<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>dont-try-to-understand &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/dont-try-to-understand/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "dont-try-to-understand"</description>
	<pubDate>Wed, 22 May 2013 17:14:06 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[up for interpretation.]]></title>
<link>http://theindefinable.wordpress.com/2012/04/03/up-for-interpretation/</link>
<pubDate>Tue, 03 Apr 2012 21:02:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>theindefinable</dc:creator>
<guid>http://theindefinable.wordpress.com/2012/04/03/up-for-interpretation/</guid>
<description><![CDATA[[all things are subject to interpretation, whichever interpretation prevails at a given time is a fu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>[all things are subject to interpretation, whichever interpretation prevails at a given time is a function of power and not truth.] </strong>Friedrich Nietzsche</p>
<p>i could throw my words out the window.<br />
dig my hands into the dirt and<br />
plant them, not to grow,<br />
but to decay.</p>
<p>i could choke back the thought<br />
before the breath becomes a sound,<br />
bite my tongue harder<br />
and blink it all away.</p>
<p>i could prevent misinterpretation<br />
and preserve my reputation<br />
of keeping things to myself.<br />
i could forget the sensation<br />
of mental stimulation,<br />
pencil to paper,<br />
the freeing meditation<br />
and word manipulation.<br />
the vocalization of my transformation<br />
and the reader&#8217;s assimilation<br />
of my life to theirs.</p>
<p>it would be like starvation, suffocation,<br />
voluntary strangulation.<br />
why put myself through<br />
mental decapitation<br />
because you need verification<br />
or confirmation and an explanation<br />
that my words are my own?<br />
if you&#8217;re looking for clarification<br />
because you think my personification<br />
has something to do with you,<br />
be grateful that i&#8217;d even<br />
take you into consideration.</p>
<p>my words belong to me<br />
and the meaning is mine.<br />
i&#8217;ve let them get<br />
ripped away from me before.<br />
not.<br />
this.<br />
time.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SECRET]]></title>
<link>http://ferketinside.wordpress.com/2011/02/11/secret/</link>
<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 00:14:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ferket</dc:creator>
<guid>http://ferketinside.wordpress.com/2011/02/11/secret/</guid>
<description><![CDATA[Rahasia adalah jika telunjuk menempel erat pada bibir. Bagian pribadi dari kenyataan yang amat sensi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Rahasia adalah jika telunjuk menempel erat pada bibir. Bagian pribadi dari kenyataan yang amat sensitif bila dipertanyakan.<br />
Bibir terkunci rapat. Bahkan kepala pun enggan untuk mengangguk ataupun menggeleng. Bahasa tubuh hanya isyarat “tak tahu”.<br />
Rahasia bisa mendatangkan kehidupan dan bisa juga adalah kematian seseorang. Rahasia adalah kebanggaan, juga aib.<br />
Rahasia adalah identitas.Kamu bisa mengenal seseorang lewat rahasianya. Dirinya adalah rahasianya. Tak heran bila seseorang bisa mengamuk dengan garangnya bila rahasianya terbongkar, dan itu kusebut aib. Namun mata bisa terbuka, nyata bisa tersingkap karena rahasia, dan itu kusebut kebenaran. Dan setiap orang punya rahasianya masing-masing. Tak ada orang yang tak punya rahasia. Mereka menyimpannya begitu rapat tanpa bisa kau intip karena itu masih kusebut aib.<br />
Dikehidupanku detik ini, ada rahasia lain yang bukan tentang diriku yang ikut diketahui olehku dan masih kusimpan. Dan ini adalah aib tapi juga kebenaran.<br />
Lima tahun bukan waktu yang singkat untuk terus menahan lidah. Tapi aku mampu melakukannya. Menyembunyikan aib seseorang, padahal bila kuungkap, ini adalah napas kehidupan bagi orang lain. Dan dilema ini pun dimulai ketika kuputuskan untuk menyimpan rahasia ini.<br />
Yang satu adalah orang yang kukasihi, yang lain pun demikian. Bagaimana aku harus menghancurkan keduanya hanya dengan satu kalimat?. Aku ingin menangis saat ini, tapi aku tak mampu lagi untuk melakukannya. Aku ingin teriak, tapi sudah terlalu larut untuk itu.<br />
Saat ini aku hanya bisa bertanya padamu. Apakah aib bisa menjadi kebenaran dan kebenaran itu akan tetap menjadi kebenaran? Apakah diam itu masih emas? Apakah aku tega menghancurkan yang satu dan menyelamatkan yang lain?<br />
Hatiku terlalu rapuh untuk terus menyimpannya. Aku takut keusangan ini terkoyak dan tumpah tanpa kontrolku. Tapi menatap keduanya saat ini pun aku tak sanggup. Mencoba berbicara tentang aib ataupun kebenaran kepada mereka bahkan kepadamu yang tak tahu apa-apa, tak mampu lagi kulakukan.<br />
Bila harus kusimpan rapat, rekatkanlah. Bila harus kubawa mati, kuatkanlah. Karena aku tak bisa melupakannya. Takkan pernah bisa.</p>
<p>Rabu, 010409</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LADY IN WAITING]]></title>
<link>http://ferketinside.wordpress.com/2011/02/04/lady-in-waiting/</link>
<pubDate>Fri, 04 Feb 2011 12:20:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ferket</dc:creator>
<guid>http://ferketinside.wordpress.com/2011/02/04/lady-in-waiting/</guid>
<description><![CDATA[Bertahun-tahun lamanya aku mencari pasanganku yang paling sempurna. Namun hasil dari satu-satunya da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>
Bertahun-tahun lamanya aku mencari pasanganku yang paling sempurna. Namun hasil dari satu-satunya dari semua pencarianku adalah mimpi-mimpi yang berserakan, hati yang hancur dan sesuatu yang nampaknya seperti penantian tak berujung. Aku ingin menemukan yang terbaik dari Allah. tetapi Ia harus terlebih dahulu mengajar aku, bahwa aku harus hanya berdiam di dalam tanganNya yang penuh kasih.<br />
Jadi suatu malam aku berdoa, &#8220;Allah, sama seperti Engkau membuat adam tertidur sampai ia siap bertemu yang sempurna bagi nya, demikian pula buatlah aku dan keinginan-keinginan ku tertidur sampai aku siap untuk mengenal dia yang telah kau pilihkan bagi ku.</p>
<p>sejak saat itu, Allah memberiku suatu damai. Dan meskipun yang lain datang ke dalam hidupku, Allah melindungi hatiku dan menyisihkan aku dari usaha-usaha ynag lebih lagi. Kemudian waktu Allah mengetahui bahwa di dalam tanganNyalah ku letakkan hati ku, Dia meyakinkanku bahwa semuanya kan jadi indah pada waktu-Nya.<br />
teman-teman ku tersayang yang mengenalku dengan baik, mungkin melihat hari esok penantianku sebagai suatu hari mujizat. karena mereka mengenal aku dan caraku yang sangat selektif memilih. kadang aku di bilang pemilih tapi hidup itu memang harus memilih. beberapa di antaranya mungkin berkata &#8221; bahwa kelihatannya aku harus menikahi Allah, jika aku tetap mempertahankan standar atau kriteria pasangan hidup ku&#8221;<br />
aku tahu dia yang telah di pilihkan Allah untuk ku bukanlah Allah, tapi dia adalah surga di bumi bagiku. aku percaya, Allah mendengar doa-doaku dan menjawabnya dengan cara yang paling sempurna melalui dia. ketika penantian itu tiba, aku tidak memiliki pertanyaan yang tak terjawab lagi, tidak ada keraguan, tidak ada kebimbangan dan tidak ada keberatan. dengan yakin ku berkata :kamulah pangeranku, kesatriaku dalam kilau pakaian perangnya, hadiah ku dari lautan, hadiahku dari Allah. AKU MENUNGGU MU DAN MENJADI YANG TERBAIK BAGI ALLAH DI DALAM PENANTIAN.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
