Tags » Darwis Tere Liye

Tentang Kita (Puko-Puko And I)

Nulis ini setelah dapet rikues dari puko-puko yang minta nulis tentang kita dulu, eh tapi ini kenapa gue mau-mau aja ya? Yah…daripada kegiatan gue di sini vakum gara-gara nggak ada ide setidaknya. 654 more words

“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar.

47 more words
SAJAK

Berjuta Rasanya

Alhamdulillah, this is first time for me to write at Blog, I usually write at my Buku Catatan :D

And then I choose book by Darwis Tere Liye for the post. 1,698 more words

Berakhlak mulia itu...

Berakhlak mulia itu boleh jadi sama saja dengan membiarkan orang lain berprasangka buruk, membenci, bahkan memfitnah kita, sedangkan kita sendiri selalu berusaha berprasangka baik, menyayangi, terus saling mengingatkan, menasehati, bahkan menyanjung orang lain.

Artikel

Quote: Petarung yang Baik

Petarung yang baik itu, fokus pada kekuatan miliknya. Bukan fokus menceritakan kejelekan lawannya. Karena yang namanya kejelekan, boleh jadi kita punya sama banyaknya.”

Nasehat orang tua ini relevan dalam setiap kasus, di sekolah, di kantor, di media sosial, di manapun adanya.

-Tere Liye-

Artikel

Sajak: "Inilah Hidupku"

Iya,
Aku sering melakukan kesalahan
Tapi bukan berarti tidak ada hal benar yang pernah kulakukan
Silahkan kalian mau fokus menilai yang mana
Karena aku akan lebih memusingkan… 136 more words

Darwis Tere Liye

Merasa Tersanjung (Calon Ibu Rumah Tangga Yang Pede Gelaaaaaaak)

Abis nulis judulnya otomatis keinget sama judul sinetron yang panjang episodenya bisa ngalahin panjangnya daftar belanja para ibu rumah tangga tiap awal bulan. Sinetron yang nyeritain dendam yang berawal dari orang tua, turun ke anaknya, turun ke cucunya terus sampe cucunya tadi TK, SD, SMP, SMA dan nikah terus punya anak lagi, masih ada dendam intinya. 500 more words