<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>byun-baekhyun-exo-k &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/byun-baekhyun-exo-k/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "byun-baekhyun-exo-k"</description>
	<pubDate>Sun, 19 May 2013 07:58:55 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Dorm In A Mess]]></title>
<link>http://dongsooo.wordpress.com/2013/04/26/dorm-in-a-mess/</link>
<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 04:26:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>DongSoo</dc:creator>
<guid>http://dongsooo.wordpress.com/2013/04/26/dorm-in-a-mess/</guid>
<description><![CDATA[Tittle : dorm in a mess Author : dongsoo Main Cast : D.o EXO Cast : EXO K member Genre : comedy, flu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tittle : dorm in a mess Author : dongsoo Main Cast : D.o EXO Cast : EXO K member Genre : comedy, flu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Love Is Always Worth Waiting For]]></title>
<link>http://dongsooo.wordpress.com/2013/03/23/love-is-always-worth-waiting-for/</link>
<pubDate>Sat, 23 Mar 2013 04:23:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>DongSoo</dc:creator>
<guid>http://dongsooo.wordpress.com/2013/03/23/love-is-always-worth-waiting-for/</guid>
<description><![CDATA[Tittle : Love Is Always Worth Waiting For Author : DongSoo (@lisa_pratiwii) Main Cast : Han Eunji OC]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tittle : Love Is Always Worth Waiting For Author : DongSoo (@lisa_pratiwii) Main Cast : Han Eunji OC]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[I Need You As Much As You Need Him]]></title>
<link>http://dongsooo.wordpress.com/2013/03/23/i-need-you-as-much-as-you-need-him/</link>
<pubDate>Sat, 23 Mar 2013 03:54:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>DongSoo</dc:creator>
<guid>http://dongsooo.wordpress.com/2013/03/23/i-need-you-as-much-as-you-need-him/</guid>
<description><![CDATA[Tittle: i need you as much as you need him Author : DongSoo (@lisa_pratiwii) Cast : Lee Eun Kyo (OC)]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tittle: i need you as much as you need him Author : DongSoo (@lisa_pratiwii) Cast : Lee Eun Kyo (OC)]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Everyone Has Their Own Way]]></title>
<link>http://dongsooo.wordpress.com/2013/03/23/21/</link>
<pubDate>Sat, 23 Mar 2013 03:47:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>DongSoo</dc:creator>
<guid>http://dongsooo.wordpress.com/2013/03/23/21/</guid>
<description><![CDATA[Tittle: everyone has their own way Author : Dongsoo (@lisa_pratiwii) Cast : sunny SNSD, kris EXO-M,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tittle: everyone has their own way Author : Dongsoo (@lisa_pratiwii) Cast : sunny SNSD, kris EXO-M,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BaekYeol Couple]]></title>
<link>http://dongsooo.wordpress.com/2013/03/23/baekyeol-couple/</link>
<pubDate>Sat, 23 Mar 2013 03:26:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>DongSoo</dc:creator>
<guid>http://dongsooo.wordpress.com/2013/03/23/baekyeol-couple/</guid>
<description><![CDATA[Cute Couple Eveeerrrrr !!!!]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Cute Couple Eveeerrrrr !!!!]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Here We Are]]></title>
<link>http://ssiskha.wordpress.com/2012/11/30/here-we-are-2/</link>
<pubDate>Fri, 30 Nov 2012 14:03:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>ssiskha</dc:creator>
<guid>http://ssiskha.wordpress.com/2012/11/30/here-we-are-2/</guid>
<description><![CDATA[Title                : Here We Are Main Cast     : Byun Baekhyun-EXO K (SM Ent)                     ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Title                : Here We Are Main Cast     : Byun Baekhyun-EXO K (SM Ent)                     ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Please, Be Mine | Chapter [2/2]]]></title>
<link>http://ffindo.wordpress.com/2012/11/11/please-be-mine-chapter-22/</link>
<pubDate>Sun, 11 Nov 2012 09:07:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>Shinstarkey</dc:creator>
<guid>http://ffindo.wordpress.com/2012/11/11/please-be-mine-chapter-22/</guid>
<description><![CDATA[Title: Please, Be Mine Cast: Baekhyun/Eunji | Jino/Jieun(IU) Author: Shinstarkey (@nanonadiaa) Chapt]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://shinstarkey.wordpress.com/2012/11/05/new-project-ff/bbhhses/#main" rel="attachment wp-att-3271"><img class="aligncenter" title="bbhhses" alt="" src="http://shinstarkey.files.wordpress.com/2012/11/bbhhses.jpg?w=652" /></a> Title: Please, Be Mine<br />
Cast: Baekhyun/Eunji &#124; Jino/Jieun(IU)<br />
Author: Shinstarkey (<a href="http://twitter.com/nanonadiaa">@nanonadiaa</a>)<br />
Chapter : [2/2]<br />
Dislaimer: characters. they belong to god and themselves.<br />
Genre: Romance, Friendship<br />
Ratinng: PG</p>
<p>Prev:<a title="Please, Be Mine &#124; Chapter [1/2]" href="http://ffindo.wordpress.com/2012/11/07/please-be-mine-chapter-12/">chapter [1/2]</a></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>NOT FOR SILENT READER</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>&#8220;aku mohon. izinkan aku untuk mencintaimu&#8221;</em></strong></p>
<p style="text-align:center;">.</p>
<p style="text-align:center;">.</p>
<p>&#8220;Eunji, ak-&#8221; Suara seseorang yang berhenti di ambang pintu itu terhenti. Baekhyun mengangkat kepalanya dan memandang kaget ke arah seaeorang di hadapannya.</p>
<p>&#8220;Jieun?&#8221;</p>
<p>.</p>
<p>&#8220;Jieun?&#8221; Suara Baekhyun itu terdengar.</p>
<p>Dengan cepat Eunji memutar kepalanya, menoleh ke arah pintu apartementnya. Jantungnya dengan cepat berdegup dengan kencang.</p>
<p>Eunji segera berjalan menghampiri Baekhyun dan Jieun yang masih berdiri disana.</p>
<p><!--more--></p>
<p>&#8220;Baekhyun bagaimana kau bisa ada di sini?&#8221; suara Jieun yang terdengar kaget dan shock itu mulai terdengar oleh Eunji, Sedangkan Baekhyun masih terdiam bingung.</p>
<p>Eunji menyadari bahwa kini Jieun sudah menatap nya dari jauh dengan kening berkerut.</p>
<p>&#8220;Ah Jieun, tumben kau datang ke apartementku malam-malam. Silahkan masuk, kami baru saja akan memulai makan malam&#8221;</p>
<p>Eunji tersenyum kikuk di hadapan Jieun, sambil meraih tangan Jieun untuk masuk ke dalam apartementnya. perasaan tidak enak muncul ketika Eunji menyadari tatapan Jieun padanya sudah tidak bersahabat.</p>
<p>Hening bercampur rasa aneh di antara mereka saat ketiganya saling berpandangan di meja makan sampai akhirnya Baekhyun lah yang memecahkan suasana.</p>
<p>&#8220;Boleh aku memulai makan? Aku rasa cacing cacing di perutku ini sudah bernyanyi ria&#8221; Ucap Baekhyun sambil menyendokan nasi ke piringnya. terlihat senyum tipis di bibir Eunji &#8220;Silahkan Byun&#8221; .</p>
<p>&#8220;Kau belum menjawab pertanyaanku Baekhyun. Mengapa kau berada disini?&#8221; Jieun menatap Baekhyun dengan tatapan penuh. &#8220;Aku? Tadi sepulang kantor aku menemani Eunji berbelanja dan sepulangnya ia berniat memberi imbalan dengan membuatkan makanan untukku.&#8221; Jawab Baekhyun dengan wajah yang santai dan kemudian menyuap kan makanan nya ke dalam mulut. Berbeda dengan Eunji yang kini hanya terdiam menunduk. Jieun menatap Eunji singkat dengan ujung matanya.</p>
<p>&#8220;Oh. Sebaiknya sehabis ini kau pulang. Aku rasa Eunji lelah&#8221; Sahut Jieun dengan nada yang sinis. Eunji menelan ludah nya. ia merasa bahwa Jieun kini sangat marah.</p>
<p>&#8220;Baiklah tidak masalah&#8221; Jawab Baekhyun singkat.</p>
<p>.</p>
<p>&#8220;Aku bosan di rumah, jadi aku ingin menginap disini saja&#8221; Jawab Jieun ketika Eunji menanyakan maksud kedatangannya ke apartement Eunji.</p>
<p>Hening terasa di sekitar mereka kemudian Jieun membuka suaranya lagi</p>
<p>&#8220;Eunji.. kau tidak menusuk ku dari belang kan?&#8221; Jieun menatap Eunji dari pantulan cermin meja rias di kamar Eunji. Eunji yang sedang duduk di tepi tempat tidur sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk, tersentak kaget dengan apa yang di katakan Jieun.</p>
<p>&#8220;Ehm, apa maksudmu?&#8221;</p>
<p>Jieun membalikan badannya menatap Eunji. &#8220;Kau suka dengan Baekhyun?&#8221;</p>
<p>Mata Eunji terbuka saat kata-kata itu keluar dari mulut Jieun. Jieun mengulang pertanyaannya lagi dan menatap Eunji lurus.</p>
<p>&#8220;Tidak&#8221; suara Eunji terdengar lemas. Eunji menundukan kepalanya dan tidak lagi menatap Jieun. Sungguh ia tidak mengerti tentang perasaannya sekarang. Bahkan untuk mengucapkan kata &#8216;Tidak&#8217; pun bibirnya sulit untuk terbuka.</p>
<p>Eunji menyadari bahwa Jieun kini duduk di sampingnya. dan wajahnya kembali terlihat senyuman.</p>
<p>&#8220;Aku tahu kau tidak akan mengecewakan ku Eunji.&#8221; sahut Jieun sambil memeluk Eunji hangat.</p>
<p>Eunji merasakan dadanya sesak, bukan akibat pelukan dari sahabat baiknya itu, melainkan tekanan yang di hadapinya. Sungguh ia tak mengerti dirinya sendiri. Ia tak bisa berbohong pada dirinya sendiri. Ia menyukai laki-laki itu.</p>
<p>.</p>
<p>Eunji menghela nafasnya kecil. sambil menutup pintu apartement nya, Ia menoleh ke arah suara langkah-langkah yang terdengar di lorong gedung apartementnya.</p>
<p>Eunji menggigit bibir saat melihat laki-laki itu dengan santai berjalan menghampirinya. Ia sedikit menghela nafas, untung saja Jieun sudah berangkat lebih dulu ke kantornya, kalau tidak Eunji yakin Jieun akan menampakan kemarahan pada Eunji.</p>
<p>Baekhyun menghentikan langkahnya saat jarak di antara mereka terpaut 1 meter.</p>
<p>&#8220;Ada apa denganmu?&#8221; Tanya Baekhyun heran ketika melihat wajah Eunji yang tidak terbilang cerah hari ini.</p>
<p>&#8220;Tidak.&#8221; Hanya itu yang keluar dari mulut Eunji. Eunji merasakan jantungnya berdegup kencang saat ini. bagaimanapun ia harus menjaga jarak dengan Baekhyun agar tidak terjadi salah paham di antara mereka.</p>
<p>.</p>
<p>Hening benar-benar terjadi. Baekhyun dan Eunji sama-sama terdiam. Keduanya hanya menatap jalanan padat di depan mereka.</p>
<p>&#8220;Kau tidak seperti biasanya&#8221; Suara Baekhyun terdengar menggema di dalam mobil. Eunji menoleh sekilas kearahnya.</p>
<p>&#8220;Mungkin hanya perasaanmu&#8221;</p>
<p>Eunji tidak menatap ke arah Baekhyun lagi, namun laki-laki itu menoleh menatap Eunji dan merasakan bahwa ada yang aneh yang terjadi pada gadis itu.</p>
<p>&#8220;Byun, kau tidak perlu menjemputku lagi seperti ini. Aku bisa berangkat sendiri. Aku tidak mau merepotkanmu&#8221;</p>
<p>Baekhyun menatap Eunji yang kini memainkan ujung tas nya dengan tatapan kosong.</p>
<p>&#8220;Asal kau tahu, aku tidak merasa di repotkan olehmu&#8221; Jawab Baekhyun menenangkan. Eunji tak merespon apa-apa.</p>
<p>Sungguh Baekhyun tak suka keadaan seperti ini. ada apa dengan Eunji? apa Baekhyun berbuat salah padanya?</p>
<p>Baekhyun teringat akan kejadian tadi malam. Ia rasa ia tahu apa penyebab eunji bertingkah seperti ini.</p>
<p>baekhyun mulai membuka suaranya lagi. &#8220;Apa ini karena Jieun?&#8221;</p>
<p>Eunji yang kini tersentak kaget menoleh ke arah Baekhyun dengan cepat. &#8220;Apa maksudmu?&#8221;</p>
<p>Baekhyun menghela nafasnya, dan memfokuskan pandangannya pada jalanan di luar. &#8220;Dia marah bukan? Aku tahu itu.&#8221;</p>
<p>Eunji terdiam sambil menundukan kepalanya. Mengapa laki-laki itu mudah membaca keadaan semalam?</p>
<p>&#8220;Apa yang ia bicarakan padamu?&#8221; Tanya Baekhyun lagi.</p>
<p>&#8220;Kau tidak perlu tahu itu&#8221; Suara Eunji terdengar dingin. Baekhyun menyadari bahwa itu adalah pertanyaan bodoh. Ia rasa ia memang tidak pantas menanyakan itu pada Eunji.</p>
<p>&#8220;Sebaiknya kita menjaga jarak, Byun&#8221; Suara itu terdengar lagi dan kini sukses membuat leher baekhyun terasa tercekat dan tak bisa bernafas.</p>
<p>.</p>
<p>Eunji mengusap wajahnya saat rasa lelah itu muncul di tengah tengah pekerjaannya. Perasaan aneh muncul saat ini. Hati nya terasa aneh, ada apa dengannya? Semenjak ia mengeluarkan kata-kata itu dan menatap mata Baekhyun , ia merasakan dadanya sesak. Bodoh<i>! apa yang terjadi pada dirimu, Eunji?</i> maki Eunji pada dirnya sendiri.</p>
<p>Sesampainya mereka di kantor suasana dingin itu mencekam di antra mereka berdua. Baekhyun benar-benar tidak mengeluarkan sepatah kata lagi padanya dan itulah yang entah mengapa membuat Eunji uring-uringan. sesekali Eunji menoleh ke arah laki-laki yang berjarak tidak terlalu jauh dari meja kerjanya. Baekhyun yang terlihat fokus pada pekerjaannya sendiri itu kini lebih banyak diam dan tidak banyak bicara.</p>
<p>&#8220;Apa kau ada masalah? Ada apa denganmu dan Baekhyun?&#8221; Suara dari arah belakang Eunji membuatnya menoleh cepat dan menemukan Jino yang berdiri menyender pada meja kerja di samping Eunji.</p>
<p>&#8220;Kau menganggeykanku Jino&#8221;</p>
<p>Jino tersenyum kecil sambil meneguk minuman kaleng yang di genggamnya.</p>
<p>&#8220;Kau dan Baekhyun?&#8221; Jino mengerutkan keningnya, menunjukan wajah heran pada Eunji.</p>
<p>Eunji memutar bola matanya dan mendesis pelan &#8220;Aku tidak tahu&#8221; Eunji mengusap wajahnya dan berkata dengan nada meringis.</p>
<p>&#8220;Kalau begitu ceritalah denganku&#8221;</p>
<p>.</p>
<p>&#8220;Ch jadi karena anak itu. Sampai sekarang dia masih mengincar Baekhyun?&#8221; Jino mendesis pelan. &#8220;Ia tidak akan berhenti sampai ia mendapatkan keinginannya&#8221; balas Eunji. Jino mengangkat kepalanya dan ia menatap Eunji seperti sedang menelusuri sesuatu di balik wajah Eunji.</p>
<p>&#8220;Dan kau&#8230; &#8221; Suara Jino terdengar lagi membuat Eunji menoleh kepadanya dan menatap Jino dengan kening berkerut.</p>
<p>&#8220;Aku? apa?&#8221; Wajah Eunji terlihat bingung sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri.</p>
<p>&#8220;kau menyukai Baekhyun juga bukan?&#8221;</p>
<p><i>deg</i></p>
<p>Eunji sama sekali tak bisa mengelak kata-kata itu. dan ia memilih untuk diam tanpa menjawab pertanyaan dari Jino.</p>
<p>Jino mengulurkan tangannya menggapai puncak kepala Eunji, mengacak acak rambut gadis itu sambil tersenyum tenang. &#8220;Tidak usah mengelak. aku tahu. lebih baik kau pikirkan lagi. aku rasa, dengan kau menjaga jarak dengannya itu tidak menyelesaikan apapun&#8221; Ucap Jino menenangkan. Eunji tersenyum tipis. tidak salah ia bercerita pada Jino, ia sudah seperti kakak bagi Eunji.</p>
<p>&#8220;terimakasih Jino&#8221; Eunji tersenyum.</p>
<p>&#8220;tentu&#8221;</p>
<p>.</p>
<p>Mengerikan. Hari ini benar benar mengerikan bagi Baekhyun. Yang terjadi hari jauh dari bayangannya bahkan tidak pernah terbayangkan terjadi seperti ini.</p>
<p>Baekhyun menghempaskan tubuhnya di sofa apartement nya. yang ia lakukan, ia tetap pulang larut walau tidak mengantar Eunji pulang. Dengan diam-diam menunggu gadis itu pulang dan sampai di apartemen, ia rela membuntuti Eunji hingga ia yakin tidak akan ada apa-apa yang terjadi pada gadis itu.</p>
<p>Sungguh, perasaan aneh, ini menyiksa.</p>
<p>Hari ini ia benar-benar tidak berinteraksi dengan Eunji. dan di tambah pemandangan aneh yang ia lihat tadi siang. ia rasa darahnya mengalir naik ketika melihat Jino dan Eunji berbicara di kantor. Mood nya hilang begitu saja termakan emosi, tak heran kalau beberapa orang yang berhadapan dengannya terkena sasaran emosi Baekhyun.</p>
<p>Baekhyun menarik nafas panjang berusaha mengendalikan emosi yang masih menjalar di dirinya.</p>
<p>ia berfikir. apa ia harus merelakan Eunji? apa ia harus melepaskan Eunji? walau Eunji memang bukan miliknya tapi sungguh ia tidak ingin Eunji menjadi milik orang lain.</p>
<p>Baekhyun meraih ponsel nya dan tak lama menempelkan ponsel itu di kupingnya.</p>
<p><i>angkat! aku mohon angkat!</i> gumam barkhyun dalam hati.</p>
<p><i>tut&#8230;.tut&#8230;tut..</i></p>
<p>Baekhyun menghembuskan nafasnya. kini ia menyadari bahwa Eunji memang menghindarinya, bahkan untuk mengangkat telepon darinya saja gadis itu tidak mau.</p>
<p>apa yang harus ia lakukan?</p>
<p>.</p>
<p>Semua sudah berubah. memang sulit untuk di percaya oleh Baekhyun. Hubungannya dan Eunji kini semakin jauh. Gadis itu terus menerus menghindar dari Baekhyun.</p>
<p>&#8220;Tunggu. Aku tahu kau ingin kita berjaga jarak tapi tidak seperti ini caranya.&#8221; Baekhyun menggapai tangan Eunji yang melewatinya tanpa menoleh sedikitpun.</p>
<p>Eunji tak merespon apa-apa hanya terdiam dengan tangan yang berada pada genggaman Baekhyun.</p>
<p>&#8220;aku mohon jangan bersikap seperti ini&#8221; ucap Baekhyun lagi dengan nada yang melemah.</p>
<p>Eunji menahan nafasnya, dadanya sesak. kalau saja ia dapat mengatur waktu ia ingin semua ini terhenti, tidak ada masalah antaranya dan Baekhyun. dan seandainya ia bisa mengendalikan perasaannya dengan mudah, ia tak ingin menyukai laki-laki itu. Eunji menarik nafasnya dalam sulit untuk mengucapkannya. tapi ia harus. kalau saja Baekhyun terus bersikap seperti ini padanya itu malah membuatnya semakin tidak bisa merelakan laki- laki itu &#8220;Byun, tolong ajauhi aku dan mulailah membuka hatimu untuk Jieun. aku tidak ingin ada salah paham&#8221; suara Eunji terdengar dingin.</p>
<p>Baekhyun menatap Eunji kaget. tidak menyangka Eunji akan berkata seperti itu kepadanya. Baekhyun melepaskan genggamannya pada tangan Eunji perlahan. shock, itu tepatnya.</p>
<p>Eunji masih mengalihkan pandangannya dari Baekhyun. ia takut baekhyun dapat membaca raut wajahnya yang kini sudah tidak karuan.</p>
<p>Baekhyun mendesah kesal. ia menatap Eunji lekat walau gadis itu sama sekali tidak menatapnya.</p>
<p>&#8220;baiklah kalau itu maumu. aku akan lakukan seperti apa yang kau inginkan, Jung Eunji.&#8221; ucapan Baekhyun yang terkesan sinis itu perlahan menusuk dada Eunji.</p>
<p>gadis yang masih diam mematung itu tak berkutik sampai akhirnya sosok Baekhyun pergi meninggalkannya.</p>
<p>sungguh rasanya sakit. &#8220;aku tahu aku salah&#8221; gumam Eunji pada diri sendiri.</p>
<p>.</p>
<p>semua mulai berjalan seperti yang Eunji inginkan dulu. laki-laki bermarga Byun itu benar-benar berubah namun senyum yang di pancarkan olehnya tak akan berubah sampai kapanpun. Eunji sering mendapat email dari sahabat baiknya Jieun tentang bagaimana hubungannya dengan Baekhyun semakin dekat dan Eunji hanya bisa tersenyum miris.</p>
<p>Aneh. dulu inilah yang ia inginkan, melihat teman baiknya bahagia bersama laki-laki itu tapi mengapa sekarang rasanya sakit. <i>oh god! hapuslah perasaan ini</i>. teriak Eunji dalam hatinya.</p>
<p>&#8220;kau terlihat semakin buruk.&#8221; Eunji menoleh ke arah Jino yang menghampirinya saat ia sedang duduk di cafe kantor. Eunji tersenyum tipis menyambut Jino.</p>
<p>&#8220;seburuk itukah?&#8221;</p>
<p>&#8220;ya. lihat kantung matamu. aku rasa itu bukan karena lembur tapi karena memikirkan Byun Baekhyun&#8221; sahut Jino.</p>
<p>Eunji mendesis pelan, ia tak usah menutupi apapun lagi kalau sudah berbicara dengan Jino, karena laki-laki itu tahu segala tentangnya.</p>
<p>&#8220;kalian sungguh pintar membohongi dirisendiri.&#8221;</p>
<p>Eunji menatap Jino dengan dahi berkerut. &#8220;maksudmu?&#8221;</p>
<p>&#8220;melakukan sesuatu yang bertolak belakang dengan keinginan. aneh&#8221;</p>
<p>Eunji mengerti apa yang di maksud jino itu. ia hanya tersenyum miris dan mengaduk aduk cangkir teh di depannya.</p>
<p>&#8220;eunji, apa hari sabtu kau ada acara?&#8221;</p>
<p>eunji menggelengkan kepalanya pada jino dengan wajah bingung. jino merogoh kantong celananya dan mengeluarkan 2 lembar kertas berukuran kecil dari sana.</p>
<p>&#8220;aku dan baekhyun mendapatkan masing masing 2 tiket <i>lotte world</i> dari sebuah undian. tadinya aku ingin mengajak seseorang untuk pergi bersamaku tapi aku rasa dia sudah pergi bersama orang lain jadi bagaimana kalau kau saja yang menemaniku?&#8221;</p>
<p>&#8220;ch aku rasa kau juga parah hati&#8221; eunji menatap jino sambil terkekeh. &#8220;sudah tidak usah di bahas. mau atau tidak?&#8221;</p>
<p>&#8220;baiklah jino&#8221;</p>
<p>.</p>
<p>eunji tersenyum cerah saat memasuki kawasan lotte world, tempat rekreasi yang cukup terkenal di seoul. &#8220;sudah lama aku tidak datang ke sini&#8221; ucapnya sambil menerawang kawasan bermain itu.</p>
<p>&#8220;aku juga&#8221; balas jino.</p>
<p>eunji menarik nafasnya panjang. mungkin dengan begini ia akan mudah melupakan semua masalahnya dan tidak lagi memikirkan laki-laki yang sungguh tidak bisa berpindah dari hatinya.</p>
<p>eunji menggandeng tangan jino untuk mulai berkeliling dan menjelajahi berbagai permainan yang ada di sana.</p>
<p>eunji merasakan ponselnya bergetar dan berbunyi. segera ia merogoh tas tangannya dan meraih ponsel.</p>
<p>&#8220;ya Jieun?&#8221;</p>
<p>mendengar kata-kata itu jino segera menoleh ke arah eunji. memandang eunji dengan wajah heran.</p>
<p>&#8220;jadi kau berada di <i>lotte wold</i> juga? kau melihatku?&#8221;</p>
<p>mata jino melebar saat mendengar itu semua. <i>ch dia disini rupaya?</i> batin jino.</p>
<p>eunji menutup ponselnya dan memasukannya lagi ke dalam tas.</p>
<p>&#8220;jieun ada disini&#8221; ucap eunji pelan. jino menganggukan kepalanya. &#8220;bersama baekhyun?&#8221;</p>
<p>&#8220;ya&#8221; jawab eunji singkat sambil menundukan kepalanya.</p>
<p>&#8220;sudah tidak usah di pikirkan.&#8221; jino mengulurkan tangannya mengusap punggung eunji. eunji hanya tersenyum tipis.</p>
<p>&#8220;eunji!!&#8221; suara teriakan riang itu membuat eunji dan jino memutar tubuhnya ke arah asal suara. jieun yang melambaikan tangan dengan riang dan sosok baekhyun yang berdiri di sebelahnya terlihat oleh eunji dan jino.</p>
<p>eunji tersenyum memandang jieun yang kini menghampiri dan memeluk tubuhnya. &#8220;tak menyangka kita bertemu disini &#8221; sahut jieun dan manatap eunji dengan senyuman.</p>
<p>&#8220;ah kau datang kesini bersama ternyata jino.&#8221; jieun menoleh kearah jino sambil mengarahkan pelukan ke laki-laki dengan wajah mungil itu.</p>
<p>eunji terdiam saat menyadari kedua mata di hadapannya itu menatapnya dalam. baekhyun menatap eunji dalam diam, tanpa sepatah katapun yang keluar dari bibirnya.</p>
<p>eunji menghela nafasnya kecil ia rasa hatinya bergejolak.</p>
<p>mereka berempat pada akhirnya menyusuri tempat rekreasi itu bersama. apa ini terlihat seperti double date? mungkin saja.</p>
<p>wajah eunji berubah tak karuan saat melihat baekhyun dan jieun tetlihat begitu dekat saat ini. ya, eunji mengakui bahwa ia cemburu sekarang.</p>
<p>.</p>
<p>hari semakin siang dan kawasan itu semakin di penuhi oleh pengunjung. eunji yang baru saja keluar dari kamar kecil. memasukan tissue yang di genggamnya ke dalam tas sambil menerawang dimana teman-temannya berada.</p>
<p>sebuah tangan menggapai tangan eunji dan menariknya dengan cepat, membuat eunji sedikit panik dan segera menoleh ke arah orang yang menariknya itu. mata eunji membulat saat mendapati baekhyun dengan wajah serius menarik eunji sampai tempat yang terbilang cukup sepi.</p>
<p>&#8220;aku ingin bicara denganmu.&#8221; kata baekhyun sambil menatap eunji dalam setelah ia melepaskan genggaman tangannya dari eunji.</p>
<p>&#8220;kau tidak perlu menarikku kesini. kita bisa bicara dimana saja bukan?&#8221; balas eunji. eunji mengalihkan pandangannya dari baekhyun. sungguh ia takut untuk menatap wajah baekhyun.</p>
<p>baekhyun mendesah kecil. &#8220;aku hanya butuh bicara denganmu dan hanya denganmu!&#8221;</p>
<p>&#8220;sekarang kau puas jung eunji? aku sudah menuruti semua kemuanmu. kau bisa lihat sendiri bukan? aku sudah mencoba membuka hatiku untuk sahabat baikmu itu?&#8221; baekhyun menghela nafasnya. ia meraih bahu eunji agar gadis itu menghadapnya, menatapnya. agar gadis itu tahu bahwa ia cukup tersiksa dengan keadaan seperti ini.</p>
<p>&#8220;lihat aku. aku sudah tidak tahan!&#8221;</p>
<p>eunji yang tak juga menatap baekhyun hanya terdiam memandang ke sisilain.</p>
<p>&#8220;aku mohon hentikan ini. aku menyukaimu, bukan jieun&#8221; suara lemah itu kini membuat eunji menahan nafasnya. berusaha menahan butiran butiran airmata yang siap jatuh kapan saja.</p>
<p>eunji menggigit bibirnya, menahan perasaannya sendiri. sulit. apa yang harus ia lakukan sekarang?</p>
<p>eunji menghembuskan nafasnya dan melepaskan genggaman baekhyun pada bahunya.</p>
<p>&#8220;sudahlah byun. jieun dan jino pasti sudah lama menunggu kita&#8221; ucap eunji untuk mengalihkan segalanya. eunji membalikan tubuhnya agar baekhyun tak bisa melihatnya dalam keadaan seperti ini. eunji menarik nafasnya, berusaha menahan tangis yang siap jatuh dari ujung matanya walau akhirnya semua itu gagal.</p>
<p>eunji merasakan dadanya sesak, tubuhnya melemas. sampai kapan ia harus membohongi dirinya sendiri?</p>
<p>eunji merasakan sesuatu yang hangat mendekap dirinya dari belakang dan saat itu juga airmata itu dengan derasnya mengalir dari ujung matanya. &#8220;aku mencintaimu jung eunji&#8221; suara itu terdengar begitu jelas di kuping eunji dan dekapan pada tubuhnya semakin terasa hangat.</p>
<p>&#8220;aku mohon jangan menyuruhku untuk mencintai gadis lain selain dirimu&#8221; &#8220;aku mohon. izinkan aku untuk mencintaimu&#8221; suara baekhyun yang terdengar parau itu semakin membuat eunji tidak tahan. eunji memutar tubuhnya dan mulai menatap baekhyun dengan mata berkaca-kaca.</p>
<p>&#8220;byun, tolong katakan padaku kalau kau tidak akan meninggalkanku&#8221; isak eunji sambil memeluk tubuh baekhyun. baekhyun mengusap rambut eunji halus. &#8220;tidak dan tidak akan pernah&#8221;</p>
<p>.</p>
<p>semua dugaan eunji benar. jieun yang melihatnya bersama baekhyun kemarin sore, kini benar-benar memperlihatkan kemarahannya pada eunji.</p>
<p>sahabat baiknya itu sama sekali tidak mau mendengar penjelasan dari eunji maupun baekhyun. dan di saat itulah eunji sedikit merasa bahwa ia tak pantas untuk menjadi sahabat jieun. sudah seminggu dimana eunji dan jieun tidak berkomunikasi lagi.</p>
<p>baekhyun tersenyum ke arah kanan, mentap gadis yang berdiri sejajar dengannya. &#8220;sudah, aku yakin dia pasti sudah mengerti dan memaafkanmu&#8221; ucap baekhyun dengan bibir yang tertarik ke atas membentuk senyuman. senyuman yang sampai saat ini masih membuat eunji menahan nafasnya sejenak.</p>
<p>eunji menatap ragu kearah pintu yang tepat berada di depannya. pintu apartement jieun. ia menarik nafasnya panjang dan memencet bell apartement itu dengan tangan yang sedikit bergetar. sungguh ia takut kalau jieun masih marah dengannya.</p>
<p>suara gaduh terdengar sebelum pintu itu terbuka. eunji kini terdiam kaku di depan sana sambil memandang jieun yang menatapnya datar.</p>
<p>hening ketika keduanya dan baekhyun tidak mengeluarkan suara apapun. eunji dan jieun bertatapan.</p>
<p>jantungnya berdegup dengan cepat. apa yang harus ia katakan pada jieun?</p>
<p>tak lama seulas senyum terbentuk dari bibir jieun, membuat eunji menatapnya dengan bingung. jieun mengulurkan tangannya dan memeluk eunji erat.</p>
<p>&#8220;aku minta maaf. seharusnya aku tahu kalau baekhyun hanya menyukaimu. maaf aku egois&#8221; ucapan jieun itu sungguh membuat seluruh perasaan eunji lega. eunji menghembuskan nafasnya pelan dan tersenyum memeluk jieun erat.</p>
<p>&#8220;maafkan aku&#8221;</p>
<p>&#8220;kau tidak perlu minta maaf, aku yang salah. ayo masuk&#8221;</p>
<p>jieun menarik tangan eunji untuk masuk ke dalam apartement nya disusul oleh baekhyun di belakang mereka.</p>
<p>eunji terperangah kaget ketika melihat seseorang yang di kenalnya dengan baik menatap mereka dari dalam.</p>
<p>&#8220;jino?&#8221;</p>
<p>jino menaikan alisnya. &#8220;ya&#8221;</p>
<p>&#8220;sedang apa kau disini?&#8221; tanya eunji bingung. jino mendesis kecil. &#8220;apa tidak boleh mengunjungi apartement pacar sendiri?&#8221; jino berjalan mendekati jieun dan tersenyum. sedangkan jieun hanya terkekeh.</p>
<p>&#8220;dialah yang menyadarkanku tentang semuanya. dan ia menyatakan perasaannya padaku&#8221; sahut jieun sambil tersenyum memandang jino.</p>
<p>eunji yang masih tidak menyangka dengan apa yang terjadi sekarang kini tetsenyum bahagia. baekhyun yang kini juga tersenyum menggenggam tangan eunji erat. eunji merasakan kehangatan itu dan menoleh kearah baekhyun. jantung eunji berdegup dengan kencang saat ini.</p>
<p>&#8220;hey byun baekhyun!&#8221; suara jieun itu membuat baekhyun mengangkat kepalanya menatap jieun.</p>
<p>&#8220;ya, walaupun aku sudah tidak mengejarmu tapi jangan harap kau bisa lepas dariku&#8221; sahut jieun dengan nada yang sengaja di buat sinis. baekhyun memandangnya dengan alis yang terangkat. &#8220;aku akan menterormu kalau saja kau menyakiti eunji. kau tahu itu?&#8221; lanjut jieun sambil mengepalkan tangannya. mereka berempat sama sama tersenyum. &#8220;itu tidak akan pernah terjadi&#8221; balas baekhyun.</p>
<p>.</p>
<p>&#8220;jangan pernah membohongi dirimu sendiri lagi, oke?&#8221; jino mengacak-acak puncak rambut eunji.</p>
<p>&#8220;tentu. dan&#8230; jino. terimakasih kau sudah membuat keadaan membaik sekarang&#8221;</p>
<p>&#8220;itu kewajibanku&#8221;</p>
<p>&#8220;ya!! kalian berdua!! jangan mencoba bermain di belakang kami&#8221; teriak baekhyun dan jieun secara bersamaan. sedangkan jino dan eunji sama sama terkekeh geli.</p>
<p>Eunji menghampiri Baekhyun dan segera memeluknya. begitu juga Jino yang kini menyambut pelukan dari Jieun.</p>
<p><i>-end-</i></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[FF : Please, Stop The Time [CHAPTER 5]]]></title>
<link>http://ffindo.wordpress.com/2012/11/07/ff-please-stop-the-time-chapte-5/</link>
<pubDate>Wed, 07 Nov 2012 05:37:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>hyerinchan</dc:creator>
<guid>http://ffindo.wordpress.com/2012/11/07/ff-please-stop-the-time-chapte-5/</guid>
<description><![CDATA[Title : Please, Stop The Time (CHAPTER 5) Author : Hayamira (HayashiMirai) Genre : Romance, Friendsh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/11/page21.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-70900" title="page2" alt="" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/11/page21.jpg?w=625&#038;h=625" height="625" width="625" /></a></p>
<p>Title : <b>Please, Stop The Time (CHAPTER 5)</b></p>
<p>Author : <b>Hayamira (HayashiMirai)</b></p>
<p>Genre : <b>Romance, Friendship, Married Life Story</b></p>
<p>Rating : <b>PG-15</b></p>
<p>Length :<b> Chaptered</b></p>
<p>Cast :</p>
<p><b>Jung Na Eun/Nana (Ocs)</b></p>
<p><b>Kris (EXO-M)</b></p>
<p><b>Oh Se Hun (EXO-K)</b></p>
<p><b>Kim Jong Hyun (SHINee)</b></p>
<p><b>Choi Min Ho (SHINee)</b></p>
<p><b>Krystal Jung (f(x))</b></p>
<p><b>Byun Baek Hyun (EXO-K)</b></p>
<p><b>  Hai! Hyerin disini!!! Maaf reader-deul Hyerin belum sempat publish FF u.u . Mungkin next time yaa~~ Jadi, disni aku membawa FF temen saya hehehehe. mian juga ini dipostnya lamaa banget, authornya lagi error sih *ditampar* jadinya gini T^T Happy Read ya ~ XD</b></p>
<p style="text-align:center;"><a href="../2012/05/29/please-stop-the-time-prolog/">[PROLOG]</a>  <a href="../2012/06/02/59545/">[CHAPTER 1]</a>  <a href="../2012/06/06/ff-please-stop-the-time-chapter-2/">[CHAPTER 2]</a> <a href="../2012/07/29/ff-please-stop-the-time-chapter-3/">[CHAPTER 3]</a> <a href="../2012/08/26/ff-please-stop-the-time-chapter-4a/">[CHAPTER 4A]</a> <a href="../2012/10/08/ff-please-stop-the-time-chapter-4b/">[CHAPTER 4B]</a></p>
<p>“Permisi” sahut seorang laki-laki dibalik pagar. Nana menengok, meletakkan pakaiannya lalu berjalan keluar. Seorang laki-laki tegap tersenyum tipis melihat Nana yang membukakan pagar untuknya. “Halo” kata laki-laki itu. Nana mengamati laki-laki itu, dia tidak mengenalinya.</p>
<p><!--more--></p>
<p>“Mencari siapa?”tanya Nana. Laki-laki itu menatap balik Nana,“Nami ada?” ternyata kenalan Nami. Nana mengangguk dan berjalan masuk kerumah memanggil Nami.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Eonni, diluar ada laki-laki yang menunggumu”kata Nana menepuk badan Nami dari belakang. Nami mendengus kesal</p>
<p>“Bukan dia, kok”ujar Nana seakan mengetahui pikiran Nami. Nami mengangguk, lalu berjalan keluar.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Him Chan”ujar Nami menemui laki-laki itu. Jadi dia Him Chan sepupu Baek Hyun ya&#8230; Nana membatin. Dia pun melanjutkan beres-beresnya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Selesai.</p>
<p>Nana duduk diteras rumahnya. Disampingnya tas pakaian yang penuh akan kado untuknya. Juga pakaian. Nana dan Kris akan pulang ke Tokyo, sebenarnya Nana masih ingin berlibur namun mengingat dia tidak mengambil cuti maka keinginan itu harus dikunci rapat-rapat.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Okaa-san, hati-hati ya”peluk Nana mengucap salam perpisahan. Ibunya terlihat tidak rela melepas Nana. Kakak Nana sama, rasa rindunya masih terlalu besar untuk adik perempuannya. “Aku akan kembali, kok. Bye”ujar Nana melambaikan tangan, mengangkat tas pakaian ke Taxi yang sudah ada Kris menunggu.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Taxi itu semakin menjauh. Nami dan ibunya melihat diluar pagar rumah mereka dengan tatapan sendu, namun harapan akan “Nana Bahagia, Pasti” mereka tanamkan kuat dihati mereka. Mereka melepas Nana kembali ke Seoul dengan senyum sumringah.</p>
<p>&#160;</p>
<p>***</p>
<p>Taxi yang mengantar mereka dari bandara ke rumah mereka masih harus berjalan jauh. Kris merasa badannya pegal, perjalanan 3 jam dari Hokaido Tokyo Seoul menguras tenaganya. Sekarang sudah jam 9 malam waktu Seoul. Disampingnya, Nana tertidur pulas bersandar dijendela, bertumpu pada tangannya. Wajahnya letih, namun tersirat rasa kebahagiaan yang membuncah.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Kris melepaskan tumpuan tidur Nana, lalu menyandarkan kepala Nana dipundaknya. Kris tersenyum, wajah Nana sangat polos jika tertidur. Tangan Kris membelai rambut Nana lembut. Kris menatap wajah Nana itu. Wajah yang sangat dia sayangi. Senyum yang telah menemaninya selama 2 tahun terakhir ini selalu tersirat diwajah itu.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Nggh”Nana sedikit mengerang, membuat Kris kaget dan berhenti membelai rambutnya. Ternyata hanya mengigau, pikir Kris. Kris kembali menatap Nana. Tangan Kris menggenggam tangan Nana erat, sirat senyuman terukir di wajah Kris. “Saranghae” bisik Kris pelan ditelinga Nana. Nana menggerakkan kepalanya sedikit. Nampaknya dia bermimpi, dan tidurnya nyenyak sekali.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Waktu berlalu begitu cepat. Taxi yang mereka tumpangi sampai dirumah mereka.</p>
<p>“Tuan, tolong angkat tas saya. Saya mengurus istri saya”kata Kris. Sopir itu mengangguk. Sopir itu mengambil tas pakaian di bagasi, lalu meletakkannya di teras rumah Kris. Sopir itu membukakan pintu untuk Kris. Kris membayar tagihan Taxi itu, lalu  Kris meletakkan kepala Nana disandaran jok mobil, lalu dia keluar, dan menggendong Nana dengan tangannya mengangkat bagian pundak dan lututnya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Kris menggendong Nana sampai ke kamar Kris. Kris menidurkan Nana pelan dikasurnya, tidak ingin membuat wanita itu terbangun dari tidurnya. Lalu, dia melepas boots dan jaket Nana, juga melepas gulungan rambut Nana. Setelah itu, selimut dia tarik untuk menutupi tubuh Nana.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Kris kemudian berjalan keluar mengambil tas pakaiannya. Setelah semua dia anggap beres, dia meraih handuknya kemudian mandi. Rasa segar menjalar ditubuhnya manakala tetesan air mengenai tubuhnya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Setelah mandi, Kris memakai baju dan beranjak tidur. Tentu saja diranjangnya, dan Nana sedang berbaring disana. Kris berbaring pelan disamping Nana, membelai wajahnya dan mengecup keningnya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Selamat tidur, ya. Mimpi indah”ujarnya. Kris meraih tangan Nana dan menggenggamnya, kemudian terlelap dalam mimpi sambil memegang tangan Nana.</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>***</p>
<p>Krystal menggigit kuku-kukunya. Sudah 2 hari Kris tidak masuk kerja, selama itu pula perasaannya amburadul. Menanti jawaban Kris dengan beribu pertanyaan yang sudah disiapkan Krystal. Namun, saat dia datang ke kantornya, yang didapati nihil. Kris ke Jepang, tanpa ada yang tahu apa tujuannya. Paling tidak, dia ingin liburan, kata asistennya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Sekarang dia menanti Kris di ruangannya, sudah sejam yang lalu namun Kris belum muncul. Bosan, Krystal beranjak berdiri, namun pintu terbuka dan sosok yang dinantinya muncul juga. Sontak Krystal berlari dan menghamburkan pelukan di Kris, yang membuat Kris kaget.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Oppa“sahut Krystal manja. Kris melepaskan pelukan dari Krystal, memandang Krystal tajam. “Kenapa kau?”kata Kris dingin. Krystal memicingkan mata, sejak kapan Kris jadi dingin seperti ini. Krystal menggeleng pelan, “Tidak kok. Oppa darimana saja?”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Pertanyaan Krystal membuat Kris risih. Tanpa memerdulikan gadis itu, Kris berjalan ke mejanya. Lalu, Kris sadar bahwa dia lupa akan sesuatu. “Nana mana ya? Kenapa belum kesini&#8230;Hmm”gumam Kris. Krystal yang mendengar nama Nana, sontak menoleh dan memicingkan mata.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Oppa, Nana itu siapamu” tanya Krystal penuh amarah. “Yang jelas dia bukan orang yang menyebalkan sepertimu”jawab Kris. Krystal berjalan ke Kris yang beridi disamping mejanya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Ayolah, Oppa. Dia itu siapamu?”tanya Krystal lagi. “Orang yang berharga untukku”jawab Kris lagi, memalingkan wajah dari Krystal. Krystal mendecak lidah.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Apanya yang penting kalau hanya sebatas istri taruhan? Aku tahu semuanya, Oppa”seru Krystal. Kris membelakkan matanya, “Darimana Kau tahu itu?”gumamnya. Wajahnya terlihat sangat kaget, sementara Krystal tersenyum penuh kemenangan.</p>
<p>&#160;</p>
<p>”Aku tahu taruhan itu, perjodohan mu dengan orang lain, aku tahu semuanya”Seru krystal tersenyum penuh kemenangan melihat Kris. Kris menghela napas, tidak berharap Nana mendengarnya. Kris mematung dengan pikirannya, sementara Krystal mendekat dan memeluk Kris.</p>
<p>“Oppa, kau kan tidak menganggap Nana, jadi kau bersamaku saja”kata Krystal mempererat pelukannya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Kris menghempaskan tubuh Krystal kasar, lalu menatapnya tajam.</p>
<p>“Dengar ya, kau tidak berhak ikut campur dalam masalahku ini. Lagipula kau itu siapaku?”hardik kris. Krystal tercengang, lalu meninggalkan Kris dengan wajah penuh amarah.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Kris memandangi sosok Krystal kesal. Sial, sungguh sial.</p>
<p>&#160;</p>
<p>***</p>
<p>Jam 3 sore. Kris pulang lebih cepat dari biasanya. Pikirannya masih kacau karena Krystal. Sial, umpat kris dalam hati. Kris berusaha melupakan perkataan Krystal, namun itu semua terlalu membekas&#8230;</p>
<p><i>“bukankah Oppa menikah dengan Nana karena Taruhan? Juga menghindar dari perjodohan Oppa dengan gadis lain, begitu?”</i></p>
<p>&#160;</p>
<p>Kalau saja dia tidak melihat perempatan menuju rumahnya, dia akan terus melewati jalan itu. Kris membelokkan setir mobilnya, tak lama kemudian rumahnya terlihat. Kris memberhentikan mobilnya didepan pagarnya, pagarnya tidak digembok. Berarti Nana sudah pulang. Dan mood Kris sedikit membaik, apalagi setelah masuk ke rumah dia melihat sepatu Nana bertengger dirak sepatu disamping pintu kamarnya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Sebersit pikiran muncul di otaknya. Mengajak Nana keluar, ide bagus bukan? Kris langsung mandi dan berganti baju, dan mengetuk pintu kamar Nana. Nana keluar dengan piyama merahnya,</p>
<p>“Ada apa, Kris?”tanya Nana. Kris mendekap wajah Nana dengan tangannya, lalu tersenyum manis kepada Nana.</p>
<p>“Ganti bajumu, pakai baju santai ya. Kalau perlu sederhana saja, jangan dandan! Aku tunggu diluar, oke?”kata Kris. Nana yang daritadi melongo, mengangguk.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Tak sampai 10 menit, Nana selesai berpakaian. Kris langsung mengajak Nana keluar, berjalan kaki ke stasiun kereta. Sepanjang jalan, Nana sesekali memandang Kris heran, ada apa pria dingin ini mengajaknya keluar.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Bukannya Nana tidak mau, tapi ini terjadi sangat jarang. Biasanya Kris pulang larut malam, langsung tertidur pulas. Sekarang malah mengajaknya ke suatu tempat, sepanjang jalan, Kris yang menggenggam tangan Nana justru tersenyum dan terlihat senang. Sambil berdiri, dia terus menggenggam tangan Nana, membiarkan Nana duduk dikursi sementara dia berdiri disampingnya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Tanpa Ragu Kris menarik Nana ketika kereta sudah berhenti. Ternyata, ke Festival Teh Internasional di daerah Gwang-Ju. Untungnya ada yang memberi informasi tentang festival ini, Kris patut berterima kasih.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Kris&#8230;. Ini kan festival Teh&#8230;”Nana tercengang melihat berbagai stan stan teh yang menyerbakkan harum teh yang Nana begitu sukai. Nana tersenyum, lalu membisikkan kata “terima kasih”</p>
<p>&#160;</p>
<p>#NANA POV#</p>
<p>&#160;</p>
<p>Tidak ada taksi, jadinya aku dan Kris harus berjalan. Lagipula, sudah tidak jauh dari rumah. Rasanya badanku pegal sekali, seharian ini terus saja berkeliling mencari teh yang kusukai, teh Cianjur dari Indonesia. Tidak sia-sia, karena aku berhasil mendapatkan teh yang langka di Seoul itu. Seandainya aku tinggal di negara Sub-Tropis Indonesia itu, sudah pasti mudah untuk mendapatkannya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Nana, kau masih mau jalan kaki?” kesal Kris jalan sambil menenteng hoodies bag berisi cheese cake tea dan segala berbau teh. Aku menoleh menghadap ke Kris, nampaknya dia sudah capek sekali.</p>
<p>“Rumah kan sudah dekat, jalan saja. Malam ini juga indah, tidak terlalu dingin pula”bantahku sambil terus jalan. Kris mendengus, berlari ke Nana dan berjalan ke sampingnya</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Nana&#8230;.”ujar Kris merangkul lengan Nana.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Aku terhenti.</p>
<p>“kenapa? Salah? Aku kan Suamimu”tarik Kris yang justru malah merangkul pundakku, aku pun menghindar secara refleks, namun Kris menahanku. Kris menyandarkan kepalanya ke pundakku “Aku lelah, Nana. Bolehkah kita beristirahat?”</p>
<p>Aku terdiam. Wajahku pasti pucat pasi saat ini. Namun, Kris menarikku duduk di taman kota, dan kembali menyandarkan kepalanya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Kris&#8230;. Kau&#8230;”</p>
<p>“Aku lelah. Masa bersandar saja tidak boleh?”protes Kris. Aku tidak bisa berkata apa-apa. Kesunyian pun merasuki kami, yang diiringi suara lalu lalang jalanan.</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Nana&#8230;.”</p>
<p>“Apa?”</p>
<p>“Bolehkan kita seperti ini&#8230;lebih lama lagi?”</p>
<p>“Maksudmu?”</p>
<p>“Aku&#8230;ingin bersamamu”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Aku tercengang. Aku melihat wajah Kris, ternyata dia sedang melihatku dengan pandangan yang tak pernah dia berikan padaku sebelumnya. Wajahnya sungguh&#8230;.teduh dan lembut.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Tiiit&#8230;..</p>
<p>“Ah,” Kris bangkit lalu mengangkat handphonenya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“KenapaMin Ho? Oh? Hah, kau di mana ?&#8230;.”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Sepertinya Jong Hyun yang menelpon. Aku membiarkan Kris menelpon dengan Min Ho, lalu seseorang menepuk pundakku.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Jong Hyun?”tanyaku</p>
<p>“yosh! Bagaimana jalan-jalanmu dengan suami-palsu-mu?”tanya Jong Hyun dengan wajah yang sulit ditebak. Senyum namun sedikit sinis. Aku hanya termenung, berusaha mencerna kata-katanya</p>
<p>“Maksudmu?” aku menyerah. Aku tidak mengerti.</p>
<p>“Nana, Kau itu cantik, pintar, juga menawan..”kata Jong Hyun duduk disampingku “Jangan mau ditipu oleh Kris. Dia itu menikah denganmu karena taruhan denganku dan Min Ho. Mengerti?”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Kata-kata itu keluar dari dirinya begitu lancar dan jelas.</p>
<p>Apakah ini ilusi? Jadi yang dikatakan Amber itu&#8230;..</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Tidak mungkin, Tidak”sanggahku berusaha setenang mungkin</p>
<p>“Ya sudah kalau tidak percaya, tanyakan saja dengan Kris”jawabnya. Saat itu, Kris menghampiriku dengan wajah sangat marah sekaligus malu. Baru kali ini aku melihatnya seperti itu. Apa yang terjadi ini?</p>
<p>&#160;</p>
<p>Aku, yang masih belum percaya dengan ucapan Jong Hyun, beranjak berdiri, melihat Kris, lalu</p>
<p>“Kris, apa perkataan Jong Hyun benar?”</p>
<p>&#160;</p>
<p>#AUTHORPOV#</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Kris, Apa perkataan Jong Hyun benar?”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Kris membisu. Dia tidak bisa berkata apa-apa. Kris hanya melihat Nana yang mulai berkaca-kaca, menatap matanya, mencari jawaban di matanya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Nana, aku bisa jelaskan&#8230;”</p>
<p>Tangan Kris berusaha meraih tangan Nana, namun Nana melangkah mundur.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Aku hanya butuh Ya atau Tidak, Kris”emosi Nana mulai memuncak. Suaranya terdengar lirih namun sangat jelas, kalau dia sedang menahan untuk tidak menangis.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Kris”</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Ucapan Jong Hyun memang benar, semuanya benar. Tapi, Nana..”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Tidak mungkin, batin Nana. Hatinya sekarang pilu, tersayat badik tajam. Perih, sakit, pilu. Tubuh Nana tersungkur jatuh ke tanah, dadanya sesak, matanya buram. Sebulir air mata jatuh, perlahan lahan namun menjadi deras seiring Nana melihat Jong Hyun dan Kris secara bergantian.</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Nana”</p>
<p>“Menjauh dariku&#8230;. Kumohon”pintanya terisak. Air matanya jatuh deras di pipinya. Jong Hyun hanya melihat dan seraya pergi. Kris menarik Jong Hyun, lalu menatapnya penuh amarah. “Jong Hyun, Mau kemana kau” Jong Hyun tersenyum sinis.</p>
<p>“Urusanku sudah selesai. Aku tidak bisa membiarkan kau terus-terusan menipu Nana”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Kris menarik kerah baju Jong Hyun dan menatapnya sangat dingin.</p>
<p>“Apa yang kau inginkan”ujar Kris sangat rendah. Jong Hyun menatap Kris agak takut, belum pernah dia melihat Kris semarah ini.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“aku ingin dia itu berpisah darimu. Kasian dia, dan juga, aku membantu Krystal “Kata Jong Hyun melepas tangan Kris, dan berlalu begitu saja meninggalkan mereka berdua.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Kris berbalik, melihat Nana yang sangat terpukul. Hatinya memberontak. Apa yang telah dia lakukan, apa yang telah dia katakan. Wanita itu, orang yang satu-satunya bisa membuatnya tidak bersikap sombong, menangis. Tubuh bergetar, isakan yang seakan menyayat hatinya. Kris mengumpat dirinya sendiri, menyumpah dirinya sendiri.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Nana?Nana, maafkan aku” Kris mendekati Nana, namun Nana tidak mendengarkan. Dia terus saja terisak.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Nana?” sebuah suara memanggil nama Nana. Kris menoleh ke belakangnya, orang itu adalah Onew yang berdiri dengan raut wajah marah. Tangannya menggepal, rahangnya mengeras.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Kau tidak perlu ikut campur urusan ..” Sebuah pukulan mendarat keras dipipi kiri Kris. Kris terjatuh ke tanah. Tenaga Onew besar sekali. Kris bangkit,</p>
<p>“Beraninya&#8230;” Namun, Onew mengangkat Kris dan meninju wajahnya lagi.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“SUDAH KUKATAKAN PADAMU, KALAU SAMPAI NANA MENANGIS KARENAMU MAKA AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMU BERNAPAS DENGAN LEGA, BUKAN?” bentak Onew ke Kris. Onew mencekik leher Kris. Genggamannya sangat besar dan kuat. Napas Kris tercekat, dia tidak bisa bernapas.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Sudah..Kubilang&#8230;”</p>
<p>&#160;</p>
<p>“BUKAN URUSANKU, KATAMU? ITU URUSANKU”</p>
<p>Pukulan keras pun medarat dipipinya lagi,. Kris terhuyung lalu berdiri. Onew meninju Kris lagi dengan kekuatan besar. Kris terhempas ke tanah.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Onew menarik Kris lagi. Onew berniat melayangkan pukulannya lagi, kalau saja dia tidak mendengar isakan Nana. Tanpa pikir panjang lagi, Onew langsung melempar tubuh Kris dan berjalan ke arah Nana lalu merangkul Nana yang tidak berdaya. Tubuhnya dipeluk Onew. Pikirannya kacau, hatinya hancur sehancur-hancurnya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Kris hanya mematung melihat Nana yang menangis dipelukan Onew. Oh tuhan, wanitanya menangis bukan dipelukannya. Wanita yang dia cintai menangis karena dirinya. Dirinya telah menyakiti satu-satunya wanita yang bisa membuatnya merasa nyaman.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Aku&#8230;tidak&#8230;mau&#8230;pulang&#8230;.Aku&#8230;.ingin&#8230;menginap&#8230;dulu”katanya terisak, menundukkan kepalanya yang tidak berani melihat Kris.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Nana&#8230;Aku bisa jelaskan&#8230;”</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Maaf, aku tidak mau &#8230;..bertemu denganmu&#8230;lagi”</p>
<p>&#160;</p>
<p>***</p>
<p>&#160;</p>
<p>Rasa emosi menguat di dadanya setiap detik berlalu. Berbagai kelebat pikiran, kecaman, umpatan, rasa sedih dan rasa benci juga penyesalan menari-nari di pikirannya. Kris pulang dengan amarah, namun lebih mendalam adalah rasa sedih dan kecewa. Kecewa pada dirinya sendiri, kecewa pada hal yang dia lakukan. Kecewa akan semua kebodohan karena dirinya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Mata Kris terpaku didepan foto close-up Nana di ruang tamunya. Tersenyum, wajah hangat yang selalu menemaninya setiap hari. Yang selalu mengingatkannya hal-hal kecil yang penting, yang selalu ada memberikan kasih sayang yang tak terhingga.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Padahal aku tidak pernah memberimu kasih sayang sebagai balasan kasih sayangmu, Nana”kata Kris dengan pandangan kosong. Bola matanya tertuju tetap pada foto tersebut.</p>
<p><i> </i></p>
<p><i>“maaf, aku tidak mau&#8230;bertemu denganmu,,,lagi”</i></p>
<p>&#160;</p>
<p>Kata-kata itu berputar dikepalanya. Seakan mesin waktu, kata-kata itu memutarkan memorinya dengan Nana, segala hal tentang dia, segala hal yang membuatnya terikat dengan dia, segala perlakuannya.</p>
<p>&#160;</p>
<p><i> </i></p>
<p><i> “Baiklah, aku tidak akan menganggumu”</i></p>
<p><i> </i></p>
<p><i>“Kris, ini bekal untukmu. Kumohon, jangan dibuang”</i></p>
<p><i> </i></p>
<p><i>“Kris, kenapa wajahmu merah?” </i></p>
<p><i> </i></p>
<p><i>“Kris, semuanya sudah siap”</i></p>
<p><i> </i></p>
<p><i> “Kris, kau mau ke tempat kerja?”</i></p>
<p><i> </i></p>
<p><i>“Apa kau, menyukai gadis lain sekarang?”</i></p>
<p><i> </i></p>
<p><i>“Apa kau, tidak mencintaiku, Kris?”</i></p>
<p><i> </i></p>
<p><i>“Maafkan aku”</i></p>
<p><i> </i></p>
<p><i>“Maaf, aku tidak mau &#8230;..bertemu denganmu&#8230;lagi”</i></p>
<p>&#160;</p>
<p>Seluruh kata-kata atau sikap buruk Kris, Nana hanya tersenyum dan menjawabnya. Begitu sabar dan setia mengurus Kris. Tidak ada keluhan, tidak pernah Kris melihat Nana marah. Hanya tersenyum, selalu tersenyum manis pada Kris.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Mata Kris kini sesak. Dia akan menangis. Tetap memandangi foto pernikahan mereka, Kris mengedipkan matanya dan air matanya jatuh bebas bergulir. Dan untuk pertama kalinya, air mata Kris mengalir pelan, lama-lama semakin deras, untuk seorang wanita.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Kris menangis, karena Nana. Air matanya mengalir seiring dengan ingatannya tentang Nana.</p>
<p>“Satu hal yang tidak pernah kukatakan padamu secara langsung, Nana”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Hanya isak tangisan Kris yang terdengar di rumahnya. Untuk mengobati rasa sakit dan kecewanya, Kris mencoba masuk ke kamar Nana.   Suasana “Nana”merasuki Kris ketika masuk ke kamar Nana. Pandangan Kris langsung tertuju ke dinding didepan tempat tidur Nana. Ada foto yang cukup besar, foto pernikahannya dengan Nana. Rasa penyesalan kembali merasukinya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Kris duduk di tempat tidur Nana. Dia mendapati sebuah buku diari berwarna hitam bermotif bunga sakura. Kris mengambil buku tersebut, dan membacanya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Napas Kris tercekat membacanya. Seluruh perasaan Nana ditumpahkannya di buku tersebut.</p>
<p>&#160;</p>
<p><i>“Rasanya sedih. Kris menganggapku apa? Bahkan dia tidak pernah menyebutkan Aku ini istrinya didepan teman-temannya. Apa arti ku untuknya?”</i></p>
<p><i> </i></p>
<p><i>“Bukan kah kata-kata itu tidak pantas untukku? Apa sebenarnya salahku padanya? Kenapa dia memperlakukanku seperti ini?”</i></p>
<p><i>“Ya Tuhan, Jika Engkau berkenan menjadikan suamiku menjadi jodohku sehidup semati, maka bukakanlah hatinya untukku, agar tidak seperti ini. Aku memohon padamu, Ya Tuhan”</i></p>
<p><i> </i></p>
<p><i>“Selingkuh? Benarkah? Apa sebegitu teganya?”</i></p>
<p><i>“Jadikan dia cinta pertama dan terakhirku, Ya Tuhan. Engkaulah Yang Maha Esa dan Yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hambamu”</i></p>
<p><i>“Ya Tuhan, sungguh aku tidak ingin bersedih hati, namun aku adalah manusia. Kris sudah membuatku sedih, namun aku sangat membutuhkannya seutuhnya. Maafkan aku Ya Tuhan, namun aku tidak bisa menahan rasa sedih ini terus. Engkau Yang Maha Penyayang, kumohon , bukakanlah pintu hati suamiku”</i></p>
<p><i> </i></p>
<p><i>“Ya Tuhan, Aku mencintainya. Aku membutuhkannya”</i></p>
<p><i> </i></p>
<p>Can the Time be stop, Please?</p>
<p>I Want To be Her side, always</p>
<p>Take care of Her, hold Her Hands, Hug her so Tightly</p>
<p>Look up the sky together</p>
<p>&#160;</p>
<p>Make time stop, I want to be with you always</p>
<p>I want to hold you more</p>
<p>As I remembered each and every single thing about you</p>
<p>I simply believed… in eternity</p>
<p>&#160;</p>
<p>***</p>
<p>Pandangan Nana kosong. Matanya sembab. Hanya isakan yang terdengar. Tidak ada tawa, tidak ada canda juga suaranya yang bercerita. Hanya ada gambaran mengenai kesedihan, kekecewaan yang mendalam dari Nana.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Kepalanya terasa berputar di satu poros bumi. Hatinya masih terasa sesak. Sakit daqn menusuk, terjadi secara bersamaan. Bahkan untuk bernapas pun sepertinya dia lupa bagaimana caranya. Sebegitu sesaknya kah?</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Nana, ini, minumlah”ujar Amber menawarkan teh hangat untuk Nana.</p>
<p>“Terima Kasih”kata Nana mengambil gelas itu, tidak menatap Amber. Nana masih terlalu sibuk dengan pikirannya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Alunan lagu Big Bang Monster mengalir memenuhi ruangan.</p>
<p>“Nana, Handphonemu”</p>
<p>Amber menyerahkan handphone yang terus berdering tersebut ke Nana. Nana menerimanya, “Siapa?”tanyanya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Angkat saja”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Nana mengangkat teleponnya,</p>
<p>“Yoboseyo?”</p>
<p>&#160;</p>
<p>#NANAPOV#</p>
<p>Nada Dering untuk nomor tak dikenal.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Yoboseyo?”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Tidak ada suara</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Yoboseyo?”</p>
<p>“Jung Na Eun? Nana?”</p>
<p>“Ya. Siapa?”</p>
<p>“Kris”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Aku tidak menjawab</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Nana? Dengarkan aku, kumohon”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Aku tidak menjawab lagi. Aku tidak sanggup berkata-kata. Aku tahu, sekarang mataku penuh dengan air mata yang siap jatuh.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Maafkan aku.”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Suaranya membuat tetesan air mata mengalir dari mataku. Segala hal tentangnya, membuat dadaku sesak.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Nana, maafkan aku”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Air mata ini semakin deras. Dadaku sesak dengan suaranya</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Nana?”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Amber merebut handphoneku, dan bicara dengan Kris</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Jangan ganggu Nana, kau mengerti? Sekarang keadaannya benar-benar hancur karena orang brengsek sepertimu. Enyahlah”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Amber langsung menutup komunikasi. Aku menoleh kearahnya, wajahnya tampak penuh amarah.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Ini, handphonemu. Jangan urus Kris”perintah Amber. Aku hanya terdiam membisu. Air mata ini tidak berhenti mengalir.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Nana, berhenti menangis. Kau tidak perlu menangis untuk orang brengsek seperti dia” seru Amber. Aku memandangnya</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Min&#8230;Ah&#8230; Aku&#8230;.tidak&#8230;.bisa&#8230;.”kataku terbata-bata</p>
<p>“NANA, BERHENTI!!”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Aku terbelak. Amber membentakku</p>
<p>“Kau tidak mengerti perasaanku, Amber. Kau&#8230;Tidak tahu bagaimana, bagaimana&#8230;.bagaima&#8230;na&#8230;.”</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Kau harus berhenti, karena..aku tidak mau sahabatku menangis dan hancur”</p>
<p>Ujar Amber, duduk disampingku, dan menghapus air mataku “Makanya, berhentilah.”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Senyum terbentuk disudut bibirku. Kuharap aku bisa menjalaninya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>***</p>
<p>Suara anak-anak riuh berlarian kesana kemari. Senyum tawa hangat sumringah tergambar jelas diwajah mereka. Nampaknya mereka sangat bahagia dengan musim panas ini, secerah matahari yang menyinari mereka.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Kenapa aku tidak bisa tersenyum dan sebahagia mereka? Kenapa aku tidak bisa seperti mereka? Aku menghela napas berat. Kenapa rasa sakit ini, masih sesak di dada? Padahal sudah satu gelas kuhabiskan teh, namun masih saja sesak.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Halo, Na Eun” ada yang memanggil namaku. Aku menoleh, ternyata wanita teman dansa Kris waktu itu. Dia tersenyum manis, lalu duduk didekatku.</p>
<p>“Apa kabar?” tanyanya. Aku mengangguk, “Baik.”jawabku tersenyum ramah. Mencoba menyembunyikan kesedihan, yang orang lain pun mungkin bisa melihatnya kalau aku tidak menutupnya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Bagaimana hubunganmu dengan Kris Oppa?”katanya dengan nada sinis. Aku mendesah pelan, “Kau tahu Kris”</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Tentu. Dia adalah pacarku”ujarnya ringan. Tunggu sebentar. Pacar? Pacar katanya? Aku melihatnya, seakan dia menatapku memberikan keyakinan, apa yang dia katakan itu benar. Aku menatapnya nanar.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Aku tahu kau itu Istri taruhannya&#8230; “</p>
<p>Napasku tercekat mendengarnya. Kenapa dia tahu hal itu?</p>
<p>“Dan kau baru saja diberitahu. Konyol sekali kau ya, haha” tawanya. Aku menghela napas, tidak berani menyanggahnya. Itu semua benar, bukan?</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Jadi&#8230;Apa maumu menemuiku?”tanyaku berusaha tidak menangis, tapi sepertinya suaraku terdengar seperti orang yang menahannya. Oh God.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Ceraikanlah dia~”serunya riang memutar mutar jari telunjuknya, menatapku tajam dan sinis “Kalian tidak saling mencintai kan? Apa gunanya masih dipertahankan”lanjutnya. Kalimat itu sukses membuatku gemetar.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Kris yang memintaku loh. Jadi, aku akan secepatnya membawa surat pernyataan berpisah kalian, ya. Selamat tinggal, Na Eun” katanya seraya berdiri dan pergi.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Mataku sudah berkaca-kaca, penuh. Napasku kembali sesak, aku mengatur napas dan tak dapat kubendung, air mataku jatuh.</p>
<p>&#160;</p>
<p>#AUTHOR POV#</p>
<p>&#160;</p>
<p>Aku  pasti salah lihat, Kan? batin Sehun. Yang dihadapannya, Nana sedang memandang kosong dihadapannya. Air matanya terus saja jatuh. Tangannya mencengkram kursi panjang itu. Sehun lalu berlari, tanpa memikirkan bahwa dia sedang bersama Nuna-nya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Nana”panggil Sehun. Nana menoleh, pandangannya masih kosong, namun tersirat rasa sakit hati yang dalam. Sehun tidak bertemu Nana selama beberapa hari belakangan. Apa Nana ada masalah? Kenapa dia seperti ini? Terlihat hancur dan rapuh.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Sehun segera memeluk Nana erat. Tak lama, Nana menangis. Pelan, dan lama lama semakin terisak. Tangisan sakit hati, seperti menyayat Sehun. Sehun tidak bisa berbuat apa-apa, hatinya sakit mendengar Nana menangis dipelukannya. Sehun semakin mempererat pelukannya di tubuh Nana yang terisak, mengumpat dalam hati. Siapa yang berani membuat Nana seperti ini.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“I promise to you, i’ll kill the one whom make you being like this&#8230;”batin Sehun.</p>
<p>&#160;</p>
<p>***</p>
<p>Hampa. Itu yang Kris rasakan. Hidupnya terasa jauh lebih kosong daripada sebelumnya. Tidak ada semangat yang pasti, yang bisa membuat hari-harinya tidak se’kosong’ sekarang. Mood Kris menguap entah kemana. Yang bisa dipastikan, akhir-akhir ini dia juga bertambah dingin dan sensitif. Sudah beberapa asisten yang kena dampak itu.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Kris mengetuk-ngetuk jarinya dimeja. Matanya memandang kosong layar laptop dihadapannya. Lagi dan lagi, Kris mendesah. Dia kesepian. Sangat kesepian. Matanya kemudian menuju close-up foto disampingnya. Nana yang sedang tersenyum, begitu yang dia tulis diujung sebelah kiri bingkai itu.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Tangan Kris meraih foto itu. Ujung jemari Kris menyentuh foto itu, lalu tersenyum. Nana sangat manis jika tersenyum. Hatinya kembali mencela</p>
<p><i>“bukannya kau yang membuatnya pergi? Kebodohanmu sendirilah yang membuatnya pergi dari sisimu”</i></p>
<p>Kris menggigit bibirnya, apa yang dibisikkan nuraninya benar. Dia yang membuat Nana hilang, dan membuat hidupnya sendiri semakin kacau.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Bukankah dulu dirinya begitu menginginkan Nana pergi? Ini dia. Namun, ketika Nana pergi, hanya kehampaan yang dia dapatkan, bukan seperti apa yang dia bayangkan dulu.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Sial”</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Oppa” sapa seseorang. Krystal. Mau apa orang ini datang, batin Kris.</p>
<p>“Apa?”<br />
“Oppa-ya, kau sudah berpisah bukan? Oppa menyukaiku, bukan? Iya kan”</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Keluar!” kata Kris dengan nada rendah dan dingin</p>
<p>&#160;</p>
<p>***</p>
<p>3 Minggu Kemudian</p>
<p>&#160;</p>
<p>#NANA POV#</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Sarapan sudah siap, Nana” ujar Amber dari balik pintu kamarku. Segera aku merapikan riasan serta pakaianku, mengambil tas dan keperluan lain yang telah kusiapkan untuk berangkat ke tempat kerja.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Kulihat diriku dicermin. Jauh lebih baik, itu hanya wajah dan luarnya saja. Tetapi hatiku tidak baik. Lewat tiga minggu sudah, aku tidak bertemu dengan Kris. Apa kabarnya? Apa yang dia lakukan? Apa dia baik-baik saja? Pertanyaan ini terus saja memenuhi pikiranku. Setiap kali aku memikirkannya, dada ini selalu saja sesak. Bagaimana tidak, seluruh hatiku ini hanya ada dirinya, Kris.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Aku menghindarinya, selama 3 minggu ini aku menginap flat tempatku dan ayah dulu tinggal. Selama itu pula, sering aku merindukan wajahnya, segala hal tentangnya. Aku tidak mengerti, sama sekali tidak mengerti, apa yang membuatku menjadi begitu merindukannya. Namun, aku tersadar. Hari itu&#8230;. Mengubah segalanya.</p>
<p>Kenyataan pahit, kejadian itu, semua kata-katanya, masih terus melayang di pikiranku.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Kau masih memikirkannya?”kata Amber didepan kamarku, kepalanya menyembul ke kamar.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Pagi ini, Amber dengan dandanan ekstentriknya, jaket kulit, legging jeans dan kemeja itu sengaja berangkat sangat pagi. Karena dia ingin bersamaku, dia yakin aku tidak bisa tinggal sendiri.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Masih” jawabku pelan. Amber menghela napas, lalu masuk ke kamarku.</p>
<p>“Jangan dipikirkan lagi.” Katanya merapikan kerah bajuku.</p>
<p>“Kau cantik, pintar, dan baik sekali. Sayang sekali, kau terpuruk. Bangkit, Nana”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Aku memandang Amber. Amber tersenyum, aku pun membalas senyumnya.</p>
<p>“Kau&#8230;Baik sekali”</p>
<p>“Tentu, That’s friendship meaning, Nana”</p>
<p>&#160;</p>
<p>***</p>
<p>Pekerjaan hari ini cukup menumpuk di meja. Aku membuka file-file di map warna-warni itu satu persatu. Banyak klien yang meminta desain, yang terkenal dan up-to-date saat ini itu desain minimalis, bermain corak dan pola dengan warna-warna yang pastel, juga mencolok. Banyak pasangan muda, yang baru menikah, meminta desain seperti itu. Mereka kadang menambahkan unsur-unsur rumit seperti corak bunga, seperti bunga mawar, lili ataupun kembang sepatu. Katanya, bunga itu romantis. Setuju</p>
<p>&#160;</p>
<p>Ternyata, ada juga yang memesan untuk kamar bayi mereka. Untuk kamar bayi, biasanya aku mengusulkan warna warna lembut dengan sedikit unsur cerah, supaya terlihat ceria dan lucu. Aku mengambil telepon ku, lalu menghubungi pemesan desain. Ternyata, usulku diterima dengan baik. Setelah mengakhiri percakapan, aku segela mengambil kertas dan pensil untuk mendesainnya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Sedang asyik menggambar, seseorang menepuk pundakku. Aku menoleh, ternyata Onew , membawa segengggam bunga lili dan lavender</p>
<p>“Ini untukmu, karena sudah ceria kembali”ujarnya ringan. Aku menerima buket bunga itu dengan senyum terkembang di wajahku. Bunganya harum, aku rencana akan meletakkannya di vas bunga air, supaya awet.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Iya, thanks, Onew”kataku mengangkat buket bunga sambil menggoyangkannya. Onew duduk disampingku</p>
<p>“Now, can you tell me ? Your Feel right now?” tanyanya, menggeser bangku agar lebih dekat denganku. Aku meletakkan pensil,</p>
<p>“Aku, as you know, masih belum baik baik saja”jawabku rendah .</p>
<p>“Kalau kau membutuhkan sesuatu yang membuatmu, Senang, datang saja ke aku. Oke , Nana?” ucapnya sambil seraya berdiri. Aku mengangguk cepat, lalu memberikan senyum untuk Onew. Dia membalas senyumnya, lalu pergi kembali ke mejanya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Rekan kerja yang baik, pikirku tentang Onew. Dia selalu ada disaat aku membutuhkannya, bahkan seperti tersedia untuk membantuku. Baik sekali.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Aku pun lanjut menggambar desain. Dan teleponku berdering lagi.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Jung Na Eun dari Desain and Build Factory”</p>
<p>“Nana? Ini Nana kan?”</p>
<p>“Ya, benar. Maaf, saya berbicara dengan siapa?”</p>
<p>“Ini Se Hun. Oh Se Hun”</p>
<p>“Oh, Se Hun. Ada apa? Kenapa kau menelpon di nomor kantor? Bukan di handphoneku saja?”</p>
<p>“Tidak, aku hanya ingin menanyakan beberapa hal padamu. Kau sibuk?”<br />
“Sedikit, tapi aku akan menjawab pertanyaanmu sebisaku”<br />
“Kau bertengkar dengan Kris?”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Pertanyaannya langsung. Lidahku kelu menjawab pertanyaannya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Nana?”<br />
“Ah, maaf. Ya, aku bertengkar dengannya”</p>
<p>“Karena dia mempermainkanmu? Dia menikahimu sebagai taruhan?”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Darima dia tahu soal ini?</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Darimana kau&#8230;”</p>
<p>“Aku temannya, mereka bertiga bertaruh tapi aku tidak. Begini, bisa kita bertemu? Aku ingin membicarakannya. Jelas dan supaya kau tidak salah sangka”</p>
<p>Salah sangka? Aku bahkan tidak tahu kalau Se Hun mengetahuinya. Tapi, syukurlah dia tidak terlibat. Aku tidak tahu apa jadinya jika dia terlibat. Rasanya aku tidak akan mempercayainya, mungkin.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Bisa. Kau saja tentukan wkatunya kapan”</p>
<p>“malam ini jam 7 di taman Dong Yo, bisa?”</p>
<p>“Baik, aku bisa”<br />
“Aku akan menunggumu. Sampai nanti”</p>
<p>“Ya”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Kenapa Se Hun meminta bertemu?</p>
<p>“Setidaknya aku mendapat kejelasan”</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>#AUTHORPOV#</p>
<p>&#160;</p>
<p>Pukul 6.45 , Se Hun duduk di taman Dong Yo, di bangku panjang dekat pohon beringin yang teduh.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Nana”sapa Se Hun. Nana tersenyum</p>
<p>“hey, apa kabar” katanya menjabat tangan Se Hun. Setelah Se Hun persilahkan duduk, Nana duduk.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Apa yang ingin kau bicarakan?” kata Nana memandang lurus mata Se Hun. Se Hun mengumpulkan sedikit kata-katanya yang akan dia katakan kepada Nana</p>
<p>&#160;</p>
<p>‘Maafkan aku” kata Se Hun.</p>
<p>“Untuk apa?”</p>
<p>“Karena aku tahu, Kris menikahimu karena&#8230;.”</p>
<p>“Sudahlah. Aku juga tahu, kau tidak seperti ketiganya. Justru aku mau berterima kasih padamu, karena kau sudah baik sekali padaku” ujar Nana. Se Hun tersenyum lega.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Jadi, kau bisa menceritakan kejadiannya? Jangan-jangan waktu di taman itu, kau menangis karena&#8230; hal ini?” tanya Se Hun. Seketika, raut wajah Nana berubah menjadi sedih.  Rasa bersalah merasuki Se Hun</p>
<p>“Maafkan aku, Nana”</p>
<p>“Tidak, aku mengerti”kata Nana. Nana mengambil napas panjang,</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Waktu itu, aku dan Kris baru pulang dari Tokyo, liburan. Sedang dalam perjalanan, dan sikap Kris pun sama sekali tidak sedingin biasanya. Aku sendiri heran, namun aku menyayanginya, jadi&#8230;.kau mengertilah. Lalu, Jong Hyun datang, dan dia mengatakan semuanya, semua yang Kris sembunyikan. Dan, Memang benar. Aku tidak tahu harus berbuat apa saat itu. Kurasa batinku benar-benar ditusuk”</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Jadi?”</p>
<p>“Jadi, aku langsung menjauhinya. Aku tidak tinggal serumah dengannya, buktinya dia tidak mencariku. Seharusnya aku tahu dari awal, kalau dia tidak mungkin menyukai ku, aku seharusnya sadar diri, kalau aku ini tidak pantas bersamanya”</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Justru Kris tidak pantas bersamamu. Kau itu istimewa, Kris terlalu bodoh mencampakkanmu dan membuatmu sakit hati dan menderita seperti ini”</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Seharusnya aku sudah sadar pada saat Amber memberitahuku, kalua Kris mencium gadis lain di  tempat karaoke.”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Air mata Nana mengalir.</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Kata Amber, sangat Hot malahan. Bahkan, dia menyentuhku atau melihatku saja tidak. Aku&#8230; terlalu tersita oleh dirinya. Aku hanya mendapat cinta searah, tidak seimbang. Kau tahu, aku tidak membayangkan hidup tanpanya. Walaupun perlakuannya, namun, aku&#8230;aku&#8230;membutuhkannya. sangat membutuhkannya”</p>
<p>Se Hun terus melihat Nana yang menangis.  Nana menutup matanya,</p>
<p>&#160;</p>
<p>“Aku bodoh, ya? Tapi, Kang Kris adalah cinta pertamaku. Aku&#8230; dan aku&#8230; kini harus hidup tanpa dirinya. Se Hun, dia&#8230;dia&#8230;”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Dan Se Hun menarik Nana ke pelukannya. Tidak ada perlawanan sama sekali. Nana pun terisak dipelukannya.</p>
<p>“Aku&#8230;Menyukainya&#8230;aku&#8230;mencintainya&#8230;.”</p>
<p>&#160;</p>
<p>Se Hun semakin memeluk Nana erat.</p>
<p>“Menangislah, Nana. Aku disini untukmu”</p>
<p>Fiuh -___-&#8221;</p>
<p>akhirnya author udah posting sekian lamanya menunggu T^T</p>
<p>mian ya, diharapkan RCL please</p>
<p>ga RCL ga dapat pahala <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#160;</p>
<p>see ya guys &#60;3</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[FF : Please, Stop The Time [Chapter 4B]]]></title>
<link>http://ffindo.wordpress.com/2012/10/08/ff-please-stop-the-time-chapter-4b/</link>
<pubDate>Mon, 08 Oct 2012 14:43:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>hyerinchan</dc:creator>
<guid>http://ffindo.wordpress.com/2012/10/08/ff-please-stop-the-time-chapter-4b/</guid>
<description><![CDATA[Title : Please, Stop The Time (CHAPTER 4a) Author : Hayamira (HayashiMirai) Genre : Romance, Friends]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Title : <strong>Please, Stop The Time (CHAPTER 4a)</strong></p>
<p>Author : <strong>Hayamira (HayashiMirai)</strong></p>
<p>Genre : <strong>Romance, Friendship, Married Life Story</strong></p>
<p>Rating : <strong>PG-15</strong></p>
<p>Length :<strong> </strong><strong>Chaptered</strong></p>
<p>Cast :</p>
<p><strong>Jung Na Eun/Nana (Ocs)</strong></p>
<p><strong>Kris (EXO-M)</strong></p>
<p><strong>Oh Se Hun (EXO-K)</strong></p>
<p><strong>Kim Jong Hyun (SHINee)</strong></p>
<p><strong>Choi Min Ho (SHINee)</strong></p>
<p><strong>Krystal Jung (f(x))</strong></p>
<p><strong>Byun Baek Hyun (EXO-K)</strong></p>
<p><strong>  Hai! Hyerin disini!!! Maaf reader-deul Hyerin belum sempat publish FF u.u . Mungkin next time yaa~~ Jadi, disni aku membawa FF temen saya hehehehe. mian juga ini dipostnya lamaa banget, authornya lagi error sih *ditampar* jadinya gini T^T Happy Read ya ~ XD</strong></p>
<p><strong><a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/10/page2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-69027" title="page2" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/10/page2.jpg?w=593&#038;h=593" alt="" width="593" height="593" /></a></strong></p>
<p><a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/05/29/please-stop-the-time-prolog/">[PROLOG]</a>  <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/59545/">[CHAPTER 1]</a>  <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/06/ff-please-stop-the-time-chapter-2/">[CHAPTER 2]</a> <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/07/29/ff-please-stop-the-time-chapter-3/">[CHAPTER 3]</a> <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/08/26/ff-please-stop-the-time-chapter-4a/">[CHAPTER 4A]</a></p>
<p><!--more--></p>
<p>Krystal sedang menikmati minumannya, lalu mendengar teriakan seorang namja dari arah dekat jendela.</p>
<p>“TAPI SEKARANG DIA SEDANG DIPERMAINKAN! DIA TIDAK PANTAS UNTUK ORANG BANGSAT ITU!”</p>
<p>“DENGAN SIKAPMU SEPERTI INI, NANA JUSTRU SEMAKIN SAKIT HATI, BODOH”</p>
<p>“LALU KAU AKAN MEMBIARKAN NANA DIPERLAKUKAN SEMACAM INI TERUS MENERUS, OLEH KRIS BANGSAT ITU?”</p>
<p>Tunggu dulu, telinga Krystal tidak salah dengar, kan? Kris Li? Jung Na Eun? Oh Tuhan, bukan hanya orang yang dia temui di pesta kemarin, yang bernama Jung Na Eun. Namun, hanya Kris yang memiliki nama Kris Li, setahu Krystal karena dia keturunan China-Kanada yang menetap Di Seoul.</p>
<p>“BERTINDAKLAH SEDIKIT DAN PIKIRKANLAH NANA, JUNG NA EUN !”</p>
<p>“SUDAH CUKUP, AMBER! KRIS LI SUDAH SANGAT KETERLALUAN. AKU MENYAYANGI JUNG NA EUN. DIA ADIKKU.”</p>
<p>Mereka kembali beradu pendapat. Feeling Krystal mengatakan bahwa Kris Li yang mereka bicarakan adalah Kris nya, setidaknya Namja yang dia kejar-kejar. Nalurinya berkata untuk menelpon salah satu dari komplotan Kris. Jong Hyun.</p>
<p>Krystal mengambil handphonenya, sambil terus mengamati dua orang yang kini sedang terduduk, namun terlihat masih berdebat.</p>
<p>“Jong Hyun oppa?”</p>
<p>“Apa, Krystal?”</p>
<p>“Ada hal yang ingin kutanyakan, bisa kau datang ke sini? El Clasicco Cafe, sekarang”</p>
<p>“Baiklah”</p>
<p>Perhatian Kris tetap tertuju pada mereka, namun 5 menit setelah mereka bertengkar, mereka keluar dari kafe tersebut. Berselang itu, Jong Hyun datang. Sial sekali</p>
<p>“Hai”Jong Hyun melambaikan tangannya. Dia beranjak duduk di samping Krystal.</p>
<p>“Oppa terlambat~”ujar Krystal memutar matanya kesal.</p>
<p>“Aku kenapa?”</p>
<p>“Ada yang ingin kutanyakan. Oppa tahu kan, Kris Li”</p>
<p>“Pastinya. Kenapa?”jawab Jong Hyun santai.</p>
<p>“Jung Na Eun itu siapa Kris Li?”</p>
<p>Seketika Jong Hyun memusatkan perhatian pada Krystal.</p>
<p>“Darimana kau tahu dia?”</p>
<p>“Aku bertemu dengannya di pesta kemarin. Katakan dia siapa Kris”pinta Krystal manja. Jong Hyun menatap Krystal sekilas,</p>
<p>“Kau belum tahu? Dia istri Kris. Mereka adalah suami-istri”jawab Jong Hyun.</p>
<p>Krystal kaget mendengar jawaban Jong Hyun. Suami-istri katanya? Tidak mungkin, pikir Krystal. Selama ini dia tidak tahu kalau Kris telah menikah. Tidak, lelakinya hanya boleh menikah dengan Krystal.</p>
<p>“Bukannya&#8230; Dia suka padaku?”jawab Krystal penuh percaya diri. Dia yakin Kris menyukainya.</p>
<p>“Sederhana, Kris menikahinya karena kami bertaruh. Dan, seperti yang kau lihat sendiri, jadi aku tidak perlu menjelaskan terlalu panjang kepadamu”</p>
<p>“Aku tidak mengerti hubungan mereka. Kris tidak marah melihat Na Eun dengan Se Hun&#8230; tapi aku melihat mereka&#8230; berciuman”ujar Krystal malas. Jong Hyun membentuk ‘O’ di mulutnya,</p>
<p>“Jadi Kris mungkin sudah-jatuh-cinta-betulan dengan Nana ya”gumam Jong Hyun.</p>
<p>“Bukankah dia menyukaiku?”tanya Krystal mendelik kesal. Jong Hyun mengangkat bahu</p>
<p>“Entahlah. Kan kau yang mengejarnya dulu. Kalau soal nikah, Kris menikah karena taruhan. Jadi aku tidak tahu perasaannya ke Nana. Tapi sepertinya&#8230; Kris mulai menikmatinya. Kau tahu maksudku, kan?” Jong Hyun berbicara panjang.</p>
<p>Sial. Umpat Krystal dalam hati, mendengar Kris telah menikah. Sungguh, dia tidak mengetahui apa-apa tentang itu semua. Dan kali ini, Krystal tidak akan segan-segan mengambil langkah untuk merebut sesuatu.</p>
<p>Merebut Kris dari Na Eun. Apapun caranya, asalkan Kris dapat menjadi miliknya.</p>
<p align="center">***</p>
<p>#NANA POV#</p>
<p>Setelah lewat jalan-rahasia yang aku masih hapal belok-nbeloknya, akhirnya kami sampai dirumah Baekki-chan. Aku lebih suka memanggilnya Baekki-chan daripada Baek Hyun. Rumahnya masih seperti yang dulu, sederhana dengan taman bunga seluas 4&#215;5 dipekarangan rumahnya. Berbagai bunga ditanam ibu Baekki-chan. Sudah lama aku tidak bertemu Baekki-chan.</p>
<p>“Umma, Aku pulaaaang~” teriak Baekki-chan membuka pintu rumah. Sesosok ibu yang terlihat masih segar datang tergopoh-gopoh ke pintu. Wajah ibu itu langsung sumringah melihat siapa yang dia temui.</p>
<p>“Baek Hyun. Akhirnya kau pulang juga, anak nakal”ujar ibu itu menjitak kepala Baekki-chan.</p>
<p>“Aduh, sakit Umma. Umma, eh Umma masih kenal Nana-chan tidak?”kata Baekki-chan kepada ibunya. Ibu Baekki-chan terlihat berpikir sejenak</p>
<p>“Gadis yang sering bersamamu itu kan? Gadis yang polosnya minta ampun, aduh serasa ibu ingin mengajarinya dan mendandaninya. Wajahnya cantik sekali tapi dia tidak tahu cara berdandan.”cerita Ibunya sontak membuatku menahan tawa.</p>
<p>Baekki-chan menarikku kesampingnya.</p>
<p>“Umma kenal siapa dia, ingat tidak? Cantik kan” goda Baekki-chan.  Aku terkekeh, menyikut perut Baekki-chan sambil memandang sebal. Ibu Baekki-chan terlihat mengamati wajahku,</p>
<p>“Iie, Umma tidak tahu. Pacarmu, ya Baekki-chan? Ngomong-ngomong, Wanita ini cantik sekali” kata Ibu Baekki-chan. Sontak sajaaku membulatkan mataku, lalu tertawa. Baekki-chan tersipu, lalu menelungkupkan tangannya ke arah Kris, maksud meminta maaf. Kris hanya mengangguk.</p>
<p>“Umma, ini Nana-chan. Masa umma tidak mengenalnya, sih”omel Baekki-chan menarikku kehadapan Ibunya. Aku tersenyum, membungkuk “Ini aku, bi. Nana”</p>
<p>Ibu Baekki-chan meraba-raba wajahku, memerhatikan sambil mengingat mungkin. Aku terus tersenyum melihat ibu Baekki-chan. Seketika ibu Baekki-chan kaget dan..takjub? entahlah</p>
<p>“Demi Tuhan&#8230; Ini Nana? Astaga&#8230; Kau tumbuh menjadi wanita cantik, Nana”ujar ibu Baekki-chan takjub melihatku, yang aku sendiri tidak tahu karena apa. Aku hanya tersenyum mendengarnya.</p>
<p>“Umma, biarkan Nana-chan masuk dan mencicipi sukiyaki juga sushi dan nasi kepal tuna buatan Umma, aku juga lapar sekali”kata Baeki-chan lalu berjalan masuk ke rumah.</p>
<p>“Mari masuk Nana-chan&#8230; eh, kau siapa?”Ibu Baekki-chan menunjuk ke Kris.</p>
<p>“Saya suami Nana-chan, salam kenal nama saya Kris Li”Kris membungkuk.</p>
<p>“Nana-chan, kau memiliki suami yang tampan sekali. Tampannya mengalahkan anakku lagi”gurau ibu Baekki-chan. Baekki-chan melirik ibunya kesal.</p>
<p>Ada sebersit rasa senang menyelimuti mendengar Kris memperkenalkan dirinya dengan menyebut suaminya. Bibirku mengulas senyum lebar, lalu aku dan Kris juga ibu Baekki-chan masuk ke rumah.</p>
<p align="center">***</p>
<p>“Sukiyaki datang anak-anak”seru ibu Baekki-chan membawa panci berisi sukiyaki, di atas meja makan sudah tersedia panci untuk memasak kuahnya. Ada kuah pedas kesukaanku, air liurku rasanya menetes. Kali ini ayah Baekki-chan menemani kami.</p>
<p>“Kris, jangan malu-malu. Makan sepuasmu. Nampaknya Nana sudah tidak sabar menyantap sukiyakinya, Haha”ejek Baekki-chan. Kris tersenyum simpul. Dimeja tersedia sukiyaki, nasi kepal tuna, tempura dan suhsi. Astaga, harummnya membuat perutku semakin lapar.</p>
<p>“Itadakimasu”ujar kami lalu makan hidangan yang tersedia. Sesekali aku berebut tempura udang dengan baekki-chan, lalu ibu baekki-chan memberingan kami tempura udang yang sama. Ayah Baekki-chan juga seringkali menimpali kami. Kami terlihat seperti keluiarga, padahal aku bukan anggota keluarga.</p>
<p>“Kris, Nana, kalian telah menikah berapa alam?”</p>
<p>“2 Tahun, paman”jawabku setelah menyesap teh hijau. Kami telah selesai makan, sekarang menikmati teh hijau juga kue-kue kecil.</p>
<p>“Bagaimana malam pertama kalian”celoteh ibu Baekki-chan. Teh hijau yang kuminum langsung tersedak. Untung kutahan, kalau tidak mungkin akan menyembur keluar. Itu sangat tidak sopan jika beran-benar terjadi.</p>
<p>“Uhuk&#8230;Uhuk&#8230;”</p>
<p>Baekki-chan malah menertawakanku.  Kris tersenyum sinis melihatku tersedak</p>
<p>“Malam pertama kami belum kami lewati, bibi”ujar Kris santai.</p>
<p>“Kalau begitu harus kalian lewati sekarang dong~ Sayang kan, gadis secantik dan sebaik Nana-chan ”goda ibu Baekki-chan. Aduh, aku semakin tersedak. Baekki-chan semakin tergelak menertawakanku.</p>
<p>“Begitu kah Bi? Tenang saja aku akan menghabiskan malam pertama kami dengan berarti”celetuk Kris. Wajahku memerah mendengar jawaban Kris.</p>
<p>“Kris, sudahlah, kasihan Nana-chan kau goda terus, lihat dia sekarang tersedak., Hahahaha”tawa Baekki-chan puuas melihatnya.</p>
<p>“Baekki-chan”</p>
<p>“Nak Kris, Nana-chan ini adalah primadona di sekolah Baekki-chan loh. Setiap hari ada saja lelaki yang mengganggu Nana-chan, pulang Baekki-chan pasti babak belur”goda ibu Baekki-chan. Kris tertawa mendengarnya.</p>
<p>“Sudah bi, sudah&#8230;”aku yakin wajahku seperti udang matang saat ini. Merah padam.</p>
<p>#AUTHOR POV#</p>
<p>Taman bunga yang ditanam Bibi Byun, nama ibu Baek Hyun memiliki konsep artistik yang indah dan siapapun yang melihatnya akan merasa ketenangan . Pohon Sakura yang ringkih, berdiri kokoh disamping luar taman kecil rumah itu. Sayangnya ini bukan musim semi, seandainya musim semi, maka pasti akan semakin indah dengan semburat pink kelopak kecil bunga sakura.</p>
<p>Di Tamannya ditanam berbagai bunga, bunga matahari bunga mawar, juga bunga irish. Perpaduan warna kontrast dipadu gemercik danau kecil di sudut taman, membuatnya semakin menenangkan.</p>
<p>“hey Bro”sapa Baekhyun menepuk pundak Kris. Kris menoleh, Baek Hyun juga sedang memperhatikan bunga-bunga yang ditanam ibunya.</p>
<p>“Cantik, ya?”celetuk Baek Hyun basa-basi. Kris mengangguk. Baek Hyun menyentuh sekuntum bunga, yang Kris tidak ketahui itu apa, lalu Baek Hyun menghirup aromanya.</p>
<p>“Ini bunga kesukaan Nana-chan. Namanya Lily, dari kecil Nana suka sekali bunga ini, selain sakura tentunya”ujar Baek Hyun memandangi bunga Lily yang bergerak sendayu karena angin.</p>
<p>“Lavender, Mawar. Lily, Irish, Matahari, Sakura, dan pinus. Tanaman yang Nana sangat sukai. Namun taman ibuku tidak bisa menanam Pinus, Haha”celetuk Baek Hyun lagi, memainkan bunga Lily itu. Kris menatap Baek Hyun.</p>
<p>“Nampaknya kalian, Kau-nana, sangat akrab”gumam Kris.  Baekhyun mengangguk cepat</p>
<p>“Ya begitulah. Dia sudah kuanggap adikku sendiri. TK, SD, SMP dan SMA, kami selalu bersama. Kami SMAdi Tokyo, karena kami mendapatkan beasiswa, bahkan beasiswa itu pun kami dapat bersama. Hebat bukan?”pamer Baek Hyun. Dari nadanya, Baek Hyun terlihat ingin memamerkan keakrabannya dengan Nana.</p>
<p>“Namun, Nana harus kembali ke Seoul, kota kelahiran ayahnya, untuk melanjutkan kuliah di universitas impiannya. Ya Paman Jung juga memanggilnya sih. Bibi Kana sibuk dengan kebun dan bisnis menjahitnya di Hokaido, lalu menemani Na Mi  saat itu sedang kuliah juga.”celoteh Baek Hyun seperti menjelaskan sesuatu kepada Kris.</p>
<p>“Bisa kau ceritakan apa yang kau tahu tentang Nana?”jawab Kris, duduk ditepi taman.</p>
<p>“Ayah Nana meninggal pada waktu Nana masuk di semester pertama. Lalu dia harus hidup sendiri di Seoul. Itu terjadi sesaat setelah aku debut. Aku tidak ingin mengganggunya, maka aku tidak memberitahukannya. Itu saat terberat buat Nana. Namun aku merasa gagal sebagai sahabat karena tidak bisa menemaninya. Sial  “</p>
<p>“Nana adalah wanita yang paling lembut dan paling berhati besar yang pernah kukenal. Dia menyukai manga, novel, drama, kopi, teh hijau, dan banyak hal. Dia mampu membuat orang-orang disekelilingnya tersenyum jika melihatnya tersenyum. Tapi akan membuat orang sekelilingnya merasa suram jika dia suram. Dia Moodbusterku. Aku jujur, dia itu gadis impian setiap orang, aku juga sih”</p>
<p>“Lalu kenapa kau dan dia tidak menikah saja kalau kau suka padanya”seru kris, sedikit cemburu dengan Baek Hyun. Baek Hyun tersenyum simpul.</p>
<p>“Kau cemburu ya? Haha. Siapa tidak ingin bersanding dengan Nana. Baik hatinya, lemah lembut, sopan sekali, pintar dalam akademis dan masak pula. Namun, dia tidak mau membuka hatinya untuk siapapun, berpuluh laki-laki menyatakan cinta, memberinya cokelat bahkan membuntuti dia, dia tetap kukuh tidak mau pacaran. Prinsipnya, kalau ada kata menikah kenapa harus pacaran, hanya membuang waktu dan perasaan. Seharusnya kau beruntung, bisa menikah dengan gadis seperti Nana-chan”</p>
<p>Ada sedikit semburat rasa bahagia, istrinya ternyata seperti itu. Namun, dulu Kris menganggapnya idiot karena selalu tersenyum, apapun yang terjadi.</p>
<p>“Alasan Nana selalu tersenyum, apa?”tanya Kris. Kris berpikir, Baek Hyun seperti kamus untuk mencari segala hal tentang Nana.</p>
<p>“Dia tidak ingin menyakiti siapapun, akan selalu tersenyum, dan satu sifat yang tidak kusuka dari nana. Dia berpikir, dia harus selalu mengalah pada apapun itu. Tipikal orang yang tidak egois, menurutku, gampang dipermainkan”ujar baek Hyun lagi. Kris tersentak, apakah Baek Hyun menyindirnya?</p>
<p>“Ya, seperti itulah Jung Na Eun. Soal aku kenapa tidak bersamanya, aku ini sahabatnya dan aku tidak mau merusaknya. Lagian, Nana sudah punya dirimu, kan. Aku bisa sedikit lega, karena ada yang akan melindunginya dari apapun itu. Yaitu Kau”tunjuk Baek Hyun ke Kris.</p>
<p>Hati Kris menciut tiba-tiba mendengar Baek Hyun yang memujinya beruntung. Selama ini, justru dia selalu menyakiti, membuang, dan tidak peduli pada Nana. Hanya bisa membuat Nana menangis dalam hatinya, dan selalu tersenyum kepadanya dengan mengatakan “ Aku Tidak apa-apa, Kok”</p>
<p>Tiba-tiba semuanya menjadi sakit. Semuanya kembali berputar. Taruhan, ego, gengsi. Apakah Kris tipikal seorang laki-laki yang rela mempertaruhkan Nana demi itu semua?</p>
<p>“Aku merasa tidak bisa menggantikanmu, Baek Hyun”gumam Kris tersenyum sinis. Baek Hyun menepuk pundak Kris</p>
<p>“Kaulah pilihan Nana. Kau yang dipercaya menjaga dirinya, Nana mempercayaimu dan aku yakin Nana sangat mencintaimu”ujar Baek Hyun</p>
<p><em>“Aku sering menyakitinya”</em> Kris membatin.</p>
<p>“Aku percayakan sahabat terdekatku, Jung Na Eun kepadamu Kris. Jaga dia, awas kalau kudengar kau membuatnya menangis”ancam Baek Hyun lalu diselingi tawa. Kris merasa Nana dilindungi, apa dia pantas masih berada disisinya?</p>
<p>Setidaknya iya, sebelum semuanya terbongkar.</p>
<p align="center">***</p>
<p>“Bibi Byun, makasih atas semuanya”</p>
<p>Nana membungkuk. Kris mengikutinya dengan membungkuk.</p>
<p>“Tidak mau diantar, Nana-chan. Udaranya panas, ini siang hari. Kasian dirimu kalau mau jalan kaki”ujar Paman Byun.</p>
<p>“Udara tidak terlalu panas, Bibi, Paman. Aku bisa jalan kaki, kok. Lagipula, sekalian reuni Hihi”Nana menghindar untuk diantar. Baek Hyun tau maksudnya apa, hanya bisa tersenyum melihat Nana.</p>
<p>“Yasudah. Salam sama Na Mi, ya”ujar Baek Hyun. Nana mengangguk. Setelah pamit, mereka pun berjalan keluar rumah Baek Hyun</p>
<p>#NANA POV#</p>
<p>Hanya butuh 10 menit, kurang lebih, untuk sampai dirumahku. Sudah tidak sabar ingin melihat rumah yang kutinggalkan 4 tahun itu. Pasti jam segini Ibu sedang memasak untuk makan malam, dan Na Mi yang sibuk dengan pekerjaannya. Meja dapur, taman, teras, pohon besar depan rumahku, juga kamarku. Ah, kamarku masih seperti dulu kah?</p>
<p>“Kenapa harus jalan kaki? Sepertinya rumahmu jauh. Sanggup?” tanya Kris melihatku. Aku tersenyum lebar</p>
<p>“Sanggup tentu saja. Akan ada pemandangan indah di jalan nanti”jawabku, sambil terus berjalan riang. Kris terlihat mengeluh, lalu berjalan gontai disampingku.</p>
<p>Tiba-tiba tangan Kris meraih tanganku, menautkannya dan kembali berjalan. Langkahku terhenti.</p>
<p>“Apa?”tanyanya. Aku menggeleng. Sekarang, aku yakin langkahku tidak seeperti tadi. Sepanjang jalan itu kami bergandengan tangan. Pohon rindang seakan bersiul dengan gemerisik daunnya, seperti menggodaku yang merah padam diperlakukan seperti ini. Aduh.</p>
<p>Diam mengiringi langkah kaki kami. Kris terlihat santai, berjalan sambil menggenggam tanganku. Seumur hidup aku melakukan seperti ini hanya dengan Baekki-chan. Itupun dia sahabatku. Ini, beda dan jantungku berdebar tak karuan.</p>
<p>Itu dia. Yang kunanti. Aku setengah berlari, sambil menarik Kris secara tidak langsung tentu saja, ke tepi jembatan beton itu. Dibawah jembatan Beton itu mengalir sungai kecil yang maish terlihat jernih. Ah, aku merindukan tempat ini.</p>
<p>“Kenapa kita berhenti?”Kris bertanya-tanya.</p>
<p>“Ini tempat spesial untukku. Disini biasanya aku menyendiri, dan disini pula aku bertemu si anak laki-laki cengeng itu, dan berbagi bandul dengannya. Bodohnya, aku tidak menanyakan nama anak itu”</p>
<p>[flashback]</p>
<p>Nana kecil sedang terduduk dengan memeluk kakinya. Hari ini Baekhyun tidak datang kesekolah. Nana kecil merasa kesepian. Terlebih, Nana kecil lupa membawa payung, dan sekarang sedang hujan keras. Dia meringkuk ditempat favoritnya, kolong jembatan dekat rumahnya.</p>
<p>Nana kecil harus menahan rasa dingin, ketika tiba-tiba lamunannya buyar oleh suara tangis anak laki-laki. Dengan melawan segala rasa dingin yang menusuk, Nana kecil berjalan pelan kearah anak itu. Anak laki-laki yang meringkuk juga, dibalik batang pohon tumbang besar dekat ujung kolong jembatan itu. Baju dan jaket biru tua yang dipakai anak itu basah, dia meringkuk dengan tasnya yang sudah lusuh. Wajah anak laki-laki itu tidak seperti anak jepang biasanya. Terkesan kebarat-baratan namun tetap lebih kental kesan asia. Matanya tidak sipit, kulitnya putih. Matanya sekarang memerah sembab.</p>
<p>“Hiks&#8230;Hiks&#8230;.”</p>
<p>Nana kecil jongkok lalu melihat wajah anak itu.</p>
<p>“Kau kenapa?”tanya Nana kecil. Anak lelaki itu mengangkat wajahnya yang sembab, memandang Nana kecil aneh dan asing.</p>
<p>“kau kenapa ada disini?”kata anak laki-laki itu, mengucek-ngucek matanya.</p>
<p>“Ini tempatku. Kau anak baru, ya?”</p>
<p>“tidak. Aku sudah lama tinggal disini. Kau jangan menggangguku !” bentak anak laki-laki itu. Nana kecil tersentak kaget</p>
<p>“Kau kasar sekali&#8230;”gumam Nana kecil menunduk. Anak laki-laki itu merasa bersalah, kemudian berdiri. Sambil sembab dia berdiri</p>
<p>“Maafkan aku”katanya. Tangannya terulur untuk menyalami Nana kecil. Nana kecil tersenyum, lalu membungkuk hormat</p>
<p>“Tidak apa-apa kok”senyum Nana lebar, menampakkan lesung pipit kecilnya. Pipi anak laki-laki itu langsung menjadi semburat merah, tersipu malu.</p>
<p>“Kau cantik sekali&#8230;”ujar anak itu. Nana kecil pun tiba-tiba jadi tersipu sendiri, lalu duduk disamping anak itu. Anak itu pun duduk, mereka berdua terdiam menatap langit mendung.</p>
<p>“kenapa kau menangis tadi?”tanya Nana kecil.</p>
<p>“Orang tuaku harus pindah darisini, tapi aku sudah nyaman disini. Banyak teman teman yang ramah&#8230; Kei&#8230;Kenta&#8230;.Ai&#8230;. aku bosan berpindah tempat terus&#8230;”isak anak laki-laki itu. Nana memeluk lututnya, memperhatikan anak laki-laki itu.</p>
<p>“jadi&#8230;aku lari kesini&#8230;. supaya&#8230;.mereka&#8230;.tidak&#8230;.pindah&#8230;.aku&#8230;tidak&#8230;mau..pindah&#8230;”</p>
<p>“Tapi, orangtuamu repot nantinya&#8230; Kamu tinggal sendirian, nanti sadako keluar dari TV lalu menerkammu? Bagaimana?”tanya Nana polos</p>
<p>“Aku melempar bawang”</p>
<p>“Sadako tidak mempan bawang&#8230; nanti Rokurokubi datang dibalik jendelamu&#8230;hiiy”</p>
<p>“kenapa kau jadi menakut-nakutiku&#8230;”</p>
<p>“Ayah Ibumu pasti kecewa dan khawatir kau begini&#8230; nanti sadako memakanmu&#8230;”</p>
<p>“berhenti&#8230;hua”anak itu kembali menangis. Nana kecil terbahak mendengarnya</p>
<p>“aku bercanda. Jangan bersikap seperti itu. Ibumu dan Ayahmu pasti khawatir. Lagipula, kau bisa mengirim surat, seperti yang kulakukan dengan nenekku”ujar Nana kecil. Anak laki-laki itu mengangguk setuju, lalu menyeka air matanya.</p>
<p>“Benarkah?” kata anak laki-laki itu.</p>
<p>“Nenekku tinggal di Seoul. Aku sering merindukannya, jadi sering mengirim surat untuknya.”</p>
<p>“Kata Nenekku, kita harus jadi anak yang berbakti dan taat pada Orang Tua. Kalau tidak, Rokurokubi memakan kita”</p>
<p>“Baiklah. Aku harus jadi anak yang baik untuk orang tua”ujar anak itu semangat, berteriak seperti berjuang. Nana kecil terkesan dengan sikap anak itu.</p>
<p>“Hujannya sudah reda”kata Nana Kecil berdiri mengadah ke langit, saatnya dia untuk pulang. Ibunya pasti khawatir sekali, pikirnya.</p>
<p>Sayup-sayup, Nana kecil mendengar suara yang memanggil, dan anak laki-laki itu menoleh. Sepertinya anak laki-laki itu akan pergi, mungkin kembali ke orang tuanya.</p>
<p>“Ibuku sudah menemukanku”kata anak kali-kali itu beranjak berdiri. Nana kecil tiba-tiba melepas sesuatu dari lehernya.</p>
<p>“Ini untukmu”kata Nana kecil tersenyum. Nana kecil melepas bandul kalungnya, dan seperti memotong bandulnya menjadi dua. Kini, bandul bunga itu seakan terbagi dua. Nana kecil memberikan bagian dari bandul bunganya kepada anak laki-laki itu</p>
<p>“Aku suka berteman denganmu. Suatu saat kita bisa ngobrol di masa depan nanti. Bandul ini yang akan membuat kita bertemu nanti”kata Nana.</p>
<p>“Kalau ada samanya?”</p>
<p>“Bandul ini tidak akan bisa menyatu dengan bandul yang lain kecuali bandulku ini. Kata kakek, ada kait khusus dan magnet khusus yang cuma bersatu kalau dengan bandul pasangannya  ”Nana tersenyum. Anak laki-laki itupun tersenyum</p>
<p>“Aku akan selalu mengingatmu, karena aku menyukaimu”kata Anak laki-laki itu berlalu.</p>
<p>[FLASHBACK END]</p>
<p>Aku tersenyum mengingat anak laki-laki itu. Aku merindukannya, apakah sekarang dia masih terlihat seperti dulu? Dengan pipi kemerahan dan kulit putih pucat?</p>
<p>#Author POV#</p>
<p>Wajah Nana yang sedang termenung&#8230; Entah mengapa mengingatkan Kris akan seseorang yang telah lama dia nanti dan membekas dihatinya. Nana masih tetap tersenyum dengan tatapan matanya kedepan, seakan menonton film yang hanya Dia yang bisa melihatnya.</p>
<p>Kris mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah Nana, membuat Nana tersadar dari lamunannya kemudian tersenyum lebar, lesung pipitnya yang dalam terlihat jelas.</p>
<p>“Maaf. Sekarang, kita jalan lagi? Sudah jam 2 siang” Nana berjalan didepan Kris. Kris masih termenung melihat Nana tadi.</p>
<p>Nana menoleh, melihat Kris yang masih diam berdiri ditempatnya tadi, Nana lalu melambaikan tangan ke Kris  “Hey Kris” teriaknya lagi. Kris lalu melangkah.</p>
<p>Perasaannya mengatakan, dia akan menemukan ingatan nya dulu, lagi.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Sebuah rumah mungil disudut jalan, dinaungi pohon cemara yang mengelilingi rumah itu telah nampak di mata Nana dan Kris. Nana berbinar melihatnya, lalu seraya berlari kecil dia menghampiri rumah itu. Kris mengikutinya dari belakang.</p>
<p>Nana mendorong pagar yang tidak terkunci itu. Nana melangkah masuk ke pekarangan rumahnya. Tak dapat dielakkan, wajahnya berseri sekali. Nana lalu mengetuk pintu rumah itu, satu kali. Dua kali. Tiga kali. Dan langkah kaki dengan serua “ya, siapa?” datang dari dalam rumah.</p>
<p>Kris melihat Nana yang teramat senang, ikut senang juga. Oh, mungkinkah Nana punya virus menular, sehingga apapun yang dia lakukan selalu Kris rasakan dan ingin ikut juga? Atau ini karena&#8230;Cinta?</p>
<p>Pintu rumah itu terbuka. Nampak seorang wanita muda yang muncul, melihat Nana dan seperti teroeranjat juga kaget.</p>
<p>“Eonni&#8230;”lirih Nana terharu. Yang dipanggil Eonni juga sama terharunya. Sedetik, mereka berpelukan erat sambil tertawa dan terisak bahagia.</p>
<p>Yang Kris herankan, wajah wanita ini&#8230; sangat mirip dengan wajah Nana. Bentuk wajah, terutama mata dan senyumnya. Teramat mirip.</p>
<p>“Nana-chan&#8230; Kau kembali”lirih orang yang dipanggil Eonni itu sambil merengkuh wajah Nana.</p>
<p>“Tadaima”</p>
<p>“Okairi, Nana-chan”</p>
<p>Mereka pun kembali berpelukan. Sesaat telah melepas kangen, wanita itu menoleh kearah Kris, dan tersenyum tipis. “Kau pasti Kris. Halo” sapa wanita itu. Kris membungkukkan badannya lalu menatap wanita itu.</p>
<p>Sebenarnya, Kris masih bingung. Siapa wanita ini. Apakah dia Jung Na Mi? Kakak Nana yang terkenal sebagai seorang Designer terkenal di Tokyo.</p>
<p>“Iya, Aku Kris” ujar Kris. Wanita itu memperhatikan Kris sesaat, lalu membungkukkan badannya. “Aku Jung Na Mi. Kakak Nana” Na Mi memperkenalkan dirinya.</p>
<p>“Eonni-a, Okaa-san mana? “Nana bertanya mencari ibunya. Belum sempat Na Mi menjawab, seorang wanita setengah baya datang seakan tergopoh-gopoh kearah Na Mi “Na Mi, siapa yang datang?” seru wanita setengah baya itu.</p>
<p>Sekali lagi, wanita setengah baya ini persis seperti Nana. Lebih mirip daripada kakak Nana, Na Mi. Kris bergumam, dia adalah ibu Nana. Bagaimanapun juga, dia pernah melihat ibu Nana di resepsi pernikahannya.</p>
<p>“Okaa-san” Nana menghambur kepelukan ibunya. Ibunya terlihat kaget melihat anak yang telah lama berpisah darinya, lalu membalas pelukan Nana. “Anakku, Anakku Nana”ucapnya memeluk Nana.</p>
<p>“Okaa-san, aku merindukanmu”Nana menatap ibunya penuh rindu. Ibunya membelai rambut panjang Nana “Okaa-san juga, Nak”</p>
<p align="center">***</p>
<p>Untuk apa Kris dan Nana menikah, hanya karena taruhan? Apa Nana mengetahui hal ini? Oh bagaimana mungkin seorang Kris Li melakukan hal sekonyol itu. Bukankah tipikal Kris Li cenderung lebih menikmati masa lajangnya daripada harus terikat dalam suatu ikatan pernikahan yang merepotkan itu.</p>
<p>Krystal menghela napas panjang. Dirinya telah mengetahui semuanya tentang pertaruhan konyol yang dilakukan Jong Hyun, Min Ho dan tentu saja, Kris. Tapi, yang Jong Hyun dan Min Ho minta hanyalah berkencan. Kenapa sampai Kris mau menikah. Menikah. “Oh sial”Krystal memijit kepalanya yang pusing memikirkan hal rumit ini.</p>
<p>Krystal jalan mengelilingi kamarnya, berusaha berpikir apa yang bisa membuat kris berpikir menikah muda. Dia menggigit jemarinya. Galau, mungkin. Lalu tanpa berpikir, dia menghubungi seorang teman yang dekat dengan keluarga Kris.</p>
<p>“Halo?”suara dieberang sana menyapa. Krystal balik menyapa “Halo”</p>
<p>“Ada apa?”</p>
<p>“Kau tahu, sesuatu, tentang Pernikahan Kris Li?”</p>
<p>“Oh. Itu. Ya, tentu saja. Mereka menikah, bukan?”</p>
<p>“Iya aku tahu. Tapi&#8230;”</p>
<p>“Ahhh&#8230;. aku ingat, orang tua Kris berencana menikahkan Kris menurut gosip, mungkin karena tidak mau maka Kris menikahi Na Eun secepatnya. Bukannya mereka sepasang kekasih?”</p>
<p>Klik. Krystal memutuskan hubungan telepon. Senyum lebar tersirat diwajahnya. Ternyata, alasan Kris itu untuk menghindar dari perjodohan dirinya dengan orang lain.</p>
<p>Tidak ada alasan bahwa mereka menikah karena saling mencintai. Krystal yakin</p>
<p align="center">***</p>
<p>Nana, Na Mi, dan bibi Kana memang sangat mirip satu sama lain, itu yang Kris bisa lihat sampai saat ini. Namun, Nana lebih terkesan polos dibandingkan Na Mi. Na Mi memiliki rahang pipi yang kuat, terkesan tegas juga berwibawa. Namun, mata mereka sangat mirip. Besar, seperti mata boneka yang berbinar.</p>
<p>Kris meletakkan barang bawaan Nana dan dirinya didalam kamar Nana. Kamar yang berbau, lagi lagi, bunga sakura. Bakat Nana yang seorang furniture and room designer terlihat jelas dari kamarnya.</p>
<p>Kris berjalan melihat-lihat lagi kamar Nana. Tempat tidur ukuran king size, rak buku, lemari pakaian dan sebuah kamar mandi di pojok kamar. Jendela besar yang bisa digeser membuat cahaya yang masuk dikamar Nana cukup. Udara di balkon kamar Nana sejuk. Kris menyibak horden biru yang menggantung di jendelanya.</p>
<p>Entah apa, namun Kris merasa nyaman ada di kamar ini. Kris beranjak duduk diranjang, ketika Nana masuk membawa vas bunga yang berisi bunga dan air.</p>
<p>“Apa itu?”tanya Kris. Nana yang seakan tidak menyadari Kris, tersentak kaget lalu menoleh, memandangi Kris yang duduk santai di ranjangnya. Wajah Nana lalu kembali bersemu merah, semerah bunga yang dia pegang sekarang.</p>
<p>“i-ini bunga. Bu-bunga mawar merah dari bibi Byun”jawab Nana tergagap. Tangannya terlihat gemetar ketika meletakkan vas bunga itu. Kris tersenyum melihatnya. Nana grogi, salah tingkah dan itu terlihat lucu dimata Kris. Karena ingin menggoda Nana, Kris mendekati Nana yang sedang berjongkok.</p>
<p>Kepala Kris condong kedepan, tiba-tiba Nana berdiri tanpa diduga, membuat tubuh mereka bertabrakan kecil. Tubuh Nana hampir jatuh, kalau tangan Kris tidak melingkari pinggang Nana dan menahannya.</p>
<p>Mereka hanya saling diam. Saling menatap wajah orang yang didepannya. Namun ada yang aneh dari Kris. Detak jantungnya berdetak lebih cepat. Napasnya seakan tercekat. Waktu serasa berhenti disaat itu juga.</p>
<p>Nana merasakan nya. Detak jantung Kris&#8230;lebih cepat. Sama sepertinya. Dan wajahnya tersirat semu merah.</p>
<p>“sa-sampai kapan – kita begini?”ujar Nana setelah sadar mereka telah saling berpandangan lama. Kris segera memeluk Nana untuk membetulkan posisi gadis itu, lalu memegang bahunya dan menatap mata berbinar Nana.</p>
<p>“A-ada apa kau menatapku seprti itu?”Nana berusaha menghindari tatapan Kris yang membuat frekuensi denyut jantungnya meningkat. Wajahnya memanas, astaga. Kris tetap menatap Nana intens, membuat Nana membeku ditangan Kris. “Dimana kamar mandi?”</p>
<p>Dan napas Nana seakan jatuh ke bumi.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Kris terduduk diranjang Nana dengan perasaan yang tak karuan. Dimana kamar mandi. Haruskah dia bertanya seperti itu, sementara didepan matanya terpapar jelas pintu kamar mandi? Apa yang dipikirkan Kris. Gara gara jarak yang dekat dengan Nana, dia jadi tak karuan. Sikapnya tak wajar. Wajahnya memanas. Terlebih jantungnya. Berdetak cepat sekali.</p>
<p>Dimana kamar mandi. Padahal yang ingin dia katakan banyak sekali. Tapi&#8230; kenapa hanya kalimat konyol yang keluar dari mulutnya? Sial.</p>
<p>Tidak pernah sekalipun dia merasa seperti ini. Tentang berdekatan dengan wanita lain, dia selalu begitu bukan? Banyak wanita yang ia dekati, namun baru kali ini dia mengalami hal yang &#8230; memalukan. Seperti bukan dirinya.</p>
<p>Ini karena Jung Na Eun. Kris tidak bisa&#8230; didekat Nana jika dia harus seperti itu lagi. Malu, dia menutupi wajahnya dengan handuk, dan mengacak-ngacak rambut basahnya. Memikirkan Nana saja sudah membuatnya salah tingkah.</p>
<p>“Ah, hentikan. Bodoh. Sial. Hentikan ini, Akh”pekiknya</p>
<p>Namun, di lubuk hatinya, kehadiran Nana membuatnya senang. Sangat senang juga bahagia.</p>
<p>“Huh, dasar. Tunggu. Aku ini kenapa&#8230; Sepertinya&#8230;Akh!”pekiknya lagi disela senyumnya.</p>
<p>“Kau kenapa, Kris?”sebuah suara menyapanya. Membuat tubuh Kris terkontak, kaget lalu menoleh. Dia Jung Na Eun, orang yang membuat Kris menjadi seperti ini.</p>
<p>Kris menggeleng, “Aku tidak kenapa-kenapa”pekiknya menutupi rasa malu dan canggung. Nana berjalan ke arah balkon kamarnya, sepertinya untuk menjemur handuk. Nampaknya, dia baru saja mandi dikamar mandi yang lain. Rambutnya tergerai panjang, baru kali ini Kris melihat rambut Nana yang biasanya diikat atau disanggul, terurai. Sekali lagi, detak jantung Kris berdebar melihatnya.</p>
<p><em>Dia cantik kalau rambutnya tergerai</em> desis Kris. Rambut Nana yang sedikit kering, tergerai, membuat Kris bersemu padam. Untung ada handuk. Rasanya Kris berutang budi pada handuknya.</p>
<p>Baju gombrang dan celana kain longgar, tidak terlalu menampakkan lekuk tubuhnya. Nana lalu menoleh ke Kris yang sedang menatapnya, sontak mata mereka bertemu. Kris bisa lihat pipi Nana yang bersemu, lalu Kris memalingkan mukanya. Dia tersenyum melihat Nana seperti itu.</p>
<p>“Mau kubuatkan Ocha? Ibu sedang masak makan malam”kata Nana, memalingkan muka pula. Kris mengangguk, matanya tak sengaja tertuju pada jari manis Nana. Tersemat cincin pernikahan mereka. Kris kembali tersenyum, memandangi Nana yang keluar kamar dengan perasaan berbunga-bunga,</p>
<p>“Aku sepertinya sedang jatuh cinta. Bukankah ini sudah lama&#8230;?”</p>
<p>Ya, ini sudah lama. Bahkan diawal pernikahan mereka, Kris sering, selalu, selama 2 tahun ini merasakan hal seperti itu. Namun, dia menyembunyikanya. Konyol. Baru kali ini dia membebaskan apa yang dia rasa tersirat diwajahnya.</p>
<p>“Nana”</p>
<p>Nana menoleh. “Ng? Apa?”</p>
<p>“Te Amo”</p>
<p align="center">***</p>
<p>Makan malam di rumah Nana sungguh mengesankan. Ibu Nana selalu melontarkan celotehan yang membuat mereka terbelak tawa. Ditambah Na Mi yang terkesan cool tapi tetap saja jadi korban. Selain melucu, mereka juga bercerita banyak hal. Tentang kebiasan Na Mi yang suka memake up boneka Nana, sampai Nana meraung-raung. Atau tentang Nana yang sering pulang dengan tubuh penuh becek sehabis bermain dengan Baek Hyun. Kris tertawa mendengar banyak fakta Nana yang konyol.</p>
<p>“Kris, apakah Nana jadi istri yang baik?”tiba-tiba ibu Nana celetuk. Wajah Nana sontak kaget, matanya membulat diselingi gerakan bibir yang berbisik ibu-kenapa-bertanya-seperti-itu.</p>
<p>Kris mengulum senyum. “Tentu saja, Ibu”jawab singkatnya. Ibu Nana kembali mengangkat alisnya.</p>
<p>“Adikku memang yang terbaik, Okaa-san tidak pernah berhenti bertanya tentang apakah Nana bisa mengurus suaminya bla bla bla sejak pulang dari pernikahan kalian”Na Mi berceloteh sambil merebut mochi Nana. Nana mendelik Na Mi datar, mochi terakhirnya diambil.</p>
<p>Lalu mata Nana beralih ke ibunya. “Benarkah demikian, Okaa-san? Aku kan sudah bilang, aku bisa mengurus diriku sendiri, buktinya ini”tunjuk Nana pada dirinya. Kris ikut menimpali dengan mengangguk</p>
<p>“Saya sangat beruntung mendapatkan seorang istri seperti anak Ibu, Nana ini”kata Kris menggenggam tangan Nana. Nana yang mendengar kalimat barusan, bagai tersengat listrik membeku di tempat.</p>
<p>“Nana, jangan tegang begitu&#8230;”bisik Na Mi sontak membuyarkan lamunan Nana. Nana mencubit Na Mi dan mengelak dari tuduhan salah tingkahnya tersebut.</p>
<p>Nana kemudian berdiri “aku ingin tidur. Oyasumi”kata Nana lalu berjalan kaku ke kamarnya. Terdengar tawa dari Na Mi. Kakaknya puas menertawakannya malam ini, gumam Kris yang menyusul Nana ke kamar.</p>
<p>Pintu kamar Nana Kris buka, dan terlihat Nana sedang duduk dimejanya menatap keluar, melamun. Kris melangkah pelan, berusaha agar lamunan Nana tidak buyar.</p>
<p>Wajah ketika melamun itu&#8230; terlihat lembut. Tatapan matanya yang seakan melihat sesuatu, ekspresinya yang datar, membuatnya tampak polos.</p>
<p>“Kau melamunkanku?”bisik Kris ditengkuk Nana, Nana yang sedang asik melamun tersentak kaget sambil mengatakan kalimat “Oh Tuhan Astaga” lalu menoleh ke Kris,</p>
<p>“Kau mengagetkanku&#8230;” Nana menatap Kris yang sedang tersenyum lebar gemas. “berani-beraninya kau&#8230;.”lalu dia bangkit dari duduknya dan mencubit lengan Kris. Kris mengerang kesatikan,  “Ampun, Ampun, Ahahaha ampun, ampun Sayang”</p>
<p>Sayang&#8230; Cubitan Nana berhenti. Sekali lagi, dia membatu mendengar kalimat itu. Nana langsung membelakangi Kris, memegang dadanya yang berdebar itu.</p>
<p>Sepasang tangan meraihnya dan merengkuh Nana dalam pelukan Kris. Kris memeluk Nana dari belakang, menyandarkan dagunya di pundak Nana. Tangannya membelai rambut Nana yang tergerai, sesekali mengecup puncak kepalanya dan menghirup wangi rambut istrinya itu.</p>
<p>Tubuh Nana perlahan tidak setegang tadi, lagi.</p>
<p>“Aku baru tahu kalau malam di Hokaido sangat indah”gumam Kris pelan.</p>
<p>“Karena itulah aku suka malam, terutama Malam dikamarku”</p>
<p>“Hmm”Kris menggumam, jemarinya kembali membali lembut rambut Nana.  Terdengar sayup-sayup ada yang memanggil nama Nana, Nana lalu melepaskan pelukannya dari Kris dan berbalik “Ada yang memanggilku”ujar Nana , berjalan keluar namun tangan Kris menahan dan menariknya kembali ke dekatnya.</p>
<p>Wajah Nana nampak heran memandangi Kris.</p>
<p>“Kau tidak mau menemaniku malam ini?”ujar Kris pelan. Nana terbius mata Kris., dia tidak menjawabnya.</p>
<p>Kris mendekatkan wajahnya ke wajah Nana. Oh, apakah Kris akan melakukan pada malam pesta dansa itu? Dan hati Nana berdebar. Jarak wajahnya dari wajah Kris semakin dekat. Tangan Kris merengkuh pipi Nana, lalu menempelkan bibirnya di bibir Nana.</p>
<p><em>Oh apa yang harus kulakukan? Baiklah. Pejamkan matamu, baik pejamkan matamu</em> gumam Nana memejamkan matanya. Kris mencium Nana intens, tangannya merengkuh wajah Nana. Perlahan Kris melumat bibir nana pelan, menikmati setiap inci bibir Nana.</p>
<p>Tangan Nana memegang tangan Kris. Perlahan, Nana menikmati setiap perlakuan Kris. Kini mereka duduk diatas ranjang, tanpa melepaskan ciuman mereka.</p>
<p>Kris memeluk Nana erat, pelan tangan Nana melingkari pundak Kris. Mempererat ciuman mereka.</p>
<p>“Nana” panggil seseorang dari luar, mengetuk pintu kamar Nana. Kris masih mencium Nana dan memeluknya.</p>
<p>“Nanaaaaaa” panggil seseorang, sontak Nana melepaskan pelukan Kris, bangkit dari posisi tidurnya “Maaf” kata Nana tersenyum lalu membuka pintu.</p>
<p>Na Mi, yang melihat Nana yang berdiri dibalik pintu dan Kris yang terduduk diranjang, tersenyum jahil. Dengan bantal dan ekspresinya yang polos</p>
<p>“Nana, tidur di kamarku, ya?”ujar Na Mi.</p>
<p>Nana mengangguk, Kris mendengus kesal.</p>
<p>oke done :3</p>
<p>ditunggu RCL nya yaaa anggap aja sedekah buat sang author supaya makin cepet ngepostnya -___-</p>
<p>see ya guys <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[THE REASON]]></title>
<link>http://ffindo.wordpress.com/2012/09/08/the-reason/</link>
<pubDate>Sat, 08 Sep 2012 11:37:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>FruidSallad</dc:creator>
<guid>http://ffindo.wordpress.com/2012/09/08/the-reason/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Tiba-tiba kau mengajakku bicara dibelakang sekolah, hujan mulai datang membasahi kita, lalu k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong><em><a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/09/baekhyun.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-67835" title="baekhyun" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/09/baekhyun.jpg?w=387&#038;h=530" alt="" width="387" height="530" /></a>&#8220;Tiba-tiba kau mengajakku bicara dibelakang sekolah, hujan mulai datang membasahi kita, lalu kau berkata &#8230; bahwa kau akan meninggalkanku&#8230;&#8221;</em></strong></p>
<p><em><strong>Author : Fruidsallad &#8211; follow ya @dalmahamas</strong></em></p>
<p><em>Title : The Reason<br />
</em></p>
<p><em>Genre : Angst<br />
</em></p>
<p><em>Rating : PG</em></p>
<p><em>Length : Drabble</em></p>
<p><em>Casts :</em></p>
<ul>
<li><em>EXO-K Baekhyun<br />
</em></li>
<li><em>Kang Hye Ji (OC)</em></li>
</ul>
<p><em> Disclaimer :</em></p>
<ul>
<li><em>Cerita ini hanya fiksi belaka, ceritanya murni asli dari saya sendiri, castnya cuma pinjem dan milik penggemarnya masing-masing. Kecuali si OC yang asli dari otak saya^^</em><br />
<em>^^</em></li>
<li><em>Typo masih banyak dimana-mana, mohon maaf karena hal itu ^^</em></li>
<li><em>Author adalah seorang namja (Diingatkan lagi!)<!--more--></em></li>
</ul>
<p><strong>Note :</strong></p>
<p>Akan lebih baik jika membaca ff ini sambil mendengarkan lagu galau, contohnya :</p>
<ul>
<li>T-ara -<a href="http://www.youtube.com/watch?v=N4_v8adaxDE"> Don&#8217;t Leave </a></li>
<li>T-ara feat Davichi &#8211; <a href="http://http://www.youtube.com/watch?v=ZVHPKBlw4-0">We Were in Love</a></li>
</ul>
<p>Author membuat ff ini sambil mendengarkan lagu tersebut. Bagi yang belum pernah dengar, pasti sekali dengar langsung suka deh <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Dijamin ^^</p>
<p style="text-align:center;">==</p>
<p><em>“Jangan pergi, jangan tinggalkan aku,Oppa !”</em></p>
<p>Ku raih kerah pakaiannya dengan kedua tanganku.</p>
<p>Aku menggenggamnya sekuat mungkin, sambil  berharap genggaman ini akan membuatnya tetap disini.</p>
<p>Ku pandang raut wajahnya yang terus menatap ke bawah, seakan tak berani menatap mataku yang penuh air mata.</p>
<p>Tangisanku sudah tidak terbendung lagi.</p>
<p>Karena, Kini Semuanya  telah terjadi.</p>
<p>Ku lihat keningnya mengkerut,</p>
<p>Matanya terlihat sayu dan wajahnya pucat pasi,</p>
<p>Mulutnya bergumam seperti hendak menahan tangisan,</p>
<p><em>“Baekhyun Oppa, Mengapa kau seperti ini?~”</em></p>
<p>Beribu-ribu pertanyaan ku utarakan padanya. Namun satu pun tidak ada yang dijawabnya. Hujan deras di sekitar sekolah menjadi <em>“saksi”</em>akhirnya hubungan yang telah dua tahun kami jalani ini.</p>
<p><em>“Mengapa kau seperti ini ? Apa  ada salah yang ku perbuat padamu sehingga kau mengatakan hal seperti itu padaku ? Atau&#8230;  ada orang ketiga ? Tolong jawab aku,Oppa~”</em></p>
<p><em>DUAR!</em></p>
<p>Teriakanku melengking hingga kesegala penjuru, terdengar bunyi petir . Kerasnya bunyi petir itu  seperti sedang memberikan peringatan akan hal yang baru saja kulakukan.</p>
<p><em>“Jangan bilang sekarang kau tuli,Oppa!  Jawablah !!! Jawablah , Oppa&#8230;~”</em></p>
<p>Dengan mulut yang masih terbuka-membatu , akhirnya aku berhenti berbicara. Rasa penasaran seakan hendak membunuhku, Detak jantungku berdegup begitu cepat.</p>
<p><em>DRUG..</em></p>
<p>Dia melepaskan genggamanku.</p>
<p>Tanpa melihat kearahku, dia langsung berbalik badan, berlari meninggalkanku ditengah hujan lebat ini,</p>
<p><em>“Oppa!!!”</em></p>
<p>Aku terduduk ditanah dengan penuh rasa lesu. Percik-percikan hujan seperti menghantam tubuhku yang sedang penuh rasa frustasi.</p>
<p>Aku memandang nya,</p>
<p>Memandang tubuhnya yang semakin menjauh dan menjauh dari pandanganku</p>
<p>Dia sedang  berlari, Berlari meninggalkanku</p>
<p>Dia sudah menjauh. Menjauh meninggalkanku,</p>
<p>Dia telah pergi, Pergi meninggalkanku,</p>
<p>Mataku yang buram karena penuh linangan air mata sudah tidak jelas memandang dirinya lagi.</p>
<p>Semakin lama, dia sudah semakin tidak terlihat,</p>
<p><em>Kali ini..</em></p>
<p><em>Kumohon&#8230; Kali ini saja&#8230;.</em></p>
<p><em>Berbaliklah~</em></p>
<p>Jeritan batin didalam hatiku sudah tidak bisa tertahan.</p>
<p>Aku mencoba memejamkan mata,</p>
<p>Berbaring ditengah guyuran hujan,</p>
<p><em>“Oppa~”</em></p>
<p>Mimpi&#8230;</p>
<p>Mimpi..</p>
<p>Semua ini hanya mimpi, kan ?</p>
<p><em>“Hai namaku Baekhyun, Panggil  Aku Oppa ya&#8230;”</em></p>
<p><em>“Aku Kang Hye Ji&#8230;”</em></p>
<p>Kembali teringat saat pertama kali berkenalan dengannya, akrab dengannya, bermain dengannya, hingga saat dia menyatakan cinta kepadaku.  Bagaikan berjuta kenangan yang kembali berputar di benakku.</p>
<p>Saat dia membelikan bunga di tahun pertama jadian kami, saat dia datang ditengah hujan untuk memberikan kado ulangtahun ke rumahku dan masih banyak lagi. Tidak terhitung berapa banyak hal-hal indah yang ku lakukan bersama dirinya.</p>
<p><em>Menangis..</em></p>
<p><em>Ya, </em></p>
<p><em>Menangis. </em></p>
<p><em>Hanya menangis lah yang dapat ku lakukan saat ini.</em></p>
<p><em>“Oppa&#8230;”</em></p>
<p>Aku menoleh kan wajahku ke arah samping, ku lihat ada sebuah kertas putih kecil dengan kondisi seperti habis diremukkan,</p>
<p>Kupandang kertas itu perlahan,</p>
<p><em>Punya siapakah ini ?</em></p>
<p>Mulanya aku bingung, siapakah yang punya kertas ini ?</p>
<p>Dari tadi hanya aku dan&#8230;.</p>
<p><em>Ap, Ap&#8230; apakah mungkin ini punya Oppa Baekhyun?</em></p>
<p><em>Apa kertas ini terjatuh dari sakunya ?Terjatuh Saat dia lari meninggalkan ku tadi?</em></p>
<p>Aku mengambil kertas itu dan membuka remukkannya. Terlihat dibagian paling atas ada sebuah tempat yang tidak asing bagiku,</p>
<p><em>Rumah Sakit Doongwoon ?</em></p>
<p>Bola mataku terus menatap ke kertas itu,</p>
<p><em>Nama&#8230; Byun Baekhyun ? Itu kan nama Oppa ?</em></p>
<p>Aku kembali kaget saat melihat sesuatu dibawah nama oppa yang sangat ku cinta itu,</p>
<p>Mataku melotot</p>
<p>Air mataku kembali mengalir cukup deras</p>
<p>Dadaku terasa semakin sesak,</p>
<p>Jantungku berdegup begitu kencang,</p>
<p><em>&#8220;Nama : Byun Baekhyun</em></p>
<p><em>Tempat Tanggal Lahir  : 6 Mei 1992</em></p>
<p><em>Jenis Kelamin : Laki-laki</em></p>
<p><em>Pekerjaan  : Pelajar</em></p>
<p><em>Jenis Penyakit : Lung Cancer (Kanker Paru-paru)</em></p>
<p><em>Hasil Pemeriksaan : <strong>POSITIF</strong> &#124; <span style="text-decoration:line-through;">NEGATIF&#8221;</span></em></p>
<p style="text-align:center;">===</p>
<p><strong> Curcol-an Author :</strong></p>
<p>Halo semuanya balik lagi dengan author kece nan tampan alias<em> FruidSallad</em>. Gomawo bagi yang sudah baca ff ini. Mulanya buat ff ini hanya untuk nungguin teman ditengah hujan deras. Sendirian di ruang kelas main laptop. Yang terjadi selanjutnya adalah Galau. Dan terciptalah ff galau nan gaje. Oke, mungkin ini pertama kalinya Fruid Sallad membuat cerita bertema Angst. Gimana ceritanya ? Masih ancur banget ya? Mian deh.</p>
<p>Oh ia bagi yang setia menunggu cerita Paparazzi #plak, sepertinya untuk sementara mau dipending berhubung author saat ini sedang banyak kegiatan dan masalah (*eh?). Mulai dari Ulangan Harian I, UTS, English Day, dan lain-lain. Dan satu hal yang paling penting author ganteng ini sedang kelas tiga SMA, ^^ doain ya nilai author supaya bagus-bagus semua! Tapi tenang aja Paparazzi pasti dilanjut <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Oh ia satu lagi, yang terpenting jangan lupa ya Read, Comment, and Like nya. Karena sangat berarti bagi author ^^. Terutama kritik dan sarannya.  Yang tak boleh cuma  minta no. author wahahahaha  #dilempar pake sendal.</p>
<p><em>Salam Author kembaran Sehun,</em></p>
<p><em>FruidSallad.</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sixth Sense [Part 3]]]></title>
<link>http://ssiskha.wordpress.com/2012/09/04/sixth-sense-part-3/</link>
<pubDate>Tue, 04 Sep 2012 02:30:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>ssiskha</dc:creator>
<guid>http://ssiskha.wordpress.com/2012/09/04/sixth-sense-part-3/</guid>
<description><![CDATA[Title              : Sixth Sense [Part 3] Author         : Siskha Sri Wulandari/@SiskhaSri/ssiskha.w]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Title              : Sixth Sense [Part 3] Author         : Siskha Sri Wulandari/@SiskhaSri/ssiskha.w]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[My First Love Story (Oneshot)]]></title>
<link>http://ffindo.wordpress.com/2012/08/13/my-first-love-story-oneshot/</link>
<pubDate>Mon, 13 Aug 2012 14:53:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>yuechara15</dc:creator>
<guid>http://ffindo.wordpress.com/2012/08/13/my-first-love-story-oneshot/</guid>
<description><![CDATA[Author                  : @hryoung96 Cast                       : &#8211; Lee Cheonsa (OC)  &#8211;]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/08/picsart_13448675692101.jpg"><img class="size-full wp-image-66377" title="PicsArt_1344867569210" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/08/picsart_13448675692101.jpg?w=584&#038;h=294" alt="" width="584" height="294" /></a></p>
<p>Author                  : @hryoung96</p>
<p>Cast                       : &#8211; Lee Cheonsa (OC)  &#8211; Kim Jongin (Kai EXO). </p>
<p>                              And you&#8217;ll find the other cast by yourself</p>
<p>Genre                   : Romance, AU</p>
<p>Rate                       : General</p>
<p>Length                  : 3,588 words</p>
<p>Disclaimer           : I just own the story. The characters claimed by theirself. Don’t sue me.</p>
<p align="right">NOTE                  : THIS IS NOT MY FIC. As tagged in the author categories in the description. This is my Friend&#8217;s fic, i am helping her by just posting here. All the love, critique, and comments are belong to hryoung96.  <em><br /></em></p>
<p align="right">
<!--more-->
</p>
<p>“Cheonsa-ya.., coba kau lihat, namja yang bermain drum itu. Dia keren ya?” Hyegi menunjuk ke arah seorang namja yang sedang bermain drum bersama grupnya yang sedang tampil di atas stage yang terdapat di aula. Saat ini aku, Hyegi dan beberapa anggota organisasi sekolah atau yang lebih dikenal dengan OSIS sedang menyaksikan gladi resik festival band yang diadakan oleh sekolah, yang akan dilaksanakan minggu depan.</p>
<p>Aku melirik ke arah namja yang Hyegi tunjuk tadi. Seorang namja tinggi dan berwajah tampan yang kurasa dia cukup handal, ah tidak bukan hanya cukup, kurasa dia adalah drummer yang handal. Band yang sedang tampil saat ini terdiri dari namja namja terpopuler di sekolah, yang otomatis membuat seluruh aula dipenuhi oleh para ‘fangirl’ mereka yang berteriak-teriak menyemangati mereka.</p>
<p>“Dia anggota baru di EXO, namanya Kim Jongin atau biasa dipanggil Kai, dia siswa kelas 2-1” jelas Hyegi tanpa diminta “Dia menggantikan Tao yang kembali ke Beijing, bahkan menurutku, permainan drumnya lebih bagus daripada Tao”</p>
<p>“Bagaimana kau bis-… Ah, aku baru ingat, kau kan yeojachingu dari sang bassist” godaku sambil tetap memperhatikan penampilan dari EXO.</p>
<p>Kuakui band ini sangat berkualitas, dengan suara merdu dari sang vocalist, Byun Baekhyun. Petikan bass dari sang bassist, Park Chanyeol dan tabuhan drum yang powerful dari Kai, sang drummer baru. Kurasa mereka bisa menjadi grup band professional suatu saat.</p>
<p>Tepuk tangan pun terdengar membahana setelah EXO mengakhiri penampilannya. Ketiga namja itu turun dari stage lalu menghampiriku dan Hyegi yang sejak tadi duduk di sudut aula.</p>
<p>“Chagiya.., bagaimana penampilan kami tadi?” tanya Chanyeol kepada Hyegi, yeojachingunya.</p>
<p>“Good job, chagi!” Hyegi mengacungkan kedua ibu jarinya lalu mereka berdua tertawa bersama. Benar-benar pasangan romantis yang membuat siapapun iri.</p>
<p>Berbeda denganku yang belum pernah berpacaran, meskipun begitu aku tidak mau terlalu memikirkannya karena menurutku masih banyak waktu untuk hal itu. Bahkan aku pun belum pernah merasakan jatuh cinta karena terlalu sibuk dengan urusan sekolah. Seperti apa ya, rasanya jatuh cinta? Kisah cinta pertama? Sepertinya aku belum mempunyainya, tapi kurasa akan menyenangkan bila aku mempunyainya.</p>
<p>“Ya! Lee Cheonsa! Kenapa kau melamun?!” aku tersadar saat Hyegi menepuk bahuku.</p>
<p>Aku segera menggelengkan kepalaku “Ah? Aniyo, aku tidak melamun. Kenapa?”</p>
<p>“Aku mau mengenalkan Kai padamu. Kai, kenalkan ini Lee Cheonsa, sahabatku sekaligus ketua OSIS di sekolah ini, tentu kau sudah tahu kan?” Hyegi mengenalkanku pada Kai.</p>
<p>“Cheonsa” aku mengulurkan tanganku.</p>
<p>“Kai” Kai menerima uluran tanganku dan menjabat tanganku. Entah kenapa aku merasakan rasa hangat menyelimuti tanganku saat menjabat tangannya. Tanganku terasa nyaman berada di genggaman tangannya dan seakan tak ingin melepasnya apalagi saat melihat Kai tersenyum padaku. Omo.. what happened with myself?</p>
<p>“Cheonsa-ya.., kami mau makan siang bersama. Kau mau ikut?” ajak Baekhyun.</p>
<p>“Ani, aku masih mau menyaksikan penampilan band lain. Kalian duluan saja” tolakku secara halus.</p>
<p>“Kureyo, kami duluan ya.. Annyeong” Hyegi pamit dan berjalan bersama Chanyeol menuju kantin, diikuti dengan Kai dan Baekhyun yang menenteng gitarnya keluar dari aula.</p>
<p align="center">*</p>
<p>Hujan turun dengan derasnya saat aku baru saja berniat untuk keluar dari ruang OSIS. Aish.., kenapa hujannya harus turun sekarang? Kenapa tidak nanti saja, saat aku sudah sampai dirumah? Kalau begini, aku harus menunggu lagi di sekolah karena aku lupa membawa payung. Padahal aku sudah lelah sekali dan ingin segera beristirahat di rumah.</p>
<p>Aku menghela napas sejenak lalu memilih duduk di bangku yang tersedia di sepanjang koridor sekolah sambil memandangi rintik-rintik hujan yang mulai jatuh dan membasahi lapangan sekolah.</p>
<p>“Kau tidak bawa payung?” aku mendengar suara seseorang bertanya padaku. Aku menoleh dan menemukan Kai sedang berdiri disampingku dengan sebuah payung berwarna putih bening di tangan kirinya.</p>
<p>“Ah? Kai-sshi? Kupikir kau sudah pulang dari tadi” aku memperhatikan sosok Kai, dia memang terlihat sangat ‘good looking’. Tidak heran, kalau ia dipilih untuk menggantikan Tao. Bahkan aku setuju dengan pendapat Hyegi yang menganggap bahwa Kai lebih baik daripada Tao.</p>
<p>“Aku latihan sebentar tadi, besok malam EXO akan tampil di acara mingguan di taman Yeuido” jawabnya seraya duduk di sampingku.</p>
<p>Deg..deg..deg.. Omo..omo.., kenapa jantungku jadi berdebar-debar begini? Rasanya jantungku berdetak lebih kencang setelah Kai duduk di sampingku, ada apa ini? Sepertinya sejak tadi aku bertingkah aneh bila berada di dekat Kai.</p>
<p>“Kau tidak mau pulang? Sebentar lagi gelap dan sepertinya hujannya akan awet. Aku akan mengantarmu sampai rumah, kebetulan aku membawa payung” cengirnya sambil beranjak dari kursi dan membuka payungnya.</p>
<p>Tanpa berpikir, aku langsung mengiyakan ajakan Kai. Biasanya aku akan berpikir dua kali, jika mau pulang bersama teman yang tidak terlalu dekat denganku. Aku pun menghampiri Kai “Kamsahamnida Kai-sshi” ujarku canggung.</p>
<p>“Cheonma” Kai tersenyum dan aku langsung merasakan seperti ada sesuatu yang menggelitik di perutku saat melihat senyumnya, seperti ada sesuatu yang membuatku merasa bahagia saat melihat Kai tersenyum padaku.</p>
<p>“Kajja..!” ajaknya.</p>
<p>Aku dan Kai pun berjalan bersisian di bawah payung milik Kai menuju rumahku yang letaknya tidak terlalu jauh dari sekolah.</p>
<p>“Cheonsa-ya.., mendekatlah sedikit denganku” Kai merangkul bahuku dan menarik tubuhku agar mendekat kepadanya. Wangi tubuhnya langsung tercium olehku dan aku menjadi merasa nyaman padahal aku tidak terlalu suka dengan wangi parfum namja “Kalau kau berdiri menjauh seperti itu, nanti kau bisa kehujanan dan kau bisa sakit”</p>
<p>Omona…! Rasanya jantungku akan meloncat keluar. Aduh.., kenapa aku jadi aneh begini sih?</p>
<p>Tak lama kemudian, kami pun sampai di depan rumahku “Kamsahamnida Kai-sshi..” aku membungkuk dan berterima kasih padanya.</p>
<p>Kai tersenyum lalu mengacak rambutku pelan “Kau tidak perlu terlalu formal begitu padaku. Kita kan sebaya, lagipula kita teman satu sekolah. Gurae, aku pulang dulu ya. Kau cepat ganti baju, nanti kau bisa kedinginan dan sakit. Aku duluan, annyeong”</p>
<p>“Annyeong” aku menatapi punggung Kai yang mulai menjauh dari pandanganku. Aigoo.., kenapa aku jadi merasa tidak rela melihat ia pergi dariku? Omo.., otakku sepertinya sedang terganggu hari ini. Mungkin ini efek terlalu banyak pikiran saja, lebih baik aku segera masuk dan mengistirahatkan tubuh dan pikiranku.</p>
<p>Malam harinya aku menceritakan semua perasaan aneh yang kurasakan bersama Kai kepada Hyegi lewat telepon dan yang kudapatkan malah ledekan dari Hyegi.</p>
<p>“Hahahaha… Kau ini pura-pura polos atau memang benar-benar polos Cheonsa-ya?” tanya Hyegi dari seberang line telepon.</p>
<p>“Ah? Mworago? Apa maksudmu Hyegi-ya?” aku tidak mengerti dengan maksud Hyegi.</p>
<p>“Hahahaha.. kau ini benar-benar membuatku gemas. Sudah jelas sekali kau jatuh cinta dengan Kai, Cheonsa-ya.. Thanks God, akhirnya kau membuat seorang Lee Cheonsa jatuh cinta juga” ujar Hyegi. Anak ini…, memangnya aku tidak normal apa, sepertinya bersyukur sekali kalau aku jatuh cinta. Tapi.., aku jatuh cinta? Dengan Kai? Apa ini tidak terlalu cepat? Mungkin aku pernah melihatnya beberapa kali karena kita satu sekolah tapi… aku kan baru mengenalnya tadi.</p>
<p>“Yoboseyo? Cheonsa-ya..? Kenapa kau diam saja? Kau baik-baik saja kan? Yoboseyo?” suara Hyegi terdengar khawatir, mungkin karena aku diam saja.</p>
<p>“Aku masih disini kok” tukasku “Aku hanya sedang berpikir”</p>
<p>“Berpikir apa? Cheonsa-ya.., kau tidak perlu berpikir. Cinta itu memang datang tidak terduga. Kau tidak akan pernah tahu kapan kau akan jatuh cinta dan kepada siapa kau akan menaruh hatimu. Kau cukup menjalaninya saja dan berharap semoga Kai memiliki perasaan yang sama denganmu. Kalau pun tidak, kau bisa melupakannya. Pasti Tuhan menyiapkan namja yang lebih baik untukmu” jelas Hyegi panjang lebar.</p>
<p>“Lalu aku harus bagaimana?” tanyaku bingung, aku memang benar-benar tidak tahu apa yang harus kulakukan sekarang “Aku masih ragu”</p>
<p>“Aigoo.., kau polos sekali sih..!” Hyegi terdengar gemas “Kalau kau masih ragu dengan perasaanmu, cobalah untuk berdekatan dengan Kai. Kau yakinkan perasaanmu. Kalau kau sudah yakin, baru kita mulai”</p>
<p>“Mulai? Apanya yang dimulai?” daritadi ucapan Hyegi membuatku bingung saja. Anak ini kenapa sih?</p>
<p>“Pendekatanmu dengan Kai. Tenang saja, aku dan Chanyeol akan membantumu. Lagipula tidak mungkin Kai akan menolak yeoja sepertimu Cheonsa-ya.. Kau ini kan manis, pintar, dan ketua OSIS lagi. Hanya namja bodoh yang menolakmu. Ah.., aku ingat. Besok malam, EXO akan tampil di taman Yeuido. Kau harus datang kesana, arachi?”</p>
<p>“Tapi bes-….”</p>
<p>Hyegi memotong ucapanku “Tidak ada tapi-tapian. Besok sore aku akan datang kerumahmu, membantumu berdandan lalu kita berangkat bersama. Tidak ada penolakan, sekarang aku mau tidur dulu. Sampai ketemu besok Cheonsa-ya.. Jaljayo..” Klik! Hyegi menutup telponnya. Aigoo.., yeoja ini..</p>
<p align="center">*</p>
<p>“Ya.., Hyegi-ya.. Apa yang sedang kau lakukan sih?” tanyaku penasaran saat melihat Hyegi yang sedang memilih-milih pakaian dari dalam lemariku sementara aku hanya memperhatikannya dari tempat tidurku.</p>
<p>“Memilihkanmu dress” jawab Hyegi santai.</p>
<p>“Wha-… What?! Untuk apa?! Lagipula aku hanya punya beberapa dress, sudahlah, aku pakai baju biasa saja. Lagipula hanya untuk menonton EXO saja kan?” aku tidak mengerti dengan jalan pikiran Hyegi.</p>
<p>“Justru itu, aku ingin kau terlihat cantik. Kai pasti tertarik denganmu. Nah.., try this” Hyegi menyerahkan sebuah cardigan soft blue dan mini dress berwarna putih polos.</p>
<p>“Aku harus memakai ini?” tanyaku ragu-ragu. Aku memang mempunyai beberapa helai dress, namun jarang menggunakannya. Untuk sehari-hari, aku lebih nyaman menggunakan t-shirt dan celana jeans. Dress hanya kugunakan untuk acara formal saja.</p>
<p>“Sudah pakai saja” Hyegi pun mendorong badanku masuk ke kamar mandi agar aku segera berganti pakaian.</p>
<p>Tak lama kemudian, aku keluar dari kamar mandi dengan memakai dress beserta cardigan yang tadi Hyegi pilihkan. Kulihat Hyegi tersenyum puas saat melihatku, lalu ia menyuruhku duduk di depan meja rias dan kubiarkan ia menata rambutku. Aish.., semoga aku bukan dijadikan bahan percobaannya.</p>
<p>Sepuluh menit kemudian, Hyegi sudah selesai menata rambutku. Kyaaaaaa…, aku terlihat beda sekali. Jauh lebih feminine. Aku memang bukan yeoja tomboy, namun terkadang aku jarang memperhatikan penampilanku.</p>
<p>“Otte? Johayo?” tanya Hyegi sambil merapikan poniku.</p>
<p>“Neomu johayo, gomawo chingu” aku tersenyum berterima kasih pada Hyegi sementara ia terlihat tersenyum puas melihat karyanya.</p>
<p>“Gurae, kajja! Nanti kita ketinggalan penampilan mereka” ajak Hyegi lalu kami pun berjalan menuju taman Yeuido.</p>
<p>Sesampainya di taman Yeuido, sudah banyak orang berkumpul untuk menyaksikan penampilan EXO dalam acara mingguan yang biasa digelar oleh pengelola taman Yeuido. Biasanya setiap malam minggu seperti malam ini, diadakan acara live music dan malam ini giliran EXO yang tampil.</p>
<p>Lantunan musik pun mulai terdengar dan Baekhyun pun mulai memperdengarkan suaranya yang merdu pada semua penonton. Penonton terlihat sangat menikmati penampilan EXO, tak terkecuali aku yang sedari tadi menikmati penampilan mereka terutama tabuhan drum dari Kai. Malam ini Kai terlihat sangat tampan apalagi ia sempat tersenyum ke arahku.</p>
<p>Eh? Chakkaman.., Kai tersenyum ke arahku? Omo.. rasanya aku ingin memonopoli senyum itu hanya untukku.</p>
<p>“Aigoo.., Kai tersenyum tuh saat melihatmu” goda Hyegi “Sepertinya tidak sia-sia hasil kerjaku tadi”</p>
<p>Setelah EXO selesai tampil, kami pun menghampiri mereka yang sedang membereskan alat-alat musik mereka “Annyeong..” sapa Hyegi.</p>
<p>“Ah? Chagi? Cheonsa-ya? Annyeong” balas Chanyeol yang sedang memasukkan bassnya ke dalam tas khusus yang ia gunakan untuk menyimpan bass miliknya.</p>
<p>“Cheonsa-ya? Ini kau? Neomu yeppeo” puji Baekhyun, sepertinya ia agak terkejut melihatku berpenampilan seperti ini.</p>
<p>“Gomawo..” ucapku sedikit malu, aku melirik ke arah Kai yang baru saja memasukkan ponselnya ke dalam saku. Mungkin ia habis menelpon seseorang.</p>
<p>“Hey..” aku memberanikan diri untuk menyapa Kai.</p>
<p>“Cheonsa-ya..” Kai tersenyum “Kau terlihat cantik dengan dress itu” Kyaaa…!! Kai memujiku.. Ia mengatakan diriku terlihat cantik dengan dress ini. Omo…, rasanya aku ingin berteriak kegirangan.</p>
<p>“Kai-ah.., aku, Chanyeol, dan Baekhyun ada acara setelah ini” ujar Hyegi.</p>
<p>“Hah? Ac-….” Chanyeol langsung menutup mulut Baekhyun yang hendak menyela ucapan Hyegi.</p>
<p>“Kau bisa mengantar Cheonsa pulang? Ini sudah larut, bahaya jika Cheonsa harus pulang sendirian” sambung Chanyeol.</p>
<p>“Ah? Aku bisa pulang sendiri kok..” tolakku. Rencana apa lagi ini… Hyegi-ya.., aku bisa mati gugup kalau harus berduaan dengan Kai..</p>
<p>“Aniyo, aku tidak mau terjadi apa-apa padamu Cheonsa-ya.. Kai-ah.., kau mau kan?” pinta Hyegi lagi. Ya..!! Awas kau Kim Hyegi!</p>
<p>“Baiklah, kebetulan rumahku searah dengan rumahnya kok” ujar Kai akhirnya.</p>
<p>“Aaaa.., gomawo..  Chagi-ya.., Baekhyunnie kajja! Annyeong Cheonsa-ya, Kai-ah…” Hyegi menarik Chanyeol dan Baekhyun meninggalkanku dan Kai berdua.</p>
<p>Sepeninggal Hyegi, Chanyeol, dan Baekhyun, keheningan menyelimuti kami berdua. Aku hanya terdiam menikmati suasana malam di taman Yeuido. Pemandangan yang indah dan udara yang sejuk ditambah namja yang kusukai berada didekatku, rasanya aku tidak ingin pergi dari sini.</p>
<p>“Mau pulang sekarang?” tawar Kai, membuyarkan lamunanku.</p>
<p>Aku mengangguk, kalau tidak mengingat ini sudah larut, rasanya aku tidak ingin pulang ke rumah dan ingin menghabiskan banyak waktu dengannya. Yeah.., kurasa Hyegi benar, aku memang sudah jatuh cinta pada namja tinggi di hadapanku ini.</p>
<p align="center">*</p>
<p>Sejak malam itu, Hyegi semakin gencar mendekatkanku dengan Kai. Dibantu juga dengan Chanyeol. Entah membuat Kai mengantarkanku pulang ataupun membuat aku membantu Kai dalam pelajaran karena ia cukup kesulitan dalam pelajaran eksak. Kurasa mereka berdua -Hyegi &#38; Chanyeol- terobsesi menjadi cupid couple.</p>
<p>Tapi aku sangat berterimakasih dengan usaha mereka berdua. Karena mereka berdualah aku bisa dekat dengan namja yang kucintai. Mungkin kalau Hyegi dan Chanyeol tidak membantuku, aku tidak akan bisa sedekat ini dengan Kai.</p>
<p>Seperti sore ini, aku dan Kai sedang belajar bersama di rumah Kai. Pada awalnya, Hyegi dan Chanyeol ikut bergabung tapi setengah jam yang lalu mereka berdua pulang lebih dulu. Katanya mereka ada acara, tapi aku yakin ini bagian dari rencana mereka mendekatkanku dengan Kai.</p>
<p>Aku sendiri tidak tahu pasti bagaimana perasaan Kai padaku. Dia memang baik padaku, bahkan peduli. Tapi aku tidak bisa langsung berasumsi kalau dia menyukaiku kan? Bisa saja dia memang baik pada semua orang, tidak hanya padaku. Ah.., kurasa aku tidak boleh banyak berharap. Lagipula.., sebenarnya aku sendiri tidak tahu bagaimana status Kai sekarang. Apa dia single? Atau jangan-jangan sebenarnya dia sudah punya yeojachingu? Ah.., nan molla… Hyegi dan Chanyeol tidak bicara apa-apa soal itu.</p>
<p>Dan sekarang, aku memperhatikan Kai yang bolak-balik melihat ke arah ponselnya dengan gelisah. Sepertinya ia sedang menunggu sesuatu.. atau… seseorang.. Mungkin dia menunggu telepon dari seseorang.. “Kai-ah…” aku memberanikan diri untuk memanggilnya?”</p>
<p>“Ne?” sahutnya, matanya tidak lepas dari layar ponselnya. Sepertinya yang kau tunggu itu penting sekali bagimu ya?</p>
<p>“Kau sedang menunggu sesuatu? Daritadi kau kelihatannya gelisah sekali?” tanyaku.</p>
<p>Kai menggeleng cepat “Ani, aku tidak menunggu apa-apa kok. Cheonsa-ya.., apa kau haus? Mau kuambilkan minum?” ini perasaanku saja atau Kai memang mengalihkan pembicaraan?</p>
<p>“Ne…, gomawo..” ujarku saat Kai beranjak dari duduknya menuju dapur. Aku mengalihkan pandanganku ke jendela, diluar terlihat mendung. Pasti sebentar lagi turun hujan. Aish.., aku tidak membawa payung lagi.. Bagaimana ini? Dugaanku pun benar, hujan turun dengan derasnya dan diikuti suara-suara petir serta cahaya kilat.</p>
<p>Pet! Listrik di rumah Kai tiba-tiba mati dan ruangan menjadi gelap seketika. Aku tidak bisa melihat apapun. Kurasakan tubuhku bergetar. Aku memang phobia pada ruangan gelap. Kakiku terasa lemas hingga aku tidak kuat untuk berdiri dan mencari Kai. Aku hanya bisa memeluk lututku dan tubuhku yang masih bergetar.</p>
<p>Keringat dingin terus mengucur dari dahiku. Aku benar-benar takut bahkan rasanya aku tidak kuat untuk menjawab Kai yang sejak tadi memanggilku. “Cheonsa-ya… Kau masih di tempat tadi kan? Cheonsa-ya..” aku bisa mendengar suara Kai yang sejak tadi memanggilku.</p>
<p>“Cheonsa-ya…” ujar Kai, aku merasakan Kai mengarahkan senternya ke arahku “Cheonsa-ya? Kau kenapa?” mungkin Kai terkejut melihatku yang seperti ini “Apa yang terjadi? Kenapa kau meringkuk seperti itu?” tanya Kai sambil memegang bahuku dan tanganku “Astaga.. tanganmu dingin sekali..”</p>
<p>“Aku takut….” lirihku “Aku phobia gelap… Aku benar-benar takut dan aku sendirian disini.. Aku takut..”</p>
<p>“Apa? Mianhae Cheonsa-ya.., aku tidak tahu kalau kau phobia gelap” Kai merengkuhku ke dalam pelukannya “Kau tenang ya.. aku disini.. Tidak akan terjadi sesuatu yang buruk, uljima..” Kai mengelus punggungku, berusaha menenangkanku.</p>
<p>Pelukan Kai terasa benar-benar nyaman. Ia tetap memelukku sampai listrik kembali menyala. Aku pun membuka mata dan menatapnya “Mian jika aku berlebihan.. Tapi.., aku benar-benar takut tadi..”</p>
<p>Kai tersenyum dan mengelus kepalaku “Gwaenchana.., aku mengerti kok.. Bagaimana perasaanmu sekarang? Sudah tidak takut lagi kan?”</p>
<p>Aku mengangguk “Gomawo..”</p>
<p align="center">*</p>
<p>Hari ini aku membawakan Kai spaghetti setelah kemarin Chanyeol memberitahuku kalau Kai menyukai spaghetti. Aku benar-benar tidak menyangka ini akan terjadi padaku. Semalam suntuk aku rela begadang demi belajar masak dan membuatkan spaghetti yang enak untuknya. Yah.., kurasa benar kata orang orang, jatuh cinta akan membuatmu jadi gila.</p>
<p>Aku yang tidak bisa masak sama sekali akhirnya mau belajar masak demi Kai. Ah.. ini seperti bukan aku. Yeah…, jatuh cinta membuatku rela melakukan apapun.</p>
<p>“Otte?” tanyaku setelah Kai mencicipi spaghetti buatanku. Saat ini kami tengah duduk di bangku taman sekolah untuk menghabiskan waktu istirahat makan siang. Kai terdiam sejenak, aku tidak bisa membaca raut wajahnya. Jangan-jangan masakanku tidak enak.. Tapi tadi Jung ahjumma bilang enak kok.</p>
<p>“Otte? Enak atau tidak? Kalau tidak enak, malhaebwa.. Aku tidak keberatan kok.. Enak atau tidak? Malhaebwa..” desakku karena sejak tadi Kai diam saja.</p>
<p>“MASSHITTA..!” seru Kai yang membuatku terkejut. Aish.., namja ini.</p>
<p>“Ya..!! Kau mengagetkanku saja” aku mendorong bahunya pelan.</p>
<p>Kai tertawa ringan “Hahaha.. mian.. habisnya aku suka dengan ekspresi wajahmu tadi. Gomawo Cheonsa-ya.., spaghetti buatanmu enak kok” Kai mengusap rambutku pelan.</p>
<p>“Johayo?” tanyaku lagi.</p>
<p>Kai hanya mengangguk sambil melahap spaghetti buatanku dan mengacungkan ibu jarinya.</p>
<p>Tiba-tiba ia menghentikanmakannya karena dering ponselnya. Ia beranjak dari duduknya “Cheonsa-ya.., aku mau menerima telepon dulu sepertinya lama. Kau duluan saja ke kelasnya” Kai pun melangkah pergi meninggalkanku yang masih duduk di bangku taman.</p>
<p>Hufh.., selalu begitu.. Akhir-akhir ini Kai selalu menjauh dariku jika ada telepon. Siapa ya yang menelponnya itu? Sepertinya rahasia sekali sampai-sampai ia tidak ingin didengar oleh orang lain.</p>
<p>&#160;</p>
<p><em>Few days later..</em></p>
<p>&#160;</p>
<p>“Cheonsa-ya..!” aku mendengar Kai memanggilku saat aku baru saja keluar dari ruang OSIS.</p>
<p>“Cieee.., pangeranmu memanggil tuh..” ledek Hyegi yang membuatku tersipu “Aku duluan ya. Chanyeol sudah menungguku. Annyeong” Hyegi melambaikan tangan lalu berjalan menuju parkiran sementara Kai menghampiriku.</p>
<p>“Kau sudah selesai rapat?” tanyanya.</p>
<p>“Ne..” jawabku.</p>
<p>“Kau mau langsung pulang? Bisa temani aku hari ini?”</p>
<p>“Kemana?”</p>
<p>“Rahasia! Pokoknya kau ikut aku saja. Kajja” Kai menarik tanganku dan membawaku entah kemana.</p>
<p>Sebenarnya Kai mau mengajakku kemana sih? Jangan-jangan… Aish, Cheonsa-ya! Kau jangan terlalu percaya diri, belum tentu Kai mau menembakmu. Dia saja belum jelas, apa dia menyukaimu atau tidak. Aku menatap Kai yang sedang menyetir mobilnya dengan santai. Tumben sekali hari ini dia membawa mobil ke sekolah, biasanya ia hanya membawa motor 350cc biru kesayangannya.</p>
<p>“Sebenarnya kau mau mengajakku kemana sih? Malhaebwa..” pintaku karena penasaran.</p>
<p>“Ani.., nanti kau juga tahu sendiri. Sudah.., nikmati saja perjalanannya” ujar Kai sambil tetap konsentrasi menyetir.</p>
<p>Aku mengangkat bahu dan memilih menatap ke luar jendela. Sepertinya ini jalan menuju bandara, apa Kai mau membawaku ke bandara? Untuk apa? Hem…, sepertinya ia mengajakku untuk menjemput seseorang.</p>
<p>Tak lama kemudian, Kai menghentikan mobilnya di parkiran bandara. “Ayo turun..” ajaknya seusai melepas seatbeltnya.</p>
<p>“Kita mau menjemput seseorang ya?” tanyaku dan kali ini Kai mengangguk “Siapa?”</p>
<p>“Nanti kau juga tahu, kajja” Kai menarikku masuk ke dalam bandara dan ia mulai menoleh ke sekeliling sepertinya ia mencari orang yang ia jemput.</p>
<p>“Noona!” Kai berseru ke arah seorang yeoja cantik yang sejak tadi duduk di bangku tunggu. Ah.., apa itu noonanya? Jadi, Kai mengajakku untuk menjemput noonanya? Apa ia mau mengenalkanku pada noonanya? Aku dan Kai pun menghampiri yeoja itu dan Kai langsung memeluk yeoja itu. Kenapa aku merasa cemburu ya? Bukankah itu noonanya? Harusnya aku tidak boleh merasa cemburu seperti ini, bahkan aku pun belum menjadi pacarnya.</p>
<p>“Noona.., bogoshippoyo..” gumam Kai lalu mengecup kedua pipi noonanya. Er.., kenapa aku merasa Kai terlalu berlebihan ya?</p>
<p>“Nado bogoshippoyo…” balas yeoja itu sambil tersenyum. Untuk sesaat aku merasa seperti obat nyamuk disini.</p>
<p>Ehem! Aku berdeham, mengingatkan Kai bahwa aku ada disini “Ah.., aku sampai lupa. Noona, kenalkan, ini Lee Cheonsa. Yeoja yang sering aku ceritakan itu” Mwo? Kai sering menceritakan tentang diriku?</p>
<p>“Annyeonghaseo.. Lee Cheonsa imnida” aku membungkuk, memperkenalkan diri.</p>
<p>“Cheonsa, kenalkan ini, Yoora noona, yeojachinguku” ucapan Kai barusan membuat tubuhku terasa membeku seketika. Apa Kai tidak salah bicara? Atau aku yang salah dengar? Oh Tuhan.., apa dia serius dengan perkataannya?</p>
<p>“Yeo..yeojachingu?” tanyaku tak percaya “Kau sudah punya yeojachingu?”</p>
<p>“Ne, dia yeojachinguku. Meskipun umur kami berbeda 2 tahun, aku sangat mencintainya. Dia baru saja kembali dari liburannya di Macau. Selama ini dia sering penasaran denganmu, karena aku sering menceritakan tentangmu. Kau ini sering mengingatkanku dengan Yoora noona, Cheonsa-ya..” jelas Kai yang membuatku benar-benar membisu.</p>
<p>“Kau ingat kan, saat kita sedang belajar bersama dan aku bolak-balik menatap ponselku. Saat itu aku sedang menunggu jawabannya setelah aku menyatakan perasaanku padanya. Yoora noona ini adalah tetanggaku dan aku mengenalnya sudah lama, sejak aku kecil” sambung Kai yang semakin membuatku tidak bisa berkata apa-apa.</p>
<p>“Annyeonghaseo.., Park Yoora imnida” ujar yeoja yang Kai akui sebagai yeojachingunya.</p>
<p>Jadi.., selama ini Kai dekat dan peduli denganku hanya karena aku sering mengingatkannya dengan yeojachingunya. So.., my first love story is over at here?</p>
<p align="center">*</p>
<p>“Jadi begitu ceritanya. Nah.., Eunyoung-ah.. sekarang kau harus tidur. Kau tadi sudah berjanji dengan eomma kan? Kau akan tidur setelah mendengar cerita cinta pertama eomma?” tanyaku sambil mengelus lembut kepala putriku yang baru berusia 6 tahun. Aku baru saja menceritakan tentang kisah cinta pertamaku kepada putriku.</p>
<p>“Arasseo eomma.. Jaljayo..” Eunyoung mulai memejamkan matanya.</p>
<p>“Jaljayo.., sleep well” bisikku setelah mencium kening Eunyoung lalu menutup pintu kamarnya perlahan, agar tidak mengganggu tidurnya.</p>
<p>“Yeobo-ya.., apa Eunyoungie sudah tidur?” aku merasakan seseorang memelukku dari belakang dan meletakkan dagunya di bahuku.</p>
<p>“Ne.., baru saja. Ia merengek memintaku menceritakan kejadian 12 tahun yang lalu itu” jawabku sambil mengelus tangannya yang berada di pinggangku.</p>
<p>Namja yang sejak tadi memelukku ini mengerucutkan bibirnya, kalau sudah seperti ini wajahnya terlihat mirip sekali dengan Eunyoung “Kenapa kau tidak menceritakan cerita kita saja? Kurasa itu lebih menarik”</p>
<p>Aku memutar posisiku menjadi menghadapnya “Byun Baekhyun…, itu kan masa lalu. Aku juga hanya sekedar menceritakannya saja. Bukan berarti aku masih mencintainya atau apa.. Kau ini cemburuan sekali” Kisah cinta pertama memang tidak akan terlupakan sekalipun tidak manis. Meskipun kita sudah tidak mencintainya pasti akan tetap teringat.</p>
<p>“Aku cemburu karena aku takut kehilanganmu tau” ujar Baekhyun.</p>
<p>“Aigoo…” aku terkekeh lalu mengelus pipinya “Byun Baekhyun.., Kai hanya masa lalu. Sekarang aku hanya punya kau dan Eunyoung sebagai masa sekarangku dan masa depanku”</p>
<p>&#160;</p>
<p>FIN</p>
<p>&#160;</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[[Teaser] Inveartible 06]]></title>
<link>http://ffindo.wordpress.com/2012/08/08/teaser-inveartible-06/</link>
<pubDate>Wed, 08 Aug 2012 12:59:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sasphire</dc:creator>
<guid>http://ffindo.wordpress.com/2012/08/08/teaser-inveartible-06/</guid>
<description><![CDATA[Inveartible 05 ::: Byun Baekhyun:: Kill My Mom Author : Sasphire Main cast : Ren NU’EST Ratting : PG]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/08/inveartible-06.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-66035" title="inveartible 06" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/08/inveartible-06.jpg?w=584&#038;h=364" alt="" width="584" height="364" /></a></p>
<p align="center"><em><strong>Inveartible 05 ::: Byun Baekhyun:: Kill My Mom<br />
</strong></em></p>
<p align="center"><em><strong>Author : Sasphire<br />
</strong></em></p>
<p align="center"><em><strong>Main cast : Ren NU’EST<br />
</strong></em></p>
<p align="center"><em><strong>Ratting : PG 16, NC 17</strong></em></p>
<p align="center"><em><strong>Genre : Thriller</strong></em></p>
<p align="center"><em><strong>Length : Chaptered</strong></em></p>
<p align="center"><em><strong>Preview ::</strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong><a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/04/inveartible/" target="_blank">Ren</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/23/inveartible-02-krystal-jung-hate-human/" target="_blank">Krystal</a> &#124; <a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/07/03/inveartible-03-byun-baekhyun-bad-son/" target="_blank">Baekhyun</a> &#124; <a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/07/12/inveartible-04-lee-jeong-min-playboy/" target="_blank">Jeongmin</a> &#124; <a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/07/28/inveartible-05-ren-bad-girl/" target="_blank">Ren (2)</a> &#124; Baekhyun (2)<br />
</strong></em></p>
<p align="center"><em><strong>Contact : <a href="http://www.facebook.com/pink.sasphire" target="_blank">FB</a> &#124; <a href="https://twitter.com/#%21/pink_sasphire" target="_blank">Twitter</a> &#124; <a href="http://www.showwallpaper.com/creator.php?memid=49586&#38;mode=wallpaper" target="_blank">Wallpaper Gallery</a> &#124; <a href="http://sasphire.wordpress.com/" target="_blank">Blog</a></strong></em></p>
<p align="center"><em><strong>sama kayak kemaren, niatnya pengen full part, tapi ketabrak waktu teraweh -_-<br />
ok&#8230;. review ::<br />
habis bunuh ibunya, dia bakal bunuh 3 extearmined<br />
tbc #jiaaahhh<br />
tunggu full part-nya yah&#8230; mungkin besok&#8230;. ato lusa :3<br />
check this out ^^</strong></em><br />
<em><strong>Note :: typo<br />
FF coming soon : mgkin Love is the greatest flower <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </strong></em></p>
<p><!--more--></p>
<p>Aku berdiri di lantai paling atas sebuah apartemen besar di kota ini</p>
<p>Malam ini, aku menatap para manusia yang berjalan santai di bawahku. Banyak mobl lalu lintas yang juga melewati jalan raya itu.</p>
<p>Aku mendesah kesal.</p>
<p>Kenapa aku harus hidup sebagai Inveartible jenis kedua? Kenapa bukan manusia biasa?</p>
<p>Lalu, kenapa harus ada Inveartible di dunia ini?</p>
<p>Menggangu.</p>
<p>Aku juga pernah hidup sebagai manusia yang tak tahu apa-apa tentang Inveartible. Hidup diantara sesama manusia itu sudah menyusahkan, apalagi dengan perusak semacam Inveartible?</p>
<p>Aku menghela nafas.</p>
<p>“Baekhyun…. Kau ini calon ketua Inveartible, berhentilah memikirkan hal yang aneh….”</p>
<p>Aku tersentak mendengar suara itu.</p>
<p>Aku menoleh ke belakang. Kudapati lelaki bermantel berjalan menghampiriku. Gawat.</p>
<p>Ketua.</p>
<p>Dia selalu bisa membaca pikiran Inveartible lain.</p>
<p>Aku langsung membuang pandanganku ke bawah, seperti tadi. Pura-pura mengacuhkannya. Pura-pura tak mempedulikan kehadirannya. Padahal aku tegang setengah mati.</p>
<p>Perlahan, tangannya menepuk pundak kiriku.</p>
<p>“Takdirmu menjadi ketua Inveartible. Dan itu tak bisa dipungkiri. Ingat itu baik-baik….”</p>
<p>“Tak mungkin….” Aku tertawa kecil. Tangan kananku menyingkirkan tangannya dari pundakku. “aku sangat menyayangi ibuku. Aku tak mungkin memangsanya….”</p>
<p>“tapi aku yakin, tak lama lagi, kau akan jadi ketua Inveartible….”</p>
<p>“darimana ketua punya keyakinan besar atas hal itu?” tanyaku, berusaha sabar. Walaupun kata yang kulontarkan barusan kuucapkan dengan nada tinggi. Dan aku begitu bodoh, mengajukan pertanyaan barusan. Dia bisa melihat masa depan. Aku baru ingat itu.</p>
<p>Dia tak menjawab.</p>
<p>Beberapa waktu kami lewati, diiringi angin yang berhembus kencang.</p>
<p>“Yang penting…. Kau akan menjadi ketua…. Dalam waktu 2 hari ini….”</p>
<p>“hei…. Aku sudah bilang kan? Aku tidak suka menjadi ketua…. Ren tuh, yang punya ambisi untuk menjadi ketua….” Kali ini aku benar-benar kehabisan kesabaranku!!</p>
<p>“Nah…. Itu…. Itu….” Ia melayang ke depanku sambil menunjuk-nunjuk wajahku dengan cepat. “itulah sifatmu yang sudah menggambarkan kalau kau adalah ketua Inveartible sesungguhnya…..”</p>
<p>Aku kembali tertawa kecil, berusaha terlihat acuh pada ucapannya. Padahal sekarang aku terkejut bukan main!!</p>
<p>“kau bisa mengetahui apa yang ada di pikiran temanmu…. Kau juga bisa menerka apa yang dilakukan temanmu, sekarang, ataupun masa depan!! Kau juga bisa tahu apa ambisi temanmu, tanpa dia pernah bilang padamu!! Itu hal terpenting yang harus dimiliki ketua. Kau bisa memikirkan kebaikan untuk teman-temanmu. Dan, masalah Ren,” ia menghela nafas. Mungkin dia kelelahan berbicara banyak. Dia kan sudah tua, “dia itu Individualistis. Dia sama sekali tidak bisa menjadi ketua….”</p>
<p>“Bagaimana kau bisa bilang begitu??”</p>
<p>“Coba kau lihat, apa yang Krystal lakukan sekarang?”</p>
<p>“Masa bodoh tentang Krystal!!” sekelebat bayangan begitu saja melewati benakku.</p>
<p>“Yang aku tahu hanyalah, sekarang Krystal sedang mencari mangsanya dengan membuat onar di….”</p>
<p>Aku tercekat, tak meneruskan kata-kataku. Aku memegangi kepalaku dengan kedua tanganku sambil menggeleng.</p>
<p>“bukan…. Bukan aku….” Aku menggeleng kuat. “bukan aku…..”</p>
<p>“kau tak bisa memungkirinya…..”</p>
<p>“Cukup!!” aku membentak. “Cukup omong kosongmu itu!!”</p>
<p>Aku menatap lurus ke depan dengan ragu. Sudah tak ada. Orang yang cerewet itu sudah tak ada.</p>
<p>Aku membalikkan badanku. Aku semakin terkejut.</p>
<p>Ren.</p>
<p>“Sejak kapan kau disitu?”</p>
<p>Ren menatapku dingin, lalu berjalan menghampiriku.</p>
<p>“Kalau kau manusia, kau sudah kumakan jantungnya….”</p>
<p>Aku menatapnya bingung. “hah??”</p>
<p>Dia menepuk pundakku, lalu memaksaku untuk menjabat tangannya. “selamat ya…. 2 hari dari sekarang, kau jadi Inveartible sesungguhnya, dan menjadi ketua Inveartible….”</p>
<p>Dia sudah dengar semuanya.</p>
<p>Iapun pergi meninggalkanku, tanpa mengucapkan kata-kata lain.</p>
<p align="center">~***~</p>
<p>Untuk menyegarkan kembali pikiranku, aku memutuskan untuk menjenguk ibuku. Kali ini aku membawa setangkai mawar merah.</p>
<p>Saat aku melewati kamar yang bersebalahan dengan kamar ibuku, seorang perawat keluar ruangan. Ia tersenyum menatapku.</p>
<p>“wah…. Tuan Byun…. Kemari untuk menjenguk nyonya Byun kan?”</p>
<p>Aku mengangguk pelan sambil tersenyum. Ramah sekali perawat itu.</p>
<p>Pada dasarnya semua manusia itu baik. Aku bisa bilang begitu karena aku berasal dari manusia biasa.</p>
<p>Kecuali ketiga kakakku, dan ayahku.</p>
<p>Mereka penjahat.</p>
<p>Aku memasuki kamar ibuku.</p>
<p>“Ibu…. Aku datang….”</p>
<p>Aku menutup pelan kamar ibu, lalu memandangnya lekat sambil tersenyum. Akupun berjalan menghampiri meja yang ada di sampingnya, mengambil bunga mawar yang sudah layu, membuang air ke dalam plastic yang sudah kubawa, lalu kuganti dengan air baru yang segar, dan tentu saja meletakkan mawar yang baru.</p>
<p>Ibu suka mawar.</p>
<p>Aku duduk di sampingnya. Lalu menggenggam erat tangannya yang sudah bertahun-tahun di suntik jarum infus. Karena aku.</p>
<p>“ibu….” Aku menatapnya penuh kasih sayang.</p>
<p>“sadarlah…. Lalu kita melarikan diri…. Kita menjadi keluarga yang bahagia…. Aku rela melepas statusku sebagai Inveartible….” Ucapku setengah berbisik.</p>
<p align="center">~***~</p>
<p>Aku duduk di sofa ruang tengah, memikirkan sesuatu. 2 hari? Memangnya apa yang ibu lakukan hingga aku tega membunuhnya?</p>
<p>Kalau dihitung dari ucapan ketua, berarti hari inilah eksekusinya.</p>
<p>Apa salah ibu? Bukankah dia terbaring koma?</p>
<p>Ah, iya. Lupa.</p>
<p>Aku boleh memakan keluargaku tanpa mementingkan benar-salahnya mereka. Yang penting keberanian untuk membunuh.</p>
<p>Berarti omongan ketua hanya gertak sambal.</p>
<p>Kali ini, Ren lewat di depanku.</p>
<p>“Hai Ren….”</p>
<p>Ia menatapku sekilas dengan tajam, lalu berlalu begitu saja. Oh, dia masih marah padaku? Kekanak-kanakan sekali.</p>
<p>TRIRIT TRIRIT</p>
<p>Aku merogoh saku celanaku untuk mengambil handphoneku yang berdering. Aku membaca tulisan di  layar handphone.</p>
<p>Rumah sakit?</p>
<p>Pikiranku menuju ibu yang sudah koma 7 tahun ini.</p>
<p>Penuh keraguan, aku mengangkat telepon. “Halo….?”</p>
<p align="center">~***~</p>
<p align="center"><em><strong>Nah&#8230;. mungkin part ini bakal pendek karena fokusnya bunuh ibu&#8230; trus maaf soal cover. aku cuma pengen readers bisa bayangin wujud siluman yang ada di tubuh Baekhyun. serigala hitam, kayak Gen gitu deh. toh aku juga ambil ide buat Baekhyun itu karena Gen&#8230;<br />
ok&#8230;. RCL ^^</strong></em></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong>Chaptered ::<br />
<a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/07/29/love-is-the-greatest-flower-part-6/" target="_blank">Love Is the Greatest Flower (6)</a><br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/07/20/baekyoung-story-my-action-for-get-you/" target="_blank">Baekyoung Story (3)</a><a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/07/16/love-is-the-greatest-flower-part-4/" target="_blank"><br />
</a><a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/07/19/time-after-time-chap-2/" target="_blank">Time After Time (2)</a><br />
<a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/08/02/fabolous-five-01-casting/" target="_blank">Fabolous Five (1)</a><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Teaser FF chaptered<br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/05/04/prolog-top-girl/" target="_blank">Top Girl</a> &#124; <a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/07/11/teaser-intro-war-for-majesty/" target="_blank">War Of Majesty</a> &#124; <a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/07/13/prolog-unpredictable-kiss/" target="_blank">Unpredictable Kiss</a>  </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>sementara yang oneshoot :<br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/08/not-love-her/" target="_blank">Not Love Her</a><br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/05/09/oneshoot-i-lost-my-mind/" target="_blank">I Lost My Mind</a><br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/12/ficlet-love-you-to-death/" target="_blank">Love You to Death</a><br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/19/baekyoung-couple-ring-ding-dong-ficlet/" target="_blank">Ring Ding Dong</a><br />
<a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/06/29/drabble-open-or-oven/" target="_blank">Open or oven?</a> (Comedy)<br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/05/10/oneshoot-coach-nana/" target="_blank">Coach Nana</a> &#38; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/05/12/final-destination-sequel-of-coach-nana/" target="_blank">Sequel</a><br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/15/note-ff-love-letter/" target="_blank">Love Letter</a><br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/07/07/baekyoung-couple-boyfriend-in-my-dream/" target="_blank">Boyfriend In My Dream</a></strong><br />
<a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/07/21/baekyoung-couple-you-and-i-ficlet/" target="_blank"><strong>You And I</strong></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong><br />
EXO in Love Series</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/20/exo-in-love-baekhyun-what-is-love/" target="_blank">BaekHyun</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/21/exo-in-love-sehun-chicken-soup/" target="_blank">Sehun</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/22/exo-in-love-chanyeol-shes-my-right-hand/" target="_blank">ChanYeol</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/23/exo-in-love-suho-save-you/" target="_blank">Suho</a> &#124; <a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/05/24/exo-in-love-kai-sapphire-blue/" target="_blank">Kai</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/27/exo-in-love-d-o-if-me/" target="_blank">D.O</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/28/exo-in-love-luhan-cinderella-man/" target="_blank">Luhan</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/30/exo-in-love-xiumin-be-the-man/" target="_blank">Xiumin</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/exo-in-love-kris-just-one-love/" target="_blank">Kris</a> &#124; <a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/06/18/61217/" target="_blank">Chen</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/07/exo-in-love-lay-i-love-you-noona/" target="_blank">Lay</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/27/exo-in-love-tao-my-sweet-destiny/" target="_blank">Tao</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/28/exo-in-love-all-find-the-soul/" target="_blank">All Member</a></strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sixth Sense [Part 2]]]></title>
<link>http://ssiskha.wordpress.com/2012/08/06/sixth-sense-part-2/</link>
<pubDate>Mon, 06 Aug 2012 05:48:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>ssiskha</dc:creator>
<guid>http://ssiskha.wordpress.com/2012/08/06/sixth-sense-part-2/</guid>
<description><![CDATA[Title                 : Sixth Sense [Part 2] Author           : Siskha Sri Wulandari/@SiskhaSri/ssis]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Title                 : Sixth Sense [Part 2] Author           : Siskha Sri Wulandari/@SiskhaSri/ssis]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Fabolous Five :: 01 :: Casting]]></title>
<link>http://ffindo.wordpress.com/2012/08/02/fabolous-five-01-casting/</link>
<pubDate>Thu, 02 Aug 2012 14:16:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sasphire</dc:creator>
<guid>http://ffindo.wordpress.com/2012/08/02/fabolous-five-01-casting/</guid>
<description><![CDATA[Author : Sasphire Main cast : fab-5 [universal gender] : Krystal Jung [f(x)], Alice Song [Hello Venu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img class="alignnone" src="http://sasphire.files.wordpress.com/2012/08/fab-5a.jpg?w=500&#038;h=700" alt="" width="500" height="700" /></p>
<p align="center"><strong><em>Author : Sasphire</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>Main cast :<br />
fab-5 [universal gender] : <span style="text-decoration:underline;">Krystal Jung [f(x)], Alice Song [Hello Venus], Byun Baekhyun [EXO-K], Aaron [Nu'est], Lee Jinki [Shinee]</span></em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Other Main Cast : </strong><br />
<strong> fab-5 [male] :<span style="text-decoration:underline;"> <em>Byun Baekhyun [EXO-K], Aaron [Nu'est], Lee Jinki [Shinee]</em>,</span> Kim Soo Hyun [Actor], Park Sanghyun/thunder [MBLAQ]<br />
</strong><br />
<strong> fab-5 [female] : <em><span style="text-decoration:underline;">Krystal Jung [f(x)], Alice Song [Hello Venus]</span>,</em> Kwon Yuri [SNSD], Son Na Eun [A-pink], Yoon Bo Ra [sistar]</strong></p>
<p align="center"><strong><em>Ratting : Teen, General</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>Genre : Romance</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>Length : Chaptered<br />
Preview :<br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/07/15/teaser-fabolous-five/" target="_blank">Teaser</a><br />
</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>Contact : </em><a href="http://www.facebook.com/pink.sasphire" target="_blank"><em>FB</em></a><em> &#124; </em><a href="https://twitter.com/#%21/pink_sasphire" target="_blank"><em>Twitter</em></a><em> &#124; </em><a href="http://www.showwallpaper.com/creator.php?memid=49586&#38;mode=wallpaper" target="_blank"><em>Wallpaper Gallery</em></a><em> &#124; </em><a href="http://sasphire.wordpress.com/" target="_blank"><em>Blog</em></a></strong></p>
<p align="center"><strong><em>Note : Typo ._.v<br />
trus&#8230; disini&#8230; semua main cast itu umurnya sama&#8230; ok?</p>
<p></em></strong></p>
<p align="center"><!--more--></p>
<p><strong>Aaron</strong></p>
<p>“hallo…. Baekhyun….” Dengan wajah berseri-seri, ia berjalan menghampiri Baekhyun di tempat latihan teater musical itu.</p>
<p>“Posternya sudah jadi…. Makanya~”</p>
<p>“Eh…. Aaron….” Baekhyun memotong perkataannya. “setelah 2 hari lagi, bisakah kau membuat poster baru lagi?”</p>
<p>“Eh? 2 hari lagi?” Aaron mengerutkan dahi. “Kenapa?”</p>
<p>“Ya….” Baekhyun menggaruk kepalanya. “Casting ulang….”</p>
<p>“HAH??!! CASTING ULANG??!!” Aaron berteriak sambil membulatkan pupil matanya, membuat Baekhyun mengelus pelan daun telinganya. “DI WAKTU YANG SERBA MEPET INI KAU BUAT CASTING ULANG??!!”</p>
<p>“Ya…. Panjang ceritanya….” Ucap Baekhyun.</p>
<p>Aaron hanya menggelengkan kepalanya sambil berdecak.</p>
<p>“Terserah kau lah….”</p>
<p>Baekhyun tersenyu kecut. “Maaf ya…. Habis, Soo Hyun sendiri yang minta?”</p>
<p>Aaron semakin terkejut. “Minta? Bodoh sekali dia!! Menjadi pemeran utama itu kesempatannya 1 berbanding 10. Apalagi di teater musical seperti ini. Kemungkinannya 1 berbanding 100. Apa yang ia pikirkan?” aaron mendesah, ikut merasa bingung. Ia pun teringatkan sesuatu, “Apa ada hubungannya dengan Bora?”</p>
<p>Baekhyun mengangguk.</p>
<p>“Tidak professional. Bagaimana dia bisa menjadi aktor kalau begitu?”</p>
<p>“Itu yang aku bilang padanya….”</p>
<p>“Lantas?”</p>
<p>“Dia tetap minta, ia digantikan orang lain….”</p>
<p>“Tsk….”</p>
<p><strong>Baekhyun</strong></p>
<p>Ia yang menjadi juri di casting ulang hari itu&#8211;beserta 2 guru pembimbing ekstrakurikuler teater di sekolahnya—berkali-kali memijat keningnya pelan. Sudah 23 lebih peserta casting, namun tak ada satupun yang cocok dengan karakter kedua tokoh utama. John yang pintar bernyanyi opera dan cool, serta Marry, gadis yang ceria, centil namun sombong.</p>
<p>“Baekhyun…” bisik Mr. Choi yang duduk di telinga kirinya.</p>
<p>“<em>Yes Sir</em>….”</p>
<p>“Kenapa kau berusaha mencari pemeran baru?” ucapnya lagi dengan bahasa korea yang patah-patah.</p>
<p>“cast sebelumnya tidak cocok….” Jawab Baekhyun singkat. Dia malasc menjelaskan panjang lebar tentang kedua aktornya yang bermasalah.</p>
<p>“Next!!” baekhyun mengalihkan perhatian.</p>
<p>Setelahnya, Jin Ki memasuki ruangan. Baekhyun sedikit tersenyum. “Aku menaruh harapan besar padamu, Jin Ki….”</p>
<p>Jin ki membungkukkan badan, setelahnya menatap para juri. Tubuhnya gemetaran. Ia merasa ia tak punya bakat di bidang acting. Dan Baekhyun memaksanya mengikuti casting ini.</p>
<p>“dasar Baekhyun….” Umpat Jin Ki dalam hati.</p>
<p><strong>Krystal</strong></p>
<p>“Oh…. Aaron….” Krystal melambaikan tangan penuh semangat ketika melihat Aaron berjalan tak jauh dari tempatnya berdiri.</p>
<p>Aaron menggerakkan kepalanya, mencari asal suara. Saat pandangan matanya terhenti pada Krystal, ia tersenyum, lalu balas melambaikan tangan pada Krystal dan berjalan menghampirinya.</p>
<p>“hai….”</p>
<p>“yang ada di tanganmu itu poster untuk teater musical 5 hari yang akan datang ya?” Krystal mengambilnya dari tangan Aaron. “wah…. Bagus…. Mewah sekali…. Dengan background hitam dan tulisan yang berwarna keemasan…. Sangat cocok dengan judulnya…. Trouble Maker in Palace….”</p>
<p>“Yah…. Begitulah….” Aaron mendengus. “tapi aku harus membuat ulang poster ini….”</p>
<p>Krystal mengernyit. “Why?”</p>
<p>Aaron mengangkat bahu. “tanya saja Baekhyun….” Iapun mengambil berkas-berkasnya yang ada di tangan Baekhyun.</p>
<p>“kenapa harus tanya padanya?”</p>
<p>Aaron tersenyum, lalu mengacak rambut Krystal, membuat jantung Krystal berdebar kencang. Ya. Dia menyukai Aaron.</p>
<p>“jangan berpura-pura bodoh….”</p>
<p>Krystal tersentak kaget.</p>
<p>“Kau menyukai Baekhyun kan?”</p>
<p>“Eh?”</p>
<p>Aaron melihat jam tangannya. “sudah ya…. Aku ada urusan… bye….”</p>
<p>Krystal masih berdiri terpaku. Kemudian, ia mengacak rambutnya sendiri denga geram.</p>
<p>“yang kucintai itu engkau, bukan Baekhyun!! Dasar bodoh!!” umpatnya dalam hati.</p>
<p><strong>Alice</strong></p>
<p>Dengan penuh keraguan, ia menggeret koper hitamnya dengan memasuki pintu asrama. Tak ada siapapun di asrama putri SMA Seoul saat itu, hingga suasananya pun menjadi sangat sepi.</p>
<p>Saat itu, yang terdengar hanya suara decit roda kopernya yang bergesekan dengan lantai keramik asramanya.</p>
<p><em>“pokoknya…. Kau harus tinggal di asrama untuk melatih kemandirianmu…. Kau ini sudah terlalu sering dimanjakan hingga bebasmu melewati batas!!”</em></p>
<p>“Dasar Ayah!!” ucapnya saat telinganya kembali terngiang ucapan-ucapan Ayahnya.</p>
<p>Tangan kanannya memegang kunci kamarnya. Ia kembali meliha angka yang ada di gantungan kuncinya. “kamar 430….”</p>
<p>Ia menaiki tangga yang terbuat dari kayu itu pelan-pelan. Sampai di lantai 9, ia bergegas mencari pintu kamar yang bertuliskan nomor kamarnya.</p>
<p>“427….. 428…. 429….”</p>
<p>Langkahnya terhenti pada sebuah pintu kamar yang terbuat dari kayu dan terlihat baru saja di pernish.</p>
<p>“430….”</p>
<p>Saat tangannya bergerak untuk membuka pintu, ia terkejut saat pintu itu terbuka dari dalam. Ia mengangkat wajahnya untuk melihat seseorang yang telah membuka pintu.</p>
<p>Ia menelan ludah. “Bora?”</p>
<p><strong>Bora</strong></p>
<p>Ia tersenyum sinis saat melihat kedatangan Alice. Tangan kanannya memegang bibir pintu, lalu berdiri dengan bertumpu satu kaki.</p>
<p>“oh…. Putri mahkota….” Desis Bora pelan. “Putri mahkota nan manja, kenapa harus tinggal di Asrama ini?”</p>
<p>“A…. aku….”</p>
<p>“Ah…. Setelah berhasil menguasai sekolah, kau juga mau menguasai asrama? Tsk…. Serakah….”</p>
<p>“Bukan begitu….”</p>
<p>Bora masih tersenyum sinis. Setelahnya, handphone di saku belakang celana Jeans-nya berdering. Ia segera mengambilnya dan menutup pintu dengan keras, hampir mengenai ujung hidung Alice.</p>
<p>“Hallo….”</p>
<p>“Bora?” suara di ujung sana terdengar sangat terburu-buru.</p>
<p>“Apa Baekhyun?” ia menduduki kasurnya lalu menyilangkan kakinya dengan anggun.</p>
<p>“Kalau kau ingin tetap bertahan di teater musical kita…. Datanglah ke casting ulang hari ini…. Cepat!!”</p>
<p>“Hah? Casting ulang?” Bora mendengus kesal. “padahal aku suka sekali memakai tank top dan hot pants….”</p>
<p>“sudahlah!! Jangan banyak omong!!”</p>
<p>PIP!!</p>
<p>Sambungan telepon terputus.</p>
<p>Bora menghela nafas. “pasti karena Soohyun…. Ck…. Dari dulu, tak pernah bisa menjaga profesionalitas…. Untung sudah kuputuskan….”</p>
<p>Ia pun berjalan menghampiri meja rias. Merapikan kaus belang biru putihnya yang berlengan ¾, lalu menguncir rambutnya dan memiringkan poninya. Hanya seperti itu.</p>
<p>Iapun berjalan menghampiri pintu dan membukanya.</p>
<p>“Kau masih disini?” bora kembali tersenyum sinis saat melihat Alice masih berdiri di depan pintu.</p>
<p>“Aku tidur dimana?” tanya Alice tanpa menghiraukan ucapan Bora.</p>
<p>“terserah…. Mau tidur di kasur kanan boleh, kasur kiri boleh…. Tidur di lantai juga boleh….” Bora menutup pintu dan pergi.</p>
<p>“M-Mau kemana?”</p>
<p>Bora menoleh dan menatap Alice sambil tersenyum. “bukan urusanmu….”</p>
<p><strong>Kwon Yuri</strong></p>
<p>Ia membaca pengumuman yang terpampang di dinding ruang teater.</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Pemeran Utama</span></strong></p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Lee Jin Ki as John </span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Kim Bora as Marry</span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Na Eun as Bella (Marry’s sister)</span></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Untuk yang bersedia menjadi pemeran figuran (pelayan bar, cewek yang di tabrak John ketika berlari, dll), harap ambil formulir di bawah ini. Terimakasih.</span></strong></p>
<p>Dengan mempertaruhkan seluruh harga diri, Yuri mengambil formulir sebagai pemain figuran di bawah papan pengumuman itu.</p>
<p>“Lebih baik ikut daripada tidak….”</p>
<p>Saat tangannya bergerak untuk menggoreskan namanya di formulir itu, seseorang menepuk pundaknya.</p>
<p>“Hei…. Kwon Yuri?”</p>
<p>Yuri menoleh. Baekhyun. Pipinya langsung memerah. Dia menyukai Baekhyun.</p>
<p>“Kenapa kau mengisi formulir sebagai figuran? Kau bisa jadi cadangan Bora kalau kau mau….”</p>
<p>“aku ‘kan, inginnya jadi Bella. Di formulirpun aku memilih Bella, saat casting, aku juga menjalankan peran Bella…. Apa aku pantas jadi pemeran utama, Marry?”</p>
<p>“tentu saja cocok….” Baekhyun tersenyum. “Wajah-wajah judes yang ada di wajahmu itu membuatmu sangat cocok menjadi Marry yang sombong….”</p>
<p>Ribuan umpatan langsung menyesaki batin Yuri. Namun dengan baik, ia berhasil menutupi kekesalannya dengan senyum manisnya. “tapi aku tidak yakin….”</p>
<p>“Yah…. Bagaimana ya? Alice sudah menjadi cadangan Bella…. Yang kubutuhkan sekarang adalah cadangan Marry…. Cuma kau yang bisa…. Untuk jaga-jaga kalau terjadi sesuatu pada Bora….”</p>
<p>“ehm…. Bagaimana ya?”</p>
<p>“Ayolah…..” kedua tangan Baekhyun menggenggam erat tangan kanan Yuri dan mengayun-ayunkannya. “Kumohon….” Baekhyun memasang wajah innocent.</p>
<p>Yuri tertawa kecil, lalu menggeleng pelan, heran pada sifat Baekhyun. Bagaimana mungkin dia mencintai Baekhyun? Pikirnya.</p>
<p>“Iya deh…..”</p>
<p><strong>Lee Jin Ki</strong></p>
<p>Ia masih tak percaya akan apa yang ia baca di papan pengumuman ruang teater. Diterima? Bermain di drama biasa saja tidak pernah, kenapa dia bisa jadi pemeran utama?</p>
<p>Seumur hidup, baru sekali ia menjejakkan kaki di ruang teater untuk casting.</p>
<p>“Baekhyun….” Jinki menarik-narik lengan jaket sahabatnya itu. “Serius?”</p>
<p>Baekhyun mengangguk. “dua rius malah….”</p>
<p>“Kenapa kau pilih aku? Aku belum siap…. Lagipula, aku tidak berpengalaman di dunia acting….”</p>
<p>“yang memilihmu itu bukan aku, tapi semua juri casting….” Baekhyun mendengus kesal mengatasi keluguan sahabatnya. “yang penting latihan terus-menerus…. Ok? Time is Money….”baekhyun menepuk-nepuk pelan pundak Jinki, lalu pergi begitu saja meninggalkan Jinki yang masih tak percaya akan apa yang ia alami hari itu.</p>
<p><em>“I know you’ll be a super star….<br />
So don’t you worry where you are and….<br />
sorichyeo neoui ireumeul….<br />
We all know and love….”</em></p>
<p>Jinki menoleh ke belakang, berasalnya suara indah itu terdengar. Bora.</p>
<p>Gadis itu tersenyum lebar pada Jinki, lalu berjalan menghampirinya. Iapun memberikan tangannya, “selamat ya…. Kau diterima untuk bermain di drama ini….”</p>
<p>Jinki menjabat tangannya. “terima kasih….”</p>
<p>“Aku sudah mengira kau akan di terima….” Bora melepas jabatan tangannya.</p>
<p>Jinki mengernyit. “sudah mengira? Maksudmu?”</p>
<p>“iya…. Kau itu jauh lebih baik daripada Soohyun…. Beda jauh….” Bora kembali tersenyum. “kita akan bekerja sama…. Semangat….”</p>
<p>Iapun berjalan menjauhi Jinki.</p>
<p>Sudah dua orang yang datang dan pergi meninggalkan Jinki yang tengah kebingungan.</p>
<p align="center">~***~</p>
<p><em>@ night….</em></p>
<p><strong>Alice</strong></p>
<p>Setelah merapikan tempat tidurnya, iapun menduduki kasurnya dengan menggunakan babydoll bermotif boneka dan berwarna pink.</p>
<p>“Mulai hari ini… aku harus mengubah kebiasaanku dan sifatku yang masih kekanak-kanakan….”</p>
<p>Alice membuka buku catatannya yang dibelikan ayahnya dua hari yang lalu. Di halaman pertama, dituliskan seluruh sifat dan kebiasaan Alice.</p>
<p>“tidak boleh manja….” Alice mencoret tulisan ‘manja’ di halaman itu.</p>
<p>“tidak boleh merengek….”</p>
<p>“tidak boleh marah ketika keinginannya tidak dituruti….”</p>
<p>“harus berhenti berbelanja hal-hal yang tak penting….”</p>
<p>Kegiatan Alice mencort huruf demi huruf terhenti ketika membaca kata ‘shopping’.</p>
<p>“Shopping termasuk kegiatan buruk?” Alice terbelalak.</p>
<p>“Aduh!! Bagaimana ini??!! Na Eun!! Andai saja kau ada disini…. Pasti kau bisa memberikan solusi yang baik….”</p>
<p>Sesekali, Bora yang sudah terlelap jadi membuka matanya karena tingkah Alice yang terlalu heboh. Ia membalikkan badan dan menutupi telinganya dengan guling yang ia dekap.</p>
<p>“Sudahlah…. Aku bermain gitar saja….”</p>
<p>Alice menutup buku catatannya dan meletakkannya di meja kecil di antaa kasurnya an kasur Bora. Ia bergegas menghampiri gitar yang bersandar di dinding.</p>
<p>“ehm….” Ia berdehem.</p>
<p><em>“</em><em>gajima gajima</em><em> nal jiwobeorigetdan geojitmal<br />
dasin</em><em> hajima geureon mareun hajima<br />
geojitmal da geojitmal geureon maeumedo eomneun mallo<br />
nal japjima</em><em> imi neon</em><em> neujeotjanha<br />
jeongmal uriga idaero heeojindaneun ge geobina eum geobina<br />
naneun uriga idaero mannandaneun ge deo geobina….”</em></p>
<p>“Heh!!!”</p>
<p>Bantal pink melayang sempurna ke kepala Alice. Alice mengelus pelan kepalanya sambil mengernyit.</p>
<p>“sudah malam!! Malah bernyanyi!! Berisik!!” bora kembali berteriak. “kau tidak tahu kalau kau itu mengganggu? Kau juga mengganggu kamar lain!!”</p>
<p>“Habis…. Aku tidak bisa tidur….”</p>
<p>“Jelas saja tidak bisa!! Kau tidak berusaha untuk berbaring dan memejamkan mata!! Bagaimana kau bisa tidur??!! Sudah, cepat tidur sana!! Jam 9 malam lampu kamar harus dimatikan!! Kalau tidak, kita bisa dimarahi!!”</p>
<p>“i…. iya….”</p>
<p>“Huh!! Dasar!!” Bora kembali membaringkan tubuhnya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan elimut tebal bermotif hello kitty. Sementara Alice, sebelum berbaring, ia berjalan menghampiri sakelar lampu dan mematikan lampu kamar.</p>
<p><strong>Baekhyun</strong></p>
<p>Ia memandangi foto Alice di meja belajarnya setelah selesai menyusun naskah berikutnya untuk drama di sekolahnya. Ia menghela nafas.</p>
<p>“kita tak mungkin bersatu ya? Kau kan, kaya…. Sedangkan aku? Anak dari sutradara yang pernah melakukan dosa….”</p>
<p>Baekhyun merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil menatap langit-langit kamar. Lampu neon putih yang remang-remang menyinari kamarnya yang kecil.</p>
<p>Sekali lagi, ia menghela nafas. Terlintas sekilas masa kecilnya bersama Alice saat di TK, saat di SD.</p>
<p>“Masa Indah….” Desis baekhyun sambil tersenyum.</p>
<p>Lama-kelamaan, matanya lelah, dan lambat laun ia terlelap dalam tidurnya, dibawah bayangan Alice.</p>
<p><strong>Krystal</strong></p>
<p>“Apa ini??!!” ayahnya berjalan cepat menuju dapur.</p>
<p>Ibu Krystal menoleh. Ia Nampak terkejut ketika suaminya berhasil menemukan bon-nya yang ia sembunyikan di bawah lemari bajunya, namun ia berhasil menutupinya dengan senyum kecil. “hutangku saat berbelanja baju kemarin. Kenapa?”</p>
<p>“Hutang??” wajah Ayah Krystal memerah. “santai sekali kau berhutang!! Biaya anak untuk sekolah saja belum lunas, berani sekali kau berhutang tanpa sepengetahuanku??!!”</p>
<p>“makanya…. Kerja yang benar!! Jangan hanya bermain wanita yang kau bisa!!” ibunya mengalihkan pembicaraan dengan berbalik menyalahkan. “Kau pikir aku mau seperti ini??!!”</p>
<p>“Makanya…. Tinggalkan pekerjaan yang memaksamu untuk berdandan mewah!! Berhenti menjadi public figure yang selalu diutamakan penampilannya!!”</p>
<p>BRAKK!!!</p>
<p>Dengan wajah kesal, Krystal membuka pintu dapur dengan kasar, lalu menatap kedua orang tuanya satu-persatu.</p>
<p>“Krystal….”</p>
<p>“Sssttt….” Krystal menempelkan jari telunjuknya ke bibir. “Jangan berisik…. Sudah malam….”</p>
<p>“Eh…. Tapi….”</p>
<p>“Cepat tidur sana!!!” kali ini Krystal yang membentak, layaknya seorang ibu yang memarahi anaknya. “jika sampa kalian tidur malam, aku akan kabur dari rumah ini dan memutuskan untuk jadi gelandangan!!”</p>
<p>BRAKKK!!!</p>
<p>Krystal menutup pintu dapur dengan kasar.</p>
<p>“Ini semua gara-gara kau!!” bentak Ayah Krystal ke ibu Krystal.</p>
<p>“bukan!! Ini karena didikanmu yang….”</p>
<p>“DIAMMM!!!” jerit Krystal, membuat kedua orang tuanya memutuskan untuk bungkam.</p>
<p><strong>Aaron</strong></p>
<p>Di antara tumpukan baju yang berserakan di atas kasurnya, ia tak berhasil menemukan jarum suntik obat terlarangnya itu. Berkali-kali ia mengobrak-abriknya, ia tetap tak menemukannya.</p>
<p>Aaron menggaruk kasar kepalanya. Disudut ruangan, ia melihat ada sebuah gitar yang bersandar di dinding. Ia segera meraihnya dan berjalan keluar rumah.</p>
<p>“Aku harus mendapatkan uang untuk membelinya…. Harus….” Gumamnya.</p>
<p>Di tengah jalan, ia berpapasan dengan Ayahnya yang tinggal berpisah dengannya. “Aaron….”</p>
<p>Ayahnya menggenggam tangan Aaron. Aaron menatap lelaki itu tajam, lalu melepaskan genggamannya.</p>
<p>“aaron…. Ini ayah nak….”</p>
<p>“bukan. Aku tak punya Ayah….”</p>
<p><strong>Jinki</strong></p>
<p>Ia tak bisa tidur dengan nyenyak untuk malam ini. Di tangannya terdapat naskah drama yang akan ditampilkan 5 hari lagi.</p>
<p>“Aku tidak boleh membuat sekolah malu…. Setidaknya…. Aku tidak boleh mempermalukan diriku sendiri….”</p>
<p>Ia menghafalkan lagu <em>my love </em>dari <em>westlife, beautiful girl </em>dari <em>Josh Mari chan</em>, dan lagu lama lainnya yang cocok untuk ia bawakan.</p>
<p>“Dasar Baekhyun!! Menyusahkan orang saja!!”</p>
<p>Sehari ini, sudah lebih dari 27 kali ia mengumpat seperti itu, membuat Baekhyun terbangun sesekali karena telinganya terasa gatal.</p>
<p align="center">~***~</p>
<p align="center"><strong>makasih untuk para sasphire yang udah dukung aku ^^ apalagi yang udah nyari aku di google #di google aku terkenal loh <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> #<br />
keyword-nya, kebanyakan :<br />
</strong></p>
<ol>
<li style="text-align:center;"><strong>baekhyun sasphire<br />
</strong></li>
<li style="text-align:center;"><strong>Exo in love</strong></li>
<li style="text-align:center;"><strong>Inveartible</strong></li>
<li style="text-align:center;"><strong>baekyoung story</strong></li>
<li style="text-align:center;"><strong>author sasphire</strong></li>
<li style="text-align:center;"><strong>sasphire ff</strong></li>
</ol>
<p style="text-align:center;"><strong>itu bikin aku semangat banget T_T makasih semua&#8230; love u all ^^</strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong>Chaptered ::<br />
<a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/07/29/love-is-the-greatest-flower-part-6/" target="_blank">Love Is the Greatest Flower (6)</a><br />
<a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/07/28/inveartible-05-ren-bad-girl/" target="_blank">Inveartible (5)</a><br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/07/20/baekyoung-story-my-action-for-get-you/" target="_blank">Baekyoung Story (3)</a><a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/07/16/love-is-the-greatest-flower-part-4/" target="_blank"><br />
</a><a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/07/19/time-after-time-chap-2/" target="_blank">Time After Time (2)</a><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Teaser FF chaptered<br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/05/04/prolog-top-girl/" target="_blank">Top Girl</a> &#124; <a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/07/11/teaser-intro-war-for-majesty/" target="_blank">War Of Majesty</a> &#124; <a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/07/13/prolog-unpredictable-kiss/" target="_blank">Unpredictable Kiss</a><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>sementara yang oneshoot :<br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/08/not-love-her/" target="_blank">Not Love Her</a><br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/05/09/oneshoot-i-lost-my-mind/" target="_blank">I Lost My Mind</a><br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/12/ficlet-love-you-to-death/" target="_blank">Love You to Death</a><br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/19/baekyoung-couple-ring-ding-dong-ficlet/" target="_blank">Ring Ding Dong</a><br />
<a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/06/29/drabble-open-or-oven/" target="_blank">Open or oven?</a> (Comedy)<br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/05/10/oneshoot-coach-nana/" target="_blank">Coach Nana</a> &#38; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/05/12/final-destination-sequel-of-coach-nana/" target="_blank">Sequel</a><br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/15/note-ff-love-letter/" target="_blank">Love Letter</a><br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/07/07/baekyoung-couple-boyfriend-in-my-dream/" target="_blank">Boyfriend In My Dream</a></strong><br />
<a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/07/21/baekyoung-couple-you-and-i-ficlet/" target="_blank"><strong>You And I</strong></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong><br />
EXO in Love Series</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/20/exo-in-love-baekhyun-what-is-love/" target="_blank">BaekHyun</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/21/exo-in-love-sehun-chicken-soup/" target="_blank">Sehun</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/22/exo-in-love-chanyeol-shes-my-right-hand/" target="_blank">ChanYeol</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/23/exo-in-love-suho-save-you/" target="_blank">Suho</a> &#124; <a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/05/24/exo-in-love-kai-sapphire-blue/" target="_blank">Kai</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/27/exo-in-love-d-o-if-me/" target="_blank">D.O</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/28/exo-in-love-luhan-cinderella-man/" target="_blank">Luhan</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/30/exo-in-love-xiumin-be-the-man/" target="_blank">Xiumin</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/exo-in-love-kris-just-one-love/" target="_blank">Kris</a> &#124; <a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/06/18/61217/" target="_blank">Chen</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/07/exo-in-love-lay-i-love-you-noona/" target="_blank">Lay</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/27/exo-in-love-tao-my-sweet-destiny/" target="_blank">Tao</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/28/exo-in-love-all-find-the-soul/" target="_blank">All Member</a></strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sixth Sense [Part 1]]]></title>
<link>http://ssiskha.wordpress.com/2012/08/01/sixth-sense-part-1/</link>
<pubDate>Wed, 01 Aug 2012 13:42:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>ssiskha</dc:creator>
<guid>http://ssiskha.wordpress.com/2012/08/01/sixth-sense-part-1/</guid>
<description><![CDATA[Title                 : Sixth Sense Author           : Siskha Sri Wulandari/@SiskhaSri/ssiskha.wp.co]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Title                 : Sixth Sense Author           : Siskha Sri Wulandari/@SiskhaSri/ssiskha.wp.co]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BaekYoung Story ::: My Action for Get You]]></title>
<link>http://ffindo.wordpress.com/2012/07/20/baekyoung-story-my-action-for-get-you/</link>
<pubDate>Fri, 20 Jul 2012 08:32:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sasphire</dc:creator>
<guid>http://ffindo.wordpress.com/2012/07/20/baekyoung-story-my-action-for-get-you/</guid>
<description><![CDATA[BaekYoung Story :: My Action for Get You Author : Sasphire Main cast : Byun Baek Hyun EXO, Han Mi Yo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img class="alignnone" src="http://sasphire.files.wordpress.com/2012/07/baek-young3.jpg?w=500&#038;h=700" alt="" width="500" height="700" /></p>
<p align="center"><strong><em>BaekYoung Story :: My Action for Get You<br />
</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>Author : Sasphire</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>Main cast : Byun Baek Hyun EXO, Han Mi Young (OC), Kim Jong In EXO<br />
Starring : TIffany SNSD, Siwon Super Junior<br />
</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>Ratting : Teen, General</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>Genre : Romance, <strong><em>School Life</em></strong><br />
</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>Length : Chaptered</em></strong></p>
<p align="center"><em><strong>Previous :</strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>[<a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/06/11/baekyoung-story-its-begin-by-blue-diary/" target="_blank">Part 1</a>]  [<a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/07/05/baekyoung-story-twinkle-twinkle/" target="_blank">Part 2</a>] [Part 3]</strong></em></p>
<p align="center"><strong><em>Contact : </em></strong><a href="http://www.facebook.com/pink.sasphire" target="_blank"><strong><em>FB</em></strong></a><strong><em> &#124; </em></strong><a href="https://twitter.com/#%21/pink_sasphire" target="_blank"><strong><em>Twitter</em></strong></a><strong><em> &#124; </em></strong><a href="http://www.showwallpaper.com/creator.php?memid=49586&#38;mode=wallpaper" target="_blank"><strong><em>Wallpaper Gallery</em></strong></a><em><strong> &#124; </strong></em><a href="http://sasphire.wordpress.com/" target="_blank"><em><strong>Blog</strong></em></a></p>
<p align="center"><em><strong>Enjoy it&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  maaf ya lama&#8230; plis baca sampe akhir, dan baca cuap2 author di akhir cerita&#8230; ok? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </strong></em></p>
<p align="center"><!--more--></p>
<p align="center">~*Baekhyun PoV*~</p>
<p>Tidakkah ia berubah pikiran bahwa aku orang baik? Seminggu ini, aku terus berusaha tampil baik di depannya. Menghentikan kebiasaanku yang menarik pajak pada setiap anak, tidak marah saat ada orang lain yang tak sengaja menjatuhkan makanannya ke jas mahalku, membantu guru-guru yang kesulitan mencari kacamatanya yang terjatuh atau mengangkatkan buku-buku tebal mereka, tidak menertawakan orang yang jatuh di depanku, dan menolongnya. Itu semua kulakukan hanya untuk membuat image-ku di depan Miyoung jadi berubah. Aku yakin ini berhasil.</p>
<p>Kalau tidak berhasil, mau tak mau aku harus melepaskan Ferrari-ku ke tangan Jong In. Ah, tapi, mana mungkin aku kalah?</p>
<p>Miyoung memang bukan tipe orang yang terbuka, mengakui terang-terangan tentang sikap seseorang. Ia selalu memilih untuk memendamnya dalam hati, supaya orang lain tidak tersinggung jika itu menyangkut kelemahan mereka, dan supaya orang lain tidak besar kepala jika itu menyangkut kelebihannya.</p>
<p>Miyoung memang tak pernah bilang padaku tentang kekagumannya pada sifatku. Tapi aku bisa lihat dari binar matanya yang seolah-olah berkata, “lelaki itu baik sekali….”</p>
<p>Aku tidak menduga. Aku benar-benar tahu.</p>
<p>“Hei…. Sudah hampir 2 minggu….” Ucap Chanyeol, begitu saja menerobos pintu kamarku, membuat lamunanku buyar.</p>
<p>“Apanya?” tanyaku acuh.</p>
<p>“tenggat waktu taruhan antara kau dan Jong In….”</p>
<p>“Oh….”</p>
<p>“Dan kau belum mendapatkannya….” Ia merebahkan tubuhnya di atas kasurku, di saat aku berjalan menghampiri kaca dinding apartemenku, dan melihat indahnya Seoul di waktu malam.</p>
<p>“Apa?” ucapku lagi. Aku sedang tidak punya mood untuk itu.</p>
<p>“Tsk….” Chanyeol berdecak. “Miyoung…. Han Miyoung…. Kau sudah lupa? Kau amnesia?”</p>
<p>“Aku masih ingat dengan jelas….”</p>
<p>“Lalu? Kenapa kau belum mendapatkannya?”</p>
<p>“Butuh proses….” Jawabku, lalu kulanjutkan, “kau pikir, Miyoung adalah gadis yang mudah di rayu begitu saja, layaknya gadis-gadis yang lain??”</p>
<p>“Ehm… ya…. Menurutku….”</p>
<p>“Menurutmu sulit, ‘kan? Menurut lelaki lain sulit juga ‘kan? Aku juga kesulitan, Chanyeol….” Desisku.</p>
<p>“Ah…. Iya… iya…. Maaf…. Aku tadi hanya ingin memberimu semangat supaya kau tidak kalah dalam taruhan ini….”</p>
<p>“Semangat apanya? Yang ada memperkeruh suasana…. Dasar….”</p>
<p>“Iya iya…. Maaf….”</p>
<p>Aku menoleh padanya, lalu menarik lengannya, dan mendorong ia keluar kamar. “Keluar…. Aku sedang tidak ingin diganggu….”</p>
<p>“Eh…. Tapi….”</p>
<p>“Sstt….”</p>
<p>Setelah ia berdiri di luar kamarku, aku langsung menutup pintu.</p>
<p>BLAM!!</p>
<p>Aku merebahkan tubuhku dan menatap langit-langit kamarku yang berwarna putih kebiru-biruan. Sedikit demi sedikit, rasa kantuk mulai menyerang. Ya. Tubuh dan pikiranku yang terus-terusan berbuat baik hanya demi Miyoung ini harus beristirahat.</p>
<p align="center">~*Jong In PoV*~</p>
<p>Sebenarnya aku tak tega menjadikan Miyoung sebagai bahan taruhan. Saat itu aku hanya terlalu emosi, dan akhirnya malah seperti ini.</p>
<p align="center">~*Flashback : on*~</p>
<p>“Kau hanya anak tiri ‘kan, di keluarga Suho?” ucapnya dengan senyum sinis. “tapi, oleh keluarga besar Kim, kau yang selalu dibanggakan…. Apa kau tak tahu bagaimana perasaan Suho dan ibunya? Kau dan ibumu selalu menguasai semua tentang keluarga Kim…. Kau itu jahat….” Desis Baekhyun.</p>
<p>“Tolong jangan bilang begitu….” Ucap Suho. “dia adik yang baik bagiku….”</p>
<p>“Adik yang baik?” Baekhyun mengernyit. “merebut perhatian seorang Ayah kandung itu baik?”</p>
<p>“Baekhyun….”</p>
<p>“Aku sama sekali tidak jahat….” Ucapku. “aku diperlakukan dengan baik karena aku memang lebih baik dari Suho….”</p>
<p>“Eh….”</p>
<p>“Jong In….”</p>
<p>“Lihat Suho….” Ucap Baekhyun, masih memasang senyum sinisnya. “adik yang kau anggap baik, ternyata menganggapmu lebih rendah darinya….”</p>
<p>Kakak tiriku itu hanya memejamkan mata, menunduk, lalu menggelengkan kepalanya pelan. “Tapi, dia….”</p>
<p>“Sudah tahu begini, kau masih membelanya?” ucapnya sambil mengernyit. “kalau aku jadi kau, mungkin dia sudah aku marahi dengan kata-kata kotor….”</p>
<p>“Kau bicara seperti itu seolah kau selalu benar!” bentakku. “Seolah kau selalu nomor satu!”</p>
<p>“Memang kenapa? Kau ingin protes padaku? Kau ingin marah padaku?”</p>
<p>“Tidak…. Aku hanya ingin membuat kau merasa malu….”</p>
<p>“Dengan cara apa? Akan kuturuti….” Ucap Baekhyun, lagi-lagi dengan senyumnya yang mengembang.</p>
<p>“Aku serius!!”</p>
<p>“Aku juga serius, dude….”</p>
<p>“Baiklah…. Dapatkan Miyoung….”</p>
<p>Ke-empat sahabatku saling bertatapan terkejut. Aku masih sibuk mengatur nafasku karena emosi yang meluap-luap.</p>
<p>“Miyoung?” Baekhyun mengerutkan dahi. Sepertinya, ia takut. “Han Miyoung?”</p>
<p>“Ya…. Kenapa?”</p>
<p>Baekhyun terdiam sesaat. Lalu berdiri tegap setelah dari tadi menyandarkan tubuhnya ke bagian depan mobilnya. Ia mengacungkan tangannya kedepanku. “Aku terima….”</p>
<p align="center">~*Flashback : Off*~</p>
<p>Demi menyegarkan pikiranku, aku berjalan keluar kamar untuk mengambil air es di lemari pendingin.</p>
<p>Aku melewati pantry, dan mendapati Suho berdiri di depan kompor gas dengan celemek kotak-kotak biru yang ia pakai.</p>
<p>“Eh…. Jongin….” Iya tersenyum padaku. “makan malam hari ini hanya telur mata sapi. Itu kesukaanmu ‘kan? Ayah akan pulang sekitar jam 12, ibumu juga akan pulang malam…. Jadi, kumasakkan makan malam untukmu….”</p>
<p>Aku menghampiri piring yang ada di meja makan. Telur yang terlalu matang.</p>
<p>“Maaf ya…. Aku tidak terlalu pintar memasak seperti ibumu, jadinya…. Ya…. Seperti itulah….”</p>
<p>Aku berjalan menghampirinya. “Jangan sok baik….”</p>
<p>“Apa?”</p>
<p>“Kau berbuat baik hanya untuk mendapatkan kasih sayang Ayah kembali padamu, iya kan?”</p>
<p>Ia hanya tersenyum kecil. “darimana kau tahu?” ucapnya santai.</p>
<p>Aku tersenyum sinis. “Yang seharusnya menikah dengan Ayah, itu ibuku, bukan ibumu….”</p>
<p>“Aku tahu….”</p>
<p>“Ayahku dan ibumu menikah bukan karena cinta, tapi karena dijodohkan. Kau bukan anak yang diharapkan Ayah….”</p>
<p>“Iya… aku tahu….” Ia masih tersenyum.</p>
<p>“Akulah anak yang diharapkan oleh Ayah, karena orang yang ia cintai adalah ibuku, bukan ibumu….”</p>
<p>“Yang itu….” Ucapnya masih tersenyum, namun dengan suara tertahan. “Aku tahu….”</p>
<p>“Harusnya kau tahu diri….”</p>
<p>“Iya….”</p>
<p>Aku berpaling dan meninggalkannya sendirian.</p>
<p>“Jongin….”</p>
<p>Aku menghentikan langkahku.</p>
<p>“Aku tahu kau membenciku, tapi, aku tetap ingin berterimakasih padamu.</p>
<p>Trimakasih?</p>
<p>“Didepan sahabatmu, kau masih mau menganggapku sahabat. Kau juga yang memperkenalkanku pada mereka. Kau mau bercanda, bersenda gurau bersama denganku, tertawa denganku di depna mereka. Itu sangat menyenangkan, yang tak pernah kita lakukan di rumah. Walau hanya di sekolah…. Tapi itu sudah membuatku senang….”</p>
<p>Aku menelan ludah. Kenapa dia selalu berkata baik padaku? Aku membencinya, namun dia selalu menyayangiku, benar-benar menganggapku sebagai adik.</p>
<p>“Hentikan omong kosongmu itu….”</p>
<p align="center">~*Normal PoV*~</p>
<p>Esoknya….</p>
<p>“Ada yang bisa kubantu?” ucap Baekhyun saat melihat Miyoung mengepel toilet pria saat jam pelajaran pertama.</p>
<p>“Eh?”</p>
<p>Miyoung langsung berdiri dan menatap Baekhyun. “Tidak usah…. Aku yang salah karena datang terlambat. Jadi, aku melakukannya….”</p>
<p>“Aku juga terlambat kok….”</p>
<p>“Hah?”</p>
<p>“Iya…. Terlambat untuk mengenalmu lebih jauh….” Ucap Baekhyun sambil tersenyum nakal.</p>
<p>Pipi Miyoung memerah. “Dasar….”</p>
<p>“Tidak tidak… aku serius…. Aku benar-benar terlambat hari ini….”</p>
<p>“Begitukah?” Miyoung mengernyit. “Kenapa?”</p>
<p>“Ehm…. Kenapa ya? Sampai malam, aku tidak bisa tidur…. Aku tidur jam 3, bangun jam 7….”</p>
<p>“Benarkah?”</p>
<p>Baekhyun mengangguk, lalu tersenyum. Ia pun mengambil kain pel yang ada di tangan Miyoung, lalu menyingsingkan kedua lengan bajunya.</p>
<p>“Eh….”</p>
<p>“Aku saja….”</p>
<p>“Aku bagaimana?”</p>
<p>Baekhyun tersenyum. “kau tunggu saja disini sambil melihatku mengepel….”</p>
<p>“tapi aku takut dimarahi….”</p>
<p>“Wae?”</p>
<p>“Kau ‘kan, anak pemilik sekolah ini. Bagaimana jika mereka mengira aku yang menyuruhmu?”</p>
<p>“Tak akan, gadis manis….”</p>
<p align="center">~***~</p>
<p>Jam istirahat….</p>
<p>“Perhatikan baik-baik….” Ucap Baekhyun pada teman-temannya, saat akan mendekati Miyoung dikantin.</p>
<p>“Woo….” Ucap mereka dengan bibir mengerucut.</p>
<p>Baekhyun pun melangkahkan kaki ke arah Miyoung. “Hello cantik….”</p>
<p>Miyoung hanya tersenyum.</p>
<p>“Kau tidak makan siang?” akhirnya Miyoung memecahkan keheningan yang terjadi di antara mereka beberapa saat lalu.</p>
<p>“Tidak….” Ucap Baekhyun.</p>
<p>“Kau tidak lapar?”</p>
<p>“tadi lapar sih….” Ucapnya lagi. “tapi, setelah melihat wajahmu, aku jadi merasa kenyang….”</p>
<p>Miyoung langsung mendorong pipi Baekhyun sambil menahan malu. “Kau ini, dari tadi bicara yang aneh saja….”</p>
<p>“Lho? Benarkah?” ucap Baekhyun lagi, semakin percaya diri. Aku tak akan kehilangan Ferrari-ku, gumamnya. “tapi, sejak bertmu denganmu, aku selalu seperti ini…. Selalu aneh….”</p>
<p>“baiklah…. Aku pergi saja….”</p>
<p>“Eh….” Baekhyun menggenggam lengan Miyoung yang hendak berdiri menghindarinya.</p>
<p>“Wae? Aku tidak ingin kau semakin aneh lagi….” Ucap Miyoung sambil tertawa kecil.</p>
<p>“Ehm…. Tapi, aku inginnya…. Kau selalu ada di sampingku….”</p>
<p>“Apa?”</p>
<p>“Ehm…. Nanti malam…. Di pesta ulang tahunku…. Kau mau datang kan?” ucap Baekhyun. Iapun mengeluarkan undangan berwarna biru keputih-putihan dari saku dalam jasnya, lalu memberikannya pada Miyoung.</p>
<p>Miyoung tersenyum simpul. “Baiklah….”</p>
<p align="center">~***~</p>
<p>“Eksekusinya…. Malam ini….” Ucap Baekhyun ke Jongin sambil menyeringai. “Sudah kau siapkan, motor blackbird-mu?”</p>
<p>“Ya….”</p>
<p>Setelahnya, mereka berdua melihat Miyoung menjejakkan kaki ke teras rumah Baekhyun sambil memberikan undangan pada penjaga pintu (?). iya pun melenggang santai memasuki rumah Baekhyun.</p>
<p>“Dia cantik sekali….”</p>
<p>Baekhyun menghampiri Miyoung, lalu menggenggam tangannya. “Kita ke taman dulu….”</p>
<p>“Buat apa?” ucap Miyoung.</p>
<p>Baekhyun hanya tersenyum, lalu menarik tangan Mi Young. “Ikut saja….”</p>
<p align="center">~***~</p>
<p>Bukan Baekhyun kalau tidak licik. Di taman belakangnya, ia beri kamera tersembunyi, yang ia hubungkan di aula rumah orang tuanya, tempat diadakannya pesta ulang tahunnya.</p>
<p>“Miyoung….” Panggil Baekhyun saat Miyoung duduk di kursi taman yang di sekelilingnya telah ditata rapi lilin berbentuk hati.</p>
<p>“Ya?”</p>
<p>“Kau tahu tidak…. Apa maksud dari semua ini?”</p>
<p>Dengan polosnya, Miyoung menggeleng. “tidak. Memang ini buat apa?”</p>
<p>“Untuk…. Menjadikanmu sebagai pasangan hidupku….”</p>
<p>Miyoung membelalakkan matanya. “Apa kau bilang?”</p>
<p>Dengan senyum manis, Baekhyun duduk di depannya, menggenggam tangan Miyoung. “Kau yang sudah membuatku gila…. Aku jadi seperti orang asing…. Awalnya, aku kira, ini karena aku membencimu…. Ternyata…. Karena aku mencintaimu….”</p>
<p>Miyoung tersipu.</p>
<p>“Karena itu…. Aku ingin…. Kau menjadi kekasihku….”</p>
<p>Baekhyun mengeluarkan sebuah kertas yang berisi puisi di dalamnya, dan memberikannya pada Miyoung.</p>
<p>“Apa ini?”</p>
<p>“Baca saja….”</p>
<p>Miyoung membuka lipatan kertasnya, lalu membacanya.</p>
<p>“Maaf ya…. Aku tidak bisa membaca puisi dengan baik. Tapi kalau soal mengarang…. Aku ahlinya….”</p>
<p>“Tak apa….” Ucap Miyoung. Senyumnya makin melebar ketika membaca bait demi bait yang tertulis di atas kertas pink itu. “Aku suka puisimu….” Ucapnya lagi.</p>
<p>“Jadi…. Bagaimana?” ucap Baekhyun. “Kau mau, jadi kekasihku?”</p>
<p>“Ya…. Aku mau….”</p>
<p>Baekhyun tersenyum penuh arti. Iapun berdiri, lalu menatap ke arah kamera. “Lihat ‘kan? Kalian semua lihat?”</p>
<p>Miyoung mengernyit. Ia melihat ke arah yang sama. “Kamera?” gumamnya. “Jangan-jangan….”</p>
<p>“Miyoung….” Baekhyun kembali menatap Miyoung. “Sekarang, aku berhasil membuktikan ke semua orang. Kau itu tidak beda dengan gadis yang lain. Kau itu sama saja dengan mereka. Mudah sekali terkena rayuan oleh lelaki tampan….”</p>
<p>Miyoung berdiri. “Apa maksudmu?”</p>
<p>Dengan sinis, Baekhyun berkata, “Aku hanya ingin mengerjaimu, sekaligus membuktikan pada orang lain. Mendapatkanmu sangat mudah bagi seorang Baekhyun….”</p>
<p>Miyoung tak kuasa menahan air mata. Iapun berlari menjauhinya. Menjauhi Baekhyun yang masih dengan angkuhnya tersenyum sinis.</p>
<p>Tak lama kemudian, teman-temannya menghampiri Baekhyun.</p>
<p>“Good job, Bro….” ucap Chanyeol sambil menepuk-nepuk pundak Baekhyun. Setelahnya, mereka menatap Jongin.</p>
<p>“Aku ‘kan hanya minta kau mendapatkan Miyoung, bukan mempermalukannya,” desis Jongin, lalu menggenggamkan kunci motornya ke tangan Baekhyun.</p>
<p>Baekhyun tersenyum penuh kemenangan. “Bukan Baekhyun kalau tidak mengambil keuntungan yang ada dalam sebuah kesempatan….”</p>
<p>Jongin mengacuhkannya, lalu berlari mengejar Miyoung.</p>
<p>Setelahnya, rasa bersalah di hati Baekhyun sedikit muncul.</p>
<p align="center">~***~</p>
<p align="center"><em><strong>Porsi cerita untuk Baekyoung story emang 6-8 halaman Ms. Word, jadi adil. n plis bedain, Fanfic antara <span style="color:#ff0000;">Baekyoung Story</span> dan <span style="color:#ff00ff;">Baekyoung Couple. <span style="color:#000000;">Baekyoung Story itu yang chaptered, dan Baekyoung Couple itu cerita Oneshoot</span></span></strong></em></p>
<p align="center"><em><strong>Kalo porsi cerita Time After Time itu gak nentu. kalo aku ngerasa cukup, ya udah cukup. hehe ._.v<br />
gak hanya itu sih&#8230; semuanya juga gitu&#8230;. maaf ya&#8230; yang aku perlakukan dengan adil cuma Baekyoung Story *apaini*</strong></em></p>
<p align="center"><em><strong>Pemberitahuan lain. ttg Litgf, itu, banyak yang penasaran ya? ok&#8230; garis besarnya&#8230;.<br />
JoonMi (Joonmyun-Miyoung) duet. abis gitu Joon-Jin (XD) berantem. abis gitu Joon disuruh pergi ke Paris. Joon g mw. akhirnya mau karena dipaksa. Abis gitu, Joon ngasih surat ke Miyoung. pas itu Miyoung g ada di rumah, dititipin ke Minho. nah&#8230;. Minho menyembunyikan surat itu karena cemburu. akhirnya Miyoung tw, trus marah2 sambil nangis.<br />
4 years later&#8230;..<br />
udah sampe itu dulu. gak jadi penasaran &#8216;kan, kalo aku kasih tahu panjang lebar?</strong></em></p>
<p align="center"><em><strong><br />
trus, untuk Inveartible, di part 9 akan berakhir (mungkin). bakal ada sequel yg judulnya White Wolf. fokus ceritanya di Extearmined, tapi tetep fokus ke Inveartible-nya. g usah khawatir<br />
trus&#8230;. apalagi ya? udah deh&#8230; itu aja dulu&#8230;</strong></em></p>
<p>oiya&#8230;. aku bakal buat Oneshoot series untuk SNSD. EXO kan udah, ganti SNSD, yyeeaayy <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
just wait ^^</p>
<p align="center"><em><strong>don&#8217;t forget to RCL</strong></em></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong>Chaptered ::<br />
<a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/07/12/inveartible-04-lee-jeong-min-playboy/" target="_blank">Inveartible (4)</a><br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/07/16/love-is-the-greatest-flower-part-4/" target="_blank">Love is the Greatest Flower (4)<br />
</a><a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/07/19/time-after-time-chap-2/" target="_blank">Time After Time (2)</a><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Teaser FF chaptered<br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/05/04/prolog-top-girl/" target="_blank">Top Girl</a> &#124; <a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/07/11/teaser-intro-war-for-majesty/" target="_blank">War Of Majesty</a> &#124; <a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/07/13/prolog-unpredictable-kiss/" target="_blank">Unpredictable Kiss</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/07/15/teaser-fabolous-five/" target="_blank">Fabolous Five</a><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>sementara yang oneshoot :<br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/08/not-love-her/" target="_blank">Not Love Her</a><br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/05/09/oneshoot-i-lost-my-mind/" target="_blank">I Lost My Mind</a><br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/12/ficlet-love-you-to-death/" target="_blank">Love You to Death</a><br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/19/baekyoung-couple-ring-ding-dong-ficlet/" target="_blank">Ring Ding Dong</a><br />
<a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/06/29/drabble-open-or-oven/" target="_blank">Open or oven?</a> (Comedy)<br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/05/10/oneshoot-coach-nana/" target="_blank">Coach Nana</a> &#38; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/05/12/final-destination-sequel-of-coach-nana/" target="_blank">Sequel</a><br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/15/note-ff-love-letter/" target="_blank">Love Letter</a><br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/07/07/baekyoung-couple-boyfriend-in-my-dream/" target="_blank">Boyfriend In My Dream</a></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><br />
EXO in Love Series</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/20/exo-in-love-baekhyun-what-is-love/" target="_blank">BaekHyun</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/21/exo-in-love-sehun-chicken-soup/" target="_blank">Sehun</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/22/exo-in-love-chanyeol-shes-my-right-hand/" target="_blank">ChanYeol</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/23/exo-in-love-suho-save-you/" target="_blank">Suho</a> &#124; <a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/05/24/exo-in-love-kai-sapphire-blue/" target="_blank">Kai</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/27/exo-in-love-d-o-if-me/" target="_blank">D.O</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/28/exo-in-love-luhan-cinderella-man/" target="_blank">Luhan</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/30/exo-in-love-xiumin-be-the-man/" target="_blank">Xiumin</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/exo-in-love-kris-just-one-love/" target="_blank">Kris</a> &#124; <a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/06/18/61217/" target="_blank">Chen</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/07/exo-in-love-lay-i-love-you-noona/" target="_blank">Lay</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/27/exo-in-love-tao-my-sweet-destiny/" target="_blank">Tao</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/28/exo-in-love-all-find-the-soul/" target="_blank">All Member</a></strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[(teaser) fabolous Five]]></title>
<link>http://ffindo.wordpress.com/2012/07/15/teaser-fabolous-five/</link>
<pubDate>Sun, 15 Jul 2012 14:53:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sasphire</dc:creator>
<guid>http://ffindo.wordpress.com/2012/07/15/teaser-fabolous-five/</guid>
<description><![CDATA[Fabolous Five Author : Sasphire Author : Sasphire Main cast : fab-5 [universal gender] : Krystal Jun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><img class="alignnone" src="http://sasphire.files.wordpress.com/2012/07/fab-5.jpg?w=500&#038;h=700" alt="" width="500" height="700" /></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><em>Fabolous Five<br />
</em></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><em>Author : Sasphire</em></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><em>Author : Sasphire</em></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><em>Main cast :<br />
<span style="color:#ff6600;">fab-5 [universal gender]</span> : <span style="color:#ff0000;">Krystal Jung [f(x)]</span>, <span style="color:#ff00ff;">Alice Song [Hello Venus]</span>, <span style="color:#008000;">Byun Baekhyun [EXO-K]</span>, <span style="color:#00ccff;">Aaron [Nu'est]</span>, <span style="color:#333399;">Lee Jinki [Shinee]</span></em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#000000;">Other Main Cast : </span></strong><br />
<strong> <span style="color:#3366ff;">fab-5 [male]</span> : <em><span style="color:#008000;">Byun Baekhyun [EXO-K]</span>, <span style="color:#00ccff;">Aaron [Nu'est]</span>, <span style="color:#333399;">Lee Jinki [Shinee]</span></em>, <span style="color:#ff9900;">Kim Soo Hyun [Actor]</span>, <span style="color:#cc99ff;">Park Sanghyun/thunder [MBLAQ]<br />
</span></strong><br />
<strong> <span style="color:#ff99cc;">fab-5 [female]</span> : <em><span style="color:#ff0000;">Krystal Jung [f(x)]</span>, <span style="color:#ff00ff;">Alice Song [Hello Venus]</span>,</em> <span style="color:#993366;">Kwon Yuri [SNSD]</span>, <span style="color:#99cc00;">Son Na Eun [A-pink]</span>, <span style="color:#808000;">Yoon Bo Ra [sistar]</span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><em>Ratting : Teen, General</em></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><em>Genre : Romance</em></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><em>Length : Chaptered</em></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><em>Contact : </em><a href="http://www.facebook.com/pink.sasphire" target="_blank"><em>FB</em></a><em> &#124; </em><a href="https://twitter.com/#%21/pink_sasphire" target="_blank"><em>Twitter</em></a><em> &#124; </em><a href="http://www.showwallpaper.com/creator.php?memid=49586&#38;mode=wallpaper" target="_blank"><em>Wallpaper Gallery</em></a><em> &#124; </em><a href="http://sasphire.wordpress.com/" target="_blank"><em>Blog</em></a></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><em>Note : Typo ._.v</em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>malah keluar dengan teaser baru -_- tenang aja&#8230;. bakal aku terusin kok FF lainnya&#8230; cuma ya itu&#8230;. lebih baik nulis draft yang ada di otak, baru nerusin FF, daripada nanti ide dasar yang bagus lupa, mubazir kan :3</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>ah ya&#8230;. idenya dapet dari novel terjemah, tapi gak njiplak kok</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Enjoy</strong></p>
<p align="center"><em><strong></strong></em><!--more--></p>
<p><strong>Krystal Jung </strong></p>
<p>Ia bingung menghadapi keluarganya yang <em>broken Home. </em>Ayahnya pergi bersama gadis lain yang seumuran dengannya, dan pulang 2 hari kemudian.</p>
<p>Apa yang dilakukan ayahnya dengan gadis itu?</p>
<p>Pergi ke hotel bintang 5, dan melakukan hubungan suami istri yag tak sepatutnya ia lakukan di usianya yang hampir 50 tahun. Terlebih dengan gadis yang tak lebih tua dari anaknya sendiri. Tanpa memikirkan anak istri yang ada di rumah.</p>
<p>Ia juga harus di bingungkan oleh ulah ibunya yang diam saja atas sikap ayahnya. Bahkan parahnya, ibunya juga selingku dengan orang lain, yang 8 tahun lebih muda dari ibunya.</p>
<p>Gila ya?</p>
<p>Apalagi, 2 orang yang saling selingkuh itu masih tinggal serumah, dan bisanya hanya meninggalkan amukan di rumah, membuat hati anak tunggalnya teriris kesakitan. Sementara di luar? Bersenang-senang, melupakan anaknya.</p>
<p>“Payah….” Desis Krystal saat melihat Ayahnya berciuman dengan gadis lain di depan rumahnya.</p>
<p><strong>Alice Song</strong></p>
<p>“Bagaimana? Bagus tidak?” ucapnya pada Na Eun sambil menempelkan pakaian berwarna pink di tubuhnya di depan kaca mall itu.</p>
<p>“kau itu cantik…. Pakai apapun pasti pantas….”</p>
<p>Alice menatap temannya sambil mendengus kesal.</p>
<p>“Wae? Kau tak suka di puji?” tanya Na Eun dengan dahi berkerut.</p>
<p>“setiap kali kutanya pendapatmu, pasti jawabanmu hanya itu. Aku ingin dengar kata lain….”</p>
<p>“Baiklah….” Na Eun tersenyum menggoda. “Kau jelek memakai baju itu….”</p>
<p>“NA EUN!!!”</p>
<p>“kau ini…. Jawab ini salah…. Jawab itu salah…. Aku harus jawab apa dong?”</p>
<p>Alice diam saja sambil memilih baju yang lainnya di deretan pakaian yang seluruhnya berwarna pink.</p>
<p>“Kau marah?”</p>
<p>Alice tetap diam, berpura-pura marah untuk menggoda temannya yang kelewat sabar itu.</p>
<p>“Maaf ya….” Ucapnya lagi. “aku ‘kan, bukan pecinta mode sepertimu. Walau aku ingin selalu cantik sepertimu yang  <em>fashion Lovers, </em>tapi aku tetap saja tak bisa. Jadi, aku bingung harus berpendapat apa tentang setiap pakaian yang kau pilih….”</p>
<p>Alice menghentikan langkahnya, dan menatap Na Eun pilu. “Maaf…. Aku tak bermaksud menyindirmu, atau yang lainnya….”</p>
<p>Na Eun hanya tersenyum.</p>
<p>Alice bergegas memeluk tubuh temannya yang notabene berasal dari keluarga yang tak mampu. “maaf ya….”</p>
<p>“Iya,…. Tak apa….” Ucap Na Eun sambil menepuk pelan punggung Alice.</p>
<p><strong>Byun Baekhyun</strong></p>
<p>“Mungkin aku bukanlah orang yang sempurna…. Tapi aku selalu berharap…. Cintaku padamu akan selalu sempurna….”</p>
<p>“Cut!!!” teriak Baekhyun di kursi sutradara di teater sekolahnya. Obsesinya dari kecil adalah menjadi sutradara professional seperti Ayah angkatnya, Kim Joong Sik.</p>
<p>“Penghayatanmu kurang bagus….” Ucap Baekhyun saat sang aktor, Kim Soo Hyun&#8212;yang juga teman sekelasnya&#8212;berjalan menghampirinya.</p>
<p>“Ya,…. Maaf….”</p>
<p>“Apa kau tidak merasa cocok dengan Bo Ra?” selidiknya.</p>
<p>Ia menggeleng pelan. “Entahlah…. Aku tidak tahu….”</p>
<p>“jangan mentang-mentang dia adalah mantanmu, bukan berarti kau menyingkirkan profesionalitasmu sebagai aktor….” Ucapnya bijak.</p>
<p>“Iya….”</p>
<p>Baekhyun mendengus kesal. “pementasan tinggal 5 hari lagi, dan drama musical ini belum sepenuhnya bagus. Aku memilihmu karena suaramu sangat mendukung. Aku juga memilih Bo Ra, karena aku tahu dia cocok menjadi wanita sombong yang bernama Marry di drama ini. Tapi kau malah seperti ini….”</p>
<p>Kim Soohyun hanya diam mendengar celotehan sahabatnya—yang jika di teater Baekhyun menjadi atasannya&#8212;itu. Iapun bergegas menggagas ide untuk menghentikan gerutuan Baekhyun.</p>
<p>“kalau aku diganti, bagaimana?”</p>
<p>Baekhyun memelototinya, semakin membuat ia berkecil hati. “Maaf…. Aku bercanda….”</p>
<p>Baekhyun berdiri, masih menatapnya tajam, lalu mencengkeram erat pundak sahabatnya itu. “Ide bagus!!”</p>
<p><strong>Aaron</strong></p>
<p>Ia masih sibuk berkutat di depan komputernya dengan aplikasi Photoshop di sana. Jari-jemarinya sudah hafal apa yang akan dia pencet dan apa yang akan ia klik, jadi ia tak henti-hentinya menatapi layar monitor&#8211;untuk men-design poster teater musical di sekolahnya yang disutradari Baekhyun—tanpa berkedip. Ia menjadi panitia publikasi dalam acara yang diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun sekolahnya.</p>
<p>Namun, kesenangan yang ia dapatkan langsung hilang seketika saat ia merasa pusing. Matanya berkunang-kunang. Ia sudah kelewat batas.</p>
<p>“Obat….” Desisnya. “mana obat?”</p>
<p>Ia berlari ke kamarnya dan mencari sesuatu di laci yang berada di setiap sudut kamarnya. Tidak ada. Ia tak berhasil menemukannya. Ia bergegas berlari ke ruang keluarga dan mencarinya di antara barang-baranya yang berserakan di lantainya.</p>
<p>Ia tak menemukannya.</p>
<p>“Dimana?”</p>
<p>Iapun berlari ke kamarnya lagi, namun kali ini mengobrak-abrik seluruhnya. Hingga ia menarik selimut di atas kasurnya dengan kasar, dengan mata berbinar-binar, ia mengambil benda itu.</p>
<p>“Kau ada disini….”</p>
<p>Dengan perlahan, ia menyuntikkan obat terlarang itu di urat nadinya.</p>
<p><strong>Lee Jin Ki</strong></p>
<p>Sendirian di ruang musik sambil terus-terusan memencet tuts piano membuat ia senang, setidaknya untuk sesaat. Hanya untuk melupakan masalahnya.</p>
<p>Di rumahnya banyak sekali masalah.</p>
<p>Ayah yang di PHK sejak 10 bulan lalu, ibu yang bekerja di bidang jurnalistik yang membuat ibunya keluar rumah terus-menerus tanpa memperhatikan anak semata wayangnya. Membuat ia bekerja sendirian untuk menanggung biaya pendidikan sekolahnya—setidaknya, ia tak membayar biaya hidup di rumahnya—yang sudah membuatnya selalu tersengal-sengal tiap harinya.</p>
<p>Sekilas info tentang kedua orang tuanya.</p>
<p>Ayahnya adalah koki handal. Ia bekerja dengan gaji cukup tinggi di hotel bintang lima. Namun, karena terus munculnya generasi baru di bidang yang sama—apalagi mereka membawa pembaharuan baru yang tak bisa dilakukan pria tua sperti ayah Jin Ki—maka ia pun harus di PHK. Kesehariannya setelah di PHK hanyalah terus-terusan membuat resep baru dengan ikan yang ia pancing di Danau, Sungai, atau laut—jika temannya ada yang mau mengajaknya ke laut—dengan bumbu racikannya sendiri. Enak memang, tapi biaya pembuatan bumbunya—hanya bumbu—sudah bisa membuat pengeluaran berubah. Yang awalnya cukup untuk sebulan, setelahnya malah cukup hanya untuk setengah bulan.</p>
<p>Ibunya adalah jurnalis, spesialis remaja. Bekerja di majalah Fashion terkenal, dan juga bekerja di majalah remaja, admin di <em>teen solution problem’s forum. </em>Di umurnya yang sudah 40 tahun lebih, ia masih menjadi pujangga di kalangan remaja hanya karena ia suka menjadi psikolog remaja. Ia juga menyesuaikan penampilannya dengan berpakaian modis ala remaja.</p>
<p>“Jin Ki….” Decitan pintu ruang music terdengar.</p>
<p>“Eh…. Baekhyun….” Ia menatap sekilas temannya itu, lalu kembali beralih ke tuts piano. “Dengar…. Ini lagu kesukaanku…. Aku baru saja menguasainya hari ini….”</p>
<p>Saat ia mendentingkan nada awal lagu <em>Let it Be </em>dari <em>the Beatles, </em>Baekhyun menghampirinya dengan lankah cepat. “Tapi aku butuh bantuanmu, jadi bermainnya lain kali saja….” Ucap Baekhyun sambil menarik tangan Jin Ki kasar, membuat Jin Ki bertanya-tanya dalam hati,</p>
<p>“Temanku ini kesurupan apa?”</p>
<p style="text-align:center;">~***~</p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>aku buat FF ini dengan mencampur aduk (?) semua idolaku, tentu aja yang cocok dengan masing2 peran &#38; wajah&#8230;.<br />
main cast sebenernya cuma 5, yang Universal Gender, maksudku bukan banci lo&#8230; tau maksudku kan? campur ._.v<br />
yang lain itu cuma pemanis aja&#8230; tapi juga sering muncul&#8230;. dan terkadang fokus di ambil dari mereka untuk menceritakan main castnya&#8230;. okeh? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Stay tune for LITGF &#38; Time After Time <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>RCL juga jgn lupa ^^</strong></em></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong>Chaptered ::<br />
<a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/07/12/inveartible-04-lee-jeong-min-playboy/" target="_blank">Inveartible (4)</a><br />
<a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/07/05/baekyoung-story-twinkle-twinkle/" target="_blank">BaekYoung Story (2)</a><br />
<a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/07/06/love-is-the-greatest-flower-part-3/" target="_blank">Love is the Greatest Flower (3)</a><br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/07/02/time-after-time-chap-1/" target="_blank">Time After Time (sequel of Not Love her) (1)</a></p>
<p>Teaser FF chaptered<br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/05/04/prolog-top-girl/" target="_blank">Top Girl</a> &#124; <a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/07/11/teaser-intro-war-for-majesty/" target="_blank">War Of Majesty</a> &#124; <a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/07/13/prolog-unpredictable-kiss/" target="_blank">Unpredictable Kiss</a><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>sementara yang oneshoot :<br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/08/not-love-her/" target="_blank">Not Love Her</a><br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/05/09/oneshoot-i-lost-my-mind/" target="_blank">I Lost My Mind</a><br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/12/ficlet-love-you-to-death/" target="_blank">Love You to Death</a><br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/19/baekyoung-couple-ring-ding-dong-ficlet/" target="_blank">Ring Ding Dong</a><br />
<a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/06/29/drabble-open-or-oven/" target="_blank">Open or oven?</a> (Comedy)<br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/05/10/oneshoot-coach-nana/" target="_blank">Coach Nana</a> &#38; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/05/12/final-destination-sequel-of-coach-nana/" target="_blank">Sequel</a><br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/15/note-ff-love-letter/" target="_blank">Love Letter</a><br />
<a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/07/07/baekyoung-couple-boyfriend-in-my-dream/" target="_blank">Boyfriend In My Dream</a></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><br />
EXO in Love Series</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/20/exo-in-love-baekhyun-what-is-love/" target="_blank">BaekHyun</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/21/exo-in-love-sehun-chicken-soup/" target="_blank">Sehun</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/22/exo-in-love-chanyeol-shes-my-right-hand/" target="_blank">ChanYeol</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/23/exo-in-love-suho-save-you/" target="_blank">Suho</a> &#124; <a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/05/24/exo-in-love-kai-sapphire-blue/" target="_blank">Kai</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/27/exo-in-love-d-o-if-me/" target="_blank">D.O</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/28/exo-in-love-luhan-cinderella-man/" target="_blank">Luhan</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/2012/05/30/exo-in-love-xiumin-be-the-man/" target="_blank">Xiumin</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/02/exo-in-love-kris-just-one-love/" target="_blank">Kris</a> &#124; <a href="https://ffindo.wordpress.com/2012/06/18/61217/" target="_blank">Chen</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/07/exo-in-love-lay-i-love-you-noona/" target="_blank">Lay</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/27/exo-in-love-tao-my-sweet-destiny/" target="_blank">Tao</a> &#124; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/06/28/exo-in-love-all-find-the-soul/" target="_blank">All Member</a></strong></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>INFO :: UPDATE FANFIC [SOON]<br />
</strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Series</strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"><em><strong>Inveartible</strong></em></span></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Inveartible 05 :: Ren :: When i Fall in Love</strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Inveartible 06 :: Byun Baek Hyun :: Kill You, Mom</strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Inveartible 07 :: Krystal Jung :: Shopisticated Girl<br />
</strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"><em><strong>Love is the Greatest Flower</strong></em></span></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Love is the Greatest Flower</strong></em> <em><strong>(part ::: 4)</strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong><span style="text-decoration:underline;">BaekYoung Story</span><br />
</strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>My Action<br />
</strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Got You!!</strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Forgive Me</strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"><em><strong>Time After Time</strong></em></span></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Time After Time (part 2)</strong></em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Crush [The End]]]></title>
<link>http://ssiskha.wordpress.com/2012/05/11/crush-the-end/</link>
<pubDate>Fri, 11 May 2012 12:57:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>ssiskha</dc:creator>
<guid>http://ssiskha.wordpress.com/2012/05/11/crush-the-end/</guid>
<description><![CDATA[Title                 : Crush [The End] Author             : Siskha Sri Wulandari Cast              ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Title                 : Crush [The End] Author             : Siskha Sri Wulandari Cast              ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Crush [Part 1]]]></title>
<link>http://ssiskha.wordpress.com/2012/05/08/crush-part-1/</link>
<pubDate>Tue, 08 May 2012 11:26:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>ssiskha</dc:creator>
<guid>http://ssiskha.wordpress.com/2012/05/08/crush-part-1/</guid>
<description><![CDATA[Title              : Crush [Part 1] Author         : Siskha Sri Wulandari Cast               : Park]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Title              : Crush [Part 1] Author         : Siskha Sri Wulandari Cast               : Park]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Waiting]]></title>
<link>http://ssiskha.wordpress.com/2012/04/24/waiting/</link>
<pubDate>Tue, 24 Apr 2012 09:17:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>ssiskha</dc:creator>
<guid>http://ssiskha.wordpress.com/2012/04/24/waiting/</guid>
<description><![CDATA[Title                 : Waiting Author             : Siskha Sri Wulandari Cast                 : Xi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Title                 : Waiting Author             : Siskha Sri Wulandari Cast                 : Xi]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
