<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>dakwah &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/dakwah/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "dakwah"</description>
	<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 10:37:01 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Musibah dan Bala Bencana Adalah Teguran dari Allah]]></title>
<link>http://1khilafah.wordpress.com/2009/12/24/musibah-dan-bala-bencana-adalah-teguran-dari-allah/</link>
<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 20:35:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ghuraba'</dc:creator>
<guid>http://1khilafah.wordpress.com/2009/12/24/musibah-dan-bala-bencana-adalah-teguran-dari-allah/</guid>
<description><![CDATA[Ditulis oleh: Abu Jibriel Dari berbagai rangkaian musibah, ujian dan bala bencana yang menimpa manus]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ditulis oleh: Abu Jibriel Dari berbagai rangkaian musibah, ujian dan bala bencana yang menimpa manus]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ Hizbut Tahrir Amerika Sekali Lagi Akan Menggoncang Jantungnya Peradaban Kapitalisme ]]></title>
<link>http://keepfight.wordpress.com/2009/12/23/hizbut-tahrir-amerika-sekali-lagi-akan-menggoncang-jantungnya-peradaban-kapitalisme/</link>
<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 06:44:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>keepfight</dc:creator>
<guid>http://keepfight.wordpress.com/2009/12/23/hizbut-tahrir-amerika-sekali-lagi-akan-menggoncang-jantungnya-peradaban-kapitalisme/</guid>
<description><![CDATA[Syabab.Com &#8211; Di jantungnya peradaban sampah kapitalisme, kembali Hizbut Tahrir bakal menggonca]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div><img src="http://syabab.com/images/stories/khilafah-flag-lg-300x180.jpg" border="0" alt="" align="left" /></div>
<p><strong>Syabab.Com &#8211; </strong>Di jantungnya peradaban sampah kapitalisme, kembali Hizbut Tahrir bakal menggoncang Amerika. Hizbut Tahrir Amerika (HTA), salah satu cabang partai Islam internasional yang gemar menyerukan Khilafah tersebut akan menggelar sebuah acara publik di pinggiran kota Chicago untuk membicarakan krisis Pakistan, Ahad (20/12/09). Seperti biasa, para pembenci Islam yang menyebut dirinya pembela kebebasan dan demokrasi, berupaya untuk menggagalkan acara tersebut dengan tuduhan-tuduhan palsu yang dipaksakan.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Sebuah kelompok yang bernama <em>Responbility for Equality and Liberty </em>(REAL) telah membuat sebuah tulisan terkait rencana Hizbut Tahrir Amerika tersebut. Di dalam artikel yang dimuat di situsnya, REAL, disebutkan, &#8220;Sekali lagi, pinggiran kota di Chicago akan menjadi target acara publik oleh anti demokrasi, organisasi supremasis Islam Hizbut Tahrir pada hari Ahad, 20 Desember-kali ini menggunakan pusat masyarakat yang dikelola pemerintah di Lombard, Illinois.&#8221;</p>
<p>Dengan kebencian, kelompok pembela kebebasan tersebut menuduh Hizbut Tahrir sebagai sebuah kelompok ekstrim yang menentang demokrasi dan kebebasan beragama. &#8220;Hizbut Tahrir Amerika sedang mengadakan acara terbarunya di desa pinggiran kota Chicago, Lombard, Illinois dengan judul Krisis Pakistan- Kejadian Kini &#38; Arah Masa Depan.&#8221;</p>
<p>Dengan penuh kebencian, kelompok yang menyebut dirinya pembela kebebasan tersebut malah berupaya untuk memberikan kebebasan kepada Hizbut Tahrir berbicara. Mereka berupaya menggalkan kegiatan tersebut.</p>
<p>Disebutkan bahwa Hizbut Tahrir Amerika telah menyewa Lombard Community Buiding di Jalan St Charles Timur 433 untuk tanggal 20 Desember 2009 pukul 5:00-6:30 Waktu Pusat.</p>
<p>&#8220;Kami yakin bahwa Desa Distrik Lombard Park dan Pemerintah Lombard tidah tahu siapa dan apa Hizbut Tahrir, atau bahkan mereka berfikir untuk bertanya. Kami mendesak para pembaca untuk menghubungi pemerintah dan media Lombard untuk membuat mereka sadar akan hal ini,&#8221; sebutnya dalam tulisan di website REAL.</p>
<p>Kelompok REAL juga menyinggung aktivitas Hizbut Tahrir di Kanada yang telah menggunakan fasilitas pemerintah untuk acaranya pada bulan Juli. REAL juga menyebarkan berbagai tuduhan palsu, baik dari media barat ataupun dari sumber-sumber yang tidak difahami.</p>
<p>Dalam komentarnya, kantor berita Hizbut Tahrir Palestina menyebutkan bahwa tulisan dari REAL tersebut penuh dengan kesalahan, kebohongan dan kepalsuan.</p>
<p>&#8220;Banyak informasi yang tidak berdasar, sehingga mereka menyesatkan orang-orang Amerika dan mengisinya dengan kebencian dan permusuhan terhadap Islam dan Muslim. Mereka juga ingin mengirim pesan kepada Muslim di Amerika dan intimidasi kepada Hizbut Tahrir dengan label-label terorisme untuk menghubungkannya dengan Taliban dan Al-Qaeda, sehingga menjauhinya.&#8221;</p>
<p>Sebelumnya, REAL juga berupaya menggagalkan acara publik Hizbut Tahrir Amerika untuk pertama kalinya, ketika menggelar Konferensi Khilafah dengan tema &#8220;Kejatuhan Kapitalisme dan Kebangkitan Islam&#8221;. Namun, acara tetap berlangsung di Hotel Hilton, Oak Lawn Illinois Chicago. Pesan-pesan Islam dan seruan penegakkan Khilafah pun semakin membahana di bumi Amerika. Media setempat memberitakan kegiatan tersebut.</p>
<p><em>&#8220;Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya.&#8221;</em> (TQS. Ibrahim [14]: 046)</p>
<p>Bagaimana pun juga, kebangkitan Islam telah dijanjikan. Sekuat apa pun upaya kafir barat menghalanginya, fajar kemenangan Islam pasti akan tiba juga hingga Islam benar-benar meliputi ujung timur dan ujung barat bumi ini. Insya Allah.</p>
<p>[z/real/htpal/syabab.com]</p>
<p>http://syabab.com/index.php?option=com_content&#38;view=article&#38;id=768:hizbut-tahrir-amerika-sekali-lagi-akan-menggoncang-jantungnya-peradaban-kapitalisme&#38;catid=81:ummah&#38;Itemid=198</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kamuflase Umat Kristiani di Indonesia]]></title>
<link>http://membelaislam.wordpress.com/2009/12/23/kamuflase-umat-kristiani-di-indonesia/</link>
<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 04:12:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>membelaislam</dc:creator>
<guid>http://membelaislam.wordpress.com/2009/12/23/kamuflase-umat-kristiani-di-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Dalam beberapa hari ke depan, umat Kristiani akan merayakan hari raya mereka, yaitu hari raya Natal.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dalam beberapa hari ke depan, umat Kristiani akan merayakan hari raya mereka, yaitu hari raya Natal. Di Indonesia, agama yang dibawa ke tanah air oleh kaum kolonialis ini merupakan minoritas. Namun, mereka merupakan minoritas yang cukup besar pengaruhnya. Selain itu, upaya mereka yang sangat gigih dalam melakukan aksi misionaris terhadap umat Islam telah meningkatkan jumlah populasi mereka dari tahun ke tahun.</p>
<p>Tulisan ini ingin membahas salah satu aspek dari strategi umat Kristiani di Indonesia dalam upaya mereka mempengaruhi umat Islam. Tapi biarlah kami memulainya dengan sebuah cerita dari negeri tetangga.</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu Malaysia sempat diramaikan oleh perdebatan tentang penggunaan kata ‘Allah’ di dalam Alkitab berbahasa Melayu. Kaum Muslimin, melalui beberapa tokohnya, mengkritik penggunaan kata ini oleh kalangan Kristiani. Penolakan ini disebabkan beberapa hal, antara lain karena kata ’Allah’ bukan merupakan terjemahan kata ’<em>God</em>’ yang digunakan oleh Bible berbahasa Inggris. Istilah Melayu untuk kata ’<em>God</em>’ adalah ’Tuhan.’</p>
<p>Jadi mengapa umat Kristiani begitu <em>ngotot </em>ingin menggunakan kata ’Allah,’ dan bukannya kata ’Tuhan’ di dalam Alkitab yang mereka gunakan?</p>
<p>Persoalan ini kembali ditanyakan oleh seorang peserta yang menghadiri kajian tentang <em>worldview of Islam </em>yang dibawakan oleh Prof. Naquib al-Attas di Kuala Lumpur hari Ahad malam, 13 Desember 2009. Saat ditanya pendapatnya tentang penggunaan kata ’Allah’ oleh umat Kristiani di Malaysia, Prof. Naquib dengan tegas mengatakan bahwa ia sudah menyikapi persoalan ini sejak beberapa tahun yang lalu. Ketika mendengar keinginan pendeta-pendeta Kristen di Malaysia untuk menggunakan kata ’Allah’ dalam Alkitab, maka beliau mengundang para pemimpin Kristiani dan petinggi negara untuk berdialog di lembaga yang beliau pimpin ketika itu, yaitu ISTAC.</p>
<p>Beliau bertanya kepada tokoh-tokoh Kristen tersebut mengapa mereka ingin menggunakan kata ’Allah.’ ”Karena kami ingin berdoa dalam bahasa Melayu,” jawab mereka. ”Tapi kata Melayu yang tepat untuk istilah God dalam Alkitab adalah istilah Tuhan,” sanggah Prof. Naquib. ”Selain itu,” lanjutnya, ”kata ’Allah’ bukan merupakan bahasa Melayu. <em>It comes from a tradition that not belongs to you.”</em></p>
<p>Setelah menegaskan bahwa mereka seharusnya menggunakan kata ’Tuhan,’ Prof. Naquib menjelaskan bahwa kata itu pun pada akhirnya akan mengacu pada Allah. Karena Allah adalah <em>Rabbul ‘Alamin</em>, Tuhan alam semesta. Tidak ada yang bisa menghindar dari-Nya. Tapi kata ‘Allah’ tidak dapat dipergunakan oleh umat Kristiani karena mereka tidak menyifati-Nya sebagaimana mestinya. Allah tidak memiliki anak dan Dia tidak diperanakkan.</p>
<p>Jadi bagaimana mungkin umat Kristiani hendak menggunakan nama Allah tapi pada saat yang sama mengatakan bahwa Dia mempunyai anak, atau mengatakan bahwa Dia merupakan salah satu dari tiga oknum dalam trinitas? Ini sebabnya mengapa nama Allah tidak semestinya digunakan di dalam Alkitab.</p>
<p>Prof. Naquib mengkritik sikap pemerintah Malaysia yang sempat memutuskan untuk membawa persoalan tersebut untuk diputuskan di dalam Mahkamah. Ini bukan urusan mahkamah, ini merupakan urusan umat Islam, karena nama Allah berasal dari tradisi mereka. Jadi apa hak mahkamah untuk membuat keputusan dalam persoalan ini?</p>
<p>Prof. Naquib tidak menjelaskan lebih jauh bagaimana perkembangan persoalan tersebut lebih jauh di Malaysia, apakah orang-orang Kristen di sana tetap bersikukuh memaksakan keinginannya atau tidak. Bagaimanapun, hal ini membuat kami berpikir jauh tentang keadaan di tanah air. Betapa kaum Muslimin di Indonesia telah berkali-kali ‘kecolongan’ dalam persoalan ini.</p>
<p>Bukan hanya dalam penggunaan kata ‘Allah’ di dalam Alkitab, tetapi juga penggunaan berbagai istilah Islam oleh komunitas Kristiani di tanah air. Penulis cukup banyak mengetahui persoalan ini karena penulis sendiri selama lebih dari sepuluh tahun menjalani pendidikan di sekolah-sekolah Kristen dan banyak anggota keluarga penulis yang juga mengalami hal yang sama.</p>
<p>Kami menulis ini dengan sedikit rasa penyesalan mengapa tidak menulis persoalan ini lebih awal. Penyesalan menjadi bertambah besar karena heran melihat nyaris tidak adanya para ulama di Indonesia yang memiliki sikap tegas terkait dengan persoalan ini.</p>
<p>Kalangan Kristen di Indonesia sejak lama telah menggunakan kata ’Allah’ di dalam Alkitab mereka. Kata ini masuk dan menjadi mapan di dalam agama Kristen tanpa ada tantangan sama sekali dari kaum Muslimin. Mereka biasa menyebut ’Tuhan Allah’ di dalam doa-doa mereka. Hanya saja cari penyebutan mereka terhadap kata ini berbeda dengan kaum Muslimin. Mereka membacanya dengan bunyi ’Alah’, bukan sebagaimana lafadz yang digunakan dalam bahasa Arab.</p>
<p>Namun umat Kristiani di Indonesia tidak berhenti sampai di situ. Mereka juga menggunakan kata <em>’syafaat’ </em>dalam tradisi mereka. Lima belas atau dua puluh tahun yang lalu, penulis sempat kaget saat melewati sebuah gereja di Kwitang menjelang perayaan Natal. Di sana terbentang sebuah spanduk dengan berisi ajakan merayakan hari Natal ‘dalam rangka mendapatkan <em>syafaat</em> &#8230;’. Apa yang mereka maksud dengan <em>syafaat</em>? Mereka jelas tidak mengambil istilah ini dari bahasa Yunani, Latin, ataupun bahasa <em>Aramaic.</em> Ini jelas bersumber dari bahasa Arab dan dari tradisi Islam.</p>
<p>Lalu atas tujuan apa mereka tiba-tiba menggunakan kata ini? Apakah karena mereka mengetahui bahwa kata ini memiliki posisi yang sangat penting di kalangan sebagian besar umat Islam Indonesia? Apakah dengan menggunakan kalimat ini mereka bermaksud mengecoh kaum Muslimin yang tidak mendalam ilmu agamanya dan hendak mengeksploitasi harapan mereka yang tinggi untuk mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad <em>shallallahu ’alaihi wasallam </em>dengan mengatakan bahwa Yesus juga memiliki syafaat?</p>
<p>Umat Kristiani di Indonesia juga menggunakan kata <em>syahadat</em>. Di sekolah-sekolah Kristen, setidaknya sebagiannya, murid-murid diajarkan doa <em>syahadat</em>. Belakangan ini kami juga mendapat informasi bahwa beberapa kalangan Kristen meniru kebiasan kaum Muslimin dalam mengucapkan <em>insya Allah</em>. Tapi bukannya mengucapkan kalimat yang sama, mereka mengubahnya menjadi <em>insya Yesus</em>. Apa sebenarnya yang diinginkan umat Kristiani Indonesia dengan semua ini?</p>
<p>Apakah mereka sudah tidak memiliki identitas yang jelas sampai kemudian tanpa rasa malu mengambil dari tradisi Islam? Apakah mereka sudah mengalami kebangkrutan sehingga terpaksa comot sana comot sini dan memakai milik orang lain – tanpa minta izin pula?</p>
<p>Selain hal di atas, ada persoalan lain dari penggunaan bahasa di Indonesia yang perlu dikaji ulang. Selama bertahun-tahun, ejaan bahasa Indonesia telah mengalami perubahan yang semakin menjauhkannya dari bahasa Arab dan Islam. Dulu kita menyebut ’ilmu hayat,’ kini kita menamainya ’ilmu biologi.’ Dulu kita menggunakan istilah ‘izin,’ kini ‘ijin’; dulu ‘alfabet’ kini ‘alpabet.’</p>
<p>Semua kata yang berasal dari bahasa Arab atau yang berbunyi ke-arab-araban dijauhkan dan diberi bunyi yang berbeda. Seorang kawan kami mengistilahkan ini sebagai ‘Krsitenisasi bahasa.’ Mungkin ini sebuah istilah yang berlebihan. Namun sama sekali tidak salah jika ini disebut sebagai ‘de-Islamisasi bahasa.’</p>
<p>Ustadz Rahmad Abdullah, almarhum, dengan sangat jeli mengamati digunakannya kata-kata tertentu yang bersumber dari Islam ke dalam bahasa sehari-hari, tapi dengan diberi konotasi negatif. Misalnya saja kalimat semisal ’gajinya telah disunat.’ Kata ’disunat dalam kalimat tersebut maksudnya jelas, yaitu dipotong secara semena-mena, atau dengan kata lain dikorupsi. Mengapa sebuah istilah yang mulia dalam Islam, yaitu sunat atau khitan, bisa digunakan dengan konotasi begitu buruk dalam bahasa Indonesia?</p>
<p>Kita juga sering mendengar istilah ’nafasnya senin-kamis’ yang mengacu pada kelemahan dan tidak adanya kekuatan. Mengapa menggunakan istilah senin-kamis? Semua orang tahu kalau hari Senin dan Kamis adalah hari disunahkannya kaum Muslimin berpuasa. Apa tujuan digunakannya kata-kata ini di dalam bahasa sehari-hari?</p>
<p>Ada banyak contoh-contoh lain di samping yang telah kami sebutkan di atas. Penulis memang tidak memiliki bukti untuk mengatakan bahwa contoh-contoh yang terakhir ini dilakukan oleh pihak Kristen. Yang jelas, kesalahan ada pada kaum Muslimin Indonesia sendiri karena mereka telah lalai dari hal ini. Karena itu, kaum Muslimin, khususnya para wartawan, jurnalis, dan penulis Muslim, perlu meneliti ulang dan membongkar kembali penggunaan istilah-istilah tertentu yang tidak pantas. Kaum Muslimin perlu menyusun ulang strategi bahasa mereka.</p>
<p>Kami ingin kembali pada upaya kalangan Kristiani yang dapat dilihat secara langsung wujudnya. Selain yang telah disebutkan pada bagian awal tulisan ini, kita masih menemukan berbagai hal yang mereka lakukan. Kini mereka bukan hanya mengambil istilah ‘Allah’ dan beberapa istilah kunci lainnya, mereka juga menggunakan istilah tilawatil Injil dan membuat kaligrafi bahasa Arab dengan muatan nilai-nilai Kristen.</p>
<p>Mereka juga dengan bangga menyiarkan komunitas orang-orang Betawi yang telah masuk Kristen lengkap dengan pakaian tradisional mereka: sarung, baju koko, dan peci untuk yang pria, dan kebaya serta kerudung untuk yang wanita. Sebaiknya umat Islam bersiap-siap. Mungkin tidak lama lagi mereka akan mulai membaca ‘tahlil’ dan merayakan ‘maulid.’ <em>Naudzu billahi min dzalik</em>.</p>
<p>Hal ini membuat kami bertanya, apakah mereka sudah tidak merasa sungkan lagi melakukan kamuflase secara terang-terangan? Selain itu kami juga ingin bertanya, apakah umat Kristiani di Indonesia sama sekali sudah tidak menghargai orisinalitas dalam agama mereka sendiri? Apakah mereka sudah tidak memiliki harga diri sehingga menempuh cara-cara semacam ini dalam beragama?</p>
<p>Sebetulnya praktek-praktek semacam ini sama sekali bukan hal yang baru dalam agama Kristen sejak era Paulus (Saul of Tarsus). Paulus-lah yang telah mengalihkan ajaran yang dibawa Yesus kepada orang-orang Romawi, walaupun sesungguhnya Yesus (Nabi Isa) mengkhususkan ajarannya kepada orang-orang Yahudi saja. Sejak itu agama Kristen mengadopsi berbagai kebiasaan dan tradisi masyarakat pagan agar agama yang mereka bawa ini bisa diterima oleh mereka, walaupun konsekuensinya adalah hilangnya orisinalitas, identitas, dan karakter asal agama mereka.</p>
<p>Sejak itulah penganut Kristiani membolehkan orang tidak bersunat, padahal Alkitab sendiri menjelaskan betapa Yesus (Nabi Isa) tidak menyukai orang-orang yang tidak bersunat. Mereka menjadikan hari-hari suci kaum pagan sebagai hari suci mereka, antara lain tanggal 25 Desember (hari Natal) dan hari Minggu (Sunday atau harinya Matahari). Mereka juga mengalihkan pemujaan kaum pagan terhadap patung-patung dewa-dewi menjadi pemujaan terhadap patung-patung salib, Yesus, dan Bunda Maria. Jadi tidak heran jika hal itu kini juga dilakukan di Indonesia.</p>
<p>Kami tidak mengangkat persoalan ini dengan maksud supaya para pembaca dan kaum Muslimin secara umum menjadi marah dan bersikap emosional, atau mengamuk dan menimpakan sesuatu yang buruk kepada umat Kristiani. Karena bukan seperti itu tuntunan Islam. Tapi kita, khususnya para ulama, perlu mengkaji ulang persoalan ini secara mendalam. Kita perlu mengangkat persoalan ini ke permukaan, menanyakan langsung kepada tokoh-tokoh Kristiani apa yang menjadi tujuan mereka dengan melakukan ini semua.</p>
<p>Kita perlu menegaskan kepada mereka bahwa mereka tidak berhak dan tidak sepatutnya mengambil apa-apa yang berasal dari tradisi Islam.</p>
<p>Barangkali bagi umat Kristiani orisinalitas dan identitas sama sekali tidak penting, tapi kita mesti menjelaskan bahwa bagi kaum Muslimin keduanya sangat penting. Kalaupun umat Kristiani telah jatuh miskin dan bangkrut sehingga kehilangan perbendaharaan dari tradisi mereka sendiri dan karenanya ingin mengambil dari tradisi lain, maka silahkan mereka mengambilnya dari tradisi selain Islam. Silahkan mereka meminjamnya dari Hindu, dari Budha, dari Yahudi, atau dari tradisi agama lainnya (itupun kalau masing-masing agama itu mengijinkan).</p>
<p>Tapi jangan mengambil dari tradisi Islam. Hal ini bukan karena kaum Muslimin pelit atau bakhil. Tetapi karena pada setiap perbendaharaan tradisi itu ada hak dan posisinya sendiri yang telah diatur di dalam Islam. Ketika istilah-istilah tersebut diambil dan dimasukkan dalam kerangka ajaran Kristen, maka posisinya telah menjadi jauh berubah dan hak yang dimilikinya telah tercerabut dari nilai yang sesungguhnya. Dan ini merupakan suatu kezaliman. Dalam Islam, sesuatu yang tidak ditempatkan sebagaimana mestinya merupakan suatu kezaliman. Semakin besar kesenjangannya, maka semakin besar juga kezalimannya.</p>
<p>Biar kami pertegas lagi persoalannya supaya lebih jelas. Umat Kristiani menggunakan kata ’Allah’ di dalam Alkitab. Ini merupakan kata yang sepenuhnya bersumber dari tradisi Islam dan sama sekali tidak ada dalam tradisi Kristen. Dalam ajaran Islam, Allah itu Esa. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Tapi kata ’Allah’ dimasukkan ke dalam Alkitab dan pada saat yang sama dijelaskan bahwa ’Allah’ mempunyai anak atau ’Allah’ merupakan salah satu dari tiga oknum pada trinitas. Ini merupakan sebuah penistaan dan kezaliman yang besar.</p>
<p>Dalam Islam syahadat merupakan sebuah kesaksian dengan formulasi utama berupa kesaksian bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan kesaksian bahwa Nabi Muhammad merupakan utusan Allah. Tetapi umat Kristiani tidak mengakui Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam sebagai utusan Allah. Jadi bagaimana mereka hendak begitu saja meminjam istilah syahadat sambil melucuti maknanya. Ini adalah sebuah kezaliman.</p>
<p>Demikian juga dengan istilah syafaat. Dalam Islam, syafaat diberikan oleh Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam dan bukan oleh nabi-nabi yang lain, termasuk Nabi Isa ’alaihis salam. Apakah kalangan Kristen hendak mengambil kata ini sambil menyuruh manusia mengharapkan syafaat dari Yesus? Ini juga merupakan sebuah kezaliman.</p>
<p>Sekiranya mau menggunakan perbendaharaan kaum Muslimin boleh saja asalkan siap untuk menerima dengan segala pemaknaan serta keyakinan yang ada di dalamnya. Kalau tidak demikian maka janganlah mengambil sama sekali. Kalau umat Kristiani mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak mengetahui persoalan ini, maka kini kita telah memberitahukannya, dan karenanya mereka harus mengembalikan kepada umat Islam dan segera kembali pada konsep-konsep dan terminologi mereka sendiri.</p>
<p>Kalau mereka melakukan dengan sengaja dengan tujuan untuk mengacaukan identitas kaum Muslimin dan dengan tujuan menciptakan kebingungan di tengah-tengah mereka, maka ini adalah sebuah kejahatan yang mesti dihentikan.</p>
<p>Tapi yang terpenting dari itu semua adalah kita mesti mendidik generasi kaum Muslimin supaya mereka memiliki pemahaman yang baik terhadap Islam dan supaya mereka memiliki ilmu agama yang memadai. Sekiranya kaum Muslimin memiliki ilmu yang cukup baik, maka mereka tidak akan mudah terkecoh dengan taktik dan kamuflase yang dilakukan oleh orang-orang diluar kelompok mereka.</p>
<p>Para dai dan ulama Islam perlu memberikan pendidikan lebih luas kepada kaum Muslimin, khususnya yang berada di pedesaan, serta mengangkat perekonomian mereka, supaya mereka tidak mudah terpedaya dengan bujuk rayu pihak lain. Ini merupakan sebuah tugas yang amat mendesak bagi kita semua. Semoga Allah senantiasa memberi kekuatan kepada kaum Muslimin dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang belum memahami kebenaran.</p>
<p>Kuala Lumpur, 14 Desember 2009</p>
<p>dipetik dari Tranungkite Online (http://tranungkite.net/) bersumber dari: http://eramuslim.com/suara-kita/pemuda-mahasiswa/alwi-alatas-mahasiswa-phd-international-islamic-university-malaysia-kamuflase-umat-kristiani-di-indonesia.htm</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Golongan yang tercicir - part2]]></title>
<link>http://pasembor2u.wordpress.com/2009/12/23/golongan-yang-tercicir-part2/</link>
<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 02:38:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>pasembor2u</dc:creator>
<guid>http://pasembor2u.wordpress.com/2009/12/23/golongan-yang-tercicir-part2/</guid>
<description><![CDATA[FASAL KEDUA Sebab-sebab keciciran Sebab-sebabnya banyak, sama ada berhubung dengan&#8230;.. Gerakan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h2 style="text-align:justify;">FASAL KEDUA</h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Sebab-sebab keciciran</span></p>
<p style="text-align:justify;">Sebab-sebabnya banyak, sama ada berhubung dengan&#8230;..</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Gerakan</li>
<li>Anggota Individu</li>
<li>Faktor-faktor luar</li>
</ol>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><span style="text-decoration:underline;">Sebab-sebab yang berhubung dengan gerakan</span></span></h3>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#0000ff;">1. Kelemahan sudut tarbiyyah</span></strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Tarbiyyah dalam gerakan jama’ah merangkumi aspek tarbiyyah yang 7; <em>Ruhiyah, Harakiyah, Siasiyah, Badaniyah, Kendiri, Thaqafiah, Kekeluargaan Islam</em></li>
<li>Tubuh harakah akan menjadi lemah menurut kadar kelemahan tarbiyyahnya</li>
<li>Semua ahli anggota harakah samada <span style="text-decoration:underline;">pimpinan (<em>qiyadah</em>) atau barisan pejuang (<em>jundiyyah</em>) mesti mengikut tarbiyah biar betapa sibuk</span> atau dalam apa juga keadaan sekalipun. Logika beberapa ahli tidak perlu mengikuti program tarbiyah hendaklah ditolak, dalam falsafah dakwah sesorang itu pasti akan diuji dan fitnah senantiasa melanda hati manusia, justeru benteng pertahanan yang kukuh amat penting dalam menghadapi situasi ini.</li>
<li>hubungan individu dengan harakah hendaklah berasaskan kepada asas hubungannya dengan Allah dan Islam. Harakah merupakan wasilah (alat) dan bukan ghayah (matlamat)</li>
<li>adakah kita boleh kita mencari dua kepentingan serentak dalam harakah iaitu kepentingan diri dan kepentingan Islam?</li>
<li>Seseorang lelaki berkata kepada Rasulullah saw; aku mengambil sikap untuk melakukan sesuatu hanya semata-mata kerana Allah, dan aku mahu supaya Allah melihat tempatku (negeriku). Rasulullah tidak menjawab apa-apa sehingga turun firman Allah dalam surah al-Kahfi ayat 110.</li>
</ul>
<blockquote><p>Rasulullah saw pernah bersabda, <span style="color:#008000;">` Aku paling takut berlaku keatas umatku syirik dan keinginan nafsu yang tersembunyi&#8230;mereka tidak menyembah matahari, bulan atau patung, tetapi mereka memperlihatkan amalan-amalan mereka dan mempunyai keinginan yang tersembunyi sehingga apabila salah seorang dar mereka berpuasa, kemudian dibantah oleh nafsunya dengan sesuatu keinginan maka dia meninggalkan puasanya itu’</span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Betapa hebatnya godaan nafsu dan betapa pentingnya keikhlasan kita dalam beribadat kepada Allah&#8230;. justeru melalui sistem tarbiyah yang baik mampu menghasilkan ahli yang paham akan tujuan dan peranannya dalam gerakan jama’ah itu sendiri..InsyaAllah</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>2. Tidak meletakkan seseorang ditempat yang sesuai</strong></span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>-proses pemilihan tugas yang sesuai untuk seseorang tidak boleh dibuat secara tergesa-gesa ataupun secara mendadak. <span style="color:#0000ff;"><em>Tabi’i marhalah</em></span> (peringkat) yang akan dilalui perlu dikaji terlebih dahulu, daya dan keupayaan yang diperlukan pada setiap marhalah perlu ditentukan.</li>
<li>Kegagalan mengenal pasti keupayaan akan menyebabkan kegagalan dalam persediaan bantuan, seterusnya akan berlakunya kecacatan. Kecacatatan yang membesar akhirnya mengancam <em>`amilin</em> (barisan pekerja) dan juga <em>`amal</em> (kerja) itu sendiri.</li>
<li>-terdapat beberapa contoh dalam buku yang menceritakan kesan pabila kuasa harakah itu diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#0000ff;">3. Tidak membahagikan kerja kepada anggota</span></strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>-pembahagian ini penting bagi mengelakkan kelemahan dikalangan ahli. Realiti sebenar, harakah mempunyai ramai ahli namun pada kebiasaanya bukan semua ahli yang diberi tugas.</li>
<li>-harakah perlu mengetahui kecenderungan ahli-ahli, manakala ahli pula perlu bertanggungjawab dan bergerak aktif dengan tidak mengambil kira kerja dan kedudukannya.</li>
<li>-ada sesetengahnya hanya memberikan tugasan kepada peringkat muda, natijahnya peringkat tua (yang dikatakan lebih matang dalam gerakan) menjadi semakin renggang dengan harakah. Kerenggangan mungkin disebabkan oleh kesibukan dan mungkin juga kesilapan harakah memilih tugas yang tidak sesuai untuk mereka.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#0000ff;">4. Tidak mengambil berat hal ahli </span></strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>ketiadaan perhatian terhadap kedudukan ahli dan suasana mereka juga faktor kejatuhan ahli dari harakah. Setiap individu punyai gaya berbeza, cabaran dan permasalahan masing-masing yang sekiranya dikongsi mampu meringankan bebanan serta mewujudkan keyakinan serta kepercayaan dalam jama’ah. Cabaran &#38; kesusahan dalam da’wah tidak akan menjadi ringan/ hilang kecuali dengan keikhlasan sebenarnya kepada Allah dan adanya perasaan ukhuwwah.</li>
<li>layanan sama rata dalam gerakan jama’ah perlu diamalkan dalam apa jua keadaan antara persediaan (ahli), kepimpinan dan pengganti (ahli yang bakal menjadi pimpinan)</li>
<li>Sabda Rasulullah saw: bandingan orang-orang mu’min dalam kasih sayang dan kasihan belas mereka antara satu sama lain samalah seperti satu tubuh yang apabila salah satu anggotanya mengadu sakit maka seluruh anggota yang lain turut berjaga malam dan merasai sakit.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>5. Tidak menyelesaikan masalah dengan segera</strong></span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>masalah senantiasa melanda kehidupan seharian manusia. Adakalanya masalah itu dianggap remeh, namun pabila dibincangkan mengambil masa yang lam auntuk diselesaikan dan mungkin juga menimbulkan masalah baru. Adakalanya pula masalah itu dianggap besar tetapi hanya memerlukan sepatah kata ’maaf’ ataupun satu ziarah bagi menyelesaikannya. Ada juga yang sebaliknya..pastinya setiap masalah itu ada jalan penyelesaian.</li>
<li>Perbincangan yang segera membolehkan masalah tersebut diseleasikan dengan segera dan mengelakkan natijah-natijah buruk sekiranya masalah tersebut berleluasa.</li>
<li>-masalah yang tidak diselesaikan segera mungkin akan mendatangkan masalah lain yang lebih kronik</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>6. Pertikaian dalaman</strong></span></p>
<ul>
<li>- faktor yang paling bahaya, menjadi faktor pemusnah &#38; peruntuh harakah, menimbulkan suasana pertengkaran sehingga melambatkan gerak kerja sekaligus menarik campur tangan pengaruh luar</li>
<li>- antara contoh yang berlaku pada zaman Rasulullah saw adalah pertikaian yang timbul antara puak ’Aus dan Khazraj setelah mereka dihasut oleh orang yahudi. Orang yahudi yang berasa sakit hat melihat keakraban puak ’Aus &#38; Khazraj, telah menceritakan sejarah lampau tentang perang ”buath” yang berlaku antara dua puak ini. Setelah itu, mereka saling bermarah-marahan. Pabila Rasulullah saw mendapat berita tentang kejadian ini, baginda mengingatkan mereka adakah mereka masih bersama seruan jahilliyah ataupun seruan Allah, akhirnya mereka sedar &#38; bermaaf-maafan semula.</li>
<li>-Firman Allah: Ali-Imran 100-105</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>7. Pimpinan tidak layak</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">antara faktor-faktor penyumbang</p>
<p style="text-align:justify;">a) kurangnya kemampuan berfikir dikalangan pimpinan, tidak dapat memenuhi kehendak pemikiran ahli. Namun ada juga yang berupaya disudut pemikiran sahaja, namun lemah disudut yang lain</p>
<p style="text-align:justify;">b) kelemahan dalam pentadbiran, dimana tidak memaksimumkan kebijaksanaan &#38; kemampuannya dalam mentadbir, serta mengabaikan kaedah-kaedah asas pentadbiran yang perlu</p>
<p style="text-align:justify;">Penulis juga menyelitkan <span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">sifat-sifat yang perlu ada pada pimpinan</span></span></p>
<ol>
<li>mengenali da’wah</li>
<li>mengenal diri</li>
<li>mengambil berat tentang ahli</li>
<li>teladan yang baik</li>
<li>mempunyai pandangan yang mantap</li>
<li>keazaman yang kuat</li>
<li>daya tarikan semulajadi</li>
<li>penuh yakin</li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Saya membayangkan menusuk orang-orang yang saya benci dengan sendok]]></title>
<link>http://lemonyellowgun.wordpress.com/2009/12/22/saya-membayangkan-menusuk-orang-orang-yang-saya-benci-dengan-sendok/</link>
<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 15:33:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>lemonyellowgun</dc:creator>
<guid>http://lemonyellowgun.wordpress.com/2009/12/22/saya-membayangkan-menusuk-orang-orang-yang-saya-benci-dengan-sendok/</guid>
<description><![CDATA[Ternyata tidak selamanya saya hanya menghamba kepada lirik yang menurut saya menarik pada sebuah lag]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ternyata tidak selamanya saya hanya menghamba kepada lirik yang menurut saya menarik pada sebuah lagu, ada kalanya saya juga tertarik dengan musik yang tanpa tedeng aling-aling langsung menusuk kuping. Kurang dari 3 bulan yang lalu, seorang penghamba seni jalanan yang setiap hari duduk di depan meja kerja saya memutar sebuah lagu dengan corak musik yang langsung memukul telak gendang telinga saya. Musiknya sendiri adalah dari jenis musik yang sudah saya kenal benar. Jenis musik yang muncul dari dari budaya perlawanan kaum kulit hitam Amerika. Tapi kali ini yang membawakannya adalah orang kulit putih dari ras bangsa yang di benci oleh hampir seluruh pemuja fanatisme ras arian dan islam. Yahudi!</p>
<p>Saya tergerak oleh flow sang Rapper yang dengan fasih mengambil rhyming ala jamaican rap flow dan ada sedikit unsur Dub. Saya mencari informasi tentang grup Reggae Dub ini dengan browsing sana-sini. Sampai akhirnya saya tau bahwa sang vokalis yang bernama<em> Matthew Paul Miller</em> ini memang seorang<em> American Hasidic Jewish Reggae Musician</em> yang saat di sunat mengganti namanya menjadi <em>Matisyahu</em>. Untuk info selanjutnya silahkan klik <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Matisyahu">disini</a>.</p>
<p>Mungkin grup ini sudah banyak dikenal orang dan saya terlambat mengetahuinya. Ya maklum saja, saya sedikit mengalami keterlambatan dalam pergaulan, mungkin karena saya enggan bergaul di coffee shop dan nongkrong di kawasan kemang atau senayan city, Jakarta Selatan.</p>
<p>Balik ke masalah saya yang lebih memilih mendengarkan lirik pada sebuah lagu daripada musik dari sebuah lagu. Biasanya saya lebih memilih lagu dengan lirik yang mengedukasi saya atau lirik yang bercerita tentang sesuatu. Saya menggilai setiap kata yang memberikan nafas pada denyut-denyut musik dalam anyaman sebuah lagu. Kata-kata yang seperti bercerita tentang suatu kejadian atau mungkin kata-kata yang datang sebagai seruan tentang opini sang pembuat lirik terhadap topik atau tema yang akan dia bawakan. Saya besar dengan mendengarkan kata-kata memberontak dengan musik yang menghentak dan membuat tetangga kanan-kiri terhenyak dari tidur nyenyak. Saya selalu tertarik dengan opini dan kombinasi yang paling sempurna dalam menyampaikan opini adalah dengan musik yang bergemuruh tanpa basa-basi. Itulah awalnya kenapa saya memuja band yang dimanajeri oleh <em>Malcolm Mclaren</em> dan digawangi oleh <em>Jhonny Rotten</em>. <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sex_Pistols">The Sex Pistols</a>.</p>
<p><em>Sex Pistols </em>adalah titik awal dimana saya menemukan parameter untuk berekspresi dengan musik. Kecenderungan saya untuk bermusik dimulai dari sana. Saya tidak dapat bermain gitar dengan baik, saya tidak dapat membungkus sebuah nada dengan dentuman bass yang disiplin dan semua itu tertutupi dengan musik yang berisik dan hingar bingar. Sebelum band bandung yang bernama <em>Teenage Deathstar</em> muncul, saya sudah sering berteriak <strong>Skill is Dead</strong> setiap kali bermain musik. Saya berpikir bahwa keterbatasan akan musik yang baik dapat diatasi dengan kata-kata pada lirik yang menohok. Musik tidak perlu rapih, tapi lirik harus terisi penuh seperti letupan-letupan api! Sedikit aneh, tapi itulah yang ada di otak saya dalam mendefinisikan musik saya.</p>
<p>Ada beberapa band yang liriknya sulit untuk di definisikan akan tetapi saya masih juga menikmati lagu-lagu mereka. <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mars_volta">The Mars Volta</a> adalah salah satu contohnya. Band pecahan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/At_the_drive_in">At The Drive In</a> ini adalah salah satu dari sekian banyak band yang selalu memakai metafora dalam penulisan lirik. Entah itu metafora atau itu sebuah Analogi, atau jangan-jangan itu adalah puisi? Saya nggak pernah tau karena saya belum sempat menanyakan lewat email kepada <em>Cedric Bixler Zavala</em> sang vokalis <em>The Mars Volta</em>. Mungkin nanti kapan-kapan. Tapi walau bagaimana pun juga, saya sering menginterpretasikan arti dari lirik pada beberapa lagu <em>The Mars Volta</em> secara bebas. Dan hal itu yang sering saya lakukan jika ingin memberi kesan sebagai seorang yang intelek dalam mendengarkan musik. Seperti para penggemar <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bjork">Bjork</a> &#38; <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Radiohead">Radiohead</a> yang selalu saja bergaya intelek dan menganggap diri mereka adalah penggemar musik-musik jenius!</p>
<p><strong>EHM, BERAK!</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ada apa dengan ikan]]></title>
<link>http://mesrarakyat.wordpress.com/2009/12/21/ada-apa-dengan-ikan/</link>
<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 15:01:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>mesrarakyat</dc:creator>
<guid>http://mesrarakyat.wordpress.com/2009/12/21/ada-apa-dengan-ikan/</guid>
<description><![CDATA[funny... Baru-baru ini sempat memancing. Bukanlah mahir seperti pengail yang lain. Cuma suka belajar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[funny... Baru-baru ini sempat memancing. Bukanlah mahir seperti pengail yang lain. Cuma suka belajar]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penjelasan Hadis Ahad (Bahagian 1)]]></title>
<link>http://1khilafah.wordpress.com/2009/12/21/penjelasan-hadis-ahad-part-1/</link>
<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 09:03:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ghuraba'</dc:creator>
<guid>http://1khilafah.wordpress.com/2009/12/21/penjelasan-hadis-ahad-part-1/</guid>
<description><![CDATA[Walaupun perbincangan berkenaan hadith ahad (adakah sama ada ia menghasilkan keyakinan ataupun sekad]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Walaupun perbincangan berkenaan hadith ahad (adakah sama ada ia menghasilkan keyakinan ataupun sekad]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Soal-Jawab Hizb]]></title>
<link>http://1khilafah.wordpress.com/2009/12/21/soal-jawab-hizb/</link>
<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 08:36:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ghuraba'</dc:creator>
<guid>http://1khilafah.wordpress.com/2009/12/21/soal-jawab-hizb/</guid>
<description><![CDATA[Assalamualaikum WBT. Baru-baru ini ketika saya melayari Friendster, saya terjumpa satu topik menarik]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Assalamualaikum WBT. Baru-baru ini ketika saya melayari Friendster, saya terjumpa satu topik menarik]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Solat]]></title>
<link>http://rinhar.wordpress.com/2009/12/21/solat/</link>
<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 03:47:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>sahrin</dc:creator>
<guid>http://rinhar.wordpress.com/2009/12/21/solat/</guid>
<description><![CDATA[SAYINGS (HADITH) OF PROPHET MUHAMMAD (Sallallaahu alaihi wa sallam) The one who disdains prayers (Sa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[SAYINGS (HADITH) OF PROPHET MUHAMMAD (Sallallaahu alaihi wa sallam) The one who disdains prayers (Sa]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kerana Cinta Itu...]]></title>
<link>http://hazadeen.wordpress.com/2009/12/20/kerana-cinta-itu/</link>
<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 10:54:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>al-ikhsan</dc:creator>
<guid>http://hazadeen.wordpress.com/2009/12/20/kerana-cinta-itu/</guid>
<description><![CDATA[Kadang-kadang, terlalu mudah untuk kita katakan kita cinta. Sudah lupakah kita akan Yang Menciptakan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kadang-kadang, terlalu mudah untuk kita katakan kita cinta. Sudah lupakah kita akan Yang Menciptakan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tauhid tiga serangkai bukan bida'ah]]></title>
<link>http://1khilafah.wordpress.com/2009/12/20/tauhid-tiga-serangkai-bukan-bidaah/</link>
<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 08:14:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ghuraba'</dc:creator>
<guid>http://1khilafah.wordpress.com/2009/12/20/tauhid-tiga-serangkai-bukan-bidaah/</guid>
<description><![CDATA[Tulisan ini merupakan jawapan kepada artikel yang disiarkan di dalam akhbar Mingguan Malaysia bertar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tulisan ini merupakan jawapan kepada artikel yang disiarkan di dalam akhbar Mingguan Malaysia bertar]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Masalah wordpress]]></title>
<link>http://mesrarakyat.wordpress.com/2009/12/19/masalah-wordpress/</link>
<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 13:27:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>mesrarakyat</dc:creator>
<guid>http://mesrarakyat.wordpress.com/2009/12/19/masalah-wordpress/</guid>
<description><![CDATA[1- Sedang berusaha menyiapkan sebuah ebook. Cuma, terpaksa membatalkan hasrat ingin menterjemah sebu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[1- Sedang berusaha menyiapkan sebuah ebook. Cuma, terpaksa membatalkan hasrat ingin menterjemah sebu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hijrah dan Hukumnya Masih Berjalan]]></title>
<link>http://1khilafah.wordpress.com/2009/12/19/hijrah-dan-hukumnya-masih-berjalan/</link>
<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 09:26:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ghuraba'</dc:creator>
<guid>http://1khilafah.wordpress.com/2009/12/19/hijrah-dan-hukumnya-masih-berjalan/</guid>
<description><![CDATA[Musim haji baru sahaja meninggalkan kita dan sudah pasti meninggalkan seribu satu kisah dan kenangan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Musim haji baru sahaja meninggalkan kita dan sudah pasti meninggalkan seribu satu kisah dan kenangan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Muslims Say F.B.I. Tactics Show Anger and Fear]]></title>
<link>http://1khilafah.wordpress.com/2009/12/19/muslims-say-f-b-i-tactics-sow-anger-and-fear/</link>
<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 09:15:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ghuraba'</dc:creator>
<guid>http://1khilafah.wordpress.com/2009/12/19/muslims-say-f-b-i-tactics-sow-anger-and-fear/</guid>
<description><![CDATA[The anxiety and anger have been building all year. In March, a national coalition of Islamic organiz]]></description>
<content:encoded><![CDATA[The anxiety and anger have been building all year. In March, a national coalition of Islamic organiz]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Proses Kehancuran Khilafah (Peluang Dunia yang Hilang dan Upaya Rekonstruksi)]]></title>
<link>http://keepfight.wordpress.com/2009/12/19/proses-kehancuran-khilafah-peluang-dunia-yang-hilang-dan-upaya-rekonstruksi/</link>
<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 05:37:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>keepfight</dc:creator>
<guid>http://keepfight.wordpress.com/2009/12/19/proses-kehancuran-khilafah-peluang-dunia-yang-hilang-dan-upaya-rekonstruksi/</guid>
<description><![CDATA[Dr. Fahmi Amhar Alumnus Vienna University of Technology,Dosen Universitas Paramadina Bandung Aktivis]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div><strong>Dr. Fahmi Amhar</strong></p>
<p><em>Alumnus Vienna University of Technology,Dosen Universitas Paramadina Bandung<br />
Aktivis Hizbut Tahrir</em></div>
<div></div>
<div>
<strong>Sebuah Pukulan Final</strong></div>
<div>
Tanggal 3 Maret 1924 Majelis Nasional Turki telah menyetujui penghapusan Khilafah, sebuah struktur dan sistem agung yang didirikan Rasulullah dan ditandai dengan perisitwa hijrah.</div>
<div><!--more--><br />
Kaum muslimin mulai terdesak di “pertarungan peradaban” sejak abad 18 Masehi. Revolusi Industri di Eropa memberikan dampak yang luar biasa terhadap keseimbangan kekuatan di dunia.</div>
<div>
Negara Khilafah mulai merasakan tekanan dari dalam dan dari luar.<br />
Di dalam, ketidakpuasan terhadap situasi berkembang (atau dieksploitir oleh agen-agen Barat) menjadi isu-isu rasial dan fanatisme mazhab yang berujung pada separatisme/disintegrasi.</div>
<div>
Dari luar negeri terdapat tekanan untuk “mereformasi” Daulah Utsmaniyah dengan sistem hukum yang “kompatibel” dengan sistem hukum Eropa.<br />
Keterlibatan Daulah Utsmaniyah dalam Perang Dunia I di pihak Jerman, yang kekalahannya berakibat wilayah-wilayahnya di Balkan, Afrika, Asia Tengah dan Timur Tengah diduduki Sekutu.</div>
<div>
Tekanan “reformasi” itu makin menjadi.<br />
Tokoh-tokoh sekuler tampil sebagai “pahlawan” untuk “melepas Turki dari krisis” – krisis yang dikatakan terjadi karena sistem Khilafah. Karena itulah, Khilafah lalu dihapuskan.<br />
Tanggal 3 Maret 1924 adalah awal kegelapan umat manusia.</div>
<div>
Sejak hari itu kaum muslimin tidak lagi memiliki sarana yang bisa mewujudkan missi dihadirkannya mereka ke tengah manusia,<br />
yaitu menjadi pemakmur di muka bumi (QS 35:39), menyuruh yang makruf, mencegah yang munkar (QS 2:110), membebaskan kaum tertindas (QS 4:75) dan menjadi rahmat seluruh alam (QS 21:107).</div>
<div></div>
<div>
<strong>Refleksi Ummat Tanpa Khilafah </strong></div>
<div>
•Derita kaum muslimin dewasa ini tak pernah terjadi selama 13 abad sebelumnya. Meskipun pernah ditimpa perang saudara, diserbu tentara Salib, dan dibantai oleh bangsa Tartar,<br />
namun mereka waktu itu tak sampai kehilangan kemuliaannya, kesatuannya, dan spiritnya, sehingga dalam tempo singkat mampu bangkit kembali, bahkan menaklukkan musuhnya itu.<br />
•Namun kini, di pentas nasional maupun internasional, kaum muslimin benar-benar tidak punya daya dan arti. Mereka termarginalisasi, miskin, bodoh, sakit-sakitan, terbelakang, atau ditindas kekuasaan yang meski muslim, namun korup dan zalim.<br />
•Masihkah kaum muslimin itu khoiru ummat, di saat mereka sama sekali tidak memiliki sesuatupun yang bisa diandalkan, baik dari segi politik, ekonomi, budaya, teknologi, hankam maupun ahlaq? Apakah dengan kondisi semacam ini dakwah mereka masih didengar orang Barat di negara-negara Barat?</div>
<div></div>
<div></div>
<div><strong>Proses Mundurnya Ummat Islam </strong></div>
<div>
•Penghapusan sistem Khilafah pada 3 Maret 1924 berjalan amat mudah, meski di dunia ada ratusan juta muslim.<br />
•Ini terjadi karena kaum muslimin sudah lama berada dalam taraf pemikiran yang rendah, sehingga mereka tidak peduli lagi pada masalah-masalah utama mereka yaitu masalah-masalah antara hidup dan mati, misalnya penerapan hukum riddah, kesatuan negara, dan penerapan Islam dalam negara (Zallum, 2001).</p>
<p>•Bagaimana ini semua bisa terjadi, pada sebuah ummat yang besar, pada sistem yang sempurna? .</p></div>
<div></div>
<div>
<strong>1 Kontaminasi Pemikiran</strong></div>
<div>
•Kontimasi ini terjadi sejak dini (abad 2H), saat derap perluasan wilayah Islam serta membesarnya jumlah kaum muslimin kurang terimbangi dengan kuantitas maupun kualitas dakwah.<br />
•Bangsa-bangsa yang semula hidup dalam mitos, filsafat atau mistik Yunani, Mesir, Persia atau India, tak segera membuang fikrah usang itu, namun mencoba &#8220;mengawinkannya dengan Islam&#8221; atau &#8220;mengislamkan mitos&#8221; dan &#8220;memitoskan Islam&#8221;.</div>
<div></div>
<div>
<strong>2 Pengabaian Bahasa Arab</strong></div>
<div>
•Hingga berakhirnya masa Khilafah Abbasiyah, islamisasi selalu bersamaan dengan &#8220;arabisasi&#8221;. Bahasa Arab klasik sebagai bahasa Qur&#8217;an, menjadi bahasa internasional, bahasa silaturahmi ummat Islam, dan bahasa ilmu pengetahuan.<br />
•Pada masa Khilafah Utsmaniyah, tradisi itu ditinggalkan, konon agar Islam lebih mudah &#8220;diserap&#8221; tanpa barier bahasa Arab.<br />
•Akibatnya di negeri-negeri yang belum berbahasa Arab, bahasa Arab menjadi &#8220;hak istimewa&#8221; selapis kecil elit terpelajar saja, sedang bagi ummat, khazanah ilmu dalam bahasa Arab, menjadi tertutup. Kitab-kitab Arab menjadi “kitab rahasia” yang sakral dan kalimat-kalimat Arab menjadi mantra-mantra sakti.</div>
<div>
<strong>3 Surutnya Ijtihad</strong></div>
<div>
•Akibatnya, ketika bahasa Arab terabaikan, ijtihad tidak bisa lagi dikerjakan dengan cukup, padahal ummat Islam hanya bisa terus menerus menghadapi zaman, bila mereka terus berijtihad.<br />
•Sedangkan ijtihad hanya bisa dikerjakan dalam bahasa Arab klasik, agar seorang mujtahid bisa benar-benar memahami sumber-sumber syar&#8217;i.<br />
•Ketika sebagian orang nekad berijtihad tanpa bekal ini, timbullah &#8220;fatwa-fatwa menyimpang&#8221;, sehingga beberapa penguasa pada zaman itu merasa perlu &#8220;menutup pintu ijtihad&#8221;.<br />
•Surutnya ijtihad juga membuat sains dan teknologi mengalami kemandegan, sehingga mereka kemudian dikejutkan oleh revolusi industri.</div>
<div>
<strong>4 Kendurnya Jihad</strong></div>
<div>
•Awalnya ummat sadar bahwa hidup mereka untuk Islam serta dakwahnya, agar tak ada lagi fitnah di muka bumi (QS 2:193).<br />
•Karena dakwah dan jihad perlu persiapan matang, maka kaum muslimin mempersiapkan tubuhnya, keluarganya, keadilan negaranya, ekonominya, ipteknya dan ibadahnya.<br />
Ini menjaga agar mereka selalu terbaik di muka bumi, agar ummat lain yakin, bahwa Islam memang akan membawa mereka maju, adil, makmur dan diridhoi Allah.<br />
•Namun, bersamaan dengan kekaburan fikrah, orientasi mulai bergeser. Sebagian ummat lebih &#8220;meresapi kehidupan religi&#8221; yang disalahtafsirkan sebagai &#8220;Jihad Qubra&#8221;, seperti dalam ribuan sekte-sekte &#8220;sufi&#8221; yang uzlah. Sebagian lain lebih cenderung &#8220;menikmati rejeki Allah&#8221; dengan hidup lux.<br />
•Jihad mulai kendur.  Dan dakwah mulai dikerjakan &#8220;sambil lalu&#8221;.<br />
<strong> </strong></div>
<div><strong><br />
5 Redupnya Daulah Khilafah</strong></div>
<div>
•Ketika kualitas ummat semakin turun, semakin kendor pula kontrol atas kekuasaan (&#8220;Pemimpinmu itu sebagaimana kamu&#8221;).<br />
•Daulah Khilafah mulai terbatas sekedar sebagai simbol yang didoakan di khutbah Jum’at atau ditulis namanya di mata uang.<br />
•Mulai tampil sultan-sultan, yang meskipun memerintah dengan Islam, namun tak lagi menyemangatkan &#8220;Jama&#8217;atul Islamiyah“.<br />
•Potensi ummat Islam tak lagi bersinergi.<br />
&#8220;Take care&#8221; atas penderitaan ummat di wilayah lain tinggal sebatas pada doa dan sedekah yang tidak seberapa.<br />
•Khilafah tidak lagi kuat untuk menjalankan fungsi komando maupun koordinasinya, di samping bahasa Arab sebagai bahasa pemersatu sudah kurang dipelihara.</div>
<div>
<strong>6 Lepasnya Bumi Islam</strong></div>
<div>
•Ketika Khilafah melemah, dan fikrah kabur, maka relatif mudah bagi Barat untuk dengan menggunakan politik belah bambu (devide et impera).<br />
•Antar sultan muslim direkayasa, dihasut dan diadu domba. Barat membantu ke satu pihak, dengan imbalan wilayah.<br />
Para penguasa muslim tak lagi sadar, bahwa haram hukumnya minta perlindungan pada orang-orang kafir, dan perselisihan antar kaum muslimin harus dicarikan penengah yakni khalifah.<br />
•Namun apa daya bila Khilafah sendiri mulai lemah?<br />
<strong> </strong></div>
<div></div>
<div><strong><br />
7 Studi Islam Makin Terdisintegrasi</strong></div>
<div>
•Awalnya, setiap muslim mempelajari Islam secara menyeluruh.<br />
•Fiqh dipelajari praktis, sesuai masalahnya, untuk dijalankan<br />
oleh individu, keluarga, kelompok atau negara.<br />
Masalah yang dibahasnya selalu relevan dengan realita.<br />
•Ketika syari&#8217;ah bukan lagi pegangan hukum positif, dan para ahlinya diturunkan menjadi sekedar penceramah atau missionaris yang membosankan, maka studi Islam mulai dianggap &#8220;melangit&#8221; dan tidak &#8220;membumi&#8221;.<br />
•Maka pemuda-pemuda yang cerdas dari ummat Islam akan “lari” pada studi yang lebih praktis seperti teknik, kedokteran, ekonomi atau ilmu hukum, meskipun tidak digali dari Islam.<br />
•Studi Islam tinggal ditekuni mereka yang “second class”.<br />
•Akibatnya, spiral kemunduran makin menjadi</div>
<div></div>
<div></div>
<div><strong>8 Ajaran Islam Makin Terdistorsi</strong></div>
<div>
•Maka bukannya meluruskan masyarakat namun justru<br />
&#8220;Islam disesuaikan dengan masyarakat&#8221;.<br />
•Karena tidak tahu lagi metode implementasinya, maka Islam ditafsirkan ulang agar cocok dengan &#8220;semangat zaman&#8221;.<br />
•Timbullah prinsip &#8220;Hukum itu menurut tempat dan waktu&#8221;, atau &#8220;Tradisi itu boleh menjadi sumber hukum&#8221;, atau &#8220;Hukum boleh dihapus demi kemaslahatan&#8221;, dsb. Bahkan tidak jarang, mimpi, gaya hidup maupun pengalaman pribadi dijadikan hujjah.<br />
•Syi&#8217;ar Islam bisa &#8220;ditinggikan&#8221; atau &#8220;disempurnakan&#8221; dengan slogan-slogan nasionalisme, demokrasi, hak asasi manusia, dsb. Mereka berpikir, dengan itu, Islam bisa ditampilkan dengan wajah yang lebih &#8220;ramah&#8221; atau lebih &#8220;sejuk&#8221;.<br />
•Ummat sering sudah puas, bahwa kini mereka tidak lagi diperhamba oleh penjajah kafir, namun oleh &#8220;penjajah muslim&#8221;.<br />
<strong> </strong></div>
<div></div>
<div><strong><br />
9 Umat Islam Makin Termarginalisasi</strong></div>
<div>
•Serangan telak terakhir: menyudutkan islam dan memarginalisasi ummatnya, untuk minimal membuat Islam dan ummatnya tak lagi berbahaya bagi kepentingan mereka.<br />
•Maka ummat Islam dewasa ini umumnya sudah kelimpungan, ketika dikonfrontasikan dengan ajaran Islam sendiri (tentang hukum hudud, waris, poligami, jihad …).<br />
•Kesulitan terjadi, karena ummat memisahkan antara fikrah dan thariqah, karena semua hukum yang dihujjat tadi, memang tak bisa jalan sendiri-sendiri, melainkan hanya dalam satu sistem.<br />
•Sementara itu para tokoh sibuk mencari justifikasi atas perilakunya, sehingga banyak rakyat jelata yang bingung akhirnya melepas kepercayaannya pada ulama.<br />
•Yang tersisa ghirahnya mencoba belajar Islam langsung dari sumbernya tanpa bekal. Akhirnya mereka terjerumus ke berbagai sudut extrem dari yang literal sampai yang liberal</p>
<p><strong> </strong></div>
<div></div>
<div><strong>UMAT ISLAM KINI</strong></div>
<div>
•Hanya sensitif bila sisa-sisa rasa agamanya diganggu.<br />
•Menunggu (re-aktif), tidak berani memulai (pro-aktif).<br />
•Di masyarakat di mana muslim mayoritas, hanya sensitif bila ada serangan atas komunitas muslim, namun &#8220;cuek&#8221; bila hukum-hukum kafir diberlakukan di atasnya.<br />
•Marah pada yang berbeda madzhab (harakah),<br />
namun tenang saja, ketika bermuamalah dengan riba,<br />
atau mendidikkan anaknya dengan kurikulum sekuler.<br />
•Ummat Islam jadi tersudut di pojok defensif.<br />
Jarang yang inisiatif untuk menelanjangi berbagai ideologi kufur yang didasarkan pada mitos, entah mitos demokrasi,<br />
mitos pertumbuhan, maupun mitos HAM.<br />
•Tidak ada lagi dakwah offensif sebagaimana yang dilakukan Rasulullah dan para salafus shalih.</div>
<div></div>
<div></div>
<div><strong>KEKUFURAN INGIN MENGHABISI ISLAM</strong></div>
<div>
•Islam adalah lawan abadi kekufuran. Musuhnya adalah kekuatan yang mendukung implementasi, mempertahankan atau mempromosikan sistem kufur. Kalau kekufuran ibarat kemiskinan, Islam tidak memerangi orang-orang miskin an sich, namun orang-orang yang membuat kemiskinan terus terjadi, yaitu para tiran, orang-orang yang terus berbuat kerusakan (fasiq) dan orang-orang yang berlaku tidak adil (dhalim).<br />
•Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) agama itu hanya untuk Allah belaka. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. (Qs. 2:193)<br />
•Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah untuk (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita maupun anak-anak yang berdo&#8217;a: &#8220;Ya Rabb kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dan penolong dari sisi Engkau&#8221;. (Qs. 4:75)<br />
<strong> </strong></div>
<div></div>
<div></div>
<div><strong> KHILAFAH PELUANG DUNIA</strong></div>
<div>
•ini yang bisa membendung laju kapitalisme sampai akhirnya, di dunia Islam muncul gerakan-gerakan Islam yang melawan kekufuran kapitalisme itu, baik karena dorongan aqidah, Kebobrokan sistem kapitalisme telah nyata, baik berupa kerusakan lingkungan, pemiskinan di dunia ketiga maupun disorientasi kehidupan pada masyarakat Barat sendiri.<br />
•Orang jelata di Barat pun akhirnya merasakan sesuatu yang tidak benar pada sistem yang diterapkan atas mereka.<br />
•Tidak ada lagi di dunia maupun karena kesumpekan hidup akibat praktek kapitalisme di negeri-negeri Islam.<br />
•Karena itu, yang dicemaskan para kapitalis Barat, tak lain adalah geliat gerakan-gerakan Islam. Meski puluhan tahun sudah khilafah bubar dan kapitalisme diterapkan, selama ummat ini ada, dan selama akses kepada Islam masih dibuka, selama itu pula muncul pejuang yang bangkit melawan kekufuran.<strong> </strong></div>
<div><strong></p>
<p>UPAYA REKRONSTRUKSI KHILAFAH</strong></div>
<div>
•Sesuai sunnah Rasulullah, rekonstruksi ini sangat mirip dengan upaya konstruksinya yang pertama, dimulai dengan dakwah, tatsqif individu, yang kelak juga menjadi pengemban dakwah, maupun perang pemikiran untuk mengislamkan opini umum.<br />
•Islam akan bisa diimplementasi kembali bila opini Islam telah mendominasi, dan ada kekuatan politik riel yang melindunginya, baik terhadap gangguan dari dalam maupun dari luar.<br />
•Tugas ini tidak ringan, tapi ini adalah soal hidup dan mati.<br />
•Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan pada diri mereka sendiri. (Qs. 13:11)<br />
•Kesadaran ini adalah bagian dari hal-hal yang harus kita rubah sendiri, sebelum Allah menjalankan skenario-Nya.<br />
• Dan merekapun merencanakan (skenario) makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan (skenario) makar (pula), sedang mereka tak menyadari. (Qs. 27:50<br />
•Melihat konstelasi dunia saat ini, sulit membayangkan kaum muslimin bisa bangkit, apalagi kemudian lalu mengungguli kaum kafirin, namun di sejarah dunia semacam itu sering terjadi.<br />
Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya syuhada .… (Qs. 3:140)<br />
•Khilafah yang ingin kita rekonstruksi adalah negara dengan sistem seperti di masa Rasulullah atau Khulafaur Rasyidin, namun dengan teknologi dan sistem administrasi ala abad-21. Negara ini bukanlah negara theokrasi, bukan pula negara bangsa, mazhab atau jama’ah (sekte) tertentu, bahkan tak cuma untuk kaum muslimin saja. Dia juga bukan negara para malaikat yang tidak pernah berdosa, tapi adalah negara manusia yang bisa saja berdosa dan menghadapi masalah – sebagai ujian dari Rabb-nya, namun masalah-masalah itu akan teratasi dengan pedoman yang benar, yaitu Islam.<br />
•Khilafah semacam itu tentu harus dipersiapkan dengan matang. Harus cukup orang yang siap membelanya begitu ia diserukan dan menghadapi ancaman dari musuh-musuhnya, sebagaimana Rasul diancam dengan perang Badar, Uhud, Ahzab dsb.<br />
•Begitu khilafah diserukan oleh para pemegang kekuatan yang setuju dengan ide ini, maka mulailah suatu era baru di wilayah yang dikuasainya. Seluruh aturan akan diganti dengan aturan Islam, terutama aturanpemerintahan, ekonomi, pendidikan, sosial, peradilan, pertahanan dan hubungan luar negeri. Seluruh perjanjian dengan negara lain akan ditinjau ulang.<br />
•Rakyat yang teropini dengan Islam akan bersemangat mendukungnya baik dengan hartanya maupun jiwanya.<br />
•Muslimin yang berada di negara maju dan juga menerima ide khilafah akan menyumbangkan keahlian yang mereka amalkan selama ini di negara maju<br />
•Negara ini akan memulai eksistensinya dari suatu wilayah merdeka, yang kemudian mengajak negeri-negeri muslim lainnya untuk bergabung, sebagaimana RI dulu mengajak propinsi-propinsi ke dalam Republik, atau Eropa membentuk Uni Eropa.<br />
•Maka negara khilafah bukanlah utopia.<br />
Dia adalah keniscayaan yang telah dinubuwatkan Rasulullah.<br />
Rasul meramalkan bahwa Konstantinopel dan Roma akan dibuka oleh kaum muslimin, dan sebaik-baik pasukan adalah mereka yang memasuki kota itu, dan sebaik-baik panglima adalah pemimpinnya. Kaum muslimin tidak sedikitpun meragukan nubuwat nabi ini, mereka berjuang agar kemulian jatuh pada mereka, sekalipun sejarah membuktikan bahwa Konstantinopel futuh tahun 1453. Roma entah kapan. Atau itu memang untuk generasi kita?<br />
•Akankah kita berkontribusi dalam proses ini, sehingga kita meraih kemuliaan, atau punya alibi di hadapan Allah, bahwa kita telah berbuat sesuatu untuk ummat ini? ataukah kita justru perintang proses ini, dari kebodohan kita? Nauzubillahi min dzalik.</p>
</div>
<div>
<div><img class="aligncenter" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs095.snc3/16258_1279814643812_1483424797_770217_7749366_n.jpg" alt="" width="604" height="378" /></div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Islam and Finance]]></title>
<link>http://1khilafah.wordpress.com/2009/12/19/islam-and-finance/</link>
<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 19:26:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ghuraba'</dc:creator>
<guid>http://1khilafah.wordpress.com/2009/12/19/islam-and-finance/</guid>
<description><![CDATA[Global finance today dominates the world economy. Western economies are characterised with financial]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Global finance today dominates the world economy. Western economies are characterised with financial]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The War in Waziristan is Haram and must be stopped]]></title>
<link>http://1khilafah.wordpress.com/2009/12/19/the-war-in-waziristan-is-haram-and-must-be-stopped/</link>
<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 19:09:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ghuraba'</dc:creator>
<guid>http://1khilafah.wordpress.com/2009/12/19/the-war-in-waziristan-is-haram-and-must-be-stopped/</guid>
<description><![CDATA[Pakistan had seen a wave of explosions that took the lives of hundreds of innocent people, which inc]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pakistan had seen a wave of explosions that took the lives of hundreds of innocent people, which inc]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cinta. ]]></title>
<link>http://lydecker86.wordpress.com/2009/12/17/cinta/</link>
<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 16:49:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>Raihan_Alot</dc:creator>
<guid>http://lydecker86.wordpress.com/2009/12/17/cinta/</guid>
<description><![CDATA[Kata guru wanita itu kepada sang pegawai Jabatan. Saya datang ke Pos Jernang dengan hati yang terluk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kata guru wanita itu kepada sang pegawai Jabatan. Saya datang ke Pos Jernang dengan hati yang terluk]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kekeliruan dalam Menyambut Awal Tahun Baru Hijriyah]]></title>
<link>http://dikmansn.wordpress.com/2009/12/17/kekeliruan-dalam-menyambut-awal-tahun-baru-hijriyah/</link>
<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 14:40:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>dikmansn</dc:creator>
<guid>http://dikmansn.wordpress.com/2009/12/17/kekeliruan-dalam-menyambut-awal-tahun-baru-hijriyah/</guid>
<description><![CDATA[Sebentar lagi kita akan memasuki tanggal 1 Muharram 1431 H. Seperti kita ketahui bahwa perhitungan a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sebentar lagi kita akan memasuki tanggal 1 Muharram 1431 H. Seperti kita ketahui bahwa perhitungan awal tahun hijriyah dimulai dari hijrahnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>Lalu bagaimanakah pandangan Islam mengenai awal tahun yang dimulai dengan bulan Muharram? Ketahuilah bulan Muharram adalah bulan yang teramat mulia, yang mungkin banyak di antara kita tidak mengetahuinya. Namun banyak di antara kaum muslimin yang salah kaprah dalam menyambut bulan Muharram atau awal tahun. Silakan simak pembahasan berikut.</p>
<p><strong>Bulan Muharram Termasuk Bulan Haram</strong></p>
<p>Dalam agama ini, bulan Muharram (dikenal oleh orang Jawa dengan bulan Suro), merupakan salah satu di antara empat bulan yang dinamakan bulan haram. Lihatlah firman Allah Ta’ala berikut.</p>
<blockquote><p><strong>إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ</strong></p>
<p><strong>”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)</strong></p></blockquote>
<p>Ibnu Rajab mengatakan, ”Allah Ta’ala menjelaskan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, penciptaan malam dan siang, keduanya akan berputar di orbitnya. Allah pun menciptakan matahari, bulan dan bintang lalu menjadikan matahari dan bulan berputar pada orbitnya. Dari situ muncullah cahaya matahari dan juga rembulan. Sejak itu, Allah menjadikan satu tahun menjadi dua belas bulan sesuai dengan munculnya hilal. Satu tahun dalam syariat Islam dihitung berdasarkan perputaran dan munculnya bulan, bukan dihitung berdasarkan perputaran matahari sebagaimana yang dilakukan oleh Ahli Kitab.”[1]</p>
<p>Lalu apa saja empat bulan suci tersebut? Dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,</p>
<blockquote><p><strong>الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ</strong></p>
<p><strong>”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.”[2]</strong></p></blockquote>
<p>Jadi empat bulan suci yang dimaksud adalah (1) Dzulqo’dah; (2) Dzulhijjah; (3) Muharram; dan (4) Rajab. Oleh karena itu bulan Muharram termasuk bulan haram.</p>
<p><strong>Di Balik Bulan Haram</strong></p>
<p>Lalu kenapa bulan-bulan tersebut disebut bulan haram? Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah mengatakan, ”Dinamakan bulan haram karena dua makna.</p>
<p>Pertama, pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.</p>
<p>Kedua, pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.”[3]</p>
<p>Karena pada saat itu adalah waktu sangat baik untuk melakukan amalan ketaatan, sampai-sampai para salaf sangat suka untuk melakukan puasa pada bulan haram. Sufyan Ats Tsauri mengatakan, ”Pada bulan-bulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya.”</p>
<p>Ibnu ’Abbas mengatakan, ”Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.”[4]</p>
<p><strong>Bulan Muharram adalah Syahrullah (Bulan Allah)</strong></p>
<p>Suri tauladan dan panutan kita, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,</p>
<blockquote><p><strong>أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ</strong></p>
<p><strong>”Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.”[5]</strong></p></blockquote>
<p>Bulan Muharram betul-betul istimewa karena disebut syahrullah yaitu bulan Allah, dengan disandarkan pada lafazh jalalah Allah. Karena disandarkannya bulan ini pada lafazh jalalah Allah, inilah yang menunjukkan keagungan dan keistimewaannya.[6]</p>
<p>Perkataan yang sangat bagus dari As Zamakhsyari, kami nukil dari Faidhul Qodir (2/53), beliau rahimahullah mengatakan, ”Bulan Muharram ini disebut syahrullah (bulan Allah), disandarkan pada lafazh jalalah ’Allah’ untuk menunjukkan mulia dan agungnya bulan tersebut, sebagaimana pula kita menyebut ’Baitullah’ (rumah Allah) atau ’Alullah’ (keluarga Allah) ketika menyebut Quraisy. Penyandaran yang khusus di sini dan tidak kita temui pada bulan-bulan lainnya, ini menunjukkan adanya keutamaan pada bulan tersebut. Bulan Muharram inilah yang menggunakan nama Islami. Nama bulan ini sebelumnya adalah Shofar Al Awwal. Bulan lainnya masih menggunakan nama Jahiliyah, sedangkan bulan inilah yang memakai nama islami dan disebut Muharram. Bulan ini adalah seutama-utamanya bulan untuk berpuasa penuh setelah bulan Ramadhan. Adapun melakukan puasa tathowwu’ (puasa sunnah) pada sebagian bulan, maka itu masih lebih utama daripada melakukan puasa sunnah pada sebagian hari seperti pada hari Arofah dan 10 Dzulhijah. Inilah yang disebutkan oleh Ibnu Rojab. Bulan Muharram memiliki keistimewaan demikian karena bulan ini adalah bulan pertama dalam setahun dan pembuka tahun.”[7]</p>
<p>Al Hafizh Abul Fadhl Al ’Iroqiy mengatakan dalam Syarh Tirmidzi, ”Apa hikmah bulan Muharram disebut dengan syahrullah (bulan Allah), padahal semua bulan adalah milik Allah?”</p>
<p>Beliau rahimahullah menjawab, ”Disebut demikian karena di bulan Muharram ini diharamkan pembunuhan. Juga bulan Muharram adalah bulan pertama dalam setahun. Bulan ini disandarkan pada Allah (sehingga disebut syahrullah atau bulan Allah, pen) untuk menunjukkan istimewanya bulan ini. Dan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sendiri tidak pernah menyandarkan bulan lain pada Allah Ta’ala kecuali bulan Allah (yaitu Muharram).[8]</p>
<p>Dengan melihat penjelasan Az Zamakhsyari dan Abul Fadhl Al ’Iroqiy di atas, jelaslah bahwa bulan Muharram adalah bulan yang sangat utama dan istimewa.</p>
<p><strong>Menyambut Tahun Baru Hijriyah</strong></p>
<p>Dalam menghadapi tahun baru hijriyah atau bulan Muharram, sebagian kaum muslimin salah dalam menyikapinya. Bila tahun baru Masehi disambut begitu megah dan meriah, maka mengapa kita selaku umat Islam tidak menyambut tahun baru Islam semeriah tahun baru masehi dengan perayaan atau pun amalan?</p>
<p>Satu hal yang mesti diingat bahwa sudah semestinya kita mencukupkan diri dengan ajaran Nabi dan para sahabatnya. Jika mereka tidak melakukan amalan tertentu dalam menyambut tahun baru Hijriyah, maka sudah seharusnya kita pun mengikuti mereka dalam hal ini. Bukankah para ulama Ahlus Sunnah seringkali menguatarakan sebuah kalimat,</p>
<blockquote><p><strong>لَوْ كَانَ خَيرْاً لَسَبَقُوْنَا إِلَيْهِ</strong></p>
<p><strong>“Seandainya amalan tersebut baik, tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita melakukannya.”[9]</strong></p></blockquote>
<p><strong> </strong>Inilah perkataan para ulama pada setiap amalan atau perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. Mereka menggolongkan perbuatan semacam ini sebagai bid’ah. Karena para sahabat tidaklah melihat suatu kebaikan kecuali mereka akan segera melakukannya.[10]</p>
<p>Sejauh yang kami tahu, tidak ada amalan tertentu yang dikhususkan untuk menyambut tahun baru hijriyah. Dan kadang amalan yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin dalam menyambut tahun baru Hijriyah adalah amalan yang tidak ada tuntunannya karena sama sekali tidak berdasarkan dalil atau jika ada dalil, dalilnya pun lemah.</p>
<p><strong>Amalan Keliru dalam Menyambut Awal Tahun Hijriyah</strong></p>
<p>Amalan Pertama: Do’a awal dan akhir tahun</p>
<p>Amalan seperti ini sebenarnya tidak ada tuntunannya sama sekali. Amalan ini tidak pernah dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat, tabi’in dan ulama-ulama besar lainnya. Amalan ini juga tidak kita temui pada kitab-kitab hadits atau musnad. Bahkan amalan do’a ini hanyalah karangan para ahli ibadah yang tidak mengerti hadits.</p>
<p>Yang lebih parah lagi, fadhilah atau keutamaan do’a ini sebenarnya tidak berasal dari wahyu sama sekali, bahkan yang membuat-buat hadits tersebut telah berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya.<br />
Jadi mana mungkin amalan seperti ini diamalkan.[11]</p>
<p>Amalan kedua: Puasa awal dan akhir tahun</p>
<p>Sebagian orang ada yang mengkhsuskan puasa dalam di akhir bulan Dzulhijah dan awal tahun Hijriyah. Inilah puasa yang dikenal dengan puasa awal dan akhir tahun. Dalil yang digunakan adalah berikut ini.</p>
<p>مَنْ صَامَ آخِرَ يَوْمٍ مِنْ ذِي الحِجَّةِ ، وَأَوَّلِ يَوْمٍ مِنَ المُحَرَّمِ فَقَدْ خَتَمَ السَّنَةَ المَاضِيَةَ بِصَوْمٍ ، وَافْتَتَحَ السَّنَةُ المُسْتَقْبِلَةُ بِصَوْمٍ ، جَعَلَ اللهُ لَهُ كَفَارَةٌ خَمْسِيْنَ سَنَةً</p>
<p>“Barang siapa yang berpuasa sehari pada akhir dari bulan Dzuhijjah dan puasa sehari pada awal dari bulan Muharrom, maka ia sungguh-sungguh telah menutup tahun yang lalu dengan puasa dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa. Dan Allah ta&#8217;ala menjadikan kaffarot/tertutup dosanya selama 50 tahun.”</p>
<p>Lalu bagaimana penilaian ulama pakar hadits mengenai riwayat di atas:</p>
<p>1. Adz Dzahabi dalam Tartib Al Mawdhu’at (181) mengatakan bahwa Al Juwaibari dan gurunya –Wahb bin Wahb- yang meriwayatkan hadits ini termasuk pemalsu hadits.<br />
2. Asy Syaukani dalam Al Fawa-id Al Majmu’ah (96) mengatan bahwa ada dua perowi yang pendusta yang meriwayatkan hadits ini.<br />
3. Ibnul Jauzi dalam Mawdhu’at (2/566) mengatakan bahwa Al Juwaibari dan Wahb yang meriwayatkan hadits ini adalah seorang pendusta dan pemalsu hadits.[12]</p>
<p>Kesimpulannya hadits yang menceritakan keutamaan puasa awal dan akhir tahun adalah hadits yang lemah yang tidak bisa dijadikan dalil dalam amalan. Sehingga tidak perlu mengkhususkan puasa pada awal dan akhir tahun karena haditsnya jelas-jelas lemah.</p>
<p>Amalan Ketiga: Memeriahkan Tahun Baru Hijriyah</p>
<p>Merayakan tahun baru hijriyah dengan pesta kembang api, mengkhususkan dzikir jama’i, mengkhususkan shalat tasbih, mengkhususkan pengajian tertentu dalam rangka memperingati tahun baru hijriyah, menyalakan lilin, atau membuat pesta makan, jelas adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya. Karena penyambutan tahun hijriyah semacam ini tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali, para sahabat lainnya, para tabi’in dan para ulama sesudahnya. Yang memeriahkan tahun baru hijriyah sebenarnya hanya ingin menandingi tahun baru masehi yang dirayakan oleh Nashrani. Padahal perbuatan semacam ini jelas-jelas telah menyerupai mereka (orang kafir). Secara gamblang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<blockquote><p><strong>مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ</strong></p>
<p><strong>”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”[13]</strong></p></blockquote>
<p>Penutup</p>
<p>Menyambut tahun baru hijriyah bukanlah dengan memperingatinya dan memeriahkannya. Namun yang harus kita ingat adalah dengan bertambahnya waktu, maka semakin dekat pula kematian.</p>
<p>Sungguh hidup di dunia hanyalah sesaat dan semakin bertambahnya waktu kematian pun semakin dekat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<blockquote><p><strong>مَا لِى وَمَا لِلدُّنْيَا مَا أَنَا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا</strong></p>
<p><strong>“Aku tidaklah mencintai dunia dan tidak pula mengharap-harap darinya. Adapun aku tinggal di dunia tidak lain seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu meninggalkannya.”[14]</strong></p></blockquote>
<p>Hasan Al Bashri mengatakan, “Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanya memiliki beberapa hari. Tatkala satu hari hilang, akan hilang pula sebagian darimu.”[15]</p>
<p>Semoga Allah memberi kekuatan di tengah keterasingan. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.</p>
<p><strong>Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal, ST</strong></p>
<p>Artikel http://rumaysho.com</p>
<p>Diselesaikan di wisma MTI (secretariat YPIA), 30 Dzulhijah 1430 H.</p>
<blockquote><p>[1] Latho-if Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali, hal. 217, Tahqiq: Yasin Muhammad As Sawas, Dar Ibnu Katsir, cetakan kelima, 1420 H.</p>
<p>[2] HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679</p>
<p>[3] Lihat Zaadul Masiir, Ibnul Jauziy, tafsir surat At Taubah ayat 36, 3/173, Mawqi’ At Tafasir.</p>
<p>[4] Kedua perkataan ini dinukil dari Latho-if Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali.</p>
<p>[5] HR. Muslim no. 2812</p>
<p>[6] Lihat Tuhfatul Ahwadzi, Al Mubarakfuri, 3/368, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah.</p>
<p>[7] Lihat Faidul Qodir, Al Munawi, 2/53, Mawqi’ Ya’sub.</p>
<p>[8] Syarh Suyuthi li Sunan An Nasa’i, Abul Fadhl As Suyuthi, 3/206, Al Maktab Al Mathbu’at Al Islami, cetakan kedua, tahun 1406 H.</p>
<p>[9] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, tafsir surat Al Ahqof: 11, 7/278-279, Dar Thoyibah, cetakan kedua, tahun 1420 H.</p>
<p>[10] Idem</p>
<p>[11] Lihat Majalah Qiblati edisi 4/III.</p>
<p>[12] Hasil penelusuran di http://dorar.net</p>
<p>[13] HR. Ahmad dan Abu Daud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ (1/269) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Irwa’ul Gholil no. 1269</p>
<p>[14] HR. Tirmidzi no. 2551. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi</p>
<p>[15] Hilyatul Awliya’, 2/148, Darul Kutub Al ‘Arobi.</p></blockquote>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Get the New Spirit on 1431 H]]></title>
<link>http://ldkululalbab.wordpress.com/2009/12/17/get-the-new-spirit-on-1431-h/</link>
<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 12:10:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>ldkululalbab</dc:creator>
<guid>http://ldkululalbab.wordpress.com/2009/12/17/get-the-new-spirit-on-1431-h/</guid>
<description><![CDATA[Tak terasa waktu yang berputar dan terus perputar, detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun silih be]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://ldkululalbab.wordpress.com/files/2009/12/ldk-copy.jpg"><img src="http://ldkululalbab.wordpress.com/files/2009/12/ldk-copy.jpg" alt="" title="LDK copy" width="450" height="340" class="aligncenter size-full wp-image-154" /></a><br />
Tak terasa waktu yang berputar dan terus perputar, detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun silih berganti mengikuti Sunatullah. Dan tanpa kita sadari saat ini sudah memasuki tahun yang ke 1431 Hijriah untuk tahun baru Islam dan sebentar lagi kitapun akan menyongsong tahun baru miladiah yang ke 2010.<br />
Ditahun baru ini mari kita merenung, sudah berapa banyak nikmat Allah yang kita dapatkan, berapa banyak udara gratis pemberian Allah yang kita hirup, sudah berapa banyak kita menyiakan waktu. Mari sahabat, mari kita hitung dan kita bermuhasabah sejenak untuk hal-hal itu.<br />
Mudah-mudahan ditahun baru ini, Allah memberikan kita segala kebaikan-Nya, yang mungkin itu untuk menguji kita apakah kita bersyukur atau malah menjadi kufur. Semoga kita tetap istiqomah terhadap jalan dakwah. Tak ada dakwah tanpa jihad, tak ada jihad tanpa perjuangan dan tak akan ada perjuangan tanpa pengorbanan.<br />
<strong><font size="4" color="Blue">Selamat tahun Baru Islam 1431 Hijriah.</font></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gazwul Fikri]]></title>
<link>http://1khilafah.wordpress.com/2009/12/17/gazwul-fikri/</link>
<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 09:33:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ghuraba'</dc:creator>
<guid>http://1khilafah.wordpress.com/2009/12/17/gazwul-fikri/</guid>
<description><![CDATA[Assalamualikum, maaf kerana sudah lama saya tidak update blog ini. Sibuk sedikit dengan real life ni]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Assalamualikum, maaf kerana sudah lama saya tidak update blog ini. Sibuk sedikit dengan real life ni]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Apabila saya ditanya orang muda...]]></title>
<link>http://arshadahmad.wordpress.com/2009/12/17/apabila-saya-ditanya-orang-muda/</link>
<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 09:08:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Dr. AA</dc:creator>
<guid>http://arshadahmad.wordpress.com/2009/12/17/apabila-saya-ditanya-orang-muda/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa kali saya ditanya oleh anak muda tentang perjalanan hidup dalam menuju ke akhirat, terutama]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Beberapa kali saya ditanya oleh anak muda tentang perjalanan hidup dalam menuju ke akhirat, terutama]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[1 Muharram 1431H]]></title>
<link>http://mesrarakyat.wordpress.com/2009/12/17/1-muharram/</link>
<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 07:19:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>mesrarakyat</dc:creator>
<guid>http://mesrarakyat.wordpress.com/2009/12/17/1-muharram/</guid>
<description><![CDATA[Muharram Detik 1 Muharram sangat sinonim bagi rakyat Malaysia. Mungkin kerana sibuk mencari doa akhi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Muharram Detik 1 Muharram sangat sinonim bagi rakyat Malaysia. Mungkin kerana sibuk mencari doa akhi]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
