<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>disiplin &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/disiplin/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "disiplin"</description>
	<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 08:50:25 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[WABAH BARU PENUH TANDA TANYA ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/wabah-baru-penuh-tanda-tanya/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 05:05:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/wabah-baru-penuh-tanda-tanya/</guid>
<description><![CDATA[Sebagai negara dengan luasan hutan tropis terbesar ketiga di dunia, setelah Brasil dan Republik Kong]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/wabah-baru-penuh-tanda-tanya.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3454" title="wabah baru penuh tanda tanya" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/wabah-baru-penuh-tanda-tanya.jpg?w=111" alt="" width="111" height="150" /></a>Sebagai negara dengan luasan hutan tropis terbesar ketiga di dunia, setelah Brasil dan Republik Kongo, Indonesia paham betul manfaat yang bisa diperoleh di Pertemuan Para Pihak Konferensi PBB mengenai Perubahan Iklim di Kopenhagen, Denmark, 7-18 Desember 2009.</p>
<p>Indonesia mengincar skema pendanaan dar sektor kehutanan. Skema itu, reducing emissions from deforestation and forest degradation (REDD) telah dua tahun dinegosiasikan, sejak peran hutan diadopsi dalam “Peta Jalan Bali” pada COP-13 di Bali, tahun 2007. Dan, COP-15 tahun ini menjadi titik krusial bagi “ya atau tidaknya” REDD.</p>
<p>Apabila disepakati, berarti ada “janji” mengucurkan dana besar bagi negara-negara berhutan tropis. Sebaliknya, jika dunia tak menyepakati protokol baru dengan REDD di dalamnya, dana besar  “di depan mata” itu menjadi ketidakpastian. Bagi pemerintah, berarti kegagalan.</p>
<p>Program REDD PBB (UN-REDD) dan Fasilitas Kemitraan Karbon Hutan di bawah Bank Dunia menjanjikan bantuan finansial hampir 10 juta dollar AS bagi pengembangan penerapan REDD. “Setidaknya, Indonesia butuh 18,8 juta dollar AS,” kata Koordinator Substansi REDD dari Departemen Kehutanan Nur Masripatin di Jakarta.</p>
<p>Meski persiapan berongkos mahal, Indonesia jalan terus. Hingga dunia teryakinkan peran penting hutan menyerap dan menyimpan karbon dioksida (CO2) – salah satu unsur utama pembentuk gas rumah kaca (GRK) penyebab utama meningkatnya suhu Bumi.</p>
<p><strong><!--more-->Distorsi pengertian</strong></p>
<p>Di tengah berbagai persiapan negosiasi, pengertian REDD masih terdistorsi akibat hiruk pikuk indormasi tanpa kendali. Ada yang emahami upah menjaga hutan, bantuan negara maju tanpa syarat, hingga skema jual-beli hutan secara fisik.</p>
<p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/wbh-baru-pnh-tanda-tanya02.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3455" title="wbh baru pnh tanda tanya02" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/wbh-baru-pnh-tanda-tanya02.jpg?w=131" alt="" width="131" height="150" /></a>Sebenarnya, REDD merupakan aktivitas pengelolaan hutan yang terkait dengan penurunan emisi GRK. Itu berbeda dengan konservasi hutan seperti selama ini karena dikaitkan langsung dengan insentif pendanaan.</p>
<p>Dana dari komunitas internasional baru akan mengucur apabila pengelola hutan bisa membuktikan potensi paparan karbon dioksida dari hutan dapat dihindarkan. Dalam COP-15, hasil paling mungkin : keputusan mengadopsi dan mendefinisikan ruang lingkup.</p>
<p>Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) Rachmat Witoelar susai rapat koordinasi di Kantor Menko Kesra beberapa waktu lalu mengungkapkan sinyal bahwa REDD akan disepakati di Kopenhagen. “Negara-negara maju sudah mendukung,” katanya.</p>
<p><strong>Konsekuensi logis</strong></p>
<p>Di tengah nafsu besar pemerintah, kritik datang dari sejumlah kalangan, terutama kelompok masyarakat sipil. Mereka mengingatkan berbagai konsekuensi atas penerapan REDD di negara berkembang.</p>
<p>Beberapa konsekuensi itu, di antaranya, penataan kelembagaan, ketatnya tata ruang, politik pertanahan, serta konservasi yang terukur, termonitor, dan bisa dipertanggungjawabkan melalui laporan. Semua itu mengarah ke karakter birokrat yang disiplin dan profesional.</p>
<p>Fakta selama ini, kelembagaan dan pengawasan merupakan kelemahan besar. Di lapangan, pola urus sumber daya alam selalu meminggirkan masyarakat lokal. “Ribuan komunitas masyarakat adat terancam jika REDD diterapkan,” kata Andon Nababan dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara. Kekhawatiran itu selalu ditepis pemerintah dalam setiap pembahasan rencana penerapan REDD.</p>
<p>Pada pedoman tentang hutan, p[erubahan iklim dan REDD yang dikeluarkan Pusat Riset Kehutanan Internasional (CIFOR) disebutkan, pengambilalihan kawasan hutan berpotensial muncul dalam konteks pembayaran jasa karbon. Pejabat birokrasi, perusahaan swasta, dan elite lokal yang tergoda dapat “merebut” hutan yang secara turun temurun dikelola masyarakat lokal.</p>
<p><strong>Libatkan publik</strong></p>
<p>Hendro Sangkoyo dari School of Democratic Economics melihat bahaya besar dari rezim REDD. Salah satunya, kesemena-menaan penghitungan CO2 di hutan.</p>
<p>“Ada penghuni asli, pengetahuan leluhur, dan sistem sosial di hutan. Sulit membayangkan kalau hanya melihat karbonnya,” ujarnya. Oleh karena itu, pelibatan masyarakat langsung mutlak adanya dan itu menyita waktu dan energi.</p>
<p>Ia di luar Moskwa, Jumat (27/11), menggarisbawahi ketidakadilan iklim dalam konteks global. Bagaimana pun, reduksi emisi dari industri harus dituntut juga. Tanpa itu, REDD hanya siasat sempurna negara maju dalam rangka mempertahankan kekuasaan dan kerakusannya.</p>
<p>Indikasi itu muncul. Negara-negara maju yang wajib menurunkan emisinya (Annex 1) enggan memenuhi komitmen penurunan laju emisi dalam jumlah besar (deep cut). Mereka khawatir ekonominya seret.</p>
<p>Di Indonesia, Provinsi Nanggrie Aceh Darussalam (NAD) menyiapkan diri masuk dalam pembiayaan krabon hutan. Aceh Green, yang berisi para ahli, LSM, dan lembaga donor, mengembangkan metodologi penghitungan penyerapan karbon, emisi karbon, dan ancaman deforestasi.</p>
<p>Berdasarkan perhitungan skenario 2008-2038 di kawasan hutan Ulu Masen (750.528 hektar), stok CO2 sekitar 2,3 juta ton. “Kami sadar penuh bahwa REDD adalah performance melindungi hutan dari kemungkinan memaparkan emisi, bukan soal jual-beli karbon,” kata Wibisono dari Aceh Green. Oleh karena itu, dibutuhkan komitmen pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.</p>
<p>Tidak hanya pemerintah daerah yang tertarik skema REDD, LSM dan perusahaan swasta pun bergelagat sama. Kalau mau jujur, wabah REDD menyeruak karena ada dana besar di sana. Bagaimana menggapainya ? Siapa pengambil manfaat terbesar ? Semua sedang dalam kajian.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>REDD – Wabah Baru Penuh Tanda Tanya, Gesit Ariyanto<br />
Kompas, 28.11.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[150 TAHUN TEORI EVOLUSI ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/150-tahun-teori-evolusi/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 03:22:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/150-tahun-teori-evolusi/</guid>
<description><![CDATA[Teori evolusi, sejak terbitnya buku Charles Darwin, On the Origin of Species, 24 Nopember 1859, hing]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/tommy_awuy.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3433" title="tommy_awuy" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/tommy_awuy.jpg?w=121" alt="" width="121" height="150" /></a>Teori evolusi, sejak terbitnya buku Charles Darwin, On the Origin of Species, 24 Nopember 1859, hingga sekarang menunjukkan perkembangan yang demikian meyakinkan, nukan saja bagi ilmu Biologi itu sendiri, tetapi juga merambah ke berbagai disiplin lain, terutama sejak terbitnya buku Richard Dawkins, The Selfish Gene, 1976, yang melengkapi kekurangan penjelasan Darwin tentang seleksi alamiah, yakni konsep meme (baca : mem).</p>
<p>Pesona teori evolusi masa kini terletak pada akurasinya menjelaskan fenomena global dari berbagai disiplin, seperti periklanan, seni rupa kontemporer, terorisme, teknologi komputer, dan media massa. Kecenderungan para ahli Biologi masa kini memang gemar berbicara tentang kebudayaan.</p>
<p>Demikian pemikiran yang mencuat dari diskusi “Menyambut 150 Tahun Teori Evolusi”, 24 Nopember di Philo Art Space, Keman, berdasarkan makalah berjudul Evolusi Teori Evolusi yang disampaikan Eko Wijayanto, dosen Filsafat Fakultas Ilmu Budaya UI, Depok.<!--more--></p>
<p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/charles_darwin_l.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3434" title="charles_darwin_l" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/charles_darwin_l.jpg?w=113" alt="" width="113" height="150" /></a>Munculnya teori evolusi memang sangat kontroversial sekalipun sebenarnya Darwin belum begitu meyakinkan menjelaskan maksud dari seleksi alamiah berdasarkan kerja gen. Konsep evolusi itu sendiri muncul berdasarkan kerja gen (replikasi) menuju kondisi kesempurnaan, tetapi tidak menjawab bagaimana replikasi itu memproses otak manusia yang menjadikannya spesies tertinggi atau sebagai makhluk yang berbudaya. Ada pun kebudayaan tak semata merupakan hasil kreasi pikiran demi progresivitas, tetapi juga sebuah daya untuk mempertahankan apa yang dianggap terbaik di masa lalu (repetitif). Apakah kreasi budaya zaman dahulu kala, seperti arsitektur, lukisan di goa-goa, patung, dan mitologi, adalah rendah dibandingkan kreasi budaya zaman sekarang dan akan datang ?</p>
<p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/richard_dawkins_2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3435" title="Richard_Dawkins_2" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/richard_dawkins_2.jpg?w=124" alt="" width="124" height="150" /></a>Richard Dawkins kemudian menjawab kekurangan teori evolusi tentang replikasi gen ini dengan penemuannya bahwa sesungguhnya evolusi terjadi bukan disebabkan hanya satu replikator gen, tetapi ada replikator lain, yakni meme. Replikator gen bekerja secara imanen, sekali pun memperbanyak diri tetapi tetap mempertahankan identitasnya sebagai rangkaian DNA, sementara mem adalah replikator memproses kerja otak yang bergerak secara sangat fleksibel, bisa melompat lepas, ke masa lalu, ke masa depan, atau bertahan pada masa kini.</p>
<p>Manusia sebagai pencapaian akhir dari evolusi tampak menjadi unik karena memiliki mem, kemampuan atau daya otak untuk meniru (mimesis). Peniruan ini tentu saja dilakukan mem atas mem yang dianggap tertinggi atau terkuat tanpa batasan waktu dan tempat demi survive lalu pada gilirannya mem ini melompat ke otak-otak lainnya sebagai virus pikiran. Maka mem membutuhkan wadah kolektif (institusi) sebagai efek dari daya tularannya agar bisa menyangga atau menopang caranya bertahan dan mungkin saja hal itu pada saat-saat tertentu terjadi bersamaan dengan proses replikatif gen. Demikianlah sebuah kebudayaan terbentuk tanpa harus terhalang oleh semata-mata keinginan gen pada kesempurnaan progresif.</p>
<p>Menariknya, hubungan gen dan mem bersifat kompleks. Di satu pihak mereka sama-sama replikator yang memungkinkan terjadinya evolusi, tetapi di lain pihak keduanya bisa berseberangan, bahkan bisa mengatasi satu atas lainnya. Pilihan seseorang untuk hidup selibat, tanpa bereplikasi sama sekali, adalah dorongan kuat dari mem mengalahkan keinginan gen untuk bisa dan terus bereplikasi. Mengapa demikian ? Jika memang pilihan selibat adalah pilihan wajib atau perintah tak bersyarat dari sebuah norma yang dianggap tertinggi, replikasi gen harus dikorbankan.</p>
<p>Penemuan mem oleh Dawkins menjadikan teori evolusi Darwin pun berevolusi, lebih terbuka luas dan mampu menjelaskan bagaimana evolusi itu terjadi tak semata-mata menganggap masa lalu lebih sederhana atau rendah daripada masa depan. Kerja mem bisa memperalat pencapaian yang baik di masa lalu untuk meneruskan replikanya ke masa depan. Evolusi kebudayaan tak lain adalah penularan replikasi mem, virus pikiran. Bagaimana virus ini bekerja ?</p>
<p>Replikasi mem bersifat ekstrem, dikotomistik, radikal, dan provokatif : baik-buruk, benar-salah, mengancam-merayu, surga dan neraka. Dan memang sifat seperti inilah yang mampu menarik perhatian sehingga akan mudah mem bereplikasi di otak-otak lainnya.</p>
<p>Replikasi mem sekarang ini terlihat mencolok pada dunia periklanan dan media massa, yang bahkan sampai agama pun memanfaatkan kedua unsur tersebut untuk bisa bertahan.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Teori Evolusi Semakin Meyakinkan, Tommy Awuy &#124; Pengajar Filsafat di Universitas Indonesia<br />
Kompas, 29.11.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Smerte som ethos: kamptrening]]></title>
<link>http://sokratesthestray.wordpress.com/2009/11/29/smerte-som-ethos-kamptrening/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 22:15:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>sokratesthestray</dc:creator>
<guid>http://sokratesthestray.wordpress.com/2009/11/29/smerte-som-ethos-kamptrening/</guid>
<description><![CDATA[Jeg liker styrke, og jeg liker svakhet. Det skal stå i en komplementær dikotomi. Men jeg skal være s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jeg liker styrke, og jeg liker svakhet. Det skal stå i en komplementær dikotomi. Men jeg skal være sterk, alltid. Resten av verden kan være svak.</p>
<p>Jeg liker kampsport, og har trent det lenge. Problemet her er at jeg ikke kan omgås alfahanner. Ender jeg opp med å trene med macho menn pleier det å ende i blodig nærkamp. Jeg vet ikke hva som trigger det. Kanskje det er hatet mot autoriteter som slår inn, eller kanskje det er arrogansen om at de faktisk tror de er bedre enn meg. Skal jeg fortelle en hemmelighet? De fleste machomenn greier ikke å slåss. De har muskler og kraften, men ingen teknikk. Det de har lært om krigekunst er fra japanske filmer eller Bruce Willis. Så lenge man greier å hindre dem i å bruke full kraft (uansett hvor god du er så tåler du ikke en knyttneve i ansiktet) så vinner man som regel.</p>
<p>Før var jeg nødt å gjøre kompromiss, for det er mange machomenn i kamsportmiljøene. Nå, derimot, har jeg funnet meg min lille nisje med folk som passer sammen. Vi har samme prinsipper når det kommer til krigerkunsten. Det ender alltid i blod. </p>
<p>Vi samles flere ganger i uken. Møteplassen blir erklært en time før samling, og skifter fra urbane nedslitte strøk, til motorveier, til skogsområder. Man skal alltid komme seg til møteplassen til fots. Alle klarer det alltid innen fristen.</p>
<p>Selve kampene kombinerer flere teknikktyper. Lederen vår er godt trent i Krav Maga, som er slåssteknikken formet i den israelske hær. Vi andre har spredt erfaring med Tae Kwon Do, karate, Jiu Jitsu og annet. Reglene er fight club stil og kampen slutter ikke før en skriker stopp, tapper ut, besvimer, eller blir så sterkt skadet at man ikke kan fortsette. Den siste har vi ikke opplevd ennå. </p>
<p>Vi har trent sammen siden august, og blitt mer disiplinerte. Man skal prøve å hindre å skade folk så det ikke kan dekkes over. Man har jo liv man skal leve. Å gå på jobb eller studiested med blåmerker i ansiktet og opprevet leppe er ikke konstruktivt.</p>
<p>Selv har jeg ikke hatt større skader. Den store mistanken jeg har er at siden jeg er den minste (i størrelse og alder) så tar de lett på meg og vil ikke skade meg noe større. Det verste var en knivkamp der motstanderen min fant ut at han ville prøve å skalpere meg. Dette fikk han ikke til men et kutt i skallen fikk jeg. Han tok strupetak på meg isteden. Jeg tok igjen ved å bite han i armen. Store mannen måtte få stivkrampesprøyte.</p>
<p>Sensei Oleg (vår lærer og leder) har lagt sin elsk på meg og lar meg slippe unna med alt, noe som betyr at jeg kan bruke de andre som personlig boksesekk uten at det får konsekvenser. Det vil si; ingenting fikk konsekvenser før jeg utfordret sensei selv til nærkamp. Ingen våpen skulle brukes, bare ren teknikk. Han aksepterte. Jeg bruker primært Jiu Jitsu mens han bruker sine kjære Krav Maga-teknikker. Jeg trodde jeg hadde studert han grundig. Jeg trodde jeg var klar. Jeg tok veldig feil. Han lot være å brekke bein på meg men meg fikk et knuseslag mot kjeven som lot meg smake jekslene mine på en ny måte. Til gjengeld kunne jeg blinde han ved å spytte blod i ansiktet på han. Blod gir veldig god visuell effekt; det var Rambo som stirret tilbake på meg. Jeg hadde gjort han sint nå. Noen runder til der vi sparret hverandre av, og han fikk overtaket. Kroppen min lettet fra bakken og plutselig tok jeg svalestup ned i en haug med løv i utkanten av treningsarenaen. Løvet skjulte noen skarpe steiner som sa hallo til ribbeinet mitt og gav det et skikkelig knekk. Diagnosen ble bristet ribbein.</p>
<p>Nå blir jeg rundhåndelig bortskjemt av Oleg. Mannen var nærmest i tårer, ikke fordi jeg ble skadet, men fordi jeg ble så skadet at jeg ikke kan trene kamp på minst 4 uker. Et bristet ribbein kan brekke helt og trenge inn i lungen, noe som er litt blodige saker. Jeg har blitt oppnevnt som dommer og får sitte på sidelinjen ved siden av vårt passive medlem, den vakre Francoise, som til gjengjeld deler sin hjemmelagde veganersjokolade med meg. Livet er godt. </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Coaching Menulis #004: Mulai &amp; Lakukan]]></title>
<link>http://billykoesoemadinata.wordpress.com/2009/11/27/coaching-menulis-004-mulai-lakukan/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 17:16:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>Billy Koesoemadinata</dc:creator>
<guid>http://billykoesoemadinata.wordpress.com/2009/11/27/coaching-menulis-004-mulai-lakukan/</guid>
<description><![CDATA[Segala persiapan sudah dilakukan untuk menulis, mulai dari mendapatkan ide, mengembangkan ide, hingg]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Segala persiapan sudah dilakukan untuk menulis, mulai dari mendapatkan ide, mengembangkan ide, hingg]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Disiplin waktu]]></title>
<link>http://hadisome.wordpress.com/2009/11/24/disiplin-waktu/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 10:53:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>hadisome</dc:creator>
<guid>http://hadisome.wordpress.com/2009/11/24/disiplin-waktu/</guid>
<description><![CDATA[Sebuah kata yang, agaknya, masih menadi sesuatu yang jarang diindahkan. Lihat saja ketika berada di ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sebuah kata yang, agaknya, masih menadi sesuatu yang jarang diindahkan. Lihat saja ketika berada di jalanan. Banyak sopir yang mengendarakan mobilnya dengan seenak jidat mereka, tidak memerdulikan keselamatan dirinya, penumpangnya, maupun lawan arahnya. Menyetir dengan ugal-ugalan dan berujung dengan kematian.</p>
<p><a href="http://hadisome.wordpress.com/files/2009/11/terowongan.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-586" title="terowongan" src="http://hadisome.wordpress.com/files/2009/11/terowongan.jpg?w=150" alt="" width="128" height="96" /></a>Disiplin, seharusnya diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Disiplin dalan mengatur waktu makan, akan menghindarkan anda dari penyakit maag. Disiplin dalam bekerja akan membuat anda bisa me-manage pekerjaan anda. Disiplin dalam mengelola keuangan, akan menghantarkan anda untuk tetap tersenyum di akhir bulan karena uang yang anda miliki masih ada.<!--more--></p>
<p>Bagaimana dengan waktu? Rupanya masih banyak yang belum disiplin waktu. Di negeri tercinta ini, agaknya disiplin waktu menjadi urusan nomer sekian. Tengok saja, istilah jam karet, mulur, dan molor, agaknya sudah menjadi sebuah hal yang lumrah. Waktu yang demikian penting dan hanya 24 jam sehari ini, akan berantakan jika anda tidak mengatur urusan dengan benar.</p>
<p>Agaknya kita harus cerdas dalam menyiasati waktu kita. Coba lihat agenda anda hari ini, apakah anda sudah menepati waktu anda  ketika punya janji dengan seseorang?  Atau malah anda yang memang sengaja mengulur waktu?</p>
<p>Susah memang jika ‘ngaret’ sudah menjadi kebiasaan, akan banyak hal yang akhirnya turut tertunda. Dalam janji berjanji dengan orang lain, Saya sendiri berprinsip  ‘lebih baik menunggu daripada ditunggu’. Tapi prinsip ini agaknya sering dijadikan senjata untuk teman-teman saya datang terlambat. (<em>Ahhh….kalau yang ditunggunya sudah kelewatan mah, tinggalkan saja!</em>)</p>
<p>Termasuk saya, rupanya masih banyak yang belum bisa menerapkan disiplin waktu.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[21 November]]></title>
<link>http://ewot.wordpress.com/2009/11/21/21-november/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 11:04:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>ewot</dc:creator>
<guid>http://ewot.wordpress.com/2009/11/21/21-november/</guid>
<description><![CDATA[Orang yang baru mengenalnya akan mengatakannya galak, beliau adalah guru yang paling ditakuti di sek]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Orang yang baru mengenalnya akan mengatakannya galak, beliau adalah guru yang paling ditakuti di sek]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Musik membuat anak disiplin..benarkah?]]></title>
<link>http://puskesmassungkai.wordpress.com/2009/11/18/musik-dapat-membuat-anak-menjadi-disiplin-benarkah/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 03:32:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>puskesmassungkai</dc:creator>
<guid>http://puskesmassungkai.wordpress.com/2009/11/18/musik-dapat-membuat-anak-menjadi-disiplin-benarkah/</guid>
<description><![CDATA[Penelitian membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mempengaruhi perkembangan IQ dan EQ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Penelitian membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mempengaruhi perkembangan IQ dan EQ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SEKALI LAGI, INDIBATH]]></title>
<link>http://kaderdakwah.wordpress.com/2009/11/16/sekali-lagi-indibath/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 03:55:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>Syahirul Alim</dc:creator>
<guid>http://kaderdakwah.wordpress.com/2009/11/16/sekali-lagi-indibath/</guid>
<description><![CDATA[Ada orang yang melihat semut sebagai hewan kecil yang rakus, (hanya) karena sangat aktif mengumpulka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ada orang yang melihat semut sebagai hewan kecil yang rakus, (hanya) karena sangat aktif mengumpulkan bahan makanan jauh lebih banyak dari panjang usia yang mungkin dijalaninya. Bahwa nama semut menjadi sebutan bagi salah satu dari 114 surat Al-Quran, memang tidak menjadi jaminan mereka tercela atau tidak, berbeda dari semisal Al-Munafiqun dan Al-Kafirun atau nama-nama lain seperti anjing (QS. 7:176), kera dan babi (QS. 5: 60). Tetapi kalau bukan untuk tujuan terpuji, untuk apa nama itu disebut dalam kitab suci, seperti surat An-Naml atau An-Nahl?<!--more--></p>
<p>Konon bila ada seekor semut berjalan berputar-putar atau zigzag, maka artinya ia memang sedang bertugas mencari bahan makanan bagi kaumnya. Bila menemukan sepotong daging, kembang gula atau makanan lainnya, dijamin ia tak akan menghabiskan atau mengangkutnya sendirian. Ia akan berputar-putar sejenak untuk mengukur dan menghitung berapa pasukan semut yang diperlukan. Pulang ke sarang ia berjalan lurus dengan melepaskan asam semut melalui ekornya yang akan menjadi garis navigasi bagi para pekerja yang akan melaluinya dengan disiplin. Coba-cobalah meletakkan sekeping cokelat atau gula di tepi garis asam semut itu, mereka tetap takkan tergoda. Demikian akurat semut menggunakan intuisinya yang mengajarkan manusia kapan musim hujan dan musim kemarau akan datang, demikian pula disiplin mereka. Mereka tak bersuara, namun bekerja. Menimbun logistik untuk musim yang lebih panjang dari usia mereka, tetapi bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan kepentingan kaum dan bangsa.</p>
<p>Jangan coba-coba menaburkan gula atau kue manis dekat-dekat garis itu, karena pasukan semut takkan terangsang oleh provokasi atau jebakan itu. <em>Ghayah</em> dan <em>ahdaf</em> (tujuan dan sasaran) mereka jelas. <em>Amal jamai</em> mereka kompak. Disiplin mereka tinggi. Entah dari mana datangnya dan bagaimana ia mengintai, seekor semut eksekutor telah siap dengan kepala dan taring yang besar untuk memenggal kepala semut yang terangsang mengambil makanan di luar garis navigasi. Betapa mahalnya harga yang harus dibayar akibat tindakan liar sebagian pasukan artileri yang ditempatkan Rasul SAW di bukit pada perang Uhud itu. Mereka dipesan untuk jangan meninggalkan front tanpa komando, baik pasukan kita kalah atau menang. Tak pernah sepedih itu duka dan gundah yang dirasakan Kanjeng Nabi SAW.</p>
<p>Bila jenis serangga ada yang bersuara, itulah <em>nahl</em>, lebah yang diperintahkan Allah untuk membangun hunian di gunung-gunung, di pohon-pohon dan rumah-rumah manusia (QS. An-Nahl: 68). Mereka disuruh memakan yang baik-baik dan memproduksi yang baik-baik yang sangat berguna bagi kesehatan dan penyembuhan. Mereka berdengung di sarang seperti pasukan mujahid muslim di zaman Rasulullah saw, mendengungkan dzikir di malam hari setelah sepanjang siang dengan penuh semangat dan kesungguhan berjihad membela kebenaran. Mereka tak suka mengganggu siapapun, namun jangan coba-coba melempari sarang lebah, mereka akan datang <em>full team</em> membalas setiap agresor.</p>
<p><em>Muslim yang tak bersengat bekerja seperti semut, dan yang sudah bersengat berjuang bagaikan lebah. Perumpamaan seorang muslim seperti lebah, tak makan kecuali yang baik dan tak keluar dari perutnya kecuali yang baik.</em></p>
<p><strong>Mentalitas Rendah</strong></p>
<p>Seorang manusia sejati tidak akan terkesiap hanya oleh kemilau benda-benda, daya tarik alam semesta dan segala hal yang fana, kecuali ia menisbahkan semua itu kepada sang Pencipta. Ia wujud sejati dan Ia yang selalu jadi tujuan. Sementara manusia yang bermental anjing, jika ia setia ia setia kepada sepotong tulang, bukan kepada pemberi tulang. Ia menjilat dan menggonggong dengan suara lengkingan yang jauh lebih nyaring dari tuannya. Jangan tanya komitmen, ia takkan mengerti. Itulah sebabnya tak ada tuah pada pribadi, tutur dan tindakan mereka yang menggadaikan hidup dan ilmunya untuk kepentingan materi sesaat. Mereka tak bisa mengenali dan tak waspada ataupun ngeri apakah rezki yang mereka dapat bersamaan dengan penyelewengan itu menjadi karunia atau <em>istidraj</em> (uluran).</p>
<p>Namun masih ada jenis anjing yang membuat kita ingat akan betapa tinggi nilai ilmu. <em>Bila engkau melepas anjingmu, dengan bismillah, lalu ia membunuh buruannya, lihatlah, apakah ia melukai buruanmu di tempat yang tepat atau mencabik dan memakan daging hewan itu</em>. Yang pertama berburu untuk tuannya, karenanya buruan itu sembelihan yang halal dimakan dan yang kedua berburu untuk dirinya, karenanya buruan itu bangkai yang haram dimakan. Catat hari kelahiran seekor babi jantan, tunggu sampai usianya laik kawin. Lihatlah betapa dengan ringan ia gauli ibunya di depan kesaksian bapak kandungnya yang asyik melahap makanan, termasuk kotorannya sendiri. Jangan tanya hewan itu. Apa bapak tidak cemburu?. Ia takkan buka kamus untuk mencari arti cemburu, karena entri itu memang tak pernah ada dalam kamus mereka atau mereka memang tak punya kamus.</p>
<p><strong>Disiplin, Pahit tetapi Sehat</strong></p>
<p>Syaikh Amin Syinqithiy membuktikan betapa Allah memberikan keberkahan bagi umur kita. Ketika murid-muridnya terheran-heran, apa mungkin orang bisa mengkhatamkan Al-Quran dalam sekali shalat malam, ia membuktikannya. Betapa rapi bacaannya. Betapa merdu suaranya. Betapa nikmat shalat bersamanya. Selebihnya, cukup waktu untuk bekerja.</p>
<p>Pada ashar hari Kamis di akhir pekan, seorang kader dakwah, seperti dituturkan Imam Hasan Al-Banna, keluar dari bengkel tempat ia bekerja. Malamnya ia sudah memberikan ceramah di sebuah pertemuan beberapa puluh kilometer dari tempatnya. Esok Jumatnya ia berkhutbah dengan bagus di tempat lain yang cukup jauh. Asharnya ia memberikan pengarahan pada sebuah <em>mukhayam</em> (camping) yang diikuti ratusan pemuda dari berbagai penjuru. Lepas isya ia menyampaikan arahan dalam sebuah daurah besar. Ratusan kilometer dalam 30 jam ditempuhnya, suatu perjalanan yang melelahkan. Namun esoknya dengan wajah cerah cemerlang dan hati yang tenang, ia telah tiba di tempat kerjanya lebih cepat, tanpa ribut-ribut mengisahkan kerja besar yang baru diselesaikannya.</p>
<p>Sembilan tahun agresi pasukan musyrikin Quraisy dan yang lainnya ke Madinah telah menyibukkan Rasulullah SAW dengan 27 kali <em>ghazwah</em> (pertempuran yang beliau pimpin langsung) dan 35 kali <em>sariyah</em> (yang dipimpin para sahabat). Serbuan yang bertubi-tubi ini potensial membuat lelah fisik dan mental dan masuk akal bila beliau dan para sahabat memanfaatkan waktu jeda yang rata-rata sebulan atau sebulan setengah untuk berleha-leha. Namun ternyata justeru waktu itu diisi dengan banyak kegiatan, dari mendidik para politisi, panglima perang, hakim, diplomat sampai merangkak dengan anak-anak dipunggungnya atau dalam beberapa riwayat dan momentum berbeda– berpacu jalan dengan keluarga atau beramah-tamah dengan rakyat-jelata. Ia pemimpin besar yang menggetarkan banyak bibir kekaguman. Ia panglima yang akurat dalam memimpin setiap pertempuran. Ia guru yang banyak melahirkan kader handal. Ia suami yang membuat isterinya kebingungan saat ditanya : momen-momen apa yang paling mengesankannya semasa hidup bersamanya? Momen mana yang tidak mengagumkan (<em>Ay-yu amrihi lam yakun ajaba</em>) ?!, jawab Aisyah <em>ummul mu’minin radhiyallahu ‘anha</em>.</p>
<p><em>Wallahu’alamu bish_shawaab.</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Disiplin...]]></title>
<link>http://dgsworld.wordpress.com/2009/11/15/disiplin/</link>
<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 21:04:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>dgsworld</dc:creator>
<guid>http://dgsworld.wordpress.com/2009/11/15/disiplin/</guid>
<description><![CDATA[Tänkte bara berätta om hur bra jag är på att få saker gjorda. Nu är det så att jag har en rapport so]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Tänkte bara berätta om hur bra jag är på att få saker gjorda. Nu är det så att jag har en rapport som jag är halvklar med, deadline imorgon. Som den duktiga pluggis jag är sätter jag alltså mig vid datorn och</p>
<ol>
<li>Kollar Facebook<br />
- ser att Dan kan 84% om sex</li>
<li>Kollar Aftonbladet<br />
- Gråter lite över &#8220;Strippstopp i Vegas&#8221;<br />
http://www.aftonbladet.se/nyheter/article6126557.ab</li>
<li>Kollar lite random bloggar</li>
<li>&#8220;Shit, jag borde nog börja skriva nu&#8221;</li>
<li>Kollar Fokis blogg</li>
<li>Ah, the sounds på spotify &#60;3</li>
<li>&#8220;shit, skriva var det&#8221;</li>
<li>Öppnar word</li>
<li>ska bara kolla facebook igen</li>
<li>Oj, har ju helt glömt bort bdb</li>
<li>kolla massor med fjortisar har laddat upp bilder</li>
<li>MAFFIWARS</li>
<li>Hmm, jag hämtar ngt att dricka</li>
<li>&#8220;Skriva var det ja&#8221;<br />
Slår lite planlöst på tangenterna och väntar på ett mirakel</li>
<li>Äsch, jag kollar blocket medans jag väntar på inspiration</li>
<li>Gnäller på MSN över att jag har deadline imorgon</li>
<li>&#8220;Lovar dyrt ochheligt att nu jäklar skärper jag mig och skriver&#8221;</li>
<li>Ska bara blogga först&#8230;</li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lowongan Sopir Pribadi Jambi]]></title>
<link>http://seputarjambi.wordpress.com/2009/11/12/lowongan-sopir-pribadi-jambi/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 02:53:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>medika</dc:creator>
<guid>http://seputarjambi.wordpress.com/2009/11/12/lowongan-sopir-pribadi-jambi/</guid>
<description><![CDATA[Dicari supir pribadi, jujur, disiplin, umur maksimal 30 tahun, SIM A, SMA atau sederajat, Hubungi te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dicari supir pribadi, jujur, disiplin, umur maksimal 30 tahun, SIM A, SMA atau sederajat, Hubungi te]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Orang Indonesia Ternyata DISIPLIN (versi Stasiun Tugu JOGJA)]]></title>
<link>http://rizakasela.wordpress.com/2009/11/12/orang-indonesia-ternyata-disiplin-versi-stasiun-tugu-jogja/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 21:01:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>the riza de kasela</dc:creator>
<guid>http://rizakasela.wordpress.com/2009/11/12/orang-indonesia-ternyata-disiplin-versi-stasiun-tugu-jogja/</guid>
<description><![CDATA[Tadi siang baru aja ke Stasiun Tugu nemenin Bang innu beli tiket kereta pulang ke Jakarta. Beli tike]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tadi siang baru aja ke Stasiun Tugu nemenin Bang innu beli tiket kereta pulang ke Jakarta. Beli tike]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berebut cewek di Cafe, Personel TNI Tusuk Polisi]]></title>
<link>http://erensdh.wordpress.com/2009/11/09/berebut-cewek-di-cafe-personel-tni-tusuk-polisi/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 15:37:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>erensdh</dc:creator>
<guid>http://erensdh.wordpress.com/2009/11/09/berebut-cewek-di-cafe-personel-tni-tusuk-polisi/</guid>
<description><![CDATA[BENGKULU &#8211; Berebut cewek saat mencari hiburan di kafe, dua aparat keamanan berduel. Anggota Di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[BENGKULU &#8211; Berebut cewek saat mencari hiburan di kafe, dua aparat keamanan berduel. Anggota Di]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Å skrive en roman]]></title>
<link>http://karivo.wordpress.com/2009/11/07/a-skrive-en-roman/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 12:37:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>Kari</dc:creator>
<guid>http://karivo.wordpress.com/2009/11/07/a-skrive-en-roman/</guid>
<description><![CDATA[Ideen om å skrive en bok har vaket i bakhodet i årevis. Men så var livet travelt. Deretter &#8211; ø]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ideen om å skrive en bok har vaket i bakhodet i årevis. Men så var livet travelt. Deretter &#8211; øh &#8211; ble det sykt. Og så er det den ørlille tanken som sier &#8220;dette klarer du kanskje ikke&#8221;. Jeg vet det er mange av dere som har lyst til å skrive. Så jeg hopper usjenert uti det og forteller litt om &#8220;hvor jeg er&#8221; og hva jeg tenker.</p>
<p>Jeg har en hel masse tekster. Mange ideer. Og ingenting som henger sammen&#8230;</p>
<p>En av mine første feil, tror jeg, er at jeg har begynt og begynt&#8230; og begynt&#8230; å skrive historien rett frem fra side en, liksom. Øh &#8211; andre feil &#8211; jeg gjør det med historiENE. Jeg retter opp det jeg har skrevet, hopper fra jeg-person til tredjeperson og tilbake igjen. Og jeg hopper fra historie til historie. Barnebok, voksenbok, gjørdetselvbok, altmankantenkesegbok&#8230;</p>
<p>Ikke rart man ikke kommer fremover når man hopper att og frem.</p>
<p>Feil nummer 3 er at jeg tror jeg kjenner historiene ut og inn, så jeg bare kan skrive det ned uten mer fiksfakseri enn det. Men når jeg tar en nærmere titt, ser jeg at jeg ikke egentlig vet så mye. Jeg vet ikke hvor hovedpersonen kommer fra. Hva jobber hun/han med, hvor var vedkommende ifjor, er folk i nabolaget i slekt, kjenner de hverandre eller ser de aldri noe til hverandre så de egentlig er irrelevante til hele historien&#8230;.? Og jeg vet ikke hvor alle personene skal hen &#8211; hvorfor de gjør som de gjør. Hvordan blir de påvirket av det som skjer? Og hvordan ser det ut der de bor? Går historien over fem uker eller fem år?</p>
<p>Så om jeg er skikkelig flink og skriver et kapittel, vet jeg ikke hva som skal skje i neste. Dermed får jeg hele tiden ufrivillige, frustrerende skrivestopper.</p>
<p>Jeg gjør feil 4. 5. 6. 7&#8230;.. Om de finnes, gjør jeg dem.</p>
<p>Sist, men ikke minst, gjør jeg denne feilen: JEG SETTER MEG IKKE NED OG SKRIVER på alvor! Jeg skriver litt her og litt der, men jeg har ikke noen &#8220;arbeidsdag&#8221; eller noen strukturert plan. Og ingen tidslinje. Å skrive en bok er liksom noe jeg skal gjøre før jeg dør. Eller helst noe som burde vært ferdig neste uke, for det hadde vært godt å vært ferdig så jeg kan begynne på neste prosjekt&#8230; Humf</p>
<p>Noe av planmangelen kommer jo av formen. Når formen veksler fra dag til dag, så er det ikke alltid så lett. Men det er ingen god nok unnskyldning. For jeg <em>kan </em>nok skrape frem ti minutter hver dag. Og de kunne vært øremerket og fredet og spikret til SKRIVING med store bokstaver. Men hvis jeg skriver fem sider i dag, kan det bli fem dager til neste setning. Og så fem uker til neste gang. Panneklask!!</p>
<p>Er det i det hele tatt noen som kjenner seg igjen?</p>
<p>Istedenfor å være kjempeirritert på meg selv, har jeg funnet ut at dette kanskje er en nødvendig læringsprosess. Min oppgave nå er å få det til å gå fra læringsprosess til produktivitet så snart som mulig.</p>
<p>Denne bloggen har vært del av min treningsplan. Her ser jeg at jeg kan være jevn i arbeidsinnsats. Og jeg kan begynne med blanke ark hver dag &#8211; og få <em>noe</em> ut av det. Det er godt for selvtilliten.</p>
<p>Og så har jeg begynt med å bli bedre kjent med historien min. Jeg taster ned litt mer strukturert informasjon om personene, om scenene, om omgivelsene osv. Jeg fant en kjempefin oppskrift på internett. <a href="http://www.advancedfictionwriting.com/art/snowflake.php" target="_blank">The Snowflake Method</a>. Er du sånn nogenlunde på samme sted som meg, så stikk innom lenken og ta en titt. En annen side som kan være til disiplinhjelp er <a href="http://www.peacecorpswriters.org/pages/depts/resources/resour_writers/100daysbook/day001.html" target="_blank">How to write a novel in 100 days or less</a>.</p>
<p>I tillegg prøver jeg å lære av andre som har klart det jeg ikke har klart. Jeg har lest boken: <a href="http://www.capris.no/product.aspx?isbn=0312354282" target="_blank">&#8220;How I Write&#8221;</a> av en av mine yndlingsforfattere Janet Evanovich, og jeg har lekt meg endel inne på hennes <a href="http://www.evanovich.com/" target="_blank">nettside</a>. Boken hennes var ikke bare lærerik, men også morsom. Jeg har dessuten fått tak i boken <a href="http://www.capris.no/product.aspx?isbn=0340820462" target="_blank">&#8220;On Writing&#8221;</a> av Stephen King en annen yndlingsforfatter og  og <a href="http://www.capris.no/product.aspx?isbn=1582975108" target="_blank">&#8220;How I got published&#8221;</a> av Ray White. Jeg håper jeg får masse inspirasjon derfra.</p>
<p>Jeg har fikset meg en kjempekoselig arbeidsplass. Alt klart, med masse blanke ark og huskelapper hengende i tegnestifter på veggen.</p>
<p>Alt jeg trenger nå er disiplin&#8230;. og utholdenhet&#8230;.</p>
<p>Jeg <em>skal</em> sette seg ned og skrive &#8211; på alvor.</p>
<p>Det jeg egentlig trenger er en klokke som ringer når jeg skal gå inn på skriverommet. Og en vilje til å gjøre nettopp det når klokken ringer&#8230; Kanskje jeg skulle skaffet meg en slik klokke. En stilig en&#8230;. *tenke tenke*.</p>
<p>Lurer på om jeg skal begynne på mandag. Mandager er fine dager til å begynne med alt sånt disiplinerte greier. Som slankekurer og en ny karriere som skribent.</p>
<p>ha</p>
<p>&#8211;</p>
<p>Hva med dere? Alle dere som skriver så flotte blogger har jo en penn som godt kan brukes til mer. Har dere noen planer eller drømmer? Gjør dere noe med det? Det hadde vært kos å høre, og ikke minst få noen tips fra de av dere som har lyktes og er godt i gang.</p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bus Angkutan Kota, Siapa takut!!]]></title>
<link>http://promotioninhealth.wordpress.com/2009/11/03/bus-angkutan-kota-siapa-takut/</link>
<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 03:10:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>alin aun</dc:creator>
<guid>http://promotioninhealth.wordpress.com/2009/11/03/bus-angkutan-kota-siapa-takut/</guid>
<description><![CDATA[Mobilisasi penduduk menjadi seperti pisau yang bermata dua. Di satu sisi mobilisasi sangat dibutuhka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Mobilisasi penduduk menjadi seperti pisau yang bermata dua. Di satu sisi mobilisasi sangat dibutuhka]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[‘Ibu ini, gimana sich…!’]]></title>
<link>http://aubreyade.wordpress.com/2009/10/31/%e2%80%98ibu-ini-gimana-sich%e2%80%a6%e2%80%99/</link>
<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 10:21:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>aubreyade</dc:creator>
<guid>http://aubreyade.wordpress.com/2009/10/31/%e2%80%98ibu-ini-gimana-sich%e2%80%a6%e2%80%99/</guid>
<description><![CDATA[Jadi Orangtua memang gak pernah gampang. Tidak bisa plinplan. Dan selalu harus jadi ‘role model’ per]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jadi Orangtua memang gak pernah gampang. Tidak bisa plinplan. Dan selalu harus jadi ‘role model’ pertama, kalo anak kita mau nurut. Mau mendidik anak supaya dewasa, ya orangtuanya harus dewasa terlebih dulu.</p>
<p>Kepada dua anak perempuan saya, hal pertama yang saya berusaha ajarkan adalah kejujuran. Disiplin untuk bersikap jujur, dimanapun dan kapanpun. Pun saya berusaha jadi teman dan pendengar yang baik buat mereka, agar sayalah orang pertama yang selalu mereka ajak bicara ketika menghadapi suatu permasalahan. So far so good, alias cukup jujur lah mereka, atau jika mereka berbohong, biasanya bisa langsung saya ‘tangkap” gelagat tidak jujurnya itu <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  **ibunya, satpam!**</p>
<p>Tapi hari ini ada momen dimana saya ‘telak’ di hadapan si sulung-panggilannya Syifa. Ceritanya berawal dari keluh kesah dia selama 3 hari ini, terlambat melulu sampai di sekolah. Dari yg terlambat duapuluh menit, karena bapaknya yang bangun kesiangan, jadi lalulintas sudah terlanjur macet. Sampai hari ini, masih telat dikiiittt, Cuma lima menit! Tapi tetep aja judulnya telat, a.k.a harus dapet surat keterangan di ruang piket, dan itu menyebalkan buat dia – malu, katanya. Padahal, selama semester ini, baru tiga hari ini aja, yg telat, tapi kok ya berturut2 dan harus lapor piket segala.</p>
<p>Saya sih, menyiapkan segala sesuatunya di jam2 seperti biasa, hanya adakalanya memang masih ngantuk, menyiapkan bekalnya jadi agak lama, belum lagi ngurus adeknya yang tipe ‘seniman’ beda seratusdelapanpuluhderajat sama kakaknya. Kalau lagi gak mood ke sekolah, trus gak dibangunin (padahal udah melek!) ya udh bablas aja tidur lagi – akhirnya ritual tiap pagi saya basahin matanya dulu pake aer , biar kebuka &#38; melek beneran.</p>
<p>Oke, kembali ke topik. Syifa mengeluh, katanya berangkat kurang pagi, karena bunda nyiapin segala sesuatunya kok agak telat, belum lagi ayah yg kadang2 pake cukur jenggot dulu sebelum berangkat <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Trus saya tanya, “emang hari ini telatnya berapa menit sih?”</p>
<p>“Ya, Cuma lima menit sih…”</p>
<p>“Ya udah, gapapalah, lima menit ini…” (emaknya mulai ngajarin yang enggak2 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>“Ih, tetep aja kaka mesti ke meja piket…masa’ tiga hari berturut2 sih!”</p>
<p>“Ah, masa’ sih? Emang ketahan di pintu gerbang, gituh? Kalo enggak mah, cuek aja masuk, buru2 nyelonong masuk kelas…” (emaknya dulu biang telat soalnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>“Kalo bel udah bunyi, anak2 udh baris, trus masuk kelas, itu tandanya udah telat Bun…harus lapor piket, gitu peraturannya…”</p>
<p>“Emmm, ah-gapapa Ka, kalo Cuma beberapa menit sich, kalo gurunya gak ada yang liat, buruan lari aja ke kelas…” (ups, dalem hati, ngerasa salah sih ngomong gini…hehe)</p>
<p>“Oooh, gitu ya Bun, kalo bohongnya cuma sedikit, atau kalau gak ketahuan, gapapa dong ya ?”</p>
<p>Glek!</p>
<p>Ahahahahaha. Saya jadi ketawa sendiri dalem hati. Lha akunya aja yang netapkan peraturan harus disiplin jam belajar, jam tidur, netapkan harus jujur, dll – malahan ngajarin “grey area” alias “kalo sedikit gapapa”. Lha yang repot, batasan sedikit itu yang seperti apa ? pastinya berubah2 terus sesuai keadaan. Dan kalau dari kecil anak sudah dibiasakan untuk kompromi sama ketidakjujuran, tidak disiplin, sudah besar jadi pemimpin yg melanggar aturan mainnya sendiri.</p>
<p>Permasalahan inti penyebab terlambat, yaitu kondisi lalulintas yg unpredictable, jadi meski berangkat di jam yang sama, bisa saja terlambat, karena akhir2 ini macetnya ampun2an, mungkin kerna angkot dan teman2nya yg berhenti di sembarang tempat (berdasarkan ‘laporan pandangan mata’ Syifa). Hanya saja, saya malas mendapati kenyataan bahwa saya harus menyiapkan segalanya lebih pagi atau lebih cepat dari biasanya (cih, ortu egois ya? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p>Akhirnya saya meralat pernyataan saya,</p>
<p>“Iya, kaka bener ya, berangkatnya mesti lebih pagi sepuluh menit, kan lebih baik nunggu lima menit sebelum bel bunyi, daripada telat 5 menit, ya Ka…”</p>
<p>Dan tak lupa saya menutupnya dengan ‘minta ditemenin’ supaya kesalahan ini bukan punya saya sendiri, dengan bilang:</p>
<p>“Lagian ayah sih, pake’ cukuran segala, ya ka…kan jadi telat berangkatnya…”</p>
<p>**Disemprot mouse-shaver**</p>
<p>eNBeh : kalo ibu yang ngomong, pantang disalahin ! *hihihi*</p>
<p><a href='http://ngerumpi.com/baca/2009/10/29/ibu-ini-gimana-sich'>Saya Copy dari artikel saya di sini</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Membentuk Disiplin Anak]]></title>
<link>http://sitisifir10.wordpress.com/2009/10/31/membentuk-disiplin-anak/</link>
<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 00:19:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>sitisifir10</dc:creator>
<guid>http://sitisifir10.wordpress.com/2009/10/31/membentuk-disiplin-anak/</guid>
<description><![CDATA[Bismillah, Mmm..melihat kepada tajuk ini, sungguh jauhlah saya tidak layak untuk berkata-kata tentan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:center;"></div>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_hW54s94Fy6o/SunYNxTV0jI/AAAAAAAACTU/jPCS6fBbq9k/s1600-h/JGF.bmp"><img src="http://4.bp.blogspot.com/_hW54s94Fy6o/SunYNxTV0jI/AAAAAAAACTU/jPCS6fBbq9k/s400/JGF.bmp" border="0" alt="" /></a><br />Bismillah,
<div></div>
<div>Mmm..melihat kepada tajuk ini, sungguh jauhlah saya tidak layak untuk berkata-kata tentangnya. Bukan kerana anak2 saya tidak berdisiplin tetapi saya tidak cukup disiplin untuk mendisiplinkan mereka. Apa yang bakal saya turunkan ini adalah taktik biasa kebanyakan orang tua2 zaman dulu dalam mendisiplinkan anak mereka. Semoga ini menjadi ingatan buat diri saya supaya membetulkan yang tidak betul. </div>
<div></div>
<div>
<ul>
<li><b>Bersikap tegas</b> &#8211; Jangan cepat bertolak ansur dengan anak (ayat ini bukan ayat untuk terus tidak bertolak ansur tau&#8230;). Saya masih teringat seorang kawan saya di sekolah rendah dulu. Walaupun kami plan cukup baik untuk keluar beramai2, tapi dia sorang ajelah yang terpaksa mengemas rumah terlebih dahulu dan maknya takkan sekali2 benarkan dia keluar rumah sebelum dia kemas rumah. Tapi seandainya dia sudah melakukan seperti yang maknya tetapkan, dia bebas keluar dengan kami. Samalah juga jika anda telah menetapkan hal lain seperti gosok gigi bangun dan sebelum tidur, pensil kaler mesti ada dalam bekas &#8211; jangan disepahkan, solat lima waktu dan lain-lain. Mmm&#8230;kadang2 saya rasa saya terlajak garang sebab nak menjadi seorang yang tegas. Namun, sangat mengharukan bila melihat anak2 dari tiap2 hari kena suruh kepada buat sendiri tanpa disuruh. Saya rasa, walaupun mulut saya masih riuh, mungkin riuh itu telah beralih dari perkara A kepada perkara B. Bermaksud mereka telah mengamalkan arahan A tanpa disuruh sehingga saya mencari perkara B pula untuk mereka amalkan. Alah bisa tegal biasa&#8230;cian anak2 ku itu&#8230;</li>
<li><b>Beri penjelasan</b> &#8211; Pijah, sambil2 ngko potpet itu potpet ini, janganlah ngko potpet yang kosong2 aje..pastikan apa yang ngko potpetkan itu membuatkan anak ngko faham apa yang ngko tujuan ngko potpet. Ahahaha&#8230;. OK let me give a situation &#8211; anda marah anak anda babab adik dia, tapi anda babab dia boleh pulak&#8230;ni musti anak pun punin2 lalat dgn tindakan pelik anda. Jadi Puan Pijah, untuk kes ini pastikan anak2 mu itu faham&#8230;anda babab mereka adalah kerana mahu mengajar atau mendenda mereka tetapi mereka tidak boleh babab adik mereka kerana itu boleh mencederakan adik mereka. Mmm&#8230;eh mcm mana ek kalau anak nnt kata, &#8220;Umi&#8230;kakak babab Uwaiys ni sbb Uwaiys buat sepah.&#8221; Haiyyyaaa&#8230;&#8230;..</li>
<li><b>Konsisten </b>- untuk satu2 hal, untuk contoh paling mudah dalam hal menyuruh anak solat, tidak boleh tidak mereka wajib solat. Janganlah pulak kadang2 suruh, kadang2 lak, &#8220;Biorlee&#8230;dia kecik lagi&#8221;. Kalau konsisten, diorang pun cepat faham. Ni kalau tak diorang akan penin, &#8220;Umi ni yang mana satu, kejap begini kejap begitu.&#8221;</li>
<li><b>Adil </b>- Pijah, janganlah pulak ketika Asmaa&#8217; sudah pandai mengira2, kamu membanding2kan Usamah yang baru mengenal nombor. Mereka berbeza usia dan masing2 sedang melalui proses pembelajaran yang seswai dengan usia mereka. Kamu patut melayan Asmaa&#8217; dengan cara kamu melayan budak 5 tahun dan Usamah dengan cara kamu melayan budak4 tahun. Mmm&#8230;.korang, mcm mana nak layan budak setahun 8 bulan yang berlagak macam orang 29 tahun????? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </li>
<li><b>Memberi Galakan</b> &#8211; Saya cuba untuk memberi contoh dalam situasi saya ye kawan2&#8230;anak2 saya suka melukis. Malah kadang2 seelok2 saya naik tangga ke rumah saya mereka akan ajukan saya kertas yang berlipat dan suruh saya buka dan lihat. Kadangkalanya saya buka dan memuji namun ada sesuatu yang saya silap di situ. Saya hanya memuji untuk memenuhi ruang. Dalam hal ini, saya cukup tabik pada suami saya. Dia bukan sekadar memuji tetapi dia selalu pandang terus ke mata anak dan menunjukkan reaksi yang dia kagum melihat lukisan mereka. Saya perati mereka cukup puas hati jika menunjukkan hasil seni mereka kepada abah mereka&#8230;.tapi itupun kalau abah mereka tidak ralit dengan F1 atau forum di internet aaaa&#8230;hihi&#8230;</li>
</ul>
<div>Umi doakan anak2 umi menjadi seorang yang mempunyai disiplin dan istiqamah pula dalam amalan kalian&#8230;umi sentiasa mendoakan yang terbaik untuk anak2 umi&#8230;</div>
<div></div>
<div><span class="Apple-style-span" style="color:rgb(0,0,238);"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_hW54s94Fy6o/SunZV75U6MI/AAAAAAAACTk/-vVxfFIFBRk/s400/DSC00198.JPG" border="0" alt="" /></span></div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gara-gara penyokong, Terengganu didenda RM16,000]]></title>
<link>http://bolasepak.wordpress.com/2009/10/30/gara-gara-penyokong-terengganu-didenda-rm16000/</link>
<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 21:52:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>bolasepak</dc:creator>
<guid>http://bolasepak.wordpress.com/2009/10/30/gara-gara-penyokong-terengganu-didenda-rm16000/</guid>
<description><![CDATA[TERENGGANU yang berdepan ujian getir pada separuh akhir kedua bola sepak Piala Malaysia, esok selepa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[TERENGGANU yang berdepan ujian getir pada separuh akhir kedua bola sepak Piala Malaysia, esok selepa]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LANJUTAN DISIPLIN PANYABUNGAN PONSEL]]></title>
<link>http://ashartanjungselular.wordpress.com/2009/10/29/lanjutan-disiplin-panyabungan-ponsel/</link>
<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 17:40:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>ashartanjung</dc:creator>
<guid>http://ashartanjungselular.wordpress.com/2009/10/29/lanjutan-disiplin-panyabungan-ponsel/</guid>
<description><![CDATA[1. Memeriksa masa berlaku perdana dan voucher setiap saat. 2. Memeriksa dan memberi tahu apakah kart]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>1. Memeriksa masa berlaku perdana dan voucher setiap saat.<br />
2. Memeriksa dan memberi tahu apakah kartu Mkios sudah mati.<br />
3. Melaporkan barang barang yang susah untuk dijual, yang memungkinkan akan menjadi kadaluarsa (melaporkan jauh hari sebelumnya)<br />
4. Tidak memberi tahu nama hp AT pada siapapun tanpa permisi.<br />
5. Tidak boleh memberi tahu penjualan pada siapapun atau dengan alasan apapun tanpa izin.<br />
6. Tidak menggabungkan uang sendiri dengna uang usaha.<br />
7. Bagi pengelola yang kedapatan berhutang pada aset usaha, akan didenda 2 kali lipat. Bila tidak dibayar dalam 3 hari, maka akan dipecat dari usaha.<br />
8. Penjaga tidak boleh bermain catur atau pertandingan lainnya di dalam usaha.<br />
9. Penjaga harus mengikuti semua istilah yang ada dalam usaha, dengan maksud agar tercipta keseragaman kata.</p>
<p>A writer of Hajji Experience Book in Indonesian version.<br />
<a href="http://www.mandailingnatal.page.tl/Hajii-Book.htm?PHPSESSID=d66bbfbe386a3dffc4de367876a8de72">You can clik here to know more detail, please</a><br />
Visit me back.<br />
Thank you</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Erti Kebebasan Dan Disiplin Dalam Perniagaan Internet]]></title>
<link>http://jutawangdi.wordpress.com/2009/10/29/erti-kebebasan-dan-disiplin-dalam-perniagaan-internet/</link>
<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 10:00:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>shafrizal87</dc:creator>
<guid>http://jutawangdi.wordpress.com/2009/10/29/erti-kebebasan-dan-disiplin-dalam-perniagaan-internet/</guid>
<description><![CDATA[Coretan Diari Sifu Zamri Nanyan untuk tatapan pembaca sekalian. oleh Zamri Nanyan http://PerniagaanI]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="font-weight:bold;">Coretan Diari Sifu Zamri Nanyan untuk tatapan pembaca sekalian.</span></p>
<p>oleh Zamri Nanyan<br />
<a href="http://perniagaaninternet.ws/r/shafrizal87" target="_blank">http://PerniagaanInternet.ws/r/shafrizal87</a></p>
<p>3 Ogos 2009 merupakan hari terakhir saya bekerja di dalam sebuah syarikat swasta di Pulau Pinang. Pendapatan 6 angka setahun di dalam syarikat tersebut saya tinggalkan untuk melakukan sesuatu yang saya ingin kecapi di dalam hidup ini. Tarikh tersebut juga menamatkan servis saya selama 12 tahun lebih di dalam syarikat “Research &#38; Development” tersebut.</p>
<p>Mengambil keputusan untuk berhenti kerja bukannya mudah.</p>
<p>Saya bukannya seorang bujang. Dengan tanggungjawab sebagai seorang suami dan bapa kepada 2 orang anak yang masih di bangku sekolah dan seorang lagi tak sampai 2 tahun umurnya, saya pasti ada rintangannya.</p>
<p>Walaubagaimanapun, saya sudah buat keputusan nekad saya sendiri.</p>
<p>Saya inginkan sebuah perniagaan internet yang akan memberikan saya kepuasan dan kebebasan untuk melakukan apa yang saya kehendaki.</p>
<p>Saya mahukan masa saya banyak dihabiskan bersama-sama dengan keluarga dan melihat sendiri anak saya membesar di depan mata.</p>
<p>Namun, di sinilah datangnya cabaran dan disiplin.Disebabkan anak-anak saya yang masih lagi kecil, mereka memerlukan perhatian yang rapi. Si Imran bukanlah macam kakak dan abangnya. Beliau aktif sehingga boleh menaikkan rasa marah. Apa yang dilarang, itu yang dia nak.</p>
<p>Tapi itulah yang dinamakan kanak-kanak. Kena banyak bersabar.Dan sebabnya yang ingin saya nyatakan di sini ialah, walaupun saya sekarang bebas untuk melakukan perkara yang saya suka, saya masih lagi melakukannya pada masa rutin harian yang saya lakukan sebelum berhenti kerja &#8211; iaitu menjalankan majoriti daripada perniagaan internet saya pada waktu malam apabila si anak kecil sudah masuk tidur (mungkin pada masa akan datang, ianya akan berubah)</p>
<p>Jadi, adakah ini dikatakan menjalankan perniagaan internet sepenuh masa? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Atau menjalankan perniagaan internet separuh masa itu sebenarnya telahpun menjalankan perniagaan internet sepenuh masa?</p>
<p>Tak tahulah apa jawapan anda.</p>
<p>Tetapi, definisi saya ialah jika anda tetapkan bahawa anda akan lakukan perniagaan internet anda 3 atau 4 jam sehari dan lakukannya secara konsisten, anda sebenarnya telahpun menjalankan perniagaan internet anda secara sepenuh masa, tak kira anda masih bekerja dengan orang lain ataupun tidak.</p>
<p>Dan jika anda berhenti kerja dengan orang lain, dan masih menjalankan perniagaan internet anda 3 atau 4 jam sehari, tidakkah ianya juga bermaksud perkara yang sama.</p>
<p>Itulah sebabnya juga terlalu ramai yang beranggapan saya telahpun menjalankan perniagaan internet sepenuh masa sejak bertahun lamanya, bila saya masih lagi bekerja di syarikat swasta. Sebabnya ialah saya konsisten dengan usaha saya.</p>
<p>Memang saya tidak pernah nyatakan bahawa saya melakukan perniagaan internet secara separuh masa sebelum ini, kerana bagi pendapat saya, jika saya nyatakan sebegitu, ianya cuma akan memberi impresi kepada diri saya bahawa saya melakukan perniagaan internet ini separuh hati sahaja.</p>
<p>Dan itulah juga salah satu sebabnya kenapa rakan sekerja saya sebelum ini pernah berkata bahawa saya menjalankan perniagaan internet secara sepenuh masa, dan bekerja separuh masa &#8211; kerana pendapatan yang saya perolehi ada kalanya melebihi beberapa bulan gaji saya di syarikat tersebut.</p>
<p>Jadi, secara ringkasnya di sini, jika anda juga ingin membina perniagaan internet anda untuk menjadikannya sebagai sumber pendapatan utama anda nanti, lakukannya sepenuh hati, konsisten dengan apa yang anda usahakan dan tanamkan kepercayaan yang suatu hari nanti, anda juga dapat membina perniagaan internet dengan masa dan tempat yang anda tetapkan sendiri.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Mengenai Penulis</span></p>
<p>Zamri Nanyan mula berkecimpung di dalam Perniagaan Internet sejak tahun 2003. Internet juga memberikan Zamri kebebasan untuk meluahkan fikiran beliau, menambah ramai kenalan dari serata dunia dan menjana pendapatan pada masa yang sama. Beliau berasa puas sekiranya dapat membantu lebih ramai orang membongkar rahsia menjana pendapatan melalui Internet. Lawati laman web beliau di <a href="http://perniagaaninternet.ws/r/shafrizal87" target="_blank">http://PerniagaanInternet.ws/r/shafrizal87</a> untuk mengenali Zamri Nanyan dengan lebih dekat.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PIBG Perlu Selesai Isu Disiplin]]></title>
<link>http://cikguhaidi.wordpress.com/2009/10/28/pibg-perlu-selesai-isu-disiplin/</link>
<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 00:03:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>cikgu</dc:creator>
<guid>http://cikguhaidi.wordpress.com/2009/10/28/pibg-perlu-selesai-isu-disiplin/</guid>
<description><![CDATA[PORT DICKSON 29 Sept. &#8211; Penyelesaian masalah disiplin pelajar bukan hanya tanggungjawab pihak ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[PORT DICKSON 29 Sept. &#8211; Penyelesaian masalah disiplin pelajar bukan hanya tanggungjawab pihak ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Religion]]></title>
<link>http://kjellsplass.wordpress.com/2009/10/19/religion/</link>
<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 22:30:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>Kjell</dc:creator>
<guid>http://kjellsplass.wordpress.com/2009/10/19/religion/</guid>
<description><![CDATA[Jeg har et religionsspørsmål som også er et ped-spørsmål på en måte. Vi er jo pliktige til å oppdra ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jeg har et religionsspørsmål som også er et ped-spørsmål på en måte. Vi er jo pliktige til å oppdra elevene etter kristne tradisjoner. Den <a href="http://www.lovdata.no/all/tl-19980717-061-001.html#1-1">nye formålsparagrafen</a> er vel litt mere ullen enn den gamle, men det er de kristne tradisjonene som blir nevnt.</p>
<p>Noen elever har en uvane med å legge skylda på andre hele tida, men jeg sier som Louis Armstrong, <a href="http://wimp.aspiro.com/track/2229167">It takes two to tango</a> / <a href="1AFOeg16XIBNq0xdM9Wq5Y">It takes two to tango</a>. Og i denne forbindelse kom jeg til å tenke på historien om <a href="http://www.bibel.no/Hovedmeny/Nettbibelen.aspx?book=JHN&#38;chapter=8&#38;verse=7">den som er uten synd kan kaste den første sten</a> fra Det Nye Testamentet. Jeg tenkte historien kunne brukes som en inspirasjon eller formaning om å tenke på hva en selv har gjort i situasjonen. Men så kom jeg på at det er vel ingen etnisk kristne i klasen, og de er som tidligere <a href="http://kjellsplass.wordpress.com/2009/10/04/svarte-busser/">beskrevet</a> ikke godt bevandret i kristne høytider. At de da skal ha referanser til en obskur fortelling fra Johannesevangeliet er vel å forlange litt mye. Derfor tenkte jeg at det må da vel finnes en parallell historie i Koranen(i andre hellige skrifter også for den sakens skyld)? Heretter kom spørsmålene på rekke og rad.</p>
<ol>
<li>Kan noen hjelpe meg med den Islamske versjonen av historien?</li>
<li>Er det greit å bruke slike religiøse fortellinger i oppdragelsen av elevene?</li>
<li>Hvis ja, skal jeg helst bruke kristne historier?</li>
<li>Forsvinner ikke poenget med historien litt hvis ikke elevene har kjennskap til historien rundt?</li>
</ol>
<p>Jeg er ikke sikker på noen av svarene. Men på spørsmål 3 må jeg nok melde at jeg mener vi må bruke barnas referanser, ikke våre egne.</p>
<p>Jeg er ikke partisk i dette spørsmålet. Jeg mener at historier som Jesu lignelser og Æsops fabler kan brukes til å belyse sider ved livet. Jeg kjenner for dårlig til Koranen for å si om den har slike kvaliteter, men det er vel slike tng religiøse skrifter skal drive med, så jeg ville blitt forundret om det ikke finnes muligheter til å bruke Koranen slik man bruker Det Nye Testamentet.</p>
<p>Så kan dere hjelpe?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DISIPLIN PANYABUNGAN PONSEL]]></title>
<link>http://ashartanjungselular.wordpress.com/2009/10/16/lumban-dolok-disiplin/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 11:05:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>ashartanjung</dc:creator>
<guid>http://ashartanjungselular.wordpress.com/2009/10/16/lumban-dolok-disiplin/</guid>
<description><![CDATA[Rencana peraturan yang akan ditetapkan dalam usaha Lumban Dolok Ponsel. 1. Buka tepat jam 8 pagi. 2.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Rencana peraturan yang akan ditetapkan dalam usaha Lumban Dolok Ponsel.<br />
1. Buka tepat jam 8 pagi.<br />
2. Tidak boleh membawa dagangan sendiri dalam usaha.<br />
3. Harus menuliskan semua penjualan pada pembukuan tanpa menulis rincian penjualan, tapi totalnya mesti dituliskan.<br />
4. Penjualan aset ponsel harus tersendiri dan lengkap dengan pembukuan keuangannya.<br />
5. Tidak memperbolehkan teman atau kerabat masuk ke dalam toko.<br />
6. Jika ada penawaran barang masuk, penjaga tidak boleh mengambil keputusan sendiri untuk membelinya, tapi harus mengabarkan semua penawaran agar bisa dipertimbangkan.<br />
7. Setiap adanya pergantian penjaga, mesti ada penyerahan yang resmi antara kedua belah pihak.<br />
8. Diusahakan agar toko tidak pernah tutup. Jika penjaga berkeinginan untuk libur, penjaga sebaiknya melaporlannya ke pusat agar diusahakan siapa yang akan menggantikannya.<br />
9. Pada satu bulan pertama, penjaga akan menerima gaji sesuai perjanjian.<br />
10. Pada bulan kedua dan seterusnya, penjaga akan mendapat gaji sesuai pembagian keuntungan yang disepakati.<br />
11. Pada setiap sorenya, penjaga mesti melaporkan barang yang terjual agar bisa diganti secepatnya.<br />
12. Pada setiap sore atau sekali tiga hari, akan datang supervisor mengecek pembukuan.<br />
13. Penjaga siang tidak sama dengan penjaga malam.<br />
14. Penjaga mesti mengaktifkan ponselnya setiap waktu.<br />
15. Hp Mkios mesti diaktifkan setiap habis masa berlaku.<br />
16. Selalu memajangkan peraturan ini di toko.<br />
17. Bila ada pesanan Hp baru atau service, mesti dilaporkan ke pusat.<br />
18. Dengan membawa makanan dan mimuman setiap hari kerja agar tidak memakan waktu untuk makan di rumah.<br />
19. Setiap sholat Jum&#8217;at, selalu disediakan waktu untuk sholat.<br />
20. Penjaga diperbolehkan menjual barang gudang dengan mengirim sms ke pusat lebih dulu.<br />
21. Diperbolehkan juga bagi penjaga untuk pulang lebih dulu dari pada datangnya penjaga malam, tapi tidak boleh setiap hari.<br />
22. Kunci pintu digembok sebagus mungkin bila akan tutup.<br />
23. Penjaga diharapkan menjaga usaha yang dipegang ini seperti usahanya sendiri.<br />
24. Jangan mengurus bisnis lain di toko agar pekerjaan bisa dikerjakan sebagus mungkin.<br />
25. Jangan menitipkan toko pada orang lain selagi melaksanakan sholat (Toko selalu harus ditutup jika ingin pergi keluar)</p>
<p>Inilah kira kira disiplan yang saya terapkan di usaha LUMBAN DOLOK PONSEL (PANYABUNGAN PONSEL) yang akan saya buka. Semoga dapat dijalankan semua mitra kerja saya dan juga boleh digunakan pembaca buat pertimbangan dengan disiplin usahanya.<br />
Terima kasih. </p>
<p><a href="http://www.ashartanjung.webs.com/">Kembali ke Halaman Ashar Tanjung</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belajar Musik dan Bermain Gitar]]></title>
<link>http://ditomusicman.wordpress.com/2009/10/16/belajar-musik-dan-bermain-gitar/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 03:12:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>ditomusicman</dc:creator>
<guid>http://ditomusicman.wordpress.com/2009/10/16/belajar-musik-dan-bermain-gitar/</guid>
<description><![CDATA[Musik adalah milik semua orang. Musik tidak mengenal kasta dan golongan [yang ada juga genre atau ga]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Musik adalah milik semua orang. Musik tidak mengenal kasta dan golongan [yang ada juga genre atau ga]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[İŞLETME TERİMLERİ SÖZLÜĞÜ D-4 Gazi GÜDER]]></title>
<link>http://bircanogankul.wordpress.com/2009/10/13/isletme-terimleri-sozlugu-d-4-gazi-guder/</link>
<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 06:25:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>bircanogankul</dc:creator>
<guid>http://bircanogankul.wordpress.com/2009/10/13/isletme-terimleri-sozlugu-d-4-gazi-guder/</guid>
<description><![CDATA[  DEVRE MÜLK :  Yalnızca yılın belirli bir dönemindeki kullanma hakkı satın alınan ev yada dairedir.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[  DEVRE MÜLK :  Yalnızca yılın belirli bir dönemindeki kullanma hakkı satın alınan ev yada dairedir.]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ailede ahlak eğitimi!]]></title>
<link>http://modernkadin.wordpress.com/2009/10/09/ailede-ahlak-egitimi/</link>
<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 06:26:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>modernkadin</dc:creator>
<guid>http://modernkadin.wordpress.com/2009/10/09/ailede-ahlak-egitimi/</guid>
<description><![CDATA[Çocuğunuz büyüdükçe sorunlar da büyüyor ve siz bu sorunlarla nasıl başa çıkacağınızı bilmiyor musunu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><span style="color:#000000;"><img class="alignright size-full wp-image-1207" title="aile" src="http://modernkadin.wordpress.com/files/2009/10/aile.jpg" alt="aile" width="200" height="150" />Çocuğunuz büyüdükçe sorunlar da büyüyor ve siz bu sorunlarla nasıl başa çıkacağınızı bilmiyor musunuz?</span></strong></p>
<p><span style="color:#000000;">Çevresinde her şeye başkaldıran, birçok yanlışı art arda yapmaktan çekinmeyen gençleri gören yeni anne-babalar endişeye kapılıyor. Kendi çocuklarının ahlak ve kişilik gelişimleri için kaygılanıyor ve bunun için yeni arayışlar içine giriyor.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">&#8216;Disiplin ve hoşgörü arasındaki dengeyi nasıl sağlarım?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Hangi durumlarda çocuğumu cezalandıracağım?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">TV ya da bilgisayar başından kalkmayan çocuğu bunlardan nasıl uzaklaştırırım?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Çocuğuma kitabı nasıl sevdireceğim?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Çocuğumun beni terleten sorularına nasıl cevap vereceğim?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Hikâye, masal ve atasözlerini çocuk eğitiminde nasıl kullanırım?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Çocuğum kardeşini kıskanıyor, nasıl davranmalıyım?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Öfkeli ve huysuz bir çocukla nasıl başa çıkarım?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Çocuğum ders çalışmıyor ne yapmalıyım?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Çocuğuma nasıl özgüven kazandırırım?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ödül verirken nelere dikkat etmeliyim?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Çocuğu kendimden uzaklaştırmadan evde disiplini nasıl sağlarım?&#8217;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Prof. Dr. Mehmet Zeki Aydın&#8217;ın kaleme aldığı &#8216;Ailede Ahlak Eğitimi&#8217; tüm bu sorulara ve çok daha fazlasına güvenilir ve uygulanabilir cevaplar veriyor. Ve evin neşesi ve en değerli varlığı olan çocuğun iyi ahlaklı olması için yapılması gerekenleri anlatıyor.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Prof. Dr. Mehmet Zeki Aydın, dinimizin temel amaçlarından birinin çocukları iyi ahlaklı yetiştirmek olduğunu söylüyor. Zaten din eğitimi de çocuğa vicdan eğitimini kazandırmayı amaçlıyor. İyi ahlak dinin hedeflerinden birini oluşturuyor. Vicdan eğitimi sayesinde de ahlaki açıdan olgun bireylerin yetişmesine zemin hazırlanmış oluyor. Çocuklar, arkadaş ve kitle iletişim araçlarından olumlu veya olumsuz etkileniyor. Buralardan gelebilecek tehlikeleri ve yanlış bilgileri değerlendirip doğruyu bulabilmek ise çocuğun sahip olduğu öz denetim ve vicdan eğitimiyle orantılı.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Prof. Aydın, çocuğun farkında olmadan yaptığı taklit davranışların zamanla alışkanlığa dönüşmesiyle kişiliğin oluştuğunu söylüyor: &#8220;Çocuk büyüdükçe ahlak kurallarına uymaya başlar. Hayatın çeşitli aşamalarında görür ki, bu yol kendi yararınadır. Çocuk zaman zaman kendi kendine şöyle düşünür: &#8216;Ben kurallara uymazsam, başkaları da uymaz, oyun bozulur. Ben haksızlık edersem başkaları da edebilir. Onun için başkasının bana yapmasını istemediğim şeyi ben de başkasına yapmayayım.&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Aydın&#8217;a göre çocuğun geldiği bu aşama ahlak bilinci, vicdan ya da üst benlik denen mekanizmanın oluşmaya başladığını gösteriyor. Çocuğun doğru olanı yapmaya alışması, söz dinleyerek disipline boyun eğmesi, aklının ermediği çağda ona iyi alışkanlıklar kazandıracaktır. Anne-baba ve eğitimcilere düşen görev, bu gelişmeyi filizlendirmek, beslemek ve gelişmesini sağlamaya çalışmaktır. Anne-babalar, çocuklarının iyi arkadaş edinmelerini ve arkadaşlarıyla iyi geçinmeleri gerektiğini öğretmelidir.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
