<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>cerita-umum &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/cerita-umum/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "cerita-umum"</description>
	<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 07:50:21 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Baju Batik dan Himbauannya]]></title>
<link>http://binamuslim.wordpress.com/2009/10/16/baju-batik-dan-himbauannya/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 07:19:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>binamuslim</dc:creator>
<guid>http://binamuslim.wordpress.com/2009/10/16/baju-batik-dan-himbauannya/</guid>
<description><![CDATA[        JAKARTA – Sudah sejak pertengahan bulan lalu aku menerima email yang mengharapkan para pegaw]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-medium wp-image-406" title="tile-mn-01-entire" src="http://binamuslim.wordpress.com/files/2009/10/tile-mn-01-entire.gif?w=300" alt="tile-mn-01-entire" width="75" height="82" /></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p><span style="color:#3366ff;">JAKARTA – Sudah sejak pertengahan bulan lalu aku menerima email yang mengharapkan para pegawai kantor mengenakan batik pada hari Jum’at 2 Oktober 2009. Ini berhubungan dengan ditetapkannya batik sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO/United Nations Educational Scientific and Cultural Organization pada tanggal tersebut. Entah siapa yang memulainya, email ini saling berantai kesana kemari, dari mailing list, forum sampai facebook. </span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Ya memang, namanya saja himbauan, boleh diikuti atau tidak tanpa ada hukumnya. Aku pribadi memilih tidak mengenakan batik esok hari, apalagi besok hari Jum’at. Bukan karena aku gak senang batik diresmikan sebagai warisan budaya kita, tapi aku lebih memilih sunnah Rasulullah untuk mengenakan baju berwarna putih untuk beribadah. </span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Rasulullah SAW bersabda ‘Kenakanlah pakaian putih karena lebih suci dan lebih indah, dan kafanilah mayat-mayat kalian dengan kain putih‘ [dari HR. Ahmad dan selainnya dengan sanadnya yang shahih] memperkuat keyakinanku bahwa beribadah dengan pakaian yang putih dan suci lebih disukai Allah SWT dan RasulNya. </span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Aku berpikir, mengenakan pakaian bercorak saat sholat berjamaah mengandung resiko mengurangi kekhusyu’an sholat, baik bagi diri kita apalagi jamaah di belakang kita. Bukan tidak mungkin mereka lebih asyik mengamati ornamen batik atau corak gambar kain yang kita kenakan dibanding khusyu’ dalam sholatnya, kan? Kalau itu dicatat sebagai pengurang amal kita atau bahkan sebagai dosa yang kita perbuat, siapa yang mau menanggungnya? Hmm.. </span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Namun aku tidak akan melarang apalagi mencela para muslimin yang mengenakan baju batik saat sholat berjamaah/Jum’atan. Apalah diri ini ya tho? Tapi coba dipikir, kalau kaum muslimah saja mukenahnya tidak ada yang bercorak, mengapa kita kaum muslimin memakainya saat sholat? Toh kita punya baju taqwa, atau sering juga disebut baju koko, itu kan cenderung polos dan tak bercorak. Mengapa tidak dibudayakan saja memakai baju taqwa itu di hari Jum’at? Ini malah menggunakan batik.</span><span style="color:#3366ff;"> Cari hari lain saja lah untuk berbatik ria, asalkan bukan hari Jum’at. </span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">Ayo, dahulukan sunnahNya dan rasulNya, insyaAllah lebih barokah. Setuju? </span></p>
<p><span style="color:#3366ff;"> </span></p>
<p><span style="color:#3366ff;">sumber : <a href="http://kaffah4829.wordpress.com/2009/10/01/baju-batik-dan-himbauannya/">http://kaffah4829.wordpress.com/2009/10/01/baju-batik-dan-himbauannya/</a></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kerisauan Kita ]]></title>
<link>http://binamuslim.wordpress.com/2009/10/03/kerisauan-kita/</link>
<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 06:44:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>binamuslim</dc:creator>
<guid>http://binamuslim.wordpress.com/2009/10/03/kerisauan-kita/</guid>
<description><![CDATA[  Hari itu, seseorang menjumpai Umar bin Abdul Aziz, khalifah dari Bani Umayah yang sangat terkenal ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p> </p>
<p><em>Hari itu, seseorang menjumpai Umar bin Abdul Aziz, khalifah dari Bani Umayah yang sangat terkenal itu. Didapatinya Umar sedang menangis, sendirian. “Mengapa engkau menangis wahai Amirul Mukminin?” Tanya orang itu dengan hati-hati. “Bukankah engkau telah menghidupkan banyak sunnah dan menegakkan keadilan?” Tanya orang itu lagi dengan nada menghibur.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Umar terus menangis. Tidak ada tanda-tanda ia akan berhenti dari tangisnya. Beberapa saat kemudian, baru ia menyahut seraya berkata, “Bukankah aku kelak akan dihadapkan pada pengadilan Allah? Kemudian aku ditanya tentang rakyatku? Demi Allah, kalau benar aku telah berbuat adil terhadap mereka, aku masih mengkhawatirkan diri ini. Khawatir kalau diri ini tidak dapat menjawab pertanyaan Allah, kecuali jika Allah berkehendak. Maka bagaimana seandainya banyak hak rakyatku yang aku dzalimi?” Air mata Umar terus mengalir dengan derasnya. Tidak lama berselang setelah hari itu, Umar menghadap Allah Ta’ala. Ia pergi untuk selama-lamanya.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Umar bin Abdul Aziz yang menangis dan terus menangis itu, hanyalah satu contoh dari kisah “orang-orang risau”. Yaitu orang-orang yang selalu punya waktu untuk merasa risau, gundah, dan khawatir. Kerisauan seorang Umar, adalah bukti bahwa setinggi apapun derajat hidup seseorang, sesungguhnya ia bisa risau. Meskipun kerisauan setiap orang berbeda-beda. Bahkan justru disinilah inti dari permasalahannya. Sejarah selalu mencatat, orang-orang besar sepanjang masa adalah orang-orang yang punya waktu untuk risau. Ia mengerti mengapa harus risau, dan apa yang mereka risaukan. Sebagian bahkan meniti awal kebesarannya berasal dari kerisauan.</em></p>
<p><em>Perasaan risau adalah titik api pertama, yang akan melontarkan sikap-sikap positif berikutnya, lalu membakarnya hingga menjadi matang. Sikap mawas, selalu mengevaluasi diri, tidak besar kepala, bertanggung jawab, tidak mengambil hak orang, dan lainnya. Keseluruhan sikap-sikap itu, pemantiknya adalah risau.</em></p>
<p><em>Sejarah tidak pernah memberi tempat bagi orang yang tidak pernah risau, selalu merasa aman, enjoy sepanjang hidup, tanpa beban sedikitpun, untuk dicatat dalam daftar orang-orang besar. Karena risau tidak saja simbol kesukaan akan tantangan, dinamika, dan kompetisi. Tapi risau juga kendali dan sumber inspirasi bagi segala sikap kehati-hatian.</em></p>
<p><em>Dalam pengertian inilah, kita memahami peringatan Allah bahwa seorang mukmin, dan bahkan setiap manusia tidak boleh merasa aman dari adzab Allah. Orang-orang yang merasa aman, tidak pernah merasa risau, dan bahkan tidak mengerti mengapa harus risau, adalah orang-orang yang rugi.</em></p>
<p><em>Simaklah firman Allah Ta’ala yang artinya, “Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggelahan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf: 97-99)</em></p>
<p><em>Ayat tersebut memaparkan dengan demikian jelas bahwa merasa aman dari adzab Allah adalah tindakan yang salah. Kuncinya adalah sederhana, karena manusia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari. Bahkan ia juga tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi beberapa menit kemudian. Bisa jadi esok ia melakukan kesalahan, lalu ia sesudah itu ia diadzab.</em></p>
<p><em>Hidup ini seperti hutan belantara yang sangat lebat. Manusia dan keseluruhan makhluk saling berlomba di dalamnya. Berpacu, beradu, berlomba, atau juga saling bekerjasama. Lebatnya belantara, membuat hidup begitu liat, keras, dan kadang harus saling mengalahkan.</em></p>
<p><em>Maka, rasa risau dalam tatanan Islam adalah awal dari rasa ketergantungan kepada sumber-sumber yang memberi rasa aman. Dan sumber rasa aman itu adalah Allah Ta’ala. Karenanya, orang-orang seperti Umar sangat memahami betapa risau baginya adalah sebuah proses produktif seseorang dalam berinteraksi dengan Tuhannya. Ia risau dan karenanya ia menangis. Ia menangis, dan karenanya ia berharap.</em></p>
<p><em>Kita, sekumpulan orang yang tak akan mampu menyamai Umar bin Abdul Aziz, apalagi melampauinya, semestinya menjadi orang-orang yang akhirnya mengerti darimana sebuah kebesaran dimulai. Bahkan, sebuah harapan, ternyata dimulai dari segumpal risau.</em></p>
<p><em>Sumber:</em></p>
<p><em>Ahmad Zairofi AM, Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda: Tarbawi Press ringkasan hal. 63-68</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Warga Jakarta Diminta Berbatik Pada 2 Oktober ]]></title>
<link>http://binamuslim.wordpress.com/2009/10/03/warga-jakarta-diminta-berbatik-pada-2-oktober/</link>
<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 04:55:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>binamuslim</dc:creator>
<guid>http://binamuslim.wordpress.com/2009/10/03/warga-jakarta-diminta-berbatik-pada-2-oktober/</guid>
<description><![CDATA[               Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengeluarkan seruan gubernur bernomor 9 tahun 2009 te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><span style="font-size:x-small;color:#333399;font-family:Verdana;"><span style="font-weight:bold;font-size:11pt;color:#333399;font-family:Verdana;"> </span></span></strong></p>
<p> <span style="font-size:x-small;color:#000000;font-family:Verdana;"><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Verdana;"> <img class="alignleft size-full wp-image-384" title="batik" src="http://binamuslim.wordpress.com/files/2009/10/batik.jpg" alt="batik" width="116" height="116" /></span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;color:#000000;font-family:Verdana;"><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Verdana;"> </span></span></p>
<p> </p>
<div><span style="font-size:x-small;color:#000000;font-family:Verdana;"> </span></div>
<p><span style="font-size:x-small;color:#000000;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size:x-small;color:#000000;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:x-small;color:#000000;font-family:Verdana;"><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Verdana;"><br />
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengeluarkan seruan gubernur bernomor 9 tahun 2009<br />
tentang Pemakaian Baju Batik Pada Tanggal 2 Oktober 2009 yang dikeluarkan tanggal 25 September, sebagai imbauan bagi seluruh warga Jakarta.</span></span></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;color:#000000;font-family:Verdana;"><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Verdana;"><br />
&#8220;Ini sebagai bentuk dukungan moral dari masyarakat agar batik bisa dikukuhkan sebagai warisan budaya bukan benda,&#8221; ujar Deputi Bidang Budaya dan Pariwisata DKI Aurora Tambunan di Jakarta, Senin.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;color:#000000;font-family:Verdana;"><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Verdana;"><br />
Aurora menyebut Gubernur juga mengeluarkan Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 136/2009 tentang Pemakaian Batik Pada Tanggal 2 Oktober 2009 sebagai seruan bagi seluruh pegawai di lingkungan DKI.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;color:#000000;font-family:Verdana;"><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Verdana;"><br />
&#8220;Kami sangat menghargai dukungan warga Jakarta untuk mengenakan batik pada tanggal tersebut,&#8221; kata Aurora.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;color:#000000;font-family:Verdana;"><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Verdana;"><br />
Batik Indonesia didaftarkan oleh kantor Menko Kesejahteraan Rakyat RI kepada UNESCO untuk mendapatkan status Intangible Cultural Heritage (ICH), yang keputusannya akan diberikan pada tanggal 2 Oktober dari rapat yang sedang dilakukan mulai tanggal 28 September hingga 2 Oktober di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;color:#000000;font-family:Verdana;"><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Verdana;"><br />
Bila permintaan itu diterima, batik akan menjadi warisan ketiga Indonesia yang terdaftar dalam Intangible Heritage of Humanity UNESCO, setelah wayang (2005) dan keris (2003).</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;color:#000000;font-family:Verdana;"><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Verdana;"><br />
&#8220;Selanjutnya sedang didaftarkan adalah gamelan dan angklung,&#8221; ujar Aurora.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;color:#000000;font-family:Verdana;"><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Verdana;"><br />
Untuk tahun 2009, sebanyak 111 dari total 160 negara anggota UNESCO mengajukan salah satu budayanya untuk dikukuhkan sebagai ICH.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;color:#000000;font-family:Verdana;"><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Verdana;"><br />
&#8220;Batik adalah salah satu yang terunggul untuk menjadi warisan budaya dunia bukan benda, tapi keputusan baru diberikan tanggal 2 Oktober pukul 16:00 waktu setempat atau 20:00 WIB,&#8221; papar Aurora.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;color:#000000;font-family:Verdana;"><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Verdana;"><br />
Anak sekolah akan diimbau untuk mengenakan batik oleh Dinas Pendidikan, sedangkan pegawai bar dan hotel juga akan diberikan himbauan serupa oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;color:#000000;font-family:Verdana;"><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Verdana;"><br />
&#8220;Diharapkan juga pegawai kantor non pemerintah akan mengenakan batik pada hari itu sebagai bentuk dukungan. Tidak ada sanksi bagi yang tidak melaksanakan karena ini bentuknya hanya himbauan,&#8221; ujar Aurora.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;color:#000000;font-family:Verdana;"><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Verdana;"><br />
Imbauan Gubernur DKI itu diharapkan akan menular menjadi gerakan nasional dan diikuti oleh provinsi-provinsi lainnya sehingga dukungannya menjadi lebih luas.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;color:#000000;font-family:Verdana;"><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Verdana;"><br />
Sementara itu, </span></span><strong><span style="font-size:x-small;color:#333399;font-family:Verdana;"><span style="font-weight:bold;font-size:11pt;color:#333399;font-family:Verdana;">untuk menunjukkan dukungan bagi warga yang menggunakan batik, Pemprov DKI memberikan potongan harga bahkan menggratiskan tempat hiburan bagi warga yang mengenakan batik pada hari tersebut.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:x-small;color:#000000;font-family:Verdana;"><span style="font-weight:bold;font-size:11pt;color:black;font-family:Verdana;"><br />
</span></span><span style="font-size:x-small;color:#333399;font-family:Verdana;"><span style="font-weight:bold;font-size:11pt;color:#333399;font-family:Verdana;">&#8220;Seluruh museum yang dikelola oleh Pemprov DKI akan digratiskan mulai tanggal 3 hingga 7 Oktober, khusus bagi pengunjung yang mengenakan batik,&#8221; ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya DKI Arie Budhiman.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:x-small;color:#333399;font-family:Verdana;"><span style="font-weight:bold;font-size:11pt;color:#333399;font-family:Verdana;"><br />
Sebanyak sembilan museum di bawah Dinas Pariwisata dan Budaya DKI, antara lain Museum Sejarah Jakarta (Fatahillah) , Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Bahari, Museum Juang, Museum MH Thamrin dan Museum Tekstil akan menggratiskan tiket masuk selama lima hari.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:x-small;color:#333399;font-family:Verdana;"><span style="font-weight:bold;font-size:11pt;color:#333399;font-family:Verdana;"><br />
&#8220;Kami juga akan membagikan pin batik bagi pengunjung yang mengenakan batik,&#8221; kata Arie.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:x-small;color:#333399;font-family:Verdana;"><span style="font-weight:bold;font-size:11pt;color:#333399;font-family:Verdana;"><br />
Selain itu, khusus hari Senin, tanggal 5 Oktober, Taman Margasatwa Ragunan memberikan tiket gratis untuk masuk dengan syarat, harus mengenakan batik.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:x-small;color:#333399;font-family:Verdana;"><span style="font-weight:bold;font-size:11pt;color:#333399;font-family:Verdana;"><br />
</span></span><span style="font-size:x-small;color:#000000;font-family:Verdana;"><span style="font-weight:bold;font-size:11pt;color:black;font-family:Verdana;">&#8220;Segala macam batik diterima, bahkan sarung batik dengan baju koko juga akan diterima. Mungkin yang tidak diterima hanya piyama batik,&#8221; kata Arie setengah bercanda.</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:x-small;color:#000000;font-family:Verdana;"><span style="font-weight:bold;font-size:11pt;color:black;font-family:Verdana;"><br />
</span></span><span style="font-size:x-small;color:#333399;font-family:Verdana;"><span style="font-weight:bold;font-size:11pt;color:#333399;font-family:Verdana;">Ancol juga memberikan diskon sebesar 50 persen bagi tiket masuk gerbang utama, Atlantis dan Gelanggang Samudera, sementara untuk Dunia Fantasi memberikan diskon 40 persen. Sekali lagi, dengan syarat pengunjung harus mengenakan batik</span></span><span style="font-size:x-small;color:#000000;font-family:Verdana;"><span style="font-weight:bold;font-size:11pt;color:black;font-family:Verdana;">.</span></span></strong><span style="font-size:x-small;color:#000000;font-family:Verdana;"><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Verdana;"> </span></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bilal bin Rabah -Rodhiallu 'anhu- ]]></title>
<link>http://binamuslim.wordpress.com/2009/09/07/bilal-bin-rabah-rodhiallu-anhu/</link>
<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 08:55:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>binamuslim</dc:creator>
<guid>http://binamuslim.wordpress.com/2009/09/07/bilal-bin-rabah-rodhiallu-anhu/</guid>
<description><![CDATA[Bilal bin Rabah, Muazin Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam, memiliki kisah menarik tentang sebua]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-full wp-image-319" title="muadzin" src="http://binamuslim.wordpress.com/files/2009/09/muadzin.jpg" alt="muadzin" width="99" height="103" /><br />
Bilal bin Rabah, Muazin Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam, memiliki kisah menarik tentang sebuah perjuangan mempertahankan aqidah. Sebuah kisah yang tidak akan pernah membosankan, walaupun terus diulang-ulang sepanjang zaman. Kekuatan alurnya akan membuat setiap orang tetap penasaran untuk mendengarnya.<br />
Bilal lahir di daerah as-Sarah sekitar 43 tahun sebelum hijrah. Ayahnya bernama Rabah, sedangkan ibunya bernama Hamamah, seorang budak wanita berkulit hitam yang tinggal di Mekah. Karena ibunya itu, sebagian orang memanggil Bilal dengan sebutan ibnus-Sauda&#8217; (putra wanita hitam).</p>
<p>Bilal dibesarkan di kota Ummul Qura (Mekah) sebagai seorang budak milik keluarga bani Abduddar. Saat ayah mereka meinggal, Bilal diwariskan kepada Umayyah bin Khalaf, seorang tokoh penting kaum kafir.</p>
<p>Ketika Mekah diterangi cahaya agama baru dan Rasul yang agung Sholallahu ‘alaihi wasallam mulai mengumandangkan seruan kalimat tauhid, Bilal adalah termasuk orang-orang pertama yang memeluk Islam. Saat Bilal masuk Islam, di bumi ini hanya ada beberapa orang yang telah mendahuluinya memeluk agama baru itu, seperti Ummul Mu&#8217;minin Khadijah binti Khuwailid, Abu Bakar ash-Shiddiq, Ali bin Abu Thalib, &#8216;Ammar bin Yasir bersama ibunya, Sumayyah, Shuhaib ar-Rumi, dan al-Miqdad bin al-Aswad.</p>
<p>Bilal merasakan penganiayaan orang-orang musyrik yang lebih berat dari siapa pun. Berbagai macam kekerasan, siksaan, dan kekejaman mendera tubuhnya. Namun ia, sebagaimana kaum muslimin yang lemah lainnya, tetap sabar menghadapi ujian di jalan Allah itu dengan kesabaran yang jarang sanggup ditunjukkan oleh siapa pun.</p>
<p>Orang-orang Islam seperti Abu Bakar dan Ali bin Abu Thalib masih memiliki keluarga dan suku yang membela mereka. Akan tetapi, orang-orang yang tertindas (mustadh&#8217;afun) dari kalangan hamba sahaya dan budak itu, tidak memiliki siapa pun, sehingga orang-orang Quraisy menyiksanya tanpa belas kasihan. Quraisy ingin menjadikan penyiksaan atas mereka sebagai contoh dan pelajaran bagi setiap orang yang ingin mengikuti ajaran Muhammad.</p>
<p>Kaum yang tertindas itu disiksa oleh orang-orang kafir Quraisy yang berhati sangat kejam dan tak mengenal kasih sayang, seperti Abu Jahal yang telah menodai dirinya dengan membunuh Sumayyah. Ia sempat menghina dan mencaci maki, kemudian menghunjamkan tombaknya pada perut Sumayyah hingga menembus punggung&#8230; , dan gugurlah syuhada pertama dalam sejarah Islam.</p>
<p>Sementara itu, saudara-saudara seperjuangan Sumayyah, terutama Bilal bin Rabah, terus disiksa oleh Quraisy tanpa henti. Biasanya, apabila matahari tepat di atas ubun-ubun dan padang pasir Mekah berubah menjadi perapian yang begitu menyengat, orang-orang Quraisy itu mulai membuka pakaian orang-orang Islam yang tertindas itu, lalu memakaikan baju besi pada mereka dan membiarkan mereka terbakar oleh sengatan matahari yang terasa semakin terik. Tidak cukup sampai di sana, orang-orang Quraisy itu mencambuk tubuh mereka sambil memaksa mereka mencaci maki Muhammad.</p>
<p>Adakalanya, saat siksaan terasa begitu berat dan kekuatan tubuh orang-orang Islam yang tertindas itu semakin lemah untuk menahannya, mereka mengikuti kemauan orang-orang Quraisy yang menyiksa mereka secara lahir, sementara hatinya tetap pasrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kecuali Bilal-semoga Allah meridhainya. Baginya, penderitaan itu masih terasa terlalu ringan jika dibandingkan dengan kecintaannya kepada Allah dan perjuangan di jalan-Nya.</p>
<p>Orang Quraisy yang paling banyak menyiksa Bilal adalah Umayyah bin Khalaf bersama para algojonya. Mereka menghantam punggung telanjang Bilal dengan cambuk, namun Bilal hanya berkata, “Ahad, Ahad &#8230; (Allah Maha Esa).” Mereka menindih dada telanjang Bilal dengan batu besar yang panas, Bilal pun hanya berkata, “Ahad, Ahad &#8230;.“ Mereka semakin meningkatkan penyiksaannya, namun Bilal tetap mengatakan, “Ahad, Ahad&#8230;.”</p>
<p>Mereka memaksa Bilal agar memuji Latta dan &#8216;Uzza, tapi Bilal justru memuji nama Allah dan Rasul-Nya. Mereka terus memaksanya, “Ikutilah yang kami katakan!”<br />
Bilal menjawab, “Lidahku tidak bisa mengatakannya.” Jawaban ini membuat siksaan mereka semakin hebat dan keras.</p>
<p>Apabila merasa lelah dan bosan menyiksa, sang tiran, Umayyah bin Khalaf, mengikat leher Bilal dengan tali yang kasar lalu menyerahkannya kepada sejumlah orang tak berbudi dan anak-anak agar menariknya di jalanan dan menyeretnya di sepanjang Abthah2 Mekah. Sementara itu, Bilal menikmati siksaan yang diterimanya karena membela ajaran Allah dan Rasul-Nya. Ia terus mengumandangkan pernyataan agungnya, “Ahad&#8230;, Ahad&#8230;, Ahad&#8230;, Ahad&#8230;.” Ia terus mengulang-ulangnya tanpa merasa bosan dan lelah.</p>
<p>Suatu ketika, Abu Bakar Rodhiallahu ‘anhu mengajukan penawaran kepada Umayyah bin Khalaf untuk membeli Bilal darinya. Umayyah menaikkan harga berlipat ganda. Ia mengira Abu Bakar tidak akan mau membayarnya. Tapi ternyata, Abu Bakar setuju, walaupun harus mengeluarkan sembilan uqiyah emas1.<br />
Seusai transaksi, Umayyah berkata kepada Abu Bakar, &#8220;Sebenarnya, kalau engkau menawar sampai satu uqiyah-pun, maka aku tidak akan ragu untuk menjualnya.&#8221;<br />
Abu Bakar membalas, &#8220;Seandainya engkau memberi tawaran sampai seratus uqiyah-pun, maka aku tidak akan ragu untuk membelinya&#8230;&#8221;</p>
<p>Ketika Abu Bakar memberi tahu Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam bahwa ia telah membeli sekaligus menyelamatkan Bilal dari cengkeraman para penyiksanya, Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Abu Bakar, &#8220;Kalau begitu, biarkan aku bersekutu denganmu untuk membayarnya, wahai Abu Bakar.&#8221;<br />
Ash-Shiddiq Rodhiallahu ‘anhu menjawab, &#8220;Aku telah memerdekakannya, wahai Rasulullah.&#8221;</p>
<p>Setelah Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam mengizinkan sahabat-sahabatnya untuk hijrah ke Madinah, mereka segera berhijrah, termasuk Bilal Rodhiallahu ‘anhu.. Setibanya di Madinah, Bilal tinggal satu rumah dengan Abu Bakar dan &#8216;Amir bin Fihr. Malangnya, mereka terkena penyakit demam. Apabila demamnya agak reda, Bilal melantunkan gurindam kerinduan dengan suaranya yang jernih,</p>
<p>Duhai malangnya aku, akankah suatu malam nanti<br />
Aku bermalam di Fakh3 dikelilingi pohon idzkhir4 dan jalil<br />
Akankah suatu hari nanti aku minum air Mijannah5<br />
Akankah aku melihat lagi pegunungan Syamah dan Thafil6<br />
Tidak perlu heran, mengapa Bilal begitu mendambakan Mekah dan perkampungannya; merindukan lembah dan pegunungannya, karena di sanalah ia merasakan nikmatnya iman&#8230;. Di sanalah ia menikmati segala bentuk siksaan untuk mendapatkan keridhaan Allah&#8230;. Di sanalah ia berhasil melawan nafsu dan godaan setan.</p>
<p>Bilal tinggal di Madinah dengan tenang dan jauh dari jangkauan orang-orang Quraisy yang kerap menyiksanya. Kini, ia mencurahkan segenap perhatiannya untuk menyertai Nabi sekaligus kekasihnya, Muhammad Sholallahu ‘alaihi wasallam.. Bilal selalu mengikuti Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam ke mana pun beliau pergi. Selalu bersamanyma saat shalat maupun ketika pergi untuk berjihad. Kebersamaannya dengan RasulullahSholallahu ‘alaihi wasallam ibarat bayangan yang tidak pernah lepas dari pemiliknya.</p>
<p>Ketika Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam selesai membangun Masjid Nabawi di Madinah dan menetapkan azan, maka Bilal ditunjuk sebagai orang pertama yang mengumandangkan azan (muazin) dalam sejarah Islam.<br />
Biasanya, setelah mengumandangkan azan, Bilal berdiri di depan pintu rumah Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam seraya berseru, “Hayya ‘alashsholaati hayya ‘alashsholaati&#8230;(Mari melaksanakan shalat, mari meraih keuntungan&#8230;.)” Lalu, ketika Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam keluar dari rumah dan Bilal melihat beliau, Bilal segera melantunkan iqamat.</p>
<p>Suatu ketika, Najasyi, Raja Habasyah, menghadiahkan tiga tombak pendek yang termasuk barang-barang paling istimewa miliknya kepada Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam mengambil satu tombak, sementara sisanya diberikan kepada Ali bin Abu Thalib dan Umar ibnul Khaththab, tapi tidak lama kemudian, beliau memberikan tombak itu kepada Bilal. Sejak saat itu, selama Nabi hidup, Bilal selalu membawa tombak pendek itu ke mana-mana. Ia membawanya dalam kesempatan dua shalat id (Idul Fitri dan Idul Adha), dan shalat istisqa&#8217; (mohon turun hujan), dan menancapkannya di hadapan beliau saat melakukan shalat di luar masjid.</p>
<p>Bilal menyertai Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam dalam Perang Badar. Ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Allah memenuhi janji-Nya dan menolong tentara-Nya. Ia juga melihat langsung tewasnya para pembesar Quraisy yang pernah menyiksanya dengan hebat. Ia melihat Abu Jahal dan Umayyah bin Khalaf tersungkur berkalang tanah ditembus pedang kaum muslimin dan darahnya mengalir deras karena tusukan tombak orang-orang yang mereka siksa dahulu.</p>
<p>Ketika Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam menaklukkan kota Mekah, beliau berjalan di depan pasukan hijaunya bersama &#8217;sang pengumandang panggilan langit&#8217;, Bilal bin Rabah. Saat masuk ke Ka&#8217;bah, beliau hanya ditemani oleh tiga orang, yaitu Utsman bin Thalhah, pembawa kunci Ka&#8217;bah, Usamah bin Zaid, yang dikenal sebagai kekasih Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam dan putra dari kekasihnya, dan Bilal bin Rabah, Muazin Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam..</p>
<p>Shalat Zhuhur tiba. Ribuan orang berkumpul di sekitar Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam, termasuk orang-orang Quraisy yang baru masuk Islam saat itu, baik dengan suka hati maupun terpaksa. Semuanya menyaksikan pemandangan yang agung itu. Pada saat-saat yang sangat bersejarah itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam memanggil Bilal bin Rabah agar naik ke atap Ka&#8217;bah untuk mengumandangkan kalimat tauhid dari sana. Bilal melaksanakan perintah Rasul Sholallahu ‘alaihi wasallam dengan senang hati, lalu mengumandangkan azan dengan suaranya yang bersih dan jelas.</p>
<p>Ribuan pasang mata memandang ke arahnya dan ribuan lidah mengikuti kalimat azan yang dikumandangkannya. Tetapi di sisi lain, orang-orang yang tidak beriman dengan sepenuh hatinya, tak kuasa memendam hasad di dalam dada. Mereka merasa kedengkian telah merobek-robek hati mereka.</p>
<p>Saat azan yang dikumandangkan Bilal sampai pada kalimat, “Asyhadu anna muhammadan rosuulullaahi (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)”. Juwairiyah binti Abu Jahal bergumam, &#8220;Sungguh, Allah telah mengangkat kedudukanmu&#8230;. Memang, kami tetap akan shalat, tapi demi Allah, kami tidak menyukai orang yang telah membunuh orang-orang yang kami sayangi.&#8221; Maksudnya, adalah ayahnya yang tewas dalam Perang Badar.</p>
<p>Khalid bin Usaid berkata, &#8220;Aku bersyukur kepada Allah yang telah memuliakan ayahku dengan tidak menyaksikan peristiwa hari ini.&#8221; Kebetulan ayahnya meninggal sehari sebelum Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam masuk ke kota Mekah..</p>
<p>Sementara al-Harits bin Hisyam berkata, &#8220;Sungguh malang nasibku, mengapa aku tidak mati saja sebelum melihat Bilal naik ke atas Ka&#8217;bah.&#8221;<br />
Al-Hakam bin Abu al-&#8217;Ash berkata, &#8220;Demi Allah, ini musibah yang sangat besar. Seorang budak bani Jumah bersuara di atas bangunan ini (Ka&#8217;bah).&#8221;<br />
Sementara Abu Sufyan yang berada dekat mereka hanya berkata, &#8220;Aku tidak mengatakan apa pun, karena kalau aku membuat pernyataan, walau hanya satu kalimat, maka pasti akan sampai kepada Muhammad bin Abdullah.&#8221;<br />
Bilal menjadi muazin tetap selama Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam hidup. Selama itu pula, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sangat menyukai suara yang saat disiksa dengan siksaan yang begitu berat di masa lalu, ia melantunkan kata, &#8220;Ahad&#8230;, Ahad&#8230; (Allah Maha Esa).&#8221;</p>
<p>Sesaat setelah Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam mengembuskan napas terakhir, waktu shalat tiba. Bilal berdiri untuk mengumandangkan azan, sementara jasad Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam masih terbungkus kain kafan dan belum dikebumikan. Saat Bilal sampai pada kalimat, “Asyhadu anna muhammadan rosuulullaahi (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)”, tiba-tiba suaranya terhenti. Ia tidak sanggup mengangkat suaranya lagi. Kaum muslimin yang hadir di sana tak kuasa menahan tangis, maka meledaklah suara isak tangis yang membuat suasana semakin mengharu biru.</p>
<p>Sejak kepergian Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam, Bilal hanya sanggup mengumandangkan azan selama tiga hari. Setiap sampai kepada kalimat, “Asyhadu anna muhammadan rosuulullaahi (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)”, ia langsung menangis tersedu-sedu. Begitu pula kaum muslimin yang mendengarnya, larut dalam tangisan pilu.</p>
<p>Karena itu, Bilal memohon kepada Abu Bakar, yang menggantikan posisi Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam sebagai pemimpin, agar diperkenankan tidak mengumandangkan azan lagi, karena tidak sanggup melakukannya. Selain itu, Bilal juga meminta izin kepadanya untuk keluar dari kota Madinah dengan alasan berjihad di jalan Allah dan ikut berperang ke wilayah Syam.</p>
<p>Awalnya, ash-Shiddiq merasa ragu untuk mengabulkan permohonan Bilal sekaligus mengizinkannya keluar dari kota Madinah, namun Bilal mendesaknya seraya berkata, &#8220;Jika dulu engkau membeliku untuk kepentingan dirimu sendiri, maka engkau berhak menahanku, tapi jika engkau telah memerdekakanku karena Allah, maka biarkanlah aku bebas menuju kepada-Nya.&#8221;</p>
<p>Abu Bakar menjawab, &#8220;Demi Allah, aku benar-benar membelimu untuk Allah, dan aku memerdekakanmu juga karena Allah.&#8221;</p>
<p>Bilal menyahut, &#8220;Kalau begitu, aku tidak akan pernah mengumandangkan azan untuk siapa pun setelah Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam wafat.&#8221;</p>
<p>Abu Bakar menjawab, &#8220;Baiklah, aku mengabulkannya.&#8221; Bilal pergi meninggalkan Madinah bersama pasukan pertama yang dikirim oleh Abu Bakar. Ia tinggal di daerah Darayya yang terletak tidak jauh dari kota Damaskus. Bilal benar-benar tidak mau mengumandangkan azan hingga kedatangan Umar ibnul Khaththab ke wilayah Syam, yang kembali bertemu dengan Bilal Rodhiallahu ‘anhu setelah terpisah cukup lama.</p>
<p>Umar sangat merindukan pertemuan dengan Bilal dan menaruh rasa hormat begitu besar kepadanya, sehingga jika ada yang menyebut-nyebut nama Abu Bakar ash-Shiddiq di depannya, maka Umar segera menimpali,</p>
<p>&#8220;Abu Bakar adalah tuan kita dan telah memerdekakan tuan kita (maksudnya Bilal).&#8221;<br />
Dalam kesempatan pertemuan tersebut, sejumlah sahabat mendesak Bilal agar mau mengumandangkan azan di hadapan al-Faruq Umar ibnul Khaththab. Ketika suara Bilal yang nyaring itu kembali terdengar mengumandangkan azan, Umar tidak sanggup menahan tangisnya, maka iapun menangis tersedu-sedu, yang kemudian diikuti oleh seluruh sahabat yang hadir hingga janggut mereka basah dengan air mata. Suara Bilal membangkitkan segenap kerinduan mereka kepada masa-masa kehidupan yang dilewati di Madinah bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam..</p>
<p>BiIal, &#8220;pengumandang seruan langit itu&#8221;, tetap tinggal di Damaskus hingga wafat. Saat menjelang kematiannya, istri Bilal menunggu di sampingnya dengan setia seraya berkata, &#8220;Oh, betapa sedihnya hati ini&#8230;.&#8221;</p>
<p>Tapi, setiap istrinya berkata seperti itu, Bilal membuka matanya dan membalas, &#8220;Oh, betapa bahagianya hati ini&#8230;. &#8221; Lalu, sambil mengembuskan napas terakhirnya, Bilal berkata lirih,<br />
&#8220;Esok kita bersua dengan orang-orang terkasih&#8230;<br />
Muhammad dan sahabat-sahabatnya<br />
Esok kita bersua dengan orang-orang terkasih&#8230;<br />
Muhammad dan sahabat-sahabatnya&#8221;</p>
<p> </p>
<p>Keterangan :</p>
<p>1) Satu Uqiyah adalah jenis berat timbangan. Konversi berat Uqiyah di beberapa negara Arab berbeda. Sebagai contoh, di Mesir 1 Uqiyah = 37 gram. Sementara di Halab, 1 Uqiyah = 320 gram. Lihat: Mu&#8217;jam al-Lughah al-&#8217;Arabiyah al-Mu&#8217;aashirah, karya Hans Wehr.<br />
2) Abthah adalah saluran air yang mengering sehingga yang tersisa hanya pasir dan batu kerikil.<br />
3) Nama suatu daerah dekat Mekah.<br />
4) Idzkhir adalah sejenis tumbuhan yang menyebarkan bau harum.<br />
5) Mijannah adalah salah satu pasar bangsa Arab pada masa Jahiliah. Jaraknya sekitar 12 Mil dari Mekah.<br />
6) Syamah dan Thafil adalah nama gunung di Mekah.</p>
<p>Sumber: Shuwar min Hayaati ash-Shahabah</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mencintai Itu Keputusan ]]></title>
<link>http://binamuslim.wordpress.com/2009/09/07/mencintai-itu-keputusan/</link>
<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 08:39:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>binamuslim</dc:creator>
<guid>http://binamuslim.wordpress.com/2009/09/07/mencintai-itu-keputusan/</guid>
<description><![CDATA[    Lelaki tua menjelang 80-an itu menatap istrinya. Lekat-lekat. Nanar. Gadis itu masih terlalu bel]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p> </p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-311" title="cinta 3" src="http://binamuslim.wordpress.com/files/2009/09/cinta-33.jpg" alt="cinta 3" width="107" height="101" /></p>
<p> <br />
Lelaki tua menjelang 80-an itu menatap istrinya. Lekat-lekat. Nanar. Gadis itu masih terlalu belia. Baru saja mekar. Ini bukan persekutuan yang mudah. Tapi ia sudah memutuskan untuk mencintainya. Sebentar kemudian ia pun berkata, &#8220;Kamu kaget melihat semua ubanku? Percayalah! Hanya kebaikan yang akan kamu temui disini.  &#8221; Itulah kalimat pertama Utsman bin Affan ketika menyambut istri terakhirnya dari Syam, Naila. Selanjutnya adalah bukti.<br />
Sebab cinta adalah kata lain dari memberi… <br />
sebab memberi adalah pekerjaan… <br />
sebab pekerjaan cinta dalam siklus memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi itu berat… <br />
sebab pekerjaan berat itu harus ditunaikan dalam waktu lama… <br />
sebab pekerjaan berat dalam waktu lama begitu hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang memiliki kepribadian kuat dan tangguh… <br />
maka setiap orang hendaklah berhati-hati saat ia akan mengatakan, &#8220;Aku mencintaimu.&#8221; Kepada siapa pun! Sebab itu adalah keputusan besar.</p>
<p>Ada taruhan kepribadian disitu.&#8221;Aku mencintaimu,&#8221; adalah ungkapan lain dari, &#8220;Aku ingin memberimu sesuatu, aku akan memperhatikan dirimu dan semua situasimu untuk mengetahui apa yang kamu butuhkan untuk tumbuh menjadi lebih baik dan bahagia… aku akan bekerja keras untuk memfasilitasi dirimu agar bisa tumbuh semaksimal mungkin… aku akan merawat dengan segenap kasih sayangku proses pertumbuhan dirimu melalui kebajikan harian yang akan kulakukan padamu…&#8221; Taruhannya adalah kepercayaan orang yang kita cintai terhadap integritas kepribadian kita. &#8220;Aku mencintaimu&#8221; merupakan deklarasi jiwa bukan saja tentang rasa suka dan ketertarikan, tapi terutama tentang kesiapan dan kemampuan memberi, kesiapan dan kemampuan berkorban, kesiapan dan kemampuan melakukan pekerjaan-pekerjaan cinta: memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi.</p>
<p>Sekali deklarasi cinta tidak terbukti, kepercayaan hilang lenyap. Tidak ada cinta tanpa kepercayaan. Begitulah bersama waktu suami atau istri kehilangan kepercayaan kepada pasangannya. Atau anak kehilangan kepercayaan kepada orang tuanya, atau rakyat kehilangan kepercayaan kepada pemimpinnya. Semua dalam satu situasi: cinta yang tidak terbukti. Ini yang menjelaskan mengapa cinta yang terasa begitu panas membara di awal hubungan lantas jadi redup dan padam pada tahun kedua, ketiga dan seterusnya. Dan tiba-tiba saja perkawinan bubar, persahabatan berakhir, keluarga berantakan, atau pemimpin jatuh karena tidak dipercaya rakyatnya.</p>
<p>Jalan hidup kita biasanya tidak linear. Tidak juga seterusnya pendakian. Atau penurunan. Karena itu konteks di mana pekerjaan-pekerjaan cinta dilakukan tidak selalu kondusif secara emosional. Tapi disitulah tantangannya: membuktikan ketulusan di tengah situasi-situasi sulit. Disitu konsistensi teruji, disitu juga integritas terbukti. Sebab mereka yang bisa mengejawantahkan cinta di tengah situasi yang sulit, jauh lebih bisa membuktikannya dalam situasi yang longgar. Mereka yang dicintai dengan cara begitu, biasanya merasakan bahwa hati dan jiwanya penuh seluruh. Bahagia sebahagia-bahagianya. Puas sepuas-puasnya. Sampai tak ada tempat bagi yang lain.</p>
<p>Oleh : Ust. Anis Matta<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Cinta menurut definisi Ibnu Qayyim al-Jauziyah “Tidak ada cinta sebelum ijab kabul diucapkan.”</p>
<p>Cinta antara jiwa dalam hadist Rasulullah, “Jiwa-jiwa itu bagaikan tentara-tentara berbaris rapi; Jika saling mengetahui (mempercayai) mereka akan bersatu, dan jika saling mengingkari, mereka akan berpisah.” (HR. Bukhari)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gempa Mengguncang Tasikmalaya, PKPU Turunkan Tim Rescue]]></title>
<link>http://binamuslim.wordpress.com/2009/09/05/gempa-mengguncang-tasikmalaya-pkpu-turunkan-tim-rescue/</link>
<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 05:44:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>binamuslim</dc:creator>
<guid>http://binamuslim.wordpress.com/2009/09/05/gempa-mengguncang-tasikmalaya-pkpu-turunkan-tim-rescue/</guid>
<description><![CDATA[dakwatuna.com – Jakarta. Untuk menanggulangi bencana gempa tektonik berkekuatan 7,3 skala richter (S]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="content-wrap">
<div id="singlepage">
<div id="singlePost"><a title="Profil dari Tim dakwatuna.com" href="http://binamuslim.wordpress.com/author/admin/"></a></div>
<p><strong>dakwatuna.com – Jakarta. </strong>Untuk menanggulangi bencana gempa tektonik berkekuatan 7,3 skala richter (SR) yang menimpa daerah Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (2/9/2009) pukul 14.55 WIB. Tim Rescue Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU langsung bergerak menuju lokasi setelah bencana terjadi.</p>
<p>Tim Rescue PKPU yang dipimpin langsung oleh Manajer Rescue, Ir. Muhammad Yasin dengan membawa tim rescue serta bahan logistik langsung ke Tasikmalaya ditambah bantuan dari PKPU Bandung yang berangkat pukul 21.00 WIB menuju Cianjur</p>
<p>Untuk sementara, akibat bencana ini tercatat sedikitnya 46 tewas, ratusan lainnya luka-luka dan mengungsi akibat trauma dengan gempa susulan. Hingga saat ini, warga masyarakat mengungsi di posko-posko yang disediakan pemerintah daerah setempat</p>
<p>Menurut Yasin, Manajer Tim Rescue PKPU, para pengungsi saat ini membutuhkan makanan siap saji, minuman, obat-obatan, selimut, pakaian layak pakai dan tenda karena sebagian besar rumah mereka hancur terkena gempa.</p>
<p>Menanggapi kebutuhan itu, Manajer Rescue PKPU, Ir. Muhammad Yasin saat ini sudah mendirikan posko darurat untuk para pengungsi. Selain itu tim rescue PKPU juga langsung melakukan assesment.</p>
<p>Bagi dermawan, donatur yang ingin menyalurkan bantuan untuk meringankan beban para korban gempa Tasikmalaya, Anda bisa menghubungi Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU yang beralamat di Jalan Raya Condet No. 27-C Batu Ampar Jakarta Timur 13520 Telp. (021) 87780015 ext.106. (rilis)</p></div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Syukur Menambah Nikmat !!]]></title>
<link>http://binamuslim.wordpress.com/2009/08/31/syukur-menambah-nikmat/</link>
<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 10:39:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>binamuslim</dc:creator>
<guid>http://binamuslim.wordpress.com/2009/08/31/syukur-menambah-nikmat/</guid>
<description><![CDATA[Syukur Menambah Nikmat !!     Ilmuwan meneliti peran sikap bersyukur atau berterima kasih. Bersyukur]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;">Syukur Menambah Nikmat !!</p>
<p style="text-align:center;"> </p>
<div class="mceTemp">
<dl class="wp-caption  alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-medium wp-image-138" title="islam_DW_Politik_Be_463585g" src="http://binamuslim.wordpress.com/files/2009/08/islam_dw_politik_be_463585g.jpg?w=300" alt="sujud" width="300" height="200" /></dt>
</dl>
</div>
<p class="wp-caption-dd"> </p>
<p>Ilmuwan meneliti peran sikap bersyukur atau berterima kasih. Bersyukur, selain menyehatkan jiwa-raga, juga mendorong terjalin dan terbinanya persahabatan antar manusia</p>
<p> </p>
<p>Sikap berterima kasih atau bersyukur mendorong terjalin dan terbinanya persahabatan antar manusia. Inilah kesimpulan S.B. Alqoe dkk. asal University of Virginia, Amerika Serikat (AS). Hasil penelitiannya dimuat di jurnal ilmiah Emotion, edisi Juni 2008 dengan judul “Beyond reciprocity: gratitude and relationships in everyday life” (Lebih dari sekedar hubungan timbal balik: sikap bersyukur dan persahabatan dalam hidup keseharian).</p>
<p> </p>
<p>Dalam karya ilmiah itu para ilmuwan meneliti peran sikap bersyukur atau berterima kasih yang muncul secara alamiah dalam perkumpulan mahasiswa di perguruan tinggi selama acara “pekan pemberian hadiah” dari anggota lama kepada anggota baru. Para anggota baru mencatat tanggapan atas manfaat yang mereka dapatkan selama pekan tersebut.</p>
<p> </p>
<p>Di akhir pekan itu, dan satu bulan kemudian, anggota lama dan anggota baru menilai keadaan persahabatan dan hubungan di antara mereka. Kesimpulannya, rasa terima kasih atas pemberian hadiah berpeluang memicu terbentuknya dan terpeliharanya persahabatan di antara mereka.</p>
<p> </p>
<p>Aneka manfaat syukur</p>
<p> </p>
<p>Selain jalinan persahabatan yang baik, sikap bersyukur kini terbukti secara ilmiah memicu pula aneka manfaat lain. Di antaranya manfaat kesehatan jasmani, ruhani dan kehidupan bermasyarakat yang lebih baik. Tidak heran jika “gratitude research” atau “penelitian tentang sikap bersyukur” menjadi salah satu bidang yang banyak diteliti ilmuwan abad ke-21 ini.</p>
<p> </p>
<p>Profesor psikologi asal University of California, Davis, AS, Robert Emmons, sekaligus pakar terkemuka di bidang penelitian “sikap bersyukur”, telah memperlihatkan bahwa dengan setiap hari mencatat rasa syukur atas kebaikan yang diterima, orang menjadi lebih teratur berolah raga, lebih sedikit mengeluhkan gejala penyakit, dan merasa secara keseluruhan hidupnya lebih baik.</p>
<p> </p>
<p>Dibandingkan dengan mereka yang suka berkeluh kesah setiap hari, orang yang mencatat daftar alasan yang membuat mereka berterima kasih juga merasa bersikap lebih menyayangi, memaafkan, gembira, bersemangat dan berpengharapan baik mengenai masa depan mereka. Di samping itu, keluarga dan rekan mereka melaporkan bahwa kalangan yang bersyukur tersebut tampak lebih bahagia dan lebih menyenangkan ketika bergaul.</p>
<p> </p>
<p>Tak tersentuh sebelumnya</p>
<p> </p>
<p>Dulu, sikap bersyukur atau berterima kasih sama sekali tidak terjamah dalam kajian ilmuwan psikologi tatkala profesor Emmons mulai mengkajinya di tahun 1998. Penelitian pertama prof Emmons melibatkan para mahasiswa kuliah psikologi kesehatan di universitasnya.</p>
<p> </p>
<p>Saat itu sang profesor mewajibkan sebagian dari para mahasiswa tersebut untuk menuliskan lima hal yang menjadikan mereka bersyukur setiap hari. Sedangkan mahasiswa selebihnya diminta mencatat lima hal yang menjadikan mereka berkeluh kesah. Tiga pekan kemudian, mahasiswa yang bersyukur memberitahukan adanya peningkatan dalam hal kesehatan jiwa-raga dan semakin membaiknya hubungan kemasyarakatan dibandingkan rekan mereka yang suka menggerutu.</p>
<p> </p>
<p>Di tahun-tahun berikutnya, profesor Emmons melakukan aneka penelitian yang melibatkan beragam kondisi manusia, termasuk pasien penerima organ cangkok, orang dewasa yang menderita penyakit otot-saraf dan murid kelas lima SD yang sehat. Di semua kelompok manusia ini, hasilnya sama: orang yang memiliki catatan harian tentang ungkapan rasa syukurnya mengalami perbaikan kualitas hidupnya.</p>
<p> </p>
<p>Dampak latihan bersyukur</p>
<p> </p>
<p>Melalui latihan, perasaan bersyukur dapat dibiasakan dalam diri seseorang. Pelatihan sengaja untuk menanamkan rasa syukur ini ternyata membawa dampak positif dalam beragam sisi kehidupan.</p>
<p> </p>
<p>Dalam penelitian menggunakan metoda membandingkan, ditemukan bahwa mereka yang menuliskan rasa syukurnya setiap pekan mendapatkan manfaat jasmani-ruhani yang lebih baik dibandingkan mereka yang terbiasa mencatat peristiwa menjengkelkan dan kejadian yang biasa-biasa saja. Di antara manfaat ini adalah olah raga yang lebih teratur, lebih sedikit mengeluhkan gejala penyakit badan, merasa hidupnya secara keseluruhan lebih baik, dan berpengharapan lebih baik di minggu mendatang.</p>
<p> </p>
<p>Manfaat lain sikap berterima kasih tampak pada keberhasilan dalam mewujudkan cita-cita. Dibandingkan dengan orang-orang yang bersikap sebaliknya, mereka yang senantiasa memiliki daftar ungkapan rasa syukur lebih cenderung mengalami kemajuan dalam pencapaian cita-cita mereka. Cita-cita ini dapat berupa prestasi akademis, hubungan antar-sesama dan kondisi kesehatan.</p>
<p> </p>
<p>Penelitian lain dilakukan dengan melatih pembiasaan sikap bersyukur setiap hari pada diri sendiri. Kondisi positif seperti: waspada, bersemangat, tabah, penuh perhatian, dan daya hidup pada orang muda dewasa meningkat akibat pembiasaan sikap bersyukur. Perbaikan kondisi sebaik ini tidak dijumpai pada orang yang dilatih bersikap menggerutu atau pada orang yang menganggap dirinya lebih sejahtera dibanding orang lain.</p>
<p> </p>
<p>Selain itu, mereka yang memiliki rasa syukur setiap hari lebih memiliki jiwa sosial yang lebih baik dibandingkan mereka yang suka berkeluh kesah dan suka menganggap orang lain kurang beruntung. Golongan yang pertama tersebut cenderung menolong seseorang yang memiliki masalah pribadi, atau telah membantu dukungan semangat kepada orang lain.</p>
<p> </p>
<p>Pasien pun tak luput dari penelitian seputar sikap bersyukur ini. Dengan melibatkan sejumlah orang dewasa pengidap penyakit otot-saraf, pelatihan membiasakan sikap bersyukur berdampak baik pada pasien tersebut. Di antaranya adalah kualitas dan lama tidur yang lebih baik, lebih optimis dalam menilai kehidupan, lebih eratnya perasaan persahabatan dengan orang lain, serta suasana hati tenteram yang lebih sering dibandingkan dengan mereka yang tidak dilatih bersikap syukur.</p>
<p> </p>
<p>Ketika syukur menjadi kebiasaan</p>
<p> </p>
<p>Insan yang bersyukur menyatakan diri mereka merasakan tingginya perasaan positif, kepuasan hidup, semangat hidup, dan pengharapan baik di masa depan. Mereka juga mengalami kemurungan dan tekanan batin dengan kadar rendah.</p>
<p> </p>
<p>Kalangan yang memiliki kebiasaan kuat dalam bersyukur atau berterima kasih memiliki kemampuan menyelami jiwa orang lain dan mengambil sudut pandang orang lain. Mereka ditengarai lebih dermawan dan lebih ringan tangan oleh orang-orang di jalinan persahabatan mereka.</p>
<p> </p>
<p>Terdapat pula kaitan antara kerohanian seseorang dengan sikap bersyukur. Kecenderungan bersyukur lebih banyak dilakukan mereka yang secara teratur menghadiri acara keagamaan dan terlibat dalam kegiatan keagamaan seperti berdoa atau sembahyang dengan membaca bacaan relijius berkali-kali. Kaum yang bersyukur lebih cenderung mengakui keyakinan akan keterkaitan seluruh kehidupan, serta rasa ikatan dan tanggung jawab terhadap orang lain.</p>
<p> </p>
<p>Pribadi-pribadi yang bersyukur dilaporkan memiliki sifat materialistis yang rendah. Mereka tidak begitu menaruh perhatian penting pada hal-hal yang bersifat materi. Mereka cenderung tidak menilai keberhasilan atau keberuntungan diri mereka sendiri dan orang lain dari jumlah harta benda yang mereka kumpulkan.</p>
<p> </p>
<p>Dibandingkan dengan kaum yang kurang berterima kasih, kalangan yang bersyukur cenderung bukan berwatak pendengki terhadap kaum kaya, dan bersikap mudah memberikan apa yang mereka punya kepada orang lain.</p>
<p> </p>
<p>Nikmat bertambah</p>
<p> </p>
<p>Profesor Emmons menuangkan hasil-hasil temuan ilmiahnya itu dalam buku terkenalnya “Thanks! How the New Science of Gratitude Can Make You Happier” (Terima kasih! Bagaimana Ilmu Baru tentang Bersyukur Dapat Menjadikan Anda Lebih Bahagia) yang terbit tahun lalu. Buku ini memaparkan pula 10 kiat untuk menanamkan rasa syukur sepanjang tahun demi mendapatkan nikmat karunia yang bermanfaat dalam kehidupan.</p>
<p> </p>
<p>Temuan ilmiah tentang syukur ini mengukuhkan risalah ilahiah bahwa syukur adalah akhlak mulia yang mesti ada dalam diri manusia. Sebab, syukur memicu bertambah nikmat hidup seseorang:</p>
<p> </p>
<p>Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat. (Al Quran, Ibrahim, 14:7). [www.hidayatullah.com]</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tips sehat pada saat Berbuka Puasa]]></title>
<link>http://binamuslim.wordpress.com/2009/08/20/tips-sehat-pada-saat-berbuka-puasa/</link>
<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 10:35:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>binamuslim</dc:creator>
<guid>http://binamuslim.wordpress.com/2009/08/20/tips-sehat-pada-saat-berbuka-puasa/</guid>
<description><![CDATA[Tips sehat pada saat Berbuka Puasa 1. Jangan menunda waktu berbuka puasa 2. Berbukalah dengan makan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><strong>Tips sehat pada saat Berbuka Puasa</strong></p>
<p>1. Jangan menunda waktu berbuka puasa</p>
<p>2. Berbukalah dengan makan kurma, atau buah-buahan dan minumlah air putih.</p>
<p>3. Jangan berbuka dengan yang manis-manis. Kecuali manis yang keluar dari buah-   buahan.</p>
<p>Yang saya baca dari artikel2 di milis2, justru sebenarnya kurma yang asli tidaklah terlalu manis sebagaimana halnya kurma yang sampai di Indonesia. Kurma di Indonesia terasa sangat manis karena sudah menjadi manisan kurma. Barangkali karena di Indonesia kurma itu manis, maka orang2 menganjurkan untuk bebruka dengan yang manis-manis. Mudah-mudahan hal ini bisa menjadi koreksi bagi kita semua.</p>
<p>4. Tidak baik berbuka dengan makan kolak. Selain sudah manis karena pisang, juga banyak campuran lain yang menambah manisnya kolak, misalnya gula dan santan. Alangkah baiknya jika pisang segar di makan tanpa kolak.</p>
<p>5. Jangan berbuka dengan minum es. Minum es mampu menahan rasa lapar, sehingga kita kehilangan selera untuk menyantap makanan yang bergizi.</p>
<p>6. Makanlah makanan berbuka secara bertahap. Setelah minum segelas air putih atau makan kurma, pergilah shalat maghrib. Barulah 15 menit      kemudian (perkiraan waktu selesai shalat maghrib) makan-makanan yang lebih ‘berat’, misalnya kolak, nasi atau panganan yang lain.</p>
<p>7. Berhentilah makan sebelum kenyang. Seperti yang dikatakan Rasulullah, porsi perut kita untuk menampung makanan adalah sepertiga  angin,sepertiga air, dan sepertiganya berupa makanan.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Bekasi -29 Sya&#8217;ban 1429H</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SANG PENYELAMAT ]]></title>
<link>http://binamuslim.wordpress.com/2009/07/28/sang-penyelamat/</link>
<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 11:45:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>binamuslim</dc:creator>
<guid>http://binamuslim.wordpress.com/2009/07/28/sang-penyelamat/</guid>
<description><![CDATA[SANG PENYELAMAT Aku hanya selembar kain segi empat tidak terlalu lebar hargaku juga tidak terlalu ma]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>SANG PENYELAMAT</p>
<p>Aku hanya selembar kain<br />
segi empat tidak terlalu lebar<br />
hargaku juga tidak terlalu mahal<br />
aku menghiasi kepala beberapa wanita<br />
kadang aku juga menghiasi leher jenjang seorang wanita</p>
<p>simpulku berpita tampak indah di leher jenjangku<br />
tidak jarang juga aku menghiasi pinggang yang ramping<br />
sebagai ikat pinggang yang melingkar indah di pinggang yang ramping<br />
para wanita itu memakai sebagai hiasan<br />
fungsiku hanya sebagai hiasan saja di badannya</p>
<p>Mereka kurang faham<br />
bahwa aku bukan hanya sebagai hiasan untuk memperindah penampilannya<br />
akan tetapi aku juga dapat menyelamatkannya<br />
dari siksaan yang pedih apabila aku di gunakan sebagai penutup aurat<br />
aku bisa sebagai penyelamat jika di gunakan sebagai penutup auratnya<br />
dan para wanita itu juga menjaga akhlak dan martabatnya</p>
<p>bahkan aku juga bisa sebagai penyelamat apabila rambut wanitanya yang tak pantas<br />
bahkan ketika wajahnya yang kuyuh aku bisa mecerahkan dengan warna-warna yang cerah<br />
sehingga wajahnya yang kuyuh agak sedikit bersinar dengan warna-warna yang cerah.<br />
aku bisa menyelamatkan penampilan di dunia maupun menyelamatkan hidup abadinya</p>
<p>akulah selembar jilbab.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tingkatan Cinta Kita]]></title>
<link>http://binamuslim.wordpress.com/2009/07/28/tingkatan-cinta-kita/</link>
<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 07:54:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>binamuslim</dc:creator>
<guid>http://binamuslim.wordpress.com/2009/07/28/tingkatan-cinta-kita/</guid>
<description><![CDATA[Tingkatan Cinta Kita   Menghamba, Seseorang yang begitu mencintai kekasihnya akan menghamba kepada a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="center"><strong>Tingkatan Cinta Kita</strong></p>
<p> </p>
<ul>
<li><strong>Menghamba</strong>, Seseorang yang begitu mencintai kekasihnya akan menghamba kepada apa yang dicintainya, yang akan melahirkan sebuah <strong>pengabdian</strong>. Tingkatan pertama ini tentu hanya untuk Allah SWT.</li>
<li><strong>Mesra</strong>, Seseorang yang begitu mencintai kekasihnya akan suka jika bermesra-mesra dengan kekasihnya, sehingga apapun yang dilakukan sang kekasih maka akan <strong>diikutinya</strong>. Tingkatan kedua ini ditujukan kepada Rasul &#38; Al-Islam</li>
<li><strong>Rindu</strong>, nggak salah kalau ada salah seorang ada yang pernah membuat thread &#8220;Aku Amat Rindu&#8221;, karena setiap kita akan merindu kepada sesama saudara seiman lainnya,dan akan melahirkan rasa <strong>kasih sayang &#38; cinta</strong> karena Allah SWT. (namun kita di sini harus proporsional &#38; hati-hati mengelolanya, apalagi terhadap lawan jenis yang bukan muhrimnya)</li>
<li><strong>Empati</strong>, kita akan merasa begitu empati terhadap saudara kita yang seaqidah, yang akan melahirkan <strong>Ukhuwah Islamiyah</strong>. Seorang Sahabat pernah mengirim pesan begini : &#8220;Ukhuwah itu ibarat satu janji yang dibuat dalam hati, tak dapat ditulis, tak dapat dibaca&#8230; Namun takkan terpisahkan oleh jarak, takkan berubah oleh masa&#8230; sedetik di mata, selamanya di jiwa.. , Subhanallah.</li>
<li><strong>Simpati</strong>, ini bukan tentang sebuah produk dari operator telekomunikasi terbesar di Indonesia, ini hanya sebuah rasa yang akan ada di antara sesama kita sebagai manusia, sebagai makhluk ciptaan-Nya, dan di sini kita akan senantiasa <strong>menyeru kepada kebaikan</strong>, karena sebenarnya kita nggak ingin jika ada saudara kita yang terjerumus kepada keburukan, apapun namanya.</li>
<li>Terakhir, <strong>Kecenderungan</strong>, kita menyukai materi, kita menyukai dunia ini, setiap kita mempunyai kecenderungan untuk ituh&#8230; namun, kita harus mengelolanya, &#8216;menyimpannya&#8217; dalam tangan kita, bukan dalam hati kita, karena kita akan <strong>memanfaatkannya</strong>&#8230;</li>
</ul>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[My Old &amp; New Love ( Bab 1 )]]></title>
<link>http://eliosmed.wordpress.com/2009/04/03/my-old-new-love-bab-1/</link>
<pubDate>Fri, 03 Apr 2009 07:04:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>eliosmed</dc:creator>
<guid>http://eliosmed.wordpress.com/2009/04/03/my-old-new-love-bab-1/</guid>
<description><![CDATA[Well, mungkin aku yang gila, tapi serius aku emang tadinya tidak berniat menanyakan siapa calon peng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Well, mungkin aku yang gila, tapi serius aku emang tadinya tidak berniat menanyakan siapa calon peng]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ini Pilihan Gue...( Bab 12 )]]></title>
<link>http://eliosmed.wordpress.com/2009/02/15/ini-pilihan-gue-bab-12/</link>
<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 15:05:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>eliosmed</dc:creator>
<guid>http://eliosmed.wordpress.com/2009/02/15/ini-pilihan-gue-bab-12/</guid>
<description><![CDATA[Disaat seperti ini, saat aku menunggui mamaku sendirian di rumah sakit, aku memikirkan masa depanku…]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Disaat seperti ini, saat aku menunggui mamaku sendirian di rumah sakit, aku memikirkan masa depanku…]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ini Pilihan Gue...( Bab 11 )]]></title>
<link>http://eliosmed.wordpress.com/2009/02/15/ini-pilihan-gue-bab-11/</link>
<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 15:03:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>eliosmed</dc:creator>
<guid>http://eliosmed.wordpress.com/2009/02/15/ini-pilihan-gue-bab-11/</guid>
<description><![CDATA[Hubunganku dnegan Michael kembali membaik, dia kembali sering meneleponku untuk menghibur…… satu har]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hubunganku dnegan Michael kembali membaik, dia kembali sering meneleponku untuk menghibur…… satu har]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ini Pilihan Gue...( Bab 10 )]]></title>
<link>http://eliosmed.wordpress.com/2009/02/15/ini-pilihan-gue-bab-10/</link>
<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 15:01:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>eliosmed</dc:creator>
<guid>http://eliosmed.wordpress.com/2009/02/15/ini-pilihan-gue-bab-10/</guid>
<description><![CDATA[Dua pria yang silih berganti hadir di hadapanku, saat kali ini Nicko pergi ke Filipina, justru Micha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dua pria yang silih berganti hadir di hadapanku, saat kali ini Nicko pergi ke Filipina, justru Micha]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ini Pilihan Gue...( Bab 9 )]]></title>
<link>http://eliosmed.wordpress.com/2009/02/15/ini-pilihan-gue-bab-9/</link>
<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 14:57:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>eliosmed</dc:creator>
<guid>http://eliosmed.wordpress.com/2009/02/15/ini-pilihan-gue-bab-9/</guid>
<description><![CDATA[Sekali lagi aku mendengar dari Lexy kalau Michael ternyata sudah punya cewek di Jerman . memang ada ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sekali lagi aku mendengar dari Lexy kalau Michael ternyata sudah punya cewek di Jerman . memang ada ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ini Pilihan Gue...( Bab 13 finish )]]></title>
<link>http://eliosmed.wordpress.com/2009/02/15/ini-pilihan-gue-finish/</link>
<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 14:54:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>eliosmed</dc:creator>
<guid>http://eliosmed.wordpress.com/2009/02/15/ini-pilihan-gue-finish/</guid>
<description><![CDATA[Setelah dirawat selama sebulan di rumah sakit, kesehatan mama memang agak pulih, mama sudah kembali ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Setelah dirawat selama sebulan di rumah sakit, kesehatan mama memang agak pulih, mama sudah kembali ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dosenku Yang Manis]]></title>
<link>http://triplesex.wordpress.com/2009/02/05/dosenku-yang-manis/</link>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 05:55:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>pemain bokep</dc:creator>
<guid>http://triplesex.wordpress.com/2009/02/05/dosenku-yang-manis/</guid>
<description><![CDATA[Cerita ini terjadi sewaktu aku menuntut ilmu di ***-**, Malang, Jawa Timur beberapa tahun yang lalu.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Cerita ini terjadi sewaktu aku menuntut ilmu di ***-**, Malang, Jawa Timur beberapa tahun yang lalu. Di sinilah aku telah kehilangan perjakaku yang aku pertahankan sekian lamanya.</p>
<p>Bu Rini (bukan nama sebenarnya) adalah seorang dosen yang cantik dan pandai. Orangnya kecil molek tapi bodynya mengalahkan anak dara. Dari cerita yang kudengar dia sudah setahun menjanda tanpa ada anak.</p>
<p>Dia mengajar subjek ekonomi mikro. Tiap kali mengajar dia memakai pakaian yang seksi. Kalau dia mengajar semua mata tertuju ke dekat dada dan pahanya yang empuk dan putih, temasuk aku, tapi yang aku rasakan sewaktu dia mengajar dia asyik memperhatikanku.</p>
<p>Minggu itu dia memberikan ujian..5% untuk ke final. Dua hari setelah ujian dia memanggilku ke ruangannya karena ada hal penting. Aku berpikir mesti ujianku gagal, kalau tidak dia tidak akan memanggilku.</p>
<p>Dugaanku tepat, ketika aku sampai ke ruangannya, aku lihat kertas jawabanku ada di dekat tangannya. Dia bertanya padaku kenapa aku tak menjawab pertanyaan dengan tepat? Aku berkata, aku menjawabnya dengan baik dan dengan sopan menyuruhnya membaca kembali.</p>
<p>Hari itu aku melihat dia pakai pakaian seksi sekali. Payudaranya jelas kelihatan dan membuat jantungku berdebar.</p>
<p>Tiba-tiba dia bangun dan mengunci pintu dari dalam dan merapat mendekat kepadaku kemudian berbisik di dekat telingaku. Ini membuat bulu kudukku berdiri. Bu Rini memang orangnya blak-blakan terus terang sifatnya. Dia berkata dia bisa menolongku lulus dengan syarat.., Belum habis aku bertanya syaratnya, tangannya telah menyentuh penisku dari luar celana yang kupakai. Syaratnya dia mau mengulum penisku sepuas-puasnya katanya sambil membuka retseleting celanaku, aku tak bisa berbuat apa-apa karena peniskupun sudah mengeras.</p>
<p>Ketika burungku yang mengeras telah keluar dia terkejut sekali melihat ukurannya. Lebih kurang 7 inci dan ujungnya sangat lebar. Waw, katanya ini sih punya “Buto” (raksasa). Dia terus mengulum penisku dengan rakusnya.</p>
<p>Aku tak tahu hendak berbuat apa, cuma berserah saja pada dia yang lebih berpengalaman. Aku lihat dia cuma mampu mengulum bagian kepalanya saja karena penisku besar dan panjang, rasanya sungguh nikmat. Kenikmatan yang tak pernah aku rasakan selama ini. Bu Rini terus mengulum penisku tanpa mampu mengeluarkan kata-kata. Selang 10 menit aku merasa badanku tiba-tiba panas dan aku merasa satu kenikmatan yang teramat sangat yang memusat dari pusar hingga kemaluanku. Rupanya aku hampir klimaks. Bu Rini terus mengulum penisku dengan lebih rakus dan akhirnya aku keluar di dalam mulutnya.</p>
<p>Bu Rini terus menghisap penisku hingga kering namun penisku masih tetap tegang. “Hebat banget”, kata Bu Rini. Aku mencoba menyentuh payudara Bu Rini namun Bu Rini menyuruhku keluar ruangan ketika telepon di dalam ruangannya berdering. Dia berkata dekat telingaku “Jangan sekarang”. Dia menyuruhku pergi tetapi sebelum aku keluar ruangan dia memberi nomor teleponnya kepadaku dan menyuruh aku meneleponnya pada jam 8.00 malam itu. Akupun keluar dari ruangan Bu Rini tetapi sebelum aku menutup pintu ruangannya dia sempat berkata, “Kamu dapat A-untuk paper kamu” sambil tersenyum padaku.</p>
<p>Malam itu sebelum aku pulang ke rumah, aku telah membeli sebuah video porno untuk mempelajari bagaimana mereka melakukannya. Malam itu aku habiskan waktuku dengan menonton film porno tersebut sambil menunggu pukul 8.00 malam. Pukul 8.00 malam akupun menghubungi Bu Rini dan tanpa banyak bicara dia menjemputku minum teh di rumahnya.</p>
<p>Setibanya aku di rumah Bu Rini, dia terus mendekapku dan kamipun berkecupan. Dia memang seorang yang berpengalaman. Dia mengajakku masuk ke kamarnya. Dia membuka pakaiannya satu persatu di hadapanku dan membuat penisku terus menegang. Ini rupanya badan yang menjadi idaman para mahasiswa di kampus selama ini. Aku terus membuka pakaianku dan tanpa banyak bicara aku terus mendekapnya dan membaringkan Bu Rini ke ranjang empuknya. Aku kecup bibirnya dan aku jilat tengkuk Bu Rini. Aku kulum payudaranya sehingga dia meraung keenakan. Tangan Bu Rini sempat mengocok penisku namun aku terus memberanikan diri dengan menjilat pusarnya dan terus ke vaginanya. Dia meraung lagi karena keenakan. Aku terus berbuat seperti yang apa dilakukan oleh pasangan yang aku tonton dalam film petang tadi. Aku jilat clitorisnya sehingga dia meraung dan klimak beberapa kali. Dia berkata nikmat sekali.<br />
“Ohh.., hajar aku dengan pelermu, ayo dong”.<br />
Aku tak langsung melayani tapi sebaliknya aku masukkan jariku satu persatu ke dalam vaginanya dan lidahku masih menjilat clitorisnya yang panjang sehingga dia klimak sekali lagi. Dia masih merintih minta agar aku segera memasukkan penisku. Namun aku ada ide dan bertanya padanya apa aku akan dapat nilai bagus.<br />
Dia berkata, “aku janji kamu akan dapat A++” sambil meraung keenakan.</p>
<p>Tanpa berpikir panjang akupun mengambil bantal yang ada dan menyandarkan punggungnya agar ia lebih terangkat dan akupun memasukkan penisku ke dalam vaginanya namun aku rasakan masih sempit dan panas, namun Bu Rini memudahkan kerjaku dengan menjepit pinggangku dengan kedua belah kakinya sehingga aku berhasil memasukkan semuanya. Akupun mulai mendayung dan kulihat Bu Rini meraung keenakan. Sekarang kepala Bu Rini berada di bawah ranjang dan dia tidak berhenti-hentinya berkata hajar aku lebih keras.<br />
“Ayoo.., ayoo.., kamu hebat Yan.., eenaakk.., enakk..”.<br />
Aku cabut penisku dan menyuruh Bu Rini agar menungging, kami berbuat dengan tehnik doggie style dan dia meraung lagi karena keenakan. Dia berkata aku pria terhebat yang pernah bermain seks dengannya. Setelah sekian lama mendayung aku merasa hendak keluar dan tanpa membuang waktu aku tusuk vaginanya kuat-kuat dan kukeluarkan maniku di dalamnya.</p>
<p>Aku cabut penisku dan masukkan ke dalam mulutnya dan dia kulum penisku hingga kering, namun aku cepat “recover” dan penisku tegang lagi.<br />
“Wah ini hebat sekali”, katanya.<br />
Dia hendak istirahat dulu katanya tapi aku cepat-cepat tunggingkan dia dan kupakai kondom yang kubawa tadi. Perlahan-lahan aku memasukkan penisku ke lubang pantatnya, dan ini membuatkan dia terkejut dan berkata, “Jangan di situ Yan..”, tapi aku tidak peduli. Aku merasa lubang pantatnya sempit sekali namun ketika aku tusuk kuat-kuat, penisku masuk sedikit demi sedikit, akhirnya aku berhasil memasukkan kesemuanya dan mendayung lagi, aku merasakan satu kenikmatan yang teramat sangat dan aku lihat Bu Rini yang pada mulanya kesakitan kini menjadi keenakan. Aku keluar lagi tapi kali ini di dalam lubang pantatnya.<br />
Kami sama-sama tertawa dan dia berkata akulah yang pertama kali memecah keperawanan pantatnya dan aku pasti akan dapat A++.</p>
<p>Pada malam tersebut aku benar-benar puas karena kami asyik bermain. Aku pulang ke rumah pada pukul 6.00 pagi dan terus tidur karena terlalu letih. Aku tersenyum sendirian sambil berkata inilah yang dikatakan nasib mujur.</p>
<p>Tamat</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ini Pilihan Gue...( Bab 8 )]]></title>
<link>http://eliosmed.wordpress.com/2009/01/31/ini-pilihan-gue-bab-8/</link>
<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 13:36:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>eliosmed</dc:creator>
<guid>http://eliosmed.wordpress.com/2009/01/31/ini-pilihan-gue-bab-8/</guid>
<description><![CDATA[“ Nick ! kamu simpen dimana garamnya ? perasaan kemarin aku taruh dilemari yang biasa….. “ kataku ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[“ Nick ! kamu simpen dimana garamnya ? perasaan kemarin aku taruh dilemari yang biasa….. “ kataku ya]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ini Pilihan Gue ... ( Bab 7 )]]></title>
<link>http://eliosmed.wordpress.com/2009/01/31/ini-pilihan-gue-bab-7/</link>
<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 13:32:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>eliosmed</dc:creator>
<guid>http://eliosmed.wordpress.com/2009/01/31/ini-pilihan-gue-bab-7/</guid>
<description><![CDATA[Sewaktu aku ke Jakarta dua hari kemudian, dan seperti biasanya aku menginap di apartemen Nicko, mala]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sewaktu aku ke Jakarta dua hari kemudian, dan seperti biasanya aku menginap di apartemen Nicko, mala]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ini Pilihan Gue... ( Bab 6 )]]></title>
<link>http://eliosmed.wordpress.com/2009/01/31/ini-pilihan-gue-bab-6/</link>
<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 13:29:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>eliosmed</dc:creator>
<guid>http://eliosmed.wordpress.com/2009/01/31/ini-pilihan-gue-bab-6/</guid>
<description><![CDATA[“ Jadi kamu mau pergi ?” tanyaku sambil menunggu pesanan makanan datang Michael menatapku lalu menga]]></description>
<content:encoded><![CDATA[“ Jadi kamu mau pergi ?” tanyaku sambil menunggu pesanan makanan datang Michael menatapku lalu menga]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ini Pilihan Gue... ( Bab 5 )]]></title>
<link>http://eliosmed.wordpress.com/2009/01/27/ini-pilihan-gue-bab-5/</link>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 13:26:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>eliosmed</dc:creator>
<guid>http://eliosmed.wordpress.com/2009/01/27/ini-pilihan-gue-bab-5/</guid>
<description><![CDATA[“ Hai…” seseorang menyapaku disebuah kegiatan social yang diadakan satu yayasan, aku menoleh kaget k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[“ Hai…” seseorang menyapaku disebuah kegiatan social yang diadakan satu yayasan, aku menoleh kaget k]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ini pilihan gue... ( Bab 4 )]]></title>
<link>http://eliosmed.wordpress.com/2009/01/14/ini-pilihan-gue-bab-4/</link>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 14:59:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>eliosmed</dc:creator>
<guid>http://eliosmed.wordpress.com/2009/01/14/ini-pilihan-gue-bab-4/</guid>
<description><![CDATA[“ Line, bulan depan nganggur tidak ? kita bermalam di Lembah Bougenville yuk ? aku udah ajak Shinta ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[“ Line, bulan depan nganggur tidak ? kita bermalam di Lembah Bougenville yuk ? aku udah ajak Shinta ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ini Pilihan Gue...( Bab 3 )]]></title>
<link>http://eliosmed.wordpress.com/2008/12/25/bab-3/</link>
<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 17:45:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>eliosmed</dc:creator>
<guid>http://eliosmed.wordpress.com/2008/12/25/bab-3/</guid>
<description><![CDATA[Ga enak ya kalo selingkuhan akhirnya harus berkorban menyingkir juga, umur udah makin mepet, tapi ak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ga enak ya kalo selingkuhan akhirnya harus berkorban menyingkir juga, umur udah makin mepet, tapi ak]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ini pilihan gue... ( Bab 2 )]]></title>
<link>http://eliosmed.wordpress.com/2008/12/13/ini-pilihan-gue-bab-2/</link>
<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 12:54:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>eliosmed</dc:creator>
<guid>http://eliosmed.wordpress.com/2008/12/13/ini-pilihan-gue-bab-2/</guid>
<description><![CDATA[Semenjak saat itu memang aku sangat berhati hati bertemu dengan Stephen, aku tidak terlalu sering me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Semenjak saat itu memang aku sangat berhati hati bertemu dengan Stephen, aku tidak terlalu sering me]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
