<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>dhuha &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/dhuha/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "dhuha"</description>
	<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 10:12:17 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Shalat Dhuha]]></title>
<link>http://islambisa.wordpress.com/2009/12/04/shalat-dhuha/</link>
<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 00:09:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Hendra Wijaya</dc:creator>
<guid>http://islambisa.wordpress.com/2009/12/04/shalat-dhuha/</guid>
<description><![CDATA[Nabi Muhammad SAW. Menganjurkan agar tiap pagi hari kita bersedekah sebanyak bilangan seluruh persen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Nabi Muhammad SAW. Menganjurkan agar tiap pagi hari kita bersedekah sebanyak bilangan seluruh persen]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Shalat Dhuha]]></title>
<link>http://alhafizh84.wordpress.com/2009/11/07/shalat-dhuha/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 03:31:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>alhafizh84</dc:creator>
<guid>http://alhafizh84.wordpress.com/2009/11/07/shalat-dhuha/</guid>
<description><![CDATA[Writed by:  Hafiz Muthoharoh, S.Pd.I Pengertian Shalat Dhuha Shalat Dhuha adalah shalat sunnah yang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Writed by:  Hafiz Muthoharoh, S.Pd.I</p>
<p><strong>Pengertian Shalat Dhuha</strong></p>
<p>Shalat Dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu matahari sedang naik. Sekurang_kurangnya shalat ini adalah dua rakaat, empat rakaat, enam rakaat, delapan rakaat, atau dua belas rakaat. [Lihat Mohammad Rifa’i, Fiqih Islam Lengkap, (Semarang: CV. Toha Putra, 1979), hal. 278]</p>
<p><strong>Hukum Shalat Dhuha </strong></p>
<p>Syaikh Abdul Aziz bin Abdulaah Bin Baz dalam kitab Majemu’ Fatawa mengatakan bahwa hukum shalat Dhuha adalah sunah muaakkad ( yang ditekankan ). Hal ini berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang menceritakan, “Kekasihku Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi wasiat kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga meninggal dunia yaitu puasa 3 hari dalam sebulan, 2 rakaat shalat Dhuha, dan hanya tidur setalah melakukan shalat witir.“ [Hadist <strong>shahih</strong>, diriwayatkan oleh Al_Bukhari dan Muslim]</p>
<p>Juga berdasarkan hadists Abu Darda radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kekasihku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan tiga hal yang tidak akan saya tinggalkan selama saya hidup, yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dan tidak tidur hingga saya witir dahulu.” [Hadits <strong>shahih</strong>, diriwayatkan oleh Muslim]</p>
<p>Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz berkata, “Kedua hadits shahih ini adalah hujjah yang kuat yang menunjukkan disyariatkannya shalat Dhuha, bahkan hukumnya adalah sunnah muakkad. Karena ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan kepada seseorang, berarti itu merupakan wasiat untuk seluruh umatnya, bukan khusus bagi orang itu saja, kecuali bila ada dalil yang menunjukkan kekhususannya. Demikian juga halnya dengan perintah dan larangan beliau, maka hukumnya adalah umum, kecuali bila ada dalil yang menunjukkan kekhususannya. Misalnya ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan, “Ini khusus bagimu saja.” Keberadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak melakukannya secara rutin tidaklah menghilangkan sunnahnya perbuatan itu. Karena terkadang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan suatu perbuatan untuk menunjukkan bahwa perbuatan itu disyariatkan. Lalu terkadang beliau meninggalkannya untuk menunjukkan bahwa perbuatan itu tidaklah diwajibkan.“ [Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz mensyarahnya dari kitab Bulughul Maram hadits no. 415]</p>
<p>Imam An_Nawawi mengunggulkan pendapat bahwa shalat Dhuha itu hukumnya adalah sunnah muakkad, setelah beliau memaparkan hadits_hadits dalam persoalan itu. Beliau mengatakan bahwa hadits_hadits itu semuanya sejalan, tidak ada pertentangan di antaranya bila diteliti. [Lihat An_Nawawi, Syarah Shahih Muslim, hal. 5/237; lihat juga Al_Hafizh Ibnu Hajar Al_Asqalani, Fathul Bari, hal. 3/57]</p>
<p><strong>Keutamaan Shalat Dhuha</strong></p>
<p><strong>Pertama</strong>, hadits Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda, “Pada setiap pagi, setiap sendi tubuh bani Adam harus bersedekah. Setiap tasbih bisa menjadi sedekah. Setiap tahmid bisa menjadi sedekah. Setiap tahlil bisa menjadi sedekah. Setiap takbir bisa menjadi sedekah. Setiap amar ma’ruf nahi munkar bisa menjadi sedekah. Semua itu dapat digantikan dengan dua rakaat yang dilakukan pada waktu Dhuha.” [Hadits <strong>shahih</strong>, diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shalatul Musafirin wa Qashriha, hadits no. 720]</p>
<p><strong>Kedua</strong>, hadits Buraidah radhiyallahu ‘anhu yang menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Manusia memiliki 360 sendi dalam tubuhnya. Hendaknya ia bersedekah untuk semua sendi tersebut.” Para sahabat bertanya, “Siapa di antara kita yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah?” beliau menjawab, “Dahak dalam masjid yang engkau pendam dalam tanah, dan sesuatu yang engkau singkirkan dari jalan bisa menjadi sedekah. Kalau tidak bisa dilakukan, dapat diganti dengan dua rakaat di waktu Dhuha. Itu sudah cukup sebagai sedekah.” [Hadits <strong>shahih</strong>, diriwayatkan oleh Abu Daud dalam kitab Al_ Adab, yang dishahihkan oleh Al_Albani dalam kitab Shahih Sunan Abi Dawud, hal. 3/984]</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, hadits Nuaim bin Hammar yang menceritakan bahwa ia pernah men dengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa tidak mampu melakukan empat rakaat di awal siang untuk diri_Ku, karena Aku akan mencukupkan dengannya untuk sisa akhir waktunya.” [Hadits <strong>shahih</strong>, diriwayatkan oleh Abu Daud dalam kitab At_Tathawwu’, yang dishahihkan oleh Al_Albani dalam kitab Shahih Sunan Abi Dawud, hal. 1/239]</p>
<p><strong>Keempat</strong>, hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu tentang keutamaan shalat Dhuha bagi orang yang duduk di masjid setelah shalat Shubuh hingga terbit matahari. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melakukan shalat Shubuh secara berjama’ah, kemudian duduk dan berdzikir kepada Allah hingga terbit matahari, kemudian ia shalat dua rakaat, ia akan memperoleh pahala ibadah haji dan umrah, sempurna, sempurna, dan sempurna. [Hadits <strong>hasan</strong>, diriwayatkan oleh At_Tirmidzi dalam kitab Al_Jum’at, hadits no. 586, dihasankan oleh Muhammad Nashiruddin Al_Albani dalam kitab Shahih Sunan At_Tirmidzi, hal. I/181]</p>
<p><strong>Waktu Shalat Dhuha</strong></p>
<p>Waktu shalat sunnah Dhuha dari mulai meningginya matahari satu tombak hingga sebelum matahari berada di tengah langit, sebelum tergelincir. Yang paling afdhal, melakukan shalat itu ketika matahari sedang terik menyengat. Hal ini berdasarkan hadits Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu yang menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat orang_orang yang khusyu beribadah adalah pada waktu anak_anak unta (fishal) kepanasan.” [Hadits <strong>shahih</strong>, diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shalatul Musafirin, hadits no. 748]</p>
<p>Dengan demikian, barangsiapa yang mengerjakan shalat sunnah Dhuha setelah matahari meninggi hingga setinggi satu tombak, maka tidak mengapa. Namun barangsiapa yang mengerjakan shlat sunnah Dhuha ketika panas matahari terik sebelum waktu yang dilarang untuk shalat, maka itu waktu yang paling afdhal. Wallahu ‘alam</p>
<p><strong>Jumlah Rakaat Shalat Dhuha</strong></p>
<p>Menurut pendapat yang shahih mengenai jumlah rakaat shalat Dhuha adalah tidak ada batasannya. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiat kan dilakukannya dua rakaat pada waktu Dhuha serta menjelaskan keutamaan-nya. Sementara dalam hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengerjakan shalat sunnah Dhuha empat rakaat. Dalam hadits Aisyah lainnya disebutkan bahwa Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam biasa mengerjakan shalat sunnah Dhuha empat rakaat atau lebih bila dikehendaki oleh Allah.</p>
<p>Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan shalat sunnah Dhuha enam rakaat. [Hadits <strong>shahih</strong>, diriwayatkan oleh Ath_Thabrani dalam kitab Al_Ausath hadits no. 1067]</p>
<p>Kemudian dari Ummu Hani binti Abi Thalib juga diriwayatkan dengan <strong>shahih</strong> bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat di rumah Ummu Hani pada hari Pembebasan Kota Makkah sebanyak delapan rakaat setelah matahari meninggi mulai siang. Ummu Hani menyebutkan bahwa belum pernah kulihat beliau shalat lebih ringkas dari shalat itu, namun beliau tetap menyem purnakan ruku’ dan sujud. [hadits <strong>shahih</strong>, diriwayatkan oleh Al_Bukhari dan Muslim]</p>
<p>Demikianlah pembahasan seputar shalat dhuha kali ini. Saya memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan nama-nama_Nya yang agung dan sifat-sifat_Nya yang mulia agar menjadikan amalan saya yang sedikit ini menjadi amalan yang berkah dan ikhlash semata-mata karena mengharapkan wajah_Nya yang mulia, serta menjadikan sarana pendekat kepada surga_Nya bagi penulis, penerbit, pembaca, dan orang-orang yang berpartisipasi dalam menyebarkan tulisan ini.</p>
<p>Saya juga memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar tulisan ini bermanfaat bagi saya dan semua orang yang membutuhkannya. Sesungguhnya Allah-lah sebaik_baik tempat memohon dan semulia_mulia tempat berharap.</p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sehat Rohani dan Jasmani ala SMP Mujahidin]]></title>
<link>http://smpmujahidin.wordpress.com/2009/10/25/sehat-rohani-dan-jasmani-ala-smp-mujahidin/</link>
<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 17:52:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>smpdin</dc:creator>
<guid>http://smpmujahidin.wordpress.com/2009/10/25/sehat-rohani-dan-jasmani-ala-smp-mujahidin/</guid>
<description><![CDATA[Bicara soal sehat memang sangat umum dan setiap orang pasti menginginkannya. Sehat itu mahal hargany]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Bicara soal sehat memang sangat umum dan setiap orang pasti menginginkannya. Sehat itu mahal harganya, mulai dari puluhan ribu rupiah sampai ratusan juta rupiah. Itu baru sehat dhohir (jasmani) saja&#8230; Tapi sehat rohani lebih mahal harganya.</p>
<p>Kalau bisa kedua-duanya sama-sama sehat, baik rohani maupun jasmaninya. Karena jika semua seimbang maka hidup ini terasa nikmat dan patut untuk disyukuri.</p>
<p>SMP  Mujahidin Surabaya mempunyai program sehat rohani dan jasmani. Sehat yang dimaksudkan adalah:</p>
<ul>
<li>Sehat Rohani, yaitu sehat dalam artian sadar akan kewajiban menunaikan amal ibadah, menjaga akhlaq dan sopan santun. Ini dilatih dalam bentuk kegiatan rutin melaksanakan shalat Dhuha , Shalat berjama&#8217;ah Dhuhur dan Ashar. Dengan harapan siswa memiliki kesadaran pribadi untuk beribadah dan disiplin waktu.</li>
<li>Sehat Jasmani, yaitu sehat dalam artian yang sebenarnya, dimana ketahanan fisik sangat diperlukan agar semangat untuk belajar tidak terganggu. Hal ini diwujudkan dalam bentuk kegiatan senam pagi setiap hari Jum&#8217;at setelah melaksanakan shalat Dhuha. Kegiatan ini juga diikuti oleh Bapak/Ibu guru serta karyawan SMP Mujahidin.</li>
</ul>
<p>Semoga kegiatan ini tetap terlaksana dengan baik.</p>
<div id="attachment_20" class="wp-caption alignleft" style="width: 460px"><img class="size-full wp-image-20" title="Senam bersama" src="http://smpmujahidin.wordpress.com/files/2009/10/senam-bersama.png" alt="Senam pagi bersama" width="450" height="338" /><p class="wp-caption-text">Senam pagi bersama</p></div>
<div id="attachment_21" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-21" title="shalatdhuhur" src="http://smpmujahidin.wordpress.com/files/2009/10/shalatdhuhur.png" alt="Shalat Dhuhur Berjamaah" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Shalat Dhuhur Berjamaah</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[sunat dhuha.]]></title>
<link>http://datoaysraf.wordpress.com/2009/10/19/sunat-dhuha/</link>
<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 15:14:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>datoaysraf</dc:creator>
<guid>http://datoaysraf.wordpress.com/2009/10/19/sunat-dhuha/</guid>
<description><![CDATA[Tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadat kepada-Ku. (al-Dhariyat: 56) Allah s.w.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><em>Tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadat kepada-Ku.</em></strong> (al-Dhariyat: 56)<br />
Allah s.w.t. Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya. Dia tidak menciptakan makhluk-Nya dengan sia-sia dan tiada manfaatnya. Malah Allah yang Maha Bijaksana tidak membiarkan mereka dalam keadaan terkapai-kapai tanpa pedoman dan panduan, terbiar tanpa pengisian dan amalan.</p>
<p>Bahkan dengan rahmat dan kurniaan nikmat-Nya yang tidak terhingga kepada manusia, Allah s.w.t. dan Rasul-Nya menunjukkan jalan-jalan ibadat dan ketaatan, begitu juga pintu-pintu kebaikan dan kebajikan untuk diamalkan sesuai dengan falsafah sebenar penciptaan jin dan manusia seperti ayat di atas. Salah satu ibadat sunat yang dianjurkan ialah solat sunat Dhuha.</p>
<p>Solat Dhuha bermaksud solat sunat yang dikerjakan pada waktu dhuha, iaitu pada saat matahari telah naik lebih kurang setinggi sebatang lembing atau galah (kira-kira jam 20 minit selepas terbit matahari atau lebih) hinggalah matahari berada tepat di tengah-tengah langit (sebelum menjelang Zuhur).</p>
<p>“Menurut mazhab jumhur ulama iaitu Imam Malik, Syafie dan Ahmad, solat ini hukumnya sunat muakkad (sunat yang sangat dituntut) sedangkan Imam Abu Hanifah hanya memandangnya sebagai suatu amalan sunat biasa.</p>
<p>Justeru, sunah yang ditinggalkan Baginda Rasulullah ini eloklah dijadikan amalan bertepatan dengan hadis yang bermaksud: Junjunganku tercinta, Nabi Muhammad s.a.w. telah berwasiat supaya aku mengerjakan tiga perkara iaitu: Berpuasa tiga hari pada tiap-tiap bulan (13, 14 dan 15 haribulan daripada bulan Qamariah), mengerjakan dua rakaat solat Dhuha dan juga supaya aku mengerjakan solat Witir sebelum aku tidur.</p>
<p>Kelebihan</p>
<p>Setiap amalan kebajikan pasti memperoleh ganjaran setimpal daripada Allah s.w.t.. Pun begitu, ia mestilah dilengkapi dua syarat utama iaitu ikhlas dan menepati syariat.Setiap ibadat yang disyariatkan juga pasti tersirat hikmah dan fadilat yang tersendiri. Cuma usah pula hikmah dan fadilat ini yang diutamakan. Dibimbangi ia menjadi suatu tabiat di mana kita beramal lantaran hikmat semata-mata bukan lahir daripada rasa keinsafan diri.</p>
<p>“Namun demikian, terdapat nas-nas hadis nabawi yang menggesa umatnya melakukan amalan solat sunat Dhuha dengan disebutkan fadilatnya bagi menambahkan semangat dan keinginan untuk melakukan amalan mulia ini.</p>
<p>“Di antaranya hadis riwayat Abu Dzar bahawa Nabi s.a.w. bersabda maksudnya: Setiap orang menjelang pagi, berdasarkan tulang temulang sendi memerlukan sedekah. Tiap-tiap tasbih itu sedekah, tiap-tiap tahmid sedekah, tiap-tiap tahlil adalah sedekah dan tiap-tiap takbir adalah sedekah. Menyeru makruf adalah sedekah, mencegah mungkar adalah sedekah. Semuanya itu sama nilainya dengan dua rakaat solat Dhuha.</p>
<p>Selain itu, solat ini juga adalah tanda kesyukuran seorang hamba yang dikurniakan lengkap sendi tulangnya sebanyak 360 batang pada setiap pagi yang dilaluinya. Justeru, dhuha atau pagi yang penuh nikmat Ilahi itu disyukuri dengan menyembah Allah, simbolik kepada terima kasih seorang hamba kepada Penciptanya.</p>
<p>Hakikatnya, umat Islam perlu memahami kedudukan solat ini. Pertama, sebaik-baiknya, ia dilakukan di rumah agar dapat dikerjakan dengan lebih sempurna. Jadi, jika di tempat bekerja, lakukan dengan menggunakan masa yang sebaik mungkin.</p>
<p>Kedua, sifat solat ini ringkas dan mudah dilaksanakan di mana-mana tempat (baik di surau atau bilik sendiri). Masanya pula hanya mengambil masa empat hingga lima minit. Jadi, apalah salah kalau ia dibudayakan.</p>
<p>Ketiga, pada dasarnya ia adalah sunat hukumnya malah Baginda jua tidak melaksanakannya dalam bentuk yang konsisten. Hal ini diterangkan oleh Aishah: Aku tidak pernah melihat Rasulullah s.a.w. mendirikan sembahyang sunat Dhuha. Sesungguhnya aku mendirikan sembahyang Dhuha walaupun Rasulullah meninggalkannya. Tetapi pada hakikatnya Baginda suka melakukannya, ini adalah kerana Baginda bimbang jika selalu mengamalkannya, orang ramai akan mewajibkan ke atas diri mereka. (Riwayat Muslim).</p>
<p>Oleh itu lakukan solat ini di rumah atau di tempat kerja selagi mana ia tidak memberatkan atau menghalang tugas-tugas lain yang lebih utama dan penting.</p>
<p>Ruang waktu dan waktu afdal</p>
<p>Sesuailah dengan namanya dhuha yang bermaksud pagi. Jadi ruang waktunya bermula kira-kira 20 minit selepas terbit matahari atau disebut dalam kitab-kitab fikah sebagai tinggi matahari daripada pandangan jauh sekadar satu al-Rumh atau batang lembing yakni kira-kira dua meter. Waktu solat ini pula berakhir sebelum menjelang waktu Zuhur. Jadi, secara mudahnya dapat difahami bahawa batas waktu solat sunat Dhuha ini antara pukul 7 pagi hingga 1 petang.</p>
<p>Berkenaan waktu afdalnya pula iaitu ketika sinar matahari kian panas berdasarkan sepotong hadis Nabi s.a.w. yang dirakamkan oleh Zaid bin Arqam. Rasulullah s.a.w. menjelaskan: Solat Dhuha ini afdalnya ketika matahari telah meninggi dan kian panas sinarnya. Imam Nawawi menghuraikan masa tersebut sebagai masa berlalunya seperempat tempoh siang hari iaitu pukul 10 pagi hingga 1 petang (Kitab al-Majmu’ karangan Imam Nawawi).</p>
<p>Justeru, waktu sedemikian eloklah dilaksanakan solat tersebut, apatah lagi pada saat itu badan memerlukan ‘rehat sebentar’ setelah penat bekerja. Maka disarankan juga sekiranya masa tersebut diisi sekadar empat hingga lima minit dengan sujud menyembah Ilahi sama ada di rumah atau di tempat kerja dengan syarat tidak mengetepikan perkara-perkara atau urusan yang wajib dan utama daripada yang sunat.</p>
<p>Bilangan rakaat</p>
<p>Yang masyhur di kalangan para ulama adalah paling minimum dua rakaat sahaja dan bilangan yang maksimum adalah lapan rakaat. Cuma terdapat juga pendapat sebilangan ulama yang mencadangkan bilangan yang paling afdal iaitu empat rakaat (dilakukan secara dua kali salam). Ini bersandarkan hadis Aishah (Riwayat Imam Abu Daud) menjelaskan bahawa Nabi melakukannya sebanyak empat rakaat. Begitu juga hadis Qudsi yang disampaikan oleh Nu’aim yang bermaksud: Wahai anak Adam! Usahlah dikau lemah daripada mengerjakan empat rakaat Dhuha. Demikian itu pasti melengkapi kebajikan genap satu hari yang dikau jalani. (Riwayat Imam Abu Daud dengan sanad yang sahih)</p>
<p>Solat ini juga diriwayatkan berjumlah enam rakaat (tiga kali salam) seperti hadis Nabi yang disebutkan oleh Jabir bin Abdullah. (Riwayat Imam al-Tabarani)</p>
<p>Dalam pada itu, ada juga riwayat yang dirakamkan oleh Anas bin Malik menjelaskan bahawa Nabi s.a.w. bersabda: Barang siapa yang menunaikan solat sunat Dhuha sebanyak 12 rakaat maka nescaya Allah s.w.t. akan membina sebuah mahligai di dalam syurga kelak. (Riwayat Imam al-Tirm</p>
<p>Bilangan yang masyhur adalah antara dua hingga lapan rakaat. (Kitab al-Majmu’ karangan Imam Nawawi).</p>
<p>Cara melaksanakannya</p>
<p>Banyak bahan media cetak yang boleh dirujuk bagi mengetahui cara melakukan solat sunat Dhuha ini merangkumi bacaan-bacaan dalam solat hinggalah dalam sujud dan doa setelah selesai ibadat tersebut.</p>
<p>Cuma secara asas dan mudahnya berdasarkan hadis-hadis Nabi, solat sunat Dhuha ini dilakukan seperti solat-solat lain, cuma bacaan yang dianjurkan Baginda s.a.w. selepas al-Fatihah, menurut hadis yang disampaikan oleh Uqbah bin Amir, ialah surah al-Syams pada rakaat pertama dan al-Dhuha pada rakaat kedua. (Riwayat al-Hakim)</p>
<p>Namun begitu, perkara (bacaan dalam solat) ini adalah sesuatu yang subjektif dan tidak statik. Maka tidak perlulah hanya terikat dengan kaifiat tertentu dan bacaan tertentu. Apa yang penting, solat tersebut diniatkan dengan betul, syarat-syaratnya dipenuhi dan rukun-rukunnya disempurnakan sebaik-baiknya. Begitu jugalah dengan doa selepas solat tersebut.</p>
<p>Para sahabat yang komited</p>
<p>Antara mereka yang paling komited dengan amalan solat sunat ini ialah Abu Darda’, Abu Hurairah dan Abu Zar al-Ghifari. Mereka komited lantaran wasiat dan pesanan Nabi s.a.w. kepada mereka ditambah pula dengan sifat mereka yang kuat beribadat.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Do'a Setelah Sholat Dhuha]]></title>
<link>http://anitaerwin.wordpress.com/2009/10/18/doa-setelah-sholat-dhuha/</link>
<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 16:53:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>baytijannati</dc:creator>
<guid>http://anitaerwin.wordpress.com/2009/10/18/doa-setelah-sholat-dhuha/</guid>
<description><![CDATA[ALLAAHUMMA INNADH-DHUHAA ‘A DHUHAA’UKA, WAL BAHAA ‘A BAHAA’UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA Q]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>
<p><em><img class="alignright size-full wp-image-29" title="berdoa1" src="http://anitaerwin.wordpress.com/files/2009/10/berdoa1.jpeg" alt="berdoa1" width="111" height="100" />ALLAAHUMMA INNADH-DHUHAA ‘A DHUHAA’UKA,<br />
WAL BAHAA ‘A BAHAA’UKA,<br />
WAL JAMAALA JAMAALUKA,<br />
WAL QUWWATA QUWWATUKA,<br />
WAL QUDRATA QUDRATUKA,<br />
WAL ‘ISHMATA ‘ISHMATUKA.<br />
ALLAAHUMMA IN KAANA RIZQII FISSAMAA’I FA ANZILHU,<br />
WA IN KAANA FIL ARDHI FA AKHRIJHU,<br />
WA IN KAANA MU’ SIRAN FA YASSIRHU<br />
WA IN KAANA HARAAMAN FA THAHHIRHU,<br />
WA IN KAANA BA’IIDAN FA QARRIBHU<br />
BI HAQQI DHUHAA’IKA WA BAHAA’IKAA WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA,<br />
AATINII MAA AATAITA ‘IBAADAKASH-SHAALIHIIN</em></p>
<p>Artinya:<br />
Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuhaMu,<br />
kecantikan ialah kecantikanMu,<br />
keindahan itu keindahanMu,<br />
kekuatan itu kekuatanMu,<br />
kekuasaan itu kekuasaanMu,<br />
dan perlindungan itu perlindunganMu.<br />
Ya Allah, jika rizkiku masih diatas langit, turunkanlah,<br />
dan jika ada didalam bumi keluarkanlah,<br />
jika sukar mudahkanlah,<br />
jika haram sucikanlah,<br />
jika masih jauh dekatkanlah,<br />
berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaanMu.Limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMu yang sholeh</p>
<p>Dikutip dari:<br />
<a href="http://nadaraysa.blogspot.com/2007/08/doa-setelah-shalat-dhuha-allaahumma.html" target="_blank">http://nadaraysa.blogspot.com/2007/08/doa-setelah-shalat-dhuha-allaahumma.html</a></p>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KHUSNUDZON ATAS SEGALA MUSIBAH]]></title>
<link>http://paytrue.wordpress.com/2009/10/06/khusnudzon-atas-segala-musibah/</link>
<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 08:13:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sri  Hartini</dc:creator>
<guid>http://paytrue.wordpress.com/2009/10/06/khusnudzon-atas-segala-musibah/</guid>
<description><![CDATA[Karena Kemurahan Allah lah kita-kita yang berlumuran dosa ini masih panjang umur, dan \&#8221;cuma\]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Karena Kemurahan Allah lah kita-kita yang berlumuran dosa ini masih panjang umur, dan \&#8221;cuma\&#8221; mendapatakn bala yang sekarang dirasa. Kalau tidak, kita dihabisi-Nya. Namun lihat, di balik smua kesusahan yang terasa, Allah masih mngucurkan Karunia-Nya. Allah saja bersabar dalam melihat hamba-hambaNya yang bermaksiat dan menanti hamba-Nya bertaubat. Maka seyogyanya kita juga demikian. Perbesar husnudzdzan sama Allah, dan tetap istiqamah dalam taubatan nasuha. Sebagai gambaran ya:</p>
<p># Bila kita kena dosa syirik, harusnya tidak terampuni. Kita langsung di-cut oleh Allah dari dunia, dan dilempar keluar untuk kita dipersilahkan Allah mencari perlindungan dari tuhan yang kita jadikan tuhan selain Allah.</p>
<p># Jika kita meninggalkan 1 sholat shubuh saja, maka kita ditaroh di neraka selama 68 tahun yang perhitungan 1 hari nya minim-minim 1000 tahun di dunia. Wuih. Dan itu masih ditambah sederet mampir-mapir di neraka saqor, neraka yang penuh dengan ular. Di alam kuburnya, masih ditambah ketemu dengan ular syuja-ul aqro, ular dengan 16 kepala. Rasul bersabda, kepala-kepala itu ular di dunia, berwujud hutang yang tidak terbayar, penyakit yang tidak kunjung sembuh, keberkahan yang dicabut, dan masih banyak lagi rupanya itu ular.</p>
<p># Jika kita durhaka sama orang tua, maka Allah tidak ridho. Sedang kita bisa mengerjakan sesuatu, berhasil di urusan sesuatu, sakses di urusan sesuatu, sebab ridho-Nya. Termasuk ketika berusaha menyelesaikan urusan-urusan, kalo ga ada ridho-Nya, ga akan beres. Maka ketika kita durhaka, keridhaan itu dicabut, mati langkah lah kita.</p>
<p># Jika kita pezina yang masih bujang, 40 tahun susahnya. dan tidak disebut berzina, kecuali kemaluan lelaki masuk di kemaluan perempuan (maaf). Dan sayangnya pezina-pezina itu selalu melakukan koitus berkali-kali. Artinya, berkali-kali masuk-cabut-masuk (sekali lagi maaf). Sehingga tidak disebut zina, sekali jalan puas. Melainkan ia berkali-kali, hingga kemudian terpuaskan. Sekali zina, bisa berkali-kali ukuran fiqih senggamanya. Artinya apa? Jika 2-3x saja perlu keluar masuk, maka sdh 80-120 tahun susahnya. dan itu sama saja dengan seumur hidup susah. Sedangkan bila pezina itu sudah berkeluarga, maka hukuman semestinya adalah hukuman mati. Lalu kita dibiarkan lepas, bebas. Maka sesungguhnya kita sudah dianggap mati. Gedebong pisang. dan ini sama saja engga dianggep kita ini hidup oleh Allah.</p>
<p># Doa rizki haram? Mutusin silaturahim? Ninggal shalat sunnah? Wuih, banyak banget. Kiranya, karena Allah itu Maha Pengampun lah kita benar-benar masih beroleh hidup dan masih diberi-Nya karunia. Salah satu karunia terbesar adalah diberi-Nya kita pengampunan dan kesempatan untuk memohon ampun dan mengejar keburukan dengan kebaikan-kebaikan. Jangan lihat kesusahan kita, tapi lihatlah kesempatan yang Allah berikan ini. Insya Allah tetap ada percepatan bagi yang kepengen segera keluar dari keterpurukannya.</p>
<p>Silahkan dipelajari lebih lanjut di DVD-DVD dan buku-buku Wisatahati yang bertebaran, dan mulailah berkenalan dengan al Qur\&#8217;an lagi.<br />
Mudah-mudahan DVD-DVD dan buku-buku bisa mulai sebagai teman belajar. KuliahOnline dan DhuhaaCoffee pun digelar di web sebagai bentuk belajar setapak demi setapak, setahap demi setahap, hingga kemudian banyak orang bisa dikeluarkan dari kegelapan menuju Cahya-Nya. Insya Allah, Allah akan menolong hamba-hambaNya yang ikhlas menerima segala Ketentuan-Nya. dan insya Allah pula saya do`akan, dan kiranya demikian pulalah kita semua.<br />
Doakan sahabat-sahabat yang lain agar beroleh ampunan-Nya, dan diberi-Nya selalu kesempatan ke-2, ke-3, ke-4, dan seterusnya.</p>
<p>Dan sebagai salam akhir, rasanya yang penting buat kita bukan lagi apakah hutang kita bisa selesai&#8230; apakah penyakit bisa sembuh, hajat kita bisa kecapai, masalah kita bisa selesai&#8230; Namun, yang lebih penting adalah apakah kita bisa diampuni Allah? Apakah kita bisa meninggal dalam keadaan husnul khaatimah? Apakah kita bisa menyelamatkan anak keturunan dan keluarga kita agar tidak seperti kita? Apakah kita bisa menasihati diri kita dengan pengalaman bertuhannya kita? Apakah kita bisa memberi nasihat orang-orang yang belum terjebak dosa seperti kita? Apakah kita bisa mengajak serta pendosa-pendosa serupa dengan kita untuk sama-sama bertaubat? Apakah kita mau mendekatkan diri dengan Allah? Apakah kita mau menghiasi hidup dengan amal saleh, mencoba sabar dan tidak mengeluh sedikitpun? Setelah itu, kita terima segala kesusahan sebagai bentuk Kasih Sayang-Nya Allah yang bisa menghabisi semua dosa kita dan keluarga kita di sisa umur kita. Sesungguhnya, tidak ada satupun mukmin dan<br />
mukminah yang  tertimpa bala dan musibah, melainkan akan keluar jasadnya dalam keadaan bersih, Allah naikkan derajatnya, Allah ampunkan dosanya, dan Allah berikan kebaikan sebagai balasan keridhaannya menerima takdir-Nya.</p>
<p>Doa saya untuk semuanya. Segitu ngerinya hukuman di balik dosa-dosa kita, besarkan hati dengan Ampunan-Nya. Kalau manusia datang ke Allah dengan dosa sebesar gunung, maka Allah akan memberikan ampunan sebesar gunung juga. Jika datang dengan dosa seluas daratan, sedalam lautan, sebanyak butiran pasir di padang pasir, maka Allah pun akan memberikan ampunan sebesar itu pula. Bahkan masih bertambah-tambah lebih banyak lagi dengan Kasih Sayang-Nya. Mari semangat tuk benar-benar berubah dan memperbaiki diri dan ibadah kita.<br />
www.wisatahati.com.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sholat Dhuha Adalah Investasi Amal Cadangan]]></title>
<link>http://dheryudi.wordpress.com/2009/10/06/sholat-dhuha-adalah-investasi-amal-cadangan/</link>
<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 02:25:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>Duddy</dc:creator>
<guid>http://dheryudi.wordpress.com/2009/10/06/sholat-dhuha-adalah-investasi-amal-cadangan/</guid>
<description><![CDATA[Sholat Dhuha (juga sholat-sholat sunnah yang lain) merupakan investasi amal cadangan yang berfungsi ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sholat Dhuha (juga sholat-sholat sunnah yang lain) merupakan investasi amal cadangan yang berfungsi untuk menyempurnakan kekurangan pada sholat wajib.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sholat Dhuha Adalah Sedekah di Pagi Hari]]></title>
<link>http://dheryudi.wordpress.com/2009/10/06/sholat-dhuha-adalah-sedekah-di-pagi-hari/</link>
<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 01:45:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>Duddy</dc:creator>
<guid>http://dheryudi.wordpress.com/2009/10/06/sholat-dhuha-adalah-sedekah-di-pagi-hari/</guid>
<description><![CDATA[Sholat Dhuha adalah sedekah untuk 360 ruas tulang yang harus dibayarkan pada setiap paginya.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sholat Dhuha adalah sedekah untuk 360 ruas tulang yang harus dibayarkan pada setiap paginya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sholat Dhuha]]></title>
<link>http://dheryudi.wordpress.com/2009/09/26/sholat-dhuha/</link>
<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 05:14:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>Duddy</dc:creator>
<guid>http://dheryudi.wordpress.com/2009/09/26/sholat-dhuha/</guid>
<description><![CDATA[Shlat Dhuha merupakan salah satu upaya umat muslim &#8220;merayu&#8221; ALLAH dalam upaya mencari re]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Shlat Dhuha merupakan salah satu upaya umat muslim &#8220;merayu&#8221; ALLAH dalam upaya mencari rezeki.</p>
<p>=======<br />
Bacaan lainnya tentang sholat Dhuha :<br />
<a href="http://dheryudi.wordpress.com/2008/12/03/penjual-bubur-ayam-dan-shalat-dhuha/">1. Penjual Bubur Ayam dan Sholat Dhuha</a><br />
<a href="http://dheryudi.wordpress.com/2009/03/15/hikmah-sholat-dhuha/">2. Hikmah Sholat Dhuha</a><br />
<a href="http://dheryudi.wordpress.com/2009/03/26/makna-filosofis-sholat-dhuha/">3. Makna Filosofis Sholat Dhuha</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ramadhan itu tentang hati]]></title>
<link>http://ladysherry.wordpress.com/2009/09/17/ramadhan-itu-tentang-hati/</link>
<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 18:07:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>ladysherry</dc:creator>
<guid>http://ladysherry.wordpress.com/2009/09/17/ramadhan-itu-tentang-hati/</guid>
<description><![CDATA[tepat sebulan yang lalu saya mengupdate blog untuk yang terakhir kali. ini menyedihkan sebenarnya ka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>tepat sebulan yang lalu saya mengupdate blog untuk yang terakhir kali. ini menyedihkan sebenarnya karena saya sudah janji pada diri sendiri untuk selalu mengupdate blog apapun keadaanya. tapi apa mau dikata, sebulan terakhir ini saya kehilangan kemampuan untuk merangkai kata2. jadi inilah untuk pertama kalinya saya mencoba untuk menulis kembali sejak sebulan yang lalu..</p>
<p>ramadhan sudah akan berakhir, idul fitri sudah akan menyambut. tapi apa yang sudah saya lakukan selama ramadhan ini? tidak ada. tetap banyak berbuka bersama dengan teman2. tetap mengerjakan tugas sampai sahur. tetap tidur saat subuh bangun saat zuhur. amal apa yang sudah saya lakukan selama ramadhan ini? tarawih bisa dihitung dengan jari. sholat dhuha tahajjud witir apalagi. 1 juz alquran pun belum saya tamatkan.</p>
<div id="attachment_722" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><a href="http://ladysherry.wordpress.com/photo/nadia-sarah-icha-muti/"><img class="size-medium wp-image-722" title="12092009031" src="http://ladysherry.wordpress.com/files/2009/09/120920090311.jpg?w=225" alt="Saya Sarah Icha Muti" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Saya Sarah Icha Muti</p></div>
<p>walaupun ada buka bersama keluarga besar tahun ini. umm ini sesuatu yang baru bagi keluarga besar saya. yang lucu adalah event ini baru ada setelah nenek dan kakek tiada. mungkin anak cucu kakek nenek memang benar2 ingin menjaga silaturahmi setelah tidak ada lagi yang mengikat selain pertalian darah.. tapi bukannya tarawih bersama saat bubar keluarga besar ini saya malah mengikuti ajakan sepupu2 saya untuk tarawih bareng di mall (baca: nonton film di bioskop). parah</p>
<p>bahkan untuk menuju mall tempat event menonton film di bioskop di saat orang2 tarawih ini bisa dilaksanakan saya adik2 dan sepupu2 saya bela2in dengan menggunakan busway. mohon dicatat itu malam2 pukul 9an di jakarta raya. pulangnya? tengah malam naik kopaja hahaa.. sejujurnya saat itu saya malu pada diri saya yang mahasiswa tingkat akhir ini. saya bahkan kalah pada sepupu2 saya yang masih kelas 1 sma yang menolak tawaran dijemput dengan mobil oleh ayah masing2 melainkan lebih memilih pulang naik kopaja saja.. hebat</p>
<p>kegilaan di kala ramadhan bersama adik2 dan sepupu2 tidak cukup sampai disitu. sesampainya di rumah bukannya langsung sholat isya. kami malah main kartu.. poker lebih tepatnya. orangtua kami hanya bisa mengurut dada geleng2 kepala dan mengingatkan selalu untuk jangan lupa sholat. sehabis sahur? tepar..</p>
<p>parah? saya akui parah banget. tapi seperti judul postingan ini.. ramadhan itu bukan hanya puasa. tetapi juga tentang hati. tentang keikhlasan kita beribadah karena Tuhan. kerelaan kita untuk meluangkan sedikit waktu kita untuk beribadah sedikit lebih banyak dibanding bulan2 lainnya (baca: bukan ramadhan) karena Tuhan.</p>
<p>semoga saya diberi kesempatan ramadhan tahun depan untuk beribadah lebih baik lagi karena Tuhan. amin</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berbaiksangka kepada Allah]]></title>
<link>http://fnoor.wordpress.com/2009/09/05/berbaiksangka-kepada-allah/</link>
<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 14:19:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>fnoor</dc:creator>
<guid>http://fnoor.wordpress.com/2009/09/05/berbaiksangka-kepada-allah/</guid>
<description><![CDATA[Ada seorang jamaah yang menanyakan apakah memang sunatullahNya bahwa ketika kita coba memperbaiki di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ada seorang jamaah yang menanyakan apakah memang sunatullahNya bahwa ketika kita coba memperbaiki di]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Manfaat Shalat Dhuha]]></title>
<link>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/08/29/manfaat-shalat-dhuha/</link>
<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 23:38:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>arraudhahmedan</dc:creator>
<guid>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/08/29/manfaat-shalat-dhuha/</guid>
<description><![CDATA[Ada yang mengatakan bahwa shalat dhuha juga disebut shalat awwabin. Akan tetapi ada juga yang mengat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Ada yang mengatakan bahwa shalat dhuha juga disebut shalat awwabin. Akan tetapi ada juga yang mengatakan bahwa keduanya berbeda karena shalat awwabin waktunya adalah antara maghrib dan isya.</p>
<p style="text-align:justify;">Para fuqoha dan para ahli hadits mengatakan bahwa shalat dhuha juga disebut dengan shalat isyroq. Mereka menyebutkan bahwa waktunya adalah setelah terbit matahari hingga tergelincirnya. Namun ada juga yang mengatakan bahwa shalat isyroq berbeda dengan shalat dhuha.<br />
<!--more--><br />
Adapun diantara keutamaan atau manfaat shalat dhuha ini adalah apa yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud dan Ahmad dari Abu Dzar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab setiap kali bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh orang lain agar melakukan amal kebaikan adalah sedekah, melarang orang lain agar tidak melakukan keburukan adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu maka cukuplah mengerjakan dua rakaat shalat dhuha.”</p>
<p style="text-align:justify;">Juga apa yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud dari Buraidah bahwa Rasulullah saw bersabda,”Dalam tubuh manusia itu ada 360 ruas tulang. Ia harus dikeluarkan sedekahnya untuk tiap ruas tulang tersebut.” Para sahabat bertanya,”Siapakah yang mampu melaksanakan seperti itu, wahai Rasulullah saw?” Beliau saw menjawab,”Dahak yang ada di masjid, lalu pendam ke tanah dan membuang sesuatu gangguan dari tengah jalan, maka itu berarti sebuah sedekah. Akan tetapi jika tidak mampu melakukan itu semua, cukuplah engkau mengerjakan dua rakaat shalat dhuha.”</p>
<p style="text-align:justify;">Didalam riwayat lain oleh Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairoh berkata,”Nabi saw kekasihku telah memberikan tiga wasiat kepadaku, yaitu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mengerjakan dua rakaat dhuha dan mengerjakan shalat witir terlebih dahulu sebelum tidur.”</p>
<p style="text-align:justify;">Jumhur ulama mengatakan bahwa shalat dhuha adalah sunnah bahkan para ulama Maliki dan Syafi’i menyatakan bahwa ia adalah sunnah muakkadah berdasarkan hadits-hadits diatas. Dan dibolehkan bagi seseorang untuk tidak mengerjakannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbeda dengan shalat shubuh maka tidak ada perbedaan dikalangan ulama bahwa ia adalah wajib bagi setiap muslim untuk melaksanakannya dan berdosa jika ditinggalkan. (baca : Cara Mengganti Shalat Yang Ditinggalkan).</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian tidak dibenarkan bagi seorang yang hanya mengerjakan shalat dhuha yang kedudukannya sunnah sementara dirinya meninggalkan shalat shubuh yang kedudukannya lebih tinggi darinya yaitu wajib.</p>
<p style="text-align:justify;">Wallahu A’lam</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aku ingin selalu bisa sholat Dhuha]]></title>
<link>http://qomm.wordpress.com/2009/08/28/aku-ingin-selalu-bisa-sholat-dhuha/</link>
<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 03:09:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>D</dc:creator>
<guid>http://qomm.wordpress.com/2009/08/28/aku-ingin-selalu-bisa-sholat-dhuha/</guid>
<description><![CDATA[Awal Ramadhan ini, seorang sahabat yang kebetulan seorang programmer mengupdate statusnya di faceboo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Awal Ramadhan ini, seorang sahabat yang kebetulan seorang programmer mengupdate statusnya di faceboo]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MAJELIS DHUHA NASIONAL ( MDN )]]></title>
<link>http://paytrue.wordpress.com/2009/08/21/majelis-dhuha-nasional-mdn/</link>
<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 02:45:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sri  Hartini</dc:creator>
<guid>http://paytrue.wordpress.com/2009/08/21/majelis-dhuha-nasional-mdn/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Man ahyaa sunnatii, faqod ahabbanii&#8230; Wa man ahabbanii, kaana ma&#8217;ii fil jannah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://www.wisatahati.com"><img class="alignleft size-full wp-image-29" title="wisatahati" src="http://paytrue.wordpress.com/files/2009/05/wisatahati1.jpeg" alt="wisatahati" width="135" height="38" /></a> <span>&#8220;</span><span>Man ahyaa sunnatii,  faqod ahabbanii&#8230; Wa man ahabbanii, kaana ma&#8217;ii fil jannah&#8230;</span><span> Sesiapa yang menghidupkan sunnah-sunahku, maka sungguh ia mencintai diriku. Dan sesiapa yang mencintai diriku, maka ia akan bersamaku di surga&#8221;. Demikianlah Rasulullah memotivasi kita semua agar menghidupkan sunnah.</span></p>
<div><span> <span>Allah bahkan mendorong kita untuk benar-benar mencintai Rasulullah, dengan menghidupkan sunnah (baca : mengikuti ajaran Rasulullah dan mengikutinya). &#8220;Qul in kuntum tuhibbuunallaah, fattabi&#8217;uunii&#8230; Katakan, jika kalian mengaku mencintai-Ku, begitu Allah berfirman, maka ikutilah Rasulullah&#8221;.</span></span></div>
<div>
<p>Dan subhaanallaah  walhamdulillah, Allah dan Rasul-Nya menjanjikan banyak keutamaan di balik  sunnah-sunnah yang kita kerjakan.Insya Allah, dengan mal kita saja, bila dilakukan istiqamah, penuh keyakinan, keikhlasan dan kesabaran, sanggup menyelamatkan kita dari buruknya kelakuan kita di masa lalu; sanggup mengeluarkan kita dari kerumitan masalah yang kita hadapi; sanggup menyampaikan kita dari hajat; sanggup mengangkat derajat kita; sanggup membuat hidup kita damai, tenang, bahagia, dan berkecukupan. Apalagi kalau kemudian kita berkenan mendorong sebanyak-banyaknya orang untuk juga mau melakukan sunnah-sunnah yang diajarkan Rasulullah.</p>
<p>Mari kita hidupkan sunnah,  dan menggerakkan kanan dan kiri kita untuk juga menghidupkan dan menggiatkan  sunnah.Sebagai pintu awal, Majelis Dhuhaa Nasional atau yang kita sebut dengan MDN, mudah-mudahan bisa menjadi wasilah tentang gerakan kita hidup dan menghidupkan sunnah. Insya Allah kita kembangkan MDN ini bersama-sama. Ridha Allah dan Pertolongan-Nya, kita sama-sama harapkan. Amin. Salam, Yusuf Mansyur. (dikutip dari wisatahati.com )</p>
<p>untuk lebih lengkapnya tentang  MDN <a title="majelis dhuha nasional" href="http://www.dhuhanasional.com" target="_blank"><strong><em>klik disini.</em></strong></a></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bekerja Hanya Karena Allah]]></title>
<link>http://kanguri.wordpress.com/2009/08/12/bekerja-hanya-karena-allah/</link>
<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 14:22:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>kanguri</dc:creator>
<guid>http://kanguri.wordpress.com/2009/08/12/bekerja-hanya-karena-allah/</guid>
<description><![CDATA[Dalam kehidupan ini banyak sekali aktivitas yang kita lakukan mulai dari bangun tidur sampai tidur l]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dalam kehidupan ini banyak sekali aktivitas yang kita lakukan mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Tanpa kita sadari, sebenarnya dalam setiap aktivitas kehidupan ini ada campur tangan Allah SWT. Namun, karena kita sudah terbiasa melakukan aktivitas setiap hari, sehingga kesadaran kita dalam beraktivitas terkalahkan oleh aktivitas itu sendiri. Seringkali kita melupakan Allah SWT, sang pengatur alam semesta, sang penggerak manusia untuk dapat mencipta, merasa apa-apa yang telah kita lakukan didunia ini. Untuk melatih kita dalam beraktivitas atau sebelum memulai suatu aktivitas, sebaiknya bertemu Allah dulu dalam shalat, misal shalat dua rakaat, agar dalam beraktivitas kita dapat dituntun oleh Allah. Maka akan tercipta suatu aktivitas yang penuh kesadaran, tuntunan, kesuksesan karena selalu dalam bimbinganNYA. Jadikanlah Allah sebagai tujuan dalam setiap aktivitas kehidupan, agar Allah selalu menuntun dengan petunjukNYA, sehingga kita tidak mudah untuk kecewa, egois. Akan selalu dalam linddungan kasin sayangNYA&#8230;.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[:: DIBALIK SHOLAT DHUHA ::]]></title>
<link>http://jusdvoohim.wordpress.com/2009/07/29/dibalik-sholat-dhuha/</link>
<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 07:18:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>jusdvoohim</dc:creator>
<guid>http://jusdvoohim.wordpress.com/2009/07/29/dibalik-sholat-dhuha/</guid>
<description><![CDATA[بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم Assalam_mu@laikum,&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;]]></description>
<content:encoded><![CDATA[بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم Assalam_mu@laikum,&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Shalat Dhuha]]></title>
<link>http://blackveil.wordpress.com/2009/07/29/shalat-dhuha/</link>
<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 06:56:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>blackveil</dc:creator>
<guid>http://blackveil.wordpress.com/2009/07/29/shalat-dhuha/</guid>
<description><![CDATA[Oleh Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul Keutamaan Shalat Dhuha Mengenai keutamaan shalat Dhuha, tela]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul Keutamaan Shalat Dhuha Mengenai keutamaan shalat Dhuha, tela]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Memandang Ikhlas Sholat Dhuha]]></title>
<link>http://cakfarid.wordpress.com/2009/07/04/memandang-ikhlas-sholat-dhuha/</link>
<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 01:39:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>cakfarid</dc:creator>
<guid>http://cakfarid.wordpress.com/2009/07/04/memandang-ikhlas-sholat-dhuha/</guid>
<description><![CDATA[“Shalat dhuha itu sing ikhlas. Jangan karena pengen kaya, jangan karena pengen pintu rizki dibuka. J]]></description>
<content:encoded><![CDATA[“Shalat dhuha itu sing ikhlas. Jangan karena pengen kaya, jangan karena pengen pintu rizki dibuka. J]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Case 10 Kuliah Online Tauhid]]></title>
<link>http://pejuangikhlas.wordpress.com/2009/07/03/case-10-kuliah-online-tauhid/</link>
<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 22:55:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rony Lesmana</dc:creator>
<guid>http://pejuangikhlas.wordpress.com/2009/07/03/case-10-kuliah-online-tauhid/</guid>
<description><![CDATA[CASE 10 &#8211; Hadiah itu dibagikan lagi Informasi amal saleh itu hadiah dari Allah. Tidak semua or]]></description>
<content:encoded><![CDATA[CASE 10 &#8211; Hadiah itu dibagikan lagi Informasi amal saleh itu hadiah dari Allah. Tidak semua or]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dhuha yok?]]></title>
<link>http://lovesgaza.wordpress.com/2009/06/21/dhuha-yok/</link>
<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 14:32:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>lovesgaza</dc:creator>
<guid>http://lovesgaza.wordpress.com/2009/06/21/dhuha-yok/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Shalat dhuha itu sing ikhlas. Jangan karena pengen kaya, jangan karena pengen pintu rizki dib]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>&#8220;Shalat dhuha itu sing ikhlas. Jangan karena pengen kaya, jangan karena pengen pintu rizki dibuka. Jangan karena pengen banyak duit,&#8221; begitu kita dengar dari orang-orang yang kepengen memurnikan ibadah agar semata ikhlas karena Allah.</p>
<p>Di dalam buku The Miracle of Giving yang saya tulis, saya menyebut tidak mengapa kita melakukan ibadah dan mengejar apa yang Allah janjikan. Ketika yang lain menamakan pamrih dan atau tidak ikhlas, saya menyebutnya: Iman. Percaya. Karena saya percaya sama apa yang diseru Allah dan Rasul-Nya, lah ya saya kerjakan. Ketika Allah dan Rasul-Nya menyuruh dhuha agar rizki terbuka, dan atau menjanjikan keutamaan dhuha bisa begini dan begitu, ya saya sambut. Saya kerjakan. Sepenuh hati. Ini juga namanya Ikhlas. Bahasa entengnya: Nurut. Tunduk. Kita percaya sama Allah. Masa janji yang dijanjikan oleh Yang Maha Benar kita sia-siakan? Iya ga? Sambut, percaya, yakini, dan jalankan. Manteb.</p>
<p>Apa lagi yang utama selain begini? Ketika yang lain shalat dhuha kosongan (tak berharap apa-apa), saya mah mengerjakan dengan &#8220;isi&#8221;. Maksudnya, dengan doa. Doa itu permintaan dan harapan. Ga usah pake dhuha, doa mah ga dhuha juga ga apa-apa. Apalagi kalau mau mbarengi dengan dhuha sebagai amal saleh pengiring doa. yang lain yang tidak meminta sama Allah, akan pulang dengan membawa pahala dhuhanya saja. Sedang saya dan jutaan orang yang meminta kepada Allah dengan mendahului dhuha, akan pulang dg membawa pahala dhuha, keyakinan, dan pahala doa.</p>
<p>Doa juga ada pahalanya loh. Meminta itu kan, doa. Mukhlishiena lahud dien, ikhlas, nurut, manut, percaya, sama apa yang Allah gariskan. Ikhlas dalam bahasa Indonesia, jangan samain dengan Ikhlas dalam bahasa Arab. Dalam bahasa arab, apalagi bahasa agama, kata-kata ikhlas panjang artinya. Bukan kosongan model pengertian ikhlas dalam bahasa Indonesia. Kalau dalam bahasa Indonesia kan kesannya jadi kayak kagak boleh minta apa-apa. Ini kan gila. Masa sama Allah jadi ga boleh minta? Sedang kita malah disuruh minta sebagai sarana ibadah juga sama DIA. Siapa yang minta sama Allah, tandanya perlu. Semakin banyak mintanya, semakin bagus.</p>
<p>Saya mah ga mau denger omongan orang yang ngomong begini: &#8220;Jangan minta terus sama Allah. Malu&#8221;. Maksudnya sih pasti bagus. Tapi saya benar-benar ga mau pake kalimat itu. Saya lebih suka make: Minta terus sama Allah. Sering-sering. Tapi jangan lupa amal salehnya, ibadahnya, tauhidnya. Diperbaiki. Adalagi yang mengatakan, sesiapa yang dhuha karena masalah, karena pengen rizki, maka ketika sudah dibuka rizki, setelah masalahnya selesai, akan selesai juga dhuhanya. Lah, dua tesis dijadikan jadi satu prasa. Ini membingungkan. Sedang Allah sendiri yang bilang, bahwa dhuha itu benar-benar pintu rizki dan jalan kalau masalah mau ditolong Allah. Lalu kita datang menyambut, maka turunlah rizki dan selesailah masalah. Apa ini salah? Kalau kemudian orang tersebut behenti dhuhanya, ya jangan salahin &#8220;sistem&#8221; nya. Jangan salahin keyakinan yang pertama. Salahin dia dong. Kenapa dia ga bersyukur. Mestinya kan kalau sdh dibukakan rizki, dibukakan jalan, ya istiqamahin dong. Ditetepin dong. Dhuhanya. Jangan malah berhenti.</p>
<p>Nih ya, apalagi kalau kemudian orang yang menjalankan dhuha itu kemudian jatuh blangsat sebab ga mengerjakan lagi dhuha, wuah, omongannya akan bertambah: Situ sih, mengerjakan dhuha bukan karena Allah! Bagi saya, kejatuhannya, bukan sabab niatan yang salah. Bukan. Tapi lebih dikarenakan dia ga bersyukur. Wong mestinya tambah ingat, ini koq jadi lupa. Ya terang saja dihabisin lagi sama Allah, dan dibalikin lagi ke posisi semula. Atau malah lebih hina. Waba&#8217;du, kita terusin lagi nanti ya. Met dhuha. Kejar terus ketertinggalan kita dalam ibadah dhuha. Apa yang saya jelaskan, berlaku juga untuk penjelasan tahajjud, sedekah, mahabbah sama orang tua, dan ibadah-ibadah lainnya. Mari kita percayai janji Allah. Itu malah jadi salah satu keutamaan tambahan.</p>
<p>dhuhacoffee.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Keutamaan Sholat Dhuha]]></title>
<link>http://duniadhana.wordpress.com/2009/05/24/199/</link>
<pubDate>Sun, 24 May 2009 15:18:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>dsudana</dc:creator>
<guid>http://duniadhana.wordpress.com/2009/05/24/199/</guid>
<description><![CDATA[            Shalat Dhuha adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ketika waktu dhuha. Wakt]]></description>
<content:encoded><![CDATA[            Shalat Dhuha adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ketika waktu dhuha. Wakt]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
