulu tangkis di Tanah Air juga dikejutkan dengan perginya mantan juara dunia dan peraih medali perak Olimpiade Sydney 2000 Hendrawan, pelatih tunggal putra, yang pergi ke negeri jiran Malaysia untuk melatih di sana.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tidak cukup dengan itu, pengganti Hendrawan yang menangani tunggal putra, Davis Efraim, juga telah menyusul pendahulunya dengan menyatakan pengunduran dirinya pada akhir Desember untuk melanjutkan karir melatihnya di Jepang.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Namun menurut Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto, PBSI telah menyiapkan pengganti pelatih tunggal putra dengan memanggil pelatih Klub Djarum Kudus Agus Dwi Santoso, sehingga tidak ada kekosongan pelatih untuk menghadapi 2010 yang padat kompetisi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Selain turnamen reguler, ajang penting pada 2010 di antaranya adalah kualifikasi Piala Thomas dan Uber dilanjutkan dengan putaran final jika lolos, ditambah Kejuaraan Dunia dan Asian Games yang butuh persiapan matang.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Lius mengatakan, tahun depan PBSI masih harus mengandalkan pemain-pemain senior dalam berbagai kompetisi penting tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Untuk kualifikasi Piala Thomas dan Uber tidak mungkin menurunkan pemain muda, karena pasti tidak akan lolos. Mau tidak mau kita tetap mengandalkan yang senior karena lawan-lawannya berat,&#8221; kata Lius yang juga menyebutkan kemungkinan akan mengambil pemain dari luar pelatnas.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Mengandalkan pemain senior pun bukan berarti Indonesia bisa dengan mudah melaju ke putaran final yang akan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Mei. Meski tanpa juara bertahan China dan tuan rumah Malaysia yang otomatis lolos ke putaran final, masih ada Korea, Jepang, Thailand, dan India yang akan berebut tempat di putaran final turnamen bulu tangkis beregu paling bergengsi itu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Namun, terlepas dari semua itu PBSI telah menegaskan bahwa pada 2010 akan lebih berkonsentrasi melakukan pembinaan terhadap pemain-pemain muda untuk menyiapkan mereka menggantikan senior-seniornya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Untuk 2010 kita akan menyiapkan yang muda-muda. Mungkin tidak bisa dituai sekarang tetapi baru kelihatan hasilnya pada periode kepengurusan yang akan datang. Tetapi itu tidak masalah,&#8221; kata Lius.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Denmark Borong Gelar di Copenhagen Masters]]></title>
<link>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/31/denmark-borong-gelar-di-copenhagen-masters/</link>
<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 18:41:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>valsus</dc:creator>
<guid>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/31/denmark-borong-gelar-di-copenhagen-masters/</guid>
<description><![CDATA[JAKARTA, KOMPAS.com — Tuan rumah turnamen invitasi Copenhagen Masters, Denmark, memborong empat gela]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">JAKARTA, KOMPAS.com — Tuan rumah turnamen invitasi Copenhagen Masters, Denmark, memborong empat gelar yang dipertandingkan dalam turnamen tersebut. Pada babak final, Selasa (29/12/2009) petang atau Rabu dini hari WIB, empat wakilnya menaklukkan semua lawan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Menurut situs resmi turnamen (www.badmintondenmark.com), Tine Rasmussen juara tunggal putri. Meski harus berjuang dalam tiga game, dia mampu mengalahkan pemain Malaysia, Lydia Cheah, 21-11, 18-21, 21-10 sekaligus mempertahankan gelar yang ia raih tahun lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sementara itu, pasangan juara dunia 2003, Lars Paaske/Jonas Rasmussen, unggul dalam pertarungan antarsesama pemain Denmark. Mereka menaklukkan Mathias Boe/Carsten Mogensen 21-16, 22-20.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Adapun pasangan juara dunia 2009, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl, meraih kemenangan atas ganda campuran Polandia, Roberts Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk. Kemenangan diraih tanpa harus bertanding karena pasangan Polandia tidak dapat bertanding setelah Mateusiak cedera pada kaki kirinya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tentu sayang sekali kami tidak memainkan pertandingan final di hadapan begitu banyak penonton. Namun, kami senang kembali lagi ke lapangan dan turnamen ini telah membuat kembalinya kami menjadi hebat,&#8221; kata Kamilla melalui laman resmi turnamen.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Gelar tunggal putra diraih pemain muda Denmark yang sedang menanjak, Jan O Jorgensen. Dia tanpa kesulitan mengalahkan pemain Belanda, Dicky Palyama, 21-7, 21-14 dalam debutnya pada turnamen tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Saya tidak memperkirakan ini pada awal tahun. Hanya diundang pun saya senang, tetapi memenanginya sungguh luar biasa. Saya berharap bisa bermain dalam turnamen besar ini pada tahun yang akan datang dan semoga menang lagi,&#8221; katan Jan yang akan berusia 22 tahun pada 31 Desember.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Indonesia juga ambil bagian dalam turnamen yang selalu digelar pada akhir tahun itu. Sayang, tiga wakil, yakni Simon Santoso, pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan, dan Nova Widianto/Liliyana Natsir, semuanya tersisih sebelum mencapai final.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ketiganya berangkat menuju Kopenhagen hanya sepekan setelah kembali dari Laos untuk memperkuat kontingen Indonesia di SEA Games XXV Laos. Pada event dua tahunan itu, mereka berhasil mempersembahkan medali emas.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bulutangkis]]></title>
<link>http://setosuryo.wordpress.com/2009/12/30/bulutangkis/</link>
<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 15:04:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>setosuryo</dc:creator>
<guid>http://setosuryo.wordpress.com/2009/12/30/bulutangkis/</guid>
<description><![CDATA[Apabila bercita-cita ingin menjadi pemain bulutangkis elite atau berprestasi, maka harus menguasai b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Apabila bercita-cita ingin menjadi pemain bulutangkis elite atau berprestasi, maka harus menguasai b]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KILAS BALIK BULUTANGKIS TANAH AIR 2009]]></title>
<link>http://jejakandromeda.wordpress.com/2009/12/30/kilas-balik-bulutangkis-tanah-air-2009/</link>
<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 05:09:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>jejakandromeda</dc:creator>
<guid>http://jejakandromeda.wordpress.com/2009/12/30/kilas-balik-bulutangkis-tanah-air-2009/</guid>
<description><![CDATA[Mengakhiri  tahun 2009, dunia perbulutangkisan Indonesia kembali terkesima dengan rencana pengundura]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://jejakandromeda.wordpress.com/files/2009/12/file6171.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1692" title="FILE6171" src="http://jejakandromeda.wordpress.com/files/2009/12/file6171.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a>Mengakhiri  tahun 2009, dunia perbulutangkisan Indonesia kembali terkesima dengan rencana pengunduran diri pemain Ganda Putra terkuat Indonesia sekaligus peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 Markis Kido dan Hendra Setiawan. Surat telah dilayangkan ke PBSI namun belum ada tanggapan serius atas Surat pengunduran diri pemain terbaik yang dimiliki pelatnas saat ini.  Markis Kido beralasan pengunduran dirinya adalah agar ia dapat bermain secara professional, sedangkan alas an Hendra setiawan, pengunduran dirinya dari pelatnas adalah karena ia masih ingin berpasangan dengan Markis Kido yang memang sudah dipasangkan sejak lama. Keduanya merasa cocok, dan Hendra merasa kesulitan untuk mencari pendamping baru dan belum tentu cocok.</p>
<p>Tentu saja bagi Hendra akan kesulitan untuk berdampingan dengan Markis Kido jika masih berada di pelatnas, sementara patnernya berada di luar pelatnas. Keputusan Markis Kido/Hendra Setiawan untuk mengundurkan diri dari pelatnas patut di apresiasi meskipun prestasi mereka masih yang terbaik saat ini bagi Indonesia. Apalagi keduanya juga berencana untuk tetap menggunakan nama Indonesia setiap kali bertanding dan siap apabila sewaktu-waktu di butuhkan untuk membela Negara.</p>
<p>Sebenarnya keputusan untuk bermain secara professional merupakan keputusan yang terbaik, karena dengan demikian mereka akan lebih termotivasi untuk dapat meraih kejuaraan. Hal ini juga telah dilakukan oleh pendahulunya Taufik Hidayat yang memilih bermain secara professional dan tidak menghuni pelatnas. Toh selama ini Taufik juga masih menggunakan bendera Indonesia dalam setiap pertandingan.</p>
<p>Memang benar, patut disayangkan apabila pemain Indonesia tersebut mengundurkan diri dari pelatnas, karena dengan demikian kedudukan pemain Indonesia akan timpang dan kekuatannya menurun. Apalagi pelapis dari Markis/Hendra juga belum menunjukkan hasil yang bagus . Namun demikian, seharusnya ini menjadi cambuk bagi PBSI untuk lebih memacu prestasi pemain sehingga tidak kalah dari para pemain-pemain Negara lain seperti China dan Korea Selatan. Sudah seharusnya PBSI mampu mendongkrak kembali bulutangkis Indonesia yang dulu pernah ditakuti oleh Negara-negara lain.</p>
<p>Jika menilik prestasi-prestasi pemain-pemain bulutangkis Indonesia selama 2009 masih belum sesuai harapan public. Di beberapa ajang super series bahkan Indonesia tidak mampu menempatkan wakilnya di final.</p>
<p>Mengawali tahun 2009 Nova Widianto/Lilyana Natsir berhasil meraih juara di Malaysia Super Series setelah mengalahkan unggulan kedua asal Korea Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung dengan 21-14 dan 21-19. Sementara itu ganda putra Indonesia hanya berpuas diri untuk menjadi runner up melalui Alvent Yulianto/Hendra A Gunawan yang bermain secara professional.  Korea menjadi Negara terbanyak yang menempatkan wakilnya di final.</p>
<p>Selain Malaysia Super Series, Indonesia hanya meraih gelar super series di Jepang Super Series bulan September melalui ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan yang mengalahkan rekan senegaranya Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan dengan 21-19 dan 24-22.  Sementara itu Taufik Hidayat yang melaju hingga ke final gagal meraih gelar setelah takluk dari Bao Chun Lai (CHN) dengan 15-21 dan 12-21. Bulan Berikutnya Indonesia meraih gelar di Denmark Super Series melalui tunggal putra Simon Santoso yang berhasil meraih gelar setelah menaklukkan Marc Zwiebler (GER) dengan 21-14 dan 21-6. Marc  melangkah ke final setelah mengalahkan tunggal putra Indonesia Sony Dwi Kuncoro di semifinal.</p>
<p>Prestasi juga diraih pemain Indonesia melalui ajang Prancis Super Series melalui pasangan ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir setelah mengalahkan Hendra A Gunawan/Vita Marissa dengan 21-7 dan 21-7, serta ganda putra Markis Kido/Hendra setiawan yang menekuk musuh bebuyutannya Koo Kien Kit/Tan Boen Heong (MAS) dengan 15-21, 21-15 dan 21-14. Peluang lainnya gagal ditorehkan Taufik Hidayat setelah takluk dari Lin Dan (CHN) dengan skor telak 6-21 dan 15-21. Selanjutnya Indonesia tidak meraih gelar di ajang super series lagi.</p>
<p>Bahkan ketika menjadi tuan rumah Djarum Indonesia Super Series, Indonesia kembali tidak meraih gelar satupun seperti tahun 2007 silam. Ini kali kedua Indonesia tidak meraih gelar di negerinya sendiri sejak pertama kali kejuaraan Indonesia open di gelar.</p>
<p>Prestasi-prestasi pemain Indonesia di ajang dunia kian terpuruk seiring meratanya kekuatan pemain lawan, sehingga bukan tidak mungkin dengan mundurnya Markis Kido/Hendra Setiawan dan juga Nova Widianto yang tidak akan dipasangkan dengan Lilyana Natsir, prestasi Indonesia di tahun 2010 akan semakin buruk.  Di nomor tunggal putri, masih belum ada yang bisa menjadi harapan untuk bisa berbicara di ajang internasional.</p>
<p>Tahun 2010 ada even besar yang harus diikuti terutama perebutan piala Thomas dan Uber yang akan berlangsung di Thailand. Di nomor beregu putra, perolehan buruk ditorehkan di Jakarta tahun 2008 silam setelah ditekuk Korea, dan China masih sebagai pemegang Piala tersebut. Sementara itu di nomor beregu putrid, Indonesia meraih prestasi gemilang setelah Maria Kristin dkk mampu menembus final sebelum takluk dari China dengan 0-3. Akankah 2010 prestasi Indonesia akan membaik?</p>
<p>Harapan pecinta bulutangkis tanah air tentu saja prestasi Indonesia akan lebih baik di tahun 2010, tentu saja tetap waspada dengan kekuatan Negara lain yang lebih menggeliat.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ke Bali untuk Bertanding dan Berlibur]]></title>
<link>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/30/ke-bali-untuk-bertanding-dan-berlibur/</link>
<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 19:04:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>valsus</dc:creator>
<guid>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/30/ke-bali-untuk-bertanding-dan-berlibur/</guid>
<description><![CDATA[SINGARAJA, KOMPAS.com — Sebanyak 20 pemain andalan dari Jepang ikut ambil bagian dalam turnamen terb]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">SINGARAJA, KOMPAS.com — Sebanyak 20 pemain andalan dari Jepang ikut ambil bagian dalam turnamen terbuka bulu tangkis di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ketua PBSI Buleleng Dewa Ketut Puspaka di Singaraja, Selasa (29/12/2009), menjelaskan, kejuaraan bulu tangkis terbuka pertama di Kota Singaraja ini seluruhnya diikuti 106 peserta berasal dari Jepang, Jawa Timur, dan utusan dari beberapa daerah di Bali. &#8220;Dari Jawa Timur mengirimkan 16 pemain, sedangkan dari seluruh Bali sebanyak 70 pemain. Kejuaraan ini dimulai Senin, 28 Desember, dan akan berakhir 31 Desember 2009,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Menurut dia, sejumlah pemain andal ikut dalam kejuaraan ini, seperti Agustinus Eko Sartono (Jawa Timur) yang mantan juara Singapura terbuka, Chandra Berata, andalan Bali. Selain itu, ada pemain pelatda Bali asal Buleleng yang dipersiapkan menghadapi kejurnas bulu tangkis, seperti Komang Agus dan Pande Gede Yamendra.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ketua panitia kejuaraan ini, Putra Dana, mengatakan, ajang ini termasuk kejuaraan bergengsi karena tampil pemain-pemain yang sering mengikuti kejuaraan-kejuaraan baik di tingkat nasional maupun internasional.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dari Jepang, misalnya, tercatat nama Kanamori yang beberapa kali berhasil keluar sebagai juara dalam berbagai turnamen di negeri Sakura serta Iwata yang namanya juga tak asing dalam kejuaraan penting di Jepang dan Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Nomor-nomor yang dipertandingkan meliputi lima kategori, yakni tungal dewasa putra, tunggal dewasa putri, ganda dewasa putra, ganda dewasa putri, serta ganda campuran dengan total hadiah mencapai Rp 25 juta.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Manajer tim bulu tangkis Jepang Shinji Bintoh, yang juga pelatih, menilai, daerah Buleleng mempunyai potensi yang tidak kalah dengan daerah lainnya, termasuk Jepang. &#8220;Banyak atlet muda berbakat di sini, tinggal perlu pembinaan yang lebih intensif,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Shinji Bintoh bahkan memberikan pujian atas terlaksananya kejuaraan yang bertaraf internasional yang muncul dari kota kecil seperti Singaraja ini. Panitia dianggap berani menggelar turnamen yang melibatkan atlet luar negeri. Bupati Buleleng Putu Bagiada berharap, dengan rutinnya digelar kejuaraan-kejuaraan, bahkan bertaraf internasional, suatu saat akan lahir pemain-pemain nasional dari Buleleng.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[JATIM SEGERA TETAPKAN TIM INTI HADAPI KEJURNAS ]]></title>
<link>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/30/jatim-segera-tetapkan-tim-inti-hadapi-kejurnas/</link>
<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 17:01:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>valsus</dc:creator>
<guid>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/30/jatim-segera-tetapkan-tim-inti-hadapi-kejurnas/</guid>
<description><![CDATA[Surabaya, 26/12 (Antara/FINROLL News) &#8211; Pengprov Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBS]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Surabaya, 26/12 (Antara/FINROLL News) &#8211; Pengprov Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Timur segera menetapkan tim inti yang akan tampil di kejuaraan nasional 2009 di GOR Sudirman Surabaya pada 26-30 Januari 2010.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Koordinator Pelatih Tim Bulu Tangkis Jatim Aji Santoso yang dihubungi wartawan di Surabaya, Sabtu, mengatakan sesuai kuota PB PBSI, jumlah pemain yang akan masuk tim sebanyak 40 orang, terdiri dari 20 atlet putra dan 20 atlet putri.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sedang formasinya adalah masing-masing empat pemain tunggal dan tiga ganda putra dan putri, serta dua ganda campuran.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Paling tidak satu pekan menjelang kejurnas, tim inti sudah terbentuk. Sejak dua pekan lalu, sebanyak 47 pebulu tangkis sudah bergabung dalam latihan untuk persiapan kejurnas,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Di luar pemain tersebut, beberapa pemain yang kini bergabung di Pelatnas dan mantan pemain Pelatnas dipastikan masuk tim inti.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Mereka antara lain Sony Dwi Kuncoro, Alvent Yulianto, Siswanto, Tike Arieda Ningrum, dan Aprilia Yuswandari. Menurut rencana, mereka gabung latihan tim pada sekitar awal Januari 2010 mendatang.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sebagai tuan rumah, kami tentu menargetkan bisa merebut gelar juara, minimal satu gelar tapi itu tentu juga tidak mudah karena persaingan dipastikan akan sangat ketat,&#8221; ujar Aji Santoso.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pelatih Klub Jaya Raya Suryanaga Surabaya itu menambahkan, kejurnas akan diikuti para pemain taruna dan dewasa papan atas nasional dan juga Pelatnas dari berbagai daerah.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Persaingan sengit akan melibatkan DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang memiliki materi pemain-pemain berkelas nasional dan internasional.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kejurnas bulu tangkis tahun 2009 diundur pelaksanaannya dari semula 1-5 Desember menjadi 26-30 Januari 2010, karena terbentur kegiatan SEA Games 2009 di Laos.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PBSI ACEH DIHARAPKAN LOLOSKAN ATLETNYA KE PON ]]></title>
<link>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/29/pbsi-aceh-diharapkan-loloskan-atletnya-ke-pon/</link>
<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 10:11:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>valsus</dc:creator>
<guid>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/29/pbsi-aceh-diharapkan-loloskan-atletnya-ke-pon/</guid>
<description><![CDATA[Banda Aceh, 27/12 (Antara/FINROLL News) &#8211; Pengurus provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Ind]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Banda Aceh, 27/12 (Antara/FINROLL News) &#8211; Pengurus provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (Pengprov PBSI) Aceh diharapkan bisa meloloskan atletnya pada PON 2012 di Riau.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kita berharap pengurus PBSI Aceh bekerja keras agar bisa meloloskan atletnya pada PON mendatang,&#8221; kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, T. Rayuan Sukma di sela-sela Kejurda bulu tangkis di Banda Aceh, Minggu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kejurda beregu antar Pengcab se-Aceh itu diikuti 63 atlet putra dari sembilan Pengcab, yakni Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Selatan, Simeulue, Aceh Barat Daya, dan Kota Subulussalam.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Rayuan menyatakan, pada cabang bulu tangkis, Aceh pernah meloloskan atletnya pada PON di Surabaya, Jawa Timur dan Palembang, Sumatera Selatan, tapi pada PON 2008 di Kaltim tidak satupun lolos.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Untuk itu, pengurus Pengprov PBSI mulai sekarang terus melakukan pembinaan yang intensif yang dimulai dari Pengcab sampai Pengprov, sehingga apa yang pernah dicapai pada PON dan Porwil lalu, bisa diraih kembali, katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ia berharap, pebulu tangkis yang berprestasi pada Kejurda agar terus dibina secara berkesinambungan, sehingga menjadi atlet handal di masa mendatang.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PBSI Aceh, Usman Budiman mengakui prestasi bulu tangkis Aceh pasca tsunami mengalami penurunan yang sangat drastis, salah satunya gagal meloloskan atlet pada PON Kaltim.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Padahal, kata dia, dalam dua PON sebelumnya, pebulu tangkis Aceh berhasil menyumbangkan medali perunggu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, ia menyatakan, tugas Pengprov PBSI Aceh ke depan sangat berat untuk bisa mengembalikan prestasi yang pernah diraih pebulu tangkis Aceh beberapa tahun lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ia menyatakan, Kejurda kali ini juga bertujuan menjaring atlet berprestasi untuk digembleng lebih kuat lagi agar menjadi pebulu tangkis yang handal.</p>
<p style="text-align:justify;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ Copenhagen Masters 2009 : Simon Dkk Gagal ke Final]]></title>
<link>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/29/copenhagen-masters-2009-simon-dkk-gagal-ke-final/</link>
<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 10:09:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>valsus</dc:creator>
<guid>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/29/copenhagen-masters-2009-simon-dkk-gagal-ke-final/</guid>
<description><![CDATA[KOPENHAGEN, KOMPAS.com — Semua pemain Indonesia gagal lolos ke babak final turnamen bulu tangkis Kop]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">KOPENHAGEN, KOMPAS.com — Semua pemain Indonesia gagal lolos ke babak final turnamen bulu tangkis Kopenhagen Master di Denmark, Selasa (29/12/2009).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tiga wakil Indonesia, yaitu Simon Santoso di tunggal putra, ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan, dan ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir, semua kandas di babak semifinal dan penyisihan grup.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tunggal putra Simon Santoso gagal lolos dari grup 2 setelah disisihkan pemain Denmark, Jan O Jorgensen, Senin (28/12/2009). Di pertandingan pertama, Simon mampu mengalahkan pemain asal Jerman, Marc Zweibler, dalam dua game, 21-18 21-16. Namun, dalam pertandingan kedua, Simon dikalahkan Jorgensen, 17-21 16-21.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dengan hasil ini, Jorgensen lolos ke babak final dan akan menghadapi juara Grup 2 asal Belanda, Dicky Palyama.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Di nomor ganda putra, peraih emas olimpiade, Markis Kido/Hendra Setiawan, disingkirkan ganda putra Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, 10-21 18-21. Kido/Hendra menyerah cepat hanya dalam 28 menit.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kido/hendra mengalami dua kali kekalahan dalam turnamen Kopenhagen Master ini. Dalam pertandingan pertama, Minggu (27/12/2009), Kido/hendra dikalahkan ganda Denmark lainnya, Lars Paaske/Jonas Rasmussen, 12-21 18-21, dalam pertandingan yang berlangsung 33 menit.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hasil mengecewakan juga dialami ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir. Bekas peringkat satu dunia ini juga mengalami dua kali kekalahan selama turnamen ini. Dalam pertandingan Senin (28/12/2009), Nova/Butet disisihkan ganda Polandia, Robert Mateusiak/Nadiezda Kosticzyk, dalam pertandingan rubber game, 18-21 21-19 24-26.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Nova/Butet lolos ke babak semifinal sebagai runner-up grup 1. Dalam pertandingan penyisihan grup, Minggu (27/12/2009), ganda senior Indonesia ini dikalahkan ganda utama Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl, dalam dua game, 12-21 22-24.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BWF World Ranking Top 100 Peringkat Atlit Indonesia per 24 Desember 2009]]></title>
<link>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/29/bwf-world-ranking-top-100-peringkat-atlit-indonesia-per-24-desember-2009/</link>
<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 19:05:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>valsus</dc:creator>
<guid>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/29/bwf-world-ranking-top-100-peringkat-atlit-indonesia-per-24-desember-2009/</guid>
<description><![CDATA[Bulutangkis.com &#8211; Kejuaraan bulutangkis India Open Grand Prix 2009 yang berlangsung di Lucknow]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Bulutangkis.com &#8211; Kejuaraan bulutangkis India Open Grand Prix 2009 yang berlangsung di Lucknow, UP, India dari tanggal 15 Desember hingga 20 Desember 2009, membawa perubahan peringkat yang mencolok pada beberapa pebulutangkis Indonesia yang berpartisipasi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Rilis peringkat atlit bulutangkis yang dikeluarkan BWF (Badminton World Federation) pada 24 Desember 2009 lalu mencatat dua tunggal putra Indonesia meraih poin yang cukup tinggi. Andre Kurniawan Tedjono dan Dionysius Hayom Rumbaka yang dikirimkan klubnya PB Djarum mengikuti kejuaraan di India tersebut meraih peningkatan yang cukup tajam.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Andre Kurniawan Tedjono mengalami peningkatan peringkat dari posisi 31 ke posisi 28 setelah pada India Open Grand Prix 2009 berhasil tampil hingga babak perempat final. Sementara Dionysius Hayom Rumbaka yang berhasil melaju ke babak final pada kejuaraan yang sama sebelum dikalahkan pebulutangkis tuan rumah Chetan Anand di final melonjak ke posisi 30 dari sebelumnya di posisi 38.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Posisi tunggal putra Indonesia lainnya yang berada di posisi 10 besar masih sama seperti pada posisi minggu lalu. Taufik Hidayat di posisi 3, Simon Santoso di posisi 6 dan Sony Dwi Kuncoro berada di posisi 7.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dua tunggal putri Klub Djarum yang ikut bertanding pada kejuaraan bulutangkis India Open Grand Prix 2009 yang lalu juga menuai peningkatan peringkat lumayan. Maria Febe Kusumastuti yang tampil hingga babak semi final naik dari posisi 30 ke posisi 27. Sementara Fransiska Ratnasari yang berhasil melaju ke babak perempat final memberikan poin lumayan, dan kini berada di posisi 41 dari sebelumnya di posisi 51.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tunggal putri terbaik Indonesia yang berada di pelatnas Adrianti Firdasari masih berada di posisi sama seperti minggu lalu di posisi 16. Sementara rekannya di pelatnas Maria Kristin Yulianti turun satu tanggan ke posisi 53 dari posisi 52 pada minggu lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pada nomor ganda putra, ganda putri dan ganda campuran tidak mengalami perubahan akibat tidak adanya event yang diikuti. Kecuali bagi pasangan ganda putri Nadya Melati/ Devi Tika Permatasari yang kini masuk 100 besar dan kini berada di posisi 85. Prestasi Nadya Melati/ Devi Tika Permatasari meraih poin tinggi setelah berhasil meraih juara ganda putri pada India Open Grand Prix 2009 lalu. (Contribute by: Fildzah Adhania)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tunggal Putra :</p>
<p style="text-align:justify;">3. Taufik Hidayat</p>
<p style="text-align:justify;">6. Simon Santoso</p>
<p style="text-align:justify;">7. Sony Dwi Kuncoro</p>
<p style="text-align:justify;">28. Andre Kurniawan Tedjono (+3)</p>
<p style="text-align:justify;">30. Dionysius Hayom Rumbaka (+8)</p>
<p style="text-align:justify;">90. Tommy Sugiarto (-3)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tunggal Putri :</p>
<p style="text-align:justify;">16. Adrianti Firdasari</p>
<p style="text-align:justify;">27. Maria Febe Kusumastuti (+3)</p>
<p style="text-align:justify;">41. Fransiska Ratnasari (+10)</p>
<p style="text-align:justify;">53. Maria Kristin Yulianti (-1)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ganda Putra :</p>
<p style="text-align:justify;">3. Markis Kido/Hendra Setiawan</p>
<p style="text-align:justify;">5. Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan</p>
<p style="text-align:justify;">14. Ahsan Mohammad/Bona Septano</p>
<p style="text-align:justify;">16. Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama Dasuki</p>
<p style="text-align:justify;">37. Lingga Lie/Fernando Kurniawan (-1)</p>
<p style="text-align:justify;">38. Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi (-1)</p>
<p style="text-align:justify;">45. Afiat Yuris Wirawan/Wifqi Windarto</p>
<p style="text-align:justify;">90. Joko Riyadi/Candra Wijaya</p>
<p style="text-align:justify;">97. Flandy Limpele/Halim Haryanto Ho [INA/USA] (-1)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ganda Putri :</p>
<p style="text-align:justify;">8. Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari</p>
<p style="text-align:justify;">12. Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari</p>
<p style="text-align:justify;">34. Annisa Wahyuni/Anneke Feinya Agustin (-2)</p>
<p style="text-align:justify;">59. Nadya Melati/Vita Marissa</p>
<p style="text-align:justify;">61. Debby Susanto/Pia Zebadiah Bernadet (+1)</p>
<p style="text-align:justify;">70. Dewi Komala/Keshya Nurvita Hanadia</p>
<p>71. Vita Marissa/Mona Santoso [INA/USA]</p>
<p>85. Nadya Melati/Devi Tika Permatasari (*)</p>
<p>Ganda Campuran :</p>
<p>2. Nova Widianto/Liliyana Natsir</p>
<p>6. Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa</p>
<p>13. Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita</p>
<p>19. Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadet</p>
<p>32. Flandy Limpele/Anastasia Russkikh [INA/RUS]</p>
<p>36. Ahmad Tontowi/Richi Dili Puspita</p>
<p>47. Muhammad Rijal/Debby Susanto</p>
<p>89. Flandy Limpele/Cheng Wen Hsing [INA/TPE] (-2)</p>
<p>98. Flandy Limpele/Vita Marissa (-2).</p>
<p>Keterangan :</p>
<p>( &#8211; ) : Turun peringkat</p>
<p>( +) : Naik peringkat</p>
<p>(* ) : Pemain yang baru masuk 100 besar</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Meski Kalah, Nova/Butet dan Kindra ke Semifinal]]></title>
<link>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/29/meski-kalah-novabutet-dan-kindra-ke-semifinal/</link>
<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 19:04:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>valsus</dc:creator>
<guid>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/29/meski-kalah-novabutet-dan-kindra-ke-semifinal/</guid>
<description><![CDATA[KOPENHAGEN, KOMPAS.com — Ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir akan menghadapi ganda Polandia]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">KOPENHAGEN, KOMPAS.com — Ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir akan menghadapi ganda Polandia, Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk, di semifinal Kopenhagen Master, Senin (28/12/2009).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Nova/Butet lolos ke babak semifinal sebagai runner-up grup 1. Dalam pertandingan penyisihan grup, Minggu (27/12/2009), ganda senior Indonesia ini dikalahkan ganda utama Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl, dalam dua game 12-21, 22-24.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sementara itu di grup 2, Mateusiak/Kostiuczyk keluar sebagai juara setelah menang atas ganda Denmark lainnya, Andres Kristiansen/Christinna Pedersen. Ganda Polandia ini menang juga dalam dua game 21-14, 21-13.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kristiansen/Pedersen juga lolos ke babak semifinal dan akan menghadapi ganda Denmark lainnya, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara iru, ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan juga lolos ke babak semifinal turnamen bulu tangkis Kopenhagen Master, Senin (28/12/2009).</p>
<p style="text-align:justify;">Kido/Hendra yang sudah menyatakan niat untuk pensiun dari Pelatnas Cipayung kalah dalam pertandingan penyisihan grup 1 menghadapi ganda Denmark, Lars Paaske/Jonas Rasmussen.</p>
<p style="text-align:justify;">Peraih emas Olimpiade Beijing 2008 ini menyerah dari ganda veteran Denmark tersebut dalam dua <em>game</em>, 12-21 dan 18-21, dalam pertandingan yang berlangsung 33 menit.</p>
<p style="text-align:justify;">Meski kalah, karena pesertanya hanya empat, Kido/Hendra tetap ke semifinal dan akan menghadapi juara grup 2, Mathias Boe/Carsten Mogensen. Ganda asal Denmark ini menjadi juara grup dengan mengalahkan ganda Malaysia, Mak Hee Chun/Tan Wee Kiong, 21-16 dan 21-16.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Simon Bertanding Dua Kali Hari Ini]]></title>
<link>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/29/simon-bertanding-dua-kali-hari-ini/</link>
<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 19:02:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>valsus</dc:creator>
<guid>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/29/simon-bertanding-dua-kali-hari-ini/</guid>
<description><![CDATA[KOPENHAGEN, KOMPAS.com — Tunggal putra Indonesia, Simon Santoso, harus bertanding dua kali dalam pen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">KOPENHAGEN, KOMPAS.com — Tunggal putra Indonesia, Simon Santoso, harus bertanding dua kali dalam penyisihan grup turnamen bulu tangkis Kopenhagen Masters, Senin (28/12/2009).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Simon bergabung di grup 2 bersama pemain Jerman, Jan O Jorgensen, dan pemain asal Jerman, Marc Zwiebler. Dalam pertandingan pertama Grup 2, Minggu (27/12/2009), Jorgensen berhasil mengalahkan Zwiebler 21-17 21-12 dalam 33 menit.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dalam pertandingan Senin ini, Simon akan lebih dulu menghadapi Jorgensen dan baru kemudian akan menghadapi Zwiebler dalam pertandingan berikutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Di grup I nomor tunggal putra, pemain Denmark, Peter Hoeg Gade, akan menghadapi pemain Belanda, Dicky Palyama, untuk memperebutkan posisi juara grup. Keduanya memastikan diri lolos ke final setelah menyisihkan pemain asal Malaysia, Chong Wei Feng.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Gade menang atas Wei Feng  21-7 21-11, sedangkan Dicky Palyama menang dua game, 21-14 dan 21-13, atas pemain Malaysia tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dalam turnamen yang berlangsung di Kopenhagen, Denmark, ini, Indonesia diwakili ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan, Simon Santoso, serta ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kindra Berlibur Sekaligus Pertebal Kantong ]]></title>
<link>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/29/kindra-berlibur-sekaligus-pertebal-kantong/</link>
<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 19:00:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>valsus</dc:creator>
<guid>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/29/kindra-berlibur-sekaligus-pertebal-kantong/</guid>
<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Penat karena menggeluti aktivitas secara maraton selama setahun ini jelas belum hila]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">JAKARTA &#8211; Penat karena menggeluti aktivitas secara maraton selama setahun ini jelas belum hilang. Apalagi, perjuangan pada SEA Games XXV Laos juga baru saja usai. Kendati demikian, lima pebulu tangkis pelatnas ternyata tidak terlalu terganggu dengan semua itu. Mereka tetap hadir ke Denmark mengikuti turnamen bulu tangkis Copenhagen Masters 2009.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Mereka adalah Simon Santoso, Markis Kido, Hendra Setiawan, Nova Widianto, dan Liliyana Natsir. &#8220;Kami tidak memaksa mereka. Tapi, ternyata mereka tetap memilih berangkat ke Copenhagen Masters 2009,&#8221; kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB PBSI Jacob Rusdianto.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Copenhagen Masters 2009 merupakan turnamen bulu tangkis tahunan di Denmark. Even tersebut sengaja dihelat pada akhir tahun sebagai arena hiburan bagi masyarakat Denmark. Agar tontotan menjadi menarik, panitia menentukan sendiri para peserta. Peserta adalah undangan. Jumlahnya pun tidak banyak.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Karena bersifat undangan, akomodasi dan transportasi ditanggung panitia. Turnamen ini juga menyediakan hadiah cukup besar. Mungkin, ini menarik minat anak-anak untuk tetap berangkat,&#8221; jelas Jacob.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Menurut dia, dengan berangkat memenuhi undangan panitia, kelimanya bisa mendapatkan bebarapa hal sekaligus. Pertama, liburan gratis. Kedua, menambah jam terbang. &#8220;Kalau menang, mereka juga akan pulang membawa hadiah,&#8221; ungkapnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kido/Hendra sendiri menjalani pertandingan pertama dini hari tadi. Ganda pria terbaik Indonesia yang tergabung di grup 1 tersebut bertanding melawan ganda tuan rumah Lars Paaske/Jonas Rasmussen. (fim/ang)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kido/Hendra Tampil di Copenhagen Masters]]></title>
<link>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/27/kidohendra-tampil-di-copenhagen-masters/</link>
<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 18:32:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>valsus</dc:creator>
<guid>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/27/kidohendra-tampil-di-copenhagen-masters/</guid>
<description><![CDATA[JAKARTA, KOMPAS.com — Ganda putra juara Olimpiade Beijing 2008, Markis Kido/Hendra Setiawan, akan ta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">JAKARTA, KOMPAS.com — Ganda putra juara Olimpiade Beijing 2008, Markis Kido/Hendra Setiawan, akan tampil dalam turnamen Copenhagen Masters di ibu kota Denmark, Kopenhagen, 27-29 Desember.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ya berangkat,&#8221; kata Markis, Rabu (9/12/09), saat dikonfirmasi mengenai keikutsertaannya dalam turnamen tahunan berhadiah 310.000 krone Denmark (sekitar Rp 579,876 juta) tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Selain pasangan peringkat tiga dunia itu, dalam turnamen invitasi yang tidak mempertandingkan ganda putri tersebut, Indonesia juga akan diwakili Simon Santoso dan ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Simon akan bersaing dengan dua pemain tuan rumah, Peter Gade dan Jan O Jorgensen, serta Marc Zwiebler dari Jerman. Sedangkan Kido/Hendra adalah satu dari empat ganda putra yang ambil bagian, termasuk di dalamnya adalah pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, dan Lars Paaske/Jonas Rasmussen, serta pasangan Mak Hee Chun/Tan Wee Kiong dari Malaysia.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Lawannya berat-berat juga, terutama dua pasangan Denmark itu ditambah pasangan Malaysia yang masih muda,&#8221; kata Kido soal calon pesaingnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun Nova/Liliyana akan bersaing dengan pasangan-pasangan tangguh, di antaranya, juara Final Super Series 2009 Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark) dan juara dunia Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (Denmark). Selain itu, masih ada pasangan Polandia Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Berikut ini nama-nama peserta Copenhagen Masters 2009:</p>
<p style="text-align:justify;">*Tunggal putra:</p>
<p style="text-align:justify;">*Peter Gade, Denmark</p>
<p style="text-align:justify;">*Jan Jorgensen, Denmark</p>
<p style="text-align:justify;">*Chong Wei Feng, Malaysia</p>
<p style="text-align:justify;">*Simon Santoso, Indonesia</p>
<p style="text-align:justify;">*Marc Zwiebler, Jerman</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">*Tunggal putri:</p>
<p style="text-align:justify;">*Tine Rasmussen, Denmark</p>
<p style="text-align:justify;">*Lydia Cheah, Malaysia</p>
<p style="text-align:justify;">*Yao Jie, Belanda</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">*Ganda putra:</p>
<p style="text-align:justify;">*Mathias Boe/Carsten Mogensen, Denmark</p>
<p style="text-align:justify;">*Lars Paaske/Jonas Rasmussen, Denmark</p>
<p style="text-align:justify;">*Mak Hee Chun/Tan Wee Kiong, Malaysia</p>
<p style="text-align:justify;">*Markis Kido/Hendra Setiawan, Indonesia</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">*Ganda campuran:</p>
<p style="text-align:justify;">*Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, Denmark</p>
<p style="text-align:justify;">*Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl, Denmark</p>
<p style="text-align:justify;">*Nova Widianto/Lilyana Natsir, Indonesia</p>
<p style="text-align:justify;">*Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk, Polandia</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sony-Alvent Gabung setelah Tahun Baru]]></title>
<link>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/27/sony-alvent-gabung-setelah-tahun-baru/</link>
<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 18:25:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>valsus</dc:creator>
<guid>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/27/sony-alvent-gabung-setelah-tahun-baru/</guid>
<description><![CDATA[SURABAYA &#8211; Jatim terus mempersiapkan diri jelang turun di Kejurnas Bulu Tangkis 2009. Even itu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">SURABAYA &#8211; Jatim terus mempersiapkan diri jelang turun di Kejurnas Bulu Tangkis 2009. Even itu seharusnya dilangsungkan bulan ini. Tapi, karena bersamaan dengan pelaksanaan SEA Games XXV di Laos awal bulan lalu, kejuaraan itu pun ditunda pada 26-30 Januari mendatang. Sebagaimana perencanaan awal, even tersebut tetap dihelat di Surabaya dan mempertandingan sederet nomor di kategori taruna dan dewasa.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Aji Santoso, koordinator pelatih tim Jatim, menyatakan, para pebulu tangkis Jatim mempersiapkan diri sejak dua pekan terakhir. Mereka tergabung dalam tim bayangan, yang berjumlah 47 atlet. Anggota tim tersebut diambil dari atlet-atlet yang memiliki peringkat nasional tinggi serta para juara di kejurda bulu tangkis Jatim bulan lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8221;Pertengahan Januari nanti, mereka disusutkan menjadi 40 pemain saja,&#8221; papar Aji. &#8221;Pria dan wanita, masing-masing 20 orang,&#8221; lanjut pria yang juga pelatih Jaya Raya Suryanaga (JRSN) tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dia menambahkan, di antara jumlah itu, dialokasikan empat tunggal (pria dan wanita), tiga ganda (pria dan wanita), dan dua ganda campuran. &#8221;Konfigurasi tersebut sesuai dengan kuota yang diberikan PB PBSI kepada Jatim,&#8221; jelasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dalam kejuaraan tersebut, dipastikan bakal terjadi bentrokan sengit antardaerah. Selain mengandalkan pemain yang berdomisili di daerah masing-masing, para pebulu tangkis berkaliber internasional diizinkan untuk kembali membela daerahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8221;Kami mengandalkan Sony (Dwi Kuncoro), Alvent (Yulianto), dan anak-anak pelatnas pratama, seperti Siswanto dan Tike (Tike Arieda Ningrum),&#8221; ucap pria yang menjadi manajer JRSN saat menjuarai Piala KONI Surabaya pekan lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Para pemain top itu bakal bergabung dengan anggota tim lain setelah tahun baru dan langsung berlatih bersama.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Menurut Aji, dalam kejuaraan yang akan dihelat di GOR Sudirman, Surabaya, tersebut, DKI Jakarta, Jabar, dan Jateng menjadi pesaing berat. DKI bakal mengandalkan atlet-atlet dari PB Tangkas dan PB Jaya Raya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Di Jabar, ada para pebulu tangkis PB Mutiara dan PB SGS. Jateng akan ditopang para pebulu tangkis PB Djarum. (nar/diq)</p>
<p style="text-align:justify;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Fokus Utama Benahi Sektor Wanita ]]></title>
<link>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/27/fokus-utama-benahi-sektor-wanita/</link>
<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 18:23:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>valsus</dc:creator>
<guid>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/27/fokus-utama-benahi-sektor-wanita/</guid>
<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Tantangan superberat akan dihadapi PB PBSI pada tahun depan. Selain gelaran super se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">JAKARTA &#8211; Tantangan superberat akan dihadapi PB PBSI pada tahun depan. Selain gelaran super series, pada 2010 terdapat dua even besar. Yakni, Piala Thomas-Uber dan Asian Games XVI.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">PBSI jelas butuh kerja ekstra untuk menghadapi tantangan berat tersebut. Apalagi, kondisi mereka saat ini cukup mengkhawatirkan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dengan apa yang ada saat ini, Indonesia terancam nihil prestasi di even bulu tangkis internasional tahun depan. PBSI memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar tidak hanya di sektor wanita. Mereka juga harus segera mengurai problem di sektor ganda pria seiring dengan keputusan mundur Markis Kido/Hendra Setiawan dari pelatnas.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8221;Situasi tahun depan memang akan lebih sulit. Kami menyadari itu. Karena itu, kami segera melakukan pembenahan,&#8221; kata I Gusti Made Oka, wakil ketua umum II PBSI.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pembenahan tersebut akan dilakukan di semua sektor. Sebab, secara keseluruhan, pencapaian pebulu tangkis Indonesia di semua sektor menurun pada 2009 ini. Baik di tunggal pria, ganda pria, tunggal wanita, ganda wanita, maupun ganda campuran.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kendati semua disentuh, tidak bisa dimungkiri fokus utama pembenahan adalah kelompok wanita. Pada 2009 ini, tidak ada prestasi membanggakan yang mampu dicetak pebulu tangkis wanita Indonesia, baik di nomor tunggal maupun ganda. Satu-satu hasil yang bisa menjadi pelipur lara adalah medali perak SEA Games XXV pada nomor beregu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ini (sektor wanita) adalah pekerjaan utama yang harus segera dikerjakan. Bukan hanya hal teknis yang menjadi perhatian, namun juga soal mental. Jika ini tidak dilakukan, kita akan sulit bersaing di Piala Uber,&#8221; tutur Oka.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pembenahan sektor itu memang terkesan rumit. Apalagi, persediaan pebulu tangkis berkualitas di sektor wanita cukup terbatas.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kami belum melihat ada yang menonjol di luar pelatnas. Karena itu, kami akan serius membenahi mental pemain yang ada di pelatnas,&#8221; papar Oka.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bagaimana sektor pria? Menurut Oka, kondisinya pun tidak jauh berbeda. Lebih-lebih di sektor ganda pria, pelatnas bakal kehilangan ganda terbaiknya, Kido/Hendra.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Mau tidak mau, PBSI harus segera mengambil keputusan untuk mempertahankan Kido/Hendra atau sebaliknya, melepas dan menunjuk pebulu tangkis yang promosi. &#8220;Kami segera mengambil sikap. Awal tahun kami akan melakukan pembicaraan. Bukan hanya di ganda, tapi juga tunggal. Mungkin akan ada promosi di dua sektor tersebut,&#8221; sebut Oka.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pintu promosi memang harus dibuka PBSI di sektor pria. Apalagi, di ganda pria, Sigit Pamungkas yang menangani sektor tersebut sudah membuka pintu bagi ganda muda, Angga Pratama/Yohanes Rendy Sugiarto. Di sektor tunggal, nama Dionysius Hayom Rumbaka dari PB Djarum pun bisa diberi kesempatan. (fim/diq)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
