<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>dzikrul-maut &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/dzikrul-maut/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "dzikrul-maut"</description>
	<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 05:55:44 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Download Artikel Da’wah Islam]]></title>
<link>http://herbalpersada.wordpress.com/2009/07/09/download-artikel-da%e2%80%99wah-islam/</link>
<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 12:12:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>herbalpersada</dc:creator>
<guid>http://herbalpersada.wordpress.com/2009/07/09/download-artikel-da%e2%80%99wah-islam/</guid>
<description><![CDATA[Download gratis artikel-artikel Islam. Semuanya berformat PDF, anda harus punya software pembuka PDF]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Download gratis artikel-artikel Islam. Semuanya berformat PDF, anda harus punya software pembuka PDF]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Download Gratis 79 Artikel Da'wah Islam]]></title>
<link>http://masbadar.wordpress.com/2009/07/06/download-gratis-79-artikel-dawah-islam/</link>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 11:57:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>masbadar</dc:creator>
<guid>http://masbadar.wordpress.com/2009/07/06/download-gratis-79-artikel-dawah-islam/</guid>
<description><![CDATA[Download gratis artikel-artikel Islam. Artikel-artikel ini adalah kontribusi yang sangat bermanfaat ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Download gratis artikel-artikel Islam. Artikel-artikel ini adalah kontribusi yang sangat bermanfaat ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Harga Sebuah Kematian]]></title>
<link>http://hakimaza.wordpress.com/2009/04/20/harga-sebuah-kematian/</link>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 02:09:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>hakimaza</dc:creator>
<guid>http://hakimaza.wordpress.com/2009/04/20/harga-sebuah-kematian/</guid>
<description><![CDATA[Manusia lahir sekali. Hidup sekali. Dan, mati pun hanya sekali. Lahir, hidup dan mati ibarat sebuah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Manusia lahir sekali. Hidup sekali. Dan, mati pun hanya sekali. Lahir, hidup dan mati ibarat sebuah ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ziarah Kubur]]></title>
<link>http://sekolahalamjogja.wordpress.com/2009/03/18/ziarah-kubur/</link>
<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 06:26:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>sditalam</dc:creator>
<guid>http://sekolahalamjogja.wordpress.com/2009/03/18/ziarah-kubur/</guid>
<description><![CDATA[Menyebutkan fungsi kegunaan tanah sangatlah banyak. Yach . . . yang paling sering kesebut pasti untu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menyebutkan fungsi kegunaan tanah sangatlah banyak. Yach . . . yang paling sering kesebut pasti untu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[~ WASIAT CINTA UNTUK SILMIKãFFA SUTAN SULAYMAN TERCINTA ~]]></title>
<link>http://silmikaffa.wordpress.com/2009/03/12/wasiat-cinta-untuk-silmikaffa-sutan-sulayman-tercinta/</link>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 04:42:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>silmikaffa</dc:creator>
<guid>http://silmikaffa.wordpress.com/2009/03/12/wasiat-cinta-untuk-silmikaffa-sutan-sulayman-tercinta/</guid>
<description><![CDATA[Kãffa sayang&#8230;.. Cepatlah besar, nak Lekas susul usia abi yang rapuh ini Segera tenangkan kegun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kãffa sayang&#8230;.. Cepatlah besar, nak Lekas susul usia abi yang rapuh ini Segera tenangkan kegun]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cepat atau Lambat]]></title>
<link>http://hasbee.wordpress.com/2009/01/28/cepat-atau-lambat/</link>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 20:39:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>hasbee</dc:creator>
<guid>http://hasbee.wordpress.com/2009/01/28/cepat-atau-lambat/</guid>
<description><![CDATA[Kemarin&#8230;adiknya sahabat lamaku meninggal Ketika aku melihat jasad itu.. Terbujur kaku.beku..me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Kemarin&#8230;adiknya sahabat lamaku meninggal</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Ketika aku melihat jasad itu..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Terbujur kaku.beku..membisu&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Aku jadi sadar, bahwa cepat atau lambat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Aku akan seperti itu juga</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Juga akan terbujur kaku..beku..membisu..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Yang ada hanya gelap yang pekat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Yang ada hanya rintih tangisan </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Cepat atau lambat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Jasad ini akan dimandikan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Aku tahu air itu hanya bisa membersihkan kotoran di tubuh</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Tapi takkan bisa membersihkan kotoron hati dan jiwa ini</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Takkan bisa membersihkan setiap noda dan dosa yang kuperbuat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Cepat atau lambat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Jasad ini akan dishalatkan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Aku tahu shalat yang dilakukan mereka tidak akan mengganti shalatku</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Shalat yang selalu dilalaikan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Shalat yang jauh dari khusuk</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Shalat yang tidak layak diterima</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Cepat atau lambat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Izrail akan menjemputku</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Entah besok..hari ini..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Bahkan mungkin saat goresan tinta ini dibaca oleh kalian</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Aku sudah dipanggil-Nya</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;" lang="EN-US">121106</span></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Masuk Kuburan, Copot Dulu Sandalmu!]]></title>
<link>http://hanif019.wordpress.com/2008/11/19/masuk-kuburan-copot-dulu-sandalmu/</link>
<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 01:22:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>hanif019</dc:creator>
<guid>http://hanif019.wordpress.com/2008/11/19/masuk-kuburan-copot-dulu-sandalmu/</guid>
<description><![CDATA[Bismillah&#8230; Sebagian besar kita pasti pernah melayat orang mati. Begitu juga mengantarkan jenaz]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span class="content">Bismillah&#8230;</span></p>
<p><span class="content">Sebagian besar kita pasti pernah melayat orang mati. Begitu juga mengantarkan jenazah hingga ke liang kubur. Nah, saat orang-orang masukke plataran kuburan, ada yang mencopot sandalnya terlebih dahulu dan adapula yang tetap memakai sandalnya. Bagi seorang muslim, hendaknya dia mengetahui sunnah Rasulullah dalam hal ini, sandalnya dicopot atau tidak? Kalau dicopot apa dalilnya dan kalau tidak, mengapa pula alasannya? Mari, kita lihat apa yang disabdakan Rasul kita&#8230;</span></p>
<p><span class="content"><!--more--></p>
<p>Apakah melepas sandal waktu di kuburan itu sunnah atau bid’ah?</p>
<p>Jawab:<br />
Disyariatkan bagi yang masuk kuburan untuk melepas kedua sandalnya, berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Basyir bin Al-Khashashiyyah radhiyallahu &#8216;anhu, ia mengatakan:<br />
Ketika aku berjalan mengiringi Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, ternyata ada seseorang berjalan di kuburan dengan mengenakan kedua sandalnya. Maka Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam mengatakan:<br />
يَا صَاحِبَ السَبْتِيَّتَيْنِ أَلْقِ سَبْتِيَّتَيْكَ<br />
“Hai pemakai dua sandal tanggalkan kedua sandal kamu!”<br />
Orang itu pun menoleh. Ketika dia tahu bahwa itu ternyata Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, ia melepaskannya serta melemparkan keduanya. (HR. Abu Dawud) </span></p>
<p><span class="content"><br />
Al-Imam Ahmad rahimahullahu berkata: “Sanad hadits Basyir bin Al-Khashashiyyah bagus. Aku berpendapat dengan apa yang terkandung padanya kecuali bila ada penghalang.”</span></p>
<p><span class="content"><br />
Penghalang yang dimaksudkan Al-Imam Ahmad adalah semacam duri, kerikil yang panas, atau semacam keduanya. Ketika itu, tidak mengapa berjalan dengan kedua sandal di antara kuburan untuk menghindari gangguan itu.<br />
Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala-lah yang memberi taufiq, semoga shalawat dan salam-Nya tercurah atas Nabi kita Muhammad Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, keluarganya, dan para sahabatnya.</span></p>
<p><span class="content"><br />
Ditandatangani oleh Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Asy-Syaikh Abdurrazzaq Afifi, dan Asy-Syaikh Abdullah Ghudayyan. (Fatwa Al-Lajnah Ad-Da`imah, 9/123-124)</span></p>
<p><span class="content">Sumber : http://www.asysyariah.com/print.php?id_online=664<br />
</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ingat Kematian ....]]></title>
<link>http://ayosedekah.wordpress.com/2008/10/24/ingat-kematian/</link>
<pubDate>Fri, 24 Oct 2008 06:21:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>SolusiBisnis</dc:creator>
<guid>http://ayosedekah.wordpress.com/2008/10/24/ingat-kematian/</guid>
<description><![CDATA[INGAT&#8230;KEMATIAN PASTI AKAN MENJEMPUT&#8230; DAN&#8230;KIAMAT PASTI AKAN DATANG&#8230; Saudara s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="margin:0 5px;" align="center"><strong> <span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;font-size:large;">INGAT&#8230;</span></strong><span style="font-family:Verdana;"><strong><span style="font-size:large;">KEMATIAN        PASTI AKAN MENJEMPUT&#8230;</span></strong></span></p>
<p style="margin:0 5px;" align="center"><strong> <span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;font-size:large;">DAN&#8230;</span></strong><span style="font-family:Verdana;"><strong><span style="font-size:large;">KIAMAT        PASTI AKAN DATANG&#8230;</span></strong></span></p>
<p style="margin:0 5px;" align="center">
<p style="margin:0 5px;" align="center">
<p style="margin:0 5px;" align="center">
<table id="AutoNumber12" style="border-collapse:collapse;border-width:0;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="border-top:medium none #ffffff;border-bottom:medium none #808080;border-style:none;border-width:medium;" width="5%"></td>
<td style="border-left-style:none;border-right-style:none;border-top-color:#ffffff;border-bottom-color:#808080;border-width:1px medium;" width="89%" bgcolor="#d5e7ec">
<p style="margin:0 5px;" align="center"><strong><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"> Saudara semua, untuk sedikit menenangkan hati ini, </span></strong></p>
<p style="margin:0 5px;" align="center"><strong> <span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">saya nukil        sebagian kata mutiara  dari pendahulu kita yang shaleh, </span></strong></p>
<p style="margin:0 5px;" align="center"><strong> <span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"> yang telah mendahului kita, simak apa kata mereka :</span></strong></p>
<p align="center"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Diriwayatkan dari Syaqiq      Al-Bajaly Rahimahullah,<br />
Bahwa beliau bertanya kepada muridnya Hatim,<br />
“Engkau telah menemaniku dalam kurun waktu (yang lama).<br />
Lalu apakah yang engkau telah pelajari dariku?”</p>
<p>Hatim Rahimahullah menjawab:<br />
(Saya telah mempelajari) delapan perkara:</span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"> <strong>Pertama:</strong> Saya melihat kepada makhluk, ternyata setiap orang<br />
memiliki kecintaan. Namun jika ia telah mencapai kuburnya maka<br />
kecintaannya akan berpisah darinya. Maka saya pun menjadikan<br />
(amalan-amalan) kebaikanku sebagai kecintaanku agar ia senantiasa<br />
bersamaku di alam kubur.</p>
<p><strong>Kedua:</strong> Saya melihat kepada Firman Allah Ta’ala, “(Dan orang-orang<br />
yang) menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. “ [An-Nazi’at: 40],<br />
maka saya pun bersungguh-sungguh menolak hawa nafsu dari diriku<br />
sehingga senantiasa tetap diatas ketaatan kepada Allah Ta’ala.</p>
<p><strong>Ketiga:</strong> Saya melihat setiap orang yang memiliki sesuatu yang berharga<br />
baginya, pasti dia akan senantiasa menjaganya. Kemudian saya<br />
memperhatikan Firman Allah Subhanallahu wa Ta’ala, “Apa yang di<br />
sisimu akan sirna, dan apa yang ada disisi Allah adalah kekal.”<br />
[An-Nahl: 96], maka setiap kali saya memiliki sesuatu yang berharga,<br />
pasti saya hadapkan kepada-Nya agar ia kekal untukku disisi-Nya.</p>
<p><strong>Keempat:</strong> Saya melihat manusia kembali kepada harta, kedudukan<br />
dan kehormatan, sedangkan aku tidak (berarti) sedikitpun. Kemudian<br />
saya mencermati Firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya orang yang<br />
paling mulia diantara kalian disisi Allah ialah orang yang paling ber-<br />
takwa diantara kalian.” [Al-Hujarat: 13] maka saya pun beramal<br />
dengan ketakwaan agar saya menjadi mulia di sisi-Nya.</p>
<p><strong>Kelima:</strong> Saya melihat manusia saling mendengki (hasad). Lalu saya<br />
memperhatikan Firman Allah Ta’ala: “KAMI telah menentukan antara<br />
mereka penghidupan mereka.” [Az-Zukhruf: 32], maka saya pun<br />
meninggalkan hasad.</p>
<p><strong>Keenam:</strong> Saya melihat manusia saling bermusuhan. Kemudian saya men-<br />
cermati Firman Allah Ta’ala: “Sesungguhnya Syaitan itu adalah musuh<br />
bagi kalian, maka anggaplah ia sebagai musuh.” [Fathir: 6], maka saya<br />
pun meninggalkan permusuhan mereka dan saya jadikan syaitan sebagai<br />
musuh satu-satunya.</p>
<p><strong>Ketujuh:</strong> Saya melihat mereka menghinakan diri-diri mereka dalam men-<br />
cari rezki. Lalu saya mencermati Firman Allah Ta’ala, “Dan tidak ada<br />
suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi<br />
rezkinya.” [Hud: 6], maka sayapun menyibukkan diriku dengan apa-apa<br />
yang merupakan hak Allah terhadapku dan saya tinggalkan apa yang<br />
untukku di sisi-Nya.</p>
<p><strong>Kedelapan:</strong> Saya melihat mereka bergantung (tawakkal) pada per-<br />
dagangan, usaha, dan kesehatan badan, maka saya pun bertawakkal<br />
hanya kepada Allah.</p>
<p></span><strong><span style="font-family:Verdana;font-size:xx-small;"> [Bahjatul Majalis wa Anisul Muqim wal Musafir Juz II hal 12-13]<br />
[dikutip ulang dari majalah An-Nasihah Vol 12 Tahun 1428H/2007M]</span></strong></p>
<p align="center">
</td>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="6%"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="margin:0 5px;" align="center">
<p style="margin:0 5px;" align="center"><strong> <span style="font-family:Verdana;color:#0000ff;font-size:x-small;">Subhanallah.., </span></strong></p>
<p style="margin:0 5px;" align="center"><strong> <span style="font-family:Verdana;color:#0000ff;font-size:x-small;">rangkaian kalimat yang indah        yang keluar dari jiwa-jiwa yang mulia, </span></strong></p>
<p style="margin:0 5px;" align="center"><strong> <span style="font-family:Verdana;color:#0000ff;font-size:x-small;">sungguh luar biasa, lalu        bagaimana dengan kita, </span></strong></p>
<p style="margin:0 5px;" align="center"><strong> <span style="font-family:Verdana;color:#0000ff;font-size:x-small;">apakah jika kita ditanya        dengan pertanyaan yang serupa, </span></strong></p>
<p style="margin:0 5px;" align="center"><strong> <span style="font-family:Verdana;color:#0000ff;font-size:x-small;">kita akan menjawab seperti        itu atau&#8230;apa yang akan keluar dari mulut kita&#8230;</span></strong></p>
<p style="margin:0 5px;" align="center">
<table id="AutoNumber13" style="border-collapse:collapse;border-width:0;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="border-top:medium none #ffffff;border-bottom:medium none #808080;border-style:none;border-width:medium;" width="5%" bgcolor="#ffffff"></td>
<td style="border-left-style:none;border-right-style:none;border-top-color:#ffffff;border-bottom-color:#808080;border-width:1px medium;" width="89%" bgcolor="#adfaf2">
<p align="center"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Al-Imam Hasan Al-Bashri      Rahimahullah berkata :<br />
“Tidaklah aku merasa heran terhadap sesuatu seperti keherananku atas<br />
orang yang tidak menganggap cinta dunia sebagai bagian dari dosa<br />
besar. Demi Allah ! Sungguh, mencintainya benar-benar termasuk dosa<br />
yang terbesar. Dan tidaklah dosa-dosa menjadi bercabang-cabang<br />
melainkan karena cinta dunia. Bukankah sebab disembahnya patung-<br />
patung serta dimaksiatinya Ar-Rahman tak lain karena cinta dunia<br />
dan lebih mengutamakannya?”</p>
<p>Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri Rahimahullah berkata :<br />
“Telah sampai kepadaku bahwasanya akan datang suatu masa kepada<br />
umat manusia dimana pada masa itu hati-hati manusia dipenuhi oleh<br />
kecintaan terhadap dunia, sehingga hati-hati tersebut tidak dapat<br />
dimasuki rasa takut terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala.<br />
Dan itu dapat engkau ketahui apabila engkau memenuhi sebuah kantong<br />
kulit dengan sesuatu hingga penuh, kemudian engkau bermaksud<br />
memasukkan barang lain kedalamnya namun engkau tidak mendapati<br />
tempat untuknya.”</p>
<p>Beliau Rahimahullah berkata pula :<br />
“Sungguh aku benar-benar dapat mengenali kecintaan seseorang<br />
terhadap dunia dari (cara) penghormatannya kepada ahli dunia.”</p>
<p></span><strong><span style="font-family:Verdana;font-size:xx-small;"> (Mawa’izh Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri, hal. 120)<br />
Dikutip kembali dari majalah Asy-Syariah Vol. III/No. 30/1428H/2007</span></strong></p>
<p align="center">
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Indahnya Malam Pertama]]></title>
<link>http://hakimaza.wordpress.com/2008/10/22/indahnya-malam-pertama/</link>
<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 03:44:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>hakimaza</dc:creator>
<guid>http://hakimaza.wordpress.com/2008/10/22/indahnya-malam-pertama/</guid>
<description><![CDATA[Satu hal sebagai bahan renungan Kita&#8230; Tuk merenungkan indahnya malam pertama Tapi bukan malam ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Satu hal sebagai bahan renungan Kita&#8230; Tuk merenungkan indahnya malam pertama Tapi bukan malam ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dzikrul Maut]]></title>
<link>http://salafytobat.wordpress.com/2008/07/01/dzikrul-maut/</link>
<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 10:11:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>salafytobat</dc:creator>
<guid>http://salafytobat.wordpress.com/2008/07/01/dzikrul-maut/</guid>
<description><![CDATA[3.1.7 Dzikrul Maut Dzikrul maut berarti mengingat kematian. Menghadapi kemewahan dunia dan berkecimp]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span class="outlineNumberFirst">3.1.7 </span><span class="topicLineFirst">Dzikrul Maut</span> <span class="topicIcons"> </span></p>
<table style="border:medium none;border-collapse:collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="605">
<tbody>
<tr>
<td width="2%" valign="middle">
<div class="lastTableNotesDiv"></div>
</td>
<td width="98%" valign="middle">
<div>
<span style="font-family:Times New Roman;color:#008000;font-size:small;"><span style="font-size:12pt;">Dzikrul maut berarti      mengingat kematian. Menghadapi kemewahan dunia dan berkecimpung      dalam kemegahannya bisa membuat orang tenggelam dalam kemewahan dan kemegahan itu,      sehingga membuat yang bersangkutan lupa akan kematian. Orang yang termasuk kelompok ini      menjadi orang yang membenci kematian dan kalau dinasehati dia tidak mau mendengar nasehat      itu, padahal kematian adalah suatu hal yang pasti dan tidak dapat dielakkan oleh siapapun juga.      Kelompok inilah yang disitir oleh Allah SWT dalam firman-Nya,<br />
Artinya : Katakanlah, &#8220;Sesungguhnya kematian yang kamu lari padanya, maka sesungguhnya      kematian itu akan menemui kamu. Kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang      mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu      kerjakan.&#8221; (Q.S. Al Jumu&#8217;ah 62 : 8).</span></span></div>
<div><span style="font-family:Times New Roman;color:#008000;font-size:small;"><span style="font-size:12pt;">Maut      atau mati adalah terpisahnya roh dari jasad, terpisahnya jiwa dari badan jasmani. Ada tiga      kata yang searti, yaitu maut, ajal dan wafat. Kata-kata maut terdapat dalam Al Qur&#8217;an antara lain      surat An Nisa&#8217; 4 : 18, 78 dan 100. Kata-kata ajal terdapat dalam Al Qur&#8217;an antara lain surat      Yunus 10 : 49 dan surat An Najm 53 : 44.<br />
Pada hakikatnya maut adalah akhir dari kehidupan dan sekaligus awal dari kehidupan yang baru.      Oleh sebab itu maut bukanlah kesudahan, kehancuran atau kemusnahan. Maut adalah suatu      peralihan dari suatu alam dunia ke alam dunia yang lain, peralihan dari suatu keadaan kedalam      keadaan yang lain, yang merupakan tempat kehidupan manusia akan berlanjut. Oleh sebab itu      pulalah manusia-manusia kafir atau manusia-manusia maksiat dan ingkar, takut dan benci kepada      kematian, sebab kehidupan setelah mati merupakan tempat pembalasan dari perbuatan-perbuatan      di atas dunia. Bagi orang yang tinggi kualitas Iman dan Takwanya, maut merupakan harapan yang      indah untuk memulai hidup yang hakiki, yaitu kehidupan yang abadi. Orang yang tinggi kualitas      Iman dan Takwanya selalu mengingat kematian dan senantiasa mempersiapkan bekal untuk      kehidupan sesudah mati. Banyak sekali dalil naqli, Al Qur&#8217;an maupun Al Hadis yang menjelaskan      keutamaan mengingat kematian.<br />
Sabda Rasulullah SAW,</span></span></div>
<p><span style="font-family:Times New Roman;color:#008000;font-size:small;"><span style="font-size:12pt;">Artinya : Perbanyaklah      mengingat-ingat sesuatu yang melenyapkan segala macam kelezatan      (kematian) (H.R. At Turmuzi, An Nasa&#8217;i dan Ibnu Majah)..</span></span><span></p>
<div><span style="font-family:Times New Roman;color:#008000;font-size:small;"><span style="font-size:12pt;">Banyak      mengingat kematian dapat melebur dosa dan memotivasi seseorang menjadi zuhud dunia.<br />
Sabda Rasulullah SAW,</span></span></div>
<p><span style="font-family:Times New Roman;color:#008000;font-size:small;"><span style="font-size:12pt;">Artinya : Perbanyaklah      mengingat kematian, karena sesungguhnya mengingat kematian itu dapat      menghapuskan dosa-dosa dan menjadikan zuhud terhadap dunia (H.R. Ibnu Abidunya).</span></span><span></p>
<div><span style="font-family:Times New Roman;color:#008000;font-size:small;"><span style="font-size:12pt;">Orang      yang bijaksana dan cerdik, adalah orang yang paling banyak mengingat kematian, dan      banyak mempersiapkan diri menghadapi kematian itu. Mereka berusaha keras melakukan      persiapan untuk menghadapi kematian itu. Mereka itulah orang-orang yang paling cerdik dan      mereka pergi ke alam baka nanti dengan membawa kemuliaan dunia dan kehormatan akhirat      (H.R. Ibnu Majah dan Ibnu Abidunya).<br />
Dalam kajian tasawuf roh itu tidak mati, dan yang mati adalah jasad.<br />
Firman Allah SWT,</span></span></div>
<div><span style="font-family:Times New Roman;color:#008000;font-size:small;"><span style="font-size:12pt;">Artinya      : Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah,      (bahwa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.      (Q.S. Al Baqarah 2 : 154).</span></span></div>
<div><span style="font-family:Times New Roman;color:#008000;font-size:small;"><span style="font-size:12pt;">Roh      manusia akan tetap hidup dan mempunyai suatu kedudukan hayati yang lebih tinggi daripada      unsur jasad dan material. Roh yang kedudukannya di alam cakrawala lebih tinggi itu, tetap      memiliki daya tangkap, karenanya dia mendengar ucapan salam dari penziarah yang mengucapkan      salam kepadanya, melihat para penziarah yang berziarah kepadanya. Roh juga dapat merasakan      kelezatan nikmat atau penderitaan siksa. Roh adalah pangkal kehidupan, dan karenanya jasmani      tanpa roh tidak berarti. Roh berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Roh adalah      masalah ghaib, misterius bagi manusia dan tidak dapat diketahui hakikatnya.<br />
Firman Allah SWT,</span></span></div>
<p><span style="font-family:Times New Roman;color:#008000;font-size:small;"><span style="font-size:12pt;">Artinya : Dan mereka      bertanya kepadamu tentang roh, katakanlah, &#8220;Roh itu termasuk urusan      Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan, melainkan sedikit.&#8221; (Q.S. Al Isra&#8217; 17 : 85).</span></span><span></p>
<div><span style="font-family:Times New Roman;color:#008000;font-size:small;"><span style="font-size:12pt;">Maut      atau mati adalah masalah tugas suci yang ditetapkan oleh Allah SWT, dan karenanya      dilarang orang menemui maut dengan cara yang salah, seperti bunuh diri atau membunuh orang      lain, yang merupakan perbuatan terkutuk dan dosa besar. Begitu juga bercita-cita mati adalah      perbuatan yang tidak terpuji.<br />
Maut atau mati adalah urusan Tuhan,dan karenanya tidak dibenarkan kita berputus asa, sebab      pada hakikatnya Allah menciptakan hidup dan mati adalah untuk menguji manusia, siapa di antara      mereka yang paling banyak dan paling baik amalnya.<br />
Firman Allah SWT :</span></span></div>
<p><span style="font-family:Times New Roman;color:#008000;font-size:small;"><span style="font-size:12pt;">Artinya : Yang menjadikan      mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu siapa di antara kamu yang      lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Q.S. Al Mulk 67 : 2).</span></span><span></p>
<div><span style="font-family:Times New Roman;color:#008000;font-size:small;"><span style="font-size:12pt;">Dalam      suatu hadis riwayat Tarmizi, Rasulullah SAW bersabda yang artinya, &#8220;Tidak boleh di antara      kamu mencita-citakan mati, karena bala yang menimpa. Andaikata ada bala yang menimpa,      hendaklah yang bersangkutan berdo&#8217;a, &#8220;Ya Allah, hidupkanlah aku sekiranya hidup itu lebih baik      bagiku dan matikanlah aku kalau mati itu lebih baik untukku&#8221;.<br />
Manusia hanya mengalami mati satu kali saja, yaitu di alam dunia yang fana. Mulai dari alam      barzah, alam mahsyar sampai dengan alam akhirat manusia tidak lagi akan mengalami mati.<br />
Firman Allah SWT,</span></span></div>
<p><span style="font-family:Times New Roman;color:#008000;font-size:small;"><span style="font-size:12pt;">Artinya : Mereka      tidak akan merasakan mati di sana kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara      mereka dari azab neraka. (Q.S. Ad Dukhan 44 : 56)<br />
.<br />
Bagi orang yang tinggi kualitas iman dan takwanya, kematian merupakan hadiah dan terbukanya      pintu rahmat. Bagi mereka, dunia merupakan penderitaan, karena dia harus mengendalikan nafsu      syahwatnya dan menolak ajakan-ajakan syetannya. Dengan kematian, bagi mereka terlepaslah dia      dari belenggu siksaan ini, dan terbukalah pintu rahmat yang abadi baginya.<br />
Sabda Rasulullah SAW :</span></span><span></p>
<div><span style="font-family:Times New Roman;color:#008000;font-size:small;"><span style="font-size:12pt;">Artinya      : Hadiah bagi orang mu&#8217;min adalah kematian (H.R. Ibnu Abidunya).</span></span></div>
<div><span style="font-family:Times New Roman;color:#008000;font-size:small;"><span style="font-size:12pt;">Sabda      Rasulullah SAW :</span></span></div>
<div><span style="font-family:Times New Roman;color:#008000;font-size:small;"><span style="font-size:12pt;">Artinya      : Kematian adalah penghapus dosa bagi setiap orang muslim (H.R. Abu Nu&#8217;aim, Al      Baihaqi dan Al Khatib).</span></span></div>
<p></span></span></span></span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mati Muda, Siapa Takut?]]></title>
<link>http://syania.wordpress.com/2008/06/11/mati-muda-siapa-berani/</link>
<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 08:02:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>syania</dc:creator>
<guid>http://syania.wordpress.com/2008/06/11/mati-muda-siapa-berani/</guid>
<description><![CDATA[Chairil Anwar pernah berteriak dalam puisinya, &#8220;Aku mau hidup seribu tahun lagi&#8221;, namun ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span>Chairil Anwar pernah berteriak dalam puisinya, &#8220;Aku mau hidup seribu tahun lagi&#8221;, namun pada kenyataannya, angka 50 pun tidak dicapainya karena Allah menentukan lain. Dalam dunia Islam, kita mengenal Hasan Al Banna yang ummat begitu berharap kiprah perjuangannya lebih lama dan buah pikirannya yang sudah begitu banyak masih bisa ditambah lagi. Artinya, ummat begitu berharap Allah memanjangkan umurnya agar kontribusi Sang Imam itu terus mengalir. Namun, lagi-lagi Allah berkehendak lain, ia pun tak sempat hidup lama, jika ukurannya adalah usia Rasulullah saw. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Disisi lain, banyak orang-orang yang diberi kesempatan oleh Allah untuk lebih lama mengemban amanah hidup di dunia. Namun tidak sedikit dari mereka yang justru tidak memanfaatkan secara maksimal kesempatan tersebut untuk berbuat yang terbaik untuk dipertanggungjawabkan di depan Tuhannya di yaumil akhir. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Saudaraku, mati adalah satu dari sekian rahasia Allah terhadap makhluk-Nya selain jodoh dan rizki. Kita memang tidak akan pernah tahu kapan sang ajal menghampiri, yang kita tahu pasti hanyalah bahwa ia tidak mungkin terlambat meski sedetik -apalagi lupa ataupun alpa- dari kewajibannya dari waktu yang sudah ditentukan untuk menjemput kita. Ia bisa datang setahun lagi, seminggu lagi, lusa, esok pagi saat matahari terbit, atau bahkan detik ini juga. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Sungguh anehnya, karena kerahasiaan akan waktu datangnya ajal itulah yang kemudian membuat kebanyakan manusia lupa akan keniscayaannya. Disaat itulah, kita seakan tak pernah berfikir bahwa kesempatan yang diberikan Allah didunia ini hanya sesaat, layaknya orang yang sekedar mampir singgah untuk melanjutkan perjalanan menuju kehidupan yang lebih kekal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Kita selalu mengganggap bahwa hidup di dunia akan dijalani begitu lama, sehingga seringkali waktu yang ada tersia-siakan tanpa makna. Dunia dengan keindahan dan kenikmatannya telah melenakan kita dari mengingat mati. Sehingga pada masanya ajal itu tiba, sebagian besar manusia merasa Allah terlalu cepat mengirimkan Izrail kepadanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Lain halnya dengan orang-orang yang senantiasa mengingat Allah dengan segala kebesaran-Nya dan segala kekuasaan-Nya termasuk urusan mati. Dzikrul maut menjadi lafasnya sehari-hari, maka hari-harinya pun dimanfaatkan untuk mengumpulkan bekal taqwa untuk kehidupan selanjutnya, sehingga mereka selalu siap kapanpun utusan Allah datang untuk membawanya menghadap. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Mereka bahkan begitu sadar akan datangnya hari dimana mereka harus menghadap Tuhannya. Mereka tahu bahwa mereka akan malu jika bertemu Allah dengan wajah penuh dosa dan kehinaan. Orang-orang seperti ini, meski sudah sedemikian banyak berbuat kebaikan, infaq dan shodaqohnya sedemikian tak terhitung, malam-malamnya tak pernah sepi dari air mata khauf (takut) Allah tidak menerima semua amalan-amalannya dan roja&#8217; (penuh harap) Dia menggolongkannya ke dalam ummat yang diberi nikmat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Keindahan dan kenikmatan dunia bukan penghalang bagi mereka untuk terus mengingat mati, justru mereka sangat takut kedua hal tersebut akan melenakannya dari mengingat mati. Meski disisi lain, banyak saudara-saudara kita yang sudah jauh terjerumus dalam kesesatan dunia. Mereka tidak menyadari hakikat diberikan-Nya semua kenikmatan tersebut yang sesungguhnya adalah untuk disyukuri agar senantiasa mengingat Si Pemberi kenikmatan dunia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Nah saudaraku, karena kekhawatirannya akan dunia yang melenakan itulah, kadang tidak sedikit orang-orang yang beriman memilih &#8220;mati muda&#8221; sebagai jalan terbaiknya. Dengan jalan yang sudah disyariatkan Allah dan dicontohkan para sahabat Rasulullah, mereka senantiasa menentang maut mempertaruhkan ajal untuk memerangi kemaksiatan dan kezhaliman. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Dilain negeri, orang-orang muda bahkan mereka yang masih terbilang belasan tahun laki-laki dan wanita memilih mati muda untuk mempertahankan haknya. Tentu jauh lebih penting bagi mereka adalah kerinduan mereka akan syahid dan bertemu Allah sebagai cita-cita tertingginya. Mereka sangat tidak mempedulikan dengan cara apa mereka mendapatkan keistimewaan itu, meski dengan tubuh berkeping-keping, kepala tertembus timah panas, karena tujuan mereka adalah menjadikan hidupnya bermakna di dunia dan berarti di akhirat, senyum wajah Allah-lah yang senantiasa mereka harap bisa dilihat di surga kelak sebagai balasan dari pemanfaatan hidupnya tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span>Saudaraku, kapanpun datangnya, sekarang ataupun nanti saat usia kita sepuh, apapun caranya, berperang atau berdiam diri, dimanapun tempatnya, di medan perang ataupun di tempat tidur, saat ia datang sudah seharusnya kita telah memenuhi tas perbekalan kita dengan sebanyak-banyaknya bekal taqwa. Sehingga, Izrail pun tersenyum dan bangga saat menghampiri bahkan dengan bangga menghantarkan ruh ini ke hadapan Sang Khaliq. Wallahu a&#8217;lam bishshowab (Bayu Gautama) </span></p>
<p class="MsoNormal">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aku Dimakamkan Hari Ini]]></title>
<link>http://ummiwita.wordpress.com/2008/01/16/puisi-dunia/</link>
<pubDate>Wed, 16 Jan 2008 04:43:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ahmad Elqorni</dc:creator>
<guid>http://ummiwita.wordpress.com/2008/01/16/puisi-dunia/</guid>
<description><![CDATA[Perlahan, tubuhku ditutup tanah, perlahan, semua pergi meninggalkanku, masih terjelas langkah-langka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Perlahan, tubuhku ditutup tanah, perlahan, semua pergi meninggalkanku, masih terjelas langkah-langka]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selamat Jalan Sahabat]]></title>
<link>http://achoey.wordpress.com/2007/12/21/selamat-jalan-sahabat/</link>
<pubDate>Fri, 21 Dec 2007 04:07:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>achoey sang khilaf</dc:creator>
<guid>http://achoey.wordpress.com/2007/12/21/selamat-jalan-sahabat/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Setiap jiwa akan merasakan kematian?&#8221; (QS Ali &#8216;Imran [3]: 183) Seringkali kita te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[&#8220;Setiap jiwa akan merasakan kematian?&#8221; (QS Ali &#8216;Imran [3]: 183) Seringkali kita te]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
