<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>diksi &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/diksi/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "diksi"</description>
	<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 16:01:14 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[trotoar-trotoar ..]]></title>
<link>http://4rdysama.wordpress.com/2009/11/30/trotoar-trotoar/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 07:43:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>pake_y</dc:creator>
<guid>http://4rdysama.wordpress.com/2009/11/30/trotoar-trotoar/</guid>
<description><![CDATA[TROTOAR-TROTOAR Cianjur baru saja ditinggalkan hujan dan aku masih setia mencari diksi baru di troto]]></description>
<content:encoded><![CDATA[TROTOAR-TROTOAR Cianjur baru saja ditinggalkan hujan dan aku masih setia mencari diksi baru di troto]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Diksi atau Pilihan Kata]]></title>
<link>http://azizturn.wordpress.com/2009/10/18/diksi-atau-pilihan-kata/</link>
<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 03:07:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abdul Aziz</dc:creator>
<guid>http://azizturn.wordpress.com/2009/10/18/diksi-atau-pilihan-kata/</guid>
<description><![CDATA[Pilihan kata atau Diksi adalah pemilihan kata – kata yang sesuai dengan apa yang hendak kita ungkapk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pilihan kata atau Diksi adalah pemilihan kata – kata yang sesuai dengan apa yang hendak kita ungkapk]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Diksi]]></title>
<link>http://sitompulke17.wordpress.com/2009/10/16/diksi/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 13:23:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>sitompulke17</dc:creator>
<guid>http://sitompulke17.wordpress.com/2009/10/16/diksi/</guid>
<description><![CDATA[1. Pengertian dari diksi ? Jawab; Diksi ialah pilihan kata. Maksudnya, kita memilih kata yang tepat ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[1. Pengertian dari diksi ? Jawab; Diksi ialah pilihan kata. Maksudnya, kita memilih kata yang tepat ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Daisy Market ]]></title>
<link>http://bidimensional.wordpress.com/2009/09/28/daisy-market-2/</link>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 14:04:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>bidimensional</dc:creator>
<guid>http://bidimensional.wordpress.com/2009/09/28/daisy-market-2/</guid>
<description><![CDATA[Este sábado estuvimos en LaCoru y nos acercamos hasta el Daisy Market. Pasamos una tardenoche entret]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Este sábado estuvimos en LaCoru y nos acercamos hasta el <a href="http://www.daisymarket.es">Daisy Market</a>. Pasamos una tardenoche entretenida; pero la verdad es que el evento me dejó un sabor de boca un tanto agridulce. Me pareció que con los medios que tenían y el nivel de la moda (ya no sólo a nivel gallego,sino)español, le faltaba algo. Había numerosos expositores; pero poca afluencia de público; o esa fue la impresión que me dio debido a la forma en la que estaban organizados los stands: demasiado lejos unos de otros, algunos de cara a la pared donde casi ni se les veía…etc. Sí me dio la impresión de que éramos más en los conciertos, aunque quizás fuese porque estábamos más juntos, no se. La elección de los grupos me pareció acertada, para todos los gustos, nacionales e internacionales y repartidos en 2 días. Quizás esa fue la baza que supieron jugar para llamar a más gente (creo que muchos íbamos a los conciertos y de paso, nos acercamos a ver de qué iba eso de la feria). El precio de las bebidas también el normal, el que estamos acostumbrados a pagar cuando salimos por ahí de marcha (que por otra parte, suele ser raro en festivales).<br />
Mis dos stands favoritos ( y ya digo de antemano que todo lo que hice fue darme una vuelta rápida por todos, sin pararme mucho a ver las prendas ya que preferia tomarme una caña y estar con los míos mientras escuchaba a Extraperlo y así de paso, evitar darme ningún caprichito) fueron el de <a href="http://www.diksi.es/es/catalogo">Diksi</a> y el de <a href="http://www.8008d.es/">8008-D</a>, más por el contenido que por el continente, ya que todos los stands eran bien parecidos.<br />
Lo que sí destaco es la zona de picnic y los sofás que había entre &#8220;la pasarela&#8221; que llevaba a los stands, me pareció que estaba bien organizado y sobretodo me gustó la decoración.</p>
<p>En fin, que ojalá el año que viene vuelvan a hacer el <a href="http://www.daisymarket.es">Daisy Market</a> y tengan en cuenta algunos pequeños detalles que pueden hacer, según mi opinión, que la feria crezca y se consolide como un referente como ha sido la BBB, por ejemplo.</p>
<p><img class="alignnone" title="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs242.snc1/8934_1041509213483_1698172233_82329_2647375_n.jpg" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs242.snc1/8934_1041509213483_1698172233_82329_2647375_n.jpg" alt="" width="604" height="402" /></p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/7qzzgL3VMRo&#038;rel=0&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/7qzzgL3VMRo&#038;rel=0&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/Z_piiiSBqcs&#038;rel=0&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/Z_piiiSBqcs&#038;rel=0&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[NYAWA PUISI]]></title>
<link>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/04/nyawa-puisi/</link>
<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 07:29:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>fairy2785</dc:creator>
<guid>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/04/nyawa-puisi/</guid>
<description><![CDATA[Bagaimana cara mendeteksi bahwa puisi tersebut bernyawa atau tidak? Nafas. Perangkat nafas puisi ada]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Bagaimana cara mendeteksi bahwa puisi tersebut bernyawa atau tidak? <strong>Nafas.</strong></p>
<p>Perangkat nafas puisi adalah kata, adalah bahasa. Bagaimana upaya dan kegigihan si penyairnya dalam menemukan kata inilah yang akan memberi nyawa terhadap puisinya. Maka harus selektif memilih kata, memilih diksi. Salah-salah meletakkan kata, maka puisi itu akan sakit-sakitan, meski mungkin ia masih bernyawa. Ketepatan pemilihan kata dalam puisi inilah yang kemudian dapat membangun makna. Makna yang tentu awalnya diniatkan si penulis untuk disampaikan pada pembaca.</p>
<p>Nah, puisi yang bernafas panjang, adalah puisi yang ketika dibaca ia justru menghadirkan berbagai permaknaan yang luas. Menghadirkan pertanyaan-pertanyaan, pemikiran-pemikiran, yang menggiring pembaca untuk menggapai pencerahan. Ingat, puisi atau karya sastra yang lain, tidak menghadirkan solusi konkret atas sebuah problem sosial tapi justru memberi ruang untuk kita memahami problem itu dengan lebih arif dan kreatif. Puisi yang bernyawa, adalah puisi yang hidup, dan memberikan nafas kehidupannya itu pada si pembaca.</p>
<p>Kalau kemudian harus menjawab pertanyaan tentang bagaimana mencipta puisi yang bernyawa, maka menulislah dengan jujur, sepenuh hati, bersunguh-sungguh. Selain, tentu penguasaan terhadap, tema dan hal-hal teknis lain. </p>
<p>Selain itu, kecenderungan puisi yang bernyawa itu dapat kita tilik juga dari kebertahanannya dalam mengarungi zaman. Syair-syair lama, macam Gurindam Dua Belas, yang ratusan tahun dicipta, kemudian hari ini masih juga dapat kita nikmati, adalah satu contoh karya yang beryawa itu. Karya-karya William Shakespeare yang melegenda, karya Homer dari Yunani seperti The Odyssey, atau puisi-puisi Jalaluddin Rumi, pun Kahlil Gibran, juga banyak sekali karya yang lain seperti puisi Amir Hamzah, Chairil Anwar, Sitor Situmorang, yang terus saja dibaca orang, adalah juga satu indikasi nyata bahwa ia bernyawa.</p>
<p>Artinya, karya-karya itu tidak hanya dihidupi oleh keindahan bahasa, tetapi dihidupi dan diberi nyawa oleh semangat zaman ketika karya itu ditulis. Puisi itu menggali berbagai realitas hidup yang terbentang di kala itu. Sang penulis, berhasil mengamati, mengalami, menggali, memikirkan, memberi tafsir atas berbagai realitas (peristiwa) hidup di masa itu. Karena puisi (karya sastra) tak terlepas berbicara tentang manusia, di zaman apa pun, maka puisi yang bernyawa adalah juga puisi yang mampu menghadirkan sisi kemanusiaan yang lebih kompleks.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[non creaciones]]></title>
<link>http://noncreaciones.wordpress.com/2009/08/27/non-creaciones/</link>
<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 01:28:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>noncreaciones</dc:creator>
<guid>http://noncreaciones.wordpress.com/2009/08/27/non-creaciones/</guid>
<description><![CDATA[show room en santiago de compostela&#8230;]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>show room en santiago de compostela&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Diary Menelusuri Lorong Sunyi Sebuah Hati]]></title>
<link>http://niahidayati.wordpress.com/2009/08/01/arti-sebuah-diary/</link>
<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 14:26:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>Neea</dc:creator>
<guid>http://niahidayati.wordpress.com/2009/08/01/arti-sebuah-diary/</guid>
<description><![CDATA[Seberapa besarpun kekuatan seseorang untuk sendiri, ia membutuhkan tempat berbagi. Tidak semua jiwa ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em>Seberapa besarpun kekuatan seseorang untuk sendiri, ia membutuhkan tempat berbagi.</em></p>
<p>Tidak semua jiwa bisa terbuka kepada sesama yang bernyawa. Banyak pribadi yang terkunci di lorong tabir kesunyian dan hanya ingin menikmati sendiri. Untuk meredakan sepi, semua yang dialami tercurah dalam diary. Sebuah diary dapat menjadi tempat curahan hati.</p>
<p>Sumber : <a href="http://niahidayati.net/diary-menelusuri-lorong-sunyi-sebuah-hati.html">diary</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Etika Bergaul Cerminkan Keindahan Diri]]></title>
<link>http://niahidayati.wordpress.com/2009/07/31/sikap-yang-disukai-dalam-pergaulan/</link>
<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 08:54:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>Neea</dc:creator>
<guid>http://niahidayati.wordpress.com/2009/07/31/sikap-yang-disukai-dalam-pergaulan/</guid>
<description><![CDATA[Jika ingin disukai, pahamilah apa yang kita sukai dan belajarlah menyukai yang orang sukai Menjadi s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="aligncenter size-full wp-image-154" title="GAUL" src="http://niahidayati.wordpress.com/files/2009/07/gaul.jpg" alt="GAUL" width="450" height="185" /></p>
<p><em>Jika ingin disukai, pahamilah apa yang kita sukai dan belajarlah menyukai yang orang sukai</em></p>
<p>Menjadi sosok yang disukai dalam pergaulan memang gampang-gampang susah. TIdak semua sikap dan kebaikan kita bisa diterima lingkungan pergaulan kita. Untuk disukai, kita harus tau seni dan etika pergaulan. Banyak di antara kita yang rela menekan diri sendiri, termasuk berpura-pura menjadi orang lain. Menjadi diri sendiri tak berarti narsis, selama kita masih menjunjung etika dan menghargai orang lain. Berikut ini ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan dalam pergaulan sehari-hari, terutama dalam lingkungan baru kita.</p>
<p>Sumber : <a href="http://niahidayati.net/sikap-yang-di-sukai-dalam-pergaulan-sehari-hari.html">sikap yang disukai dalam pergaulan sehari hari</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pemakaian dan Arti Kata “Saja”]]></title>
<link>http://esaisastra.wordpress.com/2009/04/15/pemakaian-dan-arti-kata-%e2%80%9csaja%e2%80%9d/</link>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 15:29:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
<guid>http://esaisastra.wordpress.com/2009/04/15/pemakaian-dan-arti-kata-%e2%80%9csaja%e2%80%9d/</guid>
<description><![CDATA[Kata “saja” termasuk jenis kata keterangan (adverbia) yang dapat berfungsi menerangkan kata kerja (v]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kata “saja” termasuk jenis kata keterangan (adverbia) yang dapat berfungsi menerangkan kata kerja (v]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KATA KETERANGAN (ADVERBIA)]]></title>
<link>http://esaisastra.wordpress.com/2009/04/15/kata-keterangan-adverbia/</link>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 15:08:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
<guid>http://esaisastra.wordpress.com/2009/04/15/kata-keterangan-adverbia/</guid>
<description><![CDATA[Kata-kata yang digunakan untuk memberi penjelasan pada kata-kata atau kalimat lain, yang sifatnya ti]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kata-kata yang digunakan untuk memberi penjelasan pada kata-kata atau kalimat lain, yang sifatnya ti]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Makna &quot;Kok/ko&quot;]]></title>
<link>http://esaisastra.wordpress.com/2009/04/15/makna-kokko/</link>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 14:52:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
<guid>http://esaisastra.wordpress.com/2009/04/15/makna-kokko/</guid>
<description><![CDATA[Perhatikan percakapan berikut ini! Cinta　:　“Ada apa sih? Kok pada serius banget.” Maura :　“Cinta. Se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Perhatikan percakapan berikut ini! Cinta　:　“Ada apa sih? Kok pada serius banget.” Maura :　“Cinta. Se]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Makna &quot;Deh&quot;]]></title>
<link>http://esaisastra.wordpress.com/2009/04/15/makna-deh/</link>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 12:37:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
<guid>http://esaisastra.wordpress.com/2009/04/15/makna-deh/</guid>
<description><![CDATA[Dalam dialek Jakarta terdapat beberapa kata yang mempunyai ciri khas dan sering dipakai, misalnya: d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dalam dialek Jakarta terdapat beberapa kata yang mempunyai ciri khas dan sering dipakai, misalnya: d]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Maupun, Tetapi Juga, Melainkan]]></title>
<link>http://esaisastra.wordpress.com/2009/04/13/maupun-tetapi-juga-melainkan/</link>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 10:47:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
<guid>http://esaisastra.wordpress.com/2009/04/13/maupun-tetapi-juga-melainkan/</guid>
<description><![CDATA[Sekarang, coba Anda perhatikan penggunaan konjungtor pada kalimat berikut ini! &#8220;Jadi dalam men]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sekarang, coba Anda perhatikan penggunaan konjungtor pada kalimat berikut ini! &#8220;Jadi dalam men]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sekalipun dan Satu Kali pun]]></title>
<link>http://esaisastra.wordpress.com/2009/04/13/sekalipun-dan-satu-kali-pun/</link>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 10:39:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
<guid>http://esaisastra.wordpress.com/2009/04/13/sekalipun-dan-satu-kali-pun/</guid>
<description><![CDATA[Kapan partikel &#8220;pun&#8221; ditulis terpisah dan kapan ditulis serangkai? 1. Kita lihat dulu be]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kapan partikel &#8220;pun&#8221; ditulis terpisah dan kapan ditulis serangkai? 1. Kita lihat dulu be]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ultah, Orbek, Seleb]]></title>
<link>http://esaisastra.wordpress.com/2009/04/13/ultah-orbek-seleb/</link>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 10:34:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
<guid>http://esaisastra.wordpress.com/2009/04/13/ultah-orbek-seleb/</guid>
<description><![CDATA[Memasuki Ruang Bahasa Indonesia, mungkin Anda merasa seolah-olah masuk ke dalam suatu lingkungan yan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Memasuki Ruang Bahasa Indonesia, mungkin Anda merasa seolah-olah masuk ke dalam suatu lingkungan yan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Diva, Primadona, dan Maestro]]></title>
<link>http://esaisastra.wordpress.com/2009/04/13/diva-primadona-dan-maestro/</link>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 10:32:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
<guid>http://esaisastra.wordpress.com/2009/04/13/diva-primadona-dan-maestro/</guid>
<description><![CDATA[Di harian Jawa Pos, ditemukan penggunaan kata &#8220;diva&#8221; seperti pada beberapa kalimat berik]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Di harian Jawa Pos, ditemukan penggunaan kata &#8220;diva&#8221; seperti pada beberapa kalimat berik]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rembulan Pecas Ndahe]]></title>
<link>http://ndorokakung.com/2008/08/22/rembulan-pecas-ndahe/</link>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 17:45:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ndoro Kakung</dc:creator>
<guid>http://ndorokakung.com/2008/08/22/rembulan-pecas-ndahe/</guid>
<description><![CDATA[Perempuan itu bermata rembulan. Hangat dan meneduhkan. Parasnya setenang Danau Kelimutu. Aku bertemu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Perempuan itu bermata rembulan. Hangat dan meneduhkan. Parasnya setenang Danau Kelimutu. Aku bertemu dengannya di tepi pagi yang getir. Selepas purnama kelima di tengah musim semi. </p>
<p>Tubuhnya wangi melati. Senyumnya segar tomat ranum. Rambutnya gelap malam tanpa bintang. Langkahnya seriang kupu-kupu di taman bunga.</p>
<p>Ia tengah berlawalata menyusuri sepi saat kami bersua. Kami lalu berbincang ringan di pojokan lapangan rumput, di atas bangku kayu mahoni. Di atas, kulihat langit biru tebal. Awan menggeletar jemu dikalang angin selembut beludru. </p>
<p>Aku ingat, perempuan itu duduk setelah meletakkan secangkir kembang warna-warni di atas meja. Sekilas kulihat ada roncean mawar hutan di kepalanya. </p>
<p>&#8220;Mari, temani aku duduk di sini melewati sunyi,&#8221; ia meminta.</p>
<p>Aku mengangguk, dan duduk di sampingnya. <!--more--></p>
<p>Ia mendesah perlahan sebelum membuka mulutnya. Sebentar saja. Kalimatnya segera mengalir lancar seperti deras Sungai Mahakam. Setiap kata yang keluar dari mulutnya adalah matahari pagi. Setiap dengus napasnya menari bagaikan rama-rama senja. </p>
<p>Perempuan nirwana itu berkisah tentang padang savana dan seorang satria yang bertualang di atas pelana kuda. Jalannya gontai dibalut layu. Lesi. Luyu. Sayu. Satria itu berkelana di antara kelimun sengkarut. Setiap jejak kakinya berkelindan dengan badai. </p>
<p>Aku mendengar setiap kata yang keluar dari bibir merah gulalinya dengan gulana tak terperi. Kubayangkan lelaki itu telah mengarungi lima benua, tujuh samudera, berpuluh-puluh tundra. Ia mungkin pernah menginjak dan terpelanting di atas hamparan lumut hijau.</p>
<p>Adakah dia berkawan? Adakah beban membolot kakinya? Apakah lukanya teruk?</p>
<p>Perempuan itu tak menjawab. Ia malah memamerkan gigi seputih susu dalam senyumnya yang terkembang selebar layar pinisi.</p>
<p>&#8220;Satria itu ada di tubir nasib yang telah dipahatkan atas dirinya. Ia meronta. Tapi, hidup tak melulu seperti dalam fabel,&#8221; begitu perempuan itu berkata. </p>
<p>Hidup mungkin seperti kawah yang menggelegak riuh. Penuh justa dan nista. Ketika di dalamnya, barangkali kau terluka. Kadang perih tak tepermanai. Sesekali kau tumbang. </p>
<p>Tapi, usahlah engkau semak hati, Tuan. Kuatlah seperti baja. Teguhlah seperti karang. Jangan biarkan roda kehidupan menggilas hatimu yang gamam.</p>
<p>Bangkitlah. Jadilah saga. Taklukkan dunia. Seperti sang satria. Sebab, ketika matahari berselingkuh dengan hujan dan melahirkan pelangi, selalu ada aku di ujung cakrawala.</p>
<p>Sedetik setelah mengucapkan kalimat itu, perempuan bermata rembulan itu berdiri, membungkus kepalanya dengan mafela kesumba, dan berlalu. Aku tergugu dalam bisu seperti menelan biji duku. </p>
<p>Ketika sadar, aku pun berteriak, &#8220;Tunggu. Tunggu dulu. Jangan kau pergi dulu, Puan,&#8221; pintaku. &#8220;Aku belum mengenalmu. Siapakah gerangan dirimu? Siapa namamu?&#8221;</p>
<p>Perempuan itu menghentikan langkahnya. Menoleh. Lalu tersenyum. Dia mengulurkan tangan, mengajakku bersalaman.</p>
<p>&#8220;Perkenalkan, namaku harapan.&#8221;</p>
<p>:: untuk semua perempuan yang telah mengguyurkan keteduhan dan memberi saya gagasan dalam diam.</p>
<p>&#62;&#62; <em>Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Apalah hari ini sampean sudah menemukan seorang perempuan hebat?</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["Sampai Ketemu Lagi", Sebuah Kalimat]]></title>
<link>http://apakatajapra.wordpress.com/2008/08/12/sampai-ketemu-lagi-sebuah-permainan-kata/</link>
<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 05:02:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>japspress</dc:creator>
<guid>http://apakatajapra.wordpress.com/2008/08/12/sampai-ketemu-lagi-sebuah-permainan-kata/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Sampai ketemu lagi, ya&#8230;&#8221; Sebuah ungkapan ringan yang terdengar begitu menyenangka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>&#8220;Sampai ketemu lagi, ya&#8230;&#8221;<br />
Sebuah ungkapan ringan yang terdengar begitu menyenangkan.</p>
<p>Sampai ketemu lagi,<br />
sebuah ungkapan spontan, tersamar keinginan hati untuk berjumpa kembali.</p>
<p>Sampai ketemu lagi,<br />
tiga buah kata terakhir untuk perpisahan temporer yang relatif takkan memakan waktu lama.</p>
<p>Sampai ketemu lagi,<br />
sebuah kalimat sederhana yang saya curi dengar pagi tadi dari seorang<br />
asing yang beranjak pergi meninggalkan kerabatnya yang membuat saya berpikir lalu menuliskannya disini.</p>
<p>Sampai ketemu lagi,<br />
tiga kata yang saya temukan terdengar begitu ringan dalam ucapan<br />
namun demikian begitu berbobot tinggi dalam arti.</p>
<p>So&#8230; Kawan&#8230;</p>
<p>Sampai ketemu lagi&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Antara Akut Dan Kronis]]></title>
<link>http://amed.wordpress.com/2006/12/20/antara-akut-dan-kronis/</link>
<pubDate>Wed, 20 Dec 2006 04:53:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>Amd</dc:creator>
<guid>http://amed.wordpress.com/2006/12/20/antara-akut-dan-kronis/</guid>
<description><![CDATA[Banjarmasin, 20 Desember 2006 acute · adj. 1 critical; serious. Ø (of an illness) coming sharply to ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Banjarmasin, 20 Desember 2006</p>
<p><i><font color="#cc0000"><b>acute</b></font><br />
· adj.<br />
1 critical; serious. Ø (of an illness) coming sharply to a crisis; severe. Often contrasted with chronic.<br />
2 perceptive; shrewd. Ø (of a physical sense or faculty) highly developed.<br />
– DERIVATIVES acutely adv. acuteness n.<br />
<b>– ORIGIN ME: from L. acut-, acuere ‘sharpen’, from acus ‘needle’.</b></p>
<p><font color="#cc0000"><b>chronic</b></font><br />
· adj.<br />
1 (of an illness or problem) persisting for a long time.<br />
2 having a persistent illness or bad habit.<br />
– DERIVATIVES chronically adv. chronicity n.<br />
<b>– ORIGIN ME: from Fr. chronique, via L. from Gk khronikos ‘of time’, from khronos ‘time’.</b><br />
<em>(Concise Oxford Dictionary, Tenth Edition)</em></p>
<p></i>
<div align="justify">Jadi, akut dan kronis itu adalah dua hal yang saling bertentangan, walaupun sama-sama banyak digunakan di dunia kesehatan terkait kondisi penyakit seseorang.<br />
Akut itu untuk penyakit yang bekerja cepat di dalam tubuh, mengakibatkan kondisi kritis dalam hitungan jam&#8230;<br />
Demam Berdarah, SARS, Flu Burung itu pake istilah akut.<br />
Kronis itu untuk penyakit yang bersarang menahun di dalam tubuh, kerjanya pelan-pelan, menggerogoti penderita.<br />
Kanker, AIDS, Leukemia itu pake istilah kronis.<br />
Jangan tertukar! Kalau untuk hal kecil semacam pemilihan diksi ini saja salah, bagaimana kita bisa menjalankan fungsi pers untuk mencerdaskan audiens?! Kalo cuma untuk nulis di blog sih terserah saja mau pakai bahasa planet juga ndak apa-apa, lha ini media skala nasional yang menyiarkan, untuk disaksikan seluruh Indonesia!</p>
<p>*Lagi kesal setelah kemarin menyaksikan berita di salah satu stasiun TV tentang seorang Penderita Hydrocephalus AKUT!*</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
