<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>daging-oplosan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/daging-oplosan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "daging-oplosan"</description>
	<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 07:28:11 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Daging Oplosan Daging Gelonggongan]]></title>
<link>http://afatih.wordpress.com/2008/11/13/daging-oplosan-daging-gelonggongan/</link>
<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 11:36:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>Blogger Indonesia</dc:creator>
<guid>http://afatih.wordpress.com/2008/11/13/daging-oplosan-daging-gelonggongan/</guid>
<description><![CDATA[Saat ini lagi ramai kasus daging oplosan yaitu daging sapi yang dicampur dengan daging celeng (babi ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://afatih.files.wordpress.com/2008/11/dubai-hotel.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1658" style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" title="Daging oplosan gelonggongan ayam tiren" src="http://afatih.wordpress.com/files/2008/11/dubai-hotel.jpg" border="0" alt="Daging oplosan gelonggongan ayam tiren" width="139" height="105" /></a>Saat ini lagi ramai kasus daging oplosan yaitu daging sapi yang dicampur dengan daging celeng (babi hutan). Bagi konsumen muslim, masalah ini cukup serius karena babi terlarang (haram) untuk dikonsumsi. Bagi Anda yang suka makan daging, berikut ciri-ciri daging oplosan, daging gelonggongan (glonggongan) dan ayam tiren (mati kemaren) untuk menghindari Anda dari makanan yang meragukan secara agama dan berbahaya bagi kesehatan:<br />
<!--more--><br />
<strong>Apa itu Daging Oplosan?</strong></p>
<blockquote><p>Daging oplosan adalah daging sapi yang dicampur dengan daging celeng atau babi hutan. Tujuannya jelas memperoleh keuntungan lebih, dengan cara menipu konsumen yang tidak waspada.</p></blockquote>
<p><strong>Apa itu <a href="http://ananta.wordpress.com/2006/10/09/daging-oplosan-dan-glonggongan-%e2%80%93-suatu-praktek-keji/" target="_blank">Daging Gelonggongan:</a> </strong></p>
<blockquote><p>adalah daging yang didapat dari hewan yang sebelum disembelih terlebih dahulu diminumi air secara berlebihan. Bahkan, tak jarang hewan bersangkutan pingsan karena kelebihan minum, baru dipotong.</p>
<p>Tujuan dari pemberian minum berlebih itu adalah untuk mendapatkan timbangan lebih berat sehingga harga jual yang diperoleh secara curang ini lebih mahal. (Harian Kompas)</p></blockquote>
<p>Ciri-ciri:<br />
A) Daging gelonggongan, yaitu memberatkan tubuh kambing atau sapi dengan memberikan air sebanyak-banyaknya.<br />
1. Dijualnya tidak dengan cara digantung, melainkan digeletakkan di meja atau papan.<br />
2. Kadar airnya sangat banyak, dapat dilihat di lantai tempat jualnya. Akan terlihat banyak air bercampur darah.<br />
3. Warna daging lebih pucat karena kebanyakan air<br />
4. Daging lembek dan cepat busuk</p>
<p>B) Daging oplos celeng<br />
1. Serat daging celeng lebih lembut<br />
2. Warna daging celeng lebih muda<br />
3. Aroma daging celeng lebih lemur</p>
<p>C) Ayam Mati Kemaren (Tiren)<br />
1. Dagingnya terdapat bercak darah atau memar, tidak mulus seperti ayam potong ketika hidup<br />
2. Kalau dipegang kulitnya licin dan mengkilat, karena pakai formalin</p>
<p>Sumber : Dinas Agribisnis</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
