<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>buya-masoed-abidin &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/buya-masoed-abidin/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "buya-masoed-abidin"</description>
	<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 17:39:18 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Pandangan Buya terhadap fenomena beruntunnya bencana di negeri ini]]></title>
<link>http://masoedabidin.wordpress.com/2009/11/01/pandangan-buya-terhadap-fenomena-beruntunnya-bencana-di-negeri-ini/</link>
<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 17:47:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://masoedabidin.wordpress.com/2009/11/01/pandangan-buya-terhadap-fenomena-beruntunnya-bencana-di-negeri-ini/</guid>
<description><![CDATA[Dari padangan ajaran agama Islam, tidak terjadi sesuatu kecuali hanya atas izin Allah semata. Apa ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-full wp-image-612" title="(JPEG Image, 236×290 pixels)Tangga al Haram" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/11/jpeg-image-236c397290-pixelstangga-al-haram.jpeg" alt="(JPEG Image, 236×290 pixels)Tangga al Haram" width="236" height="290" /></p>
<p><em>Dari padangan ajaran agama Islam, tidak terjadi sesuatu kecuali hanya atas izin Allah semata. Apa yang terjadi ini sudah menjadi ketentuan Allah.</em></p>
<p><em>Memang sangat erat kaitannya, sebuah musibah itu dengan perangai atau kelakuan manusia. Banyak keterangan di dalam Alquran, dan juga pemberitaan hadist Rasulullah SAW </em>(… jika kita memang masih mempercayainya, karena sudah banyak orang tidak mau merujuk kepada Alquran atau sunnah, dengan berbagai alas an ilmiah rasional yang dangkal…). <em>Bagi  Muslim Mukmin Muttaqin, Alquran adalah pedoman yang terang. Sunnah adalah penjelas yang jelas. Bila kita merujuk kesana, kita mendapatkan pelajaran berharga. Banyak kisah Alquran menceritakan umat terdahulu itu binasa. Karena perangai mereka. Kepada mereka ditimpakan bencana. Melalui hukum Allah, alam bicara. Ada umat yang <strong>ditelan bumi </strong></em>(Qarun, kaya, bakhil). Ada umat yang<strong><em> ditenggelamkan air laut atau tsunami </em></strong>(Fir’aun, penguasa zalim, yang mendurhakai Allah, tidak mempercayai Rasul, bersilantas angan, etnic cleansing terhadap kaum Imran, tidak mempercayai hukum Allah).<em> Ada pula yang dihancurkan dengan <strong>gempa besar</strong></em> (umat Nabi Shaleh, aniaya, menyiksa kaum lemah, mengurangi takaran dan timbangan, suka berkorupsi dsb).<em> </em></p>
<p><em>Maka dari keterangan Alquran ini, dapat kita tarik kesimpulan bahwa antara kelakuan manusia berkaitan erat dengan musibah yang datang.</em></p>
<p><em>Kita tidak bisa mengatakan bahwa musibah gempa semata (100%) fenomena alam saja. Pasti ada kaitannya dengan perangai umat di dalam alam itu. </em></p>
<p><em>Maka dari segi tauhid, ada yang perlu diperbaiki secara terus menerus. Dengan kekuatan penuh. Agar umat ini kembali memiliki sikap peranagai yang baik (akhlaqul karimah). Ibadah yang teratur. Serta berpegang kepada agama. Bagi Negara Indonesia, kita masih mengakui Pancasila sebagai dasar Negara. </em></p>
<p><em>Di sana masih terpateri dengan kuatnya, KETUHANAN YANG MAHA ESA. Menurut Buya itu tidak lain adalah berpegang kepada ajaran agama yang benar.</em></p>
<p><em>Karena itu secara lebih jauh, kita mesti lakukan introspeksi dalam semua bidang dan semua kegiatan. Termasuk kurikulum pendidikan akhlak karimah (etika religi) yang tidak hanya mengandalkan kepada pemahaman pemahaman rasional saja. Agar bangsa ini tidak menjadi luluh lantak dari sisi mental spiritual. Bila tidak, maka umat ini akan menjadi umat yang “too much science too little faith”… INILAH BENCANA LEBIH BESAR.</em></p>
<p><em><img class="alignleft size-medium wp-image-613" title="IMG_3200" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/11/img_3200.jpg?w=300" alt="IMG_3200" width="300" height="225" /></p>
<p></em></p>
<ol>
<li><strong><em>1. </em></strong><strong>Hubungan Bencana yang beruntun di Indonesia dengan maraknya kemaksiatan dan minimnya orang-orang shalih? (Ka’ab Bin Malik mengatakan<em>, “Tidaklah bumi berguncang, kecuali karena ada kemaksiatan yang dilakukan di atasnya. Bumi bergetar karena takut Rabbnya melihatnya.”</em></strong></li>
</ol>
<p>&#160;</p>
<p><em>Sudah jelas sekali. Ada warning dari Rasulullah, yang tidak dapat tidak mesti diyakini dan dipercayai oleh setiap mukmin muttaqin. Warning (peringatan) Rasulullah ini, mesti disikapi dengan peraturan hidup bernegara yang tegas dan jelas. Perlu disikapi dengan kurikulum pendidikan di segala bidang yang baik.</em></p>
<p><em>Kita tidak dapat acuh tak acuh dengan warning agama ini. Walau ada kenyataan kini, bahwa telah mulai tumbuh generasi EGP (emang gue pikiran) terhadap peringatan agama ini. Ada pendapat bahwa agama hanya untuk ritual dan seremonial. Soal hidup bernegara, tidak ada sangkut pautnya dengan agama. Jika pendapat ini terus dibiarkan berkembang, maka musibah tidak lagi semata fenomena alam. Akibat lebih berat akan dirasakan oleh generasi ini, dari masa ke masa. Binasa dan hilang dari peta budaya.</em></p>
<p>&#160;</p>
<ol>
<li><strong><em>2. </em></strong><strong>Membaca keterangan Rasulullah, Umar Bin Khathab, Siti Aisyah, dan Ka’ab Bin Malik sepertinya, ada keterkaitan antara ketidakadaan (minimnya) orang-orang shaleh dan syahid di jalan Allah, merajalelalnya kemaksiatan, dan kezaliman penguasa dengan terjadinya bencana. Pandangan Buya tentang ini? </strong></li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><em>Kesalehan menjadi sangat penting. Kesalehan adalah sesuatu pengamalan dari bimbingan agama. Kesalehan sesuatu bentuk dari keikhlasan karena Allah. Kesalehan ada dalam bingkai redha Allah. Kesalehan tidak boleh dipilah-pilah menjadi saleh pribadi, saleh social dan sebagainya, yang terpisah satu dan lainnya. Kesalehan adalah utuh, baik secara peribadi ataupun secara social. Tidak mungkin orang yang saleh peribadi menjadi tidak acuh dengan lingkungan sosialnya. Sebaliknya tidak bakal terjadi orang yang saleh terhadap lingkungannya tapi bangkrut terhadap peribadinya.</em></p>
<p><strong><em>Kesalahan</em></strong><em> utama kita ialah hilangnya <strong>kesalehan. </strong></em></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-614" title="IMG_3268" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/11/img_3268.jpg?w=300" alt="IMG_3268" width="300" height="225" /></p>
<p><strong><em>Ada banyak orang yang tak acuh bila terjadi kemaksiatan di sekelilingnya. </em></strong><em>Alasannya sederhana. Biarkan saja selama bukan kita yang melakukannya. Bila ini terjadi, maka prinsip amar makroef nahi munkar hilang. Akibat lebih jauh doa tidak di ijabah lagi. Ini akan mengundang beribu kemelut. Baik dari dalam diri </em>(tekanan emosional)<em> maupun dari dalam masyarakat </em>(cheos)<em>. Kadang-kala kita terperangkap kepada pengertian ham yang salah. Maka menurut pandangan orang pintar-pintar di mana saja, ham itu harus diterjemahkan bijak dengan kearifan lokal yang dipunyai satu bangsa. Tidak boleh ditelan mentah-mentah.</em></p>
<p><strong><em>Masyarakat Indonesia di Nusantara, sudah terkenal sebagai masyarakat yang mengutamakan kegotongroyongan.</em></strong><em> Tetapi ketika musibah datang mendera, gotong royong (</em>taawun<em>) itu hilang. Berganti dengan nafsi-nafsi</em> (individualism). Jadinya<em> beban semakin berat. Bahkan di mana-mana sering terjadi penjarahan. Karena tidak rapinya pendistribusian. Mungkin lantaran surat jalan belum ditekan, sehinga lahir sikap </em>materialism<em> itu.</em></p>
<p><strong><em>Tidak dapat tidak, antara satu sikap dengan  lainnya kait berkait dengan ajaran etika religi, atau kesalehan agama.</em></strong></p>
<ol>
<li><strong><em>3. </em></strong><strong>Rentetan waktu terjadinya gempa dengan peringatan Allah dalam al-Qur’an:</strong>
<p>a. Gempa Jawa Barat (Tasikmalaya) terjadi pukul 15:04 Wib à Jam 15.04 identik dengan al-Qur’an Surat al-Hijr (15) ayat 4: ”Dan Kami tiada membinasakan sesuatu negeripun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang telah ditetapkan.”</p>
<p>b. Gempa Sumbar terjadi pukul 17:16 Wib à Ini identik dengan al-Qur’an Surat al-Israa’ (17) ayat 16: ”Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”</p>
<p>c. Gempa Susulan di Sumbar terjadi pukul 17:58 Wib à Ini identik dengan al-Qur’an Surat al-Israa’ (17) ayat 58: ”Tak ada satu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh).”</p>
<p>d. Gempa di Jambi terjadi pukul 08:52 Wib à Ini identik dengan al-Qur’an Surat al-Anfaal (08) ayat 52: ”(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya.”</p>
<p>Pertanyaan: ayat-ayat di atas dan waktu terjadinya gempa apakah hanya kebetulan atau memang merupakan peringatan Allah SWT?</li>
</ol>
<p><strong><em>Ayat Alquran di atas memang benar. </em></strong></p>
<p><strong><em>Allah tidak bermain-main dengan wahyu Nya.</em></strong></p>
<p><strong><em>Akan tetapi perlu di ingat bahwa jangan dikaitkan peristiwa gempa dengan angka-angka ayat itu.</em></strong></p>
<p><strong><em>Isi ayat Alquran ini menjadi peringatan keras untuk kita.</em></strong></p>
<p><strong><em>Jangan dilanggar. Ikuti dengan benar, kalau mau selamat.</em></strong></p>
<p><strong><em>Tapi tidak ada kaitannya peristiwa gempa dengan angka-angka ayat itu.</em></strong></p>
<p><strong><em>Bila ini dibiarkan terus, maka eksistensi Alquran akan berubah jadi klenik. Alquran tidak sama dengan prambon, yang banyak dipakai oleh dan cara</em></strong><strong> akal-akalan<em> semata, kadang-kadang tidak diterima oleh akal sehat.</em></strong></p>
<p><strong><em> Dan gempa tidak ada satu kaitanpun dengan angka-angka.</em></strong></p>
<p><strong><em>Satu contoh, bila umpamanya terjadi gempa pada tanggal 31 Januari, apakah kita akan mengaitkan dengan ayat 31 surat 1 (?), sementara surat 1 itu hanya jumlah ayatnya 7 saja ??? Atau dikaitkan dengan surat 31 ayat 1, di mana artinya sudah berbeda (ALIF LAM MIM) pendahuluan dari Surat Lukman itu  ???.</em></strong></p>
<p>&#160;</p>
<ol>
<li><strong><em>4. </em></strong><strong>Buya memandang beruntunnya bencana di negeri ini, merupakan peringatan atau azab Allah? Apa konsekuensi dari masing-masing jenis ini?<br />
</strong></li>
</ol>
<p><em>Alhamdulillah, Umat Muhammad tidak serta merta di azab oleh Allah sebagaimana ketika umat terdahulu mendapatkan azab tersebab perbuatan dosa mereka. Lihat saja betapa Umat Nabi Luth di himpit oleh tanah, sehingga mereka hilang ke dalam perut bumi. Umat Ad dan Tsamud yang dibinasakan dengan bencana gempa serta angin puting beliung. Bangsa Saba dengan angin gurun yang kering, sehingga tanah mereka menjadi kering kerontang. Umat Nabi Musa yang menjadi terpecah belah dan menjadi bangsa yang berperang sepanjang masa. Umat Nabi Nuh tenggelam air bah dan tsunami.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Alhamdulillah, umat Muhammad masih diberi ujian dan cobaan. IMTIHAN dan FITNAH. Masih ada kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dengan bertaubat dan kesalehan.</em></p>
<p><em>Allah masih mengampuni kesalahan umat Muhammad. Betapapun besar dosanya, selama mereka mau bertaubat. Taubaatan Nashuha, artinya mengubah perangai, membenci kesalahan, membenci perbuatan dosa. Kemudian mengikuti keburukan lalu dengan  kebaikan, di masa ini dan masa datang. </em></p>
<p><em>Artinya ada recovery terhadap jiwa dan keimanan. </em></p>
<p><em>Dan ini dapat dilakukan terus menerus. Tidak hanya sekali sekali saja ketika Ramadhan datang. Kemudian menjadi jalang lagi kalau Ramadhan telah pergi. Atau menjadi  shaleh ketika pergi umrah dan menjadi </em><strong>Thaleh</strong><em> (<strong>calih</strong>, bhs.Minang) artinya khianat sesudahnya.</em></p>
<p><em>Hendaknya jangan dijadikan agama sekedar pakaian selebriti. Dakwah seperti tontonan. Menjauh dari tuntunan Allah dan Rasulullah.</em></p>
<p><em>Hanya satu dosa yang tidak pernah diampuni oleh Allah. <strong>Musyrik</strong>.</em></p>
<p><em>Musyrik bisa jadi<strong> Khafiy (tersembunyi)</strong> yakni <strong>RIYA, atau beramal semata hanya ingin dilihat dan dipuji oleh orang banyak, artinya hilangnya kesalehan dalam arti sesungguhnya.</strong></em></p>
<p><em>Mungkin dari titik ini kita mengundang bencana.</em></p>
<ol>
<li><strong><em>5. </em></strong><strong>Apa yang bisa dilakukan oleh umat Islam yang awam dalam ilmu agama? Minang terkenal dengan adat basandi syara, syara basandi kitabullah. Kecil disurau besar merantau, bagaimana realitanya?
<p></strong></li>
</ol>
<p><em>Kembalilah kepada ajaran agama yang benar. Kembalilah kepada ajaran Alquran dan Sunnah. Artinya jangan hanya dijadikan agama itu pakaian di surau atau masjid saja. Bawalah  ajaran agama itu di dalam berjual beli di pasar (</em>jujur, amanah, tidak menipu, menjaga kualitas).<em> Jangan terjadi hendaknya karena ada kesempatan kita mengambil keuntungan besar di saat orang lain sempit. Perangan ini bukan poerangan orang yang mengamalkan ajaran agama dengan benar.</em></p>
<p><em><img class="alignleft size-medium wp-image-615" title="IMG_3211" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/11/img_3211.jpg?w=300" alt="IMG_3211" width="300" height="225" /><br />
</em></p>
<p><em>Bawa jugalah agama itu kesekolah-sekolah dan kantor kantor. Tampaknya setiap kantor dan sekolah kini sudah punya sarana ibadah. Ada masjid ada mushalla. Ada pula guru agama. Tetapi ketika datang panggilan shalat, kita abaikan. Masjid dan mushalla yang dibangun hanya menjadi monument, menandakan dinegeri itu ada umat Islam, walaupun tidak pernah diramaikan untuk kegiatan shalat.</em></p>
<p><em>Ada kebisaaan baik kini, kalau terdengar adzan, orang diam dan tafakur sejenak. Rapat-rapat dan meeting diam seketika. Kenapa tidak diskos saja untuk beberapa menit. Pemimpin rapat dari semua tingkatan itu, semestinya menyatakan kita shalat dulu. Nanti selesai shalat kita sambung lagi. Mari kita belajar kepada rapat-rapat kabinet dan di saat pertama kita akan atau sudah merdeka. Shalat kita pelihara dengan baik, walau pengeras suara belum ada. Walau masjid mushalla baru amat sederhana. Dari sisi ini kita tidak dapat mengatakan bahwa kita sudah maju, walau 63 tahun telah kita lalui. Kita jadi mundur.</em></p>
<p><em>Dalam cara berbakti juga begitu.</em></p>
<p><em>Berapa banyak harta yang rela dikorbankan. Emas perak dan perhiasan yang ditanggalkan. Semuanya untuk perjuangan kemerdekaan. Tidak ada harap balas dari pemerintah masa itu. Yang ada hanya harap balas dari Allah semata. Ini namanya kesalehan peribadi yang membekas kepada kesalehan social. Kini sebaliknya yang terjadi. Orang tidak mau berbuat banyak bagi umat dan lingkungannya.</em></p>
<p><em>Ketika musibah datang banyak sumbangan datang. Banyak pula penjarah berkembang. Banyak pula merek ditempelkan. Agar mendapat sanjungan dan pujian dari khalayak ramai. Hilang keikhlasan. Hendaknya jangan terjadi, musibah dijadikan ajang kampanye, pilihlah kami. Bila ini terjadi musibah dalam bentuk lain akan dituai pula.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Banyak kita yang sudah meninggalkan kearifan berbangsa dan bernegara dalam bimbingan etika agama (Akhlaqul karimah). Banyak pula yang menggantinya dengan semata mengharapkan pamor dan pujian. Ini juga akan menuai musibaha satu ketika. Na’udzuibilah min dzalik. </em></p>
<p><em> </em></p>
<ol>
<li><strong><em>6. </em></strong><strong> Apa yang harus dilakukan oleh penguasa di negeri ini?</strong></li>
</ol>
<p><strong><em>Ikhlaslah, jujurlah, dan amanahlah di dalam menunaikan tugas berat ini. Jika semua itu dapat dilakukan, Insyaallah kemashalahatan umat akan terjaga, Negara akan aman sejahtera, baldatun thayyibah wa rabbun ghafuur.</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<ol>
<li><strong><em>7. </em></strong> <strong>Apa karena umat Islam terus diperangi, (terorisme) sehingga alam pun protes</strong></li>
</ol>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-616" title="IMG_3282" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/11/img_3282.jpg?w=300" alt="IMG_3282" width="300" height="225" /></p>
<p><strong><em>Pertanyaan ini melantur dari jalurnya.</em></strong></p>
<p><strong><em>Umat Islam itu tidak teroris.</em></strong></p>
<p><strong><em>Kata-kata teroris adalah kata import. </em></strong></p>
<p><strong><em>Sumbernya tidak jelas produk siapa.</em></strong></p>
<p><strong><em>Bila terror diartikan fasad, maka Alquran tegas melarang fasad ini.</em></strong></p>
<p><strong><em>Kata-kata jihad pun perlu diterjemahkan secara lurus dan benar.</em></strong></p>
<p><strong><em>Arti  jihad itu semata adalah kesungguhan di jalan Allah.</em></strong></p>
<p><strong><em>Li I’laa I kalimati l-Llah. </em></strong></p>
<p><strong><em>Semata upaya meninggikan kalimat Allah.</em></strong></p>
<p><strong><em>Jihad tidaklah menghancurkan orang lain. </em></strong></p>
<p><strong><em>Jihad bukan membunuh.</em></strong></p>
<p><strong><em>Teror kalimat berasal dari mana??? .</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<ol>
<li><strong><em>8. </em></strong><strong>Komentar Buya terhadap bantuan dari luar negeri, dari minang perantau dan dari umat Islam sendiri?</strong></li>
</ol>
<p>&#160;</p>
<p><em>Bantuan dari Luar negeri dan dari perantau itu bagus. Dan ini membuktikan bahwa  kesetiakawanan kita tumbuh dengan sempurna dan baik. Bayangkan saja ketika gempa terjadi di Sumbar jam 17.16 WIB. Pada waktu subuh besoknya, dua helicopter dari Swiss sudah masuk ke Padang. Mereka datang dengan peralatan pemantauan korban yang canggih. Kita belum punya itu. Kemudian datang pula bantuan lainnya, dari Korea, Jepang dan sebagainya. Mereka datang dengan transportasi cepat tanggap. Alhamdulillah, tandanya persaudaraan terjalin baik antar bangsa. Adakah kehadiran ini satu yang salah? Rasanya tidak salah. Sementara kita semua masih takut dan trauma.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Cuma sayangnya kita belum siap menerima tamu. Banyak cerita mengenaskan dan mencemaskan terjadi. Sehingga orang yang harus membantu terpaksa harus bayar dengan harga yang tinggi di Bandara. Ini kabar cerita yang berkembang. Sewa kenderaan membubung tinggi. Memang ada juga yang mencari kesempatan di dalam kesempitan yang dialami orang lain. Perbuatan ini sebenarnya perbuatan terlaknat. Di mana salahnya ??? Karena pendekatan kita selama ini pariwisata. Buka kesantunan manusiawi. Bukan kemuliaan berbangsa. Di sini letak salahnya. </em></p>
<p><em>BBM memang sulit dicari. Tapi ada juga orang yang menjualnya sampai harga 20.000 rupiah perliter. Artinya lebih dari 4 kali lipat harga bisaa. Ini perbuatan terkutuk. Tidak menggambarkan sikap beragama yang benar. Apalagi akan memakaikan kata adat bersendi syarak. Walau yang melakukan itu belum tentu orang Minang. Sebab pedagang itu tidak semuanya dan  selamanya orang Minang. Ada juga dari suku lainnya. Tetapi karena terjadinya di tanah Minang, yah .. akibatnya ranah ini jadi robek menderita fisik dan pencitraan.</em></p>
<p><em>Air PAM sulit, listrik mati, akibat gempa. Tapi ada juga masjid yang pintar. Yang memerintahkan dibuka 24 jam. Menghidupkan genset masjid terus menerus. Memompa air sumur. Menyediakan air minum untuk penduduk lingkungan. Walau secara berkecil-kecil mereka telah berbuat. </em></p>
<p><em>Nampaknya sisi buruk dan baik selalu ada dalam kehidupan. Masyarakat yang arif, tidak semata melihat dari kacamata buruk saja. Masyarakat yang cerdas tidak pernah menggeneralisir yang buruk di tengah yang baik itu. Lihat jugalah perbuatan baik yang telah dilakukan.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Di antaranya mengumpulkan bantuan dari mana saja. Membagikannya sampai ke daerah terpencil. Di Sumatera Barat kini, 7 kabupaten/kota amat parah menderita. Seperti Kota <strong>Padang ( 11 Kecamatan), Kota Pariaman (Utara Tengah,Selatan), Kab. Padang Pariaman (17 Kecamatan, 71 desa), Pesisir Selatan (12 Kecamatan), Pasaman barat, Pasaman, Agam (Tanjung Mutiara, Tg.Raya,Manggopoh, Palembayan,Malalak). Semuanya terjadi pada saat bersamaan. Hanya beberapa menit dan detik saja. Umat jadi kalut. Anak-anak menangis meraung. Gedung runtuh. Rumah terban. Negeri ditimbun longsor  di Tandikek. Lebih 1.434 Masjid/Mushalla rubuh. Rusak berat dan ringan. Lebih 100 pasar yang hancur. Lebih 206.500 bangunan dan rumah yang hancur. Sebanyak 715 orang meninggal. Lebih dari 2500 orang luka berat dan ringan serta yang hilang atau mengungsi. Berat penderitaan umat. Ini terjadi Seketika. Sekejap mata. </strong>Bagaimana mengatasinya ????</em></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-621" title="Undangan KMII Tokyo 004" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/11/undangan-kmii-tokyo-004.jpg?w=300" alt="Undangan KMII Tokyo 004" width="300" height="225" /></p>
<p><em>Dalam kondisi seperti ini maka bantuan amat diperlukan. Sangat berguna. Pandai pandailah berterima kasih. Ini adalah pelajaran besar. Ini adalah latihan besar. Kesatuan bangsa. Kegotong royongan.  <strong>Asa antakrahuu syai-an wa huwa khairun lakum</strong> … mungkin yang buruk menimpamu ada hal baik di balik itu. </em></p>
<p><em>Husnudz-dzanlah kepada Allah. Nah, jika terjadi kelambatan, anggaplah itu satu hal yang wajar. Mungkin saja, karena yang membantu, juga ada di dalam kesulitan yang sama.</em></p>
<ol>
<li><strong><em>9. </em></strong> <strong>Apa menemukan Kristenisasi di tengah gempa?</strong></li>
</ol>
<p><em>Selama ini belum terlihat. Mudah-mudahan tidak ada. Sungguhpun begitu harus hati-hati juga. Karena <strong>kada l-faqru an yakuuna kufran.</strong> Kefakiran sering membawa kepada kekufuran.</em></p>
<p><em>Tapi ada koreksi jauh terhadap umat Islam ini. Ketika umat Islam kurang berkeinginan membantu. Maka jangan disalahkan, kalau orang diluar Islam lebih banyak berbuat, dan mereka akan mendapat pujian. Ketika orang diluar Islam banyak berbuat, maka “<strong>tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang dibawah</strong>”. </em></p>
<p><em>Sebenarnya kekuatan umat Islam itu ada pada kebersamaan. Saling sedekah, saling meringankan beban orang lain. <strong>Man salimal muslimun min lisanihi wa bi yadihi</strong>. Kalimat ini sering disebut, tetapi mulai lemah dalam pengamalannya.</em></p>
<p><em>Semestinya umat Islam harus berani mengatai dirinya. Memulai dari yang lemah. Menghidupkan saling membantu. </em></p>
<p><em><img class="alignleft size-medium wp-image-622" title="(JPEG Image, 315×445 pixels)Buya Khutbah" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/11/jpeg-image-315c397445-pixelsbuya-khutbah.jpg?w=212" alt="(JPEG Image, 315×445 pixels)Buya Khutbah" width="212" height="300" /><br />
</em></p>
<p><em>Ruhul infaq kita mulai hilang pula.</em> Musibah sering terjadi ketika manusia terlalu cinta dan sayang terhadap hartanya. Takut hartanya habis jika bersedekah. Manusia menjadi kikir. Bersedekah justru membawa keberkahan, menambah kekayaan lebih banyak dan menyebabkab seseorang terhindar dari musibah.</p>
<p>Seseorang yang senang bersedekah  itu akan dicintai. Dibela dan didukung usahanya oleh masyarakat. Seseorang yang kikir, enggan bersedekah untuk kepentingan ummat, menyebabkan ia dibenci. Dijauhi, serta didoakan jelek oleh masyarakat. Kekikiran (kebakhilan) membuka jalan bagi datangnya musibah. Rasulullah SAW bersabda: <em>“<strong>Sedekah itu akan menutup tujuh puluh pintu keburukan (musibah).” </strong>(HR. Ath Thabrani), </em>dan juga Allah SWT berfirman: <em>“<strong>Apa saja yang telah kalian nafkahkan (infaqkan) Allah akan menggantinya”. </strong>(Q.S. As Saba’: 39)</em><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Sering Bantuan hanya diberikan kepada kelompok kita saja. </em></p>
<p><em>Persis seperti disindirkan Allah di dalam Alquran, <strong>kullu hizbin bimaa ladayhim farihuun</strong> … Mereka lebih mementingkan kelompoknya saja … </em></p>
<p><em>Ini juga perlu diawasi. </em></p>
<p><em>Pada hal semua umat Islam harus tahu akan kaedah  <strong>man lam yahtamma bi amril muslimin fa laisa minhum. </strong>Artinya yang tidak mau tahu dengan urusan sesama muslim, sebenarnya mereka tidak pantas digolongkan ke dalam kelompok muslim itu ….</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong><em>10. </em></strong><strong> Banyak masjid dan sekolah Islam roboh demikian pula lembaga-lembaga Islam Konsep dakwah ke depan idealnya seperti apa?</strong></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-617" title="IMG_3148" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/11/img_3148.jpg?w=300" alt="IMG_3148" width="300" height="225" /></p>
<p><em>Bangun kembali. Jangan berhenti  tangan mendayung. Mulai dari apa yang ada. Bawa umat kembali kepada ajaran agama. Jangan jadikan dakwah sekedar event pengisi acara di televise, atau program selebriti. Ajarkan kembali akhlaqul karimah. Menjadi pekerjaan utama Diknas dan Depag. Depag jangan hanya focus kepada urusan haji saja. Urusan shalat juga menjadi kerjaan Depag dan para ulama di negeri ini. Urusan membangun keluarga jannah mulai dengan perilaku yang santun, mulia dan saling membantu. Tidak mungkin masyarakat akan dapat dibangun kalau akhlaq dilupakan.</em></p>
<p><em>Anggaran Negara bukan hanya teruntuk pendidikan sekuler, IT, dan keterampilan saja. Utamakan akhlaqul karimah. Dari sini akan bangkit masyarakat kuat.</em></p>
<p><em>Berkaitan dengan gempa. Gempa tidak pernah membunuh. Cuma yang banyak membawa celaka itu adalah bangunan yang dibangun tidak menurut aturan.</em></p>
<p><em> Di Ranah Minang, di Mandailing, bangunan-bangunan tradisional tidak rusak dan runtuh. Rumah gadang tetap utuh. Kenapa ?? Karena ada soko gurunya. Ada tiang tuanya. </em></p>
<p><em>Begitu juga dakwah mesti ada soko gurunya. </em></p>
<p><em>Soko guru dakwah adalah Kitabullah dan Sunnah Rasul.</em></p>
<p><em>Perlu ada ulama yang teguh, istiqamah, qanaah, dan ikhlas mencari redha Allah.</em></p>
<p>&#160;</p>
<p><strong><em>11. </em></strong>Hubungan Manusia dengan alam, manusia serakah mengeksploitasi alam ?</p>
<p>قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إلاَّ مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَولاَنَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ</p>
<p><em>“ <strong>Katakanlah, sekali-kali tidak akan menimpa kami  melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami</strong></em>…” (Q.S. At Taubah: 51)<em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Musibah merupakan ujian yang datang dari Allah SWT. Pada hakikatnya setiap manusia tidak menginginkan kedatangannya, baik ujian kehilangan harta benda, kecelakaan, maupun kematian, baik ujian itu besar maupun kecil. Meskipun demikian, ujian itu tetap datang kepada setiap manusia, kapan saja dan di mana saja. Walaupun manusia lari dari musibah itu, iapun tetap datang menghampirinya.</em><em> Setiap musibah, dalam kaca mata “iman” adalah takdir atau ketentuan Allah. Segala sesuatu yang terjadi, semata atas izin dan ketentuan Allah. Tanpa izin dan ketentuan-Nya tidak mungkin musibah itu dapat terjadi.</em></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-618" title="IMG_3208" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/11/img_3208.jpg?w=300" alt="IMG_3208" width="300" height="225" /></p>
<p><em>M</em><strong><em>usibah dapat datang karena manusia mengundangnya </em></strong><em>dengan melakukan perbuatan dan tingkah laku yang salah.</em></p>
<p><em>Musibah akan  ditimpa musibah, <strong>karena melupakan Allah dan lalai atas segala perintah-perintah-Nya</strong>. Seseorang yang melupakan Allah, cepat maupun lambat, suatu saat musibah akan datang kepadanya. Allah SWT berfirman “<strong>Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam dan berputus asa.” </strong>(Q.S. Al An’am: 44)</em><em> </em></p>
<p><em>Musibah datang karena manusia <strong>berbuat kerusakan</strong>, seperti penebangan liar hutan dan lain-lain. Yang pada akhirnya akan berdampak negatif bagi manusia, seperti banjur, tanah lonsor dll.</em></p>
<p><em>Manusia diminta untuk senantiasa akrab dan menjaga fungsi alam. Tidak boleh membuat kerusakan di permukaan bumi, agar bencana tidak datang menimpa. Alam difungsikan untuk menjaga keberadaan manusia, memberikan keselamatan terhadap kehidupan itu sendiri, dalam satu siklus hidup yang aman dan menyejahterakan manusia sepanjang masa. </em></p>
<p><strong><em>Bumi akan diwariskan kepada hamba-hamba Allah yang baik-baik (shaleh)</em></strong><em>…. <strong>“ dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur – juga dalam Taurat, dan setiap kitab suci, &#8212; sesudah (Kami tulis dan tetapkan di dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh.” (QS.21,al Anbiya’:105).</strong></em></p>
<p><strong><em>Wassalam</em></strong></p>
<p>&#160;</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-619" title="Arnussa 1427 004" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/11/arnussa-1427-004.jpg?w=244" alt="Arnussa 1427 004" width="244" height="300" /><br />
<strong>BIODATA</strong></p>
<ol>
<li><strong>1. </strong><strong>Nama Lengkap                      : H. MAS’OED ABIDIN </strong></li>
<li><strong>2. </strong><strong>Tempat dan tanggal lahir   : KOTOGADANG, BUKITTINGGI, 11 AGUSTUS 1935</strong></li>
<li><strong>3. </strong><strong>Alamat rumah                       : Jalan Pesisir Selatan V No..496, RT.03/RW.IX, Siteba, </strong></li>
</ol>
<p><strong>Nanggalo, Padang (25146), Sumatera Barat , Indonesia.</strong></p>
<ol>
<li><strong>4. </strong><strong>Riwayat Pendidikan             : Thawalib Parabek (1947-1949), SMA Bukittingi (1957), </strong></li>
</ol>
<p><strong>FKIP Medan (1963). </strong></p>
<ol>
<li><strong>5. </strong><strong>Pengalaman Organisasi       : Komda PII Tapsel (1961), Ketua Cabang HMI </strong></li>
</ol>
<p><strong>Sidempuan &#8211; Medan (1963-1967), Dewan Dakwah islamiyah Indonesia Padang (1967-1990), Koordinator Dakwah Mentawai (1990 – 1997), Ketua Dewan Dakwah Sumbar (1997-2008), Ketua MUI Prov. Sumbar Bidang Dakwah (1999-2008), Sekretaris Dewan Pembina ICMI Orwil Sumbar (2000-2007), Ketua Umum Masjid Raya Al Munawwarah Siteba, Padang (2001 – sekarang)</strong></p>
<ol>
<li><strong>6. </strong><strong>Riwayat Pekerjaan              : Direktur Eksekutif Pusat Pengkajian Islam dan </strong></li>
</ol>
<p><strong>Minangkabau (PPIM) (2001-2006), Ketua Umum BAZ – Badan Amil Zakat – Prov. Sumbar (2001-2008), Ketua Umum FKDM – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (2007 – sekarang), Ketua Dewan Penasehat MUI Prov. Sumbar (2008 – sekarang).</strong></p>
<ol>
<li><strong>7. </strong><strong>Pengalaman Dakwah                       : Sejak 1968 ikut dalam kepanitiaan Pembangunan BK </strong></li>
</ol>
<p><strong>Ibnu Sina Yarsi Sumbar di Bukittinggi, dan sampai sekarang menjadi salah seorang Dewan Pemdina Yarsi Sumbar .</strong></p>
<p><strong>Sampai tahun 1997 membidangi Dakwah di Mentawai.</strong></p>
<p><strong>Mulai 1970 hingga 1997 membidangi Dakwah di daerah sulit di Pasaman Barat, Sitiung dan Lunang Silaut.</strong></p>
<p><strong>Hingga sekarang tetap mengkordinir dai di Mentawai, Sitiung dan Lunang.</strong></p>
<p><strong>Selain berdakwah ke daerah-daerah di Sumatera Barat, dan nasional, seringkali memberikan materi pada penataran dan symposium Regional dan Nasional, terutama dalam bidang dakwah Islam, dan Budaya Minangkabau, serta kaitannya dengan Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah di Sumatera Barat.</strong></p>
<p><strong>Mulai 2000 sering diundang berdakwah ke Tanah Semenanjung, Malaysia, Brunei Darussalam, Australia dan terakhir pada Juli 2009 diundang oleh KMII Jepang bekerja sama dengan Kedubes RI di Tokyo untuk memberikan dakwah di Tokyo dan sekitarnya.</strong></p>
<p><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-620" title="Undangan KMII Tokyo 046" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/11/undangan-kmii-tokyo-046.jpg?w=300" alt="Undangan KMII Tokyo 046" width="300" height="225" /><br />
</strong></p>
<ol>
<li><strong>8. </strong><strong>Karya tulis / buku Islam yang pernah ditulis : </strong>
<ol>
<li><em>ISLAM dalam Pelukan Muhtadin MENTAWAI</em>, DDII Pusat, Abadi, Jakarta &#8211; 1997,</li>
<li><em>Dakwah Awal Abad</em>, ISBN: 979-95980-1-X, Mimbar Minang, Padang – 2000.</li>
<li><em>Problematika Dakwah Hari Ini dan Esok</em>, ISBN: 979-95980-5-2, Mimbar Minang, Padang – 2001</li>
<li><em>Suluah Bendang</em>, Berdakwah di tengah tatanan ABS-SBK di Minangkabau, ISBN 979-95980-9-5, Mimbar Minang, Padang &#8211; 2002.</li>
<li><em>Pernik Pernik Ramadhan,</em> ISBN: 979-95830-6-3, Mimbar Minang, Padang – 2002.</li>
<li><em>Implementasi ABS – SBK, </em>ISBN: 979-3797-06-1, PPIM, Padang – 2004.</li>
<li><em>Silabus Surau, </em>ISBN: 979-3797-03-7, PPIM, Padang – 2004.</li>
<li><em>Surau Kito, </em>ISBN : 979-3797-07-X, PPIM, Padang – 2004.</li>
<li><em>Adat dan Syarak di Minangkabau, </em>979-3797-08-8, PPIM, Padang – 2004.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>10. <em>Ensiklopedi Minangkabau,</em> ISBN : 979-3797-23-1, (Pen.Jawab/Kontribusi), PPIM, Padang – 2004.</p>
<p>11. <em>Taushiyah Mohamad Natsir, </em>Singalang Press, Padang – 2009.</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Amalan Ramadhan, bekal untuk se tahun mendatang]]></title>
<link>http://suraubuya.wordpress.com/2009/09/22/amalan-ramadhan-bekal-untuk-se-tahun-mendatang/</link>
<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 23:05:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://suraubuya.wordpress.com/2009/09/22/amalan-ramadhan-bekal-untuk-se-tahun-mendatang/</guid>
<description><![CDATA[Menelisik kembali amalan selama bulan Ramadhan untuk pedoman di setahun mendatang Oleh ; Buya H. Mas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><br />
Menelisik kembali amalan selama bulan Ramadhan untuk pedoman di setahun mendatang</strong></p>
<p><strong>Oleh ; Buya H. Masoed Abidin</p>
<p>وَ إِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيْبٌ<br />
أُجِيْبُ دَعْوََََة الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ<br />
فَلْيَسْتَجِيْبُوْالِى وَ لْيُؤْمِنُوْابِي<br />
لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ.</p>
<p>Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku sangat dekat.<br />
Aku perkenankan setiap do’a dari orang yang berdo’a,<br />
apabila ia berdoa  (bermohon) kepada-Ku.<br />
Karena itu hendaklah mereka itu memenuhi segala permintaanku<br />
(hendaklah melaksanakan perintah-Ku dalam bermohon kepada-Ku),<br />
dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku,<br />
agar mereka selalu berada pada kebenaran.<br />
(QS,2 – al Baqarah : 186)</p>
<p>Peluang sangat besar disediakan oleh Allah SWT untuk umat manusia di bulan Ramadhan ini.<br />
Allah SWT telah membelenggu setan di bulan ini, sehingga memudahkan manusia meningkatkan amaliahnya.</p>
<p><a href="http://suraubuya.wordpress.com/files/2009/09/jpeg-image-227c397269-pixels-buya.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-49" title="(JPEG Image, 227×269 pixels) Buya" src="http://suraubuya.wordpress.com/files/2009/09/jpeg-image-227c397269-pixels-buya.jpeg" alt="(JPEG Image, 227×269 pixels) Buya" width="227" height="269" /></a>Dengan berkah Allah pula, di bulan ini pintu neraka di tutup dan pintu kebaikan di buka.<br />
Di bulan Ramadhan tersedia rahmat, ampunan dan bebas dari azab Neraka.</p>
<p>وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ وَ أَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ وَ آخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ مَنْ خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوْكِهِ فِيْهِ غَفَرَ اللهُ وَ أَعْتَقَهُ مِنَ النَّارِ.   (رواه ابن حزيمة)</p>
<p>“ Bulan Ramadhan adalah bulan yang  permulaannya adalah rahmat, pertengahannya keampunan (maghfirah) dan akhirnya adalah pemerdekaan (pembebasan) dari azab neraka. (HR. Ibn Khuzaimah).</p>
<p>Ramadhan bulan penuh berkah.<br />
Apabila  manusia tahu besarnya rahmat tersimpan di bulan ini, niscaya manusia berharap kiranya Allah SWT menjadikan semua bulan sepanjang tahun bernilai sama dengan Ramadhan.</p>
<p>Manusia dicipta dengan lengkap.<br />
Diberi bekal keinginan dan dorongan hawa nafsu.<br />
Manusia di bimbing oleh akal (ratio) untuk beramal baik.<br />
Dalam mengharungi lautan kehidupan, manusia diberi pedoman yang lurus, Kitabullah yang lengkap.</p>
<p>Dengan semua nikmat Allah itu, manusia diuji  bermacam godaan, di antaranya dorongan beramal baik (shaleh) atau pancingan nafsu sendiri untuk berbuat salah.</p>
<p>Manusia dibekali petunjuk dan hidayah Allah.</p>
<p>وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهَوْا</p>
<p>Maka apa yang diberikan oleh Rasul kepadamu terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu, tinggalkanlah…,” (QS.59, al-Hasyr : 8).</p>
<p>Manusia wajib setia mengikutinya  agar kedamaian dan ketenteraman hidup dapat diujudkan.</p>
<p>Memanfaatkan fasilitas Allah ini, manusia di dorong untuk memenangkan pertempuran melawan godaan syaithaniyah.</p>
<p>Jalan menyucikan jiwa pada dasarnya adalah menundukkan ghaflah dengan memperbanyak  zikrullah, dan melawan  maksiat dengan bertaubat.<br />
Di antaranya niat yang ikhlas karena Allah, dan upaya konsisten (istiqamah) mencari redha Allah.<br />
Semua itu dapat diraih dengan berbagai latihan.<br />
Termasuk latihan Ramadhan.</p>
<p>Kemenangan akan diraih dengan kesungguhan diri (jihadun nafs) dan keteguhan (istiqamah)  iman yang mampu membedakan antara baik dan buruk.</p>
<p>Allah Maha Tahu dengan kelemahan manusia.<br />
Rahmat Allah menghadirkan bulan mulia untuk manusia.<br />
Agar manusia dapat kembali menyusun kekuatan dirinya.<br />
Semestinya bulan Ramadhan di jalani sepenuh hati.<br />
Melaksanakan ibadah dan taqarrub dengan teratur.</p>
<p>وَ عَنِ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا جَاءَ رَمَضَانَ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ وَ أُغْلِقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَ صُفِّدَتْ الشَّيْاطِيْنُ.   (أخرجه مسلم)</p>
<p>“ Jika datang Ramadhan maka dibukakan pintu sorga dan di gembok pintu-pintu neraka serta dirantai syaithan-syaithan”<br />
(HR. Muslim dari Abi Hurairah RA).</p>
<p>MENJAGA  PERUT</p>
<p>Menjadikan perut sebagai tuan, bekerja keras pagi dan petang lantaran takut perut tak berisi, atau hidup di dunia ditakar dengan perut kenyang saja, rasanya  kurang  tepat dijadikan tujuan utama hidup ini.</p>
<p>مَا مَلأَ آدَمِيٌّ وِ عَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنِهِ، بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أَكَلاَتٌ  يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإ ِنْ كَانَ لاَ مَحَالَةَ، فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ، وَ ثُلُثٌ لِشِرَابِهِ، وَ ثُلُثٌ لِنَفْسِهِ.   (رواه أحمد و الترمذي و ابن ماجة و النسائي و ابن حبان)</p>
<p>“Tidak ada tempat yang paling buruk dari perut seorang yang dipenuhi oleh makanan. Cukuplah bagi anak Adam (manusia) beberapa makanan &#8211;(dan dalam satu riwayat beberapa suap)—untuk menegakkan tulang punggungnya. Dan sekiranya harus demikian, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk menumannya, dan sepertiga lagi untuk bernafas.” (HR.Ahmad, Tirmidzi).</p>
<p>Dalam kekenyangan sangat mudah digoda  malas.<br />
Susah mengendali syahwat.<br />
Sulit  merasakan nikmatnya ibadah.<br />
Di akhirat nanti, pasti akan sangat banyak pertanggungan jawab di hadapan Rabbun Jalil.</p>
<p>Pada hari kiamat seorang hamba (manusia) akan ditanya tentang empat perkara; tentang usianya, di pergunakan untuk apa; tentang masa mudanya, dengan apa di isi; tentang hartanya, dari mana di dapatkan dan kemana di belanjakan; dan tentang ilmunya, apa yang ia perbuat dengannya. (HR.Thabrani)</p>
<p>JIHAD AKBAR</p>
<p>Baginda Rasulullah SAW berkata,<br />
&#8220;Seseorang tidak dikata mujahid karena melompati musuh di medan laga. Tetapi yang mujahid itu, adalah menahan diri (memiliki ke sabaran)&#8221;.<br />
Berani tanpa perhitungan, bukanlah kesabaran. Kesabaran  mendorong seseorang bertindak benar dan   menjadikan seseorang berani berjuang mempertahankan keyakinannya.. Kesabaran adalah mampu mengendalikan diri.</p>
<p>SABAR adalah khazanah kekayaan jiwa yang tidak dapat di ukur dengan harta benda belaka.<br />
Pengendalian diri, memiliki kesabaran sebelum bertindak adalah satu urusan besar dan berat.<br />
Baginda Rasulullah SAW menyebutnya &#8220;jihad akbar&#8221;,<br />
atau &#8220;perjuangan yang berat&#8221;.</p>
<p>Dengan modal jihad itu, Islam menembus seluruh permukaan bumi dengan kekuatan kesabaran dan jiwa yang terkendali.</p>
<p>Tidak ada rumah yang mewah maupun yang sederhana di muka bumi ini yang tidak akan dimasuki Islam. Dengan memuliakan orang yang mulia, atau dengan nebnghinakan orang yang hina. (HR.Ahmad dll).</p>
<p>Sepulang dari Perang Uhud yang terkenal dengan banyaknya syuhada berguguran, Baginda Rasulullah bekata, &#8220;Kita baru saja keluar dari jihad (perang) yang kecil saja. Kita akan memasuki jihad (perang) yang lebih besar lagi&#8221;. Pernyataan ini mengundang tanya sahabat setia &#8220;mana lagi perang (jihad) yang besar itu, wahai baginda Rasul?&#8221;. Sahabat merasa perang yang  baru lalu adalah paling besar yang mereka pernah alami. Rasulullah SAW menjawab, “jihadul akbar, jihadun nafsi&#8221;. (Al Hadist).</p>
<p>Memang mengalahkan nafsu adalah perang berat.<br />
Perang besar yang hanya dapat dimenangkan dengan perjalanan menuju Allah.<br />
Dan mempertahankan kebaikan tersebut terus menerus atau istiqamah di dalam melaksanakan  kewajiban ibadat yang ikhlas kepada Allah.</p>
<p>Hati yang bersih mampu menanggung beratnya jihad sepanjang masa.<br />
Jihadun nafs, latihannya adalah shaum atau ibadah puasa yang di awali dan di akhiri pengendalian diri sejak mulai menahan, sesudah sahur tatkala fajar datang menjelang.</p>
<p>وَ كُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطَ اْلأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ اْلأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ اَتِمُّوْا الصِّيَامَ إِلَى الَّليْلِ.</p>
<p>“…dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar…kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam (maghrib datang)…” (QS.2, al-Baqarah  ayat 187).</p>
<p>Tidak ada toleransi dalam ta’abudi kepada Allah SWT.<br />
Ibadah adalah disiplin tinggi.<br />
Makin tinggi nilai latihan, makin lama berbekas dalam diri.<br />
Manusia berkualitas memiliki disiplin tinggi dalam setiap kondisi.</p>
<p>Bangsa yang tangguh menghajatkan manusia yang rela menahan diri, berhemat.<br />
Memiliki rasa solidaritas (ukhuwah) yang mendalam.<br />
Semua tercipta dengan latihan terus menerus.</p>
<p>Ibadah Ramadhan tujuan utamanya  La&#8217;allakum Tattaquuna menjadi orang terlindungi.</p>
<p>Bangsa bertakwa, adalah bangsa yang mawas diri.</p>
<p>Jikalau penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.</p>
<p>Sejak awal manusia di anugerahi “fithrah” yang bersih.<br />
Martabatnya dibina dengan ibadah jasmaniah  dan rohaniyah.<br />
Martabat pada kemampuan menahan amarah, memupuk kesabaran dan niat yang ikhlas merebut redha Allah.</p>
<p>Sesungguhnya setiap amal itu karena niatnya. Dan bagi setiap orang itu apa yang diniatkan. Maka barangsiapa  yang (niat) hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya, berarti hijrahnya itu untuk (mendapatkan redha dan karena taat kepada) Allah dan Rasul-Nya. Dam barangsiapa yang hijrahnya karena kepentingan dunia yang dia kejar, atau karena seorang perempuan yang akan dia kawini. Maka jirahnya itu untuk apa yang dia niatkan itu.”<br />
(HR.Imam Bukhari dan Muslim dari Umar bin Khattab RA)</p>
<p>Setiap insan yang memelihara fithrah kesucian jiwanya adalah pribadi kuat. Dijuluki &#8220;peribadi muttaqien&#8221;, jujur, tabah berdisiplin, mempunyai &#8220;harga diri&#8221;, pandai &#8220;berterima kasih&#8221;.<br />
Itulah &#8220;peribadi berwatak&#8221;.</p>
<p>Manusia yang menjaga fithrah memiliki hati nurani yang hidup,  peduli dengan &#8220;kaum dhu&#8217;afa&#8221; (kaum lemah).</p>
<p>Memiliki fithrah berarti punya rasa bahagia dalam kalbu.<br />
&#8220;Kebahagiaan dalam memberi&#8221;,<br />
menyiratkan rasa bahagia pada pemberi dan penerima.</p>
<p>Memberi dan menerima,<br />
sesuai martabat dihormati keberadaannya di tiap anggota masyarakat.<br />
&#8220;Memberi&#8221; bukan monopoli kalangan kaya saja.<br />
&#8220;Menerima&#8221; tidak pula milik kalangan &#8220;bernasib malang&#8221;.<br />
Si-pemberi  memikul kewajiban karena ditangannya ada yang wajib dia keluarkan.<br />
Si-penerima memiliki pula kewajiban untuk menerima haknya dari sipemberi.</p>
<p>Hakikatnya, si penerima yang dhu’afak telah menyelamatkan si pemberi yang kaya dari hukuman.<br />
Memberi kepada dhu’afak miskin,<br />
berarti menyelamatkan orang kaya dari menahan hak orang lain.</p>
<p>Maka, orang kaya seharusnya berterima kasih kepada masakin di sekitarnya, karena dhuafak miskin itu yang menyelamatkan orang kaya  tersebut.</p>
<p>Satu ketika kelak, akan datang masanya semua orang kaya ingin memberikan hartanya.<br />
Namun, tidak seorangpun yang mau menerima.<br />
Keadaan ini disebutkan Rasulullah SAW sebagai pertanda kiamat.</p>
<p>Hari kiamat tidak akan terjadi hingga harta umat Islam demikian melimpah dan berlebihan, hingga orang yang mempunyai harta kesulitan mencari orang yang mau menerima sedekahnya, dan jika ia ingin memberikan hartanya kepada seseorang, orang yang akan di berikan harta tersebut berkata, ‘Aku tidak ingin’.<br />
(HR. Muttafaq ‘Alaih, al Lu’ Lu’ wal Marjan : 594.</p>
<p>Bila disimak hadist ini, pemberi dan penerima, sesungguhnya sama sama memiliki  &#8220;martabat&#8221; di sisi Allah.</p>
<p>Kedua kelompok, atas-bawah dan kaya-miskin,<br />
dapat  berperan mengisi kehidupan duniawi yang indah dan serasi.<br />
Mempertinggi makna kehidupan duniawi dengan harga  menghargai<br />
menurut kemampuan masing-masing pula.</p>
<p>Akan datang masanya,<br />
manusia tidak mau menerima pemberian manusia lain,<br />
karena merasa di balik pemberian tersimpan keinginan<br />
ingin membeli penerima.</p>
<p>Kesadaran memanfaatkan sesuatu<br />
yang berasal dari hasil karya dan keringat sendiri,<br />
self-help dengan mandiri,<br />
lebih utama dari menjadi beban orang lain.</p>
<p>Tatkala manusia sadar asas hidup duniawi,<br />
ketelatenan  menjadi peraih kebahagiaan.<br />
Dan kebahagiaan adalah milik bersama.</p>
<p>Tidak ada kebahagiaan kalau hidup sendiri.<br />
Maka tentulah semua orang ingin membantu.<br />
Tanpa harus lebih dahulu menunggu<br />
tangisan orang miskin minta dibantu.</p>
<p>Renungan hadist Rasulullah SAW menyatakan ;</p>
<p>Akan datang masa dimana seseorang akan berkeliling dengan membawa sedekah dari emas, namun ia tidak menemukan seorangpun yang mau menerimanya. (HR.Muttafaq ‘Alaih, Lu’ Lu’ wal Marjan : 593)</p>
<p>Mengatasi kesenjangan sosial,<br />
seorang Muslim yang berharta wajib &#8220;membayarkan zakat,<br />
mengeluarkan infaq, shadaqah” dalam rangka ibadah.</p>
<p>Sembahlah Yang Maha Pengasih (Allah ‘Azza Wa Jalla), dan berilah makanan (kepada orang yang perlu diberi makan, yakni fuqarak wal masakin atau dhu’afak), dan sebarkanlah salam (kepada semua orang di dalam pergaulan kehidupan), niscaya kamu akan masuk sorga dengan salam (penuh keselamatan). (HR.Tirmidzi)</p>
<p>Jangan hendaknya para dhu’afak yang telah lemah<br />
menjadi lebih tak berdaya.<br />
Hanya menampung belas kasihan semata.<br />
Orang kaya harus tahu beban derita orang melarat di kelilingnya.<br />
Jangan dinanti mereka meminta.<br />
Ulurkan tangan di saat ada kemampuan.<br />
Inilah kepedulian menurut ajaran Agama Islam.</p>
<p>Fungsikan lembaga sosial yang ada.<br />
Giatkan pendistribusian kekayaan dengan teratur.<br />
Utamakan nilai manfaat.<br />
Iringkan dengan pendayagunaan Lembaga-lembaga Baitul Maal,<br />
atau Badan Amil Zakat.<br />
Perankan Masjid Masjid dengan sempurna.<br />
Buatkan segera data lengkap &#8220;kaum dhu&#8217;afa&#8221; (kalangan lemah)<br />
di lingkungan sendiri.<br />
Termasuk juga Anak Yatim.</p>
<p>مَنْ ضَمَّ يَتِيْمًا بَيْنَ الْمُسْلِمِيْنَ فِى طَعَامِهِ و شَرَابِهِ، حَتَّى يَسْتَغْنَي عَنْهُ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ الْبَتَّةُ. (رواه أبو يعلى و أحمد)</p>
<p>“Barang siapa yang menggabungkan (menanggung) anak yatim diantara kaum Muslimin, dalam makan dan minumnya, sampai mereka merasa cukup (kenyang) dari makan dan minum itu, maka ia (yang menanggung anak-anak yatim dan dhu’afak) itu pasti memperoleh sorga”<br />
(HR.Abu Ya’la dan Ahmad, dalam Al Munthaqa min At Targhib (1517) dan Majma’ Az Zawa-id (8/16).</p>
<p>Bagikan kepada yang &#8220;berhak&#8221;<br />
dengan amanah  jujur dan benar.<br />
Bila perlu, ketok pintu &#8220;kalangan tak berpunya&#8221;<br />
atau dhu’afak itu.<br />
Antarkan langsung ke rumah mereka,<br />
seperti dilakukan Khalifah Umar bin Khattab<br />
dalam upaya menyejahterakan kaum dhu’afak.</p>
<p>Sembahlah Allah SWT dan jangan sekutukan Dia dengan apapun. Dirikanlah Shalat, keluarkan zakat, dan sambunglah tali silaturrahim.</p>
<p>Sediakan diri  &#8220;mengetok hati&#8221; kalangan berpunya.<br />
Ingatkan bahwa di tangan mereka ada hak orang lain,<br />
yang wajib di keluarkan.<br />
Sehingga kesenjangan sosial teratasi.<br />
Wa ila&#8217;ilahi turja&#8217;ul umuur.</p>
<p>TAHAN RASA DAN KATA</p>
<p>Sahabat Umar ibn Khattab berkata,<br />
“Tidaklah seseorang itu banyak berbicara<br />
melainkan banyak salahnya.<br />
Dan tidaklah banyak salahnya<br />
melainkan banyak dosanya.<br />
Dan tidaklah banyak dosanya<br />
melainkan masuk neraka”.</p>
<p>Banyak dosa ditimbulkan oleh lidah.<br />
Memfitnah, menggunjing,<br />
berdusta, memaki dan lain-lain.</p>
<p>مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ، وَ الْعَمَلَ بِهِ: فَلَيْسَ ِللهِ حَاجَةٌ فيِ أَنْ يَدَعْ طَعَامَهُ وَ شَرَابَهُ.   (رواه البخاري)</p>
<p>“ Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan (tidak meninggalkan) perbuatan itu, maka sekiranya dia (dengan berpuasa)  meninggalkan makan dan minumnya, Allah tidak memperlukan itu”.<br />
(HR. Bukhari, dalam kitab as-Shaum dari Abu Hirairah).</p>
<p>Perintah Allah kepada umat untuk beribadah<br />
di bulan puasa dimaksudkan mencipta kemuliaan hidup.</p>
<p>Memelihara hubungan vertikal dengan Allah Yang Maha Esa<br />
atau hablum min Allah.</p>
<p>Membina hubungan serasi bermasyarakat<br />
atau hablum min an naasi secara horisontal.</p>
<p>Ibadah Ramadhan mengokohkan kedua hubungan  di maksud.</p>
<p>Shaum tidak  semata menahan rasa haus dan lapar.<br />
Shaum adalah pula menahan diri dari berkata yang tidak senonoh. Menghindar dari berkata cabul.</p>
<p>وَ الصِّيَامُ جَنَّةٌ وَ إِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفَثْ، وَلاَ يَسْخَبْ.                    (متفق عليه اللفظ للبخاري)</p>
<p>Shiyam itu adalah junnatun, yakni perisai.<br />
Apabila satu ketika seorang dari kamu sedang berpuasa,<br />
hendaklah dia tidak berbuat cabul<br />
dan tidak pula berbantahan.<br />
(HR. Muttafaq ‘alaihi, menurut lafazd Imam Bukhari)</p>
<p>REBUT  YANG PASTI</p>
<p>Bila di simak hakikat ibadah dalam Islam<br />
tidak mengabaikan kegiatan rutin.<br />
Tidak pula penyendirian dalam ibadah.<br />
Hidup jamaah memiliki nilai lebih dibanding sendiri.<br />
Mengasingkan diri dan memisah dari lingkungan<br />
bukan ajaran Islam.</p>
<p>Aku ini adalah orang yang paling tahu tentang siapa Allah<br />
dan paling takut kepada Nya,<br />
tapi aku ini bangun malam dan tidur.<br />
Aku juga berpuasa dan berbuka.<br />
Dan aku kawin dengan sejumlah perempuan.<br />
Maka barang siapa yang tidak suka dengan sunnahku,<br />
berarti dia bukan dari golonganku.<br />
(HR. Muttafaq ‘alaih).</p>
<p>Rasulullah SAW mengajarkan keseimbangan dalam kehidupan,<br />
seiring taqarrub kepada Allah.<br />
Tujuan akhir adalah bahagia dunia dan di akhirat yang sama.</p>
<p>إنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، و إنَّ اللهَ تَعَالَى مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيْهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا، و اتَّقُوا النِّسَاءَ!</p>
<p>Sesungguhnya dunia itu lezat dan menggiurkan.<br />
Dan sesungguhnya Allah SWT menjadikan kalian<br />
sebagai khalifah di atas bumi.<br />
Kemudian DIA melihat bagaimana kalian bekerja.<br />
Takutilah  dunia, dan berhati-hatilah<br />
dalam menjaga hak-hak kaum perempuan.</p>
<p>Dalam seruan shalat Jum&#8217;at,<br />
terlihat pula betapa ibadah berjamaah<br />
menjadi kewajiban masyarakat muslim.</p>
<p>يَأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلَوَات مِنْ يَوْمِ الْجُمْعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللهِ وَ ذَرُوْا اْلبَيْعَ ذَالِكُمْ خَيْرَ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ</p>
<p>&#8220;Wahai orang yang beriman,<br />
apabila diseru untuk menunaikan shalat<br />
pada hari Jum&#8217;at,<br />
maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah<br />
dan tinggalkan jual beli.<br />
Yang demikian itu lebih baik bagimu<br />
jika kamu mengetahui.&#8221;</p>
<p>Perintah Allah ini mempunyai makna besar.</p>
<p>Pertama,<br />
shalat Jum&#8217;at lebih baik<br />
dari pekerjaan menghasilkan keuntungan (laba) materi.<br />
Melaksanakan shalat Jum&#8217;at<br />
untungnya lebih besar dari perdagangan (jual beli).</p>
<p>Kedua,<br />
kehidupan umat muslimin<br />
bergerak antara masjid (ibadah shalat)<br />
dan pasar (ibadah muamalah di tampat usaha).</p>
<p>Ayat ini menggambarkan keseimbangan antara duniawi dan ukhrawi.</p>
<p>Ketiga,<br />
selesai beribadah laksanakan tugas tugas rutin,<br />
mencari redha Allah.</p>
<p>Keempat,<br />
orang mukmin mesti berhitung  matematis.<br />
Ibadah shalat Jum&#8217;at<br />
waktu pelaksanaannya hanya beberapa puluh menit<br />
memberi  keuntungan ukhrawi berlipat kali.<br />
Perdagangan keuntungannya spekulatif.</p>
<p>Mukmin berilmu memilih hal yang pasti<br />
dan tidak mau spekulasi.</p>
<p>Keyakinan tauhidullah mendorong inovatif<br />
dengan pemahaman positif (positif thinking)<br />
bahwa tidak ada yang terbuang percuma di sisi Allah.</p>
<p>Seorang Muslim yang menanam suatu tanamaan,<br />
maka jika hasil dari tanamannya itu<br />
dimakan oleh manusia,<br />
maka akan menjadi sedekah baginya;<br />
jika hasilnya dicuri orang,<br />
juga akan menjadi sedekah baginya,<br />
dan jika dicabut oleh orang lain,<br />
maka itu juga akan menjadi sedekah baginya<br />
hingga hari kiamat.<br />
(HR.Muslim).</p>
<p>Beribadah, motivasinya adalah mencari redha Allah.<br />
Redha Allah ini mutlak.<br />
Allah telah menyediakan segalanya untuk hidup<br />
dengan nilai nilai kemanusiaan.</p>
<p>Perlu diikat dengan ibadah kepada Khalik.<br />
Ibadah adalah perjalanan kepada Allah<br />
(rihlah ilaa Allah).</p>
<p>Kita perlu memahami pengertian berjalan menuju Allah,<br />
rukun dan titik tolaknya.<br />
Berjalan menuju Allah artinya<br />
berpindah dari jiwa yang tidak bersih (kotor)<br />
kepada jiwa yang bersih.</p>
<p>Berjalan menuju Allah adalah<br />
berpindah dari akal<br />
yang tidak mengikut syarak (tidak syar’i)<br />
kepada akal yang tunduk kepada syarak.</p>
<p>Berpindah dari hati yang kafir, munafiq, fasiq,<br />
sakit atau keras kepada hati yang tenang lagi selamat.</p>
<p>Berjalan  dari roh yang menyimpang dari pintu Allah,<br />
kepada roh yang mengenal Allah.</p>
<p>Perjalanan kepada Allah adalah<br />
dengan melaksanakan segala kewajiban peribadatan kepadaNya.<br />
Berjalan dari jasad yang tidak terkendali dengan  syarak<br />
kepada jasad yang terkendali secara sempurna<br />
oleh syariat Allah ‘Azza Wa Jalla.</p>
<p>Kesimpulannya:<br />
berjalan menuju Allah adalah berpindah<br />
dari zat yang kurang sempurna<br />
kepada zat yang lebih sempurna<br />
dalam kesalehan dan dalam mengikut Rasulullah SAW,<br />
baik dalam ucapan, perbuatan atau keadaan amalannya.”</p>
<p>Syarat-syarat perjalanan menuju Allah<br />
disebutkan  antara lain,<br />
ilmu dan zikir.</p>
<p>Tidak ada perjalanan  menuju Allah tanpa ilmu.<br />
Tidak ada perjalanan menuju Allah tanpa zikir.<br />
Ilmu adalah yang menerangi jalan.<br />
Zikir adalah bekal perjalanan dan sarana pendakian.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>(رواه ابن ماجه وهو صحيح)</p>
<p>Dunia dilaknat,<br />
dilaknat apa yang ada di dalamnya,<br />
kecuali zikir kepada Allah dan apa yang menyertainya,<br />
– artinya orang yang senantiasa ingat<br />
dan mengerti bahwa semua yang ada ini<br />
adalah ciptaan Allah SWT<br />
yang mesti tunduk dan patuh kepada kehendak Allah itu saja,<br />
dengan satu gerakan ubudiyah pengabdian &#8211;,<br />
atau orang yang berilmu<br />
dan yang menpelajari ilmu”<br />
(Hadith sahih, diriwayat oleh Ibnu Majah).</p>
<p>Kita amat memerlukan ilmu<br />
yang membawa kita kepada mengenali<br />
segala perintah Allah.</p>
<p>Kita memerlukan ilmu<br />
untuk mengenali hikmatnya,<br />
agar dapat melaksanakan<br />
segala perintah Allah<br />
dan merealisasikan hikmatNya.</p>
<p>Kita berhajat kepada zikir.<br />
Agar supaya Allah selalu bersama kita<br />
dalam perjalanan menuju redhaNya.</p>
<p>Maka rukun berjalan menuju Allah<br />
adalah ilmu dan zikir.<br />
Tidak akan ada perjalanan<br />
melainkan dengan keduanya.</p>
<p>Menempuh jalan menuju Allah itu terbagi dua golongan.<br />
Satu di antaranya lebih banyak memperhatikan zikir.</p>
<p>Meskipun,<br />
mereka ambil zikir itu bersumber dari ilmu.<br />
Kelompok ini  kemampuannya untuk mencapai ilmu memang terbatas. Tetapi, kesanggupan beribadat, beramal dan berzikir adalah besar.</p>
<p>Jalan yang ditempuh tentulah memperbanyak zikir,<br />
dengan kemestian yang tidak boleh dilalaikan<br />
adalah menyertainya dengan ilmu.</p>
<p>Zikir ialah yang diwarisi<br />
atau yang dianjurkan<br />
dan yang termasuk ke dalam<br />
perintah Allah dan RasulNya SAW semata-mata jua adanya.</p>
<p>Golongan lain lebih banyak merperhatikan ilmu.<br />
Meskipun mereka mengambil ilmu<br />
dikembangkan kepada zikir.<br />
Pembahagian ini semata<br />
karena kecenderungan minat manusia.<br />
Ada yang condong minatnya kepada ilmu lebih besar<br />
dengan kemampuan mencapai ilmu  tersedia.</p>
<p>Maka jalan yang sesuai bagi kelompok ini<br />
adalah menuntut ilmu dibarengi zikir.<br />
Pada akhirnya,<br />
Insya Allah keduanya akan sampai<br />
pada tujuan mereka (wusul).</p>
<p>Tidak diragukan<br />
bahwa ilmu ialah ilmu tentang Alquran dan As-Sunnah<br />
serta yang diperlukan oleh salik dalam perjalanan zikirnya.<br />
Maka nilai ibadah lebih mahal<br />
dibandingkan dengan segala yang melekat<br />
pada peribadi seorang manusia.</p>
<p>Ibadah akan mengisi bilai kemanusian<br />
terutama faktor mental.</p>
<p>Karena itu,<br />
pengalaman yang diperdapat pada bulan Ramadhan<br />
seharusnya dijadikan pelajaran<br />
untuk mempersiapkan ibadah yang lebih baik.</p>
<p>Sehingga Ramadhan mampu memberi makna<br />
untuk diri masing-masing<br />
dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan<br />
kepada Allah SWT,</p>
<p>“Dan masing masing orang memperoleh derajat derajat<br />
yang seimbang dengan apa yang dikerjakannya.<br />
Dan, Tuhanmu Allah<br />
tidak pernah lengah<br />
dari apa apa yang mereka telah kerjakan “<br />
(QS. Al An&#8217;aam, 6 : 132).</p>
<p>Di dunia ini ibarat menanam.<br />
Di akhirat nanti menuai buahnya.<br />
&#8220;Ad dunya daar al-‘amal,<br />
wal akhirah daar ul-jazaa&#8221;.<br />
&#8220;Dunia ini tempatnya berbuat &#8216;amal (karya),<br />
akhirat tempat mendapatkan balasan<br />
(dari amalan semasa di dunia ini)&#8221;<br />
(Hadist).</p>
<p>Maka di bulan Ramadhan kita tanam amal ibadah.<br />
Keutamaan bulan Ramadhan adalah sarana<br />
bagi pertambahan nilai ibadah kita yang kurang selama ini.</p>
<p>Penekanannya terletak kepada &#8220;aktifitas&#8221;.<br />
Gerak untuk melaksanakan &#8216;amalan.</p>
<p>Nilai sebuah &#8216;amal (karya)<br />
tidak berarti jika tidak ada usaha merealisir amal (karya) itu.</p>
<p>شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهِرٍ جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيْضَةً وَ قِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا. مِنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ بِخَصْلَةٍ مِنْ خِصَالِ الْخَيْرِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ وَ هُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ</p>
<p>“Di bulan Ramadhan,<br />
terdapat satu malam yang lebih utama dari seribu bulan”.<br />
Seterusnya Rasulullah SAW. bersabda,<br />
&#8220;Mengerjakan puasa di siang harinya diwajibkan.<br />
Dan mendirikan malam harinya<br />
(dengan ibadah sunnah seperti tarawih, tadarus Alquran)<br />
menjadi penambah pahala dari amal puasa Ramadhan itu.”</p>
<p>Selanjutnya,<br />
“Amalan amalan yang wajib,<br />
seperti tujuh puluh kali<br />
lebih baik dari pada amalan serupa<br />
di luar bulan Ramadhan.<br />
Dan bulan Ramadhan adalah bulan kesabaran”.<br />
(HR. Ibn Khuzaimah dari Salman al-Farisi).</p>
<p>Keutamaan Ramadhan  di dapat<br />
dengan dorongan yang tinggi dalam beribadah.<br />
Supaya manusia memiliki ethos kerja yang tinggi.</p>
<p>Ibadah sanggup membentuk watak pekerja yang tangguh<br />
berfikir realistis dalam mengkaji<br />
dan mensyukuri nikmat Allah.</p>
<p>Dari beberapa hadits di simpulkan<br />
ada amalan tertentu untuk lebih di perbanyak.</p>
<p>Khususnya di bulan Ramadhan,<br />
karena keutamaan sorga yang terbuka<br />
dan Pintu Neraka di tutup<br />
serta di rantai iblis dan Syaithan.</p>
<p>وَ عَنِ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا جَاءَ رَمَضَانَ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ وَ أُغْلِقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَ صُفِّدَتْ الشَّيْاطِيْنُ.    (أخرجه مسلم)</p>
<p>Hadist dari Abi Hurairah RA,<br />
bahwa Rasulullah SAW bersabda,<br />
“ Apabila telah datang Ramadhan,<br />
maka dibukakan pintu-pintu sorga,<br />
dan dikunci pintu-pintu neraka,<br />
serta dibelenggu syaithan-syaithan.”<br />
(HR.Muslim).</p>
<p>Menghindar dari syaithan hanya dengan takwa<br />
dan menukar amalan buruk dengan yang baik<br />
di sepanjang waktu dan di masa datang.</p>
<p>Takutlah kepada Allah dimanapun engkau berada.<br />
Ikutilah kesalahan oleh kebaikan,<br />
niscaya ia akan mengapus kesalahan itu,<br />
dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik.<br />
(al Hadist).</p>
<p>Baginda Rasulullah menyebut Ramadhan Syahr al muwasah.<br />
Berlapang lapang adalah adat manusia yang beradat.<br />
Sifat terpuji ini hanya ada<br />
pada orang yang mau memperhatikan nasib<br />
dan keadaan orang lain.</p>
<p>Memberi makan kepada orang berbuka sangat di anjurkan.</p>
<p>Dari Zaid bin Khalid RA, dari Nabi SAW,<br />
bahwa telah bersabda Rasulullah,<br />
“Barangsiapa memberi makanan  buka puasa<br />
(ifthar shaim) untuk orang yang berpuasa,<br />
maka dia akan mendapatkan pahala<br />
seperti pahala orang yang berpuasa itu,<br />
tanpa dikurangi sedikitpun<br />
dari pahala puasa orang yang berpuasa<br />
(yang diberi perbukaan itu).”<br />
(HR.Tirmidzi, Nasa’I dan Ibn Majah).</p>
<p>Lapang melapangi adalah sifat yang memiliki<br />
kepedulian sosial yang tinggi.<br />
Memiliki kepekaan sosial yang mendalam.</p>
<p>Kepedulian sosial tidak dimiliki<br />
oleh orang yang egoistis.<br />
Perangai yang hanya mau mementingkan diri sendiri<br />
akan menjadi  benalu dalam bermasyarakat.</p>
<p>Kepekaan sosial melahirkan hidup bertenggang rasa.<br />
Dan tercipta kehidupan masyarakat tolong menolong.</p>
<p>وَ تَعَاوَنُوا عَلَى البِرِّ و التَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُوْا عَلَى اْلإِسْمِ و الْعُدْوَانِ وَ اتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ.</p>
<p>Ta&#8217;aawanuu &#8216;Alal birri wat takwa.<br />
Saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.<br />
Dan jangan bertolongan dalam<br />
berbuat ma’shiyat dan permusuhan.<br />
Sesungguhnya Allah itu keras iqab-Nya.</p>
<p>Sikap gotong royong<br />
adalah  modal utama<br />
penggerak pembangunan.<br />
Tumbuh dari kepedulian sosial yang tinggi.<br />
Rasa peduli,<br />
adalah hikmah lain dari shaum (puasa).</p>
<p>Baginda Rasulullah SAW<br />
menyebutkan dalam hadist<br />
dialog dengan sahabat-sahabat beliau,</p>
<p>قَالُوْا: يَارَسُوْلُ اللهِ لَيْسَ كُلُّنَا يَجِدُ مَا يَفْطُرُ الصَّائِمُ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْطِى اللهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى تَمْرَةٍ أَوْ عَلَى شُرْبَةِ مَاء أَوْ مَذْقَةِ لَبَنٍ.</p>
<p>Para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW,<br />
‘Ya Rasulullah!<br />
Bukankah tidak semua dari kita berkemampuan<br />
memberikan berbuka  (ifthar shaim)<br />
makan puasa  ini kepada orang yang berpuasa?’.</p>
<p>Rasulullah SAW menjawab,<br />
“Allah memberikan pahala  yang sama besarnya<br />
kepada orang yang memberikan perbukaan makan<br />
kepada orang yang berpuasa,<br />
walaupun pemberian itu<br />
karena ketidak mampuannya<br />
hanya sanggup memberikan sebutir korma,<br />
seteguk air atau hanya seteguk susu”.<br />
(HR.Ibn Khuzaimah)</p>
<p>Di bulan Ramadhan diperbanyak pahala puasa<br />
dengan &#8220;pemurah&#8221;,<br />
dicontohkan oleh Rasulullah SAW.</p>
<p>كَانَ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْهِ أَجْوَدَ بِا لْخَيْرِ مِنَ الرَّيْحِ الْمُرْسَلَةِ</p>
<p>Adalah Nabi SAW di bulan Ramadhan<br />
berada dalam penuh kebaikan (pemurah)<br />
melebihi angin sepoi-sepoi basah.<br />
(HR. Ahmad, Tirmidzi dan Ibn. Majah).</p>
<p>Agama Islam,<br />
memulai pendekatan<br />
dari menumbuhkan rasa ni&#8217;mat dalam memberi.<br />
Menambah  rasa syukur dalam menerima.<br />
Al Yaadul &#8216;ulya. Khairun Minal Yadis Sufla&#8230;&#8221;,<br />
kata Baginda Rasulullah SAW.</p>
<p>Maknanya tiada lain adalah,<br />
“Tangan di atas (yang memberi),<br />
lebih baik dari tangan yang dibawah<br />
(yang hanya menerima)&#8221;.<br />
(Al Hadist).</p>
<p>Hikmahnya tegas sekali.<br />
Muslim harus menjadi umat terbaik<br />
Berkualitas mulia (khairin),<br />
menjadi umat bertangan di atas.<br />
Umat yang mampu memberi<br />
dengan kasih sayang sesama,<br />
sebagaimana kasih<br />
terhadap diri sendiri.</p>
<p>Belum beriman seorang dari kalian<br />
sehingga mereka mencintai<br />
terhadap saudaranya (sesama beriman)<br />
layaknya mereka mencintai<br />
terhadap dirinya sendiri<br />
(HR.Muttafaq ‘Alaih).</p>
<p>Membentuk umat yang mampu memberi<br />
tidaklah mudah.<br />
Kemampuan memberi itu<br />
harus ditopang oleh adanya syarat dan rukun.<br />
Satu rukunnya adalah harus berpunya.<br />
Punya meteri untuk diberikan.<br />
Punya sikap suka memberi.<br />
Punya kualitas tidak senang menerima.<br />
Punya izzatun nafs<br />
atau harga diri yang tinggi.</p>
<p>Suka memberi didorong oleh sikap jiwa dari dalam.<br />
Memberi dengan ikhlas.<br />
Memberi yang berkualitas<br />
melahirkan rasa solidaritas (ukhuwah).</p>
<p>Menerima, mesti pula dijadikan<br />
&#8220;menerima&#8221; yang berkualitas.<br />
Pihak yang &#8220;memberi&#8221;<br />
dan yang &#8220;menerima&#8221;,<br />
memiliki derajat kemuliaan.</p>
<p>Ibadah shaum<br />
melahirkan keikhlasan yang tinggi.<br />
Yang memberi telah memberi dengan ikhlas.<br />
Yang menerima, juga menerima dengan ikhlas.<br />
La&#8217;allakum Tasykuruuma<br />
(supaya kamu bersyukur).</p>
<p>Bersyukur adalah pandai berterima kasih.<br />
Bersyukur tidak semata sebatas mengucapkan Alhamdulillah.</p>
<p>Bersyukur, bermakna memelihara apa yang ada.</p>
<p>“Sesungguhnya Allah SWT  ‘Azza  wa  Jalla,<br />
berfirman pada hari kiamat.<br />
‘ Hai anak cucu Adam!<br />
Aku minta makan kepadamu,<br />
tapi kamu tidak memberi-Ku makan.’<br />
Dia (anak Adam) berkata,<br />
‘Ya Rabb!<br />
Bagaimana aku mau memberi-Mu makan,<br />
sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?!’<br />
Allah berfirman,<br />
‘ Apa kau tidak tahu,<br />
bahwa si Fulan hamba-Ku itulah<br />
yang meminta kepadamu makan.<br />
Mengapa tidak kamu beri makan?<br />
Apa kau tidak tahu,<br />
kalau kau memberinya makan,<br />
maka kau akan mendapatkan (ganjaran)<br />
hal itu dari sisi-Ku?’</p>
<p>‘Hai anak Adam!<br />
Aku meminta kepadamu minum,<br />
tapi kau tidak memeberi-Ku minum!’<br />
Dia (hamba) berkata,<br />
‘Ya Rabb!<br />
Bagaimana aku mau memberi-Mu minum,<br />
sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?!’<br />
Allah SWT  berfirman,<br />
‘ Hamba-Ku si Fulan meminta padamu minum,<br />
tapi tidak kau beri dia minum.<br />
Apa kau tidak tahu<br />
bahwa kalau kau memberinya minum,<br />
kau akan mendapatkan (pahala)<br />
hal itu dari sisi-Ku?’.”<br />
( HR.Muslim).</p>
<p>Menggunakan ni&#8217;mat<br />
menurut ketentuan pemberi ni&#8217;mat.</p>
<p>Bersedia memberikan hak Allah<br />
melalui makhluk-Nya.</p>
<p>Setiap ni’mat yang telah diterima manusia<br />
dalam hidup di dunia<br />
akan ditanya kemana dipergunakan.</p>
<p>Manfaatkanlah sebaik-baiknya lima macam kesempatan<br />
sebelum datang lima yang lainnya;<br />
masa mudamu sebelum datang masa tuamu,<br />
waktu sehatmu sebelum datang masa sakitmu,<br />
saat kayamu sebelum tiba saat miskinmu,<br />
waktu senggang – lapangmu – sebelum datang waktu sibukmu<br />
dan hidupmu sebelum matimu datang menjelang’.<br />
(HR.Hakim)</p>
<p>Nabi Muhammad SAW  selalu  berdoa kepada Allah<br />
agar tidak di perdaya oleh kekayaan dunia<br />
dan tidak hina karena kefakiran yang dimiliki.</p>
<p>Wahai Allah,<br />
sesungguhnya aku ini berlindung kepada MU<br />
dari jahatnya fitnah kekayaan.<br />
Ya Allah,<br />
sesungguhnya aku ini berlindung kepada MU<br />
dari buruknya fitnah kefakiran<br />
(HR. Bukhari Muslim)</p>
<p>Pemurah sesama manusia,<br />
terutama kepada dhu’afak,<br />
karena do’a fakir miskin<br />
sangat mustajab.</p>
<p>Yang tidak peduli nasib simiskin,<br />
sesungguhnya bukanlah golonganku,<br />
kata Nabi Muhammad SAW.</p>
<p>Manusia bukan objek dari alam.<br />
Tetapi sebaliknya,<br />
alam adalah objek bagi manusia.<br />
Alam dibuat untuk  kepentingan,<br />
keperluan manusia.</p>
<p>Manusia adalah subjek terhadap alam itu.<br />
Bila ilmu pengetahuan alam<br />
mengenal adanya geo-centris<br />
dimana bumi sebagai pusar<br />
kendali kehidupan alamiyah.</p>
<p>Maka Allah Yang Maha Pencipta<br />
telah menciptakan manusia<br />
sebagai titik sentral<br />
dari kehidupan di bumi<br />
yang alamiyah ini.</p>
<p>Bumi tidak akan menjadi pusat perhatian,<br />
bila ditakdirkan tidak dihuni oleh manusia.</p>
<p>Apabila masa sekarang planit-planit lain<br />
di keliling bumi mulai menjadi perhatian<br />
dan bahan penelitian,<br />
justeru karena adanya manusia penghuni  bumi.</p>
<p>QIYAMUL-LAIL, SHOLAT MALAM</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda;<br />
“Barangsiapa yang melaksanakan Qiyamul-Lail<br />
di Ramadhan atas dasar iman dan ikhlas<br />
pasti diampuni dosa-dosanya yang telah lewat”.<br />
(H.R. Bukhari Muslim).</p>
<p>Melakukan amalan baik,<br />
seperti shalatul-lail,<br />
serta menyeru orang lain<br />
untuk ikut melaksanakannya,<br />
niscaya  akan mendatangkan<br />
keuntungan besar.</p>
<p>Barangsiapa yang menyunnahkan suatu sunnah<br />
yang baik di dalam Islam,<br />
maka dia mendapatkan pahalanya<br />
dan pahala orang yang mengamalkan sesudahnya,<br />
tanpa mengurangi sedikitpun<br />
dari pahala mereka.<br />
(HR.Muslim, Ahmad, Tirmidzi, Nasa’I, dan Ibnu Majah).</p>
<p>Seruan untuk setiap Mukmin<br />
agar berjihad memelihara kepatuhan<br />
terhadap Allah SWT<br />
dengan sujud dan rukuk yang teratur.</p>
<p>يَأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا ارْكَعُوْا وَ اسْجُدُوْا وَ اعْبُدُوْا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوْا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ<br />
تُفْلِحُوْنَ. وَ جَاهِدُوْا فِي اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ، هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيْكُمْ إِبْرَاهِيْمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ قَبْلُ وَ فِي هَذَا لِيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ شَهِيْدًا عَلَيْكُمْ وَ تَكُوْنُوْا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيْمُوْا الصَّلَوَاتَ وَ آتُوْا الزَّكَوَاتَ وَ اعْتَصِِمُوْا بِاللهِ هُوَ مَوْلاَكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَ نِعْمَ النَّصَيْرُ.</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman,<br />
ruku`lah kamu,<br />
sujudlah kamu,<br />
sembahlah Tuhanmu<br />
dan perbuatlah kebajikan,<br />
supaya kamu mendapat kemenangan.<br />
Dan berjihadlah kamu<br />
pada jalan Allah<br />
dengan jihad yang sebenar-benarnya.<br />
Dia telah memilih kamu<br />
dan Dia sekali-kali<br />
tidak menjadikan untuk kamu<br />
dalam agama suatu kesempitan.<br />
(Ikutilah)<br />
agama orang tuamu Ibrahim.<br />
Dia (Allah)<br />
telah menamai kamu sekalian<br />
orang-orang muslim dari dahulu,<br />
dan (begitu pula) dalam (Alquran) ini,<br />
supaya Rasul itu<br />
menjadi saksi atas dirimu<br />
dan supaya kamu semua menjadi saksi<br />
atas segenap manusia,<br />
maka dirikanlah sembahyang,<br />
tunaikanlah zakat<br />
dan berpeganglah kamu pada tali Allah.<br />
Dia adalah Pelindungmu,<br />
maka Dialah sebaik-baik Pelindung<br />
dan sebaik-baik Penolong.”<br />
(QS.22, al-Hajj ayat 77-78).</p>
<p>Tanggung jawab muslim memelihara shalat mereka,<br />
dengan shalat di awal waktu.</p>
<p>Para Malikat  mengawasi umat manusia<br />
dan melaporkan setiap hari<br />
keadaan umat tersebut tentang shalatnya.</p>
<p>Hadist Nabi Muhammad SAW<br />
menceritakan kepada kita<br />
betapa malaikat bertimbang terima<br />
pada dua waktu shalat subuh dan ashar.</p>
<p>يَتَعَاقِبُوْنَ فِيْكُمْ: مَلاَئِكَةٌ بِالَّليْلِ، وَ مَلاَئِكَةٌ بِالنَّهَارِ، وَ يَجْتَمِعُوْنَ فِي صَلاَةِ الْفجْرِ، وَ صَلاَةِ الْعَصْرِ، ثُمَّ يَعْرُجُوْنَ الَّذِيْنَ بَاتُوْا فِيْكُمْ،  فَيَسْأَلُهُمْ وَ هُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ: كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي؟ فَيَقُوْلُوْنَ: تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّوْنَ، وَ آتَيْنَاهُمْ وَ هُمْ يُصَلُّوْنَ.   (متفق عليه)</p>
<p>Malaikat akan saling bergiliran<br />
memperhatikan kalian.<br />
Ada malaikat yang bertugas pada malam hari<br />
dan ada malaikat yang bertugas pada siang hari.<br />
Mereka (kedua kelompok malaikat itu)<br />
berkumpul pada shalat Fajar dan shalat Ashar.<br />
Kemudian malaikat yang telah bertugas<br />
mengawasi kalian akan naik kelangit,<br />
dan Allah SWT menanyakan laporan mereka,<br />
dan Allah SWT lebih tahu dari mereka tentang itu,<br />
bagaimana keadaan hamba-hamba-Ku<br />
saat kalian meninggalkan mereka?<br />
Mereka menjawab,<br />
“kami meninggalkan mereka sedang saat shalat,<br />
dan kami datang di saat mereka sedang shalat juga.<br />
(HR. Muttafaq ‘alaih)</p>
<p>TADARUS ALQURAN</p>
<p>Bulan Ramadhan adalah bulan Nuzul Quran.</p>
<p>شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ القُرْآنَ هُدًى للنَّاسِ و بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى و الفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَ مَنْ كَانَ مَرِيْضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ. يُرِيْدُ اللهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ و لِتُكْمِلُوْا العِدَّةَ و لِتُكَبِّرُوا اللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ  و لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ</p>
<p>(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan,<br />
bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran<br />
sebagai petunjuk bagi manusia<br />
dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu<br />
dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).<br />
Karena itu,<br />
barangsiapa di antara kamu hadir<br />
(di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu,<br />
maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu,<br />
dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan<br />
(lalu ia berbuka),<br />
maka (wajiblah baginya berpuasa),<br />
sebanyak hari yang ditinggalkannya itu,<br />
pada hari-hari yang lain.<br />
Allah menghendaki kemudahan bagimu,<br />
dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.<br />
Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya<br />
dan hendaklah kamu mengagungkan Allah<br />
atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu,<br />
supaya kamu bersyukur.<br />
(QS.2, al Baqarah : 185)</p>
<p>Mendalami Alquran<br />
sama halnya dengan menambah ilmu<br />
yang berguna untuk kehidupan manusia.</p>
<p>Dengan membaca dan menghafal Alquran<br />
sebenarnya seseorang melatih memori otaknya.</p>
<p>Melatih perekaman otak<br />
agar tidak cepat menjadi pelupa<br />
dan melatih kefasihan lidah.</p>
<p>Membaca Alquran dengan makhrij huruf yang benar<br />
sama dengan mengajar kefasihan lidah<br />
pada semua lahjah (intonasi)<br />
bahasa-bahasa dunia.</p>
<p>Rajin membaca Alquran<br />
berarti menambah ilmu pengetahuan.</p>
<p>Dan orang berilmu<br />
tampil dengan sikap teguh,<br />
kuat, dan istiqamah,<br />
yakni konsisten dalam bertindak<br />
atau berbuat kearah yang baik.</p>
<p>POLA QURANI.</p>
<p>Sebagai muslim ada kewajiban<br />
mewujudkan  masyarakat makmur<br />
berkeadilan ketenteraman<br />
yang menjadi idaman dalam hidup ini.</p>
<p>Berkeadilan sejati adalah makmur<br />
dan tenteram di bawah naungan<br />
Rahmat Allah Yang Maha Kuasa.</p>
<p>Sebagai insan hamba Allah,<br />
tidak boleh kita  mengabaikan<br />
dimensi kultural dari bangsa ini.<br />
Lebih 85% umat ini memiliki<br />
nilai nilai khair umatin<br />
atau umat utama.<br />
Sebagai konsekwensi dari<br />
dinamika sosial<br />
bangsa yang berkemampuan tinggi.</p>
<p>Tepatnya,<br />
perlu di mulai<br />
dengan menerapkan Pola &#8220;Q&#8221;<br />
yang semestinya tidak ditolak<br />
oleh bagian terbesar<br />
generasi bangsa ini<br />
yang telah menerima Alquran<br />
sebagai hidayah.</p>
<p>&#8220;Pola Qurani&#8221; yang bermuatan hidayah<br />
mampu menjadi nilai dasar<br />
pembentukan kualitas manusia.</p>
<p>Muatan dasar pertama adalah imaniyah.<br />
Keyakinan kepada Kekuasaan Allah Yang Maha Esa.<br />
Dikenal dengan formula &#8220;tauhid&#8221;,<br />
yang memberikan motivasi kepada manusia<br />
menggerakkan aktivitas nyata.</p>
<p>Mengantisipasi perubahan cepat yang tengah berlaku.<br />
Suatu tatanan peradaban modern (maju)<br />
dapat di terima oleh umat,<br />
selama perubahan tersebut<br />
tidak harus berakibat tercerabutnya umat<br />
dari nilai dasar iman dan kepribadian Islami.</p>
<p>Formula tauhid,<br />
adalah kesadaran bahwa alam ini<br />
di cipta dengan kesiapan<br />
menerima setiap perubahan.</p>
<p>Setiap perubahan itu<br />
berada di dalam kerangka idealisme<br />
yang tetap utuh,<br />
yakni mencari redha Allah.</p>
<p>Muatan kedua adalah<br />
formula ukhuwwah.</p>
<p>Kesadaran pentingnya persaudaraan<br />
dan kekerabatan<br />
yang di ikat dengan tali keakraban<br />
(sebangsa dan setanah air).</p>
<p>Muatan ini mendorong terciptanya<br />
upaya upaya nyata dan serius<br />
mengaktualisasikan potensi yang di miliki<br />
guna di arahkan kepada kehidupan mandiri (self help)<br />
dalam upaya menciptakan tatanan bermasyarakat<br />
yang lebih baik (mutual help).</p>
<p>Pada akhirnya<br />
mampu melahirkan masyarakat yang hidup<br />
dan menghidupi (selfless help)<br />
sebagai uswah hasanah<br />
atau sosok ketauladanan.</p>
<p>Formula ukhuwwah,<br />
kekerabatan (kesaudaraan)<br />
berperan dalam memecahkan masalah kemiskinan<br />
dan kemelaratan umat,<br />
dengan meluruskan kesenjangan sosial<br />
atas prinsip ta&#8217;awunitas,<br />
yaitu kerjasama<br />
atas dasar sama sama bekerja.</p>
<p>Firman Allah dalam Al Qur^an menyebutkan,<br />
&#8220;I&#8217;maluu &#8216;alaa makanatikum, inni &#8216;amil&#8221;,<br />
artinya<br />
&#8220;kamu masing masing berbuat pada tempat (posisi) kamu,<br />
akupun berbuat pula<br />
(menurut kemampuan pada posisiku pula)&#8221;.</p>
<p>Makna lebih dalam ialah<br />
berkembangnya tatanan saling menghormati<br />
pada posisi sama sama terhormat.</p>
<p>Dan tertutupnya kesempatan<br />
exploitation de l&#8217;homme par l&#8217;homme<br />
seperti pada kehidupan kapitalistis.</p>
<p>Muatan ketiga adalah formula fii sabilillah,<br />
yang pada hakekatnya<br />
mengikat diri pada pemilihan<br />
hanya pada jalan Allah.</p>
<p>Maknanya,<br />
bahwa sumber pendapatan<br />
dan pembiayaan yang di lakukan<br />
terhindar dari kebocoran kebocoran<br />
(waste  atau mubazzir).</p>
<p>Menegakkan aturan normatif<br />
merupakan konsekwensi logis<br />
agar secara aktualita<br />
di dapati batas batas antara boleh dan tidak,<br />
antara suruhan dan larangan,<br />
antara halal dan haram,<br />
dan kepedulian yang tinggi<br />
terhadap perubahan perubahan<br />
dengan bimbingan akhlakul karimah.</p>
<p>Muatan keempat,<br />
adalah formula ukhrawi.</p>
<p>Karena antara keperluan dunia<br />
dan kepentingan akhirat<br />
sama sekali tidak terpisah.</p>
<p>Tidak berdiri sendiri sendiri<br />
tanpa ada ketergantungan satu sama lainnya.</p>
<p>Kepercayaan kepada hari akhir<br />
(kehidupan sesudah mati)<br />
sebenarnya keyakinan<br />
terhadap adanya kewajiban<br />
pertanggungan-jawab individual<br />
yang tidak bisa dimanipulasi datanya.</p>
<p>Keyakinan ini menempatkan<br />
pernilaian bahwa<br />
&#8220;hari akhir itu lebih baik<br />
dari hari sekarang (dunia) ini&#8221;.</p>
<p>Konsep kesejahteraan hari akhirat<br />
amat ditentukan oleh pemilihan yang amat tepat<br />
di masa kini (duniawi).</p>
<p>Konsep &#8220;ukhrawi&#8221;<br />
melahirkan sikap positif<br />
dalam bertindak dengan penuh kehati hatian.</p>
<p>Memilih amal yang tepat,<br />
disiplin yang tinggi,<br />
hemat, tidak takabbur,<br />
bahkan terjauh dari sikap perilaku tercela.</p>
<p>Akhirnya mampu membentuk<br />
kualitas manusia efektif dan konstruktif.</p>
<p>Kualitas itu ada pada semua proses pembangunan<br />
di seluruh segi kehidupan manusia<br />
di dalam mencipta kedamaian dunia.</p>
<p>Maka, formulasi &#8220;akhirat&#8221;<br />
membentengi umat dari gejolak faham sekularistik,<br />
yang muaranya adalah hedonistik,<br />
vandalisme, anarkis, sadisme dan a moral.</p>
<p>Kepercayaan atau keyakinan kepada kehidupan ukhrawi<br />
memposisikan manusia pada peranan strategis.</p>
<p>Muatan nilai-nilai yang dididikkan<br />
menciptakan sumber daya manusia seimbang.<br />
Dengan memiliki kehandalan intelektual,<br />
fisik, profesionalitas.<br />
Memiliki keimanan dan ketakwaan.<br />
Mempunyai kepribadian luhur, dan akhlak karimah,<br />
seperti yang diharapkan<br />
dalam format pembangunan manusia seutuhnya.</p>
<p>Muatan kelima,<br />
adalah formula ilmu dan hikmah.</p>
<p>Keperluan  terhadap ilmu,<br />
menjadi bahagian awal dari pemberitaan Alqurani,<br />
pada ayat ayat yang pertama di turunkan.</p>
<p>Ilmu tidak pernah berhenti,<br />
sampai dunia berakhir dengan kiamat.<br />
Allah SAW menyebutnya dalam Fiman Nya,</p>
<p>اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ.  خَلَقَ اْلإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ. اِقْرَأْ وَرَبُّكَ اْلأَكْرَمُ.  الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ. عَلَّمَ اْلإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ.</p>
<p>&#8221; Bacalah,<br />
Dan Tuhanmu lah Yang Maha Pemurah.<br />
Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.<br />
Dia mengajarkan kepada manusia<br />
apa yang tidak diketahuinya&#8221;<br />
(Al &#8216;Alaq, QS.96 ayat 3 5).</p>
<p>Untuk mendapatkan ilmu<br />
perlu dicari guru yang ikhlas<br />
(syeikh atau  mursyid)<br />
yang dapat  memberikan ta’lim  pembelajaran,<br />
tarbiyah pendidikan,<br />
dan diiringi oleh tarqiyah  pembimbingan.</p>
<p>Kewajiban mendapatkan guru<br />
(belajar, menuntut ilmu) ini a<br />
dalah termasuk dalam kaedah usul fiqh<br />
yang menyebutkan,</p>
<p>ما لا يتم ا لواجب الا به فهو واجب</p>
<p>Sesuatu perkara<br />
yang menyebabkan sesuatu kewajiban<br />
tidak akan dapat disempurnakan<br />
kecuali dengannya<br />
maka perkara tersebut<br />
adalah wajib juga hukumnya.</p>
<p>Dengan kaedah ini dapat di pahami<br />
betapa pentingnya usaha-usaha pembentukan da’iya,<br />
imam khatib, para mu’allim dan tuangku<br />
di nagari-nagari pada saat kembali ke surau.<br />
Memberikan bekalan yang cukup<br />
melalui pelatihan dan pembekalan ilmu yang memadai.<br />
Membuatkan anggaran belanja yang memadai<br />
di daerah-daerah menjadi sangat penting<br />
di dalam mendukung satu usaha yang wajib.</p>
<p>Tidak syak lagi,<br />
merawat berbagai penyakit batin itu wajib.<br />
Siapapun yang dikuasai oleh penyakit batin<br />
wajib mencari guru<br />
yang dapat menjauhkan dari berbagai sifat jahat itu.</p>
<p>Merebut ilmu,<br />
sesuai dengan bimbingan Rasulullah SAW<br />
menjadi kewajiban bagi setiap Muslim<br />
(lelaki dan perempuan),<br />
(Al Hadist).</p>
<p>Tidak ada batas usia menuntut ilmu<br />
sebagaimana sabda Rasulullah SAW,<br />
&#8220;Tuntutulah ilmu itu dari ayunan<br />
hingga ke liang lahat (qubur)&#8221;<br />
(Al Hadist).</p>
<p>Tidak pula terbatas di satu wilayah<br />
seperti yang dianjurkan<br />
&#8220;Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina&#8221;.</p>
<p>Kenyataan tentang keberhasilan manusia<br />
di dalam ukuran universal<br />
hanyalah dengan penguasaan ilmu pengetahuan.</p>
<p>Hal ini senyatanya amat sesuai<br />
dengan sabda Rasulullah SAW,<br />
&#8220;Siapa yang inginkan dunia<br />
dia harus peroleh dengan ilmu,<br />
siapa yang inginkan akhirat<br />
juga harus direbut dengan ilmu,<br />
dan sesiapa yang inginkan keberhasilan kedua duanya<br />
(dunia dan akhirat)<br />
maka keduanya harus direbut dengan ilmu&#8221;<br />
(Al Hadist).</p>
<p>Seorang yang ingin melakukan tazkiyah nafs<br />
mesti didukung oleh himmah (minat dan cita) yang kuat.</p>
<p>Himmah  diartikan cita-cita,<br />
tekad yang bulat dan kuat,<br />
yang di dorong oleh niat yang tulus,<br />
keyakinan yang benar,<br />
cara yang benar<br />
di dalam mencapai cita-cita itu.</p>
<p>Seorang yang memiliki himmah kuat<br />
didorong menjalani jalan Allah<br />
seumur hidupnya.</p>
<p>Himmah akan mendorongnya bersungguh-sungguh,<br />
tanpa lalai dan letih.<br />
Himmah tidak mengenal segan<br />
sampai kepada tercapainya tujuan perjalanan.</p>
<p>Untuk menjaga himmah ini<br />
maka hendaklah dibaca<br />
dan diingatkan selalu doa munajat :</p>
<p>الهي انت مقصودي ورضاك مطلوبي</p>
<p>Ya Allah, Ya Tuhanku!<br />
Engkaulah tujuan hidup dan matiku<br />
dan keredhaan-Mu adalah yang ku cari.</p>
<p>Redha adalah aplikasi utama dari nilai Alqurani<br />
yang di turunkan oleh Allah pada bulan Ramadhan.</p>
<p>Salah satu keutamaan puasa Ramadhan<br />
dan membaca Alquran itu<br />
disebutkan dalam salah satu Sabda Rasulullah,<br />
”Puasa dan sholat malam<br />
membela si hamba pada hari kiamat.<br />
Puasa berkata,<br />
‘Ya robbi, saya halangi ia<br />
untuk makan dan minum disiang hari ’.</p>
<p>Alquran juga berkata,<br />
‘Aku rintangi ia untuk tidur di malam hari’.<br />
Maka jadikanlah kami penolongnya.”</p>
<p>Melakukan tazkiyah nafs<br />
menghendaki  adanya teman (ikhwan).<br />
Agar sama-sama ingat-mengingatkan<br />
dan bantu-membantu<br />
dalam berbagai masalah yang dihadapi.</p>
<p>Apabila tazkiyah nafs akan dicapai dengan sempurna,<br />
hindarilah untuk berdampingan<br />
dengan orang yang menyukai kejahatan.</p>
<p>Jauhilah bergaul dengan para pengikut hawa nafsu<br />
dan yang tidak beradab sopan.</p>
<p>Seiring pula dengan Firman Allah,</p>
<p>يُؤْتِى الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَآءُ وَ مَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيْرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُوْا اْلأَلْبَابِ</p>
<p>&#8221; Allah menganugrahkan al hikmah<br />
(kefahaman yang dalam tentang Alquran dan As Sunnah)<br />
kepada siapa yang Dia kehendaki.<br />
Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu,<br />
ia benar-benar telah dianugrahi<br />
karunia yang banyak.<br />
Dan hanya orang-orang yang berakallah<br />
yang dapat mengambil pelajaran<br />
(dari firman Allah). “<br />
(Al Baqarah, QS. 2 ayat 269).</p>
<p>Tazkiyah nafs<br />
memerlukan perawatan dari berbagai  penyakit nafs<br />
dengan menjaga dan menyuburkan jiwa itu.</p>
<p>Ketika roh suci ditiupkan kedalam tubuh manusia,<br />
semua hati manusia telah diperkenalkan kepada Allah<br />
dan musyahadah kepada-Nya.</p>
<p>Allah berfirman :</p>
<p>أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِد ْ نا</p>
<p>Bukankah Aku ini Tuhan kamu? (Para roh menjawab):<br />
Benarlah (Engkau Tuhan kami) Kami saksikan.</p>
<p>Setelah Allah memasukkan roh itu ke dalam jasad manusia,<br />
hati itu telah lupa  terhadap janji dan pengakuan tersebut.<br />
Hanya Rahmat Allah semata,<br />
dengan diturunkan  agama kepada para rasulNya.<br />
Dengan melaksanakan ajaran agama itu,<br />
roh manusia dikenalkan kembali kepada Allah SWT.</p>
<p>Roh manusia yang berada dalam jasad<br />
(Nafs al-Natiqah) itu<br />
mudah dikotori berbagai perkara.</p>
<p>Pengotoran yang sangat berbahaya<br />
ialah syirik atau menyekutukan Allah.</p>
<p>Karena itu, orang musyrikin  rohaninya najis.</p>
<p>Allah berfirman:</p>
<p>إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ</p>
<p>Bahawasanya orang-orang musyrikin itu najis.</p>
<p>Selain syirik,<br />
berbagai maksiat dan dosa-dosa<br />
besar maupun kecil<br />
juga mencemari jiwa dan hati manusia.</p>
<p>Jiwa yang telah tercemar berbagai maksiat<br />
akan mengandungi berbagai sifat tercela<br />
dan jauh dari sifat-sifat terpuji.</p>
<p>Hati akan mati, karena ghaflah yaitu lalai.</p>
<p>Langkah pertama ke arah tazkiyah nafs itu<br />
ialah menghidupkan jiwa<br />
atau hati yang mati karena ghaflah itu.<br />
Cara terbaik dengan zikrullah<br />
dan muraqabah<br />
atau tafakkur mengingati nikmat Allah.</p>
<p>Nabi SAW bersabda :</p>
<p>مثل الذي يذكر ربه والذي لايذكر ربه مثل الحي والميت</p>
<p>Umpama orang yang mengingati Tuhannya<br />
dan orang yang tidak ingatkan Tuhannya<br />
seumpama perbandingan orang yang hidup dengan yang mati.</p>
<p>Satu keniscayaan bahwa pergolakan kompetitif<br />
di era globalisasi didominasi oleh<br />
pemilik ilmu pengetahuan dan teknologi.<br />
Mereka berpeluang menguasai dunia global masa datang.<br />
Penguasaan ilmu pengetahuan (hikmah)<br />
adalah bagian integral dalam Pola Qurani (Pola Q).</p>
<p>Penguasaan ilmu pengetahuan bagi umat ini<br />
menjadi dorongan kuat<br />
dan akomodasi alternatif<br />
untuk memotivasi manusia (Muslim)<br />
mengantisipasi langkah zaman jauh kedepan.</p>
<p>Akan tetapi,<br />
dengan ilmu semata<br />
tanpa dikuatkan oleh hati yang bersih,<br />
akan di dapati satu susunan masyarakat<br />
yang berilmu banyak dengan keyakinan tipis.</p>
<p>Kalau umat Islam masih &#8220;mendua&#8221;<br />
menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup,<br />
maka selama itu pulalah umat Islam<br />
ditimpa berbagai macam kegelisahan<br />
dan penderitaan.</p>
<p>Umat Islam yang menderita itu,<br />
tidak bisa dilepaskan<br />
dari keingkaran pada kebenaran ayat ayat Alquran.<br />
Karena itu,<br />
mari kita benar benar menjadikan Alquran<br />
pedoman hidup yang membawa kesejahteraan<br />
secara keseluruhan.</p>
<p>Dengan mengembangkan kehidupan berpola Qurani<br />
sebagai salah satu pilihan tepat<br />
bermuatan hidayah Allah<br />
yang di percayai umat terbanyak<br />
dari generasi bangsa ini.</p>
<p>Pola Qurani yang diterapkan ini<br />
dapat menopang laju pembangunan negara tercinta<br />
dan menjanjikan langkah positif kedepan<br />
guna menatap perubahan zaman.</p>
<p>Semua langkah tersebut<br />
mestinya  di lakukan<br />
dengan mengharap redha Allah.</p>
<p>I’TIKAF DI MASJID</p>
<p>Maknanya berdiam di Masjid<br />
mendekatkan diri kepada Allah dengan beribadah padaNya.</p>
<p>إَنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللهِ مَنْ آمَنَ بِاللهِ وَ الْيَوْمِ الآخِرِ و أَقَامَ الصَّلَوَةَ وَ ءَاتَي الزَّكَوَةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلاَّ اللهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ.</p>
<p>Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah<br />
ialah orang-orang yang beriman kepada Allah<br />
dan hari kemudian,<br />
serta tetap mendirikan shalat,<br />
menunaikan zakat<br />
dan tidak takut (kepada siapapun)<br />
selain kepada Allah,<br />
maka merekalah<br />
orang-orang yang diharapkan<br />
termasuk golongan orang-orang<br />
yang mendapat petunjuk.<br />
(QS.at Taubah : 18)</p>
<p>Rasulullah selalu beri’tikaf<br />
terutama 10 malam terakhir Ramadhan.<br />
Para malikat di langit selalu bersujud<br />
dan tasbih kepada Tuhannya.<br />
Tidak sejengkalpun permukaan langit<br />
yang terluang dari tempat bersujudnya malaikat.</p>
<p>Langit tertutup,<br />
dan memang sepantasnya ia tertutup.<br />
Demi zat yang Yang Menguasai Diri Muhammad!<br />
Tidak ada satu tempat selebar satu jengkalpun,<br />
kecuali di sana ada kening malaikat<br />
yang sedang bersujud dan bertasbih<br />
kepada Allah<br />
dengan segala pujian-pujian.<br />
(HR.Ibnu Marduweih).</p>
<p>Sudah sewajarnya<br />
manusia menyediakan waktu<br />
untuk bersujud di masjid.</p>
<p>Ibadah I’tikaf di Masjid<br />
sangat disenangi oleh Rasulullah SAW,<br />
terutama di bulan Ramadhan.</p>
<p>“Masjid adalah rumah<br />
untuk setiap orang yang bertakwa<br />
dan Allah bertanggung jawab<br />
akan memberi rahmat<br />
kepada orang yang menjadikan masjid<br />
sebagai rumahnya,<br />
dan ia akan melewati jembatan<br />
keridhaan Allah SWT.”<br />
(HR.  Thabrani)</p>
<p>Setiap muslim hendaknya sadar<br />
bahwa yang akan membantu<br />
dalam hidup di dunia dan di Padang Mahsyar,<br />
semata hanya pertolongan dari Allah<br />
dan dari sesama yang bertauhid.</p>
<p>Pertolongan akan didapat<br />
dari mereka yang sama bersujud,<br />
termasuk para malaikat,<br />
dan dari mereka yang sama taat<br />
dan patuh kepada Allah SWT.</p>
<p>إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللهُ وَرَسُوْلُهُ، وَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلَوَاتَ وَ يُؤْتُوْنَ الزَّكَوَاتَ وَ هُمْ رَاكِعُوْنَ.</p>
<p>“ Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah,<br />
Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman,<br />
yang mendirikan shalat<br />
dan menunaikan zakat,<br />
seraya mereka tunduk (kepada Allah).”<br />
(QS.5, al-Maidah, ayat 55).</p>
<p>Allahu Akbar wa Lillahi l-hamd</strong> لَنْ تَزُوْلَ قَدَمًا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَسْأ َلَ عَنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ: عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ، و عَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أِبْلاَهُ، و عَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ، و فِيْمَا أَنْفَقَهُ، و عَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ بِهِ (رواه الطبراني)  لاَ يَبْقَى على ظَهْرِ الأرضِ بَيْتَ مَدَرٍ ولا وَبَرٍ، إلاَّ أَدْخَلَهُ الله الإسلام، بِعِزِّ عَزِيْزٍ، أو بِذُلِّ ذَلِيْلٍ &#8230; (رواه أحمد و الطبراني و ابن حبان و الحاكم)   وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَ اتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ و اْلأَرْضِ   إنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، و إِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ ورَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلَى اللهِ ورَسُوْلِهِ، فَمَنْ كانَتْ هِجْرَتَهُ إلَى دُنْيَا يُصِيْبُهَا أوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَجَرَ إلَيْهِ.(رواه البخاري و مسلم)    لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرُ فِيْكُمْ المَالَ فَيَفِيْضُ، حَتَّى يَهَمُّ رَبُّ المَالَ مَنْ يَقْبَلُ مِنْهُ صَدَقَتَهُ، و حَتَّى يُعْرِضَهُ فَيَقُوْلُ الَّذِي يُعْرِضُهُ عَلَيْهِ لاَ أَرَبَ لِي.     (متفق عليه)  لَيَأْتِيَنَّ عَلى النَّاسِ زَمَانٌ يَطُوْفُ الرَّجُلُ فِيْهِ بِالصَّدَقَةِ مِنَ الذَّهَبِ ثُمَّ لاَ يَجِدُ أَحَدًا يَأْخُذُهَا مِنْهُ. (متفق عليه)   اُعْبُدُوْا الرَّحْمَنَ، و أطْعِمُوا الطَّعَامَ، و أفْشُوا السَّلاَمَ، تَدْخُلُ الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ         (رواه الترمذي و أحمد و البخاري)  تَعْبُدُ الله ولا تُشْرِك بِهِ شَيْئًا، و تُقِيْمُ الصَّلاَةَ، و تُؤْتِي الزَّكَاةَ، و تَصِلُ الرَّحِمَ    أنَا أَعْلَمُكُمْ بِاللهِ و أَخْشَاكُمْ لَهُ، و لَكِنِّي أَقُوْمُ و أَنَامُ، و أَصُوْمُ وأَفْطُرُ، و أَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي (متفق عليه)      مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا، إِلاَّ كاَنَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ، وَمَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ، وَلاَ يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ إلَى يَوْمِ القِيَامَةِ. (رواه مسلم)  قال عليه الصلاة والسلم:  &#8220;الدنيا ملعونة ملعون ما فيها الأ ذكر الله وما واله أ و  عا لما ومتعلما&#8221;         وَ لِكُلِّ دَرَجَاتٌ مِمَّا عَمِلُوْا وَ مَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ     اِتَّقِ الله حَيْثُمَا كُنْتَ، وَ أتْبِعِ السَّيِّئَةَ اْلحَسَنَةَ تَمْحُهَا،   و خَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.  عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ رَضَىَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقَصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ. (رواه الترمذى و النسائي و ابن ماجة)  لا تُؤْمِنُ أحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبُّ ِلأِخِيْهِ ما يُحِبُّ لِنَفْسِهِ.  (متفق عليه)  إنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُوْلُ يَوْمَ القِيَامَةِ: يَابْنَ آدَمَ! اسْتَطْعَمْتُكَ، فَلَمْ تُطْعِمْنِي! قَالَ: يَا رَبِّ! كَيْفَ أُطْعِمُكَ و أَنْتَ رَبُّ اْلعَالَمِيْنَ؟! قال: أَمَا عَلِمْتُ أَنَّهُ اسْتَطْعَمَكَ عَبْدِي فُلاَنٌ، فَلَمْ تُطْعِمْهُ؟ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ أَطْعَمْتَهُ لَوَجَدْتُ ذَلِكَ عِنْدِي؟  (رواه الطبراني) اِغْتَنِم خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، و صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، و غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، و فَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، و حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ.    (رواه الحاكم)   اَللَّهُمَّ إَنِّى أَعُوْذَبِكَ مِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الغِنَى، اَللَّهُمَّ إَنِّى أَعُوْذَبِكَ مِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الفَقْرِ.    (رواه البخاري) مَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَلَهُ أَجْرُهَا و أَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْءٌ (رواه مسلم و أحمد و الترمذي و النسائي و ابن ماجة)                    أَطتِ السَّمَاءُ، و يَحِقُّ لَهَا أنْ تَئِطَ. و الَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ! ما ِفيْهَا مَوْضِعُ شِبْرٍ إلاَّ و فِيْهِ جَبْهَةُ مَلَكٍ سَاجِدٍ، يُسَبِّحُ الله بِحَمْدِهِ.       (رواه ابن مردوبه)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menelisik Amalan Ramadhan, untuk bekal dalam perjalanan se tahun mendatang]]></title>
<link>http://buyamasoedabidin.wordpress.com/2009/09/22/menelisik-amalan-ramadhan-untuk-bekal-dalam-perjalanan-se-tahun-mendatang/</link>
<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 22:54:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://buyamasoedabidin.wordpress.com/2009/09/22/menelisik-amalan-ramadhan-untuk-bekal-dalam-perjalanan-se-tahun-mendatang/</guid>
<description><![CDATA[Mari kita telisi amalan Ramadhan kita, yang baru kita lepas beberapa hari yang lalu, dan menanyakan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em><strong>Mari kita telisi amalan Ramadhan kita, yang baru kita lepas beberapa hari yang lalu, dan menanyakan ke diri kita, mampukah kita menjaganya di dalam setahun mendatang ??? Semoga kita dapat melaksanakannya.</strong></em></p>
<p>Wassalam,</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-277" title="(JPEG Image, 236×290 pixels)Tangga al Haram" src="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/files/2009/09/jpeg-image-236c397290-pixelstangga-al-haram.jpeg" alt="(JPEG Image, 236×290 pixels)Tangga al Haram" width="236" height="290" />Buya H. Masoed Abidin</p>
<p>وَ إِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيْبٌ<br />
أُجِيْبُ دَعْوََََة الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ<br />
فَلْيَسْتَجِيْبُوْالِى وَ لْيُؤْمِنُوْابِي<br />
لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ.</p>
<p>Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku sangat dekat.<br />
Aku perkenankan setiap do’a dari orang yang berdo’a,<br />
apabila ia berdoa  (bermohon) kepada-Ku.<br />
Karena itu hendaklah mereka itu memenuhi segala permintaanku<br />
(hendaklah melaksanakan perintah-Ku dalam bermohon kepada-Ku),<br />
dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku,<br />
agar mereka selalu berada pada kebenaran.<br />
(QS,2 – al Baqarah : 186)</p>
<p>Peluang sangat besar disediakan oleh Allah SWT untuk umat manusia di bulan Ramadhan ini.<br />
Allah SWT telah membelenggu setan di bulan ini, sehingga memudahkan manusia meningkatkan amaliahnya.</p>
<p>Dengan berkah Allah pula, di bulan ini pintu neraka di tutup dan pintu kebaikan di buka.<br />
Di bulan Ramadhan tersedia rahmat, ampunan dan bebas dari azab Neraka.</p>
<p>وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ وَ أَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ وَ آخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ مَنْ خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوْكِهِ فِيْهِ غَفَرَ اللهُ وَ أَعْتَقَهُ مِنَ النَّارِ.   (رواه ابن حزيمة)</p>
<p>“ Bulan Ramadhan adalah bulan yang  permulaannya adalah rahmat, pertengahannya keampunan (maghfirah) dan akhirnya adalah pemerdekaan (pembebasan) dari azab neraka. (HR. Ibn Khuzaimah).</p>
<p>Ramadhan bulan penuh berkah.<br />
Apabila  manusia tahu besarnya rahmat tersimpan di bulan ini, niscaya manusia berharap kiranya Allah SWT menjadikan semua bulan sepanjang tahun bernilai sama dengan Ramadhan.</p>
<p>Manusia dicipta dengan lengkap.<br />
Diberi bekal keinginan dan dorongan hawa nafsu.<br />
Manusia di bimbing oleh akal (ratio) untuk beramal baik.<br />
Dalam mengharungi lautan kehidupan, manusia diberi pedoman yang lurus, Kitabullah yang lengkap.</p>
<p>Dengan semua nikmat Allah itu, manusia diuji  bermacam godaan, di antaranya dorongan beramal baik (shaleh) atau pancingan nafsu sendiri untuk berbuat salah.</p>
<p>Manusia dibekali petunjuk dan hidayah Allah.</p>
<p>وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهَوْا</p>
<p>Maka apa yang diberikan oleh Rasul kepadamu terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu, tinggalkanlah…,” (QS.59, al-Hasyr : 8).</p>
<p>Manusia wajib setia mengikutinya  agar kedamaian dan ketenteraman hidup dapat diujudkan.</p>
<p>Memanfaatkan fasilitas Allah ini, manusia di dorong untuk memenangkan pertempuran melawan godaan syaithaniyah.</p>
<p>Jalan menyucikan jiwa pada dasarnya adalah menundukkan ghaflah dengan memperbanyak  zikrullah, dan melawan  maksiat dengan bertaubat.<br />
Di antaranya niat yang ikhlas karena Allah, dan upaya konsisten (istiqamah) mencari redha Allah.<br />
Semua itu dapat diraih dengan berbagai latihan.<br />
Termasuk latihan Ramadhan.</p>
<p>Kemenangan akan diraih dengan kesungguhan diri (jihadun nafs) dan keteguhan (istiqamah)  iman yang mampu membedakan antara baik dan buruk.</p>
<p>Allah Maha Tahu dengan kelemahan manusia.<br />
Rahmat Allah menghadirkan bulan mulia untuk manusia.<br />
Agar manusia dapat kembali menyusun kekuatan dirinya.<br />
Semestinya bulan Ramadhan di jalani sepenuh hati.<br />
Melaksanakan ibadah dan taqarrub dengan teratur.</p>
<p>وَ عَنِ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا جَاءَ رَمَضَانَ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ وَ أُغْلِقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَ صُفِّدَتْ الشَّيْاطِيْنُ.   (أخرجه مسلم)</p>
<p>“ Jika datang Ramadhan maka dibukakan pintu sorga dan di gembok pintu-pintu neraka serta dirantai syaithan-syaithan”<br />
(HR. Muslim dari Abi Hurairah RA).</p>
<p>MENJAGA  PERUT</p>
<p>Menjadikan perut sebagai tuan, bekerja keras pagi dan petang lantaran takut perut tak berisi, atau hidup di dunia ditakar dengan perut kenyang saja, rasanya  kurang  tepat dijadikan tujuan utama hidup ini.</p>
<p>مَا مَلأَ آدَمِيٌّ وِ عَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنِهِ، بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أَكَلاَتٌ  يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإ ِنْ كَانَ لاَ مَحَالَةَ، فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ، وَ ثُلُثٌ لِشِرَابِهِ، وَ ثُلُثٌ لِنَفْسِهِ.   (رواه أحمد و الترمذي و ابن ماجة و النسائي و ابن حبان)</p>
<p>“Tidak ada tempat yang paling buruk dari perut seorang yang dipenuhi oleh makanan. Cukuplah bagi anak Adam (manusia) beberapa makanan &#8211;(dan dalam satu riwayat beberapa suap)—untuk menegakkan tulang punggungnya. Dan sekiranya harus demikian, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk menumannya, dan sepertiga lagi untuk bernafas.” (HR.Ahmad, Tirmidzi).</p>
<p>Dalam kekenyangan sangat mudah digoda  malas.<br />
Susah mengendali syahwat.<br />
Sulit  merasakan nikmatnya ibadah.<br />
Di akhirat nanti, pasti akan sangat banyak pertanggungan jawab di hadapan Rabbun Jalil.</p>
<p>لَنْ تَزُوْلَ قَدَمًا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَسْأ َلَ عَنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ: عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ، و عَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أِبْلاَهُ، و عَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ، و فِيْمَا أَنْفَقَهُ، و عَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ بِهِ (رواه الطبراني)</p>
<p>Pada hari kiamat seorang hamba (manusia) akan ditanya tentang empat perkara; tentang usianya, di pergunakan untuk apa; tentang masa mudanya, dengan apa di isi; tentang hartanya, dari mana di dapatkan dan kemana di belanjakan; dan tentang ilmunya, apa yang ia perbuat dengannya. (HR.Thabrani)</p>
<p>JIHAD AKBAR</p>
<p>Baginda Rasulullah SAW berkata,<br />
&#8220;Seseorang tidak dikata mujahid karena melompati musuh di medan laga. Tetapi yang mujahid itu, adalah menahan diri (memiliki ke sabaran)&#8221;.<br />
Berani tanpa perhitungan, bukanlah kesabaran. Kesabaran  mendorong seseorang bertindak benar dan   menjadikan seseorang berani berjuang mempertahankan keyakinannya.. Kesabaran adalah mampu mengendalikan diri.</p>
<p>SABAR adalah khazanah kekayaan jiwa yang tidak dapat di ukur dengan harta benda belaka.<br />
Pengendalian diri, memiliki kesabaran sebelum bertindak adalah satu urusan besar dan berat.<br />
Baginda Rasulullah SAW menyebutnya &#8220;jihad akbar&#8221;,<br />
atau &#8220;perjuangan yang berat&#8221;.</p>
<p>Dengan modal jihad itu, Islam menembus seluruh permukaan bumi dengan kekuatan kesabaran dan jiwa yang terkendali.</p>
<p>لاَ يَبْقَى على ظَهْرِ الأرضِ بَيْتَ مَدَرٍ ولا وَبَرٍ، إلاَّ أَدْخَلَهُ الله الإسلام، بِعِزِّ عَزِيْزٍ، أو بِذُلِّ ذَلِيْلٍ &#8230; (رواه أحمد و الطبراني و ابن حبان و الحاكم)</p>
<p>Tidak ada rumah yang mewah maupun yang sederhana di muka bumi ini yang tidak akan dimasuki Islam. Dengan memuliakan orang yang mulia, atau dengan nebnghinakan orang yang hina. (HR.Ahmad dll).</p>
<p>Sepulang dari Perang Uhud yang terkenal dengan banyaknya syuhada berguguran, Baginda Rasulullah bekata, &#8220;Kita baru saja keluar dari jihad (perang) yang kecil saja. Kita akan memasuki jihad (perang) yang lebih besar lagi&#8221;. Pernyataan ini mengundang tanya sahabat setia &#8220;mana lagi perang (jihad) yang besar itu, wahai baginda Rasul?&#8221;. Sahabat merasa perang yang  baru lalu adalah paling besar yang mereka pernah alami. Rasulullah SAW menjawab, “jihadul akbar, jihadun nafsi&#8221;. (Al Hadist).</p>
<p>Memang mengalahkan nafsu adalah perang berat.<br />
Perang besar yang hanya dapat dimenangkan dengan perjalanan menuju Allah.<br />
Dan mempertahankan kebaikan tersebut terus menerus atau istiqamah di dalam melaksanakan  kewajiban ibadat yang ikhlas kepada Allah.</p>
<p>Hati yang bersih mampu menanggung beratnya jihad sepanjang masa.<br />
Jihadun nafs, latihannya adalah shaum atau ibadah puasa yang di awali dan di akhiri pengendalian diri sejak mulai menahan, sesudah sahur tatkala fajar datang menjelang.</p>
<p>وَ كُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطَ اْلأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ اْلأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ اَتِمُّوْا الصِّيَامَ إِلَى الَّليْلِ.</p>
<p>“…dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar…kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam (maghrib datang)…” (QS.2, al-Baqarah  ayat 187).</p>
<p>Tidak ada toleransi dalam ta’abudi kepada Allah SWT.<br />
Ibadah adalah disiplin tinggi.<br />
Makin tinggi nilai latihan, makin lama berbekas dalam diri.<br />
Manusia berkualitas memiliki disiplin tinggi dalam setiap kondisi.</p>
<p>Bangsa yang tangguh menghajatkan manusia yang rela menahan diri, berhemat.<br />
Memiliki rasa solidaritas (ukhuwah) yang mendalam.<br />
Semua tercipta dengan latihan terus menerus.</p>
<p>Ibadah Ramadhan tujuan utamanya  La&#8217;allakum Tattaquuna menjadi orang terlindungi.</p>
<p>Bangsa bertakwa, adalah bangsa yang mawas diri.</p>
<p>وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَ اتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ و اْلأَرْضِ</p>
<p>Jikalau penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.</p>
<p>Sejak awal manusia di anugerahi “fithrah” yang bersih.<br />
Martabatnya dibina dengan ibadah jasmaniah  dan rohaniyah.<br />
Martabat pada kemampuan menahan amarah, memupuk kesabaran dan niat yang ikhlas merebut redha Allah.</p>
<p>إنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، و إِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ ورَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلَى اللهِ ورَسُوْلِهِ، فَمَنْ كانَتْ هِجْرَتَهُ إلَى دُنْيَا يُصِيْبُهَا أوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَجَرَ إلَيْهِ.(رواه البخاري و مسلم)</p>
<p>Sesungguhnya setiap amal itu karena niatnya. Dan bagi setiap orang itu apa yang diniatkan. Maka barangsiapa  yang (niat) hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya, berarti hijrahnya itu untuk (mendapatkan redha dan karena taat kepada) Allah dan Rasul-Nya. Dam barangsiapa yang hijrahnya karena kepentingan dunia yang dia kejar, atau karena seorang perempuan yang akan dia kawini. Maka jirahnya itu untuk apa yang dia niatkan itu.”<br />
(HR.Imam Bukhari dan Muslim dari Umar bin Khattab RA)</p>
<p>Setiap insan yang memelihara fithrah kesucian jiwanya adalah pribadi kuat. Dijuluki &#8220;peribadi muttaqien&#8221;, jujur, tabah berdisiplin, mempunyai &#8220;harga diri&#8221;, pandai &#8220;berterima kasih&#8221;.<br />
Itulah &#8220;peribadi berwatak&#8221;.</p>
<p>Manusia yang menjaga fithrah memiliki hati nurani yang hidup,  peduli dengan &#8220;kaum dhu&#8217;afa&#8221; (kaum lemah).</p>
<p>Memiliki fithrah berarti punya rasa bahagia dalam kalbu.<br />
&#8220;Kebahagiaan dalam memberi&#8221;,<br />
menyiratkan rasa bahagia pada pemberi dan penerima.</p>
<p>Memberi dan menerima,<br />
sesuai martabat dihormati keberadaannya di tiap anggota masyarakat.<br />
&#8220;Memberi&#8221; bukan monopoli kalangan kaya saja.<br />
&#8220;Menerima&#8221; tidak pula milik kalangan &#8220;bernasib malang&#8221;.<br />
Si-pemberi  memikul kewajiban karena ditangannya ada yang wajib dia keluarkan.<br />
Si-penerima memiliki pula kewajiban untuk menerima haknya dari sipemberi.</p>
<p>Hakikatnya, si penerima yang dhu’afak telah menyelamatkan si pemberi yang kaya dari hukuman.<br />
Memberi kepada dhu’afak miskin,<br />
berarti menyelamatkan orang kaya dari menahan hak orang lain.</p>
<p>Maka, orang kaya seharusnya berterima kasih kepada masakin di sekitarnya, karena dhuafak miskin itu yang menyelamatkan orang kaya  tersebut.</p>
<p>Satu ketika kelak, akan datang masanya semua orang kaya ingin memberikan hartanya.<br />
Namun, tidak seorangpun yang mau menerima.<br />
Keadaan ini disebutkan Rasulullah SAW sebagai pertanda kiamat.</p>
<p>لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرُ فِيْكُمْ المَالَ فَيَفِيْضُ، حَتَّى يَهَمُّ رَبُّ المَالَ مَنْ يَقْبَلُ مِنْهُ صَدَقَتَهُ، و حَتَّى يُعْرِضَهُ فَيَقُوْلُ الَّذِي يُعْرِضُهُ عَلَيْهِ لاَ أَرَبَ لِي.     (متفق عليه)</p>
<p>Hari kiamat tidak akan terjadi hingga harta umat Islam demikian melimpah dan berlebihan, hingga orang yang mempunyai harta kesulitan mencari orang yang mau menerima sedekahnya, dan jika ia ingin memberikan hartanya kepada seseorang, orang yang akan di berikan harta tersebut berkata, ‘Aku tidak ingin’.<br />
(HR. Muttafaq ‘Alaih, al Lu’ Lu’ wal Marjan : 594.</p>
<p>Bila disimak hadist ini, pemberi dan penerima, sesungguhnya sama sama memiliki  &#8220;martabat&#8221; di sisi Allah.</p>
<p>Kedua kelompok, atas-bawah dan kaya-miskin,<br />
dapat  berperan mengisi kehidupan duniawi yang indah dan serasi.<br />
Mempertinggi makna kehidupan duniawi dengan harga  menghargai<br />
menurut kemampuan masing-masing pula.</p>
<p>Akan datang masanya,<br />
manusia tidak mau menerima pemberian manusia lain,<br />
karena merasa di balik pemberian tersimpan keinginan<br />
ingin membeli penerima.</p>
<p>Kesadaran memanfaatkan sesuatu<br />
yang berasal dari hasil karya dan keringat sendiri,<br />
self-help dengan mandiri,<br />
lebih utama dari menjadi beban orang lain.</p>
<p>Tatkala manusia sadar asas hidup duniawi,<br />
ketelatenan  menjadi peraih kebahagiaan.<br />
Dan kebahagiaan adalah milik bersama.</p>
<p>Tidak ada kebahagiaan kalau hidup sendiri.<br />
Maka tentulah semua orang ingin membantu.<br />
Tanpa harus lebih dahulu menunggu<br />
tangisan orang miskin minta dibantu.</p>
<p>Renungan hadist Rasulullah SAW menyatakan ;</p>
<p>لَيَأْتِيَنَّ عَلى النَّاسِ زَمَانٌ يَطُوْفُ الرَّجُلُ فِيْهِ بِالصَّدَقَةِ مِنَ الذَّهَبِ ثُمَّ لاَ يَجِدُ أَحَدًا يَأْخُذُهَا مِنْهُ. (متفق عليه)</p>
<p>Akan datang masa dimana seseorang akan berkeliling dengan membawa sedekah dari emas, namun ia tidak menemukan seorangpun yang mau menerimanya. (HR.Muttafaq ‘Alaih, Lu’ Lu’ wal Marjan : 593)</p>
<p>Mengatasi kesenjangan sosial,<br />
seorang Muslim yang berharta wajib &#8220;membayarkan zakat,<br />
mengeluarkan infaq, shadaqah” dalam rangka ibadah.</p>
<p>اُعْبُدُوْا الرَّحْمَنَ، و أطْعِمُوا الطَّعَامَ، و أفْشُوا السَّلاَمَ، تَدْخُلُ الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ         (رواه الترمذي و أحمد و البخاري)</p>
<p>Sembahlah Yang Maha Pengasih (Allah ‘Azza Wa Jalla), dan berilah makanan (kepada orang yang perlu diberi makan, yakni fuqarak wal masakin atau dhu’afak), dan sebarkanlah salam (kepada semua orang di dalam pergaulan kehidupan), niscaya kamu akan masuk sorga dengan salam (penuh keselamatan). (HR.Tirmidzi)</p>
<p>Jangan hendaknya para dhu’afak yang telah lemah<br />
menjadi lebih tak berdaya.<br />
Hanya menampung belas kasihan semata.<br />
Orang kaya harus tahu beban derita orang melarat di kelilingnya.<br />
Jangan dinanti mereka meminta.<br />
Ulurkan tangan di saat ada kemampuan.<br />
Inilah kepedulian menurut ajaran Agama Islam.</p>
<p>Fungsikan lembaga sosial yang ada.<br />
Giatkan pendistribusian kekayaan dengan teratur.<br />
Utamakan nilai manfaat.<br />
Iringkan dengan pendayagunaan Lembaga-lembaga Baitul Maal,<br />
atau Badan Amil Zakat.<br />
Perankan Masjid Masjid dengan sempurna.<br />
Buatkan segera data lengkap &#8220;kaum dhu&#8217;afa&#8221; (kalangan lemah)<br />
di lingkungan sendiri.<br />
Termasuk juga Anak Yatim.</p>
<p>مَنْ ضَمَّ يَتِيْمًا بَيْنَ الْمُسْلِمِيْنَ فِى طَعَامِهِ و شَرَابِهِ، حَتَّى يَسْتَغْنَي عَنْهُ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ الْبَتَّةُ. (رواه أبو يعلى و أحمد)</p>
<p>“Barang siapa yang menggabungkan (menanggung) anak yatim diantara kaum Muslimin, dalam makan dan minumnya, sampai mereka merasa cukup (kenyang) dari makan dan minum itu, maka ia (yang menanggung anak-anak yatim dan dhu’afak) itu pasti memperoleh sorga”<br />
(HR.Abu Ya’la dan Ahmad, dalam Al Munthaqa min At Targhib (1517) dan Majma’ Az Zawa-id (8/16).</p>
<p>Bagikan kepada yang &#8220;berhak&#8221;<br />
dengan amanah  jujur dan benar.<br />
Bila perlu, ketok pintu &#8220;kalangan tak berpunya&#8221;<br />
atau dhu’afak itu.<br />
Antarkan langsung ke rumah mereka,<br />
seperti dilakukan Khalifah Umar bin Khattab<br />
dalam upaya menyejahterakan kaum dhu’afak.</p>
<p>تَعْبُدُ الله ولا تُشْرِك بِهِ شَيْئًا، و تُقِيْمُ الصَّلاَةَ، و تُؤْتِي الزَّكَاةَ، و تَصِلُ الرَّحِمَ</p>
<p>Sembahlah Allah SWT dan jangan sekutukan Dia dengan apapun. Dirikanlah Shalat, keluarkan zakat, dan sambunglah tali silaturrahim.</p>
<p>Sediakan diri  &#8220;mengetok hati&#8221; kalangan berpunya.<br />
Ingatkan bahwa di tangan mereka ada hak orang lain,<br />
yang wajib di keluarkan.<br />
Sehingga kesenjangan sosial teratasi.<br />
Wa ila&#8217;ilahi turja&#8217;ul umuur.</p>
<p>TAHAN RASA DAN KATA</p>
<p>Sahabat Umar ibn Khattab berkata,<br />
“Tidaklah seseorang itu banyak berbicara<br />
melainkan banyak salahnya.<br />
Dan tidaklah banyak salahnya<br />
melainkan banyak dosanya.<br />
Dan tidaklah banyak dosanya<br />
melainkan masuk neraka”.</p>
<p>Banyak dosa ditimbulkan oleh lidah.<br />
Memfitnah, menggunjing,<br />
berdusta, memaki dan lain-lain.</p>
<p>مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ، وَ الْعَمَلَ بِهِ: فَلَيْسَ ِللهِ حَاجَةٌ فيِ أَنْ يَدَعْ طَعَامَهُ وَ شَرَابَهُ.   (رواه البخاري)</p>
<p>“ Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan (tidak meninggalkan) perbuatan itu, maka sekiranya dia (dengan berpuasa)  meninggalkan makan dan minumnya, Allah tidak memperlukan itu”.<br />
(HR. Bukhari, dalam kitab as-Shaum dari Abu Hirairah).</p>
<p>Perintah Allah kepada umat untuk beribadah<br />
di bulan puasa dimaksudkan mencipta kemuliaan hidup.</p>
<p>Memelihara hubungan vertikal dengan Allah Yang Maha Esa<br />
atau hablum min Allah.</p>
<p>Membina hubungan serasi bermasyarakat<br />
atau hablum min an naasi secara horisontal.</p>
<p>Ibadah Ramadhan mengokohkan kedua hubungan  di maksud.</p>
<p>Shaum tidak  semata menahan rasa haus dan lapar.<br />
Shaum adalah pula menahan diri dari berkata yang tidak senonoh. Menghindar dari berkata cabul.</p>
<p>وَ الصِّيَامُ جَنَّةٌ وَ إِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفَثْ، وَلاَ يَسْخَبْ.                    (متفق عليه اللفظ للبخاري)</p>
<p>Shiyam itu adalah junnatun, yakni perisai.<br />
Apabila satu ketika seorang dari kamu sedang berpuasa,<br />
hendaklah dia tidak berbuat cabul<br />
dan tidak pula berbantahan.<br />
(HR. Muttafaq ‘alaihi, menurut lafazd Imam Bukhari)</p>
<p>REBUT  YANG PASTI</p>
<p>Bila di simak hakikat ibadah dalam Islam<br />
tidak mengabaikan kegiatan rutin.<br />
Tidak pula penyendirian dalam ibadah.<br />
Hidup jamaah memiliki nilai lebih dibanding sendiri.<br />
Mengasingkan diri dan memisah dari lingkungan<br />
bukan ajaran Islam.</p>
<p>أنَا أَعْلَمُكُمْ بِاللهِ و أَخْشَاكُمْ لَهُ، و لَكِنِّي أَقُوْمُ و أَنَامُ، و أَصُوْمُ وأَفْطُرُ، و أَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي (متفق عليه)</p>
<p>Aku ini adalah orang yang paling tahu tentang siapa Allah<br />
dan paling takut kepada Nya,<br />
tapi aku ini bangun malam dan tidur.<br />
Aku juga berpuasa dan berbuka.<br />
Dan aku kawin dengan sejumlah perempuan.<br />
Maka barang siapa yang tidak suka dengan sunnahku,<br />
berarti dia bukan dari golonganku.<br />
(HR. Muttafaq ‘alaih).</p>
<p>Rasulullah SAW mengajarkan keseimbangan dalam kehidupan,<br />
seiring taqarrub kepada Allah.<br />
Tujuan akhir adalah bahagia dunia dan di akhirat yang sama.</p>
<p>إنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، و إنَّ اللهَ تَعَالَى مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيْهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا، و اتَّقُوا النِّسَاءَ!</p>
<p>Sesungguhnya dunia itu lezat dan menggiurkan.<br />
Dan sesungguhnya Allah SWT menjadikan kalian<br />
sebagai khalifah di atas bumi.<br />
Kemudian DIA melihat bagaimana kalian bekerja.<br />
Takutilah  dunia, dan berhati-hatilah<br />
dalam menjaga hak-hak kaum perempuan.</p>
<p>Dalam seruan shalat Jum&#8217;at,<br />
terlihat pula betapa ibadah berjamaah<br />
menjadi kewajiban masyarakat muslim.</p>
<p>يَأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلَوَات مِنْ يَوْمِ الْجُمْعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللهِ وَ ذَرُوْا اْلبَيْعَ ذَالِكُمْ خَيْرَ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ</p>
<p>&#8220;Wahai orang yang beriman,<br />
apabila diseru untuk menunaikan shalat<br />
pada hari Jum&#8217;at,<br />
maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah<br />
dan tinggalkan jual beli.<br />
Yang demikian itu lebih baik bagimu<br />
jika kamu mengetahui.&#8221;</p>
<p>Perintah Allah ini mempunyai makna besar.</p>
<p>Pertama,<br />
shalat Jum&#8217;at lebih baik<br />
dari pekerjaan menghasilkan keuntungan (laba) materi.<br />
Melaksanakan shalat Jum&#8217;at<br />
untungnya lebih besar dari perdagangan (jual beli).</p>
<p>Kedua,<br />
kehidupan umat muslimin<br />
bergerak antara masjid (ibadah shalat)<br />
dan pasar (ibadah muamalah di tampat usaha).</p>
<p>Ayat ini menggambarkan keseimbangan antara duniawi dan ukhrawi.</p>
<p>Ketiga,<br />
selesai beribadah laksanakan tugas tugas rutin,<br />
mencari redha Allah.</p>
<p>Keempat,<br />
orang mukmin mesti berhitung  matematis.<br />
Ibadah shalat Jum&#8217;at<br />
waktu pelaksanaannya hanya beberapa puluh menit<br />
memberi  keuntungan ukhrawi berlipat kali.<br />
Perdagangan keuntungannya spekulatif.</p>
<p>Mukmin berilmu memilih hal yang pasti<br />
dan tidak mau spekulasi.</p>
<p>Keyakinan tauhidullah mendorong inovatif<br />
dengan pemahaman positif (positif thinking)<br />
bahwa tidak ada yang terbuang percuma di sisi Allah.</p>
<p>مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا، إِلاَّ كاَنَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ، وَمَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ، وَلاَ يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ إلَى يَوْمِ القِيَامَةِ. (رواه مسلم)</p>
<p>Seorang Muslim yang menanam suatu tanamaan,<br />
maka jika hasil dari tanamannya itu<br />
dimakan oleh manusia,<br />
maka akan menjadi sedekah baginya;<br />
jika hasilnya dicuri orang,<br />
juga akan menjadi sedekah baginya,<br />
dan jika dicabut oleh orang lain,<br />
maka itu juga akan menjadi sedekah baginya<br />
hingga hari kiamat.<br />
(HR.Muslim).</p>
<p>Beribadah, motivasinya adalah mencari redha Allah.<br />
Redha Allah ini mutlak.<br />
Allah telah menyediakan segalanya untuk hidup<br />
dengan nilai nilai kemanusiaan.</p>
<p>Perlu diikat dengan ibadah kepada Khalik.<br />
Ibadah adalah perjalanan kepada Allah<br />
(rihlah ilaa Allah).</p>
<p>Kita perlu memahami pengertian berjalan menuju Allah,<br />
rukun dan titik tolaknya.<br />
Berjalan menuju Allah artinya<br />
berpindah dari jiwa yang tidak bersih (kotor)<br />
kepada jiwa yang bersih.</p>
<p>Berjalan menuju Allah adalah<br />
berpindah dari akal<br />
yang tidak mengikut syarak (tidak syar’i)<br />
kepada akal yang tunduk kepada syarak.</p>
<p>Berpindah dari hati yang kafir, munafiq, fasiq,<br />
sakit atau keras kepada hati yang tenang lagi selamat.</p>
<p>Berjalan  dari roh yang menyimpang dari pintu Allah,<br />
kepada roh yang mengenal Allah.</p>
<p>Perjalanan kepada Allah adalah<br />
dengan melaksanakan segala kewajiban peribadatan kepadaNya.<br />
Berjalan dari jasad yang tidak terkendali dengan  syarak<br />
kepada jasad yang terkendali secara sempurna<br />
oleh syariat Allah ‘Azza Wa Jalla.</p>
<p>Kesimpulannya:<br />
berjalan menuju Allah adalah berpindah<br />
dari zat yang kurang sempurna<br />
kepada zat yang lebih sempurna<br />
dalam kesalehan dan dalam mengikut Rasulullah SAW,<br />
baik dalam ucapan, perbuatan atau keadaan amalannya.”</p>
<p>Syarat-syarat perjalanan menuju Allah<br />
disebutkan  antara lain,<br />
ilmu dan zikir.</p>
<p>Tidak ada perjalanan  menuju Allah tanpa ilmu.<br />
Tidak ada perjalanan menuju Allah tanpa zikir.<br />
Ilmu adalah yang menerangi jalan.<br />
Zikir adalah bekal perjalanan dan sarana pendakian.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>قال عليه الصلاة والسلم:  &#8220;الدنيا ملعونة ملعون ما فيها الأ ذكر الله وما واله أ و  عا لما ومتعلما&#8221;<br />
(رواه ابن ماجه وهو صحيح)</p>
<p>Dunia dilaknat,<br />
dilaknat apa yang ada di dalamnya,<br />
kecuali zikir kepada Allah dan apa yang menyertainya,<br />
– artinya orang yang senantiasa ingat<br />
dan mengerti bahwa semua yang ada ini<br />
adalah ciptaan Allah SWT<br />
yang mesti tunduk dan patuh kepada kehendak Allah itu saja,<br />
dengan satu gerakan ubudiyah pengabdian &#8211;,<br />
atau orang yang berilmu<br />
dan yang menpelajari ilmu”<br />
(Hadith sahih, diriwayat oleh Ibnu Majah).</p>
<p>Kita amat memerlukan ilmu<br />
yang membawa kita kepada mengenali<br />
segala perintah Allah.</p>
<p>Kita memerlukan ilmu<br />
untuk mengenali hikmatnya,<br />
agar dapat melaksanakan<br />
segala perintah Allah<br />
dan merealisasikan hikmatNya.</p>
<p>Kita berhajat kepada zikir.<br />
Agar supaya Allah selalu bersama kita<br />
dalam perjalanan menuju redhaNya.</p>
<p>Maka rukun berjalan menuju Allah<br />
adalah ilmu dan zikir.<br />
Tidak akan ada perjalanan<br />
melainkan dengan keduanya.</p>
<p>Menempuh jalan menuju Allah itu terbagi dua golongan.<br />
Satu di antaranya lebih banyak memperhatikan zikir.</p>
<p>Meskipun,<br />
mereka ambil zikir itu bersumber dari ilmu.<br />
Kelompok ini  kemampuannya untuk mencapai ilmu memang terbatas. Tetapi, kesanggupan beribadat, beramal dan berzikir adalah besar.</p>
<p>Jalan yang ditempuh tentulah memperbanyak zikir,<br />
dengan kemestian yang tidak boleh dilalaikan<br />
adalah menyertainya dengan ilmu.</p>
<p>Zikir ialah yang diwarisi<br />
atau yang dianjurkan<br />
dan yang termasuk ke dalam<br />
perintah Allah dan RasulNya SAW semata-mata jua adanya.</p>
<p>Golongan lain lebih banyak merperhatikan ilmu.<br />
Meskipun mereka mengambil ilmu<br />
dikembangkan kepada zikir.<br />
Pembahagian ini semata<br />
karena kecenderungan minat manusia.<br />
Ada yang condong minatnya kepada ilmu lebih besar<br />
dengan kemampuan mencapai ilmu  tersedia.</p>
<p>Maka jalan yang sesuai bagi kelompok ini<br />
adalah menuntut ilmu dibarengi zikir.<br />
Pada akhirnya,<br />
Insya Allah keduanya akan sampai<br />
pada tujuan mereka (wusul).</p>
<p>Tidak diragukan<br />
bahwa ilmu ialah ilmu tentang Alquran dan As-Sunnah<br />
serta yang diperlukan oleh salik dalam perjalanan zikirnya.<br />
Maka nilai ibadah lebih mahal<br />
dibandingkan dengan segala yang melekat<br />
pada peribadi seorang manusia.</p>
<p>Ibadah akan mengisi bilai kemanusian<br />
terutama faktor mental.</p>
<p>Karena itu,<br />
pengalaman yang diperdapat pada bulan Ramadhan<br />
seharusnya dijadikan pelajaran<br />
untuk mempersiapkan ibadah yang lebih baik.</p>
<p>Sehingga Ramadhan mampu memberi makna<br />
untuk diri masing-masing<br />
dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan<br />
kepada Allah SWT,</p>
<p>وَ لِكُلِّ دَرَجَاتٌ مِمَّا عَمِلُوْا وَ مَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ</p>
<p>“Dan masing masing orang memperoleh derajat derajat<br />
yang seimbang dengan apa yang dikerjakannya.<br />
Dan, Tuhanmu Allah<br />
tidak pernah lengah<br />
dari apa apa yang mereka telah kerjakan “<br />
(QS. Al An&#8217;aam, 6 : 132).</p>
<p>Di dunia ini ibarat menanam.<br />
Di akhirat nanti menuai buahnya.<br />
&#8220;Ad dunya daar al-‘amal,<br />
wal akhirah daar ul-jazaa&#8221;.<br />
&#8220;Dunia ini tempatnya berbuat &#8216;amal (karya),<br />
akhirat tempat mendapatkan balasan<br />
(dari amalan semasa di dunia ini)&#8221;<br />
(Hadist).</p>
<p>Maka di bulan Ramadhan kita tanam amal ibadah.<br />
Keutamaan bulan Ramadhan adalah sarana<br />
bagi pertambahan nilai ibadah kita yang kurang selama ini.</p>
<p>Penekanannya terletak kepada &#8220;aktifitas&#8221;.<br />
Gerak untuk melaksanakan &#8216;amalan.</p>
<p>Nilai sebuah &#8216;amal (karya)<br />
tidak berarti jika tidak ada usaha merealisir amal (karya) itu.</p>
<p>شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهِرٍ جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيْضَةً وَ قِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا. مِنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ بِخَصْلَةٍ مِنْ خِصَالِ الْخَيْرِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ وَ هُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ</p>
<p>“Di bulan Ramadhan,<br />
terdapat satu malam yang lebih utama dari seribu bulan”.<br />
Seterusnya Rasulullah SAW. bersabda,<br />
&#8220;Mengerjakan puasa di siang harinya diwajibkan.<br />
Dan mendirikan malam harinya<br />
(dengan ibadah sunnah seperti tarawih, tadarus Alquran)<br />
menjadi penambah pahala dari amal puasa Ramadhan itu.”</p>
<p>Selanjutnya,<br />
“Amalan amalan yang wajib,<br />
seperti tujuh puluh kali<br />
lebih baik dari pada amalan serupa<br />
di luar bulan Ramadhan.<br />
Dan bulan Ramadhan adalah bulan kesabaran”.<br />
(HR. Ibn Khuzaimah dari Salman al-Farisi).</p>
<p>Keutamaan Ramadhan  di dapat<br />
dengan dorongan yang tinggi dalam beribadah.<br />
Supaya manusia memiliki ethos kerja yang tinggi.</p>
<p>Ibadah sanggup membentuk watak pekerja yang tangguh<br />
berfikir realistis dalam mengkaji<br />
dan mensyukuri nikmat Allah.</p>
<p>Dari beberapa hadits di simpulkan<br />
ada amalan tertentu untuk lebih di perbanyak.</p>
<p>Khususnya di bulan Ramadhan,<br />
karena keutamaan sorga yang terbuka<br />
dan Pintu Neraka di tutup<br />
serta di rantai iblis dan Syaithan.</p>
<p>وَ عَنِ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا جَاءَ رَمَضَانَ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ وَ أُغْلِقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَ صُفِّدَتْ الشَّيْاطِيْنُ.    (أخرجه مسلم)</p>
<p>Hadist dari Abi Hurairah RA,<br />
bahwa Rasulullah SAW bersabda,<br />
“ Apabila telah datang Ramadhan,<br />
maka dibukakan pintu-pintu sorga,<br />
dan dikunci pintu-pintu neraka,<br />
serta dibelenggu syaithan-syaithan.”<br />
(HR.Muslim).</p>
<p>Menghindar dari syaithan hanya dengan takwa<br />
dan menukar amalan buruk dengan yang baik<br />
di sepanjang waktu dan di masa datang.</p>
<p>اِتَّقِ الله حَيْثُمَا كُنْتَ، وَ أتْبِعِ السَّيِّئَةَ اْلحَسَنَةَ تَمْحُهَا،   و خَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.</p>
<p>Takutlah kepada Allah dimanapun engkau berada.<br />
Ikutilah kesalahan oleh kebaikan,<br />
niscaya ia akan mengapus kesalahan itu,<br />
dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik.<br />
(al Hadist).</p>
<p>Baginda Rasulullah menyebut Ramadhan Syahr al muwasah.<br />
Berlapang lapang adalah adat manusia yang beradat.<br />
Sifat terpuji ini hanya ada<br />
pada orang yang mau memperhatikan nasib<br />
dan keadaan orang lain.</p>
<p>Memberi makan kepada orang berbuka sangat di anjurkan.</p>
<p>عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ رَضَىَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقَصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ. (رواه الترمذى و النسائي و ابن ماجة)</p>
<p>Dari Zaid bin Khalid RA, dari Nabi SAW,<br />
bahwa telah bersabda Rasulullah,<br />
“Barangsiapa memberi makanan  buka puasa<br />
(ifthar shaim) untuk orang yang berpuasa,<br />
maka dia akan mendapatkan pahala<br />
seperti pahala orang yang berpuasa itu,<br />
tanpa dikurangi sedikitpun<br />
dari pahala puasa orang yang berpuasa<br />
(yang diberi perbukaan itu).”<br />
(HR.Tirmidzi, Nasa’I dan Ibn Majah).</p>
<p>Lapang melapangi adalah sifat yang memiliki<br />
kepedulian sosial yang tinggi.<br />
Memiliki kepekaan sosial yang mendalam.</p>
<p>Kepedulian sosial tidak dimiliki<br />
oleh orang yang egoistis.<br />
Perangai yang hanya mau mementingkan diri sendiri<br />
akan menjadi  benalu dalam bermasyarakat.</p>
<p>Kepekaan sosial melahirkan hidup bertenggang rasa.<br />
Dan tercipta kehidupan masyarakat tolong menolong.</p>
<p>وَ تَعَاوَنُوا عَلَى البِرِّ و التَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُوْا عَلَى اْلإِسْمِ و الْعُدْوَانِ وَ اتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ.</p>
<p>Ta&#8217;aawanuu &#8216;Alal birri wat takwa.<br />
Saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.<br />
Dan jangan bertolongan dalam<br />
berbuat ma’shiyat dan permusuhan.<br />
Sesungguhnya Allah itu keras iqab-Nya.</p>
<p>Sikap gotong royong<br />
adalah  modal utama<br />
penggerak pembangunan.<br />
Tumbuh dari kepedulian sosial yang tinggi.<br />
Rasa peduli,<br />
adalah hikmah lain dari shaum (puasa).</p>
<p>Baginda Rasulullah SAW<br />
menyebutkan dalam hadist<br />
dialog dengan sahabat-sahabat beliau,</p>
<p>قَالُوْا: يَارَسُوْلُ اللهِ لَيْسَ كُلُّنَا يَجِدُ مَا يَفْطُرُ الصَّائِمُ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْطِى اللهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى تَمْرَةٍ أَوْ عَلَى شُرْبَةِ مَاء أَوْ مَذْقَةِ لَبَنٍ.</p>
<p>Para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW,<br />
‘Ya Rasulullah!<br />
Bukankah tidak semua dari kita berkemampuan<br />
memberikan berbuka  (ifthar shaim)<br />
makan puasa  ini kepada orang yang berpuasa?’.</p>
<p>Rasulullah SAW menjawab,<br />
“Allah memberikan pahala  yang sama besarnya<br />
kepada orang yang memberikan perbukaan makan<br />
kepada orang yang berpuasa,<br />
walaupun pemberian itu<br />
karena ketidak mampuannya<br />
hanya sanggup memberikan sebutir korma,<br />
seteguk air atau hanya seteguk susu”.<br />
(HR.Ibn Khuzaimah)</p>
<p>Di bulan Ramadhan diperbanyak pahala puasa<br />
dengan &#8220;pemurah&#8221;,<br />
dicontohkan oleh Rasulullah SAW.</p>
<p>كَانَ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْهِ أَجْوَدَ بِا لْخَيْرِ مِنَ الرَّيْحِ الْمُرْسَلَةِ</p>
<p>Adalah Nabi SAW di bulan Ramadhan<br />
berada dalam penuh kebaikan (pemurah)<br />
melebihi angin sepoi-sepoi basah.<br />
(HR. Ahmad, Tirmidzi dan Ibn. Majah).</p>
<p>Agama Islam,<br />
memulai pendekatan<br />
dari menumbuhkan rasa ni&#8217;mat dalam memberi.<br />
Menambah  rasa syukur dalam menerima.<br />
Al Yaadul &#8216;ulya. Khairun Minal Yadis Sufla&#8230;&#8221;,<br />
kata Baginda Rasulullah SAW.</p>
<p>Maknanya tiada lain adalah,<br />
“Tangan di atas (yang memberi),<br />
lebih baik dari tangan yang dibawah<br />
(yang hanya menerima)&#8221;.<br />
(Al Hadist).</p>
<p>Hikmahnya tegas sekali.<br />
Muslim harus menjadi umat terbaik<br />
Berkualitas mulia (khairin),<br />
menjadi umat bertangan di atas.<br />
Umat yang mampu memberi<br />
dengan kasih sayang sesama,<br />
sebagaimana kasih<br />
terhadap diri sendiri.</p>
<p>لا تُؤْمِنُ أحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبُّ ِلأِخِيْهِ ما يُحِبُّ لِنَفْسِهِ.  (متفق عليه)</p>
<p>Belum beriman seorang dari kalian<br />
sehingga mereka mencintai<br />
terhadap saudaranya (sesama beriman)<br />
layaknya mereka mencintai<br />
terhadap dirinya sendiri<br />
(HR.Muttafaq ‘Alaih).</p>
<p>Membentuk umat yang mampu memberi<br />
tidaklah mudah.<br />
Kemampuan memberi itu<br />
harus ditopang oleh adanya syarat dan rukun.<br />
Satu rukunnya adalah harus berpunya.<br />
Punya meteri untuk diberikan.<br />
Punya sikap suka memberi.<br />
Punya kualitas tidak senang menerima.<br />
Punya izzatun nafs<br />
atau harga diri yang tinggi.</p>
<p>Suka memberi didorong oleh sikap jiwa dari dalam.<br />
Memberi dengan ikhlas.<br />
Memberi yang berkualitas<br />
melahirkan rasa solidaritas (ukhuwah).</p>
<p>Menerima, mesti pula dijadikan<br />
&#8220;menerima&#8221; yang berkualitas.<br />
Pihak yang &#8220;memberi&#8221;<br />
dan yang &#8220;menerima&#8221;,<br />
memiliki derajat kemuliaan.</p>
<p>Ibadah shaum<br />
melahirkan keikhlasan yang tinggi.<br />
Yang memberi telah memberi dengan ikhlas.<br />
Yang menerima, juga menerima dengan ikhlas.<br />
La&#8217;allakum Tasykuruuma<br />
(supaya kamu bersyukur).</p>
<p>Bersyukur adalah pandai berterima kasih.<br />
Bersyukur tidak semata sebatas mengucapkan Alhamdulillah.</p>
<p>Bersyukur, bermakna memelihara apa yang ada.</p>
<p>إنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُوْلُ يَوْمَ القِيَامَةِ: يَابْنَ آدَمَ! اسْتَطْعَمْتُكَ، فَلَمْ تُطْعِمْنِي! قَالَ: يَا رَبِّ! كَيْفَ أُطْعِمُكَ و أَنْتَ رَبُّ اْلعَالَمِيْنَ؟! قال: أَمَا عَلِمْتُ أَنَّهُ اسْتَطْعَمَكَ عَبْدِي فُلاَنٌ، فَلَمْ تُطْعِمْهُ؟ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ أَطْعَمْتَهُ لَوَجَدْتُ ذَلِكَ عِنْدِي؟  (رواه الطبراني)</p>
<p>“Sesungguhnya Allah SWT  ‘Azza  wa  Jalla,<br />
berfirman pada hari kiamat.<br />
‘ Hai anak cucu Adam!<br />
Aku minta makan kepadamu,<br />
tapi kamu tidak memberi-Ku makan.’<br />
Dia (anak Adam) berkata,<br />
‘Ya Rabb!<br />
Bagaimana aku mau memberi-Mu makan,<br />
sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?!’<br />
Allah berfirman,<br />
‘ Apa kau tidak tahu,<br />
bahwa si Fulan hamba-Ku itulah<br />
yang meminta kepadamu makan.<br />
Mengapa tidak kamu beri makan?<br />
Apa kau tidak tahu,<br />
kalau kau memberinya makan,<br />
maka kau akan mendapatkan (ganjaran)<br />
hal itu dari sisi-Ku?’</p>
<p>‘Hai anak Adam!<br />
Aku meminta kepadamu minum,<br />
tapi kau tidak memeberi-Ku minum!’<br />
Dia (hamba) berkata,<br />
‘Ya Rabb!<br />
Bagaimana aku mau memberi-Mu minum,<br />
sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?!’<br />
Allah SWT  berfirman,<br />
‘ Hamba-Ku si Fulan meminta padamu minum,<br />
tapi tidak kau beri dia minum.<br />
Apa kau tidak tahu<br />
bahwa kalau kau memberinya minum,<br />
kau akan mendapatkan (pahala)<br />
hal itu dari sisi-Ku?’.”<br />
( HR.Muslim).</p>
<p>Menggunakan ni&#8217;mat<br />
menurut ketentuan pemberi ni&#8217;mat.</p>
<p>Bersedia memberikan hak Allah<br />
melalui makhluk-Nya.</p>
<p>Setiap ni’mat yang telah diterima manusia<br />
dalam hidup di dunia<br />
akan ditanya kemana dipergunakan.</p>
<p>اِغْتَنِم خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، و صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، و غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، و فَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، و حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ.    (رواه الحاكم)</p>
<p>Manfaatkanlah sebaik-baiknya lima macam kesempatan<br />
sebelum datang lima yang lainnya;<br />
masa mudamu sebelum datang masa tuamu,<br />
waktu sehatmu sebelum datang masa sakitmu,<br />
saat kayamu sebelum tiba saat miskinmu,<br />
waktu senggang – lapangmu – sebelum datang waktu sibukmu<br />
dan hidupmu sebelum matimu datang menjelang’.<br />
(HR.Hakim)</p>
<p>Nabi Muhammad SAW  selalu  berdoa kepada Allah<br />
agar tidak di perdaya oleh kekayaan dunia<br />
dan tidak hina karena kefakiran yang dimiliki.</p>
<p>اَللَّهُمَّ إَنِّى أَعُوْذَبِكَ مِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الغِنَى، اَللَّهُمَّ إَنِّى أَعُوْذَبِكَ مِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الفَقْرِ.    (رواه البخاري)</p>
<p>Wahai Allah,<br />
sesungguhnya aku ini berlindung kepada MU<br />
dari jahatnya fitnah kekayaan.<br />
Ya Allah,<br />
sesungguhnya aku ini berlindung kepada MU<br />
dari buruknya fitnah kefakiran<br />
(HR. Bukhari Muslim)</p>
<p>Pemurah sesama manusia,<br />
terutama kepada dhu’afak,<br />
karena do’a fakir miskin<br />
sangat mustajab.</p>
<p>Yang tidak peduli nasib simiskin,<br />
sesungguhnya bukanlah golonganku,<br />
kata Nabi Muhammad SAW.</p>
<p>Manusia bukan objek dari alam.<br />
Tetapi sebaliknya,<br />
alam adalah objek bagi manusia.<br />
Alam dibuat untuk  kepentingan,<br />
keperluan manusia.</p>
<p>Manusia adalah subjek terhadap alam itu.<br />
Bila ilmu pengetahuan alam<br />
mengenal adanya geo-centris<br />
dimana bumi sebagai pusar<br />
kendali kehidupan alamiyah.</p>
<p>Maka Allah Yang Maha Pencipta<br />
telah menciptakan manusia<br />
sebagai titik sentral<br />
dari kehidupan di bumi<br />
yang alamiyah ini.</p>
<p>Bumi tidak akan menjadi pusat perhatian,<br />
bila ditakdirkan tidak dihuni oleh manusia.</p>
<p>Apabila masa sekarang planit-planit lain<br />
di keliling bumi mulai menjadi perhatian<br />
dan bahan penelitian,<br />
justeru karena adanya manusia penghuni  bumi.</p>
<p>QIYAMUL-LAIL, SHOLAT MALAM</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda;<br />
“Barangsiapa yang melaksanakan Qiyamul-Lail<br />
di Ramadhan atas dasar iman dan ikhlas<br />
pasti diampuni dosa-dosanya yang telah lewat”.<br />
(H.R. Bukhari Muslim).</p>
<p>Melakukan amalan baik,<br />
seperti shalatul-lail,<br />
serta menyeru orang lain<br />
untuk ikut melaksanakannya,<br />
niscaya  akan mendatangkan<br />
keuntungan besar.</p>
<p>مَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَلَهُ أَجْرُهَا و أَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْءٌ (رواه مسلم و أحمد و الترمذي و النسائي و ابن ماجة)</p>
<p>Barangsiapa yang menyunnahkan suatu sunnah<br />
yang baik di dalam Islam,<br />
maka dia mendapatkan pahalanya<br />
dan pahala orang yang mengamalkan sesudahnya,<br />
tanpa mengurangi sedikitpun<br />
dari pahala mereka.<br />
(HR.Muslim, Ahmad, Tirmidzi, Nasa’I, dan Ibnu Majah).</p>
<p>Seruan untuk setiap Mukmin<br />
agar berjihad memelihara kepatuhan<br />
terhadap Allah SWT<br />
dengan sujud dan rukuk yang teratur.</p>
<p>يَأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا ارْكَعُوْا وَ اسْجُدُوْا وَ اعْبُدُوْا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوْا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ<br />
تُفْلِحُوْنَ. وَ جَاهِدُوْا فِي اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ، هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيْكُمْ إِبْرَاهِيْمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ قَبْلُ وَ فِي هَذَا لِيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ شَهِيْدًا عَلَيْكُمْ وَ تَكُوْنُوْا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيْمُوْا الصَّلَوَاتَ وَ آتُوْا الزَّكَوَاتَ وَ اعْتَصِِمُوْا بِاللهِ هُوَ مَوْلاَكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَ نِعْمَ النَّصَيْرُ.</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman,<br />
ruku`lah kamu,<br />
sujudlah kamu,<br />
sembahlah Tuhanmu<br />
dan perbuatlah kebajikan,<br />
supaya kamu mendapat kemenangan.<br />
Dan berjihadlah kamu<br />
pada jalan Allah<br />
dengan jihad yang sebenar-benarnya.<br />
Dia telah memilih kamu<br />
dan Dia sekali-kali<br />
tidak menjadikan untuk kamu<br />
dalam agama suatu kesempitan.<br />
(Ikutilah)<br />
agama orang tuamu Ibrahim.<br />
Dia (Allah)<br />
telah menamai kamu sekalian<br />
orang-orang muslim dari dahulu,<br />
dan (begitu pula) dalam (Alquran) ini,<br />
supaya Rasul itu<br />
menjadi saksi atas dirimu<br />
dan supaya kamu semua menjadi saksi<br />
atas segenap manusia,<br />
maka dirikanlah sembahyang,<br />
tunaikanlah zakat<br />
dan berpeganglah kamu pada tali Allah.<br />
Dia adalah Pelindungmu,<br />
maka Dialah sebaik-baik Pelindung<br />
dan sebaik-baik Penolong.”<br />
(QS.22, al-Hajj ayat 77-78).</p>
<p>Tanggung jawab muslim memelihara shalat mereka,<br />
dengan shalat di awal waktu.</p>
<p>Para Malikat  mengawasi umat manusia<br />
dan melaporkan setiap hari<br />
keadaan umat tersebut tentang shalatnya.</p>
<p>Hadist Nabi Muhammad SAW<br />
menceritakan kepada kita<br />
betapa malaikat bertimbang terima<br />
pada dua waktu shalat subuh dan ashar.</p>
<p>يَتَعَاقِبُوْنَ فِيْكُمْ: مَلاَئِكَةٌ بِالَّليْلِ، وَ مَلاَئِكَةٌ بِالنَّهَارِ، وَ يَجْتَمِعُوْنَ فِي صَلاَةِ الْفجْرِ، وَ صَلاَةِ الْعَصْرِ، ثُمَّ يَعْرُجُوْنَ الَّذِيْنَ بَاتُوْا فِيْكُمْ،  فَيَسْأَلُهُمْ وَ هُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ: كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي؟ فَيَقُوْلُوْنَ: تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّوْنَ، وَ آتَيْنَاهُمْ وَ هُمْ يُصَلُّوْنَ.   (متفق عليه)</p>
<p>Malaikat akan saling bergiliran<br />
memperhatikan kalian.<br />
Ada malaikat yang bertugas pada malam hari<br />
dan ada malaikat yang bertugas pada siang hari.<br />
Mereka (kedua kelompok malaikat itu)<br />
berkumpul pada shalat Fajar dan shalat Ashar.<br />
Kemudian malaikat yang telah bertugas<br />
mengawasi kalian akan naik kelangit,<br />
dan Allah SWT menanyakan laporan mereka,<br />
dan Allah SWT lebih tahu dari mereka tentang itu,<br />
bagaimana keadaan hamba-hamba-Ku<br />
saat kalian meninggalkan mereka?<br />
Mereka menjawab,<br />
“kami meninggalkan mereka sedang saat shalat,<br />
dan kami datang di saat mereka sedang shalat juga.<br />
(HR. Muttafaq ‘alaih)</p>
<p>TADARUS ALQURAN</p>
<p>Bulan Ramadhan adalah bulan Nuzul Quran.</p>
<p>شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ القُرْآنَ هُدًى للنَّاسِ و بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى و الفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَ مَنْ كَانَ مَرِيْضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ. يُرِيْدُ اللهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ و لِتُكْمِلُوْا العِدَّةَ و لِتُكَبِّرُوا اللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ  و لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ</p>
<p>(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan,<br />
bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran<br />
sebagai petunjuk bagi manusia<br />
dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu<br />
dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).<br />
Karena itu,<br />
barangsiapa di antara kamu hadir<br />
(di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu,<br />
maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu,<br />
dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan<br />
(lalu ia berbuka),<br />
maka (wajiblah baginya berpuasa),<br />
sebanyak hari yang ditinggalkannya itu,<br />
pada hari-hari yang lain.<br />
Allah menghendaki kemudahan bagimu,<br />
dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.<br />
Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya<br />
dan hendaklah kamu mengagungkan Allah<br />
atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu,<br />
supaya kamu bersyukur.<br />
(QS.2, al Baqarah : 185)</p>
<p>Mendalami Alquran<br />
sama halnya dengan menambah ilmu<br />
yang berguna untuk kehidupan manusia.</p>
<p>Dengan membaca dan menghafal Alquran<br />
sebenarnya seseorang melatih memori otaknya.</p>
<p>Melatih perekaman otak<br />
agar tidak cepat menjadi pelupa<br />
dan melatih kefasihan lidah.</p>
<p>Membaca Alquran dengan makhrij huruf yang benar<br />
sama dengan mengajar kefasihan lidah<br />
pada semua lahjah (intonasi)<br />
bahasa-bahasa dunia.</p>
<p>Rajin membaca Alquran<br />
berarti menambah ilmu pengetahuan.</p>
<p>Dan orang berilmu<br />
tampil dengan sikap teguh,<br />
kuat, dan istiqamah,<br />
yakni konsisten dalam bertindak<br />
atau berbuat kearah yang baik.</p>
<p>POLA QURANI.</p>
<p>Sebagai muslim ada kewajiban<br />
mewujudkan  masyarakat makmur<br />
berkeadilan ketenteraman<br />
yang menjadi idaman dalam hidup ini.</p>
<p>Berkeadilan sejati adalah makmur<br />
dan tenteram di bawah naungan<br />
Rahmat Allah Yang Maha Kuasa.</p>
<p>Sebagai insan hamba Allah,<br />
tidak boleh kita  mengabaikan<br />
dimensi kultural dari bangsa ini.<br />
Lebih 85% umat ini memiliki<br />
nilai nilai khair umatin<br />
atau umat utama.<br />
Sebagai konsekwensi dari<br />
dinamika sosial<br />
bangsa yang berkemampuan tinggi.</p>
<p>Tepatnya,<br />
perlu di mulai<br />
dengan menerapkan Pola &#8220;Q&#8221;<br />
yang semestinya tidak ditolak<br />
oleh bagian terbesar<br />
generasi bangsa ini<br />
yang telah menerima Alquran<br />
sebagai hidayah.</p>
<p>&#8220;Pola Qurani&#8221; yang bermuatan hidayah<br />
mampu menjadi nilai dasar<br />
pembentukan kualitas manusia.</p>
<p>Muatan dasar pertama adalah imaniyah.<br />
Keyakinan kepada Kekuasaan Allah Yang Maha Esa.<br />
Dikenal dengan formula &#8220;tauhid&#8221;,<br />
yang memberikan motivasi kepada manusia<br />
menggerakkan aktivitas nyata.</p>
<p>Mengantisipasi perubahan cepat yang tengah berlaku.<br />
Suatu tatanan peradaban modern (maju)<br />
dapat di terima oleh umat,<br />
selama perubahan tersebut<br />
tidak harus berakibat tercerabutnya umat<br />
dari nilai dasar iman dan kepribadian Islami.</p>
<p>Formula tauhid,<br />
adalah kesadaran bahwa alam ini<br />
di cipta dengan kesiapan<br />
menerima setiap perubahan.</p>
<p>Setiap perubahan itu<br />
berada di dalam kerangka idealisme<br />
yang tetap utuh,<br />
yakni mencari redha Allah.</p>
<p>Muatan kedua adalah<br />
formula ukhuwwah.</p>
<p>Kesadaran pentingnya persaudaraan<br />
dan kekerabatan<br />
yang di ikat dengan tali keakraban<br />
(sebangsa dan setanah air).</p>
<p>Muatan ini mendorong terciptanya<br />
upaya upaya nyata dan serius<br />
mengaktualisasikan potensi yang di miliki<br />
guna di arahkan kepada kehidupan mandiri (self help)<br />
dalam upaya menciptakan tatanan bermasyarakat<br />
yang lebih baik (mutual help).</p>
<p>Pada akhirnya<br />
mampu melahirkan masyarakat yang hidup<br />
dan menghidupi (selfless help)<br />
sebagai uswah hasanah<br />
atau sosok ketauladanan.</p>
<p>Formula ukhuwwah,<br />
kekerabatan (kesaudaraan)<br />
berperan dalam memecahkan masalah kemiskinan<br />
dan kemelaratan umat,<br />
dengan meluruskan kesenjangan sosial<br />
atas prinsip ta&#8217;awunitas,<br />
yaitu kerjasama<br />
atas dasar sama sama bekerja.</p>
<p>Firman Allah dalam Al Qur^an menyebutkan,<br />
&#8220;I&#8217;maluu &#8216;alaa makanatikum, inni &#8216;amil&#8221;,<br />
artinya<br />
&#8220;kamu masing masing berbuat pada tempat (posisi) kamu,<br />
akupun berbuat pula<br />
(menurut kemampuan pada posisiku pula)&#8221;.</p>
<p>Makna lebih dalam ialah<br />
berkembangnya tatanan saling menghormati<br />
pada posisi sama sama terhormat.</p>
<p>Dan tertutupnya kesempatan<br />
exploitation de l&#8217;homme par l&#8217;homme<br />
seperti pada kehidupan kapitalistis.</p>
<p>Muatan ketiga adalah formula fii sabilillah,<br />
yang pada hakekatnya<br />
mengikat diri pada pemilihan<br />
hanya pada jalan Allah.</p>
<p>Maknanya,<br />
bahwa sumber pendapatan<br />
dan pembiayaan yang di lakukan<br />
terhindar dari kebocoran kebocoran<br />
(waste  atau mubazzir).</p>
<p>Menegakkan aturan normatif<br />
merupakan konsekwensi logis<br />
agar secara aktualita<br />
di dapati batas batas antara boleh dan tidak,<br />
antara suruhan dan larangan,<br />
antara halal dan haram,<br />
dan kepedulian yang tinggi<br />
terhadap perubahan perubahan<br />
dengan bimbingan akhlakul karimah.</p>
<p>Muatan keempat,<br />
adalah formula ukhrawi.</p>
<p>Karena antara keperluan dunia<br />
dan kepentingan akhirat<br />
sama sekali tidak terpisah.</p>
<p>Tidak berdiri sendiri sendiri<br />
tanpa ada ketergantungan satu sama lainnya.</p>
<p>Kepercayaan kepada hari akhir<br />
(kehidupan sesudah mati)<br />
sebenarnya keyakinan<br />
terhadap adanya kewajiban<br />
pertanggungan-jawab individual<br />
yang tidak bisa dimanipulasi datanya.</p>
<p>Keyakinan ini menempatkan<br />
pernilaian bahwa<br />
&#8220;hari akhir itu lebih baik<br />
dari hari sekarang (dunia) ini&#8221;.</p>
<p>Konsep kesejahteraan hari akhirat<br />
amat ditentukan oleh pemilihan yang amat tepat<br />
di masa kini (duniawi).</p>
<p>Konsep &#8220;ukhrawi&#8221;<br />
melahirkan sikap positif<br />
dalam bertindak dengan penuh kehati hatian.</p>
<p>Memilih amal yang tepat,<br />
disiplin yang tinggi,<br />
hemat, tidak takabbur,<br />
bahkan terjauh dari sikap perilaku tercela.</p>
<p>Akhirnya mampu membentuk<br />
kualitas manusia efektif dan konstruktif.</p>
<p>Kualitas itu ada pada semua proses pembangunan<br />
di seluruh segi kehidupan manusia<br />
di dalam mencipta kedamaian dunia.</p>
<p>Maka, formulasi &#8220;akhirat&#8221;<br />
membentengi umat dari gejolak faham sekularistik,<br />
yang muaranya adalah hedonistik,<br />
vandalisme, anarkis, sadisme dan a moral.</p>
<p>Kepercayaan atau keyakinan kepada kehidupan ukhrawi<br />
memposisikan manusia pada peranan strategis.</p>
<p>Muatan nilai-nilai yang dididikkan<br />
menciptakan sumber daya manusia seimbang.<br />
Dengan memiliki kehandalan intelektual,<br />
fisik, profesionalitas.<br />
Memiliki keimanan dan ketakwaan.<br />
Mempunyai kepribadian luhur, dan akhlak karimah,<br />
seperti yang diharapkan<br />
dalam format pembangunan manusia seutuhnya.</p>
<p>Muatan kelima,<br />
adalah formula ilmu dan hikmah.</p>
<p>Keperluan  terhadap ilmu,<br />
menjadi bahagian awal dari pemberitaan Alqurani,<br />
pada ayat ayat yang pertama di turunkan.</p>
<p>Ilmu tidak pernah berhenti,<br />
sampai dunia berakhir dengan kiamat.<br />
Allah SAW menyebutnya dalam Fiman Nya,</p>
<p>اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ.  خَلَقَ اْلإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ. اِقْرَأْ وَرَبُّكَ اْلأَكْرَمُ.  الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ. عَلَّمَ اْلإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ.</p>
<p>&#8221; Bacalah,<br />
Dan Tuhanmu lah Yang Maha Pemurah.<br />
Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.<br />
Dia mengajarkan kepada manusia<br />
apa yang tidak diketahuinya&#8221;<br />
(Al &#8216;Alaq, QS.96 ayat 3 5).</p>
<p>Untuk mendapatkan ilmu<br />
perlu dicari guru yang ikhlas<br />
(syeikh atau  mursyid)<br />
yang dapat  memberikan ta’lim  pembelajaran,<br />
tarbiyah pendidikan,<br />
dan diiringi oleh tarqiyah  pembimbingan.</p>
<p>Kewajiban mendapatkan guru<br />
(belajar, menuntut ilmu) ini a<br />
dalah termasuk dalam kaedah usul fiqh<br />
yang menyebutkan,</p>
<p>ما لا يتم ا لواجب الا به فهو واجب</p>
<p>Sesuatu perkara<br />
yang menyebabkan sesuatu kewajiban<br />
tidak akan dapat disempurnakan<br />
kecuali dengannya<br />
maka perkara tersebut<br />
adalah wajib juga hukumnya.</p>
<p>Dengan kaedah ini dapat di pahami<br />
betapa pentingnya usaha-usaha pembentukan da’iya,<br />
imam khatib, para mu’allim dan tuangku<br />
di nagari-nagari pada saat kembali ke surau.<br />
Memberikan bekalan yang cukup<br />
melalui pelatihan dan pembekalan ilmu yang memadai.<br />
Membuatkan anggaran belanja yang memadai<br />
di daerah-daerah menjadi sangat penting<br />
di dalam mendukung satu usaha yang wajib.</p>
<p>Tidak syak lagi,<br />
merawat berbagai penyakit batin itu wajib.<br />
Siapapun yang dikuasai oleh penyakit batin<br />
wajib mencari guru<br />
yang dapat menjauhkan dari berbagai sifat jahat itu.</p>
<p>Merebut ilmu,<br />
sesuai dengan bimbingan Rasulullah SAW<br />
menjadi kewajiban bagi setiap Muslim<br />
(lelaki dan perempuan),<br />
(Al Hadist).</p>
<p>Tidak ada batas usia menuntut ilmu<br />
sebagaimana sabda Rasulullah SAW,<br />
&#8220;Tuntutulah ilmu itu dari ayunan<br />
hingga ke liang lahat (qubur)&#8221;<br />
(Al Hadist).</p>
<p>Tidak pula terbatas di satu wilayah<br />
seperti yang dianjurkan<br />
&#8220;Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina&#8221;.</p>
<p>Kenyataan tentang keberhasilan manusia<br />
di dalam ukuran universal<br />
hanyalah dengan penguasaan ilmu pengetahuan.</p>
<p>Hal ini senyatanya amat sesuai<br />
dengan sabda Rasulullah SAW,<br />
&#8220;Siapa yang inginkan dunia<br />
dia harus peroleh dengan ilmu,<br />
siapa yang inginkan akhirat<br />
juga harus direbut dengan ilmu,<br />
dan sesiapa yang inginkan keberhasilan kedua duanya<br />
(dunia dan akhirat)<br />
maka keduanya harus direbut dengan ilmu&#8221;<br />
(Al Hadist).</p>
<p>Seorang yang ingin melakukan tazkiyah nafs<br />
mesti didukung oleh himmah (minat dan cita) yang kuat.</p>
<p>Himmah  diartikan cita-cita,<br />
tekad yang bulat dan kuat,<br />
yang di dorong oleh niat yang tulus,<br />
keyakinan yang benar,<br />
cara yang benar<br />
di dalam mencapai cita-cita itu.</p>
<p>Seorang yang memiliki himmah kuat<br />
didorong menjalani jalan Allah<br />
seumur hidupnya.</p>
<p>Himmah akan mendorongnya bersungguh-sungguh,<br />
tanpa lalai dan letih.<br />
Himmah tidak mengenal segan<br />
sampai kepada tercapainya tujuan perjalanan.</p>
<p>Untuk menjaga himmah ini<br />
maka hendaklah dibaca<br />
dan diingatkan selalu doa munajat :</p>
<p>الهي انت مقصودي ورضاك مطلوبي</p>
<p>Ya Allah, Ya Tuhanku!<br />
Engkaulah tujuan hidup dan matiku<br />
dan keredhaan-Mu adalah yang ku cari.</p>
<p>Redha adalah aplikasi utama dari nilai Alqurani<br />
yang di turunkan oleh Allah pada bulan Ramadhan.</p>
<p>Salah satu keutamaan puasa Ramadhan<br />
dan membaca Alquran itu<br />
disebutkan dalam salah satu Sabda Rasulullah,<br />
”Puasa dan sholat malam<br />
membela si hamba pada hari kiamat.<br />
Puasa berkata,<br />
‘Ya robbi, saya halangi ia<br />
untuk makan dan minum disiang hari ’.</p>
<p>Alquran juga berkata,<br />
‘Aku rintangi ia untuk tidur di malam hari’.<br />
Maka jadikanlah kami penolongnya.”</p>
<p>Melakukan tazkiyah nafs<br />
menghendaki  adanya teman (ikhwan).<br />
Agar sama-sama ingat-mengingatkan<br />
dan bantu-membantu<br />
dalam berbagai masalah yang dihadapi.</p>
<p>Apabila tazkiyah nafs akan dicapai dengan sempurna,<br />
hindarilah untuk berdampingan<br />
dengan orang yang menyukai kejahatan.</p>
<p>Jauhilah bergaul dengan para pengikut hawa nafsu<br />
dan yang tidak beradab sopan.</p>
<p>Seiring pula dengan Firman Allah,</p>
<p>يُؤْتِى الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَآءُ وَ مَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيْرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُوْا اْلأَلْبَابِ</p>
<p>&#8221; Allah menganugrahkan al hikmah<br />
(kefahaman yang dalam tentang Alquran dan As Sunnah)<br />
kepada siapa yang Dia kehendaki.<br />
Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu,<br />
ia benar-benar telah dianugrahi<br />
karunia yang banyak.<br />
Dan hanya orang-orang yang berakallah<br />
yang dapat mengambil pelajaran<br />
(dari firman Allah). “<br />
(Al Baqarah, QS. 2 ayat 269).</p>
<p>Tazkiyah nafs<br />
memerlukan perawatan dari berbagai  penyakit nafs<br />
dengan menjaga dan menyuburkan jiwa itu.</p>
<p>Ketika roh suci ditiupkan kedalam tubuh manusia,<br />
semua hati manusia telah diperkenalkan kepada Allah<br />
dan musyahadah kepada-Nya.</p>
<p>Allah berfirman :</p>
<p>أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِد ْ نا</p>
<p>Bukankah Aku ini Tuhan kamu? (Para roh menjawab):<br />
Benarlah (Engkau Tuhan kami) Kami saksikan.</p>
<p>Setelah Allah memasukkan roh itu ke dalam jasad manusia,<br />
hati itu telah lupa  terhadap janji dan pengakuan tersebut.<br />
Hanya Rahmat Allah semata,<br />
dengan diturunkan  agama kepada para rasulNya.<br />
Dengan melaksanakan ajaran agama itu,<br />
roh manusia dikenalkan kembali kepada Allah SWT.</p>
<p>Roh manusia yang berada dalam jasad<br />
(Nafs al-Natiqah) itu<br />
mudah dikotori berbagai perkara.</p>
<p>Pengotoran yang sangat berbahaya<br />
ialah syirik atau menyekutukan Allah.</p>
<p>Karena itu, orang musyrikin  rohaninya najis.</p>
<p>Allah berfirman:</p>
<p>إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ</p>
<p>Bahawasanya orang-orang musyrikin itu najis.</p>
<p>Selain syirik,<br />
berbagai maksiat dan dosa-dosa<br />
besar maupun kecil<br />
juga mencemari jiwa dan hati manusia.</p>
<p>Jiwa yang telah tercemar berbagai maksiat<br />
akan mengandungi berbagai sifat tercela<br />
dan jauh dari sifat-sifat terpuji.</p>
<p>Hati akan mati, karena ghaflah yaitu lalai.</p>
<p>Langkah pertama ke arah tazkiyah nafs itu<br />
ialah menghidupkan jiwa<br />
atau hati yang mati karena ghaflah itu.<br />
Cara terbaik dengan zikrullah<br />
dan muraqabah<br />
atau tafakkur mengingati nikmat Allah.</p>
<p>Nabi SAW bersabda :</p>
<p>مثل الذي يذكر ربه والذي لايذكر ربه مثل الحي والميت</p>
<p>Umpama orang yang mengingati Tuhannya<br />
dan orang yang tidak ingatkan Tuhannya<br />
seumpama perbandingan orang yang hidup dengan yang mati.</p>
<p>Satu keniscayaan bahwa pergolakan kompetitif<br />
di era globalisasi didominasi oleh<br />
pemilik ilmu pengetahuan dan teknologi.<br />
Mereka berpeluang menguasai dunia global masa datang.<br />
Penguasaan ilmu pengetahuan (hikmah)<br />
adalah bagian integral dalam Pola Qurani (Pola Q).</p>
<p>Penguasaan ilmu pengetahuan bagi umat ini<br />
menjadi dorongan kuat<br />
dan akomodasi alternatif<br />
untuk memotivasi manusia (Muslim)<br />
mengantisipasi langkah zaman jauh kedepan.</p>
<p>Akan tetapi,<br />
dengan ilmu semata<br />
tanpa dikuatkan oleh hati yang bersih,<br />
akan di dapati satu susunan masyarakat<br />
yang berilmu banyak dengan keyakinan tipis.</p>
<p>Kalau umat Islam masih &#8220;mendua&#8221;<br />
menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup,<br />
maka selama itu pulalah umat Islam<br />
ditimpa berbagai macam kegelisahan<br />
dan penderitaan.</p>
<p>Umat Islam yang menderita itu,<br />
tidak bisa dilepaskan<br />
dari keingkaran pada kebenaran ayat ayat Alquran.<br />
Karena itu,<br />
mari kita benar benar menjadikan Alquran<br />
pedoman hidup yang membawa kesejahteraan<br />
secara keseluruhan.</p>
<p>Dengan mengembangkan kehidupan berpola Qurani<br />
sebagai salah satu pilihan tepat<br />
bermuatan hidayah Allah<br />
yang di percayai umat terbanyak<br />
dari generasi bangsa ini.</p>
<p>Pola Qurani yang diterapkan ini<br />
dapat menopang laju pembangunan negara tercinta<br />
dan menjanjikan langkah positif kedepan<br />
guna menatap perubahan zaman.</p>
<p>Semua langkah tersebut<br />
mestinya  di lakukan<br />
dengan mengharap redha Allah.</p>
<p>I’TIKAF DI MASJID</p>
<p>Maknanya berdiam di Masjid<br />
mendekatkan diri kepada Allah dengan beribadah padaNya.</p>
<p>إَنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللهِ مَنْ آمَنَ بِاللهِ وَ الْيَوْمِ الآخِرِ و أَقَامَ الصَّلَوَةَ وَ ءَاتَي الزَّكَوَةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلاَّ اللهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ.</p>
<p>Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah<br />
ialah orang-orang yang beriman kepada Allah<br />
dan hari kemudian,<br />
serta tetap mendirikan shalat,<br />
menunaikan zakat<br />
dan tidak takut (kepada siapapun)<br />
selain kepada Allah,<br />
maka merekalah<br />
orang-orang yang diharapkan<br />
termasuk golongan orang-orang<br />
yang mendapat petunjuk.<br />
(QS.at Taubah : 18)</p>
<p>Rasulullah selalu beri’tikaf<br />
terutama 10 malam terakhir Ramadhan.<br />
Para malikat di langit selalu bersujud<br />
dan tasbih kepada Tuhannya.<br />
Tidak sejengkalpun permukaan langit<br />
yang terluang dari tempat bersujudnya malaikat.</p>
<p>أَطتِ السَّمَاءُ، و يَحِقُّ لَهَا أنْ تَئِطَ. و الَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ! ما ِفيْهَا مَوْضِعُ شِبْرٍ إلاَّ و فِيْهِ جَبْهَةُ مَلَكٍ سَاجِدٍ، يُسَبِّحُ الله بِحَمْدِهِ.       (رواه ابن مردوبه)</p>
<p>Langit tertutup,<br />
dan memang sepantasnya ia tertutup.<br />
Demi zat yang Yang Menguasai Diri Muhammad!<br />
Tidak ada satu tempat selebar satu jengkalpun,<br />
kecuali di sana ada kening malaikat<br />
yang sedang bersujud dan bertasbih<br />
kepada Allah<br />
dengan segala pujian-pujian.<br />
(HR.Ibnu Marduweih).</p>
<p>Sudah sewajarnya<br />
manusia menyediakan waktu<br />
untuk bersujud di masjid.</p>
<p>Ibadah I’tikaf di Masjid<br />
sangat disenangi oleh Rasulullah SAW,<br />
terutama di bulan Ramadhan.</p>
<p>“Masjid adalah rumah<br />
untuk setiap orang yang bertakwa<br />
dan Allah bertanggung jawab<br />
akan memberi rahmat<br />
kepada orang yang menjadikan masjid<br />
sebagai rumahnya,<br />
dan ia akan melewati jembatan<br />
keridhaan Allah SWT.”<br />
(HR.  Thabrani)</p>
<p>Setiap muslim hendaknya sadar<br />
bahwa yang akan membantu<br />
dalam hidup di dunia dan di Padang Mahsyar,<br />
semata hanya pertolongan dari Allah<br />
dan dari sesama yang bertauhid.</p>
<p>Pertolongan akan didapat<br />
dari mereka yang sama bersujud,<br />
termasuk para malaikat,<br />
dan dari mereka yang sama taat<br />
dan patuh kepada Allah SWT.</p>
<p>إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللهُ وَرَسُوْلُهُ، وَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلَوَاتَ وَ يُؤْتُوْنَ الزَّكَوَاتَ وَ هُمْ رَاكِعُوْنَ.</p>
<p>“ Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah,<br />
Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman,<br />
yang mendirikan shalat<br />
dan menunaikan zakat,<br />
seraya mereka tunduk (kepada Allah).”<br />
(QS.5, al-Maidah, ayat 55).</p>
<p>Allahu Akbar wa Lillahi l-hamd</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hiduplah dengan Hidup Yang Berarti]]></title>
<link>http://suraubuya.wordpress.com/2009/09/22/hiduplah-dengan-hidup-yang-berarti/</link>
<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 06:01:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://suraubuya.wordpress.com/2009/09/22/hiduplah-dengan-hidup-yang-berarti/</guid>
<description><![CDATA[  Hidup Sekali &#8230; Hiduplah yang Berarti Oleh Buya H. Masoed Abidin وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>Hidup Sekali &#8230; Hiduplah yang Berarti</strong></p>
<p align="center"><strong>Oleh Buya H. Masoed Abidin</strong></p>
<p dir="rtl"><strong>وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ</strong></p>
<p dir="rtl" align="center"><strong>“Kehidupan Dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”  (Q.S.Ali Imran:185)</strong></p>
<p dir="rtl"><strong>وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى</strong></p>
<p align="center"><strong>“Sedangkan Kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal” (Q.S.Al A’la: 17)</strong></p>
<p><strong>Generasi demi generasi telah dan akan berperan dalam mengisi panggung kehidupan ini. Umur dari hari ke hari bukan malah bertambah, tapi terus berkurang menuju sebuah pintu keabadian yang kemudian akan mengantarkan kita apakah ke dalam kebahagiaan ataukah dalam kesengsaraan. Kematian pasti akan menjemput setiap yang bernyawa.</strong></p>
<p><strong>“Dimana saja kamu berada, kematian akan menjemput kamu. Kendatipun kamu berada dalam benteng yang tinggi lagi kokoh”. (Q.S. An Nisa :78)</strong></p>
<p><strong>Ajal adalah batas “jatah” hidup seseorang di dalam dunia yang fana ini. Kapan ajal menjemput kita ??? tiada seorangpun yang tahu.</strong></p>
<p><strong>“Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok, dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana Ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.  (Q.S. Luqman :34)</strong></p>
<p><strong>Tanpa kita sadari memang, bahwa jatah hidup untuk beramal semakin hari semakin sempit dan berangsur-angsur habis, sedangkan dosa terus bertambah. Tobat selalu kita tunda dan bahkan kita sering tak pernah menyesali akan perbuatan dosa dan maksiat yang pernah kita lakukan. Seorang penyair mengungkapkan: <em>“Engkau tetap dalam kelengahan dan hatimu Alpa. Hilanglah umurmu sedang dosa-dosamu tetap seperti keadaannya”</em></strong></p>
<p><strong>Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna. Dalam hal ini Al Qur’an menceritakan hal orang-orang yang menyesali perbuatannya setelah menyadari diri akan kealpaannya ketika masih hidup.</strong></p>
<p><strong>Allah SWT berfirman : <em>“Dia mengatakan; “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal sholeh) untuk hidupku ini”. (Q.S. A1 Fajr: 24).</em></strong></p>
<p><strong><a href="http://suraubuya.wordpress.com/files/2009/09/buya-dan-h-elva-zahar.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-46" title="Buya dan H.Elva Zahar" src="http://suraubuya.wordpress.com/files/2009/09/buya-dan-h-elva-zahar.jpg?w=244" alt="Buya dan H.Elva Zahar" width="244" height="300" /></a>Sudah semestinya kita kaum muslimin, meman-faatkan kesempatan yang ada, sebelum kesempatan itu habis direnggut maut, dan janganlah hendaknya menunda untuk berbuat baik dengan menyia-menyiakan waktu dengan percuma karena mautpun tidak pernah menunda untuk menjemput kita. Jika demikian, maka bukankah sebaiknya kita selalu persiapkan diri setiap waktu bahkan setiap detik untuk menghadapi panggilan Allah yang datang secara tiba-tiba itu. Sebagaimana dikatakan dalam pepatah arab: <em>“Barang siapa mengetahui jauhnya suatu perjalanan maka hendaklah ia bersiap-siap”.</em></strong></p>
<p><strong>Makna bersiap-siap dalam pepatah ini, apabila kita kaitan dengan persiapan untuk kehidupan akhirat adalah bahwa kita harus mempersiapkan “<em>bekal</em>’ dalam menghadapi kematian. Dan taqwa adalah sebaik-baik bekal.</strong></p>
<p><strong>“Berbekallah dan sebaik-baik bekal adalah taqwa”. (Q.S. Al Baqarah:197).</strong></p>
<p><strong>Sangat beruntung orang yang mampu memper-gunakan waktu dan kesempatan yang telah Allah berikan padanya yaitu dengan mensyukuri nikmat umur dan mempergunakannya dalam beribadah dan beramal sholeh. Dan Allah tidak pernah menganggap remeh setiap amal perbuatan seorang hamba. Baik atau buruk perbuatan seorang hamba, Allah SWT memperlihatkannya nanti di <em>yaumil hisab</em>.</strong></p>
<p><strong>“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah-pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarah-pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula“. (Q.S. Az Zalzalah : 7-8)</strong></p>
<p><strong>Bagaimana kita beramal sholeh ??? &#8230; Apakah harus dengan banyak berzakat, bersedekah, sering melakukan haji atau umrah atau dengan sesuatu yang harus menuntut pengorbanan materi ??? tentu jawabannya tidak. Karena kalau demikian berarti kebaikan (amal sholeh) hanya diperuntukkan khusus bagi orang-orang yang memiliki kelebihan materi saja, karena hanya mereka yang dapat melakukannya. Lantas bagaimana dengan orang-orang yang tidak memiliki kelebihan dalam hal materi ???</strong></p>
<p><strong>Oleh sebab itu Islam mengajarkan bahwa berbuat baik (amal sholeh) tidak selalu harus dengan mengeluarkan materi, akan tetapi dapat juga dilakukan walau hanya dengan sikap dan perilaku yang baik lagi bermanfaat buat orang banyak. Demikianlah ajaran Rasullah SAW. Sebagaimana sabda Beliau: <em>“Sebaik-baik manusia adalah yang lebih baik akhlaqnya”.  (H.R. Thabarani dan Ibnu Umar r.a)</em></strong></p>
<p><strong>“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”. (H.R. Al Qadha’i dari Jabir r.a)</strong></p>
<p><strong>Dan tidak terdapat dalam satu hadits-pun yang menyatakan bahwa sebaik-baik manusia itu adalah yang sering menunaikan ibadah haji atau umrah, yang banyak sedekahnya, yang besar kurbannya, yang kuat puasa dan sholatnya dan semisalnya. Karena semua itu tidaklah berarti apa-apa jikalau akhlaqnya rusak dan jika mereka tidak bisa mengimplementasikan nilai-nilai ibadah yang mereka lakukan itu dalam realita kehidupan mereka dalam berinteraksi sosial di masyarakat.</strong></p>
<p><strong>Ibadah dan amal sholeh haruslah dilandasi dengan keikhlasan semata­-mata <em>Lillahi ta‘ala.</em></strong></p>
<p><strong>Sia-sialah orang yang berhaji jika niatnya hanya ingin disebut <em>“pak haji”</em>, berkorban agar disebut orang yang <em>berkemampuan</em>, mengeluarkan zakat dan sedekah agar disebut <em>dermawan</em>, menganjurkan kearifan agar disebut orang yang <em>alim</em> atau <em>arif bijaksana</em> yang kesemuanya itu masih dilandasi oleh sifat <em>riya‘, ujub</em> dan <em>takabbur</em>.</strong></p>
<p><strong>Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya pada surat Al Maa’un ayat 1-7 yang berbunyi, “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama ?. Itulah orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat. (yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya. Orang-orang yang berbuat riya’. Dan enggan (menolong dengan) barang berguna”.</strong></p>
<p><em><strong>Allahu A‘lam Bisshawwab</strong></em></p>
<p><strong> </strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Allahu Akbar .. Wa lillahi l-hamd ..]]></title>
<link>http://suraubuya.wordpress.com/2009/09/22/allahu-akbar-wa-lillahi-l-hamd/</link>
<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 05:53:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://suraubuya.wordpress.com/2009/09/22/allahu-akbar-wa-lillahi-l-hamd/</guid>
<description><![CDATA[ALLAHU AKBAR WA LILLAHIL HAMD. Oleh Buya H. Mas&#8217;oed Abidin Kalimah Thaiyyibah dapat melepaskan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>ALLAHU AKBAR WA LILLAHIL HAMD. </strong></p>
<p><strong>Oleh Buya H. Mas&#8217;oed Abidin </strong></p>
<p><strong>Kalimah Thaiyyibah dapat melepaskan manusia dari beban mental, psikologis. </strong></p>
<p><strong><a href="http://suraubuya.wordpress.com/files/2009/09/jpeg-image-315c397445-pixelsbuya-khutbah.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-41" title="(JPEG Image, 315×445 pixels)Buya Khutbah" src="http://suraubuya.wordpress.com/files/2009/09/jpeg-image-315c397445-pixelsbuya-khutbah.jpg?w=212" alt="(JPEG Image, 315×445 pixels)Buya Khutbah" width="212" height="300" /></a>Kalimat thaiyyibah, mampu mengobati jiwa yang kacau balau, dan mampu memerdekaan manusia dari segala macam bentuk perhambaan kepada benda, dan mengangkat derajat manusia, dari dikuasai kebendaan, kepada menguasai benda utuk kemashlahatan umat banyak, lillahi ta’ala. </strong></p>
<p><strong>Di sini hakikat tertinggi dari ibadah, suatu pendidikan ubudiyah, yang lahir dari ajaran Tauhid yang authentik. Setiap insan yang arif, mengerti bahwa Ramadhan adalah bulan menyahuti panggilan Allah, menghidupkan roh ani, menyehatkan jasmani, dan menggairahkan akal fikiran. </strong></p>
<p><strong>Di setiap relung relung hari Mu, Sekujur muslim menyahuti panggilan Mu, dengan ingatan dan sebutan, dengan kalimat tasbih memuji Mu, dengan bacaan Al Qur&#8217;an Kitab Mu. </strong></p>
<p><strong>Di sana, kelak setiap jiwa pasti membaca kitab amalan Nya dan alangkah malangnya wahai badan, yang membiarkan kedua kakinya tergelincir terjerembab. </strong></p>
<p><strong>Betapapun pandai dan modernnya manusia, ternyata mereka tetap memerlukan Tuhan, sejak masa lalu, hingga ke masa kini, tanpa pedoman Wahyu, manusia akan tergelincir, terjerembab, akhirnya mengalami kefatalan dalam bertindak, apabila semata-mata mengandalkan kekuatan fikiran yang amat terbatas itu.</strong></p>
<p><strong>Manusia sedang meniti kepunahan, manakala tidak ada pegangan keyakinan kepada Tuhan, sebenarnya manusia ini tidak memiliki kekuasaan apapun. </strong></p>
<p><strong>Manusia modern tanpa akhlaq agama (etika religi) dapat saja menjadi manusia biadab yang paling mengerikan, di kala kemampuan akal fikiran mulai meninggalkan atau menyisihkan norma norma Tuhan. Di Dunia menanam, di Akhirat menuai. </strong></p>
<p><strong>Bimbingan agama menyatakan, bahwa masa di dunia ini ibarat menanam, di akhirat nanti menuai buahnya. </strong></p>
<p><strong>Baginda Rasulullah &#8216;alaihi Wa Sallam bersabda, &#8220;Ad-dunya daarul-&#8217;amal, wal akhirah daarul-jazaa&#8221;. &#8220;Dunia ini tempatnya berbuat &#8216;amal (karya), dan di akhirat adalah tempat mendapatkan balasan (dari amalan semasa di dunia ini)&#8221; (Hadist). </strong></p>
<p><strong>Manalah mungkin ada beras, bila tidak ada padi. Buah padi itu adalah hasil dari benih yang ditanamkan jua. Di bulan Ramadhan, kata Baginda Rasulullah, &#8220;amalan amalan yang wajib, seperti tujuh puluh kali lebih baik dari pada amalan serupa di luar bulan Ramadhan. Amalan yang sunat sunat di bulan Ramadhan, seumpama nilainya wajib di luar Ramadhan.&#8221; Suatu kelebihan bulan Ramadhan, adalah sarana bagi pertambahan nilai ibadah yang kurang selama ini. </strong></p>
<p><strong>Penekanannya terletak kepada &#8220;aktifitas, pada gerak untuk melaksanakan &#8216;amalan itu. </strong></p>
<p><strong>Nilai sebuah &#8216;amal tidak akan berarti, jika tidak ada usaha merealisir amal (karya) itu. </strong></p>
<p><strong>Sebuah bangunan belum berwujud, bila masih di atas blue print. Betapapun tinggi nilai Ramadhan, besarnya pahala amalan selama bulan Ramadhan, hanya akan diperoleh bagi mereka yang beramal jua adanya, yang berusaha membuat merealisir amalannya jua. Yang memiliki aktifitas, akan mendapatkan hasil sesuai dengan aktifitasnya. </strong></p>
<p><strong>Demikian sebuah realita dalam ajaran Islam. </strong></p>
<p><strong>Dorongan tinggi nilai ibadah dalam Ramadhan, supaya manusia memiliki ethos kerja yang tinggi. Firman Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala, “ Dan masing masing orang memperoleh derajat derajat yang seimbang dengan apa yang dikerjakannya. Dan, Tuhanmu Allah tidak pernah lengah dari apa apa yang mereka telah kerjakan (QS. Al An&#8217;aam, 6 : 132). </strong></p>
<p><strong>Derajat satu kaum (bangsa), tidak terletak kepada konsepsi pemikiran saja, tetapi pada aplikasi konsep itu. Lihatlah contoh konkrit. </strong></p>
<p><strong>Ummat Muslim, telah dipilih menjadi &#8220;Ummat Tauladan&#8221;. Ketauladanan, tidak akan pernah ada, bila ummat Muslim tidak mengamalkan ajaran ajaran Islam. &#8220;Agama Islam itu tinggi. Tidak ada yang mampu mengatasi ketinggiannya&#8221;. kata Baginda Rasulullah. Tetapi di tengah kehidupan ummat Islam, Islam tidak kunjung tinggi, selama ummat Islam pula yang merendahkannya. </strong></p>
<p><strong>Saat ini, bulan Ramadhan kita lepas setelah mencukupkan bilangan harinya, sesudah mengisinya dengan puasa dan menutupnya dengan membayarkan zakat fitrah untuk fakir dan miskin. </strong></p>
<p><strong>Kita lepas kepergian Ramadhan, bulan yang dinanti setiap tahun oleh setiap mukmin muttaqin, dengan melaksanakan shalat Idul Fitri serta membesarkan Asma Allah yang Agung. </strong></p>
<p><strong>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Wa lillahil-hamd. </strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Memaknai Dzikrullah]]></title>
<link>http://buyamasoedabidin.wordpress.com/2009/08/05/memaknai-dzikrullah/</link>
<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 09:33:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://buyamasoedabidin.wordpress.com/2009/08/05/memaknai-dzikrullah/</guid>
<description><![CDATA[MEMAKNAI ZIKRULLAH &#8230;&#8230;. Menjelang Shalat Dhuha di pagi ini OLEH : H. MAS’OED ABIDIN يَاأَ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="right">
<p align="right">
<p style="text-align:left;">MEMAKNAI ZIKRULLAH &#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align:left;">Menjelang Shalat Dhuha di pagi ini</p>
<p style="text-align:left;">OLEH : H. MAS’OED ABIDIN</p>
<p>يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا</p>
<p>&#8220;Wahai orang-orang yang beriman,<br />
berzikirlah (dengan menyebut) Nama Allah,<br />
zikir dengan sebanyak-banyakya.&#8221;<br />
(Q.S. Al Ahzab: 41)</p>
<p>Salah satu wasilah atau cara agar selalu berkomunikasi dengan Allah<br />
adalah berzikir (Zikrullah).<br />
Zikir berasal dari akar kata dalam bahasa Arab; zakara, yazkuru, zikran.</p>
<p>Zikir secara harfiah berarti ingat dan sebut.<br />
Ingat adalah gerak hati, sedangkan sebut adalah gerak lisan.<br />
Zikrullah berarti mengingat Allah.</p>
<p>Dari sini dapat disimpulkan bahwa zikir<br />
mengandung dua pengertian yakni zikrul lafzhy dan zikrul ma’nawy.</p>
<p>Zikrul lafzhy adalah zikir yang mengandung puji-pujian kepada Allah,<br />
baik berupa tasbih, tahmid, tahlil<br />
yang dilafazkan dengan lisan.</p>
<p>Sedangkan zikrul ma’nawy adalah<br />
zikir dengan mengingat Allah dalam hati,<br />
baik ketika diberikan Allah nikmat atau sebaliknya.</p>
<p>Kedua bentuk zikir ini tidak dapat dipisahkan,<br />
ia saling berkaitan satu dengan lainnya.</p>
<p>Misalnya,<br />
ketika seorang mukmin mendapatkan suatu nikmat dalam hidupnya,<br />
maka ia akan langsung ingat kepada Allah,<br />
bahwa nikmat itu adalah pemberian-Nya,<br />
setelah itu ia akan mengucapkan puji-pujian kepada Allah<br />
sebagai tanda syukurnya.</p>
<p>Zikir terdiri dari empat bagian yang saling terikat,<br />
tidak terpisahkan,<br />
yaitu zikir lisan (ucapan),<br />
zikir qalbu (merasakan kehadiran Allah),<br />
zikir ‘aql (menangkap bahasa Allah di balik setiap gerak alam),<br />
dan zikir amal (taqwa).</p>
<p>Idealnya zikir itu berangkat dari kekuatan hati<br />
ditangkap oleh akal,<br />
dan diucapkan dengan lisan,<br />
lalu dibuktikan dengan ketaqwaan;<br />
yang tampak di dalam amal nyata di dunia ini.</p>
<p>Zikir adalah perintah Allah kepada orang-orang yang beriman.<br />
Maka orang yang beriman adalah orang yang banyak berzikir.<br />
Kurang iman, kurang zikir.<br />
Tidak beriman tidak akan berzikir.<br />
Berzikir berarti taat kepada perintah Allah.</p>
<p>Prakteknya, zikir bisa dilakukan dalam keadaan berdiri,<br />
ketika duduk atau dalam keadaan berbaring.</p>
<p>Allah SWT berfirman:</p>
<p>فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاَةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ</p>
<p>“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu),<br />
ingatlah Allah (fazkurullaha) di waktu berdiri,<br />
di waktu duduk, dan diwaktu berbaring …”<br />
(Q.S. An Nisa’ : 103)</p>
<p>Zikir dapat pula dilakukan di mesjid, mushalla,<br />
di rumah, di kantor, di pasar,<br />
atau di jalan sekalipun,<br />
dan bisa dilakukan sendiri-sendiri atau berjama’ah (dalam majelis).</p>
<p>Tempat zikir berada di dalam hati,<br />
bukan hanya diujung lidah belaka.</p>
<p>Zikir dilakukan dengan qalbu menjadi khusyu’,<br />
khudhu’, tadharru’, tawadhu’,<br />
dan yang melahirkan rasa khauf dan raja’,<br />
dilakukan di setiap kesempatan,<br />
pagi dan petang, siang dan malam.</p>
<p>Allah SWT berfirman :</p>
<p>وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ<br />
بِالْغُدُوِّ وَاْلآصَالِ وَلاَ تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ</p>
<p>“Dan sebutlah (Nama) Tuhanmu dalam hatimu<br />
dengan merendahkan diri dan rasa takut,<br />
dan dengan tidak mengerasakan suara,<br />
di waktu pagi dan petang,<br />
dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.”<br />
(Q.S. Al-A’raf: 205)</p>
<p>Zikir adalah pangkal ketentraman, ketenangan dan kedamaian.<br />
Allah adalah sumber ketenangan dan kedamaian.<br />
Maka untuk mencapai kedamaian dan ketenangan<br />
jalannya adalah mendatangi sumbernya<br />
dan membersamakan diri dengan-Nya.</p>
<p>Zikir itulah jalan pembersamaan (ma’rifatullah).</p>
<p>Firman Allah :</p>
<p>&#8230; أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ</p>
<p>“… Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku,<br />
niscaya Aku ingat (pula) kepadamu…”<br />
(Q.S. Al Baqarah: 152).</p>
<p>الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ</p>
<p>“&#8230;&#8230; (Yaitu) orang-orang yang beriman<br />
dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah.<br />
Ingatlah &#8230;.,<br />
hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tentram.”<br />
(Q.S. Ar Ra’d: 28)</p>
<p>Adapun orang yang meninggalkan zikrullah<br />
berarti ia telah membuka keleluasaan syetan untuk menguasainya.</p>
<p>Allah SWT berfirman:</p>
<p>اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ أُولَئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ<br />
أَلاَ إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ</p>
<p>“Syetan telah menguasai mereka<br />
dan menjadikan mereka lupa mengingat Allah (zikrullah);<br />
mereka itulah golongan syetan.<br />
Ketahuilah &#8230;..,<br />
bahwa sesungguhnya golongan syetan itulah<br />
golongan yang merugi.”<br />
(Q.S. Mujadilah: 19)</p>
<p>Hujjatul Islam Imam Al Ghazali dalam Ihya ‘Ulum Ad Din berkata:<br />
“Ketahuilah bahwa orang-orang yang memandang dengan cahaya bashirah<br />
mengetahui bahwa tidak ada keselamatan kecuali<br />
dalam pertemuan dengan Allah SWT.<br />
Dan tidak ada jalan untuk bertemu Allah kecuali<br />
dengan kematian hamba dalam keadaan menyintai Allah<br />
dan mengenal Allah (hubbullah dan ma’rifatullah).</p>
<p>Sesungguhnya cinta dan keakraban<br />
tidak akan tercapai<br />
kecuali dengan selalu mengingat yang dicintai.</p>
<p>Sesungguhnya pengenalan kepada-Nya<br />
tidak akan tercapai<br />
kecuali dengan senantiasa berfikir<br />
tentang berbagai penciptaan Allah,<br />
sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan Allah Ta&#8217;ala&#8230;.</p>
<p>Hubbullah dan ma’rifatullah hanya dapat dicapai<br />
dengan mengoptimalkan waktu-waktu malam dan siang<br />
untuk bertafakkur dan berzikir. &#8220;</p>
<p>الحَمْدُ ِللهِ غَافِرِ الذَّنـْبِ وَ قَابِلِ التَّوْبِ شَدِيْدِ العِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ إِلَيْهِ اْلمَصِيْرُ</p>
<p>َ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، يُسَبِّحُ لَهُ مَا فيِ السَّموَاتِ وَ مَا فيِ الأَرْضِ<br />
لَهُ المُلْكُ وَ لَهُ الحَمْدُ، وَ هُوَ عَلىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ</p>
<p>َ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ، البَشِيْرُ النَّذِيْرُ، وَ السِّرَاجُ المُنِيْرُ</p>
<p>صَلَوَاتُ اللهِ وَ سَلاَمُهُ عَلَيْهِ، وَ عَلىَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ الَّذِيْنَ آمَنُوْا بِهِ<br />
وَ عَزَّرُوْهُ وَ نَصَرُوْهُ وَ اتـَّبَعُوْا النُّوْرَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ اْلمُفْلِحُوْنَ<br />
وَ رَضِيَ اللهُ عَمَّنْ دَعَا بِدَعْوَتِهِ وَ اهْتَدَى بِسُنَّتِهِ، وِ جَاهَدَ جِهَادَهُ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنُِ</p>
<p>اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ المُؤْمِنَاتِ وَ المُسْلِمِيْنَ وَ اْلمُسْلِمَاتِ، اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ اْلأَمْوَاتِ</p>
<p>رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَِلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيـْـمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فيِ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَحِيْمٌ</p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30249537&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=91531618819&#38;aid=-1&#38;oid=91531618819&#38;id=1402038180"></a></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/home.php">Report Note</a> ;</p>
<p style="text-align:left;"><a title="Donna Savitri" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1286785591"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1286785591">Donna Savitri</a> at 12:29 on 15 June, Terimo kasih atas tausiahnya</p>
<p style="text-align:left;"><a title="Sara Dewi Mangil" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1577365128"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1577365128">Sara Dewi Mangil</a> at 13:31 on 15 June, Alhamdulillah, tks buya</p>
<p style="text-align:left;"><a title="Pepi Agum Widianti" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1672682062"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1672682062">Pepi Agum Widianti</a> at 14:55 on 15 June, Alhamdulillah, Buya terima kasih atas silaturrahim yang telah terpaut, subhanallah memberikan bgitu banyak manfaat. Terima kasih telah berbagi dan mengingatkan.</p>
<p style="text-align:left;"><a title="Titin Anggraini" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1850045544"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1850045544">Titin Anggraini</a> at 15:40 on 15 June, Terima kasih buya masih mau mengingatkan kami yang sering lupa&#8230;. mudah-mudahan ini semua bermanfaat untuk kami di dunia dan akhirat. Tin tunggu siraman rohani lainnya dari buya, thanks buy&#8230;.</p>
<p style="text-align:left;"><a title="Alex Lincoln" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1526421232"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1526421232">Alex Lincoln</a> at 16:42 on 15 June, Ass Alhamdulillah&#8230; Semoga tulisan Buya ini akan menjadi manfaat bagi kami sekeluarga beserta saudara saudara kita seiman yang sempat membacanya dan sekaligus menjadi ilmu yang bermanfaat bagi Buya, Amiiiiiiiiiiiin&#8230;</p>
<p style="text-align:left;"><a title="Susianti Annisa H" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1705255389"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1705255389">Susianti Annisa H</a> at 17:20 on 15 June, Syukran Buya tas tausiyahnya&#8230; Susi tunggu tausiyah brikutnya&#8230; Mg Buya slalu d lindungi oleh Allah&#8230;</p>
<p style="text-align:left;"><a title="Dwi Mutia" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1772503880"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1772503880">Dwi Mutia</a> at 19:44 on 15 June, alhamdullillah, trima kasih byk tausiahnya buya..</p>
<p style="text-align:left;"><a title="Rauf Jabbar" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1542285822"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1542285822">Rauf Jabbar</a> at 21:29 on 15 June, Alhamdullilah, semoga Allah senantiasa melimpahkan Rahmat nya buat kita semua dan klg kt dgn slalu ingat kpd Nya, Amiiiiin</p>
<p style="text-align:left;"><a title="Fitri Adona" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1772640836"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1772640836">Fitri Adona</a> at 10:00 on 16 June, Alhamdulillah. Terimakasih Buya. Saya akan ingat selalu.</p>
<p style="text-align:left;"><a title="Awenk Hasyim" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1075410390"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1075410390">Awenk Hasyim</a> at 16:18 on 17 June, Terima kasih buya&#8230;.Semoga ini dapat meningkatkan ibadah kami..Amiin.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=576696991"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=576696991">Abdul Hamid Damanik</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1680936801"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1680936801">Aristo Munandar</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1584259296"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1584259296">Auda Thariq</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1459036992"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1459036992">Rafika Dewi</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=811708432"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=811708432">Shofwan Karim</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1557281189"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1557281189">Nina Karmilawati</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1567923697"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1567923697">Dewi Mutiara</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1622414053"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1622414053">Roland Y. Mandailiang</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1330535479"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1330535479">Roni Patihan</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1244381912"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1244381912">&#8216;Ain Syams Al-Qohiroh</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1136901550"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1136901550">Haja Aini Addini</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1177669994"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1177669994">Rina Fajri Nuwarda</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1133151263"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1133151263">&#8216;Dewis&#8217; Is Sikumbang</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=754313563"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=754313563">Asnelly Dewiyanti</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1546263465"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1546263465">Dyan Eka Putri</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1488907903"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1488907903">Marlis Rahman</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1635406667"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1635406667">Lily Maria Yulis</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1179437923"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1179437923">Asraferi Sabri</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1284992923"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1284992923">Ivo Sabrina</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1363280817"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1363280817">Deri Manoppo</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000008946313"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000008946313">Deri Marta</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1039321981"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1039321981">Meidia Utami</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1610523957"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1610523957">Anita Kencanawati</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1564939965"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1564939965">Linda Gustaf</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1431665326"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1431665326">Rusli Zainal</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1391389792"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1391389792">Mambang Mit</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1427197701"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1427197701">Rika Mitaliani</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=720911273"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=720911273">Rachman Chalid</a></p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1264872287"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1264872287">Rainal Rais</a></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Membina Rumah Tangga]]></title>
<link>http://buyamasoedabidin.wordpress.com/2009/07/23/membina-rumah-tangga/</link>
<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 16:06:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://buyamasoedabidin.wordpress.com/2009/07/23/membina-rumah-tangga/</guid>
<description><![CDATA[MEMBINA RUMAH TANGGA DAN MEMELIHARA NILAI-NILAI PERNIKAHAN SESUAI BIMBINGAN AGAMA ISLAM Oleh : H. Ma]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="center">MEMBINA RUMAH TANGGA DAN MEMELIHARA NILAI-NILAI PERNIKAHAN SESUAI BIMBINGAN AGAMA ISLAM</p>
<h2>Oleh : H. Mas’oed Abidin</h2>
<p dir="rtl">الحَمْدُ ِللهِ، نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ ، وَ نَعُوْذُ بِاللهِ تَعَالىَ مِنْ سُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ مَنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ،  وَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ، أَدَّى الأَمَانَةَ، وَ بَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَ نَصَحَ لِلأُمَّةِ، وَ جَاهَدَ فيِ اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلىَ مُحَمَّد، وَ عَلىَ آله وَصَحْبهِ. أَمَّا بَعْدُ.</p>
<p>Pernikahan Warisan Indah Sunnah Rasulullah</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-267" title="(JPEG Image, 236×290 pixels)Tangga al Haram" src="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/files/2009/07/jpeg-image-236c397290-pixelstangga-al-haram.jpeg" alt="(JPEG Image, 236×290 pixels)Tangga al Haram" width="236" height="290" />Sabda Rasulullah SAW, <strong><em>“an- nikahu sunnati, man raghiba ‘an sunnati falaisa minni”, </em></strong>artinya “nikah itu sunnahku, dan yang tidak mau mengikuti sunnahku, tidaklah termasuk umatku” (al Hadist).  Dengan menikah, dua orang yang sebelumnya masih asing, mengikat diri dalam satu <strong><em>aqad </em></strong>atau<strong> perjanjuan <em>nikah</em></strong> dan <strong><em>ijab-kabul</em></strong> dihadapan wali, saksi dan qadhi (penghulu), untuk saling <em>perhatian, kasih sayang, kepedulian, simpati, ketulusan,</em> dan <em> cinta </em>(mahabbah).</p>
<p><strong>Kriteria Memilih Isteri </strong></p>
<ol>
<li><strong>a.        </strong><strong>Beragama Islam dan shalehah</strong> (QS. Al-Nisâ’/4: 34)</li>
</ol>
<p>Rasul Allâh SAW bersabda, “Perempuan dinikahi karena empat faktor: Pertama, karena harta; Kedua, karena kecantikan; Ketiga, kedudukan; dan Keempat, karena agamanya. Maka hendaklah engkau pilih yang taat beragama, engkau pasti bahagia.” (HR. Bukhâriy dan Muslim).</p>
<ol>
<li><strong>b.       </strong><strong>Berasal dari keturunan yang baik-baik</strong></li>
</ol>
<p>Rasul Allâh SAW bersabda, “Jauhilah oleh kamu sicantik yang beracun!, lalu sahabat bertanya: “Wahai Rasul Allâh, siapakah perempuan yang beracun itu? jawab Rasul Allâh,”Perempuan yang cantik tapi berada dalam lingkungan yang jahat.” (HR. Dâr al-Quthniy).</p>
<ol>
<li><strong>c.         </strong><strong>Masih perawan</strong></li>
</ol>
<p>Diriwayatkan dari Jabir,</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<p align="center">84</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Rasul Allâh SAW bersabda, “Sesungguhnya Rasul Allâh telah berkata kepadanya, kata Beliau: “Hai Jabir, apakah engkau kawin dengan perawan atau dengan janda?” Jawab Jabir: “Saya kawin dengan janda”. Kata beliau: “Alangkah baiknya jika engkau kawin dengan perawan. Engkau dapat menjadi hiburan baginya dan diapun  menjadi hiburan bagimu.” (HR. Jama’ah).</p>
<ol>
<li><strong>d.       </strong><strong>Carilah perempuan yang Sehat atau tidak Mandul</strong></li>
</ol>
<p>Rasul Allâh SAW bersabda, “Dari Mu’qil bin Yasar, katanya telah datang seorang laki-laki kepada Nabi SAW. Kata laki-laki itu, “Saya telah mendapat seorang perempuan yang bangsawan dan cantik tapi hanya dia tidak beranak (mandul). Baikkah saya kawin dengan dia ?”. Jawab Nabi SAW, “Jangan”, kemudian laki-laki itu datang untuk kedua kalinya dan Nabi tetap melarangnya. Kemudian pada kali ketiga laki-laki itu datang lagi. Nabi bersabda: “Kawinlah dengan yang dikasihi dan berkembang menghasilkan keturunan (subur)”. (HR. Abu Dâud dan Al-Nasâ’i).</p>
<ol>
<li>Beraklak mulia, sopan santun, bertutur kata baik.</li>
</ol>
<p>Kriteria Memilih Laki-Laki Calon Suami</p>
<ol>
<li><strong>Laki-laki yang beragama Islam dan shaleh</strong> (QS. Al-Nûr/24: 3 dan 26).</li>
<li><strong>Mempunyai kemampuan membiayai kehidupan Rumah Tangga</strong> (sesuai dengan hadits Mutafaqq `alaihi – “<em>yâ ma`syar al-syabâb</em>”).</li>
<li><strong>Cerdas dan Sehat</strong> (layak untuk berumah tangga, baik jasmani dan rohani). dan</li>
<li><strong>Cakap Hukum</strong> (<em>Baligh</em>).</li>
<li><strong>Berakhlak mulia, sopan santun, bertutur kata baik dan pandai bergaul di tengah keluarga.</strong></li>
</ol>
<h1>keluarga sakinah Sesudah Nikah</h1>
<p>Setelah akad nikah dilaksanakan, <strong>suami isteri mempunyai hak dan kewajiban</strong>, untuk mencapai tujuan perkawinan, <strong>membentuk keluarga bahagia</strong> dan <strong>kekal</strong> dalam aturan syari’at Islam, yang disebutkan dengan <strong>“Rumahku adalah syorgaku”.</strong></p>
<p><strong>A</strong>da berapa resep untuk mewujudkan keluarga sakinah dan bahagia.<a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftn1">[1]</a> Di antaranya :</p>
<ol>
<li><strong>1.        </strong><strong>Saling Mengerti antara Suami-isteri</strong></li>
</ol>
<p>Seorang suami atau isteri harus tahu latar belakang pribadi masing-masing. Karena pengetahuan terhadap latar belakang pribadi masing-masing adalah sebagai dasar untuk menjalin komunikasi masing-masing. Dan dari sinilah seorang suami atau isteri tidak akan memaksakan egonya. Banyak keluarga hancur, disebabkan oleh sifat egoisme. Ini artinya seorang suami tetap bertahan dengan keinginannya dan begitu pula isteri. Seorang suami atau isteri hendaklah mengetahui hal-hal sebagai berikut :</p>
<p>a)      Perjalanan hidup masing-masing,</p>
<p>b)      Adat istiadat daerah masing-masing (jika suami isteri berbeda suku dan atau daerah),</p>
<p>c)      Kebiasaan masing-masing,</p>
<p>d)      Selera, kesukaan atau hobi,</p>
<p>e)      Pendidikan,</p>
<p>f)       Karakter/sikap pribadi secara proporsional (baik dari masing-masing, maupun dari orang-orang terdekatnya, seperti orang tua, teman ataupun saudaranya, dan yang relevan dengan ketentuan yang dibenarkan syari`at.</p>
<ol>
<li><strong>2.        </strong><strong>Saling Menerima</strong></li>
</ol>
<p>Suami isteri harus saling menerima satu sama lain. Suami isteri itu ibarat satu tubuh dua nyawa. Tidak salah kiranya suami suka warna merah, si isteri suka warna putih, tidak perlu ada penolakan. Dengan keredhaan dan saling pengertian, jika warna merah dicampur dengan warna putih, maka akan terlihat keindahannya.</p>
<ol>
<li><strong>3.        </strong><strong>Saling Menghargai</strong></li>
</ol>
<p>Seorang suami atau isteri hendaklah saling menghargai:</p>
<ol>
<li>Perkataan dan perasaan masing-masing
<ol>
<li>Bakat dan keinginan masing-masing
<ol>
<li>Menghargai keluarga masing-masing. Sikap saling menghargai adalah sebuah jembatan menuju terkaitnya perasaan suami-isteri.</li>
<li><strong>4.        </strong><strong>Saling Memercayai</strong></li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Jika suami isteri saling mempercayai, maka kemerdekaan dan kemajuan meningkat, serta hal ini merupakan amanah Allâh.</p>
<ol>
<li><strong>5.        </strong><strong>Saling Mencintai</strong></li>
</ol>
<p>Suami isteri saling mencintai akan memunculkan beberapa hal seperti, lemah lembut dalam bicara, selalu menunjukkan perhatian, bijaksana dalam pergaulan, tidak mudah tersinggung, dan perasaan (batin) masing-masing akan selalu tenteram</p>
<p>Suami atau isteri harus selalu merawat dan memupuk <strong>lima saling</strong> di atas untuk mencapai keluarga bahagia dan kekal beradasarkan Syari’at Islam. Tidak ada kata lebih indah, tentang hubungan suami-isteri, selengkap Firman Allah,</p>
<p><strong><em>&#8220;Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.&#8221; </em></strong><strong>(QS. Al-Baqarah/2: 187).<em> </em></strong></p>
<p>Rasa damai dan tenteram hanya dicapai dengan saling mencintai. Maka rumah tangga muslim punya ciri khusus, yakni bersih lahir baathin, tenteram, damai dan penuh hiasan ibadah.</p>
<p dir="rtl">وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ<strong> </strong></p>
<p><strong><em>Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.</em></strong><strong> </strong><strong>(QS.ar-Rum : 21).</strong></p>
<p>Ayat ini memakai <em>dua kosa kata secara berurutan, </em>yakni <strong><em>mawaddah,</em></strong><em> </em>dan <strong><em>rahmah</em></strong><em>. </em>Kedua-duanya berarti <strong><em>cinta, kasih </em></strong>dan<em> <strong>sayang</strong></em>. <strong>M</strong><strong>awaddah</strong> artinya <em>cinta</em> dan <em>ghairah</em> ketika masih usia awal dan saling ketertarikan antara keduanya. <strong>R</strong><strong>ahmah</strong> adalah <em>cinta, kasih sayang,</em> <em>kepedulian </em>karena pengalaman dalam perjalanan waktu dalam wadah <em>ketenteraman</em> (sakinah).</p>
<p>Cinta kasih yang tulus, dapat wujud jika memiliki rasa thaat dan kesadaran mempertanggung jawabkan kepada Allah SWT. Surat an-Nisa’ ayat 1 sudah cukup sebagai pegangan.</p>
<p dir="rtl">يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا<strong> </strong></p>
<p><strong><em>“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”</em></strong></p>
<p><strong>Dorongan Segera Menikah</strong><strong></strong></p>
<p><strong>Menikah </strong>itu <em>separoh dari agama</em>, sebagaimana sabda Rasul <em>Allâh SAW,</em></p>
<p dir="rtl">اِذَا تَزَوَّجَ اْلعَبْدُ فَقَدِاْستَعْمَلَ نِصْفُ اْلدِّيْنُ فَاْليَتَّقِ اللهَ فِي اْلنِّصْفِ الْبَاقِي  . رَوَاهُ البَيْهَقِى.</p>
<p><strong><em>“Apabila telah nikah seseorang, maka ia benar-benar telah menyempurnakan seruan agama. Maka hendaklah ia takut kepada Allâh pada separoh yang tinggal” </em></strong><strong>(HR. Baihaqiy).</strong></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-268" title="Undangan KMII Tokyo 088" src="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/files/2009/07/undangan-kmii-tokyo-088.jpg?w=300" alt="Undangan KMII Tokyo 088" width="300" height="225" />Pernikahan adalah ibadah yang sakral. Mempunyai risiko hukum. Bimbingan agama menyebutkan, &#8220;Empat hal yang dibolehkan jika keempat hal itu diucapkan, yaitu : &#8220;Thalaq, Memerdekakan (hamba sahaya), Nikah dan Nadzar.&#8221; Maka, &#8220;Tidak ada gurauan dalam keempat hal itu.&#8221;, demikian Ali bin Abi Thalib RA dalam riwayat Umar RA.</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<p align="center">52</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Hal yang terpenting dalam kehidupan di dunia ini adalah kebahagiaan, melalui &#8220;proses penyempurnaan&#8221; ke arah pencapaiannya. Di akhirat tidak lagi penyempurnaan, seperti yang dialami di dunia ini. Maka, &#8220;Dunia tempat beramal, dan akhirat adalah tempat menerima ganjarannya&#8221;.</p>
<p>Kehidupan di dunia menjadi indah dan bahagia karena dihiasi empat hal. sesuai hadits Rasulullah SAW,  </p>
<p dir="rtl">أَرْبَعٌ مِنَ السَّعَادَةِ: اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، وَالْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ، وَالْجَارُ الْصَّالِحُ، وَالْمَرْكَبُ الْحَنِيْءُ .وَأَرْبَعٌ مِنَ الشَّقَاءِ: الْجَارُ الْسُوءُ، وَالْمَرْأَةُ السُّوْءُ، وَالْمَرْكَبُ الْسُّوْءُ، وَالْمَسْكَنُ الضَّيَّقُ.</p>
<p dir="rtl" align="right">(رَوَاهُ أَحْمَدٌ وَ إِبْنُ حِبَّانٌ).</p>
<p><strong><em>&#8220;Empat hal yang merupakan kebahagiaan, yaitu: perempuan shalehah, rumah yang luas, tetangga yang baik, kendaraan yang nyaman. Empat hal yang merupakan penderitaan, yaitu: tetangga yang jahat, isteri yang jahat, kendaraan yang buruk dan tempat tinggal yang sempit.&#8221;</em></strong><strong> (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban).  </strong></p>
<p>Hadist ini menjelaskan bahwa <strong>perempuan yang shalehah</strong> itu adalah <strong><em>perempuan yang patuh pada ajaran agama, setia pada suaminya, pandai menjaga hati suaminya, pandai menjaga kehormatan </em></strong>dan<strong><em> martabat </em></strong>serta <strong><em>keluarganya</em>. </strong>Kebahagiaan akan sirna ketika yang menjadi tetangga adalah orang jahat, dan hidup didampingi isteri yang tidak setia.<strong></strong></p>
<p>Pernikahan menjamin <strong>keseimbangan</strong> dalam kehidupan, dengan adaya pasangan <strong>suami-isteri</strong>.</p>
<p>Memilih calon isteri atau suami, tidak mesti dari  keluarga terdekat. Umar bin Khaththab RA. menganjurkan, <em>&#8220;<strong>Aghribu wa lâ tadhawwu</strong>&#8221; </em>(<em>carilah yang jauh/asing dan jangan kamu menjadi lemah</em>).</p>
<p>Pernikahan akan merekat tali persaudaraan semakin luas. Menunda pernikahan akan mengundang bahaya, sebagai dipaparkan Rasul Allâh SAW,<em></em></p>
<h3>أَكْثَرُ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ الْفَمُ وَالْفَرْجُ  (رَوَاهُ التُّرْ مُذِىوَإِبْنُ حِبَّانٌ فِى صَحِيْحِهِ)</h3>
<p><strong><em>&#8220;Yang paling banyak menjerumuskan manusia kedalam neraka adalah mulut dan kemaluannya.&#8221; </em></strong><strong>(HR. Al-Tirmidziy dan dia berkata hadits ini shahih).</strong></p>
<p>Sabda Rasul Allâh SAW mengingatkan, <em>&#8220;<strong>Ada tiga faktor yang membinasakan manusia yaitu </strong></em><strong><em>mengikuti hawa nafsu, kikir yang melampaui batas</em></strong><strong><em> dan</em></strong><strong><em> mengagumi diri sendiri </em></strong><strong>(‘ujub)<em>.&#8221; </em></strong>(HR. al-Tirmidziy).</p>
<p>Allâh SWT amat meridhai pernikahan, dan menjanjikan mudah jalan untuk melaksanakannya,</p>
<p dir="rtl">تزويج العسر, لقوله تعالى: &#8230; إِنْ يَّكُونُوْا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ والله وَاسِعٌ عَلِيْمٌ.<strong><em> </em></strong><strong><em></em></strong></p>
<p><strong><em>“Kesulitan dalam pelaksanaan nikah, sebagaimana firman Allâh: Yakinlah, jika kamu miskin Allâh akan memampukan kamu dengan karunia (rezki-Nya), dan Allâh Maha luas (pemberian-Nya).”</em></strong><strong> (HR. Buchariy).</strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Kandungan hadits <em>Bukhâriy, Jilid 3, Juz 7, halaman 8 </em>ini<a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftn2"><strong><strong>[2]</strong></strong></a> <strong><em>mendorong segera menikah </em></strong>karena<strong><em> Pernikahan akan memelihara kehormatan diri. </em></strong></p>
<p>Nabi Muhammad SAW (570-632 H)<a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftn3">[3]</a>, mendorong muda-mudi yang telah mampu, untuk melangsungkan pernikahan.</p>
<p dir="rtl">عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ: قَالَ لَنَارَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَائَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.  (رَوَاهُ مُتَفَقٌّ عَلَيْهِ)<a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftn4">[4]</a></p>
<p><strong><em>&#8220;Rasul Allâh SAW bersabda : &#8220;Wahai para pemuda, siapa saja di antara kamu sudah mampu (lahir dan bathin) untuk berkeluarga, maka kawinlah. Sesungguhnya hal yang demikian lebih memelihara pandangan mata, memelihara kehormatan, dan siapa yang belum mampu untuk berkeluarga, dianjurkan baginya untuk berpuasa, karena hal itu akan menjadi pelindung dari segala perbuatan memperturutkan syahwat.&#8221; </em></strong><strong>(HR. Mutafaq</strong><strong>q</strong><strong> `alaihi)</strong><strong>.<a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftn5"><strong>[5]</strong></a></strong></p>
<p><strong>Suami Isteri Seirama Membina Keluarga</strong></p>
<p>Suami dalam bahasa Alquran disebut <strong>zauj</strong>, berasal dari kata <strong><em>izdiwaj</em></strong> artinya: <strong><em>isytibah wat tawazun</em></strong> (serupa dan seirama). Suami-isteri atau <strong>zaujan</strong>, berarti dua orang yang <strong>serupa dan seirama</strong>, tidak bertolak belakang secara hukum syar&#8217;i ataupun secara ukuran manusiawi biasa. Di dalam tatanan adat Minangkabau seorang suami adalah “<strong><em>Yang akan dibawa menjadi kawan seiring, tegak akan dibawa beriya, duduk akan dibawa berunding”, </em></strong>tugas semenda di Minangkabau. <strong>Tidak dapat serasi, seirama, cinta sejati dan kasih-sayang, dua insan yang bertolak belakang perangainya.</strong> <strong><em> “ wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).”</em></strong> (QS.24, an-Nur: 26).</p>
<p>Ayat ini memberi tahu kita agar menjauhi fitnah. Rumah Tangga Sakinah itu sarat dengan nilai-nilai religius, saling amanah (memercayai), dan tidak melupakan perintah Allâh. Dalam kehidupan ini, perlu ada keyakinan bahwa hanya Allâh satu-satunya pembimbing keluarga. Rasa bahagia akan tercipta dengan kuatnya rasa saling pengertian antara kedua keluarga di dalam mencapai tujuan pernikahan.</p>
<p><strong>Jauhilah Bahaya Zina</strong><strong></strong></p>
<p>Yang dimaksud perempuan zina ialah perempuan-perempuan nakal yang pekerjaannya berzina (pelacur). Dan laki-laki pezina adalah kelompok pelaku dan pendukung zina.</p>
<p>Di akhir zaman, manusia mulai mengaggap enteng soal zina bahkan cenderung <strong>menghalalkan Zina </strong>atau<strong> mentolerir perbuatan zina </strong>sebagaimana peringatan Rasul Allâh <em>SAW,</em></p>
<p dir="rtl">لَيَكُوْنَنَّ فِى أُمَّتِى أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّوْنَ الْحِرَ وَالْحَرِيْر َوَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِف  َ</p>
<p><strong>&#8220;<em>Pasti akan ada dari umatku suatu kaum yang (berusaha) menghalalkan zina, sutra, khamar (segala yang dapat merusak akal), dan alat-alat musik !&#8221; </em>(HR. Al-Bukhâriy).<a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftn6"><strong>[6]</strong></a></strong></p>
<p>Hadist Rasul Allâh SAW<em> </em>ini mengingatkan umat Islam membatasi diri dengan lain jenis, agar terjauh dari pornoaksi.</p>
<p dir="rtl">لاَيَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِيْ مَحْرَمٍ (رَوَاهُ الْبُخَارِى وَمُسْلِمْ)</p>
<p><strong><em>&#8220;Janganlah sekali-kali (di antara kalian) berduaan dengan perempuan, kecuali dengan mahramnya.&#8221; (HR. Al-Bukhâriy dan Muslim).</em></strong></p>
<p>Hadist Nabi SAW ini menjadi panduan agar tidak terjadi pelanggaran hukum, menjauhi yang haram, perlindungan hak-hak, menegakkan sendi kehidupan peribadi muslim, dan terpelihara hubungan dengan Sang Khaliq (<em>hablun minallah</em>), serta memberikan batasan <strong>syari`at</strong> (ketentuan agama Islam).</p>
<p>Hidup membujang membuka peluang berbuat serong, menimbulkan fitnah, dan mudah jatuh kelobang zina. <strong><em>Imam Ahmad</em> </strong>mengatakan, <strong><em>&#8220;Aku tidak tahu ada dosa yang lebih besar setelah membunuh jiwa daripada zina&#8221;.</em></strong><strong><em> </em></strong></p>
<p>Dalam riwayat (<em>asbabun Nuzul</em>) diceriterakan seorang minta izin kepada Nabi untuk kawin dengan pelacur yang perhubungannya telah dimulai sejak masa jahiliah, namanya: <strong>Anaq.</strong> Nabi tidak menjawabnya sehingga turunlah ayat yang berbunyi:</p>
<p><strong><em> “ laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin.</em></strong>“<a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftn7">[7]</a> (QS. 24, an-Nur: 3)</p>
<p>Rasul SAW membacakan ayat ini dan berkata: &#8220;<strong><em>Jangan kamu kawin dengan dia</em></strong>.&#8221; (HR. Abu Daud, Nasa&#8217;i dan Tarmizi).</p>
<p>Allah SWT mengizinkan lelaki mukmin kawin dengan perempuan <strong><em>mu&#8217;minah</em></strong> yang <strong><em>muhshanah</em></strong> atau <strong>yang bersih</strong> dan <strong>terpelihara. Dan perempuan mukminah dengan lelaki muhshan, terlarang </strong>dengan seorang<strong> lelaki pezina.</strong></p>
<p><strong><em> “ dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki <a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftn8"><strong>[8]</strong></a> (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian<a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftn9"><strong>[9]</strong></a> (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan Tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu<a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftn10"><strong>[10]</strong></a>. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” </em></strong>(QS. 4, an-Nisa&#8217; : 24).</p>
<p>Barangsiapa tidak mau menepati ketetapan Allah SWT berdasarkan wahyu Alquran (QS.24, An Nur : 3), maka dia musyrik, dan tidak boleh dikawini kecuali oleh musyrik juga.<strong></strong></p>
<p><strong><em> “  perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, Maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.”.</em></strong> (QS.24, an-Nur: 2)</p>
<p>Ketetapan Allah ini agar manusia tetap terjaga kebersihan jiwa dan badannya, supaya tidak terjatuh ke lembah zina. Pelaku zina mendapat hukuman fisik, yakni “<strong>dera</strong>”.</p>
<p>Dera ini adalah hukuman jasmani Larangan mengawininya adalah hukuman moral. Haram mengawini pelacur adalah memurnikan kehormatan dan menjaga sucinya garis turunan, selaras dengan fitrah manusia dan sesuai dengan akal yang sehat. Fitrah manusia menganggap jijik perbuatan pelacuran.</p>
<p>Keutamaan syariat Islam, mengharamkan kawin dengan pelacur sampai dia taubat dan mengosongkan rahimnya, paling sedikit haidh satu kali.  Zina dalam Islam termasuk satu dosa besar yang harus dijauhi oleh semua individu yang mengklaim dirinya muslim. Alquran, Surah Al Isra ayat 32, secara eksplisit menyatakan,</p>
<p><strong><em>“ dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan </em></strong><strong>(menuju banyak) kejahatan <em> yang buruk </em>lainnya<em>.” </em></strong></p>
<p>Berapa tafsir Alquran menyebut larangan keras atas perbuatan zina karena beberapa faktor.</p>
<p><strong><em>Pertama,</em></strong> zina tidak hanya perilaku yang sangat memalukan, tapi ia juga tidak konsisten dengan self-respect atau respek pada manusia lain.</p>
<p><strong><em>Kedua,</em></strong> zina membuka jalan pada banyak perbuatan jahat yang lain.</p>
<p><strong><em>Ketiga,</em></strong> zina menghancurkan fondasi dasar keluarga.</p>
<p><strong><em>Keempat,</em></strong> zina dapat menyebabkan penyakit, pembunuhan, permusuhan dan hilangnya reputasi dan harta benda pelakunya.<a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftn11">[11]</a></p>
<p><strong><em>Kelima,</em></strong> zina secara permanen melepaskan ikatan hubungan keluarga dan masyarakat.</p>
<p><strong><em>Keenam,</em></strong> apabila terjadi hamil, maka hal itu bertentangan dengan maslahat anak yang lahir atau yang akan lahir dari hubungan zina itu. Maknanya agama Islam memerintah perlunya kesucian diri, baik lelaki dan wanita, di segala waktu – sebelum menikah atau selama berumah tangga.</p>
<p>Apabila setiap individu muslim bertekad untuk menjalani setiap larangan besar dalam Islam, seperti larangan berzina, maka umat Islam akan menjadi pelopor penanggulangan penyakit HIV/AIDS di seluruh dunia. Itulah salah satu makna implisit keagungan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam).</p>
<p>Perzinaan tidak akan berkembang bila kesopanan dijaga dengan baik, serta takut kepada iqab Allah.</p>
<p>Kesopanan lelaki dan perempuan di masa berinteraksi diperintah <strong>mengawal pandangan</strong> dan <strong>menjaga faraj</strong> mereka. Kaum perempuan memiliki kemuliaan khas dengan intensif menjaga auratnya.</p>
<p><strong><em> “ Katakanlah kepada wanita yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”</em></strong> (QS.24, an Nur : 31)</p>
<p>Diminta kepada kaum perempuan tidak menampakkan perhiasan atau aurat mereka kecuali kepada orang-orang yang rapat atau muhrim.</p>
<p>Kata <strong>perhiasan</strong> bermakna barang yang <strong>kemas dan terjaga dengan baik. </strong></p>
<p><strong>Perhiasan perempuan </strong><strong>adalah bahagian anggota tubuh yang amat menarik</strong> (<strong>seperti yang ada di dada</strong>) supaya ditutup dengan sempurna.</p>
<p>Maka, pakaian perempuan harus menutup bahagian dada mereka, atau dada ditutup sehelai kain lain yang disebut khumur.</p>
<p> <img class="aligncenter size-medium wp-image-269" title="Undangan KMII Tokyo 048" src="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/files/2009/07/undangan-kmii-tokyo-048.jpg?w=300" alt="Undangan KMII Tokyo 048" width="300" height="225" /></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p align="center"><strong>Nasehat Pernikahan</strong></p>
<p>Mengucapkan <strong><em>Ijab Kabul</em></strong> artinya<strong> ikrar <em>timbang terima tanggung jawab</em> </strong>dari ayah bunda isteri kepada seorang lelaki yang akan menjadi suami atau yang akan menjadi <em>menantu-</em>nya.</p>
<p>Dalam istilah di Minangkabau di sebut bahwa menantu itu  “<strong><em>.. nan ka di-bao jadi kawan  sa-iriang, tagak  ka  di-bao  ba-iyo,  duduak  ka  di-bao  ba-rundiang </em></strong><em>= </em>yang akan di bawa jadi kawan seiring, tegak di bawa beriya bertidak, duduk untuk teman berunding.”</p>
<p>Sasaran pernikahan adalah mendapatkan <em>kedamaian, kenyamanan </em>dan <em>ketenangan. </em></p>
<p>Ketika manusia dalam keadaan lemah atau miskin sekalipun tidak terhalang baginya untuk melangsungkan pernikahan, karena Allâh SWT telah menjamin rizkinya.</p>
<p><strong><em>“ Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian –</em></strong><strong> yakni, hendaklah laki-laki yang belum kawin atau perempuan- perempuan yang tidak bersuami, dibantu agar mereka dapat kawin<em> &#8211;, di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki, dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan.</em> Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya<em>. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Nûr/24: 32). </em></strong></p>
<p>Sabda Nabi Muhammad SAW, menyebutkan<em>,</em> <strong><em>&#8220;Rasa malu dan iman itu sebenarnya berpadu menjadi satu, bilamana lenyap salah satunya hilang pulalah yang lain.&#8221;</em></strong><strong> </strong>(Hadits Qudsi).<a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftn12">[12]</a><strong> </strong></p>
<p>Agama Islam <strong><em>sangat mengecam pola hidup membujang</em></strong><em> </em>(<strong>celibat</strong>) atau hidup tanpa ada ikatan perkawinan yang sah.</p>
<p>Agama Islam melarang <strong><em>celibat</em></strong> tersebut terjadi dalam kondisi ia mampu untuk nikah, kecuali ada alasan biologis, seperti <em>impoten</em><a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftn13">[13]</a>.</p>
<ol>
<li><strong>I.    </strong><strong>Peran Suami Isteri</strong></li>
</ol>
<p>Allah SWT perintahkan setiap suami, <strong><em>wa ‘a-syiruu-hunna bil ma’ruf, </em></strong>artinya <strong><em>pergaulilah isterimu dengan dengan ma’ruf, lemah lembut,</em></strong> yang di ikrarkan dalam <em>sighat thalaq ta’lik. </em>Tanggung-jawab <strong>suami</strong> menurut Alquran sangat berat.  <strong>الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ</strong>  <strong><em>Lelaki adalah pemimpin bagi kaum perempuan …</em></strong><strong> </strong>(QS. an-Nisa’:34), dan <strong><em>“menggauli isterinya dengan baik”</em></strong> (QS.an-Nisa’:19)<em>.</em></p>
<p><strong><em> “Hai orang-orang yang beriman, </em></strong><strong>tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa,<em> dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata, dan </em>bergaullah dengan mereka secara patut<em>. kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, Padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” </em></strong>(QS.4, An-Nisa’ : 19).</p>
<p>Hak-hak hidup lelaki dan perempuan tidak ada berbeda,</p>
<p dir="rtl" align="center"><strong><em>“ … dan Para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma&#8217;ruf.</em></strong><strong><em>”</em></strong></p>
<p>Lelaki berkewajiban melindungi perempuan. Di sini tugas dan kehormatan laki-laki yang diberikan Allah SWT.</p>
<p><strong><em>Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”</em></strong><strong> (QS.al-Baqarah:228).</strong></p>
<p>Betapa bijaksana Allah, memberikan tanggung jawab kepada lelaki memikul tugas menyeluruh membina rumah tangga. Ketahuilah bahwa suami adalah pemimpin di tengah rumah tangganya.</p>
<p>Rumah tangga wajib di bina. Masyarakat keliling mesti di tenggang. Keduanya wajib di jaga. Mancari kato mufakaik, ma-nukuak mano nan kurang, Mam-bilai mano nan senteng, ma-uleh sado nan singkek, Man-jinaki mano nan lia, ma-rapekkan mano nan ranggang, Ma-nyalasai mano nan kusuik, Ma-nyisik mano nan kurang, Ma-lantai mano nan lapuak,  mam-baharui mano nan usang.</p>
<p>Betapa agung Allah, yang mewajibkan suami  musyawarah dengan isteri, serta menggauli isteri lemah lembut setiap waktu.</p>
<p dir="rtl">مَا كَانَ الرِّفْقُ فيِ شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ نُزِعَ مِنْ شَيْءٍ إِلاَّ شَانَهُ  <em>]</em><em>رواه الضياء عن أنس</em><em>[</em></p>
<p><strong><em>Lemah lembut dalam sesuatu (urusan) menyebabkan indahnya sesuatu dan jika lemah lembut itu telah dicabut dari sesuatu, niscaya yang akan tersisa adalah keburukan. </em></strong><strong>(Diriwayatkan oleh Dhia dari Anas).</strong><strong><em></em></strong></p>
<p>Rasulullah SAW bersabda, <strong>“</strong><strong><em>sebaik-baik kamu adalah yang paling baik pada keluarganya.”</em></strong> Nilai martabat terletak pada akhlak.   </p>
<p dir="rtl">أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنِ إِيْمَانا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا<strong>َ</strong> ]رواه الطبراني و أبو نعيم[</p>
<p><strong>“<em>Sebaik-baik mukmin seseorang adalah yang paling sempurna akhlaknya”.</em> </strong>(HR. Thabarany dan Abu Nu’aim).</p>
<p>Kewajiban suami, menjadi <strong>pelindung </strong>terhadap perempuan.<strong> </strong>Umar bin Khattab RA, menceritakan tentang bakti isterinya.</p>
<p> <strong><em>“Isteriku, benteng bagiku dari api neraka. Isteriku, orang yang paling  setia mendampingiku di saat senang dan susah. Isteriku yang membantu, menjaga, memelihara rumah dan hartaku. Isteriku adalah  ibu dari anak-anakku. Saya tahu betul, betapa berat tugas ibu, mengandung, melahirkan, menyusukan, dan menjaga  anak-anak. Selain itu, isteriku tanpa mengenal lelah, setiap hari mencuci pakaianku, dan memasakkan makanan untukku, dan anak-anakku. Karena itu, aku selalu memaafkannya. Mungkin banyak hak-haknya yang belum sempat aku penuhi.”</em></strong><strong><em> </em></strong>Kiat Umar ini mesti ditiru. <strong><em></em></strong></p>
<p>Kebahagiaan rumah tangga bisa di perdapat dengan saling pengertian dan musyawarah. Hindari sifat menang sendiri dan memaksakan kehendak. Bina rumah tangga dengan kasih sayang. Hindari sifat tertutup dan saling curiga. Hadapi masalah bersama. <strong><em>Anggang jo kekek cari makan, Tabang ka pantai kaduo nyo, Panjang jo singkek pa uleh kan, mako sampai nan di cito.</em></strong></p>
<p>Kaedah hidup di Ranah Minang mengadatkan, <strong><em>”Handak kayo badikik-dikik, Handak tuah batabua urai, Handak mulia tapek-i janji, Handak luruih rantangkan  tali, Handak buliah kuat mancari, Handak namo tinggakan jaso, Handak pandai rajin balaja.” </em></strong><strong><em> </em></strong>Suami dituntut berpendir­ian teguh, lembut hati, penyabar, dan melaksanakan suruhan Allah.</p>
<p dir="rtl">إِنَّ مِنْ أَخْلاَقِ المُؤْمِنِ قُوَّةً فيِ دِيْنٍ وَ حَزْمًا فيِ لِيْنٍ وَ إِيْمَانًا فيِ يَقِيْنٍ وَ حِرْصًا فيِ عِلْمٍ وَ شَفَقَةً فيِ مِقَةٍ وَ حِلْمًا فيِ عِلْمٍ وَ قَصْدًا فيِ غِنًى وَ تَجَمُّلاً فيِ فَاقَةٍ وَ تَحَرُّجًا عَنْ طَمَعٍ وَ كَسْبًا فيِ حَلاَلٍ وَ بِرًّا فيِ اسْتِقَامَةٍ وَ نَشَاطًا فيِ هُدًى وَ نَهْيًا عَنْ شَهْوَةٍ وَ رَحْمَةً لِلْمَجْهُوْدِ.</p>
<p><strong><em>Sesungguhnya, termasuk budi pekerti orang beriman ialah, kuat memegang agama, tegas bersikap, ramah lembut, beriman dengan keyakinan, merebut ilmu pengetahuan, membantu dengan kasih sayang, ramahtamah dalam berilmu, sederhana di waktu kaya, mampu bersahaja dikala miskin, memelihara diri dari tamak, berusaha di jalan yang halal, selalu berbuat baik, rajin menjalankan pimpinan yang benar, membatasi diri dari keinginan nafsu dan kasih sayang terhadap orang yang berkekurangan. </em></strong>Inilah profil suami ideal itu.</p>
<p>Suami yang berakhlak mulia akan mampu membentuk rumah tangga ideal (<strong><em>baiti jannati</em></strong>)</p>
<p dir="rtl">أَرْبَعٌ مِنْ سَعَادَةِ المَرْءِ: أَنْ تَكُوْنَ زَوْجَتُهُ صَالِحَةً، وَ أَوْلاَدُهُ أَبْرَارًا، وَ خُلَطَاؤُهُ صَالِحِيْنَ، وَ أَنْ يَكُوْنَ رِزْقُهُ فِي بَلَدِهِ <strong><em></em></strong></p>
<p><strong><em>Empat kebahagiaan dalam hidup manusia: isterinya perempuan yang saleh, anak-anaknya orang baik-baik, teman sepergaulannya orang-orang yang saleh, dan rezekinya diperoleh di negerinya. </em></strong><strong>(Diriwayatkan oleh Dailami dari ‘Ali).</strong><strong></strong></p>
<p><strong>II.</strong><strong>Posisi Isteri dan Peran Kaum Perempuan</strong></p>
<p><strong>Islam sangat menghormati kedudukan perempuan, <em>"</em></strong><em>Sorga ditelapak kaki Ibu<strong>"</strong></em><strong>, artinya bahwa "</strong><em>Keridhaan Allâh terletak pada keridhaan kedua orang tua<strong> </strong></em><strong>(ayah dan ibu). Agama Islam dengan hadist Nabi Muhammad SAW telah meletakkan penghormatan kepada posisi kaum perempuan (ibu) dengan </strong><em>tiga banding satu</em><strong> dengan kaum lelaki (ayah). Selain itu, « </strong><em>perempuan adalah tiang negeri, rusak perempuan maka rusaklah negeri<strong> ». </strong></em><strong>Perempuan adalah ibu yang mendidik pertama dari generasi yang dilahirkannya. </strong></p>
<p>Agama Islam telah mengembalikan fitrah kaum perempuan dari rongrongan kebiasaan jahiliyah yang telah mengingkari kesucian kaum perempuan, dan menganggap kedudukan perempuan sangat rendah. Kaum perempuan dapat menghidupkan suasana hidup yang indah dan bahagia, bila dibimbing oleh nilai-nilai ajaran agama yang luhur <em>(Dinul Islam)</em>.</p>
<p>Di era globalisasi ini karena dorongan <strong>paham kebebasan</strong> (<em>liberalisme</em>), <strong>kebendaan</strong> (<em>materialisme</em>) dan mengutamakan <strong>kepentingan sendiri</strong> (<em>individualisme</em>), tanpa disadari kaum perempuan kembali menjadi obyek pemuasan nafsu rendah. Kaum perempuan jadi mangsa <em>porno aksi</em> dan <em>pornografi.</em> Kaum perempuan dianggap pemuas nafsu dan kreativitas seni semata. Di samping kaum perempuan tidak pula menjaga harkatnya dengan kukuh ketika berhadapan kenikmatan sensual dan erotik yang amat merusak moral.</p>
<p>Kaum perempuan semestinya tidak berpaling dari kodrat sebagai perempuan, yang mempunyai kelebihan dan memiliki keterbatasan-keterbatasan, sesuai kehendak Maha Pencipta. <strong>Kaum perempuan wajib mempersiapkan diri jadi <em>isteri shalehah</em>, </strong>sesuai sabda Rasul Allâh SAW,</p>
<p dir="rtl">حُبِّبَ إِلَيَّ مِنْ دُنْيَاكُمْ ثَلاَثٌ الطَّيِّبُ وَالنِّسَاءُ وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِى فِي الصَّلاَةِ.</p>
<p><strong><em>“Ada tiga hal yang sangat aku senangi di dunia ini, yaitu: Wangi-wangian, Isteri shalehah, dan ketenangan saat shalat.”</em></strong><strong>(Imam Nawawi, 2005, hal. 75).</strong></p>
<p>Kaum perempuan yang menjadi isteri shalehah dan amanah dalam kekayaannya, pasti mendapatkan dua pahala, satu <strong>pahala ibadah</strong> dan satu <strong>pahala sedekah</strong>, karena <strong><em>harta isteri adalah hak isteri</em></strong>.<a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftn14">[14]</a> Umar bin al-Khatthab RA, berkata, </p>
<p dir="rtl">لَوْلاَ اْدِّعَاءُ الْغَيْبِ لَشَهِدْتُ عَلَى خَمْسِ نَفَرٍ أَنَّهُمْ اَهْلُ الْجَنَّةِ الْفَقِيْرُ صَاحِبُ اْلعِيَالِ وَالْمَرْئَةُ الرَّاضِى عَنْهَازَوْجُهَاوَالْمُتَصَدِّقَةُ بِمَهْرِهَاعَلَىزَوْجِهَا وَالْرَّاضِى عَنْهُ اَبَوَاهُ وَالْتَّائِبُ مِنْ الذَّنْبِ.</p>
<p><strong><em>“Sekiranya tidak takut dituduh mengetahui yang ghaib, tentulah aku mau bersaksi bahwa kelima golongan manusia ini adalah termasuk ahli surga, yaitu: a. Orang fakir yang menanggung nafkah keluarganya; b. perempuan yang suaminya ridha kepadanya; Isteri yang menshadaqahkan mahar/maskawinnya kepada suaminya; Anak yang kedua orang tuanya ridha kepada dirinya; dan Orang yang bertobat dari kesalahannya.” </em></strong></p>
<p>Agama Islam mengajar umatnya, untuk selalu bersikap <strong>ridha</strong> dan <strong>syukur</strong> atas apa yang telah ditakdirkan oleh Allâh. Sikap ini dapat merasakan indahnya kehidupan berkeluarga, dengan menjadikan <em>“<strong>rumahku adalah surgaku</strong>”, </em>dengan <strong><em>saling membutuhkan, saling memberi kemudahan, saling menjaga keutuhan rumah tangga</em>,</strong> sebagai kekuatan dalam berbagai persoalan hidup, sesuai perkembangan zaman.</p>
<p>Wahyu Alquran menempatkan perempuan dengan hak dan kewajiban seimbang. Perempuan, <strong>sumber sakinah</strong> (bahagia) dengan merajut kasih dan rahmah. Tenteram, dengan mawaddah kasih sayang.<strong> </strong>Citra perempuan Minangkabau sangat sempurna diperankan pada posisi sentral IBU =<strong> <em>Ikutan Bagi Ummat.</em></strong><em> </em>Ibu adalah inti <em>keluarga.</em> Perempuan adalah “<em>tiang negeri</em>” <strong>(al Hadist). Kaum perempuan wajib menjaga marwah </strong>(muruah)<strong> </strong>dengan menjaga “aurat”, sebagai ujud ciri-ciri feminim.<strong> </strong></p>
<p><strong><em>Sifat feminim yang merupakan sumber kasih sayang, kelembutan, keindahan, dan sumber cahaya Ilahi, mempunyai potensi untuk menyerap dan mengubah kekuatan kasar menjadi sensitivitas, mengubah rasionalitas menjadi intuisi, dan mendorong seksualitas menjadi spiritualitas, sehingga memiliki daya tahan terhadap kesakitan, penderitaan dan kegagalan</em></strong><strong>”. </strong>Hancurnya sebuah rumah tangga ideal akibat sikap isteri terlalu maskulin.<a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftn15"><strong><strong>[15]</strong></strong></a></p>
<p><strong>III. </strong><strong>Isteri mesti Menjaga Diri dan Muruah</strong><strong> </strong></p>
<ol>
<li>Pakaiannya <strong><em>menutup aurat. Mempunyai  malu dan sopan. </em></strong></li>
</ol>
<p><strong><em> “ Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: &#8220;Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka&#8221;. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”</em></strong><strong> (QS.33, al Ahzab : 59). </strong></p>
<p><strong>Jilbab</strong> (<a href="http://www.e-bacaan.com/bacaan033.htm#33:59">33:59</a>), adalah <strong>penudung</strong> atau <strong><em><a href="http://www.e-bacaan.com/soalan_lazim08.htm#khumur">khumur</a></em></strong> yang artinya juga adalah &#8220;<strong><em>pakaian luar; gaun panjang yang menutupi seluruh badan, atau mantel yang menutupi leher dan payudara</em></strong>&#8220;<a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftn16">[16]</a>.<strong></strong></p>
<ol>
<li>Tidak berkata keras, apalagi bersikap kasar sombong, <strong><em>di kacak batih bak batih, di kacak langan bak langan, </em></strong>yang diarahkan kepada suami junjungan diri. <strong><em></em></strong>
<ol>
<li>Jangan menolak panggilan suami kepada yang baik. Jangan berpuasa sunat tanpa seizin suami (kecuali puasa yang wajib). Jangan meninggalkan rumah tanpa seizin suami. Jangan berhias berlebih-lebihan untuk dilihat orang lain. Jangan lupa berbenah diri ketika suami pulang ke rumah. Jangan menerima tamu laki-laki yang bukan muhrim, di saat suami tidak di rumah.</li>
<li>Simpan rahasia rumah tangga dengan baik.  Karena, suami isteri adalah ibarat pakaian yang saling melindungi, karena <strong><em> “.. mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka&#8230;”</em></strong><strong> (QS.2, al-Baqarah : 187). </strong></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Pesan Rasulullah SAW, <strong><em>“Seorang isteri yang taat melakukan shalat 5 waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga diri (kehormatan faraj-nya), setia kepada suaminya, &#8212; dia akan di masukkan ke dalam sorga dari pintu mana saja yang dia ingini”</em></strong>.<a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftn17">[17]</a></p>
<p>Alangkah mulia dan tingginya penghargaan Allah SWT bagi seorang isteri. Bila ia mau mengamalkannya.</p>
<p>Dengan bekal syariat Islam dan adat istiadat yang  baik  dapat dibina rumah tangga sakinah, <strong>“Baiti jannati”, </strong>yakni <strong>Rumah Tangga Sorga.</strong></p>
<p>Seorang ibu di rumah tangganya, sangat dituntut bersifat <strong><em>kreatif, ulet, tabah, sabar</em></strong> dan <strong><em>mampu menghidangkan keindahan</em></strong>, dan selalu hati-hati melangkah.  <strong><em> “ boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. “</em></strong><strong> (QS.2, Al Baqarah : 216)<em></em></strong></p>
<p>Arif bahwa di balik sesuatu tersimpan sesuatu. Jangan terperdaya kepada yang tampak lahir semata. Arif melahirkan kewaspadaan dalam bertindak dan berperangai.</p>
<p><strong><em>Dalam awa akie mambayang,   Dalam baiak kanalah buruak,</em></strong></p>
<p><strong><em>Dalam galak tangih kok tibo,    Hati gadang utang kok tumbuah.</em></strong><strong><em></em></strong></p>
<p>Maknanya, sejak awal, diperhitungkan apa mudharat dan manfaat dari suatu. Hati-hati dalam bertindak.</p>
<p>Jangan perturutkan <em>hati gadang,</em> sehingga<em> </em>lupa nasehat orang tua-tua.</p>
<p>Di balik gembira, bisa menanti <em>duka membawa tangis</em>. Sia-sia hutang tumbuh, kurang awas nagari kalah.</p>
<p>A.  Tipe perempuan, tidak boleh ditiru</p>
<ol>
<li>Perempuan <em>kufur </em>dan<em> khianat </em>kepada suami, seperti isteri Nuh dan Luth, berakhir keneraka. Firman Allah, <em>“ Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan, bagi orang-orang kafir. Keduanya, berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh, di antara hamba-hamba kami. Lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), Maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah, dan dikatakan (kepada keduanya): &#8220;Masuklah ke dalam Jahannam bersama orang-orang yang masuk ( ke dalam jahannam itu)&#8221;.</em> (<span style="text-decoration:underline;">QS.66,at Tahrim :10</span>),  Nabi-nabi sekalipun, tidak dapat membela isteri-isterinya atas azab Allah,  apabila mereka menentang ajaran agama.</li>
<li>Perempuan yang <em>suka meninggalkan bengkalai </em>dan <em>merusak rajutan</em> ….<em> “ Dan janganlah kamu menjadi seperti seorang perempuan, yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali. Kamu menjadikan sumpah </em>(perjanjian)<em>-mu sebagai alat penipu di antaramu…,”</em> (<span style="text-decoration:underline;">QS.16, an-Nahl :92</span>).
<ol>
<li>Tipe Perempuan yang Perlu Ditiru   </li>
<li>Selalu menghindar dari kezaliman dan kemusyrikan. Senantiasa berharap sorga, seperti Asiyah isteri Fir’aun ; <em> “ Dan Allah membuat isteri Fir&#8217;aun, perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: &#8220;Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu, dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir&#8217;aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.”</em> (<span style="text-decoration:underline;">QS.66 at-Tahrim : 11</span>).<em> </em>Sekalipun isteri seorang kafir, bila menganut ajaran Allah dengan taat, akhirnya masuk dalam jannah.</li>
<li>Selalu berupaya agar generasi yang dilahirkannya menjadi zurriyat yang memegang teguh amanah Allah. <em> “ Dan (ingatlah), ketika isteri &#8216;Imran berkata: &#8220;Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau, anak yang dalam kandunganku ini, menjadi hamba yang saleh, dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui&#8221;. </em> <em>Maka, tatkala isteri &#8216;Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: &#8220;Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkan seorang anak perempuan, dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu, dan </em>(padahal)<em>, anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya, aku telah menamai dia Maryam, dan aku mohon perlindungan untuknya, serta anak-anak keturunannya, dengan (pemeliharaan) Engkau </em>(ya Allah)<em>,  daripada syaitan yang terkutuk.&#8221;</em> (<span style="text-decoration:underline;">QS.3, Ali Imran : 35-36</span>),</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Doa ibu muda ini makbul.</p>
<p>Maryam, melahirkan anak laki-laki yang sangat baik, mulia dan bermartabat, menjadi Nabi dan Rasul Allah untuk Bani Israil, yaitu Isa ibni Maryam.</p>
<ol>
<li>Selalu memelihara faraj, yakni Maryam itu sendiri. <em> “ Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-kitabNya, dan dia adalah termasuk orang-orang </em>(perempuan)<em> yang taat.” </em>(QS.66, Tahrim : 12)<em>.</em></li>
</ol>
<p><em> </em></p>
<ol>
<li>perempuan di minangkabau  </li>
</ol>
<p><em>”Adapun yang disebut perempuan, memakai tertib dengan sopan. Mamakai baso jo basi. Tahu ereng dan gendeng. Memakai rasa dan periksa, malu dan sopan. Menjauhi sumbang dan salah. Mulut manis, tutur bahasa disenangi. </em>Kato baik kucindan murah, pandai bergaul  sama besar.<em> Hormat kapada ibu bapo. Khidmat kepada orang tua, patuh kepada suami, Takut kepada Allah, mengikut perintah sunnah Rasulullah. Tahu dengan Korong dan kampong. </em></p>
<p><em>Mengenal tumah tangga. Tahu  manyuri mangulindan. Takut budi akan terjual. Malu di paham akan tergadai. Tahu di mungkin dengan patut. Meletakkan sesuatu pada tempatnya. Tahu tinggi dan rendah, bayang-bayang sepanjang badan. Boleh ditiru diteladani. Kan suri teladan kain, kan cupak teladan betung. Meleleh boleh dipalit, menetes dapat ditampung.Setitik dapat dilautkan, sekepal dapat digunungkan, oleh orang se nagari.”</em><em> </em>Inilah<em>, </em>harkat perempuan di Ranah Bundo, mulia dan bermartabat.</p>
<p>Perempuan Minang, <em>padu isi </em>dengan lima sifat utama; benar,  jujur, pandai, fasih terdidik, dan bersifat malu. <em>Rarak kalikih dek mindalu, tumbuah sarumpun jo sikasek, Kok hilang raso jo malu, bak kayu lungga pangabek. Anak urang Koto Hilalang, Handak lalu ka Pakan Baso, Malu jo sopan kalau lah hilang, habihlah raso jo </em>pareso.  Al hayak nisful iman = <em>malu adalah paruhan dari Iman</em>. </p>
<p>Dalam siklus ini generasi Minangkabau lahir <strong>bernasab ke ayahnya, bersuku ke ibunya, dan bersako ke mamak </strong>atau memperoleh gelar sako dan pusako dari mamaknya. <strong><em>Ketek banamo gadang bagala.</em></strong></p>
<p><strong>Perlu di Ingat !</strong></p>
<h1>1.       Jangan cepat berputus asa.</h1>
<p><strong><em>        </em></strong><strong><em>Riak jo galombang adalah permainan laut. Bergisir sampan dan pendayung adalah hal biasa.</em></strong><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>        </em></strong><strong><em>Jangan cepat berputus asa,</em></strong><strong><em> akan binasa jadinya rumah tangga. Minta selalu pertolongan dari Allah.</em></strong></p>
<p>Ingat pesan Rasulullah SAW,  <strong>“<em>Bila perlu perlindungan minta perlindungan kepada Allah. Bila engkau memerlukan pertolongan minta pertolongan dari Allah </em>“.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li>Jangan meminta kepada yang dikeramat-keramatkan, atau paranormal. Akibatnya bisa terseret kepada mensyarikatkan Allah, satu dosa besar, ujungnya doa tidak akan dikabulkan Allah.<strong></strong></li>
<li><strong>Shalat yang lima waktu jangan dilalaikan</strong> apalagi di tinggalkan. Doamu dinilai dari sini !!!.<strong></strong></li>
<li><strong>Pesan Rasulullah SAW, “ sinarilah rumah tangga kalian berdua, dengan shalat dan bacaan Alquran.” </strong></li>
</ol>
<p><strong><em>        <img class="aligncenter size-medium wp-image-266" title="Undangan KMII Tokyo 013" src="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/files/2009/07/undangan-kmii-tokyo-013.jpg?w=300" alt="Undangan KMII Tokyo 013" width="300" height="225" /></em></strong></p>
<p>Martabat manusia ditentukan oleh akhlaknya. Pematangan sikap pribadi berawal dari rumah tangga. Menanamkan perangai yang jujur.</p>
<p>Membentuk perangai umat harus dimulai dengan menanam <em>sahsiah</em> pada keluarga. Pembinaan rohani anggota keluarga dilaksanakan dengan agama. Dimulai dengan menanamkan rasa ”Khauf”</p>
<p dir="rtl">تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ</p>
<p><strong>&#8220;Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhan mereka dengan penuh rasa takut (khauf) dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka&#8221;</strong> <strong>(Q.S. As Sajadah: 16)</strong></p>
<p>Kata <em>khauf</em> yang berarti takut, telah disinggung di dalam Al Qur’an sebanyak 134 kali, dan sinonimnya yaitu kata “<em>Khasy-syah”</em> yang juga berarti takut terdapat sebanyak 84 kali. Allah SWT menjadikan kehidupan di dunia ini ibarat ruang ujian, yang harus ditempuh manusia. Firman Allah tentang hal tersebut:</p>
<p dir="rtl">الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ</p>
<p><strong>“Dialah Allah &#8212; Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”</strong> (QS. Al Mulk: 2)</p>
<p>Rasa takut (Khauf) merupakan sifat kejiwaan dan kecenderungan alami yang bersemayan dalamhati manusia, dan memiliki peran penting dalam kehidupan kejiwaan manusia. Ali bin Abi Thalib r.a. berkata: “<strong><em>Man khaafa Aamana</em></strong>”, barangsiapa yang takut, aman!” Kalau kita tidak takut hujan, kita tidak akan sedia payung, bila kita tidak takut sakit kita tidak berupaya meningkatkan kesehatan kita.</p>
<p>Islam tidak memandang rasa takut yang ada dalam diri manusia sebagai aib yang harus dihilangkan. Namun demikian, rasa takut akan menjadi sesuatu yang buruk apabila seseorang tidak mampu mengatur dan menyalurkan rasa takutnya, apalagi bila rasa takut itu jadi perintang kemajuan, kebebasan dan kehormatannya.</p>
<p>Ali bin Abi Thalib AS, menasehati kita: “<strong><em>Kalau anda bertekad melakukan sesuatu, maka arungilah. Karena bayangan bencana terlihat lebih besar dari yang sebenarnya</em>.”</strong> Jadi sesungguhnya menunggu datangnya bencana lebih buruk dari bencana itu sendiri. Karena lebih baik kita melakukan persiapan dan menyusun kekuatan bathin menghadapi sesuatu yang akan datang.</p>
<p>Al Qur’an telah menggambarkan rasa takut yang timbul pada jiwa para rasul dan hamba-hamba  Allah yang shaleh, meskipun mereka adalah manusia pilihan yang terkenal suci dan bersih. Allah SWT berfirman:</p>
<p dir="rtl">وَأَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّ مُوسَى أَنْ أَرْضِعِيهِ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلاَ تَخَافِي وَلاَ تَحْزَنِي إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ</p>
<p><strong>“Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa: “Susukanlah dia, dan apabila kamu takut (khawatir) maka hanyutkanlah ia ke dalam sungat (Nil). Dan janganlah kamu takut dan (jangan pula) bersedih hati. Karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.&#8221; </strong>(Q.S. Al Qashash : 7)</p>
<p>Takut (<em>al khauf</em>) adalah masalah yang berkaitan dengan kejadian yang akan datang. Seseorang hanya merasa takut jika yang dibenci tiba yang dicinta sirna. <strong><em>Khauf </em>merupakan salah satu syarat iman dan melaksanakan hukum-hukumnya. </strong></p>
<p>Takut kepada Allah adalah rasa takut yang harus dimiliki setiap hamba. Karena rasa takut itu mendorong untuk meningkatkan amal kebaikan  dan bersegera dalam meninggalkan semua yang dilarang-Nya. Rasa takut kepada Yang Maha Kuasa adalah salah satu pilar penyangga keimanan kepada-Nya. Dengan adanya rasa takut, timbul rasa harap (<strong><em>rajaa’</em></strong>) akan <strong><em>maghfirah</em></strong><em> </em>(ampunan), <strong><em>‘inayah</em></strong><em> </em>(pertolongan), serta rahmat Allah dan ridha-Nya. Sehingga hakikat &#8220;<strong><em>iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin</em></strong>&#8220;<em> </em> benar-benar  terpatri dalam qalbu seorang hamba.</p>
<p>Di saat manusia merasakan getaran rasa takutnya kepada Allah, maka saat itu berarti mereka memiliki rasa takut pula akan ancaman azab yang Allah sediakan bagi orang-orang yang durhaka kepada-Nya. <strong><em>Ma’rifah</em></strong> (pengetahuan) akan sifat Allah akan mengantarkan ke dalam pengetahuan tentang azab-Nya.</p>
<p>Seorang hamba yang shaleh, <em>berma’rifatullah, </em> dan merealisasikan hakikat kehambaannya dengan senantiasa mengamalkan perintah-Nya dan mengamalkan pula semua ajaran rasul-Nya, pasti akan memilki rasa takut yang mendalam terhadap azab yang mengancamnya. Sikap ini akan melahirkan selalu waspada, sehingga tidak ada amal atau prilaku yang mengarah kepada hal-hal yang menjadikan Allah murka dan menjadikan dirinya durhaka kepada Allah. Allah SWT berfirman:</p>
<p dir="rtl">قُلْ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ</p>
<p><strong>“Katakanlah: “Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar jika aku durhaka kepada Tuhanku.”</strong> (Q.S. Az Zumar: 13)</p>
<p>Sesungguhnya rasa takut kepada Allah itu merupakan salah satu perangai yang diciptakan dalam diri manusia untuk memotivasi mereka dalam menyebarluaskan dan menjaga nilai-nilai Ilahy.</p>
<p>Orang yang benar dalam memposisikan rasa takutnya akan merasakan rahmat Allah, baik dalam kehidupan duniawi maupun ukhrawi.</p>
<p> </p>
<p><strong>IV. </strong><strong>DOA PENUTUP</strong></p>
<p dir="rtl">اللَّهُمَّ اصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا وَ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا وَ اهْدِنَا سُبُلَ السَّلاَمِ وَ نَجَّنَا مِنَ الظُّلُمَاتَ إِلىَ النُّوْرِ وَ جَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ وَمَا بَطَنَ،</p>
<p dir="rtl">اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فيِ أَسْمَاعِنَا و أَبْصَارِنَا وَ قُلُوْبِنَا وَ أَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَاتِنَا وَ تُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ، وَ اجْعَلْنَا شَاكِرِيْنَ لِنِعْمَتِكَ مُثْنِيْنَ ِبهَا قَابِلِيْنَ لَهَا وَ أَتِمَّهَا عَلَيْنَا.</p>
<p dir="rtl">اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ اْلعَفْوَ وَ العَافِيَةَ فيِ دِيْنِنَا وَ دُنْيَاناَ وَ أَهْلِيْنَا وَ أَمْوَالِنَا،</p>
<p dir="rtl">رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَِلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيـْـمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فيِ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَحِيْمٌ.</p>
<p align="right"><strong><em> </em></strong></p>
<p dir="rtl">اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ المُؤْمِنَاتِ وَ المُسْلِمِيْنَ وَ اْلمُسْلِمَاتِ، اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ اْلأَمْوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَِلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيـْـمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فيِ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَحِيْمٌ.   </p>
<p> </p>
<p><strong><em>Tokyo,  25  Muharram  1430  H / 22  Januari  2009 M</em></strong></p>
<p> </p>
<hr size="1" /><a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref1">[1]</a> Prof. Dr. Zakiah Darajat dalam bukunya “Ketenangan dan Kebahagiaan Dalam Keluarga” memberikan 5 (lima) resep mewujudkan keluarga tenang dan bahagia</p>
<p><a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref2">[2]</a> (سُوْرَةُالنُّوْرِ/24:32) (رَوَاهُ الْبُخَارِى-كِتَابُ النِّكَاحِ-جِلِدْ 3, جُزْءٌ 7:8)</p>
<p><a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref3">[3]</a>  Muhammad <em>SAW, </em>adalah orang nomor satu dunia dalam sejarah peradaban manusia, beliau seorang pemimpin yang tangguh, tulen, dan efektif. Lihat Michail H. Hart, Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah, (Jakarta : PT. Dunia Pustaka Jaya, 1988), Cet. Ke-8. judul asli: The 100`s, a Ranking of The Most Influential Persons in History.</p>
<p><a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref4">[4]</a>  Al-Bukhâriy, <em>Shahih al-Bukhâri, </em>(Bairut : Dâr al-Ihyâ&#8217; al-Turâts al-`Arabiy, [tth]), Juz 7, h. 3</p>
<p><a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref5">[5]</a>  Hadits ini tercantum dalam Shahih Bukhari pada kitab al-Nikah, Jilid tiga, juz tujuh halaman tiga dan Shahih Muslim pada kitab al-Nikah, Juz  2, halaman 118-119.</p>
<p><a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref6">[6]</a> صَحِيْحُ الْجَمْع/ِ 5466</p>
<p><a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref7">[7]</a> Maksud ayat ini Ialah: tidak pantas orang yang beriman kawin dengan yang berzina, demikian pula sebaliknya.</p>
<p><a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref8">[8]</a> Maksudnya: budak-budak yang dimiliki yang suaminya tidak ikut tertawan bersama-samanya.</p>
<p><a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref9">[9]</a> Ialah: selain dari macam-macam wanita yang tersebut dalam surat An Nisaa&#8217; ayat 23 dan 24.</p>
<p><a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref10">[10]</a> Ialah: menambah, mengurangi atau tidak membayar sama sekali maskawin yang telah ditetapkan.</p>
<p><a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref11">[11]</a> HIV/AIDS hanyalah salah satu efek buruk perbuatan zina seperti disinggung dalam Surah Al Isra: 32 di atas. Tidak menutup kemungkinan efek-efek lain yang jauh lebih mengerikan dari AIDS akan menyusul apabila zina masih dianggap sebagai hal biasa tanpa sedikit pun mengindahkan larangan Sang Pencipta. Tidak ada obat pencegahan AIDS yang paling mujarab bagi umat Islam kecuali menjauhi zina dan tidak menikahi mereka yang pernah melakukan zina.</p>
<p> </p>
<p><a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref12">[12]</a>  Menurut bahasa kata <em>Qudsi </em>adalah dinisbatkan pada lafazh &#8220;<em>al-Qudsu</em>&#8221; atau &#8220;<em>al</em>-<em>Qudusu</em>&#8220;. Artinya suci dan bersih. Disebut juga hadits <em>Ilahiy, </em>dinisbatkan pada lafazh &#8220;<em>al-Hilâhu&#8221;</em>. Atau disebut juga hadits <em>rabbaniy</em>, dinisbatkan pada lafazh &#8220;<em>al-Rabbu</em>&#8220;. Menurut istilah sesuatu yang didasarkan dan di-isnadkan oleh Nabi <em>SAW </em>kepada Allâh, tapi bukan al-Qur&#8217;ân.</p>
<p><a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref13">[13]</a>  Ajaran Kristiani (Katolik) menganggap <strong>celibate</strong> mencerminkan kesempurnaan (seperti dialami Yesus hingga di salib dan Maryam yang tetap perawan), seperti tertera dlm Injil Matius 19: 12, 27-29; Korintus 7: 32-33 dan Surat Paulus, Rum 12: 1 yang isinya: “<em>karena itu, saudara-saudara demi kemurahan Allâh aku menasehati kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan hidup yang kudus dan berkenan kepada Allâh; itu adalah ibadahmu yang sejati.</em>” (Jakarta, LAI, 1990, h. 203- PB), Yang menentang sikap menyendiri adalah Protestan. Ajaran agama islam tidak mengajarkan pola hidup yang egois ini.</p>
<p><a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref14">[14]</a>   Kandungan Hadits Riwayat Bukhâriy dan Muslim, lihat dalam SAHID, No. 10/Tahun III/Februari 1991, hal. 41.</p>
<p><a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref15">[15]</a> Hani’ah, HISKI, UNP-1997, dan Armiyn Pane, “Belenggu”</p>
<p><a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref16">[16]</a> [<em>The Holy Qur'an,</em> Abdullah Yusuf Ali (1946), halaman 1126, nota kaki 3765]. Ia bukan tudung kepala. (Tudung kepada yang kini dipakai oleh kaum wanita adalah &#8216;mandil&#8217; dalam bahasa Arab. Ia bermaksud <em>kerchief; handkerchief; head kerchief,</em> dalam bahasa Inggeris. Tetapi ia tidak terdapat di dalam al-Qur&#8217;an.)</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p><a href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref17">[17]</a>  Hadist dari Anas bin Malik.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Membangkitkan Kembali Kesadaran Kolektif Akan Nilai dan Norma Dasar Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah]]></title>
<link>http://masoedabidin.wordpress.com/2009/06/20/membangkitkan-kembali-kesadaran-kolektif-akan-nilai-dan-norma-dasar-adat-basandi-syarak-syarak-basandi-kitabullah/</link>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 05:25:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://masoedabidin.wordpress.com/2009/06/20/membangkitkan-kembali-kesadaran-kolektif-akan-nilai-dan-norma-dasar-adat-basandi-syarak-syarak-basandi-kitabullah/</guid>
<description><![CDATA[ADAT BASANDI SYARAK (ABS), SYARAK BASANDI KITABULLAH (SBK)  Membangkitkan Kembali Kesadaran Kolektif]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;">ADAT BASANDI SYARAK (ABS), SYARAK BASANDI KITABULLAH (SBK)</p>
<p align="center"> Membangkitkan Kembali Kesadaran Kolektif Akan Nilai dan Norma Dasar <em>Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah</em></p>
<p align="center">Untuk Membangun Manusia dan Masyarakat Minangkabau</p>
<p align="center">Yang Unggul Dan Tercerahkan</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center"> <img class="aligncenter size-full wp-image-595" title="Puncak gonjong Rumah Gadang" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/puncak-gonjong-rumah-gadang.jpg" alt="Puncak gonjong Rumah Gadang" width="403" height="604" /></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>ABS SBK Merupakan Batu Pojok Bangunan Masyarakat Minangkabau Yang </strong>(Dulu  Pernah)<strong> Unggul Dan Tercerahkan</strong></p>
<p><em>Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah</em> merupakan hasil kesepakatan   (Piagam <em>Sumpah Satie Bukik Marapalam </em>di awal abad ke 19) dari  dua arus besar (”<em>main-streams</em>”) Pandangan Dunia dan Pandangan Hidup (PDPH) Masyarakat Minangkabau yang sempat melewati konflik bersenjata yang melelahkan.</p>
<p>Sejarah membuktikan, kesepakatan yang bijak itu telah memberikan peluang tumbuhnya beberapa <img class="alignleft size-full wp-image-550" title="(JPEG Image, 227×269 pixels) Buya" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/jpeg-image-227c397269-pixels-buya.jpeg" alt="(JPEG Image, 227×269 pixels) Buya" width="227" height="269" />angkatan ”generasi emas” selama lebih satu abad berikutnya. Dalam periode keemasan itu, Minangkabau dikenal sebagai lumbung penghasil tokoh dan pemimpin, baik dari kalangan  alim ulama ”<em>suluah bendang anak nagari</em>” maupun ”<em>cadiak pandai</em>” (cendekiawan pemikir dan pemimpin sosial politik) yang berkiprah di tataran nusantara serta dunia internasional. </p>
<p>Mereka merupakan ujung tombak kebangkitan budaya dan politik bangsa Indonesia pada awal abad ke 20, serta dalam upaya memerdekakan bangsa ini di pertengahan abad 20.</p>
<p>Sebagai kelompok etnis kecil yang hanya kurang dari 3%  dari jumlah bangsa ini, peran kunci yang dilakukan oleh sejumlah tokoh besar dan elit pemimpin berbudaya asal Minangkabau telah membuat ”<em>Urang Awak</em>” terwakili-lebih (”<em>over-represented</em>”) di dalam kancah perjuangan dan  kemerdekaan bangsa Indonesia ini.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-561" title="Rumah gadang Minang" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/rumah-gadang-minang.jpg" alt="Rumah gadang Minang" width="450" height="300" /></p>
<p>Alhamdulillah, Minangkabau sebagai  kelompok etnis kecil pernah berada di puncak piramida bangsa ini (”<em>the pinnacle of the country’s culture, politics and economics</em>”). Putera-puteri terbaik berasal dari budaya Minangkabau pernah menjadi pembawa obor peradaban (”<em>suluah bendang</em>”) bangsa Indonesia ini.</p>
<p> <img class="aligncenter size-full wp-image-560" title="Group Ulama &#38; National Businees-2" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/group-ulama-national-businees-2.jpg" alt="Group Ulama &#38; National Businees-2" width="510" height="363" /></p>
<p>ABS-SBK merupakan landasan yang memberikan lingkungan sosial budaya yang melahirkan kelompok signifikan  manusia unggul dan tercerahkan. ABS-SBK dapat diibaratkan ”<em>Surau Kito</em>” tempat pembinaan ”<em>anak nagari</em>” yang ditumbuh-kembangkan menjadi ”<em>nan mambangkik batang tarandam, nan pandai manapiak mato padang, nan  bagak manantang mato ari, jo nan abeh malawan dunia urang, dan di akhiraik beko masuak Sarugo  ”. </em></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-562" title="Masjid Gantiang Padang" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/masjid-gantiang-padang.jpg" alt="Masjid Gantiang Padang" width="510" height="311" /></p>
<p>Namun, ”<em>kutiko jalan lah di alieh urang lalu</em>” dan ”alah <em>lupo kacang di kuliknyo</em>”, maka robohlah ”<em>Surau Kito</em>”. Dan beginilah sekarang nasib atau bagian peran yang berada di tangan etnis Minangkabau yaitu hanyalah sekadar ”<em>nan sayuik-sayuik sampai</em>” atau nyaris tak terdengar. Para penghulu ninik mamak, para ulama suluh bendang, dan para cerdik cendekia, menjadi sasaran keluhan dan pertanyaan umat banyak.<em> </em> </p>
<p> <img class="aligncenter size-full wp-image-563" title="Kota Tua di Muara Padang" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/kota-tua-di-muara-padang.jpg" alt="Kota Tua di Muara Padang" width="510" height="341" /></p>
<p><strong>Kota Tua di Sehiliran Batang Harau, Muara Padang &#8211; setua itu pula adat &#8211; yang bersiap akan dimasukkan  ke dalam  Museum, bila adat budaya yang luhur dengan nilai nilai syarak itu tidak  dipakai lagi oleh etnis Minangkabau&#8230;. atau adat dan syarak itu akan menjadi seakan ngarai yang runtuh &#8230;&#8230;, </strong></p>
<p><strong><img class="aligncenter size-full wp-image-565" title="Lambah di Ngarai Sianok" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/lambah-di-ngarai-sianok.jpg" alt="Lambah di Ngarai Sianok" width="403" height="604" /></strong></p>
<p><strong>yang hanya akan dapat dinikmati dalam pandangan tapi tak akan mampu dimasuki karena generasi dari Masyarakat Adat Minangkabau itu sendiri sudah menjauh dari nilai-nilai adat istiadat leluhur mereka.</strong></p>
<p><strong><img class="aligncenter size-full wp-image-564" title="Panorama Ngarai Bukittinggi" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/panorama-ngarai-bukittinggi.jpg" alt="Panorama Ngarai Bukittinggi" width="510" height="340" /></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p> </p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Masyarakat Madani Minangkabau adalah Masyarakat Yang Beradat Dan Beradab</strong></p>
<p><strong><img class="aligncenter size-full wp-image-566" title="DSC05895" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/dsc05895.jpg" alt="DSC05895" width="510" height="382" /> </strong></p>
<p>Kegiatan hidup masyarakat dipengaruhi oleh berbagai lingkungan tatanan (<em>”system”</em>) pada berbagai tataran (”<em>structural levels</em>”). Yang paling mendasar adalah ”<em>meta-environmental system” </em>yaitu tatanan nilai dan norma dasar sosial budaya berupa Pandangan Dunia dan Pandangan Hidup (PDPH).</p>
<p style="text-align:center;"><strong><img title="Sawah selesai disabik" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/sawah-selesai-disabik.jpg" alt="Sawah selesai disabik" width="400" height="257" /></strong></p>
<p>PDPH ini memengaruhi seluruh aspek kehidupan masyarakat berupa sikap umum dan perilaku serta tata-cara pergaulan  masyarakat.  PDPH ini merupakan landasan pembentukan pranata sosial budaya yang melahirkan berbagai  lembaga formal maupun informal.</p>
<p><img title="Rumah Adat Bukittinggi" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/rumah-adat-bukittinggi1.jpg" alt="Rumah Adat Bukittinggi" width="400" height="267" /></p>
<p>Pranata sosial budaya (”<em>social and cultural institution</em>”) adalah batasan-batasan perilaku manusia atas dasar kesepakatan bersama yang menjadi ”kesadaran kolektif” di dalam pergaulan masyarakat berupa seperangkat aturan main dalam menata kehidupan bersama.  (“<em>humanly devised constraints on actions; rules of the game</em>.”). </p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-567" title="Silek Kesenian anak Nagari Minangkabau" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/silek-kesenian-anak-nagari-minangkabau.jpg" alt="Silek Kesenian anak Nagari Minangkabau" width="510" height="382" /></p>
<p>PDPH merupakan pedoman serta petunjuk perilaku bagi setiap dan masing-masing anggota masyarakat di dalam kehidupan sendiri-sendiri  maupun bersama-sama. PDPH memberikan <strong>ruang</strong> (dan sekaligus <strong>batasan-batasan</strong>) yang merupakan <strong>ladang</strong> bagi <strong>p</strong><strong>engembangan kreatif potensi manusiawi</strong> dalam menghasilkan buah karya sosial, budaya dan ekonomi serta karya-karya pemikiran intelektual yang merupakan mesin perkembangan dan pertumbuhan masyarakat di segala bidang kehidupan.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-568" title="Sirieh di Carano, mananti tamu tibo" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/sirieh-di-carano-mananti-tamu-tibo.jpg" alt="Sirieh di Carano, mananti tamu tibo" width="510" height="286" /> </p>
<p>PDPH masyarakat Minangkabau yang dahulu itu (1800-1950) melahirkan angkatan-angkatan “generasi emas” adalah “<em>Adat Basandi Syarak</em>, <em>Syarak Basandi Kitabullah</em>”(ABS-SBK).  ABS-SBK adalah PDPH yang menata seluruh kehidupan masyarakat Minangkabau  dalam arti kata dan kenyataan yang sesungguhnya.</p>
<p><em>Meta-environment</em> yang dibentuk ABS-SBK sebagai PDPH membentuk lembaga pemerintahan ”<em>tigo tungku sajarangan</em>” yang menata kebijakan “<em>macro-level” (</em>dalam hal ini “<em>adat nan sabana adat, adat istiadat, dan adat nan taradat)  </em>bagi pengaturan kegiatan kehidupan masyarakat untuk kemaslahatan “<em>anak nagari</em>” Minangkabau.</p>
<p>Dengan demikian setiap dan masing-masing anggota pelaku kegiatan  sosial, budaya dan ekonomi  pada tingkat sektoral (<em>meso-level</em>) maupun tingkat perorangan (<em>micro-level</em>) dapat mengembangkan seluruh potensi dan kreativitasnya sehingga terciptalah manusia dan masyarakat Minangkabau yang unggul dan tercerahkan.  Maka dapat dinyatakan bahwa Masyarakat Minangkabau (dahulu itu, 1800-1950)  merupakan salah contoh dari Masyarakat Madani Yang Beradat dan Beradab.</p>
<p> <img class="aligncenter size-full wp-image-570" title="Prosesi Minangkabau 023" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/prosesi-minangkabau-0231.jpg" alt="Prosesi Minangkabau 023" width="510" height="382" /></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Masyarakat Ber-Adat Yang Beradab Hanya Mungkin Jika Dilandasi <em>Kitabullah</em></strong></p>
<p>Pokok pikiran ”<em>alam takambang jadi guru</em>” menunjukkan bahwa para filsuf dan pemikir Adat Minangkabau (Datuk Perpatih Nan Sabatang dan Datuk Katumanggungan, menurut versi Tambo Alam Minangkabau) meletakkan landasan  filosofis Adat Minangkabau atas dasar pemahaman yang mendalam tentang <strong>bagaimana bekerjanya alam semesta serta dunia ini termasuk manusia dan masyarakatnya</strong>. Mereka telah menjadikan alam semesta menjadi ”ayat dari <em>Nan Bana</em>”.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-571" title="Danau Diateh dari Danau Dibawah" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/danau-diateh-dari-danau-dibawah.jpg" alt="Danau Diateh dari Danau Dibawah" width="510" height="383" /></p>
<p>Konsep ”<em>Adaik basandi ka</em> <em>mupakaik, mupakaik  basandi ka alua, alua basandi ka patuik, patuik basandi ka Nan Bana, Nan Bana Badiri Sandirinyo</em>” menunjukkan bahwa sesungguhnya para filsuf dan pemikir yang merenda Adat Minangkabau telah <strong>mengakui keberadaan</strong> dan <strong>memahami </strong>”<em>Nan Bana, Nan Badiri Sandirinyo”,</em> artinya kekuasaan dan kebenaran hakiki ada pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini dapat dimaknai sebagai landasan masyarakat bertauhid.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-573" title="DSC03901" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/dsc03901.jpg" alt="DSC03901" width="510" height="382" /></p>
<p>Adat Minangkabau dibangun di  atas ”Peta Realitas” yang  dikonstruksikan secara kebahasaan (”<em>linguistic construction of realities</em>”)  yang direkam terutama lewat bahasa lisan berupa pepatah, petatah petitih, mamang, bidal, pantun yang secara keseluruhan dikenal juga sebagai <strong>Kato Pusako</strong>. Lewat berbagai upacara Adat serta kehidupan masyarakat  se-hari-hari, Kato Pusako menjadi rujukan di dalam penerapan PDPH di dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Dengan perkataan lain, Adat yang bersendi kepada “<em>Nan Bana</em>” adalah Peta Realitas sekaligus Pedoman serta Petunjuk Jalan Kehidupan Masyarakat Minangkabau.</p>
<p> <img class="aligncenter size-full wp-image-572" title="Gunung Merapi berselimut awan di sore hari" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/gunung-merapi-berselimut-awan-di-sore-hari.jpg" alt="Gunung Merapi berselimut awan di sore hari" width="509" height="382" /></p>
<p>Sangat sedikit catatan sejarah dengan bukti asli/otentik tentang bagaimana sesungguhnya bentuk dan keberhasilan masyarakat Minangkabau di dalam menjalankan Adat yang bersendikan <em>Nan Bana</em> itu.  Sejarah yang dekat (dua tiga abad yang silam) menunjukkan bahwa di dalam kehidupan sehari-hari Masyarakat Minangkabau banyak ditemukan <strong>praktek-praktek yang kontra produktif</strong> bagi perkembangan masyarakat seperti judi, sabung ayam dan tuak dan lain-lain. Sejarah sebelum ABS-SBK juga belum mencatatkan peran signifikan tokoh-tokoh berasal budaya Minangkabau yang menjadi pembawa obor peradaban di kawasan ini.</p>
<p> <img class="alignleft size-full wp-image-574" title="MesjidKuno_2" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/mesjidkuno_2.jpg" alt="MesjidKuno_2" width="510" height="360" /></p>
<p>Sebaliknya, sesudah ABS-SBK, terjadi semacam lompatan kuantum (”<em>quantum leap</em>”) di dalam budaya Minangkabau, dengan bertumbuh-kembangnya manusia-manusia unggul dan tercerahkan yang muncul menjadi tokoh-tokoh yang berperan penting dalam sejarah kawasan ini. Bagaimana gejala itu bisa diterangkan?.</p>
<p> <img class="aligncenter size-full wp-image-575" title="CapRaja" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/capraja.jpg" alt="CapRaja" width="220" height="209" /></p>
<p>Masyarakat Minangkabau pra-ABS-SBK adalah Masyarakat Ber-Adat yang bersendikan <em>Nan Bana,  Nan Badiri Sandirinyo.</em> Sebagai buah hasil dari konstruksi realitas lewat jalur kebahasaan, hasil penerapannya di dalam kehidupan masyarakat se-hari-hari tergantung kepada sejauh mana ”peta realitas” itu memiliki ”hubungan  satu-satu” (”<em>one-to-one relationship</em>”) atau sama sebangun dengan Realitas yang sebenarnya (<em>Nan Bana, Nan Badiri Sandirinyo</em> itu). Terterapkannya berbagai perilaku kontra-produktip oleh beberapa bagian masyarakat menunjukkan bahwa ada kekurangan serta kelemahan dari Adat Minangkakau Sebagai Peta Realitas serta Petunjuk  Jalan Kehidupan Bermasyarakat itu. Kekurangan utama yang menjadi akar dari segenap kelemahan yang terperagakan itu adalah <strong>ada bagian dari Peta Realitas itu yang ternyata tidak sama sebangun dengan <em>Nan Bana, Nan Badiri Sandirinyo</em> itu</strong>.</p>
<p> <img class="alignleft size-full wp-image-586" title="Tuanku Imam Bonjol" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/tuanku-imam-bonjol.jpg" alt="Tuanku Imam Bonjol" width="276" height="300" /></p>
<p>Kekurangan utama (Peta yang tidak sama sebangun dengan Realitas) itu melahirkan beberapa kekurangan. Kekurangan turunan pertama adalah Adat Minangkabau Sebagai Peta Realitas <strong>tidak dilengkapi</strong> dengan Pedoman dan Petunjuk <strong>yang memadai</strong> tentang bagaimana ia seharusnya digunakan. Peta yang tidak dilengkapi dengan bagaimana menggunakannya secara memadai adalah tidak bermanfaat, malah dapat menyesatkan. Kekurangan selanjutnya, <strong>tidak dilengkapinya</strong> Adat Minangkabau Sebagai Peta Realitas itu dengan  Pedoman serta Petunjuk Jalan Kehidupan  <strong>yang memadai</strong>. Peta tanpa petunjuk jalan <strong>yang memadai</strong> tidak akan membawa kita ke mana-mana. Kekurangan selanjutnya, Adat yang menjadi Pedoman serta Petunjuk Jalan Kehidupan  itu  <strong>tidak dilengkapi</strong> dengan pedoman teknis perekayasaan perilaku (”<em>social and behavioral engineering techniques</em>”) <strong>yang memadai</strong> sehingga rumus-rumus dan resep-resep pembentukan masyarakat sejahtera berkeadilan berdasar Adat Minangkabau tidak dapat diterapkan.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-576" title="Pacu Jawi bukan Karapan Sapi" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/pacu-jawi-bukan-karapan-sapi.jpg" alt="Pacu Jawi bukan Karapan Sapi" width="510" height="307" /></p>
<p> Akar segala kekurangan serta sebab-musabab segala kelemahan berupa <strong>ketidak-lengkapan</strong> serta <strong>kurang-kememadai-an </strong>itu adalah  <strong>ketiadaan “hubungan satu-satu”  </strong>antara<strong> Peta Realitas </strong>dengan<strong> Realitas itu sendiri </strong>atau<strong> <em>Nan Bana, Nan Badiri Sandirinyo</em> </strong>itu.</p>
<p><strong> <img class="aligncenter size-full wp-image-579" title="Ummat" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/ummat.jpg" alt="Ummat" width="500" height="363" /></strong></p>
<p>Peristiwa sejarah yang menghasilkan Piagam <em>Sumpah Satie</em> <em>Bukik Marapalam </em>dapat diibaratkan bagaikan “<em>siriah nan kambali ka gagangnyo, pinang  nan kambali ka tampuaknyo</em>”.  Dari Adat yang pada akhirnya bersendikan kepada <strong><em>Nan Bana, Nan Badiri Sandirinyo, </em></strong>disepakati menjadi  “<em>Adat Basandi Syarak</em>, <em>Syarak Basandi Kitabullah</em>”(ABS-SBK). </p>
<p>Ketika Adat hanya bersendikan kepada <strong><em>Nan Bana, Nan Badiri Sandirinyo, </em> </strong> ada yang <strong>kurang dan hilang dalam tali hubungan keduanya</strong>, yaitu antara Adat sebagai Pedoman serta Petunjuk Jalan Kehidupan  dengan <strong><em>Nan Bana, Nan Badiri Sandirinyo</em></strong> itu yang kita urai-jelaskan tadi.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-578" title="H. Agus Salim" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/h-agus-salim.jpg" alt="H. Agus Salim" width="69" height="75" />Dengan diproklamasikannya <em>Adat Basandi Syarak Syarak</em>, dan <em>Syarak Bansandi Kitabullah </em>(ABS-SBK) maka tali hubungan antara Adat Sebagai Pedoman serta Petunjuk Jalan Kehidupan itu dibuhul-eratkan kembali dengan <strong><em>Nan Bana, Nan Sabana-bana Nan  Bana, Nan Sabana-bana Badiri Sandirinyo. </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Kitabullah </em></strong><strong>adalah Al-Quran</strong>.</p>
<p>Al Qur’an mengurai-jelaskan segala sesuatu  “<em>tafshiila li kulli sya’iin</em>” (Surat 12, Yusuf, ayat 111), atau dengan perkataan lain “Peta Realitas Lewat Kebahasaan” yang pasti memiliki hubungan satu-satu atau sama sebangun dengan Realitas itu (“<em>al-haqqu min amri Rabbika</em>”, Al Qur’an Surat al Baqarah. ). </p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-580" title="Al Quran Masjid Nabawi 1" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/al-quran-masjid-nabawi-1.jpg" alt="Al Quran Masjid Nabawi 1" width="509" height="382" /></p>
<p>Al Quran adalah juga  Petunjuk dan Pedoman Hidup Bagi Manusia Dan Penjabaran Rinci Dan Jelas Dari Petunjuk/Pedoman Serta Tolok Ukur Kebenaram. (“<em>hudal linnaasi wa bayyinatin minal huda wal furqaan</em>” Q.S 2, Al-Baqarah Ayat 184).</p>
<p> </p>
<p>Penerapan Al-Qur’an yang merupakan Ajaran Allah menurut Teladan Nabi Muhammad  s.a.w. (atau <em>Sunnah Rasulullah</em>) telah mentransformasikan masyarakat Jahiliyah empat belas abad yang lalu menjadi Pembawa Obor Peradaban. Selama tidak kurang tujuh dari abad, kebudayaan dan peradaban yang ditegakkan atas Ajaran Al Quran telah mendominasi Dunia Beradab. Kekalahan dan keterpinggiran yang terjadi sampai hari disebabkan berbagai faktor yang utamanya karena meninggalkan ke dua panduan hidup itu Al Quran dan Sunnah Rasulullah. (<em>Taraktu fi kuum amraiin, Al Quran wa sunnaturarasuul</em>,&#8230;&#8230;. al hadith, riwayat &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.).</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-581" title="DSC06120" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/dsc06120.jpg" alt="DSC06120" width="510" height="382" /> </p>
<p>Itu pulalah yang tampaknya terjadi dengan Masyarakat Minangkabau ketika menerapkan ABS-SBK secara “murni dan konsekwen”. Walau berada dalam lingkungan nasional dan internasional yang sulit  penuh tantangan, yaitu zaman kolonialisme  dan perjuangan melawan penjajahan, budaya Minangkabau yang berazaskan ABS-SBK telah terbukti mampu menciptakan lingkungan yang menghasilkan jumlah yang signifikan tokoh-tokoh yang menjadi pembawa obor peradaban di kawasan ini. Rentang sejarah itu membuktikan bahwa penerapan ABS-SBK telah memberikan lingkungan sosial budaya yang subur bagi seluruh anggota masyarakat dalam mengembangkan segenap potensi dan kreativitasnya sehingga terciptalah manusia dan masyarakat Minangkabau yang unggul dan tercerahkan.</p>
<p> <img class="aligncenter size-full wp-image-582" title="DSC06134" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/dsc06134.jpg" alt="DSC06134" width="510" height="382" /></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Krisis Budaya Minangkabau Merupakan Miniatur Dari Krisis Peradaban Manusia Abad  Mutakkhir</strong></p>
<p><strong> <img class="aligncenter size-full wp-image-584" title="Ruah Adat Minangkabau" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/ruah-adat-minangkabau.jpg" alt="Ruah Adat Minangkabau" width="510" height="514" /></strong></p>
<p>Budaya Minangkabau memang mengalami krisis, karena lebih dari setengah abad terakhir ini tidak melahirkan tokoh-tokoh yang memiliki peran sentral di dalam berbagai segi kehidupan di tataran nasional apatah lagi di tataran kawasan dan tataran global. <strong>Budaya Minangkabau selama setengah abad terakhir ini gagal membentuk lingkungan sosial ekonomi yang subur bagi persemaian manusia serta masyarakat unggul dan tercerahkan</strong>. </p>
<p> </p>
<p>Dalam satu sudut pandang, krisis budaya Minangkabau  menggambarkan krisis  yang dihadapi Ummat Manusia pada Alaf  atau <em>Millennium</em> ke Tiga ini. Salah satu isu yang menjadi kehebohan Dunia akhir-akhir ini adalah isu Perubahan Iklim (“<em>Climate Change</em>”). Perubahan Iklim telah dirasakan sebagai ancaman serius bagi keberlangsungan/keberlanjutan keberadaan Umat Manusia di bumi yang hanya satu ini. Perubahan iklim disebabkan oleh berbagai kegiatan manusia yang memengaruhi lingkungan sedemikian rupa sehingga mengurangi daya-dukungya sebagai tempat hidup dan sumber kehidupan manusia.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-587" title="Inyiek Canduang" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/inyiek-canduang.jpg" alt="Inyiek Canduang" width="200" height="245" /> Kemajuan ilmu yang dapat dianggap sebagai “Peta Alam Terkembang” telah menambah pemahaman manusia akan bagaimana bekerjanya alam semesta ini, sehingga “manusia mampu menguasai alam”. Penerapan ilmu dalam berbagai teknologi  telah meningkatkan kemampuan manusia untuk memanfaatkan alam sesuai berbagai keinginan manusia. Terjadinya Perubahan Iklim menunjukkan bahwa “penguasaan manusia terhadap alam lingkungan” telah menyebabkan perubahan yang tidak dapat balik (“<em>irreversible</em>”) terhadap alam itu sendiri.  Dan ternyata, Perubahan Iklim sangat mungkin mengancam keberadaan manusia di muka bumi ini.</p>
<p> </p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-590" title="Buya Hamka dalam Dokumentasi Ed. Zulverdi" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/buya-hamka-dalam-dokumentasi-ed-zulverdi1.jpg?w=236" alt="Buya Hamka dalam Dokumentasi Ed. Zulverdi" width="236" height="300" />Dari sisi kemanusiaan, ada beberapa kemungkinan penyebab. Kemungkinan pertama,   mungkin Ilmu sebagai Peta Alam Terkembang tidak mampu memperkirakan terlebih dahulu apa yang sekarang telah menjadi Perubahan Iklim yang tidak dapat balik itu. Dengan perkataan lain Ilmu sebagai <strong>Peta Alam Terkembang  ternyata tidak sama dengan Realitas Di Alam Nyata</strong>. (Artinya ada “batas Ilmu”, yaitu wilayah dimana “<em>ignora mus et ignozabi mus</em>”, kita manusia tidak tahu, dan tidak akan pernah tahu atau memiliki ilmu tentang itu.</p>
<p> </p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-589" title="Mohd. Hatta" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/mohd-hatta.jpg?w=225" alt="Mohd. Hatta" width="225" height="300" />Kemungkinan kedua, para ilmuwan telah “lebih dahulu  memahami apa yang bakal terjadi”, namun <strong>tidak memiliki ilmu yang dapat diterapkan untuk merubah perilaku manusia dan masyarakat</strong>.  Jadi, Peta Ilmuwan tentang Manusia dan Masyarakat tidak sama dengan Realitas Di Dalam Diri Manusia Dan Masyarakat. Singkat kata, apa yang ada dalam <strong>benak manusia moderen (baik ilmu maupun isme-isme)</strong> yang menjadi <strong>kesadaran kolektif</strong> yang secara keseluruhan membentuk Pandangan Dunia dan Pandang Hidup (PDPH)  mereka ternyata <strong>tidak sama sebangun dengan Realitas</strong>. Dengan begitu, ketika PDHP itu menjadi <strong>acuan perilaku</strong> serta <strong>kegiatan</strong> perorangan dan bersama-sama, tentu saja dan pasti telah membawa kepada bencana, antara lain, berupa Perubahan Iklim yang kemungkinan besar tidak dapat balik itu.</p>
<p> </p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-591" title="M. Natsir" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/m-natsir.jpg?w=229" alt="M. Natsir" width="229" height="300" />Manusia moderen sangat berbangga dengan berbagai <strong>isme</strong>-<strong>isme</strong> yang dikembangkannya serta <strong>meyakini kebenarannya</strong> di dalam memahami manusia serta mengatur kehidupan bersama di dalam masyarakat. Kapitalisme, liberalisme dan isme-isme lain telah menjadi semacam berhala yang dipuja serta diterapkan dalam kehidupan masyarakat di kebanyakan belahan Dunia. Hasil penerapan isme-isme itulah yang sekarang memicu berbagai krisis global di Millennium atau Alaf Ketiga ini. </p>
<p> </p>
<p>Jika kita merujuk kepada <em>Kitabullah</em>, yaitu Al-Qur’an, kita akan menemukan gejala dan sebab-sebab dari Perubahan Iklim yang mendera Umat Manusia. Salah satu ayat Al-Qur’an menyatakan ;</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-552" title="DSC03900" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/dsc03900.jpg" alt="DSC03900" width="510" height="382" /> </p>
<p>“&#8230;..<em>Telah menyebar kerusakan di muka bumi akibat ulah manusia” (Al Qur’an Surat&#8230; Ayat&#8230;&#8230;.). </em> <strong>Perilaku manusia-lah penyebab semua kerusakan itu</strong>. </p>
<p> </p>
<p>Dan penyebab perilaku merusak manusia ialah <strong>penyembahan berhala</strong>, berupa <strong>ilmu </strong>ataupun <strong>isme-isme</strong> <strong>yang ternyata tidak memiliki hubungan satu-satu dengan kenyataan di alam semesta termasuk di dalam diri manusia dan masyarakat</strong>.  Salah satu ayat dalam Al-Qur’an Surat 12, Yusuf , Ayat 40, sebagai berikut</p>
<p> “<em>Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) <strong>nama-nama</strong> yang <strong>kamu</strong> dan <strong>nenek moyangmu membuat-buatnya</strong>. Allah tidak menurunkan suatu <strong>keteranganpun</strong> tentang <strong>nama-nama</strong> itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”</em><em> </em>(QS 12, Yusuf : 40).</p>
<p><em> </em></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-592" title="Ibrahim Tan Malaka" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/ibrahim-tan-malaka.jpg" alt="Ibrahim Tan Malaka" width="192" height="300" />Keyakinan, yang tidak berdasar, akan kebenaran isme-isme itulah yang dapat digolongkan sebagai pemujaan manusia moderen. Manusia memiliki kemampuan terbatas untuk menguji kesebangunan antara apa yang ada dalam pikirannya dengan apa yang sesungguhnya ada dalam Realitas. Isme-isme itu serta keyakinan berlebihan akan keampuhan Ilmu hasil pemikiran manusia hanyalah sekadar ” nama-nama yang dibuat-buat saja” atau sama dengan <strong>khayalan manusia</strong> saja. Dan, disebutkan dalam Al-Quran bahwa jenis manusia yang demikian telah “mempertuhan diri dan hawa nafsunya”.</p>
<p><em> “ Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? “ (QS.45, Al Jatsiah : 23).</em></p>
<p> </p>
<p><em> “ Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka Apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?,</em><em> (QS25, al Furqan : 43)</em></p>
<p> </p>
<p><em> </em><em>“ …. </em><em>dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. sesung- guhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim</em><em>. ” (QS.28 : 50)</em></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-553" title="Rumah Adat e. Datuak Batuah di Kamang" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/rumah-adat-e-datuak-batuah-di-kamang.jpg" alt="Rumah Adat e. Datuak Batuah di Kamang" width="509" height="382" /> </p>
<p>Dengan keterbatasan itu bagaimana manusia mungkin meneruka jalan keselamatan di alam semesta, paling tidak dalam  menjalani kehidupan di Dunia ini.  Al-Qur’an menyebutkan bahwa manusia tidak ditinggalkan di dalam kebingungan.</p>
<p> </p>
<p>(Rujukan Al Qur’an&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. Surat&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;).</p>
<p>Diturunkanlah para Rasul dengan membawa Kitab Suci, yang paling terakhir Al Qur’an sebagai  Peta Realitas serta Petunjuk dan Pedoman Hidup Bagi Manusia Dan Penjabaran Rinci Dan Jelas Dari Petunjuk/Pedoman Serta Tolok Ukur Kebenaram dalam menjalani hidup di bumi yang fana ini.</p>
<p> </p>
<p>Simpulannya, krisis global yang dihadapi manusia moderen disebabkan karena kebanyakan mereka mempercayai apa yang tidak layak diyakini berupa isme-isme karena mereka telah menuhankan diri dan nafsu mereka sendiri.  Kebanyakan manusia moderen telah menjauh dari agama langit, bahkan dari agama itu sendiri, dalam pikiran apalagi dalam perbuatan dan kegiatan mereka.</p>
<p> </p>
<p>Jika dikaitkan dengan kondisi dan situasi masyarakat Minangkabau di abad ke 21 ini, mungkin telah ada jarak yang cukup jauh antara <strong>ABS-SBK</strong> sebagai konsep PDPH (Pandangan Dunia dan Pandangan Hidup) dengan  kenyataan kehidupan sehari-hari. Asumsi atau dugaan ini menjadi penjelas serta alasan kenapa budaya Minangkabau selama setengah abad terakhir ini gagal membentuk lingkungan sosial ekonomi yang subur bagi persemaian manusia serta masyarakat unggul dan tercerahkan</p>
<p> </p>
<p><strong>Masyarakat Unggul dan Tercerahkan Mampu Mencetak  SDM Unggul Yang Tercerahkan Yaitu  Para <em>Ulul Albaab. </em></strong></p>
<p> </p>
<p>Siapakah manusia unggul yang tercerahkan itu. Barangkali konsep yang menyamai serta t digali dari Al-Qur’an  adalah para “<em>Ulul Albaab”. </em>Dalam Surat Ali Imran, Surat ke 3, Ayat 190 s/d 194 , disebutkan sebagai berikut</p>
<p> “<em>Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,</em><em><sup>(3:190).</sup></em><em>(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): &#8220;Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.<sup>(3:191).</sup>Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang yang zalim.<sup>(3:192).</sup>Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): &#8220;Berimanlah kamu kepada Tuhanmu&#8221;, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti<sup>.(3:193)</sup>Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.&#8221;<sup>(3:194)</sup></em></p>
<p><em><sup> </sup></em></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-593" title="Dahlan Djambek" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/dahlan-djambek.jpg?w=229" alt="Dahlan Djambek" width="229" height="300" />Bagi para “<em>uluul albaab</em>” seluruh gejala di alam semesta ini merupakan tanda-tanda.  Tanda-tanda merupakan sesuatu yang merujuk kepada yang lain di luar dirinya. Menjadikan gejala sebagai tanda berarti membuat <span style="text-decoration:underline;">makna</span> yang berada disebalik tanda itu. Proses menjawab pertanyaan itu disebut berpikir yang terarah.  Hasil berpikir adalah pikiran tentang sebagian dari kenyataan. Dengan perkataan berpikir akan menghasilkan semacam “peta bagian kenyataan” yang dipikirkan.</p>
<p> </p>
<p>Hikmah yang dikandung Al-Qur’an hanya dipahami oleh “<em>ulul albaab</em>” yaitu  mereka yang mau berpikir dan merenungkan secara meluas, mendalam tentang apa yang perlu dan patut dipahami dengan maksud agar  mengerucut kepada beberapa simpulan kunci.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-554" title="Batagak Pangulu di Kotogadang" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/batagak-pangulu-di-kotogadang.jpg" alt="Batagak Pangulu di Kotogadang" width="510" height="339" /></p>
<p>Para “<em>ulul albaab</em>” adalah mereka yang unggul dan tercerahkan, yang di dalam dirinya zikir dan fikir menyatu.  Zikir disini bukan sekadar mengingat Allah s.w.t dengan segala <em>Asmaul-Husna</em>-Nya, tapi harus dipahami lebih luas sebagai hidup dengan penuh kesadaran akan keberadaan Allah s.w.t dengan segenap aspek hubungan-Nya dengan manusia dan segenap makhluk Ciptaan-Nya. Fikir berarti membuat Peta Kenyataan sesuai dengan Petunjuk dan Ajaran Allah s.w.t. sebagaimana diurai-jelaskan oleh Al-Qur’an serta ditafsirkan dan diterapkan oleh Rasullullah lewat Sunnahnya sebagai Teladan Utama (<em>Uswatun Hasanah</em>).</p>
<p> </p>
<p>Simpulannya, penerapan ABS-SBK mengharuskan kehidupan perorangan serta pergaulan masyarakat Minangkabau berakar dari dan berpedoman kepada Al-Quran serta Sunnah Rasullullah. </p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-594" title="Rumah gadang di Bukittinggi" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/rumah-gadang-di-bukittinggi.jpg" alt="Rumah gadang di Bukittinggi" width="500" height="304" /></p>
<p>Hanya dengan demikianlah, ABS-SBK dapat membentuk lingkungan sosial-budaya yang akan mampu menghasilkan manusia dan masyarakat Minangkabau yang unggul dan tercerahkan yang berintikan para “<em>ulul albaab” </em>sebagai tokoh dan pimpinan masyarakat. Manusia seperti itulah barangkali yang dimaksudkan oleh Kato Pusako “<em>Nan Pandai Manapiak Mato Padang, Nan Indak Takuik Manantang Matoari, Nan Dapek Malawan Dunia Urang, Sarato Di  Akhiraik Beko Masuak Sarugo“.  </em></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p align="center">GAMBARAN BUDAYA  MINANGKABAU</p>
<p align="center">SEBELUM DAN SESUDAH ABS-SBK</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center">Usulan bagi Satu Pendekatan</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center"> </p>
<p align="center"> </p>
<p>Sebelum peristiwa Piagam <em>Sumpah SatieBukik Marapalam, </em>budaya Minangkabau dapat digambarkan lewat diagram di bawah ini.</p>
<p> </p>
<p align="center"> </p>
<p> </p>
<p>Filsul dan pemikir yang merenda Adat Minangkabau telah mengakui dan memahami keberadaan <em>Nan Bana, Nan Badiri Sandirinyo. Nan Bana, Nan Badiri Sandirinyo </em> termasuk Alam Terkembang yang menjadi Guru.  Dari pemahaman bagaimana Alam Terkembang bekerja, termasuk di dalam diri manusia dan masyarakatnya, direndalah Adat Minangkabau. Konsep dasar Adat Minangkabau (Adat Nan Sabana Adat)  kemudian menjadi kesadaran kolektif berupa Pandangan Dunia dan Pandangan Hidup (PDPH) manusia dan  masyarakat Minangkabau.  Di samping itu, pengaruh kepercayaan lama serta Hindu dan Budha telah mewarnai tata-cara dan praktek penyembahan yang kita belum memiliki catatan yang lengkap tentang itu.</p>
<p> <img class="aligncenter size-full wp-image-555" title="DSC05847" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/dsc05847.jpg" alt="DSC05847" width="510" height="382" /></p>
<p>Konsep dasar PDPH (Adat Nan Sabana Adat) itu diungkapkan lewat Bahasa, terutama Bahasa Lisan (Sesungguhnya Minangkabau pernah memiliki tulisan berupa adaptasi dari Huruf Pallawa dari India  (pengaruh  agama Hindu/Budha). Keseluruhan pepatah, petatah petitih, mamang, bidal, pantun yang berisikan gagasan-gagasan bijak itu dikenal sebagai <strong>Kato Pusako. </strong>Kato Pusako itu yang kemudian dilestarikan secara formal lewat pidato-pidato Adat dalam berbagai upacara Adat. Sastera Lisan juga merekam Kato Pusako dala kemasan cerita-cerita rakyat, seperti Cindua Mato, dll.</p>
<p> </p>
<p>PDPH Masyarakat Minangkabau juga diungkapkan seni musik (saluang, rabab), seni pertunjukan (randai), seni tari (tari piriang), dan seni bela diri (silek dan galombang). Benda-benda budaya (karih, pakaian pangulu, mawara dll), bangunan (rumah bagonjong) serta artefak lain-lain mengungkapkan wakil fisik dari konsep PDPH Adat Minangkabau. sehingga masing-masing menjadi lambang dengan berbagai makna.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-557" title="ARAKAN" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/arakan.jpg" alt="ARAKAN" width="510" height="347" /></p>
<p>Konsep PDPH yang merupakan inti Adat Minangkabau (Adat Nan Sabana Adat) memengaurhi sikap umum dan tata-cara pergaulan, yang lebih dikenal sebagai Adat nan Diadatkan dan Adat nan Taradat.</p>
<p> </p>
<p> <img class="aligncenter size-full wp-image-559" title="DSC05879" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/dsc05879.jpg" alt="DSC05879" width="510" height="382" /></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Peristiwa yang menghasilkan Piagam <em>Sumpah Satie Bukik Marapalam</em> telah merubah konstruksi gagasan dasar dan penerapannya dalam Adat Minangkabau.  Tampaknya dahulu itu tekah terjadi asimilasi (atau pemesraan) yang cukup padu antara Islam dengan Kitabullah serta Adat Nan Sabana Adat (Konsep Dasar Adat sebagai PDPH) yang selanjutnya memengaruhi Adat Nan Taradat dan Adat Istiadat.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-558" title="Manatiang sirih jo carano" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/manatiang-sirih-jo-carano.jpg" alt="Manatiang sirih jo carano" width="510" height="382" /> </p>
<p>ABS-SBK sekarang menjadi  konsep dasar Adat (Adat Nan Sabana Adat) diungkapkan, antara lain lewat Bahasa, yang direkam sebagai Kato Pusako.  ABS SBK memengaruhi sikap umum dan tata-cara pergaulan masyarakat. </p>
<p> </p>
<p>Barangkali langkah  yang perlu kita lalui adalah:</p>
<p>1)     Kompilasi</p>
<p>2)     Kategorisasi</p>
<p>3)     Kajian:</p>
<ol>
<li>Tema</li>
<li>Aspek kehidupan perorangan</li>
<li>Aspek-aspek kehidupan masyarakat</li>
<li>Simpulan: Pandangan Dunia dan Pandangan Hidup Dasar Masyarakat</li>
</ol>
<p>(Bagaimana Adat Minangkabau menyatu-padukan aplikasinya dengan Kitabullah atau bagaimana Islam diamalkan dalam konteks budaya Minangkabau)</p>
<p>H Mas’oed Abidin, Jalan Pesisir Selatan V/496, Padang , Sumbar &#8211; Indonesia</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Masoed Abidin's Notes ....MEMAKNAI ZIKRULLAH ....... Menjelang Shalat Dhuha di pagi ini]]></title>
<link>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/06/19/masoed-abidins-notes-memaknai-zikrullah-menjelang-shalat-dhuha-di-pagi-ini/</link>
<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 01:08:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/06/19/masoed-abidins-notes-memaknai-zikrullah-menjelang-shalat-dhuha-di-pagi-ini/</guid>
<description><![CDATA[        MEMAKNAI ZIKRULLAH &#8230;&#8230;. Menjelang Shalat Dhuha di pagi ini OLEH : H. MAS’OED ABID]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p> </p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1402038180"></a></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p align="left">MEMAKNAI ZIKRULLAH &#8230;&#8230;. Menjelang Shalat Dhuha di pagi ini</p>
<p align="left">OLEH : H. MAS’OED ABIDIN</p>
<p>يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا</p>
<p>&#8220;Wahai orang-orang yang beriman,<br />
berzikirlah (dengan menyebut) Nama Allah,<br />
zikir dengan sebanyak-banyakya.&#8221;<br />
(Q.S. Al Ahzab: 41)</p>
<p>Salah satu wasilah atau cara agar selalu berkomunikasi dengan Allah<br />
adalah berzikir (Zikrullah).<br />
Zikir berasal dari akar kata dalam bahasa Arab; zakara, yazkuru, zikran.</p>
<p>Zikir secara harfiah berarti ingat dan sebut.<br />
Ingat adalah gerak hati, sedangkan sebut adalah gerak lisan.<br />
Zikrullah berarti mengingat Allah.</p>
<p>Dari sini dapat disimpulkan bahwa zikir<br />
mengandung dua pengertian yakni zikrul lafzhy dan zikrul ma’nawy.</p>
<p>Zikrul lafzhy adalah zikir yang mengandung puji-pujian kepada Allah,<br />
baik berupa tasbih, tahmid, tahlil<br />
yang dilafazkan dengan lisan.</p>
<p>Sedangkan zikrul ma’nawy adalah<br />
zikir dengan mengingat Allah dalam hati,<br />
baik ketika diberikan Allah nikmat atau sebaliknya.</p>
<p>Kedua bentuk zikir ini tidak dapat dipisahkan,<br />
ia saling berkaitan satu dengan lainnya.</p>
<p>Misalnya,<br />
ketika seorang mukmin mendapatkan suatu nikmat dalam hidupnya,<br />
maka ia akan langsung ingat kepada Allah,<br />
bahwa nikmat itu adalah pemberian-Nya,<br />
setelah itu ia akan mengucapkan puji-pujian kepada Allah<br />
sebagai tanda syukurnya.</p>
<p>Zikir terdiri dari empat bagian yang saling terikat,<br />
tidak terpisahkan,<br />
yaitu zikir lisan (ucapan),<br />
zikir qalbu (merasakan kehadiran Allah),<br />
zikir ‘aql (menangkap bahasa Allah di balik setiap gerak alam),<br />
dan zikir amal (taqwa).</p>
<p>Idealnya zikir itu berangkat dari kekuatan hati<br />
ditangkap oleh akal,<br />
dan diucapkan dengan lisan,<br />
lalu dibuktikan dengan ketaqwaan;<br />
yang tampak di dalam amal nyata di dunia ini.</p>
<p>Zikir adalah perintah Allah kepada orang-orang yang beriman.<br />
Maka orang yang beriman adalah orang yang banyak berzikir.<br />
Kurang iman, kurang zikir.<br />
Tidak beriman tidak akan berzikir.<br />
Berzikir berarti taat kepada perintah Allah.</p>
<p>Prakteknya, zikir bisa dilakukan dalam keadaan berdiri,<br />
ketika duduk atau dalam keadaan berbaring.</p>
<p>Allah SWT berfirman:</p>
<p>فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاَةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ</p>
<p>“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu),<br />
ingatlah Allah (fazkurullaha) di waktu berdiri,<br />
di waktu duduk, dan diwaktu berbaring …”<br />
(Q.S. An Nisa’ : 103)</p>
<p>Zikir dapat pula dilakukan di mesjid, mushalla,<br />
di rumah, di kantor, di pasar,<br />
atau di jalan sekalipun,<br />
dan bisa dilakukan sendiri-sendiri atau berjama’ah (dalam majelis).</p>
<p>Tempat zikir berada di dalam hati,<br />
bukan hanya diujung lidah belaka.</p>
<p>Zikir dilakukan dengan qalbu menjadi khusyu’,<br />
khudhu’, tadharru’, tawadhu’,<br />
dan yang melahirkan rasa khauf dan raja’,<br />
dilakukan di setiap kesempatan,<br />
pagi dan petang, siang dan malam.</p>
<p>Allah SWT berfirman :</p>
<p>وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ<br />
بِالْغُدُوِّ وَاْلآصَالِ وَلاَ تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ</p>
<p>“Dan sebutlah (Nama) Tuhanmu dalam hatimu<br />
dengan merendahkan diri dan rasa takut,<br />
dan dengan tidak mengerasakan suara,<br />
di waktu pagi dan petang,<br />
dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.”<br />
(Q.S. Al-A’raf: 205)</p>
<p>Zikir adalah pangkal ketentraman, ketenangan dan kedamaian.<br />
Allah adalah sumber ketenangan dan kedamaian.<br />
Maka untuk mencapai kedamaian dan ketenangan<br />
jalannya adalah mendatangi sumbernya<br />
dan membersamakan diri dengan-Nya.</p>
<p>Zikir itulah jalan pembersamaan (ma’rifatullah).</p>
<p>Firman Allah :</p>
<p>&#8230; أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ</p>
<p>“… Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku,<br />
niscaya Aku ingat (pula) kepadamu…”<br />
(Q.S. Al Baqarah: 152).</p>
<p>الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ</p>
<p>“&#8230;&#8230; (Yaitu) orang-orang yang beriman<br />
dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah.<br />
Ingatlah &#8230;.,<br />
hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tentram.”<br />
(Q.S. Ar Ra’d: 28)</p>
<p>Adapun orang yang meninggalkan zikrullah<br />
berarti ia telah membuka keleluasaan syetan untuk menguasainya.</p>
<p>Allah SWT berfirman:</p>
<p>اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ أُولَئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ<br />
أَلاَ إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ</p>
<p>“Syetan telah menguasai mereka<br />
dan menjadikan mereka lupa mengingat Allah (zikrullah);<br />
mereka itulah golongan syetan.<br />
Ketahuilah &#8230;..,<br />
bahwa sesungguhnya golongan syetan itulah<br />
golongan yang merugi.”<br />
(Q.S. Mujadilah: 19)</p>
<p>Hujjatul Islam Imam Al Ghazali dalam Ihya ‘Ulum Ad Din berkata:<br />
“Ketahuilah bahwa orang-orang yang memandang dengan cahaya bashirah<br />
mengetahui bahwa tidak ada keselamatan kecuali<br />
dalam pertemuan dengan Allah SWT.<br />
Dan tidak ada jalan untuk bertemu Allah kecuali<br />
dengan kematian hamba dalam keadaan menyintai Allah<br />
dan mengenal Allah (hubbullah dan ma’rifatullah).</p>
<p>Sesungguhnya cinta dan keakraban<br />
tidak akan tercapai<br />
kecuali dengan selalu mengingat yang dicintai.</p>
<p>Sesungguhnya pengenalan kepada-Nya<br />
tidak akan tercapai<br />
kecuali dengan senantiasa berfikir<br />
tentang berbagai penciptaan Allah,<br />
sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan Allah Ta&#8217;ala&#8230;.</p>
<p>Hubbullah dan ma’rifatullah hanya dapat dicapai<br />
dengan mengoptimalkan waktu-waktu malam dan siang<br />
untuk bertafakkur dan berzikir. &#8220;</p>
<p>الحَمْدُ ِللهِ غَافِرِ الذَّنـْبِ وَ قَابِلِ التَّوْبِ شَدِيْدِ العِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ إِلَيْهِ اْلمَصِيْرُ</p>
<p>َ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، يُسَبِّحُ لَهُ مَا فيِ السَّموَاتِ وَ مَا فيِ الأَرْضِ<br />
لَهُ المُلْكُ وَ لَهُ الحَمْدُ، وَ هُوَ عَلىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ</p>
<p>َ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ، البَشِيْرُ النَّذِيْرُ، وَ السِّرَاجُ المُنِيْرُ</p>
<p>صَلَوَاتُ اللهِ وَ سَلاَمُهُ عَلَيْهِ، وَ عَلىَ آلِهِ وَ صَحْبِهِ الَّذِيْنَ آمَنُوْا بِهِ<br />
وَ عَزَّرُوْهُ وَ نَصَرُوْهُ وَ اتـَّبَعُوْا النُّوْرَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ اْلمُفْلِحُوْنَ<br />
وَ رَضِيَ اللهُ عَمَّنْ دَعَا بِدَعْوَتِهِ وَ اهْتَدَى بِسُنَّتِهِ، وِ جَاهَدَ جِهَادَهُ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنُِ</p>
<p>اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ المُؤْمِنَاتِ وَ المُسْلِمِيْنَ وَ اْلمُسْلِمَاتِ، اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ اْلأَمْوَاتِ</p>
<p>رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَِلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيـْـمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فيِ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَحِيْمٌ</p>
<p><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30249537&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=91531618819&#38;aid=-1&#38;oid=91531618819&#38;id=1402038180"></a></p>
<p> </p>
<p><a href="http://www.facebook.com/home.php">Report Note</a> ;</p>
<p><a title="Donna Savitri" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1286785591"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1286785591">Donna Savitri</a> at 12:29 on 15 June, Terimo kasih atas tausiahnya</p>
<p><a title="Sara Dewi Mangil" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1577365128"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1577365128">Sara Dewi Mangil</a> at 13:31 on 15 June, Alhamdulillah, tks buya</p>
<p><a title="Pepi Agum Widianti" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1672682062"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1672682062">Pepi Agum Widianti</a> at 14:55 on 15 June, Alhamdulillah, Buya terima kasih atas silaturrahim yang telah terpaut, subhanallah memberikan bgitu banyak manfaat. Terima kasih telah berbagi dan mengingatkan.</p>
<p><a title="Titin Anggraini" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1850045544"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1850045544">Titin Anggraini</a> at 15:40 on 15 June, Terima kasih buya masih mau mengingatkan kami yang sering lupa&#8230;. mudah-mudahan ini semua bermanfaat untuk kami di dunia dan akhirat. Tin tunggu siraman rohani lainnya dari buya, thanks buy&#8230;.</p>
<p><a title="Alex Lincoln" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1526421232"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1526421232">Alex Lincoln</a> at 16:42 on 15 June, Ass Alhamdulillah&#8230; Semoga tulisan Buya ini akan menjadi manfaat bagi kami sekeluarga beserta saudara saudara kita seiman yang sempat membacanya dan sekaligus menjadi ilmu yang bermanfaat bagi Buya, Amiiiiiiiiiiiin&#8230;</p>
<p><a title="Susianti Annisa H" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1705255389"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1705255389">Susianti Annisa H</a> at 17:20 on 15 June, Syukran Buya tas tausiyahnya&#8230; Susi tunggu tausiyah brikutnya&#8230; Mg Buya slalu d lindungi oleh Allah&#8230;</p>
<p><a title="Dwi Mutia" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1772503880"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1772503880">Dwi Mutia</a> at 19:44 on 15 June, alhamdullillah, trima kasih byk tausiahnya buya..</p>
<p><a title="Rauf Jabbar" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1542285822"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1542285822">Rauf Jabbar</a> at 21:29 on 15 June, Alhamdullilah, semoga Allah senantiasa melimpahkan Rahmat nya buat kita semua dan klg kt dgn slalu ingat kpd Nya, Amiiiiin</p>
<p><a title="Fitri Adona" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1772640836"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1772640836">Fitri Adona</a> at 10:00 on 16 June, Alhamdulillah. Terimakasih Buya. Saya akan ingat selalu.</p>
<p><a title="Awenk Hasyim" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1075410390"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1075410390">Awenk Hasyim</a> at 16:18 on 17 June, Terima kasih buya&#8230;.Semoga ini dapat meningkatkan ibadah kami..Amiin.</p>
<p> </p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=576696991"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=576696991">Abdul Hamid Damanik</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1680936801"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1680936801">Aristo Munandar</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1584259296"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1584259296">Auda Thariq</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1459036992"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1459036992">Rafika Dewi</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=811708432"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=811708432">Shofwan Karim</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1557281189"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1557281189">Nina Karmilawati</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1567923697"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1567923697">Dewi Mutiara</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1622414053"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1622414053">Roland Y. Mandailiang</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1330535479"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1330535479">Roni Patihan</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1244381912"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1244381912">&#8216;Ain Syams Al-Qohiroh</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1136901550"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1136901550">Haja Aini Addini</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1177669994"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1177669994">Rina Fajri Nuwarda</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1133151263"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1133151263">&#8216;Dewis&#8217; Is Sikumbang</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=754313563"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=754313563">Asnelly Dewiyanti</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1546263465"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1546263465">Dyan Eka Putri</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1488907903"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1488907903">Marlis Rahman</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1635406667"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1635406667">Lily Maria Yulis</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1179437923"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1179437923">Asraferi Sabri</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1284992923"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1284992923">Ivo Sabrina</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1363280817"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1363280817">Deri Manoppo</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000008946313"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000008946313">Deri Marta</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1039321981"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1039321981">Meidia Utami</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1610523957"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1610523957">Anita Kencanawati</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1564939965"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1564939965">Linda Gustaf</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1431665326"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1431665326">Rusli Zainal</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1391389792"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1391389792">Mambang Mit</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1427197701"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1427197701">Rika Mitaliani</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=720911273"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=720911273">Rachman Chalid</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1264872287"></a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1264872287">Rainal Rais</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KHAUF ... atau rasa takut kepada Allah ... Modal Utama seorang memimpin dirinya dan bangsanya ....]]></title>
<link>http://masoedabidin.wordpress.com/2009/06/06/khauf-atau-rasa-takut-kepada-allah-modal-utama-seorang-memimpin-dirinya-dan-bangsanya/</link>
<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 23:38:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://masoedabidin.wordpress.com/2009/06/06/khauf-atau-rasa-takut-kepada-allah-modal-utama-seorang-memimpin-dirinya-dan-bangsanya/</guid>
<description><![CDATA[OLEH : H. MAS’OED ABIDIN   Martabat manusia ditentukan oleh akhlaknya. Pematangan sikap pribadi bera]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div><strong><img class="alignleft size-full wp-image-542" title="(JPEG Image, 315×445 pixels)Buya Khutbah" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/jpeg-image-315c397445-pixelsbuya-khutbah.jpg" alt="(JPEG Image, 315×445 pixels)Buya Khutbah" width="315" height="445" />OLEH : H. MAS’OED ABIDIN</strong></div>
<div><strong> </strong></div>
<div id="comment_88536438819_88536438819_2214495">
<div><strong>Martabat manusia ditentukan oleh akhlaknya.<br />
Pematangan sikap pribadi berawal dari rumah tangga.<br />
Menanamkan perangai yang jujur.</strong></div>
</div>
<p><strong>Membentuk perangai umat harus dimulai dengan<br />
menanam sahsiah pada keluarga.<br />
Pembinaan rohani anggota keluarga<br />
dilaksanakan dengan agama.</strong></p>
<p><strong>Dimulai dengan menanamkan rasa ”Khauf”</strong></p>
<p><strong>تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ</strong></p>
<p><strong>&#8220;Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya,<br />
sedang mereka berdoa kepada Tuhan mereka<br />
dengan penuh rasa takut (khauf) dan harap,<br />
dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki<br />
yang Kami berikan kepada mereka&#8221;<br />
(Q.S. As Sajadah: 16)</strong></p>
<p><strong>Kata khauf yang berarti takut,<br />
telah disinggung di dalam Al Qur’an sebanyak 134 kali,<br />
dan sinonimnya yaitu kata “Khasy-syah” &#8230;.<br />
yang juga berarti takut terdapat sebanyak 84 kali.</strong></p>
<p><strong>Allah SWT menjadikan kehidupan di dunia ini ibarat ruang ujian,<br />
yang harus ditempuh manusia.<br />
Firman Allah tentang hal tersebut:</strong></p>
<p><strong>الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ</strong></p>
<p><strong>“Dialah Allah &#8212; Yang menjadikan mati dan hidup,<br />
supaya Dia menguji kamu,<br />
siapa di antara kamu yang lebih baik amalannya,<br />
dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”<br />
(QS. Al Mulk: 2)</strong></p>
<p><strong>Rasa takut (Khauf) merupakan sifat kejiwaan<br />
dan kecenderungan alami<br />
yang bersemayan di dalam hati manusia,<br />
dan memiliki peran penting<br />
dalam kehidupan kejiwaan manusia.</strong></p>
<p><strong>Ali bin Abi Thalib r.a. berkata:<br />
“MAN KHAAFA AAMANA”,<br />
barangsiapa yang takut, aman!”</strong></p>
<p><strong>Kalau kita tidak takut hujan,<br />
kita tidak akan sedia payung,<br />
bila kita tidak takut sakit<br />
kita tidak berupaya meningkatkan kesehatan kita.<br />
Bila kita tidak takut negara rusak,<br />
maka kita tidak perlu memilih pemimpin yang baik &#8230;</strong></p>
<p><strong>Islam tidak memandang rasa takut<br />
yang ada dalam diri manusia<br />
sebagai aib yang harus dihilangkan.</strong></p>
<p><strong>Namun demikian,<br />
rasa takut akan menjadi sesuatu yang buruk<br />
apabila seseorang tidak mampu mengatur<br />
dan menyalurkan rasa takutnya,<br />
apalagi bila rasa takut itu jadi perintang kemajuan,<br />
penghambat kebebasan mengamalkan sunnah,<br />
dan terbiarkan kehormatan dirinya rusak.</strong></p>
<p><strong>Ali bin Abi Thalib AS, menasehati kita:<br />
“Kalau anda bertekad melakukan sesuatu,<br />
maka arungilah &#8230;&#8230;<br />
Karena bayangan bencana &#8230;.<br />
terlihat lebih besar dari yang sebenarnya.</strong></p>
<p><strong>” Jadi sesungguhnya menunggu datangnya sesuatu,<br />
tanpa bertsiap dan berbuat<br />
sebenarnya lebih buruk dari sesuatu yang ditunggu itu sendiri.</strong></p>
<p><strong>Karena itu lebih baik kita melakukan persiapan<br />
dan menyusun kekuatan bathin<br />
menghadapi sesuatu yang akan datang.</strong></p>
<p><strong>Al Qur’an telah menggambarkan rasa takut<br />
yang timbul pada jiwa para rasul<br />
dan juga pada diri hamba-hamba Allah yang shaleh,<br />
meskipun mereka adalah manusia pilihan<br />
yang terkenal suci dan bersih.</strong></p>
<p><strong>Allah SWT berfirman,<br />
menceritakan peristiwa keluarga Musa Alaihis-salam,<br />
ketika menghadapi kekejaman Fir&#8217;aun,<br />
yang membunuhi setia[ anak-anak lelaki yang lahir,<br />
karena takut &#8230;.<br />
jika generasi yang lahir itu,<br />
akan mengubah kekuasaan<br />
yang selama turun temurun,<br />
telah berada di tangan titisan Fir&#8217;aun itu &#8230;</strong></p>
<p><strong>Maka ketika Musa lahir,<br />
yang memang dipersiapkan Allah<br />
untuk menggantikan kekuasaan Fir&#8217;aun &#8230;,<br />
kepada ibu Musa di ilhamkan oleh Allah Ta&#8217;ala&#8230;<br />
sebagai berikut :</strong></p>
<p><strong>وَأَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّ مُوسَى أَنْ أَرْضِعِيهِ<br />
فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلاَ تَخَافِي وَلاَ تَحْزَنِي<br />
إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ</strong></p>
<p><strong>“Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa:<br />
“Susukanlah dia,<br />
dan apabila kamu takut (khawatir) &#8230;.<br />
maka hanyutkanlah ia ke dalam sungat (Nil).<br />
Dan janganlah kamu takut dan (jangan pula) bersedih hati.<br />
Karena sesungguhnya &#8230;<br />
Kami akan mengembalikannya kepadamu,<br />
dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.&#8221;<br />
(Q.S. Al Qashash : 7)</strong></p>
<p><strong>Takut (al khauf) adalah masalah yang berkaitan<br />
dengan kejadian yang akan datang.</strong></p>
<p><strong>Seseorang hanya merasa takut<br />
jika yang dibenci tiba &#8230;<br />
dan yang dicinta sirna.</strong></p>
<p><strong>Khauf merupakan salah satu syarat iman<br />
dan kerelaan melaksanakan hukum-hukumnya.</strong></p>
<p><strong>Takut kepada Allah adalah rasa takut<br />
yang semestinya dimiliki setiap hamba.</strong></p>
<p><strong>Karena rasa takut itu<br />
mendorong untuk meningkatkan amal kebaikan<br />
dan bersegera dalam meninggalkan semua yang dilarang-Nya.</strong></p>
<p><strong>Rasa takut kepada Yang Maha Kuasa<br />
adalah salah satu pilar penyangga keimanan kepada-Nya.<br />
Dengan adanya rasa takut,<br />
timbul rasa harap (rajaa’) akan maghfirah (ampunan),<br />
lahir harapan tentang ‘inayah (pertolongan),<br />
serta rahmat Allah dan ridha-Nya.</strong></p>
<p><strong>Sehingga hakikat &#8220;iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin&#8221;<br />
benar-benar terpatri dalam qalbu seorang hamba.</strong></p>
<p><strong>Di saat manusia merasakan getaran rasa takutnya kepada Allah,<br />
maka saat itu berarti mereka memiliki rasa takut pula<br />
akan ancaman azab yang Allah sediakan<br />
bagi orang-orang yang durhaka kepada-Nya.</strong></p>
<p><strong>Ma’rifah (pengetahuan) akan sifat Allah<br />
akan mengantarkan ke dalam pengetahuan tentang azab-Nya.</strong></p>
<p><strong>Seorang hamba yang shaleh,<br />
berma’rifatullah,<br />
dan merealisasikan hakikat kehambaannya<br />
dengan senantiasa mengamalkan perintah-Nya<br />
dan mengamalkan pula semua ajaran rasul-Nya,<br />
pasti akan memilki rasa takut yang mendalam<br />
terhadap azab yang mengancamnya.</strong></p>
<p><strong>Sikap ini akan melahirkan selalu waspada,<br />
sehingga tidak ada amal atau prilaku<br />
yang mengarah kepada hal-hal &#8230;<br />
yang menjadikan Allah murka<br />
dan menjadikan dirinya durhaka kepada Allah.</strong></p>
<p><strong>Allah SWT berfirman :</strong></p>
<p><strong>قُلْ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ</strong></p>
<p><strong>“Katakanlah: “Sesungguhnya aku takut<br />
akan siksaan hari yang besar<br />
jika aku durhaka kepada Tuhanku.”<br />
(Q.S. Az Zumar: 13)</strong></p>
<p><strong>Sesungguhnya rasa takut kepada Allah itu<br />
merupakan salah satu perangai<br />
yang diciptakan dalam diri manusia<br />
untuk memotivasi mereka<br />
dalam menyebarluaskan &#8230;<br />
dan menjaga nilai-nilai Ilahy.</strong></p>
<p><strong>Orang yang benar dalam memposisikan rasa takutnya<br />
akan merasakan rahmat Allah,<br />
baik dalam kehidupan duniawi<br />
maupun ukhrawi.</strong></p>
<p><strong>Kita tutup dengan doa ;</strong></p>
<p><strong>اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ المُؤْمِنَاتِ وَ المُسْلِمِيْنَ وَ اْلمُسْلِمَاتِ، اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ اْلأَمْوَاتِ</strong></p>
<p><strong>رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَِلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيـْـمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فيِ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَحِيْم</strong></p>
<div id="comment_box_88536438819_88536438819_2214495">
<div><a title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"><strong> </strong></a><strong>Wassalamu&#8217;alaykum wa Rahmatullahi wa Barakatuh &#8230;</strong></div>
</div>
<p><a title="Yulfi Indra" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1140996607"><span><strong><img src="http://profile.ak.facebook.com/v228/549/49/q1140996607_6056.jpg" alt="Yulfi Indra" /></strong></span></a><strong> </strong><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1140996607"><strong>Yulfi Indra</strong></a><span><strong> pada 06 Juni 19:01 &#8230; &#8220;</strong></span><span><strong>terimakasih update nyo buya.<br />
mudah-mudahan bisa melekat di hati untuk selalu takut kepada Allah dan mempersiapkan diri didalam kehidupan yang hanya sebentar ini.</strong></span></p>
<div id="comment_88536438819_88536438819_2215131">
<div><a title="Abdurahman Salman" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000008836997"><span><strong><img src="http://static.ak.fbcdn.net/pics/q_silhouette.gif" alt="Abdurahman Salman" /><span> </span></strong></span></a><strong> Assalamualaikum,  Alhamdulillah senang dan mudah-mudah jadi pegangan. terima kasih buya. wassalam &#8230;.. </strong><a title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"><strong> </strong></a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000008836997"><strong>Abdurahman Salman</strong></a><span><strong> pada 06 Juni 19:49</strong></span></div>
<div><span><strong> </strong></span></div>
</div>
<div id="comment_88536438819_88536438819_2215293">
<div><a title="Eko Kritz Suharto" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1487841034"><span><strong><img src="http://profile.ak.facebook.com/v225/1837/82/q1487841034_7759.jpg" alt="Eko Kritz Suharto" /><span> </span></strong></span></a><strong> itulah masalahnya Buya&#8230;.kalau semua pemimpin punya rasa takut kepada Allah &#8230;kan KPK nggak perlu diadain Buya ? hm &#8230;. </strong><a title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"><strong> </strong></a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1487841034"><strong>Eko Kritz Suharto</strong></a><span><strong> pada 06 Juni 20:00</strong></span></div>
<div><span><strong> </strong></span></div>
</div>
<div id="comment_88536438819_88536438819_2216016">
<div><a title="Abdurahman Alkatiri" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1676845619"><span><strong><img src="http://profile.ak.facebook.com/v230/201/15/q1676845619_315.jpg" alt="Abdurahman Alkatiri" /></strong></span></a><strong>  syukron,. &#8230;. </strong><a title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"><strong> </strong></a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1676845619"><strong>Abdurahman Alkatiri</strong></a><span><strong> pada 06 Juni 20:57</strong></span></div>
<div><span><strong> </strong></span></div>
</div>
<div id="comment_88536438819_88536438819_2216451">
<div><a title="Bodhi Dharma" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1275771549"><span><strong><img src="http://profile.ak.facebook.com/v230/150/1/q1275771549_4741.jpg" alt="Bodhi Dharma" /></strong></span></a><strong>  alhamdulillah buya, setelah baca ini kok rasa takut bertambah pada Allah SWT&#8230;. </strong><a title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"><strong> </strong></a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1275771549"><strong>Bodhi Dharma</strong></a><span><strong> pada 06 Juni 21:32</strong></span></div>
<div><span><strong> </strong></span></div>
</div>
<div id="comment_88536438819_88536438819_2216509">
<div><a title="Susianti Annisa H" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1705255389"><span><strong><img src="http://profile.ak.facebook.com/v230/1722/119/q1705255389_9395.jpg" alt="Susianti Annisa H" /><span> </span></strong></span></a><strong> Assalamu&#8217;alaikum Buya!!!  Gmn kbr buya???  Mg Buya dalam keadaan shat wal&#8217;afiat<span>&#8230;  </span><span>Susi t&#8217;msuk salah sorang yang mengagumi sosok Buya&#8230;. </span></strong><a title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"><strong> </strong></a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1705255389"><strong>Susianti Annisa H</strong></a><span><strong> pada 06 Juni 21:36</strong></span></div>
<div><span><strong> </strong></span></div>
<div id="comment_88536438819_88536438819_2217523">
<div><a title="Fatma Sj" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1166291529"><span><strong><img src="http://profile.ak.facebook.com/v230/772/95/q1166291529_5541.jpg" alt="Fatma Sj" /></strong></span></a><strong> moga2 kt semua memp. rs takut yg dpt menambah imtaq kt spt rasul2 utusan Allah SWT.. Amin..!!  </strong><a title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"><strong> </strong></a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1166291529"><strong>Fatma Sj</strong></a><span><strong> pada 06 Juni 22:46</strong></span></div>
</div>
</div>
<p><strong><img class="aligncenter size-full wp-image-543" title="Copy of Picture 103" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/06/copy-of-picture-103.jpg" alt="Copy of Picture 103" width="511" height="351" /></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[INGIN TAUBAT JANGAN DITUNDA-TUNDA … SEGERAKAN BERSIH DIRI LAHIR BATHIN .. !!!]]></title>
<link>http://masoedabidin.wordpress.com/2009/06/01/ingin-taubat-jangan-ditunda-tunda-%e2%80%a6-segerakan-bersih-diri-lahir-bathin/</link>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 00:00:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://masoedabidin.wordpress.com/2009/06/01/ingin-taubat-jangan-ditunda-tunda-%e2%80%a6-segerakan-bersih-diri-lahir-bathin/</guid>
<description><![CDATA[Renungan “Menjelang Dhuha” …… يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحً]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h2><a title="Permanent Link: Renungan “Menjelang Dhuha” …… INGIN TAUBAT JANGAN DITUNDA-TUNDA … SEGERAKAN BERSIH DIRI LAHIR BATHIN .. !!!" rel="bookmark" href="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/2009/05/31/257/">Renungan “Menjelang Dhuha” …… </a></h2>
<h2>يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا</h2>
<div>
<div>
<div>عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ<br />
وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ<br />
يَوْمَ لا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ<br />
وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ<br />
نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ<br />
يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ</div>
<p>“ Hai orang-orang yang beriman,<br />
bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya,<br />
mudah-mudahan Rabb kalian akan menghapus kesalahan-kesalahan kalian,<br />
dan memasukkan kalian ke dalam sorga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,<br />
pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi<br />
dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia;<br />
sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka,<br />
sambil mereka mengatakan, “ Wahai Rabb kami,<br />
sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami,<br />
sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. ”<br />
(Q.S. At Thahrim :</p>
<p>Setiap orang mukmin sangat memerlukan dua perkara,<br />
yaitu pengampunan dosa<br />
dan penghapusan kesalahan.<br />
Kenyataannya,<br />
tidak seorangpun yang terlepas dari dosa dan kesalahan.</p>
<p>Abu Tamam mengisyaratkan sebuah hadits Rasulullah SAW<br />
yang bersumber dari Anas bin Malik r.a:</p>
<p>“Setiap orang di antara kamu sekalian melakukan kesalahan,<br />
dan sebaik-baik orang<br />
yang melakukan kesalahan adalah yang bertaubat.”<br />
(HR. Ahmad)</p>
<p>Dosa dan kesalahan yang dilakukan oleh manusia<br />
akan mengotori hatinya,<br />
bagaikan noda hitam di atas kain putih,<br />
tiada yang dapat membersihkannya<br />
kecuali taubat.</p>
<p>Rasulullah SAW menyebut di dalam haditsnya<br />
yang diriwayatkan oleh Ahmad.<br />
Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>“Orang yang meminta ampun dari dosa<br />
seperti orang yang tidak berdosa”.<br />
(HR. Bukhari)</p>
<p>Dan Allah berfirman;<br />
“Sesungguhnya Allah<br />
menyukai orang-orang yang bertaubat<br />
dan menyukai<br />
orang-orang yang menyucikan diri.”<br />
(Q.S. Al Baqarah: 222)</p>
<p><img title="Arnussa 1427 004" src="http://buyamasoedabidin.files.wordpress.com/2009/05/arnussa-1427-004.jpg?w=314&#038;h=385#38;h=385" alt="Arnussa 1427 004" width="314" height="385" /></p>
<p>Sebenarnya syetan telah menipu<br />
dan menjebak kita<br />
dan memenuhi kehidupan kita,<br />
dengan berbuat maksiat,<br />
sehingga menyesatkan kita dari jalan Allah,<br />
menjauhkan kita dari jalan keselamatan<br />
semua perdayaan syaitah itu,<br />
membukakan bagi kita pintu-pintu jahannam<br />
dan syaithan melakukan semua itu bujuk rayunya<br />
sehingga manusia terjerumus<br />
ke dalam jurang kemaksiatan<br />
hingga penuh berlumur dosa.  Seyogyanyalah kita untuk segera mengetuk pintu taubat mengharap maghfirah Allah.</p>
<p>Tidak ada kata putus asa<br />
tidak ada istilah terlambat ..<br />
dalam bertaubat<br />
untuk menuju kepada Allah<br />
meski dosa-dosa telah memenuhi kolong langit.</p>
<p>Allah adalah tuhan seluruh makhluk<br />
yang menciptakan semuanya…<br />
selalu menguji dan menyileksi amal<br />
dan perbuatan hamba-hamba Nya….</p>
<p>Barangsiapa yang banyak dosanya<br />
dan ia ingin bertaubat<br />
maka pintu taubat selalu terbuka ….</p>
<p>Namun …<br />
ambil mengertilah dengan syarat taubat itu …</p>
<p>1. harus menghentikan maksiat …<br />
dan menyesali perbuatan yang telah terlanjur dilakukan.</p>
<p>2. harus berniat sungguh-sungguh…<br />
untuk tidak mengulanginya lagi.<br />
Dan, manakala dosa yang pernah ia lakukan itu<br />
adalah berhubungan dengan hak manusia …<br />
maka taubatnya ditambah dengan syarat yang ketiga ini …</p>
<p>3. harus menyelesaikannya dengan orang yang berhak<br />
dengan meminta maaf kepadanya,<br />
atau meminta kehalalan atau ridha…<br />
atau mengembalikan apa yang harus ia kembalikan.</p>
<p>Di antara keutamaan yang didapat<br />
oleh orang-orang yang bertaubat ialah …<br />
Allah menyibukkan para malaikat-Nya<br />
agar memintakan ampunan bagi mereka<br />
yang bertaubat itu …<br />
dan malaikat berdoa kepada Allah<br />
mengharapkan Allah melindungi mereka<br />
dari siksaan neraka jahannam,<br />
lalu memasukkan mereka yang bertaubat itu ..<br />
ke surga yang penuh dengan kenikmatan,<br />
dan mendinding mereka yang telah bertaubat itu<br />
dari kejahatan dan kesalahan.</p>
<p>Para malaikat yang membawa ‘Arsy di langit<br />
juga sibuk memintakan ampunan<br />
bagi orang-orang yang bertaubat ….</p>
<p>Allah berfirman:<br />
“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arasy<br />
dan malaikat yang berada di sekelilingnya<br />
bertasbih memuji Rabbnya …<br />
dan mereka beriman kepada-Nya<br />
serta memintakan ampun<br />
bagi orang-orang yang beriman<br />
(seraya mengucapkan),<br />
Ya Rabb kami …,<br />
Rahmat dan Ilmu-Mu meliputi segala sesuatu,<br />
maka berilah ampunan ….<br />
kepada orang-orang yang bertaubat<br />
dan orang yang mengikuti jalan Engkau<br />
dan peliharalah mereka …<br />
dari siksaan neraka yang menyala-nyala.<br />
Ya Rabb kami …,<br />
dan masukkanlah mereka …<br />
ke dalam sorga ‘And<br />
yang telah Engkau janjikan kepada mereka<br />
dan telah Engkau janjikan pula<br />
untuk orang-orang yang shaleh<br />
di antara bapak-bapak mereka,<br />
dan istri-istri mereka,<br />
dan keturunan mereka semua.<br />
Sesungguhnya Engkaulah …<br />
yang Maha Perkasa<br />
lagi Maha bijaksana,<br />
dan peliharalah mereka<br />
dari (balasan) kejahatan …<br />
Dan….,<br />
menjadi orang-orang yang Engkau pelihara<br />
dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu,<br />
maka sesungguhnya<br />
telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya<br />
dan itulah kemenangan yang besar. ”<br />
(Q.S. Al Mukmin: 7-9)</p>
<p>Cukup banyak ayat-ayat di dalam Kitab Allah<br />
yang mengabarkan diterimanya taubat<br />
orang-orang yang bertaubat,<br />
kalau memang taubat mereka itu tulus dan benar,<br />
yang tentunya dengan cara-cara tertentu<br />
yang telah diberikan tuntunan<br />
oleh Allah dan Rasulullah jua…</p>
<p>Penerimaan taubat ini dilandaskan kepada karunia,<br />
ampunan dan rahmat Allah,<br />
yang tidak akan menyempit<br />
karena keberadaan seseorang yang durhaka,<br />
seperti apapun kedurhakaannya itu.</p>
<p>Terlebih lagi ….<br />
orang yang bertaubat<br />
dan juga memperbaiki diri …<br />
serta beramal shaleh.</p>
<p>Tidak kurang dari sebelas tempat<br />
di dalam Al Qur’an,<br />
Allah mensifati diri-Nya<br />
dengan sebutan at Tawwab<br />
(Maha Menerima Taubat).</p>
<p>Kita akhiri pembahasan ini<br />
di pagi ini menjelang dhuha ..<br />
dengan firman Allah :<br />
“ Sesungguhnya taubat di sisi Allah<br />
hanyalah taubat bagi orang-orang<br />
yang melakukan kejahatan<br />
lantaran kejahilan,<br />
yang kemudian mereka bertaubat<br />
dengan segera …..<br />
Maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya.<br />
Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha bijaksana.<br />
Dan tidaklah taubat itu diterima Allah<br />
dari orang-orang yang melakukan kejahatan<br />
yang hingga apabila telah datang ajal kepada seseorang,<br />
barulah ia mengatakan,<br />
“ Sesungguhnya aku bertaubat sekarang ”.<br />
Dan tidak pula diterima taubat<br />
orang-orang yang mati<br />
sedang mereka dalam kekafiran.<br />
Bagi orang-orang itu<br />
telah Kami sediakan siksa yang pedih. ”<br />
(Q.S. An Nisaa’: 17-18)</p>
<p>Karena itu janganlah ada<br />
di antara kita yang menunda taubat<br />
hingga hari esok.<br />
Karena maut itu<br />
datang secara tiba-tiba.<br />
Bersegeralah untuk mensucikan jiwa<br />
di mana dan bila saja,<br />
waktunya ada…</p>
<p>Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam bukunya Al Fawaid mengatakan :<br />
“Bila kau berpulang ke alam baqa,<br />
tidak membawa bekal taqwa,<br />
kau lihat orang-orang yang membawanya<br />
pada hari perhimpunan.<br />
Kau akan menyesal,<br />
karena kau tidak seperti mereka.<br />
Mereka mempunyai persiapan<br />
sedangkan kau tidak memilikinya.”</p>
<p>Allahu A’lam Bishshawab<br />
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wa barakatuh,<br />
Buya H. Masoed Abidin</p>
<div><img title="Danau Cimpago Padang" src="http://buyamasoedabidin.files.wordpress.com/2009/05/danau-cimpago-padang.jpg?w=450&#038;h=292#38;h=292" alt="Danau Cimpago Padang" width="450" height="292" /></div>
<div>
<div id="comment_86396198819_86396198819_2098419">
<div><a title="Edi Erwin" rel="#someid0" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1735219482"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v223/1420/20/q1735219482_2738.jpg" alt="Edi Erwin" /><span> </span></span></a></div>
<div id="comment_box_86396198819_86396198819_2098419">
<div>
<div id="text_expose_id_4a2315251dc504f68923615">Semoga apa yg kita kerjakan, hendaknya diridhai oleh Allah Swt. Semoga buya sehat selalu dan bisa terus menyampaikan dakwahnya di fb ini… . FB tidak bersalah, tapi oknum2 yg berbuat tak senonoh yg merusak fb.. sehingga muncul fatwa haram. Lanjutkan terus buya…<a rel="#someid1" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1735219482">Edi Erwin</a><span> pada 31 Mei 9:30</span></div>
<div><span> </span></div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_86396198819_86396198819_2098527">
<div><a title="Hendy Damanik" rel="#someid2" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1055646715"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v226/1793/102/q1055646715_9536.jpg" alt="Hendy Damanik" /><span> </span></span></a></div>
<div id="comment_box_86396198819_86396198819_2098527">
<div>
<div id="text_expose_id_4a2315251e53f5f92665614">Alhamdulillah, terima kasih Buya&#8230; <a rel="#someid3" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1055646715">Hendy Damanik</a><span> pada 31 Mei 9:41</span></div>
<div><span> </span></div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_86396198819_86396198819_2100582">
<div><a title="Lisna Ova" rel="#someid4" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1018197593"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v224/388/0/q1018197593_9135.jpg" alt="Lisna Ova" /><span> </span></span></a></div>
<div id="comment_box_86396198819_86396198819_2100582">
<div>
<div id="text_expose_id_4a2315251ee077385020754">ASSALAMUALIKM BUYA…. SALM KENAL….<a rel="#someid5" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1018197593">Lisna Ova</a><span> pada 31 Mei 14:03</span></div>
<div><span> </span></div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_86396198819_86396198819_2100649">
<div><a title="Anita Kencanawati" rel="#someid6" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1610523957"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v228/1832/95/q1610523957_6221.jpg" alt="Anita Kencanawati" /><span> </span></span></a></div>
<div id="comment_box_86396198819_86396198819_2100649">
<div>
<div id="text_expose_id_4a2315251f6aa8a99633164">Terimakasih tausiahnya Buya, semoga Buya senantiasa sehat walafiat dan kami bisa terus mendapatkan tausiah dari Buya…<a title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"> </a><a rel="#someid7" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1610523957">Anita Kencanawati</a><span> pada 31 Mei 14:15</span></div>
<div><span> </span></div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_86396198819_86396198819_2101741">
<div><a title="Nurlaila Zai" rel="#someid8" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1103423032"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v223/993/38/q1103423032_8523.jpg" alt="Nurlaila Zai" /><span> </span></span></a></div>
<div id="comment_box_86396198819_86396198819_2101741">
<div>
<div id="text_expose_id_4a2315251ff868226960591">Terima kasih buya atas pencerahannya.. mudaha-mudahan kita termasuk kedalam kelompok ummat yang selalu bertaubat, amiinn..<a title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"> </a><a rel="#someid9" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1103423032">Nurlaila Zai</a><span> pada 31 Mei 17:05</span></div>
<div><span> </span></div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_86396198819_86396198819_2103153">
<div><a title="Subardini Adek" rel="#someid10" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1381069439"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v230/1949/32/q1381069439_8410.jpg" alt="Subardini Adek" /><span> </span></span></a></div>
<div id="comment_box_86396198819_86396198819_2103153">
<div>
<div id="text_expose_id_4a2315252084b1b31778202">Terima kasih tausiahnya buya, semoga kita tetap menjadi umatNya yang senantiasa bertaubat memohon magfirahNya. Amiiiin.<a title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"> </a><a rel="#someid11" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1381069439">Subardini Adek</a><span> pada 31 Mei 19:47</span></div>
<div><span> </span></div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_86396198819_86396198819_2104333">
<div><a title="Razali Nazir" rel="#someid12" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=730678723"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v224/1155/63/q730678723_3260.jpg" alt="Razali Nazir" /><span> </span></span></a></div>
<div id="comment_box_86396198819_86396198819_2104333">
<div>
<div id="text_expose_id_4a231525210b88802373466">Terima kasih Buya atas dakwahnya. Manfaatkan terus Buya fasilas FB ini untuk berdakwah, sarana yang baik sekali tersedia untuk mengingatkan ummat yang selalu lupa bertobat, apalagi saat globalisasi sekarang, banyak orang melakukan hal yang tidak benar karena terdesak keadaan. Tanpa disadari sudah banyak berbuat kesalahan yang perlu diingatkan terus menerus. Semoga dakwah Buya ini dapat menyadarkan ummat yang sudah banyak melenceng. Amiiiin.<a title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"> </a><a rel="#someid13" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=730678723">Razali Nazir</a><span> pada 31 Mei 21:34</span></div>
<div><span> </span></div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_86396198819_86396198819_2104641">
<div><a title="Intan Munajat" rel="#someid14" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=549194613"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v224/986/67/q549194613_2300.jpg" alt="Intan Munajat" /><span> </span></span></a></div>
<div id="comment_box_86396198819_86396198819_2104641">
<div>
<div id="text_expose_id_4a231525218e44678878994">Terimakasih Buya, notesnya telah memberikan pencerahan kepada kalbu saya. Semoga kami2 semua menjadi insan yang selalu berusaha untuk membersihkan hati dan diri dan tidak lupa selalu bertobat…amin.<br />
Buya teruslah berdakwah melalui Fb ini seperti ajakan teman2, karena dalam kehidupan kami kadang kami lupa …terimaksih Buya, semoga Allah selalu mengaruniakan kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan untuk Buya dan keluarga. amiiin ya Gusti…wassalam.<a title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"> </a><a rel="#someid15" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=549194613">Intan Munajat</a><span> pada 31 Mei 21:58</span></div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_86396198819_86396198819_2104646">
<div><a title="Intan Munajat" rel="#someid16" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=549194613"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v224/986/67/q549194613_2300.jpg" alt="Intan Munajat" /><span> </span></span></a></div>
<div id="comment_box_86396198819_86396198819_2104646">
<div>
<div id="text_expose_id_4a231525220b72167066728">potonya indah sekali, dimana itu Buya? terimakasih.<a rel="#someid17" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=549194613">Intan Munajat</a><span> pada 31 Mei 21:58</span></div>
<div><span> </span></div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_86396198819_86396198819_2105394">
<div><a title="Dyan Eka Putri" rel="#someid18" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1546263465"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v226/951/35/q1546263465_7107.jpg" alt="Dyan Eka Putri" /><span> </span></span></a></div>
<div id="comment_box_86396198819_86396198819_2105394">
<div>
<div id="text_expose_id_4a231525228b05213096205">Terimakasih buya… Dyan sangat butuh penyejuk rohani seperti yang buya Tag kan ini…<br />
semoga Allah selalu membuka kan pintu maaf dan Ampunannya untuk umat yang lalai seperti ananda buya ini. Jazzakillah Khair buya. <a rel="#someid19" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1546263465">Dyan Eka Putri</a><span> pada 31 Mei 22:30</span></div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Renungan "Menjelang Dhuha" ...... INGIN TAUBAT JANGAN DITUNDA-TUNDA ... SEGERAKAN BERSIH DIRI LAHIR BATHIN .. !!!]]></title>
<link>http://buyamasoedabidin.wordpress.com/2009/05/31/257/</link>
<pubDate>Sun, 31 May 2009 23:48:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://buyamasoedabidin.wordpress.com/2009/05/31/257/</guid>
<description><![CDATA[يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا</div>
<div>عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ<br />
وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ<br />
يَوْمَ لا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ<br />
وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ<br />
نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ<br />
يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ</div>
<p>“ Hai orang-orang yang beriman,<br />
bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya,<br />
mudah-mudahan Rabb kalian akan menghapus kesalahan-kesalahan kalian,<br />
dan memasukkan kalian ke dalam sorga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,<br />
pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi<br />
dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia;<br />
sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka,<br />
sambil mereka mengatakan, “ Wahai Rabb kami,<br />
sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami,<br />
sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. ”<br />
(Q.S. At Thahrim : <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setiap orang mukmin sangat memerlukan dua perkara,<br />
yaitu pengampunan dosa<br />
dan penghapusan kesalahan.<br />
Kenyataannya,<br />
tidak seorangpun yang terlepas dari dosa dan kesalahan.</p>
<p>Abu Tamam mengisyaratkan sebuah hadits Rasulullah SAW<br />
yang bersumber dari Anas bin Malik r.a:</p>
<p>“Setiap orang di antara kamu sekalian melakukan kesalahan,<br />
dan sebaik-baik orang<br />
yang melakukan kesalahan adalah yang bertaubat.”<br />
(HR. Ahmad)</p>
<p>Dosa dan kesalahan yang dilakukan oleh manusia<br />
akan mengotori hatinya,<br />
bagaikan noda hitam di atas kain putih,<br />
tiada yang dapat membersihkannya<br />
kecuali taubat.</p>
<p>Rasulullah SAW menyebut di dalam haditsnya<br />
yang diriwayatkan oleh Ahmad.<br />
Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>“Orang yang meminta ampun dari dosa<br />
seperti orang yang tidak berdosa”.<br />
(HR. Bukhari)</p>
<p>Dan Allah berfirman;<br />
“Sesungguhnya Allah<br />
menyukai orang-orang yang bertaubat<br />
dan menyukai<br />
orang-orang yang menyucikan diri.”<br />
(Q.S. Al Baqarah: 222)</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-259" title="Arnussa 1427 004" src="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/files/2009/05/arnussa-1427-004.jpg" alt="Arnussa 1427 004" width="314" height="385" />Sebenarnya syetan telah menipu<br />
dan menjebak kita<br />
dan memenuhi kehidupan kita,<br />
dengan berbuat maksiat,<br />
sehingga menyesatkan kita dari jalan Allah,<br />
menjauhkan kita dari jalan keselamatan<br />
semua perdayaan syaitah itu,<br />
membukakan bagi kita pintu-pintu jahannam<br />
dan syaithan melakukan semua itu bujuk rayunya<br />
sehingga manusia terjerumus<br />
ke dalam jurang kemaksiatan<br />
hingga penuh berlumur dosa.  Seyogyanyalah kita untuk segera mengetuk pintu taubat mengharap maghfirah Allah.</p>
<p>Tidak ada kata putus asa<br />
tidak ada istilah terlambat ..<br />
dalam bertaubat<br />
untuk menuju kepada Allah<br />
meski dosa-dosa telah memenuhi kolong langit.</p>
<p>Allah adalah tuhan seluruh makhluk<br />
yang menciptakan semuanya&#8230;<br />
selalu menguji dan menyileksi amal<br />
dan perbuatan hamba-hamba Nya&#8230;.</p>
<p>Barangsiapa yang banyak dosanya<br />
dan ia ingin bertaubat<br />
maka pintu taubat selalu terbuka &#8230;.</p>
<p>Namun &#8230;<br />
ambil mengertilah dengan syarat taubat itu &#8230;</p>
<p>1. harus menghentikan maksiat &#8230;<br />
dan menyesali perbuatan yang telah terlanjur dilakukan.</p>
<p>2. harus berniat sungguh-sungguh&#8230;<br />
untuk tidak mengulanginya lagi.<br />
Dan, manakala dosa yang pernah ia lakukan itu<br />
adalah berhubungan dengan hak manusia &#8230;<br />
maka taubatnya ditambah dengan syarat yang ketiga ini &#8230;</p>
<p>3. harus menyelesaikannya dengan orang yang berhak<br />
dengan meminta maaf kepadanya,<br />
atau meminta kehalalan atau ridha&#8230;<br />
atau mengembalikan apa yang harus ia kembalikan.</p>
<p>Di antara keutamaan yang didapat<br />
oleh orang-orang yang bertaubat ialah &#8230;<br />
Allah menyibukkan para malaikat-Nya<br />
agar memintakan ampunan bagi mereka<br />
yang bertaubat itu &#8230;<br />
dan malaikat berdoa kepada Allah<br />
mengharapkan Allah melindungi mereka<br />
dari siksaan neraka jahannam,<br />
lalu memasukkan mereka yang bertaubat itu ..<br />
ke surga yang penuh dengan kenikmatan,<br />
dan mendinding mereka yang telah bertaubat itu<br />
dari kejahatan dan kesalahan.</p>
<p>Para malaikat yang membawa ‘Arsy di langit<br />
juga sibuk memintakan ampunan<br />
bagi orang-orang yang bertaubat &#8230;.</p>
<p>Allah berfirman:<br />
“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arasy<br />
dan malaikat yang berada di sekelilingnya<br />
bertasbih memuji Rabbnya &#8230;<br />
dan mereka beriman kepada-Nya<br />
serta memintakan ampun<br />
bagi orang-orang yang beriman<br />
(seraya mengucapkan),<br />
Ya Rabb kami &#8230;,<br />
Rahmat dan Ilmu-Mu meliputi segala sesuatu,<br />
maka berilah ampunan &#8230;.<br />
kepada orang-orang yang bertaubat<br />
dan orang yang mengikuti jalan Engkau<br />
dan peliharalah mereka &#8230;<br />
dari siksaan neraka yang menyala-nyala.<br />
Ya Rabb kami &#8230;,<br />
dan masukkanlah mereka &#8230;<br />
ke dalam sorga ‘And<br />
yang telah Engkau janjikan kepada mereka<br />
dan telah Engkau janjikan pula<br />
untuk orang-orang yang shaleh<br />
di antara bapak-bapak mereka,<br />
dan istri-istri mereka,<br />
dan keturunan mereka semua.<br />
Sesungguhnya Engkaulah &#8230;<br />
yang Maha Perkasa<br />
lagi Maha bijaksana,<br />
dan peliharalah mereka<br />
dari (balasan) kejahatan …<br />
Dan&#8230;.,<br />
menjadi orang-orang yang Engkau pelihara<br />
dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu,<br />
maka sesungguhnya<br />
telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya<br />
dan itulah kemenangan yang besar. ”<br />
(Q.S. Al Mukmin: 7-9)</p>
<p>Cukup banyak ayat-ayat di dalam Kitab Allah<br />
yang mengabarkan diterimanya taubat<br />
orang-orang yang bertaubat,<br />
kalau memang taubat mereka itu tulus dan benar,<br />
yang tentunya dengan cara-cara tertentu<br />
yang telah diberikan tuntunan<br />
oleh Allah dan Rasulullah jua&#8230;</p>
<p>Penerimaan taubat ini dilandaskan kepada karunia,<br />
ampunan dan rahmat Allah,<br />
yang tidak akan menyempit<br />
karena keberadaan seseorang yang durhaka,<br />
seperti apapun kedurhakaannya itu.</p>
<p>Terlebih lagi &#8230;.<br />
orang yang bertaubat<br />
dan juga memperbaiki diri &#8230;<br />
serta beramal shaleh.</p>
<p>Tidak kurang dari sebelas tempat<br />
di dalam Al Qur’an,<br />
Allah mensifati diri-Nya<br />
dengan sebutan at Tawwab<br />
(Maha Menerima Taubat).</p>
<p>Kita akhiri pembahasan ini<br />
di pagi ini menjelang dhuha ..<br />
dengan firman Allah :<br />
“ Sesungguhnya taubat di sisi Allah<br />
hanyalah taubat bagi orang-orang<br />
yang melakukan kejahatan<br />
lantaran kejahilan,<br />
yang kemudian mereka bertaubat<br />
dengan segera &#8230;..<br />
Maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya.<br />
Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha bijaksana.<br />
Dan tidaklah taubat itu diterima Allah<br />
dari orang-orang yang melakukan kejahatan<br />
yang hingga apabila telah datang ajal kepada seseorang,<br />
barulah ia mengatakan,<br />
“ Sesungguhnya aku bertaubat sekarang ”.<br />
Dan tidak pula diterima taubat<br />
orang-orang yang mati<br />
sedang mereka dalam kekafiran.<br />
Bagi orang-orang itu<br />
telah Kami sediakan siksa yang pedih. ”<br />
(Q.S. An Nisaa’: 17-18)</p>
<p>Karena itu janganlah ada<br />
di antara kita yang menunda taubat<br />
hingga hari esok.<br />
Karena maut itu<br />
datang secara tiba-tiba.<br />
Bersegeralah untuk mensucikan jiwa<br />
di mana dan bila saja,<br />
waktunya ada&#8230;</p>
<p>Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam bukunya Al Fawaid mengatakan :<br />
“Bila kau berpulang ke alam baqa,<br />
tidak membawa bekal taqwa,<br />
kau lihat orang-orang yang membawanya<br />
pada hari perhimpunan.<br />
Kau akan menyesal,<br />
karena kau tidak seperti mereka.<br />
Mereka mempunyai persiapan<br />
sedangkan kau tidak memilikinya.”</p>
<p>Allahu A’lam Bishshawab<br />
Wassalamu&#8217;alaikum Warahmatullahi wa barakatuh,<br />
Buya H. Masoed Abidin</p>
<div><img class="aligncenter size-full wp-image-258" title="Danau Cimpago Padang" src="http://buyamasoedabidin.wordpress.com/files/2009/05/danau-cimpago-padang.jpg" alt="Danau Cimpago Padang" width="450" height="292" /></div>
<div>
<div id="comment_86396198819_86396198819_2098419">
<div><a title="Edi Erwin" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1735219482"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v223/1420/20/q1735219482_2738.jpg" alt="Edi Erwin" /><span> </span></span></a></div>
<div id="comment_box_86396198819_86396198819_2098419">
<div>
<div id="text_expose_id_4a2315251dc504f68923615">Semoga apa yg kita kerjakan, hendaknya diridhai oleh Allah Swt. Semoga buya sehat selalu dan bisa terus menyampaikan dakwahnya di fb ini&#8230; . FB tidak bersalah, tapi oknum2 yg berbuat tak senonoh yg merusak fb.. sehingga muncul fatwa haram. Lanjutkan terus buya&#8230;</div>
</div>
</div>
</div>
<p><a title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"> </a><span> </span><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1735219482">Edi Erwin</a><span> pada 31 Mei 9:30</span></p>
<div id="comment_86396198819_86396198819_2098527">
<div><a title="Hendy Damanik" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1055646715"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v226/1793/102/q1055646715_9536.jpg" alt="Hendy Damanik" /><span> </span></span></a></div>
<div id="comment_box_86396198819_86396198819_2098527">
<div>
<div id="text_expose_id_4a2315251e53f5f92665614">Alhamdulillah, terima kasih Buya</div>
</div>
</div>
</div>
<p><a title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"> </a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1055646715">Hendy Damanik</a><span> pada 31 Mei 9:41</span></p>
<div id="comment_86396198819_86396198819_2100582">
<div><a title="Lisna Ova" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1018197593"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v224/388/0/q1018197593_9135.jpg" alt="Lisna Ova" /><span> </span></span></a></div>
<div id="comment_box_86396198819_86396198819_2100582">
<div>
<div id="text_expose_id_4a2315251ee077385020754">ASSALAMUALIKM BUYA&#8230;. SALM KENAL&#8230;.</div>
</div>
</div>
</div>
<p><a title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"> </a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1018197593">Lisna Ova</a><span> pada 31 Mei 14:03</span></p>
<div id="comment_86396198819_86396198819_2100649">
<div><a title="Anita Kencanawati" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1610523957"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v228/1832/95/q1610523957_6221.jpg" alt="Anita Kencanawati" /><span> </span></span></a></div>
<div id="comment_box_86396198819_86396198819_2100649">
<div>
<div id="text_expose_id_4a2315251f6aa8a99633164">Terimakasih tausiahnya Buya, semoga Buya senantiasa sehat walafiat dan kami bisa terus mendapatkan tausiah dari Buya&#8230;</div>
</div>
</div>
</div>
<p><a title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"> </a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1610523957">Anita Kencanawati</a><span> pada 31 Mei 14:15</span></p>
<div id="comment_86396198819_86396198819_2101741">
<div><a title="Nurlaila Zai" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1103423032"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v223/993/38/q1103423032_8523.jpg" alt="Nurlaila Zai" /><span> </span></span></a></div>
<div id="comment_box_86396198819_86396198819_2101741">
<div>
<div id="text_expose_id_4a2315251ff868226960591">Terima kasih buya atas pencerahannya.. mudaha-mudahan kita termasuk kedalam kelompok ummat yang selalu bertaubat, amiinn..</div>
</div>
</div>
</div>
<p><a title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"> </a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1103423032">Nurlaila Zai</a><span> pada 31 Mei 17:05</span></p>
<div id="comment_86396198819_86396198819_2103153">
<div><a title="Subardini Adek" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1381069439"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v230/1949/32/q1381069439_8410.jpg" alt="Subardini Adek" /><span> </span></span></a></div>
<div id="comment_box_86396198819_86396198819_2103153">
<div>
<div id="text_expose_id_4a2315252084b1b31778202">Terima kasih tausiahnya buya, semoga kita tetap menjadi umatNya yang senantiasa bertaubat memohon magfirahNya. Amiiiin.</div>
</div>
</div>
</div>
<p><a title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"> </a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1381069439">Subardini Adek</a><span> pada 31 Mei 19:47</span></p>
<div id="comment_86396198819_86396198819_2104333">
<div><a title="Razali Nazir" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=730678723"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v224/1155/63/q730678723_3260.jpg" alt="Razali Nazir" /><span> </span></span></a></div>
<div id="comment_box_86396198819_86396198819_2104333">
<div>
<div id="text_expose_id_4a231525210b88802373466">Terima kasih Buya atas dakwahnya. Manfaatkan terus Buya fasilas FB ini untuk berdakwah, sarana yang baik sekali tersedia untuk mengingatkan ummat yang selalu lupa bertobat, apalagi saat globalisasi sekarang, banyak orang melakukan hal yang tidak benar karena terdesak keadaan. Tanpa disadari sudah banyak berbuat kesalahan yang perlu diingatkan terus menerus. Semoga dakwah Buya ini dapat menyadarkan ummat yang sudah banyak melenceng. Amiiiin.</div>
</div>
</div>
</div>
<p><a title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"> </a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=730678723">Razali Nazir</a><span> pada 31 Mei 21:34</span></p>
<div id="comment_86396198819_86396198819_2104641">
<div><a title="Intan Munajat" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=549194613"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v224/986/67/q549194613_2300.jpg" alt="Intan Munajat" /><span> </span></span></a></div>
<div id="comment_box_86396198819_86396198819_2104641">
<div>
<div id="text_expose_id_4a231525218e44678878994">Terimakasih Buya, notesnya telah memberikan pencerahan kepada kalbu saya. Semoga kami2 semua menjadi insan yang selalu berusaha untuk membersihkan hati dan diri dan tidak lupa selalu bertobat&#8230;amin.<br />
Buya teruslah berdakwah melalui Fb ini seperti ajakan teman2, karena dalam kehidupan kami kadang kami lupa &#8230;terimaksih Buya, semoga Allah selalu mengaruniakan kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan untuk Buya dan keluarga. amiiin ya Gusti&#8230;wassalam.</div>
</div>
</div>
</div>
<p><a title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"> </a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=549194613">Intan Munajat</a><span> pada 31 Mei 21:58</span></p>
<div id="comment_86396198819_86396198819_2104646">
<div><a title="Intan Munajat" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=549194613"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v224/986/67/q549194613_2300.jpg" alt="Intan Munajat" /><span> </span></span></a></div>
<div id="comment_box_86396198819_86396198819_2104646">
<div>
<div id="text_expose_id_4a231525220b72167066728">potonya indah sekali, dimana itu Buya? terimakasih.</div>
</div>
</div>
</div>
<p><a title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"> </a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=549194613">Intan Munajat</a><span> pada 31 Mei 21:58</span></p>
<div id="comment_86396198819_86396198819_2105394">
<div><a title="Dyan Eka Putri" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1546263465"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v226/951/35/q1546263465_7107.jpg" alt="Dyan Eka Putri" /><span> </span></span></a></div>
<div id="comment_box_86396198819_86396198819_2105394">
<div>
<div id="text_expose_id_4a231525228b05213096205">Terimakasih buya&#8230; Dyan sangat butuh penyejuk rohani seperti yang buya Tag kan ini&#8230;<br />
semoga Allah selalu membuka kan pintu maaf dan Ampunannya untuk umat yang lalai seperti ananda buya ini</div>
<p>Jazzakillah Khair buya</p></div>
</div>
</div>
<p><a title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"> </a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1546263465">Dyan Eka Putri</a><span> pada 31 Mei 22:55</span></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["TANGGUNG JAWAB DAKWAH SETIAP MUSLIM" ...]]></title>
<link>http://masoedabidin.wordpress.com/2009/05/31/tanggung-jawab-dakwah-setiap-muslim/</link>
<pubDate>Sun, 31 May 2009 14:26:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://masoedabidin.wordpress.com/2009/05/31/tanggung-jawab-dakwah-setiap-muslim/</guid>
<description><![CDATA[ Tafakkur menjelang Qiyamul-lail &#8230;.  وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p> Tafakkur menjelang Qiyamul-lail &#8230;.</p>
<p> وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-533" title="(JPEG Image, 236×290 pixels)Tangga al Haram" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/05/jpeg-image-236c397290-pixelstangga-al-haram1.jpeg" alt="(JPEG Image, 236×290 pixels)Tangga al Haram" width="236" height="290" />Siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shaleh dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (Q.S. Fushshilat:33)</p>
<p>Ridwan Abdullah Wu, adalah seorang muslim Cina dari Singapura, beliau adalah Direktur World Assembly of Moslem Youth (WAMY) dan juga ketua The Muslim Converts Association of Singapore. Beliau pernah mengatakan bahwa dakwah adalah “mengemukakan kepercayaan dan ajaran Islam kepada semua orang, apakah kaum muslim atau non muslim. Kepada non muslim itu pada dasarnya adalah memperkenalkan bahwa ada satu Pencipta, bahwa kehidupan di dunia ini bersifat sementara dan bahwa manusia akan menghadap Tuhan di akhirat, kelak nan pasti&#8230;”.</p>
<p>Syaikh Jum’ah Amin Abdul Aziz mengatakan bahwa dakwah merupakan keperluan masyarakat terkhusus bagi masyarakat muslim. Hal itu disebabkan oleh beberapa alasan, antara lain ;</p>
<p>1. Manusia memerlukan orang yang bisa menjelaskan kepada mereka apa-apa yang diperintahkan oleh Allah untuk menegakkan hujjah atas mereka. Allah SWT berfirman: “ Wahai Nabi &#8230;, sesungguhnya Kami mengutusmu .. untuk jadi saksi dan pembawa khabar gembira .. dan pemberi peringatan &#8230;. dan untuk menjadi penyeru &#8230;. kepada agama Allah dengan izin-Nya&#8230; dan jadi cahaya yang menerangi.” (Q.S. Al-Ahzab: 45-46)</p>
<p>2. Kondisi kehidupan yang diwarnai oleh kerusakan, ketamakan, dan hawa nafsu, sementara para pelakunya tetap menginginkan tersebarnya kerusakan tersebut di masyarakat.</p>
<p>3. Takut terhadap laknat Allah yang akan ditimpakan atas masyarakat yang tidak melakdanakan amar ma’ruf &#8211; nahi munkar. Sebagaimana yang telah menimpa bani Israil, pada masa dahulu &#8230; dan dapat dijadikan &#8216;ibrah masa kini &#8230;. Allah SWT berfirman: “Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu &#8230; disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas &#8230;. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (Q.S. Al-Maaidah: 78-79)</p>
<p>Adapun tujuan dan aktifitas dakwah Islamiyah antara lain dapat disimpulkan sebagai berikut ;</p>
<p>1. Mengembalikan fitrah yang ada pada diri manusia.</p>
<p>2. Mengubah pengertian kepada pola pikir (fikrah)</p>
<p>3. Mengubah pola pikir menjadi aktivitas (harakah)</p>
<p>4. Mengubah aktivitas menjadi keberhasilan (natijah)</p>
<p>5. Mengubah keberhasilan menjadi tujuan (ghayah)</p>
<p>6. Mengubah tujuan menjadi mardhatillah.</p>
<p> </p>
<p>Tersebarnya Islam di muka bumi ini dan akhirnya sampai kepada kita sehingga kita menjadi seorang muslim merupakan bukti dari dilaksanakannya dakwah Islamiyah dengan baik.</p>
<p>Sebagai bagian dari tanda dan rasa syukur kita, maka tugas tanggung jawab dakwah juga harus kita emban bersama-sama. Karena dakwah secara hukum menjadi tanggung jawab dan kewajiban yang harus diemban oleh setiap muslim, bukan hanya kewajiban dari orang-orang yang selama ini kita sebut ustadz, kiyai, ulama, atau mubaligh semata&#8230;.</p>
<p>Karenanya dakwah tidak hanya dilaksanakan dalam bentuk ceramah, khutbah dan pengajian-pengajian, tapi apapun yang dilakukan dalam rangka memberi tahu dan mengajak orang lain ke arah hidup yang Islami merupakan pelaksanaan dari tugas dakwah.</p>
<p>Dijadikannya dakwah sebagai kewajiban atas setiap individu muslim dikarenakan dakwah memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan penting dalam kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat muslim tentunya &#8230;. Melalui dakwah dapat disampaikan dan dijelaskan ajaran Islam kepada masyarakat sehingga mereka menjadi tahu, mana yang haq dan mana yang bathil.</p>
<p>Bahkan&#8230; dakwah tidak hanya membuat masyarakat memahami mana yang haq dan mana yang bathil, malahan juga memiliki keberpihakan kepada segala bentuk yang haq dengan segala konsekuensinya dan membenci yang bathil sehingga mennjadikan umat &#8230; agar selalu berusaha menhindari yang bathil itu.</p>
<p>Banyak dalil yang dapat kita jadikan sebagai rujukan untuk mendukung pernyataan wajibnya melaksanakan tugas dakwah. Firman Allah, “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah”. (Q.S. Ali Imran: 110)</p>
<p>Dapat disimpulkan, Dakwah merupakan upaya merekonstruksi masyarakat yang masih mengandung unsur kejahiliyahan menjadi masyarakat yang Islami. Ini berarti bahwa dakwah merupakan upaya melakukan penyebaran dan pengamalan akidah dan akhlak Islami dalam seluruh sektor kehidupan manusia. Untuk itu keterlibatan setiap muslim di dalam dakwah menjadi suatu keharusan, sesuai dengan potensi yang dimiliki individu masing-masing. Terbentuknya pribadi yang Islami, keluarga yang Islami dan masyarakat yang Islami merupakan target yang ingin dicapai dalam dakwah. Target ini memerlukan dukungan setiap muslim, apalagi dakwah itu bukanlah hanya berbentuk ceramah dan khutbah.</p>
<p>Tegasnya, apapun potentsi dan kemampuan yang dimiliki, semua itu dapat digunakan untuk kepentingan dakwah, termasuk informasi, komunikasi, dan teknologi (ICT) &#8230;.</p>
<p>Tujuannya tidak lain adalah, dakwah ilaa Allah &#8230; yakni mengajak kembali .. atau dekat dengan Allah &#8230; Dengan demikian menjadi jelaslah, bahwa dakwah merupakan kewajiban yang harus diemban oleh setiap kita, yang mengaku muslim agar terwujud kehidupan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, baik yang terkait dengan masalah kehidupan pribadi, keluarga, lingkungan, maupun masyarakat dan bangsa.</p>
<p> Semoga dengan melaksanakan dakwah, terciptalah masyarakat yang memiliki ciri-ciri :</p>
<p>1. Masyarakat yang berakidah Islamiyyah: Laa Ilaha Illallah – Muhammad Rasulullah&#8230;</p>
<p>2. Masyarakat yang senantiasa melaksanakan segala kewajiban dengan mengacu kepada tuntutan dan keridhaan Ilahi.</p>
<p>3. Masyarakat yang memiliki persepsi dan pola pikir yang Islami, sehingga mampu menyelamatkan diri, keluarga serta orang lain di sekitarnya.</p>
<p>4. Masyarakat yang memiliki loyalitas terhadap Islam.</p>
<p>5. Masyarakat yang memiliki akhlakul karimah.</p>
<p>6. Masyarakat yang menjunjung tinggimartabat manusia &#8230; dan menghargai hak-hak asasi manusia serta memiliki solidaritas dan kepedulian sosial.</p>
<p>7. Masyarakat yang senantiasa menegakkan kebenaran dan hiduk makmur berkeadilan, dengan mengamalkan “Al-Amru bil ma’ruf wa nahyu ‘anil munkar” Allah Azza Wa Jalla membimbing kita semua di dalam melaksanakan tugas mulia ini, dengan firman NYA ; &#8221; Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik. Maka tiba-tiba terjadilah orang yang di antara engkau dengan dia itu tadinya ada permusuhan, seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia &#8230; (QS.41, Fush-shilat : 34)</p>
<p>Mungkin dia datang dengan rasa benci, engkau sambutlah dia dengan bersahabat, dia menyerang dengan marah dan maki-maki, menampakkan bahwa pikirannya dangkal, tangkislah dengan tenang dan senyum simpul, Dia datang dengan membawa makian, kamu menyambut dengan menghormati, Dia datang mengajak berkelahi, kamu menanti dengan bersahabat, Seakan dia menunjukkan kedangkalan fikiran, engkau menampakkan kedalaman perasaan &#8230; Apakah hasil yang akan dipetik, tiada lain adalah, kemenangan budi yang gilang gemilang, mengubah musuh menjadi kawan &#8230; akan tetapi usaha ini amatlah berat .. berat sekali sunguhpun benar &#8230; kecuali bagi orang yang sabar .. dan yang berjiwa besar&#8230;.</p>
<p>Berkacalah kepada sejarah, ketika Rasulullah dengan 12.000 pasukan lengkap&#8230; memasuki Makkah dalam peristiwa &#8220;Futuh Makkah&#8221; &#8230; yang menjadikan orang Quraisy berdebar pengap .. dan Abu Sofyan menggigil ketakutan, dalam pikiran mereka kini saatnya telah datang besok pagi akan tiba hari pembantaian&#8230; Namun apa yang terjadi &#8230;???</p>
<p>Sejarah telah mencatatkan bukti tentang kebenaran nyata ayat ini &#8230; Rasulullah Shallalahu &#8216;alaihi wasallam berucap, mengutus pamannya Abbas bin Abdul Muthalib, masuk sendiri ke Makkah, dan mengumumkan ke khalayak ramai penduduk Makkah yang akan di taklukkan, Pesan Rasulullah yang berisi hikmah&#8230;; &#8220;Kita akan memasuki kota Makkah, Kita harap jangan ada orang yang melawan di kota Makkah, Barang siapa yang ingin keamanan, hendaklah lakukan perintahku ini dengan iman &#8230;. Barangsiapa yang masuk ke dalam Masjidil Haram, amanlah dia &#8230; Barangsiapa yang masuk ke dalam ruimah Abu Sufyan, amanlah dia &#8230; Barangsiapa yang tingal di dalam rumahnya sendiri, amanlah dia &#8230; &#8220;</p>
<p>Masih segar dalam ingatan &#8230;, bahwa Abu Sufyan sebelumnya adalah musuh bebuyutan, dari kaum Muhajirin, bahkan ada yang sengaja ikut dalam pasukan, yang ingin membalas dendam, &#8220;membunuh Abu Sufyan&#8221; .. Malahan&#8230; Rasulullah saat itu menempatkan, rumah Abu Sufyan sebagai &#8220;rumah keamanan&#8221; &#8230; Makkah di masuki dengan aman, tidak setetespun darah ditumpahkan, tidak sebuah nyawapun terbang melayang, tidak ada tangis kepiluan, tidak ada orang yang dihinakan &#8230; tidak ada orang yang menjadi lawan &#8230; yang ada hanya rasa kegembiraan rasa yang lahir dari sanubari yang dalam, yang tampak pada wajah &#8220;senyuman&#8221; &#8230; hakikat besar dari satu kemenangan &#8230;. &#8220;Dan tidaklah akan ditemukan dengan dia, kecuali oleh orang yang shabar&#8230;. Dan tidaklah akan ditemukan dengan dia, kecuali orang-orang yang berjiwa besar&#8221;&#8230; (QS.41, Fusshilat, ayat 35).</p>
<p>Moga bangsa kita selalu menjadi bangsa yang besar, aman dan damai di bawah naungan ridha Allah &#8230;</p>
<p>Wallahu a&#8217;lamu bis-shawaab &#8230;</p>
<p>Billahit taufiq wal hidayah,</p>
<p>Wassalamu &#8216;alaikum,</p>
<p>Buya H. Mas&#8217;oed Abidin</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-535" title="Masjid Nurul Iman Kotogadang dalam pembangunan kembali" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/05/masjid-nurul-iman-kotogadang-dalam-pembangunan-kembali.jpg" alt="Masjid Nurul Iman Kotogadang dalam pembangunan kembali" width="510" height="293" /></p>
<div id="comment_box_86004593819_86004593819_2089813">
<div><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1402038180">Masoed Abidin Za Jabbar</a><span> at 20:11 on 30 May</span></div>
<div>
<div id="text_expose_id_4a228ce8c6db18167242135">Ananda&#8230;.<br />
dalam masa menuntut ilmu &#8230;<br />
shalat malam itu ibarat elexir &#8230;<br />
memberi kekuatan kepada bathin &#8230;<br />
perlu di laksanakan lillahi ta&#8217;ala &#8230;<span>&#8230; <span><a>Read more</a></span></span><span><br />
Salam maaf untuk semua&#8230;<br />
wassalam</span></div>
</div>
</div>
<div id="comment_86004593819_86004593819_2089913">
<div><a title="Andri Azis" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1106640082"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v223/808/1/q1106640082_5734.jpg" alt="Andri Azis" /><span> </p>
<div></div>
<p></span></span></a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1106640082">Andri Azis</a><span> at 20:20 on 30 May</span></div>
<div id="comment_box_86004593819_86004593819_2089913">
<div>
<div id="text_expose_id_4a228ce8c760e2298668654">insya Allah akn selalu ananda jaga buya.:)..mohon doa selalu&#8230;</div>
<div>
<div><a title="Adek Putra" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1721877996"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v227/671/99/q1721877996_5268.jpg" alt="Adek Putra" /><span> </p>
<div></div>
<p></span></span></a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1721877996">Adek Putra</a><span> at 21:21 on 30 May</span></div>
<div id="comment_box_86004593819_86004593819_2090547">
<div>
<div id="text_expose_id_4a228ce8c7c4c0037269681">BUYA, KATANYA UMAR BIN KHATAB BIASANYA SOLAT MALAM SETELAH BANGUN MALAM, SEDANGKAN ABU BAKAR SISDIK SOLAT MALAM SEBELUM TIDUR, JADI KITA BOLEH SOLAT TAHAJUT SEBELUM TIDUR DAN ATAU SETELAH BANGUN. BETULKAH HAL TERSEBUT BUYA? ITU KATA TEMAN SAYA DI PONPES AL FATAH DI MADIUN. BAGAIMANA DENGAN NABI MUHAMMAD BUYA?</div>
<div>
<div><a title="Masoed Abidin ZAbidin Jabbar" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1491995908"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v229/237/52/q1491995908_2453.jpg" alt="Masoed Abidin ZAbidin Jabbar" /><span> </p>
<div></div>
<p></span></span></a><a title="Click here to remove this comment"> </a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1491995908">Masoed Abidin ZAbidin Jabbar</a><span> at 21:34 on 30 May</span></div>
<div id="comment_box_86004593819_86004593819_2090660">
<div>
<div>Adek, Ketika kedua shahabat itu ditanya Rasulullah SAW<br />
tentang kapan witir mereka ..<br />
(witir adalah shalat penutup malam)..<br />
dan penutup malam artinya tahajjud &#8230;<br />
memang jawaban Abu Bakar &#8220;sebelum tidur&#8221; ..&#8217;<span>&#8230; <span><a>Read more</a></span></span><span><br />
dan jawaban Umar bin Khattab &#8220;sesudah tidur&#8221;&#8230;<br />
Rasul SAW mempertegas bahwa<br />
Abu Bakar sangat berhati-hati,<br />
maka dia lakukan shalatnya sebelum tidur&#8230;<br />
Dan Umar sangat teguh ,<br />
dan dia lakukan sesudah tidur &#8230;<br />
Kedua perbuatan shahabat ini<br />
menjadi ibrah (teladan) kepada kita bahwa,<br />
shalat malam jarang sekali yang tidak dilakukan<br />
oleh Rasulullah dan para sahabatnya,<br />
baik itu sebelum tidur atau sesudah tidur,<br />
(secara kondisional dibolehkan keduanya) ..<br />
walaupun Rasulullah SAW<br />
selalu lakukan pada penghujung malam,<br />
atau sepertiga malam terakhir &#8230;<br />
(dan ini yang terbaik) sesuai sunnah Nabi &#8230;<br />
sementara kita umatnya&#8230;<br />
berselisih tentang sebelum atau sesudah tidur,<br />
dan seringkali meninggalkannya&#8230;<br />
hanya sekedar membahas,<br />
maka lakukanlah di mana bisa ..</span></div>
<div><span></p>
<div id="comment_86004593819_86004593819_2090757">
<div><a title="Adek Putra" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1721877996"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v227/671/99/q1721877996_5268.jpg" alt="Adek Putra" /><span> </p>
<div></div>
<p></span></span></a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1721877996">Adek Putra</a><span> at 21:43 on 30 May</span></div>
<div id="comment_box_86004593819_86004593819_2090757">
<div>
<div id="text_expose_id_4a2292692a9e89345030749">INSYA ALLAH BUYA.</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_86004593819_86004593819_2090800">
<div><a title="Adek Putra" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1721877996"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v227/671/99/q1721877996_5268.jpg" alt="Adek Putra" /><span> </p>
<div></div>
<p></span></span></a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1721877996">Adek Putra</a><span> at 21:47 on 30 May</span></div>
<div id="comment_box_86004593819_86004593819_2090800">
<div>
<div id="text_expose_id_4a2292692af363a08998851">YANG MENJADI PERMASALHANAN YANG BERAT BAGI SAYA BIASANYA BERATNYA BANGUN DI TENGAH TIDUR BUYA, WALAUPUN TERBANGUN, MASIH MALAS DENGAN BANGKIT DARI TEMPAT TIDUR BUYA, KALAU MEMANG BOLEH MUNGKIN INSYAALLLAH SAYA MEMULAINYA DENGAN QIYAMUL LAIL SEBELUM TIDUR. TERIMA KASIH BUYA ATAS PENJELASA BUYA.</div>
<div>
<div id="comment_86004593819_86004593819_2090931">
<div><a title="Masoed Abidin ZAbidin Jabbar" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1491995908"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v229/237/52/q1491995908_2453.jpg" alt="Masoed Abidin ZAbidin Jabbar" /><span> </p>
<div></div>
<p></span></span></a><a title="Click here to remove this comment"> </a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1491995908">Masoed Abidin ZAbidin Jabbar</a><span> at 21:58 on 30 May</span></div>
<div id="comment_box_86004593819_86004593819_2090931">
<div>
<div id="text_expose_id_4a2292b7796cd5a90268310">Ya mulai dengan apa yang ada<br />
dan di mana kita bisa &#8230;<br />
jangan hanya mulai dari mempertengkarkan &#8230;<br />
nanti lupa mengerjakannya &#8230;<br />
Semua kita punya kendala&#8230;<span>&#8230; <span><a>Read more</a></span></span><span><br />
selain malas, waktu, dan kondisi fisik lainnya,<br />
maka &#8220;lupa&#8221; kadangkala juga menjadi hambatan &#8230;<br />
jangan kalah karena hambatan &#8230;<br />
tapi kalahkanlah lebih dahulu segala penghambat itu &#8230;<br />
Insyaallah akan berhasil ..<br />
Wassalam<br />
BuyaHMA</span></div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_86004593819_86004593819_2091067">
<div><a title="Andri Azis" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1106640082"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v223/808/1/q1106640082_5734.jpg" alt="Andri Azis" /><span> </p>
<div></div>
<p></span></span></a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1106640082">Andri Azis</a><span> at 22:09 on 30 May</span></div>
<div id="comment_box_86004593819_86004593819_2091067">
<div>
<div id="text_expose_id_4a2292b779cfe6560212718">hehehe&#8230;kalau boleh saran. ibadah apapun memang harus dipaksa dahulu baru nanti bisa dan terbiasa..tapi Allah juga tidak melarang kita untuk berehat..istilahnya allah tidak pernah memberatkan hambaNya dengan semua syarriatNya&#8230;<br />
nah..poinnya sebetulnya ada di kita saja, ya kalau kita bisa melakukan maka akan dibalas dengan baik, tapi jika tidak (dalam ibadah sunnah) berarti kita tidak dapat apa-apa&#8230;:)</div>
<div>
<div id="comment_86004593819_86004593819_2097248">
<div><a title="Muchlis Hamid" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=555016892"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v223/363/42/q555016892_8556.jpg" alt="Muchlis Hamid" /><span> </p>
<div></div>
<p></span></span></a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=555016892">Muchlis Hamid</a><span> at 07:03 on 31 May</span></div>
<div id="comment_box_86004593819_86004593819_2097248">
<div>
<div id="text_expose_id_4a2292b77a2f70e89291055">Terima kasih Buya. &#8220;Sabar dan berjiwa besar&#8221; merupakan tauladan dari Nabi. Wassalam.</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_86004593819_86004593819_2101802">
<div><a title="Nurlaila Zai" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1103423032"><span><img src="http://profile.ak.facebook.com/v223/993/38/q1103423032_8523.jpg" alt="Nurlaila Zai" /><span> </p>
<div></div>
<p></span></span></a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1103423032">Nurlaila Zai</a><span> at 17:14 on 31 May</span></div>
<div id="comment_box_86004593819_86004593819_2101802">
<div>
<div id="text_expose_id_4a2292b77a8f61e49843855">Terima kasih buya.. pada awalnya memang sangat berat untuk melaksanakan semua yang buya katakan, tetapi dengan niat dan kemauan yang sangat keras insya Allah kita mampu melakukannya, amiinn&#8230;</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p></span></div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menyambut 101 tahun Hari Kebangkitan Nasional ... "HINDARILAH FITNAH ..." ]]></title>
<link>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/05/20/menyambut-101-tahun-hari-kebangkitan-nasional-hindarilah-fitnah/</link>
<pubDate>Wed, 20 May 2009 05:49:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/05/20/menyambut-101-tahun-hari-kebangkitan-nasional-hindarilah-fitnah/</guid>
<description><![CDATA[Menyambut Kebangkitan Nasional &#8230;&#8230;   Renungan menjelang senja &#8230;. Oleh : Buya H. Mas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="note_title"><span>Menyambut Kebangkitan Nasional &#8230;&#8230; </span></div>
<div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix">
<div> </div>
<div>Renungan menjelang senja &#8230;.</div>
<div>Oleh : Buya H. Masoed Abidin</div>
<div><img class="alignleft size-full wp-image-432" title="(JPEG Image, 236×290 pixels)Tangga al Haram" src="http://blogminangkabau.wordpress.com/files/2009/05/jpeg-image-236c397290-pixelstangga-al-haram1.jpeg" alt="(JPEG Image, 236×290 pixels)Tangga al Haram" width="236" height="290" /></div>
<p>” Wahai orang-orang yang hanya Islam dengan lidahnya,<br />
sementara keimanan belum masuk ke dalam hatinya ;<br />
janganlah kalian menyakiti kaum muslimin dan mencelanya,<br />
dan jangan pula kalian mencari-cari kesalahannya,<br />
karena orang yang mencari-cari kesalahan saudaranya yang muslim<br />
niscaya Allah akan membukkan auratnya,<br />
dan jika seseorang telah dibuka auratnya oleh Allah<br />
niscaya Allah akan membuatnya malu dan terbuka auratnya meskipun di rumahnya sendiri. ”<br />
(HR. At Tirmidzi yang bersumber dari Ibnu Umar r.a)</p>
<p>Melihat kondisi masyarakat di Tanah Air yang kita cintai ini,<br />
kita turut prihatin.<br />
Cobaan dari Allah seakan tidak pernah habis,<br />
musibah demi musibah datang silih berganti<br />
hilang satu datang lagi yang lain, seperti pergantian musim saja.</p>
<p>Penyakit merebak dimana-mana,<br />
baik penyakit fisik atau jasmani,<br />
penyakit hati ataupun ruhani.<br />
Namun demikian,<br />
dari penyakit yang ada,<br />
bila diamati seksama,<br />
maka penyakit hati jauh akan lebih berbahaya.</p>
<p>Kenapa begitu &#8230;.???<br />
Bila seorang muslim ditimpa penyakit fisik,<br />
hal itu dapat mengantarkannya menuju kebahagiaan akhirat,<br />
selama ia sabar menghadapinya.</p>
<p>Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:<br />
“Tidak ada seorang muslimpun yang ditimpa gangguan (musibah)<br />
semacam tusukan duri atau yang lebih berat dari padanya<br />
melainkan dengan ujian itu<br />
Allah menghapuskan perbuatan buruknya<br />
serta digugurkan dosa-dosanya<br />
sebagai mana pohon kayu menggugurkan daun-daunnya.”<br />
(HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Akan tetapi, jika penyakitnya adalah penyakit hati,<br />
seperti hasud, dengki, suka mengumpat, sombong, ria,<br />
suka menfitnah dan lain sebagainya,<br />
apalagi yang sudah kronis,<br />
maka penyakit itu akan menjerusmuskan penderitanya<br />
ke dalam neraka atau menuai siksaan Allah di akhirat kelak.<br />
Na’uzubillah min zalik!</p>
<p>Pada surat Al Hujarat ayat 12,<br />
Allah SWT memperingatkan dalam firman-Nya:<br />
“Hai orang-orang yang beriman,<br />
jauhilah kebanyakan dari berburuksangka,<br />
sesungguhnya sebagian dari berburuk sangka itu adalah dosa<br />
dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain<br />
dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.<br />
Sukakah salah seorang di antara kamu<br />
memakan bangkai saudaranya yang telah mati?<br />
Maka tentulah kamu merasa jijik karenanya.”</p>
<p>Salah satu penyakit hati yang sedang menyebar<br />
di kalangan masyarakat sekarang ini adalah<br />
menfitnah atau suka menuduh seseorang yang bukan-bukan<br />
akibat dari berburuk sangka.</p>
<p>Hal ini terjadi karena isu-isu (istilah sekarang gosip)<br />
yang tidak benar dan menyebar luas,<br />
yang terlalu cepat kita percayai dan kita telan mentah-mentah<br />
tanpa mengunyah atau chek dan re-chek atau tabayun.</p>
<p>Padahal itu bisa dihindari<br />
kalau kita mau mengaplikasikan ajaran Allah,<br />
seperti yang telah diingatkan di dalam firman Allah<br />
dalam surat Al Hujarat ayat 6 tadi,<br />
dan surat An Nuur ayat 13.</p>
<p>Kedua ayat itu menunjukkan dengan jelas<br />
agar jangan terlalu cepat menerima setiap berita<br />
tanpa mencari kebenarannya terlebih dahulu<br />
dan jangan terlalu mudah menuduh orang<br />
tanpa bukti dan saksi yang dapat dipercaya.</p>
<p>Selain itu, ada pula peringatan kepada si pembawa berita<br />
agar menyadari bahwa kebiasaan berberita bohong itu<br />
atau kebiasaan menyebarkan berita-berita bohong itu<br />
dapat mengubah diri menjadi seorang pendusta.</p>
<p>Menurut asbaabun nuzul (penyebab turun)nya ayat 13 dari surat An Nur<br />
adalah menceritakan peristiwa fisik atau ifki<br />
yaitu peristiwa yang khusus yang menyangkut nash yang umum.<br />
Peristiwa ini menyangkut Siti Aisyah r.a putri Abu Bakar as Siddiq r.a<br />
yang juga adalah istri Rasulullah SAW,<br />
yang dikait-kaitkan dengan sahabat Safwan bin Mu’athal.</p>
<p>Peristiwa semacam itu sangat mungkin terjadi<br />
berulang pada setiap generasi,<br />
dan mungkin saja menghasilkan efek yang serupa<br />
baik yang berkenaan dengan seorang pemimpin<br />
atau pemuka masyarakat.</p>
<p>Di sini terlihat saat dua pihak atau kubu saling bermusuhan,<br />
di mana salalh satu menyadari bahwa mereka tidak mungkin menang<br />
dalam konfrontasi langsung,<br />
di situ akan terbuka peluang<br />
untuk menggunakan teror mental<br />
untuk menghancurkan pihak lainnya.</p>
<p>Cara-cara ini tidak sikap kesatria,<br />
ini adalah sikap pengecut<br />
namun seringkali ampuh hasilnya.</p>
<p>Dan sepertinya bila kita melihat dengan mata batin kita,<br />
hal ini juga sedang terjadi sekarang<br />
pada pemimpin kaum muslimin,<br />
di seantero jagat ini.</p>
<p>Dalam peristiwa ifki (hasutan dan fitnahan) ini,<br />
berita bohong ini dibesar-besarkan oleh kelompok munafiqun<br />
yang dipimpin oleh Abdullah bin Ubay bin Salul<br />
(berasal dari seorang Yahudi).</p>
<p>Mulanya fitnah itu tidak mempengaruhi para sahabat,<br />
tetapi begitu berita bohong itu menyentuh kaum muslimin Madinah yang awam<br />
langsung menjalar dengan cepat<br />
bagaikan api yang membakar daun ilalang yang kering.</p>
<p>Dari peristiwa ifki ini,<br />
ada beberapa hal yang menjadi pegangan kita<br />
yang merupakan pendidikan dari Rasulullah SAW<br />
yang dapat kita lakukan ketika menghadapi isu atau fitnah:</p>
<p>1. Menjauhkan diri kita dari semua kecurigaan dan prasangka yang tidak beralasan.<br />
2. Sebaiknya kita tidak menghiraukan segala macam isu yang tidak ada dasar.<br />
3. Membiarkan hukum bicara terhadap penyebar luasan fitnah-fitnah itu.<br />
4. Janganlah kita memperturutkan hawa nafsu.<br />
5. Jauhi sikap suka membesar-besarkan suatu kabar burung apalagi ikut pula menyebarkannya.<br />
6. Dalam menghadapai suatu fitnah keji, cara yang terbaik janganlah membalasnya dengan fitnah baru.</p>
<p>Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah r.a<br />
dalam menghadapai cobaan fitnah berucap:<br />
“Kesabaran itu adalah indah<br />
dan Allah SWT sajalah yang akan menangani<br />
apa yang kalian katakan itu…”</p>
<p>Inilah sikap mulia beliau.<br />
Dan ini adalah adab Islam yang agung<br />
dalam menghadapi atau memperlakukan<br />
orang-orang yang suka menyebarluaskan fitnah itu.</p>
<p>Perlu kita camkan dan kita renungkan<br />
bahwa fitnah dan berita-berita bohong itu<br />
mudah dinyalakan dalam hati manusia<br />
manakala iman yang menjadi pemersatu kita lemah,<br />
karena menghadapi fitnah,<br />
tidak serupa dengan menghadapi musuh yang nyata”.</p>
<p>Iblis laknatullah dan bala tentranya dari jin dan manusia<br />
terus menyebarluaskan virus-virus penyakit hati<br />
untuk menjerumuskan manusia itu,<br />
maka semestinyalah kita selalu waspada,<br />
selalu membentengi diri dengan iman dan taqwa.</p>
<p>Sesuai dengna firman Allah SWT dalam surat An Naas (QS.114) : ayat 1-6.<br />
&#8221; Katakanlah, &#8220;Aku berlindung kepada Tuhan<br />
(yang memelihara dan menguasdai) manusia&#8230;.,<br />
Raja manusia &#8230;.,<br />
Sembahan manusia&#8230;.,<br />
dari kejahatan (bisikan) syaithan yang bisa bersembunyi,<br />
dari (golongan) jin dan manusia&#8230;&#8221;</p>
<p>Wallahu a&#8217;lamu bis-shawaab.<br />
Wassalamu&#8217;alaikum Wa rahmatullahi Wa barakatuh,<br />
Buya H. Mas&#8217;oed Abidin</p></div>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30224319&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=82637438819&#38;aid=-1&#38;oid=82637438819&#38;id=1402038180"></a></div>
</div>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30224320&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=82637438819&#38;aid=-1&#38;oid=82637438819&#38;id=1402038180"></a></div>
</div>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30224321&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=82637438819&#38;aid=-1&#38;oid=82637438819&#38;id=1402038180"><img class="alignleft size-medium wp-image-430" title="Buya Hamka dalam Dokumentasi Ed. Zulverdi" src="http://blogminangkabau.wordpress.com/files/2009/05/buya-hamka-dalam-dokumentasi-ed-zulverdi1.jpg?w=236" alt="Buya Hamka dalam Dokumentasi Ed. Zulverdi" width="236" height="300" /><img src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs034.snc1/4321_1079786480520_1402038180_30224321_1426119_n.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30224322&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=82637438819&#38;aid=-1&#38;oid=82637438819&#38;id=1402038180"></a></div>
</div>
<div class="note_footer clearfix">
<div id="commentable_item_82637438819" class="commentable_item with_comments expanded_comments hidden_add_button autoexpand_mode">
<div class="action_links_bottom"><span class="action_links_bottom">Updated 16 hours ago<span class="action_link_dash action_link_dash_1"><span style="color:#888888;"> · </span></span></span></div>
<div class="action_links_bottom"><span class="action_links_bottom"><a title="Click here to leave a comment"><span style="color:#3b5998;">Comment</span></a><span class="action_link_dash action_link_dash_2"><span style="color:#888888;"> </span></span></span></div>
<div id="comments_box_82637438819" class="comment_box">
<div id="feed_comments_target_82637438819_82637438819" class="target_comments selected_target_comments">
<div id="like_box_82637438819_82637438819" class="like_box has_likes like_not_exists">
<div class="ufi_section participants_not_expanded">
<div class="like_sentence_container">
<div class="like_sentence like_sentence_exists like_component_exists"><a title="Click here to stop liking this item"><span style="color:#3b5998;"><img class="like_box_thumb_icon spritemap_icons sx_icons_like_on" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/spacer.gif?8:11" alt="" /></span></a><a title="Radhi Muhammad" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=1073842480"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/profile6/318/10/q1073842480_518.jpg" alt="Radhi Muhammad" /></span></a></div>
</div>
</div>
</div>
<div id="feed_comments_82637438819_82637438819" class="comments_list_wrapper">
<div id="comments_paging_container_82637438819_82637438819" class="comments_paging_container">
<div id="comments_page_current_82637438819_82637438819">
<div id="comment_82637438819_82637438819_1898625" class="ufi_section">
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1898625" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=1073842480"><span style="color:#3b5998;">Radhi Muhammad</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 17:51 on 19 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc1caaa3843329984" class="comment_actual_text">kecek urang-urang Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan Buya..;-)</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1898658" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Hendra Ikhwan" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1199575707"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v228/484/17/q1199575707_6404.jpg" alt="Hendra Ikhwan" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1898658" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1199575707"><span style="color:#3b5998;">Hendra Ikhwan</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 17:53 on 19 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc1d4b99a11483166" class="comment_actual_text">hubungannya dengan kebangkitan nasional apa buya?</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1898881" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Masoed Abidin Za Jabbar" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1402038180"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/profile6/1869/31/q1402038180_8669.jpg" alt="Masoed Abidin Za Jabbar" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1898881" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1402038180"><span style="color:#3b5998;">Masoed Abidin Za Jabbar</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 18:08 on 19 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc1dd471338416356" class="comment_actual_text">Banyak sekali,<br />
menyebarnya isu dan fitnah,<br />
malah menjadi nasional ini bangkrut</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1898985" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Datuak Rajo Malako Yf" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=1080109302"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v223/1991/115/q1080109302_8488.jpg" alt="Datuak Rajo Malako Yf" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1898985" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=1080109302"><span style="color:#3b5998;">Datuak Rajo Malako Yf</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 18:14 on 19 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc1e6f70882371225" class="comment_actual_text">Sasuai tu Buya, dan sabaiknyo Kebangkitan Nasional dibarengi jo Kebangkitan Rasional dan Kebangkitan Spritual, baa ga ati tu Buya&#8230;&#8230;.</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1899123" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Masoed Abidin Za Jabbar" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1402038180"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/profile6/1869/31/q1402038180_8669.jpg" alt="Masoed Abidin Za Jabbar" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1899123" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1402038180"><span style="color:#3b5998;">Masoed Abidin Za Jabbar</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 18:25 on 19 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc1ef248817909897" class="comment_actual_text">Yo Baitu nan paralu,<br />
Fisik jo non fisik mesti seimbang</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1899408" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Nofri Nofrinaldi" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=1647531549"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v230/475/51/q1647531549_8192.jpg" alt="Nofri Nofrinaldi" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1899408" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=1647531549"><span style="color:#3b5998;">Nofri Nofrinaldi</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 18:47 on 19 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc1f8d40304827085" class="comment_actual_text">io lah buya,..enak nasehat dari tulisan buya ko sangat menyentuh,..oh iyo Buya titip ka urang kampuang jang lupo urang sumando awak nan surang tuh yo.</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1899453" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Masoed Abidin Za Jabbar" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1402038180"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/profile6/1869/31/q1402038180_8669.jpg" alt="Masoed Abidin Za Jabbar" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1899453" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1402038180"><span style="color:#3b5998;">Masoed Abidin Za Jabbar</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 18:51 on 19 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc200556a91039039" class="comment_actual_text text_exposed">iyo lah Nof &#8230;<br />
sabanta lai ado pertandingan sengit&#8230;<br />
antaro primordialisme vs egaliter &#8230;<br />
nama lah nan ka manang ko &#8230;<br />
asal wak ndak tajajah wak baliek&#8230;<span class="text_exposed_hide">&#8230; <span class="text_exposed_link"><a><strong><span style="color:#3b5998;font-size:xx-small;">Read more</span></strong></a></span></span><span class="text_exposed_show"><br />
Wassalam<br />
Buya HMA</span></div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1899615" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Tasril Moeis" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=1340755624"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v225/132/121/q1340755624_9028.jpg" alt="Tasril Moeis" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1899615" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=1340755624"><span style="color:#3b5998;">Tasril Moeis</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 19:02 on 19 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc20c283e02992409" class="comment_actual_text">Buya, mudah2 an sen lah awak2 ko lai bisa ba biliak2, babedo pandapek di ciek persoalan tapi di banyak hal lain bisa ba samo2, nothing personal kecek urang. Silatruhmi jalan taruih, tainda awak dari panyakik nan buya kecek kan tu</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1899828" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Dyan Eka Putri" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=1546263465"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v226/951/35/q1546263465_7107.jpg" alt="Dyan Eka Putri" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1899828" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=1546263465"><span style="color:#3b5998;">Dyan Eka Putri</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 19:16 on 19 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc214be4524436412" class="comment_actual_text">mokasi buya&#8230; sajuak hati tiok mambaco tulisan buya..</div>
<p>malenceng dari topik saketek buya,<br />
dyan buliah batanyo wakatu luang buya<br />
di bulan juni, ado wakatu buya tuak ka Tokyo buya???<span class="text_exposed_hide">&#8230; <span class="text_exposed_link"><a><strong><span style="color:#3b5998;font-size:xx-small;">Read more</span></strong></a></span></span></p>
<div><span class="text_exposed_show"><br />
kok dapek hari kamis barangkek , hari senin baliak<br />
maagiah pangajian di KMII buya<br />
(Keluarga Masyarakat Islam Indonesia) Jepang</span></div>
<div><span class="text_exposed_show">kalau ado bia dyan telp buya&#8230;</span></div>
<p><span class="text_exposed_show">jadi juo lah handak nyo batamu wak di negri sakura ko buya<br />
Ya Rabb.. amiinnn ^-^</p>
<p> </p>
<p></span></div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1900439" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Deri Manoppo" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=1363280817"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v228/551/93/q1363280817_1283.jpg" alt="Deri Manoppo" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1900439" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=1363280817"><span style="color:#3b5998;">Deri Manoppo</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 19:57 on 19 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc220109a44345747" class="comment_actual_text">ass wr wb &#8230;buya&#8230;nan paling sulit mengobatinya adalah penyakit hati,seperti iri,dengki,sombong,ria dan lain2nya&#8230;sangat sulit&#8230;setiap dari kita pasti pernah mengalaminya..ada yg cepat sadar ada yg tidak sadar bahwa itu salah&#8230;tolong buya&#8230;doa apa yg bs kita lafazkan setiap saat setiap waktu agar kita bs terhindar atau tidak melakukan penyakit hati tersebut ? terima kasi buya..wass..</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1902185" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Muhammad Tonas" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=1056890969"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v230/391/67/q1056890969_4491.jpg" alt="Muhammad Tonas" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1902185" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=1056890969"><span style="color:#3b5998;">Muhammad Tonas</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 21:50 on 19 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc228fd7161332841" class="comment_actual_text">pencerahan yang sangat luar biasa dalam kesumpekkan fitnah yang tersebar .</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1908686" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Masoed Abidin ZAbidin Jabbar" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1491995908"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v229/237/52/q1491995908_2453.jpg" alt="Masoed Abidin ZAbidin Jabbar" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1908686" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a class="x_to_hide" title="Click here to remove this comment"> </a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1491995908"><span style="color:#3b5998;">Masoed Abidin ZAbidin Jabbar</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 04:14 on 20 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc234905259372031" class="comment_actual_text text_exposed">@ ananda Dyan, Bulan Juni ka Tokyo, manga tu garangan ananda ??? Kiro-kiro bara ari nan paralu? Bulieh Buya caliek-caliek dulu dalam daftar kegiatan Buya, kok indak dapek tantu di lain wakatu sen barangkali. Baa alah salasai ujian ananda kini tu.. Moga berhasil dengan baik dan sempurna&#8230; Ibadah jan tinggakan yo ananda.. sampaikan pasan Buya ka kawan-kawan.. Wassalam dengan iringan do&#8217;a Buya.</div>
<p>@ Deri, Banyak do&#8217;a nan bisa kito baco&#8230;<br />
ALLAHUMMA ASHLIH DZATA BAININAA WA ALLIF BAINA QULUBINA WAHDINAA SUBULAS-SALAM WA NAJJINA MINADZ-DZULUMATI ILAAN-NUUR &#8230;<br />
Wahai Allah, perbaikilah apa yang ada di hati kami, dan satukan (pertautkan) hati hati kami, Bimbing kami di jalan yang penuh keselamatan, dan keluarkan kami dari kegelapan (hati, pikiran dan tindakan) ke tempat yang terang benderang (cahaya hidayah)&#8230;<span class="text_exposed_hide">&#8230; <span class="text_exposed_link"><a><strong><span style="color:#3b5998;font-size:xx-small;">Read more</span></strong></a></span></span></p>
<div><span class="text_exposed_show"><br />
ALLAHUMMA-FTAHLANA ABWABA RAHMATIKA &#8230;<br />
Wahai Allah bukakanlah untuk kami pintu-pintu Rahmat Mu &#8230;</span></div>
<div><span class="text_exposed_show">Salam Buya buat semua,<br />
Moga bermanfaat,<br />
Wassalam<br />
BuyaHMA</span></div>
<p><span class="text_exposed_show"> </p>
<p></span></div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1909664" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Zamrisyaf Sy" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=1849411305"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v226/812/66/q1849411305_8059.jpg" alt="Zamrisyaf Sy" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1909664" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=1849411305"><span style="color:#3b5998;">Zamrisyaf Sy</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 05:34 on 20 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div class="comment_actual_text text_exposed">ass wrhmtlh wbrkth, buya. buya, nampaknyo kito-kito ko sakaluarga, sakampuang, sanagari dan sa-negara tiok hari di sungguhi acara tv, baa caro mafitnah, baa caro malawan ka ranggaek, baa caro malawan ka guru dan banyaklai baa caro baa caro, yang intinyo mancalakokan timba baliak. Nampaknyo paralu terobosan/inovasi baa untuk mangatasinyo acara-acara<span class="text_exposed_hide">&#8230; </span></div>
<div class="comment_actual_text text_exposed"><span class="text_exposed_show">nan mancalakokan itu. </span></div>
<div class="comment_actual_text text_exposed"><span class="text_exposed_show">Nampaknyo kito tunggu &#8220;Iman yang bisa merobah dengan tangannya&#8221; dan bayak kito &#8220;selemah-lemah iman (dalam hati)&#8221;<br />
Yo satu-satu jalan, yo kito jago dirikito dan kito jago keluarga kito dari jilatan api neraka. wslm, buya.</span></div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1909951" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Dutamardin Umar" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=592552204"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v225/36/70/q592552204_9298.jpg" alt="Dutamardin Umar" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1909951" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=592552204"><span style="color:#3b5998;">Dutamardin Umar</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 05:55 on 20 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc24ff57b33088018" class="comment_actual_text">Penyakit hati namanya 4S. Orang Senang dia Susah, orang Susah dia Susah</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1910462" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Aslim Saleh" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1414591557"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v228/1827/102/q1414591557_271.jpg" alt="Aslim Saleh" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1910462" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1414591557"><span style="color:#3b5998;">Aslim Saleh</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 06:32 on 20 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc257818250494223" class="comment_actual_text">Asw.Wb Buya, Alhamdulillah, iyo bana apa nan buya kecekkan dan paparkan, sebagian mungkin jaweknyo bersatulah umat ISLAM, klu tdk asuang fitanah akan selalu terjadi antara kita.</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1910523" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Musfi Yendra" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=1520752538"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v229/131/41/q1520752538_3500.jpg" alt="Musfi Yendra" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1910523" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=1520752538"><span style="color:#3b5998;">Musfi Yendra</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 06:37 on 20 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc25f979b08862222" class="comment_actual_text">tulisan buya ambo upload ke padang-today.com. Boleh kan buya?</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1910568" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Nurlaila Zai" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=1103423032"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v223/993/38/q1103423032_8523.jpg" alt="Nurlaila Zai" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1910568" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=1103423032"><span style="color:#3b5998;">Nurlaila Zai</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 06:40 on 20 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc267c20563278309" class="comment_actual_text">Terima kasih buya.. memang susah dan serba salah hidup di zaman seperti sekarang ini. Sepertinya kita harus mempuasakan mata dan telinga dari hal-hal yang nggak bermanfaat. Juga kita harus istiqomah, agar tidak terpengaruh dengan gosip dan fitnah. Semoga Allah SWT memberi kekuatan bagi kita, agar bisa terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan, amiinn&#8230;i</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1910989" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Harini Rahmi" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=1159237716"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v227/1807/67/q1159237716_903.jpg" alt="Harini Rahmi" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1910989" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=1159237716"><span style="color:#3b5998;">Harini Rahmi</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 07:10 on 20 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc270877879055260" class="comment_actual_text">Terima kasih buya&#8230;<br />
Tulisan buya kembali mengingatkan kami akan hal-hal<br />
yang selama ini terabaikan,<br />
kesalahan yang saat ini dianggap sebagai trend of life yang sudah menjadi hal yang biasa u dilakukan, tanpa kami tau, bahwa ternyata kami sudah berada di tepi jurang&#8230;&#8230;<br />
semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan hidayahnya kepada kita semua, dan membukakan pintu TAUBAT bagi hambaNYA, Aminn ya rabbal alamin</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1911458" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Irmayani Suherman" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=1626013381"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v222/540/124/q1626013381_7247.jpg" alt="Irmayani Suherman" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1911458" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000080&#38;id=1626013381"><span style="color:#3b5998;">Irmayani Suherman</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 07:46 on 20 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a1393fc27afd6547229225" class="comment_actual_text">Asalamu&#8217;alaikum Buya&#8230;apakah hukumnya bagi kita kalau menonton, membaca, atau mendengar berita2 gosip? sekarang kan banyak acara2 infotainment di tv atau media lain untuk ditonton?</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_82637438819_82637438819_1912996" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Masoed Abidin Za Jabbar" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=806887155"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v226/796/82/q806887155_1171.jpg" alt="Masoed Abidin Za Jabbar" /></span></a></div>
<div id="comment_box_82637438819_82637438819_1912996" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=806887155"><span style="color:#3b5998;">Masoed Abidin Za Jabbar</span></a><span style="font-size:xx-small;"><span class="comment_meta_data"> at 09:54 on 20 May</span></span></div>
<div class="comment_text">
<div class="comment_actual_text text_exposed">Wa &#8216;alaykum salam wa Rahim<br />
@ Musfi, silahkan&#8230;<br />
Buya tidak keberatan,</div>
<p>@ Rky. Irmayeni, selamat di KL.<span class="text_exposed_hide">&#8230;</span></p>
<div class="comment_actual_text text_exposed"><span class="text_exposed_show">e.Zamrisyaf Yth,<br />
Yah memang ini yang selalu Buya sampaikan kecemasan, bahwa tayangan tv kita kurang mendidik,<br />
seperti termehek-mehek, silet dan sebagainya itu.<br />
Jika terpaksa melihat,<br />
dan juga di ikuti anak-anak kita,<br />
jangan lupa mengingatkan mereka<br />
bahwa tayangan ini termasuk gunjing,<br />
tidak baik untuk ditiru teladani&#8230;</span></div>
<p>@.e.Dutamardin Umar di Ombak badabue di Amrik,<br />
Tarimo kasih,<br />
tidak saja 4 S ada lagi istilah SMS,<br />
Sanang Malieh urang Susah, Susah Maliek urang Sanang,<br />
satu kebiasaan di luar pendidikan adat yang luhur,<br />
jauh dari akhlaqul karimah,<br />
perlu pendidikan kepedulian dengan basis,<br />
aqidah yang kuat dan akhlaq terpuji,<br />
Moga kita mampu mengarahkan ke sana&#8230;</p>
<p>Wassalam,<br />
BuyaHMA</p></div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Muraqabah, Muhasabah dan Muaqabah]]></title>
<link>http://masoedabidin.wordpress.com/2009/05/15/muraqabah-muhasabah-dan-muaqabah/</link>
<pubDate>Fri, 15 May 2009 01:14:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://masoedabidin.wordpress.com/2009/05/15/muraqabah-muhasabah-dan-muaqabah/</guid>
<description><![CDATA[    Masoed Abidin Muraqabah (merasa selalu diawasi Allah), Muhasabah (melakukan introspeksi), dan Mu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="presence" class="buddy_list_hidden">
<div id="presence_ui" class="clearfix">
<div id="presence_bar">
<div id="presence_bar_left">
<div id="presence_applications_tab" class="presence_bar_button presence_section">
<div class="inner_button"><img class="favi_apps spritemap_icons sx_icons_favicon" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/spacer.gif?8:11" alt="" /> </p>
<div id="chat_status_control" class="presence_menu_opts_wrapper show_popped_in hide_on_presence_error" style="display:none;"> <a href="http://masoedabidin.wordpress.com/profile.php?id=1402038180"><img src="http://profile.ak.facebook.com/profile6/1869/31/q1402038180_8669.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
</div>
</div>
<div id="presence_bar_right">
<div class="presence_menu_opts">
<div class="status_updates">
<div id="status_editor_chat">
<div class="chat_status_body status_empty">
<div class="chat_status_empty"><a class="chat_status_content status_edit_link"><span>Masoed Abidin</span> </a></div>
</div>
<div id="chat_status_editor_content">
<div class="status_composer">
<div class="status_composer_inner">
<div class="note_title"><span>Muraqabah (merasa selalu diawasi Allah), </span></div>
<div class="note_title"><span>Muhasabah (melakukan introspeksi), </span></div>
<div class="note_title"><span>dan Muaqabah (bertaubat, memperbaiki kesalahan)</span></div>
<div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix">
<div>Muraqabah</p>
<p>Muraqabah artinya merasa selalu diawasi oleh Allah SWT<br />
sehingga dengan kesadaran ini<br />
mendorong manusia senantiasa rajin<br />
melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.</p>
<p>Sesungguhnya manusia hakikinya selalu berhasrat<br />
dan ingin kepada kebaikan<br />
dan menjunjung nilai kejujuran dan keadilan,<br />
meskipun tidak ada orang yang melihatnya.</p>
<p>Kehati-hatian (mawas diri) adalah kesadaran.<br />
Kesadaran ini makin terpelihara dalam diri seseorang hamba<br />
jika meyakini bahwa Allah SWT senantiasa melihat dirinya.</p>
<p>Syeikh Ahmad bin Muhammad Ibnu Al Husain Al Jurairy mengatakan,<br />
« “Jalan kesuksesan itu dibangun di atas dua bagian.<br />
Pertama, hendaknya engkau memaksa jiwamu muraqabah (merasa diawasi) oleh Allah SWT.<br />
Kedua, hendaknya ilmu yang engkau miliki tampak di dalam perilaku lahiriahmu sehari-hari.” »</p>
<p>Syeikh Abu Utsman Al Maghriby mengatakan,<br />
« “Abu Hafs mengatakan kepadaku,<br />
‘manakala engkau duduk mengajar orang banyak<br />
jadilah seorang penasehat kepada hati dan jiwamu sendiri<br />
dan jangan biarkan dirimu tertipu oleh ramainya orang berkumpul di sekelilingmu,</p></div>
<div>sebab mungkin mereka hanya melihat wujud lahiriahmu,<br />
sedangkan Allah SWT memperhatikan wujud batinmu.” »</p>
<p>Dalam setiap keadaan seorang hamba tidak akan pernah terlepas dari ujian<br />
yang harus disikapinya dengan kesabaran, serta nikmat yang harus disyukuri.</p>
<p>Muraqabah adalah tidak berlepas diri dari kewajiban<br />
yang difardhukan Allah SWT yang mesti dilaksanakan,<br />
dan larangan yang wajib dihindari.</p>
<p>Muraqabah dapat membentuk mental dan kepribadian seseorang<br />
sehingga ia menjadi manusia yang jujur.</p>
<p>« Berlaku jujurlah engkau dalam perkara sekecil apapun<br />
dan di manapun engkau berada.</p>
<p>Kejujuran dan keikhlasan adalah dua hal yang harus engkau realisasikan dalam hidupmu.<br />
Ia akan bermanfaat bagi dirimu sendiri.</p>
<p>Ikatlah ucapanmu, baik yang lahir maupun yang batin,<br />
karena malaikat senantiasa mengontrolmu.<br />
Allah SWT Maha Mengetahui segala hal di dalam batin.</p>
<p>Seharusnya engkau malu kepada Allah SWT dalam setiap kesempatan<br />
dan seyogyanya hukum Allah SWT menjadi pegangan dlam keseharianmu.</p>
<p>Jangan engkau turuti hawa nafsu dan bisikan syetan,<br />
jangan sekali-kali engkau berbuat riya’ dan nifaq.<br />
Tindakan itu adalah batil.<br />
Kalau engkau berbuat demikian maka engkau akan disiksa.</p>
<p>Engkau berdusta&#8230;. ???,<br />
padalah Allah SWT mengetahui apa yang engkau rahasiakan.<br />
Bagi Allah tidak ada perbedaan antara yang tersembunyi dan yang terang-terangan,<br />
semuanya sama.</p>
<p>Bertaubatlah engkau kepada-Nya<br />
dan dekatkanlah diri kepada-Nya (Bertaqarrub)<br />
dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya<br />
dan menjauhi seluruh larangan-Nya.” » [1]</p>
<p>وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إلاَّ مَا سَعَى<br />
وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى<br />
ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ اْلأَوْفَى<br />
وَأَنَّ إِلَى رَبِّكَ الْمُنْتَهَى<br />
وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَى<br />
وَأَنَّهُ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا</p>
<p>“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh<br />
selain apa yang telah diusahakannya,<br />
dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).<br />
Kemudian akan diberi balasan kepadanya<br />
dengan balasan yang paling sempurna,<br />
dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),<br />
dan bahwasanya DIA yang menjadikan orang tertawa dan menangis,<br />
dan bahwasanya DIA yang mematikan<br />
dan yang menghidupkan.”<br />
(QS. An-Najm: 39-44)</p></div>
<div>Muhasabah</p>
<p>Muhasabah berarti introspeksi diri,<br />
menghitung diri dengan amal yang telah dilakukan.<br />
Manusia yang beruntung adalah manusia yang tahu diri,<br />
dan selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan kelak<br />
yang abadi di yaumul akhir.</p>
<p>Dengan melakasanakan Muhasabah,<br />
seorang hamba akan selalu menggunakan waktu dan jatah hidupnya<br />
dengan sebaik-baiknya,<br />
dengan penuh perhitungan baik amal ibadah mahdhah<br />
maupun amal sholeh berkaitan kehidupan bermasyarakat.</p>
<p>Allah SWT memerintahkan hamba untuk<br />
selalu mengintrospeksi dirinya<br />
dengan meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah SWT.</p>
<p>Diriwayatkan bahwa pada suatu ketika Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a.<br />
melaksanakan shalat shubuh.<br />
Selesai salam, ia menoleh ke sebelah kanannya dengan sedih hati.<br />
Dia merenung di tempat duduknya hingga terbit matahari,<br />
dan berkata ;</p>
<p>« “Demi Allah,<br />
aku telah melihat para sahabat (Nabi) Muhammad SAW.<br />
Dan sekarang aku tidak melihat sesuatu<br />
yang menyerupai mereka sama sekali.<br />
Mereka dahulu berdebu dan pucat pasi,<br />
mereka melewatkan malam hari<br />
dengan sujud dan berdiri karena Allah,<br />
mereka membaca kitab Allah dengan bergantian<br />
(mengganti-ganti tempat) pijakan kaki<br />
dan jidat mereka apabila menyebut Allah,<br />
mereka bergetar seperti pohon bergetar diterpa angin,<br />
mata mereka mengucurkan air mata<br />
membasahi pakaian mereka<br />
dan orang-orang sekarang<br />
seakan-akan lalai<br />
(bila dibandingkan dengan mereka).” »</p>
<p>Muhasabah dapat dilaksanakan dengan cara meningkatkan ubudiyah<br />
serta mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya.</p>
<p>Berbicara tentang waktu, seorang ulama yang bernama<br />
Malik bin Nabi berkata ;<br />
« “Tidak terbit fajar suatu hari,<br />
kecuali ia berseru,<br />
“Wahai anak cucu Adam,<br />
aku ciptaan baru yang menjadi saksi usahamu.<br />
Gunakan aku karena aku tidak akan kembali lagi<br />
sampai hari kiamat.” » [2]</p>
<p>Waktu terus berlalu,<br />
ia diam seribu bahasa,<br />
sampai-sampai manusia sering tidak menyadari<br />
kehadiran waktu dan melupakan nilainya.</p>
<p>Allah SWT bersumpah dengan berbagai kata<br />
yang menunjuk pada waktu<br />
3. Muraqabah</p>
<p>Muraqabah artinya merasa selalu diawasi oleh Allah SWT<br />
sehingga dengan kesadaran ini<br />
mendorong manusia senantiasa rajin<br />
melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.</p>
<p>Sesungguhnya manusia hakikinya selalu berhasrat<br />
dan ingin kepada kebaikan<br />
dan menjunjung nilai kejujuran dan keadilan,<br />
meskipun tidak ada orang yang melihatnya.</p>
<p>Kehati-hatian (mawas diri) adalah kesadaran.<br />
Kesadaran ini makin terpelihara dalam diri seseorang hamba<br />
jika meyakini bahwa Allah SWT senantiasa melihat dirinya.</p>
<p>Syeikh Ahmad bin Muhammad Ibnu Al Husain Al Jurairy mengatakan,<br />
« “Jalan kesuksesan itu dibangun di atas dua bagian.<br />
Pertama, hendaknya engkau memaksa jiwamu muraqabah (merasa diawasi) oleh Allah SWT.<br />
Kedua, hendaknya ilmu yang engkau miliki tampak di dalam perilaku lahiriahmu sehari-hari.” »</p>
<p>Syeikh Abu Utsman Al Maghriby mengatakan,<br />
« “Abu Hafs mengatakan kepadaku,<br />
‘manakala engkau duduk mengajar orang banyak<br />
jadilah seorang penasehat kepada hati dan jiwamu sendiri<br />
dan jangan biarkan dirimu tertipu oleh ramainya orang berkumpul di sekelilingmu,<br />
sebab mungkin mereka hanya melihat wujud lahiriahmu,<br />
sedangkan Allah SWT memperhatikan wujud batinmu.” »</p>
<p>Dalam setiap keadaan seorang hamba tidak akan pernah terlepas dari ujian<br />
yang harus disikapinya dengan kesabaran, serta nikmat yang harus disyukuri.</p>
<p>Muraqabah adalah tidak berlepas diri dari kewajiban<br />
yang difardhukan Allah SWT yang mesti dilaksanakan,<br />
dan larangan yang wajib dihindari.</p>
<p>Muraqabah dapat membentuk mental dan kepribadian seseorang<br />
sehingga ia menjadi manusia yang jujur.</p>
<p>« Berlaku jujurlah engkau dalam perkara sekecil apapun<br />
dan di manapun engkau berada.</p>
<p>Kejujuran dan keikhlasan adalah dua hal yang harus engkau realisasikan dalam hidupmu.<br />
Ia akan bermanfaat bagi dirimu sendiri.</p>
<p>Ikatlah ucapanmu, baik yang lahir maupun yang batin,<br />
karena malaikat senantiasa mengontrolmu.<br />
Allah SWT Maha Mengetahui segala hal di dalam batin.</p>
<p>Seharusnya engkau malu kepada Allah SWT dalam setiap kesempatan<br />
dan seyogyanya hukum Allah SWT menjadi pegangan dlam keseharianmu.</p>
<p>Jangan engkau turuti hawa nafsu dan bisikan syetan,<br />
jangan sekali-kali engkau berbuat riya’ dan nifaq.<br />
Tindakan itu adalah batil.<br />
Kalau engkau berbuat demikian maka engkau akan disiksa.</p>
<p>Engkau berdusta&#8230;. ???,<br />
padalah Allah SWT mengetahui apa yang engkau rahasiakan.<br />
Bagi Allah tidak ada perbedaan antara yang tersembunyi dan yang terang-terangan,<br />
semuanya sama.</p>
<p>Bertaubatlah engkau kepada-Nya<br />
dan dekatkanlah diri kepada-Nya (Bertaqarrub)<br />
dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya<br />
dan menjauhi seluruh larangan-Nya.” » [1]</p>
<p>وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إلاَّ مَا سَعَى<br />
وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى<br />
ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ اْلأَوْفَى<br />
وَأَنَّ إِلَى رَبِّكَ الْمُنْتَهَى<br />
وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَى<br />
وَأَنَّهُ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا</p>
<p>“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh<br />
selain apa yang telah diusahakannya,<br />
dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).<br />
Kemudian akan diberi balasan kepadanya<br />
dengan balasan yang paling sempurna,<br />
dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),<br />
dan bahwasanya DIA yang menjadikan orang tertawa dan menangis,<br />
dan bahwasanya DIA yang mematikan<br />
dan yang menghidupkan.”<br />
(QS. An-Najm: 39-44)</p>
<p>4. Muhasabah</p>
<p>Muhasabah berarti introspeksi diri,<br />
menghitung diri dengan amal yang telah dilakukan.<br />
Manusia yang beruntung adalah manusia yang tahu diri,<br />
dan selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan kelak<br />
yang abadi di yaumul akhir.</p>
<p>Dengan melakasanakan Muhasabah,<br />
seorang hamba akan selalu menggunakan waktu dan jatah hidupnya<br />
dengan sebaik-baiknya,<br />
dengan penuh perhitungan baik amal ibadah mahdhah<br />
maupun amal sholeh berkaitan kehidupan bermasyarakat.</p>
<p>Allah SWT memerintahkan hamba untuk<br />
selalu mengintrospeksi dirinya<br />
dengan meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah SWT.</p>
<p>Diriwayatkan bahwa pada suatu ketika Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a.<br />
melaksanakan shalat shubuh.<br />
Selesai salam, ia menoleh ke sebelah kanannya dengan sedih hati.<br />
Dia merenung di tempat duduknya hingga terbit matahari,<br />
dan berkata ;</p>
<p>« “Demi Allah,<br />
aku telah melihat para sahabat (Nabi) Muhammad SAW.<br />
Dan sekarang aku tidak melihat sesuatu<br />
yang menyerupai mereka sama sekali.<br />
Mereka dahulu berdebu dan pucat pasi,<br />
mereka melewatkan malam hari<br />
dengan sujud dan berdiri karena Allah,<br />
mereka membaca kitab Allah dengan bergantian<br />
(mengganti-ganti tempat) pijakan kaki<br />
dan jidat mereka apabila menyebut Allah,<br />
mereka bergetar seperti pohon bergetar diterpa angin,<br />
mata mereka mengucurkan air mata<br />
membasahi pakaian mereka<br />
dan orang-orang sekarang<br />
seakan-akan lalai<br />
(bila dibandingkan dengan mereka).” »</p>
<p>Muhasabah dapat dilaksanakan dengan cara meningkatkan ubudiyah<br />
serta mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya.</p>
<p>Berbicara tentang waktu, seorang ulama yang bernama<br />
Malik bin Nabi berkata ;<br />
« “Tidak terbit fajar suatu hari,<br />
kecuali ia berseru,<br />
“Wahai anak cucu Adam,<br />
aku ciptaan baru yang menjadi saksi usahamu.<br />
Gunakan aku karena aku tidak akan kembali lagi<br />
sampai hari kiamat.” » [2]</p>
<p>Waktu terus berlalu,<br />
ia diam seribu bahasa,<br />
sampai-sampai manusia sering tidak menyadari<br />
kehadiran waktu dan melupakan nilainya.</p>
<p>Allah SWT bersumpah dengan berbagai kata<br />
yang menunjuk pada waktu<br />
seperti Wa Al Lail (demi malam),<br />
Wa An Nahr (demi siang),<br />
dan lain-lain.</p>
<p>Waktu adalah modal utama manusia.<br />
Apabila tidak dipergunakan dengan baik,<br />
waktu akan terus berlalu.</p>
<p>Banyak sekali hadits Nabi SAW<br />
yang memperingatkan manusia<br />
agar mempergunakan waktu<br />
dan mengaturnya sebaik mungkin.</p>
<p>نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا َكثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَ الفَرَاغُ</p>
<p>“Dua nikmat yang sering disia-siakan banyak orang:<br />
Kesehatan dan kesempatan (waktu luang).”<br />
(H.R. Bukhari melalui Ibnu Abbas r.a).</p></div>
<div>Mu’aqabah</p>
<p>Muaqabah artinya pemberian sanksi terhadap diri sendiri.<br />
Apabila melakukan kesalahan<br />
atau sesuatu yang bersifat dosa<br />
maka ia segera menghapus dengan amal yang lebih utama<br />
meskipun terasa berat,<br />
seperti berinfaq dan sebagainya.</p>
<p>Kesalahan maupun dosa adalah kesesatan.</p>
<div>3. Muraqabah</p>
<p>Muraqabah artinya merasa selalu diawasi oleh Allah SWT<br />
sehingga dengan kesadaran ini<br />
mendorong manusia senantiasa rajin<br />
melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.</p>
<p>Sesungguhnya manusia hakikinya selalu berhasrat<br />
dan ingin kepada kebaikan<br />
dan menjunjung nilai kejujuran dan keadilan,<br />
meskipun tidak ada orang yang melihatnya.</p>
<p>Kehati-hatian (mawas diri) adalah kesadaran.<br />
Kesadaran ini makin terpelihara dalam diri seseorang hamba<br />
jika meyakini bahwa Allah SWT senantiasa melihat dirinya.</p>
<p>Syeikh Ahmad bin Muhammad Ibnu Al Husain Al Jurairy mengatakan,<br />
« “Jalan kesuksesan itu dibangun di atas dua bagian.<br />
Pertama, hendaknya engkau memaksa jiwamu muraqabah (merasa diawasi) oleh Allah SWT.<br />
Kedua, hendaknya ilmu yang engkau miliki tampak di dalam perilaku lahiriahmu sehari-hari.” »</p>
<p>Syeikh Abu Utsman Al Maghriby mengatakan,<br />
« “Abu Hafs mengatakan kepadaku,<br />
‘manakala engkau duduk mengajar orang banyak<br />
jadilah seorang penasehat kepada hati dan jiwamu sendiri<br />
dan jangan biarkan dirimu tertipu oleh ramainya orang berkumpul di sekelilingmu,<br />
sebab mungkin mereka hanya melihat wujud lahiriahmu,<br />
sedangkan Allah SWT memperhatikan wujud batinmu.” »</p>
<p>Dalam setiap keadaan seorang hamba tidak akan pernah terlepas dari ujian<br />
yang harus disikapinya dengan kesabaran, serta nikmat yang harus disyukuri.</p>
<p>Muraqabah adalah tidak berlepas diri dari kewajiban<br />
yang difardhukan Allah SWT yang mesti dilaksanakan,<br />
dan larangan yang wajib dihindari.</p>
<p>Muraqabah dapat membentuk mental dan kepribadian seseorang<br />
sehingga ia menjadi manusia yang jujur.</p>
<p>« Berlaku jujurlah engkau dalam perkara sekecil apapun<br />
dan di manapun engkau berada.</p>
<p>Kejujuran dan keikhlasan adalah dua hal yang harus engkau realisasikan dalam hidupmu.<br />
Ia akan bermanfaat bagi dirimu sendiri.</p>
<p>Ikatlah ucapanmu, baik yang lahir maupun yang batin,<br />
karena malaikat senantiasa mengontrolmu.<br />
Allah SWT Maha Mengetahui segala hal di dalam batin.</p>
<p>Seharusnya engkau malu kepada Allah SWT dalam setiap kesempatan<br />
dan seyogyanya hukum Allah SWT menjadi pegangan dlam keseharianmu.</p>
<p>Jangan engkau turuti hawa nafsu dan bisikan syetan,<br />
jangan sekali-kali engkau berbuat riya’ dan nifaq.<br />
Tindakan itu adalah batil.<br />
Kalau engkau berbuat demikian maka engkau akan disiksa.</p>
<p>Engkau berdusta&#8230;. ???,<br />
padalah Allah SWT mengetahui apa yang engkau rahasiakan.<br />
Bagi Allah tidak ada perbedaan antara yang tersembunyi dan yang terang-terangan,<br />
semuanya sama.</p>
<p>Bertaubatlah engkau kepada-Nya<br />
dan dekatkanlah diri kepada-Nya (Bertaqarrub)<br />
dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya<br />
dan menjauhi seluruh larangan-Nya.” » [1]</p>
<p>وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إلاَّ مَا سَعَى<br />
وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى<br />
ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ اْلأَوْفَى<br />
وَأَنَّ إِلَى رَبِّكَ الْمُنْتَهَى<br />
وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَى<br />
وَأَنَّهُ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا</p>
<p>“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh<br />
selain apa yang telah diusahakannya,<br />
dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).<br />
Kemudian akan diberi balasan kepadanya<br />
dengan balasan yang paling sempurna,<br />
dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),<br />
dan bahwasanya DIA yang menjadikan orang tertawa dan menangis,<br />
dan bahwasanya DIA yang mematikan<br />
dan yang menghidupkan.”<br />
(QS. An-Najm: 39-44)</p>
<p>4. Muhasabah</p>
<p>Muhasabah berarti introspeksi diri,<br />
menghitung diri dengan amal yang telah dilakukan.<br />
Manusia yang beruntung adalah manusia yang tahu diri,<br />
dan selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan kelak<br />
yang abadi di yaumul akhir.</p>
<p>Dengan melakasanakan Muhasabah,<br />
seorang hamba akan selalu menggunakan waktu dan jatah hidupnya<br />
dengan sebaik-baiknya,<br />
dengan penuh perhitungan baik amal ibadah mahdhah<br />
maupun amal sholeh berkaitan kehidupan bermasyarakat.</p>
<p>Allah SWT memerintahkan hamba untuk<br />
selalu mengintrospeksi dirinya<br />
dengan meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah SWT.</p>
<p>Diriwayatkan bahwa pada suatu ketika Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a.<br />
melaksanakan shalat shubuh.<br />
Selesai salam, ia menoleh ke sebelah kanannya dengan sedih hati.<br />
Dia merenung di tempat duduknya hingga terbit matahari,<br />
dan berkata ;</p>
<p>« “Demi Allah,<br />
aku telah melihat para sahabat (Nabi) Muhammad SAW.<br />
Dan sekarang aku tidak melihat sesuatu<br />
yang menyerupai mereka sama sekali.<br />
Mereka dahulu berdebu dan pucat pasi,<br />
mereka melewatkan malam hari<br />
dengan sujud dan berdiri karena Allah,<br />
mereka membaca kitab Allah dengan bergantian<br />
(mengganti-ganti tempat) pijakan kaki<br />
dan jidat mereka apabila menyebut Allah,<br />
mereka bergetar seperti pohon bergetar diterpa angin,<br />
mata mereka mengucurkan air mata<br />
membasahi pakaian mereka<br />
dan orang-orang sekarang<br />
seakan-akan lalai<br />
(bila dibandingkan dengan mereka).” »</p>
<p>Muhasabah dapat dilaksanakan dengan cara meningkatkan ubudiyah<br />
serta mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya.</p>
<p>Berbicara tentang waktu, seorang ulama yang bernama<br />
Malik bin Nabi berkata ;<br />
« “Tidak terbit fajar suatu hari,<br />
kecuali ia berseru,<br />
“Wahai anak cucu Adam,<br />
aku ciptaan baru yang menjadi saksi usahamu.<br />
Gunakan aku karena aku tidak akan kembali lagi<br />
sampai hari kiamat.” » [2]</p>
<p>Waktu terus berlalu,<br />
ia diam seribu bahasa,<br />
sampai-sampai manusia sering tidak menyadari<br />
kehadiran waktu dan melupakan nilainya.</p>
<p>Allah SWT bersumpah dengan berbagai kata<br />
yang menunjuk pada waktu<br />
seperti Wa Al Lail (demi malam),<br />
Wa An Nahr (demi siang),<br />
dan lain-lain.</p>
<p>Waktu adalah modal utama manusia.<br />
Apabila tidak dipergunakan dengan baik,<br />
waktu akan terus berlalu.</p>
<p>Banyak sekali hadits Nabi SAW<br />
yang memperingatkan manusia<br />
agar mempergunakan waktu<br />
dan mengaturnya sebaik mungkin.</p>
<p>نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا َكثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَ الفَرَاغُ</p>
<p>“Dua nikmat yang sering disia-siakan banyak orang:<br />
Kesehatan dan kesempatan (waktu luang).”<br />
(H.R. Bukhari melalui Ibnu Abbas r.a).</p>
<p>5. Mu’aqabah</p>
<p>Muaqabah artinya pemberian sanksi terhadap diri sendiri.<br />
Apabila melakukan kesalahan<br />
atau sesuatu yang bersifat dosa<br />
maka ia segera menghapus dengan amal yang lebih utama<br />
meskipun terasa berat,<br />
seperti berinfaq dan sebagainya.</p>
<p>Kesalahan maupun dosa adalah kesesatan.</p>
<p>Oleh karena itu agar manusia tidak tersesat<br />
hendaklah manusia bertaubat kepada Allah,<br />
mengerjakan kebajikan sesuai dengan norma yang ditentukan<br />
untuk menuju ridha dan ampunan Allah.</p>
<p>Berkubang dan hanyut dalam kesalahan<br />
adalah perbuatan yang melampaui batas<br />
dan wajib ditinggalkan.</p>
<p>Di dalam ajaran Islam,<br />
orang baik adalah orang yang manakala berbuat salah,<br />
bersegera mengakui dirinya salah,<br />
kemudian bertaubat,<br />
dalam arti kembali ke jalan Allah<br />
dan berniat dan berupaya kuat<br />
untuk tidak akan pernah mengulanginya untuk kedua kalinya.</p>
<p>Shadaqallahul’azhim. Allahu A’lamu Bissawab.</p>
<p>Wassaalamu&#8217;alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh,<br />
Buya H. Mas&#8217;oed Abidin</p>
<p>Catatan kaki ;</p>
<p>[1] Syeikh Abdul Kadir Jailany memberikan nasehat kepada kita sebagaimana</p></div>
<div>yang terdapat dalam kitabnya Al Fathu Arrabbaani wa Al Faidh Ar Rahmaani.</p>
<p>[2] Malik bin Nabi dalam bukunya Syuruth An Nahdhah</p></div>
<div>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30212683&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=78470868819&#38;aid=-1&#38;oid=78470868819&#38;id=1402038180"></a></div>
</div>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30212684&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=78470868819&#38;aid=-1&#38;oid=78470868819&#38;id=1402038180"></a></div>
</div>
<div class="note_footer clearfix">
<div id="commentable_item_78470868819" class="commentable_item with_comments expanded_comments hidden_add_button autoexpand_mode">
<div class="action_links_bottom"><span class="action_links_bottom"></p>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30212683&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=78470868819&#38;aid=-1&#38;oid=78470868819&#38;id=1402038180"></a></div>
</div>
<div class="photo photo_none"></div>
<p></span></div>
<div class="action_links_bottom"><span class="action_links_bottom">Ditulis sekitar satu minggu yang lalu<span class="action_link_dash action_link_dash_1"> · </span></span></div>
<div class="action_links_bottom"><span class="action_links_bottom"><a title="Klik di sini untuk meninggalkan komentar">Komentar</a><span class="action_link_dash action_link_dash_2"> ; </span></span></div>
<div id="comments_box_78470868819" class="comment_box">
<div id="feed_comments_target_78470868819_78470868819" class="target_comments selected_target_comments">
<div id="like_box_78470868819_78470868819" class="like_box has_likes like_not_exists">
<div class="ufi_section">
<div class="like_sentence_container">
<div class="like_sentence like_sentence_exists like_component_exists"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1662848030">Darwin Chalidi</a>, <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1160540456">Ihsan Dalimus Pokiah Kayo</a>, <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1617301725">Ririn Rahedi Murtiningrum</a></div>
<div class="like_sentence like_sentence_exists like_component_exists">dan <a class="like_users_link" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000004&#38;id=78470868819&#38;gr=2409997254">5 orang lainnya</a> menyukai ini.</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="feed_comments_78470868819_78470868819" class="comments_list_wrapper">
<div id="comment_78470868819_78470868819_1691250" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Elmirizal Chanan" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1494309441"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v222/1910/83/q1494309441_2349.jpg" alt="Elmirizal Chanan" /></span></a></div>
<div id="comment_box_78470868819_78470868819_1691250" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a class="x_to_hide" title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"> </a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1494309441">Elmirizal Chanan</a><span class="comment_meta_data"> pada 14:06 06 Mei</span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a0cbffc88b0f3a97894579" class="comment_actual_text">Tarima kasih Buya lah Tag saya dalam catatan ini, Muraqabah bagi saya memang terasa berat se olah2 ada dinding pembatas antara pengawasan Allah dengan perbuatan saya,, sehingga sering terjadi ke alphaan,,</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_78470868819_78470868819_1691295" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Masoed Abidin Za Jabbar" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1402038180"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/profile6/1869/31/q1402038180_8669.jpg" alt="Masoed Abidin Za Jabbar" /></span></a></div>
<div id="comment_box_78470868819_78470868819_1691295" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a class="x_to_hide" title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"> </a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1402038180">Masoed Abidin Za Jabbar</a><span class="comment_meta_data"> pada 14:13 06 Mei</span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a0cbffc8924b0943634032" class="comment_actual_text">Asal kita selalu berusaha kearah itu&#8230;<br />
Insyaallah akan dimudahkan semua jalan..<br />
Amin</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_78470868819_78470868819_1691307" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Elmirizal Chanan" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1494309441"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v222/1910/83/q1494309441_2349.jpg" alt="Elmirizal Chanan" /></span></a></div>
<div id="comment_box_78470868819_78470868819_1691307" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a class="x_to_hide" title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"> </a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1494309441">Elmirizal Chanan</a><span class="comment_meta_data"> pada 14:14 06 Mei</span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a0cbffc8992f5481678460" class="comment_actual_text">Amiin Yaa Rabbal Alamiin</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_78470868819_78470868819_1691367" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Rafika Dewi" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1459036992"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v223/1685/54/q1459036992_9473.jpg" alt="Rafika Dewi" /></span></a></div>
<div id="comment_box_78470868819_78470868819_1691367" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a class="x_to_hide" title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"> </a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1459036992">Rafika Dewi</a><span class="comment_meta_data"> pada 14:23 06 Mei</span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a0cbffc8a01d9937445654" class="comment_actual_text">Terima kasih buya atas catatanny, mdh2an bisa menjadi pengingat atw alarm ketika saya lupa,,</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_78470868819_78470868819_1691604" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Ahmad Badius Syukri" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1086500309"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v230/1641/97/q1086500309_368.jpg" alt="Ahmad Badius Syukri" /></span></a></div>
<div id="comment_box_78470868819_78470868819_1691604" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a class="x_to_hide" title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"> </a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1086500309">Ahmad Badius Syukri</a><span class="comment_meta_data"> pada 14:48 06 Mei</span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a0cbffc8a8240296240764" class="comment_actual_text">Tarimo kasi buya,mudah2an kita selalu mandapek rahmat dan lindungan serta bimbingan dari Allah SWT amin yarabbark &#8216;alamiin</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_78470868819_78470868819_1692350" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Hilman Damanhuri" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1704260034"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v225/1283/19/q1704260034_3325.jpg" alt="Hilman Damanhuri" /></span></a></div>
<div id="comment_box_78470868819_78470868819_1692350" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a class="x_to_hide" title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"> </a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1704260034">Hilman Damanhuri</a><span class="comment_meta_data"> pada 16:31 06 Mei</span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a0cbffc8af381705802491" class="comment_actual_text">Tarimo kasih banyak Buya&#8230;.<br />
apa ada hubungan antara &#8221; Istainu bi sobri wa sholah&#8230;&#8221; dan &#8221; qu amfusikum wa ahlikum&#8230;&#8221; dengan yang buya tuliskan ini, seperti apa itu Buya?</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_78470868819_78470868819_1693459" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Masoed Abidin Za Jabbar" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1402038180"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/profile6/1869/31/q1402038180_8669.jpg" alt="Masoed Abidin Za Jabbar" /></span></a></div>
<div id="comment_box_78470868819_78470868819_1693459" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a class="x_to_hide" title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"> </a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1402038180">Masoed Abidin Za Jabbar</a><span class="comment_meta_data"> pada 18:42 06 Mei</span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a0cbffc8b6827942148587" class="comment_actual_text">Ananda Hilman Damanhuri,<br />
Ista&#8217;inuu bis-shabri &#8230;.<br />
was-shalah &#8230;<br />
Dua cara yang di ajarkan bagaimana caranya<br />
berharap (raja&#8217;a) kepada Allah SWT,<span class="text_exposed_hide">&#8230; <span class="text_exposed_link"><a>Baca Selengkapnya</a></span></span><span class="text_exposed_show"><br />
dengan shabr, bermakna luas di antaranya, teguh,<br />
istiqamah, kuntinyu, berketerusan tidak terputus &#8230;<br />
sebagai bagian dari istislaam dan tawakkal kepada Allah&#8230;<br />
Kemudian, dengan shalat (do&#8217;a),<br />
Dalam melaksanakan ibadah, atau apa saja kegiatan&#8230;<br />
sama sekali seorang mukmin dilarang berputus harap<br />
terhadap Rahmat Allah &#8230;<br />
Yang berputus harap terhadap Allah hanya orang kafir,<br />
di sini letak substansi iman kepada qadar dan qadha itu&#8230;<br />
Selanjutnya &#8220;menjaga diri dan keluarga&#8221; &#8230;<br />
adalah kewajiban yang tidak boleh dilalaikan&#8230;<br />
sebab &#8220;antum a&#8217;lam bi umuri dunyakum&#8221;&#8230;<br />
atau kamu lebih paham soal dunia kamu &#8230;<br />
namun &#8220;wa maa kana amri dinikum fa ilayya&#8221; ..<br />
yakni soal agama urusannya hanya sunnah Rasul SAW,<br />
di sini letak urgensi dari menjaga diri dan keluarga itu&#8230;<br />
Moga kita sanggup menjaganaya ..<br />
Amin,<br />
Wassalam</span></div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_78470868819_78470868819_1705062" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Nurlaila Zai" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1103423032"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v223/993/38/q1103423032_8523.jpg" alt="Nurlaila Zai" /></span></a></div>
<div id="comment_box_78470868819_78470868819_1705062" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a class="x_to_hide" title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"> </a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1103423032">Nurlaila Zai</a><span class="comment_meta_data"> pada 8:24 07 Mei</span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a0cbffc8c8f72a05765979" class="comment_actual_text">Tarimo kasih buya, mudahan-mudahan kita termasuk ke dalam kelompok ummat yang selalu &#8220;muraqabah, muhasabah, dan muaqabah, ammiinn&#8230;</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p> </p></div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ "PENDIDIKAN dan KEJUJURAN"]]></title>
<link>http://masoedabidin.wordpress.com/2009/05/15/pendidikan-dan-kejujuran/</link>
<pubDate>Fri, 15 May 2009 00:27:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://masoedabidin.wordpress.com/2009/05/15/pendidikan-dan-kejujuran/</guid>
<description><![CDATA[Hikmah Jum&#8217;at ; PENDIDIKAN DAN KEJUJURAN   OLEH : H. MAS’OED ABIDIN وَ نَعُوْذُ بِاللهِ تَعَال]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="note_header">
<div class="note_title_share clearfix">
<div class="note_title"><span>Hikmah Jum&#8217;at ;</span></div>
</div>
</div>
<div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix">
<div><strong>PENDIDIKAN DAN KEJUJURAN</strong></div>
<p> </p>
<div><strong>OLEH : H. MAS’OED ABIDIN</strong></div>
<p><strong>وَ نَعُوْذُ بِاللهِ تَعَالىَ مِنْ سُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ مَنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا<br />
، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ<br />
وَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ<br />
وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ، أَدَّى الأَمَانَةَ<br />
وَ بَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَ نَصَحَ لِلأُمَّةِ، وَ جَاهَدَ فيِ اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ<br />
أَمَّا بَعْدُ</strong></p>
<p><strong>Martabat manusia ditentukan oleh akhlaknya.<br />
Pematangan sikap pribadi berawal dari rumah tangga.<br />
Menanamkan perangai yang jujur.</strong></p>
<p><strong>Membentuk perangai umat harus dimulai dengan menanam sahsiah pada keluarga.<br />
Pembinaan rohani anggota keluarga dilaksanakan dengan agama.</strong></p>
<p><strong>Syahshiah (شخصية) bermakna pribadi, sifat individu, gaya hidup, kepercayaan,<br />
harapan, nilai, motif, pemikiran, perasaan,<br />
budi pekerti, persepsi, tabiat, sikap dan watak seseorang.</strong></p>
<p><strong>Watak kepribadian semestinya dilatih sedari kecil.<br />
Peribadi yang baik dan penampilan menarik,<br />
mesti dipertahankan oleh seorang sejak masa kanak-kanak.<br />
Sifat-sifat baik akan memberikan hasil dan kesan mendalam di tengah kehidupan.<br />
Kejujuran adalah akhlak utama para Nabi dan Rasul.</strong></p>
<p><strong>Rasulullah SAW mengajarkan<br />
untuk mendidik diri dengan menanamkan sifat jujur dengan dasar Iman.</strong></p>
<p><strong>(رواه مسلم و أحمد)</strong></p>
<p><strong>“ Iman itu adalah,<br />
engkau beriman kepada Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya,<br />
kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat dan qadar “.<br />
(HR.Muslim dan Ahmad).</strong></p>
<p><strong>Agama Islam memperhatikan serius moral terpuji, benar, damai, jujur dan adil.</strong></p>
<p><strong>« Wahai orang-orang yang beriman,<br />
jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan,<br />
menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri,<br />
atau ibu bapa dan kaum kerabatmu.<br />
jika ia &#8212; orang yang tergugat atau yang terdakwa &#8212; kaya ataupun miskin,<br />
maka Allah lebih tahu kemaslahatannya.<br />
Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran.<br />
Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi,<br />
Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui segala apa yang kamu kerjakan. »<br />
(Q.S.An Nisaa’: 135)</strong></p>
<p><strong>Kejujuran menghidangkan pesona kehidupan dan ketenangan bagi pelakunya.<br />
Kebohongan membuat jiwa bimbang dan goncang.</strong></p>
<p><strong>Hidup tidak berarti jika tidak dihiasi kejujuran.<br />
Limpahan harta yang banyak akan menjadi siksa, bila tidak ada kejujuran.<br />
Kejujuran adalah pondasi utama membangun bangsa.<br />
Betapapun besarnya sebuah bangsa,<br />
ketika kejujuran telah sirna, maka hancurlah bangsa itu.</strong></p>
<p><strong>Agama Islam memerintahkan agar menjauhi dusta dan ketidakjujuran.<br />
Bohong menjadikan hukum rusak.<br />
Bohong menjadikan kehormatan terinjak-injak dan berbagai kejahatan merajalela.<br />
Bohong menjadikan putus hubungan persaudaraan dan timbul konflik hubungan manusia.</strong></p>
<p><strong>SIKAP LALAI AKAN MENGHAPUS KEJUJURAN</strong></p>
<p><strong>Penyakit hati yang berbahaya ialah futuur atau lalai,<br />
yang melahirkan malas dan lamban berkarya dan beramal.</strong></p>
<p><strong>Allah SWT membagi waktu dengan teratur,<br />
« dan Kami jadikan malam sebagai pakaian<br />
&#8211; Malam itu disebut sebagai pakaian karena malam itu gelap<br />
menutupi jagat sebagai pakaian menutupi tubuh manusia. &#8211;,<br />
dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, »<br />
(QS.78,An-Naba’ :10-11).</strong></p>
<p><strong>Rasul SAW pesankan berbuat tanpa kebosanan.</strong></p>
<p><strong>“Lakukanlah amal itu sebatas kesanggupanmu.<br />
Sesungguhnya Allah tidak akan bosan sehingga kalian merasa bosan,<br />
dan sesungguhnya amal yang paling disukai Allah ialah<br />
amal yang di kerjakan terus menerus sekalipun sedikit.”<br />
(HR.Muttafaqun ‘Alaih)</strong></p>
<p><strong>FAKTOR PENYEBAB HILANG KEJUJURAN ;</strong></p>
<p><strong>1. MELAMPAUI BATAS (ekstrim, ghuluw),<br />
berlebihan dan melampaui batas dalam aturan agama.<br />
Sabda Rasul SAW :<br />
“Jauhilah sikap ghuluw (belebih-lebihan) dalam beragama,<br />
karena sesungguhnya orang sebelum kamu<br />
telah binasa akibat sikap itu.”<br />
(HR. Ahmad).</strong></p>
<p><strong>2. MENGANGGAP ENTENG YANG MUBAH (boleh),<br />
seperti makan minum,<br />
“Barangsiapa yang (terlalu) kenyang,<br />
maka ia akan mudah ditimpa enam penyakit, yakni :<br />
(1). hilangnya rasa nikmat,<br />
(2). tidak mampu memetik hikmah,<br />
(3). lenyap rasa kasih sayang,<br />
(4). kikir, – karena mengira bahwa semua makhluk kenyang seperti dirinya,<br />
(5). malas dalam beribadah, dan<br />
(6). menguat dorongan nafsu syahwat.”<br />
(lihat Ihyaa’ ‘Ulumuddin Abu Sulaiman).</strong></p>
<p><strong>3. SUKA MELAKUKAN YANG HARAM DAN SYUBHAT.<br />
Sabda Rasulullah :<br />
“ Tubuh yang tumbuh dari sesuatu yang haram,<br />
maka ia lebih banyak tempatnya di neraka. ”<br />
(H.R At Tirmidzi).</strong></p>
<p><strong>4. TIDAK INGAT KEMATIAN DAN KEHIDUPAN AKHIRAT.<br />
Rasulullah SAW bersabda:<br />
“Dulu aku melarang kalian berziarah kubur,<br />
namun sekarang berziarahlah,<br />
karena hal itu akan menjadikan sikap zuhud di dunia<br />
dan akan mengingatkan pada akhirat. ”<br />
(H.R. Ahmad).</strong></p>
<p><strong>5. SUKA BERMAKSIAT DAN REMEHKAN DOSA KECIL.<br />
Rasulullah SAW bersabda:<br />
“Jika seorang mukmin melakukan dosa,<br />
berarti ia telah memberi setitik noda hitam pada hatinya.<br />
Jika ia bertaubat, tidak meneruskan dosanya,<br />
dan memohon ampunan, maka hatinya kembali berkilau.<br />
Akan tetapi jika ia berulang-ulang melakukan hal itu,<br />
maka akan bertambah pula noda hitam yang menutupi hatinya,<br />
dan itulah ‘Ar Raan’ sebagaimana yang difirmankan ‘Azza wa Jalla,<br />
‘Sekali-kali tidak (demikian),<br />
sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu<br />
menutupi hati mereka.”<br />
(H.R. Ahmad dan Ashhaabus Sunan)</strong></p>
<p><strong>6. MEMISAHKAN DIRI DARI JAMAAH DAN ’UZLAH<br />
« dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah,<br />
dan janganlah kamu bercerai berai,<br />
dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu<br />
ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan,<br />
Maka Allah mempersatukan hatimu,<br />
lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara;… »<br />
(QS.3,Ali Imran : 103)</strong></p>
<p><strong>Rasulullah SAW bersabda:<br />
“Berjamaah (bersama-samalah) kalian,<br />
karena sesungguhnya syetan menyertai orang yang sendiri,<br />
dan dia akan menjauhi orang yang berdua.<br />
Barangsiapa yang ingin masuk ke taman surga,<br />
hendaklah ia komitmen dengan jamaah.”<br />
(H.R. Tirmidzi).</strong></p>
<p><strong>MENGATASI PENYAKIT HATI ;<br />
a). Jauhi berbuat dosa dan maksiat kecil dan besar.<br />
b). Teguh (istiqamah) lakukan ‘amal-yaumiyah (harian), perbanyak zikir, dirikan shalat nawafil, dan membaca Al Qur’an.<br />
c). Menghadiri majelis ilmu, pengajian.<br />
d). Suka bergaul dengan orang-orang shaleh, ahli ibadah.<br />
e). Pelajari sejarah (sirah nabawi) dan para shahabat atau orang-orang shaleh lainnya.<br />
f). Ingati kematian, kejar surga dan menghindar dari azab neraka.<br />
g). Jalankan ajaran agama dengan ketaatan sepenuh hati.<br />
« dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. » (QS.8, Al Anfal : 46)<br />
h). Koreksi diri dan hitung betapa amal dilakukan.<br />
i). Atur waktu dengan cermat.<br />
j). Hindarkan diri dari sikap berlebihan.<br />
k). Jauhi perbuatan bid’ah<br />
l). Terapkan sunnah Rasulullah dalam kehidupan.</strong></p>
<p><strong>Allahumma shalli ‘alaa Muhammad,<br />
wa ‘alaa alihii wa ash-habihii ajma’in.</strong></p>
<p><strong>رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَِلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيـْـمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فيِ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا<br />
رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَحِيْمٌ.<br />
وَ أَقِمِ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ اْلمُنْكَرِ وَ لَذِكْرُ اللهِ أَ ْكـبَرُ الحَمْدُ ِللهِ، نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَسْتَهْدِيْهِ عَلَيْكُمْ بمَِا تَطِيْقُوْنَ فَوَاللهِ لاَ يَمَلُّ اللهُ حتىَّ تَمَلُّوا وَ كَانَ أَحَبُ الدِّينَ مَا دَامَ صَاحِبُهُ عَلَيْهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ المُؤْمِنَاتِ وَ المُسْلِمِيْنَ وَ اْلمُسْلِمَاتِ، اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ اْلأَمْوَاتِ الإِيْــماَنُ أَنْ تُؤمِنَ بِاللهِ و مَلاَئِكَتِهِ و كُتُبِهِ و رُسُلِهِ و بِالْيَوْمِ الآخِر و الْقَدرِ . </strong></p>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30214279&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=79033803819&#38;aid=-1&#38;oid=79033803819&#38;id=1402038180"><img style="width:460px;" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs012.snc1/2919_1075648777080_1402038180_30214279_5775723_n.jpg" alt="" /></a></div>
<div class="caption">Masjid Kotogadang yang sed<a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30214279&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=79033803819&#38;aid=-1&#38;oid=79033803819&#38;id=1402038180"><img class="alignleft size-full wp-image-523" title="(JPEG Image, 236×290 pixels)Tangga al Haram" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/05/jpeg-image-236c397290-pixelstangga-al-haram.jpeg" alt="(JPEG Image, 236×290 pixels)Tangga al Haram" width="236" height="290" /></a>ang dibangun kembali, setelah runtuh disebabkan gempa tahun 2007. Sekarang dalam penyelesaiannya&#8230;</div>
</div>
</div>
<div class="action_links_bottom"><span class="action_links_bottom">Ditulis sekitar satu minggu yang lalu<span class="action_link_dash action_link_dash_1"> ·<br />
</span></span></div>
<div id="like_box_79033803819_79033803819" class="like_box has_likes like_not_exists">
<div class="ufi_section">
<div class="like_sentence_container">
<div class="like_sentence like_sentence_exists like_component_exists"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=690906531">Evy Nizhamul</a>, <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1248024501">Metra Wirman</a> dan <a class="like_users_link" href="http://www.facebook.com/s.php?k=100000004&#38;id=79033803819&#38;gr=2409997254">2 lainnya</a> menyukai ini.</div>
<div class="like_sentence like_sentence_not_exists like_component_not_exists"><a title="Suka"><img class="like_box_thumb_icon spritemap_icons sx_icons_like_off" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/spacer.gif?8:11" alt="" /></a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=690906531"></a></div>
</div>
</div>
</div>
<div id="feed_comments_79033803819_79033803819" class="comments_list_wrapper">
<div class="ufi_section show_all_link"><a>Tampilkan komentar lainnya&#8230;</a></div>
<div id="comment_79033803819_79033803819_1752535" class="ufi_section">
<div id="comment_box_79033803819_79033803819_1752535" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1701294127">Zulfendra Tasar</a><span class="comment_meta_data"> pada 11:29 10 Mei</span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a0cb30c6032b0d49291776" class="comment_actual_text">dulu ktika mhs swaktu tinggal di YAS sering dengar ceramah2 buya&#8230;</div>
<div class="comment_actual_text">terkenang kembali kepada buya&#8230;</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_79033803819_79033803819_1753092" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Masoed Abidin ZAbidin Jabbar" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1491995908"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v229/237/52/q1491995908_2453.jpg" alt="Masoed Abidin ZAbidin Jabbar" /></span></a></div>
<div id="comment_box_79033803819_79033803819_1753092" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a class="x_to_hide" title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"></a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1491995908">Masoed Abidin ZAbidin Jabbar</a><span class="comment_meta_data"> pada 12:46 10 Mei</span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a0cb30c60c0c4f36876905" class="comment_actual_text">Alhamdulillah,</div>
<div class="comment_actual_text">Moga ananda sehat selalu dalam lindungan inayah dan redha Allah SWT.</div>
<div class="comment_actual_text">Amin.</div>
<div class="comment_actual_text">Salam buat semua.</div>
<div class="comment_actual_text">Wassalam BuyaHMA</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_79033803819_79033803819_1754431" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Irmayani Suherman" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1626013381"></a></div>
<div id="comment_box_79033803819_79033803819_1754431" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a class="x_to_hide" title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"></a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1626013381">Irmayani Suherman</a><span class="comment_meta_data"> pada 17:03 10 Mei</span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a0cb30c614554625368583" class="comment_actual_text">Betul buya&#8230;</div>
<div class="comment_actual_text">tetapi mengapa kalau saya perhatikan semakin orang dewasa</div>
<div class="comment_actual_text">maka semakin senang untuk berlaku, berbicara tidak jujur?</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_79033803819_79033803819_1754838" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Masoed Abidin ZAbidin Jabbar" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1491995908"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v229/237/52/q1491995908_2453.jpg" alt="Masoed Abidin ZAbidin Jabbar" /></span></a></div>
<div id="comment_box_79033803819_79033803819_1754838" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a class="x_to_hide" title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"></a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1491995908">Masoed Abidin ZAbidin Jabbar</a><span class="comment_meta_data"> pada 17:58 10 Mei</span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a0cb30c61c4e6762625724" class="comment_actual_text">Iblis Syaithan telah bersumpah di hadapan Allah SWT,</div>
<div class="comment_actual_text">ketika dia diusir Allah lantaran tidak mau mematuhi perintah Allah</div>
<div class="comment_actual_text">&#8220;usjuduu li Adama&#8221;..</div>
<div class="comment_actual_text">&#8220;menghormat ke Adam&#8221; ..</div>
<div class="comment_actual_text">di mana semua malaikat bersujud kecuali Iblis laknatullah &#8230;</div>
<p>Ketika itu mereka bersumpah akan mengganggu anak cucu Adam ini dengan mencampakkan kejujuran di hati manusia</p>
<p>Sebab itulah,<span class="text_exposed_hide">&#8230; <span class="text_exposed_link"><a></a></span></span><span class="text_exposed_show"><br />
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa<br />
&#8220;bohong atau dusta&#8221; adalah induk dari dosa,<br />
karena sesuadah bohong atau ketidak jkujuran hilang,<br />
maka kemudian akan di ikuti oleh dosa-dosa yang lainnya berturut-turut, </span></p>
<div class="comment_actual_text"><span class="text_exposed_show">hingga manusia terperangkap dalam gelimangan dosa, </span></div>
<div class="comment_actual_text"><span class="text_exposed_show">hingga mereka bertaubat kembali &#8230;</span></div>
<p>Moga kita semua terhindar dari punca segala dosa ini<br />
yakni hilangnya jujur dan berubah menjadi bohong&#8230;<br />
Wassalam<br />
BuyaHMA</p>
<p> </p></div>
</div>
</div>
<div id="comment_79033803819_79033803819_1755388" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Dewi Mutiara" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1567923697"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v228/1328/101/q1567923697_779.jpg" alt="Dewi Mutiara" /></span></a></div>
<div id="comment_box_79033803819_79033803819_1755388" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a class="x_to_hide" title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"></a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1567923697">Dewi Mutiara</a><span class="comment_meta_data"> pada 19:04 10 Mei</span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a0cb30c62b027f55481640" class="comment_actual_text">Jangan engkau jauhkan kami darimu ya ALLAH ,</div>
<div class="comment_actual_text">Semoga ALLAH selalu mau mengampuni umatnya,Amin.<br />
terima kasih Buya utk selalu mengingatkan kami,</div>
<div class="comment_actual_text">kepada hal2 yg benar.</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_79033803819_79033803819_1764913" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Irmayani Suherman" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1626013381"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v222/540/124/q1626013381_7247.jpg" alt="Irmayani Suherman" /></span></a></div>
<div id="comment_box_79033803819_79033803819_1764913" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a class="x_to_hide" title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"></a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1626013381">Irmayani Suherman</a><span class="comment_meta_data"> pada 8:47 11 Mei</span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a0cb30c6328a4b58090895" class="comment_actual_text">Amin, semoga kita semua dirahmati dan selalu diingatkan oleh Allah. Buya, bagaimana caranya saya ingin mengingatkan lingkungan teman2 yang ingin menjaga silaturahmi dengan pura2, dusta dan munafik ? Padahal yang didustai terkadang tahu mereka didustai..tapi bagi mereka itu lebih baik daripada diberitahu tentang yg benar?</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_79033803819_79033803819_1771646" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Masoed Abidin Za Jabbar" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1402038180"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/profile6/1869/31/q1402038180_8669.jpg" alt="Masoed Abidin Za Jabbar" /></span></a></div>
<div id="comment_box_79033803819_79033803819_1771646" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a class="x_to_hide" title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"></a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1402038180">Masoed Abidin Za Jabbar</a><span class="comment_meta_data"> pada 21:39 11 Mei</span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a0cb30c63a472901646393" class="comment_actual_text">Rangkayo Irmayani Suherman &#8230;<br />
Pesan Islam di dalam wahyu Allah<br />
(QS.Fush-shilat ayat 30 dan seterusnya),<br />
ada kiat yang diajarkan Allah SWT,<br />
yaitu &#8220;IDFA&#8217; BILLATIY HIYA AHSAN &#8230;&#8221; dst-nya &#8230;<span class="text_exposed_hide">&#8230; <span class="text_exposed_link"><a></a></span></span></div>
<div class="comment_actual_text"><span class="text_exposed_hide"><span class="text_exposed_link"><a>Baca Selengkapnya</a></span></span><span class="text_exposed_show"><br />
artinya,<br />
&#8220;TOLAKLAH DENGAN CARA BAIK &#8230;.&#8221;<br />
Moga kita sabar untuk itu&#8230;</span></div>
<p>@ Rangkayo Dewi,<br />
Amin ya Allah,<br />
kita berharap semoga Allah<br />
selalu membimbing kita dengan hidayah NYA<br />
Wassalam<br />
Buya HMA</p>
<p> </p></div>
</div>
</div>
<div id="comment_79033803819_79033803819_1780263" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Irmayani Suherman" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1626013381"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v222/540/124/q1626013381_7247.jpg" alt="Irmayani Suherman" /></span></a></div>
<div id="comment_box_79033803819_79033803819_1780263" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a class="x_to_hide" title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"></a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1626013381">Irmayani Suherman</a><span class="comment_meta_data"> pada 7:54 12 Mei</span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a0cb30c643293a19186887" class="comment_actual_text">Amin, terimakasih banyak Buya..semoga kita semua selalu berada di jalanMu ya Allah!!</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_79033803819_79033803819_1820211" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Masoed Abidin Za Jabbar" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1402038180"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/profile6/1869/31/q1402038180_8669.jpg" alt="Masoed Abidin Za Jabbar" /></span></a></div>
<div id="comment_box_79033803819_79033803819_1820211" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a class="x_to_hide" title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"></a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1402038180">Masoed Abidin Za Jabbar</a><span class="comment_meta_data"> pada 21:18 14 Mei</span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a0cb30c64b332853110314" class="comment_actual_text">Dewi,<br />
Jujur itu nilai martabat kemanusiaan paling tinggi,<br />
memeliharanya tentu saja dengan kenal kepada Allah,<br />
atau Iman dan taqwa,<br />
ibadah adalah salah satu implementasi iman itu,<span class="text_exposed_hide">&#8230; <span class="text_exposed_link"><a></a></span></span></div>
<div class="comment_actual_text"><span class="text_exposed_hide"><span class="text_exposed_link"><a>Baca Selengkapnya</a></span></span><span class="text_exposed_show"><br />
namun iman yang benar sesungguhnya<br />
tampak dalam perilaku yang benar,<br />
selamat dan sukses selalu Dewi,<br />
Salam buat semua,<br />
Wassalam,<br />
BuyaHMA</span></div>
</div>
</div>
</div>
<div id="comment_79033803819_79033803819_1829156" class="ufi_section">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Dewi Mutiara" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1567923697"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_GIRLIE UIRoundedImage_SMALL"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.facebook.com/v228/1328/101/q1567923697_779.jpg" alt="Dewi Mutiara" /></span></a></div>
<div id="comment_box_79033803819_79033803819_1829156" class="comment_content">
<div class="comment_actions"><a class="x_to_hide" title="Klik di sini untuk menghapus komentar ini"></a><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1567923697">Dewi Mutiara</a><span class="comment_meta_data"> pada 7:04 15 Mei</span></div>
<div class="comment_text">
<div id="text_expose_id_4a0cb30c654058e89121009" class="comment_actual_text">Alhamdulillah, benar sekali Buya,</div>
<div class="comment_actual_text">semoga nilai2 kejujuran ini dpt terus saya terapkan kepada anak2 saya</div>
<div class="comment_actual_text">dan tentunya terhadap diri saya sendiri .</div>
<div class="comment_actual_text">Amin<br />
Wassalam</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KEJUJURAN, Modal Utama dalam Membina Ummat]]></title>
<link>http://hmasoed.wordpress.com/2009/05/15/kejujuran-modal-utama-dalam-membina-ummat/</link>
<pubDate>Fri, 15 May 2009 00:08:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://hmasoed.wordpress.com/2009/05/15/kejujuran-modal-utama-dalam-membina-ummat/</guid>
<description><![CDATA[Hikmah Jum&#8217;at ; عَليَْكم بالصِّدْقِ فَإنَّ الصِّدْقَ يَهْدى إِلى البِرِّ، وَ البِرُّ يَهْدى إل]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="note_header">
<div class="note_title_share clearfix">
<div class="note_title"><span>Hikmah Jum&#8217;at ;<br />
</span></div>
</div>
</div>
<div></div>
<div></div>
<div><strong>عَليَْكم بالصِّدْقِ فَإنَّ الصِّدْقَ يَهْدى إِلى البِرِّ،<br />
وَ البِرُّ يَهْدى إلى الجَنَّةِ،<br />
وما يَزَال الرَّجُلُ يَصْدِقُ و يَسْحَرَّى الصِّدْقَ حَتى يُكْتَبُ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا</p>
<p>و إِيَّاكُمْ و الكَذِبَ فإنَّ الكَذِبَ يَهْدِى إلى الفُجُوْرِ و إنَّ الفُجُوْر يَهْدِى إلى النَّارِ<br />
وَمَا يَزَالُ العَبْدُ يَكْذِبُ وَ يَسْحَرُّ الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ الكَذَّابًا</p>
<p>“ Hendaklah kamu semua bersikap jujur,<br />
karena kejujuran membawa kepada kebaikan,<br />
dan kebaikan membawa ke sorga.<br />
Seorang yang selalu jujur dan mencari kejujuran<br />
akan ditulis (dicatat) oleh Allah sebagai orang yang jujur (shidiq).</p>
<p>Dan jauhilah sifat bohong, karena kebohongan membawa kepada kejahatan,<br />
dan kejahan membawa ke neraka.<br />
Orang yang selalu berbohong dan mencari-cari kebohongan,<br />
akan ditulis (dicatat) oleh Allah sebagai pembohong (kadzdzab).<br />
(H.R. Bukhari)</p>
<p>Salah satu dari moral utama seorang manusia adalah kejujuran.<br />
Kejujuran adalah dasar (fundament, asas, sendi) dalam pembinaan umat<br />
dan modal utama menciptakan kebahagiaan di tengah masyarakat.</p>
<p>Kejujuran menyangkut segala urusan kehidupan dan kepentingan orang banyak.<br />
Kepada semua manusia Allah SWT telah memerintahkan<br />
agar selalu mempunyai perilaku dan sifat jujur ini.</p>
<p>Rasulullah SAW adalah contoh terbaik.<br />
Rasulullah adalah seorang yang memiliki pribadi utama dalam hal kejujuran.<br />
Kejujuran adalah akhlak utama para nabi dan rasul.<br />
Demikian pula akhlak para generasi pertama dan utama umat ini,<br />
mereka senantiasa berpegang teguh kepada kebenaran<br />
dan kejujuran dalam segala aspek kehidupan.<br />
Tidak hanya dalam urusan kemasyarakatan, dan bernegara,<br />
tetapi juga di dalam kehidupan keluarga dan rumah tangga,<br />
termasuk pergaulan dengan anak-anak cucu dan kerabat mereka.</p>
<p>Abu Hurairah r.a meriwayatkan sebuah hadits Rasulullah SAW.<br />
Beliau bersabda:<br />
“Barangsiapa yang berkata kepada seorang anak,<br />
“Mari nak, ambillah kurma ini”,<br />
lalu dia tidak memberikannya,<br />
maka ia telah mendustainya.”<br />
(HR. Ahmad)</p>
<p>Hadist ini melihatkan kepada kita,<br />
betapa sebuah janji yang telah dijanjikan,<br />
manakala dibelokkan atau tidak dilaksanakan,<br />
sesungguhnya kejujuran itu telah rusak,<br />
bahkan punah dan melahirkan bencana atau kemelut.</p>
<p>Dengan tuntunan seperti itu,<br />
Rasulullah SAW hendak memberi pelajaran<br />
kepada para orang tua dan para pendidik,<br />
supaya mereka menanamkan sifat utama ini<br />
kepada anak-anaknya semenjak kecil.<br />
Sehingga ketika mereka menjadi dewasa<br />
mereka tetap memiliki watak dan kebiasaan ini.</p>
<p>Melalui cara ini diharapkan kelak<br />
akan lahir generasi Islam yang utama,<br />
yang akan memberikan kebahagiaan hidup<br />
dan membangkitkan kesadaran berbangsa.</p>
<p>Islam menaruh perhatian serius terhadap moral terpuji ini.<br />
Islam selalu mengajak dan mendorong manusia agar memiliki watak ini,</p>
<p>Sebaliknya Islam tidak menyukai<br />
dan bahkan memperingatkan manusia agar menjauhi  dusta<br />
menjauhi ketidak jujuran.<br />
Dusta adalah merupakan salah satu perangai yang bernilai rendah dan tercela.<br />
Dusta, menjadikan hukum-hukum rusak binasa,<br />
Dusta, menjadikan kehormatan terinjak-injak<br />
dan dusta pula yang menyebabkan berbagai kejahatan merajalela.</p>
<p>Berita bohong sering mengakibatkan<br />
terputusnya hubungan persaudaraan<br />
menimbulkan konflik yang tidak menguntungkan<br />
dalam hubungan sesama manusia.</p>
<p>Isu atau berita bohong tidak sedikit yang telah membuat<br />
seseorang kehilangan harga dirinya.</p>
<p>Satu di antara bukti bahwa agama Islam sangat mencela dusta adalah<br />
bahwa Islam sangat mencela saksi palsu<br />
yang dapat mengakibatkan hukum dapat diperjual belikan.</p>
<p>Menurut ajaran Islam,<br />
saksi palsu adalah salah satu bagian dari kesalahan sangat besar,<br />
berakibat sangat fatal dan termasuk dosa besar.</p>
<p>Kesaksian dusta sering diperbuat seseorang karena beberapa sebab.<br />
Antara lain karena hubungan yang tidak baik,<br />
atau karena terlalu membenci seseorang (lawan ataupun bekas kawan),<br />
atau karena takut kepada atasan,<br />
atau karena ada udang di balik batu.</p>
<p>Demi menegakkan kebenaran dan kedamaian di muka bumi ini,<br />
Tuhan memerintahkan kepada kita menjadi saksi yang jujur dan adil,<br />
dan mengutamakan penegakan kebenaran.</p>
<p>Allah SWT berfirman:<br />
“Wahai orang-orang yang beriman,<br />
jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan,<br />
menjadi saksi karena Allah<br />
biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapakmu dan kaum kerabatmu.<br />
Jika ia kaya ataupun miskin,<br />
maka Allah lebih tahu kemaslahatannya.<br />
Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu<br />
karena ingin menyimpang dari kebenaran,<br />
dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata)<br />
atau enggan menjadi saksi,<br />
maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui<br />
akan segala apa yang kamu kerjakan.”<br />
(Q.S. An Nisaa’: 135)</p>
<p>Menjadi orang yang jujur merupakan pilihan yang sungguh berat sekali<br />
di tengah arus budaya yang penuh dengan kepalsuan,<br />
penuh kedustaan, kemunafikan dan ketidak-jujuran,<br />
di mana sangat sulit mencari orang yang dapat dipegang kata dan janjinya.</p>
<p>Kejujuran tidak hanya mencerminkan integritas kepribadian seseorang,<br />
tetapi juga menjadi pesona bagi sesama<br />
dan menjadi penyebab datangnya ketenangangan bagi pelakunya.</p>
<p>Dalam hadits-hadits Rasulullah SAW,<br />
kita akan mendapatkan petuah<br />
tentang betapa berartinya makna sebuah kejujuran.</p>
<p>Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk meninggalkan apa yang kita ragukan<br />
dan menganjurkan untuk mengerjakan apa yang kita yakini.</p>
<p>Kejujuran akan menimbulkan ketenangan jiwa<br />
sedangkan dusta selalu saja membuat jiwa pelakunya bimbang dan goncang.</p>
<p>Maka tidak aneh,<br />
bila sering dijumpai orang yang memiliki harta benda,<br />
kekayaan berlimpah<br />
namun ia tidak pernah menemui kebahagiaan dan ketenangan jiwa,<br />
karena,<br />
mungkin sekali harta benda yang melimpah ruah itu<br />
dihasilkan dari jalan yang tidak benar atau dari hasil ketidak-jujuran.</p>
<p>Sikap dusta (bohong) sangat berbahaya.<br />
Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala dan Rasul-Nya Muhammad SAW<br />
mengingatkan kita para hamba dan umatnya<br />
untuk senantiasa memelihara dan menjaga sifat yang mulia ini,<br />
yakni sifat kejujuran atau shiddiq.</p>
<p>Tidak ada makna kehidupan, jika tidak dihiasi dengan kejujuran.<br />
Tidak berfaedah harta berlimpah,<br />
jika semua harta itu tidak berasal dari tetesan keringat kejujuran.<br />
Maka, tanamkanlah kejujuran dalam diri kita,<br />
karena kejujuran adalah salah satu pondasi utama dalam membangun bangsa.</p>
<p>Betapapun besarnya sebuah bangsa,<br />
jika kejujuran di tangan pemimpin dan di tengah rakyatnya telah sirna,<br />
maka hancurlah bangsa itu.</p>
<p>Wabillahit taufiq wal hidayah,<br />
Wassalamu&#8217;alaikum wa Rahmatullahi wa barakatuh,<br />
Buya H. Masoed Abidin</strong></div>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><strong><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30219970&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=81083508819&#38;aid=-1&#38;oid=81083508819&#38;id=1402038180"><img src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs036.snc1/4329_1077995955758_1402038180_30219970_5909805_n.jpg" alt="" /></a></strong></div>
</div>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><strong><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30219971&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=81083508819&#38;aid=-1&#38;oid=81083508819&#38;id=1402038180"><img src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs036.snc1/4329_1077996315767_1402038180_30219971_5070817_n.jpg" alt="" /></a></strong></div>
</div>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><strong><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30219972&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=81083508819&#38;aid=-1&#38;oid=81083508819&#38;id=1402038180"><img src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs036.snc1/4329_1077996435770_1402038180_30219972_8321869_n.jpg" alt="" /></a></strong></div>
</div>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><strong><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30219975&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=81083508819&#38;aid=-1&#38;oid=81083508819&#38;id=1402038180"><img src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs036.snc1/4329_1077996795779_1402038180_30219975_6498610_n.jpg" alt="" /></a></strong></div>
</div>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><strong><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30219977&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=81083508819&#38;aid=-1&#38;oid=81083508819&#38;id=1402038180"><img src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs036.snc1/4329_1077997275791_1402038180_30219977_2751841_n.jpg" alt="" /></a></strong></div>
</div>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><strong><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30220013&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=81083508819&#38;aid=-1&#38;oid=81083508819&#38;id=1402038180"><img src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs036.snc1/4329_1078023916457_1402038180_30220013_6550842_n.jpg" alt="" /></a></strong></div>
</div>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><strong><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30220016&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=81083508819&#38;aid=-1&#38;oid=81083508819&#38;id=1402038180"><img src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs036.snc1/4329_1078025356493_1402038180_30220016_1406810_n.jpg" alt="" /></a></strong></div>
</div>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><strong><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30220017&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=81083508819&#38;aid=-1&#38;oid=81083508819&#38;id=1402038180"><img src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs036.snc1/4329_1078025556498_1402038180_30220017_2774957_n.jpg" alt="" /></a></strong></div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TAUSHIYAH DI TENGAH UJIAN MUSIBAH]]></title>
<link>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/05/15/taushiyah-di-tengah-ujian-musibah/</link>
<pubDate>Fri, 15 May 2009 00:00:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/05/15/taushiyah-di-tengah-ujian-musibah/</guid>
<description><![CDATA[9 (SEMBILAN) SIKAP UTAMA AKHLAK ISLAM &#8230;. Buya H. Mas&#8217;oed Abidin يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="note_header">
<div class="note_title_share clearfix">
<div class="note_title"><strong><span>9 (SEMBILAN) SIKAP UTAMA AKHLAK ISLAM &#8230;.<br />
</span></strong></div>
</div>
<div class="note_title_share clearfix"></div>
<div class="note_title_share clearfix"><strong>Buya H. Mas&#8217;oed Abidin</strong></div>
<div class="note_title_share clearfix">يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ على اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُوْ خِمَاصًا وَ تَرُوْحُ بِطَانًا. وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَاْلآصَالِ وَلاَ تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ عَنْ عَلِىِّ بن أَبِي طَالِبِ رَضِىَ الله عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ، الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ أُولَئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ أَلاَ إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ قُلْ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا َكثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَ الفَرَاغُ</div>
</div>
<div><strong></strong></p>
<p><strong>&#8220;Hai orang-orang yang beriman,<br />
bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa (orang)<br />
memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok (akhirat),<br />
dan bertaqwalah kepada Allah,<br />
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan&#8221;<br />
(Q.S. Al Hasyr : 18)</strong></p>
<p><strong>Menjadi kewajiban setiap orang merancang<br />
dan mempersiapkan hari-harinya dengan bertaqwa kepada Allah.<br />
Perintah ini,<br />
mengisyaratkan bahwa landasan berfikir,<br />
serta tempat bertolak untuk mempersiapkan hari esok<br />
haruslah dengan taqwa.</strong></p>
<p><strong>Simpulannya, mesti ada peningkatan prestasi dari hari ke hari.<br />
Hari esok juga berarti pula hari esok yang hakiki,<br />
di akhirat nanti.</strong></p>
<p><strong>1. MU’AHADAH<br />
Mu’ahadah adalah mengingat perjanjian dengan Allah SWT.<br />
Konkritnya berupa ikrar janji kepada Allah,<br />
sebagaimana tertera di dalam surat Al Fatihah,<br />
“Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in”.<br />
Artinya, engkau semata wahai Allah yang kami sembah,<br />
dan engkau semata pula<br />
tempat kami menyandarkan permohonan dan permintaan pertolongan.</strong></p>
<p><strong>Ikrar janji ini mengandung ketinggian dan kemantapan aqidah tauhid.<br />
Ajaran tauhid secara hakiki adalah<br />
mengakui tidak ada lain yang berhak disembah dan dimintai pertolongan,<br />
kecuali hanya Allah semata.</strong></p>
<p><strong>Ikrar itu wujud dalam kalimat<br />
“Sesungguhnya shalatku, ibadahku,<br />
hidup dan matiku<br />
hanya kuperuntukkan (ku-abdikan) bagi Allah SWT,<br />
Tuhan semesta alam.”</strong></p>
<p><strong>2. MUJAHADAH<br />
Mujahadah berarti bersungguh hati melaksanakan ibadah<br />
dan teguh berkarya amal shaleh,<br />
sesuai dengan apa yang telah diperintahkan Allah SWT<br />
yang sekaligus menjadi amanat serta tujuan diciptakannya manusia.</strong></p>
<p><strong>Mujahadah adalah sarana menunjukkan ketaatan seorang hamba kepada Allah.<br />
Orang-orang yang selalu bermujahadah dengan beribadah<br />
dan beramal shaleh dijanjikan akan mendapatkan keutamaan,<br />
hidayah dan rusyda  (Kecerdasan dan Kearifan)<br />
dengan selalu ingat kepada Allah SWT,<br />
tidak terpukau oleh bujuk rayu hawa nafsu<br />
dan tidak tergoda syetan yang terus mengintai.</strong></p>
<p><strong>Mujahadah adalah suatu keniscayaan<br />
yang mesti diperbuat oleh siapa saja<br />
yang ingin kebersihan jiwa serta kematangan iman dan taqwa.</strong></p>
<p><strong>3. MURAQABAH<br />
Muraqabah artinya merasa selalu diawasi oleh Allah SWT<br />
sehingga dengan kesadaran ini mendorong manusia<br />
senantiasa rajin melaksanakan perintah<br />
dan menjauhi larangan-Nya.</strong></p>
<p><strong>Kehati-hatian (mawas diri) adalah kesadaran.<br />
Kesadaran ini makin terpelihara dalam diri seseorang hamba<br />
jika meyakini bahwa<br />
Allah SWT senantiasa melihat dirinya.<br />
« “Jalan kesuksesan itu dibangun di atas dua bagian.<br />
Pertama, hendaknya engkau memaksa jiwamu muraqabah (merasa diawasi) oleh Allah SWT.<br />
Kedua, hendaknya ilmu yang engkau miliki tampak di dalam perilaku lahiriahmu sehari-hari.” »</strong></p>
<p><strong>Mawas diri adalah bentuk dari muraqabah kepada Allah SWT.<br />
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa,<br />
« Allah SWT tidak melihat kepada bentuk dan indah wajahmu semata,<br />
akan tetapi Allah SWT memperhatikan wujud batinmu.” »</strong></p>
<p><strong>4.  MUHASABAH<br />
Muhasabah berarti introspeksi diri, menghitung diri dengan amal yang telah dilakukan.<br />
Manusia yang beruntung adalah manusia yang tahu diri,<br />
dan selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan kelak yang abadi di yaumul akhir.</strong></p>
<p><strong>Dengan melakasanakan Muhasabah, seorang hamba akan selalu menggunakan waktu<br />
dan jatah hidupnya dengan sebaik-baiknya.<br />
Melakukan perhitungan yang matang dalam beramal ibadah mahdhah<br />
maupun amal sholeh berkaitan kehidupan bermasyarakat,<br />
adalah bentuk nyata dari muhasabah.</strong></p>
<p><strong>Allah SWT memerintahkan hamba untuk selalu mengintrospeksi dirinya<br />
dengan meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah SWT.<br />
Muhasabah dapat dilaksanakan dengan cara<br />
meningkatkan ubudiyah serta mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya.</strong></p>
<p><strong>5. MU’AQABAH<br />
Muaqabah artinya pemberian sanksi terhadap diri sendiri.<br />
Apabila melakukan kesalahan atau sesuatu yang bersifat dosa<br />
maka ia segera menghapus dengan amal yang lebih utama meskipun terasa berat,<br />
seperti berinfaq, bertaubat, istighfar dan sebagainya.<br />
Kesalahan maupun dosa adalah kesesatan.<br />
Oleh karena itu agar manusia tidak tersesat<br />
hendaklah manusia bertaubat kepada Allah,<br />
mengerjakan kebajikan sesuai dengan norma yang ditentukan<br />
untuk menuju ridha dan ampunan Allah.</strong></p>
<p><strong>Hanyut dalam kesalahan adalah perbuatan yang melampaui batas<br />
dan wajib ditinggalkan.<br />
Di dalam ajaran Islam,<br />
orang baik adalah orang yang manakala berbuat salah,<br />
bersegera mengakui dirinya salah, kemudian bertaubat,<br />
dalam arti kembali ke jalan Allah dan berniat<br />
serta berupaya kuat untuk tidak akan pernah mengulanginya untuk kedua kalinya.</strong></p>
<p><strong>6. MUSYAHADAH<br />
Situasi batin dari orang-orang yang terus musyahadah<br />
atau menyaksikan keagungan Ilahi amat tenang.<br />
Sehingga tak ada kewajiban yang diperintah dilalaikan<br />
dan tidak ada larangan Allah yang dilanggar.</strong></p>
<p><strong>Jiwa yang memiliki rusyda terus hadir dengan khusyu’.<br />
Inilah sebenarnya yang disebut mujahidin ‘ala nafsini wa jawarihihi,<br />
yaitu orang yang selalu bersungguh dengan nuraninya dan gerakannya.<br />
“Barangsiapa menghias lahiriah dengan mujahadah,<br />
Allah akan memperindah rahasia batin melalui musyahadah.”</strong></p>
<p><strong>« Jiwa mempunyai dua sifat yang menghalanginya dalam mencari kebaikan;<br />
Pertama larut dalam mengikuti hawa nafsu, Kedua ingkar terhadap ketaatan.<br />
Manakala jiwa ditunggangi nafsu, wajib dikendalikan dengan kendali taqwa.<br />
Manakala jiwa bersikeras ingkar kepada kehendak Tuhan,<br />
wajib dilunakkan dengan menolak keinginan hawa nafsunya.<br />
Manakala jiwa bangkit memberontak,<br />
wajib ditaklukkan dengan musyahadah dan istigfar.</strong></p>
<p><strong>Sesungguhnya bertahan dalam lapar (puasa)<br />
dan bangun malam di perempat malam (tahajjud),<br />
adalah sesuatu yang mudah.<br />
Sedangkan membina akhlak<br />
dan membersihkan jiwa dari sesuatu yang mengotorinya<br />
sangatlah sulit. »</strong></p>
<p><strong>7. TASYAKUR NIKMAT<br />
Ibadah sebenarnya merupakan suatu<br />
“persembahan kepada Allah Yang maha Kuasa ”<br />
sebagai perwujudan ketaatan dan kesyukuran kepada Allah SWT.</strong></p>
<p><strong>Refleksi dari ibadah adalah lahirnya sikap pengorbanan yang tulus,<br />
penuh kerelaan dengan kesadaran yang tinggi<br />
sebagai pembuktian tanggung jawab makhluk terhadap khaliknya.</strong></p>
<p><strong>Maka dengan tasyakur ini melahirkan watak positif<br />
sebagai hasil jalinan hubungan komunikatif dengan ma’bud (hablum minallah),<br />
membentuk sisi kejiwaan (psychological side-effect) yang terlihat jelas<br />
pada sikap kokoh hubungan mu’amalah,<br />
atau hubungan sosial kemasyarakatan (social effect),<br />
yang tampak nyata pada jalinan tugas-tugas kebersamaan (hablum minan-naas),<br />
kesediaan meringankan beban orang lain,<br />
peduli dengan kaum fuqarak wal masakin,<br />
sedia memikul beban secara bersama,<br />
dan hidup dengan prinsip ta’awun<br />
(saling menolong, bekerja sama dan sama-sama bekerja).</strong></p>
<p><strong>Untuk itu, Allah menyediakan balasan (pahala) ibadah berupa “hasanah” ,<br />
dan merupakan amalan yang paling di senangi Allah<br />
menjadi puncak kegembiraan muttaqin (orang yang mawas diri).</strong></p>
<p><strong>8. SHABAR DAN REDHA<br />
Dalam setiap keadaan seorang hamba tidak akan pernah terlepas dari ujian<br />
yang harus disikapinya dengan kesabaran,<br />
serta nikmat yang harus disyukuri.</strong></p>
<p><strong>Sikap shabar menjadikan seorang hamba<br />
tidak berlepas diri dari kewajiban yang difardhukan Allah SWT yang mesti dilaksanakan,<br />
dan larangan yang wajib dihindari.</strong></p>
<p><strong>Shabar dapat membentuk sikap mental dan kepribadian seseorang<br />
sehingga ia menjadi manusia yang jujur.<br />
« Berlaku jujurlah engkau dalam perkara sekecil apapun<br />
dan di manapun engkau berada.<br />
Kejujuran dan keikhlasan adalah dua hal yang harus engkau realisasikan dalam hidupmu.<br />
Ia akan bermanfaat bagi dirimu sendiri.<br />
Engkau berdusta,<br />
padalah Allah SWT mengetahui apa yang engkau rahasiakan.<br />
Bagi Allah tidak ada perbedaan antara yang tersembunyi dan yang terang-terangan,<br />
semuanya sama.</strong></p>
<p><strong>Bertaubatlah engkau kepada-Nya,<br />
dekatkanlah diri kepada-Nya (taqarrub)<br />
dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya.” »</strong></p>
<p><strong>Hidup yang sedang kita jalani  ini tidak terlepas dari keinginan2.<br />
Dan keinginan tidak terlepas dari usaha.<br />
Makin tinggi keinginan makin kuat dan besar usaha yang dilakukan.</strong></p>
<p><strong>Keinginan dan usaha mesti dikuatkan<br />
dengan penyerahan diri kepada Allah SWT<br />
dengan sikap tawakkal.</strong></p>
<p><strong>“ Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah<br />
dengan sebenar-bernar tawakkal,<br />
niscaya Ia (Allah) akan memberikan kepadamu rezki<br />
seperti layaknya seekor burung<br />
yang keluar terbang pad pagi hari dalam keadaan lapar,<br />
dan pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang ”<br />
(HR. Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)</strong></p>
<p><strong>Tawakkal yang benar adalah selalu ingat kepada Allah dalam setiap tindakan.<br />
Allah SWT berfirman :</strong></p>
<p><strong>“Dan sebutlah (Nama) Tuhanmu dalam hatimu<br />
dengan merendahkan diri dan rasa takut,<br />
dengan tidak mengeraskan suara,<br />
di waktu pagi dan petang,<br />
dan jangan kamu termasuk orang-orang yang lalai.”<br />
(Q.S. Al-A’raf: 205)</strong></p>
<p><strong>9. DOA<br />
Doa adalah bagian dari zikrullah.<br />
Tempat zikir berada di dalam hati,<br />
bukan diujung lidah belaka,<br />
bermakna dengan qalbu yang khusyu’, khudhu’, tadharru’,<br />
tawadhu’ yang melahirkan rasa khauf dan raja’di setiap kesempatan,<br />
pagi dan petang,<br />
siang dan malam.</strong></p>
<p><strong>Zikir pangkal ketentraman,<br />
ketenangan dan kedamaian.<br />
Allah adalah sumber ketenangan dan kedamaian.</strong></p>
<p><strong>Mendatangi sumbernya<br />
dengan membersamakan diri dengan Allah SWT dalam do’a.</strong></p>
<p><strong>قال رسول الله ص.م: الدُّعَاءُ سِلاَحُ المُؤْمِنِ وَ عِمَادُ الدِّيْنِ وَ نُوْرَ السَّمَاوَاتِ وَ اْلأَرْضِ</strong></p>
<p><strong>&#8220;Dari Ali bin Abi Thalib r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda :<br />
Doa adalah senjata orang mukmin,<br />
tiang agama dan cahaya langit dan bumi.&#8221;<br />
(HR. Al Hakim)</strong></p>
<p><strong>Doa atau Zikir itulah jalan pembersamaan dengan Allah SWT (marifatullah).</strong></p>
<p><strong>.. أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ</strong></p>
<p><strong>“… Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku,<br />
niscaya Aku ingat (pula) kepadamu…”<br />
(Q.S. Al Baqarah: 152).</strong></p>
<p><strong>“(Yaitu) orang-orang yang beriman<br />
dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah.<br />
Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah<br />
hati menjadi tentram.”<br />
(Q.S. Ar Ra’d: 28)</strong></p>
<p><strong>Meninggalkan zikrullah berarti membuka keleluasaan kepada syetan<br />
untuk menguasai dan menjatuhkan diri<br />
kepada tindakan aniaya dan zalim serta berbuat maksiyat.</strong></p>
<p><strong>“Syetan telah menguasai mereka<br />
dan menjadikan mereka lupa mengingat Allah (zikrullah);<br />
mereka itu jadi golongan syetan.<br />
Ketahuilah, sesungguhnya golongan syetan<br />
adalah golongan yang merugi.”<br />
(Q.S. Mujadilah: 19)</strong></p>
<p><strong>Hamba yang shaleh selalu  berma’rifatullah<br />
dengan mengamalkan perintah Allah,<br />
dan memiliki rasa takut terhadap azab yang mengancam,<br />
sehingga selalu waspada dari kemurkaan Allah SWT:</strong></p>
<p><strong>“Katakanlah:<br />
“Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar<br />
jika aku durhaka kepada Tuhanku.”<br />
(Q.S. Az Zumar: 13)</strong></p>
<p><strong>Rasa takut (khauf) ini tampak dalam cara-cara menjaga dan memanfaatkan waktu.<br />
Allah SWT telah bersumpah dengan berbagai kata yang menunjuk pada waktu.<br />
Waktu adalah modal utama manusia.<br />
Apabila tidak dipergunakan dengan baik,<br />
waktu akan terus berlalu.</strong></p>
<p><strong>Banyak sekali hadits Nabi SAW<br />
yang memperingatkan manusia<br />
agar mempergunakan waktu<br />
dan mengaturnya sebaik mungkin.</strong></p>
<p><strong>“Dua nikmat yang sering disia-siakan banyak orang:<br />
Kesehatan dan kesempatan (waktu luang).”<br />
(H.R. Bukhari melalui Ibnu Abbas r.a).</strong></p>
<p><strong>Seorang ulama yang bernama Malik bin Nabi<br />
dalam bukunya Syuruth An Nahdhah berkata ;<br />
« “Tidak terbit fajar suatu hari,<br />
kecuali ia berseru,<br />
“Wahai anak cucu Adam,<br />
aku adalah ciptaan terbaru yang menjadi saksi usahamu.<br />
Gunakan aku karena,<br />
aku tidak akan kembali lagi sampai hari kiamat.” »</strong></p>
<p><strong>Akhlak Muslim yang sangat baik<br />
berada pada puncak-puncak perilaku<br />
dengan sikap ikhlas (bersih),<br />
shabar (tahan uji),<br />
istiqamah (disiplin),<br />
qanaah (hemat),<br />
jihad (rajin dan berani),<br />
taat (setia),<br />
hayak (malu),<br />
syukur nikmat (pandai berterima kasih),<br />
dan redha (siap sedia),<br />
yang menjadi dasar-dasar akhlaq mulia,<br />
dan menjadi tugas pokok<br />
risalah keutusan Muhammad SAW.</strong></p>
<p><strong>Ikatlah ucapanmu, baik yang lahir maupun yang batin,<br />
karena malaikat senantiasa mengontrolmu.<br />
Allah SWT Maha Mengetahui segala hal di dalam batin.</strong></p>
<p><strong>Seharusnya engkau malu kepada Allah SWT<br />
dalam setiap kesempatan,<br />
dan seyogyanya hukum Allah SWT<br />
menjadi pegangan dalam keseharianmu.</strong></p>
<p><strong>Jangan engkau turuti hawa nafsu dan bisikan syetan,<br />
jangan sekali-kali engkau berbuat riya’ dan nifaq.<br />
Tindakan itu adalah batil.<br />
Kalau engkau berbuat demikian maka engkau akan disiksa.</strong></p>
<p><strong>RASA TAKUT PADA ALLAH MEMOTIVASI DIRI<br />
UNTUK MENGAMALKAN NILAI-NILAI ILAHY,<br />
SERTA MENJAGA KEBERSIHAN DIRI<br />
DAN MENINGKATKAN IBADAH TERUS MENERUS,<br />
BAHKAN IKUT MENDORONG DHAMIR ATAU JIWA<br />
MENJADI DINAMIS, DAN TAWAKKAL KEPADA ALLAH.</strong></p>
<p><strong>Shadaqallahul’azhim. Allahu A’lamu Bissawab.</strong></p>
<p><strong>Pasie Laweh, 8 Mei 2009.<br />
Wassalam,<br />
</strong></div>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><strong><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30217796&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=80284548819&#38;aid=-1&#38;oid=80284548819&#38;id=1402038180"><img style="width:460px;" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs036.snc1/4329_1077072692677_1402038180_30217796_2564553_n.jpg" alt="" /></a></strong></div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bersikap Muahadah, Mujahadah, Muraqabah, Muhasabah, dan Muaqabah dalam Membangun Hari Esok yang lebih baik]]></title>
<link>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/05/06/bersikap-muahadah-mujahadah-muraqabah-muhasabah-dan-muaqabah-dalam-membangun-hari-esok-yang-lebih-baik/</link>
<pubDate>Wed, 06 May 2009 06:13:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/05/06/bersikap-muahadah-mujahadah-muraqabah-muhasabah-dan-muaqabah-dalam-membangun-hari-esok-yang-lebih-baik/</guid>
<description><![CDATA[Oleh : H. Mas’oed Abidin يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Oleh : H. Mas’oed Abidin</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p>يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ</p>
<p><strong>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa (orang) memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan&#8221;  (Q.S. Al Hasyr : 18) </strong></p>
<p><strong>Adalah menjadi kewajiban setiap orang merancang dan mempersiapkan hari esok yang lebih baik. </strong></p>
<p><strong>Nabi Muhammad SAW mengingatkan bahwa seorang akan merugi kalau hari esoknya sama saja dengan hari ini, bahkan dia menjadi terkutuk jika hari ini lebih buruk dari kemarin.  Seseorang baru dikatan bahagia, jika hari esok itu lebih baik dari hari ini. </strong><strong><img class="alignleft size-full wp-image-422" title="jpeg-image-236c397290-pixelstangga-al-haram" src="http://blogminangkabau.wordpress.com/files/2009/05/jpeg-image-236c397290-pixelstangga-al-haram.jpeg" alt="jpeg-image-236c397290-pixelstangga-al-haram" width="236" height="290" /></strong></p>
<p><strong>Membangun hari esok yang baik, sesuai dengan ayat (wahyu Allah SWT) di atas dimulai dengan perintah bertaqwa kepada Allah dan di akhiri dengan perintah yang sama. Ini mengisyaratkan bahwa landasan berfikir, serta tempat bertolak untuk mempersiapkan hari esok haruslah dengan taqwa. </strong></p>
<p><strong>Semestinya orang Mukmin punya langkah antisipatif terhadap kemungkinan yang dapat terjadi esok disebabkan kelalaian hari ini. </strong></p>
<p><strong>Seorang mukmin sudah dapat memprediksi dan mempersiapkan hari esok yang lebih baik, dinamis, lebih mapan, lebih produktif dari pada hari ini. </strong></p>
<p><strong>Simpulannya, mesti ada peningkatan prestasi dari hari ke hari. Hari esok dapat berarti masa depan dalam kehidupan pendek di dunia ini. </strong></p>
<p><strong>Hari esok juga berarti pula hari esok yang hakiki, yang kekal abadi di akhirat kelak. </strong></p>
<p><strong>Hari esok mesti dirancang harus lebih baik dari hari ini, dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, dengan melaksanakan lima “M ” ; yaitu Mu’ahadah, Mujahadah, Muraqabah, Muhasabah, dan Mu’aqabah.[1] </strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>1.     Mu’ahadah </strong></p>
<p><strong>Mu’ahadah adalah mengingat perjanjian dengan Allah SWT. Sebelum manusia lahir ke dunia, masih berada pada alam gaib, yaitu di alam arwah, Allah telah membuat “kontrak” tauhid dengan ruh. </strong></p>
<p><strong>Kontrak tauhid ini terjadi ketika manusia masih dalam keadaan ruh belum berupa materi (badan jasmani). Karena itu, logis sekali jika manusia tidak pernah merasa membuat kontrak tauhid tersebut. </strong></p>
<p><strong>Mu’ahadah konkritnya diikrarkan oleh manusia mukmin kepada Allah setelah kelahirannya ke dunia, berupa ikrar janji kepada Allah.  Wujudnya terefleksi minimal 17 kali dalam sehari dan semalam, bagi yang menunaikan shalat wajib, sebagaimana tertera di dalam surat Al Fatihah ayat 5 yang berbunyi: “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in”. Artinya, engkau semata wahai Allah yang kami sembah, dan engkau semata pula tempat kami menyandarkan permohonan dan permintaan pertolongan. </strong></p>
<p><strong>Ikrar janji ini mengandung ketinggian dan kemantapan aqidah. Mengakui tidak ada lain yang berhak disembah dan dimintai pertolongan, kecuali hanya Allah semata. </strong></p>
<p><strong>Tidak ada satupun bentuk ibadah dan isti’anah (Permintaan Pertolongan) yang boleh dialamatkan kepada selain Allah SWT.[2] </strong></p>
<p><strong>Mu’ahadah  yang lain adalah ikrar manusia ketika mengucapkan kalimat “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya kuperuntukkan (ku-abdikan) bagi Allah SWT,  Tuhan semesta alam.” </strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>2.     Mujahadah </strong></p>
<p><strong>Mujahadah berarti bersungguh hati melaksanakan ibadah dan teguh berkarya amal shaleh, sesuai dengan apa yang telah diperintahkan Allah SWT yang sekaligus menjadi amanat serta tujuan diciptakannya manusia. </strong></p>
<p><strong>Dengan beribadah, manusia menjadikan dirinya ‘abdun (hamba) yang dituntut berbakti dan mengabdi kepada Ma’bud (Allah Maha Menjadikan) sebagai konsekuensi  manusia sebagai hamba wajib berbakti (beribadah). </strong></p>
<p><strong>Mujahadah adalah sarana menunjukkan ketaatan seorang hamba kepada Allah, sebagai wujud keimanan dan ketaqwaan kepada-Nya. Di antara perintah Allah SWT kepada manusia adalah untuk selalu berdedikasi dan berkarya  secara optimal. </strong></p>
<p><strong>Hal ini dijelaskan di dalam Al Qur’an Surat At Taubah ayat: 5, </strong></p>
<p><strong>“Dan katakanlah, bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitahukan-Nya kepada kamu apa-apa yang telah kamu kerjakan.” </strong></p>
<p><strong>Orang-orang yang selalu bermujahadah merealisasikan keimanannya dengan beribadah dan beramal shaleh dijanjikan akan mendapatkan petunjuk jalan kebenaran untuk menuju (ridha) Allah SWT hidayah dan rusyda  yang dijanjikan Allah diberikan kepada yang terus bermujahadah dengan istiqamah. </strong></p>
<p><strong>Kecerdasan dan kearifan akan memandu dengan selalu ingat kepada Allah SWT, tidak terpukau oleh bujuk rayu hawa nafsu dan syetan yang terus menggoda. </strong></p>
<p><strong>Situasi batin dari orang-orang yang terus musyahadah (menyaksikan) keagungan Ilahi amat tenang. Sehingga tak ada kewajiban yang diperintah dilalaikan dan tidak ada larangan Allah yang dilanggar. </strong></p>
<p><strong>Jiwa yang memiliki rusyda terus hadir dengan khusyu’. Inilah sebenarnya yang disebut mujahidin ‘ala nafsini wa jawarihihi, yaitu orang yang selalu bersungguh dengan nuraninya dan gerakannya. </strong></p>
<p><strong>Syeikh Abu Ali Ad Daqqaq mengatakan: “Barangsiapa menghias lahiriahnya dengan mujahadah, Allah akan memperindah rahasia batinnya melalui musyahadah.” </strong></p>
<p><strong>Imam Al Qusyairi an Naisaburi [3] mengomentari tentang mujahadah sebagai berikut: </strong></p>
<p><strong>« Jiwa mempunyai dua sifat yang menghalanginya dalam mencari kebaikan;  Pertama larut dalam mengikuti hawa nafsu,  Kedua ingkar terhadap ketaatan. </strong></p>
<p><strong>Manakala jiwa ditunggangi nafsu, wajib dikendalikan dengan kendali taqwa.  Manakala jiwa bersikeras ingkar kepada kehendak Tuhan, wajib dilunakkan dengan menolak keinginan hawa nafsunya. </strong></p>
<p><strong>Manakala jiwa bangkit memberontak, wajib ditaklukkan dengan musyahadah dan istigfar. </strong></p>
<p><strong>Sesungguhnya bertahan dalam lapar (puasa) dan bangun malam di perempat malam (tahajjud), adalah sesuatu yang mudah. </strong></p>
<p><strong>Sedangkan membina akhlak dan membersihkan jiwa dari sesuatu yang mengotorinya sangatlah sulit. » </strong></p>
<p><strong>Mujahadah adalah suatu keniscayaan yang mesti diperbuat oleh siapa saja yang ingin kebersihan jiwa serta kematangan iman dan taqwa.</strong></p>
<p>وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيد ِ   *  إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ *   مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إلاَّ لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ</p>
<p><strong>“Dan sesunggunya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.  Tiada satu ucapanpun yang diucapkannya melainkan adal di dekatnya Malaikat pengawas yang selalu hadir”.  (Q.S. Qaaf: 16-18). </strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>3.     Muraqabah </strong></p>
<p><strong>Muraqabah artinya merasa selalu diawasi oleh Allah SWT sehingga dengan kesadaran ini mendorong manusia senantiasa rajin melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. </strong></p>
<p><strong>Sesungguhnya manusia hakikinya selalu berhasrat dan ingin kepada kebaikan dan menjunjung nilai kejujuran dan keadilan, meskipun tidak ada orang yang melihatnya. </strong></p>
<p><strong>Kehati-hatian (mawas diri) adalah kesadaran. Kesadaran ini makin terpelihara dalam diri seseorang hamba jika meyakini bahwa Allah SWT senantiasa melihat dirinya. </strong></p>
<p><strong>Syeikh Ahmad bin Muhammad Ibnu Al Husain Al Jurairy mengatakan, « “Jalan kesuksesan itu dibangun di atas dua bagian. Pertama, hendaknya engkau memaksa jiwamu muraqabah (merasa diawasi) oleh Allah SWT. Kedua, hendaknya ilmu yang engkau miliki tampak di dalam perilaku lahiriahmu sehari-hari.” » </strong></p>
<p><strong>Syeikh Abu Utsman Al Maghriby mengatakan, « “Abu Hafs mengatakan kepadaku, ‘manakala engkau duduk mengajar orang banyak jadilah seorang penasehat kepada hati dan jiwamu sendiri dan jangan biarkan dirimu tertipu oleh ramainya orang berkumpul di sekelilingmu, sebab mungkin mereka hanya melihat wujud lahiriahmu, sedangkan Allah SWT memperhatikan wujud batinmu.” » </strong></p>
<p><strong>Dalam setiap keadaan seorang hamba tidak akan pernah terlepas dari ujian yang harus disikapinya dengan kesabaran, serta nikmat yang harus disyukuri. Muraqabah adalah tidak berlepas diri dari kewajiban yang difardhukan Allah SWT yang mesti dilaksanakan, dan larangan yang wajib dihindari. </strong></p>
<p><strong>Muraqabah dapat membentuk mental dan kepribadian seseorang sehingga ia menjadi manusia yang jujur. </strong></p>
<p><strong>« Berlaku jujurlah engkau dalam perkara sekecil apapun dan di manapun engkau berada. </strong></p>
<p><strong>Kejujuran dan keikhlasan adalah dua hal yang harus engkau realisasikan dalam hidupmu. Ia akan bermanfaat bagi dirimu sendiri. </strong></p>
<p><strong>Ikatlah ucapanmu, baik yang lahir maupun yang batin, karena malaikat senantiasa mengontrolmu. Allah SWT Maha Mengetahui segala hal di dalam batin. </strong></p>
<p><strong>Seharusnya engkau malu kepada Allah SWT dalam setiap kesempatan dan seyogyanya hukum Allah SWT menjadi pegangan dlam keseharianmu. </strong></p>
<p><strong>Jangan engkau turuti hawa nafsu dan bisikan syetan, jangan sekali-kali engkau berbuat riya’ dan nifaq.  Tindakan itu adalah batil. Kalau engkau berbuat demikian maka engkau akan disiksa. </strong></p>
<p><strong>Engkau berdusta, padalah Allah SWT mengetahui apa yang engkau rahasiakan. Bagi Allah tidak ada perbedaan antara yang tersembunyi dan yang terang-terangan, semuanya sama. </strong></p>
<p><strong>Bertaubatlah engkau kepada-Nya dan dekatkanlah diri kepada-Nya (Bertaqarrub) dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya.” » [4]</strong></p>
<p>وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إلاَّ مَا سَعَى  وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى  ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ اْلأَوْفَى  وَأَنَّ إِلَى رَبِّكَ الْمُنْتَهَى  وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَى  وَأَنَّهُ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا</p>
<p><strong>&#8220;Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).  Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,  dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),  dan bahwasanya DIA yang menjadikan orang tertawa dan menangis,  dan bahwasanya DIA yang mematikan dan yang menghidupkan.”  (QS. An-Najm: 39-44) </strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>4.     Muhasabah </strong></p>
<p><strong>Muhasabah berarti introspeksi diri, menghitung diri dengan amal yang telah dilakukan. Manusia yang beruntung adalah manusia yang tahu diri, dan selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan kelak yang abadi di yaumul akhir. </strong></p>
<p><strong>Dengan melakasanakan Muhasabah, seorang hamba akan selalu menggunakan waktu dan jatah hidupnya dengan sebaik-baiknya, dengan penuh perhitungan baik amal ibadah mahdhah maupun amal sholeh berkaitan kehidupan bermasyarakat. Allah SWT memerintahkan hamba untuk selalu mengintrospeksi dirinya dengan meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah SWT. </strong></p>
<p><strong>Diriwayatkan bahwa pada suatu ketika Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a. melaksanakan shalat shubuh. Selesai salam, ia menoleh ke sebelah kanannya dengan sedih hati. Dia merenung di tempat duduknya hingga terbit matahari, dan berkata ; </strong></p>
<p><strong>« “Demi Allah, aku telah melihat para sahabat (Nabi) Muhammad SAW. Dan sekarang aku tidak melihat sesuatu yang menyerupai mereka sama sekali. Mereka dahulu berdebu dan pucat pasi, mereka melewatkan malam hari dengan sujud dan berdiri karena Allah,  mereka membaca kitab Allah dengan bergantian (mengganti-ganti tempat) pijakan kaki dan jidat mereka apabila menyebut Allah, mereka bergetar seperti pohon bergetar diterpa angin, mata mereka mengucurkan air mata membasahi pakaian mereka dan orang-orang sekarang seakan-akan lalai (bila dibandingkan dengan mereka).” » </strong></p>
<p><strong>Muhasabah dapat dilaksanakan dengan cara meningkatkan ubudiyah serta mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya.  Berbicara tentang waktu, seorang ulama yang bernama Malik bin Nabi berkata ; « “Tidak terbit fajar suatu hari, kecuali ia berseru, “Wahai anak cucu Adam, aku ciptaan baru yang menjadi saksi usahamu. Gunakan aku karena aku tidak akan kembali lagi sampai hari kiamat.” » [5] </strong></p>
<p><strong>Waktu terus berlalu, ia diam seribu bahasa, sampai-sampai manusia sering tidak menyadari kehadiran waktu dan melupakan nilainya. Allah SWT bersumpah dengan berbagai kata yang menunjuk pada waktu seperti  Wa Al Lail (demi malam), Wa An Nahr (demi siang), dan lain-lain. </strong></p>
<p><strong>Waktu adalah modal utama manusia. Apabila tidak dipergunakan dengan baik, waktu akan terus berlalu.  Banyak sekali hadits Nabi SAW yang memperingatkan manusia agar mempergunakan waktu dan mengaturnya sebaik mungkin.</strong></p>
<p>نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا َكثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَ الفَرَاغُ</p>
<p><strong>“Dua nikmat yang sering disia-siakan banyak orang: Kesehatan dan kesempatan (waktu luang).” (H.R. Bukhari melalui Ibnu Abbas r.a). </strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>5.     Mu’aqabah </strong></p>
<p><strong>Muaqabah artinya pemberian sanksi terhadap diri sendiri. Apabila melakukan kesalahan atau sesuatu yang bersifat dosa maka ia segera menghapus dengan amal yang lebih utama meskipun terasa berat, seperti berinfaq dan sebagainya. </strong></p>
<p><strong>Kesalahan maupun dosa adalah kesesatan. </strong></p>
<p><strong>Oleh karena itu agar manusia tidak tersesat hendaklah manusia bertaubat kepada Allah, mengerjakan kebajikan sesuai dengan norma yang ditentukan untuk menuju ridha dan ampunan Allah. </strong></p>
<p><strong>Berkubang dan hanyut dalam kesalahan adalah perbuatan yang melampaui batas dan wajib ditinggalkan. </strong></p>
<p><strong>Di dalam ajaran Islam, orang baik adalah orang yang manakala berbuat salah, bersegera mengakui dirinya salah, kemudian bertaubat, dalam arti kembali ke jalan Allah dan berniat dan berupaya kuat untuk tidak akan pernah mengulanginya untuk kedua kalinya. </strong></p>
<p><strong>Shadaqallahul’azhim. Allahu A’lamu Bissawab. </strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Catatan kaki ;</strong></p>
<p>[1] Syeikh Abdullah Nasih ‘Ulwan dalam bukunya ‘Ruhniyatut Da’iyah’</p>
<p>[2] Demikian komentar Imam as Syaukani dalam kitab tafsirnya ‘Fathul Qadir’ dan Syeikh Ali As Shabuni dalam kitab tafsirnya ‘Shafwatut Tafaasir’.</p>
<p>[3]  Kitab tasawuf, “Risalatul Qusyairiyah”.</p>
<p>[4] Syeikh Abdul Kadir Jailany memberikan nasehat kepada kita sebagaimana yang terdapat dalam kitabnya Al Fathu Arrabbaani wa Al Faidh Ar Rahmaani.</p>
<p>[5] Malik bin Nabi dalam bukunya Syuruth An Nahdhah</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Agama di sisi Allah adalah Islam]]></title>
<link>http://masoedabidin.wordpress.com/2009/05/02/agama-di-sisi-allah-adalah-islam/</link>
<pubDate>Sat, 02 May 2009 00:27:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://masoedabidin.wordpress.com/2009/05/02/agama-di-sisi-allah-adalah-islam/</guid>
<description><![CDATA[Al-Islam Dienul Haq = Pedoman yang Benar Oleh : Buya H. Mas&#8217;oed Abidin إِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Al-Islam Dienul Haq = Pedoman yang Benar</p>
<p>Oleh : Buya H. Mas&#8217;oed Abidin</p>
<p dir="rtl" align="center">إِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللهِ الإِسْلاَمِ</p>
<p align="center"><strong>Sesungguhnya agama (yang diridhoi) disisi Allah</strong> <strong>Hanyalah </strong><strong>I</strong><strong>slam” </strong></p>
<p align="center"><strong>(Q.S. Ali Imran: 19)</strong></p>
<p>Manusia sangat memerlukan kepada bimbingan dan petunjuk yang benar. Yang mempunyai nilai mutlak untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan di alam sesudah mati (akhirat).<img class="alignleft size-medium wp-image-520" title="buya-menjawab-tanya" src="http://masoedabidin.wordpress.com/files/2009/05/buya-menjawab-tanya.jpg?w=300" alt="buya-menjawab-tanya" width="300" height="224" /></p>
<p>Sesuatu yang mutlak sudah barang tentu harus berasal dari pada yang mutlak pula. Maka, sumber kemuthlakan itu tiada lain, hanyalah  Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Menjadikan, dan seru sekalian alam. Allah Azza wa Jalla yang bersifat Pengasih dan Penyayang, telah memberikan suatu anugerah yang sangat mulia untuk manusia bernama DIEN = <strong>Agama</strong>.</p>
<p><strong>“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu , maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.</strong> (Q.S. Al-Baqarah: 132)</p>
<p><strong>“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam. Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.”</strong> (Q.S. Ali Imran: 85)</p>
<p><em> </em>Dalam agama Islam inilah dibentang konsep yang tegas, tentang apa sesungguhnya hidup dan kehidupan itu, kemana arah tujuannya, siapa sebenarnya makhluk yang bernama manusia itu. Islam telah membimbing manusia dalam tata kehidupannya, baik dalam hubungan manusia dengan Tuhan-nya, maupun yang menyangkut hubungan manusia dengan sesama manusia, dengan alam dan lingkungan sekitarnya. Di dalam agama ini, ada <strong>tiga pilar</strong> yang tidak dapat dipisah satu dengan yang lainnya.</p>
<p>Ketiga pilar tersebut adalah <strong>Islam, Iman dan Ihsan</strong>. Atau dikenal dengan istilah <strong>Aqidah, Syari’ah, dan Akhlaq.</strong></p>
<p>Sahabat Umar bin Khaththab r.a menceritakan suatu peristiwa tentang sabda Rasululullah Shallallahu ‘alaihi wa sallama, dengan berkata, “<em>Pada suatu hari kami sedang duduk-duduk di dekat Rasulullah SAW, tiba-tiba tampak dihadapan kami seorang laki-laki yang berpakaian putih bersih dan rambut hitam pekat, tidak tampak dalam dirinya tanda-tanda sehabis perjalanan dan tidak ada seorangpun di antara kami yang mengenalnya. Maka duduklah orang itu disisi Rasulullah, lalu ia sandarkan lututnya kepada lutut beliau dan meletakkan tangannya di atas paha beliau, kemudian berkata</em>: <strong>“<em>Wahai Muhammad, terangkan kepadaku tentang Islam!”</em></strong></p>
<p>Rasulullah SAW menjawab, <strong>“<em>Islam itu adalah, hendaknya engkau bersyahadat, bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah; hendaklah engkau tegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa pada bulan Ramadhan dan melaksanakan haji ke Baitullah jika engkau mampu.”</em></strong></p>
<p>Orang itu berkata, “<em>Engkau benar!”</em> kami heran, ia bertanya dan ia pula yang membenarkannya. Orang itu berkata, <strong>“<em>Terangkan kepadaku tentang iman!”</em></strong></p>
<p>Rasulullah SAW menjawab, <strong>“<em>Hendaklah engkau beriman kepada Allah, kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya dan pada hari akhirat serta hendaklah engkau beriman pada takdir yang baik atau buruk!” </em></strong>Orang itu berkata, <em>“Engkau benar!” </em>seraya berkata,<em> <strong>“Terangkan kepadaku tentang ihsan!”</strong></em></p>
<p>Rasulullah SAW bersabda, <strong><em>“(Ihsan adalah) hendaklah engkau beribadah kepada Allah, seolah-olah engkau melihat-Nya. Maka, jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Allah melihatmu.”</em></strong> Ia berkata, <strong><em>“Beritahukan kepadaku tentang hari kiamat”. </em></strong>Rasulullah menjawab, <strong><em>“Yang ditanya tidak lebih mengetahui dari yang bertanya.”</em></strong></p>
<p>Selanjutnya ia bertanya, <em>“Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya.” </em>Rasulullah SAW menjawab, “(Tanda-tandanya di antaranya adalah), <strong><em>jika seorang hamba sahaya melahirkan majikannya, jika engkau melihat orang miskin dan papa, berpakaian compang camping dan bergembala kambing, namun berlomba-lomba dalam kemegahan bangunan.”</em></strong></p>
<p>Kemudian, orang yang bertanya itu berlalu. Aku terdiam sejenak, kemudian Rasulullah bertanya kepadaku, <strong><em>“Wahai Umar, tahukah engkau siapakah yang bertanya tadi?”</em></strong> Aku menjawab, <strong><em>“Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”.</em></strong></p>
<p>Rasulullah bersabda, <strong><em>“orang itu adalah Jibril, ia datang kepadamu untuk mengajarkan tentang agamamu”.</em></strong> (H.R. Muslim)</p>
<p>Hadits shahih dari Rasulullah ini adalah hadits komprehensif yang memuat seluruh bab tentang <strong>Islam, Iman, Ihsan</strong> dan <strong>tanda-tanda hari kiamat.</strong> Jibril telah datang kepada Rasulullah SAW untuk mengajarkan permasalahan agama kepada mereka yang sedang duduk-duduk saat itu dan kepada umat Muhammad yang datang setelahnya.</p>
<p>Islam di mulai dengan <strong>ikrar Syahadatain.</strong> Maksudnya adalah – sebagaimana yang dikomentari oleh seorang ulama dan mujahidah Muslimah berkebangsaan Mesir yang bernama <strong>Zainab al-Ghazali</strong> – mengingatkan sebagai berikut ;</p>
<p>« <em>Hendaklah anda melakukan pencerahan total dengan segenap <strong>jiwa, akal, perasaan</strong> dan <strong>keinginan kuat </strong>(</em><strong>aziimah</strong><em>), </em><strong>semuanya untuk Allah semata.</strong><em> Sehingga jadilah Allah sebagai Dzat yang mengurus anda dengan segenap titah dan perkara-Nya. Titah dan perkara yang bisa anda kenali dari Kitab Allah dan Kalam-kalam Rasul-Nya SAW. </em></p>
<p><em>Dengan Islam hendaknya dapat meyakini keesaan Allah (</em><strong>wahdaniyatullah</strong><em>). Karena Islamlah yang mengatur strategi perjalanan hidup, agar menjadi manusia sempurna di tengah-tengah kehidupan manusia. </em></p>
<p><em>Islamlah yang menentukan titian asas yang seharusnya dilalui, yakni syahadat, “<strong>bahwa tiada Tuhan kecuali Allah semata, yang tiada sekutu bagi-Nya”</strong></em>. »</p>
<p>Syahadat ini hendaknya dijadikan hakim, pengendali dan tolok ukur dalam kehidupan. Syahadat ini akan menjadi undang-undang dalam kehidupan. Undang-undang dalam perkara halal dan haram. Undang-undang dalam hal, “<strong>lakukan, atau, jangan lakukan!</strong>”.</p>
<p>Undang-undang dalam hal interaksi sosial (<em>mu’amalat</em>) antara kaum muslimin dengan non muslimin, antara seorang dengan sahabatnya, seseorang dengan tetangganya.</p>
<p><strong>Karena itu tidak satupun selain Allah yang mengatur dan menetapkan hukum</strong> dalam perjalanan hidup kita.</p>
<p>Semua bimbingan kehidupan ada di dalam Al-Qur’an, kitab suci sebagai Kalam Ilahi yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Al Qur’an adalah Wahyu Ilahi, sumber <strong><em>hidayah</em>,</strong> pedoman dan pelajaran bagi yang meyakini, dan mengamalkannya. Al-Qur’an adalah <strong><em>ruh</em> kehidupan hakiki</strong> dan <strong><em>syifa’ =</em></strong> <strong>obat penawar</strong> segala macam penyakit rohani manusia. Al-Qur’an adalah <strong><em>Nuur</em></strong> = memberi cahaya di tengah kegelapan kehidupan, dan <strong><em>Al-Huda</em></strong><em> =</em> <em>petunjuk jalan menuju Hidayah Allah</em>, dan <em>Ma’rifah</em> jalan yang lurus menuju <em>hakekat Uluhiyah </em>dan <em>Rububiyah. </em>Al-Qur’an adalah <em>rahmat</em> bagi hamba-hamba Allah dalam mencari kebahagiaan di dunia dan di akhirat.</p>
<p dir="rtl" align="center">لَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ أَفَلا تَعْقِلُونَ</p>
<p><strong>“Sesungguhnya telah Kami turunkan sebuah kitab (Al-Qur’an) kepadamu, yang didalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu, apakah kamu tiada memahaminya?”</strong> (Q.S. Al-Anbiya: 10)</p>
<p>Rasulullah bersabda:</p>
<p dir="rtl" align="center">إِنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا القُرْآنِ أِقْوَامًاوَ يَضَعُ آخَرِيْنَ</p>
<p><strong>“Allah akan mengangkat (kedudukan) beberapa kaum dengan Al-Qur’an ini, dan Allah akan meletakkan (merendahkan) kedudukan sebagian yang lain.</strong> (H.R. Muslim)<strong></strong></p>
<p><em>Shadaqallahu al’adhim, Allah A’lam As-Shawwab.</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Peningkatan Pengamalan Agama dan Adat  dalam Kehidupan Bermasyarakat  di Kabupaten Agam, untuk penetapan arah kebijakan ke  dalam  lima perioritas pembangunan Kabupaten Agam, 2009 - 2010   ]]></title>
<link>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/04/13/peningkatan-pengamalan-agama-dan-adat-dalam-kehidupan-bermasyarakat-di-kabupaten-agam-untuk-penetapan-arah-kebijakan-ke-dalam-lima-perioritas-pembangunan-kabupaten-agam-2009-2010/</link>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 09:57:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/04/13/peningkatan-pengamalan-agama-dan-adat-dalam-kehidupan-bermasyarakat-di-kabupaten-agam-untuk-penetapan-arah-kebijakan-ke-dalam-lima-perioritas-pembangunan-kabupaten-agam-2009-2010/</guid>
<description><![CDATA[Oleh : Buya H. Mas’oed Abidin Disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-family:&#34;" lang="FR">Oleh : Buya H. Mas’oed Abidin</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-family:Agate-Normal;" lang="FR"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:normal;" align="right"><span style="font-size:9pt;font-family:&#34;color:#632423;" lang="FR">Disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Agam tahun 2009 di Lubuk Basung, 24 – 25 Maret 2009,<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:normal;" align="right"><span style="font-size:9pt;font-family:&#34;color:#632423;" lang="FR">merajut masukan utama bagi pemutakhiran rancangan RKPD dan Renja-SKPD, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:normal;" align="right"><span style="font-size:9pt;font-family:&#34;color:#632423;" lang="FR">untuk penetapan arah kebijakan ke <span> </span>dalam </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:right;line-height:normal;" align="right"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:&#34;color:#632423;" lang="FR">lima perioritas pembangunan Kabupaten Agam,<span> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:right;line-height:normal;" align="right"><strong><em><span style="font-size:9pt;font-family:&#34;color:#632423;" lang="FR">a. Mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bersih,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:right;line-height:normal;" align="right"><strong><em><span style="font-size:9pt;font-family:&#34;color:#632423;" lang="FR">b. Mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan berkelanjutan </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:normal;" align="right"><strong><em><span style="font-size:9pt;font-family:&#34;color:#632423;" lang="FR">yang berwawasan lingkungan,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:right;line-height:normal;" align="right"><strong><em><span style="font-size:9pt;font-family:&#34;color:#632423;" lang="FR">c. Percepatan pembangunan perkotaan,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:right;line-height:normal;" align="right"><strong><em><span style="font-size:9pt;font-family:&#34;color:#632423;" lang="FR">d. Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berwasan masyarakat madani,</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:right;line-height:normal;" align="right"><strong><em><span style="font-size:9pt;font-family:&#34;color:#632423;" lang="FR">e. Mewujudkan masyarakat yang mengamalkan norma agama dan adat ….. </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><strong><em><span style="font-size:9pt;line-height:115%;font-family:&#34;color:#632423;" lang="FR">dan plafond/pagu dana berdasarkan fungsi / SKPD.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><strong><em><span style="font-size:9pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:Agate-Normal;color:#632423;" lang="FR"><img class="alignleft size-medium wp-image-416" title="pas-photo-buya" src="http://blogminangkabau.wordpress.com/files/2009/04/pas-photo-buya.jpg?w=244" alt="pas-photo-buya" width="244" height="300" />Pendahuluan</span></strong></p>
<p class="AyatBuku" style="margin-top:12pt;text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="AR-SA">يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ</span></p>
<p class="ArtiAyatbuku" style="line-height:115%;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">&#8220;Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa (orang) memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan&#8221;</span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">.</span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR"> </span><strong><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;font-style:normal;" lang="FR">(Q.S. Al Hasyr : 18)</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Kita mulai bahasan dalam upaya mewujudkan idea menjadi realita di dalam membangun pemerintahan dan daerah Kabupaten Agam berbasis masyarakat <strong>madani</strong> yang <strong>mandiri</strong> dan <strong>berprestasi</strong>, untuk <strong>merajut hari esok</strong> <strong>Kabupaten Agam yang lebih baik</strong>, dalam <em>jangka pendek untuk tahun 2010</em>, dan berkelanjutan ke masa-masa berikutnya.</span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR"><span> </span>Perlu disadari bahwa membangun hari esok itu, mestilah lebih baik dari hari kemarin. Artinya ada kewajiban moral dan program bahwa <strong>geliat pembangunan</strong> di tahun 2010, mesti lebih baik dari tahun 2009 yang sedang kita tempuh atau segera akan ditinggalkan.</span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Kewajiban moral ini terkait erat dengan perintah agama. Mempersiapkan masa depan yang lebih baik, seperti sinyal Al Qur’an Surat Al-Hasyar ayat 18 ini mengisyaratkan bahwa <strong>landasan berfikir</strong>, serta <strong>tempat bertolak</strong> (<em>starting point</em>) dari setiap gerak dan pentahapan pembangunan untuk mempersiapkan hari esok <strong>haruslah diisi dengan taqwa</strong>. </span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Ini bermakna, bahwa Kabupaten Agam salah satu keping dari bingkahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang masih kukuh dengan fondasi landasan UUD 45, yang meletakkan Ketuhanan Yang Maha Esa di dalam menjaga kesatuan dan persatuan bangsa serta kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan keadilan sosial yang merata bagi seluruh rakyat di Indonesia, sebagai filosofi hidup bernegara dan berbangsa, yang memberi warna pada setiap kebijakan pembangunan di segala bidang, dan di Kabupaten Agam telah diterjemahkan dalam satu visi <em>Agam Mandiri dan Berprestasi yang Madani</em>. Konsekwensinya adalah tetap menjaga secara utuh landasan berfikir serta tempat bertolak « <strong>beriman kepada Allah</strong> ». </span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Dengan demikian Pemerintah daerah dengan seluruh stake holder serta seluruh masyarakat di Kabupaten Agam mesti mempunyai <em>langkah antisipatif</em> terhadap kemungkinan apa yang terjadi esok, dengan kemampuan memprediksi, merancang, mempersiapkan dan meraih hari esok Kabupaten Agam yang <strong><span style="text-decoration:underline;">lebih</span></strong> <strong>baik</strong>, <strong>dinamis</strong>, <strong>mapan</strong>, <strong>produktif, berprestasi</strong> dari hari ini. </span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Singkatnya mesti ada perbedaan dan peningkatan prestasi dari hari ke hari, dari tahun ke tahun yang terukur, sebagai konsekwensi dari keberlanjutan (sustainability) itu. Hari esok dapat berarti masa depan dalam kehidupan ini, di sini dan sekarang (here and now). Hari esok juga berarti yang hakiki yaitu akhirat. Tidak dapat tidak, wajib ada kemestian perencanaan, gerak dan perilaku pada seluruh sisi dan bidang yang mengarah kepada «<strong>Hari esok harus lebih baik dari hari ini.</strong>»</span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Di dalam upaya <strong><em>peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berwawasan masyarakat madani</em></strong> di Kabupaten Agam, mestinya tumbuh <strong>sadar diri</strong> bahwa ada ikatan perjanjian dengan Allah SWT atau <strong><em>Mu’ahadah</em></strong> sebagai satu sikap pengakuan terhadap kekuasan Allah SWT (<em>tauhidic weltanschaung</em>).<em> Mu’ahadah</em> secara konkrit telah diikrarkan kepada Allah, yang terefleksi minimal 17 kali sehari dan semalam sebagai termaktub di dalam surat Al Fatihah ayat 5 yang berbunyi: “<strong><em>Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in</em></strong><em>”.<a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">[1]</span></strong></span><!--[endif]--></span></span></span></a> </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:Agate-Normal;font-variant:small-caps;color:#632423;" lang="SV">Masyarakat Madani Beradat Dan Beradab</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Kegiatan hidup masyarakat dipengaruhi oleh berbagai lingkungan tatanan (<em>”system”</em>) pada berbagai tataran (”<em>structural levels</em>”). Yang paling mendasar adalah tatanan nilai dan norma dasar sosial budaya berupa <strong>Pandangan Dunia dan Pandangan Hidup</strong> (<em>PDPH</em>), yang memengaruhi seluruh aspek kehidupan masyarakat berupa sikap umum dan perilaku serta tata-cara pergaulan<span> </span>masyarakat.<span> </span>PDPH ini merupakan landasan pembentukan pranata sosial budaya yang melahirkan berbagai<span> </span>lembaga formal maupun informal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Pranata sosial budaya (”<em>social and cultural institution</em>”) adalah batasan-batasan perilaku manusia atas dasar kesepakatan bersama yang menjadi ”<strong>kesadaran kolektif</strong>” di dalam pergaulan masyarakat berupa seperangkat aturan main dalam menata kehidupan bersama. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&#34;">PDPH merupakan pedoman serta petunjuk perilaku bagi setiap dan masing-masing anggota masyarakat di dalam kehidupan sendiri-sendiri<span> </span>maupun bersama-sama. PDPH memberikan <strong>ruang</strong> (dan sekaligus <strong>batasan-batasan</strong>) yang merupakan <strong>ladang</strong> bagi <strong>p</strong></span><strong><span style="font-family:&#34;">engembangan kreatif potensi manusiawi</span></strong><span style="font-family:&#34;"> dalam menghasilkan buah karya sosial, budaya dan ekonomi serta karya-karya pemikiran intelektual yang merupakan mesin perkembangan dan pertumbuhan masyarakat di segala bidang kehidupan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&#34;">PDPH masyarakat di Kabupaten Agam yang sejak dahulu telah melahirkan angkatan-angkatan “<strong>generasi emas</strong>” adalah “<em>Adat Basandi Syarak</em>, <em>Syarak Basandi Kitabullah</em>”(ABS-SBK).<span> </span>ABS-SBK adalah PDPH yang menata seluruh kehidupan masyarakat Minangkabau<span> </span>dalam arti kata dan kenyataan yang sesungguhnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&#34;">Dalam menghadapi berbagai tantangan perubahan, generasi Minangkabau dengan filosofi <em>adat basandi syarak syarak basandi Kitabullah</em> mampu berpegang pada sikap <em>istiqamah</em> (konsistensi). Fatwa adat menyebutkan, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">“A<em>lang tukang tabuang kayu, </em></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Alang cadiak binaso adat, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Alang alim rusak agamo, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Alang sapaham kacau nagari. </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Dek ribuik kuncang ilalang, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Katayo panjalin lantai, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Hiduik jan mangapalang, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Kok tak kayo barani pakai. </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Baburu kapadang data, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Dapeklah ruso balang kaki, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Baguru kapalang aja, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Bak bungo kambang tak jadi”. </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;">Kalangan terdidik (<em>el-fataa</em>) di Minangkabau khususnya selalu hidup dalam bimbingan agama Islam. Dengan bimbingan agama dalam kehidupan, maka ukhuwah persaudaraan (<em>ruh al ukhuwwah</em>) terjalin baik. Kekerabatan yang erat menjadi benteng kuat dalam menghadapi berbagai tantangan. Kekerabatan tidak akan wujud dengan meniadakan hak-hak individu orang banyak.<a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a> Tamak dan loba akan mempertajam permusuhan. Bakhil akan meruntuhkan persaudaraan dan perpaduan. Setiap Muslim wajib mengagungkan Allah dan menghargai nikmatNya yang menjadi sumber dari rezeki, kekuatan, kedamaian dan membimbing manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;text-indent:0;line-height:normal;margin:0 6.05pt 6pt 0;" align="right"><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&#34;color:black;" dir="rtl"><span> </span></span></strong><strong><span style="font-size:20pt;font-family:&#34;color:black;" dir="rtl" lang="AR-SA">اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ ءَامَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ<span> </span>وَالَّذِينَ كَفَرُوا<span> </span>أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ<span> </span>يُخْرِجُونَهُمْ<span> </span>مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-indent:0;line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:black;"><span> </span>Allah adalah pelindung bagi orang-orang yang beriman yang mengeluarkan mereka dari berbagai kegelapan kepada nur(hidayah-Nya). Dan orang-orang kafir itu pelindung-pelindung mereka ialah taghut ( sandaran kekuatan selain Allah) yang mengeluarkan mereka daripada nur (hidayah Allah) kepada berbagai kegelapan.</span></em></strong><span style="font-family:&#34;color:black;"> <a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;color:black;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;">Tata</span><span style="font-family:&#34;" lang="SV">nan nilai dan norma dasar sosial budaya (</span><em><span style="font-family:&#34;">Meta-environment</span></em><span style="font-family:&#34;">)<span> yang dibentuk </span>ABS-SBK sebagai PDPH <span>membentuk lembaga pemerintahan ”</span><em>tigo tungku sajarangan</em><span>” yang menata kebijakan “</span><em>macro-level” (</em><span>dalam hal ini “</span><em>adat nan sabana adat, adat istiadat, dan adat nan taradat) </em><span>bagi pengaturan kegiatan kehidupan masyarakat untuk kemaslahatan “</span><em>anak nagari</em><span>”, begitu pula di dapati di Kabupaten Agam. Dengan demikian setiap dan masing-masing anggota pelaku kegiatan<span> </span>sosial, budaya dan ekonomi<span> </span>pada tingkat sektoral (</span><em>meso-level</em><span>) maupun tingkat perorangan (</span><em>micro-level</em><span>) dapat mengembangkan seluruh potensi dan kreativitasnya sehingga terciptalah manusia dan masyarakat Kabupaten Agam yang unggul dan tercerahkan.<span> </span>Maka dapat dinyatakan bahwa Masyarakat Kabupaten Agam harus tampil menjadi salah satu contoh dari Masyarakat Madani Yang Beradat dan Beradab.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-indent:0;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:Agate-Normal;font-variant:small-caps;color:#632423;">Masyarakat Ber-Adat Beradab Dilandasi <em>Kitabullah</em></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&#34;">Pokok pikiran ”<em>alam takambang jadi guru</em>” menunjukkan bahwa para pemikir (filsuf) Adat Minangkabau (Datuk Perpatih Nan Sabatang dan Datuk Katumanggungan, menurut versi Tambo Alam Minangkabau) meletakkan landasan<span> </span>filosofis Adat Minangkabau atas dasar pemahaman yang mendalam tentang <strong>bagaimana bekerjanya alam semesta serta dunia ini termasuk manusia dan masyarakatnya</strong>. </span><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Mereka telah menjadikan alam semesta menjadi ”ayat dari <em>Nan Bana</em>” atau ayat kauniyah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&#34;" lang="FR">Secara jujur, kita harus mengakui bahwa adat tidak mungkin lenyap, manakala<span> </span>orang Minangkabau memahami dan mengamalkan fatwa adatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:#632423;" lang="FR">“Kayu pulai di Koto alam, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:#632423;" lang="FR">batangnyo sandi ba sandi, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:#632423;" lang="FR">Jikok pandai kito di alam, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:#632423;" lang="FR">patah tumbuah hilang baganti”.</span></em></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:#632423;" lang="FR"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&#34;" lang="FR">Secara alamiah (natuurwet) adat itu akan selalu ada dalam prinsip. Jika patah akan tumbuh (<strong>maknanya hidup dan dinamis</strong>), mengikuti perputaran masa yang tidak mengenal kosong. Setiap kekosongan akan selalu terisi, dengan dinamika akal dan kekuatan ilmu (raso jo pareso). Diperkuat sendi keyakinan, bahwa yang hilang akan berganti. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&#34;" lang="FR">Di sini kita menemui kearifan menangkap perubahan yang terjadi, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:#632423;" lang="FR">“sakali aie gadang, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:#632423;" lang="FR">sakali tapian baralieh, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:#632423;" lang="FR">sakali tahun baganti, </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:#632423;" lang="FR">sakali musim bakisa”.</span></em></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:#632423;" lang="FR"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&#34;" lang="FR">Setiap perubahan tidak akan mengganti <em>sifat</em> adat. Penampilan adat di alam nyata mengikut zaman dan waktu. </span><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;color:#632423;" lang="FR">“Kalau d balun sabalun kuku, kalau dikambang saleba alam, walau sagadang biji labu, bumi jo langit ado di dalam”.</span></em></strong><strong><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR"> <span> </span></span></strong><span style="font-family:&#34;" lang="FR">Keistimewaan adat ada pada falsafah adat mencakup isi yang luas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Konsep </span><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;color:#632423;" lang="SV">”<span>Adaik basandi ka</span> mupakaik, mupakaik<span> </span>basandi ka alua, alua basandi ka patuik, patuik basandi ka Nan Bana, Nan Bana Badiri Sandirinyo”</span></em></strong><span style="font-family:&#34;" lang="SV"> menunjukkan bahwa sesungguhnya para filsuf dan pemikir yang merenda Adat Minangkabau telah <strong>mengakui keberadaan</strong> dan <strong>memahami </strong>”<em>Nan Bana, Nan Badiri Sandirinyo”.</em><span> Artinya, kekuasaan dan kebenaran hakiki ada pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. <strong>Ini dapat dimaknai sebagai landasan masyarakat bertauhid.</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&#34;" lang="FR">Perputaran harmonis dalam </span><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;color:#632423;" lang="FR">“patah tumbuh hilang berganti”</span></em></strong><span style="font-family:&#34;" lang="FR">, menjadi sempurna dalam </span><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;color:#632423;" lang="FR">“adat di pakai baru, kain dipakai usang”.</span></em></strong><span style="font-family:&#34;" lang="FR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&#34;" lang="FR">Adat tidak mesti mengalah kepada yang tidak sejalan. </span><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;color:#632423;" lang="FR">Adat adalah aturan satu suku bangsa. Menjadi pagar keluhuran tata nilai yang dipusakai. Bertanggungjawab penuh menjaga diri dan masyarakat kini, jikalau tetap dipakai, dan akan mengawal generasi yang akan datang.</span></em></strong><span style="font-family:&#34;" lang="FR"> <span> </span></span><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Adat Minangkabau dibangun di<span> </span>atas ”Peta Realitas” yang dikonstruksikan secara kebahasaan (”<em>linguistic construction of realities</em>”)<span> </span>yang direkam terutama lewat bahasa lisan berupa pepatah, petatah petitih, mamang, bidal, pantun yang secara keseluruhan dikenal juga sebagai <strong>Kato Pusako</strong>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Lewat berbagai upacara Adat serta kehidupan masyarakat<span> </span>se-hari-hari, Kato Pusako menjadi rujukan di dalam penerapan </span><span style="font-family:&#34;">PDPH di dalam kehidupan masyarakat Minangkabau dan menjadi Peta Realitas sekaligus Pedoman serta Petunjuk Jalan Kehidupan Masyarakat Minangkabau.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Sesudah ABS-SBK, terjadi semacam <strong>lompatan kuantum</strong> (”<em>quantum leap</em>”) di dalam budaya Minangkabau, dengan bertumbuh-kembangnya manusia-manusia unggul dan tercerahkan yang muncul menjadi tokoh-tokoh yang berperan penting dalam sejarah kawasan ini. </span><span style="font-family:&#34;">Dengan <em>Adat Basandi Syarak Syarak</em>, dan <em>Syarak Bansandi Kitabullah </em>(ABS-SBK) maka tali hubungan antara Adat Sebagai Pedoman serta Petunjuk Jalan Kehidupan itu dibuhul-eratkan dengan Kitabullah yakni Al Qur’an. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&#34;">Al Qur’an adalah Petunjuk/Pedoman Hidup Bagi Manusia Dan Penjabaran Rinci Dan Jelas Dari Petunjuk/Pedoman Serta Tolok Ukur Kebenaram. (“<em>hudal linnaasi wa bayyinatin minal huda wal furqaan</em>” Q.S 2, Al-Baqarah Ayat 184). Penerapan Al-Qur’an yang merupakan Ajaran Allah dan menurut Teladan Nabi Muhammad SAW (<em>Sunnah Rasulullah</em>) telah mentransformasikan masyarakat menjadi Pembawa Obor Peradaban. Selama tidak kurang dari tujuh abad, kebudayaan dan peradaban yang ditegakkan atas Ajaran Al Qur’an telah mendominasi Dunia Beradab. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&#34;">Itu pulalah yang tampaknya terjadi dengan Masyarakat Minangkabau ketika menerapkan ABS-SBK secara “murni dan konsekwen”. Walau berada dalam lingkungan nasional dan internasional yang sulit<span> </span>penuh tantangan, yaitu zaman kolonialisme<span> </span>dan perjuangan melawan penjajahan, budaya Minangkabau yang berazaskan ABS-SBK telah terbukti mampu menciptakan lingkungan yang menghasilkan jumlah yang signifikan tokoh-tokoh yang menjadi pembawa obor peradaban di kawasan ini. <span> </span>Rentang sejarah itu membuktikan bahwa penerapan ABS-SBK telah memberikan lingkungan sosial budaya yang subur bagi seluruh anggota masyarakat dalam <span>mengembangkan segenap potensi dan kreativitasnya sehingga terciptalah manusia dan masyarakat Minangkabau yang unggul dan tercerahkan.</span></span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="text-indent:0;line-height:115%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:Agate-Normal;color:#632423;" lang="FR">Peningkatan kualitas sumberdaya manusia</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Sikap <strong><em>Mu’ahadah</em></strong><em> </em><span>yang mengikrarkan </span>janji yang mengandung ketinggian dan <strong>kemantapan aqidah</strong> bahwa tidak ada yang berhak untuk disembah dan dimintai pertolongan, hanya Allah SWT semata. B<span>erlanjut </span>dengan ucapan, “<em>Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya kuperuntukkan (ku-abdikan) bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam.”</em> Artinya, di dalam menetapkan prioritas pembangunan sumberdaya manusia yang berwawasan masyarakat madani di Kabupaten Agam wajib ada <strong>program pendidikan berbasis akidah</strong> (tauhidic weltanschaung) itu. </span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Sadar sikap berakidah mesti di iringkan oleh <strong><em>Mujahadah </em></strong><span>yang </span>berarti bersungguh-sungguh dalam melaksanakan amal karya yang baik (shaleh) sebagai bagian dari ibadah. Konsekwensi logisnya dari sadar sikap ini sebagai pelaksanaan perintah Allah SWT, sekaligus menjadi <strong>amanat</strong></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="FR"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">serta <strong>tujuan</strong> di dalam pembinaan masyarakat hingga ke <strong>akar bawah di nagari-nagari</strong>. </span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Dengan mengedepankan nilai-nilai ibadah, masyarakat di Kabupaten Agam didorong secara sadar untuk merasakan dirinya sebagai ‘<em>abdun</em> (hamba) yang senantiasa memiliki kewajiban untuk <strong>berbakti, bekerja sama, gotong royong, melaksanakan dan menjaga hasil-hasil pembangunan, </strong>menjadi bagian dari mengabdi kepada <em>Ma’bud</em> (Allah SWT Sang Khaliq). </span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Mujahadah</span></em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR"> mesti digerakkan menjadi sarana menunjukkan <strong>ketaatan, kepatuhan hukum</strong> yang mesti dipunyai setiap hamba Allah sebagai perwujudan keimanan, ketaqwaan dan kesalehan beragama. Karena itu Allah SWT selalu memerintahkan kesalehan peribadi dan sosial kepada manusia untuk selalu <strong>berdedikasi</strong> dan <strong>berkarya secara optimal,</strong> seperti dijelaskan di dalam Al Qur’an Surat At Taubah ayat: 5, </span><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">“Dan katakanlah, bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitahukan-Nya kepada kamu apa-apa yang telah kamu kerjakan.”</span></em></strong></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Mujahadah dalam realisasi tampak dengan ibadah dan karya (amal) shaleh. Upaya ini terkait konsistensi pada jalan kebenaran menuju <strong><em>ridha</em></strong> Allah SWT dan <strong><em>hidayah </em>(petunjuk),</strong> <strong><em>rusyda </em><span>(kecerdasan), </span></strong>dan <strong>keistiqamahan </strong>(<em>sustainability</em>), tidak terpukau bujuk rayu nafsu dan syetan yang terus menggoda. Situasi batin terjaga selalu <strong><em>musyahadah</em></strong> (mengakui) keagungan Ilahi, sehingga tak ada kewajiban yang dilalaikan dan tidak ada larangan Allah yang dilanggar, wujud ciri utama masyarakat madani <strong><em>‘ala nafsihi wa jawarihihi</em></strong><span> (pada diri dan lingkungan)</span>.</span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Tidak dapat dibantah, bahwa “Barangsiapa menghias lahiriahnya dengan mujahadah, Allah akan memperindah rahasia batinnya melalui musyahadah.”<a name="_ftnref4" href="#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a> Maka dalam peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang berwawasan masyarakat madani ini, mau tidak mau harus dipahami bahwa, « <em>Jiwa mempunyai dua sifat yang sering menghalanginya dalam mencari kebaikan. Pertama, <strong>larut dalam mengikuti hawa nafsu</strong>, dan kedua <strong>ingkar terhadap ketaatan</strong>. » </em></span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Karena itu, manakala jiwa telah ditunggangi oleh nafsu, maka yang dapat mengendalikannya hanyalah taqwa. Manakala jiwa bersikeras untuk tetap ingkar pada kehendak Tuhan, maka diperlukan upaya intensif mengembalikan dengan menolak keinginan hawa nafsunya. Manakala jiwa bangkit memberontak, maka untuk meredamnya hanya dengan ibadah. </span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Patutlah disadari, bahwa bertahan dalam lapar (puasa) dan bertanggang (bangun malam di perempat malam), adalah sesuatu yang mudah. Sedangkan membina akhlak dan membersihkan jiwa dari sesuatu yang mengotorinya sangatlah sulit. Maka program utama pendidikan di Kabupaten Agam mesti menjangkau <strong>pendidikan akhlaq</strong> dan <strong>budi pekerti</strong>.</span></em></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Keberhasilan pendidikan berbasis akhlak dan budi pekerti dan sadar jiwa dengan <strong><em>Muraqabah</em></strong></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR"> (merasa selalu diawasi oleh Allah SWT). Rasulullah SAW mengajarkan mengamalkan Muraqabah bahwa Allah SWT selalu menyaksikan segala yang diperbuat oleh hambanya. Artinya masyarakat selalu diarahkan kepada mawas diri (<em>Muraqabah</em>), yang dapat <strong>membentuk mental keperibadian</strong> menjadi <strong>manusia jujur</strong> dan <strong>ikhlas</strong> dalam melaksanakan segala sesuatu. Firman Allah SWT, </span><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">“Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang berada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan Tiada (pembicaraan antara) lima orang melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah mengetahui segala sesuatu.” </span></em></strong><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">(Q.S. Al Mujaadilah : 7)</span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR"> </span></span><a name="_ftnref5" href="#_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><em></em></p>
<p class="MsoTitle" style="text-align:left;text-indent:0;margin:6pt -.15in .0001pt 0;" align="left"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:Agate-Normal;color:#632423;">Mewujudkan Masyarakat mengamalkan norma agama dan adat dengan Kecerdasan Spritual</span></p>
<p class="AyatBuku" style="text-align:justify;text-indent:.2in;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="AR-SA">إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لاَيَاتٍ لِأُولِي</span><span style="font-size:20pt;line-height:115%;font-family:&#34;" dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size:20pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="AR-SA"><span> </span>اْلأَلْبَاب ِ</span></p>
<p class="AyatBuku" style="text-align:justify;text-indent:.2in;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="AR-SA">الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ</span></p>
<p class="ArtiAyatbuku" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;" lang="FR">Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi Ulil Albab. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia. Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;" lang="FR"> <strong>(Q.S. Ali Imran: 190-191)</strong></span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="margin-top:12pt;line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Berbagai macam perkembangan mengarah pada modernisasi bermunculan diiringi pula bercorak rintangan dan tantangan menjadi penghalang pencapaian cita-cita mulia, yakni : <em>Hasanah fiddunya wal akhirah.</em></span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Setiap peribadi yang loyal terhadap komitmen tauhid bahwa « <em>Masa depan harus lebih baik dari masa ini » </em>mesti melihat berbagai rintangan dan cobaan yang menghadang sebagai ujian hidup yang menuntut kesabaran, agar semua yang ia lakukan akan bernilai ibadah di sisi Allah. Prinsip tauhid itu seringkali dibenturkan dengan kesulitan ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, kultur masyarakat yang mengalami degradasi moral, dan tantangan hidup lainnya.</span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Perlu ada “ <em>kecerdasan spritual ” </em><span>guna</span> menjawab problematika kehidupan yang terbentang menjadi suatu kenyataan dan keniscayaan yang harus dihadapi. Pada prinsipnya siapapun<span> </span>yang ingin meraih sukses , kata kuncinya adalah harus memiliki <em>kecerdasan spritual. </em>Menumbuh kembangkan kecerdasan spritual diperlukan formula-formula strategis, antara lain ;</span></p>
<p class="NormalBuku" style="margin-left:45pt;text-indent:-.25in;line-height:115%;"><!--[if !supportLists]--><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR"><span>1.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em><!--[endif]--><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR"><span> </span>Menjauhi Thaghut </span></em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">yang berarti menyembah selain Allah. <em>Thaghut</em><span> </span>merupakan kontra tauhid yang mesti dijauhi, karena dapat menimbulkan <em>‘split of personality’ </em>(pecah keperibadian) yang tidak akan mampu mengatasi suatu persoalan karena kehilangan asas yang akan menjadi tumpuan untuk berpijak. <em></em></span></p>
<p class="NormalBuku" style="margin-left:45pt;text-indent:-.25in;line-height:115%;"><!--[if !supportLists]--><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR"><span>2.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em><!--[endif]--><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR"><span> </span>Meningkatkan Pengetahuan. </span></em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Satu pendapat yang mesti dihilangkan di masa ini adalah <em>dikotomi</em> (pemisahan) dalam pembagian ilmu agama dan ilmu umum. <em>The second world Comfrence Muslim Education</em> sejak <span> </span>1980 merekomendasikan bahwa<span> </span>perencanaan pendidikan di dasarkan kepada dua kategori, yaitu <em>ilmu abadi</em> yang diwahyukan yang diambil dari Al Qur’an<span> </span>dan Sunnah dan ilmu yang diperoleh dari hasil karya dan pengalaman manusia. Ilmu memegang peran cukup menentukan bagi siapapun yang ingin meraih kebahagiaan. Ilmu pengetahuan merupakan potensi dan mempunyai andil yang sangat besar dalam menentukan tingkat <em>kecerdasan spritual.</em></span></p>
<p class="NormalBuku" style="margin-left:45pt;text-indent:-.25in;line-height:115%;"><!--[if !supportLists]--><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR"><span>3.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em><!--[endif]--><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR"><span> </span>Ittiba’ ahsanah. </span></em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Setiap peribadi madani yang berprestasi harus mengikis kebiasaan <em>taqlid</em></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR"> secara membabi buta. Semua masyarakat Kabupaten Agam semestinya mampu merespon seruan-seruan yang mengajak kepada kebaikan secara reflektif dan selalu pro-aktif untuk mencegah kemungkaran. Kebiasaan positif ini apabila berlaku secara benar akan menumbuh-kembangkan benih-benih <em>kecerdasan spritual. </em>Sebaliknya, kurang tanggap terhadap <em>Ittiba’ ahsanah</em> ini, akan membunuh benih-benih <em>kecerdasan spritual. </em>Dan jadilah masyarakat madani di Kabupaten Agam mangsa dari <span> </span>“<em>Syarrud Dawwah”</em><span> yakni ajakan kepada keburukan<em>. </em></span></span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Agama dalam pandangan Islam adalah aturan-aturan yang diturunkan oleh Allah SWT untuk mengatur kehidupan manusia agar mereka dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Agama memberikan tuntunan yang jelas kepada manusia mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang harus dikerjakan dan mana pula yang harus ditinggalkan, mana yang menguntungkan dan mana yang merugikan. Tuntunan agama memberikan arah yang benar yang harus ditempuh oleh manusia, baik urusan duniawi maupun untuk mempersiapkan diri menghadapi pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT di akhirat nanti.</span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Satu kesimpulan mewujudkan masyarakat mengamalkan norma agama dan adat istiadat di Kabupaten Agam dengan mengamati formula di atas, dapat membantu menggali<span> </span>potensi <em>kecerdasan spritual </em><span>di</span> lingkungan masyarakat Kabupaten Agam. Untuk mencapai <em>kecerdasan spritual</em>, diperlukan niat tulus, sikap istiqamah. Di samping sudah ada modal lain seperti ketersediaan <em>material, alam, </em><span>didukung <em>kecerdasan tekhnikal </em></span>untuk memecahkan serta mencari solusi problematika kehidupan. Perlu dikembangkan sikap sadar <em>Muhasabah </em>berarti introspeksi diri, baik amal ibadah <em>mahdhah</em> maupun kesalehan berkaitan kehidupan di masyarakat (interaksi sosial). </span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Muhasabah</span></em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR"> dilaksanakan dengan cara meningkatkan <em>ubudiyah</em> <strong>mengelola waktu </strong>dengan produktif. </span><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">“Tidak terbit fajar suatu hari, kecuali ia berseru, “Wahai anak cucu Adam, aku ciptaan baru yang menjadi saksi usahamu. Gunakan aku karena aku tidak akan kembali lagi sampai hari kiamat”. </span></em></strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR"><span> </span>Waktu terus berlalu, ia diam seribu bahasa, sampai manusia sering tidak menyadari kehadiran waktu dan melupakan nilainya. Allah SWT berkali-kali bersumpah dengan berbagai kata yang menunjuk pada waktu, seperti <em><span> </span>Wa Al Lail </em>(demi malam)<em>, Wa An Nahr </em>(demi siang), dan lain-lain.<a name="_ftnref6" href="#_ftn6"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a></span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Waktu adalah modal utama manusia. Apabila tidak dipergunakan dengan baik, waktu akan terus berlalu. Waktu tidak boleh berlalu begitu saja. Waktu adalah modal utama sebelum dapat memanfaatkan raw-materials dan capital akumulasi. Banyak sekali hadits Nabi SAW yang memperingatkan manusia agar mempergunakan waktu dan mengaturnya sebaik mungkin. Namun banyak manusia yang lalai.</span></p>
<p class="AyatBuku" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:20pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="AR-SA">نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا َكثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَ الفَرَاغُ</span></p>
<p class="ArtiAyatbuku" style="line-height:115%;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">“Dua nikmat yang sering disia-siakan banyak orang: Kesehatan dan kesempatan (waktu luang).” </span></strong><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">(H.R. bukhari melalui Ibnu Abbas r.a)</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Masyarakat madani yang berprestasi adalah masyarakat yang pandai menjaga waktu. Memanfaatkan dan segera dapat melakukan <em>Muaqabah</em></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR"> artinya pemberian sanksi terhadap diri sendiri, manakala melakukan kesalahan atau lalai yang berakibat diri berbuat dosa maka ia segera mnghapusnya dengan melaksanakan amal yang lebih utama meskipun terasa berat. Kesalahann maupun dosa adalah kesesatan. </span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Banyak program sederhana yang dapat dilaunching oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Agam sampai ke nagari-nagari, mendorong dan mengajar masyarakat menghargai waktu, dengan menggelar kursus-kursus keterampilan akan berdampak kepada <strong>peningkatan kecerdasan, peningkatan kemampuan, peningkatan sumber pendapatan</strong>, dan akhirnya berbuah kepada <strong>peningkatan keamanan</strong> dan <strong>kesejahteraan anak nagari</strong>.</span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="line-height:115%;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">Program sederhana itu bertujuan agar anak nagari <strong>pandai mengaji </strong>(<em>murattal, qari</em>), <strong>pandai memasak</strong> (<em>kuliner</em>), <strong>pandai menjahit</strong> (<em>home industri, handy craft</em>), <strong>pandai berpidato</strong> (<em>persembahan, budaya, adat istiadat</em>), <strong>pandai bersilat</strong> (olah raga), <strong>pandai berdagang </strong>(<em>wiraswasta, entrepreneurships</em>), <strong>pandai menabung</strong> (<em>banking minded</em>) sesuai pepatah Minangkabau menyebutkan ; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-indent:0;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:Agate-Normal;font-variant:small-caps;color:#632423;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-indent:0;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:Agate-Normal;font-variant:small-caps;color:#632423;">Krisis Budaya Minangkabau Merupakan Miniatur Dari Krisis Peradaban Manusia Abad<span> </span>Mutakkhir</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&#34;">Budaya Minangkabau memang mengalami krisis, karena lebih dari setengah abad terakhir ini tidak melahirkan tokoh-tokoh yang memiliki peran sentral di dalam berbagai segi kehidupan di tataran nasional apatah lagi di tataran kawasan dan tataran global. <strong>Budaya Minangkabau selama setengah abad terakhir ini gagal membentuk lingkungan sosial ekonomi yang subur bagi persemaian manusia serta masyarakat unggul dan tercerahkan</strong>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&#34;">Di sisi lainnya, manusia moderen sangat berbangga dengan berbagai <strong>isme</strong>-<strong>isme</strong> yang dikembangkannya serta <strong>meyakini kebenarannya</strong> di dalam memahami manusia serta mengatur kehidupan bersama di dalam masyarakat. Kapitalisme, liberalisme dan isme-isme lain telah menjadi semacam berhala yang dipuja serta diterapkan dalam kehidupan masyarakat di kebanyakan belahan Dunia. Hasil penerapan isme-isme itulah yang sekarang memicu berbagai krisis global di Alaf Ketiga ini.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&#34;">Jika kita merujuk kepada <em>Kitabullah</em>, yaitu Al-Qur’an, kita akan menemukan gejala dan sebab-sebab dari Perubahan Iklim yang mendera Umat Manusia. Salah satu ayat Al-Qur’an menyatakan, “&#8230;..<em>Telah menyebar kerusakan di muka bumi akibat ulah manusia”. </em><span> </span><strong>Perilaku manusia-lah penyebab semua kerusakan itu</strong>.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.9pt;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;text-indent:.9pt;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-family:&#34;">Dan penyebab perilaku merusak manusia ialah <strong>penyembahan berhala</strong>, berupa <strong>ilmu </strong>ataupun <strong>isme-isme</strong> <strong>yang ternyata tidak memiliki hubungan satu-satu dengan kenyataan di alam semesta termasuk di dalam diri manusia dan masyarakat</strong>.<span> </span>Salah satu ayat dalam Al-Qur’an </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;text-indent:.9pt;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-family:&#34;">Surat 12, Yusuf , Ayat 40,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0;line-height:normal;text-align:left;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0;line-height:normal;"><span class="gen"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">“<span>Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) <span>nama-nama</span> yang <span>kamu</span> dan <span>nenek moyangmu membuat-buatnya</span>. Allah tidak menurunkan suatu <span>keteranganpun</span> tentang <span>nama-nama</span> itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”</span></span></em></strong></span><span class="gen"><em><span style="font-family:&#34;"> </span></em></span><span class="gen"><span style="font-family:&#34;">(QS 12, Yusuf : 40).</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span class="gen"><em><span style="font-family:&#34;"> </span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:31.5pt;"><span class="gen"><span style="font-family:&#34;">Keyakinan, yang tidak berdasar, akan kebenaran isme-isme itulah yang dapat digolongkan sebagai pemujaan manusia moderen. Manusia memiliki kemampuan terbatas untuk menguji kesebangunan antara apa yang ada dalam pikirannya dengan apa yang sesungguhnya ada dalam Realitas. Isme-isme itu serta keyakinan berlebihan akan keampuhan Ilmu hasil pemikiran manusia hanyalah sekadar ” nama-nama yang dibuat-buat saja” atau sama dengan <strong>khayalan manusia</strong> saja. Dan, disebutkan dalam Al-Quran bahwa jenis manusia yang demikian telah “mempertuhan diri dan hawa nafsunya” dan mereka sesat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0;line-height:normal;"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">“ …. dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. sesung- guhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. ” </span></em></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">(QS.28 : 50)<em></em></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&#34;">Simpulannya, krisis global yang dihadapi manusia moderen disebabkan karena kebanyakan mereka mempercayai apa yang tidak layak diyakini berupa isme-isme karena mereka telah menuhankan diri dan nafsu mereka sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&#34;">Kebanyakan manusia moderen telah menjauh dari agama langit, bahkan dari agama itu sendiri, dalam pikiran apalagi dalam perbuatan dan kegiatan mereka. Jika dikaitkan dengan kondisi dan situasi masyarakat Minangkabau di abad ke 21 ini, mungkin telah ada jarak yang cukup jauh antara <strong>ABS-SBK</strong> sebagai konsep PDPH (Pandangan Dunia dan Pandangan Hidup) dengan<span> </span>kenyataan kehidupan sehari-hari. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;"><span style="font-family:&#34;">Asumsi atau dugaan ini menjadi penjelas serta alasan kenapa <span>budaya Minangkabau selama setengah abad terakhir ini gagal membentuk lingkungan sosial ekonomi yang subur bagi persemaian manusia serta masyarakat unggul dan tercerahkan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;">P<span style="color:black;">enerapan ABS-SBK mengharuskan kehidupan perorangan serta pergaulan masyarakat Minangkabau berakar dari dan berpedoman kepada Al-Quran serta Sunnah Rasullullah.<span> </span>Hanya dengan demikianlah, ABS-SBK dapat membentuk lingkungan sosial-budaya yang akan mampu menghasilkan manusia dan masyarakat Minangkabau yang unggul dan tercerahkan yang berintikan para “</span></span><em><span style="font-family:&#34;color:black;">ulul albaab” </span></em><span style="font-family:&#34;color:black;">sebagai tokoh dan pimpinan masyarakat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;">Manusia seperti itulah barangkali yang dimaksudkan oleh Kato Pusako </span><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;color:black;">“</span></em></strong><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Nan Pandai Manapiak Mato Padang, Nan Indak Takuik Manantang Matoari, Nan Dapek Malawan Dunia Urang, Sarato Di<span> </span>Akhiraik Beko Masuak Sarugo“.<span> </span></span></em></strong></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:9pt;text-indent:-9pt;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-family:&#34;"><span> </span><em>Imam as Syaukani</em> dalam kitab tafsirnya ‘Fathul Qadir’ dan <em>Syeikh Ali As Shabuni</em> dalam kitab tafsirnya ‘<em>Shafwatut Tafaasir’.</em></span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.25in;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;color:black;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;color:black;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-size:10pt;line-height:115%;color:black;"> Pepatah Arab menyebutkan, <span dir="rtl" lang="AR-SA">اخاك اخاك ان من لا اخا له-<span> </span>كساع الى الهيجا بغير سلاح</span><span lang="AR-SA"> </span></span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:.25in;"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="color:black;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;color:black;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="color:black;"> Al-Baqarah, 257</span></p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:9pt;text-indent:-9pt;"><a name="_ftn4" href="#_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-family:&#34;"><span> </span>Ucapan <em>Syeikh Abu Ali Ad Daqqaq </em><span>dan juga </span>Imam Al Qusyairiy an-Naisaburi mengomentari tentang mujahadah di dalam kitab tasawufnya <strong>Risalatul Qusyairiyah</strong></span></p>
</div>
<div id="ftn5">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin-left:9pt;text-indent:-9pt;"><a name="_ftn5" href="#_ftnref5"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-family:&#34;"><span> </span><strong>Syeikh Abdul Kadir </strong>memberikan nasehat di dalam kitab <em>Al Fathu Arrabbaani wa Al Faidh Ar Rahmaani, “</em><em>Berlaku jujurlah engkau dalam perkara sekecil apapun dan di manapun engkau berada. Kejujuran dan keikhlasan adalah dua hal yang harus engkau realisasikan dalam hidupmu. Ia akan bermanfaat bagi dirimu sendiri. Ikatlah perkataanmu, baik yang zhahir maupun yang batin, karena malaikat senantiasa mengontrolmu secara zhahir. Allah SWT yang mengontrol hal di dalam batin. Seharusnya engkau malu kepada Allah SWT dalam setiap kesempatan dan seyogyanya hukum Allah SWT menjadi pegangan dalam keseharianmu. Jangan engkau turuti hawa nafsu dan bisikan syetan, jangan sekali-kali engkau berbuat riya’ dan nifaq, karena hak itu adalah batil. Kalau engkau berbuat demikian maka engkau akan disiksa. Engkau berdusta, padahal Allah SWT mengetahui apa yang engkau rahasiakan. Bagi Allah tidak ada perbedaan antara yang tersembunyi dan yang terang-terangan, semuanya sama. Bertaubatlah engkau kepada-Nya dan dekatkanlah diri kepada-Nya (Bertaqarrub) dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya.</em>” </span></p>
</div>
<div id="ftn6">
<p class="ParagraphBuku" style="margin-left:9pt;text-indent:-9pt;line-height:115%;"><a name="_ftn6" href="#_ftnref6"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;" lang="FR"><span> </span><strong>Malik bin Nabi</strong> dalam bukunya <strong><em>Syuruth An Nahdhah</em></strong> menulis tentang peran waktu ini.</span></p>
<p class="ParagraphBuku" style="margin-left:9pt;text-indent:-9pt;line-height:115%;"><span lang="FR"> </span></p>
</div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menghadapi Tantangan Budaya Global]]></title>
<link>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/04/13/menghadapi-tantangan-budaya-global/</link>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 09:07:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/04/13/menghadapi-tantangan-budaya-global/</guid>
<description><![CDATA[Membangun Program Strategis bersinergis Menghadapi Tantangan Budaya Global Di Abad ke Duapuluh Satu ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoTitle" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;"><span style="font-size:19pt;font-family:&#34;color:black;">Membangun Program Strategis bersinergis</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;"><span style="font-size:19pt;font-family:&#34;color:black;">Menghadapi Tantangan Budaya Global </span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;"><span style="font-size:19pt;font-family:&#34;color:black;">Di Abad ke Duapuluh Satu</span><strong><em> </em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:center;"><span style="font-size:14pt;font-family:&#34;color:black;" lang="IN">oleh H. Mas&#8217;oed Abidin</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> </span></p>
<h2 style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-family:&#34;color:black;text-transform:uppercase;" lang="IN">Pendahuluan</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Zaman senantiasa mengalami perubahan Begitulah Sunatullah. Yang Kekal hanyalah Sunnatullah, aturan yang telah ditetapkan oleh Allah, Maha pencipta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Memasuki <em>alaf ketiga </em>atau abad dua puluh satu, ditemui suatu kenya­taan, terjadinya lonjakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pesat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Ditandai dengan lajunya teknologi komuni­kasi dan informasi (information technology</span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><img class="alignleft size-full wp-image-412" title="buya-depan-masjid-nabawi-4" src="http://blogminangkabau.wordpress.com/files/2009/04/buya-depan-masjid-nabawi-4.jpg" alt="buya-depan-masjid-nabawi-4" width="211" height="279" /></span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Suatu gejala yang disebut‑sebut sebagai arus <strong>globalisasi</strong>, &#8220;perdagangan bebas, per­saingan yang tinggi dan tajam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Era globalisasi ak</span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">an terjadi perubahan‑perubahan cepat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Dunia akan transparan, terasa sempit, dan seakan tanpa batas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Hubungan komunikasi, informasi, transportasi menjadikan satu sama lain menjadi dekat, sebagai akibat dari revolusi industri, hasil dari pengembangan ilmu penget</span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">ahuan dan teknologi.</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom:6pt;"><strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom:6pt;"><strong><span style="font-family:&#34;color:black;text-transform:uppercase;" lang="IN">Perubahan oleh Arus globalisasi</span></strong><strong> </strong></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom:6pt;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">1. Menggeser P</span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">ola Hidup Masyarakat. </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom:6pt;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Dari agraris tradisional menjadi masyarakat industri modern. </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom:6pt;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Dari kehidupan</span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> berasaskan kebersa­maan, kepada kehidupan individualis. </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom:6pt;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Dari lamban kepada serba cepat. </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom:6pt;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Dari berasas nilai sosial menjadi konsumeris materi­alis. </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom:6pt;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Dari tata kehidupan tergantung dari alam kepada kehi­dupan menguasai alam.</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom:6pt;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Dari kepemimpi</span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">nan formal kepada kepe­mimpinan kecakapan (profesional).</span></p>
<h2 style="margin-bottom:6pt;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;font-weight:normal;" lang="IN">2. Pertumbuhan Ekonomi. </span></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Globalisasi menyangkut langsung kepentingan sosial masing‑masing negara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Masing‑masing akan berjuang memelihara kepentingannya, dan cenderung tidak akan memperhatikan nasib </span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">negara‑negara lain. Kecenderungan ini bisa melahirkan kembali &#8220;<strong>Social Darwinism</strong>&#8220;. </span><span style="font-family:&#34;color:black;">Dan ini kita rasakan kini dampaknya ketika dunia dilanda ambruknya sistim ekonomi kapitalis yang berbuah dengan krisis financial global.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Kondisi ini mirip dengan kehidupan so</span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">sial budaya masyarakat jahiliyah, antara lain mengagungkan materi (berhala), mengabaikan kaedah-kaedah halal-haram, memutus hubungan silaturrahim, berbuat anarkis dan kegaduhan terhadap masyarakat (tetangga, bangsa,negara), yang kuat m</span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">enelan yang lemah.<a name="_ednref4" href="#_edn4"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span>&#60;!&#8211;[if !supportFootnotes]&#8211;&#62;<span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;color:black;" lang="IN">[4]</span></span></span></span></span></a></span><a name="_ednref4" href="#_edn4"></a><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><a name="_ednref4" href="#_edn4"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;</span></span></span></a></span></p>
<h2 style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> </span></h2>
<h2 style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-family:&#34;color:black;text-transform:uppercase;" lang="IN">Dampak Globalisasi</span></h2>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="IN">Globalisasi membawa <strong>banyak tantangan</strong> (sosial, budaya, ekonomi, politik dan bahkan menyangkut setiap aspek kehidupan kemanusiaan. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="IN">Globalisasi juga menjanjikan <strong>harapan‑harapan dan kemajuan</strong>.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Harapan dan kemajuan yang menjanjikan, adalah pertumbuhan ekonomi yang pesat, sebagai alat untuk menciptakan kemakmuran masyarakat. Indonesia sebagai bagian dari Asia Tenggara. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Apa artinya semua ini?</span></strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> Kita akan menjadi pasar raksasa yang akan diperebutkan oleh orang‑orang di sekeliling. Bangsa kita akan dihadapkan pada <strong><em>&#8220;Global Capitalism&#8221;</em></strong>. Kalau kita tidak hati‑hati keadaan akan bergeser menjadi <strong><em>&#8220;Capitalism Imperialism&#8221;</em></strong> </span><span style="font-family:&#34;color:black;">artinya </span><strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">kita akan terjajah di negeri sendiri tanpa kehadiran fisik si penjajah.</span></strong></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;" lang="IN">Globalisasi membawa <strong>perubahan perilaku</strong>, terutama pada generasi muda (para remaja). </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">3.1. Masalah Remaja</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 .9pt 6pt .5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Dunia remaja kita akhir-akhir ini digoncangkan oleh fenomena kurang menggembirakan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 58.5pt;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Banyaknya <strong>tawuran pelajar</strong>, pergaulan <strong>a-susila</strong> dikalangan pelajar dan mahasiswa. Pornografi yang susah dibendung. Kalangan remaja dijangkiti kebiasaan <strong>bolos sekolah.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt 58.5pt;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Kesukaan terhadap<strong> minuman keras.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 58.5pt;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Kecanduan terhadap<strong> ectasy (XTC), </strong><span> </span>menjadi <strong>budak kokain dan morfin. </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 58.5pt;"><strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Kesukaan judi </span></strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">dalam <strong>urban popular culture, </strong><em>musro, world-wide sing,</em> dan sejenisnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 58.5pt;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Para remaja cenderung bergerak menjadi <strong>generasi buih</strong> terhempas dipantai menjadi <strong><em>dzurriyatan dhi’afan</em></strong><span> </span>suatu generasi yang bergerak menjadi “<strong>X-G</strong>” <em>the loses generation</em> dan tidak berani ikut serta didalam perlombaan ombak gelombang samudera globalisasi. </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom:6pt;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Penyimpangan perilaku menjadi ukuran atas kemunduran moral dan akhlak.</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom:6pt;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Hilangnya kendali para remaja, berakibat ketahanan bangsa akan lenyap dengan lemahnya remaja. </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="margin-bottom:6pt;text-indent:.5in;"><strong><em><span style="font-family:&#34;color:black;">Apa </span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Penyebab </span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&#34;color:black;">U</span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">tama </span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&#34;color:black;">kesemuanya itu ?</span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&#34;color:black;"> </span></em></strong><strong><span style="font-family:&#34;color:black;">Kalau ingin dirinci, antara lain</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt 58.5pt;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">rusaknya sistim, pola dan politik pendidikan</span></strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">.<span> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt 58.5pt;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">hilangnya tokoh panutan, </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt 58.5pt;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">berkembangnya kejahatan orang tua, </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt 58.5pt;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">luputnya tanggung jawab lingkungan masyarakat, </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt 58.5pt;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">impotensi dikalangan pemangku adat, </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt 58.5pt;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">hilangnya wibawa ulama, </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt 58.5pt;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">bergesernya fungsi lembaga pendidikan menjadi bisnis, </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt 58.5pt;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">profesi guru dilecehkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 .5in 6pt -.25in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 .25in 6pt .5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span> </span>3.2. <strong>Perilaku Umat</strong>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span> </span></span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Terjadi</span><span style="font-family:&#34;color:black;"> pula</span><span style="font-family:&#34;color:black;"> <em><span lang="IN">interaksi</span></em><span lang="IN"> dan ekspansi<em> kebudayaan</em> secara meluas. Di tandai dengan semakin berkembangnya pengaruh budaya, </span></span></p>
<h2 style="margin-left:58.5pt;text-indent:-.25in;"><span style="font-family:&#34;" lang="IN">pengagungan materia secara berlebihan (materialistik),</span></h2>
<h2 style="margin-left:58.5pt;text-indent:-.25in;"><span style="font-family:&#34;" lang="IN">pemisahan kehidupan duniawi dari supremasi agama (sekularistik),</span></h2>
<h2 style="margin-left:58.5pt;text-indent:-.25in;"><span style="font-family:&#34;" lang="IN">pemujaan kesenangan indera mengejar kenikmatan badani (hedonistik). </span></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;">Sebenarnya perilaku umat ini merupakan p</span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">enyimpangan jauh dari budaya luhur</span><span style="font-family:&#34;color:black;">. Akibatnya dapat </span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">memunculkan ; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">a. <strong>Kriminalitas, </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">b. Sadisme, </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">c. Krisis moral </span></strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">secara meluas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Terjadinya <strong>dis-equilibrium, (hilangnya keseimbangan moral),</strong> dalam tatanan kehidupan bermasyarakat menyebabkan lahir krisis-krisis, </span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;" lang="IN">krisis nilai, menyangkut <em>etika individu dan sosial</em> berubah drastik, pada mulanya berpandangan luhur bergeser kencang kearah tidak acuh, dan lebih parah mentolerir </span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;" lang="IN">krisis konsep pergeseran pandang (view) cara hidup, dan ukuran nilai jadi kabur. Sekolahan yang merupakan cerminan idealitas masyarakat tidak bisa dipertahankan. </span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;" lang="IN">Krisis kridebilitas dengan <em>erosi kepercayaan.</em> Pergaulan orang tua, guru dan muballig dimimbar kehidupan<span> </span>mengalami <em>kegoncangan wibawa</em>. </span>K<span style="font-size:12pt;font-family:&#34;" lang="IN">risis beban institusi pendidikan terlalu besar.Tuntutan tanggung jawab moral sosial kultural dikekang oleh sisitim dan aturan birokrasi. Kesudahannya, membelenggu<em> dinamika</em> institusi, akhirnya impoten memikul beban tanggung jawab. </span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;" lang="IN">Krisis relevansi program pendidikan yang mendukung kepentingan <em>elitis non-populis</em>, tidak demokratis. Orientasi pendidikan beranjak dari mempertahankan <em>prestasi</em> kepada<em> orientasi prestise, keijazahan.</em>  </span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;" lang="IN">Krisis solidaritas, dan membesarnya kesenjangan miskin kaya, dan kesempatan mendapatkan pendidikan tidak merata, kurangnya idealisme generasi<span> </span>remaja tentang peran dimasa datang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><strong><span style="font-family:&#34;color:black;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Pergeseran budaya </span></strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">d</span><span style="font-family:&#34;color:black;">engan </span><span style="font-family:&#34;color:black;"><span> </span><strong><span lang="IN">mengabaikan nilai-nilai agama</span></strong><span lang="IN"> </span></span><span style="font-family:&#34;color:black;">pastilah akan </span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">melahirkan tatanan hidup </span><span style="font-family:&#34;color:black;">masyarakat dengan </span><strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">penyakit sosial</span></strong><strong><span style="font-family:&#34;color:black;"> (masyrakat) atau PEKAT yang</span></strong><strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> kronis,</span></strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span> </span></span><span style="font-family:&#34;color:black;">di antaranya akan meruyak menjadi ; </span>Keg<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">emaran berkorupsi. </span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Aqidah</span><span style="font-family:&#34;color:black;">nya</span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> bertauhid namun akhlaknya tidak mencerminkan akhlak Islami. </span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Melalaikan ibadah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 .9pt 6pt 31.5pt;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">3.3. <strong>Perilaku kehidupan<span> </span>non-science</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Di antaranya tampak</span><span style="font-family:&#34;color:black;"> pula pada perangai </span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">; </span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Sangat berminat terhadap kehidupan <strong>non-science,</strong>  </span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">asyik mencari <strong>kekuatan gaib</strong> belajar <strong>sihir. </strong></span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Mencari jawaban <strong>paranormal, </strong></span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">menguasai <strong>kekuatan jin</strong>, bertapa ketempat <strong>angker. </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt 58.5pt;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Menyelami <strong>black-magic, </strong>mempercayai <strong>mistik.</strong> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt 58.5pt;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Tidak terkecuali menghinggapi juga para cendekiawan. Mencari dukungan melalui pedukunan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">P</span><span style="font-family:&#34;color:black;">erangai </span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">sedemikian</span><span style="font-family:&#34;color:black;"> ini telah</span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> banyak melahirkan </span><span style="font-family:&#34;color:black;">peribadi yang terbelah (</span><strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">split personalities</span></strong><strong><span style="font-family:&#34;color:black;">)</span></strong><strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">,</span></strong><strong><span style="font-family:&#34;color:black;"> dengan sikap </span></strong><strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">“too much science too little faith”, </span></strong><em><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">lebih banyak ilmu dengan tipisnya kepercayaan keyakinan agama, </span></em><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">berkembangnya paham <strong>nihilisme</strong> budaya senang lenang (<strong>culture contenment</strong>)<em>.</em><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;">Keadaan di atas d</span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">iperparah </span><span style="font-family:&#34;color:black;">lagi </span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">oleh limbah budaya, antara lain; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">sensate-culture<a name="_ednref6" href="#_edn6"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span>&#60;!&#8211;[if !supportFootnotes]&#8211;&#62;<span class="MsoEndnoteReference"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;color:black;" lang="IN">[6]</span></strong></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;</span></span></span></a></span></strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> yang selalu bertalian dengan <em>hedonistik.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Orientasi hiburan berselera rendah, <em> </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">3-S tourisme</span></strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> <em>sun-sea-sex. </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Gaya hidup <em>konsumeristis, rakus, boros, cinta mode.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Pergaulan <em>bebas sex,</em> <strong>ittiba’ syahawat</strong> (memperturutkan hobi nafsu syahawat). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Kebebasan salah arah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>g.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Lepas dari kawalan agama dan adat luhur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .75in 6pt;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>h.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Tampil dengan sikap <strong>permissif</strong> dan <strong>anarkis</strong>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Pada hakekatnya semua perilaku a-moral tersebut lahir karena <strong><em>lepas kendali dari nilai-nilai agama</em></strong> dan <strong>menyimpang jauh </strong></span><strong><span style="font-family:&#34;color:black;">dan </span></strong><strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">keluar dari alur </span></strong><strong><span style="font-family:&#34;color:black;">akhlak mulia, </span></strong><span style="font-family:&#34;color:black;">atau menjauh dari adat istiadat warisan leluhur dan budaya bangsa</span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">.</span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Kondisi seperti itu telah memb</span><span style="font-family:&#34;color:black;">awa perubahan </span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">buruk terhadap </span><span style="font-family:&#34;color:black;">generasi bangsa dan menjadikan </span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">dunia pendidikan pada umumnya</span><span style="font-family:&#34;color:black;"> mendapat cercaan</span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><strong><span style="font-family:&#34;color:black;">Jawaban untuk keluar dari problematika ini adalah ikatan sinerjitas antara Umarak dan Ulama</span></strong></p>
<h2 style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-family:&#34;color:black;font-weight:normal;"> </span></h2>
<h2 style="margin-bottom:6pt;"><span style="font-family:&#34;color:black;text-transform:uppercase;" lang="IN">Membentuk Generasi Masa Depan</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Generasi muda akan menjadi <strong>aktor utama</strong> dalam pentas kesejagatan (millenium ketiga). Karena itu, generasi muda (remaja) harus dibina dengan budaya yang kuat berintikan <strong><em>nilai-nilai dinamik</em></strong> yang relevan dengan realiti kemajuan di era globalisasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 .9pt 6pt .5in;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Generasi<strong> masa depan</strong> (era globalisasi) yang diminta lahir dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">budaya luhur</span></strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> (tamaddun),</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">berpaksikan tauhidik</span></strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">kreatif</span></strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> dan<strong> dinamik</strong>, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">memiliki <strong>utilitarian ilmu</strong> berasaskan <strong>epistemologi Islam</strong> yang jelas, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">tasawwur</span></strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> (world view) yang <strong>integratik</strong> dan <strong>ummatik</strong> sifatnya (bermanfaat untuk semua, terbuka dan <strong>transparan</strong>).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Perkembangan ke depan banyak ditentukan oleh peranan remaja sebagai generasi <strong>penerus</strong> dan <strong>pewaris</strong> dengan kepemilikan<span> </span>ruang interaksi yang jelas menjadi agen sosialisasi guna menggerakkan kelanjutan<span> </span><strong>survival</strong> kehidupan ke depan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Kita memerlukan <strong>generasi yang handal</strong>, dengan beberapa sikap; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">daya kreatif dan inno­vatif, dipadukan dengan kerja sama berdisiplin, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">kritis dan dinamis, memiliki vitalitas tinggi, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">tidak mudah terbawa arus, sanggup menghadapi realita baru di era kesejagatan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">memahami nilai‑nilai budaya luhur, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">siap bersaing dalam knowledge based society, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">punya jati diri yang jelas, hakekatnya adalah generasi yang menjaga <strong>destiny</strong>, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>g.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">individu yang berakhlak berpegang pada nilai-nilai mulia iman dan taqwa,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>h.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">motivasi yang bergantung kepada Allah, yang patuh dan taat beragama akan berkembang secara pasti menjadi agen perubahan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>i.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">memahami dan mengamalkan nilai‑nilai ajaran Islam sebagai kekuatan spritual, yang memberikan motivasi emansipatoris dalam mewujudkan sebuah kemajuan fisik‑material, tanpa harus mengorbankan nilai‑nilai kemanusiaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Sangat dipahami, bahwa kekuatan hubungan<em> ruhaniyah spiritual emosional</em> dengan iman dan taqwa<em> akan </em>memberikan ketahanan bagi umat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Hubungan ruhaniyah ini akan <em>lebih lama bertahan daripada hubungan struktural fungsional.</em></span><em><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> </span></em><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Generasi ke depan wajib digiring menjadi <strong>taat hukum.</strong></span><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Upaya ini dapat dilakukan dengan cara ; </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">memulai dari</span></strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> lembaga keluarga dan rumah tangga, memperkokoh peran orang tua, ibu bapak , </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">fungsionalisasi peranan ninik mamak dan unsur masyarakat secara efektif, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">memperkaya warisan budaya dengan setia mengikuti dan mempertahankan, bertumpu kepada cita rasa <strong>patah tumbuh hilang berganti</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">menanamkan <strong>aqidah shahih (tauhid), dan</strong> <strong>istiqamah</strong> pada agama yang dianaut, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">menularkan ilmu pengetahuan yang segar dengan tradisi luhur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<em><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Apabila sains dipisah dari </span></em><strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">aqidah syariah</span></strong><em><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> dan </span></em><strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">akhlaq</span></strong><em><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> akan melahirkan saintis tak bermoral agama</span></em><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">, konsekwensinya <strong>ilmu banyak dengan sedikit kepedulian</strong>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>g.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Menanamkan kesadaran tanggung jawab terhadap hak dan kewajiban asasi individu secara amanah, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>h.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">penyayang dan adil dalam memelihara hubungan harmonis dengan alam,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>i.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">teguh politik, kukuh ekonomi, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>j.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">melazimkan musyawarah dengan disiplin dan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>k.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">bijak memilih prioritas pada yang hak sebagai nilai puncak budaya Islam<span> </span>yang benar. <strong>Sesuatu akan selalu indah selama benar</strong>. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Budaya adalah wahana kebangkitan bangsa. </span></strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh kekuatan budayanya.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Generasi yang mampu mencipta akan menjadi syarat utama keunggulan. Keutuhan budaya bertumpu kepada individu dan masyarakat yang mampu mempersatukan seluruh potensi yang ada. </span></p>
<h3 style="text-indent:0;margin:0 .9pt 6pt .5in;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> </span></h3>
<h3 style="text-indent:0;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;color:black;text-transform:uppercase;" lang="IN">M</span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;color:black;text-transform:uppercase;">enghadapi Abad Keduapuluh satu</span></h3>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><strong><span style="font-family:&#34;color:black;">Alaf </span></strong><strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Baru</span></strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&#34;color:black;">atau abad keduapuluh satu ini </span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">ditandai oleh; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 63pt;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">mobilitas serba cepat dan modern, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 63pt;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">persaingan keras dan kompetitif, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 63pt;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">komunikasi serba efektif, dunia tak ada jarak seakan global village, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 63pt;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">akan banyak ditemui limbah budaya kebaratan westernisasi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Alaf baru itu<span> </span>diyakini bahwa kehadirannya tak bisa di cegah. Bahkan sudah berada didepan mata. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Pertanyaan yang perlu dijawab segera: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Sudahkah kita siap mengha­dapi perubahan zaman yang cepat dan penuh tantangan ini? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Di antara jawabnya adalah, kita berkewajiban sesegeranya mem-per­siapkan generasi baru yang siap bersaing dalam era global terse­but. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Kita berkewajiban membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih berkecenderungan individual menjadi Sumber Daya Umat (SDU) yang bercirikan kebersamaan dengan nilai asas &#8220;gotong royong&#8221;, berat sepikul ringan sejinjing, atau prinsip <em>ta&#8217;awunitas</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&#34;color:black;">Maka tidak dapat tidak, p</span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">roses pembangunan SDM-SDU mesti ditempuh,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 31.5pt;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Tahap kesadaran </span></strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">tinggi tentang perlunya perubahan dan dinamik yang futuristik. Langkah</span><span style="font-family:&#34;color:black;"> ini</span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> perlu dengan penggarapan secara sistematik dan pendekatan proaktif mendorong terbangunnya proses<span> </span>pengupayaan (<em>the process of empowerment</em>). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 31.5pt;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Tahap perencanaan</span></strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> dengan rangka kerja yang <strong>terarah</strong>, terencana mewujudkan <strong>keseimbangan</strong> dan minat (motivasi) dan gita kepada iptek, keterampilan dan pemantapan siyasah.</span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Aspek pendidikan dan latihan adalah faktor utama dalam peng-upayaan. Konsep-konsep visi, misi, selalu terbentur dalam pen-capaian oleh karena lemahnya metodologi dalam operasional pencapaiannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 31.5pt;"><strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">3. Tahap aktualisasi </span></strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">secara sistematis<strong> </strong><em>(the level of actualization)</em><strong>. </strong>Bila pendidikan ingin </span><span style="font-family:&#34;color:black;">kita </span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">jadikan <strong>modus operandus </strong>di</span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">samping<strong> kurikulum ilmu terpadu dan holistik, </strong>sangat perlu pembentukan<strong> kualita pendidik </strong><em>(murabbi)</em><strong> </strong>yang sedari awal mendapatkan pembinaan<strong>. </strong>Pendekatan <strong>integratif</strong> dengan mempertimbangkan seluruh aspek <strong>metodologis</strong> berasas <strong>kokoh tamaddun</strong> yang <strong>holistik</strong> dan bukan utopis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt .5in;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 .9pt 6pt 0;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&#34;color:black;text-transform:uppercase;" lang="IN">Antisipasi Umat.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Umat mesti mengantisipasi dengan penyesuaian-penyesuaian agar tidak menjadi kalah. Dalam </span><span style="font-family:&#34;color:black;">menghadapi </span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">persaingan beberapa upaya semestinya disejalankan dengan ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Memantapkan watak terbuka, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Pendidikan moral <strong>berpaksikan tauhid</strong>, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">mengamalkan nilai-nilai amar makruf nahi munkar seperti tertera dalam <strong><em>QS.31, Lukman:13-17</em>.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Integrasi moral</span></strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> yang kuat, berakhlak dan memiliki penghormatan terhadap orang tua, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">mempunyai adab percakapan ditengah pergaulan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">pendalaman ajaran agama <strong>tafaqquh fid-diin, </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>g.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">berpijak pada nilai-nilai ajaran Islam yang universal, <strong>tafaqquh fin-naas,</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>h.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">perhatian besar terhadap masalah sosial atau <strong>umatisasi</strong>, teguh memilih kepentingan bersama dengan ukuran moralitas taqwa,<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>i.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">responsif dan kritis terhadap perkembangan zaman, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>j.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">mengenal kehidupan duniawi yang bertaraf perbedaan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>k.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">memacu penguasaan ilmu pengetahuan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>l.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">kaya dimensi dalam pergaulan <strong><em>rahmatan lil ‘alamin</em></strong> menampilkan kecerahan bagi seluruh alam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>m.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">iman dan ibadah, menjadi awal dari <strong>ketahanan bangsa</strong>.</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Ketahanan umat bangsa terletak pada <strong>kekuatan ruhaniyah</strong> </span><span style="font-family:&#34;color:black;">dan </span><strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">keyakinan agama</span></strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> dengan <strong>iman taqwa</strong> dan <strong>siasah kebudayaan</strong>. </span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Bila penduduk negeri beriman dan bertaqwa dibukakan untuk mereka <strong>keberkatan langit dan bumi</strong> (<em>QS.7,al-A’raf:96</em>). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&#34;color:black;">Ini juga dapat dicapai antara lain l</span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">ewat pintu pendidikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Pendidikan yang akan dikembangkan adalah pendidikan akhlak, budi pekerti.</span><span style="font-family:&#34;color:black;"> Kita dapat memahami bahwa pendidikan </span><strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Akhlak</span></strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"> </span><span style="font-family:&#34;color:black;">adalah, </span><strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">jiwa pendidikan</span></strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">, <strong>inti ajaran agama</strong></span><strong><span style="font-family:&#34;color:black;">, </span></strong><span style="font-family:&#34;color:black;">dan<strong> </strong></span><strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">buah dari keimanan</span></strong><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Maka akhlak karimah (budi pekerti sempurna) adalah tujuan sesungguhnya dari proses pendidikan, dan menjadi wadah diri dalam menerima ilmu-ilmu lainnya. <strong><em>Ilmu yang benar membimbing umat kearah amal karya, kreasi, inovasi, motivasi yang shaleh (baik).</em></strong></span><strong><em><span style="font-family:&#34;color:black;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Untuk itu, beberapa model perlu dikembangkan; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 58.5pt;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>1.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">pemurnian <strong>wawasan fikir disertai</strong><span> </span><strong>kekuatan zikir,</strong> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 58.5pt;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>2.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">penajaman<strong> visi,</strong> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 58.5pt;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>3.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">perubahan melalui <strong>ishlah atau perbaikan,</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 58.5pt;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>4.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">mengembangkan keteladanan <strong>uswah hasanah, </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 58.5pt;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>5.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">sabar, benar, dan memupuk rasa kasih sayang melalui pengamalan <strong>warisan spiritual religi. </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 58.5pt;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>6.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Menguatkan <strong>solidaritas </strong>beralaskan pijakan iman dan adat istiadat luhur, “<strong><em>nan kuriak kundi nan sirah sago, nan baik budi nan indah baso</em></strong>”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-.25in;margin:0 .9pt 6pt 58.5pt;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>7.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Intensif menjauhi kehidupan materialistis, “<strong><em>dahulu rabab nan batangkai kini langgundi nan babungo, dahulu adat nan bapakai kini pitih nan paguno</em></strong>”. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><strong><span style="font-family:&#34;color:black;">Mewujudkan model ini diperlukan sinerji antara Umarak dan Ulama. </span></strong><span style="font-family:&#34;color:black;">Setiap </span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Muslim harus jeli (&#8216;arif) dalam menangkap setiap pergeser­an yang terjadi karena perubahan zaman ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&#34;color:black;">Pemerintah dan Ulama Suluah Bendang di Sumatera Barat h</span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">arus mampu menjaring peluang‑peluang yang ada, sehingga memiliki visi jauh ke depan. &#8220;<strong>Laa tansa nashibaka minaddunya</strong>&#8220;, artinya &#8220;jangan sampai kamu melupakan nasib/peranan dalam percaturan hidup dunia (Q.S. 28: 77).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Langkah-langkah ke depan</span><span style="font-family:&#34;color:black;"> dalam bentuk nyata dari sinerjitas Umarak dan Ulama itu dapat dilakukan antara lain </span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-20.25pt;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">pembinaan <strong>human capital</strong> melalui keluasan ruang gerak mendapatkan pendidikan, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-20.25pt;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">pembinaan generasi muda yang akan mewarisi pimpinan <strong>berkualiti</strong>, <strong>memiliki jati diri</strong>, padu dan <strong>lasak</strong>, <strong>integreted</strong> inovatif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-20.25pt;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Mengasaskan agama dan akhlak mulia sebagai dasar pembinaan generasi muda. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-20.25pt;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Langkah drastik mencetak ilmuan Muslim yang benar-benar beriman taqwa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-20.25pt;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Pembinaan minda wawasan generasi muda ke depan yang bersatu dengan akidah, budaya dan bahasa bangsa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-20.25pt;margin:0 .9pt 6pt .5in;">&#60;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;<span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Secara sungguh-sungguh mewujudkan <strong>masyarakat madani </strong>yang berteras kepada prinsip keadilan (equity) sosial yang terang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt .5in;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Sungguh suatu nikmat yang wajib disyukuri. <em>&#8220;Lain syakartum la adzidannakum</em>&#8220;, bila kamu mampu menjaga nikmat Allah (syukur), niscaya nikmat itu akan ditambah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 .9pt 6pt 0;"><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Di sini peran yang amat crusial dari </span><span style="font-family:&#34;color:black;">Sinerjitas yang mesti terbangun antara Ulama dan Umarak didalam mengatasi kemelur penyakit masyarakat karena dampak Globalisasi ini dengan mengamalkan bimbingan </span><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Agama Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;"><strong><em></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:right;" align="right"><strong><em><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">Padang, </span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&#34;color:black;">Jumadil awwal 1430 H / April 2009 M</span></em></strong><strong><em><span style="font-family:&#34;color:black;" lang="IN">.</span></em></strong></p>
<div>&#60;!&#8211;[if !supportEndnotes]&#8211;&#62;</div>
<hr size="1" />&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;</p>
<div id="edn1">
<h4 style="margin-bottom:4pt;"><a name="_edn1" href="#_ednref1"></a><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Catatan</span></h4>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:4pt;text-align:justify;"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:black;"><span>&#60;!&#8211;[if !supportFootnotes]&#8211;&#62;<span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:black;">[1]</span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;</span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:black;"> Perkembangan cyber space, internet, informasi elektronik dan digital, walaupun kenyataannya sering terlepas dari sistim nilai dan budaya sangat cepat terkesan oleh generasi muda yang cenderung cepat dipengaruhi oleh elemen-elemen baru yang merangsang.</span></p>
</div>
<div id="edn2">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:4pt;text-align:justify;"><a name="_edn2" href="#_ednref2"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:black;"><span>&#60;!&#8211;[if !supportFootnotes]&#8211;&#62;<span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:black;">[2]</span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;</span></span></span></a><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:black;"> Globalisasi sebenarnya dapat diartikan sebagai suatu tindakan atau proses menjadikan sesuatu mendunia (universal), baik dalam lingkup maupun aplikasinya, <em>the act of process or policy making something worldwide in scope or application</em> menurut pengertian The American Heritage Dictionary.</span></p>
</div>
<div id="edn3">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:4pt;text-align:justify;"><a name="_edn3" href="#_ednref3"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:black;"><span>&#60;!&#8211;[if !supportFootnotes]&#8211;&#62;<span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:black;">[3]</span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;</span></span></span></a><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:black;"> Dimana dalam persaingan bebas bentuk apapun, yang kuat akan bisa bertahan dan yang lemah akan mati sendiri (Wardiman, 1997).</span></p>
</div>
<div id="edn4">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:4pt;text-align:justify;"><a name="_edn4" href="#_ednref4"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:black;"><span>&#60;!&#8211;[if !supportFootnotes]&#8211;&#62;<span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:black;">[4]</span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;</span></span></span></a><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:black;"> Ungkapan Ja’far Bin Abi Thalib, lihat Al Islam Ruhul Madaniyah, Musthafa al Ghulayaini, terungkap sebagai berkiut,<span> </span>&#8220;<em>Kunna nahnu jahiliyyah, na’budul ashnam, wa na’kulul maitah, wa nuqat-ti’ul arham, wa nusi-ul-jiwaar, wa nakkul ul qawiyyu minna dha&#8217;ifun minna,</em>&#8220;<span> </span>artinya: &#8220;Kami masyarakat jahiliyyah, yang kuat dari kami berke­mampuan menelan yang lemah di antara kami.&#8221; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:4pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:black;">Kehidupan sosial jahiliyyah itu telah dapat diperbaiki dengan kekuatan Wahyu Allah, dengan aplikasi syari&#8217;at Islam berupa penerapan ajaran <em>tauhid ibadah</em> dan <em>tauhid sosial</em> (Tauhidic Wel­tanschaung). Ini suatu bukti <em>tamaddun</em> pendekatan historik yang merupakan keberhasilan masa lalu (the glory of the past), sesuai Firman Allah, <em>&#8220;Demikian itulah umat sebelum kamu. Bagi mereka amal usahanya, dan bagi kamu amal usahamu.&#8221; (Q.S. 2: 141)</em></span></p>
</div>
<div id="edn5">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:4pt;text-align:justify;"><a name="_edn5" href="#_ednref5"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:black;"><span>&#60;!&#8211;[if !supportFootnotes]&#8211;&#62;<span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:black;">[5]</span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;</span></span></span></a><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:black;"> Sebelum terjadinya krisis ekonomi, 1997-dampaknya masih terasa hingga hingga sekarang), dalam tiga dasawarsa (1967-1997) ini telah menikmati pertumbuhan ekonomi yang pesat. Bank Dunia menyebut sebagai &#8220;<em>The Eight East Asian Miracle&#8221;</em> yang berkembangan menjadi macan Asia bersama: Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Hong Kong, Thailand, Singapura, Malaysia.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-bottom:4pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:black;font-weight:normal;">Kini kita menghadap lagi Krisis Finansial Global, dampaknya lebih berbahaya dari krisis ekonomi 1997 itu, karena yang rusak adalah sistim ekonomi dunia, hilangnya kepercayaan dan kegunaan dari ekonomi kapilatalis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:4pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:black;">Populasi Asean sekarang sejak tahun 2003 saat memasuki AFTA antara 350 – 500 juta (Ini perkiraan Adi Sasono, Cides, 1997). Bila pertumbuhan ekonomi ini dapat dipelihara, Insya Allah pada tahun 2019, saat skenario APEC,<span> </span>maka kawasan ini akan menguasai 50,7 % kekayaan dunia, Amerika dan Uni Eropa hanya 39,3% dan selebihnya 10 % dikuasai Afrika dan Amerika Latin (Data Deutsche Bank, 1994).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:4pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:black;">Tetapi semua prediksi ini buyar oleh ambruknya sistim ekonomi ka[pitalis.</span></p>
</div>
<div id="edn6">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:4pt;text-align:justify;"><a name="_edn6" href="#_ednref6"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:black;"><span>&#60;!--[if !supportFootnotes]&#8211;&#62;<span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:black;">[6]</span></span>&#60;!&#8211;[endif]&#8211;&#62;</span></span></span></a><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:black;"> Budaya sensate memuja nilai rasa panca indera, menonjolkan keindahan sebatas yang di lihat (tonton), di dengar, dirasa, di sentuh, dicicipi, dengan tumpuan kepada sensual, erotik, seronok, kadang-kadang ganas, mengutamakan kesenangan badani (jasmani). Orientasinya hiburan melulu, terlepas dari kawalan agama, adat luhur, moral akhlak, ilmu dan filsafat, dan tercerabut dari budaya dan nilai-nilai normatif lainnya. Seni dibungkus selimut art for art’s sake, sensual, eksotik, erotik, horor, ganas, yang lazimnya melahirkan klub malam, night club, kasino dan panti pijat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:4pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:black;">Budaya sensate ini dipertajam dampaknya dalam kehidupan remaja oleh budaya popular kekota (urban popular culture) yang hedonistik (mulai berkembang 1960), dan berkembang lagi US culture imperialisme (uncle Sam Culture) dan the globalization of lifestyle gaya hidup global, world wide sing (Madonna, Michael Jakson, dll) sejak tahun 1990 di pra kondisi globalisasi. </span></p>
<p class="MsoEndnoteText" style="margin-bottom:4pt;"> </p>
<p class="MsoEndnoteText" style="margin-bottom:4pt;"> </p>
<p class="MsoEndnoteText" style="margin-bottom:4pt;"> </p>
<p class="MsoEndnoteText" style="margin-bottom:4pt;"> </p>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sifat Ibadurrahman yang Ketiga yaitu "Suka Shalat Malam"]]></title>
<link>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/04/10/sifat-ibadurrahman-yang-ketiga-yaitu-suka-shalat-malam/</link>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 04:56:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/04/10/sifat-ibadurrahman-yang-ketiga-yaitu-suka-shalat-malam/</guid>
<description><![CDATA[وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا “]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;                                                                                                                                            &#60;![endif]--> <strong><br />
</strong></p>
<p class="AyatBuku" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;" lang="AR-SA">وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:10pt;" align="center"><span style="font-size:9pt;">“<em>Dan pada sebagian malam hari, (shalat) tahajjudlah sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhamu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:10pt;" align="center"><em><span style="font-size:9pt;">(Q.S. Al Israa: 79)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:10pt;" align="center"><span style="font-size:9pt;"> </span></p>
<p class="NormalBuku"><strong><span lang="FR">Sifat Ibadurrahman yang ketiga: Shalat Malam</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR"><img class="alignleft size-medium wp-image-406" title="mabit-mina-3" src="http://blogminangkabau.wordpress.com/files/2009/04/mabit-mina-3.jpg?w=241" alt="mabit-mina-3" width="241" height="300" /><strong>Pada malam hari <em>Ibadurrahman </em><span> </span>berada dalam keadaan antara sujud dan berdiri, yang berarti mereka sedang mendirian shalat (<em>Qiyamullail</em>). </strong></span></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Allah SWT berfirman: </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">“<em>Dan orang-orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka.” </em>(Q.S. Al Furqan: 64)</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Mereka diberi sifat sujud, karena mereka meletakkan kening di atas tanah, menghadap Allah. Dan mereka juga berdiri, membaca <em>Kalamullah</em>. </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Ibadurrahman melakukannya bukan mencari kehormatan di mata manusia, bukan untuk mencari ketenaran dan pujian, tapi mereka melakukannya karena mengharap ridha Allah dan rahmat-Nya serta karena takut akan azab-Nya.</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Di dalam riwayat banyak sekali yang menceritakan tentang keadaan Rasulullah SAW dalam</span><span style="font-size:14pt;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="FR"> </span><span lang="FR">melewati waktu malamnya. </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Salah satunya diriwayatkan bahwa suatu hari Ubaid bin Umair dan Atha’ bin Abu Rabbah mendatangi rumsh Sayyidah Aisyah r.a lalu mereka bertanya, </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">“<em>Beritahukanlah kepada kami sesutau yang paling menakjubkan yang engkau lihat pada diri Rasulullah SAW!” </em>Setelah diam beberapa saat, </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Aisyah menjawab<em>, “Suatu malam beliau berkata kepadaku, ‘Hai Aisyah, biarkan aku malam ini beribadah kepada Rabbku.” </em>Aku berkata, <em>“Demi Allah, aku suka selalu dekat dengan engkau, namun aku juga suka apa yang membuat engkau senang.”</em></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Maka beliau bangkit, bersuci, lalu berdiri untuk mengerjakan shalat. Beliau terus menerus menangis, lalu beliau duduk dan masih tetap menangis hingga janggut beliau basah oleh air mata. Lalu beliau berdiri dan<span> </span>terus menangis hingga tanah di dekat beliau basah. Kemudian Bilal datang mengumandangkan Azan Subuh. </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Ketika melihat beliau menagis, Bilal menghampiri beliau seraya berkata, </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">“<em>Wahai Rasulullah, engkau menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lampau dan dosa-dosamu yang akan datang.” </em></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Beliau menjawab, “<em>Tidak bolehkah aku menjadi seorang hamba yang bersyukur?”</em></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Begitulah waktu malam yang dilalui oleh Rasulullah SAW, dan begitu juga yang dilakukan oleh para sahabat beliau. </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Al Hasan bin Shaleh – salah salah seorang <em>fuqaha s</em></span><em><span>a</span><span lang="FR">laf </span></em><span lang="FR">– pernah memberikan seorang  pembantu perempuan kepada sekumpulan orang. </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Ketika memasuki sepertiga terakhir dari waktu malam, perempuan pembantu itu  bangun dan menyeru<span> </span>mereka, “<em>shalat, shalat!” </em><span> </span></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Mereka bertanya-tanya, “<em>Apakah sudah subuh? Apakah fajar sudah terbit?” </em><span> </span></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Perempuan pembantu itu<span> </span>balik bertanya, </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">“<em>Apakah kalian tidak shalat kecuali subuh saja?” </em></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Mereka menjawab, </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">“<em>Memang, kami hanya biasa mengerjakan shalat fardhu.” </em><span> </span></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Maka perempuan pembantu itu menemui Al Hasan dan memohon kepadanya dengan berkata, </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">“<em>Tuan telah menyerahkan  aku kepada sekumpulan orang yang tidak mendapatkan bagian apapun dari waktu malam mereka. Demi Allah aku memohon agar tuan mengambil aku kembali.”</em></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Barangsiapa yang tidak mau melakukan shalat malam, maka hendaklah ia mendirikan shalat fardhu tepat pada waktunya dan tidak mengulur-ulur shalat subuh sehingga matahari hampir terbit  pula karena kesukaan tidur atau lebih suka tidur daripada mengabdi kepada Tuhannya.</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR"> Yusuf Al Qardhawy mengatakan, </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">“Pola hidup manusia sudah banyak yang rusak. Dulu mereka suka tidur lebih cepat dan bengun lebih cepat pula. Ketika berbagai macam perangkat dan fasilitas modern, media massa, TV, film, Video<span> </span>ada di mana-mana, maka mereka belum tidur hingga tengah malam, dan mereka pun<span> </span>kesulitan bangun lebih dini.”</span></strong></p>
<p class="ArtiAyatbuku"><strong><span lang="FR">“Disebutkan dari Nabi SAW, bahwa ada seseorang yang tidur sepanjang malam hingga pagi hari. Maka beliau bersabda, “Itulah orang yang dikencingi syeithan di bagian telinganya.” (H.R. Bukhari &#38; Muslim)</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Rasulullah SAW bersabda:</span></strong></p>
<p class="ArtiAyatbuku"><strong><span lang="FR">“Syeithan membuat tiga simpul tali di bagian<span> </span>belakang kepala salah seorang di antara kalian, yang pada setiap simpul tali ia bubuhkan stempel, ‘Malam masih panjang, maka tidurlah lagi’, Jika ia bangun dan menyebut nama Allah, maka simpul itupun terburai. </span></strong></p>
<p class="ArtiAyatbuku"><strong><span lang="FR">Jika ia wudhu’, maka satu simpul lagi terburai, </span></strong></p>
<p class="ArtiAyatbuku"><strong><span lang="FR">Jika ia mendirikan shalat, maka seluruh simpul terburai, sehingga dia menjadi bersemangat dan tentram jiwanya. Jika tidak, maka tertekanlah jiwanya dan (timbullah) malas.” </span></strong></p>
<p class="ArtiAyatbuku"><strong><span lang="FR">(H.R. Bukhari)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;"><strong><span style="font-size:9pt;">Simpul tali syeithan itu senantiasa ada di kepala setiap orang. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;"><strong><span style="font-size:9pt;">Karena itu Rasulullah SAW bersabda;</span></strong></p>
<p class="ArtiAyatbuku"><strong><span lang="FR">“Lepaskanlah simpul tali syeithan itu meskipun dengan dua rakaat.” (H.R. Ibnu Khuzaimah)</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Syaikh DR. Yusuf Al Qardhawy mengatakan, </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR"><em>“Shalat malam dapat dikerjakan seusai shalat Isya hingga waktu fajar. </em></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR"><em>Kita bisa memilih bagian dari bentangangan waktu itu. </em></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR"><em>Shalatlah menurut kesanggupan, bisa dua rakaat, empat rakaat, enam rakaat, delapan rakaat, hingga dua belas rakaat, dan akhirilah dengan shalat witir, karena sesungguhnya akhir shalat malam itu dipersaksikan. </em></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR"><em>Tuntunan yang paling sederhana dari setiap muslim ialah melaksanakan shalat fardhu. </em></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR"><em>Tapi Allah mensifati Ibadurrahman, bahwa mereka adalah orang-orang yang sujud dan berdiri melaksanakan shalat di waktu malam (Qiyamullail), dan tidak mensifati mereka sebagai orang-orang yang hanya memelihara dan mendirikan shalat fardhu. </em></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR"><em>Memang memelihara shalat fardhu merupakan satu tingkatan, tapi itu bukan tingkatan Ibadurrahman. Artinya, Ibadurrahman memiliki tingkatan yang lebih tinggi lagi.”</em></span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Abdullah bin Sallam berkata, </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">“Ketika pertama kali Rasulullah SAW menginjakkan kaki di Madinah, maka orang-orang berkerumun mengelilingi beliau, dan aku termasuk mereka yang ikut berkerumun. </span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Setelah aku amati kuperhatikan wajah beliau, maka aku tahu bahwa wajah itu bukanlah wajah pendusta. Perkataan yang<span> </span>pertama kali aku dengar dari beliau adalah : </span></strong></p>
<p class="ArtiAyatbuku"><strong><span lang="FR">“Wahai manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan, jalinlah hubungan persaudaraan dan shalatlah pada malam setelah manusia tidur, niscaya kalian akan masuk<span> </span>sorga dengan sejahtera.” (H.R. Ahmad dan Tirmidzi)</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><em><span lang="FR">Allahi A’lam bi as Shawab</span></em></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Wassalam,</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><strong><span lang="FR">Buya H. Masoed Abidin</span></strong><em><span lang="FR"><br />
</span></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sifat Ibadurarhman yang Kedua  adalah "MURAH HATI"]]></title>
<link>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/04/10/sifat-ibadurarhman-yang-kedua-adalah-murah-hati/</link>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 03:38:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/04/10/sifat-ibadurarhman-yang-kedua-adalah-murah-hati/</guid>
<description><![CDATA[وَلا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَك]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;                                                                                                                                            &#60;![endif]--></p>
<p class="AyatBuku" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;" lang="AR-SA">وَلا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ</span></p>
<p class="ArtiAyatbuku" style="text-align:center;" align="center"><span lang="FR">“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan, seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” <strong>(Q.S. Fushilat: 34)</strong></span></p>
<p class="NormalBuku"><strong><span lang="FR">Sifat Ibadurrahman yang kedua: Murah hati</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR">Sifat Ibadurrahman yang kedua adalah sifat Murah Hati saat bergaul dengan manusia, terutama dengan orang-orang yang jahil dan bodoh. Sebagaimana firman Allah SWT, </span></p>
<p class="AyatBuku" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;" lang="AR-SA">وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى اْلأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُو</span><strong><span lang="FR"><img class="alignleft size-full wp-image-403" title="jpeg-image-227c397269-pixels-buya" src="http://blogminangkabau.wordpress.com/files/2009/04/jpeg-image-227c397269-pixels-buya.jpeg" alt="jpeg-image-227c397269-pixels-buya" width="227" height="269" /></span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;" lang="AR-SA">نَ قَالُوا سَلامًا</span></p>
<p class="ArtiAyatbuku"><span lang="FR">“… dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, maka mereka mengucapkan kata-kata yang baik (yang </span><strong></strong><span lang="FR">mengandung keselamatan),” <strong>(Q.S. Al Furqan: 63)</strong></span></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR">Mengucapkan kata-kata yang baik artinya membebaskan diri dari kata-kata yang mengandung dosa, celaan, fitnah dan rasa dendam. Tidak membals keburukan dengan keburukan yang sama, meskipun itu sanggup dilakukan dan punya hak untuk membalasnya.</span></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR">Allah SWT berfirman:</span></p>
<p class="AyatBuku" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;" lang="AR-SA">وَإِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ أَعْرَضُوا عَنْهُ وَقَالُوا لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ سَلامٌ عَلَيْكُمْ لا نَبْتَغِي الْجَاهِلِينَ</span></p>
<p class="ArtiAyatbuku"><span lang="FR">“Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling dari padanya dan mereka berkata, “Bagi kami amal-amal kami dan</span><span style="font-size:14pt;font-family:&#34;font-style:normal;" dir="rtl" lang="FR"> </span><span lang="FR">bagimu amal-amal kamu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang yang jahil.” <strong>(Q.S Al</strong></span><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&#34;font-style:normal;" dir="rtl" lang="AR-SA">-</span><span lang="FR">Qashash: 55)</span></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR">Ketika orang-orang jahil menyapa, maka <em>Ibadurrahman </em>mengucapkan perkataan yang baik, tidak melumuri lidahnya dengan kata-kata yang sia-sia, tidak meladeni dan menghindarinya. Karena mereka tidak mau waktu mereka terbuang hanya untuk melayani sesuatu yang tidak bermanfaat, bukankah waktu sangat berharga apalagi bagi <em>Ibadurrahman</em>. Begitulah <em>Ibadarurrahman, </em>mereka menjaga lidah, waktu dan umur, melindungi lembaran-lembaran kebaikan yang sudah ada dan mengisi dengan kebaikan-kebaikan yang lain, menghindari keburukan dan sesuatu yang tidak mendatangkan manfaat bagi mereka.</span></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR">Nabi Isa a.s pernah berjalan</span><span style="font-size:14pt;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="FR"> </span><span lang="FR">melewati sekumpulan orang-orang Yahudi, lalu mereka melontarkan kata-kata<span> </span>yang tidak senonoh kepda beliau, tapi beliau menanggapi perkataan mereka dengan kebaikan. Maka ada beberapa orang bertanya kepada<span> </span>beliau, <em>“Orang-orang itu telah melontarkan kata-kata tidak senonoh kepada engkau, namun engkau justru mengatakan yang baik kepada mereka.”</em> Beliau menjawab, <em>“Segala sesuatu mengeluarkan apa yang ada di dalamnya.”</em></span></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR">Anas bin Malik r.a pernah berkata; </span></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR">“Jika ada yang mengucapkan kata-kata kasar kepadamu, misalnya dengan ungkapan, “Wahai orang zalim, fasik, pendusta, pembohong”, atau kata-kata lain yang tidak senonoh, maka hadapilah ia dengan berkata, “Kalau memang engkau berkata bahwa aku ini seperti yang engkau katakan, semoga Allah mengampuni kesalahanku. Jika engkau dusta atau mengada-adaatau memfitnah dengan kata-katamu itu, semoga Allah mengampuni kedustaanmu.”</span></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR">Allah SWT berfirman: <em></em></span></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR"><em>“Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan, seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” <strong>(Q.S. Fushilat: 34)</strong></em></span></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR">Di dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala memerintahkan kita untuk tetap berlaku baik bahkan yang lebih baik kepada orang yang berbuat jahat kepada kita, agar dia dapat berbalik menjadi teman yang setia. Karena manusia itu hakikatnya selalu menjadi tawanan dari kebaikan. Jika kita berbuat baik kepada seseorang, maka kebaikan itu akan mengikat dirinya<span> </span>dengan diri kita, sebagaimana yang dikatakan seorang penyair:</span></p>
<p class="ArtiAyatbuku" style="margin:6pt 15.35pt .0001pt 12pt;"><span lang="FR">“Tundukkan hati manusia dengan berbuat baik kepadanya. Karena hanya kebaikan yang dapat menundukkan hati manusia”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;"><span lang="FR">Dalam pembahasan sehari-hari, kita selalu menyebut dan menykapi dengan tidak senang seseorang yang disebut orang-orang yang jahil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;"><span lang="FR">Siapakah mereka yang disebut dengan orang-orang yang jahil itu? …</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;"><span lang="FR">Menurut Syaikh Yusuf Al-Qardhawy, jahil menurut Al Qur’an adalah setiap orang yang durhaka kepada Allah<em> Azza wa Jalla</em>, setiap orang yang memberi kekuasaan kepada hawa nafsu untuk<span> </span>mengalahkan kebenaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;"><span lang="FR">Dan setiap orang yang memberi kekuasaan kepada syahwat untuk mengalahkan akal sehatnya, dapat dikatakan jahil. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;"><span lang="FR">Orang-orang yang meremehkan, mengolok-olok<span> </span>masalah yang serius dan mengejek kebenaran. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;"><span lang="FR">Begitupun setiap orang yang akhlaknya buruk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;"><span style="font-size:9pt;">Al Qur’an menceritakan ketika para wanita tertarik dan terpesona saat menatap wajah tampan Nabi Yusuf a.s, maka Nabi Yusuf a.s berkata, <em></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:30pt;line-height:10pt;"><span style="font-size:9pt;"><em>“…Dan jika tidak Engkau hindarkan aku dari tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk memenuhi keinginan mereka, dan tentulah aku termasuk orang-orang yang jahil.” </em></span><strong><em><span style="font-size:9pt;" lang="FR">(Q.S. Yusuf: 33)</span></em></strong></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR">Al Qur’an juga menceritakan ketika Nabi Musa a.s memerintahkan kaumnya agar menyembelih sapi betina, maka mereka berkata, </span></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR"><em>“Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?” Musa menjawab, “Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil.” <strong>(Q.S. Al Baqarah: 67)</strong></em></span></p>
<p class="ParagraphBuku"><span lang="FR">Sebagai penutup marilah kita simak hadits Rasulullah SAW berikut ini:</span></p>
<p class="ArtiAyatbuku"><span lang="FR">“Bersabda Nabi SAW kepada ‘Uqbah bin ‘Amir r.a, </span></p>
<p class="ArtiAyatbuku"><span lang="FR">“Wahai ‘Uqbah, maukah engkau aku beritahukan budi pekrti ahli dunia dan akhrat yang paling utama? </span></p>
<p class="ArtiAyatbuku"><span lang="FR">Yaitu: Melakukan silaturrahmi (menghubungkan kekeluargaan) dengan orang yang telah memutuskannya, memberi kepad orang yang tidak pernah memberimu, dan memaafkan orang yang pernah menganiayamu.” <strong>(H.R. Hakim)</strong></span></p>
<p class="ParagraphBuku"><em><span lang="FR">Allahu A’lam bi as Shawab</span></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sifat Sifat Ibadurrahman, ]]></title>
<link>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/04/10/sifat-sifat-ibadurrahman/</link>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 03:26:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://blogminangkabau.wordpress.com/2009/04/10/sifat-sifat-ibadurrahman/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Rendah Hati&#8221; Oleh : H. Mas&#8217;oed Abidin Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman ;]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>&#8220;Rendah Hati&#8221;</p>
<p>Oleh : H. Mas&#8217;oed Abidin</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman ;</p>
<p>“Dan hamba-hamba Rabb yang Maha Penyayang (Ibadurrahman) itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (mengandung) keselamatan.</p>
<p>Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.<img class="alignleft size-full wp-image-400" title="jpeg-image-236c397290-pixelstangga-al-haram" src="http://blogminangkabau.wordpress.com/files/2009/04/jpeg-image-236c397290-pixelstangga-al-haram.jpeg" alt="jpeg-image-236c397290-pixelstangga-al-haram" width="236" height="290" /></p>
<p>Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.</p>
<p>Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.</p>
<p>Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah, dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan)  yang benar, dan tidak berzina. Barangsiapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shaleh, maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.</p>
<p>Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal shaleh, maka sesungguhnya ia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.</p>
<p>Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.</p>
<p>Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta.</p>
<p>Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami …Anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami, penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa. Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam sorga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan-ucapan selamat di dalamnya.”</p>
<p>Firman Allah ini ditemui di dalam Alquranul Karim, Q.S. Al Furqan, ayat  63-75.</p>
<p>Ibadurrahman adalah hamba-hamba yang dinisbatkan kepada Allah semata (Ar Rahman) yang mengandung pengertian, bahwa mereka adalah hamba-hamba yang layak mendapatkan rahmat Allah dan mereka selalu berada dalam lingkup rahmat-Nya.</p>
<p>Mereka adalah orang-orang yang menyadari kekuasaan Allah dan memenuhi hak-hak-Nya, yang memurnikan agama karena Allah dan Allah memurnikan agama-Nya bagi mereka.</p>
<p>Dinisbatkannya mereka kepada Allah Yang Maha Rahman – sebagaimana yang dinyatakan langsung oleh Allah – oleh karena disana juga ada golongan-golongan hamba yang lain, seperti hamba syeitan, hamba taghut, hamba syahwat, hamba uang, hamba khamar, hamba narkoba, hamba birahi, hamba harta, hamba tahta, hamba wanita. Ibadurrahman mempunyai sifat dan tanda-tanda sebagaiman yang disebutkan Allah di dalam ayat-ayat di atas.</p>
<p>Sifat-sifat tersebut adalah:</p>
<p>1.	Tawadhu’ dan rendah hati</p>
<p>2.	Murah hati</p>
<p>3.	Mendirikan shalat malam (Qiyamullail)</p>
<p>4.	Takut neraka</p>
<p>5.	Sederhana dalam membelanjakan harta</p>
<p>6.	Tauhid</p>
<p>7.	Menjauhi tindak pembunuhan dan menghormati kehidupan</p>
<p>8.	Menjauhi zina</p>
<p>9.	Taubat Nasuha</p>
<p>10.	Tidak bersumpah palsu dan meninggalkan pekerjaan yang tidak bermanfaat</p>
<p>11.	Menyelami ayat-ayat Allah</p>
<p>12.	Memohon kebaikan bagi istri dan keluarganya.</p>
<p>Sifat Ibadurrahman yang pertama adalah  Tawadhu’, sebagaimana diungkap  oleh Al Qur’an bahwa mereka berjalan di muka bumi dalam keadaan rendah hati dan penuh tawadhu’.</p>
<p>Ibadurrahman bila berjalan di muka bumi dalam keadaan  rendah hati, tawadhu’ dan lemah lembut, berjalan dengan penuh kewibawaan dan kehormatan, tidak dengan sikap sombong dan semaunya sendiri, tidak merasa lebih tinggi dari siapapun, tidak menyeramkan dan tidak congkak.</p>
<p>Syaikh Yusuf Al Qardhawy mengatakan maksud berjalan dengan rendah hati bukan berarti berjalan dengan cara membungku-bungkuk seperti orang sakit, sebab Rasulullah SAW tidak berbuat seperti itu, begitu pula para sahabat.</p>
<p>Sebagaimana yang diriwayatkan Ali bin Abi Thalib r.a, dari Nabi SAW, bahwa saat berjalan badan beliau bergerak-gerak seperti sedang meniti jalan menurun. Ini merupakan jalannya orang-orang yang penuh semangatdan pemberani, seperti yang dikatakan Ibnu Qayyim di dalam Zadul Ma’ad .</p>
<p>Abu Hurairah juga pernah berkata, “Aku tidak melihat sesuatu pun yang lebih bagus dari pada Rasulullah SAW. Seolah-oleh matahari berjalan di muka beliau. Aku juga tidak melihat seseorang yang lebih jalannya daripada beliau, seakan-akan bumi menjadi turun di hadapan beliau. Kami sudah berusaha menyeimbangi beliau, tapi beliau seperti tidak peduli.”</p>
<p>Rasulullah tidak berjalan seperti orang sakit atau lamban.</p>
<p>Maksud dari kata-kata cepat di sini bukan berarti cara berjalan yang menghilangkan kewibawaan, yang berjalan terlalu cepat.</p>
<p>Artinya sedang-sedang saja, tidak terlalu cepat tidak terlalu lambat, sesuai dengan perawakan, umur dan kemampuan.</p>
<p>Rasulullah SAW juga para sahabat beliau telah menyontohkan kepada kita sikap tawadhu’ yang pada dasrnya adalah salah satu landasan sikap dan akhlak mereka.</p>
<p>Marilah kita simak kata-kata hikmah berikut ini yang terdapat dalam kitab Muzakarah fi manazili as Shiddiqin wa ar Rabbaniyyin; min khilali an Nushus wa Hikam Ibnu ‘Athaillah Sakandary, karya Syaikh Sa’id Hawwa:</p>
<p>“Barangsiapa yang beranggapan bahwa dirinya tawadhu’ pada hakikatnya dia orang-orang yang sombong, sebab anggapan tawadhu’ seperti ini tidak timbul kecuali lantaran rasa tinggi diri/tinggi hati.</p>
<p>Karena itu, jika engkau beranggapan bahwa dirimu telah tawadhu’ sebenarnya engkau adalah orang yang takabur (sombong).”</p>
<p>Allahu A’lam Bi As Shawab</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
