<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>diktator &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/diktator/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "diktator"</description>
	<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 06:37:31 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Diktatör]]></title>
<link>http://bilgimbir.wordpress.com/2009/11/15/diktator/</link>
<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 09:43:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>bilgimbir</dc:creator>
<guid>http://bilgimbir.wordpress.com/2009/11/15/diktator/</guid>
<description><![CDATA[İstanbul’da bir baloda idim. Sarı saçlı bir delikanlı gelip karşıma dikildi. Adı Ekrem yahut Kenan o]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#000000;">İstanbul’da bir baloda idim. Sarı saçlı bir delikanlı gelip karşıma dikildi. Adı Ekrem yahut Kenan olacak… Bir balo için aşırı sayılacak laubaliliklerle etrafındakilerin dikkatini çekmiş olacak, bir aralık ortadan uzaklaştırdıklarını hissettim. Halbuki onunla konuşmak da istiyordum. Nihayet döndü dolaştı bir fırsatını buldu gene karşıma çıktı. Bana düpedüz: “Size diktatör diyorlar, doğru mu?” dedi. Ona şu cevabı verdim:</p>
<p>“Ben diktatör olsaydım sen bana bunu soramazdın. Bir takım inkılap zaruretiyle bir takım yenilikleri kabul ettirmeye çalışan adam diktatör değildir! Diktatör, hoşgörüsü olmayan adamdır. Karşısında her fikir söylenemeyen adamdır. Diktatör, kendi düşüncelerine aykırı fikir söyleyenlere kin güden adamdır. Bunun haricinde diktatörlük, tehlike, inkılap, fevkalade zamanlarda lazım bir demokrasi müessesesidir. Demokrasi tarihinde böyle muvakkat böyle muvakkat diktatörlüklere rastlanır. Benim, on beş senedir, bazı fikirleri bu memleket hayrına kabul ettirmek için sarf ettiğim gayretlerde hiç bir şahsi endişe yoktur. Benim, belki demokrasinin anladığı manada diktatörlüğe benzer hareketlerim görülmüştür. Fakat, Tiran asla olmadım.” </span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong><!--more--></strong></p>
<p>Bu vesile ile Atatürk’ün çok önemli bir hatırasını da nakletmek isterim. Rusya’dan kendisine mensup bir genç:</p>
<p>-Rusya’da bir takım inkılap hareketlerini yürütmek için terör olduğu bir hakikattir. Fakat doğrusu buna hak verdirecek sebepler de var. Eğer terör olmasa birçok inkılaplar bu süratle yürüyemez, demişti.</p>
<p>Atatürk, karşısında söylenen fikirler ne kadar kendi düşüncesine aykırı olursa olsun dinlemeyi severdi. Ancak, ana prensiplere ve esas davalara aykırı sözlere asla müsaade etmezdi. Bu sefer de aynı müsamahasızlığı gösterdi. Muhatabının sözünü kesti:</p>
<p>-Terör öyle bir maniveladır ki, bir defa insan onun kulpuna elini kaptırdı mı, bir daha bırakamaz. İlk hareketleri kendi tanzim edebilir. Fakat, ondan sonra kendi bildiği gibi dönecek olan makinenin kolu kopuncaya kadar esiri olur.</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Personenschutz für Kim Jong II]]></title>
<link>http://captain1970.wordpress.com/2009/11/10/personenschutz-fur-kim-jong-ii/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 15:10:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Thomas Girg</dc:creator>
<guid>http://captain1970.wordpress.com/2009/11/10/personenschutz-fur-kim-jong-ii/</guid>
<description><![CDATA[Hallo Personenschützer, hier ein Video über die Personenschutzausbildung in Nordkorea. -ohne Worte- ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hallo Personenschützer,</p>
<p>hier ein Video über die Personenschutzausbildung in Nordkorea.</p>
<p>-ohne Worte-</p>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=LlRVTUVIaiQ"> Hier geht es zum  Youtube &#8211; Video</p>
<p>Gruss</p>
<p>Captain</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[OSPEK, MAPTA, MOS: Diktatorisme di Dunia Pendidikan, Kegilaan yang Terlembaga, Ulah Para Pemilik Logika yang Tidak Beres &amp; Psikologi yang Menyimpang]]></title>
<link>http://darussalam.wordpress.com/2009/11/07/diktatorisme-di-dunia-pendidikan-para-pemilik-logika-yang-tidak-beres-psikologi-yang-menyimpang/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 22:42:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>Muhammad al-Maghlani</dc:creator>
<guid>http://darussalam.wordpress.com/2009/11/07/diktatorisme-di-dunia-pendidikan-para-pemilik-logika-yang-tidak-beres-psikologi-yang-menyimpang/</guid>
<description><![CDATA[Bingkisan untuk Panitia Ospek http://almakassari.com/ 28 Agustus 2009 | Dilihat 1,251 kali Berikut i]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Bingkisan untuk Panitia Ospek</p>
<p>http://almakassari.com/</p>
<p>28 Agustus 2009 &#124; Dilihat 1,251 kali</p>
<p><em>Berikut ini kami sajikan kembali kepada pengunjung artikel tentang nasihat khususnya berkenaan dengan musim pengenalan mahasiswa baru di kampus-kampus. Judul asli artikel ini adalah &#8220;Kompilasi Diktator-diktator Sadis&#8221;. Mungkin judulnya agak seram, namun kami harapkan semoga bermanfaat bagi para &#8220;senior kampus&#8221; dalam menyambut para &#8220;yunior-nya&#8221;, dan juga bisa menjadi nasehat bagi para &#8220;junior&#8221; untuk lebih arif kepada &#8220;calon juniornya&#8221; ketika suatu saat mereka menjadi &#8220;senior kampus&#8221;. Barokallahu fiikum.</em></p>
<p>Dahulu kala ummat manusia telah mengenal diktator-diktator sadis yang memerintah dengan tangan-tangan besi. Dari zaman ke zaman, dunia melahirkan diktator-diktator sadis yang tak berperikemanusiaan dan melenceng jauh dari tuntunan Allah -Azza wa Jalla-. Masih segar dalam ingatan kita beberapa diktator yang pernah ada di dunia, seperti Raja Namrud, Fir’aun, Hitler, Napoleon Bonaparte, Jengis Khan, dan sebagainya. Mereka adalah orang-orang zholim dan sewenang-wenang atas hamba-hamba Allah.</p>
<p>Jarum waktu senantiasa berjalan sampai lahirlah kompilasi (gabungan) diktator-diktator sadis gaya baru yang masuk dalam dunia pendidikan dan almamater melalui pintu &#8220;OSPEK&#8221; (Orietasi Pengenalan Kampus). Jika dahulu para diktator jumlahnya sedikit, maka sekarang beda halnya. Jumlahnya menjamur bak jamur di musim hujan, khususnya saat penerimaan MABA (Mahasiswa Baru). Maka muncullah diktator-diktator (yaitu: para mahasiswa senior) menampakkan taring keganasan mereka, siap menzholimi para hamba Allah dari kalangan MABA dengan berkedok &#8220;Orientasi&#8221;. Aksi zholim seperti ini Anda bisa lihat -<em>khususnya-</em> di kota Makassar, Sulsel, saat penerimaan MABA di sebagian perguruan tinggi.</p>
<p>Kezholiman dan penyiksaan yang diperbuat oleh para mahasiswa senior atas MABA sungguh telah melampaui batas; melebihi kezholiman para diktator tersebut, dan orang-orang <strong>komunis (PKI)</strong>. Perhatikan, para diktator (<em>baca: para senior</em>) itu menzholimi dan menyiksa hamba-hamba Allah; <strong>para senior memukuli mereka, mengurung, menakut-nakuti, mengadu MABA, menampar, melukai, mengambil uang mereka secara batil, menodai wanita, menghina kehormatan saudaranya, bahkan memerintahkan para MABA (Junior) untuk melakukan kekafiran dan kesyirikan, seperti bersujud di depan mumi, atau sebuah patung yang mereka buat.</strong> Sungguh perbuatan ini telah melampaui batasan Allah. Para senior tak lagi takut kepada Allah -Ta’ala-; seakan-akan mereka tak lagi memiliki Tuhan yang akan menghisab dan membalas kezholiman mereka.</p>
<p>OSPEK , singkatan untuk: &#8220;<strong>Orientasi Pengenalan Kampus</strong>&#8220;. Nampaknya manis, tapi hakikatnya pahit dan beracun. Singkatan ini baiknya diubah arti dan maknanya sehingga kita katakan, OSPEK adalah singkatan bagi &#8220;<strong>Orientasi Penyiksaan Kampus</strong>&#8220;.</p>
<p>Diantara bentuk pelanggaran, dan kezholiman yang terjadi dalam OSPEK, dilakoni oleh para mahasiswa senior:</p>
<p><strong>[1.] Penyiksaan Hamba-hamba Allah</strong></p>
<p>Para senior menyiksa para mahasiswa baru (junior) dalam OSPEK adalah perkara yang sudah menjadi rahasia umum; mulai dari kengkreng, mencambuk, memukul, menempeleng, merendam orang, merayap dalam jarak jauh, menendang, melukai, dan lainnya. Para senior telah lepas kontrol, seakan binatang buas menyeruduk, dan melakukan apa saja yang mereka inginkan; seakan manusia purba yang hidup tanpa aturan, dan bergaya anarkis. Demi Allah, mereka akan dihisab, dan disiksa oleh Allah. Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,</p>
<h2>إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يُعَذِّبُ الَّذِيْنَ يُعَذِّبُوْنَ النَّاسَ فِيْ الدُّنْيَا</h2>
<p>&#8220;Sesungguhnya Allah -Azza wa Jalla- akan menyiksa orang-orang yang menyiksa manusia di dunia&#8221;.</p>
<p>[HR. Muslim (2613), dan Abu Dawud (3045)]</p>
<p>Bentuk penyiksaan yang sering dilakukan oleh senior, memukul para junior, bahkan menampar wajahnya yang mulia. Al-Imam An-Nawawiy-rahimahullah- berkata, &#8220;Adapun memukul wajah, maka hal itu terlarang pada setiap hewan yang terhormat berupa manusia, keledai, kuda, onta, bagal,kambing, dan lainnya. Tapi hal itu pada manusia lebih bermasalah, karena wajah adalah pusat keindahan. Disamping itu, wajah juga lembut, karena akan nampak padanya bekas pukulan. Terkadang pukulan itu akan merusaknya, dan mengganggu sebagian panca indra&#8221;. [Lihat Syarh Shohih Muslim (14/323)]</p>
<p><strong>[2.] Membuat Orang Marah dan Jengkel</strong></p>
<p>Menyayangi, dan menghormati orang-orang yang lebih rendah kedudukannya (seperti, orang miskin, mahasiswa junior, anak kecil, dan lainnya) adalah perkara yang dianjurkan oleh agama kita. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,</p>
<h2>مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيَعْرِفْ حَقَّ كَبِيْرِنَا فَلَيْسَ مِنَّا</h2>
<p>&#8220;Barangsiapa yang tidak menyayangi orang kecil diantara kami, dan tidak mengenal hak orang besar (orang tua) diantara kami, maka ia bukan termasuk golongan kami&#8221;.</p>
<p>[HR. Abu Dawud (4943), dan At-Tirmidziy (1920)]</p>
<p>Orang-orang yang tidak menyayangi, dan tak menghormati orang-orang kecil dan rendahan, maka mereka tak disayangi oleh Allah. Bahkan mereka telah membuat Allah murka kepadanya, jika ia membuat orang-orang rendahan jadi marah dan jengkel. Amr bin A’idz Al-Muzaniy -radhiyallahu ‘anhu- berkata,</p>
<h2>أَنَّ أَبَا سُفْيَانَ أَتَى عَلَى سَلْمَانَ وَ صُهَيْبٍ وَبِلاَلٍ فِيْ نَفَرٍ فَقَالُوْا: وَاللهِ, مَا أَخَذَتْ سُيُوْفُ اللهِ مِنْ عُنُقِ عَدُوِّ اللهِ مَأْخَذَهَا قَالَ: فَقَالَ أَبُوْ بَكْرٍ: أَتَقُوْلُوْنَ هَذَا لِشَيْخِ قُرَيْشٍ وَسَيِّدِهِمْ ؟ فَأَتَى النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَهُ, فَقَالَ: يَا أَبَا بَكْرٍ, لَعَلَّكَ أَغْضَبْتَهُمْ, لَئِنْ كُنْتَ أَغْضَبْتَهُمْ لَقَدْ أَغْضَبْتَ رَبَّكَ</h2>
<p>&#8220;Abu Sufyan pernah datang (<em>waktu itu masih musyrik, -pen.</em>) kepada Salman, Shuhaib, dan Bilal bersama rombongan. Mereka pun (<em>Salman dkk.</em>) berkata, &#8220;Demi Allah, pedang-pedang Allah belum mengenai leher musuh-musuh Allah&#8221;. Amer bin A’idz berkata, &#8220;Abu Bakar berkata, &#8220;Apakah kalian mau mengucapkan hal seperti ini kepada Orang tua dan Pemimpin Quraisy ini (<em>yakni, Abu Sufyan</em>)? Lalu Abu Bakar pun datang kepada Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- seraya mengabarkan kejadian itu. Beliau bersabda, &#8220;Wahai Abu Bakar, barangkali engkau telah membuat mereka marah. Jika kau telah membuat mereka marah, maka kau telah membuat Robb-mu marah&#8221;. [HR. Muslim (2504)]</p>
<p>Al-Imam Abu Zakariyya’ An-Nawawiy-rahimahullah- berkata, &#8220;Dalam hadits ini terdapat keutamaan yang jelas bagi Salman, dan kawan-kawan mereka ini. Di dalamnya juga terdapat (anjuran) untuk menjaga hati (perasaan) orang-orang lemah, orang yang beragama; memuliakan, dan bersikap lembut kepada mereka&#8221;. [Lihat Al-Minhaj (16/66)]</p>
<p>Jadi, membuat orang-orang lemah dan rendahan jadi marah dan tersinggung merupakan perkara yang tercela dalam Islam. Apalagi jika orang lemah adalah orang yang sholeh dan beragama.</p>
<p><strong>[3.] Memperolok-olok &#38; Menghina Junior</strong></p>
<p>Kata-kata kotor dan hina yang keluar dari mulut-mulut mahasiswa senior dalam OSPEK ketika menghina, dan memperolok-olokkan junior; sudah menjadi menjadi lumrah dan <strong>halal</strong> di sisi para senior. Padahal Allah melarang kita menghina yang lain,</p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan (menghina) kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan (menghina) kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri, dan janganlah melakukan <strong>tanabuz </strong>(memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan). seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman, dan<strong> barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim</strong>&#8220;. (QS. Al-Hujuraat: 11).</p>
<p>Ahli Tafsir Jazirah Arab, Syaikh Nashir As-Sa’diy-rahimahullah- berkata dalam memaknai ayat ini, &#8220;Janganlah seorang diantara kalian mencela saudaranya, dan menggelarinya dengan gelar-gelar hina yang ia benci jika disematkan kepadanya. Inilah tanabuz. Adapun gelar-gelar yang tak tercela, maka ia tak masuk dalam hal ini&#8221;. [Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman (hal.801)]</p>
<p>Menghina MABA dengan gelar-gelar jelek adalah hal yang lumrah dilakukan oleh senior mereka, misalnya senior menggelari MABA dengan &#8220;si Gundul&#8221;, &#8220;si Botak&#8221;, &#8220;Monyet&#8221;, &#8220;Anjing&#8221;, &#8220;Babi&#8221;, dan lainnya.</p>
<p>Ibnu An-Nuhhas Ad-Dimasyqiy -<em>rahimahullah</em>- berkata dalam Tanbih Al-Ghofilin (hal. 149), &#8220;An-Nawawiy -rahimahullah- berkata dalam Al-Adzkar, &#8220;Para ulama’ telah menyepakati pengharaman memberikan gelar-gelar (jelek) kepada manusia dengan sesuatu yang ia benci, sama saja apakah gelar itu adalah sifat baginya, seperti si Mata Rabun, si Pincang, si Juling, si Kecil; ataukah gelar itu adalah sifat ayah, dan ibunya, atau selainnya diantara perkara yang ia benci&#8221;. [Lihat Al-Adzkar: Kitabul Asma' (hal. 662)]</p>
<p>Jika kita mau menelusuri dan mengintai kegiatan OSPEK, maka kita akan menjumpai beragam penghinaan dan olok-olokan, mulai dari perintah menggundul kepala, mencukur sebagian rambut dengan model yang menggelitik, mencoreng wajah dengan arang, perintah panjat ke tiang listrik sambil teriak, &#8220;aku maling!! Aku gila!!!&#8221;, mengepang rambut dalam jumlah banyak, dan lainnya.</p>
<p>Lebih edan lagi, jika mereka menghina orang-orang berjenggot karena mengamalkan sunnah, dan wanita berjilbab. Sebab menghina dan mengolok-olok orang karena berpegang teguhnya kepada sunnah adalah sebuah kekafiran !!!</p>
<p><strong>[4.] Memerintahkan Kekafiran dan Kesyirikan</strong></p>
<p>Sebuah pelanggaran dan dosa yang besar dalam OSPEK, sebagian mahasiswa senior memerintahkan setiap MABA untuk bersujud dan membungkuk (ruku’) depan patung, atau mumi. Ketahuilah bahwa perkara seperti ini haram, karena sujud adalah ibadah yang tidak boleh dipersembahkan, kecuali di depan Allah. Jika seorang bersujud di depan makhluk, maka berarti ia telah mempersekutukan Allah dalam beribadah. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,</p>
<h2>مَا يَنْبَغِيْ ِلأَحَدٍ أَنْ يَسْجُدَ ِلأَحَدٍ وَلَوْ كَانَ أَحَدٌ يَنْبَغِيْ أَنْ يَسْجُدَ ِلأَحَدٍ َلأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا لِمَا عَظَّمَ اللهُ عَلَيْهَا مِنْ حَقِّهِ</h2>
<p>&#8220;Tidak pantas bagi seorang manusia untuk bersujud kepada seorang makhluk. Andai ada seorang yang pantas untuk bersujud kepada yang lain, maka aku akan memerintahkan seorang istri bersujud kepada suaminya, karena Allah menjadikan hak suami besar atas sang istri&#8221;. [HR. Ibnu Hibban dalam Shohih-nya (4162), dan Al-Baihaqiy dalam Al-Kubro (14481). Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Arna'uth dalam Takhrij Al-Ihsan (9/470)]</p>
<p>Ketika menjawab seorang penanya yang bertanya tentang hukum ruku’ kepada selain Allah, maka para ulama’ yang tergabung dalam Al-Lajnah Ad-Da’imah berfatwa, &#8220;Tidak boleh, bahkan hal itu adalah kesyirikan, karena ruku’ adalah ibadah kepada Allah -Subhanahu-, seperti halnya bersujud tidak boleh dilakukan untuk selain Allah –Subhanahu-&#8221;.[Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Da'imah (1/337)]</p>
<p><strong>[5.] Membunuh Seorang Muslim</strong></p>
<p>Di antara dosa besar yang dilakoni oleh sebagian senior, membunuh sebagian juniornya. Sekitar tahun 1996 M , telah terbunuh beberapa Maba, akibat ulah senior yang memerintahkan Maba untuk berenang di sebuah sungai. Mereka dipaksa berenang, padahal tak bisa renang. Akhirnya sekawanan Maba meninggal dalam kasus OSPEK itu. Allah berfirman,</p>
<p>&#8220;Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya&#8221;. (QS. An-Nisaa’: 93).</p>
<p>Ini adalah ancaman yang berat bagi orang yang membunuh seorang muslim. Bagaimana lagi jika membunuh lebih dari seorang. Cukuplah hal ini menjadikan alasan bagi kita mengharamkan perbuatan <strong>sadis</strong> mereka dalam kegiatan OSPEK !!</p>
<p><strong>Inilah beberapa gelintir pelanggaran OSPEK. Andai kita mau menghitungnya, maka terlalu banyak</strong>, seperti menodai anak gadis orang, para senior menganggap dirinya ma’shum yang tak pernah salah, memakan uang haram melalui pajak-pajak liar dalam OSPEK, Mengolok-olok agama atau sunnah Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- , dan lainnya. Ringkasnya, <strong>OSPEK </strong>atau<strong> MOS</strong> (<em>atau </em><strong><em>MAPTA, Masa Penerimaan Tamu = Masa Penghinaan Tamu</em></strong><em>, -ed</em>.) yang mengandung kezholiman dan pelanggaran terhadap batasan syari’at merupakan perkara haram !!</p>
<p><!--more-->Catatan: Buletin ini ditulis menjelang musim penerimaan mahasiswa baru di kampus-kampus.</p>
<p><em>Sumber: Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 76 Tahun II.</em></p>
<p><em>Penerbit: Pustaka Ibnu Abbas.</em></p>
<p><em>Alamat: Pesantren Tanwirus Sunnah, Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel.</em></p>
<p><em>HP: 08124173512 (a.n. Ust. Abu Fa’izah).</em></p>
<p><em>Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab: Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc.</em></p>
<p><em>Dewan Redaksi: Santri Ma’had Tanwirus Sunnah – Gowa. Editor/Pengasuh: Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc.</em></p>
<p><em>Layout: Abu Dzikro.</em></p>
<p><em>Untuk berlangganan/pemesanan hubungi: Ilham Al-Atsary (085255974201).</em></p>
<p><em>(infaq Rp. 200,-/exp)</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Die Sankt-Martin-Diktatorin]]></title>
<link>http://gaga2009.wordpress.com/2009/11/06/die-sant-martin-diktatorin/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 20:38:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>gaga2009</dc:creator>
<guid>http://gaga2009.wordpress.com/2009/11/06/die-sant-martin-diktatorin/</guid>
<description><![CDATA[Nächste Woche veranstaltet die Krabbelgruppe einen Sankt-Martins-Umzug, mit kleinen, liebevoll selbs]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Nächste Woche veranstaltet die Krabbelgruppe einen Sankt-Martins-Umzug, mit kleinen, liebevoll selbstgebastelten Laternen. Jeder, aber wirklich jeder, darf mit machen, laut der Leiterin.<br />
Aaaaber nur unter einer Bedingung! Jeder muss die 4 Lieder komplett mitsingen, es darf währenddessen nicht geschwätzt werden und die Lieder werden zweimal gesungen!!! Das ist schließlich die Tatsache, die ihren Umzug so einzigartig macht, sagt sie. HUI!!!<br />
Ach, ich wünschte ich könnte auch so originell wie sie sein, dann wäre ich bestimmt nicht depressiv! Fräulein Diktatorin befiehlt: Es wird gesungen und so soll es sein. Ich glaube, dass geilt sie richtig auf!?<br />
Nagut, wenn sie sich dann besser fühlt uns, schief singenderweise, mit erheblichen Text- und Melodieproblemen, durch die Straßen zu treiben, was solls. Wir werden ihr helfen, dass sie sich wie die tollste Sankt-Martin-Umzugs-Organisatorin fühlt.<br />
Heute, beim Probelauf haben sich die Kleinen übrigens die hübschen Laternen um die Ohren gehauen. Na, das wird ein Spaß!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[K A B I N E T  ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/10/19/k-a-b-i-n-e-t/</link>
<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 05:15:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/10/19/k-a-b-i-n-e-t/</guid>
<description><![CDATA[Pada masa “order baru” dua ekor anjing berjumpa, “ Apa kabar ?” Dijawab “ Cari makan susah ! “  Pada]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3179" title="jaya_suprana_001" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/10/jaya_suprana_001.jpg?w=112" alt="jaya_suprana_001" width="112" height="150" />Pada masa “order baru” dua ekor anjing berjumpa, “ Apa kabar ?” Dijawab “ Cari makan susah ! “  Pada masa reformasi mereka kembali berjumpa, “ Apa kabar ? “  Dijawab, “ Cari makan tetap susah, tetapi kini saya bebas menyalak. ”</p>
<p>Saya sadar, sedikit pun tidak memiliki pengaruh terhadap hak prerogatif presiden menyusun kabinet. Maka, saya menulis naskah ini sekadar sebagai ungkapan pendapat pribadi, mumpung sudah tidak ada menteri penerangan membredel koran. Ibarat seekor anjing menyalak, mumpung bebas menyalak, tetapi sadar kafilah akan tetap berlalu.</p>
<p>Secara keseluruhan, kabinet yang habis masa baktinya sudah berkinerja bagus, terutama kinerja para menteri perempuan. Menteri kesehatan berani dan tegas mengambil keputusan, termasuk yang tidak populer demi menanggulangi berbagai permasalahan pelayanan kesehatan rakyat Indonesia dengan cara Indonesia sendiri. Secara keseluruhan, mutu pelayanan kesehatan dapat dinilai membaik, kecuali di kawasan pelosok masih perlu ditingkatkan. Terakhir, menkes dengan gagah berani mempertanyakan hilangnya klausa tembakau dari UU Kesehatan.</p>
<p>Menteri perdagangan sangat bersemangat mengembangkan ekonomi kreativitas yang hasilnya dapat dirasakan secara nyata, seperti halnya kenaikan tiras penjualan batik berkat dukungan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata hingga UNESCO. Mendag yang doktor ekonomi ini giat turun ke lapangan meninjau arus dan alur gerak perdagangan, mulai dari hulu sampai hilir. Perdagangan ke luar negeri digenjot melalui Badan Pengembangan Ekspor Nasional. Andaikata saya menjadi presiden, saya akan bilang “lanjutkan ! ” kepada menteri perdagangan demi menuntaskan jerih payah perjuangan menempuh deru campur debu bepercik keringat, air mata, dan darah menuju masyarakat yang lebih adil dan makmur.</p>
<p>Apalagi menetri keuangan yang kini merangkap menteri koordinator perekonomian itu jelas tidak perlu diragukan kesaktimandragunaannya. Tentu tidak sembarangan apabila media internasional menobatkan sebagai salah seorang menteri keuangan terbaik di dunia masa kini. Di ujung akhir masa jabatan mendadak ada noda kisruh penyaluran dana ke sebuah bank yang semoha jangan menjadi setitik nila merusak susu sebelanga. Selama kekeliruan terbatas prosedur administratif, maka tidak ada alasan tidak memberi kesempatan bagi perempuan perkaasa ini melanjutkan ikhtiar pembenahan keuangan negara.</p>
<p><strong><!--more-->Pemberdayaan  perempuan</strong></p>
<p>Putri sulung proklamator kemerdekaan memang mewarisi kearifbijaksanaan sang ayah. Menteri negara pemberdayaan perempuan secara arif bijaksana berusaha memberdayakan kaum perempuan Indonesia yang sebenarnya sudah tidak perlu diberdayakan lagi sebab sudah sangat berdaya, terbukti pada diri sang menteri sendiri maupun pada sekian banyak perempuan Indonesia yang telah berhasil menjadi pengusaha, cendekiawan, seniman, budayawan, politisi terkemuka, sampai wakil presiden yang kemudian menjadi presiden.</p>
<p>Kementerian yang didirikan Pak Harto pada masa Orde Baru untuk menyenangkan Ibu Tien dan para perempian Indonesia, yang secara politis penting sebab jumlahnya lebih besar ketimbang para lelaki, sebenarnya di masa kini anakronis sebab pada kenyataan kaum perempuan Indonesia masa kini sudah berdaya bahwakan paling berdaya dibandingkan dengan negara-negara berkembang masupun yang disebut maju di dunia masa kini.</p>
<p>Amerika Serikat saja terbukti masih belum berhasil mengangkat harkat dan martabat warga perempuannya menjadi presiden gara-gara barack Obama. Cina, Jepang, Korea, apalagi Arab saudi dalam hal pemberdayaan perempuan jauh tertinggal ketimbang Indonesia. Betapa indah apabila menteri negara pemberdayaan perempuan “ditingkatkan” menjadi menteri keluarga. Departemen yang mengurusi keluarga tidak terbatas mengurusi kaum perempuan belaka, tetapi juga anak-anak dan kaum lelaki sebagai suami sang perempuan dan ayah sang anak-anak. Dengan mengganti menteri negara pemberdayaan perempuan menjadi menteri keluarga, dengan sendirinya paham diskriminasi jender di Indonesia akan makin luntur sebelum lenyap sama sekali.</p>
<p>Sementara Kak Seto tentu tidak keberatan jika departemen keluarga dilengkapi direktorat jenderal yang fokus melindungi hak-hak anak-anak Indonesia. Menjunjung tinggi kepentingan keluarga benar-benar sangat penting mengingat keluarga adalah soko guru negara dan bangsa. Menteri negara pemberdayaan perempuan yang sekarang ini adalah tepat untuk ditugaskan menteri keluarga.</p>
<p><strong>Menteri kebudayaan</strong></p>
<p>Sebagai pemerhati kebudayaan, saya pribadi senang jika ada menteri kebudayaan. Namun, istilah kebudayaan pada hakikatnya terlalu luas, mendalam, kompleks, dan rumit apalagi dalam skala kenegaraan Nusantara untik mampu diurus oleh seorang menteri. Makna kebudayaan yang tepat dan benar bukan terbatas hanya kesenian tetapi seperti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi mutakhir adalah hasil kegiatan dan penciptaan (akal budi) manusia, seperti kepercayaanm kesenian, dan adat istiadat atau secara antropologus bisa juga bermakna keseluruhan (!) pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah lakunya.</p>
<p>Berdasarkan makna secara umum maupun ilmiah, maka jangkauan kebudayaan merambah masuk ke bidang agama, sosial, iptek, ekonomi, militer, pendidikan, bahkan segenap bidang kehidupan masyarakat yang sebenarnya masing-masing sudah ada menterinya. Dikhawatirkan menteri kebudayaan tumpang tindih bahkan bertabrakan dengan menteri agama, pertahanan, sosial, ristek, pariwisata, pendidikan, keluarga, ekonomi, keuangan, perdagangan, komunikasi, perhubungan, dan lainnya.</p>
<p>Sebenarnya tugas kebudayaan sudah diemban presiden yang bertanggung kawab atas segenap aspek kehidupan masyarakat sebuah negara dan bangsa. Kecuali apabila tugas menteri kebudayaan memang sengaja (keliru) dibatasi hanya kesenian, maka silakan saja. Sebab, sampai saat ini kesenian memang masih dianaktirikan dalam hal kementerian. Dengan satu syarat, wewenang sang menteri yang mengurus kesenian wajib terbatas fasilitator, jangan sampai menjadi regulator apalagi diktator.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Kabinet &#124; Jaya Suprana – Budayawan<br />
Kompas, 17.10.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Atatürk Keşke Diktatör Olsaydı]]></title>
<link>http://kadinlarcesmesi.wordpress.com/2009/10/06/ataturk-keske-diktator-olsaydi/</link>
<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 08:58:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>mezun</dc:creator>
<guid>http://kadinlarcesmesi.wordpress.com/2009/10/06/ataturk-keske-diktator-olsaydi/</guid>
<description><![CDATA[Tarihçi Turgut Özakman&#8217;dan tartışma yaratacak açıklamalar. Tam 60 yılını Cumhuriyet tarihini v]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Tarihçi Turgut Özakman&#8217;dan tartışma yaratacak açıklamalar.<br />
Tam 60 yılını Cumhuriyet tarihini ve Atatürk’ü araştırmaya adayan Turgut Özakman, “Atatürk’ün diktatör olduğunu iddia ediyorlar, ama hiç olmadı” diyor. Sonra çok tartışılacak bir söz söylüyor “Keşke olsaydı! Bir milletin kurtuluşu için 5 yıl, 10 yıl diktatörlüğe katlanılır.” Bu sözünün altını dolduruyor ardından: “Çünkü daha hızlı gitmemiz lazımdı. Halk hükümeti kurulmasına ihtiyaç vardı. Ama Atatürk kadar çalışan adam çok azdı. Yaratıcı zekaya sahip kadrolar yoktu&#8230;”</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Dersimiz Atatürk neyi anlatıyor?</p>
<p>Bir kere Atatürk niye büyük onu bilelim. Hepimizin bilmesi lazım. Dünya tarihinde bir eşi yok. Hem vatanını kurtarıyor, hem milletini kurtarıyor, hem de emperyalizme karşı savaşıyor. Üstelik bütün bunları sıfırdan yola çıkarak yapıyor. ABD’nin eski Başkanı General Eisenhower Avrupa’ya çıktı, Almanlar’ı yendi o kadar. Şimdi adını anan bile yok. O tarihlerde Cumhuriyet ilan edildikten sonra Ahmet Emin Yalman’ın bir yazısı var. Diyor ki, “Mustafa Kemal Paşa bence Amerikan Bağımsızlık Savaşı’nın önderi General George Washington gibi bir köşeye çekilip kendini unutturmalı.” Nasıl bir kafadır bu. Hep de iddia ediliyor ki, diktatör olabilir. Ama hiç olmadı ki&#8230; Keşke olsaydı!</p>
<p>Neden?</p>
<p>Bir milletin kurtuluşu için 3 yıl, 5 yıl, 10 yıl diktatörlüğe katlanılır. Keşke olsaydı, çok yavaş gitti. Hızlı gitseydi, daha çok şey yapsaydı, bugünler çok daha farklı olurdu.</p>
<p>Mesela ne yapabilirdi?</p>
<p>Cumhuriyet kurulduktan sonra hiçbir şeye karışmıyor. Bakanları çağırıp talimat vermiyor. Öyle sersemlikler yapan bakanlar var ki, birini çağırıp azarlasa&#8230;</p>
<p>Hangi konularda?</p>
<p>Her konuda. Yani çalışan adam çok az, yaratıcı zeka yok.</p>
<p>Cumhuriyet kurulurken sadece 50 kişi asıldı!</p>
<p>‘Keşke diktatör olsaydı’ sözünüzü biraz daha açar mısınız?</p>
<p>Daha hızlı gitmeye ihtiyacımız vardı, halk hükümeti olmaya ihtiyacımız vardı. ‘Nef’i hazine’ diye bir tabir vardır bilir misiniz? ‘Hazinenin menfaatine’ demektir. Maliyede bir sorun çıkarsa bütün meseleler hazinenin yararına halledilir. Bu Osmanlı’dan kalma aşağılık bir anlayış, doğrusu halk yararına olacak. Biz halk hükümeti kurduk ama halk ayağına dayanmayı başaramadık. Yani, o küçük memurdan başlayarak bunu yaratamadık. Bu çok zor bir şey tabii. Yani bin yıllık bir alışkanlığı hemen çabucak bırakıp halkın emrinde olduğunu, onun hizmetkârı olduğunu anlamıyor devlet. Şimdi de anlamıyorlar.</p>
<p>* Birkaç yıl önce Şebinkarahisar’da konuştuğum 103 yaşındaki Bilal Dede, “Şapka yüzünden çok adam asıldı. ’Böyle devrim olmaz. Bu şapkayla namaz kılınmaz’ diyen ne kadar alim varsa biz onların cenaze namazına durduk!” diye anlatmış ve ardından da “Atatürk diktatördü amma böyle olması gerekiyordu. Bu millete onun gibi biri lazımdı. Kafasında hem akıl hem siyaset vardı. Bir daldan yaprak düşmeden o düşeceğini anlardı&#8230;” diye eklemişti. Öylesine saygı duyuyordu Atatürk’e&#8230; Bir de tanım yapmıştı, “Atatürk öyle bir adamdı ki kurt bile koyuna dalmaktan korkardı dağlarda!” diye&#8230;</p>
<p>Bunları söyleyen bir köylü. Duyduklarını anlatmış size&#8230; Bir kere “Devrimlere karşı çıktı” diye, asılan yok. Bunu bilin&#8230; Giyim kuşam devriminde şapka, isyan için vesile azledilmiştir üç-dört şehrimizde. Rize’de, Erzurum’da, galiba Sivas ve Elazığ’da da&#8230; Onların elebaşları, yani “Şapka giymeyiz, kafirliktir! Devirelim bu hükümeti” diyenler asılmıştır. O apayrı bir hikâyedir. Onların hepsini toplarsan da bir şey etmez. Cumhuriyet’in 50 kişinin idamıyla gerçekleştiğini, inanılmaz bir büyük devrim yaratıldığını düşünün. Bu, insanın parmağına toplu iğne batması kadar basit bir şey.</p>
<p>Kansız bir devrim olduğu zaten kabul ediliyor&#8230;</p>
<p>Kesinlikle. Çünkü sıkıyönetim yok, sansür yok. Bunlar da bir Şeyh Sait isyanında, bir de İzmir Suikasti dolayısıyla İstiklal Mahkemeleri’nde çalıştırılmıştır. Şimdi onları yazıyorum ‘Cumhuriyet’ kitabım dolayısıyla&#8230; Tam ifade metinlerini okuyunca, sonradan iyi niyetle özetlenenlerin ne kadar yanlış olduklarını ortaya koyuyorum&#8230; Öyle şeyler söylenmiş ki, onları da o özetlere koymak lazımdı ki İstiklal Mahkemeleri’nin ne kadar dikkatli, ne kadar özenerek, ne kadar saygı duyularak gerçeği ortaya çıkartmaya çalıştığı anlaşılsın. Önce insanlara vakit veriyorlar. Yani karşılarına geçirip de “Anlat!” diye başlamıyor o soruşturmanın mahkemeleri&#8230; Bizim kendi tarihimizi çok iyi, çok ciddi, çok saygı ile incelememiz lazım.</p>
<p>Demokrasiye geçişte İsmet İnönü çok fazla telaş etti</p>
<p>Atatürk’e ilginiz ne zaman başladı?</p>
<p>60 yıl önce&#8230; Anadolu’da yayan yürüdüğüm zaman&#8230; Ankara-Polatlı’dan Afyon’a yayan yürüdüm, 10 arkadaşımla birlikte. 1948 yılında&#8230; 30 Ağustos Zaferi’ne katılmak için Polatlı’dan toprak alıp götürmüştük Afyon’a. 10 günde gittik. Ertesi yıl yeni bir yoldan, Kütahya’dan Afyon’a bir daha yürüdüm. İşte o arada anı toplamaya başladım, derken bugünkü hale geldi.</p>
<p>Peki ilk yürüyüşünüze karar vermeniz nasıl oldu?</p>
<p>Bir dernek kurulmuştu. ‘Anadolu Oymağı’ diye&#8230; Ben o zaman Ankara Hukuk Fakültesi’nde öğrenciyim. O dernek bu yürüyüşe katılacak gönüllüler arıyordu. Biri ben oldum.</p>
<p>Hayatınız o zaman değişti diyebilir miyiz?</p>
<p>Evet. İyi ki de gitmişim. Anıları dinledik. “Kemal’in Askerleri” o anılardan kalma bir deyimdir. Ondan sonra da, param varsa kitap aldım okudum, yoksa kütüphanedeki kitaplardan defterlere yazdım. Evvela anılarla, sonra yakın tarihimizle ilgili bilgi ve yayın toplamaya başladım&#8230;</p>
<p>Aradan geçen 60 yılda ne öğrendiniz?</p>
<p>Yalnız kahraman yetiştirmiyoruz biz, hain de yetiştiriyoruz. Bunların içinde, hain de var, yalancı da var. Sırf politika uğruna bunları yapan da var. Dolduruşa geldiği için onları doğru zannedip sahibinin sesi olarak konuşan plaklar da var. Cumhuriyet kurulduğu zaman da Cumhuriyet’in düşmanları var. Onlar saraylılar, hilafetçiler&#8230; Bugünkülere bakıyorum, bazıları dinci olduğu için Atatürk’e, Cumhuriyet’e karşı. Ama gencecik adamlar var, onlar niye Cumhuriyet’e karşı? Cumhuriyeti yıkıp yerine daha ileri ne kurabilirsiniz? İnsanoğlunun yaratabildiği daha ileri bir düzen yok ki! Atatürk’ün bir sözü var “İnsanoğlunun en büyük ümidi demokrasidir” diyor. Müthiş bir söz. Atatürk tam demokrasi istiyor. Ama biz daha kuramadık. Sanıyorum İngiltere’de var. Amerika’da söz konusu değil. Almanya’daki demokrasiye de saygım yok. 3 yıl kaldım, geçiniz. Fransa’da demokrasi olsaydı ’Ermeni kıyımı olmamıştır’ diyen birini hapse atacak kanun çıkamazdı. Demek ki yok demokrasi. Belki demokrasinin yüzde 70’i vardır ama gerisi yok.</p>
<p>Köy Enstitüleri’nin kapanmasında CHP’nin de yarı yarıya payı var</p>
<p>Bizde demokrasinin yüzde kaçı var?</p>
<p>Biz daha demokrasinin eşiğindeyiz. Biz seçimi demokrasinin tamamı sandık. Partiler çoğalır, seçim de yapılırsa bu demokrasidir sandık. Bunun demokrasinin onda biri olduğunu anlamadık. Tabii ki bu zorunlu, demokrasinin olmazsa olmaz bir kuralı. Ama demokrasi bundan ibaret değil. Bir kere hakikaten devletin gerçekten laik olması lazım, gerçekten bilime saygı duyması lazım.</p>
<p>Türkiye, Atatürk’ün kurduğu düzenin üzerine ne kadar taş koyabildi?</p>
<p>Biraz. Çok partili döneme geçilmesi, seçim yapılması, CHP’nin iktidarı kavgasız gürültüsüz Demokrat Parti’ye devredebilmesi bunlar bir ilerleme sayılıyor. Ama demokrasiye geçişte İsmet Paşa’nın çok telaş ettiği görülüyor. Bir an evvel demokrasiye geçilsin, o da demokrasi öncüsü olsun diye&#8230; Ama devrimleri, laikliği daha güvence altına alması gerekiyordu, büyük çoğunluk ondaydı. Mesela ‘Köy Enstitüleri’ni Demokrat Parti kapattı’ diyorlar ama yarı yarıya kapatan CHP’ydi. Son darbeyi vuran Demokrat Parti’ydi. CHP ile Demokrat Parti’nin uzlaşmadaki yetersizliğinden dolayı kapanmıştır Halk Evleri de&#8230;</p>
<p>Kontrol edemeyeceklerini mi düşündüler?</p>
<p>CHP bir devlet kurumu haline getirilmesine razı, Demokrat Parti de buna razıymış gibi görünüyor. CHP’yi Faik Ahmet Barutçu temsil ediyor. Demokrat Parti’yi Adnan Menderes&#8230; Sonra birden kopuyor. Bir kanun geliveriyor, CHP’liler de şaşırıyorlar. Ve Halk Evleri kapatılıyor. Görüşmeler yavaş yürüdüğü için&#8230; Adnan Menderes’in sabırsızlığı olabilir. Benim bütün kuşağım, biz Halk Evleri’nde yetiştik. Hiç CHP lafı falan duymadık. Parti örgütü gibi değildi Halk Evleri. Hadi tedbirli konuşayım, belki bir-iki yerde olmuştur. Ama ben Halk Evleri’nde çok çalıştım, hiçbirinde parti lafı edilmezdi. Orası bizi medeniyet için bir araya getiren bir yerdi. Artık bir daha kurulamaz. Köy Enstitüleri de, Halk Evleri de&#8230; Köy Enstitüleri Türk dehasının bir eseridir. O Köy Enstitüsü mezunlarında ne müthiş bir idealizm vardır. 8 tane adam komünist olmuşsa ne olmuş! Orduda oldu, kapattık mı orduyu? Üniversitede oldu, kapattık mı üniversiteyi? Komünist varsa, atarsın onları, biter gider. Köy Enstitüleri, Türkiye’yi kurtaracak çok büyük bir projeydi&#8230;</p>
<p>TURGUT ÖZAKMAN DÜN NE SÖYLEMİŞTİ?</p>
<p>Şeyh Sait İsyanı çok büyük talihsizlikti!</p>
<p>Hem Kürtler hem de Türkler için&#8230;</p>
<p>Kürt meselesinde Şeyh Sayit İsyanı çok büyük bir talihsizlik oldu. O çok şaşkın bir isyandı. Ne kadarı etnik isyan, ne kadarı dini isyan belli değil. Ne kadar akılsız bir iş yapılmış, ne kadar çok insan öldü. Hem Türk Ordusu’ndan hem de Kürtler’den&#8230; Üstelik Türk Ordusu’nda savaşan o kadar Kürt var ki!.. Ankara’nın Doğu’dan ürktüğü anlaşılıyor. Çünkü o dönemde İngilizler’le el altından işbirliği yapan çok Kürt var. Musul meselesinde İngilizler’den büyük bir darbe yemişiz zaten. Savaşmak gerek ama Türkiye daha yeni barışa ermiş. Yaraları yeni yeni sarılacak, savaşabilir mi? İşte tam da böyle bir dönemde isyan oluyor.</p>
<p>Ürküntü, korku, güvensizlik var&#8230; Yoksa Kürt halkıyla hiçbir sorunumuz yoktu. Olsaydı, Lozan’a giderken Kürt milletvekilleri ’Bizi sizden ayırmak istiyorlar. Aman ha ayırmayın!’ diye İnönü’yü uyarırlar mıydı?</p>
<p>Kürtler zaten kurucu millet! Asli unsur olmaktan çıkıp sığıntı mı olmak istiyorlar?</p>
<p>Bazı Kürtler diyorlar ki, “Lozan’da İsmet Paşa, ’Ülkeyi Türkler ve Kürtler birlikte yönetmektedir, yönetecektir’ demişti.” Doğru&#8230; Zaten öyle değil mi? Cumhuriyetin kuruluşundan beri birlikte değil miyiz? Kurucu millet onlar. Şimdi kurucu millet olmaktan çıkıp, azınlık olarak sığıntı bir millet mi olmak istiyorlar? Elbette egemen milletin bazı üstünlükleri vardır. Egemen millet, bu üstünlüklerini tabii ki zaman içersinde törpüleyerek yavaş yavaş herkesin altında yer alacağı büyük bir şemsiye yaratır. Ama bu kavgayla yaratılmaz bu şemsiye!</p>
<p>Atatürk’ün manevi oğlu Abdürrahim de Kürttü!</p>
<p>Atatürk’ün üç yaveri var biri Çerkez, biri Kürt, biri Türk. Kürt olan Mahmut Bey, daha sonra Siirt mebusu oluyor. Mahmut Soykan&#8230; Çerkez olan Altemur Kılıç’ın dayısı Muzaffer Kılıç&#8230; Türk ise Salih Bozok. Atatürk’ün manevi oğlu Abdürrahim de, Kürt’tü. Van ve Muş çevresindeki savaştan sonra Ermeniler’in dağıtıp kestiği ailelerden geride kalan yetim ve öksüz çok çocuk var. Herkes bu çocuklara sahip çıkmaya çalışıyor. Abdürrahim’i de 5 ya da 6 yaşında alıp annesi Zübeyde Hanım’ın yanına İstanbul’a gönderiyor Atatürk. ’Bu bizim evladımız olsun’ diyerek&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KISAH  PARA  DIKTATOR ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/25/kisah-para-diktator/</link>
<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 05:02:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/25/kisah-para-diktator/</guid>
<description><![CDATA[Kisah Para Diktator, Biografi Politik Para Penguasa Fasis, Komunis, Despots dan Tiran ; karya Jules ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2827" title="IMG" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/09/img.jpg?w=99" alt="IMG" width="99" height="150" />Kisah Para Diktator, Biografi Politik Para Penguasa Fasis, Komunis, Despots dan Tiran ; karya Jules Archer ini memang termasuk buku lawas – tetapi enak dibaca dan terasa ringan untuk kita mengetahui sekilas kiprah 16 tokoh diktator dari 12 negara ini, termasuk Indonesia. Tentunya, sepanjang kita tak perlu sampai mengerutkan dahi mempertanyakan keabsahan kategorisasi Archer tentang jenis-jenis diktator yang berasal dari kata dictare (Lt.), buku ini dijamin menarik buat dinikmati. Kendati dalam cetakan pertama (April 2004) ini ada beberapa kesalahan serta pencantuman data yang cukup mengganggu. Berikut adalah cuplikan bebas yang menarik dari buku ini untuk kita simak dan renungkan bersama.</p>
<p><strong>Vladimir Ilyich Lenin</strong> (10.04.1870 – 21.01.1924)</p>
<p>Sewaktu diminta mendefinisikan Komunisme, Lenin menjawab : “ Republik Soviet ditambah dengan elektrifikasi “.  Lenin memperkerjakan penasehat-penasehat teknis dari negara kapitalis Jerman dan Prancis. “ Satu orang ahli tehnik (entah dari negara manapun) sama nilainya dengan sepuluh orang komunis, “  katanya pahit kepada Leon Trotsky. Dan ketika ia mendatangkan modal asing ke negerinya, Lenin berkilah dengan alasannya sendiri. “ Mengapa kita harus menutup mata dari hal itu ? Secara sederhana, kita harus berjalan di garis dunia kapitalisme “. Bagi Lenin, tujuan selalu menghalalkan cara.</p>
<p><strong>Josef Vissarionovich Stalin</strong> (21.12.1879 – 05.03.1953)</p>
<p>Tahun 1905 menghantam Stalin dengan dua pukulan : pertama, gagalnya revolusi sosial Rusia dan yang kedua, kematian seorang gadis petani yang dinikahinya, Katherine Svanide. Di kuburan istri tercintanya itu, ia menangis, “ Saya kenal ia. Tetapi, ia kini telah tiada. Inilah perasaan hangat saya yang terakhir pada seluruh manusia. “  Stalin pun berubah makin dingin, sarkastis, penuh curiga, dendam dan kejam. Stalin dituduh membunuh ribuan korban karena teror-teror yang dilakukannya. Ketika hal itu dinyatakan suatu kali padanya, Stalin hanya mengangkat bahunya, “ Kau tidak bisa menciptakan revolusi dengan bersikap lemah lembut. “</p>
<p><strong><!--more--></strong></p>
<p><strong>Nikita Sergeyevich Khruschev</strong> (17.04.1894 – 11.09.1971)</p>
<p>Saat Khruschev berkunjung ke Amerika Serikat, ada dua hasil produksi AS yang paling mengesankannya yaitu keripik kentang (potato chip) dan serpih jagung (pop corn). “ Makanan ini lezat dan bergizi, “ katanya kepada pembantu terdekatnya. “ Dan lagi harganya murah. Lihatlah baik-baik, kita punya panen kentang dan jagung yang berlebih ! “  Saat pemerintah AS berupaya mencegahnya berkunjung ke Disneyland. Ketika mengetahui upaya ini, Khruschev kontan meledak marah, “ Apa ! Anda punya tempat peluncuran peluru kendali di sana ? “</p>
<p><strong>Benito Amilcare Andrea Mussolini</strong> (29.07.1883 – 28.04.1945)</p>
<p>Dalam pertemuan khusus dengan parlemen, Mussolini memperteguh kekuasaannya dengan merangkap jabatan Perdana Menteri, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Luar Negeri. “ Saya dapat memenuhi ruangan ini dengan mayat, “ teriaknya mengancam, “ Saya dapat juga memaku pintu (gedung) parlemen. Kamu semua duduk disini hanyalah karena keinginan baik saya pada persatuan nasional bangsa ini. Tetapi, kemauan baik saya itu tidak boleh dihalangi sedetik pun oleh pidato yang tak berguna ! “</p>
<p><strong>Mustafa Kemal Ataturk</strong> (12.03.1881 – 10.11.1938)</p>
<p>Demonstrasi dan kerusuhan mulai melanda seluruh negeri itu. Sekelompok penganut agama yang fanatik mulai bekerja sama dengan tentara bertujuan untuk menghancurkan “republik yang ateis”. Dengan gerak cepat Ataturk menggantung tiga puluh pemuka agama dan mengawasi gerakan pemberontak yang lain dengan ketat. “ Saya dapat membuat Turki menjadi negara demokrasi bila saya hidup limabelas tahun lagi, “ katanya penuh mimpi, “ Tetapi jika saya mati sekarang, itu akan memerlukan waktu tiga generasi. “</p>
<p><strong>Chiang Kai-Shek</strong> (31.10.1887 – 05.04.1975)</p>
<p>Tahun 1931, mengambil keuntungan dari perang saudara yang memecah belah bangsa itu, Jepang melakukan invasi dan menjajah Manchuria. Ancaman Jepang itu pada daratan Cina sangat jelas, pembantu-pembantu Chiang memohon kepadanya agar mau rujuk dengan Mao ; untuk bergabung dan berjuang melawan Jepang. “ Tidak ! “  jawabnya marah, “ Jepang hanya luka di kulit, sedangkan Komunis adalah penyakit jantung ! “  Beberapa pejabat yang dilaporkan menucurigai Chiang pro Jepang pun dihukum mati.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Mao Ze-dong</strong> (26.12.1893 – 09.09.1976)</p>
<p>Mengambil tempat sembunyi di pegunungan, Mao mulai mengembangkan teknik-teknik perang gerilya. “ Rakyat  mirip dengan air, “ demikian nasihatnya. “ Kita harus berenang di dalamnya seperti ikan. Pertama kali kita harus belajar dari massa dan kemudian mengajari mereka. “  Ia menyandarkan perjuangannya pada petani sebagai pendukung baik tempat persembunyian, pasokan makanan maupun sebagai cadangan tentara. “ Peralatan bukan faktor penting dalam perang, “ katanya, “ Yang penting adalah manusianya. “</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Raffael Trujillo</strong> (24.10.1891 – 30.05.1961)</p>
<p>Sebagai imbalan atas pajak tinggi yang dipungutnya, Trujillo mengijinkan lebih dari 2.000 warga Haiti tinggal di Dominika, sebagai buruh pabrik-pabrik gula milik investasi Amerika. Tetapi, tahun 1937, setelah harga gula meluncur turun, mereka pun dipecat. Sebagian dari mereka demi mempertahankan hidupnya terpaksa mencuri. Trujillo merenungkan masalah itu. “ Warga Domniika mungkin akan lebih senang, “ renungnya, “ Jika kita membasmi warga Haiti. “</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Fulgencio Batista y Zalvidar</strong> (16.01.1901 – 06.08.1973)</p>
<p>Batista berhasil mengambil alih kekuasaan di Kuba dan dengan cepat menaikkan pangkatnya sendiri menjadi kolonel. Seluruh komando militer kini dipegangnya. Ia mengirim telegram kepada seorang sersan : “ Secepatnya bergerak. Engkau diangkat menjadi Kapten. Perhatikan ! “  Jawaban telegram dari sersan itu kembali dengan isi : “ Telegram Anda terlambat. Saya telah mengangkat diri saya sendiri menjadi Kolonel. “  Namun, kendati terheran-heran dan terpesona, Batista menerima hal itu dengan baik.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Fidel Alejandro Castro Ruz</strong> (13.08.1926 -  … )</p>
<p>Jumlah tentara reguler dikuranginya dengan tajam. Bahkan satu pos militer yang besar diubahnya menjadi sekolah. “ Saya sebenarnya seorang militer tulen, “ sumpahnya, “ Saya tidak punya medali. Saya tidak senang dengan peralatan senjata. Kita semua kini adalah negeri tanpa Jenderal dan Kolonel ! “ ia menolak menaikkan pangkatnya dari pangkat Mayor yang dimilikinya sebagai pemberontak.  Dan Castro bekerja dengan energi yang bagai tak habis-habisnya – sepanjang hari untuk mengubah ekonomi Kuba. Ketika diingatkan bahwa ia kan jatuh sakit jika tidak beristirahat, ia hanya tertawa.  “ Obatku adalah rakyat, “ jawabnya, “ Aku harus bekerja keras ; mengerti dan berbicara dengan rakyat ! “</p>
<p><strong>Francois Duvalier</strong> (14.04.1907 – 21.04.1971)</p>
<p>Tahun 1966, selubung keterasingannya terkuak saat ia menerima wartawan Amerika Serikat. Dalam satu kesempatan wawancara, wartawan itu bertanya apa gunanya pistol Colt 45 di meja kerjanya, disamping Alkitab yang selalu terbuka. Papa Doc, demikian julukan diktator Haiti itu, dengan ekspresi dan gaya seperti belum pernah melihat pistol itu sebelumnya, mengangkat dan mengamatinya. “ Ini merupakan kekeliruan, “ katanya sambil memberikan senjata itu ke tangan salah seorang pembantunya. “ Bawa pergi, “ perintahnya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Antonio de Oliveira Salazar</strong> (28.04.1889 – 27.07.1970)</p>
<p>“ Saya seorang tawanan, “ satu kali ia pernah berkata dengan agak bangga, “ Dengan seluruh hidup dan pikiran yang saya persembahkan untuk pemerintah. Saya telah membuang jauh-jauh semua kehidupan pribadi yang seharusnya saya miliki.”  Ia memang hidup spartan, hemat dan sederhana, tidak merokok, tidak minum minuman keras, tidak tergoda dengan uang, tidak menikah dan seorang pendiam. Demi memerangi kesepiannya, ia pun mengangkat anak dua orang gadis. Ketika salah seorang terkena serangan demam panas, Salazar dengan setia menungguinya siang dan malam. “ Ini membuktikan betapa bijaksananya tidak memelihara keluarga sendiri, “ katanya, “ Lain halnya jika saya tidak harus memperdulikan Portugal. “</p>
<p><strong>Adolf Hitler</strong> (20.04.1889 – 30.04.1945)</p>
<p>Tahun 1934, Hitler memerintahkan kaum Nazi Austria membunuh Kanselir mereka, Engelbert Dolfuss. Tetapi usaha Nazi untuk merebut kekuasaan terancam, ketika Mussolini yang cemas mengirim tentaranya ke perbatasan Austria. Hitler bergegas pergi ke Venesia menemui tokoh yang menjadi idolanya dulu, tetapi di sana Mussolini mengecam dirinya. “ Sulitnya dengan Jerman adalah bahwa mereka tidak menghargai kebudayaan. “  Hitler pun menyergahnya, “ Kebudayaan ? Jika saya mendengar kata kebudayaan, saya hanya punya satu dorongan – menggambar pistol saya ! “  Mussolini berkomentar pada isterinya, “ Orang ini betul-betul gila ! “</p>
<p><strong>Francisco Franco Bahamonde </strong>(04.12.1892 – 20.11.1975)</p>
<p>Pernah terjadi ketika ia sedang menginspeksi pasukannya, seorang tentara legiun tegap yang tidak puas dengan menu makanan yang dihidangkan setiap hari di barak militer itu, melemparkan piring makanan ke muka Franco.  Dengan tenang, jenderal bertubuh kecil itu melap muka dan baju yang tersiram makanan dengan sapu tangan. Dan terus melanjutkan inspeksinya. Setelah selesai inspeksi, ia mengeluarkan tiga perintah. Mutu makanan diperbaiki. Seluruh perlengkapan bagi garnizun itu dibatasi selama 3 bulan. Dan terakhir, serdadu itu ditembak mati.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Soekarno</strong> (06.06.1901 – 21.06.1970)</p>
<p>Soekarno berpidato serampangan menyerang program bantuan PBB : “ Apa itu Unicef ?  Hanya susu bubuk. Aku lebih suka makan peuyeum (tape) Bandung. FAO mengirim para ahli yang tidak tahu apa-apa tenang pertanian Indonesia. Aku katakan pada mereka, pergilah ke neraka dengan bantuanmu ! “  Kemarahan pribadinya di arena diplomasi internasional malah memperburuk situasi ekonomi Indonesia dengan makin terisolasinya Indonesia dari dunia internasional.  Ketika para menterinya datang menghadap untuk membahas masalah terbangnya modal asing dari Indonesia, ia menggerutu, “ Masalah-masalah ekonomi membuatku sakit kepala ! “</p>
<p><strong>Gamal Abdul Nasser</strong> (15.01.1918 – 08.09.1970)</p>
<p>Seorang diplomat ulung Rusia, Alexander Shelepin dikirim bergegas ke Mesir dengan memanfaatkan kemarahan Nasser pada Amerika Serikat, untuk mengikatnya menjalin pakta kerjasama Moskow – Kairo. Tapi diktator Mesir itu dengan dingin menolak : “ Kami tidak akan menjual kemerdekaan kami dengan tiga puluh, empat puluh atau lima puluh juta poundsterling. “ Tetapi seorang pengamat di Kairo menasihati Shelepin : “ Coba enam puluh … “</p>
<p>Sumber   :</p>
<p>Kisah Para Diktator, Jules Archer – Penerbit Narasi, Yogyakarta &#8211; 195 Halaman<br />
Wikipedia.com untuk nama lengkap tokoh, tanggal lahir &#38; tanggal wafat.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Simurg]]></title>
<link>http://onemaphossi.wordpress.com/2009/09/18/simurg/</link>
<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 04:00:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>onemaphossi</dc:creator>
<guid>http://onemaphossi.wordpress.com/2009/09/18/simurg/</guid>
<description><![CDATA[Yüklenerek, bilgi ağacından yapılmış bastonuma Aksamamayı başarmaktır benim mucizem, Ucuz yılan numa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><img class="aligncenter size-medium wp-image-69" title="Simurg" src="http://onemaphossi.wordpress.com/files/2009/09/simurg.jpg?w=300" alt="Simurg" width="300" height="279" />Yüklenerek, bilgi ağacından yapılmış bastonuma</strong></p>
<p><strong>Aksamamayı başarmaktır benim mucizem,</strong></p>
<p><strong>Ucuz yılan numarası, kimin umrunda?</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Ve, yaklaşırım böylece sizlerin dünyanıza.</strong></p>
<p><strong>Gözleri bazen bir parça bezle,</strong></p>
<p><strong>Bazen ise otlarla örtülü kurbanlar görürüm.</strong></p>
<p><strong>Ama en acınası kurbandır, diğerlerini otlatan,</strong></p>
<p><strong>Ve bazen de bıçağı eline alan!</strong></p>
<p><strong>Göremez zira o, kendi sürüsünü,</strong></p>
<p><strong>Çok daha geniş vadilerde otlarlar çünkü.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Koyundan çoban olmaz;</strong></p>
<p><strong>Ve, çobansız koyun.</strong></p>
<p><strong>Gelmedim sizlere bir çoban,</strong></p>
<p><strong>Ve, bir ulu çobanın koyunu olarak.</strong></p>
<p><strong>Yalnızca öğretmek isterim, çobanlara,</strong></p>
<p><strong>Kendilerini gütmelerini,</strong></p>
<p><strong>Ve öğütlerim koyunlara olmalarını;</strong></p>
<p><strong>Kendi çobanları!</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Tez vakitte yıkınız bunun için,</strong></p>
<p><strong>Bereketsiz hayvan çiftliğinizi!</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Bilirim! Daha binlerce kez kuracaksınız yeni çiftlikler,</strong></p>
<p><strong>Ve yıkılacaktır her biri, birer birer.</strong></p>
<p><strong>Ancak bir anka ihtişamı görürüm ben, her bir çöküşte</strong></p>
<p><strong>Doğurmak zorunda olan kaf dağında, her seferinde</strong></p>
<p><strong>Daha güzel bebekler!</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Sevmem ben barışı!</strong></p>
<p><strong>Özendiririm sizleri, büyük savaşlara,</strong></p>
<p><strong>Ve Simurg’un diktatoryasına!</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>O ki, yanlış anlatılmıştır sizlere!</strong></p>
<p><strong>Beklemez aşmanızı, yedi dipsiz vadiyi.</strong></p>
<p><strong>Emreder! Sonsuz kez, batıp çıkmanızı, onların içine!</strong></p>
<p><strong>Gerçek olmanızı ister,</strong></p>
<p><strong>Ve, buyurur bunun için,</strong></p>
<p><strong>Gerçeği görmenizi!</strong></p>
<p><strong><em>On3maphossi</em></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wakil Presiden Kuba, Juan Almeidan wafat]]></title>
<link>http://berantaskorupsi.wordpress.com/2009/09/12/wakil-presiden-kuba-juan-almeidan-wafat/</link>
<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 13:27:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>hendra</dc:creator>
<guid>http://berantaskorupsi.wordpress.com/2009/09/12/wakil-presiden-kuba-juan-almeidan-wafat/</guid>
<description><![CDATA[Berita terkini dari dunia internasional. Wapres KUBA yakni Juan Almeidan wafat pada usia 82 tahun. D]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Berita terkini dari dunia internasional. Wapres KUBA yakni Juan Almeidan wafat pada usia 82 tahun. D]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wenn ich groß bin, dann werde ich ... Diktator!]]></title>
<link>http://reed0this.wordpress.com/2009/09/08/wenn-ich-gros-bin-dann-werde-ich-diktator/</link>
<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 08:25:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mr. Reed</dc:creator>
<guid>http://reed0this.wordpress.com/2009/09/08/wenn-ich-gros-bin-dann-werde-ich-diktator/</guid>
<description><![CDATA[Sind wir uns über eines erstmal klar: Diktatoren sind schlecht. Sie sind böse. Ein Mann, der ein gan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Sind wir uns über eines erstmal klar: Diktatoren sind schlecht. Sie sind böse. Ein Mann, der ein ganzes Land regiert: Das kann nicht gut gehen. Auf Dauer kann es nicht gut gehen. Und das zeigt uns auch die Geschichte oft genug. </strong></p>
<div>
<p><strong>Aber gut…Spinnen wir den Gedanken weiter. </strong></p>
<p>Spielen wir mal das Spiel „Deutschland sucht den Diktator“.</p>
<p>Ach was solls…lassen wir diese Farce und machen uns einfach zum Diktator von ganz Deutschland. Kein Politiker hat mehr ein Fünckschen zu sagen. Die Banken bestimmen nicht mehr über Geld und Zins. Lobbyisten werden von ihrem hohen Roß runter geholt und enteignet. So etwas wir Privatisierung wird abgeschafft. Wir schotten uns mal ganz ab vom Ausland. Wir schaffen Hartz IV und Arbeitslosengeld ab. Wir machen keinen Unterschied mehr zwischen Ost und West. Keinen Unterschied zwischen Mann und Frau. Keinen Unterschied zwischen Schwarz, Weiß, Gelb und Braun. Keinen Unterschied zwischen jung und alt. Und keinen Unterschied zwischen reich und arm.</p>
<p>Weiterhin ist uns nach wie vor bewusst, dass wir (Deutschland) noch immer 1.5 Billionen Euro Schulden haben und davon nicht runterkommen. Wir haben immer noch 3.5 Millionen Menschen ohne Arbeit. Wir haben immer noch 20 Mio. Rentner und 40 Mio erwerbstätige.</p>
<p>Unsere Aufgabe ist simpel: Das Land neu ordnen. D.h. der Schuldenberg muss weg, Renten müssen gesichert sein und jeder Mensch muss einen Job haben. Außerdem wollen die Kranken und Erwerbsunfähige versorgt sein.</p>
<p>Was tun wir jetzt?</p>
<p>Was würdet Ihr tun?</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Von Atombomben und verrückten Diktatoren!]]></title>
<link>http://nordkoreainfo.wordpress.com/2009/09/06/von-atombomben-und-verruckten-diktatoren/</link>
<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 15:42:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>tobid001</dc:creator>
<guid>http://nordkoreainfo.wordpress.com/2009/09/06/von-atombomben-und-verruckten-diktatoren/</guid>
<description><![CDATA[Naja, zum Glück hat auch die Schweiz mit ihrer BILD Blick ein Blatt, dass komplizierte Themen einfac]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Naja, zum Glück hat auch die Schweiz mit ihrer <span style="text-decoration:line-through;">BILD</span> Blick ein Blatt, dass komplizierte Themen einfach aufbereitet und so den Menschen hilft, ihre Meinung zu bilden (Um es mal positiv auszudrücken. Anders formuliert: die Blick ist in der Lage ähnlich wie ihre <a href="http://www.bild.de/BILD/politik/topics/nordkorea/bedroht-die-Welt-mit-der-Atombombe-irrer-dikatator-kim-jong-il.html">deutsche Schwester im Geiste</a>, <span style="text-decoration:line-through;">fundierte, hintergründige und durchdachte</span> <a href="http://www.blick.ch/news/ausland/er-will-die-atombombe-127729">platte, nichtssagende und überraschend dämliche Artikel</a> zu schreiben. Soweit dürfte das ja alles bekannt sein. Was ich aber heute erstaunlich fand, war, wie viel Dämlichkeit man doch in eine einzige Bildunterschrift packen kann!</p>
<p><a href="http://www.blick.ch/news/ausland/er-will-die-atombombe-127729"><img class="aligncenter size-full wp-image-90" title="&#34;Der verrückte Diktator Kim Jong Il droht offen mit einer Atombombe. (AP)&#34;" src="http://nordkoreainfo.wordpress.com/files/2009/09/der-vrruckte-diktator-kim-jong-il-864x700.jpg" alt="&#34;Der verrückte Diktator Kim Jong Il droht offen mit einer Atombombe. (AP)&#34;" width="480" height="388" /></a></p>
<p>Bildunterschrift: <em>&#8220;Der verrückte Diktator Kim Jong Il droht offen mit einer Atombombe&#8221;.</em> Da frag ich mich doch glatt: Was hat denn verdammtnochmal <strong>die</strong> Unterschrift mit <strong>dem</strong> Bild zu tun. Ja stimmt schon. Der elegante Style des jungen Mannes links deutet ganz stark darauf hin, dass es sich hier um Kim Jong Il handelt (Vor allem der zeitlose aber trotzdem mit modernem Schick ausgestattete Overall ist hier ein untrügliches Zeichen). Aber ansonsten: Ich sehe auf dem Foto weder, dass er sich sonderlich verrückt  verhielte, noch, dass hier irgendeine Verbindung zu einer Atombombe bestünde. Nagut, seine Geste sieht irgendwie nach Drohung aus, aber die beiden Soldatinnen scheinen ihrem Lächeln nach zu urteilen nicht besonders beeindruckt zu sein. (Das  kann natürlich auch daher rühren, dass sie ob der besonderen Ehre, vom Geliebten Führer himself bedroht zu werden, in Verzückung verfallen sind.) Aber sollte es tatsächlich so sein, müsste dann nicht die korrekte Bildunterschrift: &#8220;<em>Verrückter Diktator bedroht hilflose Frauen mit Atombombe&#8221;</em> oder irgendwie so ähnlich lauten? Natürlich kann es auch sein, dass der <span style="text-decoration:line-through;">Journalist</span> <span style="text-decoration:line-through;">Volontär</span> Praktikant, der den Text verfasst hat, eine Art Spaßvogel war und eine tiefgründige Doppeldeutigkeit in die Bildunterschrift geschmuggelt hat. Hier wäre mein Tipp: nicht ganz so tiefgründig, sonst verstehts je keiner. Wie wäre es zum Beispiel mit &#8220;<em>Einschlägig bekannter</em> <em>Verrückter Diktator und Schwerenöter zeigt wehrlosen Frauen seine Atombombe&#8221; </em>(oder, damits auch wirklich jeder verstünde: &#8220;<em>seine Atombombe</em>&#8221; durch &#8220;<em>sein</em> <em>bestes Stück</em>&#8221; ersetzen)<em>.</em> Aber naja, wahrscheinlich hat eh ein <a href="http://www.bildblog.de/schlagzeilomat.html">Zufallsgenerator</a> den Artikel geschrieben und dabei einfach ein etwas unpassendes Foto gewählt. Passendere hätte es zum Beispiel <a href="http://www.bild.de/BILD/politik/2009/06/13/nordkorea/kim-jong-il-12435203-mfbq,templateId=renderScaled,property=Bild,width=465.jpg">hier</a>, <a href="http://www.abendblatt.de/multimedia/archive/00105/atombombe_HA_Vermis_105448c.jpg">hier</a> oder <a href="http://diepresse.com/images/uploads_105/b/5/c/482140/an20090526105640.jpg">hier</a> gegeben. Oder man hätte ja auch einfach: <em>&#8220;Nordkoreas Diktator Kim Jong Il&#8221; </em>drunter schreiben können (und wenns nicht anders gegangen wäre meinetwegen auch noch mit <em>&#8220;verrückter&#8221;).</em> Aber worüber hätte ich denn dann schreiben sollen? Von daher: Besten Dank an die (oder &#8220;den&#8221;? Keine Ahnung!) Blick!</p>
<p>Achja, auch erstaunlich dass die nordkoreanische Nachrichtenagentur einmal korrekt KCNA heißt und etwa zwei Zeilen später nicht ganz so korrekt KNCA. Aber wie gesagt: Wer kann von nem Zufallsgenerator schon erwarten, dass er auch noch korrekturlesen kann&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Diktator dalam Demokrasi]]></title>
<link>http://rmf7.wordpress.com/2009/09/05/diktator-dalam-demokrasi/</link>
<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 07:57:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>rmf7</dc:creator>
<guid>http://rmf7.wordpress.com/2009/09/05/diktator-dalam-demokrasi/</guid>
<description><![CDATA[Oleh rmf Diktator merupakan seorang pemimpin negara yang berkuasa mutlak. Diktator biasanya bukan di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Oleh rmf</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignright size-medium wp-image-730" title="malaysia flag" src="http://rmf7.wordpress.com/files/2009/09/malaysia-flag1.jpg?w=300" alt="malaysia flag" width="209" height="207" />Diktator merupakan seorang pemimpin negara yang berkuasa mutlak. Diktator biasanya bukan dipilih secara <a title="Demokrasi" href="/wiki/Demokrasi">demokratik</a> oleh rakyat negaranya, dan merampas kuasa melalui cara kekerasan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah istilah yang digunakan pada zaman dahulu dan sebahagian daripada negara barat. Seorang diktator berupaya melaksanakan undang-undang sendiri tanpa perundingan dengan pihak atau badan lain<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Demokrasi ialah suatu bentuk <a title="Kerajaan" href="/wiki/Kerajaan">kerajaan</a> dimana kuasa menggubal <a title="Undang-undang" href="/wiki/Undang-undang">undang-undang</a> dan struktur kerajaan adalah ditentukan oleh rakyat. Dalam sistem demokrasi, <a title="Undang-undang" href="/wiki/Undang-undang">undang-undang</a> digubal samada oleh rakyat atau <a title="Wakil rakyat" href="/wiki/Wakil_rakyat">wakil</a> yang dipilih oleh rakyat. Sebuah <a title="Negara" href="/wiki/Negara">negara</a> atau kerajaan yang mengamalkan sistem demokrasi adalah dipanggil negara atau kerajaaan yang demokratik</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi, didalam beberapa corak kepimpinan yang sedia ada masa kini dan kita lihat didalam parti UMNO di cawangan cawangan dan bahagian sudah lama mengamalkan sistem diktator didalam penentuan keahlian dan penyokong diperingkat tertentu serta mempengaruhi corak pentadbiran mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Penentuan ini kadang kala tidak diketahui oleh sesiapa, dengan kuasa dan jawatan  yang disandang, individu ini mengorak langkah menguatkan barisan tanpa mengambil kira kepentingan  dan kerugian  berbuat demikian. Setiap pemilihan Perwakilan, senarai nama telah ditetapkan tiada pemilihan demokrasi  berjalan. Bukan kah ini satu penindasan terhadap hak hak memilih yang termaktup didalam perlembagaan parti?</p>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah kerana, pada kebiasaannya individu ini akan melantik sesiapa juga yang akan memberikan sokongan dan menurut apa juga arahan dan kata kata dari pada beliau. Bagi orang lain yang layak pula akan dicantas dengan menggunakan pengaruh dan kuasa yang sedia ada. Golongan ini boleh dikatakan sebagai&#8221;Barua&#8221; &#8220;Balaci&#8221; &#8220;Kuda&#8221; dan &#8220;Lembu&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Berbalik kita pada sistem politik di peringkat bawahan didalam UMNO,Pada hemat saya, perkara ini telah lama berlaku, akan tetapi tidak diwar-warkan oleh pihak tertentu dengan mengambil kira pelbagi aspek.</p>
<p style="text-align:justify;">Didalam Umno sendiri, kita telah lama disajikan dengan sumbangan maklumat yang salah dan  cara  pentadbiran yang seakan kejam diperingkat bahagian . Saya berani menyatakan disini, INILAH PUNCA DIMANA KRISIS KEYAKINAN TERHADAP PEMIMPIN BERMULA.</p>
<p style="text-align:justify;">Penetapan siapa dan siapa yang harus dipilih merupakan satu amalan yang telah lama di amalkan oleh  Bahagian bahagian UMNO  untuk mengekalkan kuasa dan jawatan yang dipertandingkan.Dengan cara ini mereka akan mengekalkan kuasa sedia ada dengan kekuatan sokongan daripada  ahli yang lemah dan kurang daya pemikiran strstegik didalam politik.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan cara ini mereka ini akan dapat di pergunakan demi kepentingan politik mereka. Pengagihan sumber akan berlaku sewenangnya didalam kelompok mereka sendiri. Bagi mereka  peluang yang mereka kecapi ini seharusnya digunakan dengan sebaiknya tanpa memngambil kira ahala tuju dan perjalanan politik yang sebenarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka, untuk satu jangka masa yang panjang, UMNO akan tandus kepimpinan yang berkualiti untuk diketengahkan, umno AKAN KEHILANGAN PENYOKONG DI PERINGKAT AKAR UMBI, DAN UMNO AKAN KEHILANGAN BANYAK PERKARA DISEBABKAN SISTEM YANG DIJALANKAN. Barisan yang menerajui diperingkat ini adalah terdiri daripada  bukan ahli didalam politik, akan tetapi hanya dikalangan  kontraktor-kontraktor dan yang mempunyai kepentingan diri sahaja.</p>
<p style="text-align:justify;">Golongan ini sememangnya telah diketahui, tidak akan mengambil berat perjalanan politik atau UMNO, yang mereka tahu hanya lah  &#8220;Apakah Projek yang bakal mereka ambil&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Dan,akan berlakulah fenomena kepentingan akar umbi dipinggirkan, yang berhak dinafikan, dan yang mempunyai kaitan dan kepentingan akan didahulukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Akibat daripada itu, akibat daripada mengamalkan konsep diktator didalam demokrasi ini, maka krisis keyakinan kepimpinan akn berlaku, krisis kepercayaan terhadap parti dan kerajaan akan berlaku. Lanjutan daripada itu, UMNO dan BN akan menerima kesannya didalam pilihanraya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan mudah untuk menangani masalah ini akibat daripada pengamalan sistem pemilihan secara diktator walaupun ianya nampak seakan demokrasi. Penindasan terhadap akar umbi dilakukan secara sistematik. Cara Psikologi,</p>
<p style="text-align:justify;">Walaupun artikel ini nampak mengarut, akan tetapi  lihat lah didalam sudut yang luas dan terbuka dan jawablah sendiri..</p>
<p style="text-align:justify;">Kepada kepimpinan di cawangan dan bahagian, saya harap terimalah hakikat bahawa setiap kekalahan UMNO/BN didalam pilihanraya adalah disebabkan cara pemilihan kamu semua didalam pemilihan barisan pelapis UMNO diperingkat cawangan dan bahagian.</p>
<p style="text-align:justify;">Lihat sahaja, barisan saf pemuda yang sebagaimana yang telah diketahui amat lemah didalam percaturan politik tanahair, jika demikian barisan yang lantik, maka saya percaya apabila sesuatu isu yang memerlukan sesi penerangan dan debat.  Adakah mereka mampu, kerana mereka ini adalah golongan &#8220;<strong>Mengangakan Rahang</strong>&#8221; bukan golongan yang mempunyai asas perjuangan dalam politik.</p>
<p style="text-align:justify;">Selebihnya. Jabatan Kemas dan JASA akan dipangil untuk mengendalikan isu isu dan memberikan penerangan di peringkat akar unbi dan jugan berdekat dgn pihak pembangkang.</p>
<p style="text-align:justify;">Persoalannya disini&#8230;. APA GUNANYA AJK BAHAGIAN YANG DILANTIK DAN DIPILIH JIKA TIDAK MAMPU UNTUK MENANGANI  ISU ISU PARTI&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">LEBIH BAIK UNDUR DIRI,  SEBELUM PARTI KERAMAT INI KECUNDANG  DIDALAM PILIHANRAYA AKAN DATANG..</p>
<p style="text-align:justify;">Kata orang-orang tua.. Nampaknya ADA tetapi serupa TIDAK ADA</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kommentar: Bitte (nicht) wörtlich nehmen!]]></title>
<link>http://istmirdochegal.wordpress.com/2009/09/04/kommentar-bitte-nicht-wortlich-nehmen/</link>
<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 18:01:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>Daniela Neubacher</dc:creator>
<guid>http://istmirdochegal.wordpress.com/2009/09/04/kommentar-bitte-nicht-wortlich-nehmen/</guid>
<description><![CDATA[Wenn ein Diktator-Sohn nach Europa kommt, kann es vorkommen, dass er sich – trotz der nach Recht und]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Wenn ein Diktator-Sohn nach Europa kommt, kann es vorkommen, dass er sich – trotz der nach Recht und Ordnung stinkenden Luft – nicht dementsprechend benehmen will. Wenn ein Diktator-Sohn nach Europa kommt, kann es eben auch vorkommen, dass er und sein Gefolge seine Angestellten auch nicht anders behandeln als zuhause. Und wenn er nun in Europa ist, kommt es vor, dass zwei dieser &#8220;Diener&#8221; auf den Schutz des hochgelobten Rechtsstaates hoffen. </p>
<p>Doch kommt ein Diktator-Sohn in Haft, muss man auch mit dem Zorn des Papas im Osten rechnen. So gibt es viel Tam Tam zuhause und in Europa, und man denkt an die Exporte und Importe, wundert sich, warum der Ölhahn abgedreht wird und erschrickt, wenn dann zwei Schweizer fern der Heimat festgehalten werden.<br />
Dann hofft man auf ein Wunder, auf Gott oder Allah, eine internationale Ablenkung, oder zur Not auf das diplomatische Talent des Bundespräsidenten. </p>
<p>Und weil nicht Jänner, Februar sondern <a href="http://de.euronews.net/2009/08/24/bundespraesident-merz-kriegt-aerger/">Merz</a> gen Osten reist, hofft man ganz besonders auf ein Wunder, das sich als in eine nationale Enttäuschung verwandelt. Denn, wenn ein Schweizer Bundesrat verreist, kann es vokommen, dass er mehr ökonomische als patriotische Accessoires im Gepäck hat. Der Ton macht die Musik. Die Wortwahl die Schlagzeile. Und so lautet die <a href="http://www.dailytalk.ch/kniefall-von-bundesprasident-merz-vor-der-gaddafi-bande/">Headline Anklage</a> und der Leadsatz Unverständnis.<br />
Sie wollten ein Bedauern, er warf ihnen eine Entschuldigung vor. Und das große Fressen wurde zur verbalen Fleischhackerei, die als medialer Sandsturm nach Westen zieht.</p>
<p>&#8220;<a href="http://www.spiegel.de/politik/ausland/0,1518,646905,00.html">Skurril</a>&#8221; hört man aus vielen europäischen Ecken &#8211; wie hätte ein Herr <a href="http://de.wikipedia.org/wiki/Heinz_Fischer">Fischer</a> oder <a href="http://de.wikipedia.org/wiki/Horst_K%C3%B6hler">Köhler</a> reagiert? Hätte er geschwiegen? Hätte er sich entschuldigt?</p>
<p>Manch Tageszeitung wäre wohl schweigend besser beraten:<br />
Die Tageszeitung <em><a href="http://diepresse.com/home/politik/aussenpolitik/401050/index.do">Die Presse</a></em> schreibt, dass die Gadaffi-Angestellten von der Polizei aus einer &#8220;ungemütlichen Situation&#8221; geholt worden seien. Würde ich mit heißen Wasser übergossen werden, und mit einem Kleiderbügel geschlagen, wäre das durchaus &#8220;ungemütlich&#8221; für mich.  Und auf der anderen Seite die desavouierten Schweizer, Simon Spengler und Beate Michel<br />
<a href="http://www.blick.ch/news/schweiz/was-erlaubt-sich-gaddafi-96305">Blick.ch</a> : </p>
<blockquote><p>Was erlaubt sich Gaddafi! Glaubt dieser Wüsten-Diktator, er könne mit der Schweiz machen, was er will? Provoziert eine Krise, weil die Genfer Polizei seinen Prügel-Sohn verhaften liess!</p></blockquote>
<p>Eine Krise bahnt sich an. Doch <a href="http://de.wikipedia.org/wiki/Muammar_al-Gaddafi">al-Gadaffi</a> weiß die Lösung: Die Schweiz auflösen und das Land auf die Nachbarländer aufteilen! Klingt im  ersten Moment etwas plakativ, aber vielleicht ist es einen zweiten Gedanken wert. Liechtenstein würde sich freuen &#8211; Österreich sicherlich auch!</p>
<p>Die zwei Schweizer sitzen jedenfalls immer noch hinter libyschen Grenzen und sollen nun sogar hinter libyschen Gardinen Platz nehmen &#8211; offiziell aufgrund eines Verstoßes gegen das Visa-Abkommen. Merz schämt sich womöglich zu Tode und die Opposition reibt sich die Hände. Gerüchten zufolge sollten die <a href="http://www.ricola.ch/">Ricola</a>-Erfinder jetzt sogar <a href="http://www.stern.de/politik/ausland/vorstoss-aus-libyen-gaddafi-will-die-schweiz-aufloesen-1507020.html">100.000 Dollar</a> für die Freilassung zahlen.<br />
Vielleicht hören die Schweizer jetzt, was sie hören wollen: Ein &#8220;Ich bedaure es, mich entschuldigt zu haben&#8221;. Vielleicht sollten sie aber selbst im lybischen Gefängnis sitzen und auf den alles andere als sturen Diplomaten hoffen&#8230;</p>
<p>Wenn ein Diktator-Sohn nach Europa kommt, kann es vorkommen, dass er sich &#8211;  trotz der nach Recht und Ordnung stinkenden Luft  nicht dementsprechend benehmen will. Aber keine Sorge: Künfig wird er das auch nicht müssen!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Benito Mussolini (Italia)]]></title>
<link>http://perangku.wordpress.com/2009/08/27/benito-mussilini-italia/</link>
<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 13:03:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>prideofthecity</dc:creator>
<guid>http://perangku.wordpress.com/2009/08/27/benito-mussilini-italia/</guid>
<description><![CDATA[Benito Amilcare Andrea Mussolini (29 Juli 1883 – 28 April 1945) adalah seorang diktator Italia yang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignnone" src="http://www.philadelphia-reflections.com/images/Mussolini.jpg" alt="" width="243" height="340" /></p>
<p>Benito Amilcare Andrea Mussolini (29 Juli 1883 – 28 April 1945) adalah seorang diktator Italia yang menganut Fasis. Ia adalah diktator Italia pada periode 1922-1943. Ia dipaksa mundur dari jabatan Perdana Menteri Italia pada 28 Juli 1943 setelah serangkaian kekalahan Italia di Afrika. Setelah ditangkap, ia diisolasi. Dua tahun kemudian, ia dieksekusi di Como, Italia utara. Mussolini mengakhiri sebuah dekade seperti di Jerman yang dilakukan diktator Adolf Hitler dengan Nazi-nya.</p>
<p>Mussolini lahir di Predappio, Forlì (Emilia-Romagna). Ayahnya Alessandro seorang pandai besi dan ibunya Rosa seorang guru sekolah. Seperti ayahnya, ia menjadi seorang sosialis berat. Tahun 1902 ia beremigrasi ke Swiss. Karena sulit mencari pekerjaan tetap, akhirnya ia pindah ke Italia. Pada 1908 ia bergabung dengan surat kabar Austria di kota Trento.</p>
<p>Keluar dari situ, ia menjadi<!--more--> editor sebuah koran sosialis la Lotta di Class (Pertentangan Kelas). Di sini antusiasmenya pada Karl Heinrich Marx makin besar. Tahun 1910, ia menjabat sekretaris partai sosialis tingkat daerah di Forlì dan kepribadiannya berkembang menjadi antipatriot. Ketika Italia menyatakan perang dengan Kerajaan Ottoman tahun 1911, ia dipenjara karena propaganda perdamaiannya. Ini bertentangan dengan kinerjanya kemudian.</p>
<p>Setelah ditunjuk jadi editor koran sosialis Avanti, ia pindah ke Milan, tempatnya membangun dirinya sebagai kekuatan berpangaruh atas para pemimpin buruh sosialis Italia. Ia percaya, para proletar bisa dibuhul dalam gerakan fascio. Agaknya inilah cikal bakal gerakan fasis, yang lahir di saat perekonomian Italia memburuk akibat perang, dan pengangguran merebak di mana-mana.</p>
<p>Pada Maret 1919, fasisme menjadi suatu gerakan politik ketika ia membentuk Kelompok untuk Bertempur yang dikenal sebagai baju hitam, yakni kumpulan penjahat, kriminal, dan preman yang bertindak sebagai tukang pukul para cukong. Penampilan mereka seram dan tiap hari terlibat perkelahian di jalan-jalan.</p>
<p>Setelah gagal pada Pemilu 1919, ia mengembangkan paham kelompoknya, sehingga mulai mendapat pengaruh. Mereka, kaum fasis, menolak parlemen dan mengedepankan kekerasan fisik. Anarki pecah di mana-mana. Pemerintah liberal tak berdaya menghadapinya. Ia membawa &#8220;geng&#8221;nya, sejumlah besar kaum fasis yang bertampang sangar, untuk melakukan Berbaris ke Roma.</p>
<p>Melihat rombongan preman berwajah angker memasuki Roma, Raja Vittorio Emanuele III menciut jeri. Mussolini diundang ke istana lalu diberi posisi sang Pemimpin. Pada Oktober 1922, Raja memintanya membentuk pemerintahan baru. Jadilah Italia dikelola pemerintahan fasis.</p>
<p>Gebrakan pertamanya setelah memegang kekuasaan, adalah menyerang Ethiopia dengan merujuk pada pandangan rasis Charles Robert Darwin, &#8220;Ethiopia bangsa kelas rendah, karena termasuk kulit hitam. Jika diperintah oleh ras unggul seperti Italia, itu sudah merupakan akibat alamiah dari evolusi.&#8221; Bahkan ia bersikeras bahwa bangsa-bangsa berevolusi melalui peperangan. Sehingga jadilah Italia waktu itu bangsa yang ditakuti sepak terjangnya.</p>
<p>Yang meresahkan, ketika ia menduduki Abbesinia tahun 1937, kontan dunia tersentak. Teman akrabnya di Eropa adalah Adolf Hitler, dan mereka membuat aliansi, yang menyeret Italia ke dalam Perang Dunia II di pihak Jerman pada 1940. Namun, pasukannya kalah di Yunani dan Afrika, dan Italia sendiri diserbu oleh pasukan Britania Raya dan Amerika Serikat pada 1943. Pada saat itu Mussolini telah diturunkan dari takhtanya dan ditahan. Pasukan payung Jerman membebaskan dan mengembalikannya berkuasa di Italia Utara. Akhir riwayatnya tiba tak lama kemudian. Ketika akhirnya Italia dikalahkan, ia ditembak oleh musuh Italianya dan mayatnya digantung terbalik di Piazza Loreto di Milan.</p>
<p style="text-align:right;">Sumber: (http://id.wikipedia.org/wiki/Benito_Mussolini)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Adolf Hitler (Jerman)]]></title>
<link>http://perangku.wordpress.com/2009/08/27/adolf-hitler/</link>
<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 08:21:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>prideofthecity</dc:creator>
<guid>http://perangku.wordpress.com/2009/08/27/adolf-hitler/</guid>
<description><![CDATA[Terus terang, saya masukkan Hitler ke dalam daftar urutan buku ini dengan rasa muak. Pengaruhnya sep]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignnone" src="http://www.solarnavigator.net/history/explorers_history/adolf_hitler_portrait.jpg" alt="" width="193" height="254" /></p>
<p>Terus terang, saya masukkan Hitler ke dalam daftar urutan buku ini dengan rasa muak. Pengaruhnya sepenuhnya bersifat jahanam dan saya tak punya selera menghormati orang yang arti pentingnya terletak pada penyebab kematian sekitar tiga puluh lima juta manusia. Tetapi, tak ada jalan untuk mengingkari kenyataan bahwa Hitler punya pengaruh yang luar biasa terhadap orang-orang yang bukan main banyaknya.</p>
<p>Adolf Hitler lahir tahun 1889 di<!--more--> Braunau, Austria. Sebagai remaja dia merupakan seorang seniman gagal yang kapiran dan kadang-kadang dalam usia mudanya dia menjadi seorang nasionalis Jerman yang fanatik. Di masa Perang Dunia ke-I, dia masuk Angkatan Bersenjata Jerman, terluka dan peroleh dua medali untuk keberaniannya.</p>
<p>Kekalahan Jerman membikinnya terpukul dan geram. Di tahun 1919 tatkala umurnya menginjak tiga puluh tahun, dia bergabung dengan partai kecil berhaluan kanan di Munich, dan segera partai ini mengubah nama menjadi Partai Buruh Nasionalis Jerman (diringkas Nazi). Dalam tempo dua tahun dia menanjak jadi pemimpin yang tanpa saingan yang dalam julukan Jerman disebut &#8220;Fuehrer.&#8221;</p>
<p>Di bawah kepemimpinan Hitler, partai Nazi dengan kecepatan luar biasa menjadi suatu kekuatan dan di bulan Nopember 1923 percobaan kupnya gagal. Kup itu terkenal dengan sebutan &#8220;The Munich Beer Hall Putsch.&#8221; Hitler ditangkap, dituduh pengkhianat, dan terbukti bersalah. Tetapi, dia dikeluarkan dari penjara sesudah mendekam di sana kurang dari setahun.</p>
<p>Di tahun 1928 partai Nazi masih merupakan partai kecil. Tetapi, depressi besar-besaran membikin rakyat tidak puas dengan partai-partai politik yang besar dan sudah mapan. Dalam keadaan seperti ini partai Nazi menjadi semakin kuat, dan di bulan Januari 1933, tatkala umurnya empat puluh empat tahun, Hitler menjadi Kanselir Jerman.</p>
<p>Dengan jabatan itu, Hitler dengan cepat dan cekatan membentuk kediktatoran dengan menggunakan aparat pemerintah melabrak semua golongan oposisi. Perlu dicamkan, proses ini bukanlah lewat erosi kebebasan sipil dan hak-hak pertahankan diri terhadap tuduhan-tuduhan kriminal, tetapi digarap dengan sabetan kilat dan sering sekali partai Nazi tidak ambil pusing dengan prosedur pengajuan di pengadilan samasekali. Banyak lawan-lawan politik digebuki, bahkan dibunuh langsung di tempat. Meski begitu, sebelum pecah Perang Dunia ke-2, Hitler meraih dukungan sebagian terbesar penduduk Jerman karena dia berhasil menekan jumlah pengangguran dan melakukan perbaikan-perbaikan ekonomi.</p>
<p>Hitler kemudian merancang jalan menuju penaklukan-penaklukan yang ujung-ujungnya membawa dunia ke kancah Perang Dunia ke-2. Dia merebut daerah pertamanya praktis tanpa lewat peperangan samasekali. Inggris dan Perancis terkepung oleh pelbagai macam kesulitan ekonomi, karena itu begitu menginginkan perdamaian sehingga mereka tidak ambil pusing tatkala Hitler mengkhianati Persetujuan Versailles dengan cara membangun Angkatan Bersenjata Jerman. Begitu pula mereka tidak ambil peduli tatkala Hitler menduduki dan memperkokoh benteng di Rhineland (1936), dan demikian juga ketika Hitler mencaplok Austria (Maret 1938). Bahkan mereka terima sambil manggut-manggut ketika Hitler mencaplok Sudetenland, benteng pertahanan perbatasan Cekoslowakia. Persetujuan internasional yang dikenal dengan sebutan &#8220;Pakta Munich&#8221; yang oleh Inggris dan Perancis diharapkan sebagai hasil pembelian &#8220;Perdamaian sepanjang masa&#8221; dibiarkan terinjak-injak dan mereka bengong ketika Hitler merampas sebagian Cekoslowakia beberapa bulan kemudian karena Cekoslowakia samasekali tak berdaya. Pada tiap tahap, Hitler dengan cerdik menggabung argumen membenarkan tindakannya dengan ancaman bahwa dia akan perang apabila hasratnya dianggap sepi, dan pada tiap tahap negara-negara demokrasi merasa gentar dan mundur melemah.</p>
<p>Tetapi, Inggris dan Perancis berketetapan hati mempertahankan Polandia, sasaran Hitler berikutnya. Pertama Hitler melindungi dirinya dengan jalan penandatangan pakta &#8220;Tidak saling menyerang&#8221; bulan Agustus 1939 dengan Stalin (hakekatnya perjanjian itu perjanjian agresi karena keduanya bersepakat bagaimana membagi dua Polandia buat kepentingan masing-masing). Sembilan hari kemudian, Jerman menyerang Polandia dan enam belas hari sesudah itu Uni Soviet berbuat serupa. Meskipun Inggris dan Perancis mengumumkan perang terhadap Jerman, Polandia segera dapat ditaklukkan.</p>
<p>Tahun puncak kehebatan Hitler adalah tahun 1940. Bulan April, Angkatan Bersenjatanya melabrak Denmark dan Norwegia. Bulan Mei, dia menerjang Negeri Belanda, Belgia, dan Luxemburg. Bulan Juni, Perancis tekuk lutut. Tetapi pada tahun itu pula Inggris bertahan mati-matian terhadap serangan udara Jerman-terkenal dengan julukan &#8220;Battle of Britain&#8221; dan Hitler tak pernah sanggup menginjakkan kaki di bumi Inggris.</p>
<p>Pasukan Jerman menaklukkan Yunani dan Yugoslavia di bulan April 1941. Dan di bulan Juni tahun itu pula Hitler merobek-robek &#8220;Perjanjian tidak saling menyerang&#8221; dengan Uni Soviet dan membuka penyerbuan. Angkatan Bersenjata Jerman dapat menduduki bagian yang amat luas wilayah Rusia tetapi tak mampu melumpuhkannya secara total sebelum musim dingin. Meski bertempur lawan Inggris dan Rusia, tak tanggung-tanggung Hitler memaklumkan perang dengan Amerika Serikat bulan Desember 1941 dan beberapa hari kemudian Jepang melabrak Amerika Serikat, mengobrak-abrik pangkalan Angkatan Lautnya di Pearl Harbor.</p>
<p>Di pertengahan tahun 1942 Jerman sudah menguasai bagian terbesar wilayah Eropa yang tak pernah sanggup dilakukan oleh siapa pun dalam sejarah. Tambahan pula, dia menguasai Afrika Utara. Titik balik peperangan terjadi pada parohan kedua tahun 1942 tatkala Jerman dikalahkan dalam pertempuran rumit di El-Alamein di Mesir dan Stalingrad di Rusia. Sesudah kemunduran ini, nasib baik yang tadinya memayungi tentara Jerman angsur-berangsur secara tetap meninggalkannya. Tetapi, kendati kekalahan Jerman tampaknya tak terelakkan lagi, Hitler menolak menyerah. Bukannya dia semakin takut, malahan meneruskan penggasakan selama lebih dari dua tahun sesudah Stalingrad. Ujung cerita yang pahit terjadi pada musim semi tahun 1945. Hitler bunuh diri di Berlin tanggal 30 April dan tujuh hari sesudah itu Jerman menyerah kalah.</p>
<p>Selama masa kuasa, Hitler terlibat dalam tindakan pembunuhan massal yang tak ada tolok tandingannya dalam sejarah. Dia seorang rasialis yang fanatik, spesial terhadap orang Yahudi yang dilakukannya dengan penuh benci meletup-letup. Secara terbuka dia mengumumkan bunuh tiap orang Yahudi di dunia. Di masa pemerintahannya, Nazi membangun kampkamp pengasingan besar, dilengkapi dengan kamar gas. Di tiap daerah yang menjadi wilayah kekuasaannya, orang-orang tak bersalah, lelaki dan perempuan serta anak-anak digiring dan dijebloskan ke dalam gerbong ternak untuk selanjutnya dicabut nyawanya di kamar-kamar gas. Dalam jangka waktu hanya beberapa tahun saja sekitar 6.000.000 Yahudi dipulangkan ke alam baka.</p>
<p>Yahudi bukan satu-satunya golongan yang jadi korban Hitler. Di masa pemerintahan kediktatorannya, orang-orang Rusia dan Gypsy juga dibabat, seperti juga halnya menimpa orang-orang yang dianggap termasuk ras rendah atau musuh-musuh negara. Jangan sekali-kali dibayangkan pembunuhan ini dilakukan secara spontan, atau dalam keadaan panas dan sengitnya peperangan. Melainkan Hitler membangun kamp mautt itu dengan organisasi yang rapi dan cermat seakan-akan dia merancang sebuah perusahaan bisnis besar. Data-data tersusun, jumlah ditetapkan, dan mayat-mayat secara sistematis dipreteli anggota-anggota badannya yang berharga seperti gigi emas dan cincin kawin. Juga banyak dari jenazah-jenazah itu dimanfaatkan buat pabrik sabun. Begitu telitinya rencana pembunuhan oleh Hitler hingga bahkan di akhir-akhir perang akan selesai, tatkala Jerman kekurangan bahan-bahan buat penggunaan baik sipil maupun militer, gerbong ternak masih terus menggelinding menuju kamp-kamp pembunuhan dalam rangka missi teror non-militer.</p>
<p>Dalam banyak hal, jelas sekali kemasyhuran Hitler akan tamat. Pertama, dia oleh dunia luas dianggap manusia yang paling jahanam sepanjang sejarah. Jika orang seperti Nero dan Caligula yang salah langkahnya amat tidak berarti jika dibanding Hitler dan Hitler masih saja tetap jadi lambang kekejaman selama 20 abad, tampaknya tak melesetlah jika orang meramalkan bahwa Hitler yang begitu buruk reputasinya tak terlawankan dalam sejarah akan dikenang orang untuk berpuluh-puluh abad lamanya.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://media.isnet.org/iptek/100/buchenwald1.gif" alt="" width="283" height="354" /></p>
<p>Lebih dari itu, tentu saja, Hitler akan dikenang sebagai biang keladi pecahnya Perang Dunia ke-2, perang terbesar yang pernah terjadi di atas bumi. Kemajuan persenjataan nuklir seakan merupakan kemustahilan akan terjadi perang yang berskala luas di masa depan. Karena itu, bahkan dua atau tiga ribu tahun lagi dari sekarang, Perang Dunia ke-2 mungkin masih dianggap kejadian besar dalam sejarah.</p>
<p>Lebih jauh lagi, Hitler akan tetap terkenal karena seluruh kisah menyangkut dirinya begitu menyeramkan dan menarik, betapa seorang asing (Hitler dilahirkan di Austria, bukan Jerman), betapa seorang yang tak punya pengalaman politik samasekali, tak punya duit, tak punya hubungan politik, mampu &#8211;dalam masa kurang dari empat belas tahun&#8211; menjadi pemimpin kekuatan dunia yang menonjol, sungguh-sungguh mengagumkan. Kemampuannya selaku orator betul-betul luar biasa. Diukur dari kemampuannya menggerakkan massa dalam tindakan-tindakan penting, bisa dikatakan bahwa Hitler merupakan seorang orator terbesar dalam sejarah. Akhirnya, cara kotor yang mengangkatnya ke puncak kekuasaan, sekali terpegang tangannya tak akan cepat terlupakan.</p>
<p>Mungkin tak ada tokoh dalam sejarah yang punya pengaruh begitu besar terhadap generasinya ketimbang Adolf Hitler. Di samping puluhan juta orang yang mati dalam peperangan yang dia biang keladinya, atau mereka yang mati di kamp konsentrasi, masih berjuta juta orang terlunta-lunta tanpa tempat bernaung atau yang hidupnya berantakan akibat perang.</p>
<p>Perkiraan lain mengenai pengaruh Hitler harus mempertimbangkan dua faktor. Pertama, banyak yang betul-betul terjadi di bawah kepemimpinannya tak akan pernah terjadi andaikata tanpa Hitler. (Dalam kaitan ini dia amat berbeda dengan tokoh-tokoh seperti Charles Darwin atau Simon Bolivar). Tentu saja benar bahwa situasi di Jerman dan Eropa menyediakan kesempatan buat Hitler. Gairah kemiliterannya dan anti Yahudinya, misalnya, memang memukau para pendengamya. Tak tampak tanda-tanda, misalnya, bahwa umumnya bangsa Jerman di tahun 1920-an atau 1930-an bermaksud punya pemerintahan seperti yang digerakkan oleh Hitler, dan sedikit sekali tanda-tanda bahwa pemuka-pemuka Jerman lainnya akan berbuat serupa Hitler. Apa yang dilakukan Hitler sedikit pun tak pernah diduga akan terjadi oleh para pengamat.</p>
<p>Kedua, seluruh gerakan Nazi dikuasai oleh seorang pemimpin hingga ke tingkat yang luar biasa. Marx, Lenin, Stalin dan lain-lain pemimpin sama-sama punya peranan terhadap tumbuhnya Komunisme. Tetapi, Nasional Sosialisme tak punya pemimpin penting sebelum munculnya Hitler, begitu pula tak ada sesudahnya. Hitler memimpin partai itu ke puncak kekuasaan dan tetap berada di puncak. Ketika dia mati, partai Nazi dan pemerintahan yang dipimpinnya mati bersamanya.</p>
<p>Tetapi, meski pengaruh Hitler terhadap generasinya begitu besar, akibat dari tindakan-tindakannya di masa depan tampaknya tidaklah seberapa besar. Hitler boleh dibilang gagal total merampungkan sasaran cita-cita yang mana pun, dan akibat-akibat yang tampak pada generasi berikutnya malah kebalikannya dari apa yang ia kehendaki. Misalnya, Hitler bermaksud menyebarkan pengaruh Jerman serta wilayah kekuasaan Jerman. Tetapi, daerah-daerah taklukannya, meski teramat luas, hanyalah bersifat singkat dan sementara. Dan kini bahkan Jerman Barat dan Jerman Timur jika digabung jadi satu masih lebih kecil ketimbang Republik Jerman tatkala Hitler jadi kepala pemerintahan.</p>
<p>Adalah dorongan nafsu Hitler ingin membantai Yahudi. Tetapi lima belas tahun sesudah Hitler berkuasa, sebuah negara Yahudi merdeka berdiri untuk pertama kalinya setelah 2000 tahun. Hitler membenci baik Komunisme maupun Uni Soviet. Tetapi, sesudah matinya dan sebagian disebabkan oleh perang yang dimulainya, Rusia malahan memperluas daerah kekuasaannya di wilayah yang luas di Eropa Timur dan pengaruh Komunisme di dunia malahan semakin berkembang. Hitler menggencet demokrasi malahan bermaksud menghancurkannya, bukan saja di negeri lain melainkan di Jerman sendiri. Namun, Jerman Barat sekarang menjadi negeri yang menjalankan demokrasi dan penduduknya kelihatan lebih membenci kediktatoran dari generasi yang mana pun sebelum masa Hitler.<br />
<img class="alignnone" src="http://media.isnet.org/iptek/100/NaziForces.jpg" alt="" width="550" height="378" /></p>
<p style="text-align:right;">Sumber: (http://media.isnet.org/iptek/100/Hitler.html)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Warum wir uns alle in Nazis transformieren]]></title>
<link>http://weltverschwoerungsblog.wordpress.com/2009/08/23/warum-wir-uns-alle-in-nazis-transformieren/</link>
<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 15:47:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>bremske</dc:creator>
<guid>http://weltverschwoerungsblog.wordpress.com/2009/08/23/warum-wir-uns-alle-in-nazis-transformieren/</guid>
<description><![CDATA[Zufall oder braune Weltverschwörung? Egal wo man sich befindet und was man tut, man ist der sublimen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_256" class="wp-caption aligncenter" style="width: 440px"><img class="size-full wp-image-256 " title="Nazi-Symbole" src="http://weltverschwoerungsblog.wordpress.com/files/2009/08/nazi-symbole.jpg" alt="Zufall oder braune Weltverschwörung" width="430" height="610" /><p class="wp-caption-text">Zufall oder braune Weltverschwörung?</p></div>
<p style="text-align:justify;">Egal wo man sich befindet und was man tut, man ist der sublimen Manipulation allerorten ausgesetzt: wenn man während des Knöckens  aus dem Fenster der Flugzeugtoilette guckt, oder wenn man sich ein neues hübsches, rosafarbenes Kleid kaufen möchte &#8211; immerzu werden wir mit den abscheulichen Symbolen des Nationalsozialismus konfrontiert. Kein Wunder, dass sich die NPD vor Aufnahmeanträgen kaum retten kann und dass man sich sogar auf Minigolf-Plätzen wieder den <em>Deutschen Gruß</em> erbietet. Bleibt mir nur, die Rede des Diktators Hynkel als abschreckende Warnung in diesen Beitrag einzubinden:</p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/-N25JCDSfZs&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/-N25JCDSfZs&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Monggo tak gendong...]]></title>
<link>http://coretanpinggir.com/2009/08/15/monggo-tak-gendong/</link>
<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 18:10:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>coretanpinggir</dc:creator>
<guid>http://coretanpinggir.com/2009/08/15/monggo-tak-gendong/</guid>
<description><![CDATA[Berita soal bom telah mengalahkan hiruk-pikuk hasil pemilu yang digugat oleh Mega-Prabowo serta Jk-W]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Berita soal bom telah mengalahkan hiruk-pikuk hasil pemilu yang digugat oleh Mega-Prabowo serta Jk-Win karena dianggap penuh kecurangan. Berita bom masih dominan ketika akhirnya Mahkamah konstitusi mementahkan gugatan mereka, namun tetap dengan catatan bahwa KPU tidak bekerja secara profesional. Seandainya<!--more--> tidak ada bom yang diledakan di Marriot dan Ritz Carlton, mungkin saja hasil pemilu kali ini dapat menjadi &#8220;bom&#8221; lain yang menguncang atau setidaknya menjadi headline di berbagai media dan dicoret berkali-kali di coretan pinggir he&#8230;he..he&#8230;he&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Syukurlah pertikaian hasil pemilu sejauh ini dapat diselesaikan dan pihak penggugat sepertinya dapat menerima. Nah, di sinilah sisi &#8220;menariknya&#8221; politik itu, laksana film horor politik membuat penontonnya gemetaran, takut, khawatir, jantung berdegup kencang namun tiba-tiba bisa tertawa juga ketika tokoh horornya kejeduk atau melakukan kebodohan lainnya he&#8230;he&#8230;he&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini disaat SBY berupaya menghimpun sebanyak mungkin kekuatan politik untuk berdiri di belakangnya termasuk dari kubu banteng, apakah ini akan menjadi adegan yang membuat &#8220;penonton&#8221; tertawa? Atau malah membuat tegang lagi? Terbayang masa Soeharto yang &#8220;menggendong&#8221; kemana-mana hampir semua kekuatan politik di belakangnya sambil tersenyum, tetapi penonton jantungan bahkan banyak yang pingsan, pokoknya film hantu yang belakangan banyak beredar di bioskop lewat&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><a style="text-decoration:none;" href="http://coretanpinggir.wordpress.com/files/2009/08/monggo-tak-gendong.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1065" title="Monggo tak gendong" src="http://coretanpinggir.wordpress.com/files/2009/08/monggo-tak-gendong.jpg" alt="Monggo tak gendong" width="460" height="593" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Der letzte Diktator]]></title>
<link>http://lehermayr.com/2009/07/31/der-letzte-diktator/</link>
<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 20:00:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>lehermayr</dc:creator>
<guid>http://lehermayr.com/2009/07/31/der-letzte-diktator/</guid>
<description><![CDATA[BELARUS. Planwirtschaft, Militär und Miliz. Ein Report aus einer kommunistischen Zeitkapsel am Rande]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>BELARUS. Planwirtschaft, Militär und Miliz. Ein Report aus einer kommunistischen Zeitkapsel am Rande der EU.<a href="http://lehermayr.wordpress.com/files/2009/07/belarus-screen1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-197" title="Alexander Lukaschenko (Fotos: Heinz S. Tesarek)" src="http://lehermayr.wordpress.com/files/2009/07/belarus-screen1.jpg?w=300" alt="Alexander Lukaschenko (Fotos: Heinz S. Tesarek)" width="300" height="199" /></a></strong></p>
<p>Er hat sich wohl angepirscht, durch die Menge gedrängt und steht plötzlich frontal vor einem. Der Mann wirkt wuchtig, trägt einen etwas zu eng geratenen Anzug und verspiegelte Sonnenbrillen. „No pictures from president“, schnauzt er und gibt deutlich zu verstehen, die Einhaltung des soeben erlassenen präsidentiellen Fotografierverbotes fortan persönlich überwachen zu wollen.</p>
<p>Minsk am vergangenen Samstag, dem 9. Mai. Der „Tag des Sieges“ der Roten Armee über Nazi-Deutschland jährt sich zum 64. Mal, und Weißrusslands Hauptstadt präsentiert sich wie auf vergilbten Bildern aus den späten 70er-Jahren. Spruchbänder mit heldenhaften Parolen zieren die breiten Boulevards, Veteranen sind aufmarschiert, tragen teils Lenin und Stalin-Konterfeis in ihren Händen, lauschen der Marschmusik, salutieren den Truppen und warten auf ihren anscheinendfotoscheuen Präsidenten – Alexander Grigorjewitsch Lukaschenko. 15 Jahre ist er im 10-Millionen-Einwohner-Staat zwischen Polen, der Ukraine und Russland schon an der Macht und regiert das Land seither mit eiserner Hand.</p>
<p><strong>Europas letzte Diktatur. </strong></p>
<p><a href="http://lehermayr.wordpress.com/files/2009/07/0905e_mg_8712.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-307" title="Heldenstadt Minsk (Foto: Heinz Tesarek)" src="http://lehermayr.wordpress.com/files/2009/07/0905e_mg_8712.jpg?w=300" alt="Heldenstadt Minsk (Foto: Heinz Tesarek)" width="300" height="200" /></a>Das Parlament ließ der einstige Direktor einer Kolchose säubern, unabhängige Zeitungen zusperren, Wahlen fälschen und Oppositionelle ins Gefängnis stecken. Als „Europas letzten Diktator“ bezeichnete ihn daher 2006 US-Außenministerin Condoleezza Rice. Ein wenig schmeichelhafter Titel, der dem Mann aus Minsk blieb, auch wenn Rice längst Geschichte ist. Weißrussland – ein Paria-Staat, ein Vorposten der Tyrannei, ein Teil der „Achse des Bösen“ direkt am Rande der EU? Die Liste der Staatsbesuche der vergangenen Monate klingt jedenfalls nach einem regen Austausch unter Autokraten. Zuerst verschlug es Lukaschenko nach Teheran, wo er Mahmoud Ahmadinejad die Lieferung moderner Waffen versprach und als Gegenleistung Öl einforderte. Energie war wohl auch das brennende Thema, als kürzlich Libyens Muammar al-Gaddafi und Venezuelas Hugo Chavez in Minsk auf ihresgleichen trafen.</p>
<p>Westwärts waren Lukaschenko hingegen für lange Zeit alle Wege verwehrt geblieben, da neben den USA auch die EU den Diktator zu isolieren trachtete und ein Einreiseverbot über ihn und sein Regime verhängt hatte. Doch spätestens seit vergangener Woche ist auch dies Geschichte, wie die Staatszeitungen freudig verkündeten.</p>
<p>Der Dank gilt EU-Kommissarin Benita Ferrero-Waldner, die  die neue Ostp<a href="http://lehermayr.wordpress.com/files/2009/07/0905e_mg_8572.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-309" title="Omnipräsent: Alexander Lukaschenko (Foto: Heinz Tesarek)" src="http://lehermayr.wordpress.com/files/2009/07/0905e_mg_8572.jpg?w=300" alt="Omnipräsent: Alexander Lukaschenko (Foto: Heinz Tesarek)" width="300" height="200" /></a>artnerschaft aus der Taufe hob, bei der sechs Ex-Sowjet-Staaten enger an die Union gebunden werden sollen. Mit an Bord: Lukaschenkos Weißrussland – der weiße Fleck auf Europas Landkarte und bislang Russlands engster Verbündeter. Eine Welt, unbekannt und fremd, längst untergegangen geglaubt und doch voller Überraschungen. Wachtürme, Straßensperren, vielleicht gar Panzerparaden – wer dergleichen erwartet hätte, wird von der Fahrt ins Minsker Stadtzentrum schwer enttäuscht. Auf dreispurigen Schnellstraßen, die so manchem neuem EU-Staat Neid abringen würden, geht es vorbei an neostalinistischen Prunkbauten ins Zentrum von Minsk. Die Stadt, im Zweiten Weltkrieg von den Deutschen in Schutt und Asche gelegt und erst danach am Reißbrett in reinster realsozialistischer Architektur wiederauferstanden, ist so sauber wie kaum eine andere. Dass das so bleibt, dafür sorgen Putztrupps und ständig patrouillierende Milizionäre.</p>
<p>Riesige Werbetafeln, welche von Bratislava bis Bukarest kapitalistische Konsumverheißungen anpreisen, fehlen hier fast völlig. Stattdessen ruft eine stramme blonde Milizionärin vom Plakat dazu auf, bei Verstößen gegen Ordnung und Sicherheit sofort eine entsprechende Telefonnummer zu wählen. Sonst machen gerade einmal die großen Staatskombinate mit Werbung auf ihre Produkte aufmerksam – und diese reichen von Fernsehern über Kühlschränke bis hin zu Traktoren. Bei Letzteren zählen die Minsker Lenin-Werke mit ihren 25.000 Beschäftigen zu den Weltmarktführern. Staatskapitalismus lautet hier bis heute die Devise – und das Ergebnis heißt offiziell Vollbeschäftigung. Eine wilde Privatisierung, welche beim großen Nachbarn Russland in den Neunzigern wenige rasch zu Oligarchen und viele noch schneller arm werden ließ, hatte Lukaschenko unterbunden und damit bereits früh eine wichtige Basis für den späteren Machterhalt geschaffen.</p>
<p><strong>„Papa“ Präsident. </strong></p>
<p>Denn auch der liebevoll von vielen als „Batka“, also „Papa“, bezeichnete Präsident weiß, dass man die Hand, die einen füttert, nicht beißt. Unterstützung erfuhr Lukaschenko lange auch aus Moskau, wo Wladimir Putin mit Unbehagen die Ausweitung von Nato und EU bis fast vor die eigene Haustür verfolgte. Als Reaktion bekam Lukaschenko Gas und Öl weit unter Weltmarktpreisen geliefert, welche dieser nur zu veredeln und mit satten Gewinnen weiter in den Westen zu verkaufen brauchte. Die Folge waren Wachstumsraten bis zu zehn Prozent und Ökonomen, di<a href="http://lehermayr.wordpress.com/files/2009/07/0905e_mg_8501.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-310" title="Europas letzte Diktatur? (Foto: Heinz Tesarek)" src="http://lehermayr.wordpress.com/files/2009/07/0905e_mg_8501.jpg?w=300" alt="Europas letzte Diktatur? (Foto: Heinz Tesarek)" width="321" height="211" /></a>e Zweifel an der Überlegenheitdes kapitalistischen Modells zu hegen begannen.</p>
<p><strong>Cappuccino-Kommunismus. </strong></p>
<p>Doch wie lebt es sich mit Fünfjahresplänen und Präsidentendekreten? „Nicht schlecht“, meint Bernd Rosenberg, ein österreichischer Banker, der vor sechs Jahren nach Minsk kam. Nach wie vor weiß Lukaschenko, dass Investitionen aus dem Westen wichtig für Weißrussland sind. Die Raiffeisen International schlug 2003 zu und besitzt heute mit der Priorbank die größte private Bank des Landes mit 1,5 Milliarden Euro Bilanzsumme. Ganz offen sagt Rosenberg, „dass man hier ausgezeichnete Geschäfte machen kann, solange man sich an dieRegeln hält“.</p>
<p>Genau eine dieser Regeln macht der Studentin Jelena hingegen zu schaffen. Unweit des Platzes der Oktoberrevolution, auf dem die jungen Pioniere für die Parade proben, sitzt die 18- Jährige im Garten der einzigen McDonald’s-Filiale bei einem Becher Cappuccino und beschwert sich: „Mein Vater arbeitet in der Führung eines westlichen Konzerns, verdient gut, doch ein drittes Auto dürfen wir uns nicht kaufen, weil es Lukaschenko verbietet.“ Zudem vermisst das Mädchen westliche Marken und wünscht sich „die Mode internationaler Labels auch in Minsk“. Entsagungen ganz anderer Art schildert die gleichaltrige Nastja. Sie ist eine jener Oppositionellen, denen Lukaschenko, wie er im Staatsfernsehen gern betont, „am liebsten den Schädel abreißen würde“. Abends steht Nastja mit 30 anderen in einer Menschenkette still vor dem monströsen Palast der Republik. Ihnen gegenüber: Spezialtruppen der Miliz, in Kampfanzügen und mit Schlagstöcken bewaffnet.</p>
<p>„Wir protestieren dagegen, dass Regimegegner einfach verschwinden, weggesperrt oder in die Psychiatrie gesteckt werden. Auch heute, noch bevor die Demo begann, sind drei Teilnehmer verhaftet worden.“ Nastja wirkt fahl, kränkelnd, schwächelnd. „Ich bin seit sechs Tagen im Hungerstreik“, erklärt sie, „aus Solidarität mit den politischen Gefangenen.“ Die Folgen ihres Engagements hat Nastja bereits zu spüren bekommen: Ihr Vater verlor seinen Staatsjob, die Wohnung wurde mehrmals durchsucht, und sie selbst flog von der Uni. Und dennoch macht sie weiter, „denn der Diktator muss fallen“.</p>
<p><a href="http://lehermayr.wordpress.com/files/2009/07/0905e_mg_8890.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-311" title="Minsk: Gestern ist heute (Foto: Heinz Tesarek)" src="http://lehermayr.wordpress.com/files/2009/07/0905e_mg_8890.jpg?w=300" alt="Minsk: Gestern ist heute (Foto: Heinz Tesarek)" width="300" height="200" /></a>Dies ist auch der sehnlichste Wunsch von Alexander Kozulin, einem der Führer der Opposition. 2006 trat er gegen Lukaschenko zur Präsidentenwahl an und wurde unmittelbar danach verhaftet und zu fünf Jahren Lagerhaft verurteilt. Im Sommer 2008 kam er auf Drängen der EU frei, die die Entlassungder politischen Gefangenen zur Vorbedingung für Gespräche mit dem Regime gemacht hatte. „Und soll ich nun dankbar sein, dass ich nur zwei Jahre durch die Hölle ging?“, fragt Kozulin verbittert. „Meine Frau ist währenddessen anKrebs gestorben, und wäre ich nicht 56 Tage in Hungerstreik getreten, hätte ich nicht einmal zu ihrem Begräbnis dürfen.“ Kozulin kritisiert, dass „es immer noch politische Gefangene gibt, die EU aber nun darüber hinwegsieht, bloß um die Krise zu nützen und Weißrussland aus der Umarmung Moskaus ins westliche Lager zu holen“.</p>
<p><strong>„Eiserner Mann“ statt „eiserner Lady“. </strong></p>
<p>Die Krise ist es auch, die Lukaschenko weit mehr Sorgen bereitet als die längst marginalisierte Opposition. Seit Jahresbeginn brechen die Exporte ein, und die Staatsbetriebe produzieren seit Monaten auf Halde. Der Diktator braucht nun dringend Kredite, um trotzdem pünktlich Gehälter und Pensionen auszahlen zu können, sodass es nicht zu Unruhen kommt, die ihn die Herrschaft kosten könnten. Auch ein neuerdings angeheuerter britischer PR-Profi, der einst schon das Image der „Eisernen Lady“ Margaret Thatcher aufpolierte, darf nun sein Können an dem Mann aus Minsk versuchen. Seine Idee dürfte es gewesen sein, dass Lukaschenko den verblüfften Weißrussen plötzlich einen unehelichen Sohn präsentierte. Seit kurzem tänzelt „Papa“ Lukaschenko mit dem fünfjährigen Kolja von Staatsbesuch zu Staatsbesuch, in der Hoffnung, beim Volk noch menschlicher zu wirken.</p>
<p>Bloß am „Tag des Sieges“ durfte Kolja anscheinend zuhause bleiben, als Lukaschenko sich nach seiner Ansprache der jubelnden Menge näherte – und NEWS, trotz der Anwesenheit des Herrn im etwas zu engen Anzug, ein Foto vom letzten Diktator Europas schoss. </p>
<p><em>(Erschienen in NEWS 20/09)</em></p>
<p> <a href="http://lehermayr.wordpress.com/files/2009/07/weisrussland2.pdf">Die NEWS-Story im Originallayout</a></p>
<p><em> </em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gubbel, Gubbel!]]></title>
<link>http://volkerracho4000.wordpress.com/2009/07/27/gubbel-gubbel/</link>
<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 13:32:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>volkerracho4000</dc:creator>
<guid>http://volkerracho4000.wordpress.com/2009/07/27/gubbel-gubbel/</guid>
<description><![CDATA[(YouTube) (via eye said it before) EXKLUSIV bei uns: Der Truthahndiktator bei der Machtübernahme. Sc]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/dYhf3_9BgDE&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/dYhf3_9BgDE&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p>(<a href="http://www.youtube.com/watch?v=dYhf3_9BgDE" target="_blank">YouTube</a>) (via <a href="http://www.eyesaiditbefore.de/2009/07/27/die-truthaehne-kommen/" target="_blank">eye said it before</a>)</p>
<p>EXKLUSIV bei uns: Der Truthahndiktator bei der Machtübernahme. Schockierend!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Schlag den Kim]]></title>
<link>http://trappatonisch.wordpress.com/2009/07/27/schlag-den-kim/</link>
<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 13:25:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>trappatonisch</dc:creator>
<guid>http://trappatonisch.wordpress.com/2009/07/27/schlag-den-kim/</guid>
<description><![CDATA[Ob er Alarm schlägt gegen die USA, ob er die Opposition im eigenen Land niederschlägt oder jetzt ang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ob er Alarm schlägt gegen die USA, ob er die Opposition im eigenen Land niederschlägt oder jetzt angeblich <a href="http://www.spiegel.de/sport/sonst/0,1518,634900,00.html">elf Asse auf einer Golf-Runde </a>schlägt &#8211; auf alle Fälle hat Nordkoreas Diktator einen Schlag. Einen solchen sogar, dass Stefan Raab einpacken kann. <em>Trappatonisch</em> dünkt: <em>Pro7</em> plant schon die Diktatorsport-Show <em>Schlag den Kim</em>. Die Kandidaten liefern sich mit dem großen Diktator packende Duelle im Wettrüsten, Unterdrücken und Golfspielen. Der Gewinner erhält für seine Anmaßung einen dreijährigen Aufenthalt im traumhaften Straflager, der Verlierer auch. Dabei sein ist alles.</p>
<p>Für alle potentiellen Teilnehmer kurz das Wichtigste erklärt: Elf Asse auf dem Golf-Platz zu schlagen bedeutet <span style="text-decoration:line-through;">im Normalfall</span> nicht, elf gute Spieler mit dem 9er Eisen zu verdreschen, sondern den Ball mit einem Schlag einzulochen. Was auf Minigolf-Bahnen in der Länge eines Kleinbusses schon schwierig ist, ist auf hunderten Metern Golf-Anlage so wahrscheinlich wie bei Hütchenspielern an der kroatischen Adria-Küste zu gewinnen. Und das ganze Hoch 11 ergiebt die Wahrscheinlichkeit.</p>
<p>Mit elf Assen toppt Kim sogar Al Bundy&#8217;s vier Touchdowns in einem Spiel &#8211; ob Kim auch gerne mit der Hand in der Hose auf der Couch <em>Psycho Dad</em> guckt? Die 200.000 Bewohner der nordkoreanischen Straflager würden sagen: Dafür müsste er im Bad in den Spiegel schauen.</p>
<p><em>Trappatonisch</em> aber ruft heute den<em> Tag der Bewunderung Kim Jong Ils</em> aus: Erstens, weil er der mit Abstand beste Golfer der Welt ist &#8211; und das nach der ersten Runde und im Alter von 67 Jahren. Zweitens, weil er den scheinbar kleinsten Golfplatz der Welt gebaut hat -18 Bahnen, die nur aus dem Loch bestehen. Drittens, weil er per technisch verfeinertem Golfball bewies, dass die Fernlenkung seiner Atomraketen schon in 11 von 18 Fällen präzise funktioniert. Schlagkräftige Argumente!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nätets diktatorer]]></title>
<link>http://marinaengan.wordpress.com/2009/07/24/natets-diktatorer/</link>
<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 17:13:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>Marina</dc:creator>
<guid>http://marinaengan.wordpress.com/2009/07/24/natets-diktatorer/</guid>
<description><![CDATA[Vem gav dessa människor rätten att bestämma vem som skall få använda sig av det forum som diktatorer]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Vem gav dessa människor rätten att bestämma vem som skall få använda sig av det forum som diktatorer]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
