<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>cairan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/cairan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "cairan"</description>
	<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 16:17:50 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[RESIN CAIR Untuk Buat Stempel]]></title>
<link>http://mesinstempel.wordpress.com/2009/11/27/resin-cair-untuk-buat-stempel/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 03:32:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>mesinstempel</dc:creator>
<guid>http://mesinstempel.wordpress.com/2009/11/27/resin-cair-untuk-buat-stempel/</guid>
<description><![CDATA[Resin Cair Untuk Membuat Stempel Karet dari Resin, Mudah Penggunaanya. 1 Kg Bisa digunakan untuk mem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Resin Cair Untuk Membuat Stempel Karet dari Resin, Mudah Penggunaanya. </strong></p>
<p><strong>1 Kg Bisa digunakan untuk membuat kurang-barang 250 Stempel</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong><a href="http://mesinstempel.wordpress.com/files/2009/11/cairan-resin.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-98" title="Cairan Resin" src="http://mesinstempel.wordpress.com/files/2009/11/cairan-resin.jpg" alt="" width="121" height="150" /></a><br />
</strong></p>
<h2></h2>
<h2></h2>
<h2></h2>
<h2></h2>
<h2><span style="color:#0000ff;"><strong>Rp.300.000</strong></span></h2>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[RESIN CAIR Untuk Buat Stempel]]></title>
<link>http://usahastempel.wordpress.com/2009/11/26/resin-cair-untuk-buat-stempel/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 16:53:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>usahastempel</dc:creator>
<guid>http://usahastempel.wordpress.com/2009/11/26/resin-cair-untuk-buat-stempel/</guid>
<description><![CDATA[&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Resin Cair Untuk Membuat Stempel Karet dari Resin, Mudah P]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://usahastempel.wordpress.com/files/2009/11/cairan-resin.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-48" title="Cairan Resin" src="http://usahastempel.wordpress.com/files/2009/11/cairan-resin.jpg" alt="" width="121" height="150" /></a></p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Resin Cair Untuk Membuat Stempel Karet dari Resin, Mudah Penggunaanya. </strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;"><strong>1 Kg Bisa digunakan untuk membuat kurang-barang 250 Stempel</strong></span></p>
<h2><span style="font-family:Tahoma;"><strong><span style="color:#0000ff;">Rp.275.000</span><br />
</strong></span></h2>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sablon Digital | Coating Ampuh Sablon Kaos]]></title>
<link>http://mesincetakgallery.wordpress.com/2009/10/30/sablon-digital-coating-ampuh-sablon-kaos/</link>
<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 07:08:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>novaro</dc:creator>
<guid>http://mesincetakgallery.wordpress.com/2009/10/30/sablon-digital-coating-ampuh-sablon-kaos/</guid>
<description><![CDATA[Merupakan cairan penguat untuk hasil sablon digital, cairan ini akan melapisi hasil cetakan atau sab]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Merupakan cairan penguat untuk hasil sablon digital, cairan ini akan melapisi hasil cetakan atau sab]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DITEMUKAN ALAT TERAPI AMAN DAN MURAH ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/22/ditemukan-alat-terapi-aman-dan-murah/</link>
<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 03:34:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/22/ditemukan-alat-terapi-aman-dan-murah/</guid>
<description><![CDATA[Ahli bedah syaraf Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito, Yogyakarta, P Sudiharto, berhasil menciptakan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2737" title="alat terapi aman dan murah ditemukan 01" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/09/alat-terapi-aman-dan-murah-ditemukan-01.jpg?w=116" alt="alat terapi aman dan murah ditemukan 01" width="116" height="150" />Ahli bedah syaraf Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito, Yogyakarta, P Sudiharto, berhasil menciptakan alat terapi hidrosefalus dengan harga terjangkau dan aman. Alat tersebut mampu mengurangi tingkat risiko pada perawatan pasien hidrosefalus.</p>
<p>Alat yang telah mendapat hak kekayaan intelektual awal September lalu itu terdiri atas sistem pirau katup celah semilunar (shunt device system semilunar slit valve) dipasangi tonjolan antiselip. Katup semilunar ini terpasang pada sistem pompa dan selang kateter – yang berfungsi mengalirkan cairan otak berlebihan.</p>
<p>Sudiharto mengatakan, pemasangan alat ini dapat mengalirkan volume cairan otak pasien hidrosefalus hingga setengahnya. Sistem ini aman dipasang pada bayu berusia 10 hari hingga pasien dewasa dengan syarat keadaan pasien stabil.</p>
<p>“ Asal belum terlambat, pemasangan sistem dapat membuat pasien hidup normal, “ katanya di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta, Jumat (18/9).</p>
<p><!--more--><img class="aligncenter size-full wp-image-2741" title="alat terapi aman dan murah ditemukan" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/09/alat-terapi-aman-dan-murah-ditemukan2.jpg" alt="alat terapi aman dan murah ditemukan" width="500" height="419" />Keunggulan sistem ini terdapat pada katup semilunar yang berfungsi mencegah cairan masuk kembali ke dalam rongga kepala, juga mengatur aliran sehingga tidak terlalu memengaruhi aktifitas pasien.</p>
<p>Tonjolan antiselip dimaksudkan untuk mengantisipasi bahaya selang kateter yang seharusnya tersalur ke perut terisap ke dalam rongga otak sehingga berisiko menyebabkan kematian pasien. Sistem pirau katup celah semilunar ini telah digunakan pada 180 pasien hidrosefalus.</p>
<p>Dokter lulusan Unversitas Indonesia itu mulai meneliti dan mengembangkan sistem pompa untuk mengalirkan cairan otak pada tahun 1980. Sejak dikembangkan, inovasi Sudiharto telah digunakan sekitar 7.000 pasien dengan tingkat risiko kurang dari 2 persen. Angka ini lebih rendah dari tingkat risiko pemasangan pompa cairan otak di luar negeri yang 2 – 4 persen.</p>
<p>Menurut Sudiharto, kini terdapat 90 alat pompa cairan otak dipatenkan di Amerika Serikat dan Jepang. Namun, belum ada yang menggunakan sistem pengaman seperti pada alat inovasinya. Dengan harga Rp 1,5 juta – Rp 1,7 juta, sistem pirau katup celah semilunar ini relatif murah daripada alat buatan luar negeri yang mencapai Rp 40 juta.</p>
<p>“ Ada empat desain yang saya buat, yaitu untuk bayi usia tuga bulan, bayi usia enam bulan, bayi usia satu tahun, dan dewasa. Namun, desain dapat dibuat berbeda sesuai kondisi dan usia pasien, “ ujarnya.</p>
<p>Sistem ini akan dikembangkan untuk pasien glaukoma dengn ukuran yang lebih kecil dan desain yang disesuaikan. Alat pompa untuk pasien glaukoma ini diperkirakan dapat digunakan masyarakat empat tahun lagi.</p>
<p>Direktur Pelayanan Medik RSUP Dr Sardjito Budi Mulyono menuturkan, sistem pirau katup celah semilunar untuk terapi pasien hidrosefalus inovasi Sudiharto itu telah masuk dalam Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) di RSUP Dr Sardjito. “ Alat ini sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini, yaitu inovasi teknologi yang terjangkau, “ katanya.</p>
<p>Manfaat alat inovasi Sudiharto bagi penderita hidrosefalus juga diakui Ketua Yayasan Hidrosefalus Yogyakarta Endro Basuki. Yayasan ini telah menjalin kerja sama untuk penyediaan alat pengalir cairan otak pasien hidrosefalus selama 10 tahun terakhir. Selain aman, pembiayaan alat ini bisa diatur sesuai kondisi keungan pasien hidrosefalus yang sebagian besar datang dari masyarakat tidak mampu.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Alat Terapi Aman dan Murah Ditemukan, Irene Sarwindaningrum – Kompas, 19.09.2009<br />
Foto : Kompas/Irene Sarwindaningrum</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mau Lebaran ? Sajian nya minuman kaleng/Soft drink ? sebaiknya tidak !]]></title>
<link>http://forumhalal.wordpress.com/2009/09/14/mau-lebaran-sajian-nya-minuman-kalengsoft-drink-sebaiknya-tidak/</link>
<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 04:47:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>tanty</dc:creator>
<guid>http://forumhalal.wordpress.com/2009/09/14/mau-lebaran-sajian-nya-minuman-kalengsoft-drink-sebaiknya-tidak/</guid>
<description><![CDATA[Sambungan dari Air kaleng sajian lebaran Beberapa Hal yg perlu diperhatikan : - Mampu menguras air d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sambungan dari<br />
<a href="http://forumhalal.wordpress.com/2008/10/01/air-kaleng-sajian-lebaran">Air kaleng sajian lebaran</a></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-661" title="SEGARRR" src="http://forumhalal.wordpress.com/files/2009/09/segarrr.jpg" alt="SEGARRR" width="240" height="240" /></p>
<p>Beberapa Hal yg perlu diperhatikan :</p>
<p>- Mampu menguras air di dalam tubuh Anda, saat terjadinya pemprosesan gula tingkat tinggi dalam softdrink itu memerlukan bantuan air di dalam tubuh Anda dalam jumlah yang cukup besar. Karena itu, sebaiknya untuk menganti cairan yang terbuang, Anda harus mengkonsumsi air putih sebanyak 8-12 gelas untuk setiap gelas softdrink yang Anda minum.</p>
<p>- Saat mengalami dehidrasi, sebaiknya Anda tidak dianjurkan untuk meminum softdrink, bukannya menghilangkan haus, justru hanya akan membuat Anda semakin haus saja. Karena softdrink bukanlah jenis minuman yang dibutuhkan oleh tubuh. Jika Anda tetap melanggarnya, Anda akan mengalami yang namanya Dehidrasi Seluler Kronis, suatu kondisi yang mampu melemahkan tubuh pada tingkat sel. Yang lambat laun akan menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh serta dapat menimbulkan berbagai penyakit.</p>
<p>- Softdrink memiliki kandungan fosfat yang terbilang tinggi, sehingga dapat menghancurkan mineral penting di dalam tubuh. Jika sampai tubuh Anda kekurangan mineral, itu akan menyebabkan penyakit jantung (kekurangan magnesium), osteoporosis (kekurangan kalsium) serta berbagai penyakit lain.</p>
<p>- Seperti diketahui kandungan gula di dalam softdrink itu jumlahnya sangat tinggi, yang dapat menyebabkan pankreas memproduksi insulin dalam jumlah yang besar, sehingga terjadinya kandungan gula di dalam tubuh kelebihan dan kekurangan gula dan insulin. Tentu itu akan menyebabkan penyakit diabetes serta penyakit lain, seperti ketidakseimbangan dalam tubuh.</p>
<p>- Belum lagi selesai dengan masalah-masalah di atas, kafein dan kandungan gula dalam softdrink dapat menghentikan proses pencernaan. Sehingga kandungan gizi pada makanan yang baru saja Anda konsumsi maupun beberapa jam sebelumnya tidak akan menyerap.</p>
<p>- Kondisi tubuh sedang tidak fit, atau bahkan sedang demam, flu dan lainnya, sebaiknya jauhkan softdrink.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jangan Biarkan Tubuh Dehidrasi Saat Puasa]]></title>
<link>http://aespee.wordpress.com/2009/09/10/jangan-biarkan-tubuh-dehidrasi-saat-puasa/</link>
<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 20:34:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>aespee</dc:creator>
<guid>http://aespee.wordpress.com/2009/09/10/jangan-biarkan-tubuh-dehidrasi-saat-puasa/</guid>
<description><![CDATA[Perbanyak minum air saat sahur dan berbuka untuk mengganti cairan yang hilang selama berpuasa. Perna]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Perbanyak minum air saat sahur dan berbuka untuk mengganti cairan yang hilang selama berpuasa. Perna]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tips Ramadhan (2) Kendalikan Diri Anda Saat Berbuka Puasa]]></title>
<link>http://ensiklopedihadits.wordpress.com/2009/08/27/tips-ramadhan-2-kendalikan-diri-anda-saat-berbuka-puasa/</link>
<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 13:19:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>ensiklopedihadits</dc:creator>
<guid>http://ensiklopedihadits.wordpress.com/2009/08/27/tips-ramadhan-2-kendalikan-diri-anda-saat-berbuka-puasa/</guid>
<description><![CDATA[Kendalikan Diri Anda Saat Berbuka Puasa Segerakanlah berbuka puasa jika sudah tiba waktunya Berbuka ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kendalikan Diri Anda Saat Berbuka Puasa Segerakanlah berbuka puasa jika sudah tiba waktunya Berbuka ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Galak dan lempeng]]></title>
<link>http://halamanlepas.wordpress.com/2009/08/12/galak-dan-lempeng/</link>
<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 11:52:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Aku Sendiri</dc:creator>
<guid>http://halamanlepas.wordpress.com/2009/08/12/galak-dan-lempeng/</guid>
<description><![CDATA[Mas kamu dulu yang ajak aku sampai aku jadi reporter di sana, lantas kamu yang jadi mentorku. Pada a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em>Mas kamu dulu yang ajak aku sampai aku jadi reporter di sana, lantas kamu yang jadi mentorku. Pada awalnya mentor pribadi tapi setelahnya karena aku ikut deskmu maka kamu yang sering koreksi laporanku, kasih catatan lalu diskusi. Aku senang caramu, kamu juga yang pengaruhi gaya tulisanku. Ada satu yang aku ingat, kamu selalu focused tapi itu membuatku bete serasa gagal jadi wanita. Di saat ruangan besar itu sepi  karena yang lain lagi asyik nonton bola, kamu masih ajarin aku&#8230;  terus aku beranikan diri buka kancing, sembulkan bongkah kesukaanmu, pucuk bundar cokelat muda kesukaanmu, tapi kamu cuma bilang husss, lalu suruh aku beresin baju lagi. Menyentuh sedikit pun tidak! Terlalu! Tapi besok malamnya kamu ohhhh bikin aku ngilu bahagia! Ah aku jadi ingat kamu jewer aku ketika aku oleskan aroma rahasiaku di hidungmu karena aku lagi pengin banget tapi kamunya tetap serius. Kamu bilang huss lagi lalu minta aku disiplin. Setelah itu kamu sibuk tiga hari. Pada hari keempat aroma rahasia itu kamu reguk habis-habisan, aku kewalahan, pegal linu semua! Ohhhh ahhh uhhh hihihihi kamu memang&#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rahasia di Balik Hijaunya Ingus ]]></title>
<link>http://faizsyafa.wordpress.com/2009/06/28/rahasia-di-balik-hijaunya-ingus/</link>
<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 23:47:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>Faiz Izzur</dc:creator>
<guid>http://faizsyafa.wordpress.com/2009/06/28/rahasia-di-balik-hijaunya-ingus/</guid>
<description><![CDATA[Bentuknya basah, licin, dan sedikit lengket. Cairan tersebut diproduksi oleh selaput mukosa, yaitu l]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Bentuknya basah, licin, dan sedikit lengket. Cairan tersebut diproduksi oleh selaput mukosa, yaitu lapisan sel pelindung rongga dan saluran tubuh yang terhubung langsung dengan dunia luar. Beberapa bagian tubuh yang dilapisi selaput ini di antaranya bibir, telinga, lubang hidung, mulut, saluran pencernaan, alat kelamin, dan dubur.<br />
<!--more--><br />
Lendir hidung yang sering dianggap mengganggu ini terbuat dari protein. Di samping itu, ada pula karbohidrat, garam, dan jaringan sel sebagai bahan penyusun. Kandungan garam menjadikan si kental terasa asin.</p>
<p><strong>Penanda sakit jantung<br />
</strong><br />
Sebuah penelitian terbaru tentang gangguan jantung ternyata terpaut erat dengan salah satu enzim penyusun ingus di hidung. Hasil kajian tersebut mengungkap pengetahuan baru yang berkaitan dengan enzim pada lendir hidung.</p>
<p>Adalah para peneliti dari Universitas Sydney, Pusat Radikal Bebas di Institut Penelitian Jantung (HRI), dan Universitas Teknologi Queensland yang telah menemukan keterkaitan itu. Berdasarkan hasil penelitian, ada sebuah unsur yang dapat menghentikan laju bertambah parahnya penyakit jantung. Penghentian ini terjadi melalui pencegahan kerusakan yang diakibatkan oleh enzim yang dikandung ingus.</p>
<p>“Mungkin terdengar menjijikan, namun bahan kental yang sama yang membuat ingus berwarna hijau terdapat melimpah di pembuluh darah kita selama menderita sakit jantung”, papar Prof. Michael Davies dari Fakultas Kedokteran dan Institut Penelitian Jantung. Bahan kental yang dimaksud adalah enzim myeloperoksidase (MPO).</p>
<p>Agar berfungsi dengan baik, enzim MPO memerlukan besi sebagai ‘molekul penolong’. Lazimnya, molekul penolong ini disebut ko-enzim. Kehadiran logam besi tersebut memberikan warna hijau pada si basah lengket itu. Yang mengejutkan, warna hijau pada saus hijau khas Jepang, wasabi, juga disebabkan oleh ko-enzim yang sama.</p>
<p>MPO memproduksi bahan kimia pembunuh kuman berupa asam hipoklorit. Bahan tersebut biasanya digunakan sebagai penjernih air kolam renang. Dalam jumlah berlebih, asam ini dapat menimbulkan berbagai penyakit berbahaya, seperti penyempitan pembuluh darah arteri, asma, rematik, dan kanker.</p>
<p>“Meskipun asam hipoklorit merupakan bagian yang sangat penting bagi sistem pertahanan tubuh dalam melawan bakteri, ia juga sangat reaktif dan dapat merusak jaringan sel jika diproduksi di tempat yang salah, waktu yang salah, atau dalam jumlah berlebih”, Prof. Davies memperingatkan.</p>
<p>Apakah yang memicu keluarnya enzim MPO saat terkena sakit jantung? Berdasarkan penelitian terhadap 83 orang pasien, para dokter dari Providence Hospital, Michigan, Amerika Serikat, menyimpulkan bahwa keluarnya enzim MPO dapat disebabkan oleh perasaan tertekan (stres). Penyakit jantung dapat pula diakibatkan dan diperparah oleh sikap marah dan permusuhan, sebagaimana dimuat <a href="http://hidayatullah.com/">Hidayatullah.Com</a> sebelumnya (baca: <a href="http://hidayatullah.com/index.php/berita/tafakur/9385-ilmuwan-kurangi-marah-agar-lebih-sehat">ilmuwan kurangi marah agar lebih sehat</a>).</p>
<p><strong>Menyelamatkan hidup orang</strong></p>
<p>Penemuan tersebut membawa harapan baru bagi pengobatan penyakit jantung. Salah satu upaya yang tengah dikembangkan ilmuwan berdasar hasil penelitian ini adalah dengan mengatur produksi asam hipoklorit oleh enzim MPO.</p>
<p>Pengaturan tersebut dengan mengembangkan bahan antioksidan lain, semisal nitroksida. Berdasarkan pengujian para peneliti, nitroksida merupakan zat yang ampuh sekali untuk mencegah produksi asam hipoklorit oleh enzim MPO.</p>
<p><img src="http://hidayatullah.com/images/foto/jantung.gif" alt="jantung" /></p>
<p>“Penemuan obat-obatan yang mampu melemahkan zat kental nan hijau [enzim MPO] dalam pembuluh darah merupakan sebuah langkah maju yang sangat penting. Kami pikir, nitroksida memiliki kemampuan besar untuk memperbaiki dan menyelamatkan hidup banyak [orang]!”, tegas Prof. Davies.</p>
<p><strong>Diciptakan sebaik-baiknya</strong></p>
<p>Begitulah, meski dimiliki setiap manusia, tak jarang orang melupakan ingus. Kebanyakan mereka acuh, bahkan tak sedikit yang malah mencela. Hanya sebagian kecil saja yang mau menyisihkan waktu, memaknai hikmah di balik ingus sebagai salah satu tanda keagungan Sang Pencipta.</p>
<p>Letaknya yang sulit terjangkau mata, menambah lengah manusia untuk memikirkan arti dan manfaat penciptaannya. Seakan, benda jijik lagi kurang menarik itu tak berguna. Padahal, sekali-kali tidaklah Allah menciptakan sesuatu di dunia ini dengan sia-sia.</p>
<p>Sebaliknya, segala sesuatu, tak terkecuali lendir yang ada di dalam hidung manusia, Allah ciptakan dengan sebaik-baiknya. Ini sebagaimana disebutkan Allah dalam Al Qur’an: “Yang demikian itu ialah Tuhan Yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.” (QS. As Sajdah 32: 6-7). Sumber <a href="http://hidayatullah.com/index.php/berita/tafakur/9650-rahasia-di-balik-hijaunya-ingus">Hidayatullah.com</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Makalah Keseimbangan Cairan, Elektrolit, Asam dan Basa]]></title>
<link>http://keperawatankita.wordpress.com/2009/04/25/makalah-keseimbangan-cairan-elektrolit-asam-dan-basa/</link>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 04:39:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>keperawatankita</dc:creator>
<guid>http://keperawatankita.wordpress.com/2009/04/25/makalah-keseimbangan-cairan-elektrolit-asam-dan-basa/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa kali kejadian dengan kasus tertentu di rumah sakit, perhatian dokter dan para petugas medis]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="entry">
<p class="dropcap-first"><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;                                                                                                                                            &#60;![endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 10]&#62;-->  <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><img class="size-medium wp-image-362 alignright" src="http://spesialisbedah.com/wp-content/uploads/2009/03/infusnutrisi-252x300.jpg" alt="infusnutrisi" width="252" height="300" />Beberapa kali kejadian dengan kasus tertentu di rumah sakit, perhatian<span> </span>dokter dan para petugas medis sering kali luput terhadap kebutuhan pasien akan cairan, elektrolit dan nutrisi. Ini biasanya terjadi pada pasien tertentu yang dirawat karena sesuatu keluhan <span> </span>yang tidak menunjukkan perbaikan setelah beberapa hari perawatan atau pun pada pasien yang baru datang setelah mengalami keluhan<span> </span>beberapa hari sebelumnya.<span> </span>Sebetulnya hal ini termasuk masalah sepele dan sangat yakin semua dokter sudah mendapat ilmunya tentang hal ini. Namun sekali lagi, karena lebih terfokus perhatian dokter terhadap kejadian penyakitnya justru hal-hal <span> </span>kecil ini kurang diperhitungkan sehingga dampaknya dapat menimbulkan sesuatu efek yang fatal terhadap pasien. Tulisan ini juga ditujukan kepada pasien maupun keluarga sebagai pengetahuan, siapa tahu nantinya bakalan pernah menghadapi hal yang sama.</p>
<p class="MsoNormal">Kejadian tersebut sering terjadi pada pasien yang dirawat karena muntah-muntah, diare, kelainan yang menyebabkan pasien untuk berpuasa atau sengaja dipuasakan, gangguan pada sistem pencernaan, kelainan jantung, ginjal, paru<span> </span>atau yang lainnya dimana pemberian cairan infus terkadang terlampau berhati-hati atau pada pasien-pasien yang berumur ekstrim –pasien bayi maupun pasien tua-. Pada kasus bedah kejadian kekurangan nutrisi lebih sering ditemukan pada penderita pasca operasi yang membutuhkan perawatan lama atau memang sudah didasari kondisi preoperatif yang dialami sebelumnya. Biasanya, jika pasien sampai terpaksa harus dirawat di ruang intensif, dokter anasthesi atau intensifis sudah sangat fasih memperhatikan keadaan ini. Namun masalah muncul, kalau kondisi kekurangan ini sudah terjadi sebelum masuk ruang ICU, apalagi dalam situasi yang susah untuk dikembalikan atau diperbaiki (irreversible).<span> </span></p>
<p class="MsoNormal">Padahal tidak sulit untuk mengetahu seseorang pasien itu jatuh pada kondisi dehidrasi (kekurangan cairan).<span> </span>Bisa dilihat dari penampakan kulit, keadaan kering pada mulut atau bibir dan yang lebih parah lagi mata akan tampak lebih cowong. Sayangnya kalau gejala yang ditimbulkan pada kondisi yang telah parah, seperti kejang, gangguan fungsi jantung, kesadaran menurun atau terjadi kegagalan fungsi ginjal yang akut dianggap sebagai suatu penyakit berdiri sendiri, tanpa ditelusuri bahwa dehidrasi itulah penyebab utamanya. Begitu juga terhadap penyembuhan luka, baik yang telah dilakukan operasi maupun tidak, sangat juga ditentukan oleh status nutrisi penderita, terutama komposisi proteinnya. Dan tidak jarang keadaan kekurangan cairan, elektrolit dan nutrisi ini saling berkaitan.<span> </span>Guna menanggulangi ketidakseimbangan ini salah satunya dengan cara pemberian cairan infuse, selain memberikan secara langsung makanan dan minuman untuk dikonsumsi pasien. Itu juga mengapa tersedia berbagai jenis cairan infus yang pada prinsipnya <span> </span>berguna untuk menggantikan kekurangan cairan, elektrolit dan nutrisi (parentral nutrisi).</p>
<p class="MsoNormal">Kekurangan atau kecukupan cairan dapat dilihat dari kondisi pasien dan secara obyektif bisa dinilai dari produksi urine, jika memang tidak ada kelainan berkenaan dengan ginjal dan salurannya. Sedangkan untuk mengetahui kadar nutrisi dan elektrolit secara obyektif bisa terlihat dari pemeriksaan laboratorium, misalnya pemeriksaan kandungan albumin dan Natrium/Kalium <span> </span>dalam darah. <span> </span>Secara normal tubuh seorang dewasa memerlukan cairan sekitar 2,5 liter per hari. Dan produksi urine<span> </span>yang baik jika berkisar antara 0,5 sampai 2cc/kgBB/jam.<span> </span>Sedangkan keadaan nutrisi secara aplikatif lebih banyak berhubungan dengan pengukuran kebutuhan kalori seorang penderita. Tubuh pada orang dewasa rata-rata memerlukan <span> </span>1500 sampai 2000 kkal per hari yang idealnya kebutuhan itu didapat dari lebih kurang<span> </span>60% karbohidrat, 25% lemak dan 15% protein. <span> </span>Maka dengan demikian pemberian jenis cairan dan nutrisi parenteral beserta seberapa banyak volumenya menjadi suatu yang membutuhkan perhitungan juga.</p>
<p class="MsoNormal">Jadi biasakanlah perhatian kita<span> </span>terhadap<span> </span>hal tersebut di atas pada keadaan-keadaan seperti; pasien yang dirawat berkelamaan, pasien yang datang dengan kondisi lemah dan pasien yang sudah lanjut usia.</p>
</div>
<p><strong><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Pendahuluan</span></strong></p>
<p><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Manusia sebagai organisme multiseluler dikelilingi oleh lingkungan luar (<em>milieu exterior</em>) dan sel-selnya pun hidup dalam <em>milieu </em>interior yang berupa darah dan cairan tubuh lainnya. Cairan dalam tubuh, termasuk darah, meliputi lebih kurang 60% dari total berat badan laki-laki dewasa. Dalam cairan tubuh terlarut zat-zat makanan dan ion-ion yang diperlukan oleh sel untuk hidup, berkembang dan menjalankan tugasnya. </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik sangat dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya. Semua pengaturan fisiologis untuk mempertahankan keadaan normal disebut homeostasis. Homeostasis ini bergantung pada kemampuan tubuh mempertahankan keseimbangan antara subtansi-subtansi yang ada di <em>milieu interior</em>. </span></span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Pengaturan keseimbangan cairan perlu memperhatikan dua parameter penting, yaitu: volume cairan ekstrasel dan osmolaritas cairan ektrasel. Ginjal mengontrol volume cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan garam dan mengontrol osmolaritas cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan cairan. Ginjal mempertahankan keseimbangan ini dengan mengatur keluaran garam dan urine sesuai kebutuhan untuk mengkompensasi asupan dan kehilangan abnormal dari air dan garam tersebut.</span></span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Ginjal juga turut berperan dalam mempertahankan keseimbangan asam-basa dengan mengatur keluaran ion hidrogen dan ion karbonat dalam urine sesuai kebutuhan. Selain ginjal, yang turut berperan dalam keseimbangan asam-basa adalah paru-paru dengan mengekskresikan ion hidrogen dan CO<sub>2</sub>, dan sistem dapar (<em>buffer</em>) kimi dalam cairan tubuh.</span></span></p>
<p><strong><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Komposisi Cairan Tubuh</span></span></strong></p>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#000000;">Telah disampaikan pada pendahuluan di atas bahwa cairan dalam tubuh meliputi lebih kurang 60% total berat badan laki-laki dewasa. Prosentase cairan tubuh ini bervariasi antara individu, sesuai dengan jenis kelamin dan umur individu tersebut. Pada wanita dewasa, cairan tubuh meliputi 50% dari total berat badan. Pada bayi dan anak-anak, prosentase ini relatif lebih besar dibandingkan orang dewasa dan lansia.</span></span></p>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#000000;">Cairan tubuh menempati kompartmen intrasel dan ekstrasel. 2/3 bagian dari cairan tubuh berada di dalam sel (cairan intrasel/CIS) dan 1/3 bagian berada di luar sel (cairan ekstrasel/CES). CES dibagi cairan intravaskuler atau plasma darah yang meliputi 20% CES atau 15% dari total berat badan; dan cairan intersisial yang mencapai 80% CES atau 5% dari total berat badan. Selain kedua kompatmen tersebut, ada kompartmen lain yang ditempati oleh cairan tubuh, yaitu cairan transel. Namun volumenya diabaikan karena kecil, yaitu cairan sendi, cairan otak, cairan perikard, liur pencernaan, dll. Ion Na<sup>+</sup> dan Cl<sup>-</sup> terutama terdapat pada cairan ektrasel, sedangkan ion K<sup>+</sup> di cairan intrasel. Anion protein tidak tampak dalam cairan intersisial karena jumlahnya paling sedikit dibandingkan dengan intrasel dan plasma.</span></span></p>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#000000;">Perbedaan komposisi cairan tubuh berbagai kompartmen terjadi karena adanya barier yang memisahkan mereka. Membran sel memisahkan cairan intrasel dengan cairan intersisial, sedangkan dinding kapiler memisahkan cairan intersisial dengan plasma. Dalam keadaan normal, terjadi keseimbangan susunan dan volume cairan antar kompartmen. Bila terjadi perubahan konsentrasi atau tekanan di salah satu kompartmen, maka akan terjadi perpindahan cairan atau ion antar kompartemen sehingga terjadi keseimbangan kembali.</span></span></p>
<p><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#000000;">Perpindahan Substansi Antar Kompartmen </span></span></strong></p>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#000000;">Setiap kompartmen dipisahkan oleh barier atau membran yang membatasi mereka. Setiap zat yang akan pindah harus dapat menembus barier atau membran tersebut. Bila substansi zat tersebut dapat melalui membran, maka membran tersebut permeabel terhadap zat tersebut. Jika tidak dapat menembusnya, maka membran tersebut tidak permeabel untuk substansi tersebut. Membran disebut semipermeable (permeabel selektif) bila beberapa partikel dapat melaluinya tetapi partikel lain tidak dapat menembusnya.</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Perpindahan substansi melalui membran ada yang secara aktif atau pasif. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Transport aktif membutuhkan energi, sedangkan transport pasif tidak membutuhkan energi.</span></span></span></p>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#800000;">Difusi</span></span></p>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#000000;">Partikel (ion atau molekul) suatu substansi<span> </span>yang terlarut selalu bergerak dan cenderung menyebar dari daerah yang konsentrasinya tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah sehingga konsentrasi substansi partikel tersebut merata. Perpindahan partikel seperti ini disebut difusi. Beberapa faktor yang mempengaruhi laju difusi ditentukan sesuai dengan hukum Fick (<em>Fick’s law of diffusion</em>). Faktor-faktor tersebut adalah:</span></span></p>
<ol>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#000000;">Peningkatan perbedaan konsentrasi substansi.</span></span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#000000;">Peningkatan permeabilitas.</span></span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#000000;">Peningkatan luas permukaan difusi.</span></span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#000000;">Berat molekul substansi.</span></span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#000000;">Jarak yang ditempuh untuk difusi.</span></span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#800000;">Osmosis</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Bila suatu substansi larut dalam air, konsentrasi air dalam larutan tersebut lebih rendah dibandingkan konsentrasi air dalam larutan air murni dengan volume yang sama. Hal ini karena tempat molekul air telah ditempati oleh molekul substansi tersebut. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Jadi bila konsentrasi zat yang terlarut meningkatkan, konsentrasi air akan menurun.</span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Bila suatu larutan dipisahkan oleh suatu membran yang semipermeabel dengan larutan yang volumenya sama namun berbeda konsentrasi zat terlarut, maka terjadi perpindahan air/zat pelarut dari larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi. Perpindahan seperti ini disebut dengan osmosis.</span></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#800000;">Filtrasi</span></span></span></p>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#000000;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Filtrasi terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara dua ruang yang dibatasi oleh membran. Cairan akan keluar dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Jumlah cairan yang keluar sebanding dengan besar perbedaan tekanan, luas permukaan membran dan permeabilitas membran. Tekanan yang mempengaruhi filtrasi ini disebut tekanan hidrostatik.</span></span></span></p>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#800000;">Transport aktif</span></span></span></p>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#000000;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Transport aktif diperlukan untuk mengembalikan partikel yang telah berdifusi secara pasif dari daerah yang konsentrasinya rendah ke daerah yang konsentrasinya lebih tinggi. Perpindahan seperti ini membutuhkan energi (ATP) untuk melawan perbedaan konsentrasi. Contoh: Pompa Na-K.</span></span></span></p>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#000000;"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Keseimbangan Cairan dan Elektrolit</span></strong></span></span></p>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#000000;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Pengaturan keseimbangan cairan perlu memperhatikan dua parameter penting, yaitu volume cairan ekstrasel dan osmolaritas cairan ekstrasel. Ginjal mengontrol volume cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan garam dan mengontrol osmolaritas cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan cairan. Ginjal mempertahankan keseimbangan ini dengan mengatur keluaran garam dan air dalam urine sesuai kebutuhan untuk mengkompensasi asupan dan kehilangan abnormal dari air dan garam tersebut. </span></span></span></p>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"><span style="color:#ff00ff;">1. Pengaturan volume cairan ekstrasel.</span> </span></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#000000;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Penurunan volume cairan ekstrasel menyebabkan penurunan tekanan darah arteri dengan menurunkan volume plasma. Sebaliknya, peningkatan volume cairan ekstrasel dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah arteri dengan memperbanyak volume plasma. Pengontrolan volume cairan ekstrasel penting untuk pengaturan tekanan darah jangka panjang. </span></span></span></p>
<ul>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#000000;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Mempertahankan keseimbangan asupan dan keluaran (intake dan output) air. Untuk mempertahankan volume cairan tubuh kurang lebih tetap, maka harus ada keseimbangan antara air yang ke luar dan yang masuk ke dalam tubuh. hal ini terjadi karena adanya pertukaran cairan antar kompartmen dan antara tubuh dengan lingkungan luarnya. <em>Water turnover</em> dibagi dalam: 1. <em>eksternal fluid exchange,</em> pertukaran antara tubuh dengan lingkungan luar; dan 2. <em>Internal fluid exchange, </em>pertukaran cairan antar pelbagai kompartmen, seperti proses filtrasi dan reabsorpsi di kapiler ginjal.</span></span></span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#000000;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">Memeperhatikan keseimbangan garam. Seperti halnya keseimbangan air, keseimbangan garam juga perlu dipertahankan sehingga asupan garam sama dengan keluarannya. Permasalahannya adalah seseorang hampir tidak pernah memeprthatikan jumlah garam yang ia konsumsi sehingga sesuai dengan kebutuhannya. Tetapi, seseorang mengkonsumsi garam sesuai dengan seleranya dan cenderung lebih dari kebutuhan. Kelebihan garam yang dikonsumsi harus diekskresikan dalam urine untuk mempertahankan keseimbangan garam.</span></span></span></li>
</ul>
<p><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">ginjal mengontrol jumlah garam yang dieksresi dengan cara:</span></span></span> </span></p>
<ol>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#000000;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">mengontrol jumlah garam (natrium) yang difiltrasi dengan pengaturan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG)/ Glomerulus Filtration Rate (GFR).</span></span></span></li>
<li><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#000000;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;">mengontrol jumlah yang direabsorbsi di tubulus ginjal</span></span></span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;">Jumlah Na<sup>+</sup> yang direasorbsi juga bergantung pada sistem yang berperan mengontrol tekanan darah. Sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron mengatur reabsorbsi Na<sup>+</sup> dan retensi Na<sup>+</sup> di tubulus distal dan <em>collecting</em>. Retensi Na<sup>+</sup> meningkatkan retensi air sehingga meningkatkan volume plasma dan menyebabkan peningkatan tekanan darah arteri.</span></span><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;">Selain sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron, <em>Atrial Natriuretic Peptide</em> (ANP) atau hormon atriopeptin menurunkan reabsorbsi natrium dan air. Hormon ini disekresi leh sel atrium jantung jika mengalami distensi peningkatan volume plasma. Penurunan reabsorbsi natrium dan air di tubulus ginjal meningkatkan eksresi urine sehingga mengembalikan volume darah kembali normal.</span></span><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"> </span></span></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:Tahoma;"><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#ff00ff;">2. Pengaturan Osmolaritas cairan ekstrasel.</span></span></p>
<p></span></span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Osmolaritas cairan adalah ukuran konsentrasi partikel solut (zat terlarut) dalam suatu larutan. semakin tinggi osmolaritas, semakin tinggi konsentrasi solute atau semakin rendah konsentrasi solutnya lebih rendah (konsentrasi air lebih tinggi) ke area yang konsentrasi solutnya lebih tinggi (konsentrasi air lebih rendah).</span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Osmosis hanya terjadi jika terjadi perbedaan konsentrasi solut yang tidak dapat menmbus membran plasma di intrasel dan ekstrasel. Ion natrium menrupakan solut yang banyak ditemukan di cairan ekstrasel, dan ion utama yang berperan penting dalam menentukan aktivitas osmotik cairan ekstrasel. sedangkan di dalam cairan intrasel, ion kalium bertanggung jawab dalam menentukan aktivitas osmotik cairan intrasel. Distribusi yang tidak merata dari ion natrium dan kalium ini menyebabkan perubahan kadar kedua ion ini bertanggung jawab dalam menetukan aktivitas osmotik di kedua kompartmen ini.</span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">pengaturan osmolaritas cairan ekstrasel oleh tubuh dilakukan dilakukan melalui:</span></p>
<ul>
<li><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Perubahan osmolaritas di nefron</span></li>
</ul>
<p><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Di sepanjang tubulus yang membentuk nefron ginjal, terjadi perubahan osmolaritas yang pada akhirnya akan membentuk urine yang sesuai dengan keadaan cairan tubuh secara keseluruhan di dukstus koligen. Glomerulus menghasilkan cairan yang isosmotik di tubulus proksimal (300 mOsm). Dinding tubulus ansa Henle pars decending sangat permeable terhadap air, sehingga di bagian ini terjadi reabsorbsi cairan ke kapiler peritubular atau vasa recta. Hal ini menyebabkan cairan di dalam lumen tubulus menjadi hiperosmotik.</span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Dinding tubulus ansa henle pars acenden tidak permeable terhadap air dan secara aktif memindahkan NaCl keluar tubulus. Hal ini menyebabkan reabsobsi garam tanpa osmosis air. Sehingga cairan yang sampai ke tubulus distal dan duktus koligen menjadi hipoosmotik. Permeabilitas dinding tubulus distal dan duktus koligen bervariasi bergantung pada ada tidaknya vasopresin (ADH). Sehingga urine yang dibentuk di duktus koligen dan akhirnya di keluarkan ke pelvis ginjal dan ureter juga bergantung pada ada tidaknya vasopresis (ADH).</span></p>
<ul>
<li><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Mekanisme haus dan peranan vasopresin (antidiuretic hormone/ADH)</span></li>
</ul>
<p><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">peningkatan osmolaritas cairan ekstrasel (&#62;280 mOsm) akan merangsang osmoreseptor di hypotalamus. Rangsangan ini akan dihantarkan ke neuron hypotalamus yang mensintesis vasopresin. Vasopresin akan dilepaskan oleh hipofisis posterior ke dalam darah dan akan berikatan dengan reseptornya di duktus koligen. ikatan vasopresin dengan reseptornya di duktus koligen memicu terbentuknya aquaporin, yaitu kanal air di membrane bagian apeks duktus koligen. Pembentukkan aquaporin ini memungkinkan terjadinya reabsorbsi cairan ke vasa recta. Hal ini menyebabkan urine yang terbentuk di duktus  koligen menjadi sedikit dan hiperosmotik atau pekat, sehingga cairan di dalam tubuh tetap dipertahankan.</span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">selain itu, rangsangan pada osmoreseptor di hypotalamus akibat peningkatan osmolaritas cairan ekstrasel juga akan dihantarkan ke pusat haus di hypotalamus sehingga terbentuk perilaku untuk membatasi haus, dan cairan di dalam tubuh kembali normal.</span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;color:#008000;">Pengaturan Neuroendokrin dalam Keseimbangan Cairan dan Elektrolit</span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Sebagai kesimpulan, pengaturan keseimbangan keseimbangan cairan dan elektrolit diperankan oleh system saraf dan sistem endokrin. Sistem saraf mendapat informasi adanya perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit melalui baroreseptor di arkus aorta dan sinus karotikus, osmoreseptor di hypotalamus, dan volume reseptor atau reseptor regang di atrium. Sedangkan dalam sistem endokrin, hormon-hormon yang berperan saat tubuh mengalami kekurangan cairan adalah Angiotensin II, Aldosteron, dan Vasopresin/ADH dengan meningkatkan reabsorbsi natrium dan air. Sementara, jika terjadi peningkatan volume cairan tubuh, maka hormone atriopeptin (ANP) akan meningkatkan eksresi volume natrium dan air.</span></p>
<p><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">perubahan volume dan osmolaritas cairan dapat terjadi pada beberapa keadaan.Faktor lain yang mempengaruhi keseimbangan cairan dan elektrolit di antaranya ialah umur, suhu lingkungan, diet, stres, dan penyakit.</span></p>
<p><strong><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Keseimbangan Asam-Basa</span></strong></p>
<p><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Keseimbangan asam-basa terkait dengan pengaturan konsentrasi ion H bebas dalam cairan tubuh. pH rata-rata darah adalah 7,4; pH darah arteri 7,45 dan darah vena 7,35. Jika pH &#60;7,35 dikatakan asidosi, dan jika pH darah &#62;7,45 dikatakan alkalosis. Ion H terutama diperoleh dari aktivitas metabolik dalam tubuh. Ion H secara normal dan kontinyu akan ditambahkan ke cairan tubuh dari 3 sumber, yaitu:</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">pembentukkan asam karbonat dan sebagian akan berdisosiasi menjadi ion H dan bikarbonat.</span></li>
<li><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">katabolisme zat organik</span></li>
<li><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">disosiasi asam organik pada metabolisme intermedia, misalnya pada metabolisme lemak terbentuk asam lemak dan asam laktat, sebagian asam ini akan berdisosiasi melepaskan ion H.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Fluktuasi konsentrasi ion H dalam tubuh akan mempengaruhi fungsi normal sel, antara lain:</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">perubahan eksitabilitas saraf dan otot; pada asidosis terjadi depresi susunan saraf pusat, sebaliknya pada alkalosis terjadi hipereksitabilitas.</span></li>
<li><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">mempengaruhi enzim-enzim dalam tubuh</span></li>
<li><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">mempengaruhi konsentrasi ion K</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">bila terjadi perubahan konsentrasi ion H maka tubuh berusaha mempertahankan ion H seperti nilai semula dengan cara:</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">mengaktifkan sistem dapar kimia</span></li>
<li><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">mekanisme pengontrolan pH oleh sistem pernafasan</span></li>
<li><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">mekasnisme pengontrolan pH oleh sistem perkemihan</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Ada 4 sistem dapar:</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Dapar bikarbonat; merupakan sistem dapar di cairan ekstrasel terutama untuk perubahan yang disebabkan oleh non-bikarbonat</span></li>
<li><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Dapar protein; merupakan sistem dapar di cairan ekstrasel dan intrasel</span></li>
<li><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Dapar hemoglobin; merupakan sistem dapar di dalam eritrosit untuk perubahan asam karbonat</span></li>
<li><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Dapar fosfat; merupakan sistem dapar di sistem perkemihan dan cairan intrasel.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">sistem dapat kimia hanya mengatasi ketidakseimbangan asam-basa sementara. Jika dengan dapar kimia tidak cukup memperbaiki ketidakseimbangan, maka pengontrolan pH akan dilanjutkan oleh paru-paru yang berespon secara cepat terhadap perubahan kadar ion H dalam darah akinat rangsangan pada kemoreseptor dan pusat pernafasan, kemudian mempertahankan kadarnya sampai ginjal menghilangkan ketidakseimbangan tersebut. Ginjal mampu meregulasi ketidakseimbangan ion H secara lambat dengan menskresikan ion H dan menambahkan bikarbonat baru ke dalam darah karena memiliki dapar fosfat dan amonia.</span></p>
<p><strong><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Ketidakseimbangan Asam-Basa</span></strong></p>
<p><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"> Ada 4 kategori ketidakseimbangan asam-basa, yaitu:</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Asidosis respiratori, disebabkan oleh retensi CO<sub>2</sub> akibat hipoventilasi. Pembentukkan H<sub>2</sub>CO<sub>3</sub> meningkat, dan disosiasi asam ini akan meningkatkan konsentrasi ion H.</span></li>
<li><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Alkalosis metabolik, disebabkan oleh kehilangan CO<sub>2</sub> yang berlebihan akibat hiperventilasi. Pembentukan H<sub>2</sub>CO<sub>3</sub> menurun sehingga pembentukkan ion H menurun.</span></li>
<li><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Asidosis metabolik, asidosis yang bukan disebabkan oleh gangguan ventilasi paru, diare akut, diabetes melitus, olahraga yang terlalu berat dan asidosis uremia akibat gagal ginjal akan menyebabkan penurunan kadar bikarbonat sehingga kadar ion H bebas meningkat.</span></li>
<li><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Alkalosis metabolik., terjadi penurunan kadar ion H dalam plasma karena defiensi asam non-karbonat. Akibatnya konsentrasi bikarbonat meningkat. Hal ini terjadi karena kehilangan ion H karena muntah-muntah dan minum obat-obat alkalis. Hilangnyaion H akan menyebabkan berkurangnya kemampuan untuk menetralisir bikarbonat, sehingga kadar bikarbonat plasma meningkat.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">untuk mengkompensasi gangguan keseimbangan asam-basa tersebut, fungsi pernapasan dan ginjal sangat penting.</span></p>
<p><strong><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">KESIMPULAN</span></strong></p>
<p><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Pengaturan keseimbangan cairan perlu memperhatikan 2 parameter penting, yaitu: volume cairan ekstrasel dan osmolaritas cairan ekstrasel. Ginjal mengontrol volume cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan garan dan mengontrol osmolaritas ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan cairan. Ginjal mempertahankan keseimbangan ini dengan mengatur keluaran garam dan air dalam urine sesuai kebutuhan untuk mengkompensasi asupan dan kehilangan abnormal dari air dan garam tersebut. Ginjal juga turut berperan dalam mempertahankan keseimbangan asam-basa dengan mengatur keluaran ion hidrogen dan ion bikarbonat dalam urine sesuai kebutuhan. Selain ginjal, yang turut berperan dalam keseimbangan asam-basa adalah paru-paru dengan mengeksresikan ion hidrogen dan CO<sub>2</sub> dan sistem dapar (buffer) kimia dalam cairan tubuh.</span></p>
<p><strong><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Daftar Pustaka</span></strong></p>
<ul>
<li><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Sherwood, Lauralee. (2004). Human Physiology: From cells to system. 5<sup>th</sup> ed. California: Brooks/Cole-Thomson Learning, Inc.</span></li>
<li><span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;">Silverthorn, D.U. (2004). Human Physiology: An Integrated approach. 3<sup>th</sup> ed. San Fransisco: Pearson Education.</span></li>
</ul>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ngeces BUKAN KARENA NGIDAM ENGGAK KETURUTAN]]></title>
<link>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/04/12/ngeces-bukan-karena-ngidam-enggak-keturutan/</link>
<pubDate>Sun, 12 Apr 2009 18:03:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ummu Kautsar</dc:creator>
<guid>http://ummukautsar.wordpress.com/2009/04/12/ngeces-bukan-karena-ngidam-enggak-keturutan/</guid>
<description><![CDATA[Ngeces adalah hal yang normal pada bayi. Namun bila berlebihan, sebaiknya diwaspadai. &#8220;Heran d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><em><strong>N</strong></em><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><em>geces adalah hal yang normal pada bayi. Namun bila berlebihan, sebaiknya diwaspadai.</em></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"> <span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"> <span style="font-family:Verdana;font-size:x-large;"> </span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-large;">&#8220;H</span><span style="font-family:Times New Roman;font-size:large;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">eran</span><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"> deh sama Eyang, kenapa sih setiap aku </span></span> <span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><em>ngeces</em>. Eyang selalu bilang, ‘Ini jelas  gara-gara <em>ngidam </em>Mamamu yang <em>pengen </em>makan serabi jam 3 malam  enggak keturutan! Nah, akibat urusan <em>ngeces </em>ini, debat kusir antara Mama  dan Eyang pun terjadi. Mama bersikukuh bahwa <em>ngeces </em>tak ada kaitannya  dengan <em>ngidam</em>. Ini tentunya sangat berseberangan dengan pendapat Eyang.  Sampai-sampai agar Eyang percaya, Mama mengajaknya ikut ke RSIA Melania Bogor  saat jadwal kontrol bulananku tiba. Di sanalah kami bertemu <strong>dr. F. Sri  Susanti, SpA. </strong>Mama banyak bertanya padanya. </span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="color:#ff0000;">1. Dok, apakah <em>ngeces </em>pada bayi berhubungan  dengan mengidam semasa hamil yang tidak terpenuhi?</span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><em> </em></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><em><!--more-->Ngeces </em>atau dikenal pula dengan <em>ngiler </em>tak ada hubungannya dengan  mengidam. Sampai saat ini, tak ada hasil penelitian yang membuktikan adanya  keterkaitan antara <em>ngeces </em>dan <em>ngidam</em>. Itu hanya mitos.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="color:#ff0000;">2. Apakah ngeces pada bayi tergolong sesuatu yang  normal?</span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><em> </em></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><em>Ngeces </em>adalah sesuatu yang normal semasa bayi, bahkan masih ditoleransi  sampai anak usia 4 tahun. <em>Ngeces </em>dalam istilah kedokterannya disebut <em> shalore </em></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">merupakan pengeluaran  cairan ludah dari rongga mulut yang tidak disengaja, akibat ketidakmampuan bayi  untuk menelan. Ini berkaitan dengan proses kematangan saraf otot mulut pada bayi  yang belum sempurna. Namun, seiring dengan bertambahnya usia maka proses  kematangan di saraf otot mulut pun akan bertambah baik. </span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Jadi, ia akan lebih mampu mengendalikan air liur yang  diproduksi. Tambahan lagi, air liur memang tidak diproduksi secara berlebihan.  Bila diproduksi berlebihan dapat menjadi pertanda adanya penyakit.</span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;">3. Air liur itu sendiri apakah harus  dibuang?</span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Air liur&#8212;yang secara alamiah diproduksi dari waktu ke  waktu oleh kelenjar air liur di rongga mulut&#8212;mengandung air yang berguna untuk  melindungi permukaan daerah tenggorokan pada saat menelan makanan. Enzim emilase  yang terkandung pada air liur berfungsi membantu lidah mengeliminasi atau  mengevakuasi bakteri dan virus dari mulut.</span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;">4. Apakah yang menyebabkan </span> </span><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;font-size:x-small;"><em>ngeces </em></span> <span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;">pada bayi? </span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Ada 3 hal utama yang jadi penyebab </span></span> <span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><em>ngeces </em></span><span style="font-size:x-small;"> <span style="font-family:Verdana;">pada bayi, yakni</span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">• Ketidakmampuan menelan ludah.</span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">• Ketidakmampuan mempertahankan ludah di dalam mulut.</span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">• Produksi cairan ludah yang berlebihan.</span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;">5. Bisa tolong lebih dijelaskan, Dok?</span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Tentu. Penyebab paling umum </span></span> <span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><em>ngeces </em>pada bayi adalah kemampuan menelan  dan mempertahankan ludah di mulut bayi yang belum sempurna. Namun, sekali lagi,  tak perlu khawatir seiring pertambahan usia, pematangan saraf mulutnya akan  semakin sempurna sehingga pada akhirnya ia akan mampu mengelola air liurnya. </span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><em> </em></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><em>Ngeces </em>pun kerap terjadi karena konsentrasi bayi yang terpecah. Begini  bayi kan menganggap segala sesuatu yang dilihatnya sebagai hal yang baru,  sehingga semuanya ingin dieksplorasi. Nah, ketika ia sedang asyik memerhatikan  sesuatu (bereksplorasi), tanpa sadar bayi <em>ngeces</em></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">. </span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Posisi tidur miring pun sering membuat </span></span> <span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><em>ngeces</em></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">.  Ketika tidur, air liur juga tetap diproduksi, namun kondisi tubuh yang sedang  rileks berpengaruh pada kondisi otot-otot tubuh yang juga jadi rileks sehingga  tidak mengontrol dengan baik air liur yang terkumpul di mulut saat tidur.  Akibatnya, air liur pun tumpah keluar. Berbeda ketika bayi sedang tidur  telentang. Pada posisi ini, air liur yang terkumpul di mulut akan merangsang  refleks menelan sehingga air liur itu tertelan dan masuk ke dalam tenggorokan. </span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;">6. Produksi air liur yang berlebihan  biasanya disebabkan apa?</span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Pada bayi produksi air liur yang berlebih biasanya  terjadi kalau ada gangguan di mulut. Seperti, sedang tumbuh gigi pada bayi  berusia sekitar 6 bulan. Ketika gigi menembus gusi, selain merasa sedikit nyeri,  bayi pun merasa ada benda asing di dalam mulutnya. Inilah yang merangsang  kelenjar air liur untuk memproduksi air liur lebih banyak demi mengurangi rasa  nyeri yang ditimbulkan. Namun, ini tidak berlangsung lama yakni hanya pada  proses tumbuh gigi berlangsung. Cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa  sakit itu adalah dengan menggunakan </span></span><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"> <em>teether </em></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">(gigit-gigitan yang  terbuat dari plastik) yang telah didinginkan. Rasa dingin membuat gusi terasa  lebih nyaman. </span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Gangguan mulut lain yang menyebabkan produksi air liur  berlebih adalah luka di mulut atau sariawan. Luka di mulut bayi dapat terjadi  akibat benda yang ia masukkan ke dalam mulut pada saat ia bereksplorasi. Nah,  bisa jadi salah satu dari benda yang dimasukkan ke mulut tergolong tajam dan  menyebabkan luka. Luka di dalam mulut akan menyebabkan air liur diproduksi lebih  banyak. Luka dapat berlanjut menjadi sariawan, bila tidak segera diatasi.</span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Sariawan pada bayi juga bisa karena infeksi jamur.  Pemakaian dot yang kurang bersih sehingga jamur yang ada di dot pindah ke mulut,  misalnya. Sariawan mungkin juga timbul, bila bayi kurang dijaga kebersihan  mulutnya. </span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Kemungkinan lain, bayi tengah mengalami alergi  pernapasan atau infeksi saluran napas atas (radang tenggorokan, radang tonsil)  yang mengganggu kemampuan menelannya. Pada saat ini, karena menelan merupakan  proses yang menyakitkan buatnya, akhirnya ia memilih untuk tidak menelan air  liurnya. Jadilah </span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><em> ngeces</em></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">. </span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;">7. Adakah penyebab lain dari produksi  air liur yang berlebihan pada bayi?</span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Bayi yang mengalami gangguan saraf pusat (seperti pada  penderita </span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><em>cerebral  palsy</em>) juga akan sering <em>ngeces </em>karena refleks menelannya tidak baik.  Biasanya terjadi pula pada anak yang menderita retardasi mental berkaitan dengan  koordinasi otot mulutnya yang kurang baik sehingga membuat refleks menelan yang  seharusnya otomatis teratur jadi terganggu. Inilah yang membuatnya jadi sering <em>ngiler</em></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">. </span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;">8. Bila tiba-tiba bayi sering </span> </span><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="color:#ff0000;"><em>ngeces</em>, walau  sedang tidak tumbuh gigi, sariawan, alergi atau infeksi pada saluran napas,  apakah kira-kira penyebabnya?</span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><em> </em></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><em>Ngeces </em></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">yang mendadak, bisa  disebabkan keracunan. Biasanya setiap ibu mengetahui kebiasaan bayinya. Nah,  bila bayi tiba-tiba mengeluarkan air liur yang berlebihan padahal tidak sedang  tumbuh gigi atau menderita gangguan mulut, maka patut diperhatikan kaitannya  dengan keracunan pestisida atau reaksi racun dari serangga atau ular berbisa.  Khusus reaksi racun dari serangga atau ular berbisa dapat diwaspadai bila  tinggal di wilayah perkebunan.</span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;">9. Bagaimana membedakan antara air liur  yang berlebih pada bayi dengan gangguan mulut dan gangguan saraf pusat?</span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><em> </em></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><em>Ngeces </em>pada penderita gangguan saraf pusat akan berlangsung terus menerus,  bahkan terbawa hingga dewasa. Sedangkan, <em>ngeces </em>yang disebabkan gangguan  mulut akan berhenti bila penyebabnya diatasi. Demikian pula ketika tumbuh gigi,  umumnya hanya berlangsung 2–3 hari, <em>ngeces </em></span><span style="font-size:x-small;"> <span style="font-family:Verdana;">akan berhenti ketika gigi bayi sudah tumbuh.</span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Hal lain yang dapat diperhatikan pada </span></span> <span style="font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><em>ngeces </em></span> <span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">dengan gangguan saraf pusat adalah tumbuh  kembang si bayi. Bila bayi mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembangnya, maka  patut dicurigai telah terjadi gangguan saraf pusat. Misal, sampai dengan usia 6  bulan lehernya belum mampu tegak atau mengangkat kepala maka patut diwaspadai.</span></span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;">10. Yang terakhir Dok, apa yang harus  kita lakukan ketika bayi </span></span> <span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;font-size:x-small;"><em>ngeces</em></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;">?</span></span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Saat bayi </span></span><span style="font-size:small;"> <span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><em>ngeces </em></span><span style="font-size:x-small;"> <span style="font-family:Verdana;">terus sebaiknya gunakan tadah iler karena air liur bisa  mengiritasi kulit. Bersihkan juga bagian-bagian tubuh si kecil yang terkena  liur&#8212;seperti muka, leher dan dada&#8212;dengan air hangat atau cukup diseka dengan  lap kering saja. </span></span></span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Oh, begitu ya Dok. Terima kasih sekali Dokter Sri atas  penjelasannya. </span></span></span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Akhirnya Mama dan Eyang pun pulang bersama dengan hati  yang lebih plong, Mama plong karena akhirnya Eyang menyadari kekeliruannya.  Eyang pun plong karena </span></span><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><em>ngeces </em> pada usia bayi itu ternyata normal-normal saja.&#8221; </span></span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><strong>Utami Sri Rahayu. nakita</p>
<p></strong></span></span></span></span></span></span></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ORGASME Pada PEREMPUAN [4]]]></title>
<link>http://konsultasiseks.wordpress.com/2009/04/09/orgasme-para-perempuan-4/</link>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 14:25:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>konsultasiseks</dc:creator>
<guid>http://konsultasiseks.wordpress.com/2009/04/09/orgasme-para-perempuan-4/</guid>
<description><![CDATA[Selama tahap stabil seorang wanita dapat mengalami: * Ditandai dengan peningkatan ketegangan seksual]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Selama tahap stabil seorang wanita dapat mengalami:</p>
<p>* Ditandai dengan peningkatan ketegangan seksual.<br />
* Peningkatan vasocongestion dalam vagina disebabkan 1/3 dari bagian luar vagina membengkak, menyebabkan ukuran lubang vagina menurun mungkin 30%.<br />
* 2/3 bagian dalam dari vagina menggembung. Seorang wanita bisa mengalami hasrat yang kuat untuk dipenuhi, rasa sakit pada vagina.<br />
* Jumlah pelumasan vagina bisa menurun selama tahap ini, khususnya jika diperpanjang.<br />
* Clitoris (kelentit) menjadi ereksi secara meningkat, kelenjar bergerak ke arah tulang panggul, menjadi lebih tersembunyi oleh bagian tudungnya.<br />
* Labia minora sangat meningkat ketebalannya, sekitar 2-3 kali.<br />
* Peningkatan ukuran labia bagian dalam bisa memisahkan labia bagian luar mengakibatkan lubang vagina menjadi lebih menonjol.<br />
* Warna labia minora berubah dari merah muda menjadi merah bagi wanita yang belum melahirkan, dari merah terang menjadi merah gelap pada wanita yang telah melahirkan. Warna yang sebenarnya bisa bervariasi, tetapi tidak ditandai perubahan warna.<br />
* Areola, daerah berwarna disekeliling puting susu menjadi membengkak.<br />
* Payudara, meningkat ukurannya 20-25% bagi wanita yang belum menyusui bayi, bagi wanita yang telah menyusui, kurang atau tidak ada peningkatan ukuran.<br />
* 50% -70% wanita mengalami “gejolak seks” pada dada mereka dan daerah tubuh lainnya akibat dari meningkatnya aliran darah dekat permukaan kulit.<br />
* Detak jantung meningkat, mungkin berdebar dengan jelas.<br />
* Adanya suatu tanda peningkatan dalam besarnya tegangan seksual pada paha dan pantat.<br />
* Tubuh seorang wanita sekarang secara penuh siap untuk melakukan hubungan intim melalui vagina.</p>
<p>Master dan Johnson melaporkan mereka tidak pernah melihat seorang wanita mengalami orgasme yang awalnya tidak mengalami perubahan yang dramatis dalam warna labial jika seorang wanita betul-betul mengalami prubahan warna ini, dia kemungkinan lebih daripada mengalami orgasme.</p>
<p>Jika anda perhatikan pada seluruh perubahan phisik pada organ-organ seksual bagian dalam dan bagian luar, anda bisa melihat bahwa para wanita tidak sepenuhnya menyiapkan diri untuk berhubungan intim sampai terlambat dalam tahap stabil. Tubuh seorang wanita mengisyaratkan kesiapannya dengan cara membuka vulvanya, memperlihatkan lubang vaginanya. Kelembaban vagina ini sendiri tidak menandakan kesiapan. Ini mungkin menandakan bahwa para wanita perlu memperpanjang ritual kencan sebelum sampai pada hubungan intim melalui vagina (*).</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ORGASME Pada PEREMPUAN [3]]]></title>
<link>http://konsultasiseks.wordpress.com/2009/04/09/orgasme-pada-perempuan-3/</link>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 14:24:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>konsultasiseks</dc:creator>
<guid>http://konsultasiseks.wordpress.com/2009/04/09/orgasme-pada-perempuan-3/</guid>
<description><![CDATA[Selama tahap stabil seorang wanita dapat mengalami: * Ditandai dengan peningkatan ketegangan seksual]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Selama tahap stabil seorang wanita dapat mengalami:</p>
<p>* Ditandai dengan peningkatan ketegangan seksual.<br />
* Peningkatan vasocongestion dalam vagina disebabkan 1/3 dari bagian luar vagina membengkak, menyebabkan ukuran lubang vagina menurun mungkin 30%.<br />
* 2/3 bagian dalam dari vagina menggembung. Seorang wanita bisa mengalami hasrat yang kuat untuk dipenuhi, rasa sakit pada vagina.<br />
* Jumlah pelumasan vagina bisa menurun selama tahap ini, khususnya jika diperpanjang.<br />
* Clitoris (kelentit) menjadi ereksi secara meningkat, kelenjar bergerak ke arah tulang panggul, menjadi lebih tersembunyi oleh bagian tudungnya.<br />
* Labia minora sangat meningkat ketebalannya, sekitar 2-3 kali.<br />
* Peningkatan ukuran labia bagian dalam bisa memisahkan labia bagian luar mengakibatkan lubang vagina menjadi lebih menonjol.<br />
* Warna labia minora berubah dari merah muda menjadi merah bagi wanita yang belum melahirkan, dari merah terang menjadi merah gelap pada wanita yang telah melahirkan. Warna yang sebenarnya bisa bervariasi, tetapi tidak ditandai perubahan warna.<br />
* Areola, daerah berwarna disekeliling puting susu menjadi membengkak.<br />
* Payudara, meningkat ukurannya 20-25% bagi wanita yang belum menyusui bayi, bagi wanita yang telah menyusui, kurang atau tidak ada peningkatan ukuran.<br />
* 50% -70% wanita mengalami “gejolak seks” pada dada mereka dan daerah tubuh lainnya akibat dari meningkatnya aliran darah dekat permukaan kulit.<br />
* Detak jantung meningkat, mungkin berdebar dengan jelas.<br />
* Adanya suatu tanda peningkatan dalam besarnya tegangan seksual pada paha dan pantat.<br />
* Tubuh seorang wanita sekarang secara penuh siap untuk melakukan hubungan intim melalui vagina.</p>
<p>Master dan Johnson melaporkan mereka tidak pernah melihat seorang wanita mengalami orgasme yang awalnya tidak mengalami perubahan yang dramatis dalam warna labial jika seorang wanita betul-betul mengalami prubahan warna ini, dia kemungkinan lebih daripada mengalami orgasme.</p>
<p>Jika anda perhatikan pada seluruh perubahan phisik pada organ-organ seksual bagian dalam dan bagian luar, anda bisa melihat bahwa para wanita tidak sepenuhnya menyiapkan diri untuk berhubungan intim sampai terlambat dalam tahap stabil. Tubuh seorang wanita mengisyaratkan kesiapannya dengan cara membuka vulvanya, memperlihatkan lubang vaginanya. Kelembaban vagina ini sendiri tidak menandakan kesiapan. Ini mungkin menandakan bahwa para wanita perlu memperpanjang ritual kencan sebelum sampai pada hubungan intim melalui vagina (*).</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketidakseimbangan Cairan dan Elektrolit]]></title>
<link>http://nurmufid.wordpress.com/2009/04/03/ketidakseimbangan-cairan-dan-elektrolit/</link>
<pubDate>Fri, 03 Apr 2009 15:49:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>nurmufid</dc:creator>
<guid>http://nurmufid.wordpress.com/2009/04/03/ketidakseimbangan-cairan-dan-elektrolit/</guid>
<description><![CDATA[KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT A.Proporsi cairan tubuh BBL : 80 % bb Anak : 70 % bb Dewasa : 60 % b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;                                                                                                                                             &#60;![endif]--><br />
KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT</p>
<p><strong>A.Proporsi cairan tubuh</strong><br />
BBL : 80 % bb<br />
Anak : 70 % bb<br />
Dewasa : 60 % bb<br />
Usila : 40 –45 % bb</p>
<p><strong>B.Distribusi cairan tubuh</strong><br />
Intra sel : 40 %<br />
Extracell : interstitial 15% bb plasma (intra vaskuler) 5 %bb<br />
Darah menyimpan panas 36 0 c</p>
<p><strong>C.Fungsi cairan tubuh :</strong><br />
Pembentuk struktur tubuh<br />
Sarana transportasi<br />
Metabolisme sel<br />
Pelarut elektrolit dan non elektrolit<br />
Memelihara suhu tubuh</p>
<p><!--more--></p>
<p><strong>D.Keseimbangan intake – output</strong><br />
Intake :<br />
Ingestion<br />
Jumlah tergantung dari usia,bb<br />
Oxidasi sel kurang lebih 10 ml/100 ml yang dibakar<br />
Output :<br />
Iwl tergantung dari usia, bb dipengaruhi oleh :<br />
Suhu tubuh<br />
Kerja fisik<br />
Kondisi atm<br />
Urine :<br />
1 – 2 ml/kgbb/jam atau pada orang dewasa kurang lebih 1000 – 1500 ml</p>
<p>E.Komposisi cairan :<br />
Fungsi pelarut, reaksi kimia, metabolisme. Regulator : ADH, aldosteron<span style="font-family:Symbol;"><span>®</span></span>1.Air :<br />
2.Elektrolit :<br />
<span> </span>Lebih banyak di extrasell, fungsi untuk mempertahankan isotonisitas cairan extrasell.<span style="font-family:Symbol;"><span>®</span></span>Natrium :<br />
<span> </span>memberikan lingkungan kimia listrik yang penting<span style="font-family:Symbol;"><span>®</span></span>Natrium dan kalium :<span> </span>untuk kontraksi otot dan transmisi impuls saraf. Regulator : aldosteron<br />
Chlorida (cl) :<br />
Berperan sebagai electron netral diluar intracell<br />
&#62;&#62; pada cairan lambung dan keringat<br />
Fungsi mengatur keseimbangan asam basa<br />
Regulator : faktor yang mempengaruhi konsentrasi plasma</p>
<p>Kalium dan Phospor (ca &#38; p ) :<br />
Kalium : &#62;&#62;<span> </span>Untuk pembekuan darah, metabolisme<span style="font-family:Symbol;"><span>®</span></span>pada tulang<span> </span>tulang, kontraksi otot dan transmisi impuls saraf &#38; Menentukan permeabilitas membran sel<br />
Phospor :<br />
<span> </span>berperan dalam pembekuan tulang, komponen ATP, sebagai buffer dalam mempertahankan keseimbangan asam basa intrasell.<span style="font-family:Symbol;"><span>®</span></span>Phospor :<br />
3.Non elektrolit<br />
Glikosa dan fruktosa<br />
Ureum kreatinin<br />
Protein</p>
<p><strong>PERGERAKAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT</strong></p>
<p>1.Antara plasma – interstitial<br />
Dipengaruhi oleh :<br />
Permeabilitas membran sel<br />
Tekanan hydrostatik kapiler<br />
Tekanan osmotic koloid<br />
Mekanisme transport :<br />
Difusi<br />
Osmosa<br />
2.Antara interstitial – intrasell<br />
Mekanisme transport:<br />
Simple difusi: O2, CO2, Cl, alkohol.<br />
Facilitated difusi : glukosa<br />
Transport aktif : Na,K<br />
Osmosa</p>
<p><strong>KETIDAKSEIMBANGAN CAIRAN :</strong></p>
<p>1.Hypervolemia ( peningkatan volume cairan )<br />
Terjadi oleh karena :<br />
Peningkatan intake —- infus &#62;&#62; , psychotic drinking episode<br />
Penurunan output —- renal failure, chd, ketidakseimbangan endokrin, penggunaan obat-obat steroid.</p>
<p>Tanda dan gejala :<br />
Peningkatan plasma :<br />
Dilusi protein bermol besar, RBC —- penurunan konsentrasi protein plasma, penurunan HCT.<br />
Peningkatan tekanan darah, distensi vena jugularis, overload sirkulasi.<br />
Peningkatan cairan interstitial —- edema, peningkatan bb, peningkatan turgor kulit, bengkak pada kelopak mata.</p>
<p>Edema paru :<br />
Batuk-batuk dg dahak berbusa, bercak darah<br />
Dyspnea</p>
<p>Asites : dyspnea</p>
<p>2.Hypovolemia (penurunan volume cairan)<br />
Terjadi oleh karena :<br />
Peningkatan output : &#62;&#62;&#62; perspitasi, drainage pada luka bakar, abses, diare, muntah-muntah, gastric —- suction.<br />
Hemorrhagic<br />
Diabetes insipidus<br />
Penurunan intake —- ketidakseimbangan elektrolit<br />
Tanda dan gejala :<br />
Penurunan plasma : peningkatan konsentrasi plasma protein, peningkatan hct (kecepatan pada hemorrhagic); penurunan tekanan darah —- penurunan cardiac output —- diuresis menurun dan kolaps pembuluh darah superficial —- kulit dingin dan berkeringat.<br />
Penurunan cairan interstitial —- penurunan turgor kulit, mukosa membran kering, mata cekung, penurunan bb, peningkatan temp.</p>
<p><strong>KETIDAKSEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT</strong></p>
<p>Ketidakseimbangan isotonis —- perubahan volume cairan extracell yang disertai dengan perubahan elektrolit secara proporsional isotonic<span> </span>Tidak terjadi sel edema / keriput<span style="font-family:Symbol;"><span>®</span></span>dengan cairan intracell<br />
Penyebab :<br />
Peningkatan —- &#62;&#62;&#62; infus nacl 0,9 %, hypersekresi aldosteron; peningkatan volume cairan keseimbangan peningkatan dengan jumlah natrium<br />
Penurunan —- kehilangan cairan yg mengandung natrium secara proporsional —- perdarahan, &#62;&#62;&#62; respirasi drainage luka</p>
<p>Ketidakseimbangan Natrium :<br />
Terjadi oleh karena :<br />
Peningkatan/penurunan natrium, volume cairan tetap.<br />
Natrium tetap, penurunan/penungkatan volume cairan</p>
<p>Hyponatremi<br />
Oleh karena :<br />
Penurunan ointake natrium<br />
Peningkatan output natrium<br />
&#62;&#62; cairan hypotonis<br />
Enema dengan air kran<br />
Penurunan output cairan<br />
Sekresi adh oleh karena stress, cancer, cerebral disorder, pain, trauma surgical, penggunaan morphin/obat anestesi.</p>
<p>Konsentrasi Na extracell menurun<br />
Cairan extracell —– intracell —-cell edema<br />
Edema cell otak —- neural symptom<br />
Twitching<br />
Hyper irritable<br />
Disorientasi<br />
Convulsi<br />
Coma<br />
Edema tempat lain —-lemah, anorexia, nausea, vomiting, abdominal cramp, diarhe.</p>
<p>Hypernatremi<br />
Oleh karena :<br />
Peningkatan intake natrium<br />
Penurunan volume darah —- sulit menelan,gangguan rasa haus, penurunan air di lingkungan, diabetes insipidus, &#62;&#62; perpitasi.</p>
<p>Konsentrasi cairan extracell meningkat<br />
Cairan intracell —- extracell —- cell keriput, rasa haus.<br />
Keriput sel otak —- tampak ketakutan, gelisah, koma.<br />
Keriput sel lain —- kulit kering,mukosa membran kering, mata cekung, lidah beralur jelas.</p>
<p>Tanda dan gejala lain pada :<br />
Hyponatremi<br />
Hypernatremi<br />
—- tergantung pada penyebab.</p>
<p>Hypokalemia<br />
Penurunan kalium extracell oleh karena :<br />
Penurunan intake kalium<br />
Peningkatan output kalium : gastrointestinal losses — diare, &#62;&#62;&#62; urine, peningkatan sekresi aldosteron, alkalosis.</p>
<p>Penurunan respon otot terhadap rangsang saraf<br />
Gangguan pada otot polos git —- distensi abdomen, vomiting, illeus paralitic.<br />
Penurunan tonus vaskuler —- hypotensi<br />
Gangguan pada otot rangka —- pernafasan dangkal, kelemahan otot-otot.<br />
Gangguan pada otot jantung —- arrytmia —- heart block, perubahan ekg ( st segment depresi) flattenea t wave,.peningkatan sensitivitas terhadap digitalis.<br />
Alkalosis</p>
<p>Hyperkalemia &#62; 6 mg<br />
Peningkatan k extracell oleh karena :<br />
Peningkatan intake k : &#62;&#62; infus, transfsi.<br />
Penurunan output k : renal failure, addison’s disease, aldosteron inhibiting drugs (aldactone).<br />
Shift of K Out of intracell : asidosis, luka bakar, crushing injuries, hypoxia selluler.<br />
Peningkatan respon otot terhadap rangsang saraf<br />
Penurunan kekuatan kontraksi otot.<br />
Gangguan pada otot rangka —- kelemahan otot pernafasan dangkal<br />
Gangguan pada otot jantung : penurunan kekuatan kontraksi, —- dilatasi dan flaccidity —- penurunan rate jantung / stop, peningkatan respon terhadap rangsang saraf —- arrytmia ( ventrikel fibrilasi )</p>
<p>Hypokalsemia —- penurunan ca extracell<br />
Oleh karena :<br />
Penurunan absorbsi ca pada git: defisiensi vitamin d, defisiensi nutrisi, penurunan sekresi pth, penyakit liver, empedu, pancreas.<br />
&#62;&#62; deposit ca pada tulang, peningkatan exkresi ca, alkalosis</p>
<p>Peningkatan permiabilitas dan irritabilitas jaringan saraf dan otot</p>
<p>Pada otot rangka : twitching, carpopedal spasm, tetany, spasmus larink,epilepsy —- like seizure.<br />
Pada otot pembuluh darah : numbress, tingling pada jari<br />
Neuromuskuler : troulsean tes +, chvostex’s sign +.<br />
Pada otot jantung : arrytmia</p>
<p>Hypercalcemia —–peningkatan ca extrecell<br />
Oleh karena :<br />
Peningkatan absorsi ca git —- &#62;&#62; diet<br />
Peningkatan pemecahan ca dari tulang : peningkatan sekresi pth, immobilisasi &#62;&#62;&#62;, kanker tulang<br />
Penurunan exkresi ca pada renal asidosis</p>
<p>Penurunan permiabilitas dan irritabilitas jaringan saraf dan otot<br />
Penurunan aktivitas otot dan saraf —- penurunan tonus otot<br />
Otot polos git —- distensi abdomen, kembung, konstipasi, nausea, vomiting.<br />
Penurunan fungsi saraf : lethargy, kelemahan, penurunan reflex normal &#62;<br />
Kecuali pada otot jantung —- peningkatan rangsang jantung —- peningkatan cardiac output &#38; bp jika &#62;&#62;&#62; —- arrytmia. Penurunan pompa jantung —- penurunan BP.<br />
Peningkatan ca extracell / plasma —- peningkatan deposit ca pada jaringan lunak — batu ginjal, renal failure.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TIPS MENANGANI HANDPHONE TERCEBUR DALAM CAIRAN]]></title>
<link>http://faisalrizkan.wordpress.com/2009/03/31/tips-menangani-handphone-tercebur-dalam-cairan/</link>
<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 02:34:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>faisalrizkan</dc:creator>
<guid>http://faisalrizkan.wordpress.com/2009/03/31/tips-menangani-handphone-tercebur-dalam-cairan/</guid>
<description><![CDATA[Hampir tiap orang pernah mengalami kejadian buruk dengan handphonenya, seperti terjatuh atau tercebu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hampir tiap orang pernah mengalami kejadian buruk dengan handphonenya, seperti terjatuh atau tercebur ke air. Bagaimana kah cara yang tepat untuk menangani hal-hal tersebut apabila suatu saat menimpa anda? berikut ini saya  berikan tips untuk melakukan pertolongan pertama  pada handphone yang tercebur ke dalam cairan.<br />
hal pertama yang harus anda lakukan sesaat setelah HP tercebur adalah segera mengangkatnya dari cairan tersebut.Gunakan cara dan alat yang aman bagi tubuh anda apabila Hp tercebur ke dalam cairan yang membahayakan seperti air panas atau cairan kimia berbahaya.<br />
Setelah handphone diangkat, segera usap cairan dengan lap kering dengan cepat dan langsung CABUT BATRE NYA.Lakukan segera, karena pada saat tercebur arus yang mengalir dalam sistem rangkaian elektronik Hp belum terlalu tinggi (kondisi standby) sehingga belum berakibat fatal.<br />
Kesalahan yang terjadi bagi sebagian orang adalah langsung mencoba mempergunakan HP yang telah tercebur untuk mengetahui apakah HP tersebut rusak atau tidak. Jangan pernah sekali-kali anda menyalakan atau memfungsikan Hp yang telah tercebur sebelum cairan benar-benar kering baik diluar (casing) maupun di dalam (Printed Circuit Board).<br />
Nah, setelah batre anda cabut, buka casingnya dan bersihkan dengan kain lembut yang tidak berserat/berbulu. Lanjutkan pengeringan dengan menggunakan hair dryer atau kipas angin sampai benar-benar kering luar dalam (sekitar 1- jam dengan hair dryer atau 5-6 hari dengan kipas angin).<br />
Bila anda tidak memiliki hair dryer atau kipas angin,&#8230;kuaciaan deh lu.. hehehe.. cukup dengan diangin2 kan saja di tempat yang kering sekitar 1-2 hari.</p>
<p>Untuk lebih amannya, segera bawa HP anda tukang servis HP.Biasanya mereka memiliki alat pencuci khusus untuk handphone tercebur.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nutrisi Kulit Kering]]></title>
<link>http://dovablog.wordpress.com/2009/03/24/nutrisi-kulit-kering/</link>
<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 19:03:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>dova article</dc:creator>
<guid>http://dovablog.wordpress.com/2009/03/24/nutrisi-kulit-kering/</guid>
<description><![CDATA[SAAT pergantian musim, kulit terasa lebih kering. Menutrisi kulit kering dengan sejumlah perawatan a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[SAAT pergantian musim, kulit terasa lebih kering. Menutrisi kulit kering dengan sejumlah perawatan a]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MINUM AIR KELAPA SAAT DEMAM BERDARAH]]></title>
<link>http://vtrediting.wordpress.com/2009/03/08/minum-air-kelapa-saat-demam-berdarah/</link>
<pubDate>Sun, 08 Mar 2009 15:41:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>vtrediting</dc:creator>
<guid>http://vtrediting.wordpress.com/2009/03/08/minum-air-kelapa-saat-demam-berdarah/</guid>
<description><![CDATA[Nyiur kelapa melambai di pinggir pantai Malabero. Setandan buah kelapa hijau. Air kelapa sebagai oba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_651" class="wp-caption alignleft" style="width: 134px"><img class="size-full wp-image-651" title="nyiur-kelapa-di-pantai1" src="http://vtrediting.wordpress.com/files/2009/03/nyiur-kelapa-di-pantai1.jpeg" alt="Nyiur kelapa melambai di pinggir pantai Malabero." width="124" height="82" /><p class="wp-caption-text">Nyiur kelapa melambai di pinggir pantai Malabero.</p></div>
<div id="attachment_652" class="wp-caption alignleft" style="width: 104px"><img class="size-full wp-image-652" title="buah-kelapa1" src="http://vtrediting.wordpress.com/files/2009/03/buah-kelapa1.jpeg" alt="Setandan buah kelapa hijau." width="94" height="124" /><p class="wp-caption-text">Setandan buah kelapa hijau.</p></div>
<div id="attachment_653" class="wp-caption alignright" style="width: 128px"><img class="size-full wp-image-653" title="air-kelapa1" src="http://vtrediting.wordpress.com/files/2009/03/air-kelapa1.jpeg" alt="Air kelapa sebagai obat penurun panas." width="118" height="118" /><p class="wp-caption-text">Air kelapa sebagai obat penurun panas.</p></div>
<div id="attachment_654" class="wp-caption alignleft" style="width: 88px"><img class="size-full wp-image-654" title="air-kelapa-di-gelas" src="http://vtrediting.wordpress.com/files/2009/03/air-kelapa-di-gelas.jpeg" alt="Segelas air kelapa penawar dahaga." width="78" height="104" /><p class="wp-caption-text">Segelas air kelapa penawar dahaga.</p></div>
<p>Menatap jajaran pohon kelapa yang menjulang tinggi di Pantai Malabero Bengkulu beberapa waktu lalu, sehat dengan reiki teringat bahwa pohon kelapa mempunyai multi fungsi. Batang pohonnya bila ditebang bisa dijadikan tiang penyangga bangunan atap rumah, daunnya untuk anyaman tikar, lidinya untuk sapu dan air buahnya bisa untuk obat pengganti cairan tubuh yang hilang ketika terjadi demam tinggi. Memang itu terjadi atas kehendak Yang Maha Kuasa mengapa menciptakan pohon kelapa di negara yang beriklim tropis seperti Indonesia ini.</p>
<p>Buah kelapa terdapat dimana-mana. Minum air kelapa biasa kita lakukan dalam berbagai suasana, mulai sekedar melepas dahaga, teman saat makan, bahkan ketika menikah Anda dan sehat dengan reiki pun menggunakan janur kuning penghias pelaminan dan penunjuk jalan ke rumah mempelai di mana janur kuning melengkung di tempatkan di pintu gerbang pemukiman. Itu baru daunnya lalu bagaimana dengan air buahnya?</p>
<p><!--more-->Air buah kelapa dimanfaatkan sebagai obat. Bahkan tidak sedikit ibu hamil yang percaya bahwa air kelapa mampu memberikan khasiat bagi janin yang sedang dikandungnya. Apalagi jika yang dikonsumsi adalah jenis kelapa hijau yang dipercaya memiliki banyak khasiat bagi kesehatan.</p>
<p>Kandungan air dalam satu buah kelapa adalah sekitar 400 &#8211; 465 cc. Kandungan nutrisi dari air kelapa terdiri dari vitamin C dan beberapa jenis vitamin B seperti niacin, asam pantotenat, biotin, ribofiavin, asam folat dan thiamin. Di samping itu juga air kelapa mengandung mineral seperti natrium, kalium, kalsium, magnesium dan zat besi.</p>
<p>Di bidang medis pun air kelapa banyak digunakan sebagai cairan pengganti cairan tubuh. Contohnya air kelapa pernah digunakan sebagai cairan pengganti infus bagi prajurit ketika Perang Dunia II dan juga digunakan sebagai pengganti cairan dan nutrisi pada bayi yang menderita diare di Vietnam.</p>
<p>Khasiat air kelapa yang bersifat alami ini tentunya lebih baik dibandingkan minuman pengganti cairan lainnya yang mengandung bahan sintetik. kandungan vitamin dan mineral dalam bahan sintetik 50 &#8211; 70 % lebih rendah dibandingkan dengan produk alami dan yang benar-benar dipakai tubuh hanya sekitar 15 %, sisanya sampah yang membebani tubuh bahkan kadang-kadang dapat menjadi racun. Karenanya banyak alasan mengapa semakin banyak orang yang memilih bahan alami dibandingkan sintetik.</p>
<p>AIR KELAPA DAN DDB</p>
<p>Salah satu penyakit yang mengancam saat musim hujan tiba adalah demam berdarah dengue ( DBD ). DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk bergenus Aedes, yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan.</p>
<p>Penyakit ini muncul setiap tahunnya berkaitan dengan buruknya sanitasi lingkungan yang menyediakan tempat perindukan bagi nyamuk betina seperti adanya air jernih menggenang, wadah berisi air, seperti bak mandi, kaleng bekas, vas bunga, air penampung belakang kulkas, tumpukan ban bekas di halaman rumah dan kotornya lingkungan karena joroknya manusia penghuninya yang tidak peduli dengan kebersihan lingkungan.</p>
<p>Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini bervariasi, mulai dari demam yang disertai ruam-ruam, sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri sendi dan otot, mual dan muntah bahkan disertai perdarahan fatal yang terus menerus. Dr. Helmin Agustina Silalahi, Medical Executive PT Kalbe Farma Tbk menyebutkan,&#8221;Bahwa banyaknya korban jiwa akibat DBD biasanya disebabkan oleh perdarahan dan syok hipovolemik, yaitu terjadinya kekurangan cairan pada pembuluh darah karena meningkatnya permeabilitas kapiler yang mengakibatkan bocornya plasma,&#8221; katanya kepada tim bugar sehat akhir pekan ini.</p>
<p>Untuk itulah pengobatan pada pendserita DBD salah satunya adalah penggantian cairan tubuh dan pemberian minum lebih dari 2 liter dalam 24 jam. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya syok hipovolemik yang berakibat kematian. Cairan pun bermanfaat untuk membantu menurunkan suhu tubuh (termoregulasi) yang cenderung meningkat pada penderita DBD.</p>
<p>Karena kebutuhan cairan tubuh sangat penting bagi penderita DBD, maka langkah terbaik adalah memberikan minuman pengganti cairan tubuh yang alami, seperti sari buah atau jus. Salah satu minuman alami yang bermanfaat untuk proses rehidrasi tubuh adalah air kelapa, selain rasanya enak juga kandungan nutrisi dan ion didalamnya bermanfaat untuk rehidrasi.</p>
<p>Mari sehat dengan reiki dengan Anda pengunjung blog ini sama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan tindakan sederhana 3 M sebagaimana sering dianjurkan oleh ibu-ibu PKK setiap harinya dan mengontrol apakah ada cairan menggenang di bak penampung belakang kulkas, vas bunga dan segera bersihkan dengan teratur. Lebih baik mencegah sedini mungkin dengan perilaku hidup sehat secara berkesinambungan.</p>
<p>Mari  biasakan diri minum air kelapa alami syukur kelapa ijo karena ini bisa menjadi alternatif pengganti cairan tubuh baik di kala kita sehat atau saat DBD menyerang dan selalu konsumsi air putih yang mempunyai<a href="http://vtrediting.wordpress.com/2008/12/19/membuat-air-hexagonal-dengan-inti-reiki/"> molekul air hexagonal</a>. Selebihnya selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diri dan keluarga diberkati rahmat kesehatan sepanjang hidup ini.</p>
<p>Sumber : bugar dan sehat akhir pekan ( disunting )</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hukum Keputihan]]></title>
<link>http://ummuammar88.wordpress.com/2009/03/05/hukum-keputihan/</link>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 08:03:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ummu 'Ammar</dc:creator>
<guid>http://ummuammar88.wordpress.com/2009/03/05/hukum-keputihan/</guid>
<description><![CDATA[Oleh : Al-Ustadz &#8216;Abdul Barr Assalamu&#8217;alaikum warohmatullahi wabarokatuh, Pada beberapa ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Oleh : Al-Ustadz &#8216;Abdul Barr</p>
<p><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/files/2009/03/f_whiterose1m_71a9edb_edit1.jpg"><img class="size-full wp-image-764 alignleft" src="http://ummuammar88.wordpress.com/files/2009/03/f_whiterose1m_71a9edb_edit1.jpg" alt="" width="200" height="150" /></a>Assalamu&#8217;alaikum warohmatullahi wabarokatuh,</p>
<p>Pada beberapa wanita sering mengalami yang disebut dengan keputihan,yaitu cairan yang keluar dari lubang vagina milik seorang wanita. Secara medis hal ini dapat sebagai tanda suatu penyakit keganasan pada kelamin wanita (jika keluar berlebihan) tapi dapat juga terjadi pada wanita normal (bukan suatu kelainan/fisiologis) misalnya saat sebelum atau sesudah menstruasi atau saat kondisi tubuh terlalu kecapekan. Ana mau tanya apakah hukum dari keputihan itu? Apakah keputihan najis atau tidak? Apakah sampai diharuskan melepas celana dalam saat sholat? Ana mohon penjelasannya&#8230;  Syukron jazakumullahu khayran</p>
<p><!--more-->Jawab:</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaykum warohmatullahi wabarokatuh</p>
<p>Berikut ini adalah jawaban dari Al-Ustadz &#8216;Abdul Barr hafizhahullaahu tentang permasalahan keputihan:  Keputihan itu membatalkan wudhu&#8217;. Cara menyucikannya dengan membersihkan badan dan pakaian yang terkena keputihan tersebut, kemudian berwudhu&#8217;. Jika ia tetap keluar, maka diberi keringanan akan hal tersebut.  Demikian dari Al-Ustadz &#8216;Abdul Barr.  Wa iyyaakum wa baarakallaahu fiikum.</p>
<p>Sumber: via email dari Milis AkhwatusSalafiyah, Ummu Muhammad Hasna fii Ternate, Maluku Utara</p>
<p>=======================================</p>
<p>Artikel Terkait :</p>
<ul>
<li><strong><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2009/01/26/wanita-haidh-dan-nifas-menyentuh-dan-membaca-al-quran/" target="_blank"><span style="text-decoration:none;">Wanita Haidh dan Nifas Menyentuh dan Membaca Al-Qur’ân</span></a></strong></li>
<li><strong><span style="text-decoration:none;"><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/?p=1031&#38;preview=true" target="_blank">Hukum Cairan yang Keluar dari Farji (Kemaluan Wanita)</a><br />
</span></strong></li>
</ul>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[membersihkan Keramik]]></title>
<link>http://cvandhikaprima.wordpress.com/2009/01/16/membersihkan-keramik/</link>
<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 07:58:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>cvandhikaprima</dc:creator>
<guid>http://cvandhikaprima.wordpress.com/2009/01/16/membersihkan-keramik/</guid>
<description><![CDATA[Jika lantai keramik Anda saat ini terkena noda yang sulit dibersihkan, Anda tidak usah gundah gulana]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="font-family:book antiqua,palatino;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-7" title="guci" src="http://cvandhikaprima.wordpress.com/files/2009/01/guci.jpeg?w=128" alt="guci" width="128" height="95" />Jika lantai keramik Anda saat ini terkena noda yang sulit dibersihkan, Anda tidak usah gundah gulana. Anda bisa melakukan <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Renovation/?PostID=194261">poles marmer</a> / keramik agar menjadi kinclong lagi. Gunakanlah belimbing wuluh untuk membersihkannya (<a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Renovation/?PostID=194261">kristalisasi keramik lantai</a>, dsb). Belimbing wuluh lebih sering digunakan sebagai pelengkap bumbu makanan dan sayuran. Buah ini memiliki rasa yang asam sekali. Belimbing sayur ini memang berkadar asam tinggi, sehingga mampu menghilangkan noda. Baik di lantai, dinding maupun perabotan yang terbuat dari keramik. Anda juga bisa melakukan <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Renovation/?PostID=194261">poles teraso</a> dengan belimbing ini. Trik ini murah, cepat dan mudah dilakukan, sehingga Anda tidak harus datang ke <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Renovation/?PostID=194261">jasa restorasi keramik</a> agar kinclong lagi.<!--more--></span></p>
<ul>
<li><span style="font-family:book antiqua,palatino;"><span lang="id-ID">Saat membersihkan noda di lantai, selain menggunakan belimbing wuluh, lengkapi juga dengan sikat plastik atau sikat gigi, lap kering atau basah, sabun colek dan sarung tangan plastik.</span></span></li>
<li><span style="font-family:book antiqua,palatino;">Gunakanlah bagian daging belimbing wuluh untuk digosokkan ke permukaan keramik secara merata. Diamkan selama 10 menit agar kadar asamnya bekerja. Tujuannya agar <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Renovation/?PostID=194261">kristalisasi keramik lantai</a> semakin maksimal.<br />
</span></li>
<li><span style="font-family:book antiqua,palatino;"><span lang="id-ID">Lalu gosok menggunakan sikap plastik gerakan satu arah. Vertikal atau horisontal. Gosok terus sampai noda terangkat. Lakukan terus seperti ahli <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Renovation/?PostID=194261">jasa restorasi</a> lantai.<br />
</span></span></li>
<li><span style="font-family:book antiqua,palatino;"><span lang="id-ID">Bagian nat keramik  bersihkan dengan sikat gigi. Jika perlu tambahkan sabun pembersih untuk hasil optimal. </span></span></li>
<li><span style="font-family:book antiqua,palatino;"><span lang="id-ID">Langkah terakhir lap dengan kain basah atau kering. Lakukan langkah pembersihan ini secara perlahan dan sedikit di tekan sampai lantai keramik bersih. Dengan demikian kita telah berusaha melakukan “<a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Renovation/?PostID=194261">poles marmer</a>” atau bahasa duluya “<a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Renovation/?PostID=194261">poles teraso</a>” mini </span></span></li>
</ul>
<p><span style="font-family:book antiqua,palatino;">Jangan menggunakan belimbing wuluh yang masih terlalu muda dan terlalu tua. Gunakan belimbing wuluh yang sudah matang dan berkadar asam tinggi, tapi tidak terlalu tua. Belimbing yang terlalu tua, kadar asamnya sudah berkurang. Sedangkan belimbing yang masih muda kadar asamnya belum terlalu tinggi. Jangan menggunakan air sewaktu menggosok belimbing wuluh di permukaan lantai keramik, sebab air akan mengurangi kadar asam. Akhirnya kita telah bisa membersihkan sendiri tanpa menggunakan <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Household/Renovation/?PostID=194261">jasa kristalisasi</a>. Semoga bermanfaat.</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rumen]]></title>
<link>http://bandatanang.wordpress.com/2008/12/23/rumen-ruminologi/</link>
<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 07:38:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>bandatanang</dc:creator>
<guid>http://bandatanang.wordpress.com/2008/12/23/rumen-ruminologi/</guid>
<description><![CDATA[FERMENTATION IN THE RUMEN OF THE SHEEP III. INTERMEDIATE STAGES IN THE FERMENTATION OF WHEATEN HAY I]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div></div>
<div><span style="font-size:10pt;"></span></div>
<p><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:13pt;color:black;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:13pt;">FERMENTATION IN THE RUMEN OF THE SHEEP</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:11pt;">III. INTERMEDIATE STAGES IN THE FERMENTATION OF WHEATEN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:11pt;">HAY <em>IN VITRO </em>BY MICRO-ORGANISMS FROM THE RUMEN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:11pt;">BY F. V. GRAY AND A. F. PILGRIM</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;">From the Division of Biochemistry and General Nutrition of the Commonwealth</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;">Scientific and Industrial Research Organization, University of Adelaide,</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;">South Australia</span></em><em><span style="font-size:10pt;"></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:9pt;">(Received </span></em><span style="font-size:9pt;">3 <em>May </em>1951)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><a href="http://bandatanang.wordpress.com/files/2008/12/rumen-fermentation.pdf" target="_blank">pdf </a>(With One Text-figure)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;">A previous communication in this series of papers (Gray, Pilgrim &#38; Weller, 1951) gave an account of the fermentation of wheaten hay and lucerne hay by organisms from the rumen of the sheep, in which the overall production of each of the main volatile fatty acids was determined. In view of the complex nature of both the substrate and the mixed population of organisms involved, it was decided to investigate the intermediate stages of the fermentation to determine whether any</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;">important changes take place in the composition or in the rate of production of the mixture of acids.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:13pt;color:black;">FERMENTATION IN THE RUMEN OF THE SHEEP</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:11pt;color:black;">III. INTERMEDIATE STAGES IN THE FERMENTATION OF WHEATEN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span>HAY <em>IN VITRO </em>BY MICRO-ORGANISMS FROM THE RUMEN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:&#34;">BY F. V. GRAY AND A. F. PILGRIM</span></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></span></span></p>
<p> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">From the Division of Biochemistry and General Nutrition of the Commonwealth</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Scientific and Industrial Research Organization, University of Adelaide,</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:10pt;">South Australia</span></em><em></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:9pt;">(Received </span></em><span style="font-size:9pt;">3 <em>May </em>1951)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">(With One Text-figure)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><a href="http://bandatanang.wordpress.com/files/2008/12/rumen-fermentation.pdf" target="_blank">pdf</a> A previous communication in this series of papers (Gray, Pilgrim &#38; Weller, 1951) gave an account of the fermentation of wheaten hay and lucerne hay by organisms from the rumen of the sheep, in which the overall production of each of the main volatile fatty acids was determined. In view of the complex nature of both the substrate and the mixed population of organisms involved, it was decided to investigate the intermediate stages of the fermentation to determine whether any</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">important changes take place in the composition or in the rate of production of the mixture of acids. (<a href="http://bandatanang.wordpress.com/files/2008/12/fermentasi-dalam-rumen-domba.doc" target="_blank">Bahasa Indonesia</a>)</span></span></p>
<div></div>
<div><span style="font-size:11pt;"></span></div>
<p><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:24pt;font-family:MSTT31c385;">Rumen Microbiology</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;">Method for Measuring Gas Production Kinetics</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span lang="DE"><span style="font-size:small;">D.R. Mertens and P.J. Weimer</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span><span style="font-size:small;">Introduction (<a href="http://bandatanang.files.wordpress.com/2008/12/rumen-microbiology.pdf" target="_blank">pdf</a>)</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;">Methodology can play a critical role in the measurement of digestion kinetics, especially when the objective is to define kinetic parameters for feeds when formulating rations or modeling animal responses. Measurement of gas production kinetics provides the opportunity to evaluate the rate of digestion of the soluble, more rapidly fermenting fractions of feeds. However, differences among procedures that have little impact on digestion of dry matter after 48 h of incubation may have dramatic effects on fermentation of soluble matter during the first 20 h. Our objective was to develop a method for measuring the kinetics of gas production that would minimize any detrimental effects associated with the in vitro system and provide estimates of digestion kinetics that can be used to both describe feeds for ration formulation systems and provide parameters for models of ruminal digestion. (<a href="http://bandatanang.files.wordpress.com/2008/12/microbiologi-rumen1.doc" target="_blank">Bahasa Indonesia</a>)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menghitung laju intravenous]]></title>
<link>http://iwansaing.wordpress.com/2008/12/03/cermati-kasus-diare-berikut-ini/</link>
<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 16:01:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>iwansaing</dc:creator>
<guid>http://iwansaing.wordpress.com/2008/12/03/cermati-kasus-diare-berikut-ini/</guid>
<description><![CDATA[Teman sejawat, cobalah anda jawab pertanyaan dibawah ini pada kolom komentar yang tersedia&#8230;(ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Teman sejawat, cobalah anda jawab pertanyaan dibawah ini pada kolom komentar yang tersedia&#8230;(ya]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
